PENGARUH PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP BERAT BADAN BAYI UMUR 0-6 BULAN KARYA TULIS ILMIAH Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Saint Terapan

Gratis

0
0
48
1 year ago
Preview
Full text

  

PENGARUH PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP

BERAT BADAN BAYI UMUR 0-6 BULAN

KARYA TULIS ILMIAH

  

Untuk Memenuhi Persyaratan

Memperoleh Gelar Sarjana Saint Terapan FITRI KURNIAWATI R0108022 PROGRAM STUDI D IV BIDAN PENDIDIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

HALAMAN PERSETUJUAN

  PENGARUH PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP BERAT BADAN BAYI UMUR 0-6 BULAN

  KARYA TULIS ILMIAH FITRI KURNIAWATI R0108022 Telah disetujui oleh pembimbing untuk diujikan dihadapan Tim Penguji

  Pada hari: Rabu, 25 Juli 2012 Pembimbing Utama

  ( Fresthy Astrika Y, S.ST, M.Kes ) NIP. 19860622 201012 2003

  Pembimbing Pendamping ( Erindra Budi C, S.Kep, Ns, M.Kes )

  NIP. 19780220 200501 1001 Ketua Tim KTI

  ( Erindra Budi C, S.Kep, Ns, M.Kes ) NIP. 19780220 200501 1001

  

HALAMAN VALIDASI

  KARYA TULIS ILMIAH PENGARUH PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP BERAT BADAN BAYI UMUR 0-6 BULAN

  FITRI KURNIAWATI R0108022 Telah dipertahankan dan disetujui di hadapan Tim Penguji Karya Tulis Ilmiah

  Mahasiswa D IV Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS Pada Hari: ................., ........ Juli 2012

  Pembimbing Utama

  Fresthy Astrika Y, S.ST, M.Kes NIP. 19860622 201012 2003 (......................................)

  Pembimbing Pendamping

  Erindra Budi C, S.Kep, Ns, M.Kes NIP. 19780220 200501 1001 (......................................)

  Ketua Penguji

  E.Listyaningsih, dr., M.Kes NIP. 19640810 199802 2001 (......................................)

  Sekretaris

  Ika Sumiyarsi, S.SiT, M.Kes (......................................)

  Mengesahkan, Ketua Tim KTI Ketua Program Studi DIV Bidan Pendidik

  FK UNS ( Erindra Budi C, S.Kep, Ns, M.Kes ) (H. Tri Budi Wiryanto, dr., Sp.OG(K))

  

ABSTRAK

Fitri Kurniawati. R0108022. 2012. Pengaruh Pemberian ASI Eksklusif

Terhadap Berat Badan Bayi Umur 0-6 Bulan. Program Studi D IV Bidan

Pendidik Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Surakarta

  ASI sangat penting bagi pertumbuhan bayi. Pada enam bulan pertama kehidupan bayi, ASI merupakan makanan yang terbaik. Pemberian ASI eksklusif di kabupaten Boyolali Jawa Tengah tercatat hanya 55,9% dari 8.349 bayi. Di lingkup kerja Puskesmas Mojosongo, menunjukan pemberian ASI eksklusif menurun yaitu sebesar 50% pada bulan pertama lalu menurun sampai 10% pada bulan keenam umur bayi. Pemberian makanan pendamping ASI dini pada bayi dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan. Kelainan pertumbuhan yang terjadi di Boyolali antara lain kejadian gizi buruk tahun 2011 yaitu sebesar 310 kasus atau sekitar 3,7%.

  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap berat badan bayi umur 0-6 bulan. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan studi cross

  

sectional. Total sampel berjumlah 60, 30 pada kelompok ASI eksklusif dan 30

  pada kelompok non ASI ekslusif dengan teknik quota sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu lembar wawancara, timbangan dan KMS, pengukuran dilakukan melalui wawancara dan menimbang BB bayi dan membandingkan pada grafik KMS. Analisa data dengan menggunakan uji chi square.

  2 Perhitungan dengan uji Chi Square diperoleh nilai x =26,133, df=1

  dan α=0,05 dengan signifikansi 0,000 Ada pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap berat badan bayi umur 0-6 bulan.

  Kata kunci : ASI Eksklusif, Bayi, Berat badan

  

ABSTRACT

Fitri Kurniawati. R0108022. Of 2012. The Influence Of Exclusive

Breastfeeding For Infants Ages 0-6 Months Of Babies Weight. D IV Study

Program Midwife Educators Faculty of Medicine, Sebelas Maret University.

Surakarta

  Breastfeeding is very important for infant growth. In the first six months of life infants, breast milk is the best food. Exclusive breastfeeding in the districts of Central Java Boyolali recorded only 55.9% of 8349 infants. In the scope of work Mojosongo Health Center, showed that exclusive breastfeeding decreased by 50% during the first month and then decreased to 10% at six months old baby. Provision of early complementary feeding in infants can lead to poor growth. Growth abnormalities that occur in Boyolali include malnutrition incidence in 2011 is equal to 310 cases, or about 3.7%.

  The purpose of this study was to determine the effect of exclusive breastfeeding of infants aged 0-6 months of babies weight. This type of observational analytic study is a cross sectional study approach. The total sample of 60, 30 at the exclusive breastfeeding group and 30 in the non exclusive breastfeeding with quota sampling technique. Measuring instrument used is the interview sheet, and KMS weights, measurements carried out through interviews and weight babies weigh and compare the graphs KMS. Data analysis using chi square test. Chi Square test calculations with values obtained x2 = 26.133, df = 1 and α = 0.05 with a significance of 0.000 There is the influence of exclusive breastfeeding for infants ages 0-6 months of babies weight.

  Keywords: Babies Weight, Baby, Exclusive breastfeeding

  

MOTTO

  Alangkah indahnya jika tidak ada orang yang perlu menunggu satu momen khusus unbtuk mulai memperbaiki dunia.

  ( Anne Frank

  • – Penulis ) Anda telah mencapai puncak kesuksesan jika anda tidak lagi tertarik dengan uang, pujian, ataupun publisitas.

  ( Thomas Wolfe

  • – Penulis ) Perhatikan pikiran anda, karena ia akan menjadi kata-kata. Perhatikan kata-kata anda, karena ia akan menjadi tindakan. Perhatikan tindakan anda, karena ia akan menjadi kebiasaan. Perhatikan kebiasaan anda, karena ia akan menjadi karakter.

  Perhatikan karakter anda, karena ia akan menjadi nasib.

  ( Frank Outlaw

  • – Aktor )

  PERSEMBAHAN

  Karya sederhana ini kupersembahkan kepada: 1. Ayah dan Ibuku tercinta, terimakasih atas doa, kesabaran, kasih sayang dan pengorbanan yang telah kalian berikan.

  2. Kakakku dan seluruh keluargaku. Terima kasih atas semangat dan doanya.

  3. Kawanku Lala, Deasy, Rini, Wina dan Aulia.

  Terima kasih untuk kebersamaan dan keceriaan yang kalian berikan .

