Studi deskriptif tingkat kepribadian tahan banting (hardiness personality) pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
1
121
4 months ago
Preview
Full text

  STUDI DESKRIPTIF TINGKAT KEPRIBADIAN TAHAN BANTING ( HARDINESS PERSONALITY) PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

  SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

  Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi

  Disusun Oleh: Panji Prasasti Jalapuspa Krishnamurti

  NIM : 04 9114 067 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

  K arya sederhana ini kupersembahkan untuk mereka semua yang telah membimbing, mendukung, dan membantuku dalam menjalani dan memahami arti kehidupan. Sri Yésus ingkang lembah manah, tuwin andhap-asor: midhangetna panyuwun kawula. Saking raos kepéngin dipun aosi, nyuwun luwar, dhuh Sri Yésus. Saking raos kepéngin dipun alem, nyuwun luwar, dhuh Sri Yésus. Saking raos kepéngin dipun urmati, nyuwun luwar, dhuh Sri Yésus. Saking raos kepéngin mélik kalenggahan, nyuwun luwar, dhuh Sri Yésus. Saking raos kepéngin dipun suwuni rembag, nyuwun luwar, dhuh Sri Yésus. Saking raos kepéngin dados pangajeng, nyuwun luwar, dhuh Sri Yésus. Saking raos ajrih dipun anggep rèmèh, nyuwun luwar, dhuh Sri Yésus. Saking raos ajrih dipun asoraken, nyuwun luwar, dhuh Sri Yésus. Saking raos ajrih boten kapétang, nyuwun luwar, dhuh Sri Yésus. Saking raos ajrih manggih kuceming asma, nyuwun luwar, dhuh Sri Yésus. Saking raos ajrih dipun sepèlékaken, nyuwun luwar, dhuh Sri Yésus. Saking raos ajrih dipun poyoki, nyuwun luwar, dhuh Sri Yésus. Saking raos ajrih dipun awon-awon, nyuwun luwar, dhuh Sri Yésus. Saking raos ajrih dipun dakwa ingkang boten saé, nyuwun luwar, dhuh Sri Yésus. Mugi tiyang sanès dipun aosi nglangkungi kawula, dhuh Sri Yésus, nyuwun sih sageda kepéngin ingkang semanten wau. Mugi tiyang sanès dipun paringi gangsar lan kawula dhawah kantun, dhuh Sri Yésus, nyuwun sih sageda kepéngin ingkang semanten wau. Mugi tiyang sanès saya dipun aosi, lan kawula boten kapétang, dhuh Sri Yésus, nyuwun sih sageda kepéngin ingkang semanten wau. Mugi tiyang sanès angsal pakurmatan lan kawula dipun rèmèhaken, dhuh Sri Yésus, nyuwun sih sageda kepéngin ingkang semanten wau. Mugi tiyang sanès ngungguli kawula ing samukawis, dhuh Sri Yésus, nyuwun sih sageda kepéngin ingkang semanten wau.

  

STUDI DESKRIPTIF TINGKAT KEPRIBADIAN TAHAN BANTING

( HARDINESS PERSONALITY) PADA MAHASISWA FAKULTAS

PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

  

Panji Prasasti Jalapuspa Krishnamurti

ABSTRAK

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tingkat ketahan-bantingan mahasiswa

Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Selain itu, peneliti juga menguji tingkat

kepribadian tahan banting mahasiswa berdasarkan jenis kelamin dan tempat tinggalnya. Untuk

menguji validitas skala kepribadian tahan banting peneliti melakukan analisis validitas isi dengan

reliabilitas skala sebesar 0.886. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas

Psikologi Universitas Sanata Dharma angkatan 2010 memiliki rata-rata skor sebesar 88,30 dan

berada dalam kategori tingkat ketahan-bantingan tinggi. Hasil analisis lanjutan menunjukkan

bahwa tidak ada perbedaan tingkat ketahan-bantingan mahasiswa angkatan 2010 berdasarkan jenis

kelamin dan tempat tinggalnya. Kata Kunci : kepribadian tahan banting, jenis kelamin, tempat tinggal

  

HARDINESS PERSONALITY LEVEL

OF THE STUDENTS OF FACULTY OF PSYCHOLOGY

OF SANATA DHARMA UNIVERSITY YOGYAKARTA:

A DESCRIPTIVE STUDY

  

Panji Prasasti Jalapuspa Krishnamurti

ABSTRACT

This research is aimed to know the hardiness level of the students of Faculty of Psychology

of Sanata Dharma University. Researcher also examines about hardiness level in genders and

residences. To examine validity of hardiness scales researcher used contents validity with its

reliability 0.886. the result shows that 2010’s students of Faculty of Psychology of Sanata Dharma

University had subjection mean 88.30 in hardy category. Advance analysis result shows that no

differences of level of hardiness in 2010’s students gender and residence. Keywords: hardiness personality, gender, residence

KATA PENGANTAR

  Puji dan Syukur kepada Allah Bapa Yang Maha Pengasih karena berkat limpahan rahmat dan kasih-Nya penulis berhasil menyelesaikan skripsi yang

  Studi Deskriptif Tingkat Kepribadian Tahan Banting (Hardiness Personality)

  berjudul “

  Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  ” dengan baik.

  Penulis menyadari bahwa keberhasilan yang dicapai tak lepas dari dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan yang berbahagia ini penulis mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada: 1.

  Tri Tunggal Mahakudus: Bapa, Putera, dan Roh Kudus yang selalu menolong penulis dengan tangan-Nya yang ajaib.

  2. Ibu Dr. Christina Siwi Handayani selaku Dekan Fakultas Psikologi.

  3. Ibu Titik Kristiyani S.Psi, M.Psi. selaku Ketua Program Studi Fakultas Psikologi.

  4. “Mbak” Etta selaku Dosen Pembimbing Akademis yang telah membimbing dan mengarahkan penulis selama menimba ilmu di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  5. Ibu Aquilina Tanti Arini, S. Psi., M. Si. selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang selalu sabar membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi,

  6. Bapak Dr. Tarsisius Priyo Widiyanto, M. Si. yang memberikan banyak masukan sehingga skripsi ini menjadi lebih indah.

  7. Ibu Dr. Tjipto Susana, M. Si. yang mengajari penulis cara membuat skripsi yang baik melalui pertanyaan-pertanyaan dan saran yang membangun.

  8. Seluruh dosen Fakultas Psikologi yang telah membantu dan memberi dukungan kepada penulis selama kuliah sehingga penulis dapat menyelesaikan studi dengan baik.

  9. Staf Fakultas Psikologi : Mas Muji, Mas Gandung, Mas Doni, Pak Gie’, dan secara khusus Mbak Nanik yang bersedia menunggu penulis sampai selesai menyusun skripsi ini.

  10. Papa dan mama yang selalu memberi semangat walaupun sempat ragu dengan kemampuan anaknya sendiri.

  11. Mas Bayu, Mbak Ajeng, Arif, dan dedek kecil; terima kasih atas dukungannya selama ini.

  12. Mbak Nike, Mas Suryo, dan Jeng Nilam; terima kasih buat kebersamaannya di pondok hijau bantul.

  13. Agustinus Isnu Haryoto, belahan jiwa yang selalu mendukung, menyemangati, dan membantu setiap saat setiap waktu, terima kasih buat smuanya semoga proses kita selama ini membawa buah-buah yang indah di masa depan.

  14. Teman-teman Angkatan 2004 yang berada di ujung tanduk pada tanggal 29 Juli 2011. Terima kasih atas dukungan kalian melewati masa-masa kritis akibat “kasus khusus” yang penulis alami. Tetap semangat ya....

  15. Teman-teman panitia Live In Fakultas Psikologi tahun 2011, terima kasih atas bantuannya dalam mengumpulkan data. Tanpa kalian skripsi ini tak akan mungkin selesai.

  16. Pakdhe Wahyu 2009, makasih buat bantuannya.

  17. Teman-teman angkatan 2010, terima kasih banyak telah membantu penulis dengan menjadi partisipan dalam penelitian ini. Semoga pengalaman live in membuat kalian menjadi insan yang lebih peka dengan lingkungan sekitar.

  18. Pengurus Dewan Paroki Gereja Santo Yakobus Klodran, Bantul yang memberi dukungan kepada penulis sehingga skripsi ini dapat selesai dengan baik.

  19. Teman-teman PBB Amerika – Indonesia, terima kasih boleh belajar banyak dari kalian semua dan juga untuk semangat yang kalian berikan kepada penulis.

  20. Anjing-anjing yang selalu setia menemani penulis saat menyusun skripsi ini dan memberi penghiburan kala penat datang menerpa.

  21. Seluruh teman-teman angkatan 2004. Selalu sukses dan tetap semangat.

  22. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang berperan dalam penyelesaian skripsi ini.

  Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Segala kritik dan saran yang membangun berkaitan dengan skripsi ini akan penulis terima dengan senang hati. Yogyakarta, September 2011

  

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................................... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .......................................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN .....................................................................................iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................................. iv

HALAMAN MOTTO .................................................................................................. v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ...................................................................... vi

ABSTRAK ................................................................................................................. vii

ABSTRACT ............................................................................................................. viii

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ...... ix

KATA PENGANTAR ................................................................................................. x

DAFTAR ISI ............................................................................................................ xiii

DAFTAR GAMBAR ............................................................................................... xvii

DAFTAR TABEL .................................................................................................... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................ xix

  

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1

A. LATAR BELAKANG MASALAH ...................................................... 1 B. RUMUSAN MASALAH ...................................................................... 8 C. TUJUAN PENELITIAN ...................................................................... 8

  1. Manfaat Teoretis ............................................................................ 9

  2. Manfaat Praktis ............................................................................. 9

  BAB II LANDASAN TEORI ........................................................................ 10 A. KEPRIBADIAN TAHAN BANTING .................................................. 10

  1. Pengertian Kepribadian Tahan Banting ........................................ 10 2.

   Aspek-aspek Kepribadian Tahan Banting ..................................... 11

  a. Control (Kontrol) ....................................................................... 11

  b. Commitment (Komitmen) .......................................................... 12 c.

   Challenge (Tantangan) .............................................................. 12 3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepribadian

  Tahan Banting ................................................................................. 15

  B. PENELITIAN-PENELITIAN TENTANG KEPRIBADIAN TAHAN BANTING ............................................................................................ 16 C. MAHASISWA ....................................................................................... 17

  1. Pengertian Mahasiswa ................................................................... 17 2.

   Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma ........ 17

  3. Tahap Perkembangan yang Dialami Mahasiswa .......................... 17

  D. PENTINGNYA KEPRIBADIAN TAHAN BANTING PADA

MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA

  1. Gambaran Singkat Beban yang Dialami Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma ........................................... 20

  2. Stres yang Dialami Remaja dalam Tahap Perkembangannya ..... 21

  3. Kaitan antara Pentingnya Kepribadian Tahan Banting dengan Beban Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma ........................................................... 22 4. Pertanyaan Penelitian .................................................................... 25

  

BAB III METODE PENELITIAN ............................................................... 26

A. JENIS PENELITIAN ..................................................................................

  26 B.

   VARIABEL PENELITIAN ................................................................. 26

  C. DEFINISI OPERASIONAL ................................................................. 27

  D. SUBJEK PENELITIAN ....................................................................... 27 E. METODE DAN ALAT PENGUMPULAN DATA .............................. 28

  31 F. PERSIAPAN PENELITIAN ......................................................................

  1. Uji Coba Alat Ukur ...................................................................... 31

  2. Hasil Uji Coba Alat Ukur .............................................................. 31 a.

   Seleksi aitem ............................................................................ 31

  b. Reliabilitas Skala Kepribadian Tahan Banting ...................... 34

  35 G. METODE ANALISIS DATA ....................................................................

  

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................... 38

A. PELAKSANAAN PENELITIAN ...............................................................

  38 B. HASIL PENELITIAN .................................................................................

  39 1.

   Deskripsi Subjek Penelitian ......................................................... 39

  2. Uji Normalitas ................................................................................ 41

  3. Deskripsi Data Penelitian ............................................................. 41 4.

   Kategorisasi Tingkat Ketahan-bantingan Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma .......................................... 44

  5. Data Demografi dan Kategorisasi Ketahan-Bantingan ............... 44 C. PEMBAHASAN

  .................................................................................... 49

  

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................... 54

A. KESIMPULAN ...................................................................................... 54

B. SARAN ............................................................................................................

  54

  1. Bagi Pihak Fakultas ....................................................................... 54 2.

   Bagi Peneliti yang Berminat dengan Topik Serupa ....................... 55 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................

  57 LAMPIRAN ..................................................................................................... 60

  DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Skema pentingnya kepribadian tahan banting dalam menghadapi aneka beban yang dialami mahasiswa fakultas psikologi universitas sanata dharma ............................. 24 Gambar 2. Grafik persebaran data penelitian .............................................. 43

  DAFTAR TABEL

Tabel 1. Blue Print Skala Kepribadian Tahan Banting Sebelum

Uji Coba .......................................................................................... 30

Tabel 2. Skala Kepribadian Tahan Banting dengan Aitem-aitem yang

  

Dinyatakan Gugur ........................................................................ 33

Tabel 3. Persebaran Aitem Skala Kepribadian Tahan Banting untuk

Penelitian ....................................................................................... 33

Tabel 4. Pengkategorian Skor .................................................................... 37

  

Tabel 5. Data Persebaran Subjek Penelitian Berdasarkan

Jenis Kelamin ................................................................................ 40

Tabel 6. Data Persebaran Subjek Penelitian Berdasarkan

  

Tempat Tinggal ............................................................................. 40

Tabel 7. Deskripsi Statistik Data Penelitian ............................................... 42 Tabel 8. Kategorisasi Subjek Penelitian ..................................................... 44 Tabel 9. Pengkategorian Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin .................. 45 Tabel 10. Pengkategorian Subjek Berdasarkan Tempat Tinggal ............... 47

  DAFTAR LAMPIRAN Angket Penelitian Sebelum Uji Coba ........................................................... 60 Tabulasi Hasil Skoring Uji Coba Skala Kepribadian Tahan Banting ....... 67

Hasil Penghitungan SPSS Data Uji Coba Skala Kepribadian

Tahan Banting ............................................................................................... 72 Angket Penelitian Setelah Uji Coba ............................................................. 78 Tabulasi Hasil Skoring Data Penelitian ....................................................... 85 Tabel Penghitungan SPSS Uji Normalitas Data Penelitian ......................... 97 Grafik Q-Q Plot Data Penelitian .................................................................. 97 Tabel Penghitungan SPSS Frekuensi Data Penelitian ................................ 98

Tabel Penghitungan SPSS Frekuensi Data Penelitian Berdasarkan

Jenis Kelamin ................................................................................................ 100

Tabel Penghitungan SPSS Frekuensi Data Penelitian Berdasarkan

Tempat Tinggal ........................................................................................... 100 Tabel Hasil Uji t Data Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin ................. 101 Tabel Hasil Uji t Data Penelitian Berdasarkan Tempat Tinggal .............. 102

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi merupakan kegiatan

  belajar-mengajar yang paling pasif karena proses pembelajarannya sangat ‘dosen-

  

centered ’. Mahasiswa hanya duduk mendengarkan ceramah dosen tanpa terlibat

  aktif dalam proses pembelajaran (Rekdale, 2008). Penjelasan tersebut sangat bertentangan dengan pengalaman yang dirasakan oleh peneliti selama menjadi mahasiswa di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selama menjalani masa kuliah, peneliti merasa bahwa justru mahasiswalah yang harus lebih berperan aktif dengan mencari berbagai bahan tambahan sebagai referensi yang dapat membantu mahasiswa dalam memahami materi yang disampaikan dosen. Menurut peneliti, mahasiswa tidak bisa hanya mengandalkan materi yang disampaikan dosen di dalam kelas. Oleh karena itu, salah satu tugas dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dalam Buku Pedoman Akademis Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma tahun 2004 adalah mencantumkan sumber bacaan mata kuliah pada silabus perkuliahan yang disusun dosen. Ada dua macam sumber bacaan, yaitu: sumber bacaan wajib dan sumber bacaan anjuran. Sumber bacaan wajib merupakan bahan pengajaran yang wajib diujikan kepada mahasiswa sedangkan sumber bacaan anjuran tidak diujikan secara langsung (Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, 2004).

