Efektifitas pembelajaran matematika pada materi bangun ruang kelas VIII SMP Home Schooling Kak Seto tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository

Gratis

0
0
189
2 days ago
Preview
Full text

EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI BANGUN RUANG KELAS VIII SEMESTER II SMP HOME SCHOOLING KAK SETO

EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI BANGUN RUANG KELAS VIII SEMESTER II SMP HOME SCHOOLING KAK SETO SkripsiDiajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana PendidikanProgram Studi Pendidikan Matematika Disusun Oleh :Silvia Primajati NIM : 081414015 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKADAN IPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA2012

TAHUN PELAJARAN 2011/2012

SkripsiDiajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana PendidikanProgram Studi Pendidikan Matematika Disusun Oleh :Silvia Primajati NIM : 081414015 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKADAN IPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA2012

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran guru menggunakan metode yang berbeda-beda disesuaikan dengan kondisimasing-masing siswa membuat siswa nyaman untuk belajar. Dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran di Home Schooling sudah cukup efektif jika dilihatdari komunikasi/interaksi antara guru dan siswa yang baik, serta minat dan motivasi siswa yang tergolong sangat tinggi, Namun kegiatan pembelajaran masihbelum efektif jika dilihat dari hasil tes diagnostik yang digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan masihrendah.

KATA PENGANTAR

  Aisyah Nur selaku guru Aflahah Ulfa matematika kelas VIII SMP Home Schooling Kak Seto Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan, dan batuan selama proses penelitian. Semua pihak yang telah memberikan dukungan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini yang tidak bisa disebutkan satu per satu.

DAFTAR LAMPIRAN

Lembar ObservasiL.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaraan L.13Materi Pembelajaran/Modul L.16Kisi-Kisi dan Validasi Angket Minat Belajar Siswa L.24Kisi-Kisi Angket dan Validasi Motivasi Belajar Siswa L.28Soal Tes Diagnostik L.34Kunci Jawaban Tes Diagnostik L.36Kisi-Kisi dan Validasi Tes Diagnostik Berdasar Taksonomi L.38BloomAngket Minat Belajar Siswa L.42Angket Motivasi Siswa L.54Lembar Jawaban Tes Diagnostik L.66Kuesioner Guru L.76Kuesioner Siswa L.79Foto Dokumentasi L.90

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam pasal 1 ayat 1 Undang-undang Sisdiknas RI Nomor 20 Tahun

  Realitas saat ini menunjukkan bahwa proses pendidikan yang terjadi di sekolah formal pada umumnya belum mampu memberikan suasana yangaman, nyaman, menyenangkan, dan menggairahkan siswa untuk mengembangkan bakat, minat, dan potensi pribadinya secara optimal. Home schooling juga menjadi pilihan bagi orang tua yang mungkin ingin Pendidikan yang dikenal sebagai sekolah rumah ini, makin diminati orang tua karena dirasa lebih manusiawi bagi anak terutama untuk anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus sehingga tidak bisa duduk diam dan mendengar di ruang kelas formal.

B. Identifikasi Masalah

  Berdasarkan latar belakang di atas dapat diidentifikasikan kemungkinan masalah sebagai berikut: 1. Kurangnya perhatian bagi siswa secara individu di sekolah formal sehingga siswa kurang dapat mengembangkan bakat, minat, danpotensi pribadinya secara optimal.

2. Kekhawatiran orang tua terhadap berbagai permasalahan yang terjadi di sekolah formal

  Penelitian dipusatkan pada proses pembelajaran, komunikasi/interaksi guru dan siswa, minat dan motivasi siswa, serta pemahaman siswadalam pembelajaran matematika pada tingkat pendidikan kelas VIII SMP Home Schooling Kak Seto pada materi bangun ruang. Komunikasi/interaksi siswa dan guru dalam pembelajaran matematika materi bangun ruang pada tingkat pendidikan kelas VIII sekolah menengah pertama Home Schooling Kak Seto.

