Diagnosis dan remediasi kesulitan belajar siswa kelas VIII A SMP Kanisius Sleman tahun ajaran 2015/2016 pada pokok materi kubus dan balok.

Gratis

0
1
205
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIHALAMAN PERSEMBAHAN

  “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”~ Filipi 4 : 13 “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Iamemelihara kamu.” ~ 1 Petrus 5 : 7 Puji syukur kepada Tuhan... Skripsi ini saya persembahkan untuk : Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria, yang senantiasaselalu menyertai dan selalu memberi penguatan kepadaku..

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kesulitan belajar yang dialami oleh siswa pada pokok materi kubus dan balok, (2) mengetahui faktor-faktor yangmenyebabkan kesulitan siswa dalam mengerjakan soal-soal tentang kubus dan balok, (3) mengetahui bagaimana kesulitan belajar siswa dapat diatasi denganpengajaran remedial pada pokok materi kubus dan balok di kelas VIII A SMP Kanisius Sleman tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini dilaksanakan di SMP KanisiusSleman dengan subjek penelitian adalah tiga orang siswa kelas VIII A yang mengalami kesulitan belajar matematika pada pokok materi kubus dan balok.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIKATA PENGANTAR

  Suwarsono, selaku dosen pembimbing yang telah bersedia membimbing, memberikan saran dan meluangkan waktu, tenaga, dan pikirandalam membimbing penulisan skripsi ini. Pd dan Guru Mata Pelajaran Matematika Sleman yang telah memberikan tempat dan waktu untuk pengambilan data penelitian.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menurut Crow & Crow (1958) yang dikutip oleh Rohmah Noer

  Meskipun kegiatan pembelajaran terlihat baik dan lancar, pada saat mempelajari materi pokok bangun ruang beberapa siswa menyatakankesulitan dan banyak siswa yang hanya mengandalkan dengan menghafalkan rumus untuk menyelesaikan soal tentang bangun ruang,misalnya rumus volume, luas permukaan, dan sebagainya. Hal ini ditunjukkan dari hasil ujian tengah semester dan ujian akhir semester yang menunjukkanbahwa siswa yang tuntas hanya 15% - 25% atau 3 Bagi siswa yang nilainya belum tuntas atau belum mencapai nilai KKM upaya yang dilakukan guru adalah dengan mengadakan remidi.

B. Identifikasi Masalah

  Pembatasan Masalah Permasalahan dalam penelitian ini dibatasi pada upaya menemukan kesulitan siswa dalam mengerjakan soal tentang kubus dan balok,menemukan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan siswa pada pokok materi kubus dan balok, dan upaya untuk mengatasi kesulitan tersebutdengan melaksanakan pengajaran remedial. Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan yang dialami siswa kelas VIII A SMP Kanisius Sleman tahun ajaran 2015/2016 dalam mengerjakan soal-soal tentang kubus dan balok?c.

E. Tujuan Penelitian

  Mengetahui kesulitan belajar yang dialami oleh siswa kelas VIII A SMP Kanisius Sleman tahun ajaran 2015/2016 pada pokok materi kubus dan balok. Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan yang dialami siswa kelas VIII A SMP Kanisius Sleman tahun ajaran 2015/2016 dalam mengerjakan soal-soal tentang kubus dan balok.

F. Penjelasan Istilah

  Diagnosis kesulitan belajarDiagnosis kesulitan belajar adalah proses menemukan letak kesulitan dan jenis kesulitan yang dihadapi siswa agar pengajaran perbaikan yangdilakukan dapat dilaksanakan secara efektif. Berdasarkan istilah-istilah yang dijelaskan di atas dapat disimpulkan maksud dari judul penelitian ini adalah mendiagnosis siswa untukmenentukan kesulitan belajar matematika, mencari faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan tersebut, serta meremediasi kesulitan belajarmatematika siswa kelas VIII A SMP Kanisius Sleman tahun ajaran 2015/2016 pada pokok materi kubus dan balok.

G. Manfaat Penelitian 1

  Bagi Siswa Penelitian ini diharapkan dapat membantu siswa dalam mengatasi kesulitan belajar matematika khususnya pada materi kubus dan balok. Bagi GuruPenelitian ini dapat digunakan untuk menambah wawasan dan memberikan gambaran dalam mengadakan diagnosis dan remediasibelajar untuk mengatasi kesulitan siswa dalam belajar matematika.

BAB II LANDASAN TEORI A. Belajar Belajar adalah suatu proses atau kegiatan mengolah pengetahuan dan

  Menurut Syah Muhibbin (2008) belajar adalah kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangatfundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Menurut Biggs, belajar didefinisikan dalam tiga macam rumusan, yaitu belajar sebagai kegiatan pengisian atau pengembangan kemampuankognitif dengan fakta sebanyak-banyaknya, belajar sebagai proses “validasi” atau pengabsahan terhadap penguasaan siswa atas materi-materi yang telah ia pelajari, dan belajar sebagai proses memperoleh arti-arti dan pemahaman-pemahaman serta cara-cara menafsirkan dunia di sekelilingsiswa.

B. Belajar Tuntas

  Belajar tuntas antara satu dengan yang lainnya, yang mempunyai hak yang sama untuk mencapai keberhasilan belajar optimal. (“Belajar Tuntas”, Jurnal PendidikanLuar Biasa, diakses pada 5 Desember 2016) Belajar tuntas merupakan sistem belajar yang mengharapkan sebagian besar peserta didik dapat menguasai tujuan pembelajaran secara tuntas denganmemberikan kualitas pembelajaran yang sesuai dan memberi perhatian khusus bagi siswa-siswa yang lambat agar menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar.

