Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) dalam pembelajaran ekonomi untuk meningkatkan prestasi belajar belajar siswa studi kasus pada siswa kelas X SMA Stella D

Gratis

0
9
193
2 years ago
Preview
Full text

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPETEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) DALAM

PEMBELAJARAN EKONOMI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWAStudi Kasus Pada Siswa Kelas X SMA Stella Duce 1 Yogyakarta SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana PendidikanProgram Studi Pendidikan Akuntansi Oleh: IRENE SEPTILYA WAHYU INDAH AYUDIANY NIM: 061334044PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA PERSEMBAHANKu persembahkan karya ini kepada : Tuhan Yesus Kristus atas berkat dan anugrah Yang telah diberikan kepada penyusun Papa dan Mama, terimakasih atas cintadan kasih sayangnya selama ini, kupersembahkan baktiku untuk membalas semuapengorbanan kalian yang tak ternilai harganya MOTTOKejarlah cita-citamu untuk memperoleh apa yang kamu inginkan Jangan takut untuk mencoba dan jangan takut akan kegagalan yang menghadangkarena kegagalan bukan akhir dari segalanya untuk memperoleh kesuksesan, Teruslah berusaha selagi masih mampu dan masih mau untuk memperjuangkannya

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini merupakan karya asli saya yang tidak memuat karya atau bagian karya orang lain,kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta2010 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran ekonomi dengan pokok bahasankonsumsi dan investasi melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT).

KATA PENGANTAR

  Masku Renatus Sigit terkasih terima kasih untuk waktu dan perhatian yang selalu diberikan untuk menemani hari-hariku selama ini, untuk segalakesabaran dan pengertianmu dalam menghadapi aku, bantuan, semangat, serta doa yang telah kamu berikan selama ini; 14. Teman-teman yang telah banyak membantu dan mau direpotkan, Tyo,Wahyu, Dety, Pristi, Dwi Setya, Yosafat, Ardi Eka, Rara, Mbak Wati, Johan,Andre, Mas Eka, Mas Adi, Siera, Devi, Ajeng, Yunita, Alvian, Mas Angga,Adit, dan seluruh teman-teman PAK angkatan 2006 yang tidak bisa disebutkan satu per satu.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan

  Oleh karena itu perlu ditemukan strategi baru dalam pembelajaran yang mengutamakan Ada berbagai model pembelajaran yang bisa digunakan oleh guru untuk tidak hanya menyampaikan informasi kepada peserta didik, tetapi jugapemberian kemudahan belajar kepada seluruh peserta didik agar mereka dapat belajar dalam suasana menyenangkan, gembira, penuh semangat akanmembangkitakan rasa ingin tahunya sehingga tumbuh minat dan motivasinya untuk belajar. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan suatu penelitian tindakan kelas dengan judul ”Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) dalam Pembelajaran Ekonomi untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa”, yang akan dilakukan pada siswa kelas X SMA Stella Duce 1 Yogyakarta.

B. Batasan Masalah

  Penerapan metode pembelajaran kooperatif bisa dilakukan pada berbagai tipe, tetapi dalam penelitian ini hanya membatasi pada pembelajarankooperatif tipe TGT untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di dalam proses pembelajaran ekonomi. Bagi GuruDengan adanya penelitian dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif ini, dapat memberikan masukan untuk para guru agar gurutersebut kreatif dalam menerapkan metode-metode pembelajaran sehingga diharapkan kegiatan pembelajaran di dalam kelas berlangsung tidakmonoton dan tidak menimbulkan kebosanan.

2. Bagi Peneliti

3. Bagi Universitas Sanata Dharma

Sebagai calon guru, peneliti dapat memanfaatkan dan menerapkan metode pembelajaran kooperatif dalam proses belajar mengajar yang sesuai Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya berkaitan dengan terapan strategi pembelajaran dan aktivitaspengajaran di lapangan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian Tindakan Kelas 1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian tindakan (action

  Sedangkan menurut Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama (2009:9): PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara merencanakan, melaksanakan, danmerefleksikan tindakan secara kolaboratif dan berpartisipatif dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehinggahasil belajar siswa dapat meningkat. Dari beberapa pengertian PTK di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa sesungguhnya PTK merupakan implementasi dari kreativitas dan sikapkritis guru terhadap apa yang sehari-hari diamatinya dan pengalaman yang berhubungan dengan profesinya untuk menghasilkan suatu kualitaspembelajaran yang lebih baik dari sebelumnya sehingga mencapai hasil yang optimal.

