IDENTIFIKASI KOMPETENSI PEDAGOGIK : STUDI PADA DUA GURU SENIOR DAN SATU GURU YUNIOR YANG TERUNGKAP MELALUI AKTIVITAS GURU DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidi

Gratis

0
0
399
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI IDENTIFIKASI KOMPETENSI PEDAGOGIK : STUDI PADA DUA GURU SENIOR DAN SATU GURU YUNIOR YANG TERUNGKAP MELALUI AKTIVITAS GURU DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika Oleh : Maria Patricia Astrid Eswindi NIM : 081424006 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI IDENTIFIKASI KOMPETENSI PEDAGOGIK : STUDI PADA DUA GURU SENIOR DAN SATU GURU YUNIOR YANG TERUNGKAP MELALUI AKTIVITAS GURU DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika Oleh : Maria Patricia Astrid Eswindi NIM : 081424006 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Sukses seringkali datang pada mereka yang berani bertindak. Ia jarang menghampiri penakut yang tidak berani mengambil resiko. Skripsi ini aku persembahkan untuk : Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria yang selalu melindungi dan menyertaiku. Bapakku Fd. Suwandi dan Ibuku Helena Sri Lestari yang sangat menyayangi aku, begitu setia selalu memberi aku dukungan dan kasih sayang. Adikku Patric Piere Eswindi yang aku sayangi. Semangatku Andreas Krisna Susanto. iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK IDENTIFIKASI KOMPETENSI PEDAGOGIK : STUDI PADA DUA GURU SENIOR DAN SATU GURU YUNIOR YANG TERUNGKAP MELALUI AKTIVITAS GURU DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Maria Patricia Astrid Eswindi Universitas Sanata Dharma 2014 Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui profil Kompetensi pedagogik guru yang menjadi subyek penelitian. Penelitian dilakukan di dua SMP di Yogyakarta dan dilaksanakan pada Oktober-November 2012. Subyek dalam penelitian ini terdiri dari tiga guru, yang terdiri dari satu guru yunior dan dua guru senior, sedangkan yang menjadi objek penelitian ini adalah kompetensi pedagogik guru dalam proses pembelajaran. Data dikumpulkan dengan cara merekam proses kegiatan pembelajaran, membuat fieldnotes dari proses kegiatan pembelajaran, dan wawancara dengan guru-guru yang menjadi subyek penelitian. Video proses kegiatan pembelajaran ditranskip dalam bentuk narasi untuk mendapatkan hal-hal terkait mengenai profil kompetensi pedagogik guru dalam proses kegiatan pembelajaran, sedangkan untuk wawancara dilakukan setelah menpelajari video proses kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian adalah (1) Bentuk kompetensi pedagogik guru meliputi : pemahaman guru pada peserta didik, kemampuan guru mengembangkan RPP, kemampuan guru dalam menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik, kemampuan guru menerapkan teknologi dalam pembelajaran; dan kemampuan guru mengevaluasi hasil belajar siswa. (2) Pendidikan merupakan salah satu cara memperoleh pengalaman yang baik, dan pengalaman mengembangkan pendidikan yang didapat, (3) Profil kompetensi pedagogik tiga guru subyek penelitian bervarisi. Kata kunci: kompetensi pedagogik, guru yunior, guru senior, pengalaman, tingkat pendidikan vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT IDENTIFICATION OF PEDAGOGIC COMPETENCY: RESEARCH ON TWO SENIOR TEACHERS AND ONE JUNIOR TEACHER EMERGED THROUGH TEACHER’S ACTIVITY DURING THE PHYSICS TEACHING LEARNING PROCESS Maria Patricia Astrid Eswindi Sanata Dharma University 2014 This Thesis aims to know teachers‟ pedagogic competency profile who became the subjects of the research. The research was conducted at two junior high schools in Yogyakarta and administered from October until November 2012. There are three teachers as the research‟s subject. There are two senior teachers and one junior teacher. The object of the research is the teachers‟ pedagogic competency in the teaching learning process. The data was gathered by recording the teaching learning process, writing the field notes during the teaching learning process, and interviewing the teachers as the subject of the research. The video of the teaching learning process was transcribed into narrative writing to get the teacher‟s pedagogic competency during the teaching learning process. After the video of the teaching learning process had been studying, the interview was conducted. The result of the research shows that: (1) The types of the teacher‟s pedagogic competency included the teacher‟s understanding of his/her students, the teacher‟s ability to develop the lesson plan, the teacher‟s ability to conduct an educative teaching learning process, the teacher‟s ability to apply technology in their teaching, and the teacher‟s ability to evaluate the student learning achievement. (2) education is one of the good ways to experience good things, and the experience develops the education that we have got. (3) the three teachers‟ pedagogic competency profiles as research subject varied. Keywords: pedagogic competency, junior teacher, senior teacher, experience, level of pedagogical viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa melimpahkan kasih karunia dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan di Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selama proses penyusunan skripsi ini, banyak pihak yang telah membantu, mendukung, membimbing, dan memotivasi penulis. Oleh karena itu, melalui kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Rohandi, Ph.D selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2. Bapak Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam serta Bapak Dr. Ign. Edi Santosa, M.S. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika. 3. Bapak Drs. T. Sarkim, M. Ed., Ph.D., selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membimbing dan mengarahkan penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 4. Br. Heribertus Triyanto FIC selaku Kepala Sekolah SMP Pangudi Luhur Timoho Yogyakarta dan Ibu Kristiyani S.Pd selaku Kepala Sekolah SMP Taman Dewasa Jetis yang telah memberikan kesempatan dan izin untuk melakukan penelitian. 5. Bapak Al Bambang Wiharjanto, S.Pd, Bapak Ignatius Sutarja, S.Pd, selaku guru fisika SMP Pangudi Luhur Yogyakarta dan Bapak Yogo Wibowo, S.Pd ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI selaku guru fisika SMP Taman Dewasa Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan dan bantuan selama peneliti melakukan penelitian. 6. Bapakku Fd. Suwandi, Ibuku Helena Sri Lestari dan adikku Patric Piere Eswindi atas dukungan baik berupa materi, kasih sayang, motivasi, dan dukungan spritual. 7. Andreas Krisna Susanto S.H, atas dukungan, perhatian dan doanya, thank you so much. 8. Sahabat sahabatku tercinta Siska, Laras, Yeni, Berta, Inces, Frada, Hanna, Vidya dan Chicha yang telah memberikan banyak pengalaman dan semangat dalam penyelesaian skripsi ini. 9. Teman seperjuangan dalam pengerjaan dan penyelesaian skripsi (Catrine, Dhimas, Frada, Mitha, Alex, Hanna) terima kasih atas masukan kerjasamanya. 10. Teman seperjuangan P.fis ‟08 terimakasih atas kebersamaannya selama ini. 11. Teman-teman kost Flamboyan (Gisella, Gita, Tika, Evi, Dian, Tya) dan Kost Muria (Cecel, Kak Sofi, Ratna, Emi, Kak Eva, Ita, Jesi, Desi, Frada) atas kebersamaan dan keceriaannya selama ini 12. Semua pihak yang tekah membantu penulisan skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Terimakasih atas segala dukungan dan bantuannya. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca maupun peneliti selanjutnya yang tertarik untuk meneliti tentang kompetensi guru. Yogyakarta, 13 Agustus 2014 Penulis x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .........................................................................................i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN .....................................................................iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ..................................... v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI .........................vi ABSTRAK .................................................................................................... vii ABSTRACT ................................................................................................... viii KATA PENGANTAR ....................................................................................ix DAFTAR ISI ....................................................................................................xi DAFTAR TABEL ..........................................................................................xvi DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ xvii BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ............................................................................... 1 B. Batasan Masalah ........................................................................................... 3 C. Rumusan Masalah ........................................................................................ 4 D. BatasanPengetian ......................................................................................... 4 E. Tujuan Penelitian .......................................................................................... 4 F. Manfaat Penelitian ........................................................................................ 5 BAB II. KAJIAN TEORI A. Peran Guru .................................................................................................. 6 xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. Kompetensi Guru .................................................................................................. 7 C. Kompetensi Pedagogik ................................................................................. 7 1. Mengetahui karakteristik peserta didik dan aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual.............................................. 9 2.Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu ................................................................................................... 12 3.Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik ................................... 15 4.Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran .......................................................................................... 17 5.Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar ....... 18 6.Pengaruh pendidikan dan pengalaman terhadap kompetensi pedagogik guru ................ ................................................................................................... 20 BAB III. METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian...................................................................................................... 23 B. Subyek Penelitian .................................................................................................. 23 C. Waktu dan Tempat Penelitian ................................................................... 23 D. Data Penelitian .......................................................................................... 24 E. Instrumen Penelitian ................................................................................. 24 a. Pertanyaan wawancara ........................................................................... 24 b.Catatan lapangan (Fieldnote) .................................................................. 25 c.Tiga alat perekam .................................................................................... 25 d.Metode Pengumpulan Data ..................................................................... 26 e.Metode Analisis Data .............................................................................. 26 1.Transkip rekaman video................................................................. 26 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.Kategori data .................................................................................. 27 3.Penarikan kesimpulan .................................................................... 27 BAB IV. DATA, ANALISIS, DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Penelitian .............................................................................................. 29 B. Pelaksanaan penelitian .......................................................................................... 30 C. Hasil penelitian ........................................................................................... 32 D. Analisis data .............................................................................................. 33 E. Pembahasan ......................................................................................................... 33 1.Profil kompetensi pedagogik guru ........................................................ 34 a.Mengetahui karakteristik peserta didik dan aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual .......................... 34 a.1). Pendapat guru tentang karakteristik peserta didik yang perlu diketahui ....................................................................................... 34 a.2). Alasan perlunya guru memahami karakteristik peserta didik ....... 36 a.3). Pemahaman karakteristik peserta didik saat pembelajaran dalam kelas .................................................................................. 38 a.3).a). Pemahaman guru tentang karakteristik non akademik peserta didik ................................................................... 38 a.3).b). Pemahaman guru tentang karakteristik akademik peserta didik ............................................................................... 42 a.3).b).i Potensi diri peserta didik ................................................. 42 a.3).b).ii Pengetahuan guru tentang bekal ajar awal peserta didik ............................................................................... 47 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a.3).b).iii Pengetahuan guru tentang kesulitan belajar peserta didik ............................................................................... 51 b.Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu ........................................................................................ 59 b.1). Kemampuan guru dalam menentukan tujuan pembelajaran .. 60 b.2). Kemampuan guru menentukan pengalaman belajar .............. 78 b.3). Kemampuan guru dalam penataan materi .............................. 84 b.4). Kemampuan guru dalam pemilihan instrument penilaian ..... 86 c.Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik .............................. 91 c.1). Pembelajaran IPA yang mendidik menurut guru ................... 92 c.2). Kegiatan pemebelajaran yang menunjukkan pembentukan sikap peserta didik ................................................................. 94 c.3). Pelaksaan pembelajaran dilihat dari urutan kegiatan di RPP . 97 c.3).a). Kegiatan awal pembelajaran ..................................... 97 c.3).b). Kegiatan inti pembelajaran ..................................... 100 c.3).c). Kegiatan penutup pembelajaran ............................. 107 c.4). Pendapat guru mengenai keputusan transaksional dan kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang menunjukkan adanya keputusan transaksional .......................................... 109 d.Memanfaatkan teknologi infromasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran .............................................................. 115 d.1). Penggunaan teknologi yang pernah dilakukan guru ............ 116 d.2). Manfaat penggunaan teknologi dalam pembelajaran ........... 118 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI e.Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.............................................................................................. 120 e.1). Instrumen penilaian kognitif siswa ...................................... 120 e.2). Instrumen penilaian psikomotorik siswa .............................. 123 e.3). Instrumen penilaian afektif siswa ......................................... 124 2. Pengaruh pendidikan dan pengalaman terhadap kompetensi pedagogik guru .................................................................................. 129 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN A.Kesimpulan .......................................................................................................... 131 B.Saran..................................................................................................................... 133 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 134 LAMPIRAN xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 4.1 Jadwal kegiatan observasi kegiatan pembelajaran di kelas ............30 Tabel 4.2 Jadwal kegiatan wawacara guru ......................................................32 Tabel 4.3 Pemahaman guru mengenai karakteristik peserta didik ..................58 Tabel 4.4 Pemahaman guru mengenai pengembangan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu ..................................89 Tabel 4.5 Pemahaman guru mengenai pembelajaran yang mendidik ...........112 Tabel 4.6 Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi oleh guru .......119 Tabel 4.7 Tabel pemahaman guru mengenai pengembangan instrumen ......125 Tabel 4.8 Tabel profil kompetensi pedagogik guru ......................................126 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Ijin Penelitian Sekolah .....................................................136 Lampiran 2 Surat Keterangan Melakukan Penelitian di Sekolah .................138 Lampiran 3 Transkip Video Pembelajaran ...................................................140 Lampiran 4 Fieldnotes guru ..........................................................................256 Lampiran 5 Transkip Wawancara dengan Guru ...........................................289 Lampiran 6 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ..............................348 Lampiran 7 Point Pertanyaan Wawancara ...................................................371 Lampiran 8 Dokumentasi Kegiatan Pembelajaran di Kelas .........................379 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas, guru dipandang memiliki peran utama. Mengajar di depan kelas, membantu menyelesaikan segala persoalan siswa, baik dalam bidang akademis maupun non akademis merupakan tugas keseharian guru, maka tidak dapat dipungkiri bahwa guru merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh bagi keberhasilan pendidikan siswa di sekolah. Pernyataan diatas didukung oleh hasil penelitian, menurut penelitian yang dilakukan oleh Hettie (2003) mengungkapkan bahwa guru memberikan pengaruh terbesar dalam menentukan mutu siswa. Dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 ditegaskan bahwa pendidik harus memiliki kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini. Peraturan di atas secara tidak langsung menegaskan, bahwa pemerintah juga berpendapat bahwa guru memiliki peran utama dalam proses pembelajaran sehingga perlu memiliki kompetensi tertentu. Pada tahun 2008 Pemerintah RI mengeluarkan Undang Undang Nomor 74 tentang mutu guru yang dapat dilihat dari kemampuan guru melaksanakan tugas mendidiknya secara profesional, dengan kata lain bahwa mutu guru dapat dilihat, salah satunya dari profesionalitas guru dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. 1

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Seiring dengan besarnya tuntutan akan peningkatan mutu guru, pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik Guru dan Kompetensi Guru, mewajibkan setiap guru memiliki kompetensi yang dapat mendukung terwujudnya profesionalitas seorang guru meliputi Kompetensi pedagogik, Kompetensi kepribadian, Kompetensi profesional, dan Kompetensi sosial. Tuntutan profesionalitas guru setiap tahun yang semakin tinggi ditunjukkan dengan diwajibkannya guru memiliki empat kompetensi salah satu kompetensi yaitu Kompetensi Pedagogik, namun dalam kenyataannya, hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2013 menunjukkan kondisi yang memperihatinkan, nilai rata-rata guru di seluruh Indonesia hanya mencapai 4,25 (Kompas, 2013). Padahal di dalam uji kompetensi guru tersebut, materi yang diujikan meliputi 30 persen kompetensi pedagogik, yang digunakan untuk melihat integrasi konsep pedagogik ke dalam proses pembelajaran bidang studi dalam kelas. Di sisi lain prestasi siswa di Indonesia, menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh “The Trend International Mathematics and Science Study (TIMMS)” tentang penilaian kemampuan matematika dan sains bagi siswa Indonesia usia 15 tahun, terakhir dilaksanakan tahun 2009 dengan nilai ratarata 427 dari rata-rata Internasional. Penelitian lainnya dilakukan oleh “Program for International Student Assessment (PISA)” yang terakhir dilaksanakan tahun 2009, prestasi siswa Indonesia rata-rata 383 dari rata-rata International 500. Menurut TIMMS dan PISA, prestasi hasil belajar

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 matematika dan sains siswa usia 15 tahun (usia siswa SMP) berada di bawah, Menurut Hendayana (2010) rendahnya prestasi matematika dan sains siswa standart Internasional merupakan indikator rendahnya kualitas pendidikan matematika dan sains itu sendiri. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkat pendidikan maka kualitas guru harus ditingkatkan. Hasil penelitian di atas didukung juga hasil penelitian yang dilakukan oleh Born & Kimball (2005) yang mengungkapkan bahwa jika kualitas guru meningkat, maka kualitas hasil belajar siswa juga bisa meningkat. Dilihat dari pentingnya guru dalam proses pembelajaran dan pentingnya kompetensi pedagogik sebagai salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki guru, peneliti tertarik untuk mempelajari profil Kompetensi Pedagogik. B. Batasan Masalah Peneliti membatasi permasalahan untuk penelitian sebagai berikut : 1. Subyek Penelitian Subyek penelitian ini terdiri dari tiga guru mata pelajaran Fisika SMP, dua guru senior dan satu guru muda pada dua sekolah berbeda. Guru senior adalah guru dengan pengalaman mengajar lebih dari 15 tahun, sedangkan guru muda adalah guru dengan pengalaman mengajar kurang dari 5 tahun.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 C. Rumusan Masalah Bagaimanakah profil Kompetensi Pedagogik dua guru senior dan satu guru muda yang terungkap melalui aktivitas guru dalam pembelajaran Fisika yang menjadi subyek penelitian? D. Batasan Pengertian 1. Pengertian kompetensi pedagogik di dalam penelitian ini adalah pengertian yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. 2. Profil kompetensi pedagogik guru yang dimaksud adalah penjabaran kompetensi pedagogik secara kontekstual mengenai standar kompetensi inti dari kompetensi pedagogik, seperti yang tercantum pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru E. Tujuan Penelitian Mengetahui profil Kompetensi Pedagogik guru yang menjadi subyek penelitian.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 F. Manfaat Penelitian 1. Bagi guru dan calon guru : -Memberikan gambaran konkret mengenai pelaksanaan Kompetensi Pedagogik guru dalam proses pembelajaran. 2. Bagi Peneliti : -Hasil penelitian dapat digunakan sebagai acuan untuk dapat merealisasikan pengetahuan yang sudah didapat di bangku kuliah dalam dunia kerja.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN TEORI A. Peran Guru Dalam proses pendidikan, keberadaan pendidik dan anak didik merupakan syarat utama terselenggaranya kegiatan pendidikan. Pendidik merupakan pihak yang membimbing anak didik, agar si anak menuju ke arah kedewasaan (Sadulloh:127). Pendidik dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pendidik karena keharusan atas kewajaran hidup, dan pendidik karena diserahi tugas untuk mendidik. Guru merupakan pendidik jenis kedua, dimana guru diserahi tugas untuk mendidik, terutama dalam lingkungan pendidikan formal (sekolah). Keberadaan guru sangat penting dalam proses pendidikan, selain mengajarkan berbagai macam pengetahuan pada anak didik, guru juga wajib memberikan teladan bagi anak didiknya, seperti yang tercantum pada Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang menyebutkan bahwa Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik, pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Pelaksanaan tugas guru sebagai pendidik, sangat berpengaruh bagi mutu anak didik yang dapat dilihat dari prestasi belajar siswa di sekolah. Dalam Jurnalnya Hettie (2003) mengatakan bahwa guru memiliki pengaruh yang paling kuat pada prestasi belajar siswa. Hasil penelitian tersebut menguatkan bahwa mutu pendidik (guru) berpengaruh besar pada mutu anak didiknya. 6

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 B. Kompetensi Guru Charles (1994, dalam Mulyasa, 2007:25) mengungkapkan bahwa kompetensi merupakan perilaku yang rasional untuk mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapakan. Ungkapan diatas mengacu bahwa kompetensi adalah perilakunya nyata yang mempunyai arti dan tujuan, dimana perilaku tersebut tidak hanya yang dapat diamati secara langsung tetapi juga yang kasat mata sekalipun. Kompetensi merupakan salah satu standar utama profesi keguruan. Menurut Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Kompetensi pendidik menurut Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Pendidikan, meliputi : 1. Kompetensi Pedagogik 2. Kompetensi Kepribadian 3. Kompetensi Profesional 4. Kompetensi Sosial C. Kompetensi Pedagogik Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru adalah Kompetensi Pedagogik. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 Tahun 2007 Pasal 8 ayat 3 butir (a), menyebutkan bahwa Kompetensi Pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasi berbagai potensi yang dimilikinya (2007, Mulyasa:75). Berliner (2004) menjelaskan bahwa kompetensi pedagogik merupakan salah satu kompetensi yang sangat penting, karena diperkirakan 15.000 jam siswa hidup di kelas, di sekolah mereka. Oleh karena itu kualitas proses belajar mengajar dalam kelas berhubungan dengan prestasi siswa, dan bukti konsisten yang luar biasa ditunjukkan dalam studi ini adalah kompetensi pedagogik sangat berpengaruh pada prestasi siswa dan pembelajaran. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 Tahun 2007, kompetensi inti dalam kompetensi pedagogik meliputi : 1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual 2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik 3. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu 4. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik 5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran 6. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki 7. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 8. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar 9. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran 10. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas Dari sepuluh aspek Kompetensi Pedagogik diatas, peneliti memfokuskan pada lima aspek yang dianggap merupakan aspek penting yang disebutkan dalam pengertian Kompetensi Pedagogik pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 Tahun 2007 pasal 8 ayat 3 butir (a) yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, serta evaluasi hasil belajar. Dalam penelitian ini, peneliti menambahkan satu aspek yang sudah ada di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 Tahun 2007, yang dirasa diperlukan guru di zaman ini, dimana teknologi berkembang pesat yaitu kompetensi inti mengenai pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi. Kompetensi inti tersebut diperlukan mengingat kemajuan informasi dan teknologi sekarang ini, dapat digunakan sebagai sarana untuk mengetahui perkembangan pengetahuan dengan cepat. Penjabaran kompetensi inti Kompetensi Pedagogik yang dipilih peneliti adalah sebagai berikut : 1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual Menguasai karakteristik siswa, tentu saja dimulai dari pemahaman guru terhadap apa yang ada dalam diri siswa, yang

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 meliputi aspek fisik yang berkaitan dengan penglihatan, pendengaran, cacat fisik, dimana secara tidak langsung akan berpengaruh pada perlakuan guru agar tidak terkesan membedakan. Kedua, aspek intelektual juga perlu diperhatikan oleh guru, karena intelektual siswa berhubungan langsung dengan bagaimana siswa mampu menerima pelajaran yang disampaikan oleh guru. Ketiga, aspek psikis yang meliputi aspek sosial emosional, moral, spiritual, dan latar belakang. Aspek psikis tersebut secara tidak disadari penting untuk diketahui seorang guru, aspek tersebut juga mampu mampu karena mempengaruhi perkembangan pendidikan siswa di sekolah. Dalam penjabaran diatas, karakteristik siswa disimpulkan menjadi tiga aspek besar yaitu aspek fisik, aspek akademis yang menyangkut kemampuan intelektual siswa, dan yang terakhir yaitu aspek non akademik yaitu aspek psikis meliputi aspek emosional, moral, spiritual, dan latar belakang siswa. Untuk aspek non akademis, yang mudah dan paling sederhana perlu diketahui guru adalah mengenal sebagian besar nama siswanya. Seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 40 ayat 1 dan 2 tentang Hak dan Kewajiban tenaga kependidikan yaitu guru, yang antara lain menyebutkan:

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 “Pendidikan dan tenaga kependidikan berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis.” Undang-undang diatas, secara langsung hendak menunjukkan bahwa salah satu kewajiban guru, sebaiknya mengetahui nama sebagian besar siswanya, sehingga dapat terciptalah suasana belajar yang dialogis dan menyenangkan. Sebab seorang siswa akan lebih merasa dihargai dan terasa menyenangkan jika gurunya sering memanggil nama mereka. Carl Rogers, seorang psikologis yang beraliran humanistik, yang mengemukakan tentang pentingnya penerimaan tanpa syarat, penghargaan dan hubungan yang nyaman antara terapis dan klien, dalam kasus ini adalah guru dan siswa, hubungan dialogis yang memberdayakan siswa untuk mencapai aktualisasi diri siswa (dalam Palmer, 2003). Implikasi ajaran tersebut dalam bidang pendidikan salah satunya menuntut perlunya perilaku guru yang menciptakan hubungan dialogis yang memberdayakan siswa untuk mencapai aktualisasi diri, seperti mengenal sebagaian besar nama siswanya. Mengindetifikasi potensi, bekal ajar awal dan kesulitan belajar siswa pada suatu mata pelajaran yang diampu, merupakan suatu usaha dari guru untuk mengetahui karakteristik siswa, khususnya yang berhubungan dengan aspek akademis siswa. Pengetahuan mengenai potensi, bekal ajar awal, dan kesulitan

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 belajar siswa didik terhadap mata pelajaran tertentu, dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam penyusunan kurikulum, dan perencanaan kegiatan pembelajaran. 2. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu Pengertian kurikulum menurut Undang undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran, untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Rancangan pembelajaran bisa dilihat dalam bentuk silabus dan RPP. Dalam perencanaan untuk setiap satu pokok bahasan tertentu biasa digunakan silabus, sedangkan RPP merupakan rancangan pembelajaran yang diperuntukkan untuk satu pertemuan. Dalam penelitian ini, kurikulum atau perencanaan pembelajaran yang dilihat oleh peneliti berupa RPP guru yang bersangkutan. Penerapan kurikulum KTSP di dunia pendidikan Indonesia, menuntut guru untuk bisa mengembangkan sendiri kurikulum yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing, namun pengembangan kurikulum tersebut masih tetap mengacu pada

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 standar yang sudah ditetapkan pemerintah. Pengembangan kurikulum merupakan sarana bagi guru yang ingin menyalurkan kreativitas dalam menyusun kurikulum, karena seperti diketahui dunia pendidikan dituntut untuk selalu berkembang seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat. Dalam inti kompetensi Pedagogik ini, kondisi sekolah, kemampuan sekolah, kemampuan peserta didik merupakan beberapa faktor yang menjadi bahan pertimbangan guru dalam usahanya melakukan pengembangan kurikulum. Kemampuan pengembangan kurikulum ditunjukkan dengan kemampuan guru menentukkan tujuan pembelajaran, menentukkan pengalaman belajar apa yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, menata materi sesuai dengan karakteristik siswa, dan pemilihan instrumen penilaian yang digunakan. Pembuatan kurikulum tidak bisa terpisah dari penentuan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Penentuan tujuan pembelajaran pada hakikatnya merupakan hasil yang diharapkan tercapai dalam setiap kegiatan pembelajaran yang direncanakan. Adanya tujuan tersebut, dapat dijadikan indikator tingkat keberhasilan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, dan dalam interaksi edukatif tujuannya memberikan arah kegiatan yang jelas, menjaga kegiatan pembelajaran agar tetap berada

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 dalam koridor tertentu dengan batasan batasan yang sudah lebih dulu ditentukan pemerintah. Setelah menentukan tujuan, guru dituntut untuk mampu menentukan pengalaman belajar yang akan diberikan pada siswanya. Pengalaman di sini berarti seluruh kegiatan mental ataupun fisik yang dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan materi ajar dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Pembelajaran yang mengaktifkan siswanya seharusnya mempunyai beragam kegiatan yang bisa dialami siswanya sebagai sebuah pengalaman, sehingga nantinya siswa mampu aktif mengkonstruksi pengetahuannya sendiri dari pengalaman belajar yang diberikan guru. Pengalaman belajar itu diaplikasikan dalam penggunaan berbagai metode pembelajaran yang diterapkan guru dalam kegiatan pembelajaran dalam kelas, maka semakin banyak dan beraneka ragam metode yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran dalam kelas, semakin banyak dan beragam pula pengalaman belajar yang didapat siswa. Kemampuan menentukan penataan materi, selanjutnya yang perlu diperhatikan guru. Materi atau bahan ajar merupakan salah satu komponen penting dalam kegiatan pembelajaran yang membantu siswa mencapai kompetensi yang diharapkan. Dalam penataan materi perlu memperhatikan beberapa faktor, antara lain

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 jenis materi, cakupan materi, dan urutan materi. Jenis materi perlu diindentifikasi secara detail karena setiap materi memerlukan strategi, media, dan evaluasi berbeda-beda, cakupan atau kedalaman materi juga perlu diperhatikan, dengan mempertimbangkan faktor perkembangan kognitif siswa terutama siswa Sekolah Menengah Pertama, sedangkan urutan materi juga perlu dipertimbangkan agar pembelajaran menjadi runtut dan tidak membingungkan siswa. Kemampuan terakhir yaitu kemampuan pemilihan instrument penilaian. Kegiatan penilaian dimaksudkan untuk mengetahui tingkat pencapaian dan kemajuan siswa, yang ditunjukkan dari proses penentuan nilai pengukuran yang sudah dibandingkan dengan acuan tertentu. Dari penjelasan diatas, setiap materi ataupun kompetensi mempunyai standart yang berbeda-beda. Agar dapat melihat setiap kompetensi siswa yang diharapkan, oleh sebab itu guru dituntut untuk mampu memilih instrumen penilaian yang dapat melihat kompetensi siswa dengan tepat. 3. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik Setelah perancangan yang matang, kegiatan pelaksanaan pembelajaran merupakan bagian penting lainnya yang harus diperhatikan oleh guru. Pada dasarnya Ilmu Pengetahuan Alam berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam, bukan hanya

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 sekedar penguasaan kumpulan pengetahuan, maka diharapkan pendidikan IPA dapat menjadi wahana untuk mempelajari alam dan perkembangannya di dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, proses pembelajaran IPA di SMP/MTs menekankan pada pemberian pengalaman langsung melalui pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah, maka diharapkan pembelajaran IPA dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry) untuk menumbuhkan kemampuan berfikir, bekerja, dan bersikap ilmiah. Pembelajaran inkuiri merupakan salah satu kegiatan pembelajaran yang menekankan siswa secara aktif dilibatkan dan akhirnya menemukan pengetahuannya sendiri. Jadi pembelajaran secara inkuiri berarti pembelajaran yang bukan berpusat pada guru, melainkan pada siswa, dimana pengetahuan tersebut dikonstruksi sendiri oleh siswa. Selain metode yang digunakan dalam proses pelaksanaan pembelajaran, dibutuhkan juga sarana pembelajaran yang mampu mengoptimalkan pencapaian tujuan pembelajaran. Salah satu sarana itu berupa media pembelajaran yang mampu membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang abstrak, memberikan pengalaman belajar yang menarik bagi siswa. Media pembelajaran dapat berupa video, gambar, benda miniatur, dll.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Dalam suatu kegiatan pembelajaran, dalam RPP dibagi dalam beberapa tahapan kegiatan, kegiatan apresepsi, dimana siswa dikondisikan dalam kegiatan belajar dan siap menerima pelajaran. Kedua, kegiatan inti, kegiatan dimana guru mulai melakukan kegiatan belajar secara utuh dan inti, dan yang terakhir, kegiatan penutup yang berisi tentang menyimpulan seluruh rangkaian pembelajaran yang sudah dilakukan, dan pemberian tugas. Namun dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tidak semua rencana pembelajaran yang tertuang dalam perancangan pembelajaran dapat terwujud. Kenyataan bisa berubah sesuai dengan situasi dan kondisi, baik siswa, guru, dan lingkungan. Diperlukan suatu alternatif tindakan yang disebut Keputusan Transaksional, yang berarti keputusan atau tindakan sebagai akibat dari kenyataan yang tidak sesuai dengan keadaan yang dibayangkan saat membuat perancangan pembelajaran. Keputusan Transaksional biasa muncul karena adanya interaksi guru dengan siswa maupun interaksi antar siswa selama kegiatan pembelajaran. 4. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran Era Globalisasi saat ini semakin pesat perkembangannya, seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan,

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 teknologi komunikasi, dan teknologi informasi. Pengaruh perkembangan diatas secara tidak langsung juga berdampak dalam bidang pendidikan khususnya di negara kita. Menurut Mulyasa (2009) penggunaan teknologi dalam pendidikan dan pembelajaran dimaksudkan untuk memudahkan atau mengefektifkan kegiatan pembelajaran. Pengaruh kemajuan teknologi dalam bidang pendidikan, membuat guru dituntut untuk memiliki kemampuan menggunakan teknologi tersebut dalam persiapan dan pelaksanaan pembelajaran. Peningkatan fasilitas dalam bidang teknologi juga mempermudah siswa memperoleh informasi bahan ajar dan kemudahan memahami pelajaran. 5. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar Salah satu kegiatan pembelajaran yang tidak bisa dilupakan adalah kegiatan evaluasi dan penilaian, baik pada hasil belajar maupun bagi proses pembelajaran itu sendiri. Evaluasi yang dimaksudkan melihat kembali semua kelebihan, terutama kekurangan, yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai tolak ukur untuk menuju ke arah perbaikan. Pada proses penilaian, guru tidak cukup hanya menggunakan satu jenis penilaian. Banyaknya aspek dalam diri siswa yang meliputi kemampuan, keterampilan, pengetahuan, dan sikap seseorang yang tidak dapat diinterpretasikan dalam satu jenis

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 penilaian. Guru diharapkan dapat menggunakan beragam jenis penilaian yang sesuai dengan aspek siswa yang ingin diukur. Keberagaman jenis penilaian itu, guru semakin dituntut untuk lebih dapat merencanakan instrumen penilaian mana yang harus digunakan, dan mempersiapakannya secara matang, sehingga saat penilaian dan evaluasi, semua aspek yang ingin diukur, dapat terukur sesuai dengan yang dimiliki setiap anak didik. Penilaian juga akan mendapatkan hasil yang optimal, jika pada perancangan juga dipikirkan secara matang, aspek apa saja yang akan dinilai. Penentuan aspek yang dinilai membantu proses pemilihan jenis penilaian, dan memudahkan proses penilaian, meminimalkan aspek yang terlewatkan untuk dinilai ataupun menghindarkan hasil penilaian yang tidak sistematis. Setelah mengetahui prinsip penilaian dan aspek yang dinilai sudah ditentukan, guru pastinya diharapkan mampu menyusun prosedur penilaian secara sistematis. Kapan jenis penilaian yang satu digunakan untuk menilai salah satu aspek tertentu harus diperhitungkan secara matang, agar nantinya hasil penilaian dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan siswa, sejauh mana kompetensi siswa, dll. Pengembangan instrumen penilaian juga sangat diperlukan, mengingat sekarang ini, zaman sudah berkembang, lebih banyak aspek yang perlu dilihat jika ingin dikatakan siswa tersebut

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 berhasil di didik. Guru diharapkan mampu mengembangkan, minimal menggunakan secara bersamaan jenis penilaian yang sudah ada. Hasil dari penilaian tentu tidak langsung dapat menggambarkan hasil perkembangan siswa, perlu proses analisis. Proses analisis hasil penilaian berguna bagi berbagai tujuan, selain dapat melihat perkembangan siswa, juga dapat digunakan sebagai data keberhasilan sekolah dalam membantu mendidik siswa. D. Pengaruh pendidikan dan pengalaman terhadap Kompetensi Pedagogik guru Sesuai dengan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang berbicara tentang standar profesi keguruan, guru sekarang dituntut menjadi guru yang profesional. Dikatakan guru profesional jika guru tersebut menguasai minimal empat (4) kompetensi yang ditentukan oleh pemerintah, salah satu diantaranya adalah Kompetensi Pedagogik. Menurut Mulyasa (2004 : 37- 38), kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam perbuatan. Tanpa mengabaikan kompetensi yang lain, kompetensi pedagogik dianggap penting terutama dalam pembelajaran formal, karena tidak dapat dipungkiri sebagian besar waktu siswa dihabiskan dalam kelas bersama guru.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Faktor internal yang mempengaruhi kompetensi guru diantaranya adalah latar belakang pendidikan dan pengalaman. Dalam jurnalnya Khalid (2006) mengungkapkan bahwa pendidikan merupakan faktor utama dalam menentukan kualitas guru, karena para ahli sudah sepakat bahwa penguasaan pengetahuan dalam bidang pengajaran merupakan ciri paling penting dalam pengajaran guru. Pengetahuan tentang dalam bidang pengajaran bisa didapat dari hasil pendidikan guru saat masih di bangku kuliah. Guru yang memiliki latar belakang pendidikan keguruan telah mendapat bekal pengetahuan tentang pengelolaan kelas, proses belajar mengajar, yang masuk dalam mata kuliah keahlian berkarya (MKB) dalam kurikulum jurusan pendidikan matematika dan IPA. Mata kuliah MKB ini, menurut Keputusan Menteri Pendidikan Nasional tahun 2000 Nomor 232/U/2000 pasal 9 butir (c) bertujuan untuk memperkuat penguasaan dan memperluas wawasan kompetensi keahlian dalam berkarya di masyarakat. Selain pengetahuan tentang cara mengajar bisa didapat dari pendidikan formal yang sudah ditempuh, pengetahuan itu juga bisa didapat dari pengalaman mengajar. Menurut Mansur Muslich (2007:13) “Pengalaman mengajar adalah masa kerja guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik pada satuan pendidikan tertentu sesuai dengan surat tugas dari lembaga yang berwenang” Terdapat beberapa indikator pengalaman mengajar menurut Basu Swasta dan Ibnu Sukotjo (1998:282) yaitu pengalaman mengajar dari hasil pendidikan dan pelatihan, serta pengalaman mengajar dari masa kerja. Masa

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 kerja merupakan faktor yang mendukung proses bekerja seorang semakin lama waktu dalam bekerja, seorang guru akan dapat mengukur kemampuannya dalam bekerja lebih baik. Perbedaan guru senior dan guru muda dalam penelitian ini, berdasarkan pada lama masa kerja guru, semakin lama seseorang bekerja menyebabkan guru mengalami pengalaman yang lebih banyak dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran termasuk permasalahan yang mungkin akan terjadi saat pembelajaran. Pengalaman mengajar merupakan sebuah pengetahuan yang diperoleh sebagai hasil dari interaksi intensif guru dengan siswa dan faktor sekitar tempat kerja. Pengalaman guru banyak bergantung kepada ingatan dan tafsiran terrhadap pengalaman pengajaran terdahulu dan berkaitan (Gits & Mitchell, 1992). Pengalaman lamanya masa kerja juga dilengkapi dengan adanya pelatihan dan pendidikan yang didapat guru selama menjabat sebagai guru yang biasanya diadakan oleh pemerintah ataupun instansi sekolah tempat guru mengajar.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat nonparticipan observation, secara khusus merupakan penelitian natural observation, dimana peneliti meneliti subyek dalam setting natural. Penelitian ini berdasarkan tujuannya, merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang menekankan pada keadaan sebenarnya, peneliti tidak terlibat dalam kegiatan yang diteliti, tetapi lebih melihat dari luar, tidak memanipulasi apapun, hanya mengamati, mencatat, dan merekam apa yang terjadi (Suparno, 2007:155). B. Subyek Penelitian Guru SMP berjumlah tiga orang yang terdiri dari dua guru senior dan satu guru muda dari dua sekolah yang berbeda. Guru senior merupakan guru dengan pengalaman kerja lebih dari lima tahun, sedangkan guru muda merupakan guru dengan pengalaman kerja kurang dari lima tahun. C. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu : Oktober - November 2012 Tempat : SMP Pangudi Luhur Timoho dan SMP Taman Dewasa Jetis 23

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 D. Data Penelitian Data dalam penelitian ini berupa catatan lapangan (fieldnotes), transkrip wawancara, dan transkrip rekaman video proses belajar. Fieldnotes diperoleh dari observasi langsung saat pengambilan data. Transkrip wawancara diperoleh dari wawancara dengan guru fisika yang bersangkutan. Transkrip rekaman video proses pembelajaran diperoleh melalui observasi langsung yaitu dengan menggunakan handycam. E. Instrumen Penelitian 1. Pertanyaan Wawancara Kegiatan wawancara juga dilakukan dalam penelitian ini. Menurut Sudijono (2009) wawancara adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan (data) yang dilaksanakan dengan melakukan tanya jawab lisan secara sepihak, berhadapan muka, dan dengan arah tujuan yang telah ditentukan. Dalam wawancara, peneliti mempergunakan jenis wawancara terpimpin, dimana wawancara ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan yang telah disusun terlebih dahulu dalam bentuk panduan wawancara. Panduan wawancara yang dibuat oleh peneliti berupa pointpoint pertanyaan mengenai pengetahuan guru mengenai kompetensi pedagogik setelah peneliti melihat berulang-ulang rekaman video pembelajaran yang guru yang bersangkutan.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 2. Catatan lapangan (Fieldnote) Penelitian ini, juga digunakan Fielnote yang merupakan catatan lapangan, semua catatan tertulis tentang segala sesuatu yang didengar, dialami, dilihat, dipikirkan, dan direfleksikan oleh peneliti (Suparno, 2007:118). Fieldnote yang digunakan dalam penelitian ini merupakan fieldnote deskriptif, dimana peneliti berusaha secara obyektif merekam detail apa yang terjadi di lapangan. Aspek deskriptif tersebut meliputi : - Gambaran obyek - Deskripsi setting fisik - Jumlah kejadian khusus, siapa dan bagaimana keterlibatannya - Deskripsi kegiatan-kegiatan 3. Tiga alat perekam Dalam penelitian ini, peneliti melakukan kegiatan observasi yang membutuhkan kamera digital, handy-cam, dan perekam suara. Menurut Sudijono (2009) observasi adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan (data) yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan. Dalam penelitian ini, observasi yang dilakukan peneliti merupakan observasi tak berstruktur, yang berarti kegiatan observasi yang hanya dibatasi oleh tujuan observasi itu sendiri.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 F. Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian ini data diperoleh melalui observasi secara langsung dengan menggunakan bantuan handycam serta wawancara dengan guru fisika yang menjadi subyek penelitian. Observasi dilakukan oleh peneliti dengan mengamati peristiwa-peristiwa yang muncul selama melaksanakan proses pembelajaran yang berkaitan dengan kompetensi pedagogik guru. Kemudian tindakan yang menunjukkan kompetensi guru tersebut dicatat dan menjadi data penelitian. Kemudian pada waktu yang sama dilakukan perekaman proses pembelajaran menggunakan handycam yang dilakukan oleh pathner peneliti. Kegiatan observasi pembelajaran dilakukan di dalam kelas dan juga di laboratorium. Selain melakukan observasi, peneliti juga menggunakan wawancara untuk memperoleh informasi lebih lengkap mengenai kompetensi pedagogik guru dalam proses pembelajaran. G. Metode Analisis Data Dalam penelitian ini tahapan dalam proses menganalisis data adalah sebagai berikut : 1. Transkrip rekaman video Rekaman video pembelajaran yang sudah didapat, diputar secara berulangulang untuk menemukan peristiwa-peristiwa kompetensi guru yang diharapkan. Setelah yang menunjukkan itu peristiwa yang menunjukkan kompetensi guru yang diharapkan ditranskip dalam bentuk data, data yang ditranskip dibaca kembali dan peristiwa yang menunjukkan

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 kompetensi guru dijadikan topik data, dimana topik data adalah deskripsi singkat mengenai makna tertentu yang sesuai dengan yang diteliti. Proses pemutaran video dilakukan secara berulang-ulang untuk menghindari adanya peristiwa yang menunjukkan kompetensi guru terlewatkan. Untuk meningkatkan validitas peneliti melakukan pengecekan ulang dalam pembuatan transkip. 2. Kategorisasi data Proses membandingkan suatu kejadian (data) satu dengan yang lain, sehingga dapat dikategorikan atau dikelompok-kelompokkan. Data yang sudah mempunyai kesamaan isi maka akan dikumpulkan dan ditentukan suatu gagasan abstrak yang mewakili. Gagasan abstrak inilah yang disebut dengan kategori dalam data. Setelah diperoleh pengkategorian data, pada bagian ini dijelaskan alasan atau yang menjadi dasar dari setiap tindakan yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran. Alasan atau pengetahuan yang mendasari setiap tindakan yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran diperoleh melalui wawancara dengan guru yang bersangkutan. 3. Penarikan kesimpulan Penarikan kesimpulan dilakukan dengan mendeskripsikan tindakan guru fisika terkait dengan kompetensi pedagogik dengan inti kompetensi sebagai berikut : a. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 b. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu c. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik d. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran e. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar Penarikan kesimpulan bertujuan untuk menjawab rumusan masalah yang ada dalam penelitian yang didasarkan pada transkrip video dan wawancara dengan guru yang bersangkutan.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Penelitian Penelitian dilaksanakan di dua Sekolah Menengah Pertama Swasta di kota Yogyakarta. Adanya guru senior atau guru muda di kedua sekolah tersebut, yang menjadi alasan peneliti memilih melaksanakan penelitian di kedua SMP itu. Ketiga guru yang menjadi subyek penelitian mempunyai persamaan yaitu sama-sama mengampu atau mengajar Fisika di kelas tujuh (VII), untuk guru A sebagai guru muda, kelas VII.1 dan VII.2 dipilih sebagai kelas yang diobservasi, untuk guru B sebagai guru senior pertama, kelas VII.F yang dipilih, sedangkan untuk guru C sebagai guru senior yang kedua, kelas VII.A yang dipilih. Untuk guru A sebagai guru muda, alasan dipilih dua kelas kerena menurut informasi guru yang bersangkutan, kedua kelas yang diajarnya itu mempunyai perbedaan, diantaranya tingkat prestasi dan kondisi keadaan kelas. Guru A sebagai guru muda, pengalaman mengajar guru baru sekitar satu tahun, untuk guru B sebagai guru senior pertama, pengalaman mengajar sudah dimulai dari sejak tahun 1994 sampai sekarang. Pengalaman mengajar guru B, juga bisa dikatakan bervariasi, guru B pernah menjadi guru di daerah pedalaman Kalimantan, sebelum akhirnya menjadi guru di pulau Jawa, khususnya di kota Yogyakarta. Sedangkan untuk guru C, guru senior yang kedua, pengalaman mengajarnya sudah dimulai dari tahun 1999 29

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 sampai sekarang, sebelum di Yogyakarta, guru C juga pernah mengajar di luar daerah di Pulau Jawa. B. Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan penelitian dimulai pada tanggal akhir bulan Oktober sampai awal November. Pelaksaanaan penelitian dilakukan dengan menyesuaikan jadwal antara ketiga guru yang dijadikan subyek penelitian. Observasi awal untuk masing-masing kelas ketiga guru, tidak dilakukan karena peneliti mengejar agar materi yang disampaikan ketiga guru masih dalam materi yang sama. Pengambilan data yang dilakukan dengan cara observasi kegiatan pembelajaran di kelas. Pengambilan data masing-masing kelas dari ketiga guru dijadwalkan dilakukan sebanyak empat kali pertemuan, namun untuk satu guru muda (guru A) diadakan lima kali pertemuan, pengambilan data pada pertemuan terakhir dilakukan pada kelas yang berbeda, karena satu guru muda tersebut mengajar di dua kelas yang berbeda. Kegiatan wawancara dilakukan terlebih dulu didiskusikan bersama guru, dengan mempertimbangankan waktu senggang guru yang bersangkutan. Tabel 4.1 Jadwal kegiatan observasi kegiatan pembelajaran di kelas Hari/Tanggal Pengambilan data Nama Guru Guru A (muda) Senin, Kelas VII.2 22 Oktober 2012 (08.00 – 09.00) Selasa, Kelas VII.2 Guru B (senior) Guru C (senior)

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 23 Oktober 2012 (07.00 – 08.30) Rabu, Kelas VII.F 24 Oktober 2012 (10.50 – 11.30) (11.45 – 12.25) Senin, Kelas VII.1 Kelas VII.A 29 Oktober 2012 (12.30 – 13.05) (12.30 – 13.05) Rabu, Kelas VII.F 31 Oktober 2012 (10.50 – 11.30) (111.45 – 12.25) Kamis, Kelas VII.A 1 November 2012 (08.15 – 09.15) Senin, Kelas VII.F 5 November 2012 (08.35 – 09.15) Selasa, Kelas VII.2 6 November 2012 (08.00 – 09.00) Rabu, Kelas VII.F 7 November 2012 (10.50 – 11.30) Senin, Kelas VII.1 19 November 2012 (09.20 –10.30) Dilihat dari table diatas, Guru C (senior) hanya bisa diobservasi dua kali, hal ini dikarenakan jadwal bertumbukan dengan jadwal guru A dan B, sedangkan kalau peneliti melakukan penelitian setelah guru A dan B selesai, kelas yang diampu guru C sudah pindah materi ke materi Biologi. Data diambil juga dengan melakukan kegiatan wawancara untuk lebih mengetahui lebih dalam mengenai profil kompetensi pedagogik masing-

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 masing guru. Kegiatan wawancara dilakukan dengan kesepakatankesepakatan dari guru mengenai izin dan jadwal pelaksanaan seperti yang ditunjukkan pada tabel dibawah ini Tabel 4.2 Jadwal kegiatan wawacara guru Guru A Rabu, 28 November 2012 Guru B Jumat, 30 November 2012 Guru C Senin, 3 Desember 2012 C. Hasil Penelitian Selama pelaksanaan, pemgambilan data melalui observasi kegiatan pembelajaran dan wawancara obyek, maka didapatkan data penelitian sebagai berikut : 1. Catatan Lapangan (Fieldnotes) Catatan lapangan merupakan hasil tulisan peneliti yang berisi kegiatankegiatan penting mengenai apa yang dilakukan guru ketika proses pembelajaran dalam kelas. Fieldnotes digunakan mendokumentasikan data yang diperoleh dilapangan, dan melengkapi data yang tidak terlalu jelas terekam dalam handy-cam. 2. Wawancara Wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai profil kompetensi pedagogik guru dalam proses pembelajaran. Setelah wawancara, peneliti memutar kembali secara

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 berulang-ulang hasil rekaman, dan kemudian mentranskripnya dalam bentuk tulisan untuk menemukan profil kompetensi pedagogik guru. 3. Rekaman video Rekaman video digunakan untuk melihat profil kompetensi pedagogik guru yang terekam dalam kegiatan pembelajaran dalam kelas. Sama halnya dengan wawancara, rekaman video diulang-ulang dan kemudian ditranskrip dalam bentuk tulisan D. Analisis Data Kegiatan analisis data di lakukan setelah semua data yang berasal dari wawancara dengan masing-masing guru dan rekaman video kegiatan pembelajaran di kelas. Rekaman hasil wawancara diputar berulang-ulang dan ditranskrip kemudian diubah dalam bentuk tulisan yang nantinya akan menujukkan profil kompetensi masing-masing guru.Begitu juga untuk hasil rekaman video, diputar berulang-ulang dan ditramskrip kemudian diubah dalam bentuk tulisan untuk mengindetifikasi profil kompetensi pedagogik guru yang terlihat dalam kegiatan pembelajaran di kelas. E. Pembahasan Sebagai seorang pendidik yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan siswanya khususnya di sekolah, guru diwajibkan oleh negara berkompeten dalam empat kompetensi, salah satunya kompetensi pedagogik. Secara umum kompetensi pedagogik merupakan kemampuan

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 mengelola pembelajaran peserta didik, atau yang lebih dikenal dengan ilmu pendidikan yang bersifat terapan yang membahas masalah bagaimana mendidik siswa dalam praktek pembelajaran di sekolah. 1. Profil kompetensi pedagogik guru Profil kompetensi pedagogik guru yang yang menjadi subyek penelitian dalam kegiatan pembelajaran, dijabarkan ke dalam beberapa kompetensi inti dari kompetensi pedagogik yang diwajibkan pemerintah, yang dapat dilihat dalam pembahasan berikut a. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosinal, dan intelektual a.1). Pendapat guru tentang karakteristik peserta didik yang perlu diketahui Setiap guru mempunyai pengertian dan pemahaman berbeda mengenai apa saja yang perlu diketahui menyangkut karakteristik peserta didiknya. Kemampuan guru dalam menguasai karakteristik peserta didik ini, bersumber dari pengetahuan dan pemahaman,yang diperoleh dari pendidikan ataupun pengalaman masing-masing individu guru. Menurut guru A, hal yang perlu diketahui dari diri peserta didik antara lain aspek kognitifnya, psikomotoriknya, dan afektifnya namun yang menjadi prioritas guru A adalah sikap peserta didik, seperti yang terlihat dalam kutipan wawancara berikut

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 “Ya itu, psikomotorik. afektif, sama kognitif” Bagi Guru B, yang paling penting diketahui dari diri peserta didik adalah kesiapan anak untuk belajar, menurut guru B kesiapan itulah yang akan beperan dalam pengembangan proses pembelajaran itu sendiri, seperti yang terlihat dalam kutipan wawancara berikut “Yang sangat penting bagi anak adalah kesiapan untuk belajar, ya kesiapan untuk belajar itu menerima dan mengembangkan dari pembelajaran itu sendiri, itu yang paling penting” Untuk guru C, guru C berpendapat bahwa yang harus diketahui dari dalam diri peserta didik adalah perkembangan usia, mental, dan penguasaannya yang nantinya juga menjadi suatu pertimbangan agar nantinya peserta didik bisa berkembang sesuai dengan dirinya selama proses pembelajaran, seperti yang terlihat dalam kutipan wawancara berikut “Oh perkembangan, perkembangan usia sama perkembangan mental, sama perkembangan penguasaannya jadi kita harus tahu” Pemahaman masing masing guru di atas, sudah mencakup beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam diri peserta didik, yaitu aspek fisik, aspek akademik, dan aspek non akademik. Ada guru yang mengatakan perlu memahami aspek kognitif, aspek psikomotorik, dan aspek afektif, dimana ketiga aspek tersebut juga merupakan aspekaspek penilaian peserta didik. Dalam aspek kognitif dan psikomotorik, guru dapat memahami aspek akademik peserta didik, sedangkan aspek psikomotorik dan afektif, guru dapat memahami aspek non akademik siswa.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Ada guru juga pemahaman peserta didik yang paling penting adalah kesiapan belajar. Kesiapan belajar masuk dalam aspek psikis, yang menyangkut kesiapan peserta didik menerima pelajaran, selain itu kesiapan belajar juga masuk dalam aspek akademik yang menyangkut mengembangkan pelajaran yang diterima. Dari pendapat masing-masing guru mengenai apa saja yang perlu diketahui untuk memahami karakteristik siswa. Guru muda menyampaikan yang perlu di ketahui dari diri siswa adalah aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif, dimana ketiga aspek tersebut merupakan aspek penilaian hasil belajar siswa. Berbeda dengan guru muda, kedua guru senior lebih memperhatikan kesiapan belajar dan tahapan perkembangan siswanya. Namun ketiga guru tersebut, samasama tidak terfokus pada aspek kognitif siswa, guru lebih menekankan pada sikap siswa dalam menerima pelajaran dan sikap siswa bersosialisasi dengan teman a.2). Alasan perlunya guru memahami kerakteristik peserta didik Pemahaman dan pengertian berbeda dari masing-masing guru mengenai hal apa saja yang penting diketahui dalam diri peserta didik dipengaruhi oleh faktor internal guru yang meliputi dari pengetahuan dan pengalaman guru itu sendiri. Untuk guru A, beliau beralasan aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif wajib diketahui guru karena sudah merupakan syarat yang harus diketahui dalam diri peserta didik. Alasan

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 tersebut muncul ketika beliau mendapatkan pendidikan di bangku kuliahnya, seperti yang terlihat pada kutipan wawancara berikut “Yaudah syaratnya toh, syarat dari kuliah (juga begitu), harusnya psikomotorik, afektif, dan kognitif” Guru B sebagai guru senior mempunyai pendapat yang berbeda, informasi awal dari peserta didiknya digunakan sebagai informasi awal untuk pemetaan kondisi peserta didik secara klasikal, kondisi peserta didik mana yang butuh perhatian khusus dan pendampingan lebih, seperti yang terlihat dalam kutipan wawancara berikut “Untuk memetakan jadi untuk memetakan kondisi siswa secara klasikal, jadi mana anak yang butuh perhatian khusus, kalo yang perlu pendampingan lebih…” guru B mengungkapkan kalau kegiatan pemetaan kondisi peserta didik itu merupakan suatu kewajiban guru untuk mengetahui kondisi peserta didiknya, selain itu juga informasi tersebut juga merupakan tanggung jawab guru terhadap sekolah, dan bekal guru untuk perkembangan selanjutnya peserta didik itu sendiri. Kemampuan untuk memetakan juga didukung dengan pengalaman beliau yang sudah mengajar beberapa tahun, seperti yang terlihat dalam kutipan wawancara berikut “yang pertama memang itu sudah harus dilakukan oleh seorang guru, mau gak mau memang harus tahu masing-masing siswa, yang kedua memang dibutuhkan juga untuk sekolah dan yang ketiga untuk anak itu sendiri untuk perkembangan, lalu terutama diperoleh berdasarkan pengalaman-pengalaman” Guru C beralasan perlunya mengetahui tingkat kemampuan diri peserta didik adalah supaya nantinya guru bisa menyampaikan materi

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 yang sederhana, sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik, yang mudah dimengerti oleh peserta didik, seperti yang diungkapkan dalam kutipan wawancara berikut “ya perlu, kalau saya secara pribadi ya harus tau makannya saya menyampaikan hal-hal yang sederhana saja, hal-hal yang berkaitan dengan hal yang dia kenal, tidak melampaui abstraknya dia, atau perkembangan” Alasan diatas diungkapkan yang guru merupakan hasil dari pengalaman guru mengajar selama beberapa tahun, seperti yang diungkapkan dalam kutipan wawancara berikut “pengalaman, nilainya juga, yang jelas pengalaman sehari-hari sejak sepuluh tahun saya mengajar” Berdasarkan alasan-alasan guru diatas, diketahui bahwa guru muda mendapatkan pengetahuan yang mendasari pendapatnya dari hasil pendidikan di bangku kuliah, sedangkan untuk guru senior, pengalaman beliau yang sudah mengajar lebih dari 10 tahunlah yang melatar belakangi pengetahuan mereka mengenai pemahaman karakteristik siswanya. a.3). Pemahaman karakteristik peserta didik saat pembelajaran dalam kelas a.3).a). Pemahaman guru tentang karakteristik Non Akademik peserta didik Pemahaman guru tentang karakeristik peserta didik non akademik salah satunya ditunjukkan dengan kemampuan guru mengenal atau mengetahui nama peserta didik dan latar belakangnya. Pengenalan guru