C. Kesulitan Belajar 1. Pengertian kesulitan belajar

  Kesulitan belajar khusus tampil sebagai suatu kondisi ketidakmampuan yang nyata pada orang-orang yang memiliki intelegensi rata-rata hingga superior, yang memiliki sistem sensoriyang cukup, dan kesempatan untuk belajar yang cukup pula. Kesulitan belajar dapat diartikan sebagai suatu kondisi dalam suatu proses belajar yang ditandai adanya hambatan- kegagalan dalam mencapai tujuan belajar, ditandai dengan prestasi belajar yang rendah (nilai yang diperoleh kurang dari tujuh puluh lima), yangterjadi pada proses belajar yaitu kesulitan materi pelajaran.

2. Komponen utama kesulitan belajar

  Jika siswa tidak mampu memilih stimulus yang menunjang belajar, ia tidak tahanbelajar dan tidak dapat memusatkan perhatian pada belajar b. Bahasa Kelainan jenis ini banyak ditemukan pada anak berkesulitan belajar yang tidak dapat berbicara dan tidak dapat mengadakan responsterhadap suatu perintah atau pernyataan verbal seperti yang dilakukan anak-anak normal.

3. Klasifikasi Kesulitan Belajar

  Kesulitan belajar yang berhubungan dengan perkembangan (developmental learning disabilities)Kesulitan belajar yang berhubungan dengan perkembangan mencakup gangguan motorik dan persepsi, kesulitan belajar bahasadan komunikasi, dan kesulitan belajar dalam penyesuaian perilaku sosial. Kesulitan belajar yang bersifat perkembangan umumnya sukardiketahui baik oleh orang tua maupun oleh guru karena tidak ada pengukuran-pengukuran yang sistematik seperti halnya dalam bidangakademik.

4. Jenis dan tingkat kesulitan yang dihadapi siswa

  Sekelompok atau beberapa siswa belum dapat mencapai tingkat ketuntasan yang diharapkan karena ada konsep dasar yang belum dikuasainya atau mungkin juga karena proses belajar yang karakteristik siswa yang bersangkutan. Konsep-konsep dasar tidak dikuasainya, bahkan tidak hanya bagian yang sukar tidak difahaminyamungkin bagian-bagian yang sedang dan mudah tidak dapat dikuasainya dengan baik.

5. Kesulitan belajar matematika

  Sebagian siswa mengalami kesulitan dalam membuat hubungan-hubungan yang masalah hitungan soal yang disajikan dalam bentuk cerita. Siswa mengalami kesulitan dalam memvisualisasikan konsep-konsep matematika yang membutuhkan kemampuan dalam menggabungkan kemampuan berpikir abstrakdengan kemampuan persepsi visual, misalnya dalam menentukan bentuk yang akan terjadi apabila tiga gambar W W W dirotasi.

D. Diagnosis Kesulitan Belajar

  Valid dan reliabel Dalam melakukan diagnosis hendaknya digunakan instrumen yang dapat mengukur apa yang seharusnya diukur (valid) dan instrumentersebut hendaknya juga yang dapat diandalkan (reliable). Penggunaan tes baku (kalau mungkin) Tes baku adalah tes yang telah dikalibrasi, yaitu tes yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya.

2. Prosedur dan teknik diagnosis

Langkah-langkah pokok prosedur dan teknik diagnosis kesulitan belajar menurut Entang (1984) antara lain sebagai berikut:

a. Langkah 1: Identifikasi siswa yang mengalami kesulitan belajar

  Hal ini bisa dilakukan dengan beberapa strategi pendekatan, yaitu mengidentifikasi permasalahan dapat dilakukan dengan cara evaluasi reflektif, formatif, dan sumatif, atau dengan desain pre- post-test dan bisa dilakukan dengan tes diagnostik. Secara garis besar penyebab kesulitan dapat timbul dari dua hal yang berasal dari dalam diri dan luar diri individu, yaitu:1) Faktor internal yaitu faktor yang berada dan terletak pada diri murid itu sendiri.

c) Gangguan yang bersifat emosional

  Faktor eksternal antara lain meliputi: a) Situasi atau proses belajar mengajar yang tidak merangsang murid untuk aktif antisifatif (kurang kemungkinannya siswa belajar secara aktif “student active learning”). Untuk mengenal faktor di atas dapat dipergunakan berbagai cara dan alat, antara lain: tes kecerdasan, tes bakat khusus, skala sikapbaik yang sudah standard maupun yang secara sederhana bisa dibuat oleh guru, inventory, wawancara dengan murid yang bersangkutan,mengadakan observasi yang intensif baik di dalam maupun di luar kelas, wawancara dengan guru dan wali kelas, dan dengan orang tuaatau teman-temannya bila dipandang perlu.

d. Langkah 4: Perkiraan kemungkinan bantuan

  Setelah mengetahui letak kesulitan siswa, jenis dan sifat kesulitan dengan latar belakangnya, faktor-faktor yang menyebabkannya, makadapat diperkirakan: a. Lama waktu yang dibutuhkan untuk mengatasi kesulitan yang dialami siswa tertentu.

e. Langkah 5: Penetapan kemungkinan cara mengatasinya

  Langkah yang kelima ini adalah langkah menyusun satu rencana atau beberapa alternatif rencana yang dapat dilaksanakan untuk membantumengatasi kesulitan yang dialami siswa tertentu. Rencana ini hendaknya berisi:1) Cara-cara yang harus ditempuh untuk menyembuhkan kesulitan yang dialami siswa tersebut.

