Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi

Gratis

0
3
153
1 year ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

STUDI KASUS MENGENAI STRATEGI COPING PADA

  INDIVIDU BISEKSUAL Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Oleh : Kinanti Paramesti NIM : 049114014 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2011

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

SKRIPSI

STUDI KASUS MENGENAI STRATEGI COPING PADA

INDIVIDU BISEKSUAL

  Oleh : Kinanti Paramesti

  NIM : 049114014 Telah disetujui oleh :

  Pembimbing Agnes Indar E., S.Psi., Psi., M.Si. Tanggal : 17 September 2011

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  SKRIPSI

STUDI KASUS MENGENAI STRATEGI COPING PADA

  Dipersiapkan dan ditulis oleh : Kinanti Paramesti

  NIM : 049114014 Telah dipertanggungjawabkan di depan Panitia Penguji pada tanggal: 18 Agustus 2011 dan dinyatakan telah memenuhi syarat

  Susunan Panitia Penguji Nama Lengkap Tanda Tangan Penguji 1 : Agnes Indar E., S.Psi., Psi., M.Si . . . . . . . . . . . . . . . . . .

  Penguji 2 : Dr. Christina Siwi Handayani . . . . . . . . . . . . . . . . . . Penguji 3 : C. Siswa Widyatmoko, S. Psi. . . . . . . . . . . . . . . . . . .

  Yogyakarta, 17 September 2011 011 Fakultas Psikologi

  Universitas Sanata Dharma Dekan,

  Dr. ChristinaSiwi Handayani

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  God is able to make all grace abound to you so that in all things at all time, having all you need, you will abound in every good work.

  [2 Cor. 9 : 8] ...berjalanlah dengan keyakinan bahwa kamu tak pernah sendiri, karena

  Bapa selalu besertamu...

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 17 September 2011 Kinanti Paramesti

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

STUDI KASUS MENGENAI STRATEGI COPING PADA INDIVIDU

BISEKSUAL

Kinanti Paramesti

  

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi coping yang dilakukan oleh individu biseksual yang telah mengakui orientasi seksualnya. Penelitan dilakukan pada dua subjek yang memiliki karakteristik biseksual dan sudah mengakui orientasi seksualnya pada keluarga dan teman. Strategi penelitian ini menggunakan cara wawancara dalam pengumpulan data. Pertanyaan dalam wawancara disusun dengan sifat yang terbuka dan netral. Pertanyaan yang diberikan kepada subjek meliputi latar belakang penyimpangan seksual, respon negatif (tekanan) dari diri sendiri, respon negatif (tekanan) dari orang lain, strategi coping, dan kondisi setelah melakukan strategi coping. Dalam penelitian ini diketahui bahwa subjek pertama mulai tertarik sengan sesama maupun lawan jenis dari bangku sekolah. Subjek cukup banyak mendapat tekanan dari keluarga dan teman. Strategi coping yang paling sering subjek pertama lakukan adalah active coping dan restraint coping. Kondisi setelah subjek melakukan strategi coping masih sama dengan sebelumnya. Kedua orangtua subjek tetap tidak bisa menerima kondisi subjek yang biseksual. Strategi coping yang dilakukan subjek pertama sebatas mengatasi rasa cemas subjek pada saat terjadi tekanan. Pada subjek kedua ketertarikan pada sesama dan lawan jenis dimulai pada akhir masa sekolah. Tekanan yang diterima subjek lebih banyak dari teman. Strategi coping yang paling sering dilakukan subjek kedua adalah active coping dan positive reinterpretation. Strategi coping yang dilakukan oleh subjek kedua cukup dapat mengatasi tekanan yang dialami subjek. Keluarga subjek kedua dapat menerima kondisi subjek dan kemudian memberi dukungan berupa nasehat. Pada kedua kasus ada kesamaan pengalaman, yaitu kedua subjek mendapat tekanan dari teman dan paling sering menggunakan strategi coping berupa active coping.

  Kata kunci: respon negatif (tekanan), strategi coping, biseksual

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

CASE STUDY OF COPING STRATEGY ON BISEXUAL INDIVIDUAL

Kinanti Paramesti

ABSTRACT

  This study aimed to find out about coping strategies done by bisexual who has admitted their sex orientation. Research carried out on two subjects that have the characteristics of bisexual and already admitted their sex orientation to families and friends. The strategies that are used in this study are using interviews in data collection. The question in the interview is prepared openly and neutrally. The questions given to the subjects include deviant sexual background, negative responses (pressures) from oneself, negative responses (pressures) from other people, coping strategies, and afterward condition. The finding of this study is that the first subject was attracted to both sexes in his school year. The subject experienced a lot of pressure from his family and friends. Active coping and restraint coping was the two most used coping strategies by the subject. The subject’s condition after coping was almost the same as before. Both parents still wouldn’t accept the subject’s condition. The coping strategies that were done by the first subject were only decreasing the subject’s anxiety when the pressure happened. For the second subject, the attraction for both sexes started in the subject’s end of school year. The pressure was experienced mostly from the subject’s friends. Active coping and positive reinterpretation was the two most used coping strategies by the second subject. The coping strategies that were done could handle the pressures that were experienced by the subject. The second subject’s family accepted the subject’s condition and further more gave advices. In the two cases there were similarity in experiences, which was both subject experienced pressures from their friends and the most used coping strategy was active coping.

  Keywords: negative responses (pressure), coping strategies, bisexual

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Kinanti Paramesti Nomor Mahasiswa : 049114014

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :

  

STUDI KASUS MENGENAI STRATEGI COPING PADA INDIVIDU

BISEKSUAL

  Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikan di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta, Pada tanggal, 17 September 2011 Yang menyatakan Kinanti Paramesti

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

KATA PENGANTAR

  Puji syukur kepada Tuhan yang ada di surga, akhirnya karya tulis ini bisa terselesaikan. Proses di dalam penyelesaian penelitian ini tidaklah mudah, tetapi karena ada bantuan dari berbagai pihak, saya menjadi merasa mampu untuk melaluinya. Oleh karena itu pada kesempatan ini, dengan segala kerendahan hati saya ingin mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada: 1.

  Ibu Agnes Indar E., S.Psi., M.Si., Psi. selaku dosen pembimbing dalam penulisan skripsi, atas nasehat, saran, dan kesabaran dalam proses penulisan skripsi ini, saya mengucapkan banyak terima kasih.

  2. Ibu Dra. L. Pratidarmanastiti, MS. selaku dosen pembimbing akademik, atas bimbingan dan pendampingannya selama ini, saya mengucapkan banyak terima kasih.

  3. Ibu Sylvia CMYM., M.Si. yang juga telah membimbing saya dalam penulisan skripsi, atas pengalaman yang mendewasakan dan kesabarannya, saya ucapkan banyak terima kasih.

  4. Bapak dan ibu tercinta yang telah membesarkan, mendidik dan tak pernah berhenti memberikan doa, kasih sayang, dorongan, motivasi, dukungan materi dan moral serta ketulusan disepanjang hidupku.

  5. Kakakku, Raditya Kertiyasa, meski jauh tapi aku tak pernah merasa kurang dikasihi dan didukung olehmu... miss u so...

  6. Ardanti Sarasati dan Lintang Krisantium. Terima kasih untuk pengertian kalian, kesabaran, kasih sayang dan dukungan yang tiada henti... I love you both...

  7. Kriska Irma Kidmada dan Ajeng Paramita Dwiningsih. Terima kasih buat dukungan, waktu, tenaga, cerita, semuanya lah.... Makasiih yaaa...

  8. Benk-benk, terima kasih sudah bantuin. Bantuanmu membuka kesempatan untukku setelah berjuang kesana-kemari. Hehe..

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  9. Subjek yang telah bersedia diwawancara.

  10. Mas Gandung, mbak Nanik, dan pak Gie untuk senyum dan keramahannya..

  11. Semua saudaraku...terima kasih atas doa-nya.

  12. dan semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu-persatu atas bantuan maupun dukungan nya sehingga saya bisa melalui proses ini, saya mengucapkan terima kasih.

  Penulis menyadari bahwa hasil yang dicapai jauh dari sempurna dan penulis berterima kasih atas kritik dan saran yang membangun, harapan penulis semoga penelitian ini dapat berguna bagi semua pihak yang berkepentingan untuk dapat menambah ilmu pengetahuan.

  Yogyakarta, Juli 2011 Penulis

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................ i

HALAMAN PESETUJUAN PEMBIMBING .................................................. ii

HALAMAN PENGESAHAN........................................................................... iii

HALAMAN MOTTO ....................................................................................... iv

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ...................................... v

ABSTRAK ........................................................................................................ vi

ABSTRACT ........................................................................................................ vii

HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ..................... viii

KATA PENGANTAR ...................................................................................... ix

DAFTAR ISI ..................................................................................................... xi

DAFTAR TABEL ............................................................................................. xiv

DAFTAR LAMPIRAN....................................................................................... xiv

BAB I. PENDAHULUAN ................................................................................

  1 A.

  1 Latar Belakang ..............................................................................

  B.

  5 Rumusan Masalah.........................................................................

  C.

  5 Tujuan Penelitian ..........................................................................

  D.

  5 Manfaat Penelitian ........................................................................

  BAB II. LANDASAN TEORI ..........................................................................

  8 A.

  8 Strategi Coping .............................................................................

  1.

  8 Pengertian Strategi Coping .....................................................

  2.

  9 Bentuk-bentuk Strategi Coping...............................................

  3.

  12 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Strategi Coping ...............

  B.

  13 Individu Biseksual ........................................................................

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1.

  13 Pengertian Biseksual ..............................................................

  2.

  16 Faktor yang Mempengaruhi Orientasi Seksual ......................

  3.

  16 Dampak Psikologis Biseksual ................................................

  C.

  17 Biseksual pada Individu Dewasa Awal ........................................

  1.

  17 Aspek Fisik .............................................................................

  2.

  18 Aspek Kognitif ........................................................................

  3.

  18 Aspek Sosio-Emosional ..........................................................

  D.

  19 Biseksual di Indonesia ..................................................................

  E.

  22 Strategi Coping pada Individu Biseksual .....................................

  BAB III. METODE PENELITIAN ..................................................................

  25 A.

  25 Jenis Penelitian .............................................................................

  B.

  26 Subjek Penelitian ..........................................................................

  C.

  27 Batasan Istilah...............................................................................

  D.

  27 Metode Pengumpulan Data .........................................................

  E.

  27 Wawancara ...................................................................................

  F.

  29 Observasi ......................................................................................

  G.

  30 Metode Analisis Data ...................................................................

  H.

  33 Pemeriksaan Kesahihan dan Keabsahan Data ..............................

  BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................................

  34 A.

  34 Tahap Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian ...............................

  1.

  34 Persiapan ..............................................................................

  2. Pelaksanaan .........................................................................

  35 B.

  35 Hasil Penelitian .............................................................................

  1. Subjek 1 ...............................................................................

  35 a.

  35 Latar Belakang ..............................................................

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

b.

  38 Catatan Lapangan ..........................................................

  c.

  39 Hasil Wawancara ..........................................................

  2. Subjek 2 ...............................................................................

  43 a.

  43 Latar Belakang ...........................................................

  b.

  46 Catatan Lapangan .......................................................

  c.

  46 Hasil Wawancara ........................................................

  C.

  48 Pembahasan .................................................................................. Subjek 1 ..................................................................................

  48 Subjek 2 ..................................................................................

  54 BAB V. KESIMPULAN ..................................................................................

  57 A.

  57 Kesimpulan ..................................................................................

  B.

  58 Saran ............................................................................................ DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................

  60 LAMPIRAN ......................................................................................................

  62

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  DAFTAR TABEL 1.

  29 Tabel Panduan Wawancara ...................................................................

  2.

  32 Tabel Kode Strategi Coping ..................................................................

  3.

  32 Tabel Kode Jenis Respon Negatif .........................................................

  DAFTAR LAMPIRAN 1. Tabel Verbatim Subjek 1 Wawancara 1 ...............................................

  62 2. Tabel Verbatim Subjek 1 Wawancara 2 ...............................................

  94

  3. Tabel Verbatim Subjek 2 Wawancara 1 ............................................... 127

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Homoseksualitas merupakan suatu kondisi yang kontroversial di

  masyarakat dewasa ini. Tiap orang di berbagai belahan dunia memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai homoseksualitas. Di beberapa belahan dunia, kaum homoseksual telah dapat diterima eksistensinya oleh masyarakat, bahkan pengakuan akan aktualisasi diri mereka. Namun, terdapat juga di beberapa negara, dimana kaum homoseksual kemudian ditekan dan didiskriminasi oleh masyarakat. Statusnya sebagai manusia secara utuh tentunya ingin diakui, namun orientasi seksualnya yang menyimpang dari norma agama, moral maupun sosial membuat kaum homoseksual semakin dipandang sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat pada umumnya. Setiap orang memiliki tantangan dan permasalahan masing-masing dalam menjalani kehidupan. Tekanan yang dialami berbeda pada tiap orang baik dari jenis maupun intensitasnya. Ada masanya ketika tekanan tersebut datang secara bertubi-tubi dengan intensitas yang sangat kuat sehingga menimbulkan stres pada orang yang mengalaminya. Hal seperti ini tentunya juga dialami oleh kaum homoseksual

  Dari perspektif biologis, Selye (dalam Gunadi, 2008) mendefinisikan stres sebagai respon umum dari tubuh terhadap segala jenis tuntutan (stresor) yang diberikan kepadanya. Sedangkan dari perspektif psikofisiologis, menurut Lazarus, stres merupakan kaitan tertentu antara seseorang dan lingkungannya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2 di mana ia menilai kondisi itu sebagai sesuatu yang membebaninya atau melebihi kesanggupannya dan membahayakan kesejahteraannya (dalam Gunadi, 2008).

  Untuk mengatasi stresor-stresor tersebut, maka strategi coping sangat dibutuhkan. Menurut Mu’tadin (2002), strategi coping menunjuk pada berbagai upaya, baik mental maupun perilaku, untuk menguasai, menoleransi, mengurangi, atau meminimalisasikan suatu situasi atau kejadian yang penuh tekanan. Perubahan atau penyesuaian secara kognitif maupun perilaku ini dilakukan untuk memperoleh rasa aman dalam diri. Strategi coping yang biasa digunakan oleh individu digolongkan menjadi dua, yaitu: problem-solving

  focused coping dan emotion-focused coping. Hasil penelitian membuktikan

  bahwa individu menggunakan kedua cara tersebut untuk mengatasi berbagai masalah yang menekan dalam berbagai ruang lingkup kehidupan sehari-hari (Lazarus & Folkman, 1984). Meski demikian, pemilihan strategi coping yang dilakukan setiap orang berbeda satu dengan yang lainnya. Hal ini dikarenakan kepribadian setiap orang berbeda dan intensitas stres yang dialami tiap orang juga berbeda.

  Kaum homoseksual merupakan orang-orang yang memiliki perilaku seksual yang ditujukan pada pasangan sejenis (Supratiknya, 1995).

  Homoseksualitas sudah ada di berbagai belahan dunia sejak dulu. Di Indonesia terdapat pada tarian Reog Ponorogo antara Warok dan Gemblak serta pada tarian Ludruk di mana pria berperilaku seperti wanita. Di Jepang juga terdapat seni tari Kabuki dimana pria berdandan dan memainkan peran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3 wanita pada sebuah pertunjukan teater. Di masa kini, telah banyak ditemui juga pria metroseksual yang sangat memperhatikan penampilan serta merawat tubuh mereka selayaknya wanita. Jumlah pria homoseksual diperkirakan 3-4 kali lebih banyak daripada jumlah wanita homoseksual (Kartono, 1989).

  Berbagai pandangan yang muncul mengenai homoseksualitas ini berbeda- beda. Secara umum, perilaku heteroseksual dianggap sebagai perilaku seksual yang wajar, sedangkan secara tradisional perilaku homoseksual dianggap sebagai perilaku seksual yang tidak wajar.

  Dalam penelitian Kinsey yang dilakukan di Amerika Serikat (dalam Pettijohn, 1992), tercatat 37 persen pria dan 13 persen wanita pernah melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis, dimana 3 persen pria dan 1 persen wanita tersebut adalah homoseksual eksklusif, sehingga Kinsey menyimpulkan hampir tak ada atau jarang sekali orang-orang yang mempunyai homoseksualitas saja atau heteroseksualitas saja. Orang yang berada di tengah-tengah antara kutub ekstrem homoseksual dan kutub ekstrem heteroseksual adalah kelompok orang-orang yang memiliki kedua unsur homoseksual maupun heteroseksual yang biasa disebut biseksual atau biseks.

  Umumnya individu biseks lebih memilih untuk bersikap sebagai heteroseksual daripada sebagai homoseksual. Kemungkinan besar kaum mereka lebih menderita dibandingkan dengan kita, akibat perlakuan sosial masyarakat terhadap mereka atas dasar orientasi seksual mereka (Rey Reykets, 2010). Pengakuan individu biseks kepada orang-orang di sekitarnya mengenai perilaku seksual mereka yang memungkinkan dengan wanita

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4 maupun dengan pria dapat mengakibatkan munculnya reaksi-reaksi negatif. Misalnya saja hukum negara yang tidak memperbolehkan terjadinya pernikahan antara sesama jenis kelamin, norma agama yang tidak memperbolehkan hubungan homoseksual, aturan tidak tertulis yang berlaku di masyarakat untuk menghindari relasi dengan kaum homoseksual, menutup kesempatan bagi kaum homoseksual untuk berkarya / bekerja, bersekolah atau pun kesempatan untuk mendapat pelayanan kesehatan yang sama dengan yang lain (Adesla, 2009). Hal-hal tersebut dapat memicu tekanan stres yang cukup berat bagi individu biseks.

  Selain itu, konflik internal individu biseks berkaitan dengan orientasi seksualnya juga menambah tekanan stres. Tekanan stres yang diterima, jika sampai melampaui batas kesanggupan individu untuk menghadapi dan mengatasinya, dapat berujung kematian akibat perencanaan bunuh diri.

  Menurut Gibson (1989), perencanaan bunuh diri pada remaja homoseksual akibat konflik internal berkaitan dengan orientasi seksual memiliki persentasi yang cukup tinggi.

  Untuk mengetahui bagaimana strategi coping yang dilakukan individu biseksual yang telah mengakui orientasi seksualnya pada keluarga dan/atau teman individu, maka dilakukan penelitian berupa studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana individu biseksual memilih langkah- langkah strategi coping, tekanan yang dialami sebelum melakukan strategi coping , beserta kondisi sebelum dan sesudah melakukan strategi coping.

  Dengan pendekatan metode studi kasus dalam penelitian ini, maka dapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5 diperoleh pemahaman secara keseluruhan atau komprehensif mengenai individu biseksual.

  B. Rumusan Masalah

  Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi coping yang dilakukan oleh individu biseksual, tekanan yang dialami sebelum melakukan melakukan strategi coping, beserta kondisi individu biseksual sebelum dan sesudah melakukan strategi coping?

  C. Tujuan Penelitian

  Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui strategi

  coping yang dilakukan oleh individu biseksual, tekanan yang dialami sebelum

  melakukan melakukan strategi coping, beserta kondisi individu biseksual sebelum dan sesudah melakukan strategi coping.

  D. Manfaat Penelitian

1. Teoritis a.

  Umum Hasil penelitian ini mampu menambah pemahaman dan memberikan sumbangan secara teoritis bagi perkembangan ilmu psikologi pada umumnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6 b.

  Khusus Secara khusus hasil penelitian ini dapat menjadi referensi ilmu psikologi di area kesehatan mental, mengenai dinamika strategi

  coping individu biseksual, baik sebagai penelitian lanjutan maupun

  penelitian lain secara lebih teliti dan menyeluruh dengan subjek biseksual.

2. Praktis a.

  Bagi kaum biseksual Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber informasi mengenai strategi coping sehingga kehidupan kaum biseksual dapat terbantu dengan strategi coping yang tepat dan dapat menjalani hidup dengan lebih siap dan bahagia.

  b.

  Bagi masyarakat umum Bagi masyarakat pada umumnya, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi baru tentang biseksual, sehingga masyarakat mampu membuka diri terhadap keberadaan mereka dan mampu melibatkan mereka dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini juga diharapkan mampu membuka wacana baru mengenai berbagai pengalaman kehidupan dan perilaku kaum biseksual, sehingga masyarakat mampu melihat sisi positif, menjadi lebih menghargai dan peka terhadap kaum biseksual.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7 c.

  Bagi lembaga terkait LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender) Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk memberi pembinaan pada kaum homoseksual, khususnya bagi kaum biseksual.

  d.

  Bagi penulis Penelitian ini merupakan wahana untuk menerapkan teori yang telah didapat selama perkuliahan pada masalah yang terjadi dalam kehidupan nyata.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II LANDASAN TEORI A. Strategi Coping 1. Pengertian Strategi Coping Mu’tadin (2002) mengemukakan bahwa strategi coping menunjuk

  pada berbagai upaya, baik mental maupun perilaku, untuk menguasai, mentoleransi, mengurangi, atau meminimalisasikan suatu situasi atau kejadian yang penuh tekanan. Strategi coping bukan hanya dilakukan dengan tubuh saja, namun secara kejiwaan dan psikis juga ada usaha untuk melakukan strategi coping. Hal ini biasanya dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh rasa aman yang diinginkan.

  Beberapa karakteristik strategi coping menurut Folkman dan Lazarus (dalam Taylor, 1999) adalah: a.

  Coping merupakan suatu proses yang dinamis; sebuah rangkaian yang terdiri atas interaksi antara individu (dengan segala kemampuan, nilai, dan komitmen) dengan lingkungan (beserta sumber-sumber, tuntutan dan paksaan).

  b.

  Definisi coping menggambarkan adanya keluasan cakupan. Proses coping meliputi seluruh tindakan dan reaksi terhadap situasi stressful.

  c.

  Coping sangat berkaitan erat dengan penilaian yang dilakukan individu terhadap situasi yang dialami. Penilaian yang dilakukan oleh individu akan menentukan apa yang nantinya akan dilakukan oleh individu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  9 Dari beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa strategi

  coping merupakan sebuah proses individu untuk memahami dan menilai

  situasi penuh tekanan dan kemudian menentukan apa yang akan dilakukannya secara mental maupun perilaku untuk menguasai, mentoleransi, mengurangi, atau meminimalisasikan tekanan tersebut.

2. Bentuk-bentuk Strategi Coping

  Strategi coping yang biasa digunakan oleh individu digolongkan menjadi dua, yaitu: Problem-solving Focused Coping (PFC), dimana individu secara aktif mencari penyelesaian dari masalah untuk menghilangkan kondisi atau situasi yang menimbulkan stres; dan Emotion

  Focused Coping (EFC) , dimana individu melibatkan usaha-usaha untuk

  mengatur emosinya dalam rangka menyesuaikan diri dengan dampak yang akan ditimbulkan oleh suatu kondisi atau situasi yang penuh tekanan (Mu’tadin, 2002).

  Oleh Carver, Scheier, dan Weintraub (1989), penggolongan strategi

  coping dibagi lagi menjadi 13 yang didasari oleh penelitian yang telah

  mereka lakukan beberapa kali. Terdapat 5 bentuk strategi coping yang termasuk Problem-solving Focused Coping (PFC) dan 8 bentuk strategi

  coping yang termasuk Emotion Focused Coping (EFC). Ketiga belas

  bentuk strategi coping tersebut adalah: a.

  Strategi coping yang termasuk dalam Problem-solving Focused

  Coping (PFC) meliputi;

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  10 1)

  Active coping atau coping aktif, ditandai dengan adanya langkah nyata yang dilakukan individu untuk menyelesaikan atau menghadapi masalah. 2)

  Planning atau membuat perencanaan, ditandai dengan adanya usaha untuk memikirkan cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi stresor atau usaha untuk membuat perencanaan penyelesaian masalah

  3) Suppresison of competing activities atau menekan aktivitas tandingan, ditandai dengan adanya usaha individu untuk mengurangi perhatian dari aktivitas lain sehingga dapat lebih memfokuskan diri pada permasalahan yang sedang dihadapi.

  4) Restraint coping atau menunggu waktu yang tepat untuk bertindak, ditandai dengan usaha individu untuk menunggu waktu dan kesempatan yang tepat untuk bertindak.

  5) Seeking social support for instrumental reasons atau mencari dukungan sosial untuk alasan instrumental, terwujud dalam usaha individu untuk mencari saran, bantuan, dan informasi dari orang lain yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah.

  b.

  Strategi coping yang termasuk dalam Emotion Focused Coping (EFC) meliputi; 1)

  Seeking social support for emotional reasons atau mencari dukungan sosial untuk alasan emosional, ditandai dengan adanya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  11 usaha individu untuk mencari dukungan moral, simpati dan pemahaman dari orang lain.

  2) Positive Reinterpretation atau penilaian kembali secara positif, ditandai dengan adanya usaha untuk memaknai semua kejadian yang dialami sebagai sesuatu hal yang positif dan bermanfaat bagi perkembangan diri.

  3) Acceptance atau penerimaan, ditandai dengan adanya sikap untuk menerima kejadian dan peristiwa sebagai suatu kenyataan yang harus dihadapi.

  4) Denial atau penyangkalan, ditandai dengan usaha dari individu untuk menolak atau menyangkal kejadian sebagai sebuah kenyataan yang harus dihadapi.

  5) Turning to religion atau berpaling pada agama, ditandai oleh adanya usaha untuk mencari kenyamanan dan rasa aman dengan cara berpaling pada agama.

  6) Focusing on and venting emotions atau berfokus pada emosi dan penyaluran emosi, ditandai dengan adanya usaha untuk meningkatkan kesadaran akan adanya tekanan emosional dan secara bersamaan melakukan upaya untuk menyalurkan perasaan- perasaan tersebut.

  7) Behavioral disengagement atau pelepasan secara perilaku, ditandai dengan adanya penurunan usaha untuk menghadapi stresor

  (menyerah pada situasi yang dialami).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  12 8)

  Mental disengagement atau pelepasan secara mental, ditandai dengan adanya usaha dari individu untuk mengalihkan perhatian dari masalah yang dialami dengan melakukan aktivitas-aktivitas lain seperti berkhayal atau tidur.

  Dapat disimpulkan bahwa dalam menghadapi situasi penuh tekanan, individu akan menggunakan strategi coping yang berfokus untuk menyelesaikan masalah dan/atau menggunakan strategi coping yang melibatkan usaha-usaha untuk mengatur emosinya sebagai cara menyesuaikan diri dengan dampak tekanan tersebut.

3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Strategi Coping

  Coping sebagai suatu proses dimana individu berusaha menangani

  situasi yang mengandung tekanan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Cara individu menangani situasi yang mengandung tekanan ditentukan oleh sumber daya individu yang meliputi kesehatan fisik atau energi, keterampilan memecahkan masalah, keterampilan sosial, dukungan sosial dan materi (Mu’tadin, 2002). Lazarus (dalam Gunadi, 2008) menjabarkan beberapa faktor yang mempengaruhi reaksi seseorang terhadap stresor atau tekanan sebagai berikut:

  a) Faktor perilaku: durasi berlangsungnya stresor dan seberapa terduganya stresor tersebut.

  b) Faktor psikologis: keyakinan bahwa seseorang dapat menguasai stresor tersebut (percieved control), reaksi tak berdaya akibat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  13 seringnya mengalami peristiwa di luar kendalinya (learned

  helplessness ), dan mental hardiness (keberanian, ketangguhan)

  c) Faktor sosial: dukungan emosional (rasa dikasihani), dukungan nyata

  (bantuan dan jasa), serta dukungan informasi (nasehat dan keterangan mengenai masalah tertentu).

