Pemahaman Sakramen Baptis dalam keterlibatan hidup menggereja bagi kaum muda di Paroki Santo Ignatius Danan, Wonogiri, Jawa Tengah - USD Repository

Gratis

0
1
151
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PEMAHAMAN SAKRAMEN BAPTIS DALAM KETERLIBATAN HIDUP MENGGEREJA BAGI KAUM MUDA DI PAROKI SANTO IGNATIUS DANAN, WONOGIRI, JAWA TENGAH SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik Oleh: Cornelia Novi Herawati NIM: 091124002 PROGRAM STUDI ILMU PENDIDIKAN KEKHUSUSAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan untuk: Ayahku (Yohanes Hartoyo), Ibuku (Martina Murjiyanti) Adikku (Yolanda Rika Hermawati) Kekasihku (Gregorius Pramudhito Aji Prasetyo) Kaum Muda di Paroki St. Ignatius Danan. iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barang siapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuah apa-apa.” (Yoh 15:5) v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Judul skripsi ini adalah “PENGHAYATAN SAKRAMEN BAPTIS DALAM KETERLIBATAN HIDUP MENGGEREJA BAGI KAUM MUDA DI PAROKI ST. IGNATIUS DANAN, WONOGIRI, JAWA TENGAH”. Judul ini dipilih bertitik tolak dari keprihatinan penulis terhadap kaum muda yang ada di Paroki St. Ignatius Danan. Kaum muda itu sudah menerima Sakramen Baptis namun ternyata belum menyadari akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai warga Gereja. Mereka belum aktif melibatkan diri dalam kegiatan hidup menggereja padahal Paroki St. Ignatius Danan mempunyai kegiatan yang bisa digunakan bagi kaum muda untuk berkarya dan lebih mendalami iman mereka. Selain itu kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan jumlahnya lumayan banyak, namun yang mau aktif hanya sedikit dan hanya orang-orang tertentu saja. Faktor penghambat kaum muda untuk terlibat aktif dalam hidup menggereja antara lain adanya orang tua yang kurang mendukung anaknya untuk ikut dalam kegiatan menggereja, malas, tidak tertarik, sudah meresa terbebani dengan tugas sekolah, dan adanya kaum muda yang menyalahgunakan kegiatan OMK untuk hal lain. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk melihat gambaran kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan, bagaimana pemahaman kaum muda mengenai Sakramen Baptis serta mengetahui bentuk kegiatan seperti apa yang mampu meningkatkan penghayatan kaum muda tehadap Sakramen Baptis dalam keterlibatannya dalam hidup menggereja. Bertolak dari tujuan penulisan, penulis memperoleh data dengan mengadakan penelitian. Penelitian dilakukan dengan kuesioner kepada pihakpihak yang terkait. Hasil dari penelitian yaitu bahwa kaum muda memang kurang begitu menyadari akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai warga Gereja, sehingga mereka enggan untuk ikut terlibat dalam kegiatan menggereja. Selain itu mereka juga kurang memahami akan lima tugas Gereja dan untuk pengetahuan mengenai Sakramen Baptis sudah cukup, namun untuk penghayatan mereka masih kurang. Di dalam Gereja ada tujuh Sakramen dan salah satunya adalah Sakramen Baptis. Sakramen Baptis merupakan sakramen yang pertama dan utama yang akan mempersatukan manusia dengan Kristus dan sah menjadi warga Gereja. Oleh karena itu orang yang sudah menerima Sakramen Baptis harus mulai menyadari akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai warga Gereja terutama dalam kehidupan menggereja. Sebagai warga Gereja ada lima tugas Gereja yang hendaknya dilaksanakan yaitu koinonia, kerygma, martyria, liturgia, dan diakonia. Berdasarkan hasil dari penelitian maka kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan memerlukan pendampingan mengenai Sakramen Baptis dan tugas sebagai warga Gereja sehingga kaum muda terutama yang menerima baptis pada usia bayi lebih memahami lagi dan dapat mewujudkan dalam kehidupan menggereja. Pendampingan yang diusulkan yaitu melalui katekese dengan model SCP dengan tema umum “Kaum muda yang menghayati panggilan sebagai warga Gereja”. viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT The title of this thesis is "THE BAPTISM SACRAMENT APPRECIATION IN CHURCH LIVING ENGGAGEMENT OF THE YOUTH LIVING IN St IGNATIUS DANAN PAROCHIAL, WONOGIRI, CENTRAL JAVA". This title was based on the author's concerns towards young people in the parochial of St. Ignatius Danan. They have received the sacrament of Baptism however they are not aware yet that it turns out to be their duties and responsibilities as the members of the Church. They have not been actively involved in the activities of church activities when St. Ignatius Danan parochial activities that can grow and deepen their faith. In addition, the numbers of youth the parish of St. Ignatius Danan were pretty much, but only few and certain people who want to be active and to be involved in those activities. Factors restricting young people to get engaged actively in the church activities are parents who are not so active in giving support to their sons and daughters to be active, laziness factor, feeling uninterested, many school tasks that they have to do, and the presence of young people who abuse OMK activities for something else. The purposes of this paper are to look at a picture of the youth living in the Parochial of St Ignatius Danan, to understand what they know about baptism sacrament, and to know the forms of the activities that can increase their appreciation towards the baptism sacrament through their involvement in the church living. Departing from the purpose of writing, the authors obtained data by conducting research. The study was conducted by giving questionnaire to the parties concerned. The result of the study showed that young people were less aware of their duties and responsibilities as the members of the Church, so they were reluctant to be involved in the church activities. In addition, they also got lack of understanding of five Church tasks though their knowledge regarding Baptism was quite enough, however they still have less appreciation. In the Church, there are seven Sacraments and one of them is the sacrament of baptism. Baptism is a sacrament that is first and foremost bringing people to Christ and becoming legitimate members of the Church. Therefore, people who have received the sacrament of baptism should begin to realize the duties and responsibilities as members of the Church, especially in church life. As members of the Church, there are five tasks that should be carried out: koinonia, kerygma, martyria, liturgy, and diakonia. Based on the results of the study, the youth living in the parochial of St Ignatius Danan need assistance regarding the Baptism and regarding the duties of the Church members so that they who had especially received baptism since the age of infants can understand more and they would be able to implement the church life. The proposed mentoring was through catechesis with SCP models with the general theme "Young people who appreciate the calling to be the part of the Church". ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah Bapa karena kasih-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “PENGHAYATAN SAKRAMEN BAPTIS DALAM KETERLIBATAN HIDUP MENGGEREJA BAGI KAUM MUDA DI PAROKI ST. IGNATIUS DANAN, WONOGIRI, JAWA TENGAH”. Skripsi ini ditulis atas dasar keprihatinan penulis sebagai calon katekis terhadap keterlibatan kaum muda dalam kegiatan-kegiatan menggereja di Paroki St. Ignatius Danan. Salah satu penyebab kurang terlibatnya kaum muda dalam kegiatan-kegiatan Gereja karena kurang menyadari tugas dan tanggung jawab sebagai warga Gereja sebagaimana yang telah diterima melalui Sakramen Baptis. Penulis menyadari bahwa skripsi ini dapat selesai karena bantuan dari banyak pihak. Pada kesempatan ini penulis dengan setulus hati mengucapkan terima kasih kepada: 1. Drs. M. Sumarno Ds., S.J., M.A. selaku dosen pembimbing utama dan dosen wali yang telah memberi perhatian, memberi sumbangan pemikiran bersedia meluangkan waktu, membimbing penulis dengan kesabaran sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 2. Bapak Yoseph Kristianto, SFK, M.Pd. selaku dosen penguji II yang telah membantu penulis dalam penelitian. 3. Romo Drs. F.X. Heryatno Wono Wulung., S.J., M.Ed. selaku dosen penguji III yang berkenan menguji dan membimbing penulis menjalani proses penulisan skripsi. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN ......................................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................... iv HALAMAN MOTTO ...................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .......................................................... vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ........................................... vii ABSTRAK ....................................................................................................... viii ABSTRACT ....................................................................................................... ix KATAR PENGANTAR ................................................................................... x DAFTAR ISI .................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ............................................................................................ xvi DAFTAR SINGKATAN ................................................................................. xvii BAB I. PENDAHULUAN ............................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ............................................................. 1 B. Rumusan Permasalahan .............................................................. 4 C. Tujuan Penulisan......................................................................... 4 D. Manfaat Penulisan....................................................................... 5 E. Metode Penulisan ........................................................................ 5 F. Sistematika Penulisan ................................................................. 5 BAB II. GAMBARAN KAUM MUDA DI PAROKI ST. IGNATIUS DANAN DALAM HIDUP MENGGEREJA..................................... 8 A. Gambaran Situasi Kehidupan Kaum Muda Katolik di Paroki St. Ignatius Danan ........................................................... 8 1. Pengertian Kaum Muda di Paroki St. Ignatius Danan ........... 9 2. Jumlah Kaum Muda di Paroki St. Ignatius Danan ................. 9 3. Kegiatan Hidup Menggereja Kaum Muda di Paroki St. Ignatius Danan....................................................... 9 B. Penelitian Pemahaman Sakramen Baptis dalam Hidup Menggereja Bagi Keterlibatan Kaum Muda di Paroki St. Ignatius Danan Wonogiri ........................................... xii 12

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Metodologi Penelitian ............................................................ 12 a. Latar Belakang Penelitian ................................................. 12 b. Rumusan Permasalahan ..................................................... 13 c. Tujuan Penelitian ............................................................... 14 d. Metode Penelitian .............................................................. 14 e. Tempat dan Waktu Pelaksanaan....................................... 14 f. Responden Penelitian ........................................................ 14 g. Instrumen Penelitian .......................................................... 15 h. Variabel Penelitian ............................................................ 15 2. Laporan Hasil Penelitian ........................................................ 16 a. Identitas Responden .......................................................... 17 b. Pemahaman Tentang Sakramen baptis .............................. 18 c. Pemahaman Hidup Menggereja ........................................ 23 d. Keterlibatan Kaum Muda dalam Hidup Menggereja ........ 26 e. Harapan dan Usulan Tema Terkait dengan Kegiatan Hidup Menggereja ............................................................. 34 3. Kesimpulan Hasil Penelitian .................................................. 35 a. Identitas Responden .......................................................... 35 b. Pemahaman tentang Sakramen Baptis .............................. 36 c. Pemahaman Hidup Menggereja ........................................ 37 d. Keterlibatan Kaum Muda dalam Hidup Menggereja ........ 38 e. Harapan dan Usulan Tema Terkait dengan Kegiatan Hidup Menggereja ............................................................. 39 BAB III. SAKRAMEN BAPTIS DALAM KEHIDUPAN MENGGEREJA KAUM MUDA .................................................................................. 40 A. Sakramen dalam Gereja .............................................................. 40 1. Asal-usul Sakramen ............................................................... 41 2. Arti Sakramen ........................................................................ 42 3. Gambaran Tujuh Sakramen dalam Gereja Katolik ................ 43 a. Sakramen Baptis ................................................................ 44 b. Sakramen Ekaristi.............................................................. 45 c. Sakramen Tobat ................................................................. xiii 45

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI d. Sakramen Krisma .............................................................. 46 e. Sakramen Perkawinan ....................................................... 47 f. Sakramen Tahbisan ........................................................... 48 g. Sakramen Pengurapan Orang Sakit ................................... 49 B. Hidup Menggereja Kaum Muda ................................................. 49 1. Hidup Menggereja.................................................................. 50 a. Arti Hidup Menggereja ..................................................... 50 b. Dasar-dasar Hidup Menggereja ......................................... 51 2. Kaum Muda............................................................................ 55 a. Pengertian Kaum Muda ..................................................... 55 b. Aspek-aspek Pertumbuhan Kaum Muda ........................... 56 c. Problematika dalam Perkembangan Kaum Muda ............. 59 C. Peranan Sakramen Baptis dalam Hidup Menggereja ................. 60 1. Sakramen Baptis dalam Gereja .............................................. 61 a. Sejarah Sekilas mengenai Baptis dalam Gereja ................ 61 b. Makna Teologis Sakramen Baptis ..................................... 63 c. Pokok-pokok Liturgi Pastoral Baptis ................................ 66 2. Peranan Sakramen Baptis dalam Hidup Menggereja Kaum Muda ............................................................................ 74 a. Dalam bidang Koinonia .................................................... 74 b. Dalam bidang Kerygma .................................................... 75 c. Dalam bidang Martyria .................................................... 76 d. Dalam bidang Liturgia ..................................................... 77 e. Dalam bidang Diakonia .................................................... 78 BAB IV. USULAN KATEKESE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SAKRAMEN BAPTIS DAN KONSEKUENSINYA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM MUDA ....................... 80 A. Latar Belakang Penyusunan Program Katekese untuk Meningkatkan Pemahaman Sakramen Baptis dan Konsekuensinya dalam Hidup Menggereja Kaum Muda......... 80 B. Alasan Pemilihan Tema dan Tujuan Program Katekese untuk Meningkatkan Penghayatan Sakramen Baptis dalam Hidup Menggereja Kaum Muda .......................................................... xiv 81

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C. Penjabaran Program.................................................................. 84 D. Petunjuk Pelaksanaan Program ................................................ 93 E. Contoh SP ................................................................................. 93 BAB V. PENUTUP.......................................................................................... 105 A. Kesimpulan .............................................................................. 105 B. Saran ........................................................................................ 106 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 107 LAMPIRAN .................................................................................................. 109 Lampiran 1. Surat Penelitian untuk Pendamping OMK ................ (1) Lampiran 2. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian ..... (2) Lampiran 3. Contoh Bukti Kuesioner ............................................ (3) Lampiran 4. Lampiran 5. Kuesioner Penelitian .................................................. (9) Daftar Pertanyaan Wawancara Pelengkap Penelitian Pemahaman Sakramen Baptis dalam Hidup Menggereja Bagi Keterlibatan Kaum Muda di Paroki St. Ignatius Danan, Wonogiri, Jawa Tengah .............................................................. (15) Lampiran 6. Hasil Wawancara dengan Pendamping OMK Paroki St. Ignatius Danan ..................................................... (16) Lampiran 7. Daftar OMK Paroki St. Ignatius Danan ..................... (19) Lampiran 8. Cerita “Keinginan Menjadi Kristen Katolik” ............ (22) Lampiran 9. Lagu “Dengar Dia Panggil Nama Saya” dan “Nafas Iman” .............................................................. (23) xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1 : Variabel Penelitian ........................................................................ 16 Tabel 2 : Identitas Responden (N = 40) ....................................................... 17 Tabel 3 : Pemahaman Tentang Sakramen Baptis (N=40) ............................ 19 Tabel 4 : Pemahaman Hidup Menggereja (N=40) ....................................... 23 Tabel 5 : Keterlibatan Kaum Muda dalam Hidup Menggereja (N=40) ....... 27 Tabel 6 : Harapan dan Usulan Tema Terkait dengan Kegiatan Hidup Menggereja (N=40) ............................................................ xvi 34

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR SINGKATAN A. Singkatan Kitab Suci Seluruh singkatan Kitab Suci dalam skripsi ini mengikuti Kitab Suci Perjanjian Baru: dengan Pengantar dan Catatan Singkat. (Dipersembahkan kepada Umat Katolik Indonesia oleh Ditjen Bimas Katolik Departemen Agama Republic Indonesia dalam Rangka PELITA IV). Ende: Arnoldus, 1984/1985, hal. 8. B. Singkatan Dokumen Resmi Gereja AA : Apostolicam Actuositatem, Dekrit Konsili Vatikan II tentang Kerasulan Awam, 18 November 1965. AG : Ad Gentes, Dekrit Konsili Vatikuan II tentang Kegiatan misioner Gereja, 7 Desember 1965. KHK : Kitab Hukum Kanonik (Codex luris Canonici), diundangkan oleh Paus Yohanes Paulus II tanggal 25 Januari 1983. LG : Lumen Gentium, Konstitusi Dogmatis Konsili Vatikan II tentang Gereja, 21 November 1964. SC : Sacrosanctum Concilium, Konstitusi Konsili Vatikan II tentang Liturgi Suci, 4 Desember 1963. UR : Unitatis Redintegratio, Dekrit Konsili Vatikan II tentang Ekumenisme, 21 Desember 1964. xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C. Singkatan Lain Art : Artikel Bdk : Bandingkan Dsb : dan sebagainya Hal : Halaman IPPAK : Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik KAS : Keuskupan Agung Semarang KK : Kepala Keluarga KLMTD : Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir, dan Difabel Komkat : Komisi Kateketik KTP : Kartu Tanda Penduduk KWI : Konferensi Waligereja Indonesia MB : Madah Bakti Mudika : Muda-Mudi Katolik No : Nomor OMK : Orang Muda Katolik Par : Paragraf SCP : Shared Christian Praxis SD : Sekolah Dasar SMA : Sekolah Menengah Atas SMK : Sekolah Menengah Kejuruan St : Santo xviii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, kaum muda mencangkup anak-anak manusia dari umur 15 sampai 24 tahun. Menurut Undang-Undang Perkawinan RI, tahun 1974, kaum muda meliputi para muda-mudi yang sudah melewati umur kanak-kanak dan belum mencapai umur yang oleh Undang-Undang diperbolehkan menikah: bagi pemuda minimal berumur 19 tahun, bagi pemudi minimal berumur 16 tahun. Jutaan kaum muda sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Sebagai manusia yang mendekati masa dewasa kaum muda sedang mengalami proses pertumbuhan fisik dan perkembangan mental, emosional, sosial, moral, dan religius dengan segala permasalahannya. (Mangunhardjana, 1986:11-12). Perkembangan pribadi kaum muda dipengaruhi oleh banyak hal, antara lain lingkungan sekitarnya, tidak hanya dalam lingkungan keluarga, namun juga sekolah, pergaulan dan masyarakat. Perubahan pada kaum dewasa ini membawa pengaruh terhadap sikap, moral, dan spiritualitas kaum muda. Perubahan ini membawa dua dampak yaitu secara positif dan negatif. Dampak positif yang dialami kaum muda yaitu wawasan kaum muda semakin bertambah. Dampak negatifnya yaitu penghayatan kaum muda akan nilai-nilai dalam masyarakat maupun Gereja memudar, sehingga kaum muda pun semakin mudah terjerumus ke dalam hal-hal yang menyesatkan seperti seks bebas, narkoba, perkelahian, tidak tahu sopan santun dan sebagainya.

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Kaum muda merupakan tonggak yang sangat penting dalam menentukan masa depan, namun perubahan zaman saat ini telah membawa kemerosotan kaum muda akan penghayatan nilai-nilai kehidupan, masyarakat dan agama. Konsili Vatikan II dalam Apostolicam Actuositatem mengatakan bahwa: Kaum muda merupakan kekuatan yang amat penting dalam masyarakat zaman sekarang. Situasi hidup, sikap-sikap batin serta hubungan-hubungan mereka dengan keluarga mereka sendiri telah amat banyak berubah. Seringkali mereka terlalu cepat beralih kepada kondisi sosial ekonomis yang baru. Dari hari ke hari peran mereka di bidang sosial dan politik semakin penting. Pada hal mereka kurang mampu menanggung beban-beban baru dengan baik. Bertambah pentingnya peran mereka dalam masyarakat itu menuntut dari mereka kesadaran merasul yang sepadan. Sifat-sifat alamiah mereka pun memang sesuai untuk menjalankan kegiatan itu. Sementara kesadaran akan kepribadian mereka bertambah masak, terdorong oleh gairah hidup dan semangat kerja yang meluap, mereka sanggup memikul tanggungjawab sendiri dan ingin memainkan peran mereka dalam kehidupan sosial dan budaya. Bila gairah itu diresapi oleh semangat Kristus dan dijiwai sikap patuh dan cinta kasih terhadap para gembala Gereja, maka boleh diharapkan akan membuahkan hasil yang melimpah. Mereka sendiri harus menjadi rasul-rasul pertama dan langsung bagi kaum muda, dengan menjalankan sendiri kerasulan di kalangan mereka, sambil mengindahkan lingkungan kediaman mereka ( AA 12). Pernyataan dokumen Konsili Vatikan II tersebut menegaskan bahwa kaum muda merupakan kekuatan penting dalam masyarakat. Namun dokumen Konsili Vatikan II ini menilai bahwa kemajuan zaman juga membawa perubahan yang begitu cepat bagi kaum muda baik pada situasi hidup, sikap-sikap batin mereka dan relasi mereka terhadap keluarga mereka sendiri. Diharapkan kaum muda perlu menyadari bahwa peran dan tanggung jawab mereka dalam kerasulan sangat dibutuhkan. Apalagi jika tugas kerasulan itu dengan diresapi oleh semangat Kristus dan dijiwai sikap patuh dan cinta kasih terhadap para gembala Gereja serta diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Kaum muda Kristiani pada saat ini berbeda dengan kaum muda pada zaman dahulu, di mana pada zaman dahulu belum banyak terpengaruh oleh perkembangan-perkembangan teknologi. Dan di zaman sekarang perkembangan teknologi begitu banyak dan berkembang dengan pesatnya. Umumnya kaum muda Kristiani pada saat ini bersikap acuh tak acuh terhadap tugas dan tanggung jawabnya sebagai warga Gereja. Karena semakin banyaknya tawaran akibat perkembangan zaman yang membuat kaum muda bersikap seperti itu. Seperti halnya pada kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan, walaupun terletak di pedesaan, namun berbagai macam perkembangan zaman telah masuk di daerah pedesaan sehingga menimbulkan pengaruh juga bagi kaum muda. Paroki St. Ignatius Danan adalah paroki yang memiliki kaum muda yang lumayan banyak, oleh karena itu paroki ini juga memberikan tempat bagi kaum muda, hal ini bisa dilihat dengan adanya komunitas anak-anak seperti Pendampingan Iman Anak (PIA), untuk remaja seperti Pendampingan Iman Remaja (PIR), Mudika yang sekarang dikenal dengan Orang Muda Katolik (OMK) dengan berbagai macam kegiatan di dalamnya seperti menjadi pendamping bagi PIA, Misdinar, Lektor, Koor dan masih sebagainya. Beberapa tahun yang lalu kegiatan kaum muda dalam hidup menggereja bisa dikatakan maju dan lumayan banyak diminati. Hal ini terlihat dari aktifnya kaum muda dalam kegiatan menggereja dan sering mengadakan acara-acara bersama. Namun yang menjadi keprihatinan pada saat ini yaitu meskipun ada banyak kaum muda, namun sedikit yang terlibat. Hal ini bisa dilihat dalam sejumlah kegiatan, yang sering nampak dan terlibat hanya orang-orang tertentu saja. Dapat dikatakan

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 bahwa masih banyak kaum muda yang kurang menyadari dan menghayati perananya sebagai murid-murid Yesus. Ada kesan bahwa mereka kurang menyadari konsekuensinya sebagai warga Gereja seperti yang dinyatakan ketika dibaptis melalui Sakramen Baptis. Berawal dari keprihatinan yang ada di kalangan kaum muda Paroki St. Ignatius Danan, maka penulis mengambil judul “PEMAHAMAN SAKRAMEN BAPTIS DALAM KETERLIBATAN HIDUP MENGGEREJA BAGI KAUM MUDA DI PAROKI SANTO IGNATIUS DANAN, WONOGIRI, JAWA TENGAH”. B. Rumusan Permasalahan 1. Bagaimana kaum muda Paroki St. Ignatius Danan memahami Sakramen Baptis dan mewujudkannya dalam keterlibatan hidup menggereja? 2. Apa makna Sakramen Baptis bagi kaum muda dalam kehidupan menggereja? 3. Bentuk kegiatan seperti apa yang mampu meningkatkan pemahaman kaum muda terhadap Sakramen Baptis dalam keterlibatannya dalam hidup menggereja? C. Tujuan Penulisan 1. Mengetahui bagaimana kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan memahami Sakramen Baptis dan perwujudannya dalam keterlibatan hidup menggereja. 2. Mengetahui makna Sakramen Baptis bagi kaum muda dalam keterlibatan hidup menggereja.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 3. Mengetahui berbagai bentuk kegiatan yang diharapkan mampu meningkatkan pemahaman kaum muda terhadap Sakramen Baptis dalam keterlibatannya dalam hidup menggereja. 4. Skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana Pendidikan Program Studi Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik. D. Manfaat Penulisan 1. Menambah pengetahuan yang lebih mendalam bagi penulis tentang makna dan manfaat Sakramen Baptis bagi hidup menggereja. 2. Memberikan sumbangan pemikiran berkaitan dengan perananan kaum muda sebagai generasi penerus dalam hidup menggereja. 3. Memberikan sumbangan pemikiran bagi Paroki St. Ignatius Danan dalam meningkatkan semangat pelayanan bagi kaum muda. E. Metode Penulisan Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode diskriptif analisis, di mana dalam penulisan skripsi ini penulis mengumpulkan data-data melalui penyebaran kuisioner di Paroki St. Ignatius Danan, dan studi pustaka dari buku-buku dan situasi konkret kehidupan kaum muda Kristiani dewasa ini. F. Sistematika Penulisan Judul skripsi ini adalah “PEMAHAMAN SAKRAMEN BAPTIS DALAM KETERLIBATAN HIDUP MENGGEREJA BAGI KAUM MUDA

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 DI PAROKI SANTO IGNATIUS DANAN, WONOGIRI, JAWA TENGAH”. Dengan judul tersebut penulis bermaksud menemukan dan memaparkan pemahaman Sakramen Baptis dalam keterlibatan hidup menggerja bagi kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan. Untuk mencapai maksud tersebut, maka penulis membagi skripsi menjadi lima bab. Gambaran sistematika skripsi ini sebagai berikut: Bab I penulis akan menguraikan tentang latar belakang permasalahan, rumusan permasalahan, tujuan penulisam, manfaat penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan. Bab II penulis akan menguraikan tentang gambaran situasi kehidupan kaum muda Katolik di Paroki St. Ignatius Danan, penelitian tentang penghayatan Sakramen Baptis dalam hidup menggereja bagi keterlibatan kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan Wonogiri dan pembahasan penelitian. Bab III penulis akan menguraikan tentang sakramen dalam Gereja yang mencangkup asal-usul sakramen, arti sakramen, gambaran tujuh sakramen dalam Gereja Katolik. Hidup menggerja kaum muda yang mencangkup hidup menggereja, dan kaum muda. Tentang peranan Sakramen Baptis dalam hidup menggereja mencangkup sakramen Baptis dalam Gereja dan peranan Sakramen Baptis dalam hidup menggereja kaum muda. Bab IV akan menguraikan latar belakang usulan katekese untuk meningkatkan pemahaman Sakramen Baptis dan konsekuensinya dalam hidup menggereja, alasan pemilihan tema, penjabaran program, petunjuk pelaksanaan program, dan contoh SP.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 Bab V berisi kesimpulan dan saran dari penulis sehubungan dengan usaha peningkatan kesadaran kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan terhadap Sakramen Baptis dan perwujudannya dalam hidup menggereja.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II GAMBARAN KAUM MUDA DI PAROKI ST. IGNATIUS DANAN DALAM HIDUP MENGGEREJA Gereja tidak terlepas dari kaum muda, karena tumbuhnya kaum muda akan mempengaruhi perkembangan Gereja. Kaum muda merupakan generasi yang memegang peranan penting, karena mereka akan menjadi generasi penerus. Demikian pula yang terjadi di Paroki St. Ignatius Danan, kaum muda itu pun ikut berperan dalam kehidupan menggereja, meskipun belum semua mau ikut terlibat dalam kehidupan menggereja. Kehidupan menggereja yang diikuti oleh kaum muda itu pun bermacam-macam entah di bidang liturgia, koinonia, kerygma, martyria maupun diakonia. A. Gambaran Situasi Kehidupan Kaum Muda Katolik di Paroki St. Ignatius Danan Gambaran situasi kehidupan kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan yang diperoleh dari wawancara bahwa Paroki St. Ignatius Danan adalah salah satu paroki dari tiga paroki yang ada di Wonogiri. Letak paroki St. Ignatius Danan ada di desa. Meskipun Paroki St. Ignatius Danan terletak di desa, namun perkembangan kaum muda berjalan dengan baik, meskipun setiap tahunnya terkadang mengalami pasang surut. Kaum muda yang ada di Paroki St. Ignatius Danan dulunya terkumpul dalam suatu wadah yang dinamakan mudika atau muda-mudi Katolik. Mudika yang ada di Paroki St. Ignatius Danan telah berdiri sejak tahun 1997. Sejak tahun itu sudah mengalami pergantian pengurus. Perkumpulan muda-mudi Katolik itu sekarang lebih kita kenal dengan nama