2) Menjaga agar kesulitan yang serupa jangan sampai terulang

  Ada baiknya rencana ini dapat didiskusikan dan dikomunikasikan dengan pihak-pihak yang dipandangberkepentingan yang kelak diperkirakan akan terlibat dalam pemberian bantuan kepada yang bersangkutan seperti penasehat f. 3) Senantiasa mencek dan recek kemajuan siswa baik pemahaman mereka terhadap bantuan yang diberikan berupa bahan, maupun mencek tepat guna program remedial yang dilakukan untuk setiapsaat diadakan revisi dan improvisasi.4) Mentransfer atau mengirim (referal case) siswa yang menurut perkiraan kita tidak mungkin lagi ditolong karena di luar kemampuan dan wewenang guru maupun guru pembimbing ataupenyuluh atau guru BK (Bimbingan Konseling) di sekolah.

3. Tes diagnostik

  Dengan demikian tes diagnostik sangat penting dalam rangka membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar dan dapat diatasi dengan segeraapabila guru atau pembimbing peka terhadap siswa tersebut. Caranya adalah dengan membuat suatuhierarki dari suatu target pembelajaran kemudian melakukan analisis untuk mengidentifikasi prasyarat-prasyarat yang harusdipahami oleh siswa.3) Pendekatan mengidentifikasi target-target pembelajaran yang tidak dikuasai.

5) Pendekatan mengidentifikasi struktur pengetahuan siswa

  Peta konsep adalah cara grafis untuk merepresentasikan bagaimana seorang siswa memahami hubungan konsep-konsepyang utama dalam materi pelajaran.6) Pendekatan mengidentifikasi kompetensi untuk menyelesaikan soal cerita. Diagnosis didalam pendekatan ini adalah untuk mengidentifikasi siswa yang tidak dapat menyelesaikan soal cerita dan apakah kekuranganmereka terletak pada pengetahuan linguistik dan faktual, pengetahuan skematis, pengetahuan strategis, atau pengetahuanalgoritmis.

b. Macam-macam Tes Diagnostik

  Beberapa macam tes diagnostik yang pernah digunakan 1) Tes diagnostik dengan instrumen pilihan ganda.2) Tes diagnostik dengan instrumen pilihan ganda yang disertai alasan. 4) Tes diagnostik dengan instrumen pilihan ganda dan uraian.5) Tes diagnostik dengan instrumen uraian.

E. Remediasi 1. Pengertian remediasi

  Dalam hal kegiatan pembelajaran, kegiatan remediasi ini dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk memperbaikipembelajaran yang kurang berhasil, kegiatan remediasi dilakukan dalam bentuk pengajaran remedial atau bimbingan individual. Sebelum membuat keputusan tentang teknik yang akan digunakan untuk mengajar siswa, guru harus memahami kemampuan danketidakmampuan siswa, termasuk penguasaan matematika dan operasi-operasi yang dapat dilakukan oleh siswa.

3. Langkah-langkah pengajaran remedial

  Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih definitif tentang seorang siswa dengan permasalahan yangdihadapinya, kelemahan yang dideritanya, letak kelemahannya, faktor utama penyebab kelemahan tersebut apakah masih bisa ditolong guruatau memerlukan bantuan orang lain, berapa lama bantuan harus diberikan, kapan, oleh siapa, dan sebagainya. Alternatif tindakan ini bisa berupa:1) Mengulangi bahan yang telah diberikan dengan memberi petunjuk antara lain: a) Tentang berbagai istilah yang harus dipahami yang terdapat dalam bahan bacaan.

d) Memberi dorongan dan semangat untuk belajar

  Dalam kerja kelompok yang terpenting adalah interaksi antara anggotakelompok dan dari interaksi ini diharapkan akan terjadi perbaikan pada murid yang mengalami kesulitan belajar. Murid yang dipilih sebagai tutor adalah murid yang tergolong dalam prestasi belajarnya baik dan mempunyai hubungan sosial yang baikdengan teman-temannya.

F. Kubus dan Balok c. Kubus

  5) Diagonal ruang Diagonal ruang adalah ruas garis (bukan rusuk) yang menghubungkan dua titik sudut yang tidak terletak pada satu sisiyang sama.6) Bidang diagonal Bidang diagonal merupakan daerah persegi panjang yang dibatasi oleh dua rusuk sejajar yang tidak terletak pada satu sisi yang samadan dua diagonal sisi yang sejajar. 5) Diagonal ruang Diagonal ruang adalah ruas garis (bukan rusuk) yang menghubungkan dua titik sudut yang tidak terletak pada satu sisiyang sama.6) Bidang diagonal Bidang diagonal merupakan daerah persegi panjang yang dibatasi oleh dua rusuk sejajar yang tidak terletak pada satu sisi yang samadan dua diagonal sisi yang sejajar.