2. Prinsip Dasar PTK

  Masalah yang diteliti adalah masalah pembelajaran di kelas yang cukup merisaukan guru dan guru memiliki komitmen untuk mencari solusinya. Masalah yang diteliti sebaiknya diketahui olehpimpinan sekolah dan guru sejawat sehingga hasilnya cepat tersosialisasi.

3. Tahapan Pelaksanaan PTK

  Refleksi (Reflecting)Setelah diamati, barulah guru dapat melakukan refleksi atau reflecting dan dapat menyimpulkan apa yang telah terjadi dalam kelasnya Adapun model untuk masing-masing tahap dalam PTK dapat dilihat pada siklus berikut ini (Arikunto, 2008:16): Gambar 2.1 Tahap Penelitian Tindakan Kelas 4. Pengembangan kemampuan dan ketrampilan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas dalam rangka mengatasi permasalah actualyang dihadapi sehari-hari.

5. Manfaat yang bisa diperoleh dari PTK

  Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari dilaksanakannya PTK yang terkait dengan komponen utama pendidikan dan pembelajaran, antaralain (Susilo, 2007:18): a. Karya tulis ilmiah semakin di perlukan guru di masa depan untuk meningkatkan kariernya dan dalam rangka membuat rancangan PTKyang lebih berbobot sambil mengajar di kelas.

B. Metode Teams Games Tournaments (TGT) 1. Tipe Pembelajaran Kooperatif

  Sedangkan yang dimaksud dengan kesempatan sukses yang Terdapat lima tipe dari pembelajaran kooperatif yang diantaranya adalah (Slavin, 1995:4): a. Siswa diharapkan menerima tanggung jawab yang besar untuk menentukan apa yang akan dipelajari, mengorganisasi kelompokmereka sendiri bagaimana cara menguasai materi dan memutuskan bagaimana mengkomunikasikan hasil belajar merekakepada seluruh kelas.

2. Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments ( TGT)

  Metode pembelajaran Teams Games Tournaments atau yang biasa disebut dengan TGT merupakan salah satu metode pembelajarankooperatif yang mudah untuk diterapkan, hal ini karena melibatkan semua siswa di dalam kelas. Adapun tugas pengelolaan pembelajaran siswa meliputi: pembangunan hubunganbaik dengan siswa, menggairahkan minat, perhatian dan memperkuat motivasi belajar untuk berprestasi, mengorganisasibelajar, melaksanakan pendekatan pembelajaran secara tepat, mengevaluasi hasil belajar secara jujur dan obyektif, melaporkanhasil belajar kepada orang tua/wali siswa.2) Prasarana dan sarana pembelajaran Kebijakan penilaianPenilaian adalah penentuan sampai sesuatu dipandang berharga, bermutu, atau bernilai.

D. Mata Pelajaran Ekonomi

  Menurut Fajar (2002:128), ekonomimerupakan mata pelajaran yang mengkaji tentang perilaku dan tindakan Sedangkan menurut http://www.snapdrive.net/files/582099/ekonomi.pdf , ekonomi merupakan ilmu tentang perilaku dan tindakan manusia untukmemenuhi kebutuhan hidupnya yang bervariasi dan berkembang dengan sumberdaya yang ada melalui pilihan-pilihan kegiatan produksi,distribusi, dan konsumsi. Membuat keputusan yang bertanggungjawab mengenai nilai-nilai sosial ekonomi dalam masyarakat yang majemuk, baik dalam skalanasional maupun internasional Mata pelajaran ekonomi mencakup perilaku ekonomi dan kesejahteraan yang berkaitan dengan masalah ekonomi yang terjadi dilingkungan kehidupan terdekat hingga lingkungan terjauh, yang meliputi aspek-aspek perekonomian, ketergantungan, spesialisasi dan pembagiankerja, perkoperasian, kewirausahaan, manajemen, dan akuntansi.

