PERBEDAAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS ANTARA IBU BEKERJA DAN IBU TIDAK BEKERJA Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi

Gratis

0
0
92
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERBEDAAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS ANTARA IBU BEKERJA DAN IBU TIDAK BEKERJA Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun oleh : Nita Bonita Prasetyo NIM : 099114083 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HATAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING PERBEDAAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS ANTARA IBU BEKERJA DAN IBU TIDAK BEKBRJA Disusun oleh : Nita Bonita Prasetyo 0991 14083 Telah disetujui oleh : Dosen Pembimbing: ?^q* v\tu,vh^ " Tanggal: 02 QCI Dr. A. Priyono Marwan, S. J. 11 20114

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PENGESATL{N SKRTPSI PERBEDAAN KE,SEJAHTERAAN PSIKOLOGIS ANTARA IBU BEKERJA DAN IBU TIDAK BEKERJA Dipersiapkan dan ditulis oleh: Nita Bonita Prasetyo NIM: 099114083 Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji Pada tanggal 25 Agustus 2014 dan dinyatakan telah memenuhi syarat Susunan Panitia Penguji : Nama lengkap Tanda Tangan Penguji I Dr. A. Priyono Marwan, S. J. Penguji II Ratri Sunar Astuti, N,I.Si. Penguji III P. Henrietta P.D.A.D. S., M.A. yogyakarta, ..8.2.0CI. .,?8.1.4. ... Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma er#,S lll yo Widiyanto, M.Si

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI this writing was simply dedicated for, mother of earth, my beloved father, mother, and fabian, and every living soul. may we all be well and happy. iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI because I'm happy clap along if you feel like happiness is the truth because I'm happy clap along if you know what happiness is to you (happy by Pharell Williams) live high, live mighty, live righteously takin’ it easy (live righteously by Jason Mraz) v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 2 Oktober 2014 Penulis Nita Bonita Prasetyo VI

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERBEDAAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS ANTARA IBU BEKERJA DAN IBU TIDAK BEKERJA Nita Bonita Prasetyo ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kesejahteraan psikologis antara ibu bekerja dan ibu tidak bekerja. Penelitian kuantitatif komparatif ini memanfaatkan metode try out terpakai. Skala pengukuran kesejahteraan psikologis yang dikonstruksi dengan model penskalaan Likert terdiri dari 55 aitem dengan reliabilitas 0,938. Subjek penelitian adalah 100 ibu bekerja dan 100 ibu tidak bekerja yang berasal dari sebuah institusi pendidikan dan dua perusahaan swasta. Data dianalisis dengan menggunakan independent sample t-test. Berdasarkan hasil analisis data, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara ibu bekerja dan ibu tidak bekerja (t (198) = 0,308; p > 0,05). Analisis data tambahan dilakukan untuk melihat perbedaan enam dimensi kesejahteraan psikologis berdasarkan status kerja. Berdasarkan status kerja, ditemukan perbedaan yang signifikan pada dimensi pertumbuhan pribadi antara ibu bekerja dan ibu tidak bekerja (t (198) = 3,09; p < 0,05). Selain itu, analisis data tambahan juga dilakukan untuk melihat perbedaan kesejahteraan psikologis berdasarkan kelompok usia dan tingkat pendidikan. Tidak ditemukan perbedaan kesejahteraan psikologis yang signifikan antara kelompok usia dewasa awal dan dewasa tengah (t (198) = - 0,627; p > 0,05). Pada tingkat pendidikan juga tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara subjek dengan tingkat pendidikan SMA dan Akademik yang terdiri dari D3, S1, dan S2 (t (198) = - 1,453; p > 0,05). Kata kunci: kesejahteraan psikologis, ibu bekerja, ibu tidak bekerja. vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DIFFERENCE BETWEEN WORKING MOTHERS AND NON-WORKING MOTHERS Nita Bonita Prasetyo ABSTRACT This research aimed to reveal psychological well-being difference between working mothers and non-working mothers. This research was a comparative quantitative research. A scale measuring psychological well-being was constructed by using Likert scale model. The scale was consisted of fifty five items with reliability 0,938. Subjects were 100 working mothers and 100 non-working mothers from an education institution and two private companies. The data were analyzed using independent sample t-test. The analysis shows that there is no significant difference between working mothers and non-working mothers (t (198) = 0,308; p > 0,05). Additional analyses were conducted to reveal difference of six dimensions of psychological well-being based on employment status. It is found that, there is significant difference in personal growth dimension of psychological well-being between working mothers and non-working mothers (t (198) = 3,09; p < 0,05). Age and educational background were also analyzed as additional analyses. Based on age, there is no significant psychological well-being difference between early adulthood and middle adulthood (t (198) = - 0,627; p > 0,05). Based on educational background, there is also no significant difference between subjects with highschool and academic (vocational, undergraduate, and master degree) background (t (198) = - 1,453; p > 0,05) . Keyword: psychological well-being, working mothers, non-working mothers. viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PE RS ET UJ UAIi; PU BLIKASI KARYA ILI\,IIAH UNTUK KEPEI{TING$\i AKADE}IIS Yang bertanda tangan di bas'ah ini. sava mahasisu'a Universitas Sanata Dharma: Nita Bonita Praset-l'o Nama : NIM : 0991 14083 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, karya ilmiah saya yang berjudul: "Perbedaan Kesejahteraan Psikologis Antara Ibu Bekerja dan Ibu Tidak Bekerja" Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta hak untuk menyimpan dan mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikan di intemet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa harus rneminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 2 Oktober 2014 Yang menyatakan- Nita Bonita Prasetyo IX

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Penulis bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena memberikan kesempatan untuk menyelesaikan proses penulisan skripsi ini dengan baik. Banyak pihak yang terlibat dalam penulisan skripsi ini dan penulis sangat bersyukur atas kontribusi mereka. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. T. Priyo Widiyanto, M.Si., Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, yang telah mengizinkan penulis menjalani proses penulisan hingga pertanggungjawaban skripsi ini. 2. Ibu Ratri Sunar Astuti, M.Si., Kepala Program Studi Psikologi, yang telah membantu proses pertanggungjawaban skripsi ini lancar. 3. Romo Dr. A. Priyono Marwan, S.J., Dosen Pembimbing Skripsi, yang telah meluangkan waktu untuk memberikan masukan, kritik, saran, dukungan dan selalu sabar dalam membimbing sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini. 4. Bapak C. Siswa Widyatmoko, M.Psi., Dosen Pembimbing Akademik, yang telah mendampingi proses belajar selama di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. 5. Bapak Agung Santoso, M. A. yang telah bersedia membagi ilmu statistika dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. 6. Segenap dosen Fakultas Psikologi yang telah menanamkan nilai dan membentuk penulis hingga memiliki pemikiran seperti sekarang ini. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7. Seluruh staf sekretariat dan laboratorium Fakultas Psikologi, Ibu Nanik, Pak Gie, Mas Gandung, Mas Muji, dan Mas Doni, yang selalu mendukung dan memberikan pelayanan yang terbaik. 8. Drs. T Sarkim, M.Ed., Ph.D., Wakil Rektor IV Universitas Sanata Dharma dan seluruh staf kantornya, Mami, Mbak Yovie, Kak Risca, Wawan, Mas Harry, dan Pak Mono yang selalu membantu dan bersedia membagi pengalaman, kehangatan, dukungan, serta kritikan. 9. Papa, Mama dan Ooh yang selalu mendukung proses ini dari awal hingga akhir. 10. Sahabatku Ita, Virly, Riri, Yosua, Wulan, Risa, dan Pucil yang bersedia membagi cerita, tawa dan tangis selama ini. 11. Teman-teman seperjuangan angkatan 2009 yang telah menemani selama proses belajar penulis. 12. Stephanus Randy yang selalu memberikan dukungan. 13. Semua pihak yang telah membantu segala proses pengerjaan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam skripsi ini sehingga penulis terbuka akan kritik dan saran untuk memperbaiki karya ini. Yogyakarta, 2 Oktober 2014 Penulis Nita Bonita Prasetyo xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL …………………………………………………………….. i HALAMAN PERSTUJUAN DOSEN PEMBIMBING …...……………………. ii HALAMAN PENGESAHAN ……………………………...…………………... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ...……………………………………………… iv HALAMAN MOTTO …………………………………………………………… v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA …………………..……… vi ABSTRAK ……………………………………………………………………... vii ABSTRACT ………………………………………………...…………………. viii LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH …………………. ix KATA PENGANTAR .............................................................................................x DAFTAR ISI ………………………….………………………………………... xii DAFTAR TABEL ..................................................................................................xv DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xvi BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................1 A.Latar Belakang .....................................................................................................1 B.Perumusan Masalah ..............................................................................................4 C.Tujuan Penelitian ..................................................................................................4 D.Manfaat Penelitian ...............................................................................................4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................6 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI A.Kesejahteraan Psikologis .....................................................................................6 1.Definisi ............................................................................................................. 6 2.Dimensi Kesejahteraan Psikologis ................................................................... 8 3.Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesejahteraan Psikologis ....................... 11 B.Ibu Bekerja dan Tidak Bekerja ...........................................................................14 1.Ibu Bekerja ..................................................................................................... 14 2.Ibu Tidak Bekerja ........................................................................................... 15 C.Dinamika Penelitian ...........................................................................................15 D.Hipotesis .............................................................................................................17 BAB III METODE PENELITIAN ........................................................................18 A.Jenis Penelitian ...................................................................................................18 B.Identifikasi Variabel Penelitian ..........................................................................18 C.Definisi Operasional ...........................................................................................18 D.Subjek Penelitian ................................................................................................19 F.Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur ...................................................................24 1.Validitas ......................................................................................................... 24 2.Seleksi aitem .................................................................................................. 25 3.Reliabilitas ..................................................................................................... 26 G.Persiapan Penelitian ...........................................................................................27 1.Pelaksanaan Uji Coba .................................................................................... 27 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.Proses Penelitian ............................................................................................ 28 H.Metode Analisis Data .........................................................................................29 1.Uji Asumsi ..................................................................................................... 29 2.Uji Hipotesis .................................................................................................. 30 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .......................................31 A.Pelaksanaan Penelitian .......................................................................................31 B.Deskripsi Subyek Penelitian ...............................................................................31 C.Deskripsi Data Penelitian ...................................................................................32 D.Hasil Penelitian ..................................................................................................33 1.Uji Asumsi ..................................................................................................... 33 2.Uji Hipotesis .................................................................................................. 34 E.Pembahasan ........................................................................................................38 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.................................................................41 A.KESIMPULAN ..................................................................................................41 B.SARAN ……………………………………………………………………….41 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................43 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Tabel Skor Dimensi Kesejahteraan Psikologis ....................................... 21 Tabel 2. Sistem Skoring untuk Pernyataan Favorable.......................................... 23 Tabel 3. Sistem Skoring untuk Pernyataan Unfavorable ...................................... 23 Tabel 4. Blueprint dan Persebaran Aitem Skala Kesejahteraan Psikologis (Sebelum Uji Coba) ................................................................................ 24 Tabel 5. Blueprint dan Persebaran Aitem Skala Kesejahteraan Psikologis (Setelah Uji Coba)................................................................................... 26 Tabel 6. Deskripsi Subjek Penelitian .................................................................... 31 Tabel 7. Tingkat Kesejahteraan Psikologis Secara Keseluruhan .......................... 32 Tabel 8. Hasil Uji Normalitas ............................................................................... 33 Tabel 9. Hasil Uji Homogenitas ............................................................................ 34 Tabel 10. Hasil Uji Hipotesis ................................................................................ 35 Tabel 11. Hasil Analisis Enam Dimensi Kesejahteraan Psikologis Berdasarkan Status Kerja ........................................................................ 36 Tabel 12. Hasil Analisis Kesejahteraan Psikologis Berdasarkan Usia ................. 37 Tabel 13. Hasil Analisis Kesejahteraan Psikologis Berdasarkan Tingkat Pendidikan ............................................................ 37 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN 1 Skala Kesejahteraan Psikologis Sebelum Uji Coba ..................... 46 LAMPIRAN 2 Skala Kesejahteraan Psikologis Setelah Uji Coba ....................... 55 LAMPIRAN 3 Analisis Reliabilitas Skala dan Kualitas Aitem Skala .................. 63 LAMPIRAN 4 Analisis Data ................................................................................ 69 LAMPIRAN 5 Analisis Tambahan ....................................................................... 71 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebahagiaan ibu merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Kebahagiaan ibu tidak hanya berdampak pada dirinya tetapi juga mempengaruhi perkembangan anaknya di kemudian hari. Berger dan Spiess (2011) menemukan bahwa semakin puas ibu terhadap hidupnya maka semakin meningkat kemampuan verbal dan menurunnya perilaku yang bermasalah pada anak. Secara umum, ibu yang bahagia akan membantu perkembangan anaknya karena ibu yang bahagia memiliki pandangan hidup yang positif (Nikolaou, 2013). Belsky (dalam Berger dan Spiess, 2011; Nikolaou, 2013) juga mengemukakan hal yang serupa bahwa ibu yang bahagia lebih peka dan responsif dalam memenuhi kebutuhan anaknya. Kepekaan dan responsivitas ibu mempengaruhi pembentukan pola kelekatan yang akan dibawa terus hingga dewasa. Pola kelekatan tersebut kemudian mempengaruhi pola hubungan yang dibangun dengan orang lain dan cenderung diturunkan melalui pola asuh kepada anaknya di kemudian hari. Hal ini semakin menguatkan bahwa dalam mendampingi perkembangan anak dibutuhkan ibu yang bahagia. Terdapat gejala bahwa ibu bekerja lebih bahagia dibandingkan ibu yang tidak bekerja. Klumb dan Lampert (2004) menemukan bahwa ibu bekerja lebih sehat secara fisik dibandingkan ibu yang tidak bekerja. Selain itu, Buehler dan O’Brien (2011) menemukan hal yang serupa bahwa ibu yang bekerja 1

