Penerapan pembelajaran pedagogi reflektif pada mata pelajaran PKn untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai organisasi pada siswa kelas V SD Kanisius Totogan tahun ajaran 2013/2014 - USD Repository

Gratis

0
1
178
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENERAPAN PEMBELAJARAN PEDAGOGI REFLEKTIF PADA MATA PELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SISWA AKAN NILAI ORGANISASI PADA SISWA KELAS V SD KANISIUS TOTOGAN TAHUN AJARAN 2013/2014 SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh : Marthinus Kismet Dwi Tomo Prabowo 101134108 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Skripsi ini peneliti persembahkan untuk:  Tuhan Yesus Kristus  Kedua Orangtuaku : Bapak PG.Suharyanto dan Ibu Theresia Titi Nurhidayati  Kakakku : Mas Agustinus Kismet Nugroho Jati.  Antonia Noviati  Teman-teman, motivator dalam menyelesaikan skripsiku : Arif, Ridlo, Angga, Astri dll  Dosen Pembimbingku : Drs. Paulus Wahana M.Hum Elisabeth Desiana Mayasari, S.Psi.M.A. iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN MOTTO “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh Harapannya pada TUHAN !! - Yeremia 17 : 7- v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan dibawah ini,saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Martinus Kismet Dwi Tomo Prabowo NIM : 101134108 Demi perkembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan karya ilmiah saya yang berjudul : PENERAPAN PEMBELAJARAN PEDAGOGI REFLEKTIF PADA MATA PELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SISWA AKAN NILAI ORGANISASI PADA SISWA KELAS V SD KANISIUS TOTOGAN YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 Perpustakaan Universitas Sanata Dharma beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai peneliti. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, 18 Agustus 2014 Yang menyatakan, Martinus Kismet vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi/tugas akhir yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 18 Agustus 2014 Peneliti, Martinus Kismet D.T.P vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENERAPAN PEMBELAJARAN PEDAGOGI REFLEKTIF PADA MATA PELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SISWA AKAN NILAI ORGANISASI KELAS V SD KANISIUS TOTOGAN TAHUN AJARAN 2013/2014 Martinus Kismet DTP (101134108) 2014 Pelajaran PKn di SD Kanisius Totogan menjadi sebuah mata pelajaran yang dianggap masih kurang menyenangkan oleh siswa. Hal inilah yang mengakibatkan tingkat kesadaran siswa akan nilai organisasi masih rendah. Faktor penyebab rendahnya tingkat kesadaran siswa akan nilai organisasi bukan hanya berasal dari siswa tetapi terletak pada faktor guru sebagai pengajar. PPR dipilih karena dapat mengembangkan kepribadiannya secara utuh, mengasah kepekaan hati nurani dan penuh bela rasa bagi sesama. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SD Kanisius Totogan pada bulan April 2014. Kelas penelitian yang digunakan adalah kelas V. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran dengan setiap siklus satu kali pertemuan. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan memberi lembar skala sikap. Hasil presentase siswa menunjukkan bahwa ada peningkatan kesadaran menggunakan penerapan Pembelajaran Pedagogi Reflektif bagi siswa kelas V SD Kanisius Totogan. Hal tersebut dapat ditunjukkan dari kenaikan presentase jumlah siswa yang mencapai kesadaran akan nilai organisasi. Pada penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi awal hasil yang diperoleh adalah 60,87% , pada siklus 1 sebesar 50,82% dan pada siklus 2 menjadi 78,26%. Kata Kunci: Pedagogi Reflektif, Mata pelajaran PKN, Nilai Organisasi viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE APPLICATION OF REFLECTIVE PEDAGOGY LEARNING IN CIVIC EDUCATION TO IMPROVE STUDENTS’ AWARENESS OF ORGANIZATION VALUE IN THE FIFTH GRADES OF KANISIUS TOTOGAN ELEMENTARY SCHOOL IN THE ACADEMIC YEAR OF 2013/2014 Martinus Kismet DTP (101134108) 2014 Civics learning in SD Kanisius Totogan becomes a lesson that students do not like. This condition that makes the students’ awareness of organization value is still low. The factors that affect the low percentage of students’ awareness of organization value are not only from students but also the teacher as the educator. Reflective pedagogy learning was chosen because it can fully develop the students’ personality, sharpen the sensitivity of the heart and inner and compassion. This research belongs to an action research peformed in SD Kanisius Totogan in April 2014. The subject of the research was grade V students. This study was conducted in two clyes with eacle cyle consist of one meeting. The data colletion technique done by making a sheet of attitude scale. The percentage result showed that there is improvement in students’ awareness after applying reflective pedagogy learning to grade V students of SD Kanisius Totogan. It can be shown from the improvement of the students’ percentage who are aware of the organization value. The result showed that the initial conditions obtained is 60,87%, then in first cycle was 50,52%, and finally in the second cycle became 78,26%. Keywords: Reflective pedagogy, Civics Lesson, Organizational Value ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur peneliti panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan segala berkat-Nya, sehingga peneliti bisa menyelesaikan skripsi dengan judul “PENERAPAN PEMBELAJARAN PEDAGOGI REFLEKTIF PADA MATA PELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SISWA AKAN NILAI ORGANISASI PADA SISWA KELAS V SD KANISIUS TOTOGAN YOGYAKARTA” ini dengan baik. Penelitian skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Peneliti menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, peneliti ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini, sehingga peneliti dapat menyelesaikannya dengan baik. Peneliti mengucapkan terimakasih kepada: 1. Rohandi Ph D, selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Romo G. Ari Nugrahanta, SJ., SS., BST., MA., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 3. Drs.Paulus Wahana, M.Hum. selaku dosen pembimbing 1 yang sudah sangat banyak membantu saya dalam menyelesaikan skripsi ini. 4. Elisabeth Desiana Mayasari, S.Psi.M.A. selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan petunjuk selama proses penelitian dan penulisan skripsi hingga selesai. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Ibu Tri Utami, S.Pd selaku kepala sekolah SD Kanisius Totogan, yang telah memberikan kesempatan untuk melakukan penelitian bagi peneliti. 6. Ibu Katarina Sri Murwani, S.Pd selaku guru kelas V SD Kanisius Totogan, yang telah memberikan waktu, bantuan, dan masukan bermanfaat bagi peneliti. 7. Kedua Orangtuaku Bapak PG. Suharyanto dan Ibu Theresia Titi Nurhidayati yang selalu memberikan dorongan semangat, motivasi, dan doa tiada henti bagi peneliti. 8. Kakak peneliti Agustinus Kismet Nugroho Jati atas dorongan semangat dan motivasi yang diberikan kepada peneliti. 9. Antonia Noviati, terimakasih atas segala bantuan, dukungan, nasehat, semangat dan perhatian yang diberikan kepada peneliti. 10. Teman kelompok payung PPR, Astri, Arif, Ridlo, Angga, Windy, Henry, Endah, dll yang bersama-sama berjuang dan saling mendukung dalam menyusun skripsi. xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu peneliti menerima dengan senang hati kritik dan saran yang membangun. Semoga skripsi ini berguna bagi pembaca sekaligus menjadi sumber dalam belajar melakukan pemahaman serta meningkatkan pengetahuan yang digunakan sebagai acuan dan pegangan bagi pembaca. Peneliti, Martinus Kismet D.T.P xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL .................................................................................... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .............................................. HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................... HALAMAN MOTTO ...................................................................................... PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .......................................................... LEMBAR PERNYATAAN PERSUTUJUAN PUBLIKASI .......................... ABSTRAK ....................................................................................................... ABSTRACT....................................................................................................... KATA PENGANTAR ..................................................................................... DAFTAR ISI ................................................................................................... DAFTAR TABEL ............................................................................................ DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1.1 Latar Belakang Masalah ...................................................................... 1.2 Rumusan Masalah ................................................................................ 1.3 Batasan Masalah .................................................................................. 1.4 Definisi Operasional ............................................................................ 1.5 Tujuan Penelitian ................................................................................. 1.6 Manfaat Penelitian ............................................................................... BAB II LANDASAN TEORI .......................................................................... 2.1 Kajian Teori ........................................................................................ 2.1.1 PKN ....................................................................................... 2.1.1.1 Hakikat PKN .............................................................. 2.1.2 Kesadaran .............................................................................. 2.1.2.1 Pengertian Kesadaran ................................................ 2.1.3 Indikator Kesadaran .............................................................. 2.1.4 Nilai ....................................................................................... 2.1.4.1 Pengertian Nilai ......................................................... 2.1.4.2 Jenis-jenis Nilai ......................................................... 2.1.5 Pendidikan Nilai .................................................................... 2.1.6 PKn sebagai pendidikan nilai ................................................ 2.1.7 Organisasi .............................................................................. 2.1.7.1 Pengertian Organisasi ................................................ 2.1.8 Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) ................................ 2.1.8.1 Pengertian PPR ........................................................... 2.1.8.2 Langkah-langkah PPR ................................................ 2.1.8.3 Tujuan PPR ................................................................. 2.1.8.4 Ciri-ciri PPR ............................................................... 2.1.8.5 Peta Konsep ................................................................ 2.1.8.6 Kekuatan PPR ............................................................. 2.2 Hasil Penelitian yang Relevan ............................................................ 2.3 Kerangka Berpikir ............................................................................... xiii i ii iii iv v vi vii vii ix x xii xv xvi xivii 1 1 5 6 6 7 8 9 9 9 9 10 10 11 12 11 13 14 15 17 17 18 18 20 23 24 25 26 26 29

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.4 Hipotesis Tindakan ............................................................................. BAB III METODOLOGI PENELITIAN ........................................................ 3.1 Jenis Penelitian .................................................................................. 3.2 Setting Penelitian ............................................................................... 3.2.1 Tempat Penelitian ...................................................................... 3.2.2 Subyek Penelitian ...................................................................... 3.2.3 Obyek Penelitian ........................................................................ 3.2.4 Waktu Penelitian ..................................................................... 3.3 Tindakan Penelitian ............................................................................ 3.3.1 Persiapan .................................................................................... 3.3.2 Tindakan tiap siklus ................................................................... 3.3.2.1 Siklus I ................................................................................ 3.3.2.2 Siklus II ............................................................................... 3.3.2.3 Indikator Keberhasilan ........................................................ 3.4 Teknik Pengumpulan Data ................................................................. 3.4.1 Instrumen Penelitian .................................................................. 3.5 Validitas ............................................................................................. 3.6 Reliabilitas……… ............................................................................. 3.7 Teknik Analisis Data ........................................................................ 3.8 Jadwal Penelitian ............................................................................... BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................. 4.1 Kondisi Awal ...................................................................................... 4.2 Hasil Penelitian . ................................................................................. 4.2.1 Siklus I ................................................................................... 4.2.1.1 Perencanaan Siklus I ........................................................... 4.2.1.2 Tindakan Siklus I................................................................. 4.2.1.3 Pengamatan Siklus I ............................................................ 4.2.1.4 Refleksi ................................................................................ 4.2.2 Siklus II ..................................................................................... 4.2.2.1 Perencanaan ........................................................................ 4.2.2.2 Tindakan ............................................................................. 4.2.2.3 Pengamatan ......................................................................... 4.2.2.4 Refleksi ............................................................................... 4.3 Pembahasan......................................................................................... 4.3.1 Peningkatan Kesadaran Siswa ............................................... BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN ......................... 5.1 Kesimpulan ........................................................................................ 5.2 Keterbatasan........................................................................................ 5.3 Saran ................................................................................................... DAFTAR REFERENSI ................................................................................... LAMPIRAN ..................................................................................................... xiv 31 32 32 35 35 36 36 36 36 36 37 38 40 41 42 43 50 51 55 57 58 58 59 63 63 64 66 69 70 70 70 71 75 75 75 81 81 82 82 83 85

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL 3.1 Indikator Keberhasilan .............................................................................. 3.2 Penjabaran Indikator ................................................................................. 3.3 Kisi – kisi Skala Sikap ............................................................................... 3.4 Skala Sikap sebelum Validasi .................................................................. 3.5 Skala Sikap sesudah validasi .................................................................... 3.6 Skala Likert ............................................................................................... 3.7 Skala Likert Modifikasi ........................................................................... 3.8 Hasil Uji Validitas..................................................................................... 3.9 Hasil Reliabilitas Skala Sikap .................................................................... 3.10 Koefisien Reliabilitas ............................................................................... 3.11 Acuan PAP Tipe I .................................................................................... 3.112 Jadwal Peneliti ....................................................................................... 4.1 Hasil Skala Sikap pada Kondisi Awal ...................................................... 4.2 Waktu Pelaksanaan Penelitian .................................................................. 4.3 Hasil Skala Sikap Siklus I ......................................................................... 4.4 Hasil Skala Sikap Siklus II ....................................................................... xv 43 44 46 47 48 50 51 53 55 56 57 58 61 64 68 74

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR 2.1. Langkah – langkah PPR ............................................................................ 2.2 Peta Konsep PPR ....................................................................................... 2.3 Penelitian yang relevan .............................................................................. 2.4. Bagan Kerangka Berpikir ......................................................................... 3.1 Siklus dalam PTK ...................................................................................... 4.1. Siswa sedang membuat poster .................................................................. 4.2. Siswa membuat poster .............................................................................. 4.3. Kondisi pada saat pembelajaran................................................................ 4.4. Media Video yang digunakan ................................................................... 4.5. Siswa pada saat kerja kelompok ............................................................... 4.6. Siswa presentasi didepan kelas ................................................................. 4.7. Grafik Hasil Penelitian .............................................................................. xvi 20 25 29 31 34 77 78 82 82 83 83 84

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Contoh-contoh Hasil Pekerjaan Siswa ......................................... Lampiran 2 Lembar Refleksi ........................................................................... Lampiran 3 Lembar Kerja Siswa ..................................................................... Lampiran 4 Revisi RPP.................................................................................... Lampiran 5 Hasil skala sikap siswa ................................................................. Lampiran 6 Lembar Evaluasi ........................................................................... Lampiran 7 Surat Ijin Melakukan Penelitian dan Selesai Penelitian ............... Lampiran 8 Skala sikap sebelum validasi ........................................................ Lampiran 9 Skala sikap sesudah validasi......................................................... Lampiran 10 Foto Siklus I ............................................................................... Lampiran 11 Foto Siklus II .............................................................................. Lampiran 12 Rpp & Silabus Siklus I ............................................................... Lampiran 13 Rpp & Silabus Siklus II .............................................................. Lampiran 14 Daftar Riwayat Hidup ................................................................ xvii 89 97 100 105 113 118 124 127 131 134 139 143 152 158

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara. Pendidikan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional ditegaskan bahwa Pendidikan bertujuan untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia berkualitas serta bernilai, sehingga dapat menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Pendidikan merupakan kebutuhan yang mendasar bagi kehidupan manusia. Pendidikan berpengaruh besar terhadap perkembangan manusia dalam seluruh kehidupannya. Pendidikan adalah suatu usaha sadar menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan bagi perannya sebagai manusia di masa yang akan datang. Salah satu pendidikan yang sudah diterapkan di sekolah dasar adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran penting untuk diajarkan diseluruh tingkat pendidikan. Hal ini terbukti dari penerapan PKn di tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Adanya PKn di sekolah ini, diharapkan dapat mengembangkan nilai-nilai dalam kehidupan siswa. Pendidikan kewarganegaraan juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk mempersiapkan diri berperan serta dalam bermasyarakat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Untuk menjadi masyarakat yang bertanggung jawab dan bermoral perlu adanya kerja keras untuk mewujudkannya. 1

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memasukkan mata pelajaran PKn mulai dari SD. Cara ini diharapkan dapat melatih anak-anak untuk bertanggung jawab dan memiliki sikap moral pancasila yang baik. Sehingga ketika dewasa, mereka terbiasa untuk berperilaku sopan santun dan memiliki tanggung jawab yang tinggi untuk kemajuan bangsa ini (Wahab, 2011). Dalam Undang-Undang No 2/1989 tentang Pokok-Pokok Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN), yang antara lain Pasal 39, menggariskan adanya Pendidikan Pancasila dan PKn sebagai bahan kajian wajib kurikulum semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan, maka dari itu PKn termasuk salah satu mata pelajaran yang penting, karena diajarkan di semua jenjang pendidikan. Pendidikan harus mampu menerapkan pembelajaran sampai anak menguasai materi pelajaran secara tuntas. Dalam mengelola pembelajarannya seharusnya pendidik tidak begitu saja berpindah dari satu pembelajaran ke pelajaran berikutnya. Pendidik harus memperhatikan siswa–siswi yang masih belum mampu menangkap materi secara cepat (lamban), kurang memahami, atau bahkan belum mencapai tujuan yang sudah direncanakan oleh guru. Pendidikan diharapkan untuk mampu mengarah pada keutuhan pribadi manusia yaitu dengan proses penanaman nilainilai pengetahuan dan ketrampilan. Dalam terwujudnya nilai-nilai tersebut akan berdampak pada peningkatan kualitas hidup peserta didik yang secara nyata dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari–hari atau pun dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu cara yang dapat membantu mengembangkan kesadaran akan nilai–nilai yang terkait adalah dengan cara mendampingi siswa pada waktu proses pembelajaran.

