PPT PLENO ETNOMEDIK PEMICU 1 KELOMPOK 3

 0  0  23  2018-11-18 10:56:53 Report infringing document

  

PLENO PEMICU 1

ETNOMEDIK ET FARMAKA KELOMPOK 3

  sebelumnya makan bumbu dapur yang rasanya getir dan panas menyengat saat dikunyah. Namun, kali ini Anto mencoba menguatkan hati untuk Liputan6.com, Jakarta Bukan pertama kalinya SUMANTO, sebut saja demikian makan bawang putih. Pria 40-an tahun ini sudah beberapa kali PEMICU sambal, sekarang sudah tidak lagi. terasa bergejolak karena sebelumnya makan sambal. Setelah itu, perut berasa adem, panas mengurang dan nyaman. Yang biasanya sakit gara-gara

Hingga kini, setidaknya sudah sebulan Anto makan bawang putih setiap hendak beranjak tidur. Rasanya luar biasa. Suatu kali, perutnya bisa panas dan

mengonsumsi bumbu yang baunya juga menyengat ini setiap hari. Didiamkan sepuluh menit baru diminum. Kadang bawang yang dicincang itu dicampur air panas ditambah madu, lalu diminum setelah sepuluh menit. Demi mengurangi rasa panas menyengat di mulut dan perut, Anto mencoba mencincang bawang lalu ditambahnya air jeruk nipis sesendok makan. sariawan sembuh.

Di lain waktu, bawang putih yang dikunyah itu berasa menyengat di mulut apalagi ada sariawan yang sedang diderita. Satu dua hari terjadi, setelah itu

Pernah juga bawang putih disajikan tanpa cincang tapi dimakan langsung setelah digeprek."Wah, rasanya panas sekali!"serunya.

Bahkan perut Anto mulai kembali normal. Sebelum rutin mengonsumsi bawang putih, sembelit sering dialaminya. Sebaliknya, semenjak bawang putih

Rasa dan bau yang kurang enak itu rupanya sepadan dengan khasiat yang dihasilkannya. Bawang putih membuat gairah seksual Anto juga kembali.

putih bisa membantu menurunkan risiko kanker paru bila dikonsumsi dua kali seminggu. Bawang putih bahkan membantu mencegah penyakit kanker

Para ilmuwan dari Universitas Maryland Medical Center, Amerika Serikat pernah menayangkan satu hasil penelitian di tahun 2013. Disebutkan, bawang

kesulitan buang air besar,"ujar Anto. jadi makanan rutin setiap hari, sembelit itu sudah sangat jarang dialaminya. "Bahkan meskipun makan daging atau nasi bersantan, saya tak lagi dan meningkatkan kolesterol baik. mengonsumsi 10 gram bawang putih setiap hari selama dua bulan. Hasilnya menyebutkan, bawang putih mampu menurunkan kadar kolesterol jahat Sebelumnya di tahun 1991, Jurnal Postgraduate Medicine pernah menayangkan satu hasil penelitian atas para mahasiswa kedokteran yang usus besar (kolon) dan pankreas. Masih ada lagi hasil penelitian yang ditayangkan di Jurnal "Nutrition and Metabolism" pada 2011. Menurunnya sensitivitas insulin pada penderita mengurangi peradangan bila Anda mengonsumsinya mentah. Kandungan allicin di dalamnya yang jadi penunjang kesuksesan itu. Sebuah penelitian yang ditayangkan di Jurnal 'Food and Chemical Toxicology' pada Agustus 2013 juga menemukan manfaat bawang yang mampu

KLARIFIKASI DAN DEFINISI

KATA KUNCI

   Pria, 40 tahun

   Khasiat bawang putih yang dirasakan:

   Meredakan panas dalam perut

   Menyembuhkan sariawan

   Meningkatkan gairah seksual

   Mengurangi sembelit

   Khasiat bawang putih berdasarkan penelitian:

   Menurunkan resiko kanker paru

  

Mencegah kanker pankreas dan usus besar

   Menurunkan kadar LDL

   Meningkatkan kadar HDL

   Mengurangi peradangan

   Meningkatkan sensitivitas insulin

RUMUSAN MASALAH

   Bagaimana peranan obat tradisional dan herbal dalam berbagai masalah kesehatan di kalangan masyarakat

ANALISIS MASALAH

  HIPOTESIS 

  Obat tradisional dan herbal belum dapat cukup uji klinis dan masyarakat

lebih memilih obat tradisional dan herbal dikarenakan faktor sosial dan

ekonomi.

LEARNING ISSUES

  1. Sejarah dan perkembangan obat tradisional

  2. Macam-macam pengobatan tradisional di KalBar

  3. Jelaskan mengenai uji klinis tanaman obat!

  

4. Jelaskan mengenai jamu, obat herbal terstandar, dan ftofarmaka!

  5. Bawang Putih Taksonomi Morfologi Komponen kimia dan bioaktif Efektivitas (manfaat) Toksisitas Prosedur lisensi obat oleh BPOM

  6. Macam-macam tanaman obat di KalBar

  7. Jelaskan mengenai Evidence Based Medicine!

  8. Pandangan dokter terhadap obat tradisional

  9. Bumbu dapur sebagai obat

  10. Program pemerintah dalam mengembangkan ftofarmaka

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN OBAT TRADISIONAL

  

  Berdasarkan catatan sejarah, penelitian mengenai tumbuh-tumbuhan herbal sudah dimulai sejak 5,000 tahun yang lalu pada bangsa Sumerian.

  

  Penggunaan pengobatan secara herbal untuk penyembuhan juga sudah dilakukan oleh bangsa Yunani dan bangsa Roma kuno

  

  Perkembangan pengobatan herbal berlanjut pada abad pertama sesudah masehi dengan adanya tulisan dari Dioscorides. Dioscorides menulis suatu ringkasan dari lebih 500 tumbuhan yang menjadi bahan acuan selama abad ke 17 yang merupakan hal yang sama pentingnya bagi ahli pengobatan herbal serta ahli tumbuhan

  

  Tahun 1864 National Association of Medical Herbalists didirikan, untuk mengorganisir pelatihan para praktisi pengobatan herbal serta mempertahankan standart-standar praktek pengobatan.

MACAM-MACAM PENGOBATAN TRADISIONAL DI KALBAR

   Akupuntur

   Bekam

UJI KLINIS TANAMAN OBAT

   Uji klinik adalah suatu pengujian khasiat obat baru pada manusia, dimana sebelumnya diawali oleh pengujian pada binatang atau uji pra klinik. Pada dasarnya uji klinik memastikan efektivitas, keamanan dan gambaran efek samping yang sering timbul pada manusia akibat pemberian suatu obat.

   Uji klinik terdiri dari 4 fase, yaitu uji klinik fase I, uji klinik fase II, uji klinik fase III dan uji klinik fase IV.

  

Uji klinik fase I dilakukan pada manusia sehat, bertujuan untuk menentukan dosis

tunggal yang dapat diterima. Uji klinik fase II, dilakukan pada 100-200 orang penderita untuk melihat apakah efek farmakologik yang tampak pada fase I

berguna atau tidak untuk pengobatan. Uji klinik fase III dilakukan pada sekitar 500

penderita yang bertujuan untuk memastikan bahwa suatu obat baru benar-benar

berkhasiat. Uji klinik fase IV merupakan pengamatan terhadap obat yang telah dipasarkan.

  JELASKAN MENGENAI JAMU, OBAT HERBAL TERSTANDAR, DAN FITOFARMAKA 

  Jamu Jamu adalah obat tradisional Indonesia. Obat Tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat

  

  Obat Herbal Terstandar Obat Herbal Terstandar (OHT) adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik pada hewan dan bahan bakunya telah di standarisasi.

  

  Fitofarmaka Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam yang dapat disejajarkan dengan obat modern karena telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik pada hewan dan uji klinik pada manusia, bahan baku dan produk jadinya

  

  Taksonomi Divisio : Spermatophyta Sub divisio : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Bangsa : Liliales Suku : Liliaceae Marga : Allium Jenis : Allium sativum

BAWANG PUTIH

  

  Morfologi Bawang putih (Allium sativum L.) adalah herba semusim berumpun yang mempunyai ketinggian sekitar 60 cm. morfologinya antara lain:

1. Daun 2.

  Batang 3. Akar

BAWANG PUTIH (CONT)

   Komponen kimia dan bioaktif

  

Kandungan kimia dari umbi bawang putih per 100 gram adalah: Alisin 1,5%

merupakan komponen penting dengan efek antibiotik, Protein sebesar 4,5 gram, Lemak 0,20 gram, Hidrat arang 23,10 gram, Vitamin B 1 0,22 miligram, Vitamin C 15 miligram, Kalori 95 kalori, Posfor 134 miligram, Kalsium 42 miligram, Zat besi 1 miligram, Air 71 gram. Di samping itu dari beberapa penelitian umbi bawang putih mengandung zat aktif alicin, awn, enzim alinase, germanium, sativine, sinistrine, selenium, scordinin, dan nicotinicacid

BAWANG PUTIH (CONT)

   Efektivitas Pada Metabolisme Lemak dan Kolesterol

  Terhadap Proses Oksidasi Sel Kanker Terhadap Sistem Kardiovaskular Terhadap Tulang dan Sendi Kemampuan antibakteri 

  Toksisitas

Efek toksisitas dari sitotoksin dapat menyebabkan terjadi perubahan permeabilitas membran sel atau kerusakan

integritas membran sel sehingga membran selnya bisa ditembus oleh trypan blue. Kerusakan pada membran sel

dapat menyebabkan sel menjadi non viabel, dan selanjutnya dapat menyebabkan kematian sel.

PROSEDUR LISENSI OBAT OLEH BPOM

  Persyaratan dan kriteria meliputi (Pasal 2): 

  Obat tradisional, obat herbal terstandar dan ftofarmaka yang dibuat dan atau diedarkan di wilayah Indonesia wajib memiliki izin edar dari Kepala BPOM.

   Untuk memperoleh izin edar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilakukan pendaftaran.Dikecualikan dari ketentuan Pasal 2 terhadap :

  1. obat tradisional, obat herbal terstandar dan ftofarmaka yang digunakan untuk penelitian; 2. obat tradisional impor untuk digunakan sendiri dalam jumlah terbatas; 3. obat tradisional impor yang telah terdaftar dan beredar di negara asal untuk tujuan pameran dalam jumlah terbatas; 4. obat tradisional tanpa penandaan yang dibuat oleh usaha jamu racikan dan jamu gendong; 5. bahan baku berupa simplisia dan sediaan galenik.

MACAM-MACAM TANAMAN OBAT DI KALBAR

EVIDENCE BASED MEDICINE

   Evidence based medicine merupakan pengintegrasian antara:

  (a) Bukti ilmiah beupa hasil penelitian terbaik dengan (b) Kemampuan klinis dokter serta

(c) Prefrensi pasien dalam proses pengambilan keputusan pelayanan

kedokteran.

PANDANGAN DOKTER TERHADAP OBAT TRADISIONAL

  Masyarakat pada umumnya menganggap obat-obatan herbal berasal dari tumbuhan sehingga obat-obatan tersebut tidak akan memiliki efek samping.

  Namun, justru faktanya obat-obatan herbal dapat saja berbahaya dan memiliki efek buruk jika kualitas obat-obatan herbal sangat rendah. Dunia medis sesungguhnya menolak penggunaan obat-obatan herbal akibat belum adanya banyak penelitian tentang kandungan obat-obatan herbal dan efeknya bagi tubuh. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah membuat strategi untuk mendukung dan mengintegrasikan pengobatan tradisional termasuk didalamnya obat-obatan herbal ke dalam sistem kesehatan nasional bagi negara-negara anggota WHO. WHO juga akan memastikan bahwa pengobatan tradisional yang dipasarkan memiliki kualitas yang baik serta penggunaanya aman bagi masyarakat dunia.

BUMBU DAPUR SEBAGAI OBAT

  Rempah-rempah tidak hanya memberikan efek kelezatan rasa makanan, tetapi banyak diantaranya telah terbukti berkhasiat dalam pengobatan masyarakat berbasis herbal. Antioksidan yang terkandung dalam rempah-rempah adalah adalah salah satu aspek yang saat ini banyak didalami dalam pengembangan ilmu kesehatan manusia. Berikut adalah beberapacontoh bumbu dapur yang dapat dijadikan obat herbal

  

  Pala (Myristica fragrans)

  

  Cengkeh (Syzygium aromaticum L)

  

  Kayu manis (Cinnamon)

  

  Kunyit, (Curcuma longa L)

  

  Jahe (Zingiber ofcinale) PROGRAM PEMERINTAH DALAM PENGEMBANGAN FITOFARMAKA 

  Dalam rangka pengembangan obat tradisional Indonesia menjadi obat herbal terstandar dan ftofarmaka, standarisasi dan persyaratan mutu simplisia obat tradisional merupakan hal yang perlu diperhatikan.

  

  Standarisasi tidak saja diperlukan pada simplisia,tetapi juga pada metode pembuatan sediaan termasuk pelarut yang digunakan dan standardisasi sediaan jadinya.

  

  Untuk pengembangan obat tradisional menjadi obat herbal terstandardisasi dan ftofarmaka, simplisia harusmemenuhi persaratan mutu agar dapat menimbulkan efek tanaman. KESIMPULAN 

  

Obat tradisional dan herbal yang belum banyak terbukti secara uji klinis

telah banyak digunakan oleh masyarakat untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan dalam masyarakat dikarenakan faktor sosial dan ekonomi.

TERIMA KASIH

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2018-11-18

Dokumen yang terkait

PPT PLENO ETNOMEDIK PEMICU 1 KELOMPOK 3

Gratis

Feedback