Tingkat kemandirian pilihan karier siswa SMK (studi deskriptif pada siswa kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten tahun ajaran 2015/2016 dan implikasinya pada usulan topik-topik bimbingan karier).

Gratis

0
1
134
2 years ago
Preview
Full text

  

ABSTRAK

TINGKAT KEMANDIRIAN PILIHAN KARIER SISWA SMK

(Studi Deskriptif pada Siswa Kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten

Tahun Ajaran 2015/2016 dan Implikasinya pada Usulan Topik-Topik

  

Bimbingan Karier)

Utari Widowati

Universitas Sanata Dharma

  

2016

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk

memperoleh gambaran mengenai tingkat kemandirian pilihan karier siswa kelas XII

SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016 dan mengidentifikasi

butir instrumen yang tergolong rendah untuk dijadikan dasar penyusunan topik-topik

bimbingan karier. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Subjek penelitian

adalah siswa kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten Tahun Ajaran

2015/2016 yang berjumlah 103 siswa. Instrumen penelitian ini adalah Kuesioner

Kemandirian Pilihan Karier Siswa SMK yang terdiri dari 42 item pernyataan yang

dikembangkan berdasarkan penyusunan skala model Likert. Nilai koefisien reabilitas

sebesar 0, 881. Teknik analisis data yang digunakan adalah kategorisasi yang terdiri

dari lima kategori yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, sangat rendah.

  Hasil penelitan yang diperoleh adalah, (1) Tingkat kemandirian pilihan karier

siswa kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016 yang

termasuk dalam kategori sangat tinggi berjumlah 64 siswa (62,1%), yang termasuk

dalam kategori tinggi berjumlah 37 siswa (35,9%), yang termasuk dalam kategori

sedang berjumlah 2 siswa (1,9%), dan tidak ada seorangpun siswa (0%) yang

termasuk dalam kategori rendah maupun sangat rendah. (2) Berdasarkan analisis

butir-butir kuesioner kemandirian pilihan karier siswa SMK, diperoleh 10 butir item

terendah yang digunakan sebagai dasar untuk merumuskan usulan topik-topik

bimbingan karier yang implikatif untuk meningkatkan kemandirian pilihan karier

siswa kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016.

  Kata kunci: Kemandirian, pilihan karier, siswa

  

ABSTRACT

THE AUTONOMY LEVELS OF CAREER CHOICE OF VOCATIONAL

HIGH SCHOOL STUDENTS

(Descriptive Study of Students Grade XII of SMK Pangudi Luhur Leonardo

Klaten The Academic Year 2015/2016 and The Implication of Career Guidance

  

Topics Suggestion)

Utari Widowati

Universitas Sanata Dharma

  

2016

This research is descriptive research which has the aim to get the image of the

autonomy levels of career choice of students grade XII of SMK Pangudi Luhur

Leonardo Klaten the Academic Year 2015/2016 and to identify the instrument item

which is classified as low to be the structure basic of career guidance topics. The type

of research is quantitative research. The subjects of research are students grade XII of

SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten the Academic Year 2015./2016 that the

amounts are 103 students. The instrument of research is questionnaire of vocational

high school students career choice autonomy which consists of 42 statement items

which is developed based on the structure of Likert’s scale model. Coefficient of

reliability is 0,881. Data analysis technique that is used is the categorization which

consists of five categories that are very high, high, average, low, very low.

The result of the research is (1) The autonomy levels of career of students grade XII

of SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten the academic year 2015/2016 that is

categorized as very high is 64 students (62,1%), that is categorized as high is 37

students (35,9%), that is categorized as average is 2 students (1,9%), and there is no

student (0%) that is categorized as neither low nor very low. (2) According to

analysis of the items questionnaire of vocational high school career choice autonomy,

there are 10 lowest items which is used as the basic to formulate the career guidance

topics which is implication is to increase the career choice autonomy of students

grade XII of SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten the Academic Year 2015/2016. Keywords : Autonomy, career choice, student

  

TINGKAT KEMANDIRIAN PILIHAN KARIER SISWA SMK

(Studi Deskriptif pada Siswa Kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo

Klaten Tahun Ajaran 2015/2016 dan Implikasinya pada Usulan Topik-Topik

Bimbingan Karier)

  

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Bimbingan dan Konseling

  

Oleh:

Utari Widowati

NIM: 111114067

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

  

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2016

  

TINGKAT KEMANDIRIAN PILIHAN KARIER SISWA SMK

(Studi Deskriptif pada Siswa Kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo

Klaten Tahun Ajaran 2015/2016 dan Implikasinya pada Usulan Topik-

Topik Bimbingan Karier)

  

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Bimbingan dan Konseling

  

Oleh:

Utari Widowati

NIM: 111114067

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

  

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2016

PERSETUJUAN PEMBIMBING

  

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Hidup awalnya hanya mempunyai dua warna, yaitu HITAM dan PUTIH.

  

Dari dua warna itulah bila dipadukan dengan bijaksana,

akan menghasilkan berbagai warna dalam kehidupan.

  

Tergantung bagaimana setiap individu menyikapinya.

Seperti halnya pelangi yang datang setelah mendung dan hujan pergi.

  

“Do the best in every time you have”

(Utari Widowati)

  Skripsi ini saya persembahkan kepada: Tuhan YME Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  Program Studi Bimbingan dan Konseling Orangtua saya Ibu Tatik dan Ayah saya tercinta yang ada di surga Kakak saya Bayu Widodo, Adik saya Jantung Wisnu Indriani, dan Ru Ndaru Sahabat-sahabat saya serta teman-teman BK angkatan 2011

  SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini

tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan

dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 18 Agustus 2016 Penulis Utari Widowati

  

LEMBAR PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:

Nama : Utari Widowati NIM : 111114067

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan

Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: TINGKAT KEMANDIRIAN PILIHAN KARIER SISWA SMK (Studi Deskriptif pada Siswa Kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016 dan Implikasinya pada Usulan Topik- Topik Bimbingan Karier)

Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata

Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain,

mengolahnya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan

mempublikasikan di internet maupun media lain untuk kepentingan akademis

tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya

selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

  Yogyakarta, 18 Agustus 2016 Yang menyatakan Utari Widowati

  

ABSTRAK

TINGKAT KEMANDIRIAN PILIHAN KARIER SISWA SMK

(Studi Deskriptif pada Siswa Kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo

Klaten Tahun Ajaran 2015/2016 dan Implikasinya pada Usulan Topik-

  

Topik Bimbingan Karier)

Utari Widowati

Universitas Sanata Dharma

  

2016

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk

memperoleh gambaran mengenai tingkat kemandirian pilihan karier siswa kelas

  

XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016 dan

mengidentifikasi butir instrumen yang tergolong rendah untuk dijadikan dasar

penyusunan topik-topik bimbingan karier. Jenis penelitian ini adalah penelitian

kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII SMK Pangudi Luhur

Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016 yang berjumlah 103 siswa. Instrumen

penelitian ini adalah Kuesioner Kemandirian Pilihan Karier Siswa SMK yang

terdiri dari 42 item pernyataan yang dikembangkan berdasarkan penyusunan

skala model Likert. Nilai koefisien reabilitas sebesar 0, 881. Teknik analisis data

yang digunakan adalah kategorisasi yang terdiri dari lima kategori yaitu sangat

tinggi, tinggi, sedang, rendah, sangat rendah.

  Hasil penelitan yang diperoleh adalah, (1) Tingkat kemandirian pilihan

karier siswa kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten Tahun Ajaran

2015/2016 yang termasuk dalam kategori sangat tinggi berjumlah 64 siswa

(62,1%), yang termasuk dalam kategori tinggi berjumlah 37 siswa (35,9%), yang

termasuk dalam kategori sedang berjumlah 2 siswa (1,9%), dan tidak ada

seorangpun siswa (0%) yang termasuk dalam kategori rendah maupun sangat

rendah. (2) Berdasarkan analisis butir-butir kuesioner kemandirian pilihan karier

siswa SMK, diperoleh 10 butir item terendah yang digunakan sebagai dasar untuk

merumuskan usulan topik-topik bimbingan karier yang implikatif untuk

meningkatkan kemandirian pilihan karier siswa kelas XII SMK Pangudi Luhur

Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016. Kata kunci: Kemandirian, pilihan karier, siswa

  

ABSTRACT

THE AUTONOMY LEVELS OF CAREER CHOICE OF VOCATIONAL

HIGH SCHOOL STUDENTS

(Descriptive Study of Students Grade XII of SMK Pangudi Luhur Leonardo

Klaten The Academic Year 2015/2016 and The Implication of Career

  

Guidance Topics Suggestion)

Utari Widowati

Universitas Sanata Dharma

  

2016

This research is descriptive research which has the aim to get the image of the

autonomy levels of career choice of students grade XII of SMK Pangudi Luhur

Leonardo Klaten the Academic Year 2015/2016 and to identify the instrument

item which is classified as low to be the structure basic of career guidance topics.

The type of research is quantitative research. The subjects of research are

students grade XII of SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten the Academic Year

2015./2016 that the amounts are 103 students. The instrument of research is

questionnaire of vocational high school students career choice autonomy which

consists of 42 statement items which is developed based on the structure of

Likert

  ’s scale model. Coefficient of reliability is 0,881. Data analysis technique

that is used is the categorization which consists of five categories that are very

high, high, average, low, very low.

  

The result of the research is (1) The autonomy levels of career of students grade

  

XII of SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten the academic year 2015/2016 that is

categorized as very high is 64 students (62,1%), that is categorized as high is 37

students (35,9%), that is categorized as average is 2 students (1,9%), and there is

no student (0%) that is categorized as neither low nor very low. (2) According to

analysis of the items questionnaire of vocational high school career choice

autonomy, there are 10 lowest items which is used as the basic to formulate the

career guidance topics which is implication is to increase the career choice

autonomy of students grade XII of SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten the

Academic Year 2015/2016.

  Keywords : Autonomy, career choice, student

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan YME atas berkat,

perlindungan, pertolongan, serta penyertaanNya dalam proses penyelesaian

skripsi ini. Penyusunan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh

gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

  Penulis menyadari bahwa terselesainya penulisan skripsi ini tidak terlepas

dari dukungan, doa, bimbingan, dan bantuan dari banyak pihak. Oleh karena itu,

pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih yang sangat tulus kepada:

1.

  Dr. Gendon Barus, M.Si., sebagai Kepala Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan ijin untuk penulisan skripsi ini.

  2. Juster Donal Sinaga, M.Pd., sebagai Dosen Pembimbing yang telah menyediakan waktu, tenaga, pikiran, arahan, dan motivasi kepada penulis dalam proses penulisan skripsi sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

  3. Bapak dan Ibu Dosen di Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah membekali penulis dengan berbagai ilmu pengetahuan selama ini, sehingga berguna bagi penulis.

  4. Br. Yohanes Bosko Purwanto, FIC., S.T., selaku Kepala Sekolah SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten yang telah memberikan ijin dan

  5. F. Netty Kuswandari, S.Pd., M.Si., selaku guru Bimbingan dan Konseling SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten yang telah membantu penulis dalam proses pengambilan data di sekolah terhadap para siswa kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten.

  6. Para siswa kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016 atas kesediaannya mengisi kuesioner.

  7. Kedua orangtuaku, Bapak Kasadi dan Ibu Tatik yang telah memberikan dukungan, doa, perhatian, kasih sayang, serta biaya yang

diberikan selama menempuh studi di Universitas Sanata Dharma.

  8. Kakakku Bayu Widodo dan Adikku Jantung Wisnu Indriani yang selalu memberikan perhatian, doa, dan semangat.

  9. yang dengan tulus memberikan semangat.

  Ru Ndaru 10.

  I Made Bagus Wijaya Kusuma yang dengan tulus memberikan doa dan semangat.

  11. Sahabat dan teman-teman BK 2011 B (Nurul, Fika, Resa, Ating, Hannita, Riska, Reta, Linggar, Frida, Adven, Desta, Metta, Irma, Lilis, Cicil, Sr. Kiki, Sr. Laura, Sr. Vero, Sulis, Ridam, Andri, Aji, Rino, Bayu, Yosua, Piter, Noel, atas doa, motivasi yang diberikan kepada penulis dalam proses penulisan skripsi ini.

  12. Teman-teman satu bimbingan (Ating, Nurul, Grace, Resa, Sr.Kiki, Danty, Sugeng, Kak Sandy, Hikmat, Andri) atas doa dan motivasinya.

  13. Sahabat dan teman Universitas Sanata Dharma (Vitri, Alvionita,

  14. Stefanus Priyatmoko, yang telah bersedia membantu penulis dalam mengurus administrasi selama berproses dan belajar di Prodi Bimbingan dan Konseling.

  15. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu dan memberikan dukungan dalam proses penulisan skripsi ini.

  Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu masukan, saran, dan kritik terhadap karya ini dangat diperlukan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

  Yogyakarta, 18 Agustus 2016 Utari Widowati

  DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................. iii

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN .................................................... iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................. v LEMBAR PERYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ............................................................... vi

ABSTRAK .............................................................................................................. vii

ABSTRACT ............................................................................................................ viii

KATA PENGANTAR ............................................................................................ ix

DAFTAR ISI ........................................................................................................... xii

DAFTAR TABEL ................................................................................................... xv

DAFTAR GRAFIK ................................................................................................. xvi

DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................... xvii

  BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ................................................................................ 1 B. Identifikasi Masalah ...................................................................................... 7 C. Pembatasan Masalah ..................................................................................... 7 D. Rumusan Masalah ......................................................................................... 8 E. Tujuan Penelitian ........................................................................................... 8 F. Manfaat Penelitian ......................................................................................... 8

G. Definisi Operasional Variabel ....................................................................... 10

BAB II LANDASAN TEORI ................................................................................. 12

A. Hakikat Kemandirian Pilihan Karier ............................................................. 12

  

1. Pengertian Kemandirian Pilihan Karier .................................................... 12

  

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kemandirian Pilihan Karier .............. 15

  

3. Komponen Kemandirian Pilihan Karier.................................................... 17

  

B. Konsep Remaja .............................................................................................. 28

  

1. Pengertian Remaja .................................................................................... 28

  

2. Tugas Perkembangan Remaja ................................................................... 29

  

3. Ciri-ciri Masa Remaja ............................................................................... 30

  

4. Tugas Perkembangan Karier Remaja ........................................................ 31

  

C. Bimbingan Karier .......................................................................................... 32

  

1. Pengertian Bimbingan Karier .................................................................... 32

  2. Prinsip-prinsip Pelaksanaan Bimbingan Karier di SMK .......................... 34

  

3. Tujuan Pelaksanaan Bimbingan Karier di SMK ....................................... 38

  

4. Fungsi Bimbingan Karier di SMK ............................................................ 42

  

5. Penyelenggaraan Bimbingan Karier ......................................................... 44

  

6. Pentingnya Bimbingan Karier di SMK ..................................................... 47

  

BAB III METODE PENELITIAN.......................................................................... 51

A. Jenis Penelitian .............................................................................................. 51

B. Tempat dan Waktu Penelitian ....................................................................... 51

C. Subjek Penelitian ........................................................................................... 52

D. Metode Pengumpulan Data ........................................................................... 53

E. Validitas dan Reliabilitas Kuesioner ............................................................. 55

  

1. Validitas .................................................................................................... 55

  

2. Reliabilitas ................................................................................................ 57

  

F. Pengumpulan Data ......................................................................................... 59

  

1. Persiapan dan Pelaksanaan ........................................................................ 59

  

2. Tahap Pengumpulan Data ......................................................................... 60

  

G. Analisis Data ................................................................................................. 60

  

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................................ 66

A. Hasil Penelitian ............................................................................................. 66

  

1. Deskripsi Tingkat Kemandirian Pilihan Karier Siswa SMK .................... 66

  

2. Hasil Skor Tiap Item Tingkat Kemandirian Pilihan Karier Siswa SMK .. 68

  

B. Pembahasan ................................................................................................... 73

  

C. Usulan Topik-topik Bimbingan Karier .......................................................... 76

  

A. Kesimpulan ................................................................................................... 79

  B. Kelemahan .................................................................................................... 79

  

C. Saran ............................................................................................................. 80

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 82

LAMPIRAN-LAMPIRAN ...................................................................................... 84

  

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Waktu Penelitian .......................................................................................... 52

Tabel 2. Rincian Data Populasi Penelitian Siswa Kelas XII SMK Pangudi Luhur

  Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016 .................................................. 53

Tabel 3. Norma Skoring Kuesioner Kemandirian Pilihan Karier Siswa SMK ......... 54

Tabel 4. Kisi-kisi Kuesioner Tingkat Kemandirian Pilihan Karier Siswa SMK (Uji Coba) ..................................................................................................... 55

Tabel 5. Kriteria Guilford .......................................................................................... 58

Tabel 6. Kisi-kisi Kuesioner Penelitian Kemandirian Pilihan Karier Siswa SMK

  Setelah Uji Coba ........................................................................................... 58

Tabel 7. Norma Kategorisasi Karakter Subjek Penelitian ......................................... 61

Tabel 8. Kategorisasi Tingkat Kemandirian Pilihan Karier Siswa Kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016 ......................... 62

Tabel 9. Norma Kategorisasi Skor Item Kemandirian Pilihan Karier Siswa SMK ... 63

Tabel 10. Kategorisasi Item Kemandirian Pilihan Karier Siswa Kelas XII SMK

  Pangudi Luhur Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016 Berdasarkan Rendahnya Skor. .......................................................................................... 64 Tabel 11. Deskripsi Tingkat Kemandirian Pilihan Karier Siswa Kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016 ........................ 66 Tabel 12. Penggolongan Item Kemandirian Pilihan Karier Siswa Kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016 Berdasarkan

  Tinggi Rendahnya Skor ............................................................................. 69

Tabel 13. Item-item Pernyataan yang Tergolong dalam Kategori Rendah ................ 71

Tabel 14. Usulan Topik-topik Bimbingan Karier yang Relevan untuk

Meningkatkan Kemandirian Pilihan Karier Siswa Kelas XII SMK

  Pangudi Luhur Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016 ...................... 77

DAFTAR GRAFIK

  Grafik 1. Histogram Deskripsi Tingkat Kemandirian Pilihan Karier Siswa Kelas

  XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016 ...... 67 Grafik 2. Histogram Skor Item Deskripsi Tingkat Kemandirian Pilihan Karier Siswa SMK ................................................................................................ 69

  DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Kisi-kisi Kuesioner Kemandirian Pilihan Karier Siswa SMK .............. 85

Lampiran 2. Kuesioner Kemandirian Pilihan KrierSiswa SMK ................................ 92

Lampiran 3. Hasil Penelitian ...................................................................................... 100

Lampiran 4. Uji Validitas ........................................................................................... 102

Lampiran 5. Uji Reliabilitas ....................................................................................... 107

Lampiran 6. Surat Penelitian ...................................................................................... 110

Lampiran 7. Data Mentah Penelitian ......................................................................... 111

BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi uraian mengenai latar belakang masalah, identifikasi

  

masalah, pembatasan masalah, rumusan masalah penelitian, tujuan penelitian,

manfaat penelitian, dan definisi operasional variabel penelitian.

