Tingkat kreativitas siswa kelas V dan VI (studi deskriptif pada siswa kelas V dan VI SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik layanan bimbingan pribadi).

Gratis

0
1
129
2 years ago
Preview
Full text

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

  Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. (Filipi 4:7)Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya buat ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalamkutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 34 siswa (45,34%) memiliki tingkat kreativitas pada kategori sangat tinggi, 20 siswa (26,67%) memiliki tingkatkreativitas pada kategori tinggi, 17 siswa (22,67%) memiliki tingkat kreativitas pada kategori sedang, 3 siswa (4%) memiliki tingkat kreativitas pada kategori rendah dan 1siswa (1,34%) memiliki tingkat kreativitas pada kategori sangat rendah.

KATA PENGANTAR

  Siswa-siswi kelas V dan VI SD Kanisius Sorowajan Yoyakarta tahun pelajaran 2015/2016 yang telah bersedia menjadi subjek dan membantu penulis dalamproses pengumpulan data yang digunakan untuk menyelesaikan skripsi ini. Kakak dan adikku yang setia memberikan dukungan dan motivasi bagi peneliti untuk menyelesaikan skripsi ini (Christina Rusma Arishinta dan Yohana RusmaArimurti).

BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini dipaparkan latar belakang masalah, identifikasi masalah

A. Latar Belakang Masalah

  Oleh sebab itu, setiap individu sangat perlu dalam mengembangkan kreativitas agar dapat menghadapi berbagai Supriadi (1994: 7) mengatakan bahwa kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupunkarya nyata, yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Berdasarkan pengamatan peneliti sebagai mahasiswa Program StudiBimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma yang pernah melakukan praktek lapangan dan wawancara dengan wali kelas di SD Kanisius SorowajanYogyakarta, peneliti menemukan adanya kecenderungan siswa yang kurang optimal dalam kreativitasnya.

D. Rumusan Masalah

  Hasil penelitian ini dapat menjadi tolak ukur yang dapat digunakan oleh kepala sekolah dan guru-guru untuk melihat bagaimana tingkat kreativitasyang ada pada diri siswa kelas V dan VI di Tahun Ajaran 2015/2016. Para siswa-siswi kelas V dan VI Tahun Ajaran 2015/2016 dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk melihat bagaimana tingkatkreativitas yang ada dalam diri dan melatih mereka untuk terus mengembangkan serta meningkatkan rasa keyakinan akan adanyakreativitas yang mereka miliki.

G. Definisi Operasional Variabel

  Kreativitas adalah suatu proses mental yang dapat dimunculkan secara optimal untuk membentuk konsep baru dalam diri setiap individu yangdiungkapkan lewat sikap, perasaan dan pikiran. Bimbingan pribadi adalah suatu layanan bimbingan dan konseling yang dapat diberikan kepada setiap individu untuk membantu dalam mengarahkanmereka agar mampu mengembangkan, mengatur dan memahami dirinya sendiri untuk menjadi seseorang yang aktif, mandiri, serta kreatif.

BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini dipaparkan mengenai kreativitas, siswa Sekolah Dasar dan bimbingan. A. Kreativitas 1. Pengertian Kreativitas Kata “kreatif” adalah bentuk sifat dari kata dalam bahasa Inggris

  Kata turunannya antara lain kreativitas (creativity) yang berarti daya cipta, kreatif(creative) yang berarti bersifat memiliki daya cipta, kreasi (creation) yang artinya ciptaan, dan kreator (creator) yang artinya pencipta. Kreativitas yangdikembangkan semenjak masa kanak-kanak sama halnya membantu setiap individu dalam memperkaya hidupnya, karena telah berhasil Berdasarkan uraian dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa kreativitas merupakan suatu proses mental yang dimiliki oleh setiapindividu dalam menghasilkan segala sesuatu, baik itu ide maupun gagasan- gagasan yang keluar dari pikiran mereka sendiri.

