Efektifitas pembelajaran matematika pada materi bangun ruang kelas VIII SMP Home Schooling Kak Seto tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository

Gratis

0
0
189
4 days ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA

PADA MATERI BANGUN RUANG

KELAS VIII SEMESTER II SMP HOME SCHOOLING KAK SETO

TAHUN PELAJARAN 2011/2012

  Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

  Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika

  Disusun Oleh : Silvia Primajati

  NIM : 081414015

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKADAN IPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2012

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Semua usaha dalam hidup kita selayaknya kita

pasrahkan pada Tuhan, karena Ia akan

menjadikan semuanya indah pada waktunya..

  

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia

memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak

dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal

sampai akhir”. (Pengkhotbah 3 : 11)

  Dengan Penuh Syukur Skripsi Ini Kupersembahkan Untuk : Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria Bapak , Ibu tercinta dan Pasangan Hidupku

Sahabat-sahabatku (Khususnya Tya,Prima,Elsa,Shinta, Sisca) yang Selalu Memberikan Semangat

  Terima Kasih Untuk Segala Doa, Motivasi, Dukungan Serta Kasih yang Diberikan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

Silvia Primajati, 2012. Efektifitas Pembelajaran Matematika Pada Materi

Bangun Ruang Kelas VIII Semester II SMP Home Schooling Kak Seto

Tahun Pelajaran 2011/2012 . Program Studi Pendidikan Matematika,

Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidikan , Universitas Sanata Dharma ,Yogyakarta.

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran matematika kelas VIII Home Schooling dan keefektifan proses pembelajaran tersebut dilihat dari proses pembelajaran, komunikasi/interaksi, minat, motivasi serta pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.

  Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen pada penelitian ini adalah lembar observasi, angket, kuesioner, serta tes diagnostik. Kegiatan pembelajaran yang diteliti dalam penelitian ini berlangsung dalam 2 pertemuan pada 3 kelas yang setiap kelasnya terdiri dari 1 siswa. Pada pertemuan pertama diadakan observasi dan pengisian angket serta kuesioner, lalu pada pertemuan kedua diadakan tes diagnostik.

  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran guru menggunakan metode yang berbeda-beda disesuaikan dengan kondisi masing-masing siswa membuat siswa nyaman untuk belajar. Dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran di Home Schooling sudah cukup efektif jika dilihat dari komunikasi/interaksi antara guru dan siswa yang baik, serta minat dan motivasi siswa yang tergolong sangat tinggi, Namun kegiatan pembelajaran masih belum efektif jika dilihat dari hasil tes diagnostik yang digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan masih rendah.

  Kata kunci : Efektifitas pembelajaran matematika, Home Schooling

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

Silvia Primajati, 2012. The Effectiveness of Mathematic Learning on the

Main Subject of Geometrical Material of VIII class in the Second Semester in

Kak Seto Home Schooling Junior High School 2011/2012 Academic Year.

Mathematic Education Study Program. Department of Mathematic

Education and Science. Faculty of Teachers Training Education. Sanata

Dharma University.

  The aims of the research are to find out how the process of VII class mathematic learning using home schooling program and the effectiveness of learning process which was seen from learning process, communication/interaction, passion,motivation and students' understanding with the material.

  The method of the research was descriptive qualitative method. The instrument of this research were observation sheet , questionnaire sheet, and diagnostic test. There were 2 meetings which were observed for the research and there were 3 classes which consisted of 1 student. There were observation and questionnaire in the first meeting then diagnostic test in the second meeting. The result showed that in the learning process the teacher used different methods based on the students' condition which made the students comfortable with the lesson. It could be concluded that the learning process in home schooling was effective enough. It could be seen that there were a good communication/interaction between the teacher and the students then there were also a positive motivation and passion from the students. However, the learning process had not effective if it was seen from diagnostic test which is used to measure the students' understanding. The diagnostic test showed that the students' understanding about the material was low. Key words: the effectiveness of mathematic learning, Home Schooling

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Puji syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Dalam proses penyusunan skripsi ini, penulis mendapat bantuan, dukungan, bimbingan, motivasi dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1.

  Bapak Rohandi, Ph.D. selaku dekan FKIP.

  2. Drs. A. Atmadi. M.Si. selaku ketua jurusan PMIPA.

  3. Bapak Dr. M. Andy Rudhito, S.Pd. selaku Kaprodi Pendidikan Matematika.

  4. Bapak Dominikus Arif Budi Prasetyo, S.Si, M.Si. selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membimbing penulis dalam penyusunan skripsi ini.

  5. Bapak Drs. Sukardjono, M.Pd., Ibu Ch. Enny Murwaningtyas, S.Si., M.Si., selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan kepada penulis

  6. Aisyah Nur selaku guru Aflahah Ulfa matematika kelas VIII SMP Home

  Schooling Kak Seto Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan, dan batuan selama proses penelitian.

  7. M. Arif Hidayatulloh selaku administrator SMP Home Schooling Kak Seto Yogyakarta atas kemudahan dalam perijinan untuk melaksanakan penelitian..

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8. Segenap dosen dan karyawan Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sanata Dharma yang telah membimbing, membantu serta memberikan ilmunya kepada penulis selama belajar di Universitas Sanata Dharma.

  9. Bapak dan Ibuku tercinta atas segala dukungan, motivasi, dan doa, serta cinta kasih yang diberikan kepada penulis hingga dapat menyelesaikan skripsi ini.

  10. FX. Junianto, A. Md. atas segala motivasi, dukungan, doa serta kasih sayang sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

  11. Siswa kelas VIII SMP Home Schooling Kak Seto Yogyakarta, yang telah bersedia membantu penulis selama penulis melakukan penelitian di Home Schooling Kak Seto Yogyakarta.

  12. Teman-teman Pendidikan Matematika 2008, khususnya sahabat-sahabat “Big

  Family ” atas segala motivasi,dukungan dan doa.

  13. Semua pihak yang telah memberikan dukungan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini yang tidak bisa disebutkan satu per satu.

  Akhir kata, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.

  Yogyakarta, 14 November 2012 Penulis, Silvia Primajati

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL .................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .......................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ...................................................... v ABSTRAK ................................................................................................... vi ABSTRACT ................................................................................................. vii LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ................................................... viii KATA PENGANTAR ................................................................................. ix DAFTAR ISI ................................................................................................ xi DAFTAR TABEL ........................................................................................ xiv DAFTAR GAMBAR ................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ xvii BAB I PENDAHULUAN ............................................................................

  1 A.

  1 Latar Belakang ...........................................................................

  B.

  3 Identifikasi Masalah ...................................................................

  C.

  4 Pembatasan Masalah ..................................................................

  D.

  4 Rumusan Masalah ......................................................................

  E.

  5 Tujuan Penelitian .......................................................................

  F.

  6 Batasan Istilah ............................................................................

  G.

  8 Manfaat Penelitian .....................................................................

  BAB II LANDASAN TEORI ......................................................................

  22 A. Jenis Penelitian ...........................................................................

  40 B. Tabulasi Data ............................................................................

  40 A. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian ................................................

  38 BAB IV DESKRIPSI HASIL PELAKSANAAN PENELITIAN, TABULASI DATA, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN ......................

  38 G. Analisis dan Pembahasan Data ..................................................

  25 F. Data Penelitian ...........................................................................

  23 E. Instrumen Penelitian ...................................................................

  23 D. Metode Pengumpulan Data ........................................................

  23 C. Obyek Penelitian ........................................................................

  22 B. Subyek Penelitian .......................................................................

  21 BAB III METODE PENELITIAN................................................................

  10 A. Home Schooling .........................................................................

  20 J. Kerangka Berpikir ......................................................................

  17 I. Tes Diagnostik ...........................................................................

  16 H. Pemahaman ................................................................................

  16 G. Motivasi .....................................................................................

  15 F. Minat ...........................................................................................

  14 E. Interaksi ......................................................................................

  13 D. Komunikasi ................................................................................

  12 C. Proses Belajar dan Pembelajaran ...............................................

  10 B. Efektifitas ...................................................................................

  47 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1.

  47 Data Hasil Angket Minat Belajar Siswa ..............................

  2.

  48 Data Hasil Angket Motivasi Belajar Siswa ..........................

  3.

  48 Data Hasil Tes Pemahaman Siswa .......................................

  4.

  49 Data Kuesioner Siswa ..........................................................

  5.

  50 Data Kuesioner Guru/Tutor ..................................................

  C.

  51 Analisis Data dan Pembahasan Hasil Penelitian ........................

  1.

  52 Analisis dan Pembahasan Observasi Proses Pembelajaran ..

  2. Analisis dan Pembahasan Komunikasi/Interaksi Siswa dan Guru dalam Proses Pembelajaran ..................................................

  55 3.

  56 Analisis dan Pembahasan Angket Minat Belajar Siswa ......

  4.

  57 Analisis dan Pembahasan Angket Motivasi Belajar Siswa ...

  5.

  58 Analisis dan Pembahasan Hasil Tes Diagnostik ..................

  6.

  72 Analisis dan Pembahasan Kuesioner Siswa .........................

  7.

  75 Analisis dan Pembahasan Kuesioner Guru/Tutor ................

  D.

  77 Keterbatasan Pelaksanaan Penelitian .........................................

  BAB V PENUTUP .......................................................................................

  78 A.

  78 Kesimpulan ................................................................................

  B.

  80 Saran ........................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................

  81

  

DAFTAR TABEL

  47 Tabel 4.3 Skor Motivasi Belajar Siswa

  58 Tabel 4.10 Tingkat Pemahaman Siswa

  57 Tabel 4.9 Presentase Hasil Tes Diagnostik

  56 Tabel 4.8 Tingkat Motivasi Belajar Siswa

  50 Tabel 4.7 Tingkat Minat Belajar Siswa

  49 Tabel 4.6 Jawaban Kuesioner Guru

  49 Tabel 4.5 Rangkuman Kuesioner Siswa

  48 Tabel 4.4 Nilai Tes Diagnostik

  41 Tabel 4.2 Skor Minat Belajar Siswa

Tabel 2.1 Ranah Kognitif Berdasar Taksonomi Bloom

  34 Tabel 4.1 Urutan Kegiatan Pelaksanaan Penelitian

  32 Tabel 3.7 Kisi-Kisi Tes Diagnostik Berdasar Taksonomi Bloom

  31 Tabel 3.6 Kisi-Kisi Angket Motivasi Belajar Siswa

  29 Tabel 3.5 Tingkat Motivasi Belajar Siswa

  29 Tabel 3.4 Kisi-Kisi Angket Minat Belajar Siswa

  26 Tabel 3.3 Tingkat Minat Belajar Siswa

  25 Tabel 3.2 Kisi-Kisi Lembar Observasi

  18 Tabel 3.1 Instrumen Penelitian

  58 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR GAMBAR

  65 Gambar 4.12

  68 Gambar 4.20

  68 Gambar 4.19

  68 Gambar 4.18

  67 Gambar 4.17

  66 Gambar 4.16

  66 Gambar 4.15

  66 Gambar 4.14

  65 Gambar 4.13

  64 Gambar 4.11

  Gambar 4.1

  63 Gambar 4.10

  63 Gambar 4.9

  63 Gambar 4.8

  62 Gambar 4.7

  62 Gambar 4.6

  61 Gambar 4.5

  61 Gambar 4.4

  60 Gambar 4.3

  59 Gambar 4.2

  68 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 4.21

  69 Gambar 4.22

  70 Gambar 4.23

  70 Gambar 4.24

  70 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lembar Observasi L.1

  Rencana Pelaksanaan Pembelajaraan L.13 Materi Pembelajaran/Modul

  L.16 Kisi-Kisi dan Validasi Angket Minat Belajar Siswa L.24 Kisi-Kisi Angket dan Validasi Motivasi Belajar Siswa L.28 Soal Tes Diagnostik

  L.34 Kunci Jawaban Tes Diagnostik

  L.36 Kisi-Kisi dan Validasi Tes Diagnostik Berdasar Taksonomi L.38 Bloom Angket Minat Belajar Siswa

  L.42 Angket Motivasi Siswa

  L.54 Lembar Jawaban Tes Diagnostik L.66 Kuesioner Guru

  L.76 Kuesioner Siswa

  L.79 Foto Dokumentasi

  L.90

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam pasal 1 ayat 1 Undang-undang Sisdiknas RI Nomor 20 Tahun

  ,

  2003 tertulis

  “Pendidikan adalah upaya sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.”

  Dari definisi tersebut, mencerminkan bahwa proses pendidikan harus mengedepankan peran aktif siswa yang berarti pula bahwa proses pendidikan sudah semestinya menjadikan siswa sebagai subyek kurikulum, bukan sekedar obyek kurikulum.

  Dalam belajar setiap individu memiliki hak dan kesempatan untuk ikut menentukan apa yang terbaik untuk dirinya. Siswa sebagai individu pun memiliki hak dan kesempatan tersebut. Oleh karena itu penyelenggaraan pendidikan harus mampu memberikan suasana yang nyaman, aman dan menggairahkan bagi siswa untuk senantiasa belajar guna memenuhi rasa keingintahuannya. Dengan demikian, setiap siswa akan mampu tumbuh dan berkembang sesuai minat, kebutuhan, dan karakteristik gaya belajarnya masing-masing.

  

1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  Realitas saat ini menunjukkan bahwa proses pendidikan yang terjadi di sekolah formal pada umumnya belum mampu memberikan suasana yang aman, nyaman, menyenangkan, dan menggairahkan siswa untuk mengembangkan bakat, minat, dan potensi pribadinya secara optimal.

  Perbandingan jumlah guru dengan jumlah siswa di sekolah formal pada umumnya masih terlalu besar, sehingga membuat guru sulit untuk memperhatikan secara lebih dekat bakat dan minat siswa secara individual. Akibatnya, banyak siswa yang merasa tidak tersalurkan bakat, minat, dan potensi kecerdasannya. Suasana pendidikan formal dalam bentuk lembaga sekolah harus dapat menjadi tempat belajar yang menggairahkan bagi rasa ingin tahu siswa.

  Melihat realitas di atas, sebagian masyarakat khususnya orang tua yang teramat peduli terhadap perkembangan putra-putri mereka, menjadikan fenomena sekolah formal tersebut sebagai sebuah kekhawatiran tersendiri. Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu faktor pemicu berkembangnya home schooling akhir-akhir ini sebagai salah satu trend sekolah alternatif yang diharapkan mampu menjawab beberapa permasalahan yang terjadi pada sekolah formal sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya.

  (sekolah rumah) menjadi salah satu model pilihan

  Home schooling orang tua dalam mengarahkan anak-anaknya dalam bidang pendidikan.

  Home schooling juga menjadi pilihan bagi orang tua yang mungkin ingin

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  mengontrol sisi belajar sang anak setiap waktu ataupun mereka ingin waktu belajar si anak lebih fleksibel dan tepat.

