Hubungan antara perilaku asertif dan kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi pada mahasiswa - USD Repository

Gratis

0
0
134
3 months ago
Preview
Full text

  

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU ASERTIF DAN KECEMASAN

PRESENTASI PROPOSAL PENELITIAN SKRIPSI

PADA MAHASISWA

Skripsi

  

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi

Program Studi Psikologi

  

Disusun oleh :

Fransiska

Nim : 029114048

  

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

“…, Berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!

Sebab kamu tahu bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak

sia-sia “

(1 Kor. 15;58)

  

“ Seseorang disegani dan dihormati bukan karena apa yang diperolehnya,

melainkan karena apa yang telah diberikannya “

(Calvil Coolidge)

  Dengan penuh kasih aku persembahkan karya sederhanaku ini untuk : Tuhan Yesus dan Bunda Maria di Surga Kedua Orang Tuaku yang selalu setia menjadi sahabatku Adik-adikku Matilda dan Vitalianus pendorong semangatku

  Kota kecilku Sintang tempat yang selalu aku rindukan Serta sahabat-sahabatku

  

Pernyataan Keaslian Karya

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak

memuat karya atau bagian orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam

kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  

Yogyakarta, Juni 2007

Penulis

Fransiska

  

ABSTRAK

Fransiska (2007). Hubungan antara Perilaku Asertif dan Kecemasan

Presentasi Proposal penelitian Skripisi pada Mahasiswa. Yogyakarta : Fakultas

  Psikologi Universitas Sanata Dharma.

  Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara perilaku asertif

dan kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi pada mahasiswa. Hipotesis

yang diajukan adalah ada hubungan negatif antara perilaku asertif dan kecemasan

presentasi proposal penelitian skripsi pada mahasiswa.

  Subjek penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta yang sudah mengambil mata kuliah seminar sebanyak 68 orang. Alat

pengumpulan data yang digunakan terdiri dari dua skala, yaitu skala perilaku

asertif dan skala kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi.

  Data penelitian ini dianalisis dengan teknik korelasi Product Moment dari

Pearson . Koefisien korelasi yang diperoleh -0,475 dengan probabilitas 0,000 (p <

0,01). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis diterima. Ini berarti ada

hubungan negatif yang signifikan antara perilaku asertif dan kecemasan presentasi

proposal penelitian skripsi pada mahasiswa.

  ABSTRACT Fransiska (2007). Relation between Assertive Behavior and Anxiety of

Presenting Research Plan Minithesis on Students. Yogyakarta : Faculty of

  Psychology Sanata Dharma University.

  This research aim is to know the relation between assertive behavior and

anxiety of presenting research plan minithesis on students. The hypothesis is there

is negative relation between assertive behavior and anxiety of presenting research

plan minithesis on student.

  Subject of this research were 68 students of Sanata Dharma University

have taken seminar lesson. Appliance of data collecting use consisted of by two

measuring instrument that are scale of assertive behavior and scale anxiety of

presenting research plan minithesis.

  This research data is analysed with the technique of Product Moment from Pearson . Obtained correlation coefficient -0,475 with probability 0,000 (p < 0,01).

  

This research result indicate that the hypothesis accepted. This means there is

significant negativity relation between assertive behavior and anxiety of

presenting research plan minithesis on student.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur kehadirat Allah Bapak di Surga yang telah memberikan

kekuatan dan berkat serta kemampuan kepada penulis sehingga skripsi ini dapat

diselesaikan. Banyak hal yang harus dihadapi selama penulisan skripsi ini, namun

karena kasih dari Tuhanlah maka mampu membangkitkan semangat penulis untuk

terus berusaha dan tidak menyerah.

  Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana

Psikologi dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, sehingga penulis

menyadari bahwa skripsi ini tidak akan selesai tanpa adanya bimbingan dan

dukungan serta bantuan dari berbagai pihak. Atas semuanya itu, dengan tulus hati

penulis mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada :

  

1. Tuhan Yesus Kristus sebagai Bapa yang baik yang selalu setia melindungi,

menjaga, dan menuntun langkahku. Ucapan Syukur bagi-Mu karena Engkaulah penulis dapat menyelesaikan kuliah sampai memperoleh gelar

sarjana. Serta Bunda Maria yang selalu menjaga aku, terima kasih Bunda. Aku

tahu Engkau selalu melindungi dan menuntun jalanku.

  

2. Bapak Eddy Suhartanto, S.Psi., M.Si., selaku Dekan Fakultas Psikologi

Universitas Sanata Dharma dan selaku dosen penguji, yang telah

memperlancar segala proses penulisan skripsi ini dan terima kasih atas segala

kritikan dan masukan yang sangat membantu kelancaran skripsi penulis.

  

3. Ibu A. Tanti Arini, S.Psi., M.Si., selaku dosen pembimbing skripsi yang telah

banyak membantu dan memberikan masukan serta kritikan kepada penulis,

  

4. Bapak V. Didik Suryo Hartoko, S.Psi., M.Si., selaku dosen penguji, terima

kasih atas kritikan dan masukan yang sangat membantu kelancaran skripsi penulis.

  

5. Ibu Titik Kristiyani, S.Psi dan Bapak C. Wijoyo Adinugroho, S.Psi, selaku

dosen pembimbing akademik yeng telah membantu proses studi penulis selama di Universitas Sanata Dharma.

  

6. Seluruh Dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Terima kasih

atas Ilmu yang telah diberikan kepada penulis selama menuntut ilmu di Fakultas Psikologi.

  

7. Seluruh staf non akademik Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma :

mbak Nanik, Mas Gandung yang selalu ramah memberikan pelayanan di sekretariat, Pak Gie yang selalu ramah tersenyum menyapa setiap mahasiswa, Mas Muji yang selalu setia dititipin koreksian skripsi dan selalu setia menjaga Lab. serta Mas Doni yang selalu setia menunggui ruang baca terutama ketika penulis menitip untuk fotocopy. Terima kasih atas bantuan dan keramahan yang telah diberikan.

  

8. Bapak dan Mama. Terimakasih untuk kasih sayang, pengorbanan, pengertian

semangat dan doa yang tak pernah kunjung henti yang selalu di berikan kepadaku. Kalian adalah orang tua dan sahabat terbaikku yang selalu memberi semangat kepadaku untuk menyelesaikan skripsiku ini. Semoga skripsiku ini dapat menjadi hadiah kecil yang membanggakan.

  

9. Adik-adikku, Matilda dan Vitalianus. Kalian berdua adalah semangatku untuk

menyelesaikan skripsiku ini karena aku kangen akan kebersamaan dirumah, bercanda dan bermain bersama.

  

10. Bang Apollo dan kak Eta. Makasih ya bang udah bayak bantu aku dalam

menyusun skripsi ini. Makasih atas masukan ide dan bantuan untuk mencari bahan buat skripsiku ini, dan makasih kak Eta atas semangatnya. Oh ya makasih ya atas tempat tinggalnya di Madiun, Sorry klo siska ngerepotin bang Ollo sama kak Eta.

  

11. Marsel, makasih ya Sel udah jadi teman klo pulang ke Sintang dan udah bantu

aku selama di Jogja. Semoga kuliahnya cepat selesai ya…

  

12. Teman-teman kecilku di SMP yang sampai saat ini setia menjadi sahabatku :

Vera (makasih ya ver selalu setia jadi teman cerita dan curhatku), Kokong (makasih ya kong atas sms-smsnya yang buat aku kadang-kadang ketawa dan ternyata kamu itu sebenarnya lucu), Dodi (makasih dod atas infonya di FKPMKS), serta anak-anak Alumni SMP Panca Setya 1 Sintang yang selalu setia menjadi temanku.

  

13. Anak-Anak FKPMKS yang ada di Jogja. Makasih ya karena aku jadi banyak

tahu anak-anak Sintang yang ada di Jogja dan makasih atas kegiatan dan kebersamaan kita di FKPMKS. Hidup kota Sintang…!!!

  

14. Temanku Ivane, makasih ya Van atas kebersamaan kita di semester-semester

awal. Semoga kerjaanmu selalu lancar ya ‘n GBU…

15. Teman-teman kosku di “ Palem ”, Melda (makasih dor atas semua ceritanya),

  skalaku ini), Retta (makasih ya ting, udah kasi semangat buat skripsiku dan udah jadi teman ngegosip di kos), Aline, Cici, mbak Nia, Rini, Ema (makasih ya ma udah bantu aku nyebarin skala), Aprin (putri palem), Erni, Mita (temet), Tika (makasih ya bong, atas bantuannya termasuk bantu nyebarin skalaku ini), Ana, Jessi dan Tante. Makasih ya semua atas kebersamaan kita selama di kos Palem. Semoga oneday kita masih bisa ketemu lagi.

  

16. Teman-teman KKN-ku kelompok 10 : Mas Cahyo, Galih, Yosep, Neni, Mbak

Wati, Via, Agnes, Sinta, dan Selly. Makasih ya atas kebersamaan kita, akhirnya aku tahu kebiasaan dan kelucuan-kelucuan kalian. Banyak hal yang ngak bisa aku lupakan tentang kalian. Ok hidup mati gaya…

  

17. Teman-temanku angkatan 2002. Meliana (makasih li, udah diajarin SPSS)

Ketrin (makasih ya ket atas diskusinya dan udah ngajarin aku SPSS), Irna (makasih atas kebersamaan kita selama kuliah dan ayo na’ semangat kerjain

skripsinya), Anna (makasih atas kebersamaan kita selama kuliah), serta teman-

temanku angkatan 2002 lainnya. Terima kasih semua.

18. Semua pihak yang telah membantu dan mendukung penulis baik secara langsung maupun tidak langsung yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

  Terima kasih semua.

  Yogyakarta, Juni 2007

  

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL……………………………………………………............ i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING……………………………....... ii

HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………….. iii

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN………………………………... iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA……………………………………….... v

ABSTRAK……………………………………………………………………... vi

ABSTRACT……………………………………………………………………. vii

KATA PENGANTAR…………………………………………………………. viii

DAFTAR ISI…………………………………………………………………… xii

DAFTAR TABEL…………………………………………………………........ xiv

DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………… xv

  

BAB I. PENDAHULUAN………………………………………………………..1

A. Latar Belakang Masalah ……………………………………………...1 B. Rumusan Masalah…………………………………………………….6 C. Tujuan Penelitian……………………………………………………...7 D. Manfaat Penelitian…………………………………………………....7

BAB II. LANDASAN TEORI…………………………………………………...8

A. Kecemasan Presentasi Proposal Penelitian Skripsi…………………...8

  1. Kecemasan………………………………………………………....8

  a. Pengertian Kecemasan…………………………………………..8

  b. Komponen Reaksi Kecemasan…………………………………10

  c. Faktor-Faktor Penyebab Kecemasan…………………………...14

  2. Presentasi Proposal penelitian Skripsi……………………………16

  a. Pengertian Presentasi Proposal Penelitian Skripsi……………...16

  b. Pembuatan Proposal Penelitian Skripsi…………………….......19

  c. Kecemasan Presentasi Proposal Penelitian Skripsi…………….20

  B. Perilaku Asertif………………………………………………………22

  1. Pengertian Perilaku Asertif……………………………………….22

  3. Manfaat Perilaku Asertif………………………………………….24

  C. Hubungan Antar Variabel……………………………………………25

  D. Hipotesis…………………………………………………………......30

  

BAB III. METODE PENELITIAN……………………………………………31

A. Jenis Penelitian…………………………………………………........31 B. Variabel Penelitian……………………………………………….......31 C. Definisi Operasional Variabel………………………………………..31 D. Subjek Penelitian…………………………………………………......33 E. Metode dan Alat Pengumpulan Data……………………………........34

  1. Skala Perilaku Asertif…………………………………………......35

  2. Skala Kecemasan Presentasi Proposal Penelitian Skripsi………...37

  F. Validitas, Seleksi Item dan Reliabilitas………………………………38

  1. Validitas…………………………………………………………...38

  2. Seleksi Item…………………………………………………….....38

  3. Reliabilitas…………………………………………………….......41

  G. Metode Analisis Data…………………………………………….......42

  F. Prosedur Penelitian……………………………………………….......42

  

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN……………………..44

A. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian……………………………….44 B. Deskripsi Subjek……………………………………………………..45 C. Deskripsi Data Penelitian…………………………………………….45 D. Analisis Data Penelitian………………………………………….......46

  1. Uji Asumsi………………………………………………………..46

  a. Uji Normalitas…………………………………………….........46

  b. Uji Linearitas…………………………………………………...47

  2. Uji Hipotesis…………………………………………………........48

  E. Pembahasan…………………………………………………………..49

  

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN………………………………………..54

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………........56

  DAFTAR TABEL 1. Tabel 1. Spesifikasi Skala Perilaku Asertif ( Sebelum UJi Coba).

  

2. Tabel 2. Spesifikasi Skala Kecemasan Presentasi Proposal Penelitian Skripsi

(Sebelum Uji Coba).

  3. Tabel 3. Distribusi Item Skala Perilaku Asertif Setelah Uji Coba.

  4. Tabel 4. Distribusi Item Skala Kecemasan Presentasi Proposal Penelitian Skripsi Setelah Uji Coba.

  5. Tabel 5. Identitas Subjek Penelitian.

  6. Tabel 6. Hasil Analisis Deskriptif.

7. Tabe 7. Hasil Perhitungan Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov.

  8. Tabel 8. Hasil Uji Linearitas.

DAFTAR LAMPIRAN

  

Lampiran A : Skala Uji Coba Variabel Perilaku Asertif dan Variabel Kecemasan

Presentasi Proposal Penelitian Skripsi. LampiranB : Skor Kasar Data Uji Coba Variabel Perilaku Asertif Lampiran C : Uji Reliabilitas Butir Skala Perilaku Asertif.

Lampiran D : Skor Kasar Data Uji Coba Variabel Kecemasan Presentasi

Proposal Penelitian Skripsi.

Lampiran E : Uji Reliabilitas Butir Skala Kecemasan Presentasi Proposal

Penelitian Skripsi.

Lampiran F : Skala Penelitian Variabel Perilaku Asertif dan Variabel

Kecemasan Presentasi Proposal Penelitian skripsi .

Lampiran G : Skor Kasar Data Penelitian Variabel Perilaku asertif.

Lampiran H : Skor Kasar Data Penelitian Variabel Kecemasan Presentasi

Proposal Penelitian Skripsi Lampiran I : Hasil Uji Normalitas, Linearitas dan Korelasi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perguruan tinggi merupakan tempat bagi para mahasiswa untuk

  menuntut ilmu, karena dari perguruan tinggi inilah calon-calon pemimpin masa depan yang berkualitas disiapkan demi menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang. Semakin tinggi jenjang pendidikan yang diikuti oleh seseorang maka akan semakin tinggi pula kemampuan intelektual yang diperlukan, sehingga cara belajar yang ada di perguruan tinggi tidaklah sama dengan cara belajar yang ada SMA.

  Cara belajar yang ada di SMA lebih menunjukkan bahwa para murid masih sangat memerlukan bimbingan dan arahan dari para guru-gurunya yang ada di sekolah karena sebagian besar waktu mereka banyak digunakan di sekolah. Begitu pula dengan mahasiswa, mereka juga masih membutuhkan bimbingan dan arahan dari para dosennya akan tetapi frekuensinya lebih kecil bila dibandingkan dengan pelajar SMA.

  Transisi dari sekolah menengah atas menuju ke Universitas melibatkan hal-hal yang positif sekaligus negatif. Di Universitas, mahasiswa merasa dewasa, dapat menghabiskan waktu dengan teman sebayanya, memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi gaya hidup dan nilai-nilai yang berbeda dan menikmati kebebasan yang lebih besar dari pengawasan orang tua. Meski

  

tidak bersifat pribadi dan peningkatan perhatian pada prestasi dan penilaian

(Santrock, 2002).

  Ketika seorang pelajar mulai memasuki bangku kuliah dan menjadi

mahasiswa, ia lebih dituntut untuk dapat belajar sendiri. Ia harus bisa

mengatur waktunya untuk belajar, mengerjakan tugas-tugas kuliah seperti

membuat laporan praktikum, mengerjakan proposal penelitian serta membaca

buku-buku yang berkaitan dengan kuliahnya, sehingga untuk menjadi seorang

mahasiswa dibutuhkan ketekunan, kesabaran dan keuletan.

  

Salah satu tugas yang diberikan dosen kepada mahasiswa adalah

mahasiswa harus mempresentasikan tugas-tugas kuliahnya, baik secara

kelompok maupun individual. Ketika mempresentasikan tugasnya secara

kelompok, mahasiswa tersebut tidak sendirian karena ada anggota

kelompoknya yang akan membantunya dalam menjawab pertanyaan-

pertanyaan dari peserta kuliah. Akan tetapi, ketika tugas itu bersifat individual

dan menuntut presentasi maka mahasiswa tersebut harus mempresentasikan

tugasnya sendiri di depan umum. Pada saat mempresentasikan tugasnya secara

individual mungkin tingkat kecemasan mahasiswa tersebut lebih tinggi bila

dibandingkan ketika ia harus mempresentasikan tugasnya secara kelompok

karena ia harus dapat menguasai materi presentasinya dan dapat menjawab

pertanyaan-pertanyaan dari peserta kuliah tanpa adanya bantuan dari orang

lain.

  

Kecemasan berbicara di depan umum dapat timbul karena mahasiswa

  

kesempatan untuk dilihat banyak orang, baik itu mengenai penampilan

maupun pembicaraannya (Rahayu dkk, 2004). Adapun gejala-gejala umum

yang dihadapi oleh orang yang mengalami kecemasan berbicara di depan

umum ini adalah gemetaran, berkeringat, gugup, kehilangan kata-kata, dan

tidak dapat menyampaikan ide atau pendapatnya dengan lancar (Rahayu dkk,

2004).

  Kecemasan berbicara di muka umum sering kali bukan disebabkan oleh

ketidakmampuan individu tersebut, akan tetapi disebabkan oleh pikiran-

pikiran yang negatif dan tidak rasional. Penelitian yang dilakukan oleh Rahayu

dkk (2004) pada mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Malang,

menunjukkan bahwa ada hubungan yang negatif antara berpikir positif dengan

kecemasan berbicara di depan umum, hal ini berarti bahwa semakin subjek

berpikir positif maka semakin rendah kecemasan berbicara di depan umum

dan sebaliknya, semakin subjek berpikir negatif maka semakin tinggi

kecemasan berbicara di depan umum. Hal ini senada dengan pendapat yang

dikemukakan oleh MC Croskey (dalam Rahayu dkk, 2004) yang menyatakan

bahwa kecemasan berbicara di depan umum dapat timbul karena individu

membangun pesan-pesan yang negatif dan memperkirakan hal-hal yang

negatif sebagai hasil dari keterlibatannya dalam interaksi komunikasi.