A. Latar Belakang Masalah

  Pemilihan karier merupakan fenomena penting dalam kehidupan yang menentukan masa depan individu. Pemilihan karier merupakan proses pengambilan keputusan yang berlangsung sepanjang hayat bagi individu yang mencari banyak kepuasan dari pekerjaanya. Pemilihan karier yang dibuat pada awal proses perkembangan vokasional sangat berpengaruh terhadap pemilihan-pemilihan selanjutnya. Parsons (dalam Zunker, 2002) mengemukakan pilihan karier (career choice) merupakan suatu proses yang melibatkan empat tahap, yaitu; (1) pemahaman diri (knowing about my self); (2) pemahaman pilihan-pilihannya (knowing about my options); (3) belajar membuat keputusan-keputusan (knowing how I make decisions); dan (4) berpikir tentang pengambilan keputusan (thinking about my decision making). Jadi, di dalam pemilihan pekerjaannya individu harus mempunyai sikap yang mandiri. Sikap mandiri yang dimiliki oleh siswa dalam menentukan pilihan karier yang sesuai dengan pemahaman dirinya, dipengaruhi oleh beberapa faktor yang ada dalam diri siswa dan di luar diri siswa. Hal ini menjadi dorongan tersendiri ketika siswa memutuskan dalam memilih karier yang

sesuai dengan keadaan dirinya tanpa adanya campur tangan dari pihak

lain.

  Kemandirian sebagai kebutuhan psikologis merupakan suatu tugas

bagi remaja. Dalam hal ini menggambarkan bentuk sikap dimana seorang

siswa mampu memahami diri, memahami kemampuannya, menemukan

sendiri apa yang dilakukan, menentukan dalam kemungkinan-

kemungkinan dari hasil perbuatannya dan akan memecahkan sendiri

masalah yang dihadapinya serta tidak akan terpengaruh apalagi meminta

bantuan kepada orang lain.

  Kemandirian dalam pemilihan karier sangat dibutuhkan oleh siswa

di dalam menentukan kariernya. Tidak sedikit siswa yang masih

bergantung dalam pemilihan kariernya pada pemilihan orang tuanya

ataupun mengikuti pemilihan karier temannya. Adanya kenyataan yang

seperti itu membuat peneliti untuk menanamkan sikap mandiri dalam diri

siswa untuk menentukan kariernya di masa mendatang. Siswa yang tidak

memiliki sikap mandiri dalam menentukan kariernya akan berdampak

pada ketidakcocokan karier di masa mendatang. Oleh karena itu sikap

mandiri sangat penting di dalam pemilihan karier.

  Ketidakmandirian dalam memilih karier sering ditemukan di

berbagai sekolah, dengan berdasarkan keterangan yang diperoleh

diketahui bahwa siswa cenderung tidak mampu untuk menentukan

  

yang sesuai kemampuannya, adanya campur tangan dari dari pihak lain

seperti keluarga maupun teman sebaya, mereka juga belum mampu

mengambil keputusan untuk profesi dan karier yang akan digeluti. Hal ini

dikarenakan mereka belum memperoleh wawasan, pengetahuan dan

informasi yang cukup untuk mengambil keputusan tentang profesi serta

karier yang akan digelutinya.

  Dampak dari ketidakmandirian dalam memilih karier akan

berakibat siswa tidak mampu di dalam belajar dan berlatih dalam

membuat rencana, tidak mampu memilih alterrnatif lain, tidak mampu

membuat keputusan, bertindak tidak sesuai dengan keputusannya sendiri

serta tidak dapat bertanggung jawab atas segala sesuatu yang

dilakukannya. Dalam hal ini menggambarkan bentuk sikap dimana

seorang siswa tidak mampu memahami diri, tidak mampu memahami

kemampuannya, tidak dapat menemukan sendiri apa yang dilakukan,

tidak dapat menentukan dalam kemungkinan-kemungkinan dari hasil

perbuatannya dan tidak dapat memecahkan sendiri masalah yang

dihadapinya serta akan terpengaruh dan meminta bantuan kepada orang

lain.

  Berdasarkan fenomena yang ada, banyak ditemukan siswa lulusan

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ketika mencari pekerjaan dan

memilih jurusan di perguruan tinggi tidak disesuaikan dengan

kemampuan yang dimiliki. Akibatnya dengan kondisi demikian banyak

  

yang dimiliki karena kurangnya pemahaman diri terhadap kemampuan

yang dimiliki dalam karir, adanya rasa ketidakpuasan dalam bekerja dan

cenderung semaunya saja.

  Data yang peneliti dapatkan yaitu dari hasil observasi dan

wawancara saat melaksanakan PPL di SMK X Yogyakarta. Peneliti

melakukan wawancara dengan beberapa siswa kelas XII, dan peneliti

mendapatkan data bahwa dari 10 siswa yang diwawancarai hampir 50 %

merasa bahwa dia sudah salah masuk jurusan. Mereka merasa bahwa

jurusan mereka saat ini bukanlah apa yang menjadi minatnya, dan

akibatnya mereka menjadi tidak serius dalam belajar. Banyak diantara

siswa yang merasa salah masuk jurusan karena sewaktu memilih jurusan

di SMK, mereka masih mengikuti keinginan orang tua dan juga

terpengaruh dengan teman-temannya meskipun jurusan tersebut tidak

sesuai dengan minatnya.

  Data lain yang peneliti dapatkan melalui wawancara dengan guru

BK SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten, pada tahun 2013/2014

terdapat 90 anak yang langsung bekerja dan 80 anak melanjutkan ke

perguruan tinggi sedangkan pada tahun 2014/2015, 40% siswa

melanjutkan keperguruan tinggi dan 60% siswa langsung bekerja. Banyak

siswa yang melanjutkan keperguruan tinggi dan mengambil jurusan tidak

sesuai dengan jurusan yang mereka ambil ketika duduk di bangku SMK.

Ada yang mengambil pendidikan sejarah, pendidikan matematika,

  

Pangudi Luhur Leonardo yang melanjutkan ke perguruan tinggi sebagian

besar menajutkan di Universitas Sanata Dharma, Politeknik Mekatronika,

ATMI, dan universitas lain di Yogyakarta. Sedangkan yang langsung

bekerja sebagian besar di perusahaan teknik industri wilayah Jabodetabek.

  

Melalui hasil wawancara peneliti dengan guru BK, Guru BK

menceritakan ada salah seorang anak lulusan dari SMK Pangudi Luhur

Leonardo Klaten yang telah bekerja di salah satu perusahaan di

Jabodetabek yang merasa tidak nyaman dengan pekerjaannya. Anak

tersebut meninggalkan pekerjaannya dan menghilang tanpa kabar.

Perusahaan tempat dia bekerja menghubungi guru BK SMK Pangudi

Luhur Leonardo Klaten dan menceritakan bahwa si anak kabur

meninggalkan pekerjaannya. Setelah diselidiki ternyata si anak sudah

berada di rumahnya. Anak tersebut merasa tidak nyaman dengan

pekerjaannya karena ada beberapa hal, antara lain jauh dari orang tua,

tidak terbiasa hidup sendiri dan tidak nyaman dengan pekerjaannya

karena menurut si anak pekerjaan yang dia ambil tidak sesuai dengan

potensi dirinya sehingga dia tidak dapat bekerja secara optimal.

  Selain itu beberapa siswa juga sering mendatangi guru BK untuk

konsultasi dan mencari informasi pekerjaan dan universitas. Kebanyakan

siswa yang datang ke guru BK, mereka masih ragu dan bingung dalam

menentukan pekerjaan yang sesuai dengan dirinya. Mereka belum yakin

akan kemampuannya dibidang yang sedang ditekuni sekarang.

  Dari beberapa data yang peneliti dapatkan tersebut, dapat dilihat

bahwa masih banyak siswa kurang mandiri dalam pilihan kariernya.

  

Beberapa siswa masih sering mendatangi Guru BK untuk berkonsultasi.

Selain itu, masih banyak siswa yang bingung dengan pekerjaan yang akan

diambilnya setelah lulus dari SMK. Siswa yang kurang mandiri dalam

pemilihan kariernya juga sering mengalami masalah, hal ini dapat dilihat

dari perilaku siswa yang sering mengeluh, tidak bekerja secara optimal,

kurang bertanggungjawab dengan pekerjaannya dan bahkan keluar dari

pekerjaannya tersebut. Siswa yang mengalami masalah ini, disebabkan

oleh ketidakpuasan dan penyesalan akan pilihan kariernya, karena

terkadang siswa tersebut hanya mengikuti keinginan orang-orang

terdekatnya seperti orang tua dan teman-temannya dalam mengambil

pemilihan kariernya.

  Berdasarkan berbagai hal di atas, identifikasi mengenai tingkat

kemandirian karier siswa SMK khususnya bagi siswa kelas XII SMK

Pangudi Luhur Leonardo Klaten sangatlah penting untuk dilakukan.

Berdasarkan berbagai situasi diatas, maka peneliti tertarik untuk

mengangkat judul

  “Tingkat Kemandirian Pilihan Karier Siswa SMK

(Studi Deskriptif pada Siswa Kelas XII SMK Pangudi Luhur

Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016 dan Implikasinya pada

Usulan Topik-Topik Layanan Bimbingan Karier)

  ”. dalam penelitian ini.

B. Identifikasi Masalah

  Berangkat dari latar belakang masalah di atas, terkait dengan tingkat kemandirian pilihan karier pada siswa SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten kelas XII tahun ajaran 2015/2016 dapat di- identifikasikan berbagai masalah sebagai berikut:

  1. Siswa tidak mandiri dalam memilih karier yang sesuai dengan dirinya sehingga ketika bekerja dia tidak mendapatkan kepuasan.

  2. Beberapa siswa tidak siap untuk bekerja.

  3. Siswa lulusan SMK melanjutkan keperguruan tinggi yang tidak sesuai dengan jurusan yang mereka ambil ketika masih duduk di bangku SMK 4.

  Siswa ragu-ragu dengan pilihan karier atau pemilihan jurusan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

  5. Kurangnya layanan BK untuk memfasilitasi siswa SMK dalam mengambil jurusan atau pilihan karier yang sesuai dengan diri siswa.

C. Pembatasan Masalah

  Dalam penelitian ini, fokus kajian diarahkan pada menjawab masalah- masalah mengenai tingkat kemandirian pilihan karier pada siswa SMK dan topik-topik bimbingan karier apa saja yang relevan diusulkan berdasarkan masalah yang teridentifikasi.

  D. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1.

  Seberapa tinggi tingkat kemandirian pilihan karier pada siswa SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten kelas XII tahun ajaran 2015/2016? 2.

  Berdasarkan hasil analisis butir item kemandirian pilihan karier siswa SMK butir instrumen mana saja yang teridentifikasi perolehan skornya rendah, sebagai dasar penyusunan topik-topik bimbingan karier? E.

   Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini yaitu: 1.

  Mendeskripsikan tingkat kemandirian pilihan karier siswa kelas XII

SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten tahun ajaran 2015/2016.

  2. Mengidentifikasi item instrumen kemandirian pilihan karier siswa SMK yang perolehan skornya rendah sebagai dasar penyusunan topik-

topik bimbingan karier di SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten.

  F. Manfaat Penelitian Dengan adanya penelitian ini, peneliti berharap muncul beberapa manfaat sebagai berikut:

  1. Manfaat Teoritis Penelitian ini memberikan informasi dan sumbangan bagi ilmu pendidikan khususnya dalam ilmu Bimbingan dan Konseling mengenai tingkat kemandirian pilihan karier siswa SMK, dan topik- topik layanan bimbingan karier apa saja yang relevan untuk diusulkan dalam layanan bimbingan karier.

2. Manfaat Praktis a.

  Bagi Sekolah Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi kepada sekolah mengenai tingkat kemandirian pilihan karier siswa kelas XII SMK Pangudi Luhur Lenardo Klaten dan hal-hal apa saja yang masih menjadi masalah para siswa terkait dengan kemandirian pilihan

karier pada siswa SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten.

  b.

  Bagi Guru BK Hasil penelitian ini dapat menjadi acuhan bagi guru BK untuk lebih memahami kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi oleh para siswa SMK Pangudi Luhur Leonardo khususnya masalah kemandirian pilihan karier. Selain itu, penelitian ini juga memberikan informasi bagi guru BK, sehingga guru BK dapat menyusun program bimbingan karier yang sesuai dengan kebutuhan dan masalah siswa terkait dengan kemandirian pilihan karier siswa.

  c.

  Bagi siswa Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk melihat seberapa tinggi tingkat kemandirian pilihan karier pada siswa SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten. Selain itu, siswa dapat mengetahui dalam pilihan karier yang sesuai dengan dirinya, sehingga saat mereka lulus SMK nanti mereka akan lebih mandiri dalam

mengambil pilihan karier yang sesuai dengan dirinya.

G. Definisi Operasional Variabel

  

Adapun Definisi Operasional Variabel dalam penelitian ini yaitu:

1.

  Kemandirian pilihan karier Kemandirian dalam pemilihan karier merupakan suatu perilaku yang mampu berinisiatif dalam menentukan rencana pekerjaan yang diinginkan, tanpa memerlukan bantuan orang lain. Individu tersebut juga tekun dan kreatif dalam menentukan pilihan, sehingga usaha yang dilakukan tersebut dapat membuahkan hasil yang maksimal sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan yang dimiliki individu tersebut. Aspek-aspek yang mendasari kemandirian pilihan karier yaitu (1) menguasai keterampilan untuk menggali informasi kerja yang sesuai dengan pengetahuan diri sebagai dasar pengambilan keputusan karier, (2) menggunakan strategi untuk mencapai tujuan karier yang sesuai dengan potensi diri, (3) memahami hubungan antara kompetensi diri dengan dunia kerja

  2. Remaja Remaja adalah individu yang sedang bertumbuh untuk mencapai kematangan baik secara mental, emosional, sosial, dan fisik.

  3. Bimbingan Karier Bimbingan karier adalah suatu proses bantuan, layanan informasi dan pendekatan terhadap individu/ kelompok individu agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerja untuk menentukan pilihan karier, mampu untuk mengambil keputusan karier dan mengakui bahwa keputusan tersebut adalah yang paling tepat/ sesuai dengan keadaan dirinya dihubungkan dengan persyaratan- persyaratan karier yang akan ditekuninya.

BAB II LANDASAN TEORI Pada Bab ini dipaparkan mengenai hakikat kemandirian karier, remaja SMA, bimbingan karier. A. Hakikat Kemandirian Pilihan Karier 1. Pengertian Kemandirian Pilihan Karier Kemandirian berarti dapat berdiri sendiri, tanpa bergantung pada

  orang lain (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1989:555) Menurut Herman Holstein, kemandirian merupakan suatu keadaan yang menandakan suatu kebebasan dari ketergantungan bagi keputusan, penilaian, pendapat dan pertanggung-jawaban. Kemandirian menunjukkan dirinya dalam cara pengambilan sikap dan bukan abstraksi.

  Menurut Mungin Eddy Wibowo (1992:69) kemandirian diartikan sebagai tingkat perkembangan seseorang dimana ia mampu berdiri sendiri dan mengandalkan kemampuan dirinya sendiri dalam melakukan berbagai kegiatan dan menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi.

  Purwodarminto dalam Eri Erawati (1992:555), mengartikan kemandirian hal atau keadaan yang dapat berdiri sendiri tanpa tergantung pada orang lain.

