Pengaruh motivasi berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa : studi kasus mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun angkatan 2004 - USD Repository

Gratis

0
0
143
10 months ago
Preview
Full text

PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI DAN JENIS PEKERJAAN YANG DIMINATI TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA

  Studi Kasus : Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Angkatan 2004

  SKRIPSI

  Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Akuntansi

  Oleh : Astri Adriani Lo’o 001334142 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2007

  i

  

Motto dan Persembahan

“Sejauh apapun aku melangkah dan setinggi apa pun aku berdiri keluarga adalah

hal terpenting dalam hidupku”

  

“Jika ingin berkembang menjadi orang yang lebih baik jangan malu dianggap bodoh

dan dungu” (Phititys, Filsuf)

“Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkankan engkau! Kalungkan itu pada

lehermu, tuliskan itu pada loh hatimu, maka engkau akan mendapat kasih dan

penghargaan dalam pandangan Allah serta Manusia”(Amsal 2:3-4)

Skripsi ini kupersembahkan untuk:

  

Jesus Christ for my life

Bapak dan Ibuku yang selalu memberikan cintanya

De Yane, Is dan Alfred kakak selalu kangen kalian

Keluarga Besar di Teraju (terima kasih dukungannya)

  iv

  

ABSTRAK

PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI DAN JENIS PEKERJAAN YANG

DIMINATI TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA

  Astri Adriani Lo’o Universitas Sanata Dharma

  Yogyakarta 2007

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh: (1) motivasi berprestasi terhadap prestasi akademik mahasiswa, (2) jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa, (3) motivasi berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa. Penelitian studi kasus ini dilaksanakan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada bulan januari-februari 2007.

  Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 37 mahasiswa dan penelitian ini merupakan penelitian populasi yang dilakukan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada mahasiswa tahun angkatan 2004 Program Studi Pendidikan Ekonomi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment dan analisis korelasi ganda, dengan taraf signifikansi ( α ) sebesar 0,05 (5%).

  Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) ada pengaruh positif dan signifikan motivasi berprestasi terhadap prestasi akademik mahasiswa (r = 0,696 ; ρ = 0,000),

  (2) ada pengaruh positif dan signifikan jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa (r = 0,569 ; ρ = 0,001), (3) ada pengaruh positif dan signifikan motivasi berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa (R = 0,763 ; ρ = 0,000). vi

  ABSTRACT THE INFLUENCE OF ACHIEVEMENT MOTIVATION AND PREFERABLE JOB TYPES TOWARD STUDENTS’ ACADEMIC ACHIEVEMENT

  Astri Adriani Lo’o Sanata Dharma University

  Yogyakarta 2007

  This research was aimed to know the influence of: (1) the achievement motivation toward students’ academic achievement, (2) the preferable job types toward students’ academic achievement, (3) the achievement motivation and the preferable job types toward the students’ academic achievement. This case study research was carried out at Sanata Dharma University Yogyakarta during january-february 2007.

  The population of this research was all of the 37 students. This research was a population research on 2004 students of Economic Education Program of Sanata Dharma University. The technique of data collecting used questionnaire and documentation. The technique of data analysis used the product moment and double correlation analysis with the level of significance ( α ) 0,05 (5 %).

  The result of the research showed that: (1) there was positive and significant influence of achievement motivation toward students’ academic achievement (r = 0,696 ; p = 0,000), (2) there was positive and significant influence of the preferable job types toward students’ academic achievement (r = 0,569 ; p = 0,001), (3) there were positive and significant influence of achievement motivation and the preferable job types toward the students’ academic achievement (R = 0,763 ; p = 0,000). vii

KATA PENGANTAR

  Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatNya yang dilimpahkan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul : “PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI DAN JENIS PEKERJAAN YANG DIMINATI TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA”.

  Maksud dan tujuan penulis dalam menulis skripsi ini adalah untuk melengkapi dan memenuhi sebagian persyaratan agar memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahun Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Dalam mempersiapkan, menyusun, dan menyelesaikan skripsi ini, penulis memperoleh bantuan dari berbagai pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah memperlancar usaha penulis. Untuk itu dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terimakasih yag sedalam - dalamnya kepada :

  1. Jesus Christ yang selalu menuntun jalanku dan memberiku pengharapan.

  2. Bapak Drs. T Sarkim, M.Ed., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma.

  3. Bapak Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Sanata Dharma.

4. Bapak Laurentius Saptono S.Pd., M.Si., Selaku Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma.

  5. Bapak Drs. FX. Muhadi, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing I yang dengan sabar telah banyak memberi petunjuk dan pengetahuan baru bagi saya sebagai penulis.

  6. Bapak A. Heri Nugroho, S.Pd., selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan arahan dan bimbingan kepada saya sebagai penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. viii

  7. Ibu N. Premastuti Brataningrum, S.Pd., selaku Dosen Penguji III terima kasih atas arahannya.

  8. Bapak Yohanes Harsoyo saat masih menjabat sebagai Kaprodi Pendidikan Ekonomi yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi Tahun Angkatan 2004 di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  9. Bapak dan Ibu Dosen Prodi Pendidikan Akuntansi yang telah membagikan ilmu selama studi di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  10. Semua staf dan karyawan Prodi Pendidikan Akuntansi yang telah banyak membantu dalam memberikan informasi dan keterangan kepada penulis.

  11. Bapak dan Ibuku tercinta yang selalu setia memberikan doa, motivasi, dukungan dan kasih sayangnya.

  12. Adik-adikku (Yane, Is, Alfred) kakak sayang kalian.

  13. Para sahabat-sahabatku, terima kasih karena telah memberikan semangat untuk cepat selesai.

  Penulis menyadari akan segala keterbatasan pengetahuan dan sedikitnya pengalaman yang penulis miliki, untuk itu penulis memohon maaf serta mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang memerlukannya.

  Yogyakarta, 11 September 2007 Penulis

  Astri Adriani Lo’o ix

  

DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN .................................................................. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ......................................................... v ABSTRAK ...................................................................................................... vi ABSTRACT..................................................................................................... vii KATA PENGANTAR ..................................................................................... viii DAFTAR ISI.................................................................................................... x DAFTAR TABEL ........................................................................................... xiii DAFTAR BAGAN ......................................................................................... xiv DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xv

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ................................................................ 1 B. Batasan Masalah ............................................................................. 5 C. Rumusan Masalah .......................................................................... 5 D. Tujuan Penelitian ........................................................................... 5 E. Manfaat Penelitian .......................................................................... 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Motivasi Berprestasi........................................................................ 7

  1. Motivasi .................................................................................... 7

  2. Prestasi ...................................................................................... 8

  3. Motivasi Berprestasi ................................................................. 9

  B. Jenis Pekerjaan Yang Diminati ...................................................... 12

  1. Minat ......................................................................................... 12

  2. Pekerjaan ................................................................................... 14

  3. Jenis pekerjaan yang diminati ................................................... 15

  C. Prestasi Akademik .......................................................................... 16

  D. Kajian Hasil Penelitian Yang Relevan ........................................... 19

  E. Kerangka Berpikir .......................................................................... 20

  1. Pengaruh Motivasi Berprestasi Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa ............................................ 20

  2. Pengaruh Jenis Pekerjaan Yang Diminati Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa ................................................ 20

  3. Pengaruh Motivasi Berprestasi dan Jenis Pekerjaan Yang Diminati Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa ................ 21

  F. Hipotesis ......................................................................................... 21

  BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian................................................................................ 22 B. Tempat dan Waktu Penelitian ........................................................ 23 C. Populasi dan Sampel ...................................................................... 23 D. Variabel Penelitian dan Teknik Pengukuran .................................. 24 E. Teknik Pengumpulan Data ............................................................ 28 F. Teknik Pengujian Kuesioner .......................................................... 30 G. Teknik Analisis Data ...................................................................... 34

  BAB IV GAMBARAN UMUM A. Sejarah Perkembangan Universitas ................................................ 40 B. Visi dan Misi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ................. 45 C. Struktur Organisasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ....... 47 D. Jurusan dan Program Studi ............................................................. 50 E. Fasilitas ........................................................................................... 52 BAB V ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data ................................................................................ 57 B. Uji Prasyarat ................................................................................... 61 C. Pengujian Hipotesis Penelitian ....................................................... 62 D. Pembahasan .................................................................................... 69 BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan .................................................................................... 75 B. Keterbatasan ................................................................................... 76 C. Saran ............................................................................................... 77 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 79 LAMPIRAN

  

DAFTAR TABEL

  Tabel II.1 : Indeks Prestasi dengan Beban Studi Maksimal ........................... 18 Tabel III.1 : Skor pernyataan motivasi berprestasi ......................................... 26 Tabel III.2 : Skor pernyataan jenis pekerjaan yang diminati .......................... 27 Tabel III.3 : Standar Kelulusan Universitas Sanata Dharma .......................... 28 Tabel III.4 : Kisi-kisi kuesioner motivasi berprestasi, jenis pekerjaan yang diminati dan prestasi akademikmahasiswa ......................... 28 Tabel III.5 : Hasil pengujian validitas motivasi berprestasi............................. 31 Tabel III.6 : Hasil pengujian validitas jenis pekerjaan yang diminati ............. 32 Tabel III.7 : Tingkat keterandalan variabel penelitian ..................................... 33 Tabel III.8 : Rangkuman realibilitas ............................................................... 34 Tabel IV.1 : Jurusan dan Program Studi ......................................................... 50 Tabel V.1 : Deskripsi motivasi berprestasi .................................................... 58 Tabel V.2 : Deskripsi jenis pekerjaan yang diminati ..................................... 59 Tabel V.3 : Standar Kelulusan Universitas Sanata Dharma .......................... 60 Tabel V.4 : Deskripsi prestasi akademik mahasiswa berdasarkan IPK .......... 60 Tabel V.5 : Hasil pengujian normalitas ........................................................... 61 Tabel V.6 : Hasil pengujian linearitas ............................................................. 62 Tabel V.7 : Sumbangan relatif dan sumbangan efektif variabel bebas terhadap variabel terikat ..................................................... 67

  

DAFTAR BAGAN

  Bagan IV.1 : Struktur Organisasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan .. 47

  

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran I: Kuesioner penelitian ....................................................................................... 82 Lampiran II: Data Penelitian ................................................................................................ 87 Lampiran III: Uji Validitas dan Uji Reliabilitas .................................................................... 90 Lampiran IV: Uji Normalitas dan Uji Linearitas ................................................................... 94 Lampiran V: Analisis Korelasi dan Regresi ......................................................................... 99 Lampiran VI: Daftar Distribusi Frekuensi ............................................................................. 102 Lampiran VII: Data statistik .................................................................................................... 120 Lampiran VIII: Keterangan Penelitian ..................................................................................... 125

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan bukanlah hal asing atau baru bagi kita. Pendidikan sangat

  berpengaruh bagi perkembangan zaman. Saat ini kita bisa melihat dan merasakan teknologi-teknologi canggih yang diciptakan manusia, berkat ilmu pengetahuan yang diperolehnya dari dunia pendidikan. Melalui pendidikan orang mengharapkan supaya bakat, kemampuan dan kemungkinan yang dimiliki bisa dikembangkan secara maksimal agar bisa mandiri dalam proses membangun pribadinya, sebab dengan bantuan pendidikan setiap individu berharap bisa maju dan berkembang yang kemudian hari bisa mendapatkan pekerjaan yang pantas.

  Hidup manusia didunia ini memang selalu dihadapkan pada banyak persoalan, seperti persoalan yang berhubungan dengan diri pribadi (motivasi, dorongan keinginan, dan sikap), persoalan keluarga serta lingkungan sekitar kita. Tetapi itu semua dapat diatasi dengan sikap yang tepat dan kemauan berusaha serta keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi persoalan hidup, menghadapi masalah dalam belajar dan lain-lain, yaitu dengan usaha yang sungguh-sungguh dengan sikap jujur, berani dan bertanggung jawab. Maka persoalan-persoalan yang dihadapi tidak akan menghambat keberhasilan, tetapi akan memberi kekuatan dalam menghadapi hidup dengan segala tantangannya sehingga apa yang dicita-citakan tercapai.

  1

  2 Seseorang yang ingin sukses harus berusaha hidup dan bekerja secara teratur serta mampu mendisiplinkan diri. Agar semua itu terwujud didalam diri pribadi harus ada minat atau cita-cita tertentu, kepercayaan pada diri sendiri, keuletan dan kebebasan jiwa untuk memotivasi dirinya agar berusaha lebih baik sehingga apa yang ada dalam diri pribadi dapat dikembangkan sejalan dengan tuntutan jaman yang semakin maju dan berkembang agar siap menghadapi persaingan.

  Keinginan untuk hidup yang lebih baik dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan yang diharapkan telah menjadi obsesi setiap orang. Salah satu cara mencapai keinginan tersebut adalah melalui pendidikan. Pendidikan merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, namun untuk menjadi orang yang terdidik yang memiliki sumber daya yang berkualitas ternyata tidak mudah. Pencapaiannya memerlukan waktu yang panjang serta melalui berbagai kendala baik eksternal (persaingan) maupun internal seperti kondisi ekonomi orang tua, harapan, prestasi belajar, dan sebagainya.

  Dorongan atau motivasi mahasiswa masuk perguruan tinggi juga bermacam-macam. Ada yang masuk suatu fakultas atau jurusan memang itu yang ditujunya, tetapi sebaliknya tidak jarang pula masuk kesuatu fakultas atau jurusan karena terpaksa. Sehingga bagi yang terakhir ini akan mengalami berbagai kesulitan, karena memang agak terpaksa. Pada umumnya dapat dikemukakan bahwa besar kecilnya motivasi akan berhubungan erat dengan jelas tidaknya tujuan yang akan dicapai, makin jelas tujuan yang akan dicapai

  3 maka akan semakin kuat motivasi yang ada dalam diri individu tersebut, begitu pun sebaliknya. Karena itu perlu disadari dengan jelas tujuan apa yang ingin dicapai masuk perguruan tinggi, apakah hanya mengejar status, pengisi waktu, atau memang mempunyai tujuan yang lebih mulia.

  Motivasi berprestasi merupakan daya penggerak dalam suatu proses belajar. Seorang mahasiswa yang berprestasi tinggi akan lebih tekun dan bersemangat tanpa tergantung banyak pada dosen. Dengan ketekunan, semangat, kreatifitas dan kemandirian dalam belajar dengan dilandasi dorongan untuk berprestasi akan dicapai prestasi akademik yang optimal. Namun demikian, masih banyak faktor pendukung lainnya untuk tercapainya prestasi akademik yang maksimal tersebut seperti sarana dan prasarana, biaya, lingkungan, harapan mendapatkan pekerjaan sesuai yang diinginkan dan lain- lain.

  Keberhasilan seseorang dalam mencapai prestasi belajar maksimal dipengaruhi oleh faktor internal (faktor yang berasal dari dalam diri individu meliputi; minat, motivasi, cara belajar, kondisi psikis dan fisik) dan faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar yang meliputi; sosial ekonomi, fasilitas, dan interaksi dalam proses belajar mengajar). Kesuksesan dalam proses belajar mengajar ini dapat dilihat dari prestasi yang diperolehnya.

  Prestasi yang dimaksud adalah prestasi akademik yang diwujudkan dalam bentuk huruf dan angka.

  4 Dalam masyarakat yang maju dan rumit ini, prestasi seseorang dipandang amat penting. Karena itu banyak orang tua yang tidak lagi ragu- ragu memberikan pengorbanan yang besar untuk pendidikan anaknya. Namun demikian untuk memperoleh hal tersebut diperlukan biaya yang tidak sedikit jumlahnya. Biaya pendidikan tinggi menjadi salah satu kendala bagi mereka yang berasal dari keluarga yang kurang mampu. Banyak dari mereka yang terpaksa putus sekolah atau tidak dapat melanjutkan studi kejenjang pendidikan yang lebih tinggi karena keterbatasan biaya, berbeda dengan mereka yang berasal dari keluarga mampu.

  Kondisi sosial ekonomi orang tua dapat memotivasi anak dalam pencapaian prestasi belajar sehingga pada akhirnya nanti dapat mencapai pendidikan formal sampai tingkat yang lebih tinggi, karena pada era globalisasi sekarang ini untuk mendapatkan pekerjaan tidaklah mudah, orang- orang berpacu dan saling bersaing untuk memasuki dunia kerja yang tidak cukup luas. Dengan keahlian dan kemampuan yang dimiliki diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup yang lebih baik lagi yaitu dengan cara bekerja sesuai dengan jenis pekerjaan yang diminati.

  Mengingat hal-hal yang melatar belakangi permasalahan ini, penulis tertarik untuk meneliti tentang “ PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI DAN JENIS PEKERJAAN YANG DIMINATI TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA “.

  5 B. Batasan Masalah Dalam penulisan ini, penulis akan menitik beratkan pada motivasi berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa, khususnya mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma tahun angkatan 2004.

  C. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis merumuskan beberapa masalah yaitu:

  1. Apakah motivasi berprestasi mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa ?

  2. Apakah jenis pekerjaan yang diminati mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa ?

  3. Apakah motivasi berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa ?

  D. Tujuan Penelitian

  Dalam kesempatan ini penulis akan mengemukakan mengenai tujuan penelitian, yaitu:

  1. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh motivasi berprestasi terhadap prestasi akademik mahasiswa.

  2. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa.

  6

  3. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh motivasi berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa.

E. Manfaat Penelitian

  1. Bagi mahasiswa Sebagai gambaran bagi mahasiswa dalam menentukan pilihan terhadap kelanjutan pendidikannya sesuai dengan jenis pekerjaan yang diminatinya.

  2. Bagi Penulis Untuk menambah pengetahuan secara mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa dalam berprestasi.

  3. Bagi USD Sebagai tambahan sumber bacaan perpustakaan USD dan sebagai acuan bagi penelitian lebih lanjut.

  4. Bagi Orangtua Mahasiswa Agar dapat mengarahkan dan membimbing anak-anaknya dalam menghadapi pilihan setelah menyelesaikan studi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Motivasi Berprestasi.

  1. Motivasi Motivasi adalah keadaan psikologis dan fisiologis dalam diri seseorang yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk mencapai tujuannya.

  Dalam belajar hendaknya mahasiswa mempunyai motivasi belajar yang kuat. Hal ini akan memperbesar kegiatan dan usahanya untuk mencapai prestasi yang tinggi. Bila motivasi tersebut berkurang, maka berkurang pulalah usaha dan kegiatan serta kemungkinannya untuk mencapai prestasi yang tinggi. Motivasi juga merupakan dorongan yang mendasari dan mempengaruhi setiap usaha serta kegiatan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan (Kartini Kartono, 1985:3)

  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003:756), motivasi adalah dorongan yang timbul pada seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Dan dapat diartikan motivasi adalah suatu proses yang berawal dari kejiwaan, kebutuhan, atau kekurangan dari segi kejiwaan yang menggerakan tingkah laku atau rangsangan yang pada pencapaian hasil atau dorongan.

  8 Motivasi dapat juga dikatakan sebagai rangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang itu mau dan ingin melakukan sesuatu. Jadi motivasi dapat dirangsang oleh faktor-faktor dari luar tetapi motivasi itu timbul dari dalam diri seseorang.

