PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA ANTARA SISWA DENGAN SISWI KELAS VII SMP TAMAN DEWASA JETIS YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20092010 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mempe

Gratis

0
0
121
4 months ago
Preview
Full text

  

PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA

ANTARA SISWA DENGAN SISWI KELAS VII SMP TAMAN DEWASA JETIS

YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2009/2010 DAN IMPLIKASINYA

TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN

  

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Bimbingan dan Konseling

  

Oleh:

Lucia Nurcahyaningsih

NIM : 051114007

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

  

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2011

   

  

PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA

ANTARA SISWA DENGAN SISWI KELAS VII SMP TAMAN DEWASA JETIS

YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2009/2010 DAN IMPLIKASINYA

TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN

  

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Bimbingan dan Konseling

  

Oleh:

Lucia Nurcahyaningsih

NIM : 051114007

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

  

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2011

  i   ii  

iii  

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

  iv  

  “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barang siapa yang mengasihi Dia”.

  (Yakobus 1 : 12)

  Skripsi ini dipersembahkan untuk : 1.

  Ibu yang telah memberikan doa, dukungan, semangat dan materi untuk menyelesaikan skripsi ini.

  2. St. Aris Widarto yang telah memberikan dukungan, semangat, perhatian dan doa selama ini.

  3. Dunia pendidikan yang telah mendidik dan membimbingku selama menuntut ilmu.

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 21 Januari 2011 Penulis

  Lucia Nurcahyaningsih v

   

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

UNTUK KEPENTINGAN UMUM

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta: Nama : Lucia Nurcahyaningsih Nomor Mahasiswa : 051114007 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, karya ilmiah saya yang berjudul : “PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA

  

ANTARA SISWA DENGAN SISWI KELAS VII SMP TAMAN DEWASA

JETIS YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2009/2010 DAN IMPLIKASINYA

TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN” beserta perangkat yang

diperlukan (bila ada).

  Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk keperluan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya, selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

  Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 21 Januari 2011 Yang menyatakan, Lucia Nurcahyaningsih vi  

  

ABSTRAK

PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA

ANTARA SISWA DENGAN SISWI KELAS VII SMP TAMAN DEWASA JETIS

YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2009/2010 DAN IMPLIKASINYA

TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN

  

Lucia Nurcahyaningsih

051114007

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar mata pelajaran matematika antara siswa dengan siswi kelas VII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta Tahun Ajaran 2009/2010. Masalah pertama yang diteliti adalah “Apakah ada perbedaan motivasi belajar mata pelajaran matematika antara siswa dengan siswi kelas VII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta Tahun Ajaran 2009/2010?” Masalah yang kedua adalah “Topik-topik bimbingan manakah yang sesuai sebagai implikasi dari hasil penelitian?”.

  Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta yang berjumlah 152 siswa. Alat yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket motivasi belajar matematika. Angket ini terdiri atas 8 aspek motivasi belajar matematika yaitu kesenangan dan kenikmatan belajar, orientasi terhadap penguasaan materi, hasrat ingin tahu, keuletan dalam mengerjakan tugas, keterlibatan yang tinggi pada tugas, orientasi terhadap tugas-tugas yang menantang/sulit dan baru, memperhatikan waktu dalam penyelesaian tugas serta menetapkan tujuan yang realistis. Validitas yang diperiksa adalah validitas konstruk. Validitas konstruk adalah suatu validitas yang menunjukkan sampai dimana isi suatu tes atau alat ukur sesuai dengan suatu konsep yang seharusnya menjadi isi tes atau alat ukur. Uji reliabilitas yang digunakan metode belah dua, kemudian penghitungan korelasi reliabilitas digunakan teknik Product-Moment dan Spearman-Brown. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan motivasi belajar mata pelajaran matematika antara siswa dengan siswi kelas VII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta Tahun Ajaran 2009/2010. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu, (nilai t hitung = 1,59; taraf signifikan 5 % dengan dk = 28, nilai t tabel = 2,048). Berdasarkan hasil penelitian selanjutnya, diusulkan topik-topik bimbingan yang sesuai sebagai implikasi dari hasil penelitian. Topik-topik tersebut adalah: Tanggung jawab dalam penyelesaian tugas matematika, Cara belajar matematika yang efektif dan efisien, Kemampuan belajar matematika. vii

   

  

ABSTRACT

THE DIFFERENCE OF LEARNING MOTIVATION OF MATHEMATIC

SUBJECT BETWEEN THE VII GRADE MALE AND FEMALE STUDENTS

  

IN TAMAN DEWASA JUNIOR HIGH SCHOOL JETIS YOGYAKARTA

ACADEMIC PERIOD OF 2009/2010 AND ITS IMPLEMENTATION

TOWARDS THE PROPOSAL ON COUNSELING TOPICS

Lucia Nurchayaningsih

  

051114007

  This research is aimed to know about the difference of learning motivation of mathematic subject between the VII grade male and female students in Taman Dewasa Junior High School Jetis Yogyakarta in academic period of 2009/2010. The first problem studied was “whether there any difference of learning motivation of mathematic subject between the VII grade male and female students in Taman Dewasa Junior High School Jetis Yogyakarta in academic period of 2009/2010?” The second problem is “Which are the counseling topics appropriate as the implication of the study result?”

  The subject of this research was the seventh graders grade students in Taman Dewasa Junior High School Jetis Yogyakarta, in total of152 students. The instrument used in this research was the questionnaire on motivation of mathematic learning. This questionnaire comprised of 8 aspects of mathematic learning motivation, i.e. favorable and enjoyable of doing task, high involvement in task, orientation towards the new and challenging/ difficult tasks, considering the time in complaint task as well as determine the realistic purpose. The validity examined was construct validity. Construct validity is a validity showing what extent to a content of test or measurement tool. The reliability test used was multiple methods, and then the calculation of reliability correlation used the Product-Moment and Spearman-Brown correlation. The technique of data analysis used was the t-test.

  The result of this research showed there is no difference of learning motivation of mathematic subject between the VII grade male and female students in Taman Dewasa Junior High School Jetis Yogyakarta in academic period of 2009/2010. The result of tis research gained, (t value= 1,56; significance level of

  count

  5% by dk = 28, t value = 2,048). Based on the result of this research, it is proposed

  tale

  the topics of counseling which are appropriate as implication of the result of research. These topics are: Responsibility of finishing mathematic task, effective and efficient mathematic learning method, capability of learning mathematic. viii

   

KATA PENGANTAR

  ix  

  Puji dan syukur diucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Diucapkan terima kasih pula kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan, dan dukungan baik secara langsung maupun tidak langsung. Ucapan terima kasih ditujukan kepada : 1.

  Ibu Dr. M.M. Sri Hastuti, M.Si, sebagai Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma.

  2. Dra. M. J. Retno Priyani, M. Si., sebagai dosen pembimbing skripsi yang dengan penuh kesabaran dan ketulusan hati telah memberikan bimbingan, petunjuk, saran, dan dorongan selama menyelesaikan skripsi ini.

  3. Dr. Gendon Barus, M.Si., sebagai dosen penguji yang dengan penuh kesabaran memberikan petunjuk, saran selama menyelesaikan skripsi ini.

  4. A. Setyandari, S.Pd., S.Psi., Psi., M.A., sebagai dosen penguji yang dengan penuh kesabaran memberikan petunjuk, saran selama menyelesaikan skripsi ini.

  5. Para dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma yang telah banyak memberikan bekal dan bantuan selama menjalani tugas studi.

  6. Kepala Sekolah SMP Pangudi Luhur I Yogyakarta, yang telah memberikan ijin mengadakan uji coba alat. x   7.

  Kepala Sekolah SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta, yang telah memberikan ijin mengadakan penelitian.

  8. Ibu Gregoria Sumarjani, yang selalu memberikan cinta kasih, dukungan, doa, semangat dan materi.

  9. St. Aris Widarto yang telah memberikan cinta, doa, dukungan, semangat, perhatian selama menyelesaikan skripsi ini.

  10. Sahabat penulis: Ardi, Hendra, Beatrik, Rini, Andre, Dian, dan semua teman-teman yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan semangat, sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Akhir kata semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan, khususnya dalam bidang Bimbingan dan Konseling. Kritik dan saran demi perbaikan skripsi ini diterima dengan senang hati.

  Yogyakarta, 21Januari 2011 ( Lucia Nurcahyaningsih )

  

DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL …………………………………………………………… i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING………………………………… ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ……………………………….. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ………………………………………... v PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ………………... vi ABSTRAK …………………………………………………………………….... vii ABSTRACT ……………………………………………………………………. viii KATA PENGANTAR ………………………………………………………….. ix DAFTAR ISI ……………………………………………………………………. x DAFTAR TABEL ………………………………………………………………. xiv DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………………………..... xv

  BAB I. PENDAHULUAN ……………………………………………………… 1 A. Masalah …………………………………………………………..

  1 Latar Belakang

  B. Masalah …………………………………………………………………. 4 Rumusan

  C. Penelitian ………………………………………………………………….. 4 Tujuan D.

  Manfaat Penelitian …………………………………………………….......... 5 E. Batasan Istilah ………………………………………………………………. 5

  BAB II. KAJIAN TEORI ………………………………………………………. 6 A. Motivasi Belajar ……………………………………………………………. 6 1. Pengertian Motivasi Belajar ……………………………………………. 6 2. Macam-macam Motivasi Belajar ………………………………………. 8 3.

  11 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar …………………. xi

   

  B.

  Mata Pelajaran Matematika …………………………………………........... 15 1.

  Pengertian Mata Pelajaran Matematika …………………………........... 15 2. Fungsi dan Tujuan Mata Pelajaran Matematika ……………………….. 16 C.

  17 Aspek-aspek Motivasi Belajar Matematika ………………………………..

  D.

  20 Motivasi Belajar Matematika pada Laki-laki dan Perempuan …………….

  1.

  20 Motivasi Belajar Matematika pada Laki-laki ………………………….

  2.

  21 Motivasi Belajar Matematika pada Perempuan ………………………..

  3. Perbedaan Motivasi Belajar Matematika pada Laki-laki dan Perempuan …………………………………………………………

  23 E.

  24 Peranan Guru Pembimbing dalam Meningkatkan Motivasi Belajar ……… F. Hipotesis …………………………………………………………………... 27

  BAB III. METODOLOGI PENELITIAN …………………………………….. 28 A.

  28 Jenis Penelitian …………………………………………………………….

  B.

  28 Subjek Penelitian …………………………………………………………..

  C.

  29 Alat Pengumpul Data ……………………………………………………… 1.

  29 Angket Motivasi Belajar Matematika …………………………….........

  2.

  30 Uji Coba Penelitian …………………………………………………….

  3.

  31 Menentukan Validitas dan Reliabilitas …………………………...........

  a.

  31 Validitas ……………………………………………………............

  b.

  Reliabilitas …………………………………………………............. 32 D.

  34 Pengumpulan Data ………………………………………………………… E.

  35 Teknik Analisis Data ……………………………………………………… xii  

  BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN …………………….. 38 A. Hasil Penelitian ………………………………………………………......... 38 B. Pembahasan Hasil Penelitian ……………………………………………..... 42 BAB V. USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN YANG SESUAI UNTUK SISWA KELAS VII SMP TAMAN DEWASA JETIS YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2009/2010 SEBAGAI IMPLIKASI HASIL PENELITIAN…………………………………………………………. 45 BAB VI. PENUTUP …………………………………………………………… 64 A. Kesimpulan ………………………………………………………………… 64 B. Saran ……………………………………………………………………….. 64 DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………. 66 LAMPIRAN …………………………………………………………………… 69 xiii

   

  

DAFTAR TABEL

  Tabel 1 : Rincian Aspek dan Nomer-nomer Item untuk Uji Coba Penelitian …

  30 Tabel 2 : Rincian Aspek dan Nomer-nomer Item untuk Penelitian……………..

  31 Tabel 3 : Klasifikasi Koefisien Korelasi Reliabilitas suatu Tes ……................... 33 Tabel 4 : Jadwal Pengumpulan Data Penelitian ………………........................... 34 Tabel 5 : Motivasi Belajar Matematika Siswa Berdasarkan Aspek-aspek …….. 39 Tabel 6 : Usulan Topik-Topik Bimbingan yang Sesuai Untuk Siswa Kelas

  VII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta Sebagai Implikasi dari Hasil Penelitian ………………………………………………………

  45 xiv

   

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1 : Angket Motivasi Belajar Matematika ……………………………. 69 Lampiran 2 : Tabulasi Data Uji Coba …………………………………………... 74 Lampiran 3 : Data Uji Coba Validitas Angket …………………………………. 80 Lampiran 4 : Reliability Analysis ………………………………………………. 85 Lampiran 5 : Tabel Persiapan Uji Reliabilitas Angket Motivasi Belajar Mata

  Pelajaran Matematika Siswa Kelas VII SMP Pangudi Luhur I Yogyakarta ……………………………………………………… 87

  Lampiran 6 : Perhitungan Reliabilitas Angket Motivasi Belajar Mata Pelajaran Matematika ……………………………………………………… 89 Lampiran 7 : Tabulasi Data Penelitian ………………………………................

  90 Lampiran 8 : Hasil Perhitungan Uji-t Secara Keseluruhan …………………….

  98 Lampiran 9 : Surat Keterangan Ijin Uji Coba Penelitian ………………............ 102 Lampiran 10: Surat Keterangan Telah Melaksanakan Uji Coba ………………. 103 Lampiran 11: Surat Keterangan Ijin Penelitian ………………………………… 104 Lampiran 12: Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian …………….... 105 xv  

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Belajar merupakan kegiatan yang dilakukan oleh setiap orang. Belajar

  dapat dilakukan dimana saja baik di sekolah maupun di luar sekolah. Dalam kegiatan belajar di sekolah maupun di luar sekolah, siswa membutuhkan adanya motivasi dalam belajar. Motivasi mendorong seseorang melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan yang ingin dicapainya. Motivasi sangat penting, karena motivasi merupakan konsep yang menjelaskan alasan seseorang berperilaku. Motivasi menentukan tingkat berhasil atau gagalnya kegiatan belajar siswa. Belajar tanpa motivasi sulit untuk mencapai keberhasilan secara optimal (Hamalik, 2007). Secara sederhana dapat dikatakan bahwa apabila siswa tidak memiliki motivasi dalam belajar, maka tidak akan terjadi kegiatan belajar pada diri siswa. Ada dua macam motivasi yang mempengaruhi siswa untuk belajar, yaitu motivasi yang muncul dari dalam diri siswa (intrinsik) dan dorongan dari luar (ekstrinsik).

  Apabila motivasi siswa itu rendah, maka dapat dikatakan bahwa prestasi yang bersangkutan akan rendah dan besar kemungkinan siswa tidak akan mencapai tujuan belajar. Bila hal ini tidak diperhatikan, tidak dibantu, maka siswa gagal dalam belajar (Anni, 2004:112).

  Motivasi belajar dapat menumbuhkan semangat belajar sehingga siswa terdorong untuk melakukan perbuatan belajar. Siswa melakukan aktivitas belajar dengan senang hati karena didorong motivasi. Dengan adanya motivasi yang tinggi yang ada dalam diri siswa, maka akan menumbuhkan kesadaran bahwa belajar adalah hal yang sangat penting bagi mereka dan untuk masa depan mereka sendiri.

  Apabila ada siswa yang mengalami penurunan dalam motivasi belajar, khususnya mata pelajaran matematika yang dianggap sulit oleh siswa, berarti siswa cenderung tidak belajar sungguh-sungguh, antara lain: kurangnya perhatian siswa terhadap pelajaran, lupa mengerjakan tugas/PR, kurang persiapan dalam ujian, kurangnya minat untuk membaca, tidak mau bertanya apabila mengalami kesulitan atau tidak jelas dengan materi pelajaran.

  Belajar matematika selama ini masih kurang diminati oleh para siswa, bahkan belajar matematika seakan menakutkan bagi siswa. Beberapa para ahli matematika seperti Ruseffendi (1984:15), mengatakan bahwa kelemahan matematika pada siswa Indonesia, disebabkan karena pelajaran matematika di sekolah ditakuti bahkan dibenci oleh siswa. Menurut Sriyanto (2004) sikap negatif seperti ini muncul karena adanya persepsi bahwa pelajaran matematika dianggap sulit. Banyak faktor yang menyebabkan matematika dianggap pelajaran yang sulit, diantaranya disebabkan karena karakteristik materi matematika yang bersifat abstrak, logis, sistematis, dan penuh dengan lambang-lambang dan rumus yang membingungkan.

  Gollmick dan Sadker (Prayitno, 1989) mengatakan bahwa siswa laki-laki memiliki kemampuan belajar yang lebih kreatif, mandiri, berprestasi tinggi, gigih, percaya diri dan berkemampuan memecahkan masalah. Siswa perempuan memiliki kemampuan belajar yang lebih pasif, tergantung pada guru (tidak mandiri), takut, kurang bersemangat, tertarik dengan masalah-masalah yang sederhana dan bersifat kerumah tanggaan, tertarik pada penampilan fisik, dan kurang tertarik pada masalah akademik.

  Berdasarkan hasil penelitian Maccoby dan Jacklin (Santrock, 2007), laki- laki memiliki kemampuan keruangan visual dan matematika yang lebih baik dibandingkan perempuan, sementara perempuan memiliki kemampuan verbal yang lebih baik dibandingkan laki-laki. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Guilford (Akbar, 2010), menyatakan bahwa otak kanan pada laki-laki lebih berkembang baik dalam kemampuan matematika dan sains, dan sebaliknya otak kiri perempuan lebih berkembang baik dalam kemampuan verbal.

  Laki-laki biasanya mempunyai otak yang lebih besar 10 sampai 15 persen daripada otak perempuan Ankey (Jensen, 2008). Pada umumnya perempuan, memiliki komisura anterior (kumpulan serat antarbelahan otak) lebih besar daripada laki-laki. Kelebihan ini memungkinkan perempuan untuk mengingat informasi verbal dan nonverbal dengan lebih efisien Allen dan Gorski (Jensen, 2008).

  Para ahli perkembangan neuro-anatomi meyakini bahwa laki-laki melebih perempuan dalam tugas-tugas spasial, dan perempuan melebihi laki-laki dalam keterampilan verbal dan membaca (Jensen, 2008). Hal ini membuktikan bahwa memang ada perbedaan jenis kelamin di dalam kemampuan penalaran matematika dan sains, dimana yang lebih unggul adalah laki-laki daripada perempuan.

  Melihat adanya perbedaan jenis kelamin di dalam kemampuan penalaran matematika, diharapkan guru pembimbing dapat menyikapi perbedaan yang ada dan membantu siswa agar termotivasi dalam belajar khususnya mata pelajaran matematika dengan meningkatkan pelayanan bimbingan di sekolah melalui usulan topik-topik bimbingan yang sesuai sebagai implikasi.

  Penelitian ini diadakan untuk memperoleh gambaran mengenai perbedaan motivasi belajar mata pelajaran matematika antara siswa dengan siswi kelas VII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta. Hasil dari penelitian akan digunakan untuk mengusulkan topik-topik bimbingan yang sesuai.

  B. Rumusan Masalah

  Permasalahan pokok dalam penilaian ini dirumuskan sebagai berikut: 1. Apakah ada perbedaan motivasi belajar mata pelajaran matematika antara siswa dengan siswi kelas VII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta tahun Ajaran 2009/2010? 2. Topik-topik bimbingan manakah yang sesuai sebagai implikasi dari hasil penelitian?

  C. Tujuan Penelitian

  Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Memperoleh gambaran mengenai perbedaan motivasi belajar mata pelajaran matematika antara siswa dengan siswi kelas VII SMP Taman

  Dewasa Jetis Yogyakarta tahun Ajaran 2009/2010.

2. Menyusun topik-topik bimbingan yang sesuai sebagai implikasi dari hasil penelitian.

D. Manfaat Penelitian

  Penelitian ini diharapkan memberi manfaat pada beberapa pihak sebagai berikut:

  1. Guru Pembimbing.

  Berdasarkan hasil penelitian tentang perbedaan motivasi belajar mata pelajaran matematika antara siswa dengan siswi kelas VII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta tahun Pelajaran 2009/2010, guru pembimbing dapat mengembangkan topik-topik bimbingan pengembangan motivasi belajar yang sesuai melalui pelayanan bimbingan klasikal di sekolah.

  2. Peneliti.

  Dapat mengetahui gambaran mengenai perbedaan motivasi belajar mata pelajaran matematika antara siswa dengan siswi kelas VII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta tahun Pelajaran 2009/2010.

E. Batasan Istilah 1.

  Motivasi belajar matematika adalah suatu dorongan dari dalam diri untuk mempelajari matematika.

  2. SMP Taman Dewasa Jetis berada di jalan A. M. Sangaji No. 39 Yogyakarta. Sekolah ini merupakan sekolah Swasta milik Yayasan Taman Siswa.

  3. Topik-topik bimbingan adalah tema/pokok bimbingan yang akan dibahas atau disajikan.

BAB II KAJIAN TEORI A. Motivasi Belajar 1. Pengertian Motivasi Belajar Motivasi adalah suatu usaha yang disadari untuk melakukan

  suatu tindakan sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu (Purwanto, 2002). Motivasi adalah kekuatan, baik dari dalam maupun dari luar yang mendorong seseorang untuk mencapai tujuan tertentu (Uno, 2008).