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti, masalah yang berkaitan dengan kesadaran siswa yaitu guru masih belum maksimal menyampaikan nilai-nilai pancasila yang terkandung dalam materi yang dipelajari. Materi yang disampaikan guru tentang menyebutkan suatu organisasi masih sangat kurang kreatif, sehingga siswa masih belum bisa menyadari akan nilai–nilai organisasi yang terkandung di dalam materi tersebut. Jadi guru lebih menekankan konsep dibandingkan dengan pendidikan nilai, sehingga penanaman nilai pada diri siswa masih kurang. Kurangnya penanaman pendidikan nilai di SD Kanisius Totogan tersebut di buktikan dengan, masih rendahnya rasa saling menghargai teman saat berbicara di depan kelas, kemudian masih banyak siswa yang masih malas mengikuti kegiatan organisasi didalam sekolah misalnya, pramuka. Hal ini didukung dari hasil wawancara kami kepada guru kelas selaku pengampu mata pelajaran PKn yang mengatakan bahwa “saya biasanya hanya menggunakan metode ceramah dan hanya menggunakan sumber dari buku paket saja mas, soalnya menurut saya materi ini masih sulit untuk di PPRkan”. Sampai saat ini pendidik hanya sebatas mentransfer pengetahuan saja, sehingga yang terjadi ialah pendidik hanya sebatas mencetak angka-angka saja. Padahal banyak sekali materi PKn yang berhubungan dengan nilai-nilai yang dapat diterapkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, untuk memperkuat bukti bahwa siswa kelas V SD Kanisius Totogan masih kurang memiliki kesadaran akan nilai khususnya organisasi, peneliti juga melakukan pengumpulan data berupa lembar skala sikap kesadaran

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 siswa akan nilai organisasi pada mata pelajaran PKn. Skala sikap tersebut bertujuan untuk melihat kesadaran siswa akan nilai organisasi. Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) adalah model pembelajaran yang inovatif. PPR yaitu suatu pendekatan/model pembelajaran yang menerapkan refleksi dalam menentukan nilai-nilai, dan pembelajaran dengan cara menekankan siswa pada pengalaman yang dimilikinya. Pembelajaran Pedagogi Reflektif merupakan pola pikir untuk mengembangkan manusia menjadi manusia yang bernilai. Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) bisa menjadi salah satu alternatif dalam pembelajaran PKn untuk menyampaikan pendidikan nilai pada siswa. Keunggulan Pedagogi Reflektif yaitu siswa dan guru menjadi belajar untuk mengembangkan kepribadiannya secara utuh, mengasah kepekaan hati nurani dan penuh bela rasa bagi sesama. Untuk merealisasikan keunggulan tersebut, para ahli biasa menyebutnya dengan 3C, yaitu Competence, Conscience dan Compassion. Tujuan dari PPR adalah meningkatkan competence, conscience dan compassion. Dengan meningkatkan tujuan tersebut, diharapkan peserta didik dapat unggul dalam nilai-nilai akademik sekaligus memiliki nilai kepedulian sosial. Untuk mengatasi masalah tersebut, Maka peneliti ingin menerapkan pendidikan nilai dalam pembelajaran PKn dengan menggunakan model pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan kesadaran siswa akan nilai organisasi. Dengan ini diperlukan suatu pendekatan pembelajaran yang bukan hanya mengembangkan kognitif siswa, tetapi juga dapat mengembangkan kemampuan non kognitif. Dalam hal meningkatkan kesadaran akan nilai

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 organisasi dalam mata pelajaran PKn yang berbasis Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR). Pembelajaran Pedagogi Reflektif merupakan pola pikir untuk mengembangkan manusia menjadi manusia yang bernilai. Pembelajaran Pedagogi Reflektif bisa menjadi alternatif dalam pembelajaran PKn untuk menyampaikan pendidikan nilai pada siswa. Keunggulan Pembelajaran Pedagogi Reflektif yaitu siswa dan guru menjadi belajar untuk mengembangkan pribadinya secara utuh, mengasah kepekaan hati nurani dan penuh bela rasa bagi sesama. Untuk merealisasikan keunggulan tersebut para ahli biasa menyebutnya dengan 3C, yaitu Competence, Conscience, Compassion (Subagya, 2010). Kesadaran akan nilai organisasi sangatlah penting karena mampu membantu peserta didik untuk lebih bersikap komunikatif terhadap sesama anggota maupun orang yang ada disekitarnya, membantu peserta didik untuk lebih bersikap terbuka terhadap orang lain dan juga mampu menghargai pendapat orang lain. 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Bagaimana pelaksanaan Pembelajaran Pedagogi Reflektif pada mata pelajaran PKN dapat meningkatkan kesadaran siswa akan nilai organisasi kelas V SD K Totogan Tahun ajaran 2013/2014? 1.2.2 Apakah pelaksanaan Pembelajaran Pedagogi Reflektif pada mata pelajaran PKN dapat meningkatkan kesadaran siswa akan nilai organisasi kelas V SD K Totogan Tahun ajaran 2013/2014?

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 1.3 Batasan Masalah Penelitian ini dibatasi pada masalah peningkatan kesadaran siswa akan nilai Organisasi kelas V SD K Totogan dengan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) dalam mata pelajaran PKN menggunakan Standar Kompetensi 3. Mendeskripsikan pengertian organisasi. 1.4 Definisi Operasional 1.4.1 Kesadaran akan nilai Organisasi sangatlah penting karena mampu membantu peserta didik untuk lebih bersikap komunikatif terhadap sesama anggota maupun orang yang ada disekitarnya, membantu peserta didik untuk lebih bersikap terbuka terhadap orang lain dan juga mampu menghargai pendapat orang lain. 1.4.2 Kesadaran adalah kemampuan memahami berbagai hal yang berkaitan dengan nilai, antara lain: menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas, sarana, sikap dan tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuannya. 1.4.3 Nilai adalah sifat-sifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi kemanusiaan atau konsep abstrak mengenai masalah dasar yang sangat penting dan berharga dalam kehidupan manusia. Nilai dirasakan dalam diri kita masing-masing sebagai daya dorong atau prinsip-prinsip yang menjadi pedoman dalam hidup. Konsep nilai berkembang dari pola berfikir, pola bertingkah laku dan sikap-sikap hidup dan dengan perkataan lain berkembang dari budaya lingkungan.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 1.4.4 Organisasi adalah Setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang terdapat seorang atau beberapa orang yang disebut atasan dan seorang atau sekelompok orang yang disebut bawahan. 1.4.5 Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) adalah pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran bidang studi dengan pengembangan nilainilai kemanusiaan. 1.4.6 PKn adalah sebagai wahana pendidikan nilai organisasi yang termuat pada Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang ada di kelas V semester II SD Kanisius Totogan. 1.5 Tujuan Penelitian 1.5.1 Untuk mengetahui penerapan PPR pada mata pelajaran PKn dapat meningkatkan kesadaran siswa akan nilai organisasi pada mata pelajaran PKn kelas V semester 2 SD Kanisius Totogan tahun ajaran 2013/2014. 1.5.2 Untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai organisasi melalui pelaksanaan Pembelajaran Pendagodi Reflektif pada mata pelajaran PKn bagi siswa kelas V semester 2 SD Kanisius Totogan Tahun ajaran 2013/2014.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 1.6 Manfaat Penelitian 1.6.1 Bagi Guru Sebagai bahan pertimbangan guru untuk menerapkan PPR, sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. 1.6.2 Bagi Peneliti Peneliti dapat membuktikan pengaruh Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) terhadap kesadaran akan nilai Organisasi yang terkandung dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). 1.6.3 Bagi Siswa Siswa mendapatkan pengalaman belajar dengan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR).

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Teori 2.1.1 PKN 2.1.1.1 Hakikat PKN Pada dasarnya Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan mata pelajaran penting untuk diajarkan diseluruh tingkat pendidikan. Hal ini terbukti dari penerapan PKn di tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Adanya PKn di sekolah diharapkan dapat mengembangkan nilai-nilai dalam kehidupan siswa. Pendidikan kewarganegaraan juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk mempersiapkan diri berperan serta dalam bermasyarakat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab (Wahab, 2011). Misi dari Pendidikan Kewarganegaraan dimasa sekarang ini memiliki beberapa misi, diantaranya yaitu: (1) PKn sebagai pendidikan politik, (2) PKn sebagai pendidikan nilai, (3) PKn sebagai pendidikan nasionalisme, (4) PKn sebagai pendidikan hukum, (5) PKn sebagai pendidikan multikultural, (6) PKn sebagai pendidikan resolusi konflik. PKn sebagai pendidikan politik disini berarti bahwa program pendidikan PKn memberikan pengetahuan, sikap dan keterampilan kepada siswa agar mereka mampu hidup sebagai warga negara yang memiliki pengetahuan politik dan kesadaran politik. 9

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 2.1.2 Kesadaran 2.1.2.1 Pengertian Kesadaran Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2003), kesadaran berasal dari kata sadar yang mendapat imbuhan ke-an yang berarti insyaf; yakni; merasa; tahu; dan mengerti. Kesadaran berarti 1) keadaaan mengerti: akan harga dirinya timbul karena ia diperlakukan secara tidak adil; 2) Hal yang dirasakan atau dialami seseorang. Kesadaran adalah keadaan sadar akan perbuatan. Sadar artinya merasa, atau ingat (kepada keadaan sebenarnya), tahu, dan mengerti. Refleksi merupakan bentuk adanya seseorang memiliki kesadaran. Refleksi memberikan keadaan dimana seseorang dapat memahami situasi dan kondisi dalam keadaan tertentu di lingkungan. Kemudian menurut Semium (2006), kesadaran merupakan satusatunya tingkat kehidupan mental yang secara langsung tersedia bagi kita. Jadi dapat disimpulkan bahwa kesadaran adalah keadaan sadar akan perbuatan yang dilakukan secara langsung, kesadaran merupakan sikap sadar dan ingat pada keadaan yang sebenarnya dan secara langsung tersedia bagi kita.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 2.1.3 Indikator Kesadaran Menurut Max Scheler (dalam Wahana 2004) kesadaran akan nilai berarti kesadaran akan berbagai hal yang berkaitan dengan nilai yaitu diantaranya : a) Menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan. b) Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya. c) Menyadari akan sarana-sarana serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju. d) Menyadari sikap yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diterapkan. e) Menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan. 2.1.4 Nilai 2.1.4.1 Pengertian Nilai Nilai adalah sifat-sifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi kemanusiaan atau konsep abstrak mengenai masalah dasar yang sangat penting dan berharga dalam kehidupan manusia. Nilai dirasakan dalam diri kita masingmasing sebagai daya dorong atau prinsip-prinsip yang menjadi pedoman dalam hidup. Konsep nilai berkembang dari pola berfikir, pola bertingkah laku dan sikap-sikap hidup dan dengan perkataan lain berkembang dari budaya lingkungan (Richardus, 2011 : 189).

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Max scheler (dalam Wahana, 2004) berpendapat bahwa nilai merupakan suatu kualitas yang tidak tergantung pada pembawanya, merupakan kualitas apriori (yang telah dapat dirasakan manusia tanpa melalui pengalaman inderawi terlebih dahulu). Tidak tergantung kualitas tersebut tidak hanya pada objek yang ada di dunia ini (misalnya lukisan, patung, tindakan manusia, dan sebagainya), melainkan juga tidak tergantung pada reaksi kita terhadap kualitas tersebut. Nilai merupakan kualitas yang tidak tergantung, dan tidak berubah seiring dengan perubahan barang. Sebagaimana warna biru tidak berubah menjadi merah ketika suatu objek berwarna biru dicat menjadi merah, demikian pula nilai tetap tidak berubah oleh perubahan yang terjadi pada objek yang memuat nilai bersangkutan. Nilai bersifat absolut, tidak dipersyaratkan oleh suatu tindakan, tidak memandang keberadaan alaminya, baik secara historis, sosial, biologis ataupun individu murni. Menurut Wahana (2004) nilai adalah kualitas yang membuat suatu hal menjadi bernilai, sedangkan hal yang bernilai merupakan suatu hal yang membawa kualitas nilai. Dengan demikian, nilai dapat dipahami sebagai yang berbeda dan tidak tergantung pada hal yang bernilai. Meskipun dapat terjuwud dalam dunia indrawi yang bersifat empiris, namun nilai memiliki dunianya sendiri yang keberadaannya tidak tergantung pada keberadaan dan perubahan dunia empiris. Teori nilai menyelidiki proses dan isi penilaian yaitu proses-proses yang mendahului, mengiringkan, dan menentukan semua kelakuan manusia, oleh karena itu teori nilai menghadapi manusia sebagai mahluk yang berkelakuan sebagai objeknya.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Jadi dalam uraian di atas dapat disimpulkan bahwa nilai adalah sifat-sifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi kemanusiaan atau konsep abstrak mengenai masalah dasar yang sangat penting dan berharga dalam kehidupan manusia. Nilai juga merupakan suatu kualitas yang tidak tergantung pada pembawaannya, merupakan kualitas apriori (yang telah dapat dirasakan manusia tanpa melalui pengalaman inderawi terlebih dahulu). Meskipun dapat terwujud dalam dunia inderawi yang bersifat empiris, namun nilai memiliki dunianya sendiri yang keberadaannya tidak tergantung pada keberadaan dan perubahan dunia empiris. 2.1.4.2 Jenis-Jenis Nilai Dalam kaitanya dengan penjabarannya, nilai dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praksis. a. Nilai dasar Sekalipun nilai bersifat abstrak, yaitu tidak dapat diamati melalui panca indera manusia, tetapi dalam kenyatannya nilai berhubungan dengan tingkah laku atau berbagai aspek kehidupan manusia. Setiap nilai memiliki nilai dasar, yaitu berupa hakikat, esensi, intisari, atau makna yang dalam dari nilai-nilai tersebut. Nilai dasar itu bersifat universal karena menyangkut kenyataan objektif dari segala sesuatu. Contohnya hakikat Tuhan, manusia. Apabila nilai dasar itu berkaitan dengan hakikat Tuhan, maka nilai dasar itu bersifat mutlak, karena Tuhan adalah kausa prima (penyebab pertama), dan segala sesuatu yang diciptakan berasal dari kehendak Tuhan.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 b. Nilai Instrumental Nilai instrumental ialah nilai yang menjadi pedoman pelaksanaan dari nilai dasar. Nilai dasar belum dapat bermakna sepenuhnya apabila nilai dasar tersebut belum memiliki formasi serta parameter atau ukuran yang jelas dan konkret. Apabila nilai instrumental itu berkaitan dengan tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari, maka nilai tersebutakan menjadi norma moral. Akan tetapi, jika nilai instrumental itu berkaitan dengan suatu organisasi atau Negara, maka nilai-nilai instrumental itu merupakan suatu arahan kebijakan atau strategi yang bersumber pada nilai dasar, sehingga dapat juga dikatakan bahwa nilai instrumental itu merupakan suatu eksplementasi dari nilai dasar. c. Nilai Praksis Nilai praksis merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai instrumental dalam kehidupan lebih nyata. Nilai praksis merupakan pelaksanaan secara nyata dari nilai-nilai dasar dan nilai instrumental. Berhubung fungsinya sebagai penjabaran dari nilai dasar dan nilai instrumental, maka nilai praksis dijiwai oleh nilai-nilai dasar dan instrumental tersebut. 2.1.5 Pendidikan nilai Pada dasarnya, pendidikan nilai dirumuskan dari dua kata pengertian dasar pendidikan dan nilai. Kata nilai atau value berasal dari bahasa Latin valere atau bahasa prancis kuno valoir yang berarti harga. Nilai bersifat absolut, tidak dipersyaratkan oleh suatu tindakan, tidak memandang keberadaan alaminya, baik secara historis, sosial, biologis ataupun individu murni (Wahana, 2004).