  Motivasi juga dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi, adanya motivasi yang baik dan kuat dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik.

  2. Prestasi Prestasi belajar yang diperoleh mahasiswa merupakan salah satu bukti yang menunjukkan keberhasilan belajar mahasiswa di kelas. Mengenai prestasi belajar, W.S. Winkel (1983:3) mengatakan bahwa: “Prestasi merupakan bukti usaha yang dicapai, prestasi yang dicapai dari kegiatan belajar”. Definisi dari belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan sikap. Apabila seseorang belajar maka ia akan memperoleh hasilnya. Hasil dari belajar adalah perubahan di dalam diri sipelajar, dimana ia dapat mengetahui sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui. Setiap orang mempunyai hasil yang berbeda-beda dari apa yang telah dipelajari. Keberhasilan siswa dalam kegiatan yang disebut belajar akan nampak dalam

  9 prestasi belajar yang diraihnya, prestasi belajar siswa tersebut dapat diketahui dari hasil evaluasi belajarnya (Nana Sujana, 1990:28).

  Evaluasi terhadap hasil belajar yang dicapai oleh mahasiswa terhadap proses belajar mengajar mengandung penilaian terhadap hasil belajar atau proses belajar tersebut, sampai berapa jauh keduanya dapat dinilai baik. Usaha mengevaluasi hasil belajar biasanya dilakukan dengan mengadakan pengukuran dalam bentuk ujian tertulis, lisan maupun praktek yang kemudian diberi skor, yang biasanya berwujud angka. Hasil pengukuran ini merupakan informasi-informasi atau data yang diwujudkan dalam bentuk angka-angka yang disebut prestasi belajar.

  Dari pengertian prestasi belajar tersebut dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan perubahan kemampuan yang dinyatakan dalam nilai Kartu Hasil Studi, setelah mahasiswa tersebut selesai mengikuti pelajaran selama jangka waktu tertentu. Mahasiswa yang memiliki suatu prestasi belajar yang tinggi akan menampakkan minatnya yang besar untuk terus giat belajar agar cita-citanya tercapai.

  3. Motivasi Berprestasi Menurut W.S.Winkel (1987:93) motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar itu demi mencapai suatu tujuan tertentu. Jadi motivasi itu dapat dirangsang

  10 oleh faktor-faktor dari luar tetapi motivasi itu tumbuh dalam diri seseorang.

  Motivasi belajar merupakan faktor psikis yang bersifat non intelektual.

  Lingren (dalam buku Kartini Kartono, 1985:153) mengatakan: motivasi berprestasi adalah suatu dorongan yang mengandung kebutuhan untuk menguasai, memanipulasi, dan mengatur lingkungan sosial maupun fisik, mengatasi rintangan-rintangan dan memelihara kualitas kerja yang tinggi, bersaing melalui usaha-usaha keras agar prestasinya lebih tinggi dari yang lalu dan dari orang lain.

  Pada dasarnya seseorang yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi kebanyakan akan mencapai prestasi yang lebih baik, tetapi juga tidak dapat disangkal bahwa dalam kenyataan walaupun motivasi cukup kuat tetapi prestasi belajarnya tidak mencapai hasil yang baik. Hal ini dikarenakan faktor- faktor yang menghambat proses belajar, yang akan dikelompokan menjadi dua yaitu (Kartini Kartono, 1995:62):

  1. Sebab endogen (dalam diri anak) a) bersifat biologis, misalnya; kesehatan badan, cacat badan.

  b) bersifat psikologis, misalnya; kecerdasan, minat, bakat, perhatian.

  2. Sebab eksogen (dari luar diri anak)

  a) faktor keluarga, misalnya; orangtua, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga b) faktor sekolah

  c) faktor masyarakat

  d) faktor lain, misalnya metode belajar yang kurang baik

  11 Untuk mengetahui ada tidaknya proses belajar mengajar dalam diri mahasiswa dapat diketahui dari hasil belajarnya. Prestasi belajar adalah perubahan kemampuan yang meliputi kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Prestasi belajar ini digambarkan dengan angka kuantitatif.

  Kesimpulannya bahwa mahasiswa yang meraih prestasi yang tinggi memiliki rasa tanggung jawab dan hasrat berprestasi yang lebih baik.

  Ada delapan prinsip-prinsip motivasi berprestasi dalam belajar (menurut Thorburg dalam Elida Prayitno, 1980:30) antara lain:

  1. Pengenalan tugas-tugas belajar penting dalam usaha mendorong siswa untuk mempelajari urutan-urutan belajar selanjutnya.

  2. Motivasi menyangkut keinginan untuk berprestasi dalam menguasai berbagai hal dan keinginan untuk sukses, dalam hal ini penyesuaian tujuan yang realistis adalah sangat penting.

  3. Penyusunan dan pencapaian tujuan harus dengan memberikan tugas- tugas belajar yang pantas. Perasaan sukses terhadap tugas-tugas yang terakhir meningkatkan motivasi untuk menyelesaikan tugas-tugas berikutnya.

  4. Mendapatkan informasi tentang pengerjaan tugas-tugas yang benar dan pembetulan pengerjaan tugas-tugas yang salah, mendorong siswa untuk melakukan penampilan yang lebih baik dan bersikap yang lebih bermanfaat terhadap tugas-tugas belajar.

  12 5.

   Mengamati dan mencontoh seorang model yang memungkinkan siswa

  bertingkah laku prososial, Self Reliance dan ketabahan yang mendorong motivasi siswa.

6. Menceritakan nilai-nilai dan tingkah laku prososial serta alasan

  mengapa diberikan konsep-konsep dasar untuk pengembangan tingkah laku yang mendorong motivasi siswa.

  7. Harapan untuk mendapatkan penghargaan bagi tingkah laku atau berprestasi tertentu, tidak adanya penguatan sesudah adanya respon cenderung mematikan respon itu. Ketakutan menerima hukuman terhadap tingkah laku yang tidak diinginkan akan mematikan aktivitas.

  8. Pengalaman yang mencemaskan dan stress terkait dengan prestasi yang diperoleh sangat rendah, tingkah laku yang menyimpang dan berbagai gangguan kepribadian.

B. Jenis Pekerjaan Yang Diminati

  1. Minat Minat merupakan faktor psikologis yang dapat menentukan suatu pilihan pada seseorang. Selain itu minat merupakan salah satu faktor psikologis yang sangat penting untuk suatu kemajuan dan keberhasilan seseorang. Pada umumnya, seseorang yang mengerjakan suatu pekerjaan disertai minat sebelumnya akan memperoleh hasil yang lebih baik daripada mereka yang tidak berminat sebelumnya.

  13 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003:744), minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah dan keinginan.

  Diminati disini diartikan bahwa seseorang memiliki keinginan yang kuat dalam dirinya untuk memperoleh atau memiliki pekerjaan yang sesuai dengan harapannya agar pekerjaan yang diminati tersebut memberi hasil yang memuaskan bagi kehidupannya dimasa yang akan datang.

  Menurut W.S.Winkel (1983:30) minat adalah kecenderungan yang agak menetap dalam subyek untuk merasa tertarik pada bidang atau hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang tersebut. Minat juga merupakan suatu keadaan dimana seseorang menaruh perhatian terhadap suatu obyek disertai dengan adanya kecenderungan untuk berhubungan aktif dengan obyek tersebut.

  Berbicara tentang minat, munculnya minat tidak terbentuk secara tiba-tiba, melainkan terbentuk dan berkembang melalui proses pendidikan, sosialisasi, dan interaksi disekolah, di masyarakat dan di dalam keluarga.

  Menurut Giartama yang dikutip oleh Nuki dalam skripsinya (2000:6), minat dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: a) minat secara

  

intrinsik , merupakan minat yang timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa

  pengaruh dari luar, contoh; sikap, persepsi, prestasi belajar, bakat, jenis kelamin, intelegensi,dan sebagainya. b) minat secara ekstrinsik adalah minat yang timbul akibat pengaruh dari luar, contoh; latar belakang sosial ekonomi, minat orang tua, teman sebaya, lingkungan,dan lain-lain.

  14 Berdasarkan pendapat-pendapat diatas, maka minat mahasiswa untuk memilih jenis pekerjaan tertentu dapat diartikan sebagai kecenderungan yang mengarahkan mahasiswa untuk menekuni salah satu jenis pekerjaan yang disukai yang sesuai dengan harapan dan cita-citanya yang ditandai dengan perasaan senang terhadap pekerjaan itu, perasaan tertarik dan perasaan bahwa perguruan tinggi bersangkut paut dengan kebutuhan hidupnya.

  2. Pekerjaan Pekerjaan yaitu pekerjaan pokok yang ditekuni setiap harinya.

  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003:554) pekerjaan: pencarian apa yang dijadikan pokok penghidupan, sesuatu yang dilakukan untuk mendapatkan nafkah.

  Menurut Sutikno, (1988:30) pekerjaan adalah sekumpulan kedudukan yang memiliki kesamaan kewajiban atau tugas-tugas pokok. Satu pekerjaan dilakukan oleh satu orang atau beberapa orang yang menduduki jabatan tersebut di berbagai tempat.

  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003:508), karier adalah suatu perkembangan dalam kehidupan, pekerjaan dan jabatan. Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan pengertian pekerjaan sebagai berikut: pekerjaan adalah suatu kedudukan dimana terdapat tugas pokok yang harus dikerjakan dan tanggung jawab yang dibebankan kepada seseorang yang mendudukinya dan ia mendapatkan nafkah (penghasilan) sebagai jasa penghargaan atas tugas-tugas yang dikerjakannya.

  15

  3. Jenis pekerjaan yang diminati Dari definisi-definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa yang dimaksud jenis pekerjaan yang diminati disini adalah kecenderungan dalam diri individu yang mengarahkannya dalam bekerja atau untuk mencari nafkah yang ditandai dengan adanya perasaan senang, merasa tertarik dan perasaan bahwa bekerja bersangkut paut dengan kebutuhan dan keahlian.

  Informasi mengenai macam-macam pekerjaan penting untuk diketahui oleh kalangan remaja agar dapat memiliki pekerjaan sesuai dengan minat mereka. Hal ini sejalan dengan pendapat Sukardi (1987:30) yang mengatakan, sebelum seseorang memilih jabatan atau pekerjaan tertentu, ia sangat membutuhkan informasi yang menggambarkan realitas dari suatu pekerjaan temasuk jenis, bentuk dan kualitas hidup seseorang yang menjalankan jabatan tertentu. Menurut Hurlock (1997:144) minat seseorang terhadap pekerjaan dipengaruhi oleh beberapa hal sebagai berikut: a. Sikap orangtua

  Orangtua yang kesehariannya berada bersama anak akan mempengaruhi sikap anak terhadap pilihan pekerjaan, dimana orangtua mendesak untuk tertarik pada suatu pekerjaan yang mereka anggap bagus dan bergengsi selain hal itu, orangtua juga menganjurkan untuk menghindari pekerjaan yang dianggap tidak menguntungkan.

  16

  b. Pekejaan yang bergengsi Sejak kecil anak sudah menemukan berbagai macam pekerjaan yang mempunyai tingkat prestise, misalnya pekerjaan kantor yang dianggap lebih jauh bergengsi dibandingkan pekerjaan di pabrik.

  c. Pengalaman pribadi Pengalaman pribadi dalam berhubungan dengan orang-orang dari berbagai profesi akan mewarnai sikap anak terhadap profesi tersebut, misalnya apabila seseorang menganggap bahwa polisi adalah “orang yang hebat”, maka anak tersebut akan mengembangkan sikap positif terhadap karier polisi. Sebaliknya anak yang mempunyai pengalaman buruk dengan dokter akan mengatakan lebih baik mati kelaparan daripada mencari uang sebagai dokter.

C. Prestasi Akademik

  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003:895), prestasi adalah hasil yang telah dicapai dari yang telah dilakukan atau dikerjakan. Sedangkan prestasi akademik adalah hasil pelajaran yang diperoleh dari kegiatan belajar di sekolah atau perguruan tinggi yang bersifat kognitif dan biasanya ditentukan melalui pengukuran dan penilaian. Prestasi akademik juga diartikan sebagai penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran atau mata kuliah, lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka yang diberikan oleh guru atau dosen.

  17 Penilaian merupakan bagian penting dalam PBM (Proses Belajar Mengajar). Penilaian bagi pengajar dapat membantu menjawab masalah- masalah penting mahasiswanya, juga untuk mengetahui tingkat keberhasilan mahasiswa dalam belajar. Penilaian selalu ada dalam Proses Belajar Mengajar yang dinilai adalah hasil belajar mahasiswa seperti ujian sisipan/ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Sebenarnya kuliah mempunyai tugas-tugas untuk mendidik anak sebagai pribadi yang utuh, maka penilaian tidak hanya terbatas pada status akademiknya saja, akan tetapi meliputi kecerdasan, bakat, dan penyesuaian personal dan sosial, sikap dan minatnya. Namun dalam praktek secara langsung pengajar lebih banyak terlibat dalam mengukur dan menilai hasil belajar mahasiswa saja yaitu prestasi akademik.

  Pada dasarnya manusia makhluk yang paling sempurna dan memiliki akal yang lebih tinggi sangat memerlukan aktivitas-aktivitas yang menunjang kehidupannya. Dalam hal ini aktivitas-aktivitas manusia dalam belajar merupakan pijakan kontribusi besar dalam pengembangan dirinya baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang.

  Berbicara tentang prestasi belajar atau dalam lingkungan perguruan tinggi disebut dengan istilah prestasi akademik tidak lepas kepada istilah belajar. Prestasi akademik mahasiswa nampak dalam studi yang berupa nilai- nilai yang tercermin pada indeks prestasi (IP). Dalam peraturan akademik Universitas Sanata Dharma, dijelaskan bahwa indeks prestasi (IP) adalah nilai kredit rata-rata. Angka indeks prestasi tiap semester diperoleh dari satuan

  18 kredit semester (SKS) kemudian dibagi dengan jumlah SKS yang ditempuh.

  Beban studi yang boleh diambil oleh mahasiswa pada semester berikutnya berdasarkan pada indeks prestasi semester sebelumnya, ditentukan sebagai berikut: Tabel II.1 Indeks Prestasi Dengan Beban Studi Maksimal

  IP Beban Studi Maksimal 3,00 – 4,00

  25 SKS 2,50 – 2,99

  22 SKS 2,00 – 2.49

  20 SKS 1,50 – 1,99

  17 SKS 1,00 – 1,49

  14 SKS kurang dari 1,00

  12 SKS Sumber: Peraturan Akademik Universitas Sanata Dharma, 1994:9

  Tinggi rendahnya indeks prestasi yang dicapai oleh mahasiswa akan mempunyai konsekuensi terhadap penyelesaian studinya, misalnya akan menentukan cepat atau lambatnya seorang mahasiswa menyelesaikan studinya, kesempatan mengembangkan potensi dan sebagainya. Tinggi rendahnya prestasi belajar atau prestasi akademik membawa dampak pada kepercayaan diri sendiri, harapan atau cita-cita.

  Mahasiswa yang mempunyai prestasi akademik yang tinggi akan mempunyai rasa percaya diri yang lebih besar daripada mahasiswa yang memiliki prestasi akademik yang rendah. Apabila mahasiswa mempunyai prestasi akademik yang rendah maka ia harus meningkatkan belajarnya, berusaha untuk mengejar kekurangannya agar nilai akademiknya semakin baik atau memperoleh hasil yang maksimal, karena dengan prestasi akademik yang tinggi, peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang diharapkan akan semakin besar.

  19 D. Kajian Hasil penelitian Yang Relevan Penelitian sebelumnya dari: Robertus Hadi Wijaya dengan judul “

  Pengaruh Motivasi Berprestasi, Proses Belajar Mengajar dan Jenis Pekerjaan Yang Diminati Mahasiswa Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa”, hasil penelitiannya yaitu: motivasi berprestasi berpengaruh positif terhadap prestasi akademik mahasiswa.

  Hal ini disebabkan karena mahasiswa yang mempunyai motivasi berprestasi yang tinggi berorientasi pada pencapaian tujuan yang terarah atau selalu melakukan kegiatan yang mendukung pada pencapaian prestasi belajar yang tinggi seperti, cenderung mengerjakan tugas-tugas yang menantang namun realistis, dengan kemampuannya cenderung belajar dengan giat serta menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu tanpa ditunda-tunda, giat memahami serta mempelajari sesuatu yang baru guna menunjang pencapaian hasil belajar yang lebih baik lagi.

  Dengan prestasi akademik yang tinggi maka memudahkan untuk mendapatkan pekerjaan yang diharapkan. Sebaliknya semakin rendah prestasi akademik mahasiswa akan menyulitkannya mendapatkan pekerjaan yang diharapkan, kecuali dalam hal ini mahasiswa yang mempunyai keterampilan atau keahlian khusus dalam bidangnya maka akan lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan yang diharapkan atau yang diminati.

  20 E. Kerangka Berpikir

  1. Pengaruh Motivasi Berprestasi Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Motivasi berprestasi mahasiswa menyebabkan semakin kuatnya kemauan dalam diri mahasiswa untuk melakukan kegiatan belajar, sekaligus memberikan haluan/arahan kepada pencapaian tujuan yang telah ditetapkan dari kegiatan yang telah dilakukannya.

  Mahasiswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi untuk berprestasi cenderung lebih menguasai mata kuliah dikampus, serta giat dalam mempelajari sesuatu yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki agar dapat menunjang pencapaian prestasi akademik yang lebih tinggi pula. Mahasiswa mempunyai keinginan dalam hidupnya, keinginan tersebut akan selalu ia perjuangkan keberhasilan mencapai keinginan untuk menumbuhkan kemauan dan menimbulkan cita-cita dalam hidupnya.

  2. Pengaruh Jenis Pekerjaan yang Diminati Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Mahasiswa yang menginginkan jenis pekerjaan tertentu akan tinggi minatnya terhadap pekerjaan tersebut sehingga menyebabkan dorongan yang kuat dalam diri mahasiswa untuk berprestasi yang lebih tinggi juga, guna mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan serta keterampilan atau keahlian didalam bidangnya seperti yang diharapkan. Bagi mahasiswa dapat menyelesaikan studi selama kuliah dikampus dengan tepat waktu akan mudah untuk mendapatkan pekerjaan yang

  21 diharapkan. Maka sebaliknya dengan menunda-nunda waktu studi dapat menyulitkan untuk memperoleh pekerjaan yang diharapkan.

  3. Pengaruh Motivasi Berprestasi dan Jenis Pekerjaan yang Diminati Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Motivasi berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati mahasiswa sangat mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa karena mahasiswa akan berorientasi pada pencapaian tujuan yang terarah pada kegiatan-kegiatan yang mendukung pada pencapaian prestasi akademik mahasiswa yang tinggi. Diharapkan orientasi-orientasi kearah depan yang lebih baik, karena semakin kuat dorongan yang ada dalam diri mahasiswa maka semakin tinggi minatnya berprestasi dan semakin besar pula kesempatannya untuk memperoleh pekerjaan yang diharapkannya agar cita-citanya dapat terealisasi.