  Sukadji dalam Eri Erawati (1986: 19) yang dimaksud kemandirian adalah mampu mengatur diri sendiri sesuai dengan hak-hak dan

  

tergantung pada orang lain sampai batas kemampuannya; mampu

bertanggung jawab atas keputusan, tindakan dan perasaannya sendiri.

  Dewa Ketut Sukardi (1993:5) pemilihan setiap jabatan adalah

suatu tindakan ekspresif yang memantulkan motivasi, pengetahuan,

kepribadian dan kemampuan orang seseorang. Jabatan-jabatan

menggambarkan suatu pandangan hidup, suatu lingkungan daripada

menetapkan fungsi-fungsi atau ketrampilan kerja secara terpisah.

  Teori John L Holland mengungkapkan bahwa pemilihan

pekerjaan atau jabatan adalah merupakan hasil dari interaksi antara

factor hereditasdengan segala pengaruh budaya, teman bergaul orang

tua, orang dewasa yang dianggap memiliki peranan yang penting (Dewa

Ketut Sukardi, 1994:72).

  Menurut Happock, pekerjaan, jabatan/ karier yang dipilih adalah

jabatan yang diyakini bahwa jabatan itu paling baik untuk memenuhi

kebutuhannya. Pilihan karier siswa juga dapat diartikan tingkat

kemampuan siswa dalam menentukan karier. Jadi pilihan karier adalah

jabatan/ karier yang dipilih menurut tingkat kemampuan siswa dan

diyakini bahwa jabatan yang dipilih adalah jabatan paling baik untuk

memenuhi kebutuhannya (Dewa Ketut Sukardi (1994:70).

  Pemilihan karier merupakan proses pengambilan keputusan yang

berlangsung sepanjang hayat bagi mereka yang mencari banyak

kepuasan dari pekerjaannya. Pemilihan karier yang dibuat pada awal

  

pilihan selanjutnya. Perkembangan karier seorang dewasa masih harus

membuat pilihan-pilihan diantara kemungkinan untuk meningkatkan

kariernya dan memperoleh kepuasan pribadi yang mendalam.

  Menurut Ginzberg (1998:92) pilihan karier merupakan suatu

proses dengan kompromi yang dinamis dan berlangsung seumur hidup

yang mengharuskan mereka berulang-ulang melakukan penilaian

kembali, dengan maksud dapat lebih mencocokkan tujuan-tujuan karier

yang terus berubah sesuai kenyataan kerja.

  Dari beberapa pendapat tersebut penulis menyimpulkan bahwa

kemandirian siswa dalam memilih karier dapat diartikan sebagai sikap

psikologi siswa yang tumbuh pada masa perkembangan dimana dirinya

mampu untuk memahami diri dan kemampuannya agar dapat

memecahkan dan mengambil keputusan yang menyangkut pekerjaan,

jabatan dan masa depan depannya terhadap karier yang menjadi pilihan

yang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, tanpa bergantung dari

orang lain.

  Dalam penelitian ini penulis membatasi pengertian kemandirian

siswa SMK dalam memilih karier yang diartikan sebagai kondisi siswa

yang mampu untuk memilih karier atas kemampuan diri dan tidak

bergantung pada orang lain, memiliki rasa kemantapan diri dalam

memilih karier yang menjadi pilihannya, dan memiliki rasa tanggung

jawab terhadap karier yang akan ditekuninya agar masa depan kariernya

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kemandirian Pilihan Karier

  Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan karier menurut Holland (dalam Sukardi, 1994) yaitu: a) Faktor pengetahuan diri Faktor pengetahuan diri, artinya pengaruh pengetahuan diri ini, lebih mengacu pada pengetahuan individu tentang dirinya dan orang lain. pengetahuan diri sendiri mempunyai peran untuk meningkatkan (increase) dan menurunkan (decrease) ketepatan pemilihan seseorang. Pengetahuan diri diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk membedakan berbagai kemungkinan lingkungan dipandang dari sudut kemampuan-kemampuannya sendiri, namun ada perbedaan mendasar antara penilaian diri dan pengetahuan diri. Penilaian diri menitik beratkan pengahargaan terhadap dirinya, sedangkan pengetahuan diri berisikan sejumlah informasi yang dimiliki oleh individi tentang dirinya seperti, usia dan jenis kelamin.

b) Orang tua.

  Orang tua berperan dalam penentuan arah pemilihan karier pada anak remajanya, walaupun pada akhirnya keberhasilan dalam menjalankan karier selanjutnya sangat tergantung pada kecakapan dan profesionalitasme anak yang yang menjalaninya. Karena hal ini berkaitan dengan pembiayaan pendidikan, masa depan anaknya agar terarah dengan baik, orang turut ikut campur agar anaknya memilih

  Biasanya orang tua yang berkecukupan secara ekonomi, menghendaki anaknya untuk memilih program studi yang cepat menghasilkan materi, misalnya fakultas ekonomi (akutansi, manajemen), teknik, farmasi, kedokteran (umum dan gigi) dan lain- lain. anggapan orang tua anak yang mampu memasuki program ini tentu akan terjamin masa depannya. Dalam kenyataannya tak selamanya yang menjadi pilihan orang tua akan berhasil dijalankan oleh anaknya, kalau tidak disertai oleh bakat minat, kemampuan, kecerdasan, motifasi internal dari anak yang bersangkutan. Inilah yang perlu diperhatikan.

  c) Teman (Peer grup)

  Tidak dipungkiri bahwa dalam kelompok pergaulan remaja cukup memberi pengaruh bagi individu dalam menentukan pemilihan program studi mereka baik di SMA maupun di Perguruan tinggi, mereka mungkin mersa tidak enak jika tidak sama dalam pemilihan jurusan atau program studi. Pengaruh kelompok teman sebaya ini bersifat eksternal, bila remaja tidak mempunyai dorongan internal, minat bakat dan kemampuan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu tugas atau tuntutan maka kemungkinan remaja ini akan mengalami kegagalan.

  d) Peran Jenis Gender

  Stereotype masyarakat sering kali menilai terhadap jenis kelamin tertentu, dilakukan oleh jenis kelamin tertentu juga. Memang baik diakui atau tidak jenis kelamin kadang-kadang menentukan seseorang dalam menentukan pekerjaan.

  e) Karakteristik Individu

  Keberhasilan dalam memilih dan menjalankan program studi serta karier pekerjaan, sangat ditentukan oleh karakteristik kepribadian individu yang bersangkutan. Individu yang memiliki minat, kemampuan, kecerdasan, motivasi internal, tanpa ada paksaan dari orang lain, biasanya akan mencapai keberhasilan dengan baik. Keberhasilan tidak dapat diukur secara finansial yang melimpah, akan tetapi seberapa besar nilai kepuasan hidup yang diperoleh melalui pilihan-pilihan tersebut.

3. Komponen Kemandirian Plihan Karier

  Komponen-komponen yang ada dalam kemandirian, sehubungan dengan pemilihan terhadap karier yang sesuai dengan kondisi siswa dikutip dari tugas akhir yang berjudul Pengaruh Bimbingan Karier Terhadap Kemandirian Siswa dalam Memilih Karier (Arifah, 2001), yaitu: a.

  Kebebasan dalam Memilih Karier.

  Merupakan sikap siswa dimana tidak adanya rasa terkekang, rasa terbebani dan tidak adanya pengaruh orang lain dalam menentukan karier mana yang harus dipilih karena pada dasarnya siswa mampu menunjukkan kebebasan dirinya dalam menentukan karier mana yang sesuai dengan kondisi dirinya.

  Melalui bimbingan karier siswa telah mengetahui bakat, minat, cita-cita, kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirinya, sehingga dengan pemahaman diri tersebut siswa mampu untuk menentukan dan memilih karier apa yang sesuai dengan potensi yang ada padanya. Karier yang dipilih merupakan hasil keputusan sendiri berdasarkan pemahaman dirinya tanpa adanya kekangan dan paksaan. Hal ini menunjukkan adanya kemandirian bagi siswa dalam memilih karier sebagai langkah awal dalam mewujudkan masa depan kehidupan kariernya yang lebih baik.

  Ciri-ciri siswa yang memiliki kebebasan dalam memilih karier adalah: 1)

  Siswa tersebut memilih karier atas bakat, minat, cita-cita, kekuatan dan kekurangan yang ada pada dirinya.

  Siswa yang mengetahui kemampuan/ potensinya, mengetahui tingkat kegemarannya/ rasa senangnya, sadar dengan harapan-harapan yang ingin diwujudkannya dimasa depan, mengetahui nilai-nilai positif dan negatif dalam dirinya sehubungan dengan bidang kejuruan yang ditekuni saat ini dan bidang karier yang akan ditekuninya nanti, maka siswa tersebut dalam memilih kariernya dengan dasar pemahaman tersebut. Hal ini dilakukan dengan kesadaran dari diri siswa, tanpa adanya paksaan dari pihak lain.

  2) Siswa tersebut memilih karier dengan tidak bergantung pada orang lain.

  Siswa yang memahami diri dan lingkungan kariernya serta mampu merencanakan masa depan kariernya melalui bimbingan karier, mampu dalam memilih karier yang sesuai dengan keadaan dirinya. Dalam memilih kariernya siswa tidak lagi harus mengikuti kehendak dan kemauan orang lain. Pemilihan itu dilakukan dengan pertimbangan sendiri dan merupakan hasil keputusan yang telah dipikirkan dengan matang dari diri siswa. Siswa yang memiliki kemandirian dalam memilih kariernya, tidak akan menggantungkan nasib kariernya kepada orang lain.

  b.

  Kemantapan Diri dalam Memilih Karier.

  Merupakan suatu bentuk sikap siswa yang menunjukkan rasa percaya terhadap kemampuan yang dimiliki, merasa senang dalam menekuni bidang kejuruan dan bidang karier yang akan dipilih serta mempunyai harapan yang maju terhadap bidang kejuruan yang sedang ditekuni dan pilihan karier yang diinginkan. Dalam hal ini siswa telah mempunyai keyakinan bahwa dengan mengetahui kemampuan yang ada pada dirinya, akan mampu

  Keyakinan tersebut melahirkan perasaan senang/ minat terhadap bidang karier yang akan dipilihnya karena sesuai dengan minat yang ada pada dirinya. Perasaan yakin dan rasa senang terhadap bidang karier yang dipilih mampu mendorong rasa percaya diri siswa terhadap karier yang akan dipilihnya. Rasa optimis ini dapat terlihat dari adanya keinginan untuk maju dengan karier yang ditekuninya, tidak mudah putus asa dalam menekuni bidang karier yang akan menjadi pilihannya.

  Ciri-ciri siswa yang memiliki kemantapan diri dalam memilih karier adalah:

1) Percaya terhadap kemampuan yang ada pada dirinya.

  Perasaan yakin terhadap kemampuan yang dimiliki, membuat siswa menjadi mantap dalam menekuni bidang kejuruan yang ditekuni dan bidang karier yang akan dipilih. Bimbingan karier memberikan dorongan positif kepada siswanya dalam menumbuhkan rasa percaya dengan kemampuan diri ini. Rasa percaya tersebut menunjukkan adanya sikap kemandirian dari siswa yang telah memahami diri dan kemampuannya. Dengan rasa percaya diri mampu memberikan dorongan yang positif kepada siswa dalam memilih bidang karier yang sesuai dengan keinginannya.

  2)

Merasa senang dengan karier yang akan dipilihnya.

  Perasaan senang, ringan dan penuh minat yang tumbuh dalam diri siswa ketika memilih bidang kejuruan sedang ditekuni, membuat siswa mudah dalam mendalaminya. Dengan perasaan ini siswa mampu dalam menyelesaikan segala konsekwensi yang ada pada jurusan tersebut. Melalui bimbingan karier, siswa diselaraskan antara kemampuan yang dimiliki dengan minat yang ada. Siswa yang mampu dalam menyelaraskan bakat, minat dan cita-citanya terhadap bidang kejuruannya, akan mampu dalam memilih karier yang sesuai dengan kondisinya tersebut. Rasa senang dan penuh minat siswa dalam memilih bidang karier yang akan ditekuni, menandakan bahwa siswa tersebut telah memiliki kemandirian dalam memilih karier yang mampu memenuhi kebutuhannya. 3) Memiliki rasa optimis terhadap karier yang akan dipilihnya.

  Keinginan siswa untuk berhasil dan memiliki keyakinan untuk maju terhadap karier yang akan dipilihnya, mendorong siswa untuk berfikir maju dan mengembangkan kariernya. Bimbingan karier memberikan arahan dan dorongan yang positif kepada siswa untuk menumbuhkan rasa optimis dalam merencanakan karier yang akan ditekuni. dan yakin dalam menentukan pilihan karier yang sesuai dengan dirinya. Rasa optimis inilah sebagai bentuk sikap kemandirian siswa dalam memilih kariernya yang diharapkan mampu memberikan apa yang dibutuhkan dan menjadi kebutuhannya.

  c.

  Tanggung Jawab terhadap Karier yang Akan Dipilihnya.

  Merupakan suatu bentuk sikap siswa dimana menunjukkan usaha yang sungguh-sungguh dalam menekuni bidang kejuruan yang sedang ditekuni dan karier yang akan dipilih karena sadar akan diri dan masa depannya agar kehidupan yang akan dijalani sesuai dengan harapan yang diinginkan.

  Dalam hal ini siswa menunjukkan suatu usaha yang keras dan sungguh-sungguh dalam menekuni bidang karier yang saat ini ditekuni dengan belajar dan selalu berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan bidang kejuruannya.

  Siswa bersedia melakukan usaha yang berhubungan dengan bidang karier kejuruannya karena sadar akan tujuan/ cita-cita yang ingin diwujudkan sesuai dengan harapannya.

  Karena kesadaran tersebut mampu melahirkan dorongan dan semangat yang tentunya akan memberikan dampak yang positif terhadap bidang kejuruan yang sedang ditekuni dan terhadap bidang karier yang akan dipilihnya. Karena adanya menunjukkan adanya tanggungjawab terhadap bidang karier yang akan dipilihnya. Kondisi tersebut jelas menunjukkan adanya kemandirian siswa dalam memlih karier yang sesuai dengan kondisi diri dan harapannya agar kehidupan karier yang diinginkan akan menjadi lebih baik.

  Ciri-ciri siswa yang memiliki rasa tanggung jawab terhadap karier yang akan ditekuninya adalah: 1)

  Berusaha keras dalam menekuni bidang kejuruan Dalam menekuni bidang karier yang sedang dijalani maupun yang akan dipilih diperlukan adanya usaha yang sungguh-sungguh dan konsentrasi. Hal ini dilakukan agar hasil yang diperoleh maksimal dan sesuai dengan yang diharapkan. Melalui bimbingan karier siswa dilatih untuk memahami diri dan kemampuannya, setelah itu siswa diarahkan supaya bila hasil yang memuaskan ingin tercapai, maka hendaknya siswa harus mau untuk berusaha dengan sungguh-sungguh.

  Dengan usaha yang keras, siswa mampu dalam menentukan karier yang tepat dan sesuai dengan yang diharapkannya. Sikap ini menunjukkan adanya kemandirian

siswa dalam memilih karier yang diinginkannya.

  2) Tekun dalam belajar memahami bidang kejuruan

  Ketelatenan yang dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan dalam memahami bidang karier yang sedang dijalani, akan menjadikan siswa berhasil dalam berkarier. Hal ini menjadi penting ketika siswa yang sedang menekuni bidang kariernya mampu mencapai tingkat prestasi yang menyebabkan siswa memiliki nilai lebih. Melalui Bimbingan karier siswa diarahkan untuk selalu sabar, telaten dan rajin dalam mendalami ilmu kejuruannya dan bidang karier yang akan ditekuninya nanti.

  Dengan ketekunan ini, menjadikan siswa mampu untuk memilih karier yang sesuai dengan harapannya. Sikap ini mennunjukkan kemandirian siswa dalam memilih kariernya, karena dengan ketekunan ini menjadikan siswa mampu dalam menentukan pilihan karier yang diinginkan sendiri oleh siswa. 3)

  

Sadar tujuan/ cita-cita terhadap karier yang akan dipilih

Kesadaran diri siswa terhadap cita-cita dan tujuan yang menjadi harapannya dimasa depan mampu mendorong siswa dalam menentukan langkah yang tepat dalam merencanakan kariernya. Hal ini dilakukan agar siswa selalu sadar akan tujuan dari kariernya agar selalu berpedoman dan tidak berusaha untuk keluar dari yang tidak diinginkan dalam

  Melalui bimbingan karier siswa diarahkan untuk selalu berorientasi terhadap tujuan akhir dari harapan kariernya.

  Dengan kesadaran ini siswa mampu untuk memilih karier yang sesuai dengan harapan dan cita-citanya semula. Sikap ini menunjukkan kemandirian siswa dalam menentukan pilihan yang tepat untuk cita-cita kariernya, karena siswa selalu sadar akan kebutuhan dan harapan yang diinginkannya.

4) Termotivasi dengan karier yang akan dipilih.

  Dorongan yang timbul dari dalam diri siswa yang menyebabkan adanya kemauan untuk bersemangat dalam menekuni bidang karier yang akan dipilih. Hal ini dilakukan agar dalam menekuni bidang karier yang akan dipilihnya nanti, siswa akan merasa terdorong dan bersemangat dalam mendukung bidang karier yang akan menjadi pilihannya.