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 Pendidikan nilai adalah pengajaran atau bimbingan kepada peserta didik agar menyadari nilai kebenaran, kebaikan, dan keindahan, melalui proses pertimbagan nilai yang tepat dan pembiasaan bertindak yang konsisten. Pendidikan Kewarganegaraan memiliki keterkaitan erat dengan pendidikan nilai. Pendidikan nilai menyatukan berbagai permasalahan yang menyangkut preferensi personal ke dalam satu kategori yang disebut nilai–nilai, yang dibatasi sebagai petunjuk umum untuk perilaku yang memberi batasan langsung pada kehidupan. Sementara PKn membawa misi dan berbicara tentang nilai moral dan norma (aturan). Misi dari Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dimasa sekarang ini memiliki beberapa misi, diantaranya yaitu: (1) PKn sebagai pendidikan politik, (2) PKn sebagai pendidikan nilai, (3) PKn sebagai pendidikan nasionalisme, (4) PKn sebagai pendidikan hukum, (5) PKn sebagai pendidikan multukultural, (6) PKn sebagai pendidikan resolusi konflik. Pendidikan nilai dimaknai sebagai: (a) penanaman dan pengembangan nilai-nilai pada diri seseorang; (b) bantuan terhadap peserta didik, agar menyadari dan mengalami nilai-nilai serta penempatannya secara integral dalam keseluruhan hidupnya; (c) pengajaran atau bimbingan kepada peserta didik agar menyadari nilai kebenaran, kebaikan, dan keindahan, melalui proses pertimbangan nilai yang tepat dan pembiasaan bertindak yang konsisten. 2.1.6 PKn sebagai Pendidikan Nilai PKn sebagai pusat pendidikan nilai. Bukanlah sekedar mentransmisikan isi nilai tertentu kepada peserta didik, akan tetapi dimaknai sebagai upaya mengembangkan proses penilaian. Pendidikan Kewarganegaraan bagi bangsa

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 Indonesia berarti pendidikan pengetahuan, sikap mental, nilai-nilai dan perilaku yang menjunjung tinggi demokrasi sehingga terwujud masyarakat yang demokratis dan mampu menjaga persatuan dan integritas bangsa guna mewujudkan Indonesia yang kuat, sejahtera, serta demokratis. PKn sebagai pendidikan nilai dimaksudkan bahwa melalui pembelajaran PKn diharapkan dapat menyadarkan siswa akan nilai, moral dan norma yang dianggap baik oleh bangsa dan negara pada siswa. Djahiri (1991) menyatakan bahwa: “nilai adalah sesuatu yang berharga baik menurut standar logika (benar/salah), estetika (bagus/buruk), etika (adil/layak/tidak adil), agama (dosa dan haram/halal), dan hukum (sah/absah), serta menjadi acuan dan/atau sistem keyakinan diri maupun kehidupan. Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia bertujuan untuk menghasilkan siswa yang demokratis dimana siswa dapat berkembang menjadi pribadi yang cerdas, dan memanfaatkan kecerdasannya sebagai warga negara untuk kemajuan bagi dirinya dan lingkungannya. Melalui Pendidikan Kewarganegaraan, siswa juga diharapkan mampu untuk memahami, menganalisis, dan menjawab masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa dan negara sesuai dengan cita-cita dan tujuan nasional seperti yang digariskan dalam pembukaan UUD 1945. PKn berbasis nilai, perlu memahami batang tubuh pengetahuan nilai, “body of knowledge” berdasarkan paradigma ilmu yang membagi wilayah ilmu kedalam tiga bagian, yakni Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi. Ontologi adalah wilayah ilmu yang membahas hakikat dan struktur ilmu, epistemologi adalah wilayah ilmu yang membahas cara kerja ilmu dalam memperoleh

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 pengetahuan dan cara mengukur kebenaran pengetahuan, sedangkan aksiologi membicarakan tentang kegunaan ilmu dalam menyelesaikan masalah (Aryani , 2010). Pendidikan Kewarganegaraan berbasis nilai juga diharapkan menghasilkan sikap yang mencerminkan nilai-nilai yang diinginkan atau yang tercermin dalam diri siswa dengan cara membimbing perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai tersebut. PKn di Indonesia akan tercapai lewat the great ought-nya, yaitu dengan menanamkan konsep dan sistem nilai yang sudah di anggap baik sebagai titik tolak untuk menumbuhkan warga negara yang baik. Materi PKn yang ada di Sekolah Dasar tentang Organisasi yang diperlukan siswa untuk menyadari nilai– nilai dalam berorganisasi. Pendidikan Kewarganegaraan diharapkan mampu untuk menghasilkan siswa–siswa yang cerdas supaya bisa memanfaatkan kecerdasannya untuk kemajuan dirinya sendiri dan bangsa Indonesia. Melalu Pendidikan Kewarganegaran siswa–siswi juga diharapkan untuk mempu menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas, setia dan berwibawa guna memajukan bangsa Indonesia. 2.1.7 Organisasi 2.1.7.1 Pengertian organisasi Pengertian organisasi menjelaskan seperti berikut : Setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 telah ditentukan dalam ikatan yang terdapat seorang atau beberapa orang yang disebut atasan dan seorang atau sekelompok orang yang disebut bawahan. Definisi di atas menunjukkan bahwa organisasi dapat ditinjau dari dua segi pandangan, yaitu sebagai berikut : 1. Organisasi sebagai wadah di mana kegiatan–kegiatan administrasi dijalankan. 2. Organisasi sebagai rangkaian hierarki dan interaksi antara orang–orang dalam suatu ikatan formal. 2.1.8 Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) 2.1.8.1 Pengertian PPR Menurut kamus Umum Bahasa Indonesia kata paradigma berarti suatu kerangka berpikir / model dari teori ilmu pengetahuan / perubahan model. Dalam hal ini, maksud dari paradigma itu sendiri adalah suatu pendekatan atau model pembelajaran. Pedagogi adalah suatu cara pendidik untuk mendampingi para peserta didik dalam pertumbuhan dan perkembangannya (Subagya, 2010). Adapun reflektif adalah meninjau kembali pengalaman, faktor tertentu, gagasan, reaksi, spontan maupun yang direncanakan dari berbagai sudut pandang secara rasional dengan tujuan agar semakin mampu memahami maknanya secara penuh (Tim PPR SD Kanisius, 2010). Berdasarkan masing–masing penjelasan diatas maka, Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) merupakan suatu pendekatan model yang menekankan refleksi dalam rangka menemukan nilai–nilai dalam proses pendidikan dimana nilai–nilai tersebut digunakan sebagai pijakan dalam menentukan sikap atau tindakan. PPR memiliki kekhasan untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassion (3C).

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Kekhasan yang pertama adalah, Competence merupakan kemampuan peguasaan kompetensi secara utuh yang disebut juga dengan kemampuan kognitif (Subagya, 2010). Kemampuan kognitif dalam hal ini adalah kemampuan peserta didik dalam memecahkan soal yang diberikan oleh pendidik dengan nilai yang baik. Kemudian kekhasan yang kedua adalah, Conscience merupakan kemampuan afektif yang secara khusus mengasah kepekaan dan ketajaman hati nurani (Subagya, 2010). Ketajaman hati nurani dapat berupa kesadaran untuk melakukan tindakan yang sesuai dengan aturan yang berlaku. Dan kekhasan yang terakhir adalah, Compassion merupakan aspek psikomotor yang berupa tindakan konkret maupun batin disertai bela rasa bagi sesama (Subagya, 2010). Hal ini bertujuan untuk mengembangkan bakat serta kemampuan sepanjang hidup dan motivasi untuk menggunakannya dalam kehidupan bersama. Pembelajaran Pedagogi Reflektif memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menimbang dan memilih pengalaman-pengalamannya untuk menemukan dirinya yang otentik, siswa dapat mengambil keputusan dan bertindak sesuai dengan martabatnya yang luhur. Pola pengalaman-reflektiftindakan di atas harus diletakkan dalam konteks relasi yang baik antara pendidik dan peserta didik karena keberhasilan proses pembelajaran mensyaratkan relasi yang baik antara pendidik dan peserta didik yang didasari rasa saling percaya dan menghargai.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 2.1.8.2 Langkah – langkah Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) Menurut (J.Subagya, 2010;65) berikut ini adalah langkah – langkah PPR secara berkesinambungan : Gambar 2.1 Langkah – langkah PPR (Subagya, 2010:65) 1. Konteks Secara sederhana konteks dapat dikatakan sebagai kesiapan peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar–mengajar. Konteks ini terdiri dari keadaan atau situasi yang mempengaruhi baik atau buruknya peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran, misalnya faktor keluarga, teman sebaya, masyarakat. Faktor – faktor yang mempengaruhi kesiapan peserta didik dapat berdampak positif dan negatif. Sebagai contoh seorang peserta didik yang berasal dari keluarga orang kaya tentu karakternya akan jauh berbeda dengan keluarga yang kurang mampu.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Dalam hal ini, pendidik harus selalu memperhatikan setiap konteks dari peserta didiknya. Selain itu situasi lingkungan sekolahpun harus mendukung. Dengan mengenali satu per satu para peserta didik, pendidik dapat memberikan perhatian yang lebih baik bagi perkembangan kepribadian peserta didik. Pengenalan terhadap konteks akan membantu guru menentukan bentuk dan cara pemberian pengalaman melalui pembelajaran agar peserta didik dapat menarik makna dari pengalaman utuhnya selama belajar bagi hidupnya sendiri dan orang lain. Konteks adalah diskripsi tentang ”dengan siapa ” berinteraksi, ”bagaimana” latar belakang dan pengalaman hidupnya, ”di mana” dan ”seperti apa” lingkungan tempatnya berinteraksi, ”apa” yang diharapkan muncul dari interaksi tersebut, serta ”mengapa” mengikuti pembelajaran ini. Dengan kata lain konteks adalah segala kemungkinan yang dapat membantu atau menghalangi proses pembelajaran dan perkembangan , bisa konteks pribadi, sekolah, kelas dan guru. 2. Pengalaman Pembelajaran yang baik merupakan pembelajaran dimana siswa dapat merasakan langsung atau diberi pengalaman terhadap apa yang sedang mereka pelajari. Melalui pengalaman yang diberikan oleh guru diharapkan siswa dapat menumbuhkan persaudaraan, solidaritas dan saling memuji melalui kelompok kecil yang direkayasa oleh guru. Seringkali dalam kegiatan pembelajaran ada beberapa Kompetensi Dasar (KD) yang sangat sulit bagi guru untuk memberikan pengalaman langsung bagi siswa. Apabila ini terjadi, guru bisa mensiasati dengan memberikan pengalaman tidak langsung. Pengalaman tidak langsung ini bisa

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 dilakukan dengan cara bermain peran, melihat tayangan video atau gambar, dan masih banyak lagi. 3. Refleksi Refleksi merupakan ciri khas dari Pedagogi Ignasian, karena dengan refleksi peserta didik menjadi lebih cepat memaknai apa yang telah diterimanya secara penuh. Refleksi berarti mengadakan pertimbangan seksama dengan menggunakan daya ingat, pemahaman, imajinasi, dan perasaan menyangkut materi, pengalaman, ide, tujuan yang diinginkan atau reaksi spontan untuk menangkap makna dan nilai hakiki dari apa yang dipelajari. Refleksi dilakukan setelah siswa sudah mendapatkan pengalaman belajar. Melalui kegiatan refleksi ini diharapkan siswa mampu meyakini makna nilai yang terkandung di dalam pengalamannya dan dapat membantu siswa untuk membentuk kepribadian mereka sesuai dengan nilai yang terkandung dalam pengalaman siswa tersebut. 4. Aksi Aksi adalah suatu perbuatan atau tindakan yang merupakan hasil dari pelaksanaan pembelajaran. Aksi mengacu pada kebutuhan batin manusia yang pada dasarnya sudah direfleksikan. Kegiatan aksi dilakukan oleh siswa dengan bantuan dari guru yang akan memfasilitasi siswa. Siswa membangun niatnya sendiri dan sesuai dengan kemauan yang akan membentuk pribadi siswa. 5. Evaluasi Evaluasi adalah bagian penting di dalam pembelajaran. Evaluasi dalam pembelajaran adalah aktivitas untuk memonitoring perkembangan akademis setiap peserta didik. Dengan penilaian, akan diketahui sejauh mana kemajuan yang

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 sudah terjadi pada peserta didik maupun si pendidik selama proses pembelajaran. Evaluasi juga merupakan suatu tinjauan untuk mengetahui apa yang akan dicapai dalam proses pembelajaran baik oleh peserta didik maupun pendidik. 2.1.8.3 Tujuan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) Tujuan pembelajaran yang menggunakan Pembelajaran Pedagogi Reflektif adalah untuk membangun manusia yang memiliki 3C (competence, conscience, dan compassion). Competence adalah kemampuan kognitif, Conscience adalah kemampuan afektif untuk menentukan pilihan-pilihan yang dapat dipertanggungjawabkan secara moral, sedangkan Compassion kemampuan psikomotorik dan kemauan utuk mengembangkan bakat dan kemampuan sepanjang hidup disertai dengan motivasi untuk menggunakannya demi sesama. Menurut Tim Ignatian Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) memiliki tujuan yaitu : 1. Tujuan PPR bagi pendidik antara lain : a) Semakin memahami peserta didik b) Semakin bersedia mendampingi perkembagannya c) Semakin lebih baik dalam menyajikan materi ajar d) Memperhatikan kaitan perkembangan intelektual dan moral e) Mengadaptasi materi dan metode ajar demi tujuan pendidikan f) Mengembangkan daya reflektif terkait, dengan pengalaman sebagai pendidik, pengajar, dan pendamping.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 2. Tujuan PPR bagi peserta didik : a) Membantu peserta didik untuk menjadi manusia bagi sesama b) Menjadi manusia yang utuh c) Menjadi manusia yang secara intelektual berkompeten, terbuka untuk perkembangan, dan religius d) Menjadi manusia yang sanggup mencintai dan dicintai e) Menjadi manusia yang berkomitmen unuk menegakkan keadilan dalam pelayanan pada orang lain Pada dasarnya tujuan utama PPR adalah untuk menyatukan antara pengetahuan dan sikap Batin yang diperoleh peserta didik, sehingga peserta didik mampu untuk melihat hubungan diantara keduanya. Setelah mengetahui hubungan tersebut, peserta didik diharapkan dapat bertindak berdasarkan pengetahuan dan sikap batin yang diperolehnya dalam aksi yang nyata. 2.1.8.4 Ciri – ciri Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) PPR memiliki ciri -ciri esensial sebagai berikut (Subagya, 2010: 68-70) : a. PPR dapat diterapkan dalam semua kurikulum. b. PPR fundamental untuk proses belajar mengajar. c. PPR menjamin para pengajar menjadi pengajar yang lebih baik. d. PPR mempribadikan proses belajar dan mendorong pelajar merefleksikan makna dan arti yang dipelajari.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 2.1.8.5 Peta Konsep Pelaksanaan Pembelajaran Pedagogi Reflektif menurut Subagya (2008) : Konteks Refleksi: Memperdalam pemahaman. Mencari makna kemanusiaan, kemasyarakatan. Menyadari motivasi,dorongan , keinginan. Pengalaman: Mempelajari sendiri, latihan kegiatan sendiri (lawan ceramah). Tanggapan afektif terhadap yang dilakukan, latihan dari yang dipelajari Aksi: Memutuskan untuk bersikap, berminat, berbuat perbuatan konktet Evaluasi: Evaluasi ranah intelektual. Evaluasi perubahan pola pikir, sikap, perilaku siswa Gambar 2.2 Peta Konsep PPR (Subagya, 2008) T U J U A N