  Oleh Terry (dalam Taylor, 1999) disebutkan bahwa faktor-faktor internal yang mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam melakukan

  coping antara lain seperti, karakter kepribadian dan gaya coping.

  Sedangkan Cohen dan Edward (dalam Taylor, 1999) menyebutkan juga terdapat faktor-faktor eksternal yang bisa mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam melakukan coping seperti; waktu, uang, dukungan sosial, dan kehadiran sumber stres yang lain. Berbagai faktor ini saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya.

  Dari beberapa penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat banyak faktor yang mempengaruhi strategi coping dimana pembagian atas faktor-faktor tersebut berbeda-beda dan mereka saling berkaitan dan saling mempengaruhi, namun pada dasarnya faktor-faktor tersebut merupakan faktor internal dan eksternal dari individu.

B. Individu Biseksual 1.

  Pengertian Biseksual Freud (dalam Hall and Lindzey, 1993) menjelaskan bahwa setiap orang bersifat biseksual; yakni setiap jenis tertarik pada anggota sejenis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  14 meskipun pada sebagian besar orang impuls-impuls homoseksualitas itu tetap laten.

  Penelitian yang dilakukan oleh Alfred C. Kinsey di Amerika Serikat (dalam Pettijohn, 1992) mendukung pendapat Freud di atas. Dari hasil penelitiannya, Kinsey membuat suatu skala yang bergerak dari angka 0 sampai 6 yang merupakan sinambungan atau kontinum antar kubu heteroseksual ekstrem (0) dan kubu homoseksual ekstrem (6). Menurut pengkajian Kinsey dan kawan-kawan, orang-orang yang masuk kategori angka 0 ataupun 6 pada skala ini jarang sekali atau hampir tidak ada. Yang ada adalah orang-orang yang perilaku seksnya berkisar antara 1 dan 5.

  Angka 1 menunjukkan heteroseksual dengan sedikit kecenderungan homoseksual. Angka 2 mulai menunjukkan kecenderungan homoseksual, akan tetapi yang dominan masih kecenderungan heteroseksual. Angka 3 menunjukkan seseorang tertarik kepada laki-laki maupun perempuan, yaitu perilaku seks yang disebut biseksual. Angka 4 menunjukkan kecenderungan homoseksual yang menonjol, dengan sedikit kecenderungan heteroseksual. Angka 5 menunjukkan homoseksual yang kuat dengan sedikit kecenderungan heteroseksual (dalam Oetomo, 2001).

  Oleh Tripp (dalam Wellykin, 2003) biseksual disebutkan sebagai salah satu jenis homoseksual. Tripp mengemukakan mengenai adanya beberapa kualitas tingkah laku yang membagi kecenderungan homoseksualitas, antara lain:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  15

  a.

   Homoseksual Eksklusif, artinya bagi laki-laki ini daya tarik perempuan

  sama sekali tidak membuatnya terangsang secara seksual, ia sama sekali tidak mempunya minat seksual terhadap perempuan. Jika ia memaksakan diri untuk mengadakan hubungan sekasual dengan perempuan, maka ia akan impoten.

  b.

   Homoseksual Fakultatif, artinya tingkah laku homoseksual hanya

  dilakukan sebagai usaha menyalurkan dorongan seksualnya, yakni pada situasi-situasi mendesak dimana sulit kemungkinan untuk mendapatkan pasangan lawan jenis.

  c.

   Biseksual, artinya orang ini dapat mencapai erotis optimal baik dengan lawan jenis maupun dengan sesama jenisnya.

  Demikian pula McConnel (1992), yang membagi homoseksual menjadi beberapa jenis, yaitu:

a. Bentuk homoseksual dimana perilaku Pseudohomosexual.

  homoseksual hanya muncul untuk menggantikan perilaku heteroseksual yang normal.

  b.

   Biseksual. Kekuatan homoseksual dan heteroseksual seimbang. Disini

  individu berada di antara dua dunia, tetapi tidak sepenuhnya masuk ke dalam salah satunya.

  c.

   Pelacuran. Para homoseks yang memilih perilaku homoseksual karena mereka bisa mendapatkan uang dengan melakukan kegiatan tersebut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  16

  d.

   Homoseksual murni. Orang-orang yang memang berjiwa homoseksual.

  Isi impian mereka yang menyertai mimpi basah sekalipun dalam bentuk homoseksualitas.

  Dari berbagai definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan biseksualitas adalah rasa ketertarikan yang dimiliki oleh seseorang baik pada lawan jenis maupun pada sesama jenisnya.

  2. Faktor yang Mempengaruhi Orientasi Seksual Faktor yang mempengaruhi orientasi seksual dari homoseksual itu sendiri bisa bermacam-macam, seperti karena kekurangan hormon lelaki selama masa pertumbuhan, karena mendapatkan pengalaman homoseksual yang menyenangkan pada masa remaja atau sesudahnya serta pengalaman traumatis yang pernah dialami sehingga muncul dorongan homoseksual yang menetap, karena memandang perilaku heteroseksual sebagai sesuatu yang aversif / menakutkan atau tidak menyenangkan, karena besar ditengah keluarga dimana ibu dominan sedangkan ayah lemah atau bahkan tidak ada, dan besar di lingkungan yang mendukung adanya perilaku homoseksual (Supratiknya, 1995).

  3. Dampak Psikologis Biseksual Di dalam diri kaum biseksual, dorongan homoseksualnya menimbulkan suatu egodistonik, yaitu rasa terganggu akibat konflik psikis.

  Konflik-konflik psikis tersebut misalnya konflik keinginan untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  17 masyarakat, juga konflik dengan pemahaman terhadap agama yang cenderung menentang keberadaan kaum homoseksual. Konflik psikis yang timbul menyebabkan perasaan tidak disukai, cemas, bersalah, kesepian, malu karena merasa dirinya tidak wajar dan depresi (Novetri, 2003).

  Konflik internal yang menimbulkan perasaan-perasaan negatif pada individu biseks ini pada akhirnya dapat memunculkan tekanan yang berujung pada kondisi stres.

C. Biseksual pada Individu Dewasa Awal

  Masa dewasa awal adalah masa transisi dari masa remaja menuju masa dewasa. Dewasa dalam hal ini tentunya memiliki arti menunjukkan karakteristik kedewasaan dan bukan sekedar “dewasa” secara usia kronologis. Di Indonesia batas kedewasaan adalah 21 tahun. Hal ini berarti bahwa pada usia itu seseorang sudah dianggap dewasa dan selanjutnya dianggap sudah mempunyai tanggung jawab terhadap perbuatan-perbuatannya (Mönks, Knoers, & Haditono, 1996).

1. Aspek Fisik

  Dalam Santrock (2001), kondisi fisik individu pada masa dewasa awal mencapai puncaknya namun juga terdapat beberapa penurunan kemampuan fisik. Hal ini dipengaruhi oleh gaya hidup, pola makan, rutinitas olah raga, dan penggunaan obat-obatan. Kekuatan dan kesehatan otot mulai menunjukkan penurunan sekitar umur 30-an. Pada masa ini beberapa individu berhenti berpikir tentang bagaimana gaya hidup

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  18 kehidupan dewasa. Dalam studi longitudinal, kesehatan fisik di usia 30 tahun dapat memprediksikan kepuasan hidup pada usia 70 tahun yang mana lebih banyak terjadi pada laki-laki dari pada perempuan.

  2. Aspek Kognitif Menurut Piaget (dalam Santrock, 2001) dewasa awal termasuk dalam tahap kognitif operasional formal (usia 11 tahun sampai dewasa). Tahap kognitif operasional formal adalah periode terakhir perkembangan kognitif dalam teori Piaget. Karakteristik tahap ini adalah diperolehnya kemampuan untuk berpikir secara abstrak, menalar secara logis, dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia. Dalam tahapan ini, seseorang dapat memahami hal-hal seperti cinta, bukti logis, dan nilai. Ia tidak melihat segala sesuatu hanya dalam bentuk hitam dan putih, namun ada "gradasi abu-abu" di antaranya. Dilihat dari faktor biologis, tahapan ini muncul saat pubertas (saat terjadi berbagai perubahan besar lainnya), menandai masuknya ke dunia dewasa secara fisiologis, kognitif, penalaran moral, perkembangan psikoseksual, dan perkembangan sosial.

  3. Aspek Sosio-Emosional Tahap perkembangan Erikson yang ke lima (dalam Santrock, 2001) adalah Ego-Identity vs Role Confusion (Identitas Diri vs. Kekacauan Peran). Tahap ini terjadi pada periode perkembangan masa remaja 12 - 18/20 tahun. Pada tahap ini remaja atau individu dihadapkan pada temuan perihal pertanyaan mengenai siapa mereka, bagaimana mereka nantinya, dan kemana tujuan mereka. Puncak dari semua yang selama ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  19 sudah kita lalui dan yang akan kita gunakan untuk "mengarungi bahtera hidup" yakni menciptakan Identitas Diri bagi kita. Kegagalan kita dalam melewati tahap perkembangan ini, akan menciptakan kerancuan identitas atau peran.

D. Biseksual di Indonesia

  Secara umum, kaum homoseksual di Indonesia masih termasuk dalam golongan minoritas. Keberadaan mereka di tengah-tengah masyarakat belum dapat diterima sepenuhnya. Oleh karena itu, kaum biseksual yang merupakan salah satu jenis homoseksualitas juga belum mendapatkan tempatnya secara utuh di tengah masyarakat Indonesia.

  Menurut Masruchah (dalam Bambang, 2005), salah satu penyebab kegagalan demokrasi di Indonesia adalah kebijakan-kebijakan yang tidak menghormati Hak Asasi Manusia. Misalnya dalam bentuk-bentuknya yang meliputi kebebasan berpendapat, berserikat, berkumpul, dan berekspresi. Salah satu kelompok dalam masyarakat yang masih sering mengalami berbagai bentuk pelanggaran HAM dalam segala bidang kehidupannya adalah kelompok Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender/Transeksual (LGBT).

  Bentuk-bentuk pelanggaran HAM yang dialami oleh kelompok LGBT ini sangat beragam, mulai dari marjinalisasi akses dalam ekonomi, diskriminasi dalam akses politik, pelecehan seksual, pemerkosaan, penyiksaan dalam rumah tangga, pembunuhan dan penganiayaan serta praktek-praktek lainnya yang ditujukan untuk "mengubah" secara paksa orientasi seksual mereka. Ini terjadi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  20 di dalam rumah, dalam kehidupannya bermasyarakat, dan sebagai warga negara yang tidak mendapatkan perlindungan dari segala bentuk ketidakadilan yang diterimanya (Bambang, 2005).

  Di Indonesia (Kaskus, Februari 2011), data statistik menyatakan bahwa 8 sampai 10 juta populasi pria Indonesia pada suatu waktu pernah terlibat pengalaman homoseksual. Sebagai catatan dari suatu survey dari Yayasan Priangan beberapa tahun yang lalu menyebutkan bahwa ada 21% pelajar SMP dan 35% SMU yang pernah terlibat dalam perilaku homoseksual. Berdasarkan catatan LSM Abiasa dan Komisi Penanggulangan AIDS Jawa Barat yang terlibat pendampingan untuk HIV/ AIDS, di Kota Bandung saja, tak kurang dari 656 orang tercatat sebagai pria homoseksual (gay), dan di Jawa Barat diperkirakan tak kurang dari 6.000 orang. Hal di atas menggambarkan bahwa faktanya jumlah kaum homoseksual tidaklah sedikit.

  Seiring berubahnya jaman, dewasa ini homoseksualitas memiliki wadahnya sendiri dalam masyarakat Indonesia. Cukup banyak lembaga atau perkumpulan di Indonesia yang kemudian menaungi kaum homoseksual. Secara umum lembaga atau perkumpulan ini memfasilitasi kaum homoseksual dengan informasi dan pendampingan berkaitan dengan dunia homoseksualitas.

  Sebagai contoh, di Yogyakarta dapat kita temui lembaga seperti PKBI. Lembaga ini memiliki subdivisi yang melayani kaum homoseksual, dimana mereka memberi tempat bagi para homoseksual ini untuk mendapatkan informasi dan pendampingan, sebagai tempat untuk berbagi bersama individu- individu homoseksual lainnya, serta tempat untuk mengaktualisasikan diri.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  21 Terdapat juga perkumpulan seperti Gaya Nusantara, yang mana memang dikenal dengan anggotanya yang sebagian besar homoseksual. Arus informasi mengenai homoseksualitas dalam Gaya Nusantara bahkan cukup baik, karena mereka memang bergerak dalam area media cetak yaitu majalah Gaya Nusantara.

  Sebuah pergerakan terkait kepedulian terhadap kaum homoseksual adalah dewan HAM PBB mensahkan resolusi persamaan hak yang menyatakan bahwa setiap manusia dilahirkan bebas dan sederajat dan setiap orang berhak untuk memperoleh hak dan kebebasannya tanpa diskriminasi apapun, pada tanggal 17 Juni 2011, bertempat di Swiss (LGBT Indonesia, 20 Juni 2011). Resolusi ini adalah resolusi PBB yang pertama yang secara spesifik mengangkat isu pelanggaran HAM berdasarkan orientasi seksual dan identitas gender. Dengan adanya resolusi ini, pelanggaran HAM atas dasar orientasi seksual akan dianggap sebagai pelanggaran HAM tingkat tinggi. Resolusi ini merupakan sebuah dukungan dan pengakuan tingkat internasional kepada para aktivis HAM di seluruh dunia dan juga di Indonesia.

  Dari fakta-fakta mengenai kaum homoseksual, khususnya kaum biseksual, dapat disimpulkan bahwa kaum biseksual masih merupakan kaum minoritas yang belum seutuhnya dapat diterima oleh masyarakat Indonesia. Mereka kurang lebih masih mendapat perlakuan diskriminatif dalam menjalani hidup mereka. Meski demikian, seiring bertambahnya waktu masyarakat Indonesia secara bertahap mulai bisa menerima keberadaan kaum biseksual. Sudah cukup banyak lembaga dan perkumpulan di Indonesia yang memberi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  22 tempat bagi kaum biseksual untuk mencari pendampingan, mengusahakan keadilan bagi kaum biseksual yang didiskriminasikan dan tempat untuk mengaktualisasikan diri.

E. Strategi Coping pada Individu Biseksual

  Biseksualitas merupakan salah satu orientasi seksual yang menyimpang, dimana seseorang akan merasa tertarik secara seksual dan erotis kepada lawan jenis maupun kepada sesama jenis. Dari penelitian yang dilakukan oleh Kinsey, terlihat bahwa semua orang merupakan biseksual, hanya intensitas kecenderungannya saja yang berbeda. Mereka yang disebut heteroseksual, tetap memiliki kecenderungan homoseksual meski intensitasnya hanya sedikit. Begitu juga sebaliknya. Mereka yang berada di tengah-tengah merupakan orang-orang yang benar-benar melakukan peran dan fungsinya sebagai biseksual.

  Individu biseksual yang dimaksud dalam penelitian ini adalah individu yang mengakui secara sadar bahwa identitas seksualnya adalah biseks atau pernah berorientasi seksual biseks. Subjek merupakan individu biseks yang sedang atau pernah berperilaku seksual biseks dan telah mengakui identitas seksualnya setidaknya pada keluarga atau teman-teman terdekatnya, perempuan maupun laki-laki.

  Lingkungan masyarakat Indonesia yang masih membawa nilai-nilai ketimuran dengan kuat, tentunya sangat sulit untuk dapat menerima adanya kaum biseksual. Kondisi seperti ini akan memunculkan permasalahan-

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  23 permasalahan yang cukup berat dalam kehidupan individu biseksual. Ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa muda-mudi yang berorientasi seksual lesbian, gay, dan biseksual yang tinggal di rumah dan telah mengakui orientasi seksualnya pada orangtua mereka, lebih sering disakiti atau dilecehkan oleh anggota keluarga mereka, dari pada mereka yang tetap menutup jati diri orientasi seksual mereka (D’Augelli & Grossman, 2002).

  Permasalahan yang mungkin muncul bisa dimulai dari konflik- konflik internal dan eksternal yang awalnya kecil, namun jika tidak dihadapi dengan strategi coping yang tepat, maka dikemudian hari bisa berubah menjadi tekanan stres yang sangat berat dan bisa berakibat fatal. Suatu keadaan atau situasi yang dapat menimbulkan stress disebut sumber stress (stressor). Menurut Yates (dalam Haber dan Runyon, 1984), salah sumber stress adalah stressor eksternal yang merupakan tekanan atau tuntunan dari lingkungan di luar diri individu yang tidak secara sengaja diciptakan oleh individu bersangkutan. Stressor eksternal ini antara lain dapat berasal dari lingkungan keluarga, teman, lingkungan pekerjaan, atau masyarakat yang lebih luas. Jadi menurut penggolongan ini sumber stress pada dasarnya adalah kondisi eksternal yang dapat mempengaruhi keseimbangan individu.

  Untuk menghadapi, mengatasi dan menyelesaikan konflik yang menekan dan menimbulkan stres tersebut tentunya individu akan memberikan reaksi coping. Strategi coping umum dilakukan setiap orang untuk memperoleh rasa aman akibat tekanan yang diterima. Seseorang dapat melakukan coping ini dengan cara langsung aktif mencari penyelesaian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  24 masalah (Problem-solving Focused Coping) atau bisa juga dengan berusaha melakukan pengaturan emosi untuk menyesuaikan diri dengan akibat yang ditimbulkan oleh kondisi penuh tekanan (Emotion Focused Coping).

  Strategi coping dalam penelitian ini akan dilihat melalui situasi menekan yang timbul karena permasalahan orientasi seksual individu biseksual. Dalam penelitian ini ingin diungkap bagaimana pemilihan dan pelaksanaan coping yang dilakukan oleh individu biseksual, pengalaman tekanan yang dialami subjek, serta kondisi sebelum dan sesudah pelaksanaan coping tersebut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan (field study) yang menggunakan metode studi kasus (case study) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif menurut Poerwandari (2001) dapat mengungkapkan

  kompleksitas suatu realitas yang hendak diteliti dengan penjelasan elaborative sehingga suatu penelitian dapat dipahami kedalaman, makna dan interpretasi terhadap suatu fenomena secara utuh. Penelitian studi kasus (case study) merupakan penelitian yang melakukan studi mendalam mengenai unit sosial tertentu yang hasil penelitiannya memberikan gambaran yang luas dan mendalam mengenai unit sosial tersebut (Danim, 2002). Peneliti tidak melakukan pengukuran dengan angka karena, dalam penelitian kualitatif, dinamika dan proses lebih ditekankan.

  Dalam penelitian ini, desain penelitian studi kasus (case study) dengan menggunakan pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti untuk menggali lebih dalam mengenai strategi coping yang digunakan oleh individu biseksual yang telah mengakui orientasi seksualnya kepada orang-orang terdekatnya (keluarga dan teman-teman dekat pria maupun wanita) dalam menghadapi tekanan dalam hidupnya. Strategi coping yang ingin diungkap adalah strategi

  coping yang digunakan individu biseksual untuk menghadapi respon-respon

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  26 negatif dari orang lain maupun diri sendiri berkaitan dengan orientasi seksualnya dan statusnya sebagai biseksual.

B. Subjek Penelitian

  Dua orang subjek akan digunakan dalam penelitian ini, yaitu dua orang individu dewasa muda yang sudah mengakui status seksualnya sebagai biseksual. Poerwandari (2005) menyebutkan bahwa karakteristik diarahkan pada kasus-kasus tipikal sesuai masalah penelitian, bukan diarahkan pada jumlah sampel yang besar. Pemilihan subjek pada penelitian ini dilakukan dengan berdasar kriteria tertentu atas berlandaskan teori yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hal ini dimaksudkan agar subjek penelitian dapat mewakili fenomena yang akan diteliti. Dalam penelitian ini, kriteria subjek yang dimaksud adalah: 1.

  Individu dewasa awal yang memiliki orientasi seksual biseks.

  2. Sedang atau pernah menjalani hubungan (intim atau mesra) dengan wanita dan pria disaat yang bersamaan atau berdekatan.

  3. Telah mengakui status biseksual dan orientasi seksualnya kepada keluarga dan/atau teman-teman terdekatnya (pria dan wanita).

  Mengakui status biseksual berarti subjek telah mengkomunikasikan perihal orientasi seksualnya dan menjalani kehidupan sebagai biseksual ditengah orang-orang tersebut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  27

  C. Batasan Istilah

  Yang dimaksud dengan strategi coping dalam penelitian ini adalah segala usaha, baik berupa pikiran atau perilaku/tindakan yang digunakan pria biseksual dalam menghadapi tekanan (respon-respon negatif) dari orang lain maupun diri sendiri. Respon-respon negatif dalam penelitian ini berupa segala respon yang dapat menimbulkan rasa tertekan atau stres pada subjek penelitian.

  D. Metode Pengumpulan Data 1. Wawancara

  Wawancara merupakan sebuah percakapan atau tanya jawab yang diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Poerwandari, 2005).

  Gulo (2003 : 19) mendefinisikan wawancara sebagai bentuk komunikasi langsung antara peneliti dan responden. Komunikasi berlangsung dalam bentuk tanya-jawab dalam hubungan tatap muka, sehingga gerak dan mimik responden merupakan pola media yang melengkapi kata-kata secara verbal. Dalam penelitian ini, wawancara dilakukan sebagai alat utama pengumpulan data. Wawancara dilakukan secara langsung terhadap individu biseksual yang telah mengakui status dan orientasi seksualnya kepada keluarga dan teman dekatnya. Peneliti dalam mewawancarai subjek menggunakan metode wawancara semi terstruktur, terbuka dan mendalam. Peneliti menggunakan metode wawancara semi terstruktur dengan maksud agar peneliti tidak keluar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  28 dari konteks, namun selalu terbuka terhadap munculnya kesempatan melakukan improvisasi saat wawancara berlangsung, sehingga dapat diperoleh informasi yang mendalam mengenai strategi coping dari pria biseksual. Sedangkan yang dimaksud dengan wawancara terbuka adalah saat wawancara berlangsung, subjek mengetahui dan menyadari bahwa mereka sedang dalam proses wawancara.

  Informasi yang ingin digali atau menjadi pedoman wawancara terhadap pria biseksual dilakukan dengan menggunakan panduan pertanyaan, yaitu wawancara mengenai: a.

  Bentuk-bentuk respon negatif (tekanan) dari orang lain maupun diri sendiri yang dapat menimbulkan rasa tertekan atau stres pada subjek.

  b.

  Berbagai bentuk strategi coping yang digunakan subjek dalam menghadapi respon-respon negatif (tekanan) dari orang lain maupun diri sendiri yang dapat menimbulkan rasa tertekan atau stres pada subjek.

  c.

  Kondisi subjek maupun orang di sekitar subjek setelah dilakukannya coping.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  29 Tabel 1: Panduan Wawancara

  Latar belakang subjek Berapa usia subjek? Apa pekerjaan subjek? Apa saja kesibukan subjek saat ini? Berapa bersaudarakah subjek? Latar belakang penyimpangan orientasi seksual Sejak kapan mulai tertarik dengan lain dan sesama jenis? Apa yang memicu ketertarikan tersebut? Apakah ada trauma? Atau justru pengalaman menyenangkan? Latar belakang respon negatif (tekanan) dari diri sendiri Bagaimana pandangan subjek tentang dirinya yang biseksual? Bentuk-bentuk respon negatif (tekanan) apa saja yang muncul dari subjek?

  Kapan terjadi? Apa yang memicu respon negatif (tekanan) dari subjek sendiri? Seberapa sering muncul? Latar belakang respon negatif (tekanan) dari orang lain Bagaimana pandangan orang lain tentang diri sendiri?

Bagaimana pandangan orang lain tentang dirinya yang biseksual?

Bagaimana sikap dan perilaku orang lain terhadap subjek setelah mengetahui orientasi seksual subjek? Bentuk-bentuk respon negatif (tekanan) apa saja yang muncul? Kapan terjadi? Apa yang memicu respon negatif (tekanan)? Seberapa sering muncul? Strategi Coping Bagaimana pengalaman subjek ketika mengalami respon negatif (tekanan) tersebut? Usaha apa yang dilakukan subjek untuk menghadapi dan/atau menyelesaikan respon negatif (tekanan) yang dialami? Apa dampak / hasil dari usaha-usaha tersebut? Perasaan-perasaan apa yang muncul ketika menerima respon-respon negatif

  (tekanan) dari orang lain?

Bagaimana cara subjek mengatur atau mengelola perasaan tersebut?

Mengapa subjek memilih cara tersebut untuk mengatasi perasaan/emosi yang muncul?

  Kondisi setelah melakukan strategi coping Bagaimana perasaan subjek setelah melakukan strategi coping? Bagaimana reaksi orang lain setelah subjek melakukan strategi coping? Apa reaksi subjek ketika respon negatif (tekanan) terulang lagi?

2. Observasi

  Observasi adalah kegiatan memperhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang muncul dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut (Poerwandari, 2005). Dalam penelitian ini observasi dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  30 situasi dan keadaan di sekitar subjek, aktivitas-aktivitas yang berlangsung serta orang-orang yang terlibat dalam kejadian yang diamati.

  Hal ini dilakukan agar peneliti dapat memahami lebih baik mengenai hal yang diteliti sesuai dengan konteksnya; observasi memungkinkan peneliti untuk melihat hal-hal yang seringkali kurang disadari oleh subjek penelitian dan memungkinkan juga untuk memperoleh data tentang hal-hal yang karena berbagai sebab tidak diungkapkan oleh subjek penelitian secara terbuka saat wawancara. Jenis observasi yang dilakukan adalah observasi partisipan. Dalam observasi partisipan peneliti adalah bagian dari keadaan alamiah, tempat dilakukannya observasi (Black and Champion, 2001).

E. Metode Analisis Data

  Barelson (dalam Zuchdi, 1993) menyatakan bahwa analisis isi merupakan salah satu teknik penelitian untuk menghasilkan deskripsi yang objektif dan sistematik mengenai isi yang terungkap dalam kominikasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini banyak berbentuk narasi dan deskripsi tertulis yang berasal dari transkrip wawancara semi terstruktur, catatan lapangan hasil observasi dan wawancara informal, maka metode analisis data yang digunakan adalah analisis konten atau analisis isi. Analisis data kualitatif dalam penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  31

  1. Membuat salinan kata demi kata dari rekaman hasil wawancara yang disebut transkrip verbatim. Transkrip verbatim ini dicatat dalam kolom-kolom yang telah disusun peneliti sedemikian rupa sehingga memudahkan peneliti untuk pemberian kode dan catatan-catatan penting.

  2. Memberikan nama untuk setiap transkrip serta membubuhkan tanggal dan tempat sewaktu pengambilan data wawancara.

  3. Membaca transkrip verbatim dengan teliti dan berulang-ulang.

  Tujuannya untuk membantu sebelum melakukan pengkodean dalam memperoleh tema tentang hal-hal yang berkaitan dengan subjek penelitian.

  4. Melakukan pengkodean pada transkrip verbatim. Pengkodean dimaksudkan untuk mengorganisasi dan mensistematisasi data secara lengkap dan mendetail sehingga data dapat memunculkan gambaran tentang tema.

  5. Melakukan interpretasi data dan pembahasan.

  Untuk melengkapi data strategi coping secara menyeluruh, maka perlu diketahui jenis respon negatif yang muncul merupakan respon- respon negatif dari diri individu (inner respons) atau dari luar individu (outer respons). Pengkodean yang dilakukan dalam melakukan analisis wawancara, diberikan pada masing-masing tema yang muncul, yaitu meliputi bentuk-bentuk respon negatif (tekanan) dari dalam diri subjek

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  32 (inner negative respons), bentuk-bentuk respon negatif (tekanan) dari orang lain (outer negative respons), dan bentuk-bentuk strategi coping yang digunakan. Ada pun kode-kode yang digunakan sebagai berikut:

  Tabel 2: Kode Strategi Coping BENTUK-BENTUK STRATEGI COPING PFCac Active coping (coping aktif/melakukan langkah nyata) PFCpl Planning (membuat perencanaan) PFCsca Suppresison of competing activities (menekan akivitas tandingan)

PFCrc Restraint coping (menunggu waktu yang tepat untuk bertindak)

PFCsssi Seeking social support for instrumental reasons (mencari dukungan sosial untuk alasan instrumental, bisa berupa materi (uang, makanan, dll) atau informasi, saran untuk penyelesaian EFCssse masalah)

  Seeking social support for emotional reasons (mencari dukungan sosial untuk alasan emosional, berupa pengertian, dukungan semangat, pemahaman, empati, dll)

  

EFCpr Positive Reinterpretation (penilaian kembali secara positif)

EFCacp Acceptance (penerimaan) EFCdn Denial (penyangkalan) EFCtr Turning to religion (berpaling pada agama)

EFCfve Focusing on and venting emotions (berfokus pada emosi dan

penyaluran emosi) EFCbd Behavioral disengagement (pelepasan secara perilaku) EFCmd Mental disenganement (pelepasan secara mental) LAIN-LAIN Dukungan sosial Dukungan sosial, bisa berupa dukungan material (uang, makanan, (Social support) pakaian), dukungan informasi (informasi berkaitan dengan masalah yang sedang dihadapi), dan dukungan emosional (penerimaan, perhatian, simpati, dukungan semangat, dll)

  Tabel 3: Kode Jenis Respon Negatif KODE KETERANGAN BENTUK-BENTUK

INNER NEGATIVE RESPONS

  BIN.F Bentuk inner negative respons fisik BIN.P Bentuk inner negative respons psikologis

BENTUK-BENTUK OUTER NEGATIVE RESPONS

  BON.F Bentuk outer negative respons fisik BON.P Bentuk outer negative respons psikologis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  33

F. Pemeriksaan Kesahihan dan Keabsahan Data

  Strategi yang digunakan untuk memeriksa kredibilitas penelitian yaitu validitas komunikatif dan validitas argumentatif ini. Menurut Poerwandari (2005), validitas komunikatif adalah pengkonfirmasian kembali berupa data dan analisisnya pada responden penelitian. Sedangkan validitas argumentatif tercapai bila presentasi temuan dan kesimpulan dapat diikuti dengan baik rasionalnya, serta dapat dibuktikan dengan melihat kembali ke data mentah.

  Data penelitian yang diperoleh selanjutnya ditetapkan keabsahannya melalui langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Melakukan pengamatan secara tekun dan cermat. Dengan melakukan pengamatan secara teliti, rinci, dan berkesinambungan diharapkan peneliti dapat memahami situasi dan keadaan yang diamati secara lebih mendalam.

  2. Melakukan teknik pemeriksaan data triangulasi. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang menggunakan sesuatu yang lain di luar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding atas data yang diperoleh.

3. Melakukan diskusi dengan teman sejawat yang melakukan penelitian dengan tema yang sama yaitu strategi coping.

  4. Melakukan konfirmasi ulang atas data-data, analisis / deskripsi, dan kesimpulan yang sudah terkumpul pada subjek penelitian. Konfirmasi dilakukan secara informal.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Tahap Persiapan & Pelaksanaan Penelitian 1. Persiapan Subjek penelitian dipilih berdasarkan kesesuaian pengalamannya

  dengan topik dan tujuan penelitian (purpose sampling). Peneliti melakukan pencarian subjek melalui teman-teman peneliti yang mengenal beberapa individu biseksual. Tentunya karakteristik subjek penelitian merupakan filter dalam pemilihan subjek yang tepat bagi penelitian ini. Peneliti juga berusaha mencari subjek melalui sebuah lembaga yang menaungi berbagai pergerakan individu homoseksual dan biseksual. Pada akhirnya peneliti memutuskan 2 subjek penelitian dari teman peneliti, yaitu yang paling sesuai dengan karakteristik subjek penelitian yang diinginkan dalam penelitian ini. Pada awal proses wawancara, peneliti menyampaikan dan menanyakan beberapa hal yang berkaitan dengan jalannya penelitian, antara lain: a.

  Maksud dan tujuan penelitian.

  b.

  Kesediaan menjadi subjek.

  c.

  Penjelasan mengenai kerahasiaan identitas subjek.

  d.

  Kesediaan subjek untuk direkam (secara audio) selama proses wawancara.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  35

2. Pelaksanaan Wawancara dilakukan pada 2 orang subjek penelitian.

  Wawancara subjek penelitian 1 dilakukan dengan cara tatap muka sebanyak 2 kali pertemuan wawancara. Wawancara subjek penelitian 2 dilakukan via chat dikarenakan tidak memungkinkan dilakukan wawancara tatap muka. Subjek penelitian 2 sedang berada di luar kota pada saat proses wawancara.

  Hari, Tanggal Tempat Subjek 1 Selasa, 19 Oktober 2010 R.M. Twister

  Kamis, 21 Oktober 2010 R.M. Twister Subjek 2 Sabtu, 16 April 2011 Heritage Cafe via chat B.

   Hasil Penelitian I.

  Subjek 1 a.

  Latar Belakang Subjek adalah seorang pria berusia 24 tahun. Saat ini ia masih menyandang status sebagai mahasiswa di sebuah universitas negeri di

  Yogyakarta. Subjek merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Ayah subjek bekerja di sebuah perusahaan swasta dan ibu subjek sebagai ibu rumah tangga. Adik perempuan subjek yang usianya hanya selisih dua tahun dari subjek, saat ini masih bersekolah di salah satu universitas di Bali. Sedangkan adik laki-laki subjek yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  36 memiliki selisih usia 8 tahun dari subjek, saat ini masih duduk di bangku SMA di Semarang.

  Subjek pernah beberapa kali berpacaran dengan lawan jenis. Salah satu dari pacar wanita subjek, yang saat ini sudah menjadi mantan , sebenarnya sudah cukup diterima oleh keluarga besar subjek.

  Subjek mengungkapkan dirinya seperti sudah dijodohkan dengan wanita tersebut. Hal ini dikarenakan kedua orangtua dari kedua belah pihak sudah setuju dan pembicaraan kedua keluarga selalu mengarah ke pernikahan. Hal pernikahan yang sering dibicarakan tersebut tidak terwujud lantaran mantan pacar subjek tidak pernah menanggapi rencana pernikahan tersebut, hingga akhirnya subjek memutuskan hubungan tersebut.

  Awal mula ketertarikan subjek gterhadap sesama jenis adalah ketika SD. Subjek mengakui merasa kagum dengan sesama jenis.

  Namun hal itu berkembang menjadi rasa suka atau “naksir” ketika subjek duduk di bangku SMP dan SMA. Subjek beberapa kali berpacaran dengan lawan jenis, namun ia juga mencari laki-laki yang kemudian ia pacari. Subjek menyatakan pernah memiliki pengalaman kontak fisik dengan laki-laki ketika masih SMP. Oleh temannya, subjek di”oral” kelaminnya sebanyak dua kali. Subjek menganggap bahwa pengalaman tersebut merupakan pengalaman yang cukup berkesan. Subjek melakukan hubungan intim dengan sesama jenis untuk pertama kali ketika subjek menjalani kuliah semester 3 atau 4.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  37 Pada saat melakukan hubungan intim pertama kalinya, subjek mengakui pengalaman tersebut cukup traumatis karena sangat menyakitkan. Subjek mengaku tidak pernah mencoba melakukan hubungan intim lagi selama satu tahun setelah kejadian tersebut.

  Ada masa ketika subjek memiliki pacar wanita, namun disaat bersamaan subjek juga mencintai seorang lelaki. Seiring berjalannya waktu, subjek mendapat berbagai informasi dan pengetahuan seputar homoseksualitas. Subjek menjalani perannya sebagai biseksual yang aktif sejak subjek berkuliah D3 di Bali, kurang lebih 6 tahun yang lalu.

  Saat ini subjek sedang menjalani hubungan yang serius dengan seorang laki-laki. Subjek mengaku sangat mencintai pacarnya saat ini.

  Hal ini disebabkan, sebelum menyatakan saling suka dan kemudian berpacaran, sebenarnya subjek sudah “naksir” pacarnya yang saat ini sejak dua tahun sebelumnya. Mereka saat ini tinggal bersama di kos pacar subjek. Pacar laki-laki subjek usianya lebih tua. Awal mereka bertemu adalah di salah satu studio foto di Yogyakarta. Saat itu subjek hanya sempat berkenalan saja dengan sang pacar, tak lebih. Meski demikian, subjek sebenarnya sudah langsung suka dengan sang pacar (saat itu belum menjadi pacar). Pertemuan selanjutnya adalah ketika subjek diajak mengikuti acara outbond oleh temannya. Laki-laki tersebut kemudian mengajak subjek untuk “kencan”. Subjek langsung menyetujuinya. Sepulang kencan, sang pacar menyempatkan mampir

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  38 dan kemudian terbukalah mereka satu dengan yang lain dan akhirnya mereka setuju untuk menjalani hubungan pacaran.

  Subjek sudah mengakui orientasi seksualnya ini pada teman dan keluarga sekitar 3 tahun yang lalu. Berkaitan dengan hal tersebut, keluarga subjek sampai saat ini masih berharap subjek mau berubah dan kembali menjalin hubungan dengan wanita. Hal ini terutama dilakukan oleh sang ibu yang setiap saat ketika menelepon selalu menanyakan apakan subjek sudah punya pacar atau belum, bahkan sempat mencoba menjodohkan subjek dengan seorang wanita lagi meski yang dahulu gagal.

  b.

  Catatan Lapangan Wawancara dilakukan pada hari Selasa tanggal 19 Oktober 2010 dan hari Kamis tanggal 21 Oktober 2010. Wawancara dilakukan di

  R.M. Twister daerah Kotabaru karena subjek menolak melakukannya di tempat tinggalnya. Hal ini dikarenakan subjek tinggal satu kontrakan dengan pacarnya, dan tidak ingin pacarnya mengetahui perihal wawancara ini. Sebelum wawancara, subjek selalu menyempatkan diri mengantarkan pacarnya bekerja.

  Subjek terlihat seperti laki-laki pada umumnya. Subjek berperawakan cukup tinggi, berkulit cokelat dan berambut sangat pendek. Penampilannya sangat casual, dengan mengenakan celana pendek, berkaos dan sandal.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  39 Pada wawancara pertama, subjek cukup lancar menjawab pertanyaan-pertanyaan dari peneliti. Tidak terlihat canggung meskipun terkadang masih terlihat membatasi apa yang hendak subjek ceritakan. Subjek sering memberikan penekanan pada jawabannya dengan gesture tubuh yang feminin.

  Pada wawancara kedua, subjek juga cukup lancar menjawab pertanyaan-pertanyaan dari peneliti. Subjek juga terlihat sangat ceria dan terkesan carefree dan easy going pada wawancara kali ini. Subjek sangat hangat dan mudah sekali akrab. Selama wawancara, subjek jarang sekali memperlihatkan ekspresi muka cemberut. Subjek lebih sering tersenyum dan terkadang memunculkan raut muka yang serius saat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

  c.

  Hasil Wawancara Dari wawancara terhadap subjek penelitian, pada awalnya peneliti melakukan penulisan transkrip wawancara (verbatim), melakukan koding, dan kemudian penulis melakukan analisis data. Analisis data ini antara lain dimaksudkan untuk mengetahui tekanan apa saja yang dialami oleh subjek dan berasal dari mana saja tekanan- tekanan tersebut. Selain itu juga untuk mengetahui strategi coping apa saja yang digunakan oleh subjek dalam menghadapi tekanan-tekanan tersebut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  40 Dampak dari proses pengakuan subjek akan orientasi seksualnya kepada keluarga dan teman terdekatnya, subjek lebih banyak mengalami tekanan dari luar (Outer Negative Respons). Namun respon-respon negatif dari luar ini hanya secara psikologis, tidak ada yang secara fisik. Contohnya adalah, tekanan keluarga untuk segera menikah sehingga selalu dikenalkan pada wanita-wanita calon pilihan orang tua, ibu subjek yang selalu menangis jika membahas masalah ini, ejekan dari teman-teman, tanggapan dingin dari teman-temannya, dan lain sebagainya. Beberapa hal ini dapat dilihat dari transkrip wawancara I maupun transkrip wawancara II.

  “Syok. Pandangannya kosong, trus dia bilang, “tunggu-tunggu aku gak bisa mikir, apa itu?”, “aku gay”. Bengong dia lagi. Pokoknya gak bisa percaya, dan aku gak bisa berpikir lagi sekarang.” (w1, 272).

  “...gara-gara putus itu kan syok banget, yang dia selingkuh sama cowok lain, aku pulang, aku cerita sama mamaku, mamaku akhirnya nangis lagi.” (w2, 48).

  Terdapat tekanan dari dalam diri (Inner Negative Respons) subjek, seperti rasa bersalah atau sedih, namun tidak terlalu banyak.

  Hal ini dapat dilihat di transkrip wawancara II.

  “Ada perasaan marah, perasaan sedih, perasaan kecewa, yah aku diejekin itu...” (w2, 145). “Mereka mengakui aku seperti ini, cuma gak mau aku seperti ini terus.” (w2, 221).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  41 Dalam menghadapi tekanan-tekanan tersebut di atas, subjek menggunakan strategi coping sebagai berikut: a.

  Problem-solving Focused Coping (PFC) yang digunakan oleh subjek: 1)

  Active coping atau coping aktif

  “...aku bisa open, bisa coming out sama orang-orang di Jogja, sama temen-temen kuliahku, sama temen-temen kantorku yang notabene di kantor kan, ga boleh coming out sama orang kantor, karena bisa ngerusak karir segala macem, karena aku di sana, aku pikir itu temenku, dan aku..bahkan pertama aku ngomong sama

  (w1,

  temenku, temen baikku, semua aku anggap temen baik,...” 73). “Yang kedua, sudah saatnya apa yang mereka mau gak semua mereka dapetin. Iya kan. Gak semua yang apa dalam pikiran mereka harus teralisasikan gitu kan. Aku, ini hidup aku gitu lho. Gimana-gimana aku bakal ngomong aku gak bakal, apa namanya..ee.. ngecewain orang yang bakal jadi istri aku.” (w2,

  58). 2)

  Restraint coping atau menunggu waktu yang tepat untuk bertindak

  “Pas hari itu pulang gereja, yang kebetulan semuanya ada di sini, ada di rumah, aku ngomong sama adekku, “aku mau ngomong sama ayah sama ibu, kamu udah tau kan papa gini..gini.gini.. mama juga gini..gini..gini.. kamu kalo misalnya ada masalah, eh,, kamu masih kecil, kamu masih kecil, mending ga usah denger,

mending kamu main ke rumah siapa. Gitu”. (w2, 18).

  3) Planning atau membuat perencanaan

  “Gak..gak pernah. Masalahnya aku kan pengen bawa pulang pacarku ke Bali yang sekarang kan karena pertama, biar orang tuaku tau, dalam artian bukan tau dia pacarku, tapi tau aku punya temen dia, gitu lho. Sebagai seorang temenku. Kalau memungkinkan pun aku masih mikir-mikir juga ya, aku mau bilang coming out ya itu pacarku, karena aduh sekarang udah jaman apa sih sekarang, sekarang udah abad berapa sih, masa masalah gini aja masih jadi masalah.”

  (w2, 58).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  42 4)

  Seeking social support for instrumental reasons atau mencari dukungan sosial untuk alasan instrumental

  .”Habis itu kan akhirnya, aku udah ngomong sama romo di gereja, “Rom, aku mau cerita gini..gini..gini”, aku konsultasi sama romo itu gara-gara gay dan romo pun nggak menyalahkan itu,...” (w2, 12).

  b.

  Emotion Focused Coping (EFC) yang digunakan oleh subjek: 1)

  Positive Reinterpretation atau penilaian kembali secara positif

  “...kan mengasihi sesama itu tidak salah, mencintai orang itu tidak salah, hanya yang salah dalam duni gay adalah sex bebasnya.”

  (w2, 12). 2)

  Acceptance atau penerimaan

  ”...kok diejekin gini, tapi aku biasa aja. Aku yang,” Iya emang kenapa?” hehehe..” (w2, 127).

  3) Focusing on and venting emotions atau berfokus pada emosi dan penyaluran emosi

  “Terus baru akhirnya, aku yang sudah..itu yang aku harus ngomong, bener-bener harus ngomong, perasaan takut juga, ada perasaan marah juga. Ada perasaan sedih juga, gitu kan.” (w2, 10).

  4) Turning to religion atau berpaling pada agama “…. Serahkan semua pada Tuhan.. Hahahahhaa.. Pernahkan kayak gitu ya.. Serahkan semua pada Tuhan. Sudahlah.” (w2, 91).

  5) Behavioral disengagement atau pelepasan secara perilaku

  “Habis itu ya..kelar itu kayak gak ada apa-apa gitu lho. Habis itu ke pantai..pantai..main bareng, padahal habis nangis-nagisan itu semuanya.” (w2 no 34).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  43 6)

  Mental disenganement atau pelepasan secara mental

  “Aku kesepian, aku ga butuh uang, sebenernya gak butuh uang. Ya uang perlu ya hanya saja ya gak segitunya. Dalam artian, aku jual

diri tuh biar ga kesepian, yang pertama.” (w2 no24).

  Dari hasil wawancara subjek 1, strategi Problem Focused

  Coping berupa active coping merupakan strategi coping yang cukup

  sering muncul. Strategi active coping ini muncul lebih dari sekali dalam transkrip wawancara. Untuk Emotion Focused Coping, strategi

  coping berupa positive reinterpretation merupakan strategi coping yang kemunculannya cukup sering.

II. Subjek 2 a.

  Latar Belakang Subjek adalah seorang pria berusia 26 tahun. Saat ini ia bekerja di perusahaan milik keluarga dan memiliki usaha sendiri. Subjek merupakan anak terakhir dari tiga bersaudara. Subjek memiliki dua saudara kandung yang sudah berkeluarga. Kakak subjek yang pertama saat ini sedang melanjutkan studi di Sidney, Australia, dan kakak kedua subjek saat ini berdomisili di Jakarta.

  Keluarga subjek saat ini hidup terpisah-pisah. Kedua orangtua subjek berpisah ketika subjek duduk di bangku SD. Semenjak itu subjek dan kedua kakaknya ada yang mengikut ayah, ada juga yang mengikut ibu. Namun terkadang bergantian tinggal dengan ayah atau ibu. Subjek sendiri mengikuti ayahnya tinggal di Amsterdam bersama

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  44 kedua kakaknya, tetapi kemudian pulang ke Indonesia lebih dulu. Subjek juga pernah menemani tinggal dengan ayahnya ketika bertugas di Frankfurt selama satu tahun. Saat ini ayah subjek menetap di luar negeri dan ibu subjek di menetap Yogyakarta. Subjek sendiri saat ini berdomisili di Yogyakarta, namun bekerja di Jakarta, sehingga ia cukup jarang melewatkan waktu di Yogyakarta.

  Subjek mengungkapkan bahwa ketertarikannya terhadap sesama jenis bukan sesuatu ketertarikan yang subjek rasakan sejak kecil.

  Perasaan tertarik terhadap sesama jenis muncul terhadap teman dekat subjek ketika di bangku kelas 3 SMA. Teman dekat subjek tersebut selalu menghabiskan waktu bersamanya dan sudah dianggap anak sendiri oleh orangtua subjek. Subjek mengungkapkan bahwa teman dekatnya ini sering menginap di rumahnya. Meski demikian, subjek juga memiliki beberapa pengalam berpacaran dengan lawan jenis.

  Subjek pernah beberapa kali berpacaran dengan lawan jenis, namun ia juga mencari laki-laki yang kemudian ia pacari.

  Subjek pernah memiliki pengalaman kontak fisik dengan laki- laki ketika masih SMA, yaitu dengan teman baik subjek tadi. Saat itu subjek dan teman baiknya sedang dalam kondisi mabuk setelah pergi semalaman. Teman dekat subjek kemudian menginap di rumah subjek. Karena mabuk dan merasa terangsang subjek dan teman dekatnya sedikit saling menyentuh, dan pengalaman tersebut meninggalkan kesan menyenangkan pada subjek. Subjek melakukan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  45 hubungan intim untuk pertama kali juga dengan teman dekatnya tersebut, meski hubungan mereka hanya berlangsung 6 bulan.

  Subjek menjalani perannya sebagai biseksual yang aktif sejak menyadari ketertarikannya pada sesama jenis. Diakui oleh subjek bahwa ia dapat merasa terangsang secara seksual dengan sesama maupun lawan jenis. Kurang lebih sudah 8 bulan semenjak subjek mencari pasangan seks sesama jenis. Subjek mengakui lebih menikmati melakukan hubungan intim dengan sesama jenis.

  Saat ini subjek sedang menjalani hubungan yang serius dengan seorang wanita. Subjek mengaku sangat mencintai pacarnya saat ini.

  Kedua belah pihak orangtua juga sudah cukup kenal baik. Hal pernikahan sudah cukup sering dibicarakan namun sampai sekarang belum terwujud.

  Subjek sudah mengakui orientasi seksualnya ini pada teman dan keluarga. Keluarga subjek yang memiliki sikap demokratis cukup bisa menerima kondisi subjek. Mereka menunjukkan penerimaan dan memberi dukungan serta perhatian yang cukup baik terhadap subjek.

  Hal bukan hanya dilakukan oleh keluarga inti subjek, namun ada beberapa anggota keluarga besar yang sudah mengetaui kondisinya dan juga menerima subjek apa adanya. Dalam keluarga besar subjek ada 3 anggota keluarga yang memiliki orientasi seks sebagai homoseksual, yaitu 2 dari keluarga ayahnya dan 1 dari keluarga ibunya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  46 b.

  Catatan Lapangan Catatan lapangan tidak memungkinkan dilakukan karena wawancara dilakukan via chat.

  c.

  Hasil Wawancara Dari wawancara terhadap subjek penelitian, pada awalnya peneliti melakukan penulisan transkrip wawancara (verbatim), melakukan koding, dan kemudian penulis melakukan analisis data. Analisis data ini antara lain dimaksudkan untuk mengetahui tekanan apa saja yang dialami oleh subjek dan berasal dari mana saja tekanan- tekanan tersebut. Selain itu juga untuk mengetahui strategi coping apa saja yang digunakan oleh subjek dalam menghadapi tekanan-tekanan tersebut.

  Subjek lebih banyak mengalami tekanan dari dalam (Inner

  Negative Respons ), terkait dengan proses pengakuannya akan orientasi

  seksualnya. Namun respon-respon negatif dari dalam ini hanya secara psikologis, tak ada yang secara fisik. Sebagai contoh, munculnya perasaan takut akan reaksi orang-orang terdekatnya jika mengetahui kondisinya. Hal ini dapat dilihat dari transkrip wawancara.

  

“...ya aneh aja sesama kok bisa bercinta n awalnya bener2

canggung.” (w1, 102).

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  47

   “takut aja org jd menjauh.....” (w1, 110).

  Terdapat tekanan dari dalam luar (Outer Negative Respons) subjek, ada namun tidak terlalu banyak. Hal ini dapat dilihat di transkrip wawancara.

  “...n ada yg judge jelek ke aku ...” (w1, 140).

  Dalam menghadapi tekanan-tekanan tersebut di atas, subjek menggunakan strategi coping sebagai berikut: a.

  Problem-solving Focused Coping (PFC) yang digunakan oleh subjek: 1)

  Active coping atau coping aktif “denger sendiri, sampe aku jawab omongannya” (w1, 144).

  

“ya aku tantangin aja soal karier....” (w1, 146).

  b.

  Emotion Focused Coping (EFC) yang digunakan oleh subjek: 1)

  Positive Reinterpretation atau penilaian kembali secara positif

  “...n dosa or gaknya itu hanya Tuhan yg tau. manusia gk ada yg tau or siapa aja kecuali Tuhan.” (w1, 98).

  2)

Turning to religion atau berpaling pada agama

“….krn pd dasar manusia gk ada yg mau jd kyk gini, semua yg

ada pd didiri kita semua dr Tuhan.” (w1, 98).

  3) Behavioral disengagement atau pelepasan secara perilaku “...aku gk ambil pusing sama omongan org.” (w1 no 140).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  48 Dari hasil wawancara subjek 2, strategi Problem Focused

  Coping berupa active coping merupakan strategi coping yang cukup

  sering muncul. Strategi active coping ini muncul lebih dari sekali dalam transkrip wawancara. Untuk Emotion Focused Coping, strategi

  coping berupa positive reinterpretation merupakan strategi coping yang pertama kali muncul dalam transkrip wawancara.

C. Pembahasan

  Berdasarkan hasil penelitian ini, terlihat secara umum bahwa strategi

  coping yang dilakukan oleh kedua subjek merupakan proses dinamis yang

  terus berubah sesuai dengan tekanan atau respon negatif yang diterima masing-masing subjek. Berikut pembahasan masing-masing subjek:

1. Subjek 1

  Subjek mengakui, selain tertarik dengan lawan jenis, subjek juga memiliki ketertarikan terhadap sesama jenis semenjak SMP. Subjek pun pernah mengalami kontak fisik secara seksual dengan sesama jenis ketika duduk di bangku SMP. Subjek kemudian benar-benar mencoba menjalin hubungan dengan sesama jenis ketika masuk bangku kuliah. Di saat yang hampir bersamaan, subjek juga menjalin hubungan dengan wanita. Terkadang disaat yang bersamaan.

  Proses subjek mencoba menjalin hubungan dengan sesama jenis terjadi secara bersamaan dengan adanya permasalahan dalam keluarga subjek.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  49 Subjek mengungkapkan, pada saat itu subjek merasa lelah dengan permasalahan keluarga yang ada, sering merasa sendiri dan kurang diperhatikan kedua orangtua. Subjek kemudian sering menghabiskan waktu dengan kekasih sesama jenisnya supaya tidak merasa kesepian.

  Setelah menemukan waktu yang tepat, mengumpulkan keberanian dan mencari informasi mengenai kehidupan homoseksual, subjek memutuskan untuk mengakui orientasi seksualnya pada keluarga dan beberapa teman dekatnya. Respon yang muncul sebagai dampak pengakuannya cukup bervariasi. Cukup banyak respon negatif yang dialami oleh subjek, dari dalam diri maupun dari luar diri subjek.

  Beberapa contoh respon negatif dari luar diri subjek adalah, respon kedua orangtuanya yang sampai saat ini belum bisa menerima kenyataan bahwa anak mereka tertarik dengan sesama jenis. Sang ibu mengalami jatuh pingsan dan menangis ketika mendengar pernyataan subjek tentang kondisinya. Kedua orangtua subjek cukup sering memantau kehidupan personal subjek, terutama sang ibu. Subjek ditelepon kemudian ditanyai perihal kehidupan asmaranya, yang kemudian berujung memperkenalkan subjek dengan wanita pilihan ibunya untuk dipertimbangkan dijadikan pacar subjek. Respon sang ayah juga cukup kuat, menekankan beberapa contoh kehidupan homoseksual yang tidak sehat dalam beberapa kesempatan perbincangan dengan subjek.

  Subjek mengalami respon negatif dari dalam dirinya sendiri, namun respon ini lebih banyak terkait dengan tanggapan negatif orang-orang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  50 terdekatnya. Perasaan kecewa, sedih, marah, dan sakit hati bercampur karena mengetahui bahwa orang-orang terdekatnya belum bisa menerima kondisinya sampai saat ini.

  Dalam menghadapi respon negatif, subjek 1 paling sering menggunakan strategi problem-solving focused coping berupa active coping atau coping aktif. Carver, Scheier, dan Weintraub (1989) mendefinisikan

  active coping atau coping aktif sebagai usaha menghadapi masalah dengan

  langkah nyata yang dilakukan oleh individu. Subjek sering melakukan tindakan nyata dalam usaha menyelesaikan permasalahannya seperti seringnya melakukan pengakuan perihal orientasi seksualnya (coming out). Subjek juga berinisiatif mengungkapkan perasaan terkait dengan permasalahan yang sedang dialami, dan sengaja meminta menuntut studi di Yogyakarta demi kebebasan bergaul. Seperti dalam tahap perkembangan Erikson yang ke lima (dalam Santrock, 2001), individu dihadapkan pada temuan perihal pertanyaan mengenai identitas diri, subjek seolah ingin memastikan kepada sekitarnya bahwa ia memiliki orientasi seksual yang berbeda dari pada umumnya dengan cara selalu ingin melakukan coming out.

  Strategi coping lainnya yang juga sering subjek gunakan adalah

  restraint coping atau menunggu waktu yang tepat untuk bertindak. Strategi coping ini didefinisikan oleh Carver, Scheier, dan Weintraub (1989) sebagai

  usaha individu untuk menunggu waktu dan kesempatan yang tepat untuk bertindak. Sebagai seorang individu yang ingin dikenali eksistensinya, terlepas dari orientasi seksualnya, subjek juga menginjak tahapan kognitif

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  51 (Erikson dalam Santrock, 2001) ia tidak melihat segala sesuatu hanya dalam bentuk hitam dan putih, namun ada "gradasi abu-abu" di antaranya. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana subjek tidak terlalu mengumbar hubungan dengan pacar sesama jenisnya di depan keluarganya demi menjaga perasaan mereka. Ia juga menunggu saat yang tepat untuk melakukan pengakuan atau

  coming out , yaitu ketika seluruh keluarga inti berkumpul. Subjek juga

  menahan diri dalam mengekspresikan kasih sayangnya pada pasangan laki- lakinya, atas dasar rasa kasihan kepada kedua orangtua dan nama baik keluarga.

  Beberapa strategi coping lain yang kadang dilakukan oleh subjek antara lain planning atau membuat perencanaan. Subjek berencana memperkenalkan pacarnya pada keluarga dengan mengajaknya untuk mengunjungi keluarga subjek di Bali. Subjek juga memiliki impian untuk membina keluarga kecil bersama pacarnya. Seeking social support for

  instrumental reasons atau mencari dukungan sosial untuk alasan instrumental.

  merupakan strategi coping yang juga dilakukan oleh subjek. Sebuah fase pemantapan identitas dirinya (Erikson dalam Santrock, 2001), dalam hal ini termasuk identitas / orientasi seksualnya, subjek berusaha mencari informasi mengenai dunia gay dengan cara mencari situs internet yang memuat informasi mengenai dunia gay. Selain itu, subjek juga berkonsultasi pada Romo yang dianggapnya cukup dekat demi mendapatkan saran penyelesaian masalah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  52 Untuk strategi Emotion Focused Coping (EFC), yang paling sering digunakan oleh subjek adalah positive reinterpretation atau penilaian kembali secara positif. Beberapa kejadian buruk, seperti diejek karena sikapnya yang ngondek atau karena orientasi seksualnya, ditanggapinya dengan pemahaman positif. Hal ini juga dilakukannya saat mendapatkan saran dari orang lain berkaitan dengan permasalahan yang sedang dihadapinya. Tujuannya adalah supaya subjek merasa lebih termotivasi untuk melakukan coming out, agar diri merasa lebih tenang dan tidak dirundung rasa sedih maupun kecewa karena ketidaksukaan orang lain terhadap orientasi seksualnya.

  Strategi coping jenis acceptance atau penerimaan, juga dilakukan oleh subjek beberapa kali. Beberapa kejadian buruk, seperti diejek karena sikapnya yang ngondek atau karena orientasi seksualnya, ditanggapinya dengan sikap tenang. Seperti dijelaskan dalam penelitian Kinsey (dalam Pettijohn, 1992), bahwa jarang sekali atau hampir tidak ada orang yang berada dalam kutub ekstrim heteroseksual maupun kutub ekstrim homoseksual. Subjek dengan kesadarannya menerima kenyataan bahwa dirinya memiliki orientasi seksual yang berbeda dengan kebanyakan orang.

  Focusing on and venting emotions atau berfokus pada emosi dan

  penyaluran emosi, dilakukan ketika subjek beberapa kali merasakan berbagai emosi negatif yang timbul karena respon negatif dari orang lain terkait dengan orientasi seksualnya, dan beberapa kali berusaha untuk mengungkapkannya. Strategi coping lainnya yang juga dilakukan oleh subjek

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  53 antara lain adalah turning to religion atau berpaling pada agama, seperti subjek percaya dan pasrah pada Tuhan ketika bergumul dengan permasalahannya.

  Behavioral disengagement atau pelepasan secara perilaku, pernah

  dilakukan oleh subjek dalam menghadapi permasalahannya. Sesaat setelah melakukan coming out, ia sekeluarga pergi ke pantai tanpa membahas apa yang baru saja terjadi. Seolah tak terjadi apa-apa. Mental disenganement atau pelepasan secara mental, juga pernah dilakukan oleh subjek dalam menghadapi permasalahannya. Subjek pernah melakukan “jual diri” demi tidak merasakan kesepian akibat jarangnya diperhatikan oleh kedua orangtuanya.

  Subjek yang merasa kurang diperhatikan oleh keluarga kemudian menemukan kehangatan kasih dalam hubungannya dengan kekasih sesama jenis. Terkadang bukan “hubungan”, namun “one night stand” dengan pria mana saja cukup membuat subjek merasa diperhatikan dan disayangi. Ketika subjek memiliki kekasih sesama jenis, ia merasa diperhatikan dalam keadaan sehat dan dirawat saat sakit. Hal ini membuatnya memiliki alasan kuat untuk tidak kembali pada gaya hidup normal, meski selalu dibujuk oleh kedua orangtuanya. Ketetapan hati subjek untuk tetap dengan gaya hidupnya adalah karena subjek sudah kehilangan rasa hormat pada kedua orangtua terkait dengan permasalahan keluarga yang ada. Subjek merasa apa yang dilakukan kedua orangtuanya tidak sama baiknya dengan apa yang dilakukannya sekarang. Coping-coping yang dilakukan subjek merupakan reaksi atas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  54 tekanan negatif yang diterimanya. Meski setelah melakukan coping-coping tersebut, tekanan yang pernah dialami oleh subjek tidak serta merta hilang.

  Coping-coping tersebut pada akhirnya hanya merupakan penurun rasa kecemasan atas tekanan-tekanan yang saat itu dialami subjek.

2. Subjek 2

  Subjek mengakui, bukan sejak kecil ia merasakan ketertarikan terhadap sesama jenis. Ketertarikan terhadap sesama jenis muncul ketika kelas 3 SMA. Subjek pun pernah mengalami kontak fisik secara seksual dengan sesama jenis ketika duduk di bangku kelas 3 SMA, yaitu dengan teman dekatnya sendiri. Saat itu juga subjek menyadari ketertarikannya pada sesama jenis dan mencoba menjalin hubungan dengan teman dekatnya yang sesama jenis. Dalam beberapa waktu kedepan, subjek juga beberapa kali menjalin hubungan dengan wanita. Terkadang menjalin hubungan dengan wanita dan pria disaat yang bersamaan. Subjek mengakui, saat ini dapat merasa terangsang secara seksual pada wanita maupun pria.

  Ketika subjek menyatakan kondisi seksualnya, keluarga subjek dapat menerima. Subjek manyatakan bahwa tidak ada respon negatif sedikitpun dari kedua orangtua maupun saudara-saudaranya. Keluarga memberi dukungan berupa nasehat-nasehat positif bagaimana memilih teman dan pasangan dalam dunia homoseksual, serta bagaimana menjalani gaya hidup biseksual dengan sehat. Meski demikian, terdapat beberapa respon negatif dari beberapa temannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  55 Beberapa contoh respon negatif dari luar diri subjek adalah respon dari beberapa temannya. Ada yang menghina dan menghakimi karena gaya hidup subjek. Beberapa temannya menilai bahwa gaya hidupnya riskan penyakit dan merupakan dosa.

  Subjek mengalami respon negatif dari dalam dirinya sendiri, seperti perasaan takut akan dijauhi orang-orang terdekat jika mereka mengetahui kondisinya. Subjek juga merasakan perasaan aneh ketika pertama kali melakukan kontak seksual dengan sesama jenis.

  Dalam menghadapi respon negatif, subjek 2 paling sering menggunakan strategi problem-solving focused coping berupa active coping atau coping aktif. Tindakan nyata yang dilakukan subjek adalah menuntut penjelasan pada orang-orang yang menghinanya terkait dengan status seksualnya. Subjek kemudian menantang orang-orang tersebut dalam hal karir dan kehidupan. Seperti dalam tahap perkembangan Erikson yang ke lima (dalam Santrock, 2001), individu dihadapkan pada temuan perihal pertanyaan mengenai identitas diri, subjek merasa bahwa identitasnya bukan hanya sebatas terkait dengan status biseksualnya, namun bagaimana eksistensinya dalam kehidupan secara utuh, yakni terkait dengan karir dan bagaimana ia menjalani kehidupan.

  Untuk strategi Emotion Focused Coping (EFC), yang paling sering digunakan oleh subjek adalah positive reinterpretation atau penilaian kembali secara positif. Kondisi subjek yang berstatus biseksual yang secara umum banyak dianggap sebagai dosa besar, ditanggapinya dengan memaknai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  56 lebih positif. Bahwa dosa adalah hak penilaian Tuhan, tidak ada manusia yang berhak menilai apakan manusia lain berdosa atau tidak.

  Strategi EFC lainnya yang juga dilakukan oleh subjek adalah turning

  to religion atau berpaling pada agama, seperti subjek percaya dan pasrah pada

  Tuhan ketika bergumul dengan permasalahannya. Menurut subjek, kehidupan manusia semua berasal dari Tuhan. Tidak ada manusia yang berkeinginan menjadi berbeda (biseks), semua kembali kepada Tuhan.

  Keluarga inti subjek yang sudah sangat terbuka, membuat subjek merasa nyaman dan dikasihi meski berstatus biseksual. Keluarga inti dan beberapa anggota keluarga besar yang mengetahui hal ini tidak kemudian membesar-besarkan permasalahan. Hal ini disebabkan karena pengalaman hidup di luar negeri. Keluarga justru memberi saran membangun tentang menjalani gaya hidup yang sehat. Coping-coping yang dilakukan subjek merupakan reaksi atas tekanan negatif yang diterimanya. Meski subjek memiliki keluarga yang sangat open-minded, dalam pergaulannya subjek tetap mendapat tekanan. Seperti dijelek-jelekkan oleh teman sendiri. Karakter subjek yang kuat dan karena selama ini mendapat dukungan dari keluarga, subjek dapat menanggapi hinaan tersebut dengan perdebatan yang intelektual. Kehidupan subjek selayaknya individu dewasa muda tanpa perbedaan status biseksual, dan subjek mampu menjalankan fungsinya dalam kehidupan dengan maksimal. Hal ini merupakan dampak dukungan dan bimbingan positif dari keluarga inti subjek.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Subjek 1 Dari hasil penelitian studi kasus ini dapat disimpulkan bahwa dalam

  menghadapi negative respons atau tekanan subjek menggunakan kedua jenis strategi coping sekaligus, yaitu strategi coping yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah (Problem Focused Coping) dan strategi coping yang bertujuan untuk mengelola emosi (Emotion Focused Coping). Strategi

  Problem Focused Coping yang paling sering digunakan dalam menghadapi negative respons adalah active coping. Untuk Emotion Focused Coping,

  subjek paling sering menggunakan strategi coping berupa positive

  reinterpretation . Strategi coping yang dilakukan subjek hanya merupakan penurun rasa kecemasan atas tekanan-tekanan yang saat itu dialami subjek.

  Subjek 2 Dari hasil penelitian studi kasus ini dapat disimpulkan bahwa dalam menghadapi negative respons atau tekanan subjek menggunakan kedua jenis strategi coping sekaligus, yaitu strategi coping yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah (Problem Focused Coping) dan strategi coping yang bertujuan untuk mengelola emosi (Emotion Focused Coping). Strategi

  Problem Focused Coping yang paling sering digunakan dalam menghadapi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  58

  negative respons adalah active coping. Untuk Emotion Focused Coping,

  subjek paling sering menggunakan strategi coping berupa positive

  reinterpretation . Strategi coping yang dilakukan subjek cukup bisa mengatasi tekanan-tekanan yang dialami subjek.

  Jika dilihat dari kedua kasus di atas, ada kesamaan pengalaman antara kedua subjek. Beberapa tekanan atau respon negatif yang dialami kedua subjek kurang lebih hampir sama. Kesamaan tekanan tersebut adalah berbagai sikap menghina dan merendahkan yang dilakukan oleh teman-teman subjek yang belum bisa menerima kondisi subjek. Dalam menghadapi respon-respon negatif, kedua subjek paling sering menggunakan strategi active coping

  (PFC) dan positive reinterpretation (EFC).

B. SARAN

  Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan, dan kesimpulan maka peneliti mengajukan saran-saran sebagai berikut:

1. Bagi kaum biseksual

  Kaum biseksual yang memang sekiranya berkenan membantu dalam penelitian bertema serupa dengan tema penelitian ini, ada baiknya jika bisa membantu mempermudah pengambilan data dari keluarga dan/atau teman subjek sendiri.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  59

2. Bagi peneliti lain

  Ada baiknya dalam penentuan karakteristik subjek penelitian diperhitungkan kemungkinan kesulitan mendapatkan maupun mempertahankan subjek penelitian tersebut. Terutama untuk penelitian dengan tema-tema yang serupa dengan penelitian ini, hal ini sangat mempengaruhi proses penelitian.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR PUSTAKA

Adesla, V.(2009, Maret 13). Resiko Yang Rentan Dihadapi Oleh Homoseksual.

  Dipungut

  10 September, 2011, dari http:// www.e- psikologi.com/epsi/Klinis_detail.asp Bambang, E. S..(2005, Februari 16). KPI Sesalkan Pernyataan Makarim

  Wibisono Soal Pelarangan Pilihan Orientasi . Dipungut 10 September, 2011,

  dari http:// http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo Bishop, G. D.(1994). Health Psychology. Boston:Copyright Allyn and Baron.

  Black, James A. and Champion, Dean.(2001). Metode dan Masalah Penelitian Sosial . Bandung: Eresco. Carver, C.S., Scheier, M.F., Weintraub, J.K.(1989). Assesing Coping Strategies: A

  Theoritically Based Approach . Journal of Personality and Social Psychology; 50, 267-283.

  Danim, S.(2002). Menjadi Peneliti Kualitatif. Bandung: CV Pustaka Setia. D’Augelli, A. R. and Grossman, A.(2002). Researching Lesbian, Gay, and Bisexual

  Youth: Conceptual, Practical, and Ethical Considerations. American Journal of Community Psychology, 7 , 439-462.

  Gibson, P. (1989). Gay male and lesbian youth suicide. In ADAMHA, Report of

  the Secretary’s Task Force on Youth Suicide (Vol. 3, pp. 110-142) (DHHS Pub. No. (ADM) 89-1623)

  . Washington, DC: U.S. Government Printing Office. Gunadi, P. (2007). Gangguan Depresi Berat. Dipungut 18 Maret, 2008, dari http:// www.telaga.org/artikel.php?gangguan_depresi_berat.htm Hall, C.S. and Lindzey, G.(1993). Psikologi Kepribadian I. Teori-teori

Psikoanalisik (Klinis) . Editor: Dr. A. Supratiknya. Yogyakarta: Kanisius.

Kartono, K.(1989). Psikologi Abnormal dan Abnormalitas Seksual. Bandung: Bandar Maju. Lazarus, R.S and Folkman, S.(1984). Personal Control and Stress and Coping

  Processes: A Theritical Analysis . Journal of Personality and Social Psychology; 46, 839-852.

  McConnel, J. V.(1992). Understanding Human Behavior (7th edition). Florida:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  61 Moleong, Lexy J.(2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosda. Mu’utadin, Z.(2002, Juli 22). Strategi Coping. Dipungut 18 Maret, 2008, dari http://www.e-psikologi.com/remaja/220702.html Novetri, Anna R.(2003). Fenomena Gay di Surabaya: Studi Eksplanatif Melalui

  Grounded Theory Pada Gay dan Masyarakat Surabaya . Jurnal Psikologi Alternatif Antitesis, 1(1), 120-151.

  Oetomo, Dede.(2001). Memberi Suara Pada Yang Bisu. Galang Press with Assosiation, Ford Foundation. Pettijohn, T.F.(1992). Psychology: A Concise Introduction (3rd edition).

  Connecticut: The Dushkin Publishing Group Inc. Poerwandari, K.(2005). Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia.

  Jakarta: LPSP3 Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Reykets, R.(2010, Oktober 4). Mari Memahami Kaum Homoseksual. Dipungut 2

  Februari, 2011, dari http://www.foscomfec.co.cc/2010/10/mari-memahami- kaum-homoseksual.html Santrock, John W. (2001). Life Span Development perkembangan masa hidup, edisi ketujuh Jilid II . Jakarta: Erlangga. Supratiknya, A.(1995). Mengenal Perilaku Abnormal. Yogyakarta: Kanisius. Taylor, S.E.(1999). Health Psychology. Fourth edition. Singapura: McGraw_Hill Companies. Wellykin, Robertus Oktavianus.(2003). “Skripsi: Perbedaan Konsep Diri Laki-

  laki Homoseksual dan Laki-laki Heteroseksual Dewasa Dini” . Program

  Studi Psikologi Jurusan Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Zuchdi, D.(1994). Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Pusat Studi Wanita Universitas Gadjah Mada.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LAMPIRAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  62

  Transkrip Wawancara I Subjek I

  Hari / Tanggal : Selasa / 19 Oktober 2010 Tempat : RM. Twister Jam : 13.45 – 14.40 WIB Keterangan P: peneliti S: subjek

  Verbatim Analisis / Interpretasi Koding P

  1 Semester 6 ya..cuti tapi ya sekarang ya..mm..ee...dulu apa namanya kamu berapa bersaudara?

  S

  2

  3 P 3 3 ya,,ee..saudara..anak ke ? S 4 1..keliatannya..ee..orang- orang tu liat aku bingung gitu, aku kayaknya anaknya manja banget..kan temen- temenku aku bilang anak pertama pada ga percaya gitu.. P

  5 Tapi ee..anu aku liat cara kamu memperlihatkan apa..ee..kamu keliatan kalo kamu..keliatan kayak apa..kayak anak pertama gitu lho..kalo kamu memperlakukan..jadi kamu ngerti kapan harus tegas kapan harus gini.. S

  6 Ya pembelajaran juga..pacaran kan ga juga sekali ini..hehehehee (P dan S tertawa)

  P

  7 Terus ee..yang ee..jaraknya adek? S 8 ee..adekku

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  63 pertama cewek itu beda 2 tahun, adekku yang ke 2 cowok bedanya..berapa ya 8 tahun.. P 9 8 tahun beda ya..terus eee..sekarang selain kuliah kegiatannya apa?

  S

  10 Apa ya..sebelumnya kerja..ee..sekarang paling kerjaanku cuma joke

  P

  11 Djoh ya..itu kerja? S 12 ee..ga main.. P

  13 Hobi..aktivitas ya? S 14 Aktivitas he eh.. P

  15 Sama kuliah ya..? S

  16 Kuliah, Djoh, habis itu jadi ibu rumah tangga aja yang baik di rumah hehehehe..(P dan S tertawa)

  P

  17 Ta tulis bener lho ini (P dan S masih tertawa). Ta tulis cuti ya.. S

  18 Ah..he eh..iya cuti sekarang aku baru kelar interview kemarin di XL Centre, sudah interview kemarin, aku di sms nya pagi, ya udah aku bangun jam 11an tapi interview jam 2. Semoga diterima aja, jadi aku ada kegiatan di sana. P

  19 Ini part time gitu? S 20 Oh bukan full time.. P Oh full time, walaupun belum lulus dari kuliah bisa ya? S 21 Bisa.. P 22 Oh gitu..boleh juga tu.. S 23 Kan..skripsian via email.. P

  24 Oh..kenapa? S

  25 Ya dosenku yang sebenarnya sibuk, kan dia ketua jurusan.

  Pasti banyak kesibukan P

  26 Ya emang ketua jurusan..jadi jangan deket deket.

  Trus..ee..hobi selain nari tu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  64 apa?

  S 27 ee..sebenernya hobiku tu main game, main game online, tapi sekarang udah nggak. Dulu itu suka baca komik, nonton kartun, tapi sekarang kayaknya kartun ga ngaruh ya, jadi ga pengin lagi, tapi beberapa komik masih aku ikutin gitu. Komik, nmain game, internetan, habis ga ada kerjaan mau apa lagi ha?

  P

  28 Cuti soalnya ya? S

  29 Kerena cuti karena mau nyusun skripsi juga males P

  30 Kenapa dulu memilih cuti? S

  31 Karena kerja, kerjanya di XL call centre nya dan itu kan shift, tiap jam ada shift nya, jadi karena jam tidur itu berubah-ubah sehingga pada saatnya kelar kerja jadi ngantuk pengen tidur gitu lho, jadi kan ga bisa untuk ngapa-apain, setidaknya kalo aku kerja di XL centre itu kan sistem kerjanya dari jam 7 pagi sampai jam 7 malem lah kira-kira, dan kadang-kadang pake shift juga jam 7 pagi sampe jam 7 malem, at least setiap malem aku jadi tidur, teratur tidurku, itu yang aku cari. Makanya, pasti kan bisa..pasti bisa udah jam 7 mau ngapain, mau ngapain kan udah ada jadwal tetapnya. Kalo dulu ga bakal bisa, aku pulang kerja jam 7 malem, misalkan mau cari apa-apa udah ga bisa karena udah capek banget udah mau tidur aja, karena kan kalo di call centre itu, kerjaan yang nguras 70 persen otak jadi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  65 badan juga ngefek gitu lho. P

  32 Lha terus ini cuti 1 semester atau...(dipotong oleh S) S

  33 Cuti semester 5 kemarin P

  34 Brarti ini cuti kedua ya? S

  35 Cuti kedua tapi aku belum urus. Aku baru urus aktif kuliah cuma semester 6 sebentar lagi habis to. Jadi ya percuma kalo aku ikut sekarang, mending aku perpanjang cutiku, semester depan aku mulai kuliah lagi, jadi ga perlu bayar kuliah. Karena semester 5 kemarin sudah bayar, gitu lho. Jadi bisa dialihkan biayanya. P 36 Oya ya ya.. S

  37 Lumayan 1.500.000. Atau ntar aku bilang aja sama kakakku, sudah kuliah tapi gak..gak..nutup waktunya, ntar kan dibayarin lagi 1 semester (tertawa kecil), ga deng jahat banget. P

  38 Heeee…dasar (tertawa) S

  39 Kenapa aku harus kerja? Karena..di Raminten sebenarnya gajinya gede (nada suara agak melambat)

  P

  40 He eh..lho kamu juga di Raminten?

  S

  41 Bojoku sebenernya, tapi gajinya ga cukup buat kita gitu lho..(ada suara P “ooo” sebagai bentuk pemahaman kalimat dari S). Aku pun dapet duit dari orang tua, itu pun ga bakalan cukup juga buat hidup kita berdua. Akhirnya akupun kerja di XL dan XL pun gajinya lumayan. Jadi ya…..setidaknya nanti bisa beli mobil lah..lhoo..maunya hahahaha

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  66 kok.. S 43 Amiinn…. P

  44 Lho..kan impian kok..yayayaya… Terus mau tanya..eee…kalo dirimu agamanya Katolik?

  S

  45 Katolik P

  46 Kalo di sini warga mana? S

  47 Eee…ga ikut P

  48 Ga ikut? S

  49 Ga ikut… P

  50 Selama di Jogja gak pernah ikut, atau pindah-pindah atau..?

  S

  51 Selama di Jogja, karena pindah-pindah, karena yang pertama kan aku di Lekker Je Café, habis itu pindah ke Pathuk, sekarang pindah ke sini, dan aku sekarang juga gak kenal warganya apa gitu.. Gereja ke Gereja, tapi sendirian soalnya bojoku kan Muslim, sendirian ke Gereja dan ga ada temennya gitu lho, soalnya kan aku juga bukan tipe orang yang langsung, “eh pengen ikut lektor, pengen ikut apan, pengen ikut wilayah apa, karena gak..gak..gak..penting juga buat selama di Jogja kan, sebelum aku bener-bener menetap di suatu kota, punya rumah sendiri, aku ga bakalan ikut-ikutan kayak gitu. Mungkin kalo di Bali kan aku ngikut wilayah papa ku gitu. P

  52 He eh..lha itu apa namanya ee..memang ee..meskipun bukan..bukan..bukan ee..apa ya termasuk gereja khusus, tapi kamu ngurusin gereja apa nggak? Atau.. S

  53 Gereja khusus gimana

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  67 P

  54 Eee..kayak kalo aku kan Kristen…(dipotong oleh S)

  S

  55 Oh….kalo Kristen kan punya gereja-gereja khusus ya..kalo Katolik itu kita ke semua gereja ga masalah. P

  56 Itu..kamu rutin ndak tapi? S 57 Sekarang udah ga deng.. P

  58 Udah ga..? udah berapa lama? S

  59 Sudah..semenjak Paskah..hahahahahahaha…

  P

  60 April?? S 61 Heee..semenjak April.. karena pertama kerja, setiap pulang kerja tu gak..gak ada..gak..gak ada waktu untuk ke gereja gitu lho.. karena..(dipotong oleh P)

  P

  62 Pasti pas masuk? S

  63 Karena pasti pas masuk, atau hari Sabtu nya kerjanya sampai jam 2 malem. Lha, gimana aku bisa bangun pagi?

  P

  64 Yayayayayaya… S

  65 Coba..aku di XL kerja dari jam 5 sore sampai jam 2 pagi hari Sabtu nya, Minggu nya dari 5 sore sampai 2 pagi lagi, aku gereja kapan?

  P

  66 Mending tidur? Hehehhe S 67 He eh..mending tidur aku.. P 68 Istirahat.. S

  69 Tuhan mengerti kok..haalaaahh….(tertawa) Gak..Tuhan kan pemaaf..hehehehe..(tertawa). Tiap hari Tuhan maaf..Tuhan maaf.. P

  70 Benar sekali..(tertawa)Terus ini, kalo di Jogja ini ee..punya sahabat atau ndak, temen deket?

  S

  71 Banyak.. karena aku tipenya termasuk kelemahanku juga

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  68 ya.. gampang percaya orang, karena setiap aku ketemu orang ya..ohh orang ini orang baik, orang ini orang baik, tapi ya gampang gak percaya orang karena percaya omongan orang. Ngerti kan?

  P 72 Hhmm yayaya.. S

  73 Ni orangnya begini, langsung berubah aku sama orang itu.. dan makanya..aku kenapa..aku bisa open, bisa Subjek melakukan tindakan PFCac

  

coming out sama orang-orang aktif berupa penyelesaian

  di Jogja, sama temen-temen masalah, dengan mengakui kuliahku, sama temen-temen orientasi seksualnya kepada kantorku yang notabene di teman dan orang-orang di kantor kan, ga boleh coming Yogyakarta.

  out sama orang kantor,

  karena bisa ngerusak karir segala macem, karena aku di sana, aku pikir itu temenku, dan aku..bahkan pertama aku ngomong sama temenku, temen baikku, semua aku anggap temen baik, akhirnya lama-lama jadi biasa aja, sama atasanku, masalah ini itu, dan mereka fine-fine aja.. P

  74 Tetapi, ada satu atau dua sahabat yang apa ya..ketika kamu butuh, ketika kamu..ketika kamu apa ya..ee..lagi down..(dipotong S)

  S 75 Ada..ada.. P

  76 Hanya dia yang bisa..yang bisa…apa ya..menjadi pelipur laramu.. S

  77 Hooo…temen dari 2 tahun yang lalu semenjak aku di Jogja. Namanya Arum, dia sekarang di Semarang, anak Mat..eh..iya Matematika UGM. Kenalnya pun, dia temennya temenku, gitu. Cewek dan di mana aku yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  69 pertamanya ditemenin beli celana dan akhirnya yang kita kok ada kesamaan banyak, cara berpikir kita sama, hobinya kita sama, selera kita sama, jadi kalo misal dia beli baju mesti ajak aku, karena aku tahu yang bagus buat dia apa dan itu masuk ke seleranya dia. Cuma, perbedaanya aku sama dia cuma 1, aku mikir pake hati, dia mikir pake otak.

  76 Lho, kebalik biasanya yang cowok..(dipotong oleh S)

  78 He eh, biasanya cowok kalo mikir pake otak, aku mikirnya pake hati, makanya itu jeleknya aku, yang bikin aku sering dipermainin. P

  79 Oya, trus yang itu yang apa yang baikin yang manjain, yang ngalah.. S

  80 Iya makanya dia yang suka manggil aku,”eh yan, gini..gini..gini..”, ya aku bilang,”ya Buchi kenapa..” heheehhehehe… karena dia kan, walaupun dibilang yang ko tomboi, sebenarnya dia ga tomboi, dalam artian baju- bajunya tu girly banget, yang bener-bener chick banget. P

  81 Tapi gaya,,body languange dan cara pikirnya yang…(dipotong S)

  S

  82 He eh..sekarang dia sama pacarnya, dia lagi hamil di Semarang. Pacarnya di Semarang (belom nikah), ehh..apa namanya.. rencana Januari, aku sama bojoku bakal jadi walinya suaminya gitu.. karena suaminya Katolik Cina

  P

  83 Dan dia?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  70 S

  84 Dia kan muslim, orang Wonosari. Dan keluarganya..(mulai memelankan nada suara) tau kan kalo Katolik Cina itu gimana, pasti bakal bener- bener ga boleh gitu kan.

  Makanya ini main kucing- kucingan di sana sama orang tuanya cowok itu, gitu lho.. Ya agak kehilangan juga, tapi mau gimana, itu juga demi masa depan dia juga, iya kan.. P 85 Satu itu ya yang nganu..

  S

  86 Jadi..eee..dia punya pacar, pacarnya itu..ee..gini lucunya ya..aku sama dia,,itu misalnya dari spiritualnya gimana yin dan yang, aku sama dia kayak yin dan yang gitu lho, dalam arti..ee..kalo si cewek ini dia ee..melakukan sesuatu yang jahat, karmanya ke aku. Ngerti? Itu ..e..karena saking dekatnya jadi tuh dia ngapa- ngapain pacarnya, jadi aku yang kena, dalam arti aku yang kena itu percintaanku hancur langsung. Dan lucunya juga, aku sama dia itu sama. Aku, ketemu sama orang in, pacaran berapa lama putusnya gara-gara ini, setelah itu, ia pacaran sama si ini, orang lain juga sih, tapi caranya sama putusnya gara- gara si ini juga. Jadi bener- bener tu, ya Allah ko bisa kayak gitu. Nah, dia di sana, pacarnya dia yang sekarang itu ee..orangnya juga spiritualnya tinggi,,jadi yang,,yang punya suhu, bias lihat setan dan segala macem- macem, dia itu pacarnya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  71 tipenya yin juga sama kayak aku, makanya bias klop sama si aku, ternyata bojoku juga yang klop gitu lho, jadi kalo kita kumpul aku ngobrol sama pacarnya dia, si bojoku ngobrolnya sama si arum gitu lho..hehehe… Tapi yang pas mereka berdua Deni sama si Dedi kan nama pacarnya, sama bojoku lagi ngobrol, aku sama Arum tercuekin ya kita ngobrol masalah ibu rumah tangga kita ngobrol apa ya sekarang, hahhahhaa.. Bagusnya aku sama bojoku bias deket sama dia sama bojonya, bener-bener klop sampai jadi wali nikahnya lho. P

  87 Makanya aku, wah sampai wali nikah, berarti emang deket banget gitu kan.. S

  88 Dulu kan emang rencananya yang, sebenernya ini temen baikku sekali karena pengorbanannya banyak sekali. Ini pacarkunya aja ga tau, di mana pas kita pas lagi dulu pernah susah-susah bareng, kita ke ee..mana namanya ke Amplaz Cuma bawa duit modal 5000-5000 di dompet, tapi masih gaya- gayaan segala macem, sampai bener-bener akhirnya kita ga ada duit, e..dia yang jual diri segala macem, jadi aku juga. P

  89 Hhmmmm… S

  90 Dan aku juga sama seperti dia, makanya itu yang bikin aku yang bener-bener temen dan akhirnya kita yang, eh ntar kita kalau kerja yang di Jakarta. Ya aku emang mau kerja di Jakarta.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  72 P

  91 Oh.. emang mau kerja di Jakarta?

  S

  92 Iya dulu pengen,tapi sekarang ikut suami aja deh P

  93 Oh kamu memposisikan diri sebagai ibu rumah tangga ya? S 94 Iya bener.. P

  95 Karena kamu lebih muda? Hehehe..jadi pengen ditanggung, hehehe..

  S

  96 Masalahnya gini dalam dunia gay ada istilah top, bottom, ...

  Aku bottom, pacarku itu top, P

  97 Kalo bottom kan lebih butuh keberaniankan untuk mengambil itu kan? Setahu ku lho

  S

  98 Dia malu mengakui dirinya sebagai bottom? P

  99 Iya..harga dirinya sebagai cowok itu kan.. S 100 Iya..kalo aku santai aja, kan Subjek mengontrol diri di PFCrc aku tau posisiku dimana aku mana saja ia boleh bersikap ga boleh ngondek, orang “feminin”. temenku yang top ada yang Subjek menerima diri PFCacp ngondek kok sebagai bottom dalam hubungannya. P 101 Ngondek tuh apa? S 102 Ngondek tuh kemayu P 103 Oh ya.. S 104 He eh..temenku yang top aja ada yang ngondek kok, kenapa aku ga boleh. Karena orang dari dulu liat aku, pas dugem orang ngliat aku, aku tuh top. Aku ya jengkel, mnakanya ga pernah punya pacar, karena bottom semua, bottom-bottom ngapain mau tari piring?

  P 105 (ketawa) kamu lebih suka dipimpin dalam hubungan? S 106 Iya gini..aku kan bottom, bottom sama top pasti kan kalah dong, yang menang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  73 kenapa kalo aku cari pacar, cari yang lebih tua dari aku, yang top. Tapi aku dulu pernah punya pacar bottom ada..punya pacar........ ada, trus karena mantan-mantanku punya pacar top, makanya jadi bottom. Dan tp itu kan suaminya, bottom tu istrinya, makanya kenapa dia merasa dia yang harus menafkahi aku. Walaupun aku ga bekerja, dia berusaha untuk bisa, itu kenapa yang aku suka dari dia. Pacarnya ..... orangnya pekerja keras, dan ga malu untuk bilang, mungkin aku orangnya gali lobang tutup lobang segini- segini, dan dia berusaha untuk bantu keluarganya begini-begini, dan itu yang aku bener-bener tersentuh sama dia karena itu. Dulu yang waktu aku kerja di

  XL , aku masuk jam 7 pagi, jam 5 pagi, aku pulang kerja jam 12. dia baru pulang jam 1, trus besoknya aku baru kerja jam 5 atau jam 6 pagi, dia paling baru bisa tidur 3 jam dulu 4 jam dulu, gimana sih aku minta dianterin ke kantor, dia muka bete, gimana sih orang bangun tidur, dia muka bete tapi dia tetep anter aku ke kantor, gak ngeluh gak apa gitu kan. Aku soalnya pernah nanya ke dia, “kamu kok gitu sih sama aku?” kenapa? Walaupun yang..aku bilang aku suka sama kamu karena ceritaku yang tadi itu. Jawabannya yang “dek adek udah tau kan uda sayang sama adek, dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  74 adek tanggung jawab uda, jadi uda ga mau lepas tanggung jawab uda. Aku yang..haduuhhh...seneng ga.. P 107 So sweet... S 108 Dia tuh pernah kerja di LSM,

  LSM yang Sex Men, jadi laki sama laki. Dia pernah bilang sama aku,”aku pernah kerja di tempat kayak gini, dan aku kalaupun ada pernikahan seperti ini pun aku siap”. Dia pernah kok kelepasan omong, dan bilang,”dek sabar ya,,ntar kalo udah ada uang lebih, adek uda lamar.” “Adek udah siap?” “udah” Ya ampun udah umur berapa ya,,ntar jadi perawan tua ya bu ya....hehehehe Udah 33.. P 109 Alah cowok kan juga berapa aja ga masalah.. S 110 Makanya Natal ntar aku bawa Subjek berencana PFCpl ke Bali, aku kenalin sama mengenalkan pacar pada orang tuaku juga. kedua orangtuanya. P 111 Okeee...terus..mm apa lagi ya..mungkin itu dulu tentang dirimu,, tentang keluarga sekarang. Bapak ibu masih lengkap?

  S 112 Lengkap P 113 Bapak ibu sodara 2 kan? Jadi 3 bersaudara ya.

  S 114 He em.. P 115 Sodara di bali semua? S 116 Yang satu di bali, yang cewek di bali, tapi di luar kota, kuliah. Yang cowok di Semarang, di Sedes, antara Semarang sama Jogja.

  P 117 Perbatasan S 118 Perbatasan ga juga ya, karena masih masuk semarang.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  75 S 120 Gak SMA. SMA itu SMA katolik yang sistemnya kayak

  Stece, yang asrama. Maunya kan dia masuk Van Lith, tapi kan dia ga keterima, akhirnya dia masuk yang di sana, yang di Sedes. Adekku yang paling kecil ini kan manja banget, tapi kalo kondisi sulit masih bisa, Cuma kalo kumat, masa waktu kelas 3 SMP masih dianterin makan sama mamaku. Jadi kalo ketemu pukul- pukulan biasa, jadi mamaku bilang, coba kamu dari dulu dimasukkin kan jadi ga boros. P 121 Brarti bapak ibu di rumah sendiri, ga ada anak-anak. S 122 Ga ada anak-anak tapi ada sodara mamaku, yang lagi sakit. Karenakan mamaku jiwa sosial nya tinggi, papaku jiwa sosialnya tinggi, tapi untuk sodara-sodara sendiri. Mamaku sosialnya tinggi, jadi kalo ada sodara-sodaraku yang ga mampu atau ga sakit dan ga ada keluarganya jadi ga cukup mampu. Aku kan punya om gay juga, baru aja meninggal, dia kan punya kencing manis, itu keluarga dari papaku, gay ga punya istri ga punya anak. P 123 Tapi, keluarga besar tau dia gay? S 124 Ya.. orang-orang pasti tau lah, ngondek, kerja di salon.

  Guru juga, guru tari, pastilah. Orangnya gendut, kena diabetes, jadi mamaku yang ngerawat, gimana sih mamaku yang bersihin mukanya, nyuapin makan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  76 Sebenarnya papaku ada masalah keluarga, ya dimana kehidupan keluarga ga lancar. Tapi orang ngeliatnya keluargaku yang lancar, ga pernah ada masalah. Bahkan Kedua orangtua subjek BON.P waktu aku SMA udah gay, menyesal karena tidak tahu mereka yang nangis masa sih menahu perihal orientasi selama aku SMA mereka ga seksual subjek ketika SMA tau. dahulu. Pas semester 3 itu aku Subjek mengakui orientasi PFCac coming out . seksualnya. Kok kita ga pernah tau sih, Orangtua subjek merasa BON.P kok kamu sperti ini, sedih, sedih mengetahui kenyataan mereka nangis, mereka yang perihal orientasi seksul ga tau aku seperti ini, ada subjek. masalah ini. Mamaku yang sampe ngerawat om ku sampe seperti ini, papa ku yang bersyukur punya istri seperti ini, jarang banget kan ada istri yang seperti ini

  P 125 Iya, besok tuh kalo udah tua, yang ngurusin tuh papa, yang ngerawat kan. S 126 Makanya, aku tuh ya yang ampun.

  Makanya aku mendem Subjek menahan diri PFCrc perasaan yang gimana- berkaitan dengan keinginan gimana, tapi dia mikir demi coming out-nya, melihat anak-anaknya, demi kondisi. keluarganya mungkin itu yang nurun ke aku. Makanya aku yang pacaran, digimanain pun juga, sedih juga kan, aku bisa bilang, aku gak apa-apa kamu mau nyakitin aku yang seperti apa pun, asal jangan ninggalin aku aja. Aku berani ngomong kayak gitu. P 127 Tapi kan kalo dia melakukan pelecehan kan kamu juga gak mau. S 128 Iya juga gak mau, tapi kan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  77 aku bilang, kita butuh komit, dimana kalo udah komit, dalam kondisi apa pun pasti bisa maafin lah ya. P 129 Ya baliknya ke komitmen tadi. S 130 Mereka pacaran, satu selingkuh, yang lain bisa putus. Tapi sudah nikah, gimana sih mau mutusinnya. Pasti ribet banget. P 131 Kalo katolik emang susah.

  Kalo kristen udah bisa. S 132 Oh udah bisa? P 133 Jadi kalau pernikahan udah jadi sarang dosa, udah pukul- pukulan, udah jadi sarang dosa, boleh bercerai. Katolik kan susah. S 134 Itu kenapa sih aku sama pacarku menekankan pengen komit, bikin tato segala. P 135 Itu tato artinya apa? S 136 BrianTino, tulisan sansekerta.

  Namanya Rian, aku Brian. Dulu pas kenalan, di alun- alun, stelah berapa lama, dari pertemuan pertama, aku jadi costumernya dia, dia jadi yang jagain aku di studio foto, yang eh kita pernah ketemu di studio foto, yang mana akhirnya kenalan. Aku mikirnya awalnya dia salah ngeja namaku, Brian bukan Rian..iya kamu brian aku Rian. Sebelumnya namanya Adrian.hehehe..tetep..

  P 137 Tapi ibu bapak di Bali ada rewang, jadi ada pembantu selain ibumu ngerawat om mu. S 138 He eh..jadi dulu ya waktu ibuku ngerawat itu kan, orang sakit gitu lama ya sampai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  78 sampe nunggu cuci darah segala macem, sampe mamaku pastilah jenuh, sampai dia pengen pulang kampung, refreshing diri. P 139 Ko pulang kampung emang aslinya mana? S 140 Sama di Bali juga, tapi lain kota. Dia pengen pulang kampung, refreshing. Dia tuh sampai bayar,eh jadi papa ku tuh punya saudara, saudaranya punya istri, nah dia tuh sampai bayar istrinya itu merawat 100 ribu per hari coba. Aku yang, ya ampun, mamaku segitunya

  P 141 Lha emang bapak ibu pekerjaannya apa? S 142 Kalo ibu tuh, ibu rumah tangga, ada warung juga, soalnya kan ibuku ga bisa diem juga. Biar ada kegiatan aja, biar ga kesepian juga, soalnya anak-anaknya kan gak ada. Papa central Manager Coca Cola

  P 143 Weh dapet gratis ga??hehehe S 144 Hehehe..lha kalo aku di Bali, sebelum produk launching kan udah ngerasain duluan, kayak pulpy orange kan udah ngerasain duluan. Coca Cola imut...

  Udah ngerasain duluan,hehehe..karena kan sekarang di Jogja jadi gak mungkin lah ya. P 145 Brarti kamu dari SD, SMP,

  SMA, kuliah D3 itu di Bali? Baru kuliah S1 di sini?

  S 146 Sebenernya aku di sini pun Subjek melarikan diri ke PFCac untuk melarikan diri ya. Yogyakarta sebagai bentuk penyelesaian masalah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  79 S 148 Karena orang tua ku P 149 Kenapa? S 150 Mereka kan mengekangku Orangtua menunjukkan BON.P seala macem. Aku ga boleh reaksi negatif, kurang jalan, ga boleh nginep di percaya pada subjek tempat orang. semenjak coming out. P 151 Tapi waktu kamu minta pindah ke sini, orang tuamu langsung setuju atau...?

  S 152 Demi pendidikan..alesan aja..hahaha Kan setiap orang tua kan pengen..apalagi mamaku kan sayang banget sama aku, kasarannya, gini, kalau di keluargaku, aku anak pertama, calon tulang punggung keluarga. Di antara semua saudara-saudaraku aku tuh yang paling membanggakan. Aku bisa bilang gitu karena aku tuh sering diginiin..di apa..sering di banding-bandingkan dengan saudara-saudaraku, “lihat dong kakakmu..gini gini gini..”, “lihat dong kakakmu..” Karena dari dulu, dari aku kecil, aku selalu bisa jadi apa yang mereka mau. Jadi harapannya apa, aku selalu dapet juara terus. Dari SMA aku mau masuk sekolah mana, kuliah mana, daftar sendiri, cari sendiri, ya gak pake bantuan orang tua segala macem. Makanya yang mereka bangga banget sama aku, aku yang iktu olimpiade macem-macem, waktu itu kan. P 153 Otakmu cerdas juga ya sepertinya ya..hehehe S 154 Hehehe....tapi kan ga selalu dapet..

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  80 P 155 Ya tapi kan ikut.,.. S 156 Hehehehehhee....jadi yang waktu SD aku ikut cerdas cermat, ikut beasiswa. Aku yang SMP ikut yang pekan seni remaja, yang segala macem. Aku yang pas kelas 1 di bilang guruku, “eh kamu, kayaknya bagus deh kamu ikut olimpiade fisika”. Jadi selama setahun tu belajar fisika terus. Waktu itu yang pas, sebelum ikut olimpiadenya dipindah, eh kita yang dari matematika kurang, kamu aja yang ikut matematika. Nah sudah, akhirnya yang kelas 2, selama 1 tahun matematika terus. Sebelum pindah, eh kita yang dari komputer pindah..kamu ke komputer aja.. Huuuu....ya sudah lah.. P 157 Di lempar-lempar S 158 Ya gak papa.. P 159 Tapi kok ya milih kuliahnya

  FIB padahal kamu eksak eksak smua.. S 160 Ehh.aku sampe kenapa waktu kelas 3 SMA ga pilih kelas bahasa karena, pertamadi sekolahku itu bahasa kayak anak-anak kelas buangan . kenapa ga IPS, karena kayaknya ga mutu banget deh..aku kan ga suka ngapal. Makanya milih IPA, dan di

  IPA pun nilaiku bagus-bagus gitu lho. Kenapa aku milih sastra Jepang karena kau tertarik, pengin aja. Waktu ambil sastra Jepang pun aku lulusnya 2.5 tahun D3 ku. paling cepet dari sejarah D3 P 161 Wauuww... S 162 Sastra Jepang D3 pun aku

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  81 yang lulusnya paling cepet 2.5 tahun dan ga ada yang seperti itu. Kenapa 2,5 tahun, karena kan harusnya 6 semester, pas semester terakhir aku udah ambil kuliah sekaligus aku ambil PKL, sekaligus buat laporannya juga. IP ku 3.87

  P 163 Woooww... S 164 Gak cumlaude,hehehehe

  Yang cumlaude itu..eehh..di tempatku kan ga boleh dapet C, aku dapet C. Yah kebudayaan di Bali gak boleh, hehehe.. Aku campuran Jawa Bali, pacarku campuran juga, Padang Sunda. P 165 Jawa Bali, Jawanya mana? S 166 Blitar. P 167 Eh, kamu masih mau pesen minum lagi ga? S 168 Gak usah P 169 Yakin? Kamu ngomong terus ngelak lho S 170 Gak apa apa P 177 Tinggal keluar mangap kalau hujan, hehehehehe S 178 Itu jadi yang ya.....apa tadi,,

  Oya sastra Jepang aku lulus 3.87, IP tertinggi waktu aku lulus, temen-temenku belum lulus, tapi aku udah lulus duluan kenapa? Karena aku tau pada saat aku lulus di sini, saat aku lulus di Bali, kan aku lanjutnya kalo ga ke Unpad ke UGM, pada saat aku harusnya wisuda, aku ga bisa wisuda, karena harus ikut tes, dari pada aku ga ngerasain wisuda kan, sudah sendir, gak ada temen-temenku. Akhirnya yang tertinggi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  82 3,87 nyesek banget. P 179 Uhh..tinggal dikit lagi S 180 He eh.. dari sastra Inggris P Oohh... yayayayaya...

  Kalau bapak ibu sekarang usianya berapa? S 181 Lupa..hehehehe..dia lahiran tahun 60, 50an kayaknya. P 182 Kalo ibu? S 183 6..6..62.. P 184 Kelahiran 62? S 185 He eh.. P 186 Sekitar 48 ya.. S 187 He eh..sekitar 48 sekarang P 188 Masih 50, ya masih aktif, belum saatnya apa..berpensiun.. S 189 Belum..papa ku sebentar lagi pensiun.

  Aku ditarget cepet luklus, at least setelah aku wisuda, aku bisa cari kerja sendiri, di mana aku bisa hidupin diriku sendiri, karena kerja pun aku masih minta orang tua. P 190 Iyaaa... karena kuliah kan? S 191 Gak juga, karena gak cukup aja, hehehehehe P 192 Karena kalo aku kan udah kerja, tapi ibuku gak mau, karena aku kan masih kuliah. Setidaknya tanggung jawab orang tua. Yak sebentar..apa lagi ya tentang keluarga.. Itu dulu deh, besok kalo wawancara ke 2. Sekarang aku bertanya yang ini, sejak kapan kamu mulai tertarik dengan yang sesama jenis? Atau pun , yah pertama kali kamu tertarik, ya entah itu cewek, entah itu cowok. S 193 Dari kecil ya... P 194 Dari kecil..

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  83 S 195 Dari kecil..aku aja dari kelas

  6 SD udah punya pacar cewek 1. Huhuhu P 196 Pacar pertama yah? S 197 He eh. Siapa ya namanya..hehehe..ada.. P 198 Oh dia cewek? S 199 Cewek.. P 200 Yayayaya..terus apa namanya, kalau yang pertama kali sama cowok?

  S 201 Pacaran? P 202 Tertarik.. S 203 Tertarik udah dari SD juga P 204 Tertarik tapi belum berani bertindak? S 205 Bukan bertindak tapi ngeliatnya Cuma sekedar suka, Cuma sekedar kagum

  P 206 Kagum pertama kali? S 207 He eh.. P 208 Eehh..apa namanya, mulai menyadari, kamu menyadari rasa kagum itu menjadi suka sama dia?

  S 209 Ehm.. rasa kagum itu berubah jadi nafsu itu pas SMA, ya kan orang SMA udah lebih gede, badannya bagus-bagus

  P 210 Tapi yang SD atau SMP itu Cuma sekedar suka aja?

  S 211 Iya suka aja.. eh cakep,,eh cakep Karena pas jamannya SMP aku termasuk orang yang gak gaptek. Kelas 2 SMP udah Subjek mencari tahu, PFCsssi yang internetan segala mencari info mengenai macem. kegiatan seks dan dunia Jadi sudah melihat situs-situs penyuka sesama jenis. prono waktu itu, jadi liat situs porno gay, lho kok lucu, jadi liat itu terus. P 212 Jadi sejak SMP ketertarikan seksualnya sudah..sudah..menuju ke sana

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  84 dan terfasilitasi juga sebenarnya. Dan kegiatan yang bukan..bukan..secara fantasi kan bisa juga kan. Ehh..kalau kamu bilang itu terpicunya pengalaman menyenangkan atau trauma? Karena kan ada orang yang menjadi tertarik karena ada trauma. S 213 Ehh..sebenarnya karena trauma gak juga ya. Karena, jadi waktu SD pun gak tau kelas berapa ada tetanggaku yang udah kelas 6 SD pun, minta di oral, aku gak tau apa-apa, aku oral pun gak ada rasanya segala macem. P 214 Itu pengalaman yang menakutkan? S 215 Oh gak..biasa aja.. P 216 Oh pengalaman yang biasa aja ya.. S 217 Waktu SMP, kelas 2 waktu itu temenku ada yang kayak gitu, yah waktu SMP namanya juga kenakalan waktu SMP ya, temen baikku juga, ya akhirnya oral sama dia segala macem juga. Dan biasa aja juga buat aku

  P 218 Dan ga ada perasaan pertama kali diminta itu ga ada rasanya takut atau jijik gitu?

  S 219 Karena saat itu..ohh..waktu itu masih jijik, yang kedua yang SMA. Karena aku kan udah ngeliat bokep segala macem, pengen nyoba juga pastinya kan. Waktu itu udah dan gak suka. Dalam artian gak suka oralnya. Gak suka kegiatannya, jadi fantasinya masih ada

  P 220 Yang ke dua itu?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  85 P 222 Yang SMA? S 223 SMP P 224 Oh SMP... S 225 Jadi...ehm...yang.. P 226 Tapi kalo yang pertama itu malah gak keroso opo-opo?

  Yang yang mengoral pertama karena belum ada istilahnya belum melihat..belum melihat porno..bokep juga, jadi melakukan ya melakukan aja, belum ada kesannya, jadi yang kedua baru.. S 227 Ya..habis itu SMA, ini kan yang ketemuan, apa aku yang apa...ee.aktivitas sex sama cowok, itu pertama kali waktu aku kelas,,ohh..semester 3 itu. Setelah aku putus. Itu semester..semester 5 berarti, eh semester 4 an, semster 3 semester 4. P 228 S1 ini? S 229 D3 P 230 Jadi waktu itu aku yang putus sama masntanku itu, chatting segala macam, pas chatting itu ketemu sama orang, yang eee..waktu itu, aku tidak deg- degan juga, karena tidak ada pengalaman seperti itu juga kan, dateng di kostan dia yang aku jadi bottom, orangnya cakep buat aku, dan aku ya gak pa pa, dan aku ngrasain waktu itu juga enak banget. Sakit, dan itu 1 kalinya, dan setelah kejadian itu untuk pertama kalinya aku gak pernah ML. S 231 Makanya aku jadi pengen tahu, kok kamu menikmati menjadi bottom itu.. P 232 Karena kebiasaan, karena

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  86 S 233 Karena menyakitkan kan kalau tidak bernar P 234 Karena ada caranya, oh adalah saat saatnya dimana enak dimana nggak. Karena setelah itu, setelah setahunnya lagi, ML lagi, aku jadi top nya lagi, jadi bottomnya lagi jadi topnya lagi. Ada orang yang mikir, jadi bottom itu gak sakit, gitu lho. S 235 Tekniknya hebat pasti P 236 Yap, pertama tekniknya hebat, dia gigolo soalnya, hehehehe. Dan aku naksir orang itu jadinya gitu lho. Jadi, kok sama dia gak sakit, jadi aku tanya dia, “kok gak sakit?”, karena biasanya..akhirnya lama-lama enak, kok akhirnya kalau ga digituin akhirnya gatel, hehehehe Akhirnya aku jadi yang first style, bisa top bisa bottom. Akhirnya aku punya pacar, mantan-mantanku itu top semua, termasuk yang ini juga top. Akhirnya kebiasaan bu, menikmati. Akhirnya aku yang jadi pacar itu, kan ada fase, di mana aku gak punya pacar selama 8 bulan itu ketemu bottom kok rasanya gak minat banget. S 237 Brarti dulu istilahnya yang pertama kali bersinggungan dengan istilahnya berhubungan, ya bukan hubungan sex, ya istilahnya sex pertama ya pas SD itu bener-bener menyadarinya dan kesan-kesan yang kamu sadar itu pas SMA nya. Kalau..eehh..SMP

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  87 P 238 Ya jijiknya ya..kan pertama kali dia yang minta, dia yang maksa, yah udah gak apa apa, pas SMP itu, “ayolah..ayolah..” Kalo SMA gak ada pengalaman sama sekali. S 239 Kalau SMA gak ada pengalaman sama sekali?

  Malah pacaran sama cewek? P 240 Heem.. S 241 Pacaran sama cewek terakhir

  D3 kemarin ya? P 242 S1. S 243 Eh..S1 kemarin itu? P 244 Yang Januari kemarin itu? S 245 Heeh... P 246 Masalahnya gini, jadi waktu itu yang biasalah orang pacaran ya.. kissing segala macem, udah gerayangin tangan, baru aku mau buka celananya, baru dibilang udah ntar aja..ya udah habis itu gak aku sentuh lagi. S 247 Yang setahun pacaran? P 248 Bukan.. yang cewek itu, udah gak pernah aku sentuh lagi, habis gak boleh, ya udah aku gak usah aja. S 249 Lah, kalau kamu sudah tertarik sama cowok..eh.. udah pacaran beberapa kali sebelum ini, cukup lumayan, 8 ya..kenapa kamu masih cari pacar cewek?

  P 250 Kondisi Januari kemarin aku gak punya pacar cowok.

  Kemudian itu terpengaruh tempat kerjaku juga. Trus lama-lama, ko cewek ini lucu juga ya..kok lucu juga..trus jalan sama dia kok menyenangkan juga, cantik juga buat aku.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  88 karena pada akhirnya waktu kissing sama dia ada perasaan deg-deg an segala macem. Bener kan? Karena dalam dunia gay seperti ini, ketemu orang, apa..ketemu ML..ketemu ML.. dan untuk kussingnya jadi biasa banget buat aku sebenarnya. Tapi, pada saat aku kissing dengan mantan- mantanku ini, itu, rasanya beda dengan kissing dengan orang biasa. Jadi waktu kissing itu aku rasa ini bakal jadi pacarku gitu. Karena sudah ada feel nya. Gitu. S 251 Ketika kissing itu, yayayayaya..

  Berarti dirimu itu bisex cukup lama ya sebenarnya, dari kecil sampai terakhir kali kemarin?

  P 252 Waduh.. aku lebih suka dibilang gay aja deh..hehehehe

  S 253 Iya, karena kebanyakan juga, subyekku yang lain udah langsung memantapkan juga, jadi, gay aja gitu. Yayayaya... berarti gak ada trauma seksual sama sekali yang memicu ya? Terus waktu pertama kali menyadari kalo kok cowok ini cakep ya, kok cowok ini lucu ya, kamu ada kerasa yang aneh gak waktu kamu pertama kali, maksudnya, misalnya aku ya,”eh kok ada cewek cantik ya”, gitu lho, ada gak perasaan gitu. Atau malah biasa aja? P 254 Biasa aja. S 255 Jadi kamu tidak merasa aneh ketika kamu mengagumi,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  89 berubah menjadi nafsu?

  P 256 Oh nggak.. biasa aja S 257 Biasa aja? Gak merasa .. P 258 Kok aneh ya? S 259 Iya kok aneh ya?

  Tapi pada saat itu kamu tahu sosial itu menganggap itu tidak normal?

  P 260 Oh tau..Cuma ya, yang Subjek menerima diri yang EFCacp namanya suka gimana sih, menyukai sesama jenis. namanya juga ya.. S 261 Gak ada guilty feeling? P 262 Eehhya gak ada.

  Bahkan kenapa aku lebih Subjek merasa nyaman dan PFCac sering coming out? Karena sering melakukan coming kebetulan aku bertemu out pada teman-temannya. dengan orang-orang, temenku, atasanku, orang- orang yang udah open mind. Pikirannya yang udah kebuka, yang aku kayak gimana, mereka gak peduli juga, maksudnya ga peduli juga, orangdengan orientasi seksual ku. S 263 Tapi yang penting profesional pekerjaan P 264 Eh..yang penting nyaman dia ajak jalan. Bahkan temen yang .... gak ada yang jijik segala macam. Walaupun semua orang suka dengan kayak gini. At least selama aku coming out, selama ini itu gak ada yang jauhin aku karena aku gay. Makanya aku yang fine-fine aja, yang.. orang tuaku,, itu dikasih minggu depan aja..ehhehehe..selanjutnya saja.. S 265 Iya eehhh..

  Sekarang kok masih awal- awal, terus yang ee apa namanya eee.. berarti pertama

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  90 istilahnya kamu suka pertama kali kamu suka sama cowok itu gakk..apa ada kah ketakutan atau temen-temen gimana..atau... P 266 Gak.. karena kau pertama kali pada saat aku, pernah nonton arisan gak?

  S 267 Pernah P 268 Aku coming out sama temen- Subjek melakukan coming PFCsssi temenku gara-gara arisan. out setelah menonton film

  “Arisan”. S 269 Gara-gara nonton film itu? P 270 Iya..karena yang aku liat di Subjek memberi makna EFCpr sana, temen segimana apa pada peran “teman”, pun, dia gak akan jauhin kita sehingga termotivasi untuk pun gara-gara kita gay. Yang melakukan coming out. kedua, aku inget kata-katanya Nino Aditya di sana, Nino Aditya si Surya Saputra, dia bilang ke sii....Sakti, dia bilangnya gini, pada saat coming out, kan ditanyain sama si Tora, emang pada saat itu gak ada apa ya..gak ada.... masalah yang lain, dia bilang si Surya itu bagus, masalah kan pasti ada cuma kita tidak akan bergelut dengan masalah yang itu-itu aja, takut ketahuan lah, takut gak diterima lah. Dan aku membuktikan itu, Subjek melakukan langkah PFCac aku ngomong ke temenku, pertamanya mengakui temen SMA ku waktu aku (coming out) pada teman semester 3 itu, “aku mau baiknya, bahwa dia penyuka ngomong” waktu pertamanya sesama jenis. itu, “mau ngomong apa?”, “aku lagi suka sama orang tapiii....”, “tapi kenapa?”, ini kan cewek temenku. Temen baikku, temen dudukku dari kelas 2 sampai kelas 3 SMA, duduk bareng sama dia.

  “kenapa, cewek itu punya pacar?”,”nggak”, “cewek itu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  91 lesbi?”, “nggak” . aku dah deg-degan juga, sambil senyum-senyum juga. “Itu cowok” aku bilang gitu kan, dia diem. S 271 Reaksinya dia pertama apa? P 272 Syok. Pandangannya kosong, Teman memberi respon BON.P trus dia bilang, “tunggu- negatif setelah subjek tunggu aku gak bisa mikir, coming out . apa itu?”, “aku gay” Bengong dia lagi. Pokoknya gak bisa percaya, dan aku gak bisa berpikir lagi sekarang. Udah lah..santai aja. Habis itu aku yang coming Subjek melakukan coming PFCac out sama temen sebayaku out sebagai wujud coping. juga, aku bilang aku gay, aku ada masalah keluarga yang gini gini..ada yang nangis. Respon negatif menangis BON.P Ada lagi yang aku bilang aku dari teman subjek setelah gay, “hehehehehehe”. Ketawa coming out. Ya sudah,

  S 273 Tapi pertama kali, sama temen SMA itu ya.

  Tapi setelah kamu mengakui itu butuh waktu berapa lama dia biar ga syok lagi? Hehehe.. P 274 Ada yang masih gak mau Teman subjek belum bisa BON.P terima, dalam artian aku gak menerima kenyataan bahwa mau terima kasmu seperti ini, subjek penyuka sesama tapi aku masih menganggap jenis. kamu sebagai temenku. Tapi yang pertama aku cerita udah santai aja, “ehh..mana pacarmu sekarang, cowok mana lagi?”. Jadi ya udah santai sekarang. S 275 Yayayayaya...

  Selama ini sebelum.sebelum..sebelum coming out itu, ee..apa ya..istilahnya apa yang bikin kamu terbeban dengan statusmu yang sebagai gay?

  P 276 Aku gak terbeban

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  92 S 277 Gak terbeban dengan itu, maksudnya..maksudnya..apa ya.. Duh aku harus ngomong..aku harus ngomong sama ini.. P 278 Aku pada dasarnya kenapa Subjek ingin tahu reaksi PFCac sih aku harus ngomong sama orang yeng mendengar orang, sama orang tua kau pengakuannya perihal juga, itu karena aku ingin orientasi seksualnya, tahu reaksi orang itu. Itu sehingga ia menjadi cukup karena pengen iseng aja. sering melakukannya, serta Itu kenapa dari coming out ingin orang memahami yang pertama aku jadi kondisi subjek sekarang ketagihan pengen coming out bagaimana. lagi, karena, pertama aku pengen lihat reaksi orang itu gimana sih, gimana syok nya dia. Yang kedua, karena buat aku lucu. Yang kedua itu karena, yah biar dia tau kondisi aku kayak gimana. Ya gitu aja. S 279 Setelah kamu coming out merasa lega atau biasa aja? P 280 Lega. S 281 Meskipun sebelumnya gak ada guilty feeling atau gimana? P 282 Gak ada guilty feeling. S 283 Lebih lega aja ya gitu? P 284 He eh lebih lega aja. S 285 Kalo ee..ee..orang orang ya..ehh.temen, temen atau keluarga yang kamu sudah coming out sama mereka, ada gak yang ee..kemudian memberi respon negatif, yang dalam artian, memusuhi atau gak mau kenal, Cuma sebatas gak mau mengakui ya.. P 286 (dipotong) gak ada S 287 (dipotong) Cuma sebatas gak mau mengakui itu ya yang bahwa kamu sudah coming out sebagai gay ya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  93 sekarang kalo ketemu juga yang biasa aja, cowokmu mana..gitu Walaupun dia ngomong seperti itu.. S 289 Tapi kenyataannya dia tetep gak mau mengakui.hehehe.. P 290 Ada yang ngomong, “kamu Subjek masih diejek perihal ngapain kerjaanmu orientasi seksualnya, sekarang?”, “aduh Brian, dianggap sebagai penyakit kamu gak sembuh-sembuh..” yang tak kunjung sembuh. BON.P hehehehehe

  S 291 Ko gak sembuh-sembuh, hehehehee P 292 Ngomongnya kayak gitu, iya..

  Makanya kalo ntar ke kantor, gak bisa masuk kantor, kan ditanya, “kenapa gak masuk”, “saya sakit”, “sakit kok gak sembuh-sembuh”

  S 293 Kayaknya mungkin itu dulu. e..bentar..matiin..

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  94

  Transkrip Wawancara II Subjek I

  Hari / Tanggal : Kamis / 21 Oktober 2010 Tempat : RM. Twister Jam : 13.18 – 14.10 WIB Keterangan P: peneliti S: subjek

  Verbatim Analisis / Interpretasi Koding P 1 Oke oke.. S 2 Mulai.. P

  3 He..iya..tanya dulu masa kamu mau langsung cerita..

  Tanya deh..ehh..dulu gimana proses dirimu mengakui kepada orang tua. Cerita aja kenapa kok kamu akhirnya memutuskan untuk cerita atau gimana atau eee…gimana trus reaksi mereka gimana?

  S 4 Jadi kan gini, ehemm (batuk).

  Pada dasarnya dalam keluargaku tuh emang udah gak bener. Aku bisa dibilang, apa ya… broken home, seperti itu. Ada sisi broken home nya walaupun gak keliatan seperti

  broken home . Karena aku yang

  selalu happy ever after, bahagia selamanya. Sebenarnya broken home, jadi ada masalah dalam keluarga. Orang tuaku bermasalah, adek- adek ku pun bermasalah. Aku punya adek cewek, dia butchi. P 5 Oohhh.. S 6 Adekku yang cewek butchi. P

  7 Tapi orang tua tau?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  95 Adekku yang cowok, itu manjanya minta ampun, nakalnya minta ampun, sering buat mama ku nangis, gitu lho. Trus di sisi papa ku, papa ku orangnya gampang selingkuh dari dulu. Jadi yang, aku aku yang udah biasa yang udah sering tahu masalah papaku itu. Dari kecil sudah tahu. Dari aku liat papa mama berantem, gimana kalo papa mama berantem itu kan, kalo aku masih kecil, kalo anak kecil pas liat mama papa nya berantem kan akan memposisikan dirinya ke mamanya, karena lebih deket ke mama kan pasti. Itu..itu yang pertama. Bermasalah dari dulu, dari baru berapa bulan menikah pun sudah, samapai sekarang. Kalo selama 2 tahun ini pun aku ga tau, karena aku kan gak di rumah, dan aku sih gak mau tau pada dasarnya. Kan, apa ya.. respek orang tua, oke aku masih sayang sama orang tuaku, cuma masalah- masalah keluarga aku gak begitu peduli ya, karena udahlah, gitu lho. Oh ada 1 momen di mana papaku parah-parahnya. Yang waktu aku coming out itu papaku lagi parah-parahnya, mama ku yang akhirnya juga sering main sama mantan- mantannya dia, sering deket sama orang-orang yang pernah deket, gitu. Dan aku ngeliatnya kan gak gitu wajar, apalagi sebagai ibu gitu lho ya. Jadinya mama sering pulang kampung, apa sering pulang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  96 kerja sampai malam, adekku yang cewek dia tinggal bareng pacarnya yang cewek juga, jadi kayak kabur dari rumah gitu, selama berbulan-bulan gak balik ke rumah. Adekku yang cowok, jadi tinggal aku sama adekku yang cowok yang tinggal di rumah. Sewaktu itu, apa ya…aku juga udah ada pacar, pacarku itu calon dokter gigi yang aku certain kemarin itu, dia yang nemenin aku di rumah, jadi kasarnya di mana orang tuaku pergi ga di rumah, cuma dia. Aku lagi sedih cuma dia yang nemenin. Sekarang gimana sih, fungsinya orang tua saat aku seperti itu. Wajar ga kalo aku cari orang ya..buat nemenin aku. Sampe yang wktu aku ulang tahun, mama ku di kampung, papa ku lagi dikantor, adekku yang cewek gak pulang, adekku yang cowok lagi sekolah, dan aku sakit waktu itu. Yang dateng, kan di telpon, “yang mau hadiah apa?”. “Kue tart”. Akhirnya dia dateng bawa kue tart bentuknya hati pula. Tapi ternyata adekku yang cewek dateng. “Apa ini?”, “kan ulang tahun”. Ya udah nyanyi gitu pas potong kue dia bilang kayak gini,”potongan kue pertama buat siapa ya?”, pacarku bilang, “itu buat adekmu”, adekku bilang, “ itu buat pacarmu aja duluan”. Aku yang hah..dia tau gitu kan.. Habis itu…

  P

  9 Itu yang waktu itu..adekmu yang katanya butchi itu kan.

  Waktu itu sebelum kamu coming out sama ortu, dia

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  97 yang duluan?

  S

  10 Kita coming out-nya bareng, tapi orang tua udah tau dari dulu, dalam artian udah meraba-raba, karena adekku itu sama si itu nempel terus, dia tinggal bareng itu di mana- mana gitu. Yang harusnya dia kuliah, malah gak kuliah. Sampe papa ku udah bayar berapa kali, dia pindah kampus sampe 2 kali. Buang-buang duit emang kan. Trus habis itu kan aku..aku..ada sodara, jadi mama ku cerita, sama sodaranya, sodara papa ku, sama ponakannya lah, kasarannya. Karena ponakannya, kakaknya itu ngomong sama kakaknya papaku. Mbaknya papaku gitu. Akhirnya ngomong, papa ku lagi main ke rumahnya dia, diajak ngomong, “kita udah tau masalah keluargamu gini..gini..gini.. kamu ngomonglah sama papa mu, kamu ngomonglah sama mama mu”. Ya ampun, ko sampe mereka aja tahu, gitu kan. Maslah keluarga, padahal kan kalo dari luar keluarga kita kan perfect banget. Terlihat perfect. Terus baru akhirnya, aku yang Subjek bertindak menghadapi PFCac sudah..itu yang aku harus perasaan / emosi marah, takut ngomong, bener-bener harus dan sedih dengan melakukan

  EFCfve

  ngomong, perasaan takut juga, tindakan aktif; berinisiatif ada perasaan marah juga. Ada memulai mengungkapkan perasaan sedih juga, gitu kan. permasalahan. P

  11 Itu yang ketika kamu mau coming out? S

  12 He eh.. aku takut coming outnya aku takut. Karena ini kan masalahnya orang tua

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  98 sendiri ya. Di mana yang pada dasarnya mereka gak mau kalau anaknya seperti itu. Aku anak pertama dalam keluarga, calon tulang punggung keluarga, yang paling perfect di antara semuanya. Tiba-tiba ngomong kayak gini, gimana sih. Aku berpikir bisa gantung

  PFCsssi

  diri mama ku denger itu. Habis Subjek berkonsultasi dengan itu kan akhirnya, aku udah Romo yang dianggapnya cukup ngomong sama romo di gereja, dekat, untuk dimintai “Rom, aku mau cerita pertimbangan. gini..gini..gini”, aku konsultasi sama romo itu gara-gara gay dan romo pun nggak

  EFCpr menyalahkan itu, kan Subjek memaknai kasih sebagai mengasihi sesama itu tidak hal yang baik untuk siapa pun, salah, mencintai orang itu hanya gaya hidup yang salah tidak salah, hanya yang salah (seks bebas) ada dalam dunia dalam duni gay adalah sex gay. bebasnya. P

  13 Itu romonya yang bilang gitu..? S

  14 Hmm.. dia bilang, mungkin kamu jangan bilang pacarlah.

  Bilang temen baik aja. Bilang sahabat aja. P

  15 Jadi sebelum coming out itu kamu sudah berkonsultasi dengan romo?

  S

  16 Karena.. aku deket banget sama Rom-onya, dari aku kelas 6 SMA, eh…6 SMA, 6 SD, sampe kuliah semester 2 aku masih jadi misdinar. Jadi kita deket banget. Misdinar, putra altar. Dari kelas 6 SD bu..sampe aku umur 20 tahun.. Coba..huh.makanya jadi deket banget sama aku. P

  17 Kalo selain sama romo gak konsultasi sama keluarga lainnya?

  S 18 Gak..sama romo aja.

  Pas hari itu pulang gereja,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  99 yang kebetulan semuanya ada Subjek merencanakan coming PFCpl di sini, ada di rumah, aku out dengan menuggu saat yang ngomong sama adekku, “aku tepat untuk mengungkapkan PFCrc mau ngomong sama ayah sama permasalahan. ibu, kamu udah tau kan papa gini..gini.gini.. mama juga gini..gini..gini.. kamu kalo misalnya ada masalah, eh,, kamu masih kecil, kamu masih kecil, mending ga usah denger, mending kamu main ke rumah siapa. Gitu”. “iya..iya”. akhirnya adikku pergi. Bisa ngerti gitu, adekku pas kelas 6 SD. Habis itu aku ngomong Subjek melakukan coming out. PFCac sama mereka. P

  19 Itu ada adek cewek? S 20 Ada adek cewekku.

  “Ini ada yang mau tak Subjek melakukan coming out. PFCac omongin sebenernya, di denger dulu”, aku bilang gitu kan. “Sebenarnya kita mau gimana sih keluarganya? Papa begini, mama begini”. Aku jelasin satu-satu. Papa ada affair kan sama si ini, si ini, si ini, aku ngomong sama mamku juga. Ibu juga. Sampai sodara ngomongin, gimana sih rasanya, mana perasaan kalian? Kalo emang mau hancurin keluarga, ayuk kita hancurin keluarga. Aku ngomong kayak gitu sama mereka. Kalau mau dihancurin, ayok aku hancurin. Aku bantu hancurin. Akhirnya, adekku ngomong duluan..aa… mama kan akhirnya, kamu, apa yang kamu rasain, apa yang kamu rasain, semuanya ditanyain satu persatu. Adekku yang duluan ngomong, “aku biseks”. Dia ngomongnya biseks. “Aku biseks”. Terus,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  100 mereka kaget, tapi biasa aja, maksudku udah tau dari dulu, jadi gak gitu kaget aja. Terus kamu gimana? Aku bilang, “bla..bla..bla..aku Gay”. Dan yang sering main ke sini, itu pacarku. Papa ku syok, yang bengong gitu, mamaku nangis. Akhirnya yang, kau tau itu salah, “itu gak salah buat aku”.

  Subjek melakukan coming out. Respon negatif dari keluarga berkaitan dengan coming out. Subjek memaknai kondisinya (gay) sebagai hal yang tidak salah.

  PFCac BON.P PFCpr

  P

  21 Siapa yang Tanya, “kau tau itu salah”? S 22 Papa.

  Orang kalo tau itu salah, masa aku harus bener sendiri sih? Aku ngomong gitu. Kalo kalian salah, aku juga salah ya gak masalah ya. Kalian gak punya hak untuk ngatur-ngatur aku kayak gimana, karena kalian juga salah. Gitu, aku bilang ke mereka. Bener kan posisiku waktu itu? Itu yang, “trus yang waktu itu sering ke sini itu pacarmu?”. “Iya itu pacarku”. “Sekarang aku tanya sama kalian, dimana sih kalian waktu aku lagi sendirian, waktu aku lagi sakit, waktu aku ulang tahun, kalian dimana sih, yang nemenin aku tuh cuma dia”. Aku bilang gitu kan. Habis itu yang gimana- gimana, aku ngomong lagi, “kalian tahu aku pernah jual diri?”. Aku ngomong gitu, mamaku langsung pingsan.

  Subjek merasa sangat sakit hati dengan kedua orangtuanya yang menganggap dia salah, padahal menurut subjek kedua orangtuanya juga salah. Subjek kemudian mengungkapkan kekesalannya pada orangtuanya.

  Orangtua subjek memberi respon negatif.

  EFCfve

  PFCac BON.P P

  23 Itu, ceritanya gimana kok kamu jual diri? S

  24 Aku kesepian, aku ga butuh uang, sebenernya gak butuh uang. Ya uang perlu ya hanya saja ya gak segitunya. Dalam artian, aku jual diri tuh biar ga

  Subjek melakukan tindakan jual diri sebagai bentuk kekesalan terhadap orangtua, karena merasa tidak diperhatikan.

  EFCmd

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  101 kesepian, yang pertama. Cuma iseng, makanya dalam beberapa kali aku ga minta uang kan sama kalian. Beberapa saat aku ga minta uang kan sama kalian. Karena aku udah dapet dan aku..gak ..aku yang aku gak ngomong gini ya, gak ngomong berapa sih dapetnya ya, Cuma ya aku share aja ke kamu, aku ya saat itu kesepian, aku pengen nyoba, kok ya ML..ee.. orang yang aku taksir ngomong gini dulu, “ pak saya ini ML kok gak dibayar, emang gak ada harganya badan kita? Orang barang cuci gudang aja masih ada harganya”. Aku denger yang, oh iya.. aku yang, aku tuh kalo pengennya 25 ribu, aku kasih 25 ribu. Aku punya 100, aku kasih 100, aku punya 400, aku kasih 400. Se……sekarepku dewe. P 25 Buat seneng-senene kan.

  Bukan ngincer uangnya. S 26 Uangnya uang …. Pas habis.

  Hahahahahaha… langsung habis, ya aku heran, ya Allah.. Padahal waktu itu gak dugem. Padahal waktu itu aku gak minum. P

  27 Kenalannya dari chating- chating gitu? S

  28 Iya… P 29 Terus.. S

  30 Gak pernah ke Gay Bar, karena takut, hehehehe P

  31 Karena takut ya? S

  32 Habis itu yang, akhirnya aku yang, akhirnya ya..udahlah langsung, mama yang akhirnya Respon negatif dari orangtua BON.P nangis-nangis yang gak setelah coming out. percaya kalo anaknya gini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  102 kalo bener-bener ngeliat aku lagi..apa ya.. melakukan tindakan homoseksual di depan dia, entah itu kissing, ML.. P

  33 Tapi pernah? S 34 Gak pernah..

  Kalo bener sampai ngeliat aku Respon negatif dari orangtua BON.P kayak gitu bisa bunuh diri setelah coming out. langsung mama ku, mamaku bilang seperti itu. Papa gak bisa banyak omong. Habis itu ya..kelar itu kayak Sekeluarga meninggalkan EFCbd gak ada apa-apa gitu lho. permasalahan untuk sementara Habis itu ke dengan melakukan kegiatan pantai..pantai..main bareng, lain. padahal habis nangis-nagisan itu semuanya. P

  35 Tapi setelah..setelah kamu mengakui semua itu, kamu masih sama pacarmu ya?

  S

  36 Iyak.. dan dia gak berani main ke rumah lagi karena aku bilang aku udah coming out sama orang tua. Setelah berapa lama, berapa bulan akhirnya aku ketemu sama orang yang ternyata mantannya pacarku. Itu mantannya yang dia apa..cerita dia setelah sama aku sama itu. Habis itu diputus trus ngobrol sama aku. “Oh kamu to yang namanya Brian”. “Emang kenapa?” “Iya pacarmu si ini ya..?” “Iya pacarku si ini.. itu juga pacarku. Dia cerita gini..gini..gini..dulu katanya Orangtua melakukan tindakan BON.P dia jalan waktu pacaran sama teroro terhadap pacar subjek kamu, orang tua kamu nelpon sehingga akhirnya mereka dia, neror dia, dan kamu ya putus. yang ngerusak anakku, gini..gini..gini..” Makanya dia ga berani main ke rumahku..ohh ternyata dari orang tuaku sendiri yang neror

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  103 dia. P

  37 Tapi..tapi..orang tua mu gak cerita sama kamu? S

  38 Tapi gak cerita sama aku. Tapi orangnya baik banget...baik banget..sampe ya Allah kasian banget. Bener bener yang baik banget, kan orangnya polos sekali. Pacarku yang sekarang sih polos juga, makanya aku suka. Kerja keras gitu lho, mereka berdua itu. Orang yang waktu itu, dia kan calon dokter gigi, waktu dia lagi praktek itu, dia tuh ninggalin tisu di dalem mulut, hehehe... dompetnya sering hilang, handphone nya sering hilang..hehehe..kasihan banget, ya ampun.. Ayo kita nonton, di jemput ke rumah, sampai ke 21, dompetku ilang..hehehehehe... P 39 Duhh ya ampun.. S

  40 Ya udah gak papa sini aku yang bayar, hahahaha.. P

  41 Terus habis itu ya setelah..ee..setelah..ya setahu kamu ya orang tuamu selain meneror-meneror itu apa lagi yang ee... tindakan tindakan yang mereka lakukan sebagai apa ya..eee..istilahnya apa ya.. merespon coming out itu?

  S

  42 Eee.... over protect yang aku Orangtua menjadi terlalu BON.P gak boleh nginep di tempat mengekang semenjak coming orang, gak boleh keluar out. malem, padahal dulu, “kamu gak papa keluar malem, asal pulang paginya”. Gitu lho. Tapi sekarang udah gak boleh. Kan kalo di rumahku gini, mobil udah masuk, jadi gak ada yang keluar lagi gitu lho, dan motor ga bisa keluar, dan he eh..emang sengaja dibuat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  104 begitu. Jadi motor gak bisa keluar lagi, makanya aku pulang ke Bali, kalo sudah ada mobil, makanya udah males aku pasti keluar, biar aku keluar agak lama, kalo gak gitu. Pulang, papaku udah pulang jam 8 jam 9, udah masuk, ga bakal bisa keluar lagi aku, gitu lho. Mau bawa mobil gak boleh sama papaku,

  P 43 Kalo..kalo ini, misalnya e.. S

  44 Tapi tetep, walopun aku udah Subjek melakukan tindakan PFCac dilarang gak boleh pulang aktif untuk mengatasi sikap malam, gak boleh nginep, aku orangtua yang mengekang. kan udah pacaran sama yang lain lagi. Nginep sama yang lain. P

  45 Itu gimana papamu? S 46 “kamu punya pacar ya?”

  “Nggak.” “kamu tidur dimana?” “Di rumah temen” Akhirnya aku pernah marah lagi sama mamaku, ada masalah antara..e..mamaku sama pemikirannya lagi, dan aku gak pulang, mamaku telpon gak aku angkat.

  Sampai besoknya, aku ngeliat mamaku gak tidur, aku tidur di orang lain lagi gitu kan, temen chatting lagi. Pulang yang aku sampai di rumah yang ngerokok di kamar, mama ku Cuma salah paham gitu lho waktu itu, mamaku ngelakuinnya biar papaku ngerasa bersalah gitu lho. Tapi ya mamaku yang menyakinkan, ya mama ku gak percaya gitu lho, sampai sekarang pun masih gak gitu percaya. Akhirnya ya sudahlah, akhirnya ya sampai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  105 sekarang ya, “eh papamu Orangtua tetap membujuk BON.P pengen kamu nikah sama subjek untuk menikah anaknya si ini, kita pengen meskipun tahu kenyataan ngenalin kamu sama orang sesungguhnya. tuanya”. Heee..... kamu sms ya.. P

  47 Langsung ya..? S

  48 He eh..langsung. tiap nelpon, kamu udah punya pacar ya di sana cowok. Padahal nggak, mau ngapain lagi. Waktu aku telepon yang terakhir sama pacarku yang ee..dokter gigi itu, aku pulang, apa ya, ee..gara-gara putus itu Orangtua sedih lalu menangis kan syok banget, yang dia karena mendengar cerita BON.P selingkuh sama cowok lain, anaknya (subjek) perihal aku pulang, aku cerita sama permasalahan cintanya engan mamaku, mamaku akhirnya sesama jenis. nangis lagi. Cerita aku pulang ke Bali, biar aku gak kesepian. Kita kan tinggal bareng lama, kemana-mana kan berdua, dia yang minta ditemenin, segala macem. Aku aja yang kalo udah putus kan kesepian ya, gak ada yang nemenin, aku pulang ke Bali, waktu itu kan aku pas lagi KKN, di tempat KKN kan kemana-mana kan bareng temen terus, tidur pun bareng temen-temenn kan, di rumah, aku kelar KKN besoknya kau langsung pulang ke Bali. Langsung, biar..aku ada temen. Akhirnya, di Bali pun, gimana- gimana, akhirnya aku ngomong sama mamaku, mamaku udah bilang, dari awal udah tau, tapi tetep nangis. Habis itu, ada temenku dateng lagi, ke Bali gitu kan, dari Jogja, ya.. gay juga, Cuma, “itu pacarmu juga ya?”.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  106 “Nggak cuma temen”. P

  49 Tapi nganu..itu gak, kamu kan sering bilang kamu punya pacar, tapi kamu bilang, nggak, kamu nggak punya pacar. Itu memang, memang, kenapa kamu melakukan itu?

  S

  50 Jaga perasaan. Ee.. mama papa Subjek menahan diri demi PFCrc keduanya. Sebenarnya, mereka menjada perasaan kedua tahunya aku masih kuliah orangtuanya. kan..dan kalo aku pacaran kan aku mikirnya, itu kan di luar..di luar tujuanku ke Jogja gitu kan. Ya itu bukan tujuanku datang ke Jogja kan. Kalo aku bilang punya pacar, ya bakalan marah dong mereka. Kecuali pacar cewek ya gak masalah gitu. Orang, mamaku sampai yang, “Apa Orangtua sudah sangka buruk, BON.P kamu boros di sana gara-gara uang subjek habis untuk hal-hal yang..” ya.. sebenarnya gak dunia gay. ada hubungannya to ya. Aku dugem, dugem sendiri, ya kan. Waktu kemarin yang aku cerita sama mama ku itu, pagi-pagi,

  EFCfve

  e..aku anter temenku itu Subjek merasa kesal dengan pulang, dia pulang naik pernyataan ayahnya, dan ingin pesawat, papaku yang cerita, mengungkapkan rasa kesal dan “itu e..mama tuh udah cerita tersinggungnya itu. gini..gini..gini..kamu bisa gak, bisa gak sih ngehargain perasaan mama?” Aku yang waktu itu yang, marah sebenernya, aku marah, mau nangis, tapi marah, tapi gak mau ngomong, karena apa, karena dia masih salah, tapi nyuruh orang lain gak salah. Aku sebelnya kayak gitu. Sampai papa ku ngomong gitu aku bener-bener bakal ngomong gitu. E..akhirnya yang cuma Subjek pasrah dan menerima

  EFCacp iya..iya..gitu aja. kondisi ayah yang seperti itu.

  P

  51 Tapi antara papa sama mama

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  107 yang ngasih..ee..wanti- wanti..ee..wejangan siapa? Papa gimana? Mama gimana? Oh papa ngasih tau untuk sms cewek ini ini atau ngenalin atau apa?

  S 52 Oh..oh gak segitunya.. P

  53 Kalo mama kan kayak kayak tadi itu, kalo papa? S

  54 Papa jarang nelpon, kalo nelpon tuh masalah kerjaan, masalah kuliah. Beda lah ya. P

  55 Tapi kalo masalah kamu yang coming out itu pernah gak papa nyinggung-nyinggung gitu?

  S 56 Yah..yang kayak kemarin.

  Yang setelah aku ngomong sama mama itu lho. Tapi kalopas lagi nelpon nyinggung kayak gitu gak pernah. P

  57 Nyuruh ini, sms cewek gitu ? S

  58 Gak..gak pernah. Masalahnya Subjek berencana PFCpl aku kan pengen bawa pulang memperkenalkan pacar ke pacarku ke Bali yang sekarang orangtuanya. kan karena pertama, biar orang tuaku tau, dalam artian bukan tau dia pacarku, tapi tau aku punya temen dia, gitu lho. Sebagai seorang temenku. Kalau memungkinkan pun aku masih mikir-mikir juga ya, aku mau bilang coming out ya itu pacarku, karena aduh sekarang udah jaman apa sih sekarang, sekarang udah abad berapa sih, masa masalah gini aja masih jadi masalah. Itu yang pertama. Yang kedua, sudah saatnya apa Subjek memutuskan tuntuk PFCac yang mereka mau gak semua mengungkapkan prinsip mereka dapetin. Iya kan. Gak hidupnya. semua yang apa dalam pikiran mereka harus teralisasikan gitu kan. Aku, ini hidup aku gitu lho. Gimana-gimana aku bakal ngomong aku gak bakal, apa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  108 namanya..ee.. ngecewain orang yang bakal jadi istri aku. Sekarang dosa mana sih, aku punya istri tapi mataku masih Subjek memaknai dosa EFCpr kemana-mana. Iya kan, terhadap orang yang dikasihi, sekarang aku malah nyakitin lebih baik menjadi diri sendiri istriku juga, iya kan. Nyakitin dan tidak berbohong pura-pura orang tuaku, nyakitin istriku mencintai wanita. ngeliat kayak gitu, nyakitin orang tua istriku gimana ngeliatnya. Iya kan. P

  59 Tapi pernah gak terlintas dalam benakmu, suatu saat pengen ngomongin kayak gini?

  S

  60 Iya, aku udah ngomong- ngomong. Aku udah pernah ngomong, tapi mereka bilang sebaiknya gini, “kalau masih mereka yang fine-fine aja sama kamu sekarang, mending diliat aja dulu, karena kamu kan masih kuliah, masih butuh uang mereka, masih tanggungan mereka. Karena kan pacarku itu orang tuanya cerai, dan dari kecil itu yang papa nya gak bertanggung jawab. P

  61 Gak bertanggung jawabnya gimana? S

  62 Ee..nikah sama orang lain gak nafkahin keluarganya. Kan nikah beberapa kali papanya. Gak cuma 2 kali itu. P

  63 Dan mereka belum bercerai papanya? Tapi udah nikah. S

  64 Udah cerai. Cerai nikah lagi, cerai nikah lagi. Dan dia ditinggal..akhirnya ya..setelah kelas 1 SMP akhirnya dia ditarik. Tinggal sama papanya, tinggal sama ibu tirinya dia, gimana hidupnya yang kekurangan. Aku sih alhamdulilah, gimana-gimana

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  109 cukuplah dalam hidup aku. Aku yang dengerin dia cerita, itu kenapa dia sampai sekarang masih suka makan kerupuk, itu karena dia yang masih kecil itu biasa makan nasi sama kecap. Itu pun disanguin sama neneknya buat beli kerupuk. Ya Allah, sedih aja rasanya.

  PFCsssi

  Makanya selama kamu masih Subjek meminta saran pada punya orang tua yang bisa pacarnya perihal sikap yang nyayangin kamu, masih bisa harus diambil terhadap perhatiin kamu, itu dibiarin aja orangtuanya. dulu. Jangan cuma masalah ini, orang tuamu gak mau kenal sama kamu lagi. Ya ku dengerin, tapi kan ada perasaan aku pengen orang tuaku juga tahu. Aku malah sekarang mikirnya pacarku gak serius sama aku. P

  65 Kenapa? S 66 Masalah komitmen. Adalah. P

  67 Trus kalo ini, itu kan orang tua ya..ee.. kalo, adek-adek ada gak yang..ee.. S 68 Ohh..adekku..adekku.. P 69 Membahas itu dan.. S

  70 Adekku sering. Adekku yang cewek dan cowok.

  Kaloyang cewek kan aduh..kan sama-sama salah, sama-sama menyimpang. Dia yang,”gimana pacarmu?”. Jadi dia udah facebookan sama bojoku yang semenjak..semenjak apa ya..lupa..dia yang udah nanya, ”hallo kakak ipar lagi apa?”. Itu yang di tulis di wall nya kayak gitu. P

  71 Tapi dari awal-awal, dia ada ini gak, ada reaksi-reaksi negative apa yang..?

  S 72 Gak ada..

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  110 S Kalo yang cowok, dia itu tipenya yang gak pedulian, dia yang..ah bodo amat. Dia kan sekolahnya yang di Semarang itu, beberapa kali dia kan ke Jogja, ini lho..ta kenalin, “ini Ryan, pacarnya mas Bryan. Kalo aku lagi kerja, kamu ada apa-apa, kamu bisa ngomong sama dia”. “Ya..”. Tapi ya, yang biasa aja, terus yang, “ntar mas Ryan mau dibawa pulang”. “Ya, bawa aja.” Jadi gak peduli. P

  74 Jadi dia nganu ya.. Luweh wae.. heheheh S 75 He em.. P 76 Hmm.. Yayayaya....

  Kalo ini...eee..orang tua yang..ee..ya..yang memberi tekanan pada kamu...ee..istilahnya..e..ya..ay o kamu menikah, kembali menjadi apa maksudnya, gak.. S

  77 Kembali menjadi straight? P

  78 He eh..kembali menjadi

  straight , seberapa sering kamu

  melihat itu? Masih suka telpon Subjek sering ditelepon perihal BON.P kayak gitu.setiap telpon yang pacar wanita. diomongin kayak gitu. S 79 He em.. P

  80 Padahal telponnya sering? S 81 Seminggu pasti sekali nelpon.

  Makanya aku males nelpon Subjek jadi urung menelepon PFCac mereka kalo gak ada urusan. karena selalu didesang perihal Aku nelpon mereka paling pacar wanita. kalo gak ada pulsa, beliin pulsa. P

  82 Hehehe.. ternyata… S

  83 Ya dulu..waktu..ee..waktu aku masih kuliah, temen-temen ngeliat aku, duh manja banget sih, anak mami banget, masa masih jam 9 udah ditelponin di

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  111 P

  84 Sekarang karena udah ketahuan jadi dikekang. S 85 He eh… jadi over protective. P

  86 Kalo ini, apa namanya, mantannya dulu waktu di Bali juga, apa ya.. dikekang? Gak ada nganu..gak ada konsekuensi, maksudnya, walaupun kamu gak pulang, kamu didiemin?

  S 87 “Dari mana?” “dari rumah temen.” “Pacarmu?” “bukan, temen biasa” Jadi, mamaku tu lucunya tau Ibu subjek selalu beasumsi BON.P mana temen kampusku, mana teman non kampus subjek yang bukan temen kampusku. adalah pacarnya. Gak tau, kalo ada orang datang ke rumah, dan tau temen kampusku udah gak ngomong apa-apa, walaupun temen kampusku ngondeknya kayak gimana kan ada. Kalo udah temen kampusku ya udah diem aja, “itu pacarmu ya?”

  P 88 Oh langsung gitu ya..

  Itu, kamu digituin perasaan mu gimana? S

  89 Biasa aja P

  90 Ketika kamu, pertama kali coming out, dan ibumu pingsan itu menimbulkan perasaan gimana?

  S

  91 Sedih sih, sedih kali ya. Subjek merasa sedih telah BIN.P Melihat mama ku pingsan mengecewakan orangtua. sampe segala macem. Karena aku tahu lah ya mengecewakan mereka. Tapi ya kayak tadi aku Subjek memaknai hidup EFCpr bilang, kembali ke hidupku, sebagai sesuatu yang dijalani aku yang jalanin, aku yang oleh tiap individu secara tahu gimana rasanya. Memang berbeda, sesuai prinsip hidup aku, gak pingin kan, cuma ya masing-masing. udah seperti mau gimana dong? Harus yang menyangkal juga gak bagus buat aku. Ya mungkin aku bisa ya, cuma ya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  112 berapa lama. Aku suka makan donat. Disuruh diet donat ya aku bisa, tapi disuruh berhenti ya aku gak akan bisa. Jawaban …. Serahkan semua Subjek berpasrah kepada EFCtr pada Tuhan.. hahahahhaa.. Tuhan, berkaitan dengan Pernahkan kayak gitu ya.. permasalahan yang sedang Serahkan semua pada Tuhan. dihadapinya. Sudahlah. P

  92 Kalo ini, ada gak ya..ee apa..e..istilahnya, sampai ke respon fisik? Istilahnya sampai kamu dipukulin, ditampar. S

  93 Nggak. Masalahnya bukan gimana ya. udah sama-sama besar ini, gitu kan. Sekecewanya mereka sama aku pun gak akan sampai mukul aku. Aku tahu orang tuaku bukan tipe orang tua yang suka mukul anaknya, kecuali anaknya masih kecil dan itu keterlaluan. Kalo udah sama-sama besar gak lah. Paling nangis yang bikin anaknya jadi ikutan nangis. Hehehehe…

  P

  94 Dulu waktu itu semuanya nangis, waktu kamu coming

  out itu?

  S

  95 He eh..nangis. Harapan subjek tidak sesuai BON.P Aku berharap setelah coming kenyataan karena reaksi negatif

  

out itu semua kembali normal, keluarga subjek berkaitan

ternyata gak. Sama aja. dengan coming out-nya.

  P

  96 Kembali normal tuh maksudnya gimana? S

  97 Kembali normal tuh dalam artian, papaku kembali baik- baik aja, mamaku juga baik- baik aja, ternyata gak ada yang berubah sama sekali. Kenapa aku juga harus berubah gitu lho. Aku tetap akan menjadi seperti aku. Karena yang jalanin hidup itu aku.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  113 P

  98 Terus ini, apa kalo misal..apa..apa ya..itu kan istilahnya kamu coming out, orang tua akan kasih respon yang ibu juga pingsan, terus ngasih wejangan, telpon yang dibahas itu-itu mulu. Itu gimana cara kamu menghadapi seperti itu? Menghadapi apa ya istilahnya respon-respon dari orang tuamu yang seperti itu. S

  99 Eee.. aku kan..seperti yang aku bilang tadi, aku kan masih butuh bantuan mereka. Aku gak akan bisa hidup sendiri. Segimanapun aku, apa..ee..udah aku ga usah berhubungan apapun sama dia, aku mau bilang, aku minta pacarku yang hidupin aku pun juga aku gak aakan bisa kan. Bagaimanapun aku masih butuh orang tuaku. Dan aku juga gak mau pisah dari mereka sebenarnya ya. Aku sayang keluargaku dan gimana sih untuk saat ini selama aku masih belom settle, selama aku belum bisa hidupin diri aku, bikin mereka seneng Subjek menahan diri untuk PFCrc aja dulu. Dalam arti mereka tidak mengumbar hal orientasi Tanya apa-apa, bohong dulu seksualnya di depan keluarga. gak ada salahnya lah ya. P 100 White Lie..? S 101 White Lie.. Subjek menahan diri untuk PFCrc

  “punya pacar sekarang?” tidak mengumbar hal orientasi “Nggak” seksualnya di depan keluarga. “kamu ngapain sekarang?” “Sibuk skripsi aja” Padahal ngepel nyetrika, nyuci gitu ya..heheehhee

  P 102 Ibu rumah tangga. S 103 Padahal ngenet tiap hari nonton tivi.

  P 104 Trus itu, waktu..waktu ibu nelpon atau sms nanya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  114 anaknya ini, kamu gimana?

  S 105 Beberapa ada yang aku sms ada yang ga. Aku sms kalo kalo aku disuruh mamaku yang sms. Aku tulis itu lho mamaku yang nyuruh. P 106 Trus dia gimana? S 107 Oh iya..salam kenal ya. P 108 Tapi gak berlanjut ya, cuma sms sekali itu aja? S 109 Ada bebrapa kali. P 110 Kalo, ee.. papa..papa ngapain tadi ya..ee..ini ya.. kalo mama kan nyuruh sms, kalo papa apa? Yang berkaitan dengan kamu coming out itu?

  S 111 Sebenarnya mereka dibalikin gini. Papaku realistis ya. kan kemarin ada om ku kan yang meninggal itu. Papaku tuh, “Kamu liat dong om mu itu, Ayah subjek memberi BON.P dia sendiri gak punya istri, gak gambaran realitas kehidupan punya anak, apa kamu mau gay sebagai bentuk merepotkan adek-adekmu ketidaksetujuannya. dengan cara yang sama seperti dia?” Ngomongnya tuh lebih menunjukkan kenyataannya yang kayak gimana. P 112 Terus kamu merespon itu gimana?

  EFCfve

  S 113 Mau gimana dong? Karena Subjek kesal karena hanya dia yang dibilang juga bener. Tapi, yang diharapkan berubah, aku sih berpikirnya selama dia sedangkan ayahnya tidak. masih salah aku gak mau bener. Buat apa? Kenapa cuma aku yang berubah?

  P 114 Kalo kamu bilang gitu kamu juga mengakui bahwa apa yang kamu lakukan sekarang ini salah.

  EFCacp

  S 115 Dalam artian kan gak semua Subjek menerima kenyataan orang tau. Gak semua orang bahwa tak semua orang mau bisa menerima. Apalagi gay. menerima dan memahami Indonesia ya. Oke mungkin orientasi seksualnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  115 seangkatanku dan lebih muda bisa menerima, tapi orang yang lebih tua kan gak bisa. Kenapa dianggap salah karena hubungan gini masa depannya apa ya. Kalo hubungan straight ujungnya kan nikah, punya anak. Aku? Ke depannya apa? Gak bisa nikah, gak bisa punya anak, cuma jadi gini-ginian aja. Aku pernah bilang sama pacarku, dia bilang, ”Kamu ngomong apa sih..kalo cuma anak kita bisa melihara..eh melihara..adopsi.”

  P 116 Tapi dari lubuk hatimu terdalam, kamu menganggap ini salah atau nggak?

  S 117 Salah gak salah sih ya.. Subjek sedikit merasa bersalah BIN.P dengan orientasi seksualnya. P 118 Antara..? S 119 Antara ya..karena aku sih lebih Subjek memaknai sendiri EFCpr menyakinkan diriku ini gak bahwa dia tidak bersalah. salah. Walopun banyak yang bilang ini salah. Karena apa? Karena ..aduh.. Seperti yang aku bilang tadi, Subjek memaknai kasih kepada EFCpr benar, mencintai orang itu apa siapa saja baik, yang salah salahnya sih. Ya kan. Aku gak adalah gaya hidup gay yang suka dari dunia gay itu seks seks bebas. bebasnya aku gak suka. Pola hidupnya aku gak suka. Tapi kalo misalnya aku cuma sama satu orang, pacaran, sudah seperti punya rumah tangga sendiri, bedanya sama straight apa? Habis itu, orang ya yang aku Subjek memaknai perbuatan EFCpr tau, yang aku percayai, orang baik, menjunjung tinggi kasih Kristen, orang Katolik, yang dalam agama nasrani, bahea menjunjung tinggi kasih gitu kejahatan tak serta merta kan. Tuhan gak akan masukin karena orientasi seksualnya, orang ke dalam neraka cuma tetapi tindakan jahatnya kera orang itu gay. (pemerkosaan, pembunuhan).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  116 Tapi ya kalo perkosa orang, membunuh, bedanya apa? Iya kan? Trus, aku berpikir Tuhan gak akan masukin orang ke neraka gara-gara orang itu gay. Tapi karena apa yang diperbuat di dunia. Itu yang aku pegang sekarang. Dan aku percaya karma sih. Aku kan orang Bali, Subjek percaya bahwa EFCtr dibesarkan dalam budaya yang reinkarnasi ada, dan berpegang aku percaya dengan adanya pada kepercayaan bahwa karma dengan adanya hidupnya kelak akan lebih baik. reinkarnasi. Kalo Kristen, Islam, itu kan gak ada reinkarnasi ya. Tapi dalam dunia barat modern kan percaya dalam reinkarnasi. Aku percaya apa yang aku alamin sekarang karena karma di kehidupan sebelumnya. Dan orang semakin sering lahir, makin sering reinkarnasi, jadih lebih baik, lebih baik, lebih baik. Mungkin sekarang aku jalan seperti ini, tapi dalam kehidupan sebelumnya aku akan lebih baik. P 120 Kamu ini gak pernah apa namanya melihat kamu udah

  coming out , trus kamu cerita

  ke temen-temen, sahabat- sahabat yang udah kamu ceritain begitu, atau ya udah

  coming out selesai ya udah gak cerita-cerita lagi.

  S 121 Cerita..? P 122 Ama temen gitu? S 123 Cerita dan dalam artian aku menganggap itu biasa. Gak yang eh aku mau ngomong, tapi ke eh kenalin ini pacarku.

  Ada yang oo.. pacarmu cowok, ada yang seperti itu, oh iya...ada yang cakep kok. Jadi mereka yang kaget gak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  117 kaget gitu lho. Dan aku yang biasa aja. P 124 Oh jadi cuma sebatas itu ya, gak ada yang kemarin musuhin.. S 125 Oh gak ada yang musuhin aku.

  Oke mungkin yang untuk Subjek diejek oleh teman- BON.P beberapa orang yang gak kenal teman yang tidak mau aku, dalam artian yang temen- memahaminya. temen mainku, temen-temen kuliahku, itu pasti ada yang ngejekin kan segala macem. “heii bencong..bla..bla..bla..gini..gin i.gini..”

  P 126 Kamu gimana? S 127 Biasa aja, jadi dulu waktu aku masih kecil orang diejekin begitu pasti akan nangis, bakal ih, kok diejekin gini, tapi aku Mendapat respon negatif BON.P biasa aja. Aku yang,” Iya diejek, tetapi subjek bisa

  EFCacp emang kenapa?” hehehe.. dengan tenang menerimanya.

  P 128 Tapi waktu kecil emang ada orang-orang yang ngejekin? Karena?

  S 129 Karena kan waktu itu, oke aku kan masalahnya suka main sama cewek. Dan cewek pun suka main sama aku sampai aku dikejar-kejar diajak main, sampai aku risih tidur siang segala macem didatengin, bilang tidur siang. Sampai kayak gitu. Dan aku pun udah bisa aja yang..dalam artian gak yang..ehh...bla bla bla.. waktu kuliah. P 130 Oh waktu kuliah? S 131 Kuliah. Diomongin orang pasti ada ya. Setelah coming out gitu ya, jadi aku kan sastra jepang ya. Jadi anak sastra inggris yang aku gak kenal ya beberapa ada yang temenku Subjek digosipkan, namun bisa BON.P

  EFCacp yang mulai ngomongin aku menerima dan tetap santai.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  118 menggonggong .............. hehehehehehehe

  P 132 Itu waktu kuliah ya..tapi masa sekolah itu ada gak sih orang- orang, karena kan gini, ada orang yang... S 133 Beberapa saat ada... P 134 Beberapa saat ada? S 135 Kan waktu itu aku ngondek segala macem. P 136 Gak bisa bayangin kamu ngondek kayak gimana, kayaknya ini banget S 137 Coba bayangnin...hehehehehe.. P 138 Ga keliatan sama sekali, kamu waktu pertama kali ketemu itu si Memey bilang..”ini, itu ke apa namanya temenku, ohh..cowok banget toh” Image nya tidak terbayangkan dulu waktu kamu sekolah. S 139 Karena kan mamaku dari aku kecil itu ngelesin aku nari tarian Bali, karena harapan mamaku Go Internasional ceritanya. P 140 Kamu suka nari sampai sekarang? S 141 He eh, dari dulu suka nari.

  Namanya juga jiwa-jiwa binan ya bu ya. Hahahaha P 142 Jiwa-jiwa apa? S 143 Jiwa-jiwa binan..hehehehehe P 144 Terus, apa namanya waktu diejekin itu, kamu gimana? S 145 Ada perasaan marah, perasaan Merasa sedih dan kecewa BIN.P sedih, perasaan kecewa, yah karena diejek oleh teman aku diejekin itu waktu kelas 1 temannya perihal sifat BON.P SMP habis itu udah gak pernah femininnya. lagi. P 146 Tapi kan waktu kamu diejekin itu kan dalam kondisi sadar bahwa, apa orang gak tau? S 147 Oh itu waktu SD. Kan aku..kesadaran aku seperti

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  119 itu waktu aku SMA. SMP setelah aku nonton bokep. P 148 Tapi sebelumnya ketika kamu diejek bencong kamu menganggap itu ejekan karena \kamu nari, karena kamu waktu SMP atau SMA diejekin gitu juga gak?