  4. Teman seperjuangan “KaMeRun” DIV Bidan Pendidik FK UNS

  „08, terimakasih untuk semangat dan kebersamaannya .

KATA PENGANTAR

  Assalamualaikum wr.wb Alhamdulillahirabbil„alamin, segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya sehingga Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Pengaruh Pemberian ASI Eksklusif Terhadap Berat Badan Bayi Umur 0- 6 Bulan” dapat terselesaikan dengan baik.

  Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, para sahabat dan orang-orang yang berjuang di jalan-Nya.

  Karya Tulis Ilmiah ini diajukan untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Saint Terapan Prodi D IV Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Terwujudnya Karya Tulis Ilmiah ini tentunya tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis menyampaikan terimakasih kepada: 1.

  Tri Budi W, dr, Sp.OG (K) selaku Ketua Prodi D IV Bidan Pendidik FK UNS.

  2. Sri Mulyani, S.Kep, Ns, M.Kes selaku Sekretaris Prodi D IV Bidan Pendidik FK UNS.

  3. Erindra Budi C, S.Kep. Ns selaku ketua tim KTI.

  4. Ibu Fresthy Astrika Y, S.ST, M.Kes dan Bapak Erindra Budi C, S.Kep, Ns, M.Kes selaku pembimbing yang telah mencurahkan waktu dan pikiran untuk memberikan bimbingan dalam penyusunan KTI.

  5. Seluruh dosen dan staf prodi D IV Bidan Pendidik Fakultas kedokteran UNS yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan kepada penulis.

  6. Kedua orang tua dan seluruh keluarga penulis.

  7. Teman-teman D IV Bidan Pendidik UNS angkatan 2008.

  8. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah membantu dan memberi dukungan dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini.

  Penulis menyadari bahwa Karya Tulis Ilmiah ini masih mempunyai banyak kekurangan dan kesalahan baik dalam segi isi maupun penulisan. Oleh sebab itu segala kritik, saran dan evaluasi sangat penulis harapkan. Selanjutnya semoga Karya Tulis Ilmiah ini bermanfaat, bagi penulis pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. Terimakasih.

  Wassalamualaikum wr.wb Surakarta, Juli 2012 Fitri Kurniawati

  

DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL ............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN .............................................................................. ii HALAMAN VALIDASI ...................................................................................... iii ABSTRAK ............................................................................................................ iv

  ABSTRACT ............................................................................................................ v

  MOTTO ................................................................................................................ vi PERSEMBAHAN ................................................................................................. vii KATA PENGANTAR .......................................................................................... viii DAFTAR ISI ......................................................................................................... x DAFTAR TABEL ................................................................................................. xiii DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xiv DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... xv

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ........................................................................................ 1 B. Rumusan Masalah ................................................................................... 3 C. Tujuan ..................................................................................................... 3 D. Manfaat Penelitian .................................................................................. 4 BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka ..................................................................................... 5 1. ASI Eksklusif ................................................................................... 5 2. Pertumbuhan Berat Badan Bayi ....................................................... 8

  3. Pengaruh pemberian ASI Eksklusif Terhadap Berat Badan Bayi ... 10 B. Kerangka Konsep .................................................................................... 12 C.

  Hipotesis ................................................................................................. 12

  BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian .................................................................................... 13 B. Tempat dan Waktu Penelitian ................................................................. 13 C. Populasi .................................................................................................. 13 D. Sampel dan Teknik Sampling ................................................................. 14 E. Estimasi Besar Sampel ............................................................................ 14 F. Kriteria Restriksi ..................................................................................... 14 G. Pengalokasian Subjek ............................................................................. 15 H. Definisi Operasional Variabel ................................................................. 16 I. Cara Kerja ............................................................................................... 17 1. Alat Ukur ......................................................................................... 17 2. Cara Pengambilan Data ................................................................... 19 J. Pengolahan dan Analisis Data ................................................................ 19 1. Pengolahan Data .............................................................................. 20 2. Analisis Data .................................................................................... 21 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Karakteristik Responden ......................................................................... 23 B. Analisis Data ........................................................................................... 27 BAB V PEMBAHASAN A. Pembahasan............................................................................................. 28

  B.

  Keterbatasan Penelitian ........................................................................... 32

  BAB VI SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan ................................................................................................. 33 B. Saran ....................................................................................................... 33 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 35 LAMPIRAN

  

DAFTAR TABEL

  Halaman Tabel 1. Definisi operasional ............................................................................. 16 Tabel 2. Cross tabulation pemberian ASI terhadap berat badan bayi ................ 27

  

DAFTAR GAMBAR

  Halaman Gambar 1. Kerangka konsep ................................................................................ 12 Gambar 2. Desain Penelitian ................................................................................ 13 Gambar 3. Distribusi Responden Menurut Umur Ibu .......................................... 23 Gambar 4. Distribusi Responden Menurut Tingkat Pendidikan Formal.............. 24 Gambar 5. Distribusi Responden Menurut Status Pekerjaan ............................... 24 Gambar 6. Distribusi Responden Menurut Lokasi Posyandu .............................. 25 Gambar 7. Distribusi Responden Menurut Pemberian ASI Eksklusif ................. 26 Gambar 8. Distribusi Responden Menurut Pemberian Non ASI Eksklusif ......... 26

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1 Tabulasi data Lampiran 2 Hasil Uji SPSS Lampiran 3 Perbandingan kandungan gizi antara ASI dengan susu formula Lampiran 4 Jadwal Tahapan Penelitian Lampiran 5 Surat Keterangan Pengujian Timbangan Lampiran 6 Form Persetujuan Subjek Penelitian Lampiran 7 Lembar Wawancara Lampiran 8 Lembar Konsultasi Lampiran 9 Surat Permohonan Ijin Pengambilan Data Lampiran 10 Surat Rekomendasi Pemberian Ijin Penelitian Lampiran 11 Surat Pemberian Ijin Pengambilan Data Lampiran 12 Surat Pernyataan Keaslian Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kualitas anak masa kini merupakan penentu kualitas sumber daya manusia

  (SDM) dimasa yang akan datang. Untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas, maka perlu dipersiapkan anak secara dini agar bisa tumbuh dan berkembang seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuannya. Pertumbuhan yang optimal memerlukan gizi yang adekuat (Narendra, 2002).

  Air Susu Ibu (ASI) sangat penting bagi pertumbuhan bayi. Pada enam bulan pertama kehidupan bayi, ASI merupakan makanan yang terbaik (Stoppard, 2008).

  Pemberian ASI saja sampai bayi berusia enam bulan disebut ASI eksklusif. ASI memberi pengaruh terhadap pertumbuhan terutama pada tahun pertama kehidupan dimana anak sedang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat terutama pertumbuhan otak (Bahiyatun, 2002).

  Indikator pertumbuhan pada bayi, dapat dilihat melalui status gizi. Parameter status gizi bayi dan balita yang umum digunakan di posyandu seluruh Indonesia adalah berat badan menurut umur (Marimbi, 2010). Anak dengan pertumbuhan baik, menunjukkan peningkatan berat badan tiap bulan (Sidi, 2004).