  Mc. Donald dalam Hamalik (2007), mengartikan motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Begitu pula motivasi siswa, energi dalam diri (pribadi) siswa tersebut dapat berupa semangat, sehingga perilakunya mengarah pada kegiatan yang disukai, atau minat yang disukai, mungkin juga dalam motivasi belajar.

  Berdasarkan definisi yang telah dikemukakan di atas dapat disimpulkan, motivasi adalah suatu dorongan yang timbul pada diri seseorang untuk melakukan suatu tindakan karena ingin mencapai tujuan tertentu dalam kehidupannya.

  Motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik, berupa hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar, harapan akan cita-cita. Faktor ekstrinsiknya adalah adanya penghargaan, lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik. Dalam pengertian yang luas, motivasi belajar adalah suatu nilai dan suatu dorongan untuk belajar.

  Winkel (1983:27) mengemukakan pengertian motivasi belajar sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan kegiatan belajar, dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan belajar yang dikehendaki oleh siswa, yakni proses belajar yang baik, dapat tercapai. Motivasi mempunyai peranan penting dalam proses belajar mengajar baik bagi guru maupun siswa.

  Uno (2008) Motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku pada umumnya dengan beberapa indikator meliputi: (1) adanya hasrat dan keinginan berhasil; (2) adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar; (3) adanya harapan dan cita-cita masa depan; (4) adanya penghargaan dalam belajar; (5) adanya kegiatan yang menarik dalam belajar; (6) adanya lingkungan belajar yang kondusif sehingga memungkinkan seseorang siswa dapat belajar dengan baik.

  Bagi siswa motivasi belajar dapat menumbuhkan semangat belajar sehingga siswa terdorong untuk melakukan perbuatan belajar.

  Siswa melakukan aktivitas belajar dengan senang hati karena didorong motivasi. Dengan adanya motivasi yang tinggi yang ada dalam diri siswa, maka akan menumbuhkan keikhlasan dalam belajar dan kesadaran bahwa belajar adalah hal yang sangat penting bagi mereka dan untuk masa depan mereka sendiri di hari kelak. Bahkan motivasi yang tinggi akan menjadikan mereka mempunyai tekad yang kuat untuk belajar dan bersedia menghadapi segala kesulitan-kesulitan yang datang dalam kegiatan belajar para siswa. Motivasi siswa untuk belajar sangat penting dalam proses pembelajaran, dan tentunya motivasi yang tinggi dalam belajar akan meningkatkan prestasi siswa.

  Sering terjadi siswa yang kurang berprestasi bukan di sebabkan oleh kemampuannya yang kurang, tetapi dikarenakan tidak adanya motivasi belajar sehinga ia tidak berusaha untuk mengerahkan segala kemampuannya. Siswa yang berprestasi rendah belum tentu disebabkan oleh kemampuannya yang rendah, tetapi mungkin disebabkan oleh tidak ada dorongan atau motivasi. Peranan guru sangat penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di dalam kelas. Guru membantu siswa untuk mencapai kebutuhan dengan menciptakan suasana kelas yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

  Dari pengertian motivasi belajar yang telah dikemukakan di atas dapat disimpulkan, bahwa motivasi belajar adalah suatu dorongan dari dalam maupun dari luar diri siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, sehingga nantinya siswa dapat belajar dengan baik.

2. Macam-macam motivasi belajar

  Motivasi belajar dibahas dalam dua bentuk, yaitu motivasi belajar intrinsik dan motivasi belajar ekstrinsik. Kedua motivasi belajar ini ada pada diri subyek dan memberikan arah pada kegiatan subyek. a) Motivasi Belajar Intrinsik

  Motivasi belajar intrinsik adalah dorongan untuk mencapai tujuan-tujuan yang terletak di dalam belajar (Kock, 1981). Siswa belajar karena di dorong oleh keinginan untuk mengetahui sesuatu.

  Sardiman (2008) berpendapat bahwa, motivasi belajar intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Contohnya, seorang siswa melakukan kegiatan belajar, karena ingin mendapat pengetahuan, nilai atau keterampilan agar dapat berubah tingkah lakunya secara konstruktif, tidak karena tujuan yang lain. Apabila siswa telah memiliki motivasi intrinsik dalam dirinya, maka ia secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya.

  Djamarah (2008) mengemukakan bahwa motivasi belajar itu intrinsik bila tujuannya tidak dapat terlepas atau melekat dengan situasi belajar, kebutuhan serta tujuan siswa untuk menguasai nilai- nilai yang terkandung di dalam pelajaran itu. Misalnya, siswa cenderung mengerjakan tugas-tugas yang menantang dan berusaha untuk mencari dan menemukan penyelesaiannya sendiri. Siswa termotivasi untuk belajar semata-mata untuk menguasai nilai-nilai yang terkandung dalam bahan pelajaran, bukan karena keinginan lain seperti ingin mendapat pujian, nilai yang tinggi, atau hadiah melainkan ingin mendapatkan ilmu atau pengetahuan.

  Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan, bahwa motivasi belajar intrinsik adalah suatu dorongan untuk mencapai tujuan yang terkandung di dalam perbuatan belajar itu sendiri.

  b) Motivasi Belajar Ekstrinsik

  Motivasi belajar ekstrinsik adalah dorongan untuk mencapai tujuan-tujuan yang terletak di luar perbuatan belajar (Kock, 1981).

  Siswa belajar Menurut Sardiman (2008) motivasi belajar ekstrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif dan berfungsinya karena adanya rangsangan dari luar. Sebagai contoh, seorang siswa itu belajar, dengan harapan mendapatkan nilai baik, sehingga akan dipuji oleh guru, orang tua atau teman-temanya. Jadi yang penting bukan karena belajar ingin mengetahui sesuatu, tetapi ingin mendapatkan nilai yang baik, atau agar mendapat hadiah.

  Motivasi belajar ekstrinsik bukan berarti motivasi yang tidak baik dalam pendidikan. Motivasi belajar ekstrinsik diperlukan agar siswa mau belajar. Berbagai macam cara bisa dilakukan agar siswa termotivasi untuk belajar. Guru yang berhasil mengajar adalah guru yang pandai membangkitkan minat siswa dalam belajar, dengan memanfaatkan motivasi belajar ekstrinsik dan menggunakannya dalam rangka menunjang proses interaksi belajar mengajar di kelas (Djamarah, 2008).

  Sardiman (2008) menegaskan, bukan berarti bahwa motivasi belajar ekstrinsik ini tidak baik dan tidak penting. Dalam kegiatan belajar mengajar, motivasi belajar ekstrinsik sangat perlu dan tetap dibutuhkan, karena keadaan siswa itu dinamis, berubah-ubah, dan juga mungkin komponen-komponen lain dalam proses belajar mengajar ada yang kurang menarik bagi siswa, sehingga perlu motivasi belajar ekstrinsik.

  Motivasi belajar intrinsik dan motivasi belajar ekstrinsik berfungsi sebagai pendorong, penggerak sikap yang terwujud dalam suatu perbuatan yaitu belajar. Motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. Adanya motivasi dalam belajar akan menunjukkan hasil belajar yang baik. Dengan kata lain, dengan adanya usaha yang tekun dan didasari adanya motivasi, maka seseorang yang belajar itu akan dapat mencapai prestasi yang baik.

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar

  Siswa yang melakukan kegiatan belajar mengalami suatu proses yang menghasilkan perubahan dari belum mampu menjadi sudah mampu, sehingga pada akhirnya diperoleh prestasi belajar yang baik. Perubahan- perubahan yang terjadi tergantung pada bermacam-macam faktor. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. Faktor- faktor tesebut adalah: a.

  Minat Menurut Slameto (2010), minat adalah suatu keterikatan atau ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh.

  Siswa yang berminat terhadap suatu aktivitas akan memperhatikan aktivitas itu secara terus-menerus dengan rasa senang. Jika siswa yang kurang berminat terhadap belajar, dapat diusahakan agar ia mempunyai minat yang lebih besar dengan cara menjelaskan hal-hal yang menarik dan berguna bagi kehidupan serta hal-hal yang berhubungan dengan cita-cita serta kaitannya dengan bahan pelajaran yang dipelajarinya.

  Minat besar pengaruhnya terhadap aktivitas belajar. Siswa yang berminat terhadap suatu mata pelajaran akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, karena ada daya tarik baginya. Proses belajar akan berjalan lancar apabila disertai minat. Minat merupakan alat motivasi yang utama yang dapat membangkitkan kegairahan belajar siswa dalam rentang waktu tertentu.

  b.

  Hasrat untuk Belajar Djamarah (2008) mengemukakan, hasrat untuk belajar berarti ada unsur kesengajaan pada diri siswa, sehingga siswa termotivasi untuk belajar. Siswa yang memiliki hasrat untuk belajar akan memperoleh hasil belajar yang lebih baik daripada siswa yang tidak memiliki hasrat untuk belajar.

  c.

  Ingin Memperoleh Nilai Djamarah (2008) mengemukakan, siswa yang hanya ingin memperoleh nilai terbaik (to gain to good mark) memiliki motivasi dan tingkat partisipasi yang tinggi dalam proses kegiatan belajar di kelas. Namun, biasanya motivasi dan partisipasi yang dimiliki oleh siswa ini bersifat labil karena bagi mereka yang penting adalah tahu topik pelajaran mana yang akan keluar saat ujian, kuis, atau tes-tes yang lain, sehingga cara belajar mereka cenderung menghafal, bukan benar-benar memahami topik pelajaran. Kebanyakan siswa yang melakukan kegiatan belajar memiliki tujuan hanya mengejar nilai ulangan atau nilai-nilai pada raport dengan angka baik saja. Angka- angka yang baik itu bagi siswa merupakan motivasi belajar yang sangat kuat. Pencapaian angka-angka seperti itu belum merupakan hasil belajar yang bermakna, karena siswa belum menemukan tujuan utamanya dalam belajar, yaitu memahami bahan yang dipelajarinya, supaya dapat berguna bagi kehidupannya.

  d.

  Kemampuan Belajar Slameto (2010) mengemukakan, dalam belajar dibutuhkan beberapa kemampuan. Kemampuan ini meliputi beberapa aspek psikis yang terdapat pada diri siswa, misalnya pengamatan, ingatan, daya pikir, fantasi.

  Orang belajar dimulai dengan mengamati bahan yang dipelajari. Pengamatan dilakukan dengan mengfungsikan panca indera. Makin baik pengamatan seseorang, makin jelas tanggapan yang terekan dalam dirinya, dan makin mudah memproduksi atau mengingat dan mengolahnya dengan berpikir, sehingga memperoleh sesuatu yang baru. Daya fantasi juga sangat berpengaruh terhadap perolehan pengetahuan, keterampilan dan sikap.

  Jadi, siswa yang memiliki kemampuan belajar tinggi, biasanya lebih bermotivasi dalam belajar, karena siswa seperti itu lebih sering memperoleh sukses, sehingga kesuksesan ini memperkuat motivasinya dalam belajar.

  e.

  Metode Mengajar Guru Menurut Slameto (2010), metode mengajar adalah suatu cara/jalan yang harus dilalui dalam mengajar. Sikap dan cara guru mengajar merupakan faktor yang penting dalam menentukan hasil belajar siswa. Metode mengajar yang kurang baik akan mempengaruhi belajar siswa yang tidak baik pula. Metode mengajar yang kurang baik dapat terjadi misalnya guru kurang persiapan, kurang menguasai bahan pelajaran sehingga guru tersebut menyajikannya tidak jelas atau sikap guru terhadap siswa, atau mata pelajaran itu sendiri tidak baik, sehingga siswa kurang senang terhadap pelajaran atau gurunya. Akibatnya siswa malas untuk belajar.

  Guru yang biasa mengajar dengan metode ceramah saja, menyebabkan siswa bosan, mengantuk, pasif dan hanya mencatat saja.

  Guru yang progresif, berani mencoba metode-metode baru, yang dapat membantu meningkatkan kegiatan belajar mengajar, dan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar.

  f.

  Lingkungan Belajar yang Kondusif Menurut Slameto (2010), membedakan suasana lingkungan belajar menjadi dua, yaitu suasana lingkungan nonsosial dan suasana lingkungan sosial. Yang dimaksud dengan suasana lingkungan nonsosial adalah kondisi tata laksana ruangan tempat belajar. Suasana lingkungan sosial yang dimaksud adalah faktor hubungan sesama manusia yang turut mempengaruhi kegiatan belajar seseorang. Proses belajar yang dilakukan seseorang sangat dipengaruhi oleh hubungan dengan sesama manusia dilihat melalui hubungan siswa di dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat atau pergaulannya. Di dalam lingkungan keluarga dibutuhkan hubungan yang harmonis antara siswa dengan anggota keluarga (ayah, ibu, adik, kakak, dll) yang dapat menumbuhkan semangat belajar bagi siswa. Untuk mengembangkan hubungan siswa di dalam lingkungan sekolah, dapat ditunjukkan dengan adanya kedekatan antara guru dan teman-teman sekolah, sehingga terjalin hubungan yang baik dan akrab, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Dalam hubungan siswa dengan masyarakat, dibutuhkan bentuk pergaulan yang dapat memberikan nilai lebih tersendiri dalam mengembangkan kemajuan belajar maupun pengembangan wawasan siswa, sehingga siswa akan memiliki motivasi belajar yang lebih pula.

B. Mata Pelajaran Matematika 1. Pengertian Mata Pelajaran Matematika

  Menurut bahasa Latin matematika berasal dari kata ”manthanein atau mathema” yang berarti belajar atau hal yang dipelajari. Matematika

  dalam bahasa Belanda disebut “wiskunde atau ilmu pasti, yang semuanya berkaitan dengan penalaran (Depdiknas, 2003). Mata pelajaran

  matematika merupakan seperangkat kompetensi dasar ilmu pasti atau bernalar yang harus dicapai oleh siswa per kelas dan per satuan pendidikan sesuai dengan tingkat pencapaian hasil belajar (Nurhadi, 2004).

2. Fungsi dan Tujuan Mata Pelajaran Matematika

  Fungsi mata pelajaran matematika adalah mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur, menurunkan dan menggunakan rumus matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari melalui materi pengukuran dan geometri, aljabar, dan trigonometri. Matematika juga berfungsi mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan dengan bahasa melalui model matematika yang dapat berupa kalimat dan persamaan matematika, diagram, grafik atau tabel (Nurhadi, 2004).

  Tujuan pelajaran matematika menurut Nurhadi (2004) adalah sebagai berikut : 1)

  Melatih cara berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, misalnya melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, dan eksperimen. 2)

  Mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan dengan mengembangkan rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan, serta mencoba-coba.

3) Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.

  4) Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan, catatan, grafik, peta, diagram, dalam menjelaskan gagasan.

  Ruang lingkup mata pelajaran matematika di SMP menurut Depdiknas (2003), merupakan seperangkat kompetensi matematika yang dibakukan dan harus ditunjukkan oleh siswa pada hasil belajarnya dalam mata pelajaran matematika. Standar ini dirinci dalam komponen kompetensi dasar beserta hasil belajarnya, indikator, dan materi pokok, untuk setiap aspeknya. Standar kompetensi mata pelajaran matematika SMP dikelompokkan ke dalam 13 standar kompetensi yang tercakup pada 4 aspek matematika (bilangan, geometri dan pengukuran, peluang dan statistika, aljabar).

  Tiga belas standar kompetensi tersebut menurut Depdiknas (2003) sebagai berikut: a.

  Melakukan operasi hitung bilangan serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah.

  b.

  Memahami dan dapat melakukan operasi bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear satu variable, himpunan serta dapat menggunakan dalam pemecahan masalah.

  c.

  Mengidentifikasi garis, sudut, dan bangunan datar serta dapat menentukan besaran-besaran yang ada di dalamnya.

  d.

  Memahami dan melakukan operasi, fungsi, persamaan garis, dan system persamaan, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.

  e.

  Menentukan panjang suatu garis dalam segi tiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah.

  f.

  Mengidentifikasi lingkaran serta menentukan besaran-besaran yang terkain di dalamnya.

  g.

  Mengidentifikasi bangun ruang sisi lengkung (BRSL) serta menentukan besaran-besarannya.

  h.

  Memahami kesebangunan bagun datar. i.

  Mengidentifikasi bangun ruang sisi datar serta dapat menentukan besaran-besaran di dalamnya. j.

  Melakukan kegiatan statistika. k.

  Melakukan operasi pangkat tak sebenarnya dan logaritma. l.

  Menentukan pola, deret bilangan dan menggunakannya dalam pemecahan masalah. m.

  Memahami dan menggunakan persamaan kuadrat dalam pemecahan masalah.

C. Aspek-aspek Motivasi Belajar Matematika.

  Menurut Gottried dalam Sudjana (2006:60), mengemukakan bahwa motivasi belajar matematika yang tinggi terdiri dari beberapa aspek, yaitu : a.

  Kesenangan kenikmatan untuk belajar.

  Siswa menaruh perhatian dan minat terhadap kegiatan belajar matematika dan merasa senang sewaktu mengerjakan tugas-tugas matematika yang diberikan oleh guru di sekolah. Menurut Slameto (2010), minat adalah suatu rasa keterikatan dan suka pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Belajar pada bidang-bidang yang diminati dan didukung dengan bakat serta talenta yang sesuai, akan membawa gairah dan memberi kenikmatan dalam mempelajari atau menjalaninya. Siswa yang memiliki minat terhadap matematika cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pelajaran matematika. Minat belajar matematika yang besar cenderung menghasilkan prestasi yang tinggi dalam pelajaran matematika.

  b.

  Orientasi terhadap penguasaan materi.

  Suatu kemampuan yang diperoleh siswa dengan menguasai materi- materi matematika yang disajikan di sekolah. Penggunaan materi matematika yang sudah diberikan oleh guru atau yang sudah dipelajari mampu diterima dan diingat lebih mudah oleh siswa. Siswa dapat meningkatkan pemahaman dan menanamkan suatu pengharapan pada diri siswa, bahwa yang sedang dipelajarinya sekarang juga berhubungan dengan pelajaran yang akan datang.

  c.

  Hasrat ingin tahu.

  Di dalam diri siswa ada potensi yang besar yaitu rasa ingin tahu terhadap sesuatu. Rasa ingin tahu pada siswa menimbulkan kegiatan yang positif. Adanya suatu keinginan yang mendorong siswa untuk mencari hal-hal baru yang berkaitan dengan mata pelajaran matematika, dan mencarinya lebih luas lagi. d.

  Keuletan dalam mengerjakan tugas.

  Siswa tekun atau rajin dan memusatkan perhatian sepenuhnya untuk menyelesaikan tugas matematika yang diberikan oleh guru dan tidak mudah menyerah atau putus asa apabila menghadapi kesulitan dalam memecahkan suatu masalah atau soal.

  e.

  Keterlibatan yang tinggi pada tugas.

  Siswa aktif dalam mengerjakan tugas matematika, mampu berkonsentrasi dan memusatkan pikiran pada tugas matematika yang diberikan oleh guru, serta mau memanfaatkan waktu luang untuk belajar setelah pulang sekolah tanpa disuruh.

  f.

  Orientasi terhadap tugas-tugas yang menantang, sulit dan baru.

  Siswa termotivasi untuk menyelesaikan dan mengerjakan tugas-tugas matematika yang menantang, sulit ataupun baru dipelajari daripada tugas-tugas yang mudah.

  g.

  Memperhatikan waktu dalam penyelesaian tugas.

  Siswa akan berusaha untuk menyelesaikan setiap tugas matematika yang diberikan oleh guru dengan tepat waktu tanpa ditunda-tunda.

  h.

  Menetapkan tujuan yang realistis.

  Siswa mampu dalam menetapkan tujuan yang realistis sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Siswa juga mampu berkonsentrasi terhadap setiap langkah untuk mencapai tujuan dan mengevaluasi setiap kemajuan yang telah dicapai.

D. Motivasi Belajar Matematika pada Laki-laki dan Perempuan.

1. Motivasi Belajar Matematika pada Laki-laki

  Akbar (2010), menyatakan bahwa ketika memasuki masa remaja, kemampuan keruangan visual, matematik, dan sains anak laki-laki menjadi lebih menonjol dibanding anak perempuan.

  Maccoby dan Jacklin (Santrock, 2007), menyimpulkan bahwa laki- laki memiliki keterampilan matematika dan pengenalan ruang yang lebih baik dari pada anak perempuan. Guilford dalam Akbar (2010), menyatakan bahwa otak kanan pada laki-laki lebih berkembang baik dari pada perempuan.

  Gollmick dan Sadker (Prayitno, 1989) mengatakan bahwa anak laki- laki dalam kemampuan belajar lebih kreatif, mandiri, berprestasi tinggi, gigih, percaya diri dan berkemampuan memecahkan masalah.

  Goldstein dan Kimura (Santrock, 2007), mengatakan bahwa ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam aktivitas otak. Perbedaan dalam aktivitas otak pada laki-laki sebagai berikut : bagian hipotalamus pada laki-laki lebih besar yang berperan aktif dalam perilaku seksual; cenderung lebih besar pada laki-laki di area lobus parietal yang berfungsi dalam keterampilan visuospasial.

  Laki-laki umumnya mempunyai otak yang lebih besar 10 sampai 15 persen daripada otak perempuan Ankey (Jensen, 2008). Para ahli perkembangan neuro-anatomi meyakini bahwa laki-laki melebih perempuan dalam tugas-tugas spasial. Hal ini memungkinkan adanya pendapat bahwa laki-laki melebihi perempuan dalam tugas-tugas spasial, dan perempuan melebihi laki-laki dalam keterampilan verbal dan membaca.