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 OMK atau Orang Muda Katolik. Gambaran situasi kaum muda Katolik di Paroki St. Ignatius Danan mencangkup pengertian kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan, dan jumlah kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan [Lampiran 6: (16). 1. Pengertian Kaum Muda di Paroki St. Ignatius Danan Berdasarkan penuturan salah satu pendamping kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan yaitu Ignatius Dwi Febrianto (2013), pengertian kaum muda yang ada di Paroki St. Ignatius Danan adalah mereka yang masih berusia antara 16 tahun sampai 35 tahun dan belum menikah, namun ada pendapat lain yang menjelaskan bahwa kaum muda adalah mereka yang masih dalam usia belajar (siswa SMA/SMK) dan mereka yang masih kuliah [Lampiran 6: (16)]. 2. Jumlah Kaum Muda di Paroki St. Ignatius Danan Jumlah kaum muda yang ada di sembilan lingkungan yang dekat dengan Paroki yaitu sekitar 70 orang. Jumlah itu terdiri dari kaum muda yang duduk di bangku kelas 9 sampai dengan mereka yang sudah tua belum menikah dan masih mau ikut kegiatan. Dari 70 orang itu pun terkadang tidak semua bisa terlibat atau aktif dalam kegiatan-kegiatan yang ada di Paroki St. Ignatius Danan, kaum muda yang aktif dalam kegiatan di Paroki sekitar 40 orang [Lampiran 6: (17)]. 3. Kegiatan Hidup Menggereja Kaum Muda di Paroki St. Ignatius Danan Kaum muda yang ada di Paroki St. Ignatius Danan mempunyai beberapa kegiatan yang digunakan sebagai wadah untuk memperkembangkan iman yang ada pada dirinya. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh kaum muda di Paroki St.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 Ignatius Danan ini ada beberapa yang memang dilaksanakan secara rutin, namun ada kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan atau diikuti pada saat acara tertentu baik di paroki sendiri maupun di paroki lain. Kegiatan rutin itu adalah kegiatan yang memang sering diikuti oleh kaum muda yang ada di Paroki St. Ignatius Danan. Sedangkan kegiatan yang tidak rutin adalah kegiatan yang waktu pelaksanaannya tidak pasti atau tidak terjadwal. Kegiatan-kegiatan tidak rutin yang diikuti kaum muda Paroki St. Ignatius Danan selama satu tahun terakhir ini yaitu lomba paduan suara lagu-lagu rohani se-kevikepan Surakarta. Lomba ini dilaksanakan pada tanggal 7 Juli 2013, lomba diikuti oleh semua paroki se-kevikepan Surakarta namun dari Paroki St. Ignatius Danan sendiri melibatkan 25 kaum muda untuk mengikuti kegiatan itu. Bentuk kegiatannya yaitu lomba menyanyikan lagu-lagu pernikahan se-kevikepan Surakarta. Kegiatan ini sangat berguna bagi kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan karena bisa menambah daftar lagu-lagu bagi mereka [Lampiran 6: (18)]. Kegiatan yang kedua yaitu kemah rohani kaum muda se-rayon kevikepan Surakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 13-15 Oktober 2013. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah kaum muda se-rayon selatan kevikepan Surakarta, dari Paroki St. Ignatius Danan melibatkan 40 kaum muda untuk mengikuti kegiatan itu. Bentuk kegiatannya berupa kemah yang dikemas selama tiga hari, dengan kegiatan seperti outbond, pentas seni, sarasehan, dan lain-lain [Lampiran 6: (18)]. Kegiatan yang ketiga yaitu live in dan pentas budaya dalam rangka puncak tahun iman kevikepan Surakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 5

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 November 2013. Peserta kegiatan ini adalah semua paroki se-kevikepan Surakarta, Paroki St. Ignatius Danan mengirimkan 15 kaum muda untuk terlibat dalam kegiatan ini. Bentuk kegiatan ini berupa live in selama tiga hari di rumahrumah umat paroki se-rayon kota. Kegiatan ini ditutup dengan perayaan Ekaristi dan pentas budaya. Kaum muda dari Paroki Danan menampilkan gamelan dan paduan suara [Lampiran 6: (18)]. Kegiatan-kegiatan rutin yang diikuti kaum muda yaitu pertemuan rutin kaum muda yang dikemas dalam bentuk rapat. Pertemuan ini dilaksanakan setiap satu bulan sekali, pesertanya yaitu pengurus OMK. Yang menghadiri rapat ini sekitar sepuluh orang. Acaranya yaitu untuk saling menyapa satu sama lain selain itu untuk membahas jika ada acara-acara [Lampiran 6: (18)]. Kegiatan rutin yang kedua yaitu re-organisasi pengurus OMK, diadakan setiap tahun. Peserta dari kegiatan ini yaitu semua kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan. Yang menghadiri sekitar empat puluhan kaum muda. Kegiatan ini diadakan selama sehari semalam isinya berupa ice-breaking, sarasehan dengan OMK senior, bernyanyi, materi, renungan, outbond dan ditutup dengan pemilihan pengurus [Lampiran 6: (18)]. Kaum muda yang tidak aktif terlibat dalam hidup menggereja disebabkan beberapa faktor yaitu adanya orang tua yang kurang mendukung anaknya untuk ikut dalam kegiatan menggereja, malas, tidak tertarik, sudah meresa terbebani dengan tugas sekolah, dan adanya kaum muda yang menyalahgunakan kegiatan OMK untuk hal lain misalnya pamitnya ke orang tua mau pergi ke pertemuan OMK, tapi ternyata pergi ke tempat lain [Lampiran 6: (17)].

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 B. Penelitian Pemahaman Sakramen Baptis dalam Hidup Menggereja bagi Keterlibatan Kaum Muda di Paroki St. Ignatius Danan Wonogiri Penelitian ini diadakan untuk mengetahui secara nyata bagaimana pemahaman kaum muda Paroki St. Ignatius Danan terhadap Sakramen Baptis yang telah diterimanya terutama dalam keterlibatannya dalam hidup menggereja sebagai konsekuensi dari penerimaan Sakramen Baptis. Penelitian diadakan pada tanggal 16 Juli 2014. Hasil penelitian kemudian akan dianalisis untuk mendapatkan gambaran nyata tentang penghayatan kaum muda terhadap Sakramen Baptis yang telah diterimanya. 1. Metodologi Penelitian a. Latar Belakang Penelitian Sakramen Baptis adalah sakramen yang hanya boleh diterima satu kali dan sakramen ini menjadi tanda bahwa seseorang menjadi sah sebagai anggota Gereja. Melalui sakramen baptis yang sudah diterimanya selain seseorang menjadi anggota Gereja tentunya mereka pun harus mulai menyadari tanggung jawabnya sebagai anggota Gereja terutama dalam memajukan kehidupan menggereja. Peranan ini akan semakin tampak ketika seseorang mulai beranjak dewasa atau bisa kita sebut sebagai kaum muda. Kaum muda sebagai penerus atau kader-kader dalam mewartakan Kerajaan Allah di dunia ini tentunya mempunyai peranan yang sangat penting, kaum muda sendiri diingatkan akan keterlibatannya dalam hidup menggereja. Masa remaja merupakan masa-masa yang sangat rawan. Karena pada masa itu akan semakin banyak tantangan yang dihadapi oleh kaum muda. Dinamika

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 kehidupan yang semakin beragam dan tantangan hidup yang berliku merupakan keadaan yang dihadapi oleh kaum muda. Namun justru di tengah kehidupan yang serba modern dan penuh dengan godaan itu peranan kaum muda dalam keterlibatannya di kegiatan menggereja akan dituntut. Berbagai macam kegiatan yang diadakan dalam hidup menggereja merupakan salah satu wadah supaya kaum muda sendiri tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah, misalnya seperti berpindah keyakinan. Ketika kaum muda mulai menyadari akan kegiatan yang diikutinya dalam gereja maka mereka pun dengan sendirinya juga akan semakin merasakan manfaat dari kegiatan itu. Penelitian ini dilakukan dengan harapan dapat mengetahui bagaimana pemahaman kaum muda terhadap Sakramen Baptis yang sudah diterima terutama dalam penerapannya dalam keterlibatannya dalam kehidupan menggereja. b. Rumusan Permasalahan Bertolak dari latar belakang di atas, penulis mencoba merumuskan permasalahan sebagai berikut: 1) Bagaimana gambaran kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan dalam hidup menggereja? 2) Bagaimana pemahaman kaum muda mengenai Sakramen Baptis dan konsekuensinya dalam kehidupan menggereja? 3) Bentuk kegiatan seperti apa yang diharapkan mampu meningkatkan penghayatan kaum muda terhadap Sakramen Baptis dalam keterlibatannya dalam hidup menggereja?

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 c. Tujuan Penelitian Bertolak dari rumusan permasalahan di atas, tujuan dari penelitian ini dilaksanakan antara lain: 1) Mengetahui bagaimana gambaran kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan dalam hidup menggereja. 2) Mengetahui bagaimana pemahaman kaum muda mengenai Sakramen Baptis dan konsekuensinya dalam hidup menggereja. 3) Mengetahui berbagai bentuk kegiatan yang diharapkan mampu meningkatkan penghayatan kaum muda terhadap Sakramen Baptis dalam keterlibatannya dalam hidup menggereja. d. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu menggunakan kuesioner. Kuesioner ditujukan kepada Orang Muda Katolik yang ada di Paroki St. Ignatius Danan. Untuk melengkapi penelitian maka digunakan wawancara yang ditujukan kepada pembina Orang Muda Katolik. Wawancara hanya digunakan untuk memperoleh data. e. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Penelitian ini dilaksanakan di SMA Pangudi Luhur Giriwoyo karena kaum muda banyak yang bersekolah di SMA Pangudi Luhur Giriwoyo. Penelitian diadakan pada 16 Juli 2014.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 f. Responden Penelitian Responden penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kaum muda yang ada di Paroki St. Ignatius Danan. Jumlah kaum muda yang digunakan dalam penelitian ini adalah 40 orang, dengan menggunakan kuesioner. g. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data (Moleong, 2012: 168). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto Suharsimi, 1997: 128-129). Jenis kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kusioner tertutup. Kuesioner tertutup adalah kuesioner yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih (Arikunto Suharsimi, 1997: 128-129). Dalam penelitian ini kuesioner ditujukan kepada kaum muda Paroki St. Ignatius Danan. h. Variabel Penelitian Variabel adalah hal-hal yang menjadi objek penelitian, yang ditatap dalam suatu kegiatan penelitian, yang menunjukkan variasi, baik secara kuantitatif maupun kualitatif (Arikunto Suharsimi, 1997: 9). Variabel merupakan suatu dimensi konsep yang dapat diukur yang mempunyai nilai lebih (Dapiyanta, 2004: 29). Yang menjadi fokus penelitian dalam penelitian ini yaitu pengaruh

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 penghayatan Sakramen Baptis terhadap keterlibatan kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan. Adapun variabel yang diungkap dalam penelitian ini adalah identitas responden, pemahaman tentang Sakramen Baptis, pemahaman tentang hidup menggereja, keterlibatan kaum muda dalam hidup menggereja. Masingmasing dari bagian penelitian dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut: Tabel 1: Variabel Penelitian No (1) 1 2 3 4 5 2. Variabel-variabel (2) Identitas Responden Pemahaman tentang Sakramen Baptis Pemahaman tentang Hidup Menggereja Keterlibatan Kaum Muda dalam Hidup Menggereja Harapan dan Usulan Tema Terkait dengan Kegiatan Hidup Menggereja No. Item (3) 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11 Jumlah (4) 4 7 12, 13, 14, 15, 16 5 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28 29, 30 12 Total 30 2 Laporan Hasil Penelitian Dalam bagian ini akan disajikan laporan dan pembahasan hasil penelitian. Laporan penelitian akan disajikan dalam bentul tabel-tabel. Data yang diperoleh sesuai dengan variabel yang telah ditentukan yaitu meliputi identitas responden, pemahaman tentang Sakramen Baptis, pemahaman tentang hidup menggereja, keterlibatan kaum muda dalam hidup menggereja dan harapan dan tema terkait dengan kegiatan hidup menggereja. Dalam pengolahan data ini, prosentasi suara responden diperoleh dengan cara membagi frekuensi suara masuk (F) dengan jumlah responden keseluruhannya (N) kemudian dikalikan dengan 100%, atau dengan rumus:

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Berikut ini disampaikan hasil pengolahan data dari 40 angket yang disajikan dalam bentuk tabel, disertai dengan pembahasan dari hasil penelitian: a. Identitas Responden Pada identitas responden hal-hal yang akan diungkap berkenaan dengan jenis kelamin, usia, pendidikan atau status dan usia dipermandikan. Berikut ini adalah data yang berkaitan dengan identitas responden: Tabel 2: Identitas Responden (N = 40) No Item Pernyataan Alternatif Jawaban Frekuensi Persen (%) (1) (2) (3) (4) (5) 13 27 0 40 0 0 0 40 0 0 0 36 4 0 0 32,5% 67,5% 0% 100% 0% 0% 0% 100% 0% 0% 0% 90% 10% 0% 0% 1 Jenis kelamin 2 Usia 3 Pendidikan/status 4 Usia dipermandikan a. b. a. b. c. d. a. b. c. d. e. a. b. c. d. Laki-laki Perempuan 12-15 tahun 16-20 tahun 21-24 tahun > 24 tahun Pelajar SMP Pelajar SMA/SMK Mahasiswa/mahasiswi Wiraswasta Lain-lain Usia bayi-5 tahun Usia 6-15 tahun Usia 16-23 tahun Setelah usia 24 tahun Pada tabel dua digambarkan mengenai identitas responden, dari penggolongan menurut jenis kelamin sebagian besar responden berjenis kelamin

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 perempuan 67.5% (27 responden) sedangkan 32,5% (13 responden) lainnya berjenis kelamin laki-laki. Pada penggolongan tingkat usia semua responden berusia 16-20 tahun 100% (40 responden). Sedangkan yang berusia di bawah 16 tahun tidak ada. Dilihat dari tingkat pendidikan atau status, semua responden duduk di bangku SMA/SMK yaitu dengan prosentase 100% (40 responden), sedangkan responden yang duduk di bangku SMP maupun mahasiswa dan yang berprofesi sebagai wiraswasta tidak ada. Pada penggolongan usia dipermandikan, sebagian besar dipermandikan pada saat masih usia bayi-5 tahun 90% (36 responden) dan pada usia 6-15 tahun 10% (4 responden). Sedangkan untuk yang dipermandikan pada usia 16 tahun ke atas tidak ada. Jadi dominan responden dipermandikan pada saat masih bayi. Kenyataan di atas menunjukkan bahwa responden yang berjenis kelamin perempuan cukup mendominasi dalam pengisian kuesioner. Dari penggolongan tingkat usia semua responden berusia 16-20 tahun dan semua dari mereka masih duduk di bangku SMA, dan 90 % dari mereka dipermandikan atau menerima Sakramen Baptis pada saat masih usia bayi-5 tahun. b. Pemahaman Tentang Sakramen Baptis Bagian ini memaparkan sejauh mana pemahaman kaum muda Paroki St. Ignatius Danan terhadap Sakramen Baptis. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut ini:

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Tabel 3: Pemahaman Tentang Sakramen Baptis (N=40) No Item (1) 5 6 7 Pernyataan (2) Pemahaman tentang Sakramen Baptis Perasaan yang dirasakan sebagai buah dari Sakramen Baptis Pengaruh penerimaan Sakramen Baptis pada saat masih bayi Alternatif Jawaban Frekuensi (3) (4) a. Salah satu sakramen inisiasi yang berfungsi untuk memasukkan seseorang sebagai anggota Gereja b. Sakramen yang pertama dan utama untuk masuk menjadi warga Gereja c. Sakramen yang mempersatukan manusia dengan Kristus d. Sakramen yang mendewasakan seseorang a. Merasa lebih percaya dan berani berharap kepada Yesus b. Merasa damai karena mendapatkan pengampunan dosa, termasuk dosa asal c. Merasa tenang karena hidup berada di bawah bimbingan Roh Kudus d. Merasa lebih dewasa dalam iman a. Lebih mendalami arti Sakramen Baptis b. Lebih mengerti apa peranan sebagai warga Gereja c. Sakramen Baptis lebih menyentuh d. Kurang begitu bisa menghayati karena tidak mendapatkan pelajaran Persen (%) (5) 9 22,5% 15 37,5% 16 40% 0 0% 5 12,5% 7 17,5% 26 65% 2 5% 8 20% 11 27,5% 2 5% 9 47,5%

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 (1) (2) 8 Materi yang digunakan dalam penerimaan Sakramen Baptis Makna dari penggunaan air dalam Sakramen Baptis 9 10 11 Peran wali baptis dalam Sakramen Baptis Tujuan dari penggunaan nama orang Kudus sebagai nama baptis (3) a. b. c. d. (4) 40 0 0 0 Air Balsem Hosti Anggur a. Air lambang kehidupan, kebersihan dan kesuburan b. Air membersihkan seseorang dari dosa asal c. Air menandakan seseorang siap menjadi saksi Kristus d. Air menandakan kedewasaan iman seseorang a. Wali baptis bertindak sebagai wakil umat b. Wali baptis bertanggung jawab terhadap perkembangan iman calon baptis c. Wali baptis melindungi calon baptis d. Wali baptis berperan sebagai saksi nikah a. Agar keutamaan, kesucian dan keteladanan orang suci itu terpancar pada orang atau anak itu b. Agar orang suci itu membantu orang atau anak itu melalui doa dan relasi khususnya dengan orang tersebut, sehingga orang itu dapat hidup pantas bagi Allah (5) 100% 0% 0% 0% 25 62,5% 11 27,5% 3 7,5% 1 2,5% 7 17,5% 31 77,5% 2 5% 0 0% 29 72,5% 3 7,5%

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 (1) (2) (3) (4) (5) c. Nama baptisan merupakan simbol hidup baru yang diterimanya melalui baptisan d. Sebagi ciri khas orang Katolik 7 17,5% 1 2,5% Pada pembahasan hasil penelitian tabel 3 variabel pemahaman tentang Sakramen Baptis, dapat dipaparkan sebagai berikut. Pemahaman kaum muda tentang Sakramen Baptis 40% (16 responden) menjawab bahwa Sakramen Baptis adalah sakramen yang mempersatukan manusia dengan Kristus, 37,5% (15 responden) berpendapat bahwa Sakramen Baptis adalah sakramen yang pertama dan utama untuk masuk menjadi warga Gereja, 22,5% (9 responden) berpendapat bahwa Sakramen Baptis adalah salah satu sakramen inisiasi yang berfungsi untuk memasukkan seseorang sebagai anggota Gereja, dan tidak ada satu pun yang memilih bahwa Sakramen Baptis adalah sakramen yang mendewasakan seseorang. Perasaan yang dirasakan sebagai buah dari Sakramen Baptis, 65% (26 responden) menjawab merasa tenang karena hidup berada di bawah bimbingan Roh Kudus, 17,5% (7 responden) menjawab merasa damai karena mendapatkan pengampunan dosa termasuk dosa asal, 12,5% (5 responden) menjawab merasa lebih percaya dan berani berharap kepada Yesus, dan 5% (2 responden) menjawab merasa lebih dewasa dalam iman. Kenyataan di atas menunjukkan sebagian besar kaum muda Paroki St. Ignatius Danan merasakan buah dari Sakramen Baptis yaitu merasa tenang karena hidupnya berada di bawah bimbingan Roh Kudus.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 Mengenai pengaruh penerimaan Sakramen Baptis pada saat masih bayi 47,5% (19 responden) menjawab kurang begitu bisa menghayati karena tidak mendapatkan pelajaran, 27,5% (11 responden) menjawab lebih mengerti apa peranan sebagai warga Gereja, 20% (8 responden) menjawab lebih mnedalami arti Sakramen Baptis dan 5% (2 responden) menjawab bahwa Sakramen Baptis lebih menyentuh. Dari kenyataan itu menunjukkan bahwa sebagian besar kaum muda Paroki St. Ignatius Danan kurang bisa menghayati penerimaan Sakramen Baptis pada saat masih bayi karena tidak mendapatkan pelajaran. Mengenai materi yang digunakan dalam penerimaan Sakramen Baptis, semua responden atau 100% (40 responden) menjawab bahwa materi yang digunakan adalah air, dan tidak ada yang memilih balsem, hosti maupun anggur. Berdasarkan jawaban dari responden dapat dikatakan bahwa semua responden sudah mengerti mengenai materi yang digunakan dalam penerimaan Sakramen Baptis. Mengenai makna dari penggunaan air dalam Sakramen Baptis, 62,5% (25 responden) menjawab bahwa air lambang kehidupan, kebersihan dan kesuburan, 27,5% (11 responden) menjawab bahwa air membersihkan seseorang dari dosa asal, 7,5% (3 responden) menjawab bahwa air menandakan seseorang siap menjadi saksi Kristus, dan 2,5% (1 responden) menjawab air mendandakan kedewasaan iman seseorang. Berdasarkan jawaban dari responden dapat dikatakan bahwa sebagaian besar responden sudah mengerti dengan benar makna dari penggunaan air dalam Sakramen Baptis. Mengenai peran wali baptis dalam Sakramen Baptis 77,5% (31 responden) berpendapat bahwa wali baptis bertanggung jawab terhadap perkembangan iman

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 calon baptis, 17,5% (7 responden) berpendapat bahwa wali baptis bertindak sebagai wakil umat, 5% (2 responden) berpendapat bahwa wali baptis melindungi calon baptis dan tidak ada responden yang berpendapat bahwa wali baptis berperan sebagai saksi nikah. Berarti sebagian besar kaum muda Paroki St. Ignatius Danan memahami peranan wali baptis. Mengenai tujuan dari penggunaan nama orang Kudus sebagai nama baptis, 72,5% (29 responden) berpendapat bahwa tujuannya agar keutamaan, kesucian dan keteladanan orang suci itu terpancar pada orang atau anak yang dibaptis, 17,5% (7 responden) berpendapat bahwa nama baptis merupakan simbol hidup baru yang diterimanya melalui baptisan, 7,5% (7 responden) berpendapat bahwa nama orang suci itu membantu orang atau anak itu melalui doa dan relasi khususnya dengan orang tersebut, sehingga orang itu dapat hidup pantas bagi Allah, 2,5% (1 responden) berpendapat bahwa nama orang kudus sebagai ciri khas orang Katolik. Hal ini menunjukkan bahwa sebagaian besar responden sudah mengerti mengenai tujuan penggunaan nama orang Kudus dalam nama baptis. c. Pemahaman Hidup Menggereja Bagian ini akan memaparkan tentang pemahaman kaum muda Paroki St. Ignatius Danan dalam hidup menggereja dan untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel berikut ini: Tabel 4: Pemahaman Hidup Menggereja (N=40) No Item (1) 12 Pernyataan (2) Pemahaman tentang hidup menggereja Alternatif Jawaban Frekuensi (3) (4) a. Hidup yang menampakkan iman kepada Kristus 17 Persen (%) (5) 42,5%

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 (1) 13 14 15 16 (2) Hidup menggereja tidak hanya dilakukan di lingkungan Gereja saja, namun juga di lingkungan keluarga dan masyarakat Tahu dan sudah paham mengenai lima tugas Gereja Cara pewartaan tentang karya keselamatan yang dilakukan oleh Yesus sebagai tugas dari Kerygma . Sikap terhadap hidup menggereja (3) (4) (5) b. Panggilan untuk mewujudkan tanggung jawab terhadap Gereja dalam segala bidang c. Kegiatan yang dilaksanakan oleh umat dalam bentuk doa-doa d. Hidup yang selalu berkaitan dengan hal-hal suci a. Ya b. Tidak 20 50% 3 7,5% 0 0% 40 0 100% 0% a. Ya b. Mungkin c. Tidak tahu 17 21 2 42,5% 52,5% 5% a. b. c. d. 23 8 7 2 57,5% 20% 17,5% 5% 35 87,5% 0 0% 0 0% 5 12,5% Kotbah Doa-doa Renungan Nyanyian a. Melaksanakan dengan tulus karena ini adalah tanggung jawab sebagai warga Gereja b. Melaksanakan karena merasa takut dengan umat yang lain c. Melaksanakan karena malu dengan umat lain yang aktif d. Melaksanakan tergantung kemauan dan suasana hati

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 Pada pembahasan hasil penelitian tabel 4 variabel pemahaman hidup menggereja, dapat dipaparkan sebagai berikut ini. Mengenai pemahaman tentang hidup menggereja 50% (20 responden) berpendapat bahwa hidup menggereja adalah panggilan untuk mewujudkan tanggung jawab di Gereja dalam segala bidang, 42,5% (17 responden) berpendapat hidup menggereja adalah hidup yang menampakkan iman kepada Kristus, 7,5% (3 responden) berpendapat bahwa hidup menggereja adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh umat dalam bentuk doa-doa, dan tidak ada responden yang berpendapat bahwa hidup menggereja adalah hidup yang selalu berkaitan dengan hal-hal suci. Berdasarkan pemahaman responden terhadap hidup menggereja seperti yang diungkapkan di atas, dapat dikatakan sebagaian kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan cukup memahami arti hidup menggereja. Mengenai pelaksanaan hidup menggereja yang tidak hanya dilakukan di Gereja saja namun juga di lingkungan keluarga dan masyarakat, semua responden menjawab ya 100% (40 responden) dan tidak ada yang menjawab tidak. Maka dapat dikatakan bahwa sebagian besar kaum muda Paroki St. Ignatius Danan sungguh memahami bahwa hidup menggereja tidak hanya dilakukan di lingkungan Gereja saja, namun juga di lingkungan keluarga dan masyarakat. Mengenai pemahaman lima tugas Gereja, 52,5 % (21 responden) menjawab mungkin, 42,5% (17 responden) menjawab ya, 5% (2 responden) yang menjawab tidak tahu. Kenyataan itu menunjukkan bahwa sebagian besar kaum muda Paroki St. Ignatius Danan kurang begitu memahami tentang lima tugas Gereja.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Mengenai pewartaan tentang karya keselamatan yang dilakukan oleh Yesus sebagai tugas dari kerygma, 57,5% (23 responden) menjawab bahwa pewartaan bisa dilakukan melalui kotbah, 20% (8 respnden) menjawab bahwa pewartaan bisa dilakukan melalui doa-doa, 17,5% (7 responden) menjawab bahwa pewartaan bisa dilakukan melalui renungan dan 5% (2 responden) menjawab bahwa pewartaan bisa dilakukan melalui nyanyian. Kenyataan di atas menunjukkan bahwa sebagaian besar kaum muda Paroki St. Ignatius Danan menjawab bahwa pewartaan keselamatan yang dilakukan oleh Yesus sebagai tugas dari kerygma dapat dilakukan melalui kotbah. Mengenai sikap terhadap hidup menggereja, 87,5% (35 responden) berpendapat bahwa melaksanakan dengan tulus karena ini adalah tanggung jawab sebagai warga Gereja, 12,5% (5 responden) berpendapat bahwa melaksanakan tergantung kemauan dan suasana hati, dan tidak ada responden yang berpendapat bahwa melaksanakan karena merasa takut dengan umat yang lain, dan melaksanakan karena malu dengan umat lain yang aktif. Kenyataan di atas menunjukkan bahwa sebagaian besar kaum muda Paroki St. Ignatius Danan dalam menyikapi hidup menggereja, mereka sikapi dengan melaksanakan dengan tulus sebagai kesadaran bahwa itu adalah tanggung jawab sebagai warga Gereja. d. Keterlibatan Kaum Muda dalam Hidup Menggereja Bagian ini akan memaparkan variabel tentang keterlibatan kaum muda Paroki St. Ignatius Danan dalam hidup menggereja dan untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel berikut ini:

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Tabel 5: Keterlibatan Kaum Muda dalam Hidup Menggereja (N=40) No Item (1) 17 18 19 Pernyataan (2) Pengertian kaum muda Peranan kaum muda dalam hidup menggereja Arti terlibat dalam hidup menggereja Alternatif Jawaban Frekuensi Persen (%) (3) (4) (5) a. Mereka yang selalu aktif dalam kegiatan menggereja b. Mereka yang berusia 15 sampai 21 tahun c. Mereka yang masih duduk di bangku SMA maupun SMK dan yang belum menikah d. Mereka yang selalu bersemangat a. Sebagai penerus Gereja di masa depan b. Sebagai pelaksana program Gereja c. Sebagai pewarta kabar gembira d. Sebagai pembantu Romo a. Tugas dan kewajiban saya sebagai kaum muda b. Memberikan seluruh tenaga, waktu dan pikiran demi kemajuan Gereja c. Meramaikan kegiatan yang ada di Gereja d. Selalu terlihat di Gereja 20 50% 3 7,5% 11 27,5% 6 15% 33 82,5% 6 15% 1 2,5% 0 0% 23 57,5% 17 42,5% 0 0% 0 0%

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 (1) (2) (3) (4) (5) 20 Kehadiran kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan a. Aktif dalam segala kegiatan b. Ikut aktif terlibat dalam semua kegiatan jika diundang c. Aktif ketika kegiatannya menarik bagi mereka d. Kurang begitu aktif a. Semua saling mengenal meskipun berbeda lingkungan b. Hanya kenal dengan kaum muda yang seumuran saja c. Hanya kenal dengan kaum muda yang satu lingkungan saja d. Hanya kenal dengan yang disukai saja a. Bisa menambah wawasan dan pengalaman b. Banyak teman yang di kenal c. Bisa melatih dalam berorganisasi d. Ada pacar yang ikut dalam kegiatan a. Lebih bisa menghayati Sakramen Baptis b. Lebih berani tampil di depan umum 14 35% 6 15% 10 25% 10 25% 25 62,5% 6 15% 0 0% 9 22,5% 29 72,5% 4 10% 7 17,5% 21 22 23 Keakraban kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan antara yang satu dengan yang lainnya Alasan merasa senang mengikuti kegiatan di Gereja Harapan dengan aktif dalam hidup menggereja 0 0% 12 30% 2 5%

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 (1) 24 25 26 27 28 (2) Kegiatan menggereja membantu dalam pembentukan karakter kaum muda Faktor yang menghambat untuk terlibat dalam kegiatan hidup menggereja Kegiatan yang bisa menarik perhatian kaum muda untuk lebih aktif Kegiatan yang ada di Paroki St. Ignatius Danan sebagai wadah bagi kaum muda untuk terlibat dalam hidup menggereja yang pernah diikuti Sudah mewujudkan buahbuah Sakramen Baptis dalam hidup menggereja (3) (4) (5) c. Lebih tahu tentang kegiatan berorganisasi d. Bisa mempengaruhi teman yang belum aktif supaya lebih aktif a. Ya b. Mungkin c. Tidak 9 22,5% 17 42,5% 37 3 0 92,5% 7,5% 0 a. Kesibukan sekolah b. Kurangnya kesadaran dari dalam diri c. Dilarang orang tua d. Kegiatan kurang menarik 4 10% 32 80% 1 2,5% 3 10 14 3 13 6 12 11 1 7,5% 25% 35% 7,5% 32,5% 15% 30% 27,5% 7,5% 14 25 1 35% 62,5% 2,5% a. b. c. d. a. b. c. d. Kemah Rohani Ziarah Rekoleksi Retret Lektor Misdinar Pendamping PIA Belum pernah a. Ya b. Belum c. Tidak Tahu Pada pembahasan hasil penelitian tabel 5 variabel keterlibatan kaum muda dalam hidup menggereja, dapat dipaparkan sebagai berikut ini. Mengenai

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 pengertian kaum muda, 50% (20 responden) berpendapat bahwa kaum muda adalah mereka yang selalu aktif dalam kegiatan menggereja, 27,5% (11 responden) berpendapat bahwa kaum muda adalah mereka yang masih duduk di bangku SMA maupun SMK dan yang belum menikah, 15% (6 responden) berpendapat bahwa kaum muda adalah mereka yang selalu bersemangat, dan 7,5% (3 responden) berpendapat bahwa kaum muda adalah mereka yang berusia 15 sampai 21 tahun. Kenyataan di atas menunjukkan bahwa belum semua kaum muda Paroki St. Ignatius Danan yang paham mengenai pengertian kaum muda. Mengenai peranan kaum muda dalam hidup menggereja 82,5% (33 responden) berpendapat bahwa kaum muda berperan sebagai penerus Gereja di masa depan, 15% (6 responden) berpendapat bahwa kaum muda berperan sebagai pelaksana program Gereja, 2,5% (1 responden) berpendapat bahwa kaum muda berperan sebagai pewarta kabar gembira, dan tidak ada responden yang berpendapat bahwa kaum muda berperan sebagai pembantu Romo. Kenyataan di atas menunjukkan bahwa sebagaian besar kaum muda Paroki St. Ignatius Danan sudah menyadari peranan kaum muda adalam hidup menggereja yaitu sebagai penerus Gereja di masa depan. Mengenai arti terlibat dalam hidup menggereja, 57,5% (23 responden) berpendapat bahwa terlibat dalam hidup menggereja adalah tugas dan kewajibannya sebagai kaum muda, 42,5% (17 responden) berpendapat bahwa terlibat dalam hidup menggereja adalah memberikan seluruh tenaga, waktu dan pikiran demi kemajuan Gereja, dan tidak ada responden yang berpendapat bahwa terlibat dalam hidup menggereja adalah meramaikan kegiatan yang ada di Gereja

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 dan selalu terlibat di Gereja. Kenyataan di atas menunjukkan bahwa sebagian besar kaum muda sudah paham mengenai arti terlibat dalam hidup menggereja. Mengenai kehadiran kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan, 35% (14 responden) berpendapat bahwa kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan aktif dalam segala kegiatan, 25% (10 responden) berpendapat bahwa kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan aktif ketika kegiatannya menarik bagi mereka, 25% (10 responden) berpendapat bahwa kaum muda Paroki St. Ignatius Danan kurang begitu aktif, dan 15% (6 responden) berpendapat bahwa kaum muda Paroki St. Ignatius Danan ikut aktif terlibat dalam semua kegiatan jika diundang. Kenyataan di atas menunjukkan bahwa sebagian besar kaum muda Paroki St. Ignatius Danan aktif dalam segala kegiatan. Mengenai keakraban kaum muda Paroki St. Ignatius Danan antara yang satu dengan yang lainnya, 62,5% (25 responden) berpendapat bahwa semua saling mengenal meskipun berbeda lingkungan, 22,5% (9 responden) berpendapat bahwa hanya kenal dengan yang disukai saja, 15% (6 responden) berpendapat bahwa hanya kenal dengan kaum muda yang seumuran saja, dan tidak ada responden yang berpendapat bahwa hanya kenal dengan kaum muda yang satu lingkungan saja. Kenyataan di atas menunjukkan bahwa kaum muda Paroki St. Ignatius Danan semua saling mengenal meskipun berbeda lingkungan. Mengenai alasan merasa senang mengikuti kegiatan di Gereja, 72,5% (29 responden) berpendapat bahwa merasa senang karena bisa menambah wawasan dan pengalaman, 17,5% (7 responden) berpendapat bahwa merasa senang karena bisa melatih dalam berorganisasi, 10% (4 responden) berpendapat bahwa merasa senang karena banyak teman yang dikenal, dan tidak ada responden yang

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 berpendapat bahwa ada pacar yang ikut dalam kegiatan. Kenyataan di atas menunjukkan bahwa sebagaian besar kaum muda Paroki St. Ignatius Danan merasa senang mengikuti kegiatan di Gereja karena bisa menambah wawasan dan pengalaman. Mengenai harapan kaum muda dengan dirinya aktif dalam hidup menggereja, 42,5% (17 responden) berharap bisa mempengaruhi teman yang belum aktif supaya lebih aktif, 30% (12 responden) berharap lebih bisa menghayati Sakramen Baptis, 22,5% (9 responden) mempunyai harapan bisa lebih tahu tentang kegiatan berorganisasi, dan 5% (2 responden) berharap lebih berani tampil di depan umum. Kenyataan di atas menunjukkan bahwa kaum muda Paroki St. Ignatius Danan mempunyai harapan yang bermacam-macam namun sebagian besar berharap dengan dirinya aktif dalam hidup menggereja bisa mempengaruhi teman yang belum katif supaya lebih aktif. Mengenai apakah kegiatan menggereja berpengaruh terhadap pembentukan karakter kaum muda, 92,5% (37 responden) menjawab ya, 7,5% (3 responden) menjawab mungkin dan tidak ada responden yang menjawab tidak. Kenyataan di atas menunjukkan sebagian besar bahwa kaum muda Paroki St. Ignatius Danan berpendapat bahwa kegiatan menggereja berpengaruh terhadap pembentukan karakter kaum muda. Mengenai faktor yang menghambat untuk terlibat dalam kegiatan hidup menggereja, 80% (32 responden) menjawab karena kurangnya kesadaran dari dalam diri, 10% (4 responden) menjawab karena kesibukan sekolah, 7,5% (3 responden) menjawab karena kegiatan kurang menarik dan 2,5% (1 responden) menjawab karena dilarang orang tua. Kenyataan di atas menunjukkan bahwa

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 kaum muda Paroki St. Ignatius Danan masih mengalami hambatan untuk terlibat dalam kegiatan hidup menggereja, sebagian besar hambatan berasal dari dalam diri kaum muda sendiri yaitu kurangnya kesadaran dari dalam diri. Mengenai kegiatan yang bisa menarik perhatian kaum muda untuk lebih aktif, 35% (14 responden) berpendapat bahwa ziarah adalah kegiatan yang bisa menarik perhatian kaum muda, 32,5% (13 responden) berpendapat retret, 25% (10 responden) berpendapat kemah rohani dan 7,5% (3 responden) berpendapat rekoleksi. Kenyataan di atas menunjukkan bahwa ziarah adalah kegiatan yang bisa menarik kaum muda untuk lebih aktif. Karena ziarah merupakan salah satu kegiatan yang tidak membosankan, dan bersifat rohani juga sehingga bisa semakin meningkatkan iman kaum muda. Kegiatan yang pernah diikuti oleh kaum muda Paroki St. Ignatius Danan, 30% (12 responden) menjawab misdinar, 27,5% (11 responden) menjawab pendamping PIA, 27,5% (11 responden) menjawab belum pernah, dan 15% (6 responden) menjawab lektor. Berdasarkan kenyataan di atas kegiatan yang cukup banyak diikuti oleh kaum muda Paroki St. Ignatius Danan adalah lektor kemudian disusul misdinar. Namun masih cukup banyak pula kaum muda yang belum pernah terlibat mengikuti kegiatan yaitu sekitar 27,% (11 responden). Mengenai perwujudan buah-buah Sakramen Baptis dalam hidup menggereja, 62,5% (25 responden) menjawab belum, 35% (14 responden) menjawab ya, dan 2,5% (1 responden) menjawab tidak tahu. Berdasarkan kenyataan di atas menunjukkan bahwa kaum muda Paroki St. Ignatius Danan belum mewujudkan buah-buah Sakramen Baptis dalam hidup menggereja.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 e. Harapan dan Usulan Tema Terkait dengan Kegiatan Hidup Menggereja Tabel 6: Harapan dan Usulan Tema Terkait dengan Kegiatan Hidup Menggereja (N=40) No Item Pernyataan Alternatif Jawaban Frekuensi Persen (%) (1) (2) (3) (4) (5) 25 62,5% 7 17,5% 29 30 Harapan untuk kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan a. Kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan lebih aktif terlibat dalam berbagai kegiatan b. Kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan semakin maju dan berkembang c. Kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan lebih kompak d. Kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan membuat kegiatan yang menarik Tema yang cocok a. Keinginan menjadi untuk katekese Katolik merupakan bagi kaum muda panggilan Allah di Paroki St. b. Yang muda yang Ignatius Danan berkarya c. Kaum muda penerus Gereja d. Dalam Kristus aku beriman, berpengharapan dan aku dikasihi 5 3 12,5% 7,5% 23 57,5% 7 17,5% 4 10% 6 15% Mengenai harapan bagi kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan, 62,5% (25 responden) berharap kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan lebih aktif terlibat dalam berbagai kegiatan, 17,5% (responden) berharap kaum muda di

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 Paroki St. Ignatius Danan semakin maju dan berkembang, 12,5% (5 responden) berharap kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan lebih kompak, dan 7,5% (3 responden) berharap kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan membuat kegiatan yang menarik. Kenyataan di atas menunjukkan bahwa kaum muda sendiri mempunyai harapan kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan lebih aktif dalam berbagai kegiatan, jadi tidak hanya aktif pada kegiatan yang disukai saja. Mengenai tema yang cocok untuk katekese bagi kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan, 57,5% (23 responden) memilih tema keinginan menjadi Katolik merupakan panggilan Allah, 17,5% (7 responden) memilih tema yang muda yang berkarya, 15% (6 responden) memilih tema dalam Kristus aku beriman, berpengharapan dan aku dikasihi, dan 10% (4 responden) memilih tema kaum muda penerus Gereja. 3. Kesimpulan Hasil Penelitian Pada bagian ini disampaikan pembahasan hasil penelitian yang bertitik tolak pada laporan hasil penelitian mengenai pemahaman Sakramen Baptis dan konsekuensinya dalam keterlibatan hidup menggereja bagi kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan. Pembahasan ini disampaikan menurut urutan variabel. Ada pun urutan pembahasannya sebagai berikut: a. Identitas Responden Berkenaan dengan identitas responden yang mencakup jenis kelamin, umur, pendidikan dan usia dipermandikan dikatakan bahwa dari 40 responden

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 yang terlibat secara langsung dalam penelitian ini responden yang paling banyak adalah berjenis kelamin perempuan ada 27 responden (67,5%), usia semua responden yaitu 16-20 tahun, semua responden masih berada di bangku SMA, dan sebagian besar responden dipermandikan pada usia bayi-5 tahun yaitu ada 36 responden (90%). Mereka adalah generasi penerus Gereja yang diharapkan bisa membawa perkembangan bagi Gereja. b. Pemahaman tentang Sakramen Baptis Pemahaman mengenai Sakramen Baptis 16 responden (40%) memahami Sakramen Baptis sebagai sakramen yang mempersatukan manusia dengan Kristus. Sebanyak 26 responden (65%) merasakan buah dari Sakramen Baptis yaitu merasa tenang karena hidupnya berada di bawah bimbingan Roh Kudus. Meskipun 19 responden (47,5%) berpendapat kurang begitu menghayati penerimaan Sakramen Baptis pada saat masih bayi dengan alasan karena tidak mendapatkan pelajaran. Namun dapat dikatakan pemahaman kaum muda Paroki St. Ignatius Danan mengenai Sakramen Baptis sudah lumayan baik, hal ini dapat dilihat dari pemahaman mereka mengenai materi yang digunakan dalam penerimaan Sakramen Baptis 40 responden (100%) menjawab air. 25 responden (62,5%) juga berpendapat penggunaan air mempunyai makna bahwa air merupakan lambang kehidupan, kebersihan dan kesuburan. Untuk peran wali Baptis sebanyak 31 responden (77,5%) menjawab bahwa wali baptis bertanggung jawab terhadap perkembangan iman calon baptis, memang wali baptis mempunyai peran yang

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 sangat besar bagi perkembangan iman calon baptis sehingga diharapkan wali baptis tidak langsung lepas begitu saja terhadap calon baptis yang didampinginya pada saat dibaptis. Penerimaan Sakramen Baptis pada seseorang juga ditandai dengan penggunaan nama orang Kudus, sebanyak 29 responden (72,5%) berpendapat bahwa penggunaan nama orang Kudus mempunyai tujuan agar keutamaan, kesucian dan keteladanan orang suci itu terpancar pada orang atau anak yang dibaptis itu. c. Pemahaman Hidup Menggereja Saat ini pemahaman mengenai hidup menggereja masih sangat minim. Tetapi ada 20 responden (50%) yang memahami hidup menggereja adalah panggilan untuk mewujudkan tanggungjawab di Gereja dalam segala bidang. Mengenai pelaksanaan hidup menggereja yang tidak hanya dilaksanakan di lingkungan Gereja saja namun juga di lingkungan keluarga dan masyarakat, semua responden menjawab ya bahwa pelaksanaan hidup menggereja juga dilaksanakan di lingkungan keluarga, Gereja dan masyarakat. Untuk pemahaman tentang lima tugas Gereja 21 responden (52,5%) masih merasa ragu-ragu hal ini bisa dilihat dari pilihan jawaban yang dipilih yaitu memilih mungkin. Sebanyak 23 responden (57,5%) memilih kotbah sebagai cara untuk mewartakan karya keselamatan yang dilakukan oleh Yesus. Mengenai sikap terhadap hidup menggereja 35 responden (87,5%) memilih melaksanakan dengan tulus dengan alasan karena merupakan tanggungjawab sebagai warga Gereja, meskipun masih ada 5 responden (12,5%) memilih melaksanakan namun tergantung kemauan dan susana hati.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 d. Keterlibatan Kaum Muda dalam Hidup Menggereja Melihat pengertian kaum muda, pemahaman terhadap kaum muda masih minim, hal ini dapat dilihat bahwa ada sebanyak 20 responden (50%) berpendapat bahwa kaum muda adalah mereka yang selalu aktif dalam kegiatan mneggereja. Padahal jika dilihat kaum muda itu sebenarnya adalah mereka yang masih berusia 15 sampai 21 tahun atau yang belum menikah. Ada 33 responden (82,5%) berpendapat bahwa kaum muda mempunyai peranan sebagai penerus Gereja di masa depan. Sebagai kaum muda tentunya juga harus terlibat dalam hidup menggereja, menurut 23 responden (57,5%) berpendapat bahwa terlibat dalam hidup menggereja adalah tugas dan kewajiban sebagai kaum muda. Mengenai kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan 14 responden (35%) mengatakan bahwa kaum muda aktif dalam segala kegiatan. Keaktifan itu membawa dampak sendiri bagi keakraban kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan yaitu 25 responden (62,5%) mengatakan bahwa kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan semua saling mengenal meskipun berbeda lingkungan. Sebanyak 29 responden (72,5%) berpendapat bahwa responde senang mengikuti kegiatan di Gereja karena bisa menambah wawasan dan pengalaman. Dengan kaum muda aktif dalam hidup menggereja, sebanyak 17 responden (42,5%) mempunyai harapan bisa mempengaruhi teman yang belum aktif supaya lebih aktif. Sebanyak 37 responden (92,5%) berpendapat bahwa kegiatan menggereja membantu dalam pembentukan karakter kaum muda. Mengenai faktor yang menghambat untuk terlibat dalam kegiatan hidup menggereja, 32 responden (80%) berpendapat bahwa kurangnya kesadaran dari dalam diri merupakan faktor penghambat yang cukup besar. Sedangkan untuk kegiatan yang dirasa bisa menarik perhatian kaum

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 muda untuk lebih aktif, 14 responden (35%) memilih kegiatan ziarah. Sebanyak 12 responden (30%) menjawab menjadi misdinar adalah kegiatan yang paling banyak diikuti oleh Kaum muda Paroki St. Ignatius Danan. Namun sebanyak 25 responden (62,5%) berpendapat bahwa dirinya belum mewujudkan buah-buah Sakramen Baptis dalam hidup menggereja. e. Harapan dan Usulan Tema Terkait dengan Kegiatan Hidup Menggereja Kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan mempunyai harapan terhadap kaum muda yang ada, sebanyak 25 responden (62,5%) berharap kaum muda Paroki St. Ignatius Danan lebih aktif terlibat dalam berbagai kegiatan. Oleh karena itu untuk tema katekese, sebanyak 23 responden (57,5%) memilih tema keinginan menjadi Katolik merupakan panggilan Allah, diharapkan melaui katekese dengan tema itu bisa menyadarkan kaum muda akan tugasnya sebagai orang Katolik yang mempunyai tugas dan tanggungjawab terhadap Gereja.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III SAKRAMEN BAPTIS DALAM KEHIDUPAN MENGGEREJA KAUM MUDA Sakramen Baptis merupakan sakramen yang pertama dan utama, karena Sakramen Baptis merupakan pintu masuk bagi orang-orang yang ingin menjadi warga Gereja. Dengan menerima Sakramen Baptis orang diharuskan mempunyai iman kepercayaan kepada Allah yang menyelamatkan dalam diri Yesus Kristus. Melalui baptisan maka orang dibebaskan dari dosa dan dilahirkan kembali menjadi manusia baru. Orang juga dimasukkan dalam paguyuban orang-orang beriman atau menjadi warga Gereja (Prasetya, 1999: 116). Setelah seseorang menerima Sakramen Baptis selain sah menjadi warga Gereja, maka dia pun harus mulai ikut terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan di Gereja. Selain itu di dalam Gereja sendiri terdapat kaum muda sebagai generasi penerus demi perkembanagan Gereja. Oleh karena itu, kaum muda sendiri perlu melibatkan diri dalam kegiatankegiatan yang ada di Gereja. Keterlibatannya mengikuti kegiatan-kegiatan di Gereja merupakan perwujudan dari penghayatannya terhadap Sakramen Baptis. Penulis akan menjelaskan mengenai Sakramen dalam Gereja, hidup menggerja kaum muda, dan peranan Sakramen Baptis. A. Sakramen dalam Gereja Gereja merupakan kumpulan orang-orang yang percaya dan beriman kepada Yesus Kristus. Orang-orang yang percaya dan beriman kepada Yesus secara terus-menerus berusaha mengungkapkan imannya secara nyata dalam

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 kehidupannya. Ungkapan orang-orang yang percaya kepada Yesus salah satunya tampak melalui sakramen. Sakramen adalah tanda dan sarana kehadiran Allah yang menyelamatkan manusia. Melalui sakramen-sakramen yang ada di dalam Gereja maka manusia diajak untuk dapat merasakan kehadiran Allah sebagai penyelamat manusia. Gereja mempunyai tujuh sakramen. 1. Asal-usul Sakramen Sakramen-sakramen dalam Gereja Katolik telah dimulai dalam sejarah Gereja sebagai praktik, yang menjadi titik tolak dari teologi dan praktik perayaan sakramen sakramen dalam Gereja perdana. Gereja perdana memiliki ritus pembaptisan dan pemecahan roti, yang dianggap sebagai salah satu bentuk pelaksanaan hidup Gereja yang khas Kristiani. Sebagian besar ritus-ritus yang ada, berasal dari tradisi kelompok agama Yahudi. Kemudian ritus-ritus itu diambil dan diperbarui oleh Gereja perdana dan dijadikan khas Kristiani, seperti halnya terjadi dalam ritus pembaptisan dan pemecahan roti. Dengan melihat ritus-ritus umat Yahudi, Gereja hendak membuat suatu pembaruan dalam dunia. Dalam praktik pembaptisan, Gereja mengambil bagian dalam karya keselamatan Yesus Kristus, karena melalui pembatisan seseorang diikutsertakan dalam karya keselamatan Allah (KWI, 1996: 398). Perbuatan keselamatan Allah perlu diimani, diwartakan dan dilaksanakan oleh Gereja dalam upacara-upacara tertentu. Maka dalam hal ini Gereja sebagai hasil karya ciptaan Allah perlu untuk menghayati dan melanjutkan karya keselamatan Allah bagi seluruh umat manusia. Karena cinta-Nya kepada manusia Allah menginginkan keselamatan bagi umat-Nya, Ia mengutus putra-Nya sebagai

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 sang Penyelamat sejati. Karya keselamatan Allah terwujud dalam wafat dan kebangkitan Putra-Nya. Keselamatan merupakan hasil karya Allah dan orang yang percaya akan wafat dan kebangkitan Kristus membangun satu paguyuban yang disebut Gereja. Karya keselamatan Allah, beserta dimensi historisnya, baik yang menyangkut janji, pelaksanaan dalam diri Yesus Kristus merupakan pemenuhan eskatologis-Nya, hadir dalam Gereja sebagai hidup dan inti Gereja. Gereja sebagai hasil karya Allah, perlu terlibat secara penuh sebagai alat keselamatan melalui penghayatan dan kesaksian hidup kepada mereka yang belum beriman kepada Kristus. Tugas Gereja tersebut secara konkrit terlaksana dalam perbuatan-perbuatan yang disebut sakramen. Dengan kata lain, rahasia penyelamatan Allah terlaksana dalam diri Yesus Kristus dan dilaksanakan oleh Gereja melalui ritus-ritus. Ritus atau upacara itu merupakan sarana dan simbol untuk menyampaikan rahasia penyelamatan Allah bagi manusia yang selanjutnya dikenal sebagai sakramen (KWI, 1996: 399). 2. Arti Sakramen Kata sakramen berasal dari bahasa latin sacramentum, yang berarti hal yang berhubungan dengan yang kudus atau ilahi (Banawiratma, 1989: 12). Sakramen juga berarti tanda dan sarana keselamatan Allah yang diberikan kepada manusia. Pengertian sakramen yang lainnya yaitu sacramentum est signum quod efficit quod significat yang berarti tanda yang mengerjakan apa yang ditandakan itu (Martasudjita, 2003: 66). Dengan menerima sakramen, seseorang sungguh mengalami kehadiran Kristus yang menyelamatkan. Selain itu terjalin relasi personal dengan Allah,