F. Hipotesis

  1. Ada pengaruh motivasi berprestasi terhadap prestasi akademik mahasiswa

  2. Ada pengaruh jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa

  3. Ada pengaruh motivasi berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang akan digunakan penulis yaitu:

  1. Deskriptif Suatu penelitian yang terbatas pada usaha mengungkapkan maksud dan keadaan sebagaimana adanya, sehingga bersifat mengungkapkan fakta. Dalam hal ini yang ingin penulis teliti yaitu;

  • motivasi berprestasi
  • jenis pekerjaan yang diminati
  • prestasi akademik

  2. Studi Kasus Penelitian tentang subyek tertentu, dimana subyek tersebut terbatas, maka kesimpulan yang diperoleh hanya berlaku pada subyek yang diteliti.

  Jenis penelitiannya adalah Studi kasus yaitu suatu jenis penelitian yang mendalam mengenai unit sosial tertentu yang menghasilkan gambaran yang berlaku untuk jangka waktu tertentu, karena pengumpulan data dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Studi kasusnya pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Tahun Angkatan 2004.

  23 B. Tempat Dan Waktu Penelitian Penelitian akan dilaksanakan di Universitas Sanata Dharma

  Yogyakarta, dengan subyek penelitian seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Tahun Angkatan 2004, penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Februari 2007.

C. Populasi Penelitian

  Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian atau semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian (Suharsimi, 1993: 102). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi atau subyek penelitian adalah keseluruhan mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Tahun Angkatan 2004, yang berjumlah 37 orang mahasiswa. Dikarenakan subyek penelitiannya hanya 37 orang mahasiswa atau kurang dari 100 orang maka penelitian ini menjadi penelitian populasi, untuk itu semua responden diambil menjadi sampel. Hal ini sejalan dengan Suharsimi Arikunto yang menyatakan bahwa “apabila subyek penelitiannya kurang dari 100 orang maka lebih baik ambil semuanya menjadi sampel, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi” (Suharsimi Arikunto, 1993:107).

  24 D. Variabel Penelitian dan Teknik Pengukuran

  1. Variabel Penelitian Dibawah ini akan diuraikan variabel penelitian dan sekaligus batasan istilah. Batasan istilah diperlukan agar terjadi keseragaman dalam penafsiran dan pengertian. Variabel adalah obyek penelitian yang bervariasi atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Suharsimi, 1993:102). Variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah: a. Variabel Bebas (independent variable)

  Merupakan himpunan seluruh gejala yang memiliki berbagai aspek/unsur yang mempengaruhi atau menentukan munculnya variabel lain yang disebut variabel terikat (Nawawi,1994:50). Variabel yang diselidiki pengaruhnya atau variabel X (variabel bebas) dalam penelitian ini adalah: (motivasi berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati).

  b. Variabel Terikat (dependent variable) Merupakan himpunan seluruh gejala yang memiliki sejumlah aspek/unsur didalamnya yang menerima atau menyesuaikan diri dengan kondisi lain yang disebut variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel Y (variabel terikat) adalah prestasi akademik mahasiswa tahun angkatan 2004, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (diukur dari Indeks Prestasi Komulatif/IPK yang dicapai oleh mahasiswa disetiap akhir semester).

  25

  2. Teknik Pengukuran

  a. Variabel Bebas (independent variable)

  1. Motivasi Berprestasi Dalam penelitian ini motivasi berprestasi didefinisikan sebagai kecenderungan dalam diri subyek untuk merasa tertarik dan merasa senang melakukan aktivitas belajar secara lebih baik atau berprestasi lebih tinggi daripada orang lain. Karena yang akan dicari adalah kecenderungan dalam diri responden untuk berprestasi maka jawaban responden diberi bobot dengan derajat yang mendukung terhadap pembentukan motivasi.

  Untuk pengukuran variabel motivasi berprestasi penulis menggunakan skala sikap dari Likert (dalam bukunya Riduwan”Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian, 2002:13) yang dimodifikasi, yaitu dengan menggunakan 4 opsi jawaban. Cara pemberian skor pada masing-masing alternatif item soal dengan ketentuan bahwa pernyataan positif yang mengarah ke alternatif jawaban positif diberikan skor yang lebih tinggi dibandingkan pernyataan yang mengarah ke alternatif jawaban negatif. Untuk mengetahui seberapa besar motivasi mahasiswa untuk berprestasi, akan dibuat pernyataan dengan 4 alternatif jawaban dengan ketentuan sebagai berikut:

  26 Tabel III.1: Skor Pernyataan Skor Pernyataan

  Pernyataan Positif Negatif

  Sangat Besar

  4

  1 Besar

  3

  2 Sedang

  2

  3 Tidak Sama Sekali

  1

  4

  2. Jenis pekerjaan yang diminati Dalam penelitian ini definisi jenis pekerjaan yang diminati adalah kecenderungan dalam diri subyek yang mengarahkannya untuk bekerja pada bidang tertentu yang ditandai dengan adanya perasaan senang dan tertarik pada bidang tersebut sesuai dengan keahlian yang dimilikinya, misalnya; menjadi seorang guru, berwiraswasta, bekerja diperusahaan atau bank dan lain-lain.

  Untuk pengukuran variabel jenis pekerjaan yang diminati penulis menggunakan skala sikap dari Likert (dalam bukunya Riduwan”Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian, 2002:13) yang dimodifikasi, yaitu dengan menggunakan 4 opsi jawaban. Dikarenakan penelitian ini dilakukan di Program Studi Pendidikan Ekonomi yang mempersiapkan mahasiswanya menjadi seorang guru, bekerja di perusahaan atau bank dan juga sebagai pelaku ekonomi (wiraswasta), maka cara pemberian skor pada masing-masing alternatif item soal dengan ketentuan bahwa pernyataan positif yang mengarah ke alternatif jawaban positif diberikan skor yang lebih tinggi dibandingkan pernyataan yang mengarah ke alternatif jawaban negatif (untuk pernyataan 22-24).

  27 Sedangkan untuk pernyataan 25 (lihat lampiran halaman 82) dikategorikan: (1. pelaku wiraswasta skor 4), (2. bekerja diperusahaan atau bank skor 3), (3. menjadi seorang guru skor 2), (dan lain-lain skor 1), hal ini dikarenakan berwiraswasta lebih diminati daripada jenis pekerjan lainnya, kemudian diikuti bekerja diperusahaan, menjadi seorang guru dan lain-lain, dengan ketentuan sebagai berikut:

  Tabel III.2: Skor Pernyataan Skor Pernyataan

  Pernyataan Positif Negatif Sangat Besar

  4

  1 Besar

  3

  2 Sedang

  2

  3 Tidak Sama Sekali

  1

  4

  b. Variabel Terikat (dependent variable) Dalam penelitian ini definisi prestasi akademik adalah prestasi yang dicapai oleh mahasiswa dalam studi ditiap semester yang tercermin dalam Indeks Prestasi (IP) yaitu; Indeks Prestasi Semester (IPS) dan Indeks Prestasi Komulatif (IPK).

  Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah prestasi akademik mahasiswa yaitu; IPK (Indeks Prestasi Komulatif) prestasi yang diperoleh mahasiswa selama studi yang dikategorikan sebagai berikut:

E. Teknik Pengumpulan Data

  Nomor Butir No Variabel Indikator Positif Negatif

  5

  4

  13,14,15, 16,17,

  4,5,6,7,8 9,10,11,12

  1 Motivasi Berprestasi a. kemauan untuk mengikuti kuliah b. menyediakan waktu untuk belajar c. berusaha uintuk menguasai materi

  Jumlah

  Belajar, Jenis Pekerjaan yang diminati, dan Prestasi Akademik akan disajikan dalam tabel kisi-kisi kuesioner sebagai berikut: Tabel III.4: Kisi-kisi Kuesioner variabel motivasi berprestasi, jenis pekerjaan yang diminati dan prestasi akademik mahasiswa

  28 Tabel III.3 : Acuan yang digunakan standar kelulusan Universitas Sanata Dharma

  c. Prestasi akademik Penyusunan kuesioner untuk pengumpulan data variabel Motivasi

  1. Kuesioner Yaitu metode pengumpulan data yang menggunakan sejumlah daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden untuk diisi dengan keadaan yang sebenarnya. Melalui cara ini dimaksudkan untuk memperoleh data sebagai berikut: a. Motivasi berprestasi b. Jenis pekerjaan yang diminati oleh mahasiswa.

  Kurang Sumber: Buku Pedoman FKIP Universitas Sanata Dharma,(2001:32).

  Sangat Memuaskan Memuaskan

  ≤ 1,99 Istimewa

  IPK Kategori 3,51 – 4,00 2,76 – 3,50 2,00 – 2,75

  • 5

  29

  d. ketekunan 18,19,20, 21 -

  4

  2 Jenis Pekerjaan yang Diminati

  a. keinginan untuk memperoleh penghasilan tinggi b.keinginan untuk meningkatkan status sosial c. ketertarikan terhadap pekerjaan tersebut

  24 22,23

  25

  2

  • 1

  1

  3 Prestasi Akademik

  Prestasi komulatif yang diperoleh mahasiswa setiap semester

  2 -

  1

  2. Wawancara Yaitu pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan secara langsung atau lisan kepada responden tentang pemilihan universitas, fakultas, dan program studi yang mendukung masa depan responden untuk memperkuat data dokumen.

  3. Dokumentasi Yaitu pengumpulan data dengan menggunakan catatan atau dokumen yang telah ada di ”Universitas Sanata Dharma”. Dengan maksud untuk memperoleh data hasil prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi dan data tentang keadaan Universitas, fasilitas, sejarah, jumlah fakultas, dan prestasi mahasiswa yang meliputi nilai-nilai mata kuliah yang pernah diambil mahasiswa yang kemudian diolah menjadi Indeks Prestasi Komulatif (IPK), dan lain-lain.

  30 F. Teknik Pengujian Kuesioner Untuk menguji validitas dan reabilitas butir-butir kuesioner, maka digunakan pengujian sebagai berikut:

  1. Uji Validitas Validitas instrumen adalah sejauh mana sebuah alat ukur dapat mengukur apa yang seharusnya diukur sesuai dengan tujuan pembuatan alat ukur tersebut. Suatu instrumen dikatakan valid kija dapat menggungkapkan data dan variable yang diteliti secara tepat (Suharsimi Arikunto, 1998:160).

  Untuk menguji validitas kuesioner dalam penelitian ini digunakan teknik korelasi product moment (Sutrisno Hadi, 2001:294) dengan rumus sebagai berikut:

  x y ( )( ) ∑ ∑ xy

  ∑ N r = xy 2 2

  ⎡ ⎤ ⎡ ⎤

  x y 2 ( ) ( ) 2 ∑ ∑

  ⎢ x − ⎥ ⎢ y − ⎥

  ∑ ∑ N N

  ⎢ ⎥ ⎢ ⎥ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦ keterangan:

  : korelasi skor item dengan skor total

  r xy N : Jumlah subyek x : skor item y : skor total

  31 B B Kemudian harga r dikonsultasikan dengan r . Jika harga r yang xy tabel xy B B diperoleh dari perhitungan lebih besar dari r maka butir item yang tabel B B dimaksud adalah valid, tapi jika hasil perhitungan lebih kecil dari r tabel maka item yang dimaksud tidak valid.

  Pengujian validitas dilaksanakan dengan menggunakan sistem komputer dengan program SPSS. Dengan taraf signifikansi 5%, apabila

  r lebih besar dari pada r dengan df sama dengan jumlah kasus di hitung tabel

  kurangi 2, dalam kasus ini df 37-2 = 35 dengan taraf signifikansi 5% maka

  r

  nilai dari r = 0,216. nilai pada masing-masing variabel adalah tabel sebagai berikut: Tabel III.5: Hasil Pengujian Validitas untuk Motivasi Berprestasi B B

  Indikator No Koef. Nilai (r ) Keterangan

  xy

  Item Validitas tabel Kemauan untuk 4 0,721 0,216 valid mengikuti

  5 0,524 0,216 valid kuliah 6 0,709 0,216 valid 7 0,536 0,216 valid 8 0,526 0,216 valid

  Menyediakan 9 0,766 0,216 valid waktu belajar 10 0,761 0,216 valid 11 0,456 0,216 valid 12 0,733 0,216 valid

  Berusaha untuk 13 0,658 0,216 valid menguasai 14 0,625 0,216 valid materi 15 0,704 0,216 valid

  16 0,676 0,216 valid 17 0,796 0,216 valid Ketekunan 18 0,684 0,216 valid 19 0,681 0,216 valid

  20 0,814 0,216 valid 21 0,851 0,216 valid

  32 Tabel III.6: Hasil Pengujian Validitas untuk Jenis Pekerjaan yang Diminati B B Indikator No Koef. Nilai (r ) Keterangan

  xy

  Item Validitas tabel Keinginan untuk 1 0,567 0,216 valid memperoleh penghasilan tinggi Keinginan untuk 2 0,450 0,216 valid meningkatkan status sosial Ketertarikan terhadap 3 0,610 0,216 valid pekerjaan tersebut

  4 0,469 0,216 valid Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil Uji Validitas pada 22 item pertanyaan dinyatakan valid.

  2. Uji Reliabilitas Reliabilitas berhubungan erat dengan taraf kepercayaan. Suatu instrumen dikatakan andal/mempunyai taraf kepercayaan tinggi jika dapat memberikan hasil yang tetap mantap serta stabil meski digunakan kapanpun (Suharsimi Arikunto, 1998:81).

  Untuk mengetahui koefisien reliabilitas kuesioner yang skornya bukan 1 dan 0 mka digunakan rumus alpha crorbach ( Suharsimi Arikunto 1989:164-165) dengan rumus sebagai berikut: 2

  ⎡ ⎤ σ b

  k

  ⎡ ⎤

  ∑ r

  1 1 ⎢ ⎥ 1 = − 2

  k

  1 σ ⎢⎣ ⎥⎦

  ⎢ ⎥ ⎣ ⎦

  33 Keterangan : : Reliabilitas instrumen

  r 1 1 k : Banyaknya butir pertanyaan 2

  σ : Jumlah varian soal b

  ∑ 2

  σ : Varian soal Untuk mengetahui harga r yang diperoleh dengan rumus Alpha ini, 1 1 tidak dapat menggunakan tabel r product-moment untuk konsultasi. Untuk mengkonsultasikan r yaitu dengan menggunakan cara tradisional yaitu 1 1 menyertakan indeks korelasi (Arikunto, 1989:167):

  Tabel III.7: Tingkat keterandalan variabel penelitian No Koefisien Alpha Tingkat Keterandalan 1 0,800-1,000 Sangat Tinggi

  2 0,600-0,799 Tinggi 3 0,400-0,599 Cukup 4 0,200-0,399 Rendah 5 <0,200 Sangat rendah

  Koefisien korelasi yang diperoleh dari hasil perhitungan menunjukkan tinggi rendahnya validitas instrumen yang diukur. Selanjutnya koefisien hitung ini dibandingkan dengan r . Jika r lebih besar dari r tabel hitung tabel maka variabel tersebut reliabel. Sebaliknya jika r lebih kecil dari r hitung tabel maka variabel tersebut tidak reliabel.

  Pengujian reliabilitas dilaksanakan menggunakan sistem komputer dengan program SPS edisi Sutrisno Hadi dan yuni Pamardiningsih. Untuk menentukan reliabel kuesioner, ditetapkan derajat kebebasan (df) N - 2 =

  34 37 – 2 = 35 dan taraf signifikansi 5 % diperoleh nilai r 0,216. Dimana tabel jika r Alpha positif > r maka dikatakan reliabel dan jika r Alpha positif tabel < r maka dikatakan tidak reliabel. tabel Tabel III.8: Rangkuman reliabilitas

  No Jenis variabel Kesimpulan Tingkat

  r r tabel hitung

  Keterandalan

  1 Motivasi 0,216 0,943 Reliabel Sangat Tinggi Berprestasi

  2 Jenis Pekerjaan 0,216 0,732 Reliabel Tinggi yang Diminati

G. Teknik Analisis Data

  Pengujian hipotesis dalam penelitian yang akan dilaksanakan ini menggunakan korelasi product moment dari Karl Pearson dan koefisien korelasi ganda. Agar kesimpulan yang ditarik tidak menyimpang dari yang seharusnya, maka terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji linearitas sebagi prasyarat dilakukannya analisis data.

  1. Uji Prasyarat

  a. Pengujian Normalitas Pengujian normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah sebaran data yang digunakan dalam penelitian ini berdistribusi normal atau tidak. Apabila sebaran data berdistribusi normal, maka analisis untuk menguji hipotesis dapat dilakukan.

  35 Untuk mengetahui hal tersebut digunakan rumus Chi kuadrat (Suharsimi Arikunto, 1998:408) dengan rumus: 2 ( fofh ) k 2

  χ =

  ∑ i fh

  Keterangan : 2 P P χ : Chi Kuadrat

  fo

  : Frekuensi Pengamatan

  fh

  : Frekuensi yang diharapkan

  i

  : Banyaknya kelas interval 2 2 P χ P B B χ Harga hasil perhitungan dikonsultasikan pada dengan P 2 P tabel 2 P B B P

  χ χ taraf signifikansi 5%. Dengan Kriteria keputusan, jika < P P hitung 2 B B P B B χ maka sebaran data adalah normal. Dan sebaliknya bila >

  tabel 2 P hitung P B B χ maka sebaran data tidak normal. P tabel

  b. Pengujian Linearitas Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel bebas mempnuyai hubunmgan linear atau tidak dengan variabel berikutnya. Uji linearitas ini menggunakan rumus persamaan regresi. Adapun rumus yang digunakan untuk mencari nilai F adalah (Sudjana, 1996:332): 2

  s TC F = 2 S e

  36 Keterangan : 2

  s TC F = yang akan dipakai untuk menguji tuna cocok regresi linear. 2 S e Dalam hal ini, ditolak hipotesis model linear jika FF . ( 1 − ∝ )( k 2 , nk )

  Untuk distribusi F yang digunakan diambil dk pembilang = (k-2) dan dk penyebut = (n-k).

  Analisa data yang menggunakan statistik parametrik dalam hal ini korelasi product moment dan koefisien korelasi ganda disyaratkan datanya berdistribusi normal dan linear. Apabila data antara variabel bebas dan terikat tidak diperoleh data yang normal maka akan dicari dengan teknik yang sesuai.

  2. Pengujian Hipotesis Penelitian

  a. Teknik Korelasi Product Moment Untuk pengujian hipotesis pertama dan kedua yaitu :

  Ha = Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan motivasi 1

  berprestasi terhadap prestasi akademik mahasiswa

  Ha = Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan jenis pekerjaan 2

  yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa digunakan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Mencari korelasi antara varibel bebas dan variabel terikat. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut (Sutrisno Hadi, 2001 : 294 ) :

  37

  x y ( 1 )( )

  

∑ ∑

x y1

  ∑ N r y = x 1 2 2

  ⎡ ⎤ ⎡ ⎤ 2 ( x y 1 ) 2 ( )

  ⎢ ⎥ ⎢ ⎥ xy 1

  ∑ ∑ ∑ N N

  ⎢ ⎥ ⎢ ⎥ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦

  Keterangan:

  r y : koefisien korelasi antara r dan y x 1 x 1 x : motivasi berprestasi 1 y

  : prestasi akademik mahasiswa

  N : Jumlah sampel

  2) Untuk menguji signifikansi koefisien korelasi antara variabel bebas dan variabel terikat digunakan uji t dengan tingkat signifikansi 5 %.