  Melalui bimbingan karier siswa diarahkan untuk terdorong dan menumbuhkan rasa senang terlebih dulu dengan bidang karier yang akan dipilih agar dalam menekuninya nanti terasa ringan tanpa beban. Dorongan yang timbul dari dalam diri siswa ini, menyebabkan siswa mampu memilih karier yang sesuai dengan keinginannya. Dorongan ini merupakan bentuk kemandirian siswa dalam memilih karier, karena dengan dorongan tersebut siswa mampu untuk menumbuhkan rasa senang, ringan dan bersemangat dalam menekuni bidang kariernya.

4. Aspek-aspek kemandirian pilihan karier

  Menurut Standar Nasional ASCA (American School Counselor Association) aspek-aspek dalam kemandirian pilihan karier adalah sebagai berikut: a.

  Siswa menguasai keterampilan untuk menggali informasi kerja yang sesuai dengan pengetahuan diri sebagai dasar pengambilan keputusan karier.

  Diantaranya dengan bertanya kepada orang lain, mencari informasi menggunakan internet, khursus, dll untuk mendapatkan informasi pekerjaan yang diinginkan sebagai dasar pengambilan keputusan karier yang tepat dengan kemampuan diri.

  Contohnya seorang siswa memiliki skill dalam bidang TI. Dia sangat mahir dalam bidang tersebut dan menyadari kemampuan yang di milikinya. Kemudian siswa tersebut mengikuti khursus untuk memperdalam kemampuannya dan mencari informasi tentang jenis pekerjaan yang berhubungan dengan TI menggunakan internet, koran, televisi dan lain.lain. Setelah mendapatkan banyak referensi tentang jenis pekerjaan yang berhubungan dengan TI kemudian siswa memilih salah satu bidang pekerjaan yang sangat cocok untuk dirinya. b.

  Siswa menggunakan strategi untuk mencapai tujuan karier yang sesuai dengan potensi diri.

  Siswa tersebut memiliki strategi untuk mendapatkan informasi karier yang diinginkan kemudian mencocokkan apakah pendidikan yang diambil sudah sesuai dengan pekerjaan yang diinginkan atau tidak.

  Contohnya seorang siswa menggali informasi tentang pekerjaan yang ada diminatinya dengan bertanya kepada orang tua, mengikuti job fair, membaca buku, bertanya kepada orang lain yang telah bekerja dibidang tersebut, membaca surat kabar, radio, televise dll. Setelah siswa mendapatkan banyak informasi siswa dapat mencocokkan apakah jurusan yang dipilihnya sekarang sudah sesuai dengan bidang pekerjaan yang dia cita-citakan atau belum. Setelah siswa mantap dengan pilihannya kemudian siswa mengikuti pelatihan-pelatihan pekerjaan yang sesuai dengan minatnya sebagai bekal untuk terjun ke dunia kerja.

  c.

  Siswa memahami hubungan antara kompetensi diri dengan dunia kerja.

  Siswa paham bahwa kompetensi diri berpengaruh dengan pekerjaan yang akan diambil. Pekerjaan akan berjalan baik ketika seseorang bekerja sesuai dengan kemampuan dirinya.

  Contohnya seorang siswa mendapatkan tawaran pekerjaan sangat tertarik dengan pekerjaan itu karena gaji yang ditawarkan cukup tinggi. Tetapi setelah ditelusuri bidang pekerjaan yang ditawarkan tidak sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Kemudian siswa memutuskan untuk tidak mengambil tawaran pekerjaan tersebut karena itu tidak sesuai dengan minatnya dan potensi dirinya.

B. Konsep Remaja 1. Pengertian Remaja

  Istilah remaja berasal dari bahasa Latin adolescence yang berarti “tumbuh atau tumbuh untuk mencapai kematangan”. Perkembangan lebih lanjut, istilah adolescence sesungguhnya memiliki arti yang luas, mencangkup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik (Hurlock, 1991). Jadi dapat dikatakan bahwa remaja adalah individu yang sedang bertumbuh untuk mencapai kematangan baik secara mental, emosional, sosial, dan fisik.

  Masa remaja, menurut Mappiare (1982), berlangsung antara umur 12 sampai 21 tahun bagi wanita dan 13 sampai 22 tahun bagi pria.

  Rentan usia remaja ini dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu usia 12/13 tahun sampai 17/18 tahun adalah remaja awal, dan usia 17/18 tahun sampai 21/22 tahun adalah remaja akhir. Pada usia ini, umumnya remaja sedang duduk di bangku sekolah menengah.

2. Tugas Perkembangan Remaja

  Menurut Havighurst (dalam Hurlock, 1991) ada beberapa tugas perkembangan pada masa remaja yang terkait dengan kemandirian dan karier, yaitu: a.

  

Mencapai kemandirian dari orang tua dan orang dewasa lainnya.

  Salah satu tugas perkembangan yang harus dijalani oleh remaja yaitu mencapai kemandirian dari orangtua dan orang-orang dewasa lainnya. Mandiri disini artinya yaitu bahwa remaja haruslah mampu berfikir, melakukan dan memutuskan segala sesuatunya tanpa harus banyak bergantung pada orangtua dan orang lain disekitarnya. Salah satu bentuk kemandirian yang harus dilakukan oleh remaja yaitu

siswa atau remaja mampu mandiri dalam pemilihan kariernya.

  b.

  Mempersiapkan karier ekonomi.

  Tugas perkembangan yang harus di capai oleh remaja selain mencapai kemandirian, yaitu mampu mempersiapkan karier ekonomi. Tugas perkembangan ini berkaitan dengan kemampuan remaja dalam berpikir dan merencanakan karier atau studi lanjutnya, sesuai dengan apa yang menjadi minat dan bakatnya. Guna memberikan bantuan berupa saran dan arahan kepada para siswa, maka diperlukan adanya layanan bimbingan karier disekolah. Layanan bimbingan karier diperlukan supaya siswa mampu merencanakan dan memutuskan apa yang menjadi minatnya, sesuai

3. Ciri-ciri Masa Remaja

  Menurut Zulkifli (2003: 65-67), ciri-ciri remaja antara lain sebagai berikut: a.

  Pertumbuhan fisik Pertumbuhan fisik mengalami perubahan dengan cepat, lebih cepat

dibandingkan dengan masa anak-anak dan masa dewasa.

  b.

  Perkembangan seksual Seksual mengalami perkembangan yang kadang-kadang menimbulkan masalah dan menjadi penyebab timbulnya perkelahian, bunuh diri, dan sebagainya.

  c.

  Cara berfikir Remaja cenderung berpikir kausatif. Cara berpikir kausatif yaitu menyangkut hubungan sebab dan akibat. Saat remaja dilarang untuk melakukan suatu hal, maka remaja tersebut akan mempertanyakan mengapa ia tidak boleh melakukan hal tersebut.

  d.

  Emosi yang meluap-luap Keadaan emosi remaja masih labil karena erat hubungannya dengan keadaan hormon. Suatu saat ia dapat merasa sangat sedih, di lain waktu ia dapat merasa sangat marah.

  e.

  Mulai tertarik pada lawan jenis Dalam kehidupan sosial remaja, mereka lebih tertarik pada lawan jenisnya. Mereka mulai membina hubungan dengan lawan jenis f.

  Menarik perhatian lingkungan Pada masa ini remaja mulai mencari perhatian dari lingkungannya, berusaha mendapatkan status dan peran, misalnya melalui kegiatan remaja di lingkungan tempat tinggalnya. Remaja juga cenderung terikat dengan kelompok remaja. Dalam kehidupan sosialnya, remaja tertarik pada kelompok sebayanya, sehingga tidak jarang remaja lebih mengutamakan kelompoknya daripada orang tuanya.

4. Tugas Perkembangan Karier Remaja

  Perkembangan karier remaja yang menurut Ginzberg (1980) dalam Hartono dan Sunarto (2008:202) ada pada periode pilihan tentatif (11-17 tahun) itu ditandai oleh meluasnya pengenalan anak terhadap berbagai masalah dalam memutuskan pekerjaan apa yang akan dikerjakannya di masa mendatang. Periode tentatif ini meliputi 4 (empat) tahapan, yaitu : a. Tahap minat (umur 11-12 tahun) Remaja sudah mulai mempunyai rencana dan karier yang didasarkan pada minat. Pilihan didasarkan atas faktor-faktor subjektif, belum didasarkan atas pertimbangan

  • –pertimbangan objektif.

  b.

  Tahap kapasitas (umur 12-14 tahun) Remaja mulai menggunakan keterampilan dan kemampuan pribadi sebagai pertimbangan dalam memilih rencana kariernya.

  Selain itu remaja pada tahap ini mulai mengidentikkan dirinya dengan tokoh idolanya.

  c. Tahap nilai (umur 15-16 tahun) Remaja telah mulai menganggap penting peranan nilai pribadi dalam proses pemilihan karier. Dimana anak mulai tahu akan kemampuan dirinya sendiri , sadar akan gaya hidup, dan mulai

menganggap waktu adalah hal yang sangat penting.

  d. Tahap transisi (umur 17-18 tahun) Pada tahap ini remaja bergerak dari pemikiran yang masih dipinggir ke pemikiran yang lebih sentral yaitu remaja tersebut mulai berpikir cepat, konkret, dan realistis terhadap pekerjaan yang akan ditekuninya.Pada periode ini remaja telah memasuki tahap eksplorasi yaitu mencari beberapa alternatif pekerjaan yang cocok, dan tahap kristalisasi yaitu telah memilih suatu karier. Tahap akhir dari perkembangan seseorang yaitu ia telah memiliki pekerjaan yang mantap dengan tugas dan posisi yang spesifik.

C. Bimbingan Karier 1. Pengertian Bimbingan Karier

  Menurut Miller dalam Roosdi Achmad Syuhada (1998:15) Bimbingan didefinisikan sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu-individu dalam mencapai pemahaman dan pengarahan diri (Guidance is the proces of helping individualis achieve the self

  

suatu rangkaian pekerjaan-pekerjaan, jabatan-jabatan dan kedudukan

yang mengarah pada dunia kerja (Dewa Ketut Sukardi, 1987:18),

sedangkan bimbingan karier dapat didefinisikan suatu proses pemberian

bantuan kepada individu-individu dalam mencapai penanaman dan

pengarahan diri pada pekerjaan, jabatan dan kedudukan yang miliki oleh

individu.

  Bimbingan karier adalah proses bantuan yang diberikan kepada

siswa agar dapat memahami diri, memahami nilai-nilai, memahami

lingkungan, mengenal masalah dan cara mengatasi, serta dapat

merencanakan masa depan (Depdikbud Provinsi Jateng; 1991:4). Winkel

dan Hastuti (2012) mengartikan bimbingan karier sebagai bimbingan

dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan, dalam memilih

lapangan pekerjaan atau jabatan/profesi tertentu serta membekali diri

supaya siap memangku jabatan itu, dan dalam menyesuaikan diri dengan

berbagai tuntutan dari lapangan pekerjaan yang telah dimasuki.

  Dalam bukunya Dewa Ketut Sukardi (1987:22), mendefinisikan

Bimbingan Karier adalah bantuan layanan yang diberikan kepada

individu-individu untuk memilih, menyiapkan, menyesuaikan dan

menetapkan dirinya dalam pekerjaan yang sesuai serta memperoleh

kebahagiaan daripadanya. Berkaitan dengan sekolah, bimbingan karier

dapat dipandang sebagai suatu proses perkembangan yang

berkesinambungan yang membantu terutama dalam hal perencanaan karier, pembuatan keputusan, perkembangan ketrampilan/ keahlian informasi karier, dan pemahaman diri.

  Dari definisi tersebut, dapat diambil kesimpulan, bahwa bimbingan karier adalah suatu proses bantuan, layanan informasi dan pendekatan terhadap individu/ kelompok individu agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerja untuk menentukan pilihan karier, mampu untuk mengambil keputusan karier dan mengakui bahwa keputusan tersebut adalah yang paling tepat/ sesuai dengan keadaan dirinya dihubungkan dengan persyaratan-persyaratan karier yang akan ditekuninya.

  Dalam penelitian ini penulis membatasi pengertian dari bimbingan karier yang dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan sebagai suatu proses bantuan, layanan informasi dan konsultasi siswa dalam mendeteksi dan memantapkan pemahaman diri terhadap bidang kejuruan, layanan dalam memberikan informasi tentang lingkungan karier dan layanan konsultasi dalam merencanakan karier siswa, agar siswa mampu untuk menciptakan sikap kemandirian dalam kebebasan memilih karier, kemantapan diri dalam memilih karier dan bertanggung jawab terhadap karier yang akan dipilihnya.

2. Prinsip-prinsip Pelaksanaan Bimbingan Karier di SMK

  Agar bimbingan karier di SMK dapat berfungsi dengan sebaik- baiknya sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, maka beberapa

  

para pembimbing pada khususnya dan administrator sekolah pada

umumnya terutama dalam penyusunan program pelaksanaan layanan

bimbingan karier di sekolah. Secara umum prinsip-prinsip bimbingan

karier di SMK, adalah sebagai berikut: a.

  Seluruh siswa hendaknya mendapat kesempatan yang sama untuk mengembangkan dirinya dalam pencapaian kariernya secara tepat.

  Semua siswa memiliki kesempatan yang sama dalam menggunakan fasilitas bimbingan karier. Tidak ada perkecualian baik itu yang kaya maupun yang miskin. Setiap siswa memiliki hak yang sama untuk mengembangkan diri dan merencanakan karier sesuai dengan kemampuan yang ada pada dirinya, melalui bimbingan karier.

  b.

  Setiap siswa hendaknya memahami bahwa karier itu adalah sebagai suatu jalan hidup, dan pendidikan adalah sebagai persiapan dalam hidup.

  Bimbingan karier memberikan pemahaman kepada siswa dalam berkarier, bahwa setelah lulus, mereka membutuhkan suatu tempat dan karya untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diterima dibangku sekolah. Karier tersebut dijadikan sarana untuk mencapai kebahagiaan hidup dan masa depannya. Dengan bimbingan karier siswa mempunyai kemandirian dalam menentukan dan memilih karier yang dapat memberikan kebahagiaan hidup dan masa c.

  Siswa hendaknya dibantu dalam mengembangkan pemahaman yang cukup memadahi terhadap diri sendiri dan kaitannya dengan

perkembangan sosial pribadi dan perencanaan pendidikan karier.

  Pemahaman diri sebagai langkah awal dalam merencanakan karier, memberikan dorongan bagi siswa untuk mengenal dan mengetahui segala yang ada dalam dirinya. Dengan pemahaman diri, siswa memiliki kemampuan dalam menentukan dan memilih karier mana yang cocok/ sesuai dan mampu memberikan kesenangan dalam menjalaninya.

  d.

  Siswa secara keseluruhan hendaknya dibantu untuk memperoleh pemahaman tentang hubungan antara pendidikannya dan kariernya.

  SMK sebagai lembaga pendidikan kejuruan yang mencetak tenaga terampil yang siap bekerja. Lulusan siswa SMK diharapkan memiliki kemandirian dalam mengelola diri dan kemampuannya dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerjanya. Melalui bimbingan karier siswa memperoleh pemahaman tentang keselarasan bidang kejuruan yang ditekuni saat ini dengan bidang karier yang akan ditekuninya nanti.

  e.

  Setiap siswa hendaknya memilih kesempatan untuk menguji konsep, berbagai peranan dan ketrampilannya guna mengembangkan nilai- nilai dan norma-norma yang memiliki aplikasi bagi karier di masa depannya.

  Siswa SMK hendaknya memiliki inisiatif dan kreativitas dalam menambah dan memperluas ilmu yang diperolehnya untuk mengembangkan diri dan kemampuannya sebagai bekal dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi masa depan kariernya.

  Siswa yang telah memiliki nilai-nilai lebih dalam kemampuannya tidak dikhawatirkan untuk memiliki kemandirian dalam memilih karir yang sesuai dengan keadaan dirinya.

  f.

  Program Bimbingan Karier di sekolah hendaknya diintegrasikan secara fungsional dengan program bimbingan dan konseling pada khususnya.

  Program materi bimbingan karier dalam penyampaiannya diintegrasikan dengan materi bimbingan konseling. Hal ini dilakukan karena bimbingan karier merupakan bagian dari bimbingan.

  g.

  Program bimbingan karier di sekolah hendaknya berpusat di kelas, dengan koordinasi oleh pembimbing, disertai partisipasi orang tua dan kontribusi masyarakat.

  Sampai saat ini pelaksanaan bimbingan karir yang diberikan semenjak kelas 1 hingga kelas 3, memberikan pelayanan ganda, yaitu diruangan bimbingan dan diruang kelas. Di kelas siswa mempunyai kesempatan yang sama dalam dalam memperoleh bimbingan, dan didukung partisipasi orang tua dan peran masyarakat

  Dari beberapa prinsip yang terdapat dalam bimbingan karier tersebut dapat disimpulkan bahwa, bimbingan karier dalam pelaksanaannya memiliki pedoman yang umun dan jelas dalam memberikan pelayanan kepada siswanya dalam mendeteksi diri, memberikan layanan tentang karakteristik dunia kerja sehingga mampu menciptakan kemandirian siswa dalam menentukan arah pilih karier yang sesuai dengan keadaan dirinya, agar mampu mencapai kebahagiaan hidup dimasa depan kariernya.