G. Kerangka Berpikir

  Oleh karena itu, untukmembantu mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswa yang mengalami kesulitan belajar guru perlu melakukan kegiatan diagnosis, yaitu menemukanletak dan penyebab kesulitan belajar kemudian merancang dan menentukan langkah kegiatan remediasi yang sesuai yaitu upaya untuk mengatasi kesulitanbelajar yang dialami siswa. Alur dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Identifikasi SubjekTes Awal Tes DiagnostikDiagnosis WawancaraRemediasi Tes AkhirPada akhirnya nanti, hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah kegiatan diagnosis dan remediasi yang dilakukan peneliti ini dapat membantu subjeksiswa mengatasi kesulitan belajar matematika pada materi kubus dan balok melalui proses pengajaran remedial.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis

  Pendekatan kuantitatif pada penelitian ini digunakan dalam proses analisis data hasil belajar siswa dan dampak dari pembelajaran remedialsebagai upaya untuk membantu mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswa, sedangkan pendekatan kualitatif digunakan dalam proses diagnosiskesulitan belajar yang dialami siswa dan mendeskripsikan data. Selain itu, penentuan subjek siswa yang mengalami kesulitan belajar juga mempertimbangkan pendapat dan kesan dari guru matematika yangsetiap hari berinteraksi dengan siswa dan memahami karakteristik siswa, sehingga subjek yang diperoleh dalam penelitian ini adalah siswa yangbenar-benar menjadi prioritas untuk diberikan bantuan.

2. Obyek Penelitian

Obyek dalam penelitian ini adalah kesulitan-kesulitan yang dialami siswa pada materi kubus dan balok.

D. Variabel Penelitian

  Faktor-faktor yang menyebabkan subjek mengalami kesulitan pada materi kubus dan balok. Pengajaran remedial yang digunakan untuk membantu mengatasi kesulitan-kesulitan yang dialami subjek.

E. Metode Pengumpulan Data 1

  Tes awalini bertujuan untuk menentukan subjek siswa yang mengalami kesulitan pada materi kubus dan balok dan untuk menemukan kesulitan pada materikubus dan balok berdasarkan letak kesalahan siswa. Dengan mempertimbangkan kedua hal tersebut kemudian disusun soal tes awal berbentuk pilihan ganda yang terdiri dari soal-soal yang mencakupseluruh materi kubus dan balok sejumlah 20 butir soal meliputi materi unsur-unsur kubus dan balok, volume dan luas permukaan kubus danbalok, serta hubungan keruangan antara kubus dan balok.

2. Tes Diagnostik

  Setelah menemukan subjek dan menganalisis hasil tes awal subjek kemudian disusun tes diagnostik berbentuk soaluraian untuk mendalami kesulitan-kesulitan yang dialami subjek dan menemukan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan tersebut. Wawancara Diagnostik Wawancara diagnostik adalah wawancara yang dilakukan untuk menemukan kesulitan-kesulitan yang dialami subjek dan faktor-faktorpenyebabnya, yaitu faktor penyebab kesulitan belajar pada materi kubus dan balok.

F. Instrumen Penelitian

  Semakin reliabel suatuinstrumen membuat instrumen tersebut akan mendapatkan hasil yang Adapun kisi-kisi soal tes awal adalah sebagai berikut: Tabel 3.1 Kisi-kisi Soal Tes Awal JUMLAH NOMOR MATERI POKOK SOAL BUTIR SOAL SOAL Kubus Bagian-bagian 4 1, 2, 3, 4kubus, unsur-unsur kubus, dan jaring-jaring kubus Volume dan luas 6 5, 6, 7, 8, 9, 10 permukaan kubusBalok Bagian-bagian 11, 12, 13 3 balok, unsur-unsurbalok, dan jaring- jaring balok. Soal Tes Diagnostik Soal tes diagnostik berisi soal-soal dengan bentuk essai untuk mengidentifikasi letak kesulitan dan menemukan penyebab kesulitanbelajar yang dialami oleh subjek dengan cara mengidentifikasi kesulitan-kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematika denganmateri kubus dan balok (kisi-kisi soal tes diagnostik uraian dapat dilihat pada lampiran).

3. Pedoman Wawancara

  Pedoman wawancara merupakan daftar pertanyaan-pertanyaaan yang akan diajukan kepada narasumber atau orang yang akan diwawancarai, dalam penelitian ini yaitu kepada subjek siswa dan guru matematika.(pedoman wawancara dapat dilihat pada lampiran 8 hal.138) 4. Soal tes remedial/tes akhir Soal tes remedial dalam penelitian ini berisi soal-soal tes yang sama dengan soal tes awal.

G. Prosedur Pengumpulan Data 1

  Peneliti mendatangi sekolah yang menjadi tempat penelitian yaitu SMP Kanisius Sleman dan bertemu dengan kepala sekolah serta guru mata pelajaran matematika. Peneliti melakukan observasi di kelas VIII A dan VIII B SMP Kanisius Sleman yang akan digunakan sebagai kelas uji coba dan kelas penelitian.

2. Tahap Uji Coba Soal a

  Peneliti melakukan uji coba soal tes awal untuk menguji validitas dan reliabilitas soal. Peneliti melakukan revisi soal uji coba dengan memperbaiki soal-soal yang tidak valid kemudian melakukan validasi pakar yaitu validasi soal yang sudah diperbaiki kepada guru dan dosen sebelum digunakanuntuk tes awal.

3. Tahap Pengambilan Data a

  Peneliti melakukan tes awal kepada seluruh siswa kelas VIII A SMP Kanisius Sleman dengan jumlah murid 21 siswa untuk menentukan subjek. Peneliti melakukan pengajaran remedial dan tes akhir kepada subjek.