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 dimana Allah turut berperan secara aktif dalam setiap perjalanan hidup seseorang. Sakramen juga merupakan sarana untuk mengungkapkan iman, sehingga dengan menerima sakramen seseorang semakin dikuduskan dan disucikan dalam kata dan perbuatannya, dikuatkan dan diteguhkan dalam mewartakan karya penyelamatan Allah. Konsili Vatikan II berbicara tentang hakekat sakramen, sebagai berikut: Sakramen-sakramen dimaksudkan untuk mengkuduskan manusia, membangun Tubuh Kristus, dan akhirnya mempersembahkan ibadat kepada Allah. Tetapi sebagai tanda sakramen juga dimaksudkan untuk mendidik. Sakramen tidak hanya mengadakan iman, melainkan juga memupuk, meneguhkan dan mengungkapkannya dengan kata-kata dan benda. Maka juga disebut sakramen iman. Memang sakramen memperbolehkan rahmat, tetapi perayaan sakramen itu sendiri juga dengan amat baik menyiapkan hasil nyata, untuk menyembah Allah secara benar dan untuk mengamalkan cinta kasih (SC 59). Sakramen merupakan tanda yang menghasilkan rahmat dan merupakan tanda yang mengarahkan antara relasi manusia dengan Allah sebagaimana yang ditegaskan dalam Konsili Vatikan II. Rahmat yang didapatkan manusia dalam hal ini yaitu manusia dikuduskan, membangun tubuh Kristus dan akhirnya mengarah pada relasi antara manusia dengan Allah melalui ibadat. 3. Gambaran Tujuh Sakramen dalam Gereja Katolik Manusia merindukan Allah dan kerinduan itu terjawab dalam Yesus Kristus. Yesus Kristus menampakkan dan sekaligus menampakan diri Allah dan hidup-Nya. Maka, Yesus Kristus itu sakramen hidup Allah. Namun, kini Yesus Kristus tidak kelihatan lagi tapi tetap hadir melalui Roh Kudus di tengah dunia. Gerejalah yang menjadi tanda kehadiran Yesus Kristus bagi dunia. Gereja menjadi sakramen Yesus Kristus karena melalui dan di dalam Gereja Yesus Kristus hadir dan tetap melanjutkan karya penebusan-Nya bagi setiap orang di sepanjang

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 tempat hingga akhir zaman. Gereja bukanlah orang-orang yang serba steril dari segala dosa. Namun ada banyak warga pendosa dan “hobi” berdosa. Kekudusan Gereja bukan menurut arti moral, yakni bahwa para warganya seolah-olah orangorang suci tanpa dosa. Kekudusan Gereja terletak justru dalam kesatuannya dengan Allah, dan dengan Putra-Nya Yesus Kristus yang kini hadir secara pasti melalui Roh Kudus. Gereja disebut Kudus dan oleh karena itu dapat menjadi sakramen Yesus Kristus. Gereja mempunyai tujuh sakramen yaitu baptisan, Ekaristi, tobat, krisma, perkawinan, tahbisan dan pengurapan orang sakit (Martasudjita, 2003: 111-113). a. Sakramen Baptis Sakramen Baptis merupakan sakramen yang pertama dan utama dan merupakan pintu kehidupan kekal dari Kerajaan Allah. Melalui Sakramen Baptis maka manusia dipersatukan dengan Kristus. Hal ini berarti manusia mendapatkan pengampunan atau pembersihan dosa. Melalui pengampunan atau pembersihan maka manusia diciptakan menjadi ciptaan baru. Melalui Sakramen Baptis orang beriman dipersatukan dengan Tritunggal atau dengan kata orang beriman mendapatkan kesatuan dan kebersamaan dengan Allah Tritunggal, kesatuan itu adalah anugerah semata-mata bukan karena jasa kita. Selain itu Sakramen Baptis juga memasukkan seseorang menjadi warga Gereja (Sumarno Ds, 2013: 19-20). KHK 1983 kanon 849 menjelaskan bahwa Sakramen Baptis hanya sah diterimakan dengan pembasuhan air yang sungguh-sungguh dan dengan kata-kata yang diwajibkan (Aku membaptis engkau atas nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus). Air yang digunakan adalah air pembaptisan yang sudah diberkati. Air

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 menjadi lambang kehidupan, kebersihan dan kesuburan. Pembaptisan hendaknya dilaksanakan dengan mencelupkan diri ke dalam air atau dituangi air. Berarti yang menjadi tanda dalam Sakramen baptis adalah ketika calon baptis dituangi dengan air, dan yang menjadi kata-kata dalam Sakramen Baptis adalah ungkapan “Aku membaptis engkau atas nama Bapa, Putera dan Roh Kudus”. b. Sakramen Ekaristi Ekaristi berasal dari kata Yunani eucharistia yang berarti puji syukur. Eucharistia merupakan terjemahan Yunani unutk bahasa Yahudi birkat dalam perjamauan Yahudi artinya doa puji syukur sekaligus permohonan atas karya penyelamatan Allah. Makna dari ekaristi yaitu puji syukur atas karya penyelamatan Allah kepada manusia melalui Yesus Kristus (Martasudjita, 2003:269) Kekhasan dalam Sakramen Ekaristi yaitu adanya roti dan anggur. Kehadiran Kristus sendiri dirasakan saat roti dan anggur berubah menjadi tubuh dan darah. Perubahan hakiki roti dan anggur menjadi tubuh dan darah dikenal dengan istilah Transsubstantiatio. Perayaan Ekaristi berpusat pada doa syukur agung, karena doa syukur agung mengungkapkan iman Gereja akan wafat dan kebangkitan Kristus. Karena Ekaristi merupakan perayaan bersama maka diharapkan partisipasi aktif dari semua umat (Prasetya, 1999: 123-124). c. Sakramen Tobat Hubungan manusia tidak selalu berjalan mulus. Seiring berjalannya waktu hubungan baik antara manusia dengan Allah terkadang menjadi putus. Putusnya

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 hubungan itu disebabkan oleh perbuatan dosa yang dilakukan oleh manusia. Melihat hal ini Allah tidak membiarkan manusia semakin jatuh dan jauh dari-Nya, namun manusia diselamatkan Allah melalui Sakramen Tobat. Melalui Sakramen Tobat maka manusia diampuni dosa-dosanya selain itu juga dapat ambil bagian secara penuh dalam kehidupan Gereja (Prasetya, 1999: 127-128). Sakramen tobat juga mendamaikan kembali hubungan manusia dengan Gereja, semua makhluk dan alam lingkungan serta menganugerahkan Roh Kudus sebagai pengampun dosa dan kekuatan untuk pembaruan hidup (Martasudjita, 2003: 326). Dua hal yang perlu diperhatikan dalam Sakramen Tobat yaitu dari pihak yang melakukan dosa dituntut adanya penyesalan, pengakuan dosa, membuat silih atas dosa-dosanya (penitensi) serta memperbaiki diri dan hidupnya; kemudian dari pihak Gereja (uskup atau imam) berkat tahbisannya maka mendapatkan wewenang atau kuasa untuk memberi pengampunan terhadap segala dosa/memberikan absolusi atas nama Bapa, Putra dan Roh Kudus (Prasetya, 1999: 129). d. Sakramen Krisma Krisma berasal dari kata Yunani chrisma, krisma (pengurapan), kata kerjanya: chrio, chriein (= mengurapi) (Martasudjita, 2003: 245). Sakramen Krisma perlu diterima karena melengkapi atau menyempurnakan rahmat pembatisan. Maksudnya, dengan menerima Sakramen Krisma maka secara nyata orang mulai diikutsertakan dalam tugas mewartakan kabar gembira keselamatan Allah bagi semua umat di dunia. Selain itu dengan menerima Sakramen krisma

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 maka manusia pun layak menjadi saksi Kristus yang diwujudkan dalam kehidupannya sehari-hari (Prasetya, 1999: 119-120). Ritus upacara penerimaan Sakramen Krisma dimulai dengan pembaharuan janji baptis dan pengakuan iman. Penumpangan tangan menandakan pencurahan Roh Kudus dan pengurapan dengan minyak krisma di dahi sambil berkata, “NN, Terimalah tanda karunia Roh Kudus” merupakan unsur pokok dalam penerimaan Sakramen Krisma (Prasetya, 1999: 120). e. Sakramen Perkawinan Menjadi suami istri merupakan perubahan total dalam kehidupan seseorang. Allahlah yang telah mempertemukan dua hati yang saling mencinta dan ingin hidup bersama sebagai suami isteri. Perkawinan Katolik dipahami sebagai Perjanjian perkawinan, dimana pria dan wanita membentuk antar mereka kebersamaan seluruh hidup, dari sifat kodratinya terarah pada kesejahteraan suami-isteri serta pada kelahiran dan pendidikan anak; oleh Kristus Tuhan, perkawinan antara orang-orang yang dibaptis diangkat ke martabat Sakramen (KHK, kan.1055 par.1). Perkawinan suami-isteri Kristiani merupakan ikatan sakramental artinya ikatan yang menjadi simbol yang menghadirkan kasih dan kesetiaan Allah sendiri kepada umat-Nya. Perkawinan sakramental yang dihayati oleh suami-isteri Kristiani secara khusus melambangkan dan menghadirkan hubungan yang mesra dan mendalam antara Kristus dan Gereja-Nya (Martasudjita, 2003: 363-364). Perkawinan dalam Gereja Katolik mempunyai sifat-sifat yang hakiki. Sifat yang pertama adalah monogam artinya perkawinan yang terjadi adalah antara

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 seorang pria dan seorang wanita sehingga menolak poligami. Sifat yang kedua adalah tak terceraikan artinya perkawinan tidak bisa dipisahkan oleh manusia, kecuali salah satu pasangannya meninggal (Prasetya, 1999: 132). Tanda rahmat dalam Sakramen Perkawinan yaitu janji perkawinan. KHK 1983 kanon 1057 par. 2. menjelaskan bahwa kesepakatan perkawinan adalah tindakan kehendak dengannya seorang laki-laki dan seorang perempuan saling menerimakan untuk membentuk perkawinan dengan perjanjian yang tak dapat ditarik kembali. Jadi janji perkawinan adalah tindakan kemauan untuk saling memberi dan menerima. f. Sakramen Tahbisan Selain manusia memilih panggilan hidupnya dengan mengikat dalam sakramen perkawinan, ada juga manusia yang menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan melalui pelayanannya yaitu melalui Sakramen Tahbisan. Melalui Sakramen Tahbisan maka seseorang diangkat menjadi pemimpin resmi Gereja melalui pelayanannya dengan menggembalakan Gereja dengan sabda dan rahmat Allah. Melalui tahbisan maka orang menjadi pelayanan Kristus dan pelayan Gereja. Inti dari Sakramen Tahbisan adalah uskup menumpangkan tangan atas orang yang tertahbis dan doa pencurahan Roh Kudus. Tahbisan adalah meterai atau tanda rohani yang tidak terhapuskan, tidak dapat diulang maupun dikembalikan (Prasetya, 1999: 139).

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 g. Sakramen Pengurapan Orang Sakit Sakramen pengurapan orang sakit adalah suatu kebiasaan yang ada dalam Gereja Katolik untuk mendoakan orang sakit. Karena diyakini bahwa melalui doa maka Allah berkarya untuk menyembuhkan dan menyelamatkan orang sakit. Maka diharapkan setelah orang mendapatkan Sakramen Pengurapan orang sakit, maka dia pun dapat disembuhkan dan diselamatkan dari penyakitnya. Sakramen ini diterimakan kepada orang yang mengalami sakit berat, baik yang disebabkan karena usia maupun karena penyakit. Sakramen ini juga bisa diterimakan berulang lagi (Prasetya, 1999: 140-141). Sakramen pengurapan orang sakit hanya boleh diterimakan oleh imam atau uskup. Penerimaan sakramen ini yaitu dengan pengolesan minyak orang sakit (OI= Oleum Infirmorum) di dahi dan tangan si sakit. Pengolesan itu disertai dengan pengucapan, “Semoga, karena pengurapan suci ini, Allah Maharahim menolong saudara dengan rahmat Roh Kudus. Semoga Tuhan membebaskan saudara dari dosa dan membangunkan saudara di dalam rahmat-Nya”. Inilah yang menjadi tanda dan kata-kata dalam Sakramen Pengurapan Orang Sakit (Prasetya, 1999: 142). B. Hidup Menggereja Kaum Muda Gereja merupakan kumpulan orang-orang yang percaya dan beriman kepada Yesus Kristus. Orang-orang itu tidak hanya terdiri dari orang-orang yang sudah tua, namun di dalamnya juga terdapat kaum muda. Meskipun masih muda namun kaum muda mempunyai peranan penting di dalam perkembangan Gereja.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Banyak kegiatan yang bisa dilakukan oleh kaum muda demi perkembangan Gereja. Hidup menggereja kaum muda mencangkup kaum muda dan peranan Sakramen Baptis, 1. Hidup Menggereja Sebagai warga Gereja, tentunya memeluk agama Katolik tidak hanya sebagai setatus di KTP. Namun juga kita wujudkan melalui hidup menggereja. Melalui hidup menggerja maka akan menampakkan iman kita terhadap Yesus. Hidup menggereja itu mencangkup arti dan dasar-dasar hidup menggereja. a. Arti Hidup Menggereja Hidup menggereja itu adalah hidup menampakkan iman kepada Yesus Kristus jadi setiap kegiatan menampakkan iman adalah hidup menggereja. Berarti kalau dia menampakkan imannya di dalam masyarakat dia menggereja dalam masyarakat, maka kalau kita melihat batasan yang sempit hidup menggereja itu sebenarnya adalah hidup menggereja lingkup parokial yang teritorial sifatnya, maka pengertian hidup menggereja dalam arti yang lebih luas adalah perwujudan iman dalam hidup sehari-hari baik dalam keluarga ataupun dalam masyarakat. Dari penjelasan di atas memang ada perbedaan pengertian hidup menggereja secara sempit dan hidup menggereja secara luas. Pengertian hidup menggereja secara sempit memang diartikan bahwa iman kepada Kristus itu dinampakkan sesuai dimana kegiatan itu dilakukan. Seperti sudah dijelaskan

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 bahwa kegiatan yang dinampakkan di masyarakat maka dia menggereja dalam masyarakat. Sedangkan dalam arti luas hidup menggereja adalah perwujudan iman yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. b. Dasar-dasar Hidup Menggereja Hidup menggereja didasari oleh semangat dari Yesus Kristus sendiri selama hidupnya. Oleh karena itu Gereja sebagai tubuh Kristus mempunyai kewajiban untuk melanjutkan dan mengambil bagian dalam tugas Yesus Kristus. Dasar-dasar hidup menggereja mencangkup lima dasar yaitu koinonia atau yang dikenal dengan paguyuban, kerygma atau pewartaan, martyria atau kesaksian hidup, liturgia atau ibadat dan diakonia atau pelayanan. 1) Koinonia (Paguyuban) Panggilan Tuhan bukan panggilan secara personal saja untuk berelasi dan bersatu dengan Tuhan. Panggilan Tuhan juga diarahkan untuk mengembangkan persekutuan (koinonia) antar umat beriman dalam kesatuan iman akan Tuhan. Sehingga antara umat yang satu dengan yang lainnya terbangun suatu persekutuan yang erat (Komkat KAS, 2012: 47) Di satu pihak dikatakan bahwa koinonia merupakan pangkal dan tujuan dan dilain pihak merupakan tugas. Dengan koinonia sebagai pangkal dimaksudkan bahwa Gereja, dan dengan demikian juga paroki, dalam arti tertentu betapapun tidak sempurnanya sedikit banyak sudah merupakan koinonia. Dengan koinonia sebagai tujuan dimaksudkan bahwa Gereja dan dengan demikian paroki,

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 hanyalah pangkal yang harus terus tumbuh dan berkembang menjadi koinonia dalam arti yang lebih mendalam dan penuh, tanpa dapat disebut di mana batasbatasnya yang jelas. Koinonia disebut sebagai tugas paroki yang fundamental dan sentral. Koinonia disebut sebagai tugas paroki yang fundamental karena dari koinonia sebagai subjek mengalir tugas-tugas lainnya seperti kerygma-martyria, liturgia dan diakonia baik sebagai ungkapan maupun sebagai sarana vitalitas paroki. Koinonia disebut sebagai tugas paroki yang sentral karena pengembangan koinonia harus menjadi arah dan tolak ukur aneka kegiatan paroki (Sumarno Ds, 2013: 56). 2) Kerygma (Pewartaan) Kerygma artinya pewartaan, pengajaran tentang karya keselamatan sebagaimana Yesus juga melakukannya. Jadi sebagai anggota Gereja bukan hanya menerima pewartaan tetapi juga menjadi pewarta bagi yang lain. Pewartaan bisa dilakukan dengan ikut serta membahas Kitab Suci, memimpin pendalaman iman, maupun memberikan renungan dalam suatu kelompok tertentu (Komkat KAS, 2012: 48). Menjadi pewarta tidak berarti bisa menguasai sabda, tetapi menempatkan sabda sebagai tuan atasnya. Tugas pewartaan yaitu mengaktualisasikan apa yang disampaikan Allah dalam Kristus seperti yang diwartakan para rasul. Sabda Allah sungguh datang kepada manusia dan menyelamatkan mereka yang mendengarkan pewartaan Gereja. Pewartaan bukan sekedar informasi mengenai Allah dan Yesus

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Kristus, tetapi benar-benar menghadirkan Allah dan Kristus yang menyelamatkan, menyembuhkan hati orang yang mendengar dan membuka diri terhadap sabda yang disampaikan (KWI, 1996: 382-386). 3) Martyria (Kesaksikan Hidup) Martyria artinya pewartaan dengan tindakan nyata yaitu dengan memberikan kesaksian tentang Yesus di tengah dunia. Dengan memberi kesaksian tentang Yesus berarti kita berperan sebagai saksi. Saksi berarti menyampaikan atau menunjukkan dengan kata-kata maupun dengan tindakan apa yang dialami dan diketahui tentang Kristus kepada orang lain. Karena bersaksi itu menuntut pengorban maka dalam memberikan kesaksian kita juga bisa meneladan dari pribadi Yesus sendiri yang rela mengorbankan diri-Nya dengan rela mati demi mewartakan Kerajaan Allah (Adrilamadua, 2014: 1). Kita dipanggil oleh Tuhan Yesus secara individu maupun persekutuan untuk melaksanakan misi Tuhan di bumi. Kita percaya bahwa Tuhan datang ke dunia melalui anak-Nya yaitu Yesus yang telah rela mati di kayu salib untuk menyelamatkan kita. Pemberitaan dan kesaksian itu harus dilakukan oleh orang percaya baik secara individu maupun sebagai persekutuan (Midiankhsirait, 2014: 1). 4) Liturgia (Ibadat) Liturgia merupakan tanda kehidupan paroki yang kualitatif paling mencolok. Liturgi tidak dapat dirayakan secara abstrak, melainkan konkret dalam

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 jemaat, maka liturgi sungguh merupakan kehidupan paroki. Dalam Sacrosanctum Concilium 42 Konsili Vatikan II menegaskan: Paroki-paroki itu sedikit banyak mementaskan Gereja yang nampak dan tersebar di seluruh bumi. Maka kehidupan liturgis paroki dan hubungannya dengan Uskup dalam budi dan perbuatan kaum beriman dan klerus harus diperdalam, harus diusahakan agar cita-rasa berparoki tumbuh terutama dalam perayaam ekaristi Minggu. Dari pernyataan itu ingin ditegaskan bahwa kehidupan liturgi akan berpengaruh terhadap pertumbuhan cita-rasa berparoki. Semakin orang mendalami kehidupan liturginya maka orang akan semakin mudah dalam mewujudkan imannya. Liturgi harus menjadi sumber untuk hidup umat sehari-hari, dan hidup sehari-hari harus memuncak dalam liturgi, maka liturgi tidak dilihat terkucil dari hidup. Liturgi bukan dan tidak boleh menjadi tempat pelarian dari hidup seharihari, melainkan justru perutusan dan penugasan (Sumarno Ds, 2013: 57). 5) Diakonia (Pelayanan) Kehadiran Gereja di tengah umatnya dan masyarakat adalah untuk meneladan Yesus Kristus yaitu melayani, khususnya melayani mereka yang termasuk dalam kelompok KLMTD. Pelayanan itu bisa terwujud dalam bentuk pelayanan spontan, pelayanan karitatif dan pelayanan pemberdayaan (Komkat KAS, 2012: 47-48). Pelayanan spontan adalah pelayanan yang diberikan kepada orang lain secara spontan dan dengan tulus. Misalnya membantu menyebrangkan orang, membantu orang lain mengerjakan sesuatu. Pelayanan karitatif adalah pelayanan

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 yang diberikan dalam bentuk uang atau dana, dana itu diberikan untuk kebutuhan mendesak mereka. Misalnya membantu pengobatan, beasiswa, bencana, dsb. Sedangkan pelayanan pemberdayaan adalah bantuan yang diberikan untuk tujuan pemberdayaan orang dalam hidup dan usaha. Misalnya memberikan dana untuk modal usaha atau untuk suatu pelatihan keterampilan (Komkat KAS, 2012: 48). Melalui pelayanan atau diakonia maka kita diharapkan untuk menyadari bahwa kita dipanggil untuk menjadi berkat bagi orang lain, sehingga dalam kehidupan kita tidak hanya menuntut untuk meminta dilayani, namun kita pun juga mau untuk melayani sesama kita, seperti halnya Yesus sendiri sudah memberikan teladan dari diri-Nya (Komkat KAS, 2012: 48). 2. Kaum Muda Kaum muda adalah mereka yang sudah mengalami perubahan dari anakanak menjadi remaja. Semakin bertambahnya usia maka semakin luas pergaulan mereka dan dengan ini maka semakin banyak pula peranan mereka. Oleh karena itu kaum muda merupakan generasi penerus yang memegang peranan penting. Namun dalam perkembangannya, kaum muda akan mengalami berbagai macam perubahan dalam dirinya. Beberapa hal yang berkaitan dengan kaum muda, yaitu mengenai pengertian kaum muda, aspek-aspek pertumbuhan kaum muda, dan problematika dalam perkembangan kaum muda. a. Pengertian Kaum Muda Menurut Charles Shelton (1988: 10) kaum muda adalah suatu periode kronologis yang dimulai dengan proses psikis dan emosional yang membawanya

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 kekematangan seksual dan psikososial, diakhiri dengan terbentuknya seorang individu yang telah mencapai kebebasan dan produktivitas sosial. Menurut Mangunhardjana (1986: 12) kaum muda adalah para muda-mudi yang berumur 15 sampai 21 tahun. Dalam ilmu psikolgi disebut remaja, yang mencangkup para muda-mudi dalam usia Sekolah Menengah Tingkat Atas dan usia studi di Perguruan Tinggi semester I-IV. Dari pernyataan di atas dapat dikatakan bahwa kaum muda juga merupakan remaja yang mengalami perubahan yang bisa disebut juga periode kronologi dimana kaum muda mengalami perubahan-perubahan fisik, psikologis dan sosial dan hal itu biasanya dialami oleh muda-mudi yang berumur 15-21 tahun atau yang duduk di bangku SMA dan Perguruan Tinggi semester I-IV. b. Aspek-aspek Pertumbuhan Kaum Muda Menurut Mangunhardjana (1986: 12-16) aspek-aspek pertumbuhan kaum muda yang dimaksudkan dalam hal ini yaitu pertumbuhan yang terjadi dalam diri kaum muda itu sendiri. Pertumbuhan pada diri kaum muda mencangkup banyak aspek, yaitu pertumbuhan fisik, perkembangan mental, perkembangan emosional, perkembangan sosial, perkembangan moral, dan perkembangan moral. 1) Pertumbuhan Fisik Pertumbuhan fisik merupakan pertumbuhan yang paling nampak dalam diri kaum muda. Karena pertumbuhan fisik membuat anak laki-laki akan semakin tampak menjadi laki-laki demikian pula dengan anak perempuan akan semakin tampak menjadi perempuan. Pada masa ini mereka akan mempermasalahkan

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 cepat lambatnya pertumbuhan pada diri mereka. Secara biologis mereka sudah cukup masak untuk pengalaman seksual, tapi mereka belum sanggup bertanggung jawab atas hidup perkawinan (Mangunhardjana, 1986: 12). 2) Perkembangan Mental Perkembangan mental tampak dalam pada gejala-gejala perubahan dalam perkembangan intelektual dalam cara berfikir. Dengan meninggalkan masa kanakkanak, kaum muda pun meninggalkan cara berfikir sebagai kanak-kanak dan mulai berfikir sebagai orang dewasa. Mereka mulai berfikir secara kritis. Pada perkembangan ini kaum muda kerap nampak resah, suka menyendiri dan melamun (Mangunhardjana, 1986: 13). 3) Perkembangan Emosional Perkembangan emosional kaum muda ada hubungannya dengan perkembangan fisik. Karena perkembangan fisik akan maka akan terjadi perubahan hormon. Pada perkembangan ini mereka akan menangkap berbagai emosi dan memahami arti kata-kata yang berhubungan dengan perasaan positif maupun negatif. Masalah yang dihadapi kaum muda pada perkembnagan ini yaitu bagaimana menilai baik buruknya emosi dan bagaimana menguasai dan mengarahkannya (Mangunhardjana, 1986: 13). 4) Perkembangan Sosial Perkembangan sosial dalam diri kaum muda berkaitan dengan hubungan mereka dengan orang lain. Hubungan mereka tidak hanya terbatas dengan

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 keluarga saja namun juga dengan teman-teman sebaya dan orang-orang di masyarakat. Dalam perkembangan ini kaum muda juga mengalami masalahmasalah. Masalah yang dialami kaum muda dalam perkembangan ini yaitu seperti cara masuk dalam kelompok, cara menghadapi pengaruh dalam kelompok dan peranannya dalam kelompok tersebut (Mangunhardjana, 1986: 14). 5) Perkembangan Moral Pada perkembangan ini kaum muda berfikir lebih luas, ingin mengetahui alasan-alasan mengapa hal-hal dan tindakan itu baik atau buruk. Kaum muda pun semakin menyadari bahwa orang lain mempunyai pandangan yang berbeda tentang baik atau buruknya suatu tindakan. Selain itu kaum muda pun mulai mencari patokan moral, yang dapat mereka pergunakan sebagai alat untuk menentukan baik buruknya sesuatu sebagai pedoman hidup. Sehingga hal ini juga akan berpengaruh terhadap diri mereka sendiri, terutama dalam bertindak. Masalah yang dihadapi dalam perkembangan ini yaitu kaum muda mengalami ketegangan batin yang disebabkan dari berbagai kenyataan hidup dan keputusankeputusan moral yang harus mereka ambil (Mangunhardjana, 1986: 14). 6) Perkembangan Religius Perkembangan ini berkaitan dengan Tuhan. Ketika masih kanak-kanak kegiatan keagamaan dilakukan karena mengikuti perintah orang tua. Namun ketika menjelang dewasa, kaum muda lebih bersikap kritis ingin mengetahui alasan-alasan berkaitan dengan keagamaan. Masalah yang dihadapi oleh kaum

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 muda pada perkembangan ini yaitu mereka mempunyai rasa ingin tahu berkaitan dengan apa arti Tuhan, arti hidup, arti agama dan masih banyak lagi (Mangunhardjana, 1986: 15-16). c. Problematika dalam Perkembangan Kaum Muda Philips Tangdilintin (2008: 72-82) menjelaskan masalah yang dihadapi kaum muda dalam perkembangannya. Karena perkembangan kaum muda tidak selalu berjalan dengan mulus dan lancar, namun kaum muda pun harus mengalami beberapa masalah dalam tahap perkembangannya. Problematika yang dialami kaum muda dalam perkembangannnya antara lain mencangkup masalah dan kebutuhan pengembangan kepribadian, pengembangan iman dan spiritualitas, hidup menggereja, hidup masyarakat dan bernegara. 1) Masalah dan Kebutuhan Pengembangan Kepribadian Masalah ini biasanya bersumber dari proses perkembangan fisik-biologis maupun psikologis, namun bisa saja berasal dari luar misalnya keluarga, Gereja, masyarakat, sekolah. Misalnya dalam keluarga dimana kaum muda sudah tidak lagi menemukan kehangatan karena kesibukan orang tuanya sehingga waktu untuk saling bercerita dan berbagi kasih berkurang. Masalah yang lain yaitu pengaruh ‘gaya hidup global’ sehingga kaum muda kehilangan identitasnya dan tidak menyadari penjajahan gaya hidup global atas diri mereka (Tangdilintin, 2008: 72-74).