E. Kerangka Teoretik

  PTK dapat diterapkan dalam bentuk strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa dan penciptaan suasana belajar yangmenyenangkan untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran ekonomi. Dalam pembelajaran ini terdapat lima komponen yaitu: (1) presentasi kelas berupa penyampaian materi kepada siswa; (2)pembagian kelompok/tim untuk mendalami materi; (3) games yang dirancang untuk pembelajaran dalam bentuk permainan yangmenyenangkan; (4) turnamen yang bertujuan untuk menciptakan kompetisi yang sehat antar siswa; dan (5) penghargaan bagi kelompokyang mendapatkan prestasi terbaik.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas

  yaitu penelitian yang mengkombinasikan prosedur penelitian dengan tindakan substantif yaitu suatu tindakan yang dilakukan dalam disiplininkuiri, atau usaha seseorang untuk memahami apa yang terjadi, sambil terlibat dalam sebuah proses perbaikan dan perubahan (Hopkins, 1993:44). Penelitian ini merupakan salah satu strategi pemecahan masalah yang memanfaatkan tindakan nyata dan proses pengembangan, kemampuandalam mendeteksi dan memecahkan masalah.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian 1

Lokasi PenelitianLokasi penelitian adalah SMA Stella Duce 1 Yogyakarta, Jalan Sabirin No.1 Yogyakarta.

2. Waktu Penelitian

C. Subyek dan Obyek Penelitian 1

Subyek penelitianSubyek dari penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Stella Duce I Yogyakarta.

2. Obyek penelitian

Obyek penelitiannya adalah peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi melalui penerapan metode pembelajarankooperatif tipe TGT .

D. Prosedur Penelitian 1

  Kegiatan yang dilakukan yaitu mengadakan observasi terhadap situasi awal di dalam kelas yang mencakup observasi kegiatan guru,observasi kelas, dan observasi terhadap siswa. Selain dengan observasi, guna mendukung data yang diperoleh peneliti jugamengadakan wawancara terhadap guru dan siswa.

2. Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini direncanakan berlangsung dalam dua siklus

  Kegiatan dalam siklus pertama dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau tatap muka di kelas meliputi sebagai berikut:1) PerencanaanPada tahap ini, dilakukan penyusunan rencana tindakan berupa penyiapan pembelajaran kooperatif tipe TGT, yang meliputisebagai berikut: a)Peneliti dan guru menggali data awal karakteristik siswa untuk memetakan para siswa berdasarkan kemampuannyadan membagi siswa secara heterogen menjadi kelompok- kelompok yang beranggotakan 4-5 orang. Kegiatan iniberlangsung sebagai berikut: para siswa yang berada di meja turnamen secara bergantian mengambil nomor kartu(pengambilan nomor kartu berdasarkan urutan yang telah disepakati bersama) dan menjawab pertanyaan sesuaidengan nomor kartu yaitu pertanyaan-pertanyaan yang e)Penghargaan kelompok Guru akan mengumumkan kelompok yang menang dalam turnamen, dan masing–masing team akan mendapatkansertifikat atau skor apabila memenuhi standar yang ditentukan.

b. Siklus kedua

  Tahap-tahap dan kegiatan-kegiatan pada siklus kedua pada dasarnya sama dengan siklus pertama, hanya yang membedakanadalah tindakannya. Pada siklus kedua ini tindakan ditentukan berdasarkan hasil refleksi siklus pertama.

E. Instrumen Penelitian

  Instrumen yang dibutuhkan dalam tahap tindakan adalah penilaian tentang tingkat prestasibelajar siswa dalam pembelajaran ekonomi yang akan diukur dari hasil belajar siswa (lampiran 4 dan lampiran 5). RefleksiPada prinsipnya yang dimaksud dengan istilah refleksi adalah perbuatan merenung atau memikirkan sesuatu atau upaya evaluasiyang dilakukan oleh para kolaborator atau partisipan yang terkait dengan suatu PTK yang dilaksanakan.

F. Teknik Pengumpulan Data

  Data dalam penelitian bersumber dari interaksi guru dan siswa dalam pembelajaran dan berupa data tindakan belajar atau perilaku belajar yangdihasilkan dari tindakan yang mengajar. WawancaraUntuk memperoleh data dan informasi yang lebih rinci dan untuk melengkapi data hasil observasi, peneliti dapat melakukan wawancarakepada guru, siswa, atau kepala sekolah.

3. Metode Dokumentasi

  Dokumentasi merupakan metode untuk memperoleh atau mengetahui sesuatu dengan buku-buku, arsip yang berhubungan dengan yangditeliti. Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data sekolah, data siswa, hasil belajar siswa serta rekaman proses tindakan penelitian.