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 terhadap peserta didiknya ditunjukkan oleh masing-masing guru dalam kegiatan pembelajaran yang dijabarkan lebih lengka dibawah ini. Pemahaman guru A terhadap karakteristik non akademik siswa, ditunjukkan dengan sikap guru saat pembelajaran yang sering melemparkan pertanyaan pada siswanya dengan menunjuk langsung siswa yang bersangkutan (memanggil namanya). Pemanggilan nama siswa secara acak menunjukkan guru A, mengenal sebagian besar nama siswanya. Hal itu terungkap dalam cuplikan kegiatan pembelajaran tanggal 22 Oktober 2012 di kelas VII.2 berikut (00.27 – 00.36) “apa yang dimaksud dengan unsur, apa yang dimaksud dengan unsur, unsur apa?” (00.44 – 00.45) “yak apa, Andra yak?” (01.04 – 01.10) “apa unsur? Lusy” selain itu pemanggilan nama juga pernah dilakukan guru ketika guru mengatur tempat duduk kelompok saat di laboratorium, ditunjukkan dalam kutipan kegiatan pembelajaran tanggal 23 Oktober 2012 di kelas VII.2 berikut (00.00 – 02.10) “duduk sesuai kelompok yang kemarin” “duduk per kelompok, Arka perkelompok mana?” “udah, tasnya gimana tasnya, tasnya ditaruh” “kamu sana, Danang sama si Dhimas sini” demikian juga untuk kelas VII lainnya yang kelasnya juga diajar oleh Guru A, guru juga tau sebagian besar nama siswanya. Hal itu terungkap

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 dari cuplikan kegiatan pembelajaran tanggal 29 Oktober 2012 di kelas VII.1 berikut (00.00 – 00.15) “apa Rizki, zat? Ulangi sik, ulangi” (00.16 – 00.24) “Cintya, zat apa?” Pengenalan guru A terhadap peserta didik juga menyangkut latar belakang peserta didiknya, salah satu contohnya ada siswa yang jarang masuk dan nilainya dari ulangan harian ke dua sampai sekarang belum masuk daftar nilai, seperti yang terekam dalam hasil wawancara berikut “Hanya Alexsius tadi, dari ulangan 2 sampe tadi (nilainya) belum masuk” “Jarang masuk” namun guru A hanya sebatas mengetahui informasinya saja, rencana untuk memarahi siswa tersebut ada, tapi ketika dipanggil, siswanya menghilang, jadi guru A hanya merasa kapasitasnya cukup dengan melaporkan kejadian tersebut kepada wali kelas, menurutnya semuanya hak wali kelas. Jika siswa yang bersangkut masih tetap tidak beres dalam pelajaran yang diampunya, guru akan bersikap keras, seperti yang terlihat dalam wawancara berikut “Saya paling bilangin ke wali kelas, itu kan urusan wali kelas, saya gak berani sampe dekat sampe gimana” “Paling bilang ke wali kelas sekali dua kali, kalo (siswanya) masih tetap (bandel) gitu, yah antepin aja, mau nilai merah ya merah, mau nilai bagus, ya bagus” Pemahaman guru B terhadap karakteristik non akademis siswa, juga ditunjukkan guru B dengan menghafal nama sebagian besar

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 siswanya, terutama siswa yang butuh perhatian khusus, seperti yang diungkapkan dalam wawancara berikut “Ya sebagian besar hapal tapi tidak semua, khususnya anak-anak yang butuh perhatian khusus, taruhlah misalnya butuh perhatian khusus ada beberapa siswa yang mungkin agak” pemahaman diatas ditunjukkan saat siswa yang harus remidi yang kedua kalinya, dipanggil untuk mengerjakan tugas khusus di luar kelas seperti yang terekan dalam kegiatan pembelajaran tanggal 31 Oktober 2012 di kelas VII.F berikut (02.57 – 07.21) “Ivan, mana Ivan, kalau mau belajar dulu ya dibenahi dengan baik, sudah diberi kemudahan dengan soal yang sama” “Terus ini, Daniel dibenahi dengan yang ini, soalnya juga sama” “Miracle” “Robertus” hal yang sama juga dilakukan guru ketika memindahkan posisi duduk siswanya dikelas, seperti yangt erlihat pada kegiatan pembelajaran tanggal 12 November 2012 di kelas VII.F berikut (05.00- 06.50) “Baik, ya minta Yudha coba pindah sebelah sana” “Iya iya sana” Untuk guru C, guru C tidak menujukkan sikap guru memahami karakteristik siswa non akademis, pada kegiatan hafal nama ini, misalnya menyebut nama siswanya seperti yang dilakukan guru A dan guru B. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas, mengenal atau mengetahui nama siswa memang tidak diharuskan, namun guru diwajibkan

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 menciptakan kegiatan pembelajaran yang dialogis. Pembelajaran yang dialogis dimungkinkan untuk memberi kesempatan dari dua sisi, baik guru atau siswa, dapat terlibat aktif. Dalam kenyataannya, mengenal nama siswa hanya ditunjukkan saat itu oleh guru A (guru muda) dan guru B (guru senior), namun diluar batasan guru sebaiknya mengenal nama siswanya, masingmasing guru menunjukkan usaha untuk selalu menciptakan kegiatan pembelajaran yang dialogis, dengan selalu memberikan kesempatan bagi para siswanya untuk bertanya, menjawab, berpendapat secara aktif dalam proses pembelajaran. a.3).b). Pemahaman guru tentang karakteristik Akademik peserta didik Selain karakteristik non akademik yang sudah dijabarkan diatas, karateristik akademik tentu tidak dapat dilupakan, pengetahuan tentang potensi siswa, bekal ajar awal, dan kesulitan belajar, menjadi bagian dari beberapa indikator bahwa guru memahami karakteristik akademis siswanya. a.3).b).i. Potensi diri peserta didik Pengetahuan guru mengenai potensi diri siswa, menjadi salah satu indikator pemahaman guru mengenai karakteristik siswanya. Potensi potensi akademik yang ditemukan guru pada diri peserta didiknya akan dijabarkan dibawah ini.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Guru A menyebutkan sudah beberapa siswa yang mempunyai potensi potensi khususnya dibidang akademik, sampai pernah mengikutkan sertakan siswanya tersebut dalam Lomba Sains, seperti yang diungkapkan dalam wawancara berikut “O ketemu banyak itu, di kelas 7.2 ada 5 anak, di kelas 7.1 ada 3 lah. Malah di kelas 7.2 paling bagus tuh, ada yang menonjol banget. Di kelas 7.1 kan sebenarnya lebih bagus (peringkat kognitifnya), malah (ketemu yang punya potensi) cuma tiga. Kemarin kan ada lomba sains ya kalah” Untuk guru B, pemahaman potensi siswanya secara individual memang belum begitu dikuasahi karena nilai akhir semester satu belum ada, namun pemetaan tentang potensi potensi siswa sudah berjalan, dengan adanya pengamatan nilai ulangan harian, tengah semester, dan sikap di kelas, seperti yang diungkapkan dalam wawancara berikut “ya secara individual klasikal belum, karena nanti targetnya sampai semester satu. Jadi kalau secara akademis itu akan terlihat dari hasil belajar. Secara proses sudah mulai, jadi pemetaan tadi sudah mulai dari hasil mid itu ya, namun itu semua kan masih dalam bentuk konteks proses” Bagi guru C, guru C mengungkapkan bahwa beliau mengetahui potensi potensi yang dimiliki anak didiknya dan langsung bisa mengelompokannya dalam tiga tingkatan, tinggi, sedang, dan rendah (kemampuan akademisnya), seperti yang terlihat dalam kutipan wawancara berikut “ya tau, kalau saya langsung kategori rendah, sedang atau cukup,kemudian tinggi, pinter gitu, jadi mudah sekali”

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 guru C bisa melihat potensi siswa dan mengelompokkannya menjadi beberapa tingkatan, didasarkan pada hasil nilai siswa dan aktivitas siswa di kelas, seperti yang disampaikan dalam kutipan wawancara berikut “ketika ulangan, ketika aktivitas di kelas, ketika aktifnya di kelas itu” Potensi khususnya dibidang akademik dari peserta didik, dapat dilihat secara umum setelah melaksanakan beberapa kali kegiatan pembelajaran di dalam kelas, masing masing guru mengungkapkan bahwa para guru mengetahui potensi akedemik siswa secara umum itu dari hasil nilai ulangan harian atau tugas, dan pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung. Pemahaman dan pengetahuan mengenai potensi akademik peserta didik diperlukan guru sebagai gambaran awal kemampuan akademis siswanya secera menyeluruh, yang nantinya akan digunakan untuk pertimbangan guru untuk selanjutnya merencanakan pengembangan siswa itu sendiri. Setelah megetahui potensi khususnya di bidang akademik yang ada pada peserta didiknya, guru juga dilihat apakah ada perlakuan dan sikap khusus bagi peserta didiknya yang berpotensi lebih ataupun siswa dengan potensi kurang, akan dijabarkan dan ditunjukkan dalam pembahasan dibawah ini. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas guru A, anak-anak dengan potensi khusus diatas, belum mendapat perlakuan khusus, mereka

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 masih diperlakukan sama dengan teman-teman lainnya, seperti yang terungkap dalam wawancara berikut “Belum ada sampai saat ini” Perlakuan khusus pada siswa yang berpotensi mungkin belum terlalu tampak nyata untuk guru B, hanya ada sedikit pemindahan posisi duduk siswa agar siswa yang kurang berpotensipun dapat dikondisikan seperti yang terungkap dalam wawancara berikut “ya kalau anak-anak misalnya owh si A ini secara akademis kurang ternyata dia di kelas ribut, ya ini kan harus kita sesuaikan, berarti anak ini supaya tidak, apa ya, bisa konsentrasi dalam belajar, kita pindahkan” Hal tersebut tampak dalam sikap guru B dalam kelas, diantaranya memindahlan siswa yang dianggapnya mempunyai potensi lemah, seperti yang terjadi pada peristiwa pembelajaran pada tanggal 5 November 2012 di kelas VII.F berikut (05.00- 06.50) “Baik, ya minta Yudha coba pindah sebelah sana” “Iya iya sana” selain dipindahkan, sikap guru B saat pembelajaran tampak dengan memberi kesempatan siswa yang mempunyai potensi akademik lebih dan berani, untuk menjelaskan secara singkat di depan kelas kepada teman-temannya suatu materi, sebelum guru menjelaskannya kembali, seperti yang terekam dalam proses pembelajaran tanggal 31 Oktober 2012 di kelas VII.F berikut (21.24 – 21.34) “Silahkan sekarang yang mau mencoba menjalaskan”

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 “proses destilasi, tadi berdasarkan titik dididh” dikatakan proses pemisahan seperti halnya guru B, perlakuan khusus diberikan kepada siswa yang akademis kurang atau siswa yang menonjol karena kurang perhatian orang tuanya. Perlakuan khusus tersebut diantaranya adalah membicarakan permasalahan siswa tersebut kepada wali kelasnya, seperti yang terlihat pada kutipan wawancara berikut “ya biasanya iya, ada, misalnya yang terlalu menonjol gitu mungkin anak yang kurang perhatian terus terlalu menonjol, itu yang kita berhubungan dengan wali kelas” Selama kegiatan pembelajaran di kelas, guru C tidak menunjukkan pemahamannya tentang potensi siswanya, seperti yang beliau ungkapkan, guru hanya menunjukkan bahwa guru berusaha mengetahui potensi masing-masing siswa dengan memberikannya tugas rumah, hal itu terekam dalam video proses pembalajaran tanggal 29 Oktober 2012 di kelas VII.A dalam durasi waktunya 00.12 – 14.20. Pada dasarnya peserta didik dengan potensi tertentu khususnya akademik, membutuhkan pendampingan yang ekstra dari guru. Perlakuan khusus untuk peserta didik berpotensi khusus belum terlalu tampak dalam proses pembelajaran pada ketiga guru diatas, namun beberapa perlakuan yang menyangkut konseling akademis dan konseling sosial pribadi sudah tampak dilakukan, misalnya salah satu guru juga sudah berusaha mengkondisikan kelas supaya siswa yang berpotensi lebih atau kurang berpotensi tidak berkumpul jadi satu kelompok saja dalam kelas.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 a.3).b).ii. Pengetahuan guru tentang bekal ajar awal peserta didik Pengetahuan guru mengenai bekal ajar awal siswa, merupakan salah satu indikator guru memahami karakteristik siswanya terutama di bidang akademik. Pengetahuan awal siswa, merupakan pengetahuan awal yang sudah dimiliki siswa sebelumnya sebelum siswa mengembangkannya dalam suatu kegiatan pembelajaran yang akan diikuti. Pengetahuan ajar awal ini, berpengaruh pada kesiapan siswa mengikuti kegiatan pembelajaran yang akan disampaikan guru. Semakin siap siswanya dalam menerima pelajaran yang akan disampaikan, semakin menyenangkan dan efektif suatu pembelajaran itu. Menurut Guru A, guru A malahan belum paham jika ada kegiatan untuk mengindetifikasi kemampuan awal siswa atau bekal ajar awal siswa, seperti yang dikemukakan saat wawancara berikut “Itu saya belum tau malah” Namun dalam proses pembelajaran dikelas, meskipun guru belum mengetahui adanya bekal ajar awal siswa, guru sering memberikan pertanyaan mengenai materi yang akan dibahas ataupun yang sudah dibahas pada pertemuan sebelumnya, seperti yang ditunjukkan dalam rekaman pada tanggal 22 Oktober 2012 di kelas VII.2 berikut (00.27 – 00.36) “Apa yang dimaksud dengan unsure, apa yang dimaksud dengan unsur, unsur apa?”

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 pertanyaan yang diajukan guru A mengenai materi sebelumnya juga terlihat dari video pada tanggal 23 Oktober 2012 di kelas VII.2 berikut (05.25 – 06.55) “Kemarin menghitung volum benda yang teratur, gampang t, kaya kubus, balok, apalagi kemarin, bola, rumusnya apa kemarin” “volume kubus apa, volume kubus?” pada kenyataannya pertanyaan sebelum materi dimulai yang membahas materi sebelumnya juga di lontarkan guru kepada siswa di kelas lain yang diampunya, seperti yang terekam pada tanggal 29 Oktober 2012 di kelas VII.1 berikut (00.16 – 00.24) “Cintya, zat apa?” (01.01– 01.26) “balik lagi ke unsur dulu, apa unsur pengertiannya? Apa unsur apa unsur? Coba belakang Andi” Bagi guru B, guru tidak menggali dari pengetahuan awal, namun guru lebih menggali pada pengetahuan untuk kesiapan belajar siswa guna mengikuti materi yang akan diajarkan selanjutnya, seperti yang diungkapkan dalam wawancara berikut “ya, kami lebih cenderung bukan menggali dari awal situ tapi dari kesiapan anak untuk menerima materi” dari pernyataan diatas, guru B juga mengungkapkan cara beliau untuk memahami kesiapan anak belajar atau pengetahuan awal anak mengenai materi dilakukan dengan mengajukan pertanyaan lesan, tanpa ada test tertentu sebelum masuk ke materi, seperti terekam dalam wawancara berikut

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 “pertanyaan-pertanyaan secara lisan dan nanti akan dilihat dari hasil yang lain, jadi tidak ada pre test khusus untuk mengetahui siswa” Dalam kegiatan pembelajaran di kelas, peneliti menemukan bahwa guru B, mengajukan pertanyaan lisan pada siswanya, pertanyaan itu lebih pada pertanyaan untuk mengulang materi pada pertemuan sebelumnya sepertinya yang dilakukan guru A, seperti yang ditunjukkan dalam hasil observasi pada 24 Oktober 2012 di kelas VII.F berikut (08.28 – 09.25) “baik, kalau begitu saya coba tanya dulu, taukah sifat basa itu apa saja?” “iya, sifat basa?” “pH diatas tujuh, ya” “Apa?” “maksudnya untuk menetralisir, menetralkan asam, ya, terus?” “korosif, yak” Bagi guru C, bekal ajar awal siswa itu bisa dianggap pengaturan awal yang dimiliki siswa, yang berguna untuk mengetahui pengetahuan siswa sampai dimana terutama untuk materi-materi yang sekiranya di SD sudah dipelajari, seperti yang diungkapkan dalam wawancara berikut “seperti pengatur awal itu, seperti pengatur awal apa yang dia miliki itu” “tujuannya untuk mengetahui kemampuannya sampai dimana…” guru C mengungkapkan usahanya dalam mengetahui pengaturan awal siswa itu dilakukan dengan cara pemberian maxsimal 10 soal mengenai materi yang akan diajarkan, ataupun pertanyaan yang bersifat lisan. Namun pemberian soal atau pertanyaan lisan untuk mengetahui pengaturan awal siswa tidak selalu guru C berikan, hanya diberikan

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 pada materi yang mungkin ada kaitannya dengan mmateri di SD yang sudah pernah diberikan, seperti terlihat dalam hasil wawancara berikut “Paling sepuluh soal aja atau mungkin pertanyaan lisan untuk mengingat kembali, kalau dalam materi kalor tadi diingatkan materi suhu” “tapi tidak terus menerus lo ya, artinya paling gak, misalnya ada kaitan yang menonjol itu, misalnya suhu dengan kalor itu saya ulang, misal gaya, SD itu banyak gaya sudah diajarkan. Maka di SMP kelas dua itu diberi pengatur awal, diingatkan kembali materi” Dalam proses pembelajaran dalam kelas, peneliti belum menemukan proses identifikasi pengetahuan awal siswa atau bekal ajar awal siswa pada kelas guru C. Belum ada soal pretest ataupun pertanyaan lisan, dalam proses pembelajaran guru memang pernah mengulas materi sebelumnya seperti yang dilakukan guru A dan guru B, tapi guru C tidak mengajukan pertanyaan namun hanya penjelasan ulang mengenai materi sebelumnya, seperti yang terlihat dalam rekaman tanggal 1 November 2012 di kelas VII.A berikut (03.05 – 04.30) “tujuan kemarin sudah, mengambil zat pengotor, mengambil zat yang bermanfaat.” “yang dijadikan dasar pemisahan campuran ukuran partikel....” “metode merupakan....” “pengayaan merupakan pemisahan campuran yang terdiri dari zat-zat padatan dengan ukuran yang berbeda” “no dua, dikantir, pemisahan campuran yang zat penyusunnya berupa cairan dan padatan, digunakan untuk pemisahan cairan dan padatan, dimana padatannya dapat mengendap, contohnya, ini misalnya, sekarang sudah bisa, bisa dilakukan, misalnya air tanah ya, setelah partikel mengendap di dasar tabung, kemudian mengeluarkan cairang dari tabung dengan hati-hati atau dapat dilakukan dengan menggunakan pipet”

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Dalam proses pembelajaran, salah satu faktor yang perlu diperhitungankan adalah faktor input. Bekal ajar awal merupakan salah satu bentuk input yang ada dalam diri siswa. Dalam proses pembelajaran, pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada jenjang pendidikan tertentu diharapkan dimulai dengan tingkat penguasaan materi pelajaran jenjang sekolah sebelumnya. Misalnya, tingkat penguasaan materi pelajaranyang memadai di SMP akan mendorong dan memperlancar pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada jenjang pendidikan SMU. Sebaliknya, jika tingkat penguasaan materi pelajaran yang rendah di SMP akan sangat menghambat pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada jenjang pendidikan SMU. Bekal ajar awal merupakan kunci dalam rancangan pembelajaran dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Jika bekal ajar awal ditetapkan secara keliru,maka proses pembelajaran awal bisa terlalu sulit atau terlalu mudah bagi siswa. Ketidaksesuaian kondisi awal siswa dengan perencanaan pembelajaran juga akan menyebabkan tidak efektifnya proses pembelajaran dan tidak tercapainya tujuan pembelajaran dan yang telah ditetapkan. a.3).b).iii Pengetahuan guru tentang kesulitan belajar peserta didik Kesulitan belajar siswa dijadikan salah satu indikator peneliti untuk melihat pemahaman guru mengenai karakteristik akademik siswanya. Kesulitan belajar dapat dilihat jika guru selalu

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 memperhatikan siswanya di setiap kegiatan pembelajaran. Selain dapat dilihat dari hasil atau nilai ulangan, kesulitan belajar juga bisa ditemukan saat kegiatan pembelajaran di kelas terjadi. Kesulitan belajar hendaknya segera diketahui guru, sehingga guru dapat mengambil langkah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Identifikasi yang terakhir mengenai pemahaman siswa bidang akademis adalah kemampuan mengindetifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik. Bagi guru A, kesulitan belajar fisika yang ditemui dari diri peserta didik itu bukan kesulitan memahami konsep tetapi kesulitan bagian matematiknya, seperti yang diungkapkan dalam wawancara berikut “Ya jarang, paling ya matematik” pernyataan guru A didukung dengan pernyataan beliau mengenai kelemahan siswanya di bidang matematik seperti yang terlihat dari hasil wawancara berikut “O ya waktu saya kasi soal awal itu, mereka langsung bengong, kayak yang bingung gitu, padahal kan cuma 0, bagi, wah janganjangan parah ini,ada feeling seperti itu. Ternyatamalah bener. Awalnya gak ada pikiran, ini paling udah bisa lah, karena udah dari SD. Wah ternyata para, ini pondasi awalnya gak tau, parah banget, perkalian aja masih dibimbing” Melihat keadaan siswanya seperti itu, guru A dalam proses pembelajaran selalu tampak menyelipkan sedikit materi matematika, perkalian, pembagian, ketika membahas soal bersama, ataupun guru

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 sengaja memberikan soal mencongak yang berisi perkalian dan pembagian, seperti yang terekam dalam proses pembelajaran tanggal (09.19 - -09.24) “coba, 3,6 dibagi 4?” (12.47 – 12.51) “7,2 dibagi 5?” Selain guru A, guru B juga menemukan kesulitan belajar pada siswanya adalah kesulitan hitungan dan pengaplikasiannya, tapi itu hanya sebagian kecil saja. Menurut guru B, kesulitan belajar itu bukan karena tidak mampu namun karena kekurang gigihan siswanya dalam belajar, seperti yang diungkapkan dalam wawancara berikut “Kalau sulit belajar secara makro koq ya gak ya, mungkin kalau dalam mengitung, mengaplikaskan itu, tapi dari segi itu sebenarnya bukan karena anak itu tidak mampu, tapi anak itu kurang gigih dalam belajar…” Guru B menyimpulkan bahwa siswa itu bukan bisa pada saat itu juga, mungkin saat siswa sudah kelas dua dan membahas materi yang berhubungan dengan kelas sebelumnya, siswa akan menjadi lebih lancar, maka guru B memiliki cara pendampingan dengan tekun, dan sabar bagi siswa yang mempunyai kesulitan dalam belajar seperti yang diungkapkan dalam wawancara berikut “Jadi berdasarkan pengalaman, kalau saya simpulkan itu begini, jadi anak itu akan bisa bukan saat itu, tapi mungkin nanti di kelas dua dia akan juga semakin lancar jadi apa yang diberikan di kelas satu dia ingat, nah itu kuncinya ada di belajar kontinue” “Memang beberapa, ada anak yang belum, ini memang apa ya, butuh kesabaran, butuh waktu, dan pendampingan jelas secara khusus jelas, mulai pemanggilan, kontak dengan orang tuanya itu jelas, sekaligus juga karena yang namanya orang tua juga tahu,

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 dan minimal nanti kalau ada hal-hal yang terkait dengan siswa terutama tentang nilai dan lainnya, orang tua bisa tau Pernyataan guru B dalam wawancara dibuktikan dengan adanya pelaksanaannya di kelas saat proses pembelajaran berlangsung. Guru B mengajukan pertanyaan mengenai materi pertemauan sebelumnya, sebelum beliau melanjutkan materi pada hari itu, terekam dalam kegiatan pembelajaran tanggal 24 Oktober 2012 di kelas VII.F berikut (07.50 – 08.25) “Saya akan mengingatkan lagi apa ya sudah kita pelajari tentang asam, basa, garam” “Sampai pada?Sampai pada? (08.28 – 09.25) “baik, kalau begitu saya coba tanya dulu, taukah sifat basa itu apa saja?” “iya, sifat basa?” tindakan guru B tersebut juga dilakukan pada hari lainnya, tanggal 5 November 2012 di kelas VII.F berikut (08.39- 09.08) “Terus coba cek n ricek, kemarin kalau tidak salah saya sudah mencapaikan sampai pada pemisahan campuran, beberapa metode pemisahan campuran, apa saja?” Dalam proses pembelajaran, pendekatan guru B terhadap siswanya belum begitu nampak, hanya saja pada satu pertemuan, guru B memberikan kesempatan khusus pada beberapa anak yang nilai ulangan belum tuntas walaupun sudah diremidi dua kali, seperti yang terekam dalam video tanggal 31 Oktober 2012 di kelas VII.F berikut (07.23 – 07.30) “Terus berikutnya, ini sudah tak beri remidi dus kali masih ada juga yang belum serius, maka saya minta untuk dibenahi diluar”

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Bagi guru C, kesulitan yang banyak dihadapi siswa itu adalah mengenai rumus, symbol-simbol dalam rumus. Banyak siswa yang kadang tidak bisa mengerjakan soal karena tidak bisa memasukkan hitungan pada rumus fisika yang tersedia, seperti yang diungkapkan dalam wawancara berikut “Siswa itu rumus, rumus itu dia gak ngerti, bener-bener sudah sekali untuk menghapal misalnya kecepatan, v pak, mana v apa gak volume” “Dia nulis tapi tidak ngerti, dia nulis tai tidak ngerti rumus itu apa dia gak ngerti, dia bisa ngitung tapi tidak bisa memasukkan, iya dia bisa ngitung sebenarnya tapi gak bisa memasukkan. Misalnya f = m kali a, diketahui ya, gaya ini, dia gak tau jawab f sama dengan m kali a itu mau ditaruh dimana dia gak ngerti” Dalam proses pembelajaran dalam kelas, peneliti belum menemukan proses identifikasi pengetahuan awal siswa pada kelas guru C. Belum ada soal pretest ataupun pertanyaan lisan, dalam proses pembelajaran guru memang pernah mengulas materi sebelumnya seperti yang dilakukan guru A dan guru B, tapi guru C tidak mengajukan pertanyaan namun hanya penjelasan ulang mengenai materi sebelumnya, seperti yang terlihat dalam rekaman tanggal 1 November 2012 di kelas VII.A berikut (03.05 – 04.30) “tujuan kemarin sudah, mengambil zat pengotor, mengambil zat yang bermanfaat.” “yang dijadikan dasar pemisahan campuran ukuran partikel....” “metode merupakan....” “pengayaan merupakan pemisahan campuran yang terdiri dari zat-zat padatan dengan ukuran yang berbeda” “no dua, dikantir, pemisahan campuran yang zat penyusunnya berupa cairan dan padatan, digunakan untuk pemisahan

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 cairan dan padatan, dimana padatannya dapat mengendap, contohnya, ini misalnya, sekarang sudah bisa, bisa dilakukan, misalnya air tanah ya, setelah partikel mengendap di dasar tabung, kemudian mengeluarkan cairang dari tabung dengan hati-hati atau dapat dilakukan dengan menggunakan pipet” Dalam penjelasan masing-masing guru, peserta didik sebagian besar mengalami kesulitan dibagian bahasa dan algoritmanya. Kesulitan bahasa terlihat ketika siswa sulit menterjemahkan soal dalam bahasa fisika atau symbol-simbol fisika, sedangkan kesulitan algoritma juga dirasakan ketika siswa tidak bisa lancar menghitung hasil perhitungan soal fisika dengan lancar. Kesulitan dalam menggunakan strategi dan skema juga ditemukan dalam diri siswa, dimana siswa tidak langsung bisa meteri yang diberikan saat itu juga seperti yang sudah disampaikan oleh salah satu guru. Untuk indikator akademis yang terakhir, kesulitan belajar kebanyakan ditemui oleh ketiga guru tersebut dengan kesulitan belajar dan penyelesaian mereka masing-masing. Kesulitan belajar perlu diidentifikasi karena berhubungan dengan proses perkembangan siswa selanjutnya, jika terhambat dan tidak segera diselesaikan maka akan memperngaruhi perkembangan pengetahuan siswa berikutnya. Dari data dan penjelasan diatas, dapat diketahui bahwa masingmasing guru mempunyai pendapatnya sendiri mengenai apa yang harus diketahui dari diri siswanya. Guru A sebagai yang diketahui baru saja selesai dari bangku kuliah, masih mengacu pada hasil belajar yang mungkin pernah didapat di bangku kuliahnya.Sedangkan untuk guru B

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 dan Guru C, yang lebih belajar dari pengalaman mengajar yang jauh lebih lama, berpendapat bahwa kesiapan belajar dan perkembangan belajar siswa yang harus diketahui. Pengamatan terhadap aspek fisik dan aspek intelektual siswa dapat terus dikembangkan seiring dengan berjalannya waktu dan keseringan guru dalam melakukan pembelajaran dalam suatu kelas, namun aspek psikis yang secara tidak langsung berpengaruh pada perkembangan pendidikan anak, tidak begitu saja dapat tampak dalam diri seorang siswa. Melihat keempat indikator pemahaman masing-masing guru terhadap siswanya baik dalam bidang non akademik ataupun dalam bidang.Guru A dan B lebih memahami siswanya dalam bidang non akademik, disamping memang guru B adalah wali kelas dari kelas VII.F yang diajarnya. Hal itu terlihat dari guru A dan B yang hafal sebagian besar nama siswanya. Mengingat nama merupakan salah satu usaha guru secara tidak langsung, untuk memahami aspek psikis siswa. Hafal nama siswa bukan berarti hanya hafal namanya saja tapi guru juga paling tidak mengetahui bagaimana sikap siswanya siswanya tersebut dalam kelas yang nantinya bisa menimbulkan motivasi dalam diri siswa tersebut karena merasa diperhatikan. Melihat pembahasan diatas maka dapat disimpulkan dalam tabel penguasaan karakteristik siswa oleh guru

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Tabel 4.3 Pemahaman guru mengenai karakteristik peserta didik Guru A (yunior) Guru B (senior) Guru C (senior) PENDAPAT GURU TENTANG KARAKTER PESERTA DIDIK YANG PERLU DIKETAHUI GURU Hal yang perlu diketahui Hal yang paling penting Hal yang harus diketahui dari diri siswa antara lain diketahui dari diri siwa dari dalam diri siswa adalah aspek afektifnya, adalah kesiapan anak perkembangan usia, mental, psikomotoriknya, dan untuk belajar dan penguasaannya afektifnya namun yang menjadi priorotas guru adalah sikap siswa ALASAN PERLUNYA GURU MEMAHAMI KARAKTERISTIK PESERTA Alasan aspek kognitif, Alasannya karena Alasan perlunya mengetahui psikomotorik, dan afektif informasi awal dari anak tingkat kemampuan diri wajib diketahui guru didiknya digunakan siswa adalah supaya karena sudah merupakan sebagai informasi awal nantinya guru bisa syarat yang harus diketahui untuk pemetaan kondisi menyampaikan materi yang dalam diri anak didik siswa secara klasikal, sederhana, sesuai dengan kondisi siswa mana yang tingkat perkembangan siswa, butuh perhatian khusus yang mudah dimengerti dan pendampingan lebih siswa KARAKTERISTIK SISWA NON AKADEMIK PEMAHAMAN GURU MENGENAI NAMA PESERTA DIDIK Guru mengenal sebagian Guru mengenal sebagian Guru tidak mengenal besar nama siswanya besar nama siswanya sebagian besar nama siswanya KARAKTERISTIK SISWA AKADEMIK

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 PEMAHAMAN GURU MENGENAI POTENSI PESERTA DIDIK Guru mengetahui potensi Guru mengetahui potensi Guru mengetahui potensi siswanya dan belum ada siswanya dan penerapan siswanya tapi tidak ada perlakuan khusus dalam perlakuan khusus itu hanya perlakuan khusus dalam kelas untuk siswa yang sebatas penentuan posisi kelas bagi siswa yang berpotensi duduk di kelas berpotensi PEMAHAMAN GURU MENGENAI BEKAL AJAR AWAL SISWA Guru tidak mengetahui apa Guru mengetahui apa itu Guru mengetahui bekal apa itu bekal awal ajar siswa, bekal awal ajar siswa, dan itu awal ajar siswa, tapi guru tapi guru secara tidak guru secara tidak langsung tidak langsung menerapkan langsung menerapkan menerapkan adanya adanya perilaku untuk adanya pertanyaan umpan pertanyaan umpan balik mengindetifikasi bekal ajar balik bersifat lisan bersifat lisan mengenai ala siswa mengenai materi materi sebelumnya sebelumnya PEMAHAMAN GURU MENGENAI KESULITAN BELAJAR SISWA Guru mengetahui kesulitan Guru mengetahui kesulitan Guru mengetahui kesulitan belajar siswa dan dalam belajar siswa dan dalam belajar siswa dan dalam proses pembelajaran proses pembelajaran proses pembelajaran mencoba mencoba mencoba menyelesaikannya menyelesaikannya menyelesaikannya b. Mengembangkan Kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu Kurikulum bisa diartikan dalam beberapa pengertian, salah satunya pengertian kurikulum itu berarti perencanaan pembelajaran yang akan

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 dilaksanakan oleh guru. Karena dianggap salah satu bagian penting dalam suatu proses pembelajaran, penyusunan dan pengembangan kurikulum masuk dalam salah satu kompetensi inti dari kompetensi pedagogik guru. Kemampuan guru dalam merencanakan suatu kegiatan pembelajaran dalam Kompetensi Pedagogik juga sangat diperlukan, apalagi pemerintah mewajibkan setiap guru untuk membuat rencana pembelajarannya sendiri, sesuai dengan kurikulum saat itu yaitu kurikulum KTSP yang berpusat pada masing-masing sekolah. Kemampuan pengembangan kurikulum oleh guru dapat dilihat jika guru sudah mampu menentukan tujuan pembelajaran khususnya pelajaran Fisika, menentukan pengalaman belajar yang sesuai dengan tujuan, menata materi sesuai dengan karakteristik siswa, dan pemilihan instrumen penilaian yang diberikan. Indikator kemampuan guru mengembangkan kurikulum dapat dlihat dari b.1). Kemampuan guru dalam menentukan tujuan pembelajaran Kemampuan guru dalam menentukan tujuan pembelajaran IPA, ditunjukkan dari pendapat masing-masing guru mengenai tujuan pembelajaran IPA itu sendiri. Pendapat guru mengenai tujuan pembelajarn IPA secara umum, tujuan pembelajaran secara khusus yang terlihat dalam kegiatan pembelajaran akan dijabarkan dalam pembahasan berikut ini.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Pertama untuk guru A mengenai penentuan tujuan pembelajaran fisika (IPA) diungkapkan dalam suatu pernyataan bahwa dengan belajar IPA kita bisa tahu kalau IPA alam semesta itu menunjukkan siapa Tuhan sebenarnya, seperti yang tertulis dalam ayat-ayat Kitab Suci masing masing, namun untuk saat ini, yang lebih diutamakan guru adalah pembentukan sikap sehari-hari, seperti yang terungkap dalam hasil wawancara berikut “IPA alam semesta itu, ayat-ayat Qur‟an, nanti kamu tahu siapa Tuhan sebenarnya siapa, dibuktikan dari ayat ayat Qur‟an, ayatayat alkitab, atau ayat-ayat kitab masing-masing. Tapi masa bocah sampe segitu, paling ya sikap, sehari-hari” Untuk Guru B, tujuan pembelajaran IPA adalah perkenalan anak dan mempersiapkan anak secara mental untuk mau berkembang, mau membuka wawasan pengetahuannya karena tujuan utama belajar adalah untuk membekali diri untuk hidup, dan untuk mampu memberdayakan alam dan sekitarnya, sehingga diharapkan ke depannya anak lebih kreatif dan inovatif, seperti yang diungkapkan dalam wawancara “Tujuan pembelajaran IPA. Ya karena yang namanya perkembangan ya. Perkembangan pengetahuan, ya memperkenalkan pada anak dan mempersiapkan anak untuk lebih berkembang. Menyiapkan mentalnya, supaya dia juga mau membuka wawasan lewat pengetahuan” “…..Di antara itu kan tujuan utama belajar itu kan untuk membekali diri. Dan membekali diri itu untuk bekal hidup, selain itu untuk memberdayakan alam dan sekitarnya. Nah kalo anak itu sendiri udah terbuka ke arah sana, kan dia lebih kreatif, lebih inovatif” Menurut guru C, tujuan pembelajaran IPA di SMP adalah mengenal lingkungan mereka, untuk fisika khususnya mengerti cara

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 mengukur. Untuk anak SMP, menurut guru C hanya diperlukan pengenalan saja, tidak perlu konsep yang terlalu rumit, seperti dalam wawancara berikut “Tujuan pembelajaran IPA di SMP itu ya mengenal lingkungan,…, kalau dari segi fisika, bisa mengukur, bisa mengukur lalu tentang rumus itu yang penting dia mengenal, kalau di SMP kalau saya kalau dia bisa mengukur oke, kalau untuk konsep-konsep yang tinggi itu gak usah dulu, artinya ya pengenalan aja” Selain tujuan pembelajaran IPA secara umum, tujuan pembelajaran secara khusus, untuk setiap kegiatan pembelajaran tertulis pada RPP yang disusun oleh guru, akan dilihat pelaksanaannya dalam kegiatan pembelajaran masing-masing guru, dijabarkan dalam pembahasan berikut ini. Untuk guru A dalam materi Wujud zat dan perubahannya dibuat dua pertemuan, dan pelaksanaan tujuan pembelajaran untuk kelas VII.2 adalah sebagai berikut :  Menyimpulkan bahwa massa jenis merupakan ciri khas suatu zat Terlihat dalam kegiatan pembelajaran di kelas VII.2 pada tanggal 22 Oktober 2012 berikut (54.28 – 55.03) “yang memebedakan suatu benda zat padat dilihat dari apa tadi apanya? Massa jenisnya, bukan sifat padat, lah kalau ini massanya podo, bentuke podo, yang membedakan kerapatannya ini lo, paham?” Terlihat pula dalam kegiatan pembelajaran di kelas VII.1 pada tanggal 29 Oktober 2012 berikut

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 (02.49 – 04.40) “berarti karakter dari suatu benda diperhatikan dari massa jenisnya”  Menyimpulkan pengaruh massa dan volume terhadap massa jenis suatu zat. Terlihat dalam kegiatan pembelajaran di kelas VII.A pada tanggal 23 Oktober 2012 berikut (50.04 – 55.12) “kesimpulannya apa? Jadi kesimpulannya apa?, dengarkan dengarkan, dengarkan”(guru) “bahwa massa jenis suatu benda diperoleh dari massa bagi volume” (siswa) Terlihat pula dalam kegiatan pembelajaran di kelas VII.1 pada tanggal 29 Oktober 2012 berikut (02.49 – 04.40) “kemarin dicontohkan balok kayu sama gabus, podo wae gedhene tapi kok sing gabus enteng tapi yang kayu agak berat, iki kan podo wae to, padahal volume nya podo tapi kok enteng, liat karakternya dari massa jenis  Menghitung massa jenis suatu zat Terlihat dalam kegiatan pembelajaran di kelas VII.A pada tanggal 22 Oktober 2012 berikut (34.58 – 35.41) “perhatikan, perhatikan semua, nomer dua, hitung balok tingginya 6 cm, massanya 25 kg, berapakah massa jenisnya?” tulis bukune endi?” Terlihat pula dalam kegiatan pembelajaran di kelas VII.1 pada tanggal 29 Oktober 2012 berikut

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 (31.35 – 32.28) “tiga, iki sik wae, ya no 3, gampang kuwi, massa 6000 kg, volume 20 m3 berapa massa jenisnya, inget satuan ditulis, no 3”  Mengaplikasikan konsep massa jenis dalam kehidupan seharihari. (50.04 – 55.12) Misalnya sepeda, sepeda terbuat dari apa? “besi” (siswa), wujud apa itu? “padatan” (guru), “yang bagus bahannya dari, sekarang polygon itu bahannya dari apa itu?makanya kalau kalian membeli suatu benda, ra sah ndelok bodyne atau merkke, apane, la sing di delok apane? Biasane tampilane to? La itu liat bahannya, nek mas yogo senenge badminton yo, oh ketoke apik kie titanium, titan berapa gitu asline dari titanium elek, trus ada ininya dari aluminium ringnya, mending yang karbon. Lihat bahannya jangan ndelok tampilane, kaya apa sepeda, polygon ada apalgi tuh, lihat bahannya karakteristik suatu benda, lihat bahan, ya kalau dari baja, ya dari baja mosok dari kayu. Hikmahnya apa, jika memilih suatu benda jangan lihat tampilannya tapi bahannya karakternya. Untuk guru B dalam materi Asam, basa, dan garam dibuat dua pertemuan, dan pelaksanaan tujuan pembelajaran untuk kelas VII.F adalah sebagai berikut :  Membedakan pengertian asam, basa, dan garam secara kimia Terlihat dalam kegiatan pembelajaran di kelas VII.F pada tanggal 24 Oktober 2012 berikut (10.47 – 11.41) “garam itu merupakan gabungan dari atau reaksi ya,dari asam ya reaksi dari asam dan basa yang menghasilkan garam plus air”

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Peneliti tidak melihat pembahasan mengenai pengertian asam dan basa dimungkinkan penyampaian materi pengertian asam dan basa sudah disampaikan sebelum peneliti melakukan penelitian.  Menentukan ciri-ciri zat yang bersifat asam, basa, dan garam Terlihat dalam kegiatan pembelajaran di kelas VII.F pada tanggal 24 Oktober 2012 berikut (08.28 – 09.25) “iya, sifat basa?” “Ph diatas tujuh, ya” “untuk menetralisir, menetralkan asam” “korosif, yak” “melarutkan” Untuk sifat garam, terlihat dalam kegiatan pembelajaran di kelas kelas VII.F pada tanggal 24 Oktober 2012 berikut (10.47 – 11.41) “garam biasanya gabungan atau reaksi dari asam dan basa yang menghasilkan garam dan air” Peneliti tidak melihat pembahasan mengenai ciri asam dimungkinkan penyampaian materi ciri asam sudah disampaikan sebelum peneliti melakukan penelitian.  Mengelompokan zat-zat yang bersifat asam, basa, dan garam Terlihat dalam kegiatan pembelajaran di kelas VII.F pada tanggal 24 Oktober 2012 berikut (16.05 – 17.39) “Lalu dilihat berikutnya halaman 129, silahkan dicatat, beberapa contoh garam yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, beberapa contoh garam yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari”

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 (17.40 – 17.50) “Nah Natrium Klorida atau NaCl, ditambahin ini yang disebut garam yang didapur” (18.56 – 19.56) “saya tambahkan satu, sabun deterjen” Terlihat dalam kegiatan pembelajaran di kelas VII.F pada tanggal 7 November 2012 berikut (04.32 –11.30) “Contoh dalam kehidupan sehari hari, ini ada jeruk, ingat jeruk menghasilkan asam asorbat, kemudian asam lambung, ya baik” “saya tambahkan disini asam asetat udah dicatat ya, nah ini asam polimeat dan asam butirat” Peneliti tidak melihat pembahasan mengenai pengelompokan zat yang bersifat basa dimungkinkan penyampaian pengelompokan zat yang bersifat asam dan basa sudah disampaikan sebelum peneliti melakukan penelitian.  Menggunakan alat sederhana untuk menentukan skala keasaman dan kebasaan Peneliti tidak melihat penggunaan alat sederhana untuk menentukan skala keasaman dan kebasaan. Guru hanya menjelaskan contoh bahan alami pengukur indikator keasaman seperti yang terlihat dalam kegiatan pembeajaran pada kelas VII.F pada tanggal 7 November 2012 berikut (13.14 – 15.00) “Selanjutnya tentang indicator-indikator alaminya, kemarin itu baru kunyit, ada bunga, ada pacar air, ada kamboja”

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67  Menyimpulkan hasil percobaan dan mempresentasikan Peneliti tidak melihat kegiatan percobaan dan presentasi hasil percobaan.  Mengelompokkan bahan bahan dilingkungan sekitar asam, basa, dan garam Terlihat dalam kegiatan pembelajaran di kelas VII.F pada tanggal 7 November 2012 berikut (04.32 –11.30) “Contoh dalam kehidupan sehari hari, ini ada jeruk, kemudian asam lambung” Terlihat dalam kegiatan pembelajaran di kelas VII.F pada tanggal 24 Oktober 2012 berikut (18.56 – 19.56) “saya tambahkan satu, sabun deterjen”  Menyebutkan sifat-sifat asam dan sifat-sifat basa dengan indikator alam Peneliti tidak melihat kegiatan menyebutkan sifat asam, basa, dan garam dengan indikator alam  Menyebutkan sifat-sifat asam dan sifat-sifat basa dengan indikator pH universal Peneliti tidak melihat kegiatan menyebutkan sifat asam, basa, dan garam dengan indicator pH universal.

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Untuk guru B dalam materi Unsur, Senyawa, dan Campuran dibuat enam pertemuan, dan pelaksanaan tujuan pembelajaran untuk kelas VII.F adalah sebagai berikut :  Menjelaskan pengertian unsur, dan senyawa Terlihat dalam kegiatan pembelajaran di kelas VII.F pada tanggal 7 November 2012 berikut (28.45 – 30.54) “unsur adalah, unsur adalah bagian terkecil dari suatu zat, bagian terkecil dari suatu zat, yang tidak dapat dibagi lagi, yang tidak dapat dibagi lagi, dengan reaksi kimia biasa, dengan reaksi kimia biasa” (03.26 – 05.48) “Senyawa adalah, senyawa adalah zat tunggal, yang terbentuk dari beberapa unsur, yang terbentuk dari beberapa unsur, dengan perbandingan tetap, melalui reaksi kimia, melalui reaksi kimia” Terlihat dalam kegiatan pembelajaran di kelas VII.F pada tanggal 24 Oktober 2012 berikut (00.33 – 02.14) “campuran itu, tergantung tidak melalui reaksi kimia, atau melalui perubahan perubahan fisika, perbandingannya tidak tetap, tidak terbentuk jenis baru, dan dapat dipisahkan kembali secara fisika”  Menjelaskan aturan penulisan lambang unsur Terlihat dalam kegiatan pembelajaran di kelas VII.F pada tanggal 24 Oktober 2012 berikut (00.12 – 02.42) “ada unsur yang terdiri dari satu huruf, dan ada unsur yang terdiri dari dua huruf, ntuk membedakan satu huruf dan dua huruf cara penulisannya kalau hanya satu huruf ini, ditulis dengan huruf besar atau huruf kapital, tapi kalau terdiri dari

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 dua huruf maka huruf pertamanya huruf kapital, dan huruf keduanya huruf kecil”  Menuliskan nama dan lambang unsur Terlihat dalam kegiatan pembelajaran di kelas VII.F pada tanggal 24 Oktober 2012 berikut (00.12 – 02.42) “lalu ada kalanya merupakan kelanjutan dari nama misalnya Natrium, Na, kemudian Ferum, Fe” “contoh lain misalnya, Klorida, Cl”  Menuliskan nama dan rumus kimia unsur Terlihat dalam kegiatan pembelajaran di kelas VII.F pada tanggal 24 Oktober 2012 berikut (09.43 – 13.29) “senyawa air terdiri dari dua jenis unsur yaitu dua buah atom hydrogen dan sebuah atom oksigen dalam sebuah molekul, oleh karena itu air mempunyai rumus molekul H2O”  Menuliskan nama dan rumus kimia sederhana Terlihat dalam kegiatan pembelajaran di kelas VII.F pada tanggal 24 Oktober 2012 berikut (09.43 – 13.29) “senyawa air terdiri dari dua jenis unsur yaitu dua buah atom hydrogen dan sebuah atom oksigen dalam sebuah molekul air, air ini termasuk senyawa, oleh karena itu air mempunyai rumus molekul H2O”  Menyebutkan sifat sifat unsur Peneliti tidak melihat kegiatan menyebutkan sifat sifat unsur dalam kegiatan pembelajaran.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70  Menyebutkan sifat sifat senyawa Terlihat dalam kegiatan pembelajaran di kelas VII.F pada tanggal 24 Oktober 2012 berikut (03.26 – 05.48) “Bintang berikutnya, senyawa merupakan zat baru, senyawa merupakan zat baru, yang sifatnya berbeda, senyawa merupakan zat baru yang sifatnya berbeda, dengan sifat unsur penyusunnya, senyawa merupakan zat baru yang sifatnya berbeda dengan sifat unsur penyusunnya”  Menyebutkan sifat sifat campuran Peneliti tidak melihat kegiatan menyebutkan sifat sifat campuran dalam kegiatan pembelajaran.  Membuat klasifikasi meteri secara sederhana Peneliti tidak melihat kegiatan membuat klasifikasi materi secara sederhana dalam kegiatan pembelajaran.  Mengelompokkan zat-zat kedalam campuran homogen dan campuran heterogen dalam kehidupan sehari-hari Peneliti tidak melihat kegiatan menyebutkan sifat sifat campuran dalam kegiatan pembelajaran. Terlihat dalam kegiatan pembelajaran di kelas VII.F pada tanggal 31 Oktober 2012 berikut (12.58 – 20.00) “Campuran yang homogen disebut larutan , campuran yang homogen disebut larutan, contoh larutan gula, larutan garam” “Terus bintang berikutnya, larutan heterogen dibedakan menjadi dua, maaf maaf, itu tadi campuran, campuran heterogen, campuran heterogen dibedakan menjadi dua yaitu, apa kemarin, suspensi dan koloid”

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 “Bintang berikutnya, suspensi adalah campuran ikatan dan bersifat heterogen, contoh campuran terigu dengan air, campuran kapur dengan air, campuran kapur dengan air” “kalau tadi gula dengan air menjadi larutan gula, ini gula dengan terigu, terus berikutnya tentang koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara, yang keadaannya terletak antar larutan dan…., contoh air santan, air kelapa yang diparut trus diperas, kemudian air susu, lalu air sabun, lalu ….”  Menyelidiki terjadinya perubahan wujud suatu zat Peneliti tidak melihat kegiatan menyelidiki terjadinya perubahan wujud suatu zat, siswa hanya diminta untuk mencatat perubahan zat dalam bentuk bagan pada pertemuan tanggal 5 November 2012.  Menafsirkan susunan dan gerak partikel pada berbagai wujud zat melalui penalaran Peneliti tidak melihat kegiatan menafsirkan susunan dan gerak partikel pada berbagai wujud zat melalui penalaran, tetapi guru memberikan penjelasan mengenai susunan partikel pada kegiatan pembelajaran tanggal 7 November 2012 berikut (06.05 – 06.35) “teori partikel zat untuk zat padat, susunannya teratur, jaraknya berdekatan, gaya tariknya sangat kuat, gaya tarik antar partikel, kalau ditambahkan tidak berpindah tempat, hanya bergetar” (07.20 – 08.45) “Terus yang zat cair lagi, jarak antar partikel agak berjauhan, gaya tarik menarik antar partikel lemah, terus jarak antara partikel tetap dan berpindah tempat” “Yang cair yo sambil di cek, yang cair” “Jarak antar partikel agak berjauhan, berpindah tempat, terus gaya tarik antara partikel kurang kuat atau lemah”

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72  Membedakan kohesi dan adhesi berdasarkan pengamatan Peneliti tidak melihat kegiatan membedakan kohesi dan adhesi berdasarkan pengamatan, guru hanya menerangkan pengertian dan memberikan contoh seperti yang terlihat dalam kegiatan pembelajaran pada tanggal 7 November 2012 berikut (00.00– 01.50) “Daya kohesi yang kuat menyebabkan sulit untuk dipisahkan, strip kedua, gaya tarik kohesi menyebabkan, gaya tarik kohesi menyebabkan, partikel cenderung berkumpul dengan zat sejenis” (05.00 – 07.00) “Baik sudah ya, kalau begitu, contoh kohesi, satu, antar partikel air atau antar molekul air, gaya tarik antara molekul air, yang kedua, gula dengan gula”“Terus yang contoh adhesi, gaya tarik mearik antar zat dengan pipi, tinta dengan kertas”  Mengkaitkan peristiwa kapilaritas, menikus cembung dan menikus cekung dengan peristiwa alam yang relevan Peneliti tidak melihat kegiatan mnegkaitkan peristiwa kapilaritas, menikus cembung dan menikus cekung dengan peristiwa alam yang relewan, guru hanya menjelaskan contoh peristiwa menikus seperti yang terlihat dalam kegiatan pembelajaran pada tanggal 7 November 2012 berikut (07.05 – 12.30) “contohnya air dimasukkan dalam tabung reaksi maka akan terbentuk menikus cekung, artinya gaya tarik menarik air dengan kaca lebih besar daripada gaya tarik air dengan air”

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Untuk guru B dalam materi Massa jenis dibuat dua pertemuan, dan pelaksanaan tujuan pembelajaran untuk kelas VII.F adalah sebagai berikut  Menjelaskan massa jenis suatu benda merupakan salah satu ciri khas suatu benda Peneliti tidak melihat kegiatan menjelaskan massa jenis suatu benda merupakan salah satu cirri khas suatu benda, guru hanya menjelaskan pengertian dan persamaan massa jenis seperti yang terlihat dalam kegiatan pembelajaran pada tanggal 5 November 2012 berikut (49.50 – 53.00) “massa jenis zat adalah hasil bagi massa dan volume, massa dan volume, secara matematis dirumuskan titik dua, lihat halaman 251”  Merumuskan massa jenis zat yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari Peneliti tidak melihat kegiatan merumuskan massa jenis zat yang dapat diguanakan untuk mnyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Untuk guru C dalam materi Pemisahan campuran dibuat satu pertemuan, dan pelaksanaan tujuan pembelajaran untuk kelas VII.A adalah sebagai berikut.  Menjelaskan manfaat proses pemisahan campuran Terlihat dalam kegiatan pembelajaran di kelas VII.A pada tanggal 29 Oktober 2012 berikut

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 (08.23 – 08.38) “tujuannya mengambil zat yang kotor..”  Menjelaskan dasar atau prinsip yang digunakan dalam proses pemisahan campuran Peneliti tidak melihat kegiatan menjelaskan dasar dan prinsip yang diguanakan dalam pemisahan campuran, peneliti hanya melihat guru menjelaskan tujuan dan sifat yang menjadi dasar pemisahan cempuran, seperti yang terlihat pada kegiatan pembelajaran tanggal 29 Oktober 2012 (08.23 – 08.38) “kemudian sifat yang digunakan dalam sebagai dasar pemisahan campuran itu ukuran partikel, titik didih dan kelarutan”  Menjelaskan beberaa cara memisahkan zat-zat penyusun suatu campuran Terlihat dalam kegiatan pembelajaran di kelas VII.A pada tanggal 1 November 2012, berikut (03.05 – 04.30) “pengayaan merupakan pemisahan campuran yang terdiri dari zat-zat padatan dengan ukuran yang berbeda” “no dua, dikantir, pemisahan campuran yang zat penyusunnya berupa cairan dan padatan, digunakan untuk pemisahan cairan dan padatan, dimana padatannya dapat mengendap, contohnya, ini misalnya, sekarang sudah bisa, bisa dilakukan, misalnya air tanah ya, setelah partikel mengendap di dasar tabung, kemudian mengeluarkan cairang dari tabung dengan hati-hati atau dapat dilakukan dengan menggunakan pipet (08.33 – 09 03) “no 4, sekarang sentrifugasi, ya sentrifugasi digunakan untuk memisahkan campuran yang zat penyusunnya berupa cairan dan padatan tetapi volum campuran itu sedikit sehingga sulit dipisahkan dengan fitrasi”

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 (10.37 – 10.47) “penguapan atau evaporasi, digunakan pemisahan campuran yang digunakan padatannya larut dalam cairan” (11.26 – 12.00) “no.6, gatekke no 6, pelarutan, digunakan untuk memisahan campuran yang zat penyusunnya padatan berdasarkan perbedaan kelarutannya, yang satu larut, yang satu tidak bisa larut, contoh cara pelarutannya biasanya digabung dengan cara fitrasi dan evaporasi””gimana ini contohnya bagaimana memisahkan campuran garam dengan pasir” (10.37 – 13.04) “menggunakan magnet, metode menggunakn magnet””digunakan untuk memisahkan campuran yang zat penyusunnya berupa bahan magnetik dan non magnetik, yang magnetik tertarik magnet, yang nonmagnetik tidak tertarik” (13.48 – 14.13) “sublimasi, digunakan yo, digunakan untuk memisahkan campuran yang zat penyusunnya berupa dua padatan. Kalau kelarutan tadi juga dua padatan, yang satu larut, yang satu tidak bisa larut, tapi kalau sublimasi dua  Mengetahui prinsip dilatasi untuk pemisahan campuran Terlihat dalam kegiatan pembelajaran di kelas VII.A pada tanggal 1 November 2012 berikut (15.34 – 16.22) “nomer berikutnya apa, destilasia atau distilasi, atau penyulingan namanya, penyulingan digunakan untuk memisahkan campuran berupa larutan berdsarkan perbedaan titik didihnya, jika campuran terdiri dari zat yang mempunyai titik didih yang berbeda, zat yang mempunyai titik didih lebih rendah itu akan menguap terlebih dahulu, sedangkan zat yang mempunyai titik didih lebih tinggi, nanti mengguapnya, belakangan, tapi jangan sampai menguap ” (16.52 – 17.10) “sedangkan zat yang mempunyai titik didih lebih tinggi belum menguap, hasil penguapan disebut, apa itu, destilan, destilan

