I T A M E T A M

Gratis

0
0
198
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENINGKATAN PRESTASI DAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI SOMONGARI PURWOREJO PADA KONSEP KPK DAN FPB DALAM PEMECAHAN MASALAH DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING & LEARNING (CTL) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun Oleh : Fistyana Indraswari 091134234 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENINGKATAN PRESTASI DAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI SOMONGARI PURWOREJO PADA KONSEP KPK DAN FPB DALAM PEMECAHAN MASALAH DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING & LEARNING (CTL) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun Oleh : Fistyana Indraswari 091134234 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO DAN PERSEMBAHAN “Perjuangan adalah awal dari kesuksesan namun halangan dan rintangan kunci kesabaran” “ Tidak ada keberhasilan tanpa perjuangan dan tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan “ Karya tulis ini saya persembahkan untuk: 1. Allah SWT yang selalu menyertaiku. 2. Bapak dan (Alm) ibuku yang selalu mendoakanku. 3. Adik – adikku tercinta atas dukungan dan motivasi yang diberikan. 4. Pada segenap Bapak atau Ibu dosen yang telah membimbing dan memberikan pengetahuan selama ini 5. Teman-teman serta sahabat-sahabatku yang selalu memberi semangat dan menghiburku. iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan atau daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 14 April 2014 Penulis Fistyana Indraswari v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGANAKADEMIS Yang bertandatangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Fistyana Indraswari NIM : 091134234 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: “PENINGKATAN PRESTASI DAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI SOMONGARI PURWOREJO KONSEP KPK DAN FPB DALAM MEMECAHAN MASALAH DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING & LEARNING (CTL)” beserta perangkat yang diperlukan. Demikian saya memberitahukan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 14 April 2014 Yang menyatakan Fistyana Indraswari vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Fistyana, Indraswari.Peningkatan Prestasi dan Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas IV SD Negeri Somongari Kabupaten Purworejo Konsep KPK dan FPB Dalam Pemecahan Masalah dengan Pendekatan Contextual Teaching & Learning. Skripsi. Yogyakarta. PGSD. FKIP. USD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan pembelajaran pendekatan CTL (Contextual Teaching & Learning ) dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran matematika materi KPK dan FPB kelas IV SD Somongari Kabupaten Purworejo. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, dengan subyek penelitian siswa kelas IV SD N Somongari tahun ajaran 2011/2012 yang berjumlah 23 orang yang terdiri dari 11 orang siswa putra dan 12 orang siswa putri. Tindakan yang dilakukan dengan pendekatan CTL ( Contextual Teaching & Learning ) pada saat pembelajaran berlangsung, terutama saat pembahasan materi KPK dan FPB. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi untuk mengetahui aktivitas siswa di kelas, tes untuk mengetahui prestasi belajar siswa dan angket motivasi untuk mengetahui minat siswa dalam materi KPK dan FPB. Dalam penelitian ini, pencapaian KKM oleh siswa pada kondisi awal sebesar 45% dan target akhir siklus II sebesar 70%. Serta motivasi pada kondisi awal 45% dan target akhir siklus II sebesar 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kegiatan pembelajaran terjadi peningkatan prestasi belajar siswa bila dibandingkan antara kondisi awal dan akhir siklus II. Hal ini ditunjukkan dari meningkatnya persentase jumlah siswa yang memperoleh nilai yang memenuhi KKM pada kondisi awal 45% menjadi 82,60% pada akhir siklus II. Dan hal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa dari kondisi awal ke akhir siklus II mengalami peningkatan sebesar 37,60%. Motivasi belajar siswa pada kondisi awal sebesar 40% meningkat menjadi 86,95% pada akhir siklus II. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa pendekatan CTL dapat meningkatkan prestasi siswa tentang KPK dan FPB pada siswa kelas IV SD N Somongari. Kata Kunci : Prestasi Belajar, Motivasi Belajar, CTL(Contextual Teaching & Learning), KPK dan FPB. vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Fistyana, Indraswari. The increased of achivement and student math learning motivation of class IV State Elementary School of Somongari Purworejo in using KPK & FPB on disgestive problem solving with Contextual Teaching & Learning approch. Thesis. Yogyakarta. PGSD. FKIP. USD. This research aim to know the use of learning approaches CTL (Contextual Teaching & Learning) in improving students achivement on mathematics for KPK & FPB material in fourth grade of Somongari elementary school. This research is a class action, with subject is the fourth grade of students in Somongari elementary school in the academic 2011/2012 years. Those are 23 students that consist of 11 boys and 12 girls. The actions conducted with the CTL approach (Contextual Teaching & Learning ) during the learning procees, especially for KPK and FPB material discussion. The instrument used in this research is the observation sheet to know the students in classroom activities, test to know the students achievement and motivation questionnaire to know the students interest in KPK & FPB material. In this research, passing grade (KKM) achievement by students in the beginning conditions is 45% and the last target of second cyclus is 70%. And motivation in the previous condition 40% and the last target of the second cyclus is 75%. The result showed that there is an increase in learning activity for students if compared between the previous and the last of second cyclus. It is show the increased of percentage of the number of students who gets passing grades at the previous 45% to 82,60% at the last of second cyclus. And it can be concluded that the condition of beggining to the end of the second cyclus increased 37,60%. Students motivation in the previous conditions is 40% increased to 86,95% at the end of the second cyclus. From the research that has been done, it can be concluded that the CTL approach can improve students abbility about KPK and FPB in the fourth grade of Somongari elemntary school. Keywords : Achievement, Learning motivation, CTL (Contextual Teaching & Learning), KPK and FPB. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala kebesaran dan anugerah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan program S1 PGSD USD. Dalam menulis skripsi ini penulis banyak mendapat bantuan yang sangat berarti dan bermanfaatuntuk penulisan ini, sehingga pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang telah membantu hingga Skripsi ini dapat selesai. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada : 1. Rohandi, Ph. D., selaku Dekan Universitas Sanata Dharma. 2. G. Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST, M.A. selaku Kaprodi PGSD USD. 3. Dra. Haniek Sri Pratini, M.Pd. selaku pembimbing yang telah memberikan bimbingan, kritik dan saran dalam menyelesaikan skripsi ini. 4. Sekretariat PGSD USD 5. Kariman, A.Ma.Pd selaku Kepala Sekolah SD N Somongari 6. Legiyem, S,Pd selaku guru kelas IV SD N Somongari. 7. Guru- guru beserta siswa SD Negeri Somongari. 8. Semua pihak yang telah memberikan sumbangan pikiran kepada penulis. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan adanya kritik dan saran dari semua pihak yang dapat membangun untuk kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Yogyakarta,14 April 2014 Penulis Fistyana Indraswari ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................... iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN .................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................ v PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ................................... vi ABSTRAK ........................................................................................... vii ABSTRACT ......................................................................................... viii KATA PENGANTAR .......................................................................... ix DAFTAR ISI ........................................................................................ x DAFTAR TABEL ................................................................................ xiii DAFTAR GAMBAR ............................................................................. xiv DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................... xv BAB I. PENDAHULUAN A. B. C. D. E. F. BAB II. Latar Belakang Masalah ...................................................... Batasan Masalah .................................................................. Rumusan Masalah ................................................................ Batasan Istilah ...................................................................... Tujuan Penelitian ................................................................. Manfaat Penulisan Penelitian ............................................... 1 2 3 3 3 4 KAJIAN PUSTAKA A. B. C. D. E. F. G. H. Pembelajaran matematika .................................................... Prestasi Belajar..................................................................... Motivasi belajar ................................................................... Pendekatan CTL................................................................... Materi pembelajaran ............................................................ Penelitian yang relevan ........................................................ Kerangka Berpikir................................................................ Hipotesis Tindakan .............................................................. x 5 5 10 17 23 25 26 26

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III. METODE PENELITIAN A. B. C. D. BAB IV. Jenis Penelitian..................................................................... Setting Penelitian ................................................................. Rencana Penelitian ............................................................... 1. Persiapan ......................................................................... 2. Rencana TindakanSetiap Siklus ...................................... a. Siklus 1 ...................................................................... b. Siklus 2 ...................................................................... Pengumpulan Data dan Instrumen ....................................... 1. Teknik pengumpulan data ........................................ 2. Instrumen pengumpulan data ................................... E. Analisis Data ................................................................. 35 F. Indikator keberhasilan ................................................... 37 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian .................................................................... 1. Siklus 1............................................................................ 2. Siklus 2............................................................................ B. Pembahasan .......................................................................... BAB V. 27 28 29 29 29 29 31 33 33 34 38 38 41 45 PENUTUP A. Kesimpulan................................................................... B. Saran ............................................................................. 51 51 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 53 xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel1 Indikator Keberhasilan Pembelajaran dan Kriteria Capaiannya di Awal, siklus 1 dan Siklus 2 ................................................. Tabel 2 Indikator Pencapaian Keberhasilan ............................................ xii Halaman 37 45

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1 Alur Siklus PTK .................................................................. xiii 27

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1 Silabus ................................................................................ Lampiran 2 RPP Siklus I ........................................................................ Lampiran 3 RPP Siklus II ...................................................................... Lampiran 4 Kisi-Kisi Soal Siklus I......................................................... Lampiran 5 Kisi-Kisi Soal Siklus II ...................................................... Lampiran 6 LKS Siklus I ....................................................................... Lampiran 7 LKS Siklus II ...................................................................... Lampiran 8 Evaluasi Siklus I ................................................................. Lampiran 9 Evaluasi Siklus IILampiran 10 Kunci Jawaban Siklus I ....... Lampiran 11 Kunci Jawaban Siklus II .................................................... Lampiran 12 Rangkuman Materi Siklus I ............................................... Lampiran 13 Rangkuman Materi Siklus II.............................................. Lampiran 14 Angket Motivasi ............................................................... Lampiran 15 Lembar Validasi Silabus ................................................... Lampiran 16 Lembar Validasi RPP ........................................................ Lampiran 17 Lembar Validasi LKS ....................................................... Lampiran 18 Lembar Validasi Prestasi Belajar ....................................... Lampiran 19 Lembar Validasi Angket Motivasi ..................................... Lampiran 20 Lembar Observasi Guru dalam Pembelajaran Matematika dengan pendekatan Kontekstual .................................................... Lampiran 21 Foto Kegiatan Siswa ......................................................... Lampiran 22 Surat Ijin Penelitian dari FKIP .......................................... Lampiran 23 Surat Pernyataan Melakukan Penelitian ............................. Lampiran 24 Nilai .................................................................................. xiv 55 57 64 72 74 76 79 82 84 89 93 95 97 100 105 117 130 143 146 171 173 175 177

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Matematika merupakan suatu pelajaran yang mengajarkan siswa untuk berpikir dan berlatih. Bagi kebanyakan siswa pelajaran matematika sebagai salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit. Pada umumnya pelajaran matematika banyak memberikan masalah-masalah yang rumit dan rumus yang membuat siswa susah untuk memahami matematika. Hal ini membuat siswa tidak menyukai pelajaran matematika. Di sekolah ini guru hanya memberikan contoh pengerjaan yang ada, ini membuat siswa masih mengalami kesulitan untuk memahami materi yang diajarkan. Dalam proses pembelajaran yang efektif dalam kelas guru dapat memberikan kondisi yang kondusif. Guru dapat mengubah model pembelajaran yang dapat menciptakan kondisi yang kondusif bagi siswa di dalam kelas. Dengan model pembelajaran yang inovatif seperti ini dapat merubah siswa menjadi termotivasi dalam pembelajaran di dalam kelas. Jika siswa merasa termotivasi di dalam kelas maka akan berdampak pada prestasi siswa. Di SD Negeri Somongari yang ada dikabupaten Purworejo siswanya masih mengalami kesulitan dalam mempelajari matematika, terutama pada materi memahami dan mengunakan faktor dan kelipatan dalam memecahkan masalah. Hal ini terbukti dengan hasil observasi peneliti dari hasil pengerjaan evaluasi siswa sebelumnya yang memperolah hasil pencapaian nilai siswa 40% yang mendapatkan nilai diatas KKM sekolah. Sedangkan, hanya 60% siswa berada di bawah KKM, KKM sekolah tersebut adalah 60. Siswa yang berjumlah 17 siswa ini rata-rata kelas hanya 5,5. Dalam pembelajaran di sekolah ini, guru hanya memberikan contoh pengerjakan. Siswa belum diberi kesempatan untuk mengembangkan kreativitasnya dalam berfikir. Untuk itu peneliti ingin mengubah metode yang digunakan di sekolah ini dengan metode 1

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 yang dapat mengembangkan prestasi dan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran agar menjadi siswa aktif. Hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada saat sebelum melakukan penelitian membuktikan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami dan menggunakan KPK dan FPB. Nilai ulangan yang diperoleh siswa dalam konsep KPK dan FPB. Tidak hanya siswa kesulitan dalam mata pelajaran matematika, tetapi motivasi dalam pembelajaran matematika juga masih rendah. Hanya 40 % siswa yang termotivasi dalam pembelajaran matematika dari 17 siswa dalam satu kelas. Peneliti menganggap penelitian ini penting dilakukan karena untuk meningkatkan prestasi dan motivasi belajar mengenai konsep KPK dan FPB kelas IV di SDN Somongari. Dengan adanya masalah di atas peneliti memilih menggunakan pendekatan yang dapat menunjang peningkatan prestasi belajar siswa. Untuk itu, peneliti memilih menggunakan pendekatan Contextual Teaching & Learning (CTL). Dengan menggunakan CTL, siswa diharapkan dapat memahami tentang konsep yang diajarkan. Pembelajaran dengan CTL memberikan masalah-masalah yang kontektual dalam kehidupan sehari-hari siswa. Pendekatan CTL diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa SD Negeri Somongari kelas IV dengan konsep memahami dan menggunakan KPK dan FPB dalam memecahkan masalah. B. Batasan Masalah Berdasarkan masalah yang telah dijabarkan di atas penelitian ini dibatasi pada prestasi dan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran matematika dengan konsep memahami dan menggunakan KPK dan FPB dalam memecahkan masalah. Peneliti membatasi masalah ini dengan standar kompetensi memahami dan menggnakan faktor dan kelipatan dalam memecahkan masalah. Serta kompetensi dasar menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB. Masalah tersebut dibatasi untuk mengetahui prestasi dan motivasi belajar siswa dalam menguasai materi ini.