  Menurut Jensen (2008), laki-laki biasanya lebih unggul daripada perempuan dalam keterampilan atau tugas-tugas sebagai berikut : 1.  

  Terampil dalam menentukan target 2.  

  Mengolah perbendaharaan kata 3.  

  Konsentrasi dan fokus yang lebih luas 4.

   

  Kemampuan matematis dan penyelesaian masalah 5.

   

  Terampil dalam bentuk-bentuk geometris ruang 6.  

  Terampil dalam tugas spasial

   

  Eccles (Santrock, 2007), mengatakan bahwa laki-laki mempunyai bakat matematika yang lebih dari pada perempuan, dan dipandang bahwa laki-laki yang paling cocok untuk berkarir dalam pekerjaan yang berkaitan dengan matematika sehingga motivasi belajar matematika laki-laki lebih tinggi dari perempuan.

  Dari beberapa uraian di atas dapat diambil kesimpulan, bahwa anak laki-laki memiliki kemampuan dan keterampilan dalam matematika, pengenalan ruang, sains dan spasial daripada anak perempuan. Dari kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki maka, laki-laki dituntut untuk bersikap aktif, berani, tangguh menghadapi kesulitan, tidak boleh cepat menyerah, dan dalam bekerja lebih menggunakan otak, sehingga anak laki-laki akan lebih termotivasi dalam belajar matematika.

    2.

   Motivasi Belajar Matematika pada Perempuan

  Maccoby dan Jacklin (Santrock, 2007), menyimpulkan bahwa perempuan memiliki kemampuan yang lebih baik pada kemampuan verbal. Akbar (2010) menyatakan bahwa, dalam kemampuan kreativitas verbal di masa remaja anak perempuan tampak semakin mengungguli anak laki-laki.

  Menurut Guilford (Akbar, 2010), otak kiri perempuan lebih berkembang baik daripada laki-laki. Pada umumnya perempuan, memiliki

  

komisura anterior (kumpulan serat antarbelahan otak) lebih besar daripada

  laki-laki. Kelebihan ini memungkinkan perempuan untuk mengingat informasi verbal dan nonverbal dengan lebih efisien Allen dan Gorski (Jensen, 2008).

  Gollmick dan Sadker (Prayitno, 1989) mengatakan bahwa anak perempuan dalam kemampuan belajar lebih pasif, tergantung pada guru (tidak mandiri), takut, kurang bersemangat, tertarik dengan masalah- masalah yang sederhana dan bersifat kerumah tanggaan, tertarik pada penampilan fisik, dan kurang tertarik pada masalah akademis.

  Menurut Jensen (2008), perempuan biasanya lebih unggul daripada laki-laki dalam keterampilan atau tugas-tugas sebagai berikut ;

  1. Keterampilan motorik yang baik dan mampu menggerakkan jari jemari dengan cepat dalam kesatuan.

  2. Mampu bekerja dalam berbagai tugas dalam satu waktu 3.

  Mampu mengingat posisi objek dalam satu susunan 4. Fasih dalam mengolah kata-kata 5. Mampu mengingat petunjuk di sepanjang rute perjalanan 6. Terampil menggunakan memori verbal (memproses bahasa dengan lebih cepat dan akurat)

  7. Memiliki sensitivitas yang lebih besar pada sentuhan 8.

  Terampil membaca ekspresi bahasa tubuh atau mimik wajah Pada umumnya perempuan termasuk siswa yang superior, memperoleh ranking lebih tinggi, dan memiliki kemampuan membaca yang lebih baik dibandingkan laki-laki. Perempuan cenderung lebih baik dalam menangani materi-materi akademis, memberikan perhatian terhadap pelajaran di kelas, berusaha lebih keras dalam menyelesaikan tugas-tugas akademis, dan berpartisipasi di kelas dibandingkan laki-laki DeZolt dan Hull (Santrock, 2007).

  Dari beberapa uraian di atas dapat diambil kesimpulan, bahwa anak perempuan memiliki keterampilan dalam bidang memori verbal dan memproses bahasa dengan lebih cepat dan lebih akurat. Dari kelebihan yang dimiliki oleh anak perempuan, maka dituntut untuk cepat menyesuaikan diri dengan anak laki-laki dalam bidang matematika, sains, dan pengenalan ruang atau spasial, sehingga nantinya anak perempuan akan lebih termotivasi dalam belajar matematika.

3. Perbedaan Motivasi Belajar Matematika pada Laki-laki dan Perempuan

  Pada umumnya anak laki-laki menunjukkan sedikit kelebihan dalam pelajaran matematika daripada anak perempuan. Dikatakan bahwa laki- laki mempunyai bakat matematika yang lebih daripada perempuan dan disebutkan bahwa laki-laki yang paling cocok untuk berkarir dalam pekerjaan yang berkaitan dengan matematika sehingga motivasi belajar matematika laki-laki lebih tinggi dari perempuan Eccles (Santrock, 2007).

  Perempuan memiliki kemampuan verbal dan memproses bahasa yang lebih baik dibandingkan laki-laki Allen dan Gorski (Jensen, 2008).

  Laki-laki dalam kemampuan belajar cenderung lebih kreatif, mandiri, berprestasi tinggi, gigih, percaya diri dan berkemampuan memecahkan masalah Gollmick dan Sadker (Prayitno, 1989). Dari kemampuan belajar yang dimiliki oleh laki-laki diharapkan laki-laki lebih termotivasi dalam belajar matematika.

  Perempuan memiliki keterampilan dalam bidang memori verbal dan memproses bahasa dengan lebih cepat dan lebih akurat. Dari kelebihan yang dimiliki oleh anak perempuan, maka dituntut untuk cepat menyesuaikan diri dengan anak laki-laki dalam bidang matematika, sains, dan pengenalan ruang atau spasial, sehingga nantinya anak perempuan akan lebih termotivasi dalam belajar matematika.

  Dari beberapa uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan motivasi belajar matematika laki-laki dan perempuan dapat terlihat dari kemampuan belajar, keterampilan, dan kemampuan otak.

  E.

  

Peranan Guru Pembimbing dalam Meningkatkan Motivasi Belajar

Matematika

  Bimbingan berfungsi memberikan bantuan kepada siswa untuk mengenali dan memahami dirinya dalam semua aspek, baik pribadi, belajar, sosial, dan karier. Bimbingan juga mempunyai tujuan agar para siswa dapat bertanggung jawab untuk menilai kemampuannya sendiri, menyiapkan kehidupan yang efektif, dan berkembang secara optimal (Hamalik, 2007).

  Sebagai seorang guru pembimbing dalam belajar diharapkan mampu untuk mengenal dan memahami setiap siswa baik secara individu maupun kelompok; memberikan informasi kepada siswa mengenai hal-hal yang diperlukan dalam proses belajar; memberikan kesempatan yang memadai agar setiap siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan pribadinya; membantu setiap siswa dalam mengatasi masalah-masalah pribadi yang dihadapinya; menilai keberhasilan setiap langkah kegiatan yang telah dilakukannya (Slameto, 2010). Membimbing dalam hal ini dapat dikatakan sebagai kegiatan menuntun siswa dalam perkembangannya dengan cara memberikan lingkungan dan arah yang sesuai agar tercipta perkembangan yang optimal. Guru pembimbing ikut berperan dalam membantu memecahkan persoalan-persoalan atau kesulitan yang dihadapi oleh siswa, sehingga diharapkan dapat menciptakan perkembangan yang lebih baik pada diri siswa, baik perkembangan fisik maupun mental. Guru mengharapkan adanya interaksi belajar antara dirinya dan siswanya, melalui interaksi akan terlihat suatu komunikasi yang baik sehingga dengan komunikasi tersebut siswa dapat menyampaikan segala masalah yang dihadapi, misalnya mengenai suatu mata pelajaran.

  Guru pembimbing haruslah peka terhadap masalah yang dihadapi oleh siswa. Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh siswa adalah kurangnya motivasi belajar khususnya dalam mata pelajaran matematika. Seorang guru pembimbing perlu membantu siswa untuk lebih menyadari perbedaan tentang jenis kelamin berpengaruh tidak baik dalam sikap, atau tingkah laku dan cara berpikir siswa, maka dibutuhkan adanya pelayan bimbingan. Salah satunya melalui pelayanan bimbingan belajar agar siswa dapat mencapai tujuan belajar.

  Tujuan bimbingan belajar adalah untuk membantu siswa agar mendapat penyesuaian yang baik di dalam belajar, sehingga siswa dapat belajar dengan efisien sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, dan mencapai perkembangan yang optimal.

  Menurut Ahmadi dan Supriyono (1991), tujuan pelayanan bimbingan belajar dapat di rinci sebagai berikut : a.

  Mencarikan cara-cara belajar yang efisien dan efektif bagi siswa.

  b.

  Menunjukkan cara-cara mempelajari sesuai dan menggunakan buku pelajaran.

  c.

  Membuat tugas sekolah dan mempersiapkan diri dalam ujian.

  d.

  Memilih suatu bidang belajar sesuai dengan bakat, minat, kecerdasan, cita-cita dan kondisi fisik atau kesehatan.

  e.

  Menunjukkan cara-cara menghadapi kesulitan dalam bidang belajar tertentu.

  f.

  Menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajar.

  g.

  Memilih pelajaran tambahan baik yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah maupun untuk pengembangan bakat.

  Di dalam kegiatan belajar, guru pembimbing mempunyai peranan dalam meningkatkan motivasi belajar khususnya terhadap mata pelajaran matematika. Menurut Hudojo (1988), cara untuk meningkatkan motivasi belajar matematika pada siswa sebagai berikut : a.

  Memberikan rasa puas kepada siswa dalam memahami materi matematika, agar siswa dapat berhasil mencapai tujuan belajar.

  b.

  Membuat suasana kelas yang menyenangkan, agar siswa mempunyai semangat mengikuti pelajaran matematika. c.

  Mengusahakan pengaturan kelas yang bervariasi sehingga rasa bosan menjadi berkurang dan perhatian siswa meningkat terhadap pelajaran matematika.

  d.

  Menimbulkan minat siswa terhadap materi matematika yang dipelajari oleh siswa.

  e.

  Memberikan komentar kepada hasil-hasil yang telah dicapai oleh siswa dalam belajar matematika.

  f.

  Memberikan kepada siswa kesempatan untuk berkompetisi.

F. Hipotesis

  Hipotesis penelitian ini adalah : Tidak ada perbedaan motivasi belajar mata pelajaran matematika antara siswa dengan siswi kelas VII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta tahun Ajaran 2009/2010.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan

  metode survei. Menurut Furchan (1982:415), penelitian deskriptif dirancang untuk memperoleh informasi tentang status gejala pada saat penelitian dilakukan.

  Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai perbedaan motivasi belajar terhadap mata pelajaran matematika antara siswa dengan siswi kelas VII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta tahun Ajaran 2009/2010.

B. Subjek Penelitian

  Jenis penelitian ini adalah penelitian populasi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Taman Dewasa Jetis tahun Ajaran 2009/2010, yang terdiri dari 5 kelas dengan jumlah 152 siswa. Subjek untuk penelitian sesungguhnya diambil 156 siswa dari 5 kelas, namun saat penelitian dilakukan, dari masing-masing kelas, 4 orang siswa tidak hadir.

C. Alat Pengumpul Data 1.

  Angket Motivasi Belajar Matematika Penelitian ini menggunakan alat pengumpul data berupa angket, dengan menggunakan skala motivasi belajar matematika, dimana item- item yang digunakan pada skala motivasi belajar matematika berdasarkan aspek-aspek motivasi belajar matematika yang dikemukakan oleh Gottried (Sudjana, 2006) yaitu kesenangan dan kenikmatan belajar, orientasi terhadap penguasaan materi, hasrat ingin tahu, keuletan dalam mengerjakan tugas, keterlibatan yang tinggi pada tugas, orientasi terhadap tugas-tugas yang menantang/sulit dan baru, memperhatikan waktu dalam penyelesaian tugas dan yang terakhir menetapkan tujuan yang realistis. Angket terdiri dari dua bagian yaitu : (1) bagian penjelasan dan petunjuk pengisian, dan (2) isi angket motivasi belajar matematika .

  Masing-masing item dilengkapi 4 kemungkinan jawaban: sangat sering, sering, kadang-kadang, dan tidak pernah. Pada saat mengisi angket, siswa diminta memilih satu dari ke-empat alternatif pilihan jawaban untuk tiap item. Setiap alternatif jawaban diberi skor yang besarnya berbeda-beda berdasarkan sifat item. Favorabel : Unfavorabel : Sangat Sering = 4 Sangat Sering = 1 Sering =

  3 Sering =

  2 Kadang-kadang = 2 Kadang-kadang = 3 Tidak pernah = 1 Tidak pernah = 4 Tabel 1. Rincian Aspek dan Nomer-nomer Item untuk Uji Coba penelitian.

  No. Item Jumlah No. Aspek Item Favorabel Unfavorabel

  1. Kesenangan kenikmatan untuk belajar. 1,2,3,4 5,6,7,8

  8

  2. Keterlibatan yang tinggi pada tugas. 9,10,11,12 13,14,15,16

  8

  3. Keuletan dalam mengerjakan tugas. 17,18,19,20 21,22,23,24

  8

  4. Orientasi terhadap penguasaan materi. 25,26,27,28 29,30,31,32

  8

  5. Hasrat ingin tahu. 33,34,35,36 37,38,39,40

  8

  6. Orientasi terhadap tugas-tugas yang 41,42,43,44 45,46,47,48

  8 menantang, sulit dan baru.

  7. Memperhatikan waktu dalam 49,50,51,52 53,54,55,56

  8 penyelesaian tugas.

  8 Menetapkan tujuan yang realistis. 57,58,59,60 61,62,63,64

  8 Total

  64 2. Uji Coba Penelitian

  Sebelum angket digunakan untuk penelitian, terlebih dahulu diuji cobakan untuk mendapatkan keterangan mengenai mutu alat ukur.

  Pengujian alat ukur dilakukan untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas alat ukur yang digunakan, sehingga diperoleh kelayakan penggunaannya sebagai alat ukur yang handal dan memenuhi syarat. Uji coba penelitian dilaksanakan di SMP Pangudi Luhur I Yogyakarta dengan mengambil subjek sebanyak 84 responden berasal dari 3 kelas. Uji coba ini dilaksanakan di kelas VII A, VII B dan VII E pada tanggal

  21 Mei 2010, pengisian angket diambil pada jam mata pelajaran bimbingan dan konseling yang berlangsung kurang lebih 40 menit per kelas. Dari hasil uji coba tersebut, dilakukan perbaikan item-item yang gugur atau valid. Tabel 2 : Rincian Aspek dan Nomer-nomer Item untuk Penelitan.

  No Aspek No. Item Jumlah Item Favorabel Unfavorabel 1.

  27,28 33,34,35,46 41,42,43,44 49,50,51,52 57,58,59,60

  Validitas Validitas adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya diukur (Masidjo, 1995:242). Pada penelitian ini, peneliti menggunakan validitas konstruksi atau konsep. Validitas konstruksi adalah suatu validitas yang menunjukkan sampai dimana isi suatu tes atau alat pengukur sesuai dengan suatu konsep yang seharusnya menjadi isi tes atau alat pengukur tersebut atau konstruksi teoritis yang mendasari disusunya tes atau alat pengukur tersebut (Masidjo, 1995:244).

  60 3. Menentukan Validitas dan Realibilitas a.

  8 Total

  8

  8

  8

  4

  8

  8

  8

  5,6,7,8 13,14,15,16 21,22,23,24

  2.

  29,30,31,32 37,38,39,40 45,46,47,48 53,54,55,56

  17,18,19,20 25,26

  1,2,3,4 9,10,11,12

  Memperhatikan waktu dalam penyelesaian tugas. Menetapkan tujuan yang realistis.

  Keterlibatan yang tinggi pada tugas. Keuletan dalam mengerjakan tugas. Orientasi terhadap penguasaan materi. Hasrat ingin tahu. Orientasi terhadap tugas-tugas yang menantang, sulit dan baru.

  8 Kesenangan kenikmatan untuk belajar.

  7.

  6.

  5.

  4.

  3.

  Perhitungan taraf validitas dilakukan dengan memberi skor pada setiap item dan mentabulasi data ujicoba. Selanjutnya proses perhitungan dilakukan dengan program SPSS (Statistical Program For Social Science) versi 12,0 for windows agar lebih efektif dan efisien.

  Penentuan validitas item-item menggunakan patokan koefisien korelasi minimum 0,30. Dengan demikian item yang koefisien korelasinya lebih kecil dari 0,30 dinyatakan gugur sehingga tidak dapat digunakan sebagai item pengumpul data. Koefisien korelasi yang lebih besar atau sama dengan 0,30 dinyatakan valid, sehingga dapat digunakan sebagai item pengumpulan data (Azwar,1999: 65).

  Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan terhadap 64 item pada angket motivasi belajar mata pelajaran matematika dinyatakan 3 gugur.

  b.

  Reliabilitas Reliabilitas suatu tes adalah taraf sampai dimana suatu alat ukur mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukuran yang diperlihatkan dalam taraf ketetapan dan ketelitian hasil (Masidjo, 1995:209).

  Untuk mengukur tingkat reliabilitas, peneliti menggunakan metode belah dua atau metode gasal-genap. Menurut Masidjo (1995:218) metode ini dipakai untuk suatu tes pada sekelompok siswa. Dimana hasil dari suatu tes dibagi atau dibelah menjadi dua bagian, yaitu bagian pertama berupa hasil atau skor yang berasal dari item- item bernomor gasal dan bagian kedua berupa hasil atau skor yang berasal dari item-item bernomor genap. Reliabilitas angket motivasi belajar ditentukan dengan cara.

  Langkah I : Menghitung koefisien korelasi skor item ganjil dan skor item genap dengan teknik korelasi Product-Moment dari Pearson dengan rumus :

  N ∑xy – (∑x)(∑y)

  r = xy

  2

  2

  2

  2

  {N - ( }{N – ( } ∑X ∑X) ∑Y ∑Y)

  Keterangan: xy r = Koefisien ganjil-genap N = Jumlah subjek X = Belahan ganjil Y = Belahan genap

  Langkah II : Menghitung reliabilitas skor item ganjil dan skor item genap dengan rumus Spearman-Brown sebagai berikut : gg 2xr

  r = tt gg

   1+r

  Keterangan :

  r = Koefisien reliabilitas tt r = Koefisien korelasi ganjil-genap gg

  Tabel 3 : Klasifikasi Koefisien Korelasi Reliabilitas suatu Tes Koefisien korelasi Klasifikasi

  ± 0,91 - ± 1,00 Sangat Tinggi ± 0,71 - ± 0,90 Tinggi ± 0,41 - ± 0,70 Cukup ± 0,21 - ± 0,40 Rendah

  Negatif - ± 0,20 Sangat Rendah

Sumber : Masidjo. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah.

  

Yogyakarta: Kanisius. Hal 209. Dalam penelitian ini, perhitungan korelasi belahan ganjil-genap uji coba angket motivasi belajar matematika, atas dasar taraf signifikansi 5 % untuk N = 84 dituntut rxy = 0,82. Koefisien reliabilitas yang diperoleh rxy = 0,90 (dibulatkan dua angka dibelakang koma). Jadi taraf reliabilitas uji coba termasuk dalam klasifikasi tinggi. (dalam lampiran 6)

D. Pengumpulan Data 1.

  Tahap Persiapan Sebelum penelitian dilaksanakan, koordinator BK SMP Taman

  Dewasa Jetis Yogyakarta dihubungi untuk dimintai ijin mengadakan penelitian, dengan tujuan untuk memperoleh informasi dan waktu (jadwal) yang tepat untuk penelitian.

2. Pelaksanaan Penelitian

  Jumlah Siswa Total

  18

  Penelitian dilaksanakan di SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta, pada tanggal 14 – 15 Juni 2010. Subjek penelitian ini berasal dari 5 kelas dengan jumlah 152 responden. Pengisian angket ini berlangsung kurang lebih 30 menit per kelas dengan didampingi oleh Ibu Giri Musi Astiti, S.Pd.

  13 32 -

  19

  15 Juni 2010 10.15 – 10.45

  VII E

  12 31 -

  19

  15 Juni 2010 09.15 – 10.15

  1 VII D

  30

  12

  15 Juni 2010 08.30 – 09.00

  Siswa yang tidak hadir L P

  1 VII C

  Tabel 4. Jadwal Pengumpulan Data Penelitian Kelas Tanggal Waktu

  12

  18

  14 Juni 2010 09.15 – 09.45

  2 VII B

  29

  12

  17

  14 Juni 2010 08.30 – 09.00

  VII A

  30

E. Teknik Analisis Data

  Teknik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji t. Uji t digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel mandiri (Sugiyono, 2007:119). Sebelum menguji hipotesis maka peneliti harus menempuh langkah – langkah sebagai berikut :

  Langkah 1 : Rumus Mean ∑X

  Mean = N

  Keterangan :

  ∑X = Jumlah keseluruhan total skor N = Jumlah seluruh subjek

  Langkah 2 : Rumus standart deviasi

  1

  2

  2 Standart deviasi = N – (

  ∑X ∑X) N

  Keterangan : N : Jumlah sampel

  : Jumlah skor keseluruhan ∑X

  2

  : Jumlah skor dikuadratkan ∑X

  Langkah 3 : Untuk menentukan rumus uji t, yang akan digunakan untuk pengujian hipotesis, maka perlu diuji dulu varians ke dua sampel homogen atau tidak. Pengujian homogenitas varians menggunakan uji F dengan rumus: Varian terbesar

  F = Varian terkecil Kemudian hasil uji F hitung, dibandingkan dengan F tabel ( Sugiyono, 2007:136).