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 2) Masalah dan Kebutuhan Pengembangan Iman dan Spiritualitas Mayoritas kaum muda kita mewarisi kekatolikan dari orang tua, sehingga mereka pun kurang bisa menghayati iman sebagai nilai dan sikap hidup pribadi dan istilah ”beragama tetapi belum beriman” nampaknya juga dialami oleh sebagian besar kaum muda. Hal ini berakibat, iman menjadi sulit dipahami dan dihayati sebagai hubungan pribadi dengan Allah (Tangdilintin, 2008: 75-77). 3) Masalah dan Kebutuhan Hidup Menggereja Kurangnya kesadaran akan peran dan tanggung jawab sebagai warga Gereja, sehingga semakin sulit mencari kaum muda yang akan dijadikan sebagai aktivis Gereja untuk berbagai fungi pelayanan Gereja. Organisasi resmi atau kelompok kepemudaan yang dulu ada, sekarang tampak seperti tidak terawat, kehilangan pamor dan kini kurang diminati oleh kaum muda (Tangdilintin, 2008: 77-80). 4) Masalah dan Kebutuhan Hidup Memasyarakat dan Bernegara Gereja yang masih hidup dalam habitus lama akan membawa pengaruh juga dalam perjalanannya untuk menghasilkan kader-kader yang baru. Salah satunya kader Katolik atau generasi baru semakin langka. Hal ini membuat kaum muda kurang memiliki sikap dasar, wawasan, dan kecakapan strategis untuk terlibat dalam hidup memasyarakat dan bernegara (Tangdilintin, 2008: 80-82). C. Peranan Sakramen Baptis dalam Hidup Menggereja Sakramen Baptis merupakan sakramen yang pertama kali diterima oleh seseorang ketika akan masuk menjadi warga Gereja. Melalui Sakramen Baptis

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 maka orang dilahirkan kembali menjadi manusia baru. Sakramen Baptis yang diterima merupakan pintu gerbang bagi sakramen-sakramen lainnya, jadi jika seseorang belum menerima Sakramen Baptis, maka dia juga belum bisa menerima sakramen-sakramen yang lainnya. Di bawah ini akan diuraikan mengenai Sakramen Baptis yang mencangkup sejarah sekilas mengenai Baptis dalam Gereja, makna teologis Sakramen Baptis, pokok-pokok liturgi dan pastoral baptis, perihal nama baptis, problem baptis bayi dan peranan Sakramen Baptis dalam hidup menggereja kaum muda. 1. Sakramen Baptis dalam Gereja Kata “baptis” mengandung arti membenamkan, mencemplungkan atau menenggelamkan ke dalam air, entah seluruhnya atau sebagian. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai Sakramen Baptis, maka di bawah ini akan dijelaskan tentang sejarah sekilas mengenai Baptis dalam Gereja, makna teologis Sakramen Baptis, pokok-pokok liturgi dan pastoral baptis, perihal nama baptis, problem baptis bayi a. Sejarah Sekilas mengenai Baptis dalam Gereja Baptis di dalam Gereja memiliki sejarah. Sejarah mengenai baptis dalam Gereja dapat kita lihat dalam tiga hal, yaitu dalam Kitab Suci, Gereja Perdana dan baptis dalam jaman para Bapa Gereja. 1) Baptis dalam Kitab Suci Kata “baptisan” berasal dari kata Yunani baptizein (kata bendanya: baptisma) yang berarti membenamkan, mencemplungkan atau menenggelamkan

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 ke dalam air. Kata ini biasanya digunakan dalam Perjanjian Baru (Martasudjita, 2003: 216-217). Baptisan Yohanes Pembaptis yang kita kenal dalam Perjanjian Baru memiliki kekhasan yaitu dari segi upacara Baptisan Yohanes tidak dapat diulang, Baptisan Yohanes adalah baptisan yang diterimakan oleh Yohanes sebagai nabi utusan Allah. Yang paling pokok adalah Baptisan Yohanes merupakan baptisan pertobatan untuk pengampunan dosa. “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu” (Mrk 1:4). Pertobatan yang diserukan oleh Yohanes ini terutama berkaitan dengan persiapan diri akan kedatangan Kerajaan Allah. Dari teks Perjanjian Baru kita tahu bahwa Yesus menyediakan diri dibaptis oleh Yohanes (Mrk 1:9-11). Alasan Yesus dibaptis oleh Yohanes ada dua yaitu Yesus juga menempatkan diri sebagai Pribadi yang ikut menantikan kedatangan kedatangan Kerajaan Allah pada akhir zaman. Alasan yang kedua yaitu Yesus mau menunjukkan penyelamatan dari Allah (Martasudjita, 2003: 218-219). 2) Baptis dalam Gereja Perdana Martasudjita (2003: 220-221) dalam bukunya menjelaskan bahwa Gereja perdana secara jelas telah mempraktekkan baptisan Kristiani bagi mereka yang mau masuk ke dalam kelompok murid Yesus (Kis 2:38-41; bdk. 8:16; 10:48; 19:5; 1 Kor 12:13). Ritus pembaptisannya di dalam Kitab Suci Perjanjian Baru tidak terlalu jelas dikatakan, apakah orang ditenggelamkan dalam air atau hanya berdiri di dalam air atau dicurahi air. Dalam baptisan kristiani ada pelayan yang membaptis dan baptisan kristiani hanya diberikan sekali dan tidak diulang. Ciri

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 khusus pembaptisan kristiani dalam Gereja perdana ialah pembaptisan yang dilakukan dalam “nama Yesus Kristus” (Kis 2:38; 10:48) atau “dalam nama Tuhan Yesus” (Kis 8:16) atau hanya “nama Kristus” (Rm 6:3). 3) Baptis dalam Zaman Para Bapa Gereja Santo Yustinus Martir mengatakan bahwa baptis itu mengandaikan keputusan iman; baptisan dilaksanakan di tempat permandian (penenggelaman dalam bak air) dan saat dibaptis diserukan nama Allah Tritunggal. Santo Irenius dari Lyon melihat perlunya pembaptisan untuk mendapatkan keselamatan dalam Yesus Kristus, maka semua orang tanpa pandang usia harus dibaptis. Cyrillus dari Yerusalem membuat suatu katekese mistagogi, dijelaskan bahwa para baptisan baru memperoleh karunia Roh Kudus, pengampunan dosa, karunia sebagai anakanak Allah dan dipersatukan dengan peristiwa penderitaan Kristus. Santo Ambrosius dari Milan membahas masalah keharusan baptisan untuk keselamatan dengan mengakui baptisan darah (Martasudjita, 2003: 223-224). b. Makna Teologis Sakramen Baptis Menurut Martasudjita (2003: 228-232) ada empat makna teologis dari Sakramen Baptis. Empat makna itu yaitu baptis mempersatukan umat Kristiani dengan Yesus Kristus, baptis mempersatukan umat Kristiani dengan Allah Tritunggal, baptis mempersatukan kita ke dalam persekutuan Gereja, baptis sebagai ikatan ekumenis. Di bawah ini akan diuraikan mengenai makna teologis Sakramen Baptis.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 1) Baptis Mempersatukan Umat Kristiani dengan Yesus Kristus Baptisan terjadi dalam nama Yesus Kristus (Kis 2:38; bdk. 10:48;19:5), orang dimasukkan ke dalam hubungan dengan Yesus. Baptis bukan hanya mempersatukan kita dengan pribadi Yesus Kristus, tetapi juga memasukkan orang ke dalam seluruh peristiwa Yesus Kristus: hidup, kematian, salib, penguburan dan kebangkitan kemulian-Nya (Martasudjita, 2003: 228). Persatuan dengan Yesus Kristus berarti juga pengampunan dosa. Jadi karunia pokok dari baptis adalah pengampunan dosa. Persatuan dengan Yesus bermakna mendalam, sebab dengan baptis umat Kristiani mengenakan Kristus (Gal 3:27). Artinya, apa yang terjadi dalam diri Kristus juga terlaksana dalam diri umat Kristiani. Dari teks Rm 6:1-14 ini bisa ditarik tiga hal yang terjadi dalam baptisan: pengampunan atau pembersihan dosa, senasib dengan Yesus Kristus yang wafat dan bangki, dan akhirnya juga persatuan kita dengan Allah sendiri (Martasudjita, 2003: 229). 2) Baptis Mempersatukan Umat Kristiani dengan Allah Tritunggal Baptis memasukkan umat Kristiani ke dalam komunitas kasih Trinitas. Komunitas kasih Trinitas adalah dialog kasih antara Bapa dan Putra yang berlangsung dalam Roh Kudus. Ada komunikasi dalam komunitas ini, yaitu komunikasi antara Bapa dan Putra dan Roh Kudus sehingga Tiga Pribadi Allah itu tetap merupakan satu keilahian (= Allah Yang Maha Esa), masing-masing pribadi ini tidak pernah terpisah dan tidak pernah tercampur. Komunikasi kasih yang membentuk komunitas ilahi dalam Trinitas ini diwahyukan dalam sejarah. Sang

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Putra itu menjadi manusia di dalam diri Yesus Kristus. Di dalam kehidupan Yesus, Dia tetap selalu bersama dengan Bapa. Rok Kuduslah yang menyatukan Yesus dan Bapa. Pada saat wafat-Nya itu, Sang Putra menyerahkan Diri-Nya secara total kepada Bapa dalam Roh Kudus dan Bapa menerima persembahan dan penyerahan Diri Putra ini dalam Roh Kudus, yang kita kenal dengan kebangkitan. Kebangkitan adalah wujud penerimaan Bapa atas penyerahan Diri Putra dalam Roh Kudus. Melalui baptisan, umat Kristiani menggabungkan diri dengan dinamik kasih Trinitas itu. Berkat Roh Kudus yang dianugerahkan kepada kita, kita masuk ke dinamika hubungan kasih antara Bapa dan Putra itu (Martasudjita, 2003: 229-230). 3) Baptis Memasukkan Umat Kristiani ke dalam Persekutuan Gereja Seseorang dimasukkan ke dalam Gereja dan diterima sebagai warga baru Gereja melalui baptis. Perayaan inisiasi bukan hanya soal waktu seseorang menjadi warga Gereja, namun lebih jauh merangkum dan mencangkup suatu proses pertumbuhan iman. Inisiasi harus dipandang sebagai proses, di mana seseorang harus terus bertumbuh dan berkembang dalam iman Gereja. Pembaptisan meliputi dua macam gerak yang merupakan satu realitas komunikasi dan perjumpaan. Pertama, melalui baptis orang dimasukkan ke dalam Gereja, berarti orang diterima dan diakui sebagai warga baru Gereja dengan segala hak dan kewajibannya. Kedua, dalam baptis terjadi gerak dari arah sebaliknya yaitu Gereja menjadi hidup dan tumbuh dalam diri orang tersebut. Artinya dalam diri orang tersebut terjadi gambaran hidup Gereja. Gambaran itu

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 tergambar baik dalam hal iman maupun tradisi serta segala bentuk ucapannya (Martasudjita, 2003: 231). 4) Baptis sebagai Ikatan Kesatuan Ekumenis Dari tujuh sakramen dalam Gereja Katolik, baptis adalah sakramen yang diterima dan diakui oleh Gereja. Umumnya Gereja-gereja memandang pernyataan mengenai baptisan sebagai pernyataan yang baik dan sesuai dengan tradisi para Rasul. Yang menjadi masalah adalah baptisan bayi. Namun pada prinsipnya baptis diterima oleh semua Gereja dengan demikian kita boleh menerima baptis sebagai ikatan kesatuan ekumenis. Pengakuan akan makna baptis sebagai ikatan ekumenis ini terdapat dalam UR 22: “Baptis merupakan ikatan sakramental kesatuan antara semua orang yang dilahirkan kembali karenanya”, berarti dalam hal ini dengan seseorang menerima Sakramen Baptis, maka orang itu dilahirkan kembali menjadi ciptaan baru (Martasudjita, 2003: 231-232). c. Pokok-pokok Liturgi Pastoral Baptis Pokok-pokok liturgi dan pastoral baptis mencangkup tiga hal yaitu mengenai empat masa pembinaan dan tiga tahap upacara dalam proses inisiasi dewasa, dan para penanggung jawab dalam inisiasi Kristiani. Empat masa itu mencangkup masa prakatekumenat, masa katekumenat, masa persiapan akhir dan masa mistagogi. Tiga tahap itu mencangkup tahap I, tahap II dan tahap III. Penanggungjawab dalam inisiasi Kristiani mencangkup umat setempat, penjamin dan wali baptis, para katekis, pemuka ulama (dan Diakon), pastor paroki dan imam-iman lain, uskup.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Tahap I Tahap II Tahap III Pelantikan Katekumen Pemilihan Calon Baptis Sakramen-sakramen Inisiasi BAPTISAN BARU CALON BAPTIS Masa Mistagogi KATEKUMEN Masa Photizomenat SIMPATISAN Masa Katekumenat Masa Prakatekumenat 1) Empat Masa Pembinaan dalam Proses Inisiasi Dewasa Konsili Vatikan II menghendaki agar proses katekese dan perayaan liturgi inisiasi, termasuk baptisan memuat kembali kekayaan tradisi dan praksis Gereja awal. Vatikan menekankan perlunya menghidupkan kembali tahap-tahap inisiasi. Pada pokoknya ada 4 masa pembinaan dalam proses inisiasi dewasa. Empat masa pembinaan itu antara lain masa prakatekumenat, masa katekumenat, masa persiapan akhir dan masa mistagogi. a) Masa Prakatekumenat Masa prakatekumenat adalah masa pertama. Masa pertama ini bertujuan untuk menampung para simpatisan, menjernihkan motivasi mereka dan memperkenalkan Kristus kepada mereka, sehingga mereka mulai bertobat dan beriman. Waktu berlangsungnya masa ini tidak tentu, sesuai dengan perkembangan para simpatisan, dan masa ini diakhiri dengan upacara “pelantikan katekumenat” (Prasetya, 1999: 117; bdk. KWI, 1996: 420).

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 b) Masa Katekumenat Masa katekumenat merupakan masa kedua. Masa ini dijalani oleh para katekumen sebagai pembinaan menyeluruh untuk menjadi orang Katolik, baik melalui katekese dan perayaan-perayaan liturgi, maupun melalui latihan-latihan lain untuk menanam sikap-sikap kristiani dan mengintegrasikan mereka dalam umat. Masa katekumenat berlangsung dalam waktu yang cukup lama (satu sampai beberapa tahun) dan ditutup dengan upacara “pemilihan calon baptis” (Prasetya, 1999: 117-118; bdk. KWI, 1996: 420). c) Masa Persiapan Terakhir Masa persiapan terakhir bisa disebut juga sebagai masa photizomenat atau “masa penyucian dan penerangan” yaitu masa di mana untuk mempersiapkan diri dan hidup untuk menerima Sakramen Baptis. Masa yang paling baik untuk berlangsungnya masa ini adalah masa pra-paskah. Selama masa ini para calon baptis dipersiapkan secara khusus di tengah-tengah umat beriman untuk menerima sakramen-sakramen inisiasi dalam upacara malam paskah. Masa ini ditutup dengan tahap ketiga, yaitu perwujudan bahwa seseorang sudah menjadi warga Gereja secara penuh (Prasetya, 1999: 118; bdk. KWI, 1996: 420). d) Masa Mistagogi Masa keempat adalah masa mistagogi untuk para baptisan baru. Masa ini merupakan masa pendalaman iman (mistagogi) yang sebaiknya berlangsung selama masa paskah. Tujuan dari masa ini adalah untuk membimbing para baptisan baru kepada penghayatan misteri-misteri iman secara mendalam, baik

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 dalam perayaan Ekaristi maupun dalam persekutuhan umat beriman (Prasetya, 1999: 118; bdk. KWI, 1996: 420). 2) Tiga tahap Inisiasi Tiga tahap-tahap inisiasi ini terdapat di dalam empat masa, yaitu tahap pertama pelantikan katekumen terdapat dalam masa pra-katekumenat, tahap kedua pemilihan calon baptis terdapat dalam masa katekumenat dan tahap ketiga sakramen-sakramen inisiasi terdapat dalam masa persiapan terakhir. a) Upacara Tahap I: Pelantikan Katekumen Tahap satu ini dilaksanakan jika simpatisan sungguh mulai bertobat dan beriman, sehingga ia dapat diterima oleh umat setempat dalam masa katekumenat. Dalam suatu upacara ia dilantik menjadi katekumen (KWI, 1996: 420) Upacara tahap I ini adalah masa untuk mengakhiri masa prakatekumenat dan mengawali masa katekumenat (Martasudjita 2003: 241). b) Upacara Tahap II: Pemilihan Calon Baptis Tahap II diselenggarakan jika seorang katekumen sudah berkembang sedemikian rupa, sehingga ia diijinkan menyiapkan diri untuk menerima sakramen-sakramen inisiasi (KWI, 1996: 420) Selain itu dikatakan juga jika tahap II ini adalah tahap pemilihan calon baptis atau pengukuhan katekumen terpilih. Masa ini adalah masa mengakhiri masa katekumenat. Dan diadakan awal prapaskah (Martasudjita 2003: 241).

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 c) Upacara tahap III: Sakramen-sakramen Inisiasi Tahap III dilaksanakan apabila persiapan terakhir sudah selesai dan calon itu diperkenankan menerima sakramen-sakramen inisiasi (pembaptisan, krisma, dan ekaristi pertama) sehingga ia menjadi anggota penuh Gereja (KWI, 1996: 420) 3) Para Penanggung Jawab dalam Inisiasi Kristiani Sakramen Baptis tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Karena dari awal persiapan sampai selesai Baptis pun perlu adanya pengawasan atau pihak yang bertanggung jawab. Sumarno Ds (2012: 11-14) menjelaskan mengenai para penanggung jawab dalam inisiasi kristiani. Penanggung jawab itu antara lain umat setempat, penjamin dan wali baptis, para katekis, pemuka ulama (dan diakon), pastor paroki dan imam-iman lain, uskup. a) Umat Setempat Inisiasi Kristiani pertama-tama dan terutama merupakan tanggung jawab seluruh umat setempat. Bukankah setiap murid Kristus wajib memberi kesaksian iman, baik dalam usaha-usaha kerasulan maupun dalam setiap perbuatan hidup sehari-hari (LG 17). Sumarno Ds (2012: 11-12) menjelaskan bahwa umat setempat harus membantu para simpatisan dan katekumen sepanjang masa inisiasi, khususnya: • Dalam masa pra-katekumenat diharapkan umat bisa bersikap ramah dan perhatian kepada para simpatisan yaitu dengan mau menerima para simpatisan

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 dalam keluarganya, mengajak berbicara secara pribadi, bahkan mengundang para simpatisan itu pada pertemuan-pertemuan umat. • Umat setempat diharapkan mau datang pada upacara-upacara katekumenat, sejauh keadaan mengijinkan, dan ikut aktif dalam jawaban doa, nyanyian dan aklamasi. • Pada hari “pemilihan” hendaknya mereka bersedia memberikan penilaian jujur dan bijaksana tentang para katekumen yang akan dipilih menjadi anggota baru dalam umat. • Dalam masa Pra-paskah, yang merupakan masa persiapan terakhir bagi para calon baptis serta “masa penyucian dan penerangan”, mereka diharapkan rajin datang pada upacara-upacara tobat dan upacara-upacara penyerahan. Selain itu juga hendaknya juga membaharui janji baptis dengan penuh kesadaran pada malam paskah. • Pada masa “mistagogi” hendaknya ikut merayakan misa untuk para baptisan baru. Kita juga diminta untuk bersikap penuh kasih dan membantu para simpatisan, agar lekas senang di lingkungan beriman. b) Penjamin dan Wali Baptis Penjamin mempunyai tugas mengantar seorang simpatisan kepada Gereja dan mendampinginya terutama selama masa pra-katekumenat dan katekumenat. Penjamin itu harus orang beriman yang mengenal baik simpatisan atau katekumen yang diantar itu, serta ikut memberi jaminan kepada Gereja bahwa calon baptis itu pantas dilantik menjadi katekumen dan dipilih sebagai calon baptis.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Fungsi penjamin itu selesai sebelum upacara “pemilihan”. Namun biasanya akan dipilih oleh katekumen untuk bertindak juga sebagai wali baptis. Persyaratan wali baptis yang dituntut dalam KHK 1983 kanon 874 adalah memiliki kecakapan dan maksud untuk melaksankan tugasnya; telah berumur genap 16 tahun, kecuali Keuskupan atau Paroki menentukan lain; seorang Katolik yang telah menerima Sakramen Krisma dan Ekaristi dan hidup sesuai dengan iman dan tugas yang diterimanya; tidak dijatuhi atau dinyatakan ternoda oleh suatu hukuman kanonik dan bukan ayah atau ibu dari calon baptis sendiri. Wali baptis itu dipilih oleh katekumen berdasarkan teladan, keutamaan dan persahabatannya, dan ia harus dapat disetujui oleh imam dan umat. Ia mendampingi katekumen pada hari “pemilihan”, dalam perayaan-perayaan sakramen inisiasi dan pada masa “mistagogi”. Wali baptis ini diharapkan menunjukkan jalan kepada katekumen untuk menerapkan Injil dalam hidupnya sendiri dan dalam hubungannya dalam masyarakat. Ia juga harus menolong dalam keragu-raguan dan kebimbangan. Ia juga harus memberi kesaksian dan menjaga perkembangan hidup Kristianiannya (Sumarno Ds, 2012: 12). c) Para Katekis, Pemuka Ulama (dan diakon) Para katekis mempunyai tugas penting dalam inisiasi Kristiani yaitu memberikan bimbingan yang paling berharga dalam pembinaan iman para katekumenat. Oleh karena itu diharapkan katekese yang diberikan agar selalu cocok dengan kebutuhan para katekumen dan sesuai dengan taraf perkembangan mereka dalam rangka inisiasi, katekese mereka hendaknya bertujuan untuk

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 membina iman, berdasarkan Kitab Suci, serta selaras juga dengan lambanglambang dan tahun liturgi. Sehingga katekese itu benar-benar bisa mengena bagi calon baptis, terutama bagi iman mereka, selain itu dengan katekese yang diberikan bisa menambah pengetahuan bagi si calon baptis itu sendiri. Pemuka umat (ketua stasi, pamong, wilayah dsb) yang akan sering memimpin upacara pelantikan katekumen atau upacara pemilihan calon baptis dan memberi penilaian sebelum seorang katekumen dipilih menjadi calon baptis (Sumarno Ds, 2012: 12-13). d) Pastor Paroki dan Imam-Iman lain Pastor paroki mempunyai tanggung jawab umum, merekalah yang menjadi koordinator umum dalam segala acara dan kegiatan yang berhubungan dengan inisiasi di seluruh wilayah paroki. Maka mereka harus mendampingi, membantu dan membina para petugas yang memegang peranan dalam inisiasi: para katekis, pemuka umat, diakon, serta para penjamin dan wali baptis. Selain itu hendaknya juga menaruh perhatian kepada maisng-masing simpatisan dan katekumen serta memberikan bimbingan pastoral. Kecuali pastor paroki, imam-imam lainpun dapat memberi banyak bantuan dalam inisiasi Kristiani. Mereka dapat ikut memberi katekese, memimpin upacara liturgi, memberi bimbingan kepada para calon serta membantu juga dalam perayaan sakramen inisiasi, terutama kalau calon baptisnya banyak (Sumarno Ds, 2012: 13).

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 e) Uskup Uskup bertanggung jawab atas pelaksanaan inisiasi Kristiani di seluruh keuskupan. Maka sangat diharapkan bahwa di setiap keuskupan (atau regio) digariskan suatu kebijaksanaan pastoral bersama, sehingga terjamin bahwa setiap anggota baru dalam umat dapat diinisiasikan dengan baik (Sumarno Ds, 2012: 14). 2. Peranan Sakramen Baptis dalam Hidup Menggereja Kaum Muda Sakramen baptis yang kita terima merupakan sakramen iman. Oleh karena itu dalam baptis, pertama-tama yang hendaknya muncul adalah percaya akan karya keselamatan Kristus. Kaum muda sebagai generasi baru yang mempunyai peranan penting bagi perkembangan Gereja, diajak untuk menyadari peranan sakramen baptis yang sudah diterimanya sehingga kaum muda tidak hanya sekedar menyadari dirinya sebagai anggota Gereja yang telah menerima sakramen baptis, namun kaum muda juga menyadari akan peranan sakramen baptis yang telah diterimanya bagi kehidupan menggerejanya. Komisi Kataketik Keuskupan Agung Semarang (2012: 28-29) mnejelaskan mengenai peranan sakramen baptis. a. Dalam Bidang Koinonia Orang yang telah menerima Sakramen Baptis berarti ia menjadi anggota persekutuan. Sakramen baptis berperan membawa seseorang untuk ikut terlibat dan mengalami hidup kristiani baik dalam paguyuban keluarga, umat, doa bersama dan ikut serta dalam kegiatan-kegiatan dalam Gereja (Komkat KAS, 2012: 28).

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Kegiatan-kegiatan yang bisa diikuti dalam bidang koinonia sebagai perwujudan penghayatannya dalam Sakramen Baptis yaitu dengan masuk dalam kelompok-kelompok doa entah yang ada di lingkungannya maupun di dalam Gereja, menjadi pengurus OMK, menjadi pengurus Dewan Paroki (Prasetyo, 2014: 1-2). b. Dalam Bidang Kerygma Tugas menjadi pewarta merupakan suatu panggilan. Jadi seorang pewarta dituntut dekat dengan Dia yang diwartakannya, nasib yang diwartakan akan menjadi nasibnya, penderitaan menjadi bagian hidupnya, ia diutus dan diserahkan kepada umat yang mendengar pewartaannya dan harus mempunyai komitmen yang utuh kepada umat. Pewartaan merupakan tugas dan panggilan setiap orang yang percaya kepada Kristus. Secara khusus tugas ini dipercayakan kepada imam atau biarawan-biarawati, dan lebih khusus lagi bagi “barisan para katekis, baik pria maupun wanita yang dijiwai semangat merasul dan dengan banyak jerih payah memberi bantuan istimewa dan yang sungguh perlu demi penyebarluasan iman Gereja “ (AG 17). Para katekis ini biasanya berstatus awam (KWI, 1996: 390-391). Orang yang telah menerima Sakramen Baptis berarti dia telah mendapatkan rahmat pengampunan, ia dijadikan kudus dan rajawi untuk ikut berpartisipasi sebagai tugas Kristus. Oleh karena itu orang yang sudah dibaptis bertanggung jawab atas pewartaan kabar gembira atau injil (Komkat KAS, 2012: 28).