  Tingkat rata-rata nasional pemberian ASI ekslusif di Indonesia masih sangat rendah, yaitu sebesar 15,3% bayi yang mendapat ASI ekslusif hingga enam bulan berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010. UNICEF menyimpulkan, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih jauh dari rata-rata dunia sebesar 38% (BPS, 2010).

  Pemberian ASI eksklusif di kabupaten Boyolali Jawa Tengah dalam satu tahun terakhir tercatat 55,9% dari 8.349 bayi. Di lingkup kerja Puskesmas Mojosongo sebagai tempat penelitian, menunjukan pemberian ASI eksklusif menurun tiap bulannya, yaitu sebesar 50% pada bulan pertama lalu menurun pada bulan berikutnya sampai 10% pada bulan keenam umur bayi (Dinkes, 2011).

  Selain berpengaruh besar terhadap pertumbuhan yang optimal, manfaat ASI juga sebagai pencegahan jangka panjang terhadap kondisi kesehatan kronik. Dari beberapa penelitian didapatkan anak yang tidak mendapatkan ASI mempunyai risiko terkena diabetes, sklerosis mutiple, gizi buruk dan obesitas, serta penyakit kardiovaskular (Narendra, 2005).

  Hal yang mempengaruhi pemberian ASI saat ini antara lain karena gaya hidup. Para ibu merasa terbatasi aktivitas sosial mereka, dan merasa repot karena harus menyusui anaknya. Sekitar 55% ibu memberikan ASI setelah melahirkan, tetapi berhenti dalam minggu pertama (Meadow, 2003).

  Menurut Narendra (2002), di Indonesia terutama di daerah pedesaan sering dijumpai pemberian makanan pendamping ASI beberapa hari setelah bayi lahir.

  Kebiasaan tidak baik ini dapat menyebabkan beberapa gangguan, seperti diare, mudah alergi terhadap makanan tertentu, malnutrisi, gangguan pertumbuhan, serta

  

hiperosmolaritas yang meningkatkan beban ginjal. Beberapa kelainan

  pertumbuhan yang terjadi di Boyolali adalah kejadian gizi buruk di Boyolali tahun 2011 yaitu sebesar 310 kasus atau sekitar 3,7% (Dinkes, 2011).

  Dari uraian tersebut penulis ingin mengetahui apakah ada pengaruh pemberian ASI eksklusif dan seberapa besar pengaruhnya terhadap berat badan bayi umur 0-6 bulan. Studi penelitian mengenai ASI sejenis dilakukan oleh Kholil (2007) dengan judul Pengaruh Pemberian ASI Terhadap Tumbuh Kembang Bayi Umur 4-6 Bulan. Penelitian dilakukan kembali dengan menggunakan metode penelitian dan responden di tempat yang berbeda. Perbedaan hasil penelitian pada responden yaitu bayi usia 0-6 bulan.

  B.

  Rumusan Masalah Adakah pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap berat badan bayi umur 0-6 bulan?

  C.

  Tujuan 1.

  Tujuan Umum Mengetahui pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap berat badan bayi umur 0-6 bulan.

2. Tujuan Khusus a.

  Mendeskripsikan mengenai ASI eksklusif b.

  Mendeskripsikan mengenai berat badan bayi umur 0-6 bulan c. Menganalisis pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap berat badan bayi umur 0-6 bulan. D.

  Manfaat Penelitian 1.

  Manfaat teoritis a.

  Menambah wacana tentang manfaat pemberian ASI eksklusif.

  b.

  Sebagai bahan acuan untuk penelitian yang akan datang.

2. Manfaat Aplikatif a.

  Menambah pengetahuan ibu mengenai manfaat pemberian ASI eksklusif b.

  Meningkatkan kesadaran para ibu mengenai manfaat pemberian ASI eksklusif c.

  Meningkatkan pemberian ASI eksklusif pada bayi d.

  Memberi masukan bagi institusi pelayanan kesehatan dalam mendukung keberhasilan program ASI eksklusif.

BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka 1. ASI Eksklusif a. Definisi ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja termasuk kolostrum, tanpa

  tambahan makanan ataupun minuman lain bahkan seperti air matang, air gula, madu dan susu formula, kecuali vitamin, mineral dan obat-obatan (Sidi, 2004).

  Pemberian ASI secara eksklusif diberikan sampai bayi berusia enam bulan (Bahiyatun, 2002). Setelah bayi berumur enam bulan, baru boleh diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI, disamping pemberian ASI dapat dilanjutkan sampai bayi berumur dua tahun (Roesli, 2009).

  b.

  Keunggulan ASI ASI mengandung nutrisi alamiah terbaik bagi bayi karena mengandung kebutuhan energi dan zat yang dibutuhkan selama enam bulan pertama kehidupan bayi (Saleha, 2009).

  Kandungan ASI yang paling baik adalah ASI yang keluar pada 3 hari pertama setelah bayi lahir (Proverawati, 2010). Beberapa kandungan ASI yang bermanfaat bagi pertumbuhan anak, antara lain:

1) Imunoglobulin, sebagai antibodi (Hidayat, 2009).

  2) Lisozim, untuk perlindungaan terhadap berbagai virus (Verralls, 2003).

  3) Laktobasilus dan faktor bifidus, mencegah pertumbuhan kuman patogen (Verralls, 2003).

  4) Faktor antistafilokokus, asam lemak yang melindungi serangan bakteri stafilokokus (Hidaat, 2009).

  5) Laktoferin dan transferin merupakan protein yang dapat mengurangi ketersediaan zat besi pada pertumbuhan kuman (Verralls, 2003).

  6) Sel makrofag dan neutrofil yang berfungsi memfagosit kuman (Hidayat, 2009).

7) Lipase sebagai antivirus (Hidayat, 2009).

  8) LCPUFAs (Arachidonic acid atau AA dan Docosahexanoic acid atau DHA) dalam jumlah yang memadai untuk pertumbuhan otak menunjang kecerdasan anak (Narendra, 2002).

  Manfaat lain dari pemberian ASI adalah efek psikologis bagi bayi. Saat menyusu, kulit bayi akan menempel pada kulit ibu. Kontak kulit yang dini akan sangat besar pengaruhnya pada perkembangan bayi kelak.

  Interaksi yang timbul waktu menyusui antara ibu dan bayi akan menimbulkan rasa aman bagi bayi. Perasaan aman ini penting untuk menimbulkan dasar kepercayaan pada bayi (Sidi, 2004).

  Beberapa faktor pendukung dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif sejak dini, antara lain:

  1) Peran pemerintah

  Manfaat ASI bagi pemerintah antara lain sebagai usaha penghematan untuk subsidi anak sakit, pemakaian obat-obatan, pembelian susu formula, mengurangi polusi dan untuk mendapatkan SDM yang berkualitas. Oleh karena itu dibutuhkan kerjasama dengan pemerintah yang dapat menunjang pemberian ASI eksklusif pada bayi seperti Bank ASI, sehingga bayi dapat terus minum ASI walaupun ibunya bekerja (Saleha, 2009).

