Hubungan antara lingkungan belajar, motivasi belajar dan disiplin belajar dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma - USD Repository

Gratis

0
0
133
8 months ago
Preview
Full text

  

HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN BELAJAR, MOTIVASI BELAJAR

DAN DISIPLIN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA

Studi Kasus Mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi

Angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma

  

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  

Program Studi Pendidikan Akuntansi

Oleh :

Liza Jatu Hermawati

  

011334070

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

2006

HALAMAN PERSEMBAHAN

  K arya Tulis yang mungkin masih sangat jauh dari sempurna yang merupakah hasil buah tanganku akan aku persembahkan Terunt uk :

  Jesus Chryste yang selalu aku puja, tanpa Engaku hidupku bagai ranting

yang kering.

  Bapak & Ibu yang selalu menyayangi dan memberi perhatian padaku.

  

Adik- adikku : Ariska & Chrisma yang selalu membuatku lebih

bersemangat dalam menyelesaikan skripsi ini.

  

Orang yang sangat special dalam hatiku : Hyu yang selalu menemaniku

kemanapun aku pergi dan pemberi semangat saat-saat aku menghadapi ujian

pendadaran. Mas Pandu yang selalu support aku, trimakasih ya mas

  

Sahabatku & Teman-temanku : Eny (aku sangat bangga menjadi sahabatmu),

Sinda (smangat.......!!!), Pey, Endah, Sulis, Silvi, Nila, Pipit, Kistik ,

Marina, Dita

  ( kalian membuat hidupku lebih berwarna), Anazzzz ayo!!

Segera selesaikan............ Ida, Sulis c ayo tinggal selangkah lagi.

  

MOTTO

Aku tidak akan takut akan badai, karena aku sedang belajar mengemudikan kapalku .

  

Λουισα Μαψ Αλχοττ

Semangat manusia tidak bisa dilumpuhkan. Jika kamu masih bisa bernapas, kamu masih bisa

mempunyai impian.

  

Μικε Βροων

Jikalau kamu percaya bahwa kamu bisa – kamu pasti pisa!

  

Μαξωελλ Μαλτζ

Seribu kata tidak akan meninggalkan kesan yang begitu dalam dibandingkan dengan satu

perbuatan

  

Ηενρικ Ιβσεν

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini

tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan

dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

   Yogyakarta, 7 Desember 2006 Penulis

   ( Liza Jatu Hermawati )

  

ABSTRAK

HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN BELAJAR, MOTIVASI BELAJAR

DAN DISIPLIN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA

  

Studi Kasus Mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi

Angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma

Liza Jatu Hermawati

  Universitas Sanata Dharma

2006

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat (1) hubungan

antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa (2) hubungan antara

motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa (3) hubungan antara disiplin

belajar dengan prestasi belajar mahasiswa.

  Penelitian dilakukan di Universitas Sanata Dharma Program Studi Pendidikan

Akuntansi pada bulan April 2006. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa

pendidikan akuntansi angkatan 2002-2003 yang berjumlah 185 mahasiswa, sampel

diambil sebanyak 100 mahasiswa dengan menggunakan teknik proporsional random

sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, wawancara,

dan dokumentasi.

  Untuk mengetahui hubungan lingkungan belajar, motivasi belajar, dan disiplin

belajar dengan prestasi belajar mahasiswa menggunakan teknik analisis regresi

ganda.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada hubungan positif dan signifikan

antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar ( r = 0,328 > r = 0,1292 dan

hitung tabel

t = 3,522 > t = 1,9845 ) (2) ada hubungan positif dan signifikan antara

hitung tabel

motivasi belajar dengan prestasi belajar ( r = 0,296 > r = 0,1292 dan t =

hitung tabel hitung

  

3,522 > t = 1,9845) (3) ada hubungan yang positif dan signifikan antara disiplin

tabel

belajar dengan prestasi belajar (r = 0,271 > r = 0,1292 dan t = 2,813 >

hitung tabel hitung t = 1,9845 ). tabel

  

ABSTRACT

THE RELATIONSHIPS BETWEEN THE ENVIRONMENT, MOTIVATION,

DICIPLINE OF STUDY AND THE STUDENTS’ LEARNING

ACHIEVEMENT

  

A Case Study on the Accounting Education Study Program Students of the Year

2002-2003 at Sanata Dharma University.

  

Liza Jatu Herma wati

Sanata Dharma University

2006

  The purposes of this research were to identify: (1) the relationship between

the environment of study and the students’ learning achievement, (2) the relationship

between motivation of study and the students’ learning achievement, (3) the

relationship between the discipline of study and the students’ learning achievement.

  This research was conducted in Sanata Dharma University of Accounting

Study Education Program, in April 2006. The population in this research was the

Students of Accounting Education Study Program of the year 2002-2003, which was

consisted of 185 students. The writer took 100 students as the research sample by

using proportional random sampling technique. The data collecting technique used

were questionnaire, interview, and documentary. In order to identify the correlation

between the environment, motivation, and discipline of study, and the university

students’ learning achievement; the writer used multiple regression analysis

technique.

  The findings are: (1) there is a positive and significant correlation between the

environment of study and the students’ learning achievement ( r = 0,328 > r =

count table

  

1, 1292 and t = 3,522 > t = 1,9845 ) (2) there is a positive and significant

count table correlation between motivation of study and the students’ learning achievement (r count

  

= 0,296 > r = 1,1292 and t = 3,588 > t = 1,9845) (3) there is a positive and

table count table

significant correlation between the discipline of study and the students’ learning

achievement. (r = 0,296 > r = 1,1292 and t = 3,588 > t = 1,9845) count table count table

KATA PENGANTAR

  Puji syukur saya panjatkan pada yesus kristus yang selalu mencurahkan

karunia-Nya selama ini dari awal kuliah sampai masa akhir studi saya, hingga saya

dapat menyelesaikan skripsi sebagai wujud pertanggungjawaban saya selama kuliah

ini. Dan ini semua tak lepas dari dukungan dan bantuan dari orang-orang disekitar

saya. Maka saya ucapkan banyak terima kasih dari dalam hati saya, teruntuk mereka

semua.

  Dekan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Bapak Drs. T. Sarkim.,

M.Ed.,Ph.D., yang telah memberikan ijin dan memberikan kesempatan kepada saya

untuk melaksanakan studi dan menimba ilmu dengan baik di Universitas Sanata

Dharma ini.

  Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Bapak Drs. Sutarjo

Adisusilo, JR yang telah memberi ijin kepada saya untuk melaksanakan penelitian

sehingga dapat menyelesaikan skripsi dengan baik.

  Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi, Bapak S. Widanarto S.Pd.,M.Si.

yang telah mengarahkan dan memberikan bimbingan kepada saya selama kuliah di

Univesitas Sanata Dharma.

  Dosen pembimbing I,Ibu E. Catur Rismiyati, S.pd.,M.A. yang telah membimbing dan mengarahkan saya selama penulisan dan penyelesaian skripsi ini Dosen pembimbing II,Bapak Drs. Bambang Purnomo S.E.,M.SA. yang telah membimbing dan mengarahkan saya selama penulisan dan penyelesaian skripsi ini

  Pihak- pihak lain yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, terima kasih atas bantuannya baik moral maupun material yang sangat bermanfaat.

  Akhirnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan yang mungkin saya lakukan dalam penyusunan skripsi ini.

  Yogyakarta, 7 Desember 2006 Penulis

DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL…………………………………………………………. i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING……………………. ...……... ii

HALAMAN PENGESAHAN ……………………………………………….. iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ……………………………………………… iv

MOTTO ……………………………………………………………………… v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA …………………………………….. vi

ABSTRAK …………………………………………………………………… vii

ABSTRACT ………………………………………………………………….. viii

KATA PENGANTAR ……………………………………………………….. ix

DAFTAR ISI………………………………………………………………….. xi

DAFTAR TABEL ……………………………………………………………. xiv

DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………………… xv

BAB I: PENDAHULUAN……………………………………………………

  5

  10

  10 1. Definisi Lingkungan Belajar………………………………………….

  7 B. Lingkungan Belajar…………………………………………………..……

  6 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi Belajar………………………..….

  5 1. DefinisiBelajar……………………………………………………….

  1 A. Latar Belakang Masalah………………………………………………….

  5 A. TujuanTeoritik………………………………………………………… ...

  4 BAB II: TINJAUAN PUSTAKA…………………………………………….

  3 E. Manfaat Penelitian……………………………………………………….

  3 D. TujuanPenelitian………………………………………….………………

  2 C. RumusanMasalah…………………….……………………………….….

  1 B. Batasan Masalah………………………………...……………………….

2. Prestasi Belajar………………………………………………….……

  2. Lingkungan Keluarga………………………………………………...

  10 3. Lingkungan Masyarakat.......................................................................

  12

  4. LingkunganSekolah………………………………………………..…

  13 C. Motivasi Belajar...........................................................................................

  14

  1. Arti Motivasi…………………………………………………………

  14

  2. MotivasiBelajar………………………………………………………

  14 D. Disiplin Belajar…………………………………………………………..

  17 1. Arti Disiplin………………………………………………………….

  17 2. Disiplin Belajar……………………………...………………………..

  18 3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Disiplin Belajar……………….

  19 E. Kerangka Berfikir………………………………………………………..

  20 1. Hubungan Antara Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar…….

  20 2. Hubungan Antara Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar ……….

  21 3. Hubungan Antara Disiplin Belajar dengan Prestasi Belajar ………..

  22 F. Hipotesis………………………………………………………………….

  22 BAB III: METODOLOGI PENELITIAN…………………………………….

  23 A. JenisPenelitian……………………………………………………………

  23 B. Tempat dan Waktu Penelitian……………………………………………

  23 C. Subyek dan Obyek Penelitian…………………………………………….

  24 D. Populasi, Sampel dan Prosedur Pengambilan Sampel……………………

  24 E. Variable Penelitian dan Pengukuran Variabel……………………………

  26

  1. VariablePenelitian……………………………………………………

  26

  

2. Kategori Kecenderungan Variabel……………………………………

  27

  3. Pengukuran Variabel…………………………………………………

  27 F. Data yang diperlukan ……………………………………………………

  31 1. Data Primer ………………………………………………………….

  31 2. Data Sekunder ……………………………………………………….

  31 G. Teknik Pengumpulan Data……………………………………………….

  31

  H. Teknik Pengujian Instrumen………………………………,.…………..

  32

  1. PengujianValiditas…………………..…………….………………

  32

  2. Pengujian Reliabilitas………………………….……………………

  35 I.

  H. Teknik Analisis Data ………………………………………………

  37 1. Uji Prasyarat Analisis……………………………………………….

  38

a. Uji Normalitas…………………………………………………..

  38

  2. Analisis Hipotesis……………………………………………………

  39 BAB IV: GAMBARAN UMUM UNIVERSITAS……………………………..

  41 A. Sejarah Perkembangan Universitas Sanata Dharma ……………………….

  41 B. Visi dan Misi ……………………………………………………………….

  48 C. Struktur Organisasi…………………………………………………………. 50

  

D. Jurusan dan Program Studi ………………………………………………… 53

  

E. Peraturan Akademik ……………………………………………………….. 56

F. Fasilitas …………………………………………………………………….

  60 BAB V: ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN……………………………

  64 A. Deskripsi Data ……………………………………………………………… 64

  

B. Pengujian Prasyarat Analisis ……………………………………………….. 70

  1. Uji Normalitas …………………………………………………………. 70

  

C. Pengujian Hipotesis Penelitian ……………………………………………… 71

  

D. Pembahasan Hasil Penelitian ………………………………………………… 74

  

BAB VI: KESIMPULAN………….………………………………. ……………. 78

A. Kesimpulan ………………………………………………………………… 78

B. Keterbatasan penelitian ……………………………………………………… 79

C. Saran ………………………………………………………………………… 80

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………… 83

  

DAFTAR TABEL

Tabel 1 : Tabel Indeks Prestasi dengan Beban Studi Maksimal ………

  7 Tabel 2 : Tabel PAP Tipe II……………………………………………

  27 Tabel 3 : Tabel Kisi-kisi Kuesioner ……………………………………

  29 Tabel 4 : Tabel Skor Nilai-nilai item Kuesioner ……………………….

  29 Tabel 5 : Tabel Kategori Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa ……….

  30 Tabel 6 : Tabel Hasil Uji Validitas………………………………… ……. 34 Tabel 7 : Tabel Hasil Uji Reliabilitas ……………………………………

  36 Tabel 8 : Tabel Tingkat Keterandalan Variabel Penelitian ……………… 37

Tabel 9 : Tabel Interpretasi Nilai r ………………………………………. 41

Tabel 10 : Tabel Program Gelar S1 ……………………………………….. 53

Tabel 11 : Tabel Beban Studi Maksimal …………………………………… 59

Tabel 12 : Tabel Pedoman PAP Lingkungan Belajar ……………………… 64

Tabel 13 : Tabel Pedoman PAP Motivaasi Belajar ………………………… 65

Tabel 14 : Tabel Pedoman PAP Disiplin Belajar ………………………….. 66

Tabel 15 : Tabel Pedoman PAP Prestasi Belajar ………………………….. 67

Tabel 16 : Tabel Rangkuman Pengujian Normalitas ……………………… 69

Tabel 17 : Tabel Hasil Korelasi Antara Variabel Bebas dengan Variabel

  Terikat………………………………………………………….. 69

Gambar 1 : Sruktur Organisasi ……………………………………………… 50

DAFTAR LAMPIRAN

  

Lampiran I : Kuesioner ……………………………………………………….... 85

Lampiran II : Uji Validitas dan Reliabilitas ……………………………………. 90

Lampiran III : Data Mentah ……………………………………………………....96

Lampiran IV : Distribusi Frekuensi & PAP Tipe II ……………………….……108

Lampiran V : Uji Normalitas …………….. …………………………………….121

Lampiran VI : Uji regresi Ganda………………………………………………….122

Lampiran VII : Tabel r, t, dan F……………………………………………………125

Lampiran VIII : Surat Keterangan.

  1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

  Untuk menjadi insan pembangunan yang kreatif, kompetitif dan memiliki

wawasan yang luas bagi peserta perlu ditanamkan semangat untuk terus

berprestasi. Untuk mencapai prestasi, banyak hal yang mempengaruhi anak did ik,

antara lain : peranan orang tua dalam menanamkan nilai disiplin, kemandirian,

motivasi dalam diri siswa, perhatian orang tua dalam pemenuhan kebutuhan anak,

pengaruh lingkungan belajar,dll.

  Untuk mendapatkan suatu hasil yang baik, maka dalam diri mahas iswa

diperlukan adanya motivasi atau dorongan untuk melakukan aktivitas tertentu

agar tercapai tujuan belajar yang baik. Setelah dalam diri mahasiswa tumbuh

suatu dorongan selanjutnya bagaimana cara agar motivasi itu terus ada maka

mahasiswa harus dapat menumbuhkan semangat disiplin. Dengan keteraturan dan

disiplin segala usaha yang kita buat hasilnya akan jauh lebih baik. Disiplin yang

diterapkan dengan baik akan membuat seorang pelajar memiliki kecakapan

mengenai cara belajar yang baik, juga merupakan suatu proses arah pembentukan

watak yang baik. Kecakapan disini diperoleh melalui latihan- latihan yang ada

kaitannya dengan belajar. Disiplin akan mempengaruhi prestasi belajar, karena

seorang yang memiliki disiplin yang tinggi dan teratur dalam belajarnya maka Ia

mempunyai sikap yang positif dan senang akan hal tersebut. Sebaliknya sikap

  2

tidak teratur dan kurang disiplin akan menghambat belajarnya. Untuk menunjang

pelaksanaan disiplin tersebut maka lingkungan belajar mahasiswa juga ikut

berperan dalam meningkatkan prestasi belajarnya karena dengan lingkungan

belajar yang baik akan menambah semangat mahasiswa dalam belajar.

Lingkungan belajar disini meliputi lingkungan tempat tinggal atau masyarakat,

lingkungan keluarga, lingkungan sekolah.

  Berdasar latar belakang masalah diatas peneliti ingin mengkaji tentang

“Hubungan antara lingkungan belajar, motivasi belajar dan disiplin belajar dengan

prestasi belajar mahasiswa”. Prodi Pendidikan akuntansi Angkatan 2002-2003

Universitas Sanata Dharma.

B. Batasan Masalah

  Menyadari banyaknya masalah yang ada dalam usaha peningkatan prestasi

belajar mahasiswa maka dalam penelitian ini penulis membatasi untuk

mengadakan analisis menganai faktor-faktor dari dalam dan dari luar diri

mahasiswa yang mempengaruhi peningkatan presta si belajar. Faktor-faktor yang

akan penulis analisis adalah lingkungan belajar, motivasi belajar dan disiplin

belajar. Dalam penelitian ini responden dibatasi pada mahasiswa prodi Pendidikan

Akuntansi Universitas Sanata Dharma angkatan tahun akademik 2002-2003.

  3 C.

   Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah diatas, penulis merumuskan beberapa masalah sebagai berikut:

  1. Apakah ada hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar ?

  2. Apakah ada hubunga n yang positif dan signifika n antara motivasi belajar dengan prestasi belajar ?

  3. Apakah ada hubungan yang positif dan signifikan antara disiplin belajar dengan prestasi belajar ?

D. Tujuan Penelitian

  Sejalan dengan perumusan masalah diatas, penelitian ini memiliki tujuan yaitu:

  1. Untuk mengetahui apakah ada hubungan positif dan signifikan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar.

  2. Untuk mengetahui apakah ada hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar.

  3. Untuk mengetahui apakah ada hubungan positif dan signifikan antara disiplin belajar dengan prestasi belajar.

  4 E.

   Manfaat Penelitian Manfaat penelitian adalah sebagai berikut:

  1. Bagi Mahasiswa Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi mahasiswa sebagai bahan pertimbangan dalam meningkatkan prestasi belajar.

  2. Bagi Universitas Sanata Dharma Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah bahan bacaan bagi pihak-pihak yang membutuhkan.

  3. Bagi Penulis Penelitian ini dapat menambah pengetahuan, menerapkan teori yang diperoleh selama kuliah dengan keadaan yang sesungguhnya serta sebagai bekal dalam memasuki dunia pendidikan.

  5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tujuan Teoritik

  1. Definisi Belajar Belajar adalah kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat

fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Hal ini

berati berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan tersebut sangat

tergantung pada proses belajar yang dialami siswa, baik ketika mereka berada

disekolah maupun dilingkungan rumah atau keluarganya sendiri. Muhibbin Syah

(1995: 88) Oemar Hamalik (1974: 4) mengatakan bahwa belajar adalah suatu bentuk

perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara bertingkah laku yang

baru berkat pengalaman dan latihan. Seseorang dikatakan telah belajar, jika

didalam dirinya telah terjadi perubahan tertentu, misalnya semula tidak dapat

membaca menjadi dapat membaca. Tetapi tidak semua perubahan dapat disebut

dengan hasil belaja r, misalnya bayi yang belum bisa berjalan, perubahan ini

terjadi karana kematangan.

  Pengertian yang sama pula yang dikatakan oleh Arthur J. Gates et al. bahwa

Learning is the modification of behavior through experience and training ”.

  

Belajar adalah perubahan tingkah laku melalui pengalaman dan latihan.