  Langkah 4 : Menghitung derajat kebebasan dengan rumus : db = N – N –2

  1

2 Langkah 5 : Menghitung uji t dengan rumus :

  X

  1 − X

  2

  t =

  2

  2

  (N – 1)S + (N – 1)S 1 1

  1

  1

  2

  2 N + N – 2 N N

  1

  2

  1

  2 Keterangan :

  X : Mean

12 S : Simpangan baku sampel

  12

  2 S : Jumlah skor simpangan yang dikuadratkan

  12 N : Jumlah Sampel

  Hasil dari uji-t secara keseluruhan adalah 1,59 ( dibulatkan dua angka dibelakang koma ). Hasil tersebut selengkapnya dapat dilihat pada lembar lampiran 8.

  Hipotesis penelitian : Ada perbedaan motivasi belajar mata pelajaran matematika antara siswa dengan siswi kelas VII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta tahun Ajaran 2009/2010. Hipotesis nol :

  Tidak adanya perbedaan motivasi belajar mata pelajaran matematika antara siswa dengan siswi kelas VII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta tahun Ajaran 2009/2010. Nilai t hitung = 1,59 taraf signifikan 5 % dengan dk = 28, nilai t tabel = 2,048 ( t hitung < dari t tabel ). Jadi hipotesis nol diterima penelitian ditolak. Berarti tidak ada perbedaan motivasi

  dan hipotesis

  belajar mata pelajaran matematika

  antara siswa dengan siswi kelas VII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta tahun Ajaran 2009/2010.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini akan diuraikan hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian

  guna untuk menjawab rumusan masalah yaitu “Apakah terdapat perbedaan motivasi belajar mata pelajaran matematika antara siswa dengan siswi kelas VII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta tahun Ajaran 2009/2010?”.

A. Hasil Penelitian

  Hasil dari penelitian motivasi belajar mata pelajaran matematika antara siswa dan siswi kelas VII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta tahun Ajaran 2009/2010, menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan motivasi belajar mata pelajaran matematika antara siswa dan siswi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu, nilai t hitung = 1,59 taraf signifikan 5 % dengan dk = 28, nilai t tabel = 2,048 (dapat dilihat di lembar lampiran 8).

  Hasil penelitian tersebut digunakan sebagai dasar menyusun topik bimbingan bagi siswa dan siswi kelas VII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta. Hasil perhitungan menggunakan Skor Skala Lima tipe I yaitu: dengan cara mencari nilai total skor per aspek, setelah itu mencari nilai rata- rata mean, serta nilai standar deviasi secara keseluruhan per aspek. Siswa dapat dikatakan memiliki motivasi belajar matematika yang tinggi apabila memperoleh skor sama atau lebih tinggi dari rata-rata mean per aspek. Sebaliknya, siswa dapat dikatakan memiliki motivasi belajar matematika yang rendah apabila memperoleh skor di bawah rata-rata mean per aspek. Penggolongan motivasi belajar matematika siswa berdasarkan aspek-aspek dapat disajikan dalam tabel di bawah ini : Tabel 5. Motivasi Belajar Matematika Siswa Berdasarkan Aspek-aspek

  Jenis Kelamin

  Perempuan

  a. Dikalangan siswa laki-laki terdapat 50 (55%) lebih tinggi daripada siswa laki-laki

  8 Menetapkan tujuan yang realistis. 36 (59%) 25 (41%) 61 (100%)   Berdasarkan data di atas, maka dapat disimpulkan bahwa :

  43 (71%) 18 (29%) 61 (100%)  

  7 Memperhatikan waktu dalam penyelesaian tugas.

  32 (53%) 29 (47%) 61 (100%)  

  6 Orientasi terhadap tugas-tugas yang menantang, sulit dan baru.

  5 Hasrat ingin tahu. 46 (75%) 15 (25%) 61 (100%)  

  4 Orientasi terhadap penguasaan materi. 42 (69%) 19 (31%) 61 (100%)  

  3 Keuletan dalam mengerjakan tugas. 40 (66%) 21 (34%) 61 (100%)  

  2 Keterlibatan yang tinggi pada tugas. 32 (53%) 29 (47%) 61 (100%)  

  1 Kesenangan kenikmatan untuk belajar. 33 (54%) 28 (46%) 61 (100%)

  8 Menetapkan tujuan yang realistis. 39 (43%) 52 (57%) 91 (100%)  

  No Aspek Motivasi belajar matematika

  47 (52%) 44 (48%) 91 (100%)  

  7 Memperhatikan waktu dalam penyelesaian tugas.

  47 (52%) 44 (48%) 91 (100%)  

  6 Orientasi terhadap tugas-tugas yang menantang, sulit dan baru.

  5 Hasrat ingin tahu. 57 (63%) 34 (37%) 91 (100%)  

  4 Orientasi terhadap penguasaan materi. 64 (70%) 27 (30%) 91 (100%)  

  3 Keuletan dalam mengerjakan tugas. 50 (55%) 41 (45%) 91 (100%)  

  2 Keterlibatan yang tinggi pada tugas. 53 (58%) 38 (42%) 91 (100%)  

  1 Kesenangan kenikmatan untuk belajar. 50 (55%) 41 (45%) 91 (100%)

  Laki-laki

  Total Tinggi Rendah

  41 (45%) yang lebih rendah, pada aspek kesenangan dan kenikmatan untuk belajar.

  53 (58%)

  b. Dikalangan siswa laki-laki terdapat lebih tinggi daripada siswa

  38 (42%)

  laki-laki yang lebih rendah, pada aspek keterlibatan yang tinggi pada tugas.

  50 (55%)

  c. Dikalangan siswa laki-laki terdapat lebih tinggi daripada siswa laki-laki 41 (45%) yang lebih rendah, pada aspek keuletan dalam mengerjakan tugas.

  d. Dikalangan siswa laki-laki terdapat 64 (70%) lebih tinggi daripada siswa laki-laki 27 (30%) yang lebih rendah, pada aspek orientasi terhadap penguasaan materi .

  e. Dikalangan siswa laki-laki terdapat 57 (63%) lebih tinggi daripada siswa laki-laki 34 (37%) yang lebih rendah, pada aspek hasrat ingin tahu.

  f. Dikalangan siswa laki-laki terdapat 47 (52%) lebih tinggi daripada siswa laki-laki 44 (48%) yang lebih rendah, pada aspek orientasi terhadap tugas-tugas yang menantang.

  g. Dikalangan siswa laki-laki terdapat 47 (52%) lebih tinggi daripada siswa laki-laki 44 (48%) yang lebih rendah, p ada aspek memperhatikan waktu dalam penyelesaian tugas.

  h. Dikalangan siswa laki-laki terdapat 39 (43%) lebih rendah daripada siswa laki-laki 52 (57%) yang lebih tinggi, pada aspek menetapkan tujuan yang realistis. i. Dikalangan siswa perempuan terdapat 33 (54%) lebih tinggi daripada siswa perempuan 28 (46%) yang lebih rendah, pada aspek kesenangan kenikmatan untuk belajar.

  32 (53%)

  j. Dikalangan siswa perempuan terdapat lebih tinggi daripada

  29 (47%)

  siswa perempuan yang lebih rendah, pada aspek keterlibatan . yang tinggi pada tugas

  40 (66%)

  k. Dikalangan siswa perempuan terdapat lebih tinggi daripada siswa perempuan 21 (34%) yang lebih rendah, pada aspek keuletan dalam mengerjakan tugas. l. Dikalangan siswa perempuan terdapat 42 (69%) lebih tinggi daripada siswa perempuan 19 (31%) yang lebih rendah, pada aspek orientasi terhadap penguasaan materi. m. 46 (75%) lebih tinggi daripada

  Dikalangan siswa perempuan terdapat siswa perempuan 15 (25%) yang lebih rendah, pada aspek hasrat ingin tahu. n. Dikalangan siswa perempuan terdapat 32 (53%) lebih tinggi daripada siswa perempuan 29 (47%) yang lebih rendah, pada aspek orientasi terhadap tugas-tugas yang menantang. o. Dikalangan siswa perempuan terdapat 43 (71%) lebih tinggi daripada siswa perempuan 18 (29%) yang lebih rendah, pada aspek memperhatikan waktu dalam penyelesaian tugas. p. Dikalangan siswa perempuan terdapat 36 (59% ) lebih tinggi daripada siswa perempuan 25 (41% ) yang lebih rendah, pada aspek menetapkan tujuan yang realistis. Berdasarkan skor total per aspek yang rendah dapat dijadikan acuan untuk menyusun topik-topik bimbingan yang sesuai untuk siswa kelas VII

  SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta.

B. Pembahasan Hasil Penelitian

  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan motivasi belajar mata pelajaran matematika antara siswa dengan siswi kelas

  VII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta tahun Ajaran 2009/2010. Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi belajar. Pertama, adanya minat siswa laki-laki dan perempuan terhadap pelajaran matematika. Dengan adanya minat, maka siswa akan cenderung lebih memperhatikan dan tertarik dalam belajar matematika. Hal ini sejalan dengan Slameto (2010), yang mengatakan bahwa minat adalah suatu keterikatan atau ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Jadi siswa yang berminat pada mata pelajaran matematika, akan termotivasi dan memperhatikan aktivitas belajar matematika secara terus- menerus dengan rasa senang.

  Kedua, adanya kemampuan belajar baik siswa laki-laki maupun siswa perempuan. Slameto (2010) mengemukakan, dalam belajar dibutuhkan beberapa kemampuan. Kemampuan ini meliputi beberapa aspek psikis yang terdapat pada diri siswa, misalnya pengamatan, ingatan, daya pikir, dan fantasi. Pendapat ini sejalan dengan Gollmick dan Sadker (Prayitno, 1989) yang mengatakan bahwa anak laki-laki dalam kemampuan belajar lebih kreatif, mandiri, berprestasi tinggi, gigih, percaya diri dan berkemampuan memecahkan masalah. Demikian pula perempuan termasuk siswa yang superior, memperoleh ranking lebih tinggi, dan memiliki kemampuan membaca yang lebih baik. Perempuan cenderung lebih baik dalam menangani materi-materi akademis, memberikan perhatian terhadap pelajaran di kelas, berusaha lebih keras dalam menyelesaikan tugas-tugas akademis, dan berpartisipasi di kelas DeZolt dan Hull (Santrock, 2007). Jadi, siswa yang memiliki kemampuan belajar tinggi, biasanya lebih termotivasi dalam belajar, karena siswa seperti itu lebih sering memperoleh sukses, sehingga kesuksesan ini memperkuat motivasinya dalam belajar.

  Ketiga, adanya minat terhadap pelajaran matematika. Minat besar pengaruhnya terhadap aktivitas belajar. Menurut Slameto (2010), siswa yang berminat pada mata pelajaran matematika akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, karena ada daya tarik baginya. Proses belajar akan berjalan lancar apabila disertai minat. Minat merupakan alat motivasi yang utama yang dapat membangkitkan kegairahan belajar siswa dalam rentang waktu tertentu. Keempat, metode mengajar guru yang menyenangkan. Menurut Slameto (2010), Guru yang progresif adalah guru yang berani mencoba metode-metode baru, yang dapat membantu meningkatkan kegiatan belajar mengajar, dan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar. Hal ini sejalan dengan Purwanto (2002), yang mengatakan bahwa sikap dan kepribadian serta pengetahuan yang dimiliki oleh guru, turut menentukan keberhasilan siswa dalam belajar, sehingga siswa akan termotivasi dalam belajarnya.

  Kelima, adanya lingkungan belajar yang kondusif. Faktor hubungan sesama manusia turut mempengaruhi kegiatan belajar seseorang (Purwanto, 2002). Hal ini sejalan dengan Slameto (2010), yang mengatakan bahwa proses belajar yang dilakukan seseorang sangat dipengaruhi oleh hubungan dengan sesama manusia dilihat melalui hubungan siswa di dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat atau pergaulannya. Di dalam lingkungan keluarga dibutuhkan hubungan yang harmonis antara siswa dengan anggota keluarga (ayah, ibu, adik, kakak, dll) yang dapat menumbuhkan semangat belajar bagi siswa. Untuk mengembangkan hubungan siswa di dalam lingkungan sekolah, dapat ditunjukkan dengan adanya kedekatan antara guru dan teman-teman sekolah, sehingga terjalin hubungan yang baik dan akrab, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Dalam hubungan siswa dengan masyarakat, dibutuhkan bentuk pergaulan yang dapat memberikan nilai lebih tersendiri dalam mengembangkan kemajuan belajar maupun pengembangan wawasan siswa, sehingga siswa akan memiliki motivasi belajar yang lebih pula.

  Pada kelima faktor-faktor motivasi belajar di atas, menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang terlalu menonjol antara siswa laki-laki dan siswa perempuan dalam hal motivasi belajar mata pelajaran matematika. Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa seiring dengan perkembangan jaman, tidak ada lagi perbedaan yang menonjol antara siswa laki-laki dan siswa perempuan dalam motivasi belajar mata pelajaran matematika.

BAB V USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN PENGEMBANGAN MOTIVASI BELAJAR YANG SESUAI UNTUK SISWA KELAS VII SMP TAMAN DEWASA JETIS YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2009/20010 SEBAGAI IMPLIKASI HASIL PENELITIAN Pada bab ini, memuat implikasi hasil penelitian terhadap usulan topik-

  topik bimbingan antara siswa dengan siswi kelas VII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta. Topik-topik untuk siswa dan siswi kelas VII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta yang diusulkan berikut ini, didasarkan pada jumlah nilai dari masing-masing aspek-aspek motivasi belajar matematika yang rendah, seperti yang disajikan pada tabel 5. Usulan topik-topik bimbingan pengembangan motivasi belajar matematika yang sejalan dengan landasan teori yaitu : faktor- faktor yang mempengaruhi motivasi belajar dan aspek-aspek motivasi belajar matematika, sebagai implikasi dari hasil penelitian adalah sebagai berikut : No. Aspek-aspek motivasi belajar matematika Topik

  1. Memperhatikan waktu dalam penyelesaian Tanggung jawab dalam tugas. penyelesaian tugas matematika.

  2. Orientasi terhadap tugas-tugas yang Cara belajar matematika yang menantang, sulit dan baru. efektif dan efisien.

  3 Menetapkan tujuan yang realistis. Kemampuan belajar matematika.

  Dari usulan topik-topik bimbingan pengembangan motivasi belajar yang sesuai untuk siswa, maka dibuat Satuan Pelayanan Bimbingan sebagai acuan dalam bimbingan klasikal.

  46

       

  

Tabel 6. Usulan Topik-Topik Bimbingan yang Sesuai untuk Siswa Kelas VII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta

Sebagai Implikasi dari Hasil Penelitian

  NO TUJUAN BAHAN PELAYANAN WAKTU BIDANG BIMBINGAN METODE SUMBER TOPIK SUBTOPIK

  1. Siswa menyadari bahwa hanya dengan tanggung jawab yang besar, persoalan matematika yang sulit dapat dan dipecahkan, dan memahami bahwa hanya dengan kerja

  Tanggung jawab dalam penyelesaian tugas matematika 1.

  Pentingnya tanggung jawab dalam menyelesaian tugas- tugas matematika.

  • Depdiknas. 2003. Draf
  • Tanya jawab
  • Diskusi kelompok
  • Lembar kerja pengemba- ngan nilai.
  • Prayitno, Elida. 1989.

  2. Membuat keputusan sendiri dan melaksanakannya.

  2 JP Pribadi-Sosial - Ceramah

  Kurikulum Standar Kompetensi Mata Pelajaran Matematika Sekolah Menengah Pertama . Jakarta.

  Motivasi Dalam Belajar .

  Jakarta: Departemen Pendidikan dan

  47

   

  keras, tekun dalam Kebudayaan. mengerjakan PR setiap hari, mengerjakan soal- soal yang diberikan guru, dan banyak berlatih terus- menerus siswa akan semakin pandai matematika.

2. Cara belajar 1.

  2 JP Belajar - Walgito, Bimo. 2010. - Siswa mampu Hal-hal yang harus Ceramah

  • mengatasi matematika diperhatikan dalam

  Bimbingan dan Konseling

  Tanya ( Studi dan Karier ). kesukaran- yang efektif belajar matematika. jawab kesukaran dalam dan efisien.

  2. Yogyakarta: Andi Offset.

  • belajar matematika. kesukaran dalam belajar kerja

  Cara mengatasi Lembar

     

  48

    matematika.

3. Siswa mampu Kemampuan 1.

  2 JP Belajar - - Kemampuan belajar Ceramah Sardiman. 2008. belajar matematika - belajar matematika yang baik.

  Interaksi dan Motivasi

  Tanya secara mendalam matematika.

  2. jawab Belajar Mengajar . Berkonsentrasi terhadap

  • setiap langkah untuk

  Jakarta: PT Raja Garfindo Diskusi mencapai belajar kelompok Persada. matematika yang baik.

  • Lembar Prayitno, Elida. 1989.

  kerja Motivasi Dalam Belajar .

  Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

      SATUAN PELAYANAN BIMBINGAN

  A. : Tanggung jawab dalam penyelesaian tugas Topik/pokok bahasan matematika.

  B. : Pribadi-Sosial.

  Bidang bimbingan C. : Pemberian Informasi. Jenis layanan D. : Pemahaman, Pengembangan.

  Fungsi layanan

  E. : Agar siswa menyadari bahwa hanya Tujuan Umum dengan tanggung jawab yang besar, persoalan matematika yang sulit dapat dipecahkan dan memahami bahwa hanya dengan kerja keras, tekun dalam mengerjakan PR setiap hari, mengerjakan soal-soal yang diberikan guru, dan banyak berlatih terus-menerus siswa akan semakin pandai matematika.

  F. : Setelah mengikuti kegiatan ini siswa dapat Tujuan Khusus menjelaskan :

  1. Pentingnya tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas-tugas matematika.

  2. Membuat keputusan sendiri dan melaksanakannya.

  G. : Siswa dapat menyebutkan manfaat yang Tujuan global diperoleh setelah mengikuti kegiatan ini.

  H.

  Sasaran pelayanan bimbingan : Kelas VII SMP I. : Tanggung jawab dalam penyelesaian tugas

  Materi pelayanan matematika. J. : Pengantar singkat, diskusi kelompok,

  Prosedur/Metode pengembangan nilai. K.

  Kegiatan dan langkah-langkah Intrakurikuler Kokurikuler

  No Guru pembimbing Siswa Siswa

  1. Pembimbing memberikan pengantar Siswa merefleksikan singkat dan menjelaskan tujuan. mendengarkan secara pribadi dengan seksama mengenai hasil penjelasan dari dari mengikuti guru pembimbing. kegiatan sharing 2. bersama. Pembimbing meminta siswa untuk Siswa mensharingkan secara kelompok mensharingkan tenatang tanggung jawab dalam bersama kelompok. penyelesaian tugas.

  3. Guru pembimbing menarik kesimpulan dan memberi penenguhan.

  L. : Ruang kelas VII SMP Tempat penyelenggaraan

  M. : 45 menit Waktu

  N. : Lucia Nurcahyaningsih Penyelenggara pelayanan O.

  Pihak-pihak yang disertakan dalam penyelenggaraan pelayanan dan perannya

  • masing-masing : P.
  • Q.

  Alat :

  Evaluasi R.

1. Spesifik : Jelaskan pentingnya tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas tugas matematika!.

  2.Global : Tuliskan manfaat setelah mengikuti kegiatan ini!. S. : -

  Rencana tindak lanjut T. : -

  Catatan khusus U. :

  Sumber Depdiknas. 2003. Draf Kurikulum Standar Kompetensi Mata

  • Pelajaran Matematika Sekolah Menengah Pertama. Jakarta.
  • Pendidikan dan Kebudayaan.

  Prayitno, Elida. 1989. Motivasi Dalam Belajar. Jakarta: Departemen

  Yogyakarta, 2010 Guru Pembimbing PENTINGNYA TANGGUNG JAWAB DALAM MENYELESAIKAN TUGAS-TUGAS MATEMATIKA Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang bersifat abstrak.

  Matematika juga berfungsi, untuk mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan dengan bahasa melalui model matematika yang dapat berupa kalimat dan persamaan matematika, diagram, grafik atau tabel. Belajar matematika membutuhkan konsentrasi yang tinggi agar materi yang dipelajari dapat ditangkap dengan baik.

  Dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas, siswa dituntut untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh guru. Apabila guru memberi tugas atau soal-soal matematika baik itu pekerjaan rumah maupun pekerjaan sekolah, siswa diwajibkan untuk menyelesaikan setiap tugas yang diberikan tepat waktu.

  Memiliki tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru sangat penting bagi siswa. Dengan adanya tanggung jawab siswa memiliki kesadaran untuk mau mengerjakan dan menyelesaikan semua tugas tanpa menunda-nunda. Selain itu siswa dapat mengembangkan pemahaman, bahwa yang sedang dikerjakan dan dipelajari sekarang berhubungan dengan pelajaran yang akan datang. Jadi, bila siswa menyelesaikan tugas dengan tepat waktu, maka siswa dapat mengikuti pelajaran matematika dengan baik. Pengembangan Nilai Tanggung Jawab Tugasku Tanggung Jawabku

  Sita, Dina, dan Adit adalah siswa kelas VII SMP. Pada waktu pelajaran matematika di kelas, guru matematika memberikan soal-soal yang harus dikerjakan oleh semua siswa. Sita sangat bersemangat sekali mengerjakan soal matematika yang diberikan oleh guru. Semua soal dikerjakan dengan baik dan tepat waktu, sehingga Sita selalu mendapatkan pujian dari guru. Sedangkan Dina, walaupun dia tidak begitu suka dengan pelajaran matematika, dina tetap berusaha mengerjakan soal matematika semampunya dan tepat waktu. Hal ini jauh berbeda dengan Adit, yang selalu menunda-nunda tugas yang diberikan oleh guru. Soal- soal yang diberikan oleh guru terkadang banyak yang masih belum dikerjakan dengan baik, sehingga membuat Adit selalu tertinggal dalam memahami materi yang akan dipelajari selanjutnya.