  Menurut Buku Pedoman Akademis Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma tahun 2004, dosen perlu menyebutkan metode-metode evaluasi yang akan dipergunakan seperti ujian dan tugas. Dalam memberikan penilaian terhadap tugas, dosen dianjurkan untuk menguraikan tentang frekuensi dan kriteria yang dituntut (Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, 2004).

  Tugas dan ujian yang diberikan dosen akan dinilai sehingga perlu ditunjukkan bobot pada setiap butir penilaian yang akan menentukan nilai final (Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, 2004). Dengan demikian peran tugas-tugas kuliah menjadi penting karena dapat membantu meningkatkan nilai yang diperoleh mahasiswa. Akan tetapi, menurut pengalaman dan pengamatan peneliti selama mengikuti kuliah, sering kali beberapa tugas diberikan dalam waktu yang hampir bersamaan oleh beberapa dosen. Tugas-tugas yang menumpuk ini terkadang membuat mahasiswa merasa terbebani.

  Setelah berbincang-bincang dengan beberapa mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma mengenai aktivitas perkuliahan pada beberapa kesempatan yang berbeda, peneliti menyimpulkan bahwa ada tiga macam sumber stres (stressor) dalam bidang akademis pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang dianggap sebagai beban perkuliahan.

  Pada mahasiswa semester awal, stressor yang dirasakan berkaitan erat dengan berubahnya cara belajar antara masa SMA dengan masa kuliah. Perubahan ini menuntut mahasiswa untuk segera menyesuaikan diri dengan dunia perkuliahan agar ia dapat beperan secara optimal sebagai mahasiswa. Seorang mahasiswa proses penyesuaian diri ini membuat mahasiswa yang baru masuk dan mulai belajar di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta mengalami beban yang cukup berat terlebih lagi karena para mahasiswa baru belum terbiasa dengan iklim perkuliahan. Bobot tugas dan ujian juga berbeda dengan masa SMA, hal ini semakin membebani mahasiswa yang baru mulai beradaptasi dengan suasana perkuliahan. Mahasiswa tersebut mengatakan bahwa beban kuliah pada semester IV yang ia lalui tidaklah seberat beban kuliah pada semester-semester sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena ia sudah bisa beradaptasi dengan aktivitas perkuliahan.

  Stressor yang kedua dialami oleh mahasiswa semester menengah.

  Para mahasiswa semester menengah mengeluhkan tentang beban dan bobot tugas yang mulai meningkat. Mereka berpendapat bahwa tugas pada semester VI terasa berat karena hampir semua mata kuliah memiliki tugas akhir yang bobotnya tinggi. Hal ini terjadi karena mahasiswa semester VI mulai dituntut untuk mampu terjun dan praktek langsung ke lokasi-lokasi tertentu sesuai tugas yang diberikan dosen pengampu mata kuliah.

  Stressor terakhir dialami oleh mahasiswa semester akhir yang diwakili

  oleh mahasiswa semester VIII. Semester VIII adalah saat bagi mahasiswa untuk mulai menyusun skripsi. Selain mengerjakan skripsi yang menjadi syarat kelulusan dan memperoleh gelar sarjana, ada mahasiswa memanfaatkan semester ini untuk mengulang mata kuliah yang nilainya kurang memuaskan atau mengambil mata kuliah baru yang beberapa di antaranya adalah mata kuliah baik tugas-tugas dan ujian termasuk juga menyusun skripsi sehingga mereka merasa semester VIII merupakan semester terberat.

  Berdasarkan penjelasan sebelumnya mengenai beban dan tuntutan akademis yang dialami oleh mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, maka dapat diketahui bahwa mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma memiliki beban dan tuntutan akademis yang berbeda-beda. Beban kuliah membuat mahasiswa mengalami stres, kesimpulan ini didapatkan peneliti dari komentar-komentar mahasiswa saat berbincang-bincang dengan peneliti yang oleh peneliti digunakan sebagai bahan dalam penyusunan penelitian ini. Seorang mahasiswa semester VI berkomentar tentang beratnya beban kuliahnya, katanya: “Tugasnya berat Mbak, mana aplikasi semua, gimana ndak pusing coba…” Mahasiswa lain memberikan komentar dengan berkata: “Tugasnya tu banyak mbak, bikin stres…” Ada pula yang berkomentar demikian: “Sekarang aja udah kaya gini Mbak, gimana besok kalo skripsi, pasti tambah stres…” Cohen, Kessier, dan Gordon (1995) dalam bukunya “Measuring stress: a guide for health and

  

social scientist ” mendefinisikan stres sebagai suatu proses yang dialami individu

  saat tuntutan atau beban dari lingkungan melebihi kemampuan yang dimiliki dan menimbulkan dampak pada perubahan biologis dan psikologis sehingga orang tersebut menjadi rentan terhadap serangan penyakit. Berdasarkan pemahaman tersebut, maka stres yang dialami mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dapat terjadi karena adanya kesenjangan antara beban dan tuntutan terhadap mahasiswa Fakultas Psikologi baik yang berasal dari keluarga, universitas, maupun masyarakat luas dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing mahasiswa.

  Menurut laporan beberapa mahasiswa terkait beban dan tuntutan perkuliahan di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, ada indikasi bahwa mahasiswa merasa beban dan tuntutan yang harus dihadapinya banyak. Menurut

  

survey yang dilakukan oleh American College Health Association-National

College Health Assessment pada musim gugur tahun 2008 terhadap mahasiswa

  dari beberapa universitas di Amerika, diketahui bahwa dalam 12 bulan terakhir, sebanyak 45,2% responden mengalami kesulitan dalam menghadapi masalah- masalah akademis. Dari survey tersebut juga diketahui adanya beberapa hal yang mempengaruhi prestasi akademis mahasiswa di Amerika, antara lain: stres, depresi, kecemasan. Sebanyak 27,2% mahasiswa menganggap stres yang dialami merupakan penyebab menurunnya performansi dan prestasi akademis, 11,2% responden menyatakan bahwa menurunnya prestasi akademis mereka disebabkan oleh depresi yang dialami dan 18,2% merasa bahwa kecemasan yang dialami berpengaruh pada prestasi akademis mereka (American College Health

  

Association-National College Health Assessment [ACHA-NCHA], 2009). Pada

  laporan hasil survey ACHA-NCHA juga diperoleh data mengenai terkait tingkatan stres yang dialami mahasiswa. Dalam 12 bulan terakhir, sebanyak 1,6% responden mengaku tidak pernah merasa stres, 8,5% tingkat stresnya berada di bawah rata- rata, 39,5% pada tingkat rata-rata, 41,1% di atas rata-rata, dan 9,3% mengalami stres akut (ACHA-NCHA, 2009).

  Sebuah wawancara informal dilakukan peneliti terhadap salah satu mahasiswa yang harus mengundurkan diri dari kampus karena masa studinya telah habis. Ketika peneliti bertanya tentang penyebab mahasiswa yang bersangkutan selalu melepas mata kuliah yang diambil sehingga akhirnya ia kehabisan waktu dan harus mengundurkan diri dari kampus, mahasiswa tersebut menjawab bahwa sudah lama ia merasa tidak sanggup lagi meneruskan kuliahnya ditambah ia sering mengalami gangguan kesehatan. Akan tetapi, jika keluar dari kampus ia takut terhadap orangtua karena saat menentukan perguruan tinggi dan fakultas, ia menentang kehendak orangtua dan menuruti keinginannya sendiri sehingga ia merasa harus bertanggung jawab terhadap pilihannya. Adanya rasa tidak mampu dengan tuntutan perkuliahan yang tinggi dan ketakutan terhadap orangtua itulah yang membuat mahasiswa tersebut mengalami stres dan pada akhirnya harus membuat pilihan keluar dengan suka rela atau dikeluarkan (GC, wawancara, 25 Juli, 2011).

  Individu akan lebih tahan saat menghadapi situasi yang menimbulkan stres ketika ia mampu mengembangkan dan mengoptimalkan kemampuan serta keterampilan yang dimiliki untuk menghadapi situasi tersebut. Salah satu keterampilan untuk menghadapi dan mengurangi stres yang sudah dilatihkan oleh beberapa kesatuan militer di Amerika berkaitan dengan hardiness personality (Maddi, 2007). Maddi (2007) menyatakan bahwa pengukuran dan pelatihan mengenai hardiness personality yang pada bahasan selanjutnya akan disebut kepribadian tahan banting dalam dunia kemiliteran masih relevan karena dunia sehingga dapat menyebabkan stres terhadap para anggotanya. Maddi juga menambahkan bahwa dengan adanya pelatihan untuk meningkatkan kepribadian tahan banting tidak hanya berpengaruh pada menurunnya tingkat stres anggota militer tetapi juga merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan performansi, jiwa kepemimpinan, dan kesehatan anggota militer (Maddi, 2007).

  Beberapa penelitian telah dilakukan untuk melihat bentuk ketahan- bantingan dalam berbagai seting. Salah satu di antaranya adalah sebuah penelitian dengan seting akademis yang dilakukan di Jepang oleh Kosaka (1996). Penelitian tersebut bertujuan untuk melihat hubungan antara kepribadian tahan banting dengan respon stres psikologis dalam seting akademis. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa kepribadian tahan banting memiliki hubungan negatif dengan respon stres psikologis yang artinya bahwa jika individu memiliki tingkat kepribadian tahan banting yang tinggi atau sering dikatakan orang yang tahan banting maka dampak dari stressor rendah. Begitu pula sebaliknya, jika individu memiliki tingkat kepribadian tahan banting yang rendah maka dampak dari stressor akan semakin kuat (Kosaka, 1996). Penelitian lain dilakukan oleh Khosabha dan Maddi (seperti yang dikutip dalam Maddi, 2007) mengenai efektivitas pelatihan kepribadian tahan banting yang hasilnya menunjukkan bahwa pelatihan kepribadian tahan banting membuat individu lebih tahan dalam menghadapi situasi yang menekan, memiliki performansi, jiwa kepemimpinan, dan kesehatan yang lebih baik.

  Adanya laporan beberapa mahasiswa yang mengindikasikan bahwa Dharma tinggi menimbulkan kemungkinan mahasiswa mengalami stres. Berdasarkan hasil-hasil penelitian sebelumnya terkait situasi stres yang dialami individu, maka dapat diketahui bahwa salah satu faktor yang dapat meningkatkan ketahanan individu saat menghadapi stres adalah kepribadian tahan banting. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mendapatkan gambaran mengenai tingkat kepribadian tahan banting pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Gambaran tersebut dapat digunakan sebagai masukan dalam penyusunan program pendampingan sehingga mahasiswa mampu menghadapi beban dengan lebih positif. Menurut Khosabha dan Maddi (seperti yang dikutip dalam Maddi, 2007) kepribadian tahan banting adalah salah satu tipe kepribadian yang dapat dipelajari.

B. RUMUSAN MASALAH

  Seberapa tingkat ketahan-bantingan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma? C.

TUJUAN PENELITIAN

  Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tentang kepribadian tahan banting pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yaitu tingkat ketahan-bantingannya.

D. MANFAAT PENELITIAN 1. Manfaat Teoretis

  Penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi dalam rangka pengembangan ilmu psikologi khususnya psikologi kesehatan serta berguna untuk memperkenalkan tipe kepribadian tahan banting kepada masyarakat umum sebagai tipe kepribadian yang dapat membantu individu dalam mengelola stres yang dialami.

2. Manfaat Praktis

  a. Bagi para mahasiswa, penelitian ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mulai memahami potensi diri yang dimiliki khususnya kepribadian tahan banting agar mampu bertahan dalam menjalani masa kuliah dengan baik tanpa merasa terbebani oleh tuntutan-tuntutan perkuliahan.

  b.

  Bagi pihak Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, penelitian ini dapat memetakan potensi diri mahasiswa khususnya mengenai kepribadian tahan banting sehingga bermanfaat sebagai bahan masukan dalam penyusunan pendampingan psikologis di samping bimbingan akademis sehingga mahasiswa semakin tangguh dalam menghadapi beban yang semakin berat.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. KEPRIBADIAN TAHAN BANTING

1. Pengertian Kepribadian Tahan Banting

  Konsep kepribadian tahan banting merupakan pengembangan dari psikologi eksistensial yang membahas tentang pencarian manusia akan kebenaran. Pencarian ini dilakukan dalam rangka memaknai kehidupan yang tercermin dalam refleksi diri, pengambilan keputusan, dan tindakan yang dilakukan individu (Gilboe & Cohen, 2000). Kepribadian tahan banting merupakan salah satu tipe kepribadian yang dapat digunakan untuk melihat reaksi seseorang ketika mengalami masalah yang sangat berat. Seorang yang tahan banting adalah orang-orang yang mampu memanajemen stres yang dirasakannya sehingga ia mampu mengatasi masalah dengan tindakan positif dan bukannya melarikan diri dari masalah. Konsep kepribadian tahan banting pertama kali dikemukakan oleh Kobasa. Konseptualisasinya mengenai kepribadian tahan banting adalah sebagai tipe kepribadian yang penting sekali dalam perlawanan terhadap stres.

  Kepribadian tahan banting merupakan salah satu dimensi kepribadian yang berkembang pada awal kehidupan dan cukup stabil sepanjang waktu walaupun dimungkinkan untuk berubah dengan adanya pelatihan dalam situasi dan kondisi tertentu. Orang yang tahan banting memiliki makna hidup dan perubahan dan tantangan dalam kehidupan (Bartone, 2006). Maddi memiliki pandangan sendiri tentang definisi kepribadian tahan banting. Maddi (seperti yang dikutip dalam Bartone, 2006 h. S137) menggunakan istilah identitas ideal (ideal identity) untuk mengambarkan orang yang menjalani kehidupan secara proaktif, menjunjung tinggi makna dan tujuan hidup, dan yakin pada kemampuan dirinya untuk mempengaruhi hal-hal yang dialami. Kobasa, Maddi, dan Kahn (seperti yang dikutip dalam Judkins & Furlow, 2003 h. 2) kepribadian tahan banting melindungi seseorang dari stres dengan dua cara, yaitu: mengubah persepsi individu terhadap stres dan mengerahkan strategi coping yang efektif.