G. Teknik Analisis Data

  Analisis data yang dilakukan secara deskriptif dan komparatif untuk mengetahui perkembangan peningkatan prestasi belajar siswa di dalamproses pembelajaran, meliputi dua hal sebagai berikut: 1. Analisis DeskriptifData hasil observasi dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif yaitu dengan pemaparan (deskripsi) data/informasi tentang suatu gejalayang diamati dalam proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan tingkat keberhasilan dari metode kooperatif tipe TGT sebagaimana adanya dalam bentuk paparan naratif maupun tabel.

2. Analisis Komparatif

  Sejarah Satuan Pendidikan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta Dengan dicabutnya peraturan pemerintah Balatentara Jepang yang melarang pihak swasta menyelenggarakan pendidikan pada bulan Mei1945, para Suster Carolus Borromeus serta para Suster Fransiskanes diYogyakarta mendirikan Sekolah Menengan Katolik (SMK) di Bintaran dan Dagen Yogyakarta. Visi Satuan Pendidikan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta SMA Stella Duce 1 Yogyakarta sebagai lembaga pendidikan yang berasas iman Katolik mendidik dan mengembangkan manusia, khususnya remajaputri, dengan kesederhanaan yang kreatif dalam suasana kondusif menjadi manusia berkepribadian utuh yang berbela rasa dan peduli terhadaplingkungan.

4. Tujuan Satuan Pendidikan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta

  Menjadi manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang hakiki, khususnya perempuan yang beriman, jujur, adil, disiplin,berbela rasa, dan santun; b. Menjadi manusia unggul dalam kompetensi Bebahasa, Ilmu Sosial,Matematika, dan Ilmu Alam yang berbasis penguasaan tekhnologi melalui peningkatan profesionalitas dan kesejahteraan Sumber DayaManusia; d.

B. Sistem Pendidikan Satuan Pendidikan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta

C. Kurikulum Satuan Pendidikan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta

  Sistem semester telah diterapkan Kurikulum yang digunakan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta adalahKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), dengan menerapkan RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) untuk kelas X. Struktur Kurikulum SMA Stella Duce 1 Yogyakarta tahun pelajaran2009/2010 yaitu: STRUKTUR KURIKULUM SMA STELLA DUCE I YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010 KELAS XI KELAS XII NO.

IPS (4) BHS

IPS (3) JML

A. MATA PELAJARAN

  Seni Budaya 1 1 1 1 2 2 2 32 1 1 1 1 16 2 2 2 2 2 2 2 48 PenJasKes 18. Teknologi Informasi dan 2 2 2 2 2 2 2 48 Komunikasi **) 19.

MUATAN LOKAL 1

  Bahasa, Sastra, dan Budaya 2 16 Jawa 2. 2 2 2 16 Tata Boga 3.

4. Pendidikan Nilai (BK)/

24 1 1 1 1 1 1 1Remidial C. 2 *) 2 *) 2 *) 2 *) 2 *) 2 *) 2 *)

PENGEMBANGAN DIRI

  Sekolah ini memiliki pegawai yang cukup mendukung, seperti karyawan dan guru yang profesional dalam bidangnya. Kesiswaan merupakan salah satu bidang pelayanan akademis, yang bertugas menangani atau mengatur semua hal yangberkaitan dengan siswa dalam mengikuti pembelajaran di sekolah dengan tujuan terciptanya situasi pembelajaran yang tertib, teraturdan aman.

2. Kurikulum

  Sasaran layanan BK adalah siswa usia remaja, karena pada masa- masa ini banyak terjadi perubahan yang ditimbulkan oleh pertumbuhandan perkembangan fisik serta psikis. Karena itu, BK bertujuan membimbing dan mendampingi siswa dalam mengatasi gejolak yangterjadi di dalam dirinya serta membantu dan mengarahkan siswa dalam Dewan GuruGuru selaku pelaksana pembelajaran mengemban tugas membuat program pembelajaran, membuat satuan pembelajaran,melaksanakan kegiatan belajar-mengajar, meneliti daftar hadir siswa, membuat catatan kemajuan siswa, dan mengelola kelas.