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 C. Rumusan Masalah Apakah pendekatan Conextual Teaching & Learning dapat meningkatkan prestasi dan motivasi belajar menggunakan konsep menyelesaikan masalah dengan KPK dan FPB siswa kelas IV di SDN Somongari? D. Batasan Istilah Peneliti menjelaskan pengertian-pengertian yang digunakan dalam penelitian ini, agar tidak terjadi kesalahan dalam pemahaman yaitu sebagai barikut : a. Pembelajaran Matematika adalah proses yang dinamis, proses yangberkembang terus dan di dalam proses itu akan terjadi proses belajar. b. Prestasi Belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai atau angka yang diberikan oleh guru. c. Motivasi belajar adalah suatu dorongan metal yang mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar untuk mencapai keberhasilan. d. Contextual Teaching & Learning (CTL) adalah sistem belajar yang didasarkan pada filosofi bahwa seorang pembelajar akan mau dan mampu menyerap materi pelajaran jika mereka dapat menangkap makna dari pelajaran tersebut. e. Faktor persekutuan terbesar (FPB) dari dua bilangan adalah faktor persekutuan bilangan-bilangan tersebut yang nilainya paling besar. f. Kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari dua bilangan adalah kelipatan persekutuan bilangan-bilanagan yang nilainya paling kecil. E. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan di atas, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pembelajaran menggunakan pendekatan Contextual Teaching & Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV memahami dan menggunakan faktor dan kelipatan dalam memecahkan masalah di SD Negeri Somongari kabupaten Purworejo.

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 F. Manfaat Penelitian a. Bagi peneliti Memberikan pengalaman bagi peneliti untuk dapat melakukan penelitian tindakan kelas. b. Bagi guru Diharapkan dapat menambah pengetahuan guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa kelas IV. c. Bagi siswa Diharapkan siswa dapat menambah pengetahuan baru dengan pembelajaran yang diajarkan agar siswa lebih termotivasi dalam belajar matematika.

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN TEORI A. Landasan Teori 1. Pembelajaran Matematika Menurut Hamalik (2010:57) pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, yang meliputi material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran yang dimaksud yaitu disesuaikan dengan kebutuhan siswa, mata ajaran yang diberikan, dan guru itu sendiri. Menurut Russeffendi (dalam Heruman, 2007:1) matematika adalah bahasa simbol; ilmu deduktif yang tidak menerima pembuktian secara induktif; ilmu pola keteraturan, dan struktur yang terorganisasi, mulai dari unsur yang tidak didefinisikan, ke unsur yang didefinisikan. Menurut Bruner (dalam Heruman 2007:4) dalam metode penemuannya mengungkapkan bahwa dalam pembelajaran matematika, siswa harus menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang diperlukannya. Dalam pembelajaran ini, guru harus lebih banyak berperan sebagai pembimbing dibandingkan sebagai pemberi tahu. Berdasarkan pengertian di atas menurut peneliti pembelajaran matematika adalah suatu proses kombinasi yang tersusun meliputi unsurunsur manusiawi, serta meliputi bahasa simbol, ilmu deduktif yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan sendiri konsep – konsep pengetahuan matematika yang diperlukan oleh siswa. 2. Prestasi Belajar 2.1 Pengertian prestasi belajar Menurut Myers (dalam Hawadi, 2004:168) belajar adalah suatu perubahan tingkah laku yang relatif permanen sebagai hasil dari pengalaman. Menurut Lanawati (Hawadi, 2004:168) prestasi belajar 5

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 adalah hasil penelitian pendidik terhadap proses belajar dan hasil belajar siswa sesuai dengan tujuan instruksional yang menyangkut isi pelajaran dan perilaku yang diharapkan dari siswa. Menurut Bloom (dalam Hawadi,2004:68), prestasi akademik atau prestasi belajar adalah proses belajar yang dialami siswa dan menghasilkan perubahan dalam bidang pengetahuan, pemahaman, penerapan, daya analisis, sintesis, dan evaluasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995:787), prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya di tunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru. Sedangkan menurut Syah (2006:213), perubahan hasi belajar yang bersifat intangible (tak dapat diraba) sehingga guru mengambil cuplikan tingkah laku yang dianggap penting dan diharapkan dapat mencerminkan perubahan yang terjadisebagai hasil belajar siswa, baik yang berdimensi cipta dan rasa maupun yang berdimensi karsa. Menurut peneliti prestasi belajar adalah proses belajar yang membuat perubahan pada siswa yang berupa penguasaan pengetahuan, pemahaman, penerapan,daya analisis, sintesis dan evaluasi. 2.2 Faktor – faktor belajar Menurut Miranda, Winkel, dan Santrock (dalam Hawadi, 2004:168)) menyatakan bahwa prestasi belajar siswa ditentukan oleh faktor-faktor sebagai berikut. 1. Faktor-faktor yang ada pada diri siswa a. Taraf intelegensi Menyangkut tentang tingkat kecerdasan siswa, jika tingkat kecerdasan siswa tinggi maka prestasi belajar siswa bagus karena cepat menangkap apa yang guru ajarkan. Tingkat kecerdasan siswa rendah maka prestasi belajar rendah. Sebab prestasi belajar rendah siswa sulit menangkap yang guru ajarkan.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 b. Bakat khusus Karena siswa mempunyai bakat yang sudah ada sejak lahir. Bakat ini harus terus dikembangkan agar bakat tersebut lebih terasah. c. Taraf pengetahuan yang dimiliki Tingkat pengetahuan siswa juga mempengaruhi prestasi belajar siswa. Dengan pengetahuan yang siswa miliki akan mendukung dalam belajar siswa. d. Taraf kemampuan berbahasa Jika kemampuan bahasa siswa baik maka siswa akan mudah menerima pelajaran yang siswa diberikan guru maka prestasi belajar siswa akan meningkat. e. Taraf organisasi Jika siswa dapat berorganisasi dengan baik dengan temanteman dan guru akan terjadi proses pembelajaran yang baik. f. Motivasi Jika dalam proses belajar mengajar siswa termotivasi untuk belajar akan terjadi peningkatan dalam prestasi belajar tersebut. g. Kepribadian Dalam meningkatkan prestasi belajar siswa juga tergantung dengan kepribadian siswa tersebut. h. Perasaan Di dalam diri siswa ada suatu perasaan, ada perasaan suka atau tidak suka. Jika siswa ada perasaan suka terhadap suatu materi pelajaran maka akan mempengaruhi peningkatan prestasi belajar siswa tersebut. Akan tetapi siswa ada perasaan tidak suka terhadap suatu materi pelajaran maka akan mempengaruhi tingkat prestasi belajar siswa tersebut.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 i. Sikap Sikap siswa dalam menyikapi suatu proses pembelajaran akan mempengaruhi prestasi belajar siswa tersebut. j. Minat Dalam meningkatkan prestasi belajar siswa juga harus membuat siswa merasa berminat terhadap suatu pembelajaran, k. Konsep diri Jika sudah dapat membuat konsep dalam dirinya maka dia akan termotivasi untuk berusaha memperoleh prestasi belajaer yang membanggakan. l. Kondisi fisik dan psikis (termasuk cacat fisik dan kelainan psikologis). Jika anak mengalami gangguan fisik dan psikis maka anak akan merasa minder dengan teman-teman dengan demikian prestasi belajar siswa pun terganggu. 2. Faktor-faktor yang ada di lingkungan keluarga Dalam lingkungan keluarga terdapat hubungan antar orang tua dan anak. Jika hubungan keduanya baik maka akan mendukung prestasi belajar siswa. Dalam keluarga yang paling penting adanya hubungan antar orang tua-anak karena hubungan ini yang sangat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Jika orang tua mendukung kegiatan anaknya yang menunjang kegiatan belajarnya maka anak akan termotivasi belajar. Jenis pola asuh orang tua ini juga mempengaruhi prestasi belajar siswa. Jika pola asuh orang tuanya salah maka anak akan seenaknya dalam belajarnya. Misalnya pola asuh yang membuat anak tergantung dengan orang tua. Terakhir yaitu keadaan sosial ekonomi keluarga. Jika sosial ekonomi keluarga mampu mencukupi fasilitas anak untuk belajar akan berdampak baik terhadap prestasi belajar anak tersebut. Namun jika

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 kondisi sosial ekonomi keluarga tidak dapat mencukupi fasilitas belajar anak tersebut maka akan berdampak buruk bagi anak. 3. Faktor-faktor yang ada di lingkungan sekolah a. Guru: kepribadian guru, sikap guru terhadap siswa, ketrampilan diktatik, dan gaya mengajar. b. Kurikulum: Jika kurikulum di sekolahan dapat dikelola dan dipahami dengan baik oleh pendidik, maka pembelajaran akan berjalan dengan baik pula. Dengan demikian akan mempengaruhi prestasi belajar anak yang belajar di sekolah tersebut. c. Organisasi sekolah : Jika organisasi sekolah memberi pengaruh baik terhadap anak, maka pengaruhi prestasi belajar siswa menjadi baik. d. Sistem sosial di sekolah : jika di sekolah terjadi interaksi sosial antara guru dan siswa berjalan dengan baik akan mempengaruhi prestasi belajar siswa di sekolahan tersebut. e. Keadaan fisik sekolah dan fasilitas pendidikan : apabila keadaan fisik sekolah memungkinkan untuk anak nyaman belajar di sekolah yang dilengkapi fasilitas-fasilitas yang menunjang belajar anak untuk lebih semangat belajar akan berdampak juga pada prestasi belajarnya. f. Hubungan sekolah dengan orang tua: Hubungan ini memang sangat erat karena orang tua merupakan sumber utama yang mendorong kemajuan sekolah. g. Lokasi sekolah: Lokasi sekolah memang berbeda-beda ada yang di perkotaan dan di pedesaan. Dengan demikian juga mempengaruhi prestasi belajar anak. Lokasi sekolah yang terdapat di perkotaan lebih banyak memberikan fasilitas belajar yang memadai. Sedangkan lokasi yang berada di

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 pedesaan fasilitas yang ada terbatas. Hal tersebut dapat mempengaruhi prestasi balajar anak. 4. Faktor-faktor pada lingkungan sosial yang lebih luas Yaitu mencakup keadaan sosial, politik, dan ekonomi di lingkungan masyarakat, selain itu juga mencakup keadaan fisik antara lain cuaca dan iklim. Lingkungan sosial sangat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Anak sering bergaul dalam lingkungan sosial, Sehingga lingkungan sosial yang baik akan baik pula pengaruh terhadap anak. Sebaliknya lingkungan sosial yang buruk maka buruk juga pengaruh terhadap anak. 3. Motivasi Belajar 3.1 Pengertian Motivasi Motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar (Mudjiono,2006:80). Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap dan perilaku individu belajar. Motivasi dapat diartikan sebagai penggerak yang telah menjadi aktif (Sardiman,2007:73). Menurut Mc. Donald (dalam Sardiman, 2007:73) motivasi adalah energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “ feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Motivasi belajar adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non-intelektual (Sardiman,2007:75). Menurut Eysenck (dalam Slameto, 2010:170) motivasi adalah suatu proses yang menentukan tingkatan kegiatan, intensitas, konsistensi, serta arah umum dari tingkah laku manusia, merupakan konsep yang rumit dan berkaitan dengan konsep-konsep lain seperti minat, konsep diri, sikap dan sebagainnya. Menurut Hamalik (2010:173) motivasi berupa dorongan-dorongan dasar atau internal dan insentif di luar individu atau berupa hadiah.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 Peneliti menyimpulkan motivasi belajar adalah suatu dorongan mental yang mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar untuk mencapai keberhasilan. 3.2 Pentingnya Motivasi Motivasi belajar penting bagi siswa dan guru (Mudjiono, 2006:85). Bagi siswa pentingnya motivasi belajar sebagai berikut. 1. Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses, dan hasil akhir. Pada saat siswa yang sama-sama membaca buku belum tentu pemahaman sama. Siswa yang belum paham akan terdorong lagi untuk membaca lagi. 2. Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar, yang dibandingkan dengan teman sebaya. Apabila siswa menyadari usaha siswa belum memadai, maka dia akan berusaha setekun temannya yang belajar dan berhasil. 3. Mengarahkan kegiatan belajar. Setelah siswa mengetahui bahwa dia belum serius belajar, maka dia akan mengubah perilaku belajarnya. 4. Membesarkan semangat belajar. 5. Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar kemudian bekerja (disela-selanya adalah istirahat atau bermain) yang bersinambungan. Motivasi juga penting diketahui oleh seorang guru. Pengetahuan dan pemahamn tentang motivasi belajar pada siswa bermanfaat bagi guru, manfaat itu sebagai berikut (Mudjiono 2006:85) : 1. Membangkitkan, meningkatkan, memelihara semangat siswa untuk belajar sampai berhasil. Bila siswa tak semangat dalam belajar, untuk mencapai tujuan belajarnya dapat diberikan semangat dengan hadiah, pujian dan pemicu semangat. 2. Mengetahui dan memahami motivasi belajar siswa di kelas bermacam-ragam. Ada yang bersemangat dan ada yang tidak

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 bersemangat dalam belajar, ada yang berhasil dan ada yang tidak berhasil. Guru dapat menggunakan bermacam-macam strategi mengajar belajar. 3. Meningkatkan dan menyadarkan guru untuk memilih satu di antara macam-macam peran seperti sebagai penasihat, fasilitator, instruktur, teman diskusi, penyemangat, pemberihadiah, atau pendidik. 4. Memberi peluang guru untuk “unjuk kerja” rekayasa pedagogik. Tugas guru adalah membuat semua siswa belajar sampai berhasil. 3.3 Jenis dan Sifat Motivasi Jenis motivasi dapat dibedakan menjadi dua jenis (Mudjiono, 2006:86), yaitu : a. Motivasi primer Motivasi ini yang didasarkan pada motif-motif dasar. Motif - motif dasar ini berasal dari kebutuhan biologis atau jasmani manusia. Mc Dougall (dalam Mudjiono, 2006:86) berpendapat bahwa tingkah laku terdiri dari pemikiran tentang tujuan, perasaan subyektif, dan dorongan mencapai kepuasan. Tingkah laku insting tersebut dapat diaktifkan, dimodifikasi, dipicu secara spontan, dan dapat diorganisasikan. b. Motivasi sekunder Adalah motivasi yang dipelajari oleh manusia. Manusia perilakunya tidak hanya terpengaruh oleh faktor biologis saja tetapi juga factor - faktor sosial. Perilaku manusia terpengaruh tiga komponen yaitu: afektif, kognitif dan aspek intelektual. Motivasi sekunder memegang peranan penting bagi kehidupan manusia. Sifat motivasi seseorang dapat bersumber dari dalam diri sendiri (motivasi internal) dan dari luar seseorang (motivasi eksternal). Motivasi internal adalah motivasi yang dikarenakan orang tersebut senang melakukannya. Sedangkan motivasi eksternal adalah dorongan terhadap perilaku seseorang yang ada di luar perbuatan yang

