RESENSI NOVEL tahap klimak

 0  2  6  2018-03-13 21:34:51 Report infringing document

RESENSI NOVEL “I For You”

  Karya Orizuka Judul: I For You Penulis: Orizuka Tebal: 380 halaman Tahun terbit: 2012 Penerbit: Gagas Media

  Sinopsis

   Benjamin Andrews dan Princessa Setiawan adalah sepasang sahabat dekat yang sering disebut pasangan ideal karena mereka berdua sama-sama sempurna. Mereka berasal dari latar belakang keluarga yang kaya serta masing-masing memiliki wajah yang cantik dan tampan. Mereka selalu bersama-sama bagaikan seorang putri dan pangeran. Benji dan Cessa bersekolah di SMA Pelita Kita. Semenjak masuk sekolah ini, mereka berdua dinobatkan menjadi pasangan fenomenal dimana seluruh siswa mengetahui bahwa mereka berdua sangat mustahil untuk dapat dijangkau. Dimana ada Cessa maka disitu ada Benji, begitupun sebaliknya.

  Pada suatu saat Cessa bertemu dengan Surya, seorang siswa pintar penerima beasiswa sekolah yang berasal dari keluarga miskin. Cessa tidak menyukainya karena Surya adalah orang miskin. Memang terlihat sombong, namun sebenarnya ada alasan lain mengapa Cessa membenci orang miskin, dan itu karena masa lalunya. Begitupun dengan Surya, ia sangat membenci Cessa karena Cessa adalah orang kaya. Antara Surya dan Cessa masing-masing memiliki karakter yang bertolak belakang sehingga mereka terkadang saling berargumen. Seiring berjalannya waktu, Cessa menjadi dekat dengan Surya. Hal ini karena Cessa dan Surya sering dipasangkan menjadi teman belajar. Surya adalah murid pintar sedangkan Cessa adalah murid dengan ranking terbawah. Oleh karena itu, Surya harus membantu Cessa meningkatkan rankingnya dengan selalu mengajarinya pelajaran sekolah. Perlahan-lahan, Cessa mulai menyukai Surya yang selalu mengajarinya dan memberikan berbagai Surya ketika Surya melindunginya dari lemparan bola basket. Benji semakin khawatir terhadap kondisi Cessa karena harus selalu dekat dengan Surya. Hal ini karena Benji tahu bahwa Surya adalah seseorang yang bersikap dingin. Namun, karena Cessa memohon pada Benji maka akhirnya Benji terpaksa mengizinkan Cessa dekat dengan Surya. Kini Benji dan Cessa tidak lagi terlihat sering bersama. Benji pun bertemu dengan Bulan yang merupakan adik Surya. Berbeda dengan Cessa, Bulan adalah gadis yang mandiri dan berprestasi di bidang olahraga panah. Dan hal itulah yang membuat Benji menyukai Bulan, karena Bulan adalah gadis yang dewasa dan tidak manja.

  Masing-masing dari mereka kemudian menjalani hubungan berpacaran. Cessa dengan Surya juga Benji dengan Bulan. Selama menjalani hubungan, Surya dan Cessa seringkali mendapatkan berbagai masalah. Surya adalah kekasih Cessa namun Cessa tidak pernah memilih Surya ketika membutuhkan bantuan. Cessa selalu meminta bantuan Benji dan hal inilah yang membuat Surya cemburu, marah, yang akhirnya memutuskan hubungan dengan Cessa. Sebenarnya, bukan karena Cessa tidak mau meminta bantuan pada Surya, melainka hanya Benjilah yang dapat membantu Cessa. Ada hal yang disembunyikan Cessa selama 17 tahun hidupnya, Cessa tak mau memberitahu Surya karena Cessa takut menjadi beban dan pengganggu bagi Surya dalam mewujudkan cita-citanya. Sama seperti halnya Cessa dengan Surya, hubungan antara Benji dan Bulanpun harus kandas karena waktu Benji yang ada hanya untuk Cessa. Terlalu rumit memang. Setelah masing-masing dari mereka putus, Cessa menjadi sering jatuh sakit sementara Surya mendapati nilai-nilai akademiknya turun hingga harus kehilangan beasiswa. Di sekolah, Cessa dijauhi oleh teman-teman karena mereka kesal dengan sifat ketuanputrian Cessa. Hingga Cessa meminta Benji agar mereka berdua memutuskan untuk keuar dari sekolah. Sebagai ucapan perpisahan, Cessa pun meminta pada Surya untuk pergi kencan bersama. Tentu saja, kencan pertama dan terakhir kalinya.