2. Kegiatan untuk Mengembangkan Kemampuan Kreativitas Anak

  Jika kegiatan melukis dan elektronika sudah tidak asing lagi bagi beberapa anak karena sudah banyakdilakukan, baik di sekolah-sekolah maupun dalam sanggar seni rupa, lain halnya dengan kegiatan daur ulang dan olah kata yang relatif masih belumbegitu dikenal oleh banyak anak. Kegiatan olah kata dengan cara menulis yang sesuai dengan kemampuan dan minat anak merupakan suatu kegiatan yang dapatmengembangkan kreativitas anak dan juga meningkatkan kecerdasan anak.

3. Kondisi yang Mempengaruhi Kreativitas Anak

  Dikatakan juga bahwa individu yang kreatif samasekali tidak memiliki ketakutan akan kesalahan yang bisa saja terjadi padanya dan mereka selalu aktif dalam mengemukakan pendapat. Arti darimelakukan sesuatu itu penting dan disukai oleh setiap individu yang kreatif, karena mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan minat yang luasdalam melakukan segala hal yang kreatif.

4. Aspek-Aspek Kreativitas

  Perilaku siswa yang memiliki keterampilan dalam berpikir orisinal adalah siswa yang selalu memikirkan masalah-masalah atauhal-hal yang tidak pernah terpikirkan oleh orang lain dan juga selalu mempertanyakan cara-cara yang lama dan berusaha memikirkan cara-cara yang baru. Lalu berani menerima tugas yang sulit meskipun ada kemungkinan gagal, serta siswa yangtidak mudah dipengaruhi oleh orang lain.3) Menghargai Menghargai suatu bimbingan dan pengarahan dalam hidup dapat diartikan juga sebagai seseorang yang mampu untuk menyikapisegala kritikan maupun masukan yang diberikan kepadanya sebagai suatu hal yang positif.

5. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kreativitas

  Pertamakebanyakan dibesarkan dengan cara mendidik anak secara demokratis, sedangkan yang terakhir kemungkinan lebih mengalami pendidikan yang Lebih penting lagi, lingkungan anak kelompok sosioekonomi yang lebih tinggi memberikan mereka banyak kesempatan untuk dapatmemperoleh pengetahuan dan pengalaman yang diperlukan bagi kreativitasnya. Misalnya, anak yang berasal dari keluarga sangat mampusosioekonominya pasti segala sesuatu yang dibutuhkan oleh anak untuk menunjang pengetahuan mereka selalu dihadirkan di sekitar mereka dansudah pasti dapat mendorong mereka dalam mengembangkan kreativitasnya.

6. Kondisi yang Meningkatkan Kreativitas

  Anak akan terbantu denganadanya sarana yang disediakan bagi mereka, walaupun anak belum memperlihatkan kreativitas yang dimilikinya secara jelas sebagai orangtua ataupun orang yang berada di sekitar anak sebaiknya langsung menyediakan sarana seperti media ataupun benda-benda yang dapatmembantu anak dalam mengenali kreativitas yang sebenarnya dimiliki oleh mereka. Ini harus dilakukan sedini mungkin sejak masa bayi dan dilanjutkan hingga masa sekolah dengan menjadikan Contohnya seperti anak yang berada dilingkungan sekolah ketika pada jam istirahat ataupun ketika mereka berada di dalam kelas, anakbisa saja menemukan suatu ide yang kemudian dapat dikembangkannya dihadapan guru dan teman-temannya lewat pelajaran yang ia ikuti.

B. Siswa Sekolah Dasar 1. Pengertian Siswa Sekolah Dasar

  Peserta didik memiliki berbagai tingkatan Bagi anak yang berada pada tingkat pendidikan di kelas V dan VI, mereka sudah dapat dikatakan mulai memasuki masa anak-anak akhir yangberada pada fase anak sekolah tingkat tinggi (9-12 tahun). Siswa yang berada pada masa-masa itu siap untuk berproses menerima tuntutan yangdapat timbul dari orang lain dan melaksanakan atau menyelesaikan tuntutan itu demi pertumbuhan dan perkembangan diri mereka.