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 menunjukkan kesehatan fisik yang lebih baik serta lebih sedikit gejala depresi selama kehamilan dan masa prasekolah anak dibandingkan ibu yang tidak bekerja. Meskipun tidak memiliki data yang spesifik mengenai jumlah ibu bekerja, Badan Pusat Statistik (2012) melaporkan jumlah perempuan bekerja di Indonesia meningkat sebanyak 1.390.725 orang dari tahun 2011 hingga 2012. Sedangkan di Amerika Serikat, kecenderungan yang serupa juga terjadi, data statistik menunjukkan jumlah ibu bekerja meningkat dari 37% pada tahun 1968 menjadi 65% pada tahun 2011 (Wang dkk, 2013). Bahkan bidang yang dulunya didominasi oleh laki-laki, seperti kedokteran dan hukum, belakangan ini mulai tergeser oleh perempuan (Walsh dalam Matlin, 2012). Peningkatan perempuan dalam dunia kerja tersebut menarik perhatian para peneliti untuk melihat pengaruh pekerjaan terhadap kondisi psikologis perempuan (Srimathi dan Kumar, 2010). Bekerja dipandang sebagai aktivitas sosial yang mendasar dan penting bagi setiap individu, baik bagi laki-laki maupun perempuan (Warr dan Wall, 1978; Anorogo dan Widiyanti, 1990). Pekerjaan menyediakan pemasukan yang berguna untuk memenuhi kebutuhan seperti makanan, pakaian dan tempat tinggal. Pekerjaan juga dapat memenuhi kebutuhan psikologis seperti kontak sosial dan merealisasikan potensi (Williams dalam Lemme, 1995). Selain itu, Barnett dan Hyde (2001) mengemukakan bahwa pekerjaan dapat memberikan peran sosial yang lebih dari satu dan berdampak positif bagi kesehatan mental perempuan.

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Pekerjaan nampaknya dapat membantu pencapaian kesejahteraan psikologis karena tiga hal. Pertama, pekerjaan menyediakan pemasukan yang berguna untuk memenuhi kebutuhan. Pemenuhan kebutuhan seperti makanan, pakaian dan tempat tinggal harus tercapai terlebih dahulu sebelum seseorang dapat mencapai kesejahteraan psikologis (Aristoteles dalam Ryff, 2002). Kedua, pekerjaan merealisasikan potensi yang dimiliki seseorang (Williams dalam Lemme, 1995). Realisasi potensi merupakan hal yang ditekankan dalam konsep kesejahteraan psikologis (Ryan dan Deci, 2001). Ketiga, pekerjaan membuat ibu menjalani peran sosial yang lebih dari satu yaitu sebagai ibu, istri, dan karyawati dan berdampak positif bagi kesehatan mentalnya (Barnett dan Hyde, 2001). Kesehatan mental merupakan bagian dari kesejahteraan psikologis (Ryff, 2013). Kesejahteraan psikologis menurut Ryff (2013) adalah keadaan ketika seseorang mengembangkan potensi dan mengatasi tantangan dalam hidupnya agar menjadi pribadi yang utuh. Kesejahteraan psikologis dapat diukur melalui enam dimensi yaitu penerimaan diri, relasi positif dengan orang lain, otonomi, pertumbuhan pribadi, tujuan hidup, dan penguasaan lingkungan. Berdasarkan penjabaran di atas, ibu bekerja melalui pemenuhan kebutuhan fisik, pengembangan potensi dan peran sosial yang lebih dari satu memiliki kesempatan yang lebih besar dalam pencapaian kesejahteraan psikologis dibandingkan ibu yang tidak bekerja. Oleh karena itu, peneliti ingin melihat perbedaan kesejahteraan psikologis antara ibu bekerja dan ibu tidak

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 bekerja. Kedua kelompok ini dapat menunjukkan faktor pekerjaan yang diduga mempengaruhi perbedaan pencapaian kesejahteraan psikologis. B. Perumusan Masalah Apakah ada perbedaan kesejahteraan psikologis antara ibu bekerja dan ibu tidak bekerja? C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kesejahteraan psikologis antara ibu bekerja dan ibu tidak bekerja. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini dapat memberikan sumbangan bagi ilmu pengetahuan. Sedangkan secara khusus, penelitian ini memberikan sumbangan identifikasi faktor bekerja dalam kesejahteraan psikologis serta alat ukur kesejahteraan psikologis. 2. Manfaat Praktis a. Bagi Institusi 1. Institusi mendapatkan data mengenai dimensi kesejahteraan psikologis karyawati di institusi yang dapat digunakan sebagai rekomendasi untuk meningkatkan dan atau menjaga dimensi kesejahteraan psikologis karyawati di institusi.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 2. Institusi mendapatkan data yang dapat digunakan untuk meningkatkan martabat karyawati yang sesuai dengan visi dan misi intitusi. b. Bagi Subjek Penelitian Pengalaman subjek terlibat dalam penelitian ini menjadi bahan refleksi keadaan keenam dimensi kesejahteraan psikologis sehingga subjek menjadi lebih menyadari dan dapat menjaga keseimbangan dimensi–dimensi kesejahteraan psikologis dalam dirinya.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kesejahteraan Psikologis 1. Definisi Konsep kesejahteraan psikologis berkembang dari tulisan Aristoteles dalam Etika Nichomacea. Dalam Etika Nichomacea, Aristoteles menuliskan bahwa ada dua macam pandangan untuk menjalani hidup, yaitu hedonis dan eudaimonia (Magnis-Suseno, 2009). Pandangan hedonis menekankan pada pencapaian kepuasan dengan menghindari rasa sakit dan mengusahakan rasa nikmat. Sedangkan, pandangan eudaimonia menekankan pada usaha untuk menjadi unggul dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki. Dalam psikologi, hedonis menjadi dasar bagi konsep subjective well-being dan eudaimonia menjadi dasar konsep kesejahteraan psikologis (psychological well-being). Diener (dalam Snyder, 2011) menjelaskan subjective well-being sebagai pandangan subyektif seseorang terhadap pengalaman hidupnya. Kebahagiaan dicapai ketika seseorang merasa dan berpikir bahwa dirinya bahagia. Konsep yang berasal dari prinsip hedonis ini memandang kebahagiaan setara dengan kenikmatan (Ryan dan Deci, 2001). Hal ini menyebabkan pengukurannya dibagi menjadi dua yaitu secara afektif dan kognitif. Pengukuran secara afektif meliputi keberadaan afek positif dan ketidakberadaan afek negatif. Sedangkan pengukuran secara kognitif meliputi kepuasan hidup secara global. 6

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 Kesejahteraan psikologis adalah keadaan ketika seseorang menjadi pribadi yang utuh dengan mengembangkan potensi dan mengatasi tantangan dalam hidupnya (Ryff, 2013). Kesejahteraan psikologis tidak semata-mata dapat dicapai dengan mengejar kenikmatan tetapi menekankan pada pengembangan potensi yang dimiliki seseorang (Ryan dan Deci, 2001). Dalam pengukurannya, digunakan pendekatan multidimensional yang meliputi, penerimaan diri, relasi positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup dan pertumbuhan pribadi. Dalam penelitian ini, konsep kesejahteraan psikologis Ryff (2013) dipilih sebagai dasar teori karena konsep ini lebih menekankan pada pengembangan potensi yang dimiliki seseorang dan tidak semata-mata berbicara mengenai pencapaian kenikmatan seperti dalam konsep subjective well-being. Hal ini sesuai dengan fokus penelitian yaitu bekerja sebagai salah satu sarana pengembangan potensi dan pencapaian menjadi pribadi yang utuh sehingga mempengaruhi pencapaian kesejahteraan psikologis. Teori mengenai kesejahteraan psikologis bukan merupakan teori yang baru dalam psikologi. Peneliti sebelumnya telah mengembangkan konsep mengenai individu yang bertumbuh dan berkembang secara utuh, seperti konsep fully functioning oleh Carl Rogers (1961), kedewasaan oleh Gordon Allport (1961), dan aktualisasi diri oleh Abraham Maslow (1968). Jahoda (1958) juga telah menciptakan kriteria berdasarkan konsep-konsep tersebut untuk menjelaskan profil orang yang sehat secara psikologis. Namun sayangnya, kurangnya pengukuran yang valid dan reliabel