  Pendidikan yang dikenal sebagai sekolah rumah ini, makin diminati orang tua karena dirasa lebih manusiawi bagi anak terutama untuk anak- anak yang memiliki kebutuhan khusus sehingga tidak bisa duduk diam dan mendengar di ruang kelas formal. Oleh karena home schooling kini semakin berkembang di Indonesia dan home schooling mempunyai keunikan sendiri dalam menjalankan perannya di dunia pendidikan Indonesia membuat home schooling khususnya pembelajarannya menjadi menarik untuk diteliti.

B. Identifikasi Masalah

  Berdasarkan latar belakang di atas dapat diidentifikasikan kemungkinan masalah sebagai berikut:

  1. Kurangnya perhatian bagi siswa secara individu di sekolah formal sehingga siswa kurang dapat mengembangkan bakat, minat, dan potensi pribadinya secara optimal.

2. Kekhawatiran orang tua terhadap berbagai permasalahan yang terjadi di sekolah formal.

  3. Siswa tidak dapat mengikuti pembelajaran di sekolah formal dengan baik sehingga memerlukan perhatian dan penanganan khusus.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4 C. Pembatasan Masalah

  Dari beberapa masalah yang telah diidentifikasi dan keterbatasan peneliti dalam waktu, tenaga, serta biaya. Maka penelitian ini dibatasi sebagai berikut: 1.

  Penelitian ini merupakan penelitian kelas komunitas home schooling di

  Home Schooling Kak Seto tahun ajaran 2011/2012 yang dilaksanakan pada tingkat pendidikan kelas VIII SMP.

  2. Penelitian dipusatkan pada proses pembelajaran, komunikasi/interaksi guru dan siswa, minat dan motivasi siswa, serta pemahaman siswa dalam pembelajaran matematika pada tingkat pendidikan kelas VIII SMP Home Schooling Kak Seto pada materi bangun ruang.

  3. Pelaksanaan pembelajaran dalam penelitian mengacu pada kurikulum yang berlaku pada tingkat pendidikan kelas VIII SMP yang diterapkan di Home Schooling Kak Seto.

  D. Rumusan Masalah

  Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : a. Bagaimana proses pembelajaran (kegiatan guru, kegiatan siswa) pada tingkat pendidikan kelas VIII SMP Home Schooling Kak Seto? b.

  Bagaimana komunikasi/interaksi siswa dan guru dalam proses pembelajaran pada tingkat pendidikan kelas VIII SMP Home

  Schooling Kak Seto?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5

  c.

  Bagaimana minat dan motivasi siswa tingkat pendidikan kelas VIII SMP Home Schooling Kak Seto dalam mata pelajaran matematika pada materi bangun ruang? d.

  Sejauh mana pemahaman siswa tingkat pendidikan kelas VIII SMP

  Home Schooling Kak Seto dalam mata pelajaran matematika pada

  materi bangun ruang dilihat dari hasil tes diagnostik? E.

   Tujuan Penelitian

  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1.

  Pembelajaran matematika pada materi bangun ruang kelas VIII Home Schooling Kak Seto.

  2. Komunikasi/interaksi siswa dan guru dalam pembelajaran

  matematika materi bangun ruang pada tingkat pendidikan kelas VIII sekolah menengah pertama Home Schooling Kak Seto.

  3. Minat dan motivasi siswa tingkat pendidikan kelas VIII SMP

  Home Schooling Kak Seto dalam mata pelajaran matematika pada materi bangun ruang.

  4. Mengetahui pemahaman siswa tingkat pendidikan kelas VIII SMP

  Home Schooling Kak Seto dalam mata pelajaran matematika pada materi bangun ruang dilihat dari hasil tes diagnostik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6

F. Batasan Istilah 1.

  Home schooling

  Home schooling atau home education menurut Maria Magdalena

  dalam bukunya adalah pendidikan yang dilakukan secara mandiri oleh keluarga, dimana materi-materinya dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan anak (2010: 8). Home Schooling dapat dilakukan di rumah dengan bimbingan orang tua maupun di tempat-tempat tertentu, biasanya didampingi oleh orang tua secara pribadi atau pihak-pihak lain yang ditunjuk. Home Schooling yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah Home Schooling kelas komunitas, dimana siswa dikumpulkan di sebuah kelas untuk belajar sambil bersosialisasi dengan teman-temannya.

2. Efektifitas Pembelajaran

  Efektifitas menurut Hidayat (1986) adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas dan waktu) telah tercapai, dimana makin besar presentase target yang dicapai, makin tinggi efektifitasnya.

  Efektifitas pembelajaran pada penelitan dimaksudkan sebagai tingkat keberhasilan suatu pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Efektifitas pembelajaran dilihat dari proses pembelajaran, komunikasi/interaksi guru dan siswa selama proses pembelajaran, minat, dan motivasi belajar siswa serta pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7

  3. Proses Belajar dan Pembelajaran Menurut Suyono dan Hariyanto, belajar adalah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian (2011 : 9). Pembelajaran adalah proses interaksi siswa dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (Pasal 1 butir 20 UU Nomor 20 tahun 2003 dalam Udin S. Winataputra, dkk; 2008).

  4. Komunikasi dan Interaksi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Sedangkan, interaksi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah saling melakukan aksi; berhubungan; mempengaruhi; antarhubungan. Di sini komunikasi dan interaksi yang terjadi yaitu antara guru dan siswa, maupun siswa dengan sumber belajar lainnya untuk mencapai tujuan pendidikan.

  5. Minat Menurut Slameto, minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh.

  Minat belajar matematika dapat diartikan rasa ketertarikan pada kegiatan belajar matematika, tanpa adanya perintah atau paksaan dari pihak lain.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8

  6. Motivasi Motivasi juga dapat diartikan sebagai kekuatan yang menjadi pendorong kegiatan individu, yang menunjukkan suatu kondisi dalam diri individu yang mendorong atau menggerakkan individu tersebut melakukan kegiatan mencapai sesuatu tujuan (Sukmadinata, 2009: 61).

  Dalam konteks pembelajaran maka tujuan tersebut berhubungan dengan tujuan untuk pelajaran.

  7. Pemahaman Pemahaman mencakup kemampuan untuk menangkap makna dan arti dari bahan yang dipelajari (W.S. Winkel, 1996: 245). Di sini pemahaman diklasifikasikan berdasarkan taksonomi Bloom. Namun aspek yang akan diukur pada penelitian ini hanyalah aspek pengetahuan, pemahaman, dan penerapan saja. Pemahaman dapat diukur dari proses pembelajaran dan dari hasil tes diagnostik yang mencakup ketiga aspek tersebut.

G. Manfaat Hasil Penelitian

  Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini : 1. Bagi peneliti, merupakan sarana untuk belajar membuat karya ilmiah dan berpikir secara sistematis.

  2. Bagi guru, dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam merancang metode pembelajaran matematika yang lebih efektif dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  9

  meningkatkan kemampuan belajar matematika siswa sesuai minat siswa.

3. Bagi Universitas Sanata Dharma, dapat digunakan sebagai khazanah ilmu pengetahuan, dan sebagai tambahan wawasan bagi pembaca.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II LANDASAN TEORI A. Home schooling Istilah home schooling berasal dari bahasa Inggris yang berarti

  sekolah rumah. Home schooling dikenal juga dengan nama

  homeschooling , home-based learning, home education, school at home,

  sekolah mandiri atau sekolah rumah. Dalam bahasa umum, home

  schooling adalah model belajar yang digunakan orang dewasa untuk

  mendapatkan informasi atau keterampilan sesuai kebutuhannya. Dalam

  home schooling orang tua dan anak-anak terlibat aktif untuk menentukan

  apa-apa yang ingin dipelajarinya (Abe Saputro, 2007). Homeschooling adalah sebuah tindakan proaktif untuk turut campur di dalam pendidikan anak dan bertanggung jawab untuk memberikan sebuah kecintaan terhadap belajar (Olivia dalam Holy Setyowati Sie, 2010).

  Memilih untuk bertanggung jawab berarti orang tua terlibat langsung menentukan proses penyelenggaraan pendidikan, penentuan arah dan tujuan pendidikan, nilai-nilai yang hendak dikembangkan, kecerdasan dan keterampilan, kurikulum dan materi, serta metode dan praktek belajar (Sumardiono dalam Simbolon, 2008).

  Menurut John Cadlwel Holt (Simbolon, 2008), filosofi berdirinya

  home schooling adalah manusia pada dasarnya makhluk belajar dan

  senang belajar, kita tidak perlu ditunjukkan bagaimana cara belajar. Yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  11

  membunuh kesenangan belajar adalah orang-orang yang berusaha menyelak, mengatur, atau mengontrolnya.

  Terdapat tiga macam klasifikasi home schooling yaitu tunggal, majemuk, dan komunitas. Home schooling tunggal adalah home schooling yang diselenggarakan oleh sebuah keluarga tanpa bergabung dengan keluarga lain. Home schooling majemuk yaitu home schooling yang dilaksanakan secara berkelompok oleh beberapa keluarga. Disebut home

  schooling komunitas yaitu bila home schooling tersebut merupakan

  gabungan beberapa model majemuk dengan kurikulum yang lebih terstruktur sebagaimana pendidikan non formal (Abe Saputro, 2007: 124- 125).

  Dalam pengembangannya di Indonesia home schooling memang tidak bisa lepas dari Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) karena dasar hukum home schooling adalah UU Nomor 20 tahun 2003 (Sisdiknas) Pasal 1 ayat (1). Serta pasal 27 Sisdiknas tentang pendidikan informal yaitu

  “Pendidikan informal adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri, yang hasilnya diakui sama dengan pendidikan formal dan non formal setelah

peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional.”

Home schooling memiliki konsep yang biasanya satu guru

  menghadapi satu atau beberapa (terbatas) siswa saja. Selain tentu saja lebih bisa ditertibkan, dengan home schooling, anak bisa lebih berkonsentrasi dalam menangkap pelajaran. Mutu mata pelajaran yang diberikan juga bisa dipilih, sesuai dengan yang dibutuhkan anak saat itu.

  Dalam proses pembelajaran secara umum Home Schooling Kak Seto

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  12

  menggunakan pendekatan yang lebih tematik, aktif, kontruktif, dan kontekstual, serta belajar mandiri melalui penekanan kepada kecakapan hidup dan keterampilan dalam memecahkan masalah (brosur Home

  Schooling Kak Seto). Terdapat tiga jenis pembelajaran di Home Scooling

  Kak Seto ini, yaitu komunitas dimana siswa dikumpulkan di sebuah kelas untuk belajar sambil bersosialisasi dengan teman-temannya, distance

  learning dimana siswa belajar di rumah dengan modul dan orang tua yang

  berperan besar sebagai pendidiknya, dan tutor visit dimana siswa belajar di rumah dengan diampingi tutor/guru.

B. Efektifitas

  Efektif menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah (1) ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya); (2) Manjur atau mujarab (tentang obat); (3) Dapat membawa hasil; berhasil guna (tentang usaha, tindakan); (4) Mulai berlaku (tentang undang-undang, peraturan).

  Sedangkan efektifitas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah keefektifan. Keefektifan sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah (1) Keadaan berpengaruh; hal berkesan; (2) kemanjuran; kemujaraban (ttg obat); (3) keberhasilan (ttg usaha, tindakan); kemangkusan (2008: 352)

  Efektifitas menurut Hidayat (1986) adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas dan waktu) telah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  13

  tercapai, dimana makin besar presentase target yang dicapai, makin tinggi efektifitasnya, Sehingga efektifitas dapat diartikan sebagai gambaran tingkat keberhasilan dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Maka efektifitas pembelajaran dapat diartikan sebagai gambaran tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan. Efektifitas pembelajaran dapat diartikan juga sebagai tingkat keefektifan suatu pembelajaran yang dilakukan dalam mencapai tujuan pendidikan. Dalam kegiatan pembelajaran di home schooling, efektifitas pembelajaran dapat dilihat dari tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran dalam penelitian ini pembelajaran yang dimaksud adalah pembelajaran matematika.

C. Proses Belajar dan Pembelajaran

  Pengertian proses menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah

  1.Runtunan perubahan (peristiwa) dalam perkembangan sesuatu;

  2.Rangkaian tindakan; 3.Perkara dalam pengadilan (2008: 1106). Proses yang dimaksudkan di sini adalah rangkaian tindakan untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan belajar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah 1.Berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu-membaca; berlatih- mengetik; 2.Berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. Proses belajar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  14

  adalah tingkat dan fase yang dilalui anak atau sasaran didik dalam mempelajari sesuatu.

  Menurut Winkel (1996: 53) belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, dan nilai sikap. Menurut Suyono dan Hariyanto, belajar adalah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian (2011: 9)

  Pembelajaran dan belajar sangat erat kaitannya, pembelajaran sebagai proses dari belajar tersebut. Dalam pembelajaran di sekolah terdapat interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, siswa dengan lingkungan, siswa dengan bahan ajar, serta siswa dengan media pembelajaran lainnya. Dalam kegiatan pembelajaran home schooling terdapat interaksi antara guru dan siswa, siswa dengan lingkungan, siswa dengan bahan ajar, serta siswa dengan media pembelajaran lainnya.

D. Komunikasi

  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami (2008: 721). Pengertian komunikasi menurut Everett M. Rogers (Wikipedia.com) komunikasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  15

  adalah proses suatu ide dialihkan dari satu sumber kepada satu atau banyak penerima dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.

  Dapat disimpulkan dalam kegiatan pembelajaran komunikasi adalah pengiriman pesan oleh guru berupa materi kepada siswa.

  Komunikasi yang efektif dalam pembelajaran merupakan proses pengiriman pesan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi dari guru kepada siswa, dimana siswa mampu memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.

E. Interaksi

  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, interaksi adalah hal saling melakukan aksi; berhubungan; mempengaruhi; antarhubungan (2008: 542). Interaksi pendidikan menurut Sukmadinata merupakan interaksi antara pendidik dengan siswa, yaitu saling pengaruh antara pendidik dengan siswa untuk mencapai tujuan pendidikan, yang berlangsung dalam lingkungan tertentu (2009: 3). Menurut Abu Achmadi dan Shuyadi (1985 : 47), interaksi adalah suatu gambaran sehubungan aktif dua arah antara guru dan anak didik yang berlangsung dalam ikatan tujuan pendidikan (http://menatap-ilmu.blogspot.com).

  Namun seperti telah disebutkan dalam pengertian proses belajar dan pembelajaran di atas, bahwa interaksi dalam kegiatan pembelajaran tidak hanya terjadi antara guru dan siswa, tetapi juga terjadi antara siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  16

  dengan siswa, siswa dengan bahan ajar atau modul, dan siswa dengan sumber pembelajaran lainnya.

  F. Minat

  Minat menurut kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu; gairah; keinginan (2008: 916). Minat adalah kecenderungan yang agak menetap dalam subyek yang merasa tertarik pada bidang/hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu (Winkel, 1983 : 30). Sedangkan menurut Slameto, minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh (bab I). Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu dari luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat (Slameto, 1988 : 182).