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 dilakukannya. Dalam motivasi sekunder dipengaruhi oleh beberapa peilaku yaitu : sikap, emosi, pengetahuan yang dipercaya, dan kebiasaan dan kemauan. 3.4 Fungsi Motivasi dalam belajar Menurut Hamalik (2010:175) ada tiga fungsi motivasi, yaitu : a. Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan. Motivasi sebagai pendorong siswa untuk melakukan suatu kegiatan seperti belajar. b. Sebagai pengarah, yaitu untuk mengarah rumusan tujuan yang ingin dicapai. c. Sebagai penggerak, yaitu untuk menentukkan besar kecilnya motivasi dalam pencapaian tujuan. Menurut Sardiman (2007:85) ada tiga fungsi motivasi yaitu : a. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepas energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan. b. Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatanyang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya. c. Menyelesaikan perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. 3.5 Macam-macam motivasi Menurut Sardiman (2007:86) macam-macam motivasi dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. a. Motivasi dilihat dari dasar pembentukkannya 1. Motif-motif bawaan Adalah motif yang dibawa sejak lahir, jadi motivasi itu ada tanpa dipelajari. Motivasi bawaan itu terjadi dengan sendirinya di dalam diri anak. Contohnya : dorongan untuk makan,

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 dorongan untuk bekerja. Motif – motif ini disebut juga dengan motif yang diisyaratkan secara biologis. 2. Motif-motif yang dipelajari Adalah motif - motif yang timbul karena dipelajari. Motif yang dipelajari oleh anak dapat berasal dari orang lain. Contohnya : dorongan untuk mengajar dalam masyarakat. Motif – motif ini disebut juga dengan motif yang diisyaratkan secara sosial. Di samping itu Frandsen (dalam Sardiman, 2007:80) masih menambahkan jenis-jenis motif sebagai berikut : a. Cognitive motives Motif yang menyangkut kepuasan individu. Kepuasan individual yang berada dalam diri manusia dan biasanya berwujud proses dan produk mental. Motif ini terjadi dalam diri anak yang akan mewujukan metal anak untuk mengembangkan intelektualnya. b. Self-expression. Motif ini berkaitan dengan kreativitas anak untuk mengembangkan dirinya. Untuk itu diperlukan kreativitas, penuh imajinasi. Jadi dalam hal ini seseorang memiliki keinginan untuk aktualisasi diri. c. Self-enhancement. Motif ini dengan anak mengembangkan dirinya dan meningkatkan kemampuannya maka anak akan mencapai keinginan belajarnya dan prestasi. b. Jenis motivasi menurut pembagian dari Woodworth dan Marquis(dalam Sardiman, 2007:89). 1. Motif atau kebutuhan organis Motif ini mencakup kebutuhan manusia yang bersifat individual seperti makan, minum, benapas, beristirahat, dll.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 2. Motif-motif darurat Motif ini timbul dalam keadaan bahaya atau terdesak karena sesuatu hal yang sepertidorongan terjadi di menyelamatkan luar pemahaman diri,dorongan kita untuk membalas,dll. 3. Motif-motif obyektif. Motif ini timbul karena adanya kebutuhan untuk melakukan eksplorasi diri dalam menghadapi dunia luar secara efektif. c. Motivasi jasmaniah dan rohaniah Termasuk motivasi jasmaniah adalah reflek, insting otomatis, nafsu. Sedangkan yang termasuk motivasi rohaniah adalah kemauan.Kemauan pada diri setiap orang terbentuk melalui empat momen yaitu: 1. Momen timbulnya alasan. 2. Momen pilih 3. Momen putusan 4. Momen terbentuknya kemauan. d. Motivasi intriksik dan ekstrinsik 1. Motivasi intrinsik Adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar,karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. 2. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. e. Bentuk-bentuk motivasi di sekolah. Menurut Sardiman (2007:91) ada beberapa bentuk dan cara untuk menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah, yaitu: 1. Memberi angka Dengan pengajar memberikan nilai pada peserta didik maka akan timbul motivasi yang berupa percaya didri yang tinggi

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 bahwa peserta didik mampu menyelesaikan tugas yang diberikan pengajar. Dengan pemberian angka peserta didik mendapat apresiasi atas tugas yang diselesaikan. 2. Hadiah Pemberian hadian pada peserta didik dapat mendorong timbulnya motivasi untuk berusaha menyelesaikan tugas dari pengajar. 3. Saingan/kompetensi Dalam persaingan akan timbulnya motivasi untuk menjadi yang terbaik. 4. Ego-involvement Pembentukan motivasi diri pada peserta didik harus diterapkan sejak dini. 5. Memberi ulangan Ulangan merupakan tolak ukur kemampuan siswa dalam pemahaman suatu materi. Dengan memberikan ulangan peserta didik akan termotivasi untuk mendapatkan hasil yang baik. 6. Mengetahui hasil Dengan mengetahui hasil yang diperolh maka akan timbul motivasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. 7. Pujian Pemberian pujian kepada peserta didik akan timbulnya motivasi pada diri peserta didik. 8. Hukuman Pemberian hukuman pada peserta didik akan memberikan pembelajaran agar siswa termotivasi untuk tidak melakukan kesalahan lagi. 9. Hasrat untuk belajar Hasrat untuk belajar berarti pada diri anak didik itu memang ada motivasi untuk belajar,sehingga sudah barabg tentu hasilnya akan lebih baik.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 10. Minat Proses belajar akan berjalan lancar kalau disertai dengan minat.Mengenai minat dapat dibangkitkan dengan cara-cara berikut : a. Membangkitkan adanya suatu kebutuhan b. Menghubungkan dengan persoalan pengalaman yang lampau c. Member kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik d. Menggunakan berbagai macam bentuk mengajar. 11. Tujuan yang diakui. Pembelajaran yang baik pasti ada tujuan yang ingin dicapai. Tujuan pembelajaran yang diakui itulah pembelajaran yang telah dicapai. 4. Pendekatan Contextual Teaching & Learning Menurut Kesuma (2010:59) Contextual teaching learning adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan pada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkan dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. Menurut Johnson (2010:57) CTL adalah suatu sistem pengajaran yang cocok dengan otak yang menghasilkan makna dengan menghubungkan muatan akademis dengan konteks dari kehidupan seharihari siswa. Menurut Sanjaya ( 2006:253) CTL adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dapat dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Menurut Riyanti (2009:161) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Menurut Dewey (dalam Kesuma 2010:161) pendekatan kontekstual yaitu filosofi belajar yang menekankan pengembangan minat dan pengalaman siswa. Dalam pengembangan pendekatan kontektual adalah kontruktivisme. Yaitu filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal. Menurut Naim (2009:189) pendekatan kontekstual merupakan suatu proses pendidikan yang bertujuan membantu siswa melihat makna dalam bahan pelajaran yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan dengan konteks kehidupan sehari-hari, yaitu dengan konteks kehidupan pribadi, sosial, dan budayanya. Dari pengertian-pengertian di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa pendekatan kontektual adalah merupakan suatu proses pendidikan yang bertujuan membantu siswa melihat makna dalam bahan pelajaran yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan dengan konteks kehidupan sehari-hari, yaitu dengan konteks kehidupan pribadi, sosial, dan budayanya. Menurut Johnson (2010:65) system CTL mencakup delapan komponen yaitu: 1. Membuat keterkaitan-keterkaitan yang berarti, yaitu dengan mengaitkan pengetahuan siswa yang didapat disekolah dengan mengaitkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan lingkungan sekitar. Sehingga siswa dapat menemukan sesuatu yang berarti. 2. Melakukan pekerjaan yang berarti, yaitu dengan mengkaitkan pembelajaran yang sumber-sumber belajar yang menyangkut kehidupan siswa.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. 19 Melakukan pembelajaran yang diatur sendiri, yaitu karena kemampuan akademis siswa berbeda-beda, maka siswa dapat mengatur belajarnya sendiri agar siswa dapat berkonsentrasi dalam belajarnya. 4. Bekerjasama, yaitu siswa belajar bersama dengan teman-temanya agar dapat bertukar informasi yang didapat. 5. Berfikir kritis dan kreatif, yaitu siswa di sekolah diajarkan untuk berfikir kritis dan kreatif agar siswa dapat mempratekkan di dalam kehidupan nyata. 6. Membantu individu untuk tumbuh dan berkembang, yaitu dalam proses pembelajaran yang diadakan di sekolah membantu siswa untuk tumbuh dan mengembangkan potensi akademiknya. 7. Mencapai standar yang tinggi, yaitu dalam belajar siswa untuk mendapatkan standar yang tinggi dapat menjadikan siswa berusaha untuk mendapatkan yang terbaik. 8. Menggunakan penilaian yang autentik, yaitu dalam mengetahui kemampuan siswa tidak hanya diukur dengan tes saja tetapi dengan menggunakan penilaian yang autentik. Tiga prinsip dalam CTL menurut Johnson (2010:68), yaitu : a. Prinsip saling ketergantungan Dalam prinsip kesaling ketergantungan memungkinkan siswa untuk membuat hubungan untuk bekerjasama, dengan demikian para siswa terbantu dalam menemukan persoalan, merancang rencana, dan mencari pemecahan masalah. Prinsip kesaling ketergantungan lebih menekankan pada kerja sama. Bekerjasama akan membantu mereka mengetahui bahwa saling mendengarkan akan menuntun pada keberhasilan. Prinsip kesaling ketergantungan menuntun pada pencipta hubungan bukan isolasi. Para pendidik yang bertindak menurut prinsip ini akan mengadopsi praktik CTL dalam menolong siswa membuat hubungan-hubungan untuk menentukan makna.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 b. Prinsip Diferensiasi Prinsip diferensiasi merupakan prinsip yang merujuk pada dorongan yang terus menerus dari alam untuk menghasilkan keragaman yang tak terbatas, perbedaan, berlimpah, dan keunikan. Dalam prinsip ini siswa di tuntut untu berfikir kreatif dalam menggunakan pengetahuan akademik untuk meningkatkan kerjasama dengan anggota kelas.CTL memajukan kreativitas, keragaman, keunikan, dan kerjasama. Sehingga CTL sesuai dengan prinsip diferensiasi. c. Prinsip Pengaturan-Diri Prinsip pengatuaran-diri menyatakan bahwa setiap entetitas terpisah di alam semesta memiliki sebuah potensi bawaan, suatu kewaspadaan atau kesadaran yang menjadikannya sangat berbeda. Dalam prinsip pengaturan-diri pendidik diminta untuk mendorong setiap siswa untuk mengeluarkan seluruh Menurut Kesuma (2010:62), asas - asas CTL yaitu : 1. Konstruktivisme Kontruktivisme adalah proses pembangunan atau menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. Esensi dari teori konstruktivisme adalah bahwa siswa harus menemukan dan mentransformasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain, dan dapat dijadikan milik mereka sendiri. Menurut Suparno (dalam Kesuma 2010:63) secara garis besar prinsip – prinsip konstruktivisme yang diambil adalah : a. Pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri, baik secara personal maupun secara sosial; b. Pengetahuan tidak dipindahkan dari guru ke siswa, kecuali dengan kearifan siswa sendiri untuk bernalar;

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 c. Siswa aktif mengkonstruksi secara terus menerus, sehingga terjadi perubahan konsep menuju konsep yang lebih rinci, lengkap serta sesuai dengan konsep ilmiah; d. Guru sekedar membantu menyediakan sarana dan situasi agar proses konstruksi siswa berjalan mulus. 2. Inkuiri Inkuiri artinya prosespembelajaran didasarkan pada pencapaian dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematis. Ada beberapa langkah dalam kegiatan inkuiri yang dapat dipraktekkan di kelas : a. Merumuskan masalah b. Mengamati dan melakukan observasi c. Menganalisis dan mengkaji hasil tulisan, gambar, laporan bagan, tabel dan karya lain. d. Mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya kepada pembaca, teman sekelas, guru atau audien yang lain. 3. Bertanya (Questioning) Bertanya dipandang sebagai refleksi dari keingintahuan setiap individu; sedangkan menjawab pertanyaan mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir. Dalam CTL bertanya sangat penting, sebab melalui pertanyaan – pertanyaan guru dapat membimbing siswa untuk menemukan setiap materi. Dalam pembelajaran yang produktif, kegiatan bertanya berguna untuk : a. Menggali informasi, baik administrasi maupun akademis b. Mengecek pemahaman siswa c. Membangkitkan respon siswa d. Mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa e. Mengetahui hal – hal yang sudah diketahui siswa f. Memfokuskan perhatian dikehendaki guru siswa pada sesuatu yang

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 g. Untuk membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa h. Untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa. 4. Masyarakat Belajar (learning community ) Konsep masyarakat belajar dalam CTL menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh melalui kerjasama dengan orang lain. Hasil belajar dapat diperoleh dari hasil sharing dengan orang lain, antar teman, antar kelompok; yang sudah tahu kepada yang belum tahu, yang pernah memiliki pengalaman membagi pengalamannya kepada orang lain. Model pembelajaran dengan teknik “ Learning Community “ sangat membantu proses pembelajaran. 5. Permodelan / modeling Asas modeling adalah proses pembelajaran dengan memperagakan sesuatu sebagai contoh yang dapat ditiru oleh setiap siswa. Proses modeling tidak sebatas dari guru saja, akan tetapi dapat juga memanfaatkan siswa yang dianggap memiliki kemampuan. 6. Refleksi / reflection Adalah cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir ke belakang tentang apa yang sudah dilakukan di masa lalu. Refleksi merupakan respon terhadap kejadian, aktivitas atau pengalaman baru yang diterima. Guru membantu siswa membuat hubungan-hubungan antara pengetahuan yang dimiliki sebelumnya dengan pengetahuan yang baru. Dengan begitu siswa merasa memperoleh sesuatu yang berguna bagi dirinya tentang apa yang baru dipelajarinya. 7. Penilaian Nyata / Authentic Assessment Adalah proses pembelajaran konvensional yang sering dilakukan guru pada saat ini, biasanya ditekankan pada aspek intelektual sehingga alat evaluasi yang digunakan terbatas pada penggunaan tes. Dengan tes dapat diketahui seberapa jauh

