DESKRIPSI KONSEP DIRI SISWA KELAS VII DAN VIII SMP BOPKRI 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20122013 DAN IMPLIKASINYA PADA USULAN PROGRAM BIMBINGAN KLASIKAL UNTUK PENGEMBANGAN KONSEP DIRI SISWA SKRIPSI

Gratis

0
0
98
2 days ago
Preview
Full text

DESKRIPSI KONSEP DIRI SISWA KELAS VII DAN VIII SMP BOPKRI 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2012/2013 DAN IMPLIKASINYA PADA USULAN PROGRAM BIMBINGAN KLASIKAL

  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa: Tidak ada siswa (0%) yang memiliki konsep diri yang sangat positif, tidak ada siswa (0%) yang memilikikonsep diri yang positif, ada 12 siswa (26,7%) yang memiliki konsep diri yang cukup positif, ada 29 siswa (64,4%) yang memiliki konsep diri yang kurangpositif, ada 4 siswa (8,89%) yang memiliki konsep diri yang sangat kurang positif. Peneliti menyimpulkan bahwa konsep diri sebagian besar siswa kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 kurang positif.  Berdasarkan hasil penelitian disusunlah usulan program bimbingan klasikal untuk meningkatkan konsep diri siswa-siswi kelas VII dan VIII SMPBOPKRI 2 Yogyakarta.

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa: Tidak ada siswa (0%) yang memiliki konsep diri yang sangat positif, tidak ada siswa (0%) yang memilikikonsep diri yang positif, ada 12 siswa (26,7%) yang memiliki konsep diri yang cukup positif, ada 29 siswa (64,4%) yang memiliki konsep diri yang kurangpositif, ada 4 siswa (8,89%) yang memiliki konsep diri yang sangat kurang positif. Peneliti menyimpulkan bahwa konsep diri sebagian besar siswa kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 kurang positif.  Berdasarkan hasil penelitian disusunlah usulan program bimbingan klasikal untuk meningkatkan konsep diri siswa-siswi kelas VII dan VIII SMPBOPKRI 2 Yogyakarta.

KATA PENGANTAR

  Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah mencurahkan ilmunya dengan sepenuhhati sehingga berguna untuk bekal hidup. Sahabat tersayang dan terkasih Paskalia Sri Norvita Dewi dan Wilhelmina Maran yang telah setia dari awal kuliah sampai akhir kuliah selalu bersama,menemani, berbagi suka dan duka, membantu dan memberikan perhatian yang tulus kepada penulis.

BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi uraian mengenai (1) Latar Belakang Masalah, (2) Rumusan Masalah, (3) Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, dan (5) Definisi Operasional. A. Latar Belakang Masalah Manusia diciptakan secara unik, berbeda satu sama lainnya. Perbedaan

  Mereka juga mengalami perubahan yang tidak hanyamenyangkut perubahan yang dapat diamati secara langsung, misalnya perubahan- perubahan fisik dan tingkah laku, interaksi dengan orang lain, akan tetapi jugaperubahan yang lebih halus seperti konsep diri. Masalah-masalah yang dialami oleh siswaterbawa dalam lingkungan sekolah dan menghambat pertumbuhan dan perkembangan siswa; pertumbungan dan perkembangan siswa menjadi tidak utuhdan kurang maksimal khususnya dalam hal konsep diri yang merupakan inti penting dari pribadi seseorang.

2. Membuat usulan program bimbingan klasikal yang sesuai untuk meningkatkan konsep diri siswa siswi Kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 2 Yogyakarta

D. Manfaat Penelitian 1

Manfaat teoritisMemberikan gambaran mengenai kepositifan konsep diri siswa siswi kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013.

2. Manfaat praktis

  Bagi Guru PembimbingHasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada guru pembimbing untuk melakukan kegiatan yang tepat untuk mengembangkankonsep diri siswa. Bagi Peneliti lainPeneliti lain dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai sumber inspirasi untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan konsep diri.

E. Definisi Operasional

  Siswa- siswi Kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 2 Yogyakarta adalah semua anak didik yang terdaftar sebagai siswa-siswi kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 2Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013. Konsep diri adalah gagasan tentang diri sendiri yang berisikan bagaimana individu melihat dirinya sendiri sebagai pribadi, bagaimana individu merasatentang dirinya sendiri dan individu menginginkan dirinya menjadi manusia yang bagaimana.