  Seseorang yang mempunyai pikiran irasional ketika berbicara di depan

umum dapat membuat orang tersebut mengalami fobia sosial. Orang yang

mengalami fobia sosial (disebut gangguan kecemasan sosial) biasanya

  

mungkin sama sekali menghindarinya atau menghadapinya tetapi dengan

distress yang sangat besar (Nevid & Rathus, 2005). Menurut penelitian yang

dilakukan oleh Turner (dalam Rahayu dkk, 2004) orang yang menderita fobia

sosial mengalami ketakutan sebab mereka berpikir bahwa apa yang mereka

lakukan akan mempermalukan diri mereka di hadapan orang lain, sehingga

orang-orang yang seperti ini akan mempunyai ketakutan ketika berbicara di

depan umum dan berinteraksi dengan orang lain seperti di pesta-pesta atau

pertemuan-pertemuan umum.

  Tidak semua mahasiswa mengalami kecemasan pada saat harus

berbicara di depan umum, sebab pada kenyataannya ada juga mahasiswa yang

berani dan terlihat santai ketika harus mempresentasikan tugas-tugasnya.

Penelitian yang dilakukan oleh Utami (1991) pada mahasiswa UGM semester

1 yang mengikuti kuliah Psikologi Kepribadian, menunjukkan bahwa sebagian

besar mahasiswa UGM tersebut tidak mengalami kecemasan ketika harus

berbicara di muka umum. Kemungkinan hal ini dikarenakan para mahasiswa

tersebut sudah sering mendapat tugas-tugas diskusi di kelas pada waktu

kuliah, sehingga mereka menjadi terlatih dan dapat menghilangkan perasaan

takut dan cemasnya pada saat harus berbicara di muka umum.

  Selain latihan yang dilakukan di kelas, hal yang dapat membuat orang

tidak cemas adalah perilaku asertif. Menurut Andu (1993) perilaku asertif

adalah perilaku yang mampu mengungkapkan pikiran, perasaan, ide dan

gagasan secara langsung kepada orang lain. Seseorang yang berperilaku asertif

  

memberikan pujian, maupun memberi dan menerima kritikan dari orang lain,

menerima atau menolak permintaan, mempunyai kemampuan untuk

mendiskusikan masalah, dan dapat berargumentasi serta bernegosiasi (Setiono

& Pramadi, 2005).

  Mahasiswa yang mendapat tugas presentasi di kelas harus berani

mengungkapkan ide dan pendapatnya demi keberhasilan presentasi yang ia

lakukan. Bagi mahasiswa yang mempunyai perilaku asertif, ia dapat

menyampaikan materi presentasinya dengan lebih santai karena ia mau

menerima kritikan dari orang lain, mau berargumentasi dan mendiskusikan

masalah yang berkaitan dengan materi presentasinya. Berkaitan dengan hal

tersebut maka mahasiswa yang asertif kemungkinan tidak akan mengalami

kecemasan pada saat presentasi. Meskipun demikian tidak semua mahasiswa

yang asertif mempunyai keberanian untuk mengungkapkan pendapatnya

secara langsung terutama ketika melakukan presentasi di depan umum. Hal ini

mungkin terjadi saat mahasiswa tersebut sampai pada tingkat akhir

perkuliahannya.

  Mahasiswa yang berada di tingkat akhir perkuliahannya, sudah harus

mempersiapkan diri untuk mengambil skripsi. Salah satu persiapannya adalah

dengan mengambil mata kuliah seminar. Di dalam mata kuliah seminar ini

para mahasiswa harus mempresentasikan proposal penelitian yang ingin ia

ajukan. Di dalam pengajuan proposal ini, peneliti menyampaikan materinya

melalui proses presentasi yang dilakukan secara individual di hadapan peserta

  Ketika tiba saatnya untuk mempresentasikan proposal penelitian skripsinya di depan kelas, ada beberapa hal yang membuat situasi presentasi

ini menjadi mencemaskan bagi mahasiswa, yaitu (1) mahasiswa tersebut harus

mempersiapkan materi presentasinya secara mandiri mulai dari mencari materi, menjawab pertanyaan sampai mempersiapkan materi presentasi sehingga menjadi menarik, (2) kemungkinan presentasi proposal penelitian skripsi ini merupakan pengalaman pertama bagi mahasiswa untuk berbicara

secara individual di depan umum karena biasanya presentasi yang dilakukan di

kelas kebanyakan dilakukan secara berkelompok sehingga hal ini akan membuat tingkat kecemasannya menjadi lebih, (3) selain itu kemungkinan penelitian ini merupakan pengalaman pertama bagi mahasiswa untuk melakukan penelitian ilmiah sehingga kemungkinan tingkat kesukarannya lebih tinggi bila di bandingkan dengan penelitian lainnya.

  Berdasarkan latar belakang di atas peneliti tertarik dan ingin mengetahui apakah ada hubungan antara perilaku asertif dan kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi pada mahasiswa. Sebab kemungkianan

mahasiswa yang mempunyai perilaku asertif juga akan mengalami kecemasan

ketika harus mempresentasikan proposal penelitian skripsinya di depan kelas.

B. Rumusan Masalah.

  Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Apakah ada hubungan antara perilaku asertif dan kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi pada mahasiswa.

C. Tujuan Penelitian.

  Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : Untuk menguji ada tidaknya hubungan antara perilaku asertif dengan kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi pada mahasiswa.

D. Manfaat Penelitian

  Adapun manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah: 1. Manfaat Teoritis.

  Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk mengembangkan ilmu psikologi, khususnya psikologi sosial dan psikologi klinis terkait dengan perilaku asertif dan kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi pada mahasiswa.

2. Manfaat Praktis.

  Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi mahasiswa dan pihak fakultas tentang variabel yang dapat membantu mengurangi kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi di depan kelas, dalam hal ini adalah perilaku asertif.

BAB II LANDASAN TEORI A. Kecemasan Presentasi Proposal Penelitian Skripsi 1. Kecemasan a. Pengertian Kecemasan Pengertian kecemasan secara umum telah banyak dikemukan oleh

  para ahli. Menurut Ollendiek (dalam Clerq, 1994) kecemasan dalam arti tradisional menunjukkan kepada keadaan emosi yang menentang atau tidak menyenangkan yang meliputi interpretasi subjektif dan “ arousal ” atau rangsangan fisiologis (reaksi badan secara fisiologis misalnya bernafas lebih cepat, jantung berdebar-debar, berkeringat).

  Hawari (2001) mendefinisikan kecemasan sebagai gangguan alam perasaan yang ditandai dengan perasaan takut atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan, tidak mengalami gangguan dalam menilai realitas, kepribadian masih tetap utuh serta perilaku dapat terganggu tetapi dalam batas-batas yang normal.

  Nevid dan Rathus (2005) mengatakan bahwa kecemasan (anxiety) adalah suatu keadaan aprehensi atau khawatir yang mengeluhkan bahwa sesuatu yang buruk akan segara terjadi. Menurutnya ada beberapa hal yang dapat menjadi sumber kekhawatiran seperti : kesehatan, relasi

sosial, ujian, karier, relasi interpersonal dan kondisi lingkungan.

  Hampir sama dengan pendapat di atas, Rahayu dkk (2004)

mengemukakan bahwa kecemasan adalah suatu keadaan atau kondisi

emosi yang tidak menyenangkan dan merupakan pengalaman yang

samar-samar yang disertai dengan perasaan tidak berdaya dan tidak

menentu. Kecemasan biasanya bersifat subjektif yang ditandai dengan

perasaan tegang, khawatir, dan takut seperti peningkatan denyut nadi,

pernafasan dan tekanan darah.

  Kecemasan subjektif terjadi apabila suatu keadaan tertentu dapat

mencemaskan individu sementara individu yang lain tidak demikian. Di

samping itu individu akan merasa cemas pada suatu stimulus tetapi tidak

merasa cemas pada saat yang lain, walaupun dengan stimulus yang sama.

  Menurut Clerq (1994) kecemasan itu ada dua yaitu state anxiety

dan trait anxiety. State anxiety adalah reaksi emosi sementara sebagai

suatu ancaman. State anxiety ini beragam dalam hal intensitas dan waktu

(contohnya mengikuti ujian, terbang, kencan pertama). Trait anxiety

menunjuk pada ciri atau sifat seseorang yang cukup stabil yang

mengarahkan seseorang untuk menginterpretasikan suatu keadaan

sebagai ancaman yang disebut dengan ‘anxiety pronenes’

(kecenderungan akan kecemasan).

  Menurut Nevid & Rathus (2005), ciri-ciri fisik dari kecemasan

adalah kegelisahan dan gugup, tangan dan anggota tubuh gemetar,

banyak berkeringat, telapak tangan berkeringat, jantung berdebar keras

  

atau berdetak kencang, suara yang bergetar, tangan yang dingin dan

lembab, sering buang air kecil dan badan terasa panas dingin.

  Sebenarnya kecemasan merupakan sesuatu yang sehat apabila

kecemasan tersebut dapat mendorong individu untuk menambah

usahanya supaya dapat melakukan pekerjaan dengan baik (Utami, 1991).

Akan tetapi kecemasan yang berlebihan dapat menghambat individu

dalam mencapai targetnya. Selain itu dengan adanya kecemasan yang

dialami oleh individu, maka individu tersebut tidak dapat mengembangkan kemampuannya secara efektif.

  Berdasarkan beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan

bahwa kecemasan adalah suatu keadaan emosi yang ditandai dengan

adanya perasaan takut dan khawatir atas suatu situasi yang tidak menentu

dan kecemasan ini bersifat subjektif karena dapat berbeda antara individu

yang satu dengan lainnya. Kecemasan ini ditandai dengan ciri-ciri fisik

seperti gelisah dan gugup, tangan dan anggota tubuh gemetar, banyak

berkeringat, telapak tangan berkeringat, jantung berdetak kencang, suara

bergetar, tangan menjadi dingin dan sering buang air kecil.

b. Komponen reaksi kecemasan

  Bentuk-bentuk reaksi kecemasan secara umum telah banyak

dikemukakan oleh para ahli, antara lain Daradjad (1985) membagi gejala

kecemasan menjadi dua, yaitu :

  1) Bersifat fisiologis, antara lain ujung-ujung jari terasa dingin, keringat bercucuran, denyut jantung cepat, pencernaan tidak teratur, kepala pusing, sesak nafas, tidur tidak nyenyak.

2) Bersifat psikologis, antara lain yaitu adanya perasaan yang sangat

takut, rendah diri, tidak dapat konsentrasi, tidak tentram, hilang kepercayaan diri. Hampir sama dengan pendapat tersebut, Supratiknya (1995) juga mengemukakan beberapa gejala dari kecemasan, seperti :

  

1) Senantiasa diliputi ketegangan, was-was dan keresahan yang bersifat

tidak menentu (diffuse uneasiness).

  

2) Terlalu peka (mudah tersinggung) dalam pergaulan, dan sering

merasa tidak mampu, minder, depresi, serba sedih.

  3) Sulit berkonsentrasi dalam mengambil keputusan, serba takut salah.

4) Rasa tegang menjadikan yang bersangkutan selalu bersikap tegang,

bereaksi secara berlebihan terhadap ransangan yang datang tiba-tiba

atau tidak diharapkan dan selalu melakukan gerakan-gerakan neurotik tertentu, seperti menggerak-gerakkan tangan dan mendehem.

5) Sering mengeluh bahwa ototnya tegang, khususnya pada leher dan

sekitar bahu, mengalami diare ringan, sering buang air kecil dan menderita gangguan tidur seperti insomia. 6) Mengeluarkan banyak keringat dan telapak tangan sering basah.

  

8) Sering mengalami gangguan pernafasan dan berdebar-debar tanpa

sebab yang jelas.

  

9) Sering mengalami perasaan cemas tanpa sebab pemicu yang jelas.

  Gejalanya dapat berupa berdebar-debar, sulit bernafas, berkeringat, pingsan, badan terasa panas dingin, berkunang-kunang dan sakit perut.

  Selain itu Nevid & Rathus (2005) juga mengemukakan beberapa ciri-ciri dari kecemasan, yaitu :

1) Ciri-ciri fisik, seperti : kegelisahan dan gugup, tangan dan anggota

tubuh yang bergetar atau gemetar, banyak berkeringat, telapak tangan yang berkeringat, jantung berdebar keras atau berdetak kencang, suara yang bergetar, tangan dingin dan lembab, sering buang air kecil, dan badan terasa panas dingin.

2) Ciri-ciri perilaku seperti : perilaku menghindar dari masalah, dan

perilaku melekat / dependen.

  

3) Ciri-ciri kognitif, seperti : khawatir tentang sesuatu, ketakutan akan

ketidak mampuan mengatasi masalah, berpikir bahwa semuanya membingungkan tanpa dapat di atasi, pikiran campur aduk atau kebingungan, sulit memfokuskan pikiran atau berkonsentrasi.

  Roan (1979) mengungkapkan gejala-gejala fisiologis (menurut

ilmu faal) yang muncul saat seseorang mengalami kecemasan yaitu

meningkatnya :

  

1) Fungsi simpatik, meliputi meningkatnya konsentrasi adrenalin dalam

darah, meningkatnya kadargula darah, meningkatnya tekanan darah, meningkatnya detak jantung dan nadi, mulut jadi kering, kulit menjadi pucat dan berpeluh serta nafas menjadi cepat.

  

2) Fungsi parasimpatik, meliputi frekuensi buang air seni lebih banyak,

meningkatnya peristattis, buang air besar, diare, rambut berdiri, meningkatnya tonus otot sehingga otot menjadi tegang, gelisah, menurunnya pencernaan, berkurangnya nafsu makan dan fungsi tidur.

  Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka gejala-gejala kecemasan itu terdiri dari 3 komponen, yaitu :

1) Komponen Psikologis, yaitu kecemasan yang berkaitan dengan

perasaan yang dialami oleh individu tersebut, seperti merasa sangat takut, tidak dapat berkonsentarasi, merasa was-was, minder, tertekan, dan bingung.

  

2) Komponen Fisiologis, yaitu reaksi kecemasan yang berkaitan dengan

reaksi dari tubuh individu tersebut, seperti ujung-ujung jari terasa dingin, keringat bercucuran, pencernaan tidak teratur, kepala pusing, sesak nafas, tidur tidak nyenyak, otot terasa tegang, jantung berdebar-debar, badan terasa panas dingin, suara bergetar dan sering buang air kecil.

3) Komponen Perilaku, yaitu kecemasan yang berkaitan dengan

  seperti tangan yang bergetar, menggerak-gerakkan tangan, menggerakkan kaki sering mendehem, menghindar / melarikan diri dari masalah.

c. Faktor-faktor penyebab kecemasan

   Kecemasan dapat muncul karena berbagai sebab. Kartono (1981)

mengemukakan beberapa sebab orang mengalami kecemasan antara lain :

1) Bila individu merasa bahwa kehidupan ini terancam oleh sesuatu,

walaupun sesuatu itu tidak jelas.

2) Kekhawatiran dari kita apabila kita kehilangan orang yang kita cintai.

3) Perasaan bersalah, berdosa, dan bertentangan juga menimbulkan

banyak kecemasan.

  Greist, Martens & Sherkey (dalam Gunarsa, 1996) mengemukakan beberapa sebab individu mengalami kecemasan, yaitu:

1) Tuntutan sosial yang berlebihan yang belum atau tidak dapat dipenuhi

oleh seseorang dan tuntutan ini dapat merupakan perasaan subjektif dari individu yang mungkin tidak dirasakan oleh orang lain.

2) Adanya standar keberhasilan yang terlalu tinggi bagi kemampuan

yang dimiliki individu sehingga menimbulkan perasaan rendah diri.

  

3) Individu kurang siap dalam menghadapi suatu situasi atau keadaan

yang tidak diharapkan atau diperkirakan olehnya.

  

4) Adanya pola pikir dan persepsi yang negatif tarhadap situasi atau diri untuk menilai secara negatif dan subjektif terhadap hal-hal yang ada disekitarnya.

  Berdasarkan dari pendapat Greist, Martens & Sherkey (dalam

Gunarsa, 1996), maka dapat disimpulkan bahwa faktor internal itu berupa

perasaan subjektif dari individu karena belum dapat memenuhi tuntutan

sosial, individu kurang siap menghadapi situasi yang baru, serta adanya

pola pikir dan persepsi yang negatif tarhadap situasi atau diri sendiri.

Sedangkan untuk faktor eksternalnya berupa standar keberhasilan yang

tinggi terhadap individu tersebut.

  Selain itu Kretch & Qrutch (dalam Hartanti & Dwijanti, 1997),

juga mengemukakan bahwa kecemasan dapat timbul karena kurangnya

pengalaman dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang membuat

individu kurang siap menghadapi situasi baru. Sumber-sumber kecemasan

ini terdiri dari dua faktor, yaitu : 1) Faktor internal

  Kecemasan berasal dari dalam individu, misalnya perasaan tidak mamapu, tidak percaya diri, perasaan bersalah, rendah diri. Faktor internal ini sangat dipengaruhi oleh pikiran-pikiran negatif dan tidak rasional.

  2) Faktor eksternal Kecemasan berasal dari luar individu, dapat berupa penolakan sosial, kritikan dari orang lain, beban tugas atau kerja yang berlebihan,

  Selain hal-hal yang di atas, individu juga bisa merasa cemas oleh karena banyak hal, seperti saat menghadapi ujian, wawancara yang menentukan nasib seseorang, menunggu berpidato atau berpentas (Roan, 1979).

  Berdasarkan dari beberapa pendapat di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kecemasan itu terjadi karena adanya faktor internal dan eksternal. Faktor internalnya, seperti adanya perasaan subjektif dari individu tersebut, individu kurang siap menghadapi situasi yang baru serta adanya pola pikir dan persepsi negatif. Sedangkan untuk faktor eksternalnya yaitu adanya standar keberhasilan yang tinggi terhadap individu tersebut. Disini perilaku asertif termasuk di dalam faktor internal karena berasal dari dalam diri individu. Untuk lebih jelasnya, maka perilaku asertif akan dibahas disubbab selanjutnya.