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 siswa telah menguasai materi pelajaran. Dalam CTL, keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh perkembangan kemampuan intelektual saja, akan tetapi perkembangan seluruh aspek. Oleh sebab itu, penilaian keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh aspek hasil belajar seperti tes, akan tetapi juga proses belajar melalui penilaian nyata. Penilaian nyata (Authentic Assessment) adalah proses yang dilakukan guru untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar yang dilakukan siswa. Penilaian autentik dilakukan secara terintegrasi dengan proses pembelajaran. Penilaian ini terus-menerus selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Oleh sebab itu, tekanannya diarahkan kepada proses belajar bukan kepada hasil belajar. 5. Materi pembelajaran 1. Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari dua bilangan Menurut Kamus Mafikih (1995:16) pengertian faktor persekutuan terbesar adalah : a. Faktor adalah elemen-elemen perkalian dari suatu bilangan sehingga elemen – elemen tersebut dapat membagi habis bilangan ini. Misalnya : karena 1 x 6 = 6 dan 2 x 3 = 6 Maka 1, 2, 3 dan 6 merupakan faktor dari 6. b. Faktor persekutuan adalah irisan (interaksi) dari dua himpunan faktor atau lebih. Misalnya : Himpunan faktor 12 = (1, 2, 3, 4, 6, 12) Himpunan faktor 18 = (1, 2, 3, 6, 9, 12) Jadi, faktor persekutuan 12 dan 18 adalah 1, 2, 3 dan 6. c. Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) adalah irisan (interaksi) dari dua himpunan faktor atau lebih yang terbesar.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Contoh : Tentukan FPB dari 12 dan 18 Jawab : Faktor dari 12 12 = 1 x 12 12 = 3 x 4 12 = 2 x 6 Jadi, 1, 2, 3, 4, 6 dan 12 adalah faktor – faktor dari 12 Faktor dari 15 15 = 1 x 15 15 = 3 x 5 Jadi, 1, 3, 5 dan 15 adalah faktor – faktor dari 15 Faktor persekutuan dari 12 dan 15 adalah 1, 3 Jadi, FPB dari 12 dan 15 adalah 3 2. Kelipatan Persekutuan Terbesar (KPK) dari dua bilangan Menurut Kamus Mafikih (1995:16) pengertian kelipatan persekutuan terkecil adalah : a. Kelipatan adalah suatu bilangan cacah x yang disebut kelipatan dari suatu bilangan cacah y, jika x diperoleh dengan mengalikan y dengan bilangan cacah lain. Misalnya : 2 x 4 = 8, maka 8 kelipatan dari 2 atau kelipatan 4 b. Kelipatan Persekutuan adalah himpunan yang anggotanya hasil irisan dari dua himpunan kelipatan atau lebih. Misalnya : kelipatan 2 = 2, 4, 8, 10, 12 ....... Kelipatan 4 = 4, 8, 12, 16 ........ Jadi, himpunan kelipatan persekutuan dari 2 dan 4 adalah 4, 8, 12 ... c. Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) adalah himpunan yang anggotanya merupakan keliatan persekutuan yang paling kecil dari dua bilangan. Misalnya : kelipatan 3 = 3, 6, 9, 12, 15

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 Kelipatan 5 = 5, 10, 15, 20, 25 Contoh : Tentukan KPK 8 dan 12 Jawab : Kelipatan dari 8 adalah 8.16,24,32,40,48,56,64,72 ..... Kelipatan dari 12 adalah 12,24,36,48,60,72 ............ Kelipatan persekutuan dari 8 dan 12 adalah 24, 48, 72 Jadi, KPK dari 8 dan 12 adalah 24. B. Penelitian yang Relevan Dalam penelitian ini adapun penelitian yang relevan yaitu : 1. Penelitian yan dilakukan Pathuddin dari Universitas Tadulako yang berjudul “ Peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SD Karunadipa Palu pada konsep kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB) melalui pendekatan kontekstual ”. Telah membuktikan bahwa dengan pendekatan yang telah diberikan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam penggunaan KPK dan FPB. Hasil yang dicapai dalam siklus I kemampuan siswa meningkat mencapai 69,50% dan pada siklus II semakin meningkat menjadi 83%. 2. Penelitian yang dilakukan Yusuf Nurynto dari Universitas Negeri Malang yang berjudul “ Peningkatan hasil belajar matematika melalui model Contextual Teaching & Learning (CTL) pada siswa kelas IV SDN ingi 02 Kabupaten Blitar”. Telah membuktikan dengan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini dapat meningkatkan prestasi siswa. Dengan adanya penelitian ini peningkatan prestasi belajar meningkat dari siklus I mencapai presentase 57% dan siklus II presentasi meningkat menjadi 100%. Dalam penelitian ini relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Pathuddin dari Universitas Tadulako dan Yusuf Nuryanto dari Universitas Negeri Malang yaitu dengan menggunakan pendekatan CTL dalam konsep KPK dan FPB. Dengan pendekatan CTL dapat meningkatkan prestasi siswa

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 konsep KPK dan FPB terbukti hasil penelitian yang dilakukan penelitian dari kondisi awal persentase sebesar 40% meningkat menjadi 82,60%. C. Kerangka Berfikir Pada awal bab ini sudah dibahas tentang masalah yang dihadapi siswa kelas IV SD N Somongari mengenaai prestasi dan motivasi belajar pada mata pelajaran matematika. Dalam hal ini siswa belum memahami konsep yang telah diajarkan terutama pada konsep memahami dan menggunakan faktor dan kelipatan dalam memecahkan masalah. Dengan adanya permasalahan tersebut peneliti ingin memperbaiki prestasi dan motivasi belajar siswa kelas IV SD N Somongari dengan menggunakan pendekatan CTL. Melalui Pendekatan CTL siswa diberikan masalah kontek yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari siswa. Sehingga siswa mudah untuk memecahkannya permasalahan dalam matematika yang siswa hadapi. Dalam suatu pembelajaran diperlukan motivasi kepada siswa agar pembelajaran berjalan dengan aktif. Perlunya motivasi ditanamkan kepada siswa adalah untuk siswa tersebut merasa senang dengan mata pelajaran tersebut sehingga hasil belajar siswa akan menjadi baik. Dengan demikian peneliti mengambil judul “ Peningkatan prestasi belajar dan Motivasi belajar siswa kelas IV SDN Somongari konsep KPK dan FPB dalam memecahkan masalah dengan Pendekatan Contextual Teaching & Learning”. Pendekatan CTL diharapkan dapat memperbaiki prestasi dan motivasi belajar siswa kelas IV SDN Somongari dalam konsep KPK dan FPB. D. Hipotesis Tindakan Pendekatan CTL dapat meningkatkan prestasi dan motivasi belajar siswa pada konsep KPK dan FPB dalam menyelesaikan masalah siswa kelas IV di SDN Somongari

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini akan menggunakan model Suharsimi Arikunto (2006 : 74) dengan keempat kegiatan utama pada setiap siklus, yaitu : (a) perencanaan, (b) tindakan, (c) pengamatan,dan (d) refleksi yang dapat digambarkan sebagai berikut : Permasalahan Siklus I Permasalaha baru hasil refleksi Siklus II Apabila permasalahan belum terselesaikan Perencanaan tindakan I Pelaksanaan tindakan I Refleksi I Pengamatan / pengumpulan data I Perencanaan tindakan II Pelaksanaan tindakan II Refleksi II Pengamatan / pengumpulan data II Dilanjutkan ke siklus berikutnya Gambar 1. Tindakan Setiap Siklus (Suharsimi, 2006 : 74) 27

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Pelaksanaa penelitian ini melalui empat kegiatan di setiap siklusnya. Dalam siklus pertama di mulai dari perencanaan siklus I, pelaksanaan tindakan siklus I, pengamatan siklus I, dan reflesi bersama siklus I. Apabila dalam kegiatan siklus I sudah di ketahui letak keberhasilan dan hambatan yang masih di alami dari tindakan yang di laksanakan oleh peneliti. Dengan demikian peneliti akan menyusun rancangan siklus kedua. Dalam kegitan siklus kedua ini kegiatan yang dilakukan masih sama dengan kegiatan dalam siklus pertama. Akan tetapi pada siklus kedua sudah ada tambahan dan perbaikan yang di lakukan dari kegiatan siklus pertama untuk memperbaiki hambatan atau kesulitan yang di temukan pada siklus pertama. Apabila dalam siklus kedua peneliti belum mendapatkan hasil yang di harapkan maka peneliti dapat melanjutkan ke siklus ketiga. Hal ini tergantung dari kepuasan keberhasilan peneliti. B. Setting Penelitian 1. Tempat penelitian Penelitian akan dilakukan di SD Negeri Somongari, kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. 2. Subyek penelitian Siswa kelas IV SD Negeri Somongari yang berjumlah 23 orang dengan siswa perempuan sebanyak 12 orang dan siswa laki-laki sebanyak 11 orang. 3. Obyek penelitian Obyek penelitian ini adalah proses pembelajaran matematika di kelas IV SDN Somongari untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa dan motivasi belajar siswa. 4. Waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Juli 2012 sampai Desember 2012.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 C. Rencana Tindakan 1. Persiapan a. Permintaan izin di SD Negeri Somongari. Dengan meminta izin kepada kepala sekolah untuk melakukan penelitian di sekolah dasar tersebut. b. Observasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Hal ini perlu dilakukan untuk memberikan gambaran awal bagi peneliti. c. Identifikasi aspek-aspek yang mungkin muncul. d. Menemukan alat dan metode penelitian yang akan digunakan. Untuk memperbaiki identinfikasi masalah ya. e. Mengkaji kompetensi dasar dan materi pokok 2. Rencana Tindakan Tiap Siklus Siklus I Pertemuan I (2 X 35’) 1. Rencana tindakan a. Membuat silabus SK : 2. Memahami, menggunakan faktor dan kelipatan dalam pemcahan masalah. KD : 2.3 Menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) 2.4 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK a. Penyusunan RPP berdasarkan silabus yang dibuat. b. Membuat LKS dan soal evaluasi berdasarkan silabus dan RPP. 2. Pelaksanaan Tindakan Pada awal pelajaran di kelas guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Setelah itu guru melakukan aperseepsi dengan melakukan tanya jawab kepada siswa tentang operasi perkalian dan pembagian. Beberapa siswa menjawab

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 pertanyaan guru. Kemudian siswa mendengarkan penjelasan dari guru mengenai kelipatan dan faktor bilangan. Setelah mendengarkan penjelasan guru, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang. Dalam kelompok siswa dibagikan soal LKS mengenai kelipatan dan faktor bilangan yang dikerjakan secara bersama-sama. Setelah selesai mengerjakan soal LKS, setiap kelompok maju mempersentasikan hasilnya. Kemudian siswa dan guru membahas soal tersebut secara bersama-sama. Guru mengoreksi hasil belajar siswa dan membuat kesimpulan. 3. Observasi Peneliti mengamati kegiatan siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran dan mencatat hal-hal penting yang terjadi, melakukan hasil penilaian hasil belajar siswa, mengumpulkan data dan prosentasi hasil belajar siswa. 4. Refleksi Melakukan evaluasi terhadap hasil temuan-temuan, kesulitan-kesulitan atau kendala-kendala yang dihadapi selama proses pelaksanaan tindakan. Pertemuan II (2 X 35’) 1. Rencana Tindakan a. Membuat silabus. SK : 2. Memahami, menggunakan faktor dan kelipatan dalam pemcahan masalah. KD : 2.3 Menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) 2.4 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK b. Penyusunan RPP berdasarkan silabus yang dibuat. c. Membuat LKS dan soal evaluasi berdasarkan silabus dan RPP.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 2. Pelaksanaan tindakan Pada tahap awal guru melakukan apersepasi tanya jawab dengan siswa mengenai materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Setelah siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru, guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Guru menanyakan hal yang masih belum dipahami siswa mengenai konsep kelipatan dan faktor bilangan. Pada akhir pembelajaran siswa mengerjakan soal evaluasi yang diberikan oleh guru. Setelah siswa selesai mengerjakan soal evaluasi, guru dengan bimbingan guru mengkoreksi hasil belajar siswa dan membuat kesimpulan mengenai pembelajaran yang telah dipelajari. 3. Observasi Peneliti mengamati kegiatan siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran dan mencatat hal-hal penting yang terjadi, melakukan hasil penilaian hasil belajar siswa, kemudian mengumpulkan data dan presentasi hasil belajar siswa. 4. Refleksi a. Melakukan evaluasi terhadap hasil temuan-temuan, kesulitankesulitan atau kendala-kendala yang dihadapi selama proses pelaksanaan tindakan. b. Melaksanaan pertemuan untuk diskusi dengan teman sejawat tentang hasil temuan, kesulitan-kesulitan atau kendala-kendala yang dihadapi selama proses pelaksanaan tindakan. c. Melihat kriteria keberhasilan siswa dalam mengerjakan soal, jika belum mencapai kriteria maka dilakukan di siklus berikutnya. Siklus II Pertemuan I (2 x 35’) 1. Rencana tindakan

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 a. Membuat silabus SK : 2. Memahami, menggunakan faktor dan kelipatan dalam pemcahan masalah. KD : 2.3 Menentukan faktor persekutuan terbesar (FPB) 2.4 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan FPB b. Penyusunan RPP berdasarkan silabus yang dibuat. c. Membuat LKS dan soal evaluasi berdasarkan silabus dan RPP. d. Pelaksanaan tindakan Pada awal pembelajaran guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Setelah itu guru menjelaskan materi operasi hitung campuran menggunakan pendekatan Kontekstual. Kemudian siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Dalam kelompok siswa diberi soal LKS kelipatan dan faktor bilangan sesuai dengan masalah kontek yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Setelah selesai mengerjakan siswa disuruh mengerjakan soal di depan kelas dan dicocokkan bersama-sama. e. Observasi Peneliti mengamati kegiatan siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran dan mencatat hal-hal penting yang terjadi,melakukan hasil penilaian hasil belajar siswa, mengumpulkan data dan presentasi hasil belajar siswa. f. Refleksi Melakukan evaluasi terhadap hasil temuan-temuan, kesulitan-kesulitan atau kendala-kendala yang dihadapi selama proses pelaksanaan tindakan. Pertemuan II (2 X 35’) 1. Rencana tindakan a. Membuat silabus