H. Metode/Teknik Analisis Data

  Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif yang meliputi reduksi data, penyajiandata, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Reduksi data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara memilah jawaban tes diagnostik subjek dan hasilwawancara mendalam terhadap subjek untuk memfokuskan pada kesulitan siswa dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan.

I. HASIL PENELITIAN 1. Hasil observasi

  Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas VIII A dan VIII B, menunjukkan bahwa karakteristik siswa-siswa kelas VIII A dan kelas VIIIB tidak berbeda jauh dari segi kemampuan kognitifnya, dilihat dari perolehan nilai ketika mengerjakan latihan soal dan dari perolehan nilaitengah semester. Guru mengajar dengan meminta siswa membaca buku LKS sebagai panduan belajar dan siswa diminta memahami isinya, kemudiansiswa diberi latihan soal sesuai dengan materi yang dipelajari.

2. Hasil pelaksanaan tes ujicoba soal

  Pelaksanaan tes uji coba soal ini secaralangsung diawasi oleh peneliti dan sesekali diamati oleh guru matematika sehingga meminimalisir kemungkinan siswa untuk mencontek pekerjaansiswa yang lain. Perbaikan soal dilakukandengan meneliti kembali setiap butir soal yang tidak valid dari aspek kejelasan soal, tingkat kesulitan soal, kesesuaian soal dengan silabus,ketepatan soal (memastikan soal tidak mengandung miskonsepsi), dan kesesuaian jumlah soal dengan waktu.

SOAL 20 0,094 TIDAK VALID

  9 7 SISWA 13 11 9 SISWA 14 9 11 SISWA 15 18 2 SISWA 16 11 9 SISWA 17 11 SISWA 18 5 SISWA 12 13 7 SISWA 19 16 4 SISWA 20 12 8 SISWA 21 10 10 Tes awal ini digunakan untuk menentukan subjek siswa yang akan diberikannya layanan bantuan dengan melihat banyaknya kesalahan siswa. Berdasarkan banyaknya jumlah kesalahan pada penyelesaian soal tes pilihan ganda tersebut, siswa yang menjadi subjek dalam penelitian iniadalah siswa yang mendapatkan nilai urutan tiga terendah pada tes ini, 13 Sedangkan uji reliabilitas instrumen tes ini menghasilkan nilai reliabilitas0,647 sehingga dapat dikategorikan reliabilitasnya sedang, berdasarkan interpretasi nilai reliabilitas yang dijelaskan pada bab sebelumnya.

3. Hasil pelaksanaan tes awal

  Hasil tes awal oleh siswa kelas VIII A disajikan sebagai berikut: 12 SISWA 5 Tabel 4.3 Hasil Tes Awal SISWA JUMLAH KESALAHAN SKOR SISWA 1 7 13 SISWA 2 12 8 SISWA 3 15 5 SISWA 4 8 15 11 SISWA 11 5 SISWA 6 14 6 SISWA 7 8 12 SISWA 8 14 6 SISWA 9 10 10 SISWA 10 9 15 Tes awal ini juga bisa digunakan sebagai tes diagnostik. Tes ini dapat dikategorikan sebagai tes diagnostik dengan instrumen pilihanganda.

19 Hubungan balok, kubus dan prisma

  18 17 16 15 14 Volume dan luas permukaan balok1/5 Berdasarkan hasil analisis letak kesalahan subjek siswa dari tabel diatas, menunjukkan bahwa subjek A, subjek B, dan subjek C memilikikesulitan yang hampir sama di setiap pokok materi kubus dan balok. Dapat dilihat bahwa ketiga siswa mengalami kesulitan dalam pokok materi kubus dan balok, yaitu pada pokok materi bagian-bagian kubus danbalok, volume dan luas permukaan kubus dan balok, serta hubungan antara kubus, balok, dan prisma.

4. Hasil wawancara dengan guru

  Lain halnya dengan subjek C, subjek C dikenal sebagai anak yang terlalu aktif di kelas sehingga kadang-kadang sikapnya sulit dikontrol ketika di kelas dan harus dikendalikan. Menurut pendapat beliau, yang menjadi penyebab kesulitan belajar matematika adalah dasar pengetahuan yang tidak kuat, sikap-sikap anakusia SMP yang masih mencari jati diri, sering mengutamakan kesenangan sehingga nilai pelajarannya turun, dan pengaruh bimbingan orang tua dirumah.

5. Hasil tes diagnostik

  (B3) Subjek tidak dapat menghitung volume dan luas Subjek tidak dapat menghitung luas sisi yang Subjek tidak mengetahui bahwa tinggi kubus sama Subjek tidak begitu lancar dalam menyebutkan unsur- Subjek dapat menghitung volume dan luas permukaan Subjek lemah dalam perkalian (contohnya 7x7 = 42, Subjek tidak dapat menghitung panjang diagonal Soal 10 (B10) Soal 1Subjek dapat menyebutkan sisi kubus, namun tidak dapat menyebutkan semuanya. 156 - 170) Ketiga subjek mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal kubus dan balok hampir di semua pokok materi kubus dan balok, sehingga materipada soal tes diagnostik ini dibuat sama untuk ketiga subjek dan materinya mencakup soal-soal yang hampir sama dengan tes awal namun berbentukuraian.