3. Tujuan Pelaksanaan Bimbingan Karier di SMK

  Secara umum tujuan diselenggarakannya Bimbingan Karier di SMK menurut Dewa Ketut Sukardi dalam bukunya yang berjudul Bimbingan Karier, (1985:31-34) ialah membantu siswa dalam pemahaman dirinya dan lingkungannya, dalam pengambilan keputusan, perencanaan, dan pengarahan kegiatan-kegiatan yang menuju kepada karier dan cara hidup yang akan memberikan rasa kepuasan karena sesuai, serasi, dan seimbang dengan dirinya dan lingkungannya.

  Sedangkan tujuan khusus yang menjadi sasaran Bimbingan Karier di SMK, diantaranya: a.

  Bimbingan karier dilaksanakan di SMK bertujuan agar siswa dapat meningkatkan pengetahuan tentang dirinya sendiri (self concept).

  Pemahaman diri (konsep diri) adalah merupakan citra diri sendiri. Atau dengan pengertian lain pemahaman diri yang hidup dan nilai-nilai. Hal ini nantinya sebagai langkah awal dalam menentukan arah pilih karier yang tepat bagi siswa sehingga tercipta adanya sikap kemandirian siswa dalam memilih karier yang sesuai dengan pemahaman dirinya.

  b.

  Bimbingan karier dilaksanakan di SMK bertujuan agar siswa dapat meningkatkan pengetahuannya tentang dunia kerja.

  Pemahaman tentang dunia kerja meliputi pemahaman tentang informasi tentang berbagai persyaratan penerimaan dalam dunia kerja, isi serta sifat suatu lapangan kerja, situasi pekerjaan termasuk dalam aspek sosial, fisik, administrasi, masa depan suatu pekerjaan, organisasinya, serta gaya hidup dalam suatu jabatan. Di samping itu yang perlu dipahami ialah faktor sosial ekonomi keluarga, lingkungan hidup dan relasi serta kesempatan kerja atau peluang dan pasaran kerja.

  Hal ini menjadi penting ketika siswa SMK telah merencanakan untuk langsung terjun didunia kerja setelah lulus.

  Bagi mereka yang telah mempunyai bekal informasi yang cukup, maka mereka mampu dalam menentukan sikap yang positif (kemandirian) dakan menentukan arah pilih karier yang sesuai dengan dirinya.

  c.

  Bimbingan karier dilaksanakan di SMK bertujuan agar siswa dapat mengembangkan sikap dan nilai diri sendiri dalam menghadapi memasukinya.mbatan-hambatan yang mungkin timbul yang disebabkan oleh dirinya sendiri dan faktor lingkungan, serta

mencari jalan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut.

  Mengembangkan sikap dan nilai yang positif terhadap diri sendiri dapat dikembangkan oleh anak didik dengan cara: memahami potensi-potensi diri sendiri, dapat menerima kenyataan tentang diri sendiri, berani mengambil suatu keputusan tentang apa yang sebaiknya dipilih, serta memiliki kemampuan daya penalaran untuk mempertimbangkan berbagai alternatif pemecahan masalah.

  Disamping itu memiliki pandangan yang obyektif tentang pekerjaan secara langsung membantu siswa dalam usaha mengembangkan dan merancang masa depan yang lebih baik dan cemerlang. Untuk itu siswa memerlukan berbagai informasi tentang cara-cara hidup orang-orang yang menjabat pekerjaan tertentu, termasuk didalamnya kepuasan kerja dan nilai-nilai yang terkandung dalam pekerjaan yang dijabatnya.

  d.

  Bimbingan karier dilaksanakan di SMK bertujuan agar siswa dapat meningkatkan ketrampilan berpikir agar mampu mengambil keputusan tentang jabatan yang sesuai dengan dirinya dan tersedia dalam dunia kerja.

  Melalui bimbingan karier siswa akan diarahkan dalam mengenal diri dan kemampuannya untuk memahami diri dan merencanakan kariernya sehingga dengan demikian siswa menjadi terlatih dan bersikap dewasa dalam berpikir dan merencanakan kariernya. Dengan bimbingan karier diharapkan siswa mampu dalam merencanakan kariernya dan mampu dalam mengambil keputusan yang tepat untuk kariernya sehingga tercipta adanya sikap yang positif terhadap karier yang akan menjadi pilihannya.

  e.

  Bimbingan karier dilaksanakan di SMK bertujuan agar siswa dapat menguasai ketrampilan dasar yang penting dalam pekerjaan terutama kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, berprakarsa dan sebagainya.

  Dunia kerja menuntut adanya profesionalitas. Siswa SMK diharapkan profesional dalam menghadapi pekerjaan dan profesional dalam menjalin hubungan yang baik dengan lingkungan kerja. Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, sangat mendukung siswa dalam kepuasan menjalani kariernya. Dengan kondisi lingkungan yang kondusif, siswa akan menjalani pekerjaanya dengan rasa senang dan tanpa beban sehingga kariernya dapat memberikan kepuasan tersendiri.

  Kemandirian akan tercipta dari kondisi tersebut, dengan adanya sikap yang positif mampu mendorong siswa dalam menentukan arah pilih karier yang sesuai dengan hati nuraninya.

  Dari keterangan di atas tersebut, dapat diambil kesimpulan kepada layanan yang mengarah untuk persiapan menuju masa depan dunia karier. Perkembangan karier dewasa ini begitu pesat sehingga bimbingan karier di SMK harus senantiasa mencari informasi terbaru tentang karakteristik pekerjaan/ karier yang sedang berkembang. Melalui bimbingan karier sebagai suatu proses diharapkan mampu menciptakan sikap kemandirian siswa dalam menentukan arah pilih karier yang sesuai dengan keadaan diri dan kemampuannya. Karena melalui bimbingan karier inilah siswa dapat mengetahui kondisi diri dan informasi lingkungan karier yang diperlukan bagi dirinya untuk merencanakan karier yang memberikan tingkat kepuasan kerja yang diharapkan, ringan dan bertanggung jawab.

4. Fungsi Bimbingan Karier di SMK

  Bimbingan karier sebagai satu kesatuan proses bimbingan memiliki manfaat yang dinikmati oleh kliennya dalam mengarahkan diri dan menciptakan kemandirian dalam memilih karier yang sesuai dengan kemampuan siswanya. Menurut Prayitno (1996) dalam bukunya Bimbingan dan Konseling berpendapat bahwa: a.

  Para siswa SMK pada akhir semester dua perlu menjalani pemilihan program studi atau penjurusan.

  Program studi/ kejuruan yang dipilih oleh siswa terdiri dari bidang studi akuntansi, sekretaris dan manajemen bisnis. Hal ini menggali potensi yang seluas-luasnya. Dalam pemilihan ini diperlukan kecermatan dan perhitungan yang masak dan tepat agar bakat dan kemampuan yang ada pada siswa dapat disalurkan sesuai dengan jurusan yang ada, melalui bimbingan karier.

  b.

  Siswa SMK yang akan langsung terjun kedunia kerja tentu memerlukan bimbingan karier agar siswa dapat bekerja dengan senang dan baik.

  Sesuai dengan tujuan pendidikan kejuruan bahwa siswa lulusan SMK dicetak menjadi tenaga trampil yang siap untuk menghadapi dunia kerja/ bekerja. Maka dari hal itu, siswa SMK memerlukan bimbingan karier untuk memberikan sejumlah informasi, yang memberikan keterangan dan arahan bagi siswa, ketika mereka terjun didunia kerja agar memperoleh bekal yang cukup matang. Dengan bekal tersebut diharapkan siswa memiliki kemandirian dalam menentukan pilihan karier yang sesuai dengan keadaan dirinya, agar dalam menjalaninya dengan rasa senang dan tanpa beban.

  c.

  Siswa SMK merupakan angkatan kerja yang potensial, karena itu diperlukan persiapan yang sebaik-baiknya untuk menghadapi masa depan, menyiapkan dengan baik pekerjaan-pekerjaan, jabatan- jabatan yang sesuai dengan potensi yang ada pada diri mereka, melalui bimbingan karier.

  Sebagai remaja yang sedang mengalami tingkat transisi dalam perkembangan jiwanya, siswa SMK merupakan angkatan yang produktif dalam mengembangkan ketrampilannya. Pada masa-masa ini diharapkan siswa SMK dapat menggunakan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya untuk menggali potensi diri yang ada dan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang segala sesuatu yang dibutuhkan didunia kerja. Jika hal ini sudah dipersiapkan dengan sebaik-baiknya maka ketika lulus, mereka telah mempunyai bekal baik itu secara materi dan psikologis, sebagai upaya dalam menentukan sikap yang efisien dan kemandirian terhadap arah pilih karier yang sesuai dengan keadaan diri siswa.

  Dari pendapat di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa kontribusi yang dilaksanakan oleh layanan bimbingan karier di SMK lebih menitikberatkan kepada proses pembentukan sikap kemandirian siswa dalam merencanakan arah pilih kariernya, di mana siswa diharapkan agar mampu memilih jurusan yang sesuai dengan pemahaman dirinya, aktif dan inisiatif dalam memanfaatkan informasi karier, mempersiapkan diri sejak dini secara materi dan psikologis dalam menghadapi dunia kariernya agar memiliki sikap kemandirian dalam menentukan arah pilih karier yang sesuai sehingga dalam menjalaninya dengan rasa senang tanpa adanhya suatu beban.

5. Penyelenggaraan Bimbingan Karier

  Menurut Drs. Dewa Ketut Sukardi dalam bukunya yang berjudul Bimbingan Karier di Sekolah dalam hal ini SMK (1987:490-102), penyelenggaraan Bimbingan Karier yang diberikan di sekolah-sekolah dapat dilakukan melalui: a.

  Ceramah dari nara sumber Kegiatan yang dilakukan bersumber dari pembimbing, konselor, guru, maupun dari nara sumber (pihak dunia kerja), dalam rangka memberikan penerangan tentang informasi yang lebih banyak tentang pekerjaan, jabatan dan karier.

  b.

  Diskusi Kelompok Suatu pendekatan yang kegiatannya bercirikan sutu keterkaitan pada suatu pokok masalah/ pertanyaan (dalam hal ini perencanaan karier/ pekerjaan/ karier), dimana siswa sejujurnya berusaha untuk memperoleh kesimpulan setelah mendengarkan, mempelajari dan

mempertimbangkan pendapat siswa yang lain secara jujur.

  c.

  Pengajaran Unit Merupakan teknik dalam membantu siswa untuk memperoleh pemahaman tentang suatu pekerjaan tertentu, melalui kerjasama antara pembimbing dan guru bidang studi. Namun dengan pola ini sudah barang tentu perlu adanya jam tersendiri yang khusus disediakan untuk keperluan kegiatan bimbingan karier. d.

  Sosiodrama Suatu cara yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendramatisasi sikap, tingkah laku/ penghayatan seseorang seperti yang dilakukannya dalam reaksi sosial sehari-hari dimasyarakat sehubungan dengan pekerjaan dan karier.

  e.

  Karyawisata karier yang diprogramkan oleh sekolah Berkarya/ bekerja dan belajar sambil berwisata untuk membawa para siswa belajar dan bekerja pada situasi baru yang menyenangkan, dengan demikian akan tumbuh sikap menghargai pekerjaan yang diamatinya.

  f.

  Informasi melalui kegiatan Kurikuler secara Instruksional.

  Pemberian informasi tentang pekerjaan, jabatan, karier dengan cara mengaitkan/ dipadukan dengan mata pelajaran/ kegiatan belajar mengajar.Dalam kaitan ini tiap guru dapat memberikan bimbingan karier pada saat-saat mengajarkan pelajaran yang berkaitan dengan suatu karier tertentu.

  g.

  Hari Karier (Career Days) Hari-hari tertentu yang dipilih untuk melaksanakan berbagai bentuk kegiatan yang bersangkut paut dengan pengembangan karier. Pada hari tersebut semua kegiatan bimbingan karier dilaksanakan berdasarkan program bimbingan karier yang telah ditetapkan oleh sekolah untuk tiap tahun.

  Dari ketujuh cara pelaksanaan bimbingan karier tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan bimbingan karier di SMK pada umumnya dilaksanakan sesuai dengan program yang telah digariskan oleh sekolah setiap tahunnya. Tidak semua cara pelaksanaan tersebut dilakukan, pada umumnya SMK lebih banyak menggunakan cara dengan pengajaran unit. Pada pelaksanaan ini, bimbingan karier telah menjadi mata pelajaran bimbingan yang diintegrasikan dengan materi bimbingan dan konseling. Jadi setiap minggunya bimbingan karier mendapatkan jam khusus dan ini diberikan mulai dari kelas I hingga kelas III disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dari siswa tersebut. Perkembangan karier dewasa ini begitu pesat sehingga kegiataan bimbingan karier di SMK harus senantiasa melakukan kegiatan

yang dapat menunjang program kurikulum SMK tersebut.

6. Pentingnya Bimbingan Karier di SMK

  Dalam dunia pendidikan kejuruan dijumpai banyak permasalahan yang dialami para siswa SMK, yaitu rata-rata siswa SMK belum mampu mengetahui kemampuan yang ada pada dirinya dan belum mampu untuk menyelaraskan kemampuan tersebut untuk memilih karier yang sesuai dengan keadaan dirinya. Menurut pendapat D. Joedonagoro yang dikutip Rustam A. Gani (1987:22), menyatakan Bimbingan Karier dapat memberikan dorongan-dorongan yang positif,

  

merupakan usaha yang sangat berarti dalam membentuk kualitas

tenaga kerja masa depan. Sedangkan dalam SK Mendikbud No 0490

U/92 Bab XI pasal 25 menyatakan pentingnya bimbingan karier di

SMK adalah untuk: a.

  Pelayanan kepada siswa SMK sehingga siswa mendapatkan pendidikan kejuruan yang sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat siswa.

  Dalam hal ini bimbingan karier akan memberikan jasa pelayanan dalam mendeteksi bakat, minat, cita-cita, kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh siswa agar dapat diselaraskan dengan bidang kejuruan yang ada. Hal ini menjadi penting karena apabila siswa menekuni bidang kejuruannya dengan penuh minat, motivasi dan rasa senang tanpa beban yang berat. Ini nantinya akan menumbuhkan sikap kemandirian siswa dalam memilih karier yang akan memberikan kepuasan dalam berkarier.

  b.

  Pelayanan kepada siswa dalam proses pengenalan diri, pengenalan lingkungan dunia kerja dan memberi wawasan arah karier kejuruan.

  Pelayanan ini memberikan arahan kepada siswa dalam mengenal siapa dirinya, bagaimana keadaan lingkungan dunia kerja yang sesungguhnya, dan akan memberikan pengetahuan dalam mengarahkan karier yang akan dipilihnya nanti. Hal ini siswa akan menjadi terarah dalam mengambil keputusan yang jelas, tepat dan bertanggung jawab terhadap karier yang akan dipilihnya nanti.

  c.

  Pelayanan kepada tamatan untuk mencari pekerjaan dan mandiri.

  Bagi siswa yang telah lulus, bimbingan karier memberikan pelayanan dalam memberikan informasi peluang yang ada dalam dunia kerja yang sedang membutuhkan tenaga kerjanya. Dalam hal ini siswa disalurkan melalui sekolah dan atas nama sekolah.

  Hal ini menjadi penting ketika siswa yang ingin langsung bekerja agar mampu tertampung dengan segera didunia kerja tanpa melalui biaya yang besar. Dengan begitu siswa tersebut akan belajar untuk hidup mandiri dan tidak tergantung pada kedua orang tuanya lagi dalam artian mampu untuk membiayai hidup dan mengatur kehidupannya sendiri setelah bekerja.

  Dari ketiga pentingnya pelayanan bimbingan karier di SMK, dapat diambil kesimpulannya bahwa bimbingan karier memiliki peran yang sangat penting bagi siswa SMK. Hal ini disebabkan karena siswa SMK merupakan siswa yang dididik untuk menjadi tenaga trampil didunia kerja. Dalam linngkungan kerja dituntut untuk memiliki kualitas secara materi dan psikis.

  Melalui bimbingan karier mampu memberikan arahan tentang pemahaman diri berkaitan dengan kemampuan diri, memberikan kemampuan diri sehingga diharapka mampu memberikan kepuasan dalam berkarier yang pada akhirnya memberikan tingkat kebahagiaan hidup dan berkarier.

BAB III METODELOGI PENELITIAN Dalam bab ini dipaparkan mengenai Jenis Penelitian, Tempat dan Waktu Penelitian, Subyek Penelitian, Instrumen Penelitian, Validitas dan Reabilitas dan Teknik Pengumpulan Data. A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerikal

  (angka) yang diolah dengan metode statistika (Azwar, 2013). Dari kedalaman analisisnya, penelitian ini tergolong penelitian kuantitatif deskriptif. Penelitian deskriptif dilakukan dengan tujuan memberikan gambaran secara sistematik dan akurat fakta serta karakteristik mengenai populasi atau mengenai bidang tertentu (Azwar, 2003). Sejalan dengan pengertian tersebut, penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran tentang tingkat kemandirian pilihan karier siswa kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten. Sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian ini, akan diusulkan topik-topik bimbingan karier untuk mengembangkan

kemandirian pilihan karier siswa SMK dalam memasuki dunia kerja.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

  Tempat penelitian di SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten, beralamat di Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No.30 Klaten

  • – Jawa Tengah 57432

  Telp.(0272) 321949 Fax.(0272) 327347. Berikut adalah waktu pelaksanaan

  Tabel 1 Waktu Penelitian No Waktu Agenda Keterangan

  1 Februari-Maret Pembuatan kuesioner Terlaksana 2016

  2

  22 Maret 2016 Penyerahan surat penelitian dan Terlaksana observasi

  3

  22 April 2016 Menyebarkan kuesioner pada Terlaksana siswa SMK dibantu oleh guru BK

  4 Mei 2016 Mengolah data dan menguji Terlaksana validitas

C. Subyek Penelitian

  Subyek pada penelitian ini yaitu siswa-siswi kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten. Alasan peneliti memilih kelas XII sebagai subyek penelitian yaitu karena siswa-siswi kelas XII akan segera lulus dan masuk ke perguruan tinggi atau masuk kedunia kerja bagi yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Pada umumnya lulusan SMK banyak yang langsung bekerja dari pada melanjutkan keperguruan tinggi. Maka dari itu adanya penelitian ini, diharapkan nantinya siswa-siswi dapat memiliki kemandirian pilihan karier yang lebih baik lagi dalam memasuki dunia kerja.