2. Tugas Perkembangan Siswa SD

  Nurihsan dan Agustin (2011: 18) mengatakan menurut Havighurst, tugas perkembangan adalah tugas yang muncul pada saat atau sekitar suatuperiode tertentu dari kehidupan individu, yang jika berhasil akan menimbulkan rasa bahagia dan membawa kearah keberhasilan dalam Yusuf (2008: 69-70) mengatakan bahwa terdapat tugas-tugas perkembangan pada masa sekolah yang memiliki rentan usia 6 hingga 12tahun, yaitu: a. Kedua, belajar memperoleh kebebasan yang bersifat pribadi, hal inimenjadikan seorang anak mampu berdiri sendiri dalam arti dapat membuat rencana, berbuat untuk masa sekarang dan masa yang akan datang.

3. Perkembangan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar

  Ciri-ciri khas perkembangan anak yang memiliki rentan usia 9-12 tahun ini sudah terlihat kemungkinannya bahwa anak mampu mengembangkankreativitasnya, seperti yang dijelaskan di atas diantaranya selain anak memiliki perkembangan kognitif, anak juga memiliki perkembangan dalamhal perasaan dan sikapnya yaitu anak yang berada pada rentan usia ini memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan keinginannya untuk banyakbelajar. Para Terlepas dari adanya dukungan dan dorongan dari orang-orang di sekitar anak, hal terpenting yang diperlukan adalah adanya motivasi intrinsik ataukeberanian pada diri anak untuk dapat melakukan sesuatu yang ingin mereka lakukan.

C. Bimbingan 1. Pengertian Bimbingan

  Kedua, bimbingan sebagai suatu cara pemberianbantuan kepada individu untuk memahami dan mempergunakan secara efisien dan efektif segala kesempatan yang dimiliki untuk perkembanganpribadinya. Ketiga, bimbingan merupakan sejenis pelayanan kepada individu-individu, agar mereka dapat menentukan pilihan, menetapkantujuan dengan tepat, dan menyusun rencana secara realistis, sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dengan memuaskan di dalam lingkungandimana mereka hidup.

2. Bentuk-bentuk Layanan Bimbingan

  Menurut Winkel dan Hastuti (2006: 111) terdapat beberapa bentuk- bentuk layanan bimbingan yang diantaranya meliputi: Konseli yang bertatap muka dengan konselor biasanya untuk membicarakan suatu masalah yang sedang dihadapi oleh konseli. Misalnya konselor mengadakan suatulayanan bimbingan konseling kepada siswa satu kelas ataupun satu sekolah dengan tema atau topik yang sesuai masalah yang dihadapisiswa secara keseluruhan.

3. Pengertian Bimbingan Pribadi

  Hal yang pokokbukanlah, apakah timbul tantangan dan kesulitan yang menyangkut diri sendiri, melainkan bagaimanakah sikap dan tindakan dalam menghadapikesulitan yang ditimbulkan. Nurihsan (2014: 52) mengatakan bahwa dalam bidang bimbingan pribadi, pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa SD Berdasarkan beberapa uraian diatas dapat disimpulkan bahwa bimbingan pribadi merupakan suatu layanan bimbingan dan konseling yangdapat membantu dalam mengarahkan setiap individu agar mampu mengembangkan, mengatur dan memahami dirinya sendiri untuk menjadiseseorang yang aktif, mandiri, serta kreatif.

4. Tujuan Bimbingan Pribadi

  Bimbingan ini merupakan layanan yang mengarah pada pencapaian pribadi yang seimbang dengan memperhatikan keunikan karakteristik pribadi sertaragam permasalahan yang dialami oleh individu. Penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa bimbingan pribadi dapat diarahkan juga untuk membantu seseorang dalam memahami keadaandidirinya, baik itu kekurangan atau kelebihan maupun potensi-potensi yang bisa dikembangkan dalam mencapai kualitas hidup yang lebih baik.