  Harga t dapat dihitung dengan rumus :

  r n

  2 t

  = 2 1 − r

  Keterangan :

  t : tingkat signifikansi r

  : koefisien korelasi sampel

  n : jumlah sampel

  3) Ha ditolak jika t < t yang berarti tidak ada pengaruh motivasi hitung tabel berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa

  Ha diterima jika t > t yang berarti ada pengaruh motivasi hitung tabel berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa

  38

  b. Teknik Analisis Regresi Ganda Untuk menguji hipotesis ketiga yaitu :

  Ha = Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antar motivasi 3

  berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa secara bersama-sama Digunakan langkah-langkah sebagai berikut :

  1) Persamaan regresi dengan tiga predaktor, rumusnya sebagai berikut (Sutrisno Hadi, 1990:33) : B B B B B B B B B B B B

  Y = a

  1 x 1 + a 2 x 2 + a 3 x

3 Keterangan :

  B B B B a B B B 1 = Koefisien Regresi Variabel X

  1

  a = Koefisien regresi Variabel X B B B

  2

  2

  a

  3 = Koefisien Regresi Variabel X

  3 B B

  2) Mencari pengaruh antara motivasi berprestasi ( X B B 1 ) dan jenis pekerjaan yang diminati ( X

  2 ) terhadap prestasi akademik mahasiswa (Y) digunakan korelasi ganda dengan tiga variabel.

  Adapun rumusnya sebagai berikut (Sutrisno Hadi, 1990:33) : 1 1 + + a x y a x y a x y 2 2 3 3 B B B B

∑ ∑ ∑

R y(1,2,3) = 2

  y

  Keterangan: B B B B B B B B R y(1,2,3) = koefisien korelasi antara variabel x

  1 , x 2 x 3 , dan B B Y.

  a = koefisien prediktor x

  1 1

  39 B B a = koefisien prediktor x B B

  2

2

  a

  3 = koefisien prediktor x

3

x y = korelasi antara x dengan y 1 1

  ∑ x y = korelasi antara x dengan y 2 2

  ∑ y x y = korelasi antara x dengan 3 3

  ∑

  Untuk mengetahui apakah koefisien korelasi tersebut signifikan atau tidak digunakan rumus F regresi langsung. Rumus uji F regresi lansung adalah sebagai berikut (Sutrisno Hadi, 1990:39) : 2 R ( Nm − 1 )

  F = reg 2 m (

  1 − R ) Keterangan: 2 R = Koefisien determinasi ganda

  N = Jumlah subyek m = Jumlah variabel bebas

  = Harga F garis regresi

  F reg

  3) Kriteria pengujian :

  Dari hipotesis yang telah dirumuskan pada Bab II, maka hipotesis yang menyatakan ada pengaruh motivasi berprestasi, dan pengaruh jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik akan diterima bila > F dan ditolak apabila < F .

  F F hitung tabel hitung tabel

  Untuk menguji harga F derajat kebebasan yang digunakan adalah reg N m – ( – 1 ) lawan m dengan taraf signifikansi 5%.

  

BAB IV

GAMBARAN UMUM A. Sejarah Perkembangan Universitas

  1. Perjuangan Awal Universitas Sanata Dharma yang sekarang ini, dulu pernah populer dengan sebutan IKIP Sanata Dharma, yang mulanya adalah sebuah Perguruan

  Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) yang berdiri tanggal 17 Desember 1955. Gagasan berdirinya PTPG Sanata Dharma merupakan respon pihak Gereja Katolik terhadap tawaran Mendikbud saat itu, Muhammad Yamin, mengenai perlunya mendirikan suatu lembaga pendidikan untuk SLTP dan SLTA, yang pada waktu itu pendidikan khusus guru-guru SLTP atau SLTA dilaksanakan oleh kursus BI/BII yang didirikan di berbagai kota di Indonesia. Tetapi sewajarnyalah pendidikan yang amat penting itu diangkat ke taraf keguruan universiter dengan mempertahankan arah tujuan sendiri yaitu keguruan di sekolah menengah.

  Selanjutnya kursus-kursus BI/BII itu dianggap crash program, sehingga Superior Misionaris Societi Jesu, yaitu Pater Kester berusaha mendirikan perguruan tinggi. Kebetulan pada tahun 1954-1955, Prof. De Quelje, menjabat Kementrian PP dan K, berkunjung ke Yogyakarta.

  Kesempatan ini kemudian dimanfaatkan oleh Pater Kestel, Pater Rudin dan Pater H. Loeff untuk menggali informasi tentang gagasan untuk mendirikan

  41 PTPG. Kemudian tiga kursus BI/BII yang ada digabung menjadi satu lembaga pendidikan tinggi. Lembaga tersebut kemudian dinamakan PTPG.

  PTPG Sanata Dharma benar-benar dapat berdiri berkat jerih payah Pater H. Loeff, S.J, Pater W.J. Van Der Meulen, S.J, serta Pater H. Bastiaanse, S.J. Ketika didirikan pada tanggal 17 Desember 1955, PTPG Sanata Dharma baru memiliki empat jurusan yaitu Jurusan Bahasa Inggris (Kajur Pater Bastiaanse, S.J.), Jurusan Ilmu Sejarah (Kajur Pater W.J. Van Der Meulen, S.J.), Jurusan Ilmu Mendidik (Kajur Pater H. Loeff, S.J.) dan jurusan Ilmu Pasti atau Alam (Kajur Suster Dra. Benardia, C.B). Adapun yang mendapat kehormatan menjadi dekan yang pertama adalah Prof. Dr. N. Driyarkara, S.J.

  2. Perkembangan Selanjutnya Untuk menyesuaikan diri dengan ketentuan pemerintah, dalam hal ini kementrian PP dan K tentang perubahan PTPG menjadi FKIP, maka PTPG

  Sanata Dharma pada bulan November 1958 berubah menjadi FKIP Sanata Dharma dan merupakan bagian dari Universitas Katolik Indonesia cabang Yogyakarta. Pada masa FKIP ini, Sanata Dharma berhasil memperoleh status DISAMAKAN dengan negeri berdasarkan SK Menteri PTIP No.1/1961, pada tanggal 6 Mei 1961 Junto No. 77/1962 tanggal 11 Juli 1962. Tetapi secara

  

defatcto FKIP-FKIP yang dibentuk dari PTPG tetap berdiri sendiri dan FKIP

  Sanata Dharma di Universitas Katolik cabang Yogyakarta hanyalah nama diatas kertas saja.

  Untuk mengatasi keracunan ini akhirnya pemerintah kembali menetapkan agar FKIP berdiri sendiri menjadi IKIP. Karena itu FKIP Sanata

  42 Dharma juga berubah menjadi IKIP Sanata Dharma berdasarkan SK Mentri PTIP No. 237/B-Swt/U/1965. Surat keputusan ini berlaku mulai tanggal 1 September 1965. dalam masa IKIP ini, banyak hal yang berkembang di Sanata Dharma. Perkembanganya meliputi banyak aspek, baik yang menyangkut perbaikan sarana fisik, administrasi, pengajaran dan penelitian maupun pengabdian pada masyarakat. IKIP Sanata Dharma juga dilengkapi dengan lembaga-lembaga pendukung, yaitu pusat penelitian Sanata Dharma dan pusat pengabdian pada masyarakat. Disamping itu IKIP Sanata Dharma juga didukung oleh biro-biro administrasi seperti, biro administrasi umum, biro administrasi akademik dan kemahasiswaan serta BAPSI.

  Pada bulan Juli 1979, IKIP Sanata Dharma melaksanakan program S-1 (sebelumnya IKIP Sanata Dharma melaksanakan program Sarjana muda dan Sarjana). Pada saat yang sama, Depdikbud juga mempercayakan kepada IKIP Sanata Dharma untuk mengelola program Diploma, I, II dan II pada berbagai jurusan seperti Matematika, Fisika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPS dan PMP. Berbagai program Diploma ini kemudian ditutup pada tahun 1990 dan diganti program Diploma II PGSD.

  Kemudian untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat serta kemajuan jaman, maka pada tanggal 20 April 1993 sesuai dengan SK Mendikbud No.46/D/O/1993, IKIP Sanata Dharma dikembangkan menjadi Universitas Sanata Dharma. Dengan perkembangan ini, diharapkan Sanata Dharma dapat terus memajukan sistem pendidikan guru dan berpartisipasi dalam memperulas wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi.

  43 Dengan berkembangnya menjadi universitas, Sanata Dharma juga mengembangkan muatan program pendidikannya. Disamping tetap mempertahankan pendidikan guru dengan membuka Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Sanata Dharma juga membuka 7 Fakultas tambahan, yaitu: Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas MIPA, Fakultas Sastra (FS), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Teologi (F.Teo), Fakultas Farmasi dan Fakultas Psikologi.

  Sejak tanggal 19 April 1999, melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor. 2143/DIKTI/Kep/1999 Fakultas Ilmu Pendidikan Agama (FIPA) berubah menjadi program studi Ilmu Pendidikan, kekhususan Pendidikan Agama Katolik dan menjadi bagian dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Dengan demikian saat ini Universitas Sanata Dharma memiliki 8 fakultas yang menyelenggarakan pendidikan program gelar (S-1) dan program non gelar yaitu Diploma II PGSD JIP, English

  

Extension Course , dan Bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA). Lebih

  dari itu, saat ini Universitas Sanata Dharma juga membuka Program Pasca Sarjana, yaitu Program Studi Magister Teologi dan Program Studi Magister Ilmu Religi dan Budaya.

  44

  3. Pengelola awal sampai sekarang Nama-nama Rektor IKIP dan Rektor Universitas Sanata Dharma adalah sebagai berikut: a. Prof. Dr. N. Drijarkara, S.J : 1 Oktober 1955-11 Juli 1967

  b. Drs. J. Drost, S.J. : 1 Agustus 1967-1 Juli 1976

  c. Prof. Dr. A. M Kadarman, S.J : 1 Januari 1977-30 Juni 1984

  d. Drs. FX. Danuwinata, S.J. : 1 Juli 1984-22 agustus 1988

  e. Drs. A. Tutoyo, M.Sc. : 22 Agustus 1988-1 September 1993

  f. Dr. M. Sastrapratedjo, S.J. : 1 September 1993-11 Agustus 2001

  g. Dr. Paulus Suparno, S.J.,M.S.T. : 11 Agustus 2001- September 2006

  h. Dr.Ir.P.Wiryono P.,S.J. : September 2006 - sampai sekarang Sedangkan nama-nama dekan FKIP Universitas Sanata Dharma adalah sebagai berikut: a. Dr. J. Bismoko : 1 Juli 1993-31 Januari 1994

  b. Dr. Apriyono Marwan, S.J. : 1 Februari 1994-31Maret 1997

  c. Dr. Paulus Suparno, S.J.,M.S.T. : 1 Juni 1997-11 Agustus 2001

  d. Dr.A.M. Slamet Soewandi, M.Pd : 11 Agustus 2001- September 2006

  e. Drs.T. Sarkim, M.Ed.,Ph.D : September 2006 - sampai sekarang

  45 B.

   Visi dan Misi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

  Berdasarkan visi dan misi Universitas Sanata Dharma, FKIP merumuskan secara khusus visi dan misinya sebagai berikut (Buku Pedoman Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma, 2001:15):

  1. Visi

  a. Pendidikan yang bernuansakan cinta kasih dan bercorak humanis, yang menghargai martabat manusia, akan meningkatkan pribadi manusia secara utuh.

  b. Hubungan antara pendidik dan subyek didik yang ideal adalah hubungan dialogis, ketika mereka saling menghargai dan membantu untuk mewujudkan kemanusiaan mereka.

  c. Penegakan keadilan dan pelayanan terhadap mereka yang lemah dalam dunia pendidikan perlu mendapat tekanan.

  d. Penyiapan tenaga kerja kependidikan profesional, baik dalam bidang keahlian maupun keguruan, merupakan hal yang penting.

  2. Misi

  a. Menyiapkan tenaga kerja kependidikan yang profesional yang bercirikan hal-hal sebagai berikut: 1) Berkemampuan tinggi, bermutu, berwawasan luas dan kritis; 2) Menguasai bidan studi tertetu sehingga mampu memanfaatkannya dalam lembaga pendidikan sekolah, luar sekolah dan lembaga lain yang terkait;

  46 3) Menguasai bidang kependidikan dan dapat menggunakannya dalam praktek kependidikan yang relevan dan secara tepat; 4) Mampu mengaktualisasikan diri sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat yang bertanggung jawab; 5) Bermoral, sosial, adil dan penuh pengabdian pada subyek didik.

  b. Menyiapkan tenaga kerja kependidikan yang humanistik, yang menghargai nilai martabat manusia, terutama subjek didik.

  c. Menyiapkan tenaga kerja kependidikan yang menerapkan semangat dialogis dalam pelaksanaan pendidikan.

  d. Menyiapkan tenaga kerja kependidikan yang menghargai dan mengembangkan kebebasan serta kejujuran akademik dalam proses pendidikan.

C. Struktur Organisasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

  Sekprodi Kaprodi PBSID Sekprodi

  49

  Mhs

  Mhs Dosen Mhs Dosen

  Mhs Dosen Mhs Dosen

  Mhs Dosen Mhs Dosen

  Mhs Dosen Mhs Dosen

  Kaprodi PFis Sekprodi Dosen

  Pusat Penelitian dan Pelayanan Kependidikan (P3K Kaprodi PMat

  Sekprodi Dosen

  Kaprodi PE Sekprodi Kaprodi

  Sekprodi Kaprodi PAK Sekprodi

  IPPAK Sekprodi Kaprodi PGSD

  Kaprodi BK Sekprodi Kaprodi

  Mhs SEKJUR

  Unit PPL KAJUR IP SEKJUR KAJUR IPS SEKJUR KAJUR PBS SEKJUR KAJUR PMIPA

  DEKAN FKIP PD I PD II PD III SENAT FAKULTAS UNIT MKDK Unit Tata Usaha

  PSej Sekprodi Kaprodi PBI

  48

  1. Senat Fakultas merupakan badan normatif dan perwakilan tertinggi di lingkungan fakultas yang memiliki wewenang dalam menjabarkan kebijakan dan peraturan universitas untuk fakultas.

  2. Dekan FKIP memimpin FKIP dibantu PD I (Pembantu Dekan I bidang akademik), PD II (Pembantu Dekan II bidang administrasi umum), PD III (Pembantu Dekan III bidang kemahasiswaan).

  a. Dekan memimpin penyelenggaraan pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, membina tenaga pendidikan, mahasiswa, tenaga administrasi dan bertanggung jawab pada rektor.

  b. Pembantu dekan I bertugas membantu dekan dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

  c. Pembantu dekan II bertugas membantu dekan dalam memimpin pelaksanaan kegiatan administrasi umum.

  d. Pembantu dekan I bertugas membantu dekan dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan yang bersifat kokurikuler dan ekstrakulikuler serta kemahasiswaan.

  3. Unit MKDK bertugas mengatur dan mengkoordinasikan penyelenggaraan mata kuliah dasar kependidikan di lingkup fakultas, dipimpin oleh seorang ketua unit MKDK yang bertanggung jawab langsung kepada dekan.

  4. Pusat Penelitian dan Pelayanan Kependidikan (P3K). Bertugas membantu dan mengkoordinasi penelitian dan pelayanan pendidikan kepada masyarakat luar dan membagikan berbagai tugas itu kepada dosen-dosen

  49 yang terkait. Pusat penelitian dan pelayanan pendidikan dipimpin oleh ketua P3K yang bertanggung jawab langsung kepada dekan.

  5. Unit tata usaha menyelenggarakan administrasi kegiatan akademik pada tiap-tiap program studi. Unit tata usaha dalam menjalankan tugasnya berada di bawah koordinasi Pembantu Dekan II.

  6. Unit PPL bertugas mengatur dan mengkoorinasi penyelenggaraan PPL mahasiswa dalam lingkup fakultas. Unit PPL fakultas dipimpin oleh seorang ketua unit PPL yang bertanggung jawab langsung kepada dekan.

  7. Kajur (Ketua Jurusan) bertugas memimpin jurusan dibantu oleh Sekjur (Sekretaris Jurusan). Jurusan merupakan unsur pelaksana akademik pada fakultas. FKIP Universitas Sanata Dharma memiliki empat jurusan; IP (Ilmu Pendidikan), PBS (Pendidikan Bahasa dan Seni), PIPS (Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial) dan PMIPA (Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam).

  8. Kaprodi (Ketua Program Studi) bertugas memimpin program studi, dibantu oleh Sekprodi (Sekretaris Prodi). Prodi adalah satuan pelaksana pendidikan yang bertugas melaksanakan satuan kurikulum untuk satu keahlian tertentu. FKIP USD mempunyai sepuluh prodi: BK (Bimbingan Konseling), IPPAK (Ilmu Pendidikan Kekhususan Agama Katolik), PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), PBI (Pendidikan Bahasa Inggris), PBSID (Pendidikan Bahasa, Sastra dan Daerah), PAK (Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi), PEP (Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi),

  50 PSej (Pendidikan Sejarah), PFis (Pendidikan Fisika), PMat (Pendidikan Matematika).

  9. Dosen adalah tenaga pendidik yang diangkat dengan tugas mengajar, mengadakan penelitian dan melaksanakan pengabdian pada masyarakat.

D. Jurusan dan Program Studi

  Tabel IV.1: Jurusan dan Program Studi JURUSAN PROGRAM STUDI STATUS

  Terakreditasi

  English Extension Course Berijazah

  Pendidikan Bahasa dan Seni

  10. Pendidikan Matematika (PMat) Terakreditasi JURUSAN KURSUS STATUS

  9. Pendidikan Fisika (PFis) Terakreditasi Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (PMIPA)

  8. Pendidikan Sejarah (PSej) Terakreditasi

  Terakreditasi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS)

  7. Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi (PE)

  6. Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi (PAK)

  1. Bimbingan dan Konseling (BK) Terakreditasi

  FKIP mempunyai 4 jurusan dengan 9 program studi untuk gelar S-1, 1 program studi nongelar dan 1 kursus bahasa.

  5. Pendidikan Bahasa, Sastra dan Daerah (PBSID)

  4. Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Terakreditasi Pendidikan Bahasa dan Seni (PBS)

  Ijin Dirjen Dikti

  3. Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)

  Terakreditasi Ilmu Pendidikan (IP)

  2. Ilmu pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik (IPPAK)

  Terakreditasi

  51 Program Studi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi (PE) Tujuan program studi ini adalah untuk menghasilkan tenaga kependidikan yang profesional dan andal di bidang akuntansi, manajemen, dan bidang ekonomi/koperasi. Dalam penyelenggaraan pendidikan, Prodi Pendidikan Ekonomi (PE) mendasarkan diri pada kurikulum yang relevan dengan fasilitas yang memadai serta penyelenggaraan proses belajar mengajar yang teratur. Penguasaan dasar-dasar ilmiah dan pengetahuan di bidangnya yang ditekankan pada prodi ini ternyata memberikan dasar yang kuat bagi para mahasiswa untuk menentukan, memahami, menjelaskan dan merumuskan cara menyelesaikan persoalan di bidang garapannya.