(Fudyartanto, 2002: 150 ) Menurut Lester D. Crow dan Alice Crow yang dikutip oleh Roestiyah (1982:

149). Belajar adalah perubahan individu dalam kebiasaan, pengetahuan dan sikap.

Dalam definisi ini dikatakan bahwa seseorang belajar kalau ada perubahan dari

tidak tahu menjadi tahu, dalam menguasai ilmu pengetahuan.

  6 Jadi berdasarkan beberapa definisi belajar tersebut diatas dapat disimpulkan

bahwa belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku, namun demikian tidak

semua perubahan tingkah laku bisa disebut belajar.

2. Prestasi Belajar Prestasi belajar adalah penguasaan yang dikembangkan oleh mata pelajaran.

  

Lazimnya ditunjukkan oleh nilai tes atau angka yang diberikan oleh guru. Prestasi

belajar selalu dikaitkan dengan tes hasil belajar atau tes prestasi. Mulyono (1990:

700). Selanjutnya sunaryo (1993: 10) mengungkapkan bahwa prestasi belajar

adalah perubahan kemampuan yang meliputi kemamp uan kognitif, afektif, dan

psikomotorik. Prestasi belajar dapat diartikan sebagai prestasi umum dan dapat

pula diartikan sebagai prestasi mata pelajaran tertentu.

  Pengertian secara umum prestasi belajar adalah hasil tertinggi yang telah

dicapai seseorang dalam bidang tertentu. Berbicara tentang prestasi belajar dalam

lingkungan perguruan tinggi disebut dengan istilah prestasi akademik yang tidak

lepas dari istilah belajar. Prestasi akademik mahasiswa nampak dalam studi yang

berupa nilai- nilai dari matakuliah yang tercermin dalam indeks prestasi (IP).

Dalam peraturan akademik Universitas Sanata Dharma dijelaskan bahawa IP

adalah nilai kredit rata-rata. Angka indeks prestasi tiap-tiap semester diperoleh

dari jumlah sks, sks adalah kepanjangan dari satuan kredit semester yaitu takaran

penghargaan untuk pengalaman belajar yang diperoleh melalui satu jam kegiatan

terstruktur dan terjadwal yang diiringi tugas lain baik terstruktur maupun yang

mandiri selama dua sampai empat jam per minggu dalam satu semester atau

  7

pengalaman belajar lain yang setara. Buku Pedoman FKIP, 2001 : 26). Beban

studi maksimal yang boleh diambil mahasiswa dalam suatu semester berpedoman

pada besar IPS yang dicapai pada semester yang lalu sbb:

  Tabel 1 Indeks Prestasi dengan Beban Studi Maksima l

  IPS Beban Studi Maksimal = 3.00

  25 SKS 2,50-2,99

  22 SKS 2,00-2,49

  19 SKS =1,99

  15 SKS Besar IP dihitung dari jumlah hasil kali antara besar kredit (K) dan bobot nilai (N) dibagi dengan jumlah kredit yang direncanakan.

  Dinyatakan dengan rumus: KN ∑

  IP =

  K ∑

  Tinggi rendahnya IP yang dicapai oleh mahasiswa akan mempunyai

konsekuensi terhadap penyelesaian studinya, mislnya akan menentukan cepat

lambatnya seorang mahasiswa menyelesaikan studinya, kesempatan

mengembangkan potensi yang dimilikinya dan sebagainya. Dengan p restasi

akademik yang tinggi, peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang diharapkan

akan semakin besar.

  8

  3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Secara global faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat kita bedakan menjadi : Muhibbin Syah (1995: 132)

a. Faktor Internal ( Faktor dalam siswa ) yakni : keadaan atau kondisi jasmani dan rohani siswa.

  1) Intelegensi Siswa Intelegensi pada umumnya dapat diartikan sebagai kemampuan psiko fisik untuk mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan secara tepat.

  2) Sikap siswa Sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespons (response tendency) dengan cara yang relatif tetap terhadap obyek orang, barang, dan sebagainya baik secara positif maupun negatif. 3) Bakat Siswa Bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. 4) Minat Siswa Minat ( interest ) berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap ses uatu. 5) Motivasi Siswa Motivasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik yaitu hal dan keadaan yang berasal

  9 dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya melakukan tindakan belajar. Motivasi ekstrinsik adalah hal dan keadaan yang datang dari luar individu siswa yang mendorongnya melakukan kegiatan belajar. 6) Keteraturan dan Kedisiplinan Kebiasaan hidup teratur alam segala hal termasuk dalam perbuatan, memberi pengaruh yang besar terhadap jalan pikiran seseorang. Dengan keteraturan dan kedisiplinan seseorang akan mempunyai cara berfikir yang teratur pula. Dan hal ini merupakan modal yang sangat berharga dalam menjalankan tugas belajar.

b. Faktor eksternal siswa (faktor dari luar siswa), yakni kondis i lingkungan disekitar siswa.

  Faktor eksternal siswa terdiri atas dua macam yakni : faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan non sosial.

  1) Lingkungan sosial Lingkungan sosial sekolah sepert i guru, para staf administrasi, dan teman-teman sekelas dapat mempengaruhi semangat belajar seorang siswa. Selanjutnya yang termasuk lingkungan sosial siswa adalah masyarakat dan tetangga juga teman-teman sepermainan di sekitar perkampungan siswa tersebut. Kondisi masyarakat dilingkungan kumuh yang serba kekurangan dan anak-anak penganggur, misalnya, akan sangat mempengaruhi aktivitas belajar siswa.

  10 Lingkungan sosial yang lebih banyak mempengaruhi kegiatan belajar ialah : orang tua dan keluarga siswa itu sendiri. Sifat-sifat orang tua praktik pengelolaan keluarga, ketegangan keluarga, dan demografi keluarga (letak rumah), semuanya dapat memberi dampak baik ataupun

buruk terhadap kegiatan belajar dan hasil yang dicapai oleh siswa.

  2) Lingkungan Non Sosial Faktor-faktor yang termasuk lingkungan non sosial ialah gedung seko lah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga siswa dan letaknaya, alat-alat belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa. Faktor- faktor ini dipandang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. Contoh kondisi rumah yang sempit dan berantakan serta serta perkampungan yang terlalu padat dan tak memiliki sarana umum untuk kegiatan remaja (seperti lapangan voli) akan mendorong siswa untuk be rkeliaran ketempat yang sebenarnya tak pantas dikunjungi. Kondisi rumah dan perkampungan seperti itu jelas berpengaruh buruk terhadap kegiatan belajar siswa.

B. Lingkungan Belajar

  1. Difinisi Lingkungan belajar Orang sering mengartikan lingkungan secara sempit, seolah-olah lingkungan

hanyalah alam sekitar diluar diri manusia / individu. Lingkungan itu sebenarnya

  11

mencakup segala material dan stimulasi didalam dan diluar diri individu, baik

yang bersifat fisiologis, psikologis, maupun sosial cultural.

  Secara fisiologis,lingkungan meliputi segala kondisi dan material jasmaniah

di dalam tubuh seperti gizi, vitamin, air, zat asam, system syaraf, suhu, peredaran

darah pernafasan, pencernakan makanan, sel-sel pertumbuhan dan kesehatan

jasmani.

  Secara psikologis, lingkungan meliputi segenap stimulasi yang diterima oleh

individu mulai sejak dalam konsesi, kelahiran sampai matinya, stimulasi itu

misalnya berupa keinginan, perasaan, tujuan-tujuan, minat, kebutuhan, emosi,dan

kepastian intelektual.

  Secara sosial kultural, lingkungan meliputi stimulasi, interaksi dan kondisi eksternal dalam hubungannya dengan perlakuan ataupun karya orang lain.

  Lingkungan belajar adalah segala sesuatu yang berada didalam dan diluar diri individu yang mempengaruhi prestasi belajar siswa

  2. Lingkungan Keluarga Patterson dan Loeber ( 1984 seperti yang dikutip oleh Muhibbin Syah 1995 :

138 ) mengatakan bahwa lingkungan belajar yang lebih banyak mempengaruhi

kegiatan belajar siswa adalah orang tua dan keluarga itu sendiri. Sifat-sifat orang

tua, praktek praktek pengolahan keluarga, ketegangan dalam keluarga, demografi

atau letak rumah, semua nya dapat memberi dampak yang lebih baik atau lebih

buruk terhadap kegiatan belajar dan hasil yang dicapai anak. Contoh pengelolaan

keluarga yang keliru yang diterapkan oleh orang tua yaitu kelalaian orang tua

  12

dalam memonitor anak, dapat menimbulkan akibat buruk. Hal ini dapat

menimbulkan anak tidak mau belajar dan dapat mengakibatkan anak berprilaku

menyimpang. Menurut Roestiyah (1982: 163) bahwa hubungan antar anggota

keluarga yang kurang intim menimbulkan suasana kaku, tegang didalam keluarga.

  

Menyebabkan anak kurang semangat untuk belajar. Suasana yang menyenagkan

akrab dan penuh kasih sayang, memberi motivasi yang mendalam pada anak.

  

Disamping suasana keluarga yang mendukung belajar anak keadaan sosial

ekonomi keluarga pun juga mempengaruhi. Anak bela jar memerlukan sarana-

sarana yang kadang-kadang mahal. Bila keadaan ekonomi keluarga tidak

memungkinkan, kadangkala menjadi penghambat anak belajar. Maka perlu diberi

pengertian kepada anak. Namun bila keadaan memungkinkan cukuplah sarana

yang diperlukan a nak, sehingga mereka dapat belajar dengan senang.

  3. Lingkungan Masyarakat Siswa hidup di masyarakat. Hal demikian berarti siswa adalah bagian dari

warga masyarakat. Oleh karena itu siswa menjalin hubungan dengan anggota

masyarakat yang lainnya. Hubungan tersebut terjadi dengan teman sebaya, dengan

orang yang lebih tua maupun dengan orang yang lebih muda. Menurut Roestiyah

(1982 : 162), anak perlu bergaul dengan anak lain untuk mengembangkan

sosialisasinya. Tetapi perlu dijaga jangan sampai mendapatkan tema n bergaul

yang buruk perangainya. Perbuatan yang tidak baik mudah menular pada orang

lain. Maka perlu dikontrol dengan siapa mereka bergaul.. Selain itu pengaruh

mass media juga besar sekarang ini banyak bacaan berupa buku-buku, novel,

  13

majalah, Koran, yang kurang dapat dipertanggung jawabkan secara pendidikan.

Kadang-kadang anak asyik membaca buku yang bukan buku pelajaran, sehingga

lupa akan tugas belajar. Maka bacaan anak perlu diawasi dan diseleksi. Selain

yang telah disebutkan diatas menurut Muhibbin Syah (1995: 138), bahwa kondisi

masyarakat dilingkungan yang kumuh dan serba kekurangan dan terdapat anak-

anak penganggur dapat mempengaruhi aktivitas belajar siswa. Dalam kondisi

masyarakat yang demikian, jika anak tidak berhati-hati dalam pergaulannya, anak

dapat melupakan tugasnya sebagai pelajar.

  Sementara itu didalam masyarakat yang lingkungan anak-anaknya rajin

belajar dapat dapat menjadi daya dorong terhadap siswa yang lain untuk rajin

belajar. Hal ini ditegaskan oleh Roestiyah (1982 : 163 ) yang mengatakan bahwa

dilingkungan yang anak-anaknya rajin belajar, kemungkinan besar anak akan

terpengaruh untuk rajin belajar tanpa disuruh. Anak akan merasa malu jika jika

mendapat prestasi yang rendah, jika teman-teman disekitarnya mendapat prestasi

belajar yang tinggi. Oleh karena itu anak akan berusaha belajar keras agar tidak

ketinggalan dengan teman-temannya. Apabila teman-teman disekitarnya itu teman

sekelasnya anak dapat mengadakan belajar bersama. Belajar bersama disini

dimaksudkan agar ketinggalan dalam mengikuti mata pelajaran dikelas dapat

diatasi.

  4. Lingkungan Sekolah Pendidikan disekolah sebagai akibat dari pemenuhan akan pentingnya

pendidikan. Sekolah tidak hanya terdiri dari gedung saja melainkan juga sarana

dan prasarana lain yang menunjang pendidikan. Sekolah merupakan tempat anak

  14

didik belajar, mempelajari sejumlah materi pelajaran. Oleh karena itu perlu

diciptakan, lingkungan sekolah yang dapat mendukung anak untuk belajar.

  Menurut Muhibbin Syah (1995: 137) Lingkungan sekolah seperti para guru,

para staf, para sta f administrasi, dan teman-teman sekelas dapat mempengaruhi

semangat belajar seorang siswa. Para guru yang selalu menunjukkan sikap dan

perilaku yang simpatik dan memperlihatkan suritauladan yang baik dan rajin

khususnya dalam hal belajar, misalnya rajin belajar dan berdiskusi, dapat menjadi

daya dorong yang positif bagi kegiatan belajar siswa.

  Selain itu yang perlu diperhatikan oleh pihak sekolah yaitu kebersihan

lingkungan sekolah pada umumnya dan kebersihan kelas pada khususnya turut

mempengaruhi proses belajar siswa.

C. Motivasi Belajar

  1. Arti Motivasi Motivasi secara umum adalah keadaan psikologis dan fisiologis dalam diri

pribadi seseorang yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas aktivitas

tertentu untuk mencapai tujuan. (suryabrata, 1984 : 72).

  Menurut A.W. Bernard yang dikutip oleh KI RBS. Fudyartanto ( 2002 : 257 )

memberi definisi motivasi adalah: “Motivation refers to all those phenomena

which are involved in the stimulation of action towards particular objectives

where previo usly there was little or no movement towards those goals

  ”. Dari

kutipan ini, motivasi menunjukkan semua fenomena yang dilibatkan dalam

  15

stimulasi (perangsangan) tindakan kearah tujuan-tujuan tertentu dimana

sebelumnya kecil atau tidak ada gerakan kearah tujua-tujuan itu. Jadi motivasi

adalah usaha memperbesar atau mengadakan gerakan mencapai tujuan tertentu.

  Menurut Mc. Donald yang dikutip oleh (Sardiman 1986: 73) motivasi adalah

perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling”

dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.

  Motivasi juga dapat dikatakan serangkaian usaha untuk menyediakan

kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang itu mau dan ingin melakukan sesuatu

dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha meniadaka n atau mengelakkan

perasaan tidak suka. Motivasi itu dapat dirangsang oleh faktor dari luar tetapi

motivasi itu adalah tumbuh didalam diri seseorang.

  2. Motivasi Belajar Seseorang dianggap memiliki motivasi berprestasi (The need for achievement

  ), jika dia mempunyai keinginan untuk melakukan kerja secara lebih

baik atau berprestasi lebih tinggi dari orang lain. Prestasi belajar yang dicapai

seseorang tidak akan lepas dari proses belajar. Menurut Elida Prayitno (1989 : 8)

motivasi dalam belajar tidak saja merupakan suatu energi yang menggerakkan

siswa untuk belajar, tetapi juga sebagai suatu yang mengarahkan aktivitas siswa

kepada tujuan belajar.

  Menurut W.S. Winkel (1989: 92), motivasi belajar adalah keseluruhan daya

penggerak psikis didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar,

menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan

  16

belajar itu demi mencapai suatu tujuan. Menurut Sardiman (1986: 75) motivasi

belajar adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non intelektual. Peranannya

yang khas adalah dalam hal menumbuhkan gairah, merasa senang dan semangat

untuk belajar.

  Howley (dikutip oleh Elida Prayotno 1989: 3) mengatakan bahwa siswa-

siswa yang termotivasi dengan baik dalam belajar, melakukan kegiatan lebih

banyak dan lebih cepat dibandingkan dengan siswa yang kurang termotivasi

dalam belajar.

  Pada dasarnya seseorang yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi

kebanyakan akan mencapai prestasi yang lebih baik. Tetapi juga tidak dapat

disangkal bahwa dalam kenyataan walaupun motivasinya cukup kuat tetapi

prestasi belajarnya tidak mencapai hasil yang baik. Hal ini karena terdapat faktor-

faktor yang menghambat belajar. Menurut (Kartini Kartono, 1985: 62-67)

secara garis besar faktor-faktor yang menghambat belajar dapat dikelompokkan

dalam dua golongan yaitu :

a. Sebab endogen (dalam diri anak) 1) Bersifat bioligis, misalnya kesehatan, cacat badan.

2) Bersifat psikologis, misalnya kecerdasan, minat, bakat, perhatian.

  b. Sebab eksogen (dari luar diri anak) 1) Faktor keluarga yaitu fak tor orang tua, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga. 2) Faktor sekolah 3) Faktor masyarakat

  17

4) Faktor lain, misalnya metode belajar anak yang kurang baik.

  Karakteristik siswa yang mempengaruhi motivasi belajar menurut Sardiman seperti yang dikutip oleh Ali Imron (1996: 88) sebagai berikut: a) tekun dalam menghadapi tugas

  b) ulet menghadapi kesulitan dan tidak mudah putus asa, tidak cepat puas atas prestasinya c) menunjukkan minat yang besar terhadap bermacam-macam masalh belajar d) lebih suka bekerja sendiri

  e) tidak cepat bosan denga n rutinitas

  f) dapat mempertahankan pendapatnya

  g) tidak mudah melepaskan apa yang diyakininya

  h) senang mencari dan memecahkan masalah D.

   Disiplin Belajar

  1. Arti Disiplin Menurut WHS Jenes (1962) mengartikan disiplin sebagai berikut: Diciplin

has been defined as the training of the will . Disiplin disini diartikan sebagai

latihan kemauan. Kemauan disini adalah kemauan yang baik, maka dapat

dianalisis lebih lanjut. Jika kemauan tersebut dipimpin dan diarahkan dengan baik

akan melatih kebiasaan yang baik pula, yang tidak lain adalh melatih kemauan

untuk berbuat disiplin.

  18 Disiplin merupakan keterikatan seseorang baik secara langsung maupun tidak

langsung untuk mentaati norma-norma tertentu yang ada dilingkungan

masyarakat. Secara khusus disiplin adalah usaha yang sungguh-sungguh dengan

melalui latihan-latihan dan kemauan dari anak untuk belajar. Kemauan disini

adalah kemauan yang baik dari anak untuk berbuat positif dan berbuat yang

menguntungkan. Sebagai contoh siswa yang mematuhi gurunya untuk

mengerjakan pekerjaan rumah, mematuhi peraturan yang ada di sekolah, dan lain

sebagainya.

  2. Disiplin Belajar Untuk mendapatkan sesuatu hasil yang baik diperlukan disiplin dan

keteraturan secara kontinyu. untuk dapat mencapai hasil belajar yang baik,

seorang pelajar perlu merencanakan terlebih dahulu dengan sistematika yang baik

tentang apa yang akan dipelajari.

  Menurut The Liang Gie (1982: 82) bahwa dalam usaha apapun juga

keteraturan dan disiplin akan tetap merupakan kunci untuk memperoleh hasil yang

baik. Dengan jalan berdisiplin melaksanakan pedoman-pedoman yang baik

didalam usaha belajar barulah seorang pelajar akan mempunyai cara belajar yang

baik.

  Sifat bermalas- malas keinginan mencari gampangnya saja, hingga untuk

bersusah payah memusatkan pikirannya, kebiasaan melamun dan gangguan

lainnya selalu dihadapi oleh seorang pelajar. Gangguan itu dapat diatasi bila

pelajar itu mempunyai disiplin. Gangguan yang dimaksud diantaranya

  19

menangguhkan usaha belajar sampai sudah dekat ujian , hal ini hanya dapat

dihalau kalau ia disiplin pada dirinya. Disiplin akan membuat pelajar memiliki

kecakapan mengenai cara belajar yang baik, juga merupakan suatu proses kearah

pembentukan watak yang baik.

  Cara belajar yang baik bukanlah bakat yang dibawa sejak lahir, yang diwarisi

dari orang tua melainkan kecakapan yang diperoleh melalui latihan. Jika cara

belajar yang baik sudah menjadi kebiasaan, maka tidak perlu lagi ada resep yang

diperhatikan sewaktu belajar.begitu pula dengan keteraturan dan kedisiplinan

tidak akan terasa lagi sebagai suatu beban yang berat.

  3. Faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin belajar Pada kenyataannya masih banyak pelajar yang belum disiplin dalam belajarnya. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  a. Faktor intern ( faktor yang berasal dari alam diri pelajar itu sendiri ) yang meliputi : 1) Sifat malas.

  Sifat malas ini dapat terjadi karena kesengajaan, misalnya seorang pelajar yang selalu menunda pekerjaan yang diberikan sehingga akan membuat mereka malas untuk mengerjakannya karena semakin banyaknya tugas yang harus mereka selesaikan.

  2) Kesehatan.

  Kesehatan juga merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kedisiplinan dalam belajar. Hal ini dikarenakan seseorang yang sedang

  20 tidak sehat cenderung akan menunda pekerjaannya dan tidak dapat menyelesaikannya.

3) Minat.

  Seseorang yang mempunyai minat dalam belajarnya cenderung akan disiplin dalam melakukan segala usahanya demi tercapainaya segala yang dicita-citakannya.

b. Faktor ekstern (faktor yang berasal dari luar diri pelajar), yang meliputi : 1) Peralatan.

  Peralatan merupakan faktor penentu dalam usaha peningkatan disiplin belajar. Jika seorang pelajar yang mempunyai peralatan sekolah yang lengkap, mereka akan cenderung untuk disiplin melakukan tugas- tugas yang diberikan kepadanya.

2) Lingkungan.

  Lingkungan merupakan faktor yang sangat besar pengaruhnya dalam membantu meningkatkan disiplin belajar, karena dalam belajar diperlukan lingkungan (keluarga, sekolah,dan masyarakat) yang kondusif untuk mencapai hasil maksimal.

E. Kerangka Berfikir

  1. Hubungan Antara Lingkungan Belajar Denga n Prestasi Belajar Dari uraian tentang lingkungan belajar diatas dapat dipahami bahwa

lingkungan mempunyai peranan penting dalam proses belajar siswa. Lingkungan

  21

tersebut dapat dibedakan menjadi tiga yaitu lingkungan keluarga, lingkungan

masyarakat dan lingkungan sekolah. Lingkungan keluarga merupakan hubungan

antara anak dengan orang tua. Menurut Patterson dan Loeber (dikutip oleh

Muhibbin Syah 1995: 138) mengatakan bahwa lingkungan belajar yang lebih

mempengaruhi kegiatan belajar siswa adalah orang tua da lam keluarga itu sendiri.

belajar siswa. Di lingkungan masyarakat anak akan banyak berhubungan dengan

anggota masyarakat lainnya, anak akan beegaul dengan orang-orang sebaya, lebih

tua maupun yang lebih muda. Maka dari itu pergaulan anak dimasyarakat perlu

dijaga agar tidak salah bergaul sehingga dapat mempengaruhi prestasi belajar. Di

lingkungan sekolah anak akan berinteraksi dengan teman-teman sekolah dan guru,

tapi teman-teman akan lebih besar pengaruhnya terhadap anak.

  Dengan demikian lingkungan belajar yang mendukung akan menjadikan

prestasi belajar yang tinggi dan sebaliknya lingkungan yang kurang mendukung

akan menjadikan prestasi belajar siswa akan rendah.

  2. Hubungan Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Motivasi dalam belajar tidak saja merupakan suatu energi yang

menggerakkan siswa untuk belajar, tetapi juga sebagai suatu yang mengarahkan

aktivitas siswa untuk belajar (Elyda Prayitno 1989: 8). Motivasi belajar sedikit

banyak akan mempengaruhi prestasi belajar. Peserta didik yang memilik i motivasi

yang kuat, akan mempunyai banyak kesempatan untuk melakukan kegiatan

belajar sebaik mungkin guna mencapai hasil belajar yang memuaskan, karena ada

  22

keinginan untuk belajar tersebut maka siswa akan lebih bersemangat untuk belajar

sehingga prestasinya akan meningkat.

  3. Hubungan Antara Disiplin Belajar Dengan Prestasi Belajar Disiplin belajar sangat penting dalam kegiatan belajar karena kedisiplinan

dalam belajar pada akirnya akan mempengaruhi prestasi belajar. Seorang pelajar

yang disiplin dalam mela kukan aktivitas atau kegiatan terutama dalam hal belajar

akan mudah dalam mengukuti proses belajar. Pelajar akan berusaha melaksanakan

apa yang telah disusun atau direncanakan untuk mendapatkan hasil yang lebih

baik. Maka dari itu kedisiplinan dalam belaja r akan mempengaruhi prestasi

belajar.

F. Hipotesis

  Hipotesis adalah sebuah kesimpulan tetapi kesimpulan tersebut belum final,

masih harus dibuktikan kebenarannya. Hipotesis dalam hal ini adalah sebagai

berikut :

  

1. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan belajar

dengan prestasi belajar

  

2. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan

prestasi belajar.

  

3. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara disiplin belajar dengan

prestasi belajar.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Jenis Penelitian A. Penelitian ini bersifat replikasi dari penelitian sebelumnya dan jenis penelitian ini

  

adalah studi kasus yaitu jenis penelitian yang mengambil suatu permasalahan yang

terjadi pada obyek penelitian tertentu. Jenis penelitian studi kasus tersebut bila

dihubungkan dengan hasil penelitian maka kesimpulan yang dapat diambil dari

penelitian hanya berlaku bagi obyek yang diteliti saja dan tidak berlaku bagi obyek

penelitian yang lain. Penelitian ini hanya terbatas pada obyek tertentu saja yaitu

mahasiswa pendidikan akuntansi angkatan 2002 dan 2003 Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta. Secara khusus yang diteliti dari responden adalah Lingkungan belajar,

Motivasi belajar, dan disiplin belajar.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

  

1. Tempat penelitian : Universitas Sanata Dharma, Mrican, Tromol Pos 29

Yogyakarta.

  2. Waktu penelitian : Penelitian dilakukan pada bulan April 2006

C. Subyek dan Obyek Penelitian

  1. Subyek penelitian Subyek penelitian adalah Mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi angkatan

2002-2003 Universitas Sanata Dharma. Peneliti memilih Prodi Pendidikan Akuntansi

angkatan 2002-2003 karena subyek dalam penelitian ini satu ruang lingkup dengan

peneliti dan mahasiswa angkatan 2002-2003 telah menempuh studi belajar yang

relatif cukup lama dan sudah dapat menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan

belajar.

  Kriteria lama antara lain: mahasiswa sudah lebih dari 4 (empat) semester belajar di Universitas Sanata Dharma.

2. Obyek penelitian Obyek penelitian adalah sesuatu yang menjadi pokok pembicaraan penelitian.

  

Dalam hal ini yang menjadi obyek penelitian adalah Hubungan antara Lingkungan

belajar, Motivasi belajar dan Disiplin belajar dengan Prestasi belajar

D. Populasi, Sampel dan Prosedur Pengambilan Sampel

  1. Populasi Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, hasil hitung atau pengukuran

kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteristik tertentu disemua kumpulan

(Sudjana,1996: 6). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan

Akuntansi angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma. Mahasiswa angkatan

  

2002 terdiri dari tiga kelas. Kelas A sebanyak 40 mahasiswa, kelas B sebanyak 40

mahasiswa dan kelas C 36 mahasiswa. Kemudian angkatan 2003 terdiri dari dua

kelas yaitu kelas A sebanyak 35 mahasiswa dan kelas B 34 mahasiswa, jadi

keseluruhan ada 185 mahasiswa.

  Sampel adalah sebagian yang diambil dari populasi. Menurut Suharsimi

Arikunto ( 1991: 104) besarnya sampel yang diambil agar memperoleh data yang

representativ adalah jika populasi lebih dari 100 maka sampel dapat diambil antara

10% sampai 15% atau 20% sampai 25% atau lebih sesuai dengan kemampuan

peneliti. Sampel dalam penelitian ini akan mengambil sebanyak 100 mahasiswa.

  2. Prosedur pengambilan sampel Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

sampel proporsi atau proportional random sampling. Teknik pengambilan sampel

proporsi digunakan untuk menyempurnakan penggunaan teknik sampel yang

representativ, pengambilan subyek dari setiap strata ditentukan seimbang.

  Penelitian ini mengambil sampel 100 mahasiswa secara kelompok berimbang dengan perhitungan sebagai berikut : Angkatan 2002

  40 Kelas A x 100 = 21,6 185

  40 Kelas B x 100 = 21,6 185

  36 Kelas C x 100 = 19,4 185 Angkatan 2003

  35 Kelas A x 100 = 18,9 185

  34 Kelas B x 100 = 18,4 185 Jumlah = 99,9 dibulatkan 100 mahasiswa. Dengan demikian diharapkan sampel dapat terwakili dari kedua angkatan.

E. Variabel Penelitian dan Pengukuran Variabel

  1. Variabel penelitian Variabel adalah obyek peneliti yang bervariasi atau apa yang menjadi titik

perhatian suatu penelitian (Suharsimi, 1989: 91). Dalam hal ini variabel yang akan

diteliti adalah : a. Variabel bebas (Independence variable) Variabel bebas adalah himpunan seluruh gejala yang memiliki berbagai aspek atau unsur yang berfungsi mempengaruhi atau menentukan munculnya variabel lain yang disebut variabel terikat (Nawawi, 1994 : 50 )

  Varibel bebas dalam penelitian ini adalah : 1) Lingkungan belajar sebagai variabel bebas pertama (x )

  1 2) Motivasi belajar sebagai variabel bebas kedua (x )

  2 3) Disiplin belajar sebagai variabel bebas ketiga (x )

  3 b. Variabel terikat ( Dependence variable ) Variabel terikat adalah himpunan seluruh gejala yang memiliki berbagai aspek atau unsur didalam yang berfungsi menyesuaikan diri dengan kondisi lain. Variabel terikat dalam hal ini adalah prestasi belajar mahasiswa (y)

  2. Kategori kecenderungan variabel kategori kecenderungan terhadap variabel bebas dan terikat dinilai dengan

Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe II. Penilaian dengan menggunakan PAP tipe II

adalah sebagai berikut (Ign. Masidjo, 1991: 46)

  Tabel 2 Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe II Tingkat Penguasan Kompetensi

  Kategori Kecenderungan Variabel 81% - 100% 66% - 80%

  56% - 65% 46%- 55% < 46% Sangat Tinggi

  Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah

  3. Pengukuran variabel Dalam penelitian setiap variabel penelitian yang dianalisis perlu diukur dengan

cara pengukuran masing- masing maka pengukuran variabel penelitian yang penulis

lakukan adalah

a. Variabel bebas ( lingkungan belajar, motivasi belajar, disiplin belajar )

  Data mengenai lingkungan belajar, motivasi belajar, disiplin belajar yang

diperoleh melalui jawaban kuesioner yang berupa daftar pertanyaan. Kuisioner

yang digunakan berbentuk pertanyaan tertutup, dimana responden hanya memilih

jawaban yang telah tersedia. Jawaban yang diperoleh bersifat kualitatif maka

menggunakan skala likert dalam memberikan skor. Ada dua kategori yang

digunakan yaitu pertanyaan positif dan pertanyaan negatif yang dinilai dengan

pilihan Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak

Setuju (STS). Pembagian pernyataan ini menjadi dua kategori ini karena pada

dasarnya seseorang mempunyai sikap yaitu sikap mendukung (positif), sikap

tidak mendukung/menolak (negatif) dan netral. Penulis berharap responden

mempunyai sikap mendukung atau tidak mendukung/menolak, maka dari itu

jawaban netral dihilangkan.

  Tabel 3 Kisi kisi kuesionar

No Variabel Indikator Item Item

positif negatif

  • 1 Lingkungan Lingkungan keluarga 1,2,8,9

  3,6,10,11

Lingkungan sekolah

4,5,7

  • belajar
  • Lingkungan masyarakat

  2 Motivasi belajar 5,10

  7

  • Kemauan untuk mengikuti pelajaran

  3 Keinginan untuk berprestasi

  • 1,2,6
  • Kerelaan menyediakan 8,9

  4 waktu belajar

  3 Disiplin belajar 1,2,3,4

  • Ketekunan 5,6,9 7,8,10
  • Kemauan mentaati

    peraturan

  Tabel 4 Skor nilai-nilai item pertanyaan kuesioner Jawaban Positif negatif Sangat setuju

  4

  1 Setuju

  3

  2 Tidak setuju

  2

  3 Sangat tidak setuju

  1

  4

  b. Variabel Terikat ( prestasi belajar ) Variabel terikat adalah himpunan seluruh gejala yang memiliki sejumlah

aspek atau unsur yang didalamnya berfungsi menerima atau menyesuaikan diri

dengan kondisi lain yang disebut variabel bebas. Variabel terikat dalam

penelitian ini adalah prestasi belajar mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi

angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma.

  Data prestasi belajar mahasiswa diukur dengan indeks prestasi sebagai

indikator. Dalam penelitian ini prestasi akademik yang digunakan adalah nilai

indeks prestasi kumulatif yang telah dicapai oleh responden. Prestasi yang

diperoleh mahasiswa dikategorikan sebagai berikut :

  Tabel 5 Kategori Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa

  

IPK Kategori

3,51 – 4,00 Cum laude 2,76 – 3,50 Sangat memuaskan 2,00 – 2,75 Memuaskan

  F. Data yang Diperlukan

  1. Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh langsung oleh responden melalui daftar pertanyaan atau kuesioner. Data primer dalam penelitian ini adalah meliputi identitas diri mahasiswa, tentang hubungan lingkungan belajar, motivasi belajar, dan disiplin belajar dengan prestasi belajar mahasiswa,yang dapat diperoleh hasilnya melalui kuesioner yang telah dibagikan kepada mahasiswa.

  2. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang lebih dahulu dikumpulkan oleh pihak lain diluar pene liti. Data sekunder dalam penelitin ini adalah meliputi buku-buku yang berkaitan dengan teori tentang lingkungan belajar, motivasi belajar, dan disiplin belajar. Data prestasi belajar mahasiswa diambil dari IPK.

  G. Teknik Pengumpulan Data Dalam pengumpulan data menggunakan tiga metode yaitu :

  a. Kuesioner Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal- hal yang ia ketahui ( Suharsimi Arikunto, 1991: 124). b. Dokumentasi Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara melihat dan mencatat dokumentasi yang diperlukan. Cara ini digunakan untuk memperoleh data mengenai sejarah Universitas, Program studi, peraturan akademik, fasilitas, kurikulum.

  c. Wawancara Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh keterangan-keterangan yang diperlukan. Wawancara dilaksanakan dengan cara memberi pertanyaan secara langsung kepada pihak-pihak yang bersangkutan untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan data yang diperlukan.

H. Teknik Pengujian Instrumen

  1. Pengujian Validitas Instrumen Suatu alat ukur dikatakan valid atau sahih apabila suatu alat pengukur tersebut dapat mengukur apa yang ingin diukur dengan tepat atau teliti.

  Kevalidan alat ukur itu diuji dengan menggunakan metode analisis butir yaitu

validitas dengan menguji apakah tiap item atau butir soal benar-benar telah

mengungkapkan indukator yang ingin diselidiki. Penghitungan validitas dalam

penelitian ini menggunakan perhitungan korelasi product moment dari karl pearson

sebagai berikut (Suharsimi Arikunto, 1989: 206 ) :

  ( )( ) ( )

  X XY N r xy ∑ − ∑ ∑ − ∑ ∑ ∑ − ∑

  = Ketetangan : xy r = Koefisien korelasi antara x dan y

  2

  2

  2

2 Y Y N

  X X N Y

  { }

  { }

( )

  ∑ y = Jumlah dari skor seluruh item

  ∑

  2 x

  = Jumlah x kuadrat ∑

  2 y = Jumlah y kuadrat

  ∑ xy = Jumlah perkalian x dan y

  Butir dikatakan valid apabila koefisien korelasi ( r hit ) bernilai positif dan lebih

besar atau sama dengan r table dengan taraf signifikansi 5%. Demikian sebaliknya

dikatakan tidak valid apabila koefisien korelasi (r hit) lebih kecil dari r table dengan

taraf signifikansi 5%. Pelaksanaan perhitungan validitas butir pada penelitian ini

dilakukan dengan menggunakan SPSS. Hasil perhitungan kemudian dibandingkan

dengan r table yaitu sebesar 0,2366 pada taraf signifikansi 5%, N = 31, dan df sebesar

N-2 yaitu 31-2 = 29. hasil perhitungannya dapat dilihat pada table dibawah ini:

  N = Jumlah responden ∑ x = Jumlah skor dari setiap item

  Tabel 6 Hasil uji validitas Instrument lingkungan belajar No. item R hitung

  Instrumen motivasi belajar No. item R hitung

  0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 Valid

  8 0,4566 0,3638 0,2702 0,4484 0,6666 0,2740 0,4508 0,6746 0,2366

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  1

  Hasil Analisis

  R tabel

  Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

  R tabel

  0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 Valid

  10 0,7188 0,3885 0,5706 0,3685 0,3583 0,3308 0,3902 0,3745 0,5179 0,2726 0,2366

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  1

  Hasil Analisis

  Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

  9

  10 0,4753 0,5601 0,4082 0,4795 0,4115 0,6554 0,6809 0,3927 0,3004 0,2530 0,2366

  1 σ σ b

  1

  2

  1

  2

       −

    Σ − 

  ( )    

  11 =

  2. Pengujian Reliabilitas Reliabilitas kuisioner adalah sejauhmana alat penguk ur dapat dipercaya atau

dapat diandalkan. Cara untuk mencari reliabilitas keseluruhan item adalah dengan

mengoreksi angka korelasi yang diperoleh dengan menggunakan rumus Alpha

Cronbach sebagai berikut : r

  Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

  0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 Valid

  9

  10 0,4131 0,4139 0,2366

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  1

  Hasil Analisis

  R tabel

  

Instrument disiplin belajar

No. item R hitung

  0,2366 Valid Valid

  K K Keterangan : = Reliabilitas r

  11 k = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

  2 = Jumlah varian butir

  Σ σ b

  2 = Varian total

  σ

1 Hasil analisis uji reliabilitas dihitung dengan progr am komputer seri SPSS. Dari

  hasil analisis tersebut diperoleh hasil reliabilitas seperti pada table dibawah ini: Tabel 7 Hasil Uji Reliabilitas

  No Variabel penelitian Koefisien Reliabilitas

  1 Lingkungan belajar 0,7644

  2 Motivasi belajar 0,7688

  3 Disiplin belajar 0,7827 Setelah r diperoleh kemudian dikonsoltasikan dengan r pada taraf

  11 tabel signifikansi 5% sebesar 0,2366 instrumen dikatakan handal jika r 11 lebih besar dari r tabel.

  Hasil analisis uji reliabilitas dari tabel diatas kemudian dibandingkan dengan

tingkat keterandalan variabel penelitian yang telah dikemukakan oleh Suharsimi

Arikunto (1992: 167)

  Tabel 8 Tingkat Keterandalan Variabel Penelitian

No Koefisien Alpha Interpretasi Tingkat Keterandalan

1 0.800-1.000 Sangat tinggi

  2 0.600-0.799 Tinggi 3 0.400-0.599 Cukup 4 0.200-0.399 Rendah 5 <0.200 Sangat rendah

I. Teknik Analisis Data

  Untuk menjawab permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini, maka data

yang berhasil dikumpulkan harus diperoleh kemudian dilakukan analisis. Dalam

menganalisis data diperlukan teknik analisis data yang sesuai dengan datanya. Secara

garis besar data dapat digolongkan menjadi dua yaitu data kuantitatif dan data

kualitatif. Data kuantitatif adalah data yang dapat diukur atau dapat dinilai dengan

angka secara langsung. Sedang data kualitatif adalah data yang tidak dapat diukur

atau dinilai secara langsung.

  Data yang diperoleh dan digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif,

maka teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kuantitatif atau

analisis statistik. Dalam penelitian ini diharapkan hasil pengolahan dan analisis data

dengan teknik statistik diharapkan dapat dapat menjawab permasalahan yang

diajukan. Untuk itu dipilih teknik analisis data yang relevan dengan tujuan penelitian

dan keadaan yang dimiliki.

  Untuk menjawab permasalahan yang ada penulis menggunakan rumus-rumus sebagai berikut :

  1. Uji Prasyarat Analisis Uji prayarat analisis perlu dilakukan karena akan digunakan sebagai langkah

selanjutnya dalam melakukan analisis data, selain itu demaksudkan sebagai dasar

dalam mengambil keputusan agar tidak menyimpang dari kebenaran yang seharusnya

ditarik.

  a. Uji Normalitas Tujuan melakukan uji normalitas adalah agar kesimpulan yang ditarik tidak menyimpang dari yang seharusnya. Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah sebaran data yang digunakan dalam penelitian ini berdistribusi normal atau tidak. Untuk mengetahui apakah kondisi masing- masing variabel berdistribusi normal atau tidak dilakukan uji normalitas dengan menggunakan rumus Kolmogorov Smirnov sebagai berikut : D = maksimum Fo xS

  X ( ) n ( )

  Keterangan: = Deviasi maksimum D Fo = fungsi distribusi frekuensi kumulatif yang ditentukan S n (X) = distribusi frekuensi kumulatif yang diobservasi

  2. Analisis Hipotesis Untuk menganalisis hipotesis 1,2, dan 3 menggunakan langkah- langkah sebagai berikut:

  a. Perumusan hipotesis 1) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar. 2) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar.

  3) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara disiplin belajar dengan prestasi belajar.

  b. Langkah- langkah pengujian hipotesis 1) Menyusun hipotesis Ho : r = 0 berarti tidak ada hubungan antara x dan y. Hal ini dapat dijelaskan bahwa tidak ada hubungan antara variabel- variabel bebas dengan variabel terikat.

  Ha : r # 0 berarti ada hubungan antara x dan y. Hal ini dapat dijelaskan bahwa ada hubungan antara variabel-variabel bebas dengan variabel terikat.

  2) Menggunakan uji statistik Untuk menjawab permasalahan pada hipotesis 1,2, dan 3 yaitu hubungan antara lingkungan belajar (X

  1 ) dengan prestasi belajar (Y),

  

motivasi belajar (X ) dengan prestasi belajar (Y) dan disiplin belajar (X )

  2

  3

dengan prestasi belajar (Y), oleh karena itu penulis membuat persamaan

garis regresi tiga prediktor. Rumusnya adalah sebagai berikut: (Sugiyono,

2005: 256)

  Y = a + b

  1 X 1 + b

  2 X 2 + b

3 X

  3 Keterangan : a = koefisien variabel X

  1 b = koefisien variabel X

  2 c = koefisien variabel X

  3 Y = variabel terikat X = variabel bebas 1

  1 X = variabel bebas 2

  2 X = variabel bebas 3

  3 Dari hasi analisis regresi ganda juga diperoleh t . hitung

kriteriapengambilan keputusan yaitu apabila t . lebih besar dari t pada

hitung tabel

taraf signifikansi 5%, maka variabel yang diuji terdapat hubungan yang

positif dan signifikan. Sedang apabila t . lebih kecil dari t maka tidak

hitung tabel ada hubungan yang positif dan signifikan.

  

Tabel 9

Interpretasi Nilai r

Besarnya Nilai r Interpretasi

Antara 0,800 sampai dengan 1,00 Tinggi

  

Antara 0,600 sampai dengan 0,800 Cukup

Antara 0,400 sampai dengan 0,600 Agak rendah

Antara 0,200 sampai dengan 0,400 Rendah

Antara 0,00 sampai dengan 0,200 Sangat rendah (tak berkorelasi) Besarnya Nilai r Interpretasi

  Antara -0,800 sampai dengan -1,00 Tinggi Antara -0,600 sampai dengan -0,800 Cukup

Antara -0,400 sampai dengan -0,600 Agak rendah

Antara - 0,200 sampai dengan -0,400 Rendah

  Antara - 0,00 sampai dengan -0,200 Sangat rendah (tak berkorelasi)

Apabila diperoleh angka negatif, berarti korelasinya negatif. Hal ini

menunjukkan adanya kebalikan urutan indeks korelasi yang bernilai tidak

pernah lebih dari 1,00.

  BAB IV GAMBARAN UMUM UNIVERSITAS Sejarah Perkembangan Universitas Sanata Dharma A.

  1. Latar Belakang Rencana mendirikan suatu Perguruan Tinggi Keguruan lahir ketika Prof. Moh. Yamin, S.H. menjabat Mentri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Republik Indonesia. Sampai waktu itu, pendidikan khusus guru- guru SMTP/SMU dilaksanakan oleh kursus BI/BII yang didirikan di berbagai kota di Indonesia. Tetapi sewajarnyalah pendidikan yang amat penting itu diangkat ke taraf keguruan universitas dengan mempertahankan arah dan tujuan sendiri, yaitu keguruan di sekolah menengah.

  Inisiatif ini menarik bagi gereja, terutama di Jawa Tengah yang waktu itu Ordo Societas Jesu (Serikat Yesus, sering diangkat SJ) telah membuka kursus-kursus BI diantara BI Mendidik (Yayasan De Brito) di Yogyakarta yang dikelola oleh Pater H. Loeff, S.J. BI sejarah di Semarang dikelola oleh Pater W.J. Van der Meulen, S.J. dan BI Ba hasa Inggris (Yayasan Loyola) di Semarang dikelola oleh Pater H. Bastianse, S.J.

  Selanjutnya kursus-kursus BI tersebut dianggap Crash Program sehingga Superior Misionaris Societas Jesu, yaitu Pater Kester berusaha mendirikan suatu perguruan tinggi. Pada tahun 1954-1955, Prof. de Quelje,

  

pejabat Kementrian PP dan K, berkunjung ke Yogyakarta. Kesempatan

inikemudian dimanfaatkan ole h Pater Kester, Pater Ruding dan pater H. Loeff

untuk menggali informasi tentang gagasan Prof. Moh. Yamin, S.H. untuk

mendirikan PTPG. Pater Kester berpendapat bahwa gagasan inilah yang selaras

dengan karya-karya para Pater Jesuit dam tidak melampauibatas-batas

kemampuan Ordo. Setelah didapatkan persetujuan Bapak Mentri,

berlangsunglah pembukuan resmi PTPG USD di Pendopo Seminari Tinggi,

jalan Code, tanggl 17 Desember, ketika itu kementrian PP&K diwakili oleh

Prof Makagiansar, Wakil Kepala Bagian Perguruan Tinggi. Dekan pertama

yaitu Prof. Dr. N.Driyarkara. S.J.

  Tiga kursus BI milik Jesuit yang telah digabungkan menjadi satu.

Gabungan ini diperkuat dengan “bumbu” US $ 150.000, hadiah dari

Conggregatio de Propaanda Fide. Dengan demikian lahirlah PTPG Sanata

Dharma yang dimulai pada tanggal 20 Oktober 1955.

  Awalnya PTPG Sanata Dharma mempunyai 4 jurusan, yaitu (1)

BahasaInggris (2) Sejarah (3) IPA dan (4) Ilmi Mendidik. Sedangkan nama

Sanata Dharma sendiri diciptakan oleh Pater K. Looymans, S.J., pejabat

Departemen PP dan K di Kawali (Kantor Wali gereja Indonesia). Aslinya

Sanata Dharma dibaca Sanyata Dharma. Nyata Dharma artinya “kebaktian yang

sebenarnya” atau “pelayanan yang nyata”. Kebaktian itu ditujukan kepada

tanah air, bangsa dan gereja.

  Kemudian pembesar misi Societas Jesu menunjuk Pater Prof. Dr.

Nicolaus Drijarkara, S.J. menjadi Dekan PTPG Sanata Dharma sedangkan

Wakil Dekan dipercayakan kepada Pater H. Loeff,S.J.

  2. Perkembangan Selanjutnya Untuk menyesuaikan diri dengan ketentuan pemerintah, keme ntrian

PP dan K tenatngperubahan PTPG menjadi FKIP, maka pada November 1958

PTPG Sanata Dharma berubah menjadi FKIP Sanata Dharma dan ini

merupakan bagian dari Universitas Katolik Indonesia cabang Yogyakarta. Pada

masa FKIP ini Sanata dharma berhasil memperoleh status DISAMAKAN

dengan negri beradasarkan SK Mentri PTIP No. I/1961, pada tanggal 6 mei jo

No77/1962 tanggal 11 juli 1962. tetapi seacara de Facto FKIP_FKIP yang

dibentuk oleh PTPG tetap berdiri sendiri dan FKIP Sanata Dharma di

Universitas Katolik Indonesia cabang Yogyakarta hanyalah nama diataskertas

saja. Mulai 15 Juli 1961 Seminari Tinggi Yogyakarta menggabungkan diri

dengan FKIP Sanata dharma danmempunyai jurusan baru, bernama Filsafat

Teologi.

  Untuk mengatasi kerancuan ini akhirnya pemerintah kembali

menetapkan agar FKIP berdiri sendiri menjadi IKIP. Karena itu FKIP Sanata

Dharma juga berubah menjadi IKIP Sanata Dharma berdasarkan SK menteri

PTIP No. 237/ B Swt/ U/ 1965. Surat keputuasan ini berlaku 1 September 1965.

  Dalam masa IKIP tersebut, banyak hal berkembang di Sanata Dharma.

Perkembangan itu meliputi berbagai aspek, baik yang menyangkut

pembangunan secara fisik, administrasi, pengajaran, dan penelitian maupun

pengabdian pada masyarakat. IKIP Sanata Dharma dilengkapi dengan lembaga-

lembaga pendukung yaitu Pusat Penelitian Sanata Dharma, Pusat Pengabdian

pada Masyarakat, dan Pusat Komputer. Disamping itu FKIP Sanata Dharma

didukung pula oleh dua biro administrasi, yaitu Biro Administrasi Umum

(BAU) dan Biro Administrasi Akademi dan Kemahasiswaan (BAAK).

  Yayasan Sanata Dharma membuka sekolah latihan bagi amhasiswa,

yaitu SMP Sanata Dharma pada tanggal 1 Januari 1967. SMP ini terletak

dibagian utara kampus Sanata Dharm, SMP berakhir tahun 2002. pada tanggal

  

1 Januari 1973 juga dibuka pendidikan non- gelar bagi para luluasn SLTA,

yaitu Program Extenstion Course Bahasa Inggris. Program ini dilaksanakan

dalam rangka pengabdian pada masyarakat.

  Pada bulan Juli 1979 IKIP Sanata Dharma melaksanakan program

sarjana muda dan sarjana, pada saat yang sama Depdikbud juga

mempercayakan kepada IKIP Sanata Dharma untuk mengelola Program

Diploma I, II, dan III pada berbagai jurusan seperti Matematika, Fisika, Bahasa

Indonesia, Bahasa Inggris, IPS, IPA dan PMP. Berbagai Program Diploma ini

ditutup pada tahun 1990, dan selanjutnya dibuka Program Diploma II yaitu

PGSD.

  Untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat

serta kemajuan zaman maka pada tanggal 20 April 1993 sesuai dengan SK

Mendikbud No.46/ D/ O/ 1993, IKIP Sanata Dharma dikembangkan menjadi

Universitas Sanata Dharma. Dengan perkembangan ini diharapkan Sanata

Dharma tetap dapat memajuka muatan program pendidikannya. Disamping

tetap mempertahankan pendidikan guru dengan cara membuaka Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidiakn (FKIP). Sanata Dha rma juga membuka 6

Fakultas baru dan 2 Fakultas perubahan bentuk. Dengan demikian Fakultas-

fakulats di Universitas sanata Dharma mencakup FKIP, Fakultas Ekonomi,

MIPA, Sastra, Teknik, Farmasi, Psikologi, Teologi dan Fakultas Agama.

  Sejak tanggal 19 April 1999 melalui surat keputusan Direktur Jendral

Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik

Indonesia No. 143/ DIKTI/ Kep/ 1999, fakultas Ilmu Pendidikan Agama

berubah menjadi Program Studi Iilmu Pendidkan Kusus Agama Katolik, dan ini

menjadi bagian dari Fakultas Ilmu Pendidikan(FKIP). Dengan demikian saat ini

Universitas Sanata Dharma memiliki 8 Fakultas yang menyelenggarakan

Pendidikan Program gelar S1 yaitu:

  1. FKIP

  2. Fakultas Ekonomi

  3. Fakultas Sastra

  4. Fakultas Teknik

  5. Fakultas Farmasi

  6. Fakultas Psikologi, dan

  7. Fakultas Teologi Dengan program non- gelar, yaitu D II PGSD, English Extension Course, dan

Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Dan lebih dari itu saat ini Universitas

sanata Dharma juga membuka program pasca sarjana yaitu Program Studi Magister

Teologi dan Program Studi Magister Iilmu Religi dan Budaya.

  Sejak berdirinyan hingga sekarang Sanata Dharma pernah dipimpin oleh 9 orang rector, yaitu:

  1. Prof. Dr. N. Drijarkara, S.J. (1955 – 1967)

  2. Drs. J. Drost, S.J. (1968 – 1976)

  3. Prof. Dr. A.M. Kadarman, S.J. (1977 – 1984)

  4. Drs. FX. Danuwinata, S.J. (1984 – 1988)

  5. Drs. A. Tatoyo, M.Sc. (1988 – 1993)

  6. Dr. M. Sastropratedja, S.J. (1993 – 1997, 1997 – 2001)

  7. Dr. Paulus Suparno, S.J., M.S.T (2001 – 2006)

  8. Dr. Ir. Paulus Wiryono Priyotamtama, S.J., M.Sc. (Sekarang)

Sedangkan nama-nama dekan FKIP Universitas Sanata Dharma adalah sbb:

  1. Dr.J. Bismoko (1 Juli 1993 – 31 Januari 1994)

  2. Dr. A. Priyono Marwan, S.J. (1 Februari – 31 Maret 1997)

  3. Dr. Paul Suparno, S.J. (1 Juni – 11 Agustus 2001)

  4. Dr. A. M. Slamet Soewandi, M. Pd. (1 Agustus 2001 – 2006)

  5. Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D. (Sekarang) Visi dan Misi B.

  Berdasarkan visi misi Universitas Sanata Dharma, FKIP USD merumuskan secara khusus visi dan misinya sebagai berikut: Visi:

  1. Universitas Sanata Dharma terdorong untuk terus mencari, menemukan, dan mengungkapkan kebenaran secara obyektif dengan kebebasannya. Hal itu didasari pada pengakuan akan kebaikan hakiki dunia sebagai ciptaan Allah yang harus dipelajari, diselidiki, dan direnungkan maknanya serta dibangundan dilestarikan demi kesejahteraanumat manusia dan kemuliaan Allah yang lebih besar.

  2. Menyadari peran penting generasi muda dalam mewujudkan manusia depan bangsa Indonesia, Universitas Sanata Dharma merasa terpanggil untuk memberikan sumbangan positif kepada usaha bersama dalam pengembangan pikiran, hati, dan kehendak kaum muda, dengan maksud membangkitkan potensi mereka untuk secara aktif dan kreatif ikut membangn masyarakat pliralistik yang adil, demokratis, dan sejahtera.

  3. Usaha pengembangan itu didasarkan pada nilai kebangsaan dan kebudayaan ansional seperti terungkap dalam Pancasila dan UUD 1945; pada visi kristiani mengenai martabat manusia sebagai ciptaan Allah, tanggung jawab sosialnya serta tujuannya yang luhur; dan pada spiritualnya Ignasian ya ng terwujud dalam arah pendidikan Serikat Yesus seperti “menjadi manusia” (men and women for and with others), perhatian pribadi (cara personalis), serta semangat keunggulan (magis) dan dialogis. Misi:

  

1. Mengembangkan system pendidikan yang dapat memadukan nilai akademik

dan kemanusiaan

  

2. Mengembangkan universitas yang dapat menjadi hati nurani kritis masyarakat.

  

3. Menyelenggarakan penelitian terutama untuk lebih menggali secara kritis

kebenaran manusiawi dan mengembangkan martabat manusia.

  

4. Mengembangkan kebebasan akademik dan otonomikeilmuan untuk dapat

menemukan kebenaran berdasakan pada etika keilmuan.

  

5. Menyelenggarakan pendidikan yang humanis dengan semangat dialogis yang

mengembangkan segi intelektual, moral, emosional, dan spiritual secara terpadu.

  

6. Membantu mahasiswa menjadi manusia yang utuh, kritis, dewasa, dan dapat

berguna bagi masyarakat.

  

7. Memberikan pelayanan kepada mayarakat dan sekaligus membantu mahasiswa

untuk mengembangkan kepekaan social terhadap mayarakat.

8. Mempersiapkan tenaga yang professional, baik dalam bidang keilmuan maupun dalam bidang kependidikan.

  C. Struktur Organisasi Gambar 1 Struktur Organisasi SENAT Fakultas Unit

  Unit

  PD I PDII PDIII

Unit PPL

Kajur PBS sekjur

MKDK DEKAN FKIP

  Kajur MIPA sekjur

  Kajur PIPS sekjur

  Kaprodi PBSID sekprod Kaprodi

  PBI sekprod Kaprodi PGSD sekprod Kaprodi

  Tata Pusat Penelitian dan Pelayanan Pendidikan (P-4)

  PF sekprod Kaprodi PS sekprod Kaprodi

  PA sekprod Dosen Mhs

  Dosen Mhs Dosen Mhs

  Dosen Mhs Dosen Mhs

  Dosen Mhs Dosen Mhs

  Dosen Mhs Dosen Mhs

  Kajur IP sekjur

  Kaprodi PDU sekprod

  BK sekprod Kaprodi P M sekprod Kaprodi

  

1. Senat Fakulats merupakan badan normative dan perwakialn tertinggi di

lingkungan yang memiliki wewenang dalam menjabarkan kebijakan dan pereturan universitas untuk fakultas.

  

2. Dekan FKIP me mimpin FKIP dibantu oleh PD I (pembantu dekan I bidang

akademik), PD II (pembantu deakn II bidang administrasi umum), dan PD III (pembantu dekan III bidang kemahasiswaan).

  a. Dekan memimpin penyelenggara pendidikan, pengajaran,penelitian dan pengabdian pada mayarakat membina tenaga kependidikan, mahasiswa, tenaga administrasi dan bertanggung jawab kepada rektor.

  b. Pembantu dekan I bertugas membantu dekan dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.

c. Pembantu dekan II bertugas membantu dekan dalam memimpin pelaksanan kegiatan dibidang administrasi umum.

  d. Pembantu dekan III bertuas membantu dekan dalam memimpin pelaksanaan kegiatan dibidang pendidikan yang bersifat kokurikuler dan ekstrakurikuler serta kemahasiswaan.

  

3. Unit MKDK bertugas mengatur dan mengkoordinasi penyelenggaraan mata

kuliah dasar kependidikan dilingkup fakultas, dipimpin oleh seoarng ketua unit MKDK yang bertanggung jawab langsung kepada dekan.

  

4. Pusat pendidikan dan pelayanan pendiikan (p-4) bertugas membantu dan

mengkoordinasi penelitian dan pelayanan pendidiakn kepada masyarakat luar dan membagikan berbagai tugas itu ke[ada dosen-dosen yang terkait. Pusat penelitian dan pelayanan pendidikan dipimpinoleh ketua P4 yang bertanggung jawab langsung kepada dekan.

  

5. Unit tata usaha menyelenggarakan administrasi kegiatan akaemik pada tiap-tiap

program studi. Tata usaha dalam menjalankan tugasnya berada di bawah koordinasi pembantu dekan II.

  

6. Unit PPL bertugas mengatur dan mengkoordinasi penyelenggaraan PPL

mahasiswa dalamlingkup fakultas. Unit PPL fakultas dipimpin olehseorang ketua unit PPL yang bertanggung jawab langsung kepada dekan.

  

7. Kajur (ketua jurusan) bertugas memimpin jurusan, dibantu ole h sekjur

(sekretaris jurusan). Jurusan merupakan unsur pelaksana akademik pada fakultas, FKIP USD empat jurusan ; IP (Iilmu Pendidikan), PBS (Pendidikan Bahasa dan Seni), PIPS (Pndidikan Iilmu Penetahuan Sosial), dan PMIPA (Pendidikan Matematika dan Iimu Pasti Alam)

  

8. Kaprodi (ketua program studi) bertuags memimpin program studi (prodi),

dibantu oleh sekprodi (sekretaris program studi). Prodi adalah satuan pelaksana pendidikan yang ebrtugas melaksanakan satuan kurikulum untuk keahlian tertentu. FKIP USD memiliki sepuluh prodi: BK (Bimbingan Konseling), PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), PBI (Pendidikan Bahasa Inggris),

  PBSID (Pendidikan Bahasa, sastra Indonesia, dan Daerah), PA (Pendidikan Akuntansi), PDU (Pendidikan Dunia Usaha), PS (Pendidikan Sejarah), PF (Pendidikan Fisika), PM (Pendidikan Matematika), dan IPPAK (Ilmu Pendidikan Kekhususan Agama Katolik)

9. Dosen adalah tenaga yang diangkat dengan tugas mengajar, mengadakan penelitian, dan melaksanakn pengabdian kepada masyarakat.

D. Jurusan dan Program Studi

  FKIP mempunyai 4 jurusan dengan 9 program studi untuk gelar S1, 1 program studi non gelar dan 1 kursus bahasa.

  Tabel 10 Program gelar S1 JURUSAN PROGRAM STUDI STATUS Ilmu Pendidikan (IP)

  1. Bimbingan dan Konseling

  2. Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik (IPPAK) Terakreditasi

  Terakreditasi Pendidikan Bahasa dan Seni (PBS)

  3. Pendidikan Bahasa Inggris (PBI)

  4. Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah

(PBSID)

Terakreditasi terakreditasi Pendidikan Ilmu

  5. Pendidikan Dunia Usaha Terakreditasi Pengetahuan Sosial (PIPS)

(PDU)

  6. Pendidikan Akuntansi

(PAK)

  7. Pendidikan sejarah (PSej) Terakreditasi Terakreditasi Pendidikan Matematika dan Iilmu Pasti Alam (PMIPA)

8. Pendidikan Fisika (PFis)

  9. Pendidikan Matematika (PMat) Terakreditasi Terakreditasi

  Program nongelar

JURUSAN PROGRAM STUDI

  

Ilmu Pendidikan (IP) D – II PGSD

Kursus bahasa

JURUSAN KURSUS

  

Pendidikan Bahasa dan Seni (PBS) English Extention Course

Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi (PA)

  Tujuan program ini adalh untuk menghasilkan tenagakependidikan yang profesionaldan andal dibidang akuntansi, manajemen, dan bidang ekonom/koperasi. Dalam menyelenggarakan pendidiakn, prodi Pendidian ekonomi (Pendidikan Akuntansi) mendasarkan diri pada kurikulum yang relevan denagn didukung fasilitas yang memadai serta penyelenggaraan proses

  

belajar mengajar yang teratur. Penguasaan dasar-dasar ilmiah dan pengetahuan

dibidangnya yang ditentukan pada prodi ini ternyata memberikan dasr yang

kuat bagi para mahasiswa untuk menentuka, memahami, menjelaskan, dan

merumuskan cara penyelesaian persoalan dibidang garapannya.

  Telah terbukti bahwa dalam pelaksanaan hal- hal tersebut di atas, Prodi

Pendidikan Ekonomi (Pendidikan Akuntansi) mampu menghasilkan lulusan

yang memiliki kemampuan dan fleksibilitas tinggi. Hal tersebut ditunjukkan

oleh semakin banyaknya lulusan Prodi Pendidikan Ekonomi (Pendidikan

Akuntansi) yang menduduki jabatan penting dalam dunia pendidikan secara

pro[orsional, disamping mengisi jabatan nonkepndidikan, yakni sebagai sumber

daya manusia yang dapat diandalkan di bidang akuntansi pada perusahaan

dagang, perusahaan manufaktur, dan perusahaan jasa,seperti bank, hotel,

perusahaan konsultan manajemen/bisnis/perpajakan, perusahaan asuransi, dan

lain- lain.

  Pengena lan dibidang komputer yang ditekankan pada prodi

Pendidikan Akuntansi pada sebagian mata kuliah yang ditawarkan sungguh

membekali dan memberikan manfaat yang sangat berharga bagi lulusan prodi

ini dalam dunia kerja. Lebih- lebih didalam abad informasi sekarang ini, ketika

segala informasi menyangkut pekerjaan semakin berbasiskan komputer, hal ini

sangat penting.

E. Peraturan Akademik

  Peraturan akademik ini mengacu pada akademik Universitas Sanata Dharma.

1. Sistem Penyelenggaraan Pendidikan

  a. Program pendidikan di fakultas ini diselenggarakan dengan menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS), yang dijadwalkan untuk 8 semester dan dapat diselesaikan kurang dari 8 semester dan paling lama 14 semester.

  b. Sistem Kredit Semester adalah system penyelenggara pendidikan yang menyatakan beban studi mahasiswa dan beban penyelenggara pendidikan dengan satuan kredit atas dasar satuan waktu semester yang setara dengan 16-19 minggu kerja.

  c. Satuan Kredit Semester (SKS) adalah tekaran penghargaan untuk pengalaman belajar yang diperoleh melalui satu jam kegiatan terstruktur dan terjadwal yang diiringi tugas lain, baik yang terstruktur maupun yang mandiri selama dua sampai empat jam per mingu dalam satu semester atau untuk pengalaman belajar lain yang setara.

  d. Satu sks merupakan ukuran kegiatan belajar- mengajar yang terdiri atas komponen-komponen sebagai berikut: 1) Pertemuan terstruktur dan terjadwal dengan dosen selama 50 menit 2) Kegiatan pembelajaran terstruktur, yaitu kegiatan yang dierncanakan dosen, tetapi tidak terjadwa, selama 60 menit.

  3) Kegiatan pembelajaran mandiri, yaitu kegiatan pembelajaran yang dilakukan mahasiswa atas prakarsa sendiri intuk mendalami bahan pembelajaran selama 60 menit.

  e. Satu sks untuk seminar atau kapita selekta diperhitungkan sama dengan 1 sks untuk pembelajaran teori f. Satu sks untuk perkuliahan praktik atau kegiatan response setara dengan 2 x 50 menit pertemuan terjadwal, 1 jam kegiatan terstruktur dan 1 jam kegiatan mandiri

  g. Satu sks untuk praktik laboratorium setara engan 2 sampai 3 jam kegiatan psikomotorik ditambah dengan 1 jam kegiatan pembelajaran terstruktur, misalnya menyusun laporan, dan 1 jam kegiatan pembelajaran mandiri.

h. Satu sks untuk praktik lapangan setar dengan 4 sampai 5 jam per minggu atau 64 s.d. 80 jam per semester.

2. Mata Kuliah dan Kegiatan Kuliah

  a. Mata kuliah dibedakan dalam 3 kelompok: 1) Matakuliahumum (MKU) 2) Mata kuliah dasar keahlian (MKDK) 3) Mata kuliah keahlian (MKK) terdiri dari:

  • MKK1 (keahlian bidang)
  • MKK2 (keahlian PBM)
b. Mata kuliah ibedakan antara mata kuliah wajib (MW), yang haru diambil oleh mahasiswa dan mata kuiah pilihan (MP), yang boleh dipilih oleh mahasiswa.

c. Satu tahun akademik terdiri ats semester gasal dan semester genap, dan semester antara.

  d. Kegiatan pendidikan per semester berlangsung gasal dan genap antara 16- 19 minggu. Kegiatan pada semester antara berlangsungekuivalen dengan kegiatan 16-19 minggu.

  e. Perkuliahan dibedakan antara perkuliahan teori, seminar, praktek

laboratorium dan praktek kerja lapangan (antara lain PPL dan KKN)

f. Mahasiswa wajib mengukuti kuliah sekurang-kurangnya 75 persen dari jumlah jam pertemuan. Yang tidak memenuhi 75% tidak diperbolehkan ikut ujian akhir.

3. Beban Studi Mahasiswa

  a. Beban studi untuk program sarjana S1 berkisar antara 144 – 160 sks, untuk program D2 berkisar antara 80 – 90 sks

b. Masa studi yang tersedia untuk S1 adalah 14 semester; untuk program D2 adalah 6 semester.

  

c. Kemampuan belajar mahasiswa ditentukan sesuai dengan tingkat

keberhasilan belajarnya pada semester yang baru lalu, yang dinyatakan dalam indeks prestai semester (IPS)

  

d. Beban studi maksimal yang boleh diambil mahasiswa dalam satu semester

berpedoman pada besarnya IPS yang dicapai pada semester yang baru lalu

Tabel 11

Beban Studi Maksimal

  IPS Beban Studi Maksimal 3,00-4,00

  25 2,50-2,99 22 2,00-2,49 20 1,50-1,99 17 1,00-1,49

  14 Kurang dari 1,00

  12 Dalam keadaan luar biasa, pembimbing akademik dapat memberikan persetujuan yang menyimpang dari aturan diatas.

  

e. Mata kuliah berprasyarat boleh diambil bila mata kuliah prasyaratnya itu

sudah diikuti dan khusus untuk mata kuliah brtprasyarat mutlak, nilai mata kuliah prasyarat itu minimal D.

  

f. Kebebasan memilih mata kuliah dibatasi sebagai berikut: mata kuliah

prayarat harus ditempuh terlebih dahulu.

  

g. Mahasiswa yang ingin mengikuti kuliah pada suatu semester harus

heregritesi terlebih dahulu.

h. Mahasiswa mengisi KRS dengan bimbingan pembimbing akademik.

i. Rencana studi mahasiswa dinyaatakan sah, apabila print out terakhir KRS sudah ditandatangani oleh pembimbing akademik.

F. Fasilitas

  1. Perpustakaan Perpustakaan Universitas Sanata Dharma menempati gedung belantai

empat luas kurang lebih 4000 meter persegi. Koleksi yang tersedia meliputi

buku-buku, majalah, jurnal harian, skripsi, kaset, floppy disk, dan CD-ROOM.

  Kelengkapan koleksi juga ditunjang oleh tenaga-tenaga profesionel

yang telah menjalani pendidikan khus us di bidang ilmu perpustakaan. Dengan

sistem jaringan informasi canggih, local area network , pengunjung diberi

kebebasan dan kesempatan menemukan informasi sebanyak mungkin dengan

cepat dan efisien. Perpustakaan juga dilengkapi dengan kompoter work station

(computerize) untuk dapat digunakan mahasiswa dalam menulis karya-karya

ilmiah.

  2. Pusat Komputer Universitas Sanatha Dharma memiliki pusat computer dengan banyak

station didalamnya. Mahasiswa dan dosen dapat menggunakan komputer-

komputer tersebut untuk mengetik, mengolah data, maupun mengakses data dai

internet.

3. Laboratorium Pendidikan

  a. Laboratorium Pendidikan Fisika Laboratorium pendidikan fisika menyediakan peralatan untuk mahasiswa pendidikan fisika dalam mempersiapkan pengajaran maupun mengembangkan metode belajar mengajar yang lebih bervariasi.

  b. Laboratorium Pendidikan Matematika Laboratorium pendidikan matematika membantu mahasiswa untuk belajar dan mempersiapkan mengajar matematika denga bermacam- macam model serta media, baik yang bersifat konfensional maupun yang berbasis computer.

  c. Laboratorium Bahasa Laboratorium bahasa inggris membantu mahasiswa untuk lebih dapat belajar bahasa dengan cepat dan tepat, dilengkapi computer multimedia (CMM) dan SA center.

  d. Laboratorium Bimbingan Konseling Laboratorium bimbingan konseling memili seperangkat alat-alat rekam (video) untuk praktikum konseling, alat-alat media misal tape recorder untuk praktikum, sejumlah tes psikologi untukpraktikum penggunaan tes dalam konseling, dan modul- modul bimbingan konseling. e. Laboratorium Sejarah Laboratorium sejarah memiliki koleksi benda-benda peninggalan sejarah yang membantu mahasiswa untuk studi kesejarahan dan mempersiapkan

pengajaran sejarah dengan didukung berbagai media dan sumber.

  f. Pusat simulasi Bisnis dan Koperasi Laboratorium bisnis dan koperasi ini digunakan untuk praktikum bisnis dan koperasi secara hipotesis (simulasi) bagi mahasiswa dan penelitian yang dikelola oleh prodi PAK dan PEK. Hinga saat ini laboratorium ini baru dilengkapi dengan computer sebagai perangkat kerja dan beberapa modul prakterk akuntasi.

  g. Laboratorium D-II PGSD Laboratorium D II dilengkapi dengan science-kids IPA dan Matematika

untuk meningkatkan pembelajaran IPA dan MAtematika ke SD- an

  4. Pusat Media dan Sumber Belajar (PMSB) Pusat media menyediakan serta membantu dosen dan mahasiswa untuk dapat menggunakan media dalam memperlancar serta mempermudah proses pembelajaran. Dipusat media juga dimungkinkan untuk mengadakan riset mengenai dampak media bagi proses belajar mengajar.

  5. Pusat Penelitian dan Pelayanan Kependidikan Pusat penelitian dan pelayanan kependidikan di tingkat fakultas ini adalah relative baru. Tugasnya adalah untuk membantu dan mengkoordinasi

  

penelitian dan pelayanan pendidikan kepada masyarakat. Pusat inilah yang siap

menerima permintaan pelayanan kependidikan dari masyarakat dan

mengkoordinasi dosen-dosen sebagai narasumber.

  6. Tempat Praktek Kependidikan FKIP punya banyak hubungan di yogyakarta dan sekitarnya. Dalam

kerjasama tersebut dimungkinkan mahasiswa FKIP melaksanakan program

praktek lapangan. Disamping itu, FKIP juga membantu sekolah-sekolah

tersebut dalam berbagai layanan konsultasi, lokakarya, seminar, penataran, dan

sejenisnya.

  7. Lapangan dan Aula Universitas Sanata Dharma memiliki berbagai lapangan dan aula

serbaguna yang biasanya digunakan sebagai tempat olah raga dan pentas seni

bagi mahasiswa, dosen dan karyawan. Sarana tersebut sangat menunjang

pengelolaan kurikulum D-II PGSD.

  8. Beasiswa Universitas Sanata Dharma melayani tidak kurang dari 200 mahasiswa

persemester untuk mendapatkan beasiswa dan bantuan khusus. Jenis - jenis

tersebut antara lain Beasiswa Sanata Dharama, Ba ntuan Khusus Sanata

Dharma, Beasiswa PPA, Beasiswa Supersemar, Beasiswa KWI, Beasiswa

Lippo, Beasiswa Student Grand - ADB.

  63

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data A. Pada penelitian ini data yang diambil dari kuesioner untuk jurusan Pendidikan Akuntansi angkatan 2002 kelas A sebanyak 22 eksemplar, kelas B sebanyak 22

  

eksemplar, kelas C sebanyak 19 eksemplar, dan angkatan 2003 kelas A sebanyak 19

eksemplar, kelas B sebanyak 18 eksemplar, sehingga total kuesioner yang tersebar

sebanyak 100 eksemplar. Kuesioner ini sebelum disebarkan terlebih dahulu diuji

validitas dan reliabilitasnya, sampai diperoleh hasil semuanya valid dan reliabel,

sehingga dapat digunakan untuk penelitian.

  Sebelum data dianalisis, langkah pertama yang harus dilakukan adalah analisis

deskripsi data lingkungan belajar (X ), motivasi belajar (X ), disiplin belajar (X ),

  1

  2

  3

dan prestasi belajar (Y). Bentuk dari pendiskripsian data tersebut menggunakan daftar

tabulasi distribusi frekuensi untuk masing- masing variabel, baik variabel bebas

maupun variabel terikat. Penilaian masing- masing variabel menggunakan Penilaian

Acuan Patokan (PAP) Tipe II sebagai berikut:

  1. Lingkungan Belajar Instrumen tersebut secara teoritis mempunyai rentang skor antara 10 sampai 40. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa skor tertinggi sebesar 40 dan skor terendah sebesar 25. Mean, Median dan Modus instrumen

  64

lingkungan belajar, sebesar 31,88 , 31,78 , 31,5, dan standar deviasi sebesar 3,22.

Hasil selengkapnya dapat dilihat pada lampiran IV.

  Dalam memberikan interpretasi penilaian variabel lingkungan belajar digunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II yaitu sbb: Tabel 12

  

Pedoman PAP Lingkungan Belajar

Perhitungan Interval Frek Prosenta Kategori se kecenderungan variabel

  36 36 % Sangat Mendukung 10+(81%x(40-10)) Sekali = 34

  • 34 – 40

  40 40 % Sangat Mendukung 10+(66%x(40-10)) = 30

  • 30 – 33

  21 21 % Mendukung 10+(56%x(40-10)) = 27 24 – 26

  • 27 – 29

  3 3 % Kurang Mendukung

  • 10+(46%x(40-10)) = 24 10 < 24 0 % Sangat Tidak
  • di bawah 24

  Mendukung

Dengan melihat tabel penilaian lingkungan belajar di atas dapat dijelaskan bahwa

kategori sangat mendukung sekali ada 36 %, sangat mendukung 40 %, kategori

mendukung 21 %, kategori kurang mendukung ada 3 % dan kategori sangat tidak

mendukung ada 0 %. Dengan melihat penjelasan tersebut, maka dapat

disimpulkan bahwa lingkungan belajar untuk mahasiswa angkatan 2002 dan

  65

2003 jurusan Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma termasuk dalam

kategori sangat mendukung.

  2. Motivasi Belajar Instrumen tersebut secara teoritis mempunyai rentang skor antara 10

sampai 40. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa skor tertinggi

sebesar 39 dan skor terendah sebesar 24. Mean, Median dan Modus instrument

motivasi belajar, sebesar 31,64 , 31,5 , 30,27, dan standar deviasi sebesar 3,40.

Hasil selengkapnya dapat dilihat pada lampiran IV.

  Dalam memberikan interpretasi penilaian variabel lingkungan belajar digunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II yaitu sbb: Tabel 13

  

Pedoman PAP Motivasi Belajar

Perhitungan Interval Frek Prosenta Kategori se kecenderungan variabel

  34 34 % Sangat Tinggi 10+(81%x(40-10)) = 34

  • 34 – 40

  38 38 % Tinggi 10+(66%x(40-10)) = 30

  • 30 – 33

  22 22 % Cukup 10+(56%x(40-10)) = 27

  • 27 – 29

  6 6 % Rendah 10+(46%x(40-10)) = 24

  • 24 – 26

  0 % Sangat Rendah di bawah 24

  • 10 < 24

  66 Dengan melihat tabel penilaian motivasi belajar di atas dapat dijelaskan

bahwa kategori sangat tinggi ada 34 %, kategori tinggi 38 %, kategori cukup 22

  

%, kategori rendah ada 6 % dan kategori sangat rendah ada 0 %. Dengan melihat

penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar untuk

mahasiswa angkatan 2002 dan 2003 jurusan Pendidikan Akuntansi Universitas

Sanata Dharma termasuk dalam kategori tinggi.

  3. Disiplin Belajar Instrument tersebut secara teoritis mempunyai rentang skor antara 10

sampai 40. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa skor tertinggi

sebesar 39 dan skor terendah sebesar 24. Mean, Median dan Modus instrument

motivasi belajar, sebesar 30,82 , 30,95 , 31,14, dan standar deviasi sebesar 3,36.

Hasil selengkapnya dapat dilihat pada lampiran IV.

  Dalam memberikan interpretasi penilaian variabel lingkungan belajar digunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II yaitu sbb: Tabel 14

  

Pedoman PAP Disiplin Belajar

Perhitungan Interval Frek Prosenta Kategori se kecenderungan variabel

  24 24 % Sangat Tinggi 10+(81%x(40-10)) = 34

  • 34 – 40

  42 42 % Tinggi 10+(66%x(40-10)) = 30

  • 30 – 33

  67

  23 23 % Cukup 10+(56%x(40-10)) = 27

  • 27 – 29

  11 11 % Rendah 10+(46%x(40-10)) = 24

  • 24 – 26
  • 10 < 24 0 % Sangat Rendah di bawah 24 Dengan melihat tabel penilaian disiplin belajar di atas dapat dijelaskan

    bahwa kategori sangat tinggi ada 24%, kategori tinggi 42%, kategori cukup 23%,

    kategori rendah ada 11% dan kategori sangat rendah ada 0%. Dengan melihat

    penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa disiplin belajar untuk

    mahasiswa angkatan 2002 dan 2003 jurusan Pendidikan Akuntansi Universitas

    Sanata Dharma termasuk dalam kategori tinggi.

  4. Prestasi Belajar Mahasiswa Untuk menghitung Indeks Prestasi berupa IP kumulatif ada 4 komponen

yang harus diperhatikan yaitu : HM (Huruf Mutu), AM (Angka Mutu), M

(Mutu), K (Kredit).

  Dari data yang diperoleh diketahui bahwa IPK terendah adalah 1,69 dan

  

IPK tertinggi adalah 3,67. Mean, Median dan Modus prestasi belajar sebesar 2,76

, 2,77 , 2,77, dan standar deviasi sebesar 0,45.

  Penilaian prestasi belajar dapat diketahui dengan menggunakan pedoman Penilaian Acuan Patokan Tipe II .

  68 Skor IPK tertinggi yang diharapkan dapat dicapai oleh para mahasiswa adalah 4,00 , sehingga akan diperoleh sbb:

   Tabel 15

Pedoman PAP Prestasi Belajar

  Perhitungan Interval Frek Prosenta Kategori se kecenderungan variabel

  14 14 % Sangat Tinggi 81% x 4,00 = 3,24

  • 3,24– 4,00

  44 44 % Tinggi 66% x 4,00 = 2,64

  • 2,64 – 3,23

  31 31 % Cukup 56% x 4,00 = 2,24

  • 2,24 – 2,63

  9 9 % Rendah 46% x 4,00 = 1,84 < 1,84

  • 1,84 – 2,23

  2 2 % Sangat Rendah

  • di bawah 1,84 Dengan melihat tabel penilaian lingkungan belajar di atas dapat

    dijelaskan bahwa kategori sangat tinggi ada 14 %, kategori tinggi 44 %, kategori

    cukup 31 %, kategori rendah ada 9 % dan kategori sangat rendah ada 2 %.

    Dengan melihat penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa disiplin

    belajar untuk mahasiswa angkatan 2002 dan 2003 jurusan Pendidikan Akuntansi

    Universitas Sanata Dharma termasuk dalam kategori tinggi.

  69

B. Pengujian Persyaratan Analisis

  1. Uji Normalitas Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan rumus kolmogorov- . Dengan bantuan SPSS, analisis pertama diperoleh hasil kolmogorov- smirnov hitung sebesar 1,233 dengan probabilitas (P) 0,096. Karena probabilitas smirnov 0,096 > 0,05 berarti distribusi variabel X yaitu lingkungan belajar normal.

  1 Analisis kedua diperoleh hasil kolmogorov-smirnov hitung sebesar 1,043 dengan probabilitas (P) 0,227. Karena probabilitas 0,227 > 0,05 berarti distribusi variabel X yaitu motivasi belajar normal.

  2 Analisi ketiga diperoleh hasil kolmogorov-smirnov hitung sebesar 1,043 dengan probabilitas (P) 0,223. Karena probabilitas 0,223 > 0,05 berarti distribusi variabel X yaitu disiplin belajar normal.

  3 Analisi keempat diperoleh hasil kolmogorov-smirnov hitung sebesar 0,685 dengan probabilitas (P) 0,736. Karena probabilitas 0,736 > 0,05 berarti distribusi variabel Y yaitu prestasi belajar normal. Rangkuman hasil pengujian normalitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

  Tabel 16 Rangkuman Pengujian Normalitas No Variabel P P Kesimpulan hitung tabel

  1 Lingkungan belajar 0,096 0,05 Normal

  2 Motivasi belajar 0,227 0,05 Normal

  3 Disiplin belajar 0,223 0,05 Normal

  4 Prestasi belajar 0,736 0,05 Normal

  70

C. Pengujian Hipotesis Penelitian

  Pada penelitian ini ada tiga hipotesis yang akan diuji. Hipotesis pertama,

hipotesis kedua, hipotesis ketiga yang akan diuji dengan menggunakan analisis

regrasi ganda tiga variabel bebas.

  Hasil hitungan diperoleh korelasi antara masing- masing variabel bebas yaitu

lingkungan belajar (X ), motivasi belajar (X ), disiplin belajar (X ) dengan variabel

  1

  2

  3 terikat yaitu prestasi belajar (Y), seperti rangkuman pada tabel berikut :

  

Tabel 17

Hasil Korelasi Antara Variabel-Variabel Bebas Dengan Variabel Terikat

variabel Variabel N r r t t kesimpulan

hitung tabel hitung tabel bebas terikat

  

X Y 100 0,328 0,1292 3,522 1,9845 Signifikan

  1 X Y 100 0,296 0,1292 3,588 1,9845 Signifikan

  2 X Y 100 0,271 0,1292 2,813 1,9845 Signifikan

  3

  1. Hubungan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar Rumusan hipotesis pertama menyatakan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar.

  Tabel 17 di atas menunjukkan bahwa harga koefisien korelasi lingkungan belajar (r ) sebesar 0,328 lebih besar dari r sebesar 0,1292 dengan taraf hitung tabel signifikansi 5 % dan sebanyak 100 mahasiswa.dan ini atau diberi penafsiran bahwa hipotesis teruji kebenarannya atau diterima. Berdasar tabel 17 tersebut dapat disimpulkan bahwa: Ada hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa.Hubungan antara

  71

lingkungan belajar dengan prestasi belajar bila diinterpretasikan dalam tabel

interpretasi nilai r akan terletak pada kategori rendah. Pengujian bahwa nilai r

signifikan atau tidak, digunakan t-test atau uji t pada tingkat signifikansi 5 %.

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa uji signifikansi hitung t sebesar

hitung

  

3,522 lebih besar daripada uji signifikansi tabel (t ) 1,9845 sedang taraf

tabel

signifikansinya sebesar 0,001 (dapat dilihat pada lampiran VII ) jauh di bawah

0,05. dengan penjelasan tersebut berarti ada hubungan positif dan signifikan

antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar. Dengan demikian hipotesis

pertama pada penelitian ini diterima.

  2. Hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar Rumusan hipotesis kedua menyatakan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar.

  Tabel 17 di atas menunjukkan bahwa harga koefisien korelasi motivasi

belajar (r ) sebesar 0,296 lebih besar dari r sebesar 0,1292 dengan taraf

hitung tabel

signifikansi 5 % dan sebanyak 100 mahasiswa dan ini dapat disimpulkan atau

diberikan penafsiran bahwa hipotesis teruji kebenarannya atau diterima. Berdasar

tabel 17 tersebut dapat disimpulkan bahwa: Ada hubungan yang positif dan

signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa. Hubungan

antara motivasi belajar dengan prestasi belajar bila diinterpretasikan dalam tabel

interpretasi nilai r akan terletak pada kategori rendah. Pengujian bahwa nilai r

signifikan atau tidak digunakan t-test atau uji t pada tingkat signifikansi 5 %.

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa uji signifikansi hitung t sebesar

hitung

  72

3,588 lebih besar daripada uji signifikansi tabel (t ) 1,9845 sedang taraf

tabel

signifikansinya sebesar 0,001 jauh di bawah 0,05. Dengan penjelasan tersebut

berarti ada hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan

prestasi belajar, sehingga hipotesis kedua pada penelitian ini diterima.

  3. Hubungan antara disiplin belajar dengan prestasi belajar Rumusan hipotesis ketiga menyatakan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara disiplin belajar dengan prestasi belajar.

  Tabel 17 di atas menunjukkan bahwa harga koefisien korelasi disiplin

belajar (r ) sebesar 0,271 lebih besar dari r sebesar 0,1292 dengan taraf

hitung tabel

signifikansi 5 % dan sebanyak 100 mahasiswa. Selanjutnya dapat disimpulkan

atau diberikan penafsiran bahwa hipotesis teruji kebenarannya atau diterima.

  

Berdasar tabel 17 tersebut dapat disimpulkan bahwa: Ada hubungan yang positif

dan signifikan antara disiplin belajar dengan prestasi belajar mahasiswa.

  

Hubungan antara disiplin belajar dengan prestasi belajar bila diinterpretasikan

dalam tabel interpretasi nilai r akan terletak pada kategori rendah. Pengujian

bahwa nilai r signifikan atau tidak digunakan t-test atau uji t pada tingkat

signifikansi 5 %. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa uji signifikansi

hitung t sebesar 2,813 lebih besar daripada uji signifikansi tabel (t )

hitung tabel

1,9845 sedang taraf signifikansinya sebesar 0,006 jauh di bawah 0,05.

  

Berdasarkan penjelasan tersebut berarti ada hubungan positif dan signifikan

  73 antara disiplin belajar dengan prestasi belajar. Dengan demikian hipotesis ketiga pada penelitian ini diterima.

D. Pembahasan Hasil Penelitian

  1. Hubungan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar Dari hasil analisis data diketahui bahwa hipotesis pertama yang menyatakan ada hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa dapat diterima. Pernyataan ini berdasarkan hasil analisis koefisien korelasi hitung yang menunjukkan bahwa r hitung sebesar 0,328 lebih besar dari pada r tabel sebesar 0,1292 sedang uji signifikasi t hitung sebesar 3,522 lebih besar dari pada t tabel sebesar 1,9845 Ini berarti tinggi rendahnya prestasi belajar mahasiswa dapat diprediksi dari tinggi rendahnya lingkungan belajar mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan belajar.

  Dengan demikian hipotesis pertama yang menyatakan ada hubungan ya ng positif dan signifikan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa terbukti kebenarannya.

  Mahasiswa akan memiliki prestasi belajar yang tinggi jika lingkungan belajar di sekitarnya mendukung. Lingkungan mempunyai pengaruh dalam mendukung meningkatkan prestasi belajar. Lingkungan belajar yang berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa berupa dorongan dari orang tua, dorongan dari teman baik dilingkungan rumah maupun lingkungan kampus/sekolah, hubungan dengan lingkugan sekitar, keadaan orang tua, praktek pengelolaan keluarga, letak rumah/demografi; yang kesemuanya dapat memberi dampak

  74

terhadap kegiatan belajar siswa. Agar siswa dapat berhasil dalam pendidikan

maka harus diperhatikan segala sesuatu yang dapat menunjang keberhasilan

belajarnya. Lingkungan sosial sekolah seperti dosen, teman-teman sekelas dapat

mempengaruhi semangat belajar seorang siswa. Dosen yang selalu menunjukkan

sikap dan perilaku yang baik dan dapat memberikan teladan dan daya pendorong

positif bagi kegiatan belajar siswa.

  2. Hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar Dari hasil analisis data diketahui bahwa hipotesis kedua yang menyatakan

ada hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi

belajar mahasiswa dapat diterima. Pernyataan ini berdasarkan hasil analisis

koefisien korelasi hitung yang menunjukkan bahwa r hitung sebesar 0,296 lebih

besar dari pada r tabel sebesar 0,1292 sedang uju signifikansi t hitung sebesar

3,588 lebih besar dari pada t tabel sebesar 1,9845.

  Dari hasil analisis data tersebut dapat juga dilaksanakan bahwa motivasi

belajar mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar

mahasiswa terbukti kebenarannya.

  Mahasiswa akan memiliki prestasi belajar yang tinggi jika mahasiswa itu

sendiri memiliki motivasi yang tinggi. Motivasi mempunyai pengaruh dalam

mendukung meningkatkan prestasi belajar. Yang mempengaruhi motivasi

mahasiswa terhadap prestasi belajar adalah keinginan mahasiswa untuk

berprestasi, rasa keingintahuan yang lebih tentang pengetahuan, keinginan untuk

  75

mendapat nilai tertinggi, itu semua dapat memberi dampak terhadap kegiatan

belajar siswa. Agar siswa dapat berhasil dalam pendidikannya maka harus

diperhatikan segala sesuatu yang dapat menunjang keberhasilan belajarnya.

Motivasi dari diri sendiri itu lebih utama tapi motivasi dari luar pun juga sangat

penting karena dapat mempengaruhi semangat belajar seorang siswa. Dosen yang

selalu mendukung perkembangan belajar mahasiswa dapat memberikan daya

pendorong yang positif bagi kegiatan belajar siswa.

  3. Hubungan antara disiplin belajar dengan prestasi belajar Dari hasil analisis data diketahui bahwa hipotesis ketiga yang

menyatakan ada hubungan yang positif dan signifikan antara disiplin belajar

dengan prestasi belajar mahasiswa dapat diterima. Pernyataan ini berdasarkan

hasil analisis koefisien korelasi hitung yang menunjukkan bahwa r hitung sebesar

0,271 lebih besar dari r tabel sebesar 0,1292 sedang uji signifikansi t hitung

sebesar 2,813 lebih besar dari pada t tabel sebesar 1,9845.

  Dari hasil analisis data tersebut dapat juga dilaksanakan bahwa disiplin

belajar mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar

mahasiswa terbukti kebenarannya.

  Mahasiswa akan memiliki prestasi belajar yang tinggi jika mahasiswa itu

sendiri memiliki disiplin yang tinggi. Disiplin mempunyai pengaruh dalam

mendukung meningkatkan prestasi belajar. Yang mempengaruhi disiplin

mahasiswa terhadap prestasi belajar berupa keteraturan mahasiswa dalam belajar,

  76

ketekunan mahasiswa dalam belajar, kerajinan mahasiswa dalam mengikuti

perkuliahan (tidak pernah absen kuliah jika tidak sangat terpaksa), selalu

menyelesaikan tugas dari dosen tepat waktu, itu semua dapat memberi dampak

terhadap kegiatan belajar siswa. Agar siswa dapat berhasil dalam pendidikannya

maka harus diperhatikan segala sesuatu yang dapat menunjang keberhasilan

belajarnya. Disiplin diri ataupun disiplin sosial dalam diri siswa sendiri terutama

dalam hal belajar harus bisa dipertahankan, supaya prestasi belajarnya dapat

dipertahankan .

  78

BAB VI KESIMPULAN Kesimpulan A. Berdasarkan analisa data dan pembahasan yang telah dijelaskan, maka penulis

  dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar.

  Hal tersebut dapat dijelaskan dengan didapatkan r sebesar 0,328 lebih hitung besar dari r sebesar 0,1292 dan diuji signifikansi hitung (t )sebesar tabel hitung

  3,522 yang lebih besar dari uji signifikansi tabel (t ) sebesar 1,9845 serta tabel taraf signifikansi 0,001 berada jauh dibawah 0,05.

  Dengan penjelasan tersebut maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa dengan menciptakan situasi dan kondisi yang baik dilingkungan keluarga, masyarakat/kos, dan sekolah bagi siswa, terutama yang mendukung dalam belajar siswa dapat meningkatkan prestasi belajar dan dari hasil analisis data bahwa lingkungan belajar mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa.

  2. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar Hal tersebut dapat dijelaskan dengan didapatkan r sebesar 0,296 lebih hitung besar dari r sebesar 0,1292 dan diuji signifikansi hitung (t )sebesar tabel hitung

  79 3,588 yang lebih besar dari uji signifikansi tabel (t ) sebesar 1,9845 serta tabel taraf signifikansi 0,001 berada jauh dibawah 0,05.

  Dengan penjelasan tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa dengan meningkatkan motivasi belajar siswa dalam belajar maka dapat meningkatkan prestasi belajar.

  3. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara disiplin belajar dengan prestasi belajar Hal tersebut dapat dijelaskan dengan didapatkan r sebesar 0,271 lebih hitung besar dari r sebesar 0,1292 dan diuji signifikansi hitung (t )sebesar tabel hitung

  2,813 yang lebih besar dari uji signifikansi tabel (t ) sebesar 1,9845 serta tabel taraf signifikansi 0,006 berada jauh dibawah 0,05.

  Dengan penjelasan tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa dengan meningkatkan disiplin siswa dalam belajar maka dapat meningkatkan prestasi belajar.

B. Keterbatasan penelitian 1. Pada penelitian ini penulis menyadari masih ada beberapa keterbatasan.

  Keterbatasan tersebut antara lain: Penelitian ini merupakan studi kasus mengenai sesuatu pada tempat tertentu sehingga penelitian ini hanya berlaku pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2002 dan 2003 Universitas Sanata Dharma.

  80

  2. Dalam mempengaruhi prestasi belajar sebenarnya masih banyak lagi, tetapi penulis hanya meneliti faktor lingkungan belajar, motivasi belajar dan disiplin belajar saja.

   Saran C.

  Dengan adanya hubungan antara lingkungan belajar, motivasi belajar, dan

disiplin belajar dengan prestasi belajar mahasiswa, maka penulis ingin

menyampaikan saran-saran sebagai berikut :

  1. Kepada Orang Tua Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama bagi anak dan sebagagian besar waktu dan kehidupan anak pada umumnya berada dalam lingkungan keluarganya.

  Maka dari itu hendaknya orang tua selalu :

  a. Memberikan motivasi dan pengarahan kepada anak untuk selalu meningkatkan belajarnya.

  b. Memberikan pengertian tentang cara-cara belajar yang efektif dan efisien kepada anak.

  c. Mendidik serta menanamkan aturan dalam keluarga sedini mungkun, supaya terbiasa hidup teratur dan disiplin.

  d. Memberikan fasilitas belajar dan kebutuhan sekolah yang cukup bagi anak e. Meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak.

  81

f. Mengingatkan kepada anak tentang arti pentingnya prestasi belajar sebagai modal untuk kehidupan masa depan yang lebih baik.

2. Kepada Mahasiswa

  a. Dapat membawa diri dengan baik saat berada dilingkungan luar atau saat bergaul dengan teman sehingga tidak terpengaruh pada ha l- hal yang negatif, sehingga tidak mengganggu belajar.

  b. Mempunyai motivasi yang tinggi untuk selalu berprestasi dalam belajar.

  c. Selalu mencari tahu tentang hal- hal yang belum diketahui khususnya dalam hal pelajaran dengan cara belajar di perpustakaan, menanyakan pada dosen atau bertanya pada teman yang lebih menguasai.

  d. Dapat mengatur jadwal belajar dengan baik.

  e. Selalu menyelesaikan tugas dari dosen dengan tepat waktu.

  f. Rajin mengikuti perkuliahan dan diikuti dengan sebaik –baiknya.

  g. Selalu mentaati peraturan ya ng telah disepakati baik di sekolah/kampus, dilingkungan masyarakat maupun dilingkungan keluarga.

  3. Kepada Guru atau Dosen Guru atau Dosen hendaknya selalu memberi contoh yang baik serta mampu menciptakan suasana yang nyaman, tentram, sehingga dapat membantu terwujudnya prestasi belajar siswa seperti yang diharapkan.

  82 4. kepada Masyarakat Kepada seluruh manyarakat sebaiknya saling bahu membahu menciptakan suasana belajar yang kondusif dengan lebih mempertegas lagi mengenai jam belajar masyarakat sehingga para mahasiswa akan lebih termotivasi dan disiplin dalam belajar hingga nanti pada akhirnya diharapkan dapat membangun masyarakat itu sendiri.

  83 DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi.(1995). Prosedur Penilaian Suatu Pendekatan Praktik PT.

  Jakarta: Rineka Cipta.

_________________. (2005). Prosedur Penilaian Suatu Pendekatan Praktik PT.

  Jakarta: Rineka Cipta. Algifari. (2000). Analisis Regresi. Yogyakarta Buku Pedoman .(2001). Yogyakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

  Elida Prayitno. (1989) Motivasi dalam Belajar. Jakarta: CV Rajawali.

Fudyartanto. RBS. (2002). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Global Pustaka Utama.

Hamalik, Oemar.(1975). Metode Belajar dan Kesulitan-kesulitan Belajar. Bandung:

Tarsito.

  Kartini, Kartono.(1985). Bimbingan Belajar di SMA dan PT. Jakarta: CV. Rajawali. Mahmud, M. Dimyati. (1989) Psikologi Pengajaran. Jakarta : Depdikbud.

Masidjo,Ign.(1995). Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah.

  Yogyakarta: Kanisius.

Moh. Nazir.(1984). Metode Penelitian. Jakarta : Penerbit –Percetakan Ghalia

Indonesia Nasution S. (1984). Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar dan Mengajar.

  Jakarta : PT Bina Aksara (2002). Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  Peraturan Akademik

Rostiyah, N.R. Dra.(1982). Masalah-masalah Ilmu Keguruan. Penerbit PT Bina

Aksara. Jakarta. Sudjana.(1996). Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.

  Sugiyono.(1999). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: CV. Alfabeta. _______. (2005). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: CV. Alfabeta.

  84 Supranto,J. (1984). Ekonometrik. Jakarta: Erlangga. Suryabrata, Sumadi. (1984). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali.

Syah, Muhibbin. Drs, M. Ed. (1995). Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja

Rosdakarya. The Liang Gie. (1982) Cara Belaja Yang Efisien. Yogyakarta :Gajah Mada UP.

Triana Noor Edwin,DS. (1997). Peran Disiplin dalam Pengembangan Kreativitas

. Yayasan Arena Almamater.

  Anak Winkel,WS. (1987). Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia.

  85 Nama (boleh tidak diisi) : No Mahasiswa (harap diisi) : Fakultas :

  : Jurusan/Prodi

  IPK sekarang : Jawablah pertanyaan –pertanyaan ini,sesuai dengan keadaan saudara yang sebenarnya, dengan memberi tanda (v) pada bagian jawaban yang telah tersedia.

  Alternatif untuk setiap jawaban sebagai berikut: SS : Sangat Setuju S : Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju

  

Kuesioner Lingkungan belajar

No Butir-butir kuesioner SS S TS STS

  1 Orang tua saya selalu memberikan dorongan dan semangat dalam belajar

  2 Orang tua saya selalu memenuhi kebutuhan sarana belajar (alat tulis, buku,dsb) sehingga saya dapat belajar secara maksimal

  3 Adanya dorongan yang positif dari dosen yang membuat saya semangat dalam belajar

  86

  4 Adanya jam belajar yang diterapkan masyarakat dan ini membantu saya dalam belajar

  5 Adanya control diri dalam bergaul sangat saya utamakan, agar belajar saya tidak terganggu

  6 Jika saya sering bolos teman sekelas saya akan memberi nasehat

  7 Lingkungan masyarakat yang anak-anaknya rajin belajar membuat saya semangat untuk belajar

  8 Saya lebih senang belajar malam hari

  9 Saya merasa tidak nyaman untuk belajar apabila ruangannya tampak berantakan.

  10 Saya lebih senag belajar kelompok daripada sendiri

Kuesioner Motivasi belajar

No Butir-butir kuesioner SS S TS STS

  1 Saya rajin belajar agar memperoleh hasil yang memuaskan

  2 Saya ingin mendapat nilai tertinggi diantara teman-teman maka secara sehat.

  3 Saya sudah puas dengan prestasi belajar sebelumnya, sehingga tidak perlu ada usaha peningkatan prestasi lagi.

  4 Setelah belajar dikelas, saya tidak pernah mempelajari kembali pelajaran yang telah diberikan oleh dosen dirumah.

  87

  5 Saya berusaha mencari bahan pelengkap dari sumber-sumber lain untuk menambah pengetahuan dan wawasan

  6 Saya merasa belum puas dengan dengan prestasi yang saya dapatkan saat ini

  7 Saat saya mengalami kesulitan dalam belajar, maka saya akan mengabaikannya

  8 Saya menggunakan jam kosong untuk mempelajari materi yang belum bisa.

  9 Waktu senggang saya pergunakan keperpustakaan

  10 Saya berusaha mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen

Kuesioner Disiplin belajar

No Butir-butir kuesioner SS S TS STS

  1 Saya belajar setiap hari kecuali minggu

  2 Meskipun tidak ada tugas atupun ujian saya selalu belajar setiap hari.

  3 Saya rajin masuk kuliah

  4 Saya berusaha meningkatkan prestasi belajar

  5 Saya sering mengumpulkan tugas yang diberikan oleh dosen

  6 Saya berusaha mentaati jadwal belajar yang telah saya buat

  7 Saya tidak pernah membuat jadwal belajar dirumah

  88

  8 Saya lebih senang menunda pekerjaan rumah

  9 Saya datang tepat waktu dikelas

  10 Saya tidak pernah mentaati peraturan yang dibuat bersama untuk mengikuti pelajaran

  89 Kepada : Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma

  Dengan segala kerendahan hati, saya mohon bantuan Mahasiswa meluangkan

waktu untuk mengisi kuesioner atau angket yang saya bagikan tersebut. Adapun

siswa dimohon mengisi dengan sungguh-sungguh demi keberhasilan penelitian ini.

  Jawaban Mahasiswa akan saya sampaikan dalam bentuk skripsi dengan judul

hubungan antara lingkungan belajar, motivasi belajr, dan disiplin belajar dengan

prestasi belajar mahasiswa.

  Atas perhatian dan waktu untuk mengisi kuesioner tersebut, saya ucapkan terima kasih.

  Peneliti Liza Jatu H

  Reliability

  • Method 1 (space saver) will be used for this analysis ******

  C

  R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Mean Std Dev Cases

  1. B01 2.4839 .6256 31.0

  2. B02 2.4516 .7229 31.0

  3. B03 2.5806 .9583 31.0

  4. B04 3.8065 .4016 31.0

  5. B05 3.5484 .5680 31.0

  6. B06 2.5806 .8072 31.0

  7. B07 2.5484 .6752 31.0

  8. B08 3.2258 .6170 31.0

  9. B09 2.7742 .6688 31.0

  10. B10 3.2581 .6308 31.0 N of Statistics for Mean Variance Std Dev Variables SCALE 29.2581 15.7312 3.9663 10 Item-total Statistics Scale Scale Corrected Mean Variance Item- Alpha if Item if Item Total if Item Deleted Deleted Correlation Deleted B01 26.7742 13.1806 .4753 .7616 B02 26.8065 12.3613 .5601 .7494 B03 26.6774 12.0925 .4082 .7779 B04 25.4516 14.1226 .4795 .7675 B05 25.7097 13.6796 .4115 .7692 B06 26.6774 11.4925 .6554 .7336 B07 26.7097 12.0796 .6809 .7344 B08 26.0323 13.5656 .3927 .7710 B09 26.4839 13.7914 .3004 .7822 B10 26.0000 14.1333 .2530 .7866 Reliability Coefficients N of Cases = 31.0 N of Items = 10 Alpha = .7827

  Reliability

  • Method 1 (space saver) will be used for this analysis ******

  C

  R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Mean Std Dev Cases

  1. B01 3.0645 .8139 31.0

  2. B02 3.6774 .5408 31.0

  3. B03 2.5161 .7690 31.0

  4. B04 2.6129 .8437 31.0

  5. B05 3.3226 .7018 31.0

  6. B06 3.4839 .6768 31.0

  7. B07 3.4194 .7199 31.0

  8. B08 3.4194 .6204 31.0

  9. B09 2.4516 .7229 31.0

  10. B10 2.4194 .7199 31.0 N of Statistics for Mean Variance Std Dev Variables SCALE 30.3871 16.5118 4.0635 10 Item-total Statistics Scale Scale Corrected Mean Variance Item- Alpha if Item if Item Total if Item Deleted Deleted Correlation Deleted B01 27.3226 11.8258 .7188 .6978 B02 26.7097 14.6129 .3885 .7508 B03 27.8710 12.7828 .5706 .7236 B04 27.7742 13.5140 .3685 .7553 B05 27.0645 14.1290 .3583 .7539 B06 26.9032 14.3570 .3308 .7571 B07 26.9677 13.8989 .3902 .7499 B08 26.9677 14.3656 .3745 .7516 B09 27.9355 13.2624 .5179 .7322 B10 27.9677 14.4989 .2726 .7654 Reliability Coefficients N of Cases = 31.0 N of Items = 10 Alpha = .7644

  Reliability

  • Method 1 (space saver) will be used for this analysis ******

  C

  R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Mean Std Dev Cases

  1. B01 2.9355 .8139 31.0

  2. B02 3.3226 .7018 31.0

  3. B03 2.8387 .5829 31.0

  4. B04 2.5806 .9228 31.0

  5. B05 3.0968 .7002 31.0

  6. B06 3.2258 .8835 31.0

  7. B07 3.2903 .6426 31.0

  8. B08 2.9355 .5736 31.0

  9. B09 2.7419 .6308 31.0

  10. B10 3.3548 .6607 31.0 N of Statistics for Mean Variance Std Dev Variables SCALE 30.3226 16.7591 4.0938 10 Item-total Statistics Scale Scale Corrected Mean Variance Item- Alpha if Item if Item Total if Item Deleted Deleted Correlation Deleted B01 27.3871 13.3785 .4566 .7440 B02 27.0000 14.3333 .3638 .7560 B03 27.4839 15.1914 .2702 .7656 B04 27.7419 12.9312 .4484 .7473 B05 27.2258 12.9140 .6666 .7153 B06 27.0968 14.1570 .2740 .7743 B07 27.0323 14.1656 .4508 .7453 B08 27.3871 13.5785 .6746 .7220 B09 27.5806 14.3849 .4131 .7499 B10 26.9677 14.2323 .4193 .7490 Reliability Coefficients N of Cases = 31.0 N of Items = 10 Alpha = .7668

  105

DATA MENTAH

1. INSTRUMEN LINGKUNGAN BELAJAR (X

  1

  4

  4

  26

  40

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  25

  30

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  24

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  28

  37

  4

  4

  4

  2

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  27

  35

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  32

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  21

  30

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  20

  29

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  1

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  23

  31

  4

  2

  1

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  22

  36

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  35

  31

  3

  4

  4

  3

  4

  2

  1

  1

  4

  4

  34

  28

  1

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  item Resp.

  27

  2

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  37

  32

  30

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  36

  4

  1

  4

  36

  2

  3

  1

  3

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  30

  3

  31

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  29

  36

  30

  4

  1

  4

  1

  4

  4

  33

  38

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  32

  31

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  7

  34

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  6

  30

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  5

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  9

  31

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  8

  31

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  31

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  2

  31

  3

  4

  4

  3

  1

  1

  3

  4

  4

  3

  1

  9 10 total

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  32

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  32

  3

  3

  3

  3

  1 )

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  16

  30

  2

  4

  2

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  15

  35

  3

  4

  2

  1

  1

  3

  4

  19

  33

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  18

  31

  26

  2

  4

  1

  2

  1

  3

  2

  3

  4

  4

  17

  4

  3

  2

  38

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  11

  4

  12

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  10

  30

  34

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  14

  29

  2

  2

  4

  4

  1

  2

  4

  4

  4

  4

  13

  34

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  106

  3

  3

  3

  3

  3

  69

  28

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  68

  35

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  67

  30

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  4

  72

  31

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  71

  3

  3

  3

  2

  28

  70

  3

  3

  2

  28

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  2

  4

  4

  4

  63

  31

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  4

  62

  34

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  66

  34

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  34

  4

  64

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  36

  65

  4

  3

  3

  61

  3

  31

  2

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  80

  36

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  79

  32

  3

  3

  3

  3

  2

  81

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  83

  35

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  31

  3

  82

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  74

  4

  4

  75

  35

  2

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  38

  3

  4

  3

  3

  2

  33

  73

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  28

  4

  78

  27

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  77

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  32

  76

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  36

  38

  4

  4

  3

  3

  46

  31

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  45

  3

  29

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  44

  37

  4

  3

  3

  4

  48

  3

  3

  49

  34

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  28

  4

  4

  3

  4

  4

  34

  47

  4

  4

  1

  3

  2

  2

  2

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  4

  4

  1

  1

  4

  1

  40

  30

  2

  3

  1

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  39

  28

  2

  4

  4

  4

  4

  1

  1

  1

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  43

  35

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  1

  4

  28

  41

  4

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  34

  42

  3

  3

  4

  1

  3

  1

  1

  3

  3

  1

  3

  4

  4

  4

  57

  37

  4

  4

  4

  58

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  56

  31

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  27

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  60

  36

  4

  4

  2

  4

  4

  3

  4

  3

  1

  3

  3

  1

  3

  4

  29

  59

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  2

  30

  4

  52

  36

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  51

  1

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  27

  50

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  1

  55

  33

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  54

  25

  1

  3

  53

  2

  3

  2

  3

  2

  28

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  36

  107

  3

  3

  32

  95

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  29

  96

  3

  2

  3

  2

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  34

  93

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  31

  94

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  36 100

  29

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  99

  2

  3

  3

  25

  97

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  33

  98

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  84

  87

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  33

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  2

  36

  3

  86

  4

  28

  4

  3

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  1

  85

  32

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  88

  4

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  35

  91

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  35

  92

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  34

  89

  3

  3

  4

  2

  4

  1

  2

  3

  4

  4

  28

  90

  4

  31

  99

2. INSTRUMEN MOTIVASI BELAJAR (X 2 )

  1

  4

  4

  28

  35

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  27

  2

  36

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  26

  4

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  4

  30

  30

  2

  3

  2

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  29

  32

  4

  3

  3

  2

  4

  28

  3

  3

  22

  23

  30

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  34

  3

  4

  3

  3

  1

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  21

  34

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  25

  26

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  24

  30

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  32

  3

  2

  4

  4

  4

  4

  38

  30

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  37

  30

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  35

  35

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  40

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  39

  37

  4

  3

  3

  36

  31

  4

  4

  4

  4

  33

  39

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  32

  37

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  26

  4

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  2

  3

  3

  3

  35

  36

  4

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  34

  30

  3

  2

  2

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  7

  37

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  6

  28

  3

  3

  2

  3

  3

  31

  3

  3

  3

  4

  4

  10

  28

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  8

  3

  9

  27

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  33

  4

  4

  3

  4

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  1

  9 10 total

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  5

  29

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  27

  4

  30

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  Item Resp.