5. Ruang Lingkup Layanan Bimbingan Pribadi

  Dilihat dari ketujuh pokokyang dipaparkan, terdapat lima pokok layanan bimbingan yang dapat membantu siswa dalam mengembangkan pribadi yang kreatif, sebagaiberikut: a. Pemantapan akan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif,baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk peranannya di masa depan.

BAB II I METODE PENELITIAN Pada bab ini dipaparkan Jenis Penelitian, Subjek Penelitian, Teknik Pengumpulan Data, Validitas dan Reliabilitas Angket, dan Teknik Analisis Data. A. Jenis Penelitian Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif. Furchan (2007: 447)

B. Subyek Penelitian

  Sugiyono(2012: 117) menjelaskan bahwa populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentuyang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Berdasarkan data yang diperoleh dari SD Kanisius SorowajanYogyakarta, jumlah siswa keseluruhan kelas V dan VI sebanyak 101 anak yang terdapat dari 4 kelas yaitu kelas Va, Vb, VIa dan VIb.

D. Validitas dan Reliabilitas Angket

  Kemudian patokan koefisien validitas diturunkan menjadi < 0,25 sehingga terdapat 8item yang tidak valid (gugur) dan 46 item yang valid dari 54 item yang disediakan. Sukardi (2003: 127) mengatakan bahwa pengukuran yang menggunakan instrumen penelitian dikatakan mempunyai nilai reliabilitasyang tinggi, apabila alat ukur yang dibuat mempunyai hasil yang konsisten dalam mengukur apa yang hendak diukur.

E. Teknik Analisis Data

  Menentukan skor dan pengolahan dataPenentuan skor pada item angket dilakukan dengan cara memberikan nilai angka 1 atau 0 berdasarkan norma skoring yang berlaku dengan melihat sifatpernyataan favorable atau unfavorable, selanjutnya memasukkannya ke dalam tabulasi data dan menghitung total jumlah skor subjek serta jumlah skor item kedalam program komputer microsoft excel. e) Melaksanakan pengumpulan data penelitian pada hari jumat, 02 Oktober 2015 yang dilakukan dengan menyebarkan angket kepada siswa kelas Va, VIa dan VIb SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini dipaparkan tentang hasil penelitian dan pembahasan. Penyajian

A. Hasil Penelitian

  Dari data tersebut dapat disimpulkanbahwa sebagian besar siswa di SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta memiliki kreativitas yang sangat tinggi, artinya bahwa para siswa sebagian besar telahmemiliki kreativitas yang optimal di dalam diri mereka dan hanya terdapat 1 siswa yang memiliki kreativitas yang masih sangat rendah di dalam dirinya. Mengidentifikasi butir-butir item kreativitas yang teridentifikasi rendah sebagai dasar usulan topik-topik layanan bimbingan pribadi yang dapatdilakukan untuk mengembangkan kreativitas siswa-siswi kelas V dan VI SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta Tahun Ajaran 2015/2016.

B. Pembahasan Hasil Penelitian

  Fakta yang terjadi ialahsiswa tersebut masih tidak bisa mengutarakan pendapatnya atau bahkan tidak mampu dalam bertanya, lebih banyak pasif dan hanya menerima informasi sajaatau hanya ikut-ikutan orang lain, lalu juga masih mengalami kesulitan dalam menjawab pertanyaan serta kurangnya kemauan siswa untuk mengetahui banyakhal lewat buku-buku yang seharusnya dapat siswa baca ataupun lewat benda/objek yang dilihatnya. Berbeda Berdasarkan pengecekan yang dilakukan dan wawancara dengan wali kelas di SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta, dari 75 siswa yang diteliti sebanyak 52siswa merupakan siswa yang dapat dikatakan memiliki akademik yang lebih baik di sekolah.