  Jumlah kelas XII di SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten tahun ajaran 2015/2016 sebanyak tujuh kelas, yaitu kelas TITL (Teknik Instalasi Tenaga Listrik) sebanyak satu kelas, TMK (Teknik Mekatronika) sebanyak dua kelas, TP (Teknik Pemesinan) sebanyak dua kelas dan TKR (Teknik Kendaraan Ringan) sebanyak dua kelas. Penelitian ini adalah penelitaan populasi atau sampel sehingga peneliti tidak mengambil semua kelas tetapi hanya mengambil empat kelas saja sebagai sample. Rincian jumlah siswa kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten yang diambil sebagai sample penelitian ada pada tabel 2.

  Tabel 2 Rincian Data Populasi Penelitian Siswa Kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016

Kelas Jumlah

  XII TMK A

  19 XII TKR A

  30 XII TP A

  30 XII TITL

  24 Total 103 D.

   Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyebaran kuesioner/angket. Kuesioner yang disusun peneliti mengacu pada prinsip-prinsip skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2012: 134).

  Pernyataan yang terdapat dalam Kuesioner Kemandirian Pilihan Karier Siswa SMK ini terdiri dari pernyataan positif atau favourable. Pernyataan positif atau favourable merupakan konsep keperilakuan yang sesuai atau mendukung atribut/variabel yang diukur.

  Responden diminta untuk menjawab pernyataan-pernyataan yang terdapat pada Kuesioner Kemandirian Pilihan Karier Siswa SMK dengan memilih salah satu alternatif jawaban yang telah disediakan dengan cara memberi

  

responden pada masing-masing item. Dengan demikian dapat diketahui

tingkat Kemandirian Pilihan Karier Siswa SMK pada subjek penelitian ini.

  

Semakin tinggi jumlah skor yang diperoleh, maka semakin tinggi pula tingkat

Kemandirian Pilihan Karier Siswa SMK. Sebaliknya, semakin rendah jumlah

skor yang diperoleh, maka semakin rendah pula tingkat Kemandirian Pilihan

Karier Siswa SMK.

  Instrumen penelitian ini menyediakan 4 alternatif jawaban yaitu Sangat

Setuju (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS), dan Sangat Tidak Sesuai (STS).

  

Norma skoring yang dikenakan terhadap pengolahan data yang dihasilkan

instrumen ini ditentukan sebagai berikut:

Tabel 3

Norma Skoring Kuesioner

  

Kemandirian Pilihan Karier Siswa SMK

Alternatif Jawaban Skor Favourable

  Sangat Sesuai

  4 Sesuai

  3 Kurang Sesuai

  2 Tidak Sesuai

  1 Kuesioner dikonstruk berdasarkan aspek-aspek Kemandirian Pilihan

Karier Siswa SMK. Operasionalisasi objek penelitian ini dijabarkan lebih

jauh dalam konstruk instrumen sebagai berikut:

  Tabel 4 Kisi-kisi Kuesioner Tingkat Kemandirian Pilihan Karier Siswa SMK (Uji Coba) No Aspek Indikator Item Jumlah

1 Menguasai

1.1 Membangun 1, 2, 3, 4,

  9

keterampilan untuk Kesadaran Karier. 5, 6, 7, 8, 9

menggali informasi 10, 11, 12,

  13 kerja yang sesuai

  1.2 Membangun 13, 14, 15, dengan Kesiapan Pekerjaan 16, 17, 18, pengetahuan diri

  19, 20, 21, sebagai dasar 22 pengambilan keputusan karier.

2 Menggunakan

  2.1 Mendapatkan 23, 24, 25,

  7

strategi untuk Informasi Karier 26, 27, 28,

mencapai tujuan

  29 karier yang sesuai

  2.2 Mengidentifikasi 30, 31, 32,

  5 dengan potensi diri. Tujuan Karier 33, 34

3 Memahami

  3.1 Mendapatkan 35, 36, 37,

  8

hubungan antara Pengetahuan untuk 38, 39, 40,

kompetensi diri Mencapai Tujuan 41, 42 dengan dunia kerja. Karier.

  3.2 Menerapkan 43, 44, 45,

  5 Kemampuan untuk 46, 47 Mencapai Tujuan

Karier.

  Jumlah Item

  47

  47 E. Validitas dan Reliabilitas Kuesioner 1. Validitas Menurut Azwar (2005: 5) validitas menunjuk pada sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Validitas yang diuji untuk instrumen penelitian ini adalah validitas isi. Validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi alat ukur dengan analisis rasional dengan cara

  

dikonstruksi berdasarkan aspek-aspek yang akan diukur dan selanjutnya

dikonsultasikan pada ahli (dosen pembimbing).

  Hasil konsultasi dan telah yang dilakukan oleh ahli dilengkapi

dengan pengujian empirik dengan cara mengkorelasikan skor-skor setiap

item instrumen terhadap skor-skor total aspek dengan teknik korelasi

Spearman's rho menggunakan aplikasi program komputer SPSS for

Window. Rumus korelasi Spearman's rho adalah sebagai berikut :

  } ) ( { } ) ( { ) )( (

  2

  2

  2

  2 ny y n nx x n y x xy n xy r

           

  Keterangan : xy r

  = Koefisien korelasi antara skor item dengan skor total xy

   = Jumlah perkalian antara skor item dengan skor total x

   = Jumlah skor item y

   = Jumlah skor total n = Jumlah subyek

  Semua item yang mencapai koefisien korelasi minimal 0.30

dianggap memuaskan dan jika kurang dari 0.30 item diinterpretasikan

sebagai item yang memiliki daya diskriminasi rendah (Azwar: 2007).

Pada penelitian ini, jumlah responden sebanyak 36 siswa. Pada

penelitian ini, item dinyatakan valid jika koefisien korelasi > 0,30.

  

Sedangkan, jika koefisien korelasinya < 0,30, maka item yang

bersangkutan tidak valid. Berdasarkan perhitungan statistik yang telah

  SPSS (Statistical Program for Social Science) versi 16.0, diperoleh 42 item yang memiliki nilai konsistensi internal  0.30 dan 5 item yang memiliki nilai konsistensi internal

   0.30. Artinya, item instrumen penelitian yang valid berjumlah 42 item, sedangkan 5 item telah gugur.

2. Reliabilitas

  Reliabilitas suatu alat ukur adalah derajat keajegan alat yang bersangkutan dalam mengukur apa saja yang diukurnya (Furchan, 2011). Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi disebut sebagai pengukuran yang reliabel (Azwar, 2011). Pengujian reliabilitas instrument dilakukan dengan teknik belah dua. Perhitungan indeks reliabilitas kuesioner penelitian ini menggunakan pendekatan koefisien Alpha Cronbach (a) dengan rumus sebagai berikut:

  2

  2 s s

   

  1

  2  a

  2

  1  

  2   x s

    Keterangan: a : Koefisien reliabilitas Alpha Cronbach

  2

  2 s s dan : Varians skor belahan 1 dan varians skor belahan

  2

  1

  2

  2 s

  : Varians skor skala x

  Setelah dihitung dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS 16.0, diperoleh perhitungan reliabilitas seluruh instrumen menggunakan rumus koefisien alpha (α) yaitu 0,881.

  Hasil perhitungan indeks reliabilitas dikonsultasikan dengan kriteria Guilford (Masidjo, 1995: 209).

  Tabel 5 Kriteria Guilford No Koefisien Korelasi Kualifikasi 1 0,91

  Sangat tinggi 2 0,71

  • – 1,00
  • – 0,90
  • – 0,70
  • – 0,40
  • – 0,20

  Tinggi 3 0,41

  Cukup 4 0,21

  Rendah 5 negatif

  Sangat Rendah Berdasarkan kriteria Guilford diketahui bahwa koefisiensi realibilitas kuesioner termasuk sangat tinggi. Item kuesioner yang telah lolos uji validitas dan reliabilitas disusun kembali menjadi kuesioner yang digunakan untuk pengambilan data penelitian. Kisi-kisi kuesioner kemandirian pilihan karier yang final dapat dilihat pada tabel 6.

  

Tabel 6

Kisi-Kisi Kuesioner Penelitian Kemandirian Pilihan Karier Siswa SMK Setelah Uji

Coba

No Aspek Indikator No Item

  1 Menguasai keterampilan untuk menggali informasi kerja yang sesuai dengan pengetahuan diri sebagai dasar pengambilan keputusan karier.

1.1 Membangun Kesadaran Karier.

  1.2 Membangun Kesiapan Pekerjaan 10, 11, 13, 14, 15, 16, 18, 19, 20, 21, 22

  2 Menggunakan strategi untuk mencapai tujuan karier yang sesuai dengan potensi diri.

  2.1 Mendapatkan Informasi

Karier

23, 24, 25, 26, 27, 28, 29

  2.2 Mengidentifikasi Tujuan

Karier

30, 31, 32, 33, 34

  3 Memahami hubungan antara kompetensi diri dengan dunia kerja.

  3.1 Mendapatkan Pengetahuan untuk Mencapai Tujuan

Karier.

  35, 36, 37, 38, 40, 41

  3.2 Menerapkan Kemampuan untuk Mencapai Tujuan

Karier.

  43, 44, 45, 46, 47

  1, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9

F. Pengumpulan Data 1. Persiapan dan Pelaksanaan a.

  Mempelajari buku-buku tentang kemandirian pilihan karier.

  b.

  Menyusun kuesioner tentang kemandirian pilihan karier siswa SMK, dengan mengikuti beberapa langkah yaitu: 1)

  Menetapkan dan mendefinifikan variabel penelitian.

  2) Menjabarkan variabel penelitian ke dalam aspek-aspek dan indikator-indikatornya.

  3) Menyusun item-item pernyataan sesuai dengan aspek dan indikator yang telah dibuat.

  4) Mendiskusikan alat dan mendapat persetujuan (Dosen pembimbing yaitu J. Donal Sinaga, M.Pd).

  5) Bertemu dengan guru BK SMK Pangudi Luhur Leonardo

  Klaten untuk meminta ijin mengadakan uji coba alat penelitian dan melaksanakan penelitian.

  6) Melaksanakan uji coba penelitian di SMK Pangudi Luhur

  Leonardo Klaten pada kelas XI TKR B 7) Pengumpulan data uji empirik terhadap validitas dan reliabilitas kuesioner uji coba dan merevisi kuesioner.

  8) Melaksanakan pengumpulan data (pengisian kuesioner) di SMK

Pangudi Luhur Leonardo Klaten pada kelas XII.

2. Tahap Pengumpulan Data Uji coba kuesionar dilaksanakan pada tanggal 20 April 2016.

  Subyek untuk uji coba kuesioner ini yaitu siswa-siswi kelas XI TKR B SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten T.A 2015/2016. Alasan peneliti memilih subyek siswa siswi kelas XI TKR B SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten T.A 2015/2016 yaitu karena siswa siswi tersebut memiliki kriteria yang sama dengan subyek penelitian.

  Kuesioner yang telah diuji cobakan dan telah direvisi kemudian dipergunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Pengumpulan data (pengisian kuesioner) dilaksanakan pada siswa siswi SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten tahun ajaran 2015/2016 kelas XII pada tanggal

  22 April 2016. Peneliti mengambil 4 kelas sebagai sample karena penelitian ini adalah populasi penelitian. Kelas yang diambil peneliti yaitu kelas XII TMK A, XII TKR A, XII TP A, XII TITL Jumlah

peserta didik yang menjadi populasi penelitian sebanyak 103 orang.

G. Analisis Data

  

Langkah-langkah yang ditempuh dalam melakukan analisis data yaitu:

1.

  Memberi skor pada setiap alternatif jawaban yang dipilih. Norma skoring untuk pernyataan positif adalah: Sangat Sesuai= 4, Sesuai= 3, Kurang Sesuai= 2 dan Tidak Sesuai= 1.

  2. Membuat tabulasi data dan menghitung skor masing-masing responden dengan menggunakan bantuan Microsoft office excel

  Product and Service (SPSS) 16.0 guna menentukan validitas dan reliabitas.

  3. Menentukan kategorisasi tingkat kemandirian pilihan karier siswa SMK. Kategorisasi kemandirian pilihan karier dilakukan dengan cara kategorisasi jenjang. Tujuan kategorisasi jenjang adalah menempatkan individu ke dalam kelompok-kelompok yang terpisah secara jenjang menurut suatu kontinum berdasar atribut yang diukur (Azwar, 2007). Norma kategorisasi adalah mengikuti norma kategorisasi yang disusun oleh Azwar (2007). Terdapat lima kategori dalam penelitian ini yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi dengan norma kategorisasi yang dapat dilihat pada Tabel 7.

  Tabel 7

Norma Kategorisasi Karakter Subjek Penelitian

Skor Kategorisasi

  Sangat Tinggi µ + 1,5 σ < X

  Tinggi µ + 0,5 σ < X ≤ µ + 1,5 σ µ - Sedang

  0,5 σ < X ≤ µ + 0,5 σ µ - Rendah

  1,5 σ < X ≤ µ - 0,5 σ Sangat Rendah

  X ≤ µ - 1,5 σ Keterangan:

   Skor maksimum teoritik : Skor tertinggi yang diperoleh subyek penelitian berdasarkan perhitungan skala. Skor minimum teoritik :

  Skor terendah yang diperoleh subjek penelitian menurut perhitungan skala.

   Standar deviasi (σ/ sd) : Luas jarak rentangan yang dibagi dalam 6 satuan deviasi sebaran.

   Mean teoritik ( µ ) : Rata-rata teoritis skor maksimum dan minimum.

4. Mencari patokan yang akan digunakan dengan mencari X maksimal teoritik dan X minimum teoritik, standar devisiasi dan mean teoritik.

  Perhitungan dalam penggolongan norma kategorisasi disesuaikan dengan item penelitian yang berjumlah 42 butir item. Dari 42 item dapat diperoleh hasil sebagai berikut: X maksimum teoritik : 4 x 42 = 168

  X minimum teoritik : 1 x 42 = 42 Luas jarak : 168

  • – 42 = 126 σ (standar deviasi)

  : 126 : 6 = 21 µ (mean teoritik) : (168 + 42): 2 = 105

Setelah melakukan perhitungan maka akan diperoleh kategori skala.

Kategori skala dapat dilihat pada tabel 8, di bawah ini:

  Tabel 8 Kategorisasi Tingkat Kemandirian Pilihan Karier Siswa Kelas XII

SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016

Norma/Kriteria Skor Skor Kategori

  µ + 1,5 σ < X X >137 Sangat Tinggi

  µ + 0,5 σ < X ≤ µ + 1,5 σ

117

  < X ≤ 137 Tinggi µ -

  0,5 σ < X ≤ µ + 0,5 σ

  

96

< X ≤ 116

  Sedang µ -

  

75 Rendah Data setiap subjek penelitian dikelompokkan berdasarkan skor total yang diperoleh ke dalam kategori di atas yaitu sangat tingi; tinggi; sedang; rendah; dan sangat rendah, sehingga dapat dihitung jumlah dan persentasenya dalam kategori deskripsi tingkat kemandirian pilihan karier siswa SMK.

  5. Kategorisasi skor tiap item dalam skala Peneliti juga mengkategorisasikan item menggunakan skala. Hal ini dilakukan untuk mengetahui item mana yang sudah baik dan yang kurang baik. Norma kategorisasi skor item kemandirian belajar berpedoman pada Azwar (2011) dengan lima jenjang kategori yaitu, sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Norma kategorisasi yang digunakan dapat dilihat pada tabel 9.

  Tabel 9 Norma Kategorisasi Skor Item Kemandirian Pilihan Karier Siswa SMK

Skor Kategorisasi

  Sangat Tinggi µ + 1,5 σ < X

  Tinggi µ + 0,5 σ < X ≤ µ + 1,5 σ µ - Sedang

  0,5 σ < X ≤ µ + 0,5 σ µ - Rendah

  1,5 σ < X ≤ µ - 0,5 σ Sangat Rendah

  X ≤ µ - 1,5 σ Keterangan:

   Skor maksimum teoritik :

   Skor minimum teoritik : Skor terendah yang diperoleh subjek penelitian menurut perhitungan skala.

   Standar deviasi (σ/ sd) : Luas jarak rentangan yang dibagi dalam 6 satuan deviasi sebaran.

   Mean teoritik ( µ ) :

Rata-rata teoritis skor maksimum dan minimum.

6. Mencari tinggi rendahnya skor item-item dengan menggunakan N = 103.

  Adapun perhitungannya adalah sebagai berikut: X maksimum teoritik : 4 x 103 = 412 X minimum teoritik : 1 x 103 = 103 Luas jarak : 412

  • – 103= 309 σ (standar deviasi)

  : 309 : 6 = 51, 5 dibulatkan menjadi 52 µ (mean teoritik) : (412 + 103): 2 = 257 Setelah melakukan perhitungan maka akan diperoleh kategori skala item yang disajikan di tabel 10.

  Tabel 10 Kategorisasi Item Kemandirian Pilihan Karier Siswa Kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016 Berdasarkan Tinggi Rendahnya Skor

Norma/Kriteria Skor Skor Kategori

µ + 1,5 σ < X

  X > 335 Sangat Tinggi µ + 0,5 σ < X ≤ µ + 1,5 σ

  283

  Tinggi µ - 0,5 σ < X ≤ µ + 0,5 σ

  • – 335

  231 - 283 Sedang

  7. Setelah mengetahui hasil perhitungan seperti tabel di atas, langkah selajutnya yang dilakukan oleh peneliti adalah memasukan item-item tersebut ke dalam kategorinya berdasarkan skor masing-masing item. Selanjutnya, dari pengelompokan maka akan terlihat item mana yang baik dan yang kurang baik. Setelah itu peneliti menyusun topik-topik bimbingan karier berdasarkan item-item yang tergolong sedang dan rendah.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini disajikan hasil penelitian yang merupakan jawaban terhadap

  

pertanyaan mengenai seberapa baik tingkat kemandirian pilihan karier para siswa

kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten tahun ajaran 2015/2016 dan

topik-topik bimbingan karier mana yang sesuai untuk membantu siswa kelas XII

di SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten dalam meningkatkan kemandirian

pilihan karier siswa. Penyajian hasil penelitian dilanjutkan dengan pembahasan

dan usulan topik-topik bimbingan karier.

A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Tingkat Kemandirian Pilihan Karier Siswa SMK

  Setelah dilakukan perhitungan, diketahui bahwa tingkat kemandirian pilihan karier siswa kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten tahun ajaran 2015/2016 adalah seperti yang disajikan pada tabel 11.

  Tabel 11 Deskripsi Tingkat Kemandirian Pilihan Karier Siswa Kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016 Norma/Kriteria Skor Skor Jumlah Subyek Persentase Kategori µ + 1,5 σ < X >138 64 62, 1 % Sangat Tinggi µ + 0,5 σ < X ≤ µ + 1,5 σ 117-137

  37 35, 9 % Tinggi µ - 0,5 σ < X ≤ µ + 0,5 σ 96-116

  2 1, 9 % Sedang µ - 1,5 σ < X ≤ µ - 0,5 σ 75-95 - - Rendah

  70 62,1 %

  60

  50 35,9

  Sangat Tinggi

  40 % 1,9

  Tinggi

  30 % sedang

  20

10 Sangat Tinggi Tinggi sedang

  

Grafik 1. Histogram Deskripsi Tingkat Kemandirian Pilihan Karier Siswa

Kelas XII

SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016

  Berdasarkan tabel 11 dan gambar 1, menunjukkan bahwa: a.

  Terdapat 64 (62,1 %) siswa yang memiliki tingkat kemandirian pilihan karier yang sangat tinggi.

  b.

  Terdapat 37 ( 35,9 %) siswa yang memiliki tingkat kemandirian pilihan karier yang tinggi.

  c.

  Terdapat 2 (1,9 %) siswa yang memiliki tingkat kemandirian pilihan karier yang sedang.

  Sedangkan siswa yang memiliki tingkat kemandirian pilihan karier yang rendah dan siswa yang memiliki tingkat kemandirian pilihan karier yang sangat rendah tidak ada atau 0.

  Dari pemaparan hasil penelitian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar siswa kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016 telah memiliki kemandirian pilihan karier dalam kategori sangat tinggi dan tidak terdapat siswa yang teridentifikasi memiliki kemandirian pilihan karier rendah maupun sangat rendah.

2. Hasil Skor Tiap Item Tingkat Kemandirian Pilihan Karier Siswa SMK

  Berdasarkan data yang terkumpul dan dioalah dengan menggunakan kriteria Azwar (2011) didapat skor-skor item yang termasuk dalam kategori sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Pengukuran item ini berguna untuk melihat mana saja item yang sudah baik dan yang kurang baik. Berikut disajikan hasil dari perhitungan skor item kemandirian pilihan karier siswa dalam memasuki dunia kerja: X maksimum teoritik : 4 x 103 = 412 X minimum teoritik : 1 x 103 = 103 Luas jarak : 412

  • – 103= 309

  : 309 : 6 = 51, 5 dibulatkan menjadi 52 σ (standar deviasi) µ (mean teoritik) : (412 + 103): 2 = 257 Hasil kategorisasi item dapat dilihat pada tabel 12 di bawah ini.

  Tabel 12

Penggolongan Item Kemandirian Pilihan Karier Siswa Kelas XII SMK

Pangudi Luhur Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016 Berdasarkan

  

Tinggi Rendahnya Skor

Norma/Kriteria Jumlah % Skor Kategori Nomor Item Skor Item

  µ + 1,5 >335 27 64,2% Sangat 4,5,6,7,8,9,1 σ < X

  Tinggi 2,13,14,15,1 6,19,24,25,2 6,29,32,33,3 4,35,36,37,3 8,39,40,41,4

  2 283-335 15 35,7% Tinggi 1,2,3,10,11,1

  µ + 0,5 σ < X ≤ 7,18,20,21,2

  µ + 1,5 σ 2,23,27,28,3 0,31

  µ - 231-283 Sedang - - - 0,5 σ < X ≤ µ

  • 0,5 σ

  µ - 179-231 Rendah - - - 1,5 σ < X ≤ µ 0,5 σ

  • <179 Sangat
  • Rendah

  X ≤ µ - 1,5 σ

  30 64,2 %

  25

  20 35,7 %

  Sangat tinggi

15 Tinggi

  10

5 Sangat tinggi Tinggi

  

Gambar 2

Histogram Skor Item Deskripsi Tingkat Kemandirian Pilihan Karier Siswa SMK Dari yang terdapat dalam tabel dan grafik di atas menunjukkan bahwa

item dengan skor yang berada dalam kategori sangat tinggi berjumlah 27

(64,2 %) item, item dengan skor yang berada dalam kategori tinggi

berjumlah 15 (35,7 %) item, dan tidak ada satupun item yang berada dalam

kategori sedang, rendah dan sangat rendah.

  Secara keseluruhan menunjukan bahwa ketercapaian semua aspek

kemandirian pilihan karier dalam penelitian ini termasuk dalam kategori

sangat tinggi. Penghitungan skor di atas terlihat bahwa terdapat 27 butir

item atau 64,2 % yang termasuk dalam kategori sangat tinggi dan terdapat

15 butir item atau 35,7 % yang termasuk dalam kategori tinggi. Tidak ada

aspek yang termasuk dalam kategori sedang, rendah dan sangat rendah.

  Oleh karena itu, item-item yang teridentifikasi dalam kategori tinggi

akan diambil skor yang paling bawah yaitu 10 kebawah untuk digunakan

menjadi dasar membuatan usulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial

karier, khususnya untuk meningkatkan kemandirian pilihan karier siswa

dalam memasuki dunia. Item-item yang masuk dalam kategori 10 terendah,

diuraikan pada tabel berikut ini:

  Tabel 13 Item-item Pernyataan yang Tergolong dalam Kategori Rendah

No Aspek Indikator No. Item dan Pernyataan

  4

  

Membangun

Kesiapan Pekerjaan.

  Menguasai keterampilan untuk menggali informasi

  6 1.

  22. Saya berusaha sebaik mungkin mengelola kemampuan saya dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

  

Membangun

Kesiapan Pekerjaan.

  Menguasai keterampilan untuk menggali informasi kerja yang sesuai dengan pengetahuan diri sebagai dasar pengambilan keputusan karier.

  5 1.

  27. Saya berusaha mencari informasi pekerjaan yang saya minati dengan bertanya kepada orang yang bekerja dibidang pekerjaan tersebut.

  

Mendapatkan

Informasi Karier.

  2. Menggunakan strategi untuk mencapai tujuan karier yang sesuai dengan potensi diri.

  21. Saya berusaha membangun sikap positif pada pekerjaan yang saya minati sebagai pembelajaran ketika saya memasuki dunia kerja.

  1

  

Membangun

Kesiapan Pekerjaan.

  Menguasai keterampilan untuk menggali informasi kerja yang sesuai dengan pengetahuan diri sebagai dasar pengambilan keputusan karier.

  3 1.

  23. Saya berusaha mencari informasi pekerjaan yang saya minati dengan bertanya kepada orang tua.

  

Mendapatkan

Informasi Karier.

  2. Menggunakan strategi untuk mencapai tujuan karier yang sesuai dengan potensi diri.

  2

  30. Jurusan yang saya pilih sekarang sesuai dengan bidang kerja yang saya cita- citakan.

  Mengidentifikasi

Tujuan Karier.

  2. Menggunakan strategi untuk mencapai tujuan karier yang sesuai dengan potensi diri.

  10. Saya selalu belajar bertanggungjawab dalam mengerjakan pengetahuan diri sangat penting dalam

sebagai dasar dunia kerja.

pengambilan keputusan karier.

  7

  1. Membangun

  20. Saya selalu belajar Menguasai keterampilan untuk Kesiapan mengevaluasi hal-hal menggali informasi Pekerjaan. yang saya kerjakan

kerja yang sesuai karena hal itu

dengan diperlukan di dunia pengetahuan diri kerja. sebagai dasar pengambilan keputusan karier.

  8

  2. Menggunakan Mendapatkan

  28. Saya berusaha strategi untuk Informasi Karier. menggali informasi mencapai tujuan tentang pekerjaan karier yang sesuai yang saya minati dengan potensi diri. dengan membaca majalah/surat kabar/radio/televisi.

  9

  1. Membangun 1.

  Menguasai Saya Selalu disiplin keterampilan untuk Kesadaran mencari informasi menggali informasi Karier. bidang-bidang kerja yang sesuai pekerjaan lapangan

dengan dan kantor.

pengetahuan diri sebagai dasar pengambilan keputusan karier.

  10 1. Membangun 2.

  Menguasai Saya keterampilan untuk Kesadaran mengembangkan menggali informasi Karier. minat-bakat sesuai kerja yang sesuai dengan bidang kerja dengan yang saya minati. pengetahuan diri sebagai dasar pengambilan keputusan karier.

  Bebarapa item-item di atas adalah yang teridentifikasi 10 terendah pada

aspek Menguasai keterampilan untuk menggali informasi kerja yang sesuai Menggunakan strategi untuk mencapai tujuan karier yang sesuai dengan potensi diri. sehingga diperlukan untuk membuat topik-topik bimbingan agar mampu meningkatkan kemandirian pilihan karier siswa SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten Kelas XII Tahun Ajaran 2015/2016.

B. Pembahasan

  Kemandirian pilihan karier siswa merupakan sikap psikologi siswa yang tumbuh pada masa perkembangan dimana dirinya mampu untuk memahami diri dan kemampuannya agar dapat memecahkan dan mengambil keputusan yang menyangkut pekerjaan, jabatan dan masa depannya terhadap karier yang akan dipilih supaya mampu memenuhi kebutuhan dan tanpa bergantung dari orang lain (Arifah, 2001). Dalam hal ini kemandirian pilihan karier diartikan sebagai kondisi siswa yang mampu untuk memilih karier atas kemampuan diri dan tidak bergantung pada orang lain, memiliki rasa kemantapan diri dalam memilih karier yang menjadi pilihannya, dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap karier yang akan ditekuni, agar masa depan kariernya sesuai dengan yang diharapkan siswa.

  Berdasarkan hasil penelitian yang tergambar dalam tabel 11, terdapat 64 siswa (62,1 %) yang memiliki tingkat kemandirian pilihan karier dalam kategori sangat tinggi, artinya siswa memiliki kemandirian memilih karier sangat bagus atau siswa mampu mengambil keputusan karier yang sesuai dengan potensi dirinya. Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi tingkat kemandirian pilihan karier siswa sangat tinggi (Arifah, 2001), yaitu: siswa

  

terkekang, rasa terbebani dan tidak adanya pengaruh orang lain dalam

menentukan karier mana yang harus dipilih karena pada dasarnya siswa telah

memahami dirinya dan kemampuannya. Siswa memiliki kemantapan diri

dalam memilih karier yaitu sikap siswa yang menunjukkan rasa percaya

terhadap kemampuan yang dimiliki, merasa senang dalam menekuni bidang

kejuruan dan bidang karier yang akan dipilih serta mempunyai harapan yang

maju terhadap bidang kejuruan yang sedang ditekuni dan pilihan karier yang

diinginkan. Siswa memiliki tanggung jawab terhadap karier yang akan

dipilihnya yaitu siswa menunjukkan usaha yang sungguh-sungguh dalam

nenekuni bidang kejuruan yang sedang ditekuni dan karier yang akan dipilih

karena sadar akan diri dan masa depannya agar kehidupan yang akan dijalani

sesuai dengan harapan yang diinginkan.

  Terdapat 37 siswa (35,9 %) yang memiliki kemandirian karier dalam

kategori tinggi. Dari hasil observasi dan wawancara dengan guru BK,

tingkat kemandirian piihan karier siswa kelas XII SMK Pangudi Luhur

Leonardo Klaten yang tinggi atau baik disebabkan beberapa hal. Pertama,

para siswa berani dan yakin dalam mengungkapkan pendapatnya mengenai

pilihan kariernya kepada orang tua. Kedua, siswa memiliki sikap tergantung

kepada diri sendiri yang tercermin dari kemampuan siswa yang berani

mengambil keputusan karier berdasarkan apa yang menjadi ide mereka

sendiri. Sikap bergantung pada diri sendiri terlihat dari keaktifan siswa

dalam mencari berbagai informasi mengenai pekerjaan yang diminatinya dan

  

tanpa bantuan dan pengaruh dari orang tua maupun teman. Ketiga, siswa

memiliki kemampuan dalam mengambil keputusan. Hal ini tercermin dari

sikap siswa yang sebelum mengambil keputusan, mereka

mempertimbangkan resiko yang akan muncul. Siswa juga berani menolak

ide orang lain apabila ide tersebut tidak sesuai dengan dirinya. Para siswa

juga akan menggunakan semua potensinya dalam merencanakan dan

memutuskan studi lanjut yang akan mereka pilih.

  Terdapat 2 siswa (1,9 %) masih memiliki kemandirian pilihan karier

kurang baik atau dalam kategori sedang, artinya siswa kurang memiliki

kemandirian dalam pemilihan kariernya. Dari hasil wawancara dengan guru

BK di SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten terungkap beberapa hal yang

meenyebabkan kemandirian pilihan karier siswa kurang baik atau dalam

kategori sedang. Pertama, kurangnya informasi pekerjaan yang diminati,

beberapa siswa belum memiliki banyak informasi atau pandangan mengenai

pekerjaan yang diminatinya hal tersebut dikarenakan siswa merasa malas

dalam mencari informasi pekerjaan yang diminatinya. Kedua, siswa masih

memiliki rasa ketergantungan terhadap orang tua dan orang lain. Beberapa

siswa masih mengandalkan orang tua dan teman-temannya dalam

mengambil keputusan pilihan kariernya. Kedua hal ini yang mengakibatkan

siswa memiliki tingkat kemandirian pilihan karier yang kurang baik atau

dalam kategori sedang.

  Selain yang telah dipaparkan di atas tidak terdapat siswa (0%) yang Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016 memiliki kamandirian pilihan karier sangat tinggi. Sikap mandiri yang dimiliki oleh siswa dalam menentukan pilihan karier yang sesuai dengan pemahaman dirinya, dipengaruhi oleh beberapa faktor yang ada dalam diri siswa dan diluar diri siswa. Hal ini menjadi dorongan tersendiri ketika siswa memutuskan dalam memilih karier yang sesuai dengan keadaan dirinya tanpa adanya campur tangan dari pihak lain.

  Berdasarkan uraian diatas peneliti menyimpulkan bahwa para siswa sudah memiliki kemandirian dalam pemilihan kariernya. Siswa sudah memiliki kesiapan dan kemantapan untuk masuk ke dalam dunia kerja yang sesuai dengan minat-bakatnya. Hal itu terlihat dari hasil penelitian kemandirian pilihan karier yang menunjukkan bahwa para siswa kelas XII SMK Pangudi Luhur Leoardo Klaten tahun ajaran 2015/2016 memiliki kemandirian pilihan karier yang sangat tinggi.

C. Usulan Topik-topik Bimbingan Karier

  Berdasarkan pengkategorisasian item-item tingkat kemandirian karier siswa kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten yang sudah dipaparkan pada bagian penelitian, peneliti mengambil 10 item terendah yang akan menjadi dasar untuk penyusunan topik-topik bimbingan karier. Topik-topik bimbingan karier, disajikan dalam tabel berikut:

  Tabel 14 Usulan Topik-topik Bimbingan Karier yang Relevan untuk Meningkatkan Kemandirian Pilihan Karier Siswa Kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016

No Item Tujuan Topik Bidang

Bimbingan

  Sikap Positif Karier

  Merenc- anakan masa depan

  

Siswa dapat membuat

perencanaan masa depan

yang terarah sesuai dengan potensi diri.

