T1__Full text Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penerapan Metode Problem Based Learning (PBL) Memanfaatkan Media Pembelajaran Video Tutorial Untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar TIK Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Suruh

 0  0  28  2018-03-22 07:07:33 Report infringing document

PENERAPAN METODE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MEMANFAATKAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO

  Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XIISMA N 1 Suruh, dan sampel yang digunakan adalah kelas XII IPS 1 dengan total sampel 23 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Problem Based Learning dapat meningkatkan persentase keaktifan belajar siswa serta hasil belajar siswa pada setiap siklus.

TAHUN PELAJARAN 2014/2015

  Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XIISMA N 1 Suruh, dan sampel yang digunakan adalah kelas XII IPS 1 dengan total sampel 23 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Problem Based Learning dapat meningkatkan persentase keaktifan belajar siswa serta hasil belajar siswa pada setiap siklus.

1. Pendahuluan

  Berdasarkan hal tersebut, maka perlu adanya pengembangan suatu media dan metode pembelajaran yang menarik untukmembantu guru dalam penyampaian materi pelajaran TIK agar siswa dapat lebih aktif dan mampu memahami dengan baik setiap materi yang diberikan. Melihat permasalahan tersebut, maka diperlukan salah satu metode dan memanfaatkan media yang diharapkan dapat meningkatkan kaektifan dan hasilbelajar siswa dalam belajar serta mutu dari kegiatan pembelajaran yang akan berpengaruh baik terhadap hasil yang diperoleh.

2. Tinjauan Pustaka

  Menuntut siswa untuk mendemosntrasikan apa yang telah dipelajari dalam bentuk produk atau kinerja performence ( ) [8].problem based learning Langkah(PBL) sebagai berikut: 1) Or ienta si siswa pada ma sa la h, kegiatan guru menjelaskan tujuan pembelajaran, logistik yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas, guru memotivasi siswa agar Mengorganisasi terlibat pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilihnya. Setelah presentasi selesai, siswa dan guru bersama-sama menganalisis dan mengevaluai prosespemecahan masalah yang telah dilaksanakan dengan menayangkan langkah-langkah pemecahan yang paling sistematis serta hasil yang benarmelalui layar LCD, Guru melakukan evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami dan menguasai materi, siswa mengerjakan dalam lembarjawab yang diberi oleh guru [9].

3. Metode Penelitian Jenis penelitian dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

  Tahap pelaksanaan tindakan dan observasi, pada tahap pelaksanaan tindakan hal-hal yang dilakukan adalahmelaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai RPP yang sudah disiapkan, pada tahap observasi melakukan pengamatan terhadap keaktifan siswa dalam belajarmelalui lembar observasi yang telah dipersiapkan serta mengamati penerapan metode pembelajaran yang berlangsung. Analisis deskriptif ini digunakan untuk menganalisis keaktifan belajar siswa dan nilai tes hasil belajar siswa pada ulanganharian materi CorelDraw serta sesudah dilakukan tindakan yakni nilai tes hasil belajar siklus I dan siklus II.

4. Hasil dan Pembahasan

  Pemanfaatan media yang kurang maksimal serta kegiatan belajar mengajar yang lebih mengutamakan penjelasan materi secaraceramah tanpa diimbangi dengan praktik sangat berpengaruh terhadap hasil belajar TIK siswa di SMA Negeri 1 Suruh khususnya siswa kelas XII IPS 1 yangmenjadi subjek dalam penelitian ini. Kegiatan awal yang dilakukan oleh guru diantaranya menyiapkan ruang multimedia atau laboratorium TIK, menyiapkan peralatan pembelajaran sepertilaptop dan LCD, mengucapkan salam, mengabsen siswa dan menanyakan kesiapan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

4. Writing Activities

  Siswa Jenis aktifitas motorik (motor activities) pada indikator siswa mampu berdiskusi dan bekerja sama dengan kelompok dalam memecahkan masalah soalcerita yang berkaitan dengan materi desain garfis (Adobe fhotoshop) padaPrasiklus mencapai 39% atau terdapat 9 siswa yang memenuhi indikator, Siklus I mencapai 70% atau terdapat 9 siswa yang memenuhi indikator. Jenis aktifitas mental (mental activities) pada indikator kesatu yaitu siswa mampu memecahkan masalah yang ada pada materi pelajaran pada Prasiklusmencapai 39% atau terdapat 9 siswa yang memenuhi indikator, pada Siklus I mencapai 70% atau terdapat 16 siswa yang memenuhi indikator, pada Siklus IImengalami ketetapan yaitu mencapai 70% atau terdapat 16 siswa yang memenuhi indikator.

5. Simpulan

  Hal ini dapat dibuktikan dengan data hasil observasikeaktifan siswa dengan memperoleh nilai Rata-rata persentase keaktifan siswa Problem Based Learning dalam kegiatan pembelajaran melalui metode mulanya pada Prasiklus sebesar 36%, setelah dilakukan tindakan sampai dengan akhirsiklus I, keaktifan siswa meningkat menjadi 69% dan pada Siklus II mengalami peningkatan yang cukup baik yaitu sebesar 81%. Hal ini dapat dibuktikan dengan data hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata siklus I 72% dan siklus II 77%, terjadi peningkatan persentase siswa yang tuntaspada setiap siklus ataupun setiap pertemuan.

6. Daftar Pustaka

  Model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII semester II SMP N 5 Semarang pokok bahasan bangun ruang sisi datar tahun pelajaran 2006/2007. Peningkatan Kualitas Pembelajaran Matematika Problem Based Learning melalui Berbantuan CD Interaktif pada Siswa Kelas IVB SDN Wates 01 Semarang[5] Yuliastuti 2010.

7 Tip Aplikasi PAKEM : P embelajaran Aktif, Kreatif, [6] Asmani, J. M. 2011

  Alfabeta Inovasi Pendidikan Melalui Problem Based Learning [8] Amir, M. Metode P enelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait
Tags

T1__Full text Institutional Repository | Saty..

Gratis

Feedback