  Dalam pembelajaran di home schooling maupun sekolah formal lainnya, berdasarkan definisi minat maka dapat dikatakan semakin tinggi minat siswa terhadap suatu pelajaran dalam penelitian ini pelajaran matematika maka siswa semakin senang mempelajari pelajaran tersebut.

  G. Motivasi

  Pengertian motivasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu (2008 930).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  17

  Dalam konteks pembelajaran maka tujuan tersebut berhubungan dengan tujuan untuk pelajaran (bab I). Motivasi juga dapat diartikan sebagai kekuatan yang menjadi pendorong kegiatan individu, yang menunjukkan suatu kondisi dalam diri individu yang mendorong atau menggerakkan individu tersebut melakukan kegiatan mencapai sesuatu tujuan (Sukmadinata: 2009: 61).

  Motivasi dalam pembelajaran sendiri dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor dari dalam diri siswa serta faktor dari luar diri siswa. Faktor dari dalam diri siswa dapat diartikan sebagai dorongan yang muncul dari dalam diri siswa sendiri, sedangkan faktor dari luar diri siswa adalah dorongan yang berasal dari luar dari siswa misalnya dari orang tua, teman- teman, guru, maupun dari berbagai pihak atau hal lain yang mengakibatkan siswa mau melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan pendidikan.

H. Pemahaman

  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pemahaman adalah proses, perbuatan, cara memahami atau memahamkan (2008 :998).

  Pemahaman mencakup kemampuan untuk menangkap makna dan arti dari bahan yang dipelajari (W.S. Winkel, 1996: 245). W.S Winkel mengambil dari taksonomi Bloom, yaitu suatu taksonomi yang dikembangkan untuk mengklasifikasikan tujuan instruksional. Dalam ranah kognitif berdasar taksonomi Bloom tersebut terdapat aspek

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  18

  pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Ranah kognitif berdasar taksonomi Bloom dijelaskan dengan tabel berikut:

  Tabel 2.1.Tabel Ranah Kognitif Berdasar Taksonomi Bloom KOGNITIF KETERANGAN Mencangkup ingatan akan hal

  • – hal yang pernah 1. ) dipelajari dan disimpan dalam ingatan, dapat berupa
  • 1 Pengetahuan ( K fakta, kaidah, dan prinsip.

      Mencangkup kemampuan untuk menangkap makna 2. ) Pemahaman ( K 2 dan arti dari bahan yang dipelajari.

      Mencangkup kemampuan untuk menerapkan suatu 3. ) Penerapan ( K 3 kaidah pada suatu kasus.

      Mencangkup kemampuan untuk merinci suatu 4. ) Analisis ( K 4 kesatuan ke dalam bagian – bagian .

      Mencangkup kemampuan untuk membentuk suatu 5. ) 5 Sintesis ( K kesatuan atau pola baru.

      Mencangkup kemampuan untuk membentuk suatu 6. ) pendapat mengenai sesuatu atau beberapa hal, bersama Evaluasi ( K 6 dengan pertanggungjawaban berdasar kriteria tertentu.

      (Sumber

      (diakses 8

    Mei 2012))

      Ranah Kognitif menurut Taksonomi Bloom yang terdapat dalam tabel di atas dijelaskan sebagai berikut: 1. ): siswa menjawab pertanyaan

      1 Pada tingkat pengetahuan (K

      berdasarkan hafalan saja. (Soal pengetahuan: soal yang menuntut jawaban yang berdasarkan hafalan)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      19

      2.

      2 ): siswa dituntut untuk

      Pada tingkat pemahaman (K menyatakan masalah dengan kata-katanya sendiri, member contoh suatu prinsip atau konsep. (Soal pemahaman: soal yang menuntut pembuatan pernyataan masalah dengan kata-kata penjawab sendiri, pemberian contoh prinsip atau contoh konsep)

      3.

      3 ): siswa dituntut untuk menerapkan

      Pada tingkat aplikasi (K prinsip dan konsep dalam suatu situasi yang baru. (Soal aplikasi: soal yang menuntut penerapan prinsip dan konsep dalam situasi yang belum pernah diberikan)

      4.

      4 ): siswa diminta untuk menguraikan

      Pada tingkat analisis (K informasi ke dalam beberapa bagian, menemukan asumsi, membedakan fakta dan pendapat, dan menemukan hubungan sebab dan akibat. (Soal analisis: soal yang menuntut uraian informatif, penemuan asumsi pembedaan antara fakta dan pendapat, dan penemuan sebab akibat)

      5.

      5 ): siswa dituntut menghasilkan suatu

      Pada tingkat sintesis (K cerita, komposisi, hipotesis, atau teorinya sendiri, dan mengsintesiskan pengetahuan. (Soal sintesis: soal yang menuntut pembuatan cerita, karangan, hipotesis dengan memadukan berbagai pengetahuan atau ilmu) 6.

      6 ): siswa mengevaluasi informasi,

      Pada tingkat evaluasi (K seperti bukti sejarah, editorial, teori-teori, dan termasuk di

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      20

      dalamnya melakukan judgement terhadap hasil analisis untuk membuat kebijakan. (Soal evaluasi: soal yang menuntut pembuatan keputusan dan kebijakan, dan penentuan “nilai” informasi)

    I. Tes Diagnostik

      Tes diagnostik adalah tes yang digunakan untuk mengetahui kelemahan

    • –kelemahan siswa sehingga hasil tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk memberikan tindak lanjut berupa perlakuan yang tepat dan sesuai dengan kelemahan-kelemahan yang dimiliki siswa. Tes diagnostik memiliki dua fungsi utama, yaitu : a.

      Mengidentifikasi masalah dan kesulitan yang dialami siswa b.

      Merencanakan tindak lanjut berupa upaya-upaya pemecahan sesuai masalah dan kesulitan yang telah teridentifikasi.

      Tes diagnostik memiliki karakteristik: a.

      Dirancang untuk mendeteksi kesulitan belajar siswa, karena itu format dan respons yang dijaring harus didesain memiliki fungsi diagnostik.

      b.

      Dikembangkan berdasar analisis terhadap sumber-sumber kesalahan dan kesulitan yang mungkin menjadi penyebab munculnya masalah (penyakit) siswa.

      c.

      Menggunakan soal-soal bentuk supply response (bentuk uraian atau jawaban singkat), sehingga mampu menangkap informasi secara lengkap. Bila ada alasan tertentu sehingga menggunakan bentuk

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      21 selected response (misalnya bentuk pilihan ganda), harus disertakan

      penjelasan mengapa memilih jawaban tertentu sehingga dapat meminimalisir jawaban tebakan, dan dapat ditentukan tipe kesalahan atau masalahnya.

      d.

      Disertai rancangan tindak lanjut (pengobatan) sesuai dengan kesulitan (penyakit) yang teridentifikasi.

      Tes diagnostik yang digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman siswa dapat disusun berdasarkan Taksonomi Bloom (tabel 2.1), ranah kognitif yang diamati dapat lebih dibatasi yaitu ranah pengetahuan

      ( K 1 ), pemahaman ( K 2 ), dan penerapan ( K 3 ).

      J. Kerangka Berpikir

      Dalam penelitian ini akan diamati bagaimana proses belajar dan pembelajaran berlangsung, serta bagaimana minat dan motivasi belajar siswa terutama dalam mata pelajaran matematika, dan nantinya akan dilihat pula sejauh mana pemahaman siswa setelah mengikuti proses belajar dan pembelajaran tersebut. Karena pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari merupakan salah satu tujuan dari proses belajar dan pembelajaran.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian deskriptif bertujuan mendeskripsikan atau menggambarkan

      fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena yang bersifat alamiah ataupun rekayasa manusia. Penelitian deskriptif mengkaji bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaannya dengan fenomena lain (Sukmadinata, 2008:72).

      Penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok (Sukmadinata, 2008:60).

      Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan sesuatu, misalnya kondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, proses yang sedang berlangsung, akibat atau efek yang terjadi, atau tentang kecenderungan yang tengah berlangsung.

      Menurut Furchan (2004:447) menjelaskan bahwa penelitian deskriptif adalah penelitian yang dirancang untuk memperoleh informasi tentang status suatu gejala saat penelitian dilakukan. Lebih lanjut dijelaskan, dalam penelitian deskriptif tidak ada perlakuan yang diberikan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      23

      atau dikendalikan serta tidak ada uji hipotesis sebagaimana yang terdapat pada penelitian eksperimen. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif karena penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang efektifitas pembelajaran matematika kelas VIII SMP Home Schooling Kak Seto tahun pelajaran 2011/2012.

      B. Subyek Penelitian

      Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII Home Schooling Kak Seto kelas komunitas.

      C. Obyek Penelitian

      Obyek penelitian adalah efektifitas pembelajaran siswa ditinjau dari komunikasi/interaksi, minat, motivasi serta pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.

      D. Metode Pengumpulan Data

      Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, pemberian tes, serta pemberian kuisioner dan angket.

    1. Observasi

      Observasi merupakan suatu aktivitas untuk pengumpulan data, dengan cara mengamati kondisi-kondisi, proses-proses dan perilaku- perilaku objek penelitian secara seksama dan sistematis dengan menggunakan alat indera. Observasi dilakukan terhadap pembelajaran

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      24

      matematika yang berlangsung yang meliputi deskripsi kegiatan, kendala yang dialami, dan proses kegiatan siswa dalam pembelajaran matematika. Observasi ini dilakukan lewat pengamatan langsung. Observasi lewat pengamatan langsung merupakan pengamatan yang dilakukan terhadap gejala atau proses yang terjadi dalam situasi sebenarnya, yang bisa langsung diamati oleh peneliti. Oleh sebab itu data observasi tidak terlalu mendetail, dalam arti hanya bersifat umum yang nampak selama proses pembelajaran berlangsung. Dalam kegiatan observasi ini peneliti menggunakan lembar observasi untuk mencatat hasil pengamatan.

      2. Tes Tertulis Tes tertulis dilakukan kepada semua siswa yang telah mengikuti pembelajaran. Tes berupa tes diagnostik untuk mengukur tingkat pemahaman siswa yaitu terdiri dari soal-soal matematika mengenai materi bangun ruang.

      3. Kuesioner dan Angket Pemberian kuesioner dilakukan kepada siswa dan guru, sedangkan pemberian angket dilakukan kepada siswa setelah kegiatan pembelajaran selesai. Kuesioner meliputi bagaimana siswa tersebut memahami pelajaran matematika yang diajarkan dan bagaimana tanggapan siswa terhadap kegiatan pembelajaran. Sedangkan bagi guru

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      25

      kuesioner meliputi bagaimana tingkat penguasaan materi guru serta bagaimana tanggapan-tanggapan guru terhadap segala masalah yang ada selama proses pembelajaran.

    4. Dokumentasi

      Dokumentasi dalam penelitian ini berupa foto aktivitas siwa saat proses pembelajaran berlangsung. Dokumentasi ini digunakan untuk memperkuat data hasil pengamatan aktivitas siswa secara langsung yang dilakukan oleh peneliti.

    E. Instrumen Penelitian

      Dalam pelaksanaan penelitian, instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti untuk menjawab rumusan masalah yang tercantum dalam bab I, yaitu :

    Tabel 3.1 Instrumen Penelitian

      Instrumen No. Rumusan Masalah Soal Tes Observasi Kuesioner

      Angket Diagnostik Bagaimana proses pembelajaran (kegiatan guru, kegiatan siswa) 1   pada tingkat pendidikan kelas

      VIII sekolah menengah pertama home schooling ? Bagaimana komunikasi /interaksi siswa dan guru dalam proses pembelajaran pada

      2  tingkat pendidikan kelas

      VIII sekolah menengah pertama home schooling?

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      26 Instrumen No. Rumusan Masalah

      Soal Tes Observasi Kuesioner Angket Diagnostik

      Bagaimana minat dan motivasi siswa tingkat pendidikan kelas VIII sekolah menengah dalam

      3  mata pelajaran matematika siswa home schooling ? Bagaimana pemahaman siswa tingkat pendidikan kelas

      VIII sekolah menengah pertama dalam    mata pelajaran

      4 matematika siswa home schooling ? 1.

      Observasi Pembelajaran Peneliti melakukan pengamatan langsung secara seksama dengan menggunakan alat indera dan dicatat dalam lembar observasi.

      Aspek-aspek yang diamati dalam observasi sebagai berikut :

    Tabel 3.2 Kisi-kisi Lembar Observasi

      Aspek yang Diamati Nomor butir pernyataan 1. Kegiatan pra pembelajaran oleh guru a.

      1 Sapaan dan percakapan singkat b.

      2 Berdoa bersama

    2. Pembelajaran yang

      3 Metode digunakan 3. memberikan pancingan

      4 Guru pertanyaan yang membangkitkan minat siswa dan rasa ingin tahu siswa terhadap materi yang sedang dipelajari 4.

      5 Guru memberikan pertanyaan/soal- soal yang dapat mengembangkan pola berpikir dan cara belajar aktif siswa

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      27 Aspek yang Diamati Nomor butir pernyataan 5.

      6 Guru dapat memancing partisipasi siswa dalam pembelajaran

      6.

      7 Pertanyaan-pertanyaan yang dibuat oleh guru dapat memusatkan perhatian siswa terhadap masalah yang sedang dibahas

    7. Guru menganalisis hasil kerja siswa 8 8.

      9 Guru mendengarkan dengan cermat pendapat siswa

      9.

      10 Guru dan siswa berkomunikasi dengan baik pada saat pembelajaran berlangsung 10.

      11 Guru membuat rangkuman atau garis-garis besar persoalan yang baru saja dipelajari 11.

      12 Guru memberikan penghargaan atas jawaban siswa dan partisipasi siswa dalam pembelajaran 12.

      13 Guru bersedia menunggu jawaban siswa terhadap pertanyaan yang diberikannya dengan sabar 13.

      14 Guru mempergunakan masalah kontekstual dalam pembelajaran

      14.

      15 Guru memberikan umpan balik terhadap jawaban siswa yang salah

      15.

      16 Guru memanfaatkan benda yang ada di sekitar siswa sebagai pengarah siswa dalam membangun konsep

      16. menggunakan media

      17 Guru pembelajaran

      17.

      18 Guru menjelaskan alur pikiran pembelajaran

      18.

      19 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi memberikan pertanyaan/masalah 19.

      20 Guru memberikan tugas rumah pada akhir pembelajaran

      20.

      21 Siswa bersemangat dalam belajar 21. menyiapkan buku/alat/

      22 Siswa sumber belajar sendiri

      22.

      23 Siswa membuat catatan/ rangkuman secara pribadi

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      28 Aspek yang Diamati Nomor butir pernyataan 23.

      24 Siswa mau mencoba-coba dalam mengerjakan latihan

      24.

      25 Siswa dapat memecahkan masalah dengan caranya sendiri 25. berani menyampaikan

      26 Siswa pendapat

      26.