  2) Rumah sakit dan petugas kesehatan

  Bagi rumah sakit dan petugas kesehatan, upaya untuk mendukung pemberian ASI secara dini adalah diawali dari kontak pertama ibu dan bayi. Edukasi staf rumah sakit untuk menyediakan perawatan bayi baru lahir di sisi tempat tidur ibu dan menunda prosedur, seperti mencap kaki sampai bayi telah disusui. Bidan juga perlu mendorong ibu yang takut untuk mulai menyusui atau ibu yang kelelahan karena persalinan yang lama untuk tetap mempertahankan kontak dengan bayi (Saleha, 2009).

  3) Faktor masyarakat

  Kesadaran masyarakat akan pentingnya ASI untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi masih sangat minim. Oleh karena itu, masyarakat perlu diberikan pengetahuan mengenai pentingnya pemberian ASI, sehingga ibu terdorong untuk memberikan ASI untuk bayinya (Saleha, 2009).

  4) Keluarga

  Wanita merespon pemberian informasi, nasihat dan dorongan semangat dari keluarga dan orang terdekat (Meadow, 2003). Selain itu, ASI juga memberikan manfaat bagi keluarga antara lain menghemat biaya untuk membeli susu formula dan biaya untuk berobat, karena bayi yang mendapatkan ASI jarang sakit (Saleha, 2009).

  5) Peran ibu

  Faktor paling penting yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif terhadap bayi adalah peran ibu. Berbagai faktor seperti umur, tingkat pendidikan dan status pekerjaan mempengaruhi ibu dalam mempengaruhi pemberian ASI eksklusif pada bayinya (Sidi, 2004). 6)

  Faktor bayi Pada bayi sering terjadi beberapa masalah yang dapat mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI, antara lain berkaitan dengan manajemen laktasi sehingga bayi menjadi bingung puting atau sering menangis, yang sering diinterpretasikan oleh ibu dan keluarga bahwa ASI tidak tepat untuk bayinya (Sidi, 2004).

2. Pertumbuhan Berat Badan Bayi

  Pertumbuhan ialah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan

  interseluler . Pertumbuhan secara fisik berupa perubahan ukuran besar kecilnya ukuran organ dimulai dari tingkat sel hingga pertumbuhan organ tubuh (Behrman, 2000).

  Ciri-ciri pertumbuhan, antara lain adalah perubahan ukuran, perubahan proporsi, hilangnya ciri-ciri lama, dan timbulnya ciri-ciri baru. Pertumbuhan bersifat kuantitatif dan dapat diukur dengan mempergunakan satuan panjang dan satuan berat (Narendra, 2002).

  Indikator pertumbuhan pada bayi, dapat dilihat melalui status gizinya (Sidi, 2004). Penilaian status gizi dilakukan dengan pengukuran antropometri meliputi pengukuran berat badan, panjang badan, lingkar kepala dan lingkar lengan atas (Hidayat, 2009).

  Parameter status gizi bayi dan balita yang umum digunakan di Posyandu seluruh Indonesia adalah berat badan dan panjang badan. Berat badan ialah parameter pertumbuhan yang paling sederhana dan mudah diukur. Berat badan rata-rata bayi sekitar 3,33 kg pada saat lahir. Dalam beberapa hari kehidupan, neonatus kehilangan sampai 10% dari berat lahir, pada usia empat bulan berat badan mencapai dua kali berat lahir, dan mencapai tiga kali lipat pada akhir tahun pertama (Merenstein, 2002).

  Panjang badan merupakan suatu parameter yang dapat digunakan untuk memberikan informasi mengenai status nutrisi dan pertumbuhan fisik. Hasil pengukuran panjang badan pada bayi baru lahir cukup bulan adalah sekitar 50 cm, dan pada umur satu tahun mencapai 1,5 x panjang waktu lahir (Matondang, 2009).

  Pemantauan pertumbuhan bayi dilakukan dengan menggunakan KMS (Kartu Menuju Sehat). Baku berat badan terhadap umur yang dipakai adalah NCHS-WHO (Narendra, 2002).

  Parameter status gizi bayi dan balita yang umum digunakan di Posyandu seluruh Indonesia adalah berat badan menurut umur (Marimbi, 2010). KMS mempunyai garis tegak yang merupakan skala berat badan dalam kilogram, garis datar merupakan skala umur dalam bulan, dan kurva berat badan dengan bentuk garis melengkung.

  Anak dengan pertumbuhan baik, menunjukkan kurva pertumbuhan yang selalu naik tiap bulan. Garis pertumbuhannya naik mengikuti salah satu pita warna atau pindah ke pita warna diatasnya (Purwoko, 2011).

  Sebaliknya pada anak dengan pertumbuhan buruk menunjukkan kurva pertumbuhan turun, mendatar, dan garis pertumbuhan naik tapi pindah ke pita warna dibawahnya (Sidi, 2004).

3. Pengaruh pemberian ASI Eksklusif Terhadap Berat Badan Bayi

  Nutrisi yang adekuat dan seimbang merupakan kebutuhan yang terpenting bagi pertumbuhan bayi, terutama pada tahun pertama kehidupan dimana anak sedang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, terutama pertumbuhan otak (Narendra, 2002).

  Sampai bayi berumur enam bulan, ASI merupakan makanan dan minuman terbaik bagi bayi agar tumbuh kuat dan sehat. Manfaat ASI juga berlanjut pada sistem kekebalan tubuh dan intelegensianya (Welford, 2001).

  Menurut Roesli (2009), beberapa kebutuhan yang dapat menunjang pertumbuhan yang optimal yaitu kebutuhan asuh, asih, dan asah. Asuh merupakan kebutuhan untuk pertumbuhan otak dan jaringan tubuh, hal ini membutuhkan makanan yang bergizi dan ASI dapat memenuhinya.

  Asih adalah kebutuhan untuk perkembangan emosi dan spiritual. Anak akan merasa disayangi dan merasa aman ketika disusui ibunya, sehingga dia akan dapat tumbuh optimal tanpa gangguan baik dari dalam maupun dari luar (Roesli, 2009).

  Kebutuhan terakhir adalah asah yang merupakan stimulasi dalam perkembangan kecerdasan anak. Setelah bayi lahir, stimulasi sudah dapat diberikan melalui menyusukan bayi pada ibunya, dari sini akan menyempurnakan refleks rooting, menghisap dan menelan, sehingga dapat memudahkan bayi untuk mendapatkan stimulasi dan nutrisi (Narendra, 2002).

  Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan antara lain faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal atau merupakan faktor genetik didalamnya dapat ditentukan dari kualitas dan kuantitas pertumbuhan yang ditandai dengan kecepatan pembelahan, derajat sensitivitas jaringan terhadap rangsangan, umur pubertas, dan berhentinya pertumbuhan tulang (Supariasa, 2002).

  Faktor eksternal merupakan faktor luar yang ikut mempengaruhi tercapainya potensi genetik yang optimal. Lingkungan ini meliputi faktor pranatal pada saat anak masih dalam kandungan dan pascanatal yaitu lingkungan saat anak tumbuh setelah lahir (Supariasa, 2002).

  Berdasarkan uraian dan tinjauan teori di atas dapat dikatakan bahwa pemberian ASI eksklusif berpengaruh terhadap berat badan bayi.

  B.

  Kerangka Konsep Peran Pemerintah

  Asuh

  

Imunoglobulin

  Peran RS dan nakes Asih

  

Lisozim

  Faktor masyarakat Asah

  

Laktobasilus

  Faktor keluarga Faktor Genetik

  Antistafilokokus Peran Ibu

  Faktor Lingkungan Laktoferin

  Faktor bayi Sel makrofag

  Lipase LCPUFAs

  Variabel bebas: Variabel terikat: Pemberian ASI Berat badan bayi eksklusif [[[[ , : Tidak diteliti

  , : Diteliti Gambar 1. Kerangka konsep (Saleha, 2009; Roesli, 2000) C.

  Hipotesis Ada pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap berat badan bayi umur 0-6 bulan.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan

  pendekatan studi cross sectional, untuk mempelajari pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap berat badan bayi umur 0-6 bulan.

  Berat badan baik ASI Eksklusif

  Berat badan buruk Populasi Sampel

  Berat badan baik Non

  ASI Eksklusif Berat badan buruk

  Gambar 2. Desain penelitian cross sectional B.

  Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di lingkup kerja Puskesmas Mojosongo, Kabupaten Boyolali pada bulan Februari - Juli 2012.

  C.

  Populasi 1.

  Populasi target

2. Populasi Terjangkau

  Populasi terjangkau pada penelitian ini adalah bayi umur 0-6 bulan yang bertempat tinggal di lingkup kerja Puskesmas Mojosongo, Kabupaten Boyolali sejumlah 74 bayi.

  D.

  Sample dan Teknik Sampling a.

  Sampel Sampel yang digunakan, diambil dari populasi terjangkau yaitu bayi umur 0-6 bulan yang bertempat tinggal di lingkup kerja Puskesmas

  Mojosongo, Kabupaten Boyolali.

  b.

  Teknik sampling Dalam penelitian ini menggunakan teknik quota sampling sejumlah 30 bayi untuk masing-masing kelompok.

  E.

  Estimasi Besar Sampel Jumlah sampel ditentukan menurut quota sampling dan rule of thumb yaitu 30 sampel pada kelompok ASI eksklusif dan 30 sampel pada kelompok non ASI eksklusif.

  F.

  Kriteria Restriksi 1.

  Kriteria Inklusi a.

  Kelompok ASI eksklusif

1) Bayi umur 0-6 bulan.

  2) Bayi hanya diberi ASI, vitamin, mineral dan obat-obatan. 3) Bayi bertempat tinggal di lingkup kerja Puskesmas Mojosongo. 4) Ibu dari bayi bersedia untuk menjadi responden.

  b.

  Kelompok non ASI eksklusif 1) Bayi umur 0-6 bulan. 2) Bayi diberi ASI dan makanan tambahan lain seperti susu formula. 3) Bayi bertempat tinggal di lingkup kerja Puskesmas Mojosongo. 4) Ibu dari bayi bersedia untuk menjadi responden.

  2. Kriteria Eksklusi a.

  Bayi mengalami kelainan pertumbuhan sejak lahir misalnya bayi dengan berat lahir rendah.

  b.

  Bayi dalam keadaan sakit 7 hari sebelum penimbangan.

  c.

  Bayi dengan riwayat diabetes mellitus.

  G.

  Pengalokasian Subjek 1.

  Kelompok ASI eksklusif Bayi umur 0-6 bulan yang bertempat tinggal di lingkup kerja Puskesmas Mojosongo yang hanya diberi ASI, vitamin, mineral dan obat-obatan.

  2. Kelompok non ASI eksklusif Kelompok non ASI eksklusif pada penelitian ini berasal dari populasi yang sama dengan kasus, sehingga mempunyai kesempatan yang sama untuk terpajan oleh faktor risiko yang diteliti. Kelompok yang diteliti yaitu kelompok bayi usia 0-6 bulan yang bertempat tinggal di lingkup kerja

  Puskesmas Mojosongo yang diberi ASI dan makanan tambahan seperti susu formula.

  H.

  Definisi Operasional Definisi operasional variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  Tabel 1. Definisi operasional No Variabel Definisi Alat Ukur Hasil Ukur Skala

  Operasional Pengukuran

  a. Pemberian Pemberian Lembar 1) Nominal Eksklusif: Bayi

  ASI ASI pada bayi wawancara. umur 0-6 bulan umur 0-6 diberi ASI, bulan. vitamin, mineral dan obat saja.

  2) Non eksklusif:

  Bayi umur 0-6 bulan diberi ASI dan tambahan makanan lain.

  b. Pertumbuhan Bertambahnya Timbangan 1) Nominal Baik:

  Berat Badam ukuran fisik dan KMS. Penambahan pada bayi berat badan umur 0-6 dalam kurva bulan yang pertumbuhan diukur melalui normal, berat badan mengikuti salah menurut satu pita atau umur. naik pada pita diatasnya pada grafik KMS. 2)

  Buruk: Berat badan tetap sama atau terjadi penurunan sesuai pada grafik KMS.

I. Cara Kerja 1.

  Alat Ukur a.

  Wawancara Wawancara dalam penelitian ini dilakukan langsung oleh peneliti dengan memberikan pertanyaan lisan mengenai pemberian ASI eksklusif pada ibu dengan menggunakan alat bantu berupa lembar wawancara.

  b.

  Timbangan Penimbangan dilakukan oleh peneliti dan alat ukur yang digunakan adalah timbangan dacin logam dengan merek Budi memiliki kapasitas sebesar 25 kg dan memiliki ketelitian 0,1 kg dengan nomor seri 8408871. Alat ukur telah dilakukan Tera ulang pada tanggal 7 Mei 2012 oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Balai Metrologi Wilayah Surakarta dengan Surat Keterangan Pengujian No. 116/STU/5/2012.

  Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menimbang bayi antara lain pakaian dibuat seminim mungkin, bayi ditidurkan didalam kain sarung.

  Saat dilakukan penimbangan, catat berat badan dengan teliti sampai satu angka desimal (Suparyanto, 2010). Prosedur penimbangan bayi dengan menggunakan dacin ada sembilan tahap yaitu: 1)

  Dacin digantungkan pada dahan pohon, pelana rumah, atau penyangga kaki tiga.

  2) Dacin diperiksa kembali apakah sudah tergantung kuat dengan mencoba menarik kuat-kuat batang dacinnya ke arah bawah.

  3) Sebelum timbangan digunakan, bandul geser diletakkan pada angka nol.