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 b. Membuat RPP c. Membuat LKS dan soal evaluasi. 2. Pelaksanaan tindakan Pada awal pembelajaran guru melakukan apersepasi dengan mengadakan tanya jawab dengan siswa mengenai materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Setelah itu guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Kemudian guru menanyakan kepada siswa hal yang masih belum dipahami siswa mengenai materi operasi hitung campuran. Apabila masih ada siswa yang masih kurang paham terhadap materi yang dipelajari, guru menjelaskan materi yang belum dipahami siswa. Setelah itu guru memberikan soal evaluasi untuk dikerjakan secara mandiri oleh siswa. 3. Observasi Peneliti mengamati kegiatan siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran dan mencatat hal - hal penting yang terjadi, melakukan hasil penilaian hasil belajar siswa, mengumpulkan data dan presentasi hasil belajar siswa. 4. Refleksi a. Melakukan evaluasi terhadap hasil temuan-temuan, kesulitankesulitan atau kendala-kendala yang dihadapi selama proses pelaksanaan tindakan. b. Melihat kriteria keberhasilan siswa dalam mengerjakan evaluasi, jika hasil sudah tercapai maka siklus akan dihentikan. D. Pengumpulan Data dan Instrument a. Teknik pengumpulan data 1. Peubah Ubahan dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa. Oleh karena itu jenis data yang diperlukan yaitu (1) perlengkapan yang dibutuhkan dalam pembelajaran, (2) angket motivasi setiap siklus. ulangan setiap siklus, (3)

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 2. Jenis data Jenis data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah kualitatif yaitu menghitung persentase keberhasilan siswa dan persamaannya. 3. Pengumpulan Data Dalam pengumpulan data ini peneliti melakukan ulangan pada akhir siklus dan angket motivasi yang diberikan pada akhir pembelajaran. b. Instrument pengumpulan data Instrument yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu : 1. Observasi Digunakan untuk mengetahui sejauh mana prestasi dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran matematika. 2. Soal ulangan Digunakan untuk menguji kemampuan siswa dalam pembelajaran matematika. 3. Angket motivasi Digunakan untuk mengetahui motivasi siswa dalam pembelajaran matematika. Instrumen dalam penelitian ini telah di validasi oleh para ahli dalam bidang ini. Instrumen yang divalidasi meliputi : Silabus, RPP, LKS, Soal evaluasi dan angket motivasi. Dan dinyatakan baik dan dapat digunakan dalam penelitian, meskipun ada yang harus direvisi oleh peneliti. Dalam penelitian yang telah dilakukan oleh validator yang merupakan ahli matematika silabus siklus I mendapat 4,2 dan dinyatakan baik. RPP mendapat nilai 3,7 dinyatakan baik dan dapat digunakan dengan sedikit revisi. LKS mendapat nilai 3,7 dinyatakan baik dan dapat dgunakan dengan sedikit revisi. Untuk tes hasil belajarnya dari no 1-3 cukup valid dan no 4-5 sudah valid. Dalam kebahasaan sudah dapat dipahami, dalam arti tes prestasi

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 belajar sudah dapat digunakan dalam penelitian. Dalan siklus II RPP mendapat nilai 3,6 dan dinyatakan baik dan dapat digunakan dengan banyak revisi. Untuk LKS, tes prestasi belajar nilainya sama dengan siklus I. Penilaian yang dilakukan oleh validator seorang guru SD siklus I silabus mendapat 4,2 dinyatakan baik. RPP mendapat nilai 3,2 dinyatakan cukup dan dapat digunakan dengan sedikit revisi. LKS mendapat nilai 3,3 cukup baik dan dapat digunakan dengan sedikit revisi. Tes prestasi belajarnya sudah cukup valid, sudah dapat dipahami dan dapat digunakan. Dalam siklus II RPP mendapat nilai 4,2 dinyatakan baik dan dapat digunakan dengan sedikit revisi. LKS mendapat nilai 4,3 dinyatakan baik dan dapat digunakan dengan sedikit revisi. Tes prestasi belajar nilainya no 13 cukup valid dan no 4-5 valid, bahasa yang digunakan sudah dapat dipahami. Angket motivasi telah divalidasi oleh seorang ahli psikologi yang menyatakan angket yang digunakan valid, meskipun masih ada yang masih cukup valid. Bahasa yang telah digunakan sudah dapat dipahami dan dapat digunakan, meskipun masih ada beberapa yang masih sedikit revisi. E. Analisis Data Data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu melalui observasi langsung yang dilakukan oleh peneliti. Observasi dilakukan pada kondisi awal pembelajaran dan pada saat tindakan pembelajaran berlangsung dengan pendekatan CTL. Observasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana siswa prestasi dan motivasi siswa dalam pelajaran matematika. Analisis penelitian tindakan kelas dilakukan untuk mengetahui adanya perbaikan dan peningkatan prestasi dan motivasi siswa dengan pendekatan CTL. Analisis data penelitian tindakan kelas ini menggunakan teknik deskriktif kuantitatif.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Kisi-kisi Angket motivasi siswa No Aspek motivasi Favorabel Unfavorabel 1 Cognitive motives 1,10 11,15 2 Self-expression 2,8 3,12 3 Self-enhancement 4,7,9,14 5,6,13 Dalam angket motivasi terdapat pertanyaan – pertanyaan yang terbagi dua yaitu pertanyaan positif dan pertanyaan negatif. Setiap pertanyaan terdapat lima kemungkinan sikap, yaitu : SS : sangat setuju S : setuju KS : kurang setuju TS : tidak setuju STS : sangat tidak setuju Menurut Masidjo (1986:6) setiap pertanyaan positi dan pertanyaan negatif mempunyai skor tersendiri, yaitu : a. Skala skor untuk pertanyaan positif sebagai berikut : 5 untuk sikap sangat setuju 4 untuk sikap setuju 3 untuk sikap kurang setuju 2 untuk sikap tidak setuju 1 untuk sikap sangat tidak setuju b. Skala skor untuk pertanyaan negatif sebagai berikut : 1 untuk sikap sangat setuju 2 untuk sikap setuju 3 untuk sikap kurang setuju 4 untuk sikap tidak setuju

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 5 untuk sikap sangat tidak setuju Maka skor maksimal yang diperoleh adalah 5 x 15 = 75. F. Indikator keberhasilan Indikator keberhasilan dalam penelitian tindakan kelas ini dapat diukur dengan hasil nilai dari tes evaluasi yang telah dilakukan oleh siswa. Indikator keberhasilan ditentukan dengan melihat kondisi awal persentase nilai siswa yang melakukan tes evaluasi sebelumnya. Kondisi awal prestasi belajar siswa dan akhir kondisi yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel. 1 Indikator Keberhasilan Indikator Kondisi keberhasilan Awal KKM 60 65 Presentase siswa 45% siswa 70% yang mencapai yang nilai KKM ulangan di No Peubah 1 Prestasi belajar Kondisi pada akhir siklus siswa 2 atas rata-rata. 3 Motivasi siswa Persentase siswa 40% siswa yang termotivasi yang dalam termotivasi pembelajaran pembelajaran matematika matematika konsep KPK dan konsep KPK FPB. dan FPB. 75%

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Dalam penelitian ini terdiri dari dua siklus. Setiap siklus masingmasing terdiri dari empat tahap, yaitu rencana kegiatan, pelaksanaan tindakan , pengamatan dan refleksi. 1. Siklus I a. Rencana kegiatan Rencana kegiatan dalam siklus I terdiri dari penyusunan Silabus, RPP, LKS dan soal evaluasi. Dalam siklus I materi yang disampaikan yaitu mengenai Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK). b. Pelaksanaan kegiatan Siklus I dilaksanakan pada tanggal 21 November 2012. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SD N Somongari yang berjumlah 23 siswa. Dari 23 siswa perempuan : 12 siswa dan laki-laki : 11 siswa. Siswa dibagi menjadi lima kelompok yang masing-masing kelompok berjumlah 4-5 siswa. Setiap kelompok mendapatkan soal yang dituangkan dalam LKS, kemudian siswa mengerjakan soal tersebut secara bersama-sama. Setelah siswa selesai mengerjakan LKS, setiap perwakilan kelompok maju untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok. Kelompok yang lain menanggapi hasil kerja kelompok yang presentasi. Pada akhir siklus I yang dilaksanakan pada tanggal 23 November 2012 siswa mengerjakan soal evaluasi yang dikerjakan secara individu. Kegiatan evaluasi ini untuk mengetahui kemampuan siswa memahami materi yang telah disampaikan. Setelah selesai mengerjakan soal evaluasi siswa dibimbing guru membuat kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari. 38

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 c. pengamatan Siklus I siswa mendiskusikan LKS di dalam kelompoknya. Pada saat kerja kelompok ada beberapa siswa yang cenderung kurang aktif. Siswa hanya diam dan kurang terlibat dalam kegiatan diskusi sehingga kerjasama kurang terlihat dalam kegiatan berlangsung. Setelah selesai mengerjakan LKS siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Dalam kegiatan presentasi, beberapa siswa yang malu ketika ditunjuk maju untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Sedangkan siswa atau kelompok yang lain terlihat antusias. d. Hasil penelitian siklus I Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh guru melalui lembar pengamatan prestasi belajar. Pada siklus I diperoleh hasil belajar siswa mengalami peningkatan prestasi belajar dibandingkan pada saat kondisi awal. Dari kondisi awal presentasi pencapaian KKM 45%, setelah diadakan penelitian siklus I presentase 65,21%. Nilai hasil evaluasi siklus I No . Nama Hasil evaluasi Keterangan Tuntas Tidak Tuntas 1. Siswa A 60 √ 2. Siswa B 55 √ 3. Siswa C 60 √ 4. Siswa D 65 √ 5. Siswa E 60 √ 6. Siswa F 55 √ 7. Siswa G 55 √ 8. Siswa H 60 √

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9. Siswa I 70 √ 10. Siswa J 80 √ 11. Siswa K 85 √ 12. Siswa L 70 √ 13. Siswa M 70 √ 14. Siswa N 75 √ 15 Siswa O 65 √ 16 Siswa P 55 17 Siswa Q 75 √ 18 Siswa R 65 √ 19 Siswa S 70 √ 20 Siswa T 85 √ 21 Siswa U 70 √ 22 Siswa V 65 √ 23 Siswa W 60 Rata-rata kelas ∑ siswa tuntas / tidak 40 √ √ 66,08 - - - 15 8 Berdasarkan angket motivasi yang telah siswa anket motivasi yang telah diisi oleh siswa pada siklus I. Motivasi siswa dalam pembelajaran matematika ini persentasenya mencapai 60,86%. Dalam penelitian ini ditunjukkan oleh data bahwa siswa telah termotivasi dalam pembelajaran dengan konsep KPK dan FPB.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 c. Refleksi Berdasarkan hasil pengamatan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung, berikut hasil refleksi yang diperoleh : 1) Berdasarkan lembar pengamatan motivasi siswa rata-rata siswa sudah memiliki tingkat motivasi yang baik. Motivasi yang diamati meliputi kemampuan bertanya, menjawab, berdiskusi, kerjasama dan menanggapi persentasi dari kelompok lain. 2) Dari hasil evaluasi yang dikerjakan oleh siswa, nampak masih ada kesulitan yang dialami oleh siswa. Kesulitan yang dialami oleh siswa yaitu bagaimana menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK). Siswa masih binggung menentukan KPK dari dua bilangan. Setelah memfaktorkan bilangan tersebut siswa bertanya kepada guru faktor mana yang diambil. 3) Pada siklus I prestasi belajar siswa meningkat, hal ini dibuktikan dari hasil evaluasi siswa siklus I dibandingkan dengan nilai siswa pada kelas sebelumnya dengan kompetensi dasar yang sama. Persentase jumlah nilai siswa yang mencapai KKM mengalami peningkatan. Persentase jumlah nilai siswa yang mencapai KKM sebelum dilakukan tindakan pada kelas sebelumnya adalah 45%. Setelah dilakukan tindakan persentase pencapaian KKM dalam siklus I adalah 65,21%. Pada siklus I ini hasil yang dicapai belum mencapai target yang telah ditentukan oleh peneliti. Target yang ditentukan oleh peneliti adalah 70%, pada siklus I hasil yang dicapai belum dicapai maka siklus dilanjutkan ke siklus II. 2. Siklus 2 a. Rencana Kegiatan Rencana kegiatan pada siklus II yaitu menyusun RPP, LKS dan soal evaluasi. Materi yang disampaikan pada siklus II ini adalah Faktor Persekutuan Terbesar (FPB).

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 b. Pelaksanaan Tindakan Siklus II dilaksanakan pada tanggal 26 November 2012. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SD N Somongari yang berjumlah 23 siswa. Dari 23 siswa terdapat 12 siswa perempuan dan 11 siswa laki-laki. Siklus II ini siswa dibagi menjadi 5 kelompok. Setiap kelompok beranggotakan 4-5 siswa. Masing-masing siswa mendapat LKS yang dikerjakan secara bersama-sama dalam kelompok. Setelah semua siswa selesai mengerjakan LKS, salah satu siswa mempresentasikan hasil diskusi yang telah dilakukan secara bergantian, anggota kelompok lain diberi kesempatan untuk menanggapi presentasi. Guru bersama dengan siswa mengoreksi jawaban yang kurang benar. Setelah itu siswa bersama dengan guru menyimpulkan hasil pembelajaran. Pada tanggal 28 November 2012 siswa mengerjakan evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui materi yang telah diajarkan. Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu. Setelah itu siswa dengan bimbingan guru membuat kesimpulan materi yang telah dipelajari. c. Pengamatan Pada Siklus II diskusi siswa berjalan lancar dan setiap siswa dapat bekerjasama dengan baik. Siswa dapat mengerjakan LKS sesuai dengan waktu yang telah disepakati. Presentasi siklus II berjalan dengan baik. Siswa mampu mempresentasikan hasil diskusi dihadapan siswa yang lain dengan lebih percaya diri. Siswa yang lain mampu menanggapi presentasi di depan kelas dengan baik. d. Hasil Penelitian Siklus II Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh guru melalui lembar pengamatan prestasi belajar siswa pada siklus II diperoleh hasil persentase jumlah siswa yang mendapat nilai mencapai KKM

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 adalah 82,60%. Hasil ini lebih meningkat dibandingkan pada kondisi awal. Selisih peningkatan siswa yang telah mencapai KKM dari kondisi awal ke akhir siklus II adalah 37,60%. Nilai hasil evaluasi siklus II No . Nama Hasil evaluasi Keterangan Tuntas Tidak Tuntas 1. Siswa A 70 √ 2. Siswa B 60 3. Siswa C 70 √ 4. Siswa D 70 √ 5. Siswa E 65 √ 6. Siswa F 60 √ 7. Siswa G 60 √ 8. Siswa H 65 √ 9. Siswa I 85 √ 10. Siswa J 75 √ 11. Siswa K 90 √ 12. Siswa L 70 √ 13. Siswa M 75 √ 14. Siswa N 80 √ 15 Siswa O 75 √ 16 Siswa P 60 17 Siswa Q 85 √ 18 Siswa R 70 √ 19 Siswa S 75 √ √ √