      27 Siswa mengikuti pembelajaran secara serius dan antusias

      27.

      28 Siswa dapat menyelesaikan soal- soal yang diberikan guru dengan baik dan benar 28.

      29 Siswa dapat memahami apa yang disampaikan guru dengan baik

      29.

      30 Siswa mengerjakan tugas rumah yang diberikan guru pada hari sebelumnya (jika ada) 30.

      31 Siswa dapat menjawab pertanyaan yang diberikan guru dengan jelas dan tanpa ragu-ragu 31.

      32 Siswa tidak malu untuk bertanya jika belum jelas 32. proses pemblajaran

      33 Saat berlangsung, pandangan mata siswa dan konsentrasi siswa terfokus pada guru

    2. Angket Minat Belajar Siswa

      Peneliti memberikan angket kepada siswa untuk mengetahui bagaimana minat belajar matematika siswa. Angket minat belajar siswa terdiri dari 20 pernyataan yaitu 10 pernyataan positif dan 10 pernyataan negatif. Angket minat belajar siswa menggunakan skala Likert 4-3-2-1, yaitu menggunakan pilihan jawaban sangat setuju, setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju Pada skala Likert untuk pernyataan positif skornya adalah : Sangat setuju = 4

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      29

      Setuju = 3 Tidak setuju = 2 Sangat tidak setuju = 1 Untuk pernyataan negatif skornya adalah : Sangat setuju = 1 Setuju = 2 Tidak setuju = 3 Sangat tidak setuju = 4 Skor maksimal yang dapat diperoleh siswa adalah 80. Minat siswa akan dikelompokkan dalam beberapa tingkatan sebagai berikut:

      Tabel 3.3.Tabel Tingkat Minat Belajar Siswa Skor Minat Tingkat Minat Belajar Siswa 0 - 20 Sangat rendah 21-40 Rendah 41-60 Tinggi 61-80 Sangat Tinggi (Sumber: Riduwan. 2007. Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian.

      Bandung: Alfabeta.) Dengan kisi-kisi pada tabel 3.4 sebagai berikut :

      

    Tabel 3.4.Kisi-kisi Angket Minat Belajar Siswa

    No. Aspek Minat Indikator No. Jenis

    yang Diamati Soal Pernyataan

    1 Ketertarikan 1.

      1 Positif Siswa tertarik terhadap pelajaran matematika 2.

      2 Positif Menyenangi tugas yang diberikan guru 3.

      4 Negatif Merasa senang ketika guru tidak memberikan

    soal latihan

      4.

      5 Negatif Merasa senang ketika tugas dari guru tidak jadi dikumpulkan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      30 No. Aspek Minat Indikator No. Jenis yang Diamati Soal Pernyataan

      5. 6,15 Negatif Tidak fokus pada pelajaran yang diajarkan 6. Merasa bosan saat pelajaran berlangsung

      8 Negatif 7. Mengerjakan latihan di rumah walaupun tidak ada

      10 Posistif tugas dari guru

      8. Tidak mencatat materi yang diberikan guru

      11 Negatif 9. Mencatat setiap poin penting yang disampaikan

      13 Positif guru

    2 Optimisme 10.

      3 Positif

    Selalu merasa

    bersemangat ketika pelajaran matematika

    berlangsung.

      11.

      7 Positif Dapat menjawab pertanyaan dari guru karena sudah belajar

      12.

      9 Negatif Merasa malas ketika mengerjakan tugas dari guru

      13.

      12 Positif Menganggap matematika bermanfaat bagi

    kehidupan

      14.

      14 Positif Memahami pelajaran yang disampaikan guru 15.

      16 Negatif Sulit memahami materi yang disampaikan 16.

      17 Positif Belajar setiap hari tanpa paksaan 17.

      18 Positif Memperbaiki setiap ada kesalahan dan mengulang kembali di rumah pelajaran yang telah

    diberikan

      18.

      19 Negatif Menganggap matematika bukan pelajaran yang penting

      19.

      20 Negatif Mengerjakan PR mendadak di sekolah 3.

      Angket Motivasi Belajar Siswa Peneliti memberikan angket kepada siswa untuk mengetahui bagaimana motivasi belajar matematika siswa. Seperti pada angket minat belajar siswa, angket motivasi belajar siswa juga terdiri dari 20

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      31

      pernyataan yaitu 10 pernyataan positif dan 10 pernyataan negatif. Angket minat belajar siswa menggunakan skala Likert 4-3-2-1, yaitu menggunakan pilihan jawaban sangat setuju, setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Pada skala Likert untuk pernyataan positif skornya adalah : Sangat setuju = 4 Setuju = 3 Tidak setuju = 2 Sangat tidak setuju = 1 Untuk pernyataan negatif skornya adalah : Sangat setuju = 1 Setuju = 2 Tidak setuju = 3 Sangat tidak setuju = 4 Skor maksimal yang dapat diperoleh siswa adalah 80. Seperti halnya pada minat belajar siswa, motivasi belajar siswa akan dikelompokkan dalam beberapa tingkatan sebagai berikut:

      Tabel 3.5.Tabel Tingkat Motivasi Belajar Siswa Skor Motivasi Tingkat Motivasi Belajar Siswa 0 - 20 Sangat rendah 21-40 Rendah 41-60 Tinggi 61-80 Sangat Tinggi (Sumber: Riduwan. 2007. Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian.

      Bandung: Alfabeta.)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      32

      Dengan kisi-kisi angket motivasi pada tabel 3.6 sebagai berikut :

      

    Tabel 3.6.Kisi-kisi Angket Motivasi Belajar Siswa

    No. Aspek Motivasi yang Indikator No. Jenis

    Diamati Soal Pernyataan

    1 Intrinsik a.

      1.

      7 Positif Perasaan Siswa senang senang terhadap cara mengajar guru matematika 2.

      3 Negatif Siswa tidak senang mempelajari matematika

      1.

      5 Positif Kemauan siswa b. mengerjakan soal- Kemauan soal matematika 2.

      4 Negatif Siswa tidak mau mengerjakan PR 3. Kemauan siswa memperoleh nilai

      2 Positif baik c.

      1.

      13 Positif Kecerdasan Kesadaran siswa untuk belajar matematika secara sungguh-sungguh 2.

      11 Negatif Siswa tidak merasa perlu mendalami materi d.

      1.

      6 Positif Kemandirian Kesadaran siswa untuk tidak mencontek e.

      1.

      1 Positif Kepercayaan Kepercayaan diri diri siswa bahwa pembelajaran ini mudah baginya 2.

      8 Positif Ketertarikan siswa pada pelajaran sejak awal proses pembelajaran 3.

      14 Negatif Siswa merasa sulit memahami materi pelajaran matematika 4.

      12 Positif Siswa merasa puas terhadap hasil yang dicapai setelah menyelesaikan tugas-tugas dalam mata pelajaran matematika

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      33 No. Aspek Motivasi yang Indikator No. Jenis Diamati Soal Pernyataan

      5.

      10 Positif Siswa merasa penting untuk menyelesaikan pembelajaran dengan berhasil

      6.

      18 Negatif Siswa merasa tidak hal-hal dalam pembelajaran yang merangsang rasa ingin tahunya

      7.

      19 Negatif Siswa merasa tidak memahami pelajaran matematika sama sekali

      8.

      17 Negatif Siswa merasa tugas dan latihan pada pembelajaran ini terlalu sulit

    2 Extrinsik 1.

      9 Positif Dorongan dari a. orang tua siswa Dorongan b.

      1.

      15 Negatif Materi Penyusunan informasi pada buku, modul maupun catatan dari guru tidak bagus 2.

      16 Negatif Terdapat contoh- contoh dalam buku,modul maupun catatan dari guru sulit dipahami 3.

      20 Negatif Pengulangan materi membosankan

    4. Tes Diagnostik dengan Materi Bangun Ruang

      Tes diagnotik digunakan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa dalam memahami materi bangun ruang, tes ini diberikan setelah materi bangun ruang selesai diajarkan. Berikut ini adalah langkah-langkah penyusunan tes diagnostik :

    1) Mempelajari materi bangun ruang yang diberikan guru kepada siswa.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      34

      2) Membuat kisi-kisi penyusunan tes diagnostik yang didalamnya berisi sub-sub pokok bahasan bangun ruang yaitu kubus, balok, limas, prisma, tabung, kerucut, dan bola.

      3) Membuat soal yang disesuaikan dengan kisi-kisi penyusunan tes diagnostik.

      4) Jumlah soal yang diberikan sebanyak 7 soal uraian dimana setiap soal diuraikan lagi menjadi beberapa permasalahan. Tes diagnostik ini dibuat dengan mengacu pada tabel ranah kognitif berdasar Taksonomi Bloom (Tabel 2.1). Dengan kisi-kisi soal diagnostik seperti pada Tabel 3.7.

      Tabel 3.7.Tabel kesesuaian indikator dengan test diagnostik (Kisi-kisi berdasarkan materi yang diajarkan )

      NOMOR SOAL NO

      INDIKATOR MATERI K K K K K K 1 2 3 4 5 6 1.

    • 1,1a Siswa dapat menggambar Menggambar kubus beserta jaring- kubus,jaring- jaringnya.

      jaring kubus,

    2. 1b

    Siswa dapat menghitung menyebutkan luas permukaan kubus 1 unsur-unsur

      

    3. 1b

    Siswa dapat menghitung kubus,luas volume kubus permukaan 4.

      Siswa dapat menyebutkan kubus dan contoh-contoh kubus dalam 1c volume kubus hidup sehari-hari 1.

    • 2a Siswa dapat menggambarkan bangun balok.

      Menggambar

    2. 2b

    Siswa dapat menghitung balok, jaring- luas permukaan balok jaring balok,

      

    3. 2b

    Siswa dapat menghitung 2 menyebutkan volume kubus unsur-unsur

      4. 2c Siswa dapat menyebutkan balok dan contoh-contoh balok dalam volume balok hidup sehari-hari

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      3 3b 3a 3a

      35 NO

      INDIKATOR MATERI NOMOR SOAL K 1 K 2 K 3 K 4 K 5 K 6

      Siswa dapat menggambar limas.

    1. Siswa dapat menggambar prisma.

      5

      Siswa dapat menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan bola 7 7a 7b - - -

      7 Menggambar bola, jaring- jaring bola, luas permukaan bola dan volume bola 1.

      6a 6,6c 6b - - -

      2. Siswa dapat menyebutkan contoh bangun kerucut dalam hidup sehari-hari.

      Siswa dapat menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan bangun kerucut.

      6 Menggambar kerucut, jaring-jaring kerucut, menyebutkan unsur-unsur kerucut, luas permukaan kerucut dan volume kerucut 1.

      5 5 - - -

      Siswa dapat memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang menggunakan konsep tabung.

      2. Siswa dapat menghitung luas permukaan limas

      5 Menggambar tabung, jaring-jaring tabung, menyebutkan unsur-unsur tabung, luas permukaan tabung dan volume tabung 1.

      4b

      3. Siswa dapat menghitung volume prisma dalam contoh hidup sehari-hari.

      2. Siswa dapat menghitung luas permukaan prisma dalam contoh hidup sehari- hari.

      4 Menggambar prisma,jaring- jaring prisma, menyebutkan unsur-unsur prisma,luas permukaan prisma dan volume prisma

      3 Menggambar limas,jaring- jaring limas, menyebutkan unsur-unsur limas,luas permukaan limas dan volume limas 1.

      4. Siswa dapat menyebutkan contoh limas dalam hidup sehari-hari

      3. Siswa dapat menghitung volume limas

      4a 4b 4b 4b

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      36

      Tes yang diberikan untuk mengukur tingkat pemahaman siswa dan tingkat pemahaman siswa akan diukur dalam bentuk presentase karena di Homeschooling Kak Seto tidak ada KKM. Nilai maksimal yang dapat diperoleh siswa adalah 10,00 dengan presentase pemahaman 100%. Presentase pemahaman siswa dihitung dengan rumus : Arti tingkat pemahaman siswa : 85% - 100% = baik sekali

      75% - 84% = baik 65% - 74% = cukup <65% = kurang

      (Sumber: IGAK Wardhani, Kuswaya Wihardit. 2008. Penelitian Tindakan

      Kelas . Jakarta: Universitas Terbuka) 5.

      Kuesioner Siswa Kuesioner siswa ini bertujuan untuk mengetahui pendapat dan harapan siswa selama proses pembelajaran. Kuesioner ini mencakup beberapa hal yaitu : a.

      Metode pembelajaran baik yang digunakan guru maupun yang diharapkan siswa, terdapat pada pertanyaan nomor 1,2, dan 3.

      b.

      Kesulitan siswa dalam mengikuti pembelajaran, usaha yang dilakukan siswa,factor-faktor penyebab kesulitan tersebut serta tanggapan dari guru terhadap kesulitan tersebut, terdapat pada pertanyaan nomor 4,5, 10,dan 11.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      37

      c.

      Frekuensi pemberian tugas, kebiasaan siswa dalam mengerjakan tugas, cara mengatasi kesulitan pada waktu menyelesaikan tugas dari guru, terdapat pada pertanyaan nomor 6,7,8,dan 9.

      d.

      Perasaan suka terhadap matematika, terdapat pada pertanyaan nomor 12.

    6. Kuesioner Guru

      Kuesioner siswa ini bertujuan untuk mengetahui tentang pribadi guru ,penguasaan materi guru,usaha guru untuk mengatasi kesulitan siswa. Kuesioner ini mencakup beberapa hal yaitu : a.

      Materi yang dikuasai guru , terdapat pada pertanyaan nomor 1.

      b.

      Materi yang kurang dikuasai oleh guru, terdapat pada pertanyaan nomor 2.

      c.

      Usaha dan metode yang dilakukan untuk membantu siswa agar materi dapat diterima dengan baik, terdapat pada pertanyan nomor 3,5 d. Frekuensi tugas yang diberikan, terdapat pada pertanyaan nomor 4.

      e.

      Solusi untuk meningkatkan pemahaman siswa, terdapat pada pertanyaan nomor 6.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      38

      f.

      Faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan siswa dalam memahami materi menurut pendapat guru, terdapat pada pertanyaan nomor 7.

      g.

      Tanggapan guru dengan kesulitan yang dialami siswa saat pelajaran, terdapat pada pertanyaan nomor 8.

    F. Data Penelitian

      Data

    • – data yang akan dibutuhkan dalam penelitian adalah sebagai berikut : 1.

      Proses pembelajaran matematika dalam home schooling .

      2. Komunikasi/Interaksi antara guru dan siswa selama proses pembelajaran.

      3. Minat siswa terhadap pelajaran matematika.

      4. Motivasi siswa terhadap pelajaran matematika.

      5. Tingkat pemahaman siswa dalam menyelesaikan masalah matematika dengan menggunakan metode pembelajaran home schooling.

    G. Analisis dan Pembahasan Data

      Analisis data dalam penelitian ini dilakukan sesudah pengumpulan data, dengan tujuan agar data yang telah diperoleh menjadi sistematis dan tidak ada data yang terlupakan. Data yang telah dianalisis kemudian dibahas untuk memberi penjelasan lebih lanjut mengenai data yang telah diperoleh.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      39

      Proses analisis data adalah sebagai berikut: 1.