2. Jenis-jenis konsep diri

  Konsep diri yang negatifRemaja dengan konsep diri yang negatif biasanya berfikir tentang diri sendiri terutama dari segi negatif, dan sulit menemukan hal-hal yang pantas dihargai dalam dirinya sendiri. Misalnyaremaja yang memiliki konsep diri yang negatif biasanya cenderung pasif dan tidak percaya pada dirinya sendiri dan memiliki pemikiran yang buruktentang dirinya, serta selalu mengganggap orang lain lebih unggul atau lebih baik dari pada dirinya.

3. Perkembangan konsep diri

  Konsep diri yang telahterbentuk dalam lingkungan keluarga selanjutnya mengalami perubahan sewaktu berinteraksi dengan orang lain, seperti teman sebaya, guru serta orang dewasalainnya. Orang yang memasuki usia remaja mengalami masa yang sangat potensial untuk perkembangan konsep dirinya.

4. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri

  Remaja yang berada pada usia tertentu yang matang lebih awal akan lebih mampu menjalankan peran dewasa dengan baik dan dapat mengembangkankonsep diri yang positif. Jika remaja mempunyai teman sebaya yang mempunyai pola pikir yang rasional, mempunyai perilaku yang positif, menimbulkan pengaruh yang baikterhadap individu tersebut maka remja yang bersangkutan memiliki konsep diri positif.

5. Usaha-Usaha untuk mengembangkan konsep diri remaja

  Menjadi konselor sekoah yang memiliki konsep diri yang positif, sehingga dapat membantu siswa mengembangkan konsep diri positif atau menjadiorang yang memiliki konsep diri yang positif. Pengertian remaja Piaget (Hurlock, 1996) mengatakan bahwa secara psikologis, masa remaja adalah usia di mana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa; remajatidak lagi merasa di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada di tingkat yang sama.

b. Ciri-ciri masa remaja

Menurut Hurlock (1996), ciri-ciri masa remaja adalah sebagai berikut:

1) Masa remaja sebagai periode penting

  Jika remaja mampu menerima segala perubahan fisik yang ada pada dirinya dan mampu mengelola emosinya dengan baik maka remaja yangbersangkutan akan mempunyai konsep diri yang positif. Sebaliknya, jika remaja cenderung tidak menerima perubahan fisik dan tidak mampumengontrol emosinya remaja dapat mempunyai konsep diri yang negatif.

2) Masa remaja sebagai masa peralihan

  Jika pada masa ini remaja mampu menentukan perilaku yang baik, mengetahui norma dan patokan yang sesuai dengan dirinya maka remaja akanmembentuk dirinya menjadi remaja yang mempunyai konsep diri yang positif. Tetapi jika remaja mau meminta pendapat orang lain, selalu berfikir ulang untuk setiap hal yang diambil,menimbang segala konsekuensi yang di ambilnya maka remaja akan mempunyai konsep diri yang positif.

2. Konsep diri siswa SMP sebagai remaja

  Cara perlakuan orang lain terhadap siswa tersebut sangat mempengaruhi konsep diri siswa, jika siswa diterima dengan baik dlingkungannya, diperlakukan secarabaik di lingkungannya maka siswa akan merasa senang dan konsep diri siswa akan positif tetapi jika siswa sering memperoleh pengalaman-pengalaman yangnegatif dari orang lain, lingkungan sekitarnya maka akan menimbulkan konsep diri yang negatif. Siswa yang memiliki konsep diri yang negatif akan sulit menerima diriapa adanya dan memiliki pengharapan yang tidak realistis.

C. Bimbingan Klasikal Untuk Pengembangan Konsep Diri

1. Pengertian bimbingan

  Bimbingan diartikan sebagai pemberian bantuan kepada individu agar individu yang bersangkutan semakin memahami dirinya, mengaktualisasikanpotensinya dan mencapai perkembangan yang optimal. Mereka merupakan individu yang sedang tumbuh dan berkembang menjadi semakin dewasa.