2. Presentasi Proposal Penelitian Skripsi

a. Pengertian Presentasi Proposal Penelitian Skripsi

  Skripsi adalah suatu bentuk tugas akhir yang berupa karya tulis ilmiah yang disusun oleh mahasiswa sebagai salah satu syarat untuk mengakhiri program S1 di Universitas Sanata Dharma. Skripsi harus mencerminkan permasalahan yang terkait dengan bidang ilmu dari fakultas atau jurusan yang diambil oleh mahasiswa tersebut. Selain itu skripsi mengandung unsur latihan akademik dalam menyusun karya

  

disiplin ilmu yang bersangkutan, tetapi tidak boleh merupakan hasil

jiplakan (Hartoko & Handayani, 2003).

  Menurut Siang (2003), setiap kali mendengar kata skripsi, maka

dalam benak mahasiswa selalu terbayang suatu proses yang sulit.

  

Sebenarnya skripsi tidak lebih dari sebuah mata kuliah dengan bobot

beberapa SKS, hanya saja minimal ada 2 hal yang membuat skripsi

menjadi mata kuliah yang istimewa dibandingkan dengan kuliah teori.

Pertama, karena skripsi biasanya merupakan pintu gerbang terakhir

sebelum menjadi sarjana. Kedua, karena sifat mata kuliahnya yang

berbeda dengan kuliah teori, selain itu skripsi harus dilaksanakan secara

mandiri oleh tiap mahasiswa mulai dari proposal hingga ujian

pendadaran.

  Sebelum mahasiswa mengambil skripsi maka mahasiswa tersebut

harus mengambil mata kuliah seminar. Di dalam mata kuliah seminar ini

setiap mahasiswa wajib mengumpulkan proposal penelitiannya. Pada

prinsipnya proposal adalah suatu pemberitahuan tertulis kepada jurusan

tentang apa yang hendak diteliti dalam skripsi (Siang, 2003).

  Ketika membuat proposal penelitian ini, maka buatlah proposal

yang sesuai dengan format yang ditetapkan oleh jurusan. Pada

pembuatan proposal penelitian ini, isinya harus menjawab dua

pertanyaan, yaitu apa yang akan si calon peneliti kerjakan dan bagaimana

si calon peneliti ini mengerjakannya. Pada umumnya isi dari proposal

  

berupa permasalahan, tujuan, batasan masalah, serta dasar teori secara

ringkas (Siang, 2003) Ketika Proposal penelitian sudah jadi maka mahasiswa tersebut

harus mempresentasikannya di hadapan peserta kuliah dan dosen

pengampu. Presentasi adalah pidato yang biasanya diberikan dalam

lingkungan bisnis, teknis, profesional atau ilmiah. Pada saat presentasi ini

khalayaknya mungkin lebih khusus bila dibandingkan dengan khalayak

yang menghadiri pidato yang umum (Mandel, 1991).

  Mahasiswa yang melakukan presentasi proposal penelitian

berharap agar peserta kuliah dan dosen pengampu dapat mengetahui

presentasinya. Di dalam presentasi ini para peserta kuliah mempunyai

kesempatan untuk bertanya kepada si peneliti apabila mereka merasa

kurang jelas dengan materi yang ingin di telitinya dan dari pertanyaan-

pertanyaan ini maka dapat dijadikan masukan bagi perkembangan

proposal penelitian si calon peneliti.

  Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka dapat ditarik

kesimpulan bahwa presentasi proposal penelitian skripsi adalah proses

penyampaian materi dari calon peneliti kepada peserta kuliah dan dosen

pengampu sehingga mereka dapat mengetahui materi apa yang ingin

diteliti oleh si calon peneliti.

b. Pembuatan Proposal Penelitian Skripsi

  Menurut Siang (2003), di banyak perguruan tinggi umumnya

pelaksanaan skripsi didahului dengan pembuatan proposal. Jika proposal

disetujui maka skripsi dapat dimulai. Pada beberapa fakultas, mata kuliah

seminar sering juga di sebut kolokium. Biasanya seminar atau kolokium

ini berlangsung singkat dan waktunya tidak lama seperti ujian

pendadaran dan pertanyaan yang diajukan biasanya hanya seputar dasar

teori dan langkah-langkah yang akan kita kerjakan di dalam pembuatan

proposal penelitian skripsi kita.

  Minimal ada 2 tujuan pembuatan proposal (Siang, 2003), yaitu :

1) Agar tidak terjadi duplikasi judul. Pihak jurusan harus mengupayakan

agar skripsi yang pernah dibuat tidak lagi diulangi oleh mahasiswa lainnya.

  

2) Agar materi skripsi memenuhi standar minimal yang telah ditetapkan

oleh fakultas. Dari proposal akan kelihatan apakah yang dilakukan mahasiswa sudah cukup layak. Jika materi dianggap terlalu mudah atau terlalu sulit maka biasanya proposal akan ditolak atau direvisi.

  Akan lebih baik jika penolakan dilakukan sebelum skripsi dibuat daripada di tengah atau setelah skripsi selesai.

  Selain itu ada beberapa persiapan yang harus dilakukan oleh mahasiswa sebelum mengambil skripsi (Siang, 2003), yaitu :

  1) Pikirkan judul atau topik skripsi Judul skripsi meliputi apa yang akan dikerjakan dalam skripsi dan bagaimana cara mengerjakannya. Ide ini tidak bisa muncul mendadak, tapi membutuhkan waktu untuk menggalinya.

  2) Prosedur skripsi Sebelum skripsi benar-benar diambil, mahasiswa perlu mengetahui bagaimana prosedur pelaksanaan yang berlaku di fakultasnya, seperti apakah diperlukan proposal atau kolokium, bagaimana menentukan dosen pembimbing.

  Berdasarkan uraian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kita harus memikirkan judul skripsi kita dengan sebaik-baiknya agar tidak terjadi kesamaan judul skripsi antara mahasiswa yang satu dengan yang lain serta mahasiswa harus tahu bagaimana prosedur di fakultasnya ketika menyusun skripsi sehingga proses penyusunan skripsinya dapat berjalan dengan lancar.

3. Kecemasan Presentasi Proposal Penelitian Skripsi

  Kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi adalah suatu

keadaan emosi yang ditandai dengan adanya perasaan takut dan khawatir

pada saat menyampaikan materi presentasi yang berkaitan dengan bidang

ilmu dari fakultas atau jurusan mahasiswa tersebut yang disampaikan

kepada peserta kuliah dan dosen pengampu sehingga mereka dapat

  Kemungkinan penyebab dari kecemasan presentasi proposal

penelitian skripsi ini adalah karena skripsi merupakan mata kuliah yang

berbeda dengan mata kuliah teori sehingga membutuhkan penguasaan

materi yang lebih. Selain itu presentasi proposal penelitian skripsi ini harus

dilakukan secara individual sehingga tingkat kecemasannya menjadi lebih

tinggi bila dibandingkan pada saat mahasiswa tersebut melakukan presentasi

secara berkelompok.

  Hal ini berarti bahwa ada faktor internal dan eksternal yang

menyebabkan kecemasan. Faktor internalnya seperti perasaan subjektif dari

individu itu sendiri yang merasa belum siap menghadapi suatu situasi yang

baru dan adanya pola pikir dan persepsi yang negatif yang dimiliki oleh

individu tersebut. Sedangkan untuk faktor eksternalnya, seperti adanya

standar keberhasilan yang tinggi terhadap individu tersebut.

  Kecemasan presentasi ditandai dengan reaksi-reaksi fisiologis,

seperti bernafas lebih cepat, jantung berdebar-debar, berkeringat, adanya

peningkatan denyut nadi dan tekanan darah, gangguan lambung, mengalami

gemetar pada tangan dan tungkai, nyeri pada hulu hati, otot-otot tengkuk

dan rahang menegang, suara yang gemetar atau terputus-putus serta rasa

kering di dalam mulut. Akibat dari kecemasan ini adalah ia tidak dapat

menyampaikan proposal penelitian skripsinya dengan lancar dan peserta

kuliah tidak dapat mengerti apa yang ingin diteliti oleh si peneliti. Akibat

selanjutnya ia tidak dapat memperoleh nilai yang maksimal dari hasil

B. Perilaku Asertif 1. Pengertian Perilaku Asertif

  Cawood (1997) yang mengatakan bahwa perilaku asertif adalah ekspresi yang : (a) langsung (perilaku tidak berputar-putar, menyampaikan pesan dengan fokus dan jelas, serta tidak menghakimi), (b) jujur (perilakunya selaras dengan isyarat yang ada seperti cocok dengan perkataan, gerak-gerik dan perasaan), (c) pada tempatnya (dapat memperhitungkan waktu dan tempat serta perasaan orang lain dan diri sendiri).

  Lloyd (1990), mengatakan bahwa perilaku asertif itu bersifat langsung, dan jujur. Perilaku ini mengkomunikasikan kesan penerimaan kepada diri sendiri dan orang lain. Dengan bersikap asertif, kita memandang keinginan, kebutuhan dan hak kita sama dengan keinginan, kebutuhan dan hak orang lain. Artinya perilaku ini menghasilkan keberhasilan tanpa pembalasan dan mendorong hubungan yang jujur dan terbuka. Perilaku asertif ini berbeda dengan perilaku agresif. Perilaku agresif lebih kompleks, dapat aktif atau pasif, langsung atau tidak langsung, jujur atau tidak, tetapi selalu mengkomunikasikan suatu kesan superioritas.

  Adams dan Lenz (1995) mendefinisikan bahwa perilaku asertif berarti mengerti apa yang diinginkan dan diperlukan, menjelaskan kepada orang lain, bekerja dengan cara sendiri untuk memenuhi kebutuhannya sendiri sambil tetap menunjukkan hormat kepada orang lain. Yang paling secara jujur. Dengan mengembangkan perilaku asertif akan membantu

individu dalam menyampaikan pendapat, argumentasi, ide-ide atau kegiatan

sehari-hari, karena individu yang asertif adalah yang mampu menyampaikan

perasaan dan pikiran yang sesungguhnya (Andu, 1993).

  Berdasarkan beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa perilaku asertif adalah perilaku yang jujur dan langsung terutama

ketika menyampaikan sesuatu ide / pendapat kepada orang lain dengan tetap

menghargai hak asasi orang lain.

2. Ciri-Ciri Perilaku Asertif

  Adams dan Lezs (1995) berpendapat bahwa ciri-ciri perilaku asertif adalah : a. Bergaul dengan jujur dan langsung.

  

b. Mampu menyatakan perasaan, kebutuhan-kebutuhan dan ide mereka.

  c. Mampu bertindak demi kepentingan sendiri dan mengambil inisiatif demi memenuhi kebutuhannya.

  d. Mampu meminta informasi dan bantuan orang lain bilamana mereka membutuhkannya.

  e. Bersedia mencari penyelesaian yang memuaskan ketika berkonflik dengan orang lain.

  

f. Mampu mempertahankan hak tanpa melanggar hak dan kebutuhan orang

lain.

3. Manfaat Perilaku Asertif

  Adams & Lenz (1995) mengatakan bahwa ketika individu mampu

berperilaku asertif maka ia akan mampu sepenuhnya memahami dan

mengenali diri sendiri dengan baik, mengetahui kebutuhan diri, mampu

mengungkapakan opini, dan ide-idenya kepada orang lain. Kemampuan

untuk mengungkapkan diri akan menjadikan individu tersebut mampu

bertindak kongkret pada apa yang dirasakan serta menciptakan lebih banyak

kesempatan untuk mengembangkan diri dengan orang lain secara efektif.

  Perilaku asertif akan membantu seseorang untuk

mengkomunikasikan secara jelas dan tegas kebutuhan-kebutuhan, keinginan

dan perasaannya kepada orang lain, berkurangnya frustrasi dan kebencian,

semakin bertanggung jawab atas pemenuhan kebutuhan diri mereka sendiri.

  

Selain itu perilaku asertif akan membantu individu dalam meningkatkan

perasaan sejahtera, bebas dari rasa tertekan serta dapat menghambat

munculnya kecemasan (Utami, 2004).

  Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa

perilaku asertif akan membantu seseorang dalam mengenali dan memahami

dirinya sendiri seperti berani mengkomunikasikan kebutuhan, keinginan dan

opininya, selain itu berani mengungkapkan apa yang dirasakan sehingga

perasaan menjadi sejahtera, bebas dari rasa tertekan dan mempunyai

kesempatan mengembangkan diri dengan orang lain sehingga mengurangi

rasa frustrasi dan kebencian terhadap orang lain.

  C.

  

Hubungan antara Perilaku Asertif dan Kecemasan Presentasi Proposal

Penelitian Skripsi pada Mahasiswa.

  Ketika seorang mahasiswa sudah sampai pada tingkat akhir

perkuliahannya, mahasiswa tersebut harus mengambil mata kuliah seminar.

  Dalam mata kuliah seminar tersebut setiap mahasiswa harus

mempresentasikan proposal penelitian skripsinya di hadapan dosen pengampu

dan peserta kuliah secara mandiri.

  Presentasi ini terkadang menjadi hal yang sangat mencemaskan bagi

mahasiswa yang mengambil mata kuliah seminar karena mereka harus mulai

mencari suatu topik permasalahan yang ingin di telitinya berkaitan dengan

bidang ilmu dari fakultas atau jurusannya, karena biasanya proposal penelitian

dari mata kuliah seminar ini akan di lanjutkan ke skripsi. Kecemasan yang di

alami oleh para mahasiswa ini karena kemungkinan disebabkan oleh beberapa

situasi. Situasi tersebut antara lain : mahasiswa ini harus mempersiapkan

materi presentasinya secara individual mulai dari mencari materi, menjawab

pertanyaan dari peserta kuliah sampai membuat materi presentasi tersebut

menjadi menarik. Selain itu kemungkinan presentasi ini merupakan

pengalaman pertama bagi mereka untuk berbicara secara individual di depan

kelas karena biasanya presentasi yang dilakukan di kelas dilakukan secara

berkelompok. Kemungkinan lain skripsi ini merupakan pengalaman pertama

bagi mahasiswa untuk melakukan penelitian ilmiah sehingga tingkat kesukarannya lebih tinggi bila dibandingkan dengan penelitian lainnya.

  Kemungkinan penyebab dari kecemasan yang dialami oleh mahasiswa

ini adalah adanya pikiran yang negatif dan tidak rasional yakni pola pikir dan

persepsi yang negatif terhadap kritikan dari orang lain. Seperti yang di

kemukakan oleh Rahayu, dkk (2004) bahwa kecemasan yang dialami individu

itu terjadi karena adanya pikiran negatif dan tidak rasional. Artinya individu

berpikir bahwa orang-orang yang ada di dalam presentasi itu akan

mengevaluasi semua kegiatan yang ia lakukan di depan umum, mulai dari

pakaian, cara presentasi, gaya penyampaian materi presentasi, cara menjawab

pertanyaan dari peserta kuliah dan dosen pengampu sarta kemampuan ia

menjawab apakah ia dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan baik

atau tidak.

  Orang yang mempunyai kecemasan ketika berbicara di depan umum

biasanya akan menghindar bila ia mendapatkan kesempatan untuk berbicara di

depan umum, atau menghadapinya tetapi dengan tingkat kecemasan yang

besar. Menurut survey acak terhadap 500 penduduk Winnipeg, Manitoba,

menemukan bahwa 1 diantara 3 orang mengalami kecemasan yang berlebihan

ketika berbicara di depan umum, yang mempunyai pengaruh buruk yang

cukup signifikan terhadap hidup mereka sehingga mereka tidak dapat

mengembangkan potensi mereka dengan baik (Stein, Walker & Forde, dalam

Nevid & Rathus, 2005). Begitu pula dengan mahasiswa yang mengalami

kecemasan ketika presentasi proposal penelitian skripsinya. Kecemasan akan

membuat proses komunikasi yang terjadi berjalan dengan tidak efektif

  Hambatan ini terjadi karena mahasiswa tersebut tidak dapat

mengemukakan pendapatnya secara langsung kepada peserta kuliah dan dosen

pengampu mengenai pendapat, ide dan argumentasinya terhadap materi

presentasi proposal penelitiannya. Padahal didalam presentasi proposal

penelitian skripsi ini diperlukan keterbukaan atas kritikan dan masukan dari

peserta kuliah dan dosen pengampu demi kemajuan proposal penelitiannya.

  

Akibatnya, maka presentasi ini berjalan dengan tidak lancar karena adanya

kekhawatiran bahwa mahasiswa ini akan dievaluasi oleh dosen dan peserta

kuliah sehingga bila ia harus berargumentasi dengan dosen dan peserta kuliah

maka ia tidak dapat memberikan jawaban yang maksimal.

  Seseorang yang berperilaku asertif dapat menerima kritikan dan

masukan dari dosen dan peserta kuliah tersebut dengan sikap terbuka, tanpa

harus merasa dijatuhkan, bersedia mendiskusikan masalah yang berkaitan

dengan materi ilmiahnya dan mau berargumentasi serta bernegosiasi dengan

orang lain demi kemajuannya dalam mempresentasikan proposal penelitian

skripsinya, akibatnya presentasi ini dapat berjalan dengan lancar karena ia

tidak merasa takut untuk dievaluasi oleh dosen dan peserta kuliah karena ia

mempunyai pikiran yang positif demi kemajuan proposal penelitian

skripsinya.

  Perilaku asertif yang dimiliki oleh mahasiswa ini kemungkinan akan

membuat ia menjadi lebih berani ketika harus mempresentasikan proposal

penelitian skripsinya di depan kelas karena ia dapat merasa santai terhadap

  

situasi ini dengan santai karena kemungkinan ia tidak mempunyai pikiran

negatif dan berpikir positif demi kemajuan proposal penelitian skripsinya.

  

Akan tetapi sebaliknya, bagi mahasiswa yang memiliki perilaku asertif yang

rendah akan mengalami kecemasan ketika harus mempresentasikan proposal

penelitian skripsinya.

  Rendah

  Berikut ini adalah skema hubungan antara perilaku asertif dan kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi pada mahasiswa : Tinggi

  • Bergaul dengan jujur dan langsung
  • Mampu menyatakan perasaan, kebutuhan dan ide.
  • Mampu bertindak demi kepentingan sendiri dan mengambil inisiatif demi memenuhi kebutuhannya.
  • Mampu meminta informasi dan bantuan orang lain bilamana mereka membutuhkannya
  • Bersedia mencari penyelesaian yang memuaskan ketika berkonflik dengan orang lain.
  • Mampu mempertahankan hak tanpa melanggar hak dan kebutuhan orang lain.
  • Tidak dapat bergaul dengan jujur dan langsung.
  • Tidak mampu menyatakan perasaan, kebutuhan dan ide.
  • Tidak mampu bertindak demi kepentingan sendiri dan tidak dapat mengambil inisiatif demi memenuhi kebutuhannya.
  • Tidak mampu meminta informasi dan bantuan orang lain bilamana mereka membutuhkannya.
  • Tidak bersedia mencari penyelesaian yang memuaskan ketika berkonflik dengan orang lain.
  • Tidak mampu mempertahankan hak tanpa melanggar hak dan kebutuhan orang lain.