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan dalam bidang kerygma misalnya dengan memberikan kotbah/homili terutama bagi iman, memberikan renungan yang bersumber dari Kitab Suci, mengikuti katekese umat, dimana di dalam katekese umat mereka aktif berkomunikasi untuk menafsirkan hidup nyata dalam terang injil, pendalaman kitab suci yaitu dengan membaca dan merenungkan isi bacaan Kitab Suci bisa dilakukan di keluarga, kelompok maupun dalam kesempatan khsusus, kegiatan lain yang bisa diikuti dalam bidang kerygma yaitu dengan melibatkan diri dengan menjadi lektor (Adrilamadua, 2014: 1). c. Dalam Bidang Martyria Orang yang sudah menerima Sakramen Baptis berarti ikut serta untuk menjadi saksi Kristus, memberi kesaksian mengenai Kerajaan Allah di tengah dunia. Dalam bersaksi dituntut adanya pengorbanan dari diri kita, karena mengandung resiko “Kamu akan dikucilkan bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah” (Yoh 16: 2). Dalam memberikan kesaksian, kita dapat meneladan dari Yesus yang rela mati untuk mewartakan Kerajaan Allah. Kesaksian-kesaksian yang bisa kita lakukan sebagai perwujudan dari Sakramen Baptis yang sudah kita terima yaitu dengan berani memberi kesaksian akan kejujuran, persaudaraan, kasih, pengorbanan, kesahajaan, kerendahan hati, keadilan, membela orang kecil, dan sebagainya, seperti yang telah diteladankan oleh para santo-santa dan Yesus sendiri, Putra Tunggal Allah yang Kudus. Tokohtokoh yang bisa kita contoh dalam memberikan kesaksian yaitu Uskup Romero

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 yang tewas ditembak karena membela orang miskin di kota San Salvator, Pater Maximilianus Kolbe yang rela mati dibunuh di kamp konsentrasi Nazi Jerman demi menggantikan seorang bapak yang hendak dieksekusi, Santo Tarsisius yang rela mati demi menyelamatkan hosti tubuh Kristus, Mother Teresa yang selama hidupnya melayani orang-orang miskin di Calcuta-India dan masih banyak lagi lektor (Adrilamadua, 2014: 1). d. Dalam Bidang Liturgia Kesatuan Gereja bukan hanya karya Roh Kudus, tetapi juga hasil komunikasi antar manusia, khususnya perwujudan dalam komunikasi iman diantara para anggota Gereja. Komunikasi terjadi dalam perayaan iman. Maka dikatakan bahwa “penampilan Gereja yang istimewa terdapat dalam keikutsertaan penuh dan aktif seluruh umat kudus Allah dalam perayaan liturgi” (SC 41). Konsili Vatikan II menjelaskan sebagai berikut: Umat beriman janganlah menghadiri misteri iman sebagai orang luar atau penonton yang bisu, melainkan sedemikian supa sehingga melalui upacara dan doa-doa mereka memahami misteri itu dengan baik, dan ikut serta penuh khidmat dan secara aktif. Hendaknya mereka dengan rela hati menerima pelajaran dari sabda Allah, disegarkan oleh santapan Tubuh Tuhan, dan bersyukur kepada Allah (SC 48). Konsili Vatikan II ingin menjelaskan bahwa melalui liturgi umat diharapkan tidak hanya hadir sebagai penonton, melainkan ikut berpartisipasi dalam perayaan itu, yaitu dengan hati yang ikut menghayati apa yang diungkapkan dalam doa. Konsili Vatikan II juga ingin mengungkapkan bahwa liturgi juga berkaitan dengan musik liturgi, kesenian religius, dan perlengkapan

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 ibadat, sehingga liturgi tidak hanya menyangkut gambar, patung dan gedung gereja (KWI, 1996: 392-395). Orang yang sudah menerima Sakramen Baptis dibawa untuk terlibat dalam bidang liturgia. Keterlibatan dan peran serta secara aktif tiap-tiap anggota umat Allah ibadat dan perayaan bersama untuk menyembah dan bersyukur kepada Allah dalam doa bersama, mendengarkan sabda-Nya dalam Kitab Suci dan terutama dalam Perayaan Ekaristi Kudus dan sakramen-sakramen yang lain. Kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan dalam bidang liturgia sebagai perwujudan dari Sakramen Baptis yang sudah diterimanya yaitu dengan ambil bagian sebagai petugas dalam liturgi misalnya dengan menjadi misdinar, organis, paduan suara, penghias altar, ikut dalam kelompok-kelompok devosi, novena Roh Kudus dan sebagainya. e. Dalam Bidang Diakonia Gereja dipanggil supaya melayani seluruh umat manusia. Hal ini dicontohkan oleh Yesus sendiri melalui sabda-Nya: Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian diantara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar diantara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang (Mat 20:25-28). Yesus ingin menyatakan bahwa adanya kelas-kelas atau tingkatan itu biasa dalam masyarakat, tetapi Yesus mengatakan bahwa umat Kristiani harus lain. Yesus mengajarkan sikap melayani. Karena melayani bukan berarti merendahkan,

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 namun mengangkat orang karena membuatnya sama dengan Kristus dan guru. Pelayanan berarti kerjasama, di dalamnya semua orang merupakan subjek yang ikut bertanggungjawab. Orang Kristen juga dituntut untuk mengembangkan sikap pelayanan bukan hanya pada orang yang melayani, tetapi juga pada dia yang dilayani, membantu orang supaya menyadari dan menghayati bahwa kemerdekaan itu kesempatan melayani seorang akan yang lain (KWI, 1996: 445-450). Orang yang menerima Sakramen Baptis diharapkan untuk mempunyai semangat baru dalam hidup yaitu semangat pelayanan. Semangat pelayanan itu diwujudkan dengan bersedia ambil bagian dalam pelayanan tanpa pamrih di tengah masyarakat. Dalam pelayanan, kita sendiri bisa mencontoh dari Yesus yang hadir ke tengah dunia untuk melayani umat-Nya. Kegiatan-kegiatan pelayanan yang bisa kita lakukan sebagai perwujudan dari Sakramen Baptis yang sudah kita terima yaitu dengan pergi ke panti jompo, ke penjara, dan sebagainya (Prasetyo, 2014: 1-3).

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1 BAB IV USULAN KATEKESE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SAKRAMEN BAPTIS DAN KONSEKUENSINYA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM MUDA Berdasarkan hasil penelitian, kiranya banyak hal yang perlu diperhatikan untuk dapat meningkatkan pemahaman kaum muda pada Sakramen Baptis terutama dalam kehidupan menggereja. Maka ada beberapa usulan program yang menarik bagi kaum muda sehingga mereka dapat semakin menghayati Sakramen Baptis dalam hidup menggereja. Beberapa hal yang berkaitan dengan usulanusulan program yaitu latar belakang penyusunan program katekese untuk meningkatkan pemahaman Sakramen Baptis dalam hidup menggereja kaum muda, alasan penyusunan program katekese untuk meningkatkan pemahaman Sakramen Baptis dalam hidup menggereja kaum muda, usulan tema dan tujuan program katekese untuk meningkatkan penghayatan Sakramen Baptis dalam hidup menggereja kaum muda, penjabaran program, petunjuk pelaksanaan program dan contoh SP. A. Latar Belakang Penyusunan Katekese untuk Meningkatkan Pemahaman Sakramen Baptis dan Konsekuensinya dalam Hidup Menggereja Kaum Muda Dari hasil penelitian sudah diuraikan mengenai situasi yang dihadapi kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan terutama dalam keterlibatannya dalam kegiatan menggereja sebagai salah satu bentuk konsekuensi atas Sakramen Baptis yang sudah diterimanya. Penyusunan program katekese ini dimaksudkan agar kaum

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 muda bisa menghayati Sakramen Baptis yang sudah diterimanya sehingga bisa meningkatkan kesadaran akan tugas dan tanggung jawabnya dan kaum muda pun semakin terlibat dalam kegiatan menggereja. Katekese merupakan salah satu bentuk kegiatan menggereja. Oleh karena itu upaya untuk meningkatkan pemahaman Sakramen Baptis dan konsekuensinya dalam hidup menggereja kaum muda akan disusun dalam bentuk katekese. Melalui katekese ini diharapkan bisa meningkatkan penghayatan kaum muda terhadap Sakramen Baptis. Katekese ini akan dikemas dalam bentuk SCP (Shared Christian Praxis). Shared Christian Praxis adalah katekese yang menekankan proses berkateksese yang bersifat diagonal dan partisipasif yang bermaksud mendorong peserta, berdasarkan konfrontasi antara “tradisi” dan “visi” hidup mereka dengan “Tradisi” dan “Visi” Kristiani, agar baik secara pribadi maupun bersama, mampu mengadakan penegasan dan mnegambil keputusan demi terwujudnya nilai-nilai Kerajaan Allah di dalam kehidupan manusia yang terlibat dalam dunia. Langkahlangkah SCP ada lima yaitu mengungkap pengalaman hidup peserta, mendalami pengalaman hidup peserta, menggali pengalaman iman Kristiani, menerapkan iman Kristiani dalam situasi peserta konkrit dan mengusahakan suatu aksi konkrit (Sumarno Ds, 2012: 14-22). B. Alasan Pemilihan Tema dan Tujuan Katekese untuk Meningkatkan Penghayatan Sakramen Baptis dalam Hidup Menggereja Kaum Muda Melalui Sakramen Baptis yang sudah diterima membawa umat beriman menjadi ciptaan baru dan menjadi warga Gereja yang sah. Salah satu warga

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Gereja di Paroki St. Ignatius Danan yaitu kaum muda. Kaum muda sebagai salah satu generasi penerus di Paroki St. Ignatius Danan membutuhkan perhatian dan pendampingan, karena tentunya kaum muda juga ingin ikut ambil bagian dalam tugas Gereja. Tema umum yang akan diangkat dalam usulan program ini adalah “Kaum muda yang menghayati panggilan sebagai warga Gereja”. Tema umum tersebut diambil dari keprihatinan kaum muda yang ada di Paroki St. Ignatius Danan yang belum semua mau ikut terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan di Gereja. Tujuan dari tema umum ini adalah supaya kaum muda semakin aktif ikut terlibat dalam kehidupan menggereja sebagai penghayatan terhadap Sakramen Baptis. Sehingga mereka bisa menjadi contoh dan teladan bagi kaum muda-kaum muda lain yang mungkin selama ini kurang begitu terlibat dalam hidup menggereja. Tema Umum : Kaum muda yang menghayati panggilan sebagai warga Gereja Tujuan Umum : Membantu kaum muda agar lebih menghayati panggilannya sebagai warga Gereja sehingga kaum muda lebih terlibat dalam kehidupan menggereja. Tema I : Motivasi menjadi orang Katolik Tujuan I : Membantu kaum muda supaya lebih menyadari motivasinya menjadi orang Katolik sehingga lebih mantap menjadi Katolik. Tema II : Peranan Gereja dalam kehidupan orang Katolik Tujuan II : Membantu kaum muda memahami peranan Gereja dalam kehidupan orang Katolik.

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Tema III : Allah dan segala sifat-Nya Tujuan III : Membantu kaum muda untuk memahami sifat-sifat Allah sehingga bisa mencontohnya. Tema IV : Hidup dalam Yesus Tujuan IV : Membantu kaum muda untuk lebih membuat hidupnya lebih baik lagi karena mereka hidup dalam Yesus.

(102) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT C. Penjabaran Program Tema Umum : Kaum muda yang menghayati Panggilan sebagai Warga Gereja Tujuan : Membantu kaum muda agar lebih menghayati panggilannya sebagai warga Gereja sehingga kaum muda lebih Umum terlibat dalam kehidupan menggereja. No Tema Tujuan (1) I (2) Motivasi menjadi orang Katolik (3) Membantu kaum muda supaya lebih menyadari motivasinya menjadi orang Katolik sehingga lebih mantap menjadi Katolik. Judul pertemuan (4) 1. Keinginan menjadi Katolik merupakan panggilan Allah. Tujuan pertemuan (5) Membantu kaum muda memahami bahwa menjadi Katolik adalah panggilan Allah yang terlaksana melalui Yesus Kristus sehingga kaum muda lebih menghayati panggilannya sebagai orang Katolik dengan mewujudkan dalam kehidupan menggereja. Materi (6) - Mengikuti panggilan Yesus - Alasan menjadi orang Katolik - Pribadi Yesus Metode Sarana (7) - Informasi - Tanya jawab - Diskusi kelompok - Sharing kelompok - Refleksi pribadi (8) - Lagu “Dengar Dia panggil nama saya” dan “Nafas Iman” - Teks Kitab Suci - Cerita “Keinginan Menjadi Kristen Katolik” - instrumen - Laptop - Speaker - Salib - Lilin Sumber bahan (9) - (Kom -kat KAS, 1996: 2733) - Yoh 1:3551 84

(103) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT (1) II (2) Peranan Gereja dalam kehidupan orang Katolik (3) (4) 2. Menjadi Katolik berdasarkan jawaban bebas atas panggilan Allah Membantu 3. Persaudarakaum muda an muridmurid memahami Yesus peranan Gereja dalam kehidupan orang Katolik. (5) Membantu kaum muda memahami bahwa memeluk suatu agama adalah hak seseorang yang dipilihnya secara bebas atas panggilan Allah sehingga kaum muda lebih menghayati agama yang telah dipilihnya. Membantu kaum muda memahami persaudaraan murid-murid Yesus sehingga kaum muda dapat semakin menghayati keselamatan dalam persaudaraan - - - (6) Kebebasan menjadi Katolik Kebebasan mengikuti Yesus. Kebebasan beragama. Tuntutan Yesus Hidup secara Katolik - Gereja yang satu - Gereja hidup berdampinga n dengan umat berkeyaki nan lain. - Banyak anggota tetapi satu tubuh. - (7) Informasi Tanya jawab Diskusi kelompok Sharing kelompo Refleksi pribadi - Informasi - Tanya jawab - Diskusi kelompok - Sharing kelompok - Refleksi pribadi (8) Lagu Kelana dan Bagai Rajawali. Cerita “Kebebasan Menjadi Katolik” Laptop Speaker Salib Lilin (9) - (Kom -kat KAS, 1996: 3441) Mrk 10:17 -27 - Lagu Mari Menghadap Tuhan dan Dalam Yesus kita bersaudara. - Cerita mulut dan perut. - Laptop - Speaker - Salib - Lilin - (Kom -kat KAS, 1996a :4854) - 1 Kor 12:12 -27 - - - 85

(104) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT (1) (2) (3) (4) 4. Gereja yang berdoa dan beribadah (5) orang-orang yang mengikuti Yesus (Gereja) dan menghayati keselamatan bersama umat yang berkeyakinan lain hendaknya tidak secara pasif saja, melainkan secara aktif. Membantu kaum muda membangun hubungan akrab dengan Allah melalui doa dan ibadat sehingga kaum muda semakin rajin berdoa dan beribadat untuk menjaga hubungan dengan Allah. (6) (7) (8) (9) - Yesus seorang pendoa - Gereja yang berdoa. - Informasi - Tanya jawab - Diskusi kelompok - Sharing kelompok - Refleksi pribadi - Lagu “Gereja Bagai Bahtera” - Cerita “Mengapa Ayah Jarang Berdoa?” - Laptop - Speaker - Salib - Lilin - (Kom -kat KAS, 1996b :5568) - Luk 22:32 -46. 86

(105) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT (1) III (2) Allah dan segala sifat-Nya (3) Membantu kaum muda untuk memahami sifat-sifat (4) 5. Gereja, paguyuban murid-murid Yesus Kristus 6. Allah Pecinta (5) (6) - Gereja Membantu merupakan kaum muda paguyuban memahami yang bahwa Gereja dihimpun merupakan oleh Allah. paguyuban- Suasana paguyuban warga terbuka dari Gereja. persekutuan orang-orang yang mengikuti Yesus Kristus yang dibimbing oleh Roh Kudus menuju Bapa sehingga kaum muda bisa memiliki sikap terbuka terhadap anggota-anggota paguyuban. - Allah Bersama mencintai pendamping, manusia kaum muda sebelum semakin manusia ada. menyadari - (7) Informasi Tanya jawab Diskusi kelompok Sharing kelompok Refleksi pribadi - Informasi - Tanya jawab - Diskusi kelompok (8) Lagu Cerita “Berga-bung secara Spontan” Laptop Speaker Salib Lilin (9) - (Komkat KAS, 1996b: 23-30) - Ef 4:17 - Lagu - Cerita “cinta kepada si Upik walau - (Kom -kat KAS, 1996a :57- - - 87

(106) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT (1) (2) (3) Allah sehingga bisa mencontohnya. (4) 7. Allah Penyelamat (5) bahwa Allah mencintai manusia dengan menyelamatkan manusia sehingga kaum muda juga memiliki rasa syukur atas cinta Allah yang boleh diterimanya. Bersama pendamping, kaum muda menyadari bahwa Allah lebih dahulu memanggil setiap orang untuk mengalami keselamatanNya sehingga kaum muda secara bebas (6) (7) - Sharing kelompok - Refleksi pribadi - (8) si Upik belum ada” Laptop Speaker Salib Lilin - (9) 64) Kej 1:131 - Allah menyembuh kan Tobit - Allah menyelamat kan setiap orang - Informasi - Tanya jawab - Diskusi kelompok - Sharing kelompok - Refleksi pribadi Lagu Cerita “Kebahagia an Anton” Laptop Speaker Salib Lilin - (Kom -kat KAS, 1996a : 6569) Tob 2:910; 11:714 88

(107) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT (1) (2) (3) (4) 8. Allah yang murah hati (5) mampu menjawab panggilan-Nya Bersama pendamping, kaum muda menyadari bahwa Allah lebih dahulu memanggil setiap orang untuk mengalami keselamatanNya sehingga kaum muda secara bebas mampu menjawab panggilan-Nya Bersama pendamping kaum muda semakin menyadari bahwa Allah menganugerah- (6) (7) (8) (9) - Pengalaman akan Allah yang murah hati - Pengalaman akan kemurahan - Informasi - Tanya jawab - Diskusi kelompok - Sharing kelompok - Lagu - Cerita “kesaksian salah seorang penumpang Airbus KAI - (Kom -kat KAS, 1996a : 7075) 89

(108) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT (1) (2) (3) (4) 9. Allah Bapa (5) kan hidup dengan segala keperluannya kepada manusia, bukan karena jasa manusia namun karena kemurahan hatiNya. (6) hati Allah dalam Kitab Suci. Bersama pendamping kaum muda bisa merasakan kebaikan Allah seperti halnya dalam doa Bapa kami sehingga kaum muda semakin menghayati kebaikan Allah dengan rajin berdoa. - Pengenalan akan Allah - Allah itu Bapa Sifat “keibuan” Allah (7) - Refleksi pribadi - - Informasi - Tanya jawab - Diskusi kelompok - Sharing kelompok Refleksi pribadi (8) yang selamat” Laptop Speaker Salib Lilin - Lagu - Cerita “Pengalaman Pak Panca” - Laptop - Speaker - Salib - Lilin (9) - Luk 12:2234. - (Kom -kat KAS, 1996a : 8995) Mat 6:913 90

(109) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT (1) IV (2) Hidup dalam Yesus (3) Membantu kaum muda untuk lebih membuat hidupnya lebih baik lagi karena mereka hidup dalam Yesus. (4) 10. Yesus mewartaka n Kerajaan Allah 11. Yesus mencintai orang miskin dan pendosa (5) Bersama pendapming, kaum muda menyadari bahwa dalam hidup, karya dan sabda-Nya, Yesus mewartakan kabar gembira datangnya Kerajaan Allah. (6) - Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus. - Kerajaan Allah hadir dalam diri Yesus. - Siap-siaga dan berjuang untuk Kerajaan Allah. Bersama pendapming kaum muda menyadari bahwa dalam katya penyelamanNya, Yesus mendahuiukan orang miskin dan tersingkir. - Orang-orang miskin pada zaman Yesus. - Orang yang bredosa. - Tantangan yang dihadapi Yesus. - (7) Informasi Tanya jawab Diskusi kelompok Sharing kelompok Refleksi pribadi - Informasi - Tanya jawab - Diskusi kelompok - Sharing kelompok - Refleksi pribadi (8) Lagu Cerita “Korupsi, perkosaan, perang” Laptop Speaker Salib Lilin (9) - (Kom -kat KAS, 1996a : 115119) - Luk 4:4244 - Lagu - Cerita “seminar tentang Kemiskinan - (Kom -kat KAS, 1996a : 127133) - Luk 4:1630 - - 91

(110) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT (1) (2) (3) (4) (5) 12. Roh Kudus Bersama pendamping, kaum muda semakin menyadari bahwa Roh Kudus menjiwai, memberi kekuatan, membimbing dan menggerakkan Gereja serta orang-orang beriman. (6) - Roh Kudus yang dijanjikan Yesus. - Roh Kudus dalam Gereja - Roh Kudus kekuatan orang beriman - (7) Informasi Tanya jawab Diskusi kelompok Sharing kelompok Refleksi pribadi - - (8) Lagu “Bila Roh Allah ada”. Cerita “Ibu Teresia” Laptop Speaker Salib Lilin (9) - (Kom -kat KAS, 1996a : 151158) - Kis 2:113. 92

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 D. Petunjuk Pelaksanaan Program Program pendampingan ini dilaksanakan bagi kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan. Program ini bisa digunakan dalam satu tahun dan dilaksanakan setiap sebulan sekali. Program ini dapat dimulai pada tahun 2015 dan bisa dilaksanakan bagi kaum muda separoki. Program pendampingan ini diambil dari beberapa materi untuk penerimaan Sakramen Baptis, dengan harapan kaum muda bisa semakin mengerti tentang Sakramen Baptis, terutama bagi kaum muda yang dibaptis ketika masih bayi atau baptis bayi. Ciri pokok dari pendampingan ini yaitu melibatkan semua kaum muda, sehingga kaum muda ikut mensharingkan pengalaman imannya sebagai orang Katolik yang sudah menerima Sakramen Baptis. Program pendampingan ini dapat menggunakan model katekese. Apabila katekese digunakan maka Pastor Paroki dapat memberikan kepada salah satu dari kaum muda untuk membantu memimpin jalannya katekese. Namun bisa juga pendamping dari kaum muda yang sendiri yang memberikan pendampingan sehingga semua kaum muda bisa mensharingkan pengalaman imannya. E. Contoh Persiapan 1. Judul pertemuan : Keinginan menjadi Katolik merupakan panggilan Allah. 2. Tujuan : Membantu kaum muda memahami bahwa menjadi Katolik adalah panggilan Allah yang terlaksana melalui Yesus Kristus sehingga kaum muda lebih menghayati panggilannya sebagai orang Katolik dengan mewujudkan dalam kehidupan menggereja. 3. Peserta : Kaum muda Paroki St. Ignatius Danan

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 4. Model : SCP (Shared Christian Praxis) 5. Tempat : Panti Paroki St. Ignatius Danan 6. Metode : - Informasi - Tanya jawab - Diskusi kelompok - Sharing kelompok - Refleksi pribadi 7. Sarana : - Teks lagu “Dengar Dia Panggil Nama Saya” dan “Nafas Iman (MB. 308) - Teks “Keinginan Menjadi Kristen Katolik” - Teks Kitab Suci Yoh 1:35-51 - Musik Instrument - Laptop - Speaker 8. Sumber Bahan : - Komkat KAS, (1997). Mengikuti Yesus Kristus 1. Yogyakarta: Kanisius. Hal. 27-33 - Yoh 1:35-51 9. Pemikiran Dasar Dalam kenyataan banyak diantara kita kurang menyadari bahwa menjadi Katolik adalah suatu panggilan dari Allah, sehingga banyak yang cenderung bersikap seenaknya sendiri, kurang menyadari tugas dan tanggung jawabnya. Hal ini tidak hanya terjadi pada orang yang sudah tua, namun kaum muda sendiri yang berperan sebagai genereasi penerus Gereja juga masih ada yang kurang menyadari panggilannya sebagai orang Katolik, sehingga masih banyak kaum muda yang tidak aktif untuk melibatkan dirinya dalam kegiatan hidup menggereja. Demikian

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 juga yang terjadi pada kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan. Di paroki itu mempunyai banyak kaum muda, namun hanya beberapa saja yang mau aktif terlibat dalam kegiatan hidup menggereja. Selain itu mereka juga merasa kurang bisa menghayati Sakramen Baptis yang diterimanya dan itu menjadi salah satu sebab mereka tidak mau aktif dalam kegiatan di Gereja, karena mereka kurang bisa menghayati Sakramen Baptis yang telah diterimanya bahwa itu adalah panggilan dari Allah. Injil Yohanes mengajarkan kepada kita bagaimana pribadi Yesus. Dimana Yesus adalah utusan Allah. Panggilan Allah itu sendiri terlaksana melalui Yesus Kristus. Ketika Yohanes memperkenalkan Yesus kepada bangsa Yahudi dengan sebutan Anak Domba Allah, membuat orang-orang tertarik untuk mengenal Yesus. Bangsa Yahudi mengharapkan Yesus menjadi Juruselamat. Yesus melaksanakan kehendak dari Bapa-Nya melalui sabda dan karya-Nya. Dari pertemuan ini diharapkan peserta bisa memahami bahwa menjadi Katolik adalah panggilan dari Allah dimana panggilan itu terlaksana melalui Yesus Kristus, sehingga mereka pun bisa menyadari akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai kaum muda generasi penerus Gereja. Pada akhirnya peserta terdorong untuk terlibat dalam kegiatan hidup menggereja. 10. Pengembangan Langkah-langkah a) Pembuka 1) Pengantar Teman-teman yang terkasih dalam Yesus Kristus, kita berkumpul di tempat ini terdorong karena kasih Allah yang telah mempersatukan dan menyertai kita. Menjadi orang Katolik merupakan suatu panggilan dari Allah. Kita sebagai

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 kaum muda juga merupakan orang-orang yang telah dipanggil Allah. Namun terkadang kita kurang bisa menyadari akan tanggung jawab dan tugas kita sebagai orang Katolik. Pada kesempatan ini, kita sebagai satu keluarga Allah berusaha untuk memahami arti panggilan kita dari Allah sebagai orang Katolik. Tema pertemuan kita pada hari ini adalah “Keinginan menjadi Katolik merupakan panggilan Allah”. Semoga dengan pertemuan kita pada hari ini semkin menyadarkan akan tugas dan tanggung jawab kita sebagai orang Katolik. Oleh karena itu marilah kita awali pertemuan kita pada hari ini dengan menyanyikan lagu pembukaan. 2) Lagu Pembuka: “Dengar Dia Panggil Nama Saya” 3) Doa Pembuka Bapa sumber cinta kasih, kami bersyukur atas limpahan rahmat-Mu sehingga pada kesempatan ini Engkau telah mengumpulkan kami putra-putri-Mu dalam keadaan yang selamat. Pada kesempatan ini kami akan mensharingkan dan merefeksikan pengalaman hidup kami tentang bagiamana kami menyadari bahwa keinginan menjadi orang Katolik merupakan panggilan dari Allah. Kami sadar Tuhan bahwa kami seringkali belum menyadari tugas dan tanggung jawab kami. Dari Yesus kami belajar bahwa Yesus adalah utusan-Mu yang telah Engkau utus untuk menyadari panggilan Mu. Berkatilah dan bimbinglah kami melalui supaya melalui sharing ini, kami bisa menjadi orang Katolik yang kuat dan mampu mewartakan kabar gembira kepada orang-orang yang kami jumpai sehingga pribadi Yesus bisa terpancar dalam diri kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 a) Langkah I: Mengungkap Pengalaman Hidup Peserta Teman-teman semua kita akan bersama-sama belajar mendalami panggilan kita sebagai orang Katolik melalui kisah pengalaman yang berjudul “Keinginan Menjadi Kristen Katolik” 1) Pendamping membagikan teks kisah pengalaman “Keinginan Menjadi Kristen Katolik” kepada peserta dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk membaca dan mempelajari secara pribadi terlebih dahulu. 2) Pendamping meminta salah satu peserta untuk menceritakan kembali isi kisah pengalaman “Keinginan Menjadi Kristen Katolik”. 3) Intisari kisah pengalaman “Keinginan Menjadi Kristen Katolik” Pardi, Dikin, dan Purwo adalah siswa yang bersekolah di SD Kanisius. SD Kanisius adalah SD swasta dan tentunya guru-guru yang ada di sekolah itu semua beragama Katolik. Ketiga murid itu merasa terkesan dengan cara hidup mereka dan hal itu menimbulkan keinginan bagi mereka untuk menjadi Katolik. Mereka bercerita kepada teman-teman mereka mengenai keinginan mereka itu, ada teman mereka yang merasa tertarik namun ada juga yang bersikap cuek atau tidak mau terlalu memikirkan. Orang tua mereka merasa heran, karena pada waktu itu di desa mereka belum ada yang beragama Katolik. Ketiga anak itu mempunyai keinginan menjadi Katolik dengan melihat teladan dari guru-guru mereka. 4) Peserta diajak untuk mengungkapkan pengalamannya sendiri dengan bantuan pendalaman kisah “Keinginan Menjadi Kristen Katolik” tersebut dengan tuntunan pertanyaan, sebagai berikut: ♫ Ceritakan apa yang mendorong ketiga siswa itu untuk menjadi Katolik? ♫ Ceritakan apa yang mendorong teman-teman menjadi orang Katolik?

