pROFIL pULAU kECIL tERLUAR dI bATAM DAN

Gratis

1
2
28
1 year ago
Preview
Full text

BALAI PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUT (BPSPL) PADANG

DIREKTORAT JENDERAL KELAUTAN, PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL

  Profil Eksisting Pulau-Pulau Kecil Terluar di Batam dan Karimun Tahun 2014 KUTIPAN : Profil ini berisi tentang gambaran kondisi eksisting

  PPKT di Kota Batam dan Kabupaten Karimun, hasil survey kondisi eksisting oleh Tim BPSPL Padang pada

Bulan Desember 2014 di empat pulau, meliputi :

  1. Pulau Pelampong (Batam)

  2. Pulau Nipah (Batam)

  3. Pulau Karimun Anak (Karimun)

  4. Pulau IyuKecil (Karimun) Data-data yang digunakan dalam penyusunan profil ini bersumber dari data sekunder dan hasil pengamatan langsung di lapangan.

  28 HALAMAN TIM PENYUSUN : Penanggung Jawab : Andry Indriasworo Sukmoputro Ketua : Urif Syarifudin Anggota : Willy Filkosima Fahrurrozy

  Hendrisman Faisal Batubara Hadi Prayitno Supradianto

BALAI PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUT (BPSPL) PADANG

DIREKTORAT JENDERAL KELAUTAN, PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL

  Daftra Isi Sampul i Kutipan ii Daftar Isi iii Peta Lokasi 4 PPKT Batam dan Karimun

  1

  1. Pulau Pelampong (Batam)

  2

  2. Pulau Nipah (Batam)

  7

  3. Pulau Karimun Kecil (Karimun)

  14

  4. Pulau IyuKecil (Karimun)

  21

  MALAYSIA SINGAPURA P. Iyukecil P. Nipa P. Karimunkecil

P. Pelampong

BATAM

TG.BALAI KARIMUN P.KUNDUR

  DATA GEOGRAFIS : Pada Pulau

  Pelampong terdapat Titik Dasar No. TD.191dan Titik Referensi No. TR.191. yang merupakan titik penarikan batas antara negara Indonesia dan Singapura. 7’ 44”

   Koordinat 010

  LU dan 103 41’ 58” BT

   Terletak antara Selat

  Philips dan Selat Utama (Main Strait)

   Wilayah administrasi

  • – Kelurahan Pemping Kecamatan Belakang Padang –Batam.

   Merupakan pulau

  kecil terluar berpenduduk.

  MORFOMETRIS DAN TOPOGRAFIS : Pulau Pelampong berbentuk lonjong. Panjang maksimal pulau 125

  Meter, lebar maksimal pulau 75 Meter.

   Panjang garis pantai 0,85 Km. Luas mencapai 0,74 hektar.

  POTENSI SUMBERDAYA ALAM : Lahan dapat ditumbuhi vegetasi pantai, seperti;

  kelapa, cemara pantai, mengkudu, asam, dan tanaman lain.

   Sumberdaya laut berupa ikan pelagis dan

  demersal, terumbu karang, lamun dan mangrove.

   Kondisi pantai indah dengan panorama

  sumberdaya alam laut serta pelabuhan singapura yang nampak dari kejauhan.

  AKSESBILITAS : Berjarak 15,5 mil dari

  pelabuhan Sekupang dan 2,5 mil dari negara Singapura.

   Dapat ditempuh dengan

  pompong (perahu kecil berkapasitas 8 – 10 orang) – dengan jarak tempuh 1 1,5 jam dari pelabuhan Sekupang – Kota Batam.

INFRASTRUKTUR DAN

  SUMBERDAYA BUATAN : Mercu suar bertenaga surya 1 unit.

   Bangunan pengaman pantai (dibangun tahun 2012). Surau/ langgar 1 buah. Rumah penduduk sebanyak 5 unit, namun yang dihuni hanya 3 unit. Gudang 1 unit. Tempat tambat perahu/ pompong

  masih alami, serta tidak terdapat jaringan instalasi listrik dan air bersih.

  ISU-ISU DAN MASALAH :

  • Terjadinya abrasi pantai

  karena arus pasang dan arus surut laut. keamanan

  • Ancaman

  karena tidak ada petugas keamanan dan penjaga mercusuar.

SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA

  terumbu

  • Kerusakan

  MASYARAKAT :

  karang karena kegiatan illegal fishing.

  • Jumlah penduduk pulau Pelampong sebanyak 5 KK, 2 Keluarga Sulitnya akses untuk

  tinggal menetap dan 3 KK lainnya menginap di Belakang Padang menuju pulau Pompong sehingga adat istiadat dan kebiasaan penduduk pulau karena tidak ada Pelampong masih terkait dengan Belakang Padang, yang angkutan reguler. merupakan asal dari kelima Kepala Keluarga (KK) tersebut. tersedianya

  • Tidak Mata pencaharian utama adalah nelayan dengan fishing ground

  jaringan instalasi listrik perairan sekitar pulau Pelampong. Alat tangkap yang digunakan dan air bersih serta adalah pancing, bubu dan jaring. Hasil perikanan selain komunikasi. digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, dijual ke ibukota

  • Belum ada sarana dasar Kecamatan Belakang Padang.

  untuk menunjang

  • Kegiatan pertanian berupa kebun kelapa dan tanaman lain

  kesehatan masyarakat, dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. seperti; pustu atau Semua penduduk beragama islam. lainnya.

  KEBIJAKAN PENGEMBANGAN :

  pantai

  • Pengamanan

  dengan membangun pemecah gelombang dan reklamasi pantai. pulau

  • Pengembangan

  Pelampong sebagai kawasan konservasi terumbu karang.

  • Pengembangan

  kegiatan ekonomi masyarakat dan kegiatan

  DATA GEOGRAFIS :

  Pada pulau ini terdapat Titik Dasar dan Titik Referensi (TR 190) yang menjadi d as ar pengukuran d an penentuan batas antara Indonesia dan Singapura. Garis batas laut yang disepakati dalam perjanjian tersebut adalah kelanjutan dari perjanjian Indonesia- Singapura sebelumnya pada 25 Mei 1973, penetapan dilakukan berdasarkan Konvensi Hukum Laut 1982.

  • Pulau Nipah atau Pulau Nipa (Peta Dishidros TNI-AL) atau Secara administrasi Pulau Nipah terletak di Desa Pemping

  biasa disebut Pulau Angup oleh penduduk sekitar, terletak Kecamatan Belakang Padang Kota Batam Propinsi diantara Selat Philip dan Selat Utama (main strait), yang Kepulauan Riau. Sedangkan secara geografis terletak pada

  o o

  berbatasan langsung dengan Singapura. Pulau Nipa posisi 1

   12

   04 ’ 29” LU dan 104 ’ 47” BT dengan luas wilayah merupakan pulau kecil terluar yang tidak berpenduduk dan ± 60 Ha pada titik pasang terendah, dan 28 Ha pada saat hanya dihuni oleh petugas TNI AL. titik pasang tertinggi.

  MORFOMETRIS DAN TOPOGRAFIS :

  Pulau Nipa (nipah), sekitar awal tahun 2000-an nyaris tenggelam dikarenakan terjadinya abrasi sehingga mengikis banyak pasir. Akhirnya, dilakukan reklamasi yang dimulai tahun 2004 hingga tahun 2012. Jenis batuan penyusun daratan Pulau Nipah adalah batuan metasedimen yang bersifat keras, pejal dan kompak. Jenis batuan yang muncul saat Pulau Nipah surut ada beberapa jenis, antara lain: batuan sedimen yang tersingkap di beberapa tempat di sumbu sepanjang daratan Pulau Nipah yang diyakini sebagai batuan dasar.

  Singkapan batuan sedimen ini relatif telah berubah menjadi metasedimen dan mengalami pelapukan berat sehingga bewarna kecoklatan. Batuan lainnya adalah terumbu karang yang berada diatas batuan sedimen. Terumbu karang ini merupakan terumbu masa lampau, sudah mati, bersifat masif dan bermorfologi datar. Pulau Nipa (Nipah) berbentuk lonjong, Panjang maksimal pulau 1200 Meter, lebar maksimal pulau 550 Meter, Panjang garis pantai 4,3 Km, Luas mencapai 0,74 hektar.