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 bisa diperoleh dari hasil penguapan tadi kemudian didinginkan, cara ini digunakan untuk mendapatkan air tawar dari air laut” (17.13 –17.29) “berikutnya apa?destilasi bertingkat atau destilasi fraktinasi, cara ini sama dengan destilasi biasa tetapi titik didihnya, rentangnya tidak jauh, rentangnya tidak jauh..” (17.54 – 18.13) ”kuncinya sama, hanya ditambahi yang namanya kolom fraksinasi, kolom fraksinasi yang berfungsi untuk mencegah cairan yang bertitik didih lebih tinggi, mungkin karena menguap, karena selisih titik didihnya rendah tidak tahan melewati pendingin, kondensasi”  Mengetahui prinsip-prinsip kromatografi Peneliti melihat guru menjelaskan pengertian dan prinsip kromatografi di kelas VII.A pada tanggal 1 November 2012 berikut (23.25 – 26.10) kromatografi adalah cara pemisahan campuran untuk menguraikan campuran yang berupa partikel warna menjadi komponen-komponen penyusunnya, cara kromatografi didasarkan pada perbedaan daya absorbsi komponen warna penyusun campuran, daya absorbsi dipengaruhi oleh kecepatan gerak partikel, kelarutan dan ukuran partikel, ukuran partikel yang kecil dapat terserah oleh kromatografi, kromatografi itu untuk menguraikan komponen warna  Menjelaskan pengertian kadar zat dalam campuran Peneliti hanya menemukan kegiatan menjelaskan persamaan dan member contoh kasus persen massa dalam campuran, seperti yang terlihat di kelas VII.A pada tanggal 29 Oktober 2012 berikut (18.25 – 19.15) “kadarnya dalam campuran, kalau mau menghitung persen massa, massa yang mau dihitung, misalnya larutan gula, mau menghitung persen gulanya, gula dibagi massa larutan seluruhnya dikali 100%”

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77  Menghitung kadar zat dalam campuran Peneliti hanya melihat guru memberikan contoh soal latihan pada siswa dan dikerjakan secara bersama-sama dengan siswa kelas VII.A, pada tanggal 29 Oktober 2012 berikut (26.04 – 27.20) “diketahui volum campuran, berapa?” “2 L” (siswa) “2 L, kemudian volume hidrogen 500 ml.” “terus, yang diketahui apa lagi? Volume?” “volume H2, 500 ml”. “jadi volume O2 nya berapa?” “yang ditanyakan apa?”. “persen dari O2” Pendapat mengenai tujuan pembelajaran IPA secara umum yang diungkapkan masing-masing guru, berbeda-beda. Ada guru yang mengungkapkan bahwa tujuan pembelajaran IPA adalah untuk meningkatkan keyakinan akan kebesaran Tuhan, guru selanjutnya mengungkapkan tujuannya berfokus pada pembentukan sikap siswa untuk terus mengembangkan pengetahuannya, sedangkan guru lain mengungkapkan tujuan pembelajaran IPA berfokus pada pengenalan siswa terhadap konsep, prinsip fisika. Perbedaan pendapat guru mengenai tujuan pembelajaran IPA di tingkat SMP, menunjukan fokus yang berbeda yang ingin dicapai dari pembelajaran IPA tersebut. Tujuan tujuan tersebut dibenarkan dalam tujuan pembelajaran IPA yang tercantum dalam tujuan pembelajaran IPA yang dirumuskan pemerintah. Meskipun tujuan yang diungkapkan

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 guru tidak selengkap yang dirumuskan pemerintah, namun fokus tujuan pembelajaran IPA yang diungkapkan guru merupakan salah satu point penting dalam rumusan tujuan IPA yang dikeluarkan pemerintah. Tujuan pembelajaran IPA yang lebih rinci untuk setiap kegiatan pembelajaran, sudah dituliskan dalam setiap RPP yang dibuat masing masing guru. Tujuan pembelajaran dalam RPP yang disusun oleh masing masing guru sudah sesuai dengan tujuan setiap kegiatan pembelajaran yang diusulkan pemerintah. Terlihat bahwa tidak semua tujuan pembelajaran juga dapat dicapai oleh guru, hal ini dikarenakan mungkin karena guru yang bersangkutan mengejar materi agar dapat diselesaikan sesuai waktu yang sudah ditentukan. b.2). Kemampuan guru menentukan pengalaman belajar Point keduanya setelah mengetahui tujuan pembelajaran IPA khususnya Fisika dari masing-masing guru adalah penentuan pengalaman belajar siswa. Pengalaman belajar diperlukan siswa saat mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas, sehingga diharapkan siswa yang mengalami sendiri kegiatan atau pengalaman belajar tersebut bisa mendapatkan ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh guru. Menurut guru A, pengalaman belajar yang pernah diberikan pada siswa selain melakukan pembelajaran di kelas, guru juga pernah mengajak siswa ke laboratorium untuk praktikum atau sekedar menggunakan viewer untuk menunjukkan simulasi fisika, hal itu diungkapkan dalam wawancara berikut

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 “Pernah pake viewer, tapi mau ga mau ya disini (di laboratorium), itu 2 kali pertemuan buat kelas 7.1. Kadang (yang ditunjukkan) motivasi. Kalo fisikanya ya simulasi-simulasi, itu pasti setiap kalo udah jenuh” Pengalaman belajar yang disampaikan guru di atas, ditunjukkan dengan adanya pengalaman belajar di luar kelas, yaitu di laboratorium untuk praktikum yang terekam pada kegiatan belajar pada tanggal 23 Oktober 2012. Di sisi lain pengalaman belajar juga dilaksanakan dalam kelas, selain mendengarkan penjelasan dari guru, siswa juga pernah diberikan aktivitas pribadi seperti mengerjakan tugas pribadi atau tugas kelompok, hal itu di tunjukkan dalam video kegiatan pada tanggal 22 Oktober 2012 di kelas VII.2 berikut (23.28 – 23.35) Guru memberikan tugas pada siswa secara berkelompok “sekarang tugase, tugase” (23.36 – 30.20) Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok sesuai dengan no absennya “Adinda sampek Andre maju kedepan” dari Angga sampai David disini, Ega sampai Hendra tengah tengah, Putri sampai Leski, Eka sampai Rizki ramadhan pengerjaan tugas secara individu juga di terapkan dalam kelas seperti yang terekam dalam video tanggal 19 November 2012 di kelas VII.1 berikut (25.52 – 25.57) Guru meminta siswa membuat peta konsep seperti yang sudah dicontohkan guru “sekarang buatlah kayak mas Yogo tadi, pengen tahu, dikertas aja, dikertas kamu” Pengalaman mengajar yang diberikan guru B kepada anak didiknya juga bervariasi, bergantung pada kondisi dan keadaan siswa

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 yang diajar. Bagi guru B yang paling penting ketika beliau saat guru menyampaiakan materi, guru menyampaikan dengan serius, namun ada saat dimana guru berkomunikasi dengan siswa, guru bisa mengkomunikasikannya dengan suasana rileks, menggunakan berbagai bentuk pengalaman, seperti yang ditunjukkan dalam wawancara berikut “Terus untuk gaya mengajar tadi menyesuaikan, jadi dimana saat saya harus memang memasukkan inti yang saya sampaikan, saya harus memberikan dengan serius tapi disaat saya harus bisa mengkomunikasikan dengan anak, supaya anak itu juga ada komunikasi itu ya bisa disampaikan dengan rileks, entah itu dalam bentuk latihan, entah dalam bentuk diskusi” pernyataan guru B, dikuatkan dengan adanya beberapa pengalaman belajar yang diterima siswa, diantaranya kegiatan diskusi kelas, meminta salah satu siswa mencoba menjelaskan materi pada temannya, sedangkan temannya mendengarkan dan memberi tanggapan, seperti yang terlihat dalam video tanggal 31 Oktober 2012, di kelas VII.F berikut (21.24 – 21.34) Guru memberikan waktu pada siswa untuk menjelaskan proses destilasi sesuai dengan gambar tersebut di depan kelas “Silahkan sekarang yang mau mencoba menjalaskan” “proses destilasi, tadi dikatakan proses pemisahan berdasarkan titik dididh” dalam bentuk soal latihan juga pernah diberikan guru, seperti yang terekam dalam video tanggal 24 Oktober 2012 di kelas VII.F berikut (18.15 – 20.42) Guru menulis di papan tulis memberi latihan soal untuk dikerjakan oleh siswa Selain kegiatan dalam kelas, guru juga pernah membawa siswanya ke laboratorium, memang bukan untuk praktikum tetapi untuk

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 menunjukkan atau menjelaskan materi menggunakan media viewer tentang gambar ataupun simulasi mengenai materi pelajaran, kegiatan tersebut terekam dalam pengalaman belajar siswa pada tanggal 7 November 2012. Selain penggunaan media, pengalaman diskusi kelas juga masih di alami siswa, seperti yang terlihat dalam kegiatan pembelajaran berikut (25.57 – 27.04) “Sekarang yang kamu lihat ini, mengukur massa jenis, disini kok ada gelas ukur, kok ada timbangan bagaimana?” (27.06 – 28.51) “Yang keras coba, jelaskan pada temanmu” Kegiatan mendikte catatan juga serin dilakukan oleh guru B kepada siswa, saat dikonfirmasi alasannya, guru B menjawab bahwa dengan mendikte, memang bukan cara mendidik yang baik, namun setidaknya beliau membiasakan kebiasaan baik, proses yang baik yang setidaknya siswa terkondisikan untuk menerima materi pembelajaran, seperti yang diungkapkan dalam wawancara berikut “Tapi dibelakang itu kita akan namanya mendidik ya, mendidik itu membiasakan anak yang baik. Jadi saya masih melihatnya itu bukan metode yang baik, tapi minimal itu adalah untuk proses yang baik. Jadi bukan metode yang baik tapi proses” Pernyataan diatas diperkuat dengan terlihatnya aktivitas guru mendikte catatan siswa di kelas VII.F pada tanggal 24 Oktober 2012 berikut (12.31 – 16.04) “Lalu dilihat berikutnya halaman 129, silahkan dicatat, beberapa contoh garam yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari,

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 beberapa contoh garam yang digunakan dalam kehidupan seharihari” (28.45 – 30.54) “piye udah? Lanjut ya, owke bintang pertama, tak diktekan” “unsure adalah, unsure adalah bagian terkecil dari suatu zat, bagian terkecil dari suatu zat, yang tidak dapat dibagi lagi, yang tidak dapat dibagi lagi, dengan reaksi kimia biasa, dengan reaksi kimia biasa” "bintang kedua, unsure dalam kehidupan sehari-hari sabagai berikut” Untuk guru C, seperti halnya guru B, pengalaman belajar yang diberikan pada siswa disesuaikan dengan keadaan siswa dalam suatu kelas tertentu. Keadaan itu dapat berupa ramai tidaknya suatu kelas, tingkat kecerdasan siswanya, dll. Dalam sikap mengajar biasanya guru C santai, karena sudah terkonsep materi apa yang akan diberikan dan tidak akan beliau berikan pada siswa SMP, seperti yang terekam dalam wawancara berikut “Jadi santai tapi disini kalau belum terbentuk jaringan konsep kita akan bingung, jadi saya santai” “ya berbeda-beda, pertimbangannya keadaan kelas, pertama misalnya contoh karakter anak kok yang satu kelas tenang yang satu kelas ramai, itu ya berbeda. Kemudian yang kedua pertimbangannya peta kelas, artinya oh ini anak-anak dominasinya lebih bagus disini, tingkat kecerdasannya lebih bagus, perlakuannya lebih sanai jelas” Energi ekstra yang dimaksudkan guru C, mungkin dengan keseringan beliau menenangkan kelas yang ramai, dan mengingatkan siswanya untuk memperhatikan pelajaran, seperti yang ditunjukkan dalam video tanggal 29 Oktober 2012 di kelas VII.A berikut (28.02 – 28.06) “ jo rame, digatekke”

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 (30.10) “diperhatikan, no 6 gatekke” perlakuan semacam itu juga ditemukan pada kegiatan pembelajaran selanjutnya yang terekam dalam video tanggal 1 November 2012, di kelas yang sama yaitu kelas VII.A berikut (04.18) “gatekke!” (05.42 – 05.48) “wis, diam!” Belajar merupakan suatu proses yang terus menerus, maka bukan hal yang baru jika kita juga bisa belajar dan semakin berkembang dengan pengalaman-pengalaman yang kita dapatkan. Sesuai dengan proses pembelajaran mendidik yang seharusnya ditekankan pada kegiatan pembelajaran IPA untuk siswa SMP, pemberian pengalaman langsung untuk memahami alam sekitar secara ilmiah. Dilihat dari pengalaman belajar yang diberikan pada siswanya, masing-masing guru sedikit banyak sudah berusaha memberikan pengalaman belajar yang mengaktifkan keterlibatan siswanya, baik dengan kerja kelompok, praktikum di laboratorium, dll. Salah satu faktor pertimbangan guru untuk memberikan pengalaman belajar untuk siswanya, menurut ketiga guru ini yang terpenting adalah faktor peserta didik. Peserta didik yang terdiri dari beraneka macam karakteristik, merupakan salah satu pertimbangan bagi guru untuk memberikan pengalaman belajar, sehingga nantinya pengalaman belajar guru diharapkan bisa mengembangkan setiap siswanya secara maksimal.

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Dilihat dari ketiga guru, masing-masing guru mempunyai beraneka macam pengalaman yang akan diberikan pada siswanya yang ditunjukkan dari beraneka macam metode yang dilakukan ketika kegiatan pembelajaran, namun tetap saja, guru sama-sama berusaha agar siswa itu bisa senang dalam mengikuti pelajaran dan dapat menerima materi dengan baik sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. b.3). Kemampuan guru dalam penataan materi Hal ketiga mengembangkan yang harus kurikulum dipahami adalah guru mengenai untuk penataan dapat materi. Penataan materi perlu diperhatikan, darimana guru mengacu dan bagaimana pelaksanaanya di dalam kegiatan pembelajaran. Untuk guru A, penataan materi yang disampaikan mengikuti penataan materi yang sudah ada di buku panduan siswanya, seperti yang di ungkapkan dalam wawancara berikut “Ya, sesuai buku panduan yang udah dibagikan ke siswa, ya ikut saja” hal itu terlihat ketika materi yang disampaikan guru, sama dengan materi yang ada dalam buku panduan yang dipunyai siswanya. Sama halnya dengan guru A, guru B hanya menambahkan penataan materi dari guru B, pertama-tama mengacu pada silabus dari pemerintah, baru selanjutnya mengadakan kesepakatan dengan siswa mengenai buku apa yang akan dipakai, disamping itu, guru terkadang

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 memberikan buku tambahan, seperti yang terungkap dalam wawancara berikut “pertama dari silabus, materi dari silabus yang kedua, pegangan dari guru dan siswa artinya guru dan siswa itu mengadakan kesepakatan buku yang kita pakai untuk acuan bersama itu, lalu saya memberikan buku tambahannya. Jadi yang paling pokok dari buku yang sudah dimiliki oleh siswa itu” hal itu terlihat ketika materi yang disampaikan guru, sama dengan materi yang ada dalam buku panduan yang dipunyai siswanya, dan memang terkadang guru menambahkan materi dari buku yang dipunyai guru. Lain halnya dengan guru B, guru C hanya menggunakan silabus sebagai acuan susunan materi yang akan disampaikan, seperti yang diungkapkan dalam wawancara berikut “ya dari silabus, dari silabus kemudian urutannya apa gitu, misalnya kelas satu besaran dan satuan, pengukuran, suhu itu sesuai silabus aja” namun menurut guru C sebenarnya merasa penataan materi dari silabus tidak hirarkis, seperti yang diungkapakan dalam wawancara berikut “urutan materi itu tidak hirarkis konsep, ada yang meloncat, misalnya contohnya pemuaian sampai kalor gak masalah ya, itu kan urut seperti itu, kadang dari ini, dari besaran, satuan, pengukuran, suhu mandeg, suhu mandeg trus lanjut zat wujud, ke asam basa, molekul itu gak anu. Suhu ini sudah ditinggalkan baru nanti pemuaian dan kalor” dalam prakteknya saat kegiatan pembelajaran berlangsung penataan materi yang disampaikan guru, sama dengan penataan materi yang ada dalam silabus.

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Secara garis besar, materi pelajaran yang berisi keterampilan, pengetahuan, sikap atau nilai yang harus dipelajari membuat keberadaan materi pelajaran menjadi salah satu komponen penting dalam pembelajaran agar tercapainya kompetensi yang diharapkan. Urutan materi pelajaran perlu diperhatikan agar menjadi lebih runtut, sehingga nantinya materi tersebut saling menggembangkan namun tetap ada relevansinya. Penataan materi oleh masing-masing guru, sudah mengacu pada SK dan KD yang sudah diberikan oleh pemerintah. b.4). Kemampuan guru dalam pemilihan Instrumen penilaian Hal terakhir yang perlu dipahami guru saat mengembangkan perencanaan pembelajaran, adalah indikator dan instrument penilaian. Penilaian diperlukan dalam suatu proses pembelajaran untuk mengetahui apakah proses pembelajaran tersebut efektif atau tidak. Oleh sebab itu, indikator dan instrumen penilaian itu bisa beraneka macam tergantung pada proses pembelajaran apa yang digunakan dan apa yang akan dilihat dari diri siswa. Menurut guru A, penilaian kognitif, psikomotorik, dan afektif yang akan dilihat, namun diatas sudah dijelaskan bahwa guru A, belum bisa melihat apalagi menilai aspek psikomotorik dan afektif siswanya, diungkapkan dalam wawancara berikut “Ya itu, psikomotorik. afektif, sama kognitif. Psikomotorik di praktikum, tapi praktikum gak jalan to”

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 “Yang baru kebaca banget kan baru kognitif, afektif dan psikomotorik belum ada intrumen melihat aspek afektif dan psikomotorik” Hal itu ditunjukkan dengan tidak adanya instrumen untuk melihat aspek psikomotorik dan afektif dalam RPP, variasi untuk pemilihan instrumen kognitif sangat banyak, berupa soal PG, soal uraian, dll. Menurut guru B, penilaian kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa yang diperlukan. Penilaian kognitif bisa diambil dari hasil ulangan yang sudah sering diberikan kepada siswa, sedangkan untuk penilaian afektif dan psikomotoriknya guru belum mempunyai kriteria dan target khusus, dan hanya melihatnya secara umum, seperti yang diungkapkan dalam wawancara berikut “Gak, biasanya secara umum.Gak ada. Untuk awal-awal ya secara umum” “….terus yang kemudian aktivitas di kelas jadi kalau anak itu dari segi tatapannya, dari segi cara menjawab, itu kan mulai kelihatan afektifnya dari situ” Dalam kenyataannya, bentuk instrumen yang bervariasi ditemukan pada instrumen aspek kognitif siswa, seperti yang terlihat pada RPP guru B, sedangkan untuk aspek psikomotorik, guru biasanya menggunakan instrumen pengamatan saat siswa melakukan kegiatan praktikum, seperti yang ditunjukkan pada rubrik dalam RPP, sedangkan dalam kegiatan pembelajaran pun guru memang tidak terlihat membawa lembar penilaian khusus untuk afektif. Untuk guru C, senada dengan guru A dan guru B, guru C juga lebih mudah menentukan instrumen untuk melihat aspek kognitif siswa.

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Aspek kognitif siswa dapat dilihat dari nilai ulangan dan tugas-tugas yang diberikan. Untuk aspek psikomotorik dan afektif sudah bisa mengkategorikan menjadi lima ketegori berupa angka untuk penilaian afektif dan psikomotorik siswa, seperti yang diungkapkan dalam wawancara berikut “Instrumen afektif dan psikomotorik hanya, tidak melakukan terus menerus, artinya hanya tertentu saja, biasanya dalam kategori itu, sedang/cukup, baik dan istimewa, itu aja, misalnya skor sedang itu, kalau misal skor amat baik 5, kemudian baik 3 atau 4 kemudian yang sedang 2, yang buruk 3, yang jelek 2” Dalam kenyataannya, bentuk instrumen yang bervariasi ditemukan pada instrumen aspek kognitif siswa, seperti yang terlihat pada RPP seperti yang ditunjukkan oleh guru B, sedangkan untuk aspek psikomotorik, guru biasanya menggunakan instrumen pengamatan saat siswa melakukan kegiatan praktikum, seperti yang ditunjukkan pada rubrik dalam RPP, sedangkan dalam kegiatan pembelajaran pun guru memang tidak terlihat membawa lembar penilaian khusus untuk afektif dalam kegiatan pembelajaran, peneliti juga belum menemukan tandatanda guru tersebut menilai aspek psikomotorik dan afektif siswanya. Seperti yang sudah diungkapkan, bahwa salah satu tujuan penilaian adalah untuk mengukur bermacam-macam aspek belajar yang terdiri dari afektif, kognitif, dan psikomotorik. Ketiga guru diatas sudah berusaha untuk mencapai tujuan tersebut dengan menggunakan berbagai instrumen penilaian yang meliputi ketiga aspek diatas. Namun memang karena kegiatan penilaian keterampilan dan sikap belum ada

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 aturan khususnya, guru seringkali menemukan keseulitan dalam melakukan kegiatan penilaian, lain halnya dengan kognitif yang dapat diukur menggunakan kuantitatif. Dari penjabaran di atas, ditemukan bahwa dalam pengembangan kurikulum, dimana peneliti lebih mengacu pada RPP yang dianggap secara langsung berhubungan pada proses pembelajaran di kelas. Guru harus memahami setidaknya empat sub yang nantinya juga akan harus dicantumkan dan dipertimbangkan dalam pembuatan kurikulum (RPP). Melihat keempat sub diatas maka dapat disimpulkan dalam table Pengembangan kurikulum oleh guru Tabel 4.4 Pemahaman guru mengenai pengembangan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu Guru A (yunior) Guru B (senior) Guru C (senior) TUJUAN PEMBELARAN IPA MENURUT GURU Tujuan pembelajaran Tujuan pembelajaran IPA Tujuan pembelajaran IPA di bahwa dengan belajar IPA adalah perkenalan anak SMP adalah mengenal kita bisa tahu kalau IPA dan mempersiapkan anak lingkungan mereka, untuk alam semesta itu secara mental untuk mau fisika khususnya mengerti menunjukkan siapa Tuhan berkembang, mau cara mengukur. Untuk anak sebenarnya, seperti yang membuka wawasan SMP, menurut guru C hanya tertulis dalam ayat-ayat pengetahuannya karena diperlukan pengenalan saja, kitab suci masing masing, tujuan utama belajar tidak perlu konsep yang namun untuk saat ini, yang adalah untuk membekali terlalu rumit lebih diutamakan guru diri untuk hidup, dan untuk adalah pembentukan sikap mampu memberdayakan

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 sehari-hari alam dan sekitarnya, sehingga diharapkan kedepannya anak lebih kreatif dan inovatif PENGALAMAN PEMBELAJARAN YANG PERNAH DILAKUKAN GURU DI KELAS Untuk kegiatan Beberapa pengalaman pPengalaman belajar yang pembelajaran di kelas, belajar yang diterima diberikan pada siswa selain mendengarkan siswa, diantaranya disesuaikan dengan keadaan penjelasan dari guru, siswa kegiatan diskusi kelas, siswa dalam suatu kelas juga pernah diberikan meminta salah satu siswa tertentu. Keadaan itu dapat aktivitas pribadi seperti mencoba menjelaskan berupa ramai tidaknya suatu mengerjakan tugas pribadi materi pada temannya, kelas, tingkat kecerdasan atau tugas kelompok, guru sedangkan temannya siswanya, dll. Dalam sikap juga pernah mengajak mendengarkan dan mengajar biasanya guru C siswa ke laboratorium memberi tanggapan, santai, karena sudah untuk praktikum atau dalam bentuk soal latihan terkonsep materi apa yang sekedar menggunakan juga pernah diberikan guru akan diberikan dan tidak viewer untuk menunjukkan akan beliau berikan pada simulasi fisika siswa SMP ACUAN GURU DALAM MENATA MATERI Mengikuti penataan materi Hanya menambahkan Hanya menggunakan silabus yang sudah ada di buku penataan materi dari guru sebagai acuan susunan panduan siswanya materi B, pertama-tama mengacu materi yang akan sebelumnya pada silabus dari disampaikan pemerintah, baru selanjutnya mengadakan

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 kesepakatan dengan siswa mengenai buku apa yang akan dipakai, disamping itu, guru terkadang memberikan buku tambahan INSTRUMEN YANG DIGUNAKAN GURU UNTUK MENILAI ASPEK KOGNITIF, AFEKTIF, DAN PSIKOMOTORIK Guru A, belum bisa Menurut guru B, penilaian Aspek kognitif siswa dapat melihat apalagi menilai kognitif, afektif, dan dilihat dari nilai ulangan dan aspek psikomotorik dan psikomotorik siswa yang tugas-tugas yang diberikan. afektif siswanya diperlukan. Penilaian Untuk aspek psikomotorik kognitif bisa diambil dari dan afektif sudah bisa hasil ulangan yang sudah mengkategorikan menjadi sering diberikan kepada lima ketegori berupa angka siswa. Sedangkan untuk untuk penilaian afektif dan penilaian afektif dan psikomotorik siswa psikomotoriknya guru belum mempunyai kriteria dan target khusus, dan hanya melihatnya secara umum c. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik Peran guru sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan kegiatan pembelajaran dalam kelas, maka kini guru dituntut untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran yang mendidik. Mendidik

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 disini diartikan bukan hanya mendidik aspek kognitif siswa saja, namun juga mendidik aspek psikomotorik, dan afektif siswa. Pada aspek yang ketiga ini, dalam kompetensi Pedagogik dan inti dari kompetensi itu, bagaimana cara agar guru mampu mendidik anak supaya menjadi manusia yang utuh perkembangannya. c.1). Pembelajaran IPA yang mendidik menurut guru Guru A, mengungkapkan bahwa bagi beliau pendidikan IPA yang mendidik adalah terutama pendidikan sikap siswa, yang nantinya akan bermuara pada pemahaman siapa Tuhan lewat alam semesta menurut ayat-ayat kitab suci masing-masing, seperti yang diungkapkan dalam wawancara berikut “Yang mendidik itu ya sikap itu. IPAalam semesta itu, ayat-ayat Qur'an, nanti kamu tahu Tuhan sebenarnya siapa, dibuktikan dari ayat-ayat Qur'an, ayat-ayat alkitab, atau ayat-ayat kitab masingmasing. Tapimasa bocah (diajarin) sampe segitu, paling ya sikap. (Sikap) sehari-hari” Lain halnya dengan guru A, guru B berpendapat bahwa pembelajaran IPA yang mendidik adalah pembelajara IPA yang tidak semata-mata membuat siswa pandai, tetapi yang lebih penting anak pandai karena sistem pembelajaran yang baik. Sistem pembelajaran yang baik itu diartikan sebagai system pembelajaran yang bisa membuat pelajaran atau ilmu yang pernah diajarkan itu mengena atau membekas pada diri siswa, seperti yang diungkapkan dalam wawancara berikut

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 “mengajar itu ternyata bukan memandaikan anak tetapi anak itu menjadi pandai dengan sistem pembelajaran yang baik. Sistem pembelajaran yang baik untuk anak itu adalah mengena secara positif. Contoh misalnya saya pernah mendengar dari siswa saya, sepuluh tahun silam, dia mengatakan bisa belajar IPA itu bukan saat saya mengajar IPAnya, tetapi lebih cenderung gaya mengajar tadi ya, oh pak Bambang itu kalau mengajarkan ini dulu gini gini gini, dan dia lalu mencari. Contoh misalnya gampangannya saya bisa Hukum Newton bukan karena pak Bambang, tapi oh waktu pak Bambang mengajar hukum newton, lalu dia mengembangkan lagi” Sama halnya dengan guru B, pembelajaran yang mendidik bagi guru C tidak harus berusaha membuat anak itu menjadi anak yang pandai. Disisi lain guru C juga sama dengan guru A, guru C beranganggapan bahwa sosialisasi, kepribadian, dan sikap siswa yang perlu diperhatikan, seperti yang terungkap dalam wawancara berikut “pembelajaran yang mendidik itu artinya begini, anak itu gak usah dituntut pinter sekali, karena anak itu kapasitasnya memang masih bisa berkembang, tapi talenta nya itu kan tertentu ya tidak bisa disamakan, artinya kalau saya masalah akademik itu gak usah diperas, pasti akan berkembang sendiri. Yang penting itu masalah sosialisasi kemudian maslah sikap masalah kepribadian, masalah sopan santun, masalah etika itu lebih penting, karena ada yang prestasinya tinggi tapi tidak bisa bersosialisasi” Pemahaman setiap guru mengenai pembelajaran yang mendidik mungkin saja berbeda-beda namun pada dasarnya pembelajaran IPA yang mendidik itu adalah pembelajaran yang dapat menciptakan pribadi yang berfikir dan bertindak secara ilmiah, dan dapat belajar dari lingkungan sekitarnya, di lain sisi pembelajaran tidak hanya menghasilkan pribadi yang menguasahi pengetahuan saja, namun juga harus menumbuhkan karakter yang kuat dan keterampilan.

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 c.2). Kegiatan pembelajaran yang menunjukkan pembentukan sikap peserta didik Seperti yang sudah dijabarkan, pelajaran IPA bukan hanya merupakan pelajaran yang berhubungan dengan konsep dan teori saja, namun juga dengan sikap. Pelajaran IPA mau membentuk sikap ilmiah pada diri siswa agar dapat mempelajari alam dan segala perkembangannya dalam kehidupan sehari-hari, terlebih dalam kurikulum juga dituntut dalam pembentukan karakter siswa menuju ke arah yang lebih baik. Kegiatan pembentukan sikap siswa ditunjukkan guru dengan berbagai kegiatan dalam kelas, seperti pemberian nasihat secara lisan pada siswa, untuk mau mendengarkan guru ataupun teman lain dalam kelas saat berbicara dan menyampaikan pendapat seperti yang terlihat dalam video guru A pada tanggal 19 Oktober 2012 di kelas VII.2 berikut (01.45 – 03.10) “heh, kalau ada yang, perhatikan perhatikan, kalau ada yang misalnya ditunjuk, Claudya misalnya, Claudya menjawab yang lainnya belajar mendengarkan, kalian belajar mendengarkan dulu jangan langsung set set set. Misalnya gini perhatikan, liatin liatin liatin (sambil menggambar wadah berisi air) ini apa, gelas, kalau kalian sudah ada airnya, tak masukkin air neh piye, misalkan ini air keruh tak kasih air bening piye? Ini bakal terisi ga? Kamu kamu siap mengkosongkan ini ga, maksudnya apa, paham ora? Apa maksude? Perhatikan. Mas Yoga mengajarkan ini maksudnya apa didalam raga kalian sudah ada isinya tapi keruh, misalkan tak isi jadi keruh makane siap mengkkosongkan gak, siap mengkosongkan gak, neg ngono kuwi berarti mendengarkan sik nembe tak cur”

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 selain pemberian nasihat secara lisan, guru juga tidak jarang dengan tegas memberikan teguran pada kelas ataupun siswa yang tidak mendengarkan saat kegiatan pembelajaran berlangsung, seperti yang terlihat pada video tanggal 19 Oktober 2012 di kelas VII.2 berikut (01.31 – 01.37) “sssttttttt, hey ssstttttttt, perhatikan, perhatikan” (sambil meletakkan jari telunjuk di depan bibir) (03.42 – 03.47) “Stop!” “mas Yoga tunjuk siapa, Alexius, berarti yang lain mendengarkan, Alexius apa? (04.01 – 04.03) “Dengarkan dulu” Di kelas lain yang juga diampu guru A, peneliti juga mendapati teguran dari guru bagi siswanya seperti yang terekam dalam video tanggal 9 November 2012 di kelas VII.1 berikut (44.37) “hey malah ngobrol, lima menit yo dibaca” (52.17 – 52.19) “heh fahmi, mana bukunya lihat halaman 86” Dalam pengertian pembelajaran yang mendidik bagi guru B, meskipun tidak secara langsung mengungkapkan bahwa sikap merupakan faktor yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan pembelajaran yang mendidik, dalam kenyataannya guru juga secara tidak langsung memberikan nasihat lisan seperti yang sudah ditunjukkan oleh guru A dalam kelas, seperti yang ditunjukkan dalam video pada tanggal 31 Oktober 2012 di kelas VII.F berikut (25.13 – 25.33) “Mulai semester satu ini, sudah mulai mendekati harusnya sudah banyak berubah, yang banyak ngomong sudah harus

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 berubah, yang lain tidak berpengaruh, artinya yang terbiasa ngomong harus berubah, tanpa harus dimarahi” selain pemberian nasihat lisan, guru juga pernah melakukan peneguran terhadap siswa yang dianggapnya tidak berkonsentrasi pada pelajaran, seperti yang terlihat dalam video pada tanggal 7 November 2012 di kelas VII.F berikut (25.57 – 25.53) “Ini baru separo yang ikut belajar, yang separo tidak ikut belajar, nanti kalau yang tidak ikut belajar itu podho ae ning njobo wae ya” “Yang ikut belajar baru separo saya amati dari tadi, kenapa kamu harus masuk kelas kalau hanya bermain, dibiarkan bukan berarti diamati, sayang kalian kesini suruh sekolah, tadi tak amati itu baru separo” “Sekali lagi bukan marah ya” Untuk guru C, berbeda dengan dua guru sebelumnya, guru C belum terlihat memberikan nasihat secara lisan pada siswanya, namun teguran pada kelas atau siswa yang ramai pernah ditunjukkan dalam video tanggal 29 Oktober 2012 di kelas VII.A berikut (28.02 – 28.06) “ jo rame, digatekke” kegiatan diatas juga terekam dalam video tanggal 1 November 2012 di kelas VII.A berikut (04.18) “gatekke!” (05.42 – 05.48) “wis, diam!” (08.39 – 08.42) “ngapo kuwi?”(sambil melihat siswa yang ramai)

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 Salah satu penekanan dalam kurikulum sekarang ini selain pendidikan kognitif siswa dalam pelajaran IPA, pendidikan karakter dan pembentukan sikap ilmiah juga diberi perhatian khusus. Setiap kompetensi selalu disisipkan pedidikan karakter yang akan ditanamkan dan pelajaran IPA menuntut siswa untuk bersikap ilmiah. Salah satu metode penerapan pembangunan dan pengembangan karakter siswa adalah dengan cara menasehati dan menegur. Menasehati dan menegur merupakan suatu langkah meluruskan kembali pandangan atau perilaku siswa yang melenceng dari nilai dan aturan yang ada dalam masyarakat. c.3). Pelaksanaan pembelajaran dilihat dari urutan kegiatan di RPP Kegiatan pembelajaran yang mendidik sudah dijabarkan sedikit di dalam langkah langkah pembelajaran yang ada di dalam RPP, salah satunya adalah kegiatan awal atau apresepsi dimana siswa digali kemampuannya terlebih dahulu mengenai pengetahuan yang sudah atau akan mereka dapatkan. c.3).a). Kegiatan Awal Pembelajaran Dalam kegiatan pembelajarannya guru A, guru A mempunyai kebiasaan melemparkan pertanyaan baik pada kelas maupun pada seorang siswa mengenai materi, dan inilah alasan guru A melakukan kegiatan itu, seperti yang ditungkapkan dalam wawancara berikut “Untuk apersepsi itu? Itu diwajibkan kalo dalam pembelajaran. Apersepsi pertanyaan, jadi saya tahu indikator siswa ini menghapal tidaknya, kan ada sebagian (yang cuma menghapal). Kayak di kelas 7.1 itu kan 60% udah bisa, kalo di kelas 7.2 baru

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 20%. Yah tujuannya apersepsi tersebut untuk mengetahui indikator pemahaman siswa tersebut sampai dimana” Untuk guru A, pelaksanaan kegiatan apresepsi dalam kelas ditunjukkan dalam rekaman video pada tanggal 22 Oktober 2012 di kelas VII.2 berikut (00.27 – 00.36) “apa yang dimaksud dengan unsur, apa yang dimaksud dengan unsur, unsur apa?” rekaman video pada tanggal 23 Oktober 2012 di kelas VII.2 berikut (05.25 – 06.55) “kemarin menghitung volum benda yang teratur, gampang t, kaya kubus, balok, apalagi kemarin, bola, rumusnya apa kemarin” “volume kubus apa, volume kubus?” rekaman video pada tanggal 6 November 2012 di kelas VII.1 berikut (03.17 – 03.30) “kemarin sampai apa materinya?” rekaman video pada tanggal 19 November 2012 di kelas VII.1 berikut (00.52 – 00.58) “kemarin apa, kemarin sampai mana?” Untuk guru B, sama dengan guru A, guru B juga terbiasa memberikan apresepsi diawal pelajaran. Untuk guru B, kegiatan awal ditunjukkan seperti yang terekam dalam video pembelajaran pada tanggal 24 Oktober 2012 di kelas VII.F berikut (08.28 – 09.25) “baik, kalau begitu saya coba tanya dulu, taukah sifat basa itu apa saja?” “iya, sifat basa?”

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 “Ph diatas tujuh, ya” “Apa?” “maksudnya untuk menetralisir, menetralkan asam, ya, terus?” “korosif, yak” video pembelajaran pada tanggal 31 Oktober 2012 di kelas VII.F berikut (10.23 -11.00) “Oh ya kemarin baru menghitung jumlah masing masing unsur dalam senyawa dan jumlah unsur dalam senyawa tersebut ada berapa?” Berbeda dengan guru A dan guru B, guru C memang mengulas materi sebelumnya yang sudah diajarkan, namun guru C cenderung tidak melibatkan siswa dengan melontarkan pertanyaan kepada siswa. Guru hanya mengulang materi dengan membaca apa yang sudah disampaikannya pada pertemuan sebelumnya. Pembelajaran menurut RPP, pada bagian pertama adalah apresepsi. Apresepsi diperlukan guru untuk mengetahui sedikit banyak pengetahuan siswa mengenai materi yang sudah diajarkan atau bahkan materi yang akan diajarkan. Menurut pedoman KTSP apresepsi merupakan salah satu bagian dalam suatu RPP dan pelaksanaan pembelajaran dalam kelas, yang menuntut guru mempersiapkan kesiapan siswa dalam menerima materi atau memulai kegiatan pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan, ketiga guru samasama sudah melakukan kegiatan apresepsi dengan melontarkan pertanyaan mengenai materi sebelumya atau yang akan dibahas pada siswa. Namun perbedaannya, ada guru yang kurang melibatkan siswa

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 dalam kegiatan apresepsi, jadi lebih cenderung pada pemberian ceramahan singkat. c.3.b). Kegiatan inti pelajaran Setelah kegiatan apresepsi, dalam RPP dituliskan juga kegiatan inti pembelajaran, kegiatan inti pembelajaran untuk masing-masing guru tentunya berbeda. Untuk guru A, pembelajaran didominasi oleh pemberian pertanyaan pada siswa sebagai salah satu usaha guru mengaktifkan siswanya seperti yang terungkap dalam wawancara berikut “Ya biar aktif” menurut guru A, pemberian pertanyaan itu ditujukan untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan siswanya seperti yang terungkap dalam wawancara berikut “jadi intinya saya pengen tau (kemampuan) mereka sampe mana. Kalo belum tahu ya baru (materi) diulangin lagi” Dalam kegiatan pemberian materi pun, guru sering bertanya untuk memancing pengetahuan siswa, dan nanti pada akhirnya akan disimpulkan bersama-sama dengan guru. Begitu juga setelah materi diberikan dalam satu pertemuan, guru sering memberikan latihan atau soal kepada siswa untuk diselesaikan berkelompok ataupun individual Untuk guru A, pemberian pertanyaan biasanya ditunjukan pada kelas secara keseluruhan ataupun dengan langsung menyebut nama

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 siswa yang ditunjuk, seperti yang terekam dalam video pembelajaran pada tanggal 22 Oktober 2012 dikelas VII.2 berikut (06.30 – 07.08) “diruangan ini ada apa saja dan termasuk zat apa saja ?” “kursi, meja” (siswa) “perhatikan, iki opo?” (guru) “spidol” (siswa) “ini apa ini?” (guru) “botol” (siswa) “zat opo?” (guru) “zat cair” (siswa) Dalam kegiatan pemberian materi pun, guru A sering bertanya untuk memancing pengetahuan siswa, dan nanti pada akhirnya akan disimpulkan bersama-sama dengan guru, seperti yang terlihat dalam video pada tanggal 22 Oktober 2012 di kelas VII.2 berikut (07.28 – 09.15) “Pengertian zat sekarang apa, menempati ruang dan memilki massa, contoh sederhana, perhatikan ini apa ini?” “spidol” (siswa) “benda apa ini, bermassa ga?” “benda mati, padat” (siswa) “Benda apa ini?” bermassa ga, punya berat ga?” “punya” “sekarang gas, punya massa ga?” “ga” (siswa) “katanya kalau zat itu menempati ruang dan memilki massa, nah ini kan zat gas, berarti gas ini menempati ruang, memilki massa, gas memiliki massa ga?” “Hayo..” “siapa yang disuruh orang tuanya beli tabung gas?” “Neg ada isinya abot, neg ga ada enteng” “Berarti gas menempati ruang dan memiliki massa” Begitu juga setelah materi diberikan dalam satu pertemuan, guru A sering memberikan latihan atau soal kepada siswa untuk diselesaikan berkelompok ataupun individual, seperti yang terlihat dalam video tanggal 22 Oktober 2012 di kelas VII.2 berikut

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 (30.50 – 32.35) “Sekarang tuliskan, tuliskan benda benda opo ae, perhatikan yang kira kira ukurannya sebesar ini, kira kira yang ukurannya semene opo semene” (34.58 – 35.41) “perhatikan, perhatikan semua, nomer dua, hitung balok tingginya 6 cm, massanya 25 kg, berapakah massa jenisnya?” (38.50 – 41.25) “tiga, nomor tiga (guru menggambar kerucut) perhatikan no 3, tinggi kerucut 8 cm, jari-jari 6 cm, garis di kerucut 10 cm, phytagoras. “digambar digambar, dihitung, diganti diganti, ini 7 cm, iki 12 cm, iki 25 cm” batu ini beratnya 100 kg” Untuk kelas VII.1, guru mengungkapkan bahwa ada perbedaan antara kelas VII.1 dan kelas VII.2, guru A menilai kelas VII.1 lebih aktif seperti yang diungkapkan dalam wawancara berikut “Kalo saya perhatiin sekelas 7 ya emang 7.1 yang paling aktif, dalam tugas. Kalo kelas 7.2 masih banyak yang kurang, apalagi kelas 7.5, sangat sulit” hasil pengamatan diatas membuat kegiatan pembelajaran yang diberlakukan di kelas VII.1 sedikit berbeda. Banyaknya pertanyaan memang masih mendominasi kegiatan pembelajaran guru A dikelas VII.1, namun pertanyaan yang diberikan kepada siswa lebih banyak karena keakitifan siswa lebih tampak disini, dan pemberian materi yang cenderung lebih cepat. Untuk guru B, kegiatan inti pembelajaran yang mendominasi dalam kelas adalah kegiatan guru mendikte materi dan siswa menulisnya dalam catatan mereka. Kegiatan mendikte guru dilatar belakangi dari kondisi siswa yang dianggap belum kondusif untuk belajar, jadi daripada kondisi anak menjadi kondusif dibawah tekanan,

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 lebih baik berusaha membiasakan anak belajar, seperti yang diungkapkan lewat wawancara berikut “ya karena satu karena situasi kelas memang belum kondusif tadi, maka saya minta untuk perhatian itu kan kita untuk memancing anak untuk perhatian itu saya kan membacakan dengan membacakan anak otomastis mau menulis, jadi saya masih melihat latar belakang kebiasaan anak untuk belajar kan belum, nanti kalau sudah beda dengan kita memberikan les yang anak sudah siap, ya kita dengan nerocos aja, penjelasannya dari kita dah cukup gitu. Jadi cenderung menekan anak tapi tidak dengan “ayo diam” “awas-awas” tapi kita dengan komunikasi yang itu, memang kesannya materinya belum nyampek-nyampek begitu ya, tapi ya ini, ini pembiasaan tadi” Selain mendikte catatan siswa, guru juga menerangkan apa yang sudah dicatat oleh siswanya. Pemberian tugas mandiri juga sering dilakukan guru B pada siswanya.Guru B pernah memberikan catatan namun guru B meminta siswanya untuk melengkapi catatan tersebut. Selain tugas tertulis, guru juga pernah menawarkan pada siswanya untuk mencoba menjelaskan materi pada teman sekelasnya. Untuk guru B, kegiatan mendikte siswa dalam kelas ditunjukan dari rekaman video tanggal 31 Oktober 2012 di kelas VII.F berikut (11.42 – 12.36) “udah ya, campuran, campuran dibedakan menjadi dua yaitu, campuran, campuran dibedakan menjadi dua yaitu, campuran homogen, campuuran homogen, dua campuran heterogen” (12.37 – 12.57) “Bintang yang kedua, homogen, homogen nama lainnya apa? sama atau sejenis, heteroge?, campuran” (12.58 – 20.00) “Campuran yang homogeny disebut larutan , campuran yang homogeny disebut larutan, contoh larutan gula, larutan garam”

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 “Terus bintang berikutnya, larutan heterogen dibedakan menjadi dua, maaf maaf, itu tadi campuran, campuran heterogen, campuran heterogen dibedakan menjadi dua yaitu, apa kemarin, suspensi dan koloid” “Bintang berikutnya, suspensi adalah campuran ikatan dan bersifat heterogen, contoh campuran terigu dengan air, campuran kapur dengan air, campuran kapur dengan air” “kalau tadi gula dengan air menjadi larutan gula, ini gula dengan terigu, terus berikutnya tentang koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara, yang keadaannya terletak antar larutan dan…., contoh air santan, air kelapa yang diparut trus diperas, kemudian air susu, lalu air sabun, lalu …. Selain mendikte catatan siswa, guru B juga menerangkan apa yang sudah dicatat oleh siswanya, seperti yang terlihat dalam rekaman video pada tanggal 31 Oktober 2012 di kelas VII.F berikut (20.02 – 21.20) “Nah tapi dibedakan antara suspensi dengan koloid sudah berbeda, kemudian koloid dengan larutan juga sudah berbeda, tadi antara larutan, suspensi dan koloid, nah koloid ini terletak diantara apa tadi dikatakan antara larutan dan suspensi, maka seolah olah kelihatan bahwa untuk koloid menyerupai larutan, tadi dikatakan santan, biasanya dicampur dengan larutan tapi kelihatan keruh, nah bukti yang memperlihatkan itu larutan atau koloid tadi bias juga digunakan yang namanya penyinaran” Pemberian tugas mandiri juga sering dilakukan guru B pada siswanya. Guru B pernah memberikan catatan namun guru B meminta siswanya untuk melengkapi catatan tersebut, seperti yang terekam dalam video pada tanggal 31 Oktober 2012 di kelas VII.F berikut (24.49 – 25.10) “Nah coba dilihat dibuku pegangan kalian atau di buku itu, ditulis” “Perbedaan antara senyawa dan campuran”

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Selain tugas tertulis, guru juga pernah menawarkan pada siswanya untuk mencoba menjelaskan materi pada teman sekelasnya, seperti yang terekam dalam kegiatan pembelajaran pada tanggal 31 Oktober 2012 di kelas VII.F berikut (21.24 – 21.34) “Silahkan sekarang yang mau mencoba menjalaskan” “proses destilasi, tadi dikatakan proses pemisahan berdasarkan titik dididh” “Berarti yang titik didihnya rendah berarti menguap” “siapa yang mau mencoba dulu?” “Yang lain coba mendengarkan apa yang disampaikan” Untuk guru C, pembelajaran di dominasi dengan pembacaan kembali ringkasan yang sudah dibuat guru C, yang sudah dimiliki masing-masing siswa. Guru C berpendapat bahwa dengan membuatkan siswanya ringkasan, waktu menjelaskan dalam kelas jadi bisa lebih dihemat, seperti yang diungkapkan dalam wawancara berikut “itu kan pemisahan campuran, banyak sekali cara-cara pemisahan campuran itu kalau tidak diberi ringkasan sulit. Jadi saya kasih ringkasan supaya mudah, anak itu kalau saya itu kebutuhan praktis artinya tujuannya tercapai dalam waktu yang disediakan. Kalau saya nerangkan atau mencatatkan susah, mendingan kita kasih ringkasan kita terangin, dia sudah ngerti sambil jalan kita kenalkan kalau filtrasi seperti ini” Selain guru membaca ringkasan, guru C juga memberikan penjelasan singkat terhadap materi yang dianggap penting dan perlu penjelasan Untuk guru C, saat guru C membaca ringkasan, siswa menyimak ringkasan masing-masing, seperti yang ditunjukkan dalam video pada tanggal 1 November 2012 di kelas VII.A berikut

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 (03.05 – 04.30) “tujuan kemarin sudah, mengambil zat pengotor, mengambil zat yang bermanfaat.” “yang dijadikan dasar pemisahan campuran ukuran partikel....” “metode merupakan....” “pengayaan merupakan pemisahan campuran yang terdiri dari zat-zat padatan dengan ukuran yang berbeda” “no dua, dikantir, pemisahan campuran yang zat penyusunnya berupa cairan dan padatan, digunakan untuk pemisahan cairan dan padatan, dimana padatannya dapat mengendap, contohnya, ini misalnya, sekarang sudah bisa, bisa dilakukan, misalnya air tanah ya, setelah partikel mengendap di dasar tabung, kemudian mengeluarkan cairang dari tabung dengan hati-hati atau dapat dilakukan dengan menggunakan pipet” namun selain guru membaca ringkasan, guru C juga memberikan penjelasan singkat terhadap materi yang dianggap penting dan perlu menjelasan, seperti yang terekam dalam video pada tanggal 1 November 2012 di kelas VII.A berikut (04.35 – 05.00) “setelah mengendap, endapannya dibawahya to, terus kamu tuang pelan-pelan to atau diambil dengan menggunakan cara di pipet itu namanya dikantir” “tapi kalau yang ini, tidak semua cairannya bisa habis, atau malah yang dikantir tadi kemasukan padatannya” Guru C juga pernah memberikan beberapa latihan soal mandiri kepada siswanya untuk dikerjakan secara mandiri, seperti yang terjadi pada tanggal 29 Oktober 2012 di kelas VII.A berikut (25.00 – 25.53) “yo dilihat halaman 94, dilingkari no 14 ya” “ Terdapat suatu campuran gas dengan volume 2 L terdapat 500 ml gas hidrogen dan sisanya gas oksigen. Berapa sisanya gas oksigen dalam campuran?” Bagian keduanya yaitu proses pembelajaran itu sendiri, memang masing-masing guru mempunyai cara dan tekniknya masing-masing dalam mengajar, namun semua itu tetap harus berpedoman pada

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 pendidikan IPA yang menuntut pembelajaran berbasis inquiry tetap harus menjadi pokok utamanya. Pembelajaran IPA khususnya akan lebih berdampak jika siswa dapat mengembangkan pengalamannya untuk lebih memahami dunia nyata, dan menggunakan proses dan prinsip keilmuan untuk membuat keputusan. Dalam kenyataan di lapangan, ketiga guru sudah berusaha mengaktifkan siswa, melibatkan siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri, namun karena terkendala situasi dan kondisi kelas dan siswa yang tidak bisa diprediksi pasti, kadang metode ceramah merupakan pilihan paling baik saat itu. Guru muda cenderung lebih bersemangat untuk mengaktifkan siswanya, sedangkan guru senior lebih berpandangan ke depan, bagaimana materi ini selesai dan siswanya dapat sebagian besar mengerti mengenai materi tersebut. c.3).c). Kegiatan penutup pelajaran Bagian yang terakhir, adalah bagian penutup, dimana guru biasanya memberikan kesimpulan akhir atau bahkan tugas pada siswanya mengenai materi yang sudah diperlajari hari ini. Untuk guru A, guru A melakukan pengulangan materi yang sudah diajarkan hari ini, seperti yang terekam dalam video pada tanggal 22 Oktober 2012 di kelas VII.2 berikut (54.28 – 55.03) “Yang memebedakan suatu benda zat padat dilihat dari apa tadi apanya? Massa jenisnya, bukan sifat padat, lah kalau ini

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 massanya podo, bentuke kerapatannya ini lo, paham?” podo, yang membedakan selain membuat kesimpulan, guru A juga pernah sesekali memberikan tugas pada siswanya, seperti yang terekam dalam video pada tanggal 22 Oktober 2012 di kelas VII.2 berikut (01.00.00– 01.02.53) “tadi tugasnya memebawa apa, 10 benda padat, besok ketemu jam satu dan dua, besok yang 10 itu kira kira yang cilik wae, neg jam tangan ojo, 10 bawa besok ya per kelompok, besok masuk nilai, masuk nilai per kelompok, per kelompok bukan masing masing, jam satu dan dua, yaudah gitu aja, yang 10 dibawa” Berbeda dengan guru A, guru B memberikan kesimpulan pada setiap akhir membahasan sub materi, jadi tidak dalam materi keseluruhan yang disampaikan hari itu. Namun guru B beberapa kali memberikan tugas untuk melengkapi catatan atau melanjutkan pengerjaan soal latihan dirumah, seperti yang terlihat dalam rekaman video tanggal 24 Oktober 2012 di kelas VII.F berikut (24.14) “Lanjutkan dirumah, dicoba ya” terlihat dalam rekaman video tanggal 31 Oktober 2012 di kelas VII.F berikut (33.32) “Sebenarnya ada satu lagi yaitu destilasi bertingkat, tolong untuk destilasi bertingkat itu terkait dengan beberapa zat, macam zat nya disitu yang memiliki beberapa titik didih juga, biasanya untuk memisahkan minyak bumi menjadi beberapa bagian, ya dicari ya” Sebagaimana dengan guru B, guru C juga cenderung lebih memilih memberikan tugas sebagai penutup pertemuannya. Dalam

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 video ini peneliti hanya menemukan bukti bahwa guru C meminta siswa untuk mengumpulkan tugas individualnya ke depan kelas, seperti yang terlihat dalam fielnote yang terjadi pada tanggal 29 Oktober 2012 di kelas VII.A berikut (00.12 – 14.20) Perwakilan siswa tiap baris bangku diminta guru untuk membantu mengumpulkan tugas pertemuan lalu temantemannya Selanjutnya bagian yang terakhir, yaitu penutup yang bisanya dilakukan dengan proses kesimpulan dan pemberian tugas dimaksudkan agar siswa mampu menyimpulkan apa yang sudah didapatkan pada pembelajaran hari ini dan melatih kemandirian siswa dalam belajar seperti yang diungkapakan dalam sikap ilmiah dan mandiri dari tujuan pembelajaran IPA itu sendiri. Ketiga guru memberikan penutup kebanyakan dengan menggunakan tugas, baik yang akan dikumpulkan maupun tidak. Namun kegiatan menyimpulkan materi pada setiap pembelajaran hanya dilakukan oleh seorang guru saja. c.4).Pendapat guru mengenai keputusan transaksional dan kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang menujukkan adanya keputusan transaksional Kegiatan transaksional merupakan kegiatan spontan dari guru ketika suatu kegiatan belajar yang direncanakan tidak terwujud, tetapi di satu sisi guru harus tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran.

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 Untuk guru A, yang dilakukan ketika suatu rencana pembelajaran tidak dapat terlaksana, sikap marah ditunjukkan untuk membuat siswa kondusif, seperti yang terekam dalam wawancara pada 28 November 2012, berikut ini “(Kalo sampe rame dan gak memperhatikan) saya marah lah, bentak-bentak gitu, (nanti siswa) langsung diem. Kalo udah gaduh banget tapi (bentak-bentaknya). Kalo (ramenya masih) biasa, paling (saya) liatin. Kadang saya juga sudah ngerencanain, ini bocah-bocah mau diapain ya. Intinya jangan serius lah. Tapiini kalo di swata, kalo di negeri kita harusup to date.Waktu lesson study di SMP 6, wah pintar-pintar. Kita (sebagai guru) harus wawasannya luas juga, kalo wawasannya cumabuku, wah (bisa) kalah(dari siswa) itu. Kalo di sini, beli buku aja gak mampu. Tapiyang penting ya jalan (masih bisa belajar)” Pendapat guru diatas ditunjukkan dalam kegiatan pembelajaran seperti yang terekam pada 22 Oktober 2012 di kelas VII.2 berikut (01.31 – 01.37) “sssttttttt, hey ssstttttttt, perhatikan, perhatikan” (sambil meletakkan jari telunjuk di depan bibir)” (01.45 – 03.10) “heh, kalau ada yang, perhatikan perhatikan, kalau ada yang misalnya ditunjuk, Claudya misalnya, Claudya menjawab yang lainnya belajar mendengarkan, kalian belajar mendengarkan dulu jangan langsung set set set.” Sedangkan guru B, keputusan transaksional pernah dilakukan dengan merubah metode yang dilakukan, seperti yang terekam dalam wawancara berikut “Kalau, kalau perubahan metode jelas dilakukan ya, tetapi tidak semata-mata hanya untuk emosional jadi misalnya kita saat itu akan menjelaskan tapi mungkin kondisinya lain, tidak hanya dari siswa ya, mungkin dari sekolah ada, ini ada panggilan untuk rapat dan sebagainya, maka saya harus segera untuk mengalihkan, ya itu juga jadi itu jelas sangat sering melakukan

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 manuver dalam pembelajaran, entah dalam bentuk tugas atau mengerjakan soal-soal” Keputusan transaksional guru B, didukung dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan perubahan metode ketika media tidak dapat digunakan, seperti yang terekam dalam kegiatan pembelajaran pada 5 November 2012, di kelas VII.F berikut (38.54-39.11) Guru melanjutkan materi dan meminta siswa merangkum dari buku pegangan sambil guru mempersiapkan penggunaan viewer “Udah nanti lagi, sekarang nyatet lagi ya, nanti saya tinggal menjelaskan, bisa ya, bentuknya untuk zat padat, cair, dan gas, volumenya untuk zat padat, cair, dan gas” Berbeda dengan kedua guru sebelumnya, guru C cenderung menanggapinya dengan santai jika kondisi kelas tidak sesuai harapan, guru akan melanjutkan di hari berikutnya jika tujuan pembelajaran hari ini tidak dapat tercapai, seperti yang terungkap lewat wawancara berikut “Kalau saya misalnya dua jam ini RPP tidak tercapai tujuannya, saya lanjutkan besok gitu aja, oh gak. Syukur-syukur bisa, tapi saya berusaha, tapi jarang saya melakukan itu, tapi kalau saya menetapkan materi ini misalnya materi massa jenis selama latihan dua jam ......., tapi kalau memang kondisi anak sangat kecuali sekali, ya kita lanjutkan ke jam berikutnya, lain hari. Tapi masalah kondisi siswa itu saya bisa mengatasi, tidak masalah, itu bisa diatur anak-anak itu, ngeyel kalau hanya ada satu dua orang perkecualian ya kita jangan sampai mengorbankan banyak yang lain, kita sisihkan saja” Pendapat guru diatas, terekam dalam kegiatan observasi dalam kelas, guru memang Nampak memberikan teguran ringan pada kelas atau siswa yang ramai, tanpa marah dan kegiatan belajar tetap dilaksanakan,

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 seperti yang terekam dalam kegiatan pada 1 November 2012 di kelas VII.A berikut (08.39 – 08.42) “nyapo kuwi?”(sambil melihat siswa yang ramai) (10.25 – 10.28) “gatekke!gatekke! udah?” “gatekke!” Keputusan transaksional yang mendasar dan mempengaruhi proses pembelajaran cenderung dilakukan oleh guru muda, karena seperti yang sudah disampaikan, bahwa guru muda mungkin belum mempunyai cukup pengalaman dalam mengendalikan situasi kelas jika tidak sesuai dengan apa yang sudah direncanakan. Berbeda dengan kedua guru senior, yang lebih santai menanggapi hal tersebut, karena mereka lebih banyak cara untuk megatasi permasalahan. Namun ketiga guru, sama-sama sudah berusaha mengatasi masalah ini dengan cara mereka sendiri-sendiri. Melihat kelima sub diatas maka dapat disimpulkan dalam tabel Pembelajaran yang mendidik oleh guru Tabel 4.5 Pemahaman guru mengenai pembelajaran yang mendidik Guru A (yunior) Guru B (senior) Guru C (senior) PENGERTIAN PEMBELAJARAN YANG MENDIDIK Dengan belajar IPA kita Bahwa pembelajaran IPA Pembelajaran yang mendidik bisa tahu kalau IPA alam yang mendidik adalah bagi guru C tidak harus semesta itu menunjukkan pembelajara IPA yang berusaha membuat anak itu siapa Tuhan sebenarnya, tidak semata-mata menjadi anak yang pandai.