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 5) Arah rangkuman Dari kisah pengalaman itu kita bisa melihat bahwa ketiga siswa itu terdorong untuk masuk menjadi orang Katolik karena melihat keteladanan guru mereka, mereka ingin mengikuti cara hidup guru mereka. Begitupula dengan pengalaman kita sendiri mengenai panggilan kita menjadi orang Katolik. Banyak hal yang membuat kita terdorong menjadi orang Katolik, bagi yang dibaptis bayi tentu menjadi Katolik karena mewarisi dari orang tua, namun untuk yang dibaptis dewasa terdorong menjadi Katolik bisa karena senang dengan cara hidup orang Katolik, dan juga adanya kesadaran seseorang yang percaya bahwa menjadi Katolik merupakan sarana menuju keselamatan. b) Langkah II: Mendalami Pengalaman Hidup Peserta 1) Peserta diajak untuk merefleksikan sharing pengalaman atau cerita dengan dibantu pertanyaan sebagai berikut: ♫ Ceritakan pengalaman teman-teman selama ini sebagai orang yang telah menganut agama Katolik? 2) Dari jawaban yang telah diungkapkan oleh peserta, pendamping memberikan arahan rangkuman singkat: Teman-teman yang terkasih dalam Kristus, tadi kita telah bersama-sama mnesharingkan pengalaman kita sebagai orang Katolik. Dari sharing tadi kita bisa melihat berbagai pengalaman yang bermacam-macam, ada yang merasa senang hidup sebagai orang Katolik, merasakan kedamaian karena semua hidup rukun, ramah, bersahabat dan bersaudara satu sama lain dalam nama Yesus.

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 c) Langkah III: Menggali Pengalaman Iman Kristiani 1) Pendamping meminta salah satu peserta untuk membacakan perikop Kitab Suci dari Injil Yohanes 1:35-51 2) Peserta diberi waktu sebentar untuk hening sejenak sambil secara pribadi merenungkan dan menanggapi pembacaan Kitab Suci dengan dibantu beberapa pertanyaan: ♫ Ayat-ayat mana saja yang menunjukkan bahwa Yesus adalah orang pilihan yang telah ditunjuk oleh Allah? ♫ Bagaimana sikap Yesus dalam melaksanakan tugas dari Allah? 3) Peserta secara pribadi diajak untuk mencari dan menemukan pesan inti perikop sehubungan dengan jawaban atas 2 pertanyaan di atas. 4) Pendamping memberi tafsir dari Injil Yohanes 1:35-51 dan menghubungkannya dengan tanggapan peserta dalam hubungan dengan tema dan tujuan. Pada perikop Kitab Suci yang menunjukkan bahwa Yesus adalah orang pilihan Allah bisa dilihat dalam ayat 36: Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata : “Lihatlah Anak Domba Allah!”, ayat 45: Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nasaret”, ayat 49:kata Natanael kepadanya: “Rabi, Engkau anak Allah, Engkau raja orang Israel!”. Perikop ayat-ayat itu menunjukkan bahwa Yesus adalah utusan Allah dengan berbagai macam panggilan. Panggilan Anak Domba Allah mengingatkan bangsa Yahudi akan anak domba Paskah. Pada perkataan Natanael seperti pada ayat 49 , Yesus menyebut Natanael sebagai orang Israel sejati, sebab ia percaya bahwa Yesus tidak hanya manusia biasa, tetapi berasal dari Allah.

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Kehadiran Yesus di tengah bangsa Yahudi diperkenalkan oleh Yohanes Pembaptis. Yohanes memperkenalkan Yesus kepada para muridnya dengan sebutan Anak Domba Allah. Kedua murid Yesus tertarik untuk mengenal Yesus. Lalu mereka mengikuti-Nya dari belakang. Setelah mengenal Yesus mereka percaya bahwa Yesus adalah Mesias, yang diharapkan bangsa Yahudi menjadi Juruselamat mereka. Pengalaman perjumpaan mereka dengan Yesus disampaikan oleh Andreas kepada Simon kepada Yesus dan menjadi pengikut-Nya. Natanael yang awalnya masih menyangsikan apakah Yesus itu sungguh Mesias. Setelah bertemu Yesus ia percaya. Sikap Yesus dalam melaksanakan tugas dari Allah yaitu Yesus melaksanakan tugas-Nya lewat sabda dan karya-Nya. Semua yang diajarkan Yesus kepada orang banyak diwujudkan-Nya dalam hidup-Nya. Yesus melakukan-Nya semata-mata untuk melaksanakan kehendak Bapa-Nya, yaitu demi keselamatan semua umat manusia. d) Langkah IV: Menerapkan Iman Kristiani dalam Situasi Peserta Konkrit 1) Pengantar Dalam pembicaraan-pembicaraan tadi kita sudah bisa melihat bahwa Yesus adalah perantara Allah yang melaksanakan panggilan Allah kepada manusia untuk menjadi orang Katolik. Yesus hadir melalui sabda dan karya-Nya dalam melaksanakan kehendak Bapa-Nya, yaitu demi menyelamatkan manusia. Para pengikut Yesus dipersatukan oleh iman kepada-Nya dan membentuk suatu Gereja.

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 2) Sebagai bahan refleksi agar kita dapat semakin menyadari panggilan Allah untuk menjadi orang Katolik sehingga kasih Yesus bisa kita rasakan dalam panggilan kita yaitu dengan mencoba merenungkan pertanyaan berikut: ♫ Apakah teman-teman semakin bisa menghayati bahwa menjadi kaum muda Katolik di Paroki St Ignatius Danan yang dengan aktif melibatkan diri dalam kehidupan menggereja adalah panggilan dari Allah? 3) Saat hening dengan diiringi lagu “Taize”untuk mengiringi renungan secara pribadi akan pesan bacaan Kitab Suci. Kemudian peserta diberi kesempatan secukupnya untuk mengungkapkan hasil renungan pribadinya. 4) Arah rangkuman penerapan pada situasi peserta Teman-teman yang terkasih dalam Kristus, tadi kita telah bersama-sama mendengar jawaban dari pertanyaan di atas. Di mana teman-teman semua semakin bisa menghayati bahwa kita sekarang menjadi orang Katolik itu adalah suatu panggilan dari Allah. Jadi kita menjadi orang Katolik bukan suatu kebetulan, tapi itu terjadi karena memang Tuhan memberikan panggilan kepada kita. Oleh karena itu sepantasnya kita sebagai kaum muda Katolik di Paroki St. Ignatius Danan menanggapi panggilan dari Allah itu dengan menjadi warga Gereja yang baik, yaitu dengan selalu aktif melibatkan diri dalam kehidupan menggereja, ikut berperan dalam kegiatan yang ada di Paroki apalagi kaum muda merupakan generasi penerus Gereja. Kemajuan Gereja tentunya bergantung dari kaum muda juga.

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 e) Langkah V: Mengusahakan suatu Aksi Konkrit 1) Pengantar Teman-teman yang terkasih dalam Kristus. Di awal pertemuan tadi kita telah bersama-sama membaca kisah pengalaman “Keinginan Menjadi Kristen Katolik.” Dari cerita tadi, kita bisa belajar bersama-sama bagaimana ketiga siswa yang tertarik menjadi Katolik dengan melihat keteladanan gurunya yang semuanya adalah orang Katolik dan mempunyai cara hidup yang bersahabat, ramah, dekat dan mempunyai cita-cita yang sama. Begitupula dengan pengalaman teman-teman sendiri sebagai orang yang telah menganut Agama Katolik. Berbagai macam pengalaman yang sudah teman-teman ungkapkan antara lain merasa senang, merasakan kedamaian, dan bersahabat dan bersaudara satu sama lain. Dari bacaan Kitab Suci kita bisa belajar bahwa Yesus adalah pilihan Allah yang telah diutus oleh Allah untuk menyelamatkan manusia. Kita juga bisa belajar dari Yesus yang melaksanakan tugas-Nya lewat sabda dan karya-Nya. Apa yang diajarkan Yesus, Ia wujudkan dalam hidup-Nya. Yesus melakukan itu untuk melaksanakan kehendak Bapa-Nya, demi keselamatan semua umat manusia. Melalui refleksi teman-teman juga semakin disadarkan bahwa menjadi kaum muda Katolik merupakan panggilan dari Allah. Menjadi orang Katolik juga bukan merupakan suatu kebetulan. Oleh karena itu kita sebagai kaum muda Katolik di Paroki Danan hendaknya menwujudkan panggilan kita itu dengan aktif terlibat dalam kegiatan menggereja. 2) Memikirkan niat-niat dan bentuk keterlibatan kita yang baru untuk lebih meningkatkan panggilan kita sebagai orang Katolik, dengan pertanyaan penuntun untuk membantu peserta membuat niat-niat:

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 ♫ Niat apa yang hendak teman-teman lakukan sebagai kaum muda Katolik di Paroki St. Ignatius Danan dalam kehidupan menggereja untuk semakin dapat mendalami panggilan Allah? 3) Selanjutnya peserta diberi kesempatan dalam suasana hening memikirkan sendiri-sendiri tentang nilai-nilai pribadi/bersama yang akan dilakukan. Sambil merumuskan niat tersebut, diputarkan lagu instrument. 4) Niat-niat bersama dapat didiskusikan dalam kelompok kecil dan pleno untuk saling meneguhkan. 5) Pendamping mengajak peserta untuk membicarakan dan mendiskusikan bersama menentukan niat konkrit bersama, yang dapat segera diwujudkan demi terbangunnya kesadaran akan panggilan Allah sebagai orang Katolik. 6) Penutup a) Memberi kesempatan kepada peserta untuk hening sejenak untuk meresapkan semua rangkaian pendalaman iman. Kemudia lilin dan salib diletakkan di depan dan lilin dinyalakan. b) Memberi kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan doa permohonan secara spontan yang diawali oleh pemimpin, dan ditutup dengan doa penuntup. c) Doa Penutup Allah sumber cinta kasih, terima kasih atas anugerah yang telah Engkau berikan kepada kami sehingga pertemuan pada hari ini dapat berjalan dengan lancar. Tuhan dari pertemuan ini, kami telah belajar banyak hal terutama untuk lebih menyadari panggilan dari Allah untuk menjadi Katolik. Dari kisah pengalaman Pardi, Dikin dan Purwo kami dapat belajar bahwa cara hidup kami yang baik tentunya bisa menjadi teladan bagi orang-orang di sekitar kami. Kita

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 juga menyadari bahwa kita menjadi Katolik bukan hanya sekedar mengikuti agama dari orang tua kita saja, namun karena kita juga senang dan percaya bahwa menjadi Katolik meruapakan sarana keselamatan. Tuhan terima kasih karena melalui sabda-Mu, kami semakin disadarkan bahwa Engkau adalah utusan Allah untuk memanggil kami supaya menjadi orang Katolik. Bapa, kami telah berupaya menjawab panggilan-Mu dengan mengikuti Yesus, menjadi seorang Katolik. Kami masih harus menempuh jalan yang panjang. Dampingilah kami selalu, agar dapat tahan uji dalam menghadapi segala tantangan. Doa ini kami serahkan ke dalam tangan-Mu yanh kudus Tuhan kami Yesus Kristus. d) Sesudah doa penutup, pertemuan diakhiri dengan menyanyikan lagu penutup “Nafas Iman” MB. No 308.

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 BAB V PENUTUP Pada bagian ini disampaikan kesimpulan dan saran berkaitan dengan penelitian mengenai “Pemahaman Sakramen Baptis dalam Keterlibatan Hidup Menggereja bagi Kaum Muda di Paroki St. Ignatius Danan, Wonogiri, Jawa Tengah”. A. Kesimpulan Kesimpulan dari skripsi ini mengenai pemahaman Sakramen Baptis bagi kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan dan perwujudannya dalam keterlibatan hidup menggereja yaitu kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan mempunyai pemahaman yang cukup mengenai Sakramen Baptis. Kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan juga cukup aktif dalam kegiatan hidup menggereja. Namun untuk pemahaman terhadap konsekuensi Sakramen Baptis masih kurang karena masih banyak kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan mengatakan bahwa belum mewujudkan buah-buah Sakramen Baptis dalam hidup menggereja. Mengenai makna Sakramen Baptis bagi kaum muda, Sakramen Baptis adalah sakramen yang pertama dan utama dan merupakan pintu kehidupan kekal dari Kerajaan Allah. Melalui Sakramen Baptis maka manusia dipersatukan dengan Kristus. Selain itu manusia juga mendapatkan pengampunan atau pembersihan dosa. Sakramen Baptis hanya sah diterimakan dengan pembasuhan air yang sungguh-sungguh dan dengan kata-kata yang diwajibkan (Aku membaptis engkau

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 atas nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus). Seseorang yang sudah menerima Sakramen Baptis juga harus mulai menjalankan lima tugas Gereja yaitu koinonia (paguyuban), kerygma (pewartaan), martyria (kesaksian hidup), liturgia (ibadat) dan diakonia (pelayanan). Mengenai bentuk kegiatan yang mampu meningkatkan pemahaman kaum muda terhadap Sakramen Baptis dalam keterlibatannya dalam hidup menggereja, kegiatan yang dapat diusulkan yaitu berupa katekese berbentuk SCP. Tema umum yang akan diangkat dalam usulan program ini adalah “Kaum muda yang menghayati panggilan sebagai warga Gereja”. Melalui tema ini diharapkan kaum muda semakin aktif ikut terlibat dalam kehidupan menggereja sebagai penghayatan terhadap Sakramen Baptis . B. Saran Pada bagian ini dipaparkan beberapa saran untuk meningkatkan pemahaman Sakramen Baptis dan konsekuensinya dalam Keterlibatan Hidup Menggereja bagi Kaum Muda di Paroki St. Ignatius Danan. Beberapa saran tersebut adalah: 1. Paroki St. Ignatius Danan hendaknya mengadakan pembekalan bagi kaum muda sehingga mereka tidak hanya sekedar paham tentang Sakramen Baptis, namun juga bisa semakin menghayati dan mewujudkan dalam kehidupan menggereja. 2. Romo Paroki, Dewan Paroki, Ketua Lingkungan, Ketua OMK dan orang tua hendaknya meningkatkan perhatian dan dukungan kepada kaum muda agar

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 mereka tetap semangat untuk terlibat dalam hidup menggereja sehingga keberadaan kaum muda bisa membawa perkembangan bagi Gereja. 3. Pendamping kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan hendaknya mengadakan kegiatan yang tentunya menarik dan bisa menarik kaum muda untuk lebih aktif dalam kegiatan menggereja. 4. Pendamping dan kaum muda hendaknya mengadakan rekoleksi yang membahas mengenai lima tugas Gereja.

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Adrilamadua. http://adrilamadua.wordpress.com/kelas-xi/tugas-tugas-gereja/ accessed on April, 2014. Arikunto, Suharsimi. (1997). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Asdi Mahasatya. Banawiratma, J. B. (1989). Baptis Krisma Ekaristi. Yogyakarta: Kanisius. Crichton, JD. (1990). Perayaan Sakramen Baptis dan Krisma. Yogyakarta: Kanisius. Dapiyanta, F. X. (2008). Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di Sekolah. Buku Ajar Mahasiswa IPPAK, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Jacobs, T. (1978). Dinamika Gereja. Yogyakarta: Kanisius. Komkat KAS. (1996a). Mengikuti Yesus Kristus 1: Buku Pegangan Calon Baptis. Yogyakarta: Kanisius. __________. (1996b). Mengikuti Yesus Kristus 2: Buku Pegangan Calon Baptis. Yogyakarta: Kanisius. __________. (2012). Katekese Inisiasi Gagasan Dasar dan Silabus. Yogyakarta: Kanisius. Konferensi Waligereja Indonesia. (1996). Iman Katolik. Buku Informasi dan Referensi. Yogyakarta: Kanisius. __________. (2006) Kitab Hukum Kanonik (codex Iuris Canonici), Edisi 1 Resmi Bahasa Indonesia. Bogor: Grafika Mardi Yuwana. Konsili Vatikan II. (1993). Dokumen Konsili Vatikan II. (R. Hardawiryana, Penerjemah). Jakarta: Obor. Mangunhardjana, A. M. (1986). Pendampingan Kaum Muda Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Kanisius. Martasudjita, E. (2003). Sakramen-sakramen Gereja. Yogyakarta: Kanisius. Midiankhisirait.http://midiankhisirait.wordpress.com/2012/1/18/koinoniamarturia-diakonia. accessed on April, 2014. Moleong, Lexy J. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Prasetya, L. (1999). Panduan untuk Calon Baptis Dewasa. Yogyakarta: Kanisius. Prasetyo, David. http://asemanisblog.blogspot.com/2012/08/4-kegiatan-pokokdalam-agama-katolik.html accessed on April, 2014. Shelton, Charles, M. (1988). Menuju Kedewasaan Kristen. Yogyakarta: Kanisius. Sumarno Ds, M. (2012a) Pengantar PAK Paroki. Diktat Mata Kuliah Pengantar Pendidikan Agama Katolik Paroki untuk Mahasiswa Semester III, Program Studi IPPAK, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 _________.(2012b). PPL PAK Paroki. Diktat Mata Kuliah Pengantar Pendidikan Agama Katolik Paroki untuk Mahasiswa Semester VI, Program Studi IPPAK, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. _________.(2013) PAK Paroki. Diktat Mata Kuliah Pengantar Pendidikan Agama Katolik Paroki, untuk Mahasiswa Semester IV, Program Studi IPPAK, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharama, Yogyakarta. Tangdilintin, Philip. (2008). Pembinaan Generasi Muda. Yogyakarta: Kanisius.

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1: Surat Penelitian untuk Pendamping OMK (1)

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2: Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian (2)

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3: Contoh Kuesioner Bukti Penelitian Petunjuk Mengerjakan : 1. Bacalah dulu setiap pertanyaan dengan teliti dan jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini dengan jujur serta apa adanya sesuai dengan situasi dan kondisi Anda. 2. Berilah tanda silang ( X ) pada salah satu alternatif jawaban yang sesuai dengan pilihan Anda! Nama : .............................................................................. Lingkungan : .............................................................................. A. IDENTITAS RESPONDEN 1. Apa jenis kelamin Anda? a. Laki-laki b. b. Perempuan 2. 3. Berapa usia Anda sekarang? a. Antara 12-15 tahun c. Antara 21-24 tahun b. Antara 16-20 tahun d. Lebih dari 24 tahun Bagaimana dengan pendidikan/status Anda sekarang? a. Pelajar SMP d. Wirausaha b. Pelajar SMA e. Lain-lain c. Mahasiswa/Mahasiswi 4. Anda dipermandikan pada usia? a. Usia bayi – 5 tahun c. Usia 16-23 tahun b. Usia 6- 15 tahun d. Setelah berusia 24 tahun B. PEMAHAMAN TENTANG SAKRAMEN BAPTIS 5. Bagaimana pemahaman Anda tentang Sakramen Baptis? a. Salah satu sakramen inisiasi yang berfungsi untuk memasukkan seseorang sebagai anggota Gereja. (3)

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Sakramen yang pertama dan utama untuk masuk menjadi warga Gereja. c. Sakramen yang mempersatukan manusia dengan Kristus. d. Sakramen yang mendewasakan seseorang. 6. Apa yang Anda rasakan sebagai buah dari Sakramen Baptis? a. Menjadi lebih percaya dan berani berharap kepada Yesus. b. Merasa damai karena mendapatkan pengampunan dosa, termasuk dosa asal. c. Merasa tenang karena hidup berada di bawah bimbingan Roh Kudus. d. Menjadi lebih dewasa dalam iman. 7. Apa pengaruh penerimaan Sakramen Baptis pada saat masih bayi, bagi Anda? a. Lebih mendalami arti Sakramen Baptis. b. Lebih mengerti apa peranan sebagai warga Gereja. c. Sakramen Baptis lebih menyentuh. d. Kurang begitu bisa menghayati karena tidak mendapatkan pelajaran. 8. Materi yang digunakan dalam penerimaan Sakramen Baptis yaitu? a. Air b. Balsem c. Hosti d. Anggur 9. Makna dari penggunaan air dalam Sakramen Baptis yaitu? a. Air lambang kehidupan, kebersihan dan kesuburan. b. Air membersihkan seseorang dari dosa asal. c. Air menandakan seseorang siap menjadi saksi Kristus. d. Air menandakan kedewasaan iman seseorang. 10. Bagaimana peran wali baptis dalam Sakramen Baptis? a. Wali baptis bertindak sebagai wakil umat. b. Wali baptis bertanggung jawab terhadap perkembangan iman calon baptis. c. Wali baptis melindungi calon baptis. d. Wali baptis berperan sebagai saksi nikah. (4)

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11. Salah satu tujuan dari penggunaan nama orang Kudus sebagai nama baptis yaitu? a. Agar keutamaan, kesucian dan keteladanan orang suci itu terpancar pada orang atau anak itu. b. Agar orang suci itu membantu orang atau anak itu melalui doa dan relasi khususnya dengan orang tersebut, sehingga orang itu dapat hidup pantas bagi Allah. c. Nama baptisan merupakan simbol hidup baru yang diterimanya melalui baptisan. d. Sebagi ciri khas orang Katolik. C. PEMAHAMAN HIDUP MENGGEREJA 12. Bagaimana pemahaman Anda tentang hidup menggereja? a. Hidup yang menampakkan iman kepada Kristus. b. Panggilan untuk mewujudkan tanggung jawab di gereja dalam segala bidang. c. Kegiatan yang dilaksanakan oleh umat dalam bentuk doa-doa. d. Hidup yang selalu berkaitan dengan hal-hal suci. 13. Hidup menggereja tidak hanya di lakukan di lingkungan gereja saja, namun juga di lingkungan keluarga dan masyarakat? a. Ya b. Tidak 14. Saya tahu dan sudah paham mengenai lima tugas gereja? a. Ya b. Mungkin c. Tidak tahu 15. Pewartaan tentang karya keselamatan yang dilakukan oleh Yesus sebagai tugas dari Kerygma bisa dilakukan melalui? a. Kotbah. b. Doa-doa. c. Renungan. d. Nyanyian. (5)

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16. Bagaimana sikap Anda terhadap hidup menggereja? a. Melaksanakan dengan tulus karena ini adalah tanggung jawab sebagai warga Gereja. b. Melaksanakan karena merasa takut dengan umat yang lain. c. Melaksanakan karena malu dengan umat lain yang aktif. d. Melaksanakan tergantung kemauan dan suasana hati. D. KETERLIBATAN KAUM MUDA DALAM HIDUP MENGGEREJA 17. Menurut Anda apa yang dimaksud dengan kaum muda? a. Mereka yang selalu aktif dalam kegiatan menggereja. b. Mereka yang berusia 15 sampai 21 tahun. c. Mereka yang masih duduk di bangku SMA maupun SMK dan yang belum menikah. d. Mereka yang selalu bersemangat. 18. Menurut Anda apa peranan kaum muda dalam hidup menggeja? a. Sebagai penerus Gereja di masa depan. b. Sebagai pelaksana program Gereja. c. Sebagai pewarta kabar gembira. d. Sebagai pembantu Romo. 19. Menurut Anda apa artinya terlibat dalam hidup menggereja? a. Tugas dan kewajiban saya sebagai kaum muda. b. Memberikan seluruh tenaga, waktu dan pikiran demi kemajuan Gereja. c. Meramaikan kegiatan yang ada di Gereja. d. Selalu terlihat di Gereja. 20. Menurut Anda bagaimana kehadiran kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan? a. Aktif dalam segala kegiatan. b. Ikut aktif terlibat dalam semua kegiatan jika diundang. c. Aktif ketika kegiatannya menarik bagi mereka. d. Kurang begitu aktif. (6)

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21. Bagaimana keakraban kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan antara yang satu dengan yang lainnya? a. Semua saling mengenal meskipun berbeda lingkungan. b. Hanya kenal dengan kaum muda yang seumuran saja. c. Hanya kenal dengan kaum muda yang satu lingkungan saja. d. Hanya kenal dengan yang disukai saja. 22. Apa yang membuat Anda merasa senang mengikuti kegiatan di Gereja? a. Bisa menambah wawasan dan pengalaman. b. Banyak teman yang di kenal. c. Bisa melatih dalam berorganisasi. d. Ada pacar yang ikut dalam kegiatan. 23. Apa harapan Anda dengan aktif dalam hidup menggereja? a. Lebih bisa menghayati Sakramen Baptis. b. Lebih berani tampil di depan umum. c. Lebih tahu tentang kegiatan berorganisasi. d. Bisa mempengaruhi teman yang belum aktif supaya lebih aktif. 24. Menurut Anda apakah kegiatan menggereja membantu dalam pembentukan karakter kaum muda? a. Ya b. Mungkin c. Tidak 25. Menurut Anda faktor yang menghambat untuk terlibat dalam kegiatan hidup menggereja yaitu? a. Kesibukan sekolah. b. Kurangnya kesadaran dari dalam diri. c. Dilarang orang tua. d. Kegiatan kurang menarik. 26. Menurut Anda kegiatan seperti apa yang bisa menarik perhatian kaum muda untuk lebih aktif? a. Kemah Rohani. b. Ziarah. (7)