  2012

  POTENSI SUMBERDAYA ALAM : Lahan dapat ditumbuhi vegetasi pantai, seperti; kelapa, cemara pantai, mengkudu, asam, dan tanaman lain.

   Sumberdaya laut berupa ikan pelagis dan demersal, terumbu karang, lamun dan mangrove. Kondisi pantai indah dengan panorama sumberdaya alam laut serta pelabuhan singapura yang nampak dari kejauhan. Merupakan daerah fishing ground bagi nelayan Belakang Padang. Daerah berlindung dan aman bagi kapal untuk berlabuh.

  AKSESBILITAS :

  Berjarak 16 mil dari pelabuhan Sekupang dan 2,5 mil dari negara Singapura, Dapat ditempuh dengan pompong (perahu kecil berkapasitas 8 – 10 orang) dengan jarak tempuh 1,5 jam dari pelabuhan Sekupang – Kota Batam. Tidak ada angkutan reguler menuju ke pulau Nipa.

  GEOMORFOLOGI LAUT :

  Berdasarkan peta bathimetri dari Dishidros dan hasil survey Puslitbang Geologi Kelautan menunjukan bahwa kedalaman laut di perairan Pulau Nipah bervariasi antara 0 s/d 50 meter. Kedalaman laut di sebelah barat Pulau Nipah paling dalam adalah 30 m saat pasang, sedangkan kedalaman laut sebelah timur Pulau Nipah paling dalam adalah 50 m. Pola kontur di bagian timur rapat dan berarah barat laut-tenggara (sejajar dengan sumbu panjang Pulau Nipah) yang mencerminkan morfologi dasar laut dibagian timur terjal. Sedangkan pola

  POTENSI SUMBERDAYA BUATAN :

  Pengaman pantai, Dermaga, Prasasti, Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) Mercusuar 13 Meter, Bangunan Pos TNI AL, Instalator solar cell zona utara, Menara pengawas, banker pertahanan, instalasi mesin penyulingan air laut di zona utara (BPPT, 2012), dermaga TNI AL, Pos TNI AL di zona selatan (Pos pertama), Rumah adat minahasa di zona utara, Patok titik dasar (TD) dengan kode TD 190 dan TD 190A yang menjadi dasar pengukuran dan penentuan media line antara Indonesia dengan Singapura, Jalan penghubung zona utara – zona selatan, Kolam penampungan air tawar, Lampu penerangan jalan, Lapangan terbuka, Pagar.

  INFRASTRUKTUR LAIN :

  • Bangunan pengaman pantai.
  • Ruang kantor TNI AL.
  • Menara pengawas.
  • SBNP Mercusuar tinggi 13 meter.
  • Prasati PPKT TNI AL.
  • Meubelair dan instalasi listrik.
  •   Pulau Iyukecil Pulau Karimunkecil MER bing njung Balai Karimun PULAU KARIMUN u KUNDUR KUN BARA UTARA rlian GEOGRAFIS DAN GENESIS PULAU :

      Saw

      Pulau Karimun Kecil berada pada posisi geografi diantara 1° 7 ’ 45,661” LU s/d 1° 9’ 59,431 ” LU dan 103° 22’ 45,661” BT s/d 103° 24’ 32,696” BT. Pulau Karimun Kecil ditetapkan sebagai lokasi Titik Referensi (TR) No. 189 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 32 tahun 2002, dengan jenis garis dasar yang disebut dengan garis dasar lurus kepulauan.

    PULAU KUNDUR

      Pulau Karimun Kecil yang lebih dikenal oleh penduduk dengan nama Pulau Karimun Anak ini merupakan pulau kecil berpenduduk yang terdapat di Dusun Pengamai, Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Pulau Karimun Kecil dikategorikan sebagai pulau vulkanik yaitu pulau yang sepenuhnya terbentuk dari kegiatan gunung berapi, yang timbul secara perlahan-lahan dari dasar laut ke permukaan. Pulau jenis ini bukan merupakan bagian dari daratan benua. Tipe batuan dari pulau ini adalah basalt dan silica dengan kadar yang rendah. Karimun Kecil adalah pulau kecil yang merupakan

      AKSESBILITAS :