  Besar Kecilnya Kekhawatiran Dievaluasi Tinggi Rendahnya Kecemasan Presentasi Proposal Penelitian Skripsi Perilaku Asertif

D. Hipotesis

  Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitiannya sebagai berikut : Ada hubungan negatif antara perilaku asertif dan kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi pada mahasiswa. Semakin tinggi perilaku asertifnya, maka semakin rendah kecemasan presentasi proposal penelitian

skripsi pada mahasiswa. Sebaliknya, semakin rendah perilaku asertifnya maka

semakin tinggi kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi pada mahasiswa.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Penelitian korelasional

  bertujuan untuk menyelidiki variasi pada suatu variabel berkaitan dengan variasi pada satu atau lebih variabel lain berdasarkan koefisien korelasi (Azwar, 1999).

B. Variabel Penelitian

  Pada penelitian ini, variabel yang akan diteliti adalah :

  1. Variabel bebas : perilaku asertif

  

2. Variabel tergantung : kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi

C. Definisi Operasional Variabel

  1. Perilaku asertif Perilaku asertif adalah suatu perilaku yang jujur dan langsung terutama ketika menyampaikan pendapat kepada orang lain dengan tetap menghargai hak asasi orang tersebut.

  Perilaku asertif mencakup 6 ciri, yaitu : a. Bergaul dengan jujur dan langsung.

b. Mampu menyatakan perasaan, kebutuhan-kebutuhan dan ide-ide.

  c.

  Mampu bertindak demi kepentingan sendiri dan mengambil inisiatif demi memenuhi kebutuhannya.

  d.

  Mampu meminta informasi dan bantuan dari orang lain bilamana membutuhkan.

  e.

  Bersedia mencari penyelesaian yang memuaskan ketika berkonflik dengan orang lain.

  f.

  Mampu mempertahankan hak tanpa melanggar hak dan kebutuhan orang lain.

  Tinggi rendahnya perilaku asertif subjek dilihat dari skor total pada

skala perilaku asertif. Semakin tinggi skor total, maka semakin tinggi

perilaku asertif subjek. Sebaliknya semakin rendah skor totalnya, maka

semakin rendah pula perilaku asertif subjek.

  2. Kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi Kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi adalah suatu

keadaan emosi yang ditandai dengan perasaan takut dan khawatir pada saat

menyampaikan materi presentasi yang berkaitan dengan bidang ilmu dari

fakultas atau jurusan mahasiswa tersebut yang disampaikan oleh si peneliti

kepada peserta kuliah dan dosen pengampu.

  3 komponen yang terdapat pada kecemasan, yaitu :

  a. Psikologis, yaitu kecemasan yang berkaitan dengan perasaan yang dialami oleh individu tersebut, seperti merasa sangat takut, tidak dapat berkonsentarasi, merasa was-was, minder, tertekan, dan bingung. b.

  Fisiologis, yaitu reaksi kecemasan yang berkaitan dengan reaksi dari tubuh individu tersebut, seperti ujung-ujung jari terasa dingin, keringat bercucuran, denyut jantung cepat, pencernaan tidak teratur, kepala pusing, sesak nafas, tidur tidak nyenyak, otot terasa tegang, jantung berdebar-debar, badan terasa panas dingin, suara bergetar dan sering buang air kecil.

  c.

  Perilaku, yaitu kecemasan yang berkaitan dengan perilaku yang muncul pada saat individu mengalami kecemasan, seperti tangan yang bergetar, menggerak-gerakkan tangan, menggerakkan kaki, sering mendehem, menghindar / melarikan diri dari masalah.

  Kecemasan subjek diukur dengan skala kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi. Tinggi rendahnya kecemasan subjek dapat dilihat dari skor total yang diperolehnya. Makin tinggi skor total yang diperoleh subjek, maka semakin tinggi pula kecemasannya. Sebaliknya semakin rendah skor totalnya, maka semakin rendah pula kecemasan yang dialami subjek.

D. Subjek Penelitian

  Subjek penelitian ini adalah para mahasiswa Universitas Sanata Dharma dari fakultas Psikologi, fakultas Pendidikan Akuntansi, fakultas Sejarah, fakultas MIPA (Fisika) dan fakultas JPMIPA (Matematika) yang sudah

mengambil mata kuliah seminar. Adapun pertimbangan peneliti mengambil

  

pertama kali harus mempresentasikan proposal penelitian skripsinya di depan

kelas.

  Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan

teknik purposive sampling, yaitu suatu teknik pencarian sampel penelitian yang

didasarkan atas ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang dipandang mempunyai

sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah

diketahui sebalumnya (Hadi, 1996).

E. Metode dan Alat Pengumpulan Data

  Ada dua macam data yang dikumpulkan dalam penelitian ini, yaitu data

perilaku asertif dan kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi. Kedua

data tersebut di peroleh dengan menggunakan skala yang dibuat oleh peneliti

berdasarkan aspek-aspek dari kedua variabel tersebut. Skala tersebut disusun

dengan memakai model penskalaan Likert. Metode skala adalah suatu metode

penelitian dengan menggunakan daftar pertanyaan atau pernyataan yang tidak

langsung menggunakan atribut yang hendak diukur melainkan mengungkapkan

atribut yang bersangkutan (Azwar, 1999).

  Masing-masing item akan diberi rentang penilaian 4, 3, 2, 1 untuk SS

(Sangat Sesuai), S (Sesuai), TS (Tidak Sesuai), dan STS (Sangat Tidak Sesuai)

untuk jawaban subjek yang bersifat favorable. Sebaliknya, untuk pertanyaan

unfavorable akan digunakan penilaian 1, 2, 3, 4 untuk SS (Sangat Sesuai),

S (Sesuai), TS (Tidak Sesuai) dan STS (Sangat Tidak Sesuai). Didalam

  

skala dan meniadakan kategori jawaban tengah atau netral dengan maksud

menghindari adanya kecenderungan jawaban ketengah (central tendency effect)

dan untuk melihat kecenderungan jawaban kearah sesuai atau tidak sesuai

(Hadi, 1996)

1. Skala Perilaku Asertif

  Skala perilaku asertif yang dibuat oleh peneliti berdasarkan dari teori

yang telah dijelaskan dalam tinjauan pustaka, yang terdiri dari enam ciri,

yaitu : a. Bergaul dengan jujur dan langsung.

  b. Mampu menyatakan perasaan, kebutuhan-kebutuhan dan ide-ide.

  

c. Mampu bertindak demi kepentingan sendiri dan mengambil inisiatif demi

memenuhi kebutuhannya.

  d. Mampu meminta informasi dan bantuan dari orang lain bilamana membutuhkan.

  e. Bersedia mencari penyelesaian yang memuaskan ketika berkonflik dengan orang lain.

  

f. Mampu mempertahankan hak tanpa melanggar hak dan kebutuhan orang

lain.

  

Skala perilaku asertif terdiri dari 56 butir pertanyaan, yang terdiri dari 27

butir pertanyaan favorable dan 29 butir pertanyaan unfavorable. Berikut

dapat dilihat blue print distribusi butir skala perilaku asertif sebelum uji

  Tabel 1 Spesifikasi Skala Perilaku Asertif (sebelum uji coba) No Ciri-ciri Favorabel Unvaforabel Total(%)

  1 Bergaul dengan jujur dan 1, 2, 10 7, 30, 31

  6 langsung. (3) (3) (10,71%)

  2 Mampu menyatakan 11, 12, 34, 5, 6, 18, 32,

  12 perasaan, kebutuhan dan ide. 35, 41, 42 33, 45 (21,43%)

  (6) (6)

  3 Mampu bertindak demi 3, 4, 13, 8, 20, 28, 29,

  10 kepentingan sendiri dan 24, 50 47 (17,86%) mengambil inisiatif demi (5) (5) memenuhi kebutuhan.

  4 Mampu meminta informasi 14, 15, 25, 9, 21, 40, 46,

  10 dan bantuan orang lain bila 26, 27 53 (17,86%) mana mereka (5) (5) membutuhkannya.

  5 Bersedia mencari 22, 23, 43, 19, 38, 39,

  8 penyelesaian yang

  44 54 (14,28%) memuaskan ketika berkonflik (4) (4) dengan orang lain.

  6 Mampu mempertahankan hak 36, 37, 48, 16, 17, 51,

  10 tanpa melanggar hak dan 49 52, 55, 56 (17,86%) kebutuhan orang lain. (5) (5)

  Total 27

  29

  56 (100%)

2. Skala Kecemasan Presentasi Proposal Penelitian Skripsi

  Skala kecemasan disusun oleh peneliti berdasarkan teori yang telah dijelaskan dalam tinjauan pustaka, yang terdiri dari tiga komponen, yaitu : a.

  Psikologis b.

  Fisiologis c. Perilaku Skala kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi ini terdiri dari 54 butir pertanyaan, yang terdiri dari 27 butir pertanyaan favorable dan 27 butir pertanyaan unfavorable. Berikut dapat dilihat blue print distribusi skala kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi sebelum uji coba pada tabel 2.

  Tabel 2 Spesifikasi Skala Kecemasan Presentasi Proposal Penelitian Skripsi (sebelum uji coba) No Komponen Favorabel Unfavorabel Total

  1 Psikologis 1, 2, 3, 4, 34, 13, 14, 15, 22,

  20 35, 36, 37, 48, 23, 24, 25, 30, (37,04%) 49 31, 32

  

(10) (10)

  2 Fisiologis 16, 17, 18, 19, 5, 6, 7, 8, 9, 33,

  20 40, 41, 42, 50, 43, 44, 45, 46 (37,04%) 51, 52

  

(10) 10)

  3 Perilaku 10, 11, 12, 26, 20, 21, 38, 39,

  14 27, 28, 29 47, 53, 54 (25,92%)

  

(7) (7)

F. Validitas, Seleksi Item dan Reliabilitas 1. Validitas

  Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana

ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya.

  

Suatu tes atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas

yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya atau

memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud pengukuran tersebut

(Azwar, 2001).

  Uji validitas alat ukur dalam penelitian ini menggunakan validitas isi

(content validity) . Validitas isi adalah validitas yang diestimasi lewat

pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau lewat professional

judgement . Pertanyaan yang dicari jawabannya dalam validasi ini adalah

sejauhmana item-item tes mewakili komponen-komponen dalam

keseluruhan kawasan isi objek yang hendak diukur (aspek representasi) dan

sejauh mana item-item tes mencerminkan ciri perilaku yang hendak diukur

(aspek relevansi) (Azwar, 1999).

2. Seleksi Item

  Item yang disusun dalam suatu skala atau tes yang tidak

memperhatikan kualitas yang baik harus disingkirkan atau direvisi terlebih

dahulu sebelum menjadi bagian dari skala. Hanya item yang mempunyai

kualitas yang baik saja yang boleh digunakan dalam skala. Salah satu

  

kualitas yang dimaksud dalah keselarasan atau konsistensi antara item

dengan tes secara keseluruhan atau sering disebut dengan korelasi item total.

  Menurut Azwar (2001), prosedur pengujian korelasi item dilakukan

dengan komputasi koefisien antara distribusi skor pada setiap item dengan

distribusi skor total sebagai kriteria. komputasi ini akan menghasilkan

koefisien korelasi item total (r ix ) yang umumnya dikenal dengan indeks daya

beda item.

  Sebagai kriteria pemilihan item berdasarkan korelasi item total, biasanya digunakan batasan (r ix ) ≥ 0,30. Semua item yang mencapai

koefisien korelasi minimal 0,30 dianggap memiliki daya beda yang

memuaskan. Semakin tinggi koefisien korelasi positif antara skor item

dengan skor skala berarti semakin tinggi konsistensi antara item dengan

skala secara keseluruhan yang berarti semakin tinggi daya bedanya (Azwar,

2001).

  Berdasarkan data hasil uji coba pada tanggal 18 sampai 25 Januari

2007 terhadap 45 subjek, prosedur analisis item dilakukan dengan

menggunakan koefisien korelasi Pearson dari program komputer SPSS for

windows versi 12.00 . Berikut ini adalah distribusi item skala setelah uji

coba.

  a. Skala Perilaku Asertif Hasil pengujian terhadap 56 item skala perilaku asertif

menunjukkan bahwa 45 item lolos seleksi. Adapun item-item yang gugur itu adalah item nomor 3, 5, 6, 17, 24, 35, 40, 48, 49, 51, 56. Berikut ini adalalah tabel distribusi item skala perilaku asertif setelah uji coba: Tabel 3 Distribusi Item Skala Perilaku Asertif Setelah Uji Coba

  

No Ciri-ciri Favorabel Unvaforabel Total (%)

  1 Bergaul dengan jujur dan 1, 2,10 7, 30, 31

  6 langsung. (3) (3) (13,33%)

  2 Mampu menyatakan 11, 12, 34, 18, 32,

  9 perasaan, kebutuhan dan 41, 42 33, 44 (20%) ide. (5) (4)

  3 Mampu bertindak demi 4, 13, 35 8, 20, 28, 29,

  8 kepentingan sendiri dan 45 (17,78%) mengambil inisiatif demi (3) (5) memenuhi kebutuhan.

  4 Mampu meminta 14, 15, 25, 9, 17, 21, 40

  9 informasi dan bantuan 26, 27 (20%) orang lain bila mana (5) (4) mereka membutuhkannya.

  5 Bersedia mencari 6, 22, 23, 5, 19, 38, 39

  8 penyelesaian yang 43 (17,78%) memuaskan ketika (4) (4) berkonflik dengan orang lain.

  6 Mampu mempertahankan 36, 37 3, 16, 24

  5 hak tanpa melanggar hak (2) (3) (11,11%) dan kebutuhan orang lain.

  Total 22

  23 45 (100%) b.

  Skala Kecemasan Presentasi Proposal Penelitian Skripsi

Pada skala kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi,

terdapat 54 item dari hasil pengujian menunjukkan bahwa 42 item lolos seleksi. Adapun item-item yang gugur adalah item nomor 5, 7, 8, 11, 13, 14, 15, 17, 27, 34, 35, 42. Berikut ini adalah tabel distribusi item skala kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi setelah uji coba :

  Tabel 4 Distribusi Item Skala Kecemasan Presentasi Proposal Penelitian Skripsi Setelah Uji Coba No Komponen Favorabel Unfavorabel Total (%)

  1 Psikologis 1, 2, 3, 4, 27, 34, 36, 37 22, 23, 24, 25, 30, 31, 32

  15 (35,71%)

  2 Fisiologis 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 40 5, 6, 8, 9, 33, 41, 42

  15 (35,71%)

  3 Perilaku 10,12, 26, 28, 29 7, 11, 20, 21, 35, 38, 39

  12 (28,58%) Total 42 (100%)

3. Reliabilitas

  Reliabilitas adalah konsistensi atau sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Hasil pengukuran dapat dipercaya hanya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama, selama aspek yang

  Penelitian ini menggunakan perhitungan reliabilitas koefisien Alpha dari Cronbach sebab koefisien alpha mempunyai nilai praktis dan efisiensi yang tinggi karena hanya dilakukan satu kali pada sekelompok subjek. Pada umumnya reliabilitas telah dianggap memuaskan bila koefisiennya mencapai r xx = 0,900. Namun koefisien yang tidak setinggi itu biasanya sudah dianggap cukup baik (Azwar, 2001).

  Uji coba skala yang telah dilaksanakan, menghasilkan reliabilitas α = 0,953 untuk skala perilaku asertif, dan untuk skala kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi memiliki reliabilitas α = 0,965.

  G. Metode Analisis Data Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan antara

perilaku asertif dan kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi pada

mahasiswa. Oleh karena itu teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi

Product Moment dari Peason. Uji hipotesis penelitian ini dilakukan dengan

bantuan program komputer SPSS for windows versi 12.00.

  H. Prosedur Penelitian Prosedur atau langkah-langkah penelitian ditempuh terdiri dari dua tahap.

  Langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut :

1. Tahap Persiapan : a.

  Mempersiapkan alat ukur. Alat ukur yang digunakan adalah skala untuk mengukur perilaku asertif dan kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi.

  b.

  Melakukan uji coba skala kepada subjek penelitian. Subjek penelitian harus sesuai dengan kriteria subjek penelitian yaitu mahasiswa Universitas Sanata Dharma dari berbagai fakultas yang telah mengambil mata kuliah seminar.

  c.

  Menganalisis item-item skala.

  d. Mengolah data hasil uji coba.

  e. Menganalisis data dan menentukan item-item yang gugur.

2. Tahap Pelaksanaan a. Mempersiapkan alat ukur yang akan digunakan untuk penelitian.

  b. Melakukan pengumpulan data.

  c. Menganalisis data penelitian dengan korelasi Product Moment dari Pearson .

  d. Membuat pembahasan berdasarkan analisis.

  e. Membuat kesimpulan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian Penelitian dengan tujuan mencari hubungan antara perilaku asertif dan

  kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi pada mahasiswa ini dilakukan pada tanggal 12 Februari 2007 sampai dengan tanggal 19 Februari 2007. Adapun subjek penelitiannya adalah para mahasiswa yang baru saja selesai mengambil mata kuliah seminar di semester sebelumnya yaitu pada bulan November, sehingga jarak pengambilan data dengan selesainya subjek mengambil mata kuliah seminar ini adalah kurang lebih 2 bulan.

  Pengambilan data dilakukan di beberapa fakultas yang ada di Universitas Sanata Dharma seperti fakultas Psikologi, fakultas Pendidikan Akuntansi, fakultas Sejarah, fakultas MIPA (Fisika), dan fakultas JPMIPA (Matematika). Pengambilan data penelitian ini dilakukan dengan cara peneliti terjun langsung ke lapangan mencari subjek yang sesuai dengan karakteristik subjek penelitian.

  Subjek yang berhasil didapat dari penelitian ini berjumlah 68 orang. Dari 70 eksemplar skala yang disebarkan kepada subyek penelitian, hanya 68 skala yang memenuhi syarat yaitu semua item terjawab dan identitas subjek terisi dengan lengkap.