      Penyajian data Data lengkap serta analisisnya yang meliputi: (1) analisis dan pembahasan data hasil observasi, (2) analisis dan pembahasan hasil angket minat, (3) analisis dan pembahasan hasil angket motivasi, (4) analisis dan pembahasan hasil tes diagnostik, dan (5) analisis hasil dan pembahasan kuesioner siswa dan guru.

    2. Penarikan kesimpulan dari hasil analisis data yaitu mengenai

      efektifitas pembelajaran kelas VIII Home Schooling Kak Seto dilihat dari proses pembelajaran, komunikasi/interaksi antara siswa dan guru, minat dan motivasi belajar siswa, serta tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan oleh guru.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    BAB IV DESKRIPSI, TABULASI DATA, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester II Tahun Ajaran 2011/2012 yaitu pada bulan April sampai dengan bulan Mei 2012. Pada awalnya pelaksanaan penelitian hanya akan dilaksanakan di

      bulan Maret sampai dengan April, namun karena kondisi siswa sehingga beberapa kali pertemuan harus dibatalkan. Penelitian dilakukan pada 3 kelas dimana setiap kelas hanya terdiri dari 1 siswa.

      Penelitian dilaksanakan dalam 2 pertemuan, setiap pertemuan berdurasi selama 3 jam. Di Home Schooling Kak Seto kelas VIII ada lima kelas, tiga kelas melakukan kegiatan pembelajaran di kantor

      Home Schooling Kak Seto, sedangkan dua kelas lainnya melakukan

      pembelajaran di rumah masing-masing. Namun dalam penelitian ini peneliti hanya meneliti kegiatan pembelajaran yang dilakukan di kantor Home Schooling, sedangkan untuk kelas yang melaksanakan pembelajaran di rumah peneliti tidak mendapatkan ijin dari pihak siswa untuk melaksanakan penelitian. Urutan kegiatan pelaksanaan penelitian dituliskan dalam tabel 4.1 berikut ini:

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    TAHAP KEGIATAN WAKTU

      7 Pemberian tes siswa I

      Secara umum kegiatan pembelajaran dirancang seperti kegiatan belajar di rumah. Satu guru menghadapi satu siswa, akan tetapi dalam satu ruangan tidak hanya terdiri dari satu siswa dan satu guru, namun terdiri dari beberapa pasang siswa dan guru dengan

      10

      Proses pembelajaran di Home Schooling sangat bergantung pada pribadi setiap siswa. Sehingga kegiatan belajar mengajar disesuaikan dengan kondisi setiap siswa. Pembelajaran berlangsung selama 3 jam atau 180 menit dengan diselingi istirahat

      Observasi Proses Pembelajaran Matematika Observasi ini bertujuan untuk melihat proses pembelajaran dan komunikasi/interaksi selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

      a.

      Pada penelitian ini pertemuan pertama untuk mengamati proses pembelajaran yang berlangsung di setiap kelas dengan guru yang sama. Pada pertemuan kedua diberikan tes untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.

      24 Mei 2012

      8 Pemberian tes siswa III

      17 Mei 2012

      14 Mei 2012

      41

      6 Pemberian tes siswa II

      8 Mei 2012

      5 Observasi siswa III

      30 April 2012

      4 Observasi siswa II

      10 April 2012

      3 Observasi siswa I

      2 Meminta surat ijin penelitian kemudian menyerahkan kepada pihak sekolah Februari 2012

      1 Menghubungi pihak sekolah untuk meminta ijin melaksanakan penelitian Desember 2011

    Tabel 4.1. Urutan Kegiatan Pelaksanaan Penelitian

    • – 15 menit. Dalam sehari siswa hanya belajar satu mata pelajaran.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      42

      jenjang dan mata pelajaran yang berbeda. Secara terperinci proses pembelajaran pada setiap kelas berbeda-beda, dan dijelaskan sebagai berikut:

      a) Kelas siswa I

      Materi yang diberikan adalah bangun ruang. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, tanya jawab, serta drill dan latihan soal. Sebelum pembelajaran dimulai guru mengajak siswa untuk berdoa lalu berbincang-bincang sejenak dengan siswa agar tercipta suasana santai. Guru memberikan rangkuman materi berupa rumus-rumus untuk menghitung luas permukaan dan volume bangun ruang.

      Setelah memberikan rangkuman materi pembelajaran dilanjutkan dengan mengerjakan soal-soal latihan secara bersama-sama. Guru dapat memfokuskan perhatian siswa terhadap masalah yang dihadapi serta dapat mengajak siswa berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Komunikasi antara guru dan siswa sangat baik. Siswa dapat menyampaikan pendapatnya secara santai, terkadang siswa juga bercerita tentang kehidupan pribadinya kepada guru.

      Guru memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitarnya untuk menunjukkan bentuk bangun-bangun ruang. Siswa juga membuat bangun ruang menggunakan kertas lipat dengan bantuan guru. Namun siswa jarang

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      43

      sekali mencatat materi yang diajarkan, sebagian besar catatan dibuat oleh guru. Siswa cenderung pemalu sehingga kurang banyak berbicara, ketika menyampaikan pendapat pun suara siswa sangat kecil. Pada akhir pelajaran guru merangkum keseluruhan pembelajaran secara lisan, kemudian meminta siswa agar melanjutkan latihan soal di rumah.

      b) Kelas siswa II

      Materi yang diajarkan yaitu bangun ruang. Siswa ini memiliki kekurangan dalam pendengaran dan berbicara sehingga dalam kegiatan pembelajaran komunikasi secara lisan jarang dilakukan. Komunikasi/Interaksi yang terjadi seringkali terjadi secara tertulis.

      Pada awal pelajaran guru membuka dengan berdoa lalu dilanjutkan dengan percakapan singkat. Guru mencatat rumus-rumus mencari luas permukaan dan volume bangun ruang di papan tulis kemudian siswa menyalinnya dalam catatannya sendiri. Setelah itu guru meminta siswa mengerjakan soal-soal latihan.

      Komunikasi antara guru dan siswa terjadi jika siswa mengajukan pertanyaan tentang soal-soal yang diberikan oleh guru. Terkadang siswa sulit mencerna maksud soal karena siswa tersebut tidak terlalu fasih berbahasa

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      44

      Indonesia, sehingga guru harus menjelaskan soal yang ditanyakan menggunakan bahasa yang dia mengerti. Jika diminta untuk memberikan contoh benda-benda yang berbentuk bangun ruang tertentu siswa tersebut menyebutkannya menggunakan bahasa Jerman, karena siswa tersebut lebih fasih dalam berbahasa Jerman, sehingga guru harus benar-benar membantu siswa memahami maksud dari setiap masalah matematika.

      Siswa tersebut senang untuk mencoba-coba dalam menyelesaikan soal matematika, selain itu siswa tersebut selalu meminta diberikan latihan atau tugas rumah.

      c) Kelas siswa III

      Materi yang diberikan adalah bangun ruang. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, tanya jawab, serta drill dan latihan soal. Sebelum pembelajaran dimulai guru mengajak siswa berdoa lalu berbincang-bincang sejenak dengan siswa agar tercipta suasana santai. Guru mengulang sejenak materi tentang lingkaran kemudian guru memberikan rangkuman materi berupa rumus-rumus untuk menghitung luas permukaan dan volume bangun ruang.

      Setelah memberikan rangkuman materi pembelajaran dilanjutkan dengan mengerjakan soal-soal latihan secara bersama-sama. Guru memberikan soal-soal yang dapat

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      45

      mengembangkan pola berpikir dan cara belajar aktif dari siswa serta dapat memfokuskan perhatian siswa terhadap masalah yang dihadapi serta dapat mengajak siswa berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran.

      Komunikasi antara guru dan siswa sangat baik. Siswa dalam menyampaikan pendapat tidak pernah terlihat sungkan, terkadang siswa bercanda dengan guru. Siswa mudah diajak bekerjasama sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenagkan.

      Siswa menyiapkan modul sendiri untuk dipelajari bersama guru. Siswa tersebut cenderung malas untuk menghitung, sehingga ketika mengerjakan soal siswa benar-benar harus dibantu guru dalam melakukan perhitungan. Guru bersedia menunggu jawaban dari siswa, serta guru memberikan umpan balik terhadap jawaban siswa yang salah. Siswa tidak malu untuk bertanya jika merasa belum jelas terhadap penjelasan guru.

      Guru membuat bangun ruang menggunakan kertas lipat untuk menunjukkan bentuk-bentuk bangun ruang kepada siswa. Siswa serius dalam mengikuti pembelajaran tetapi jika diminta untuk menghitung siswa menjadi kurang bersemangat. Pada akhir pelajaran guru merangkum

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      46

      keseluruhan pembelajaran secara lisan, namun siswa tersebut tidak bersedia diberi tugas rumah.

      b.

      Pemberian Tes Tes yang diberikan kepada siswa adalah tes diagnostik, tes ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Tes ini terdiri dari 7 soal yang setiap soal mencakup setiap macam bangun ruang. Tes yang diberikan berupa tes uraian. Waktu pengerjaan tes ini adalah 120 menit. Karena di

      Home Schooling Kak Seto ini tidak pernah diadakan ulangan

      harian, maka peneliti beserta guru sepakat agar pemberian tes ini dikondisikan seperti pemberian soal latihan, namun siswa tidak diijinkan untuk membuka catatan rumus hanya diperkenankan untuk bertanya pada guru jika tidak mengerti maksud dari soal yang diberikan. Selain itu siswa diberi kebebasan untuk mengerjakan soal-soal tersebut sesuai dengan kebiasaan ketika sedang latihan soal, sehingga banyak siswa yang tidak menuliskan langkah kerja di setiap nomor soal. Sehingga dalam memberi penilaian peneliti juga harus membertimbangkan jawaban siswa yang dituliskan pada kertas coret-coretan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      10

      10

      4

      3

      3

      15

      10

      4

      3

      3

      14

      4

      3

      3

      3

      13

      10

      3

      4

      3

      12

      10

      4

      3

      16

      3

      11

      3

      65 61 186

      60

      9 Skor Total

      3

      3

      3

      20

      10

      3

      4

      19

      3

      8

      2

      3

      3

      18

      9

      3

      3

      3

      17

      9

      3

      47

    B. Tabulasi Data 1.

      Data Hasil Angket Minat Belajar Siswa Angket minat belajar telah diiberikan kepada siswa untuk diisi..

      7

      8

      2

      3

      3

      4

      9

      3

      3

      3

      3

      3

      1

      3

      3

      2

      10

      3

      4

      3

      1

      No.Butir Pernyataan Skor Jumlah Skor tiap Nomor Siswa I Siswa II Siswa III

    Tabel 4.2. Tabel skor minat belajar siswa

      Berikut adalah hasil perhitungan skor yang didapat oleh ketiga siswa tersebut:

      5

      3

      2

      3

      3

      3

      10

      10

      3

      4

      3

      9

      10

      3

      4

      8

      4

      10

      4

      3

      3

      7

      9

      3

      3

      3

      6

      10

      8

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      14

      16

      9

      3

      3

      3

      15

      9

      3

      3

      3

      10

      3

      3

      4

      3

      13

      11

      4

      3

      4

      12

      9

      3

      3

      2

      3

      3

      Data Hasil Tes Pemahaman Siswa Pemahaman siswa dalam penelitian ini diukur menggunakan nilai yang diperoleh oleh siswa dalam mengerjakan tes diagnostik. Tes ini diberikan kepada ketiga kelas pada hari yang berbeda-beda. Tabel di

      68 62 192 3.

      62

      7 Skor Total

      2

      3

      2

      20

      9

      3

      3

      8

      19

      9

      3

      3

      3

      18

      10

      4

      4

      2

      17

      3

      48

    2. Data Hasil Angket Motivasi Belajar Siswa

      Berikut adalah perhitungan skor hasil angket motivasi yang didapat oleh ketiga siswa berdasarkan angket yang telah dibagikan kepada siswa untuk diisi:

      3

      5

      10

      3

      4

      3

      4

      10

      3

      4

      3

      3

      10

      4

      4

      3

      2

      8

      3

      3

      2

      1

      No.Butir Pernyataan Skor Jumlah Skor tiap Nomor Siswa I Siswa II Siswa III

    Tabel 4.3. Tabel skor motivasi belajar siswa

      4

      3

      10

      3

      4

      3

      3

      10

      12

      4

      4

      4

      9

      9

      3

      3

      11

      8

      10

      3

      3

      4

      7

      11

      3

      4

      4

      6

      11

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      49

      bawah ini menunjukkan hasil perolehan nilai tes diagnostik siswa kelas VIII. Lembar jawaban serta penilaian terlampir.

    Tabel 4.4. Tabel nilai tes diagnostik

      

    No Nama Siswa Nilai

      1 Siswa I 6,15

      2 Siswa II 6,54

      3 Siswa III

      5 4.

      Data Kuesioner Siswa Kuesioner siswa ini bertujuan untuk mengetahui pendapat siswa selama proses pembelajaran serta untuk mengetahui latar belakang siswa dilihat dari pekerjaan orang tua siswa. Berikut rangkuman kuesioner siswa :

    Tabel 4.5. Tabel rangkuman kuesioner siswa

      

    No. Pertanyaan Jawaban Siswa I Jawaban Siswa II Jawaban Siswa III

      

    1. Metode apakah yang Metode ceramah Rumus (pemberian Ceramah, tanya

    digunakan Tutor dalam rumus) jawab,diskusi

    memberikan materi?

      

    2. Apakah Anda Jelas,karena lebih Sangat jelas sekali Jelas,jika belum

    menerima dengan baik paham tahu akan diulangi materi yang diberikan oleh Tutor dengan menggunakan metode pengajaran tersebut?

    • 3. Apabila metode Metode yang saya Metode yang saya

      pembelajaran yang inginkan games, inginkan sambil digunakan masih diskusi bermain kurang membantu, metode seperti apa yang Anda harapkan agar materi dapat diterima dengan baik?

      

    4. Apakah anda Iya, karena Tidak ada Sedikit, materi

    mengalami kesulitan rumusnya agak kurang dimengerti dalam mengikuti susah pembelajaran matematika?

      

    5. Jika Anda mengalami Bertanya pada tutor Bertanya pada Bertanya pada

    kesulitan,usaha apa tutor tutor yang Anda lakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut?

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      50 No. Pertanyaan Jawaban Siswa I Jawaban Siswa II Jawaban Siswa III

      6. Apakah di setiap Kadang-kadang Sering Tidak pernah pertemuan selalu diberikan tugas (PR, atau PS) sebagai evaluasi pemahaman Anda?