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 seperti yang tertulis dalam membuat siswa pandai, Disisi lain guru C juga sama ayat-ayat kitab suci masing tetapi yang lebih penting dengan guru A, guru C masing, namun untuk saat anak pandai karena sistem beranganggapan bahwa ini, yang lebih diutamakan pembelajaran yang baik. sosialisasi, kepribadian, dan guru adalah pembentukan Sistem pembelajaran yang sikap siswa yang perlu sikap sehari-hari baik itu diartikan sebagai diperhatikan sistem pembelajaran yang bisa membuat pelajaran atau ilmu yang pernah diajarkan itu mengena atau membekas pada diri siswa KEGIATAN PEMBELAJARAN YANG MENUNJUKKAN PEMBENTUKAN SIKAP PESERTA DIDIK Guru memberikan nasehat Guru memberikan nasehat Guru memberikan nasehat dan teguran saat kegiatan dan teguran saat kegiatan dan teguran saat kegiatan pembelajaran pembelajaran pembelajaran KEGIATAN AWAL PEMBELAJARAN guru A mempunyai guru B juga terbiasa guru C memang mengulas kebiasaan melemparkan memberikan apresiasi materi sebelumnya yang pertanyaan baik pada kelas diawal pelajaran sudah diajarkan, namun guru maupun pada seorang C cenderung tidak siswa mengenai materi melibatkan siswa dengan menlontarkan pertanyaan kepada siswa. Guru hanya mengulang materi dengan membaca apa yang sudah disampaikannya pada

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 pertemuan sebelumnya KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN Untuk guru A, Kegiatan inti pembelajaran Pembelajaran di dominasi pembelajaran didominasi yang mendominasi dalam dengan pembecaan kembali oleh pemberian pertanyaan kelas adalah kegiatan guru ringkasan yang sudah dibuat pada siswa sebagai salah mendikte materi dan siswa guru C, yang sudah dimiliki satu usaha guru menulisnya dalam catatan masing-masing siswa mengaktifkan siswanya mereka Kegiatan pemberian materi Guru juga menerangkan Selain guru membaca pun, guru sering bertanya apa yang sudah dicatat ringkasan, guru C juga untuk memancing oleh siswanya memberikan penjelasan pengetahuan siswa, dan singkat terhadap materi yang nanti pada akhirnya akan dianggap penting dan perlu disimpulkan bersama-sama menjelasan dengan guru Setelah materi diberikan Tugas mandiri juga sering Guru C juga pernah dalam satu pertemuan, dilakukan guru B pada memberikan beberapa guru sering memberikan siswanya. Guru B pernah latihan soal mandiri kepada latihan atau soal kepada memberikan catatan siswanya untuk dikerjakan siswa untuk diselesaikan namun guru B meminta secara mandiri berkelompok ataupun siswanya untuk individual melengkapi catatan tersebut Selain tugas tertulis, guru juga pernah menawarkan

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 pada siswanya untuk mencoba menjelaskan materi pada teman sekelasnya KEGIATAN PENUTUP PEMBELAJARAN Guru A melakukan Guru B memberikan pengulangan materi yang kesimpulan pada setiap sudah diajarkan hari ini akhir membahasan sub materi, jadi tidak dalam materi keseluruhan yang disampaikan hari itu Guru A juga pernah Guru B beberapa kali Guru C juga cenderung lebih sesekali memberikan tugas memeberikan tugas untuk memilih memberikan tugas pada siswanya melengkapi catatan atau sebagai penutup melanjutkan pengerjaan pertemuannya soal latihan dirumah d. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang sudah sangat maju saat dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran, baik dalam kelas ataupun di luar kelas. Pemanfaatan teknologi ini digunakan dalam pembelajaran di kelas, diantaranya sebagai alat peyampaian informasi atau pengetahuan kepada siswa.

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 d.1). Pengunaan teknologi yang pernah dilakukan guru Menurut guru A, beliau pernah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yaitu viewer. Viewer digunakan guru A saat di laboratorium, untuk menunjukkan simulasi simulasi fisika, seperti yang diungkapkan dalam wawancara berikut “Pernah pake viewer, tapi mau ga mau ya disini (di laboratorium), itu 2 kali pertemuan buat kelas 7.1. Kadang (yang ditunjukkan) motivasi. Kalo fisikanya ya simulasi-simulasi, itu pasti setiap kalo udah jenuh” Namun selama pengamatan peneliti, guru A belum pernah menggunakan viewer seperti yang diungkapkannya, atau mungkin saat penggunaan viewer, peneliti tidak sempat merekamnya. Kegiatan pembelajaran menggunakan teknologi informasi dan komunikasi sudah ditunjukkan oleh guru B, dengan penggunaan viewer dan laptop dalam penyampaian materi. Kegiatan pembelajaran menggunakan teknologi informasi dan komunikasi sudah ditunjukkan oleh guru B, dengan penggunaan viewer dan laptop dalam penyampaian materi, seperti yang tertulis dalam fieldnote pada tanggal 5 November 2012 di kelas VII.F berikut (18.35 – 21.20) Guru membuka laptop dan mempersiapakan materi selanjutnya (21.50 – 26.25) Guru mempersiapkan pemasangan, penggunaan viewer secara mandiri selain itu, guru juga pernah menampilkan program simulasi pengukuran massa jenis zat padat tidak beraturan dalam kegiatan pembelajaran di

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 laboratorium, seperti yang terekam dalam video dan fieldnote pada tanggal 7 November 2012 di kelas VII.F berikut (25.35 – 25.56) Guru menampilkan slide mengenai animasi pengukuran massa jenis untuk benda tak beraturan “Ini cara mengukur volume untuk benda tidak beraturan?” “Caranya bagaimana?” Berbeda dengan guru sebelumnya, guru C memanfaatkan kecanggihan teknologi dan informasi berupa alat peraga (KIT), seperti yang diungkapkan dalam wawancara berikut “Banyak alat peraga KIT macem macem” Selain sebagai alat peraga, guru C juga tidak jarang memberi kesempatan siswa untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk menambah pengetahuan mereka, dengan cara memberikan tugas untuk mencari informasi di internet mengenai suatu materi, seperti yang diungkapkan guru C dalam wawancara berikut “Tugasnya misalnya saya contoh sejarah atom, tugas dikasi aja perkembangan atom cari di internet” Untuk guru C, dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas, peneliti belum penemukan pemanfaatan tekologi komunikasi dan informasi seperti yang sudah disebutkan diatas. Penggunaan teknologi komunikasi dan informasi sudah dilakukan guru, dengan cara dan tehniknya masing-masing. Keseluruhan guru sama-sama tidak bisa lepas dari teknologi internet, namun

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 perbedaannya hanya terletak pada cara pemanfaatan, seperti untuk mencari materi, simulasi, ataupun pemberian tugas bagi siswa. d.2). Manfaat penggunaan teknologi dalam pembelajaran Menurut guru A, ada keuntungan dan kerugian dalam pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi satu ini, bagi beliau keuntungannya adalah siswanya menjadi mudah memvisualisasikan sebuah peristiwa atau benda, seperti untuk yang diungkapkan dalam wawancara berikut “Ya senang bocah itu (bukannya belajar), kerugiannya itu.Keuntungannya kan visual(siswa) jadi tau. Kayak dosenku ku itu yang seringbawa alat itu (dengan bawa alat bisa langsung lihat alatnya seperti apa, percobaannya seperti apa, tidak cuma membayangkan saja)” Oq ada gelas ukur, ada timbangan, fungsinya untuk apa?” Menurut guru B sewaktu waktu, pemanfaatan alat komunikasi dan informasi memberikan keuntungan materi yang penting untuk dapat dipermudah dengan penggunaan simulasi, seperti yang terungkap dalam hasil wawancara berikut “tidak mendominasi tapi sewaktu-waktu penting, perlu, jadi bukan lalu mengajar dengan ini sudah, itu gak, tapi penting, penting disampaikan dengan itu” Bagi guru C, pemanfaatan teknologi bertujuan suapya pengetahuan siswa yang tadinya abstrak bisa lebih diperjelas dengan menggunakan sarana diatas, seperti wawancara berikut yang diungkapkan dalam

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 “kalau keuntungannya, dia sangat beruntung dia tahu apa yang dia pikirkan dengan apa yang harus dia lihat jadi nyambung , keuntungannya oh pasti siswa itu puas, oh ini nyambung” Dari penjabaran diatas, pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi sangat diperlukan sebagai sarana perkembangan belajar siswa di kelas. Mengingat ilmu pengetahuan juga berkembang pesat dengan adanya perkembangan teknologi tersebut, dan usaha pengkonkretan materi atau teori yang dulunya terlihat abstrak, jadi semakin mudah. Apalagi perkembangan anak usia SMP, masih belum mahir untuk materi abstrak. Pemanfaatan teknologi tersebut dianggap meningkatkan kualitas pembelajaran, ditunjukkan dengan adanya waktu efektif belajar yang lebih banyak jika saat belajar memanfaatkan teknologi tersebut. Melihat keempat sub diatas maka dapat disimpulkan dalam table Pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi oleh guru Tabel 4.6 Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi oleh guru Guru A (yunior) Guru B (senior) Guru C (senior) PEMANFAATAN TEKNOLOGI Pernah pake viewer Memakai viewer dan Memakai alat peraga KIT simulasi dalam laptop Tugas di internet MANFAAT Keuntungannya adalah Memberikan keuntungan Pemanfaatan teknologi siswanya menjadi mudah materi yang penting untuk bertujuan suapya untuk memvisualisasikan dapat dipermudah dengan pengetahuan siswa yang sebuah peristiwa atau penggunaan simulasi tadinya abstrak bisa lebih di

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 benda perjelas dengan menggunakan sarana diatas e. Penyelenggaraan penilaian dan evaluasi proses dan hasil pembelajaran Suatu proses yang diawali dengan tujuan pasti akan ada akhir yang akan dicapai, dan untuk mengetahui sejauh mana pencapaian tujuan tersebut, diperlukan proses penilaian dan evaluasi baik proses ataupun hasil akhirnya. Dalam kegiatan pembelajaran, yang disebut juga sebuah proses pembelajaran, juga diperlukan penilaian dan evaluasi yang dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dan sejauh mana perkembangan siswa atau apa saja perkembangan siswa sebagai anak didik. e.1). Instrumen penilaian kognitif siswa Bagi guru A, seperti diawal sudah dikatakan, yang perlu diketahui dari siswa adalah ketiga aspeknya, yaitu kognitif, psikomotorik, dan afektif. Guru A menggunakan instrument penilaian hasil berupa ulangan harian, PR, tugas tidak terencana, seperti yang diungkapkan dalam wawancara berikut “Ya tugas, ulangan harian, bikin PR. Tugasnya banyak itu, kadang (memberi) tugas juga gak terencana itu” Dalam kegiatan pembelajaran, guru pernah memberikan tugas kelompok saat praktikum, seperti yang terekam pada tanggal 23 Oktober 2012 di kelas VII.2 berikut

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 (10.59 – 13.48) Guru membagikan lembar pengamatan pada masing-masing kelompok Selain tugas kelompok, guru juga pernah terekam memberikan ulangan dadakan pada siswa, seperti yang terekam pada tanggal 29 Oktober 2012 di kelas VII.2 berikut (08.35) Ulangan dadakan, guru meminta siswa menyiapkan selembar kertas, dan menutup semua buku, sambil menunggu kesiapan siswa Tugas tak terencana juga terlihat saat guru memberikan tugas untuk membuat membuat peta konsep setelah guru selesai menjelaskan, seperti yang terekam dalam kegiatan pembelajaran pada tanggal 19 November 2012 di kelas VII.1 berikut (25.52 – 25.57) Guru meminta siswa membuat peta konsep seperti yang sudah dicontohkan guru “sekarang buatlah kayak mas yogo tadi, pengen tahu, dikertas aja, dikertas kamu” Untuk instrumen aspek kognitif, bagi guru B. selain mengadakan ulangan harian, guru biasanya memberikan variasi soal spontan, seperti yang terlihat dari hasil wawancara berikut “kalau variasi ya biasanya soal yang spontan tadi ya,misalnya tadi yang saya katakan untuk melatih logika anak itu” Soal spontan juga ditunjukkan dalam kegiatan pembelajaran oleh guru B, seperti contohnya memberikan soal atau pertanyaan spontan pada siswa, seperti yang terekam dalam kegiatan pembelajaran pada 31 Oktober 2012 di kelas VII.F berikut

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 (21.24 – 21.34) Guru memberikan waktu pada siswa untuk menjelaskan proses destilasi sesuai dengan gambar tersebut di depan kelas “Silahkan sekarang yang mau mencoba menjalaskan” “proses destilasi, tadi dikatakan proses pemisahan berdasarkan titik dididh” Untuk guru C, penilaian aspek kognitif dapat dilihat dari instrumen ulangan harian, tugas-tugas latihan dan contoh soal dari BKS, seperti yang diungkapkan saat wawancara berikut “iya, kan itu ada BKS, kan ada modul, yang saya pakai, yang saya bahas modul sebagai contoh, kemudian yang saya nilai di BKS, yang saya nilai dikerjakan di rumah sebagai tugas, nanti ulangan sendiri” Pembahasan modul BKS sebagai contoh soal, terlihat saat guru dan siswa bersama-sama membahas soal pilihan ganda, seperti yang terekam dalam kegiatan pembelajaran pada tanggal 1 November 2012 di kelas VII.A berikut (32.37 – 36.30) Guru bersama-sama dengan siswa mencocokan tugas soal pilihan ganda dengan cepat “kita buka halaman 93, hayo barengan, dicek sendirisendiri….” Pemberian tugas rumah juga terekam dalam kegiatan pembelajaran, dimana siswanya diminta untuk mengumpulkan hasil dari pekerjaan rumah pada pertemuan sebelumnya, terekam pada tanggal 29 Oktober 2012 di kelas VII.A berikut (00.12 – 03.20) Perwakilan siswa tiap baris bangku diminta guru untuk membantu mengumpulkan tugas pertemuan lalu temantemannya

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 e.2). Instrumen aspek psikomotorik siswa Sedangkan untuk instrumen psikomotorik, guru A belum bisa menilai, karena dianggapnya praktikum yang diadakannya tidak berjalan sebagaimana mestinya, seperti yang diungkapkan dalam wawancara berikut “Psikomotorikpun gak, praktikum gak jalan” Dalam kenyataannya, kegiatan praktikum itu memang terjadi namun usaha ataupun instrumen guru untuk menilai aspek psikomotorik siswa tidak nampak, karena guru menganggap bahwa praktikum yang direncanakan memang sudah tidak dapat berjalan seperti yang diharapkan. Sama halnya dengan guru A, guru B juga belum mempunyai penilaian mengenai aspek psikomotorik siswa, dan tidak terekam dan terlihat dalam kegiatan pembelajaran penggunaan instrument untuk menilai aspek psikomotorik siswa. Sedangkan untuk instrumen psikomotorik dan afektif, guru C membuat skala nilai atau kategori nilai seperti yang diungkapkan dalam wawancara berikut “instrumen afektif dan psikomotorik hanya, tidak melakukan terus menerus, artinya hanya tertentu saja, biasanya dalam kategori itu, sedang/cukup, baik dan istimewa, itu aja, misalnya skor sedang itu, kalau misal skor amat baik 5, kemudian baik 3 atau 4 kemudian yang sedang 2, yang buruk 3, yang jelek 2”

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 e.3). Instrumen penilaian afektif siswa Untuk instrumen afektif, guru A pernah membagikan lembar penilaian sikap siswa kepada siswanya untuk saling menilai teman mereka, tapi ternyata tidak berjalan sesuai harapan, seperti yang diungkapakan dalam wawancara berikut “Cuma untuk buat indikator afektif saya belum bisa menilai. Pernah sekali saya sebar (lembar penilaian) di kelas 7.1. Untuk saling menilai (antar siswa), Akbar gimana, Ines gimana,Aiban gimana. Jadi yang nilai sendiri masing-masing. Tapi ya tetap gak jalan” Untuk guru B, sama halnya dengan guru A, aspek yang perlu dinilai adalah aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif, seperti yang terungkap dalam wawancara berikut “ya sebenarnya kalau IPA sangat banyak ya, aspeknya misal kognitif, afektif, ya psikomotoriknya” Sama halnya dengan guru A, guru B juga belum mempunyai penilaian khusus mengenai aspek psikomotorik dan afektif siswa, guru hanya melihat secara umum, seperti yang disampaikan ketika wawancara berikut “kalau saya mengambilnya secara umum ya, jadi nilai tuntas tidaknya aja ya gitu, itu kalau sudah masuk ranah umum ya” Sedangkan untuk instrumen afektif, guru C membuat skala nilai atau kategori nilai seperti yang diungkapkan dalam wawancara berikut “instrumen afektif dan psikomotorik hanya, tidak melakukan terus menerus, artinya hanya tertentu saja, biasanya dalam kategori itu, sedang/cukup, baik dan istimewa, itu aja, misalnya skor sedang itu, kalau misal skor amat baik 5, kemudian baik 3 atau 4 kemudian yang sedang 2, yang buruk 3, yang jelek 2”

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 Ketiga guru diatas, dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran memang tidak ditemukan instrumen khusus penilaian aspek afektif siswanya. Penjabaran diatas menunjukkan baik guru A, B, atau C, lebih mudah menunjukkan indikator dan instrument yang mereka gunakan untuk penilaian dan evaluasi di bidang kognitif atau akademik siswa saja. Untuk aspek psikomotorik dan afektif, guru cenderung hanya menggunakan pengamatan biasa dalam aktivitas pembelajaran, tanpa ada penilaian dan evaluasi tertulis seperti pada aspek kognitif. Melihat pengembangan instrumen diatas, dapat disimpulkan dalam tabel berikut Tabel 4.7 Tabel pemahaman guru mengenai pengembangan instrumen Guru A (yunior) Guru B (senior) Guru C (senior) INSTRUMEN PENILAIAN ASPEK KOGNITIF SISWA Menggunakan instrument Bagi guru B. selain Penilaian aspek kognitif penilaian hasil berupa mengadakan ulangan dapat dilihat dari instrument ulangan harian, PR, tugas harian, guru biasanya ulangan harian, tugas-tugas tidak terencana memberikan variasi soal latihan dan contoh soal dari spontan BKS INSTRUMEN PENILAIAN ASPEK PSIKOMOTORIK SISWA Guru A belum bisa Guru B juga belum Instrumen psikomotorik dan menilai, karena mempunyai penilaian afektif, guru C membuat dianggapnya praktikum khusus mengenai aspek skala nilai atau kategori nilai yang diadakannya tidak psikomotorik dan afektif berjalan sebagaimana siswa, guru hanya melihat

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 mestinya secara umum INSTRUMEN PENILAIAN ASPEK AFEKTIF SISWA Guru A pernah Guru B juga belum Instrumen psikomotorik dan membagikan lembar mempunyai penilaian afektif, guru C membuat penilaian sikap siswa khusus mengenai aspek skala nilai atau kategori nilai kepada siswanya untuk psikomotorik dan afektif saling menilai teman siswa, guru hanya melihat mereka, tapi ternyata tidak secara umum berjalan sesuai harapan Setelah mengetahui penjabaran mengenai profil kompetensi pedagogik masing-masing guru, maka akan dilihat inti kompetensi pedagogik masing masing guru yang akan ditunjukkan dalam table berikut Tabel 4.8 Tabel profil kompetensi pedagogik guru Nama Guru Guru A Guru B Guru C Kompet. Pedagogik Mengetahui Mengetahui Mengetahui Mengetahui karakteristik karakteristik peserta karakteristik peserta karakteristik peserta peserta didik dan didik yang meliputi didik yang meliputi didik yang meliputi ciri aspek fisik, moral nama sebagian besar nama sebagian besar umum kelas yang spiritual, sosial peserta didik, ciri peserta didik, ciri diampu, dan tingkat kultural, umum kelas yang umum kelas yang intelektual peserta emosional, dan diampu, dan tingkat diampu dan tingkat didiknya intelektual intelektual peserta intelektual peserta

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 didik didik Mengembangkan Mampu Mampu Mampu kurikulum mengembangkan mengembangkan mengembangkan terkait dengan mata kurikulum dengan kurikulum dengan kurikulum dengan pelajaran menentukan tujuan menentukan tujuan menentukan tujuan pembelajaran secara pembelajaran secara pembelajaran secara umum dan umum dan umum dan melaksanakan melaksanakan beberapa melaksanakan beberapa beberapa tujuan tujuan pembelajaran tujuan pembelajaran pembelajaran secara secara khusus, secara khusus, khusus, menentukan menentukan menentukan pengalaman belajar pengalaman belajar pengalaman belajar yang bervariasi, yang bervariasi, menata yang cukup bervariasi, menata meteri yang materi sesuai buku menatan materi sesuai sesuai buku pegangan pegangan siswa, dan silabus, dan penilaian siswa,dan penilaian penilaian psikomotorik psikomotorik dan psikomotorik dan dan afektif belum ada afektif sudah dirancang afektif tidak teramati. instrumen khusus. tapi tidak terami oleh yang yang diampu peneliti. Menyelenggarakan Memahami Memahami pengertian Memahami pengertian pembelajaran yang pengertian pembelajaran yang pembelajaran yang mendidik pembelajaran yang mendidik, memberikan mendidik, memberikan mendidik, nasehat dan teguran nasehat dan teguran memberikan nasehat saat kegiatan saat kegiatan dan teguran saat pembelajaran, kegiatan pembelajaran, kegiatan kegiatan awal dilakukan, awal dilakukan, pembelajaran, kegiatan inti dilakukan kegiatan inti dilakukan

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 kegiatan awal bervariasi, dan kegiatan bervariasi, dan kegiatan dilaksanakan, penutup juga penutup yang kegiatan inti juga dilakukan. dilakukan. bervariasi, kegiatan penutup juga dilakukan. Memanfaatkan Memahami Memahami keuntungan Memahami keuntungan teknologi informasi keuntungan penggunaan teknologi penggunaan teknologi dan komunikasi penggunaan dalam pembelajaran, dala pembelajaran, dan untuk kepentingan teknologi dalam dan pernah pernah pembelajaran pembelajaran, dan menggunakan viewer alat peraga meskipun pernah dan memanfaatkan peneliti belum pernah memanfaatkan simulasi dalam laptop. melihat. menggunakan teknologi berupa pengunaan viewer meskipun peneliti belum pernah melihat Penyenlenggaraan Hanya bisa Hanya bisa Hanya bisa penilaian dan menggunakan menggunakan menggunakan evaluasi proses dan instrumen penilaian instrument penilaian instrument penialaian hasil pembelajaran untuk aspek kognitif, untuk aspek kognitif, untuk aspek kognitif, sedangkan aspek sedangkan aspek sedangkan penilaian psikomotorik dan psikomotorik dan untuk aspek afektif belum ada afektif hanya sebatas psikomotorik dan instrumen tertentu. pengamatan guru, afektif sudah dibuat untuk melihat tapi peneliti belum gambaran siswa. melihat prakteknya

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 dalam kegiatan pembelajaran. 2. Pengaruh pendidikan dan pengalaman terhadap kompetensi pedagogik guru Setelah menjabarkan kompetensi pedagogik dari masing masing guru, dapat dilihat bahwa masing-masing mempunyai kemampuan yang bervariasi antara guru satu dengan yang lain. Pengaruh pendidikan masih dirasakan dominan pada guru A, sebagai guru yang baru saja lulus dari bangku kuliah, pembelajaran yang didapat saat kuliah merupakan salah satu acuan utama untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran, khususnya yang berhubungan dengan kompetensi pedagogik. Untuk guru B dan C yang merupakan guru senior, pengalaman yang sudah mereka dapat selama kurang lebih 10 tahun ini yang dominan dan digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran khususnya yang berhubungan dengan kompetensi pedagogik, selain tetap ada pengaruh pendidikan dan pelatihan yang diperoleh ketika guru mengikuti diklat yang dalam perjalanannya selama menjadi pengajar. Dilihat dari kenyataan menyebutkan bahwa kompetensi pedagogik guru muda lebih mengacu pada bekal pendidikannya yang di dapat dari bangku kuliah, sedangkan untuk guru senior, pengalaman lebih mempengaruhi kompetensi pedagogik guru, selain pendidikan dan pelatihan yang didapat saat diklat.

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 Sebagai faktor yang sangat berpengaruh dalam pernguasaan kompetensi pedagogik, pendidikan merupakan salah satu cara memperoleh pengalaman yang baik, sedangkan pengalaman merupakan proses penyempurna pendidikan yang sudah didapat guru.

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian mengenai profil kompetensi pedagogik guru yang teramati selama kegiatan pembelajaran dalam kelas, peneliti menyimpulkan bahwa : a. Pemahaman guru mengenai siswanya bervariasi, sebagian besar guru lebih memahamengenai kemampuan akademik siswa yang berhubungan dengan aspek kognitif, sedangkan untuk pemahaman mengenai kemampuan non akademik siswa, guru lebih sering mengenali nama siswa yang menonjol, dan hanya digunakan sebagai acuan membuat peta kondisi secara keseluruhan dalam kelas. b. Pemahaman guru mengenai pengembangan kurikulum untuk mata pelajaran yang diampu sudah cukup, itu terlihat dengan RPP yang dibuat oleh masing-masing guru, yang memenuhi unsur-unsur pembuatan RPP yang telah ditentukan oleh pemerintah dan dengan menyesuaikan kondisi masing-masing kelas. Untuk pemahaman mengenai tujuan pembelajaran Fisika secara umum, penentuan pengalaman pembelajaran yang diberikan pada siswa, penataan materi, dan pemilihan instrumen penilaian, masingmasing guru bervariasi. 131

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 c. Pemahaman guru mengenai pembelajaran yang mendidik, ditemukan dengan berbagai kegiatan variatif dalam pembelajaran yang difokuskan guru untuk mengaktifkan siswanya, selain itu kegiatan pembelajaran juga sebagian besar sama dengan rencana yang sudah ditulis di dalam RPP masing-masing guru, meskipun terkadang ada juga keputusan transaksional yang diambil guru. d. Kemampuan guru mengenai pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan pembelajaran, ditunjukkan dengan penggunaan alat elektronik dalam kegiatan penyampaian materi di dalam kelas, yang dianggap memudahkan siswa dalam membantu pemahaman suatu materi yang diberikan. e. Pemahaman guru mengenai evaluasi dan penilaian hasil, rata-rata guru sebagian besar hanya mampu menilai salah satu aspek saja terutama aspek kognitif, dengan menggunakan berbagai jenis instrument penilaian yang bervariatif, sedangkan untuk aspek di luar kognitif, guru hanya bisa melihat garis besar siswa secara keseluruhan. Melihat kompetensi pedagogik guru dalam proses pembelajaran, ditemukan beberapa kompetensi yang menonjol yang ditunjukkan guru muda dan kompetensi yang menonjol yang ditunjukkan guru senior. Latar pendidikan dan lama pengalaman mengajar saling melengkapi dalam proses pembentukan keutuhan kompetensi pedagogik yang diharapkan pemerintah. Pengetahuan tanpa pengalaman hanya sebatas teori yang seringkali kenyataan pembelajaran di lapangan tidak sesuai dengan teori tersebut yang seharusnya disempurnakan

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 dengan pengalaman, namun pengalaman selain berupa pengalaman mengajar juga diperlukan pengalaman pendidikan yang berasal dari diklat atau pelatihan yang diberikan instansi sekola itu sendiri ataupun pemerintah. B. Saran Berdasarkan hasil penelitian di atas, saran yang disampaikan penulis mengenai pengetahuan guru dan sikap pedagogik guru dalam kegiatan pembelajaran adalah : 1. Bagi peneliti dan calon guru Hasil penelitian dapat dijadikan masukan, bahan referensi guru untuk menjadi guru yang lebih mempunyai kemampuan padagogik yang dapat di realisasikan dalam kegiatan pembelajaran pada saat nanti menjadi guru. 2. Bagi Guru Sebagai bahan atau sarana untuk melihat pemahaman pedagogik guru dan sebagai tolak ukur untuk terus berusaha menjadi guru yang lebih baik lagi terutama untuk kompetensi pedagogik guru. 3. Bagi peneliti selanjutnya Sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian selanjutnya mengenai kompetensi pedagogik dengan catatan dilakukan lebih sistematis, dengan menentukan indikator kompetensi pedagogik

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Basaruddin, Chan. 2013. Ujian Nasional untuk apa?. Kompas, 6 Juni 2013. Basu Swastha Ibnu Sukotjo. 1998. Bisnis Pengantar Modern. Yogyakarta: Liberty Berliner, David C. 2004. “Expert teacher : Their Characteristicts development and accomplishments”. Arizona State University (USA). https://www.sportscoachuk.org/sites/default/files/Berliner-(2004)-ExpertTeachers.pdf. Diakses pada 16 Agustus 2013. Borman, G. D. and Kimball, S. M. (2005). “Teacher quality and educational quality: Do teachers with higher standards-based evaluation ratings close student achievement gaps? The Elementary School Journal”, No. 106 volume 1, p.3–20. http://www.edgepage.net/jamb2008/Papers/TeachingPractices.pdf. Diakses pada 26 Januari 2014. Depdiknas. 2003. Undang undang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 40 ayat 1 2 tentang Kewajiban tenaga kependidikan. Jakarta : Depdiknas. Depdiknas. 2003. Undang undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta : Depdiknas. Depdiknas. 2005. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta : Depdiknas. Depdiknas. 2005. Undang undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Jakarta : Depdiknas. Depdiknas. 2007. Peraturan Menteri Pendidikan Republik Indonesia nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Jakarta : Depdiknas. Depdiknas. 2008. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 74 tahun 2008 tentang Guru. Jakarta : Depdiknas. Dikti. 2000. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 232/U/ 2003 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. Gist, M. E. & Mitchell, T. R. (1992). Self-efficacy: A theoretical analysis of its determinants and malleability. Academy of Management Review, No.17 volume 2, p. 183-211. http://sbaer.uca.edu/research/asbe/1999/08.pdf. Diakses pada 26 Januari 2014 134

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 Hendayana, S.,Asep,.,&Imansyah, H. 2010. “Indonesia‟s Issues and Challenges on Quality Improvement of Mathematics and Science Education”. Journal of International Cooperation in Education. Hettie, John. Oktober 2003.“Teacher Make a Difference What is the research evidence?”.University of Auckland Australia Council for Education Research. https://www.det.nsw.edu.au/proflearn/docs/pdf/qt_hattie.pdf. Diakses pada 16 Agustus 2013. Johari, Khalid. (2009) “Pengaruh Kelayakan Guru ke atas Efikikasi Guru-guru Sekolah Menengah”. Jurnal Pendidikan Malaysia Vol. 34(2), p.3–14. Sabah : University Malaysia Sabah. http://www.ukm.my/jurfpend/journal/vol%2034_2%202009/pdf/Bab%201.pd f diakses pada 26 Januari 2014. Mulyasa, E. 2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Remaja RosdaKarya. Mulyasa, E. 2007. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung : Remaja Rodaskarya. Mulyasa, E. 2009. Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya. Muslich, Mansur. 2007. KTSP : Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. Jakarta : PT. Bumi Aksara. Palmer, J.A (editor). 2003. 50 Pemikir Pendidikan, dari Piaget sampai sekarang. (terjemahan : Farid Assifa). Yogyakarta : Penerbit Jendela. Sadulloh, Uyoh. 2007. Pengantar Filsafat Pendidikan. Bandung : Alfabeta. Sidijono, Anas. 2009. Pengantar Pendidikan. Jakarta : Rajawali Pers. Suparno, Paul. 2007. Metode Penelitian Pendidikan Fisika Edisi Revisi. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Suparno, Paul. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Fisika Edisi Revisi. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 Lampiran 1

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 Lampiran 2

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 TRANSKIP VIDEO PEMBELAJARAN Hari / tanggal Kelas Sekolah Jam pel. Materi Jumlah siswa : Senin, 22 Oktober 2012 : VII.2 : SMP A : 08.00 – 09.00 WIB : Zat : 35 siswa ( terdiri dari 11 siswi dan 24 siswa ) No. 1 2 3 4 5 6 Kejadian dalam Pembelajaran Guru mengabsen siswa (dengan menanyakan siapa siswa yang tidak masuk) Guru memulai pelajaran dengan mengajak siswa berdoa bersama “selesai” Waktu Tidak terekam 00.00 – 00.05 Guru menutup pintu kelas 00.06 – 00.15 Guru bertanya pada siswa 00.16 – 00.25 “pelajaran apa ini?”(guru) “olahraga” (murid) “olahraga, oke” (guru) Guru menenangkan siswa di kelas yang ramai(tangan didepan bibir) 00.25 – 00.26 Guru mulai bertanya mengenai materi sebelumnya “apa yang dimaksud dengan unsure, apa yang dimaksud dengan unsure, unsure apa?” 00.27 – 00.36 140

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “yak apa, andra ya?” (guru mendengarkan siswa menjawab) 00.44 – 00.45 “apa unsure? Lusy” 01.04 – 01.10 “Senyawa, pengertian senyawa?” 01.12 – 01.14 “perhatikan, senyawa?” (sambil menujuk) 01.23 – 01.27 00.36 – 00.43 7 Guru menganggapi jawaban siswa sambil mempersilahkan siswa yang lain 00.46 –01.03 mengungkapkan pendapat 01.15 – 01.23 01.29 – 01.30 Guru menegur siswa kelas yang ramai “sssttttttt, hey ssstttttttt, perhatikan, perhatikan” (sambil meletakkan jari telunjuk di depan 01.31 – 01.37 bibir) 8 Guru menasehati siswa pentingnya mendengarkan 01.45 – 03.10 “heh, kalau ada yang, perhatikan perhatikan, kalau ada yang misalnya ditunjuk, Claudya misalnya, Claudya menjawab yang lainnya belajar mendengarkan, kalian belajar mendengarkan dulu jangan langsung set set set. Misalnya gini perhatikan, liatin liatin liatin (sambil menggambar wadah berisi air) ini apa, gelas, kalau kalian sudah ada airnya, tak masukkin air neh piye, misalkan ini air keruh tak kasih air bening piye? Ini bakal terisi ga? 141

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kamu kamu siap mengkosongkan ini ga, maksudnya apa, paham ora? Apa maksude? Perhatikan. Mas Yoga mengajarkan ini maksudnya apa didalam raga kalian sudah ada isinya tapi keruh, misalkan tak isi jadi keruh makane siap mengkkosongkan gak, siap mengkosongkan gak, neg ngono kuwi berarti mendengarkan sik nembe tak cur” Guru memulai pelajaran dengan menulis di materi di papan tulis 9 “siap, siap, sekarang kita belajar massa jenis, massa jenis, ada zat, kemarin zat apa ini 03.25 – 03.30 perhatikan” 10 11 Guru menutup pintu kelas kembali 03.31 – 03.35 Guru bertanya kepada siswa mengenai pengertian “zat” “Ayo, zat itu apa hayo, alex ayo” 03.38 – 03.40 Guru menunjuk siswa untuk menjawab pertanyaan (pertanyaan dilempar ke siswa lain 12 dengan menunjuk) “Alexius “ 03.40 – 03.42 “Coba lagi, Sandra, zat apa?” 03.53 – 05.58 Guru menyampaikan lagi pentingnya “mendengarkan” (sambil menghentikan jawaban 13 siswa yang lain) “Stop!” “mas Yoga tunjuk siapa, Alexius, berarti yang lain mendengarkan, Alexius apa? “Dengarkan dulu” 03.42 – 03.47 04.01 – 04.03 142

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Guru mendengarkan jawaban siswa 04.03 – 04.14 Guru menanyakan pada siswa lain, mengenai benar/tidaknya jawaban teman yang 15 sudah disampaikan “Setuju? 04.14 “Bener ga?” (guru) “salah” (siswa) 04.25 Guru meminta siswa lain mendengarkan dan meminta siswa yang menjawab untuk 16 mengulangi jawabannya 04.15 – 04.24 “Mendengar ga?” Ulang lagi” 17 18 Guru mempersilahkan siswa lain menjawab “saya pak” (sambil tunjuk jari) (siswa) Guru menanggapi jawaban siswa “yakin po kalau zat menempati ruang dan punya massa?” 04.27 – 04.34 04.35 – 04.40 Guru menulis pengertian zat yang benar sambil merumuskan bersama-sama dengan 19 siswa 04.01 – 05.11 “yo ya, tulis, sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa” Guru memancing siswa untuk dapat melengkapi pengertian zat 20 “maksudnya apa? Menempati ruang dan memiliki massa maksude opo?””maksude opo 05.11 – 05.32 menempati ruang dan memiliki massa?” 143

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Guru kembali bertanya pada siswa dengan menunjuk langsung siswa 21 “opo, Sandra?” 05.31 – 05.36 Guru menggali informasi dari siswa mengenai bermacam-macam zat dan contohnya “apa aja nih, yang menempati ruang disini apa aja?” “contoh, di dalam bus ada apa ae? 05.36 – 06.00 Apa, AC, trus kursi, ya” 22 23 Guru bertanya lagi pada siswa “Sekarang dibuat dua, 06.00 – 06.18 Guru menerangkan Fisika “Belajar opo to?” Fisika iku opo fisika iku?” Benda yang nyata” “Perhatikan!” 06.19 – 06.29 Guru bertanya “diruangan ini ada apa saja dan termasuk zat apa saja?” 24 “kursi, meja” (siswa) 06.30 – 07.08 “perhatikan, iki opo?” (guru) “spidol” (siswa) “ini apa ini?” (guru) “botol” (siswa) “zat opo?” (guru) “zat cair” (siswa) Guru bercanda dengan siswa 25 26 “Menyerah, menyerah” (sambil mengangkat tangan) 03.50 –03.53 “Menyerah, menyerah” 03.58 – 04.00 Menerangkan materi 144

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “Pengertian zat sekarang apa, menempati ruang dan memilki massa, contoh sederhana, 07.28 – 09.15 perhatikan ini apa ini?” “spidol” (siswa) “benda apa ini, bermassa ga?” “benda mati, padat” (siswa) “ “Benda apa ini?” bermassa ga, punya berat ga?” “punya” “sekarang gas, punya massa ga?” “ga” (siswa) “katanya kalau zat itu menempati ruang dan memilki massa, nah ini kan zat gas, berarti gas ini menempati ruang, memilki massa, gas memiliki massa ga? Hayo..” “siapa yang disuruh orang tuanya beli tabung gas? Neg ada isinya abot, neg ga ada enteng” “Berarti gas menempati ruang dan memiliki massa” 27 Guru menerangkan materi zat yang mempunyai massa 07.37 – 07.50 28 Guru bertanya sambil sesekali menerangkan 07.51 – 08.18 29 Guru kembali menegur siswa yang ramai 08.22 – 08.23 30 Guru bertanya sambil sesekali menerangkan 08.23 – 09.08 31 Guru menegur siswa yang ramai 09.08 – 09.11 34 Guru meminjam barang dari siswa (botol minum) 10.17 – 10.19 Guru menerangkan bentuk benda dengan menggunakan contoh (spidol dan aqua) 35 sambil memancing jawaban siswa “kalau spidol dimasukin sini, bentuke piye?” “warnanya hitam” (siswa) “missal air 10.19 – 10.43 dimasukan ke sini bentuke piye ?”(kotak pensil) 36 Mengingatkan siswa kalau waktunya hanya satu jam pelajaran saja 145

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “masih ada satu jam lagi” 11.12 – 11.16 Menerangkan materi 37 “ Bentuke gimana padat, tetap atau berubah?” “tetap” (siswa) “kalau cair, sesuai bentuk 11.17 – 11.41 wadahnya, kalau gas, berubah ubah, ini baru bentuk” 38 Bertanya dan menyimpulkan jawaban dari siswa 11.41 – 12.31 Menerangkan mengenai volume benda 39 “Kemudian, volume, volume apa?” “volume itu apa volume, volume kerucut apa? “phi r kali 12.32 – 13.02 tinggi” (siswa) “yak betul” (guru) “ Menjelaskan mengenai konversi tingkatan satuan volume 40 “ satu liter berapa desimeter kubik?” “satu” (siswa) “satu milliliter berapa centimeter 13.03 – 13.31 kubik?” 18.18 – 18.48 Menunjuk salah satu siswa, untuk maju ke depan kelas untuk menjawab soal “David, bikin tangga satuan konversi, tanggung jawabnya gimana, harus hafal 41 13.32 – 13.42 matematikanya gimana, perkalian satu sampai sepuluh” Melempar jawaban pada siswa lain untuk menjawab pertanyaan 15.35 – 16.10 “siapa yang bisa maju ke depan” 42 Menjelaskan perkalian sebagai basic dalam perhitungan volume “kalau tiga (pangkatanya), kubik volume berapa? Misalnya ini, sepuluh pangkat berapa? 13.32 – 15.34 146

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “Jadi satu liter sama dengan satu desimeter kubik” “satu milliliter sama dengansatu per satu 16.10 – 17.32 juta desimeter kubik” Menjelaskan persamaan massa jenis (rho) 43 “rho massa jenis, massa bagi volume, besaran pokok, kemarin massa besarannya apa?” “kg” 17.33 – 18.17 (siswa) “volume, besaran pokok, meter kubik, besok kalau mL diganti ke Cl dullu” 18.18 – 18.48 Bertanya pada siswa mengenai sifat bentuk dan volume zat padat 44 “massa jenis lagi, padat bentuknya tetap, cair bentuknya berubah sesuai tempat, sekarang 18.18 – 18.34 volumenya padat” Mengilustrasikan volume benda padat dengan menggambar di papan tulis 45 “misalke ngene, kayu, balok kayu, podo balok gabus, massa ne iki podo, lebarnya dua 18.35 – 19.21 centimeter, lebarnya empat centimeter, tingginya tiga wes, centimeter” Menanyakan pada siswa tentang rumus volume 46 “volumenya? Neg volume piye? Iyak, dua kali empat piro? Kali tiga? Dua puluh empat 19.22 – 19.24 centimeter kubik” Menggali kemampuan siswa mengenai volume benda, meskipun volume sama tapi kerapatannya berbeda 47 “Ini balok kayu, kalau gabus beratnya 24 cm kubik, Perhatikan, tapi ini gabus lo, ini gabus, 19.25 – 23.28 ini kayu, tapi podo podo 24 centimeter kubik. “massa jenis‟e opo tadi, rho sama dengan m dibagi v. Nah, setiap karakter benda inilah yang berbeda-beda, dilihat dari massa jenisnya ini 147

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI beda beda, perhatikan sekarang siapa yang hobi renang? “ kamu pernah lihat, ban, ban karet, misalnya batu gedhe ya, tenggelam ga? Yowes” “gabus sama kayu, massanya berat mana? “kayu” . Nh iki kabeh bentuke podo, sama sama padat to? Tapi liat massa jenisnya berebda beda, karena ditentukan kerapatan antar molekul” 48 Guru memberikan tugas pada siswa secara berkelompok “sekarang tugase, tugase” 23.28 – 23.35 Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok sesuai dengan no absennya 49 “Adinda sampek Andre maju kedepan” dari Angga sampai david disini, Ega saapai Hendra 23.36 – 30.20 tengah tengah, Putri sampai Leski, Eka sampai Rizki Ramadhan” 50 guru menenangkan siswa yang ramai sambil bercanda 30.21 – 30.49 Guru memberikan tugas pada siswa untuk menuliskan benda-benda padat yang ada di 51 lingkungan sekitar dengan ukuran kira-kira sebesar jari telunjuk orang dewasa “Sekarang tuliskan, tuliskan benda benda opo ae, perhatikan yang kira kira ukurannya 30.50 – 32.35 sebesar ini, kira kira yang ukurannya semene opo semene” Guru mengkondisikan siswa agar bisa mengerjakan tugasnya dan menegur siswa yang 52 tidak mau bergabung dengan temannya “iku sospo. Ronald, ay bareng bareng, kowe mengko matine ra gelem bareng piye, arep mati 32.48 – 33.10 dewe po?” “ayo garap, jangan misah, bareng” 148

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Selama mengerjakan tugas, guru berkeliling, sesekali menegur siswa yang ramai “ ayo ojo ngobrol ae yo, lex, lex” 33.11 – 34.57 Guru memberikan soal selanjutnya untuk mrncari nilai volume 54 “perhatikan, perhatatikan semua, nomer dua, hitung balok tingginya 6 cm, massanya 25 kg, 34.58 – 35.41 berapakah massa jenisnya?” tulis bukune endi?” 55 Guru membandingkan dengan siswa yang ada di sekolah negeri sambil menasehati supaya bekerja dengan tangan 35.41 – 36.38 Guru berkeliling menghampiri setiap kelompok, memantau siswa mengerjakan tugas 56 sambil memberi penjelasan siswa yang bertanya 36.38 – 38.49 “ayo, mana liat” Guru memberikan tugas selanjutnya untuk mencari nilai volume kerucut dan tabung 57 “tiga, nomor tiga (guru menggambar kerucut) perhatikan no 3, tinggi kerucut 8 cm, jari-jari 6 cm, garis di kerucut 10 cm, phytagoras. “digambar digambar, dihitung, diganti diganti, ini 7 38.50 – 41.25 cm, iki 12 cm, iki 25 cm” batu ini beratnya 100 kg” Guru menanyakan rumus luas permukaan tabung sambil menggambar dan menulis di 58 papan tulis 42.02 – 42.31 “perhatikan, luas permukaan tabung apa 2 phi r, r plus t, dua phi r kuadrat r plus t” 59 Guru berkeliling kelas sambil menjelaskan ulang soal yang sudah diberikan 149

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “Ayo cepet mana, ayo mana udah? Garap sek engko tak kandani” “massane 100 kg, udah? 41.25 – 47.37 Ya volume ne, bagus bagus, itu 24 cm” “udah ketemu?” hayo volume opo rumuse? Jari jarinya 7 cm, tinggi yang tinggi 24 cm” 60 Guru menulis dan melingkari rumus yang digunakan “massa dibagi volume, itu untuk benda teratur, untuk benda tidak teratur” 47.38 – 48.08 Guru membahas soal di papan tulis sambil melibatkan siswa dalam pembahasan soal tersebut 62 “ ayo liatin, 25 dibagi berapa? 216” “bener po?” “perhatikan 48.33 – 51.30 “udah sekarang dihitung, tadi berapa, ini kenapa salah?” “ini massa satuanya apa kg, 55.03 – 59.59 volume meter kubik” Guru bersama dengan siswa mencari satuan kg/m3, sambil memberi pertanyaan pada siswa 63 “massa besaran pokok satuannya apa? Kilogram” 51.31 – 52.50 “coba belakang satu liter berapa desimeter kubik?” “100 ml berapa desimeter kubik?” “100 53.37 – 54.27 mL berapa centimeter kubik?” “100 liter berapa mm kubik?” Guru kembali menegur kelas yang ramai 64 “uwes uwes?” “mas yogo percuma dua jam iki ngomong ae, ora mlebu iki, soale kalian apa, perhatikan neg di dalam kalian ada air keruh, mas yogo kasih cur ora bakal mlebu we, akhire 52.50 – 53.36 opo, kabeh capek, makane mas yogo ngomong mending belajar tes, belajar tes soale neg 150

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI diterangke koyok ngene mesti” Guru mengulang materi mengenai massa jenis 65 “yang memebedakan suatu benda zat padat dilihat dari apa tadi apanya? Massa jenisnya, bukan sifat padat, lah kalau ini massanya podo, bentuke podo, yang membedakan 54.28 – 55.03 kerapatannya ini lo, paham?” Guru menutup pelajaran dengan mengingatkan kembali tugas yang harus dibawa besok sambil meminta siswanya kembali ke tempat masing-masing 66 “ tadi tugasnya memebawa apa, 10 benda padat, besok ketemu jam satu dan dua, besok yang 10 itu kira kira yang cilik wae, neg jam tangan ojo, 10 bawa besok ya per kelompok, besok 01.00.00 – 01.02.53 masuk nilai, masuk nilai per kelompok, per kelompok bukan masing masing, jam satu dan dua, yaudah gitu aja, yang 10 dibawa” 151

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TRANSKIP VIDEO PEMBELAJARAN Hari / tanggal Kelas Sekolah Jam pel. Materi Jumlah siswa No. : Selasa, 23 Oktober 2012 : VII.2 : SMP A : 07.00 – 08.30 WIB : Zat (aktivitas di laboratorium) : 35 siswa ( terdiri dari 11 siswi dan 24 siswa ) Kejadian dalam Pembelajaran Waktu Guru mengatur tempat duduk masing-masing kelompok 1 “duduk sesuai kelompok yang kemarin” “duduk per kelompok, arka perkelompok mana?” “udah, tasnya gimana tasnya, tasnya ditaruh” “kamu sana, danang sama si dhimas sini” Guru mengecek barang yang dibawa siswa sambil menasehati siswa ramai 3 “suruh bawa apa kemarin?” “perhatikan, suruh bawa apa kemarin” “heh, tugasnya apa kemarin?” “mana, barangnya mana?” “taruh meja, barangnya taruh meja” “mulutnya mulutnya, diampet diampet, stop, stop” Guru mempersipakan alat praktikum 4 Guru mengulang materi kemarin mengenai cara menentukan volume dan massa jenis 2 00.00 – 02.10 02.11 – 03.42 03.43 – 05.24 152

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI benda beraturan “kemarin menghitung volum benda yang teratur, gampang t, kaya kubus, balok, apalagi kemarin, bola, rumusnya apa kemarin” Bertanya pada siswa dan diskusi mengenai rumus-rumus untuk mengukur volume benda beraturan “volume kubus apa, volume kubus?” (guru) “p,l,t berarti panjang sisi pangkat tiga” (guru dan siswa) “balok, p,l,t” (guru) “tabunng tabung, heh, luas alas kali tinggi, luas lingkaran, phi, r kuadrat kali t” (guru) “kerucut, sepertiga, r kuadrat t” (guru) “bola?? Berapa bola” (guru) “empat per tiga, phi r pangkat tiga, ini baru volume benda, apa,volume apa?, benda beratur, kalian bisa menghitung volum benda yang beratur.” “nah sekarang, itu bentuk‟e opp\o yang sudah kalian sediakan alat-alatnya” Guru menjelaskan kembali bahwa massa jenis dapat menentukan karakteristik suatu 05.25 – 06.55 benda dan memberikan contoh benda, sambil sesekali bertanya pada siswa 5 “massa jenis itu apa kemarin, massa jenis itu apa?” “oi,oi ngobrol ae, massa jenis kie opo?” “apa, massa jenis itu apa? Kemarin, perbandingan antara apa? Massa dan volume. Nah, setiap benda liat bentuknya kan macem macen to, eh sory-sory (menyenggol badan siswa), kaya iramadhan, claudya wis punya karaktere dewe-dewe. Benda, tapi nanti ya benda juga ada yang sejenis kan, sudah mempunyai karakternya sendiri-sendiri, perak, platina, apa lagi kemarin? Yo koyo ngono. Nah karekter itu tadi ngerti dari massa jenisnya, terlihatnya dari massa jenis. Kalian kan sudah ngerti, kemarin apa? Balok kayu sama?gabus, volume podo, bentuke segedhe gini ya misalnya andaikan ini kayu, ini gabus (pegang kedua bolpoint), ringan mana? Gabus (siswa). Ringan ini to? Nah karena kalian sudah terbiasa, la nanti misalnya aja pesawat loh kok abote ra podo kie kenapa?makannya nanti di cari yang massanya ringan, bahannya kuat, ada nanti, berarti di massa jenisnya, paham 06.56 – 08.40 153

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Guru mengajarkan cara mengukur volume benda tidak beraturan dengan menerapkan hukum Archimedes 6 7 “ sekarang menghitung volume sudah paham pada bentuk tidak teratur? Kemarin gimana, batu dicelupkan terus gimana, eh benda dicelupkan terus gimana? ?”.(sambil menulis dan menggambar) Ini mula-mula misalnya duapuluh, dicelupkan airnya jadi 40 ml, jadi berapa volumenya?awal air duapuluh ml, “sekarang ini, gelas ukur air misalnya mula-mula 20 ml, eh dicemplungke benda jadi 40 ml, berapakah volumennya? Berapa? Volume akhir dikurangi volume awal (guru) jadi berapa? 20 ml (siswa + guru) perbandingannya berapa jadi 20 cm kubik, paha?” Guru mengulangi cara mengkonversikan satuan rho (massa jenis) yaitu g/ml ingat satuan kemarin satu liter berapa?satu liter berapa? Satu desimeter kubik. Satu mililiter? Satu centimeter kubik. Nanti boleh satuan massa vol, massa besaran pokok, satuannya apa?kilogram (siswa menjawab, guru mengulang). Volume besaran turunan atau pokok?turunan atau pokok?pokok apa turunan?turunan (siswa) ah masak? Tenan (siswa), meter kubik berarti rho sama dengan kilogram permeter kubik atau gram per centimeter kubik berarti pake ini aja gram per centimeter kubik.paham? makannya ini liatin satu mili liter sama dengan berapa? Satu centimeter kubik (guru dan siswa) nanti ini ingat satuannya apa tuh, liatin satuannya mililiiter, ingat perbandingannya” Guru menjelaskan cara kerja praktikum sambil meminta perwakilan dari setiap 08.41 – 09.17 10.25 – 10.59 09.18 – 10.24 kelompok untuk mencoba 8 “sekarang ada tiga gelas ukur sama massa, nanti diukur massanya berapa, berapa gram” 10.59 – 13.48 Guru membagikan lembar pengamatan pada masing-masing kelompok “kurang satu, ada satu lagi gak? Tiga empat lima (sambil menghitung jumlah kelompok), satu lagi mana, satu lagi, itu dua” 154

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 Beberapa siswa mengawali maju ke depan, kemudian disusul kelompok lainnya 13.49 – 13.59 Guru mencoba alat terlebih dahulu, sambil tetap menyuruh siswa maju 10 “hayo, sekarang kalau mau mengukur volume benda tidak teratur disini aja, boleh, perwakilan tiga, hayo, cepet, yang mau langsung boleh, hayo, sembari liat kalo ikut ae gak dong, cepat, hayo coba sini gpp hayo ngitung massa ngukur volume, cepet, gak dong nanti tak kasi tau, hayo.” “hayo, novian, kalian liat dulu volume awalnya angka berapa, nanti ada kenaikan gak? Hayo, hayo, heh waktune selak entek” “gek endang, ayo, yang satunya nmbang dulu yang satu nya, biar pas ngono lo, tapi pelan-pelan, ati-ati. “Tapi nanti di nolin, yang ini massa dulu baru nanti volume”. (guru sambil memasukkan kunci dalam gelas beker) “hayo, misalnya kunci nanti kan jatuh, nanti dilihat volumenya, paham?” Guru mengingatkan siswa mengenai data yang harus dicari 12.01 –14.30 “massa dulu boleh, volum dulu boleh, jangan lupa dicatat” “heh, dicatat low, dapat berapa, dicatat” Guru memberikan contoh cara mengukur dengan neraca dan gelas ukur “tadi 50, sekarang berapa tuh, 55 (siswa) jadi naiknya 5 cm, jadi volumenya 5 cm kubik, setelah diapakai air ini segera dibuang (sambil membawa gelas ukur), ganti yang baru” Guru menegur siswa yang bermain 11 Guru menyuruh siswa yang tidak mengukur untuk memperhatikan temannya yang 13.59 – 35.12 sedang mengukur “ini ngukur apa? Bukan sudah, misalnya yang ini massa, kamu yang volume benda ini, nanti gantian” “heh, yang gak nyoba ya liat ngono lo” Guru berkeliling sambil menerangkan cara kerja pada setiap kelompok 155

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “mana ini mana, piye? Ini apa? Volum (siswa), awalnya berapa? 30 (siswa + guru), sekarang berapa? 32 berarti 2 cm kubik, 2 ml” “berapa nih? Itu angka berapa? 57, ni berapa? Berarti 5, 7 gr. Langsung ke volume ya, volumenya berapa gak tau”. “berapa tuh? 32, berarti 3,2 gr, ni 3,2 gr” “yang volume inget mula-mulene to? Awasnya misalnya mula-mula ini volumnye 40, liat kenaikannya” Guru mengkoreksi hasil kerja siswa Guru meminta siswa kembali ke tempat masing-masing setelah praktikum 12 “udah ya, yang massanya uda, udah ya, waktune selak entek, udah dulu ya, besok praktikum 35.54 – 38.12 lagi, wes-wes balik” Guru mendatangi setiap kelompok untuk memastikan siswa menyelesaikan soal massa jenis 13 “ayo, sudah kamu, dihitung dihitung,semua dihitung” “massa dibagi volume berapa, ini dibagi 38.13 – 42.09 5 berapa?” “satuannya inget jangan lupa satuannya” “ini tinggal dibagi aja” Guru meminta masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil pengamatan mereka di depan kelas 14 “kelompok ini kedepan, kelompok ini kedepan” Guru membetulkan cara presentasi siswa “presentasi ngopo isin, madep‟e ke depan lah, mosok rene, kesana ayo, ayo coba” 42.10 – 45.27 45.28 – 49.03 156