  Telah terbukti bahwa dengan melaksanakan hal-hal tersebut, Prodi Pendidikan Ekonomi (PE) mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan dan fleksibilitas tinggi. Hal tersebut ditunjukkan dengan semakin banyaknya lulusan prodi ini menduduki jabatan-jabatan penting dalam dunia pendidikan secara proporsional, disamping mengisi jabatan-jabatan nonkependidikan, yakni sebagai sumber daya manusia yang dapat diandalkan di bidang akuntansi di perusahaan dagang, perusahaan manufaktur dan perusahaan jasa, serta bank, hotel, perusahaan konsultan manajemen/bisnis/perpajakan, perusahaan asuransi dan lainnya.

  Pengenalan di bidang komputer yang ditekankan oleh Prodi Pendidikan Ekonomi pada sebagian mata kuliah yang ditawarkan sungguh membekali dan memberikan manfaat yang sangat berharga bagi lulusan prodi ini dalam dunia kerja. Lebih-lebih didalam abad informasi sekarang ini, ketika

  52 segala informasi menyangkut pekerjaan semakin berbasiskan komputer, hal itu sangat penting.

E. Fasilitas

  1. Perpustakaan Perpustakaan Universitas Sanata Dharma menempati gedung berlantai empat dengan luas kurang lebih 4.000 meter persegi. Sampai dengan bulan Oktober 2000 perpustakaan ini memiliki koleksi buku sejumlah 83.041 judul buku dalam 163.533 eksemplar. Koleksi majalah yang dimiliki: majalah luar negeri maupun dalam negeri 391 judul termasuk harian berbahasa inggris. Selain itu perpustakaan ini juga berlangganan surat kabar harian. Selain buku, majalah dan surat kabar, perpustakaan ini juga memiliki koleksi 161 judul CD-ROM. Kelengkapan koleksi tersebut ditunjang oleh tenaga-tenaga profesional yang telah menjalani pendidikan khusus bidang ilmu perpustakaan. Dengan sistem jaringan informasi canggih, local area network (LAN), pengunjung diberi kebebasan dan kesempatan menemukan informasi sebanyak mungkin dengan cepat dan efisien. Perpustakaan juga dilengkapi dengan komputer work station (computeraize) untuk digunakan mahasiswa dalam menulis karya-karya ilmiah.

  53

  2. Pusat Komputer Universitas Sanata Dharma memiliki pusat komputer dengan banyak

  

station di dalamnya. Mahasiswa dan dosen dapat menggunakan komputer-

  komputer tersebut untuk megetik, mengolah data, maupun mengakses data dari internet. Pusat komputer ini juga menawarkan kursus komputer yaitu: aplikasi komputer, MS Word, MS Excel, Pemrograman FOXPRO, dan internet.

  3. Laboratorium Pendidikan

  a. Laboratorium Pendidikan Fisika Laboratorium Pendidikan Fisika menyediakan peralatan untuk mahasiswa pendidikan dalam mempersiapkan pengajaran maupun mengembangkan metode belajar mengajar yang bervariasi serta inovatif.

  b. Laboratorium Pendidikan Matematika Laboratorium Pendidikan Matematika membantu mahasiswa untuk belajar dan mempersiapkan mengajar matematika dengan bermacam- macam model serta media, baik yang bersifat konvensional maupun yang berbasis komputer.

  c. Laboratoruim Bahasa Laboratorium Bahasa Inggris membantu mahasiswa untuk lebih dapat belajar bahasa dengan cepat dan tepat, dilengkapi computer multi

  media (CMM) dan Self Access Center (SAC).

  54

  d. Laboratorium Bimbingan dan Konseling Laboratorium Bimbingan dan Konseling memiliki seperangkat alat- alat rekam (video) untuk praktikum konseling, alat-alat media (misalnya: tape recorder) untuk praktikum, sejumlah tes psikologik untuk praktikum penggunaan tes dalam konseling dan modul-modul bimbingan konseling.

  e. Laboratoium Sejarah Laboratorium Sejarah memiliki koleksi benda-benda peninggalan sejarah yang membantu mahasiswa untuk studi kesejarahan dan mempersiapkan pengajaran sejarah dengan dukungan berbagai media dan sumber.

  f. Pusat Simulasi Bisnis dan Koperasi Laboratorium Bisnis dan Koperasi ini digunkaan untuk praktikum bisnis dan koperasi secara hipotesis (simulasi) bagi mahasiswa dan penelitian yang dikelola oleh prodi PAK dan PEP. Hingga saat ini laboratorium ini baru dilengkapi dengan komputer sebagai perangkat kerja dan beberapa modul praktek akuntansi.

  g. Laboratorium D-II PGSD Laboratorium D-II PGSD dilengkapi dengan science kids IPA dan Matematika untuk meningkatkan pembelajaran IPA dan Matematika ke SD-an.

  55

  4. Pusat Media dan Sumber Belajar Pusat Media menyediakan serta membantu dosen dan mahasiswa untuk menggunakan media alam memperlancar serta mempermudah proses pembelajaran. Di pusat media ini juga mungkin untuk mengadakan riset mengenai dampak media bagi proses belajar.

  5. Pusat Penelitian dan Pelayanan Kependidikan (P3K) Pusat Penelitian dan Pelayanan Kependidikan di tingkat fakultas ini relatif baru. Tugasnya adalah membantu dan mengkoordinasi penelitian dan pelayanan pendidikan kepada masyarakat. Pusat inilah yang siap menerima permintaan pelayanan kependidikan dari masyarakat dan mengorganisasi dosen-dosen sebagai nara sumber.

  6. Tempat Praktek Kependidikan FKIP mempunyai banyak hubungan dan kerjasama dengan banyak sekolah dan lembaga kependidikan lainnya yang ada di Yogyakarta dan sekitarnya.

  Dalam kerjasama tersebut dimungkinkan mahasiswa FKIP melaksanakan program praktek lapangan. Disamping itu, FKIP juga membantu sekolah- sekolah tersebut dalam berbagai layanan konsultasi, lokakarya, seminar, penataran dan sejenisnya.

  7. Lapangan dan Aula Universitas Sanata Dharma memiliki berbgaai lapangan dan aula serba guna yang representatif untuk olah raga dan olah seni bagi mahasiswa, dosen dan karyawan. Sarana tersebut sangat mendukung dan menunjang pengelolaan kurikulum D-II PGSD.

  56

  8. Beasiswa Universitas Sanata Dharma melayani tidak kurang dari 250 mahasiswa persemester untuk mendapatkan beasiswa dan bantuan khusus. Jenis-jenis beasiswa tersebut antara lain Beasiswa Sanata Dharma, Bantuan Khusus Sanata Dharma, Beasiswa PPA, Beasiswa Supersemar, Beasiswa KWI, Beasiswa LIPPO, Beasiswa Yayasan Toyota Astra dan Beasiswa Student Grand-ABD .

BAB V ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Pada bab ini akan disajikan deskripsi data tentang motivasi berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa. Deskripsi data penelitian ini dinyatakan dalam bentuk daftar tabulasi distribusi frekuensi dari masing-masing variabel dan batas penilaian tiap variabel. Deskripsi data dalam penelitian ini juga akan membahas tentang harga rata-

  rata (Mean), modus (Mo), median (Me), dan standar deviasi (SD) dari masing- masing variabel penelitian. Deskripsi data tersebut meliputi:

  1. Variabel Motivasi Berprestasi Dari data yang diperoleh dalam penelitian, skor variabel motivasi berprestasi diketahui bahwa skor jawaban tertinggi adalah 72 dan skor jawaban terendah adalah 26. Dari perhitungan diperoleh nilai mean adalah (49,82), nilai modus adalah (51,5), nilai median adalah (49,86) dan nilai standar deviasinya adalah (10,25). Untuk mengetahui penilaian mahasiswa terhadap motivasi belajar digunakan Penilaian Acuan Patokan II (PAP II).

  58 Berikut ini disajikan tabel deskripsi motivasi berprestasi: Tabel V.1: Deskripsi Variabel Motivasi Berprestasi

  Interval Skor Frekuensi Frekuensi Relatif Kategori 62 – 72 5 13 % Sangat tinggi 54 – 61 6 16 % Tinggi 48 – 53

  11 30 % Sedang 43 – 47 7 19 % Rendah 18 – 42 8 22 % Sangat rendah

  Jumlah 37 100 % Keterangan: perhitungan dapat dilihat pada (lampiran 6 halaman 109)

  Tabel deskripsi variabel motivasi berprestasi di atas menunjukkan bahwa ada 5 responden (13%) yang mempunyai skor sangat tinggi, ada 6 responden (16%) yang mempunyai skor tinggi, ada 11 responden (30%) yang mempunyai skor sedang, ada 7 responden (19%) yang mempunyai skor rendah, ada 8 responden (22%) yang mempunyai skor sangat rendah. Dengan demikian sebagian besar(30%) dari mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2004 dalam penelitian ini mempunyai motivasi berprestasi dalam kategori sedang. Kesimpulan ini sesuai dengan nilai mean (49,82), nilai modus (51,5) dan nilai median (49,86) yang terletak pada kategori sedang.

  2. Variabel Jenis Pekerjaan yang Diminati Dari data yang diperoleh dalam penelitian, skor variabel jenis pekerjaan yang diminati tertinggi adalah 16 dan terendah adalah 4. Dari perhitungan diperoleh nilai mean adalah (12,17), nilai modus adalah (11,71) nilai median adalah (11,75) dan nilai standar deviasinya adalah (2,33). Untuk mengetahui penilaian mahasiswa terhadap jenis pekerjaan yang diminati digunakan Penilaian Acuan Patokan II (PAP II).

  59 Berikut ini disajikan tabel deskripsi jenis pekerjaan yang diminati: Tabel V.2: Deskripsi Variabel Jenis Pekerjaan yang Diminati

  Interval Skor Frekuensi Frekuensi Relatif Kategori 15 – 16 6 16 % Sangat tinggi 13 – 14

  10 27 % Tinggi 11 – 12 11 30 % Sedang 9 – 10

  7 19 % Rendah 4 – 8 3 8 % Sangat rendah

  Jumlah 37 100 % Keterangan: perhitungan dapat dilihat pada (lampiran 6 halaman 112)

  Tabel deskripsi variabel jenis pekerjaan yang diminati di atas menunjukkan bahwa ada 6 responden (16%) yang mempunyai skor sangat tinggi, ada 10 responden (27%) yang mempunyai skor tinggi, ada 11 responden (30%) yang mempunyai skor sedang, ada 7 responden (19%) yang mempunyai skor rendah, ada 3 responden (8%) yang mempunyai skor sangat rendah. Dengan demikian sebagian besar (30%) dari mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2004 dalam penelitian ini mempunyai jenis pekerjaan yang diminati dalam kategori sedang.

  Kesimpulan ini sesuai dengan nilai mean (12,17), nilai modus (11,71) dan nilai median (11,75) yang terletak pada kategori sedang.

  3. Variabel Prestasi Akademik Mahasiswa Dari Indeks Prestasi Komulatif (IPK) semester 6 Prodi Pendidikan

  Ekonomi tahun Angkatan 2004 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta diperoleh data tentang prestasi mahasiswa. Dari data yang diperoleh dalam penelitian variabel prestasi akademik mahasiswa, diketahui IPK tertinggi 3,72 dan IPK terendah 0,96. Nilai mean dari data tersebut adalah (2,44), median adalah (2,18), modus adalah (2,18) dan standar deviasinya adalah

  60 (0.75). Untuk mengetahui penilaian terhadap prestasi akademik mahasiswa digunakan Standar Kelulusan Universitas Sanata Dharma sebagai berikut: Tabel V.3: Standar Kelulusan Universitas Sanata Dharma

  IPK Kategori 3,51 – 4,00 Istimewa 2,76 – 3,50 Sangat memuaskan 2,00 – 2,75 Memuaskan

  Kurang ≤ 1,99

  Sumber: Buku Pedoman FKIP Universitas Sanata Dharma (2001:32) Berikut ini disajikan tabel deskripsi prestasi akademik mahasiswa: Tabel V.4: Deskripsi Pengkategorian Prestasi Akademik

  Mahasiswa Berdasarkan IPK (Indeks Prestasi Komulatif) Interval Skor Frekuensi Frekuensi Relatif Kategori

  3,51 – 4,00 2 5 % Istimewa 2,76 – 3,50 12 33 % Sangat memuaskan 2,00 – 2,75 13 35 % Memuaskan 10 27 % Kurang

  ≤ 1,99 Jumlah 37 100 %

  Keterangan: dapat dilihat pada (lampiran 6 hal 115) Tabel deskripsi variabel prestasi akademik di atas menunjukkan bahwa ada 2 responden (5%) memiliki prestasi akademik istimewa, ada 12 responden (33%) memiliki prestasi akademik sangat memuaskan, ada 13 responden (35%) memiliki prestasi akademik memuaskan, dan ada 10 responden (27%) memiliki prestasi akademik kurang atau rendah. Dengan demikian sebagian besar (35%) prestasi akademik mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta terletak pada kategori prestasi akademik memuaskan. Kesimpulan ini sesuai dengan nilai mean dari data tersebut adalah (2,44), nilai median adalah (2,18) dan nilai modus adalah (2,18) yang terletak pada kategori memuaskan.

  61 B.

   Uji Prasyarat Penelitian

  1. Uji Normalitas Pengujian normalitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah setiap variabel berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas dilakukan dengan bantuan program SPSS. Kriteria pengambilan kesimpulan apakah data berdistribusi normal atau tidak didasarkan pada perbandingan nilai

  asymp.sig (2-tailed) dengan

  α = 0,05. Hasil pengujian normalitas masing- masing variabel berdasarkan uji one-sample kolmogrov- smirnov adalah sebagai berikut: Tabel V.5: Ringkasan Hasil Pengujian Normalitas

  No Variabel Asymp.sig (2-tailed) α Ket

  1 Motivasi Berprestasi 0,962 0,05 Normal

  2 Jenis Pekerjaan yang Diminati 0,573 0,05 Normal

  3. Prestasi Akademik Mahasiswa 0,980 0,05 Normal

  Keterangan: dapat dilihat pada (Lampiran 4 hal 95) Hasil pengujian menunjukkan bahwa dengan taraf signifikansi 5% distribusi data variabel motivasi berprestasi, variabel jenis pekerjaan yang diminati dan variabel prestasi akademik mahasiswa berdistribusi normal.

  2. Uji Linearitas Pengujian linearitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah data masing-masing variabel motivasi berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati mempunyai hubungan linear atau tidak dengan variabel prestasi akademik mahasiswa. Pengujian linearitas ini dilakukan dengan bantuan komputer program SPSS dan didasarkan pada uji F dengan tingkat B B B signifikansi 5% dan derajat kebebasan N-K-2. Apabila F hitung < F tabel

  62 B B B B B berarti ada hubungan yang linear, tetapi apabila F hitung > F tabel berarti tidak ada hubungan yang linear. Setelah dilakukan uji linearitas dari masing- masing variabel dapat diperoleh hasil sebagai berikut:

  Table V.6: Ringkasan Hasil pengujian linearitas B B B B B B No Variabel Bebas Variabel D f F hitung F tabel Ket

  Terikat

  1 Motivasi Prestasi Berprestasi Akademik (24;11) 0,614 2,81 Linear

  2 Jenis pekerjaan Prestasi yang diminati Akademik (7;28) 0,573 2,36 Linear Keterangan: dapat dilihat pada (Lampiran 4 hal 97 dan 98)

  Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini semua variabel bebas (variabel motivasi berprestasi dan variabel jenis pekerjaan yang diminati) dan variabel terikat (prestasi akademik) memiliki hubungan yang linear.

C. Pengujian Hipotesis Penelitian

  Dalam penelitian ini terdapat tiga hipotesis yang akan diuji. Hasil pengujian masing-masing dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Pengujian Hipotesis Pertama (I)

  a. Rumus Hipotesis Ho = Tidak ada pengaruh motivasi berprestasi terhadap prestasi akademik mahasiswa.

  Ha = Ada pengaruh motivasi berprestasi terhadap prestasi akademik Mahasiswa.

  63

  b. Hasil Pengujian Hipotesis B B Hasil analisa data menunjukkan koefisien korelasi (r hitung ) antara variabel motivasi berprestasi dan prestasi akademik mahasiswa adalah 0,696 positif ( lampiran 4 hal. 97), ini artinya bahwa ada hubungan yang positif antara variabel motivasi berprestasi terhadap prestasi akademik mahasiswa. Untuk menguji nilai r signifikan atau tidak digunakan uji t. B B

  

r

  Untuk mencari t hitung (diketahui; = 0,696) B B

  r n

  2 t =

  hitung 2

  1 − r

  , 696 37 −

  2

  = 2

  1 , 696 −

  4 , 117591529 = 1 − , 938961

  4 , 117591529 = = 16,6663139 dibulatkan menjadi 16,666

  , 24706021 B Hasil pengujian signifikansi menunjukkan bahwa besarnya nilai t hitung B adalah 16,666 dan pada taraf signifikansi 5% dengan df =37–2 =35 B B B diperoleh nilai adalah 2,030. Dikarenakan nilai t 16,666 > t B

  hitung tabel

  2,030 (nilai r signifikan), maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi terhadap prestasi akademik mahasiswa. Dengan demikian hipotesis pertama dalam penelitian ini yang menyatakan ada pengaruh motivasi berprestasi terhadap prestasi akademik mahasiswa dapat diterima.

  64 2.

  Pengujian Hipotesisi II

  a. Rumusan Hipotesis Ho = Tidak ada pengaruh jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa.

  Ha = Ada pengaruh jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa.

  b. Hasil Pengujian Hipotesis B B Hasil analisa data menunjukkan koefisien korelasi (r ) antara

  hitung

  variabel motivasi berprestasi dan prestasi akademik mahasiswa adalah 0,569 positif (lampiran 4 hal. 98), ini artinya bahwa ada hubungan yang positif antara variabel jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa. Untuk menguji nilai r signifikan atau tidak digunakan uji t. B B

  r

  Untuk mencari t hitung (diketahui; = 0,569) B B

  r n

  2 t hitung = 2 1 − r

  , 569 37 −

  2

  = 2

  1 , 569 −

  3 , 366249307 = 1 − , 323761

  3 , 366249397 = = 4,093513078 dibulatkan menjadi 4,094

  , 822337521 B Hasil pengujian signifikansi menunjukkan bahwa besarnya nilai t B

  hitung

  adalah 4,094 dan pada taraf signifikansi 5% dengan df =37–2 =35 B B B diperoleh nilai adalah 2,030. Dikarenakan nilai t hitung 4,094 > t tabel

  65 B 2,030 (nilai r signifikan), maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa. Dengan demikian hipotesis kedua dalam penelitian ini yang menyatakan ada pengaruh jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa dapat diterima.