F. Batasan Istilah 1

  Home schooling Home schooling atau home education menurut Maria Magdalena dalam bukunya adalah pendidikan yang dilakukan secara mandiri oleh keluarga, dimana materi-materinya dipilih dan disesuaikan dengankebutuhan anak (2010: 8). Home Schooling yang akan diteliti dalam penelitianini adalah Home Schooling kelas komunitas, dimana siswa dikumpulkan di sebuah kelas untuk belajar sambil bersosialisasidengan teman-temannya.

2. Efektifitas Pembelajaran

  Efektifitas pembelajaran dilihat dari proses pembelajaran, komunikasi/interaksi guru dan siswa selama proses pembelajaran,minat, dan motivasi belajar siswa serta pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Di sini komunikasi dan interaksi yang terjadi yaitu antara guru dan siswa,maupun siswa dengan sumber belajar lainnya untuk mencapai tujuan pendidikan.

G. Manfaat Hasil Penelitian

  Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini : 1. Bagi peneliti, merupakan sarana untuk belajar membuat karya ilmiah dan berpikir secara sistematis.

3. Bagi Universitas Sanata Dharma, dapat digunakan sebagai khazanah ilmu pengetahuan, dan sebagai tambahan wawasan bagi pembaca

BAB II LANDASAN TEORI A. Home schooling Istilah home schooling berasal dari bahasa Inggris yang berarti

  Serta pasal 27 Sisdiknas tentang pendidikan informal yaitu “Pendidikan informal adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri, yanghasilnya diakui sama dengan pendidikan formal dan non formal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional.”Home schooling memiliki konsep yang biasanya satu guru menghadapi satu atau beberapa (terbatas) siswa saja. Terdapat tiga jenis pembelajaran di Home Scooling Kak Seto ini, yaitu komunitas dimana siswa dikumpulkan di sebuah kelas untuk belajar sambil bersosialisasi dengan teman-temannya, distance learning dimana siswa belajar di rumah dengan modul dan orang tua yang berperan besar sebagai pendidiknya, dan tutor visit dimana siswa belajar di rumah dengan diampingi tutor/guru.

B. Efektifitas

  Efektif menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah (1) ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya); (2) Manjur atau mujarab(tentang obat); (3) Dapat membawa hasil; berhasil guna (tentang usaha, tindakan); (4) Mulai berlaku (tentang undang-undang, peraturan). Sedangkan efektifitas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah keefektifan.

C. Proses Belajar dan Pembelajaran

  Dalam pembelajaran di sekolahterdapat interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, siswa dengan lingkungan, siswa dengan bahan ajar, serta siswa dengan mediapembelajaran lainnya. Dalam kegiatan pembelajaran home schooling terdapat interaksi antara guru dan siswa, siswa dengan lingkungan, siswadengan bahan ajar, serta siswa dengan media pembelajaran lainnya.

D. Komunikasi

  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebihsehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami (2008: 721). Komunikasi yang efektif dalam pembelajaran merupakan proses pengiriman pesan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi dari gurukepada siswa, dimana siswa mampu memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.

E. Interaksi

  Namun seperti telah disebutkan dalam pengertian proses belajar dan pembelajaran di atas, bahwa interaksi dalam kegiatan pembelajarantidak hanya terjadi antara guru dan siswa, tetapi juga terjadi antara siswa F. Faktordari dalam diri siswa dapat diartikan sebagai dorongan yang muncul dari dalam diri siswa sendiri, sedangkan faktor dari luar diri siswa adalahdorongan yang berasal dari luar dari siswa misalnya dari orang tua, teman- teman, guru, maupun dari berbagai pihak atau hal lain yangmengakibatkan siswa mau melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan pendidikan.

H. Pemahaman

  3 ): siswa dituntut untuk menerapkan Pada tingkat aplikasi (K prinsip dan konsep dalam suatu situasi yang baru. 4 ): siswa diminta untuk menguraikan Pada tingkat analisis (K informasi ke dalam beberapa bagian, menemukan asumsi,membedakan fakta dan pendapat, dan menemukan hubungan sebab dan akibat.