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 menyebabkan konsep tersebut tidak mendapat cukup perhatian (Ryff, 2013). Ryff (2013) kemudian menyusun konsep baru yaitu, kesejahteraan psikologis dengan enam dimensinya. Konsep tersebut mencakup keseluruhan konsep-konsep sebelumnya serta menyediakan pengukuran yang lebih valid dan reliabel sehingga dapat digunakan untuk pengembangan positif psikologi. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kesejahteraan psikologis adalah keadaan ketika seseorang menjadi pribadi yang utuh dengan mengembangkan potensi dan mengatasi tantangan dalam hidupnya (Ryff,2013) 2. Dimensi Kesejahteraan Psikologis Kesejahteraan psikologis menurut Ryff (2013) bersifat multidimensional. Hal ini berarti dimensi-dimensi kesejahteraan psikologis tersebut terdapat dalam diri setiap individu dan memiliki tingkatan tinggirendah. Dimensi tersebut adalah: a. Penerimaan diri Penerimaan diri adalah keadaan ketika seseorang mampu menerima keadaan dirinya baik masa sekarang maupun masa lalu dengan segala keberhasilan dan kegagalannya. Penerimaan diri juga dijelaskan sebagai keadaan keamanan emosional seseorang untuk memandang dirinya berharga dengan segala kelebihan maupun kekurangan. Hal tersebut membutuhkan evaluasi diri jangka panjang dan melibatkan kesadaran.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 Berdasarkan penjabaran di atas, dimensi penerimaan diri disimpulkan sebagai keadaan ketika seseorang mampu memandang setiap hal yang ada pada dirinya dengan lebih positif. b. Relasi Positif dengan Orang lain Kemampuan untuk mencintai dipandang sebagai komponen utama dalam kesehatan mental. Memiliki relasi positif dengan orang lain tidak semata-mata dijelaskan dengan memiliki banyak teman dekat tetapi dengan kualitas hubungan yang dijalin. Lebih jauh lagi, dijelaskan bahwa menjalin relasi positif membutuhkan minat sosial dari seseorang. Minat tersebut berupa memberi empati, membangun kepercayaan, menciptakan hubungan yang hangat dan dalam, serta kemauan untuk mengembangkan orang di sekitarnya. Secara singkat, dimensi relasi positif dengan orang lain disimpulkan sebagai keadaan ketika seseorang mampu menjalin hubungan yang positif dengan orang lain. c. Otonomi Dimensi otonomi mencakup kemampuan seseorang menahan tekanan sosial untuk berpikir dan bertindak dalam pola tertentu. Seseorang dengan otonomi tidak mencari penerimaan dari orang lain sehingga harus mengikuti pemikiran orang-orang di sekitarnya, melainkan ia menentukan standar pribadi untuk dirinya. Dimensi ini juga meliputi kemandirian dan evaluasi diri yang berdasarkan atas standar pribadi.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 Oleh karena itu, dimensi otonomi disimpulkan sebagai keadaan ketika seseorang memiliki standar pribadi sehingga tidak mudah terpengaruh pemikiran orang lain. d. Penguasaan Lingkungan Dimensi ini meliputi kemampuan seseorang untuk memilih dan memanipulasi lingkungan sehingga menjadi sesuai dengan kebutuhan dirinya. Dalam memanipulasi lingkungan, seseorang harus menggunakan aktivitas fisik dan mentalnya terlebih dahulu. Dimensi penguasaan lingkungan juga membutuhkan minat dari seseorang untuk terlibat dalam aktivitas selain yang berhubungan dirinya. Dimensi penguasaan lingkungan dapat disimpulkan sebagai keadaan ketika seseorang mampu mengatur dan mengendalikan lingkungan sekitarnya sesuai dengan kebutuhannya. e. Tujuan Hidup Dimensi ini meliputi pemahaman seseorang akan tujuan dan arah dalam hidupnya. Seseorang dengan tujuan dalam hidup berusaha memaksimalkan dirinya sehingga bisa menjadi produktif di setiap saat. Selain itu, dimensi ini juga menjelaskan mengenai kemampuan seseorang dalam mengintegrasikan pengalaman masa lalunya menjadi pengalaman yang berharga. Jadi, dimensi tujuan hidup disimpulkan sebagai keadaan ketika seseorang memiliki dan mengarahkan hidupnya kepada tujuan.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 f. Pertumbuhan Pribadi Dimensi ini merupakan dimensi yang memiliki hubungan terdekat dengan konsep eudaimonia. Hal yang utama dalam dimensi pertumbuhan pribadi adalah kesadaran akan potensi yang dimiliki. Potensi yang dimiliki digunakan untuk menciptakan perkembangan yang terus menerus untuk menghindari stagnansi dalam hidup. Dalam menciptakan perkembangan tersebut, diperlukan adanya keterbukaan terhadap pengalaman baru sehingga dapat terus beradaptasi dengan keadaan dunia yang terus berubah. Dimensi pertumbuhan pribadi dapat disimpulkan sebagai keadaan ketika seseorang menyadari dan berusaha mengembangkan potensi yang dimiliki. 3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesejahteraan Psikologis Kesejahteraan psikologis dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, usia (Ryff, 1989; Clarke, 2001), jenis kelamin (Ryff, Magee dkk, 1999), status sosial ekonomi (Ryff, Magee dkk, 1999; Ryan dan Deci, 2001), jenjang pendidikan (Ryff, Keyes, & Shmotkin, 2002), pekerjaan (Lindfors, Berntsson dan Lundberg ,2006), dan status pernikahan (Ryff, 2013). Faktor tersebut akan dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut. a. Usia Subjek kelompok usia dewasa awal dan tengah, menunjukkan skor yang lebih tinggi pada dimensi tujuan hidup dan pertumbuhan pribadi jika dibandingkan dengan subjek kelompok usia dewasa akhir

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 (Ryff, 1989; Clarke, 2001). Subjek kelompok usia dewasa awal dan tengah juga memandang diri mereka mengalami peningkatan dalam hidup, sedangkan subjek kelompok dewasa akhir berusaha mengantisipasi penurunan kesejahteraan psikologis mereka (Ryff, 1989). b. Jenis Kelamin Ryff, kesejahteraan Magee, dkk psikologis (1999) perempuan menunjukkan di semua bahwa tingkat kelompok usia menunjukkan skor yang lebih tinggi pada dimensi relasi positif dengan orang lain dan pertumbuhan pribadi jika dibandingkan dengan pria. c. Status Sosial Ekonomi Ryan dan Deci (2001) menuliskan bahwa pemasukan dapat meningkatkan akses ke sumber daya yang penting untuk mencapai kebahagiaan. Ryff, Magee, dkk (1999) menemukan pengaruh status sosial ekonomi terhadap pencapaian kesejahteraan psikologis. Status sosial ekonomi yang rendah atau kemiskinan berpengaruh pada dimensi penerimaan diri, tujuan hidup, penguasaan lingkungan dan pertumbuhan pribadi. d. Jenjang pendidikan Ryff, Keyes, dan Shmotkin (2002) menjelaskan bahwa wanita dengan tingkat pendidikan tinggi memiliki skor tinggi pada dimensi penerimaan diri dan tujuan hidup jika dibandingkan dengan wanita dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 e. Pekerjaan Lindfors, Berntsson dan Lundberg (2006) meneliti hubungan jumlah waktu yang dihabiskan untuk pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah tangga terhadap kesejahteraan psikologis laki-laki dan perempuan yang telah menikah, memiliki anak dan bekerja kantoran. Penelitian tersebut menemukan bahwa semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk kedua jenis pekerjaan tersebut memberikan pengaruh yang berbeda bagi laki-laki dan perempuan. Pada perempuan, semakin banyak jumlah waktu untuk pekerjaan rumah tangga berhubungan dengan rendahnya tingkat dimensi penerimaan diri dan penguasaan lingkungan. Sedangkan jumlah waktu yang dihabiskan untuk pekerjaan kantor pada perempuan dan laki-laki, berhubungan dengan meningkatnya dimensi pertumbuhan pribadi. f. Status pernikahan Status pernikahan menjadi salah satu faktor yang berpengaruh besar bagi kesejahteraan psikologis (Ryff, 2013). Shapiro dan Keyes (dalam Ryff, 2013) menemukan bahwa perempuan yang bercerai dan tidak menikah menunjukkan tingkat kesejehteraan psikologis yang rendah dibanding perempuan yang menikah. Namun, Marks dan Lambert (dalam Ryff, 2013) menemukan bahwa perempuan yang tidak menikah menunjukkan skor yang lebih tinggi pada dimensi otonomi dan pertumbuhan pribadi dibandingkan dengan perempuan yang menikah.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 B. Ibu Bekerja dan Tidak Bekerja 1. Ibu Bekerja Bekerja dipandang sebagai aktivitas sosial yang mendasar dan penting bagi setiap individu, baik bagi laki-laki maupun perempuan (Anorogo dan Widiyanti, 1990; Warr dan Wall, 1978). Bekerja menurut Warr dan Wall (1978) merupakan suatu bentuk kontribusi terhadap masyarakat yang nantinya dihargai dengan dukungan sosial dan pemasukan. Meskipun begitu, kebanyakan orang lebih memilih untuk bekerja walaupun secara ekonomi mereka tidak lagi perlu bekerja (Morse dan Weiss dalam Warr dan Wall, 1978). Hal tersebut menunjukkan bahwa pemasukan bukan alasan utama seseorang untuk bekerja. Beberapa orang mengemukakan bahwa dirinya merasa menemukan tujuan hidup melalui bekerja (Warr dan Wall, 1978). Anorogo dan Widiyanti (1990) lebih lanjut mengemukakan bahwa bekerja mengisi dan memberi makna pada kehidupan seseorang. Bekerja juga dijelaskan memberikan persahabatan dan kehidupan sosial. Matlin (2012) mendefinisikan perempuan bekerja sebagai perempuan yang bekerja dan menerima gaji. Van Vuuren (dalam Dwijanti, 1999) mendefinisikan perempuan bekerja sebagai perempuan yang menerima gaji dari melakukan tugas tertentu dengan jadwal tertentu. Haditono (1989) menuliskan bahwa perempuan yang bekerja adalah para perempuan yang bekerja di luar rumah.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 Dalam penelitian ini, ibu adalah perempuan yang menikah dan miliki anak sedangkan bekerja adalah melakukan tugas dengan mendapatkan gaji dan memiliki jadwal kerja yang tetap. Jadi, ibu bekerja adalah perempuan yang telah menikah dan memiliki anak serta menerima gaji dari melakukan tugas tertentu dengan jadwal tertentu. 2. Ibu Tidak Bekerja Ibu tidak bekerja dihadapkan pada jenis pekerjaan rumah tangga dan keluarga yang rutin dan sama setiap harinya (Berk dalam Linawaty, 1992). Matlin (2012) mendefinisikan perempuan yang tidak bekerja sebagai perempuan yang tidak dibayar untuk pekerjaan yang dilakukannya. Pekerjaan yang dilakukan antara lain pekerjaan mengurus rumah tangga dan keluarga atau sebagai sukarelawan organisasi. Dalam penelitian ini, ibu adalah perempuan yang menikah dan miliki anak, sedangkan tidak bekerja adalah tidak menerima gaji dari melakukan tugas tertentu dan tidak memiliki jadwal kerja yang tetap.Jadi, ibu yang tidak bekerja adalah perempuan yang telah menikah dan memiliki anak serta tidak menerima gaji dari melakukan tugas tertentu dengan jadwal tertentu. C. Dinamika Penelitian Bekerja dipandang sebagai aktivitas sosial yang mendasar dan penting bagi setiap individu, baik bagi laki-laki maupun perempuan (Anorogo dan Widiyanti, 1990; Warr dan Wall, 1978). Pekerjaan menyediakan pemasukan yang berguna untuk memenuhi kebutuhan seperti makanan, pakaian dan tempat

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 tinggal. Pekerjaan juga memenuhi kebutuhan psikologis seperti kontak sosial dan merealisasikan potensi (Williams dalam Lemme, 1995). Peran yang dijalani perempuan pada jaman sekarang tidak terbatas pada peran domestik tetapi juga peran publik. Peran publik ini memberikan kesempatan untuk ibu menjalani berbagai peran seperti sebagai ibu dan istri tetapi juga sebagai karyawati. Pekerjaan dapat memberikan peran sosial yang lebih dari satu dan berdampak positif bagi kesehatan mental perempuan (Barnett dan Hyde, 2001). Pekerjaan nampaknya dapat membantu pencapaian kesejahteraan psikologis karena tiga hal. Pertama, pekerjaan menyediakan pemasukan yang berguna untuk memenuhi kebutuhan. Pemenuhan kebutuhan seperti makanan, pakaian dan tempat tinggal harus tercapai terlebih dahulu sebelum seseorang dapat mencapai kesejahteraan psikologis (Aristoteles dalam Ryff, 2002). Kedua, pekerjaan merealisasikan potensi yang dimiliki seseorang (Williams dalam Lemme, 1995). Realisasi potensi merupakan hal yang ditekankan dalam konsep kesejahteraan psikologis (Ryan dan Deci, 2001). Ketiga, pekerjaan membuat ibu menjalani peran sosial yang lebih dari satu yaitu sebagai ibu, istri, dan karyawati dan berdampak positif bagi kesehatan mentalnya (Barnett dan Hyde, 2001). Kesehatan mental merupakan bagian dari kesejahteraan psikologis Ryff, 2013).