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “temen-temen mohon perhatiannya, dari kelompok kami saat mengukur, pertama penghapus, ngono, mosok benda penghapus, ayo cepet perhatikan, belajar” Guru menanggapi presentasi siswa Guru menanyakan kesimpulannya pada siswa yang maju presentasi “kesimpulannya apa, kesimpulannya apa? Jadi kesimpulannya apa? Apa yang kalian dapat dari ini” 15 Guru menenangkan siswa, guru menegur siswa “sudah duduk lagi, duduk lagi, ayo duduk, perhatikan, heh malah dolanan” 49.04 – 50.04 Guru bertanya pada kelas mengenai kesimpulan dari percobaan tadi “kesimpulannya apa? Jadi kesimpulannya apa?, dengarkan dengarkan, dengarkan” “bahwa massa jenis suatu benda diperoleh dari massa bagi volume” (siswa) Guru menegur siswa yang masih ramai “perhatikan, perhatikan, heh........” “heh, heh perhatikan” 16 Guru menjelaskan kesimpulan dari percobaan mengenai karakteristik benda dapat 50.04 – 55.12 dilihat dari massa jenis benda dan memberikan contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari Misalnya sepeda, sepeda terbuat dari apa? “besi” (siswa), wujud apa itu? “padatan” (guru), “yang bagus bahannya dari, sekarang polygon itu bahannya dari apa itu?makanya kalau kalian membeli suatu benda, ra sah ndelok bodyne atau merkke, apane, la sing di delok apane? 157

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Biasane tampilane to? La itu liat bahannya, nek mas yogo senenge badminton yo, oh ketoke apik kie titanium, titan berapa gitu asline dari titanium elek, trus ada ininya dari aluminium ringnya, mending yang karbon. Lihat bahannya jangan ndelok tampilane, kaya apa sepeda, polygon ada apalgi tuh, lihat bahannya karakteristik suatu benda, lihat bahan, ya kalau dari baja, ya dari baja mosok dari kayu. Hikmahnya apa, jika memilih suatu benda jangan lihat tampilannya tapi bahannya karakternya. 17 Guru meminta siswa kembali ke kelas “jam berapa nih?” “ya udah kalian kembali ke kelas dulu” 55.13 – 55.36 158

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TRANSKIP VIDEO PEMBELAJARAN Hari / tanggal Kelas Sekolah Jam pel. Materi Jumlah siswa : Senin, 29 Oktober 2012 : VII.1 : SMP A : 09.20 – 10.25 WIB : Ulangan harian II dan Meteri pemuaian : 38 siswa ( terdiri dari 11 siswi dan 24 siswa ) No. Kejadian dalam Pembelajaran Guru masuk kelas, mengulas materi yang sudah diajarkan pada pertemuan sebelumnya Waktu 00.00– 01.02 Guru bertanya mengenai pengertian zat 1 “apa Rizki, zat? Ulangi sik, ulangi” 00.00 – 00.15 “Cintya, zat apa?” 00.16 –00.24 “gas itu piye, nduwe massa ora?, tenanan kie, kalau tabung gas kosong sama tabung gas isi, 00.31 – 00.45 jadi punya massa gak?” Guru menguatkan jawaban dari siswa, mengulang jawaban yang benar “ya yang memiliki ruang , apa menempati ruang dan memilki massa” 00.25 – 00.30 “berarti gas itu kategorinya masuk zat karena yang disebut zat itu apa, yang menempati ruang 00.46 – 00.58 dan memiliki massa, ada zat padat, ada zat cair ada zat gas. Oke” 2 Guru mengulang bertanya pada siswa mengenai pengertian unsur 159

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “balik lagi ke unsur dulu, apa unsur pengertiannya? Apa unsur apa unsur? Coba belakang 01.01 – 01.26 Andi” Guru kembali memberikan penguatan mengenai jawaban yang benar “zat yang tidak dapat diuraikan lagi” (siswa) “ya” (guru) 01.27 – 01.32 Guru memberi pertanyaan mengenai senyawa 3 “senyawa, ega, apa Ega?” 01.34 – 02.07 Guru kembali memberikan penguatan mengenai jawaban yang benar “jadi gabungan dari beberapa unsur homogen, dari unsur lo” 02.08 – 02.12 Guru memberi pertanyaan mengenai campuran 4 “senyawa, ega, apa Ega?” 02.13 – 02.15 “homogen, homogen, homogen?” 02.24 – 02.39 Guru kembali memberikan penguatan mengenai jawaban yang benar “iya, campuran itu ada homogen dan heterogon” 02.20 – 02.23 Guru menulis di papan tulis, sambil menerangkan dan bertanya pada siswa untuk melengkapi bagan yang dibuat guru 5 “perhatikan klasifikasi materi, unsur tadi apalagi senyawa, apalagi campuran.” “campuran terus apa, homogen, heterogen, ini bawahnya apa (zat padat) semi logam, logam, 02.49 – 04.40 apalagi, apa, non logam” “sifat zat, zat padat, cair, gas.” 160

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “susunan partikelnya gimana kemarin yang bulet-bulet itu low?” “berarti karakter dari suatu bnda, perhatikan karakter dari suatu benda zat cair atau zat gas berarti itu, diperhatikan dari massa jenisnya” “paham?” “kemarin dicontohkan balok kayu sama gabus, podo wae gedhene tapi kok sing gabus enteng tapi yang kayu agak berat, iki kan podo wae to, padahal volume nya podo tapi kok enteng, liat karakternya dari massa jenis” Guru memberi waktu siswa untuk membaca sambil berkeliling memastikan siswa 6 menulis bagan yang sudah ditulis guru „saiki targete iki, moco, opo arep diterangke, ayo cepet” “ayo Arifin” 04.48 – 05.01 Guru memberi waktu pada siswa untuk belajar terebih dahulu sebelum ulangan 7 (mendadak) “iyo, ya cepat, ada waktu sampeai angka tujua ae lah” 05.02 – 05.20 “pelajari, ayo cepet pelajari” 06.08 – 17.04 Guru kembali mengulang secara singkat materi-materi yang sudah dipelajari “ingat, massa jenis rho, massa jenis rumusnya apa, massa bagi volume, satuannya massa, 8 05.21 – 05.45 besaran pokok atau turunan nie massa?” “pokok” (siswa) “pokok, oke, satannya kg/m3, satuan terkecilnya apa gr/ cm3 Guru bertanya pada bebarapa siswa, bagaimana mencari volume untuk membantu siswa mengingat materi sebelum ulangan 161

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “dalam volume ini ada yang disebut benda teratur, ada yang tidak teratur, kalau yang tidak 05.46 – 06.06 teratur dimasukkan air, volume awal 20 setelah dicemplingke dadi 40, jadi gimana, volume nya 20, oke ya paham?” Ulangan dimulai pukul 08.35, guru meminta siswa menyiapkan selembar kertas, dan 9 menutup semua buku, sambil menunggu kesiapan siswa “kertas kertas, jangan lupa namanya, yuk, tutup tutup, heh wes, wes, tutup, kertas, nama, 17.05 – 19.36 ualangan harian 2” Guru membacakan soal pertama “satu, tadi klasifikasi materi itu apa aja, unsur, senyawa, campuran heterogen homogen to, 19.33 – 20.17 jelaskan saktaumu, ak ingetmu, cepet, sebut nama unsur sebutkan, unsur kie adalah, senyawa adalah” Diawal guru menegur siswa yang tidak mengerjakan secara mandiri 10 “cepetlah, wes nar, we ra iso ndadak, ayo cepet” 20.21 – 20.28 “arifin, hai, rono” 20.13 – 20.17 Guru menambahkan poin-poin yang harus dikerjakan siswa “yang kecil-kecil kan jelaskan, yang ada di dalam klasifikasi materi, contoh senyawa boleh, 20.30 – 21.13 pengertian unsur boleh, apa yang dimaksud dengan senyawa boleh, wes jelaske kabeh, unsur tu apa, senyawa tu apa, sak terangmu bab klasifikasi materi” “apa aja yang dimaksud klasifikasi materi itu pa, unsur itu apa, senyawa itu apa, kabeh, 24.29 – 24.43 162

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI contohnya senyawa apa, sak komplit komplite” Guru mengingatkan waktu pengerjaan “lima menit lagi” 22.25 – 22.30 Guru mengecek hasil pekerjaan siswa, dan siswa diminta menambahkan “ya bagus” “mana, contohnya, iya, contoh kasih contoh, iya” 24.46 – 25.33 “mana, contone” Guru kemudian membacakan soal kedua “nomer 2, perhatikan nomer 2 konsep zat, ada zat padat, zat cair, gas, kebeh, bentuk volumenya 25.55 – 26.44 gimana, susunan partikelnya gimana, pengertian zat apa, ini yang kedua kan konsep zat, zat itu 31.35 ada zat padat, cair, gas, yak bentuk volume, terserah, ingat ada perubahan wujudnya juga to, dari padat ke cair, cair ke gas gimana tulis ae ra po po, semua” Guru memberikan poin yang harus ditulis, mengingatkan / memancing 11 “konsep zat, zat padat, cair, gas, dari mulai zat pengertiannya apa, bentuk volume zat padat 21.51 – 28.13 gimana, cair gimana, gas gimana, susunan partikelnya boleh, perubahan wujudnya boleh, pengertian yo boleh, bentuknya kan beda-beda itu nanti” Guru menegur “nji, panji uwes nji” 27.08 – 27.11 “iki ono opo, kon ngarep ngene kie” (sambil menggambil buku siswa) 27.26 – 27.32 “nji, nji,nji” 30.20 – 31.22 163

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Guru mengingatkan waktu pengerjaan “dua menit lagi” 28.56 – 28.57 „satu menit lagi” 30.04 – 30.06 Guru mengecek hasil salah satu pekerjaan siswa dan meminta siswa menambahkan penjelasan “mana?” 29.21 – 29.29 “mana anji liat, nah itu susunan partikelnya, molekulnya, liat ni zat padat gimana, cair gimana, 30.54 – 31.30 gas gimana, perubahan wujud tambahi, perubahan wujud, cair ke gas apa, gas ke cair apa” Guru menyampaikan Soal ketiga berupa soal matematis sambil menulis di papan tulis “tiga, iki sik wae, ya no 3, gampang kuwi, massa 6000 kg, volume 20 m3 berapa massa 31.35 – 32.28 jenisnya, inget satuan ditulis, no 3” 12 Guru mengulang soal “ya di cari massa jenis, tadi rumusnya gimana, jika massanya 6000 kg, volumenya 20 m3 “ 32.38 – 32.45 Guru mengingatkan waktu pengerjaan “gek ndang no 3, waktunya tinggal 7 menit lagi” 33.10 – 33.13 Guru menyampaikan soal keempat berupa soal matematis 13 “volume tabung apa rumusnya?” “phi r, alasnya apa bentuknya?” “lingkaran, luas alas kali 33.35 – 34.39 tinggi berarti phi r kuadrat kali tinggi, ingat perhatikan” “ini jari-jari ya, jari-jari ne pitu ae, tinggi 10, jari-jari r sama dengan 7 cm, tinggi 10, 164

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI massanya perhatikan massanya sama dengan 660 gr, perhatikan, ini nanti cari volume, massa jenisnya berapa” Guru memantau pekerjaan siswa “ini rho, m bagi iki berapa?, gari nambahi 20 nol‟e ilangke kabeh piye?” 35.02 – 35.09 Guru merubah angka untuk nilai massa benda, dengan pertimbangan agar siswa tidak bingung 14 dalam menghitung “diganti kie, diganti aja men enak ngitunge neg koma mengko angel, 492 gr, tingginya 10 cm, 35.40 – 36.04 massanya 492 gr” Guru mengulang cara penyelesaian soal “cari dulu volume tabungnya, udah ketemu baru massa dibagi volume, kayak tadi massa dibagi 15 volume” 36.05 – 36.29 “phinya berapa?” “dua dua per tujuh, kali tujuh kali sepuluh, gampang banget kuwi” 36.57 – 37.06 Guru memantau hasil kerja siswa “mana?” “massa dibagi volume, 492 dibagi 20 berapa?” “mosok 30, ya” 16 17 36.30 - 36.56 Guru mulai mengumpulkan ulangan siswa yang sudah selesai 40.29 Guru memutuskan siswa tidak perlu mengerjakan perhitungan yang rumit karena guru 41.37 merasa perhitungan itu rumit Guru mencocokan / membahas soal di depan kelas padahal ada siswa yang belum selesai ulangannya 165

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TRANSKIP VIDEO PEMBELAJARAN Hari / tanggal Kelas Sekolah Jam pel. Materi Jumlah siswa : Senin, 6 November 2012 : VII.2 : SMP A : 08.00 – 09.00 WIB : Zat : 35 siswa ( terdiri dari 11 siswi dan 24 siswa ) No. 1 2 Kejadian dalam Pembelajaran Waktu Guru mengabsen, kondisi siswa masih ramai “yang gak masuk siapa, siapa?” “siapa-siapa?” “siapa lagi?” 00.00 – 02.55 Guru menenangkan siswa dan menunjuk satu siswa untuk memimpin doa “sudah sudah, perhatikan, perhatikan sik, ayo sebelum belajar doa dulu, kamu yang pimpin” 03.00 – 03.07 Guru menanyakan materi yang sudah dipelajari pertemuan yang lalu mengenai persamaan muai panjang 3 “kemarin sampai apa materinya?” “pemuaian, volume” (siswa) 03.17 – 03.30 “ya” “volume tabung, balok” (siswa) Guru membenarkan jawaban siswa saat guru melontarka pertanyaan lesan “oke” (guru) 03.39 166

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “ya” (guru) “4 per 3 phi r pangkat tiga” 03.56 04.59 – 05.02 Guru bertanya pada siswa “ya, volume tabung?” (menunjuk langsung siswa) 03.31 – 03.38 “volume kerucut?” (guru menunjuk siswa untuk menjawab pertanyaannya, jika siswa yang satu 03.41 – 03.55 tidak bisa menjawab, guru melempar jawaban ke siswa yang lain) “volume bola?” “claudya eh siapa vidya, eh cornelia, lali wae, volume bola?” “Krisna volume 03.59 – 04.58 bola, krisna, volume bola?” “Volume bola apa, volume bola siapa yang bisa, adit?” Guru memberikan soal matematis pembagian dan perkalian bilangan desimal 05.19 – 30.54 Guru memberi soal ( ± 2 detik ) “berapa? Berapa itu?” (guru menulis soal perkalian desimal) 05.20 – 05.47 “perhatikan pemuaian, misalnya muai panjang 1 plus alpha, la ini alphane nilaine koma-koma, coba hitung sek” 4 “yowes, dua koma empat dibagi dua” 07.08 – 07.13 “coba, 3,6 dibagi 4?” 09.19 - -09.24 “7,2 dibagi 5?” 12.47 – 12.51 “perhatikan, 5 koma 87 dibagi papat wae, ayo coba pelan-pelan?” 15.12 – 15.32 “perhatikan, 3,84 dibagi 4” 25.42 – 25.49 “404 dibagi 8” 26.49 – 27.02 167

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Guru menunjuk langsung siswa untuk maju menulis jawaban pertanyaan “ayo, jenenge belajar oq, gak papa” 20.07 – 20.25 “kowe kowe, eit ayo mana yang salah” 22.35 – 22.51 Guru memberikan waktu untuk siswa menjawab sambil berkeliling mengecek jawaban siswa ( ± 3 menit 15 detik) 05.49 – 07.04 “ya dihitung, 9,54 dibagi, “hayo, berapa?” (mendatangi beberapa siswa) 07.09 – 07.13 “2,4 dibagi 2” 09.33 – 09.34 “mana liat? (sambil berkeliling) 26.04 – 26.27 “berapa, 8, darimana kamu dapat? Ya, nanti dulu dapat satu ya” 11.53 – 12.40 Guru membahas soal bersama dengan siswa / diskusi kelas ( ± 1 menit 4 detik ) “perhatikan, kalau ditengahnya diberi koma, perhatikan kalau misal ini 3,6 dibagi 4 kalau 14.13 – 14.50 ininya dua, komanya gimana jadi 36 berarti disini 40, bisa gak, nol koma jadi 360 jadi 40 kali 15.53 – 17.15 berapa, 9, neg kamu mencocokan ini, paham” “perhatikan, 7 2 berarti ininya berapa, 50, bisa gak, 1 kali 50, 2, tujuh dikurangi lima, kan ga bisa to” “ 654 dibagi berarti dibagi berapa, berarti 400, 1 kali 400, empat lima dua, oh iya, berapa dibagi 400, 6 ya, 6 atau 5, 6 aja 2400 je, enam, 2400, berapa 4, 1000 berapa 3, 1200, berapa, 200 berapa 5, hore” 168

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Guru mengoreksi jawaban siswa ( ± 20 detik ) “masak 2,4 dibagi 2, 1,4 gak” “dihitung lagi 1 koma, itu enam je, enam bagi satu logikane 08.25 – 08.38 piro?” 08.45 – 09.00 “mana liat, liat, mana, 2 bagi 2 berapa masak jadi 10” 09.12 –09.18 “perhatikan, masak ada yang gini tiba-tiba trus ujungnya 2,4, gak ada ini” (sambil menulis di 09.52 – 10.01 papan tulis) 14.00 – 14.06 “0,9, mana liat caranya, coba ditulis caranya, gimana caranya?” 24.09 – 25.23 “ojo ngene, ojo ngene, ulangi yo, komanya diilangi dulu 7 dibagi 72 “perhatikan, benar to, hasilnya 1,4675” (membetulkan dan melengkapi jawaban anak yang maju) 5 Guru memberi waktu pada guru lain untuk mengumpulkan biodata dari para siswa 07.38 – 08.30 6 Guru menenangkan siswa yang ramai 11.16 – 11.49 Guru memberikan pertanyaan mengenai perkalian dengan langsung menunjuk siswa untuk menjawab 7 “siapa itu, sembilan kali wolu piro?” 31.11 – 32.23 “sembilan kali enam, dinda? Sembilan kali enam” 31.11 – 31.14 “delapan kali tujuh, bagas?” 31.19 - 31.23 “lima kali, ah ojo lima, enam kali tujuh, oki, enam kali tujuh, enam dua po?” 31.24 – 31.31 “enam kali delapan, cecilia?” 31.32 – 31.44 169

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31.45 – 31.59 “tujuh kali enam, rizki” 32.00 – 32.03 Guru memberikan soal matematis fisika Guru menjelaskan kembali soal pada siswa sambil mengkonversikan satuan “massa jenis, m bagi v, jika ditanyakan volumnya 20 m3, massa jenisnya 3600 kg/m3, sebentar, 32.24 – 33.18 3 kemarin satu mililiter berapa, sama dengan berapa 1 mm sama dengan 1 cm , 1 L sama dengan 1 dm3, ini nanti satuan terkecilnya bisa gr/cm3, paham” 8 Guru memberika waktu pengerjakan secara pribadi sambil berkeliling mengumpulkan jawaban siswa “ya coba itung dulu, volumenya 20 m3, massa jenisnya 3600 kg/m3, jadi itu berapa, massanya 33.19 – 35.10 berapa kira-kira” “berapa, hayo berapa?” Diskusi pembahasan soal bersama para siswa 35.11 – 35.50 “perhatikan, kalau ditanya massa berarti, rho kali volume, 3600 kali 20 “ Guru memberikan soal matematis fisika Guru menjelaskan kembali soal pada siswa sambil mengkonversikan satuan 9 “sekarang volumnya, 46 cm3, massa jenisnya 12 kg/m3, perhatikan, perhatikan dm3 ke m3 35.52 – 37.45 berapa? Guru memberika waktu pengerjakan secara pribadi sambil mengumpulkan jawaban 170

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI siswa “mana soalmu, ingat konversikan desimeter ke meter, desimeter ke meter, kubik ya, kubik, 37.46 – 38.24 kubik, kubik” “hati-hati, nek kubik berarti naiknya berapa, tiga, tenan kie” Diskusi pembahasan soal bersama para siswa “55,2, satuannya apa ini, satuannya m3 38.25 – 39.40 Guru memberikan soal lagi 39.22 – 42.08 Guru menjelaskan kembali soal pada siswa sambil mengkonversikan satuan “lagi, lagi, lagi, massa 4800, rho 12 kg/m3, berapa volumnya, hayo berapa” 39.22 – 39.45 Guru memberika waktu pengerjakan secara pribadi sambil mengumpulkan jawaban 10 siswa “berapa hayo, heh, massanya berapa itu, 4800” “udah?” “55,2, satuannya apa ini, satuannya 39.55 –41.35 m3 Diskusi pembahasan soal bersama para siswa “volume sama dengan massa dibagi massa jenis, 4800 dibagi 12 satuannya apa kg, sudah 41.36 – 42.02 paham” Guru melanjutkan materi ke materi pemuaian, guru meminta siswa membuka buku 11 pegangannya “ya, liat, liat pemuaian, buka bukunya, pemuaian, sudah?” 42.25 – 42.26 171

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Guru menanyakan pengetahuan awal siswa mengenai pengertian pemuaian “kira-kira pemuaian itu maksudnya apa itu pemuaian” 42.47 – 43.00 Guru meminta siswa membaca selama 10 menit dan menyuruh siswa tenang 12 “dibaca sik ya, dibaca sik sepuluh menit, ayo pemuaian, halaman berapa tuh, 44, hey ayo.” “hayo dibaca, dari awal aja, dari awal, hayo, hayo, hayo dibaca, dibaca” 43.01 – 44.37 “hey malah ngobrol, lima menit yo dibaca” Kerena kelas cukup ramai, maka guru langsung menunjuk salah satu siswa untuk memberikan pengertian pemuaian 13 “yo wis, pemuaian artinya pemuaian itu apa?” 44.38 – 46.19 “ayo david, pemuaian itu maksudnya apa?” “ertiga ayo pemuaian apa, pemuaian itu mbah‟e david, david memuai” Guru kemudian menenangkan, memancing pengetahuan siswa mengenai materi penyusun 46.20 – 47.35 zat padat, cair dan gas “ini susunan dari?” “zat padat” (siswa) 14 “apa ini yang bunder-bunder” “partikel atau zat” (siswa) “kalau ini apa ini?” “zat cair” (siswa) Guru menunjuk salah satu siswa untuk menjawab pertanyaan mengenai sifat partikel zat 47.36 – 48.07 padat “ingat, nah kalau ini padat, sifatnya gimana neg padat?” “volumenya tetap” (siswa) 172

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “kalau air, gimana sifatnya?” “berubah-ubah sesuai wadahnya” (siswa) Guru kemudian mengulang kembali dan menuliskan kembali skema perubahan wujud di 48.08 - 50.10 papan tulis, sambil melibatkan siswa (sambil menggambar) “padat,cair,gas, padat ke cair?” “mencair” (siswa) “cair ke padat?” “membeku” (siswa) “cair ke gas?” “menguap” (siswa) “gas ke cair?” “menggembun” (siswa) “padat ke gas?” “menyublim” “gas ke padat?” “mengkristal” (siswa) Guru menjelaskan mengenai pemuaian dan memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari 15 “ini padat, yang di tepi nanti bisa menjadi panjang, nah kalau ini, ini bahannya apa ini, kalau 50.07 – 50.14 diberi kalor atau panas, paham?” Guru melanjutkan materi dan memberikan materi mengenai persamaan muai panjang 50.13 – 50.44 “kalau misalnya contoh, air mendidih, panci kamu masukin air terus kalau mendidih airnya naik-naik, berarti sudah memuai volumenya jadi, muai volumenya jadi naik, jadi kalau zat padat bisa muai panjang, bisa muai luas, bisa muai volume” 16 Guru menerangkan materi mengenai koefisien muai panjang “kalian muai panjang dulu aja, Lt sama dengan nah ini pertambahan panjang Lo (1 + koefisien 50.45 - 51.25 muai panjang dikali t), nah ini liat koefisien muai panjangnya berapa” “coba liat halaman 86, ya liat, liat halaman 86, dalam partikel ini sudah diteliti ternyata 51.26 – 52.45 kosefisien muai panjang per derajat celcius, aluminium 0,25, phyrex.Paham?” 17 Guru meminta siswa membuka contoh soal yang ada di buku pegangan, dan menyuruh 173

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI siswa belajar secara mandiri “gak ada contoh soalnya ya?, la ini, ya coba lihat halaman 92, langsung hitung ae ya, coba no 52.49 – 53.13 4, dicoba sendiri nanti tak, no 4” Guru memperingatkan beberapa siswa yang ramai terus “heh fahmi, mana bukunya lihat halaman 86” 52.17 – 52.19 Guru membahas contoh soal bersama siswa, sambil menulis di papan tulis “pipa panjangnya berapa itu, ini tadi apa, panjang awal, ini tadi pertambahan panjangnya 54.04 –56.35 berapa, ini apa, koefisien muainya, ini perubahan suhu yang tadinya awalnya berapa 20 derajat celcius, terus jadi 50 derajat celcius, perubahan suhunya berarti 30 derajat celcius” “coba no 4 itu gimana itu, sebuah pipa tembaga dengan panjang, panjangnya berapa, Lo sama dengan, suhunya berapa, akhir min awal, koefisien muai tembaga berapa, tadi di halaman berapa, 86 ya, tembaga berapa tembaga” Guru membimbing pengerjaan sampai memasukkan nilai pada perhitungan, dan 56.36 – 57.27 meminta siswa menghitung “lo nya berapa, 80 cm, satu plus berapa, kali delta t nya berapa ini, dua, yow kita hitung, 57.36 – 59.33 koefisien tembaga” Guru berjalan ke belakang, mamantau perkerjaan siswa 59.34 – 59.57 “hayo dikerjakan sik, digarap sek digarap, udah udah ayo cepet” Guru mengingatkan, belajar harus muncul karena kemauan dan rasa suka, buka karena 174

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI paksaan 01.02.23 –01.08.47 “la neg iso kie bukune kalian tetep siji, kemarin sapa yang salah kemarin, termometer kemarin, makane belajarkie tinggal kemauan kalian” Guru membahas soal latihan “sudah, berapa?” “17 kali 25 berapa? 25 kali 17, nol kom nol kali 425 berapa hasilnya, dikali 25 kali 10 pangkat min, paham? Perkalian gimana?” 18 Guru membuka laptop untuk melihat materi yang ada dalam laptop 59.57 – 01.02.25 Guru memberikan soal dari laptopnya mengenai pemuaian, dan siswa mencatat soal tersebut 01.08.57 – 01.12.04 “sebuah pipa kuningan pada suhu 25 derajat celcius panjangnya 2 m, jika koefisien muai panjang kuningan adalah 0,00009/derajat celcius, berapa panjang kuningan tersebut pada suhu 19 50 derajat celsius, kuningan ada gak disini, ga ada to?” Guru memberi kesempatan siswa menggerjakan secara mandiri sambil mendikte ulang 01.12.31 – 01.18.25 soal “hayo, saya ulangi sebuah pipa kuningan pada suhu 25 derajat celcius panjangnya 2 m, jika koefisien muai panjang kuningan adalah 0,00009/derajat celcius, berapa panjang kuningan tersebut pada suhu 50 derajat celsius” 20 Mengabsen siswa yang masuk dan tidak masuk 01.18.28 – 01.28.43 175

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TRANSKIP VIDEO PEMBELAJARAN Hari / tanggal Kelas Sekolah Jam pel. Materi Jumlah siswa : Senin, 19 november 2012 : VII.1 : SMP A : 09.20 – 10.30 WIB : Pengualangan materi dengan membuat peta konsep : 38 siswa ( terdiri dari 11 siswi dan 24 siswa ) No. 1 Kejadian dalam Pembelajaran Guru mengurus administrasi kelas Waktu 00.00 – 00.45 Guru menenangkan siswa yang ramai 2 “cepat, ayo siap” 00.49 – 00.51 “heh” 01.24 – 01.40 Guru memulai pelajaran dengan bertanya pada siswa mengenai materi pada pertemuan sebelumnya “kemarin apa, kemarin sampai mana?” (guru) “pembagian, pemuaian” (siswa) 3 00.52 – 00.58 Guru meminta siswa membaca bahan pelajaran terlebih dahulu “dibaca ya, baik dibaca dulu, saya tanya langsung” 01.17 - 01.22 Guru kembali bertanya pada siswa mengenai cara belajar IPA yang sudah disampaikan guru pada pertemuan sebelumnya 176

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “belajar IPA kemarin dilanjutin, hayo belajar IPA gimana, apa?” 01.40 – 01.59 Guru menasehati siswa agar mau giat belajar “kalau belajar IPA itu, apa ya, kita itu merasa konkret, ya memang, kalian kan sudah hafal zat 02.09 – 03.42 sehari-hari, ada padat, cair, gas, jadi oh itu bolpoint” “perhatikan, wah ini bolpoint, wah ini buku, jadi gak ada yang aneh to? Perlu pertanyaan, misalnya gini, misalnya contoh, massa jenis ya, loh kok rumusnya massa sama volume, mengapa dan bagaimana?” Guru mengingatkan waktu belajar yang akan ditempuh “pelajaran udah 2 bab lagi to, desember sudah mau UAS, sekarang tanggal berapa nih, 19, 03.46 – 04.05 ketemu 2 kali, cukup” 5 Guru melanjutkan pengulangan materi sambil menuliskan peta konsep di papan tulis “pemuaian, kemarin apa pemuaian?” 04.06 – 04.16 Dalam pembuatan peta konsep, guru melibatkan siswa dengan bertanya pada siswa dan siswa menjawab Bagian I 6 05.34 – 07.22 “baik dari mulai zat, ada apa?” “padat, cair, gas” (siswa) “ya, bagus” (guru) “zat padat, cair, gas, sifatnya? Untuk volumnya” (guru) “volumnya tetap, berubah” (siswa) “berubahnya apa? Volumnya tetap, ini apa, berubah-ubah” (guru) 177

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “terus partikelnya gimana, ini apa? Kalau padat tarik menarik sangat kuat, rapi, ingat” (guru) “cair apa? Renggang, lemah, kalau gas apa?” (guru) “contoh apa, padat apa, kalau padat itu kayo ngene, sesuai dengan bentuknya, nanti kalian belajar satu lagi yaitu plasma” Bagian II 07.23 – 08.32 “apalagi, padat, cair, gas, nanti kalian belajar kalor ini mengalami perubahan suhu dan wujud, kalian kemarin perubahan wujud zat apa, padat, cair, gas, padat ke gas opo?” “mengembun” (siswa) “mengembun itu cair, opo? “contoh menyublim?” (guru) “kapur barus” (siswa) “mantap” (guru) “ Ini perubahan wujud zat” “ini nanti ketemu rumus Q, m,c delta t, ini juga sama, ketemu juga sama” Bagian III 08.33 –09.22 “padat, cair, gas, mengalami, zat ini mengalami apa lagi?” “pemuaian” (siswa) “pemuaian, contoh apa tadi? Keping bimetal, apalagi” “kaca, rel, kabel PLN” (siswa) “padat cair gas, padat akan mengalami muai panjang, cair mengalami muai volume, gas ada tekanan, ada apalagi” Bagian IV 09.24 – 11.27 “kalor, pemuaian terus apalagi, klasifikasi kemarin awal, unsur” “senyawa, campuran” (siswa) “unsur kie opo?” “Gabungan dari zat” (siswa) “yak, contoh unsur, ada logam..” “non logam, semilogam” (siswa) “logam opo, logam sifatnya bahan konduktor yang baik, konduktor 178

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iki opo? Konduktor itu penghantar listrik yang baik, kalau isolator penghambat listrik, nah logam ini sifatnya konduktor, contohnya “ “fe besi, nikel, Br boron” (siswa) “semilogam apa?” “silikon” (siswa) Bagian V 11.52 – 14.46 “senyawa contoh, H2O, NaCl, asam sulfat H2SO4, nah ini gabungan, maksud gabungan dari senyawa itu gabungan dari Hidrogen dan Oksigen, H2O terdiri dari H plus dan OH min, apa ini artinya Hidrogen sama Hidroksin. Zat dalam air kalo H menghasilkan asam, neg OH min, basa, terus ini garam penggabungan asam dan basa” “perhatikan, kalau suatu larutan dicemplungkan kertas lakmus jadi biru” “basa” (siswa) Bagian VI 14.48 – 15.20 “apalagi, campuran, heterogen dan” “homogen” (siswa) “homogen contohnya larutan kaya air jernih, ternyata ada larutan gula, contohnya?” “larutan garam” (siswa) Bagian VII 15.31 – 17.47 “konsep zat, ada adhesi, kohesi, dan kapilaritas, massa jenis masuk kemana ini, yak masuk kesini juga, massa jenis masuk kesini, kohesi adhesi, kohesi apa? “gaya tarik menarik partikel yang sejenis” (siswa) “adhesi apa?” “gaya tarik menarik partikel yang sejenis” (siswa) “Contoh ini air raksa, dia menikus cembung atau cekung” “kapilaritas apa? Hayo, iya contohnya apa, tumbuhan, tumbuhan itu kan menyerap air kalau air menyerapnya gimana?” 179

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Bagian VIII 17.49 – 20.49 “massa jenis, rho sama dengan m v, massa jenis air berapa, liat massa jenis, maksudnya apa 1,00 kg/m3, nilai yang kurang dari satu pasti mengapung, misal kapalnya berapa 20 000 kg, biar volumenya cukup gimana? Piye carane biar volumenya cukup? Udara, dimasukin udara, ban ban, kowe ngerti ban” “mas yoga belum tahu alasan ini, kalau kalian ada boleh, kenapa kalau orang meninggal ngambang, kalau orang hidup nyemplung?” “makanya prinsip kapal gitu, nanti apalagi kapal selam, saat menyelam udara dikeluarkan” Bagian IX 20.51 –22.24 “kalor ada perpindahan, oh iya, konduksi, konveksi, radiasi, apa ini, contoh konduksi, konveksi, radiasi belum tahu? Nanti ya” “persamaan muai panjang aja ya, Lo, satu plus alfa delta t, misalnya batang dipanaskan kok nyampek tangan, konduktor, konduksi, apa itu?” “perpindahan kalor tanpa disertai perpindahan partikel” (siswa) “contohnya aja konveksi, konduksi tadi misalnya besi dipanaskan kena tangan, sekarang konveksi, radiasi opo?” “sinar matahari mengenai bumi” (siswa) “apa lagi konveksi, contohe kulkas, itu masuk konveksi” Bagian X 22.26 –24.02 “apa lagi, massa jenis, pemuaian, oh ya suhu itu masuk sini, suhu dan pemuaian, suhu jangan lupa ada bagan termometernya” “celcius, fahrenheit, reamur, kelvin” (siswa) „titik didihnya 80, 100, 212, 273, ini bekunya 0, 92, 273, rumusnya gimana konversinya, 5, 9, 273, 4, celcius ke reamur, 5 per kali t nya berapa, celcius ke fahrenheit 9 per 5 tambah 32, celcius ke kelvin 180

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI tambah 273, kalau F ke C 5 per sembilan kurangi 32, ya kalau reamur ke celcius, 5 per 4, kalau K ke C dikurangi 273” Bagian XI 24.22 –25.10 “opo meneh? iki baru bab apa, zat zat sampai ke perubahan fisika, nanti zat itu mengalami perubahan fisika dan kimia, kalau perubahan kimia membentuk zat baru contoh perubahan fisika apa, balok es jadi cair, apalAgi beras ditumbuk jadi tepung, lilin meleleh itu perubahan wujud zat, kalau perubahan kimia apa, kayu dibakar jadi arang, arang itu karbon, itu kimia, yang berubah apa lagi besi dirubah meleleh jadi seng” Guru terus bertanya dan melengkapi peta konsep yang ada di papan tulis Bagian I 04.06 ; 05.39 05.52 ; 05.59 06.10 ; 06.27 06.35 ; 06.50 7 Bagian II 07.48 ; 08.03 08.08 Bagian III 08.37 ; 08.44 181

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Bagian IV 09.35 ; 09.44 10.07 ; 10.10 10.35 ; 11.22 Bagian V 11.53 ; 12.48 13.33 ; 14.40 Bagian VI 15.05 Bagian VII 15.50 ; 15.58 16.40 ; 17.00 Bagian VIII 18.00 ; 18.20 18.54 ; 19.52 Bagian IX 21.06 ; 21.35 22.02 Bagian X 182

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23.12 ; 23.22 23.30 ; 23.37 23.43 ; 23.50 Bagian XI 23.43 ; 24.54 8 Guru menunggu tanggapan siswa mengenai pertayaan guru 04.11 – 04.29 15.07 – 15.11 Guru sesekali memberi pujian pada siswa yang menjawab dengan benar 9 “ya, bagus” 05.41 “mantap” 08.13 “iya, bagus” 15.12 Guru sesekali menjelaskan materi tambahan yang belum diketahui siswa 10 “padat cair gas, padat akan mengalami muai panjang, cair mengalami muai volume, gas ada 09.05 – 09.26 tekanan, ada apalagi” 09.58 – 10.07 “nanti kalian belajar atom, dalam molekul ada logam Y, logam Y ini sifatnya bahan konduktor 12.11 – 12.41 yang baik” “Asam sulfat, H2SO4, ada CH3COOH, nah ini gabungan maksud senyawa gabungan dari unsure tertentu, gabungan dari Hidrogen dan Oksigen, Natrium dan Clorida, ini unsure aslinya, ini NH3, ini Nitrogen dan Hidrogen” 183

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “setiap benda yang massa jenisnya kurang dari ini pasti mengapung (massa jenis air), nilai 18.25 – 18.33 yang kurang dari angka 1 pasti mengapung” Guru biasa memberikan contoh mengenai konsep dengan contoh yang ada di kehidupan sehari-hari ataupun materi yang sudah diberikan “padat kie contohe ngene (mengambil kotak pensil siswa), bentuk tetap, neg air ora sesuai 07.02 – 07.23 dengan bentuknya kaya minyak atau apa-apa lagi, nanti kalian belajar satu lagi tentang plasma, plasma belum diajarkan” 11 “larutan, kaya iar jernih, ternyata ada gula jadi larutan gula” 15.00 – 15.04 “air raksa, nanti dipastikan menikus cekung atau cembung, misalnya kalau air tok, nanti 16.06 – 16.32 ditetesi minyak sik” 17.06 – 17.22 “ya, tumbuhan, air, tumbuhan itu kan meyerah air, kalau gak ada tumbuhan piye, air larinya kemana, makanya harus ada tiap rumah” 13 “misalnya kapal, kenapa bias mengapung tapi ini kok gak nyemplung, 18.35 – 18.45 Guru membetulkan jawaban celometan siswa agar tidak menjadi kebiasaan 11.59 – 12.10 “NaCl, bukan Naci, Naci, Natrium Clorida bukan ci Naci, Natrium Clorida jangan biasakan” Guru menanyakan pemahaman siswa 14 15 “sudah paham, yang ini?” (guru) “sudah” (siswa) 15.25 – 15.29 “ wes paham? besok kita lanjut sampai perubahan kimia” 25.20 – 25.22 Guru mengajak siswa untuk melihat buku pegangan masing-masing 18.02 – 18.08 184

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “massa jenis air berapa? Liat massa jenis (sambil mengecek buku siswa) 17 18 19 Guru menghapus papan Guru meminta siswa membuat peta konsep seperti yang sudah dicontohkan guru “sekarang buatlah kayak mas yogo tadi, pengen tahu, dikertas aja, dikertas kamu” Guru menunggu siswa tenang sambil menasehati siswa “perhatikan dibuku kalian, ga usah dikertas, yaudah disitu aja nanti disobek, dari asam basa” 25.26 – 25.51 25.52 – 25.57 26.30 – 26.40 Guru berkeliling untuk menjawab pertanyaan siswa yang kurang mengerti perintah yang diberikan guru “pak yoga, pak” (siswa) 20 27.28 – 27.37 “jangan” (guru) “pak yoga, pak” (siswa) 28.31 – 30.29 “coba, coba dari bab 2, dari bab 2, coba kalian liat alurnya itu jadi besaran, besaran pokok fisika dulu”(guru) Memberi contoh peta konsep di depan kelas 21 “pengukuran ada besaran, ada besaran fisika, besaran pokok dan turunan, yang ini inget, panjang apa, waktu, kuat daya, terus sampai tujuh, ini alat ukurnya apa, jangka sorong, 27.44 – 28.31 meteran, hayo” 22 Berkeliling kelas 48.28 – 48.37 185

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49.46 – 52.52 56.17 – 56.40 30.30 – 33.08 23 Menasehati siswa, mengobrol dengan siswa sambil bercanda 33.51 – 38.02 39.49 – 44.17 45.23 – 46.41 Mengecek pekerjaan siswa 24 “ada massa jenis, ada kapilaritas, mana?” 38.04 – 38.25 “mana bagus? Ya bagus bagus” 38.29 – 38.35 38.41 – 38.45 “mana? La ini salah, zat la ini kan zat ini ada senyawa, memecah to H2O jadi H dan O2” 44.18 – 44.44 Membetulkan/menyalahkan/menambahkan dan memuji pekerjaan siswa 25 “zatnya disini, yowis” 45.14 – 45.22 “nah, ini yang bagus ini, ya lanjutkan” 46.42 – 46.48 “ini bener ini, yang kurang apa ya, nah ini sifat konduktornya” 52.53 – 53.36 Menambahkan materi untuk ditambahkan siswa 26 “oh iya, massa jenis dijadikan satu ya” 38.50 – 39.00 “kalor, konsep perpindahan dari suhu yang tinggi ke suhu yang rendah, contoh air panas, 48.55 – 49.05 mandi air anget siapa yang sering, itu kan dicampur” 186

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “yang utama contoh kehidupan sehari-harinya, contoh kehidupan sehari-hari asam basa opo” Guru mengingatkan waktu pengerjaan 28 “tiga menit lagi” “lima menit aja ya” 29 Guru memutuskan tugas pembuatan konsep bisa dikerjakan di rumah “ya, PR aja ya, tenanan yang bagus, 55.57 – 56.16 48.22 01.01.22 01.01.34 – 01.01.38 Guru melanjutkan materi perhitungan matematis mengenai pembagian da perkalian 30 bilangan desimal 01.02.11 – 01.02.15 “inget ini rumit, ini rumit, jadi perhatikan” Guru menuliskan soal, meminta siswa untuk mengerjakan 31 32 “0,03 x 18, cepet kalikan” 01.02.16 – 01.02.23 “coba 0.000039 x 20” 01.03.23 – 01.03.30 “satu lagi, 0,000019 x 35 cepat” 01.05.20 – 01.05.26 Guru membenarkan jawaban siswa “yak, 2,52” 01.03.16 Guru mengerjakan soal bersama siswa di papan tulis 34 “ hey perhatikan, nol koma nol nol nol 56, ini kali ini berapa? Yowes to berarti lima enam per 01.04.42 – 01.05.13 sepuluh ribu, yowes berarti nol koma nol nol lima enam” (guru) “tiga” (siswa) 187

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “satu lagi ya, nol koma nol nol sembilan belas kali tiga puluh lima, cepet, ya itu berarti tiga 01.06.09 – 01.07.07 lima kali Sembilan belas berapa?” (guru) “sik sik” (siswa) “nol koma nol nol nol” (siswa) “nol dibelakang koma berapa?” (guru) “empat, tiga” (siswa) Guru melanjutkan pemberian contoh soal penggunaan persamaan muai, guru menulis di papan tulis, yang diketahui dan ditanyakan “aluminium panjang awal tiga meter, panjang awal perhatikan Lo ingat. Lo tiga meter pada 35 suhu dua puluh derajat, berapakah panjang, pertambahan panjang setelah suhu di tujuh puluh, 01.07.33 – 01.08.16 Berapa? Lt sama dengan Lo, satu plus delta t, cepet bias kalian. Lo nya apa, nanti ada koefisien aluminium berapa? Nol koma nol dua empat. Koefisisen aluminium nol koma nol dua empat” Guru meminta siswa matematisnya secara mandiri terlebih dahulu 36 “ cepat dihitung, yak bias, ayo mosok gak iso ngono ae? Cepet, ayo gek ndang digarap, ayo” 01.08.15 – 01.08.37 “cepat dihitung, gimana caranya ini? Cepet, nol koma nol nol nol lima kali dua empat dikali 01.09.24 – 01.10.40 lima puluh, ayo cepat” Guru menjelaskan tahap demi tahap pengerjaan soal 37 “Lo nya berapa, Lo tiga meter, mau cm atau m satuannya boleh jadi 300 tapi nanti hasilnya 01.08.38 – 01.09.27 pikir sendiri. Nah ini, tujuh puluh kurangi dua puluh berapa? Delta t nya berapa lima puluh, ni alfanya berapa nol koma nol nol dua empat, perhatikan ini, jawabnnya berapa ini” 38 Guru memperingatkan materi yang dibahas penting, oleh karena itu siswa diminta 188

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI memperhatikan “perhatikan ini, hoy iki penting hitungan muai panjang” 01.09.09 – 01.09.18 “hoy, iki penting, hitungan penting, ayo cepet” 01.12.51 – 01.12.54 189

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TRANSKIP VIDEO PEMBELAJARAN Hari / tanggal Kelas Sekolah Jam pel. Materi Jumlah siswa : Rabu, 24 Oktober 2012 : VII.F : SMP B : 10.50 – 11.30 WIB (Jam ke-6) : Unsur, Zat : 38 siswa ( terdiri dari 17 siswi dan 21 siswa ) No. 1 Kejadian dalam Pembelajaran Guru membagikan buku jadwal belajar siswa dan menjelaskan manfaatnya Waktu 00.00 – 05.41 “Masing masing siswa dapat dua buku” “Kalau sudah silahkan ditulis identitas lengkapnya, nama, kelas dan no absen” “Itu ada agenda, ada jadwal, dapetnya itu di dalemnya ada agenda, ada jadwal, agenda dan jadwal, nanti dapat dua” “ada yang bertanya lagi? Tidak usah membayar” “Sekalai lagi itu untuk perkembangan kalian, silahkan dimanfaatkan sebaik baiknya, penghubung bukan berarti untuk menghukum, tetapi untuk memandu atau memantau kalian belajar. Kalau kalian belajarnya dengan teratur nanti pasti hasilnya juga akan lebih baik” “ya, silahkan dimanfaatkan sebaik-baiknya” 190

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Guru meminta siswa memasukkan buku dan segera mempersiapkan pelajaran 05.42 – 06.19 “sudah semuanya? Kalau sudah dimasukkan dalam tas” 3 Guru keluar kelas sebentar, kemudian masuk lagi membuat kelas menjadi agak ramai 06.20 – 07.29 4 Guru mengingatkan kembali materi pertemuan kemarin mengenai, asam, basa, dan 07.50 – 08.25 garam “Saya akan mengingatkan lagi apa ya sudah kita pelajari tentang asam, basa, garam” Guru menyakan materi yang sudah diperlajari sampai pertemuan terakhir dan beberapa siswa menjawab sampai pada materi basa “sampai pada? Sampai pada?” “basa” (siswa) “garam belum?” “belum” (siswa) “berarti kalian tertinggal sedikit ya, maka banyak waktu yang akan digunakan.” 5 Guru bertanya pada siswa mengenai sifat basa 08.28 – 09.25 “baik, kalau begitu saya coba tanya dulu, taukah sifat basa itu apa saja?” “iya, sifat basa?” “Ph diatas tujuh, ya” “Apa?” “maksudnya untuk menetralisir, menetralkan asam, ya, terus?” “korosif, yak” 191

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Siswa memjawab secara serentak Guru meminta siswa menjawab satu persatu “Satu satu dulu, melarutkan” 6 Guru kembali bertanya mengenai materi yang lalu, yaitu mengenai Ph 09.27 –10.15 “Ph lebih dari tujuh, apa yang dimaksud Ph?” “kalau asam tadi berapa Ph nya?” “kalau basa?” “kalau tujuh?” “membedakan semakin kuat atau lemahnya asam atau basa?” “kekanan itu kemana?” “kekanan itu maksudnya apa?” “angkanya itu semakin besar” Siswa aktif dalam menjawab pertayaan guru “dibawah tujuh” (siswa) “diatas tujuh” (siswa) “garam” (siswa) “tinggi no pak” (siswa) 7 Guru mengulang jawaban siswa dan menegaskan kembali jawaban yang benar 10.16 – 10.40 “PH atau tingkat atau derajat keasaman” “Jadi kalau angka Ph nya semakin besar itu menunjukkan tingkat kebasaannya juga semakin 192

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kuat, kemudian kalau angkanya atau Ph nya semakin rendah tingkat asamnya semakin rendah ya” “tinggi” 8 Guru memulai penjelasan mengenai pengertian dan siswa diam dan mencatat apa yang 10.47 – 11.41 didektikan guru “lalu berikutnya garam, di dalam garam itu merupakan gabungan dari atau reaksi ya,dari asam ya reaksi dari asam dan basa yang menghasilkan garam plus air” “garam biasanya gabungan atau reaksi dari asam dan basa yang menghasilkan garam dan air” 9 Guru mengambil buku pegangan di meja guru, dibawa ke depan kelas, berdiri, mendikte 11.42 – 12.25 siswa untuk memberikan contoh yang kemudian ditulis siswa “yang kita sebut garam tidak hanya sekedar garam dapur, kalau kita mendengar hanya garam, kalau kita mau memasak garamnya mana, itu garam dapur itu hanya salah satu atau contoh dari beberapa garam” 10 Guru meminta siswa melihat buku pegangannya masing-masing 12.26 – 12.30 “Perhatikan buku, buku halaman 127, ya halaman 127” “Lihat halaman 127, Siswa ikut membuka buku yang diperintahkan oleh guru “halaman berapa?” (siswa) 193

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 Guru menjelaskan, sambil sesekali melontarkan pertanyaan pada siswa 12.31 – 16.04 “Karena terbentuk dari reaksi dari asam dan basa dimana asam itu kalau larut dalam air akan menghasilkan apa?” “ion elektrik” (siswa) “ion hydrogen atau h plus sedangkan kalau basa ion hidroksida” “Tadi saya mendengar elektrolit, elektrolit itu apa?” “elektrolit itu larutan yang dapat menghantarkan arus listrik” “Nah karena untuk garam itu terbentuk dari asam dan basa, maka akan menghasilkan ion positif dan ion negative” Guru menjelaskan sambil membawa buku dan menyuruh siswa mencatat mengenai contoh garam dalam kehidupan sehari-hari “Lalu dilihat berikutnya halaman 129, silahkan dicatat, beberapa contoh garam yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, beberapa contoh garam yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari” 129 Guru menambahkan tabel yang ada dibuku pegangan siswa belum ada, dengan menulis di 16.05 – 17.39 papan tulis “disitu ada empat, saya tambahkan satu” Siswa menulis apa yang ditulis guru di papan tulis 194

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Selama guru menulis di papan tulis, guru sambil guru menjelaskan singkat apa yang 17.40 – 17.50 ditulis “Nah Natrium Klorida atau NaCl, ditambahin ini yang disebut garam yang didapur” 14 Guru menambahkan satu contoh yang berasal dari buku pegangan yang hanya dimiliki 18.56 – 19.56 guru, selesai menulis guru menjelaskan “saya tambahkan satu, sabun deterjen” 15 Guru berjalan ke belakang, memantau yang ditulis siswa sambil sesekali menjelaskan 20.05 – 22.32 pada siswa yang bertanya “NH3COOH” 16 Guru mengingatkan bahwa siswanya harus rajin 22.33 – 23.29 “Saya mengingatkan ya, kalian untuk rajin, itu ringkasannya yang lain dibaca, kalau nunggu saya gak akan tambah tambah” “Jadi mencatat bukan karena dipaksa tidak lo ya, tapi kebutuhanmu” Guru menunggu siswa yang masih mencatat 17 Guru mulai memasuki sub bab materi baru, menganai unsur senyawa dan campuran 23.19 – 24.35 “sudah ya, kita masuk ke bab baru yaitu Unsur senuyawa dan campuran” Guru menulis judul di papan tulis dan meminta siswa berhenti mencatat supaya bisa mendengarkan penjelasan materi “Sekarang dengarkan dulu, dengarkan dulu ya, nyatetnya nanti” 195

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Guru bertanya pada siswa untuk mengatahui pengetahuan awal siswa mengenai materi 24.40 – 25.15 dulu “sebelum kita masuk unsure, senyawa, dan campuran, kita lihat dalam klasifikasi zat, zat itu apa aja? Zat?” 19 Guru menerangkan sedikit sambil menulis di papan tulis 25.16 – 27.24 “Kita lihat dari zat itu sendiri, dibedakan menjadi, zat tunggal ini dibedakan menjadi, sedangkan untuk campuran ini ada juga, lalu yang homogeny itu akan disebut dengan, sedangkan yang hiterogen ini, ini asal muasalnya zat apa” “Nah dari klasifikasi ini, yang akan kita bicarakan ya unsure, senyawa, dan campuran, jadi semua masuk dalam zat” 20 Guru berhenti menulis dan menunggu siswa mencatat dan berkeliling kelas 27.25 – 28.40 21 Guru melanjutkan dengan mendiktekan pengertian 28.45 – 30.54 “piye udah? Lanjut ya, owke bintang pertama, tak diktekan” “unsure adalah, unsure adalah bagian terkecil dari suatu zat, bagian terkecil dari suatu zat, yang tidak dapat dibagi lagi, yang tidak dapat dibagi lagi, dengan reaksi kimia biasa, dengan reaksi kimia biasa” "bintang kedua, unsure dalam kehidupan sehari-hari sabagai berikut” 22 Guru kembali menulis di papan tulis 31.01 – 33.46 196

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 Ada siswa yang bertanya mengenai tulisan guru 33.47 – 34.02 Guru berjanji akan menjelaskan kembali setelah istrahat “iya, ini nanti saya jelaskan” 24 Guru masih menyelesaikan tulisan meskipun sudah terdengar bel istirahat 34.03 – 35.01 25 Siswa ada yang keluar terlebih dahulu sebelum guru, namun dilarang oleh guru 34.44 – 34.46 197

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TRANSKIP VIDEO PEMBELAJARAN Hari / tanggal Kelas Sekolah Jam pel. Materi Jumlah siswa No. : Rabu, 24 Oktober 2012 : VII.F : SMP Pangudi Luhur Timoho : 11.45 – 12.25 WIB (Jam ke-7) : Unsur, Zat : 38 siswa ( terdiri dari 17 siswi dan 21 siswa ) Kejadian dalam Pembelajaran Waktu Bagian I 1 Guru masuk kelas dan menulis kembali di papan tulis, sambil menunggu siswa yang belum masuk kelas 2 Guru mengecek siswa yang belum masuk dalam kelas 3 Guru menjelaskan apa yang suda dicatat di depan 00.12 – 02.42 “Sengaja saya beri garis batas ini maksudnya ada bedanya, bedanya apa?” “ada unsure yang terdiri dari satu huruf, dan ada unsure yang terdiri dari dua huruf, ntuk membedaka satu huruf dan dua huruf cara penulisannya kalau hanya satu huruf ini, ditulis dengan huruf besar atau huruf capital, tapi kalau terdiri dari dua huruf maka huruf pertamanya huruf capital, dan huruf keduanya huruf kecil” „lalu ada kalanya merupakan kelanjutan dari nama misalnya Natrium, Na, kemudian 205

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Ferum, Fe” “contoh lain misalnya, Clorida, Cl” Guru mengulang penjelasannya sekali lagi “Saya ulangi, jadi huruf yang pertama itu huruf capital, yang kedua itu huruf kecil, itu bedanya” Siswa mencatat yang ditulis guru di papan tulis, dengan tenang 4 Guru kembali mendikte, siswa mencatat sambil membuka buku dan mencocokan 02.45 - 03.40 dengan apa yang didikte “Lalu bintang berikutnya, berdasarkan sifatnya, unsure dibedakan berdasarkan sifat unsure dibedakan menjadi dua yaitu unsure logam dan unsure nonlogam” “Nah tapi dalam buku diktat, dicatat ada tiga, logam, nonlogam, dan maksudnya itu antara logam dan nonlogam yang dinamakan semilogam” 5 Memberi contoh mengenai materi yang dijelaskan dengan analogi contoh materi yang 03.41 – 04.33 sudah pernah diajarkan “sama halnya waktu kita bicara antara konduktor dan isolator, konduktor itu apa?” “penghantar arus atau penghantar listrik, isolator?” “Nah, antara konduktor dan isolator itu dinamakan semikonduktor” “Baik, ya itu dibedakan dua, diantaranya ada yang dinamakan semi” 206

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 Guru kembali mendikte dengan pelan dan diulang-ulang 04.34 – 09.22 “Sifat sifat logam, titik du antara lain, sifat sifat logam titik dua, satu, keras, selain keras, dua mengkilap, mudah dibetuk atau mudah ditempa, atau direnggangkan, saya gak bias direnggangkan tapi cara direnggangkannya ya ditempa tadi, terus selain itu tadi juga mudah dibengkokkan, atau dapat dibengkokkan” “terus berikutnya, nah karena logam ini pada umumnya logam itu memiliki titik lebur yang tinggi, titik lebur tinggi berarti perubahannya dari padat ke cair, dan juga titik didihnya tinggi” “sudah no berapa itu, enam terus yang ketujuh, dapat menghantarkan panas dan arus listrik, dapat menghantarkan panas dan arus listrik, nah karena dapat menghantar panas itu disebut konduktor” “terus bintang berikutnya, sifat non logam, satu rapuh, dua tidak mengkilat, tiga tidak dapat dibengkokan” 7 Siswa menjadi ramai ketika ada pengumuman dari sekolah 09.23 Bagian II 8 Siswa kembali diam, ketika guru kembali mendikte materi yang harus dicatat siswa 01.26 – 02.25 “samapai no berapa tadi, tiga tidak dapat dibengkokan” “dah ya, tadi yang ke empat tidak mudah ditempa, terus yang kelima, tidak dapat menghantarkan panas dan arus listrik kecuali grafit” 207