  B. Deskripsi Subjek Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Sanata Dharma yang sudah mengambil mata kuliah seminar. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner didapatkan data-data mengenai identitas subjek penelitian yang dapat dilihat pada tabel 5 :

  

Tabel 5

Identitas Subjek Penelitian

Fakultas Jenis kelamin Angkatan

Laki-laki Perempuan 2002 2003

  Sosial : Psikologi 13 (48,2 %) 17 (41,5 %) 8 (53,3%) 22 (41,5 %) Pendidikan 3 (11,1 %) 7 (17,1 %) 3 (20 %) 7 (13,2 %) Akuntansi Sejarah 4 (14, 8 %) 6 (14, 6 %) 4 (26,7 %) 6 (11,3%) Non Sosial :

  • MIPA (Fisika) 4 (14,8 %) 6 (14,6 %) 10 (18,9%)
  • JPMIPA 3 (11,1 %) 5 (12,2%) 8 (15,1%) (Matematika)

  Total 27 (100%) 41 (100%) 15 (100%) 53 (100%)

  C. Deskripsi Data Penelitian Berdasarkan hasil analisis deskriptif, diperoleh nilai mean teoritik dan mean empirik. Mean teoritik adalah rata-rata skor skala penelitian yang diperoleh dari angka yang menjadi titik tengah skala tersebut. Sementara mean empiris adalah rata-rata skor data yang diperoleh dari angka yang merupakan rata-rata skor hasil penelitian. Untuk lebih jelas, hasil analisis data

  Tabel 6 Hasil Analisis Deskriptif Statistik Perilaku Asertif Kecemasan Presentasi Proposal Penelitian Skripsi N 68

  68 Skor minimum teoritis

  45

  42 Skor maksimum teoritis 180 168 Skor minimum empiris

  97

  57 Skor maksimum empiris 195 128 Mean teoritis 112,5 105 Mean empiris 130,76 95,56 SD empiris 12,123 14,515

D. Analisis Data Penelitian

1. Uji Asumsi

  a. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data penelitian mengikuti sebaran data dengan distribusi normal. Uji normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan One Sampel Kolmogorov-Smirnov dari program SPSS for Windows versi 12.00. Pengambilan keputusan didasarkan pada besaran probabilitas (p). Jika p

  > 0,05 maka sebaran dinyatakan normal. Sebaliknya jika p < 0,05 maka sebaran dinyatakan tidak normal. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel 7 :

  

Tabel 7

Hasil Perhitungan Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov

Kolmogorov-Smirnov Asymp.Sig. (2 tailed)

  Perilaku Asertif 0,857 0,455 Kecemasan Presentasi 0,745 0,636 Proposal Penelitian Skripsi

  

Hasil uji normalitas menghasilkan probabilitas (p) data perilaku

asertif sebasar 0,455 (p > 0,05) dan probabilitas (p) untuk data kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi sebesar 0,636 (p > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa distribusi data pada kedua sampel adalah normal.

  b. Uji Linearitas

Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui apakah hubungan antara

skor variabel perilaku asertif dan variabel kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi merupakan garis lurus atau tidak.

  

Uji linearitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS for

Windows versi 12.00 . Hasil dari uji linearitas yang dilakukan menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel yaitu perilaku asertif dan kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi adalah linear. Hal ini ditunjukkan dengan taraf signifikansi untuk linearitas lebih kecil daripada 0,05 (p < 0,05) yaitu F = 28,546 ; p = 0,000 atau p < 0,05. Hasil dari pengujian tersebut dapat dilihat pada tabel 8 :

  Tabel 8 Hasil Uji Linearitas F Sig.

  Skor Perilaku Asertif Combined 2,802 0,002

  • Kecemasan Linearity 28,546 0,000 Presentasi Proposal

  Deviation From 1,998 0,025 Penelitian Skripsi linearity

2. Uji Hipotesis Hubungan

  Uji hipotesis hubungan variabel dalam penelitian dilakukan dengan menggunakana program SPSS for Windows versi 12.00. Analisis data penelitian menggunakan teknik korelasi Product Moment. Hasilnya menunjukkan bahwa skor korelasi untuk variabel perilaku asertif dan variabel kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi adalah -0,475 dengan p

  < 0,01. Hasil ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian yang berbunyi : “Ada hubungan negatif antara perilaku asertif dan kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi pada mahasiswa“ diterima.

  Koefisien determinasi yang diperoleh dari mengkuadratkan nilai koefisien korelasi adalah 0,226. Hasil analisis demikian ini menunjukkan bahwa variabel bebas penelitian yakni perilaku asertif memberikan sumbangan efektif sebesar 22,6 % terhadap variabel tergantung kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi.

E. Pembahasan

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan yang

negatif antara perilaku asertif dan kecemasan presentasi proposal penelitian

skripsi pada mahasiswa. Dari hasil uji hipotesis didapatkan koefisien korelasi

antara variabel perilaku asertif dan variabel kecemasan presentasi proposal

penelitian skripsi pada mahasiswa sebesar -0,475 (p < 0,01). Hasil tersebut

menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang negatif dan signifikan antara

perilaku asertif dan kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi. Artinya

semakin tinggi perilaku asertif mahasiswa maka semakin rendah kecemasan

presentasi proposal penelitian skripsinya. Begitupula sebaliknya semakin

rendah perilaku asertif mahasiswa maka semakin tinggi kecemasan presentasi

proposal penelitian skripsinya.

  Mahasiswa yang asertif adalah mahasiswa yang dapat bergaul dengan

jujur dan langsung, mampu menyatakan perasaan, kebutuhan dan ide, dapat

bertindak demi kepentingan diri sendiri dan mengambil inisiatif demi

memenuhi kebutuhannya, dan mampu mencari penyelesaian yang memuaskan

ketika berkonflik dengan orang lain (Adams & Lenz, 1995). Dengan adanya

perilaku asertif ini maka akan membantu seseorang untuk mengkomunikasikan secara jelas dan tegas kebutuhan, keinginan dan

perasaannya kepada orang lain, berkurangnya frustrasi dan kebencian, serta

semakin bertanggung jawab atas pemenuhan kebutuhan diri mereka sendiri

(Utami, 2004).

  Utami (2004), mengemukakan bahwa dengan adanya perilaku asertif

maka akan membantu individu dalam meningkatkan perasaan sejahtera, bebas

dari rasa tertekan dan dapat menghambat munculnya kecemasan. Kecemasan

yang dialami oleh setiap individu itu bersifat subjektif karena antara individu

yang satu dengan individu yang lain mempunyai tingkat kecemasan yang

berbeda. Hal ini tergantung situasi yang dialami oleh individu tersebut.

  Kecemasan yang ada di dalam diri individu tersebut tampak dari

gejala-gejala psikologis, fisiologis dan perilaku. Gejala psikologis, seperti

perasaan takut, tidak dapat berkonsentrasi, merasa was-was, minder, tertekan

dan bingung. Gejala fisiologis seperti ujung jari terasa dingin, keringat

bercucuran, denyut jantung cepat, pencernaan tidak teratur, kepala pusing, dll.

Serta gejala perilaku seperti tangan yang bergetar, menggerak-gerakkan

tangan, menggerakkan kaki, sering mendehem, dan menghindar / melarikan

diri dari masalah.

  Kecemasan yang dialami oleh para mahasiswa ini dapat disebabkan

karena mahasiswa ini memiliki pikiran yang negatif dan tidak rasional.

  

Seperti yang dikemukakan oleh Rahayu, dkk (2004), bahwa kecemasan yang

dialami oleh individu itu terjadi karena adanya pikiran negatif dan tidak

rasional, karena individu tersebut berpikir bahwa ia akan menjadi pusat

perhatian dan mempunyai banyak kesempatan untuk dilihat banyak orang,

baik itu mengenai penampilan maupun pembicaraannya.

  Menurut survey acak terhadap 500 penduduk Winnipeg, Manitoba,

  

ketika berbicara di depan umum, yang mempunyai pengaruh buruk yang

cukup signifikan terhadap hidup mereka sehingga mereka tidak dapat

mengembangkan potensi mereka dengan baik (Stein, Walker & Forde, dalam

Nevid, 2005). Begitu pula dengan mahasiswa yang mengalami kecemasan

ketika presentasi proposal penelitian skripsinya. Kecemasan akan membuat

proses komunikasi yang terjadi berjalan dengan tidak efektif sehingga

akibatnya proses penyampaian materi presentasi menjadi terhambat.

  Penelitian yang dilakukan oleh Berlow sebagaimana dikutip oleh

Pervin & John (dalam Rahayu, 2004) menunjukkan bahwa individu percaya

bahwa dirinya tidak dapat mengatur ancaman dari suatu aktivitas atau

kejadian maka ia akan mengalami tekanan besar. Lebih jauh hal tersebut akan

berkembang kearah ketidakfungsian kognitif seperti ketakutan mengenai apa

yang akan terjadi pada waktu menghadapi persiapan kerja atau ketika

berbicara di muka umum.

  Menurut Heiberg & Montgomery sebagaimana yang dikutip oleh

Rakos (dalam Santosa, 1999) menyatakan bahwa asertivitas sangat berguna

sekali dalam mengatasi permasalahan. Hal ini sesuai dengan pendapat dari

Setiono & Pramadi (2005) yang menyatakan bahwa orang yang asertif dapat

memberi dan menerima kritikan dari orang lain, menerima atau menolak

permintaan, mempunyai kemampuan untuk mendiskusikan masalah dan dapat

berargumentasi serta bernegosiasi.

  Hasil penelitian ini menambah bukti bahwa perilaku asertif

  

Mahasiswa yang harus mempresentasikan proposal penelitian skripsinya ada

kemungkinan mengalami kecemasan karena mereka harus mempresentasikan

proposal skripsinya secara individual di depan kelas termasuk menjawab

pertanyaan yang diajukkan oleh dosen dan peserta kuliah. Bardasarkan hasil

penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku asertif dapat membantu mereka

untuk mengatasi kecemasannya ketika harus mempresentasikan proposal

penelitian skripsinya di depan kelas.

  Perilaku asertif sangat penting untuk dimiliki oleh mahasiswa terlebih

lagi mahasiswa yang akan mempresentasikan proposal penelitian skripsinya,

karena mahasiswa yang memiliki perilaku asertif akan berani menerima

kritikan dan masukan dari dosen dan peserta kuliah dengan sikap terbuka

tanpa harus merasa dijatuhkan, bersedia mendiskusikan masalah yang

berkaitan dengan materi ilmihnya serta mau berargumentasi dan bernegosiasi

dengan orang lain. Sebaliknya mahasiswa yang memiliki perilaku asertif yang

rendah akan mengalami kecemasan ketika harus mempresentasikan proposal

seminarnya di depan kelas. Hal ini terjadi karena ia merasa takut untuk

berargumentasi dengan peserta kuliah sehingga ia akan cenderung pasrah

kepada pendapat orang lain tanpa bisa mempertahankan pendapatnya.

  Adanya hubungan negatif antara perilaku asertif dan kecemasan

presentasi proposal penelitian skripsi dapat menunjukkan bahwa perilaku

asertif membantu mahasiswa mengatasi kecemasan presentasi proposal

penelitian skripsi, sehingga kecemasan yang dialami oleh mahasiswa yang

  

penelitian ini adalah agar semua pihak yang tertarik untuk membina perilaku

asertif seperti dosen dan fakultas dapat memberikan training / pelatihan dan

dinamika kelopok kepada mahasiswanya. Pelatihan tersebut dapat dilakukan

di luar kelas maupun didalam kelas ketika proses belajar mengajar

berlangsung seperti membiasakan para mahasiswanya untuk melakukan

presentasi secara individual di depan kelas.

  Keterbatasan dari penelitian ini adalah waktu yang tidak sesuai

dengan rencana penelitian. Rencana semula subjek penelitian adalah

mahasiswa yang mengambil mata kuliah seminar. Namun karena keterbatasan

waktu maka subjek penelitian yang diambil oleh peneliti adalah mahasiswa

yang sudah mengambil mata kuliah seminar, sehingga kemungkinan mereka

sudah sedikit lupa akan pengalamannya ketika mempresentasikan proposal

seminar di depan kelas.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Hasil penelitian ini membuktikan bahwa ada hubungan negatif antara

  

perilaku asertif dengan kecemasan presentasi proposal penelitian skripsi pada

mahasiswa. Semakin tinggi perilaku asertifnya maka semakin rendah

kecemasan presentasi proposal penelitian skripsinya dan sebaliknya semakin

rendah perilaku asertifnya maka semakin tinggi kecemasan presentasi

proposal penelitian skripsinya.

B. SARAN

1. Bagi Mahasiswa

  Penulis menyarankan bagi mahasiswa untuk mengembangkan perilaku asertif untuk mengurangi kecemasan baik ketika mempresentasikan proposal seminar maupun ketika perkuliahan. Misalnya para mahasiswa ini sering bertanya atau berpendapat ketika proses belajar- mengajar di kelas sehingga ketika mereka harus mempresentasikan proposal seminarnya di kelas mereka tidak lagi merasa takut untuk berpendapat.

  2. Bagi Institusi Pendidikan Bagi institusi pendidikan untuk dapat meningkatkan perilaku asertif

mahasiswanya, misalnya dengan memberikan pelatihan di kelas. Pelatihan

tersebut dapat dilakukan ketika proses belajar mengajar berlangsung

seperti memberi kesempatan yang lebih banyak kepada mahasiswa untuk

melakukan presentasi di kelas baik secara individual maupun berkelompok

sehingga kecemasan yang mereka alami sedikit demi sedikit akan berkurang.

  3. Bagi Peneliti Selanjutnya Bagi para peneliti lainnya yang tertarik untuk lebih mengembangkan penelitian dengan topik yang sama atau sejenis dengan penelitian ini sebaiknya lebih memperhatikan waktu penelitian, misalnya memberikan

skala diakhir semester sehingga nantinya tidak terjadi bias ingatan karena

mereka masih merasakan pengalaman ketika mempresentasikan proposal

seminarnya di depan kelas.

  

DAFTAR PUSTAKA

Adams, L & Lenz, E. 1995. Be Your Best. Jakarta : PT Gramedia.

  

Andu, L. 1993. Hubungan antara perilaku asertif dengan Somatisasi pada

Mahasiswa Tahun Pertama Universitas Gadjah Mada. Skripsi (tidak diterbitkan). Yogyakarta : Fakultas Psikologi UGM.

  Azwar, S. 1999. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Azwar, S. 2001. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Cawood, D. 1999. Manajer yang Asertif. Jakarta : Binarupa Aksara. Daradjad, Z. 1985. Kesehatan Mental. Jakarta : PT. Gunung Mulia. Gunarsa. 1996. Psikologi Olah Raga : Teori dan Praktek. Jakarta : PT Gramedia. Hadi, S. 1996. Statistik 3. Yogyakarta : Andi Offset.

Hartanti & Dwijanti, J. E. 1997. Hubungan antara Konsep Diri dan Kecemasan

Menghadapi Masa Depan dengan Penyesuaian Sosial Anak-Anak

  Madura. Anima Vol XII No. 49.

Hartoko. S. D.V & Handayani. S. C. 2002. Pedoman Penulisan Skripsi :

Yogyakarta : Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.

  

Hawari, D. 2001. Manajement Stres, Cemas dan Depresi. Jakarta : Fakultas

Kedokteran Universitas Indonesia.

  Kartono, K. 1981. Gangguan-gangguan Psikis. Linda, D. C. 1994. Tingkah Laku Abnormal. Jakarta : PT. Grasindo Widiasarana.

  

Llyod, Sam. R. 1990. Mengembangkan Perilaku Asertif yang Positif. Jakarta :

Binarupa Aksara.

  Mandel. 1991. Presentasi yang Efektif. Jakarta : Bina Rupa Aksara. Nevid, S. J dan Rathus, A. S. 2005. Psikologi Abnormal. Jakarta : Erlangga.

Rahayu, T. I., Ardani, A.T, & Sulistyaningsih. 2004. Hubungan Pola Pikir Positif

Dengan Kecemasan Berbicara Di Depan Umum. Jurnal Psikologi

  UNDIP Vol. 1, No. 2 . Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.

  Roan, S. T. 1979 Ilmu Kedokteran Jiwa : S.n.

Santosa, S. J. 1999. Peran Orang Tua dalam Mengajarkan Asertivitas pada

Remaja : Anima, Indonesian Psychological Journal Vol. 15 , No. 1, 83-

  91 . Fakultas Psikologi Universitas Widya Mandala Surabaya.

  

Santrock, J. W. 2002. Life-Span Development. Perkembangan Masa Hidup. Jilid

Kedua. edisi Kelima. (Terj.). Jakarta : Erlangga.

  

Setiono, V & Pramadi, A. 2005. Pelatihan Asertivitas dan Peningkatan Perilaku

Asertif Pada Siswa-Siswi SMP. Anima, Indonesia Psychological Journal

Vol. 20, No. 2, 149-168 . Fakultas Psikologi Universitas Surabaya.

  Siang, J. 2003. Kiat Jitu : Sukses menyusun Skripsi. Yogyakarta : ANDI. Supratiknya. 1995. Mengenal Perilaku Abnormal. Yogyakarta : Kanisius.

Utami. S.M 1991. Penelitian Harga Diri dan Kecemasan Berbicara Dimuka

  Umum Pada Mahasiswa . Yogyakarta. Dep. Pendidikan & Kebudayaan Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.

  

Utami, S. T . 2004. Perbedaan Perilaku Asertif antara Pecandu Napza dan Bukan

Pecandu Napza. Skripsi (tidak diterbitkan). Yogyakarta. Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.

  

LAMPIRAN A

Skala Uji Coba Variabel Perilaku

Asertif dan Variabel Kecemasan

  

Presentasi Proposal Penelitian Skripsi

  Isilah identitas Anda di bawah ini : Nama : Jenis kelamin : Fakultas : Angkatan :

  Skala I Petunjuk : Berikut ini terdapat 56 pernyataan tentang perilaku asertif Anda ketika Anda berelasi dengan orang lain. Tugas Anda adalah mengemukakan apakah pernyataan-pernyataan tersebut sesuai dengan diri Anda atau tidak dengan cara memberikan tanda silang (X) pada salah satu pilihan jawaban yang telah tersedia.