  Setelah satu bulan sejak Cessa keluar dari sekolah, Cessa kemudian pergi berkencan dengan Surya. Namun, ketika mereka sedang berkencan Cessa tersandung batu dan terjatuh hingga dahinya membentur bangku beton. Cessa mengalami pendarahan dan dibawa ke rumah sakit. Benang kusut yang ada di benak Surya kini mulai terurai. Terungkap alasan mengapa Cessa harus selalu bersama dengan Benji. Rupanya Cessa mengidap penyakit von

  Willebrand Disease dan rumitnya golongan darah Cessa adalah AB rhesus negatif. Benjilah

  yang menjadi pendonor untuk Cessa. Sudah dua minggu berlalu Cessa terbaring koma di rumah sakit. Ketika ia terbangun, Cessa mengalami amnesia hingga ketika ia kembali mengingat semuanya ia memutuskan untuk meneruskan studi ke Amerika.

  Waktu pun berlalu, kini Cessa melanjutkan sekolahnya di fakultas fashion Parsons the New School for Design. Sementara itu, Surya berkesempatan sekolah di Columbia University setelah setahun mengikuti program pertukaran pelajar. Di sebuah taman di Manhattan, Amerika Serikat Surya pun bertemu dengan Cessa yang sedang duduk membuat sketsa pakaian. Penantian dan kerja kerasnya selama ini berbuah manis. Bagi Surya, Cessa adalah satu dari sejuta dan bagi Cessa, Surya adalah pangeran untuknya.

   Unsur Ekstrinsik Unsur ekstrinsik novel “I For You” merupakan sebuah cerita yang bukan berasal dari latar belakang pengarang. Pada novel ini terkandung nilai sosial, yaitu hubungan antara teman.

  Unsur Intrinsik

   A.

  Tema Tema yang diangkat dalam cerita ini adalah kisah cinta murid SMA.

  B.

  Tokoh Protagonis : Cessa, Surya

  • Antagonis : Bulan, Benji 
  • Figuran : Abdul, Kelly, Omar, Rose, Samir, Syahrul, Dahlia, Pak Ale, 

  Tritagonis : Herman, Dirga, Sasha, Friska

  Tety, Kendra, Pak Tarjo, Profesor Jenkins, Reid D.

  Alur Alur yang ada dalam novel ini adalah alur maju, karena cerita dalam novel ini menceritakan tentang perjalanan kisah cinta pertama antara Cessa dengan Surya sejak mereka SMA hingga melanjutkan studi ke Amerika Serikat.

  Tahapan Alur : 1) Pengenalan Cerita

  Beberapa anak yang berjalan di koridor menatap mereka dengan kagum. Cessa dan Benji merupakan pasangan fenomenal di sekolah ini. Cessa adalah anak seorang direktur perusahaan tekstil ternama yang memiliki beberapa cabang di luar negeri. Darah Prancis yang mengaliri tubuhnya membuat ia seperti boneka: matanya hazel, rambutnya cokelat tubuhnya tinggi dan langsing, kulitnya pun putih mulus walaupun tampak pucat. Sementara itu, Benji adalah anak pemilik perusahaan kelapa sawit sahabat ayah Cessa. Ayahnya yang berkebangsaan Amerika membuatnya memiliki fitur mirip dengan Cessa, hanya saja matanya hitam, mengikuti mata ibunya yang orang Jawa asli.

  2) Cerita mulai bergerak Cessa kemudian bertemu dengan Surya, siswa pintar namun berasal dari keluarga miskin.