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 Guru kembali mengajak siswa, membuka buku pegangan yang dimiliki masing-masing 02.33 – 03.24 siswa “baik sudah, kita lanjutkan kalau sudah, kita lanjutkan, dicata dulu, dicatat dulu yang B, Senyawa” Beberapa siswa ada yang masih ngobrol selagi teman-temannya membuka buku 10 Guru membacakan beberapa bagian dalam buku pegangan 03.26 – 05.48 “ Senyawa adalah, senyawa adalah zat tunggal, yang terbentuk dari beberapa unsure, yang terbentuk dari beberapa unsure, dengan perbandingan tetap, melalui reaksi kimia, melalui reaksi kimia” “sekali lagi senyawa adalah zat tunggal terbentuk dari beberapa unsure dari beberapa unsure dengan perbandingan tetap, melalui reaksi kimia, melalui reaksi kimia” “Bintang berikutnya, senyawa merupakan zat baru, senyawa merupakan zat baru, yang sifatnya berbeda, senyawa merupakan zat baru yang sifatnya berbeda, dengan sifat unsure penyusunnya, senyawa merupakan zat baru yang sifatnya berbeda dengan sifat unsure penyusunnya” Guru meminta siswa mengaris bawahi bagian yang penting dalam buku pegangan “tolong dengan perbandigan tetap digaris bawahi” 11 Guru meminta siswa menyimak dengan buku pegangan masing-masing, siswa menyimak, guru 05.49– 09.42 membaca 208

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “Nah sekarang dilihat di bukumu, bukumu halaman 169, halaman 169, ” 12 Guru menuliskan contoh di papan tulis, siswa mencatat, guru sambil menjelaskan 09.43 – 13.29 “Halaman 169, bagian bawah saya bacakan sedikit, siap, senyawa air terdiri dari dua jenis unsur yaitu dua buah atom hydrogen dan sebuah atom oksigen dalam sebuah molekul air, air ini termasuk senyawa, oleh karena itu air mempunyai rumus molekul H2O, lalu bla bla bla bla, kamu lihat bagian bawah itu, perbandingan molekul dalam setiap molekul senyawa ini bersifat tetap”“tolong digaris bawahi, bersifat tetap” “jika air tidak lagi tersusun dalam bentuk H2O, diperhatikan ya dibaca, jika air tidak lagi tersusun dalam bentuk H2O, misalnya H2O2, maka lagi tersusun dalam bentuk H2O tidak lagi berupa air”“terus bla bla blab la, dari bawah dapat kita simpulkan bahwa pengertian senyawa, zat ya apa? Sejenis yang terdiri dari dua unsure atau lebih, murni dan homogen, homogen itu artinya apa? Sejenis atau serba sama ya, bagus, homogen yang terdiri dari dua unsure atau lebih, tadi saya mengatakan dua unsure atau lebih jadi bisa beberapa unsure dengan perbandingan tertentu, perbandingan tertentu itu perbandingan tetap melalui reaksi kimia” “contoh senyawa tadi, tadi dikatakan kalau terdiri dari H2, O2, ini senyawa air bukan? Bukan karena sudah berbeda sifatnya, maka supaya menjadi dalam bentuk air ini menjadi 2H2O, H2O masih menunjukkan senyawa air tapi senyawanya ini terdiri dari dua molekul 209

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI senyawa jadi kalau dituliskan O nya ada dua, H nya ada? Hnya ada empat.“Jadi kalau ditanya, banyaknya unsure berapa? Dua hanya H dan O, tapi banyaknya unsure Hidrogen, empat, banyaknya unsure Oksigen, dua” “Kalau ini, kalau yang ini, banyaknya unsure berapa, banyaknya unsure, dua, H dan O, banyaknya unsure Hidrogen, dua, Oksigen satu” “ini tadi delapan dari mana? Dua kali empat, empat dari, satu ini harusnya angka satu” 13 Guru berkeliling sambil menjawab siswa yang bertanya 13.32 - 14.08 “tidak ada yang Tanya?” 14 Guru kembali menjelaskan di papan tulis 14.10 – 14.43 “Tadi dikatakan dengan perbandingan tetap itu ini juga ya, 2H2O, 4H2O, ini perbandingannya juga tetap” “dengan demikian, anda bias menentukan banyaknya unsure dan jumlah atau banyaknya partikel dalam” 15 Guru mendikte, siswa mencatat 14.54 – 16.04 “ada lagi yang Tanya? Bintang berikutnya kalau begitu? Ada yang Tanya?” “beberapa contoh, beberapa contoh untuk menentukan, beberapa contoh untuk menentukan banyaknya unsure dan jumlah masing masing unsure dalam” 210

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 Guru menghapus papan tulis dan memberi contoh soal dari buku pegangan yang 16.23 – 16.46 hanya dimilki oleh guru “kalau saya punya unsure H2NO4, kalau ini saya beri tambahan angka didepannya” 17 Guru menulis soal sambil menyelesaikan soal pertama, sambil bertanya pada siswanya 16.55 – 17.50 “Banyaknya unsure berapa?” “tiga, empat” (siswa) “empat, Nnya berapa?” “dua” (siswa) “Onya?” “empat” (siswa) “Hanya?” “delapan” (siswa) 18 Guru menulis di papan tulis memberi latihan soal untuk dikerjakan oleh siswa 18.15 – 20.42 19 Beberapa siswa bertanya mengenai penyelesaian soal, guru menjawab dengan 21.04 – 24.13 membahas untuk semua kelas “Kalau seperti ini, itu Onya sendiri sendiri gak boleh ditulis O2, Onya tetep sendiri sendiri, tetap satu unsure” 20 Guru menyuruh siswa melanjutkan latihan soal di rumah 24.14 “Lanjutkan dirumah, dicoba ya” 211

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TRANSKIP VIDEO PEMBELAJARAN Hari / tanggal : Rabu, 31 Oktober 2012 Kelas : VII.F Sekolah : SMP B Jam pel. : 10.50 – 11.30 WIB (Jam ke-6) Materi : Campuran Jumlah siswa : 38 siswa ( terdiri dari 17 siswi dan 21 siswa ) No. Kejadian dalam Pembelajaran 1 Guru meminta siswa merapikan kelas terlebih dahulu ( meluruskan meja, menyapu lantai oleh petugas piket ) “kursinya dirapikan, diluruskan ini ada garisnya” 2 Guru meminta siswa mengisi jadwal belajar pada buku yang sudah dibagikan pada pertemuan sebelumnya, yang nantinya akan diperiksa guru sebelum memulai pelajaran “oh ya, bagusnya nanti untuk yang buku agenda itu diisi, tidak harus bersamaan ya, nanti tunjukkan saya” Para siswi menunjukkan buku jadwal belajar mereka pada guru, sambil bertanya mengenai buku jadawal belajar tersebut 3 Guru mengeluhkan pengadaan remidi sudah dilakukan dua kali namun masih ada siswa yang hasilnya tetap sama saja “Terus berikutnya, ini sudah tak beri remidi dus kali masih ada juga yang belum serius, maka saya minta untuk dibenahi diluar” Waktu 00.03 – 00.45 02.57 – 07.21 07.23 – 07.30 212

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 5 6 7 8 Guru memanggil siswa yang tindak mengalami peningkatan nilai untuk membenahi soal di luar kelas saat jam pelajaran “ivan, mana ivan, kalau mau belajar dulu ya dibenahi dengan baik, sudah diberi kemudahan dengan soal yang sama” “terus ini, Daniel dibenahi dengan yang ini, soalnya juga sama” “Miracle” “Robertus” Guru meminta siswa mengerjakan soal remidi tersebut di kertas lain Ketika siswa yang dipanggil maju, guru menasehati siswa yang nilainya jelek pasti di kelas banyak ngomong Guru kembali meminta siswa meluruskan bangku mereka Guru menanyakan pada siswa menganai materi terakhir yang diajarkan “Kemarin saya sudah memberikan pada kalian sampai apa?” “macem macem pak” (siswa) “macem macem kie opo?” “sekarang campuran pak” (Siswa) Guru meminjam catatan salah satu siswa, untuk melihat sampa mana materi terakhir diajarkan “Oh ya kemarin baru menghitung jumlah masing masing unsure dalam senyawa dan jumlah unsure dalam senyawa tersebut ada berapa” Guru melanjutkan materi mengenai sub bab baru yaitu campuran, guru mengambil buku paket “Kita lanjutkan berikutnya campuran” 07.34 – 09.15 09.24 – 09.35 09.37 – 10.21 10.23 -11.00 10.57 – 11.41 213

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 10 11 Guru membaca buku pegangan, mendikte siswa, dan siswa dengan tenang menulis “udah ya, campuran, campuran dibedakan menjadi dua yaitu, campuran, campuran dibedakan menjadi dua yaitu, campuran homogen, campuuran homogen, dua campuran heterogen” Guru mendikte dengan berulang-ulang dan pelan pelan Guru menanyakan pengertian homogen dan heterogen pada siswa “Bintang yang kedua, homogen, homogen nama lainnya apa? sama atau sejenis, heteroge?, campuran” Beberapa siswa menjawab, guru menyimpulkan dan menambahkan jawaban yang kurang Guru kembali mendikte, dan siswa dengan tenang mencatat “Campuran yang homogeny disebut larutan , campuran yang homogeny disebut larutan, contoh larutan gula, larutan garam” “Terus bintang berikutnya, larutan heterogen dibedakan menjadi dua, maaf maaf, itu tadi campuran, campuran heterogen, campuran heterogen dibedakan menjadi dua yaitu, apa kemarin, suspensi dan koloid” “Bintang berikutnya, suspensi adalah campuran ikatan dan bersifat heterogen, contoh campuran terigu dengan air, campuran kapur dengan air, campuran kapur dengan air” “kalau tadi gula dengan air menjadi larutan gula, ini gula dengan terigu, terus berikutnya tentang koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara, yang keadaannya terletak antar larutan dan…., contoh air santan, air kelapa yang diparut trus diperas, kemudian air susu, lalu air sabun, lalu …. Guru mendikte sambil melihat buku pegangan yang dimiliki guru Guru meralat kesalahan dalam mendiktekan, sambil meminta maaf sebelumnya, dan meralat bagian yang salah 11.42 – 12.36 12.37 – 12.57 12.58 – 20.00 214

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Guru mendikte sambil memberikan contoh, siswa terkadang menanggapi contoh tersebut dengan lelucon 12 13 14 15 Guru menerangkan didepan kelas, sambil sesekali bertanya pada siswanya “Nah tapi dibedakan antara suspensi dengan koloid sudah berbeda, kemudian koloid dengan larutan juga sudah berbeda, tadi antara larutan, suspensi dan koloid, nah koloid ini terletak diantara apa tadi dikatakan antara larutan dan suspensi, maka seolah olah kelihatan bahwa untuk koloid menyerupai larutan, tadi dikatakan santan, biasanya dicampur dengan larutan tapi kelihatan keruh, nah bukti yang memperlihatkan itu larutan atau koloid tadi bias juga digunakan yang namanya penyinaran” Guru melanjutkan mendikte, dan siswanya mencatat “Untuk membedakan, untuk membedakan antara larutan dengan koloid, dengan menggunakan berkas cahaya, dengan menggunakan berkas cahaya (penghamburan cahaya oleh, penghamburan cahaya oleh campuran koloid disebut efek tindall” “Bintang berikutnya, perbedaan antara, perbedaan antara, senyawa dan campuran” Guru mengulang kata-kata sulit yang ditanyakan siswa, dengan menuliskannya di papan tulis Guru membuat kolom perbedaan di papan tulis Guru meminta siswa mencari perbedaan (isi dari kolom) di buku pegangan masingmasing siswa, yang nantinya akan ditulis bersama didepan “Nah coba dilihat dibuku pegangan kalian atau di buku itu, ditulis” “Perbedaan antara senyawa dan campuran” Siswa sibuk mencari perbedaan untuk mengisi kolom di papa tulis namun beberapa siswa ramai sendiri (tidak membuka buku tapi mengobrol) 20.02 – 21.20 21.28 – 24.10 24.16 – 24.46 24.49 – 25.10 215

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 17 Guru bertanya sudah adakah yang menemukan perbedaan “Satu apa satu?” Salah satu siswa menjawab, guru membenarkan jawaban dan melengkapi jawaban sembari menulisnya di papan tulis “Terbentuk melalui reaksi kimia” “satunya jadi terbentuk tdak melalui reaksi kimia” “Oke satu benar, untuk senyawa itu bergabung karena rekasi” “Ada lagi?” Guru kembali melakukan tanya jawab dengan siswa untuk melengkapi tabel yanga da di papan tulis. Sesekali guru memberi contoh yang ada di kehidupan sehari-hari. “Definisi dari senyawa apa coba?” “Dengan perbandingan tetap, jadi dengan apa tadi, denagn perbandingan tetap, dengan perbandingan atau komposisinya tetap, otomatis yang disini tidak tetap” “Contohnya air, air itu terbentuk dari unsure Hidrogen dan Oksigen, itu senyawa, perbandingannya tetap selalu, satu molekul senyawa, kalau ada dua ya berarti 2H2O” “Sementara kalau campuran misalnya, campuran garam dengan gula, tidak tetap” “Yak, ada lagi?” “Ada lagi?” “Tadi dikatakan senyawa air, H2O disusun dari apa dan apa, Oksigen dan Hidrogen, Hidrogen itu sifatnya? Ada, oksiden ada, tapi terbentuk air, jadi bagaimana, sifatnya bagaimana, berubah atau terbentuk sifat baru” “Ada lagi? Bisa ditambahkan karena ini bergabungnya melalui reaksi kimia, maka pemisahannya menggunakan reaksi kimiaa, sedangkan untuk campuran pemisahannya bukan secara kimia, secara fisika bukan kimia” 26.40 – 27.58 30.22 – 36.04 216

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KRONOLOGI KEJADIAN Hari / tanggal : Rabu, 24 Oktober 2012 Kelas : VII.F Sekolah : SMP B Jam pel. : 11.45 – 12.25 WIB (Jam ke-7) Materi : Campuran Jumlah siswa : 38 siswa ( terdiri dari 17 siswi dan 21 siswa ) No. Kejadian dalam Pembelajaran Bagian I 1 Guru menutup pintu kelas, supaya suara dari luar tidak mengganggu proses belajar di kelas 2 Guru menjelaskan kembali apa yang sudah ditulis dan didapat dari hasil diskusi bersama “Ini perbedaan secara umum antara senyawa san campuran, satu senyawa ini bergabung melalui reaksi kimia, kemudian dengan perbandingan tetap, tersusun atau terbentuk menjadi jenis baru, dengan kata lain berbeda denagn unsure unsure penyusunnya, terus pemisahan denag reaksi kimia” “Sedangkan untuk campuran itu, tergantung tidak melalui reaksi kimia, atau melalui perubahan perubahan fisika, perbandingannya tidak tetap, tidak terbentuk jenis baru, dan dapat dipisahkan kembali secara fisika” “Nah, pemisahan secara fisika ini ada beberapa metode, atau cara pemisahan campuran, sekarang kita akan membicarakan itu” Waktu 00.32 00.33 – 02.14 226

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Guru melanjutkan mendikte juduk sub bab baru sambil berjalan ke belakang, memantau siswa yang mencatat “Beberapa metode pemisahan campuran” 4 Guru menulis di papan tulis sambil melihat rangkuman yang sudah dibuat guru Siswa mencatat apa yang ditulis guru di depan, beberapa siswa mengobrol sendiri 5 Sekolah mengajak siswanya bersama-sama berdoa malaikat Tuhan, guru mengajak siswa mempersiapkan diri berdoa bersama Bagian II 6 Guru melanjutkan menulis di papan tulis, siswa mencatat, sebagian siswa ramai sendiri 7 Guru kembali membacakan lagi yang sudah ditulisnya di papan tulis dari belakang kelas, sambil memantau catatan siswa “Ada dua belas yang tercatat di situ, pengayakan, dikantir, menyaringan atau filtrasi, sentrifugasi, pengendapan, kemudian pelarutan, penggunaan magnet, sublimasi, destilasi atau penyyulingan, destinasi bertingkat, kemudia kristalisasi, dan kromatografi” 8 Guru menanyakan apakah siswa sudah selesai mencatat “Sudah semuanya?” 9 Guru menjelaskan contoh dari catatan yang sudah dituliskan di depan kelas tadi dengan benda-benda dalam kehidupan sehari-hari “pengayakan, dikantir, menyaringan atau filtrasi, sentrifugasi, pengendapan, kemudian pelarutan, penggunaan magnet, sublimasi, destilasi atau penyyulingan, destinasi bertingkat, kemudia kristalisasi, dan kromatografi” “Nah baik, lalu berikutnya dengan beberapa metode atau cara pemisahan ini maksudnya di dalam pemisahan campuran kembali lagi dilihat disini, bahwa campuran dapat dipisahkan dengan secara fisis, berdasarkan sifatnya, contoh misalnya campuran itu ternyata campuran logam dengan pasir, dimana logam dapat ditarik dengan magnet, sedankan pasir tidak, 02.15 – 02.29 02.37 – 05.42 05.42 00.13 – 01.31 01.59 –02.34 03.05 03.20 – 03.40 04.25 – 07.35 227

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 dengan demikian memisahkan serbuk besi dan pasir itu juga bias dilakukan dengan menggunakan magnet, jadi tidak semua campuran bias dipisahkan menggunakan ini, tergantung dari apa? Jenis atau sifatnya daripada campuran tersebut” “Kemudian misalnya mau memisahkan berdasarkan garam, misalnya masih campur dengan pasir, kalau dipisahkan misalkan pasir dan garam dikasi air, lalu diaduk, dilarutkan lalu disaring, karena larutan garam itu bisa menembus saringan itu maka ada garam dan pasir” “Baik ada pertanyaan bagus ternyata dalam pemisahan bias dilakukan beberapa kali misalnya dengan penyaringan dan destilasi, owke” “Beberapa diberi keterangan, beberapa diberi keterangan, yang perlu misalnya itu sentrifugasi, in catatan catatan saja” Guru kembali mendikte siswa dengan membaca rangkuman yang di punyai guru “Sentrifugasi digunakan untuk memisahkan campuran, digunakan untuk memisahkan campuran yang zat penyusunannya berupa cairan dan padatan, berupa cairan dan padatan tetapi volume campuran itu, hanya sedikit, sulit unutk dipisahkan secara penyaringan, sulit untuk dipisahkan secara penyaringan” “Caranya ada dua untuk sentrifugasi, campuran dimasukkan ke dalam tabung reaksi, kenapa dimasukkan kedalam tabung reaksi, kemudian dipasang pada alat setrifugasi, berupa kaya mixer, tapi digunakana untuk meletakkan tabung reaksi” “Untuk diputar dengan cepat, untuk diputar dengan cepat, sehingga, sehingga padatan dapat mengendap, selanjutnya cairan diambil dengan cepat, menggunakan pipet” “Berikutnya yang kedua, destilasi atau penyulingan, digunakan untuk memisahkan campuran, yang berupa larutan, berdsarkan perbedaan titik didih, berdasarkan perbedaan titik didih zat penyusunnya” 08.28 – 14.13 228

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 12 13 14 15 16 Guru kembali melanjutkan pelajaran dengan menggambarkan materi yang ditulis tadi di papan tulis Guru menggambar juga seperangkat alat yang digunakan sebagai salah satu cara memisahkan campuran yang berbeda titik didihnya Guru memberi kesempatan pada siswa untuk membuat ringkasan mengenai apa yang terjadi pada proses pemisahan di dalam gambar tersebut “Wes ayo terus setelah digambar, coba di beri keterangan” Guru berjalan ke belakang untuk memeriksa catatan siswa terutama siswa di bagian belakang Guru memberikan waktu pada siswa untuk menjelaskan proses destilasi sesuai dengan gambar tersebut di depan kelas “Silahkan sekarang yang mau mencoba menjalaskan” “proses destilasi, tadi dikatakan proses pemisahan berdasarkan titik dididh” Guru kembali memancing-mancing penjelasan dari siswa, supaya penjelasan siswa lengkap, ketika maju “Berarti yang titik didihnya rendah berarti menguap” “siapa yang mau mencoba dulu?” “Yang lain coba mendengarkan apa yang disampaikan” Ada satu siswa yang berani maju dan menjelaskan kepada teman-temannya Guru menenangkan siswa lainnya yang ramai “Dengarkan dulu, dengarkan” “Yang lain didengarkan, kalau kalian sudah ngomong gitu didengarkan” Siswa yang maju dikritik temannya supaya suaranya agar sedikit keras “Pelan pelan, vokalnya vocal” 14.27 – 17.00 17.49 – 17.55 18.00 – 20.20 21.24 – 21.34 21.40 – 21.59 22.06 229

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 18 19 20 Guru mempersilahkan, teman yang duduk untuk bertanya kepada siswa yang menjelaskan di depan “Boleh bertanya pada Nathan coba?” “Ada yang bertanya algi tidak?” Guru bertanya pada siswa yang lain, guru menambahkan penjelasan siswa yang di depan kelas “Campuran yang berbeda titik didihnya dipanaskan pada titik didih tertentu (sedikit diatas titik didih terendah) misalnya alcohol dicampur dengan air, titik didih alcohol kira kira 78, kalau air, 100, kalau itu diuapkan maka akan menguapa air atau alcohol? Alcohol, dengan memanaskan sedikit diatasnya, kalau alcohol 78, ya taruhlah 80 derajat, itu maksudnya” Guru menyimpulkan dan menambahkan hal penting pada penjelasan siswa yang maju dan menjelaskan kembali proses destilasi, sambil sesekali bertanya pada siswa Guru meminta siswa yang banyak bicara untuk maju ke depan menulis kembali apa yang sudah disampaikan temannya “oke, tadi yang saya omongkan tulis didepan, yang banyak ngomong saya suruh tulis didepan, ayo tulis didepan” Guru menasehati supaya sekarang sudah mendekati akhir semester satu, jadi siswa harus berubah, tidak ramai terus “Mulai semester satu ini, sudah mulai mendekati harusnya sudah banyak berubah, yang banyak ngomong sudah harus berubah, yang lain tidak berpengaruh, artinya yang terbiasa ngomong harus berubah, tanpa harus dimarahi” 22.36 23.00 – 24.36 24.40 – 25.12 25.13 – 25.33 230

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 22 23 Guru mengomentari jawaban yang ditulis siswa di depan, siswa yang mejelaskan tadi diminta untuk mendikte temannya yang menulis di papan tulis “Gimana susunan kalimatnya sudah baik? Setelah selesai menulis, guru membaca ulang tulisan yang sudah ada di depan kelas, dan mengkoreksinya “Tadi gimana tadi, dari langkah pertamanya” “Piye piye diulangi lagi” Guru meminta pendapat kelas, apakah tulisan yang ditulis sudah sesuai Beberapa siswa membenarkan kalimat yang salah dan menambahi kalimat yang kurang dalam penjelasan proses tersebut Guru meminta siswa yang maju untuk mengulang jawabannya, dan memberikan kesempatan siswa yang lain berpendapat. Siswa aktif dalam menjawab pertanyaan guru “Satu garis dulu, satu tahapan dulu kalimatnya, kamu coba” “Sebelum itu yang kalimat atasnya” “Jadi tadi sudah ditekankan oleh Faris tadi bahwa ada perbedaan, yak yang keras” “Campuran yang ya terus, jadi singkatnya campuran yang berbeda-beda dipanaskan terus dipanaskan, yo ditulis” 26.30 – 26.50 28.27 – 28.58 29.19 – 30.09 32.39 – 33.32 24 Guru memberikan penjelasan singkat mengenai materi yang sudah dibahas “Campuran yang berbeda-beda titik didihnya dipanaskan, yang berbeda-beda tadi oleh Honi ditambahkan juga, dipanaskansedikit diatas titik didih terendah, lalu baru strip yang kedua, zat yang titik didihnya lebih rendah akan menguap melewati zat yang titik didihnya rendah, ” 231

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI apa tadi akan menguap la kalimat berikutnya, melewati pendidih, sehingga uapnya menjadi..” “terus yang ketiga, uap ditampung dalam suatu wadah “Sebenarnya ada satu lagi yaitu destilasi bertingkat, tolong untuk destilasi bertingkat itu terkait dengan beberapa zat, macam zat nya disitu yang memiliki beberapa titik didih juga, biasanya untuk memisahkan minyak bumi menjadi beberapa bagian, ya dicari ya” 232

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TRANSKIP VIDEO PEMBELAJARAN Hari / tanggal : Senin, 5 November 2012 Kelas : VII.F Sekolah : SMP B Jam pel. : 08.35 – 09.15 WIB (Jam ke-3) Materi : Pemisahan Campuran, Zat dan wujudnya Jumlah siswa : 38 siswa ( terdiri dari 17 siswi dan 21 siswa ) No. Kejadian dalam Pembelajaran 1 Guru masuk kelas langsung mengingatkan siswa tentang sampah dikelas (plastik di bawah kursi) 2 Guru mengingatkan pengumpulan rapot sementara bagi siswa yang belum mengumpulkan “Masibanyak yang belummengumpulkanrapotsementaranya” 3 Guru mengabsen siswa dengan memenggil nama siswa satu per satu, namun awalnya guru salah menyebutkan nama di absen siswa kelas 9F “Agung?” “Ternyatainikelas 9F” “Dewo, Yudha, Brigitta, Frada, Deni, Dika, Bily, Daniel, Ivan” 5 Siswa menanggapi ketika dipanggil guru dengan mengangkat tangan, keadaan kelas menjadi sedikit ramai 6 Guru mengatur tempat duduk siswa “Baik, ya minta Yudha coba pindah sebelah sana” “Iyaiyasana” Waktu 00.00 – 00.28 00.29 – 00.50 01.15 01.37 – 04.58 05.00- 06.50 233

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 8 9 10 12 Guru mengingatkan bagi siswa yang belum remidi segera memperbaiki nilainya, dan bagi siswa yang banyak remidi harus lebih bersemangat “Saya mengingat kan pada kalian, sudah mulai mendekati semester satu tolong yang terutama remidi kemarin, sudah untuk masing masing sudah melakukan remidi untuk perbaikan, maka bagi yang sudah ikut remidi tapi belum tuntas remidinya, supaya menanyakan pada guru yang bersangkutan” “Lalu jangan lupa yang masi banyak remidi, tolong lebih bersemangat ya, dalam hal ini saya mengingatkan bagi yang belum rajin untuk lebi hrajin” Guru mengungkapkan rencana pembelajaran (materi yang akan disampaikan) “Khusus yang fisika nanti pasti banyak akan latihan, rencana saya nanti kita selesaikan dulu, baru nanti latihan soal masalah konsep, setelah itu baru latihan latihan soal yang hitungannya” Guru mengecek kembali materi yang sudah di dapat siswa “Terus cob acek n ricek, kemarin kalau tidak salah saya sudah mencapaikan sampai pada pemisahan campuran, beberapa metode pemisahan campuran, apa saja?” “Pengayakan, dikantir, sentrifugasi” Guru menyebut nama siswa untuk menjawab pertanyaan guru mengenai materi sebelumnya “Owke, coba holy holy, coba holy bias menyebutkan berap acara?” Guru menguatkan jawaban (membenarkan) dan melanjutkan penjelasan mengenai materi tersebut “Owke, delapanya” “Itu metode sekali lagi cara pemisahan campuran, dalam prakteknya kadang pemisahan 07.29- 08.15 08.18- 08.36 08.39- 09.08 09.09- 09.42 09.46-10.45 234

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 14 15 16 tidak hanya menggunakan satu metode, misalnya dari metode pelarutan lalu dilanjutkan ke metode destilasi, kemudian dari metode destilasi itu dibuat bertingkat” Guru mengecek pengetahuan awal siswa mengenai materi yang akan diajarkan “Kalau tidak salah ada metode pemisahan dengan cara kromatografi, apa itu pemisahan denga nkromatografi?” “Saya sudah pernah memberikan perintah meringkas pemisahan campuran secara kromatografi, sudah diringkas belum?” “Belum, kalau belum saya tanya lagi, yang sentrifugasi sudah?” “Yang secara destilasi sudah?” “Sekarang kromatografi, pemisahan campuran secara kromatografi” Guru mengajak siswa membuka buku pegangan yang dimiliki masing-masing siswa “Di buka kalian cobadibuka, halamn 89, dibukahalaman 89, 89” Guru meminta murid mencatat, guru mendikte “Saya tambahkan disitu, kromatografi digunakan untuk memisahkan zat-zat penyusun yang terdapat dalam suatu campuran, digunakan untuk memisahkan zat-zat penyusun yang terdapat dalam suatu campuran, berdasarkan kecepatan….pada umumnya untuk memisahkan zat ….” Guru meminta siswa mengamati gambar yang ada di buku pegangan “Gambarnya kamu lihat dihalaman 92, halaman 92” Guru menjelaskan cara kerja gambar alat yang ada dibuku pegangan siswa, siswa diminta menyimak dan memperhatikan “Disitu ada kertas saring, lalu ada titik warna spidol kemudian ada selanjutnya” “Ya, yang perlu kamu perhatikan disitu, kalau ada titik warna spidol itu, dicelupkan dalam larutan, disitu pake pelarut apa itu? Etanol, maka nanti warna pada … akan menambah” 10.50-11.09 11.19-12.08 12.09-14.05 14.06 – 14.45 235

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 18 19 20 21 Guru menggambar di papan tulis (memperjelas gambar di buku) Guru bersama siswa mengambil kesimpulam mengenai pengertian dan cara kerja alat tersebut “Ini larutan, nah biasa kertasnya diletakkan diatasnya,la disini ada pipanya, nah kalau ini diananti dicelupkan, maka akan berubah warnanya, berdasarkan sifat sifat warnanya” “Merambatnya ini berdasarkan sifat dan kecepatan rambatnya, lalu yang kecepatannya lebih cepat, nah ini pemisahan campuran, proses pemisahan seperti ini dikatakan dengan cara kromatografo” Guru meminta siswa mempelajarai sendiri materi yang lain, guru hanya memberikan poinpoinnya “Yang lainnya dibaca sendiri” Guru menunggu siswa mencatat yang ada di papan tulis Guru bertanya tentangpemahaman “Owke sambil menyalin, kira kira dari metode pemisahan tadi, masih ada yang perlu dijelaskan?” “Dari pengayakan sampai kromatografi?” “Jadi kalau diminta untuk menjelaskan secara singkat perbedaan dari masing masingmetode, meskipun tidak hanya satu perbedaan” Guru langsung melanjutkan ke materi selanjutnya, karena dianggap tidak ada yang bertanya “Nah kalau tidak ada, mari kita coba melanjutka nmateri, zat dibagi menjadi tiga, kalau kemarin klasidikasi zat ada unsure, senyawa, dan campuran, sekarang zat itu ada zat padat cair dan gas” 14,57-15.58 16.25-16.30 16.31 – 16.49 16.50-16.55 17.12-17.24 236

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 23 24 25 27 28 Guru meminta siswa membuka materi selanjutnya pada buku pegangan masingmasing siswa “Coba lihat dibuku mu halaman, halaman122” Guru meminta siswa membaca terlebih dahulu materi tersebut secara pribadi “Saya minta untuk dibaca dulu” Guru membuka laptop dan mempersiapakan materi selanjutnya Guru meminta siswa supaya menggaris bawahi hal-hal yang penting sambil membaca, supaya nantinya bisa membuat ringkasan sendiri “Kalau sudah coba mulai diringkas, pointnyaya, point yang pertama pengertian zat, yang kedua wujud zat, lalu yang ketiga, sifat dari masing-masing zat” Guru mempersiapkan pemasangan, penggunaan viewer secara mandiri Guru kembali mempersipakan viewer sambil mengulang poin-poin yang harus diringkas siswa Guru meminta apakah ada siswa yang bisa menunjukkan pengertian zat Salah satu siswa menjawab, guru memberi penguatan (membenarkan) dan sedikit membetulkan “Point yang pertama, pehertian dari zat, ya owke, zat adalah sesuatu yang menempati ruang dan memilki massa, bias dibalik, itu bintang pertama, adalah sesuatu yang memilki massa dan menempati ruang” Guru meminta siswa merangkum sifat zat dalam bentuk tabel sambil menggambarkan rancangan tabel di papan tulis “Terusbintang yang kedua, ketiga wujud zat ya itu padat, cair, dan gas” Guru memberi contoh pengisian tebel sesuai dengan pendapat siswa “Satu, dua, tiga” 17.36 – 18.33 18.35 – 21.20 21.33 – 21.50 21.50 – 26.25 26.35 – 27.09 27.54 – 29.50 237

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 30 31 32 “Ini sifat-sifatnya, kamu buat dalam bentuk table” Guru meminta siswa mengisi tabel secara mandiridan member sedikitpenjelasan “Berdasarkan bentuknya zat padat, tetap, cair, berubah sesuai dengan tempatnya, gitu, bisa ya?” Guru meminta siswa membantu menyalakan viewer karena kelas tidak dilengkapi dengan remote “Minta tolong dinyalakan” Viewer belum menyala, guru keluar untuk meyalakan dari pusat Akhirnya viewer dapat dihidupkan, guru meminta siswa agar laptop guru bisa dikoneksikan dengan viewer Siswa menjadi sedikit ramai, sedangkan viewer belum dapat digunakan Guru melanjutkan materi dan meminta siswa merangkum dari buku pegangan sambil guru mempersiapkan penggunaan viewer “Udah nanti lagi, sekarang nyatet lagi ya, nanti saya tinggal menjelaskan, bisa ya, bentuknya untuk zat padat, cair, dan gas, volumenya untuk zat padat, cair, dan gas” Guru memberi contoh supaya siswa mengembangkan kreatifitas dalam merangkum perubahan zat “Idah tiga tiganya sudahya, sekarang perubahan perubahan wujud zat, zat padat, cair, gas, perubahan perubahan zat” “Bintang berikutnya ya, silahkan dibuku lihat halaman 195 ya, kreatifitas kalian, silahkanya, misalkan ini gas, ini padat, ini mau dibuat begini juga boleh, ini mau dibuat lingkaran juga boleh, tapi yang penting kalian bisa melihat perubahan perubahannya” Guru kembali mencoba mengoperasikan laptop, meminta siswa untuk membantu 32.10 – 38.53 38.54-39.11 39.12-39.57 39.58-42.39 238

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 34 35 36 37 Sembari siswa membantu guru mengoperasikan, guru berkeliling kelas memantau catatan siswa, sembari menasehati siswa yang paling ramai di kelas “Nah diberi keteranganya no nya, no satu apa, no dua apa” “Udah, dikerjakan” Guru melanjutkan poin yang harus dirangkum siswa selanjutnya, tapi siswa masih dalam keadaan ramai “owke ya lanjut, perubahan wujudnya udah, baik lanjutkan padat ke cair, mencair, cair ke gas, menguap, gas ke padat, mendeposisi, dicek lagi lo ya, mengkristal boleh, kemudian cair ke padat, membeku” Guru lanjut mengecek di laptop “Yang lain sambil menyelesaikan, jadi nanti saya tinggal menjelaskan” Guru mendikte sambil membuka buku pegangan, siswa mencatat mengenai pengertian massa jenis zat “ Yo sudah berikutnya bagian yang B, kalau tadipengertian zat, berikutnya yang B” Guru meminta siswa membuka buku pegangan untuk melihat persamaan massa jenis “Oke ya, sekarang yang B, massa jenis zat, tadi A tadi pengertian zat, kemudian yang B massa jenis zat” “Buka halaman, ayo yang sudah menemukan, kalau belum dicatat aja, bintang pertama, massa jenis zat adalah hasil bagi massa dan volume, massa dan volume, secara matematis dirumuskan titik dua, lihat halaman 251” Guru meminta siswa membaca persamaan di buku tersebut, sambil membetulkan cara membaca rho yang merupakan simbol massa jenis “Secara matematis dirumuskan titik dua, lihat halaman 251, p sama dengan, nah itu dibaca 42.40-44.25 44.30-45.58 46.03-49.08 49.25 – 49.49 49.50 – 53.00 239

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 39 40 rho, bukan p tapi rho, rho sama dengan m dibagi dengan v, kalau p kan nulisnya gini, la itu bukan p tapi mirip dengan p dibaca rho, rho sama dengan m dibagi v” Guru menulis keterangan persamaan sambil menulis di papan tulis Guru kembali menjelaskan apa yang ditulisnya di papan tulis “Sudah? Keterangannya, ditulisya keterangannya, keterangannya rho itu massa jenis, m itu massa, v itu volume, yang saya beri kurung ini adalah satuannya, massa benda satuannya kg, kemudian volume satuannya liter, lalu massa jenis itu adalah m per v maka satuannya adalah kg per liter” Guru meminta siswa melihat contoh soal di buku pegangan, kemudian menulis soal contoh dari guru yang didiktekan “Nah sambil diperhatikan table massa jenis berbagai zat, dengan kata lain zat zat itu memiliki massa jenis yang berbeda beda, contoh soalnya, contoh soal, sambil melihat contoh dibukumu halaman 253 itu” Guru menggambar soal di papan tulis, siswa melanjutkan menulis, dan sesekali guru berjalan ke belakang Guru meminta siswa melihat contoh soal yang ada di buku pegangan, dan mengerjakan contoh soal yang diberikan guru “Diketahui massa dua kg, hitung massa jenis benda tersebut, perhatikan contoh halaman 253, yang sudah bias tolong tunjuk jari” Bagian II Siswa bertanya satuan yang dipakai, guru menjawab dan berjanjikan akan menjelaskan ketika siswa sudah selesai mengerjakan “Silahkan mau kg ke m kubik boleh, mau gr ke ml kubik boleh, yang penting tau caranya 54.00 – 55.20 56.10 – 00.39 (part II) 01.50 – 03.49 240

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Guru berkeliling, memantau siswa, menjawab pertanyaan siswa secara individu (mengenai satuan dan persamaan) Guru mengecek pekerjaan siswa, mengkoreksi sekilas pekerjaan siswa, membetulkan pekerjaan siswa yang salah konsep mengenai apa yang diketahui dari soal tersebut “Ini volume sudah betul, ini kok massa, massa itu m, rho kan massa jenis, eh yang diketahui seharusnya ditulis, contoh lagiya, diketahui panjang lebar tinggi untuk menghitung apa? Volume, silahkan mau gr/m kubik atau kg/m kubik, m nyadi sini berapa, 2 kilogram, anda mau mengubah ini dulu atau ini dulu silahkan” “Ada lagi yang Tanya?” Guru menerangkan kembali apa yang diketahui dari soal dan untuk mencari apa, guru membebaskan penggunaan satuan “Nah, kalian kan sudah belajar konvensi dulu itu lo, satu gram per cm kubik itu berapa kg per m kubik” “silahkan mau diubahke cm kubik boleh, ke meter kubik boleh” Guru menulis sambilmenjelaskan di papan tulis 03.50 – 06.18 241

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TRANSKIP VIDEO PEMBELAJARAN Hari / tanggal : Rabu, 7 November 2012 Kelas : VII.F Sekolah : SMP B Jam pel. : 10.50 – 11.30 WIB (Jam ke-6) Materi : Partikel penyusun zat Jumlah siswa : 38 siswa ( terdiri dari 17 siswi dan 21 siswa ) No. Kejadian dalam Pembelajaran 1 Guru mempersiapkan komputer yang digunakan untuk menyampaikan materi, sementara siswa masih rame sendiri. 2 Guru mulai menjelaskan secara cepat dari slide yang ditampilkan disertai pertanyaanpertanyaan singkat. “Udah ya, oke saua akan menjelaskan sedikit, apa yang bisa kalian ringkas, apa yang bisa kalian pelajari tentang asam, basa, garam, ini berikut power poinntnya ya, intisarinya dari pembelajaran tersebut” “Kita lihat macam zat kimia yang rasanya asam, termasuk elektrolit, apa itu elektrolit?” “Cairan atau larutan yang dapat menghantarkan arus listrik” “Dapat melepaskan ion H plus, H nya apa H? Hidrogen” “Contoh dalam kehidupan sehari hari, ini ada jeruk, ingat jeruk menghasilkan asam asorbat, kemudian asam lambung, ya baik” Waktu 00.00 – 04.23 04.32 –11.30 242

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “La ini sifat secara keseluruhannya, saya bacakan, kekuatan asam juga dapat diuji dengan alat uji elektrolit, lampu menyala dengan terang, lampu menyala dalam gelembung banyak, elektrolit kuat, lampu redup, ada gelembung sedikit, elektrolit lemah, jadi bias diukur selain pakai pH meter juga kekuatan elektrolitnya, la ini alat ukur elektrolitnya” “Kalau elektrolit kuat, nyalanya terang, kalau lemah, redup, la ini untuk yang alami, dan zat yang lain” 3 4 “Ini nanti kelanjutannya di SMA mengunakan periodic, ada golongan dan ada periode” “La ini, yang perlu saya tambahan disini aja, saya tambahkan disini asam asetat udah dicatat ya, nah ini asam polimeat dan asam butirat, bias ditambahkan dalam catatan kalian, HCOOOH dan C3H7COOH” “Ini yang basa, ini basa ya” Guru menjelaskan gambar yang ada di slide, siswa jadi lebih mengerti jika disertai dengan gambar “Prinsip kerja sabun itu sebagai tambahan bahwa uraian dari sabun itu membuat tegangan permukaan air itu menjadi kendor, jadi daya ikat antara kotoran dengan benda jadi kendor, jadi ini butiran sabun, mengikat kotoran yang ada, sehingga jadi gumpalan gumpalan” Guru menampilkan gambar bunga dalam slide sebagai contoh pengukur Ph, supaya siswa juga mengetahui secara langsung jenis bunganya “Selanjutnya tentang indicator indicator alaminya, kemarin itu baru kunyit, ada bunga, ada pacar air, ada kamboja” “Ingat ya, angka kecil menunjukkan asam, semakin kecil semakin basa” 11.40 – 12.50 13.14 – 15.00 243

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 6 7 8 9 Guru menunjukkan bentuk alat praktikum yang bernama buret yang ada dalam proses titrasi “Lah ini, masuk titrasi ya, ini yang namanya buret ni, buret, ni ya, jadi buret itu ada krannya” Tiba-tiba viewer tidak terkoneksi dengan laptop karena tegangan turun Siswa menjadi ramai Guru menampilkan animasi tapi sedikit terkendala dari koneksi internetnya Guru melanjutkan materi mengenai massa jenis, dan guru membacakan pengertian massa jenis “Lah kemarin kita sudah sampai pada maassa jenis” Guru memancing pengetahuan siswa mengenai konsep massa jenis, dengan menunjukkan perbedaan massa gabus dan massa batu yang sama, yang membedakan adalah volume “Keliatan ga dari situ, yang ini gabus ya, yang ini batu” “Kalimatnya saya bacakan, dari gambar satu dan dua ini, kirakira kalau massanya sama antara gabus dengan batu, apa yang berubah?” “Kira kira kalau gabus dan batu massanya sama, apa yang berubah? Satu kg gabus, dengan satu kg batu, massanya sama, massa jenisnya beda ga?” “Kira kira yang membedakan apanya? Misalnya rumusnya, massa jenis itu apa? Massa dibagi volume, ,massa dibagi volume” “Trus yang ada di benak kalian apa?” “kalau massa jenisnya berbeda, massa batu sama dengan massa gabus, kira kira yang berbeda adalah, volume, volume batu dan gabus akan lebih besar mana? Volume gabus” “Dengan kata lain, massa jenis kecil, kalau volume smakin kecil, itu massa jenisnya semakin besar, kalau volume semakin besar, massa jenisnya semakin kecil” 15.15 – 15.55 16.15 – 17.20 17.32 18.00 – 20.20 20.24 – 23.13 244

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 11 12 Siswa aktif menjawab, pada awalnya siswa kesulitan, namun akhirnya siswa dapat menebak kalau V nya berbeda Guru menyimpulkan bersama siswa konsep dalam massa jenis Guru memberikan catatan tambahan pada siswa, guru mendikte siswa mencatat “Tetapi apa, catatan yang ada, massa jenis masing masing zat, atau setiap zat tidak bergantung pada massa dan volumenya tetapi bergantung pada, bergantung pada jenisnya, artinya demikian kalau ini bendanya gabus, ini adanya gabus, memilki massa jenis tertentu, kalau volumenya berubah jadi massanya juga berubah, berarti massa jenisnya berubah tidak? Tidak, ini untuk jenis gabus, sekali lagi tidak bergantung pada massa dan volumenya tetapi tergantung pada jenisnya, jadi massa jenis gabus dan batu berbeda” “saya ulangi lagi, kalau missal ini gabus, kalau massanya berubah, volumenya juga berubah, massa jenisnya tetap, massa jenisnya tergantung dari jennies” Guru menampilkan slide mengenai animasi pengukuran massa jenis untuk benda tak beraturan “Ini cara mengukur volume untuk benda tidak beraturan?” “Caranya bagaimana?” “Oq ada gelas ukur, ada timbangan, fungsinya untuk apa?” Menegur kelas yang ramai berarti diamati, sayang kalian kesini suruh sekolah, tadi tak amati itu baru separo” “Sekali lagi bukan marah ya” 23.16 – 25.25 25.35 – 25.56 25.57 – 25.53 245

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 14 15 16 17 Guru memperingatkan siswa yang ramai “Ini baru separo yang ikut belajar, yang separo tidak ikut belajar, nanti kalau yang tidak ikut belajar itu podho ae ning njobo wae ya” “Yang ikut belajar baru separo saya amati dari tadi, kenapa kamu harus masuk kelas kalau hanya bermain, dibiarkan bukan Guru belum memainkan animasi mengenai pengukuran massa jenis benda tak beraturan, sambil menayakan pada siswa bagaimana cara mengukurnya “Sekarang yang kamu lihat ini, mengukur massa jenis, disini kok ada gelas ukur, kok ada tmbangan bagaimana?” Siswa menjawab dan menjelaskan pada teman sekelas (guru meminta siswa bersuara keras) “Yang keras coba, jelaskan pada temanmu” Guru meminta siswa yang ramai, untuk mengulang apa yang dijelaskan siswa pertama “Gesten bias ngulang? Penjelasannya bias mengulangi?” Guru kemudian bertanya pada siswa yang lain, bagaimana cara mengukur volume benda tak beraturan “Lalu untuk mengukur volumenya itu gimana, caranya bagaimana?” “Bisa menjelaskan, Ya timbangannya untuk mengetahui massanya, gelas ukurnya untuk mengetahui volume, lalu cara mengukur volumenya bagaimana?” Siswa menjawab, guru meminta siswa mengulang jawaban agar lebih jelas “Diulang, caranya ya, pakai tangan boleh” Guru kembali meminta siswa yang ada di sebelahnya mengulang kembali “Coba sebelahnya diulang, mengukur volume benda itu gimana?” 25.57 – 27.04 27.06 – 28.51 27.37 27.38 – 30.22 30.24 – 30.59 246

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 19 20 21 Guru memberikan apresiasi pada siswa yang sudah bisa menjewab dan mengajak siswa lain tepuk tangan “Bagus, tepuk tangan” Guru memberikan penguatan “Oke, jadi benar ya, jadi volume batu itu kan tidak beraturan, gelas ukurnya yang terisi di angka 50, kalau batunya tadi dimasukkan, jadi 80, jadi volume batunya adalah 30” Pertanyaan tentang perhitungan massa jenis “La sekarang kalau sekarang, volume batu 30 ml, lalu kalau yang ditimbang menghasilkan 400 gr, maka massa jenisnya berapa hayo?” “Tadi volumenya, 30 ml, ditimbang 400 gr, jadi massa jenis batunya itu?” Beberapa siswa menjawab, guru bertanya dari mana asalnya kemudian menjelaskan secara singkat apa yang sudah dijelaskan siswa dengan sedikit tambahan, kemudian istirahat “Darimana diperoleh, 400 dibagi 30” 31.01 31.08 – 31.36 31.38 – 32.00 32.06 – 32.46 247

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TRANSKIP VIDEO PEMBELAJARAN Hari / tanggal : Rabu, 7 November 2012 Kelas : VII.F Sekolah : SMP B Jam pel. : 11.45 – 12.25 WIB (Jam ke-7) Materi : Partikel penyusun zat Jumlah siswa : 38 siswa ( terdiri dari 17 siswi dan 21 siswa ) No. Kejadian dalam Pembelajaran Bagian I 1 Siswa masuk kelas ramai, setelah istrahat Guru kembali menampilkan slide mengenai animasi pengukuran massa jenis benda tak beraturan namun animasi tersebut sudah dimainkan “Udah kita lanjut ya, tadi sudah sampai ke massa jenis” 2 Guru bertanya pada siswa “siapa yang masi belum bisa menghitung massa jenis?” 3 Guru membetulkan jawaban siswa tentang soal yang diberikan sebelum isrtirahat “Udah semuanya bias, tadi dimisalkan kalau volumenya 30, massanya 400, hasilnya tadi 40 per 3, hasilnya 13,1” 4 Guru meminta siswa untuk memperhatikan animasi untuk mengukur massa jenis benda “Sekarang coba kamu perhatikan simulasi ini baik baik, hasilnya berapa, massa jenisnya berapa?” Waktu 00.00 – 01.14 01.15 – 01.20 01.25 01.50 140

(251) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 6 7 8 9 Siswa diminta menghitung massa jenis benda yang ada di animasi tersebut dengan mengamati nilai yang tertera sebagai hasil timbangan dan volume yang ada pada gelas ukur Pertama siswa menjawab, namun salah karena siswa hanya melihat dari hasil perhitungan yang ada di bawah animasi “Nah berarti tidak memperhatikan, itu contohnya 100 dibagi 10 itu 10 gr per meter” Guru menignatkan kembali para siswa untuk lebih mengamati angka yang tertera pada animasi “Sekarang coba animasinya diperhatikan lagi, diperhatikan lagi” Guru menanyakan jawabnya, siswa berdebat mengenai jawaban mana yang benar “Nah jadi berapa massa jenisnya?” “Itu 30, skalanya ya, 10, 20, 30, 40” Guru mengumpulkan jawaban siswa, sambil menanyakan dari mana diperoleh jawaban tersebut “Ulangi” “Ya, jadi berapa?” “Hasile iso dua koma lima ko endi?” “Lagi, dilihat persamaannya, 4 per 10 itu berapa?” Guru memberikan jawaban yang benar, membetulkan jawaban siswa yang salah “nantinya ketemunya 2,5” 02.00 02.30 02.35 – 03.05 03.06 04.01 141

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 Guru melanjutkan materi dengan menampilkan animasi perubahan wujud zat, sambil membaca slide dan memancing siswa untuk menjawab “Jelas ya, kita lanjut” “Berikutnya adalah perubahan wujud zat, ada zat padat, gas, cair, perubahannya apa saja, kita lihat” “Padat ke cair, peleburan atau mencair, cair ke padat, pembekuan atau membeku, cair ke gas, menguap, gas ke cair, padat ke gas, gas ke padat, pengkristalan” 11 Guru melanjutkan menampilkan materi mengenai susunan partikel sambil memberikan pertanyaan pada siswa “Nah selanjutnya ini, teori partikel zat, susunan partikel itu masuk dalam teori partikel zat, dari teori partikel zat itu ada padat, cair, dan gas” Siswa menjawab dengan benar, namun guru kembali meminta siswa melihat dari sudut pandang teori partikel zat “Perbedaan antara padat, cair, dan gas apa saja itu? Itu kalau berdasarkan bentuk dan volume, zat padat bentuknya tetap volumnya tetap” “Silahkan dicatat, a pengertian zat, b perubahan wujud zat, c massa jenis, d teori partikel zat ya” “Teori partikel zat gambarnya lebih baik dilihat disini” 12 Siswa diminta menjawab perbedaannya sesuai dengan contoh tabel yang dituliskan guru di papan tulis guru menggambar tebel “Baiknya supaya catatan lebih ringkas, dibuat dalam bentuk table aja, dibuat table ya, dibuat dalam bentuk table” “Tadi apa tadi, d ya, d teori partikel zat, ya padat, cair, gas” Bagian II 04.29 – 05.21 05.31 - -6.03 07.25 – 09.36 142

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 14 15 16 17 18 Guru meminta siswa menggambar partikel dalam zat sambil sesekali guru menampilkan animasi bergerak dari pergerakan partikel itu sendiri “Ditulis yang singkat saja, misalnya ini, letaknya sangat berdekatan, gaya tariknya sangat kuat” Guru menunggu siswa mencatat “Zat padat apa saja? Biar sama, apa zat padat?” “No satu itu memiliki jarak partikel yang berubah-ubah, jarak yang berjauhan” “Keterangan bawah tidak usah dicatat” Guru mengulang kembali sifat sifat partikel zat padat “Dan berikutnya, teori kohesi dan adhesi, yo dilihat lagi yang tadi teori partikel zat untuk zat padat, susunannya teratur, jaraknya berdekatan, gaya tariknya sangat kuat, gaya tarik antar partikel, kalau ditambahkan tidak berpindah tempat, hanya bergertar” Guru meminta siswa membuka buku untuk melihat penjelasan mengenai sifat partikel zat padat, kemudia menjelaskan kembali “Coba dilihat di bukumu itu, lihat di halamanberapa itu, halaman 203, nah disini kan dia tidak berpindah tempat tapi hanya bergetar bila ditambahkan jadi partikelnya padat itu bergetar” Guru menulang kembali sifat zat cair, guru menunggu pendapat dari siswa untuk melengkapi catatan “Terus yang zat cair lagi, jarak antar partikel agak berjauhan, gaya tarik menarik antar partikel lemah, terus jarak antara partikel tetap dan berpindah tempat” “Yang cair yo sambil di cek, yang caik” “Jarak antar partikel agak berjauhan, berpindah tempat, terus gaya tarik antara partikel kurang kuat atau lemah” 00.15 – 00.35 00.36 – 03.18 03.20 – 06.00 06.05 – 06.35 06.36 – 07.18 07.20 – 08.45 143

(254) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 20 21 22 23 24 25 Guru menunggu siswa untuk melengkapi catatan mengenai zat cair Guru melanjutkan materi selanjutnya, dan meminta siswa membuka buku pegangan “Lalu berikutnya adalah kohesi dan adhesi, lihat dibukumu kohesi dan adhesi” Guru meminta siswa merangkum pengertian adhesi dan kohesi dan memberi contoh kejadian sehari-hari “Saya diktekan aja biar bersama-sama hayo, bintang pertama ya, kohesi adhesi bintang pertama” “Kohesi adalah, sama itu tadi” “Kasih contoh dua dua ya” Guru mendikte catatan tambahan dari slide “Daya kohesi yang kuat menyebabkan sulit untuk dipisahkan, strip kedua, gaya tarik kohesi menyebabkan, gaya tarik kohesi meyebabkan, partikel cenderung berkumpul dengan zat sejenis” “Lalu berikutnya yang adesi, yang adhesi sama ya, adeshi adalah” Guru memantau catatan siswa, melihat siapa saja siswa yang tidak mencatat “Hayo, sopo sing ra nyatet, ensi sing we?” Selagi siswa mencatat, guru memberi informasi tambahan “dengan teori partikel zat ini, anda bisa membedakan susunan partikel antara zat padat, cair, dan gas” Guru mendikte, dan siswa mencatat “Kalau kohesi tadi sulit dipisahkan, kalau adhesi berarti muda” “Gaya tarik adesi menyebabkan partikel meninggalkan zat tersebut” Guru mengingatkan pada siswa untuk memberi contoh kejadian adhesi atau kohesi “Oh ya contohnya udah ya? Kasih contoh ya, dua ya” 08.45 – 09.03 09.04 – 09.17 09.20 – 12.39 00.00 – 01.50 01.52 – 02.06 02.25 – 03.30 03.35– 04.57 144

(255) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 27 28 Guru mengecek tapi ternyata siswa belum memberi contoh, kemudian guru mendikte contoh, siswa mencatat “Contoh kohesinya? Contoh adhesi? Belum” “Baik sudah ya, kalau begitu, contoh kohesi, satu, antar partikel air atau antar molekul air, gaya tarik antara molekul air, yang kedua, gula dengan gula” “Terus yang contoh adhesi, gaya tarik mearik antar zat dengan pipi, tinta dengan kertas” Guru mendikte sambil sesekali menjelaskan tentang adhesi kohesi “oke terus, sudah ya, kalau sudah bintang berikutnya, saya tambahkan, adanya kohesi dan adhesi tadi, maka akan mempengaruhi zat cair tersebut apabila dimasukkan dalam tabung, bentuk permukaan dalam tabung itulah yang disebut dengan meniscus” “Meniskus adalah bentuk permukaan zat cair, dalam tabung” “Nah kalau dilayar itu dinyatakan permukaan zat cair yang melengkung” “Kemudian bintang berikutnya, meniscus cekung terjadi bila adesi lebih besar daripada kohesi” “Artinya adesi lebih besar daripada kohesi, adesi lebih besar, artinya apa, adesi tadi apa, gaya tarik menarik antara zat yang tidak sejenis, contohnya air dimasukkan dalam tabung reaksi maka akan terbentuk menikus cekung, artinya gaya tarik menarik air dengan kaca lebih besar daripada gaya tarik air dengan air” “Contoh air dalam tabung reaksi (gaya tarik antara air dengan kaca lebih besar daripada air dengan air” Guru mengingatkan untuk mengembalikan kursi pada tempatnya 05.00 – 07.00 07.05 – 12.30 12.35 – 12.39 145

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TRANSKIP VIDEO PEMBELAJARAN Hari / tanggal Kelas Sekolah Jam pel. Materi Jumlah siswa : Kamis, 29 Oktober 2012 : VII.A : SMP B : 12.30 – 13.05 WIB : Pemisahan campuran : 42 siswa ( terdiri dari 19 siswi dan 23 siswa ) No. 1 2 3 4 5 6 Kejadian dalam Pembelajaran Guru mengabsen siswanya yang tidak masuk hari itu “siapa yang tidak masuk?” Perwakilan siswa tiap baris bangku diminta guru untuk membantu mengumpulkan tugas pertemuan lalu teman-temannya Waktu 00.00 – 00.06 00.12 – 03.20 Guru memanggil bendahara 03.17 – 03.35 Guru meminta siswa membuka buku pegangan masing-masing siswa 04.21 – 04.35 “kalian buka halaman 89, 89, buku fisika halaman 89” Guru menerima surat dari guru lain (SPP) 03.17 – 03.35 Guru mengulang materi pada pertemuan yang lalu 05.05 – 06.16 “ pemisahan campuran, kita lihat dilihat pemisahan campuran, kemarin kita sudah mengenal 146