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 2.1.8.6 Kekuatan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) menurut (Subagya, 2010:68-70): a. Berorientasi pada nilai. b. Peserta didik memperoleh pengalaman setelah proses pembelajaran baik pengalaman langsung maupun pengalaman tidak langsung. c. Peserta didik dapat memaknai hasil pembelajaran dengan pikiran, hati, untuk dilaksanakan di dalam kehidupan bermasyarakat. d. Dapat meningkatkan kemampuan afektif, kognitif, dan psikomotorik. e. Peserta didik dapat aktif terlibat dalam proses belajar, penemuan, dan kreativitas. 2.2 Penelitian – Penelitian yang Relevan Arifi (2011) meneliti peningkatan competence, conscience dan compassion (3C) dengan menggunakan pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dalam pembelajaran tematik bagi siswa kelas IIIC SD Kanisius Kenteng tahun ajaran 2010/2011. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tehnik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan tes, dengan instrumen berupa lembar pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa competence, conscience, compassion kelas III C mengalami peningkatan. Nilai competence siswa yaitu 66,5 : 86,6 : 89,0. Untuk Conscience yaitu 76,2 menjadi 83,7. Sedangkan untuk compassion yaitu 90,4 menjadi 93,6.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Theresia (2011) meneliti peningkatan competence, conscience dan compassion (3C) dengan menggunakan pendekatan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) dalam pembelajaran tematik bagi siswa kelas IIIC SD Kanisius Demangan Baru I tahun ajaran 2010/2011. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan jenis Penelitian Tindakat Kelas (PTK). Tehnik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan tes,dengan instrumen berupa lembar pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3C siswa kelas IIIA mengalami peningkatan. Nilai Competence siswa yaitu 69,45 : 73,66 : 78,28, untuk nilai Conscience siswa yaitu 78 menjadi 86, sedangkan untuk nilai Compassion yaitu 78 menjadi 85. Dewi (2011) meneliti peningkatan competence, conscience dan compassion (3C) dengan menggunakan pendekatan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) dalam pembelajaran tematik bagi siswa kelas III SD Kanisius Kembaran tahun ajaran 2010/2011. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan jenis Penelitian Tindakat Kelas (PTK). Tehnik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan tes,dengan instrumen berupa lembar pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3C siswa kelas IIIA mengalami peningkatan. Nilai Competence siswa yaitu 66,56 : 68,78 : 80, untuk nilai Conscience siswa yaitu 77,45 menjadi 88,9, sedangkan untuk nilai Compassion yaitu 67,5 menjadi 81,9.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Gambar 2.3 Skema Penelitian yang Relevan Penelitian menggunakan Model PPR Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran tematik untuk mata pelajaran IPS dan Matematika untuk meningkatkan competence, conscience dan compassion (3C) peserta didik siswa kelas IIIC SD Kanisius Kenteng tahun ajaran 2010/2011. Arifi (2011) Penelitian yang dilaksanakan Penerapan Pegagogi Reflektif Kesadaran siswa akan nilai organisasi Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran tematik untuk meningkatkan competence, conscience dan compassion (3C) peserta didik siswa kelas IIIC SD Kanisius Demangan Baru 1 tahun ajaran 2010/2011.Theresia (2011) Penerapan Paradigma Pedagogi reflektif dalam pembelajaran tematik untuk meningkatkan competence.conscience dan compassion (3C) peserta didik kelas III SD Kanisius Kembaran tahun ajaran 2010/21011. Dewi (2011) Yang Perlu diteliti : Penerapan Pedagogi Reflektif untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai organisasi.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 Dari penelitian sebelumnya menurut Arifin (2011) meneliti tentang Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif untuk meningkatkan competence, conscience, compassion dalam pembelajaran tematik untuk mata pelajaran IPS dan Matematika. Kemudian menurut Theresia (2011) meneliti tentang Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran tematik untuk meningkatkan competence, conscience dan compassion. Maka peneliti ingin mencoba menerapkan Pembelajaran Pedagogi Reflektif untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai organisasi. 2.3 Kerangka Berfikir Pembelajaran dengan menggunakan model PPR akan meningkatkan kesadaran siswa akan nilai organisasi. Pembelajaran PKn sebagai pendidikan nilai diharapkan meningkatkan kesadaran siswa akan nilai organisasi di lingkungan masyarakat maupun sekolah. Maka PPR merupakan model yang cocok untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai organisasi, sehingga melalui PPR akan lebih membantu siswa untuk meningkatkan sikap dalam berorganisasi. Hal ini sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dipilih oleh peneliti yaitu dengan standar Kompetensi: 3. Memahami Kebebasan berorganisasi. Kompetensi Dasar: 3.1 Mendeskripsikan pengertian organisasi. Jika metode PPR diterapkan pada pembelajaran PKn kelas V SD Kanisius Totogan, maka akan berpengaruh terhadap nilai organisasi berupa sikap kemanusiaan, hati nurani dan bela rasa terhadap sesama.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Kesadaran siswa akan nilai yang terkandung dalam Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) diharapkan dapat meningkat setelah guru menyampaikan pembelajaran dengan menggunakan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR). Kesadaran akan nilai bagi siswa sangat penting diberikan sedini mungkin. PPR membantu siswa dalam menyadari akan nilai yang ingin diajarkan melalui pengalaman yang dilanjutkan lewat refleksi dan kemudian diaplikasikan melalui aksi. Kondisi awal Tindakan Kondisi akhir Pembelajaran konvensional Penerapan PPR Kesadaran siswa akan nilai Organisasi meningkat. Gambar 2.4 Bagan Kerangka Berpikir Kesadaran siswa akan nilai Organisasi rendah Siklus 1 Siklus 2

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 2.4 Hipotesis Tindakan 2.4.1 Penerapan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) dalam mata pelajaran PKn mater Organisasi dengan langkah – langkah PPR. Konteks adalah segala kemungkinan yang dapat membantu atau menghalangi proses pembelajaran dan perkembangan , bisa konteks pribadi, sekolah, kelas dan guru. Pengalaman yang diberikan oleh guru diharapkan siswa dapat menumbuhkan persaudaraan, solidaritas dan saling memuji melalui kelompok kecil yang direkayasa oleh guru. Refleksi dilakukan setelah siswa sudah mendapatkan pengalaman belajar. Melalui kegiatan refleksi ini diharapkan siswa mampu meyakini makna nilai yang terkandung di dalam pengalamannya dan dapat membantu siswa untuk membentuk kepribadian mereka sesuai dengan nilai yang terkandung dalam pengalaman siswa tersebut. Aksi adalah suatu perbuatan atau tindakan yang merupakan hasil dari pelaksanaan pembelajaran.. Evaluasi adalah bagian penting di dalam pembelajaran. Evaluasi dalam pembelajaran adalah aktivitas untuk memonitoring perkembangan akademis setiap peserta didik. 2.4.2 Semua langkah-langkah pembelajaran PPR sudah diterapkan oleh guru dan ternyata hasilnya penggunaan Pembelajaran Pedagogi Reflektif dapat meningkatkan kesadaran siswa akan nilai Organisasi kelas V mata pelajaran PKn semester genap SD Kanisius Totogan tahun pelajaran 2013/ 2014.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian tindakan kelas merupakan suatu bentuk kajian yang dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di dalam kelas. Dalam hal ini masalah yang dihadapi adalah masih kurangnya kesadaran siswa akan nilai organisasi. Untuk itu, guru dan peneliti bermaksud meningkatkan kesadaran siswa akan nilai organisasi pada mata pelajaran PKn kelas V SD Kanisius totogan dengan model Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, dalam Wiraatmadja (2005). Model penelitian ini terdiri dari atas adanya perencanaan akan mengandalkan penelitian, dan disertai dengan tindakan dan pengamatan saat penelitian, kemudian adanya refleksi dari semua kegiatan yang telah dilakukan dan merancang kembali apa yang akan direncanakan untuk tindakan selanjutnya, untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar dibawah ini : 32

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 Perencanaan Pelaksanaan SIKLUS I Pengamatan Refleksi Perencanaan Pelaksanaan SIKLUS II Pengamatan Refleksi Gambar 3.1 Siklus Dalam PTK Penelitian Tindakan Kelas dilakukan dalam dua siklus. Tahapan- tahapan dalam Penelitian Tindakan Kelas adalah sebagai berikut : 1. Perencanaan (Planning) Penentuan perencanaan dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu perencanaan umum dan perencanaan khusus. Perencanaan umum dimaksudkan untuk menyusun rancangan yang meliputi keseluruhan aspek yang terkait PTK antara lain identifikasi masalah, analisis penyebab adanya masalah, dan bentuk tindakan yang akan dilakukan. Sedangkan, perencanaan khusus dimaksudkan untuk menyusun rancangan dari siklus per siklus. Perencanaan (planning) adalah tahap awal dalam melakukan penelitian tindakan kelas. Dalam tahap ini dijelaskan mengenai apa, di mana, mengapa, kapan, oleh siapa, dan bagaimana penelitian tindakan kelas diadakan. Tahap perencanaan ini mengharuskan guru untuk mengetahui masalah yang akan

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 diteliti melalui identifikasi masalah, kemudian dari identifikasi masalah tersebut guru melakukan analisa masalah dan menyusun hipotesis tindakan. Tahap perencanaan juga perlu mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam penelitian seperti lembar kerja siswa, lembar penilaian, lembar evaluasi bagi kegiatan pembelajaran dan lain-lain. 2. Pelaksanaan (Acting) Pelaksanaan dalam penelitian tindakan kelas dilakukan mengacu pada perencanaan yang telah dibuat. Pelaksanaan tindakan dilakukan untuk memecahkan masalah yang terjadi. Setelah ditetapkan bentuk pelaksanaan tindakan yang akan dilakukan, maka langkah berikutnya adalah menerapkan tindakan tersebut dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan rencana pembelajaran yang sudah dibuat Pelaksanaan adalah implementasi yang berasal dari perencanaan tindakan sudah dibuat. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan segala yang sudah dipersiapkan oleh peneliti dalam perencanaan. Guru dalam pelaksanaan penelitian membuat suasana yang sedemikian rupa agar terlihat alami namun peneliti juga masih bisa melakukan pengamatan. Kaitan antara perencanaan dan pelaksanaan harus diperhatikan dan dilaksanakan agar ada sinkronisasi dan kesesuaian. 3. Pengamatan (Observating) Pengamatan adalah aktivitas melihat dan mengamati yang sudah direncanakan dan diterapkan dalam penelitian. Pengamatan memiliki tujuan

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 mendapatkan data kuantitatif maupun kualitatif. Data dapat berupa tulisan maupun rekaman video hasil pembelajaran. Hal yang diamati adalah cara guru dalam melakukan tindakan yang sudah disusun pada perencanaan. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran lengkap tentang proses pembelajaran mengenai organisasi. Pengamatan atau monitoring dapat dilakukan sendiri. Pada saat monitoring pengamat haruslah mencatat semua peristiwa atau hal yang terjadi di dalam kelas penelitian yaitu kelas V SD Kanisius Totogan. 4. Refleksi (Reflecting) Refleksi dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan untuk memikirkan dan merenungkan tentang proses pembelajaran yang dilakukan sebagai evaluasi guru serta tim pengamat yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas. Refleksi ini dilakukan dengan cara mendiskusikan berbagai masalah yang timbul di dalam kelas dan untuk mengukur apakah tindakan dalam siklus pertama sudah mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan refleksi ini peneliti dapat menentukan apakah tetap melanjutkan ke siklus berikutnya atau berhenti di siklus pertama karena masalah sudah terpecahkan. 3.2 Setting Penelitian Setting penelitian meliputi tempat penelitian, subyek penelitian, objek penelitian, waktu penelitian. 3.2.1 Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di SD Kanisius Totogan, yang beralamat di dukuh Totogan, Madurejo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 3.2.2 Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah semua siswa kelas V. Yang berjumlah 23 orang. 3.2.3 Obyek Penelitian Obyek penelitian ini adalah penerapan paradigma pedagogi reflektif pada mata pelajaran PKn untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai organisasi kelas V SD Kanisius Totogan Tahun ajaran 2013/2014. 3.2.4 Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan dari bulan Januari 2014 sampai Juni tahun 2014. 3.3 Tindakan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dalam siklus I dan siklus II. Setiap siklus dilakukan 1 kali pertemuan dan setiap satu kali pertemuan yaitu 3 jam pelajaran (3JP). Alokasi setiap JP adalah 40 menit. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum penelitian ini, diantaranya : 3.3.1 Persiapan Persiapan Penelitian Tindakan Kelas ini disusun sebagai berikut. Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan beberapa persiapan di antaranya: a) Permintaan Ijin Kepada Kepala SD Kanisius Totogan. Permintaan ijin disini dimaksudkan agar kegiatan penelitian dapat berjalan dengan lancar oleh persetujuan pihak sekolah dan mendapatkan data yang sesuai.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 b) Wawancara Wawancara kepada guru kelas V mengenai kondisi siswa saat proses belajar mengajar di dalam kelas, mencari informasi tentang kondisi awal kesadaran siswa akan nilai terkait (organisasi) serta model pembelajaran yang di gunakan oleh guru dalam menyampaikan materi belajar di dalam kelas. Informasi-informasi diperoleh dengan hasil wawancara dari guru mata pelajaran PKn kelas V. c) Mengidentifikasi Masalah Menentukan cara memecahkan masalah tersebut. Selanjutnya peneliti mengkaji kompetensi dasar dan materi pokoknya. Hal tersebut dilakukan dengan merumuskan isi dan materi dari KD yang bermasalah sehingga diperoleh indikator yang bermasalah. Peneliti menyusun rencana siklus. Rencana selanjutnya adalah dengan menentukan rencana tindakan penelitian yang akan dilakukan seperti membuat sumber bahan pengajaran. Menyusun Silabus, RPP, LKS, skala sikap dan membuat soal untuk tes atau evaluasi pada siklus I dan siklus II. 3.3.2 Tindakan tiap siklus Penilitian ini menggunakan jenis Kemmis dan Taggart yang terdiri dari empat tahap dalam setiap siklusnya. Kegiatan yang dilakukan dalam setiap siklusnya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai organisasi pada mata pelajaran PKn dengan menggunakan pembelajaran pedagogi reflektif. Penjelasan setiap siklusnya adalah sebagai berikut :