I. Tes Diagnostik

  Tes diagnostik yang digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman siswa dapat disusun berdasarkan Taksonomi Bloom (tabel 2.1), ranahkognitif yang diamati dapat lebih dibatasi yaitu ranah pengetahuan ( K1 ), pemahaman ( K2 ), dan penerapan ( K3 ). Kerangka Berpikir Dalam penelitian ini akan diamati bagaimana proses belajar dan pembelajaran berlangsung, serta bagaimana minat dan motivasi belajarsiswa terutama dalam mata pelajaran matematika, dan nantinya akan dilihat pula sejauh mana pemahaman siswa setelah mengikuti prosesbelajar dan pembelajaran tersebut.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian deskriptif bertujuan mendeskripsikan atau menggambarkan

  Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan sesuatu, misalnya kondisi atauhubungan yang ada, pendapat yang berkembang, proses yang sedang berlangsung, akibat atau efek yang terjadi, atau tentang kecenderunganyang tengah berlangsung. Obyek Penelitian Obyek penelitian adalah efektifitas pembelajaran siswa ditinjau dari komunikasi/interaksi, minat, motivasi serta pemahaman siswaterhadap materi yang diajarkan.

1. Observasi

  Kuesioner dan AngketPemberian kuesioner dilakukan kepada siswa dan guru, sedangkan pemberian angket dilakukan kepada siswa setelah kegiatanpembelajaran selesai. Kuesioner meliputi bagaimana siswa tersebut memahami pelajaran matematika yang diajarkan dan bagaimanatanggapan siswa terhadap kegiatan pembelajaran.

4. Dokumentasi

  Dokumentasi dalam penelitian ini berupa foto aktivitas siwa saat proses pembelajaran berlangsung. Dokumentasi ini digunakan untukmemperkuat data hasil pengamatan aktivitas siswa secara langsung yang dilakukan oleh peneliti.

E. Instrumen Penelitian

  Bagaimana komunikasi /interaksi siswa dan gurudalam proses pembelajaran pada 2  tingkat pendidikan kelas VIII sekolah menengah pertama home schooling? Rumusan MasalahSoal Tes Observasi Kuesioner Angket DiagnostikBagaimana minat dan motivasi siswa tingkatpendidikan kelas VIII sekolah menengah dalam 3  mata pelajaranmatematika siswa homeschooling ?

2. Pembelajaran yang

  memberikan pancingan 4 Guru pertanyaan yang membangkitkanminat siswa dan rasa ingin tahu siswa terhadap materi yang sedangdipelajari 4. 5 Guru memberikan pertanyaan/soal- soal yang dapat mengembangkanpola berpikir dan cara belajar aktif siswa 6 Guru dapat memancing partisipasi siswa dalam pembelajaran 6.

7. Guru menganalisis hasil kerja siswa 8 8

  16 Guru memanfaatkan benda yang ada di sekitar siswa sebagaipengarah siswa dalam membangun konsep 16. 28 Siswa dapat menyelesaikan soal- soal yang diberikan guru denganbaik dan benar 28.

2. Angket Minat Belajar Siswa

  Peneliti memberikan angket kepada siswa untuk mengetahui bagaimana minat belajar matematika siswa. Angket minat belajar siswa menggunakan skalaLikert 4-3-2-1, yaitu menggunakan pilihan jawaban sangat setuju, setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju Pada skala Likert untukpernyataan positif skornya adalah :Sangat setuju = 4 Tabel 3.3.

1 Ketertarikan

  Mengerjakan latihan di rumah walaupun tidak ada 10 Posistif tugas dari guru 8. Tidak mencatat materi yang diberikan guru 11 Negatif 9.

2 Optimisme 10

  18 Positif Memperbaiki setiap adakesalahan dan mengulang kembali di rumahpelajaran yang telah diberikan 18. Seperti pada angketminat belajar siswa, angket motivasi belajar siswa juga terdiri dari 20 Tabel 3.5.

1 Intrinsik a

  1 Positif Kepercayaan Kepercayaan diridiri siswa bahwa pembelajaran inimudah baginya 2. 12 Positif Siswa merasa puasterhadap hasil yang dicapai setelahmenyelesaikan tugas-tugas dalammata pelajaran matematika No.