  39

  25

  1

  1

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  17

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  16

  32

  4

  18

  2

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  20

  30

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  19

  27

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  12

  33

  3

  13

  4

  1

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  11

  35

  3

  3

  3

  30

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  15

  32

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  14

  35

  4

  4

  4

  2

  2

  4

  3

  4

  3

  100

  3

  3

  3

  4

  4

  72

  32

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  71

  31

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  70

  29

  4

  3

  2

  4

  3

  4

  4

  75

  34

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  74

  3

  4

  3

  4

  34

  73

  3

  3

  2

  28

  3

  4

  3

  2

  3

  1

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  66

  30

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  65

  34

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  4

  3

  2

  1

  4

  2

  69

  31

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  34

  3

  67

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  31

  68

  4

  3

  4

  64

  4

  27

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  83

  29

  4

  2

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  82

  38

  4

  4

  3

  4

  4

  84

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  86

  32

  3

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  4

  2

  3

  33

  3

  85

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  77

  4

  4

  78

  33

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  34

  3

  3

  3

  3

  4

  35

  76

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  25

  3

  81

  35

  4

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  80

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  32

  79

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  4

  28

  41

  4

  3

  3

  3

  49

  34

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  48

  2

  31

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  47

  28

  3

  3

  3

  3

  51

  3

  2

  52

  30

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  35

  3

  4

  2

  2

  3

  27

  50

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  1

  4

  4

  4

  3

  4

  43

  31

  4

  1

  1

  4

  4

  1

  4

  4

  4

  4

  42

  33

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  3

  4

  3

  1

  1

  4

  4

  46

  33

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  1

  4

  30

  44

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  3

  3

  4

  35

  45

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  60

  29

  3

  3

  3

  61

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  59

  34

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  35

  3

  4

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  2

  4

  3

  3

  63

  29

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  31

  62

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  34

  4

  55

  28

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  54

  4

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  24

  53

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  58

  29

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  1

  3

  2

  4

  57

  29

  3

  3

  56

  4

  4

  3

  4

  4

  36

  4

  3

  2

  3

  1

  3

  4

  2

  30

  101

  4

  37

  96

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  36

  97

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  37

  95

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  2

  3

  94

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  37 100

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  28

  98

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  30

  99

  4

  28

  87

  3

  3

  25

  89

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  31

  90

  3

  3

  2

  2

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  32

  88

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  3

  93

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  29

  2

  4

  2

  4

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  33

  91

  3

  3

  4

  2

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  35

  92

  35

DATA MENTAH PRESTASI BELAJAR (Y)

  2.79

  30

  2.01

  29

  1.89

  28

  3.55

  27

  26

  31

  2.62

  25

  2.82

  24

  3.46

  23

  2.26

  22

  2.34

  2.74

  21

  37

  2.28

  40

  2.42

  39

  2.44

  38

  2.51

  2.88

  32

  36

  2.61

  35

  2.41

  34

  2.44

  33

  3.67

  3.22

  RESPONDEN

  IPK

  2.44

  9

  3.41

  8

  3.14

  7

  2.78

  6

  5

  10

  2.51

  4

  3.26

  3

  1.84

  2

  2.28

  1

  2.55

  2.94

  20

  16

  3.26

  19

  2.38

  18

  2.49

  17

  2.85

  3.13

  11

  15

  3.54

  14

  3.07

  13

  2.21

  12

  2.75

  2.78

  41

  2.97

  2.83

  74

  2.74

  73

  2.52

  72

  3.24

  71

  70

  2.73

  2.15

  69

  2.79

  68

  2.79

  67

  3.19

  66

  3.19

  75

  76

  3.65

  82

  86

  2.99

  85

  3.03

  84

  2.57

  83

  3.07

  2.76

  1.96

  81

  3.23

  80

  2.58

  79

  2.86

  78

  2.48

  77

  65

  64

  2.52

  47

  51

  2.45

  50

  2.39

  49

  3.36

  48

  1.92

  2.84

  52

  46

  3.14

  45

  3.27

  44

  2.46

  43

  2.76

  42

  3

  1.93

  2.62

  3.11

  63

  2.4

  62

  3.13

  61

  2.88

  60

  2.87

  59

  58

  53

  1.8

  57

  3

  56

  2.73

  55

  2.73

  54

  1.69

  2.6

  87

  94

  3.5 100

  99

  2.17

  98

  2.37

  97

  2.95

  96

  2.46

  95

  3.48

  2.29

  2.75

  93

  2.78

  92

  3.25

  91

  3.26

  90

  2.75

  89

  2.76

  88

  2.61

  108

DAFTAR DISTRIBUSI FREKUENSI

Data dari hasil penelitian kemudian dibuat daftar distribusi frekuensi.

  Pedoman dalam pembuatan daftar distribusi tersebut menggunakan rumus sebagai berikut (Sudjana, 1996: 67): 1. menentukan jumlah kelas Dalam menentukan jumlah kelas menggunakan pedoman yang diberikan oleh H.A Struges, yang dikenal dengan rumus “Struges”. Rumus tersebut adalah sebagai berikut:

  = 1 + (3,3) log n k keterangan : k = jumlah kelas yang dicari n = jumlah data 2. menentukan interval kelas

Interval kelas pada hakekatnya akan dipengaruhi oleh jumlah kelas dan

rentang / jarak data dimana data tersebut terserak. Berdasar hal trsebut struges memberikan pedoman dalam menentukan interval kelas sebagai berikut: jarak i = k keterangan: = interval kelas i

  = jumlah kelas k

  109 jarak = data tertinggi dikurangi data terendah 3. memasukkan data dalam kelasnya masing- masing Langkah terakhir dalam menyusun daftar distribusi frekuensi adalah memasukkan data ke dalam kelasnya masing- masing dan menjumlahkannya setelah itu dihitung nilai mean, median, modus dan standar deviasi dari masing- masing variabel bebas dan terikat.

  a. Mean (nilai rata-rata) Mean atau rata-rata didapat dengan membagi jumlah nilai data dengan banyaknya data yang diteliti. Perhitungan untuk nilai mean adalah sebagai berikut:

  Mean : f x

  1

  1 ∑

  X = f

  1 ∑

  Keterangan : X = Mean

  = Frekuensi f

1 X = Tanda kelas

  1

  b. Median Median adalah nilai tengah dari serangkaian data yang telah tersusn

secara teratur. Median juga disebut sebagai ukuran letak karena letak

  110 median membagi dua bagian yang sama. Rumus untuk mencari median adalah sebagai berikut:

  Median :

  1  n f  −

2 Me = B + i

    F F

  −  m   

  Keterangan : Me = Median B = Batas bawah kelas median yaitu kelas dimana median akan terletak i = panjang kelas median n = ukuran sampel F = jumlah semua frekuensi dengan tanda kelas lebih kecil dari tanda kelas median f = frekuensi kelas median

  c. Modus

Modus adalah nilai frekuensi yang paling sering muncul. Rumus untuk

mencari modus adalah sebagai berikut: Modus : b

   1  M = b + p o

  2 b b

  • 1

  

  

  111 Keterangan : Mo = modus yang dicari b = batas bawah kelas modus b = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi sebelum kelas modus

  1 b = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi sesudah kelas modus

  2 p = interval

d. Standar deviasi

  2

  2 n x f f x

  ∑ − ( )

  1

  1

1 S =

  n n

  • Keterangan : = tanda kelas

  1 ( )

  X

  1 n = Jumlah data f 1 = frekuensi

berdasar rumus-rumus diatas maka berikut ini dapat dicari harga untuk

masing- masing variabel.

  112

  1. Lingkungan Belajar Jumlah Data : 100 Data Tertinggi : 40 Data Terendah : 25 Range : 40 – 25 = 15 Banyak Kelas : 1+ ( 3,3 ) log 100 = 7,6 = 8 Interval : 15/8 = 2

  2

  2 No Kelas Frek

  X F.X

  X F.X 1 25 – 26 3 25,5 76,5 650,25 1950,75 2 27 – 28

  15 27,5 412,5 756,25 11343,75 3 29 – 30 16 29,5 472 870,25 13924 4 31 – 32 25 31,5 787,5 992,25 24806,25 5 33 – 34 16 33,5 536 1122,25 17956 6 35 – 36 18 35,5 639 1260,25 22684,5 7 37 – 38

  6 37,5 225 1406,25 8437,5 8 39 – 40 1 39,5 39,5 1560,25 1560,25 100 260 3188 8618 102663

  3188

  a. Mean = = 31,88 100 100

   

  

34

  −

  2  

  b. Median = 30,5 + x 2

  59

  34 −

  = 31,78

  25

  16 ( − )

  c. Modus = 30,5 + 2

  9 = 31,5

  • 9

  113

  ( ) ( ) 100 1 100 . 3182 663 102 100

  2 − − x

d. Standar Deviasi =

  10 −

  7

  100 252 3164 8160 101255

  16900 24995,25 13322,5 4446,75

  2401 4915,75 13808,25 20465,5

  1056,25 1190,25 1332,25 1482,25

  600,25 702,25 812,25 930,25

  520 724,5 365 115,5

  98 185,5 484,5 671

  3 24,5 26,5 28,5 30,5 32,5 34,5 36,5 38,5

  10

  21

  16

  22

  17

  4

  

= 3,2248404354 = 3,22

  8 24 – 25 26 – 27 28 – 29 30 – 31 32 – 33 34 – 35 36 – 37 38 – 39

  = 9900 . 163 334 . . 10 300 266 .

  6

  5

  4

  3

  2

  1

  2

  2 F.X

  X

  X F.X

  2. Motivasi Belajar Jumlah Data : 100 Data Tertinggi : 39 Data Terendah : 24 Range : 39 – 24 = 15 Banyak Kelas : 1+ ( 3,3 ) log 100 = 7,6 = 8 Interval : 15/8 = 2 No Kelas Frek

  7

  114 3164

  a. Mean = = 31,64 100 100

   

  

28

  −

  2  

  b. Median = 29,5 + x 2

  50

  28 −

  = 31,5

  22

  17 ( − )

  c. Modus = 29,5 + 2

  6 = 30,27

  • 7

  2 100 101255 3164 x

  − ( )

  d. Standar Deviasi = 100 100

  1 ( − )

  10125500 10010896 −

  = 9900

= 3,402375878 = 3,40

  3. Disiplin Belajar Jumlah Data : 100 Data Tertinggi : 39 Data Terendah : 24 Range : 39 – 24 = 15 Banyak Kelas : 1+ ( 3,3 ) log 100 = 7,6 = 8 Interval : 15/8 = 2

  2

  2 No Kelas Frek

  X F.X

  X F.X 1 24 – 25 5 24,5 122,5 600,25 3001,25 2 26 – 27

  16 26,5 424 702,25 11236 3 28 – 29 13 28,5 370,5 812,25 10559,25

  115 4 30 – 31 22 30,5 671 930,25 20465,5 5 32 – 33

  20 32,5 650 1056,25 21125 6 34 – 35 18 34,5 621 1190,25 21424,5 7 36 – 37

  4 36,5 146 1332,25 5329 8 38 – 39 2 38,5 77 1482,25 2964,5 100 252 3082 8160 96105

  3082

  a. Mean = = 30,82 100 100

   

  

34

−  

  2  

  b. Median = 29,5 + x 2

  56

  34 −

  = 30,95

  22

  13 ( − )

  c. Modus = 29,5 + 2

  2 = 31,14

  • 9

  2 100 96105 3082 x

  − ( )

  d. Standar Deviasi = 100 100

  1 ( − )

  9610500 9498724 −

  = 9900

= 3,360134677 = 3,36

  4. Prestasi Belajar Mahasiswa Jumlah Data : 100 Data Tertinggi : 3,67 Data Terendah : 1,69

  − = 0,447629841 = 0,45

    x 0,25 = 2,77 c. Modus = 2,685 + 0,2

  131,0904 131,4732 88,7152 100 21,48 276,25 60,2988 782,9775 a. Mean =

  100 276 25 , = 2,76

  b. Median = 2,685 +

  41

  67

  41

  2 100 − −

     

  ( )

  4,2436 5,3361 6,5536 7,8961 9,3636 10,9561

  12

  6

  

20

  26

  = 2,77

  d. Standar Deviasi = ( ) ( )

  100 1 100 , 9775 276 25 , 782 100

  2 − − x

  = 9900 76314 0625 , 78297 75 ,

  12,6736 3001,25 16,9744 58,6971 131,072 205,2986

  42,84 39,72 24,92 3,2761

  116 Range : 3,67 – 1,69 = 1,98 Banyak Kelas : 1+ ( 3,3 ) log 100 = 7,6 = 8 Interval : 1,98/8 = 0,2475 = 0,25 No Kelas Frek

  6

  X F.X

  X

  2 F.X

  2

  1

  2

  3

  4

  5

  7

  8,24 25,41 51,2 73,06

  8 1,69 – 1,93 1,94– 2,18 2,19– 2,43 2,44– 2,68 2,69– 2,93 2,94– 3,18 3,19– 3,43 3,44– 3,68

  6

  4

  11

  20

  26

  14

  12

  7 1,81 2.06 2,31 2,56 2,81 3,06 3,31 3,56 10,86

PENILAIAN ACUAN PATOKAN TIPE II

  1. Lingkungan belajar

Skor tertinggi yang diharapkan dicapai dari 10 item pernyataan dalam

kuesioner adalah 40 dan skor terendah adalah 10, maka selisih skor adalah 30. sehingga akan diperoleh :

  34

  Tingkat penguasaan kompetensi Kategori kecenderungan variabel

  132

  • 10 + (81% x 30) = 34,3 →
  • 10 + (66% x 30) = 29,8

  →

  30

  • 10 + (56% x 30) = 26,8 →

  24

  • 10 + (46% x 30) = 23,8

  →

  • dibawah 24 Sangat Mendukung Sekali Sangat Mendukung Mendukung Kurang Mendukung Sangat Tidak Mendukung

    Penilaian lingkungan belajar

    Skor Frekuensi Presentase Kategori variabel 34 – 40 30 -33 27 -29 24 – 26 dibawah 24

  36

  40

  21

  3 36% 40% 21%

  3% 0% Sangat Mendukung Sekali Sangat Mendukung

  Mendukung Kurang Mendukung Sangat Tidak Mendukung jumlah 100 100%

  27

  • 10 + (81% x 30) = 34,3

  • 10 + (66% x 30) = 29,8 →
  • 10 + (56% x 30) = 26,8 →
  • 10 + (46% x 30) = 23,8
  • dibawah 24 Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah

    Penilaian motivasi belajar

    Skor Frekuensi Presentase Kategori variabel

  6% 0% Sangat tinggi Tinggi

  6 34% 38% 22%

  22

  38

  34

  34 – 40 30 -33 27 -29 24 – 26 dibawah 24

  24

  →

  27

  30

  34

  →

  Tingkat penguasaan kompetensi Kategori kecenderungan variabel

  2. Motivasi belajar

Skor tertinggi yang diharapkan dicapai dari 10 item pernyataan dalam

kuesioner adalah 40 dan skor terendah adalah 10, maka selisih skor adalah 30. sehingga akan diperoleh :

  133

  Cukup Rendah Sangat rendah jumlah 100 100%

  • 10 + (81% x 30) = 34,3

  • 10 + (66% x 30) = 29,8 →
  • 10 + (56% x 30) = 26,8 →
  • 10 + (46% x 30) = 23,8
  • dibawah 24 Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah

    Penilaian disiplin belajar

    Skor Frekuensi Presentase Kategori variabel

  Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah

  11 24% 42% 23% 11% 0%

  23

  42

  24

  34 – 40 30 -33 27 -29 24 – 26 dibawah 24

  24

  →

  27

  30

  34

  →

  Tingkat penguasaan kompetensi Kategori kecenderungan variabel

  3. Disiplin belajar

Skor tertinggi yang diharapkan dicapai dari 10 item pernyataan dalam

kuesioner adalah 40 dan skor terendah adalah 10, maka selisih skor adalah 30. sehingga akan diperoleh :

  134

  Sangat rendah jumlah 100 100%

  135

  4. Prestasi belajar Skor tertinggi yang diharapkan dapat dicapai oleh para mahasiswa adalah 4,00 sehingga akan diperoleh :

  Tingkat penguasaan kompetensi Kategori kecenderungan variabel

  Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah

  • 81% x 4,00 = 3,24
  • 66% x 4,00 = 2,64
  • 56% x 4,00 = 2,24
  • 46% x 4,00 = 1,84
  • dibawah 1,84

  Sangat rendah NPar Tests

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  100 100 100 100

  31.94

  31.65 30.77 2.7427 3.265 3.439 3.390 .43984 .123 .104 .105 .068 .123 .104 .083 .047

  

X1 Lingkungan

Belajar

  X2 Motivasi Belajar

  X3 Disiplin Belajar Y Prestasi Belajar Siswa

  • .096 -.093 -.105 -.068 1.233 1.043 1.047 .685 .096 .227 .223 .736 N Mean Std. Deviation Normal Parameters a,b Absolute Positive Negative Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed)

  Test distribution is Normal.

  a.

  Calculated from data.

  b. Regression Descriptive Statistics

  Mean Std. Deviation N Y Prestasi Belajar Siswa

  2.7427 .43984 100

  X1 Lingkungan Belajar 31.94 3.265 100

  X2 Motivasi Belajar 31.65 3.439 100

  X3 Disiplin Belajar 30.77 3.390 100 b

  Variables Entered/Removed

  Variables Model Variables Entered Removed Method

  1 X3 Disiplin Belajar, X2 Motivasi Belajar, X1 . Enter

  a

  Lingkungan Belajar a. All requested variables entered.

  b.

  Dependent Variable: Y Prestasi Belajar Siswa b

  ANOVA Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. a

  1 Regression 5.024 3 1.675 11.380 .000 Residual 14.128 96 .147 Total 19.153

  99 a. Predictors: (Constant), X3 Disiplin Belajar, X2 Motivasi Belajar, X1 Lingkungan Belajar b.

  Dependent Variable: Y Prestasi Belajar Siswa a

  

Coefficients

  Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model B Std. Error Beta t Sig.

  1 (Constant) -.859 .618 -1.389 .168

  X1 Lingkungan Belajar .042 .012 .311 3.522 .001

  X2 Motivasi Belajar .040 .011 .315 3.588 .001

  X3 Disiplin Belajar .032 .011 .248 2.813 .006 a. Dependent Variable: Y Prestasi Belajar Siswa

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

hubungan motivasi belajar antara mahasiswa yang bekerja dan tidak bekerja terhadap prestasi akademik (IPK) (Studi kasus mahasiswa pendidikan ips FITK semester 6)
7
23
89
Hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa di SMK dua Mei Ciputat
0
15
86
Hubungan antara persepsi siswa tentang kemampuan mengajar mahasiswa PPKT dengan minat belajar siswa: studi kasus di MTs Nur Asy-Syafi’iyah (YASPINA), Rempoa Ciputat, Tangerang Selatan.
1
50
115
Hubungan antara ganjaran dan hukuman dengan motivasi belajar siswa : studi pada smp islamiyah darul irfan sawangan depok
1
15
145
Hubungan antara motifasi belajar dengan prestasi belajar siswa kelas ll SLTPN l Sukaraja
0
4
87
Hubungan antara motivasi berprestasi dan status sosial ekonomi dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri 6 Bekasi
1
9
120
Pengaruh motivasi akademik, gaya belajar dan penyesuaian diri di perguruan tinggi terhadap prestasi akademik mahasiswa Tahun pertama
16
87
164
Hubungan gaya belajar dengan prestasi belajar statistik mahasiswa program non reguler fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
0
9
115
Hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (studi Penelitian pada anak Yatim di SMP YPMS Kedaung)
0
12
77
Hubungan antara tipe kecemasan dengan prestasi belajar statistik mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Jakarta
9
25
78
Hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa pada bidang studi Pendidikan Agama Islam : studi penelitian pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pamulang
0
3
117
Hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar akuntansi mahasiswa jurusan pendidikan IPS FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
0
14
68
Hubungan antara perhatian orang tua dengan prestasi belajar anak : studi kasus di smpi al-khasyi'un ciputat
0
9
0
Hubungan minat belajar mahasiswa terhadap hasil belajar pada mata kuliah sosiologi
3
11
125
Hubungan motivasi belajar dan gaya belajar siswa dengan prestasi belajar matematika siswa mts Islamiyah Medan tahun ajaran 2017/2018 - Repository UIN Sumatera Utara
4
21
150
Show more