E. Sumber Daya Manusia Satuan Pendidikan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta

  Sumber daya manusia di SMA Stella Duce 1 Yogyakarta saat ini berjumlah 82 orang, yang terdiri dari seorang Kepala Sekolah, 59 tenagaedukatif dan 23 tenaga non edukatif, dengan rincian sebagai berikut: DAFTAR NAMA TENAGA EDUKATIF SMA STELLA DUCE 1 YOGYAKARTA Mengajar Mata Status No Nama Pelajaran Kepegawaian Kepala 1. Lucia Gunawanti Sintadewi, S.

E. Fransiska Setiawati Gunawan, S. Pd. Bhs. Inggris GT

  Jumlah peserta didik pada tahun pelajaran 2009/2010seluruhnya ada 813 siswa yang terdiri atas 264 siswa kelas X, 277 siswa kelas XI, dan 272 siswa kelas XII. SMA Stella Duce 1 Yogyakarta memiliki 24 kelas terdiri atas 8 kelas untuk kelas X, 8 kelas untuk kelas XI (3 kelas untuk program IPA, 4kelas untuk program IPS, dan 1 kelas untuk program Bahasa), dan 8 kelas untuk kelas XII (4 kelas untuk program IPA, 3 kelas untuk program IPS,dan 1 kelas untuk program Bahasa).

1. Ruang Kelas

  Laboratorium Bahasa dan Audio Visual Laboratorium ini dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas seperti master control Yamaha, radiotape, 2 buah TV berwarna 29” serta komputer multimedia dan 50 booth lengkap dengan headset. Laboratorium KomputerLaboratorium Komputer ini memiliki 23 unit komputer yang terhubung dengan server.

3. Usaha Kesehatan Sekolah

  Perpustakaan Perpustakaan SMA Stella Duce 1 adalah salah satu penunjang yang cukup penting bagi pembelajaran. Kantin ini dikelola oleh pihak sekolah dengan para karyawan di dalamnya dandidukung oleh unit pelayanan yang menyediakan jenis makanan yang beragam yang cukup terjaga kebersihannya.

9. Parkir Kendaraan

Guru, karyawan dan siswi memiliki tempat parkir tersendiri yang nyaman dan aman dan cukup terlindung.

H. Fasilitas Pendidikan dan Latihan

Untuk menunjang proses belajar mengajar di SMA Stella Duce 1Yogyakarta, maka sekolah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pendidikan yang mendukung kegiatan pembelajaran antara lain:

1. Tenaga Pengajar (Guru)

  Pengajaran di SMA Stella Duce 1 Yogyakarta diberikan oleh guru sesuai dengan keahliannya dan terseleksi. Tenaga kerja yang akan bekerjasebagai guru dan karyawan ditentukan dan kemudian diseleksi oleh yayasan sesuai dengan kebutuhan sekolah.

2. Sumber Belajar

  PerpustakaanRuang perpustakaan dilengkapi dengan (a) almari dan rak buku, (b) meja dan kursi petugas perpustakaan, (c) meja dan kursi pembaca, (d)almari kotak katalog, (e) koleksi buku-buku bacaan, (f) buku pelajaran,(g) koran, (h) majalah, (i) kliping, (j) papan struktur organisasi perpustakaan, (k) tenpat koran, dan (l) media televisi. Fasilitas di dalam Ruang Kelas Setiap ruang kelas dilengkapi dengan (a) papan tulis dan kapur tulis, (b) penggaris dan jangka, (c) meja dan kursi guru, (d) meja dan kursi siswa,(e) hiasan dinding, (f) denah tempat duduk, (g) jam dinding, (h) salib, (i) kalender, (j) almari siswa dan (k) loudspeaker.

I. Majelis Sekolah/Dewan Sekolah/Komite Sekolah

  Majelis/Dewan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta dipegang secara langsung oleh Yayasan Tarakanita yang membawahi kepala sekolah dan timwakil kepala sekolah yang meliputi wakil kepala sekolah bidang kurikulum, bidang kesiswaan, bidang sarana-prasarana dan bidang hubungan masyarakat. Hubungan Sekolah dengan Masyarakat Sekitar Hubungan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta dengan masyarakat sekitar tampak dalam komunikasi yang intensif dengan pemilik kost tempat siswiSMA Stella Duce 1 Yogyakarta tinggal.

e. Hubungan Sekolah dengan Perguruan Tinggi

  Usaha-usaha Peningkatan Kualitas Lulusan Untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh sekolah,SMA Stella Duce 1 Yogyakarta memberlakukan kurikulum yang sesuai dengan ketentuan pemerintah serta kurikulum pengembangan berupa program-program khusus yang memuat materi yang dipandang berguna untuk persiapan pendidikan di perguruan tinggi maupun dalam kehidupan wanita di kemudianhari. MatrikulasiProgram ini diberikan kepada siwi kelas XII pada setiap awal bulan yang bertujuan untuk mengingat kembali materi-materi yang telahdipelajari di kelas XI dan XII.