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI campuran, campuran itu, baik campuran heterogen maupun campuran homogen pada larutan”. “caranye pemisahan campuran itu ada pengayakan, pengayakan pakai alat, yang b dikantir, yang c penyaringan atau filtrasi, d sentrifugasi, e penguapan atau evaporasi, f pelarutan, g menggunakan magnet, filtrasi, destilasi, corong pisah dan kromatografi” “kemudian kadar zat dalam campuran ada dua, persen massa sama dengan massa zat penyusun dibagi massa campuran kali 100 persen” 7 8 Guru meminta siswa yang menuliskan judul sub bab yang akan dibahas hari ini “ditulis dibuku judulnya, ditulis dibuku, pemisahan campuran” Sambil membawa buku pegangan, guru menuliskan tujuan pelajaran sub bab hari ini 06.18 – 06.34 06.35 – 07.18 07.39 – 08.22 08.39 – 10.08 10.25 – 11.00 9 Guru menulis materi di papan tulis 11.13 – 11.25 12.05 – 12.25 12.43 – 12.51 13.19 – 13.20 Guru memberikan sedikit penjelasan atas tulisannya di papan 10 “tujuannya mengambil zat yang kotor, kemudian sifat yang digunakan dalam sebagai dasar 08.23 – 08.38 pemisahan campuran itu ukuran partikel, titik didih dan kelarutan” 147

(258) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “terus campuran ada dua, kemarin sudah campuran heterogen dan campuran homogen dalam 17.57 – 19.14 bentuk larutan, kemudian kadar zat dalam campuran kalau menghitung persen massa ya massa yang mau dihitung, misalnya larutan gula, mau menhitung persen gulanya sama dengan massa gula dibagi massa seluruhnya larutan campuran dikali seratus persen, kalau volume ya volume bendanya dibagi volume campuran dikali seratus persen” 10.31 – 10.14 11.05 – 11.09 12.32 – 12.42 11 Guru membuka buku pegangan dan melanjutkan mencatat di papan tulis 12.56 – 13.18 13.31 – 13.45 15.21 – 15.53 15.57 – 16.35 16.54 – 17.40 Guru menjawab pertanyaan siswa mengenai ketidak jelasan tulisan 12 13 14 “ 14 dikantir, 15 evaporasi, 16 koagulas, 10 sentrifugasii” 14.32 – 14.53 “persen massa, massa terukur dibagi massa campuran dikali 100%” 22.45 – 23.00 Guru berkeliling mengecek catatan siswa 17.42 – 17.55 Menjelaskan apa yang ditulis di papan dengan memberikan abstraksi contoh 18.25 – 19.15 (perhitungan) 148

(259) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “kadarnya dalam campuran, kalau mau menghitung persen massa, massa yang mau dihitung, misalnya larutan gula, mau menghitung persen gulanya, gula dibagia massa larutan seluruhnya dikali 100%”. 19.18 – 21.28 15 Guru duduk, diam , berfikir dan menunggu siswa mencatat sambil membaca buku-buku 21.40 – 21.44 pegangannya 23.05 – 24.11 24.41 – 24.59 Guru meminta siswa membuka buku pegangan di halaman 94 dan meminta siswa melingkari soal pilihan ganda no.14 16 “yo dilihat halaman 94, dilingkari no 14 ya” Guru kembali membacakan soal kembali 25.00 – 25.53 “ Terdapat suatu campuran gas dengan volume2 L terdapat 500 ml gas hidrogen dan sisanya gas oksigen. Berapa sisanya gas oksigen dalam campuran?” Guru menulis kembali yang diketahui dalam soal di papan tulis dengan melibatkan siswa (guru bertanya, siswa menjawab) mengenai yang diketahui dan ditanyakan 17 “diketahui volum campuran, berapa?” “2 L” (siswa) 26.04 – 27.20 “2 L, kemudian volume hidrogen 500 ml.” “terus, yang diketahui apa lagi? Volume?” “volume H2, 500 ml”. 149

(260) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “jadi volume O2 nya berapa?” “yang ditanyakan apa?”. “persen dari O2” Guru menjelaskan tiap tahapan dalam menyelesaikan soal sambil menulis di papan tulis 18 “volume O2 sama dengan volume O2 dibagi dengan volume larutan dikali 100%” 27.23 – 27.58 “coret-coret, 20 kali...” Guru mengulang kembali penjelasannya 19 “jadi, campurannya 2 L = 2000 ml, yang diketahui volume H2, kemudian volume O2 itu berarti 28.16 – 28.48 2000 dikurangi 500 jadi 1500. Ditanya kadar O2 “ 20 Guru kembali memperingatkan siswa agar tidak ramai “ jo rame, digatekke” 28.02 – 28.06 Guru kembali meminta siswa melingkari soal dalam buku pegangan sebagai contoh soal 21 yang kedua 29.46 “terus yang b, no 6 dilingkari” 22 23 Guru meminta siswa memperhatikan soal tersebut “diperhatikan” no 6 gatekke” Guru mengulang pertanyaan 30.10 30.20 – 30.32 “kandungan garam 500 gr, campuran dari 20 gr...” 24 Guru menulis kembali apa yang diketahui di soal 30.33 – 31.22 25 Guru menyelesaikan sendiri, soal yang yang ditulis di depan kelas sambil memberikan 31.24 – 32.14 150

(261) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI penjelasan singkat “berapa massa garam dalam larutan itu, ya itu rumusanya itu” 26 27 28 29 Guru mengulang penjelasan, dan cara menyelesaikan soal yang baru saja ditulis 32.29 – 32.52 “ kalau mencari massa garam, persen tu per berapa? Per seratus” Guru mengur siswa yang jalan-jalan di kelas Guru meminta siswa membereskan barang-barang, persipan pulang 32.58 33.32 – 34.08 “sudah dimasukkan yang sudah, yang belum dilanjutkan dulu” Guru memimpin doa pulang 34.09 – 34.45 151

(262) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TRANSKIP VIDEO PEMBELAJARAN Hari / tanggal Kelas Sekolah Jam pel. Materi Jumlah siswa : Kamis, 1 November 2012 : VII.A : SMP B : 08.15 – 09.15 WIB : Zat, senyawa, dan massa jenis (ulangan mendadak) : 35 siswa ( terdiri dari 11 siswi dan 24 siswa ) No. Kejadian dalam Pembelajaran Waktu Guru datang, guru duduk di kursi guru, membuka buku 1 Guru meminta uang pada bendahara untuk mengganti uang fotokopi materi yang sudah 00.00 – 01.21 diringkasakan oleh guru 2 Guru membagikan ringkasan pada siswa, masing-masing satu fotokopian ringkasan 01.27 – 02.33 Guru meminta siswa membuka fotokopi lembar 1 3 “buka halaman pertama dari pemisahan campuran zat, halaman pertama yang mau kita tambah” Guru membaca ringkasan sembari sesekali memberikan penjelasan singkat dan mengikut 02.59 – 03.02 sertakan siswa dalam menanggapi pembahasan dan melakukan pengulangan 4 Guru membaca ringkasan 03.05 – 04.30 “tujuan kemarin sudah, mengambil zat pengotor, mengambil zat yang bermanfaat.” “yang dijadikan dasar pemisahan campuran ukuran partikel....” “metode merupakan....” 152

(263) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “pengayaan merupakan pemisahan campuran yang terdiri dari zat-zat padatan dengan ukuran yang berbeda” “no dua, dikantir, pemisahan campuran yang zat penyusunnya berupa cairan dan padatan, digunakan untuk pemisahan cairan dan padatan, dimana padatannya dapat mengendap, contohnya, ini misalnya, sekarang sudah bisa, bisa dilakukan, misalnya air tanah ya, setelah partikel mengendap di dasar tabung, kemudian mengeluarkan cairang dari tabung dengan hati-hati atau dapat dilakukan dengan menggunakan pipet Memberikan penjelasan singkat “setelah mengendap, endapannya dibawahya to, terus kamu tuang pelan-pelan to atau diambil dengan menggunakan cara di pipet itu namanya dikantir” “tapi kalau yang ini, tidak semua cairannya bisa habis, atau malah yang dikantir tadi kemasukan padatannya” Menanggapi pembahasan “mengambil zat pengotor, mengambil zat yang berm” “manfaat” (siswa) “pengayaan sama dengan pemisahan campuran yang terdiri dari zat-zat padatan dengan ukuran yang ber” “beda” (siswa) 04.35 – 05.00 03.14 – 03.16 03.29 – 03.35 Melakukan penggulangan 5 6 “dikantir jelas, dituang pelan-pelan atau diambil dengan pipet” 05.06 – 05.09 Guru bertanya tentang pemahaman siswa menganai materi yang dijelaskan tadi 05.03 – 05.05 “dikantir jelas?” Guru langsung melanjutkan ke materi selanjutnya sambil membaca dan bertanya singkat 05.10 – 06.23 153

(264) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “no tiga, penyaringan atau filtrasi, penyaringan atau filtrasi, penyaringan atau filtrasi yo, digunakan untuk memisahkan campuran yang zat penyusunnyaberupa cairan dan padatan tapi padatannya cukup kecil jadi tidak mengendap tetapi tersebar merata.” “alatnya adalah saringan atau filter ya, zat yang lolos dari filter disebut ?” “filtrat” (siswa) “zat yang tertinggal di filter disebut?” “residu” (siswa) Guru mengulang penjelasan dari awal sambil melibatkan siswa untuk melengkapi 06.31 – 07.14 “saya ulang , saya ulang, nomer satu apa tadi?” “pengayakan” (siswa) “pengayakan, pengayakan itu padatan dengan, “padatan” (siswa) ”padatan itu menggambil yang ukurannya lebih” “kecil” (siswa) 7 8 “yang kedua apa tad?” “dikantir” (siswa) “dikantir, dikantir itu campurannya apa, padatan dengan cairan, padatannya bisa mengendap, trus mengambilnya cairan gimana?” “dipipet”(siswa) “dituang atau dipipet” “ketiga filtrasi atau penyaringan, campurannya apa, padatan dan cairan, tetapi tidak mengendap, maka disaring” Guru menegur siswa 04.18 154

(265) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “gatekke!” “wis, diam!” Guru menggambarkan materi di papan tulis sambil memberikan sedikit penjelasan 05.42 – 05.48 07.19 – 08.14 gambar 9 10 11 “corong, corong itu bisa untuk filter”(sambil menggambar corong) “dikasih filter lalu dituangkan cairannya” (sambil menggambar saringan dan penuangan cairan) “misalnya air keruh” (memberi keterangan pada gambar) Sambil menulis di papan tulis siswa diminta tanggapan untuk melengkapi materi “yang disini namanya apa, yang lolos?” “fitrat” (siswa) “yang kotoran yang ada disini?” “residu” (siswa) Guru kembali menenangkan siswa yang ramai “nyapo kuwi?”(sambil melihat siswa yang ramai) 08.15 – 08.27 08.39 – 08.42 Guru membaca materi yang ada di ringkasan 12 13 “no 4, sekarang sentrifugasi, ya sentrifugasi digunakan untuk memisahkan campuran yang zat penyusunnya berupa cairan dan padatan tetapi volum campuran itu sedikit sehingga sulit dipisahkan dengan fitrasi” Guru menjelaskan materi yang sudah dibaca “tadi campurannya jumlahnya sedikit yang berupa cairan dan padatan, ini sulit mengendap yang maka caranya campuran dimasukkan pada tabung reaksi kemudian dipasang pada alat yang disebut sentrifugasi, alat sentrifugasi kemudian diputar padatannya bisa menggendap, sehingga kalau sudah mengendap cairannya diambil dengan dikantir atau di pipet juga boleh” 08.33 – 09 03 09.03 – 09.11 155

(266) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Guru kembali menerangkan keterangan alat dengan menggambar di papan tulis 14 09.38 – 09.50 “Sentrifugasi itu, belum liat ya kamu ya?” “logam ya to, ini ada bolongan bolongannya ya to, disini zat padat kamu liat terus nanti diputer” Guru menjelaskan apa yang sudah digambar di papan tulis 09.51 – 10.10 “pemutaran itu tujuannya supaya partikel padatnya mengendap, kalau sudah mengedap zat cair diambil dengan cara dikantir” Melanjutkan materi 10.19 – 28.06 “oke nomer lima, ya nomer lima” Membaca 15 “penguapan atau evaporasi, digunakan pemisahan campuran yang digunakan padatannya larut dalam cairan” 10.37 – 10.47 “caranya apa, memanaskan larutan sehingga pelarut akan menguap, sedang padatannya yang terlarut akan tertinggal jadi kristal, contohnya pada pembuatan garam” 10.53 – 11.11 “no.6, gatekke no 6, pelarutan, digunakan untuk memisahan campuran yang zat penyusunnya padatan berdasarkan perbedaan kelarutannya, yang satu larut, yang satu tidak bisa larut, contoh cara pelarutannya biasanya digabung dengan cara fitrasi dan evaporasi””gimana ini contohnya bagaimana memisahkan campuran garam dengan pasir” 11.26 – 12.00 “menggunakan magnet, metode menggunakn magnet””digunakan untuk memisahkan campuran yang zat penyusunnya berupa bahan magnetik dan non magnetik, yang magnetik tertarik magnet, yang nonmagnetik tidak tertarik” “sublimasi, digunakan yo, digunakan untuk memisahkan campuran yang zat penyusunnya 10.37 – 13.04 13.48 – 14.13 156

(267) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI berupa dua padatan. Kalau kelarutan tadi juga dua padatan, yang satu larut, yang satu tidak bisa larut, tapi kalau sublimasi dua padatan yang satu bisa menyublim, yang satu tidak bisa menyublim, bagaimana memisahkan campuran kapur barus dengan pasir?” “nomer berikutnya apa, destilasia atau distilasi, atau penyulingan namanya, penyulingan digunakan untuk memisahkan campuran berupa larutan berdsarkan perbedaan titik didihnya, jika campuran terdiri dari zat yang mempunyai titik didih yang berbeda, zat yang mempunyai titik didih lebih rendah itu akan menguap terlebih dahulu, sedangkan zat yang mempunyai titik didih lebih tinggi, nanti mengguapnya, belakangan, tapi jangan sampai menguap ” “sedangkan zat yang mempunyai titik didih lebih tinggi belum menguap, hasil penguapan disebut, apa itu, destilan, destilan bisa diperoleh dari hasil penguapan tadi kemudian didinginkan, cara ini digunakan untuk mendapatkan air tawar dari air laut” 15.34 – 16.22 “berikutnya apa?destilasi bertingkat atau destilasi fraktinasi, cara ini sama dengan destilasi biasa tetapi titik didihnya, rentangnya tidak jauh, rentangnya tidak jauh..” ”kuncinya sama, hanya ditambahi yang namanya kolom fraksinasi, kolom fraksinasi yang berfungsi untuk mencegah cairan yang bertitik didih lebih tinggi, mungkin karena menguap, karena selisih titik didihnya rendah tidak tahan melewati pendingin, kondensasi” 17.13 –17.29 “nomer 11, kristalisasi, nomer 11, kristalisasi, 11 kristalisasi, proses pembentukkan kristal cara ini kelanjutan dari avaporasi atau penguapan, contohnya pembuatan garam” “12 kromatografi adalah cara pemisahan campuran untuk menguraikan campuran yang berupa partikel warna menjadi komponen-komponen penyusunnya, cara kromatografi didasarkan pada perbedaan daya absorbsi komponen warna penyusun campuran, daya absorbsi dipengaruhi oleh kecepatan gerak partikel, kelarutan dan ukuran partikel, ukuran partikel yang kecil dapat terserah oleh kromatografi, kromatografi itu untuk menguraikan komponen warna, no 13 corong pisah digunakan untuk memisahkan campuran yag tidak bercampur, contoh air dan minyak, minyaknya berada diatas ternyata, sederhana kran dibuka sampai minyaknya hilang, 16.52 – 17.10 17.54 – 18.13 23.25 – 26.10 157

(268) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI corong filter, ini juga filtrasi digunakan untuk penyaringan, corong yang mempunyai lubanglubang kecil dilengkapi dengan filter dan pompa vakum, pompa vakum fungsinya untuk membentuk filtrat lebih cepat, 15 koagulasi, koagulasi apabila terdapat campuran homogen dengan ukuran partikel sangat kecil jadi dapat dipisahkan dengan penambahan zat penggumpal, pada proses fluktulasi dengan adanya penambahan bahan kimia menyebabkan partikel terikat dan membetuk gumpalan, gumpalan ini akan menggendap pada lapisan bawah, mulai dari proses flutolasi sampai terbentuknya endapan disebut proses koagulasi” “penjernihan air, penjernihan air dapat dilakukan dengan apa tuh, dengan filtrasi, kamu bisa membuat fiternya dengan urutan paling atas disusun itu terus kamu tuangkan air keruh, akan terjadi, apa, air jernih 26.31 – 26.57 “terakhir, terakhir, halaman paling belakang, kadar zat dalam campuran itu, persen massa sama dengan massa zat penyusun dibagi seluruh massa kali 100 persen, persen volume, volume zat penyusun dibagi volume campuran dikali 100 persen” 27.29 – 27.50 Menjelaskan “kalau sentrifugasi itu tetep padatan dan cairan tetapi tadi apa, jumlah campurannya sedikit ya” “misalnya larutan gula ya to, tadinya gula itu padatan melarut karena diaduk” “air laut dialirkan ke wadah ya tow, terus ditutup, dialirkan dulu terus ditutup, terus dia menguap beberapa hari ya tow, tertinggal kristal garam, itu ya” “pasirnya tidak bisa larut, tetapi garamnya bisa larut, caranya gimana?” “campuran tadi dilarutkan ditambahkan air terus dilarutkan setelah dilarutkan terus apa, disaring ya to, berarti pasirnya tertinggal sebagi residu, cairannya larutan garam, terus diuapkan jadi kristal” “misalnya paku kecil-kecil mau diambil, dia tercampur di itu opo, di bekas gergajian itu, 10.28 – 10.35 10.48 – 10.52 11.11 – 11.22 12.01 – 12.25 13.09 – 13.26 158

(269) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI diambil dengan cara pakai magnet, yang pakunya bisa tapi yang bekas gergajian tidak, gitu ya” “jadi kapur barus yang dalam bentuk partikel-partikel itu tercampur dengan pasir, caranya gimana?” “dipanaskan, ya to, dipanaskan pada wadah” 14.15 – 14.31 “kalau misalnya rentangnya sampai 50 derajat sudah menguap sama misalnya 100 derajat, ya memanaskannya paling ya mendekati 50, gak sampai 100, ini jangan sampai menguap” (menunjuk yang 100) 16.26 – 16.40 “misalnya alkohol 80 derajat dengan air, yang satu alkohol yang satu air 100 derajat celsius, dengan destilasi bertingkat” (sambil menulis di papan tulis) 17.29 – 15.53 “proses koagulasi merupakan satu satunya cara pemisahan camouran secara kimia, apa tadi cara pemisahan 1 sampai 15 disebut cara fisika, satu-satunya cara kimia adalah koagulasi” Guru menegur siswa yang ramai 16 “gatekke!gatekke! udah?” “gatekke!” 26.13 – 26.30 10.25 – 10.28 11.31 13.45 – 13.46 15.43 16.46 – 15.51 17 18 Guru menanyakan kembali kejelasan siswa mengenai materi “jelas??, jelas??” Guru sedikit melakukan selingan dengan bercanda yang membuat siswa sedikit terhibur “bahan yang magnet misalnya patu, patu, paku kecil-kecil diambil” 12.26 – 12.28 13.04 – 13.08 159

(270) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Guru kembali menggambar di papan tulis, sambil memberikan penjelasan singkat 19 20 “wadah, ini ada campurannya, kemudian ditutup, kemudian dipanaskan, ini tadi campuran pasir dengan kapur barus, jika kapur barusnya panas, dia akan langsung menyublim, tanpa melewati fase cair, dia kana menempel disini, setelah itu dipindahkan, dia akan jadi kristal, ini uap dulu jadi kristal” (sambil menggambar dan mengikuti prosesnya) Guru meminta siswa membuka buku pegangan masing-masing untuk melihat gambar “kita buka halaman 89 BKS, 89 BKS, 89, berarti halaman 90 gambar” 14.32 – 15.23 18.14 – 15.01 Guru menjelaskan satu per satu nama benda yang ada di gambar tersebut, siswa menyimak 21 22 “gambar yang 8, gambar yang no 8 itu gambar destilasi bertingkat, no 6 dikasih nama, namanya kolom fraksinasi.””halaman 94 point B no 8, itu gambar apa namanya, detilasi bertingkat yang 6 apa tadi, kolom fraksinasi, yang B termometer, yang C batu apa ini, bisa digunakan batu kelereng, yang D labu, kalau yang E itu namanya gelas elemeyer, yang F itu kondensor atau pendingin, no G itu pembakar spiritus atau bunsen, yang H campurannya, yang I apa namanya, kaki tiga” Guru menggambar sambil memberikan penjelasan “misalnya kamu mendidihkann air tetapi dengan gelas kimia, supaya gelas kimianya itu tidak pecah disini (didasar gelas) dikasih kelereng, untuk apa, untuk menyerap kalor, jadi pemanasan ini tidak langsung ke gelas, ke air, tetapi ke kelereng, jadi untuk mencegah gelas pecah jadi bisa diganti kelereng” “labu itu pokoknya gelas, yang tapi mlendung sini” 18.43 – 22.47 19.43 – 20.23 20.44 – 20.50 160

(271) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “namanya gelas elemeyer, yang ini apa labu” 21.04 – 21.22 “setelah menguap, yang F itu kondensor atau pendingin, setelah uapnya naik kemudian dia menuju ke pipa itu kemudian didinginkan, kalau didinginkan uapnya menetes jadi embun, la yang masuk di elemeyer namanya destilan, destilan itu hasil destilasi kalau destilasi itu prosesnya” 21.39 – 22.08 “pokoknya apinya ini, pembakar bunsen” (sambil menggambar) 22.18 – 22.30 Guru bersama-sama dengan siswa mencocokan tugas soal pilihan ganda dengan cepat 23 “kita buka halaman 93, hayo barengan, dicek sendiri-sendiri, pernyataan dibawah ini merupakan manfaat pemisahan campuran yang mana?” “yang C” (siswa) “no 2, solar dan kerosin ini minyak opo yo, minyak bumi, merupakan campuran macem-macem ya, ada yang bisa dibentuk aspal, ini menggunakan destilasi bertingkat, jadi minyak bumi bisa dipisahkan dengan detilasi bertingkat” “no 3 liat, digunakan untuk pemisahan campuran kecuali, ...” “4, kelemahan metode dikantir” “B” (siswa), “zat yang dipisahkan mungkin masih bercampur dengan padatan” “no 5, keuntungan penyaringan menggunakan corong bunser?” “A” (siswa) “ya, penyaringgannya lebih cepat, destilannya lebih cepat terbentuk” “no 6, magnet yang digunakan untuk pemisahan campuran?” “B” (siswa) “B ya, kalau besi dengan campuran besi dan baja nanti ikut semua, yang satu harus tidak bisa tertarik yang satu tertarik” “no 7, campuran dua zat padat yang ukuran partikelnya berbeda dapat dipisahkan dengan?” “pengayakan” (siswa) “ 8, delapan apa?” “B” (siswa) 32.37 – 36.30 161

(272) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “9?” “A” (siswa) “air laut, evaporasi, pengambilan garam evaporasi” “no 10, zat yang tertinggal?” “endapan” (siswa) “la endapannya disebut?” “residu” (siswa) “endapannya disebut residu” “no 11, komponen warna dengan apa?” “kromatografi” (siswa) “no 12, no 12 apa?” “B” (siswa) “C ya, perbedaan daya absorbsi dan perbedaan kelarutan, tadi yang digunakan daya absorbsi itu apa saja, ukuran partikel, kecepatan gerak dan kelarutan” “no 13, destilasi dapat digunakan kecuali kecuali apa?” “D” (siswa) “yang menggunakan apa, kalau penyulingan air, dikantir bisa atau filtrasi” “14 ketemu? Melanjutkan mengerjakan soal esai 35.35 – 41.03 Guru membaca soal 24 “apa tujuan pemisahan? “no 2a, memisahkan campuran dengan beberapa campuran didalamnya?” “b, padatan garam dengan air laut?” “yang c, pemisahan campuran dari beberapa, apa warna?” dua, memisahkan cairan dengan beberapa campuran dalam padatan, padatan garam dengan air laut?” “air bersih dari air keruh apa?” “no 3, apa fungsi filtrasi air?” “no 4, jelaskan pengambilan gambar dari air laut, dengan cara apa?” “no 5, ayo siap nomer 5, apa persamaan dan perbedaan destilasi biasa dengan destilasi fraktinasi atau destilasi bertingkat apa perbedaan persamaannya?” Mengerjakan bersama, pembahasan bersama + tanya jawab siswa 36.35 – 36.36 36.45 – 36.50 37.40 – 37.44 37.57 – 38.01 “mengambil zat yang bermanfaat” “corong pisah” (siswa) “corong pisah, betul” “destilasi” (siswa) “destilasi?” “efaporasi” (siswa) “efaporasi” “corong pisah, destilasi betul 36.37 – 36.44 33.34 – 33.39 33.42 – 33.45 36.58 – 37.06 162

(273) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI po salah? dikantir op meneh, ya evaporasi” “kromatografi” “filtrasi” (siswa) “untuk mendapatkan air bersih dan jernih” “evaporasi” (siswa) “no 7 berapa persen?””21 persen” (siswa) Guru memberikan penjelasan singkat “bersih itu pasti, tapi jernih belum tentu bersih” “caranya air laut dialirkan ke tambak, tambak tapi tidak jauh jaraknya, terus nanti menguap airnya tinggal kristal-kristal garam, dimana Indonesia produksi, madura” “persamaannya apa berdsarkan titik didihnya, kalau perbedaannya apa, perbedaannya kalau yang satu yang detilasi biasa rentang titik didihnya jauh perbedaannya, tetapi kalau yang destilasi bertingkat rentangnya dekat, titik didihnya “tadi yang digunakan daya apsorpsi itu apa sajaukuran partikrl, kecepatan gerak dan kelajuan” “kadar ini to, kadar oksigen sama dengan volume oksigen dibagi volume seluruhnya dikali 100 persen, volume oksigen berapa? Volume seluruhnya kali 100 persen, coret-coret” Guru mengulang penjelasan dan penyelesaian soal “nomor a, itu tadi corong pisah, b avaporasi, c kromatografi, d itu filtrasi” “persamaannya apa tadi, sama-sama berdasarkan titik didih, perbedaannya kalau destilasi biasa itu titik didihnya terpaut jauh, kalau yang detilasi bertingkat itu perbedaannya dekat” 37.45 – 37.55 38.02 – 38.30 38.56 – 39.26 38.41 – 38.51 40.05 –41.02 33.13 – 33.50 35.41 – 35.50 38.58 – 39.29 40.20 – 41.02 37.49 – 37.37 39.30 – 39.48 Untuk soal yang dirasa guru mudah, guruhanya menayakan apakah siswa dapat 25 mengerjakan, jika ada yang menjawab bisa, maka guru akan mengganggap siswa bisa 39.59 – 40.04 dan melanjutkan ke soal berikutnya “no 6 bisa?” “no 7 bisa?” “yaudah” 163

(274) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 256 Lampiran 4 FIELDNOTES GURU A Hari / tanggal : Senin, 22 Oktober 2012 Kelas : VII.2 Sekolah : SMP A Jam pel. : 08.00 – 09.00 WIB Materi : Zat Jumlah siswa : 35 siswa ( terdiri dari 11 siswi dan 24 siswa )                           Guru menabsen siswa, menayakan siapa siswa yang tidak masuk Guru memulai pelejaran dengan mengajak para siswa untuk berdoa Guru mulai bertanya mengenai “apa itu unsur?” Ada beberapa siswa yang menjawab tanpa mengacungkan jari Ada beberapa siswa yang masih ngobrol sendiri dengan temannya Guru menegur dengan menghampiri siswa yang dianggap ramai atau menegur dari jauh “sssttttt” Guru hapal nama siswa dan siswanya Guru menujuk siswa untuk menjawab pertanyaan mengenai unsur Ada siswa yang bisa menjawab pertanyaan mengenai unsur Suara guru cukup keras Siswa mulai tenang Guru mulai bercanda agar siswa tenang Guru menutup pintu Guru memulai pelajaran Guru mulai bertanya kepada siswa mengenai pengertian “zat”. Pertanyaan yang sama ditanyakan berulang-ulang pada siswa yang berbeda Guru menyampaikan pentingnya “mendengarkan” Menunjuk murid untuk menjawab pertanyaan Guru memamncing agar siswa dapat menjawab pertanyaan Menggali informasi dari siswa mengenai macam-macam zat dan contohnya Menerangkan sifat dan karakter zat padat Menerangkan sifat dan karakter zat cair Menerangkan sifat dan karakter gas Menunjukkan salah satu siswa untuk maju ke depan kelas, dan menjawab pertanyaan Menjelaskan perkalian sebagai basic dalam perhitungan volum Menjelaskan mengenai konversi tingkatan satuan volume Menjelaskan persamaan mas jenis (rho)

(275) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 257  Mengilustrasikan volume benda padat dengan menggambar di papan tulis  Menanyakan pada siswa tentang rumus volume  Menggali kemampuan siswa mengenai volume benda, meskipun volume sama (balok dan gabus) tapi kerapatan berbeda yang menjadikan massanya berbeda  Guru memberikan tugas pada siswa secara kelompok  Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok sesuai dengan no absennya  Siswa menjadi ramai lagi karena mereka berpindah tempat, mengikuti kelompok masing masing  Ssiwa duduk berkelompok  Guru memberikan tugas pada siswa untuk menuliskan benda-benda padat yang ada di lingkungan sekitar dengan ukuran kira-kira sebesar jari telunjuk orang dewasa  Ada satu kelompok yang terdiri dari 5 siswa menolak bergabung dengan kelompok lain yang jumlah anggotanya hanya terdiri dari 3 siswi  Guru menegur dan menyuruh kelima siswa bergabung yang akhirnya mereka bergabung  Selama siswa mengerjakan tugas kelompok, guru sesekali menegur siswa yang mengobrol  Guru memberi soal berikutnya yaitu mencari nilai volume  Guru berkeliling, melihat siswanya dalam mengerjakan tugas, jika siswa kurang mengerti, guru memberi penjelasan.  Guru juga menghampiri setiap kelompok, memastikan siswanya mengerjakan tugas atau hanya bermain  Guru memebrikan soal lagi, sambil sesekali menegur siswa yang mengobrol sendiri “perhatikan!”  Guru memberi tugas mencari nilai volume kerucut, dan tabung  Siswa ada yang bertanya “garap sek, tar tak kandani”  Guru terus berkeliling sambil bertanya “udah?” “gmana?” “udah”  Ada siswa yang bertanya karena kurang jelas dengan soal yang diberikan, guru menjelaskan kembali pada siswa tersebut  Guru kembali menghampiri dari satu kelompok ke kelompok lain untuk memastikan siswa mengerti dan mengerjakan sambil sesekali menegasakan apa yang sudah dimengerti siswa  Guru menegur kembali kelas yang ramai sendiri  Guru bertanya kembali mengenai materi yang sudah disampaiakn di awal kepada siswa, memastikan siswa mengerti atau tidak  Guru bersama siswa bersama mencari satuan (derajat kubik) yang benar kg/m2 adalah salah, harus diubah menjadi kg/m3  Guru membahas satu soal dipapan tulis  Melibatkan siswa dalam menjawab soal hitungan, tapi ternyata siswa belum memahami konsep matematik bilangan pangkat

(276) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 258  Guru menutup pelajaran, siswa kembali ramai karena kembali ke tempat duduk masing-masing sehingga guru tidak sempat menyelasaikan kalimatnya  Setelah siswa kembali ke tempat duduk itu lagi, guru mengingatkan kembali materi di awal dan mengingatkan tugas yang sudah diberikan dengan membawa barang-barang pada kelas yang akan dilanjutkan pada hari selasa

(277) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 259 FIELDNOTES GURU A Hari / tanggal : Senin, 23 Oktober 2012 Kelas : VII.2 Sekolah : SMP A Jam pel. : 07.00 – 08.30 WIB Materi : Zat Jumlah siswa : 35 siswa ( terdiri dari 11 siswi dan 24 siswa )                  Guru mengatur tempat duduk per kelompok (akytivitas di laboratorium) Guru mengecek bahan yang dibawa siswa Guru mepersiapkan alat praktikum Guru mengulang materi kemarin mengenai cara menentukkan volume dan massa jenis benda teratur Guru menjelaskan kemabali bahwa massa jenis dapat menentukkan karakterisstiknya Guru mengajarkan cara mengukur volume bahan tidak teratur dengan menerapkan hukum Archimedes Guru mengulang cara mengkonversikan satuan rho ( ), satuan digunakan g/ml Guru menjelaskan cara kerja praktikum, dimana siswa diminta mengukur massa benda menggunakan timbangan ohaus, untuk mengukur volume, siswa diminta mengisi gelas ukur dengan air pada ukuran tertentu, kemudian memasukkan benda yang akan diukur, dan melihat perubahan volume air, dan mencatat sebagai volume benda. Guru meminta perwakilan 3 orang dari setiap kelompok, sedangkan siswa yang lain diminta melihat dan mengamati Peralatan praktikum di lab disediakan 3 buah gelas ukur, dan 3 buah timbangan ohaus Ukuran lab agak sempit untuk 38 siswa Guru membagikan lembar satu lembar pengamatan untuk masing-masing kelompok Siswa ramai saat sebelum memulai kegiatan praktikum Guru meminta siswa untuk segera melaksanakan praktikum, namun siswa masih malu-malu dan enggan maju. Beberapa siswa dari satu kelompok mengawali maju, disusul beberapa kelompok yang lain Saat siswa dar satu kelompok pertama maju guru menanyakan neraca apa yang digunakan dalam praktikum kali ini, siswa menjawab neraca ohaus Siswa mulai terlihat tertarik dengan kegiatan praktikum, beberapa siswa maju dan berebut untuk melihat atupun menggunakan peralatan

(278) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 260  Siswa bergerombol di depan, di meja dimana diletakkan peralatan praktikum, ada yang mengamati, ada yang mencoba mengukur, bahkan ada juga siswa yang hanya bermain  Guru menjelaskan kembali cara kerja pengukuran secara mendetail dengan menyertakan penggunaan persamaan mencari massa jenis  Guru memberi contoh mengisi gelas ukur dengan air, dapat diisi dengan volume bebas, namun harus tetap dicatat perubahan volumenya  Siswa laki-laki cenderung ingin tahu dan bekerja di depan  Siswa yang tidak praktikum cenderung ramai, bermain dan mengobrol di belakang  Guru menegur siswa yang bermain  Guru menyuruh siswa yang tidak maju untuk mengukur, untuk memperhatikan temannya yang mengukur  Guru berkeliling sambil menerangkan cara kerja pada setiap meja, menerangkan siswa yang bertanya  Guru mengkoreksi kerja siswa, dan menunjukkan cara menimbang yang benar  Guru mengingatkan kembali agar siswa tidak lupa mengukur volume benda tidak beraturan  Guru kembali berkeliling memantau apa saja yang sudah didapatkan siswa  Guru kembali mengingatkan siswa agar tidak mengisi gelas ukur dengan air yang terlalu banyak  Guru meminta siswa yang belum pernah mengukur untuk mencoba mengukur di depan  Guru kembali mengingatkan siswanya supaya detail dalam mencari data  Setelah kegiatan praktikum selasai, siswa kembali duduk ke meja masingmasing tapi masih dalam satu kelompok  Guru menjelaskan fungsi sikat pembersih gelas ukur  Guru mendatangi tiap kelompok untuk memastikan siswa menyelasaikan soal = (situasi kelas masih ramai)  Guru menyuruh masing-masing kelompok untuk maju mempresentasikan hasil pengamatan mereka di depan kelas  Perwakilan dari salah satu kelomok mempresentasikan hasil perhitugan yang ditemukan, sambil sesekali di arahkan guru, setelah selesai guru menanyakan kesimpulan yang diperoleh dari kelompok itu  Guru menyuru kelompok ke dua untuk mempresentasikan hasil temuannya di kelas  Kelompok maju, salah satu anggota bicara sendiri, kemudian guru menegur  Siswa lain ngobrol sendiri, guru menegur, kelompok melenjutan presentasi, beberapa siswa masih ada yang mengobrol  Guru kembali menegur, siswa melanjutkan presentasi , guru bertanya apa kesimpulan yang diperoleh kelompok tersebut, selesai presentasi, siswa mengucapkan terima kasih dan kembali ke tempat duduk

(279) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 261  Guru bertanya pada kelas, mengenai kesimpulan yang dapat diperoleh dari hasil percobaan kali ini, sambil sesekali menegur siswa yang ramai  Saat ada siswa yang menjawab, siswa lain raai, guru menegur dan meminta siswa untuk memperhatikan, siswa lain lanjut menjawab, dan kelas mulai tenang, guru menjelaskan karakteristik benda dengan analogi macam-macam benda bahan sepeda  Guru menyurh siswa kembali ke kelas

(280) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 262 FIELDNOTES GURU A Hari / tanggal : Senin, 29 Oktober 2012 Kelas : VII.2 Sekolah : SMP A Jam pel. :08.15 – 09.15 WIB Materi : Zat, Senyawa, dan Massa jenis ( Ulangan Mendadak) Jumlah siswa : 38 siswa ( terdiri dari 17 siswi dan 21 siswa )                     Guru masuk kelas, mengulas materi yang sudah diajarkan pada pertemuan sebelumnya Guru bertanya mengenai pengertian zat Siswa menjawab dengan celometan Guru menguatkan jawaban dari siswa, mengulang jawaban yang benar Guru mengulang bertanya pada siswa mengenai pengertian unsur Guru menunjuk siswa untuk menjawab pertanyaan Siswa kembali menjawab pertanyaan denga celometan Guru kembali memberikan penguatan mengenai jawaban yang benar Siswa cukup tenang dalam mengikuti pelajaran Guru menulis di papan tulis, sambil menerangkan dan bertanya pada siswa untuk melengkapi bagan yang dibuat guru Guru memberi waktu siswa untuk mencari apa nama alat pengukur panjang sambil berkeliling memastikan siswa menulis bagan yang sudah ditulis guru Guru memberi waktu pada siswa untuk belajar terebih dahulu sebelum ulangan (mendadak) Siswa bertanya mengenai bahan yang akan di ujikan nanti Guru kembali mengulang secara singkat materi-materi yang sudah dipelajari Guru bertanya pada bebarap siswa, bagaimana mencari volume untuk membantu siswa mengingat materi sebelum ulangan Ulangan dimulai pukul 08.35, guru meminta siswa menyiapkan selembar kertas, dan menutup semua buku Guru membacakan soal pertama “jelaskan apa yang kamu ketahui mengenai klasifikasi mater” Selama ulangan berlangsung, ada siswa yang tetap ramai, tidak mengerti bagaimana jawabannya, lupa soal, tidak mengerti maksud soal. Karena ramai, guru tidak mendengar apa yang ditanyakan siswa padanya Guru kemudian membacakan soal kedua “jelaskan konsep yang mengenai zat” Selama mengerjakan soal, sebagian siswa ada yang berjalan menuju meja temannya untuk bertanya jawaban ulangan, guru tidak menegur karena

(281) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 263     guru berfikiran meraka sama-sama tidak bisa mengerjakan, jadi dibiarkan saja Soal ketiga berupa soal matematis mengenai mencari massa jenis jika diketahui massa benda dan volume Soal keempat juga matematis, namun disini siswa diminta menghitung massa jenis benda tabung, sehingga siswa diminta terlebih dahulu menghitung volume dari tabung Ditengah siswa mengerjakan soal guru merubah angka untuk nilai massa benda, dengan pertimbangan agar siswa tidak bingung dalam menghitung Karena dirasa perhitungan cukup rumit, guru memutuskan, siswa tidak perlu mengerjakan perhitungan yang rumit tersebut

(282) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 264 FIELDNOTES GURU A Hari / tanggal : Senin, 6 November 2012 Kelas : VII.2 Sekolah : SMP A Jam pel. :07.55 – 09.15 Materi : Perhitungan matematis pembagian dan perkalian Jumlah siswa : 38 siswa ( terdiri dari 17 siswi dan 21 siswa )                   Guru mengabsen dengan bertanya siapa yang tidak masuk, kondisi siswa masih ramai Guru menenangkan siswa, dan menunjuk satu siswa untuk memimpin doa Guru menanyakan materi yang sudah dipelajari pertemuan yang lalu mengenai persamaan muai panjang Siswa menjawab tapi dalam kondisi kelas ramai, siswa menjawab dengan saling bersahutan satu sama lain Guru membenarkan jawaban siswa, kemudian bertanya lagi pada siswa mengenai rumus volume benda beraturan Guru menunjuk siswa untuk menjawab pertanyaannya, jika siswa yang satu tidak bisa menjawab, guru melempar jawaban ke siswa yang lain Guru kemudian menuliskan persamaan muai panjang di papan tulis, dan meminta siswa kembali menghitung nilai akhir dari soal yang kemarin diberikan Guru berkeliling, memantau siswa agar mau menghitung pembagian dan perkalian dalam bentuk desimal Tiba-tiba guru lain meminta waktu untuk meminta biodata siswa, kelas menjadi ramai lagi dan fokus sudah terpecah Beberapa siswa ada yang terlambat masuk kelas Guru mematau lagi hasil perhitungan siswa dengan berkeliling kelas, melihat pekerjaan siswa, dan mengkoreksi secara singkat pekerjaan siswa Guru memberikan contoh soal lagi, masih mengenai perhitungan matematis, dan meminta siswa megerjakan Siswa yang sudah mendapatkan jawaban, mengajukan jawaban dengan bersahut sahutan Guru kemudian membenarkan jawaban siswa yang dianggap benar Guru kemudian memberikan soal lain lagi pada siswa Guru meminta siswa yang tadi menjawab benar, untuk menjawab soal kedua Guru mengkoreksi singkat hasil pekerjaan siswa dengan menilai jawaban itu benar atau salah Guru kemudian menerangkan di depan cara perhitungan yang benar, namun beberapa siswa yang duduk di bagian pojok belakang ramai sendiri

(283) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 265                     Guru menanyakan siswa mengenai pemahaman setelah dijelaskan dari guru, melihat banyak yang menjawab “paham”, guru melanjutkan memberikan ke sola berikutnya Guru kembali berkeliling dan mengkoreksi singkat pekerjaan siswa tersebut Guru mengulang lagi cara pembagian desimal dengan menggunakan soal tersebut Guru akhirnya mengerjakan secara bersama-sama dengan siswa soal itu di papan tulis Guru memberikan jawaban yang benar dari soal awal yang diberikan guru Siswa sebelah kanan guru pasif, sedangkan siswa sebalah kiri guru aktif dalam menjawab Guru kembali berkeliling, mengkoreksi jawaban siswa yang benar namun tanpa cara Guru menjawab siswa yang bertanya dengan hanya membalikan pendapat siswa itu sudah benar atau belum, jadi siswa memang diajak untuk berpikir, itu benar atau salah Guru menyuruh siswa untuk meju dan mengerjakasn soal di depan, meyakinkan siswa bahwa ini adalah belajar jadi tidak apa-apa jika jawaban salah Guru menenangkan siswa lainnya yang masih ramai Guru melihat jawaban siswa yang lain, sampai terkadang siswa yang angkat tangan tidak terhiraukan Guru menanyakan jawaban teman yang mengerjakan soal di depan apakah sudah benar, siswa kelas menjawab bahwa jawaban itu salah, guru pun meminta siswa yang lain membenarkan Guru hanya tertawa mendengar celotehan siswa yang sedang bercanda, sambil menguatkan dan menyakinkan siswa agar mau maju ke depan Guru kemudian menyuruh siswa yang maju pertama mundur, guru menenangkan, dan membetulkan jawaban siswa tadi Guru kembali menenangkan siswa, karena ada seorang siswa yang telat masuk kelas, dan kemudian melanjutkan perhitungan kembali Guru memberikan beberapa soal pembagian desimal pada siswa, meminta siswa mngerjakan secara mandiri, kemudian guru melemparkan soal ke kelas mengumpulkan berbagai jawaban siswa, dan kemudian membenarkan jawaban siswa dengan menghitung sendiri jawaban yang benar, hal itu dilakukan beberapa kali dengan beberapa soal Guru menanyakan pemahaman siswa mengenai materi ini Guru mengingatkan hapal perkalian adalah kewajiban dan sangat penting, guru bertanya perkalian secara spontan kepada beberapa siswa yang ditunjuk langsung Guru mengingatkan materi mengenai massa jenis, mengingatkan konversi satuan volume Guru memberi soal mengenai massa jenis, dan siswa diminta mengerjakan soal tersebut

(284) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 266                           Guru keliling kelas dan melihat hasil pekerjaan siswa, kemudian mengingatkan hubungan persamaan massa jenis jika salah menerapkan merupakan kesalahan fatal Guru mengumpulkan jawaban dari siswa Guru meminta siswa memeperhatikan, guru mengerjakan soal tadi bersama-sama dengan siswa Guru memberikan soal lagi, dengan tingkat kesulitan diatas yang tadi, dimana siswa harus mencari volume terlebih dahulu Guru mengulang kembali cara mengkonversikan satuan Guru mengumpulkan jawaban dari siswa, dan kemudian membahas bersama siswa di depan kelas Guru memberi contoh soal lagi dengan variasi untuk mecari volume Guru bersemangat dan segera mengumpulkan jawaban dari siswa dan membahas jawaban di depan kelas secara bersama-sama Guru melanjutkan materi ke materi pemuaian, guru meminta siswa membuka buku pegangannya Guru menanyakan pengetahuan awal siswa mengenai pengertian pemuaian Guru meminta siswa membaca selama 10 menit dan menyuruh siswa tenang Kerena kelas cukup ramai, maka guru langsung menunjuk salah satu siswa untuk memberikan pengertian pemuaian Siswa semakin ramai, karena mereka mengejek siswa yang menjawab diminta guru menjewab pertanyaan Guru kemudian menenangkan, memancing pengetahuan siswa mengenai materi penyusun zat padat Guru menunjuk salah satu siswa untuk menjawab pertanyaan mengenai sifat partikel zat padat Guru kemudian mengulang kembali dan menuliskan kembali skema perubahan wujud di papan tulis, sambil melibatkan siswa Guru menjelaskan mengenai pemuaian dan memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari Guru melanjutkan materi dan memberikan materi mengenai persamaan muai panjang Guru menerangkan materi mengenai koefisien muai panjang Guru meminta siswa mmbuka contoh soal yang ada di buku pegangan, dan menyuruh siswa belajar secara mandiri Guru memperingatkan beberapa siswa yang ramai terus Guru membahas contoh soal bersama siswa, sambil menulis di papan tulis Siswa aktif dalam membantu guru mengerjakan bersama Guru membimbing pengerjaan sampai memasukkan nilai pada perhitungan, dan meminta siswa menghitung Guru berjalan ke belakang, mamantau perkerjaan siswa Guru mengingatkan, belajar harus muncul karena kemauan dan rasa suka, buka karena paksaan

(285) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 267          Guru membuka laptop untuk melihat materi yang ada dalam laptop Guru menanyakan jawaban akhir dari soal pada siswa Guru akhirnya membahas bersama jawaban di papan tulis terlebih bagian perhitungan matematis Siswa aktif dalam membahasan jawaban bersama Guru mencocokan jawaban dengan jawaban yang ada di buku, setelah dilihat tidak tepat, guru meminta maap pada siswa dan memperbaiki perhitungan yang salah Guru memberikan soal dari laptopnya mengenai pemuaian, dan siswa mencatat soal tersebut Guru membebaskan pemakaian satuan, dan mengulangi soal Guru mengecek nilai alpha kuningan pada buku pegangan Mengabsen siswa yang masuk dan tidak masuk

(286) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 268 FIELDNOTES GURU A Hari / tanggal : Senin, 19 November 2012 Kelas : VII.1 Sekolah : SMP A Jam pel. : 09.20 – 10.30 Materi : Pengulangan Materi dengan membuat Peta Konsep Jumlah siswa : 38 siswa ( terdiri dari 17 siswi dan 21 siswa )                       Guru menenangkan siswa yang ramai Guru mulai pelajaran dengan bertanya pada siswa mengenai materi pada pertemuan sebelumnya Siswa menjawab dengan tidak beraturan Guru kembali bertanya pada siswa mengenai cara belajar IPA yang pada pertemuan sebelumnya sudah dijelaskan guru Guru menasehati siswa agar mau giat belajar Guru melanjutkan pengulangan materi sambil menuliskan peta konsep di papan tulis Dalam pembuatan peta konsep, guru melibatkan siswa dengan bertanya pada siswa dan siswa menjawab Guru menanggapi sambil menulis dan melengkapi peta konsep di papan tulis Siswa aktif menjawab, walaupun tidak disiplin Guru terus bertanya dan melengkapi peta konsep yang ada di papan tulis Guru sesekali memberi pujian pada siswa yang menjawab dengan benar Sebagian besar siswa ikut memperhatikan apa yang ditulis guru didepan Guru sesekali menjelaskan materi tambahan yang belum diketahui siswa Guru biasa memberikan contoh mengenai konsep dengan contoh yang ada di kehidupan sehari-hari ataupun materi yang sudah diberikan Guru membetulkan jawaban celometan siswa agar tidak menjadi kebiasaan Guru menanyakan pemahaman siswa Guru mengajak siswa untuk melihat buku pegangan masing-masing Guru sesekali bercanda bersama siswa Guru menerangkan dengan cepat, dan menulis dengan cepat cara pembuatan peta konsep Guru meminta siswa membuat peta konsep seperti yang sudah dicontohkan oleh guru, setelah guru selesai menghapus papan Guru berkeliling untuk menjawab pertanyaan siswa yang kurang mengerti perintah yang diberikan guru Guru berkeliling, mengecek secara sekilas, sesekali membetulkan siswa yang salah, dan memuji siswa yang benar pekerjaannya

(287) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 269                    Guru sesekali memberikan contoh pengerjaan peta konsep dari hasil peta konsep yang dimiliki siswa yang sudah benar Guru memberi waktu pengerjaan sampai pukul 10.15 dan akan menilai tugas ini Guru membicarakan rencana pembelajaran pada pertemuan selanjutnya, dan menjadwalkan ulangan harian Guru masih berkeliling, memantau pekerjaan siswa, bercanda dengan siswa, meminta maap pada siswa, dan memuji pekrjaan siswa Guru membetulkan pekerjaan siswa yang kurang benar, sambil menjelaskan di papan tulis Guru memuji pekerjaan siswa yang sudah bagus Guru menambahkan bagi pekerjaan siswa yang kurang lengkap Guru memutuskan tugas pembuatan peta konsep bisa dikerjakan di rumah, dikarenakan waktu yang diberikan guru dirasa kurang oleh para siswa Guru melanjutkan materi perhitungan matematis mengenai pembagian dan perkalian bilangan desimal Guru menuliskan soal, meminta siswa mengerjakan Guru menayakan jawaban pada siswa, jika jawaban siswa benar maka guru akan memberikan soal lagi Jika siswa banyak yang jawabnnya salah, guru mengerjakan soal secara bersama di papan tulis Guru melanjutkan memberi contoh penggunaan persamaan muai panjang Guru menulis di papan tulis, yang diketahui dan ditanyakan dari soal Guru meminta siswa mengerjakan secara mandiri terlebih dahulu Guru mengerjakan bersama dengan siswa, dan memperingatkan siswa untuk memperhatikan Guru menjelaskan tahap demi tahap pengerjaan samapai perhitungan Guru memperingatkan materi yang diajarkan ini adalah materi penting, oleh sebab itu siswa harus memperhatikan Guru menyelesaikan materi

(288) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 270 FIELDNOTES GURU B Hari / tanggal : Rabu, 24 Oktober 2012 Kelas : VII.F Sekolah : SMP B Jam pel. :10.50 – 12.30 WIB (Jam ke-6) Materi : Unsur, Zat Jumlah siswa : 38 siswa ( terdiri dari 17 siswi dan 21 siswa )                       Guru membagikan buku jadwal belajar siswa Meminta ketua kelas membagi buku jadwal belajar ke kelas Guru menyuruh siswa untuk memberi nama, buku jadawal belajar yang sudah dibagikan sambil menerangkan isi dari buku tersebut Guru menanyakan apakah ada siswa yang bertanya lagi Ada siswa bertanya, dan guru menjawab, masih seputar buku jadwal belajar yang diberikan Guru menjelaskan manfaat dari buku yaitu untuk memantau kegiatan belajar siswa Guru meminta siswa memasukkan buku dan segera mempersiapkan pelajaran Guru keluar kelas sebentar, kemudian masuk lagi membuat kelas menjadi agak ramai Guru mengingatkan kembali materi pertemuan kemarin mengenai, asam, basa, dan garam Guru menyakan materi yang sudah diperlajari sampai pertemuan terakhir Beberapa siswa menjawab sampai pada materi basa Guru bertanya pada siswa mengenai sifat basa Siswa memjawab secara serentak Guru meminta siswa menjawab satu persatu Guru kembali bertanya mengenai materi yang lalu, yaitu mengenai Ph Siswa kembali menjawab serentak namun hanya beberapa siswa yang menjawab dengan suara keras dan jelas Siswa aktif dalam menjawab pertayaan guru Guru mengulang jawaban siswa dan menegaskan kembali jawaban yang benar Guru memulai penjelasan mengenai pengertian dan siswa diam dan mencatat apa yang didektikan guru Guru mengambil buku pegangan di meja guru, dibawa ke depan kelas, berdiri, mendikte siswa untuk memberikan contoh yang kemudian ditulis siswa Guru meminta siswa melihat buku pegangannya masing-masing Siswa ikut membuka buku yang diperintahkan oleh guru

(289) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 271                        Guru menjelaskan, sambil sesekali melontarkan pertanyaan pada siswa Guru menjelaskan sambil membawa buku dan menyuruh siswa mencatat mengenai contoh garam dalam kehidupan sehari-hari Guru menambahkan tabel yang ada dibuku pegangan siswa belu ada, dengan menulis di papan tulis Siswa menulis apa yang ditulis guru di papan tulis Selama guru menulis di papan tulis, guru sambil guru menjelaskan singkat apa yang ditulis Guru menambahkan satu contoh yang berasal dari buku pegangan yang hanya dimiliki guru, selesai menulis guru menjelaskan guru berjalan ke belakang, memantau yang ditulis siswa sambil sesekali menjelaskan pada siswa yang bertanya guru mengingatkan bahwa siswanya harus rajin guru menunggu siswa yang masih mencatat guru mulai memasuki sub ba materi baru, menganai unsur senyawa dan campuran guru menulis judul di papan tulis dan meminta siswa berhenti mencatat supaya bisa mendengarkan penjelasan materi Guru bertanya pada siswa untuk mengatahui pengetahuan awal siswa mengenai materi dulu Guru mengomentari jawaban dari siswa yang hanya membaca dari buku pegangan Guru menerangkan sedikit sambil menulis di papan tulis Guru berhenti menulis dan menunggu siswa mencatat dan berkeliling kelas Guru melanjutkan dengan mendiktekan pengertian Siswa meminta guru memelankan dalammendikte Guru mendikte dengan pelan dan sering diulang-ulang Guru kembali menulis di papan tulis Ada siswa yang bertanya mengenai tulisan guru Guru berjanji akan menjelaskan kembali setelah istrahat Guru masih menyelesaikan tulisan meskipun sudah terdengar bel istrhhat Siswa ada yang keluar terlebih dahulu sebelum guru, namun dilarang oleh guru

(290) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 272 Hari / tanggal : Rabu, 24 Oktober 2012 Kelas : VII.F Sekolah : SMP B Jam pel. :10.50 – 12.30 WIB (Jam ke-7) Materi : Unsur, Zat Jumlah siswa : 38 siswa ( terdiri dari 17 siswi dan 21 siswa )                       Guru masuk kelas dan menulis kembali di papan tulias, sambil menunggu siswa yang belum masuk kelas Guru mengecek siswa yang belum masuk dalam kelas Guru menjelaskan apa yang suda dicatat di depan Guru mengulang penjelasannya sekali lagi Siswa mencatat yang ditulis guru di papan tulis, dengan tenang Guru kembali mendikte, siswa mencatat samnil membuka buku dan mencocokan dengan apa yang didikte Memberi contoh mengenai materi yang dijelaskan dengan analogi contoh materi yang sudah pernah diajarkan Guru kembali mendikte dengan pelan dan diulang-ulang Siswa menjadi ramai ketika ada pengumuman dari sekolah Siswa kembali diam, ketika guru kembali mendikte materi yang harus dicatat siswa Guru kembali mengajak siswa, membuka buku pegangan yang dimiliki masing-masing siswa Beberapa siswa ada yang masih ngobrol selagi teman-temannya membuka buku Guru membacakan beberapa bagian dalam buku pegangan Guru meminta siswa mengaris bawahi bagian yang penting dalam buku pegangan Guru meminta siswa mnyimak dengan buku pegangan masing-masing Guru berkeliling untuk menjawab pertanyaan dari siswa Guru menanyakan pada siswa mengenai kejelasan dan pemahaman siswa mengenai materi tersebut Guru menghapus papan tulis dan memberi contoh soal dari buku pegangan yang hanya dimilki oleh guru Guru menulis soal sambil menyelesaikan soal pertama, sambil bertanya pada siswanya Siswa ramai, hanya beberap siswa di bagian depan yang menjawab pertanyaan guru Guru memberi latihan soal untuk dikerjakan oleh siswa Guru mengingatkan dan meminta siswa untuk memperhatikan penulisan unsir

(291) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 273   Beberapa siswa bertanya mengenai penyelesaian soal, guru menjawab dengan membahas untuk semua kelas Guru menyuruh siswa melanjutkan latihan soal di rumah