  S 149 Gak waktu SMP aja. SMP kelas 1 tepatnya. P 150 Tapi itu kamu menyadari bahwa kamu, tertarik.. S 151 Ya kan tertariknya kelas 2 aku. P 152 Ya sekarang mau diejekin gimana juga aku santai aja.

  Kenapa? Karena dalam pergaulan aku yang sekarang sesama binan itu juga, “eh bencong, eh banci, eh waria” gitu kan. Udah biasa. S 153 Jadi akayak panggilan, hahahahaa... P 154 He eh..

  Padahal aku malah nggak suka lho, kalo ada orang bilangin bencong, ngapain sih manggil- manggil bencong gitu kan kadang kadang. Gak usah kalo orang yang straight, malah aku yang sensi. S 155 Kalo sekarang santai aja, yaa temen temen nggak ada yang ngejekin, kalo sekarang gak Subjek memaknai, orang-orang EFCpr ada yang gimana-gimana yang mengejeknya adalah semua baik baik aja karena orang-orang yang dangkal dan okelah sekarang sudah tidak berpendidikan. semakin dewasa, gak, kecuali aku yang berpikirnya orang kalo ngejekin cuma masalah gay, itu berarti pikirannya sempit banget, gak berpendidikan, gak elit sama sekali, makanya aku bilang anjing menggonggong, aku

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  120 P 156 Terus kalo ini misalnya kamu kan misalnya ya itulah kalo dari temen-temen mungkin gak terlalu banyak tekanan dalam artian tidak terlalu banyak direcokin perihal coming out gay. S 157 Masalahnya kan mereka kan cari temen main bukan cari straight ato gay

  P 158 Nah itu kalo dari orang tua yang seperti itu, maksudnya dalam artian setiap kali ditelpon kamu, kamu udah punya pacar ya, kadang- kadang white lie, boong, gitu kan, kalo nggak cuma di iya- iya, didengerin aja iya-iya-iya, tapi yaudah, gitu kan. Nah itu sampe saat ini hasil usahamu itu ber-apa ya, membuahkan hasil apa gitu apakah tetep aja ibu kayak gitu, mama tetep kayak gitu, ato tetep? Ato berkurang

  S 159 Tetep, karena mereka ngeliatnya aku nggak punya pacar sekarang

  P 160 Dan masih berjuang untuk mencarikanmu pacar cewek? S 161 bener P 162 Tapi sebenernya mereka tu sadar gak sih kalo kamu tu boong boong

  S 163 Eh sebenernya pada dasarnya orang tua tu pasti tau ya anaknya boong ato nggak, karena mau nggak mau, percaya-nggak percaya, pasti adalah ikatan batin antara orang tua sama anak. Yang aku tau pun sebenernya orang tua pasti tau kalo anaknya tu gay, pasti tau, tapi dalam hatinya selalu bilang ah anakku gak mungkin seperti itu, anakku

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  121 gak mungkin seperti itu, pasti seperti itu

  P 164 Anu ya, denial, penyangkalan S 165 Denial, iya P 166 Terus kalo misalnya apa namanya, kamu kan memilih untuk misalnya white lie, sekedar mengiyakan, kenapa kamu memilih cara itu? Kenapa kamu gak memilih cara lain misalnya

  S 167 Contoh cara lainnya apa? P 168 Misalnya maksudnya kenapa kamu memilih white lie?

  Kenapa kamu gak ngomong aja iya aku punya pacar? S 169 Terus orang tua ku yang jadi gelisah disana, gak bisa mikir, terus aku ditarik ke bali, nggak usah lanjutin kuliah, itu yang aku mau? Nggak kan. Hehehe. Aku sedikit banyak sudah Subjek merencanakan hari PFCpl berpikir kedepannya harus depannya, posisi dan di mana gimana dalam artian ee, dalam akan tinggal. artian apa ya? Aku juga harus mikirin posisiku dong, gitu lho, aku mana mau sih, aku nyaman banget di jogja, dalam artian bukan karena aku punya pacar di jogja ya, itu salah satunya, tapi emang karena aku seneng di Jogja gitu loh, menikmati banget di jogja, aku harus buang kenikmatan ku itu? Nggak kan. Aku pilek

  P 170 Terus ini apa namanya, ketika kamu, ee, ada saat saat kamu tadi bilang kan bahwa orang tuaku juga salah, tapi mereka ngasih-ngasih tau, ngewejangin aku, tentang hidupku yang mereka bilang salah, kemudian kamu kan muncul ada perasaan marah, sedih dan kecewa, itu tadi, itu ee gimana cara kamu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  122 mengelola perasaan itu dalam artian, apakah kamu ah ya sudahlah ato kamu mencarian pelampiasan emosi ditempat lain ataukah

  S 171 Oh ya sudahlah itu P 172 Atau kamu ngomong, ngomong, ato mengungkapkan ke orang tua “aku gak suka..gini gini gini” kamu yang mana?

  S 173 Aku si gak, ya karena sudah terbiasa jadi aku santai aja, gak , gak gitu peduli lagi dalam artian selama gak bikin mereka sakit hati

  P 174 Mencoba menjaga perasaan S 175 Iya menjaga perasaan. Menahan diri untuk menjaga PFCrc perasaan.

  P 176 Sama... S 177 Ni.. P 178 Siapa itu? S 179 Tunangan ku itu P 180 Yang cewek? S 181 Iya P 182 Tunangan mu? S 183 Iya, yang..

  P 184 Yang mau dikenalin? S 184 Yang tunangan, apa.. P 186 Jadi sempet tunangan? S 187 Bukan tunangan yang sudah langsung tapi dalam artian orang tuanya dah setuju, orang tuaku udah setuju yang dijodohkan 6 tahun itu lho. Ini papaku mamaku waktu aku wisuda bareng dia. Ini tipe, cantik, cantik, aku suka, dan yang apa ya, ibu rumah tangga sekali, jadi waktu temen- temenku dateng waktu open

  house natal yang dia ambilin

  makan, cuciin piring, dan orangtuaku lagi pulang kampung waktu itu. Orang aku

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  123 kan mau ngajakin dia papaku bilang ya nggak apa apa terserah kamu, kamu mau punya anak cepet ato punya anak lama, terserah kamu. Ngomong kayak gitu papaku! P 188 Padahal udah tau kalo kamu.. S 189 Belum..oh..sudah. P 190 Oh sudah... S 191 Sudah tau P 192 Tapi tetep? S 193 Tetep. Tetep apa ya, berusaha menjodohin. Padahal gak minat tuuh... P 194 Tapi kamu yaa S 195 Minat sih dulu, sekarang udah gak. P 196 Sekarang udah gak sama sekali? S 197 Sekarang kan..ini pacarku yang terakhir, aku berharap ini jadi yang terakhir gitu lho, dalam artian... P 198 Jadi partner hidup? S 199 Jadi partner hidup yang terakhir. Aku sudah capek karena kan kalo misalnya putus harus nata ulang perasaan, harus kenalan sama orang baru, jadi kayak nata ulang perasaan gimana sih rasanya, belum lagi inget-inget yang lama, dan aku yang..... P 200 Kelelahan emosi? S 201 Aku udah capek, dan diapun ngomong aku udah capek kalo harus putus pacaran lagi, pacarku ngomong kayak gitu, makanya kan aku, kenapa aku sampe buat tato segala karena aku berpikirnya gini, sejelek- jeleknya, seberantem- berantemnya kita, semarah- marahnya kita berantem pun kita gak bakal pisah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  124 Rian ini?

  S 203 3 bulan P 204 Berumah tangga selama 3 bulan..lho kok berumah tangga? Hehe.. S 205 Tapi kan sukanya udah dari 2 taun.

  P 206 Terus selama ini, sebelum

  coming out aja, sebelum coming out itu ketika kamu

  menyadari bahwa kamu gay, terus ya istilahnya mencari tau tentang dunia gay itu ada perasaan apa ya, takut, bingung, dan ini gak? Ato let it

  flow aja?

  S 207 Aku let it flow aja, dalam artian aku kan tipe orang yang gak bisa diem, bukan gak bisa diem ya, aku gak bisa.. P 208 Mencari tau soal diri S 209 Bukan, kalo di efikasi diri, aku gak bisa orang lain gak tau keadaan aku, itu jeleknya aku, jadi aku harus punya temen Subjek merasa bahwa ia perlu PFCac yang diajak share, makanya men-share-kan perasaannya aku coming out sama teman ku perihal kondisinya, oleh karena yang pertama itu. Tapi setelah itu ia melakukan coming out. itu, kok kayaknya cuma satu orang, akhirnya coming out ke orang kedua, sama yang ketiga. Terus baru akhirnya ke orang tua, jadi setelah beberapa kali sama temen baru ke orang tua. P 210 Tapi sempet gak terlintas di benakmu ketika kamu belum

  coming out itu, ee ada perasaan

  kok aku kayak gini ya? Kok aku beda ya? Kok aku kok gini ya? Ato kamu menyadari kalo sebenernya ada orang orang disekitarmu yang kayak kamu. S 211 Iya kan udah tau lewat

  chatting , kita udah sering

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  125 P 212 Oh gitu, jadi kamu tidak ada perasaan apa ya, aku aneh sendiri..?

  S 213 Pada dasarnya perasaan aneh Subjek merasa aneh, awalnya, BIN.P itu pasti ada, tapi kan, gak mengenai orientasi seksualnya. salah gitu lho, aku ngerasanya gak salah, dan haduh namanya gay tu gak beranak pinak dimana-mana ada, dan setiap tahun bertambah. Hehehe...bener kan?

  P 214 Iya sih, tapi ini apa namanya sempet gak apa kepikiran kok aku kayak gini gitu terus kepingin mengakhiri hidup. S 215 Kalo bunuh diri nggak, bunuh diripun hamp..pingin bunuh diri pun karena putus pacaran. P 216 Oh.. putus pacaran malahan?

  Tapi setelah coming out sempet juga gak ada perasaan wah aku apa namanya sama orang tua diginiin, trus udah gak tahan. S 217 Oh.. nggak mbak, karena orang tuaku gak menekan, aku gak merasa orang tuaku terlalu menekan aku, kalo mereka terlalu menekan aku sampe aku ke jogja pun gak boleh. P 218 Tapi mereka memperbolehkan..? S 219 Mereka bukan memperbolehkan, mereka gak memperbolehkan, aa... bisa dibilang mereka tau tapi Orang tua tahu, tetapi tidak BON.P mereka gak mau mengerti, mau memahami orientasi mengerti kan istilahnya, seksual sunjek. mereka tau tapi mereka gak mau mengerti aku seperti ini. P 220 Tidak mau mengerti tidak mau mengakui gitu ya S 221 Mereka mengakui aku seperti Orang tua subjek masih BON.P ini, cuma gak mau aku seperti berharap subjek mau berubah. ini terus.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  126 S 223 Masih berharap aku berubah.

  Makanya aku bilang mereka Orang tua subjek masih belum BON.P tau aku begini tapi gak mau mau memahami orientasi seks ngerti gimana perasaanku gak subjek. mau ngerti gimana kondisiku, gak mau ngerti gimana

  EFCfve

  sedihnya aku gitu lho, kayak Subjek merasa sedih dengan gini kan sedih juga ya, karena kondisi tak dipahami orang tua. disini pacar susah disini buu, orang gay disini susah cari pacar. P 224 Ok ok, ya ya...

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  127

  

Transkrip Wawancara Subjek II

  Hari / Tanggal : Sabtu / 16 April 2011 Tempat : Heritage Cafe, via chat Jam : 13.16 – 16.21 WIB Keterangan P: peneliti S: subjek Peneliti sadar penuh bahwa wawancara menggunakan media chat memiliki beberapa kekurangan, yaitu dapat memungkinkan terjadinya faking oleh subjek, kurang bisa mendapatkan respon mendalam dari jawaban subjek, dan keterbatasan dalam mengobservasi ekspresi dan perilaku subjek.

  Verbatim Analisis / Interpretasi Koding P 1 hai hai mas... saya jadi mau wawancara... S 2 ya P 3 sebelum mulai mau bilang kalo seandainya nanti pertanyaanku terlalu vulgar, atau membuat tersinggung...mau minta maap dl...

  S 4 ok P 5 dan seandainya nanti ada pertanyaan yang memang kurang nyaman untuk dijawab atau tidak ingin menjawab, itu hak mas...hehehe

  S 6 ok P 7 mm...emang orang tua tinggal di mana mas? S

  8 Frankfurt P 9 wah, jauh juga... berapa bersaudara emangnya?

  S 10 hehe 3 bersaudara Tapi udah hidup pisah2 dari jaman sekolah

  P 11 kenapa bisa begitu mas? S 12 dulu ortu pisah

  128 dan ada yang ikut ibu dan bapak

  P 13 ooo... waktu ortu pisah, mas usia brp? S

  14 SD aku sempet ikut bpk di AMS P 15 amsterdam? S 16 yup P 17 emang mas anak ke brapa? S 18 aku 3 paling kecil P 19 kakak2nya juga ikut bapak atau gimana? S 20 dlu semua ikut n study disana trs aku balik dluan trs sempet ikut tugas di Frankfurt 1 thn aja

  P 21 ooooo... kalo ibuk berdomisili di mana waktu pisah? S 22 di jogja wkt itu P 23 oooo... kalo sekarang kakak-kakak mas di mana aja? S 24 yg pertama di sydney lg lanjut kuliah n udah berkeluarga yg no 2 di jakarta n udah berkeluarga

  P 25 kalo mas sendiri lebih seringnya di mana? jogja atau jakarta? S 26 jakarta n jogja tp lbh banyak di jakarta P 27 oo..pekerjaannya apa ya? S 28 saya usaha keluarga n usaha sendiri P 29 ooo... selain kerja punya aktivitas lain kah? hobi atau komunitas gitu?

  S 30 aku gk punya komunitas coz aku gk suka bergaul sama gay yg gk jelas latar belakangnya n aku hanya gaul sama tmn2 sekolah,kuliah aja

  P 31 oooo.... oke oke.. mmm...pingin tau sejak kapan mulai tertarik sama cowok mas..

  S

  32 SMA dr awal gk sama sekali

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  129 P 33 kenapa mulai SMA mas? S 34 jujur ada tmn yg deket bgt sama aku n sangat perhatian n sampe nyokap anggap dia kyk anak sendiri mkn,tidur sering ke rmhku n dr stu timbul rasa jg mukanya mirip pasha ungu bgt haha

  P 35 waaaa...ganteng mas...hahaha pas itu cuma hanya timbul rasa, atau secara seksual juga tertarik sama dia?

  S 36 seksual blm sama sekali P 37 lalu ketertarikan secara seksual dengan cowok mulai kapan mas? S 38 pas kls 3 SMA P 39 oooo....sama orang yang sama juga? S 40 iya P 41 terus gimana ceritanya mas? S 42 ya ngalir aja pas hbs clubbing dia mabok n saya sempet minum dikit trs nginep di kontrakannya gk taunya dia pas itu lg bener2 horny trs pas tidur dia tiba2 meluk aja biasa aja sech

  P 43 tapi udah sampai terjadi kegiatan seksual belum? S 44 udh ya itu pertama x dia sempet kaget pas bangun paginya n aku jg kaget namanya org rada mabok n dia mabok berat

  P 45 emang aktivitas seksualnya apa mas? S 46 biasa aja wkt itu cuma kissing gesek2an aja gk sampe ke yg lain

  P 47 ooo... setelah itu ada perubahan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  130 S 48 awalnya ada dia justru semakin perhatian sama aku tp aku jaga jarak

  P 49 kenapa jaga jarak mas? S 50 awalnya gk mau aja terlalu jauh P 51 perubahan sikap itu berlangsung lama atau hanya bertahan beberapa saat?

  S 52 lumayan ada 6 blnan P 53 bisa dianggap pacaran nggak kalian waktu itu? atau hanya sebatas lebih perhatian aja..?

  S 54 sebatas perhatian n endingnya jd partner sex soalnya wkt itu kita msh sama2 suka cewek

  P 55 ooo...sama dia udah sampe having sex mas? S 56 akhirnya begitu tp akhirnya kita gk ada contact setelah aku pindah kuliah di jkt

  P 57 ooo....hanya sepatah partner sex ya mas? bukan in relationship? S 58 yup partner sex aja P 59 saat berpartner sex sama dia, dirimu sempet pacaran sama cewek juga gak mas?

  S 60 yup masih sampe skrg pun masih sama cewek jg

  P 61 ooo....punya pacar cewek mas sampe sekarang? kalo sama cewek pernah sampe having sex juga kah?

  S 62 udah pernah sama cewekku sebelum sex sama co aku sama cewek

  P 63 oooo....brarti secara seksual dirimu bisa terangsang oleh cewek maupun cowok kah?

  S 64 yup sampe sekarang pun masih tp aktivitas sex ku biasa aja

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  131 aku jarang bgt ml

  P 65 mmm...sekarang pacaran sama cewek, tp apakah masih suka cari cowok juga sebagai partner sex?

  S 66 cari cowok udah jarang ada klo 8 blnan udah mls aja cewek msh pacaran

  P 67 kalau boleh tau...hehe...lebih menikmati sama cowok atau sama cewek mas?

  S 68 jujur skrg lebih ke cowok P 69 oooo...ya..ya.. mmm...dulu pengalaman seksual dengan cowok yang pertama kali sama temen deket mas itu?

  S 70 iya n endingnya lulus SMA aku pacaran sama salah satu pengusaha restoran di bali krn perkenalanku dr sepupuku di bali

  P 71 pengusahanya itu...cowok kah? S 72 yup dia lbh tua 7 thnan wkt itu P 73 waaa.....sudah mapan...hahaha....bertahan brapa lama mas pacarannya?

  S 74 1,5 thn aku dlu 2 mggu sekali ke bali nemuin dia or sebaliknya dia

  P 75 waaaa.....pengorbanannya banyak ya mas... jarak jauh sih ya.. S 76 dia yg beliin ticket aku gak mau lah bisa2 di omelin ortu

  P 77 hahahahahahaha.....iya...pengusaha kok ya...wkwkwkwk S 78 tp dia ternyat gk sebaik saya kira dia main di belakangku pas dia mau ultah aku terbang ke bali pake duit sendiri mau ksh surprise gk taunya sampe rmhnya ada motor n pas masuk n pembantunya

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  132 untungnya pembantunya baik dia bilang di kmr ada cowok lain trs aku intip aja dr lubang angin dpn pintu ternyata mereka lg ml

  P 79 Waaaa.... terus akirnya gimana mas?

  S 80 ya aku minta putus n aku lgsg cari hotel n stay di hotel P 81 ya ampuuun...dia mencoba minta maap or memperbaiki kesalahan gak saat itu?

  S 82 dia ngajar aku sampe ke hotel n nangis2 aku ttp gk mau tp aku ttp anggap dia kyk kakakku sendiri bahkan sampe skrg msh contact

  P

  83 Wah, baik ni...masi mau contact n gak memusuhi... meski udah digituin kalo dulu muncul rasa sama temen deket yang SMA itu lantaran apa ya mas?

  S 84 aku sama mantan2 ku selalu gitu mungkin naluri ya tp wkt SMA itu aja mulai muncul

  P 85 oooh....dan setelah pengalaman seksual pertama itu, jadi semakin tertarik sama cowok atau gimana?

  S 86 tertarik bgt sech nggak aku rada milih2 mbak hahaha

  P 87 oooo...hahahaha... S 88 aku gk mau jd korban kyk gay2 kebanyakn P 89 maksudnya pengalaman itu memotivasi untuk semakin mengkesplor hubungan sama cowok atau gimana?

  S 90 yg hbs ml di ambil barangnya or duitnya P 91 oooo....ada ya yang begitu? S 92 banyak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  133 bahkan aku pernah masukin gay ke penjara gara2 ambil laptop tmnku

  P 93 ya ampun..... ngeri juga ya... S 94 yup P 95 mmm...dulu waktu menyadari diri suka cowok, perasaan yang muncul apa mas?

  S 96 ada bebrp gay ketakutan sama aku gara2 aku masukin ke penjara org tsb aku biasa aja coz krn aku pikir ini anugerah tuhan

  P 97 apa yang bikin mas ngerasa ini anugrah Tuhan? S 98 krn pd dasar manusia gk ada yg Subjek mendapatkan EFCtr mau jd kyk gini kenyamanan dalam semua yg ada pd didiri kita semua kepercayaan terhadap dr Tuhan Tuhan. n dosa or gaknya itu hanya Tuhan yg tau Subjek memaknai gay EFCpr manusia gk ada yg tau sebagai anugrah Tuhan or siapa aja dan manusia tidak kecuali Tuhan memiliki hak menghakimi manusia lain selain Tuhan. P 99 tapi ketika pertama kali menyadari ketertarikan sama cowok, dan sampe udah melakukan sexual activities, ada perasaan aneh atau guilty feelings gak?

  Subjek merasa aneh

  S 100 awalnya aneh BIN.P dengan orientasi seksnya. akhirnya biasa aja

  P 101 anehnya gimana dan karena apa? S 102 ya anaeh aja sesama kok bisa Subjek merasa aneh BIN.P bercinta dan canggung dengan n awalnya bener2 canggung fakta seks sesama jenis. P 103 canggung gimana mas? canggung dalam bersikap? canggung pas ml? S 104 ya bersikap n pas mlnya jg canggungt bgt P 105 bersikap sama siapa? pasangan atau sekitar? S 106 pasangan

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  134 masa bodo

  P 107 ooo...ada perasaan takut gak ketika awal menyadari suka sama cowok?

  S 108 takut pasti ada sech Merasa takut setelah BIN.P menyadari orientasi seksnya. P 109 takut karena apa mas? S 110 takut aja org jd menjauh tp aku Takut orang akan BIN.P bisa menguasai keadaan menjauh. P 111 menguasai keadaan...yang gimana maksudnya mas? S 112 ya kontrol diri dsb P 113 ooo...ya ya... kalo sekarang perasaan takut, aneh, canggung...masih suka muncul nggak ?

  S 114 udah nggak P 115 berkaitan dengan ketertarikan mas sama cowok, S 116 pd dasarnya aku gk pernah ambil pusing omongan or penilaian org hidup2 ku jg yg penting aku gk minta duit n ngerepotin mrka aja P 117 ooo...ya ya... jadi semua itu muncul diawal saja ya mas, ketika menyadari tertarik sama cowok?

  S 118 anggap biasa setelah aku inget wkt tinggal di amsterdam coz disana bnyk bgt P 119 ooo...ya ya.. nah, kalau boleh tau proses coming out sama keluarga gimana ceritanya mas?

  S 120 wkt pd kumpul di jogja event lebaran pas di rmh ada aku,nyokap,bokap,kakak2ku n kakak ipar aku beraniin ngomong aja dr pd mereka tau dr org lain pasti di tambah2in

  P 121 respon mereka gimana?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  135 S 122 awalnya sempet takut Rasa takut dirasakan BIN.P tp mrka jwbnya sante aja n subjek ketika akan menganggap hal biasa coming out . n mereka punya syarat aku gk boleh sampe kyk waria or bawa tmn gay yg gak jelas latar belakang keluarganya

  P 123 waaa....baiknya... sempat ada tanggapan yang tidak baik dari keluarga gak?

  S 124 mereka ksh masukan aja ke aku P 125 seperti apa? S 126 ya hrs protect diri dsb n jaga nama keluarga jg P 127 sempet ada anggota keluarga yang marah nggak? karena mas coming out

  S 128 gk sama sekali kita demokratis bgt P 129 tapi keluarga tau kalo mas juga pacaran sama cewek? S 130 tau bokapku sama nyokap cewekku temen kuliah

  P 131 tapi bapak juga tau kalo mas masi suka sama cowok juga? S 132 masih sampe skrg jg masih kita gk pernah menganggap itu hal tabu n sampe aku pacaran sama temen kerjanya kakak iparku aja mereka jg tau

  P 133 yang adalah cowok? S 134 yup aku pernah pacaran sama pilot P 135 wah.... S 136 yup n sampe skrg msh contact jg P 137 ooo...kalo sama temen udah pernah coming out? S 138 udah n mereka biasa aja n justru selalu ketawa coz aku orgnya rame

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  136 P 139 ada yang lalu berubah sikap sama mas atau gimana setelah coming

  out ?

  S 140 gk n ada yg judge jelek ke aku Ada yang menilai jelek BON.P tp aku gk ambil pusing sama terhadap subjek karena omongan org orientasi seksnya.

  Subjek memilih untuk EFCbd tidak peduli pada pembicaraan orang tentang dirinya. P 141 judge jelek bagaimana mas? S 142 menganggap gay itu hanya jual Penilaian setelah proses BON.P diri n yg jelek2 coming out subjek, tp aku mau bergaul sama gay yg bahwa gay selalu

  

educated berkaitan dengan yang

gk liar jelek-jelek.

  P 143 yang judge jelek itu ngomong langsung ke mas atau mas tau dari orang lain?

  S 144 denger sendiri sampe aku jawab omongannya Subjek melakukan PFCac tindakan aktif. P 145 gimana mas? S 146 ya aku tantangin aja soal karier Subjek melakukan PFCac maaf ya tindakan aktif. dia skrg pengangguran gk jelas yg dulu judge aku soal yg jelek2

  P 147 oooo..... selain omongan orang gitu pernah ada yang sampe secara fisik nyakitin karena tau mas suka cowok gak?

  S 148 ya kebnyakan spt itu termasuk gay jogja aku gk peduli omongan org sech n endingan budeku sama anaknya yg satu kelas wkt SMA tau aku kyk gini mereka welcome n selalu support n ingetin aku

  P 149 waaa...... S 150 yup jujur di keluarga bokap ada 2 org yg gay

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  137 tinggal di Spore P 151 ooo....gitu... S 152 yup aku pernah pacaran sama om ku dr bokap 6 thn

  P 153 waaaa.....lama banget mas....itu 6 tahun juga pacaran sama orang lain gak?

  S 154 gk ada P 155 selain sama om S 156 setelah sama pilot aku pcran sama om ku n jd partner bisnis jg

  P 157 waaah....tapi kalo sekarang pacaran sama cewek ya mas? S 158 iya tp dia di sby P 159 ooo...tp tadi itu...gak pernah ada yang nyakitin mas secara fisik ya berkaitan dengan orientasi seksual mas?

  S 160 aku pernah ml sama cewekku aku pacaran udah lama P 161 ooooo.... pacar mas tau gak ttg ketertarikan mas sama cowok?

  S 162 gk kita jarang jauh trs dr wkt kuliah udah jarak jauh P 163 oooh... o iya gak? pernah meminta saran atau curhat sama seseorang, sebelum coming

  out sama ortu, perihal orientasi

  seks mas S 164 gk ada aku orgnya selalu siap dgn resiko yg aku perbuat krn blm tentu org yg kita curhatin itu gk ngember P 165 ooo...gitu...

  S 166 Yuhu P 167 ada temen curhat kah tapi?

  138 S 168 aku curhat sama nyokap P 169 waaah...deket ya sama nyokap S 170 yuhu P 177 pernah ada perlakuan buruk dari keluarga atau teman gak krn

  coming out ? sampe disakiti gitu...

  secara fisik... S 178 gk pernah sama sekali P 179 ooo....ya ya...

  S 180 hehe P 181 emmm..mas...kayaknya segini dl wawancaranya...nanti kalo ada yang kurang bisa kita lanjut kan mas? hehehehehe

  S 182 ok

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
117
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
145
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
130
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
120
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
169
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
123
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
121
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
138
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
100
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
84
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
1
148
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
143
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
117
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
132
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
103
Show more