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 Siswa T 85 √ 21 Siswa U 75 √ 22 Siswa V 70 √ 23 Siswa W 70 √ Rata-rata kelas 75 - - - 19 4 ∑ siswa tuntas / tidak 44 Berdasarkan angket motivasi pada siklus II persentasenya mencapai 86,95%. Dengan persentase yang dicapai siswa lebih termotivasi dalam pembelajaran matematika dibandingkan pada kondisi awal hanya 40%. Selisih motivasi belajar siswa dari kondisi awal ke akhir siklus II adalah 46,95%. e. Refleksi Berdasarkan hasil pengamatan pada saat pembelajaran berlangsung, berikut hasil refleksi yang diperoleh : 1) Motivasi siswa mengalami peningkatan dibandingkan pada kondisi awal . Hal ini dapat dilihat dari angket motivasi yang telah diisi siswa .Pada kondisi awal siswa yang termotivasi yaitu 40%. Pada siklus II siswa yang termotivasi yaitu 86,95%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan persentase siswa yang termotivasi dari kondisi awal ke akhir siklus II sebesar 46,95%. Dengan diskusi pada siklus II siswa lebih berkonsentrasi dan tertib. Siswa yang semula kurang aktif mencoba bertanya kepada siswa yang aktif mengenai materi yang belum dipahaminya, sehingga siswa tersebut dapat akif dalam diskusi kelompok. Sebagian besar siswa pada siklus II ini sudah berani bertanya apabila mengalami kesulitan, menjawab pertanyaan dan menanggapi presentasi.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 2) Berdasarkan hasil evaluasi yang dikerjakan oleh siswa pada siklus II ini rata-rata siswa cukup baik. Terbukti jumlah presentase siswa yang mencapai KKM yaitu 82,60%. Terlihat hanya beberapa siswa yang masih kesulitan. 3) Pemahaman siswa meningkat. Hal ini terbukti dari hasil evaluasi siklus II, siswa yang memenuhi KKM mencapai 82,60%. Target pencapaian KKM yang diharapkan dalam siklus II ini awalnya adalah 70%. Selisih persentase jumlah siswa yang mencapai KKM pada kondisi awal ke akhir siklus II adalah 37,60%. 4) Adanya peningkatan pemahaman siswa SD N Somongari mengenai konsep KPK dan FPB. Hal ini terlihat dengan adanya peningkatan persentase nilai siswa yang mencapai KKM pada kondisi awal persentasenya 45%. Sedangkan pada akhir siklus II persentasenya 82,60%. siswa rata-rata hasil evaluasi 66,08 dan presentasenya 65.20 %. B. Pembahasan Pada bagian ini penulis mencoba untuk mengkaji, mengkritisi apa yang telah dilakukan dan hasil yang telah dicapai. Hasil penelitian dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 2. Indikator Pencapaian Keberhasilan Target akhir Indikator siklus Kondisi Awal Siklus 1 Siklus 2 - - 45% 65,21% 82,60% 40% 60,56% 86,95% Rata-rata kelas Persentase jumlah siswa 70% yang mencapai KKM Persentase siswa yang mengisi angket \ 75%

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, pada akhir siklus I diadakan evaluasi, dan hasil evaluasi menunjukkan jumlah siswa yang mencapai KKM adalah 65,21 %. Presentase siswa yang termotivasi pada materi KPK dan FPB siklus I sebesar 60,86%. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, siswa aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang berlangsung seperti bertanya menjawab pertanyaan, dan menanggapi presentasi di depan kelas. Pada akhir siklus I ini indikator pencapaian keberhasilan belum tercapai, maka siklus ini akan dilanjutkan ke siklus II. Berdasarkan hasil evaluasi pada akhir siklus II, siswa yang memenuhi KKM sebesar 82,60%. Presentase siswa yang termotivasi dalam pembelajaran matematika dengan konsep KPK dan FPB pada siklus I ini sebesar 86,95%. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada siklus II ini siswa menjadi lebih tertib. Pada siklus II ini ada siswa yang nilainya masih belum mencapai nilai yang diharapkan. Hal ini karena siswa kurang teliti dalam mengerjakan soal yang diberikan. Beberapa siswa mengalami peningkatan nilai, hal ini dikarenakan pada siklus II siswa dituntut untuk lebih aktif dengan berdiskusi secara kelompok. Pada akhir siklus II penelitian sudah mencapai indikator keberhasilan, sehingga penelitian tidak dilanjutkan. Dari data diatas dapat dikatakan bahwa pada kondisi awal presentase jumlah siswa yang mencapai KKM sebesar 45%. Hasi persentase ini didapat dari nilai siswa kelas IV sebelumnya. Pada akhir siklus II presentase siswa yang mencapai KKM sebesar 82,60%. Selisih peningkatan prestasi siswa dari kondisi awal dan akhir siklus II mencapai 37,60%. Sedangkan persentase jumlah siswa yang termotivasi pada pembelajaran matematika dengan konsep KPK dan FPB pada kondisi awal 40% dah akhir siklus II sebesar 86,95%. Selisih dari kondisi awal dan akhir siklus II

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 sebesar 46,95%. Dengan demikian dapat dilihat bahwa penggunaan pendekatan CTL dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan konsep KPK dan FPB pada siswa kelas IV SD N Somongari. Nilai hasil evaluasi siklus I dan siklus II No Nama siswa Kondisi awal Siklus I Hasil evaluasi Tuntas Siklus II Tidak tuntas Hasil Tuntas evaluasi Tidak tuntas 1 Siswa A 60 √ 70 √ 2 Siswa B 55 √ 60 3 Siswa C 60 √ 70 √ 4 Siswa D 65 √ 70 √ 5 Siswa E 60 √ 65 √ 6 Siswa F 55 √ 60 √ 7 Siswa G 55 √ 60 √ 8 Siswa H 60 √ 65 √ 9 Siswa I 80 √ 85 √ 10 Siswa J 70 √ 75 √ 11 Siswa K 85 √ 90 √ 12 Siswa L 70 √ 70 √ √

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Siswa M 70 √ 75 √ 14 Siswa N 75 √ 80 √ 15 Siswa O 65 √ 70 √ 16 Siswa P 55 17 Siswa Q 75 √ 85 √ 18 Siswa R 65 √ 70 √ 19 Siswa S 70 √ 70 √ 20 Siswa T 85 √ 85 √ 21 Siswa U 70 √ 75 √ 22 Siswa V 65 √ 70 √ 23 Siswa W 60 70 √ Rata-rata ∑ siswa 55 √ √ 66,08 60 √ 75 15 8 19 4 48

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hasil motivasi siswa Siklus I dan II No Nama siswa Siklus I Siklus II 1 Siswa A 50 (BT) 62 (T) 2 Siswa B 45 (BT) 50 (BT) 3 Siswa C 59 (T) 63 (T) 4 Siswa D 60 (T) 65 (T) 5 Siswa E 58 (T) 60 (T) 6 Siswa F 40 (BT) 50 (BT) 7 Siswa G 45 (BT) 50 (BT) 8 Siswa H 60 (T) 65 (T) 9 Siswa I 65 (T) 70 (T) 10 Siswa J 70 (T) 75 (T) 11 Siswa K 75 (T) 78 (T) 12 Siswa L 55 (BT) 60 (T) 13 Siswa M 65 (T) 68 (T) 14 Siswa N 65 (T) 70 (T) 15 Siswa O 50 (BT) 60 (T) 16 Siswa P 50 (BT) 60 (T) 17 Siswa Q 65 (T) 70 (T) 49

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Siswa R 50 (BT) 60 (T) 19 Siswa S 60 (T) 65 (T) 20 Siswa T 75 (T) 79 (T) 21 Siswa U 60 (T) 65 (T) 22 Siswa V 60 (T) 65 (T) 23 Siswa W 50 (BT) 60 (T) TOTAL 14 20 50

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan pendekatan pembelajaran CTL dapat meningkatkan prestasi dan motivasi siswa dengan konsep KPK dan FPB kelas IV SDN Somongari. Hal ini ditunjukkan oleh prestasi belajar siswa dengan presentase jumlah siswa yang mencapai KKM pada kondidsi awal 45% dan pada akhir siklus II yaitu 82,60%, sehingga kenaikan presentase pencapaian KKM dari kondisi awal ke akhir siklus II adalah 37,60%. Motivasi belajar siswa kelas IV SDN Somongari juga mengalami peningkatan dalam pembelajaran matematika. Presenatse jumlah siswa yang termotivasi pada konsep KPK dan FPB kondisi awal sebesar 40% dan akhir siklus II yaitu 86,95%. Kenaikan jumlah presentase dari kondisi awal ke akhir siklus II sebesar 46,95%. Dengan demikian pendekatan CTL dapat meningkatkan prestasi dan motivasi belajar siswa kelas IV SDN Somongari dengan konsep KPK dan FPB. B. Saran Berikut beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan : 1. Bagi guru Guru hendaknya menerapkan pembelajaran dengan pendekatan CTL dalam kegiatan pembelajaran terutama pelajaran matematika. Dengan pendekatan CTL dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Hal ini terbukti bahwa pendekatan CTL dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas IV mengenai konsep KPK dan FPB di SD N Somongari. 51

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 2. Bagi siswa Siswa diharapkan untuk lebih aktif mengikuti proses pembelajaran. Dalam kegiatan diskusi masing - masing siswa harus aktif terlibat sehingga tidak bergantung pada siswa lain yang dianggap lebih pintar. Biasakan siswa dapat belajar dengan mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari. 3. Bagi sekolah Sekolah membiasakan menggunakan pendekatan inovatif dalam pembelajaran agar siswa lebih termotivasi. 4. Bagi peneliti selanjutnya Peneliti harus menggunakan metode yang tepat dalam penelitian yang akan dilakukan.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksara. Amam, Hairul. 1995. Kamus Mafikih. Surabaya : Bintang Terang 99. Hamalik, Oemar. 2010. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara. Hamalik, Oemar.2009. Psikologi Belajar & Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algesindo. Hawadi, Reni Akbar. 2004. Akselerasi A-Z informasi program percepatan belajar dan anak berbakat intelektual. Jakarta : PT. Grasindo Anggota IKAPI Heruman.2010. Model Pembelajaran Matematika. Bandung : Rosda Johnson, Elaine B. 2010. Contextual teaching and learning : menjadikan kegiatan belajar – mengajar mengasyikan dan bermakna. Bandung : Kaifa. Kesuma, Dharma. Contextual Teaching and Learning. Yogyakarta : Rahayasa Research and Training. Mudjiono, Dimyanti. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta :Rineka cipta Mustaqim, Burhan. 2008. Ayo Belajar Matematika. Jakarta : Pusar perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Riyanti, Yatim. 2009. Paradigma baru pembelajaran : sebagai referensi bagi pendidik dalam impementasi pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Jakarta : Kencana. Sardiman. 2007. Interaksi dan Motivasi Belajar – Mengajar. Jakart : PT. Raja Grafindo Persada. Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta ; Kencana. Syah, Muhibbin. 2006. Psikologi Belajar. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. Slamento. 2010. Belajar dan faktor – faktor yang mempengaruhinya. Bandung : Rieneka Cipta. 53

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 1 SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA UNTUK SD SOMONGARI KELAS IV 55

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 MATA PELAJARAN MATEMATIKA UNTUK SD KELAS IV Satuan Pendidikan Hari/Tanggal/Pertemuan Kelas/Semester Mata Pelajaran Unit/Tema Alokasi Waktu : : : : : : SD Negeri Somongari 21-28 November 2012 IV/I Matematika KPK dan FPB 6 jp 2. Memahami dan menggunakan faktor dan kelipatan dalam pemecahan masalah Kompetensi Dasar 2.3Menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB) Materi Pokok Pembelajaran Kelipatan dan Faktor Bilangan Kegiatan Pembelajaran Pertemuan pertama  Siswa dibagi dalam beberapa kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari 4 siswa.  Siswa melakukan kegiatan mencari KPK& FPB  dengan menggunakan alat peraga.  Siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok didepan kelas secara bergantian. Pertemuan Kedua  Siswa menyimak demonstrasi yang dilakukan oleh guru tentang KPK & FPB Indikator Penilaian Kognitif  Memiilih alat peraga Kinerja Terlampir yang tepat dalam mencari KPK & FPB  Mempraktekkan cara mencari KPK & FPB  dengan menggunakan dekakde ka k Afektif  Mengerjakan sendiri soal-soal KPK & FPB Psikomotorik  Menggambarkan pohon faktor cara mencari KPK & FPB Alokasi Waktu 6 jp Sumber Belajar/ Media A. Sumber belajar : Buku matematika Karangan erlangga B. Buku matematika kelas III, karangan Nur Akhsin dan Heni Kusumawati halaman 72-78 C. Media : dekakde ka k

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 2 RPP SIKLUS I 57

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Siklus I) Satuan pendidikan : SD Negeri Somongari Mata pelajaran : Matematika Kelas/Semester : IV / I Alokasi Waktu : 4 x 35 menit A. Standar Kompetensi 2. Memahami dan menggunakan kelipatan dan faktor dalam pemecahan masalah. B. Kompetensi Dasar 2.3 Menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) C. Indikator 1. Kognitif 1. Menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari dua bilangan. 2. Mengerjakan soal kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari dua bilangan. 3. Mengerjakan soal cerita tentang KPK dari dua bilangan. 2. Afektif a. Bekerjasama mengerjakan soal KPK dari dua bilangan dalam kelompok. b. Menghargai hasil pekerjaan teman dalam kelompok. 3. Psikomotor Mengerjakan soal tentang KPK dari dua bilangan. D. Tujuan Pembelajaran 1. Kognitif a. Setelah mendengarkan penjelasan dari guru, siswa dapat menentukan bilangan KPK dari bilangan. 58