6. Hasil wawancara dengan subjek

  Pengajaran remedial dilakukan dengan membahas kembali soal dan jawaban soal tes diagnostik serta membahas pokok-pokokmateri yang menjadi kesulitan subjek, antara lain materi unsur- unsur kubus dan balok serta ciri-cirinya, materi tentang luaspermukaan dan volume (rancangan pengajaran remedial dapat dilihat pada lampiran). Tes ini digunakan untukmelihat hasil dari pengajaran remedial yang sudah dilakukan dengan membandingkan hasil tes awal dan tes akhir/tes evaluasi ini, sehinggadidapat data keberhasilan siswa dalam mengatasi kesulitan dilihat dari data kesulitan yang dapat diatasi dan tidak dapat diatasi.

8. Hasil pengajaran remedial

  Hasil Proses Diagnosis dan Remediasi Dari hasil tes awal dan berdasarkan pertimbangan pendapat guru, diperolehlah subjek A, B, dan C yang diduga mengalami kesulitan belajarpada pokok materi kubus dan balok dan perlu mendapatkan bantuan belajar khusus. Sebagai gambaran, subjek A memiliki karakter pendiam di kelas, subjek B merupakan siswa yang dinilai rawan dalam artian rawan “bermasalah” di sekolah, dan subjek C merupakan salah satu siswa yang aktif di kelas.

a. Hasil diagnosis dan remediasi subjek A

  Hal ini dapat disebabkan karenasubjek tidak belajar sebelumnya dan konsep tentang luas permukaan dan volume kurang dipahami subjek ketikamempelajarinya di kelas.3) Lemahnya pengetahuan-pengetahuan dasar subjek mengenai luas persegi dan persegi panjang, perkalian bilangan bentuk pecahan, dan rumus Pythagoras. 4) Subjek memiliki kecenderungan diam ketika di kelas dan pasif seperti halnya dikatakan oleh guru subjek dan pengamatan peneliti selama wawancara, ketika dirumah suka menontontelevisi yang menjadi hambatan belajar, sehingga dapat disimpulkan motivasi belajar atau semangat belajar subjek kurang.

3 Dapat diatasi

  √dan jaring- Dapat diatasi √ 4 jaring kubus 5 √9 kubus Dapat diatasi √ 10 Belum dapat diatasi√ √ 11 Bagian-bagian √ √ Belum dapat diatasi balok, unsur-12 √ √ Belum dapat diatasi unsur balok, √ Dapat diatasi13 dan jaring- jaring balok. Dari hasil tes akhir tersebut, beberapa soal tes awal yang dikerjakan subjek dengan salah kini dapat dikerjakan oleh subjekdengan benar, dan menjadi kesulitan subjek A yang dapat diatasi melalui pengajaran remedial ini yaitu:1) Menentukan sisi tutup dan sisi alas kubus dari sebuah jaring- jaring kubus.

3) Menentukan volume kubus dengan diketahui keliling alasnya

  (soal nomor 19)Dari hasil tes diagnostik dan wawancara diagnostik, didapati beberapa Tidak dapat menghitung luas persegi dan luas persegi panjang Subjek tidak memahami atau lupa rumus luas permukaan dan dengan benar, misalnya yang mana bidang diagonal dan yang mana diagonal ruang sehingga menyebabkan subjek tidak dapatmenentukan masing-masing unsur kubus dan balok tersebut.2) Subjek kurang memahami tentang unsur-unsur kubus dan balok penggunaan rumus Pythagoras. Subjek memiliki kecenderungan banyak mengeluh ketika dan persegi panjang, pembagian bilangan bulat, dan rumus pythagoras kurang dikuasai siswa sehingga menyebabkankesulitan dalam menghitung luas dan volume kubus dan balok.4) Pengetahuan-pengetahuan dasar subjek mengenai luas persegi 3) juga tidak mengetahui istilah “permukaan” kubus adalah seluruh sisi-sisi yang menyelimuti kubus.

19 Hubungan balok, kubus dan prisma

  Faktor penyebab yang paling tampak mempengaruhi kesulitan belajar ketiga subjek berdasarkan hasil wawancara diagnostik adalahminimnya atau lemahnya pengetahuan dasar subjek tentang konsep- konsep dasar matematika yang menjadi syarat untuk dapatmenyelesaikan soal kubus dan balok (contohnya luas persegi, luas persegi panjang, rumus Pythagoras, konsep pecahan, perkalian, danpembagian). Berdasarkan hasil yang diperoleh dari kegiatan diagnosis dan remediasi yang sudah dilakukan terhadap ketiga subjek, dapat dilihat bahwakeberhasilan subjek dalam menyelesaikan soal tentang kubus dan balok meningkat dari hasil tes awal sebelum dilakukan kegiatan remediasi.

2. Keterbatasan Penelitian a

  Peneliti merasa masih kurang detail dalam menganalisis data-data yang diperoleh dalam penelitian ini dan kurang detail dalam menggali kesulitan-kesulitan serta faktor-faktor yang menyebabkan kesulitansiswa pada materi kubus dan balok. Peneliti merasa subjek masih mengalami kesulitan-kesulitan di beberapa bagian materi kubus dan balok dilihat dari hasil penyelesaian tes akhir, namun peneliti tidak menindaklanjuti untuk mendiagnosisdan mengatasi kesulitan tersebut karena waktu yang tidak memungkinkan dilakukannya diagnosis dan remediasi ulang.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, kesimpulan yang didapat dari

  Faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan-kesulitan yang dialami subjek antara lain (1) faktor internal yaitu karena persiapan subjek yangkurang untuk belajar atau subjek tidak belajar materi ini sebelumnya, meskipun pernah dipelajari di kelas subjek mengaku lupa dan tampakkurang bersemangat. Hal ini ditandai dengan meningkatnya keberhasilan subjek pada penyelesaian soal tes akhir, dengan hasilpeningkatan subjek A sebesar 50%, subjek B sebesar 45%, dan subjek C sebesar 50% dari hasil nilai tes awal ketiga subjek.