2. Aspek-aspek Kepribadian Tahan Banting

  Konsep kepribadian tahan banting yang dikembangkan oleh Kobasa memiliki tiga aspek, yaitu commitment, challenge, dan control . Berdasarkan konsep tersebut, beberapa tokoh menginterpretasikan aspek-aspek dalam definisi yang sedikit berbeda satu dengan yang lain. Menurut Judkins dan Furlow (2003), definisi ketiga aspek kepribadian tahan banting adalah sebagai berikut :

a. Control (Kontrol)

  Kontrol adalah kecenderungan seseorang untuk merasa bahwa dirinya mampu mengontrol situasi dan tindakan, serta konsekuensinya yang merupakan hasil dari respon individual. Kontrol dapat mempertinggi daya tahan terhadap stres ketika seseorang dapat memahami bahwa meningkatnya

  b. Commitment (Komitmen)

  Komitmen adalah kesetiaan kepada suatu tujuan yang hendak dicapai, baik dalam aktivitas-aktivitas yang dilakukan maupun dalam relasi-relasi yang dibangun. Seseorang yang berkomitmen tidak mudah menyerah pada tekanan, selain itu relasi-relasi yang dibangun lebih merupakan perilaku proaktif daripada perilaku pasif atau perilaku menghindar.

  c. Challenge (Tantangan)

  Tantangan adalah kepercayaan bahwa perubahan adalah hal yang wajar bila dibandingkan dengan kestabilan. Selain itu, stressor tidak dianggap sebagai ancaman tetapi menjadi tantangan untuk dapat berkembang. Kobasa, dkk. (seperti yang dikutip dalam Judkins & Furlow, 2003, h. 2) menyatakan bahwa tantangan akan membuat seseorang mencoba untuk mengubah dirinya; dengan demikian dia dapat tumbuh bila dibandingkan dengan orang yang hanya menjaga dan melestarikan yang sudah ada.

  Menurut Gilboe dan Cohen (2000) kepribadian tahan banting merupakan konstelasi dari tiga karakteristik kepribadian. Karakteristik yang pertama adalah kontrol. Kontrol mengacu pada kepercayaan individu bahwa ia memiliki kemampuan untuk mempengaruhi atau mengatur peristiwa-peristiwa dalam hidupnya, lawan dari kontrol adalah rasa tidak berdaya (powerlessness). Karakteristik yang kedua adalah komitmen. Komitmen mengacu pada keterikatan individu secara aktif terhadap kehidupan sehari-hari yang ia lalui komitmen adalah keterasingan (alienation) yang berkaitan erat dengan relasi interpersonal. Karakteristik yang terakhir adalah tantangan. Pada aspek tantangan, individu memandang bahwa perubahan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan. Tantangan memberi kesempatan kepada individu untuk tumbuh dan berkembang. Lawan dari tantangan adalah ancaman (threat).

  Sarafino (2007) menuliskan pengertian dari aspek-aspek kepribadian tahan banting sebagai berikut:

  Hardiness includes three characteristics: (1) Control refers to people’s belief that they can influence events in their lives – that is, a sense of personal control. (2) Commitment is people’s sense of purpose or involvemet in their lives. For instance, people with a strong sense of commitment tend to look forward to starting each day’s projects and enjoy getting close to people. (3) Challenge refers to tendency to view changes as incentives or opportunities for growth rather than treats to security (hal. 98).

  Menurut Bartone (2006) seseorang yang tahan banting akan memandang segala sesuatu yang dihadapi merupakan pengalaman yang menarik dan berharga, dapat mengontrol segala sesuatu saat berada dalam keadaan terdesak, dan memandang tantangan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang.

  Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kepribadian tahan banting adalah salah satu dimensi kepribadian yang berkembang pada awal kehidupan dan cukup stabil sepanjang waktu walaupun dimungkinkan untuk berubah dengan adanya pelatihan. Orang yang tahan banting dapat memaknai hidup secara positif dan komitmen kerja yang tinggi, memiliki kontrol diri yang besar, terbuka terhadap perubahan dan tantangan dalam kehidupan. Kesimpulan dari beberapa definisi aspek-aspek kepribadian tahan banting adalah sebagai berikut:

  Kontrol

  Kontrol adalah keyakinan individu bahwa ia dapat mengatur dan mempengaruhi situasi atau tindakan pada peristiwa-peristiwa hidup yang dialaminya. Lawan dari kontrol adalah rasa tidak berdaya (powerlessness).

  Komitmen

  Komitmen merupakan kesetiaan dan keterikatan individu secara aktif pada tujuan hidup yang hendak dicapai. Bentuk keterikatan ini nampak pada aktivitas-aktivitas yang dilakukan maupun dalam relasi interpersonal yang dibangun. Lawan dari komitmen dalam relasi interpersonal adalah keterasingan (alienation).

  Tantangan

  Tantangan adalah suatu keyakinan bahwa perubahan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan. Tantangan perubahan menjadi kesempatan bagi individu untuk tumbuh dan berkembang. Lawan dari tantangan adalah ancaman (threat).

3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepribadian Tahan Banting

  Faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian tahan banting menurut Maddi (2007) berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kobasa dan Maddi pada tahun 1975 hingga 1987 terhadap karyawan perusahaan telekomunikasi milik pemerintah “Illinois Bell Telephone” antara lain adalah: a. Adanya syarat mutlak untuk melihat ketahan-bantingan seseorang yang berupa kondisi awal atau pengalaman hidup yang sangat menekan dan menimbulkan stres.

  b. Dukungan atau baik dari orangtua, guru, maupun dari orang-orang terdekat (significant others).

  c. Adanya kemauan untuk tumbuh dan berkembang. Dari penelitian yang dilakukan Bartone dan Priest (tanpa tahun) diketahui bahwa selain ketiga faktor di atas, ada satu faktor lain yang juga mempengaruhi tingkat kepribadian tahan banting individu yaitu jenis kelaminnya. Pada penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa kadet (calon anggota militer) berjenis kelamin wanita memiliki tingkat kepribadian tahan

B. PENELITIAN-PENELITIAN TENTANG KEPRIBADIAN TAHAN BANTING

  Berbagai penelitian dilakukan untuk melihat dampak apa saja yang dapat ditimbulkan dengan adanya kepribadian tahan banting dalam diri seseorang.

  Bartone (2006) menyatakan bahwa kepribadian tahan banting sangat berperan dalam mengelola stres yang dialami seseorang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap tentara yang melakukan operasi militer, Bartone (seperti dikutip dalam Bartone, 2006) mengemukakan bahwa orang yang tahan banting memiliki tingkat stres yang lebih rendah dibandingkan orang yang kurang tahan banting atau memiliki tingkat ketahan-bantingan yang rendah.

  Penelitian lain dilakukan Bartone dan rekan-rekannya untuk mempredikasi kesuksesan calon tentara pada divisi-divisi khusus. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa kepribadian tahan banting merupakan karakteristik individual yang sangat penting berkaitan dengan toleransi terhadap stres dan tingkat keberhasilan dalam melaksanakan tugas pada pekerjaan yang memiliki tuntutan tinggi (Bartone, Roland, Picano, & Williams, 2008). Kosaka (1996) melakukan penelitian dalam seting akademis terhadap mahasiswa di Jepang yang hasilnya menunjukkan bahwa kepribadian tahan banting memiliki hubungan negatif dengan respon stres psikologis yang artinya bahwa jika individu memiliki tingkat kepribadian tahan banting yang tinggi atau sering dikatakan orang yang tahan banting (hardy) maka tingkat respon stresnya rendah. Respon stres dalam penelitian ini diwakili dengan emosi-emosi atau perilaku negatif saat menghadapi situasi stres antara lain: kecemasan, rasa tidak nyaman, marah, kehilangan rasa percaya diri, menarik diri, dan sebagainya (Kosaka, 1996).

C. MAHASISWA

  1. Pengertian Mahasiswa

  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2008) mahasiswa dapat diartikan sebagai orang yang belajar di perguruan tinggi. Mahasiswa dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi didefinisikan sebagai peserta didik yang terdaftar dan belajar pada perguruan tinggi tertentu. Syarat utama seseorang bisa menjadi mahasiswa adalah mempunyai Surat Tanda Tamat Belajar Pendidikan Menengah atau SMA dan mempunyai kemampuan yang disyaratkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan (PP No. 60, 1999).

  2. Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma

  Berdasarkan definisi tentang mahasiswa di atas, maka dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar pada Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  3. Tahap Perkembangan yang Dialami Mahasiswa

  Jika ditinjau dari faktor usia, mahasiswa secara umum berada dalam rentang usia antara 18 hingga 24 tahun. Pada rentang usia tersebut individu memasuki masa peralihan dari masa remaja menuju masa dewasa. Arnett peralihan ini disebut dengan masa beranjak dewasa (emerging adulthood) yang rentang usianya adalah antara 18 hingga 25 tahun dan ditandai dengan pencarian karir yang ingin ditekuni serta gaya hidup yang akan dianut. Akan tetapi masa peralihan ini tidak dialami oleh remaja di negara-negara berkembang seperti Indonesia (Santrock, 2006/2007) sehingga pada penelitian ini mahasiswa akan digolongkan ke dalam tahap perkembangan remaja akhir (late adolescence). Pada akhir masa remaja, individu akan lebih memfokuskan diri pada minat karir, pacaran, dan eksploitasi identitas dalam rangka pencarian jati diri (Santrock, 2006/2007).

  Masa remaja akhir menurut Jean Piaget (seperti yang dikutip dalam Santrock, 2006/2007) termasuk dalam tahap perkembangan kognitif keempat yaitu tahap operasional formal (formal operational stage) yang dimulai pada usia 11 tahun hingga dewasa. Tahap operasional formal ditandai dengan perkembangan pola pikir yang lebih abstrak dan lebih logis. Remaja mulai memiliki gambaran-gambaran ideal tentang diri dan keluarganya. Dalam memecahkan masalah, remaja dapat bekerja dengan lebih sistematis han mampu mengembangkan hipotesis dalam upaya mencari tahu penyebab terjadinya suatu peristiwa.

  Menurut teori perkembangan psikososial Erikson (seperti yang dikutip dalam Santrock, 2006/2007), remaja berada pada tahap identitas versus kebingungan identitas. Pada tahap ini, individu dihadapkan pada tantangan untuk menemukan jati diri, menentukan tujuan hidup, dan menjalankan peran- hubungan dengan lawan jenis. Remaja yang dapat menjalankan perannya dengan baik dan positif akan mencapai identitas yang positif pula. Akan tetapi, jika peran yang harus dijalankan selalu diatur oleh orangtua dan ternyata hasilnya tidak seperti yang diharapkan maka remaja akan mengalami kebingungan identitas (Santrock, 2006/2007).

  Havighurst (seperti yang dikutip dalam Papalia, 2008) memaparkan tentang tugas-tugas perkembangan pada masa remaja. Ada delapan tugas perkembangan pada masa remaja, yaitu:

  a. Menerima kondisi fisik dan menggunakannya dengan baik untuk sesuatu yang bermakna.

  b. Memperluas hubungan antar-pribadi dan berkomunikasi secara lebih dewasa dengan teman sebaya baik pria maupun wanita.

  c.

  Memperoleh peranan sosial baik sebagai pria maupun wanita.

  d.

  Memperoleh kebebasan emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya.

  e.

  Mencapai kepastian akan kebebasan dan kemampuan berdiri sendiri.

  f.

  Memilih dan mempersiapkan pekerjaan.

  g.

  Mempersiapkan diri dalam pembentukan keluarga.

  h.

  Membentuk sistem nilai-nilai moral dan falsafah hidup.

D. KEPRIBADIAN TAHAN BANTING PADA PENTINGNYA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA 1.

   Gambaran Singkat Beban yang Dialami Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma

  Masa kuliah adalah masa yang dapat menyebabkan seseorang mengalami stres, hal ini nampak pada komentar-komentar mahasiswa mengenai semakin meningkatnya beban dan tuntutan perkuliahan seperti yang tertulis dalam bab sebelumnya. Berdasarkan perbincangan singkat dengan beberapa mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma seperti yang dijelaskan pada bab sebelumnya, muncul tiga macam stressor yang menjadi beban dan tuntutan perkuliahan mahasiswa, pada mahasiswa semester awal, beban kuliah yang dirasakan berkaitan erat dengan tuntutan beradaptasi karena adanya perubahan cara belajar antara masa SMA dengan masa kuliah. Mahasiswa semester menengah lebih mengeluhkan tentang beban dan bobot tugas yang mulai meningkat karena hampir semua dosen yang mengampu mata kuliah di semester tersebut memberi tugas yang bersifat aplikatif yang bobotnya tinggi. Stressor terakhir dialami oleh mahasiswa semester akhir yang diwakili oleh mahasiswa yang mulai menyusun skripsi. Selain mengerjakan skripsi, ada mahasiswa memanfaatkan semester ini untuk mengulang mata kuliah yang nilainya kurang memuaskan atau mengambil mata kuliah baru yang beberapa di antaranya adalah mata kuliah pilihan. Pembatasan masa studi dalam memanajemen waktu agar tidak terjadi kesalahan dalam menentukan target kelulusan sehingga tidak terancam dikeluarkan dari kampus. Adanya beban dan tuntutan akademis tersebut tentu saja membuat mahasiswa akan merasa terbebani sehingga terancam mengalami stres.

2. Stres yang Dialami Remaja dalam Tahap Perkembangannya

  Ada beberapa masalah yang dapat menyebabkan remaja mengalami stres. Selain stres karena beban akademis, remaja juga dapat mengalami stres karena adanya perbedaan antara bentuk tubuh secara riil dengan gambaran diri yang diharapkan. Adanya kesenjangan antara harapan dengan kenyataan yang dialami dapat mempengaruhi konsep diri yang dibangun oleh remaja. Konsep diri yang rendah membuat remaja juga memiliki harga diri yang rendah, hal ini dapat menimbulkan stres terutama saat remaja tersebut harus berinteraksi dengan orang lain. Rasa minder karena tidak seperti teman-teman yang lain dapat memicu stres pada remaja (Santrock, 2006/2007).

  Masa remaja juga identik dengan masa pubertas. Adanya faktor hormonal tersebut mengakibatkan remaja mengalami emosi yang mudah dan cepat berubah mengikuti suasana hati. Perubahan hormonal ini diimbangi dengan meningkatnya kemampuan kognitif dan kesadaran remaja sehingga remaja mampu menghadapi stres dan fluktuasi emosi dengan lebih efektif (Santrock, 2006/2007).

3. Kaitan antara Pentingnya Kepribadian Tahan Banting dengan Beban Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma

  Beban dan tuntutan akademis yang tinggi terhadap mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma menimbulkan kemungkinan mahasiswa mengalami stres. Situasi stres dapat berdampak negatif ketika individu tidak dapat mengatasi stres dengan baik. Dampak negatif dalam bidang akademis menurut kasus yang dipaparkan pada bab sebelumnya adalah kegagalan. Kegagalan membuat individu yang bersangkutan harus memilih untuk mundur dari perkuliahan atau dikeluarkan karena masa studi telah berakhir.

  Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah kegagalan dalam bidang akademis pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma adalah dengan mengetahui tingkat ketahan-bantingan mahasiswa. Jika hal tersebut dapat diketahui maka pihak fakultas dapat mempertimbangkan perlu atau tidaknya pelatihan atau pendampingan untuk mahasiswa agar mereka lebih tahan dalam menghadapi beban dan tuntutan perkuliahan yang semakin tinggi sehingga mahasiswa dapat mencapai hasil terbaik tanpa mengalami stres. Hal ini didasarkan pada penelitian-penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa kepribadian tahan banting berkaitan erat dengan performansi individu saat mengalami situasi stres (Bartone, 1989; Giatras, 2000; Kobasa, 1982; Keane, Ducette, & Adler, 1985, seperti yang dikutip dalam Maddi, 2007). Performansi dalam bidang akademis diwakili oleh tahan banting juga mempengaruhi prestasi akademis (Lifton, Seay, & Bushko, 2000; Maddi, 2002, seperti yang dikutip dalam Maddi, 2007).

  Kepribadian tahan banting merupakan salah satu kepribadian yang lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal dibandingkan faktor internal. Walaupun sudah dimiliki sejak lahir namun masing-masing individu memiliki tingkat ketahan-bantingan yang berbeda. Dari hasil penelitian terkait pelatihan kepribadian tahan banting yang dilakukan oleh Khosabha dan Maddi (seperti yang dikutip dalam Maddi, 2007) diketahui bahwa individu dapat meningkatkan kepribadian tahan banting yang sudah dimilikinya. Secara umum, pelatihan tersebut dilakukan agar individu lebih tahan banting, dapat mencapai performansi maksimal, meningkatkan jiwa kepemimpinan, dan berada pada kesehatan yang lebih baik terutama saat menghadapi situasi stres (Maddi, 2007). Jika dikaitkan dalam dunia pendidikan khususnya pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma maka dengan mengetahui tingkat ketahan-bantingannya, mahasiswa dapat berupaya mencapai prestasi yang baik, memiliki jiwa kepemimpinan yang lebih baik, dan tetap sehat walaupun mengalami situasi yang dapat menimbulkan stres. Dinamika mengenai pentingnya kepribadian tahan banting pada mahasiswa agar dapat bertahan dalam menghadapi stres akibat banyaknya beban dan tuntutan yang harus dihadapi dapat dilihat pada gambar 1.

  • Penyesuaian diri dengan dunia perkuliahan
  • Tuntutan keluarga
  • Tugas-tugas aplikatif
  • Tuntutan masyarakat luas
  • Skripsi -
  • Kontrol - Komitmen - Tantangan

  • Pembatasan masa studi
  • Mencapai prestasi yang memuaskan
  • Memiliki jiwa kepemimpinan yang baik
  • Tetap sehat

  TINGKAT STRES RINGAN - MODERAT

  

BEBAN MAHASISWA

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

BEBAN AKADEMIS

BEBAN NON AKADEMIS

  Sisip program

  S T R E S KEPRIBADIAN TAHAN BANTING

TAHAN BANTING

TINGKAT STRES TINGGI

TIDAK TAHAN BANTING

  • Prestasi kurang / tidak memuaskan
  • Tidak memiliki jiwa kepemimpinan

  Keterangan : Garis : menunjukkan jenis atau tingkatan Garis : menunjukkan faktor yang mempengaruhi stres yang dialami mahasiswa Garis : menunjukkan variabel moderator (variabel yang turut mempengaruhi tinggi – rendahnya tingkat stres mahasiswa)

  • Mudah sakit

4. Pertanyaan Penelitian

  Berdasarkan dinamika mengenai pentingnya kepribadian tahan banting pada mahasiswa agar dapat bertahan dalam menghadapi stres akibat banyaknya beban dan tuntutan yang harus dihadapi dan hasil penelitian tentang faktor yang mempengaruhi tingkat kepribadian tahan banting, maka pada penelitian ini dapat dirumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut: a.

  Pertanyaan Mayor : Bagaimana tingkat kepribadian tahan banting pada Mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta?

  b. Pertanyaan Minor: i. Bagaimana tingkat kepribadian tahan banting pada Mahasiswa

  Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta berdasarkan jenis kelaminnya? ii. Bagaimana tingkat kepribadian tahan banting pada Mahasiswa

  Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta berdasarkan lokasi tempat tinggalnya?

BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ilmiah dilakukan dalam rangka memecahkan suatu masalah. Penelitian akan menghasilkan informasi yang berguna dalam usaha memecahkan

  masalah yang lebih besar. Akan tetapi, informasi tersebut dapat diperoleh jika metode yang digunakan jelas. Berikut ini akan diuraikan mengenai penelitian yang dilakukan yang termasuk penjelasan mengenai jenis penelitian, variabel penelitian, definisi operasional variabel penelitian, subjek penelitian, metode pengumpulan data, uji reliabilitas dan validitas, dan pelaksanaan penelitian.

A. JENIS PENELITIAN

  Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif kuantitatif dilakukan dengan tujuan mengetahui kondisi riil individu terkait variabel yang diukur. Subana (seperti dikutip dalam Wulandari, 2009) mengemukakan bahwa penelitian deskriptif menjelaskan dan menafsirkan data yang berkenaan dengan situasi atau fenomena yang terjadi dan dialami individu saat ini.

  B.

VARIABEL PENELITIAN

  Pada penelitian deskriptif kuantitatif hanya ada satu variabel yang diukur. Variabel utama yang diukur dalam penelitian ini adalah kepribadian

  C. DEFINISI OPERASIONAL

  Kepribadian tahan banting adalah salah satu tipe kepribadian yang digambarkan Maddi (2007) sebagai identitas ideal (ideal identity) yang menggambarkan orang yang menjalani kehidupan secara proaktif, menjunjung tinggi makna dan tujuan hidup, dan yakin pada kemampuan sendiri untuk mempengaruhi hal-hal lain yang terjadi di sekitarnya. Kepribadian tahan banting memiliki tiga aspek, yaitu kontrol, komitmen, dan tantangan.

  Kepribadian tahan banting dalam penelitian ini diungkap dengan skala kepribadian tahan banting yang merupakan skala adaptasi dari skala Personal

  Views Survey III-R (PVS III-R) yang disusun oleh Maddi tahun 1997

  (Enagonio, 2006). Tinggi atau rendahnya tingkat kepribadian tahan banting subjek akan dilihat dari skor total yang didapatkannya. Semakin tinggi skor yang diperoleh mengindikasikan bahwa subjek memiliki tingkat ketahan bantingan yang tinggi dan demikian pula sebaliknya, semakin rendah perolehan skor subjek maka tingkat ketahan-bantingannya juga rendah.

  D. SUBJEK PENELITIAN

  Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta semester awal. Sesuai dengan pemaparan sebelumnya, mahasiswa semester awal adalah mahasiswa yang belum lama belajar di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Pada penelitian ini peneliti mengambil sampel mahasiswa yang berada pada tahun merupakan salah satu masa terberat yang harus dilalui mahasiswa. Pada semester awal, mahasiswa dituntut untuk mampu beradaptasi dengan pola belajar di bangku kuliah yang berbeda dengan pola belajar saat masih SMA. Jika mahasiswa gagal beradaptasi maka ada kemungkinan mahasiswa akan mengalami kesulitan dalam belajar di bangku kuliah. Di samping itu, pemilihan subjek ini juga berkaitan erat dengan kelanjutan dari tujuan penelitian, setelah mengetahui tingkat ketahan-bantingan mahasiswa semester awal maka hasil penelitian ini dapat digunakan untuk bahan masukan dalam penyusunan program pembimbingan untuk mahasiswa mengingat beban kuliah yang akan semakin tinggi pada tahun-tahun berikutnya.

  Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive , yaitu salah satu teknik pengambilan sampel yang memiliki kesamaan

  sampling

  ciri-ciri atau sifat dengan populasi yang sudah diketahui sebelumnya atau berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu (Hadi, 2000).

E. METODE DAN ALAT PENGUMPULAN DATA

  Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyebaran kuesioner yang berisi data demografi singkat dan skala kepribadian tahan banting. Data demografi yang diminta adalah angkatan, kelas (bersifat pilihan, boleh diisi - boleh tidak), dan lokasi tinggal (sendiri atau bersama keluarga). Skala kepribadian tahan banting merupakan adaptasi dari skala Personal Views Survey III-R (PVS III-R).

  Metode yang digunakan untuk penskalaan pada penelitian ini adalah metode rating yang dijumlahkan atau yang lebih dikenal dengan penskalaan model Likert yang penilaiannya didasarkan pada jawaban yang dipilih subjek. Ada lima pilihan jawaban yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu : Sangat Tidak Setuju, Tidak Setuju, Netral, Setuju, Sangat Setuju. Rentang penilaian didasarkan pada jenis aitem. Ada dua jenis aitem pada skala ini, aitem

  favourable dan aitem unfavourable. Aitem favourable rentang penilaian

  bergerak dari 1 hingga 5, jawaban Sangat Tidak Setuju bernilai 1, Tidak Setuju bernilai 2, Netral bernilai 3, Setuju bernilai 4, Sangat Setuju bernilai 5.

  Penilaian pada aitem unfavourable berlaku sebaliknya Tidak Setuju bernilai 5, Tidak Setuju bernilai 4, Netral bernilai 3, Setuju bernilai 2, Sangat Setuju bernilai 1 sehingga rentang skor bergerak dari 5 hingga 1.

  Langkah selanjutnya adalah penyusunan blue print sebagai gambaran mengenai isi skala dan sebagai batasan agar tetap berada dalam lingkup pengukuran yang benar (Azwar, 1999). Persebaran aitem dan proporsi masing- masing aspek kepribadian tahan banting sebelum uji coba akan ditampilkan pada tabel berikut ini: Tabel 1

  Blue Print Skala Kepribadian Tahan Banting Sebelum Uji Coba Nomor Aitem Aspek Indikator Jumlah Proporsi favourable unfavourable

   keyakinan untuk melakukan

  1

  4 sesuatu sesuai kemampuan

  7

  10 dan harapan

  13

  16  keyakinan untuk dapat

  Kontrol 10 33,33 % mempengaruhi orang lain

  19

  22  kemampuan untuk mencegah

  25

  28 hal-hal yang tidak diharapkan

   keyakinan akan kemampuan

  3

  5 yang dimiliki untuk mencapai

  8

  12 tujuan

  17

  14  keyakinan untuk dapat

  Komitmen 10 33,33% menjalin relasi yang baik

  26

  20  kemampuan untuk

  29

  23 menentukan target

   keyakinan untuk dapat mengerjakan sesuatu di luar

  6

  2 bidang atau kemampuannya

  11

  9  keyakinan individu bahwa ia

  18

  15 memiliki kemampuan untuk

  Tantangan 10 33,33% melakukan aktivitas yang

  24

  21 baru

  27

  30  menjalin relasi dengan orang yang baru dikenal

  Total 30 100%

F. PERSIAPAN PENELITIAN 1. Uji Coba Alat Ukur

  Sebelum melakukan pengukuran yang sesungguhnya, peneliti melakukan uji coba terhadap alat ukur yang akan digunakan. Uji coba alat ukur ini bertujuan untuk melihat besar reliabilitas alat ukur penelitian dan aitem- aitem yang benar-benar dapat membedakan sikap dan kemampuan subjek penelitian terhadap variabel yang ingin diteliti. Untuk mengetahui validitas skala dalam uji coba ini dilakukan analisis validitas isi dengan bantuan dosen pembimbing sebagai professional judgement. Pada analisis ini dosen pembimbing memeriksa tiap-tiap aitem dan mengoreksi ketika ada aitem yang kurang sesuai dengan aspek yang hendak diukur.

  Penyebaran kuesioner untuk uji coba ini dilakukan pada Hari Senin, 1 Agustus 2011 dengan mendatangi dan menitipkan kepada teman yang memiliki teman kost Mahasiswa Psikologi dan kepada salah seorang panitia Live In Fakultas Psikologi 2011 untuk disebarkan kepada teman-teman panitia lainnya. Kuesioner ini dikumpulkan kembali dua hari kemudian yaitu pada Hari Rabu, 3 Agustus 2011.

2. Hasil Uji Coba Alat Ukur a. Seleksi aitem

  Dari 50 kuesioner yang disebar, ada 33 kuesioner yang kembali dalam keadaan terisi. Akan tetapi dari 33 kuesioner tersebut ada 1 yang dinyatakan gugur karena ada aitem yang kosong sehingga untuk seleksi aitem dalam uji Futcher (1973) jumlah sampel yang diperlukan pada populasi kecil adalah sekitar 30 orang. Syarat tersebut ditetapkan agar data dapat diolah secara statistik dan hasilnya akan membentuk distribusi normal. Apabila jumlah tersebut tidak terpenuhi maka distribusi kemungkinan besar menglami

  skewed . Berdasarkan penjelasan tersebut maka syarat minimal sampel dapat terpenuhi sehingga data dapat dianalisis secara statistik.

  Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS 15.0 for windows

  evaluation version . Data yang diperoleh diseleksi masing-masing aitem

  dengan cara mengukur korelasi antara aitem dengan skor total (r ) yang

  ix

  bertujuan untuk mengetahui kesesuaian fungsi aitem dalam mengungkap perbedaan individu. Hasil komputasi menunjukkan bahwa indeks diskriminasi aitem mempunyai rentang antara - 0,528 sampai 0,615. Batasan indeks daya diskriminasi yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan konvensi mengenai indeks daya diskriminasi adalah sebesar 0,3 (Azwar, 1999). Melalui proses seleksi diketahui bahwa dari 30 aitem yang terdapat pada skala awal, ada 6 aitem yang dinyatakan gugur karena nilainya lebih kecil dari 0,3 sehingga sisa aitem yang sahih ada 24 aitem.

  Berdasarkan seleksi aitem tersebut maka persebaran butir aitem berubah seperti yang akan dijelaskan sebagai berikut: Tabel 2

  Skala Kepribadian Tahan Banting dengan Aitem-aitem yang Dinyatakan Gugur ASPEK Nomor Aitem Jumlah

  aitem pada Skala Kepribadian Tahan Banting yang disusun peneliti berubah seperti yang dipaparkan pada tabel berikut ini: Tabel 3

  Nomor Urut Lama 6, 18, 24, 27 2, 9, 15, 21, 30 9 37,5 %

  3, 14, 21, 23 5, 9, 11, 17 Tantangan

  3, 17, 26, 29 5, 12, 14, 20 8 33,33 % Nomor Urut Baru

  Komitmen Nomor Urut Lama

  Nomor Urut Baru 1, 10, 16, 20 4, 8, 13

  Nomor Urut Lama 1, 13, 19, 25 4, 10, 16 7 29,2 %

  Favourable unfavourable Kontrol

  Persebaran Aitem Skala Kepribadian Tahan Banting untuk Penelitian ASPEK Nomor Aitem Jumlah Proporsi

  1 Setelah dilakukan pengguguran aitem, maka persebaran dan penomoran

  Favourable unfavourable Kontrol

  9 Aitem gugur 11 -

  2 Tantangan Aitem sahih 6, 18, 24, 27 2, 9, 15, 21, 30

  23

  8

  8 Aitem gugur

  3 Komitmen Aitem sahih 3, 17, 26, 29 5, 12, 14, 20

  7 Aitem gugur 7 22, 28

  Aitem sahih 1, 13, 19, 25 4, 10, 16

  Nomor Urut Baru 6, 15, 19, 22 2, 7, 12, 18, 24

b. Reliabilitas Skala Kepribadian Tahan Banting

  Reliabilitas Skala Kepribadian Tahan Banting dihitung dengan menggunakan SPSS 15.0 for windows evaluation version dengan hasil reliabilitas alpha cronbach ( ) saat uji coba sebesar 0,814. Koefisien reliabilitas sebesar 0,814 berarti variasi yang tampak pada skor skala tersebut mampu mencerminkan 81,4% dari variasi yang terjadi pada skor murni kelompok subjek yang tampak. Maka dapat diketahui bahwa 18,6% dari perbedaan skor yang tampak disebabkan oleh kesalahan pengukuran. Reliabilitas Skala Kepribadian Tahan Banting dihitung kembali setelah dilakukan pengguguran terhadap aitem yang nilai diskriminasi aitemnya di bawah 0,3. Pada penghitungan yang kedua, nilai reliabilitas Skala Kepribadian Tahan Banting berubah menjadi 0,886. Hasil komputasi penghitungan reliabilitas alat ukur secara lengkap dapat dilihat pada bagian lampiran. Koefisien reliabilitas memiliki rentang dari 0,00 hingga 1,00. Koefisien reliabilitas akan menentukan tinggi-rendahnya reliabilitas alat ukur. Semakin mendekati 0,00 maka reliabilitasnya rendah, demikian pula sebaliknya jika koefisien reliabilitas mendekati 1,00 maka dapat dikatakan bahwa alat ukur tersebut memiliki reliabilitas yang tinggi (Azwar, 1999).

G. METODE ANALISIS DATA

  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif maka data penelitian yang berupa angka akan dikualitatifkan sehingga dapat dideskripsikan maksud dari hasil yang diperoleh. Pada statistik deskriptif akan dijelaskan mengenai berbagai macam karakteristik data seperti mean, median, modus, variasi kelompok, dan standar deviasi. Mean adalah rata-rata perolehan skor yang dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh skor yang diperoleh oleh seluruh subjek penelitian dibagi jumlah subjek yang berpartisipasi dalam penelitian.

  Median adalah teknik untuk menjelaskan nilai tengah dari seluruh skor perolehan setelah diurutkan dari nilai tertinggi sampai terendah dan sebaliknya.

  Modus adalah skor yang paling sering muncul dalam suatu pengukuran.

  Tingkat variasi diketahui dengan cara melihat rentang skor perolehan dan standar deviasi atau simpangan baku dari skor perolehan.

  Penentuan kategori ketahan-bantingan individu didasarkan pada kategori jenjang dengan tujuan menempatkan individu ke dalam kelompok- kelompok yang terpisah secara berjenjang menurut kontinum berdasarkan atribut yang diukur (Azwar, 1999). Penentuan kategorisasi jenjang adalah berdasarkan standar deviasi dan mean teoretik sebagai berikut:

  : skor paling rendah yang diperoleh subjek pada tiap-

  χ minimum teoretik

  tiap aitem (pada skala ini skor terendah adalah 1)

  χ maksimum teoretik : skor paling tinggi yang diperoleh subjek pada tiap-

  tiap aitem (pada skala ini skor tertinggi adalah 5)

  range : jarak atau rentang sebaran antara skor maksimum

  dan skor minimum standar deviasi ( ) : luas jarak sebaran yang dibagi ke dalam 6 satuan deviasi standar

  mean ( ) : mean teoritis yaitu rata-rata teoritis dari skor

  maksimum dan minimum Bila dilakukan penghitungan maka hasil yang didapat adalah sebagai berikut:

  = 24 x 1 = 24

  χ minimum

  = 24 x 5 = 120

  χ maksimum range = 120 – 24 = 96

  standar deviasi ( ) = = 16

  mean ( ) = = 72

  Individu akan digolongkan ke dalam tiga kategori tahan banting, tinggi, sedang, dan rendah. Oleh karena itu, akan ditetapkan luas interval yang mencakup masing-masing kategori sebagai berikut:

  < 1,0

   kategori rendah −

  µ 1,0 < + 1,0

   kategori sedang − σ ≤ χ

  µ + 1,0

   kategori tinggi σ ≤ χ Dengan SD ( ) = 16 dan mean ( ) = 72, maka akan diperoleh kategori sebagai berikut:

  < 72 ( 1,0 16)  kategori rendah

  −

  

72 ( 1,0 16) < 72 + ( 1,0 16)  kategori sedang

  − ≤ χ

  72 + ( 1,0 16)

   kategori tinggi ≤ χ sehingga kategorinya adalah sebagai berikut:

  Tabel 4

  Pengkategorian Skor

SKOR KATEGORI

  < 56 Rendah Sedang

  56 < 88 ≤

88 Tinggi

  ≤

  Analisis data dilakukan dengan memasukkan skor masing-masing subjek pada kategori di atas dan dihitung dalam persentasenya. Analisis juga dilakukan terkait jenis kelamin dan tempat tinggal subjek.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada Bab IV ini akan dijelaskan mengenai proses pelaksanaan

  penelitian, hasil penelitian, dan pembahasannya. Peneliti akan berusaha memaparkan deskripsi data yang didapatkan dari penelitian melalui kuesioner termasuk pengkategorian ketahan-bantingan individu, keterkaitannya dengan data demografi, dan pembahasan hasil yang diperoleh.

A. PELAKSANAAN PENELITIAN

  Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap yang pertama adalah penyebaran kuesioner dan tahap kedua adalah pengumpulan kuesioner. Tahap pertama dilaksanakan pada Hari Jumat tanggal 5 Agustus 2011. Penyebaran kuesioner dilakukan di lokasi Live In Fakultas Psikologi 2011 di Pedukuhan Serut, Wedi, Klaten. Pada awalnya penyebaran kuesioner dilakukan dengan datang ke rumah-rumah yang ditempati mahasiswa. Setelah mendapat beberapa mahasiswa yang bersedia menjadi partisipan dalam penelitian ini, peneliti mengubah metode yang digunakan karena kurang efektif. Dengan mendatangi subjek dari rumah ke rumah peneliti merasa banyak waktu yang tersita karena setelah lebih dari dua jam berjalan peneliti baru mendapat sekitar 12 orang subjek yang mau menjadi partisipan dalam penelitian dan bersedia mengisi kuesioner yang dibagikan. Di terabaikan. Pada akhirnya, peneliti memutuskan menitipkan kuesioner yang tersisa kepada panitia live in untuk disebarkan kepada peserta live in yang mayoritas adalah mahasiswa psikologi angkatan 2010. Kuesioner yang telah diisi diserahkan peserta kepada panitia yang ada di masing-masing base camp sesuai RT yang didiami. Hal ini dilakukan untuk menjaga asas kesuka-relaan dalam pengisian kuesioner.

  Tahap kedua dilakukan hari berikutnya yaitu Sabtu, 6 Agustus 2011 dengan mengumpulkan kuesioner yang ada di base camp panitia. Dari 150 kuesioner yang disebar, sebanyak 100 kuesioner akan dianalisis dan menjadi data dalam penelitian ini.

B. HASIL PENELITIAN

1. Deskripsi Subjek Penelitian

  Subjek penelitian yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma angkatan 2010.

  Pemilihan subjek angkatan 2010 dilakukan dengan mempertimbangkan adanya

  stressor yang harus dihadapi mahasiswa yang berupa tuntutan untuk

  beradaptasi dengan pola pembelajaran di perguruan tinggi. Pertimbangan lain berkaitan dengan tujuan jangka panjang dari penelitian ini, yaitu dengan diketahuinya tingkat ketahan-bantingan mahasiswa maka dapat dipertimbangkan perlu atau tidaknya pendampingan agar mahasiswa dapat berperan secara optimal dan dapat mencapai prestasi akademis sesuai yang

  Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 100 orang yang terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Pada kuesioner terdapat beberapa data demografi yang diminta untuk diisi. Berdasarkan data tersebut dapat dipetakan beberapa hal sebagai berikut:

  Tabel 5

  Data Persebaran Subjek Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin

JENIS KELAMIN JUMLAH PARTISIPAN PERSENTASE

  Laki-laki 21 21 % Perempuan 79 79 %

TOTAL 100 100 %

  Tabel 6

  Data Persebaran Subjek Penelitian Berdasarkan Tempat Tinggal

TEMPAT TINGGAL JUMLAH PARTISIPAN PERSENTASE

  Sendiri 60 60 % Bersama orangtua 32 32 % Tidak teridentifikasi

  8 8 % TOTAL 100 100 %

  2. Uji Normalitas

  Sebelum melakukan analisis data secara menyeluruh, peneliti melakukan pengujian terhadap data untuk mengecek apakah data yang diperoleh berasal dari populasi yang sebarannya normal atau tidak. Untuk melakukan uji normalitas ini peneliti menggunakan teknik One Sample Kolmogorof-Smirnov dengan bantuan SPSS 15.0 for windows evaluation

  version . Dasar penentuan normal atau tidaknya data yang diperoleh adalah

  dengan menggunakan signifikansi , apabila lebih kecil dari 0,1 maka dapat disimpulkan bahwa sebaran data tidak normal. Sebaliknya, jika signifikansi lebih besar dari 0,1 maka kesimpulannya sebaran data yang diperoleh normal. Berdasarkan uji normalitas dengan teknik di atas dapat diketahui bahwa signifikansi dari skala kepribadian tahan banting adalah sebesar 0,531 yang lebih besar dari 0,1 sehingga persebaran data dalam penelitian ini bersifat normal.

  3. Deskripsi Data Penelitian

  Setelah melakukan pengambilan data dan melakukan pengolahan statistik dengan menggunakan SPSS 15.0 for windows evaluation version maka diperoleh deskripsi data sebagai berikut: Tabel 7

  Deskripsi Statistik Data Penelitian

  total N Valid 100

  Missing Mean 88,30 Std. Error of Mean 0,851 Median 87,50 Mode

  89 Std. Deviation 8,506 Variance 72,354 Range

  50 Minimum

  67 Maximum 117 Keterangan dari tabel tersebut adalah sebagai berikut: a.

  N menunjukkan jumlah subjek yang berpartisipasi dalam penelitian ini, yaitu 100 orang.

  b. Mean Empirik merupakan skor rata-rata dari subjek penelitian, yaitu sebesar 88,30.

  c. Median atau nilai tengah setelah skor diurutkan, yaitu 87,50.

  d. Mode adalah skor yang paling banyak frekuensinya, yaitu 89 yang berada e.

  Standar Deviasi atau simpangan baku menunjukkan variasi jawaban.

  Berdasarkan penghitungan komputasi diketahui SD sebesar 8,506.

  f. Varian adalah kuadrat dari SD, yaitu sebesar 72,354.

  g. Range adalah selisih skor maksimum dengan skor minimum, yaitu 50.

  h. Skor minimum empirik adalah skor paling rendah yang diperoleh subjek, yaitu 67. i. Skor maksimum empirik adalah skor paling tinggi yang diperoleh subjek, yaitu 117

  Persebaran skor pada penelitian tersebut membentuk suatu distribusi normal yang nampak pada diagram berikut ini:

4. Kategorisasi Tingkat Ketahan-bantingan Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma

  Kategori tingkat ketahan-bantingan mahasiswa diperoleh dengan memasukkan skor total yang diperoleh subjek ke dalam norma kategorisasi skala tingkat ketahan-bantingan yang telah disusun pada bab sebelumnya. Hasil dari pengkategorisasian tingkat ketahan-bantingan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma adalah sebagai berikut:

  Tabel 8

  Kategorisasi Subjek Penelitian Frekuensi Persentase Norma Rentang Nilai Kategori (orang) (%)

  < 72 ( 1,0 16) Rendah 0 %

< 56

  − 72 ( 1,0 16) < 72 + ( 1,0 16) Sedang 50 50 %

  56 < 88 − ≤ χ

  ≤

  72 + ( 1,0 16) Tinggi 50 50 % ≤ χ

  88

  ≤ Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa dari 100 subjek penelitian terdapat 50 subjek yang memiliki tingkat ketahan-bantingan sedang (50%), 50 subjek termasuk dalam kategori tinggi (50%), dan tidak ada yang memiliki tingkat ketahan bantingan yang rendah.

5. Data Demografi dan Kategorisasi Ketahan-Bantingan

  Selain mengelompokkan mahasiswa berdasarkan tingkat ketahan- bantingannya, peneliti juga melihat bagaimana tingkat ketahan-bantingan akan menggambarkan tentang tingkat ketahan-bantingan mahasiswa terkait data demografinya.

  Tabel 9

  Pengkategorian Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin

  Jenis Kelamin Kategori

  Laki-laki Perempuan Jumlah Subjek

  13

  37 Sedang

  Mean 77,23 83,32

  Jumlah Subjek

  8

  42 Tinggi 98,5 94,167

  Mean

  Total Subjek

  21

  79 Mean pada masing-masing 85,33 % 89,09 % jenis kelamin

  Pada penelitian ini ada 21 orang subjek berjenis kelamin laki-laki dan 79 orang subjek perempuan. Sebanyak 13 orang dari subjek laki-laki berada pada tingkat ketahan-bantingan sedang dengan skor rata-rata sebesar 77,23 dan 8 orang berada pada tingkat tinggi dengan skor rata-rata 98,5. Pada subjek perempuan, 42 orang memiliki tingkat ketahan-bantingan yang tinggi dengan skor rata-rata 94,167 dan 37 orang lainnya berada pada tingkat sedang dengan skor rata-rata 83,32.

  Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, mahasiswa laki-laki berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata sebesar 85,33 sedangkan mahasiswa perempuan berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata sebesar 89,09. Akan tetapi untuk membuktikan apakah benar-benar ada perempuan, maka peneliti melakukan pengujian tambahan dengan melakukan uji t .