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 D. Hipotesis Berdasarkan landasan pemikiran di atas, hipotesis yang diajukan adalah terdapat perbedaan kesejahteraan psikologis antara ibu bekerja dan ibu yang tidak bekerja.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah kuantitatif komparatif. Jenis penelitian kuantitatif komparatif digunakan untuk membandingkan dua kelompok atau lebih dengan mengumpulkan data numerik yang kemudian dianalisa dengan metode berbasis statistik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kesejahteraan psikologis antara ibu bekerja dan ibu tidak bekerja. B. Identifikasi Variabel Penelitian X : Kesejahteraan Psikologis Y : Status Kerja Ibu Y1 : Ibu Bekerja Y2 : Ibu Tidak Bekerja C. Definisi Operasional 1. Kesejahteraan Psikologis Kesejahteraan psikologis merupakan keadaan ketika seseorang berjuang mencapai kesempurnaan dengan pengembangan potensi yang dimiliki (Ryff, 2013). Kesejahteraan psikologis memiliki enam dimensi dalam pengukurannya. Keenam dimensi tersebut adalah penerimaan diri, relasi positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan dalam hidup dan pertumbuhan pribadi. Kesejahteraan psikologis 18

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 diukur dengan skala kesejahteraan psikologis yang disusun berdasarkan teori Ryff (2013). Penyusunan skala mengacu pada teori kesejahteraan psikologis Ryff (2013) dan skala kesejahteraan psikologis yang sebelumnya telah digunakan. (Ndiki, 2011). 2. Ibu Bekerja Ibu bekerja adalah ibu yang melakukan kegiatan yang memiliki tanggung jawab tertentu di luar rumah, memiliki jadwal yang tetap dan menghasilkan gaji (Van Vuuren dalam Dwijanti, 1999; Matlin, 2012). 3. Ibu Tidak Bekerja Ibu tidak bekerja adalah ibu yang tidak menerima gaji dengan melakukan pekerjaan rumah tangga dan keluarga (Matlin, 2012). D. Subjek Penelitian Subjek pada penelitian ini diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Dalam metode ini, pemilihan subjek didasarkan pada karakteristik tertentu yang dipandang berkaitan erat dengan karakteristik populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Karakteristik subjek dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan faktor yang mempengaruhi kesejahteraan psikologis yang telah dibahas pada bab sebelumnya. Karakteristik subjek dalam penelitian ini yaitu : 1. Perempuan berusia 25 hingga 54 tahun. Dalam penelitian ini, usia dikontrol dengan memilih subjek penelitian yang berasal dari kelompok usia dewasa awal dan dewasa

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 tengah. Menurut Hurlock (1999) masa dewasa awal dimulai pada umur 18 tahun sampai umur 40 tahun sedangkan dewasa madya dimulai pada umur 41 tahun hingga 60 tahun. 2. Menikah (tidak bercerai) dan memiliki anak. Dalam penelitian ini, status pernikahan dikontrol dengan memilih subjek penelitian yang menikah dan tidak bercerai karena perempuan yang bercerai dan tidak menikah menunjukkan tingkat kesejehteraan psikologis yang rendah dibanding perempuan yang menikah (Shapiro dan Keyes dalam Ryff, 2013). 3. Telah menyelesaikan pendidikan minimal SMA. Dalam penelitian ini, jenjang pendidikan dikontrol dengan memilih subjek penelitian yang telah menuntaskan pendidikan minimal SMA. Hal ini sesuai dengan ketentuan skala kesejahteraan psikologis Ryff (2013) yang menyatakan bahwa subjek yang mengisi skala sudah menyelesaikan pendidikan minimal SMA. 4. Kelompok ibu yang bekerja : pegawai institusi yang memiliki penghasilan tetap setiap bulannya. 5. Dalam penelitian ini, status sosial ekonomi dikontrol dengan memilih subjek penelitian yang berasal dari rentang gaji yang sama. Rentang gaji ditetapkan berdasarkan Panduan Gaji Pegawai Sipil. a. Kelompok ibu yang bekerja dengan rentang penghasilan tetap sesuai Panduan Gaji Pegawai Sipil yaitu, Rp 1.200.000,00 – Rp 4.800.000,00.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 b. Kelompok ibu yang tidak bekerja : ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan selain dari gaji suami sebesar Rp 2.400.000 – Rp 6.000.000,00. E. Alat Pengumpulan Data Skala ini dirancang untuk mengukur kesejahteraan psikologis melalui enam dimensi yaitu penerimaan diri, relasi positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi. Penyusunan skala mengacu pada teori kesejahteraan psikologis Ryff (2013) dan skala kesejahteraan psikologis yang sebelumnya telah digunakan (Ndiki, 2011). Tabel 1. Tabel Skor Dimensi Kesejahteraan Psikologis No. Dimensi 1. Penerimaan Diri - 2. Relasi positif dengan orang lain - - - - Skor Tinggi Memiliki sikap positif terhadap diri Mengakui dan menerima aspek diri yang bermacammacam Mampu memandang positif masa lalu. Memiliki hubungan yang hangat memuaskan dan penuh dengan kepercayaan Peduli akan kesejahteraan orang lain Mampu memberikan empati, afeksi dan kedekatan Memahami prinsip memberi dan menerima dalam berelasi - - - - Skor Rendah Tidak puas terhadap diri Kecewa atas kejadian masa lalu Terganggu akan kualitas diri Berharap menjadi orang yang berbeda. Memiliki sedikit hubungan yang dekat dan penuh kepercayaan Kesulitan untuk bersikap hangat, terbuka dan memberi perhatian kepada orang lain Merasa terisolasi dan frustasi dalam menjalin relasi interpersonal. Tidak bersedia untuk berkompromi.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 3. Otonomi - - - 4. Penguasaan lingkungan - - - - 5. Tujuan hidup - - Mandiri dan mampu menentukan pilihan sendiri Mampu berpikir dan bertindak tanpa terpengaruhi tekanan sosial Mampu mengontrol diri sendiri Evaluasi diri terhadap standar pribadi. Memiliki kemampuan dalam mengatur lingkungan Mampu mengendalikan faktor eksternal Mampu memanfaatkan kesempatan yang datang Mampu memilih atau menciptakan keadaan yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai pribadi. Memiliki tujuan dan arah dalam hidup Memandang masa sekarang dan masa lalu memiliki makna Memiliki keyakinan yang memberi tujuan pada hidup. - - - - - - - Khawatir akan harapan dan evaluasi orang lain atas dirinya Bergantung pada penilain orang lain dalam memutuskan sesuatu yang penting Mudah hanyut dalam tekanan sosial. Sulit mengatur kegiatan sehari-hari Merasa tidak mampu mengubah atau meningkatkan keadaan di sekitarnya Tidak menyadari kesempatan yang ada disekelilingnya Tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan faktor eskternal. Merasa hidup tidak bermakna Memiliki sedikit tujuan hidup Tidak memiliki arah dalam hidup Memandang masa lalu tidak memiliki makna.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 6. Pertumbuhan pribadi - - Merasa hidupnya berkembang Melihat diri terus bertumbuh dan meningkatkan kemampuannya Terbuka akan pengalaman baru Menyadari potensi diri - - Merasa dirinya tidak berkembang Merasa bosan dengan hidup yang dijalani Merasa tidak mampu mengembangkan sikap maupun pemikiran baru. Skala kesejahteraan psikologis ini berisi pernyataan-pernyataan yang favorable dan unfavorable. Metode yang digunakan adalah Likert dengan enam pilihan respon. Respon tersebut berupa angka 1 sampai 6. Angka 1 menunjukkan kecenderungan “sangat tidak setuju” terhadap pernyataan dan angka 6 menunjukkan kecenderungan “sangat setuju” terhadap pernyataan. Sistem skoring dijelaskan dalam tabel berikut: Tabel 2. Sistem Skoring untuk Pernyataan Favorable Respon 1 2 3 4 5 6 Skor 1 2 3 4 5 6 Tabel 3. Sistem Skoring untuk Pernyataan Unfavorable Respon 1 2 3 4 5 6 Skor 6 5 4 3 2 1

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Tingkat dimensi kesejahteraan psikologis yang tinggi ditunjukkan dengan skor yang tinggi pada aitem yang terkait dimensi kesejahteraan psikologis tersebut. Sedangkan tingkat dimensi kesejahteraan psikologis yang rendah ditunjukkan dengan skor yang rendah pada aitem yang terkait dimensi kesejahteraan psikologis tersebut. Tabel 4. Blueprint dan Persebaran Aitem Skala Kesejahteraan Psikologis (Sebelum Uji Coba) No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Dimensi Penerimaan diri Relasi positif dengan orang lain Otonomi Penguasaan lingkungan Tujuan hidup Pertumbuhan pribadi Komponen Aitem dan Nomor Aitem Favorable Unfavorable 1,13,24,35,54,60 7,19,30,40,65,68 6,12,39,45,58,67 18,29,34,48,52,64 Jumlah 12 12 2,8,25,31,55,61 14,20,36,41,49,69 3,15,42,46,50,62 9,21,26,47,56,70 12 12 4,16,27,43,59,72 10,22,32,37,53,66 5,11,23,38,51,57 17,28,33,44,63,71 12 12 Total 72 F. Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur 1. Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui kemampuan skala psikologi menghasilkan data yang akurat sesuai dengan tujuan pengukurannya (Azwar, 2011). Suatu skala yang validitasnya tinggi akan memiliki kesalahan pengukuran yang kecil. Hal ini berarti skor setiap subjek yang diperoleh dari skala tersebut tidak jauh berbeda dengan keadaan sesungguhnya.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 Pada penelitian ini, akan dilakukan uji validitas isi terhadap skala kesejahteraan psikologis. Validitas isi dilakukan melalui pengujian isi skala dengan analisis rasional atau professional judgement dari ahli. 2. Seleksi aitem Seleksi aitem dilakukan berdasarkan besarnya koefisien korelasi aitem total. Besarnya koefisien korelasi aitem total bekisar antara 0 sampai 1,00 dengan tanda positif atau negatif. Koefisien korelasi aitem total dikenal sebagai indeks daya beda aitem. Hal ini berfungsi untuk menunjukkan kemampuan aitem dalam mengungkap perbedaan antara individu. Koefisien ini diperoleh melalui mengkorelasikan antara skor tiap subjek pada aitem tertentu dengan skor total skala. Azwar (2011) menuliskan bahwa semakin mendekati 1,00 maka semakin tinggi daya beda aitem. Sebaliknya, jika koefisien korelasi semakin mendekati 0 maka daya beda aitem semakin rendah atau aitem tersebut dianggap tidak baik. Jika koefisien bernilai negatif (-) maka aitem tersebut dianggap sangat buruk dan tidak cocok dengan fungsi alat ukur sehingga harus dibuang. Sebagai kriteria pemilihan aitem berdasar korelasi aitem total, digunakan batasan 0,30. Semua aitem yang mencapai koefisien minimal 0,30 daya pembedanya dianggap memuaskan. Sebaliknya, jika aitem memiliki koefisien kurang dari 0,30 maka aitem tersebut dinyatakan tidak sahih dan harus dibuang (Azwar, 2011).

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Aitem yang sudah diujicobakan dapat dilihat pada tabel 5. Berdasarkan seleksi aitem yang mengacu pada koefisien korelasi aitem total, maka sebanyak 17 aitem dinyatakan gugur dari total 72 aitem yang diujicobakan. Aitem yang gugur memiliki nilai koefisien korelasi aitem total (rix) dibawah 0,30 dan ditandai dengan angka yang dicetak tebal. Tabel 5. Blueprint dan Persebaran Aitem Skala Kesejahteraan Psikologis (Setelah Uji Coba) Komponen Aitem dan Nomor Aitem No. Dimensi Jumlah Favorable Unfavorable 1. Penerimaan diri 1,13,24,35,54,60 7,19,30,40,65,68 8 2. Relasi positif 6,12,39,45,58,67 18,29,34,48,52,64 9 dengan orang lain 3. Otonomi 5 2,8,25,31,55,61 14,20,36,41,49,69 4. Penguasaan 3,15,42,46,50,62 9,21,26,47,56,70 12 lingkungan 5. Tujuan hidup 4,16,27,43,59,72 10,22,32,37,53,66 10 6. Pertumbuhan 5,11,23,38,51,57 17,28,33,44,63,71 11 pribadi Total 55 Keterangan: nomor aitem yang dicetak tebal menunjukkan aitem yang dikeluarkan dari skala. 3. Reliabilitas Reliabilitas memiliki dua makna (Klein dalam Supratiknya, 2014) yaitu konsistensi internal dan stabilitas. Konsistensi internal berarti kesesuaian antar bagian dalam suatu tes. Stabilitas berarti kesamaan skor yang dicapai oleh setiap subjek yang sama dalam setiap pengetesan. Jadi, reliabilitas adalah sejauh mana suatu pengukuran dapat memberikan hasil yang relatif tetap bila dilakukan pengukuran kembali terhadap subjek yang sama. Suatu hasil pengukuran dapat dikatakan reliabel jika hasil berupa