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 3.3.2.1 Siklus 1 Proses pembelajaran siklus 1 terdiri dari satu pertemuan atau 3jp. Hasil dari siklus 1 sebagai dasar menentukan tindakan berikutnya. Langkah- langkah pelaksanaan siklus 1 tersebut meliputi: a. Rencana Tindakan Pada tahap ini peneliti menyiapkan instrumen perangkat pembelajaran; Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Media Pembelajaran berupa gambar, Lembar Kerja Siswa (LKS), Soal Evaluasi. Peneliti mendalami silabus, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), LKS, bahan ajar dan mempersiapkan pembagian kelompok. Perangkat pembelajaran yang telah disusun oleh peneliti sebelumnya divalidasi oleh 3 orang ahli yaitu dosen, kepala sekolah dan pendidik. Selain itu, peneliti juga mempersiapkan instrumen penelitian kesadaran siswa akan nilai organisasi dengan membuat skala sikap. b. Pelaksanaan Tindakan Pada tahap ini, pelaksanaan tindakan dilakukan oleh guru mata pelajaran PKn kelas V dengan dibantu oleh peneliti. Pelaksanaan tindakan Siklus I dilaksanakan selama 3 jam pertemuaan (3JP) dengan alokasi waktu 3 x 40 menit. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada pertemuan pertama diawali dengan pertanyaan “siapa ketua kelas V?”, “siapa bendahara kelas V?”. Setelah kegiatan apersepsi selesai pendidik menyampaikan materi pembelajaran dan menunjukkan gambar-gambar mengenai organisasi yang ada di dalam sekolah.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Pendidik membagi peserta didik menjadi 6 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4 peserta didik. Kemudian pendidik memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk dikerjakan secara berkelompok. Lalu pendidik menjelaskan cara mengerjakan LKS yang sudah dibagikan kepada peserta didik. Kemudian hasil diskusi setiap kelompok dipresentasikan di depan kelas. Kemudian setelah itu pendidik membagikan soal evaluasi yang terdiri dari 20 soal pilihan ganda, kemudian peserta didik melanjutkan mengisi refleksi dan sebagai aksi. Lalu peserta didik mengisi lembar skala sikap yang terdiri dari 17 item pertanyaan. Kemudian pendidik menutup pembelajaran dengan doa. c. Pengamatan Selama proses siklus 1, peneliti mencatat hasil pengamatan pada lembar observasi. Saat proses pengamatan, pengamat melakukan kegiatan yaitu mengamati aspek afektif dan aspek psikomotorik siswa untuk aspek kognitif dapat dilihat pada waktu mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan tes. d. Refleksi Hal yang dapat dilakukan pada tahap refleksi ini, yaitu peneliti mengidentifikasi kesulitan dan hambatan pelaksanaan pembelajaran pada siklus 1. Kegiatan lain yang dilakukan peneliti dalam refleksi yaitu mengolah data hasil evaluasi, skala sikap untuk dibandingkan dengan data awal sebelum pemberian tindakan. Peneliti tidak hanya mengidentifikasi hal – hal postif dalam penelitian namun juga hal-hal negatif yang terjadi selama penelitian. Hasil refleksi siklus I menyatakan bahwa target belum tercapai sehingga perlu dilakukan siklus II.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Siklus II dilakukan dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan pada siklus sebelumnya agar target dapat tercapai. 3.3.2.2 Siklus 2 a. Rencana Tindakan Pada tahap ini juga, pelaksanaan tindakan dilakukan oleh guru mata pelajaran PKn kelas V dengan dibantu oleh peneliti. Pelaksanaan tindakan siklus 2 dilaksanakan dalam 3 Jam Pertemuan (3JP) dengan alokasi waktu 3 × 40 menit. b. Pelaksanaan Tindakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada pertemuan kedua, pendidik mengawali pembelajaran dengan berdoa, kemudian pendidik membuat pertanyaan seputar contoh-contoh organisasi yang ada di sekolah, untuk mengingat kembali materi yang sebelumnya sudah diajarkan pendidik. Setelah kegiatan apersepsi selesai pendidik menyampaikan materi pembelajaran dan menunjukkan video mengenai organisasi yang ada di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Pendidik membagi peserta didik menjadi 6 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4 peserta didik. Kemudian pendidik memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk dikerjakan secara berkelompok. Lalu pendidik menjelaskan cara mengerjakan LKS yang sudah dibagikan kepada peserta didik. Kemudian hasil diskusi setiap kelompok dipresentasikan di depan kelas. Kemudian setelah itu pendidik membagikan soal evaluasi yang terdiri dari 15 soal pilihan ganda, kemudian peserta didik mengisi refleksi dan sebagai aksi.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Lalu peserta didik mengisi lembar skala sikap yang terdiri dari 17 item pertanyaan. Kemudian pendidik menutup pembelajaran dengan doa. c. Pengamatan Selama proses siklus II, peneliti mencatat hasil pengamatan pada lembar observasi. Saat proses pengamatan, pengamat melakukan kegiatan yaitu mengamati aspek afektif dan aspek psikomotorik siswa untuk aspek kognitif dapat dilihat pada waktu mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan tes. d. Refleksi Peneliti mengidentifikasi hambatan yang terjadi selama proses pembelajaran siklus II. Refleksi yang dilakukan pada siklus II dilakukan dengan mengolah data hasil evaluasi, skala sikap untuk dibandingkan dengan data awal dan hasil capaian siklus I. Hasil refleksi siklus II digunakan sebagai hasil akhir penelitian yang dilakukan. 3.3.2.3 Indikator Kerberhasilan Tabel 3.1 Indikator Keberhasilan Indikator Kondisi Awal Target Deskriptor Instrumen Capaian Presentase Jumlah Yang Sadar Jumlah siswa yang Siswa 60,87% 65% memenuhi kriteria X 100% Jumlah siswa dikelas Skala Sikap

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Pada tabel indikator keberhasilan di atas, kondisi awal mencapai 60% dan peneliti ingin mancapai target 65% pada siklus I. Target pencapaian ditentukan berdasarkan hasil diskusi dengan guru kelas V. Diskusi dilakukan karena guru kelas yang lebih mengerti kondisi siswa dan kemampuan siswanya. 3.4 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan a) Skala sikap dilakukan untuk mengetahui kesadaran siswa akan nilai organisasi sudah meningkat atau belum tentang materi organisasi. b) Observasi dilaksanakan pada saat proses pembelajaran berlangsung atau bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. c) Wawancara dilakukan kepada guru dan siswa untuk mengetahui informasi yang berkaitan dengan kedaran siswa akan nilai organisasi. d) Dokumentasi Foto, pengambilan data melalui dokumentasi foto ini dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Peneliti meminta bantuan rekan untuk mengambil gambar, sehingga siswa tetap fokus dan tidak terjadi perubahan perilaku siswa pada saat pengambilan gambar. Dokumentasi ini akan memperkuat analisis hasil penelitian pada setiap siklus. Selain itu melalui dokumentasi foto dapat memperjelas data yang lain yang hanya dideskripsikan melalui observasi. Hasil dokumentasi ini, kemudian dideskripsikan sesuai dengan keadaan yang ada dan dipadukan dengan data lainnya.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 3.4.1 Instrumen Penelitian a) Non Tes Instrumen penelitian non tes yang digunakan oleh peneliti adalah lembar skala sikap yang sudah disusun oleh peneliti berdasarkan penjabaran indikator-indikator pada tabel dibawah ini : Tabel 3.2 Penjabaran Indikator No Penjabaran Indikator Favorable Unfavorable 1 Menyadari akan adanya Saya lebih senang belajar Saya nilai organisasi sebagai didalam kelompok sendiri. kualitas Saya yang perlu diusahakan. menghargai orang lain. Saya terbuka Saya senang belajar lebih senang menghargai diri sendiri senang bersikap terhadap orang Saya tertutup biasa bersikap terhadap orang lain. lain. Saya menghargai diri saya Saya jarang menghargai sendiri. diri saya sendiri. Saya suka bekerjasama dalam kelompok. Saya tidak bekerjasama suka didalam kelompok. 2 Menyadari akan peranan nilai organisasi yang menjadi daya tarik Saya menghargai pendapat Saya menerima pendapat orang lain. saya sendiri. Saya datang tepat waktu Saya tidak pernah datang saat kerja kelompok. saat belajar kelompok.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 No Penjabaran Indikator manusia untuk mewujudkannya. Favorable Unfavorable Saya Saya ragu - ragu dalam bersikap tegas saat berpendapat dalam berpendapat. kelompok. 3 Menyadari akan sarana- Saya suka kerja kelompok Saya jarang ikut kerja sarana/penunjang/wujud dimana saja. kelompok Saya suka mengatur jadwal Saya mengerjakan tugas dalam bekerja kelompok. tanpa serta cara-cara yang perlu di usahakan demi terwujudnya nilai organisasi yang akan dituju. 4 Menyadari sikap sebelum melakukan yang diperlukan demi memperhatikan waktu. terwujudnya nilai Saya membagi tugas dalam Saya tidak kelompok mengerjakan pernah organisasi yang tugas di diharapkan dalam kelompok. Saya selalu bertanggung Saya cuek atas tugas yang jawab diberikan. atas tugas yang diberikan. 5 Menyadari tindakan Saya berani bertanggung Saya yang perlu dilakukan jawab atas keputusan yang keputusan saya ambil. ambil. demi terwujudnya nilai organisasi yang menjadi tujuan. takut yang dengan saya

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 No Penjabaran Indikator Favorable Unfavorable Saya memiliki keberanian Saya memilih untuk diam untuk berpendapat. saja saat berpendapat. Saya bekerjasama di dalam Saya bekerjasama di dalam kelompok kelompok untuk tujuan bersama. untuk kepentingan pribadi. Berdasarkan hasil penjabaran indikator di atas, peneliti dapat membuat kisi-kisi yaitu, lembar skala sikap seperti pada tabel 3.3 dibawah ini : Tabel 3.3 Kisi-kisi Skala Sikap No 1 Indikator Favorable Unfavorabel Menyadari akan adanya nilai organisasi sebagai kualitas 1,2,3,4,5,6 7,8,9,10,11,12 11,13 12,14 15 16 17,18,19 20,21,22 23,24,25,29 26,27,28,30 yang perlu diusahakan. 2 Menyadari akan peranan nilai organisasi yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya. 3 Menyadari akan sarana-sarana/ penunjang/ wujud serta cara-cara yang perlu di usahakan demi terwujudnya nilai organisasi yang akan dituju. 4 Menyadari sikap/ sebelum melakukan yang diperlukan demi terwujudnya nilai organisasi yang diharapkan 5 Menyadari tindakan yang perlu dilakukan terwujudnya nilai organisasi yang menjadi tujuan demi

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Kemudian setelah menentukan kisi-kisi,peneliti mulai menyusun lembar skala sikap. Lembar skala sikap ini diberikan untuk mengetahui kesadaran siswa akan nilai organisasi kelas V SD Kanisius Totogan pada mata pelajaran PKn sebelum dan sesudah melaksanakan siklus I. Adapun lembar skala sikap sebelum validasi dapat dilihat pada tabel 3.4 di bawah ini : Tabel 3.4 Skala Sikap sebelum Validasi No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Pernyataan Saya senang belajar di dalam kelompok Saya tidak senang belajar di dalam kelompok. Saya menerima kritikdan saran dari teman Saya tidak peduli kritik dan saran dari teman Saya senang bersikap terbuka terhadap orang lain. Saya lebih suka menjadi orang yang pendiam Saya menghargai diri saya sendiri. Saya tidak menghargai diri saya sendiri. Saya suka bekerjasama dalam kelompok. Saya tidak suka bekerjasama didalam kelompok. Saya biasa menghargai pendapat orang lain. Saya hanya menerima pendapat saya sendiri. Saya datang tepat waktu saat kerja kelompok. Saya terlambat saat belajar kelompok. Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Saya lebih senang bersikap tegas saat berpendapat dalam kelompok. Saya ragu-ragu dalam berpendapat. Saya dapat belajar kelompok dimana saja. Saya tidak ikut kerja kelompok. Saya mengatur jadwal dalam belajar kelompok. Saya mengerjakan tugas tanpa memperhatikan waktu. Saya membagi tugas dalam kelompok Saya mengerjakan tugas sendiri. Saya bertanggungjawab atas tugas yang diberikan. Saya cuek atas tugas yang diberikan. Saya berani bertanggung jawab atas keputusan yang saya ambil. Saya takut dengan keputusan yang saya ambil. Saya memiliki keberaniaan untuk berpendapat. Saya memilih untuk diam saja saat berpendapat. Saya bekerjasama di dalam kelompok untuk tujuan bersama. Saya bekerjasama di dalam kelompok untuk kepentingan pribadi. Tabel 3.5 Skala sikap sesudah Validasi No. 1 2 3 4 5 6 Pernyataan Saya tidak senang belajar didalam kelompok. Saya menerima kritik dan saran dari teman Saya tidak peduli kritik dan saran dari teman Saya senang bersikap terbuka terhadap orang lain. Saya tidak menghargai diri saya sendiri. Saya suka bekerjasama dalam Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 kelompok. Saya tidak suka bekerjasama di dalam kelompok. Saya biasa menghargai pendapat orang lain. Saya datang tepat waktu saat kerja kelompok. Saya tidak ikut kerja kelompok. Saya mengatur jadwal dalam belajar kelompok. Saya bertanggung jawab atas tugas yang diberikan. Saya cuek atas tugas yang diberikan. Saya takut dengan keputusan yang saya ambil. Saya memilih untuk diam saja saat berpendapat. Saya bekerjasama di dalam kelompok untuk tujuan bersama. Saya bekerjasama di dalam kelompok untuk kepentingan pribadi. Dalam penelitian ini bentuk skala yang akan digunakan adalah bentuk check list. Skala yang akan digunakan adalah skala Likert untuk mengetahui tingkat kesadaran siswa akan nilai organisasi. Dalam skala Likert terdapat lima alternatif jawaban sebagai berikut : Sangat Sadar (SS), Sadar (S), Cukup Sadar (CS), Tidak Sadar (TS), dan Sangat Tidak Sadar (STS). Pada tabel dibawah ini dapat dilihat skala pengukuran Likert.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Tabel 3.6 Skala Likert Skor Alternatif Jawaban Favorabel Unfavorabel Sangat Setuju (SS) 5 1 Setuju (S) 4 2 Cukup (C) 3 3 Tidak Setuju (TS) 2 4 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 5 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Skala Likert yang sudah dimodifikasi dengan menghilangkan alternatif jawaban Cukup Sadar, karena berada ditengah-tengah yang bisa dianggap ragu-ragu / cukup untuk membenarkan atau menyalahkan. Untuk menghindari jawaban yang mengarah ke alternatif tersebut maka dari itu peneliti menghilangkan alternatif jawaban Cukup Sadar. Sehingga skala yang dimodifikasi menjadi sebagai berikut :

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Tabel 3.7 Skala Likert Modifikasi Alternatif Jawaban Skor Favorable Unfavorable Sangat Setuju (SS) 5 1 Setuju (S) 4 2 Tidak Setuju (TS) 2 4 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 5 3.5 Validitas Validitas suatu tes adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya di ukur. Suatu tes dikatakan valid selain dilihat langsung dari keadaan dirinya juga dapat dilihat setelah diperbandingkan dengan suatu tes lain yang telah valid. Validitas dibagi menjadi tiga jenis, yaitu : Validitas Isi, Validitas Konstruk, Validitas Kriteria. Penelitian ini menggunakan dua jenis validitas yaitu Validitas Konstruk dan Validitas Isi. Menurut Sugiyono (2010), validitas konstruk digunakan untuk mengukur sejauh mana memeriksa kisi–kisi suatu tes untuk mengukur kepribadian seseorang. Instrumen yang digunakan mengacu pada indikator saat penelitian. Sedangkan validitas konstruk yang dimaksud adalah untuk memeriksa sejauh mana tes mengukur ranah isi yang jelas dan tepat. Validitas konstruk ditempuh dengan expert judgement, selanjutnya validitas ditempuh dengan cara empiris. Validitas isi mengukur peningkatan kesadaran

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 siswa akan nilai organisasi. Untuk mempermudah perhitungan validitas isi peneliti menggunakan program SPSS 16 untuk menghitun skala sikap. Menurut Sugiyono (2010), yang dimaksud expert judgement adalah menguji instrumen dengan melakukan penyimpulan pendapat para ahli. Dalam expert judgement dilakukan dengan cara bertanya kepada para ahli. Alat ukur yang digunakan dalam pembuatan instrumen penelitian harus dibuat sebaik mungkin kemudian dikonsultasikan kepada para ahli. Yang disebut ahli dalam hal ini adalah dosen pembimbing. Dalam penelitian ini validitas yang digunakan adalah expert judgement untuk memvalidasi instrumen yang telah dibuat. Instrumen yang digunakan berupa skala sikap. 3.6 Reliabilitas Reliabilitas adalah tingkatan dimana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukuran dalam bentuk ketetapan dan ketelitian hasil suatu tes. Tes dikatakan reliable, jika menunjukkan ketepatan dan ketelitian hasil dalam satu atau berbagai pengukuran. Dalam hal ini, reliabilitas dapat ditempuh dengan cara diujikan di lapangan. Suatu pengukuran yang mampu menghasilkan data yang memiliki tingkat reliabilitas tinggi disebut sebagai pengukuran yang reliable. Konsep reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu proses pengukuran dapat dipercaya (Azwar, 2012).