  4) Sarung timbang yang kosong dipasang pada dacin. 5)

  Dacin yang sudah dibebani sarung timbang diseimbangkan dengan cara memasukkan pasir ke dalam kantung plastik di ujung batang timbangan. 6)

  Anak ditimbang dan timbangan diseimbangkan sampai jarum timbang tegak lurus.

  7) Berat badan anak ditentukan dengan membaca angka di ujung bandul geser.

  8) Hasil penimbangan anak dicatat di atas secarik kertas. 9)

  Bandul geser dikembalikan ke angka nol, kemudian ujung batang dacin dimasukkan ke tali pengaman. Setelah itu baru anak diturunkan (Depkes, 2002).

  c.

  KMS Parameter status gizi bayi dan balita yang umum digunakan di

  Posyandu seluruh Indonesia adalah berat badan menurut umur (Marimbi, 2010). KMS mempunyai garis tegak yang merupakan skala berat badan dalam kilogram, garis datar merupakan skala umur dalam bulan, dan kurva berat badan dengan bentuk garis melengkung.

  Anak dengan berat badan baik, menunjukkan kurva pertumbuhan yang selalu naik tiap bulan. Garis pertumbuhannya naik mengikuti salah satu pita warna atau pindah ke pita warna diatasnya (Purwoko, 2011).

  Sebaliknya pada anak dengan berat badan buruk menunjukkan kurva pertumbuhan turun, mendatar, dan garis pertumbuhan naik tapi pindah ke pita warna dibawahnya (Sidi, 2004).

2. Cara Pengambilan data

  Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari hasil wawancara yang dilakukan pada ibu dari bayi usia 0-6 bulan di lingkup kerja Puskesmas Mojosongo dengan kelompok ASI eksklusif dan non ASI eksklusif.

  Pengumpulan data berat badan bayi dilakukan dengan cara peneliti menimbang berat badan bayi dan membandingkan pada bulan berikutnya pada grafik KMS. Data sekunder didapatkan dari catatan puskesmas dan institusi kesehatan.

  J.

  Pengolahan dan Analisis Data 1.

  Pengolahan Data Setelah semua data terkumpul, data tersebut diolah secara manual dan disajikan dalam bentuk tabel dan persen dengan langkah-langkah sebagai berikut: a.

  Penyuntingan (Editing) Penyuntingan merupakan kegiatan memeriksa kuesioner atau data, memeriksa jawaban, memperjelas dan melakukan pengolahan pada data yang dikumpulkan serta memeriksa kelengkapan dan kesalahan (Hidayat, 2007). b.

  Pengkodean (Coding)

  Coding merupakan kegiatan merubah data ke dalam bentuk yang

  lebih ringkas dengan menggunakan kode-kode tertentu. Pemberian kode disesuaikan dengan indikator pada kuesioner untuk mempermudah dalam pengolahan data (Hidayat, 2007). 1)

  Pemberian ASI eksklusif ASI eksklusif : 1 Non ASI eksklusif : 2

  2) Berat badan

  Baik : 1 Buruk : 2 c. Pemasukan Data (Entry)

  Setelah data diedit dan dilakukan pemberian kode, langkah selanjutnya adalah pemasukan data. Memasukkan data yang telah dikumpulkan untuk diolah menggunakan program komputer untuk dianalisis. Software yang bisa digunakan adalah SPSS versi 17, program excell, dan lain-lain (Hidayat, 2007).

  d.

  Scoring dan Tabulasi Data (Tabulating) Cara scoring yaitu dengan memberikan nilai untuk masing-masing jawaban pada kuesioner pemberian ASI eksklusif, hasil penilaian berat badan bayi umur 0-6 bulan, menjumlah hasil (scoring) dari semua data, kemudian membuat tabulasi untuk pengorganisasian data yang telah terkumpul agar mudah dijumlah, disusun dan ditata untuk disajikan dan dianalisis. Tabulasi data bisa dilakukan secara langsung, dengan kartu tabulasi dan dengan komputer (Hidayat, 2007).

2. Analisis Data a.

  Analisis Univariat Menganalisis secara deskriptif terhadap tiap variabel dari hasil penelitian untuk menghasilkan distribusi frekuensi dan presentase dari tiap variabel (Notoatmojo, 2005). Variabel yang dianalisis secara univariat pada penelitian ini adalah karakteristik responden, variabel pemberian ASI eksklusif dan keadaan berat badan bayi umur 0-6 bulan.

  Presentase hitung diperoleh dengan menggunakan rumus: × 100%

  = Keterangan: P : Presentase x : Jumlah yang dihasilkan n : Jumlah semua jawaban yang benar b. Analisis Bivariat

  Analisis bivariat dilakukan terhadap dua variabel yang diteliti yaitu pemberian ASI eksklusif dan keadaan berat badan bayi. Kedua variabel tersebut menggunakan skala nominal, maka dalam penelitian ini dilakukan pengujian statistik dengan uji Chi Square untuk mengetahui pengaruh antara pemberian ASI eksklusif terhadap berat badan bayi umur 0-6 bulan. Analisis data ini akan dilakukan melalui proses komputerisasi

  Uji yang digunakan pada analisis ini yaitu uji Chi Square dengan

  2

  ketentuan bahwa harga Chi Square hitung lebih besar dari tabel (x

  2

  hitung > x tabel). Maka pengaruhnya signifikan yang berarti H ditolak dan Ha diterima (Notoatmodjo, 2005).

BAB IV HASIL PENELITIAN Penelitian dilakukan untuk mengamati pengaruh pemberian ASI eksklusif

  terhadap berat badan bayi umur 0-6 bulan. Lokasi penelitian di lingkup kerja Puskesmas Mojosongo yang terletak di Kabupaten Boyolali yang terdiri dari 14 posyandu. Wilayah ini terdiri dari lingkungan pemukiman warga, sarana umum, dan juga persawahan. Penelitian dilakukan dengan menimbang bayi dan menganalisis berat badan dengan grafik KMS pada buku Kesehatan Ibu dan Anak Departemen Kesehatan RI. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut: A. Karakteristik Responden

  Responden dalam penelitian ini adalah 60 ibu dan bayi berumur 0-6 bulan yang terdapat di lingkup kerja Puskesmas Mojosongo pada bulan mei-juni 2012.

  Data dikumpulkan melalui wawancara dan diolah secara kuantitatif untuk memperoleh gambaran yang jelas.

1. Distribusi responden menurut umur ibu.

  6,70% 8,30% 19-22 th 23-26 th

  31,70% 27-30 th 53,30% >30 th

  Sumber: Data Primer, 2012

  H

  asil distribusi responden berdasarkan umur ibu dapat diketahui bahwa sebagian besar responden berumur 23-36 tahun, yaitu sebanyak 32 orang (53%).

  2. Distribusi responden menurut tingkat pendidikan formal.

  1,70% 6,70% PT

11,70%

SD SMP SMA/SMK 80%

  Sumber: Data Primer, 2012 Gambar 4. Distribusi Responden Menurut Tingkat Pendidikan Formal

  Hasil distribusi responden berdasarkan pendidikan dapat diketahui bahwa sebagian besar responden merupakan ibu yang telah mendapatkan pendidikan formal SMA/SMK yaitu sebanyak 48 ibu (80%).