      Belum ada sarana transportasi laut yang secara reguler yang melayani rute masuk dan keluar Pulau Karimun Kecil dari Tanjung Balai Karimun sebagai Ibukota dari Kabupaten Karimun. Pulau Karimun Kecil dapat dijangkau dari Tanjung Balai Karimun menggunakan sarana transportasi darat dan laut. Akses menuju Tanjung Balai, Kabupaten Karimun ini dapat dilakukan menggunakan kapal penumpang dari Provinsi Kepulauan Riau (Tanjung Pinang) dengan estimasi waktu sekitar 2,5 - 3 jam perjalanan atau dari Pelabuhan Sekupang (Kota Batam) dengan estimasi waktu sekitar 1 jam perjalanan. Perjalanan dari Tanjung Balai menuju Kelurahan Pongkar, Kecamatan Tebing membutuhkan waktu sekitar 40 menit dengan menggunakan transportasi darat. Selanjutnya, dibutuhkan waktu antara 10 - 20 menit dari Kecamatan Tebing menuju Pulau Karimun Kecil menggunakan sarana transportasi laut yang berupa perahu nelayan lokal. Perjalanan dapat lebih mudah dilakukan dengan menyewa perahu pompong atau speed boat dari Ibokota Kabupaten Karimun langsung menuju Pulau Karimun Kecil dengan waktu tempuh tidak lebih dari 65 menit dalam kondisi gelombang laut normal.

      MORFOLOGI :

    • Pulau Karimun Kecil memiliki morfologi berbukit. Berdasarkan

      penampang melintang sesuai dengan lebar pulau bagian tengah pulau membentuk sebuah punggung bukit sedangkan pada kedua sisinya membentuk lereng kaki dari bukit tersebut.

    • Pada penampang melintang sesuai dengan panjang pulau, morfologi

      Pulau Karimun Kecil membentuk 3 (tiga) puncak bukit dan membentuk punggung secara bergandengan.

    • Kondisi morfologi Pulau Karimun Kecil adalah sebagian besar lereng

      dan punggung perbukitan tersebut ditumbuhi hutan tropis dataran rendah.

      MORFOMETRI :

      Berdasarkan bentuk pulau secara morfometri, Pulau Karimun Kecil berbentuk lonjong (elliph) dengan posisi kecondongan pada arah Barat Laut - Tenggara. Pola garis pantai pulau ini tidak rata atau cenderung membentuk tonjolan dan teluk kecil-kecil yang membulat yang menunjukkan bahwa tingkat erosi yang terjadi di pulau ini cukup kuat. Erosi kuat tersebut terlihat pada sisi pulau sebelah Timur Laut dan Barat Daya

      TOPOGRAFI :

    • Pulau Karimun Kecil memiliki topografi yang berbukit 15 – 45 meter dpl (diatas

      permukaan laut ). Kemiringan lereng yang terbentuk pada Pulau Karimun Kecil masuk dalam kategori miring dimana tingkat kemiringannya 8 – 15%.

    • Berdasarkan kondisi fisik, pulau ini berbentuk bukit, ketinggian dapat

      mencapai 250 sampai 290 meter di atas permukaan laut, dengan tingkat kemiringan 15% sampai 45%. Titik tertinggi terdapat di sebelah selatan dengan lereng agak curam.

      HIDROLOGI :

      Di dataran Pulau Karimun Kecil tidak dijumpai sistem aliran air permukaan yang membentuk sungai, sehingga tidak ditemukan muara sungai di sepanjang garis pantai dan aliran sungai maupun anak sungai di daerah hulu. Topografi pulau ini adalah berbukit yang di dominasi oleh tutupan vegetasi hutan primer dengan kerapatan tinggi hingga sangat tinggi. Tipologi batuan di pulau ini sebagian besar berupa batuan dasar (bedrock) yang umumnya tidak mudah tererosi oleh aliran permukaan sehingga dapat membentuk lembah-lembah sungai. Sebagian besar air hujan membentuk aliran permukaan (surface run off) melalui sela-sela batuan yang lebih rendah dan menuju ke laut. Beberapa mata air dapat ditemukan di Pulau Karimun Kecil khususnya pada wilayah dengan elevasi yang lebih rendah.

      SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA :

      Jumlah penduduk Pulau Karimun Kecil adalah 42 jiwa. Hasil survei ini juga menunjukkan bahwa penduduk di pulau ini yang menetap adalah sebanyak 12 Kksedangkan sebagai pendatang dan tinggal sementara. Bangunan sebagai tempat tinggal penduduk di pulau ini merupakan bagunan non permanen yang sebagai besar komponen utamanya berupa kayu. Berdasarkan komposisi umur, tercatat bahwa penduduk Pulau Karimun Kecil yang berusia 0 a/d 4 tahun sebanyak 16,67%; 5 s/d 6 tahun ( 9,52% ), 7 s/d 15 tahun ( 14,29% ), 16 s/d 25 tahun ( 28,57% ), 26 s/d 29 tahun ( 9,52% ), 30 s/d 59 tahun ( 19,05% ) dan sama atau lebih dari 60 tahun ( 2,38% ). Penduduk di Pulau ini pernah mendapat bantuan dari pemerintah berupa Listrik Tenaga Surya 6 buah tahun 2008 dan bantuan perbaikan rumah sebanyak 2 unit. Sedangkan status lahan yang dihuni oleh penduduk merupakan lahan milik PT. CITRA KARIMUN PERKASA. Mayoritas penduduk merupakan “Suku Laut” atau masyarakat “Suku Mantang” dengan mata pencaharian sebagai penggarap lahan perkebunan dan nelayan. Masyarakat Suku Mantang ini pada umumnya tidak tamat Sekolah Dasar. Tingkat pendidikan masyarakat di Pulau Karimun Kecil tergolong rendah dengan hanya 2,38% dari penduduknya yang dapat menyelesaikan pendidikannya hingga ke tingkat SD dan SMP.

      DATA GEOGRAFIS : Pulau Tokong Iyu/ dengan koordinat titik terluar , berada diperairan Selat Malaka serta berbatasan dengan Malaysia. Pulau Tokong Iyu merupakan pulau kecil terluar tidak berpenduduk, di pulau ini hanya terdapat Pos Angkatan Laut dan Pos Kementerian Perhubungan Dirjen Perhubungan laut. Pulau ini merupakan salah satu pulau di Desa Pongkar Kecamatan Tebing. MALAYSIA SINGAPURA P. Iyukecil P. Nipa P. Karimunkecil P. Pelampong BATAM TG.BALAI KARIMUN

      SUMBERDAYA BUATAN :

      sarana bantu navigasi

       Terdapat

      pelayaran (SBNP) yaitu menara mercusuar setinggi 13 meter dan menara pengawas TNI AL.

       Terdapat bangunan distrik navigasi dan pos jaga TNI AL. Tidak ada penduduk yang menetap di pulau ini. Vegetasi pantai dapat tumbuh di pulau

      ini, namun lahan di pulau ini sangat sempit dengan kelerengan antara 40 – 50 persen.

       Pantai di pulau ini merupakan pantai clift rock yang berbatu. Terdapat bangunan gudang dan kantor

      untuk keperluan distrik navigasi pelayaran dan pos TNI AL.

      SUMBERDAYA ALAM :

    • Potensi sumber daya alam yang

      ada di Pulau Iyu Kecil adalah terumbu karang dan daerah penangkapan ikan bagi masyarakat sekitar serta budidaya rumput laut yang dimanfaatkan untuk sumber daya laut.

    • Potensi lain adalah keindahan

      pantainya sangatlah besar untuk menarik pengunjung baik wisatawan asing maupun wisatawan lokal sehingga dapat mendorong perkembangan ekonomi masyarakat setempat.

    • Pulau Iyu Kecil/ Tokong Hiu

      AKSESBILITAS :

    • Pulau Iyu Kecil dapat ditempuh dengan

      menggunakan angkutan darat dari tanjung balai karimun menuju desa pongkar, selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan speed boat atau Perahu Pong-Pong dengan waktu tempuh yang diperlukan sekitar 30 – 45 menit dari Meral atau ibukota desa Pongkar. Dari kejauhan akan tampak mercusuar Pulau Iyu Kecil yang menjulang tinggi.

    • Tidak ada angkutan reguler menuju ke pulau tersebut.