B. SARAN 1

  Hendaknya guru menekankan pengajaran dengan menggunakan alat peraga untuk menyampaikan materi yang berhubungan dengan bangun ruang supaya siswa dapat memahami konsep-konsep bangunruang seperti sisi, luas, volume, dan sebagainya dengan baik atau dengan menggunakan benda yang nyata untuk memvariasi metodepengajaran yang biasa diterapkan. Peneliti pendidikan matematika yang akan menggunakan penelitian ini atau penelitian yang serupa hendaknya dapat memaparkan lebih detail lagi dalam mendiagnosis untuk menemukan kesulitan siswa danmenggunakan upaya remediasi dengan metode yang berbeda.

7. Luas permukaan sebuah kubus adalah 384 cm². Volume kubus tersebut adalah …

  Luas seluruh permukaan sebuah kubus yang keliling sisi alasnya 20 cm adalah …. EFGH di samping, panjang AB = 9 cm, luas ABCD = 36 cm² dan luas bidang ABFE = 54 cm².

SOAL TES AWAL

  Pada jaring-jaring kubus berikut, jika persegi yang diarsir digunakan sebagai sisi atas (tutup) kubus, maka yang menjadi alas kubus adalah persegi nomor …. Berturut-berturut banyaknya diagonal sisi, diagonal ruang, dan bidang diagonal dalam kubus adalah ...

KUNCI JAWABAN SOAL TES AWAL

1 B 15 A 5 C 14 C 4 C 13 C 3 C 12 A 2 C 11 A 6 D Lampiran 5

KISI-KISI SOAL TES DIAGNOSTIK

  unsur-unsur balokBALOK Hitunglah volume balok yang memilikiMenghitung 3 panjang 10 cm, lebar 8 cm, dan tinggi 5 cm!luas permukaan danvolume balok Diketahui panjang balok 8 cm, lebar balok 7 cm, dan luas sisi balok yang diarsir adalah42 cm². KUBUS & hubunganBALOK antara kubus dan balokRUMUS Menganalisis 1 PYTHAGORAS salah satu unsur balok,yaitu diagonal 3 cm balok dengan menerapkan 2 cm rumus Pythagoras.

SOAL TES DIAGNOSTIK

  Nama : _______________________No.absen : _______________________ Petunjuk : Kerjakan soal-soal di bawah ini. Mulailah dari soal yang menurut kalian mudah.

1. Sebutkan unsur-unsur kubus ABCD.EFGH dalam kolom-kolom berikut ini!

  Unsur yang dimaksud jumlah kubus 1 Titik sudut A, B, C, D, E, F, G, H 8 2 Rusuk 3 SisiDiagonal 4 sisiDiagonal 5 ruangBidang 6 diagonal 2. Sisi alas sebuah kubus adalah 25 cm².

5. Sebutkan unsur-unsur balok PQRS.TUVW dalam kolom-kolom berikut ini!

  Hitunglah volume balok yang memiliki panjang 10 cm, lebar 8 cm, dan tinggi 5 cm ! Diketahui panjang balok 8 cm, lebar balok 7 cm, dan luas sisi balok yang diarsir adalah 42 cm².

KUNCI JAWABAN SOAL TES DIAGNOSTIK 1

  Sebutkan unsur-unsur kubus ABCD. EFGH dalam kolom-kolom berikut ini!

3. Diketahui kubus ABCD.EFGH, panjang setiap rusuknya adalah 5 cm. Hitunglah: e

  = s x s x s Volume = 5 x 5 x 5 3 = 125 cm 2 b. Volume kubus Jawab: Luas alas kubus = 25 cm²Luas alas kubus berbentuk persegi sehingga panjang sisi alas (rusuk) = 5 cm 2 a.

5. Sebutkan unsur-unsur balok PQRS.EFGH dalam kolom-kolom berikut ini! No

  Hitunglah volume balok yang memiliki panjang 10 cm, lebar 8 cm, dan tinggi 5 6 6. Diketahui panjang balok 8 cm, lebar balok 7 cm, dan luas sisi balok yang diarsir adalah 42 cm².

PEDOMAN WAWANCARA

  Apakah kamu menyukai cara atau metode belajar yang dilakukan guru? Menurut bapak, apa yang menyebabkan nilai subjek rendah atau prestasi matematikanya rendah?

TRANSKRIP WAWANCARA DENGAN GURU

  P: “Selamat siang Pak Tatak, saya ingin mewawancarai bapak, bagaimana kesan bapak terhadap subjek ?”J: “Kesan secara umum, Subjek B awalnya dulu adalah anak yang susah dipegang,sekarangpun masih menjadi target siswa yang was-was, ndrawasi/rawan, namun sejauh ini masih bisa dihandel, artinya tidak begitu sulit, masih punya rasa takut, tapi masih jaditarget, tapi lolos kelas 8 ini masih tidak masalah. P: “Bagaimana sikap subjek ketika belajar di sekolah?” J:“Kalo belajar, sejauh ini dengan saya kalau disuruh belajar ya blajar, Cumakedalamannya dia paham atau tidak paham itu nomor sekian, hasilnya memang selama ini kurang memuaskan, selalu remidi, tapi kalau Subjek C tidak selalu, tapi Subjek A danSubjek B paling rendah di kelas tidak, tapi memang butuh perhatian khusus.