  3. Distribusi responden menurut status pekerjaan.

  25%

  IRT SWASTA 8,30%

66,70%

  KARYAWAN

  Sumber: Data Primer, 2012

  Hasil distribusi responden berdasarkan pekerjaan dapat diketahui bahwa mayoritas responden merupakan ibu rumah tangga, yaitu sebanyak 40 responden (66,67%).

4. Distribusi responden menurut lokasi posyandu.

  3,30% 3,30% Banjar 8,30% Butuh 13,30% Cermo Gatak

  8,30% Gendol 6,70% Gunung sari Jomboran Kr. Gondang 16,70%

  13,30% Mulyorejo Ngangkruk Selorejo

  5% Tambak 8,30% Waru 6,70%

  8,30% 1,70% Wonosari 1,70%

  Sumber: Data Primer, 2012 Gambar 6. Distribusi Responden Menurut Lokasi Posyandu

  Hasil distribusi responden berdasarkan lokasi posyandu dapat diketahui jumlah responden terbanyak dari posyandu Selorejo yaitu 10 bayi (16,67%).

5. Distribusi responden menurut pemberian ASI terhadap berat badan bayi a.

  ASI eksklusif

  3,30% Baik Buruk 96,70%

  Sumber: Data Primer, 2012 Gambar 7. Distribusi Responden Menurut Pemberian ASI Eksklusif

  Hasil distribusi responden yang diberi ASI eksklusif dapat diketahui bahwa 29 bayi (96,7%) tumbuh dengan baik, dan hanya 1 bayi (3,3%) dengan berat badan buruk.

  b.

  Non ASI eksklusif

  33,30% Baik Buruk 66,70%

  Sumber: Data Primer, 2012 Gambar 8. Distribusi Responden Menurut Pemberian Non ASI

  Eksklusif Hasil distribusi responden yang diberi ASI dan makanan tambahan lain dapat diketahui bahwa 20 bayi (66,7%) dengan berat badan buruk, dan hanya 10 bayi (33,3%) yang dapat tumbuh dengan baik.

  B.

  Analisis Data Dari data yang diperoleh dilakukan analisis data menggunakan uji Chi

  Square . Hasil analisis yang didapatkan adalah sebagai berikut:

  Tabel 2. Cross tabulation pemberian ASI terhadap berat badan bayi Berat badan Baik Berat badan Buruk

  ASI Eksklusif 29 responden 1 responden Non ASI Eksklusif 10 responden 20 responden

  Hasil perhitungan dengan uji Chi Square didapatkan hasil perhitungan

  2

  2

  x =26.447 , df=1, dengan signifikansi 0,000 dan α=0,05. Perbandingan antara x

  2

  2

  2

  hitung dengan x tabel diketahui bahwa x hitung lebih besar dari x tabel (26.447 > 3,841) sehingga H ditolak dan Ha diterima, berarti bahwa ada pengaruh yang signifikan pada pemberian ASI eksklusif terhadap berat badan bayi umur 0-6 bulan.

BAB V PEMBAHASAN A. Pembahasan Penelitian ini menggunakan 60 responden ibu dan bayi yang berumur 0-6

  bulan. Responden diklasifikasikan menjadi dua kelompok, 30 untuk pemberian ASI eksklusif dan 30 untuk non ASI eksklusif. Berdasarkan klasifikasinya, ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja termasuk kolostrum, tanpa tambahan makanan ataupun minuman lain bahkan seperti air matang, air gula, madu dan susu formula, kecuali vitamin, mineral dan obat-obatan (Sidi, 2004).

  Hasil analisis data dengan perhitungan Chi Square dilakukan menggunakan program komputer SPSS for Windows versi 17. Berdasarkan hasil perhitungan

  2

  diperoleh nilai x =26.447, df=1, signifikansi 0,000 dan α=0,05. Perbandingan

  2

  2

  antara x hitung lebih besar dari x tabel (26.447> 3,841) sehingga H ditolak dan Ha diterima, berarti bahwa ada pengaruh yang signifikan pada pemberian ASI eksklusif terhadap berat badan bayi umur 0-6 bulan.

  Penelitian sejenis dilakukan oleh Kholil (2007) yang berjudul “Pengaruh Pemberian ASI eksklusif terhadap tumbuh kembang bayi umur 4- 6 bulan”, hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif sampai 4-6 bulan memberikan pengaruh besar terhadap tumbuh kembang bayi. Bayi yang

  2

  diberikan ASI eksklusif berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai x

  2

  2 hitung=20,80 dengan x hitung lebih besar dari x tabel (20,80 > 3,841). Berbagai faktor seperti umur, tingkat pendidikan dan status pekerjaan mempengaruhi ibu dalam mempengaruhi pemberian ASI eksklusif pada bayinya (Sidi, 2004). Hasil distribusi responden menurut umur ibu menunjukkan bahwa sebagian besar responden merupakan ibu yang masih dalam masa produktif dimana pada masa ini tersebut daya tangkap ibu terhadap segala bentuk informasi yang disampaikan akan memperluas pengetahuan ibu (Mubarak, 2007).

  Pendidikan seseorang mempengaruhi cara pandangnya terhadap diri dan lingkungan, sehingga akan berbeda cara menyikapi proses berlangsungnya konseling pada klien yang berpendidikan tinggi dengan yang berpendidikan rendah. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Febriana (2011) dengan judul “Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu Menyusui Dengan Perilaku Pemberian Asi Eksklusif Di Desa Kadireso Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali” menunjukkan bahwa ibu yang berpendidikan rendah mempunyai peluang menyusui sebesar 0,071 kali dibandingkan dengan ibu yang berpendidikan tinggi dan ibu yang berpendidikan menengah mempunyai peluang menyusui 0,34 kali dibandingkan dengan ibu yang berpendidikan tinggi.

  Ibu yang bekerja, terutama yang jauh dari rumah akan mengalami kesulitan memberi ASI secara langsung kepada bayi. Tempat bekerja yang jauh dan jumlah jam kerja yang tinggi akan menyebabkan berkurangnya kontak ibu dengan anak sehingga ibu tidak dapat memberikan ASI esklusif dengan baik (Kholil, 2007).

  Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Wahyuni (2006) dengan judul “Hubungan karakteristik ibu dan dukungan suami terhadap praktek pemberian ASI eksklusif di Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo

  ” menyatakan bahwa semakin sibuk seseorang dengan pekerjaan akan berpengaruh terhadap pekerjaan yang lain, jadi jika seorang ibu yang telah melahirkan dan sedang menyusui apabila terlalu banyak bekerja maka konsentrasi ibu untuk bayinya sangatlah kurang. Ibu yang tidak bekerja mempunyai kesempatan untuk menyusui secara eksklusif dua kali lebih tinggi dibanding ibu yang bekerja.