  Ada empat macam pilihan jawaban yang disediakan dan di bawah ini adalah keterangan pilihan jawaban tersebut : SS : Sangat Sesuai S : Sesuai TS : Tidak Sesuai STS : Sangat Tidak Sesuai Contoh: No Pernyataan SS S TS STS

1 Ketika bertemu dengan orang baru, saya berani

  X untuk memulia pembicaraan. Artinya ; Karena kondisi saya sangat sesuai dengan pernyataan diatas, maka saya memberikan tanda silang pada kolom jawaban SS.

  Perhatian :

  • Tidak ada jawaban yang benar atau salah, jawablah setiap pernyataan secara apa adanya.
  • Jangan sampai ada pernyataan yang terlewatkan.

  No Pernyataan SS S TS STS

  1. Ketika bertemu dengan orang baru, saya dapat berbicara dengan santai.

  2. Saya dapat berbicara dengan tenang kepada siapa saja.

  3. Saya merasa senang bila dapat melakukan tindakan yang sesuai dengan diri saya.

  4. Saya melakukan suatu tindakan yang menurut saya baik.

  5. Saya menutupi perasaan kecewa saya dengan berpura-pura bersikap biasa.

  6. Saya kesulitan menunjukkan kemarahan saya kepada orang lain.

  7. Bagi saya mengalah kepada keputusan teman adalah hal yang paling aman.

  8. Saya cenderung pasrah kepada keputusan orang lain.

  9. Saya malu meminta informasi kepada orang lain, walaupun sebenarnya saya membutuhkan bantuan.

  10. Saya dapat menegur orang yang mengabaikan pembicaraan ketika berdiskusi di dalam kelompok.

  11. Ketika bergaul dengan orang lain saya dapat mengemukakan ide-ide yang saya miliki.

  12. Saya berani menuangkan gagasan demi perkembangan dan kemajuan bersama.

  13. Saya dapat mengambil keputusan sendiri demi memenuhi kebutuhan saya.

  14. Ketika saya merasa kesulitan, saya dapat meminta bantuan kepada orang lain.

  15. Ketika saya merasa buntu dengan masalah saya, maka saya dapat meminta bantuan orang lain. memenuhi permintaan orang lain.

  17. Saya berusaha mengalah kepada teman saya walaupun itu menyakitkan.

  18. Saya lebih suka menekan perasaan dari pada mengatakannya kepada orang lain.

  

19. Bila ada masalah dengan orang lain, saya

cenderung memendamnya.

  20. Saya malu untuk mengatakan kebutuhan saya kepada orang lain.

  21. Saya merasa segan bila meminta bantuan orang lain.

  

22. Saya berusaha mencari waktu untuk

menyelesaikan masalah saya dengan orang lain.

  23. Saya tetap berusaha mencari jalan keluar bagi masalah yang saya hadapi.

  

24. Tindakan yang saya lakukan berdasarkan

kebutuhan saya.

  25. Saya merasa percaya diri ketika meminta bantuan orang lain.

  26. Ketika saya merasa kesulitan mengerjakan tugas kuliah, maka saya dapat meminta bantuan kepada teman.

  27. Ketika ada suatu hal yang kurang saya mengerti, saya berani untuk bertanya.

  28. Saya ragu bila melakukan tindakan yang berbeda dari orang lain.

  29. Saya merasa khawatir ketika bertindak tanpa dukungan dari orang lain.

  30. Saya mengikuti keputusan kelompok tanpa berani menyanggahnya.

  31. Saya takut berbicara secara langsung ketika berada

  

32. Saya malu untuk memberikan pendapat saya

ketika berdiskusi di dalam kelompok.

  33. Saya merasa ragu-ragu untuk mengungkapkan ide yang saya anggap penting.

  34. Saya dapat menceritakan kegembiraan yang saya alami kepada orang lain.

  35. Ketika ada perasaan tertentu dengan lawan jenis, saya berusaha untuk berterus terang.

  36. Saya berusaha menolak permintaan orang lain

tanpa membuat orang tersebut merasa tersinggung.

  37. Saya dapat menolak permintaan orang lain dengan halus jika saya tidak dapat memenuhinya..

  38. Saya merasa gengsi untuk menyelesaikan masalah dengan teman yang berkonflik dengan saya.

  

39. Saya kurang berusaha untuk menyelesaikan

masalah saya dengan orang lain.

  40. Saya lebih memilih mengerjakan pekerjaan saya sendiri dari pada meminta bantuan orang lain.

  41. Saya tetap merasa nyaman ketika menyampaikan pendapat di hadapan orang banyak.

  42. Saya dapat mengemukakan kebutuhan saya secara terbuka kepada orang lain.

  43. Jika pendapat saya bertentangan dengan orang

lain, maka saya berusaha mencari penyelesaian.

  44. Saya berusaha memaafkan orang lain yang telah menyakiti hati saya.

  45. Saya takut merasa salah ketika mengemukakan pendapat kepada orang lain.

  46. Saya malu bertanya karena takut dianggap bodoh.

  47. Saya terlalu berlebihan memikirkan akibat yang terjadi atas tindakan yang saya lakukan. berhak menentukan keinginan saya.

  

49. Dalam mengerjakan sesuatu, saya berhak

menentukan tujuan sejauh itu tidak merugikan orang lain.

  

50. Saya tidak menyesal bila mengambil keputusan

untuk diri saya sendiri.

  51. Saya mengalahkan kepentingan saya sendiri untuk memenuhi kepentingan orang lain.

  

52. Ketika pendapat saya ditentang, maka saya akan

membenci teman-teman saya.

  

53. Saya merasa gengsi untuk meminta bantuan orang

lain.

  

54. Saya akan menaruh dendam dengan orang yang

berkonflik dengan saya.

  55. Saya merasa jengkel ketika pendapat saya ditolak.

  

56. Saya akan merasa marah bila saya dikritik oleh

orang lain.

  Skala II Petunjuk : Berikut ini terdapat 54 pernyataan tentang perasaan cemas yang pernah Anda alami ketika harus mempresentasikan proposal seminar Anda di depan kelas. Tugas Anda adalah mengemukakan apakah pernyataan-pernyataan tersebut sesuai dengan diri Anda atau tidak dengan cara memberikan tanda silang (X) pada salah satu pilihan jawaban yang telah tersedia.

  Ada empat macam pilihan jawaban yang disediakan dan di bawah ini adalah keterangan pilihan jawaban tersebut : SS : Sangat Sesuai S : Sesuai TS : Tidak Sesuai STS : Sangat Tidak Sesuai Contoh: No Pernyataan SS S TS STS

1 Ketika tiba giliran untuk mempresentasikan

  X proposal seminar, saya merasa sangat takut. Artinya ; Karena kondisi saya sangat sesuai dengan pernyataan diatas, maka saya memberikan tanda silang pada kolom jawaban SS.

  Perhatian :

  • Tidak ada jawaban yang benar atau salah, jawablah setiap pernyataan secara apa adanya.
  • Jangan sampai ada pernyataan yang terlewatkan.

  

No Pernyataan SS S TS STS

  1. Saya merasa khawatir ketika harus mempresentasikan proposal seminar di depan kelas.

  2. Saya merasa putus asa karena kesulitan menjawab pertanyaan dari dosen.

  3. Pada saat melakukan presentasi di depan kelas, saya merasa takut untuk menetap kearah peserta kuliah.

  4. Saya merasa sangat was-was ketika giliran saya untuk presentasi semakin dekat.

  5. Saya dapat tidur nyeyak walaupun besok adalah giliran saya untuk maju presentasi di depan kelas.

  6. Melakukan presentasi sendiri di depan kelas tidak akan membuat saya merasa sesak nafas.

  7. Pencernaan saya normal walaupun saya kesulitan menjawab pertanyaan dari dosen.

  8. Denyut jantung saya tetap normal ketika saya mulai mempresentasikan proposal seminar.

  9. Ketika kesulitan menjawab pertanyaan dari dosen, otot-otot saya tetap terasa rileks.

  10. Untuk menghilangkan rasa takut pada saat presentasi, saya mengerak-gerakkan kaki.

  11. Saya sering menggerak-gerakkan tangan secara otomatis ketika kesulitan menjawab pertanyaan dari peserta kuliah.

  12. Untuk menghilangkan rasa cemas, saya sering menggerak-gerak bolpoin.

  13. Saya tetap merasa percaya diri walaupun sebenarnya belum menguasai materi presentasi.

  14. Saya tetap dapat berkonsentrasi walaupun saya

  

15. Saya tetap berusaha menjawab pertanyaan dari

dosen walaupun sebenarnya saya merasa bingung atas pertanyaan tersebut.

  

16. Saya merasa sakit perut ketika giliran presentasi

semakin dekat.

  

17. Saya merasa sesak nafas bila kesulitan menjawab

pertanyaan dari dosen.

  

18. Tangan saya terasa dingin ketika saya melakukan

presentasi di depan kelas.

  

19. Jantung saya berdetak kencang saat saya mulai

berbicara di depan kelas.

  

20. Saya selalu berusaha memberikan jawaban ketika

ada peserta kuliah yang bertanya.

  

21. Saya akan berusaha memberikan penjelasan sebisa

saya meskipun saya mendapat pertanyaan yang sulit untuk dijawab.

  

22. Bagi saya melakukan presentasi sendiri di depan

kelas adalah hal yang biasa.

  

23. Saya merasa santai ketika menjawab pertanyaan

dari dosen dan peserta kuliah.

  

24. Saya merasa tenang ketika tiba giliran saya untuk

maju mempresentasikan proposal seminar.

  

25. Saya merasa percaya diri ketika melakukan

presentasi seminar di depan kelas.

  

26. Saya sering kehilangan kata-kata ketika ingin

menjawab pertanyaan dari dosen.

  

27. Ketika presentasi di depan kelas saya sering

mendehem.

  

28. Tangan saya gemetar ketika mempresentasikan

proposal seminar.

  

29. Kalau boleh memilih saya ingin menghindar dari

  

30. Saya merasa senang apabila ada peserta kuliah

yang bertanya tentang materi presentasi saya.

  

31. Saya tetap merasa percaya diri walaupun proposal

seminar saya dikritik.

  

32. Saya merasa percaya diri ketika menjawab

pertanyaan dari dosen.

  

33. Suara saya terdengar biasa ketika saya menjawab

pertanyaan dari peserta kuliah.

  

34. Saya merasa tertekan karena kurang dapat

menguasai materi presentasi seminar.

  

35. Saya merasa tertekan ketika tiba giliran saya untuk

mempresentasikan proposal seminar.

  

36. Saya merasa kurang percaya diri ketika

mempresentasikan proposal seminar saya.

  

37. Pada saat presentasi, saya menjadi lupa semua

meteri yang telah saya pelajari.

  

38. Saya tetap bersemangat meski materi presentasi

saya dikritik oleh peserta kuliah.

  

39. Gerak-gerik saya tetap terkendali meski saya

mengalami kesulitan menjawab pertanyaan dari dosen.

  

40. Ketika tiba saatnya untuk mempresentasikan

proposal seminar, badan saya terasa panas dingin.

  

41. Ketika tiba giliran untuk presentasi, saya sering

ingin buang air kecil.

  

42. Saya merasa sakit perut ketika tiba giliran untuk

maju presentasi di depan kelas.

  

43. Saya merasa rileks dan santai ketika menjawab

pertanyaan dari dosen.

  

44. Otot-otot saya terasa rileks ketika mulai

mempresentasikan proposal seminar di depan

  45. Badan saya terasa rileks ketika mempresentasikan proposal seminar.

  46. Ketika saya kesulitan menjawab pertanyaan dari dosen, ekspresi wajah saya tetap terlihat santai.

  47. Saya bersemangat untuk menyelesaikan presentasi proposal seminar.

  48. Ketika tidak dapat menjawab pertanyaan dari peserta kuliah, saya merasa minder.

  49. Bagi saya mempresentasikan proposal seminar adalah hal yang paling menakutkan.

  50. Ujung-ujung jari saya terasa dingin ketika ada

peserta kuliah yang bertanya tentang proposal

seminar saya.

  51. Muka saya menjadi pucat ketika saya mulai mempresentasikan proposal seminar.

  52. Suara saya bergetar ketika menjawab pertanyaan dari dosen.

  53. Saya dapat menatap kearah peserta kuliah ketika melakukan presentasi di depan kelas.

  

54. Saya dapat berbicara dengan jelas ketika

mempresentasikan proposal seminar.

  Terima kasih Atas Partisipasi Anda @@....@@

  

LAMPIRAN B

Skor Kasar Data Uji Coba Variabel

Perilaku Asertif subjek item1 item2 item3 item4 item5 item6 item7 item8 item9 item10 item11 item12 S1

  3

  3 S31

  2

  3 S32

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  2

  2

  2 S30

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  4

  4

  1

  4

  4

  3

  4

  2 S34

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  4

  3

  2

  2

  3 S33

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3 S35

  2

  2

  2

  4

  4

  3

  3

  3 S26

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  3 S25

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  4

  2

  2

  4 S29

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2 S28

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3 S27

  3

  3

  3

  3 S24

  3

  2

  3

  2 S43

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  4

  3

  3 S42

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  3 S41

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  3 S45

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2 S44

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 S37

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  2 S36

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 S40

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3 S39

  2

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  2

  2

  3 S38

  3

  2

  3

  2

  2

  4

  3 S9

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2 S8

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2 S7

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  4

  4

  3

  1

  2

  1

  1

  4

  4

  4

  4

  3 S11

  3

  1

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  3 S10

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3 S3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  2

  2

  3 S2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  3 S6

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3 S5

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 S4

  4 S12

  4

  3

  2

  3 S21

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 S20

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3 S19

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  1

  1

  4

  3

  2

  3

  1 S23

  1

  3

  3

  2

  3

  1

  1

  4

  3

  4

  3

  3 S22

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 3 3 S15

  3

  3

  3 S14 3 3 4 4 2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4 S13

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  4 S18

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  1

  4

  4

  4

  3 S17

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  2

  3

  1

  4

  4

  3 S16

  3

  3

  3 item13 item14 item15 item16 item17 item18 item19 item20 item21 item22 item23 item24 item25 3 3 3 3 3

  3

  3

  2

  1

  3 1 3 4 3

  2 3 3 3 2 2

  3

  2

  3 3 3 3 3

  3 3 3 3 2 2

  3

  1 2 3 3 3

  3 3 3 3 3

  3 2 3 3 3 3

  2

  2

  3 3 3 3 2

  2 3 3 3 3 2

  3

  2

  2 4 4 3 2 2

  1

  3 3 3 3 3 4

  3

  3

  3 3 3 3 4

  3 3 4 4 2 2

  2

  2

  3 3 3 3 3

  3 2 4 3 2 2

  2

  3 3 3 3 3

  2

  2 2 3 3 2 2

  2

  2

  2 2 2 2 3

  1 2 3 3 2 2

  2

  2

  2 3 3 3 2

  2 2 4 4 2 2

  3 2 1 4 4

  3

  3 3 3 3 3 3

  3

  2

  3 3 3 3 4

  3 2 2 2 2 2

  2

  1

  2 2 2 3 2

  2 3 4 4 3 2

  2

  3 3 3 3 3

  2 4 3 3 2 3

  3 3 3 3 3 3

  3

  3

  3 3 3 3 3

  3 3 2 2 2 2

  2

  1

  2 2 2 2 3

  2

  3 3 4 4 3

  3

  3 3 3 3 3

  2 2 3 3 3

  2 4 4 4 2 3

  2

  3

  3 3 4 3 3

  3 3 3 3 3 3

  3

  3

  3 2 2 3 2 2

  3

  1

  1

  1 1 2 3 3

  2 2 3 3 2 2

  3

  3

  3 3 3 4 2

  3 3 3 3 3 3

  3

  3

  3 3 4 4 3

  3

  1

  3

  3 3 3 3 3

  3 3 3 3 3 3

  3

  3

  3 3 3 3 3

  3 3 2 2 2 2

  2

  2 2 2 2 3

  2 3 4 4 3 2

  2 3 4 3 2 3

  3

  3

  3 3 3 4 3

  3 4 4 4 2 2

  2

  2

  3 2 3 3 4

  2

  1 2 2 2 3

  3

  3 3 3 4 2

  3 2 3 3 3

  2 2 2 3 2 2

  1

  1

  1 1 2 3 3

  2 2 3 3 2 2

  3

  3

  3 3 3 3 3 3

  2

  3

  3

  3 3 4 4 3

  2 4 3 3 2 3

  2

  2

  3 3 3 3 4

  3 2 2 2 2 2

  2

  2 3 4 4 3 2

  4

  3

  3 3 3 3 3

  3 3 3 3 2

  3 3 3 2 2 2

  2

  2

  3 2 2 3 3

  2 3 3 3 3 2

  3

  3

  3 3 3 3 2 2

  3

  2

  2

  3 2 3 3 3

  2 1 1 1 2 2

  1

  3

  2 3 4 4 4

  3 3 4 4 3 3

  3

  2

  3 3 3 3 2 2

  3 3 2 4 3

  3 2 3 3 3 2

  3 3 3 3 3 2

  2

  3

  3 3 3 3 3

  3 4 3 3 3 3

  3

  3

  3 3 4 4 4

  3

  4 4 4 4 3

  3

  3 3 3 3 2

  3 3 4 4 3 2

  1

  4

  3 4 3 4 3

  2 2 4 4 2 2

  4

  4

  2 item26 item27 item28 item29 item30 item31 item32 item33 item34 item35 item36 item37 item38 3 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  2 4 1 3 2