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 b. Setelah mendengarkan penjelasan dari guru, siswa dapat mengerjakan soal KPK dari dua bilangan dengan benar. c. Setelah mendengarkan penjelasan dari guru, siswa dapat mengerjakan soal cerita KPK dari dua bilangan dengan benar. 2. Afektif a. Setelah melakukan kerja kelompok, siswa dapat mengerjakan soa KPK dari dua bilangan. b. Setelah melakukan kerja kelompok, siswa dapat menghargai hasil kerja teman. 3. Psikomotor Setelah melakukan kerja kelompok, siswa dapat mengerjakan KPK dari dua bilangan dengan cara yang tepat. E. Materi Pokok Pembelajaran Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK). F. Model dan Metode Pembelajaran Model : CTL Metode : ceramah, diskusi dan tanya jawab. Pendekatan :kontekstual. G. Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Awal (10 menit) a. Apersepsi Guru menanyakan kepada siswa mengenai KPK. b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran c. Guru menjelaskan kegiatan yang dilakukan oleh siswa. 2. Kegiatan Inti Eksplorasi a. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang KPK. b. Siswa memperhatikan alat peraga yang diperagakan guru. c. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang KPK. d. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4 siswa.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 e. secara berkelompok mengerjakan LKS tentang KPK. Elaborasi a. Siswa Setiap kelompok maju ke depan untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok. b. Siswa dengan bimbingan guru memberi tanggapan hasil kerja yang dipresentasikan. Konfirmasi a. Guru bertanya kepada siswa tentang materi yang siswa belum paham. b. Guru memberikan penekanan pada hal-hal yang belum dimengerti siswa. 3. Kegiatan Akhir (20 menit) a. Evaluasi hasil pencapaian pembelajara. b. Angket motivasi. H. Sumber dan Media Pembelajaran. a. Buku panduan Ayo Belajar Matematika, Mustaqim, Burhan, Departemen Pendidikan Nasional,2008. b. Alat peraga : pohon faktor. I. Penilaian 1. Penilaian kognitif Kisi-kisi penilaian kognitif No Indikator 1. Skor Bobot Tentukan kelipatan dari bilangan 10 dan 20 Kelipatan dari 10 adalah ............. Kelipatan dari 20 adalah ............. 1 1 1 5

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kelipatan persekutuan dari 1 10 dan 20 adalah .............. Jadi, KPK dari bilangan 10 dan 20 adalah .................. 2. Tentukan KPK dari 25 dan 30 Faktorisasi dari 25 adalah .......... 1 1 1 5 Faktorisasi dari 30 adalah ........... Jadi, KPK dari 25 dan 30 adalah .... 3. Tentuka KPK dari 34 dan 40 Faktorisasi dari 34 adalah .... Faktorisasi dari 40 adalah ......... Jadi, KPK dari 34 dan 40 adalah ...... 1 1 1 5 61

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Ibu Andi berbelanja setiap Jawaban benar 10 hari sekali, sedangkan dengan cara Ibu Susi berbelanja setiap penyelesaian tepat 12 hari sekali. Hari ini Ibu 1 Andi dan Ibu Susi bertemu Jawabab salah di pasar. Berapa hari lagi penyelesaian Ibu Andi dan Ibu Susi benar ¾ dapat bertemu di pasar? Jawaban benar 20 cara penyelesaian salah ½ Jawaban salah cara penyelesaian salah 1/4 5. Emi menabung di Bank Jawaban benar setiap 21 hari sekali, dengan cara sedangkan Lusi menabung penyelesaian tepat di Bank setiap 30 hari 1 sekali. Hari ini mereka Jawaban salah menabung bersamaan. penyelesaian Berapa hari lagi mereka benar ¾ menabung bersama-sama Jawaban benar lagi? cara penyelesaian salah ½ Jawaban salah cara penyelesaian salah 1/4 Jumlah bobot 100 Nilai = skor x bobot 20 62

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 2. Penilaian Afektif (a) Teknik penilaian : non tes (b) Rubik penilaian : No Aspek penilaian 1 Kerjasama Skor 2 jika dapat bekerjasama dengan teman satu kelompok 1 jika tidak dapat bekerjasama dengan teman satu kelompok 2 Menghargai 2 jika mampu menghargai pendapat orang pendapat la in 1 jika egois mempertahankan pendapatnya sendiri. 3. Penilaian Psikomotor (a) Teknik penilaian : non tes (pengamatan) (b) Rubik penilaian : No Aspek penilaian Skor 1 ketepatan Rentang skor 1 – 10, dengan skor nilai masing-masing benar bernilai 1. 2 kerapian Rentang nilai 1 - 4 4. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kriteria Ketuntasan Minimal sebesar 60. Purworejo, 21November 2012 Calon Pengajar ( .................................... )

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 3 RPP SIKLUS II 64

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( Siklus II ) Satuan Pendidikan : SD Negeri Somongari Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : IV / I Alokasi Waktu : 4 x 35 menit Standar Kompetensi A. Standar Kompetensi 2. Memahami dan menggunakan kelipatan dan faktor dalam pemecahan masalah. B. Kompetensi Dasar 2.4 Menentukan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) C. Indikator 4. Kognitif 4. Menentukan faktor persekutuan terbesar (FPB) dari dua bilangan. 5. Mengerjakan saol faktor persekutuan terbesar (FPB) dari dua bilangan. 6. Mengerjakan saol cerita tentang FPB dari dua bilangan. 5. Afektif c. Bekerjasama mengerjakan soal FPB dari dua bilangan dalam kelompok. d. Menghargai hasil pekerjaan teman dalam kelompok. 6. Psikomotor a. Mengerjakan soal tentang FPB dari dua bilangan. J. Tujuan Pembelajaran 4. Kognitif

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 d. Setelah mendengarkan penjelasan dari guru, siswa dapat menentukan bilangan FPB dari bilangan. e. Setelah mendengarkan penjelasan dari guru, siswa dapat mengerjakan soal FPB dari dua bilangan dengan benar. f. Setelah mendengarkan penjelasan dari guru, siswa dapat mengerjakan soal cerita FPB dari dua bilangan dengan benar. 5. Afektif c. Setelah melakukan kerja kelompok, siswa dapat mengerjakan soa FPB dari dua bilangan. d. Setelah melakukan kerja kelompok, siswa dapat menghargai hasil kerja teman. 6. Psikomotor Setelah melakukan kerja kelompok, siswa dapat mengerjakan FPB dari dua bilangan dengan cara yang tepat. K. Materi Pokok Pembelajaran Faktor Persekutuan Terbesar (FPB). L. Model dan Metode Pembelajaran Model : CTL Metode : ceramah, diskusi dan tanya jawab. Pendekatan : Kontekstual M. Kegiatan Pembelajaran 4. Kegiatan Awal (10 menit) d. Apersepsi Guru menanyakan kepada siswa mengenai FPB. e. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran f. Guru menjelaskan kegiatan yang dilakukan oleh siswa. 5. Kegiatan Inti Eksplorasi f. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang FPB. g. Siswa memperhatikan alat peraga yang diperagakan guru.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 h. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang FPB. i. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4 siswa. j. secara berkelompok mengerjakan LKS tentang FPB. Elaborasi c. Siswa Setiap kelompok maju ke depan untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok. Konfirmasi c. Guru bertanya kepada siswa tentang materi yang siswa belum paham. d. Guru memberikan penekanan pada hal-hal yang belum dimengerti siswa. 6. Kegiatan Akhir (20 menit) c. Evaluasi hasil pencapaian pembelajara. d. Angket motivasi. N. Sumber dan Media Pembelajaran. c. Buku panduan Ayo Belajar Matematika, Mustaqim, Burhan, Departemen Pendidikan Nasional,2008. d. Alat peraga : Dekak - dekak O. Penilaian 5. Penilaian kognitif Kisi-kisi penilaian kognitif No Indikator 1. Skor Tentukan FPB dari 10 dan 12 5 1 Faktor persekutuan dari 10 adalah ... Faktor persekutuan dari 12 adalah ... Bobot 1 1 1

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Faktor persekutuan dari 10 dan 12 adalah ..................... Jadi, FPB dari 10 dan 12 adalah ....... 2. Tentukan FPB dari 16 dan 20 5 Faktorisasi dari 16 adalah ...................... 1 Faktorisasi dari 20 adalah ...................... 1 1 Jadi, FPB dari 16 dan 20 adalah .......................... 3. Tentukan FPB dari 22 dan 26 5 Faktorisasi dari 22 adalah ...................... 1 Faktorisasi dari 26 adalah ...................... 1 1 Jadi, FPB dari 22 dan 26 adalah .......................... 4. Ibu Nani mempunyai 48 kilogram gula pasir dan 60 kilogram beras yang akan dibagikan kepada keluarga miskin. Setiap gula pasir dan beras dibagikan sama rata. a. Paling banyak, berapa keluarga mendapat bagian? Jawaban benar dengan cara penyelesaian tepat 1 Jawabab salah penyelesaian benar ¾ 20 68

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Setiap keluarga miskin mendapat berapa kilogram gula pasir dan berapa kilogram beras? 69 Jawaban benar cara penyelesaian salah ½ Jawaban salah cara penyelesaian salah 1/4 5. Pak Rudi membagi 56 buah apel dan 42 buah mangga kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik. Masing-masing jenis buah sama banyak pada setiap kantong. a. Berapa banyak diperlukan kantong plastik? b. Berapa buah apel dan buah mangga dalam satu kantong plastik? Jawab : Jawaban benar 20 dengan cara penyelesaian tepat 1 Jawabab salah penyelesaian benar ¾ Jawaban benar cara penyelesaian salah ½ Jawaban salah cara penyelesaian salah 1/4 Jumlah bobot Nilai = skor x bobot 6. Penilaian Afektif (c) Teknik penilaian : non tes (d) Rubik penilaian : 100

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Aspek penilaian 1 Kerjasama 70 Skor 2 jika dapat bekerjasama dengan teman satu kelompok 1 jika tidak dapat bekerjasama dengan teman satu kelompok 2 Menghargai 2 jika mampu menghargai pendapat orang pendapat la in 1 jika egois mempertahankan pendapatnya sendiri. 7. Penilaian Psikomotor (c) Teknik penilaian : non tes (pengamatan) (d) Rubik penilaian : No Aspek penilaian Skor 1 ketepatan Rentang skor 1 – 10, dengan skor nilai masing-masing benar bernilai 1. 2 kerapian Rentang nilai 1 - 4

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 8. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kriteria Ketuntasan Minimal sebesar 60. Purworejo, 26 November 2012 Calon Pengajar ( .................................... )

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 4 KISI-KISI SOAL SIKLUS I 72

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Kisi – kisi soal siklus I Indikator Jenis penelitian Bentuk soal obyektif Aspek dan nomor soal isian Mampu pengetahuan pemahaman penerapan √ 1 mengerjakan soal dengan tepat Mampu √ 2,3 mengkaitkan persoalan matematika dengan kehidupan nyata. Mampu menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari √ 4, 5

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 5 KISI-KISI SOAL SIKLUS II 74

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Kisi – kisi soal siklus II Indikator Jenis penelitian Bentuk soal obyektif Aspek dan nomor soal isian Mampu pengetahuan pemahaman penerapan √ 1 mengerjakan soal dengan tepat Mampu √ 2,3 mengkaitkan persoalan matematika dengan kehidupan nyata. Mampu menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari √ 4, 5

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 6 LKS SIKLUS I 76

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lembar Kerja Siswa I A. Indikator Pencapaian Hasil Belajar 1. Menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari dua bilangan 2. Mengerjakan soal kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari dua bilangan B. Petunjuk Kerjakan soal – soal berikut dengan tepat ! C. Kegiatan Belajar 1. Tentukan kipatan dari bilangan 6 dan 12 Kelipatan dari 6 adalah ............... Krlipatan dari 12 adalah .............. Kelipatan persekutuan dari 6 dan 12 adalah .............. Jadi, KPK dari bilangan 6 dan 12 adalah ................ 2. Tentukan kipatan dari bilangan 16 dan 24 Kelipatan dari 16 adalah ............... Krlipatan dari 24 adalah .............. Kelipatan persekutuan dari 16 dan 24 adalah .............. Jadi, KPK dari bilangan 16 dan 24 adalah ................ 3. Tentukan kipatan dari bilangan 20 dan 40 Kelipatan dari 20 adalah ............... Krlipatan dari 40 adalah .............. Kelipatan persekutuan dari 20 dan 40 adalah .............. Jadi, KPK dari bilangan 20 dan 40 adalah ................ 4. Tentukan kipatan dari bilangan 30 dan 60 Kelipatan dari 30 adalah ............... Krlipatan dari 60 adalah .............. Kelipatan persekutuan dari 30 dan 60 adalah .............. Jadi, KPK dari bilangan 30 dan 60 adalah ................ 5. Tentukan kipatan dari bilangan 18 dan 36 77

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kelipatan dari 18 adalah ............... Kelipatan dari 36 adalah .............. Kelipatan persekutuan dari 18 dan 36 adalah .............. Jadi, KPK dari bilangan 18 dan 36 adalah ................ 78

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 7 LKS SIKLUS II 79

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Lembar kerja siswa II A. Indikator Pencapaian Hasil Belajar 7. Menentukan Faktor persekutuan terbesar (FPB) dari dua bilangan. 8. Mengerjakan saol Faktor persekutuan terbesar (FPB) dari dua bilangan. B. Petunjuk 1. Kerjakanlah soal-soal dengan tepat! C. Kegiatan Belajar 1. Tentukan FPB dari bilangan 14 dan 18 Faktor persekutuan 14 adalah ............... Faktor persekutuan 18 adalah ................ Faktor persekutuan dari 14 dan 18 adalah ............. Jadi, FPB 14 dan 18 adalah .................. 2. Tentukan FPB dari bilangan 20 dan 24 Faktor persekutuan 20 adalah ................ Faktor persekutuan 24 adalah ............... Faktor persekutuan dari 20 dan 24 adalah .................... Jadi, FPB dari 20 dan 24 adalah ....................... 3. Tentukan FPB dari bilangan 26 dan 28 Faktorisasi dari 26 adalah ........................ Faktorisasi dari 28 adalah ....................... Jadi, FPB dari 26 dan 28 adalah .................... 4. Tentukan FPB dari bilangan 30 dan 36 Faktorisasi dari 30 adalah .................... Faktorisasi dari 36 adalah .................. Jadi, FPB dari 30 dan 36 adalah .................... 5. Tentukan FPB dari 38 dan 40 Faktorisasi dari 38 adalah ........................ Faktorisasi dari 40 adalah ........................