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 angka yang didapat relatif sama dalam beberapa kali pengukuran terhadap subjek penelitian yang sama (Azwar, 2011). Reliabilitas suatu skala ditentukan dengan nilai koefisien (rix) yang berkisar antara 0 – 1,00. Semakin mendekati angka 1,00 maka tingkat reliabilitasnya semakin tinggi. Hal ini berarti alat tes atau skala penelitian dianggap mampu menjaga konsistensinya. Sebaliknya, semakin mendekati 0 maka tingkat reliabilitasnya semakin rendah. Hal ini berarti alat tes atau skala penelitian dianggap tidak mampu menjaga konsistensinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan reliabilitas konsistensi internal. Dalam pendekatan konsistensi internal, prosedurnya hanya memerlukan satu kali pengerjaan tes oleh sekelompok individu sebagai subjek (single trial administration) (Azwar, 2011). Dalam penelitian ini, konsistensi internal mengacu pada koesifisien Alpha Cronbach. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan dengan perangkat lunak SPSS versi 16.0, nilai Alpha Cronbach skala sebelum seleksi aitem adalah sebesar 0,794 sedangkan setelah seleksi aitem adalah sebesar 0,938. Dengan demikian, skala dapat dinyatakan reliabel karena nilai Alpha Cronbach yang ideal berkisar antara 0,7 hingga 0,9 (Klein dalam Supratiknya, 2014). G. Persiapan Penelitian 1. Pelaksanaan Uji Coba Persiapan dalam penelitian ini meliputi uji coba alat ukur. Uji coba dilaksanakan di sebuah institusi pendidikan dan dua perusahaan swasta di

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Jogjakarta dan Sleman dari tanggal 9 Juni 2014 sampai 25 Juli 2014. Skala yang disebar sebanyak 220 lembar tetapi tidak semuanya kembali. Jumlah skala yang kembali sebanyak 200 lembar. Uji coba alat ukur dilakukan untuk melihat kualitas aitem dalam skala yang akan digunakan dalam penelitian. Skala kesejahteraan psikologis diujicobakan pada 200 subjek yang terdiri dari 100 ibu bekerja dan 100 ibu tidak bekerja. 2. Proses Penelitian 1. Mengurus surat ijin penelitian dari fakultas untuk menyebar skala 2. Meminta ijin penelitian dosen pengampu mata kuliah dengan membawa surat ijin penelitian dari fakultas 3. Mengurus surat ijin penelitian ke institusi dan perusahaan 4. Mendapatkan ijin pelaksanaan penelitian dari institusi dan perusahaan 5. Meminta kesediaan tiap subjek untuk mengisi skala penelitian 6. Pengisian skala ditunggu oleh peneliti 7. Skala yang telah diisi oleh subjek diperiksa kembali untuk memastikan semua skala terisi secara lengkap 8. Skala yang tidak diisi lengkap dikembalikan kepada subjek untuk dilengkapi 9. Skala yang telah diisi lengkap dikembalikan ke peneliti

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 H. Metode Analisis Data 1. Uji Asumsi Asumsi yang harus dipenuhi untuk dapat melakukan uji beda dengan independent sample t-test adalah uji normalitas dan uji homogenitas varian. a. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui sebaran skor pada kedua sampel mengikuti distribusi normal (Santoso, 2013). Cara untuk mengujinya adalah dengan melihat nilai probabilitas (sig.) pada Kolmogrov-Smirnov Test menggunakan perangkat lunak SPSS versi 16.0. Uji normalitas dengan menggunakan Kolmogrov-Smirnov Test memiliki kriteria pengujian yaitu, nilai probabilitas (sig.) lebih besar dari 0,05 maka sebaran skor dinyatakan mengikuti distribusi normal. Sedangkan jika nilai probabilitas (.sig) lebih kecil dari 0,05 maka sebaran skor dinyatakan tidak mengikuti distribusi normal. b. Uji Homogenitas Uji homogenitas menunjukkan bahwa dua atau lebih kelompok data sampel berasal dari populasi yang memiliki varians yang sama (Santoso, 2013). Cara untuk mengujinya adalah dengan melihat nilai probabilitas (sig.) pada Levene Test menggunakan perangkat lunak SPSS versi 16.0. Uji normalitas dengan menggunakan Levene Test memiliki kriteria pengujian yaitu, nilai probabilitas (sig.) lebih besar dari 0,05 maka data berasal dari populasi yang mempunyai varian sama.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Sedangkan jika nilai probabilitas (sig.) lebih kecil dari 0,05 maka data berasal dari populasi yang mempunyai varian tidak sama. 2. Uji Hipotesis Pengujian hipotesis penelitian akan dilakukan menggunakan teknik uji independent sample t-test dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 16.0. Uji independent sample t-test digunakan untuk melihat perbedaan mean pada hasil analisis faktor diantara kelompok ibu bekerja dan ibu tidak bekerja.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini menggunakan metode uji coba terpakai yang dilaksanakan di sebuah institusi pendidikan dan dua perusahaan swasta di Jogjakarta dan Sleman pada tanggal 9 Juni 2014 sampai dengan 25 Juli 2014. Subjek penelitian sejumlah 200 ibu yang kemudian dibagi menjadi dua kelompok yaitu, ibu bekerja dan ibu tidak bekerja. Jumlah ibu dalam kelompok ibu bekerja adalah 100 orang dan jumlah ibu dalam kelompok ibu tidak bekerja adalah 100 orang. B. Deskripsi Subyek Penelitian Di bawah ini adalah data demografis subjek penelitian yang ada dalam kuesioner: Tabel 6. Deskripsi Subjek Penelitian No Kategori 1 Usia Dewasa Awal Keterangan 25 - 29 tahun 30 - 34 tahun 35 - 39 tahun Status Pekerjaan Tidak Bekerja Bekerja 13 12 12 9 15 12 Total 2 Usia Dewasa Tengah 40 - 44 tahun 45 - 49 tahun 50 - 54 tahun 17 16 27 Total 31 25 20 22 N 25 21 27 73 42 36 49 127

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 3 Tingkat Pendidikan SMA SMA 42 55 97 Total 4 Tingkat Pendidikan Akademik D3 S1 S2 16 34 8 17 27 1 Total C. Deskripsi Data Penelitian Penelitian dengan subjek 200 orang yang terbagi menjadi 100 ibu bekerja dan 100 ibu bekerja menunjukkan bahwa rerata empiris kesejahteraan psikologis ibu bekerja sebesar 266,93 dan ibu tidak bekerja sebesar 265,34. Sedangkan rerata teoritis kedua kelompok tersebut sebesar 192,5. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rerata empiris dan rerata teoritis. Perbandingan antara rerata empiris dan teoritis menunjukkan bahwa rerata empiris lebih tinggi daripada rerata teoritis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kesejahteraan psikologis ibu bekerja dan ibu tidak bekerja termasuk dalam kategori tinggi. Data selengkapnya dapat dilihat dalam tabel di bawah. Tabel 7. Tingkat Kesejahteraan Psikologis Secara Keseluruhan Status Kerja Ibu Ibu Bekerja Ibu Tidak Bekerja Rerata Empiris 266,93 265,34 Rerata Teoritis 192,5 192,5 Sig. Kategori 0,0 0,0 Tinggi Tinggi 97 33 61 9 103

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 D. Hasil Penelitian 1. Uji Asumsi a. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 16.0. Berdasarkan hasil uji normalitas, ditemukan bahwa kelompok ibu bekerja menunjukkan nilai probablitias (sig.) sebesar 0 sedangkan kelompok ibu bekerja sebesar 0,001. Kedua kelompok menunjukkan nilai probabilitas (sig.) yang lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa skor kedua kelompok tidak mengikuti distribusi normal. Data selengkapnya dapat dilihat dalam tabel di bawah ini. Tabel 8. Hasil Uji Normalitas KP Kolmogorov-Smirnova Status Pekerjaan Statistic df Sig. Keterangan kerja 0,130 100 ,000 Tidak Normal tidak 0,125 100 ,001 Tidak Normal Meskipun sebaran skor kedua kelompok tidak mengikuti distribusi normal, peneliti tetap menggunakan uji independent sample ttest. Uji demikian dilakukan mengingat bahwa t-test dapat dilakukan meskipun tidak memenuhi uji asumsi normalitas karena t-test termasuk uji yang tangguh ketika harus berhadapan dengan ketidaknormalan data (Santoso, 2010).

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 b. Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 16.0. Berdasarkan hasil uji homogenitas, ditemukan bahwa nilai probablitias (sig.) sebesar 0,467 sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok berasal dari populasi yang mempunyai varian sama.. Data selengkapnya dapat dilihat dalam tabel di bawah ini. Tabel 9. Hasil Uji Homogenitas Levene Statistic Varians diasumsikan setara 0,532 Sig. 0,467 2. Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan dengan metode independent sample t-test menggunakan perangkat lunak SPSS versi 16.0. Berdasarkan uji homogenitas, ditemukan bahwa data penelitian memiliki homogenitas varians. Dengan demikian, perbedaan rerata kedua kelompok data dilihat melalui asumsi varians yang sama. Penelitian ini membandingkan sampel 100 ibu bekerja dan 100 ibu tidak bekerja. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kesejahteraan psikologis yang signifikan antara ibu bekerja dan ibu tidak bekerja (t (198) = 0,308; p > 0,05).

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 Data selengkapnya dapat dilihat dalam tabel hasil uji hipotesis di bawah ini : Tabel 10. Hasil Uji Hipotesis N Rerata Kerja 100 266,93 Tidak 100 265,34 Perbedaan Rerata Nilai t Sig. Ket 1,59 0,308 0,759 p > 0,05 (tidak signifikan) 3. Analisis Tambahan Data penelitian dianalisis untuk melihat perbedaan enam dimensi kesejahteraan psikologis berdasarkan status kerja serta perbedaan kesejahteraan psikologis berdasarkan kelompok usia dan tingkat pendidikan. Analisis tambahan dilakukan berdasarkan kelompok usia dan tingkat pendidikan karena peneliti ingin melihat lebih detil mengenai pengaruh kedua hal tersebut terhadap kesejahteraan psikologis ibu. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa perbedaan yang signifikan antara ibu bekerja dan tidak bekerja hanya ditemukan pada dimensi pertumbuhan pribadi. Ibu bekerja menunjukkan rerata skor dimensi pertumbuhan pribadi sebesar 55,21 sedangkan ibu tidak bekerja sebesar 50,95. Hal ini menunjukkan bahwa ibu bekerja memiliki tingkat dimensi pertumbuhan pribadi yang lebih tinggi daripada ibu tidak bekerja.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Tabel 11. Hasil Analisis Enam Dimensi Kesejahteraan Psikologis Berdasarkan Status Kerja Dimensi Status Kerja N Rerata 100 43,52 PD Tidak 100 44,43 Kerja 100 43,49 RP Tidak 100 44,1 Kerja 100 20,11 O Tidak 100 20,01 Kerja 100 54,28 PL Tidak 100 54,3 Kerja 100 50,32 TH Tidak 100 51,55 Kerja 100 55,21 PP Tidak 100 50,95 Perbedaan Rerata Nilai t Sig. Ket - 0,91 - 0,943 0,347 p > 0,05 (tidak signifikan) - 0,61 - 0,541 0,589 p > 0,05 (tidak signifikan) 0,1 0,138 0,891 p > 0,05 (tidak signifikan) - 0,2 - 0,017 0,987 p > 0,05 (tidak signifikan) - 1,23 - 1,11 0,269 p > 0,05 (tidak signifikan) 4,26 3,09 0,002 p < 0,05 (signifikan) Analisis perbedaan kesejahteraan psikologis berdasarkan kelompok usia menunjukkan bahwa tidak ditemukan perbedaan kesejahteraan psikologis yang signifikan antara kelompok usia dewasa awal dan dewasa tengah. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya (Clarke, 2001; Ryff, 1989) yang menemukan perbedaan hanya ditemukan pada kelompok usia dewasa akhir, sedangkan pada kelompok dewasa awal dan dewasa tengah tidak ditemukan perbedaan.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Tabel 12. Hasil Analisis Kesejahteraan Psikologis Berdasarkan Usia N Dewasa 73 Awal Dewasa 127 Tengah Rerata Perbedaan Rerata Nilai t Sig. Ket - 3,3622 - 0,627 0,531 p > 0,05 (tidak signifikan) 264 267,36 Analisis berikutnya dilakukan pada kesejahteraan psikologis berdasarkan tingkat pendidikan SMA dan Akademik. Kelompok Akademik terdiri dari tingkat pendidikan D3, S1 dan S2. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa tidak ditemukan perbedaan kesejahteraan psikologis yang signifikan antara kedua kelompok. Rerata kesejahteraan psikologis subjek dengan tingkat pendidikan Akademik sebesar 269,76 lebih tinggi daripada subjek dengan tingkat pendidikan SMA sebesar 262,29. Tabel 13. Hasil Analisis Kesejahteraan Psikologis Berdasarkan Tingkat Pendidikan SMA N Rerata 97 262,29 Akademik 103 269,76 Perbedaan Rerata Nilai t Sig. Ket - 7,46862 - 1,453 0,148 p > 0,05 (tidak signifikan)