  2 3 3 2 2 3

  3

  3

  3 4 2 4 4

  3 3 3 3 3 3

  3

  3 4 1 3 3

  3 3 3 3 3

  3 3 3 2 2 2

  2

  2

  2 3 2 3 3

  3 3 3 3 2 3

  4

  3

  3 4 4 2 2 3

  2

  3 3 2 2 1 2

  3

  3

  3 3 3 3 3

  4 3 3 3 3 3

  3

  3

  3 4 3 3 3

  3 3 3 3 3 3

  3

  2 3 2 3 3

  3

  3 3 1 2 2 2

  1

  2

  2 3 2 3 2

  2 3 3 2 3 3

  3

  3

  3 3 2 3 3

  3 4 3 3 3 3

  3 3 3 3 3

  2

  3 3 3 2 2 3

  2

  3

  3 3 2 3 3

  3 2 2 3 3 2

  2

  2

  2 3 2 3 3

  2 3 3 3 2 3

  2

  2 4 1 3 3

  3 3 3 3 3 3

  3 3 3 3 3 3

  3

  3

  3 3 2 3 3

  3 2 2 2 2 2

  2

  2

  2 2 2 2 2

  3

  3 3 2 3 3

  2

  3 3 3 3 3

  2 3 2 3 3

  1 3 3 2 3 3

  3

  3

  3 4 2 4 3

  3 3 3 3 3 3

  3

  3

  3 2 2 2 2 2

  3

  2

  3

  2 2 2 3 2

  3 3 3 3 3 3

  3

  4

  4 3 2 3 3

  3 3 3 3 3 3

  3

  2

  3 4 2 3 3

  3

  2

  2

  2 4 1 3 3

  3 3 3 3 3 3

  3

  3

  3 3 2 3 3

  3 2 2 2 2 2

  2

  2 2 2 2 2

  2 3 3 3 2 3

  2 4 4 3 2 2

  2

  2

  3 4 2 3 3

  3 3 4 2 2 3

  3

  3

  1 4 2 3 3

  2

  2 3 2 3 3

  3

  4 3 2 3 3

  3 3 2 3 3

  3 2 2 2 2 2

  2

  3

  2 2 2 3 2

  3 3 3 3 3 3

  3

  4

  3 3 3 3 3 3

  2

  3

  3

  3 3 2 3 3

  3 3 3 3 3 3

  3

  3

  3 3 3 2 3

  3 2 2 3 3 2

  2

  3 4 4 3 2 4

  4

  2

  3 3 3 3 3

  3 3 2 3 3

  3 3 3 2 3 3

  3

  3

  2 2 2 3 3

  3 3 3 3 3 3

  3

  3

  3 3 3 2 3 3

  3

  3

  3

  3 3 2 3 3

  3 4 4 2 2 3

  3

  4

  4 4 2 3 3

  3 3 3 2 4 2

  3

  3

  4 3 3 3 3 3

  4 4 2 4 4

  4 3 3 3 3 3

  3 2 3 2 2 3

  3

  3

  3 3 2 3 3

  3 3 3 3 3 3

  4

  4

  3 4 3 3 3

  3

  4 4 1 4 4

  3

  3 3 2 3 3

  3 3 4 3 4 4

  3

  4

  3 3 3 3 4

  4 4 4 3 4 3

  4

  4

  2 item39 item40 item41 item42 item43 item44 item45 item46 item47 item48 item49 item50 item51 3 2 2 3 3

  3

  3

  4

  2

  4 3 4 3 3

  2 3 2 2 3 2

  3

  2

  3 2 3 3 3

  2 3 3 3 3 2

  3

  3 1 3 4 3

  3 3 3 3 3

  2 3 3 1 2 3

  3

  1

  2 1 2 4 2

  2 3 2 3 3 4

  3

  3

  2 3 3 2 3 4

  2

  3 3 3 2 3 3

  2

  3

  3 2 3 3 3

  3 3 3 3 3 3

  3

  3

  3 4 3 3 3

  3 3 3 2 2 3

  3

  3 3 4 3 3

  3

  2 2 2 2 2 3

  3

  2

  2 2 3 3 3

  2 3 2 3 2 3

  3

  3

  3 3 3 4 2

  2 3 2 2 2 3

  3 4 3 3 4

  1

  3 3 3 3 3 3

  2

  3

  3 3 3 3 3

  3 2 2 2 2 2

  2

  3

  3 1 2 3 2

  3 3 1 2 3 3

  4

  3 2 3 3 3

  3 3 2 3 3 3

  3 3 2 3 3 3

  3

  3

  3 3 4 3 3

  2 2 2 2 2 2

  3

  2

  2 2 3 3 3

  3

  3 3 4 3 3

  2

  3 2 2 3 3

  2 2 4 4 3

  3 3 2 3 3 3

  4

  3

  3 3 3 3 3

  2 3 3 3 3 3

  3

  3

  2 2 2 2 2 2

  3

  2

  1

  2 1 2 3 2

  2 3 3 3 2 3

  3

  2

  3 3 3 3 3

  2 3 3 3 3 3

  3

  3

  2 3 3 3 3

  3

  2

  2

  3 2 4 3 3

  3 3 2 3 3 3

  3

  3

  3 3 3 3 3

  2 2 2 2 2 2

  3

  2 2 2 3 3

  3 3 4 2 3 3

  3 3 3 3 3 3

  4

  3

  4 3 3 3 3

  2 3 1 3 3 4

  4

  3

  3 3 4 4 4

  4

  3 1 3 3 2

  3

  3 3 2 3 3

  3 2 4 3 3

  2 2 2 2 2 2

  2

  1

  2 1 3 3 2

  2 3 3 3 2 3

  3

  2

  2 3 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3 3 3 3 3

  3 3 3 2 3 3

  3

  3

  3 3 3 3 3

  3 2 2 2 2 2

  2

  2 3 3 3 4 3

  3

  1

  3 3 3 3 3

  3 2 2 3 3

  2 2 2 2 2 2

  3

  3

  3 2 2 3 3

  2 3 3 3 3 3

  3

  3

  3 3 2 2 2 2

  3

  2

  2

  3 2 2 3 3

  2 3 2 4 3 3

  4

  2

  4 2 4 4 3

  2 3 4 4 3 3

  4

  3

  2 3 2 3 3 3

  4 3 3 3 3

  3 3 3 3 3 3

  3 3 2 2 3 3

  3

  3

  3 3 3 3 3

  2 4 3 3 3 3

  3

  2

  3 3 4 3 4

  3

  4 3 3 4 3

  3

  3 3 2 3 2

  2 3 4 3 3 3

  4

  3

  4 2 3 3 1

  4 1 4 4 3 3

  4

  3

  3 item52 item53 item54 item55 item56 total 3 3 3 3 3 162 3 2 2 3 3 123 4 3 3 3 3 163 3 3 3 3 3 169 3 3 3 2 3 166 3 3 3 2 3 131 2 3 4 4 4 158 3 3 3 3 3 163 3 2 3 2 3 126 3 3 3 3 3 166 4 3 4 4 4 169 4 4 3 3 3 185 3 3 4 3 3 160 4 4 4 3 4 183 3 3 3 3 3 161 3 3 3 3 3 179 4 4 4 4 4 194 4 3 4 3 4 161 3 2 3 2 3 141 3 3 3 3 3 167 3 3 3 3 3 151 4 4 4 4 4 160 3 3 3 3 3 164 4 3 3 3 4 168 4 3 3 4 3 171 4 3 4 3 4 161 3 2 3 2 2 124 3 3 3 3 3 153 3 3 3 3 3 152 4 3 4 2 3 159 3 3 3 2 3 158 3 3 3 3 3 159 4 2 4 4 4 140 4 3 4 2 3 172 3 3 2 2 2 150 4 4 4 4 4 173 3 3 3 3 3 166 3 2 2 3 3 123 4 3 3 3 3 164 3 3 3 3 3 169 3 3 3 3 3 167 3 3 3 2 4 132 2 3 4 4 4 154 3 3 3 3 3 165 3 2 3 2 3 127

  

LAMPIRAN C

Uji Reliabilitas Butir Skala Perilaku

Asertif

  Reliability

Warnings

  The space saver method is used. That is, the covariance matrix is not calculated or used in the analysis.

  Case Processing Summary N % Valid

  45 100.0 Excluded (a) .0

  Cases Total 45 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

   Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .953

  45 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale

  Variance if Item Deleted Corrected Item-Total

  Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted item1 125.96 240.680 .328 .953 item2 126.11 234.374 .632 .951 item4 125.69 237.810 .478 .952 item7 126.27 241.245 .315 .953 item8 126.00 239.955 .368 .953 item9 126.02 238.113 .560 .952 item10 125.76 240.507 .360 .953 item11 126.16 237.271 .530 .952 item12 126.04 239.453 .428 .952 item13 126.11 240.465 .308 .953 item14 125.80 234.436 .578 .952 item15 125.84 237.271 .491 .952 item16 125.64 239.189 .419 .952 item18 126.51 236.665 .494 .952 item19 126.44 229.253 .691 .951 item20 126.22 231.677 .760 .950 item23 125.71 235.437 .654 .951 item25 126.38 237.059 .606 .951 item26 125.93 236.927 .620 .951 item27 125.96 231.862 .788 .950 item28 126.31 240.765 .427 .952 item29 126.27 239.200 .399 .953 item30 126.11 235.692 .751 .951 item31 126.16 233.271 .750 .951 item32 126.02 235.204 .602 .951 item33 126.16 234.180 .622 .951 item34 125.71 235.619 .603 .951 item36 125.89 241.737 .459 .952 item37 125.96 237.180 .696 .951 item38 126.00 236.864 .607 .951 item39 126.11 240.328 .447 .952 item41 126.31 233.901 .663 .951 item42 126.22 236.313 .696 .951 item43 126.07 237.973 .582 .952 item44 125.84 236.543 .528 .952 item45 126.42 237.840 .456 .952 item46 125.96 235.634 .674 .951 item47 126.47 230.845 .676 .951 item50 126.04 241.589 .334 .953 item52 125.62 240.740 .384 .953 item53 125.96 234.953 .775 .951 item54 125.69 239.856 .428 .952 item55 125.98 238.477 .430 .952

  

LAMPIRAN D

Skor Kasar Data UJi Coba Variabel

Kecemasan Presentasi Proposal

  

Penelitian Skripsi subjek item1 item2 item3 item4 item5 item6 item7 item8 item9 item10 item11 item12 S1

  4

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  3

  1

  2

  3

  4 S31

  4

  3

  3

  3 S32

  2

  1

  1

  3

  2

  2

  3

  2 S30

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3 S34

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3 S33

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  2

  2

  3

  4 S26

  4

  2

  3

  4

  1

  3

  2

  3

  3

  2

  3 S25

  2

  4

  2

  2

  3

  2

  1

  3

  3

  3

  2

  3

  3 S24

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3 S29

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2 S28

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2 S27

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  4 S42

  2

  3 S43

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  1

  2

  3

  4

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3 S41

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  3

  3 S45

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  4

  2

  2

  4

  3 S44

  4

  3

  2

  2

  1

  1

  3

  2

  3 S35

  3

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  3 S37

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  3 S36

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  4

  3

  2

  4

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  4 S40

  4

  2

  4

  1

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  2 S39

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3 S38

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  3

  4

  3 S9

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 S8

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  2 S7

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  3 S12

  4

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3 S11

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3 S10

  3

  2

  3

  1

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3 S3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3 S2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  2 S6

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3 S4

  2

  2

  2 S5

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  4

  2

  2

  3

  2 S20

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3 S19

  3

  3

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  1 S18

  4

  2

  3

  4

  3

  4

  3 S23

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  3

  2 S22

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  3 S21

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  2

  2

  3

  2 S14

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  3 S13

  4

  3

  2

  2

  2

  2

  3 S15

  2

  1

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  1

  2

  3

  2 S17

  2

  3

  3

  2

  2

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  3 S16

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2 item13 item14 item15 item16 item17 item18 item19 item20 item21 item22 item23 item24 item25 2 4 2 3 2 4

  3

  2 2 2 2 2

  3

  3 3 4 2 2 2 3

  2 2 3 3 3

  3

  3 3 4 2 3 2 3

  2 2 3 3 3

  3

  2 3 2 2 3 2 3

  2 2 2 2 3

  3

  3 2 2 2 2 2 2

  2 2 3 3 3

  4

  2 4 3 2 3 2 4

  3

  2 3 2 2 3 2 3

  2 4 2 3 2 2 2

  1 1 3 2 3

  3

  2 2 4 2 2 2 4

  2 1 3 3 3

  2

  2 3 4 2 2 2 3

  2 2 3 3 3

  3

  4 2 2 2 3 2 3

  2 2 4 4 4

  4

  2 3 3 2 2 2 4

  2 1 2 2 2

  2 2 3 3 3

  3

  3 3 1 2 2 2 2

  3 3 3 2 2 2 4

  2 2 3 3 3

  3

  3 3 2 2 2 2 2

  2 2 3 2 3

  3

  1 3 3 2 3 2 3

  1 1 1 2 1

  2

  3 1 3 1 2 2 2

  3 2 2 3 3

  3

  3 2 3 2 2 3 3

  2 2 3 3 3

  4

  1 1 3 3 3

  2 2 3 2 3

  3

  4 2 2 2 2 2 3

  2 2 4 4 4

  4

  2 3 3 2 2 2 4

  2 2 2 2 2

  2

  2 2 2 2 2 2 2

  1 3 3 3 2

  2

  3 2 2 2 2 2 2

  3 2 4 3 3

  3

  3 3 3 2 3 2 4

  3

  2 2 3 4 3

  2 2 3 3 3

  4 2 2 1 4 4 3

  2 2 2 2 3

  3

  2 2 2 2 3 2 3

  2 2 3 3 3

  3

  3 3 3 2 2 2 3

  1 1 3 3 3

  3

  3 3 2 2 2 2 3

  2 2 3 3 3

  3

  3 2 2 2 3 3 3

  1 1 3 3 3

  4

  2 2 4 3 3

  2

  4

  2 4 3 2 1 1 4

  2 2 2 2 2

  2

  2 2 2 2 2 2 2

  2 1 2 2 2

  2

  3 2 3 1 2 2 1

  2 2 3 3 3

  3

  4 2 2 2 3 3 3

  2 2 4 4 4

  4

  3 4 3 2 3 3 4

  2 3 3 2 2 2 3

  3 2 3 3 3

  4

  2

  3 3 2 2 2 2 4

  2 2 3 3 3

  2

  2 3 2 2 2 2 2

  1 1 2 2 2

  2

  2 3 2 1 1 2 2

  1 1 2 2 3

  2

  2 3 3 2 2 2 3

  2 2 2 2 2

  3

  1 4 2 3 2 2 2

  1 1 1 2 1

  2 1 2 1 2 2 2

  3 3 2 2 2 2 2

  2 2 2 2 2

  3

  3 1 1 2 2 2 3

  2 2 3 3 3

  3

  3 2 2 2 3 2 3

  3 2 4 3 3

  3

  2 3 4 2 3 2 4

  1 1 2 2 3

  2

  2 3 4 2 2 2 3

  2 1 3 3 2

  2

  2 item26 item27 item28 item29 item30 item31 item32 item33 item34 item35 item36 item37 item38 2 3 2 2 3 2

  2

  2 2 2 1 2

  2

  3 2 2 2 2 2 3

  3 3 3 3 3

  3

  2 3 3 3 3 3 3

  2 3 2 3 2

  3

  2 3 3 2 2 3 2

  2 2 2 2 2

  2

  3 2 2 2 3 3 2

  3 3 3 2 3

  3

  1 3 3 3 3 3 3

  2

  2 2 2 2 1 2 2

  1 2 2 2 2 2 2

  2 3 3 1 2

  2

  1 3 2 3 2 2 2

  2 2 2 2 2

  2

  2 3 2 2 2 2 1

  2 2 2 2 2

  3

  2 3 3 2 2 2 1

  3 3 3 3 2

  3

  1 3 1 3 3 2 2

  2 2 2 2 2

  2 2 3 1 2

  2

  2 2 3 2 2 2 2

  2 3 2 3 1 2 3

  2 3 3 2 2

  3

  2 3 2 2 2 2 2

  2 3 3 1 2

  2

  1 2 2 2 1 2 1

  2 2 3 1 2

  2

  4 2 2 2 1 1 1

  3 3 3 3 3

  3

  2 3 3 2 3 4 2

  2 2 3 3 2

  3

  2 3 2 3 2

  2 3 3 1 2

  2

  2 3 2 2 2 3 3

  3 3 3 3 2

  3

  2 3 1 3 3 2 2

  2 2 2 2 2

  2

  2 2 2 2 1 3 2

  2 2 3 2 2

  2

  3 2 2 2 2 2 2

  3 1 3 3 3

  3

  2 3 2 3 4 3 3

  2

  2 2 2 3 4

  3 3 3 2 4

  2 4 1 2 4 3 2

  2 2 2 2 2

  3

  2 3 2 3 2 2 1

  2 2 2 3 2

  2

  3 2 2 2 2 2 2

  2 3 2 3 2

  2

  3 3 2 2 2 3 2

  3 2 3 3 4

  3

  1 3 2 3 4 2 3

  4 4 4 2 1

  2

  3 2 2 3 3

  2

  3

  2 3 1 4 1 2 2

  2 3 4 2 2

  2

  2 2 2 2 2 2 1

  2 3 4 2 2

  3

  2 3 2 2 3 2 1

  3 2 4 3 4

  3

  2 3 2 3 4 2 3

  3 3 3 3 2

  3

  2 3 2 3 3 2 2

  2 2 2 2 3 2 1

  2 2 3 3 2

  3

  2

  2 3 3 3 4 2 3

  2 3 2 3 2

  3

  2 2 2 2 2 2 3

  2 2 2 2 2

  2

  2 2 1 2 1 2 2

  2 2 2 1 2

  2

  2 2 2 2 2 2 2

  2 2 2 2 2

  2

  1 2 2 2 2 2 2

  2 2 3 2 2

  1 2 2 2 1 1 1

  2 2 2 2 2 2 2

  2 3 3 3 2

  1

  2 2 2 3 1 2 1

  2 2 3 1 2

  3

  2 3 2 2 2 2 2

  3 1 3 3 3

  3

  1 3 2 3 4 3 3

  2 2 2 2 2

  2

  1 2 2 2 2 2 2

  2 2 3 2 2

  2

  1 item39 item40 item41 item42 item43 item44 item45 item46 item47 item48 item49 item50 item51 3 3 4 4 3 2