  Keduanya memiliki sifat yang saling bertolak belakang. Cessa membenci Surya karena miskin dan Suryapun membenci Cessa karena kaya. Mereka sering beradu argumen hingga suatu saat mereka disatukan dalam kelompok belajar. Seiring berjalannya waktu, karena mereka menjadi sering bersama, Cessa pun jatuh hati pada Surya begitupun dengan Surya yang ternyata menyadari perasaannya pada Cessa. Namun, semuanya tampak mustahil karena perbedaan status sosial diantara mereka dan adanya Benji yang harus selalu di samping Cessa. 3) Muncul permasalahan (Konflik)

  Cessa dan Surya memulai hubungan mereka, tanpa harus mempermasalahkan status sosial. Pada mulanya, semua berjalan romantis dan indah hingga semuanya harus kandas karena kecemburuan Surya terhadap hubungan ‘tak masuk akal’ antara Cessa dan Benji. Cessa tak pernah meminta bantuan pada Surya melainkan selalu menyebutkan nama Benji. Surya kehilangan kepercayaan terhadap Cessa dan memutuskan hubungannya. Bukannya menjadi lebih baik, Surya pun juga menyalahkan Cessa atas turunnya nilai-nilai akademik dan hangusnya beasiswa yang ditujukan pada Surya. 4) Klimaks (Puncak Cerita)

  Sebagai ucapan perpisahan, Cessa mengajak Surya untuk berkencan. Bagi mereka berdua, ini adalah kencan pertama dan terakhir kalinya. Setelah selesai kencan dan hendak pulang, mengalami pendarahan. Surya berusaha menolong Cessa dengan membawanya ke rumah sakit. Cessa harus menjalani operasi dan tepat saat itu benang kusut dalam otak Surya mulai terurai. Terungkap alasan dibalik hubungan ‘tak masuk akal’ antara Benji dengan Cessa. Ternyata Cessa mengidap penyakit langka bernama von Willebrand Disease dan bergolongan darah AB rhesus negatif. Bagi Cessa, Benji adalah donor panggilan untuknya karena Benji memiliki golongan darah yang sama dengan Cessa. Setelah bangun dari koma, Cessa mengalami amnesia yang membuat hati Surya semakin hancur. Dan ketika Cessa mengingat semua kenangannya bersama Surya, ia memutuskan untuk tetap berpura-pura amnesia agar Surya dapat melupakan Cessa dan fokus pada cita-citanya. 5) Akhir Cerita

  Setelah tiga tahun berlalu, kini Cessa dan Surya sama-sama menempuh pendidikan di Amerika Serikat. Selama itu pula, mereka saling menahan rindu dan tidak pernah bertemu lagi. Mereka sama-sama bekerja keras untuk menggapai cita-cita dan impian mereka. Hingga suatu hari di taman di Manhattan, takdir mempertemukan lagi Cessa dengan Surya. Ketika itu kebahagiaan menyelimuti keduanya. Kini, Surya akan selalu ada untuk Cessa kapanpun gadis itu membutuhkannya. Karena bagi Surya, Cessa adalah satu dari sejuta dan bagi Cessa, Surya adalah pangeran pelindungnya.

  E.

  Latar No. Latar Waktu Bukti Pendukung

  1. Pagi Hari Cessa mencium pipi kanan Dirga, lalu segera duduk di depan Benji. “Pagi, Ben.” ”Pagi,” balas Benji, senang melihat Cessa memulai hari dengan ceria.

  2. Siang Hari Terik matahari menyengat kulitnya hingga kepalanya terasa sedikit pening. Benji pasti akan memarahinya.

  3. Malam hari Bulan melirik Benji yang sudah mulai fokus pada jalanan di kompleks Senayan yang mulai gelap dan padat.

  4. Petang Awan mulai mengeluarkan semburat jingga, membuat Cessa merasa waktunya sebentar lagi habis.

  5. Sore hari Langit sore ini tampak cerah. Hujan tidak akan turun dalam waktu dekat. No. Latar Suasana Bukti Pendukung

  1. Senyap Suasana kelas yang tadinya riuh rendah khas situasi awal masuk sekolah, segera senyap saat Cessa melangkah lebih jauh ke dalam kelas.

  2. Riuh Riuh penuh kecemasan terus menggema, rupanya anak-anak sama sekali tidak merasa perkataan Herman menenangkan.

  3. Heboh Kehebohan itu biasanya hanya berlangsung satu-dua menit., tetapi kali ini, sudah hampir lima menit anak-anak masih terus berbisik seru.