      7. Apakah Anda Sering Sering Sering mengerjakan dengan sungguh-sungguh tugas yang diberikan ?

      

    8. Apakah Anda dalam Bertanya pada tutor Mengerjakan tugas Mengerjakan dulu

    mengerjakan tugas dulu, karena lebih langsung, coba jika tidak tahu baru langsung mengerjakan jelas tugas dulu , nanti bertanya atau bertanya kepada tanya teman/tutor dulu?

      9. Bagaimanakah cara Mengerjakan Mengerjakan Mengerjakan Anda mengatasi dengan bantuan dengan bantuan dengan

    kesulitan dalam tutor tutor kemampuan

    menyelesaikan tugas sendiri yang diberikan oleh guru?

    • 10. Faktor-faktor apa saja Ketidaktelitian Pemahaman

      yang menyebabkan dalam menghitung, konsep kurang

      kesulitan dalam diri karena kadang Anda dalam memahami masih bingung di materi?Apa alasan dalam menghitung Anda?

      

    11. Bagaimana tanggapan Guru mengulang - Kurang memahami

    guru dengan kesulitan- materi yang belum kesulitan yang Anda dipahami alami saat pelajaran?

      

    12. Apakah Anda Suka Sangat suka sekali Suka, tidak terlalu

    menyukai pelajaran suka menghitung matematika? 5.

      Data Kuesioner Guru/Tutor Kuesioner guru diberikan untuk memperkuat data observasi kegiatan pembelajaran.

    Tabel 4.6. Tabel jawaban kuesioner guru

      No. Pertanyaan Jawaban

    1.b Materi apa yang paling Anda Insyaallah saya menguasai semua

    kuasai di kelas VIII? materi yang ada di kelas VIII

    1.c Materi apa yang paling Anda Insyaallah saya menguasai semua

    kuasai di kelas IX? materi yang ada di kelas IX

    • - 2.b Materi apa yang kurang Anda

      kuasai di kelas VIII?

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      No. Pertanyaan Jawaban 2.c Materi apa yang kurang Anda kuasai di kelas IX?

      51

    • 3. Usaha-usaha apakah yang Anda lakukan agar materi dapat diterima siswa dengan baik? Usaha-usaha yang saya lakukan adalah memberi penjelasan yang maksimal kepada siswa. Menggunakan metode yang disukai siswa agar siswa nyaman belajar dan memberikan motivasi kepada siswa.

      majemuk sesuai dengan pengertian sekolah rumah majemuk pada bab

      II. Pembelajaran di Home Schooling Kak Seto sangat bergantung pada pribadi siswa. Sistem penjadwalan di Home Schooling adalah penjadwalan bergilir 6 mata pelajaran yang diajarkan, sehingga

      Home Schooling Kak Seto termasuk dalam sekolah rumah

      4. Apakah di setiap pertemuan selalu diberikan tugas (baik itu PR, tugas di sekolah) sebagai evaluasi pemahaman siswa?

      Analisis dan Pembahasan Observasi Proses Pembelajaran

      5. Apakah metode pembelajaran yang Anda gunakan sudah membantu siswa dalam memahami pelajaran?Metode seperti apakah itu?Mengapa? Ya

      Metode yang digunakan adalah Diskusi, tanya jawab Karena dengan menggunakan metode diskusi tanya jawab kita bisa mengetahui kesulitan siswa

      6. Apabila pemahaman siswa masih kurang, bagaimana cara Anda mencari solusi untuk meningkatkan pemahaman siswa? Solusi yang dapat saya lakukan mengulangi kembali sampai siswa paham

      7. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kesulitan yang dialami siswa dalam memahami materi?Berikan alasan! Ketidaktelitian dalam menghitung, ragu-ragu Karena, banyak siswa yang kurang teliti dalam mengerjakan soal dan masih ragu-ragu. karena takut salah mengerjakan soal

      8. Bagaimana tanggapan Anda dengan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa saat pelajaran?

      Saya akan membantu kesulitan yang dialami siswa sampai bisa dimengerti siswa.

      Sering

    C. Analisis Data dan Pembahasan Hasil Penelitian 1.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      52

      pelajaran matematika pun tidak memiliki jadwal pembelajaran yang teratur baik hari maupun tanggalnya. Dalam satu hari siswa hanya belajar satu mata pelajaran. Jika ada siswa yang membatalkan kegiatan pembelajaran maka akan diganti dilain kesempatan.

      Kegiatan pembelajaran yang diteliti merupakan kelas komunitas (bab II) sehingga dalam suatu ruangan yang tidak hanya dipakai oleh satu siswa dan satu guru, namun juga dipakai oleh beberapa siswa lain beserta guru pendampingnya dengan jenjang pendidikan yang bisa jadi berbeda serta mata pelajaran yang berbeda pula.

      Pada kegiatan pembelajaran, menurut peneliti guru cenderung tidak mengacu pada RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang telah dibuat oleh guru. Hal ini karena kegiatan pembelajaran di Home

      Schooling sangat bergantung pada kondisi dan kebutuhan tiap-tiap

      siswa yang berbeda satu siswa dengan siswa yang lainnya. Hal ini sesuai dengan pendapat dari Dimyati dan Mudjiono (Sagala,2007:62) pada bab II, bahwa kegiatan pembelajaran yang dilakukan harus dapat membuat siswa belajar aktif ditekankan pada sumber belajar.

      Dapat dikatakan bahwa desain kegiatan pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan tiap siswa agar siswa dapat belajar aktif. Materi yang diajarkan oleh guru adalah bangun ruang sisi datar dan sisi lengkung. Sedangkan pada RPP tertulis materi yang diajarkan hanyalah bangun ruang sisi datar. Demikian pula materi yang terdapat

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      53

      pada bahan ajar hanyalah bangun ruang sisi datar. Guru menggunakan referensi lain untuk mengajarkan materi bangun datar sisi lengkung.

      Kegiatan pembelajaran yang dilakukan benar-benar berpusat pada siswa, ketiga siswa tersebut memiliki latar belakang keluarga yang berbeda. Siswa I berasal dari keluarga yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, dan menurut cerita dari siswa kepada guru, orang tua siswa tersebut jarang ada di rumah. Siswa ini cenderung pemalu dan kurang nyaman dengan guru pria, sehingga siswa ini hampir seluruh pengajarnya adalah guru wanita, karena supaya kegiatan pembelajaran dapat berjalan lancar maka siswa harus merasa nyaman terlebih dahulu dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Selama kegiatan pembelajaran matematika berlangsung siswa ini sering sekali berbincang-bincang dengan guru tentang kehidupan pribadinya, guru pun memberikan tanggapan yang positif.

      Untuk siswa II keluarganya berkecimpung dalam bidang engineer software dan psikologi, siswa ini dalam kegiatan pembelajaran cenderung senang mengerjakan soal-soal latihan. Siswa ini jarang sekali melakukan percakapan lisan dengan guru dikarenakan memiliki keterbatasan dalam pendengaran dan berbicara, selain itu siswa ini juga tidak terlalu fasih berbahasa Indonesia, hal ini karena hingga kelas 5 SD siswa ini mengenyam pendidikan di Negara Jerman. Siswa ini senang mencoba-coba dalam mengerjakan soal-soal latihan. Jika dia merasa kurang mengerti tentang suatu soal atau masalah siswa ini

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      54

      langsung bertanya kepada guru secara lisan, jika guru tidak mengerti maksud pertanyaannya siswa ini langsung menuliskan atau menggambarkan maksud pertanyaannya di kertas coret-coretan. Guru pun menanggapi dengan positif.

      Siswa III memiliki latar belakang keluarga sebagai wiraswasta, siswa ini berdasarkan informasi dari guru memiliki kemampuan yang baik dalam memasak. Siswa ini sering mengikuti acara atau kontes memasak baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Siswa ini memang tidak suka menghitung. Hal ini dapat diketahui dari hasil tes diagnostik maupun dari kuesioner yang diberikan kepada siswa. Orang tua dari siswa ini pun berdasarkan informasi dari guru menyadari bahwa siswa ini kurang dalam mata pelajaran matematika terutama dalam melakukan perhitungan, namun berdasar pengamatan peneliti guru selalu memberikan dorongan kepada siswa agar sungguh- sungguh dalam mengikuti pelajaran matematika khususnya dalam melakukan perhitungan.

      Dikarenakan berbagai hal tersebut maka kegiatan pembelajaran yang dilakukan di Home Schooling Kak Seto benar-benar harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing siswa agar siswa merasa nyaman dalam mengikuti pembelajaran.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      55

    2. Analisis dan Pembahasan Komunikasi/Interaksi Siswa dan Guru dalam

      Proses Pembelajaran Berdasarkan dari pengamatan langsung dari peneliti serta berdasarkan dari pengertian komunikasi efektif dalam pembelajaran

      (bab II halaman 11), serta pengertian interaksi dalam kegiatan pembelajaran pada bab II, komunikasi dan interaksi yang terjalin antara guru dan siswa cukup baik. Pada bab II telah dituliskan pengertian interaksi menurut Abu Achmadi dan Shuyadi (1985:47), interaksi adalah suatu gambaran sehubungan aktif dua arah antara guru dan siswa yang berlangsung dalam ikatan tujuan pendidikan. Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa interaksi yang terjadi antara guru dan siswa telah berlangsung baik dengan tujuan pendidikan.

      Dalam kegiatan pembelajaran, guru mengajak siswa untuk aktif dalam mengikuti pembelajaran. Guru memberikan pertanyaan- pertanyaan mengenai masalah-masalah yang terdapat dalam materi yang sedang diajarkan. Siswa juga aktif dalam menjawab pertanyaan yang diberikan guru, jika ada yang belum dimengerti siswa pun tidak segan untuk menanyakannya kepada guru.

      Selain membahas materi pembelajaran yang sedang berlangsung, guru dan siswa juga berbincang-bincang mengenai kehidupan pribadi siswa. Terkadang guru dan siswa bercanda di tengah berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Dengan demikian kegiatan pembelajaran terlihat santai dan menyenangkan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      56

    3. Analisis dan Pembahasan Angket Minat Belajar Siswa

      Angket yang telah diberikan kepada siswa diskor kemudian dikelompokkan ke dalam tingkatan-tingkatan minat belajar siswa sesuai dengan yang telah tertulis dalam bab II. Tingkat minat belajar siswa dikelompokkan sebagai berikut :

      Tabel 4.7.Tabel tingkat minat belajar siswa No Nama Siswa Skor Tingkat Minat Belajar Siswa

      1 Siswa I

      60 Tinggi

      2 Siswa II

      65 Sangat tinggi

      3 Siswa III

      61 Sangat tinggi

      Dari tabel tersebut minat belajar matematika siswa I termasuk dalam tingkatan tinggi, sedangkan siswa II dan siswa III minat belajar matematikanya termasuk dalam tingkatan sangat tinggi. Jika dicari rata- rata dari ketiga siswa tersebut maka diperoleh:

      , termasuk dalam tingkat sangat tinggi. Jika dilihat dari tingkat minat belajar matematika yang tergolong sangat tinggi, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan efektif dalam menumbuhkan minat belajar matematika siswa.

      Berdasarkan pengertian minat belajar menurut Kurt Singer yang telah dijelaskan pada bab II, dapat dikatakan bahwa jika seorang siswa memiliki minat belajar matematika yang tinggi maka siswa akan memiliki kemauan belajar matematika yang tinggi dan cepat dapat memahami dan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      57

      mengerti materi matematika yang diajarkan. Sehingga kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan efektif dalam menumbuhkan kemauan belajar matematika siswa dan siswa cepat dapat memahami dan mengerti materi matematika yang diajarkan.

    4. Analisis dan Pembahasan Angket Motivasi Belajar Siswa

      Angket yang telah diberikan kepada siswa diskor kemudian dikelompokkan ke dalam tingkatan-tingkatan motivasi belajar siswa.

      Tingkat motivasi belajar siswa dikelompokkan sebagai berikut :

    Tabel 4.8. Tabel tingkat motivasi belajar siswa

      No Nama Siswa Skor Tingkat Motivasi Belajar Siswa

      1 Siswa I

      62 Sangat tinggi

      2 Siswa II

      68 Sangat tinggi

      3 Siswa III

      62 Sangat tinggi

      Dari tabel tersebut motivasi belajar matematika siswa I, siswa II, dan siswa III termasuk dalam tingkatan sangat tinggi. Jika dicari rata-rata dari ketiga siswa tersebut maka diperoleh: , termasuk dalam tingkat sangat tinggi.

      Dilihat dari tingkat motivasi belajar matematika yang tergolong sangat tinggi, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan efektif dalam memotivasi siswa untuk belajar matematika.

      Menurut pengertian motivasi dalam pembelajaran (bab II halaman 13), dapat dikatakan jika motivasi siswa dalam belajar matematika sangat tinggi maka dorongan, baik diakibatkan faktor dari dalam maupun luar

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      58

      siswa, untuk mencapai tujuan tertentu guna memenuhi/memuaskan suatu kebutuhan untuk pelajaran matematika sangat tinggi pula. Siswa yang memiliki motivasi belajar matematika yang tinggi memiliki dorongan untuk meraih kesuksesan dalam pelajaran matematika yang tinggi pula.

    5. Analisis dan Pembahasan Hasil Tes Diagnostik

      Nilai tes siswa jika diubah dalam bentuk presentase dengan menggunakan cara perhitungan bab II diperoleh :

    Tabel 4.9. Tabel presentase hasil tes diagnostik

      No Nama Siswa Presentase (%)

      1 Siswa I 61,5

      2 Siswa II 65,4

      3 Siswa III

      50 Sehingga sesuai dengan nilai yang diperoleh yang telah

      dikonversikan ke dalam presentase tingkat pemahaman siswa tersedia dalam tabel berikut (berdasarkan arti tingkat pemahaman siswa pada

      bab III) : Tabel 4.10. Tabel tingkat pemahaman siswa No Nama Siswa Presentase (%) Tingkat Pemahaman Siswa

      1 Siswa I 61,5 Kurang

      2 Siswa II 65,4 Cukup

      3 Siswa III

      50 Kurang

      Jika dilihat dari tabel 4.10 tersebut, jika dicari rata

    • –rata tingkat

      ( )

      pemahaman siswa diperoleh , rata-rata tingkat pemahaman siswa masih tergolong kurang. Hal ini dapat disebabkan karena berbagai faktor. Namun sejauh pengamatan yang dilakukan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      59

      oleh peneliti salah satu faktor yang menyebabkan hasil tes yang diberikan tidak maksimal adalah karena siswa kurang serius dalam memahami soal, mengerjakan soal, serta dalam melakukan penghitungan.