RENCANA PELAKSANAAN PENGAJARAN REMEDIAL

  Kegiatan Awal10 menit Peneliti memberi salam kepada peserta Peneliti mengingatkan kembali tentang 2. Kegiatan Inti40 menit Peneliti menerangkan kubus dan balok serta Peneliti menerangkan konsep luas Peneliti membahas kembali soal tes 3.

PEKERJAAN TES AWAL (SUBJEK A)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

148 149 150

PEKERJAAN TES AWAL (SUBJEK B)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

151 152 153

PEKERJAAN TES AWAL (SUBJEK C)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (Peneliti meminta subjek memahami maksud soal dan mengarahkan subjek untuk menentukan luas permukaan dan volume kubus) 163 SOAL 5 Subjek tidak begitu lancar dalam menyebutkan semua unsur- unsur balok namun dapat menunjukkan dalam gambar.(B8) (Peneliti menjelaskan unsur-unsur balok seperti halnya dalam kubus, kemudian meminta subjek untuk melengkapi semuaunsur-unsur pada balok) SOAL 6 Awalnya subjek ragu ketika ditanya tentang rumus volume balok yang ditulis, subjek mengaku lupa. (C8) (Peneliti mengarahkan subjek kembali memahami luas permukaan dan volume kubus seperti yang sudah dijelaskan di no.3) 168 SOAL 5Subjek dapat menunjukkan sisi balok namun ketika Subjek dapat menunjukkan diagonal sisi dan diagonal ruang Subjek masih kebingungan untuk menyebutkan bidang diagonal (Peneliti menjelaskan unsur-unsur balok sama seperti halnya unsur-unsur kubus yang telah dijelaskan sebelumnya)SOAL 6 Subjek pada awalnya tidak dapat menghitung volume balok.

PEKERJAAN TES AKHIR (SUBJEK A)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

172 173 174

PEKERJAAN TES AKHIR (SUBJEK B)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

175 176 177

PEKERJAAN TES AKHIR (SUBJEK C)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

178 179 180 Lampiran 17

LEMBAR VALIDASI INSTRUMEN TES (GURU MATEMATIKA)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LEMBAR VALIDASI INSTRUMEN TES (DOSEN)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

181 182 Lampiran 18

SURAT IJIN PENELITIANPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  184Subjek A, B, dan C sedang mengerjakansoal tes diagnostik. Kegiatan mereview materi dan pengajaranremedial.

SURAT KETERANGAN PELAKSANAAN PENELITIANPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Analisa pengaruh hasil belajar matematika terhadap kemampuan menyelesaikan soal-soal fisika: Studi pengaruh hasil belajar pokok bahasan getaran pada siswa kelas 2 semester III di SLTP Negeri 3 Jember tahun ajaran 2002/200
0
13
80
analisis kesulitan beleaar dalam mengerjakan soal-soal akutansi pokok bahasan laporan keuangan pad siswa kelas 1.3 cawu 1 man 2 jember tahun ajaran 2000/2001
0
12
64
Efektifitas penerapan metode ekperimen dengan kerja kelompok pokok bahasa bunyi pada siswa kelas II A Cawu 2 SLTP Negeri 2 Jember tahun ajaran 2001/2002
0
6
76
Hubungan antara persepsi dan motivasi belajar fisika dengan hasil belajar fisika pokok bahasan energi siswa kelas 1 cawu III SLTP Negeri 3 Jember tahun ajaran 2001/2002
0
4
69
Identifikasi miskonsepsi materi biologi kelas II semester 1 pada siswa SMP negeri di kecamatan Kencong tahun ajaran 2003/2004
2
6
94
Pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar untuk meningkatkan aktivitas belajar dan penguasaan konsep oleh siswa pada materi pokok ekosistem
0
7
62
Komparasi pembelajaran SAVI dan REACT pada kemampuan pemecahan masalah siswa kelas-viii materi kubus dan balok
0
1
19
Identifikasi miskonsepsi dalam pembelajaran IPA ruang lingkup materi dan sifatnya di SMP Joannes Bosco Yogyakarta kelas VIII tahun ajaran 2014-2015
1
5
9
Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar siswa melalui pokok bahasan pesawat sederhana di SMP Negeri-4 kelas VIII semester II Palangka Raya tahun ajaran 2015/2016 - Digital Library IAIN Palangka Raya
1
1
185
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok tekanan kelas VIII semester II MTsN 2 Palangka Raya tahun ajaran 2014/2015 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
12
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok tekanan kelas VIII semester II MTsN 2 Palangka Raya tahun ajaran 2014/2015 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
29
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok tekanan kelas VIII semester II MTsN 2 Palangka Raya tahun ajaran 2014/2015 - Digital Library IAIN Palangka Raya
1
1
21
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok tekanan kelas VIII semester II MTsN 2 Palangka Raya tahun ajaran 2014/2015 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
1
48
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) menggunakan peta konsep terhadap hasil belajar siswa pada materi struktur dan fungsi tubuh tumbuhan di Kelas VIII MTs Miftahul Jannah Palangka Raya tahun ajaran 2015/2016
1
0
16
Diagnosis kesulitan belajar matematika SMP
2
2
64
Show more