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Tabel 3.8 Hasil Uji Validitas No Person Corellation Sig.(2-tailed) Keputusan 1 .303 .092 TIDAK VALID 2 .465** .077 VALID 3 .373** .035 VALID 4 .461** .008 VALID 5 .655** .000 VALID 6 .293 .104 TIDAK VALID 7 .304 .091 TIDAK VALID 8 .454** .009 VALID 9 .706** .000 VALID 10 .647** .000 VALID 11 .351** .049 VALID 12 .144 .431 TIDAK VALID 13 .538* .001 VALID 14 .340 .057 TIDAK VALID 15 .313 .081 TIDAK VALID 16 .281 .120 TIDAK VALID 17 .349 .050 TIDAK VALID 18 .655** .000 VALID 19 .522** .002 VALID 20 .107 .561 TIDAK VALID

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 21 .299 .097 TIDAK VALID 22 .210 .250 TIDAK VALID 23 .457** .008 VALID 24 .687** .000 VALID 25 .145 .430 TIDAK VALID 26 .404* .022 VALID 27 .278 .123 TIDAK VALID 28 .481** .005 VALID 29 .585** .000 VALID 30 .442* .011 VALID Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel di atas dengan program SPSS, dapat diketahui bahwa dari 30 pernyataan ada 17 pernyataan yang valid. Peneliti mengetahui kevalidan suatu item yaitu dengan melihat hasil pearson correlation pada tabel output SPSS 16 tersebut. Jika pada nomor item hasil pearson correlation terdapat tanda asterix (*) yang disebut sebagai correlation is significant at the 0,05 level (2-tailed) atau tanda asterix (**) yang disebut sebagai correlation is significant at the 0,01 level (2-tailed) dapat diketahui bahwa item tersebut valid. Correlation is significant at the 0,5 level (2tailed) berarti tingkat signifikannya adalah 5% dan suatu soal dikatakan valid jika hasil pearson correlation lebih kecil dari 0,05. Begitu juga dengan Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed) yang berarti tingkat signifikannya adalah 1% dan suatu soal dikatakan valid jika hasil pearson correlation lebih kecil dari 0,01. Peneliti juga

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 menghitung reliabilitas skala setelah menghitung validitas dengan menggunakan program SPSS 16. Hasil reliabilitas tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 3.9 Hasil Reliabilitas Skala Sikap Cronbach’s Alpha Cronbach’s Alpa Based on N of Item Standardized Item .852 .853 17 Berdasarkan tabel di atas perhitungan uji reliabilitas skala sikap diperoleh hasil 0,853sehingga termasuk dalam kualifikasi reliabilitas “tinggi” karena berada pada koefisien korelasi 0,71–0,90. Peneliti memutuskan menggunakan 30 pernyataan untuk mengukur kesadaran siswa akan nilai organisasi karena dari hasil uji coba 30 pernyataan dan perhitungan validitas diperoleh 17 pernyataan yang valid. Tabel 3.10 Koefisien Reliabilitas Masidjo (1995) Koefisien Korelasi (X) Kualifikasi 0,91 – 1,00 Sangat Tinggi 0,71 – 0,90 Tinggi 0,41 – 0,70 Cukup 0,21 – 0,40 Rendah Negatif – 0,20 Sangat Rendah

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 3.7 Teknik Analisis Data Setelah menentukan kriteria perhitungan yang sudah ditetapkan, maka hasilnya akan dihitung dengan menggunkan model Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe I. Peneliti telah menetapkan suatu batas penguasaan bahan pengajaran atau kompetensi minimal yang dianggap dapat meluluskan (passing skor) dari keseluruhan bahan yakni 65% yang diberi nilai cukup sadar. Dengan kata lain passing score kesadaran siswa yang dituntut sebesar 65% dari total skor yang seharusnya dicapai. Jadi, passing score terletak pada presentil 65. Tuntutan pada presentil 65 juga sering disebut presentil maksimal. Disebut presentil maksimal karena passing score pada presentil 65 dianggap merupakan batas penguasaan kompetensi minimal yang sangat tinggi, yang berarti bahwa tuntutan ketiga syarat dan keadaan belajar siswa termasuk pada tingkat tinggi (Masidjo, 2010).

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Tabel 3.11 Acuan PAP Tipe 1 Tingkat Nilai penguasaan Huruf kompetensi Rentang Keterangan Skor 90% - 100% A 4,20 – 5,0 Sangat Sadar 80% - 89% B 3,40 – 4,10 Sadar 65% - 79% C 2,60 – 3,30 Cukup Sadar 55% - 64% D 1,80 – 2,50 Tidak Sadar Dibawah 55% E 1,00 – 1,70 Sangat Tidak Sadar Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa siswa dikatakan sadar jika tingkat penguasaan kompetensi siswa berada pada 65 % - 100 % atau siswa dikatakan sadar jika siswa mendapat skor minimal C atau Cukup Sadar. Dalam menganalisis data, hal pertama yang dilakukan yaitu data yang dikumpulkan melalui tes dihitung jumlah skor masing- masing siswa, dan dari skor ditentukan nilai siswa dengan menggunakan rumus: Nilai akhir =

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 3.8 Jadwal Penelitian Tabel 3.12 Jadwal Peneliti No Kegiatan Feb 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Meminta ijin kepada sekolah yang akan diteliti Observasi masalah di kelas Penyusunan Proposal Uji coba penelitian Pengumpulan data Pengolahan data Penyusunan laporan Perbaikan laporan Ujian akhir Mar April Bulan Mei Juni Juli Agustus

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal 4.1.1 Hal-hal yang dilakukan sebelum melakukan penelitian adalah, peneliti terlebih dahulu mengadakan pengamatan terhadap kegiatan belajar mengajar di dalam kelas V. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan peneliti di kelas V, pembelajaran yang terjadi di dalam kelas masih kurang baik dalam menanamkan nilai-nilai yang terkandung di dalam suatu pembelajaran, hal ini disebabkan karena pendidik hanya menggunan metode ceramah yang sekiranya tidak efektif dalam menyampaikan nilai-nilai yang terkandung di dalam suatu materi pembelajaran. Sehingga para peserta didik masih kurang menyadari akan adanya nilai-nilai yang terkandung dalam suatu materi pembelajaran. 4.1.2 Proses pembelajaran pada mata pelajaran PKn kelas V terlihat monoton karena siswa mendengarkan guru menjelaskan dan kemudian mengerjakan soal yang diberikan. Padahal banyak sekali materi yang berhubungan dengan nilai-nilai yang dapat diterapkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Pada saat pembelajaran di dalam kelas, pendidik juga hanya memakai satu sumber materi dari buku paket atau Lembar Kerja Siswa (LKS) , padahal masih banyak sumber materi lainnya misal (internet) yang mungkin bisa membantu pendidik untuk mengembangkan materi yang akan diajarkan kepada peserta didik. Pendidik hanya sebatas mentransfer ilmu kepada peserta didik, sehingga membuat pembelajaran di dalam kelas kurang menyenangkan. 58

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 4.1.3 Saat pendidik menggunakan metode ceramah di dalam kelas untuk menyampaikan materi kepada peserta didik, di sini sangat terlihat sekali bahwa perhatian peserta didik masih kurang, hal ini disebabkan karena tidak adanya interaksi secara langsung antara pendidik dengan peserta didik. Peserta didik hanya mendengarkan penjelasan materi yang sedang dibahas dari pendidik. Selain itu ada beberapa peserta didik yang berbicara dengan teman sebangku dan tidak mendengarkan penjelasan yang diberikan pendidik. Hal ini membuat kurangnya rasa saling menghargai antara peserta didik dengan pendidik. 4.2 Hasil Penelitian 4.2.1 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan kesadaran siswa akan nilai organisasi menggunakan metode Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR). Pengaruh dapat dilihat dari kenaikan persentase skala sikap dari kondisi awal, akhir siklus 1 sampai dengan akhir siklus 2. Presentase yang diperoleh dari kesadaran siswa pada kondisi awal adalah sebesar 60,87%, kemudian pada siklus I 56.52%. Pada akhir siklus II presentase jumlah siswa yang sadar mencapai 78,26%.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Tabel 4.1 Hasil Skala Sikap pada Kondisi Awal No Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 5 5 2 2 5 5 2 4 4 2 4 4 5 2 2 4 4 5 5 4 2 5 2 2 5 4 4 4 2 4 4 4 2 5 2 2 5 5 5 5 5 3 4 2 4 2 2 4 4 4 4 2 4 2 4 4 4 5 4 4 4 5 4 5 4 2 4 4 5 4 2 4 5 4 5 5 2 2 5 5 5 4 4 5 4 2 4 5 5 5 4 4 4 2 4 2 4 2 2 5 4 4 4 5 6 4 5 2 4 4 5 2 2 4 5 4 4 4 2 5 5 5 5 5 5 7 5 2 4 2 5 5 4 4 4 4 4 2 4 2 4 4 4 5 4 5 8 4 2 2 4 5 4 4 2 4 2 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 Skor Item 9 10 4 5 2 4 2 4 2 2 2 5 4 5 2 4 4 4 4 5 2 4 4 4 2 4 2 4 4 2 2 5 4 4 4 4 5 5 4 4 5 5 11 4 3 2 5 4 4 2 2 5 2 4 2 5 2 5 4 4 4 4 5 12 4 5 4 2 2 5 5 2 4 4 4 4 2 4 2 5 4 4 4 5 13 5 4 4 4 5 5 4 4 5 2 4 2 5 5 2 5 4 4 4 5 14 4 2 4 2 5 2 4 2 4 2 4 4 5 5 2 4 4 4 4 5 15 5 2 2 2 4 5 4 2 5 5 4 2 4 4 2 4 5 4 4 5 16 5 2 2 2 4 5 4 4 5 2 4 4 1 2 5 5 5 5 5 5 17 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 2 5 5 5 5 4 Jumlah kategori 77 52 51 53 69 76 61 52 73 53 68 53 69 52 53 77 74 77 73 81 sangat sadar tidak sadar tidak sadar tidak sadar sadar sangat sadar cukup sadar tidak sadar sadar tidak sadar sadar tidak sadar sadar tidak sadar tidak sadar sangat sadar sadar sangat sadar sadar sangat sadar

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 No Siswa 21 22 23 1 5 5 2 2 5 5 2 3 4 4 2 4 5 5 5 5 5 5 5 6 5 5 2 7 4 1 2 Skor Item 8 9 10 4 5 5 5 4 5 4 2 4 Rata – rata 11 4 5 2 12 4 5 4 13 2 5 4 14 5 5 4 15 2 5 5 16 5 5 2 17 5 5 2 Jumlah kategori 74 79 53 65.217 sadar sangat sadar tidak sadar

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Dari data skala sikap diatas terlihat bahwa kesadaran siswa akan nilai Organisasi masih sangat rendah. Hasil yang dihitung menggunakan PAP tipe 1 menunjukkan bahwa siswa yang termasuk dalam kategori sangat sadar sebesar 26,09% atau 6 siswa, yang termasuk kategori sadar sebesar 30,43% atau 7 siswa, yang termasuk kategori cukup sadar sebesar 4,35% atau 1 siswa, yang termasuk kategori kurang sadar sebesar 39,13% atau 9 siswa dan yang termasuk kategori tidak sadar adalah sebesar 0%. Berdasarkan hasil perhitungan skala sikap pada kondisi awal maka dapat disimpulkan bahwa siswa yang termasuk dalam kategori minimal cukup sadar adalah sebesar 60,87%. Berdasarkan kesepakatan dengan guru, pelaksanaan penelitian dimulai pada hari Selasa, 18 Maret 2014. Penelitian tindakan dilaksanakan dalam 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari satu pertemuan dengan alokasi waktu 3 Jam Pelajaran (3JP). Setiap jam pelajaran terdiri dari 40 menit sehingga satu siklus 120 menit. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Kanisius Totogan dengan jumlah 23 siswa yang terdiri dari 10 siswa putra dan 13 siswa putri. Adapun pelaksanaan penelitian dituliskan pada tabel di bawah ini :

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Tabel 4.2 Waktu Pelaksanaan Penelitian Siklus Pertemuan ke- Hari / Tanggal 1 1 Selasa, 18 Maret 2014 II 2 Rabu, 9 April 2014 4.2.1 Siklus 1 4.2.1.1 Perencanaan Siklus 1 Tahap perencanaan yang dilakukan oleh peneliti meliputi permintaan ijin kepada kepala sekolah untuk melaksanakan penelitian di SD Kanisius Totogan. Permintaan ijin tersebut dilakukan peneliti pada bulan Januari 2014. Setelah kepala sekolah memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian, peneliti menemui guru PKn kelas V untuk berdiskusi menentukan waktu untuk pengumpulan data awal dengan wawancara, observasi dan dokumentasi data nilai. Pengumpulan data awal ini berlangsung mulai tanggal 25 Februari 2014. Berdasarkan hasil pengumpulan data awal yang diperoleh, peneliti menemukan masalah yang perlu diatasi dalam pembelajaran PKn di kelas V yaitu berkaitan dengan kesadaran siswa akan nilai organisasi masih kurang dan perlu ditingkatkan. Karena SD Kanisius Totogan masuk dalam Yayasan Kanisius dan biasannya Yayasan Kanisius di dalam pembelajaran menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR), begitu juga dengan SD Kanisius Totogan yang sudah menerapkan Pembelajaran Pedagogi Reflektif. Tetapi yang sudah di bahas dalam bab

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 I, bahwa pendidik belum secara maksimal menggunakan model Pembelajaran Pedagogi Reflektif. Setelah berdiskusi dengan pendidik, peneliti akan tetap memaksimalkan penggunaan model Pembelajaran Pedagogi Reflektif yang dapat meningkatkan kesadaran siswa akan nilai organisasi. Setelah menentukan model pembelajaran yang cocok digunakan, pada tahap perencanaan ini peneliti tetap berkolaborasi dengan pendidik untuk menentukan materi pembelajaran yang nantinya akan diajarkan yaitu tentang Medeskripsikan Organisasi yang terdiri dari beberapa sub materi, yaitu 1) Pengertian dari organisasi; 2) Tujuan Organisasi; 3) Manfaat Organisasi; 4) Macam-macam organisasi; 5) Contoh organisasi. Setelah memahami materi pembelajaran yang akan diajarkan, peneliti mempersiapkan instrumen perangkat pembelajaran; Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Media Pembelajaran (gambar), Lembar Kerja Siswa (LKS), Soal evaluasi. Selain instrumen perangkat pembelajaran, peneliti juga mempersiapkan instrumen penelitian berupa Lembar Skala Sikap yang akan digunakan untuk mengukur sejauh mana tingkat kesadaran siswa akan nilai organisasi. Instrumen perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian yang akan digunakan oleh peneliti telah diuji dan dihitung validitas dan reliabilitasnya. 4.2.1.2 Tindakan Siklus 1 Pelaksanaan pada siklus 1 ini, dilakukan dalam satu pertemuan dengan alokasi waktu 3 Jam Pelajaran (3JP). Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 18