  5 Saya berusaha sebaik mungkin mengelola kemampuan saya

  Proaktif Karier

  Siswa memiliki sikap proaktif untuk mengembangkan diri menjadi pribadi yang mandiri.

  4 Saya berusaha mencari informasi pekerjaan yang saya minati dengan bertanya kepada orang yang bekerja dibidang pekerjaan tersebut.

  Agar siswa memiliki sikap positif dalam dirinya.

  1 Jurusan yang saya pilih sekarang sesuai dengan bidang kerja yang saya cita-citakan.

  3 Saya berusaha membangun sikap positif pada pekerjaan yang saya minati sebagai pembelajaran ketika saya memasuki dunia kerja.

  Proaktif Karier

  Siswa memiliki sikap proaktif untuk mengembangkan diri menjadi pribadi yang mandiri.

  2 Saya berusaha mencari informasi pekerjaan yang saya minati dengan bertanya kepada orang tua.

  Cita-cita Karier

  Siswa memiliki pemahaman tentang berbagai macam

pekerjaan yang ada dan

mampu mengidentifikasi

pekerjaan yang sesuai

dengan bakat, minat dan

cita-citanya.

  Karier mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

  6 Saya selalu belajar bertanggungjawa b dalam mengerjakan setiap hal karena sikap tanggungjawab sangat penting dalam dunia kerja.

  Agar siswa semakin bertanggungjawab terhadap setiap pekerjaan.

  Tanggu- ng jawab Karier

  7 Saya selalu belajar mengevaluasi hal- hal yang saya kerjakan karena hal itu diperlukan di dunia kerja.

  Siswa dapat

mengevaluasi dirinya

dan mengevaluasi setiap

pekerjaan yang dikerjakannya untuk menjadi lebih baik.

  Evalu- asi Diri Karier

  8 Saya berusaha menggali informasi tentang pekerjaan yang saya minati dengan membaca majalah/surat kabar/radio/televi si.

  

Siswa memiliki sikap

proaktif untuk mengembangkan diri menjadi pribadi yang mandiri.

  Proaktif Karier

  9 Saya Selalu disiplin mencari informasi bidang- bidang pekerjaan lapangan dan kantor.

  

Siswa memiliki sikap

proaktif untuk mengembangkan diri menjadi pribadi yang mandiri.

  Proaktif Karier

  10 Saya mengembangkan minat-bakat sesuai dengan bidang kerja yang saya minati.

  Siswa diharapkan memahami bakat dan minat sehingga dapat menentukan masa depan. Siswa semakin

mengenal bakat-minat

yang ada dalam dirinya.

  Bakat- Minat Karier

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini akan dikemukakan mengenai kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran untuk berbagai pihak. A. Kesimpulan Beberapa kesimpulan berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan hasil

  penelitian adalah: 1.

  Siswa kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016 memiliki kemandirian karier sangat tinggi, yaitu mencapai prosentase 62,1 % (64 siswa).

  2. Ditemukan 10 item instrument terendah yaitu item nomor 1, 2, 10, 20, 21, 22, 23, 27, 28, dan 30 yang butir item tersebut akan digunakan sebagai dasar penyusunan topik-topik bimbingan karier untuk meningkatkan kemandirian piihan karier siswa kelas XII SMK

Pangudi Luhur Leonardo Klaten Tahun Ajaran 2015/2016.

B. Kelemahan 1.

  Pengamatan pada subyek saat melakukan observasi kurang mendalam.

  2. Kuesioner perlu ditingkatkan.

  3. Ada kemungkinan subjek penelitian kurang keseriusan pada saat mengisi kuesioner.

C. Saran

  Berikut dikemukakan saran-saran bagi pihak-pihak yang terkait sesuai dengan hasil penelitian.

  1. Guru Pembimbing Guru pembimbing diharapkan peka terhadap kebutuhan para siswa dalam hal kemandirian pilihan karier siswa. Guru pembimbing mampu memberikan layanan bimbingan dan konseling karier yang efektif bagi para siswa sehingga siswa semakin mandiri dalam pemilihan kariernya.

  2. Guru Mata Pelajaran Alangkah baiknya guru mata pelajaran juga memberikan dukungan untuk mengembangkan kemandirian pilihan karier siswa. Misalnya dengan memberikan dukungan dan informasi kepada siswa. Bisa dengan cara memberikan sumber-sumber informasi karier yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan memberikan motivasi psitif kepada siswa. Selain itu diharapkan adanya kerjasama antara guru mata pelajaran dengan guru BK untuk bertukar informasi tentang diri siswa dan kebutuhan siswa.

3. Siswa b.

  Siswa semakin sadar untuk berefleksi sampai sejauh mana mereka memiliki kemandirian dalam pemilihan kariernya.

  c.

  Siswa mampu mengatur diri terutama dalam kemandirian pilihan karier.

4. Peneliti lain a.

  Peneliti lain lebih memperkaya teori-teori terbaru yang berkaitan dengan kemandirian pilihan karier.

  b.

  Berusaha menyusun instrumen yang dapat mengungkap kemandirian karier siswa secara lebih tepat.

  c.

  Dalam menyusun kuesioner hendaknya digunakan bahasa yang mudah dipahami oleh subjek penelitian.

  d.

  Peneliti lain mengembangkan topik bimbingan yang lebih menarik dari peneliti sebelumnya terkait dengan kemandirian karier siswa SMK.

DAFTAR PUSTAKA

  

Arifah. 2001. Pengaruh Bimbingan Karier Terhadap Kemandirian Siswa Dalam

Memilih Karier. (Skripsi). Semarang: Unuversitas Negeri Semarang.

  Azwar Saifudin . 2007. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Depdiknas. 2003. Pola Penyelenggaraan Pendidikan Kecakapan Hidup di SMK.

  Jakarta: MPKN. Depdikbud Provinsi Jateng. 1994.Kurikulum SMK. Jakarta: MPKN.

  

Enung Fatimah. 2006. Psikologi Perkembangan (Perkembangan Peserta Didik).

  Bandung: Pustaka Setia.

Fika, Oktani. 2015.Tingkat Kemandirian Siswa dalam Mengambil Keputusan

Studi Lanjut. (Skripsi). Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  Gani, Ruslam A. 1987. Bimbingan Karier. Bandung: PT Angkasa. Ginzberg. 1998. Program Bimbingan Karier di Sekolah. Jakarta: Ghalia Indah. Hurlock, Elizabeth. 1991. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga Kartono, Kartini. 1985.

  Seri Psikologi Terapan “Menyiapkan dan Memandu Karier”. Jakarta: Rajawali

Poerwadarminto. 1992. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Prayitno dan Anti, Erman. 1996. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta:

Gramedia.

  Semiawan, Conny. 1983. Psikologi Karier. Jakarta. Rineka Cipta. Sukadji. 1986. Menyiapkan dan Memandu Karier. Jakarta: Rajawali.

Sukardi, Dewa Ketut. 1987. Bimbingan Karier di Sekolah-Sekolah. Jakarta: Balai

Pustaka.

  

Sukardi, Dewa Katut. 1994. Bimbingan dan Penjurusan. Bandung: PT Angkasa.

Sri Hastuti M.M & Winkel W.S. 2004. Bimbingan dan Konseling Di Institusi

Pendidikan. Media Abadi. Yogyakarta.

  

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,

Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta Sukardi. 2003. Metodeologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

  

Sukardi, Dewa Ketut. 1987. Bimbingan Karier di Sekolah-sekolah. Jakarta: Balai

Pustaka.

  Sukardi, Dewa Ketut. 1993. Psikologi Pemilihan Karier. Jakarta: Rineka Cipta.

Wibowo, Mungkin Eddy. 1992. Pengembangan Wawasan Bimbingan Konseling

dan Upaya Peningkatan Kualitas Guru Pembimbing. Disajikan dalam Seminar dan Muscab IPBI Cabang Semarang 199.

  

LAMPIRAN-LAMPIRAN

  

LAMPIRAN 1

Kisi-kisi Kuesioner Kemandirian

Pilihan Karier Siswa SMK

  Kisi-kisi Kuesioner Kemandirian Pilihan Karier Siswa SMK

No Aspek Indikator Item Penilaian

1 Menguasai

  1.1 a.

  Membangun Saya selalu disiplin keterampilan untuk Kesadaran mencari informasi menggali informasi Karier. bidang-bidang pekerjaan kerja yang sesuai lapangan dan kantor. dengan

  (+) pengetahuan diri b.

  Saya mengembangkan sebagai dasar minat-bakat sesuai pengambilan dengan bidang kerja keputusan karier yang saya minati. (+) c.

  Saya selalu mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang pekerjaan yang saya minati. (+) d.

  Saya selalu memotivasi diri saya untuk fokus pada pekerjaan yang saya minati. (+) e.

  Saya selalu belajar bekerjasama mulai dari sekarang karena hal itu diperlukan di dunia kerja. (+) f.

  Saya membiasakan diri belajar mengambil keputusan karena hal itu penting di dunia kerja. (+) g.

  Saya berusaha membuat tujuan yang jelas ketika memilih pekerjaan. (+) h.

  Saya selalu membuat rencana dalam memutuskan pilihan pekerjaan. (+) i.

  Saya terus menjaga minat bakat dalam diri saya untuk mengambil minati. (+)

  1.2

a.

  

Membangun Saya selalu belajar

Kesiapan bertanggungjawab dalam Pekerjaan. mengerjakan setiap hal karena sikap tanggungjawab sangat penting dalam dunia kerja. (+)

b.

  Saya selalu belajar memanajemen waktu saya dengan baik untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

  (+)

c.

  Saya aktif dalam setiap kegiatan yang berhubungan dengan cita-cita saya. (+)

d.

  Saya mengerjakan tugas dengan sungguh- sungguh untuk mendapatkan hasil yang baik sebagai latihan sebelum masuk dunia kerja. (+)

e.

  Saya selalu mempersiapkan kemampuan bekerja dalam tim karena hal itu dibutuhkan di dunia kerja. (+)

f.

  Saya terus mempersiapkan kemampuan memecahkan masalah karena hal itu dibutuhkan di dunia kerja. (+)

g.

  Saya terus mempersiapkan kemampuan berorganisasi karena hal itu dibutuhkan di dunia h.

  Saya belajar keras menyesuaikan diri ditempat baru karena hal itu saya butuhkan ketika saya bekerja. (+) i.

  Saya selalu belajar tentang hak dan kewajiban sebagai seorang pekerja karena hal itu sangat penting di dalam dunia kerja. (+) j.

  Saya selalu belajar menghargai orang lain karena hal itu sangat dibutuhkan ketika saya bekerja. (+) k.

  Saya selalu belajar mengevaluasi hal-hal yang saya kerjakan karena hal itu diperlukan di dunia kerja. (+) l.

  Saya berusaha membangun sikap positif pada pekerjaan yang saya minati sebagai pembelajaran ketika saya memasuki dunia kerja. (+) m.

  Saya berusaha sebaik mungkin mengelola kemampuan saya dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

  (+)

2 Menggunakan

2.1. Mendapatkan a.

  Saya berusaha mencari strategi untuk Informasi informasi pekerjaan mencapai tujuan Karier. yang saya minati dengan karier yang sesuai bertanya kepada orang dengan potensi diri. tua. (+) b.

  Saya selalu mengikuti job fair untuk mendapatkan informasi pekerjaan disekeliling saya. (+)

  

c.

  Saya selalu berkonsultasi dengan guru BK untuk mendapatkan informasi pekerjaan yang sesuai dengan diri saya. (+)

d.

  Saya terus membaca buku tentang karier untuk mencari informasi pekerjaan yang sesuai dengan diri saya. (+)

e.

  Saya berusaha mencari informasi pekerjaan yang saya minati dengan bertanya kepada orang yang berkerja dibidang pekerjaan tersebut. (+)

f.

  Saya berusaha menggali informasi tentang pekerjaan yang saya minati dengan membaca majalah/surat kabar/radio/televisi. (+)

g.

  Saya selalu menggunakan internet untuk mencari informasi pekerjaan yang saya inginkan. (+)

2.2. Mengidentifikasi

  a. Jurusan yang saya pilih

Tujuan Karier. sekarang sesuai dengan

bidang kerja yang saya cita-citakan. (+) b. Saya berusaha membuat perencanaan pekerjaan dalam sebuah CV sesuai dengan pekerjaan yang saya minati. (+)

  c. Saya berusaha mengatur studi saya dengan baik agar cita-cita saya dapat tercapai. (+) d. Saya selalu mengikuti pelatihan-pelatihan pekerjaan sesuai dengan bekal untuk terjun ke dunia kerja. (+) e. Saya berusaha menggunakan kemampuan saya dalam bekerja ketika sedang magang, mentor dan pengalaman kerja lain. (+)

3 Memahami

3.1. Mendapatkan

  a. Saya memahami hubungan antara Pengetahuan pentingnya pendidikan kompetensi diri untuk Mencapai untuk mengembangkan dengan dunia kerja. Tujuan Karier diri dalam memasuki dunia kerja. (+) b.

  Saya memahami bahwa diperlukan keterampilan menyesuaikan diri di tempat kerja. (+) c.

  Saya akan merasa bahagia jika saya bekerja sesuai dengan pekerjaan yang saya minati. (+) d.

  Saya tahu bahwa ketika saya bekerja akan mengubah gaya hidup saya. (+) e.

  Saya tahu minat-bakat saya yang mendukung cita-cita saya. (+) f.

  Saya memahami bahwa saya membutuhkan pekerjaan untuk kelangsungan hidup saya karena pekerjaan adalah sebuah harta yang penting dalam hidup. (+) g.

  Saya selalu mencari tahu keterampilan apa yang dibutuhkan pada pekerjaan yang saya minati. (+)

3.2. Menerapkan

  a. Sebelum memutuskan Kemampuan pilihan pekerjaan saya untuk Mencapai mencocokkan antara

Tujuan Karier kemampuan saya

dengan bidang yang ditawarkan. (+) b. Saya dapat menunjukkan keterampilan kerja yang saya miliki dalam pelajaran praktek/magang. (+) c. Saya dapat menunjukkan dalam pelajaran ketertarikan saya pada bidang yang saya minati. (+)

  d. Saya dapat mempraktekkan kemampuan memecahkan masalah dalam kerja kelompok pelajaran. (+) e. Saya mampu bekerjasama dengan baik dengan orang lain sebagai seorang anggota tim. (+)

f.

  Saya akan memilih pekerjaan yang sesuai dengan potensi diri saya untuk mencapai kesuksesan dalam bekerja. (+)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan kecerdasan menghadapi rintangan (Adversity Intelligence) dengan intensi berwirausaha (studi kasus pada siswa SMK Negeri 8 Medan)
1
45
90
Identifikasi kesalahan konsep fisika tentang suhu dan kalor (Studi deskriptif pada siswa kelas I5 cawu III SMU Negeri Rambipuji Jember tahun ajaran 2000/2001
0
6
55
Identifikasi miskonsepsi materi biologi kelas II semester 1 pada siswa SMP negeri di kecamatan Kencong tahun ajaran 2003/2004
2
6
94
pengaruh model pembelajaran webbed terhadap keterampilan menulis karangan pada siswa kelas IV SDIT Al-Mubarak Jakarta pusat tahun ajaran 2014/2015
1
21
258
Peningkatan keterampilan mebaca intensif dengan metode kooperatif jingsaw pada siswa kelas VII Madasah Tsanawiyah (MTs) Al-Mujahidin Cikarang tahun ajaran 2011-2012
0
3
100
Analisis kesalahan huruf kapital dan tanda baca pada paragraf deskriptif siswa kelas V SD Negeri Sampay Rumpin-Bogor
1
16
151
Pengaruh pembelajaran Kimia terintegrasi nilai terhadap hasil belajar siswa (sebuah studi pada siswa SMK Grafika Yayasan Lektur Jakarta)
1
11
104
Analisis kata berimbuhan dalam karangan deskripsi siswa kelas X SMK Nusantara, Legoso, Ciputat, Tangerang tahun pelajaran 2011/2012
1
10
108
Peningkatan motivasi belajar siswa kelas X melalui media audio visual pada mata pelajaran PAI di SMK Karya Ekopin
0
5
96
Persepsi siswa tenyang layanan bimbingan dan konseling di SMK Grafisika Yayasan Lektur Jakarta Selatan
0
7
96
Pandangan siswa terhadap peran bimbingan konseling dalam mengatasi tawuran pelajar di SMK Baskara Depok
0
3
136
Hubungan antara persepsi siswa pada mata pelajaran pendidikan Agama Islam dengan prestasi belajar (studi penelitian di kelas X Akuntansi SMK Lebak Bulus Jakarta)
1
5
79
Hubungan pengelolaan kelas dengan prestasi belajar siswa pada pembelajaran PAI di SMK al-Kaustsar Jakarta selatan
1
7
99
hubungan kompetensi guru pai dalam membentuk karakter siswa kelas XII keperawatan Di SMK Kharisma Panongan Tangerang
2
26
0
Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi himpunan pada siswa kelas vii smp swasta Al-Washliyah 8 Medan tahun ajaran 2017/2018 - Repository UIN Sumatera Utara
1
2
153
Show more