2 Extrinsik 1

  15 Negatif Materi Penyusunaninformasi pada buku, modulmaupun catatan dari guru tidakbagus 2. 16 Negatif Terdapat contoh-contoh dalam buku,modulmaupun catatan dari guru sulitdipahami 3.

4. Tes Diagnostik dengan Materi Bangun Ruang

  Tes diagnotik digunakan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa dalam memahami materi bangun ruang, tes inidiberikan setelah materi bangun ruang selesai diajarkan. 2c Siswa dapat menyebutkanbalok dan contoh-contoh balok dalam volume balok hidup sehari-hari 4b Siswa dapat menyelesaikan permasalahan yangberhubungan dengan bola 7 7a 7b - - - 7 Menggambar bola, jaring-jaring bola, luaspermukaan bola danvolume bola 1.

1. Siswa dapat menggambar prisma

  Tes yang diberikan untuk mengukur tingkat pemahaman siswa dan tingkat pemahaman siswa akan diukur dalam bentuk presentase karenadi Homeschooling Kak Seto tidak ada KKM. Kesulitan siswa dalam mengikuti pembelajaran, usaha yang dilakukan siswa,factor-faktor penyebab kesulitan tersebut sertatanggapan dari guru terhadap kesulitan tersebut, terdapat pada pertanyaan nomor 4,5, 10,dan 11.

6. Kuesioner Guru

  Usaha dan metode yang dilakukan untuk membantu siswa agar materi dapat diterima dengan baik, terdapat pada pertanyannomor 3,5 d. Tanggapan guru dengan kesulitan yang dialami siswa saat pelajaran, terdapat pada pertanyaan nomor 8.

F. Data Penelitian

  Komunikasi/Interaksi antara guru dan siswa selama proses pembelajaran. Tingkat pemahaman siswa dalam menyelesaikan masalah matematika dengan menggunakan metode pembelajaran home schooling.

G. Analisis dan Pembahasan Data

  Analisis data dalam penelitian ini dilakukan sesudah pengumpulan data, dengan tujuan agar data yang telah diperoleh menjadi sistematis dantidak ada data yang terlupakan. Penyajian dataData lengkap serta analisisnya yang meliputi: (1) analisis dan pembahasan data hasil observasi, (2) analisis dan pembahasan hasilangket minat, (3) analisis dan pembahasan hasil angket motivasi, (4) analisis dan pembahasan hasil tes diagnostik, dan (5) analisis hasil danpembahasan kuesioner siswa dan guru.

2. Penarikan kesimpulan dari hasil analisis data yaitu mengenai

efektifitas pembelajaran kelas VIII Home Schooling Kak Seto dilihat dari proses pembelajaran, komunikasi/interaksi antara siswa dan guru,minat dan motivasi belajar siswa, serta tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan oleh guru.

BAB IV DESKRIPSI, TABULASI DATA, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester II Tahun Ajaran 2011/2012 yaitu pada bulan April sampai dengan bulan Mei 2012. Pada awalnya pelaksanaan penelitian hanya akan dilaksanakan di

  Di Home Schooling Kak Seto kelas VIII adalima kelas, tiga kelas melakukan kegiatan pembelajaran di kantor Home Schooling Kak Seto, sedangkan dua kelas lainnya melakukan pembelajaran di rumah masing-masing. Namun dalam penelitian ini peneliti hanya meneliti kegiatan pembelajaran yang dilakukan dikantor Home Schooling, sedangkan untuk kelas yang melaksanakan pembelajaran di rumah peneliti tidak mendapatkan ijin dari pihaksiswa untuk melaksanakan penelitian.

TAHAP KEGIATAN WAKTU

  Satu guru menghadapi satu siswa, akan tetapidalam satu ruangan tidak hanya terdiri dari satu siswa dan satu guru, namun terdiri dari beberapa pasang siswa dan guru dengan 10 Proses pembelajaran di Home Schooling sangat bergantung pada pribadi setiap siswa. Urutan Kegiatan Pelaksanaan Penelitian 6 Pemberian tes siswa II 8 Mei 2012 5 Observasi siswa III 30 April 2012 4 Observasi siswa II 10 April 2012 3 Observasi siswa I 2 Meminta surat ijin penelitian kemudian menyerahkan kepada pihak sekolahFebruari 2012 1 Menghubungi pihak sekolah untuk meminta ijin melaksanakan penelitianDesember 2011 a)Kelas siswa I Materi yang diberikan adalah bangun ruang.