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Maret 2014 dengan sub materi pelajaran tentang Mendeskripsikan Organisasi. Media yang digunakan adalah gambar-gambar mengenai Organisasi. Kegiatan awal yang dilakukan pendidik adalah apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik seputar pengurus kelas “Siapa ketua kelas di kelas V ?”. Setelah itu pendidik mengaitkan apersepsi dengan materi yang akan di pelajari bersama dengan melakukan tanya jawab dengan peserta didik. Setelah itu kegiatan belajar mengajar dilanjutkan dengan pendidik menyampaikan materi tentang organisasi dan sesekali pendidik menunjuk peserta didik untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pendidik. Dalam menyampaikan materi pendidik menggunakan media berupa gambar-gambar mengenai organisasi di sekolah, masyarakat, pemerintahan. Kemudian setelah itu, pendidik membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok menjadi 6 kelompok dan setiap kelompok beranggotakan 4 orang. Pendidik menamai kelompok dengan nama bidang organisasi yang sudah di pelajari yaitu diantaranya ada kelompok Koperasi, kantin sekolah, pramuka, karang taruna, PKK, dan KUD. Setelah itu pendidik membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk dikerjakan secara berkelompok dan di presentasikan ke depan kelas. Peserta didik membuat sebuah poster yang berisikan tentang macam-macam organisasi yang sudah mereka pelajari. Kemudian di akhir kegiatan pendidik melakukan refleksi bersama peserta didik. Setelah itu peserta didik mengisi lembar skala sikap, kemudian mengakhiri pembelajaran.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 4.2.1.3 Pengamatan Siklus 1 Pada tahap ini, peneliti melakukan observasi selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Pada awal pembelajaran pendidik melakukan apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik seputar organisasi pengurus kelas. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi yang di dukung dengan menggunakan media gambar tentang organisasi yang mencakup beberapa hal diataranya yaitu organisasi di sekolah, masyarakat, pemerintahan. Kemudian pada aktivitas di dalam kegiatan inti pembelajaran di siklus pertama diawali dengan peserta didik membentuk kelompok yang dibimbing oleh pendidik kemudian penjelasan langkah-langkah kegiatan pembelajaran. Setelah kelompok terbentuk, pendidik memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk dikerjakan dalam kelompok, dan setiap kelompok yang sudah membuat poster kemudian di presentasikan di depan kelas. Selain itu, tahap pengamatan ini dilakukan untuk mengamati peningkatan pada kesadaran siswa akan nilai Organisasi. Pada tahap ini peneliti mendapatkan data yang diperoleh dari hasil skala sikap yang diisi oleh siswa setelah pembelajaran siklus 1 selesai. Hasil dari skala sikap dapat dilihat pada tabel 4.3 dibawah ini.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Tabel 4.3 Hasil Skala Sikap Siklus 1 Skor Item No Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 1 5 4 4 4 4 5 5 4 4 5 4 4 4 4 4 5 2 5 2 5 2 4 5 2 2 2 2 4 2 4 2 2 3 5 4 4 5 2 3 5 4 5 5 1 4 5 5 4 3 3 4 3 4 3 3 5 3 2 2 5 2 5 5 3 5 3 4 5 5 3 5 5 5 5 6 5 5 5 4 4 5 5 4 4 5 2 7 4 4 4 4 5 5 4 2 4 5 2 8 5 5 4 5 4 5 2 5 5 3 9 4 4 5 5 5 5 5 4 5 10 5 3 3 3 4 3 3 4 11 5 5 4 5 4 5 5 12 4 5 5 4 5 4 13 3 4 2 4 3 14 3 2 3 4 15 5 4 5 16 3 4 3 17 5 4 18 3 19 20 Jumlah Kategori 5 74 Sadar 2 5 52 tidak sadar 5 5 5 72 Sadar 3 3 3 3 54 tidak sadar 3 5 3 5 5 74 Sadar 5 5 4 5 5 4 76 sangat sadar 1 4 4 5 5 4 66 cukup sadar 2 4 4 2 4 2 2 63 cukup sadar 5 2 5 4 5 4 5 5 77 sangat sadar 2 3 2 2 3 4 3 4 3 54 tidak sadar 5 5 4 2 4 5 5 5 5 5 78 sangat sadar 5 4 5 4 2 5 5 5 5 5 2 74 Sadar 3 4 5 2 1 2 3 3 4 3 4 3 53 tidak sadar 3 3 4 2 4 3 4 2 3 3 3 3 4 53 tidak sadar 4 5 4 5 4 5 5 2 5 5 4 3 4 5 74 Sadar 4 2 3 5 2 4 5 2 3 2 2 4 3 3 54 tidak sadar 4 5 4 5 5 5 4 5 4 2 5 4 4 5 5 75 Sadar 4 4 3 2 4 3 2 4 2 4 4 2 3 3 3 4 54 tidak sadar 5 4 5 5 4 5 4 3 4 5 3 4 4 5 5 5 4 74 Sadar 4 4 5 3 5 5 4 5 5 3 4 5 5 4 5 5 5 76 Sadar

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Skor Item No Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 21 3 3 2 2 3 3 3 4 5 2 2 4 2 2 5 2 22 3 4 3 4 4 4 2 5 2 2 3 2 3 3 3 23 2 2 2 2 2 5 2 4 2 2 2 2 2 4 5 Rata – rata Jumlah Kategori 5 52 tidak sadar 4 3 54 tidak sadar 5 5 50 tidak sadar 64.478

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Pada tabel 4.3 dapat dapat dilihat bahwa jumlah siswa yang termasuk dalam kategori minimal cukup sadar berjumlah 13 siswa dari 23 siswa (56,52%) sedangkan siswa yang tidak termasuk dalam kategori minimal cukup sadar berjumlah 10 siswa dari 23 siswa (43,48%). Hasil pada siklus pertama belum mencapai target yang sudah ditentukan oleh peneliti sehingga penelitian akan dilanjutkan pada siklus berikutnya. 4.2.1.4 Refleksi Pelaksanaan siklus pertama sudah sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat peneliti. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 18 Maret 2014. Aktivitas pembelajaran pada pertemuan pertama adalah pada awal pembelajaran pendidik melakukan apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik seputar pengurus kelas didalam kelas. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi yang di dukung dengan menggunakan media gambar tentang organisasi yang mencakup beberapa hal diataranya yaitu organisasi di sekolah, masyarakat, pemerintahan. Kemudian pada aktivitas di dalam kegiatan inti pembelajaran di siklus pertama diawali dengan peserta didik membentuk kelompok yang dibimbing oleh pendidik kemudian penjelasan langkah-langkah kegiatan pembelajaran. Setelah kelompok terbentuk, pendidik memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk dikerjakan dalam kelompok dan kelompok mempresentasikan hasil posternya di depan kelas. Di dalam siklus I hasil dari jumlah skala sikap siswa yang sadar akan nilai organisasi hanya mencapai 56,52%, presentase ini menurun dari hasil kondisi awal sebelumnya, hal ini disebabkan karena pendidik masih kurang maksimal dalam menggunakan PPR.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 4.2.2 Siklus 2 4.2.2.1 Perencanaan Pada tahap perencanaan di siklus kedua ini, peneliti berkolaborasi kembali dengan pendidik untuk menentukan kembali materi pembelajaran yang nantinya akan diajarkan di kelas. Setelah menentukan materi yang akan diajarkan di kelas dan memahami materi pembelajaran yang akan diajarkan, peneliti mempersiapkan instrumen perangkat pembelajaran; Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Media Pembelajaran (gambar-gambar), Lembar Kerja Siswa (LKS), Soal evaluasi. Selain instrumen perangkat pembelajaran, peneliti juga mempersiapkan instrumen penelitian berupa Lembar Skala Sikap yang akan digunakan untuk mengukur sejauh mana tingkat kesadaran siswa akan nilai organisasi. Instrumen perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian yang akan digunakan oleh peneliti telah diuji dan dihitung validitas dan reliabilitasnya. 4.2.2.2 Tindakan Pelaksanaan pada siklus 2 ini, dilakukan dalam satu pertemuan dengan alokasi waktu 3 Jam Pelajaran (3JP) yang dilaksanakan pada hari selasa, 9 April 2014 dengan sub materi pelajaran tentang Kebebasan berorganisasi. Media yang digunakan adalah video. Kegiatan awal yang dilakukan pendidik adalah apersepsi dengan mengajak peserta didik mengingat kembali materi minggu lalu yang sudah diajarkan dengan melakukan tanya jawab dengan peserta didik.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Setelah itu kegiatan belajar mengajar dilanjutkan dengan pendidik menyampaikan materi dan sesekali pendidik menunjuk peserta didik untuk menjawab pertanyaan. Kemudian setelah itu pendidik membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok menjadi 6 kelompok dan setiap kelompok beranggotakan 4 orang. Pendidik menamai kelompok sama dengan minggu lalu dengan nama bidang organisasi yang sudah di pelajari yaitu diantaranya ada kelompok Koperasi, kantin sekolah, pramuka, karang taruna, PKK, dan KUD . Kemudian pendidik memutar video yang berisi tentang organisasi. Setelah itu pendidik membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan menjelaskan terlebih dahulu isi dari lembar LKS tersebut. yaitu membuat poster untuk dikerjakan secara berkelompok. Setelah selesai membuat poster, perwakilan dari setiap kelompok maju dan mempresentasikan di depan kelas. Kemudian di akhir kegiatan pendidik melakukan refleksi bersama peserta didik. Kemudian setelah itu, pendidik mengisi lembar skala sikap. 4.2.2.3 Pengamatan Pada tahap ini, peneliti melakukan observasi selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Pada awal pembelajaran pendidik melakukan apersepsi dengan melakukan tanya jawab dengan peserta didik tentang materi sebelumnya. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dan kemudian pada aktivitas di dalam kegiatan inti pembelajaran di siklus kedua diawali dengan peserta didik membentuk kelompok yang dibimbing oleh pendidik kemudian penjelasan langkah-langkah kegiatan pembelajaran. Setelah kelompok terbentuk, pendidik mengajak peserta didik untuk menonton video yang berisi tentang organisasi, kemudian pendidik

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk dikerjakan dalam kelompok dan kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Selain itu, dalam pengamatan ini dilakukan untuk mengamati peningkatan kesadaran siswa akan nilai organisasi. Pada tahap ini peneliti mendapatkan data yang diperoleh dari hasil skala sikap yang diisi oleh siswa setelah pembelajaran siklus 1 selesai. Hasil dari skala sikap dapat dilihat pada tabel 4.4 dibawah ini :

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Tabel 4.4 Hasil Skala Sikap Siklus 2 No Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 3 4 5 3 5 5 3 5 5 3 5 3 5 2 5 3 4 3 4 5 2 4 4 5 3 4 5 3 4 4 4 4 4 5 3 4 2 5 3 5 5 3 4 4 4 3 5 5 3 5 5 3 5 3 4 3 4 3 5 2 4 5 4 5 5 5 4 5 5 2 4 5 3 4 4 4 3 5 3 4 4 5 5 5 3 5 4 4 5 4 2 5 5 3 5 3 5 4 4 3 5 3 4 5 6 3 5 5 4 5 5 3 4 5 4 4 3 4 3 4 2 5 5 4 5 7 5 4 5 4 5 4 4 5 5 4 5 3 5 3 5 3 5 4 5 5 8 4 5 4 5 5 5 3 4 5 5 4 3 4 4 4 3 4 5 4 5 Skor Item 9 10 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 1 5 3 3 2 4 5 4 4 3 5 4 4 3 4 5 3 5 5 5 3 2 4 5 3 3 5 4 5 5 11 5 5 5 5 5 5 3 5 2 3 2 2 5 3 5 2 4 4 5 5 12 4 5 4 5 5 4 4 4 5 4 5 4 5 3 4 4 5 3 5 5 13 5 5 4 5 5 5 3 5 5 3 5 4 5 3 5 4 5 5 4 5 14 5 4 5 4 5 5 3 4 5 3 5 4 4 3 5 3 4 4 5 5 15 5 5 5 5 5 4 3 5 4 3 5 2 5 3 5 4 5 5 5 5 16 5 5 5 5 5 5 4 5 5 3 5 3 5 3 5 3 5 5 4 5 17 5 4 2 5 5 4 4 4 4 3 4 2 4 2 4 3 5 4 4 5 Jumlah Kategori 74 78 76 74 84 76 53 74 78 58 76 54 78 53 78 50 79 65 76 85 sadar sangat sadar sangat sadar sadar sangat sadar sangat sadar tidak sadar sadar sangat sadar cukup sadar sangat sadar Tidak sadar sangat sadar Tidak sadar sangat sadar Tidak sadar sangat sadar cukup sadar sangat sadar sangat sadar

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 No Siswa 21 22 23 1 5 3 4 2 5 3 5 3 5 4 4 4 4 3 5 5 5 4 5 6 5 3 4 7 5 1 2 Skor Item 8 9 10 5 4 5 3 3 4 4 5 5 Rata-Rata 11 5 2 4 12 4 3 5 13 5 4 4 14 4 3 4 15 5 4 4 16 5 3 5 17 5 3 5 Jumlah Kategori 81 53 74 70.739 sangat sadar Tidak sadar sadar

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 4.2.2.4 Refleksi Pelaksanaan siklus kedua ini sudah sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat peneliti. Pertemuan dilaksanakan pada tanggal 9 April 2014. Pada awal pembelajaran guru melakukan apersepsi dengan melakukan tanya jawab dengan siswa tentang materi sebelumnya. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dan kemudian pada aktivitas di dalam kegiatan inti pembelajaran di siklus kedua diawali dengan siswa membentuk kelompok yang dibimbing oleh guru kemudian penjelasan langkah-langkah kegiatan pembelajaran. Setelah kelompok terbentuk, pendidik memutar video tentang organisasi, pendidik memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk dikerjakan dalam kelompok dan kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Pada siklus II ini,presentase jumlah siswa yang sadar akan nilai organisasi meningkat mencapai angka 78,26%. 4.3 Pembahasan 4.3.1 Peningkatan Presentase Jumlah Siswa Yang Sadar Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan kesadaran siswa akan nilai organisasi menggunakan metode Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR). Pengaruh dapat dilihat dari kenaikan persentase skala sikap dari kondisi awal, akhir siklus 1 sampai dengan akhir siklus 2. Presentase yang diperoleh dari kesadaran siswa pada kondisi awal adalah sebesar 60,87%, kemudian pada siklus I 56.52%. Dan diakhir siklus II presentase jumlah siswa yang sadar mencapai 78,26% . Di dalam Siklus 1, pendidik membagi siswa menjadi 6 kelompok dan setiap kelompok beranggotakan 4 orang. Setiap kelompok membuat sebuah poster dengan

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 tema organisasi. Pendidik menyediakan kertas asturo dan beberapa spidol warna. Berikut ini adalah salah satu kegiatan yang dilakukan setiap kelompok pada saat membuat poster, Gambar 4.1 Siswa Sedang Membuat Poster Setiap siswa berhak mengapresiasikan gambar maupun tulisan yang berhubungan dengan organisasi. Mereka bekerja secara bersama–sama, jadi tidak ada yang tidak bekerja saat membuat poster.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Gambar 4.2 Siswa membuat poster Pada saat Siklus 2 dimulai, pendidik membuka pembelajaran dengan memberikan pertanyaan kepada peserta didik, seputar materi yang sudah dipelajari pada saat siklus 1. Pada siklus 2 ini pendidik akan menggunakan media video untuk memudahkan siswa dalam memahami materi tentang organisasi. Berikut ini adalah salah satu kegiatan pada saat siklus 2 dilaksanakan. Pendidik mengawali pembelajaran dengan bertanya kembali pada peserta didik seputar materi yang sudah diajarkan pada saat siklus 1 :

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Gambar 4.3 Kondisi Pada Saat Pembelajaran Salah satu tayangan video yang ditampilkan oleh pendidik ,yaitu tentang macam-macam organisasi yang ada di sekolah : Gambar 4.4 Media Video yang Digunakan Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok yang beranggotakan 4 orang dan menamai setiap kelompok dengan nama yang sama pada saat pelaksanaan siklus 1 :

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Gambar 4.5 Siswa Pada Saat Bekerja Kelompok Salah satu siswa dari perwakilan setiap kelompok maju untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka : Gambar 4.6 Salah satu perwakilan kelompok Pada Saat Presentasi. Hasil penelitian pada siklus 1 dan siklus 2 dapat dilihat juga pada diagram hasil penelitian pada gambar 11.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 78.26% 80.00% 70.00% 60.87% 56.52% 60.00% 50.00% 40.00% 30.00% 20.00% 10.00% 0.00% Kondisi Siklus 1 Siklus 2 Awal Gambar 4.7 Grafik Hasil Penelitian Dari hasil tabel di atas memperoleh hasil Kondisi Awal 60,87% kemudian pada siklus I hasil yang dicapai adalah 56,52% selanjutnya pada siklus II hasil yang dicapai adalah 78,26%. Dalam tabel diatas, Siklus I mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena pendidik masih kurang maksimal dalam menerapkan PPR di dalam pembelajaran. Pendidik juga masih menggunakan metode ceramah yang dianggap tidak efektif untuk menyampaikan nilai-nilai yang terkandung di dalam pembelajaran. Karena siklus I mengalami penurunan, peneliti melanjutkan ke Siklus II. Peneliti menggunakan media video dan guru menerapkan PPR di dalam pembelajaran dengan maksimal sehingga hasilnya meningkat.