      Berikut analisis jawaban siswa pada setiap nomor soal tes yang diberikan:

    1. Jawaban siswa terhadap soal nomor 1

      Jawaban siswa I

       Gambar 4.1

      Analisis : Siswa I dalam menggambarkan bangun kubus dan jaring-jaringnya sudah tepat, namun dalam menggambarkan jaring-jaring masih kurang baik dilihat dari ukurannya yang tidak sama satu persegi dengan yang lainnya. Siswa ini dalam menentukan luas permukaan dan volume sudah tepat, dalam member contoh bangun kubus pun siswa ini dapat memberi contoh dengan tepat. Dapat dikatakan bahwa pemahaman ditinjau dari aspek

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      60

      pengetahuan, aspek pemahaman serta aspek penerapan siswa I sudah memenuhi ketiga aspek tersebut.

      Jawaban siswa II

       Gambar 4.2

      Analisis : Siswa II dalam menggambarkan bangun kubus ukuran sisinya sudah tepat hanya saja cara menggambarkannya belum tepat sehingga justru terlihat seperti balok. Siswa ini juga telah dapat menetukan luas permukaan dan volume dari bangun kubus, dalam menyebutkan contoh bangun kubus pun siswa ini dapat memberi contoh bangun kubus dengan tepat. Siswa ini sesuai dengan ranah kognitif Taksonomi Bloom telah mencapai aspek pengetahuan, aspek pemahaman serta aspek penerapan, namun dalam aspek pengetahuan masih sedikit kurang karena dalam menggambar siswa ini masih kurang tepat.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      61

      Jawaban siswa III

      Gambar 4.3

      Analisis : Siswa III sama seperti siswa II dalam menggambarkan bangun kubus ukuran sisinya sudah tepat hanya saja cara menggambarkannya belum tepat sehingga justru terlihat seperti balok. Siswa ini juga telah dapat menetukan volume dari bangun kubus, namun siswa ini masih keliru dalam menghitung luas permukaan kubus.

      Dalam menyebutkan contoh bangun kubus siswa ini kurang tepat dalam memberi contoh bangun kubus. Siswa ini sesuai dengan ranah kognitif Taksonomi Bloom telah belum mencapai aspek pengetahuan, aspek pemahaman serta aspek penerapan, karena di setiap aspek siswa ini masih memiliki kekurangan.

    2. Jawaban siswa terhadap soal nomor 2

      Jawaban siswa I

       Gambar 4.4

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      62

      Jawaban siswa II

      Gambar 4.5

      Jawaban siswa III

       Gambar 4.6

      Analisis : Siswa I, siswa II, dan siswa III dalam menggambarkan sketsa kolam renang sudah tepat hanya saja kurang rapi. Ketiga siswa dalam menentukan volume sudah tepat, namun siswa II dan siswa III tidak disertai langkah-langkah dalam menghitung, namun dalam menentukan luas permukaan dari jawaban siswa tersebut ketiga siswa belum mengerti maksud soal, siswa tersebut hanya langsung menggunakan rumus yang ada untuk menghitung luas permukaan, dalam memberi contoh bangun balok ketiga siswa dapat memberi contoh dengan tepat. Dapat dikatakan bahwa pemahaman ditinjau dari aspek pengetahuan, aspek pemahaman serta aspek

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      63

      penerapan, ketiga siswa dari aspek pengetahuan dan penerapan sudah baik, hanya saja aspek pemahamannya masih kurang.

    3. Jawaban siswa terhadap soal nomor 3

      Jawaban siswa I

       Gambar 4.7

      Jawaban siswa II

       Gambar 4.8

      Jawaban siswa III

       Gambar 4.9

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      64

      Analisis : Siswa I, siswa II, dan siswa III dalam menggambarkan bangun limas sudah tepat hanya saja kurang rapi terutama siswa II. Ketiga siswa dalam menentukan luas permukaan dan volume sudah tepat, namun siswa II dan siswa III tidak disertai langkah-langkah dalam menghitung. Namun ketiga siswa belum tepat memberi contoh bangun limas. Dapat dikatakan bahwa pemahaman ditinjau dari aspek pengetahuan, aspek pemahaman serta aspek penerapan, ketiga siswa dari aspek pengetahuan dan pemahamannya sudah cukup baik, hanya saja aspek penerapannya masih kurang.

    4. Jawaban siswa terhadap soal nomor 4

      Jawaban siswa I

       Gambar 4.10

      Analisis : Siswa I dalam menggambarkan bangun prisma sudah tepat hanya saja kurang rapi. Siswa dalam menentukan luas permukaan dan volume juga sudah tepat dan disertai langkah-langkah dalam menghitung. Siswa telah dapat memahami soal dengan baik. Dapat dikatakan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      65

      bahwa pemahaman ditinjau dari aspek pengetahuan, aspek pemahaman serta aspek penerapan sudah cukup baik.

      Jawaban siswa II

    Gambar 4.11 Gambar 4.12

      Analisis : Siswa II dalam menggambarkan bangun prisma sudah tepat hanya saja kurang rapi. Namun dalam menentukan luas permukaan dan volume masih tepat dan tidak disertai langkah-langkah dalam menghitung.

      Langkah-langkah menghitungnya dapat dilihat pada kertas coret-coret, namun hasil perhitungan siswa masih belum tepat. Maka dapat dikatakan siswa sudah memenuhi aspek pengetahuan, aspek pemahaman serta aspek penerapan, tetapi aspek pemahamannya masih kurang.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      66

      Jawaban siswa III

       Gambar 4.13

      Analisis : Siswa III dalam menggambarkan bangun limas dan menghitung luas permukaan dan volume sudah tepat hanya saja tidak disertai langkah-langkah dalam menghitung dan dalam menggambar masih kurang rapi.

      Dapat dikatakan bahwa pemahaman ditinjau dari aspek pengetahuan, aspek pemahaman serta aspek penerapan, sudah cukup baik, hanya saja aspek pemahamannya masih kurang karena dalam mengerjakan tidak secara runtut dengan langkah-langkahnya.

    5. Jawaban siswa terhadap pertanyaan nomor 5 Siswa I tidak memberikan jawaban pada soal ini.

      Jawaban siswa II

    Gambar 4.14 Gambar 4.15

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      67

      Jawaban siswa III

       Gambar 4.16

      Analisis : Siswa I, siswa II, dan siswa III terlihat belum mengerti benar tentang bangun tabung. Hal ini ditunjukkan dari siswa I yang tidak memberikan jawaban, dan siswa II serta siswa III masih belum tepat dalam menjawab. Pada siswa alur pengerjaannya sudah terlihat jelas namun hasil perhitungannya belum tepat. Sedangkan siswa III hasil pengerjaannya belum tepat dan tanpa disertai runtutan langkah pengerjaan. Siswa II dan siswa III hanya tepat menyebutkan drum air sebagai bangun tabung. Sehingga dapat dikatakan bahwa pemahaman ditinjau dari aspek pengetahuan, aspek pemahaman serta aspek penerapan, untuk siswa I belum memenuhi ketiga aspek tersebut, dapat dikatakan siswa I belum memahami materi bangun tabung, sedangkan siswa II dan III aspek penerapannya sudah cukup baik, hanya saja aspek pemahaman dan pengetahuannya masih kurang.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      68

    6. Jawaban siswa terhadap pertanyaan nomor 6

      Jawaban siswa I

       Gambar 4.17

      Jawaban siswa II

    Gambar 4.18 Gambar 4.19

      Jawaban siswa III

       Gambar 4.20

      Analisis : Siswa I, siswa II, dan siswa III dalam menghitung luas permukaan dan volume kerucut sudah tepat. Siswa I tidak menuliskan langkah dalam menentukan luas permukaan, sedangkan siswa II langkah dalam menentukan luas permukaan dan volume terdapat pada kertas coret-

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      69

      coretan, siswa III sama sekali tidak menuliskan langkah- langkah menentukan luas permukaan dan volume kerucut.

      Siswa I tidak memberikan contoh bangun kerucut, sedangkan siswa II dan siswa III telah dapat memberikan contoh bangun kerucut. Untuk siswa I aspek pengetahuan, dan aspek pemahamannya sudah cukup baik, tetapi siswa ini masih belum mempunyai aspek penerapan. Siswa II aspek pengetahuan, aspek pemahaman serta aspek penerapannya sudah cukup baik, sedangkan siswa III aspek pengetahuan, aspek penerapannya sudah baik, namun aspek pemahamannya masih kurang karena dalam mengerjakan tidak menunjukkan langkah-langkah dalam perhitungannya.

    7. Jawaban siswa terhadap soal nomor 7

      Jawaban siswa I

       Gambar 4.21

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      70

      Jawaban siswa II

    Gambar 4.22 Gambar 4.23

      Jawaban Siswa III

       Gambar 4.24

      Analisis : Siswa I, siswa II, dan siswa III dalam menggambarkan bangun bola sudah tepat hanya saja kurang rapi. Namun ketiga siswa dalam menentukan luas permukaan dan volume belum tepat. Siswa I dan siswa II sudah dapat menuliskan langkah-langkah dalam melakukan perhitungan, walaupun siswa II menuliskannya di kertas coret-coretan. Sedangkan siswa III tidak menuliskan langkah-langkah dalam menghitung. Dapat dikatakan bahwa pemahaman ditinjau dari aspek pengetahuan, aspek

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      71

      pemahaman serta aspek penerapan, ketiga siswa dari aspek pengetahuan dan penerapannya sudah cukup baik, hanya saja aspek pemahamannya masih kurang. Sehingga dapat ditarik kesimpulan ketiga siswa tersebut mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal yang berhubungan dengan konsep bangun ruang sisi lengkung, terutama bangun tabung.

      Pada soal tentang bangun kubus, balok, dan prisma siswa dapat dikatakan tidak mengalami kesulitan, saat mengerjakan soal mengenai bangun limas siswa II dan siswa III terlihat sedikit mengalami kesulitan. Namun saat mengerjakan soal mengenai bangun tabung, kerucut, dan bola para siswa mulai terlihat mengalami kesulitan baik dalam memahami soal, rumus untuk menghitung, maupun dalam melakukan penghitungan. Untuk soal mengenai bangun ruang tabung siswa I tidak mengerjakan, sedangkan siswa II dan siswa III tidak tepat dalam melakukan perhitungan.

      Tes diagnostik yang diberikan hanya untuk mengukur tingkat pengetahuan, tingkat pemahaman serta tingkat penerapan siswa sesuai ranah kognitif berdasar Taksonomi Bloom. Sedangkan untuk tingkat analisis, tingkat sintesis, serta tingkat evaluasi tidak diukur dalam tes ini.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      72

    6. Analisis dan Pembahasan Kuesioner Siswa

      Kuesioner yang diberikan kepada siswa bertujuan untuk memperkuat hasil angket yang telah diisi siswa.

      1) Dari ketiga jawaban siswa pada pertanyaan nomor 1 dapat terlihat bahwa metode yang digunakan guru dalam menyampaikan pembelajaran pada dasarnya berbeda-beda sesuai dengan kondisi tiap-tiap siswa.

      Kondisi ini sudah ideal berdasarkan gambaran kondisi ideal dunia pendidikan yang dijelaskan pada latar belakang. Kegiatan pembelajaran sudah berpusat pada siswa. 2)

      Dari ketiga jawaban siswa terhadap pertanyaan nomor 2 tingkat penerimaan siswa terhadap materi yang diberikan guru berbeda-beda, namun secara umum siswa dapat menerima materi yang diberikan oleh guru. Menurut pendapat siswa metode pembelajaran yang dilakukan sudah dapat membuat mereka memahami materi yang diajarkan.

      3) Dari jawaban siswa terhadap pertanyaan nomor 3, siswa I dan siswa III mengharapkan metode selain yang telah digunakan guru yaitu metode games. Siswa I juga mengharapkan metode diskusi sebagai salah satu metode pembelajaran. Walaupun pada pertanyaan nomor 2 ketiga siswa sudah merasa cukup memahami materi dengan metode pembelajaran yang telah berlangsung, namun siswa I dan siswa III masih mengharapkan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      73

      metode pembelajaran yang lain untuk membantu mereka memahami materi lebih baik.

      4) Dari jawaban terhadap pertanyaan nomor 4 tersebut dapat diketahui bahwa siswa I dan siswa III mengalami kesulitan belajar matematika , sedangkan siswa II tidak mengalami kesulitan belajar matematika. Siswa I masih kesulitan dalam menggunakan ataupun menghafal rumus, sedangkan siswa III masih kurang mengerti dengan materi yang diajarkan.

      5) Dari jawaban siswa di atas dapat disimpulkan bahwa ketiga siswa tersebut bertanya pada guru untuk mengatasi kesulitan dalam kegiatan belajar matematika. Seperti telah dijelaskan pada pembahasan tentang komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa, komunikasi dari kedua belah pihak berjalan baik, siswa tidak sungkan untuk bertanya kepada guru jika mengalami kesulitan dalam belajar.

      6) Jawaban ketiga siswa terhadap pertanyaan tersebut sangat berbeda. Dari jawaban siswa tersebut terlihat bahwa frekuensi pemberian tugas dari guru berbeda pada setiap siswa. Hal ini dikarenakan tanggapan ketiga siswa terhadap tugas dari guru berbeda-beda. Tugas di sini yang dimaksudkan adalah PR. Ada siswa yang memang tidak bersedia diberi tugas rumah, namun ada pula yang selalu meminta diberi tugas rumah.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      74

      7) Dari jawaban tersebut, ketiga siswa menyatakan sering mengerjakan tugas dari guru dengan sungguh-sungguh. Jika para siswa diberi tugas dari guru mereka mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Jika mereka mengalami kesulitan dalam mengerjakan mereka akan bertanya pada guru.

      8) Dari jawaban ketiga siswa tersebut, Siswa II dan siswa III mencoba mengerjakan tugas dahulu baru bertanya pada guru.

      Sedangkan siswa I bertanya dahulu baru mengerjakan. Sesuai dengan hasil observasi kelas oleh peneliti, siswa II dan siswa III senang mencoba-coba dahulu dalam mengerjakan tugas sebelum bertanya pada guru. Sedangkan siswa I bertanya dahulu baru mengerjakan tugas yang diberikan. 9)

      Jawaban dari siswa I dan siswa II untuk mengatasi kesulitan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru adalah mengerjakan dengan bantuan guru/ tutor, sedangkan siswa III tetap berusaha mengerjakan dengan kemampuan sendiri.

      10) Dari jawaban siswa tersebut, siswa I dan siswa III memiliki sebab berbeda yang menyebabkan kesulitan dalam belajar.

      Sedangkan siswa II tidak memiliki kesulitan belajar. Siswa I merasa tidak teliti dalam menghitung sedangkan siswa III masih kurang memahami konsep yang diajarkan. 11)

      Untuk pertanyaan nomor 11 ini siswa I menyatakan bahwa guru akan mengulang materi yang belum dipahami, siswa II tidak

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      75

      memberikan jawaban terhadap pertanyaan tersebut. Siswa III menyatakan bahwa guru kurang memahami kesulitan yang dialaminya. 12)

      Dari jawaban tersebut dapat disimpulkan bahwa rata-rata siswa menyukai pelajaran matematika. Walaupun siswa

      III menyatakan bahwa dirinya kurang suka menghitung, namun siswa ini menyukai matematika.