(292) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 274 FIELDNOTES GURU B Hari / tanggal : Rabu, 31 Oktober 2012 Kelas : VII.F Sekolah : SMP B Jam pel. :10.55 – 11.30 WIB (Jam ke-6) Materi : Campuran Jumlah siswa : 38 siswa ( terdiri dari 17 siswi dan 21 siswa )                      Guru meminta siswa merapikan kelas terlebih dahulu ( meluruskan meja, menyapu lantai oleh petugas piket ) Guru meminta siswa menyiapkan pelajaran hari ini Guru meminta siswa mengisi jadwal belajar pada buku yang sudah dibagikan pada pertemuan sebelumnya, yang nantinya akan diperiksa guru sebelum memulai pelajaran Para siswi menunjukkan buku jadwal belajar mereka pada guru, sambil bertanya mengenai buku jadawal belajar tersebut Keadaan kelas cukup tenang, siswa yang tidak bertanya menunggu dengan tenang di bangku mereka masing-masing Guru mengeluhkan pengadaan remidi sudah dilakukan dua kali namun masih ada siswa yang hasilnya tetap sama saja Guru memanggil siswa yang tindak mengalami peningkatan nilai untuk membenahi soal di luar kelas saat jam pelajaran Guru meminta siswa mengerjakan soal remidi tersebut di kertas lain Ketika siswa yang dipanggil maju, guru menasehati siswa yang nilainya jelek pasti di kelas banyak ngomong Guru kembali meminta siswa meluruskan bangku mereka Guru menanyakan pada siswa menganai materi terakhir yang diajarkan Murid menjawab, dan untuk menyakinkan guru, guru meminta siswa membuka catatan Guru meminjam catatan salah satu siswa, untuk melihat sampa mana materi terakhir diajarkan Guru melanjutkan materi mengenai sub bab baru yaitu campuran Guru membaca buku pegangan, mendikte siswa, dan siswa dengan tenang menulis Guru mendikte dengan berulang-ulang dan pelan pelan Guru menanyakan pengertian homogen dan heterogen pada siswa Beberapa siswa menjawab, guru menyimpulkan dan menambahkan jawaban yang kurang Guru kembali mendikte, dan siswa dengan tenang mencatat Guru mendikte sambil melihat buku pegangan yang dimiliki guru Guru meralat kesalahan dalam mendiktekan, sambil meminta maaf sebelumnya, dan meralat bagian yang salah

(293) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 275                   Guru mendikte sambil memberikan contoh, siswa terkadang menanggapi contoh tersebut dengan lelucon Guru menerangkan didepan kels, sambil sesekali bertanya pada siswanya Guru melanjutkan mendikte, dan siswanya mencatat Guru mengulang kata-kata sulit yang ditanyakan siswa, dengan menuliskannya di papan tulis Guru mendikte kembali dengan membuat kolom perbedaan di papan tulis Guru meminta siswa mencari perbedaan (isi dari kolom) di buku pegangan masing-masing siswa, yang nantinya akan ditulis bersama didepan Siswa sibuk mencari perbedaan untuk mengisi kolom di papa tulis namun beberapa siswa ramai sendiri (tidak membuka buku tapi mengobrol) Guru bertanya sudah adakah yang menemukan perbedaan Salah satu siswa menjawab, guru membenarkan jawaban dan melengkapi jawaban sembari menulisnya di papan tulis Guru kembali bertanya untuk mengetahui perbedaan yang kedua Guru memancing siswa agar bisa mengungkapkan perbedaan dari pernyataan implisit dari penjelasan buku pegangan Siswa yang tadi sudah menjawab, ingin menjawab lagi namun guru melarang dengan alasan agar teman lainnya diberi kesempatan Guru kembali memancing agar siswa melihat dari pengertian, dan beberapa siswa menjawab namun jawabannya kurang tepat Akhirnya guru memberikan jawaban, sambil sesekali bertanya agar siswa dapat melengkapi jawaban guru, dan guru menuliskan di papan tulis Guru kembali menyakan perbedaan yang lain Guru memancing kembali siswa, dengan memberikan contoh yang akhirnya disimpulkan oleh guru dan siswa secara bersama-sama Guru menambahkan lagi satu perbedaan yang dilihatnya dari kebalikan perbedaan yang pertama Guru memberikan contoh dengan benda-benda yang ada di sekitar

(294) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 276 Hari / tanggal : Rabu, 31 Oktober 2012 Kelas : VII.F Sekolah : SMP Pangudi Luhur Timoho Jam pel. :11.55 – 12.20 WIB (Jam ke-7) Materi : Campuran Jumlah siswa : 38 siswa ( terdiri dari 17 siswi dan 21 siswa )                   Guru menutup pintu kelas, supaya suara dari luar tidak mengganggu proses belajar di kelas Guru menjelaskan kembali apa yang sudah ditulis dan didapat dari hasil diskusi bersama Guru melanjutkan mendikte juduk sub bab baru sambil berjalan ke belakang, memantau siswa yang mencatat Guru menulis di papan tulis sambil melihat rangkuman yang sudah dibuat guru Siswa mencatat apa yang ditulis guru di depan, beberapa siswa mengobrol sendiri Sekolah mengajak siswanya bersama-sama berdoa malaikat Tuhan, guru mengajak siswa mempersiapkan diri berdoa bersama Guru melanjutkan menulis di papan tulis, siswa mencatat, sebagian siswa ramai sendiri Guru menunda membagikan kartu pelajar, supaya perhatian siswa tidak terganggu Guru kembali membacakan lagi yang sudah ditulisnya di papan tulis dari belakang kelas, sambil memantau catatan siswa Guru menanyakan apakah siswa sudah selesai mencatat, sambil menunggu siswa Guru menjelaskan contoh dari catatan yang sudah dituliskan di depan kelas tadi dengan benda-benda dalam kehidupan sehari-hari Siswa bagian belakang mulai ramai Murid bertanya, guru menjawab (secara personal) Guru kembali mendikte siswa dengan membaca rangkuman yang di punyai guru Siswa mencatat dengan tenang kembali. Guru sambil memberi nasehat pada siswa yang malas belajar dan mencatat Guru kembali melanjutkan pelajaran dengan menggambarkan materi yang ditulis tadi di papan tulis Guru menggambar juga seperangkat alat yang digunakan sebagai salah satu cara memisahkan campuran yang berbeda titik didihnya Guru memberi kesempatan pada siswa untuk membuat ringkasan mengenai apa yang terjadi pada proses pemisahan di dalam gambar tersebut

(295) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 277                      Guru berjalan ke belakang untuk memeriksa catatan siswa terutama siswa di bagian belakang Guru menasehati siswa yang berada di bangku belakang, yang sering ramai sendiri Guru mendekati siswa yang ramai sendir dan masehati mereka Guru memberikan waktu pada siswa untuk menjelaskan proses destilasi sesuai dengan gambar tersebut di depan kelas Guru kembali memancing-mancing penjelasan dari siswa, supaya penjelasan siswa lengkap, ketika maju Ada satu siswa yang berani maju dan menjelaskan kepada temantemannya Guru menenangkan siswa lainnya yang ramai Siswa yang maju dikritik temannya supaya suaranya agar sedikit keras Guru mempersilahkan, teman yang duduk untuk bertanya kepada siswa yang menjelaskan di depan Guru bertanya pada siswa yang lain, guru menambahkan penjelasan siswa yang di depan kelas Guru menyimpulkan dan menambahkan hal penting pada penjelasan siswa yang maju dan menjelaskan kembali proses destilasi, sambil sesekali bertanya pada siswa Guru meminta siswa yang banyak bicara untuk maju ke depan menulis kembali apa yang sudah disampaikan temannya Guru menasehati supaya sekarang sudah mendekati akhir semester satu, jadi siswa harus berubah, tidak ramai terus Guru mengomentari jawaban yang ditulis siswa di depan, siswa yang mejelaskan tadi diminta untuk mendikte temannya yang menulis di papan tulis Setelah selesai menulis, guru membaca ulang tulisan yang sudah ada di depan kelas, dan mengkoreksinya Guru meminta pendapat kelas, apakah tulisan yang ditulis sudah sesuai Beberapa siswa membenarkan kalimat yang salah dan menambahi kalimat yang kurang dalam penjelasan proses tersebut Guru meminta siswa yang maju untuk mengulang jawabannya, dan memberikan kesempatan siswa yang lain berpendapat Guru menyimpulkan hasil diskusi kelas, dan mengulang kembali penjelasan proses, sembari siswa yang menulis di depan Siswa aktif dalam menjawab pertanyaan guru Guru memberikan penjelasan singkat mengenai materi yang sudah dibahas

(296) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 278 FIELDNOTES GURU B Hari / tanggal : Senin, 5 November 2012 Kelas : VII.F Sekolah : SMP B Jam pel. :08.55 – 09.15 WIB Materi : Pemisahan campuran, zat dan wujudnya Jumlah siswa : 35 siswa ( terdiri dari 17 siswi dan 18 siswa )                     Guru masuk kelas langsung mengingatkan siswa tentang sampah dikelas (plastik di bawah kursi) Guru mengingatkan pengumpulan rapot sementara bagi siswa yang belum mengumpulkan Guru mengabsen siswa dengan memenggil nama siswa satu per satu, namun awalnya guru salah menyebutkan nama di absen siswa kelas 9F Siswa menanggapi ketika dipanggil guru dengan mengangkat tangan, keadaan kelas menjadi sedikit ramai Guru mengatur tempat duduk siswa Guru mengingatkan bagi siswa yang belum remidi segera memperbaiki nilainya, dan bagi siswa yang banyak remidi harus lebih bersemangat Guru mengungkapkan rencana pembelajaran (materi yang akan disampaikan) Guru mengecek kembali materi yang sudah di dapat siswa Guru menyebut nama siswa untuk menjawab pertanyaan guru mengenai materi sebelumnya Guru menguatkan jawaban (membenarkan) dan melanjutkan penjelasan mengenai materi tersebut Guru mengecek pengetahuan awal siswa mengenai materi yang akan diajarkan Guru mengajak siswa membuka buku pegangan yang dimiliki masingmasing siswa Guru meminta murid mencatat, guru mendikte Guru meminta siswa mengamati gambar yang ada di buku pegangan Guru menjelaskan cara kerja gambar alat yang ada dibuku pegangan siswa, siswa diminta menyimak dan memperhatikan Guru menggambar di papan tulis (memperjelas gambar di buku) Guru bersama siswa mengambil kesimpulam mengenai pengertian dan cara kerja alat tersebut Guru meminta siswa mempelajarai sendiri materi yang lain, guru hanya memberikan poin-poinnya Guru menunggu siswa mencatat yang ada di papan tulis Guru bertanya “apa ada yang masih perlu dijelaskan?”

(297) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 279                           Guru langsung melanjutkan ke materi selanjutnya, karena dianggap tidak ada yang bertanya Guru meminta siswa membuka materi selanjutnya pada buku pegangan masing-masing siswa Guru meminta siswa membaca terlebih dahulu materi tersebut secara pribadi Guru membuka laptop dan mempersiapakan materi selanjutnya Guru meminta siswa supaya menggaris bawahi hal-hal yang penting sambil membaca, supaya nantinya bisa membuat ringkasan sendiri Guru mempersiapkan pemasangan, penggunaan viewer secara mandiri Guru meminta siswa meraangkum dari buku pegangan, poin-poin yang diberikan oleh guru Guru kembali mempersipakan viewer sambil mengulang poin-poin yang harus diringkas siswa Guru meminta apakah ada siswa yang bisa menunjukkan pengertian zat Salah satu siswa menjawab, guru memberi penguatan (membenarkan) dan sedikit membetulkan Guru meminta siswa mencatat apa yang sudah dibahas bersama guru barusan Guru meminta siswa merangkum sifat zat dalam bentuk tabel sambil menggambarkan rancangan tabel di papan tulis Guru memberi contoh pengisian tebel sesuai dengan pendapat siswa Guru meminta siswa mengisi tabel secara mandiri Guru meminta siswa membantu menyalakan viewer karena kelas tidak dilengkapi dengan remote Viewer belum menyala, guru keluar untuk meyalakan dari pusat Akhirnya viewer dapat dihidupkan, guru meminta siswa agar laptop guru bisa dikoneksikan dengan viewer Siswa menjadi sedikit ramai, sedangkan viewer belum dapat digunakan Guru melanjutkan materi dan meminta siswa merangkum dari buku pegangan sambil guru mempersiapkan penggunaan viewer Guru memberi contoh supaya siswa mengembangkan kreatifitas dalam merangkum perubahan zat Guru kembali mencoba mengoperasikan laptop, meminta siswa untuk membantu Sembari siswa membantu guru mengoperasikan, guru berkeliling kelas memantau catatan siswa, sembari menasehati siswa yang paling ramai di kelas Guru mencocokan rangkuman dari para siswa sambil memberikan sedikit penjelasan Guru meminjam laptop siswa supaya bisa terbuhung ke viewer Guru melanjutkan poin yang harus dirangkum siswa selanjutnya, tapi siswa masih dalam keadaan ramai Guru akhirnya kembali ke kegiatan mencatat siswa, bertanya pada siswa “siapa yang sudah menemukan materi”

(298) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 280              Guru mendikte sambil membuka buku pegangan, siswa mencatat mengenai pengertian massa jenis zat Guru meminta siswa membuka buku pegangan untuk melihat persamaan massa jenis Guru meminta siswa membaca persamaan di buku tersebut, sambil membetulkan cara membaca rho yang merupakan simbol massa jenis Guru mendikte keterangan persamaan sambil menulis di papan tulis Guru kembali menjelaskan apa yang ditulisnya di papan tulis Guru meminta siswa melihat contoh soal di buku pegangan, kemudian menulis soal contoh dari guru yang didiktekan Guru menggambar soal di papan tulis, siswa melanjutkan menulis, dan sesekali guru berjalan ke belakang Guru meminta siswa melihat contoh soal yang ada di buku pegangan, dan mengerjakan contoh soal yang diberikan guru Siswa bertanya satuan yang dipakai, guru menjawab dan berjanjikan akan menjelaskan ketika siswa sudah selesai mengerjakan Guru berkeliling, memantau siswa, menjawab pertanyaan siswa secara individu (mengenai satuan dan persamaan) Guru mengecek pekerjaan siswa, mengkoreksi sekilas pekerjaan siswa, membetulkan pekerjaan siswa yang salah konsep mengenai apa yang diketahui dari soal tersebut Guru menerangkan kembali apa yang diketahui dari soal dan untuk mencari apa, guru membebaskan penggunaan satuan Siswa yang sudah menemukan jawaban, dikumpulkan jawabannya oleh guru. Guru berjanjian pada pertemuan selanjutnya di cek karena bel istirhat sudah terdengar

(299) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 281 FIELDNOTES GURU B Hari / tanggal : Rabu, 7 November 2012 Kelas : VII.F Sekolah : SMP B Jam pel. :10.55 – 11.30 WIB (Jam ke-6) Materi : Partikel penyusun zat Jumlah siswa : 38 siswa ( terdiri dari 17 siswi dan 21 siswa )                       Guru mempersiapkan komputer yang digunakan untuk menyampaikan materi Siswa ramai, siswa duduk di kursi yang tidak ditentukan Guru menampilkan intisari materi pertemuan yang lalu secara cepat, hanya untuk mengulang materi sebentar, dan menambahkan catatan tambahan Guru membuka slide, membaca tulisan yang ada disana, dan memberikan penjelasan dan pertanyaan singkat Siswa menanggapi setiap pertanyaan guru sambil memperhatikan slide Tulisan di slide agak tidak terbaca karena tampilan layar berwarna merah, tidak bisa menunjukkan warna asli Guru meminta siswa untuk diam dan memperhatikan Guru kembali membuka slide, sambil menjelaskan dan membaca slide Guru menjelaskan secara cepat Siswa diam, tapi masih ada yang bicara pelan-pelan Guru menampilkan slide yang isinya materi tambahan, dan meminta siswa untuk menambahkan dalam catatan Siswa ada yang menanyakan masalah kejelasan tulisan, kemudian guru mendikte yang tertulis di slide Guru bertanya “sudah selesai menulisnya?” Guru mengganti tulisan di slide yang salah ketik Guru menjelaskan gambar yang ada di slide, siswa jadi lebih mengerti jika disertai dengan gambar Guru tidak menjelaskan semua slide, ada beberapa slide yang dianggap kurang penting, tidak dijelaskan oleh guru Guru menampilkan gambar bunga dalam slide sebagai contoh pengukur Ph, supaya siswa juga mengetahui secara langsung jenis bunganya Guru menunjukkan bentuk alat praktikum yang bernama buret yang ada dalam proses titrasi Tiba-tiba viewer tidak terkoneksi dengan laptop karena tegangan turun Siswa menjadi ramai Guru menampilkan animasi tapi sedikit terkendala dari koneksi internetnya Guru melanjutkan materi mengenai massan jenis, dan guru membacakan pengertian massa jenis

(300) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 282                Guru memancing pengetahuan siswa mengenai konsep massa jenis, dengan menunjukkan perbedaan massa gabus dan massa batu yang sama, yang membedakan adalah volume Siswa aktif menjawab, pada awalnya siswa kesulitan, namun akhirnya siswa dapat menebak kalau V nya berbeda Guru menyimpulkan bersama siswa konsep dalam massa jenis Guru memberikan catatan tambahan pada siswa, guru mendikte siswa mencatat Guru menampilkan slide mengenai animasi pengukuran massa jenis untuk benda tak beraturan Guru memperingatkan siswa yang ramai Guru belum memainkan animasi mengenai pengukuran massa jenis benda tak beraturan, sambil menayakan pada siswa bagaimana cara mengukurnya Siswa menjawab dan menjelaskan pada teman sekelas (guru meminta siswa bersuara keras) Guru meminta siswa yang ramai, untuk mengulang apa yang dijelaskan siswa pertama Guru kemudian bertanya pada siswa yang lain, bagaimana cara mengukur volume benda tak beraturan Siswa menjawab, guru meminta siswa mengulang jawaban agar lebih jelas Guru kembali meminta siswa yang ada di sebelahnya mengulang kembali Guru memberikan apresiasi pada siswa yang sudah bisa menjewab dan mengajak siswa lain tepuk tangan Guru memberikan pertanyaan tentang perhitungan massa jenis Bebrapa siswa menjawab, guru bertanya dari mana asalnya kemudian menjelaskan secara singkat apa yang sudah dijelaskan siswa dengan sedikit tambahan

(301) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 283 Hari / tanggal : Rabu, 7 November 2012 Kelas : VII.F Sekolah : SMP B Jam pel. :12.00 – 12.40 WIB (Jam ke-7) Materi : Partikel penyusun zat Jumlah siswa : 38 siswa ( terdiri dari 17 siswi dan 21 siswa )                 Siswa masuk kelas ramai, setelah istrahat Guru kembali menampilkan slide mengenai animasi pengukuran massa jenis benda tak beraturan namun animasi tersebut sudah dimainkan Guru bertanya pada siswa, “siapa siswa masih belum mengerti menghitung massa jenis” Guru membetulkan jawaban siswa tentang soal yang diberikan sebelum isrtirahat Guru meminta siswa untuk memperhatikan animasi untuk mengukur massa jenis benda Siswa diminta menghitung massa jenis benda yang ada di animasi tersebut dengan mengamati nilai yang tertera sebagai hasil timbangan dan volume yang ada pada gelas ukur Pertama siswa menjawab, namun salah karena siswa hanya melihat dari hasil perhitungan yang ada di bawah animasi Guru menignatkan kembali para siswa untuk lebih mengamati angka yang tertera pada animasi Guru menanyakan jawabnya, siswa berdebat mengenai jawaban mana yang benar Guru mengumpulkan jawaban siswa, sambil menanyakan dari mana diperoleh jawaban tersebut Beberapa siswa ada yang salah jawabnnya karena berbagai faktor, ada yang terbalik dalam menggunakan persamaan, ada yang salah dalam perhitungan Guru memberikan jawaban yang benar, membetulkan jawaban siswa yang salah Guru melanjutkan materi dengan menampilkan animasi perubahan wujud zat, sambil membaca slide dan memancing siswa untuk menjawab Guru melanjutkan menampilkan materi mengenai susunan partikel sambil memberikan pertanyaan pada siswa Siswa menjawab dengan benar, namun guru kembali meminta siswa melihat dari sudut pandang teori partikel zat Siswa diminta menjawab perbedaannya sesuai dengan contoh tabel yang dituliskan guru di papan tulis

(302) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 284                 Guru meminta siswa menggambar partikel dalam zat sambil sesekali guru menampilkan animasi bergerak dari pergerakan partikel itu sendiri Guru kemudian membahas secara bersama siswa mengenai sifat zat padat, dengan mengumpulkan jawaban dari siswa dan melihat materi yang ad di viewer Guru menegaskan kembali dengan mendikte sifat gas dari materi yang ada di viewer Guru mengulang kembali sifat sifat partikel zat padat Guru meminta siswa membuka buku untuk melihat penjelasan mengenai sifat partikel zat padat Guru menulang kembali sifat zat cair, guru menunggu pendapat dari siswa untuk melengkapi catatan Guru menunggu siswa untuk melengkapi catatan mengenai zat cair Guru melanjutkan materi selanjutnya, dan meminta siswa membuka buku pegangan Guru meminta siswa merangkum pengertian adhesi dan kohesi dan memberi contoh kejadian sehari-hari Guru mendikte catatan tambahan dari slide Guru memantau catatan siswa, melihat siapa saja siswa yang tidak mencatat Selagi siswa mencatat, guru memberi informasi tambahan Guru mendikte, dan siswa mencatat Guru mengingatkan pada siswa untuk memberi contoh kejadian adhesi atau kohesi Guru mengecek tapi ternyata siswa belum memberi contoh, kemudian guru mendikte contoh, siswa mencatat Guru melibatkan siswa dengan menanggapi pendapat siswa

(303) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 285 FIELDNOTES GURU C Hari / tanggal : Senin, 29 Oktober 2012 Kelas : VII.A Sekolah : SMP B Jam pel. :12.30 – 13.05 WIB Materi : Pemisahan campuran Jumlah siswa : 42 siswa ( terdiri dari 19 siswi dan 23 siswa )                      Guru mengabsen siswanya yang tidak masuk hari itu (absen 28) Perwakilan siswa tiap baris bangku diminta guru untuk membantu mengumpulkan tugas pertemuan lalu teman-temannya Masih ada siswa yang baru saja memulai mengerjakan tugasnya dikelas, dengan mencontoh tugas temannya Keadaan siswa masih cukup ramai Guru meminta siswa membuka buku pegangan masing-masing siswa Guru mengulang materi pada pertemuan yang lalu, dan menyampaikan materi yang akan dipelajari hari ini Guru meminta siswa yang menuliskan judul sub bab yang akan dibahas hari ini Sambil membawa buku pegangan, guru menuliskan tujuan pelajaran sub bab hari ini Guru menulis materi di papan tulis, sambil sesekali memberikan sedikit penjelasan Siswa menulis, apa yang ditulis guru di depan, namun ada beberap siswa yang masih ramai Guru membuka buku pegangan dan melanjutkan mencatat di papan tulis Guru membaca ulang apa yang sudah ditulisnya di papan tulis, sambil memberikan sedikit penjelasan Ada siswa yang menanyakan tentang ketidakjelasan tulisan Guru menjawab dan melanjutkan menulis di bagian papan yang lain Siswa menjadi cukup ramai Siswa ada yang maju ke depan kelas karena ada tulisan yang tidak terlihat dari bangku belakang Guru berkeliling mengecek catatan siswa Kelas menadi gaduh karena ada satu siswa yang menjadi bahan bercandaan Guru menenangkan kelas, dan menjelaskan apa yang ditulis di papan dengan memberikan abstraksi contoh (perhitungan) Siswa menulis dan sebagian siswa ramai Siswa yang duduk di pojok belakang, maju kedepan karena kurang jelas penglihatannya

(304) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 286                          Guru duduk dan menunggu siswa mencatat sambil membaca buku-buku pegangannya Guru diam dan berfikir Guru meminta siswanya untuk cepat dalam mencatat Guru mejelaskan pada siswa yang bertanya mengenai tulisan guru di papan Guru meminta siswa membuka buku pegangan di halaman 94 Siswa diminta melingkari soal pilihan ganda no.14 Siswa diminta untuk meminta siswa menulis soal yang diligkari tersebut di buku catatan sebagai contoh soal Guru memperingatkan kelas agar tidak ramai di kelas Guru menulis kembali yang diketahui dalam soal di papan tulis Guru mengerjakan contoh soal di papan tulis dengan melibaatkan siswa (guru bertanya, siswa menjawab) Siswa yang menjawab pertanyaan guru hanya siswa di bagian depan, sedangkan bagian belakang ramai sendiri Guru menjelaskan tiap tahapan dalam menyelsaikan soal sambil menulis di papan tulis Guru kembali memperingatkan siswa agar tidak ramai Guru kembali melanjutkan contoh soal yang dibahas di depan Guru kembali memberi peringatan cukup keras pada siswa yang ramai Guru kembali meminta siswa melingkari soal dalam buku pegangan sebagai contoh soal yang kedua Guru meminta siswa memperhatikan soal tersebut Guru mengulang pertanyaan Guru menulis kembali apa yang diketahui di soal Siswa mencatat apa yang ditulis guru Guru menyelesaikan sendiri, soal yang yang ditulis di depan kelas Guru mengulang penjelasan, dan cara menyelesaikan soal yang baru saja ditulis Guru mengur siswa yang jalan-jalan di kelas Guru meminta siswa membereskan barang-barang, persipan pulang Guru memimpin doa pulang

(305) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 287 FIELDNOTES GURU C Hari / tanggal : Kamis, 1 November 2012 Kelas : VII.A Sekolah : SMP B Jam pel. :09.30 – 10.55 WIB Materi : Campuran Jumlah siswa : 42 siswa  Siswa masih ramai saat guru masuk dalam kelas  Guru datang, guru duduk di kursi guru, membuka buku  Guru meminta uang pada bendahara untuk mengganti uang fotokopi materi yang sudah diringkasakan oleh guru  Guru membagikan ringkasan pada siswa, masing-masing satu fotokopian ringkasan  Guru meminta siswa untuk memelankan suara dan mempersiapkan pelajaran  Guru meminta siswa membuka fotokopi lembar 1  Siswa berubah menjadi tenang dan menyimak apa yang diminta guru  Guru membaca ringkasan sembari sesekali memberikan penjelasan singkat dan mengikut sertakan siswa dalam menanggapi pembahasan  Guru bertanya ttg pemahaman siswa menganai materi yang dijelaskan tadi  Guru langsung melanjutkan ke materi selanjutnya  Guru mengulang penjelasandari awal ketika ada siswa yang bertanya  Guru menggambarkan materi di papan tulis, siswa menjadi sedikit ramai  Sambil menulis dipapan, siswa diminta untuk melengkapi, dimintai tanggapan mengenai materi  Guru kembali menenangkan siswa yang ramai  Guru menjelaskan, meminta siswa memperhatikan  Guru kemali menerangkan dengan menggambar di papan tulis  Guru menjelaskan apa yang sudah digambar di papan tulis  Guru menegur siswa yang ramai di sebelahnya, dengan memukul kepala siswa dengan kertas  Guru menanyakan kembali kejelasan siswa mengenai materi  Guru meminta siswa membuka materi yang akan dijelaskan selanjutnya  Guru sedikit melakukan selingan dengan bercanda yang membuat siswa sedikit terhibur  Suara guru cukup keras, apalagi ketika siswa ramai, guru biasa mengeraskan suara agar masih bisa di dengar oleh siswa  Guru kembali menggambar di papan tulis, sambil memberikan penjelasan singkat  Siswa menegur temannya sendiri yang ramai

(306) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 288  Guru memberikan contoh dengan menggambar di papan tulis  Guru meminta siswa membuka buku pegangan masing-masing untuk melihat gambar  Guru menjelaskan satu per satu nama benda yang ada di gambar tersebut, siswa menyimak  Guru menegur siswa yang ramai  Guru mengajak siswa untuk belajar dengan cepat  Guru diminta siswa mengulang penjelasan karena dirasa penjelasan guru terlalu cepat  Guru kembali menjelaskan materi  Guru mengajak siswa mencocokan tugasnya  Guru keluar kelas sebentar untuk mengisi spidol  Siswa ada yang halaman dalam ringkasan kurang lengkap, ternyata ada salah satu teman yang mempunyai halaman double, setelah guru bertanya  Guru melanjutkan penjelasan dengan membaca  Guru bersama-sama dengan siswa mengerjakan soal pilihan gandan dengan cepat, beberapa siswa dengan cepat juga mengikuti, namun beberapa siswa ada juga yang ketinggalan dan harus bertanya dengan temannya  Guru menggerjakan bersama dengan siswa soal esai  Guru menayakan jawaban pada siswa terlebih dahulu, baru memberikan pembenaran  Guru menerangkan gambar yang raadi seblumnya sudah digambar di papan tulis  Untuk soal yang dirasa guru mudah, guruhanya menayakan apakah siswa dapat mengerjakan, jika ada yang menjawab bisa, maka guru akan menggap siswa bisa dan melanjutkan ke soal berikutnya  Guru menuliskan hasil perhitungan di papan tulis, hasil dari pembahasan dengan siswa  Materi selesai, guru istrhat di meja gur, siswa mencatat yang ada di papan tulis

(307) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 289 Lampiran 5 Transkrip Wawancara dengan Guru A Rabu 28 Nov 2012 (12.40 – 13.54) P = penanya G = guru P : Bapak gini, kita pertama mau tanya masalah video yang waktu kita beberapa kali masuk kelas bapak. Kita kan mengamati Bapak itu hapal paling gak itu beberapa nama. Banyak nama yang ada di kelas 7.1 maupun 7.2. itu kalo bagi Bapak apa keuntungannya Pak hapal nama? G :Untuk hapal nama? Ya, ini kalo menurut saya ya, kita itu kan sebagai pendidik, ya mau gak mau kan harus kenal dulu. Walaupun, atau gimana, ya serba salah kalo sebagai guru itu. Kalo kita membatasi diri, anak kayak tertekan, kayak gimana. Tapi kalo misalnya saya membaur, ya anak kadang nyeleneh kadang gimana. Ini saya coba, ada keuntungannya, untuk mengahapal itu dia merasa diperhatikan. Sekarang kan udah mulai itu toh, kalo gak hapal berarti kanmereka kayak gak diperhatikan. Guru itu kayak apa ya? Ceramah jangka pendek atau mengajar sama anak? Gitu intinya, harus yah, harus hapal, harus kenal, yah berhubung hanya 2 kelas toh, yah. P: Trus kali waktu menghapal itu sendiri harus setiap hari manggil nama mereka atau dengan sendirinya mengalir aja gitu Pak? G: Oo dengan sendirinya, tapi itu sekitar 3 minggu, 3 minggu awal. Karena saya ya lumayan sepat mengahapal kalo waktu gak ngajar kelas 9, yah hapal nama. Kadang ya akrab di facebook, ya jadi hapal. P: Nah menurut Bapak itu mengahapal nama siswa itu kan penting, juga ada keuntungannya. Itu Bapak dapatkan dari mana? Maksudnya Bapa bisa

(308) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 290 berpendapat seperti itu apakah dari pengalaman dulu di bangku kuliah atau pengalaman Bapak waktu PPL? G: Oh itu dari dosen saya di UNY, namanya Pak apa ya? Itu dosen Fisika. Pas ngajar Fisika, malah saya kagum sama beliau. Setiap pertemuan beliau membawa alat, beda dari dosen-dosen yang lain yang gak pernah bawa alat. Saya kan juga termasuk tidak pake alat, hanya kadang kalo pas praktek, beliau setiap hari. Alatnya unik-unik lagi. Beliau mengajarkan harus kenali dulu, dari nama sampai definisi.Kalo udah beda nama, udah beda definisi. Ya sama aja dengan murid, harus hapal, beliau hapal (nama mahasiswa) juga. P: Pengaruhnya sendiri ke pembelajaranIPA di kelas sendiri gimana Pak? Apa siswa jadi lebih segan sama Bapak?Jadi merhatiin Bapak? G: Kurang. (Hapal nama) hanya sebagai motivasi toh. Intinya belajar kan di luar, udah bisa belajar sendiri. Saya juga masig gagal belum bisa membangkitkan. Kita juga percuma punya ilmu banyak, tapi tidak bisa memotivasi, tidak bisa menggerakkan rasa cintanya samaIPA, tetap aja gak akan jalan. Ya saya coba perlahan-lahan aja. Ya dengan akrab itu, tapi ya harus siap disinggung gitu (dibecandain siswa). Tapi sebenarnya ya dia menghormati, pas di jalan atau dimana. Hanya disni kan, namanya juga bocah toh, masih usil. P: Kalo dalam pembelajaran, Bapak sering bertanya sama siswa, menurut Bapak, manfaatnya bertanya pada siswa? Sama kalo misalnya ada siswa yang gak aktif, misalnya yang dibagian belakang, bagaimana cara bapak biar mereka mau bertanya? G: Untuk apresepsi itu? Itu diwajibkan kalo dalam pembelajaran. Apersepsi pertanyaan, jadi saya tahu indikator siswa ini menghapal tidaknya, kan ada sebagian (yang cuma menghapal). Kayak di kelas 7.1 itu kan 60% udah bisa, kalo di kelas 7.2 baru 20%. Yah tujuannya apersepsi tersebut untuk mengetahui indikator pemahaman siswa tersebut sampai dimana. Misal di bab

(309) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 291 kalor, (saya bertanya) apa rumusnya? Rumusannya kalor. (Kalo siswa menjawab), perubahan suhu. Yah berarti udah lumayan siswanya. P: Acuannya persepsi dari mana Pak? Itu mengacu dariRPP atau memang dibiasakan dari dulu?Atau sejak dariPPL udah seperti itu? G: Yah saya waktu PPL, apersepsi dibiasakan. Jadi saya tau celahnya mau menanyakan apa, gitu lo. P: Kalo menurut Bapak kelas 7.1 dan 7.2 udah aktif belum? G: Kalo saya perhatiin sekeleas 7 ya emang 7.1 yang paling aktif, dalam tugas. Kalo kelas 7.2 masih banyak yang kurang, apalagi kelas 7.5, sangat sulit. Gimana ya, mau gak mau, kita 1 bab aja gaktau kecapai atau gak (di kelas 7.5).Ini agak lumayan, 7 bab kecapai semua (di kelas 7.1). Tapi kalo di kelas 7.3, sulit, 3 bab kadang gitu (gak selesai). Nah disini perlu kerja sama, karena gurunya ada 2 toh, jadi pas UAS nanti bikin soalnya gak sampai target ketuntasan. Aturannya gitu pas di dinas kan kalo belum tuntas, gak apa-apa. Jangan kejar bab berikutnya kalo belum tuntas. Misalnya mereka paham cuma 1 bab aja, ya gak apa-apa. P: Kalo dari perbedaan kelas 7.1 dan 7.5,nangkepnya aja beda yang kelas 7.1 udah 7 bab, yang kelas 7.5 baru 3 bab.Usahanya Bapak biar kelas 7.5 ini sampe nambah atau gimana? Atau dibiarin aja, toh dari dinas udah boleh. G: O ya kita mengalah tetap. Mau gak mau bikin soal UAS juga ikut yang kelas 7.5 sebagai acuan. Di kelas 7.1 saya bilangin, ini ini gak keluar (ada materi yang gak dikeluarkan di soal). Kalo dibandingkan sama sekolah negeri, yah sama (ada juga kelas yang ketinggalan).Kan kemarin saya ikut lesson study, sama aja, hanya sikapnya yang berbeda. Hanya sikapnya, (di sini lebih) rame.Ya mungkin (siswa lain) udah terpengaruh teman lain.Kalo dulu kan

(310) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 292 gak. Sebenarnya ya bagus aja (anak-anak sekolahan sini), hitungannya juga cepat, sama dengan yang di negeri, itu kelas 7.1. P: Di kelas Bapak sering memberi penjelasan ulang tentang matematika dasar. Kenapa itu Pak? G: O jelas, pertama alasannya saya minta tolong ke guru matematika belum berani.Karena saya guru awal to, baru masuk. Saya mau minta tolong ke guru matematika suruh ajarkan dulu materi ini ini ini, tapi intinya saya belum berani. Jadi mau gak mau saya yang bertindak, dari pada nanti berantakan. Kan fiiska perlu pembagian-pembagian gitu. Di kelas 7.1 aja masih ada 4-6 orang yang belum bisa pembagian-pembagian seperti itu, ya itu. P: Selain di kelas, cara Bapak meningkatkan ketrampilan matematika siswa? G: Selain di kelas? Tidak ada e. P: Bapak bisa tahu matematika mereka kurang dari mana Pak? Dari waktu mengerjakan soal? G: O ya waktu saya kasi soal awal itu, mereka langsung bengong, kayak yang bingung gitu, padahal kan cuma 0, bagi, wah jangan-jangan parah ini,ada feeling seperti itu. Ternyatamalah bener. Awalnya gak ada pikiran, ini paling udah bisa lah, karena udah dari SD. Wah ternyata para, ini pondasi awalnya gak tau, parah banget, perkalian aja masih dibimbing. Saya juga pusing kalo matematika itu, tapi kan itu juga hak mereka (hak belajar). Makanya saya coba bikin pondasi, yah mau gak mau lah. Intinya ya ini, dalam pembelajaran itu jangan kejar target. Digodok terus, inti-intinya aja. Nanti kan, kayak ujian nasional, udah dirapatkan (guru rapat), udah dibatasi lagi berdasarkan SKL. Kita udah tau patokam SKL, jadi gak perlu kejar target

(311) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 293 P: Nah kalo kami perhaikan Bapak itu kan jarang duduk di kelas, maksudnya keliling memantau siswa. Sewaktu memberi tugas, Bapak memantau, itu alasannya Bapak melakukan itu kenapa pak? Kenapa Bapak gak duduk aja memantau siswa dari depan? G: Kalo nyelenehnya gini, ibaratnya ini, kita kan sebagai pendidik, masa mengajar benda mati, gak mungkin to?Yang dididik mau gak mau, sekarang maaf aja ya, binatang-binatang aja misalnya burung ato ayam dikasi nama to, masa sama siswaya gak kenal, gitu, nyelenehnya gitu. Trus masa gurunya ngajar ke buku, udah bebas urusan, gak boleh, mau gakmau, setelah kita menerangkan di depan, mau gak mau pas kasi tugas kita pura-pura jalan aja, sambil bercanda.Padahal saya lihat, oh ini kemampuannya semene, jadi tau. Yah sambil dibecandain aja, biar gak tegang. Mereka itu aslinya tegang kalo dideketin, gemeter ato gimana. Yah kita, hilangkan itu, akrab aja, trus candain. P: Itu juga daripengalaman mengajar?Pengalaman kuliah di UNY jugaPak? Terinspirasi dari dosen juga Pak? G: Gak, itu cuma ya saya senangnya gitu, senang akrab.Kalo dosen kan ya cuma paling, kalo ada kuliah, gak diperhatiin kita kan. P: Antara kelas 7.1 sama 7.2 itu kan berbeda karakteristik, trus cara mengajar Bapak ada perbedaannya juga? Perbedaannya seperti apakah dan kenapa? G: O iya, saya melihat kondisi. Pernah kejadian waktu matematika, 9.1, wah badannya besar itu, pernah mau nantang gelut itu. waduh aku kan gak berani kalo gitu. Tak lembutin malah anteng. Kalo orangnya kira-kira aku takut. Rata-rata guru gitu kalo pas misalnya besar, orangnya agak nakal, kan disini sering banyak kasus toh. Kelas 9 itu terutama, dilembutin, saya mainnya pake halus, malah nanti nunduk. Kalo kelas 7 langsung keras tapi pelan, langsung

(312) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 294 membaur. Intinya kalo pas rame banget, saya intinya keras langsung. Tapi gak berani mukul, sama kalo masih rame sedikit-sedikit, didiemin aja dia nanti ini sendiri (diam sendiri). Tapi kalo makin rame, nanti lembut lagi. Tapi kita candain aja. Ya gitu-gitu aja. Tapi kalo yang sering kasus, sebenarnya takut juga, tapi kalo diemosiin, lebih keras, lebih labil. Makanya, yah menurut guru-guru disini harus halus. Tetep kalo halus itu menangan, nanti dia manut sendiri. P: Berarti teguran nasehat dari Bapak itu memang didengerin sama siswa ya Pak? G: Ya didengar, tapi itu paling cuma berapa pertemuan nanti kambuh lagi, biasa kayak gitu tu. P: Trus kalo kelas yang rame itu kan bisa bikin kelas jadi kurang kondusif.Kiatkiat Bapak biar kelas rame tapi bisa kondusif gimana itu Pak? G: Saya belum mampu itu juga, eh bener, saya pas nerangin paling, rata-rata 60% yang memperhatikan, yang lain masih ini (masih belum memperhatikan). Yah kalo masalah mengkondisikan siswa itu dalam pembelajaran, saya akui belum bisa. Paling cuma bentak, paling 10 menit rame lagi. Makanya pas kemarin di 7.1 saya langsung ngomong, nanti rame lagi (maksudnya tiap habis ditegur pasti nantinya rame lagi). Tapi itu yang buat saya kagum, mereka pas dikasi tugas, (hasilnya) bagus-bagus terus. Cepat, trus bagus. Itu rata-rata kan, misalnya tak liat kalo ulangan harian bagus. Berarti saya nilai, mereka udah belajar sendiri. Dibanding 7.2, tapi saya belum mampu itu untuk (bikin suasana kelas) kondusif.Rata-rata harusnya kan kurva normal yang pintar yang meneng itu sedikit, yang banyak itu yang sedang, yang nakal sedikit, itu normal. Tapi ya itu kalo kalian observasinya di kelas 8.5 9.5, tidak normal itu, yakin. Banyak yang, wah kalo kalian lihat, 1 bab aja, bayangkan 1 bab gak masuk-masuk, nah kan bingung ya itu, tantangannya itu.

(313) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 295 P: Kalo Bapak kan emang suka becandaan dengan murid, itu tujuannya juga memotivasi secara gak langsung kan Pak?Itu berasal dari Bapaknya sendiri yang memang suka humor atau memang pengen mengenal siswa lebih dekat? G: Ya emang watak saya, senang becanda tapi ya harus siap diejek, bahkan sampe di facebook banyak itu, anak-anak itu pada senang bercanda.Saya itu prinsipnya begini, mereka itu takdirnya kita gak tau, kalo saya “wohh kamu ini”, kasian, ya emang ada yang sampe begitu, tapi ya gak berani. Mendidiknya perlahan-lahan lah, tapi ya itu harus siap diejek. Tapi intinya mereka itu senang bercanda ceria. Ya itu untuk mengetahui dalamnya mereka, karena kan nati kalo ada kasus-kasus, malah yang lebih hapal itu yang akrab. Hanya itu mengenal lebih dekat aja lah, biar mengenal informasi-informasi tentang siswa. P: Selama pembelajaran Bapak sering membagi dalam kelompok gak sih untuk diskusi bareng? G: Pernah 2 kali tapi gak berjalan. Tapi malah senang, malah ngobrol, jadi saya gak mau lagi. Ya udah paling menerangkan papan tulis.Untuk motivasi, saya pake notebook di ruang pertemuan sini, untuk yang penting-penting, cuma itu doang. P: Jadi bagi kelompok biar siswa senang? G: Gak jalan , kalo di SMP saya gak jalan, kalo dibagi kelompok malah senang, malah ngobrol gini. Kalo di SMP 6 jalan, gak ada yang ngobrol, ya diikuti. Makanya kalo di SMP swasta teori-teori yang ada dikuliah gak ada blas, mau teori pembelajaran apa, gak ada blas, susah, kita sendiri yang meraciknya. P: Jadi pada awal mencoba membagi kelompok itu untuk mencoba teori yang didapat dari kuliah tapi ternyata disini tidak berjalan.

(314) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 296 G: Kemarin saya main ke pantai misalnya, temanku di Muhammadiah sana, malah lebih parah, dia bisa bikin LKS, (tapi siswa) gak mau fotocopy.Kalo (di sekolah) swasta itu gak bakal jalan. Mungkin kalo di (sekolah) negeri jalan.Mungkin mereka yang menciptakan metode apa atau pendekatan apa, mungkin penelitiannya di negeri saat itu.Tapi diswasta mungkin gak tau gimana. Yaini kuliah yang terbaik ya disini. Mungkin kalo saya ke negeri, kan gak selamanya disini, mungkin enak.Tapi ini sebagai pengalaman juga lah, malah unikloh, bikin stres ilang loh kalo ngerjain orang satu (siswa). P: Jadi metode bapak di kelas, bagi kelompok itu buat siswa agar saling kerja sama menyelesaikan satu masalah, tapi ternyata bagi kelompok gak bisa (gak efektif). Cara Bapak gimana agar mereka tetap senang tapi tetap saling kerja sama? G: Belum bisa e, belum tau. Soalnya gara-gara bagi kelompok 2 kali kemarin itu, malah saya yang aktif. Kalo (siswa) di 7.1 malah gak aktif, langsung 'baca!'. Kadang malah pernah (siswa komentar), ' kok baca-baca terus Pak, tugas terus', saya bilang 'kalo kalian mau tau kemampuan saya, ini!‟. Jadi 7 bab dalam seminggu, kalo 7.1 kan bagus, kritis-kritis lagi orang-orangnya. Intinya cuma itu, pengennya pembelajaran itu kita nyuruh tok, contoh misalnya master chef cuma nyuruh, dia (peserta) yang berlatih, bukan kitanya (chef). Intinya kita cuma nyuruh, asal kita punya ilmu loh. Kalo kita gak punya ilmu, wah bahaya kalo kita gak siap kan bahaya. Begitu, intinya semua pelatih atau guru (tinggal nyuruh aja). Hanya itu, eh ya tapi salah deh, malasahnya ini kan global jadi ya sulit. P : Bapak kan kadang-kadang aktif dan sukanya diskusi kelas. Jadi Bapak menerangkan, Bapak minta pendapat siswa ini apa, siswa kan menjawab, Bapak menulis.Nah itu manfaatnya buat Bapak sendiri atau buat siswa itu apa Pak?Apa siswanya biar aktif?

(315) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 297 G: Ya biar aktif P: Tapi emang benar-benar aktif juga? Maksudnya efektif gitu? G: Ya efektif, jadi intinya saya pengen tau (kemampuan) mereka sampe mana. Kalo belum tahu ya baru (materi) diulangin lagi. Tapi itu aslinya ada yang cuma bersuara tok.Yang pinter, misalnya Yani atau siapa gitu, nanti ada yang bersuara yang ikut-ikutan.Nah itu yang gak bisa dipercaya.Pas dibuktikan ya bingung. Kayak misalnya hitungan, kalo yang pinter pasti tau, (waktu anaknya) mau ngomong di depan umum kan (guru bilang) 'jangan disebutin dulu', nanti ada yang ikut-ikutan. P: Bapak tau nya ada yang suka ikut-ikutan itu gimana Pak? G: Kan setiap saya mengajar, tiap petemuan saya sering jalan, o ini, begitu (menilai siswa). Intinya saya pengen ajarkan motivasi, itu yang sulit. Guru yang berhasil itu, guru yang bisa memotivasi, bukan (sekedar) pintarnya ilmu. Percuma kita punya ilmu tapi gak bisa masuk (ke siswa). Kan transfer (transfer ilmu) to? P: Kiatnya bagi siswa yang suka ikut-ikut itu gimana Pak? G: Yah tak kerjain tadi, digarapin terus, tapi lama-lama (siswanya jadi) bisa. Aku kadang suka ngenyek-ngenyek itu loh nyeleneh, tapi (pada awalnya) dia kan malu, tapi ya udah lama-lama bisa.Tapi kadang dia juga (komentar) 'wuah Bapak ini', padahal ya gak (bermaksud jelek). P: Cara Bapak begitu itu (bercanda sebagai motivasi), muncul sejak Bapak mengajar menghadapi kelas disini atau sudah pernah (mempraktekkan) sebelumnya di tempat lain?

(316) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 298 G: Oo kalo yang begitu mah, kan saya sering ngeles.Bocah-bocahnya ya seperti itu. Rata-rata10menit semangat trus males, 'Pak, cerita!', atau main game. Rata-ratakayak gitu. Padahal sebenarnya dia bisa, tapi kekuatan 10 menit udah males. Kalo (udah) gini tak manfaatin kasi banyak tugas. Kalo ngeles saya rata-rata anak-anaknya bukan orang mampu, anak-anak swasta didaerah saya.Rata-rata karakternya ya mirip gini (dengan siswa di sekolahan), jadi saya tau. P: Kalo misalnya diskusi di kelas, Bapak menerangkan, Bapak meminta pendapat dari siswa, Bapak pernah memuji gak? G: Ya kalo jawabannya benar ya tak puji terus. Kalo salah, ya sebenarnya kode etik guru kan gak boleh menghina.Aku seringnyeleneh aja, 'woo bodo' gitu. Ya karena udah dekat, ya kalo di facebook lebih parah loh. Ya intinya motivasi, kalo saya udah bisa akrab, udah seneng, mau gak mau apa yang kita lakukan ntar diperhatikan (sama siswa), kalo udah masuk (kelas) bisa dikondisikan. P: Kalo dalam diskusi, siswa kasi pendapat dan ternyata pendapatnya salah. Bapak lebih sering mengkoreksi atau melemparkan ke siswa yang lain? G: Melemparkan, tapi jarang itu. Ya modifikasi kadang, lihat kondisi waktu.Kadang saya langsung jawab.Kalo waktu masih lama, saya lempar (ke siswa lain). Tapisaya jeleknya (sering) langsung tunjuk, harusnya gak boleh loh.Pas (masih kuliah) di UNY kulih kan, (misalnya)„sekarang tanggal berapa ya? 28?O absen 28 siapa ya?‟.Harusnyakan gitu, kalo saya, 'eh kamu, ayo berapa?', itu kan (siswanya) takut sebenernya. Tapi aku 'wis lah gak apa, kan udah akrab juga‟. Harusnya ya cara halus (seperti yang di UNY). P: Itu udah dari awal emang suka main tunjuk apa gimana Pak?

(317) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 299 G: Iya dari awal. P: Kalo misalnya jawaban (siswa) salah, Bapak (langsung) koreksi, 'O kamu salah ini', atau langsung main lempar (ke siswa lain) aja? G: Ya tergantung kondisi waktu tadi. Kalo waktu mepet, saya langsung jawab, kalo ini (kalo waktu masih lama) dilempar. Kalo misalnya saya gak bisa jawab, saya salahnya suka ngomongnya 'gak tau' atau„nanti ya‟ atau„dijadikan PR untuk yang akan datang‟. Jangan sampe (siswa komentar) 'woo Bapaknya aja gak tau',(jadi kalo gak tau jawabannya) mending langsung ngomong (jujur) aja, „gak tau‟atau„nanti dibahas besok‟, jangan sampe bohong, bahaya itu, anak-anak itu (bisa) kecewa loh. Kayak (di kelas) 7.2 kemarin, (ada anak yang) dikerasin sama guru, (saya) tak kerjain, „yo wis kamu aduin aja ke polisi‟.Yah kasian lah (siswanya), lah kan kita gak tau takdirnya (siswa) nanti. Intinya guru ini menangan. Lah orangkalo mau ngajar, guru kan belajar dulu. P: Kan pernah Pak, waktu di lab, siswa dibagi dalam kelompok, siswa disuruh mengerjakan apa, nanti hasilnya dipresentasikan di depan. Itu ada alasan gak Pak, kenapa siswa disuruh presentasi bukan dikumpulin aja (hasil tugasnya)? G: Alasannya ya itu, aku pengen coba.Kalo di (sekolah) negeri semua gitu, habis praktikum, (langsung hasilnya) presentasi.Aturan normal, kayak di UNY semua gitu. Habis kerja kelompok, presentasi, ternyata (di sekolahan ini) gak jalan kan. Ada yg disuruh maju ke depan malah diem, bahaya itu, (bisa) kelamaan nanti. Malah ada juga yang preteli tulang. Serba salah kita itu (sebagai guru IPA) harusnya mau gak mau pake alat, kayak dosen saya itu, bawa alat terus. Kita paling ya (menjelaskan) konsep-konsep gitu. Dosen fisika saya itu bawa alat terus. Tapi ya gimana, kadang saya ya faktor malas (untuk bawa alat sendiri).

(318) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 300 P: Waktu pembelajaran kadang Bapak menjelaskan materi dari awal, baru kemudian tanya jawa sedikit sama siswa, baru lanjut materi baru.Itu kenapa Pak?Apakah perlakuan terhadap kedua kelas sama seperti itu? Kenapa seperti itu Pak, apa mungkin (tuntutan) dari RPP? G: Itu kalo masalah RPP saya gak pernah lihat (gak mengacu pada RPP).Walaupun disuruh bikin (RPP), saya gak pernah (mengacu pada RPP tersebut). Yah lihat dari keseharian aja. Kalo (siswa) udah paham langsung (lanjut materi) aja. Kalo materi sulit, kemarin itu paling adhesi, kohesi, kapilaritas. Yang gampang itu perubahan zat, kan udah (dipelajari) dari SD.Ini materi perubahan zat kemarin (selesai) cuma 1 kali pertemuan, kalo di RPP kan 2 pertemuan. Trussaya lihat SKL, kalo bikin soal UAS, (juga) lihat SKL. Jadimisalnya materi suhu, di buku gak ada materi suhu, intinya cuma diterangkan aja. Kita lihat kondisi. P: Kalo di akhir (pembelajaran) Bapak beri kesimpulan? G: Iya, mengulang lagi 2 kali. P: Jadi mengulang materi dan menyimpulkan materi bukan (mengacu) dari RPP ya Pak?Tapi dari pengalaman? Kuliah? G: Kalo kuliah ya, dosen malah lebih parah. Sibuk sendiri. Kita presentasi, dosen malah asik sama tugas sendiri. Kan kalo udah masuk kelas mau gk mau Hp, laptop hilang (gak diaktifkan), (harusnya dosen) konsentrasi ke kita (mahasiswa), makanya guru menangan ya itu. Hati-hatiloh, sekarang itu siswa, orang tua kritis-kritis loh. P: Kemarin sempat di kelas 7.2 ada ulangan dadakan, itu memang benar-benar dadakan atau udah direncanakan?Alasannya kenapa Pak?Biar muridny mau belajar apa gimana?

(319) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 301 G: Ya aku pengen tau sebenarnya (kemamouan) bocah itu. Kayak bocah yang rame di pojokan itu sebenarnya bisa gak. Ternyata ya buktinya ada yang (nilainya) bagus.Sebenarnya kalo nilai itudari situ. Itu masuk nilai, buat perbaikan. Kayak kemarin ini bocah 7.2, ya diurus lah (nilainya), kan ada guru yang kadang gak ngurus, bahaya lah. Itu dari Bu Vinta(pengetahuan tentang menilai), dosen apa itu?Wah itu tiap 3 kali pertemuan (mesti kuis).Malah dia baru datang (langsung ngomong) „kertas selembar!'. Kalo ini (ulangan dadakan di sekolahan ini) kan masih dipersiapkan juga. P: Kadang waktu ulangan, ada beberapa siswa yang nyontek., Bapak melihat tapi gak menegur. G: Yaiyalah temennya aja bodoh, ya gak bisalah (percuma nyontek). Lah ini temennya udah salah, ya biarin aja lah. Tapi saya bilangin kok kadang, 'wes jangan nyontoh, temennnya aja belum tentu bener', (siswa) tetap aja gak ngerti. Ya bagus itu ya Bu Vinta kalo masalah ulangan itu, soalnya bedabeda, tapi ya gak efektif kalo (diterapkan) disini, malah bingung ntar anakanaknya.Harusnya (kalo ulangan) soalnya beda. Pengennya gitu kalo udah berjalan, tapi masih lihat kondisi itu. Kita lihat tahapan dulu. Jangan langsung gitu, gak bisa. P: Ini masalah memahami karakterisitik siswa. Kalo menurut Bapak apa saja yang ada di diri siswa yang perlu diketahui Bapak sebagai guru? Mungkin latar belakangnya,tingkat intelektualnya? G: Ya itu, psikomotorik. afektif, sama kognitif. Psikomotorik di praktikum, tapi praktikum gak jalan to. Yah tujuan utama saya sebenarnya sikap afektif bukan kognitif intelek itu. Kadang aku malah ikut terpengaruh siswa, bahasa siswa.Intinya pendidikan itu satu, sikap. Ya sekarang pendidikan berkarakter to?

(320) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 302 P: Pernah ketemu kasus begini gak pak?Ada siswa yang agak menonjol karena ada masalah diluar sekolah,entah masalah keluarga atau masalah temantemannya trus kebawa dalam belajar? G :Pas pelajaran saya belum (menemukan kasus seperti itu). Yah bocah kan biasanya curhat, yah kalo pun ada 1 atau2, paling ya ribut (di kelas). Hanya Alexsius tadi, dari ulangan 2 sampe tadi (nilainya) belum masuk. Aku sudah tanya wali kelas, ya (wali kelas) diem aja. Kalo yang lainnya gak ada. Makanya tad dipanggil, mau saya marahin, malah anaknya hilang, yang datang malah Zaenal Arifin sama Ega. Alex ini malah tetap pergi. P: Emang dia (Alexsius) di kelas sering diam ya Pak? G: Jarang masuk. Mungkin dari latar belakang, mungkin keluarganya kurang mampu atau gimana. P: Adacarakhusus gak Pak untuk mendekati siswa yang begitu? G: Saya paling bilangin ke wali kelas. Itu kan urusan wali kelas, saya gak berani sampe dekat sampe gimana. Paling (pas kasi tugas), „ayo dikerjakan!' lamalama digertak terus. Intinya saya gak terlalu mau bertindak di kelas, kan ada wali kelas. Palingbilang ke wali kelas sekali dua kali, kalo (siswanya) masih tetap (bandel) gitu, yah antepin aja, mau nilai merah ya merah, mau nilai bagus, ya bagus. P: Yang penting tadi itu menurut Bapak, kognitif, afektif, dan psikomotorik. Itu kenapa menurut Bapak penting? Apa karena hanya untuk penilaiannya di rapor?Atau gimana Pak?

(321) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 303 G: Yaudah syaratnya toh?Syarat dari kuliah (juga begitu), harusnya psikomotorik, afektif, dan kognitif. Cuma untukbuat indikator afektif saya belum bisa menilai.Pernah sekali saya sebar (lembar penilaian) di kelas 7.1. Untuk salingmenilai (antar siswa), