PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera) VARIETAS JESTRO AG 86 DI DALAM POT

Gratis

0
0
114
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera) VARIETAS JESTRO AG 86 DI DALAM POT SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Oleh : Esther Juliana Rehulina NIM : 101434014 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera) VARIETAS JESTRO AG 86 DI DALAM POT Oleh : Esther Juliana Rehulina NIM : 101434014 Telah disetujui oleh : Dosen Pembimbing Drs. Antonius Tri Priantoro, M.For.Sc Tanggal 16 Juli 2014 NPP.P.2098 ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera) VARIETAS JESTRO AG 86 DI DALAM POT Dipersiapkan dan ditulis oleh : Esther Juliana Rehulina NIM : 101434014 Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji Skripsi pada tanggal : 7 Agustus 2014 dan dinyatakan telah memenuhi syarat Susunan Panitia Penguji Nama Lengkap Ketua Tanda Tangan : Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd ................................ Sekretaris : Drs. Antonius Tri Priantoro, M.For.Sc ................................ Anggota : Drs. Antonius Tri Priantoro, M.For.Sc ................................ Anggota : Luisa Diana Handoyo, S.Si M.Si ................................ Anggota : Ika Yuli Listyarini, M.Pd ................................ Yogyakarta, 7 Agustus 2014 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Dekan, Rohandi, Ph.D iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN In all your ways acknowledge Him, and He will make your paths straight. (Proverb 3:6) Karya ini kupersembahkan untuk : Kedua orang tua tercinta sebagai ungkapan rasa hormat dan baktiku Adikku terkasih, Ruth Dwi Hartati dan Almamaterku Universitas Sanata Dharma iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 7 Agustus 2014 Penulis Esther Juliana Rehulina v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta : Nama : Esther Juliana Rehulina NIM : 101434014 Demi kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya berjudul : “PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera) VARIETAS JESTRO AG 86 DI DALAM POT”. Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di : Yogyakarta Pada tanggal : 7 Agustus 2014 Yang menyatakan, Esther Juliana Rehulina vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera) VARIETAS JESTRO AG 86 DI DALAM POT Esther Juliana Rehulina Universitas Sanata Dharma 2014 Tanaman anggur merupakan tanaman subtropis yang sudah beradaptasi di Indonesia. Anggur varietas Jestro AG 86 merupakan varietas yang unggul dalam hal daya adaptasi yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur varietas Jestro AG 86. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kebun Penelitian Universitas Sanata Dharma pada bulan Oktober 2013-Februari 2014. Bibit anggur varietas Jestro AG 86 didapatkan dari penangkar bibit di Probolinggo. Penelitian ini menggunakan desain penelitian rancangan acak lengkap dengan faktor tunggal. Analisis data menggunakan analisis varians. Perlakuan berupa jenis tanah yang digunakan sebagai media tanam yaitu tanah regosol (dari pesisir pantai Samas Bantul Yogyakarta), tanah aluvial (dari desa Paingan Maguwoharjo Sleman Yogyakarta) dan tanah latosol (dari kecamatan Patuk Gunung Kidul Yogyakarta). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan rerata pertumbuhan tinggi batang pada masing-masing perlakuan tanah regosol, tanah aluvial, tanah latosol dan kontrol adalah 114,90; 155.03; 120,77; 107.70. Rerata pertumbuhan jumlah daun pada masing-masing perlakuan tanah regosol, tanah aluvial, tanah latosol dan kontrol adalah 26.00; 32.67; 29.67; 27.00. Rerata pertumbuhan diameter batang pada masing-masing perlakuan tanah regosol, tanah aluvial dan tanah latosol dan kontrol adalah 0.3467; 0.4167; 0.3767; 0.3900. Berdasarkan analisis statistik disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata diantara pertumbuhan tanaman anggur varietas Jestro AG 86 yang ditanam dengan jenis tanah yang berbeda. Oleh karena itu, jenis tanah tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman anggur varietas Jestro AG 86. Kata kunci : tanah regosol, tanah aluvial, tanah latosol, anggur (Vitis vinifera) varietas Jestro AG 86, vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE IMPACT OF SOIL TYPE ON THE GROWTH OF JESTRO AG 86 GRAPE VARIETY Esther Juliana Rehulina Sanata Dharma University 2014 Grape is a subtropical plant which is adapted to Indonesian climate. Jestro AG 86 grape variety is the excellent variety in term of its broader adaptation ability. This research aims to find the influence of soil type on the growth of Jestro AG 86 grape variety. This research was conducted at the Sanata Dharma University research garden on October 2013 until February 2014. The seed of Jestro AG 86 grape variety was obtained from the seed breeder in Probolinggo. This research implemented One-Factor ANOVA (Analysis of Variance) research design. The treatments deal with the types of the soil which are used as the planting media. The first soil type is regosol soil which was taken from the Samas Beach in Bantul, Yogyakarta. The second soil type is alluvial soil which was taken from Paingan village in Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. The last type is latosol soil which was taken from Patuk sub-district in Gunung Kidul, Yogyakarta. Each treatment was repeated three times. The research data was analyzed with Analysis of Variance with 5% level of significance. The result of the research shows that the average of the grapevine stem heights from regosol soil is 114,90, from alluvial soil is 155.03, from latosol soil is 120,77, from control is 107.70. The average of the grapevine leave quantities from regosol soil is 26.00, from alluvial soil is 32.67, from latosol soil is 29.67, and from control is 27.00. The average of grapevine stem diameters from regosol soil is 0.3467, from alluvial soil is 0.4167, from latosol soil is 0.3767, from control is 0.3900. Based on the statistical analysis, it is concluded that there is no significance difference between the growth of Jestro AG 86 grape variety and the type of the soil used as the planting media. The type of the soil does not influence the growth of Jestro AG 86 grape variety. Keywords: regosol soil, aluvial soil, latosol soil, grape (Vitis vinifera) Jestro AG 86 variety viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan karunia-Nya lah, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Jenis Tanah terhadap Pertumbuhan Tanaman Anggur (Vitis vinifera) Varietas Jestro AG 86 di dalam Pot” ini. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak yang membantu, sehingga penulisan skripsi ini dapat diselesaikan sebagaimana mestinya. Khususnya kepada: 1. Drs. Antonius Tri Priantoro, M.For.Sc selaku dosen pembimbing 2. Segenap dosen Program Studi Pendidikan Biologi. 3. Segenap staff sekretariat JPMIPA (Mas Arif, Pak Sugeng dan Mbak Tari) 4. Kedua orang tua tercinta Bapak Suwarno dan Ibu Senyum Sitepu yang selalu mendoakan, mencurahkan kasih sayang serta memberi dukungan penuh. 5. Sahabat-sahabatku di kos kinasih (Anggi, Tiva, Gebi, Teteh Ocha). Sahabatsahabat tercinta VRYNCHES (Vera, Reisty, Yudea, Nella, Cadel, Hillary, Safitri) yang selalu memberi semangat serta menemani. 6. Teman-teman tim penelitian anggur (Sem, Yesi, Dwi, Nesya, Hugo, Daus, Yayan, Galuh, Sesil, Mela, Resi) yang selalu mendukung dan memberikan motivasi. 7. Teman-teman Program Studi Pendidikan Biologi angkatan 2010 Universitas Sanata Dharma. 8. Semua pihak yang turut membantu dalam penyelesaian skripsi ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik, saran yang dapat membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan bagi penulis pada khususnya. Yogyakarta, 7 Agustus 2014 Esther Juliana Rehulina ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .......................................................................................... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................ HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................ HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................ PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................ PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIK ........................................................... ABSTRAK ......................................................................................................... ABSTRACT ......................................................................................................... KATA PENGANTAR ....................................................................................... DAFTAR ISI ...................................................................................................... DAFTAR TABEL .............................................................................................. DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... i ii iii iv v vi vii viii ix x xii xiii xiv BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... A. Latar Belakang Permasalahan ................................................... B. Rumusan Masalah...................................................................... C. Batasan Masalah ........................................................................ D. Tujuan Penelitian ....................................................................... E. Manfaat Penelitian ..................................................................... 1. Bagi Peneliti ........................................................................ 2. Bagi Guru ........................................................................... 3. Bagi Siswa ........................................................................... 4. Bagi Masyarakat ................................................................. 5. Bagi Perkembangan Ilmu ................................................... 1 1 4 4 5 5 5 6 6 6 6 BAB II DASAR TEORI ............................................................................. A. Tanaman Anggur ....................................................................... 1. Klasifikasi Tanaman Anggur ............................................... 2. Komoditas Anggur .............................................................. 3. Karakteristik Morfologi ....................................................... 4. Tanaman Anggur Varietas Jestro AG 86 ............................ 5. Syarat Tumbuh Tanaman Anggur ....................................... 6. Teknik Budidaya Anggur dalam Pot ................................... 7. Hama dan Penyakit Tanaman Anggur ................................. B. Jenis Tanah ................................................................................ 1. Tanah Regosol ..................................................................... 2. Tanah Aluvial ...................................................................... 3. Tanah Latosol ...................................................................... C. Pupuk ......................................................................................... 1. Pupuk Kompos .................................................................... 2. Pupuk Kompos Cacing ........................................................ 3. Pupuk Sistemik Daun (Lyphotril) ........................................ D. Penelitian yang Relevan ........................................................... E. Kerangka Berpikir .................................................................... 7 7 7 7 8 10 12 14 18 23 24 25 26 27 27 28 29 31 32 x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI F. Hipotesis ................................................................................... 32 BAB III METODE PENELITIAN ............................................................. A. Jenis Penelitian .......................................................................... B. Waktu dan Tempat Pelaksanaan ................................................ C. Desain Penelitian ....................................................................... D. Alat dan Bahan .......................................................................... 1. Alat ...................................................................................... 2. Bahan ................................................................................... E. Prosedur Kerja ........................................................................... 1. Penyiapan lahan ................................................................... 2. Penyiapan sarana tanam....................................................... 3. Penanaman tanaman anggur ................................................ 4. Pemeliharaan tanaman anggur ............................................. 5. Pengamatan .......................................................................... F. Analisis Data ............................................................................. 33 33 33 34 34 34 35 35 35 35 37 38 40 41 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................... A. Hasil ........................................................................................... B. Pembahasan ............................................................................... 1. Pengaruh Jenis Tanah terhadap Pertumbuhan Tanaman Anggur Varietas Jestro AG 86 ............................. 2. Pola Pertumbuhan Tanaman Anggur Varietas Jestro AG 86 .......................................................... 3. Hambatan dalam Penelitian ................................................ 45 45 47 BAB V 47 52 54 IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN ...................................................... 56 BAB VI PENUTUP ..................................................................................... 58 A. Kesimpulan ................................................................................ 58 B. Saran ......................................................................................... 58 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 59 xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Denah Percobaan................................................................................. Tabel 3.2 Data Pengamatan Tanaman Anggur Jestro AG 86 ............................ Tabel 3.3 Rerata Tinggi Tanaman Anggur Jestro AG 86 .................................. Tabel 3.4 Rerata Jumlah Daun Tanaman Anggur Jestro AG 86 ........................ Tabel 3.5 Rerata Diamater Batang Tanaman Anggur Jestro AG 86 .................. Tabel 3.6 Hasil Tinggi Tanaman Anggur Jestro AG 86 yang ditanam dengan Jenis Tanah yang Berbeda ............................... Tabel 3.7 Hasil Jumlah Daun Tanaman Anggur Jestro AG 86 yang ditanam dengan Jenis Tanah yang Berbeda ............................... Tabel 3.8 Hasil Diamater Batang Tanaman Anggur Jestro AG 86 yang ditanam dengan Jenis Tanah yang Berbeda ............................... Tabel 3.9 Analisa Variansi Tinggi Tanaman ...................................................... Tabel 3.10 Analisa Variansi Jumlah Daun .......................................................... Tabel 3.11 Analisa Variansi Diameter Batang .................................................... Tabel 4.1 Rerata Tinggi Batang Tanaman Anggur Jestro AG 86 ...................... Tabel 4.2 Rerata Jumlah Daun Tanaman Anggur Jestro AG 86 ........................ Tabel 4.3 Rerata Diameter Batang Tanaman Anggur Jestro AG 86 .................. xii 34 41 41 41 42 42 42 42 43 43 43 45 46 47

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Tanaman Anggur Varietas Jestro AG 86 ....................................... Gambar 4.1 Grafik Pola Pertumbuhan Tinggi Batang Tanaman Anggur Jestro AG 86 .................................................................................... Gambar 4.2 Grafik Pola Pertumbuhan Jumlah Daun Tanaman Anggur Jestro AG 86 ................................................................................... Gambar 4.3 Grafik Pola Pertumbuhan Diameter Batang Tanaman Anggur Jestro AG 86 ................................................................................... xiii 11 52 53 53

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Hasil Pengukuran Pertumbuhan Tanaman Anggur Jestro AG 86 .. Lampiran 2. Hasil Pengukuran pH dan Kelembaban .......................................... Lampiran 3. Uji Normalitas ............................................................................... Lampiran 4. Uji Homogenitas dan Uji Anova .................................................... Lampiran 5. Silabus ............................................................................................ Lampiran 6. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ............................................... Lampiran 7. Lembar Diskusi Siswa ................................................................... Lampiran 8. Lembar Kerja Siswa ...................................................................... Lampiran 9. Lembar Pengamatan Penilaian ...................................................... Lampiran 10. Dokumentasi Penelitian ............................................................... xiv 61 63 65 67 74 79 91 92 94 99

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Anggur (Vitis vinifera) merupakan tanaman yang mula-mula tumbuh liar di sekitar pegunungan Kaukasus bagian Tenggara yang kemudian menyebar ke Asia Kecil, Yunani, dan Mesir. Tanaman anggur dari Yunani menyebar ke daratan Eropa, Afrika, Australia, Asia dan Amerika. Di Indonesia, tanaman anggur diperkenalkan sekitar abad 19. Anggur (Vitis vinifera) adalah jenis tanaman yang warna buahnya beraneka, bentuk buahnya bulat atau setengah bulat telur, sebesar telur puyuh atau lebih dan kalau sudah masak rasanya manis, setengah manis, setengah masam, lezat dan segar (Setiadi, 1986). Manfaat anggur bagi kesehatan telah didukung banyak peneliti, yaitu mampu menyehatkan jantung, terutama karena kandungan flavonoid, resveratrol, serta polifenolat. Pada simposium internasional mengenai efek kesehatan dari buah-buahan dan sayuran, para ahli menunjukkan konsumsi anggur bisa meningkatkan fungsi jantung, mencegah pembesaran hati dan ginjal, serta mengurangi kerusakan oksidatif pada jantung dan ginjal (Budiyati, 2013). Anggur merupakan jenis buah impor yang sudah dikenal di Indonesia. Anggur menduduki peringkat ketiga buah impor terbesar setelah buah pir (Jefriando, 2013). Perkembangan anggur impor begitu pesat sehingga kita dapat dengan mudah menemukan buah anggur impor di supermarket, toko 1

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 buah, kios buah dengan harga yang tinggi. Impor buah anggur di Indonesia pada tahun 2012 senilai US $ 119.334.667 (Anonim, 2012). Kesenjangan produksi anggur dalam negeri dan anggur impor merupakan peluang yang sangat baik untuk pengembangan komoditas ini dalam skala agribisnis atau agroindustri. Produk anggur mempunyai sasaran pasar yang luas, yaitu mensubstitusi anggur impor (buah segar) dan bahan baku industri minuman anggur (wine), sari buah (juice), buah dalam kaleng dan kismis (Rukmana, 1998). Anggur yang memiliki nilai tambah dapat dibudidayakan di daerah dingin (subtropis), maupun panas (tropis), meskipun asal-usul tanaman ini dari daerah dingin. Anggur mulai berkembang di Indonesia seiring dengan dikeluarkannya kebijakan pemerintah untuk mengurangi impor anggur melalui Surat Keputusan Menteri Perdagangan dan Koperasi No. 505/1982. Pengembangan perkebunan anggur rakyat di Indonesia cukup prospektif karena kondisi tanah dan iklim dapat mendukung tanaman tumbuh dan berproduksi optimal. Pengembangan anggur perlu memperhatikan kesesuaian tanah dan iklim (Dewi, 2012). Faktor pendukung pengembangan tanaman anggur di Indonesia antara lain kondisi agroekologi yang cocok, kondisi agroklimat yang sesuai, lahan yang tersedia sangat luas, peluang pasar yang cerah dan mempunyai varietas unggul anggur yang dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di lingkungan tropis negara Indonesia. Pemerintah telah merilis tujuh varietas unggul anggur. Ketujuh varietas tersebut adalah anggur Probolinggo Biru-81, Bali, Kediri Kuning, Probolinggo Super pada tahun 2007, dan pada tahun 2008 Prabu

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Bestari, Jestro AG 60 dan Jestro AG 86 telah dilepas sebagai anggur varietas unggul yang mempunyai kualitas buah seperti anggur impor (Budiyati, 2013). Budidaya anggur di Indonesia telah diterapkan dibeberapa daerah antara lain daerah Pasuruan, Probolinggo, Kediri, Situbondo, Buleleng, Kupang, dan Palu. Daerah tersebut memiliki zona agroekologi yang memiliki iklim kering sehingga cocok untuk pengembangan agribisnis anggur karena menyebabkan kadar gula dalam buah meningkat sedangkan rasa asamnya cenderung berkurang (Rukmana, 1998). Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu propinsi di Indonesia dan juga beriklim tropis. Dalam hal ini Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki peluang untuk budidaya anggur. DIY secara administratif dibagi dalam lima kabupaten/kota yaitu Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta. DIY memiliki beberapa jenis tanah yang berbeda yakni 35,93 % merupakan jenis tanah Lithosol, 27,41 % Regosol, 11,94 % Lathosol, 10,45 % Grumusol, 10,30 % Mediteran, 2,23 % Alluvial, dan 1,74 % adalah tanah jenis Rensina (Anonim, 2008). Anggur varietas Jestro AG 86 merupakan salah satu dari varietas unggul yang memiliki keunggulan dalam hal daya adaptasi yang lebih luas (Andriani dan Mudiarti, 2009). Oleh karena itu anggur varietas ini diharapkan dapat dibudidayakan di daerah lain. Untuk menciptakan sentrum produksi agribisnis komoditas anggur varietas Jestro AG 86 di beberapa daerah di DIY seperti daerah pantai yang memiliki jenis tanah regosol, daerah bukit berkapur yang memiliki jenis tanah latosol, dan daerah vulkanik yang memiliki jenis tanah aluvial, perlu diketahui jenis tanah yang paling cocok dari ketiga daerah

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 tersebut untuk budidaya tanaman anggur Jestro AG 86. Untuk itu diperlukan penelitian mengenai pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur. Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan secara berkelompok dengan tujuan mengetahui pengaruh jenis tanah dan pengaruh penambahan NOPKOR terhadap pertumbuhan tanaman anggur. Terdapat 6 varietas unggul tanaman anggur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tanaman anggur varietas Alphonso Lavalle, Prabu Bestari, Probolinggo Super, Probolinggo Biru, Jestro AG 86 dan Kediri Kuning. Dalam penelitian ini, penulis melakukan penelitian mengenai pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur varietas Jestro AG 86. Penanaman tanaman anggur varietas Jestro AG 86 menggunakan pot agar tidak terjadi interaksi antar jenis tanah yang berbeda. Dalam penelitian berkelompok ini terdapat penelitian yang serupa dilakukan oleh Cicilia Maria Eta mengenai pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur varietas Jestro AG 86 namun dengan penambahan NOPKOR untuk mengetahui pengaruh jenis NOPKOR terhadap pertumbuhan tanaman anggur varietas Jestro AG 86. B. Rumusan Masalah 1. Apakah jenis tanah mempengaruhi pertumbuhan tanaman anggur varietas Jestro AG 86? 2. Jenis tanah apa yang paling cocok bagi pertumbuhan tanaman anggur varietas Jestro AG 86?

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 C. Batasan Masalah Agar ruang lingkup penelitian tidak terlalu luas maka permasalahan dibatasi sebagai berikut : 1. Subyek Penelitian Subyek penelitian adalah tanaman anggur varietas Jestro AG 86 yang berumur 56 hari yang dibeli dari penangkar bibit di Probolinggo. 2. Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah jenis tanah yaitu tanah regosol, tanah aluvial, dan tanah latosol. 3. Parameter Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah pertumbuhan tanaman anggur Jestro AG 86 meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. D. Tujuan Penelitian 1. Mengetahui pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur varietas Jestro AG 86. 2. Mengetahui jenis tanah yang paling cocok bagi pertumbuhan tanaman anggur varietas Jestro AG 86. E. Manfaat Penelitian 1. Bagi Peneliti Dapat mengetahui pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur varietas Jestro AG 86, mengetahui jenis tanah yang cocok bagi pertumbuhan tanaman anggur Jestro AG 86, serta dapat

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 memberi pengalaman baru bagi peneliti dan mengetahui permasalahan yang terjadi dalam perawatan tanaman anggur varietas Jestro AG 86. 2. Bagi Guru Hasil penelitian dapat dijadikan materi sumbangan dalam pembelajaran biologi di SMA. 3. Bagi Siswa Siswa dapat mempraktekkan penelitian secara sederhana melalui kegiatan praktikum yang dirancang oleh siswa dan dapat dengan mudah memahami materi karena telah mengalami secara langsung. 4. Bagi Masyarakat Mendapatkan informasi yang diperoleh dari hasil penelitian yang dapat dijadikan pedoman dalam budidaya tanaman anggur varietas Jestro AG 86. 5. Bagi Perkembangan Ilmu Hasil penelitian dapat memberi sumbangan bagi ilmu pengetahuan dalam bidang pertanian khususnya hal budidaya tanaman anggur Jestro AG 86 terkait dengan jenis tanah yang cocok untuk pembudidayaan.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II DASAR TEORI A. Tanaman Anggur 1. Klasifikasi Tanaman Anggur Anggur termasuk tanaman spesies Vitis sp. Adapun klasifikasi anggur adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Kelas : Dicotyledoneae Ordo : Rhamnales Famili : Vitaceae Genus : Vitis Species : Vitis vinifera (Dewi, 2012) 2. Komoditas Anggur Buah anggur merupakan komoditi yang bisa memberikan nilai tambah, anggur bisa dikonsumsi sebagai buah segar maupun diolah lebih lanjut sebagai jus anggur dan bila buah masuk waktu kadaluarsa buah bisa diolah menjadi minuman (Setiadi, 2007). Anggur merupakan tanaman tahunan (perennial), berupa perdu yang merambat. Budidaya anggur sudah dikembangkan di Timur Tengah sejak 4000 SM. Teknologi pengolahan anggur menjadi wine pertama kali dikembangkan orang Mesir pada 2500 SM. Dari Mesir budidaya dan 7

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 teknologi pengolahan anggur masuk ke Yunani, dan menyebar ke daerah Laut Hitam sampai Spanyol, Jerman, Prancis, dan Austria. Sejalan dengan perjalanan Columbus anggur dari asalnya mulai menyebar ke Mexico, Amerika Selatan, Afrika selatan, Asia termasuk Indonesia dan Australia. Penyebaran juga menjadikan anggur punya beberapa sebutan seperti grape di Eropa dan Amerika, China menyebut Putao, dan di Indonesia disebut anggur (Rukmana, 1998). 3. Karakteristik Morfologi Tanaman anggur termasuk suku (famili) Vitaceae yang mempunyai dua submarga (subgenus), yaitu Muscadina dan Euvitis. Kerabat dekat tanaman anggur mencapai sekitar 60 jenis dan ribuan varietas. Tanaman anggur tumbuh tahunan (perennial), berbentuk perdu dan memanjat atau menjalar. Tubuh tanaman anggur terdiri dari akar, batang, daun, sulur, bunga dan buah (Rukmana, 1998). Karakteristik morfologi tanaman anggur adalah sebagai berikut : a. Akar (Radix) Sebagai tanaman berkeping dua (dikotil), tanaman anggur mempunyai akar tunggang (radix primaria) dan akar cabang (radix lateralis). Sistem perakaran menyebar ke seluruh arah pada bagian lapisan tanah atas sedalam 1,5–3.0 m. Kedalaman akar menembus tanah dipengaruhi oleh tebal dan tipisnya top soil, kesuburan tanah, dan juga material yang dikandung oleh tanah (Setiadi, 2007). Akar berfungsi sebagai penopang berdirinya tanaman dan penyerapan air serta unsur hara dari tanah. Kondisi fisik tanah yang gembur sangat

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 baik untuk pertumbuhan tanaman anggur karena penyerapan air dan zat-zat hara dapat berjalan denagn baik (Cahyono, 2010). Akar tanaman anggur mudah mengalami kerusakan akibat lingkungan yang tidak cocok. Misalnya karena aerasi yang jelek, kurang kadar air dalam tanah, tingginya angka keasaman tanah, dan kandungan senyawa Al serta Mn dalam tanah yang tinggi. Akar tanaman anggur tidak tahan (peka) terhadap genangan air. Oleh karena itu, tanaman anggur harus ditanam di tanah yang drainasenya baik (Rukmana, 1998). b. Batang (Caulis) Batang tanaman anggur beruas-ruas, berbuku-buku, berkayu dan keras. Setiap buku batang mempunyai mata tunas. Kulit batang dan cabang yang masih muda berwarna hijau, tetapi setelah tua berubah manjadi hijau kecokelat-cokelatan atau cokelat. Cabang bermata tunas dapat digunakan sebagai bahan perbanyakan tanaman secara vegetatif. (Rukmana, 1998). Spesifikasi batang tanaman anggur tumbuh memanjat atau menjalar. Batang tanaman anggur bercabang banyak, struktur batang dan percabangannya terdiri atas batang utama, cabang primer, cabang sekunder, dan cabang tersier yang akan menghasilkan cabang bunga atau buah (Cahyono, 2010). Pada awal pertumbuhan, batang anggur tampak lemah sehingga tidak mungkin tumbuh tegak, oleh karena itu tanaman anggur memerlukan penopang untuk perambatan. Penopang bisa berupa tanaman hidup atau batang-batang kayu yang ditancapkan dekat

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 dengan anggur. Sulur pada ujung ranting akan membelit penopang tersebut dan tumbuh merambat ke atas (Suwito, 2007). c. Daun (Folium) Tanaman anggur mempunyai daun tunggal. Struktur daun tanaman anggur mempunyai helaian daun, tangkai daun, dan sepasang daun penumpu. Daun berbentuk bulat sampai jorong dengan bagian tepinya berlekuk, dan biasanya mempunyai lima lekukan (Rukmana, 1998). Daun memiliki urat daun menjari, berwarna hijau muda, pangkal daun berlekuk dan berwarna kemerahan dan sedikit berbulu. Daun anggur tumbuh secara bertebaran pada ranting-ranting dan kedudukannya saling menyilang. Daun merupakan bagian dari organ tubuh yang yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses asimilasi yang menghasilkan zat-zat yang diperlukan tanaman untuk pertumbuhan vegetatif dan generatif (Cahyono, 2010). d. Sulur (Sirrus) Fungsi sulur (sirrus) adalah sebagai alat pemanjat. Sulur pada tanaman anggur letaknya berhadap-hadapan atau berseling dengan daun dan bersifat terputus, artinya dua helai daun yang letaknya berdekatan masing-masing bersulur, sedangkan daun yang berikutnya tidak bersulur (Rukmana, 1998). 4. Tanaman Anggur Varietas Jestro AG 86 Anggur Jestro AG 86 telah ditetapkan oleh Menteri Pertanian dengan no SK 1755/Kpts/SR.120/120/2008 sebagai varietas unggul.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 Anggur ini merupakan anggur introduksi dari Roma, Italia pada tanggal 15 Maret 1991 dengan nama asalnya Muscato D’Adda. Varietas ini kemudian ditanam dengan sistem para-para di Kebun Banjarsari pada tanggal 22 Juni 1991 dan diberi kode asesi Bs 86. Tim Peneliti Anggur Balitjestro mengajukan pelepasan varietas ini melalui sidang pelepasan di Bogor bulan Maret 2008 bersamaan dengan sidang pelepasan anggur Jestro AG 60 (Balitjestro, 2009). Anggur varietas Jestro AG 86 mirip dengan anggur Kediri Kuning. Anggur Jestro AG 86 merupakan jenis anggur hijau. Tanaman anggur ini memiliki keunggulan diantaranya adalah daya adaptasi lebih luas, kemasakan buah dalam tandan lebih merata, ukuran buah lebih besar, dan aroma buah lebih tajam. Anggur ini dapat berproduksi antara 9-16 kg/pohon baik pada musim hujan dan kemarau. Anggur varietas Jestro AG 86 ini cocok dikembangkan oleh pelaku industri pertanian karena buah anggur ini cukup diminati publik. Varietas ini juga potensial dikembangkan pada tanah dengan porositas tinggi dan juga di daerah dataran rendah dengan curah hujan dan kelembaban rendah (Andriani dan Mudiarti, 2009). Berikut adalah gambar tanaman anggur varietas Jestro AG 86 : Gambar 2.1 Tanaman Anggur Varietas Jestro AG 86 (Sumber: http://balitjestro.litbang.deptan.go.id/id/209.html)

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 5. Syarat Tumbuh Tanaman Anggur a. Keadaan Iklim Faktor iklim yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi anggur meliputi ketinggian tempat (elevasi) yang berkaitan dengan suhu dan kelembapan udara, curah hujan serta sinar matahari. Di Indonesia pada umumnya tanaman anggur dibudidayakan di dataran rendah yang beriklim kering. Keadaan iklim yang optimum untuk pertumbuhan dan produksi anggur pada ketinggian 0-300 meter di atas permukaan laut (dpl) dengan suhu udara antara 25o – 31oC, kelembaban udara (rH) 40% - 80%, intensitas sinar matahari (penyinaran) 50% - 80%, mempunyai 3–4 bulan kering, dan curah hujan 800 mm/tahun (Rukmana, 1998). Untuk kebutuhan sinar matahari, tanaman anggur membutuhkan sinar matahari penuh. Sinar matahari sangat diperlukan oleh tanaman anggur sebagai sumber energi dalam proses fotosintesis, baik untuk pertumbuhan vegetatif maupun generatif tanaman (Cahyono, 2010). b. Keadaan Tanah Pada umumnya tanaman anggur memiliki adaptasi yang luas terhadap berbagai jenis tanah dengan tekstur dan struktur tanah yang beragam, mulai dari yang lempung berliat sampai yang berpasir atau kerikil (tekstur kasar). Namun, untuk pertumbuhan yang baik, tanaman anggur menghendaki tanah dengan tekstur tanah liat berpasir dengan komposisi 30%-50% lempung, 30%-50% pasir, dan 7%-12% liat (Cahyono, 2010).

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Di sentrum produksi anggur, jenis tanah yang ideal untuk pengembangan tanaman anggur adalah tanah aluvial dan grumosol. Tanah aluvial ditandai dengan karakteristik tanah warna kelabu atau cokelat, teksturnya liat atau berpasir dengan kandungan pasir kurang dari 50%, dan produktivitas tanahnya tergolong rendah sampai tinggi. Tanah grumosol ditandai dengan solum tanah agak tebal (1–2 m), warna kelabu sampai hitam, tekstur lempung berliat sampai liat, reaksi tanah agak masam sampai agak alkalis (pH 6,0 – 8,0) dan produktivitas tanah tergolong rendah sampai sedang (Rukmana, 1998). Penting diperhatikan dalam pemilahan lahan atau tanah untuk budidaya tanaman anggur adalah tanah yang subur, gembur, banyaknya bahan organik tanah (humus), keadaan aerasi dan drainasenya baik, kedalaman air tanah tidak lebih dari satu meter dibawah permukaan tanah serta tidak mengandung garam (alkalin) (Setiadi, 2007). Untuk pertumbuhan yang optimal, tanaman anggur menghendaki derajat keasaman pH 6–7. Tanah yang masam dapat ditanggulangi dengan pemberian kapur untuk meningkatkan atau menetralkan pH tanah. Sedangkan tanah dengan derajat keasaman yang lebih tinggi dapat ditanggulangi dengan pemberian belerang pada tanah untuk menurunkan pH (Cahyono, 2010).

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 6. Teknik Budidaya Anggur dalam Pot a. Penyiapan Sarana Sarana yang dibutuhkan terdiri atas pot atau wadah tanam, medium tanam, bibit tanaman anggur, tempat rambatan, dan fasilitas penunjang berkebun 1) Pot Pot yang biasa digunakan yaitu pot dari drum bekas. Pot memiliki banyak bentuk antara lain berbentuk bulat atau persegi panjang. Bahan pembuatan pot juga bermacam-macam, misalnya semen, plastik, tanah liat atau keramik. Pot yang akan digunakan harus dipilih yang mempunyai kedalaman minimum 75 cm, diameternya 60 cm dan dibagian dasar wadah tanam memiliki lubang drainase guna melancarkan aliran air yang turun kebawah. Dengan demikian media tanam pot tidak becek dan tidak ada genangan air (Setiadi, 2007). 2) Medium tanam Medium tanam yang umum digunakan adalah campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang yang masak (jadi) dengan perbandingan 1 : 1 : 2 (Rukmana, 1998). Tata cara pengisian medium tanam ke dalam pot atau drum adalah sebagai berikut: a) Masukkan pecahan bata merah atau genting menutup lubang didasar pot atau drum hingga mencapai seperempat bagian wadah tanam.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 b) Isikan medium tanam sampai cukup penuh atau sekitar 5 cm dibawah tepi (permukaan) mulut pot atau drum. c) Sebarkan pupuk NPK sebanyak 10 g dan Furadan 3G lebih kurang 5 g ke dalam pot atau drum, kemudian campurkan merata dengan medium tanam. d) Siram medium tanam dalam pot atau drum dengan air bersih hingga basah (lembab). e) Simpan pot atau drum yang telah diisi medium tanam ditempat yang teduh (Rukmana, 1998). 3) Bibit tanaman anggur Bibit anggur yang baik berasal dari varietas unggul, tumbuhnya sehat dan normal, serta minimal memiliki dua lembar daun yang lebar dan normal sehingga tidak mengalami gangguan dalam berfotosintesa. Bibit hendaklah dipilih dengan posisi batang tegak dengan diameter 1-1,5 cm dan memiliki perakaran yang bagus (Suwito, 2007). 4) Rambatan Bahan rambatan dapat dibuat dari kayu, bambu, pipa atau besi. Tempat rambatan dapat dibentuk seperti tangga, huruf T atau huruf H atau hanya berupa tiang saja yang dapat diletakkan di luar atau di dalam pot (Setiadi, 2007). 5) Fasilitas penunjang Fasilitas penunjang untuk berkebun anggur dalam pot atau drum antara lain skop, gunting pangkas, gembor, semprotan kecil, pupuk, pestisida dan lain-lain (Rukmana, 1998).

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 b. Penanaman Media tanam dalam pot digali sebesar ukuran polibag tempat bibit tumbuh. Tempat penggalian persis ditengah-tengah pot. Kemudian medium tanam dalam polybag disiram sampai basah, bibit bersama akar dan medium tanamnya dikeluarkan dari polybag dan ditanam di lubang tersebut. Bersamaan dengan itu, tempat rambatan ditancapkan dalam pot. Selesai ditanam, tanaman langsung disiram air secukupnya. Media tanam hendaknya disiram terlebih dahulu 2-3 hari sebelum penanaman agar media tanam stabil dahulu sehingga dapat membantu pertumbuhan akar tanaman (Setiadi, 2007). c. Pemeliharaan Tanaman 1) Penempatan pot atau drum Pot atau drum berisi tanaman anggur ditempatkan pada lokasi terbuka yang mendapat sinar matahari penuh. Disamping itu, lokasi penempatan pot harus dekat dengan sumber air dan serasi dengan lingkungan sekitarnya (Rukmana, 1998). 2) Penyiraman dan pemupukkan Setiap hari bibit anggur yang telah ditanam dalam pot disiram dengan air. Penyiraman dilakukan sore hari. Pada musim penghujan, penyiraman tidak perlu dilakukan. Penyiraman dilakukan secukupnya. Jaga agar media tanam disekitar tanaman tetap basah dan gembur tetapi air tidak menggenang. Adanya genangan meneyebabkan akar tanaman membusuk (Suwito, 2007). Selama sebelum berbuah, tanaman anggur dalam pot cukup dipupuk dengan urea. Satu sendok makan urea untuk satu pot dan

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 diberikan setiap dua minggu sekali hingga tanaman berumur tiga bulan. Setelah umur tanaman lebih dari tiga bulan pupuk yang diberikan diperbanyak menjadi dua sendok makan dan diberikan setiap satu bulan sekali (Nurcahyo, 2010). 3) Pemangkasan dan pembentukkan pohon Dilakukan pemangkasan dan pembentukan pohon pada tanaman anggur yang sudah berumur 6 bulan.Tujuan pemangkasan dan pembentukan pohon adalah memperoleh bentuk dasar pohon yang kokoh dan bagus, serta bertunas seimbang dalam jumlah banyak. Tata cara pemangkasan dan pembentukan pohon adalah sebagai berikut: a) Pangkas (potong) ujung tanaman pada ketinggian 50 cm dari permukaan tanah untuk merangsang pertumbuhan tunas-tunas baru yang disebut cabang primer. b) Pangkas kembali ujung cabang primer, disisakan sepanjang 1 meter untuk menumbuhkan tunas-tunas baru yang disebut cabang sekunder. c) Pangkas (potong) ujung cabang sekunder, disisakan sepanjang 1 meter untuk menumbuhkan cabang-cabang tersier. Dari cabang tersier inilah akan muncul bunga atau buah. Sebelum pemangkasan, keadaan tanaman harus sehat, bila cabangnya dipotong meneteskan air dan kulit cabangnya berwarna kecokelat-cokelatan (Rukmana, 1998).

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 4) Perambatan cabang Bersamaan dengan pemangkasan dan pembentukkan pohon, tunas-tunas baru atau cabang yang ada dirambatkan pada tempat rambatan sambil ditarik atau diatur agar jarak antar cabang seimbang. Tiap ujung cabang sebaiknya diikat dengan tali rapia atau plastik agar cabang yang satu tidak mudah bertumpuk dengan cabang yang lainnya (Rukmana, 1998). 7. Hama dan Penyakit Tanaman Anggur a. Hama Hama yang sering menyerang tanaman anggur adalah sebagai berikut : 1) Kutu Phylloxera (Phylloxera vitifoliae) Kutu Phylloxera mengisap cairan akar dan daun tanaman anggur. Pada daun tanaman anggur terbentuk benjolan-benjolan kecil dan akar membengkak seperti kutil, akibatnya tumbuh kerdil, layu dan buah sedikit. Pengendalian kutu dapat dilakukan dengan pemangkasan tanaman yang terserang dan dibakar dan penyemprotan insektisida pada bibit tanaman anggur sebelum tanam (Dewi, 2012). 2) Tungau Merah (Tetranychus sp.) Tungau merah menyerang daun tanaman, baik daun tua maupun tunas yang baru muncul. Tungau mengisap cairan daun dan merusak hijau daun. Gejala serangan tungau merah pada tanaman anggur adalah daun berbintik-bintik kuning kecoklatan dan menjadi lebih kaku lalu menyebar keseluruh tanaman. Serangan berat

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 menyebabkan daun berubah menjadi merah, mengering dan gugur (Setiadi, 2007). Pengendalian tungau merah dapat dilakukan dengan cara sanitasi kebun, pemangkasan daun-daun yang terserang kemudian dikumpulkan dan dibakar, berat dan penyemprotan insektisida yang mangkus seperti Mitac 200 EC atau Agrimec 18 EC dengan konsentrasi yang dianjurkan (Rukmana, 1998). 3) Kumbang Daun (Apogonia sp.) Kumbang ini berwarna hitam atau cokelat yang aktif pada senja dan malam hari sampai menjelang fajar. Pada siang hari kumbang bersembunyi dalam tanah. Kumbang menyerang dengan cara memakan atau merusak daun, kemudian membuat lubang-lubang kecil pada permukaan daun. Serangan berat menyebabkan proses fotosintesis terganggu sehingga pertumbuhan tanaman menjadi kerdil. Pengendalian kumbang daun dapat dilakukan dengan cara memasang perangkap lampu penerang pada malam hari. Kumbang yang tertangkap kemudian dibakar (dimusnahkan) (Rukmana, 1998). 4) Ulat grayak (Spodotera sp.) Ulat yang masih muda berwarna kehijauan dan berbintik-bintik hitam sedangkan ulat dewasa berwarna kecoklatan tau abu-abu gelap. Daun tanaman anggur yang terserang ulat grayak tampak berlubang kemudian menjadi robek dan terpotong-potong. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan penggenangan sesaat areal pertanaman untuk membunuh ulat-ulat yang sedang berada didalam tanah, sanitasi

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 kebun, memungut ulat grayak secara langsung, penyemprotan insektisida berbahan aktif klopirifos (Cahyono, 2010). 5) Rayap Rayap yang sering menimbulkan masalah pada pembibitan tanaman anggur. Hama ini menyerang stek yang belum atau baru tumbuh. Pangkal batang atau akar pada stek dirusak dengan cara membuat lorong-lorong kecil ditutupi sarang dari tanah. Pengendalian rayap dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan (sanitasi) kebun dan tidak menggunakan pupuk kandang yang belum matang (Rukmana, 1998). b. Penyakit Penyakit penting yang sering menyerang tanaman anggur adalah sebagai berikut : 1) Tepung Palsu (Valse Meeldauw, Downy Mildew) Penyebab penyakit tepung palsu adalah cendawan Plasmopara viticola. Penyakit ini menyerang secara berat pada musim hujan. Gejala serangan penyakit tepung palsu (embun tepung) tampak bercakbercak berwarna kuning kehijau-hijauan pada sisi daun, kemudian bercak meluas dan bersatu serta berubah warna menjadi cokelat berlapis tepung. Serangan berat menyebabkan daun kering dan rontok (Rukmana, 1998). Pengendalian dapat dilakukan dengan mengurangi kelembapan kebun (pemangkasan), memotong dan memusnahkan bagian tanaman yang sakit berat, melindungi tanaman dengan naungan

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 (atap) plastik, dan aplikasi fungisida yang mangkus serta aplikasi fungisida berbahan aktif propineb (Dewi, 2012). Selain itu sebaiknya tidak memberikan kompos/bahan organik terlalu banyak pada media tanam di sekitarnya, daun yang gugur dan sampah pruning sebaiknya tidak ditimbun di sekitar tanaman anggur, terutama sampah yang telah terinfeksi downy mildew. Jamur downy mildew sangat mudah menjadi kebal terhadap fungisida yang diaplikasikan terus menerus, sebaiknya gunakan beberapa fungisida secara bergantian (Rukmana, 1998). 2) Cendawan Tepung (Powdery Mildew) Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Uncinula necator yang menyerang berat pada cuaca kering. Bagian tanaman (daun dan batang) yang terinfeksi menampakkan gejala bercak-bercak bertepung putih kelabu. Pengendalian penyakit tepung dapat dilakukan dengan cara memotong bagian tanaman yang sakit berat untuk dibakar, menjaga kebersihan kebun dan aplikasi fungisida yang mangkus seperti pada pengendalian penyakit tepung palsu (Rukmana, 1998). Untuk menghindari penggunaan obat-obatan berbahan dasar kimia sebaiknya dilakukan tindakan pencegahan yang bisa dilakukan dengan penjarangan daun dan cabang secara berkala pada area yang tumbuh lebat dan terlalu rapat supaya sirkulasi udara membaik dan penetrasi cahaya matahari meningkat sehingga pertumbuhan dan penyebaran jamur bisa diredam. Untuk serangan skala kecil sebaiknya bagian yang terinfeksi segera dipotong dan dibuang jauh-jauh atau dibakar (Rukmana, 1998).

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 3) Karat Daun Penyakit karat daun disebabkan oleh cendawan Physopella ampelopsidis. Gejala serangan terdapatnya tepung berwarna jingga (spora jamur) pada sisi bawah daun.Gejala yang spesifik yakni adanya bercak-bercak berwarna hijau kekuningan dan seluruh permukaan daun tertutup lapisan tepung (spora). Serangan berat menyebabkan daun kering dan rontok. Pengendalian penyakit karat daun dapat dilakukan dengan cara menurangi kelembaban kebun, memotong bagian yang terserang lalu dibakar, dan aplikasi fungisida berbahan aktif mankozeb, oksiklorida, dan benomyl serta penyemburan belerang (Cahyono, 2010). 4) Busuk hitam (Black Rot) Penyakit busuk hitam disebabkan oleh cendawan Guignardia bidwellii. Infeksi awal terjadi pada daun muda dan tangkai buah. Gejala serangan terjadi bercak-bercak cokelat dikelilingi oleh tepi hitam pada daun, kemudian disekeliling bercak terbentuk daerah yang berwarna cokelat gelap sampai hitam. Pada sisi bercak terdapat bintikbintik hitam kecil secara teratur dalam satu lingkaran. Tunas hijau yang terinfeksi mengalami perubahan warna dari hijau menjadi ungu sampai hitam dan agak melekuk (Rukmana, 1998). Pengendalian penyakit busuk hitam dapat dilakukan dengan memangkas bagian yang sakit, mengurangi kelembaban kebun, pembungkusan buah dan aplikasi fungisida yang berbahan aktif tembaga (Dewi, 2012).

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 B. Jenis Tanah Tanah sebagai media tumbuh yang ideal secara material tersusun oleh 4 komponen, yaitu bahan padatan yang terdiri dari bahan mineral dan bahan organik, air tanah dan udara tanah. Berdasarkan volumenya, maka tanah secara rerata terdiri dari : 1. 50% padatan, berupa 45% bahan mineral (bahan hasil pelapukan batuan induk, termasuk mineral prmer, mineral sekunder dan bahan amorf) dan 5% bahan organik (flora dan fauna tanah, perakaran tanaman serta hasil dekomposisi/penguraian sisa vegetasi atau hewan hasil kegiatan mikroorganisme) 2. 50% ruang pori berisi 20% - 30% air dan 20% - 30% udara. Masing-masing komponen memiliki peran dalam menunjang fungsi tanah sebagai media tumbuh sehingga variabilitas keempat komponen tanah ini akan berdampak terhadap fungsi tanah sebagi media tumbuh (Sutanto,2005). Fungsi masing-masing komponen tanah yaitu : 1. Udara tanah berfungsi sebagai gudang dan sumber gas seperti O2 yang dibutuhkan oleh sel-sel perakaran untuk melaksanakan respirasi, CO2 bagi mikroba fotosintetik dan N2 bagi mikrobia pengikat N. 2. Air tanah berfungsi sebagai komponen utama tubuh tanaman dan biota tanah, sebagian besar penyerapan hara seperti N, K, dan Ca oleh tanaman dimediasi oleh air melalui mekanisme aliran massa air, baik ke permukaan akar maupun transportasi ke daun. 3. Bahan organik dan mineral tanah terutama berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara bagi tanaman dan biota tanah. Bahan organik melalui

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 bentuk partikel-partikelnya merupakan penyusun ruang pori tanah yang tidak saja berfungsi sebagai gudang udara dan air tetapi juga sebagai ruang untuk akar berpenetrasi, semakin sedikit ruang pori maka sistem perakaran tanaman makin tidak berkembang. Bahan organik sebagai sumber energi, karbon dan hara bagi biota heterotrofik (pengguna senyawa organik) sehingga keberadaan BOT (bahan organik tanah) akan sangat menentukan populasi dan aktivitasnya dalam membebaskan hara-hara tersedia yang dikandung oleh BOT tersebut (Sutanto,2005). 1. Tanah Regosol Tanah regosol berwarna kelabu, tekstur tanah biasanya kasar, struktur kersai atau remah, konsistensi lepas sampai gembur dan pH 6-7. Makin tua umur tanah struktur dan konsistensinya makin padat, bahkan seringkali membentuk padas dengan drainase dan porositas yang terhambat. Umumnya cukup mengandung unsur P dan K yang masih segar dan belum siap untuk diserap tanaman tetapi kekurangan unsur N (Rosmarkan dan Wongsoatmodjo, 2001) a. Tanah Regosol Bukit-pasir Tanah regosol bukit pasir terjadi di sepanjang pantai di banyak pulau di Indonesia. Tanah bukit pasir (sand dunes) terbentuk dari pasir pantai yang berasal dari erosi dan terbawa oleh sungai, kemudian terbawa oleh kekuatan angin laut yang bersifat deflasi dan akumulasi. Pasir yang ringan terbawa oleh gaya ombak laut dan terlempar lebih jauh dari bibir pantai, sedangkan yang berat (pertikel lebih besar) biasanya lebih hitam (berat jenis lebih tinggi) teronggok dekat bibir pantai yang landai. Pasir kasar

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 terletak dekat garis pantai makin halus makin jauh dari garis pantai (Supriyo, dkk., 2009). Pasir yang kering dan ringan tertiup angin ke arah daratan dan diendapkan di daerah yang ada vegetasi sebagai penumpu sehingga terbentuk daerah bukit pasir. Jika daratan pantai meluas, bukit pasir yang semula dipengaruhi angin laut menjadi tidak dipengaruhi dan menjadi tidak asin. Kendala jika pasir akan ditanami adalah: a) kemampuan menyimpan air sangat rendah (very low water holding capacity) b) unsur hara yang tersedia sangat rendah c) kandungan garam sangat tinggi d) kecepatan angin sangat kuat dan suhu tinggi, maka evapo-transpirasi sangat besar sehingga mempercepat kekeringan (Supriyo, dkk., 2009). Menurut Forth (1998), tekstur tanah mempengaruhi penyediaan nutrisi tanaman. Tanah pasir miskin hara bagi tanaman, hal ini disebabkan tanah pasir memiliki kemampuan aerasi dan drainase air secara bebas sehingga membantu proses pencucian garam-garam mineral dan bahan induk tanah pasir tidak mengabsorbsi kation-kation. Tanah pasir mempunyai sedikit bahan organik, karena kondisi aerasi yang baik pada tanah pasir membantu dekomposisi bahan organik secara cepat. 2. Tanah Aluvial Tanah yang berasal dari endapan baru, berlapis-lapis, jumlah bahan organiknya berubah-ubah tidak teratur dengan kedalamannya. Tanah aluvial selalu diperbaharui, maka tanah ini dianggap masih muda karena

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 tanah ini terbentuk akibat banjir di musim penghujan, maka sifat bahanbahannya juga tergantung pada kekuatan banjir dan asal serta macam bahan yang diangkut, sehingga secara morfologis terlihat berlapis-lapis (Supriyono, dkk., 2009). Sifat tanah aluvial dipengaruhi langsung oleh sumber bahan asalnya, sehingga kesuburannya ditentukan oleh bahan asalnya. Kebanyakan tanah aluvial sepanajang aliran besar merupakan campuran material dan mengandung banyak hara bagi tanaman sehingga dianggap subur. Tekstur tanahnya sangat variabel, baik vertikal maupun horizontal, jika banyak mengandung lempung tanahnya sukar diolah dan menghambat drainase (Rosmarkan dan Wongsoatmodjo, 2001). Secara pedogenensis, tanah aluvial kurang dipengaruhi oleh iklim dan vegetasi, tetapi yang paling nampak pengaruhnya pada ciri dan sifat tanahnya adalah bahan induk topografi sebagai akibat waktu terbentuknya tanah yang masih muda. Tanah aluvial di Indonesia merupakan daerah pertanian penghasil padi, tebu, palawija, dan sebagainya (Supriyono, dkk., 2009). 3. Tanah Latosol Latosol meliputi tanah – tanah yang telah mengalami pelapukan intensif dan perkembangan tanah lanjut, sehingga terjadi pencucian unsur basa, bahan organik dan silika dengan meninggalkan sesquiozid sebagai sisa berwarna merah. Ciri morfologi yang umum adalah tekstur lempung sampai geluh, struktur remah sampai gumpal lemah dan konsistensi gembur. Warna tanah merah tergantung susunan minerologi bahan induk,

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 drainase, umur tanah dan keadaan iklim (Rosmarkan dan Wongsoatmodjo, 2001). Jenis tanah latosol meliputi semua zona di daerah tropika dan khatulistiwa mempunyai sifat – sifat dominan yaitu, nilai SiO2 sesquioxida fraksi lempung rendah, kapasitas penukaran kation rendah, lempungnya kurang aktif, kadar mineral primer rendah, kadar bahan larut rendah, stabilitas agregat tinggi, berwarna merah. Di Indonesia, tanah latosol umumnya berasal dari batuan induk vulkanik, baik tuff maupun batuan beku. Terdapat mulai dari tepi pantai sampai ketinggian 900 m di atas permukaan laut dengan topografi miring, bergelombang, vulkanik fan sampai pegunungan dengan iklim basah tropika curah hujan berkisar antara 2500–7000 mm. Kandungan bahan organik berkisar 5%. Reaksi tanah berkisar antara 4,5-6,5 yaitu dari asam sampai agak asam. Daya menahan air cukup baik dan agak tahan terhadap erosi . Pada umumnya kandungan unsur hara dan organiknya cukup rendah sedangkan produktivitas tanah sedang sampai tinggi. Tanah jenis latosol memerlukan input yang memadai (Rosmarkan dan Wongsoatmodjo, 2001). C. Pupuk 1. Pupuk Kompos Kompos adalah pupuk yang dibuat dari hasil penguraian aneka bahan sampah organik. Proses terbentuknya kompos dari bahan-bahan organik dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik. Kompos yang memenuhi syarat C/N rasio < 20, kadar air dan

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 nutrisi tertentu, dikategorikan ke dalam pupuk organik karena terbuat dari bahan alami yakni berasal dari bahan makhluk hidup (Alex, 2013). Pengomposan pada dasarnya merupakan upaya mengaktifkan kegiatan mikroba seperti, bakteri, fungi dan jasad renik, agar mampu mempercepat proses dekomposisi bahan organik. Bahan organik merupakan bahan baku pengomposan yaitu semua material organik yang mengandung karbon dan nitrogen, seperti jerami, kotoran hewan/ternak, sampah hijau, sampah kota, lumpur cair dan limbah industri pertanian (Cahyono, 2012). Manfaat kompos bagi tanah dan lingkungan diantaranya: a. Meningkatkan kesuburan tanah b. Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah c. Meningkatkan kapasitas penyerapan air oleh tanah d. Meningkatkan aktivitas mikroba tanah e. Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen) f. Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman g. Menekan pertumbuhan atau serangan penyakit h. Meningkatkan retensi atau ketersediaan hara dalam tanah. Penggunaan kompos yang belum matang akan menyebabkan terjadinya persaingan bahan nutrien antara tanaman dengan mikoorganisme tanah yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tanaman (Alex, 2013). 2. Pupuk Kompos Cacing Kompos cacing (vermicompos) adalah kompos yang terbuat dari bahan organik yang dicerna oleh cacing. Kompos cacing dapat

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 menyuburkan tanaman karena kotoran cacing memiliki bentuk dan struktur yang mirip dengan tanah namun ukuran partikel-partikelnya lebih kecil dan lebih kaya akan bahan organik sehingga memiliki tingkat aerasi yang tinggi dan cocok untuk dijadikan media tanam. Kompos cacing memiliki kandungan yang hampir sama dengan bahan organik yang diurainya (Alex, 2013). Kompos cacing mengandung humus, hormon pertumbuhan tanaman, serta mikroba tanah. Kualitas kompos cacing tergantung pada jenis bahan media atau pakan yang digunakan, jenis cacing tanah serta umur vermikompos. Vermikompos yang berkualitas baik ditandai dengan warna hitam kecoklatan hingga hitam, tidak berbau, bertekstur remah dan matang (C/N < 20). Sama seperti pupuk organik lainnya, kompos cacing juga memiliki keunggulan diantaranya adalah: a. Mempunyai kemampuan menahan air sebesar 40–60% sehingga mampu mempertahankan kelembapan. b. Memperbaiki struktur tanah dan menetralkan pH tanah. c. Mengandung berbagai unsur hara yang dibutuhkan tanaman seperti N, P, K, Ca, Mg, S, Fe, Mn, Al, Na, Cu, Zn, Bo, dan Mo tergantung pada bahan yang digunakan. d. Membantu menyediakan nutrisi bagi tanaman. e. Meningkatkan kesuburan tanah. f. Membantu proses penghancuran limbah organik. 3. Pupuk Sistemik Daun (Lyphotril) Lyphotril atau pupuk mikro sistemik daun merupakan campuran berbagai unsur bahan pupuk anorganik dengan bahan organik yang

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 digunakan lewat sistem penyerapan permukaan stomata atau seluruh bagian daun, batang dan buah.Lyphotril mengandung 17,40% unsur nitrogen, 24,85% unsur P, 18,25% unsur K, 1,78% Mg dan CaO, serta 3,68 % vitamin (E, caroteen) dan mineral (Boron, Cu, Zn, Cr, Mn, I) (Murwono, 2013). Fungsi Lyphotril bagi tanaman, yaitu: a. Mercepatan pertumbuhan pucuk daun dan penguatan ketahanan daun, berhadapan dengan tingginya paparan sinar UV matahari. b. Memperbesar kemungkinan keberhasilan budidaya, dengan pencegahan terjadinya kerontokan bunga, buah dan daunnya, serta percepatan pertumbuhan dan perkembangannya. c. Dapat berfungsi pada berbagai jenis tanaman dan akan meningkatkan produktifitasnya, sebagai faktor pengatur tumbuh bagi tanaman. d. Pemupukan akan langsung diserap oleh pori permukaan daun (stomata), batang dan buahnya, dan langsung diproses dalam metabolisme asimilasi, sehingga dapat mengurangi derajat kehilangan mikrohara, maka proses serapan pada daun, batang, dan buah, akan sangat efisien. Penekanan karena kehilangan, dapat dihindari sekecil mungkin. e. Menaikkan kualitas dan kuantitas panen. f. Tidak membunuh mikroorganisme tanah, yang akan menciptakan keseimbangan ekosistem kawasan yang baru, sehingga memudahkan tumbuhnya keanekaragaman hayati dan rehabilitasi predator alami. g. Meningkatkan kualitas rasa, warna daun, bunga, dan buahnya, serta meningkatkan unsur gizi akibat tingginya kandungan biomineral.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 h. Dapat digunakan untuk mencegah timbulnya keriting daun. i. Produk pertanian yang dihasilkan akan sangat ramah lingkungan, dan tidak meninggalkan residu pestisida siklis pada hasil pangannya (Murwono, 2013). D. Penelitian yang Relevan Yulianingsih (2007) melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan vegetatif berbagai varietas tanaman anggur di Desa Tegal Gondo dan untuk mengetahui varietas anggur yang dapat tumbuh dengan baik di Desa Tegal Gondo. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan tinggi tanaman anggur dan pertumbuhan diameter batang baru tanaman anggur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Moscato memiliki tinggi tanaman dan diameter batang baru lebih tinggi dibandingkan varietas yang lain. Sedangkan varietas Probolinggo Biru pertumbuhan tinggi tanaman sangat kecil, sehingga di asumsikan bahwa varietas Probolinggo Biru tidak dapat dibudidayakan di Desa Tegal Gondo Kecamatan Karang Ploso. Pada varietas Moscato memiliki kesesuain adaptif tumbuh di agroekologi desa Tegal Gondo dan dapat dibudidayakan di daerah Malang.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 E. Kerangka Berfikir Budidaya tanaman anggur varietas Jestro AG 86 Jenis tanah di DIY Tanah Regosol, Tanah Aluvial, Tanah Latosol Keadaan Tanah Uji pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur varietas Jenis tanah yang cocok untuk budidaya anggur Jestro AG 86 F. Hipotesis 1. Jenis tanah mempengaruhi pertumbuhan tanaman anggur varietas Jestro AG 86. 2. Jenis tanah yang paling cocok bagi pertumbuhan tanaman anggur varietas Jestro AG 86 adalah jenis tanah aluvial.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan model rancangan penelitian eksperimental. Penelitian eksperimen merupakan salah satu jenis penelitian kuantitatif yang sangat kuat mengukur sebab akibat yaitu membandingkan efek variansi variabel bebas terhadap variabel tergantung melalui manipulasi atau pengendalian variabel bebas tersebut (Taniredja dan Mustafidah, 2011). Penelitian ini menggunakan tiga variabel terdiri atas variabel bebas, variabel terikat dan variabel kontrol. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jenis tanah yang digunakan untuk pertumbuhan tanaman anggur varietas Jestro AG 86. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter tanaman. Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah umur bibit, pemeliharaan, penyiraman, pupuk, air, dan intensitas cahaya. B. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penelitian ini dilaksanakan selama 5 bulan, dimulai bulan Oktober 2013 dan diakhiri bulan Februari 2014 di Kebun Penelitian Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 33

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 C. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) atau Completely Randomized Design (CRD). Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan untuk percobaan yang mempunyai media atau tempat percobaan yang seragam atau homogen (Sastrosupadi, 2000). Penerapan perlakuan terhadap unit percobaan dilakukan secara acak terhadap seluruh unit percobaan. Ada tiga perlakuan tanah, yaitu tanah regosol, tanah aluvial dan tanah latosol (A, B, dan C) dan kontrol (D) yang akan diuji dengan masing-masing pengulangan sebanyak tiga kali. Unit percobaan ada 12 pot, maka denah percobaan sebagai berikut : Tabel 3.1 Denah Percobaan D D D (10) (11) (12) C C C (7) (8 ) (9) B B B (4) (5) (6) A A A (1) (2) (3) Unit Percobaan No. Urut Petak D. Alat dan Bahan 1. Alat Alat–alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah pot, cangkul, skop, sendok semen, gembor, semprotan kecil, gunting pemangkas, alat ukur kelembaban tanah, alat ukur pH tanah, meteran, penggaris, tali, ember, takaran air, sarung tangan, karung, kawat, timbangan, dan buku.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 2. Bahan Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibit anggur Jestro AG 86, tanah regosol, tanah aluvial dan tanah latosol, pupuk, pestisida, fungisida dan air. E. Prosedur Kerja 1. Penyiapan lahan Dalam penelitian ini, tanaman anggur ditanam di dalam pot dan diletakkan dalam sebuah lahan, oleh karena itu lahan perlu disiapkan secara intensif. Penyiapan lahan dilakukan dengan membersihkan lahan dari pohon-pohon atau gulma serta rumput yang tidak berguna. Sekeliling lahan dibuat pagar pembatas untuk mencegah adanya ganguan dari luar lahan, selanjutnya lahan dipola untuk penempatan pot dan pengaturan pengairan. 2. Penyiapan sarana tanam Penyiapan sarana penanaman yang diperlukan meliputi penyiapan wadah tanam, media tanam, bibit dan tempat rambatan. a. Penyiapan wadah tanam Wadah tanam yang digunakan dalam penelitian ini adalah pot yang terbuat dari tanah liat dan berbentuk bulat. Wadah tanam yang digunakan memiliki kedalaman 35 cm, diameter 40 cm dan pada bagian dasar wadah memiliki lubang drainase. b. Penyiapan media tanam Media tanam yang digunakan dalam penelitian ini adalah campuran tanah, pasir, dan pupuk. Jenis tanah yang digunakan terdiri

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 dari tiga jenis yaitu tanah regosol, tanah aluvial, dan tanah latosol. Pupuk yang digunakan adalah campuran satu ember pupuk kompos cacing dan satu ember pupuk kompos dengan perbandingan 1:1 menggunakan ember. 1) Media tanam perlakuan 1 a) Siapkan tanah regosol, pasir dan pupuk dengan perbandingan 2:1:1 menggunakan ember. b) Tanah dan pupuk dicampur hingga merata. c) Media tanam yang telah tercampur dimasukkan ke dalam pot. 2) Media tanam perlakuan 2 a) Siapkan tanah aluvial, pupuk dan pasir dengan perbandingan 2:1:1 menggunakan ember. b) Tanah, pupuk dan pasir dicampur hingga merata. c) Media tanam yang telah tercampur dimasukkan ke dalam pot. 3) Media tanam perlakuan 3 a) Siapkan tanah latosol, pupuk dan pasir dengan perbandingan 2:1:1 menggunakan ember. b) Tanah, pupuk dan pasir dicampur hingga merata. c) Media tanam yang telah tercampur dimasukkan ke dalam pot. 4) Media tanam kontrol a) Siapkan pasir dan pupuk dengan perbandingan 1:1 menggunakan ember. b) Pupuk dan pasir dicampur hingga merata. c) Media tanam yang telah tercampur dimasukkan ke dalam pot.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 c. Penyiapan bibit Bibit anggur yang digunakan berasal dari salah satu varietas unggul yaitu Jestro AG86 yang didatangkan dari penangkar bibit dari Probolinggo. Bibit yang digunakan dalam penelitian ini telah berumur 56 hari, tumbuh sehat dan mempunyai tunas. d. Penyiapan tempat rambatan Tempat rambatan yang digunakan model pagar. Tempat perambatan tanaman anggur dibuat berbentuk pagar.Tiang pagar yang digunakan terbuat dari kayu. Jarak antar tiang adalah 2 m dan ketinggian 2,3 m. Kemudian dihubungkan dengan kawat mendatar sebanyak 4 jajar. Kawat pertama di bagian bawah letaknya 90 cm dari permukaan tanah, kawat kedua berjarak 130 cm, kawat ketiga memiliki jarak 170 cm dan kawat keempat memiliki jarak 210 cm dari permukaan tanah. 3. Penanaman tanaman anggur a. Media tanam di dalam polybag disiram sampai basah. b. Bibit bersama akar dan media tanamnya dikeluarkan dari polybag dan segera ditanam pada lubang yang telah disediakan ditengah-tengah pot. c. Ajir/tempat rambatan ditancapkan dalam pot. Ajir yang digunakan berupa bilah bambu dengan panjang 1 m, sebagai penyangga tanaman sampai tiba waktu pemangkasan pertama. d. Setelah bibit ditanam, media tanam disiram dengan air bersih hingga cukup basah. e. Pot yang berisi tanaman anggur ditempatkan dilokasi terbuka yang mendapat sinar matahari penuh.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 4. Pemeliharaan tanaman anggur a. Penyiraman Penyiraman tanaman anggur dalam pot menjadi sangat penting karena pada awal pertumbuhan tanaman anggur membutuhkan air dalam jumlah yang cukup. Berdasarkan teori, pada fase awal pertumbuhan, penyiraman tanaman anggur dilakukan sebanyak 2 kali sehari, jika tidak turun hujan. Setelah tanaman anggur berumur lebih dari 2 bulan, penyiraman dilakukan sebanyak sekali dalam dua hari jika tidak turun hujan. Media tanam dalam pot harus tetap dijaga agar tidak mengalami kekurangan ataupun kelebihan air. Oleh karena pada saat penanaman merupakan awal musim hujan, penyiraman tidak dapat dilakukan berdasarkan teori. Penyiraman dilakukan menyesuaikan kondisi kelembaban media tanam di dalam pot. Kelembaban media tanam diukur dengan menggunakan alat ukur kelembaban tanah yaitu moisture meter. Apabila kondisi kelembaban media tanam kurang dari 40% untuk jenis media tanah alluvial dan tanah latosol sedangkan 20% untuk jenis media tanah regosol, maka dilakukan penyiraman. b. Pemupukan Pemupukan tanaman anggur dilakukan setiap satu bulan sebanyak satu kali dengan takaran ±700 g setiap pot. Pupuk yang digunakan adalah campuran pupuk kompos dan pupuk kompos cacing dengan perbandingan 1:1. Daun dan batang tanaman anggur dipupuk menggunakan pupuk sistemik daun (Lyphotril) secara rutin setelah tanam 5 hari dan diulangi setiap 7 hari selama 2 bulan dan setelah 2 bulan setiap 15 hari

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 sekali. Pemberian pupuk dilakukan dengan menyemprot Lyphotril pada daun dan batang. c. Pemangkasan dan pembentukan pohon Tanaman anggur yang sudah memiliki tinggi ± 50 cm dipangkas dengan tujuan memperoleh bentuk dasar pohon yang kokoh serta bertunas seimbang dalam jumlah banyak. Pemangkasan dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1) Sebelum batang tanaman anggur mencapai pagar (± 50 cm) dilakukan pemangkasan tunas anggur yang tumbuh di ketiak daun dengan menggunakan jari atau gunting agar batang tumbuh maksimal. 2) Ujung tanaman pada ketinggian ±50 cm dari permukaan tanah dipotong untuk merangsang pertumbuhan tunas – tunas baru atau cabang primer. Kemudian dipilih 2 tunas yang paling sehat untuk membentuk cabang primer. Pada masa ini tidak dilakukan lagi pemangkasan tunas diketiak daun agar tanaman anggur dapat memenuhi pagar. 3) Ujung cabang primer dipangkas kembali dan disisakan sepanjang ±20 cm untuk menumbuhkan tunas-tunas atau cabang sekunder. Kemudian dipilih 2 tunas yang paling sehat untuk membentuk cabang/batang sekunder. 4) Ujung cabang sekunder dipotong kembali dan disisakan sepanjang ±20 cm untuk menumbuhkan cabang-cabang tersier. Dari cabang tersier akan muncul bunga atau buah.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 d. Perambatan cabang Tunas-tunas baru atau cabang dirambatkan pada tempat rambatan dengan ditarik atau diatur agar jarak antar cabang seimbang. Tiap ujung cabang diikat dengan plastik agar cabang tidak mudah bertumpuk dengan cabang lainnya. e. Pengendalian hama dan penyakit Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman anggur Jestro AG 86 berupa penyemprotan pestisida dan fungisida dengan tujuan pencegahan terhadap hama dan penyakit yang mengganggu tanaman anggur. 5. Pengamatan Pengamatan dilakukan untuk memperoleh data untuk dianalisis. Pengambilan data dilakukan setiap minggu selama 4 bulan. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan mengukur pertumbuhan tanaman anggur yaitu tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang sebagai indikator pertumbuhan tanaman. Tinggi batang diukur dengan menggunakan meteran dari pangkal batang pokok tanaman anggur hingga ujung cabang. Jumlah daun diukur dengan menghitung jumlah daun pada batang tanaman anggur. Diameter batang diukur pada bagian batang tanaman anggur yang memiliki diameter batang terbesar dan pengukuran tetap dilakukan pada bagian batang tersebut hingga akhir penelitian. Pengukuran diameter batang menggunakan jangka sorong. Data yang diperoleh dimasukkan ke dalam tabel berikut :

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 No Tanggal 1 Tabel 3.2 Data Pengamatan Tanaman Anggur Jestro AG 86 Indikator Tanah Tanah Tanah Tanah pertumbuhan Regosol Aluvial Latosol Kontrol R1 R2 R3 R1 R2 R3 R1 R2 R3 R1 R2 R3 Tinggi tanaman (cm) Jumlah daun Diameter batang (cm) F. Analisis Data Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) one way. ANOVA adalah teknik analisis statistik yang dapat memberi jawaban atas ada tidaknya perbedaan skor pada masing-masing kelompok (Irianto, 2003). Setelah diperoleh hasil pegukuran, kemudian dicari rerata pertumbuhan dari setiap indikator dengan tabel berikut : Tabel 3.3 Rerata Tinggi Tanaman Anggur Jestro AG 86 No Tanah Tanah Tanah Regosol Aluvial Latosol R1 R2 R3 R1 R2 R3 R1 R2 R3 Tanah Kontrol R1 R2 R3 1 Dst Rerata Tabel 3.4 Rerata Jumlah Daun Tanaman Anggur Jestro AG 86 No 1 Dst Rerata Tanah Tanah Regosol Aluvial R1 R2 R3 R1 R2 R3 Tanah Latosol R1 R2 R3 Tanah Kontrol R1 R2 R3

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Tabel 3.5 Rerata Diameter Batang Tanaman Anggur Jestro AG 86 No Tanah Tanah Regosol Aluvial R1 R2 R3 R1 R2 R3 Tanah Latosol R1 R2 R3 Tanah Kontrol R1 R2 R3 1 Dst Rerata Hasil rerata pertumbuhan kemudian dikelompokkan menurut perlakuan dan dimasukkan ke dalam tabel berikut untuk kemudian dihitung total perlakuan, rerata perlakuan dan jumlah total. Tabel 3.6 Hasil Tinggi Tanaman Anggur Jestro AG 86 yang ditanam dengan Jenis Tanah yang Berbeda No Perlakuan Tinggi Tanaman R1 R2 R3 Total Rerata 1 Tanah Regosol 2 Tanah Aluvial 3 Tanah Latosol 4 Tanah Kontrol Tabel 3.7 Hasil Jumlah Daun Tanaman Anggur Jestro AG 86 yang ditanam dengan Jenis Tanah yang Berbeda No Perlakuan Jumlah Daun R1 R2 R3 Total Rerata 1 Tanah Regosol 2 Tanah Aluvial 3 Tanah Latosol 4 Tanah Kontrol Tabel 3.8 Hasil Diameter Batang Tanaman Anggur Jestro AG 86 yang ditanam dengan Jenis Tanah yang Berbeda No Perlakuan Diameter Batang R1 R2 R3 Total Rerata 1 Tanah Regosol 2 Tanah Aluvial 3 Tanah Latosol 4 Tanah Kontrol Kemudian dianalisis variansi untuk mengetahui apakah ada perbedaan nyata diantara kelompok diatas.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Tabel 3.9 Analisa Variansi Tinggi Tanaman Sumber Dk SS MS F hitung F tabel Variansi 5% 1% Antar kelompok Dalam kelompok Total Tabel 3.10 Analisa Variansi Jumlah Daun Sumber Dk SS MS F hitung F tabel Variansi 5% 1% Antar kelompok Dalam kelompok Total Tabel 3.11 Analisa Variansi Diamater Batang Sumber Dk SS MS F hitung F tabel Variansi 5% 1% Antar kelompok Dalam kelompok Total Menurut Suparno (2010), perhitungan analisa variansi dilakukan sebagai berikut : 1. Menghitung derajat kebebasan (dk = degree of freedom) sebanyak variabilitas. Ada tiga macam variabilitas, maka ada tiga macam dk : dk Antar kelompok = (K-1) dk Dalam kelompok = (N-K) dk Total = (N-1) Keterangan : K adalah banyaknya kelompok N adalah jumlah sampel keseluruhan

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 2. Menghitung jumlah kuadrat (SS = sum square) ∑ (∑ ) (∑ ∑ ) (∑ ( ) ) (∑ ) (∑ ) 3. Menghitung Mean square (MS) dengan persamaan berikut : 4. Menghitung F distribusi dengan persamaan berikut : 5. Hasil F hitung kemudian dibandingkan dengan F tabel. Untuk melihat F tabel diperlukan alpha dan dk. Dk yang dibutuhkan untuk melihat tabel F yaitu dk antar kelompok dan dk dalam kelompok. Ketentuan pengujian hipotesis sebagai berikut : a. Bila F hitung ≥ F tabel pada aras 1% maka perbedaan di antara rerata perlakuan dikatakan sangat signifikan. b. Bila F hitung ≥ F tabel pada aras 5% perbedaan di antara rerata perlakuan dikatakan signifikan. c. Bila F hitung < F tabel pada aras 5% perbedaan di antara rerata perlakuan dikatakan tidak signifikan.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Berikut merupakan hasil rerata pertumbuhan (tinggi batang, jumlah daun dan diameter batang) tanaman anggur varietas Jestro AG 86 yang ditanam dengan jenis tanah yang berbeda. Tabel 4.1. Rerata Pertumbuhan Tinggi Batang Tanaman Anggur Jestro AG 86 Tinggi Tanaman (cm) No Perlakuan R1 R2 R3 Rerata 1 Tanah Regosol 96.20 50.80 197.70 114.90 2 Tanah Aluvial 130.60 149.90 184.60 155.03 3 Tanah Latosol 168.20 105.10 89.00 120.77 4 Tanah Kontrol 102.30 113.10 107.70 Keterangan : R1 : Pengulangan 1 R2 : Pengulangan 2 R3 : Pengulangan 3 Berdasarkan data diatas dapat dilihat bahwa pertumbuhan tanaman anggur varietas Jestro AG 86 yang ditanam dengan jenis tanah yang berbeda memiliki hasil yang berbeda. Data yang diperoleh dari setiap perlakuan memiliki rerata tinggi batang yang berbeda. Tanaman anggur pada tanah regosol, tanah aluvial, tanah latosol dan tanah kontrol memiliki rerata tinggi 114,90 ; 155.03 ; 120,77 ; 107.70. Dari data tersebut tidak ada perlakuan yang mempunyai nilai rerata tinggi batang yang lebih rendah dari nilai rerata tinggi batang pada tanaman kontrol. Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa tanaman anggur yang memiliki rerata tinggi batang tertinggi adalah pada jenis tanah aluvial yaitu 155.03, sedangkan rerata tinggi batang terendah adalah pada jenis tanah regosol yaitu 45

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 114,90. Hasil analisis uji F diperoleh (F hitung = 0,52) < (F tabel = 4,35), menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata diantara rerata tinggi batang tanaman anggur Jestro AG 86. (Lampiran 4) Tabel 4.2 Rerata Pertumbuhan Jumlah Daun Tanaman Anggur Jestro AG 86 Jumlah Daun No Perlakuan R1 R2 R3 Rerata 1 Tanah Regosol 30.00 14.00 34.00 26.00 2 Tanah Aluvial 29.00 35.00 34.00 32.67 3 Tanah Latosol 36.00 25.00 28.00 29.67 4 Tanah Kontrol 26.00 28.00 27.00 Keterangan : R1 : Pengulangan 1 R2 : Pengulangan 2 R3 : Pengulangan 3 Untuk pertumbuhan jumlah daun, data yang diperoleh dari setiap perlakuan juga berbeda. Tanaman anggur yang ditanam pada tanah regosol, tanah aluvial, tanah latosol dan tanah kontrol memiliki rerata jumlah daun 26.00 ; 32.67 ; 29.67 ; 27.00. Tanaman pada tanah regosol mempunyai rerata jumlah daun yang lebih rendah dari kontrol sedangkan tanaman dengan perlakuan tanah aluvial dan tanah latosol memiliki rerata jumlah daun diatas kontrol. Dari tabel diatas diketahui bahwa tanaman pada jenis tanah aluvial memiliki rerata jumlah daun tertinggi yaitu 29.67 sedangkan tanaman pada jenis tanah regosol memiliki rerata perlakuan jumlah daun terendah yaitu 26.00. Hasil analisis uji F diperoleh (F hitung = 0,57) < (F tabel = 4,35), menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata diantara rerata jumlah daun tanaman anggur Jestro AG 86. (Lampiran 4)

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Tabel 4.3 Rerata Pertumbuhan Diameter Batang Tanaman Anggur Jestro AG 86 Diameter Batang (cm) No Perlakuan R1 R2 R3 Rerata 1 Tanah Regosol 0.3700 0.2700 0.4000 0.3467 2 Tanah Aluvial 0.4200 0.3300 0.5000 0.4167 3 Tanah Latosol 0.4600 0.4200 0.2500 0.3767 4 Tanah Kontrol 0.4400 0.3400 0.3900 Keterangan : R1 : Pengulangan 1 R2 : Pengulangan 2 R3 : Pengulangan 3 Pertumbuhan diameter batang memiliki pertumbuhan yang berbeda. Berdasarkan data yang diperoleh, tanaman anggur pada tanah regosol, tanah aluvial, tanah latosol dan tanah kontrol memiliki rerata diameter 0.3467 ; 0.4167 ; 0.3767 ; 0.3900. Tanaman anggur pada tanah regosol dan pada tanah aluvial memiliki rerata diameter batang yang lebih rendah dari kontrol, sedangkan tanaman anggur pada tanah aluvial memiliki rerata diameter batang melebihi kontrol. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa tanaman pada jenis tanah aluvial memiliki rerata diameter batang yang lebih besar dari pada perlakuan lain yaitu 0.4167. Tanaman pada jenis tanah regosol memiliki rerata perlakuan diameter batang terendah yaitu 0.3467. Hasil analisis uji F diperoleh (F hitung = 0,30) < (F tabel = 4,35), menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata diantara rerata diameter batang tanaman anggur Jestro AG 86. (Lampiran 4) B. Pembahasan 1. Pengaruh Jenis Tanah terhadap Pertumbuhan Tanaman Anggur Varietas Jestro AG 86 Berdasarkan hasil analisa variansi tinggi batang diperoleh F hitung = 0,52 (F hitung < F tabel), analisa variansi jumlah daun diperoleh F

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 hitung = 0,29 (F hitung < F tabel), serta analisa variansi diameter batang diperoleh F hitung = 0,49 (F hitung < F tabel). Dari ketiga analisa variansi indikator pertumbuhan diperoleh F hitung < F tabel yang menunjukkan bahwa jenis tanah tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman anggur Jestro AG 86 secara signifikan atau tidak terdapat perbedaan yang nyata diantara pertumbuhan tanaman anggur varietas Jestro AG 86 yang ditanam dengan jenis tanah yang berbeda. Oleh karena itu tidak terdapat perlakuan yang terlihat memiliki pengaruh yang menonjol diantara perlakuan lainnya dan kontrol. Hasil uji anova terlampir pada lampiran 4. Dalam penelitian ini diketahui bahwa tidak terdapat pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur varietas Jestro AG 86. Kemungkinan faktor yang mempengaruhi tidak adanya perbedaan pertumbuhan tanaman anggur Jestro AG 86 yang ditanam dengan jenis tanah yang berbeda diantaranya serangan hama dan penyakit, perubahan keaslian media tanam yaitu penambahan pasir dan penambahan pupuk. Tanaman Anggur Jestro AG 86 merupakan salah satu jenis anggur hijau yang cocok dikembangkan untuk industri wine dan memiliki daya adaptasi yang luas dan lebih tahan dari serangan hama dan penyakit. Akan tetapi selama penelitian berlangsung, terdapat hama dan penyakit yang menyerang tanaman anggur varietas Jestro AG 86 yang menyebabkan pertumbuhan terhambat atau kurang optimal. Hama yang menyerang tanaman anggur varietas Jestro AG 86 yaitu kumbang Apogonia sp., dan ulat grayak sedangkan penyakit yang menyerang tanaman anggur varietas Jesto AG 86 yaitu karat daun.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Hama yang menyerang tanaman anggur diantaranya kumbang Apogonia sp. dan ulat grayak. Kumbang Apogonia sp. menyerang tanaman anggur pada malam hari hingga menjelang fajar. Kumbang Apogonia sp. menyerang dengan memakan atau merusak daun tanaman anggur sehingga daun terlihat berlubang-lubang kecil. Hal ini menyebabkan proses fotosintesis terganggu sehingga pertumbuhan tanaman anggur melambat. Hama ini mulai menyerang tanaman anggur Jestro AG 86 pada minggu pertama setelah tanaman anggur ditanam. Pengendalian hama Kumbang Apogonia sp. dilakukan dengan menyemprot insektisida pada tanaman anggur Jestro AG 86 setiap minggu sebanyak satu kali penyemprotan. Hama kumbang Apogonia sp. sulit diberantas, hama ini masih menyerang daun tanaman yang masih muda hingga penelitian berakhir. Hama lain yang menyerang tanaman anggur Jestro AG 86 adalah ulat grayak (Spodoptera sp.). Ulat berwarna kehijauan atau kecoklatan dengan bintik hitam ini menyerang daun tanaman. Tanaman anggur yang terserang ulat grayak tampak daun-daunnya berlubang atau terpotong. Pengendalian dilakukan dengan memungut ulat grayak keluar dari kebun. Selain hama juga terdapat penyakit yang menyerang tanaman anggur varietas Jestro AG 86 yaitu karat daun. Menurut Rukmana (1998), penyakit karat daun disebabkan oleh cendawan Physopella ampelopsidi yang menyebar pada temperatur yang dingin (16-23o C). Pada saat dilakukan penelitian musim hujan menyebabkan keadaan lembab sehingga cendawan ini mudah menyebar. Penyakit ini mulai menyerang pada akhir bulan kedua setelah penanaman. Pengendalian penyakit ini dilakukan

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 dengan menggunakan fungisida dan memangkas daun-daun yang terserang. Penyakit rentan menyerang tanaman anggur Jestro AG 86. Penyakit yang menyerang disebabkan oleh cendawan. Hal ini dikarenakan pada saat penelitian terjadi curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan terjadi kelembaban yang tinggi pada lingkungan sekitar dan media tanam. Keadaan unsur iklim dengan kelembaban yang tinggi menjadi keadaan dimana berkembangnya hama dan penyakit tumbuhan (Wisnubroto, 1999). Saat kondisi tanaman dan lingkungan yang lembab, cendawan mudah untuk berkembangbiak pada tanaman yang masih hidup sehingga bersifat patogen. Menurut Tjahjadi (1989), cendawan yang menjadi patogen mengganggu proses-proses fisiologis pada tanaman yang menjadi inangnya. Cendawan merugikan tanaman dalam hal pengangkutan zat cair dan garam mineral, mengganggu proses fotosintesa serta mengganggu pengangkutan hasil-hasil proses fotosintesa. Gangguan hama dan penyakit pada tanaman anggur sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Serangan hama dan penyakit yang berat menyebabkan pertumbuhan tanaman menyebabkan proses fotosintesis terganggu sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik. Oleh karena itu pengendalian hama dan penyakit perlu dilakukan dengan baik agar tanaman anggur tumbuh dengan baik. Dalam penelitian ini terjadi perubahan keaslian media tanam dengan dilakukan penambahan pasir dan pupuk. Komposisi media tanam yang digunakan pada tanaman anggur terdiri dari 50% tanah, 25% pasir dan

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 25% pupuk. Pada semua media tanam dilakukan penambahan pasir sehingga menyebabkan perubahan pada media tanam. Penambahan pasir dilakukan dengan tujuan meningkatkan aerasi dan drainase pada media tanam. Penambahan pasir dengan komposisi yang sama dimungkinkan menyebabkan tingkat aerasi dan drainase pada semua media tanam menjadi sama. Hal ini menyebabkan pertumbuhan tanaman anggur menjadi relatif sama. Selama penelitian, dilakukan penambahan pupuk. Pupuk yang diberikan yaitu campuran pupuk kompos dan pupuk kascing dengan perbandingan 1:1. Penambahan pupuk diduga sebagai faktor yang menyebabkan pertumbuhan tanaman anggur tidak berbeda. Dalam hal ini dimungkinkan tanaman menyerap unsur hara yang berasal dari pupuk bukan dari tanah sehingga unsur hara tanah tidak memberikan pengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan tanaman. Setelah penambahan pupuk, pertumbuhan tanaman anggur meningkat lebih tinggi daripada sebelum dilakukan pemupukan. Selain itu penambahan pupuk juga menyebabkan perubahan struktur pada semua media tanam sehingga mampu mempertahankan kelembaban media tanam. Menurut Alex (2013), pupuk kompos dan pupuk kompos cacing memiliki peranan dalam memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan ketersediaan hara dalam tanah dan memperbaiki kemampuan menahan air. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur Jestro AG 86 pada musim kemarau. Selain itu, sebelum penelitian hendaknya memperhatikan syarat tumbuh tanaman anggur .

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 2. Pola Pertumbuhan Tanaman Anggur Varietas Jestro AG 86 Tanaman anggur varietas Jestro AG 86 yang ditanam dengan jenis tanah yang berbeda memiliki kecepatan pertumbuhan yang berbeda pula pada setiap minggunya. Kecepatan pertumbuhan tanaman anggur Jestro AG 86 setiap minggu dapat dilihat pada grafik berikut : Tinngi Tanaman (cm) Pola Pertumbuhan Tinggi Batang Tanaman Anggur Jestro AG 86 200.00 150.00 Tanah Regosol 100.00 Tanah Aluvial 50.00 Tanah Latosol Kontrol 0.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1011121314151617 Minggu ke- Gambar 4.1 Grafik Pola Pertumbuhan Tinggi Batang Tanaman Anggur Jestro AG 86 Kecepatan pertambahan tinggi batang berbeda-beda pada setiap perlakuan. Pada minggu ke-1 – 6, pertambahan tinggi batang dari setiap perlakuan relatif sama, hal ini dikarenakan tanaman sedang beradaptasi. Pada minggu ke-7 – 17 kecepatan pertambahan tinggi batang terlihat berbeda, tanah aluvial memiliki pertumbuhan tinggi batang yang paling baik diikuti jenis tanah regosol dan jenis tanah latosol.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Jumlah Daun Pola Pertumbuhan Jumlah Daun Tanaman Anggur Jestro AG 86 40.00 35.00 30.00 25.00 20.00 15.00 10.00 5.00 0.00 Tanah Regosol Tanah Aluvial Tanah Latosol Kontrol 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Minggu ke- Gambar 4.2 Grafik Pola Pertumbuhan Jumlah Daun Tanaman Anggur Jestro AG 86 Kecepatan pertambahan jumlah daun pada tanaman anggur Jestro AG 86 yang ditanam dengan jenis tanah yang berbeda juga memiliki pertambahan yang berbeda. Pada minggu ke-1 – minggu ke-3 pertambahan jumlah daun relatif sama. Pada minggu ke-4 minggu ke-17 terlihat perbedaan kecepatan pertumbuhan. Tanaman anggur yang ditanam jenis tanah aluvial memiliki jumlah daun yang paling banyak diikuti dengan jenis tanah latosol dan jenis tanah regosol. Diameter Batang (cm) Pola Pertumbuhan Diameter Batang Tanaman Anggur Jestro AG 86 1.00 0.80 Tanah Regosol 0.60 Tanah Aluvial 0.40 Tanah Latosol 0.20 Kontrol 0.00 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Minggu ke- Gambar 4.3 Grafik Pola Pertumbuhan Diameter Batang Tanaman Anggur Jestro AG 86

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Pertambahan diameter batang tanaman anggur Jestro AG 86 yang ditanam dengan jenis tanah yang berbeda memiliki kecepatan yang berbeda. Pada minggu ke-7 – minggu ke-17 pertambahan diameter batang dari setiap perlakuan terus meningkat. Tanaman anggur yang ditanam dengan jenis tanah aluvial memiliki kecepatan pertambahan diameter batang yang paling baik dari perlakuan lain diikuti dengan jenis tanah latosol dan regosol. Dalam pertumbuhan tanaman anggur, keadaan tanah sebagai salah satu syarat tumbuh bagi tanaman anggur. Tanah berfungsi sebagai media tumbuh yang ideal bagi tanaman. Menurut Rukmana (1998), tanaman anggur mempunyai toleransi yang tinggi terhadap berbagai jenis tanah. Tanah yang ideal untuk pengembangan tanaman anggur adalah tanah jenis aluvial. Berdasarkan data hasil penelitian, tanaman anggur Jestro AG 86 yang ditanam dengan tanah aluvial menunjukkan laju pertumbuhan tinggi batang, jumlah daun dan diameter batang yang paling tinggi diikuti jenis tanah latosol dan regosol meskipun analisa statistik menunjukkan hasil bahwa tidak ada perbedaan diantara rerata perlakuan. Kecepatan pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang tanaman anggur Jestro AG 86 pada setiap tanah berbeda. Namun demikian, perbedaan pertumbuhan tersebut tidak signifikan secara statistik. 3. Hambatan dalam Penelitian Hambatan yang dialami adalah musim hujan yang terjadi selama penelitian. Musim hujan menyebabkan terjadinya kelembaban yang tinggi

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 pada lingkungan penelitian. Kelembaban yang tinggi menyebabkan hama dan penyakit mudah menyerang. Oleh karena itu pertumbuhan tanaman anggur varietas Jestro AG 86 menjadi terhambat.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN Berbagai aspek dalam penelitian dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan tidak terkecuali dalam bidang pendidikan. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan dalam proses pembelajaran di SMA kelas XII semester 1 pada materi pertumbuhan dan perkembangan pada kompetensi dasar 3.1 Menganalisis hubungan antara faktor internal dan eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada Mahluk Hidup berdasarkan hasil percobaan dan kompetensi dasar 4.1 Merencanakan dan melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang memengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, dan melaporkan secara tertulis dengan menggunakan tatacara penulisan ilmiah yang benar. Pengaplikasian materi pertumbuhan dan perkembangan dalam proses pembelajaran dilakukan dengan pendekatan scientific dimana siswa diajak untuk mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. Pembelajaran juga dilakukan dengan model pembelajaran kooperatif dan discovery. Pada model pembelajaran discovery, guru menuntun siswa untuk menemukan faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, lalu menuntun siswa mengkaji contoh karya ilmah untuk membuat rancangan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai contoh karya ilmiah yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang akan dikaji oleh 56

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 siswa sebelum siswa membuat rancangan percobaan. Rancangan percobaan yang telah dibuat akan dilakukan oleh siswa serta siswa akan melaporkan hasil dari percobaan yang dilakukan dalam bentuk laporan ilmiah. Silabus dan RPP beserta kelengkapannya terlampir pada lampiran 5-8.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisa dapat disimpulkan: 1. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan diantara pertumbuhan tanaman anggur (Vitis vinifera) varietas Jestro AG 86 yang ditanam dengan jenis tanah yang berbeda. Oleh karena itu, jenis tanah tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman anggur (Vitis vinifera) varietas Jestro AG 86. 2. Tidak terdapat jenis tanah yang paling cocok terhadap pertumbuhan tanaman anggur varietas Jestro AG 86. B. Saran Saran yang dapat dilakukan untuk penelitian selanjutnya: 1. Perlu dilakukan penelitian lanjutan pada musim kemarau mengenai pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur (Vitis vinifera) varietas Jestro AG 86 dengan mengolah terlebih dahulu jenis media tanam agar sesuai dengan syarat tumbuh tanaman anggur sertaa dilakukan pengendalian hama dan penyakit dengan baik 2. Dalam penelitian serupa mengenai jenis tanah perlu diperhatikan komposisi media tanam antara tanah, pasir dan pupuk. 58

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Alex, S. 2013. Sukses Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik. Yogyakarta : Pustaka Baru Press. Andriani, A. dan Mudiarti, E. 2009. Anggur Varietas Jestro AG 86. Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika. Tersedia: http://www.litbang.deptan.go.id/hasil/200/buah/anggur-var-jestro-ag86.pdf diakses tanggal 13 Oktober 2013 Anonim. 2012. Nilai Impor dan Ekspor Buah Tahun 2012. BPS Dirjen Hortikultura. Tersedia : http://hortikultura.deptan.go.id/index.php?option=com_content&view=arti cle&id=339&Itemid=687 diaksestanggal 13 Oktober 2013. Anonim. 2008. Informasi Umum Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tersedia: http://dppka.jogjaprov.go.id/document/infoyogyakarta.pdf diakses tanggal 18 Desember 2013 Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika. 2009. Tersedia: http://balitjestro.litbang.deptan.go.id/id/209.html Budiyati, E. 2013. Prospek Pengembangan Varietas-varietas Unggul Anggur di Daerah Sentra Produksi. Tersedia : http://balitjestro.litbang.deptan.go.id/id/516.html diakses tanggal 18 Desember 2013. Cahyono, A. 2012. Pengelolaan Bahan Organik : Peran dalam Kehidupan dan Lingkungan. Yogyakarta : KP4 UGM. Cahyono, B. 2010. Cara Sukses Berkebun Anggur Lokal & Impor. Jakarta : Pustaka Mina Dewi, N. 2012. Kreatif Bertanam Buah Anggur. Yogyakarta : Pustaka Baru Press. Dwijoseputro. 1986. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : PT. Gramedia. Forth, H. 1998. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Terjemahan oleh Endang Dwipurbayanti, Dwi Retno Lukiwati, Rahayuning Trimulatsih. Yogyakarta : Gajah Mada University Press Hakim, N. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Lampung : Universitas Lampung. Irianto, A. 2003. Statistik Konsep Dasar, Aplikasi, dan Pengembanganya. Jakarta : Kencana Prenada Media Group. 59

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Jefriando, M. 2013. Ini Buah-buahan Impor yang ‘Menyerbu’ Indonesia di Bulan Mei. Tersedia: http://detik.com/finance/read/2013/07/04/122633/2292431/4/ diakses tanggal 13 Oktober 2013. Murwono, D. 2013. Sistem Organik Rasional. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Nurcahyo, E. 2010. Anggur dalam Pot. Jakarta : Penebar Swadaya Rosmarkam, A. dan Wongsoatmodjo, S. 2001. Taksonomi dan Klasifikasi Tanah menurut USDA dan PPT Bogor. Yogyakarta : Fakultas Pertanian UGMUNS. Rukmana, R. 1998. Seri Budi Daya Anggur. Yogyakarta : Kanisius. Sastrosupadi, A. 2000. Rancangan Percobaan Praktis Bidang Pertanian. Yogyakarta : Kanisius Setiadi. 2007. Bertanam Anggur. Jakarta : Penebar Swadaya Suparno, P. 2010. Pengantar Statistika untuk Pendidikan dan Psikologi. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Supriyo, H. Agus, C. dan Bale A. 2009. Buku Ajar Klasifikasi Tanah KTB 313 2/1 SKS Laboratorium Ilmu Tanah Hutan jurusan Budidaya Hutan. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada Sutanto, R. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Yogyakarta : Kanisius Suwito, P. 2007. Bertanam Anggur dalam Pot. Jakarta : Azka Press Taniredja, T. dan Mustafidah, H. Alfabeta. 2011. Penelitian Kuantitatif. Bandung : Tjahjadi, N. 1989. Hama dan Penyakit Tanaman. Yogyakarta : Kanisius. Wisnubroto, S. 1999. Meterologi Pertanian Indonesia. Yogyakarta. Mitra Gama Widya Yulianingsih, Anik. 2007. Uji Pertumbuhan Vegetatif Berbagai Varietas Tanaman Anggur (Vitis) Di Desa Tegal Gondo Kecamatan Karangploso. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Malang

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1. Hasil Pengukuran Pertumbuhan Tanaman Anggur Jestro AG 86 Hasil Pengukuran Pertumbuhan Tinggi Batang Tanaman Anggur Jestro AG 86 Tanggal Tanah Regosol R1 R2 R3 6.8 5.7 6.8 6-Nov-13 6.8 13-Nov-13 6.8 5.8 6 7 20-Nov-13 7.1 7.1 27-Nov-13 7.1 8.2 7.3 10 12 4-Dec-13 10 11.5 15.7 11-Dec-13 18-Dec-13 11.7 15.3 21.3 25-Dec-13 12.5 18.3 30.2 1-Jan-14 17.6 21.9 40.5 55 8-Jan-14 23.5 27.6 32 59.6 15-Jan-14 31.4 41.4 40.1 97.3 22-Jan-14 46 110.2 29-Jan-14 52.2 67 50 114.6 5-Feb-14 68 54 142.7 12-Feb-14 156 19-Feb-14 79.5 54.5 26-Feb-14 103 56.5 204.5 Tinggi Batang (cm) Tanah Aluvial Tanah Latosol R1 R2 R3 R1 R2 R3 4.9 4.4 6.7 4 3.1 3.5 5.9 4.4 6.7 5.5 3.2 8.2 6.3 4.4 7 5.6 3.2 11.9 7 4.4 7.3 5.7 5.4 12.8 11 6.2 8 5.8 7.5 15.5 20.2 10.6 11.5 5.8 13 17.1 36 17.6 13.8 7.9 22 18.9 49 28.5 22.6 11.1 42.2 21.9 63.1 36.3 32.1 13.7 55.4 25.7 67.1 48.5 43 19.7 61.7 31.5 67.4 51.5 59.2 31 60.9 39 76 53.5 66.7 48.1 61.9 49.3 80.5 62.3 87 54 61.9 52 96.5 79 112.7 67 68 52 109.1 119.4 130 87.6 92.6 74.7 123.5 139.7 159.6 124.1 108.2 82.5 135.5 154.3 191.3 172.2 108.2 92.5 61 Kontrol R1 R2 4.7 7.6 4.7 7.8 5 8.2 6.2 9.3 8 11.2 11.4 14.2 11.9 17.5 20.7 21.7 25.4 26.5 36 36.2 43.4 48.2 61 54 62 54 65.8 68.2 81 97.9 94.5 107.2 107 120.7

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Hasil Pengukuran Pertumbuhan Jumlah Daun Tanaman Anggur Jestro AG 86 Tanggal 6-Nov-13 13-Nov-13 20-Nov-13 27-Nov-13 4-Dec-13 11-Dec-13 18-Dec-13 25-Dec-13 1-Jan-14 8-Jan-14 15-Jan-14 22-Jan-14 29-Jan-14 5-Feb-14 12-Feb-14 19-Feb-14 26-Feb-14 Tanah Regosol R1 R2 R3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 7 6 3 8 10 6 9 12 8 10 15 9 11 20 12 12 23 13 14 23 18 16 25 26 17 27 25 18 26 27 20 36 27 19 30 30 16 35 33 17 38 Jumlah Daun Tanah Aluvial Tanah Latosol R1 R2 R3 R1 R2 R3 5 3 3 3 2 4 5 3 3 3 2 4 5 3 3 3 2 4 8 3 4 3 5 10 9 3 4 3 10 12 12 6 8 3 10 12 16 9 9 6 11 13 18 12 12 7 16 13 18 14 14 8 20 14 18 18 18 10 20 17 18 18 20 12 20 17 18 18 20 15 22 22 20 24 25 16 18 20 24 28 35 29 24 23 20 36 30 34 23 25 31 36 33 31 29 28 34 38 37 39 27 32 Kontrol R1 R2 4 4 4 5 4 5 9 7 11 8 11 9 14 10 16 12 17 13 25 16 27 16 31 18 28 18 35 23 27 28 28 31 32 30 Hasil Pengukuran Pertumbuhan Diameter Batang Tanaman Anggur Jestro AG 86 Tanggal 18-Dec-13 25-Dec-13 1-Jan-14 8-Jan-14 15-Jan-14 22-Jan-14 29-Jan-14 5-Feb-14 12-Feb-14 19-Feb-14 26-Feb-14 Tanah Regosol R1 R2 R3 0.42 0.41 0.40 0.48 0.45 0.47 0.53 0.50 0.50 0.60 0.59 0.60 0.65 0.60 0.60 0.66 0.62 0.62 0.66 0.63 0.63 0.66 0.64 0.70 0.75 0.65 0.73 0.78 0.68 0.77 0.79 0.68 0.80 Diameter Batang (mm) Tanah Aluvial Tanah Latosol R1 R2 R3 R1 R2 R3 0.40 0.40 0.30 0.24 0.38 0.55 0.43 0.57 0.33 0.30 0.50 0.57 0.50 0.57 0.43 0.40 0.55 0.60 0.60 0.64 0.64 0.46 0.60 0.60 0.70 0.66 0.55 0.47 0.63 0.67 0.70 0.67 0.56 0.50 0.67 0.70 0.71 0.67 0.60 0.53 0.68 0.70 0.73 0.67 0.70 0.55 0.70 0.70 0.74 0.70 0.73 0.60 0.74 0.71 0.80 0.72 0.77 0.65 0.77 0.74 0.82 0.73 0.80 0.70 0.80 0.80 Kontrol R1 R2 0.30 0.35 0.37 0.46 0.50 0.50 0.60 0.60 0.60 0.60 0.66 0.60 0.66 0.62 0.70 0.64 0.70 0.66 0.74 0.68 0.74 0.69

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2. Hasil Pengukuran pH dan Kelembaban Hasil Pengukuran pH dan Kelembaban Tanggal Pengukuran 13 Nov 2013 15 Nov 2013 18 Nov 2013 21 Nov 2013 25 Nov 2013 27 Nov 2013 29 Nov 2013 1 Des 2013 5 Des 2013 7 Des 2013 9 Des 2013 12 Des 2013 14 Des 2013 16 Des 2013 18 Des 2013 20 Des 2013 23 Des 2013 26 Des 2013 3 Jan 2014 Indikator pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) Tanaman Anggur Jestro AG 86 Tanah Tanah Tanah Regosol Aluvial Latosol Kontrol 7 6.2 5.5 6.5 60 85 100 50 6.8 6.2 5.6 6.4 60 90 100 85 6.4 6.2 5.4 6.2 65 75 100 80 6.7 6.2 5.6 6.6 40 80 100 80 6.8 6.2 5.4 6 60 90 100 80 6.8 6.6 5.8 6 20 70 100 70 7 6.8 6 4.2 20 45 100 69 6.8 6.2 6 7 20 45 78 30 6.8 6.6 5.8 6.8 30 70 95 52 6.8 7 6 6.8 58 60 70 35 6.4 6.2 6 6.8 40 50 65 79 6.2 6 5.8 6 78 92 100 82 6.8 6.5 6.5 7 76 82 100 60 6.4 6.3 5.8 6.5 40 78 100 70 6.8 6 6 6.8 20 40 58 40 6.4 6.7 6 6.8 100 100 100 70 6.8 5.8 6.1 6.8 60 90 100 70 6.8 7 6.6 5.2 50 100 50 20 7 6.8 6 7 72 100 52 30 63

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 6 Jan 2014 9 Jan 2014 11 Jan 2014 13 Jan 2014 21 Jan 2014 25 Jan 2014 30 Jan 2014 1 Feb 2014 4 Feb 2014 pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) pH Kelembaban (%) 7 30 7 30 6.5 50 6 70 6 100 6,8 80 6,4 90 6 100 6.3 100 6 70 7 45 7 80 5.2 100 6,2 100 6,5 100 6 100 6,2 100 6.2 100 5.6 100 7 80 7 100 6.2 100 5,8 100 5,8 100 6 100 5,8 100 5.6 100 6.6 70 6.6 70 7 100 6.7 100 6,3 100 6,2 100 6,5 100 6,3 100 6.2 100

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3. Uji Normalitas UJI NORMALITAS Descriptive Statistics N TINGGI BATANG Mean 11 Std. Deviation 1.2614E2 44.74913 Minimum Maximum 50.80 197.70 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test TINGGI BATANG N 11 Normal Parameters a Mean 1.2614E2 Std. Deviation Most Extreme Differences 4.47491E1 Absolute .160 Positive .160 Negative -.112 Kolmogorov-Smirnov Z .531 Asymp. Sig. (2-tailed) .941 a. Test distribution is Normal. Descriptive Statistics N JUMLAH DAUN Mean 11 Std. Deviation 29.0000 6.22896 Minimum 14.00 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test JUMLAH DAUN N Normal Parameters 11 a Most Extreme Differences Mean 29.0000 Std. Deviation 6.22896 Absolute .169 Positive .131 Negative -.169 Kolmogorov-Smirnov Z .562 Asymp. Sig. (2-tailed) .910 a. Test distribution is Normal. 65 Maximum 36.00

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Descriptive Statistics N DIAMETER BATANG Mean 11 .038091 Std. Deviation .0076740 Minimum .0250 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test DIAMETER BATANG N Normal Parameters 11 a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences .038091 .0076740 Absolute .149 Positive .108 Negative -.149 Kolmogorov-Smirnov Z .495 Asymp. Sig. (2-tailed) .967 a. Test distribution is Normal. Maximum .0490

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4. Uji Homogenitas dan Uji Anova UJI HOMOGENITAS Descriptives TINGGI BATANG 95% Confidence Interval for Mean N Mean Std. Deviation Std. Error Lower Bound Upper Bound Minimum Maximum 1 3 1.1490E2 75.21416 43.42492 -71.9423 301.7423 50.80 197.70 2 3 1.5503E2 27.36354 15.79835 87.0585 223.0081 130.60 184.60 3 3 1.2077E2 41.85981 24.16777 16.7811 224.7522 89.00 168.20 4 2 1.0770E2 5.40000 39.0865 176.3135 102.30 113.10 44.74913 13.49237 96.0735 156.1992 50.80 197.70 Total 7.63675 11 1.2614E2 Test of Homogeneity of Variances TINGGI BATANG Levene Statistic 2.668 df1 df2 3 Sig. 7 .129 ANOVA TINGGI BATANG Sum of Squares Between Groups Df Mean Square 3650.172 3 1216.724 Within Groups 16374.673 7 2339.239 Total 20024.845 10 67 F Sig. .520 .682

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Descriptives JUMLAH DAUN 95% Confidence Interval for Mean N Mean Std. Deviation Std. Error Lower Bound Upper Bound Minimum Maximum 1 3 26.0000 10.58301 6.11010 -.2896 52.2896 14.00 34.00 2 3 32.6667 3.21455 1.85592 24.6813 40.6521 29.00 35.00 3 3 29.6667 5.68624 3.28295 15.5413 43.7921 25.00 36.00 4 2 27.0000 1.41421 1.00000 14.2938 39.7062 26.00 28.00 11 29.0000 6.22896 1.87810 24.8153 33.1847 14.00 36.00 Total Test of Homogeneity of Variances JUMLAH DAUN Levene Statistic df1 3.711 df2 3 Sig. 7 .070 ANOVA JUMLAH DAUN Sum of Squares Between Groups Df Mean Square 76.667 3 25.556 Within Groups 311.333 7 44.476 Total 388.000 10 F Sig. .575 .650 Descriptives DIAMETER BATANG 95% Confidence Interval for Mean N Mean Std. Deviation Std. Error Lower Bound Upper Bound Minimum Maximum 1 3 .034667 .0068069 .0039299 .017757 .051576 .0270 .0400 2 3 .041333 .0080208 .0046308 .021409 .061258 .0330 .0490 3 3 .037667 .0111505 .0064377 .009967 .065366 .0250 .0460 4 2 .039000 .0070711 .0050000 -.024531 .102531 .0340 .0440 11 .038091 .0076740 .0023138 .032935 .043246 .0250 .0490 Total

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Test of Homogeneity of Variances DIAMETER BATANG Levene Statistic df1 .623 df2 3 Sig. 7 .622 ANOVA DIAMETER BATANG Sum of Squares Df Mean Square Between Groups .000 3 .000 Within Groups .001 7 .000 Total .001 10 F Sig. .309 .818 UJI ANOVA 1. Analisa Variansi Tinggi Batang Tanaman Anggur varietas Jestro AG 86 Kelompok Skor ∑ (∑ ∑ ∑ Tanah Regosol (X1) 96.2 50.8 Tanah Aluvial (X2) 130.6 149.9 Tanah Latosol (X3) 168.2 105.1 Kontrol (X4) (X1)2 (X2)2 (X3)2 (X4)2 102.3 9254.44 17056.36 28291.24 10465.29 113.1 2580.64 22470.01 11046.01 12791.61 197.7 184.6 89 39085.3 34077.16 7921 344.7 465.1 362.3 215.4 50920.4 73603.53 47258.25 118818.1 216318 131261.3 46397.16 47258.25 + 23256.9 195039.1 ) ( Df untuk SSbetween = (K-1) = 4 – 1 = 3 ) = 1925156 Df untuk SSwithin = (N-K) = 11 – 4 = 7 Df untuk SStotal = (N-1) = 11 – 1 = 10 ∑ (∑ ) (∑ ) (∑ ) (∑ ) = 39606.03 + 72106 + 43753.76 + 23198.58 - 175014.2 (∑ ) 23256.9

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 = 3650.172 ( ∑ SStotal = 195039.1 - ) = 195039.1 - 175014.2 = 20024.85 20024.85 - 3650.172 = 16374.67 MSbetween = 1216.724 MSwithin = F= = 0.520137 F tabel Sumber Variansi Df SS Between 3 3650.172 Within 7 16374.67 Total 10 20024.85 MS 1216.724 F hitung 0.52 5% 1% 4.35 7.59 2. Analisa Variansi Jumlah Daun Tanaman varietas Anggur Jestro AG 86 Kelompok Skor ∑ (∑ ∑ ∑ Tanah Tanah Tanah Regosol Aluvial Latosol Kontrol (X1) (X2) (X3) (X4) 30 29 36 26 14 35 25 28 34 78 6084 ) ( (X1)2 (X2)2 (X3)2 900 841 1296 196 1225 625 (X4)2 676 784 34 28 1156 1156 784 98 89 54 2252 3222 2705 1460 9604 7921 2916 2705 + 8,8097 9639 ) = 101761 Df untuk SSbetween = (K-1) = 4 – 1 = 3 Df untuk SSwithin = (N-K) = 11 – 4 = 7

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Df untuk SStotal = (N-1) = 11 – 1 = 10 (∑ ∑ ) (∑ ) (∑ ) (∑ ) (∑ ) = 2028 + 3201.333 + 2640.333 + 1458 - 9251 = 76.66667 ) ( ∑ = 9639 – 9251 = 388 SStotal = 9639 - - 76.66667 = 311.3333 MSbetween = MSwithin = F= 25.55556 44.47619 = 0.57459 F tabel Sumber Variansi Df SS MS Between 3 76.66667 25.55556 Within 7 311.3333 44.47619 Total 10 388 F hitung 0.57 5% 1% 4.35 7.59

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 3. Analisa Variansi Diameter Batang Tanaman Anggur varietas Jestro AG 86 Tanah Tanah Tanah Regosol Aluvial Latosol Kontrol (X1) (X2) (X3) Kelompok (X1)2 (X2)2 (X3)2 (X4)2 (X4) 0.37 0.42 0.46 0.44 0.1369 0.1764 0.2116 0.1936 Skor 0.27 0.33 0.42 0.34 0.0729 0.1089 0.1764 0.1156 ∑ (∑ ∑ ∑ 0.4 1.04 1.0816 ) 0.5 0.25 0.16 0.25 0.0625 1.25 1.13 0.78 0.3698 0.5353 0.4505 0.3092 1.5625 1.2769 0.6084 0.4505 + 0.3092 1.6648 ( Df untuk SSbetween = (K-1) = 4 – 1 = 3 ) = 17.64 Df untuk SSwithin = (N-K) = 11 – 4 = 7 Df untuk SStotal = (N-1) = 11 – 1 = 10 ∑ (∑ ) (∑ ) (∑ ) (∑ ) (∑ = 0.360533 + 0.520833 + 0.425633 + 0.3042 - 1.603636 = 0.007564 ( ∑ SStotal = 1.6648 - ) = 1.6648 - 0,016731 = 1.603636 1.603636 - 0.007564 = 0.0536 MSbetween = MSwithin = F= 0.002521 0.007657 = 0.329263 )

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 F tabel Sumber Variansi Df Between 3 Within 7 Total SS MS 0.007564 0.002521 0.0536 10 1.603636 0.007657 F hitung 0.32 5% 1% 4.35 7.59

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5. Silabus SILABUS PEMINATAN MATEMATIKA DAN ILMU-ILMU ALAM MATA PELAJARAN BIOLOGI SMA Satuan Pendidikan : SMA Kelas : XII KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI 4 : Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan 74

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 KOMPETENSI DASAR 1.1 1.2. 1.3. Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang struktur dan fungsi DNA, gen dan kromosom dalam pembentukan dan pewarisan sifat serta pengaturan proses pada mahluk hidup. Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses. Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan menyayangi lingkungan sebagai manisfestasi pengamalan ajaran MATERI POKOK PEMBELAJARAN 1. Pertumbuhan dan Perkembangan 1. Pertumbuhan dan 1. Konsep Pertumbuhan dan perkembangan Perkembangan  Faktor luar dan Mengamati faktor dalam pada pertumbuhan  Mengamati pertumbuhan pada tumbuhan  Membaca teks pertumbuhan pada tumbuhan PENILAIAN Tugas  - Observasi Portofolio  - Menanya  Siswa distimulir untuk membuat Tes pertanyaan yang menuntut berfikir  Konsep kritis tentang konsep pertumbuhan pertumbuhan dan perkembangan mahluk hidup dan dan faktor–faktor yang memengaruhi perkembang pertumbuhan dan perkembangan. an Mengumpulkan Data (Eksperimen/Eksplorasi)  Menggali informasi tentang Konsep pertumbuhan dan perkembangan Mahluk hidup melalui tayangan Video. ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR 5 minggu x 4JP  Video pertumbuhan dan perkembangan  Buku Biologi Campbel  Buku Biologi SMA

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 KOMPETENSI DASAR agama yang dianutnya. 2.1. Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam MATERI POKOK PEMBELAJARAN  Diskusi tentang konsep pertumbuhan dan perkembangan menggunakan KMS.  Diskusi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi petumbuhan. Mengasosiasikan  Membaca dan menganalisis grafik pertumbuhan dari KMS untuk mendapatkan konsep pertumbuhan dan perkembangan.  Menarik kesimpulan tentang konsep pertumbuhan dan perkembangan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya dan mempresentasikan menggunakan berbagai media. Mengkomunikasikan  Presentasi hasil kajian dan diskusi tentang konsep pertumbuhan dan perkembangan. PENILAIAN ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 KOMPETENSI DASAR 2.2. 3.1. MATERI POKOK kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium. 2. Merencanakan dan melaksanakan percobaan Peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan prinsip keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan dan percobaan di laboratorium dan di lingkungan sekitar.  Mengkaji hasil kerja ilmiah (contoh kerja ilmiah) Menganalisis hubungan antara faktor internal dan eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada Mahluk Hidup berdasarkan hasil percobaan.  Bagaimana langkahlangkah melakukan percobaan menurut kerja ilmiah dari hasil diskusi dan mengkaji contoh karya ilmiah dari berbagai sumber PEMBELAJARAN 2. Merencanakan dan Melakukan Percobaan tentang Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan PENILAIAN Tugas  Observasi  Kerja Ilmiah, sikap ilmiah dan keselamatan kerja Mengamati  Mengkaji hasil kerja ilmiah (contoh kerja ilmiah).  Bagaimana langkah-langkah melakukan percobaan menurut kerja Portofolio ilmiah dari hasil diskusi dan mengkaji  Laporan contoh karya ilmiah dari berbagai Percobaan sumber. Test Menanya  Membuat  Memberikan pertanyaan tentang outline langkah-langkah Eksperimen dan perencanaan penyusunan laporan hasil eksperimen. percobaan  Pemahaman Mengumpulkan Data tentang hasil (Eksperimen/Ekplorasi) percobaan  Mendiskusikan rancangan dan usulan dan penelitian tentang faktor luar yang kesimpulan ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR  Makalah, Artikel atau Laporan hasil Penelitian  Buku Biologi SMA  Biologi Campbel

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 KOMPETENSI DASAR 4.1. Merencanakan dan melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang memengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, dan melaporkan secara tertulis dengan menggunakan tatacara penulisan ilmiah yang benar. MATERI POKOK PEMBELAJARAN mempengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan  Melaksanakan Eksperimen sesuai dengan usulan yang disusun dan sudah disepakati setiap kelompok.  Melakukan pengamatan eksperimen, mencatat data. Mengasosiasikan  Mengolah data hasil eksperimen.  Menjawab permasalahan.  Menyimpulkan hasil pengamatan.  Menarik kesimpulan dari hasil diskusi mengenai usulan penelitian. Mengkomunikasikan  Menyusun Usulan Penelitian tentang faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dalam bentuk laporan tertulis.  Melaporkan hasil eksperimen secara lisan (presentasi) dan tertulis. PENILAIAN  Pemahaman tentang halhal yang harus dilakukan dalam melakukan percobaan  Pemahaman tentang faktor luar dan faktor dalam terhadap pertumbuhan ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 6. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMA Kelas/Semester : XII/satu Mata Pelajaran : Biologi Materi Pokok : Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Alokasi Waktu : 4 x 45 menit A. Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. 79

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi No. 1 Kompetensi Dasar 1.3 Peka dan peduli terhadap Indikator Pencapaian Kompetensi 1.3.1 Menjaga kebersihan dan permasalahan lingkungan kesehatan lingkungan hidup, menjaga dan menyayangi lingkungan sebagai manisfestasi pengamalan ajaran agama yang dianutnya 2 2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan 2.1.1. Aktif dalam diskusi 2.1.2. Teliti, disiplin fakta, disiplin, tanggung bertanggung jawab dalam jawab, dan peduli dalam melakukan percobaan observasi dan eksperimen, 2.1.3. Bekerjasama berani dan santun dalam melakukan mengajukan pertanyaan dan percobaan. berargumentasi, peduli dalam diskusi 2.1.4. Menghargai lingkungan, gotong royong, teman berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium 3.1 Menganalisis hubungan 3.1.1 dan pendapat bekerjasama, cinta damai, 3 dan Menjelaskan faktor antara faktor internal dan internal dan faktor eksternal dengan proses eksternal yang pertumbuhan dan mempengaruhi perkembangan pada Mahluk pertumbuhan dan

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Hidup berdasarkan hasil perkembangan pada percobaan. Makhluk hidup. 3.1.2 Menjelaskan hubungan antara faktor internal dan faktor eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup 4 4.1 Merencanakan dan melaksanakan percobaan 4.1.1 Mengkaji hasil karya ilmiah 4.1.2 Membuat rancangan tentang faktor luar yang percobaan tentang faktor mempengaruhi proses luar yang mempengaruhi pertumbuhan dan proses perkembangan tanaman, dan perkembangan tanaman melaporkan secara tertulis dengan menggunakan tatacara penulisan ilmiah yang benar. pertumbuhan 4.1.3 Mempresentasikan dan hasil rancangan percobaan 4.1.4 Melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan perkembangan dan tanaman yang telah dirancang 4.1.5 Membuat laporan hasil percobaan dalam bentuk tulisan dengan menggunakan tatacara penulisan ilmiah yang benar

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 C. Tujuan Pembelajaran 1.1.3.1 Selama dan setelah proses pembelajaran siswa mampu menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sebagai wujud pengamalan agama yang dianutnya 2.1.1.1 Siswa dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran. 2.1.2.1 Siswa bersikap teliti, jujur, disiplin dan bertanggung jawab dalam melakukan percobaan. 2.1.3.1 Siswa mampu bekerjasama dalam berdiskusi dan melakukan percobaan. 2.1.4.1 Siswa mampu menghargai pendapat teman selama proses pembelajaran. 3.1.1.1 Melalui studi literatur, siswa dapat menyebutkan dan menjelaskan 2 faktor internal dan 5 faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. 3.1.2.1 Melalui kegiatan diskusi, siswa dapat menjelaskan hubungan antara faktor internal dan faktor eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup 4.1.1.1 Melalui kegiatan diskusi kelompok, siswa mampu mengkaji contoh karya ilmiah dari berbagai sumber 4.1.2.1 Setelah mengkaji contoh karya ilmiah, siswa dapat membuat rancangan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan tanaman 4.1.3.1 Setelah membuat rancangan percobaan, siswa dapat mempresentasikan hasil rancangan percobaan 4.1.4.1 Setelah membuat rancangan percobaan, siswa dapat melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan tanaman 4.1.5.1 Setelah mengetahui tatacara penulisan ilmiah yang benar, siswa dapat melaporkan hasil percobaan dalam bentuk tulisan D. Materi Ajar 1. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman 2. Merencanakan dan melaksanakan percobaan

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 3. Metode ilmiah E. Metode Pembelajaran Pendekatan : Scientific Model : Pembelajaran koperatif (Cooperative) dan penemuan (Discovery) Metode : Diskusi, tanya jawab, pengamatan, penugasan, presentasi, dan ceramah. F. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 (2 x 45 menit) No. Kegiatan 1. Pendahuluan 2 Inti Deskripsi Alokasi Waktu 10 Menit 1. Guru mengucap salam 2. Berdoa 3. Guru menyampaikan tujuan dan kegiatan pembelajaran 4. Apersepsi 60 Menit Mengamati 1. Siswa mengamati pertumbuhan pada tumbuhan 2. Siswa mencermati proses berpikir ilmiah Menanya 1. Guru menanyakan bagaimana gejala pertumbuhan pada tanaman? 2. Guru menanyakan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman? 3. Guru menanyakan bagaimana faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman? Mengumpulkan Data (Eksperimen/Ekplorasi) 1. Siswa melakukan studi literatur mengenai faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 2. Siswa berdiskusi menganalisis hubungan faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman Mengasosiasikan 1. Menarik kesimpulan tentang faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman 3 Penutup Mengkomunikasikan 1. Kelompok mempresentasikan hasil diskusi ke depan kelas dan kelompok lain menanggapi 1. Guru mengarahkan siswa untuk menarik kesimpulan 2. Refleksi 3. Salam penutup 20 Menit Pertemuan 2 (2 x 45 menit) No. Kegiatan 1. Pendahuluan 2 Inti Deskripsi Alokasi Waktu 10 Menit 1. Guru mengucap salam 2. Berdoa 3. Guru menyampaikan tujuan dan kegiatan pembelajaran 4. Apersepsi 60 Menit Mengamati 1. Siswa mengkaji contoh karya ilmiah dari berbagai sumber. 2. Siswa mengamati langkahlangkah melakukan percobaan menurut kerja ilmiah dari hasil diskusi. Menanya 1. Guru menanyakan bagaimana langkah-langkah melakukan percobaan/eksperimen? 2. Guru menanyakan bagaimana penyusunan laporan hasil percobaan/eksperimen?

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Mengumpulkan Data (Eksperimen/Ekplorasi) 1. Siswa berdiskusi mengenai rancangan dan usulan penelitian tentang faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan 2. Melaksanakan Eksperimen sesuai dengan rancangan usulan yang telah disusun disepakati setiap kelompok. 3. Melakukan pengamatan eksperimen, mencatat data. Mengasosiasikan 1. Kelompok membuat rancangan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman 2. Kelompok mempresentasikan hasil rancangan ke depan kelas, sementara kelompok lain menanggapi dan menyempurnakan 3 Penutup Mengkomunikasikan 1. Menyusun usulan penelitian tentang faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dalam bentuk laporan tertulis 2. Mengkomunikasikan tata cara penulisan ilmiah yang benar 3. Melaporkan secara tulisan hasil eksperimen dalam bentuk laporan akhir ilmiah 1. Ulasan singkat materi yang dipelajari 2. Guru meminta siswa melaksanakan percobaan yang telah dirancang dan dilakukan selama 1 semester, hasil percobaan ditulis dalam format laporan akhir penulisan ilmiah 3. Posttest 4. Refleksi 20 Menit

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 G. Alat dan Sumber Belajar 1. Alat Pembelajaran Laptop dan viewer 2. Sumber Belajar Buku Biologi SMA, makalah, artikel atau laporan hasil penelitian. H. Penilaian Hasil Belajar 1. Teknik penilaian : Pengamatan dan tes tertulis 2. Prosedur penilaian : No. Aspek yang dinilai Teknik Penilaian 1 Pengamatan Sikap a. Peduli terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungannya selama proses pembelajaran b. Terlibat aktif selama proses pembelajaran c. Bekerjasama dalam kegiatan kelompok d. Menghargai pendapat teman e. Teliti, disiplin dan tanggung jawab selama proses pembelajaran 2 Pengamatan Pengatahuan dan tes a. Mengetahui faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman b. Membuat rancangan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman c. Membuat laporan hasil percobaan dengan tata cara penulisan ilmiah yang benar 3 Pengamatan Keterampilan Keterampilan dalam menyajikan rancangan percobaan dalam bentuk presentasi dan melaksanakan percobaan Waktu Selama pembelajaran dan saat diskusi kelompok Penyelesaian tugas dan hasil tes Saat presentasi dan pelaksaaan percobaan

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 I. Instrumen Penilaian Hasil Belajar Kisi-Kisi Penulisan Soal Postest No. Kompetensi Dasar Indikator Bentuk Ranah Soal Kognitif 1 3.1 Menganalisis Essay C1  Menjelaskan hubungan (Pengetahuan) faktor eksternal antara faktor yang internal dan C2 mempengaruhi eksternal (Pemahaman) pertumbuhan dengan proses dan pertumbuhan perkembangan dan pada Makhluk perkembangan hidup. pada Mahluk  Menjelaskan Hidup C1 hubungan antara berdasarkan (Pengetahuan) antara faktor hasil C2 eksternal percobaan. (Pemahaman) dengan proses C4 pertumbuhan (Analisis) dan perkembangan pada tanaman 2 4.1 Merencanakan dan melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, dan melaporkan secara tertulis dengan menggunakan tatacara penulisan ilmiah yang benar.  Membuat rancangan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman C5 (Sintesis) Nomor Soal 1 2 3

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Posttest 1. Sebutkan dan Jelaskan 5 faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman! (Skor 15) 2. Jelaskan hubungan antara faktor internal dan faktor eksternal terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman! (Skor 35) 3. Tanaman cabai yang berumur 2 minggu dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok A diletakkan di tempat terang dan kelompok B diletakkan ditempat gelap. Setiap kelompok ditanam didalam polibag dengan ukuran yang sama dan disiram dengan volume air yang sama. Setelah 10 hari diperoleh hasil pertumbuhan yang berbeda. Tentukan : (Skor 50) a. Judul b. Rumusan Masalah c. Hipotesa d. Variabel e. Tujuan Kunci Jawaban 1. a. Makanan Sebagai sumber energi dan materi untuk menyintesis berbagai komponen sel b. Air Berfungsi dalam proses fotosintesis, mengaktifkan reaksi enzimatik, menjaga kelembapan c. Suhu Berperan dalam menjaga kerja enzim d. Kelembapan Tanah dan udara yang lembab berpengaruh baik bagi pertumbuhan tanaman e. Cahaya Cahaya dapat menghambat pertumbuhan meninggi batang kaena dapat menguraikan auksin selain itu cahaya diperlukan untuk membantu proses fotosintesis

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 2. Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, terdapat faktorfaktor yang mempengaruhi, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Secara tidak langsung kedua faktor ini sangat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Sebagai contoh, cahaya matahari (faktor eksternal) mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman dalam memecah hormon auksin (faktor internal) dan juga berperan dalam proses fotosintesis. Hasil dari fotosintesis dapat digunakan oleh tanaman dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. 3. a. Judul Pengaruh Cahaya terhadap Pertumbuhan Tanaman b. Rumusan masalah Apakah cahaya dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman? c. Hipotesa Cahaya mempengaruhi pertumbuhan tanaman d. Variabel Variabel bebas : Cahaya Variabel kontrol : Polibag, media tanam, air, tanaman Variabel terikat : Pertumbuhan e. Tujuan Mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman Pedoman Penilaian Posttest Pedoman Penilaian Rancangan Percobaan a. Judul (5) b. Rumusan Masalah (10) c. Tujuan (10) d. Manfaat (10) e. Alat dan Bahan (15)

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 d. Prosedur Kerja (20) f. Jadwal Penelitian (10) Pedoman Penilaian Laporan Akhir BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah (5) B. Rumusan Masalah (5) C. Tujuan Penelitian (5) D. Manfaat Penelitian (5) BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori (15) B. Rumusan Hipotesis (5) BAB III METODE PENELITIAN A. Instrumen (Alat dan Bahan) (5) B. Prosedur Kerja (5) BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil (10) B. Pembahasan (25) BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan (5) B. Saran (5) DAFTAR PUSTAKA (5)

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 7. Lembar Diskusi Siswa LEMBAR DISKUSI SISWA A. Tujuan 1. Mengetahui faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 2. Menjelaskan hubungan antara faktor internal dan faktor eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup B. Cara Kerja 1. Bacalah buku atau sumber lain yang berhubungan dengan faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan! 2. Kerjakan soal dibawah ini! C. Kerjakan Soal dibawah ini! 1. Sebutkan dan jelaskan faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman! 2. Sebut dan jelaskan faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman! 3. Jelaskan hubungan antara faktor internal dan faktor eksternal terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman! 91

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 8. Lembar Kerja Siswa LEMBAR KERJA SISWA A. Tujuan 1. Membuat rancangan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman 2. Melaksanakan rancangan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembanga tanaman 3. Membuat laporan ilmiah hasil percobaan B. Kerjakan soal dibawah ini! 1. Buatlah rancangan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman dengan format sebagai berikut! a. Judul b. Rumusan Masalah c. Tujuan d. Manfaat e. Alat dan Bahan d. Prosedur Kerja f. Jadwal Penelitian 2. Buatlah laporan penelitian berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan dengan format sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN E. Latar Belakang Masalah F. Rumusan Masalah G. Tujuan Penelitian H. Manfaat Penelitian BAB II TINJAUAN PUSTAKA C. Kajian Teori D. Rumusan Hipotesis BAB III METODE PENELITIAN C. Instrumen (Alat dan Bahan) D. Prosedur Kerja 92

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN C. Hasil D. Pembahasan BAB V KESIMPULAN DAN SARAN C. Kesimpulan D. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9. Lembar Pengamatan Penilaian LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP Mata Pelajaran : Biologi Kelas/Semester : XII/I Tahun Ajaran : 2014/2015 Waktu Pengamatan : Indikator sikap peduli dalam pembelajaran : 1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan dalam pembelajaran. 2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan dalam pembelajaran tetapi belum konsisten 3. Sangat baik jika menunjukkan sudah menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan dalam pembelajaran secara terus menerus/konsisten. Indikator sikap aktif dalam pembelajaran : 1. Kurang baik jika sama sekali tidak menunjukkan sikap ambil bagian dalam proses pembelajaran 2. Baik jika sudah menunjukkan sikap ambil bagian dalam proses pembelajaran tetapi belum konsisten 3. Sangat baik jika sudah menujukkan sikap sudah ambil bagian dalam proses pembelajaran secara terus menerus/konsisten Indikator sikap kerjasama dalam kelompok : 1. Kurang baik jika sama sekali tidak menunjukkan usaha untuk bekerjasama dalam kelompok 2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dalam kelompok tetapi belum konsisten 3. Sangat baik jika menujukkan adanya usaha untuk bekerjasama dalam kelompok secara terus menerus/konsisten 94

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Indikator sikap menghargai pendapat teman dalam proses pembelajaran: 1. Kurang baik jika sama sekali tidak menunjukkan sikap mengahargai pendapat teman dalam proses pembelajaran. 2. Baik jika menunjukkan ada sikap mengahargai pendapat teman dalam proses pembelajaran tetapi belum konsisten 3. Sangat baik jika menunjukkan sudah adanya sikap mengahargai pendapat teman dalam proses pembelajaran secara terus menerus/konsisten Indikator sikap teliti dalam melakukan percobaan : 1. Kurang baik jika sama sekali tidak menunjukkan sikap teliti dalam melakukan percobaan 2. Baik jika menunjukkan adanya sikap teliti dalam melakukan percobaan tetapi belum konsisten 3. Sangat baik jika menunjukkan sudah adanya sikap teliti dalam melakukan percobaan secara terus menerus/konsisten Indikator sikap disiplin dalam melakukan percobaan : 1. Kurang baik jika sama sekali tidak menunjukkan sikap disiplin dalam melakukan percobaan 2. Baik jika menunjukkan adanya sikap disiplin dalam melakukan percobaan tetapi belum konsisten 3. Sangat baik jika menunjukkan sudah adanya sikap disiplin dalam melakukan percobaan secara terus menerus/konsisten Indikator sikap tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas : 1. Kurang baik jika sama sekali tidak menunjukkan sikap tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas 2. Baik jika menunjukkan adanya sikap tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas tetapi belum konsisten 3. Sangat baik jika menunjukkan sudah adanya sikap tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas secara terus menerus/konsisten Bubuhkan tanda (√) pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan No. Nama Sikap Siswa Peduli 1 1 2 Dst 2 Aktif 3 1 2 Kerjasama 3 1 2 3

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 No. Nama Siswa Sikap Menghargai Teliti Disiplin Tanggung teman 1 1 2 Dst Pedoman Skoring:  1 : Kurang Baik  2 : Baik  3 : Sangat Baik Pedoman Penilaian: 2 jawab 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETERAMPILAN Mata Pelajaran : Biologi Kelas/Semester : XII/I Tahun Ajaran : 2014/2015 Waktu Pengamatan :  Indikator keterampilan dalam menyajikan hasil rancangan percobaan dalam bentuk presentasi Bubuhkan tanda (√) pada kolom-kolom yang sesuai hasil pengamatan Nama Siswa No Aspek yang Dinilai Keberanian Sistematika Komunikasi Percaya Penyampaian Diri 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 Gesture dan Penampilan 1 2 3 1 2 Dst Pedoman Skoring:  1 : Kurang Baik  2 : Baik  3 : Sangat Baik Pedoman Penilaian:  Indikator keterampilan dalam melaksanakan percobaan Rubrik Penilaian No. 1 Aspek yang dinilai Merangkai alat Penilaian 1 2 Rangkaian alat Rangkaian alat tidak benar benar, tapi tidak rapi atau tidak memperhatikan keselamatan kerja 3 Rangkaian alat, benar dan memperhatikan keselamatan kerja

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 2 Pengamatan 3 Data diperoleh 4 Kesimpulan Pengamatan tidak cermat Pengamatan cermat Pengamatan tetapi tidak cermat mendukung mendukung interpretasi interpretasi yang Data tidak Data lengkap, lengkap tetapi tidak terorganisir atau ada yang salah tulis Data lengkap, terorganisir, dan ditulis dengan benar Tidak benar Sebagian Semua atau tidak kesimpulan ada atau sesuai tujuan yang salah atau tujuan tidak sesuai tujuan Bubuhkan tanda (√) pada kolom-kolom yang sesuai hasil pengamatan No Nama Merangkai Siswa Alat 1 2 3 1 2 Dst Pedoman Skoring:  1 : Kurang Baik  2 : Baik  3 : Sangat Baik Pedoman Penilaian: Aspek yang Dinilai Pengamatan Data yang Diperoleh 1 2 3 1 2 3 Kesimpulan 1 2 3 benar sesuai

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 10. Dokumentasi Penelitian Tanaman anggur varietas Jestro AG 86 pada awal pertumbuhan Tanaman anggur varietas Jestro AG 86 pada awal pertumbuhan Tanaman anggur varietas Jestro AG 86 yang ditanam dengan jenis tanah regosol pada usia 8 minggu Tanaman anggur varietas Jestro AG 86 pada awal pertumbuhan Tanaman anggur varietas Jestro AG 86 yang ditanam dengan jenis tanah latosol pada usia 8 minggu Tanaman anggur varietas Jestro AG 86 yang ditanam dengan jenis tanah aluvial pada usia 8 minggu 99

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Tanaman anggur varietas Jestro AG 86 yang ditanam dengan jenis tanah regosol pada akhir penelitian Tanaman anggur varietas Jestro AG 86 yang ditanam dengan jenis tanah latosol pada akhir penelitian Daun tanaman anggur yang terserang penyakit karat daun Tanaman anggur varietas Jestro AG 86 yang ditanam dengan jenis tanah aluvial pada akhir penelitian Daun tanaman anggur yang terserang penyakit karat daun Daun tanaman anggur yang terserang hama kumbang Apogonia sp.

(115)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH KONSENTRASI PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogeae L)
0
5
2
PENGARUH JENIS MEDIA DAN VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH ADENIUM
0
5
1
PENGARUH EKSTRAK BAGIAN TANAMAN RUMPUT TEKI DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN STEK ANGGUR (Vitis vinifera L.) VARIETAS BELGIE
0
17
1
PENGARUH EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH (Vitis vinifera) TERHADAP PERBAIKAN PERLEMAKAN HATI NON ALKOHOLIK PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus strain wistar)
0
10
25
PENGARUH EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH (Vitis vinifera) TERHADAP PENURUNAN KETEBALAN DINDING ARCUS AORTA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus strain wistar) ATEROSKLEROTIK
0
39
18
PENGARUH EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH (Vitis vinifera) TERHADAP PERBAIKAN SEL OTAK TIKUS PUTIH MODEL DIABETIKUM
0
14
22
PENGARUH EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH (Vitis vinifera) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR YANG DIINDUKSI Alloxan
0
5
27
UJI PERTUMBUHAN VEGETATIF BERBAGAI VARIETAS TANAMAN ANGGUR (Vitis) DI DESA TEGAL GONDO KECAMATAN KARANGPLOSO
0
7
1
KOMPETISI BEBERAPA JENIS GULMA DAN POPULASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG TANAH ( Arachis hypogeae L ) VARIETAS KANCIL
1
15
37
MUTU SEDIAAN LIPSTIK DARI KOMBINASI EKSTRAK BIJI ANGGUR (Vitis vinifera) DAN ANGKAK (Monascus purpureus).
0
4
13
PENGARUH OBAT KUMUR MENGANDUNG EKSTRAK ANGGUR (Vitis vinifera) BERBAGAI KONSENTRASI DALAM MENGHAMBAT Pengaruh Obat Kumur Mengandung Ekstrak Anggur (Vitis Vinifera) Berbagai Konsentrasi Dalam Menghambat Pembentukan Plak Gig.
1
3
14
UJI ORGANOLEPTIK FRUITGHURT HASIL FERMENTASI LIMBAH BUAH ANGGUR (Vitis vinifera) OLEH Lactobacillus bulgaricus.
0
1
6
PENGARUH KOMBINASI ZAT PENGATUR TUMBUH INDOLE-3-BUTYRIC ACID (IBA) DAN 6-BENZIL AMINO PURIN (BAP) PADA KULTUR IN VITRO TUNAS AKSILAR ANGGUR (Vitis vinifera L.) VARIETAS PRABU BESTARI DAN JESTRO AG 86.
0
0
11
PENGARUH PASTA GIGI DENGAN KANDUNGAN BUAH ANGGUR (Vitis vinifera) TERHADAP PEMBENTUKAN PLAK GIGI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)
0
0
17
EVALUATION OF PHYSICOCHEMICAL, MICROBIOLOGICAL AND CONSUMER PREFERENCES OF GRAPE (Vitis vinifera) WINE EVALUASI FISIKOKIMIA, MIKROBIOLOGI DAN TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN TERHADAP WINE BUAH ANGGUR (Vitis vinifera)
0
0
11
Show more