  Setelah membaca cerita di atas, siswa mengerjakan pertanyaan di bawah ini bersama kelompok.

  1. Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri siswa yang bertanggung jawab dalam menyelasaikan tugas! ……………………………………………….................

  ………………………………………………………………………………… 2. Sudahkah kamu memiliki tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru? Jika jawaban ‘ya atau tidak’ berikan alasannya! .....

  …………………………………………………………………………………... Lembar Tugas Manfaat yang diperoleh setelah mengikuti kegiatan ini, yaitu: 1.

  Saya………………………………………………………………………… 2. Saya…………………………………………………………………………

  SATUAN PELAYANAN BIMBINGAN A. Topik/pokok bahasan

  Siswa dapat memilih cara belajar matematika yang efektif dan efisien.

  : Cara belajar matematika yang efektif dan efisien. J.

  Sasaran pelayanan bimbingan : Kelas VII SMP I. Materi pelayanan

  H.

  Tujuan global : Siswa dapat menyebutkan dan menerapkan manfaat yang diperoleh setelah mengikuti kegiatan ini dalam belajar matematika.

  G.

  2. Siswa dapat mengatasi kesukaran dalam belajar matematika.

  Tujuan Khusus : Setelah mengikuti kegiatan ini siswa, 1.

  : Cara Belajar Matematika yang Efektif dan Efisien.

  F.

  Tujuan Umum : Agar siswa mampu belajar secara efektif dan efisien serta mampu mengatasi kesukaran-kesukaran dalam belajar matematika.

  E.

  Fungsi layanan : Pemahaman, Pengembangan.

  Jenis layanan : Pemberian Informasi D.

  Bidang bimbingan : Belajar C.

  B.

  Prosedur/Metode : Ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok, lembar kerja. K.

  Kegiatan dan langkah-langkah Intrakurikuler Kokurikuler

  No Guru pembimbing Siswa Siswa

  1. Pembimbing memberikan Siswa mendengarkan merefleksikan pengantar singkat dan dengan seksama secara pribadi menjelaskan tujuan. penjelasan dari guru mengenai hasil pembimbing. dari mengikuti kegiatan sharing

  2. Pembimbing meminta siswa Siswa mensharingkan bersama. untuk mensharingkan cara bersama kelompok dan belajar matematika yang mengisi lembar tugas. efektif dan efisien serta mengisi lembar tugas.

  3. Guru pembimbing menarik kesimpulan dan memberi penenguhan. L. : Ruang kelas VII SMP

  Tempat penyelenggaraan M. : 45 menit

  Waktu N. : Lucia Nurcahyaningsih

  Penyelenggara pelayanan O. Pihak-pihak yang disertakan dalam penyelenggaraan pelayanan dan perannya

  • masing-masing : P.
  • Q.

  Alat :

  Evaluasi 1.

  Spesifik : Jelaskan cara belajar matematika yang efektif dan efisien!.

  2. Global : a. Jelaskan seperti apa gaya belajarmu? Sudah cukup efektif dan efisienkah? b.

  Tuliskan manfaat dari mengikuti kegiatan ini!. R. : -

  Rencana tindak lanjut S. : -

  Catatan khusus T. : Walgito, Bimo. 2010. Bimbingan dan

  Sumber Konseling (Studi dan Karier). Yogyakarta: Andi Offset.

  Yogyakarta, 2010 Guru Pembimbing HANDOUT CARA BELAJAR MATEMATIKA YANG EFEKTIF DAN EFISIEN Hal-hal yang harus diperhatikan di dalam belajar matematika yaitu:

  1. Lebih dahulu kamu harus merasa senang terhadap pelajaran matematika dan guru yang memberikan pelajaran matematika. Dengan menyenangi matematika, maka akan timbul kemauan untuk mempelajari matematika.

  2. Tekun dan rajin hadir di kelas, dengarkan dan perhatikan dengan baik pembahasan pelajaran matematika. Hal tersebut menjadi modal penting untuk memahami materi pelajaran matematika selanjutnya.

  3. Biasakan untuk selalu melaksanakan rencana belajar atau jadwal belajar yang sudah ditetapkan sebelumnya.

  4. Belajar secara bersama pada umumnya lebih efektif dibandingkan dengan belajar sendiri, karena kita dapat berbagi pengetahuan.

  5. Belajar secara teratur dan terjadwal serta memiliki target. Jadikanlah belajar sebagai kebiasaan, belajar sedikit tapi sering akan lebih efektif jika dibandingkan belajar banyak tetapi hanya sekali, dengan mempunyai target perolehan nilai atau prestasi akan memotivasi semangat belajar.

  6. Pahamilah materi pelajaran matematika secara menyeluruh dengan mengerti keterkaitan antara satu pokok bahasan dengan pokok bahasan lain.

  7. Konsentrasi pada satu hal. Belajar akan menjadi lebih mudah bila kamu hanya berkonsentrasi pada satu hal saja.

  8. Yakinkan diri bahwa kamu telah memahami konsep- konsep dasar matematika. Bertanyalah jika kamu belum mengerti materi yang diberikan.

  9. Buatlah catatan atau ringkasan yang rapi, menarik, dan teratur sehingga memudahkan untuk memahami serta mengingat materi dengan baik.

10. Mengulang kembali catatan atau ringkasan yang telah dibuat dengan melatih diri mengerjakan soal-soal sebanyak mungkin.

  Cara mengatasi kesukaran dalam mempelajari matematika yaitu: a.

  Belajar secara sistematis dengan menyediakan waktu yang cukup.

  b.

  Belajar berdasarkan pemahaman.

  c.

  Mengerjakan latihan-latihan soal secara rutin.

  d.

  Memahami dan membenarkan kesalahan-kesalahan yang pernah dibuat dalam menyelesaikan soal-soal. Lembar Tugas Coba jelaskan seperti apa gaya belajarmu? Sudah cukup efektif dan efisienkah? Manfaat yang diperoleh setelah mengikuti kegiatan ini, yaitu: 1.

  Saya………………………………………………………………………… 2. Saya………………………………………………………………………… 3. Saya…………………………………………………………………………

  SATUAN PELAYANAN BIMBINGAN A. Topik/pokok bahasan : Kemampuan Belajar Matematika.

  H.

  Siswa mensharingkan bersama kelompok dan menyusun rencana pribadi.

  2. Pembimbing meminta siswa untuk mensharingkan secara kelompok kemampuan belajar matmatika yang dimilikinya.

  Siswa mendengarkan dengan seksama penjelasan dari guru pembimbing.

  1. Pembimbing memberikan pengantar singkat dan menjelaskan tujuan.

  Intrakurikuler Kokurikuler Guru pembimbing Siswa Siswa merefleksikan secara pribadi mengenai hasil dari mengikuti kegiatan sharing bersama.

  Kegiatan dan langkah-langkah No

  : Pengantar singkat, tanya jawab, diskusi kelompok, lembar kerja. K.

  : Pengelolaan Waktu J. Prosedur/Metode

  Sasaran pelayanan bimbingan : Kelas VII SMP I. Materi pelayanan

  Tujuan global : Siswa dapat menyebutkan manfaat yang diperoleh setelah mengikuti kegiatan ini.

  B.

  G.

  2. Berkonsentrasi terhadap setiap langkah untuk mencapai belajar matematika yang baik.

  Menjelaskan kemampuan belajar matematika yang baik.

  Tujuan Khusus : Setelah mengikuti kegiatan ini siswa dapat 1.

  F.

  Tujuan Umum : Agar siswa mampu belajar matematika secara mendalam.

  E.

  Fungsi layanan : Pemahaman, Pengembangan.

  Jenis layanan : Pemberian Informasi D.

  Bidang bimbingan : Belajar C.

  3. Guru pembimbing menarik kesimpulan dan memberi penenguhan. L. : Ruang kelas VII SMP Tempat penyelenggaraan

  M. : 45 menit Waktu

  N. : Lucia Nurcahyaningsih Penyelenggara pelayanan O.

  Pihak-pihak yang disertakan dalam penyelenggaraan pelayanan dan perannya masing-masing : - P.

  • Q.

  Alat :

  Evaluasi 1.

  Spesifik : a. Jelaskan kemampuan belajar matematika yang baik! b.

  Berkonsentrasi terhadap setiap langkah untuk mencapai belajar matematika yang baik.

  2. Global : Tuliskan manfaat dari mengikuti kegiatan ini!. R. : -

  Rencana tindak lanjut S. : -

  Catatan khusus T. :

  Sumber Sardiman. 2008. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT

  • Raja Garfindo Persada.
  • Pendidikan dan Kebudayaan.

  Prayitno, Elida. 1989. Motivasi Dalam Belajar. Jakarta: Departemen

  Yogyakarta, 2010 Guru Pembimbing KEMAMPUAN BELAJAR MATEMATIKA Dalam belajar matematika dibutuhkan beberapa kemampuan.

  Kemampuan ini meliputi beberapa aspek yang terdapat pada diri siswa, misalnya pengamatan, ingatan, daya pikir, dan fantasi.

  Belajar matematika dengan mengamati bahan yang dipelajari. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan panca indera. Semakin baik pengamatan dalam mempelajari materi matematika, semakin jelas tanggapan yang terekam dalam diri, dan semakin mudah mengingat dan mengolah materi matematika dengan cara berpikir.

  Jika memiliki kemampuan belajar matematika yang tinggi, biasanya akan termotivasi dalam belajar. Dengan kemampuan belajar matematika yang dimiliki, diharapkan dapat mengevaluasi setiap kemajuan yang telah dicapai. Pengembangan nilai kemampuan belajar matematika Reni siswa yang sangat berhati-hati dan pemalu, Reni bertekad untuk meningkatkan prestasinya di sekolah. Reni termasuk siswa yang mempunyai kemampuan belajar matematika yang cukup. Setiap pulang sekolah, Reni selalu menyempatkan untuk membuka kembali buku pelajaran matematika di rumah.

  Walaupun mata pelajaran matematika merupakan mata pelajaran yang dianggap sulit, Reni tetap tekun dan berusaha serta banyak berlatih mengerjakan soal-soal matematika, sehingga Reni berhasil mencapai prestasi.

  Berdasarkan cerita diatas, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1.

  Apa yang dilakukan Reni agar mencapai prestasi yang baik dalam mata pelajaran matematika? …………………………………………………...........

  …………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………….

  2. Pernahkah kamu melakukannya seperti yang dilakukan oleh Reni? Apa motivasimu untuk itu? ………………………………………………………… …………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………….

3. Hambatan-hambatan apa yang kamu alami setiap kamu melakukan kegiatan belajar? Usaha apa yang kamu lakukan untuk memperbaikinya? …………….

  …………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………. Lembar Tugas Lengkapi tabel di bawah ini!

  Prestasi No. Bidang Studi Terlaksana/tidak (beri alasan)

  Baik Cukup Kurang Manfaat yang diperoleh setelah mengikuti kegiatan ini, yaitu: 1.

  Saya………………………………………………………………………… 2. Saya………………………………………………………………………… 3. Saya…………………………………………………………………………

BAB VI PENUTUP Pada bab ini akan disajikan kesimpulan dan saran. Bagian kesimpulan

  memuat hasil penelitian sedangkan pada bagian saran memuat saran-saran untuk SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta.

  A. Kesimpulan

  Berdasarkan hasil penelitian motivasi belajar mata pelajaran matematika antara siswa dengan siswi kelas VII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta tahun Ajaran 2009/2010, menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan motivasi belajar mata pelajaran matematika antara siswa dengan siswi.

  B. Saran

  Berdasarkan hasil penelitian mengenai perbedaan motivasi belajar mata pelajaran matematika antara siswa dengan siswi, maka dapat disampaikan beberapa saran yaitu : 1.

  Para pendidik, khususnya guru mata pelajaran agar tetap membantu para siswa dalam meningkatkan motivasi belajar dengan menggunakan metode mengajar yang bervariasi, menyenangkan, dan tidak monoton, sehingga nantinya siswa dapat termotivasi dalam belajar.

  2.

  • Guru pembimbing dapat memberikan pelayanan bimbingan belajar bagi siswa, sehingga nantinya dapat membantu siswa dalam meningkatkan motivasi belajar.
  • tentang jenis kelamin berpengaruh tidak baik dalam sikap, atau tingkah laku dan cara berpikir siswa.

  Guru pembimbing membantu siswa untuk lebih menyadari perbedaan

  3. Siswa diharapkan dapat lebih terbuka untuk mengungkapkan permasalahan dalam belajar kepada guru mata pelajaran, orang tua, dan guru pembimbing agar permasalahan yang dihadapi dapat segera diselesaikan dengan cepat dan tepat, sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar dengan baik. Selain itu, siswa diharapkan lebih memotivasi dirinya sendiri dalam melakukan kegiatan belajar, sehingga tercipta semangat belajar yang tinggi.

             

DAFTAR PUSTAKA

  Ahmadi, Abu., Supriyono, Widodo. 1991. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

  Akbar, Reni. 2010. Beda Bakat Anak Perempuan dan Laki-laki.

  (http://puskat.psikologi.2010/02/03.ui.ac.id) Azwar, Saifuddin. 1999. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

  Anni, Catharina. 2004. Psikologi Belajar. Semarang: UPT MKK UNNES Semarang Press.

  Depdiknas. 2003. Draf Kurikulum Standar Kompetensi Mata Pelajaran Matematika Sekolah Menengah Pertama. Jakarta.

  Djamarah, S. 2008. Psikologi Belajar (edisi ke-2). Jakarta: Rineka Cipta. Furchan, A. 1982. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.

  Hamalik, Oemar. 2007. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algensindo.

  Hudojo, Herman. 1988. Mengajar Belajar Matematika. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

  Hurlock, Elizabeth B. 1999. Perkembangan Anak (Jilid 2). (Terjemahan).

  Jakarta : Erlangga. Jensen, Eric. 2008. Brain-Based Learning Pembelajaran Berbasis Kemampuan

  Otak Cara baru dalam Pengajaran dan Pelatihan (Ed. Rev). Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Kock, Heinz. 1981. Saya Guru Yang Baik?. (Terjemahan). Yogyakarta: Kanisius.

  Masidjo. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa Di Sekolah.

  Yogyakarta: Kanisius. Nurhadi. 2004. Kurikulum 2004 Pertanyaan dan Jawaban. Jakarta: PT Grasindo.

  Prayitno, Elida. 1989. Motivasi Dalam Belajar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

  Purwanto. 2002. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Karya. Ruseffendi, E.T. 1984. Dasar-dasar Matematika Modern untuk Guru.

  Bandung: Tarsito. Sardiman. 2008. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Garfindo Persada.

  Santrock, John. 2007. Remaja, edisi kesebelas. (Terjemahan). Jakarta: Erlangga.

  Slameto. 2010. Belajar dan Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

  Sriyanto. 2004. Momok Itu Bernama Matematika. Basis, edisi Juli-Agustus 2004.

  Sudjana, N. 2006. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT.

  Remaja Rosdakarya. Sugiyono. 2007. Statistika untuk Penelitian. Bandung: CV Alfabeta. Uno, B. Hamzah. 2008. Teori Motivasi dan Pengukurannya, Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Walgito, Bimo. 2010. Bimbingan dan Konseling (Studi dan Karier).

  Yogyakarta: Andi Offset. Winkel, W. S. 1983. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: PT Grasindo.

  Lampiran 1 Angket Motivasi Belajar Siswa SMP Terhadap Mata Pelajaran Matematika Tujuan : Angket ini bertujuan mengumpulkan informasi tentang

  motivasi belajar diri anda. Jawaban yang anda berikan tidak akan mempengaruhi nilai raport anda dan kerahasiaan jawaban anda terjamin.

  Identitas diri :

  Nama : Usia :

  Jenis kelamin : Kelas :

  Petunjuk :

  • Berilah tanda cek (v) pada kolom yang berada disamping pernyataan yang sesuai dengan keadaan anda.
  • Semua pernyataan harus dijawab.
  • Jawab semua pernyataan dengan jujur.

  Keterangan Pilihan Jawaban : SS (sangat sering), S (sering), KK (kadang-kadang), TP (tidak pernah).

  

No Pernyataan SS S KK TP

  1. Saya tertarik mempelajari matematika untuk melatih kemampuan saya dalam berhitung.

  2. Saya mengikuti pelajaran matematika dengan sungguh-sungguh.

  3. Saya bersemangat mengikuti pelajaran matematika di kelas.

  4. Saya senang mengerjakan tugas-tugas matematika yang diberikan oleh guru di sekolah.

  5. Saya kurang mempunyai keinginan untuk belajar matematika.

  6. Saya kurang mengikuti pelajaran matematika dengan sungguh- sungguh.

  7. Saya kurang bersemangat mengikuti pelajaran matematika di kelas.

  8. Saya kurang senang mengerjakan tugas-tugas matematika yang diberikan oleh guru di sekolah.

  9. Saya aktif mengerjakan soal-soal matematika yang diberikan oleh guru.

  10. Saya mendengarkan guru dengan baik, saat guru menerangkan materi pelajaran matematika di dalam kelas.

  11. Saya dapat berkonsentrasi dengan baik pada saat guru memberikan contoh soal matematika di papan tulis.

  12. Saya memperhatikan petunjuk guru dalam mengerjakan soal matematika.

  13. Saya kurang aktif mengerjakan soal-soal matematika yang diberikan oleh guru.

  14. Saya kurang berkonsentrasi dengan baik dalam mengingat rumus-rumus matematika yang telah diajarkan oleh guru.

  15. Saya kurang memperhatikan petunjuk guru dalam mengerjakan soal matematika.

  16. Saya asyik mengobrol dengan teman, saat guru menjelaskan pelajaran matematika di dalam kelas.

  17. Saya berusaha mengulang kembali pelajaran matematika di rumah.

  18. Saya rajin dalam menyelesaikan tugas-tugas matematika yang diberikan oleh guru. 19.  Saya berani mencoba untuk mengerjakan soal matematika yang diberikan oleh guru di papan tulis.

  20. Saya berusaha mengingat kembali pelajaran matematika yang telah diajarkan oleh guru di kelas.

  21. Saya mudah putus asa dalam mengerjakan tugas matematika.

  22. Saya mudah bergantung kepada teman dalam mengerjakan soal- soal matematika.

  23. Saya kurang percaya diri dalam mengerjakan soal matematika yang diberikan oleh guru di papan tulis.

  24. Saya kurang rajin dalam menyelesaikan tugas-tugas metamatika.

  25. Saya mencoba berlatih mengerjakan soal matematika yang telah diajarkan oleh guru. 26.  Saya belajar dengan baik materi pelajaran matematika untuk menghadapi ujian.

  27. Saya kurang berusaha sungguh-sungguh dalam mempelajari matematika.

  28. Saya kurang latihan mengerjakan soal matematika yang telah diajarkan oleh guru.

  29. Saya berusaha mempelajari matematika dari berbagai sumber, seperti buku paket dan internet.

  30. Saya berani bertanya kepada guru untuk mengatasi kesulitan dalam pelajaran matematika.

  31. Saya mencoba memecahkan soal matematika yang belum diajarkan oleh guru di sekolah.

  32. Saya mendiskusikan dengan teman-teman sekelas, jika menemukan kesulitan dalam mempelajari matematika.

  33. Saya malu bertanya jika saya kurang memahami pelajaran matematika.

  34. Saya kurang mempunyai inisiatif untuk belajar matematika pada waktu luang.

  35. Saya menggunakan waktu luang untuk bermain, daripada belajar matematika.

  36. Saya kurang berusaha mempelajari matematika dari berbagai sumber, seperti buku paket dan internet .

  44. Saya kurang dapat mengerjakan soal ujian matematika dengan benar.

  50. Saya kurang tepat waktu dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh guru.

  49. Saya sering menunda dalam mengerjakan PR matematika.

  48. Saya mencatat rangkuman matematika yang diberikan oleh guru di papan tulis dengan cepat dan baik.

  47. Saya berusaha menyelesaikan ujian matematika dengan baik, dan mencoba memeriksa bila masih ada waktu.

  46. Saya mengumpulkan PR matematika sebelum batas waktu yang telah ditentukan.

  45. Saya berusaha menyelesaikan tugas-tugas matematika yang diberikan oleh guru tepat waktu.

  43. Saya kurang berusaha memperoleh nilai yang baik dalam pelajaran matematika.

  37. Saya mengerjakan tugas-tugas matematika yang menantang atau sulit dipecahkan.

  42. Saya kurang mengerjakan latihan soal matematika pada akhir pembahasan buku paket matematika.

  41. Saya menghindari tugas-tugas matematika yang sulit dan rumit.

  40. Saya mengerjakan soal ujian matematika dengan mudah.

  telah memperoleh hasil yang memuaskan dalam pelajaran matematika.

  39. Saya berusaha memperoleh hasil yang lebih baik, meskipun

  38. Saya mengerjakan latihan soal matematika pada akhir pembahasan buku paket matematika.

  51. Saya menyelesaikan ujian matematika dengan asal-asalan, jika waktu yang diberikan telah habis.

  52. Saya kurang cepat dalam mencatat rangkuman matematika yang diberikan oleh guru di papan tulis.

  53. Saya yakin bahwa saya mendapatkan nilai yang baik dalam pelajaran matematika.

  54. Saya belajar matematika dengan sungguh-sungguh untuk meraih nilai raport yang baik.

  55. Saya mempunyai kemauan untuk meningkatkan belajar matematika, agar memperoleh prestasi yang baik.

  56. Saya ingin meningkatkan nilai matematika dengan banyak berlatih soal-soal.

  57 Saya kurang yakin untuk mendapatkan nilai yang baik dalam pelajaran matematika.

  58. Saya kurang mempunyai kemauan untuk meningkatkan belajar matematika.

  59. Saya kurang mempunyai prioritas dalam belajar matematika.

  60. Saya kurang meningkatkan nilai matematika dalam berlatih soal- soal.

  TABULASI DATA UJI COBA No Nama

  25 Dwyari 3 3 2 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 1 2 2 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 4 3 2 2 2 1 3 3 3

  17 Rachel 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 1 2 2 2 3 3 3 3 2 3 2 3 4 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3

  

18 Ayudya 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 2 2 2 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 2 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 4 4 4

  19 Audrey 2 2 1 2 3 2 2 1 2 1 2 2 1 1 2 1 1 2 2 1 3 2 2 2 4 2 1 3 2 2 1 2 1 2 2 1 2 4 3 2 2 1 2 1 1 1 2

  20 Pamela 3 2 3 2 3 2 3 3 2 2 3 2 3 3 3 2 3 2 2 2 2 1 2 3 1 3 4 4 3 3 3 2 2 1 2 2 2 3 1 1 1 2 3 2 3 3 2

  21 Irine 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 3 2 4 4 3 3 3 3 1 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 2 2 4 2 2 3 4

  22 Magdalintan 3 2 2 3 3 3 3 4 2 3 2 3 4 3 4 4 2 2 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 2 4 3 4 3 3 3 3 3 2 4 2 2 4 4

  23 Via 3 3 2 2 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3

  24 Ines 4 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 2 3 3 3 4 3 3 4 3 4 2 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4

  26 Lintang 2 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 4 2 2 2 2 2 4 3 2 3 2 2 2 2 3 3 3

  15 Irmina 3 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 1 2 2 2 2 3 2 3 1 2 2 3 3 3 4 3 3 2 2 4 2 3 2 3 2 3 3 2 2 3 3

  

27 Lili 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 1 2 2 1 3 2 2 2 2 4 4 2 3 3 3 3 2 2 2 1 3 4 3 2 2 1 2 3 2 2 2 3

  28 Risnia 3 2 2 2 3 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 2 2 2 3 3 3 2 3 1 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 3 3 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2

  29 Cynthia 3 3 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 1 2 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 2 3 2 2 2 2 3 3 3

  30 Thea 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3

  

31 Ellen 2 2 2 3 1 2 3 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 2 1 2 2 3 2 2 1 2 1 3 2 2 2 2 2 2 1 3 4 2 1 1 1 2 2 1 2 1 3

  32 Vita 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 1 2 2 2 3 2 2 2 2 3 3 2 3 3 3 2 2 2 2 2 4 4 3 3 3 2 2 2 2 2 3 3

  33 Rena 3 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 4 3 2 2 1 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 4 3 3 3 2 2 3 2 4 3 3

  34 Giovani 3 3 2 2 4 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 4 3 1 2 3 4 3 3 4 3 2 2 2 3 3 3 3 4 2 3 4 2 4 3 4

  

16 Teresia 3 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 1 2 2 2 3 3 3 3 1 2 3 3 3 3 4 3 2 1 3 2 3 2 3 2 2 3 2 2 2 3 3

  14 Resha 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 3 3 2 3 3 2 2 2 3 3 3 3 2 1 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 2 2 2 2 2 2 3

  1

  3 Dyah 4 3 4 3 3 3 4 3 3 2 2 4 3 2 4 3 2 3 3 4 4 3 4 4 2 2 3 3 3 3 4 3 2 4 3 4 4 3 3 3 2 3 4 2 4 3 4

  2

  3

  4

  5

  6

  7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47

  1 Teresa 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3

  2 Regina 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 3 2 4 3 4 3 3 2 2 2 4 4 3 3 4 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 1 4 3 4 2 3 2 2 2 4 3 4

  

4 Rani 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 1 1 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3

  

13 Rika 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 2 2 3 2 2 3 2 2 2 3 3 2 1 3 3 3 2 2 3 3 2 2 3 2 3 1 1 2 2 2 3 2 1 3 3

  5 Agata 2 3 3 2 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 2 2 2 2 3 3 4 3 1 2 2 4 4 3 4 3 2 2 2 4 4 2 3 3 1 3 4 3 3 3 4

  6 Siska 2 2 2 2 3 3 3 2 2 3 2 3 3 2 2 1 2 2 1 3 3 2 3 3 1 2 4 3 2 3 4 2 2 2 3 3 1 3 2 3 2 2 3 1 2 3 3

  7 Magda 3 3 4 3 3 3 4 3 3 2 2 4 3 2 4 3 2 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 2 4 3 4 4 3 3 3 2 3 4 2 4 3 4

  8 Alberta 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 3 2 3 1 2 3 2 2 3 3 3 2 2 2 2 3 3 2 3 2 2 3 2 2 2 3

  

9 Bernadeta 2 2 2 2 2 3 2 3 2 2 2 2 3 2 3 3 2 2 2 3 3 3 2 3 1 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 3 2 2 2 2 2 2 3

  10 Novia 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 1 3 3 4 3 3 3 3 2 3 2 4 3 3 3 3 2 3 4 3 3 4 4

  11 Maria 3 3 2 3 2 2 2 3 3 3 2 3 2 2 3 2 3 3 3 3 2 2 2 3 2 3 3 3 2 2 3 2 3 2 3 3 2 3 2 2 2 3 3 2 2 2 3

  12 Olivia 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 1 2 2 2 3 3 4 3 2 2 1 2 3 3 3 2 2 2 1 2 4 2 1 2 1 2 2 2 2 2 3

  35 Tita 3 3 2 2 2 3 3 3 2 2 3 2 3 3 2 3 2 2 2 3 2 3 3 3 1 2 3 3 2 3 4 3 3 3 2 3 4 3 3 3 2 2 3 2 3 4 3

  

36 Tata 2 2 2 2 3 3 3 4 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 4 3 4 2 2 4 2 3 3 4

  67 Adrianto 2 3 3 2 4 3 4 3 2 2 3 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 4 3 1 2 2 3 3 3 3 3 2 4 1 3 4 3 2 3 2 2 2 2 3 3 3

  

60 Bartolomeus 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 2 2 3 4 3 1 1 1 3 2 4 3 3 4 1 3 2 3 4 2 2 1 3 4 2 4 2 4 3 4

  

61 Benedektus 3 3 2 2 3 2 2 2 2 3 3 3 2 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 1 2 2 3 3 2 3 3 2 3 2 3 4 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3

  62 Jordan 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 3 3 1 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 1 2 2 3 2 3 2 3 2 3 3

  63 Victor 3 4 3 2 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 1 1 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 4 4

  64 Renardi 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

  65 Malvin 2 3 2 2 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3

  66 Hendra 2 3 2 2 4 3 3 3 2 3 3 2 3 4 3 3 3 2 2 2 3 3 4 3 3 3 2 4 3 3 4 3 3 3 1 3 3 4 3 3 2 2 4 3 3 3 4

  68 Nathaniel 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 2 4 4 2 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 2 3 3 3 4 3 3 4 2 3 3 2 3 4 4

  58 Bagas 2 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 2 2 2 3 2 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3

  

69 Dino 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 2 3 3 2 3 4 2 2 2 4 3 3 3 3 2 2 2 4 3 3 3 3 2 2 4 2 4 3 4

  

70 Candra 4 2 2 2 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 2 3 2 3 2 4 3 4 3 3 4 2 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 4

  

71 Budi 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 4 4 2 2 4 2 2 3 2 3 3 2 3 3 4

  72 Bagaskara 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 4 3 4 2 2 3 4 4 3 3 4 2 2 4 3 4 3 3 3 4 2 3 4 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3

  73 Damar 3 3 2 2 4 4 4 3 2 1 2 2 4 3 4 3 4 3 2 3 4 4 3 4 1 3 3 4 4 4 4 4 4 2 3 4 3 3 2 4 3 2 3 2 3 3 4

  74 Robertus 3 3 2 2 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 2 3 4 3 4 4 2 2 2 1 4 3 4 4 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 4

  75 Alfianus 2 2 1 1 4 3 4 4 3 2 2 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 1 3 2 2 2 4 4 3 2 2 4 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3

  76 Pandu 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 1 3 4 3 3 4 3 3 1 2 3 4 3 1 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 2 4 3 4 2 3

  

59 Deska 2 3 2 2 2 3 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 3 3 2 2 3 2 3 2 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3

  57 Yuga 2 3 2 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 3 1 2 3 3

  

37 Misel 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 4 3 3 3 2 2 2 2 3 3 4

  46 Bagus 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 4 3 3 2 2 2 3 3 3

  38 Stefany 2 2 2 2 3 3 2 3 2 2 2 2 3 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 4 2 4 4 2 2 4 2 1 2 2 3 3 3

  

39 Ratu 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 3 1 3 2 1 2 2 1 2 3 1 3 3 2

  40 Ingrid 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 4 3 2 3 2 3 4 3 2 3 1 2 2 2 3 2 3

  41 Agnes 3 3 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 4 4 4 3 3 2 2 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 2 2 2 2 2 3 2 2 3 1 4 3 2

  

42 Xenia 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 1 2 1 2 2 2 3 3 1 1 2 2 2 3 3 2 1 3 1 1 3 3 2 3 1 2 2 1 1 2 2

  43 Adi 3 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3

  44 Anton 3 4 2 3 3 4 3 4 2 4 4 3 2 2 3 4 3 2 2 3 3 2 2 3 1 3 3 3 4 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 3 1 3 3 2 2 3 3

  45 Priyahita 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 2 1 4 4 2 3 2 3 4 4 2 3 1 1 4 4 3 2 4 4 2 4 4 3 4 3 1 2 4 4 4 3 4 4 4

  47 Gigih 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 2 2 3 3 2 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3

  56 Joshua 2 3 2 2 3 3 3 4 2 2 2 3 3 3 4 3 3 2 2 3 4 3 3 3 1 3 3 2 3 3 3 3 1 2 3 1 3 4 4 3 1 2 2 2 2 3 4

  48 Ivandhito 2 2 2 2 4 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

  

49 Aldi 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3

  

50 Titus 2 2 2 2 2 3 2 3 2 2 2 2 3 3 4 2 1 3 2 2 2 3 3 2 1 3 3 2 3 3 3 2 1 1 1 1 2 1 2 3 1 2 2 2 2 3 3

  

51 Evan 2 3 2 2 4 2 3 3 2 2 2 2 4 3 3 3 2 3 2 3 3 3 4 3 3 1 3 2 3 3 3 2 1 2 2 3 3 2 2 2 2 1 2 2 3 2 3

  52 Handy 2 2 2 1 3 3 3 3 2 2 2 3 4 4 4 3 2 3 2 2 4 3 3 4 4 2 2 4 2 4 3 3 2 2 4 2 4 3 3 3 2 2 3 2 3 3 4

  53 Putra 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 4 2 3 3 3

  54 Isidorus 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 3 2 2 3 4 3 3 3 2 3 3 3 4 4 4 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3

  55 Vino 2 3 3 2 3 3 4 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 2 2 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 2 2 2 3 3 3 4 2 1 3 2 4 3 3

  77 Jonathan 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 4 3 3 3 2 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4

  

78 Kevin 3 3 3 2 4 3 4 3 3 2 2 2 4 4 4 3 1 2 2 1 3 4 4 4 2 1 1 2 4 3 3 3 1 2 2 3 4 4 2 3 2 3 3 2 3 4 4

  

79 Steven 3 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 2 3 3 4 3 3 3 4 1 2 2 4 3 4 3 3 3 3 2 2 4 3 3 4 2 2 3 2 3 3 3

  80 Adri 2 2 2 2 3 3 3 4 2 2 2 3 3 3 2 3 2 3 3 2 2 3 2 2 1 1 2 3 3 3 3 3 2 2 1 2 4 3 2 3 1 2 2 1 2 3 2

  81 Lukas 2 2 2 1 3 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 1 1 1 2 2 3 1 3 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 1 1 4 3 2 1 1 1 4 2 3 1 1 2

  82 Permana 2 2 2 3 3 3 3 4 2 2 1 4 2 3 4 2 2 3 2 2 3 1 4 3 3 2 3 2 4 3 4 4 3 3 1 4 4 3 2 4 1 3 4 2 3 3 4

  83 Berli 4 4 3 4 3 3 3 2 4 3 4 4 3 4 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 1 2 3 4 3 2 4 3 2 2 1 3 2 3 2 3 2 3 4 3 3 3 4

  

84 Theo 1 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 1 2 3 2 1 1 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 4 4 3 3 2 2 1 1 3 2 1 2 1 1 2 2 2 2 3

  

48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 Total

3 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 193

3 3 2 2 1 2 2 4 1 2 3 3 3 2 4 3 4 177

3 4 4 4 3 3 3 4 3 2 4 4 4 3 4 3 3 206

3 3 2 2 2 3 3 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 181

4 4 2 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 201

2 2 3 2 2 2 2 4 2 2 2 3 2 2 3 3 3 153

3 4 4 4 3 3 3 4 3 2 4 4 4 3 4 3 3 208

3 2 3 2 2 2 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 156

2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 150

3 3 2 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 196

2 3 4 4 4 3 2 2 3 2 4 4 3 2 3 2 3 168

3 2 2 2 1 1 3 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 142

2 3 3 2 2 1 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 142

2 2 3 3 2 2 2 3 3 2 2 2 2 3 3 3 2 156

3 4 1 2 3 3 2 1 3 2 3 3 2 3 3 3 3 163

2 3 1 3 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 162

3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 171

3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 2 4 3 188

2 2 2 2 1 2 3 2 3 2 3 2 1 2 2 3 2 122

2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 152

3 2 4 4 4 2 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 215

3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 208

3 2 1 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 163

3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 215

2 3 3 3 3 1 3 3 3 2 2 3 2 2 3 3 3 168

3 2 2 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 162

3 2 1 2 1 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 141

2 2 2 3 3 2 2 3 3 2 3 3 4 2 3 3 2 152

3 3 2 2 3 3 3 4 4 2 3 4 3 3 4 3 3 169

3 3 1 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 181

2 2 2 2 3 2 3 3 4 1 2 4 2 3 4 3 2 139

3 3 3 2 2 3 2 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 154

3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 185

3 3 2 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 197

3 2 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 160

  

3 2 1 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 183

3 3 3 2 2 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 138

3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 152

2 3 2 2 2 2 2 2 3 1 3 4 4 2 2 2 2 134

3 2 1 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 159

2 3 2 3 2 3 2 2 3 1 3 3 3 3 3 4 3 166

2 2 1 1 3 2 2 2 2 1 3 3 3 3 3 3 2 136

2 2 1 2 3 3 2 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 164

3 2 2 4 3 2 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 197

4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 2 2 3 205

3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 180

3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 177

3 3 3 3 2 3 3 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 189

3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 189

3 2 2 2 2 3 2 3 4 2 2 2 2 3 2 3 2 112

3 2 3 2 2 2 3 2 3 2 2 2 2 2 3 3 3 158

3 3 3 3 2 3 2 4 2 4 3 4 4 4 4 2 4 186

2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 185

3 3 2 3 2 4 3 4 3 1 3 3 3 3 4 3 4 186

3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 183

3 3 2 2 3 3 3 4 3 3 2 2 2 3 3 3 3 172

3 3 2 2 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 2 3 2 165

2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 168

2 3 3 2 2 3 2 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 166

3 4 3 4 3 2 3 3 3 2 4 2 2 3 3 3 3 183

3 3 2 2 3 2 3 2 3 3 2 2 2 2 2 2 2 161

2 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 159

3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 174

3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 189

3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 194

3 2 2 4 2 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 188

3 3 2 3 2 3 2 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 173

4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 219

3 4 3 4 2 3 4 3 3 2 3 3 2 3 4 4 3 187

2 2 2 3 3 2 3 2 2 4 3 2 3 3 3 3 3 180

3 3 3 3 2 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 181

3 3 2 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 183

3 3 3 4 4 3 2 3 3 4 4 4 3 3 3 2 3 199

3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 202

4 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 179

3 1 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 214

3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 3 208

  

4 4 4 2 2 3 4 4 4 4 3 3 2 4 4 4 4 190

3 4 4 4 4 4 4 2 3 3 2 4 4 3 4 4 3 202

2 2 2 1 3 3 2 3 3 2 2 2 2 2 2 3 2 149

3 1 1 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 115

2 3 2 4 3 4 1 3 4 3 3 4 4 2 1 4 3 177

3 2 2 2 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 2 181

3 1 1 2 2 1 2 3 3 2 1 2 2 3 3 3 2 129

14564

  Lampiran 3 Data Uji Coba Validitas Angket

  8. Saya kurang senang mengerjakan tugas-tugas matematika yang diberikan oleh guru di sekolah.

  14. Saya kurang berkonsentrasi dengan baik dalam mengingat rumus-rumus matematika yang telah diajarkan oleh guru.

  ,518 Valid

  13. Saya kurang aktif mengerjakan soal-soal matematika yang diberikan oleh guru.

  ,576 Valid

  12. Saya memperhatikan petunjuk guru dalam mengerjakan soal matematika.

  ,445 Valid

  11. Saya dapat berkonsentrasi dengan baik pada saat guru memberikan contoh soal matematika di papan tulis.

  ,529 Valid

  10. Saya mendengarkan guru dengan baik, saat guru menerangkan materi pelajaran matematika di dalam kelas.

  ,654 Valid

  9. Saya aktif mengerjakan soal-soal matematika yang diberikan oleh guru.

  ,501 Valid

  ,622 Valid

  

No Pernyataan Total korelasi Validitas

  7. Saya kurang bersemangat mengikuti pelajaran matematika di kelas.

  ,595 Valid

  6. Saya kurang mengikuti pelajaran matematika dengan sungguh-sungguh.

  ,494 Valid

  5. Saya kurang mempunyai keinginan untuk belajar matematika.

  Valid

  ,467

  Saya senang mengerjakan tugas-tugas matematika yang diberikan oleh guru di sekolah.

  3. Saya bersemangat mengikuti pelajaran matematika di kelas. ,523 Valid 4.

  ,477 Valid

  2. Saya mengikuti pelajaran matematika dengan sungguh- sungguh.

  ,547 Valid

  1. Saya tertarik mempelajari matematika untuk melatih kemampuan saya dalam berhitung.

  ,383 Valid

15. Saya kurang memperhatikan petunjuk guru dalam mengerjakan soal matematika.

  ,572 Valid

16. Saya asyik mengobrol dengan teman, saat guru menjelaskan pelajaran matematika di dalam kelas.

18. Saya rajin dalam menyelesaikan tugas-tugas matematika yang diberikan oleh guru.

  ,600 Valid

  , 282 Gugur

  30. Saya kurang meningkatkan kebiasaan belajar matematika di rumah.

  Valid

  ,518

  ,429 Valid 29. Saya kurang berusaha sungguh-sungguh dalam mempelajari matematika.

  28. Saya belajar dengan baik materi pelajaran matematika untuk menghadapi ujian.

  ,465 Valid

  ,045 Gugur

26.  Saya meningkatkan kebiasaan belajar matematika di rumah. , 257 Gugur

  sekolah agar semakin memahami pelajaran matematika dengan baik.

  25. Saya mengikuti bimbingan belajar matematika di luar

  24. Saya kurang rajin dalam menyelesaikan tugas-tugas metamatika.

  ,619

  Valid

  ,451

  ,422 Valid 23. Saya kurang percaya diri dalam mengerjakan soal matematika yang diberikan oleh guru di papan tulis.

  22. Saya mudah bergantung kepada teman dalam mengerjakan soal-soal matematika.

  

21. Saya mudah putus asa dalam mengerjakan tugas matematika. ,479 Valid

  ,462 Valid

  20. Saya berusaha mengingat kembali pelajaran matematika yang telah diajarkan oleh guru di kelas.

  ,531 Valid

  19.  Saya berani mencoba untuk mengerjakan soal matematika yang diberikan oleh guru di papan tulis.

  ,463 Valid

  ,377 Valid

  Saya berusaha mengulang kembali pelajaran matematika di rumah.

  Valid 17.

27. Saya mencoba berlatih mengerjakan soal matematika yang telah diajarkan oleh guru.

  31. Saya kurang mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian matematika.

  Valid

  Valid

  ,605

  Saya menghindari tugas-tugas matematika yang sulit dan rumit.

  

44. Saya mengerjakan soal ujian matematika dengan mudah. ,399 Valid

45.

  ,661 Valid

  telah memperoleh hasil yang memuaskan dalam pelajaran matematika.

  43. Saya berusaha memperoleh hasil yang lebih baik, meskipun

  ,322 Valid

  42. Saya mengerjakan latihan soal matematika pada akhir pembahasan buku paket matematika.

  ,524 Valid

  41. Saya mengerjakan tugas-tugas matematika yang menantang atau sulit dipecahkan.

  ,522 Valid

  40. Saya kurang berusaha mempelajari matematika dari berbagai sumber, seperti buku paket dan internet .

  ,467

  ,488 Valid 32. Saya kurang latihan mengerjakan soal matematika yang telah diajarkan oleh guru.