2. Syarat-syarat program bimbingan

  Program bimbingan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan orang yang akan dilayani. Lengkap dan menyeluruh, memuat segenap fungsi bimbingan, meliputi semua jenis layanan, dan kegiatan pendukung, serta menjamindipenuhinya prinsip-prinsip dan asas-asas bimbingan.

3. Bimbingan klasikal

  Bimbingan klasikal adalah salah satu usaha untuk membantu para siswa di kelas dengan topik-topik tertentu yang sudah disusun berdasarkan surveikebutuhan siswanya (Winkel, 1997:520). Tujuan bimbingan klasikal Menurut Sukardi (1998), tujuan program bimbingan klasikal adalah sebagai berikut: 1) Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman mengenai diri siswa dalam kemajuannya di sekolah.

c. Bimbingan klasikal untuk pengembangan konsep diri

  Peran bimbingan klasikal dalam mengembangkan konsep diri siswa sangatlah diperlukan. Dengan program bimbingan klasikalmengenai konsep diri yang telah disusun, para guru dapat membantu para siswa dan mengenali segi-segi positif yang ada dalam diri mereka dengancara memberikan pengarahan dan pemahaman mengenai konsep diri positif, manfaat konsep diri dan ciri-ciri pribadi yang memiliki konsep diripositif sehingga para siswa dapat berkembang secara utuh dan optimal sesuai dengan perkembangan mereka.

D. Tinjauan Peneliti Lain yang Relevan

  Marcella Iqnatia (2013) mengadakan penelitian tentang konsep diri siswaSMP (studi deskriptif pada siswa kelas VII dan kelas VIII SMP Kanisius PakemYogyakarta tahun ajaran 2012/2013 dan implikasinya terhadap pembuatan satuan pelayanan bimbingan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas VII dan VII SMP Kanisius Pakem Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 tergolong baik karena 34 siswa (36,17%) memiliki konsep diri ditingkat sangat baik, 48 siswa(51,06%) memiliki konsep diri ditingkat tinggi, 5 siswa (5,32%) memiliki konsep diri ditingkat sedang, 7 siswa (7,45%) memiliki konsep diri ditingkat rendah.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi uraian mengenai (1) Jenis Penelitian, (2) Populasi Penelitian, (3) Instrumen Pengumpulan Data, (4) Pengumpulan Data dan (5) Teknik Analisis Data. A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Peneliti ingin memperoleh gambaran

B. Populasi Penelitian

  mengenai konsep diri siswa kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 dan implikasinya terhadap usulan program bimbingan klasikal yangsesuai untuk meningkatkan konsep diri siswa kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 2 Yogyakarta. Peneliti memilih SMP BOPKRI 2Yogyakarta sebagai tempat penelitian dengan alasan: 1) SMP BOPKRI 2 Yogyakarta memiliki jam pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan secaraklasikal dan secara individual; 2) peneliti melakukan PPL di sekolah tersebut sehingga mempunyai kesempatan secara langsung mengamati keseharian siswa di sekolah; 3)peneliti diharapkan dan diijinkan mengadakan penelitian di sekolah tersebut, dengan harapan hasilnya dapat ditindaklanjuti.

1. Jenis instrumen Penelitian ini menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data

2. Kisi-kisi kuesioner dan penentuan Skor a

  Item yang positif mengungkap konsep diri yang positifdan item negatif yang mengungkap konsep diri yang negatif. Tingkat pendidikan orang tua 32 53 2 22 4 2 Unsur-unsur konsep diri dan indikatornya yang dikemukakan dalam Tabel 2 dijadikan sumber inspirasi untuk merumuskan item-item kuesioner yang digunakan.

3. Uji coba kuesioner

  Rumus koefisien korelasi Product-Moment :iX − ( i )( X ) / n ∑ ∑ ∑ r ix =2222 [ ( ) / ][ ( ) / ]i − i n X − X n ∑ ∑ ∑ ∑ keterangan : i = Skor itemX = Skor skala n = Banyaknya subjekr = Koefisien korelasi item total ix Berdasarkan hasil penghitungan dengan menggunakan komputer program SPSS for windows yang dilakukan terhadap 60 item, diperoleh47 item yang valid. Rumus koefisienreliabilitas adalah: 2 2 α = 2[1- 2 ] S x Keterangan rumus : 2 2 S 1 dan S 2 : varians skor belahan 1 dan varians skor belahan 2 2 S : varians skor skala x Koefisien reliabilitas berada dalam rentang angka dari 0 sampai dengan 1,00.