C. Usulan Topik-Topik Layanan Bimbingan Pribadi yang Sesuai Untuk Mengembangkan Kreativitas Siswa Kelas V dan VI SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta Tahun Ajaran 2015/2016

   Ceramah singkat Tanya jawab Siswa diajak membuat rencana kegiatan mingguan dan harian yang nantinya akan digunakan/dijalankan oleh siswa dan menyediakan kolom reward dengan pemberian stiker bintang sebagai tanda apabila siswa dapat menjalankan dengan baik rencana yang sudah dibuat mereka sendiri. Benda yang akan ditangkap anak adalah benda seperti bintang, dll yang telah diletakkan ditempat-tempat tertentu dan siswa harus mengambilnya dari jarak yang ditentukan.

BAB V PENUTUP Pada bab ini menguraikan tiga hal, yaitu kesimpulan, keterbatasan penelitian dan saran. A. Kesimpulan Beberapa kesimpulan berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan hasil

  Secara umum, penelitian ini menunjukkan bahwa para siswa-siswi kelas V dan VI di SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta mayoritas memiliki tingkatkreativitas yang sangat tinggi dilihat dari banyaknya siswa yang berada pada kategori sangat tinggi dalam tingkat kreativitasnya dan hanya beberapa siswayang masuk ke dalam kategori rendah. Tingkat kreativitas siswa yang sangat tinggi terdapat pada aspek menghargai dari ciri-ciri kreativitas secara afektifsedangkan aspek yang sangat rendah dalam mendukung tingkat kreativitas siswa-siswinya di kelas V dan VI SD Kanisius Sorowajan Yogyakartaterdapat pada aspek keterampilan menilai dari ciri-ciri kreativitas secara kognitif.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan Kebiasaan Konsumsi Makanan Cepat Saji (Fast Food) dengan Obesitas pada siswa Kelas V dan VI SD Shafiyyatul Amaliyyah Medan
7
87
83
Identifikasi kesalahan konsep fisika tentang suhu dan kalor (Studi deskriptif pada siswa kelas I5 cawu III SMU Negeri Rambipuji Jember tahun ajaran 2000/2001
0
6
55
pengaruh model pembelajaran webbed terhadap keterampilan menulis karangan pada siswa kelas IV SDIT Al-Mubarak Jakarta pusat tahun ajaran 2014/2015
1
21
258
Analisis kesalahan huruf kapital dan tanda baca pada paragraf deskriptif siswa kelas V SD Negeri Sampay Rumpin-Bogor
1
16
151
Pengaruh metode drilling dan ekspositori dalam pembelajaran remedial terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas V MI Plus Asy-Syukriyyah Tangerang-Banten
1
15
103
Hubungan antara persepsi siswa terhadap bimbingan konseling dan intensitas pemanfaatan layanan bimbingan konseling di SMA PGRI 109 Tangerang
2
14
105
Pengetahuan siswa terhadap kata penghubung dalam kalimat majemuk Bahasa Indonesia pada kelas V MI Arrahmaniyah Depok
0
6
117
Aplikasi pembelajaran interaktif IPA dan IPS kelas VI
0
7
197
Aplikasi pengenalan dan pembelajaran alat musik tradisional dan aksara Sunda berbasis android bagi siswa kelas VI di SDN Mekar Biru
1
3
1
Meningkatkan hasil belajar matematika melalui pendekatan pemecahan masalah pada siswa kelas V SD Negeri 2 Bone-Bone Kota Baubau pada pokok bahasan FPB dan KPK
0
0
12
Pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan abstraksi siswa di kelas VII SMPN 01 Kalidawir Tulungagung tahun ajaran 20172018
0
0
6
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Klero 02 Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang tahun ajaran 20172018 yang berjumlah 30 siswa yang terdiri dari 15 laki-laki dan 15 perempuan. 3.3 Waktu Penelitian
0
0
12
Studi tentang identifikasi bakat olahraga pada siswa kelas V Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Surakarta tahun 2008
0
0
47
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Makanan Cepat Saji (Fast Food) dengan Obesitas pada siswa Kelas V dan VI SD Shafiyyatul Amaliyyah Medan
0
0
28
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Makanan Cepat Saji (Fast Food) dengan Obesitas pada siswa Kelas V dan VI SD Shafiyyatul Amaliyyah Medan
0
0
14
Show more