  3. Pengujian Hipotesisi III a.

  Rumusan Hipotesis Ho = Tidak ada pengaruh motivasi berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa.

  Ha = Ada pengaruh motivasi berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa.

  Digunakan humus sebagai berikut (Sutrisno Hadi, 1990:33): B B B B B B B B B B B

  1. Y = a

  1 x 1 + a 2 x 2 + a 3 x

  3 1 1 + + a x y a x y a x y 2 2 3 3 B B

∑ ∑ ∑

  2. R y(1,2,3) = 2

  y 2

  ( 1 )

  R Nm

  3. = (Sutrisno Hadi, 1990:39)

  F reg 2

  ( 1 )

  mR

  b. Hasil Pengujian Hipotesis Untuk menguji ada atau tidak hubungan antara motivasi berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati dengan prestasi akademik B B B B mahasiswa (F hitung ) yang akan dibandingkan dengan F tabel . Apabila B B B B

  F > F maka ada hubungan yang signifikan antara motivasi

  hitung tabel

  66 berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati dengan prestasi B B B B akademik mahasiswa dan apabila F hitung < F tabel maka tidak ada hubungan yang signifikan antara motiasi berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati dengan prestasi akademik mahasiswa. B B Dari hasil analisa data diketahui nilai koefisien korelasi (R xy123 ) adalah P

  2 P

  0,763 positif (lamp. 5 hal 100) dan nilai koefisien determinasi (R ) adalah 0,582 dan untuk menguji signifikansi nilai koefisien korelasi B B (R ) dengan analisis regresi, maka digunakan uji F pada taraf

  xy123 B B

  signifikansi 5%. Untuk mencari F hitung (diketahui; R xy123 = 0,763 dan P P

2 R = 0,582) adalah sebagai berikut:

  2 R ( Nm − 1 ) =

  F reg 2

  ( 1 )

  mR

  , 582169 (

  37

  2 1 ) − −

  = 2 ( 1 , 582169 )

  − 19 , 793746 =

  , 835662 = 23,686 dibulatkan menjadi 23,7 Dari hasil pengujian signifikansi menunjukkan bahwa besarnya nilai B B B B F hitung adalah 23,7 dan F tabel dengan taraf signifikansi 5% dan db 2 B B B B lawan 34 adalah sebesar 3,276. Dikarenakan F hitung 23,7 > F tabel 3,276 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa. Dengan demikian hipotesis ketiga yang menyatakan ada pengaruh motivasi berprestasi

  67 dan jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa dapat diterima. Dari hasil analisis diperoleh persamaan garis regresi tiga prediktor sebagai berikut: Y = -0,858 + 0,039 x + 0,113 x 1 2 Dari persamaan ini dapat dicari Sumbangan Efektif dan Sumbangan

  Relatif variabel bebas terhadap variabel terikat. Dalam penelitian ini diketahui bahwa prestasi akademik mahasiswa (Y) dipengaruhi oleh dua variabel bebas, yaitu variabel motivasi berprestasi (X ) dan 1 variabel jenis pekerjaan yang diminati (X ). Kedua variabel bebas 2 B B tersebut mempunyai koefisien regresi motivasi berprestasi (X B B 1 ) sebesar

  0,039 dan koefisien regresi jenis pekerjaan yang diminati (X ) sebesar

  2

  0,113. Untuk mengetahui seberapa besar Sumbangan Relatif dan Sumbangan Efektif masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat disajikan sebagai berikut: Tabel V.7: Sumbangan Relatif dan Sumbangan Efektif

  No Variabel Sumbangan Sumbangan B B Relatif (SR%) Efektif (SE%)

  1 Motivasi Berprestasi (X ) 50,006 29,154

  1

  2 Jenis Pekerjaan yang 49,994 29,146 B B Diminati (X )

2 Total 100 58,3

  Keterangan: dapat dilihat pada(lampiran 6 halaman116-119) Tabel diatas menunjukkan bahwa Sumbangan Efektif variabel bebas terhadap variabel terikat adalah: untuk variabel motivasi berprestasi B B

  (X

  

1 ) sebesar 29,154% dan untuk variabel jenis pekerjaan yang

B B

  diminati (X ) sebesar 29,146%. Sedangkan Sumbangan Relatif untuk

  2

  68 B B variabel motivasi berprestasi (X

  1 ) sebesar 50,006% dan untuk variabel

B B

  jenis pekerjaan yang diminati (X

  2 ) sebesar 49,994%. Dari hasil ini

  yang memberikan Sumbangan Efektif paling besar adalah variabel motivasi berprestasi, sehingga variabel prestasi akademik mahasiswa B B (Y) dapat dijelaskan oleh variabel motivasi berprestasi (X

  1 ) sebesar

  29,154% dan variabel jenis pekerjaan yang diminati sebesar 29,146% B B (X 2 ) dan selebihnya 41,7% disebabkan oleh faktor lain. B B B B

  Dengan demikian persamaan regresi Y= -0,858 + 0,039 x +0,113 x

  1

  2

  dapat dijadikan landasan untuk melakukan prediksi terhadap variabel prestasi akademik mahasiswa (Y). Jika diketahui skor untuk masing- masing variabel bebas, misalnya skor untuk seorang mahasiswa B B B B adalah: x

  1 =72 dan x 2 =16 maka nilai Y dapat diprediksi sebesar:

  Y = -0,858 + 0,039 (72) + 0,113 (16) = -0,858 + 2,808 + 1,808 = 3,758

  Dengan demikian semakin tinggi motivasi berprestasi dan semakin tinggi jenis pekerjaan yang diminati maka dengan sendirinya prestasi akademik mahasiswa akan meningkat. Atau dapat juga ditarik kesimpulan bahwa setiap ada kenaikan skor dari masing-masing variabel bebas (X) akan menyebabkan kenaikan skor pada variabel terikat (Y).

  69 D.

   Pembahasan

  1. Pengaruh Motivasi Berprestasi terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa B B Hasil pengujian nilai koefisien korelasi (r ) variabel motivasi

  hitung

  berprestasi terhadap prestasi akademik mahasiswa adalah 0,696 (Lampiran 4 hal 97). Nilai koefisien korelasi tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara motivasi berprestasi dengan prestasi akademik mahasiswa adalah positif 0,696. Sementara hasil pengujian signifikansi menunjukkan bahwa B B B pada taraf signifikansi 5% besarnya nilai t 16,666. Mengingat nilai B B B B B hitung = t hitung = 16,666 > t tabel = 2,030, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara motivasi berprestasi terhadap prestasi akademik mahasiswa. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan ada pengaruh motivasi berprestasi terhadap prestasi akademik mahasiswa dapat diterima. Hal ini berarti tinggi rendahnya prestasi akademik mahasiswa dapat diprediksi dari tinggi rendahnya motivasi berprestasi.

  Analisis deskripsi menunjukkan bahwa motivasi berprestasi dapat dikategorikan cukup atau sedang, karena itu masih dapat ditingkatkan lagi agar prestasi akademiknya dapat dipertahankan dan ditingkatkan terus. Hal ini memberi suatu masukkan bagi para mahasiswa untuk senantiasa termotivasi dalam belajar agar lebih tekun dan giat guna mempertahankan dan meningkatkan prestasi akademiknya.

  Motivasi berprestasi mahasiswa sendiri mendorong semakin kuatnya kemauan dalam diri mahasiswa untuk melakukan kegiatan belajar, yang juga memberikan arahan/halauan pada pencapaian tujuan yang telah

  70 ditetapkan dari usaha-usaha yang telah dilakukannya, dorongan motivasi juga memberikan presistence; yaitu menjaga agar kemauan keras dalam diri mahasiswa dengan dorongan semangat yang kuat sampai tercapainya tujuan yang memotivasi berprestasi yang tinggi kemungkinan besar akan mencapai prestasi akademik yang tinggi pula. Individu mempunyai keinginan dalam hidupnya, keinginan tersebut akan selalu dia perjuangkan guna mencapai keberhasilan guna menumbuhkan kemauan dan menimbulkan cita-cita dalam hidupnya.

  Upaya dosen sebagai tenaga pendidik mempunyai tugas untuk mengajarkan dan membelajarkan mahasiswa (peserta didik). Dosen yang mengajar dengan semangat tinggi dapat mengacu gairah mahasiswa untuk lebih semangat lagi dalam mengikuti pembelajaran dan meningkatkan prestasinya. Dosen juga hendaknya memberikan bimbingan dan dorongan bagi mahasiswa agar semakin termotivasi dalam belajar, sehingga hasil yang didapat para mahasiswa dapat membanggakan dan dapat dtingkatkan kearah yang lebih baik lagi.

  2. Pengaruh Jenis Pekerjaan Yang Diminati terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa. B B Hasil pengujian nilai koefisien korelasi (r hitung ) variabel jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa adalah

  0,569 (Lampiran 4 hal 98). Nilai koefisien korelasi tersebut menunjukkan bahwa pengaruh antara jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa adalah positif 0,569. Sementara hasil pengujian

  71 signifikansi menunjukkan bahwa pada taraf signifikansi 5% besarnya nilai B B B B B B B B t hitung = 4,094. Mengingat nilai t hitung = 4,094 > t tabel = 2,030, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan ada pengaruh jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa dapat diterima. Hal ini berarti tinggi rendahnya prestasi akademik mahasiswa dapat diprediksi dari tinggi rendahnya pekerjaan yang diminati.

  Analisis deskripsi menunjukkan bahwa skor jenis pekerjaan yang diminati dapat dikategorikan cukup atau sedang, demikian pula dengan variabel prestasi akademik mahasiswa yang termasuk dalam kategori cukup memuaskan. Ini berarti semakin tinggi kualitas jenis pekerjaan yang diminati semakin tinggi prestasi akademik mahasiswa. Jenis pekerjaan dikatakan mempunyai kualitas yang tinggi apabila dengan pekerjaan tersebut seseorang memperoleh penghasilan tinggi, status sosial tinggi dan dapat pula meningkatkan kepuasan pribadi. Karena itu prestasi akademik mahasiswa yang tinggi maka akan memudahkan memperoleh pekerjaan yang diinginkan. Hal ini memberi suatu masukkan bagi mahasiswa apabila ingin memperoleh pekerjaan yang layak dan yang diinginkan alangkah baiknya prestasi belajar harus ditingkatkan karena prestasi yang baik cenderung lebih memudahkan untuk mendapatkan pekerjaan yang diharapkan.

  72 Mahasiswa dengan tingkat jenis pekerjaan yang diminati tinggi maka dibutuhkan prestasi yang tinggi pula untuk mendapatkan pekerjaan tersebut yang sesuai dengan kemampuan, keterampilan atau keahlian didalam bidangnya. Dengan tidak menunda waktu selama kuliah dan setelah lulus dari Universitas Sanata Dharma diharapkan mahasiswa dapat berkecimpung dalam dunia kerja dengan memiliki prestasi akademik yang tinggi serta unggul dalam memiliki keterampilan dan keahlian dalam mata kuliah dibidangnya sehingga memudahkan memperoleh pekerjaan yang diinginkan.

  3. Pengaruh Motivasi Berprestasi dan Jenis Pekerjaan Yang Diminati terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa.

  Dari hasil analisis regresi ganda diketahui bahwa hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi B B akademik mahasiswa diterima, dengan melihat hasil uji F yang lebih B B

  hitung

  besar dari F tabel maka dapat disimpulkkan bahwa kedua variabel tersebut secara bersama-sama mempunyai peranan yang positif dan signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa. P P

  2 Dari hasil analisis data diperoleh R sebesar 0,583. Hal ini berarti

  nilai rata-rata prestasi akademik di perguruan tinggi dipengaruhi oleh variabel motivasi berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati. Dengan kata lain tinggi rendahnya prestasi akademik mahasiwa dapat diprediksi

  73 dari tinggi rendahnya motivasi berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati.

  Dari tabel V.7 diketahui bahwa sumbangan efektif (SE) untuk variabel tingkat motivasi berprestasi sebesar 29,154 dan untuk jenis pekerjaan yang diminati sebesar 29,146. Dari kedua variabel bebas di atas, yang memberikan sumbangan efektif yang paling besar terhadap prestasi akademik mahasiswa adalah variabel motivasi berprestasi sebesar 29,154 kemudian diikuti oleh variabel jenis pekerjaan yang diminati yaitu sebesar 29,146.

  Kedua variabel bebas yaitu motivasi berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati secara bersama-sama memberikan sumbangan dalam peningkatan prestasi akademik mahasiswa. Dalam proses belajar mengajar, dosen merupakan salah satu faktor penentu dalam keberhasilan pendidikan. Dalam hal ini dosen dituntut untuk memiliki multi peran sehingga mampu menciptakan kondisi belajar mengajar yang optimal.

  Kesempatan belajar mahasiswa secara aktif dalam belajar. Hal ini berarti kesempatan belajar makin baik dan dosen juga dapat menunjukkan keseriusan dalam mengajar sehingga membangkitkan minat mahasiswa untuk belajar.

  Dosen yang cenderung kurang dalam variasi mengajar menyebabkan mahasiswa merasa bosan, sehingga tidak ada minat dan perhatian dalam mengikuti proses belajar mengajar, padahal minat dan perhatian merupakan komponen penting untuk memotivasi mahasiswa

  74 untuk berprestasi, yang pada akhirnya pencapaian prestasi yang tinggi dan lebih baik.

  Setelah dilakukan uji-uji statistik diatas maka antara motivasi berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati terdapat pengaruh positif terhadap prestasi akademik mahasiswa, hal ini dikarenakan mahasiswa yang mempunyai motivasi berprestasi dan jenis pekerjaan yang dimiliki tinggi berorientasi pada pencapaian tujuan yang terarah pada kegiatan- kegiatan yang mendukung pada pencapaian tujuan yang terarah pada kegiatan-kegiatan yang mendukung pada pencapaian prestasi akademik mahasiswa yang tinggi. Diharapkan mahasiswa mempunyai orientasi- orientasi kearah depan misalnya dengan menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu dan tidak ditunda, serta mempunyai keahlian khusus di bidangnya.

  Agar kelak menuju ke realisasi cita-cita yang dimiliki dan harapan ke masa depan untuk mendapatkan pekerjaan yang diharapkan.

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan analisis dari hasil penelitian penyebaran kuisioner yang

  ditujukan pada mahasiswa program studi pendidikan ekonomi (PE), Universitas Sanata Dharma Tahun Angkatan 2004 Yogyakarta, dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Ada pengaruh motivasi berprestasi terhadap prestasi akademik mahasiswa. B B Hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan nilai koefisien korelasi (r hitung ) 0,696 dan hasil pengujian signifikansi yang menunjukkan pada taraf B B B B signifikansi 5% besarnya nilai t hitung 16,666 > t tabel 2,030.

  2. Ada pengaruh jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa. Hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan nilai koefisien B B korelasi (r ) 0,569 dan hasil pengujian signifikansi yang menunjukkan

  hitung B B B B pada taraf signifikansi 5% besarnya nilai t hitung 4,094 > t tabel 2,030.

  3. Ada pengaruh motivasi berprestasi dan jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik mahasiswa. Hal ini ditunjukkan dari hasil B B perhitungan nilai koefisien korelasi (r hitung ) 0,763 dan hasil pengujian signifikansi yang menunjukkan pada taraf signifikansi 5% besarnya nilai B B B B F hitung 23,733 > F tabel 3,276.

  76 B.

   Keterbatasan Penelitian

  1. Data penelitian dikumpulkan dengan metode kuesioner. Jumlah pertanyaan untuk mengukur ketiga variabel sebanyak 23 pertanyaan (variabel motivasi berprestasi =18 pertanyaan, jenis pekerjaan yang diminati = 4 pertanyaan, dan prestasi akademik mahasiswa = 1 pertanyaan). Masing-masing pertanyaan terdiri dari 4 (empat) pilihan jawaban sangat besar, besar, sedang, tidak sama sekali. Mengingat masing- masing pilihan jawaban tidak terjabarkan kedalam suatu uraian secara rinci, ada kemungkinan bahwa responden memiliki interpretasi yang berbeda-beda. Hal ini kemungkinan akan berdampak pada hasil penelitian yang kurang memberikan cerminan pada kondisi yang sesungguhnya.

  2. Ada kemungkinan responden menjawab secara tidak serius kuesioner penelitian ini. Hal ini kemungkinan disebabkan karena para responden merasa bahwa benar atau tidaknya pengisian kuesioner tidak mempengaruhi hasil mereka, ada kemungkinan para responden merasa bahwa penelitian ini tidak memberi manfaat bagi mereka secara langsung. Jika hal ini benar terjadi, maka hasil penelitian ini tentu saja tidak dapat memberikan gambaran secara rinci tentang kondisi sesungguhnya responden dalam penelitian ini. Keterbatasan waktu, biaya dan pengetahuan yang dimiliki peneliti.

  77 C.

   Saran

  Berdasarkan hasil penelitian dan analisis pembahasan diatas ada beberapa hal yang dapat dijadikan saran dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Tahun Angkatan 2004 untuk meningkatkan prestasi akademiknya, yaitu: 1.

  Bagi Universitas Sanata Dharma Universitas hendaknya menciptakan suasana yang lebih nyaman dan fasilitas belajar yang lebih baik yang dapat memotivasi mahasiswa untuk lebih giat lagi belajar sehingga motivasi belajar dengan kategori cukup atau sedang itu dapat ditingkatkan lagi dengan harapan prestasi akademik mahasiswa di perguruan tinggi dapat ditingkatkan kearah yang lebih baik atau baik sekali.

2. Bagi Para Dosen

  Prestasi mahasiswa dengan kategori sedang atau cukup, hendaknya dapat menjadi masukkan bagi para dosen untuk mengevaluasi kembali kegiatan belajar yang telah dilakukan di dalam kelas dan untuk selanjutnya menjadi lebih baik dimasa yang akan datang. Misalnya menyesuaikan metode mengajar dengan materi yang akan disampaikan, menggunakan standar penilaian yang sesuai dengan keadaan kelas dan lain-lain yang dapat memotivasi mahasiswa untuk lebih giat belajar sehingga prestasi akademik mahasiswa dapat lebih ditingkatkan dan dipertahankan.

  78 3.

  Bagi Para Mahasiswa Selain motivasi yang datang dari luar diri mahasiswa itu, yang terpenting adalah motivasi yang datang dari dalam diri mahasiswa itu sendiri. Dengan motivasi yang tinggi, dalam situasi yang bagaimanapun mahasiswa diharapkan dapat belajar dengan giat sehingga prestasi akademiknya dapat ditingkatkan dan dipertahankan. Misalnya dengan memanfaatkan fasilitas perpustakaan yang disediakan oleh kampus, mengadakan kerja kelompok dengan teman-teman, bertanya pada dosen jika ada kesulitan belajar dan lain-lain.

  4. Bagi Orangtua Diharapkan orangtua dapat membangun motivasi berprestasi pada anaknya dengan menyediakan fasilitas belajar di rumah sehingga anak terus termotivasi untuk berprestasi, memberikan perhatian dan mengarahkan anak untuk mencapai cita-cita sesuai dengan minat dan keinginannya.