B. Tabulasi Data 1

  10 10 4 3 3 15 10 4 3 3 14 4 3 3 3 13 10 3 4 3 12 10 4 3 16 3 11 3 6561 186 60 9 Skor Total 3 3 3 20 10 3 4 19 3 8 2 3 3 18 9 3 3 3 17 9 3 Data Hasil Angket Minat Belajar Siswa Angket minat belajar telah diiberikan kepada siswa untuk diisi.. Berikut adalah hasil perhitungan skor yang didapat oleh ketiga siswa tersebut: 3 5 8 2 3 3 4 9 3 3 3 7 3 1 3 3 2 10 3 4 3 1 No.

2. Data Hasil Angket Motivasi Belajar Siswa

  14 16 9 3 3 3 15 9 3 3 3 10 3 3 4 3 13 11 4 3 4 12 9 3 3 2 3 3 Data Hasil Tes Pemahaman SiswaPemahaman siswa dalam penelitian ini diukur menggunakan nilai yang diperoleh oleh siswa dalam mengerjakan tes diagnostik. 62 7 Skor Total 2 3 2 20 9 3 3 8 19 9 3 3 3 18 10 4 4 2 17 3 Berikut adalah perhitungan skor hasil angket motivasi yang didapat oleh ketiga siswa berdasarkan angket yang telah dibagikan kepadasiswa untuk diisi: Tabel 4.3.

C. Analisis Data dan Pembahasan Hasil Penelitian 1

  Kegiatan pembelajaran yang diteliti merupakan kelas komunitas(bab II) sehingga dalam suatu ruangan yang tidak hanya dipakai oleh satu siswa dan satu guru, namun juga dipakai oleh beberapa siswa lainbeserta guru pendampingnya dengan jenjang pendidikan yang bisa jadi berbeda serta mata pelajaran yang berbeda pula. Orangtua dari siswa ini pun berdasarkan informasi dari guru menyadari bahwa siswa ini kurang dalam mata pelajaran matematika terutamadalam melakukan perhitungan, namun berdasar pengamatan peneliti guru selalu memberikan dorongan kepada siswa agar sungguh-sungguh dalam mengikuti pelajaran matematika khususnya dalam melakukan perhitungan.

2. Analisis dan Pembahasan Komunikasi/Interaksi Siswa dan Guru dalam

  Proses PembelajaranBerdasarkan dari pengamatan langsung dari peneliti serta berdasarkan dari pengertian komunikasi efektif dalam pembelajaran (bab II halaman 11), serta pengertian interaksi dalam kegiatan pembelajaran pada bab II, komunikasi dan interaksi yang terjalinantara guru dan siswa cukup baik. Pada bab II telah dituliskan pengertian interaksi menurut Abu Achmadi dan Shuyadi (1985:47),interaksi adalah suatu gambaran sehubungan aktif dua arah antara guru dan siswa yang berlangsung dalam ikatan tujuan pendidikan.

3. Analisis dan Pembahasan Angket Minat Belajar Siswa

  Angket yang telah diberikan kepada siswa diskor kemudian dikelompokkan ke dalam tingkatan-tingkatan minat belajar siswasesuai dengan yang telah tertulis dalam bab II. Tabel tingkat minat belajar siswaNo Nama Siswa Skor Tingkat Minat Belajar Siswa 1 Siswa I 60 Tinggi 2 Siswa II 65 Sangat tinggi 3 Siswa III 61 Sangat tinggi Dari tabel tersebut minat belajar matematika siswa I termasuk dalam tingkatan tinggi, sedangkan siswa II dan siswa III minat belajarmatematikanya termasuk dalam tingkatan sangat tinggi.