  3

  2 2 2 1 2

  3

  2 2 3 2 2 3 3

  3 2 3 2 3

  3

  2 3 2 4 3 3 4

  3 2 3 2 3

  3

  1 3 4 4 3 3 3

  2 2 2 2 2

  2

  3 2 2 2 2 2 2

  3 3 3 3 3

  3

  2 4 3 3 3 3 3

  2

  2 3 3 3 3 2 2

  2 2 2 2 2 2 3

  3 2 3 2 2

  3

  2 2 4 4 1 3 3

  2 3 2 2 2

  2

  2 2 2 2 2 2 2

  3 3 2 3 2

  3

  3 2 2 3 3 3 2

  3 3 2 4 3

  3

  2 3 4 2 3 3 4

  2 2 2 2 2

  2 2 3 1 2

  3

  3 2 2 2 3 2 2

  2 2 2 4 2 3 3

  3 2 3 2 2

  2

  2 2 2 2 3 3 2

  3 1 2 2 2

  2

  2 2 3 3 3 3 2

  1 1 1 2 2

  2

  2 2 2 2 2 2 2

  3 3 4 3 4

  3

  2 3 3 3 1 3 3

  3 2 2 2 2

  3

  3 2 3 2 2

  1 2 2 2 2

  3

  3 2 2 2 3 3 3

  3 3 2 4 3

  3

  2 3 4 2 3 3 4

  2 2 2 2 3

  2

  2 2 2 2 2 2 2

  2 1 2 1 2

  2

  3 2 2 2 1 2 2

  3 3 3 4 4

  3

  2 2 3 3 3 3 3

  2

  4 1 3 2 2

  3 2 3 4 3

  3 1 2 3 4 4 3

  2 2 2 2 2

  3

  2 2 3 3 3 3 3

  2 2 3 1 2

  3

  2 2 3 2 2 3 3

  3 2 3 2 2

  3

  3 2 2 2 2 3 3

  3 4 3 4 2

  3

  3 3 3 2 4 3 3

  3 2 4 3 3

  3

  3 2 3 3 3

  3

  3

  2 3 4 3 2 3 3

  2 2 2 2 2

  2

  2 2 2 2 2 2 2

  2 1 2 2 3

  2

  3 2 2 2 2 2 2

  3 4 3 4 2

  3

  2 3 3 2 3 3 3

  4 3 3 3 2

  4

  3 3 2 2 3 4 3

  2 2 2 2 2 3 3

  2 2 2 2 2

  3

  2

  2 3 2 4 3 3 3

  2 2 3 2 2

  3

  1 2 2 2 2 3 3

  2 2 2 1 1

  2

  2 2 2 2 2 2 2

  2 2 2 2 2

  2

  2 2 2 2 3 2 2

  2 2 2 1 2

  2

  2 2 2 2 3 2 3

  2 1 1 1 2

  1 2 2 2 3 2 2

  2 2 2 2 1 2 2

  2 2 4 1 1

  2

  2 1 2 2 2 2 2

  3 2 3 2 2

  3

  3 2 2 3 3 3 3

  3 3 3 4 4

  3

  2 2 3 3 3 3 3

  2 2 2 2 2

  2

  2 2 2 2 2 2 2

  2 1 2 1 2

  2

  2 item52 item53 item54 total 3 3 3 156 3 2 2 159 3 3 3 156 2 2 1 114 2 2 2 110 4 3 3 154 2 3 2 155 3 3 3 157 2 2 2 130 2 2 2 127 3 2 2 130 2 2 2 129 1 2 2 105 2 2 2 116 4 4 3 161 3 2 2 130 1 1 1 106 2 1 1

  94 2 2 2 115 2 2 2 117 2 2 2 101 2 3 2 130 2 3 3 151 2 2 2 116 3 3 2 156 2 3 2 129 2 2 2 118 2 1 1 129 2 2 2 113 3 2 2 154 2 2 2 113 2 2 2 144 3 2 2 153 2 2 2 127 3 2 2 129 4 4 3 161 1 2 2 108 3 2 2 112 3 3 2 157 2 2 2 129 2 3 2 141 3 3 3 157 1 1 1

  93 2 3 2 128 3 2 2 124

  

LAMPIRAN E

Uji Reliabilitas Butir Skala Kecemasan

Presentasi Proposal Penelitian Skripsi

  Reliability

Warnings

  The space saver method is used. That is, the covariance matrix is not calculated or used in the analysis.

  Case Processing Summary N % Valid

  45 100.0 Excluded (a) .0

  Cases Total 45 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

   Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .965

  42 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale

  Variance if Item Deleted Corrected Item-Total

  Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted item1 98.76 304.780 .604 .964 item2 99.53 304.164 .568 .964 item3 99.22 296.177 .686 .964 item4 98.93 307.609 .474 .965 item6 99.71 305.256 .557 .964 item9 99.24 303.871 .709 .964 item10 99.36 311.189 .337 .965 item12 99.07 307.745 .466 .965 item16 99.53 308.709 .452 .965 item18 98.93 297.291 .755 .963 item19 98.96 301.634 .695 .964 item20 99.98 309.795 .438 .965 item21 100.11 312.010 .359 .965 item22 99.09 298.674 .752 .963 item23 99.13 302.800 .705 .964 item26 99.29 305.301 .679 .964 item28 99.49 307.028 .606 .964 item29 99.58 297.386 .626 .964 item30 99.60 308.564 .482 .965 item31 99.82 305.013 .541 .964 item32 99.42 305.295 .683 .964 item33 99.53 304.709 .756 .964 item36 99.60 304.200 .532 .964 item37 99.56 305.662 .538 .964 item38 99.93 305.473 .540 .964 item39 99.58 306.568 .573 .964 item40 99.36 305.007 .538 .964 item41 99.33 306.273 .462 .965 item43 99.18 302.877 .782 .963 item44 99.20 303.800 .677 .964 item45 99.22 303.268 .805 .963 item46 99.33 300.682 .760 .963 item47 99.71 302.665 .608 .964 item48 99.33 304.318 .567 .964 item49 99.60 291.700 .793 .963 item50 99.53 303.936 .608 .964 item51 99.67 304.773 .722 .964 item52 99.49 299.574 .716 .963 item53 99.56 300.662 .722 .963 item54 99.78 305.495 .677 .964

  LAMPIRAN F

Skala Penelitian Variabel Perilaku Asertif dan Variabel Kecemasan Kepada : Teman-teman mahasiswa Di tengah aktivitas perkuliahan, pertama-tama saya ucapkan terima kasih

atas kesediaan teman-teman memberikan waktu untuk mengisi kuesioner ini.

Kuesioner ini berisi beberapa pernyataan seputar kehidupan sehari teman-teman

baik di dalam pergaulan dengan orang lain maupun di dalam aktivitas

perkuliahan. Informasi yang teman-teman berikan akan sangat berguna bagi

penelitian skripsi saya.

  Identitas dari teman-teman tidak akan disebarluaskan dan hanya digunakan

sebagai data dalam penelitian skripsi saya. Bahkan data yang teman-teman

berikan pun tidak akan berdiri sebagai data tunggal, melainkan akan disatukan

dengan data-data yang lain sehingga kerahasiaan data teman-teman terjamin.

Tidak ada jawaban yang salah, jadi jawablah setiap pernyataan sesuai dengan

keadaan teman-teman yang sesungguhnya.

  Atas bantuan dan kesungguhan teman-teman menjawab kuesioner ini saya ucapkan terima kasih.

  Peneliti Fransiska Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma

  Yogyakarta

  Isilah identitas Anda di bawah ini : Nama : Jenis kelamin : Fakultas : Angkatan :

  Skala I Petunjuk : Berikut ini terdapat 45 pernyataan tentang perilaku asertif Anda ketika Anda berelasi dengan orang lain. Tugas Anda adalah mengemukakan apakah pernyataan-pernyataan tersebut sesuai dengan diri Anda atau tidak dengan cara memberikan tanda silang (X) pada salah satu pilihan jawaban yang telah tersedia.

  Ada empat macam pilihan jawaban yang disediakan dan di bawah ini adalah keterangan pilihan jawaban tersebut : SS : Sangat Sesuai S : Sesuai TS : Tidak Sesuai STS : Sangat Tidak Sesuai Contoh: No Pernyataan SS S TS STS

1 Ketika bertemu dengan orang baru, saya berani

  X untuk memulai pembicaraan. Artinya ; Karena kondisi saya sangat sesuai dengan pernyataan diatas, maka saya memberikan tanda silang pada kolom jawaban SS.

  Perhatian :

  • Tidak ada jawaban yang benar atau salah, jawablah setiap pernyataan secara apa adanya.

  No Pernyataan SS S TS STS

  1. Ketika bertemu dengan orang baru, saya dapat berbicara dengan santai.

  2. Saya dapat berbicara dengan tenang kepada siapa saja.

  3. Saya melakukan suatu tindakan yang menurut saya baik.

  4. Bagi saya mengalah kepada keputusan teman adalah hal yang paling aman.

  5. Saya cenderung pasrah kepada keputusan orang lain.

  6. Saya malu meminta informasi kepada orang lain, walaupun sebenarnya saya membutuhkan bantuan.

  7. Saya dapat menegur orang yang mengabaikan pembicaraan ketika berdiskusi di dalam kelompok.

  8. Ketika bergaul dengan orang lain saya dapat mengemukakan ide-ide yang saya miliki.

  9. Saya berani menuangkan gagasan demi perkembangan dan kemajuan bersama.

  10. Saya dapat mengambil keputusan sendiri demi memenuhi kebutuhan saya.

  11. Ketika saya merasa kesulitan, saya dapat meminta bantuan kepada orang lain.

  12. Ketika saya merasa buntu dengan masalah saya, maka saya dapat meminta bantuan orang lain.

  13. Walaupun dengan perasaan marah, saya terpaksa memenuhi permintaan orang lain.

  14. Saya lebih suka menekan perasaan dari pada mengatakannya kepada orang lain.

  15. Bila ada masalah dengan orang lain, saya cenderung memendamnya. kepada orang lain.

  

17. Saya merasa segan bila meminta bantuan orang

lain.

  

18. Saya berusaha mencari waktu untuk menyelesaikan

masalah saya dengan orang lain.

  

19. Saya tetap berusaha mencari jalan keluar bagi

masalah yang saya hadapi.

  

20. Saya merasa percaya diri ketika meminta bantuan

orang lain.

  

21. Ketika saya merasa kesulitan mengerjakan tugas

kuliah, maka saya dapat meminta bantuan kepada teman.

  

22. Ketika ada suatu hal yang kurang saya mengerti,

saya berani untuk bertanya.

  

23. Saya ragu bila melakukan tindakan yang berbeda

dari orang lain.

  

24. Saya merasa khawatir ketika bertindak tanpa

dukungan dari orang lain.

  

25. Saya mengikuti keputusan kelompok tanpa berani

menyanggahnya.

  

26. Saya takut berbicara secara langsung ketika berada

di dalam kelompok.

  

27. Saya malu untuk memberikan pendapat saya ketika

berdiskusi di dalam kelompok.

  

28. Saya merasa ragu-ragu untuk mengungkapkan ide

yang saya anggap penting.

  

29. Saya dapat menceritakan kegembiraan yang saya

alami kepada orang lain.

  

30. Saya berusaha menolak permintaan orang lain tanpa

membuat orang tersebut merasa tersinggung.

  

31. Saya dapat menolak permintaan orang lain dengan

  

32. Saya merasa gengsi untuk menyelesaikan masalah

dengan teman yang berkonflik dengan saya.

  

33. Saya kurang berusaha untuk menyelesaikan

masalah saya dengan orang lain.

  

34. Saya tetap merasa nyaman ketika menyampaikan

pendapat di hadapan orang banyak.

  

35. Saya dapat mengemukakan kebutuhan saya secara

terbuka kepada orang lain.

  

36. Jika pendapat saya bertentangan dengan orang lain,

maka saya berusaha mencari penyelesaian.

  

37. Saya berusaha memaafkan orang lain yang telah

menyakiti hati saya.

  

38. Saya takut merasa salah ketika mengemukakan

pendapat kepada orang lain.

  39. Saya malu bertanya karena takut dianggap bodoh.

  

40. Saya terlalu berlebihan memikirkan akibat yang

terjadi atas tindakan yang saya lakukan.

  

41. Saya tidak menyesal bila mengambil keputusan

untuk diri saya sendiri.

  

42. Ketika pendapat saya ditentang, maka saya akan

membenci teman-teman saya.

  

43. Saya merasa gengsi untuk meminta bantuan orang

lain.

  

44. Saya akan menaruh dendam dengan orang yang

berkonflik dengan saya.

  45. Saya merasa jengkel ketika pendapat saya ditolak.

  Skala II Petunjuk : Berikut ini terdapat 42 pernyataan tentang perasaan cemas yang pernah Anda alami ketika harus mempresentasikan proposal seminar Anda di depan kelas. Tugas Anda adalah mengemukakan apakah pernyataan-pernyataan tersebut sesuai dengan diri Anda atau tidak dengan cara memberikan tanda silang (X) pada salah satu pilihan jawaban yang telah tersedia.

  Ada empat macam pilihan jawaban yang disediakan dan di bawah ini adalah keterangan pilihan jawaban tersebut : SS : Sangat Sesuai S : Sesuai TS : Tidak Sesuai STS : Sangat Tidak Sesuai Contoh: No Pernyataan SS S TS STS

1 Ketika tiba giliran untuk mempresentasikan

  X proposal seminar, saya merasa sangat takut. Artinya ; Karena kondisi saya sangat sesuai dengan pernyataan diatas, maka saya memberikan tanda silang pada kolom jawaban SS.

  Perhatian :

  • Tidak ada jawaban yang benar atau salah, jawablah setiap pernyataan secara apa adanya.
  • Jangan sampai ada pernyataan yang terlewatkan.

  

No Pernyataan SS S TS STS

  1. Saya merasa khawatir ketika harus mempresentasikan proposal seminar di depan kelas.

  2. Saya merasa putus asa karena kesulitan menjawab pertanyaan dari dosen.

  3. Pada saat melakukan presentasi di depan kelas, saya merasa takut untuk menetap kearah peserta kuliah.

  4. Saya merasa sangat was-was ketika giliran saya untuk presentasi semakin dekat.

  5 Melakukan presentasi sendiri di depan kelas tidak akan membuat saya merasa sesak nafas.

  6. Ketika kesulitan menjawab pertanyaan dari dosen, otot-otot saya tetap terasa rileks.

  7. Untuk menghilangkan rasa takut pada saat presentasi, saya mengerak-gerakkan kaki.

  8. Untuk menghilangkan rasa cemas, saya sering menggerak-gerak bolpoin.

  9. Saya merasa sakit perut ketika giliran presentasi semakin dekat.

  10. Tangan saya terasa dingin ketika saya melakukan presentasi di depan kelas.

  11. Jantung saya berdetak kencang saat saya mulai berbicara di depan kelas.

  12. Saya selalu berusaha memberikan jawaban ketika ada peserta kuliah yang bertanya.

  13. Saya akan berusaha memberikan penjelasan sebisa saya meskipun saya mendapat pertanyaan yang sulit untuk dijawab.

  14. Bagi saya melakukan presentasi sendiri di depan

  

15. Saya merasa santai ketika menjawab pertanyaan

dari dosen dan peserta kuliah.

  

16. Saya merasa tenang ketika tiba giliran saya untuk

maju mempresentasikan proposal seminar.

  

17. Saya merasa percaya diri ketika melakukan

presentasi seminar di depan kelas.

  

18. Saya sering kehilangan kata-kata ketika ingin

menjawab pertanyaan dari dosen.

  

19. Tangan saya gemetar ketika mempresentasikan

proposal seminar.

  

20. Kalau boleh memilih saya ingin menghindar dari

tugas presentasi seminar.

  

21. Saya merasa senang apabila ada peserta kuliah

yang bertanya tentang materi presentasi saya.

  

22. Saya tetap merasa percaya diri walaupun proposal

seminar saya dikritik.

  

23. Saya merasa percaya diri ketika menjawab

pertanyaan dari dosen.

  

24. Suara saya terdengar biasa ketika saya menjawab

pertanyaan dari peserta kuliah.

  

25. Saya merasa kurang percaya diri ketika

mempresentasikan proposal seminar saya.

  

26. Pada saat presentasi, saya menjadi lupa semua

meteri yang telah saya pelajari.

  

27. Saya tetap bersemangat meski materi presentasi

saya dikritik oleh peserta kuliah.

  

28. Gerak-gerik saya tetap terkendali meski saya

mengalami kesulitan menjawab pertanyaan dari dosen.

  

29. Ketika tiba saatnya untuk mempresentasikan

proposal seminar, badan saya terasa panas dingin. ingin buang air kecil.

  31. Saya merasa rileks dan santai ketika menjawab pertanyaan dari dosen.

  

32. Otot-otot saya terasa rileks ketika mulai

mempresentasikan proposal seminar di depan kelas.

  33. Badan saya terasa rileks ketika mempresentasikan proposal seminar.

  34. Ketika saya kesulitan menjawab pertanyaan dari dosen, ekspresi wajah saya tetap terlihat santai.

  35. Saya bersemangat untuk menyelesaikan presentasi proposal seminar.

  36. Ketika tidak dapat menjawab pertanyaan dari peserta kuliah, saya merasa minder.

  37. Bagi saya mempresentasikan proposal seminar adalah hal yang paling menakutkan.

  38. Ujung-ujung jari saya terasa dingin ketika ada peserta kuliah yang bertanya tentang proposal seminar saya.

  39. Muka saya menjadi pucat ketika saya mulai mempresentasikan proposal seminar.

  40. Suara saya bergetar ketika menjawab pertanyaan dari dosen.

  41. Saya dapat menatap kearah peserta kuliah ketika melakukan presentasi di depan kelas.

  

42. Saya dapat berbicara dengan jelas ketika

mempresentasikan proposal seminar.

  Terima kasih Atas Partisipasi Anda @@....@@

Dokumen baru

Download (134 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan antara tingkat kecemasan dengan frekwensi dan jumlah ulser recurrent apthous stomatitis pada mahasiswa fakultas Kedoteran Gigi Universitas Jember
0
4
51
Hubungan antara persepsi tentang dampak merokok terhadap kesehatan dengan tipe perilaku merokok mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
1
7
88
Hubungan antara kecemasan terhadap isu PHK dengan motivasi kerja pada karyawan tetap dan kotrak PT unitex tbk Bogor
0
32
170
Hubungan antara dimensi kepribadian big five dengan perilaku merokok pada remaja akhir
5
20
131
Hubungan antara persepsi tentang musibah dengan perilaku prososial pada mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang pernah menjadi relawan
1
6
89
Hubungan antara interaksi dalam keluarga dengan perilaku sosial pada remaja SMUN I Ciputat
0
5
151
Hubungan antara motif rasional dan motif emosional dengan keputusan membeli pulsa handphone pada mahasiswa
0
4
154
Hubungan antara modeling dengan perilaku membeli pakaian pada remaja putri
1
10
125
Hubungan antara locus of control dengan perilaku inovatif pada pengusaha kecil
0
4
134
Hubungan antara gaya Adult Attachment dengan perilaku asertif
1
8
114
Hubungan antara tipe kecemasan dengan prestasi belajar statistik mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Jakarta
9
23
78
Hubungan antara perilaku workaholic dengan timbulnya gejala insomnia
0
15
185
Hubungan antara kecerdasan emosi dengan kecemasan menghadapi masa pensiunan : penelitian pada pegawai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
0
19
107
Contoh proposal skripsi PAI
3
14
12
proposal skripsi baru
2
37
1
Show more