  79 DAFTAR PUSTAKA Caecilia N.S. (2000), Pengaruh Karakteristik Status Sosial Ekonomi Orangtua

  Terhadap Minat Siswa Untuk Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi, Universitas Sanata Dharma,

  Yogyakarta. Departemen P & K (2003), Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta.

  Elida Prayitno (1980), Motivasi dalam Belajar, Depdikbud. Hurlock (1997), Perkembangan Anak, Erlangga, Jakarta. Ign. Masidjo (1995), Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah, Kanisius, Yogyakarta.

  Jhonson D.D (1986), Sosiologi Klasik dan Modern, Gramedia, Jakarta. Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997), Depdikbud Kartini Kartono (1985), Bimbingan Belajar Di SMA dan Perguruan Tinggi, Gramedia, Jakarta.

  Nana sujana (1990), Penilaian Proses Belajar Mengajar, Remaja Rasdakarya, Bandung. Nawawi, H.Hadari dan Martini,M.Mimi (1994), Penelitian Terapan, Gadjah Mada University Press,Yogyakarta. Robertus H.W. (2003), Pengaruh Motivasi Berprestasi, Proses Belajar Mengajar

  Dan Jenis Pekerjaan Yang Diminati Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa , Universitas Sanata Dharma,

  Yogyakarta. Riduwan (2002), Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian, Alfabeta, Bandung.

  Sudjana (1996), Metoda Stastistik, Bandung. .............(2002), Metoda Stastistik, Bandung. Suharsimi Arikunto (1989), Prosedur Penelitian, Bina Aksara, Jakarta.

  80 .................................(1991), Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta, Jakarta. .................................(1998), Manajemen Penelitian, CV. Rajawali, Jakarta. Sukardi (1987), Psikologi Pekerjaan, Bina Aksara, Jakarta. Sutikno Agus (1988), Bimbingan Karier Dengan LKS, Depdikbud, Jakarta. Sutrisno Hadi (1990), Analisis Regresi, Andi Offset, Yogyakarta. .........................(1994), Statistik 2, Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi, Yogyakarta. .........................(2001), Statistik Jilid 2, Penerbit Andi, Yogyakarta. Winkel W.S (1983), Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar, Gramedia,

  Jakarta .......................(1987), Psikologi Pengajaran , Gramedia, Jakarta. Witherington (1978), Psikologi pendidikan, Gramedia, Jakarta. Zahara Idris (1990), Dasar-Dasar Pendidikan, Angkasa Raya, Padang.

  Lampiran-Lampiran

  Lampiran 1 Kuesioner

  Kepada, Mahasiswa/i Pendidikan Ekonomi

  Angkatan 2004 Universitas Sanata Dharma

  Yogyakarta Dengan hormat,

  Bersama surat ini saya, Astri Adriani L. Mahasiswi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta bermaksud mengadakan penelitian di Universitas ini. Ada pun tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk pengembangan pendidikan dan untuk memenuhi syarat memperoleh gelar kesarjanaan Pendidikan Akuntansi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dengan menyusun skripsi yang berjudul ”Pengaruh Motivasi Berprestasi Dan Jenis Pekerjaan Yang Diminati Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa”.

  Demi tercapainya tujuan penelitian tersebut maka saya mohon saudara bersedia membantu mengisi kuesioner yang saya sediakan dan mengisi kuesioner tersebut sesuai dengan keadaan saudara serta menjawab semua pertanyaan yang saya ajukan. Kejujuran saudara dalam menjawab pertanyaan ini sangat membantu tercapainya tujuan penelitian ini. Data yang diperoleh sifatnya tidak rahasia dan tidak akan merugikan saudara.

  Saya menyadari bahwa pengisian ini menyita waktu dan perhatian saudara, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.

  Hormat saya, Astri Adriani L.

  

KUESIONER

  Untuk mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  I. Petunjuk : Anda diminta mengisi titik-titik atau memberi tanda silang (X) pada kotak yang tersedia yang sesuai dengan keadaan anda pada sikap pertanyaan dan pernyataan sebagai berikut : Identitas Mahasiswa

  1. NIM :

  2. IPK Akhir Semester :

  3. Jlh SKS yang sudah ditempuh : II. Petunjuk : berikut adalah pertanyaan-pertanyaan tentang Motivasi Berprestasi.

  Sesuai dengan keadaan anda, berilah tanda silang (X) pada salah satu alternatif jawaban : SB (sangat besar), B (besar), S (sedang), atau TSS (tidak sama sekali) pada setiap pertanyaan di bawah ini :

  4. Saya sangat bersemangat mengikuti kegiatan perkuliahan SB B S TSS

  5. Saya selalu hadir mengikuti perkuliahan sesuai jadwal SB B S TSS

  6. Saya tidak akan memanfaatkan waktu kuliah untuk membolos SB B S TSS

  7. Saya yakin bahwa prestasi yang baik akan memperoleh pekerjaan yang diinginkan SB B S TSS

  8. Saya merasa bahwa jenis pekerjaan mendatang berhubungan dengan perkuliahan yang ditempuh SB B S TSS

  9. Saya membuat jadwal belajar sendiri SB B S TSS

  10. Saya mendiskusikan materi perkuliahan diluar jam kuliah SB B S TSS

  11. Saya berusaha terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan kampus tanpa mengorbankan waktu belajar SB B S TSS

  12. Saya menambahkan jam belajar menjelang ujian SB B S TSS

  13. Saya membaca buku yang disarankan oleh dosen SB B S TSS

  14. Saya konsultasikan materi perkuliahan yang sulit / hal-hal kurang jelas kepada dosen SB B S TSS

  15. Saya mempelajari kembali materi perkuliahan yang baru saj diberikan oleh dosen SB B S TSS

  16. Saya berusaha mencatat hal-hal pokok dari materi perkuliahan yang diterangkan oleh dosen SB B S TSS

  17. Saya mencoba memahami materi perkuliahan berulang-berulang agar mengerti SB B S TSS

  18. Saya berusaha agar memperoleh nilai yang baik SB B S TSS

  19. Saya berusaha agar mencapai prestasi yang tinggi SB B S TSS

  20. Saya mencoba menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh dosen SB B S TSS

  21. Saya berusaha belajar dengan giat dan tekun SB B S TSS

  22. Saya berharap pekerjaan yang saya pilih dapat meningkatkan status sosial dalam masyarakat SB B S TSS

  23. Saya berharap dengan prestasi akademik yang baik akan memperoleh pekerjaan yang diharapkan SB B S TSS

  24. Saya berharap prestasi akademik yang baik dapat memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang tinggi SB B S TSS 25. Pekerjaan yang saya minati adalah.....

  a. Berwiraswasta b. bekerja di Perusahaan/Bank

  c. menjadi Guru d. Lain-lain

  Lampiran 2 Data Penelitian

  88 Motivasi Berprestasi

  23 3 4 3 1 1 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 2 2

  12 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4

  13 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 2

  14 4 2 3 4 3 4 2 3 4 3 2 4 2 3 4 4 3 4

  15 4 2 3 4 2 4 2 3 4 3 2 4 2 4 3 4 3 4

  16 4 3 2 3 3 4 2 1 4 3 2 2 4 3 3 3 3 3

  17 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3

  18 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 2 2 2 3 3 3

  19 3 1 2 2 3 3 2 2 3 1 4 4 2 3 3 1 3 3

  20 4 4 1 2 1 2 3 3 2 4 4 2 2 3 4 2 2 3

  21 3 3 4 4 4 2 2 3 2 2 3 2 2 3 4 4 3 3

  22 2 2 2 4 2 3 3 4 2 2 3 3 3 3 2 3 2 3

  24 4 4 4 3 3 3 3 2 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4

  10 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

  25 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3

  26 4 4 4 3 4 3 2 2 4 3 2 2 4 4 4 4 3 4

  27 3 3 3 4 2 3 3 2 4 3 2 2 3 3 3 3 3 3

  28 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3

  29 4 4 4 4 3 2 3 2 2 3 2 2 4 2 3 3 2 2

  30 2 3 2 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

  31 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2

  32 3 3 4 4 4 2 1 1 2 2 1 2 2 2 3 3 3 2

  33 2 3 2 1 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 3 3 2 2

  34 3 4 4 3 3 3 2 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3

  35 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

  36 3 3 3 2 2 2 2 2 2 3 2 2 3 2 3 3 3 3

  11 3 3 3 4 2 3 3 3 2 3 3 3 4 3 4 4 4 3

  9 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

  M T

  12 M O T

  1 M O T

  2 M O T

  3 M O T

  4 M O T

  5 M O T

  6 M O T

  7 M O T

  8 M O T

  9 M O T

  10 M

O

T

  

11

M O T

  13 M O T

  8 3 3 2 3 3 2 2 1 1 1 2 2 1 1 3 3 2 2

  14 M O T

  15 M O T

  16 M O T

  17 M O T

  18

  1 3 2 1 3 1 2 1 2 2 3 2 1 2 2 2 3 2 3

  2 3 2 2 3 1 1 1 2 2 2 1 1 1 2 3 3 2 2

  3 3 4 4 4 3 3 2 1 2 3 2 2 4 3 4 3 3 3

  4 3 4 3 4 3 3 2 2 2 4 2 2 3 3 4 3 3 3

  5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

  6 3 2 1 2 3 2 1 4 1 3 2 1 1 2 3 3 3 2

  7 2 2 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 1 1

  37 3 3 2 2 3 2 2 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 2 Total N37 37 37 37 37 37 37 37 37 37 37 37 37 37 37 37 37 37

  89 Jenis Pekerjaan

  JP1 JP2 JP3 JP4

1 3 2 2 4

2 3 3 3 4

3 3 4 3 3

4 3 4 3 3

5 4 4 4 4

6 2 2 2 3

7 2 2 2 2

8 2 2 3 3

9 4 4 4 4

  

10 3 3 3 3

11 3 4 3 3

12 3 3 4 3

13 2 3 3 2

14 2 3 3 2

15 3 2 4 2

16 3 2 3 4

17 3 3 2 4

18 3 3 3 4

19 4 4 2 1

20 1 4 2 3

21 3 3 4 4

22 4 4 4 4

23 2 2 2 2

24 4 3 3 3

25 4 3 3 3

26 2 3 2 3

27 4 4 4 4

28 3 3 3 3

29 2 2 2 2

30 4 4 4 4

31 3 3 3 3

32 3 3 2 3

33 2 2 3 3

34 4 3 4 4

35 3 2 3 3

36 2 4 4 4

37 3 3 3 3

  

Total N 37 37 37 37

  

Lampiran 3

Uji Validitas Dan UjiReliabilitas

  91 Case Summaries

  60

  3.33

  25

  61

  13

  3.44

  26

  10

  62

  2.11

  27

  52

  16

  3.01

  28

  13

  24

  12

  14

  20

  48

  10

  2.16

  21

  53

  2.64

  1.93

  22

  48

  16

  2.38

  23

  41

  8

  50

  2.16

  11

  11

  34

  52

  15

  2.41

  35

  68

  2.49

  10

  36

  45

  14

  2.10

  37

  45

  12

  1.21

  36

  29

  3.72

  51

  8

  1.79

  30

  39

  16

  31

  33

  35

  12

  1.79

  32

  44

  11

  2.59

  1.12

  45

  Responden

  1.19

  72

  16

  3.09

  6

  39

  9

  7

  2.65

  26 8 .96

  8

  37

  10

  1.65

  9

  72

  5

  13

  3.28

  2

  X1 Motivasi Berprestasi

  X2 Jenis Pekerjaan Y Prestasi Akademik Mahasiswa

  1

  37

  11

  1.88

  34

  53

  13

  1.44

  3

  53

  13

  2.87

  4

  16

  10

  19

  2.87

  57

  11

  3.40

  16

  52

  12

  17

  3.17

  49

  12

  2.76

  18

  46

  13

  2.06

  15

  10

  54

  12

  12

  3.27

  11

  57

  13

  3.71

  65

  58

  13

  3.18

  13

  43

  10

  2.00

  14

  2.48 Total N 37 37 37

  92 Reliability

  

R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H

  A) MOT Motivasi Berprestasi Item-total Statistics Scale Scale Corrected

Mean Variance Item- Alpha

if Item if Item Total if Item

Deleted Deleted Correlation Deleted

MOT1 46.5405 105.8664 .7213 .9390

MOT2 46.6757 106.4474 .5236 .9424

MOT3 46.8649 101.0646 .7089 .9390

MOT4 46.5676 105.9745 .5359 .9423

MOT5 47.0811 106.0766 .5260 .9425

MOT6 47.0541 103.6081 .7665 .9379

MOT7 47.4595 103.0330 .7610 .9378

MOT8 47.2973 107.2703 .4565 .9439

MOT9 47.0541 101.1637 .7334 .9383

MOT10 47.0000 104.9444 .6579 .9398

MOT11 47.3514 104.8453 .6251 .9405

MOT12 47.2973 102.9369 .7042 .9389

MOT13 46.9189 102.6877 .6756 .9396

MOT14 46.9730 102.9159 .7956 .9373

MOT15 46.5405 106.3664 .6844 .9396

MOT16 46.5676 106.0300 .6812 .9396

MOT17 46.8649 103.9535 .8139 .9373

MOT18 46.8378 102.3619 .8514 .9363

Reliability Coefficients N of Cases = 37.0 N of Items = 18 Alpha = .9427

  93 Reliability

  

R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H

  A) JP Jenis Pekerjaan Item-total Statistics Scale Scale Corrected

Mean Variance Item- Alpha

if Item if Item Total if Item

Deleted Deleted Correlation Deleted

JP1 9.1622 3.0841 .5667 .6448

JP2 9.0541 3.4414 .4501 .7120

JP3 9.0811 3.1321 .6107 .6213

JP4 8.9459 3.3303 .4691 .7027

Reliability Coefficients N of Cases = 37.0 N of Items = 4 Alpha = .7318

  

Lampiran 4

Uji Normalitas Dan Uji Linearitas

  95 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  X1 Motivasi Berprestasi

  

X2 Jenis

Pekerjaan

Y Prestasi Akademik

  Mahasiswa N 37

  37

  37 Normal Parameters Mean

  49.70 12.08 2.4403 Std. Deviation 10.796 2.302 .75544

  Most Extreme Differences Absolute .083 .129 .077 Positive .083 .129 .077 Negative -.046 -.091 -.076 Kolmogorov-Smirnov Z .503 .783 .469

  Asymp. Sig. (2-tailed) .962 .573 .980 a Test distribution is Normal. b Calculated from data.

  96 Report

  

Y Prestasi Akademik Mahasiswa

X1 Motivasi Berprestasi Mean N Std.

  Deviation 26 .9600 1 . 34 1.4400 1 . 35 1.7900 1 . 36 1.2100 1 . 37 1.7650 2 .16263 39 2.4550

  2 1.78898 41 1.9300 1 . 43 2.0000 1 . 44 2.5900 1 . 45 1.9000 3 .70171 46 2.0600

  1 . 48 2.2700 2 .15556 49 2.7600

  1 . 50 2.1600 1 . 51 1.7900 1 . 52 2.7633 3 .31390 53 2.7200

  3 .13000 54 3.2700 1 . 57 3.5550 2 .21920 58 3.1700

  1 . 60 2.1100 1 . 61 3.4400 1 . 62 3.3300 1 . 65 3.1800 1 . 68 2.4900 1 . 72 3.1850 2 .13435 Total 2.4403

  37 .75544

  97 ANOVA Table

  Sum of Squares df Mean Square F Sig.

  Y Prestasi Akademik Mahasiswa *

  X1 Motivasi Berprestasi Between Groups

  

(Combined) 16.012

25 .640 1.554 .225 Linearity 9.938 1 9.938

  24.11

  8 .000 Deviation from Linearity 6.074

  24 .253 .614 .846 Within Groups 4.533 11 .412 Total 20.545

  36 Measures of Association R R Squared Eta Eta Squared Y Prestasi

  Akademik Mahasiswa *

  X1 Motivasi Berprestasi .696 .484 .883 .779

  98 Report

  Y Prestasi Akademik Mahasiswa X2 Jenis Pekerjaan Mean N Std.

  Deviation 8 1.5600 3 .52431 9 1.1900 1 . 10 2.0500 6 .65394 11 2.2960 5 .85131 12 2.5550 6 .52903 13 2.8350 8 .76324 14 2.3700 2 .38184 15 2.4100 1 . 16 3.0960 5 .48562 Total 2.4403

  37 .75544 ANOVA Table Sum of Squares df Mean F Sig.

  Square

Y Prestasi Between (Combined) 8.392 8 1.049 2.417 .040

Akademik Groups Mahasiswa *

  X2 Jenis Pekerjaan Linearity 6.651 1 6.651 15.323 .001 Deviation from Linearity 1.741

  7 .249 .573 .772 Within 12.153 28 .434 Groups

  Total 20.545 36 Measures of Association R R Squared Eta Eta Squared

  Y Prestasi Akademik Mahasiswa * .569 .324 .639 .408

  X2 Jenis Pekerjaan

  

Lampiran 5

Analisis Korelasi Dan Regresi

  100 Regression

  Descriptive Statistics Mean Std. N Deviation Y Prestasi

  Akademik Mahasiswa 2.4403 .75544

  37 X1 Motivasi Berprestasi 49.70 10.796

  37 X2 Jenis Pekerjaan 12.08 2.302

  37 Variables Entered/Removed

Model Variables Entered Variables Removed Method

  1 X2 Jenis Pekerjaan, X1 Motivasi . Enter a Berprestasi a All requested variables entered. b Dependent Variable: Y Prestasi Akademik Mahasiswa Model Summary

  Model R R Square Adjusted R Std. Error Square of the a Estimate 1 .583 .558 .50219 .763 a Predictors: (Constant), X2 Jenis Pekerjaan, X1 Motivasi Berprestasi

  101

  

b

ANOVA

Model Sum of df Mean F Sig.

  Squares Square

  1 Regression 11.971 2 5.985 23.733 .000 Residual 8.574 34 .252 Total 20.545 36 a Predictors: (Constant), X2 Jenis Pekerjaan, X1 Motivasi Berprestasi b Dependent Variable: Y Prestasi Akademik Mahasiswa a

  Coefficients Unstandardized Standardized t Sig.

Coefficients Coefficients

Model B Std. Beta

  

Error

1 (Constant) -.858 .501 -1.712 .096

  X1 Motivasi

Berprestasi .039 .008 .556 4.593 .000

  X2 Jenis

Pekerjaan .113 .040 .344 2.839 .008

a Dependent Variable: Y Prestasi Akademik Mahasiswa

  Lampiran 6

Daftar Distribusi Frekuensi

  103

  

Daftar Distribusi Frekuensi

  Perhitungan untuk tabel distribusi frekuensi Mean, Median, Modus dan Standar Deviasi menggunakan Penilaian Acuan Patokan Tipe II (PAP II). Dalam PAP Tipe II penguasaan kompetensi minimal (passing score) batas kelulusan adalah 56% dari total skor yang seharusnya dicapai. Jadi passing score terletak pada persentil 56. Tuntutan pada persentil 56 sering disebut persentil minimal karena dianggap batas penguasaan kompetensi minimal yang paling rendah.