2. Pengembangan Bidang Kerohanian

  Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pendampingan kepada para siswi agar kehidupan rohaninya berkembang dan tetap RekoleksiRekoleksi diadakan setahun sekali dan diberikan kepada siswi kelas X dan XI secara berjenjang dengan mengangkat tema tertentu yangberhubungan dengam kehidupan rohani siswi. Misa KudusMisa kudus diadakan setiap Jumat pertama dan pada saat acara/perayaan khusus (misal pada misa awal semester dan misa HUTSMA Stella Duce 1.

3. Pengembangan Bidang Sosial

  Program ini ditujukan untuk memberikan bekal yang cukup bagi para siswi untuk dapat beradaptasi dengan masyarakat sekitar dan menjadianggota masyarakat yang berkualitas. Kegiatan ini dilaksanakan untuk siswi kelas X dalam waktu Live-inIni merupakan program tinggal di lingkungan masyarakat dengan tujuan mempelajari kehidupan masyarakat dan belajar bermasyarakat.

4. Pengembangan Bidang Kepribadian

  Untuk memaksimalkan perkembangan kepribadian siswa agar kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional siswa maka, kegiatanpengembangan kepribadian ini pun dilakukan, misalnya: a. Pengembangan Bidang Minat dan Bakat Tujuannya untuk memberikan kesempatan kepada para siswi untuk mengembangkan minat dan bakatnya sehingga para siswi dapatmengoptimalkan kemampuan yang dia miliki.

BAB V HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Penelitian Penelitian tindakan kelas (PTK) dengan metode pembelajaran

  kooperatif tipe Teams Games Tournamens (TGT) dalam pembelajaran ekonomi ini telah dilaksanakan pada siswa kelas X-B, SMA Stella Duce 1Yogyakarta. Adapun tujuan dari observasiini adalah untuk mengetahui kondisi awal dari kegiatan belajar mengajar di kelas X-B SMA Stella Duce 1 Yogyakarta.

1. Observasi pra penelitian

  Peneliti menduga bahwa akar permasalahan tersebut terlihat dari beberapa aspek yang diantaranya adalah kecenderungan siswadalam mengikuti pelajaran menggunakan metode yang kurang bervariasi sehingga semangat untuk belajar kurang, guru kurangmenggali pemikiran dan pengetahuan siswa sehingga siswa tidak berani untuk bertanya, mengemukakan ide/pendapatnya, berdiskusidengan baik, kurangnya interaksi yang baik antara guru dengan siswa. Berbeda dengan diskusi dalam metode TGT, dalam metode ini siswa dibagi dalam kelompok untuk permainan (games) dan Dengan menerapkan metode ini siswa diharapkan untuk dapat lebih antusias dalam mengikuti proses pembelajaran serta dapat lebihberani untuk bertanya, mengungkapkan pendapatnya, dan mengungkapkan kesulitan yang mereka hadapi.

BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di SMA Stella Duce 1 Yogyakarta dapat diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model

B. Keterbatasan Penelitian

  Adanya ketidaksesuaian antara alokasi waktu yang sudah dibuat dalam skenario pembelajaran dengan implementasi yang sebenarnya sehinggapenerapan metode pembelajaran ini menjadi berkesan terburu-buru. Adanya perbedaan persepsi dalam pelaksanaan tindakan karena kurangnya komunikasi yang efektif antara guru mitra dan penelitidalam menjelaskan instruksi atau langkah-langkah dalam permainan sehingga pada waktu permainan ada beberapa siswa yang terlihatbingung.

C. Saran

  Januari 2010Guru Observer(………………….) (.........................) Lampiran 2LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN SISWA (Catatan Anekdotal) Nama pengamat :Tanggal dan waktu observasi :Lamanya observasi :Orang dan atau peristiwa yang diamati :Tingkat kelas (semester) dan atau subyek : Yogyakarta, …. 2 Bagaimana pendapat Anda tentang aktifitas siswa yang terjadi dalam kegiatanpembelajaran kooperatif tipe TGT?(Keaktifan, partisipasi, kerja kelompok, dan diskusi) 3 Apakah Anda berminat mengikuti pembelajaran kooperatif tipe TGTselanjutnya seperti yang telah anda ikuti?

