ANALISIS KONVERSI LAHAN PERTANIAN KE PEMBANGUNAN PERUMAHAN DI KECAMATAN GODEAN

Gratis

0
0
104
3 days ago
Preview
Full text

ANALISIS KONVERSI LAHAN PERTANIAN KE PEMBANGUNAN PERUMAHAN DI KECAMATAN GODEAN SKRIPSI

  Hasil penelitian antara lain: 1) faktor yang mendorong petani mengkonversikan lahan pertanian terdiri atas: butuh uang, paksaan dari pihakpengembang, hasil pertanian yang tidak cukup memenuhi kebutuhan, pertambahan penduduk, pemilik lahan pindah kerja, dan pembangunan akses jalanraya. Semua pihak dan teman-teman yang tak tersebut yang telah membantu dan memberikan dukungan dalam penyusunan skripsi ini.

2. Rektor Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kepribadian kepada penulis

  Bapak dan Ibu dengan penuh kasih sayang, doa, harapan dan pengorbanan yang tak ternilai harganya demi keberhasilan penulis selama menimbailmu di Universitas Sanata Dharma. Semua pihak dan teman-teman yang tak tersebut yang telah membantu dan memberikan dukungan dalam penyusunan skripsi ini.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang selama ini masih

  YogyakartaData di atas adalah data keseluruhan lahan pertanian dan bukan lahan pertanian yang berada di Provinsi Yogyakarta. Lahan pertanian yang masihluas berada di kabupaten sleman dan yang paling sedikit lahan pertanian berada di kota Yogyakarta.

B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana pola pemanfaatan lahan pertanian yang dikonversikan ?

C. Definisi Operasional

  Faktor pendorong terjadinya konversi lahan pertanian adalah kebutuhan pokok masyarakat petani, pemenuhan kebutuhan akan tempat tinggal,meningkatkan pendapatan melalui alih usaha, membangun rumah tinggal yang sekaligus dijadikan tempat usaha peningkatan jumlah penduduk, , tingkat pendidikan, pendapatan dan kemampuan ekonomi secara keseluruhan serta pajak tanah, harga tanah dan lokasi tanah. Batasan Masalah Agar masalah tidak terlalu luas, maka penulis membatasi masalah pada faktor-faktor yang mendorong petani mengkonversikan lahan pertaniannya,dampak konversi lahan pertanian ke pembangunan perumahan, pengendalian konversi lahan pertanian ke pembangunan perumahan, pola pemanfaatanlahan yang dikonversi .

F. Manfaat Penelitian

  Untuk pengembangan lahan pertanian agar ketahan pangan dan kebutuhan akan beras tidak berkurang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan dan informasi untuk penelitian selanjutnya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Deskripsi teori

  Konversi lahanUtomo dkk (1992) mendifinisikan alih fungsi lahan atau lazimnya disebut sebagai konversi lahan adalah perubahan fungsi sebagaian atauseluruh kawasan lahan dari fungsinya semula (seperti yang direncanakan) menjadi fungsi lain yang menjadi dampak negatif (masalah) terhadaplingkungan dan potensi lahan itu sendiri. Juga usaha suku (bagian suku, keluarga) memiliki sifat usaha keluarga, sama dengan usahadesa yang sedikit banyak juga mempunyai Dalam usaha tani tanpa upah kerja, atau dalam usaha tempat upah dimasukan kedalam keluarga, banyaknya kerja tergantung pada penilaiansubyektif dari kerja upah yang dilakukan dan imbalannya, dan oleh karena itu pertama-tama perbandingan yang ada didalam keluarga antara jumlahkonsumen dan jumlah tenaga kerja.

B. Kajian Hasil Penelitian Yang Relevan

  Hanya 6,6 persen responden menyatakan tertarik dengan harga yang ditetapkan perusahaan, dan setelah diteliti lebih lanjut respondenyang menyatakan tertarik dengan harga oleh PT adalah Calo yang mendapat keuntungan dari perusahaan dengan adanya harga yang murah ditingkatpetani. Konversi lahan di daerah Batujajar meskipun bukan pada lahan sawah, tetapi pada lahan kering (tegalan) yang ada di perbukitan, secara tidaklangsung mempengaruhi akses dan kontrol masyarakat terhadap lahan yang pada akhirnya mempengaruhi juga aktivitas ekonominya.

C. Kerangka Teoretik

  Namun denganpembangunan ekonomi yang semakin meluas hingga sampai kepedesaan menjadikan lahan pertanian bergeser sehingga lahan pertanian yang semulauntuk bercocok tanam menjadi lahan untuk perumahan maupun untuk berbisnis. sehingga pengelolaanya dengan peralatantradisional yang dilakukan turun temurun alasannya karena dengan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan alat modern tetapi ada juga yang memakaialat modern.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode

B. Tempat Dan Waktu Penelitian

  Penelitian ini dilakukan di kecamatan Godean, pemilihan tempat ini didasarkan pertimbangan bahwa kecamatan godean merupakan daerahpinggiran kota, dan daerah yang subur cocok untuk daerah pertanian. Hal ini disebab karena Godean merupakan akses jalan alternatif dari kota Yogyakarta ke Jalur antar daerah di Yogyakarta maupun luar Yogyakarta pertimbangan di atas diharapkan dapat dilihat dampak konversi lahan bagi petani setempat, reaksi petani terhadap adanya perumahan dilahan sawah.

C. Sampel Sumber Data

  Teknik Pengumpulan DataPenelitian ini menggunakan jenis data primer dan data sekunder, data primer yaitu data yang diperoleh penulis dari obyek penelitian yang belum diolahdengan metode observasi dan wawancara kepada petani yang mengkonversikan lahan pertanian. Teknik ini digunakan untuk mencari data faktor pendorong petani mengkonversikan lahannya dan akibat yang ditimbulkan sertapengendalian konversi lahan pertanian dan pola pemanfaatan lahan yang dikonversikan.

F. Teknik Analisis Data

  Kemudiandata yang telah diperoleh dianalisis untuk mengetahui informasi penting yang harus dipertajam terkait dengan konversi lahan pertanian dikecamatan godean. Pemilihan dan penggolongan data yang dilakukanbertujuan untuk mamperoleh data yang diperlukan untuk melengkapi dan mendukung data primer.

G. Rencana Pengujian Keabsahan

  Digunakan sebagai bahanpembanding dan untuk mencegah terjadinya hal yang sama pada penelitian yang akan dan sedang dilakukan dalam rangkameningkatkan kualitas keabsahan data penelitian. Dalam penelitian kualitatif, uji confirmability mirip dengan uji dependability, sehingga pengujiannya Uji ini dimaksudkan agar pola-pola pertanyaan yang diajukan kepada subyek-subyek lain yang serupa maka didapatkan hasil yangserupa pula sehingga didapatkan keabsahan data untuk penelitian lebih lanjut.

B. Kehidupan Ekonomi, Sosial dan Budaya

  Gambaran Responden Responden didapat dengan pertimbangan tertentu ini yaitu orang tersebut yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan, dan diasebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti menjelajahi objek atau situasi sosial yang diteliti. Jenis KelaminPemilik lahan pertanian di Kecamatan Godean ini jenis kelaminnya didominasi Perempuan yaitu 12 responden dan laki-laki yaitu 3 respondenyang di ambil dari 15 responden maka dapat disimpulkan bahwa seluruh pemilik lahan pertanian Kecamatan Godean rata-rata adalah perempuan.

1. Petani :

  Peternakan : 13. Petani Pemilik Tanah 6.

g. Peternakan Babi 215 0,49

  Gambaran Pendidikan Pendidikan merupakan faktor yang berperan penting dalam pembangunan ekonomi maupun kemajuan suatu wilayah. Rata–rata penduduk memang menyadari bahwa pendidikan itu penting tetapi masyarakat terbentur dengan biaya pendidikan yang semakin mahal.

G. Keagrarian

  Menurut informan masyarakat memilih padi sebagai tanaman pangan karena lahan sawah di kecamatan godean merupakan lahan basah yang cocok sekaliuntuk ditanami padi dan kecamatan Godean berada di selatan selokan mataran sehingga air sangat melimpah. Pertanian di kecamatan godean sama halnya seperti di provinsi lain di pulau jawa masih mengunakan alat yang sederhana seperti cangkul, sabit, Kemudian sawah diairi dan dibiarkan begitu saja selama beberapa hari, agar lahan menjadi basah dan mudah untuk langka selanjutnya yaitu menglukuatau membajak sawah.

H. Struktur Kepemilikan Lahan dan Penguasaan Lahan

  Penguasahan lahan dilakukan dengan cara menyewa lahan atau pemilik lahan yang tidak sangup lagi mengarap tanahnya, dan atau lahantersebut tidak lagi bisa ditanami maka pemilik tanah menyewakan lahan tersebut. Sedangkan yang disewakan untuk bertani, tanah yang masih suburbiasanya untuk pembangian hasilnya adalah separuh dari hasil panennya dibagi sama rata atau orang jawa mengatakan “paron” maksudnya hasil yangdidapat dari usaha tani yaitu panen dibagi 50:50 sebagian untuk pemilik tanah dan sebagian lagi untuk yang menyewa tanah.

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN I. Faktor-Faktor Yang Mendorong Konversi Lahan Pertanian Terjadinya alih fungsi lahan selalu menjadi dilema yang dramatis. Yaitu mempunyai dua kepentingan. Petani mempunyai kepentingan untuk

  Rata-rata pendidikan responden yang mengkonversikan lahan pertanian pendidikan tingkat Menurut Informan alasan mengkonversikan lahan pertanian terkait dengan perubahan fungsi lahan adalah pindah kerja keluar kota maupunluar pulau jawa dan pindah karena alasan mengikuti istri/ suami, karena merasa tidak ada yang mengurus sawah yang dimiliki maka memutuskanuntuk menjual sawahnya. Izin pemanfaatan tanah (IPT) yaitu izin peruntukan penggunaan tanah yang wajib dimiliki orang pribadi dan badan yang akan melaksanakankegiatan dan kegiatan yang mengakibatkan perubahan peruntukan tanah pada bangunan/ usahayang dilakukan dengan batasan keluasansebagai berikut : a) Untuk usaha pertanian≤ 25 Ha b) Untuk usaha Non-pertanian≤ 1 Ha c) Untuk kegiatan bidang sosial dan keagamaan tanpa batasan keluasanb.

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada bab sebelumnya

  Faktor-faktor yang mendorong petani mengkonversikan lahan pertanian meliputi faktot internal yaitu Alasan utama yang mendorongpetani mengkonversikan lahan pertanian bukan alasan ekonomi melainkan harga yang menarik. faktor pendidikan, umur dantangungan keluarga petani juga berpengaruh dalam pengambilan keputusan petani untuk menjual atau lahan sawah, petani butuh uang,harga yang menarik, pindah kerja atau pindah karena alasan mengikuti istri/ suami, serta pertanian yang tidak menguntungkan ; faktorekternal yaitu paksaan dari pihak pengembang dan pemerintah setempat dengan membeli tanah para tani, pertambahan penduduk,pembangunan akses jalan raya.

B. Saran

  Optimalkan peran pemerintah daerah dalam meningkatkan pertanian daerah sehingga manjadi pertanian yang modern dan semakinmeningkatkan PDB dalam pertanian dengan pengadaan bantuan pembangunan irigasi.. Supaya pertanian tetap berkembang dan menyejahterakan petani, pemerintah daerah jangan menutup diri dengan proses terjadinyakonversi lahan pertanian yang selalu merugikan petani dan selalu berpihak kepada pihak pengembang perlu adanya hukum agraria yangtegas.

C. Keterbatasan Penelitian

  Sampel yang diambil tidak seluruhnya petani yang mengkonversikan lahan pertanian, melainkan diambil beberapa petani saja yang benartahu konversi lahan pertanian karena penelitian ini deskritif-kualitatif. Data yang diambil belum begitu jelas masih bisa berkembang seiring waktu serta pengujian data masih berupa asumsi yang diberikanresponden saja.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (104 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS KONVERSI LAHAN DARI SEKTOR PERTANIAN KE SEKTOR NON PERTANIAN DI KOTA JEMBER
0
4
76
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN KE NON PERTANIAN DI WILAYAH KABUPATEN JEMBER
0
6
14
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONVERSI LAHAN PERTANIAN KE NONPERTANIAN DI KABUPATEN SRAGEN TAHUN 1990 2009
0
2
83
ANALISIS PERUBAHAN BENTUK PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN KE NON PERTANIAN DI KECAMATAN BERINGIN KABUPATEN DELI SERDANG.
0
3
25
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DARI PERTANIAN KE NON PERTANIAN DI KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN KLATEN TAHUN 1996 DAN 2005.
0
1
21
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN KE NON PERTANIAN DI KABUPATEN SUKOHARJO.
0
0
15
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN KE NON PERTANIAN DI KECAMATAN COLOMADU KABUPATEN KARANGANYAR.
0
0
13
EVALUASI EKONOMI KONVERSI LAHAN PERTANIAN KE NON PERTANIAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) WADUK WONOGIRI (STUDI KASUS DI WILAYAH SUB DAS KEDUANG KABUPATEN WONOGIRI).
1
3
2
EVALUASI EKONOMI KONVERSI LAHAN PERTANIAN KE NON PERTANIAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) WADUK WONOGIRI (STUDI KASUS DI WILAYAH SUB DAS KEDUANG KABUPATEN WONOGIRI).
0
0
3
PEMBANGUNAN PERTANIAN LAHAN KERING BERKELANJUTAN
0
0
3
PERUBAHAN FUNGSI LAHAN PERTANIAN KE NONPERTANIAN DI KECAMATAN PAJANGAN KABUPATEN BANTUL.
0
2
98
PENGENDALIAN ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN UNTUK PERUMAHAN DI KABUPATEN TEGAL
1
4
138
PENGARUH PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP KONVERSI LAHAN PERTANIAN DI KECAMATAN COLOMADU TAHUN 2000 - 2010
0
0
113
ANALISIS SPASIAL KONVERSI LAHAN SAWAH DI KABUPATEN BEKASI (STUDI KASUS DI KECAMATAN CIBITUNG DAN TAMBUN)
0
0
7
KEBIJAKAN ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN KE NON PERTANIAN DI KABUPATEN KARANGANYAR
0
0
14
Show more