4. Analisis dan Pembahasan Angket Motivasi Belajar Siswa

  Tabel tingkat motivasi belajar siswa No Nama Siswa Skor Tingkat Motivasi Belajar Siswa 1 Siswa I 62 Sangat tinggi 2 Siswa II 68 Sangat tinggi 3 Siswa III 62 Sangat tinggi Dari tabel tersebut motivasi belajar matematika siswa I, siswa II, dan siswa III termasuk dalam tingkatan sangat tinggi. Dilihat dari tingkat motivasi belajar matematika yang tergolong sangat tinggi, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan pembelajaran yangtelah dilakukan efektif dalam memotivasi siswa untuk belajar matematika.

5. Analisis dan Pembahasan Hasil Tes Diagnostik

  Tabel presentase hasil tes diagnostik No Nama Siswa Presentase (%) 1 Siswa I 61,5 2 Siswa II 65,4 3 Siswa III 50 Sehingga sesuai dengan nilai yang diperoleh yang telah dikonversikan ke dalam presentase tingkat pemahaman siswa tersedia dalam tabel berikut (berdasarkan arti tingkat pemahaman siswa pada bab III) : Tabel 4.10. Tabel tingkat pemahaman siswa No Nama Siswa Presentase (%) Tingkat Pemahaman Siswa 1 Siswa I 61,5 Kurang 2 Siswa II 65,4 Cukup 3 Siswa III 50 Kurang Jika dilihat dari tabel 4.10 tersebut, jika dicari rata ( ) pemahaman siswa diperoleh, rata-rata tingkat pemahaman siswa masih tergolong kurang.

1. Jawaban siswa terhadap soal nomor 1

  Jawaban siswa I Gambar 4.1 Analisis : Siswa I dalam menggambarkan bangun kubus dan jaring-jaringnya sudah tepat, namun dalammenggambarkan jaring-jaring masih kurang baik dilihat dari ukurannya yang tidak sama satu persegi dengan yanglainnya. Siswa ini juga telah dapat menetukan luaspermukaan dan volume dari bangun kubus, dalam menyebutkan contoh bangun kubus pun siswa ini dapatmemberi contoh bangun kubus dengan tepat.

2. Jawaban siswa terhadap soal nomor 2

  Jawaban siswa I Gambar 4.4 Jawaban siswa II Gambar 4.5 Jawaban siswa III Gambar 4.6 Analisis : Siswa I, siswa II, dan siswa III dalam menggambarkan sketsa kolam renang sudah tepat hanyasaja kurang rapi. Ketiga siswa dalam menentukan volume sudah tepat, namun siswa II dan siswa III tidak disertailangkah-langkah dalam menghitung, namun dalam menentukan luas permukaan dari jawaban siswa tersebutketiga siswa belum mengerti maksud soal, siswa tersebut hanya langsung menggunakan rumus yang ada untukmenghitung luas permukaan, dalam memberi contoh bangun balok ketiga siswa dapat memberi contoh dengantepat.

3. Jawaban siswa terhadap soal nomor 3

  Jawaban siswa I Gambar 4.7 Jawaban siswa II Gambar 4.8 Jawaban siswa III Gambar 4.9 Analisis : Siswa I, siswa II, dan siswa III dalam menggambarkan bangun limas sudah tepat hanya sajakurang rapi terutama siswa II. Ketiga siswa dalam menentukan luas permukaan dan volume sudah tepat,namun siswa II dan siswa III tidak disertai langkah-langkah dalam menghitung.

4. Jawaban siswa terhadap soal nomor 4

  Dapat dikatakan Jawaban siswa II Gambar 4.11 Gambar 4.12 Analisis : Siswa II dalam menggambarkan bangun prisma sudah tepat hanya saja kurang rapi. Gambar 4.13 Analisis : Siswa III dalam menggambarkan bangun limas dan menghitung luas permukaan dan volume sudah tepathanya saja tidak disertai langkah-langkah dalam menghitung dan dalam menggambar masih kurang rapi.