3. Memberi contoh beberapa penggunaan fungsi matematis dan statistik dalam analisis ekonomi

D. Tujuan Pembelajaran : 1. Peserta didik mampu menggunakan fungsi konsumsi dan cara menggambarkannya

  Peserta didik mampu menggunakan fungsi tabungan dan cara menggambarkannya. Peserta didik mampu mendeskripsikan kurva permintaan investasi.

E. Materi Ajar :

1. Pengertian konsumsi dan tabungan

2. Fungsi konsumsi dan fungsi tabungan

  Konsumsi merupakan penggunaan barang-barang dan jasa-jasa oleh konsumen secara langsung dan yang terakhir guna memenuhikebutuhan hidupnya. Pada ekonomi makro, pendapatan masyarakat suatu negara secara keseluruhan (pendapatan nasional) dialokasikan pada dua kategoripenggunaan yaitu konsomsi dan saving.

3. Pengertian investasi

4. Peranan investasi dalam perekonomian

  Investasi merupakan pengeluaran-pengeluaran untuk membeli barang modal atau peralatan-peralatan produksi dengan tujuan untukmengganti atau menambah barang modal yang digunakan untuk memproduksi barang di masa yang akan datang. Kegiatan investasi memungkinkan suatu masyarakat terus- menerusmeningkatkan kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja,meningkatkan pendapatan nasional dan meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat.

5. Fungsi permintaan investasi Permintaan akan investasi merupakan fungsi dari tingkat bunga

  Hal ini dikarenakan masyarakat mempunyai harapan bahwa akan mendapatkanbunga bank yang lebih besar daripada hasil harapan dari menginvestasikan uangnya atau menanamkan modal. Sedangkan tingkat bunga itu tergantung dari kesenangan orang untuk menanam uang dan jumlah uang yang ada.

F. Metode Pembelajaran :

  Metode pembelajaran Kooperatif tipe TGT (presentasi, diskusi, games, turnamen, dan penghargaan kelompok). Pendahuluan Guru membuka dan memulai 5 menit pelajaran dengan salam.

B. Kegiatan Inti

1) 15 menit Soal latihan Guru melakukan pre test.2) 5 menit Bendera Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok kecil.kelompok 3) 15 menit Games Soal latihan,Guru mengawasi jalannya games make a match .kertas asturo, papan tulis,kotak kardus, peluit, stop watch 4) 10 menit Guru membahas materi diskusi.5) 15 menit Turnamen Uang-uangan, Guru menjelaskan dan memimpin jalannya turnamen.kotak kardus, (Cerdas cermat)kertas, peluit, stop watch 6) 5 menit Penghargaan HadiahGuru memilih kelompok yang terbaik.kelompok C. Penutup 1) 15 menit Soal latihan Guru melakukan post test.2) 5 menit Guru menutup pembelajaran dan membagikan lembar refleksi.

H. Sumber Pembelajaran : 1. Indrastuti. 2007. Pengetahuan Sosial Ekonomi Kelas X SMA/MA 1

  2. Ekonomi SMA Kelas X .

I. Evaluasi :

  Saat rumah tangga tidak memiliki pendapatan yang disposibel, yang digunakan untuk memenuhi konsumsi adalah .…a.pajak a.kewajiban d. Saat rumah tangga tidak memiliki pendapatan yang disposibel, yang digunakan untuk memenuhi konsumsi adalah .…a.pajak a.kewajiban d.

FORMAT SKOR KELOMPOK

  Pada saat penjelasan materi, ada yang memang mendengarkan penjelasan dengan baik dan adapula yang kurangfokus terhadap materi yang diajarkan, misalnya terdapat siswa yang sibuk dengan kegiatannya sendiri, ngobrol dengan temannya, main handphone, dll. Siswa-siswa berperan secara aktifdalam pembelajaran hari ini dan masing-masing kelompok saling bersaing dengan kelompok lainnya untuk dapat menjawab soal dengan baik dan benar sehinggakegiatan pembelajaran menjadi semakin menarik, tidak membosankan, dan Yogyakarta, 5 Mei 2010Guru Observer(L.