      LANDUSE : MORFOMETRI DAN GEOMORFOLOGI :

      Penggunaan tanah yang

    • Garis Pantai di Pulau Iyu Kecil pengukurannya

      ada di Pulau dibedakan dalam 2 kondisi, yaitu pada saat kondisi air Iyu Kecil surut dan kondisi air pasang. Pada saat kondisi air berupa batu surut, garis pantai di Pulau Iyu Kecil mempunyai karang seluas panjang 860,195 m, sedangkan pada saat kondisi air sekitar 57%, pasang, garis pantai di Pulau Iyu Kecil mempunyai berupa panjang 763,236 m. tanaman campuran

    • Secara morfologis, wilayah Pulau Iyu Kecil merupakan

      sebesar wilayah yang bergelombang. Apabila ditinjau dari 40,47%, kemiringan lerengnya, sebagian besar wilayah Pulau bangunan

      o. - o

      Iyu Kecil mempunyai kemiringan < 25 30 .

      SBNP sebesar 0.93%, sisanya

    • Pulau Iyu Kecil secara umum merupakan wilayah

      berupa dengan ketinggian 10 meter di atas permukaan laut mercusuar, (dpl). Geologi di Pulau Iyu Kecil di dominasi oleh mess TNI AL, Formasi Malang dan Formasi Granit Karimun. kantor dan Sedangkan jenis tanahnya adalah adalah jenis tanah gudang.

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (28 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN DAN EFISIENSI ANTARA BERAS POLES MEDIUM DENGAN BERAS POLES SUPER DI UD. PUTRA TEMU REJEKI (Studi Kasus di Desa Belung Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang)
22
192
16
FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)
27
191
2
HUBUNGAN ANTARA STRES DAN PERILAKU AGRESIF PADA REMAJA
11
80
2
PERBEDAAN MOTIVASI BERPRESTASI ANTARA MAHASISWA SUKU JAWA DAN SUKU MADURA
5
86
7
PERBEDAAN SIKAP KONSUMTIF REMAJA YANG TINGGAL DENGAN ORANG TUA UTUH DAN ORANG TUA TUNGGAL
7
96
2
KOMPETENSI SOSIAL PADA REMAJA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER PASKIBRA DAN TIDAK MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER PASKIBRA
5
110
59
PERBEDAAN TINGKAT KEMANDIRIAN ANTARA MAHASISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN
8
97
17
PERBEDAAN TINGKAH LAKU LEKAT PADA IBU ANTARA ANAK TUNGGAL DAN ANAK BUNGSU
3
71
2
PERBEDAAN SELF CONTROL PADA MAHASISWI YANG MEROKOK DI TERITORI PUBLIK DAN TERITORI PRIBADI
6
89
17
BEBAN KERJA MENTAL, SHIFT KERJA, HUBUNGAN INTERPERSONAL DAN STRES KERJA PADA PERAWAT INSTALASI INTENSIF DI RSD dr. SOEBANDI JEMBER
11
89
97
ERBANDINGAN PREDIKSI LEEWAY SPACE DENGAN MENGGUNAKAN TABEL MOYERS DAN TABEL SITEPU PADA PASIEN USIA 8-10 TAHUN YANG DIRAWAT DI KLINIK ORTODONSIA RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS JEMBER
2
118
18
FUNGSI DAN KEWENANGAN BADAN PENGAWAS PASAR MODAL (BAPEPAM) DALAM RANGKA PENEGAKAN HUKUM DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ)
5
62
215
HUBUNGAN ANTARA KONDUKTIVITAS, TDS (Total Dissolved Solid) DAN TSS (Total Suspended Solid) DENGAN KADAR Fe2+ DAN Fe TOTAL PADA AIR SUMUR GALI
11
142
80
INTERVENSI OBAT NEUROPROTEKTIF DITINJAU DARI PERBAIKAN GCS DAN CER TERHADAP PASIEN CVA Hemorrhagic DI RSD dr. SOEBANDI JEMBER
1
74
18
JUMLAH DANA DAN KREDIT DARI BANK TABUNGAN MENJADI BANK UMUM PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA ( PERSERO ) CABANG DENPASAR
3
88
12
Show more