  Derajat penguasaan kompetensi minimal 56% diberi nilai cukup atau sedang (Masidjo, 1995:46). Kategori kecenderungan menurut PAP Tipe II untuk semua variable adalah sebagai berikut:

  Tingkat Penguasaan Kompetensi Kategori Kecenderungan Variable 81%-100% Sangat Tinggi 66%-80% Tinggi 56%-65% Cukup 46%-55% Rendah

  ≤ 46% Sangat Rendah

  1. Menentukan Range atau Rentangan Dalam menentukan nilai range atau rentangan digunakan rumus (Masidjo, 1995:126): B B B R=X t - X r

  104 Ket: R = Range atau Rentangan B B X = Skor tertinggi B B t

  X r = Skor terendah

  2. Menentukan Jumlah Kelas Dalam penelitian ini cara yang digunakan untuk menentukan jumlah kelas dengan menggunakan rumus sturges (Sudjana, 2002:47), yaitu sebagai berikut: K=1+3,3 log N Ket: K = Jumlah Kelas N = Jumlah Responden 3,3= Bilangan konstan Pada penelitian ini N atau jumlah responden yang digunakan adalah 37.

3. Menentukan Interval Kelas

  Dalam menentukan interval kelas atau panjang kelas interval ini digunakan rumus (Sudjana, 2002:47):

  rentang

  P =

  K

  Ket: P = Interval Kelas Rentang = selisih antara data terbesar dan data terkecil K = Jumlah Kelas

  105 4.

  Memasukkan data pada kelas masing-masing

  a. Harga Rata-rata (Mean) Dalam menghitung rata-rata digunakan rumus (Sudjana, 2002:77):

  Σ x

  M =

  n

  Ket : Σx = Jumlah Semua Skor n = Ukuran Sampel b.

  Modus Dalam menghitung Modus digunakan rumus (Sudjana, 2002:77):

  ⎡ b1 Mo = b + p ⎢ ⎥

  b + 2 b 1

  ⎣ ⎦ Ket : b = batas bawah kelas modal p = panjang kelas modal B B b = frekuensi kelas modal dikurangi frekuensi kelas interval dengan

  1 tanda kelas yang lebih kecil sebelum tanda kelas modal. B B b 1 = frekuensi kelas modal dikurangi frekuensi kelas interval dengan

  tanda kelas yang lebih besar sesudah tanda kelas modal

  c. Median Dalam menghitung Median rumus yang digunakan adalah sebagai berikut (Sudjana, 2002:79):

  ⎡ ,

  5 NF ⎤ Me = b + p

  ⎢ ⎥

  f

  ⎣ ⎦

  106 Ket : b = batas bawah kelas modal p = panjang kelas modal N = ukuran sampel F = Jumlah semua frekuensi dengan tanda kelas lebih kecil dari tanda kelas median

  f

  = frekuensi kelas median

  d. Standar Deviasi 2 2 Nxf ( x ) − ( fx ) S =

  N ( N

  1 ) Ket : N = ukuran sampel

  f = frekuensi kelas median

  x = nilai tengah Dengan menggunakan rumus diatas maka masing-masing variabel dapat dihitung sebagai berikut: B B A.

  1 )

  Motivasi Berprestasi Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa (x

  1. Diketahui : Jumlah data = 37 Nilai terbesar = 72 Nilai terkecil = 26

  Range atau rentang nilai = nilai tertinggi – nilai terendah = 72-26 = 46

  107 2.

  11

  Jumlah 37 1.843,5 15.821,5 95.639,25 Mean = M = 1843,5 / 37

  18.632,25 31.484,75 18.911,25 14.490,75

  870,25 11.250

  870,25 1.406,25 2.070,25 2.862,25 3.782,25 4.830,25

  409,5 588,5 307,5 207,5

  29,5 300

  3 29,5 37,5 45,5 53,5 61,5 69,5

  5

  9

  Jumlah Kelas K = 1 + 3,3 log n = 1 + 3,3 log 37 = 1 + 5,17 = 6,17 dibulatkan menjadi 6 kelas 3. Panjang Kelas Interval

  8

  1

  ) 26 – 33 34 – 41 42 – 49 50 – 57 58 – 65 66 – 73

  2 P

  F(x P

  2 P

  Tengah Fx x P

  4. Tabel persiapan perhitungan Interval Frekuensi (F) Nilai

  P = Rentang / Jumlah Kelas = 46 / 6 = 7,67 dibulatkan menjadi 8

  = 49,82

  108

  , 5 ( 37 )

  18 ⎡ − ⎤

  Median = Me = 49,5 + 8

  11 ⎢⎣ ⎥⎦

  = 49,5 + 8 (0,045) = 49,5 + 0,36

  = 49,86

  2 ⎡ ⎤

  Modus = Mo = 49,5 + 8

  2 + 6 ⎢⎣ ⎥⎦

  = 49,5 + 8 (0,25) = 49,5 + 2

  = 51,5 Standar Deviasi 2

  ( 37 × 95 . 639 , 25 ) − ( 1 . 843 , 5 ) S = 37 (

  37 − 1 ) 3 . 538 . 652 , 25 − 3 . 398 . 492 ,

  25 =

  1332 140160

  = 1332

  = 23 105 , = 10,25 5. Penilaian

  Skor tertinggi yang mungkin dicapai = 4 x 18 = 72

  Skor terendah yang dicapai = 1 x 18 = 18

  109 Rumus: Skor = nilai terendah + % (nilai tertinggi – nilai terendah)

  = 18 + 81% (72 – 18) = 18 + 43,74 = 61,74 dibulatkan menjadi 62 = 18 + 66% (72 – 18) = 18 + 35,64 = 53,64 dibulatkan menjadi 54 = 18 + 56% (72 – 18) = 18 + 30,24 = 48,24 dibulatkan menjadi 48 = 18 + 46% (72 – 18) = 18 + 24,84 = 42,84 dibulatkan menjadi 43

  110

  2 )

  Jenis pekerjaan yang diminati terhadap prestasi akademik (X

  B B B.

  1. Diketahui : Jumlah data = 37 Nilai terbesar = 16 Nilai terkecil = 8

  Range atau rentang nilai = nilai tertinggi – nilai terendah = 16-8 = 8

  2. Jumlah Kelas K = 1 + 3,3 log n = 1 + 3,3 log 37 = 1 + 5,17 = 6,17 dibulatkan menjadi 6 kelas

  3. Panjang Kelas Interval P = Rentang / Jumlah Kelas = 8 / 6 = 1,3 dibulatkan menjadi 1 kelas

  4. Tabel persiapan perhitungan P P

  2 P P

  2 Interval Frekuensi (F) Nilai Tengah Fx x F(x )

  8 – 9 4 8,5 34 72,25 289 10 – 11 11 10,5 115,5 110,25 1212,75 12 – 13 14 12,5 175 156,25 2187,5 14 – 15

  3 14,5 43,5 210,25 630,75 16 – 17 5 16,5 82,5 272,25 1.361,25

  Jumlah 37 450,5 821,25 5.681,25

  111 Mean = M = 450,5 / 37

  = 12,17

  , 5 ( 37 ) −

  15 ⎡ ⎤

  Median = Me = 11,5 + 1

  14 ⎢⎣ ⎥⎦

  = 11,5 + 1 (0,25) = 11,5 + 0,25

  = 11,75

  3 ⎡ ⎤

  Modus = Mo = 11,5 + 1

  3 + 11 ⎢⎣ ⎥⎦

  = 11,5 + 1 (0,21) = 49,5 + 2

  = 11,71 Standar Deviasi 2

  ( 37 × 5 . 68 , 25 ) − ( 450 , 5 ) S = 37 (

  37 1 ) − 210 . 206 ,

  25 − 202 . 950 ,

  25 =

  1332 7256

  = 1332

  = 5 , 447447 = 2,33

  112 5.

  Penilaian Skor tertinggi yang mungkin dicapai = 4 x 4

  = 16 Skor terendah yang dicapai = 1 x 4

  = 4 Rumus: Skor = nilai terendah + % (nilai tertinggi – nilai terendah)

  81% = 4 + 81% (16 – 4) = 4 + 9,72 = 13,72 dibulatkan menjadi 14

  66% = 4 + 66% (16 – 4) = 4 + 7,92 = 11,92 dibulatkan menjadi 12

  56% = 4 + 56% (16 – 4) = 4 + 6,72 = 10,72 dibulatkan menjadi 11

  46% = 4 + 46% (16 – 4) = 4 + 5,52 = 9,52 dibulatkan menjadi 10

  113 C.

  ) 3,22 – 3,72 2,71 – 3,21 2,20 – 2,70 1,69 – 2,19 1,18 – 1,68 0,96 – 1,17

  37,636 8,1796 1,6928

  84,2863 61,3312 42,0175

  12,0409 8,7616 6,0025 3,7636 2,0449 0,8464

  19,4 5,72 1,84

  24,29 20,72 17,15

  2 3,47 2,96 2,45 1,94 1,43 0,92

  4

  10

  7

  7

  7

  2 P

  Prestasi Akademik Mahasiswa (Y)

  F(x P

  2 P

  Tengah Fx x P

  (F) Nilai

  4. Tabel persiapan perhitungan Interval Frekuensi

  6 67 , 2 = dibulatkan menjadi 0,5

  46 ,

  3. Panjang Kelas Interval =

  2. Jumlah Kelas = K = 1 + 3,3 log n = 1 + 3,3 log 37 = 1 + 5,17 = 6,17 dibulatkan menjadi 6 kelas

  Range atau rentang nilai = 3,72 – 0,96 = 2,76

  1. Diketahui : Jumlah data = 37 Nilai terbesar = 3,72 Nilai terkecil = 0,96

  Jumlah 37 89,12 33,4599 235,14334

  114

  89 ,

  12 Mean = M = = 2 , 408

  37 , 5 ( 37 )

  6

⎡ ⎤

  Median = Me = 2,18 + 0

  10 ⎢⎣ ⎥⎦

  = 2,18 + 0 (1,25) = 2,18 + 0

  = 2,18

  3 ⎡ ⎤

  Modus = Mo = 2,18 + 0

  3

  • 3 ⎢⎣ ⎥⎦

  = 2,18 + 0 (0,5) = 2,18 + 0

  = 2,18 Standar Deviasi 2

  ( 37 × 235 , 14334 ) − ( 89 , 12 ) S = 37 (

  37 − 1 ) 8700 , 30 − 7942 ,

  37 =

  1332 757 ,

  93 =

  1332 = , 5690165 = 0,75

  115 5.

  Penilaian Skor tertinggi yang mungkin dicapai = 4.00 Skor terendah yang mungkin dicapai =

  ≤ 1,99 Penilaian berdasarkan acuan standar kelulusan Sanata Dharma yaitu standar Indeks Prestasi Komulatif (IPK).

  Derajat penguasaan kompetensi yang dituntut berdasarkan pedoman predikat hasil kelulusan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta adalah sebagai berikut:

  Skor Interpretasi Penilaian 3,51 – 4,00 Sangat tinggi 2,76 – 3,50 Tinggi 2,00 – 2,75 Cukup 1,00 – 1,99 Rendah 0 – 1,00 Sangat rendah

  116 Dari data induk diperoleh hasil : B B B B

  ∑X B B 1 =1839 ∑X B B B B 2 = 447 ∑Y = 90,29 ∑X

  1 Y = 4691,86 B B B B B PB PB B

  2 Y =1126,42 = 68043

  ∑X

  2 ∑X

  1 B PB PB B

2 P PB B

  2

  ∑X B B B B 2 = 4917 ∑Y =169,7452 X = 822033

  ∑X

  1

  2

  2 2 X 1839 ( 1 ) ( )

  2

  2 ∑ ∑

  ∑X B PB B B PB PB P -

  1 = ∑X 1 = 68043 - = 68043 – 91403,27 = -23360,27

  37 N 2

2

X 447 ( 2 ) ( )

  2

  2 ∑ ∑ B PB PB B B PB P = = 4917 - = 4917 – 5400,24 = -483,24

  • 2 ∑X

  ∑X

1 N

  2

  37 2 Y 90 ,

  

29

( ) ( )

  2

  2 ∑ ∑

  ∑Y = ∑X P B B PB PB P -

  1 =169,75 - = 169,75 – 220,33= -50,58

  37 N

  X Y ( 1 )( ) ( 1839 )( 90 , 29 ) B B B B B B ∑ ∑

  Y = Y - = 4691,86 - = 4691,86 – 4487,66 ∑X

  1 ∑X

1 N

  37

  = 204,2

  X Y 2 ( )( ) ( )( 447 90 , 29 ) B B B B B B ∑ ∑

  ∑X

  2 Y = ∑X

  2 Y - =1126,42 - =1126,42–1090,80 N

  37

  = 35,62

  X X ( 1 )( 2 ) ( 1839 )( ) 447

  ∑ ∑ B B B B B B B B X = X = 822033 -

  • 1

  ∑X

  2 ∑X

  1

2 N

  37

  = 822033 – 22217,10 = 799815,9

  117

  B B B B

  Persamaan untuk menemukan a

  1 dan a 2 adalah sebagai berikut: B B B B B PB PB B B B B B B B

  2

  (1) ∑X

  1 Y = a 1 ∑X 1 + a 2 ∑X

  2 B B B B B B B B B B B PB

  1 X

  2 P

  (2) ∑X

  2 Y = a 2 ∑X

  1 X 2 + a 1 ∑X

  2 Diisi : B B B B

  (1)

  1 + 799815,9 a 2 : 799815,9

  204,2 = -23360,27 a B B B B (2) 35,62 = 799815,9 a

  1 + (-483,24) a B B B B 2 : -483,24

  (1A) 0,000255309 = -0,029207058 a + a B B B B

  

1

  2

  (2A)-0,073710785 = -1655,111125 a

  1 + a

  2 B B

  1A-2A = (3) 0,073966094 =1655,081918 a B B 1 : 1655,081918 (3A) a

  1 = 0,000044690 B B

  (2A) –0,073710785 =(-1655,111125)(0,000044690) + a B B

  2

  • –0,073710785 =-0,073966916 + a
  • B B

      2

      a

      2 = 0,000256131

      118 PERHITUNGAN SUMBANGAN RELATIF DAN SUMBANGAN EFEKTIF

      1. SUMBANGAN RELATIF Dari perhitungan garis regresi diketahui : B B B B a

      1 = 0,000044690 a B B 2 = 0,000256131 B B

      Y = 204,2 Y = 35,62 ∑X

      1

      ∑X

      2 Berdasarkan hasil diatas diperoleh : B B B B P PB B B B B B

      JKReg = a Y + a Y

      1 ∑X

      1 2 ∑X

      2

      = (0,000044690 )(204,2) + (0,000256131)(35,62) = 0,009125698 + 0,00912338622 = 0,018249084

      Sumbangan Relatif dalam persen (%) pada tiap variabel bebas adalah sebagai berikut : B B B B

      a. Sumbangan Relatif variabel X

      

    1 (SR%X

    1 ) a 1 X Y 1 B B

      ∑ SR%(X

      1 ) = x 100% JK Re g

      , 009125698 = 100 %

      × , 018249084

      = 50,00633456 (dibulatkan 50,006%) B B B B

      b. Sumbangan Relatif variabel X

      

    2 (SR%X

    2 ) a 2 X Y 2 B B

      ∑ SR%(X

      2 ) = x 100% JK Re g

      , 0091233862

      2 = × 100 %

      , 018249084 =49,99366664 (dibulatkan 49,994%)

      119

      2. SUMBANGAN EFEKTIF Dari perhitungan diketahui : B B SR%(X ) = 50,00633456 B B

      1 SR%(X 2 ) = 49,99366664 P P

    2 R = 0,583

      Sumbangan Efektif dalam persen (%) pada tiap variabel bebas adalah sebagai berikut : B B B B

      a. Sumbangan Efektif variabel X (SE%X )

      1

      1 B B SR %

      X 1 2 SE(X 1 ) = × R

      100

      50 , 00633456

      = × , 583

      100

      = 0,29153693 (dikalikan 100% = 29,15369305 dibulatkan 29,154%) B B B B

      b. Sumbangan Efektif variabel X

      

    2 (SE%X

    2 ) B B SR %

      X 2 2 SE(X 2 ) = × R

      100

      49 , 99366664

      =

      × , 583 100

      = 0,291463076 (dikalikan 100% = 29,1463076 dibulatkan 29,146%)

      Lampiran 7 Data Statistik

      Lampiran 8 Keterangan Penelitian

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Analisa prestasi akademik mahasiswa yang mendapat beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) dengan mahasiswa yang mendapat beasiswa Tunjangan Ikatan Dinas (TID)|b:Studi pada mahasiswa P. Fisika jurusan P. MIPA FKIP Universitas Jember angkatan, 1994/199
0
23
86
hubungan motivasi belajar antara mahasiswa yang bekerja dan tidak bekerja terhadap prestasi akademik (IPK) (Studi kasus mahasiswa pendidikan ips FITK semester 6)
7
23
89
Korelasi kemampuan akademik mahasiswa terhadap penyelesaian studi di program studi pendidikan fisika
0
6
65
Perbedaan human capital skill dan prestasi belajar mahasiswa berdasarkan jenis kelamin dan inteligensi
1
8
87
Pengaruh konsep diri akademik dan attachment style terhadap motivasi berprestasi siswa kelas 1X MTs. Al-Ghazaly Bogor
1
29
91
Pengaruh motivasi akademik, gaya belajar dan penyesuaian diri di perguruan tinggi terhadap prestasi akademik mahasiswa Tahun pertama
16
93
164
Pengaruh character strengths dan gender terhadap stres akademik mahasiswa UIN Jakarta yang kuliah sambil bekerja.
16
110
145
Kamampuan mahasiswa tarjamah dalam menerjemahkan nama diri : studi kasus mahasiswa tarjamah semester VI angkatan tahun 2005-2006
0
9
119
Pengaruh self-regulated learning dan dukungan sosial terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
0
21
0
Hubungan sensation seeking dengan prestasi akademik mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Jakarta
1
8
105
pengaruh persepsi dan sikap mahasiswa terhadap tingkatnadopsi E-book sebagai sumber informasi (study pada mahasiswa S1 FISIP Universitas Lampung angkatan 2010-2011)
4
16
86
Peristiwa 2 Maret 1969 di Yogyakarta (konflik antara taruna angkatan udara dan mahasiswa Universitas Gadjah Mada)
0
0
85
1. Menyetujui registrasi dan konsultasi akademik semester genap tahun ajaran 2014/2015 dilakukan secara online penuh untuk mahasiswa angkatan 2014/205 dan secara online dan offline bagi mahasiswa angkatan sebelumnya dengan menggunakan Fakultas Peternakan
0
1
7
Pengaruh brand image, brand trust dan reference group terhadap brand loyalty aplikasi pesan Instan line (studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung angkatan 2013-2015) - Repository Universitas Bangka Belitung
0
0
20
Analisis hubungan prestasi akademik mahasiswa dengan akses sumber informasi
0
0
8
Show more