INSTRUMEN PENGAMATAN KELAS

  Instrumen Pengamatan Kelas Pada Siklus INo Deskriptor Ya Tidak 1 Kelas terdiri dari banyak siswa yang memiliki√ kemampuan belajar dan asal usul yang berbeda-beda. 5 Kerja di dalam kelompok terhambat√ dikarenakan beberapa siswa yang tidak ikutterlibat (malas) serta membuat kegaduhan di dalam kelas.

JUMLAH SKOR KELOMPOK

  Marisa Stella Octavia 5. Genoveva Innocentia S.

4. Maria Keishia Angelina

SKENARIO PEMBELAJARAN

  Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok 2 menit berdasarkan daftar kelompok yang telah dibuat sebelumnyadan meminta siswa berkumpul dalam kelompoknya masing- masing di tempat yang telah ditentukan. Guru memilih kelompok yang terbaik 5 menitGuru mengumumkan kelompok yang memiliki skor tertinggi dengan menjumlahkan skor yang telah diperoleh padawaktu games dan turnamen.

PROSEDUR TURNAMEN CERDAS CERMAT 1

  Berdasarkan instruksi guru, kelompok harus menunjukkan jawaban pekerjaan kepada guru dengan cara mengangkat jawaban yang telah dituliskan dalamlembar yang telah disediakan. Guru hanya akan membacakan soal sebanyak satu kali dan tidak akan melakukan pengulangan lagi, maka perhatikan dan dengarkanlah pertanyaandari guru dengan baik.

SOAL CERDAS CERMAT 1

  Kondisi investasi yang selalu mengalami kenaikan dan penurunan yang sangat besar disebut …. Metode apa yang biasanya sering ibu Sinta gunakan dalam pembelajaran di kelas?

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Analisis komparatif rasio finansial ditinjau dari aturan depkop dengan standar akuntansi Indonesia pada laporan keuanagn tahun 1999 pusat koperasi pegawai
14
342
84
Analisis korelasi antara lama penggunaan pil KB kombinasi dan tingkat keparahan gingivitas pada wanita pengguna PIL KB kombinasi di wilayah kerja Puskesmas Sumbersari Jember
11
235
64
OPTIMASI FORMULASI dan UJI EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN KRIM EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L) dalam BASIS VANISHING CREAM (Emulgator Asam Stearat, TEA, Tween 80, dan Span 20)
93
430
23
Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA
24
216
36
FREKWENSI PESAN PEMELIHARAAN KESEHATAN DALAM IKLAN LAYANAN MASYARAKAT Analisis Isi pada Empat Versi ILM Televisi Tanggap Flu Burung Milik Komnas FBPI
10
148
3
SENSUALITAS DALAM FILM HOROR DI INDONESIA(Analisis Isi pada Film Tali Pocong Perawan karya Arie Azis)
33
235
2
Analisis Sistem Pengendalian Mutu dan Perencanaan Penugasan Audit pada Kantor Akuntan Publik. (Suatu Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan)
136
608
18
DOMESTIFIKASI PEREMPUAN DALAM IKLAN Studi Semiotika pada Iklan "Mama Suka", "Mama Lemon", dan "BuKrim"
130
607
21
Representasi Nasionalisme Melalui Karya Fotografi (Analisis Semiotik pada Buku "Ketika Indonesia Dipertanyakan")
53
303
50
PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)
105
430
24
Analisis tentang saksi sebagai pertimbangan hakim dalam penjatuhan putusan dan tindak pidana pembunuhan berencana (Studi kasus Perkara No. 40/Pid/B/1988/PN.SAMPANG)
8
84
57
Analisis terhadap hapusnya hak usaha akibat terlantarnya lahan untuk ditetapkan menjadi obyek landreform (studi kasus di desa Mojomulyo kecamatan Puger Kabupaten Jember
1
83
63
DAMPAK INVESTASI ASET TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP INOVASI DENGAN LINGKUNGAN INDUSTRI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (Studi Empiris pada perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2006-2012)
11
126
22
Diskriminasi Perempuan Muslim dalam Implementasi Civil Right Act 1964 di Amerika Serikat
3
37
15
IbM Pemanfaatan Biopestisida untuk Mengendalikan Hama Uret (Lepidiota stigma) Pada Tanaman Tebu
7
117
1
Show more