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Berdasarkan hasil penjabaran analisis tambahan, ditemukan tiga kesimpulan. Pertama, ibu bekerja dan ibu tidak bekerja menunjukkan perbedaan yang signifikan pada dimensi pertumbuhan pribadi. Rerata ibu bekerja lebih tinggi dibandingkan ibu tidak bekerja. Kedua, tidak ditemukan perbedaan kesejahteraan psikologis yang signifikan antara kelompok usia dewasa awal dan dewasa tengah. Ketiga, tidak ditemukan perbedaan kesejahteraan psikologis yang signifikan antara subjek dengan tingkat pendidikan SMA dan Akademik yang terdiri dari D3, S1 dan S2. E. Pembahasan Hasil analisis menunjukkan bahwa rerata kesejahteraan psikologis ibu bekerja adalah sebesar 266,93 sedangkan ibu tidak bekerja sebesar 265,34. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kesejahteraan psikologis yang signifikan antara ibu bekerja dan ibu tidak bekerja. Hipotesis dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan kesejahteraan psikologis yang signifikan antara ibu bekerja dan ibu tidak bekerja tidak terbukti. Kesejahteraan psikologis ibu bekerja (M = 266,93) sekilas lebih tinggi daripada ibu tidak bekerja (M = 265,34) meskipun tidak signifikan berbeda. Tidak ditemukannya perbedaan yang signifikan dapat disebabkan oleh kemungkinan bahwa ibu bekerja dan ibu tidak bekerja mengikuti kegiatan bukan pekerjaan yang dapat mengembangkan potensi dan kemampuan untuk mengatasai tantangan dalam hidup. Namun, kegiatan tersebut tidak dapat

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 dikontrol dalam penelitian ini. Dapat diingat kembali, bahwa kesejahteraan psikologis dapat dicapai melalui pengembangan potensi dan mengatasi tantangan dalam hidup (Ryff, 2002). Selanjutnya, pandangan ibu bekerja dan tidak bekerja terhadap pekerjaan dapat mempengaruhi tidak munculnya perbedaan yang signifikan pada kesejahteraan psikologis. Anorogo dan Widiyanti (1990) menuliskan bahwa bekerja mengisi dan memberi makna pada kehidupan seseorang. Ibu tidak bekerja yang memandang positif pekerjaan rumah tangga yang dilakukannya dapat menemukan makna dan mengisi hidupnya dengan pekerjaan rumah tangga. Meskipun jika dilihat secara keseluruhan tidak ditemukan perbedaan kesejahteraan psikologis antara ibu bekerja dan ibu tidak bekerja, analisis tambahan dilakukan untuk melihat melihat lebih detil perbedaan enam dimensi kesejahteraan psikologis antara ibu bekerja dan ibu tidak bekerja. Analisis tambahan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada dimensi pertumbuhan pribadi. Munculnya perbedaan yang signifikan pada dimensi pertumbuhan pribadi antara ibu bekerja dan ibu tidak bekerja dapat disebabkan oleh tugas atau tanggung jawab yang diemban ibu bekerja. Dimensi pertumbuhan pribadi berbicara mengenai kemampuan untuk menyadari dan mengembangkan potensi yang dimiliki seseorang sehingga terhindar dari stagnansi. Melalui tugas atau tanggung jawab pekerjaan yang berbeda-beda jenisnya dan tingkat kesulitannya, ibu dapat melatih kemampuannya sehingga menunjukkan

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 perbedaan pada dimensi pertumbuhan pribadi. Sedangkan, ibu tidak bekerja dihadapkan pada jenis pekerjaan rumah tangga dan keluarga yang rutin dan sama setiap harinya (Berk dalam Linawaty, 1992). Jenis pekerjaan yang rutin dan sama setiap harinya menghambat ibu dalam menemukan dan mengembangkan kemampuan baru.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: 1. Tidak ditemukan perbedaan kesejahteraan psikologis antara ibu bekerja dan ibu tidak bekerja. 2. Perbedaan yang signifikan antara ibu bekerja dan ibu tidak bekerja ditemukan pada dimensi pertumbuhan pribadi. Ibu bekerja menunjukkan skor lebih tinggi dibandingkan ibu tidak bekerja. 3. Tidak ditemukan perbedaan kesejahteraan psikologis antara kelompok usia dewasa awal dan dewasa madya. 4. Tidak ditemukan perbedaan kesejahteraan psikologis antara subjek dengan tingkat pendidikan SMA dan Akademik yang terdiri dari D3, S1 dan S2. B. SARAN Beberapa saran yang perlu diperhatikan berkaitan dengan kesimpulan di atas yaitu: 1. Bagi Institusi Institusi tempat ibu bekerja disarankan memperhatikan lima dimensi kesejahteraan psikologis yang tidak menunjukkan perbedaan yakni, penerimaan diri, relasi positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, dan tujuan hidup. Institusi disarankan merancang regulasi, 41

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 sarana, dan prasarana yang dapat meningkatkan kelima dimensi tersebut. Sebagai contoh, dimensi otonomi dapat ditingkatkan melalui pengkajian ulang manajemen sistem alur kerja sehingga sesuai dengan kebutuhan pekerja dan memberi keleluasan dalam penyelesaian tugas (Vanderfeesten, 2006). Institusi dapat mengadakan pelatihan keterampilan komunikasi interpersonal yang dapat meningkatkan dimensi relasi positif dengan orang lain. Selain itu, pelatihan mengenai manejemen masalah dapat diadakan terkait dengan usaha meningkatkan dimensi penguasaan lingkungan. 2. Bagi peneliti selanjutnya Penelitian selanjutnya disarankan memperbaiki dan atau menambah aitem pada dimensi otonomi yang pada penelitian gugur 7 aitem. Selanjutnya, penelitian selanjutnya disarankan melakukan identifikasi terhadap subjek penelitian. Identifikasi dilakukan mengenai keterlibatan subjek dalam organisasi, penilaian atau pemaknaan subjek terhadap pekerjaan rumah tangga serta kontrol yang lebih mendetil mengenai gaji suami ibu bekerja dan ibu tidak bekerja.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Allport, G. (1961). Pattern and growth in personality. New York: Holt, Rinehart, & Winston. Anorogo, P. & Widiyanti, N. (1990). Psikologi dalam Perusahaan. Jakarta: Rineka Cipta. Azwar, S. (2011). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Badan Pusat Statistik. (2012). Perkembangan Beberapa Indikatr Utama SosialEkonomi Indonesia. diambil 15 Februari 2014. dari http://www.bps.go.id/booklet/Booklet_Mei_2012.pdf. Barnett, R. C. & Hyde, J. S. (2001). Women, Men, Work and Family: An Expansionist Theory. American Psychologist, 56, 781-796. Berger, E. M. & Spiess, K. K. (2011). Maternal life satisfaction and child outcomes: are they related? Journal of Economic Psychology 32:142-58. Clarke, P. J., Marshall, V. W., Ryff, C. D. & Wheaton, B. (2001). Measuring psychological well-being in psychological well-being in the Canadian Study of Health and Aging. International Psychogeriatics 13 (Suppl 1), pp. 79-90. Diener, E. (1984). Subjective Well-Being. Psychological Bulletin, Vo. 95, No. 3, 542-575. Dwijanti, J. E. (1999). Perbedaan motif ibu rumah tangga yang bekerja dan tidak bekerja dalam mengikuti sekolah pengembangan pribadi. Anima, Vol 14, No. 55. Haditono, S. R. (1989). Wanita sebagai karyawati. Media KORPRI DIY, No. 5 th. II Hurlock, E. B. (1999). Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta : Erlangga. Jahoda, C. (1958). Current concepts of positive mental health. New York: Basic Books. Lemme, B. H. (1995). Development in Adulthood. Boston: Allyn & Bacon. Lindfors, P., Berntsson, L. & Lundberg, U. (2006). Total Workload as Related to Psychological Well-Being and Symptoms in Full-Time Employed Female 43

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 and Male White-Collar Workers. International Journal of Behavioral Medicine, Vol. 13, No. 2, 131-137. Magnis-Suseno, F. (2009). Menjadi Manusia Belajar dari Aristoteles. Yogyakarta : Kanisius. Maslow, A. (1968). Toward a psychology of being (2nd ed.). New York: Van Nostrand. Matlin, M. W. (2012). The Psychology of Women, Seventh Edition. Belmont: Wadsworth. Ndiki, F. Y. (2011). Perbedaan Kesejahteraan Psikologis antara Pegawai dan Buruh. Skripsi. Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma. Nikolaou, D. (2013). Happy Mothers, Successful Children: Effects of Maternal Satisfaction on Child Outcomes. Working Papers. Department of Economics, Illinois State University. Rogers, C. (1961). On becoming a person. Boston: Houghton Mifflin. Ryan, R. M. & Deci, E. L. (2001). On Happiness and Human Potentials: A Review of Research on Hedonic and Eudaimonic Well-Being. Annu. Rev. Psychol, 52: 141 – 66. Ryff, C. D. (1989). Beyond Ponce de Leon and Life Satisfaction: New Directions in Quest of Successful Ageing. International Journal of Behavioral Development, 12 (1), 35-55. Ryff, C. D. (1989). Happiness Is Everything or Is It? Explorations on the Meaning of Psychological Well-Being. Journal of Personality and Social Psychology, Vol. 57, No. 6, 1069-1081. Ryff, C. D. (2013). Psychological Well-Being Revisited: Advances In the Science and Practice of Eudaimonia. Psychother Psychosom, 83, 10-28. Ryff, C. D., Keyes, C. L. M. & Shmotkin, D. (2002). Optimizing Well-Being: The Empirical Encounter of Two Traditions. Journal of Personality and Social Psychology, Vol. 82, No. 6, 1007-1022. Ryff, C. D., Magee, W. J., dkk. (1999). Forging Macro-Micro Linkage in the Study of Psychological Well-Being. The Self and Society in Aging Processes. New York: Springer Publishing Company. Santoso, A. (2010). Statistik untuk Psikologi: Dari Blog Menjadi Buku. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Santoso, S. (2013). Menguasai SPSS 21 di Era Informasi. Jakarta: PT Elex Media Komputindo Snyder, C. R. (2011). Positive Psychology: The Scientific and Practical Explorations of Human Strengths 2nd edition. Thousand Oaks: SAGE Publications, Inc. Srimathi, N.L. & Kiran Kumar, S. K. (2010). Psychological Well-Being of Employed Women across Different Organisations. Journal of Indian Academy of Applied Psychology, Vol. 36, No. 1, 89-95. Supratiknya, A. (2014). Pengukuran Psikologis. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Vanderfeesten, I. & Reijers, H. A. (2006). How to increase work autonomy in workflow management systems?. Management Research News, Vo. 29, No. 10, 652-665. Wang, W., Parker, K. & Taylor, P. (2013). Breadwinner Moms. diambil 10 Juni 2014. dari http://www.pewsocialtrends.org/2013/05/29/breadwinnermoms/. Warr, P. & Wall, T. (1978). Work and Well-being. Harmondsworth: Penguin Books Ltd. Zeitlin, M. F., Megawangi, R., Kramer, E. M., Colletta, N. D., Babatunde, E. D. & Garman, D. (1995). Strengthening the family - Implications for international development. diambil 26 Juli 2014. dari http://archive.unu.edu/unupress/unupbooks/uu13se/uu13se09.htm

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 1 Skala Kesejahteraan Psikologis Sebelum Uji Coba 46

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 SKALA KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS Nita Bonita Prasetyo 099114083 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA 2014

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Ibu peserta penelitian yang terhormat, Terima kasih atas kesediaan Anda meluangkan waktu untuk mengisi daftar pernyataan yang saya ajukan berkenaan dengan penelitian Tugas Akhir. Penelitian ini murni bertujuan untuk pengembangan bidang psikologi dan tidak akan disalahgunakan untuk keperluan lain. Identitas dan jawaban Anda dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk keperluan penelitian. Hormat saya, Nita Bonita Prasetyo