5. Jawaban siswa terhadap pertanyaan nomor 5 Siswa I tidak memberikan jawaban pada soal ini

  Hal ini ditunjukkandari siswa I yang tidak memberikan jawaban, dan siswa II serta siswa III masih belum tepat dalam menjawab. Sehingga dapat dikatakan bahwa pemahaman ditinjau dari aspekpengetahuan, aspek pemahaman serta aspek penerapan, untuk siswa I belum memenuhi ketiga aspek tersebut, dapatdikatakan siswa I belum memahami materi bangun tabung, sedangkan siswa II dan III aspek penerapannya sudahcukup baik, hanya saja aspek pemahaman dan pengetahuannya masih kurang.

6. Jawaban siswa terhadap pertanyaan nomor 6

  Jawaban siswa I Gambar 4.17 Jawaban siswa II Gambar 4.18 Gambar 4.19 Jawaban siswa III Gambar 4.20 Analisis : Siswa I, siswa II, dan siswa III dalam menghitung luas permukaan dan volume kerucut sudah tepat. Siswa Itidak menuliskan langkah dalam menentukan luas permukaan, sedangkan siswa II langkah dalam menentukanluas permukaan dan volume terdapat pada kertas coret- Siswa I tidak memberikan contoh bangun kerucut, sedangkan siswa II dan siswa III telah dapat memberikancontoh bangun kerucut.

7. Jawaban siswa terhadap soal nomor 7

  Jawaban siswa I Gambar 4.21 Jawaban siswa II Gambar 4.22 Gambar 4.23 Jawaban Siswa III Gambar 4.24 Analisis : Siswa I, siswa II, dan siswa III dalam menggambarkan bangun bola sudah tepat hanya sajakurang rapi. Dapat dikatakanbahwa pemahaman ditinjau dari aspek pengetahuan, aspek Pada soal tentang bangun kubus, balok, dan prisma siswa dapat dikatakan tidak mengalami kesulitan, saat mengerjakan soal mengenaibangun limas siswa II dan siswa III terlihat sedikit mengalami kesulitan.

6. Analisis dan Pembahasan Kuesioner Siswa

  Walaupunpada pertanyaan nomor 2 ketiga siswa sudah merasa cukup memahami materi dengan metode pembelajaran yang telahberlangsung, namun siswa I dan siswa III masih mengharapkan 4)Dari jawaban terhadap pertanyaan nomor 4 tersebut dapat diketahui bahwa siswa I dan siswa III mengalami kesulitanbelajar matematika , sedangkan siswa II tidak mengalami kesulitan belajar matematika. Sedangkan siswa I bertanyadahulu baru mengerjakan tugas yang diberikan.9) Jawaban dari siswa I dan siswa II untuk mengatasi kesulitan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru adalahmengerjakan dengan bantuan guru/ tutor, sedangkan siswa III tetap berusaha mengerjakan dengan kemampuan sendiri.

7. Analisis dan Pembahasan Kuesioner Guru

  Tugas yang diberikan berupa latihan soal dan PR.5) Dari jawaban yang diberikan guru dapat disimpulkan bahwa metode yang paling sering digunakan dalam kegiatan pembelajaranadalah metode diskusi dan tanya jawab, dan metode tersebut dirasa telah dapat membantu siswa memahami pelajaran dan mengetahuikesulitan siswa.6) Dari jawaban guru tersebut ditunjukkan bahwa guru akan mengulang materi yang tidak dipahami siswa sampai siswa dapatmemahami materi tersebut. Guru akan menjelaskan materi tersebut hingga siswa paham hal ini juga sesuai dengan kondisi idealpembelajaran yaitu berpusat pada siswa.7) Dari jawaban tersebut dapat disimpulkan bahwa kebanyakan faktor yang menyebabkan kesulitan belajar siswa menurut guru adalahketidaktelitian dalam menghitung dan ragu-ragu.