  Pada penelitian ini, analisis uji t dilakukan dengan menggunakan teknik independent sample t-test pada SPSS 15.0 for windows evaluation

  version . Sebelum menganalisis dan menyimpulkan apakah benar-benar ada

  perbedaan tingkat ketahan-bantingan antara mahasiswa laki-laki dengan perempuan, perlu diketahui apakah varian yang diperoleh berasal dari populasi yang sama atau tidak dengan menggunakan uji homogenitas. Pada uji homogenitas, diketahui nilai = 0,000 sehingga < 0,05 yang berarti data yang diperoleh memiliki varian populasi yang berbeda. Akan tetapi SPSS memberi jalan keluar untuk melakukan analisis terhadap data yang tidak homogen dengan menyertakan nilai-nilai pada uji t jika datanya tidak homogen (equal variances not assumed). Adapun hipotesis yang digunakan pada analisis tambahan yang pertama yaitu:

  H = tidak ada perbedaan tingkat ketahan-bantingan antara laki- o laki dan perempuan H = ada perbedaan tingkat ketahan-bantingan antara laki-laki i dan perempuan

  Syarat penerimaan hipotesis nol:

  > 0,05

  Nilai t pada penghitungan dengan SPSS 15.0 for windows evaluation

  version untuk data yang tidak homogen adalah sebesar -1,308 dengan nilai nilai > 0,05 maka . Dari hasil komputasi tersebut maka didapatkan kesimpulan bahwa ternyata tidak ada perbedaan tingkat ketahan- bantingan mahasiswa psikologi berdasarkan jenis kelaminnya.

  Sebagai usaha untuk menjawab pertanyaan penelitian minor yang kedua, yaitu: bagaimana tingkat kepribadian tahan banting pada Mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta berdasarkan lokasi tempat tinggalnya, peneliti melakukan pengkategorian berdasarkan lokasi tempat tinggal mahasiswa. Akan tetapi data yang diperoleh menunjukkan bahwa ada 8 orang partisipan dalam penelitian ini yang tidak mengisi data lokasi tempat tinggal sehingga tidak bisa diikut-sertakan dalam analisis tingkat ketahan- bantingan mahasiswa berdasarkan lokasi tempat tinggalnya sehingga jumlah partisipan dalam analisis ini berubah menjadi 92 orang dengan 60 orang mahasiswa tinggal sendiri dan 32 orang sisanya tinggal bersama orangtua.

  Tabel 10

  Pengkategorisasian Subjek Berdasarkan Tempat Tinggal Tempat Tinggal Kategori

  Tinggal Tinggal Bersama Sendiri Orangtua Jumlah Subjek

  32

  15 Sedang Mean

  82,34 80,8

  Jumlah Subjek

  28

  17 Tinggi Mean

  94,68

  95 Total Subjek

  60

  32 Mean pada masing-masing tempat

  88,10 88,34

  tinggal Dari 60 orang mahasiswa yang tinggal sendiri, ada 32 orang yang termasuk dalam kategori sedang dengan skor rata-rata 82,34 dan 28 orang lainnya digolongkan dalam kategori tinggi dengan skor rata-rata sebesar 94,68. Pada mahasiswa yang tinggal bersama orangtua, 17 orang memiliki kepribadian tahan banting yang tinggi, skor rata-rata sebesar 95 dan 15 orang sisanya berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata sebesar 80,8. Jika dihitung skor rata-rata untuk masing-masing kategori tempat tinggal maka akan diketahui bahwa mahasiswa yang tinggal sendiri memiliki skor rata-rata sebesar 88,10 yang termasuk dalam kategori tinggi sedangkan mahasiswa yang tinggal bersama orangtua memiliki skor rata-rata sebesar 88,34 yang juga termasuk dalam kategori kepribadian tahan banting tinggi karena rata-rata kedua kelompok lebih besar dari 88.

  Dalam rangka membuktikan bahwa tidak ada perbedaan tingkat ketahan-bantingan mahasiswa berdasarkan lokasi tempat tinggalnya, maka dilakukan analisis uji t terhadap kelompok mahasiswa yang berdasarkan lokasi tempat tinggalnya. Sebelum menentukan ada atau tidaknya perbedaan tingkat ketahan-bantingan perlu diketahu dahulu apakah varian yang diperoleh berasal dari populasi yang sama atau tidak dengan menggunakan uji homogenitas yang secara otomatis akan nampak pada tabel hasil penghitungan uji t. Nilai uji homogenitas pada penghitungan ini adalah sebesar = 0,444 , karena >

  0,05 maka disimpulkan bahwa kedua varian tempat tinggal bersifat homogen.

  Setelah mengetahui bahwa data bersifat homogen, maka untuk membuktikan tempat tinggal, maka perlu dibandingkan nilai signifikansi hasil penghitungan dengan taraf signifikansi yang digunakan. Adapun hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut:

  H o

   = tidak ada perbedaan tingkat ketahan-bantingan berdasarkan tempat tinggal H i

   = ada perbedaan tingkat ketahan-bantingan berdasarkan tempat tinggal

  Syarat penerimaan hipotesis nol:

  > 0,05

  Pada penghitungan diperoleh data bahwa nilai t adalah sebesar 0,130 dengan nilai signifikansi

  = 0,897

  . Dengan demikian maka

  > 0,05

  sehingga . Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat ketahan-bantingan mahasiswa psikologi berdasarkan tempat tinggalnya.

C. PEMBAHASAN

  Hasil pengukuran kepribadian tahan banting pada mahasiswa semester awal Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma menunjukkan bahwa mahasiswa semester awal Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma khususnya mahasiswa angkatan 2010 berada pada tingkat ketahan-bantingan tinggi. Hal tersebut dapat diartikan bahwa mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma angkatan 2010 diprediksi akan mampu bertahan saat perkuliahan dengan baik. Dengan demikian, pelatihan untuk meningkatkan ketahan-bantingan mahasiswa sudah tidak diperlukan oleh mahasiswa angkatan 2010.

  Individu dapat memiliki tingkat kepribadian tahan banting yang tinggi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: adanya kondisi awal atau pengalaman sebelumnya yang sangat menekan dan menimbulkan stres, adanya dukungan dari orangtua atau guru, dan adanya kemauan untuk tumbuh dan berkembang (Maddi, 2007). Pada penelitian ini faktor-faktor tersebut tidak diteliti sehingga tidak diketahui apa yang menyebabkan tingkat kepribadian tahan banting mahasiswa angkatan 2010 tinggi. Akan tetapi, ada kemungkinan bahwa yang menyebabkan mahasiswa angkatan 2010 tahan terhadap kondisi stres adalah adanya pengalaman sebelumnya.

  Situasi penuh tekanan dalam dunia akademis yang pernah dialami mahasiswa adalah Ujian Nasional. Mahasiswa angkatan 2010, mengalami Ujian Nasional yang syarat kelulusannya terberat dibandingkan Ujian Nasional pada tahun-tahun sebelumnya. Syarat kelulusan pada Ujian Nasional untuk tingkat pendidikan menengah tahun 2010 adalah siswa harus mendapatkan nilai rata-rata 5,5 untuk keenam mata pelajaran yang diujikan dengan nilai 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan nilai minimal 4,25 untuk keempat mata pelajaran laiinya. Selain itu, hanya nilai UN saja yang dipergunakan untuk menentukan siswa lulus atau tidak dari pendidikan menengah (Permendiknas No. 75, 2009).

  Salah satu bukti bahwa Ujian Nasional menjadi situasi yang sangat menekan adalah adanya beberapa kasus usaha bunuh diri yang dilakukan oleh siswa yang mengikuti Ujian Nasional tahun 2010 karena pada saat pengumuman kelulusan mereka dinyatakan tidak lulus. Salah seorang diantaranya adalah siswa yang berasal dari Wonogiri. Ia mencoba bunuh diri dengan cara meminum cairan pengharum ruangan setelah mengetahui bahwa ia mendapatkan nilai di bawah standar untuk satu mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional (Prasetyo,

  26 April, 2010). Akan tetapi, untuk memastikan dugaan bahwa faktor pengalaman sebelumnya terkait situasi stres dapat mempengaruhi tingkat kepribadian tahan banting individu perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai hal tersebut.

  Berdasarkan tujuan utama penelitian bahwa penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tingkat kepribadian tahan banting mahasiswa sehingga nantinya dapat dipergunakan dalam pembimbingan maka pembahasan pada penelitian ini akan diarahkan pada implikasi praktis. Implikasi praktis tersebut dapat diterapkan dalam pembimbingan khususnya terhadap mahasiswa angkatan 2010 pada masa yang akan datang.

  Tingginya tingkat ketahan-bantingan individu akan membuatnya mampu mengelola stres yang dialami dan dapat mencapai hasil atau prestasi yang memuaskan tanpa mengalami gangguan baik fisik maupun psikis (Bartone, 1999; Schellenberg, 2005). Orang yang hardy dapat mengontrol setiap situasi yang dihadapi seberat apapun situasi tersebut. Ia akan selalu berusaha mencapai tujuan yang telah ditetapkannya dan terbuka terhadap perubahan-perubahan dalam yang lebih baik. Meskipun demikian, untuk mendapatkan individu yang memiliki kualitas unggul tidak cukup hanya dengan bekal kepribadian atau sikap yang positif saja, mahasiswa perlu memiliki atau meningkatkan keterampilan- keterampilan lain sehingga nantinya dapat menjadi lulusan yang memiliki kualitas unggul. Untuk itu, pemberian bekal-bekal keterampilan akan membantu mahasiswa mempelajari keterampilan yang diberikan tersebut dengan lebih cepat jika dibandingkan dengan mempelajarinya sendiri tanpa adanya pembimbingan. Selain itu, pemberian bekal keterampilan akan membuat mahasiswa dapat tumbuh dan berkembang secara lebih optimal. Salah satu bekal keterampilan yang bisa diajarkan pada mahasiswa adalah manajemen waktu.

  Sebuah penelitian terkait manajemen waktu dan prestasi akademis menunjukkan hasil bahwa kemampuan memanajemen waktu berhubungan dengan prestasi akademis yang dicapai. Berdasarkan hasil analisis data pada penelitian tersebut, mahasiswa yang mampu memanajemen waktunya dengan baik memiliki prestasi akademis yang tinggi dan tingkat kepuasan hidup yang besar (Macan, Shahani, Dipboye, & Phillips, 1990). Dengan pemberian pelatihan manajemen waktu, diharapkan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma angkatan 2010 lebih mampu mengatur waktu dengan baik sehingga dalam batas masa studi yang telah ditetapkan, mahasiswa dapat lulus dengan prestasi yang memuaskan.

  Pada penelitian ini jenis kelamin perlu diketahui untuk memetakan apakah pada saat pembimbingan nanti perlu dilakukan pengelompokan bahwa tidak ada perbedaan tingkat ketahan-bantingan mahasiswa berdasarkan jenis kelaminnya. Oleh karena itu, pada pembimbingan tidak perlu dilakukan pembagian kelompok berdasarkan jenis kelamin mahasiswa.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, dapat ditarik

  kesimpulan bahwa secara umum mahasiswa angkatan 2010 Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma memiliki tingkat kepribadian tahan banting yang berada dalam kategori tinggi. Seletah dilakukan pengelompokan sesuai kategori terhadap skor masing-masing subjek diketahui bahwa dari 100 orang subjek, 50 orang (50%) berada dalam kategori sedang dan 50 orang lainnya (50%) berada dalam kategori tinggi. Pada analisis lanjutan diketahui bahwa jenis kelamin dan lokasi tempat tinggal tidak mempengaruhi tingkat ketahan-bantingan mahasiswa.

B. SARAN 1. Bagi Pihak Fakultas

  Dari hasil penelitian, diketahui bahwa mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma angkatan 2010 memiliki tingkat ketahan-bantingan yang berada pada kategori tinggi. Modal tersebut tentu saja sangat membantu mahasiswa untuk bertahan dalam menghadapi situasi yang dapat menimbulkan stres sehingga pihak fakultas tidak perlu lagi menyusun program pendampingan untuk meningkatkan ketahan-bantingan mahasiswa 2010. Akan tetapi untuk mendapatkan lulusan yang berkualitas unggul, pihak fakultas perlu prestasi akademis agar menjadi lebih baik. Salah satu pelatihan yang dapat diberikan adalah pelatihan manajemen waktu.

2. Bagi Peneliti yang Berminat dengan Topik Serupa

  Pada penelitian ini peneliti melakukan kekurang-telitian dalam melakukan pengumpulan data yang ditandai dengan munculnya kelompok mahasiswa yang tempat tinggalnya tidak teridentifikasi. Hal tersebut menjadi keterbatasan dalam penelitian ini karena dengan munculnya kelompok baru tentu saja berdampak pada hasil analisis data sehingga memunculkan kesimpulan tidak adanya perbedaan tingkat ketahan-bantingan mahasiswa berdasarkan tempat tinggalnya. Oleh karena itu, untuk peneliti yang melakukan penelitian serupa diharapkan lebih teliti saat mengumpulkan data dengan mengecek kuesioner yang sudah terisi, apakah masih ada bagian yang kosong atau belum terisi atau tidak sehingga jika masih ada kuesioner yang datanya belum lengkap bisa meminta partisipan yang bersangkutan untuk melengkapinya.

  Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran tingkat kepribadiantahan banting pada mahasiswa sebagai bekal dalam penyusunan program pembimbingan mahasisiwa khususnya untuk mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma angkatan 2010. Oleh karena itu, faktor- faktor yang mempengaruhi tingkat kepribadian tahan banting mahasiswa seperti: adanya pengalaman sebelumnya mengenai kondisi stres, adanya dukungan dari orangtua atau guru, dan adanya kemauan untuk tumbuh dan lain yang berminat untuk melakukan penelitian mengenai kepribadian tahan banting bisa melakukan penelitian untuk melihat apakah faktor-faktor tersebut memang mempengaruhi tingkat ketahan-bantingan individu.

  Hasil penelitian lanjutan terkait ada atau tidaknya perbedaan tingkat ketahan-bantingan individu berdasarkan jenis kelamin menunjukkan hasil yang berlawanan dengan penelitian sebelumnya. Oleh karena itu, untuk mendapatkan gambaran yang lebih pasti mengenai ada atau tidaknya perbedaan tingkat ketahan-bantingan individu berdasarkan jenis kelamin maka peneliti yang tertarik dengan konsep kepribadian tahan banting juga dapat melakukan penelitian mengenai hal tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

  Azwar, Saiffudin. (1999). Penyusunan skala psikologi. Yogyakarta, Indonesia: Pustaka Pelajar. Bartone, P. T. (1999). Hardiness protects against war-related stress in army reserve forces. Consulting Psychology Journal: Practice and Research,

  

51 (2), 72-82. Diunduh dari http://www.hardiness-resilience.com.

  Bartone, P. T. (2006). Resilience under military operational stress: Can leaders influence hardiness? Military Psychology, 18 (Suplemen), S131-S148.

  Diunduh dari http://www.hardiness-resilience.com/docs/Bartone.pdf. Bartone, P.T., Roland, R. R., Picano, J. J., & Williams, T. J. (2008). Psychological hardiness predicts success in us army special forces candidates.

  International Journal of Selection and Assessment, 16 (1), 78-81. Diunduh dari http://www.hardiness-resilience.com/docs/IJSA-Feb2008.pdf.

  Bartone, P. T., & Priest, R. F. (tanpa tahun). Sex differences in hardiness and

  health among West Point Cadets. Diunduh pada 20 April 2009 dari http://www.hardiness-resilience.com/docs/aps01tot.pdf.

  Cohen, S., Kessier, R. C., & Gordon, L. U. (1995). Strategies for measuring stress in studies of psychiatric and physical disorders. Dalam S. Cohen, R. C.