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 5.1.1 Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan tujuan meningkatkan kesadaran siswa akan nilai organisasi menggunakan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR). Penelitian ini dilakukan di kelas V SD Kanisius Totogan dengan jumlah 23 siswa. Pada pelaksanaan penelitian pertama, peneliti mengobservasi sekaligus memberikan skala sikap untuk melihat sejauh mana kesadaran siswa akan nilai organisasi. 5.1.2 Hasil penelitian di dalam siklus I mengalami penurunan, hal ini disebabkan karena pendidik masih kurang maksimal dalam menerapkan PPR, sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalam pembelajaran belum tersampaikan secara maksimal. Pendidik juga masih menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan nilai-nilai yang terkandung di dalam materi tersebut. Selanjutnya Peneliti berharap di penelitian berikutnya (Siklus II) kesadaran siswa akan nilai organisasi itu meningkat. Pada Siklus II peneliti menggunakan media video tentang seputar organisasi dan pendidik menerapkan PPR secara maksimal di dalam pembelajaran. Hasilnya rata-rata semua kesadaran siswa akan nilai organisasi mengalami peningkatan. Dalam hal ini, hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) meningkatkan kesadaran siswa akan nilai organisasi pada mata pelajaran PKn. 81

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 5.2 Keterbatasan Penelitian Keterbatasan dari penelitian yang dilakukan adalah : 5.2.1 Peneliti terhambat oleh waktu mengajar yang sangat padat 5.2.2 Peneliti selanjutnya perlu mencermati dan merevisi instrumen penelitian. 5.2.3 Pada saat penggunaan media video kondisi didalam kelas sangat terang, jadi pada saat video diputar di papan tulis, gambarnya kurang begitu terlihat. 5.2.4 Peneliti sebaiknya memberikan pengertian kepada siswa bahwa hasil pengisian skala sikap tidak akan mempengaruhi nilai sehingga siswa dapat mengisi sesuai dengan yang mereka rasakan. 5.3 Saran Setelah dilakukan penelitian tentang pelaksanaan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) untuk meningkatkan tingkat kesadaran siswa akan nilai organisasi pada mata pelajaran PKn peneliti memiliki beberapa saran, antara lain : 5.3.1 Sebelum melakukan penelitian, sebaiknya peneliti mencari waktu yang tepat dan berkolaborasi dengan guru kelas bersangkutan, sehingga pada saat penelitian tidak terhambat oleh waktu kegiatan belajar mengajar yang sangat padat. 5.3.2 Dalam mengerjakan instrumen sebaiknya peneliti mencermati kembali instrumen yang dibuat, dengan cara bertanya kepada para ahli. Para ahli yang dimaksud adalah dosen pembimbing. 5.3.3 Pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah masih sangat perlu dievaluasi, karena metode ceramah sangat tidak efektif untuk

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 meningkatkan kesadaran siswa akan nilai. Maka dari itu peneliti harus dapat menggunakan model–model pembelajaran yang inovatif, yang kiranya dapat meningkatkan kesadaran siswa akan nilai. Salah satunya dengan menggunakan model Pembelajaran Pedagogi Reflektif 5.3.4 Pemberian lembar skala sikap di dalam kelas sebaiknya dilakukan setelah proses pembelajaran selesai dan peneliti menjelaskan terlebih dahulu cara mengerjakan skala sikap tersebut.

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Daftar Referensi Arifi. (2011). Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran tematik mata pelajaran IPS dan Matematika untuk meningkatkan competence, consience, compassion peserta didik kelas IIIC SD Kanisius Kenteng. Skripsi Tidak di Terbitkan. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Kusuma dan Markum Susatin. (2010). Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Nilai. Bogor : Ghalia Indonesia. Sudijiono, Anas. (2006). Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Aryani, Kusumah (2010). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT. Indeks. Azwar, Saifuddin. (2012).Reliabilitas dan Validitas.Yogyakarta : Pustaka Pelajar. …………………. (2012). Tes Prestasi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Depdiknas. (2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa (KBBI). Jakarta : Gramedia. Dewi. (2011). Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran tematik mata pelajaran IPS dan IPA untuk meningkatkan competence, consience, compassion peserta didik kelas IIIC SD Kanisius Kembaran. Skripsi Tidak di Terbitkan. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Dewi, Resi Kartika. (2008). Pendidikan Kewarganegaraan untuk Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Depdiknas. (2006). Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Direktorat. Dhajiri, (1991). Pendidikan Kewarganegaraan. Richardus. (2011). Filosofi Pendidikan Indonesia. Jakarta : Obor. Masidjo. (1995). Penelitian Pencapaian Hasil Belajar di Sekolah Yogyakarta. P3MP – USD. (2008). Pedoman Model Pembelajaran Berbasis Pedagogi Ignasian. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Ridwan. (2010). Dasar- Dasar Statistika. Bandung : Alfabeta. Semium. (2006). Teori Kepribadian dan Teori Psikoanalitik Freud. Yogyakarta : Kanisius 83

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Subagya, Chris. (2008). Paradigma Pedagogi Refelektif. Yogyakarta : Kanisius. Subagya, J. (2010). Paradigma Pedagogi Reflektif. Yogyakarta : Kanisius. Suparno, Paul. (2008). Riset Tindakan untuk Pendidikan.Jakarta : Grasindo. Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Bisnis: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R dan D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan kombinasi (mixed methods). Bandung: Alfabeta. Theresia. (2011). Penerapan Pembelajaran Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran tematik untuk meningkatkan competence, conscience dan compassion kelas IIIC SD Kanisius Demangan Baru I. Skripsi Tidak di Terbitkan. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Tim PPR SD Kanisius. (2010). Paradigma Pedagogi Reflektif. Yogyakarta : Kanisius. Undang-Undang Dasar (1945). Surabaya : Pustaka Agung Harapan. Wahab. (2011). Teori & Landasan Kewarganegaraan. Bandung : Alfabeta. Wahana. (2004). Nilai Etika Aksiologis. Yogyakarta: Kanisius. Wiriaatmadja. (2005). Metode Penelitian Tindakan Kelas: Untuk Meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen. Bandung: Remaja Rosdakarya.

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Lampiran

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 LAMPIRAN 1

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 LAMPIRAN 2

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 LAMPIRAN 3

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 LAMPIRAN 4

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 LAMPIRAN 5

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 LAMPIRAN 6

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 LAMPIRAN 7

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 LAMPIRAN 8

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 Skala Sikap sebelum Validasi No. Pernyataan SangatS etuju 1 Saya senang belajar didalam kelompok 2 Saya tidak senang didalam kelompok. 3 Saya menerima kritikdan saran dari teman 4 Saya tidak peduli kritik dan saran dari teman 5 Saya senang bersikap terbuka terhadap orang lain. 6 Saya lebih suka menjadi orang yang pendiam 7 Saya menghargai sendiri. 8 Saya tidak menghargai diri saya sendiri. 9 Saya suka bekerjasama dalam kelompok. 10 Saya tidak suka bekerjasama didalam kelompok. 11 Saya biasa menghargai pendapat orang lain. 12 Saya hanya menerima pendapat saya sendiri. 13 Saya datang tepat waktu saat diri belajar saya Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 kerja kelompok. 14 Saya terlambat kelompok. saat 15 Saya lebih senang bersikap tegas saat berpendapat dalam kelompok. 16 Saya ragu-ragu berpendapat. 17 Saya dapat belajar kelompok dimana saja. 18 Saya tidak ikut kerja kelompok. 19 Saya mengatur jadwal dalam belajar kelompok. 20 Saya mengerjakan tugas tanpa memperhatikan waktu. 21 Saya membagi kelompok 22 Saya mengerjakan tugas sendiri. 23 Saya bertanggungjawab tugas yang diberikan. 24 Saya cuek atas tugas yang diberikan. 25 Saya berani bertanggung jawab atas keputusan yang saya ambil. 26 Saya takut dengan keputusan yang saya ambil. 27 Saya memiliki keberaniaan untuk berpendapat. 28 Saya memilih untuk diam saja saat berpendapat. 29 Saya dalam tugas bekerjasama belajar di dalam atas dalam

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 kelompok untuk tujuan bersama. 30 Saya bekerjasama di dalam kelompok untuk kepentingan pribadi.

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 LAMPIRAN 9 Skala sikap sesudah Validasi No. 1 Pernyataan Saya tidak senang belajar didalam kelompok. Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 2 Saya menerima kritik dan saran dari teman 3 Saya tidak peduli kritik dan saran dari teman 4 Saya senang bersikap terbuka terhadap orang lain. 5 Saya tidak menghargai diri saya sendiri. 6 Saya suka bekerjasama dalam kelompok. 7 Saya tidak bekerjasamadidalam kelompok. 8 Saya biasa menghargai pendapat orang lain. 9 Saya datang tepat waktu saat kerja kelompok. 10 Saya tidak ikut kerja kelompok. 11 Saya mengatur jadwal dalam belajar kelompok. 12 Saya bertanggung jawab atas tugas yang diberikan. 13 Saya cuek atas tugas yang diberikan. 14 Saya takut dengan keputusan yang saya ambil. 15 Saya memilih untuk diam saja saat berpendapat. suka

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 16 Saya bekerjasama di dalam kelompok untuk tujuan bersama. 17 Saya bekerjasama di dalam kelompok untuk kepentingan pribadi.

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 LAMPIRAN 10

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 LAMPIRAN 11

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 LAMPIRAN 12

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 LAMPIRAN 13

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 Lampiran 14

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159 DAFTAR RIWAYAT HIDUP Marthinus Kismet Dwi Tomo Prabowo merupakan anak kedua dari pasangan Bapak PG.Suharyanto dan Ibu Titi Nurhidayati. Lahir di Bogor, 04 Maret 1992. Pendidikan awal dimulai dari TK Mardi Yuana Cibinong tahun 1996-1998. SD Mardi Yuana Cibinong tahun 19982004. Kemudian dilanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama Mardi Waluya Cibinong pada tahun 2004-2007. Tahun 2007-2010, penulis melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Cibinong tahun 2007-2010. Tahun 2010 penulis masuk ke Universitas Sanata Dharma, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Selama menempuh pendidikan, ada beberapa kegiatan organisasi yang pernah diikuti penulis diantaranya pada saat SD penulis mengikuti kegiatan Osis. Saat SMP penulis juga mengikuti kegiatan pramuka dan masuk team futsal. Kemudian pada saat Perguruan Tinggi penulis pernah menjadi panitia Insidiasi Prodi (INSPRO) tahun 2011 dan 2012.

(179)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Penerapan paradigma pedagogi reflektif pada mata pelajaran PKN untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi pada siswa kelas IV SD Karitas tahun ajaran 2013/2014.
0
0
2
Peningkatan sikap kedisiplinan pada pembelajaran PKn menggunakan model paradigma pedagogi reflektif bagi siswa kelas III Di SD Kanisius Kadirojo tahun ajaran 2015/2016.
2
9
230
Penerapan paradigma pedagogi reflektif pada mata pelajaran PKn untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai cinta tanah air pada siswa kelas III SD Negeri Sarikarya semester genap tahun ajaran 2013/2014.
1
2
336
Pengaruh model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dalam mata pelajaran PKn terhadap kesadaran siswa akan nilai demokrasi di SD Kanisius Wirobrajan.
0
0
242
Penerapan paradigma pedagogi reflektif pada mata pelajaran PKN dalam meningkatkan kesadaran siswa akan nilai kedisiplinan kelas II SD Negeri Sarikarya.
0
0
2
Penerapan paradigma pedagogi reflektif pada mata pelajaran PKn dalam meningkatkan kesadaran siswa akan nilai demokrasi kelas V SD Negeri Sarikarya.
0
0
231
Pembelajaran PKN dengan model pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan kesadaran akan nilai cinta tanah air siswa kelas III SD Kanisius Totogan tahun ajaran 2012/2013.
0
0
225
Penerapan paradigma pedagogi reflektif pada mata pelajaran PKn dalam meningkatkan kesadaran siswa akan nilai demokrasi kelas V SD Negeri Sarikarya
0
3
229
Penerapan paradigma pedagogi reflektif pada mata pelajaran PKN dalam meningkatkan kesadaran siswa akan nilai kedisiplinan kelas II SD Negeri Sarikarya
0
6
261
Pembelajaran PKN dengan model pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan kesadaran akan nilai cinta tanah air siswa kelas III SD Kanisius Totogan tahun ajaran 2012 2013
0
3
223
Pengaruh model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dalam mata pelajaran PKn terhadap kesadaran siswa akan nilai demokrasi di SD Kanisius Wirobrajan
0
0
240
Peningkatan sikap, minat, dan prestasi belajar siswa dengan pendekatan pedagogi reflektif pada mata pelajaran IPS kelas V SD Kanisius Gayam semester genap tahun pelajaran 2010/2011 - USD Repository
0
0
233
Pengaruh penggunaan model pembelajaran berbasis masalah terhadap tingkat kesadaran siswa akan nilai globalisasi pada mata pelajaran PKn kelas IV A SD Negeri Sinduadi 1 - USD Repository
0
0
144
Penerapan paradigma pedagogi reflektif pada mata pelajaran PKN dalam meningkatkan kesadaran siswa akan nilai kedisiplinan kelas II SDK Jetisdepok tahun 2013/2014 - USD Repository
0
0
237
Pengaruh penerapan paradigma pedagogi reflektif dalam mata pelajaran PKn terhadap kesadaran siswa akan nilai demokrasi SD Kanisius Sengkan - USD Repository
0
0
245
Show more