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Petunjuk : Di bawah ini tersedia 72 pernyataan. Mohon membaca setiap pernyataan dengan seksama dan memahaminya baik-baik. Selanjutnya berilah jawaban dengan memberi tanda silang (X) pada kolom yang mewakili keadaan Anda. Setiap pernyataan mempunyai enam kemungkinan jawaban : 1 menunjukkan Sangat tidak setuju pada pernyataan tersebut dan 6 menunjukkan Sangat setuju pada pernyataan tersebut. Tidak ada jawaban salah atau benar. Jawablah sesuai dengan keadaan Anda yang sebenarnya. Jangan sampai terdapat pernyataan yang terlewati untuk dijawab.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 No. Pernyataan Saya merasa bangga pada diri saya 1. Saya bebas menentukan pilihan saya sendiri 2. Saya mampu melihat dan memanfaatkan kesempatan 3. dengan baik 4. Saya memiliki visi-misi yang jelas dalam hidup 5. Saya suka mencoba hal baru 6. Saya merasa nyaman berelasi dengan orang lain 7. Saya ingin mengubah masa lalu jika ada kesempatan Saya mampu mengendalikan perilaku meskipun sedang 8. tertekan Saya kesulitan dalam menentukan dan menjalankan hal 9. 10. yang menjadi prioritas Saya menjalani hidup tanpa tujuan Saya mengikuti kegiatan yang mengembangkan 11. 12. potensi saya Saya sering merasa iba akan orang yang kesusahan Saya merasa bangga dengan kelebihan yang saya 13. miliki Saya berusaha memenuhi harapan orang lain terhadap 14. diri saya Saya menciptakan lingkungan yang sesuai dengan 15. dengan kebutuhan dan nilai pribadi saya Masa sekarang dan masa lalu memiliki makna bagi 16. 17. saya Saya merasa hidup saya mengalami stagnansi Kompromi bukanlah hal yang penting dalam 18. membangun relasi dengan orang lain 19. Saya merasa iri dengan kehidupan orang lain 20. Saya cenderung mengikuti pemikiran dan perilaku 1 2 3 4 5 6

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 orang pada umumnya Perilaku dan emosi saya digerakkan oleh lingkungan di 21. mana saya berada Saya tidak bisa menjawab ketika ditanya mengenai visi 22. misi dalam hidup saya Selama ini saya belajar untuk mengenal diri saya lebih 23. dalam Kelebihan dan kekurangan saya adalah anugerah dalam 24. 25. hidup saya Saya menilai diri saya dengan standar pribadi Sulit bagi saya untuk melakukan pengembangan atau 26. perubahan di tempat saya berada. Saya percaya bahwa ada tujuan tertentu di dalam hidup 27. 28. saya Saya tidak bisa membuat perubahan dalam hidup saya Saya tidak memiliki banyak teman yang dekat dan 29. 30. dapat dipercaya Saya merasa tidak menarik Saya berani mempertahankan pendapat saya meskipun 31. berbeda dari orang lain Masa lalu tidak memberikan kontribusi berarti bagi diri 32. 33. saya yang sekarang Saya merasa tidak berguna lagi pada saat ini Saya merasa frustasi dalam menjalin relasi dengan 34. 35. orang lain Masa lalu memberi saya banyak pelajaran hidup Penilaian orang mempengaruhi penilaian saya atas diri 36. saya 37. Saya tidak bisa menemukan arti hidup saya selama ini 38. Saya selama ini melihat peningkatan dalam diri dan

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 perilaku saya 39. Saya mempunyai teman yang dapat saya percaya 40. Saya merasa kecewa dengan diri saya Pendapat orang lain mempengaruhi saya dalam 41. membuat keputusan Saya mampu menentukan dan melakukan hal yang 42. menjadi prioritas 43. Saya tahu tujuan dan apa yang mau saya capai 44. Saya tidak tertarik untuk mencoba hal yang baru 45. Saya paham prinsip tolong-menolong dalam berelasi 46. Saya memiliki banyak cara untuk mengatasi masalah 47. Kesempatan yang datang seringkali saya abaikan 48. Kesusahan orang lain bukan urusan saya Saya cenderung terpengaruh orang dengan pendapat 49. yang kuat Secara umum, saya merasa bertanggung jawab 50. terhadap situasi di mana saya tinggal Penting bagi saya untuk memiliki pengalaman baru 51. yang menantang saya untuk berpikir lebih lanjut tentang diri saya dan dunia Menjalin hubungan dekat merupakan hal yang sulit dan 52. meresahkan saya Saya hidup untuk hari ini dan tidak terlalu memikirkan 53. masa depan Ketika saya mengingat masa lalu, saya puas dengan 54. apa yang sudah saya lalui Saya yakin dengan pendapat saya meskipun 55. bertentangan dengan pendapat umum Tuntutan hidup sehari-hari seringkali menurunkan 56. semangat saya

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Bagi saya, kehidupan adalah proses belajar, 57. berkembang dan bertumbuh yang berkelanjutan Saya adalah orang yang senang memberi, mau 58. menghabiskan waktu dengan orang lain 59. Saya menjalani hidup dengan tujuan 60. Saya menyukai sebagian besar kepribadian saya Saya menilai diri saya berdasarkan standar saya, bukan 61. 62. berdasarkan standar orang lain Saya cukup baik melaksanakan tanggung jawab saya Saya sudah lama menyerah untuk mencoba 63. meningkatkan atau mengubah hidup saya Saya belum pernah menjalani hubungan yang dekat 64. dan penuh kepercayaan dengan orang lain Saya terkadang merasa sudah melakukan semua yang 65. saya harus lakukan dalam hidup Dalam banyak hal, saya kecewa terhadap pencapaian 66. hidup saya. Saya memiliki banyak teman yang dekat dan dapat 67. 68. dipercaya Kelemahan saya cukup mengganggu kehidupan saya Pendapat orang lain berpengaruh besar dalam 69. keputusan saya Saya seringkali merasa kewalahan menjalani tugas 70. sehari-hari 71. Saya merasa bosan akan kehidupan saya 72. Saya lahir di dunia ini dengan tujuan tertentu

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Identitas Diri (Identitas akan dirahasiakan) Usia : ฀ 25 – 29 tahun ฀ 40 – 44 tahun ฀ 30 – 34 tahun ฀ 45 – 49 tahun ฀ 35 – 39 tahun ฀ 50 – 54 tahun Pendidikan terakhir : ฀ SLTA ฀ S1 ฀ D3 Status pekerjaan ฀ S3 ฀ S2 : ฀ Bekerja (Pegawai Institusi) ฀ Tidak Bekerja(Ibu rumah tangga) Bila pada pernyataan sebelumnya anda memilih “Tidak Bekerja (Ibu rumah tangga)” maka anda tidak perlu mengisi pilihan selanjutnya Jumlah pendapatan per bulan : ฀ Rp 1.200.000,00 – Rp 1.800.000,00 ฀ Rp 1.800.000,00 – Rp 2.400.000,00 ฀ Rp 2.400.000,00 – Rp 3.000.000,00 ฀ Rp 3.000.000,00 – Rp 3.600.000,00 ฀ Rp 3.600.000,00 – Rp 4.200.000,00 ฀ Rp 4.200.000,00 – Rp 4.800.000,00 ฀ Di atas Rp 4.800.000,00 Jumlah anggota keluarga yang ditanggung : orang Terima Kasih 

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 2 Skala Kesejahteraan Psikologis Setelah Uji Coba 55

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 SKALA KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS Nita Bonita Prasetyo 099114083 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA 2014

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Ibu peserta penelitian yang terhormat, Terima kasih atas kesediaan Anda meluangkan waktu untuk mengisi daftar pernyataan yang saya ajukan berkenaan dengan penelitian Tugas Akhir. Penelitian ini murni bertujuan untuk pengembangan bidang psikologi dan tidak akan disalahgunakan untuk keperluan lain. Identitas dan jawaban Anda dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk keperluan penelitian. Hormat saya, Nita Bonita Prasetyo

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Petunjuk : Di bawah ini tersedia 72 pernyataan. Mohon membaca setiap pernyataan dengan seksama dan memahaminya baik-baik. Selanjutnya berilah jawaban dengan memberi tanda silang (X) pada kolom yang mewakili keadaan Anda. Setiap pernyataan mempunyai enam kemungkinan jawaban : 1 menunjukkan Sangat tidak setuju pada pernyataan tersebut dan 6 menunjukkan Sangat setuju pada pernyataan tersebut. Tidak ada jawaban salah atau benar. Jawablah sesuai dengan keadaan Anda yang sebenarnya. Jangan sampai terdapat pernyataan yang terlewati untuk dijawab.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 No. Pernyataan Saya merasa bangga pada diri saya 1. Saya mampu melihat dan memanfaatkan kesempatan 2. dengan baik 3. Saya memiliki visi-misi yang jelas dalam hidup 4. Saya suka mencoba hal baru 5. Saya merasa nyaman berelasi dengan orang lain Saya kesulitan dalam menentukan dan menjalankan hal 6. 7. yang menjadi prioritas Saya menjalani hidup tanpa tujuan Saya mengikuti kegiatan yang mengembangkan 8. 9. potensi saya Saya sering merasa iba akan orang yang kesusahan Saya merasa bangga dengan kelebihan yang saya 10. miliki Saya menciptakan lingkungan yang sesuai dengan 11. dengan kebutuhan dan nilai pribadi saya Masa sekarang dan masa lalu memiliki makna bagi 12. 13. saya Saya merasa iri dengan kehidupan orang lain Saya cenderung mengikuti pemikiran dan perilaku 14. orang pada umumnya Perilaku dan emosi saya digerakkan oleh lingkungan di 15. mana saya berada Saya tidak bisa menjawab ketika ditanya mengenai visi 16. misi dalam hidup saya Selama ini saya belajar untuk mengenal diri saya lebih 17. dalam Kelebihan dan kekurangan saya adalah anugerah dalam 18. hidup saya 1 2 3 4 5 6

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Sulit bagi saya untuk melakukan pengembangan atau 19. perubahan di tempat saya berada. Saya percaya bahwa ada tujuan tertentu di dalam hidup 20. 21. saya Saya tidak bisa membuat perubahan dalam hidup saya Saya tidak memiliki banyak teman yang dekat dan 22. dapat dipercaya 23. Saya merasa tidak menarik 24. Saya merasa tidak berguna lagi pada saat ini Saya merasa frustasi dalam menjalin relasi dengan 25. 26. orang lain Masa lalu memberi saya banyak pelajaran hidup Penilaian orang mempengaruhi penilaian saya atas diri 27. 28. saya Saya tidak bisa menemukan arti hidup saya selama ini Saya selama ini melihat peningkatan dalam diri dan 29. perilaku saya 30. Saya mempunyai teman yang dapat saya percaya 31. Saya merasa kecewa dengan diri saya Pendapat orang lain mempengaruhi saya dalam 32. membuat keputusan Saya mampu menentukan dan melakukan hal yang 33. menjadi prioritas 34. Saya tahu tujuan dan apa yang mau saya capai 35. Saya tidak tertarik untuk mencoba hal yang baru 36. Saya paham prinsip tolong-menolong dalam berelasi 37. Saya memiliki banyak cara untuk mengatasi masalah 38. Kesempatan yang datang seringkali saya abaikan Saya cenderung terpengaruh orang dengan pendapat 39. yang kuat

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Secara umum, saya merasa bertanggung jawab 40. terhadap situasi di mana saya tinggal Penting bagi saya untuk memiliki pengalaman baru 41. yang menantang saya untuk berpikir lebih lanjut tentang diri saya dan dunia Menjalin hubungan dekat merupakan hal yang sulit dan 42. meresahkan saya Tuntutan hidup sehari-hari seringkali menurunkan 43. semangat saya Bagi saya, kehidupan adalah proses belajar, 44. berkembang dan bertumbuh yang berkelanjutan Saya adalah orang yang senang memberi, mau 45. menghabiskan waktu dengan orang lain 46. Saya menjalani hidup dengan tujuan 47. Saya menyukai sebagian besar kepribadian saya 48. Saya cukup baik melaksanakan tanggung jawab saya Saya sudah lama menyerah untuk mencoba 49. meningkatkan atau mengubah hidup saya Dalam banyak hal, saya kecewa terhadap pencapaian 50. hidup saya. Saya memiliki banyak teman yang dekat dan dapat 51. dipercaya Pendapat orang lain berpengaruh besar dalam 52. keputusan saya Saya seringkali merasa kewalahan menjalani tugas 53. sehari-hari 54. Saya merasa bosan akan kehidupan saya 55. Saya lahir di dunia ini dengan tujuan tertentu