  Kessier, & L. U. Gordon. (Editor), Measuring stress: A guide for health

  and social scientist . New York (Bab 1, hh. 3-26). NY: Oxford University

  Press Inc. Diperoleh dari www.psy.cmu.edu/~scohen/Cohen,%20S%20et%20al%20(1995).pdf. Enagonio, E. M. (2006). What does this question mean to you? Cognitive

  interviewing To pretest a questionnaire for older adults (Tesis) . Diunduh

  dari Digital Repository at the University of Maryland (DRUM) http://drum.lib.umd.edu/bitstream/1903/3909/1/umi-umd-3758.pdf. Gilboe, M. F., & Cohen J. A. (2000). Hardiness: a model of commitment, challenge, and control. Dalam V. H. Rice (Editor), Handbook of stress,

  coping, and health : implications for nursing research, theory, and

  (hh.425-436). California, CA: Sage Publication, Inc. Diperoleh

  practice

  dari http://books.google.co.id/books?id=pb86KTtGXoUC&pg=PA425&dq=Ha rdiness:+A+model+of+commitment,+challenge,+and+control&hl=en&ei= _EtoTpXLEcTIrQer1vjlCg&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=1 Guilford, J. P., & Fruchter, B. (1973). Fundamental statistics in psychology and

education (5th ed.). Tokyo, Jepang: McGraw-Hill Kogakusha, Ltd.

Hadi, Sutrisno. (2000). Statistik jilid 2. Yogyakarta, Indonesia: Andi Offset. Judkin, S., & Furlow, L. (2003). Creating a hardy work environment: Can organizational policies help? Texas Journal of Rural Health, 21 (4), 11-17. Kosaka, Moritaka. (1996). Relationship between Hardiness and Psychological Stress Response. The International Performance Research Association.

  (Diedit dan dipublikasikan ulang dari Journal of Performance Studies, 3, 35-40). Diunduh dari http://www.websitemk.jp/papers/hard96.html. Macan, T. H., Shahani, C., Dipboye, R. L., & Phillips, A. P. (1990). College students' time management: Correlations with academic performance and stress [Abstrak]. Journal of Educational Psychology, 82 (4), 760-768. doi: 10.1037/0022-0663.82.4.760. Diunduh dari http://psycnet.apa.org/journals/edu/82/4/760. Maddi, S R. (2007). Relevance of Hardiness Assessment and Training to the

  Military Context. Military Psychology, 19 (1), 61-70. Diunduh dari http://www.ndu.edu/hsr/13_june/doc/Maddi%20Relevance%20of%20Hard iness%20Assessment%20and%20Training%20to%20the%20Military%20 Context.pdf.

  Papalia, D.E. (2007). Human development (10th ed.). Boston: McGraw-Hill. Prasetyo, Hery. (2010, 26 April). Stres tak lulus UN, siswi nekad minum racun.

  . Diunduh dari

  Liputan6.com

  http://berita.liputan6.com/daerah/201004/274343/Stres.Tak.Lulus.UN.Sis wi.Nekad.Minum.Racun. Rekdale, Phillip. (2008, 10 September). Ilmu teknologi pendidikan: Kegiatan belajar mengajar (KBM). Teknologi Pendidikan.com. Diunduh dari http://teknologi.pendidikan.com/kbm.html. Santrock, J. W. (2007). Remaja jilid 1 edisi 11. (Widyasinta, B., terj). Jakarta, Indonesia: Erlangga. (Karya aasli terbit 2006). Sarafino, E. P. (2008). Health psychology : biopsychosocial interactions (6th ed.) New Jersey, NJ: John Wiley & Sons, Inc. Schellenberg, D. E. (2005). Coping and psychological hardiness and their

  relationship to depression in older adults (Disertasi Psikologi). Diunduh dari http://digitalcommons.pcom.edu/psychology_dissertations/124. Wulandari, V. D. (2009). Tingkat stres siswa SMA kelas XII di Yogyakarta dalam

  menghadapi ujian nasional . (Skripsi tidak diterbitkan), Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Indonesia.

  American College Health Association. (2009). American college health

  association-national college health assessment II: reference group executive summary, fall 2008. Baltimore: ACHA. Diunduh dari

  http://www.acha-ncha.org/docs/ACHA- NCHA_Reference_Group_ExecutiveSummary_Fall2008.pdf. Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. (2004). Buku pedoman akademis

  fakultas psikologi universitas sanata dharma . Yogyakarta, Indonesia: Pengarang.

  Mahasiswa. (tanpa tahun). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia online.

  Diunduh dari http://kamusbahasaindonesia.org/mahasiswa. Menteri Negara Sekretaris Negara Republik Indonesia. (1999). Peraturan pemerintah nomor 60 tahun 1999 tentang pendidikan tinggi (lembaran

  Negara Republik Indonesia tahun 1999 nomor 115). Jakarta, Indonesia: Menteri Negara Sekretaris Negara Republik ndonesia. Menteri Pendidikan Nasional. (2009). Peraturan menteri pendidikan nasional nomor 75 tahun 2009 tentang ujian nasional sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs), sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB), sekolah menengah atas/madrasah aliyah (SMA/MA), sekolah menengah atas luar biasa (SMALB), dan sekolah menengah kejuruan (SMK) tahun pelajaran 2009/2010. Jakarta, Indonesia: Menteri Pendidikan Nasional.

ANGKET PENELITIAN

  OLEH : PANJ I PRASASTI J .K.

  FAKULTAS PSI KOLOGI UNI VERSI TAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA Halo teman-teman,

Saya seorang mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Pada

saat ini, saya sedang melakukan suatu penelitian sebagai tugas akhir untuk meraih gelar

sarjana psikologi. Sehubungan dengan hal tersebut, maka saya mengharap kesediaan anda

sebagai mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma untuk berpartisipasi dalam

penelitian yang saya lakukan dengan mengisi angket ini.

Sebelum mengisi angket ini, anda diharapkan mengisi data diri masing-masing pada tempat

yang sudah disediakan. Data yang anda tulis dalam angket ini akan digabung dengan

data mahasiswa lainnya sehingga akan menjadi data kelompok yang nantinya akan

disampaikan kepada dosen pembimbing akademis. Penyampaian data secara kelompok

dan bukannya secara individual dimaksudkan untuk menjamin kerahasiaan dari data

yang anda berikan.

  

Angket ini berisi tentang aktivitas anda dalam perkuliahan dan dalam menjalin relasi

interpersonal. Tidak ada jawaban salah dalam angket ini dan hasilnya juga tidak akan

mempengaruhi prestasi akademis maupun relasi interpersonal yang anda bangun. Oleh

karena itu, jawablah pernyataan-pernyataan ini dengan sebenar-benarnya. Atas bantuan dan partisipasi anda, saya ucapkan terima kasih.

  Panji Prasasti J.K.

  • No. I D : ……………… Nama / I nisial : ……………………………………………………………….. Angkat an : ……………………………………………………………….. J enis Kelamin : ……………………………………………………………….. Tempat Tinggal : ber sama or angt ua / t inggal sendir i (kost a

  kont r ak)

  CATATAN :

  • : diisi oleh penel

  Pet unj uk Penger j aan Berikut ini ada beberapa pernyataan terkait aktivitas perkuliahan dan relasi interpersonal. Bayangkanlah saat anda mengalami situasi tersebut kemudian pilihlah satu dari lima pilihan jawaban yang paling sesuai untuk menggambarkan diri anda dengan memberi tanda centang (

  √) pada kolom yang telah tersedia. Lima pilihan jawaban tersebut adalah Sangat Tidak Setuju, Tidak Setuju, Netral, Setuju, Sangat Setuju. Ingat, tidak ada jawaban yang salah selama jawaban tersebut menggambarkan keadaan anda yang sebenarnya. Contoh pengerjaan :

  PERNYATAAN SANGAT TIDAK SETUJU TIDAK SETUJU NETRAL SETUJU SANGAT SETUJU

  Saya lebih suka membaca komik daripada buku pelajaran.

  Jika anda memang sangat menyukai membaca komik daripada buku pelajaran maka berilah tanda centang ( √) pada kolom Sangat Setuju, namun jika tidak centanglah pada kolom yang paling menggambarkan diri anda yang sebenarnya.

  PERNYATAAN SANGAT TIDAK SETUJU TIDAK SETUJU NETRAL SETUJU SANGAT SETUJU

  Saya lebih suka membaca komik daripada buku pelajaran.

  

  • No. I D : ………………

  Berilah tanda centang ( √) pada jawaban yang paling menggambarkan diri anda yang sebenarnya.

  SANGAT TIDAK SANGAT No. PERNYATAAN TIDAK NETRAL SETUJU SETUJU SETUJU SETUJU Saya yakin bisa menjalankan aktivitas saya

  1. sesuai rencana yang telah saya buat.

  Jika saya diberi tugas yang melebihi kemampuan saya,

  2. saya tidak akan mengerjakannya.

  Saya akan belajar dan berusaha keras untuk

  3. mendapatkan hasil yang memuaskan.

  Saya tidak tahu kepada siapa saya harus bertanya

  4. saat mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas.

  Saya lebih senang jalan- jalan dan berbelanja dengan 5. teman-teman daripada harus mengerjakan tugas kuliah. Dalam suatu kepanitiaan, saya akan memilih tugas

  6. yang baru dan belum pernah saya lakukan sebelumnya.

  Teman-teman saya selalu 7. mendengar dan menuruti semua yang saya katakan.

  Saya tidak segan meminta 8. bantuan orang lain saat mengalami masalah.

  Saya tidak berani memulai 9. percakapan dengan orang yang baru saja saya kenal.

  Kalaupun saya terlibat dalam kepanitiaan, saya

  10. hanya bisa bertindak sebagai pelaksana.

  Saya sangat ingin keluar dari rutinitas saya selama

  11.

  SANGAT TIDAK SANGAT No. PERNYATAAN TIDAK NETRAL SETUJU SETUJU SETUJU SETUJU Saya mudah merasa frustrasi jika bertengkar

  12. dengan orang yang dekat dengan saya.

  Dengan membuat rencana kerja, saya dapat mencegah

  13. munculnya masalah- masalah yang tidak terduga.

  Banyak waktu saya lewatkan tanpa mengetahui

  14. apa yang sebenarnya saya inginkan.

  Saya tidak akan mengubah 15. agenda harian saya apapun alasannya.

  Walaupun saya sudah berusaha keras, hasil yang

  16. saya peroleh tidak seperti yang saya harapkan.

  Saya selalu menentukan target yang harus saya

  17. capai sebelum melakukan suatu aktivitas.

  Adanya perubahan dalam kehidupan membuat saya ingin selalu belajar 18. memahami dan mengenal diri saya sendiri. Segala sesuatu yang saya lakukan saat ini akan

  19. menentukan apa yang akan saya alami besok.

  Saya akan mengerjakan tugas dengan sungguh-

  20. sungguh hanya saat ada yang mengawasi.

  Saat harus mengerjakan tugas kelompok, saya 21. menghindari bekerja sama dengan orang yang tidak saya sukai. Saya sering melakukan

  22. kesalahan yang sama berulang kali.

  Daripada harus berkonflik dengan teman, lebih baik

  23. bagi saya untuk mencari

  SANGAT TIDAK SANGAT No. PERNYATAAN TIDAK NETRAL SETUJU SETUJU SETUJU SETUJU Saya mau mengerjakan tugas yang sulit karena

  24. saya bisa belajar banyak hal.

  Saya memiliki kemampuan untuk meyakinkan orang 25. meskipun awalnya ia berbeda pendapat dengan saya. Semua usaha yang saya lakukan selama ini merupakan proses untuk 26. mencapai cita-cita yang saya inginkan. Saya senang mengikuti kegiatan-kegiatan yang

  27. penuh petualangan. Segala sesuatu yang saya 28. alami pasti ada hikmahnya Saya tetap berusaha setia walaupun terkadang teman 29. dekat saya menyakiti hati saya.

  Saat mendapat materi baru yang kurang menarik, saya

  30. memilih untuk tidur saja di dalam kelas.

  

TERIMA KASIH

  

TABULASI HASIL SKORING UJI COBA

SKALA KEPRIBADIAN TAHAN BANTING

  Reliability Case Processing Summary N % Cases Valid

  32 100,0 a

  Excluded

,0

Total 32 100,0 a.

  Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized

  Alpha Items N of Items ,814 ,827

  30

  Item Statistics 3,72 ,813

  32 3,84 1,051 32 4,34 ,902 32 4,22 ,553 32 3,34 1,066 32 3,75 ,842 32 2,78 ,706 32 3,56 1,216 32 3,56 1,105 32 3,56 ,914 32 3,13 1,238 32 3,09 1,304 32 3,81 ,896 32 3,19 1,091 32 3,91 ,689 32 3,91 ,734 32 3,88 ,907 32 4,44 ,759 32 4,34 ,701 32 3,91 ,928 32 3,22 1,237 32 3,31 1,061 32 3,28 1,276 32 3,69 ,859 32 3,69 ,780 32 4,41 ,837 32 4,19 ,998 32 1,53 ,842 32 3,94 ,982 32 3,78 1,008 32 aitem1 aitem2 aitem3 aitem4 aitem5 aitem6 aitem7 aitem8 aitem9 aitem10 aitem11 aitem12 aitem13 aitem14 aitem15 aitem16 aitem17 aitem18 aitem19 aitem20 aitem21 aitem22 aitem23 aitem24 aitem25 aitem26 aitem27 aitem28 aitem29 aitem30 Mean Std. Deviation N

  Summary Item Statistics 3,644 1,531 4,438 2,906 2,898 ,338

  30 ,926 ,305 1,701 1,395 5,568 ,140

  30 Item Means Item Variances Mean Minimum Maximum Range Maximum /

  Minimum Variance N of Items

  

Item-Total Statistics

105,59 122,055 ,436 . ,806 105,47 118,902 ,460 . ,803 104,97 123,515 ,310 . ,810 105,09 125,120 ,414 . ,808 105,97 116,999 ,538 . ,800 105,56 120,448 ,508 . ,803 106,53 136,128 -,369 . ,828 105,75 133,355 -,153 . ,832 105,75 118,581 ,446 . ,804 105,75 120,065 ,482 . ,803 106,19 131,448 -,086 . ,829 106,22 116,951 ,422 . ,805 105,50 121,613 ,411 . ,806 106,13 115,984 ,569 . ,798 105,41 125,152 ,319 . ,810 105,41 123,346 ,408 . ,807 105,44 122,512 ,359 . ,808 104,88 120,694 ,556 . ,802 104,97 122,289 ,501 . ,805 105,41 118,249 ,566 . ,800 106,09 114,475 ,549 . ,798 106,00 124,645 ,202 . ,814 106,03 126,934 ,069 . ,822 105,63 118,306 ,615 . ,799 105,63 122,500 ,430 . ,806 104,91 120,346 ,517 . ,803 105,13 123,016 ,295 . ,810 107,78 140,370 -,528 . ,836 105,38 120,177 ,437 . ,805 105,53 118,838 ,487 . ,803 aitem1 aitem2 aitem3 aitem4 aitem5 aitem6 aitem7 aitem8 aitem9 aitem10 aitem11 aitem12 aitem13 aitem14 aitem15 aitem16 aitem17 aitem18 aitem19 aitem20 aitem21 aitem22 aitem23 aitem24 aitem25 aitem26 aitem27 aitem28 aitem29 aitem30

  Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if

  Item Deleted Corrected Item-Total Correlation

  Squared Multiple Correlation Cronbach's

  Alpha if Item Deleted Scale Statistics

  109,31 130,544 11,426

  30 Mean Variance Std. Deviation N of Items

  Reliability Case Processing Summary N % Cases Valid

  32 100,0 a

  Excluded

,0

Total 32 100,0 a.

  Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized

  Alpha Items N of Items ,886 ,890

  24

  Item Statistics 3,72 ,813

  32 3,84 1,051 32 4,34 ,902 32 4,22 ,553 32 3,34 1,066 32 3,75 ,842 32 3,56 1,105 32 3,56 ,914 32 3,09 1,304 32 3,81 ,896 32 3,19 1,091 32 3,91 ,689 32 3,91 ,734 32 3,88 ,907 32 4,44 ,759 32 4,34 ,701 32 3,91 ,928 32 3,22 1,237 32 3,69 ,859 32 3,69 ,780 32 4,41 ,837 32 4,19 ,998 32 3,94 ,982 32 3,78 1,008 32 aitem1 aitem2 aitem3 aitem4 aitem5 aitem6 aitem9 aitem10 aitem12 aitem13 aitem14 aitem15 aitem16 aitem17 aitem18 aitem19 aitem20 aitem21 aitem24 aitem25 aitem26 aitem27 aitem29 aitem30 Mean Std. Deviation N

  Summary Item Statistics 3,822 3,094 4,438 1,344 1,434 ,144

  24 ,867 ,305 1,701 1,395 5,568 ,110

  24 Item Means Item Variances Mean Minimum Maximum Range Maximum /

  Minimum Variance N of Items

  

Item-Total Statistics

88,00 129,226 ,450 ,794 ,883 87,88 126,177 ,463 ,897 ,882 87,38 130,694 ,325 ,762 ,886 87,50 132,581 ,418 ,806 ,884 88,38 123,532 ,571 ,820 ,879 87,97 127,838 ,507 ,863 ,881 88,16 125,749 ,453 ,785 ,883 88,16 127,878 ,460 ,796 ,882 88,63 122,435 ,488 ,865 ,882 87,91 128,539 ,437 ,747 ,883 88,53 124,193 ,528 ,899 ,880 87,81 132,222 ,348 ,737 ,885 87,81 130,415 ,432 ,915 ,883 87,84 130,201 ,347 ,528 ,885 87,28 128,015 ,560 ,830 ,880 87,38 129,984 ,484 ,680 ,882 87,81 125,125 ,588 ,900 ,879 88,50 121,419 ,560 ,874 ,880 88,03 125,644 ,614 ,860 ,879 88,03 129,580 ,451 ,831 ,883 87,31 127,190 ,547 ,941 ,880 87,53 129,547 ,337 ,848 ,886 87,78 127,467 ,441 ,895 ,883 87,94 125,738 ,507 ,878 ,881 aitem1 aitem2 aitem3 aitem4 aitem5 aitem6 aitem9 aitem10 aitem12 aitem13 aitem14 aitem15 aitem16 aitem17 aitem18 aitem19 aitem20 aitem21 aitem24 aitem25 aitem26 aitem27 aitem29 aitem30

  Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if

  Item Deleted Corrected Item-Total Correlation

  Squared Multiple Correlation Cronbach's

  Alpha if Item Deleted Scale Statistics

  91,72 138,209 11,756

  24 Mean Variance Std. Deviation N of Items

ANGKET PENELITIAN

  OLEH : PANJ I PRASASTI J .K.

  FAKULTAS PSI KOLOGI UNI VERSI TAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA Halo Teman-teman,

Saya seorang mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Pada

saat ini, saya sedang melakukan suatu penelitian sebagai tugas akhir untuk meraih gelar

sarjana psikologi. Sehubungan dengan hal tersebut, maka saya mengharap kesediaan anda

sebagai mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma untuk berpartisipasi dalam

penelitian yang saya lakukan dengan mengisi angket ini.

Sebelum mengisi angket ini, anda diharapkan mengisi data diri masing-masing pada tempat

yang sudah disediakan. Data yang anda tulis dalam angket ini akan digabung dengan

data mahasiswa lainnya sehingga akan menjadi data kelompok yang nantinya akan

disampaikan kepada dosen pembimbing akademis. Penyampaian data secara kelompok

dan bukannya secara individual dimaksudkan untuk menjamin kerahasiaan dari data

yang anda berikan.

  

Angket ini berisi tentang aktivitas anda dalam perkuliahan dan dalam menjalin relasi

interpersonal. Tidak ada jawaban salah dalam angket ini dan hasilnya juga tidak akan

mempengaruhi prestasi akademis maupun relasi interpersonal yang anda bangun. Oleh

karena itu, jawablah pernyataan-pernyataan ini dengan sebenar-benarnya. Atas bantuan dan partisipasi anda, saya ucapkan terima kasih.

  Panji Prasasti J.K.

  • No. I D : ……………… Nama / I nisial : ……………………………………………………………….. Angkat an : ……………………………………………………………&helli
  • Kelas : .............

  J enis Kelamin : ……………………………………………………………….. Tempat Tinggal : ber sama or angt ua / t inggal sendir i (kost at au

  kont r ak)

  CATATAN :

  • : diisi oleh penel

  : boleh t idak diisi

  : cor et yang t idak sesuai Pet unj uk Penger j aan Berikut ini ada beberapa pernyataan terkait aktivitas perkuliahan dan relasi interpersonal. Bayangkanlah saat anda mengalami situasi tersebut kemudian pilihlah satu dari lima pilihan jawaban yang paling sesuai untuk menggambarkan dirimu dengan memberi tanda centang (

  √) pada kolom yang telah tersedia. Lima pilihan jawaban tersebut adalah Sangat Tidak Setuju, Tidak Setuju, Netral, Setuju, Sangat Setuju. Ingat, tidak ada jawaban yang salah selama jawaban tersebut menggambarkan keadaan anda yang sebenarnya. Contoh pengerjaan :

  PERNYATAAN SANGAT TIDAK SETUJU TIDAK SETUJU NETRAL SETUJU SANGAT SETUJU

  Saya lebih suka membaca komik daripada buku pelajaran.

  Jika anda memang sangat menyukai membaca komik daripada buku pelajaran maka berilah tanda centang ( √) pada kolom Sangat Setuju, namun jika tidak centanglah pada kolom yang paling menggambarkan diri anda yang sebenarnya.

  PERNYATAAN SANGAT TIDAK SETUJU TIDAK SETUJU NETRAL SETUJU SANGAT SETUJU

  Saya lebih suka membaca komik daripada buku pelajaran.

  

  • No. I D : ………………

  Berilah tanda centang ( √) pada jawaban yang paling menggambarkan diri anda yang sebenarnya. Jika terjadi kesalahan dalam pengisian jawaban, anda cukup memberi tanda sama dengan (=) pada jawaban yang salah kemudian pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan anda.

  SANGAT TIDAK SANGAT No. PERNYATAAN TIDAK NETRAL SETUJU SETUJU SETUJU SETUJU Saya yakin bisa menjalankan aktivitas saya

  1. sesuai rencana yang telah saya buat.

  Jika saya diberi tugas yang melebihi kemampuan saya,

  2. saya tidak akan mengerjakannya.

  Saya akan belajar dan berusaha keras untuk

  3. mendapatkan hasil yang memuaskan.

  Saya tidak tahu kepada siapa saya harus bertanya

  4. saat mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas.

  Saya lebih senang jalan- jalan dan berbelanja dengan 5. teman-teman daripada harus mengerjakan tugas kuliah. Dalam suatu kepanitiaan, saya akan memilih tugas

  6. yang baru dan belum pernah saya lakukan sebelumnya.

  Saya tidak berani memulai 7. percakapan dengan orang yang baru saja saya kenal.

  Kalaupun saya terlibat dalam kepanitiaan, saya

  8. hanya bisa bertindak sebagai pelaksana.

  Saya mudah merasa frustrasi jika bertengkar

  9. dengan orang yang dekat dengan saya.

  Dengan membuat rencana

  SANGAT TIDAK SANGAT No. PERNYATAAN TIDAK NETRAL SETUJU SETUJU SETUJU SETUJU Banyak waktu saya lewatkan tanpa mengetahui

  11. apa yang sebenarnya saya inginkan.

  Saya tidak akan mengubah agenda harian saya apapun

  12. alasannya.

  Walaupun saya sudah berusaha keras, hasil yang

  13. saya peroleh tidak seperti yang saya harapkan.

  Saya selalu menentukan target yang harus saya

  14. capai sebelum melakukan suatu aktivitas.

  Adanya perubahan dalam kehidupan membuat saya 15. ingin selalu belajar memahami dan mengenal diri saya sendiri. Segala sesuatu yang saya lakukan saat ini akan

  16. menentukan apa yang akan saya alami besok.

  Saya akan mengerjakan tugas dengan sungguh-

  17. sungguh hanya saat ada yang mengawasi.

  Saat harus mengerjakan tugas kelompok, saya 18. menghindari bekerja sama dengan orang yang tidak saya sukai. Saya mau mengerjakan tugas yang sulit karena

  19. saya bisa belajar banyak hal.

  Saya memiliki kemampuan untuk meyakinkan orang meskipun awalnya ia 20. berbeda pendapat dengan saya. Semua usaha yang saya lakukan selama ini

  21. merupakan proses untuk mencapai cita-cita yang saya inginkan.

  SANGAT TIDAK SANGAT No. PERNYATAAN TIDAK NETRAL SETUJU SETUJU SETUJU SETUJU Saya senang mengikuti kegiatan-kegiatan yang

  22. penuh petualangan.

  Saya tetap berusaha setia walaupun terkadang teman

  23. dekat saya menyakiti hati saya.

  Saat mendapat materi baru yang kurang menarik, saya

  24. memilih untuk tidur saja di dalam kelas.

  

TERIMA KASIH

  85 TABULASI HASIL SKORING

SKALA KEPRIBADIAN TAHAN BANTING

  86

  87

  88

  89

  90

  91

  92

  93

  94

  95

  96

  NPar Tests total One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test 100 88,30

  8,506 ,081 ,081

  a,b Absolute Positive Negative Most Extreme

  Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) total

  • ,055 ,808 ,531 N Mean Std. Deviation Normal Parameters

  Test distribution is Normal.

  a.

  Calculated from data.

  b.

  Frequencies Statistics total N Valid

  100 Missing Mean 88,30 Std. Error of Mean ,851 Median

  87,50 Mode

  89 Std. Deviation 8,506 Variance 72,354 Skewness ,310 Std. Error of Skewness ,241 Kurtosis ,655 Std. Error of Kurtosis

  ,478

  total 1 1,0 1,0 1,0 1 1,0 1,0 2,0 1 1,0 1,0 3,0 2 2,0 2,0 5,0 1 1,0 1,0 6,0 1 1,0 1,0 7,0 1 1,0 1,0 8,0 3 3,0 3,0 11,0 2 2,0 2,0 13,0 1 1,0 1,0 14,0 7 7,0 7,0 21,0 3 3,0 3,0 24,0 3 3,0 3,0 27,0 4 4,0 4,0 31,0 6 6,0 6,0 37,0 7 7,0 7,0 44,0 6 6,0 6,0 50,0 2 2,0 2,0 52,0 8 8,0 8,0 60,0 6 6,0 6,0 66,0 1 1,0 1,0 67,0 5 5,0 5,0 72,0 2 2,0 2,0 74,0 5 5,0 5,0 79,0 2 2,0 2,0 81,0 3 3,0 3,0 84,0 1 1,0 1,0 85,0 5 5,0 5,0 90,0 3 3,0 3,0 93,0 2 2,0 2,0 95,0 1 1,0 1,0 96,0 1 1,0 1,0 97,0 2 2,0 2,0 99,0 1 1,0 1,0 100,0

  85

  99 100 101 102 105 106 117 Total

  97

  96

  95

  94

  93

  92

  91

  90

  89

  88

  87

  86

  84

  100 100,0 100,0

  83

  82

  81

  80

  79

  78

  77

  76

  74

  73

  72

  71

  67

  Valid Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

  Frequency Table

JK

  Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid laki-laki 21 21,0 21,0 21,0 perempuan

  79 79,0 79,0 100,0 Total 100 100,0 100,0

  

Tinggal

Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent

  Valid tak teridentifikasi 8 8,0 8,0 8,0 sendiri 60 60,0 60,0 68,0 bersama ortu 32 32,0 32,0 100,0 Total

  100 100,0 100,0

  Uji t (jenis kelamin)

Group Statistics

  Std. Error JK N Mean Std. Deviation Mean total laki-laki 21 85,33 12,666 2,764 perempuan 79 89,09 6,906 ,777

Equality of Variances t-test for Equality of Means

Levene's Test for

Independent Samples Test

Mean Std. Error 95% Confidence Interval of the Difference total Equal variances not assumed Equal variances assumed 14,902 ,000 -1,819 F Sig. t df Sig. (2-tailed) Difference Difference Lower Upper -1,308 23,249 ,204 -3,755 2,871 -9,691 2,181 98 ,072 -3,755 2,064 -7,852 ,342

  Uji t (lokasi tempat tinggal) Group Statistics

  Std. Error Tinggal N Mean Std. Deviation Mean total sendiri

  60 88.10 8.262 1.067 bersama ortu 32 88.34 9.097 1.608

Equality of Variances t-test for Equality of Means

Levene's Test for F Sig. t df Sig. (2-tailed) Difference Difference Lower Upper

Independent Samples Test

Mean Std. Error 95% Confidence Interval of the Difference total Equal variances not assumed Equal variances assumed .590 .444 -.130 -.126 58.344 .900 -.244 1.930 -4.106 3.618 90 .897 -.244 1.873 -3.966 3.478

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Studi deskriptif kuantitatif : prokrastinasi pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.
1
3
117
Studi deskriptif manajemen waktu mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
11
31
95
Efektivitas pemberian warna hijau pada ruangan terhadap perbedaan tingkat kreativitas mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
0
157
Hubungan antara orientasi tujuan dan prestasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
0
0
128
Kecenderungan Socially Prescribed Perfectionism pada mahasiswa skripsi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma sebuah studi kuantatif deskriptif
0
4
103
Sikap mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta terhadap perilaku seksual homoseks - USD Repository
0
0
111
Studi deskriptif tentang androgenitas pada mahasiswa fakultas psikologi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
186
Studi deskriptif motivasi berorganisasi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
133
Studi deskriptif konsep diri fisik : studi pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
105
Sikap mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta terhadap keperawanan wanita - USD Repository
0
0
102
Perilaku mahasiswa dalam mengkonsumsi buku : studi pada mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
122
Hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan dalam menghadapi dunia kerja pada mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
132
Kecenderungan perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
136
Studi deskriptif conflict management style mahasiswa Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
120
Analisis minat mahasiswa dalam menggunakan Bus Trans Yogyakarta : studi kasus pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
95
Show more