D. Keterbatasan Pelaksanaan Penelitian

  Jadwal PembelajaranJadwal pembelajaran yang tidak teratur dan sering dibatalkan membuat penelitian sering tertunda-tunda . Pelaksanaan tes akhirDi Home Schooling tidak pernah diadakan ulangan harian, sehingga peneliti cukup kesulitan mengkondisikan kegiatan pemberiantes ini agar tidak memberatkan siswa sesuai permintaan guru.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan di kelas VIII Home Schooling Kak Seto tahun pelajaran 2011/2012, dapat disimpulkan: a. Proses pembelajaran pada tingkat pendidkan kelas VIII Home Schooling Kak Seto pada setiap kelasnya berbeda-beda. Hal ini karena

  Dan secara umum kegiatan pembelajaran di Home Schooling Kak Seto dirancang seperti kegiatan belajar di rumah dengan tujuan menciptakan suasana nyaman bagi siswa-siswanya yang pada umumya memiliki permasalahan dalam dunia sekolah formal. Dari hasil tes diagnostik siswa dapat diketahui bahawa siswa sering sekalimelakukan kesalahan dalam melakukan perhitungan dan kurang teliti dalam memahami soal.

B. Saran

  Bersedia memberi komentar dan masukkan terhadap instrumen- instrumen yang akan digunakan dalam penelitian. ABCD mempunyai ukuran AB=6cm dan tinggi limas = 4cm Tentukan luas permukaan dan volume limas b.

KUNCI JAWABAN TES DIAGNOSTIK 1

  Kubus dengan panjang sisi 2 cm a. Drum A : d = 40 cm, r = 20 cm, t = 120 cm Drum B : d = 30 cm, r = 15cm, t = 100 cmDrum C : d = 70 cm, r = 35 cm, t = 100 cm ( )Drum tersebut berbentuk tabung 6.d= 20 cm, t = 15 cm, r = 10 cm a.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (189 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Miskonsepsi pada pembelajaran matematika materi bangun datar segitiga kelas IV Sekolah Dasar.
0
1
2
Identifikasi miskonsepsi pembelajaran matematika materi volume bangun ruang (tabung, balok, kubus) pada siswa kelas V di Sekolah Dasar.
7
32
128
Pengembangan media pembelajaran matematika berbasis Adobe Flash Professional Cs 5 pada materi bangun ruang sisi datar kelas VIII.
0
0
284
Miskonsepsi yang terjadi pada pembelajaran matematika materi bangun ruang limas siswa kelas VI Sekolah Dasar.
7
90
200
Hubungan antara kemampuan keruangan dan hasil belajar matematika pada materi bangun ruang sisi datar kelas VIII SMP Kanisius Pakem Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014.
0
0
109
Efektifitas pembelajaran matematika pada materi bangun ruang kelas VIII SMP Home Schooling Kak Seto tahun pelajaran 2011/2012.
0
0
191
Penerapan model pembelajaran Mind Map (peta pikiran) dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan materi bangun ruang sisi datar di kelas VIII B SMP Pangudi Luhur Bayat Klaten.
0
4
322
Hubungan antara kemampuan keruangan dan hasil belajar matematika pada materi bangun ruang sisi datar kelas VIII SMP Kanisius Pakem Yogyakarta tahun ajaran 2013 2014
0
0
107
Intelegensi ganda dan implementasinya dalam pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Kanisius Gayam Yogyakarta tahun pelajaran 2008/2009 - USD Repository
0
0
139
Hubungan antara kecerdasan emosi dan akses belajar matematika di luar sekolah dengan hasil belajar matematika pada siswa kelas VIII SMP Stella Duce 2 Yogyakarta tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
154
Pengembangan perangkat pembelajaran bangun ruang yang mencakup interaktivitas dengan pendekatan PMRI di kelas IV SDN Kledokan tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
257
Pengembangan perangkat pembelajaran bangun ruang yang mencakup pemodelan dengan pendekatan PMRI di kelas IV SDN Kledokan tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
238
Pengaruh pembelajaran matematika di luar kelas (out door study) terhadap minat dan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar kelas VIII SMP Kanisius Pakem tahun ajaran 2012/2013 - USD Repository
0
0
301
Penerapan model pembelajaran Mind Map (peta pikiran) dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan materi bangun ruang sisi datar di kelas VIII B SMP Pangudi Luhur Bayat Klaten - USD Repository
0
0
320
Proses pembelajaran matematika dan hasil belajar siswa kelas VIII B di sekolah inklusi SMP Tumbuh Yogyakarta pada materi aljabar tahun ajaran 2013/2014 - USD Repository
0
0
230
Show more