D. Pengumpulan Data

1. Tahap persiapan pengumpulan data penelitian

  Menghubungi tenaga bimbingan dan konseling SMP BOPKRI 2 Yogyakarta untuk meminta izin mengadakan penelitian di sekolah yang bersangkutan. Menentukan hari dan tanggal yang telah disepakati oleh tenaga bimbingan dan konseling dan peneliti untuk mengambil data penelitian.

2. Tahap pelaksanaan pengumpulan data

  Dalam pengambilan data, peneliti tetap mendampingi siswa di kelas, agar peneliti dapatmenjelaskan secara langsung jika ada siswa yang bertanya tentang item yang dianggap kurang jelas. Siswa sangat serius dalam memperhatikan peneliti dalam memberikan arahan dan petunjuk dan siswa tidak mengalami kesulitan dalammengisi kuesioner tersebut.

E. Teknik Analisis Data

  Membuat pengelompokan tingkat konsep diri subjek penelitian secara umum dengan mengacu pada pedoman Azwar (2007: 108) yang mengelompokkantingkat konsep diri siswa ke dalam lima kategori yaitu sangat kurang positif, kurang positif, cukup positif, positif, dan sangat positif. Langkah ini ditempuh untuk mengetahi item mana saja yang sudah menunjukkan konsep diri yang positif dan itemmana saja yang menunjukkan konsep diri yang kurang positif.

BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN DAN USULAN PROGRAM BIMBINGAN KLASIKAL UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI SISWA KELAS VII DAN VIII SMP BOPKRI 2 YOGYAKARTA Dalam bab ini disajikan hasil penelitian yang merupakan jawaban atas masalah

A. Hasil Penelitian

penelitian yaitu “Seberapa positif konsep diri siswa Kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 2Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013?” dan “Usulan program bimbingan klasikal manakah yang sesuai untuk meningkatkan konsep diri siswa Kelas VII dan VIII SMPBOPKRI 2 Yogyakarta?”.

1. Konsep diri siswa kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013

  Berdasarkan data yang diolah didapatlah gambaran dari konsep diri siswaKelas VII dan VIII SMP BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 seperti yang disajikan dalam tabel 6. Dapat disimpulkan bahwa konsep diri sebagian besar siswa kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 kurang positif.

2. Pengelompokan item-item konsep diri siswa kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013

  Penentuan usulan program bimbingan klasikal dilakukan berdasarkan item-item yangmenunjukkan kurang positifnya konsep diri siswa kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 seperti yang disajikan dalam tabel 7. Dari tabel 7, tampaklah item-item yang menunjukkan kurang positifnya konsep diri siswa (kategori cukup positif, kurang positif dan sangat kurang positif).

B. Pembahasan

  Kedua, konsep diri siswa negatif dapat disebabkan oleh perlakuan guru yang negatif terhadap siswa yang boleh jadi negatif di sekolah, seperti: bersikapmeremehkan, mencemooh atau menyindir siswa di depan kelas, merendahkan, menolak, tidak memberikan perhatian, membandingkan siswa dengan siswa laindan memberi “ label atau cap bodoh, nakal atau pemalas“. Usulan Program Bimbingan Klasikal yang Sesuai untuk Meningkatkan Konsep Diri Siswa Kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 2 Yogyakarta Usulan program bimbingan klasikal yang diusulkan mengacu pada hasil penelitian tentang tingkat konsep diri siswa kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 2Yogyakarta, yaitu berdasarkan item-item yang menunjukkan kurang positifnya konsep diri siswa.

BAB V PENUTUP Bab ini berisi uraian mengenai hasil penelitian, kesimpulan, saran-saran untuk berbagai pihak dan keterbatasan penelitian. A. Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada siswa (0%) yang memiliki konsep

B. Saran

  diri yang sangat positif, tidak ada siswa (0%) yang memiliki konsep diri yang positif, ada 12 siswa (26,7%) yang memiliki konsep diri yang cukup positif, ada 29 siswa (64,4%)yang memiliki konsep diri yang kurang positif, ada 4 siswa (8,89%) yang memiliki konsep diri yang sangat kurang positif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut penelitimenyimpulkan bahwa konsep diri para siswa kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 masih kurang positif sehingga perlu ditingkatkan.