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Identitas Diri (Identitas akan dirahasiakan) Usia : ฀ 25 – 29 tahun ฀ 40 – 44 tahun ฀ 30 – 34 tahun ฀ 45 – 49 tahun ฀ 35 – 39 tahun ฀ 50 – 54 tahun Pendidikan terakhir : ฀ SLTA ฀ S1 ฀ D3 Status pekerjaan ฀ S3 ฀ S2 : ฀ Bekerja (Pegawai Institusi) ฀ Tidak Bekerja(Ibu rumah tangga) Bila pada pernyataan sebelumnya anda memilih “Tidak Bekerja (Ibu rumah tangga)” maka anda tidak perlu mengisi pilihan selanjutnya Jumlah pendapatan per bulan : ฀ Rp 1.200.000,00 – Rp 1.800.000,00 ฀ Rp 1.800.000,00 – Rp 2.400.000,00 ฀ Rp 2.400.000,00 – Rp 3.000.000,00 ฀ Rp 3.000.000,00 – Rp 3.600.000,00 ฀ Rp 3.600.000,00 – Rp 4.200.000,00 ฀ Rp 4.200.000,00 – Rp 4.800.000,00 ฀ Di atas Rp 4.800.000,00 Jumlah anggota keluarga yang ditanggung : orang Terima Kasih 

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 3 Analisis Reliabilitas Skala dan Kualitas Aitem Skala 63

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .794 72 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted aitem1 260.36 654.311 .319 .790 aitem2 260.52 656.382 .281 .790 aitem3 260.78 657.770 .254 .791 aitem4 260.55 664.269 .159 .793 aitem5 261.00 668.930 .097 .794 aitem6 260.41 667.550 .142 .793 aitem7 261.34 650.356 .234 .791 aitem8 260.90 662.760 .183 .793 aitem9 262.62 650.738 .278 .790 aitem10 264.00 672.296 .054 .795 aitem11 261.14 668.875 .086 .795 aitem12 260.20 660.294 .275 .791 aitem13 260.59 652.474 .316 .789 aitem14 261.28 655.818 .229 .791 aitem15 261.06 658.328 .208 .792 aitem16 260.10 659.226 .296 .791 aitem17 262.56 660.449 .158 .793 aitem18 263.10 653.674 .225 .792 aitem19 263.49 659.507 .197 .792 aitem20 263.13 651.199 .303 .790 aitem21 262.65 644.389 .350 .788 aitem22 262.95 649.224 .277 .790 aitem23 260.88 659.527 .202 .792

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 aitem24 259.88 662.555 .285 .791 aitem25 261.18 652.724 .269 .790 aitem26 262.82 655.398 .233 .791 aitem27 260.12 662.924 .217 .792 aitem28 263.06 653.202 .255 .791 aitem29 262.93 658.839 .154 .794 aitem30 263.32 657.035 .220 .792 aitem31 260.82 658.292 .211 .792 aitem32 263.28 667.246 .081 .795 aitem33 263.60 674.081 .003 .797 aitem34 263.75 667.294 .112 .794 aitem35 260.08 663.919 .215 .792 aitem36 261.90 650.969 .267 .790 aitem37 263.70 665.640 .141 .793 aitem38 260.87 660.325 .230 .792 aitem39 260.68 666.126 .103 .795 aitem40 263.74 670.196 .066 .795 aitem41 262.25 664.279 .114 .795 aitem42 260.52 664.623 .164 .793 aitem43 260.34 660.736 .237 .792 aitem44 263.28 668.424 .071 .796 aitem45 260.18 663.653 .229 .792 aitem46 260.54 658.260 .263 .791 aitem47 262.92 664.823 .122 .794 aitem48 263.54 675.948 -.019 .797 aitem49 262.78 655.466 .236 .791 aitem50 260.48 662.793 .193 .792 aitem51 260.78 653.808 .306 .790 aitem52 263.22 662.022 .157 .793 aitem53 263.66 661.631 .183 .793 aitem54 261.90 646.086 .297 .789 aitem55 261.72 653.447 .244 .791 aitem56 262.70 646.430 .327 .789

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 aitem57 260.50 666.814 .111 .794 aitem58 261.04 654.029 .282 .790 aitem59 260.12 659.406 .278 .791 aitem60 260.48 656.421 .315 .790 aitem61 260.89 658.802 .205 .792 aitem62 260.52 658.120 .291 .791 aitem63 263.54 670.552 .054 .796 aitem64 263.36 668.290 .079 .795 aitem65 262.06 649.237 .296 .790 aitem66 263.14 665.072 .122 .794 aitem67 261.08 655.897 .227 .791 aitem68 262.68 655.003 .231 .791 aitem69 262.50 646.231 .342 .788 aitem70 262.47 652.260 .250 .791 aitem71 263.38 668.749 .072 .795 aitem72 260.60 661.507 .154 .793 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .938 55 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted aitem1 258.20 1288.248 .491 .937 aitem3 258.62 1281.493 .548 .936 aitem4 258.39 1280.008 .574 .936 aitem5 258.67 1294.574 .432 .937 aitem6 258.25 1292.661 .534 .936 aitem9 259.25 1306.460 .212 .939

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 aitem10 257.84 1290.483 .561 .936 aitem11 258.88 1280.944 .537 .936 aitem12 258.04 1295.531 .491 .937 aitem13 258.43 1288.327 .449 .937 aitem15 258.90 1298.261 .315 .938 aitem16 257.94 1294.328 .509 .937 aitem19 258.35 1276.641 .532 .936 aitem20 258.71 1295.594 .339 .938 aitem21 259.19 1299.773 .266 .938 aitem22 258.89 1273.214 .474 .937 aitem23 258.68 1292.391 .382 .937 aitem24 257.72 1298.572 .543 .937 aitem26 259.02 1283.236 .433 .937 aitem27 257.97 1285.461 .605 .936 aitem28 258.69 1273.019 .523 .936 aitem29 258.91 1273.349 .446 .937 aitem30 258.51 1274.281 .538 .936 aitem33 258.21 1283.068 .475 .937 aitem34 258.10 1278.529 .589 .936 aitem35 257.92 1289.777 .586 .936 aitem36 259.95 1323.711 .063 .940 aitem37 258.15 1278.788 .595 .936 aitem38 258.66 1297.612 .387 .937 aitem39 258.53 1267.939 .596 .936 aitem40 258.10 1269.451 .676 .935 aitem41 259.59 1297.600 .292 .938 aitem42 258.36 1283.970 .559 .936 aitem43 258.18 1282.497 .599 .936 aitem44 258.51 1283.075 .448 .937 aitem45 258.02 1288.186 .628 .936 aitem46 258.38 1276.096 .643 .936 aitem47 258.92 1301.425 .285 .938 aitem49 259.06 1291.811 .362 .937

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 aitem50 258.32 1297.433 .402 .937 aitem51 258.46 1294.541 .411 .937 aitem52 258.62 1269.302 .587 .936 aitem56 259.13 1285.447 .389 .937 aitem57 258.13 1290.164 .467 .937 aitem58 258.88 1301.573 .300 .938 aitem59 257.97 1283.632 .623 .936 aitem60 258.32 1278.850 .654 .936 aitem62 258.36 1286.089 .574 .936 aitem63 258.33 1275.046 .548 .936 aitem66 258.71 1286.119 .437 .937 aitem67 258.92 1286.462 .405 .937 aitem69 259.34 1299.070 .284 .938 aitem70 259.36 1305.277 .215 .939 aitem71 258.46 1278.240 .504 .936 aitem72 258.45 1288.278 .385 .937

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 4 Analisis Data 69

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 A. Uji Normalitas Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov StatusPekerjaan skortot Statistic df Shapiro-Wilk Sig. Statistic df Sig. kerja .130 100 .000 .921 100 .000 tidak .120 100 .001 .925 100 .000 a. Lilliefors Significance Correction B. Uji Homogenitas dan Uji Hipotesis Test of Homogeneity of Variance Levene Statistic skortot df1 df2 Sig. Based on Mean .532 1 198 .467 Based on Median .683 1 198 .409 .683 1 193.289 .409 .555 1 198 .457 Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the F Equal variances assumed Equal variances not assumed .532 Sig. .467 t df Sig. (2- Mean Std. Error tailed) Difference Difference Difference Lower Upper .308 198 .759 1.59000 5.16553 -8.59652 11.77652 .308 193.957 .759 1.59000 5.16553 -8.59783 11.77783

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 5 Analisis Tambahan 71

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ENAM DIMENSI KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS BERDASARKAN STATUS KERJA StatusP ekerjaa n totpd totrp toto totpl totth totpp N Mean Std. Deviation Std. Error Mean kerja 100 43.5200 6.80089 .68009 tidak 100 44.4300 6.83907 .68391 kerja 100 43.4900 7.56854 .75685 tidak 100 44.1000 8.34666 .83467 kerja 100 20.1100 5.16182 .51618 tidak 100 20.0100 5.11187 .51119 kerja 100 54.2800 9.01635 .90163 tidak 100 54.3000 8.05474 .80547 kerja 100 50.3200 8.64669 .86467 tidak 100 51.5500 6.93604 .69360 kerja 100 55.2100 8.72046 .87205 tidak 100 50.9500 10.67838 1.06784

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval F totpd Equal variances assumed .045 Sig. .832 Equal variances not assumed totrp Equal variances assumed 1.727 .190 Equal variances not assumed toto Equal variances assumed .016 .901 Equal variances not assumed totpl Equal variances assumed .267 .606 t df Sig. (2-tailed) Mean Std. Error Difference Difference of the Difference Lower Upper -.943 198 .347 -.91000 .96449 -2.81200 .99200 -.943 197.994 .347 -.91000 .96449 -2.81200 .99200 -.541 198 .589 -.61000 1.12672 -2.83191 1.61191 -.541 196.134 .589 -.61000 1.12672 -2.83204 1.61204 .138 198 .891 .10000 .72647 -1.33261 1.53261 .138 197.981 .891 .10000 .72647 -1.33261 1.53261 -.017 198 .987 -.02000 1.20902 -2.40421 2.36421

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Equal variances not assumed totth Equal variances assumed 1.296 .256 Equal variances not assumed totpp Equal variances assumed Equal variances not assumed 6.174 .014 -.017 195.534 .987 -.02000 1.20902 -2.40440 2.36440 -1.110 198 .269 -1.23000 1.10848 -3.41595 .95595 -1.110 189.100 .269 -1.23000 1.10848 -3.41658 .95658 3.090 198 .002 4.26000 1.37867 1.54123 6.97877 3.090 190.397 .002 4.26000 1.37867 1.54056 6.97944

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS BERDASARKAN USIA Usia skortot N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1 73 2.6400E2 38.28330 4.48072 2 127 2.6736E2 35.43800 3.14461 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of F skortot Equal variances assumed Equal variances not assumed Sig. .697 .405 t df Sig. (2-tailed) Mean Std. Error Difference Difference the Difference Lower Upper -.627 198 .531 -3.36220 5.36074 -13.93368 7.20927 -.614 140.865 .540 -3.36220 5.47407 -14.18416 7.45975

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS BERDASARKAN PENDIDIKAN TERAKHIR Pendidik anTerak hir skortot N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1 97 2.6229E2 36.70943 3.72728 2 103 2.6976E2 35.99168 3.54637 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Sig. (2- F skortot Sig. t df tailed) Std. Error Mean Difference Difference Difference Lower Upper Equal variances .245 .621 -1.453 198 .148 -7.46862 5.14177 -17.60829 2.67104 -1.452 196.739 .148 -7.46862 5.14483 -17.61472 2.67748 assumed Equal variances not assumed

(93)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
130
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
169
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
123
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
121
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
138
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
100
KEPUASAN PERNIKAHAN PADA PEREMPUAN YANG BEKERJA Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
116
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
1
148
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
117
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
132
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
103
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
3
153
PERBEDAAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS ANTARA PEGAWAI DAN BURUH Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
118
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
137
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
137
Show more