  ,466 Valid 39. Saya menggunakan waktu luang untuk bermain, daripada belajar matematika.

  38. Saya kurang mempunyai inisiatif untuk belajar matematika pada waktu luang.

  ,302 Valid

  37. Saya malu bertanya jika saya kurang memahami pelajaran matematika.

  ,396 Valid

  36. Saya mendiskusikan dengan teman-teman sekelas, jika menemukan kesulitan dalam mempelajari matematika.

  ,495 Valid

  35. Saya mencoba memecahkan soal matematika yang belum diajarkan oleh guru di sekolah.

  ,457 Valid

  34. Saya berani bertanya kepada guru untuk mengatasi kesulitan dalam pelajaran matematika.

  ,422 Valid

  33. Saya berusaha mempelajari matematika dari berbagai sumber, seperti buku paket dan internet.

  Valid

  ,605

  

46. Saya kurang mengerjakan latihan soal matematika pada ,577 Valid akhir pembahasan buku paket matematika.

  47. Saya kurang berusaha memperoleh nilai yang baik dalam pelajaran matematika.

  ,515 Valid

  ,548 Valid

  61. Saya kurang yakin untuk mendapatkan nilai yang baik dalam pelajaran matematika.

  Valid

  ,585

  ,660 Valid 60. Saya ingin meningkatkan nilai matematika dengan banyak berlatih soal-soal.

  59. Saya mempunyai kemauan untuk meningkatkan belajar matematika, agar memperoleh prestasi yang baik.

  ,667 Valid

  58. Saya belajar matematika dengan sungguh-sungguh untuk meraih nilai raport yang baik.

  ,592 Valid

  57 Saya yakin bahwa saya mendapatkan nilai yang baik dalam pelajaran matematika.

  ,365 Valid

  56. Saya kurang cepat dalam mencatat rangkuman matematika yang diberikan oleh guru di papan tulis.

  55. Saya menyelesaikan ujian matematika dengan asal-asalan, jika waktu yang diberikan telah habis.

  ,668 Valid

  ,604 Valid

  54. Saya kurang tepat waktu dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh guru.

  

53. Saya sering menunda dalam mengerjakan PR matematika. ,610 Valid

  ,562 Valid

  52. Saya mencatat rangkuman matematika yang diberikan oleh guru di papan tulis dengan cepat dan baik.

  ,647 Valid

  51. Saya berusaha menyelesaikan ujian matematika dengan baik, dan mencoba memeriksa bila masih ada waktu.

  ,562 Valid

  50. Saya mengumpulkan PR matematika sebelum batas waktu yang telah ditentukan.

  ,524 Valid

  49. Saya berusaha menyelesaikan tugas-tugas matematika yang diberikan oleh guru tepat waktu.

  ,486 Valid

  48. Saya kurang dapat mengerjakan soal ujian matematika dengan benar.

62. Saya kurang mempunyai kemauan untuk meningkatkan ,477 Valid

  belajar matematika.

63. Saya kurang mempunyai prioritas dalam belajar matematika. ,455 Valid 64.

  Saya kurang meningkatkan nilai matematika dalam berlatih soal-soal.

  ,640

  Valid

  Lampiran 4

   

  87

   

   5   an ir Lamp

  88  

  

 

 

  Lampiran 6

  Perhitungan Reliabilitas Angket Perbedaan Motivasi Belajar Mata Pelajaran Matematika.

  Hasil perhitungan reliabilitas uji coba angket perbedaan motivasi belajar terhadap mata pelajaran matematika. Reliabilitas :

   N ∑xy – (∑x)(∑y) r

   = xy

  2

  2

  2

  2

  {N }{N }

  ∑x − (∑x) ∑y − (∑y)

  (84) (641979) – (7304) (7260) =

  

2

  2

  {84(646976) – (7304) }{84(641783) – (7260) } 53926236 – 53027040 =

  {54345984 – 53348416}{53909772 – 52707600} 899196

  =

  {997568}{1202172} 899196 = 1095101,967 = 0,8211070

  r = 0,82 ( dibulatkan dua angka dibelakang koma ). xy

   2r gg r

  =

  xy

  1 + r

  gg

  2 (0,82) = 1 + 0,82

  1,64 =

  1,82 = 0,90109

  r

  = 0,90 ( dibulatkan dua angka dibelakang koma ).  

  xy

  Jadi, hasil koefisien reliabilitas uji coba adalah 0,90 ( dibulatkan dua angka dibelakang koma ). Termasuk dalam klasifikasi tinggi.

  Lampiran 7

  4 3 2 2 3 3 4 3 2 2 2 3 3 3 4 3 2 2 2 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 2 2 3 4 3 3 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 163 32 P

  3 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 1 2 3 3 3 3 1 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 2 3 2 151 24 P

  2 3 3 2 4 4 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 1 2 2 3 2 3 1 2 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 2 2 2 2 3 3 3 3 158 25 P

  4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 3 3 4 3 4 4 2 2 2 2 3 3 3 4 3 3 4 4 2 1 1 2 3 3 2 2 1 2 3 2 4 4 4 3 3 2 3 3 4 3 4 4 2 3 3 3 4 4 4 3 184 26 P

  3 4 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 2 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 2 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 216 27 P

  3 4 4 2 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 2 4 3 4 3 4 2 4 4 4 2 2 2 2 4 4 4 4 2 2 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 207 28 P

  2 2 2 2 3 3 4 2 4 4 4 4 4 3 3 4 2 3 4 2 3 4 3 4 1 4 4 3 1 1 2 1 1 3 2 1 1 1 2 2 3 2 4 3 2 2 2 2 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 161 29 P

  2 2 3 2 3 2 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 1 2 4 3 3 3 2 2 3 3 1 1 1 2 4 4 4 2 2 2 2 1 4 3 3 2 2 3 2 3 4 4 4 3 1 1 2 2 3 3 3 3 151 30 P

  3 4 3 3 4 4 2 3 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 3 3 2 3 2 3 2 3 3 2 1 3 3 3 2 3 2 1 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 2 3 151 31 P

  2 2 2 2 2 2 3 2 2 4 4 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 1 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 4 3 4 3 3 3 2 3 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 170 33 P

  4 3 2 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 2 2 2 3 3 3 4 4 2 4 4 4 2 4 1 3 4 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 195 22 P

  2 2 3 4 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 3 3 2 2 1 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 150 34 P

  3 4 3 4 3 2 3 2 3 2 3 3 3 2 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 1 2 3 4 3 4 2 2 2 2 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 159 35 P

  4 4 4 3 3 2 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 4 2 3 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 2 3 2 2 3 3 3 2 2 2 3 3 2 2 4 3 3 2 3 3 3 168 36 P

  3 2 3 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 3 3 4 2 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 2 3 4 4 3 2 3 2 4 2 4 3 4 4 4 4 4 4 3 2 3 2 197 37 P

  2 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 2 3 2 2 4 2 3 2 2 1 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 202 38 P

  2 3 3 2 3 4 4 3 3 2 3 4 4 3 4 3 2 3 2 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 1 4 3 2 4 3 3 4 4 2 2 4 4 3 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 4 4 2 3 2 4 193 39 P

  2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 2 3 4 3 1 3 4 4 3 3 2 4 2 4 4 3 4 3 2 2 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 2 4 2 2 4 3 1 186 40 P

  4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 2 3 3 2 3 2 2 4 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 2 2 4 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 178 41 P

  3 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 3 2 3 4 4 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 2 4 3 4 3 3 2 2 2 3 3 4 3 3 4 4 3 3 4 1 4 171 23 P

  3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 2 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 4 3 3 2 3 2 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 197 21 P

  TABULASI DATA PENELITIAN No. L/P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 Total 1 P

  3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 2 3 4 3 4 4 3 2 2 3 3 4 3 4 3 3 3 4 2 2 2 2 3 3 4 3 2 2 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 2 3 3 2 4 4 3 3 187 9 P

  2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 152 2 P

  2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 150 3 P

  3 2 3 3 3 4 3 2 2 2 4 3 4 3 3 3 2 4 2 2 3 3 3 4 2 2 3 3 2 2 1 4 3 3 3 3 1 2 4 2 2 3 3 3 2 4 3 4 4 3 4 1 2 3 3 2 3 4 4 3 170 4 P

  2 4 4 2 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 4 2 3 3 3 3 3 4 3 1 2 1 3 3 4 3 3 2 2 4 2 4 4 2 3 2 4 4 4 4 3 3 4 2 3 4 3 3 3 3 3 184 5 P

  2 3 3 2 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 2 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 3 2 4 3 4 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 4 4 2 3 3 3 177

  6 P

  2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 4 3 2 4 4 1 2 2 1 3 3 3 4 1 2 2 2 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 2 2 4 4 4 167 7 P

  3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 4 4 2 3 4 4 3 4 4 3 3 3 4 1 4 3 3 1 4 3 2 2 3 4 3 3 3 3 2 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 190 8 P

  2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 2 2 4 3 3 3 2 2 2 2 2 3 3 3 157 10 P

  3 3 3 3 4 4 3 2 3 2 3 2 4 1 1 3 2 3 4 2 3 2 2 2 2 2 2 2 4 3 2 2 4 3 2 3 2 2 2 2 4 4 3 3 3 2 3 4 2 1 3 4 2 4 3 3 3 2 2 2 160 20 P

  3 3 3 2 4 3 3 3 2 2 2 2 4 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 2 2 1 3 3 3 3 2 2 3 2 4 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 164 11 P

  2 2 2 2 3 2 3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 2 2 2 2 2 4 4 4 2 2 2 3 1 2 2 2 3 4 3 3 1 2 1 2 3 2 2 3 2 3 2 4 3 3 4 4 2 2 2 2 3 3 3 3 151 12 P

  2 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 2 3 2 2 4 3 3 3 2 2 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 201 13 P

  2 2 2 2 4 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 1 1 2 2 2 3 1 3 3 1 1 3 3 1 2 2 2 3 3 2 4 1 2 2 1 4 3 3 3 2 1 2 2 2 3 3 3 1 2 2 2 3 3 3 3 139 14 P

  2 3 2 3 3 3 3 3 1 2 2 2 3 3 3 2 1 1 1 2 3 3 3 3 1 2 3 3 1 1 1 1 2 3 1 2 2 2 1 2 3 3 2 2 1 2 2 1 1 2 3 3 1 1 2 2 3 3 3 3 128 15 P

  3 4 3 3 4 3 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 1 3 2 2 4 4 3 3 2 2 3 3 2 2 1 3 3 4 3 3 1 2 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 2 3 2 2 3 2 3 3 3 3 161 16 P

  2 3 2 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 1 4 2 3 4 3 2 3 4 2 4 4 3 3 2 4 3 4 3 3 3 4 2 4 4 3 3 4 4 3 186 17 P

  3 3 2 2 2 4 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 1 3 2 2 4 4 3 3 2 2 3 3 2 2 1 3 3 4 3 3 1 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 4 2 2 3 2 3 3 3 3 159 18 P

  4 3 2 2 2 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 2 2 2 2 3 2 1 2 2 3 2 3 2 1 1 2 3 4 3 3 2 1 2 2 2 3 3 3 2 3 2 4 3 3 3 4 1 3 3 2 3 3 3 3 158 19 P

  3 2 2 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 180

  42 P

  2 2 3 3 2 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 4 4 3 3 4 4 2 2 2 2 4 3 3 4 2 2 3 2 4 3 4 3 2 2 2 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 185 76 L

  2 3 2 1 4 2 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 2 2 2 3 2 2 3 2 3 4 4 3 3 2 3 2 2 2 3 2 2 1 3 2 2 3 3 3 1 3 3 169 68 L

  4 3 3 2 3 3 3 4 3 4 2 3 3 3 3 2 2 3 3 2 4 3 3 4 1 3 3 2 1 2 1 1 4 3 3 4 1 3 3 2 4 3 2 2 2 2 2 3 3 3 2 3 2 4 3 2 3 3 4 2 163 69 L

  2 3 2 4 2 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 4 3 2 4 3 3 3 4 4 2 3 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 4 4 2 2 2 3 3 3 3 178 70 L

  3 3 3 2 3 4 3 3 4 2 2 4 3 2 3 3 1 2 2 2 2 3 2 2 2 4 3 3 3 1 1 1 3 2 3 3 1 1 1 2 3 2 3 1 4 4 2 2 3 2 2 4 2 4 2 3 3 4 4 3 154 71 L

  3 3 3 2 3 3 4 3 2 4 3 3 3 4 4 4 2 3 2 3 3 4 4 4 3 4 3 4 2 1 3 2 3 4 4 3 3 3 3 2 2 1 4 3 3 4 4 4 3 2 3 2 2 4 3 3 4 2 2 4 182 72 L

  4 3 3 4 4 4 2 2 2 2 2 3 2 3 2 2 2 1 3 2 4 4 3 3 2 3 4 4 3 2 3 3 3 3 2 4 2 2 3 2 4 4 3 3 2 2 1 2 3 3 4 3 3 3 3 2 3 4 3 4 170 73 L

  3 3 2 2 2 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 2 3 3 4 4 4 4 3 3 4 4 2 2 2 2 3 4 3 4 2 2 4 2 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 202 74 L

  4 4 4 3 2 3 1 1 4 4 3 2 2 3 3 3 3 2 1 2 2 2 2 3 4 4 2 3 1 2 1 3 1 1 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 1 2 2 3 2 2 2 2 1 2 3 4 141 75 L

  2 3 3 3 4 4 3 4 3 2 2 2 4 2 3 3 2 2 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 2 2 1 2 2 3 3 3 2 2 3 2 3 3 2 3 2 2 3 2 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 157 77 L

  4 3 2 2 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 2 3 2 3 4 3 3 3 3 3 4 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 177 66 L

  4 3 3 4 1 2 4 4 3 2 2 3 4 4 3 3 2 3 4 4 3 3 4 4 3 1 4 4 2 3 1 2 4 2 3 2 3 3 3 3 2 4 4 4 3 3 2 3 2 4 4 4 2 3 4 4 4 4 4 4 187 78 L

  2 1 2 1 2 2 3 3 2 3 3 2 4 3 4 4 2 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 2 3 2 3 2 2 3 3 1 2 3 2 4 3 2 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 165 79 L

  3 2 2 2 3 3 3 3 3 4 2 3 2 2 2 2 1 2 1 2 2 3 2 2 1 3 2 2 3 1 1 3 1 1 1 4 1 1 1 2 2 2 1 1 1 3 3 1 1 3 2 4 2 2 2 1 1 1 2 1 120 80 L

  2 2 2 3 4 4 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 2 3 2 2 3 3 2 1 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 151 81 L

  3 3 3 3 3 3 3 4 2 2 2 2 4 3 4 4 2 2 2 2 3 3 3 3 2 3 4 4 2 2 2 3 3 3 4 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 4 3 4 4 166 82 L

  3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 4 2 2 4 3 3 3 2 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 178 83 L

  2 4 2 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 1 1 3 3 2 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 157 84 L

  3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 4 3 3 2 2 2 2 3 4 3 3 3 4 3 3 2 3 1 4 4 3 1 3 1 1 3 2 3 3 4 3 3 4 4 3 2 3 4 4 3 4 3 2 4 3 3 4 174 85 L

  3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 4 3 2 2 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 172 86 L

  4 4 4 4 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 183 67 L

  3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 2 3 1 2 3 2 3 3 2 3 3 2 2 2 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 3 3 2 3 2 2 3 3 3 2 2 156 65 L

  2 2 2 2 3 3 3 4 2 2 2 3 4 3 3 4 3 2 2 3 3 3 2 3 2 3 4 4 2 2 1 2 4 4 4 3 2 2 2 2 3 4 4 3 3 2 3 2 4 3 4 3 2 3 2 3 3 4 3 4 170 43 P

  2 2 3 2 2 3 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 2 3 2 3 4 3 4 3 3 4 4 3 2 2 2 3 4 3 3 3 2 3 3 2 4 3 4 4 2 3 4 2 3 3 4 4 2 3 3 2 3 4 4 3 184 53 P

  4 4 3 4 4 4 3 2 1 2 2 2 2 2 2 3 2 2 1 2 1 3 3 2 2 2 2 3 2 2 1 1 2 4 3 3 1 2 3 2 3 2 2 3 2 4 2 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 148 44 P

  2 2 2 2 3 3 4 4 3 2 2 3 3 2 3 3 2 2 2 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 2 1 3 2 1 3 3 3 3 4 4 2 3 4 4 3 3 2 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 188 45 P

  3 2 3 2 2 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 1 2 3 3 3 3 2 2 3 3 1 1 1 2 4 4 4 3 1 2 4 2 2 3 3 4 2 2 2 2 2 3 4 3 4 4 4 2 4 4 2 4 158 46 P

  4 3 3 2 3 3 2 3 2 4 3 2 3 2 4 3 1 2 2 3 4 3 4 3 2 4 3 2 2 1 1 4 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 4 4 3 3 2 3 3 3 3 2 1 2 2 3 157 47 P

  2 2 2 2 2 2 3 4 2 4 2 4 3 3 3 4 2 4 2 3 4 4 3 4 3 4 3 3 4 1 1 3 3 2 3 4 2 2 4 2 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 2 4 3 2 3 4 3 3 178 48 P

  2 3 3 2 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 2 1 1 2 2 1 2 2 2 3 2 3 2 4 1 1 1 3 3 2 1 1 2 2 3 2 1 2 3 3 2 3 2 4 4 3 3 3 3 3 3 2 4 3 2 3 144 49 P

  2 2 2 2 3 3 2 2 2 4 3 4 3 3 2 1 4 4 2 3 3 2 2 2 3 4 2 2 2 2 2 3 1 4 1 3 2 2 3 2 1 2 2 2 3 4 4 2 2 3 3 3 3 4 4 4 2 2 3 3 156 50 P

  2 2 2 2 4 4 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 2 2 3 3 3 2 3 2 3 4 3 3 3 2 2 2 2 2 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 158 51 P

  3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 2 3 4 4 3 3 2 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 4 4 1 4 2 2 3 2 4 4 4 4 2 2 2 2 3 3 3 3 2 4 4 4 4 4 3 3 182 52 P

  2 2 2 2 3 2 3 4 3 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 4 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 2 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 4 2 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 166 54 P

  4 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 2 3 4 4 3 4 3 3 4 4 2 2 2 2 3 4 3 4 3 3 3 2 4 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 189 64 L

  2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 2 1 2 3 3 3 3 2 2 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 160 55 P

  2 2 2 2 3 3 3 4 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 1 3 3 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2 4 3 2 3 2 2 3 2 3 3 2 2 2 3 2 2 3 3 2 2 2 3 2 2 3 2 3 3 143 56 P

  2 2 4 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 2 3 1 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 157 57 P

  3 3 4 3 3 3 1 3 2 2 2 2 3 4 4 1 2 1 2 2 2 1 4 3 3 2 2 3 2 4 2 4 4 3 4 3 1 1 2 2 3 3 1 3 1 2 2 2 4 3 1 2 4 4 4 4 3 4 4 4 160 58 P

  2 2 3 4 3 3 4 3 3 2 3 2 3 4 3 3 2 3 2 2 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 2 3 4 2 2 1 3 4 3 4 3 4 4 2 4 3 4 4 3 4 3 2 3 1 186 59 P

  2 2 2 2 1 1 2 4 2 2 3 3 1 4 4 3 2 2 3 2 4 4 1 4 2 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 2 2 3 2 2 4 4 3 2 3 1 3 2 4 1 3 2 2 3 3 2 2 3 2 2 151 60 P

  3 4 4 4 4 4 3 3 2 2 2 4 3 3 4 4 4 2 2 4 4 3 4 4 2 4 3 3 2 3 4 3 4 3 4 4 1 2 4 4 4 4 4 2 3 3 3 3 4 3 4 3 2 3 2 2 1 3 2 4 189 61 P

  4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 4 2 3 4 4 2 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 212 62 L

  3 3 3 3 2 2 4 4 3 3 2 3 1 2 4 3 3 3 2 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 1 3 2 2 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 2 4 4 4 4 4 3 2 4 4 3 4 194 63 L

  2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 1 2 3 1 3 2 3 2 2 3 2 3 4 4 3 2 3 3 3 3 3 2 4 2 3 3 3 3 3 4 3 164

  87 L

  2 3 2 3 3 3 4 4 2 3 3 4 4 4 4 3 1 2 1 3 4 3 3 3 1 4 3 2 1 3 1 3 4 2 3 2 2 1 3 2 4 3 3 4 2 3 4 4 3 3 4 3 2 3 2 2 4 3 4 2 170 121 L

  3 3 2 2 1 3 3 3 2 2 1 2 3 3 3 3 1 2 2 2 4 4 3 3 2 1 3 3 2 2 1 2 4 3 3 3 2 1 2 2 3 3 3 4 3 3 2 2 4 3 4 3 1 2 3 3 3 3 3 4 155 113 L

  2 4 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 2 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 2 4 3 2 3 4 3 4 4 2 4 3 3 3 4 4 4 3 2 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 2 189 114 L

  3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 2 3 3 1 2 2 3 4 3 2 3 4 2 3 2 2 1 1 2 2 1 2 2 1 1 3 3 3 3 3 2 4 4 2 4 3 3 2 4 4 3 2 1 3 2 3 3 162 115 L