    7. Analisis dan Pembahasan Kuesioner Guru

      Kuesioner guru dimaksudkan untuk memperkuat hasil pengamatan kegiatan pembelajaran yang dilakukan peneliti.

      1) Untuk poin b dan c dapat diasumsikan berdasarkan jawaban guru tersebut terlihat bahwa guru menguasai semua materi yang ada di kelas VIII. Guru memahami semua materi pelajaran matematika, hal ini dapat lebih memudahkan guru dalam menyampaikan materi sehingga lebih mudah dipahami siswa.

      2) Untuk nomor 3 dan 4 guru tidak memberikan jawaban, sehingga dapat diasumsikan guru menguasai semua materi kelas VIII dan

      IX. 3)

      Dari jawaban tersebut dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik masing-masing siswa. Dengan tujuan agar siswa dapat menerima materi yang diajarkan dengan baik. Hal ini sudah sesuai dengan kondisi ideal

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      76

      kegiatan pembelajaran dimana kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa.

      4) Dari jawaban tersebut dapat dilihat bahwa guru merasa telah sering memberikan tugas kepada siswa sebagai evaluasi pemahaman.

      Tugas yang diberikan berupa latihan soal dan PR. 5)

      Dari jawaban yang diberikan guru dapat disimpulkan bahwa metode yang paling sering digunakan dalam kegiatan pembelajaran adalah metode diskusi dan tanya jawab, dan metode tersebut dirasa telah dapat membantu siswa memahami pelajaran dan mengetahui kesulitan siswa. 6)

      Dari jawaban guru tersebut ditunjukkan bahwa guru akan mengulang materi yang tidak dipahami siswa sampai siswa dapat memahami materi tersebut. Guru akan menjelaskan materi tersebut hingga siswa paham hal ini juga sesuai dengan kondisi ideal pembelajaran yaitu berpusat pada siswa. 7)

      Dari jawaban tersebut dapat disimpulkan bahwa kebanyakan faktor yang menyebabkan kesulitan belajar siswa menurut guru adalah ketidaktelitian dalam menghitung dan ragu-ragu. Banyak faktor yang menyebabkan kesulitan belajar siswa namun menurut guru faktor kesulitan belajar yang paling sering dialami siswa adalah ketidak telitian dalam menghitung dan ragu-ragu.

      8) Dari jawaban guru tersebut dapat dikatakan guru akan membantu kesulitan yang dialami siswa hingga siswa benar-benar dapat

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      77

      mengerti. Hal ini juga telah sesuai dengan kondisi pembelajaran yang ideal, karena kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa.

    D. Keterbatasan Pelaksanaan Penelitian

      Selama pelaksanaan penelitian, peneliti menyadari adanya beberapa hal yang menyebabkan hasil penelitian kurang maksimal.

      1. Waktu penelitian Karena keterbatasan jadwal yang disediakan oleh pihak sekolah maka penelitian hanya dilakukan 2 kali pertemuan sehingga observasi kegiatan pembelajaran tidak terlalu mendalam.

      2. Jadwal Pembelajaran Jadwal pembelajaran yang tidak teratur dan sering dibatalkan membuat penelitian sering tertunda-tunda .

      3. Pelaksanaan tes akhir Di Home Schooling tidak pernah diadakan ulangan harian, sehingga peneliti cukup kesulitan mengkondisikan kegiatan pemberian tes ini agar tidak memberatkan siswa sesuai permintaan guru.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan di kelas VIII Home Schooling Kak Seto tahun pelajaran 2011/2012, dapat disimpulkan: a. Proses pembelajaran pada tingkat pendidkan kelas VIII Home Schooling Kak Seto pada setiap kelasnya berbeda-beda. Hal ini karena

      setiap kelas yang hanya terdiri dari 1 siswa ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Proses pembelajaran yang berlangsung sangat bergantung pada karakteristik masing-masing siswa. Baik dari segi metode maupun keseluruhan kegiatan dalam proses pembelajaran disesuaikan dengan kondisi setiap siswa, sehingga dapat dikatakan bahwa kegiatan pembelajaran tidak terpaku pada RPP yang telah dibuat sebelumnya. Dan secara umum kegiatan pembelajaran di Home

      Schooling Kak Seto dirancang seperti kegiatan belajar di rumah

      dengan tujuan menciptakan suasana nyaman bagi siswa-siswanya yang pada umumya memiliki permasalahan dalam dunia sekolah formal.

      b.

      Komunikasi/interaksi yang terjalin antara guru/tutor dan siswa dalam proses pembelajaran maupun dalam aktivitas sehari-hari sangat baik.

      Hal ini dapat terlihat jelas lewat sebutan bagi para guru yaitu ‘Kak’ , hal ini membuat para siswa terlihat lebih santai ketika berkomunikasi / berinteraksi dengan guru/tutor.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      79

      c.

      Minat dan motivasi siswa kelas VIII Homeschooling Kak Seto dalam belajar matematika sangat tinggi . Hasil analisis dari angket minat dan motivasi belajar matematika siswa menunjukkan hasil rata-rata yang diperoleh siswa tergolong sangat tinggi. Rata-rata skor minat ketiga siswa tersebut adalah 62, sedangkan rata-rata skor motivasi ketiga siswa tersebut adalah 64, sehingga dapat dikatakan bahwa pembelajaran ini efektif jika ditinjau dari minat dan motivasi siswa.

      d.

      Pemahaman siswa kelas VIII dilihat dari hasil tes diagnostik pada materi bangun ruang, masih kurang. Hasil analisis dari pengerjaan tes diagnostik menunjukkan tingkat pemahaman siswa dilihat dari aspek pengetahuan, pemahaman, dan penerapan menurut Taksonomi Bloom pada materi bangun ruang masih kurang. Jika dilihat dari rata-rata nilai yang diperoleh siswa hanyalah 5,89 atau jika dikonversi dalam presentase hanya 58,9% termasuk dalam tingkatan kurang. Dari hasil tes diagnostik siswa dapat diketahui bahawa siswa sering sekali melakukan kesalahan dalam melakukan perhitungan dan kurang teliti dalam memahami soal. Sehingga dapat dikatakan bahwa pembelajaran yang dilakukan belum optimal ditinjau dari tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      80

    B. Saran

      Berdasarkan pada hasil penelitian dan pengalaman-pengalaman selama pelaksanaan penelitian, peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut : 1.

      Bagi Calon Peneliti a.

      Frekuensi pengamatan ada baiknya jika lebih sering dilakukan, sehingga dapat lebih mendalami kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung.

      b.

      Melakukan koordinasi secara lebih jelas lagi kepada pihak sekolah baik masalah kebiasaan di sekolah, waktu penelitian serta jadwal penelitian.

      2. Bagi Guru a.

      Mengkoordinasikan rencana kegiatan pembelajaran (waktu, kebiasaan, dan materi) secara lebih jelas lagi.

      b.

      Bersedia memberi komentar dan masukkan terhadap instrumen- instrumen yang akan digunakan dalam penelitian.

      3. Bagi Sekolah a.

      Mengkoordinasikan jadwal pelajaran secara tepat sehingga tidak ada kesalahan jadwal kegiatan pembelajaran.

      b.

      Mengusahakan agar para peneliti dapat memperoleh ijin dari pihak siswa untuk melakukan penelitian.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      81 DAFTAR PUSTAKA Brosur Home Schooling Kak Seto.

      Magdalena, Maria. 2010. Anakku Tidak (Mau) Sekolah?. Jakarta: Gramedia. Muhtadi, Ali. PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH RUMAH (HOME SCHOOLING). Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis .

      Riduwan. 2007. Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta. Simbolon, Pormadi. 2008. Homeschooling sebagai Pendidikan Alternatif.

      [Online]. Tersedia: kses 9 Desember 2011)

      Slameto. 1988. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Bina Aksara. Sukmadinata, Nana Syaodih. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Sumardiono. 2006. Model Home Schooling . [Online]. Tersedia: (diakses 9 Desember 2011)

      Suyono dan Hariyanto. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset

      Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat . Jakarta: Balai Pustaka. Undang-Undang Sisdiknas. Jakarta: Sinar Grafika _____. Pendidikan Formal.

      [Online]. Terse(diakses

      7 Januari 2012) Winataputra Udin S., dkk. 2008. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka.

      Winkel, W.S. 1983. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia. Winkel, W.S. 1996. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Gramedia.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      82

       (diakses 8 Mei 2012) (diakses 28 Juli

      2012) kses 8 Mei 2012) kses 6 Desember 2011) (diakses 8 Agustus

      2012)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      

    Soal Tes Diagnostik

    PETUNJUK :

      a.

      Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan jawaban yang tepat! b.

      Teliti dulu pekerjaan sebelum dikumpulkan! c. Tidak diperkenankan membuka catatan atau bertanya pada guru

      kecuali jika ada soal yang kurang jelas! d.

      Waktu mengerjakan 120 menit.

    • --------------------------Selamat Mengerjakan--------------------------- 1.

      Gambarlah kubus PQRS.TUVW dengan rusuk 2cm a.

      Buatlah sketsa jaring-jaring kubus b. Tentukan luas permukaan dan volume kubus jika panjang

      rusuknya 5cm c.

      Tuliskan contoh benda di sekitarmu yang berbentuk kubus 2. Kolam renang berbentuk balok tanpa tutup mempunyai ukuran

      panjang 9m, lebar 6m dan tinggi 1,5m. Tentukan : a.

      Sketsa kolam renang tersebut b. Luas permukaan dan volume kolam tersebut c. Tuliskan 3 benda di sekitarmu yang juga berbentuk balok 3. Gambarlah limas dengan alas berbentuk persegi dengan nama T.ABCD

      dengan T sebagai titik puncaknya a.

      Jika Limas T.ABCD mempunyai ukuran AB=6cm dan tinggi limas =

      4cm Tentukan luas permukaan dan volume limas b.

      Adakah benda=benda di sekitarmu yang berbentuk limas?sebutkan

      salah satu contohnya! 4.

      Atap sebuah rumah berbentuk prisma segitiga (dimana segitiganya

      adalah segitiga siku-siku) mempunyai panjang atap rumah 12m dan panjang segitiga 4m serta tinggi segitiga 3m. Tentukan: a.

      Sketsa atap rumah tersebut b. Luas permukaan dan volume atap rumah tersebut! 5. Setiap sore di sebuah perumahan berjejer drum air menunggu untuk

      

    diisi air bersih. Sore kemarin ada 3 buah drum air yang menunggu

    untuk diisi. Saya beri nama drum A,B,dan C. Drum A memiliki diameter

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      40cm dan tinggi 120cm. Drum B memiliki diameter 30cm dan tinggi 100cm. Drum C memiliki diameter 70cm dan tinggi 100cm. Berapa

    banyak air yang diperlukan untuk mengisi penuh ketiga drum

    tersebut?Berbentuk apakah drum tersebut?

      6. Sebuah kerucut mempunyai diameter alas 20cm dan mempunyai tinggi 15cm. Tentukan : a.

      Luas alas kerucut tersebut b. Volume kerucut tersebut c. Benda-benda di sekitar kalian yang berbentuk kerucut 7. Ayah baru saja membelikan Kakak sebuah bola voli yang ternyata

      mempunyai diameter 18 cm. Tentukan : a.

      Sketsa bola voli kakak b. Volume bola voli kakak!

      

    ##Math is Fun##

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Kubus dengan panjang sisi 2 cm a.

      Jaring-jaring kubus b. rusuk = 5 cm, maka c. Dadu, rubik 2.

      a.

      ( ) ( )

      b. lemari pendingin, CPU, kotak pensil 3.

      a.

      √ √ ( ) b.

      Ada, contoh piramida 4.

      a.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      b.

      5. Drum A : d = 40 cm, r = 20 cm, t = 120 cm Drum B : d = 30 cm, r = 15cm, t = 100 cm Drum C : d = 70 cm, r = 35 cm, t = 100 cm ( ) Drum tersebut berbentuk tabung 6. d= 20 cm, t = 15 cm, r = 10 cm a.

      b.

      c.

      

    Cone ice cream, cone DLLAJR, caping, topi ulang tahun, terompet

    7. d = 18cm r = 9 cm a.

      b.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (189 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Miskonsepsi pada pembelajaran matematika materi bangun datar segitiga kelas IV Sekolah Dasar.
0
1
2
Identifikasi miskonsepsi pembelajaran matematika materi volume bangun ruang (tabung, balok, kubus) pada siswa kelas V di Sekolah Dasar.
7
32
128
Pengembangan media pembelajaran matematika berbasis Adobe Flash Professional Cs 5 pada materi bangun ruang sisi datar kelas VIII.
0
0
284
Miskonsepsi yang terjadi pada pembelajaran matematika materi bangun ruang limas siswa kelas VI Sekolah Dasar.
7
90
200
Hubungan antara kemampuan keruangan dan hasil belajar matematika pada materi bangun ruang sisi datar kelas VIII SMP Kanisius Pakem Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014.
0
0
109
Efektifitas pembelajaran matematika pada materi bangun ruang kelas VIII SMP Home Schooling Kak Seto tahun pelajaran 2011/2012.
0
0
191
Penerapan model pembelajaran Mind Map (peta pikiran) dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan materi bangun ruang sisi datar di kelas VIII B SMP Pangudi Luhur Bayat Klaten.
0
4
322
Hubungan antara kemampuan keruangan dan hasil belajar matematika pada materi bangun ruang sisi datar kelas VIII SMP Kanisius Pakem Yogyakarta tahun ajaran 2013 2014
0
0
107
Intelegensi ganda dan implementasinya dalam pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Kanisius Gayam Yogyakarta tahun pelajaran 2008/2009 - USD Repository
0
0
139
Hubungan antara kecerdasan emosi dan akses belajar matematika di luar sekolah dengan hasil belajar matematika pada siswa kelas VIII SMP Stella Duce 2 Yogyakarta tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
154
Pengembangan perangkat pembelajaran bangun ruang yang mencakup interaktivitas dengan pendekatan PMRI di kelas IV SDN Kledokan tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
257
Pengembangan perangkat pembelajaran bangun ruang yang mencakup pemodelan dengan pendekatan PMRI di kelas IV SDN Kledokan tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
238
Pengaruh pembelajaran matematika di luar kelas (out door study) terhadap minat dan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar kelas VIII SMP Kanisius Pakem tahun ajaran 2012/2013 - USD Repository
0
0
301
Penerapan model pembelajaran Mind Map (peta pikiran) dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan materi bangun ruang sisi datar di kelas VIII B SMP Pangudi Luhur Bayat Klaten - USD Repository
0
0
320
Proses pembelajaran matematika dan hasil belajar siswa kelas VIII B di sekolah inklusi SMP Tumbuh Yogyakarta pada materi aljabar tahun ajaran 2013/2014 - USD Repository
0
0
230
Show more