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Jadi, FPB dari 38 dan 40 adalah ....................... 81

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 8 EVALUASI SIKLUS I 82

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Evaluasi I Kerjakanlah soal – soal di bawah ini dengan tepat ! 1. Tentukan kelipatan persekutuan dari 10 dan 20 Kelipatan dari 10 adalah .......... Kelipatan dari 20 adalah ........... Kelipatan persekutuan dari 10 dan 20 adalah ........... Jadi, KPK dari 10 dan 20 adalah ........... 2. Tentukan kelipatan persekutuan dari 25 dan 30 Faktorisasi dari 25 adalah .......... Faktorisasi dari 30 adalah ........... Jadi, KPK dari 25 dan 30 adalah ........... 3. Tentukan kelipatan persekutuan dari 34 dan 40 Faktorisasi dari 10 adalah .......... Faktorisasi dari 20 adalah ........... Jadi, KPK dari 10 dan 20 adalah ........... 4. Ibu Andi berbelanja setiap 10 hari sekali, sedangkan Ibu Susi berbelanja setiap 12 hari sekali. Hari ini Ibu Andi dan Ibu Susi bertemu di pasar. Berapa hari lagi Ibu Andi dan Ibu Susi dapat bertemu bersama ? Jawab : 5. Emi menabung di Bank setiap 21 hari sekali, sedangkan Lusi menabung di Bank setiap 30 hari sekali. Hari ini mereka menabung bersamaan. Berapa hari lagi mereka menabung bersama – sama lagi ? Jawab :

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 9 EVALUASI SIKLUS II 84

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 EVALUASI II 1. Tentukan FPB dari 10 dan 12 Faktor persekutuan dari 10 adalah .................... Faktor persekutuan dari 12 adalah ................... Faktor persekutuan dari 10 dan 12 adalah ..................... Jadi, FPB dari 10 dan 12 adalah ......................... 2. Tentukan FPB dari 16 dan 20 Faktorisasi dari 16 adalah ...................... Faktorisasi dari 20 adalah ...................... Jadi, FPB dari 16 dan 20 adalah .......................... 3. Tentukan FPB dari 22 dan 26 Faktorisasi dari 22 adalah ...................... Faktorisasi dari 26 adalah ...................... Jadi, FPB dari 22 dan 26 adalah .......................... 4. Ibu Nani mempunyai 48 kilogram gula pasir dan 60 kilogram beras yang akan dibagikan kepada keluarga miskin. Setiap gula pasir dan beras dibagikan sama rata. c. Paling banyak, berapa keluarga mendapat bagian? d. Setiap keluarga miskin mendapat berapa kilogram gula pasir dan berapa kilogram beras? Jawab : 5. Pak Rudi membagi 56 buah apel dan 42 buah mangga kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik. Masing-masing jenis buah sama banyak pada setiap kantong. c. Berapa banyak diperlukan kantong plastik? d. Berapa buah apel dan buah mangga dalam satu kantong plastik? Jawab :

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 10 KUNCI JAWABAN SIKLUS I 86

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kunci jawaban Siklus I 1. LKS 2. Tentukan kipatan dari bilangan 6 dan 12 Kelipatan dari 6 adalah 6, 12, 18, 24 Krlipatan dari 12 adalah 12, 24, 36, 48 Kelipatan persekutuan dari 6 dan 12 adalah 12, 24 Jadi, KPK dari bilangan 6 dan 12 adalah 12 3. Tentukan kipatan dari bilangan 16 dan 24 Kelipatan dari 16 adalah 16, 32, 48, 64 Krlipatan dari 24 adalah 24, 48, 72, 144 Kelipatan persekutuan dari 16 dan 24 adalah 48 Jadi, KPK dari bilangan 16 dan 24 adalah 48 4. Tentukan kipatan dari bilangan 20 dan 40 Kelipatan dari 20 adalah 20, 40, 60, 80 Krlipatan dari 40 adalah 40, 80, 120, 160 Kelipatan persekutuan dari 20 dan 40 adalah 40, 80 Jadi, KPK dari bilangan 20 dan 40 adalah 40 5. Tentukan kipatan dari bilangan 18 dan 36 Kelipatan dari 18 adalah 18. 36, 54, 72 Kelipatan dari 36 adalah 36, 72, 108, 144 Kelipatan persekutuan dari 18 dan 36 adalah 36, 72 Jadi, KPK dari bilangan 18 dan 36 adalah 36 2. Evaluasi 1. Tentukan kelipatan persekutuan dari 10 dan 20 Kelipatan dari 10 adalah 10, 20, 30, 40 Kelipatan dari 20 adalah 20, 40. 60, 80 Kelipatan persekutuan dari 10 dan 20 adalah 30, 40 Jadi, KPK dari 10 dan 20 adalah 20 2. Tentukan kelipatan persekutuan dari 25 dan 30 Faktorisasi dari 25 adalah 5 x 5 87

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Faktorisasi dari 30 adalah 2 x 3 x 5 Jadi, KPK dari 25 dan 30 adalah 2 x 3 x 5 x 5 = 150 3. Tentukan kelipatan persekutuan dari 34 dan 40 Faktorisasi dari 34 adalah 2 x 17 Faktorisasi dari 40 adalah 2 x 2 x 2 x 5 Jadi, KPK dari 34 dan 40 adalah 2 x 2 x 2 x 5 x 17 = 680 4. Ibu Andi berbelanja setiap 10 hari sekali, sedangkan Ibu Susi berbelanja setiap 12 hari sekali. Hari ini Ibu Andi dan Ibu Susi bertemu di pasar. Berapa hari lagi Ibu Andi dan Ibu Susi dapat bertemu bersama ? Jawab : Faktorisasi dari 10 adalah 2 x 5 Faktorisasi dari 12 adalah 2 x 2 x 3 KPK dari 10 dan 12 adalah 2 x 2 x 3 x 5 = 60 Jadi, Ibi Ani dan Ibu Susi bertemu di pasar 60 hari lagi. 5. Emi menabung di Bank setiap 21 hari sekali, sedangkan Lusi menabung di Bank setiap 30 hari sekali. Hari ini mereka menabung bersamaan. Berapa hari lagi mereka menabung bersama – sama lagi ? Jawab : Faktorisasi dari 21 adalah 3 x 7 Faktorisasi dari 30 adalah 2 x 3 x 5 KPK dari 21 dan 30 adalah 2 x 3 x 5 x 7 = 140 Jadi, mereka menabung bersama – sama 140 hari lagi.

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 11 KUNCI JAWABAN SIKLUS II 89

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KUNCI JAWABAN Siklus II 1. LKS 1. Tentukan FPB dari bilangan 14 dan 18 Faktor persekutuan 14 adalah 1, 2, 7 Faktor persekutuan 18 adalah 1, 2, 3 Faktor persekutuan dari 14 dan 18 adalah 1, 2 Jadi, FPB 14 dan 18 adalah 2 2. Tentukan FPB dari bilangan 20 dan 24 Faktor persekutuan 20 adalah 1, 2, 4, 5, 10 Faktor persekutuan 24 adalah 1, 2, 3, 4, 6 Faktor persekutuan dari 20 dan 24 adalah 1, 2, 4 Jadi, FPB dari 20 dan 24 adalah 4 3. Tentukan FPB dari bilangan 26 dan 28 Faktorisasi dari 26 adalah 2 x 13 Faktorisasi dari 28 adalah 2 x 2 x 7 Jadi, FPB dari 26 dan 28 adalah 2 4. Tentukan FPB dari bilangan 30 dan 36 Faktorisasi dari 30 adalah 2 x 3 x 5 Faktorisasi dari 36 adalah 2 x 2 x 3 x 3 Jadi, FPB dari 30 dan 36 adalah 2 x 3 = 6 5. Tentukan FPB dari 38 dan 40 Faktorisasi dari 38 adalah 2 x 19 Faktorisasi dari 40 adalah 2 x 2 x 2 x 5 Jadi, FPB dari 38 dan 40 adalah 2 2. Evaluasi 1. Tentukan FPB dari 10 dan 12 Faktor persekutuan dari 10 adalah 1, 2, 5, 10 Faktor persekutuan dari 12 adalah 1, 2, 3, 4 Faktor persekutuan dari 10 dan 12 adalah 1, 2 90

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Jadi, FPB dari 10 dan 12 adalah 2 2. Tentukan FPB dari 16 dan 20 Faktorisasi dari 16 adalah 2 x 2 x 2 x 2 Faktorisasi dari 20 adalah 2 x 2 x 5 Jadi, FPB dari 16 dan 20 adalah 2 x 2 = 4 3. Tentukan faktor persekutuan dari 22 dan 26 Faktorisasi dari 22 adalah 2 x 11 Faktorisasi dari 26 adalah 2 x 13 Jadi, FPB dari 22 dan 26 adalah 2 4. Ibu Nani mempunyai 48 kilogram gula pasir dan 60 kilogram beras yang akan dibagikan kepada keluarga miskin. Setiap gula pasir dan beras dibagikan sama rata. a. Paling banyak, berapa keluarga mendapat bagian? b. Setiap keluarga miskin mendapat berapa kilogram gula pasir dan berapa kilogram beras? Jawab: a. Faktorisasi 48 = 2 x 2 x 2 x 2 x 3 Faktorisasi 60 = 2 x 2 x 3 x 5 FPB adalah 2 x 2 x 3 = 12 Jadi, yang mendapatkan gula pasir dan beras adalah 12 keluarga. b. mendapatkan gula pasir 48 : 12 = 4 kg mendapat beras 60 : 12 = 5 kg 1. Pak Rudi membagi 56 buah apel dan 42 buah mangga kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik. Masing-masing jenis buah sama banyak pada setiap kantong. a. Berapa banyak diperlukan kantong plastik? b. Berapa buah apel dan buah mangga dalam satu kantong plastik? Jawab : a. Faktorisasi 56 = 2 x 2 x 2 x7 Faktorisasi 42 = 2 x 21 FPB adalah 2

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Jadi, kantong plastik yang diperlukan adalah 2 buah. b. Dalam kantong plastik ada buah apel 56 : 2 = 28 buah dan buah mangga 42 : 2 = 21 buah 92

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 LAMPIRAN 12 RANGKUMAN MATERI SIKLUS I

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 RANGKUMAN MATERI KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL (KPK) KPK dari dua bilangan adalah kelipatan persekutuan bilangan – bilangan tersebut yang nilainya paling kecil. Contoh : 12 2 1. Kelipatan 4 adalah 4, 8, Kelipatan 6 adalah 6 , 12 , 16, 20, , 18, 24 24 , 30, 36 Kelipatan persekutuan 4 dan 6 adalah 12 dan 24 Jadi, KPK dari 4 dan 6 adalah 12 2. Faktorisasi 8 adalah 2 x 2 x 2 Faktorisasi 12 adalah 2 x 2 x 3 Jadi, KPK dari 8 dan 12 adalah 2 x 2 x 2 x 3 = 24 3. Marbun mempunyai dua buaj jam. Jam pertama berdering setiap 25 menit dan jam kedua berdering setiap 15 menit. Dalam berapa menit kedua jam tersebut berdering secara bersamaan ? Jawab : Faktorisasi 25 adalah 5 x 5 Faktorisasi 15 adalah 3 x 5 KPK dari 25 dan 15 adalah 3 x 5 = 15 Jadi, kedua jam tersebut berdering secara bersamaan setiap 15 menit.

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 LAMPIRAN 13 RANGKUMAN MATERI SIKLUS II

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 RANGKUMAN MATERI FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR (FPB) FPB dari dua bilangan adalah faktor persekutuan bilangan – bilangan tersebut yang nilainya paling besar. Contoh : 1. Faktor persekutuan dari 12 adalah Faktor persekutuan dari 15 adalah 1 1 3 2, 3 4 5,15 Faktor persekutuan dari 12 dan 15 adalah 1, 3 FPB dari 12 dan 15 adalah 3 2. Faktorisasi dari 24 adalah 2 x 2 x 2 x 3 Faktorisasi dari 30 adalah 2 x 3 x 5 FPB dari 24 dan 30 adalah 2 x 3 = 15 3. Ibu Abid membagi 56 buah jeruk dan 42 buah apel dan dimasukkan ke dalam kantong plastik. Masing-masing jenis buah sama banyak pada setiap kantong plastik. a. Berapa banyak diperlukan kantong plastik ? b. Berapa buah jeruk dan buah apel dalam 1 kantong ? Jawab : Faktorisasi dari 56 adalah 2 x 2 x 2 x 7 Faktorisasi dari 42 adalah 2 x 3 x 7 FPB dari 56 dan 42 adalah 2 x 7 = 14 Jadi, kantong plastik yang diperlukan adalah 14 buah. Buah jeruk 56 : 14 = 4 Buah apel 42 : 14 = 3 Dalam 1 kantong terdapat 4 buah jeruk dan 3 buah apel

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 14 ANGKET MOTIVASI 97

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Kisi-kisi Angket motivasi siswa No Aspek motivasi Favorabel Unfavorabel 1 Cognitive motives 1,10 11,15 2 Self-expression 2,8 3,12 3 Self-enhancement 4,7,9,14 5,6,13 Angket Motivasi Siswa dalam Pembelajaran Matematika melalui Pendekatan Konstektual Identitas : Nama : Kelas : No. Absen : Pedoman pengisian : Isilah angket pada kolom yang kosong dengan tanda checking (—), isilah sesuai dengan kondisi kalian masing masing. Keterangan : STS (sangat tidak setuju), TS (Tidak setuju), KS (Kurang Setuju), No 1 Indikator Saya selalu betanya guru jika ada materi yang belum jelas 2 Jika guru memberi persoalan, saya selalu berusaha menjawab dengan tepat 3 S (setuju) SS (sangat setuju) Saya bosan menjawab pertanyaan dari guru STS TS KS S SS

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Saya selalu mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan tepat waktu 5 Saya malas bertanya jika ada materi yang saya kurang paham. 6 Saya bosan mendengar penjelasan guru 7 Saya berusaha mencapai nilai yang terbaik dalam pembelajaran ini. 8 Bila ada kesulitan mengerjakan soal saya mencari berbagai cara untuk menyelesaikannya dengan mencari di internet / buku. 9 Saya berusaha mencari informasi untuk bisa menyelesaikan soal. 10 Saya tertantang untuk mempelajari materi pembelajaran ini lebih lanjut. 11 Saya merasa mengantuk pada saat menerima pelajaran dari guru. 12 Jika saya mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas,saya menunggu jawaban dari teman 13 Saya malas menjawab jika ada teman yang mengajukan pertanyaan. 14 Saya berusaha menguasai materi yang diberikan guru. 15 Saya tidak mau mengerjakan soal dari guru karena malas 99

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 LAMPIRAN 15 LEMBAR VALIDASI SILABUS

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 LAMPIRAN 16 LEMBAR VALIDASI RENCANA PEMBELAJARAN (RPP)

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 LAMPIRAN 17 LEMBAR VALIDASI LKS

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 LAMPIRAN 18 LEMBAR VALIDASI TES PRESTASI BELAJAR

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 LAMPIRAN 19 LEMBAR VALIDASI ANGKET MOTIVASI SISWA

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 LAMPIRAN 20 LEMBAR OBSERVASI GURU DALAM PENGAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171 LAMPIRAN 21 FOTO KEGIATAN SISWA

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172 Foto kegiatan siswa

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173 LAMPIRAN 22 SURAT IJIN PENELITIAN DARI FKIP

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175 LAMPIRAN 23 SURAT PERNYATAAN TELAH MELAKUKAN PENELITIAN

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177 LAMPIRAN 24 NILAI

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183

(199)

Dokumen baru