  4. Hening Selama beberapa saat, keheningan yang canggung menyeruak di ruangan berukuran tiga kali tiga itu. Semuanya menatap Benji tak mengerti, kecuali Cessa yang hanya tertunduk.

  5. Menegangkan Walaupun awam, Surya tahu pembedahan adalah hal gila untuk penderita kelainan darah seperti Cessa. Ia bisa kehilangan darah lebih banyak lagi karena luka yang terbuka. Dan ini kepala yang sedang dipertaruhkan, dimana di dalamnya terdapat otak, pusat dari sistem syaraf.

  6. Mengejutkan “Cessa, mereka....teman sekelas kita.” Benji tersadar dari kekagetannya. “Kamu nggak ingat?” “Teman sekelas?” Cessa kembali menatap Surya, lalu menelengkan kepala. “Memangnya kita pernah sekolah?”

  7. Menyedihkan Semalam, saat Cessa mendadak demam tinggi, Cessa bermimpi. Sebagian demi sebagian, ingatannya tentang Surya kembali. Dan saat Cessa akhirnya terjaga di tengah malam dengan sebagian kenangan itu, Cessa memutuskan. Ia akan membiarkan Surya menyangka ia lupa.

  8. Mengharukan Cessa menundukkan kepala, masih tak memercayai Surya yang ada disini, di sampingnya. Setelah bertahun-tahun merindu, akhirnya mereka bertemu juga. No. Latar Tempat Bukti Pendukung

  1. SMA Pelita Kita Sebuah Audi A6 putih mengilap berbelok anggun di pelataran parkir SMA Pelita Kita dan berhenti tepat di samping pos satpam.

  2. Kelas XII IPA 2 Tak berapa lama, Cessa dan Benji sampai di kelas baru mereka, XII IPA 2. Benji membuka pintu kelas dan membiarkan Cessa masuk terlebih dahulu.

  3. Ruang Makan Benji mengangguk, lalu mengambil tempat duduk di samping Dirga. Benji selalu suka sarapan bersama keluarga Setiawan karena keluarganya sendiri jarang berkumpul.

  4. Lapangan basket Semuanya asyik mengobrol di tengah lapangan basket sambil menunggu guru, kecuali Cessa dan Benji.

  5. Ruang Tamu Bulan berlari ke ruang tamu untuk menatap Surya tak percaya, meninggalkan tempe yang tengah digorengnya.

  Mulutnya separuh terbuka. Informasi yang barusan kakaknya sampaikan begitu mengejutkan hingga hampir tak bisa dipercaya oleh akalnya.

  6. Kamar Cessa Benji menatap langit-langit kamar Cessa yang berkelip indah, lalu melirik ke arah ranjang. Anak perempuan itu sudah tertidur lelap.

  7. Perpustakaan “Ini perpustakaan, tempat orang baca buku” sindir Surya, membuat Cessa menoleh. “Lo nggak baca buku?”

  8. Rumah Surya dan Untuk pertama kalinya, Benji menyadari, bahwa saat ini ia Bulan sedang berada di dalam rumah sederhana milik Surya dan

  Bulan, duduk di atas sofa yang kulitnya sudah mulai mengelupas.

  9. Lapangan Setelah memberi air mineral, ia melangkahkan kaki menuju semenjak ospek hampir tiga tahun lalu.

  10. Kantin sekolah Sambil tersenyum lelah, Surya mengangguk dan memasukkan roti terakhir ke dalam keranjang. Surya mengangkatnya, lalu membawanya menuju kantin yang masih sepi.

  11. Kompleks Ancol Mobil berbelok ke dalam kompleks Ancol. Tak berapa lama, mereka sampai di area parkir pantai Marina Ancol.

  12. Rumah Sakit Surya hanya bisa menatap nanar saat Cessa ditandu menuju ranjang dorong di depan gedung unit gawat darurat sebuah rumah sakit di barat Jakarta.

  13. Bryant Park, Kaki Surya membawanya ke arah Bryant Park, area terbuka th th Manhattan, publik yang berada di antara 5 dan 6 Avenue. Surya Amerika Serikat disambut oleh sebuah air mancur yang menari-nari indah.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2018-03-13

Dokumen yang terkait

RESENSI NOVEL tahap klimak

Gratis

Feedback