1. Guru

  Guru Bimbingan dan Konseling hendaknya melaksanakan program bimbingan yang diusulkan dalam skripsi ini dan mengadakan perbaikan ataupenyempurnaan apabila dalam pelaksanaannya ditemukan kelemahan- kelemahannya. Peneliti lain Peneliti lain yang mau mengadakan penelitian tentang konsep diri harus sungguh-sungguh memahami seluk-beluk konsep diri, supaya tidak terjadi kesalahan seperti yang terjadi dalam penulisan skripsi ini, khususnya kesalahan dalam memahami artikonsep diri, sehingga ada penggunaan istilah secara kurang tepat.

C. Keterbatasan Penelitian

  Keterbatasan utama penelitian ini adalah kurangnya pemahaman peneliti mengenai konsep diri, khususnya dalam hal membedakan aspek-aspek atau unsur-unsur konsep diri dan faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri yang peneliti uraikan pada bab II, peneliti jadikan unsur-unsur konsep diri pada kisi-kisi kuesioner dalam Tabel 2, dan ini menunjukkan kurangnya pemahaman peneliti tentang konsep diri.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (98 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN KONFORMITAS PADA SISWA KELAS VIII DI SMP N 2 BANTUL TAHUN AJARAN 2013/2014.
0
0
161
UPAYA MENINGKATKAN KONSEP DIRI RENDAH MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS VIII A SMP 2 BAE KUDUS TAHUN PELAJARAN 20122013 SKRIPSI
0
0
21
DESKRIPSI TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI SISWA-SISWI KELAS VIII SMP NEGERI I TEPUS GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20072008 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN KLASIKAL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar S
0
0
134
DESKRIPSI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII SMP BOPKRI 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20062007 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN SKRIPSI
0
0
115
DESKRIPSI KONSEP DIRI PARA SISWA KELAS XI SMA PANGUDI LUHUR SEDAYU YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20082009 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN
0
0
170
KONSEP DIRI PARA SISWA KELAS XI SMA STELLA DUCE 1 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20082009 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN KLASIKAL SKRIPSI
0
0
98
TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI SISWA KELAS VIII SMP BOPKRI 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20092010
0
0
113
TINGKAT KEBIASAAN BELAJAR PARA SISWA KELAS VIII SMP BOPKRI 3 YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 20102011 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN BELAJAR KLASIKAL
0
0
86
DESKRIPSI TINGKAT KONSEP DIRI POSITIF SISWA KELAS VIII SMP XAVERIUS KOTA METRO- LAMPUNG TAHUN 20102011 DAN IMPLIKASINYA PADA TOPIK BIMBINGAN KLASIKAL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbi
0
0
125
DESKRIPSI KECERDASAAN EMOSIONAL REMAJA SISWA KELAS VIII SMP STELLA DUCE 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20112012 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN KELOMPOK
0
0
108
DESKRIPSI KEPERCAYAAN DIRI SISWA KELAS VIII SMP JOANNES BOSCO YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 20112012 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN KLASIKAL Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program
0
0
150
DESKRIPSI TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI PARA SISWA-SISWI KELAS XI SMA BOPKRI 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20112012 DAN IMPLIKASINYA PADA USULAN TOPIK BIMBINGAN KLASIKAL SKRIPSI
0
0
95
DESKRIPSI PERSEPSI SISWA KELAS VIII SMP STELLA DUCE 1 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20122013 TERHADAP MANFAAT RAGAM MEDIA BIMBINGAN DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBUATAN MEDIA BIMBINGAN Skripsi
0
0
152
PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PROGRAM IPA DAN IPS KELAS XI SMA BOPKRI 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20102011 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN
0
0
102
STUDI TENTANG KONSEP DIRI SISWA-SISWI KELAS XI SMA SANG TIMUR YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20122013 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN KLASIKAL UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI SISWA SKRIPSI
0
0
82
Show more