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. Rekoleksi. d. Retret. 27. Kegiatan apa saja yang pernah Anda ikuti ada di Paroki St. Ignatius Danan sebagai wadah bagi kaum muda untuk terlibat dalam hidup menggereja? a. Lektor. b. Misdinar. c. Pendamping PIA. d. Belum pernah 28. Apakah Anda telah mewujudkan buah-buah Sakramen Baptis dalam kegiatan-kegiatan menggereja? a. Ya. b. Belum. c. Tidak Tahu. 29. Apa harapan Anda untuk kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan? a. Kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan lebih aktif terlibat dalam berbagai kegiatan. b. Kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan semakin maju dan berkembang. c. Kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan lebih kompak. d. Kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan membuat kegiatan yang menarik 30. Tema apa yang cocok untuk katekese bagi kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan? a. Keinginan menjadi Katolik merupakan panggilan Allah. b. Yang muda yang berkarya. c. Kaum muda penerus Gereja. d. Dalam Kristus aku beriman, berpengharapan dan aku dikasihi. (8)

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4: Kuesioner Penelitian PENDAPAT KAUM MUDA PAROKI ST. IGNATIUS DANAN TENTANG PENGHAYATANSAKRAMENBAPTIS DALAM HIDUP MENGGEREJA BAGI KETERLIBATAN KAUM MUDA DI PAROKIST. IGNATIUS DANAN Petunjuk Mengerjakan : 1. Bacalah dulu setiap pertanyaan dengan teliti dan jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini dengan jujur serta apa adanya sesuai dengan situasi dan kondisi Anda. 2. Berilah tanda silang ( X ) pada salah satu alternatif jawaban yang sesuai dengan pilihan Anda! Nama : .............................................................................. Lingkungan : .............................................................................. A. IDENTITAS RESPONDEN 1. Apa jenis kelamin Anda? a. Laki-laki b. Perempuan 2. Berapa usia Anda sekarang? a. Antara 12-15 tahun c. Antara 21-24 tahun b. Antara 16-20 tahun d. Lebih dari 24 tahun 3. Bagaimana dengan pendidikan/status Anda sekarang? a. Pelajar SMP d. Wirausaha b. Pelajar SMA e. Lain-lain c. Mahasiswa/Mahasiswi 4. Anda dipermandikan pada usia? a. Usia bayi – 5 tahun c. Usia 16-23 tahun b. Usia 6- 15 tahun d. Setelah berusia 24 tahun (9)

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. PEMAHAMAN TENTANG SAKRAMEN BAPTIS 5. Bagaimana pemahaman Anda tentang Sakramen Baptis? a. Salah satu sakramen inisiasi yang berfungsi untuk memasukkan seseorang sebagai anggota Gereja. b. Sakramen yang pertama dan utama untuk masuk menjadi warga Gereja. c. Sakramen yang mempersatukan manusia dengan Kristus. d. Sakramen yang mendewasakan seseorang. 6. Apa yang Anda rasakan sebagai buah dari Sakramen Baptis? a. Menjadi lebih percaya dan berani berharap kepada Yesus. b. Merasa damai karena mendapatkan pengampunan dosa, termasuk dosa asal. c. Merasa tenang karena hidup berada di bawah bimbingan Roh Kudus. d. Menjadi lebih dewasa dalam iman. 7. Apa pengaruh penerimaan Sakramen Baptis pada saat masih bayi, bagi Anda? a. Lebih mendalami arti Sakramen Baptis. b. Lebih mengerti apa peranan sebagai warga Gereja. c. Sakramen Baptis lebih menyentuh. d. Kurang begitu bisa menghayati karena tidak mendapatkan pelajaran. 8. Materi yang digunakan dalam penerimaan Sakramen Baptis yaitu? a. Air b. Balsem c. Hosti d. Anggur 9. Makna dari penggunaan air dalam Sakramen Baptis yaitu? a. Air lambang kehidupan, kebersihan dan kesuburan. b. Air membersihkan seseorang dari dosa asal. c. Air menandakan seseorang siap menjadi saksi Kristus. d. Air menandakan kedewasaan iman seseorang. 10. Bagaimana peran wali baptis dalam Sakramen Baptis? a. Wali baptis bertindak sebagai wakil umat. b. Wali baptis bertanggung jawab terhadap perkembangan iman calon baptis. (10)

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. Wali baptis melindungi calon baptis. d. Wali baptis berperan sebagai saksi nikah. 11. Salah satu tujuan dari penggunaan nama orang Kudus sebagai nama baptis yaitu? a. Agar keutamaan, kesucian dan keteladanan orang suci itu terpancar pada orang atau anak itu. b. Agar orang suci itu membantu orang atau anak itu melalui doa dan relasi khususnya dengan orang tersebut, sehingga orang itu dapat hidup pantas bagi Allah. c. Nama baptisan merupakan simbol hidup baru yang diterimanya melalui baptisan. d. Sebagi ciri khas orang Katolik. C. PEMAHAMAN HIDUP MENGGEREJA 12. Bagaimana pemahaman Anda tentang hidup menggereja? a. Hidup yang menampakkan iman kepada Kristus. b. Panggilan untuk mewujudkan tanggung jawab di gereja dalam segala bidang. c. Kegiatan yang dilaksanakan oleh umat dalam bentuk doa-doa. d. Hidup yang selalu berkaitan dengan hal-hal suci. 13. Hidup menggereja tidak hanya di lakukan di lingkungan gereja saja, namun juga di lingkungan keluarga dan masyarakat? a. Ya b. Tidak 14. Saya tahu dan sudah paham mengenai lima tugas gereja? a. Ya b. Mungkin c. Tidak tahu 15. Pewartaan tentang karya keselamatan yang dilakukan oleh Yesus sebagai tugas dari Kerygma bisa dilakukan melalui? a. Kotbah. b. Doa-doa. (11)

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. Renungan. d. Nyanyian. 16. Bagaimana sikap Anda terhadap hidup menggereja? a. Melaksanakan dengan tulus karena ini adalah tanggung jawab sebagai warga Gereja. b. Melaksanakan karena merasa takut dengan umat yang lain. c. Melaksanakan karena malu dengan umat lain yang aktif. d. Melaksanakan tergantung kemauan dan suasana hati. D. KETERLIBATAN KAUM MUDA DALAM HIDUP MENGGEREJA 17. Menurut Anda apa yang dimaksud dengan kaum muda? a. Mereka yang selalu aktif dalam kegiatan menggereja. b. Mereka yang berusia 15 sampai 21 tahun. c. Mereka yang masih duduk di bangku SMA maupun SMK dan yang belum menikah. d. Mereka yang selalu bersemangat. 18. Menurut Anda apa peranan kaum muda dalam hidup menggeja? a. Sebagai penerus Gereja di masa depan. b. Sebagai pelaksana program Gereja. c. Sebagai pewarta kabar gembira. d. Sebagai pembantu Romo. 19. Menurut Anda apa artinya terlibat dalam hidup menggereja? a. Tugas dan kewajiban saya sebagai kaum muda. b. Memberikan seluruh tenaga, waktu dan pikiran demi kemajuan Gereja. c. Meramaikan kegiatan yang ada di Gereja. d. Selalu terlihat di Gereja. 20. Menurut Anda bagaimana kehadiran kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan? a. Aktif dalam segala kegiatan. b. Ikut aktif terlibat dalam semua kegiatan jika diundang. c. Aktif ketika kegiatannya menarik bagi mereka. (12)

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI d. Kurang begitu aktif. 21. Bagaimana keakraban kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan antara yang satu dengan yang lainnya? a. Semua saling mengenal meskipun berbeda lingkungan. b. Hanya kenal dengan kaum muda yang seumuran saja. c. Hanya kenal dengan kaum muda yang satu lingkungan saja. d. Hanya kenal dengan yang disukai saja. 22. Apa yang membuat Anda merasa senang mengikuti kegiatan di Gereja? a. Bisa menambah wawasan dan pengalaman. b. Banyak teman yang di kenal. c. Bisa melatih dalam berorganisasi. d. Ada pacar yang ikut dalam kegiatan. 23. Apa harapan Anda dengan aktif dalam hidup menggereja? a. Lebih bisa menghayati Sakramen Baptis. b. Lebih berani tampil di depan umum. c. Lebih tahu tentang kegiatan berorganisasi. d. Bisa mempengaruhi teman yang belum aktif supaya lebih aktif. 24. Menurut Anda apakah kegiatan menggereja membantu dalam pembentukan karakter kaum muda? a. Ya b. Mungkin c. Tidak 25. Menurut Anda faktor yang menghambat untuk terlibat dalam kegiatan hidup menggereja yaitu? a. Kesibukan sekolah. b. Kurangnya kesadaran dari dalam diri. c. Dilarang orang tua. d. Kegiatan kurang menarik. 26. Menurut Anda kegiatan seperti apa yang bisa menarik perhatian kaum muda untuk lebih aktif? a. Kemah Rohani. (13)

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Ziarah. c. Rekoleksi. d. Retret. 27. Kegiatan apa saja yang pernah Anda ikuti ada di Paroki St. Ignatius Danan sebagai wadah bagi kaum muda untuk terlibat dalam hidup menggereja? a. Lektor. b. Misdinar. c. Pendamping PIA. d. Belum pernah 28. Apakah Anda telah mewujudkan buah-buah Sakramen Baptis dalam kegiatan-kegiatan menggereja? a. Ya. b. Belum. c. Tidak Tahu. 29. Apa harapan Anda untuk kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan? a. Kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan lebih aktif terlibat dalam berbagai kegiatan. b. Kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan semakin maju dan berkembang. c. Kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan lebih kompak. d. Kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan membuat kegiatan yang menarik 30. Tema apa yang cocok untuk katekese bagi kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan? a. Keinginan menjadi Katolik merupakan panggilan Allah. b. Yang muda yang berkarya. c. Kaum muda penerus Gereja. d. Dalam Kristus aku beriman, berpengharapan dan aku dikasihi. (14)

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5: Daftar Pertanyaan Wawancara Pelengkap Penelitian Pemahaman SakramenBaptis dalam Hidup Menggereja Bagi KeterlibatanKaum Muda Di ParokiSt. Ignatius Danan, Wonogiri, Jawa Tengah 1. 2. 3. 4. Bagaimana gambaran situasi kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan? Menurut anda apa pengertian kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan? Bagaimana keberadaan kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan? Kegiatan apa saja yang ada di Paroki St. Ignatius Danan sebagai wadah bagi OMK? 5. Apa yang dimaksud dengan hidup menggereja? 6. Bagaimana peran kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan dalam hidup menggereja? 7. Apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambat bagi kaum muda Paroki St. Ignatius Danan untuk terlibat dalam hidup menggereja? 8. Menurut anda apa itu Sakramen Baptis? 9. Bagaimana penghayatan kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan terhadap Sakramen Baptis? 10. Apa peranan Sakramen Baptis dalam hidup menggereja kaum muda di Paroki St. Ignatius danan? 11. Berapa jumlah kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan? Dan berapa jumlah kaum muda yang aktif? 12. Kegiatan apa saja yang pernah diikuti oleh kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan? (15)

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 6: Hasil Wawancara dengan Pendamping OMK Paroki St. Ignatius Danan a. Pelaksanaan Waktu Wawancara Tempat Wawancara Responden : Minggu, 11 Mei 2014 : SMA Pangudi Luhur Giriwoyo :Pendamping OMK, Ignatius Dwi Pebrianto, Mas Wangsit dan Mas Karino b. Pokok-pokok pertanyaan dan jawaban 1. Bagaimana gambaran situasi kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan? Paroki St. Ignatius Danan adalah salah satu paroki dari tiga paroki yang ada di Wonogiri. Letak paroki St. Ignatius Danan ada di desa. Meskipun Paroki St. Ignatius Danan terletak di desa, namun perkembangan kaum muda berjalan dengan baik, meskipun setiap tahunnya terkadang mengalami pasang surut. Kaum muda yang ada di Paroki St. Ignatius Danan dulunya terkumpul dalam suatu wadah yang dinamakan mudika atau muda-mudi Katolik. Mudika yang ada di Paroki St. Ignatius Danan telah berdiri sejak tahun 1997. Sejak tahun itu sudah mengalami pergantian pengurus. Perkumpulan mudamudi Katolik itu sekarang lebih kita kenal dengan nama OMK atau Orang Muda Katolik. 2. Menurut anda apa pengertian kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan? Kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan adalah mereka orang muda Katolik yang masih berusia antara 16 tahun sampai 35 tahun dan belum menikah, selain itu kaum muda dapat diartikan mereka yang masih dalam usia belajar (siswa SMA/SMK) dan mereka yang masih kuliah. 3. Bagaimana keberadaan kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan? Keberadaan kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan cukup mendapat tempat. Hal ini bisa kita lihat dari adanya kegiatan-kegiatan sebagai wadah bagi kaum muda. 4. Kegiatan apa saja yang ada di Paroki St. Ignatius Danan sebagai wadah bagi OMK? Kegiatan-kegiatan yang ada di paroki St. Ignatius Danan yang digunakan sebagai wadah bagi OMK yaitu menjadi pengurus OMK, Misdinar, Lektor, Parkir. 5. Apa yang dimaksud dengan hidup menggereja? Hidup menggereja adalah kehidupan yang memancarkan karya-karya Yesus di dalam kegiatan sehari-hari, dengan kata lain kegiatan yang kita lakukan diterangi dengan semangat Yesus. 6. Bagaimana peran kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan dalam hidup menggereja? (16)

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Selama ini kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan cukup ikut berperan dalam kegiatan gereja. Salah satunya ketika hari raya Jumat Agung, kaum muda menampilkan visualisasi penyaliban Yesus. Bagi saya ini adalah salah satu peran kaum muda yang ada di Paroki St. Ignatius Danan. 7. Apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambat bagi kaum muda Paroki St. Ignatius Danan untuk terlibat dalam hidup menggereja? Banyak hal yang menjadi faktor pendukung dan penghambat bagi kaum muda Paroki St. Ignatius Danan untuk terlibat dalam hidup menggereja. Faktor pendukung itu antara lain : adanya kemauan dan kesadaran dari dalam diri kaum muda itu sendiri, ada dukungan dari Dewan Paroki, banyak teman yang aktif sehingga jadi tertarik. Faktor penghambat itu antara lain : adanya orang tua yang kurang mendukung anaknya untuk ikut dalam kegiatan menggereja, malas, tidak tertarik, sudah merasa terbebani dengan tugas sekolah, adanya kaum muda yang menyalahgunakan kegiatan OMK untuk hal lain, misalnya pamitnya ke orang tua mau pergi ke pertemuan OMK, tapi ternyata pergi ke tempat lain. 8. Menurut anda apa itu Sakramen Baptis? Sakramen Baptis adalah sakramen yang pertama kali kita terima ketika kita akan masuk menjadi warga Gereja, entah kita dibaptis waktu masih bayi maupun ketika sudah besar, dan salah satu ciri khas dalam Sakramen Baptis yaitu kita menggunakan nama Santo maupun Santa yang akan menjadi nama pelindung kita dan kita pun diharapkan bisa meneladan dari nama Santo dan Santa Pelindung kita. 9. Bagaimana penghayatan kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan terhadap Sakramen Baptis? Penghayatan kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan terhadap Sakramen Baptis sudah lumayan menghayati. Hal ini bisa dilihat dari keikutsertaan mereka untuk mau ikut ambil bagian dalam kegiatan di gereja sebagai salah satu perwujudan bahwa mereka adalah anggota/warga Gereja. 10. Apa peranan Sakramen Baptis dalam hidup menggereja kaum muda di Paroki St. Ignatius danan? Peranan Sakramen Baptis dalam hidup menggereja kaum muda di Paroki St. Ignatius danan yaitu sebagai salah satu penggerak bagi kaum muda untuk menyadari bahwa keberadaannya adalah sebagai generasi penerus Gereja, sehingga mereka pun melibatkan dirinya untuk ambil bagaian dalam kegiatan yang ada di gereja. 11. Berapa jumlah kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan? Dan berapajumlah kaum muda yang aktif? Jumlah kaum muda dari 9 lingkungan yang dekat dengan Paroki sekitar 70-an dan yang aktif terlibat sekitar 40-an kaum muda. (17)

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12. Kegiatan apa saja yang pernah diikuti oleh kaum muda di Paroki St. Ignatius Danan? a) Lomba paduan suara lagu-lagu rohani se-kevikepan Surakarta 1) Jenis : Lomba paduan suara 2) Waktu pelaksanaan : 3) Peserta : Paroki se-kevikepan Surakarta 4) Kegiatan : Lomba menyanyikan lagu-lagu pernikahan se-kevikepan Surakarta. b) Kemah rohani OMK se-rayon selatan kevikepan Surakarta 5) 6) 7) 8) 9) Jenis Waktu pelaksanaan Peserta Kegiatan : : : : Kemah 13-15 Oktober 2013 OMK se-rayon selatan kevikepan Surakarta Kemah dilaksanakan selama 3 hari. Kegiatan-kegiatan yang ada antara lain outbond, pentas seni, sarasehan bersama romo dan frater, dll. Kegiatan ditutup dengan ekaristi. c) Live in dan pentas budaya dalam rangka puncak tahun iman Kevikepan Surakarta 1) Jenis : Live In 2) Waktu pelaksanaan : 5 November 2013 3) Peserta : Paroki se-kevikepan Surakarta 4) Kegiatan : OMK Danan mengikuti live in selama 3 hari di rumah-rumah umat paroki se-rayon kota. Kegiatan live in ditutup dengan ekaristi dan pentas budaya. OMK Danan menampilkan gamelan dan paduan suara. d) Re-organisasi pengurus OMK 1) Jenis : Pemilihan pengurus OMK 2) Waktu pelaksanaan : Setiap tahun 3) Peserta : Semua OMK Paroki St. Ignatius Danan 4) Kegiatan : kegiatan ini diadakan selama sehari semalam. Isi darikegiatan re-organisasi ini biasanya ada ice-breaking,sarasehan dengan OMK senior, bernyanyi, materi dari pembicara, renungan, outbond dan ditutup denganpemilihan pengurus. e) Pertemuan Rutin OMK 1) Jenis : Rapat 2) Waktu pelaksanaan : Satu bulan sekali 3) Peserta : Pengurus OMK dan anggota 4) Kegiatan : Dalam pertemuan ini, biasanya untuk saling menyapasatu sama lain, selain itu untuk membahas jika ada acara-acara. (18)

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 7: Daftar OMK Paroki St. Ignatius Danan 1. No 1 2 3 4 5 6 Lingkungan Gedong Rejo Nama F. Oktafia Ning Tyas Lestari F. Wanda Lisa Septiani Monica Laras Ratri F. Feri Utami B. Disa Amara F. Sularto Jenis Kelamin Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Sekolah SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur Jenis Kelamin Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Sekolah SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMP Pangudi Luhur SMP Pangudi Luhur SMP Pangudi Luhur SMP Pangudi Luhur SMP Pangudi Luhur SMP Pangudi Luhur SMP Pangudi Luhur SMP Pangudi Luhur SMP Pangudi Luhur SMP Pangudi Luhur Jenis Kelamin Perempuan Sekolah SMA Pangudi Luhur Perempuan Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMP Pangudi Luhur SMP Pangudi Luhur SMP Pangudi Luhur SMP Pangudi Luhur 2. Lingkungan Pendem No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 3. Nama Carollus Boromeus Ontoseno Victorius Jordi Naibaho Agus Porwanto Aloysius Winardi Agustinus Andy Wibowo Agustina Linda Banowati Elisabeth Hanggasari Yuliana Marga Rahayu Julius Marselinus Candra W Valensia Barera Yulius Christian Nugroho Patrisia Sheila Wardani Nikolaus Dedi Setiawan Margareta Dewi Kristanti Lingkungan Ngampohan No Nama 1 Brigitta Erlien Mutiara Yuliastuti 2 Theresia Ninda Oktaviana 3 Stefanus Agung Prastopo 4 Oktavianus Brian Satria Aji 5 Yohana Eci Sri Gunarto 6 Yolanda Rika Hermawati 7 Natalia Desi Arum 8 Andreas Aji Setyoko 9 Hieronymus Suhardiyanto (19)

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. No 1 2 3 4 5 6 5. No 1 2 3 4 5 6. No 1 2 3 4 5 7. No 1 2 3 4 5 6 Lingkungan Watu Ireng Nama Antonius Susilo Anastasya Sundari Martinus Kriswanto Martinus Ari Susilo Albertus Alfa Toni Bagas Nur Hayadi Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Sekolah SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMP Pangudi Luhur SMP Pangudi Luhur Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan Sekolah SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMP Pangudi Luhur SMP Pangudi Luhur Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Sekolah Kerja SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Sekolah SMP Pangudi Luhur SMP Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur USD USD Jenis Kelamin Perempuan Perempuan Sekolah SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur Lingkungan Dringo Nama Vincentius Ardhi Pamungkas Irienia Dyah Prima Ismawati Bernadeta Rany Kusuma Astuti Benediktus Ivan Herli Saputra Maria Goretti Rosariningtyas Lingkungan Jati Sawit Nama Ignatius Dwi Pebrianto Veronika Desi Krisdayanti Sophian Pipit Anggita Kristina Hartiningsih Bernadus Guruh LingkunganPlatar Nama Dhamasus Risang Aw Monica Endah Puspitasari Anggun Krismonica Yosevine Indri Wardianti Yuventus Tutud Narendra Marcelinus Danang Teleswara 8. LingkunganSelorejo No Nama 1 Finateli Eka Wulandari 2 Agata Tesalonika Rindu Asmara (20)

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 4 5 6 7 8 9 9. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Fransiska Mery Cahyani Elisabeth Eka Ruliyani Yurika Kristi Murpambudi Thomas Aditya Nugroho Pius Ardhika Yoga Wardana Clara Skivo Ganita Anjani Petrus Damianus Didik Pamungkas Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Perempuan Laki-laki SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMP Pangudi Luhur SMP Pangudi Luhur Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Perempuan Sekolah SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMA Pangudi Luhur SMP Pangudi Luhur LingkunganDanan Nama Agnes Dian Puspita Argawati Agus Faisal Yuliana Kartika Ratnasari Elise Cahyasari Yasinta Chahyaningsih Agnes Yuni Saraswati Bernadeta Ayu Tiara Antonius Trihartono Estu Prasetyo Monica Andini (21)

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 8:Cerita “Keinginan Menjadi Kristen Katolik” Keinginan Menjadi Kristen Katolik Pardi, Dikin, dan Purwo sekolah di SD Kanisius. Semua guru di SD itu beragama Katolik. Para guru itu hidup rukun dan saling menolong; juga ramah dan dekat dengan semua murid. Melihat cara hidup para guru mereka, ketiga anak itu sangat terkesan hatinya. Mereka pun ingin hidup seperti para guru mereka. Timbullah keinginan di hati ketiga anak itu untuk mengikuti cara hidup para guru mereka dan menjadi Katolik. Keinginan ketiga anak itu untuk menjadi Katolik, disampaikan kepada teman-temannya yang lain. teman-temannya ada yang tertarik dan ada juga yang tak ambil pusing. Melihat niat ketiga anak itu, orang tua mereka dan tetangga lainnya merasa heran. Hal ini dapat dipahami karena waktu itu, memang belum ada seorang Katolik pun di desa mereka. Keinginan ketiga anak itu menjadi kuat karena mereka saling merasa dekat, bersahabat, dan bercita-cita sama. Mereka tertarik menjadi Katolik karena teladan dan kesaksian cara hidup para guru mereka. (22)

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9: Lagu “Dengar Dia Panggil Nama Saya”dan “Nafas Iman” “Dengar Dia Panggil Nama Saya” Dengar Dia panggil nama saya, dengar Dia panggil namamu Dengar Dia panggil nama saya, juga Dia panggil namamu Oh giranglah, oh giranglah Yesus amat cinta pada saya, Oh giranglah Kujawab ya, ya, ya 2x Kujawab ya Tuhan, kujawab ya Tuhan Kujawab ya, ya, ya “Nafas Iman” Bangunlah dada kelana, hidup nafas iman yang baru Pergilah ke sudut-sudut hati Nyanyikanlah lagu iman mu Pulanglah dengan damai sejati Nikmatilah rahmat Tuhan mu (23)

(152)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Upaya meningkatkan keterlibatan umat dalam hidup menggereja di Stasi Santo Lukas, Sokaraja, Paroki Santo Yosep Purwokerto Timur, Jawa Tengah melalui katekese umat model shared christian praxis.
29
343
137
Peranan pendampingan sakramen penguatan bagi kaum muda dalam keterlibatan hidup menggereja di Paroki Santa Lidwina Bandar Jaya Lampung Tengah.
3
39
161
Peranan lagu rohani ekaristi dalam meningkatkan pemaknaan perayaan ekaristi bagi kaum muda Katolik di Paroki Santo Antonius Kotabaru.
0
3
146
Keterlibatan kaum muda dalam hidup menggereja di Paroki Santo Petrus Sungai Kayan Keuskupan Tanjung Selor Kalimantan Utara.
1
46
171
Hubungan penghayatan hidup bakti dengan minat terhadap panggilan hidup bakti bagi kaum muda di Paroki Santo Yohanes Rasul Pringwulung Yogyakarta.
1
36
163
Upaya meningkatkan keterlibatan kaum muda dalam hidup menggereja secara kontekstual di lingkungan Santo Yusuf Kadisobo Paroki Santo Yoseph Medari.
0
8
159
Upaya meningkatkan keterlibatan kaum muda stasi Gembala yang Baik Paroki Santo Yusuf Batang dalam hidup menggereja melalui katekese kaum muda.
6
40
156
Pendampingan iman orang muda sebagai upaya meningkatkan keterlibatan hidup menggereja orang muda Katolik Paroki Kristus Raja Barong Tongkok, Kalimantan Timur
1
3
111
Upaya meningkatkan keterlibatan kaum muda dalam hidup menggereja secara kontekstual di lingkungan Santo Yusuf Kadisobo Paroki Santo Yoseph Medari
2
17
157
Upaya meningkatkan keterlibatan kaum muda stasi Gembala yang Baik Paroki Santo Yusuf Batang dalam hidup menggereja melalui katekese kaum muda
2
2
154
Pembinaan iman kaum muda Santa Lucia di Lingkungan Santo Petrus Gancahan II Paroki Gamping melalui katakese - USD Repository
0
1
154
Upaya meningkatkan keterlibatan kaum muda dalam hidup menggereja di Paroki Santo Antonius, Bade, Keuskupan Agung Merauke melalui shared christian praxis - USD Repository
0
3
141
Pengaruh Ibadat Taize terhadap perkembangan iman kaum muda di Paroki Santo Yakobus, Bantul - USD Repository
0
0
110
Pengaruh perayaan ekaristi bagi keterlibatan kaum muda dalam hidup menggereja di wilayah Brayat Minulya, Balecatur, Paroki Santa Maria Assumta, Gamping, Yogyakarta - USD Repository
1
3
135
Upaya meningkatkan keterlibatan hidup menggereja bagi kaum muda Paroki Kristus Raja Sintang Kalimantan Barat melalui katekese - USD Repository
0
3
236
Show more