  Hasil distribusi responden menurut pemberian ASI menunjukkan bahwa 96,7% bayi berumur 0-6 bulan yang hanya mendapatkan ASI saja dapat tumbuh dengan baik dimana BB bayi terus naik mengikuti salah satu pita atau naik ke pita diatasnya pada grafik KMS. Hal ini sesuai dengan teori Welford (2001) bahwa sampai bayi berumur enam bulan, ASI merupakan makanan dan minuman terbaik bagi bayi agar tumbuh kuat dan sehat. Nutrisi yang adekuat dan seimbang merupakan kebutuhan yang terpenting bagi pertumbuhan bayi, terutama pada tahun pertama kehidupan dimana anak sedang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat (Narendra, 2002). Hasil distribusi responden yang diberi ASI dengan ditambah makanan tambahan lain, diketahui bahwa 20 bayi (66,7%) dengan berat badan buruk dimana BB bayi tetap sama seperti bulan sebelumnya atau bahkan turun ke pita dibawahnya. Pernyataan ini sesuai dengan teori bahwa salah satu faktor yang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan adalah pemberian makanan pendamping ASI beberapa hari setelah bayi lahir (Narendra, 2005).

  ASI mengandung zat gizi yang sesuai dan diperlukan bayi usia 0-6 bulan. Dibandingkan dengan susu formula, ASI mengandung anti infeksi, faktor pertumbuhan, protein dan lemak dengan jumlah yang sesuai dan mudah dicerna.

  ASI juga mengandung zat besi, vitamin dan air yang cukup dan mudah dicerna oleh bayi. Sedangkan susu formula tidak mengandung anti infeksi, faktor pertumbuhan, derta kandungan protein dan lemaknya tidak sesuai dengan kebutuhan bayi. Kandungan zat besi, vitamin dan air pada susu formula juga ditambahkan, namun dengan jumlah yang berlebih dan tidak dapat diserap dengan baik (Sidi, 2004).

  B.

  Keterbatasan Penelitian Keterbatasan pada penelitian ini yaitu kurangnya pengendalian faktor perancu pada kelompok non ASI eksklusif, sehingga makanan tambahan yang diberikan tidak sama pada kelompok tersebut. Hal ini dapat merancukan penaksiran tentang pengaruh suatu variabel dengan variabel lainnya (Murti, 2010). Hambatan teknis pada penelitian antara lain kesediaan ibu datang ke posyandu untuk menimbang bayinya, sehingga peneliti harus mendatangi ke rumah ibu untuk menimbang bayi.

BAB VI SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan 1. Pemberian ASI eksklusif dapat menunjang berat badan yang baik pada bayi.

  2. Pemberian ASI ditambah dengan makanan pendamping yang terlalu dini dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan berat badan pada bayi.

  3. Ada pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap berat badan bayi umur 0-6

  2

  bulan dengan hasil perhitungan dengan uji Chi Square didapatkan x =26.447, df=1, dengan signifikansi 0,000 dan α=0,05.

  B.

  Saran 1.

  Bagi Pemerintah Perlu adanya penyuluhan dari pemerintah melalui berbagai media sehingga dapat meningkatkan kesadaran ibu dan masyarakat mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif.

  2. Bagi Rumah sakit dan tenaga kesehatan Harus lebih aktif dalam melakukan penyuluhan dan memotivasi ibu dalam memberikan ASI eksklusif dan memotivasi masyarakat untuk mendukung program ASI eksklusif.

  3. Bagi Keluarga Peran serta suami dan keluarga sangat penting dalam keberhasilan pelaksanaan ASI eksklusif, untuk itu suami dan keluarga harus selalu memberikan dukungan serta terlibat dalam pemberian ASI eksklusif.

  4. Penelitian Selanjutnya Pengendalian faktor perancu pada kelompok non ASI eksklusif, sehingga makanan tambahan yang diberikan sama pada kelompok tersebut dan sosialisasi dengan responden agar mau datang ke posyandu untuk menimbang berat badan bayinya.

Dokumen baru

Tags

Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pengaruh Asi Eksklusif Terhadap Morbiditas Bayi Sampai Usia 6 Bulan Perkembangan Psikomotorik Bayi 6 9 Bulan Berdasarkan Pemberian Asi Eksklusif Asi Eksklusif Pada Usia 0 6 Bulan

Dokumen yang terkait

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS ILMIAH MAHASISWA S1 FISIOTERAPI UMS DENGAN METODE KOLABORASI PADA TAHUN AKADEMIK 2012/2013
0
1
12
PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS MELALUI STRATEGI SAVI (SOMATIC, AUDITORY, VISUALIZATION, INTELLECTUALY) DENGAN MEDIA GAMBAR TERHADAP SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 SONOREJO BLORA
0
1
8
KONTRIBUSI DISIPLIN KERJA, MOTIVASI KERJA, DAN PERSEPSI GURU TENTANG GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP UNJUK KERJA GURU SMP NEGERI SSN DI KABUPATEN SEMARANG
0
0
12
KONTRIBUSI PELATIHAN GURU, IKLIM ORGANISASI DAN PERSEPSI GURU TENTANG KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP KETERAMPILAN GURU DALAM PEMBELAJARAN SMKN KOTA SEMARANG
0
0
13
EFEKTIVITAS DIRECT INSTRUCTION DENGAN INVOLVING STUDENTS IN SELF-AND PEER EVALUATION TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF
0
0
8
PANDANGAN MURID TERHADAP GURU: 60 TAHUN PROF. DR. M. AMIN ABDULLAH
0
0
16
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN PENELITIAN DAN PENULISAN KARYA ILMIAH BAGI GURU MATEMATIKA SMASMK MUHAMMADIYAH DI KLATEN DAN SUKOHARJO Masduki dan Muhammad Noor Kholid Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta E
0
0
8
PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR - Perancangan Media Promosi Helleluyah Rock Shop Melalui Media Komunikasi Visual
0
0
77
PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE DAN KEPUTUSAN KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN
0
0
115
RESEPSI MAHASISWA JURUSAN SASTRA INDONESIA UNS ANGKATAN 2010 TERHADAP FILM LASKAR PELANGI: ANALISIS ESTETIKA EKSPERIMENTAL
0
2
195
PENGARUH FAKTOR SOSIAL DALAM ADOPSI E-COMMERCE
0
0
119
PANDANGAN DUNIA PENGARANG DALAM NOVEL NEGERI LIMA MENARA KARYA AHMAD FUADI: Sebuah Pendekatan Strukturalisme Genetik
1
0
100
PENGARUH SELISIH INFLASI, SELISIH SUKU BUNGA DAN NERACA PERDAGANGAN TERHADAP NILAI TUKAR RUPIAH (PERIODE 2000:I – 2011:II)
0
0
109
NOVEL DALAM MIHRAB CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA DAN NILAI PENDIDIKAN)
1
3
114
K8408059 Skripsi Diajukan untuk memenuhi syarat mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sosiologi - Antropologi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
0
0
60
Show more