  2 4 3 2 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 2 3 2 3 4 3 4 1 3 3 3 202 116 L

  3 2 3 3 4 3 2 2 2 2 2 3 3 2 2 3 3 2 3 3 1 1 1 2 3 4 2 2 1 1 1 1 1 2 3 3 1 1 4 2 4 2 2 3 2 3 4 4 3 2 4 2 3 4 4 3 2 2 2 1 145 117 L

  4 4 4 2 3 3 4 3 2 3 3 3 4 2 2 3 2 2 1 2 4 3 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 3 3 3 1 2 1 2 4 3 2 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 153 118 L

  2 3 2 2 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 1 2 4 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 4 2 4 2 4 2 2 3 3 2 4 4 2 2 3 3 2 4 4 2 3 3 2 3 3 4 4 177 119 L

  4 4 2 2 4 4 3 4 2 4 3 2 3 2 4 3 2 3 2 3 4 3 3 4 3 3 4 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 4 4 2 4 3 2 3 3 2 3 2 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 179 120 L

  2 3 3 2 2 3 4 3 3 4 3 2 2 2 2 3 2 3 4 2 2 3 2 3 2 2 3 2 2 2 3 2 4 4 3 1 3 4 2 3 4 2 3 3 3 3 2 3 4 3 4 4 3 2 3 2 4 3 2 2 165 122 L

  2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 1 2 3 3 3 3 2 2 1 3 4 3 3 4 2 3 4 3 2 2 3 2 4 3 3 3 2 1 2 2 3 4 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 2 1 2 3 2 2 3 3 157 111 L

  3 2 3 3 3 2 3 3 3 4 3 4 4 2 3 3 2 3 2 2 4 4 2 3 2 4 2 4 2 2 1 1 3 2 3 3 3 2 3 1 3 3 2 3 2 3 3 2 3 2 3 4 2 2 3 2 3 2 2 3 160 123 L

  3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 2 4 3 3 3 4 2 2 3 2 3 3 3 4 4 2 2 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 189 124 L

  3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 4 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 168 125 L

  2 2 3 2 3 1 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 2 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 4 4 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 175 126 L

  4 4 4 4 4 3 2 3 2 3 2 3 1 2 3 2 1 2 1 4 3 2 3 1 2 4 2 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 2 3 1 4 1 1 2 3 2 1 1 1 3 1 2 4 4 4 3 1 3 3 134 127 L

  3 3 2 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 2 3 1 3 3 4 3 4 4 2 2 4 3 4 4 3 2 4 2 4 4 4 4 2 3 2 3 203 128 L

  2 4 4 4 4 3 3 3 2 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 2 2 3 3 3 1 3 2 2 3 2 4 3 3 2 3 3 3 1 3 3 3 4 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 179 129 L

  3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 2 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 2 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 2 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 2 2 2 3 3 3 207 130 L

  3 3 4 3 4 4 4 4 2 3 3 3 4 2 3 3 2 3 2 2 3 4 3 4 2 3 3 3 2 2 1 4 3 3 3 3 1 2 4 2 4 3 4 2 4 4 4 4 3 3 4 4 2 2 4 2 4 4 3 4 184 131 L

  2 2 2 1 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 3 2 1 2 3 2 2 2 1 1 4 4 3 3 3 2 1 1 3 2 3 4 1 1 2 3 3 2 2 2 2 1 4 4 143 112 L

  2 2 2 2 3 3 3 3 1 3 1 3 3 4 2 4 4 2 3 1 3 2 4 2 1 2 2 3 1 2 3 2 4 3 2 3 1 2 1 2 4 3 3 3 3 3 2 2 4 4 4 3 1 2 2 3 2 3 2 4 153 110 L

  2 3 3 2 3 3 4 3 2 3 2 3 3 2 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 1 2 3 2 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 166 88 L

  3 4 4 4 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 4 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 174 98 L

  3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 4 4 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 3 2 3 3 2 3 2 2 1 3 3 3 3 3 3 4 4 2 3 3 2 2 2 2 3 4 4 3 3 2 2 4 3 2 4 3 3 2 166 89 L

  2 3 3 2 3 3 3 2 4 3 2 3 4 3 3 3 2 1 2 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 2 2 3 4 3 3 3 3 3 2 4 3 2 2 2 2 3 4 4 3 3 2 2 4 3 2 4 3 3 3 171 90 L

  2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 1 3 3 3 3 3 1 1 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 4 2 2 3 2 3 3 3 3 159 91 L

  1 2 2 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 1 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 4 2 2 3 2 3 3 3 3 158 92 L

  2 2 2 2 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 3 1 3 4 3 1 2 1 2 2 3 2 2 1 1 2 2 3 3 4 3 1 2 4 3 2 3 2 2 2 3 2 1 3 2 3 3 144 93 L

  2 2 2 2 3 3 2 3 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 3 4 3 3 1 1 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 110 94 L

  2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 3 2 3 2 2 2 2 2 3 2 3 2 3 2 2 2 2 2 2 3 4 2 2 2 1 1 2 3 2 2 3 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 4 139 95 L

  3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 2 3 2 1 2 1 1 1 1 1 3 3 1 3 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 3 1 3 1 1 4 3 3 2 1 1 4 2 4 2 3 3 118 96 L

  3 3 2 2 4 4 3 3 2 2 2 3 3 2 3 3 2 2 3 2 3 2 2 3 3 2 3 3 2 1 1 3 1 2 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 2 2 3 148 97 L

  2 2 2 2 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 2 2 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 195 99 L

  2 3 2 3 3 2 2 2 2 2 2 2 3 4 3 2 1 2 2 2 2 3 3 3 2 3 3 3 2 1 1 1 4 3 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 1 3 3 4 3 3 145 109 L

  2 3 2 2 3 3 4 3 2 2 2 1 3 4 3 3 1 1 2 2 3 3 4 3 2 2 4 3 1 1 1 2 3 4 3 4 4 2 2 1 4 3 3 3 2 2 2 2 4 3 3 3 2 2 1 2 3 4 3 4 155 100 L

  2 3 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 3 3 2 3 2 2 2 3 2 2 1 2 2 2 2 4 2 1 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 138 101 L

  4 4 4 3 4 4 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 2 2 2 3 2 4 3 3 3 2 3 3 4 3 3 1 3 3 2 2 3 2 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 2 2 2 3 2 3 2 2 2 3 164 102 L

  3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 2 1 2 3 2 2 2 2 2 3 2 1 2 3 2 2 4 3 3 2 3 4 2 3 4 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 4 3 3 2 174 103 L

  2 1 1 2 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 2 3 2 2 2 1 3 4 2 3 3 2 4 3 2 2 2 3 3 3 2 3 2 2 2 3 2 2 2 3 2 3 2 3 3 3 4 3 2 2 3 2 2 2 3 2 147 104 L

  2 3 3 4 3 3 3 4 2 3 2 2 2 3 3 3 2 3 2 3 4 4 3 3 2 4 3 3 4 3 2 4 3 3 3 1 2 2 2 4 3 2 4 3 4 2 3 4 1 3 3 3 1 3 2 3 2 3 3 4 170 105 L

  4 4 4 3 4 4 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 2 2 1 2 2 2 2 2 3 2 3 2 3 3 2 3 3 2 3 2 2 3 2 3 1 1 1 1 159 106 L

  2 4 4 4 2 3 3 2 3 3 2 4 3 2 3 3 1 2 3 2 3 2 2 3 2 4 2 2 1 2 1 2 3 4 1 1 1 3 4 3 4 2 4 3 2 3 4 3 2 3 4 2 4 2 2 4 2 1 1 1 154 107 L

  1 2 2 1 2 1 3 3 2 2 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 1 2 3 3 2 2 4 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 4 4 2 3 3 4 3 3 160 108 L

  2 2 3 3 3 4 4 4 2 3 3 3 3 3 4 3 2 3 2 2 4 4 3 4 2 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 4 2 2 3 2 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 4 4 4 4 178

  132 L

  3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 4 4 3 3 3 2 1 2 1 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 4 3 2 3 2 2 3 2 3 3 157 144 L

  3 4 2 2 4 3 4 4 2 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 2 2 4 4 3 4 2 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 193 152 L

  3 4 4 3 4 4 2 3 2 3 2 3 3 3 3 2 1 2 2 1 1 2 2 3 1 2 3 3 1 2 1 2 4 4 1 4 2 2 2 1 1 4 3 4 1 2 1 2 3 1 4 1 3 1 2 2 3 4 2 3 144 151 L

  2 4 3 2 3 4 3 4 2 3 3 2 4 4 4 4 3 3 2 2 4 4 4 4 3 3 4 4 2 3 2 2 4 4 4 3 3 2 2 3 4 4 3 4 1 3 2 1 4 4 4 2 3 3 3 2 4 3 4 2 185 150 L

  3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 2 2 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 1 2 1 3 2 3 3 4 2 3 2 2 3 2 3 3 3 2 2 3 3 1 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 161 149 L

  2 3 2 2 1 3 4 3 4 3 3 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 2 4 3 2 2 3 2 2 2 3 3 1 3 3 2 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 2 2 3 2 158 148 L

  2 3 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 4 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 2 3 3 4 4 3 3 1 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 2 1 4 3 3 194 147 L

  4 3 4 3 3 4 2 1 2 4 2 4 2 4 1 3 4 2 2 2 4 1 2 3 3 2 1 3 3 1 2 4 2 3 1 3 4 2 4 2 1 4 1 1 2 4 2 4 3 1 3 1 3 3 4 2 2 1 2 3 153 146 L

  2 3 3 2 2 1 3 3 2 2 2 3 3 3 2 3 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 3 2 2 1 3 3 3 3 3 2 2 3 2 4 3 2 3 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 4 3 4 3 149 145 L

  2 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 2 4 3 3 3 3 1 1 2 1 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 4 3 2 3 2 2 3 2 3 3 152 143 L

  4 3 3 2 4 3 3 4 3 2 3 3 4 2 3 2 2 2 1 3 3 1 2 3 2 3 4 3 2 2 3 2 2 2 3 4 2 2 2 2 3 2 3 4 2 2 1 3 3 2 3 4 2 3 2 1 3 4 3 3 158 133 L

  2 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 2 2 4 3 3 3 3 3 3 3 2 2 1 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 4 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 159 142 L

  3 2 3 2 3 3 3 3 4 4 2 3 4 4 4 3 2 3 2 2 4 3 2 3 2 3 2 2 2 2 2 4 2 3 3 2 2 2 2 3 2 3 2 3 2 2 3 3 3 2 2 3 2 3 3 4 3 3 3 2 162 141 L

  2 2 2 3 3 2 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 3 2 2 3 3 3 2 2 1 1 4 2 3 3 1 1 2 1 4 4 3 3 1 2 1 1 4 3 3 4 2 2 2 2 4 4 4 2 150 140 L

  3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 2 2 2 3 4 2 3 3 3 3 3 3 2 1 2 1 3 3 2 3 4 2 3 2 2 3 2 3 3 3 2 2 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 163 139 L

  2 3 2 2 1 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 2 2 2 2 3 4 3 3 2 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 173 138 L

  2 3 3 2 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 2 3 4 3 4 3 1 3 4 3 4 3 3 2 4 4 3 4 3 3 3 2 4 4 4 3 3 4 3 2 4 4 4 4 3 3 3 2 2 3 3 3 194 137 L

  3 2 3 4 4 4 4 4 3 2 1 2 4 4 3 3 1 1 2 3 3 3 2 3 3 1 3 3 1 2 1 3 3 3 4 3 1 3 3 1 2 4 3 2 1 1 3 1 2 4 3 3 2 2 3 3 3 3 4 2 157 136 L

  2 3 2 2 3 3 3 1 2 4 4 2 3 2 3 3 1 2 1 3 4 4 3 2 2 4 3 3 2 1 1 2 4 3 3 4 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 3 2 2 4 1 3 4 4 4 4 3 3 3 4 161 135 L

  4 3 3 2 4 3 2 3 3 2 2 2 2 3 3 4 1 2 2 3 4 3 4 3 2 3 3 1 1 2 1 2 3 3 3 2 3 1 2 2 3 2 2 3 3 2 2 2 3 3 2 2 2 3 2 2 3 3 3 3 151 134 L

  3 4 4 3 4 4 4 3 3 2 2 3 3 3 4 3 2 3 2 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 2 2 2 3 3 4 3 2 3 2 1 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 4 3 2 177 25402

  

Lanjutan Tabulasi Data Penelitian

No. L/P

  34 P 159 25281

  25 P 184 33856

  26 P 216 46656

  27 P 207 42849

  28 P 161 25921

  29 P 151 22801

  30 P 151 22801

  31 P 163 26569

  32 P 170 28900

  33 P 150 22500

  35 P 168 28224

  23 P 151 22801

  36 P 197 38809

  37 P 202 40804

  38 P 193 37249

  39 P 186 34596

  40 P 178 31684

  41 P 180 32400

  42 P 170 28900

  43 P 148 21904

  44 P 188 35344

  24 P 158 24964

  22 P 171 29241

  X X2

  10 P 164 26896

  1 P 152 23104

  2 P 150 22500

  3 P 170 28900

  4 P 184 33856

  5 P 177 31329

  6 P 167 27889

  7 P 190 36100

  8 P 187 34969

  9 P 157 24649

  11 P 151 22801

  21 P 195 38025

  12 P 201 40401

  13 P 139 19321

  14 P 128 16384

  15 P 161 25921

  16 P 186 34596

  17 P 159 25281

  18 P 158 24964

  19 P 160 25600

  20 P 197 38809

  45 P 158 24964

  

46 P 157 24649

  

18 L 120 14400

  

10 L 182 33124

  

11 L 170 28900

  

12 L 202 40804

  

13 L 141 19881

  

14 L 185 34225

  

15 L 157 24649

  

16 L 187 34969

  

17 L 165 27225

  

19 L 151 22801

  

8 L 178 31684

  

20 L 166 27556

  

21 L 178 31684

  

22 L 157 24649

  

23 L 174 30276

  

24 L 172 29584

  

25 L 164 26896

  

26 L 166 27556

  

27 L 166 27556

  

28 L 171 29241

  

9 L 154 23716

  

7 L 163 26569

  

47 P 178 31684

  

57 P 160 25600

  

48 P 144 20736

  

49 P 156 24336

  

50 P 158 24964

  

51 P 182 33124

  

52 P 184 33856

  

53 P 166 27556

  

54 P 160 25600

  

55 P 143 20449

  

56 P 157 24649

  

58 P 186 34596

  

6 L 169 28561

  

59 P 151 22801

  

60 P 189 35721

  

61 P 212 44944

10376 1787578 No. L/P

  

X

X2

  

1 L 194 37636

  

2 L 189 35721

  

3 L 156 24336

  

4 L 177 31329

  

5 L 183 33489

  

29 L 159 25281

  

30 L 158 24964

  

66 L 203 41209

  

57 L 177 31329

  

58 L 179 32041

  

59 L 170 28900

  

60 L 165 27225

  

61 L 160 25600

  

62 L 189 35721

  

63 L 168 28224

  

64 L 175 30625

  

65 L 134 17956

  

67 L 179 32041

  

55 L 145 21025

  

68 L 207 42849

  

69 L 184 33856

  

70 L 178 31684

  

71 L 158 24964

  

72 L 151 22801

  

73 L 161 25921

  

74 L 157 24649

  

75 L 194 37636

  

76 L 173 29929

  

56 L 153 23409

  

54 L 202 40804

  

31 L 144 20736

  

41 L 174 30276

  

32 L 110 12100

  

33 L 139 19321

  

34 L 118 13924

  

35 L 148 21904

  

36 L 174 30276

  

37 L 195 38025

  

38 L 155 24025

  

39 L 138 19044

  

40 L 164 26896

  

42 L 147 21609

  

53 L 162 26244

  

43 L 170 28900

  

44 L 159 25281

  

45 L 154 23716

  

46 L 160 25600

  

47 L 145 21025

  

48 L 153 23409

  

49 L 157 24649

  

50 L 143 20449

  

51 L 155 24025

  

52 L 189 35721

  

77 L 163 26569

  

78 L 150 22500

  

79 L 162 26244

  

80 L 159 25281

  

81 L 152 23104

  

82 L 157 24649

  

83 L 149 22201

  

84 L 153 23409

  

85 L 194 37636

  

86 L 158 24964

  

87 L 161 25921

  

88 L 185 34225

  

89 L 144 20736

  

90 L 193 37249

  

91 L 177 31329

15026

2512832

  Lampiran 8 Hasil perhitungan uji-t secara keseluruhan : Mean Putri :

  ∑ X = N 10376 =

  61 = 170,09

  Mean Putra :

  ∑ X = N 15026 =

  91 = 165,12

  Standar Deviasi Putri :

  1

  2

  2 Sd = N ×

  ∑ X − (∑X) N

  1

  2

  = 61 × 1787578 – 10376

  61

  1 = 109042258 – 107661376

  61

  1 = 1380882

  61

  1 = × 1175,109357

  61

2 Sd = 19,26

  = 370,9476

  Standar Deviasi Putra :

  1

  2

  2 Sd = N ×

  ∑ X − (∑X) N

  1

  

2

  = 91 × 2512832 – 15026

  91

  1 = 228667712 – 225780676

  91

  1 = 2887036

  91

  1 = × 1699,128012

  91

2 Sd = 18,67

  = 348,5689 Varian terbesar

  Uji F =

  Varian terkecil 370,9476 = 348,5689 = 1,0642

  F Tabel = 1,51 ( F hitung < F tabel )

  • – 1)S
    • (N

  • – 1)S

  • N
    • – 2 N

  • 61 + 91 – 2 61 91
    • – N
    • – 2)

  1

  3,118 t = 1,5939 = 1,59 ( dibulatkan dua angka dibelakang koma ). dk = ( N

  4,97 =

  = 9,724

  357,52038 × 0,0272 4,97

  4,97 =

  53628,057 0,0272 150

  4,97 =

  22256,856 + 31371,201 0,0163 + 0,0109 150

  4,97 =

  1

  (61 – 1) × 370,9476 + (91 – 1) × 348,5689 1

  170,09 – 165,12 =

  

2

  1 N

  2

  1

  1 1 N

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  t = (N

  2

  1 − X

  X

  Uji T :

  2

  = ( 91 – 61– 2 ) = 28 T tabel ( dk = 28 ) = 2,048 Jadi, t hitung ( 1,59 ) < t tabel ( 2,048 ) bahwa tidak ada perbedaan.

  Lampiran 10

  Lampiran 11

  Lampiran 12

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

DESKRIPSI KECERDASAN INTRAPERSONAL PARA SISWA KELAS XI SMA PANGUDI LUHUR ST.YOSEF SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 20062007 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN KELOMPOK Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana
0
0
142
DESKRIPSI TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI SISWA-SISWI KELAS VIII SMP NEGERI I TEPUS GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20072008 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN KLASIKAL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar S
0
0
134
KEMAMPUAN MENULIS KEMBALI BERITA YANG DISIMAK MELALUI MEDIA AUDIOVISUAL SISWA KELAS VIII SMP TAMAN DEWASA IBU PAWIYATAN YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20072008 Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
0
0
118
DESKRIPSI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII SMP BOPKRI 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20062007 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN SKRIPSI
0
0
115
TINGKAT KEGIATAN BELAJAR MANDIRI PARA SISWA PUTRA DAN PUTRI KELAS VIII SMP TAMAN DEWASA JETIS YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20072008 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling
0
0
65
DESKRIPSI FAKTOR-FAKTOR YANG MENGHAMBAT BELAJAR SISWI -SISWI KELAS X SMA STELLA DUCE 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2008 2009 DAN USULAN TERHADAP TOPIK-TOPIK BIMBINGAN KLASIKAL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidik
0
0
120
KEBIASAAN BELAJAR SISWA PUTRA DAN PUTRI KELAS VII SMP N I MARGASARI - TEGAL TAHUN PELAJARAN 20092010 DAN USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN KLASIKAL Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan da
0
0
114
PERBEDAAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA PENDEK BERDASARKAN PENGALAMAN PRIBADI ANTARA SISWA LAKI-LAKI DAN SISWA PEREMPUAN KELAS IX SMP PANGUDI LUHUR MOYUDAN,SLEMAN, YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20092010 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Ge
0
0
145
DESKRIPSI TINGKAT PENERIMAAN DIRI SISWA-SISWI KELAS X DAN XI SMAK SANG TIMUR YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 20092010 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN KLASIKAL Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
93
KEBIASAAN BELAJAR PARA SISWA KELAS VII SMP TAMAN DEWASA JETIS YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20092010
0
0
72
SURVEI PERMASALAHAN PENYESUAIAN DIRI SISWI ASRAMA STELLA DUCE SUPADI YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20092010 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN KLASIKAL
0
0
141
TINGKAT KEBIASAAN BELAJAR PARA SISWA KELAS VIII SMP BOPKRI 3 YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 20102011 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN BELAJAR KLASIKAL
0
0
86
DESKRIPSI PERMASALAHAN-PERMASALAHAN YANG DIHADAPI PARA SISWA KELAS VIII SMP TAMAN DEWASA JETIS YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20102011 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN KLASIKAL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Ge
0
0
122
DESKRIPSI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X SMA STELLA DUCE 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20092010 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbinga
0
0
146
DESKRIPSI PENYESUAIAN DIRI TERHADAP TEMAN SEBAYA PADA SISWA YANG POPULER DAN TIDAK POPULER DI KALANGAN SISWA SMP KELAS VII PANGUDI LUHUR I TAHUN AJARAN 20102011 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah S
0
0
109
Show more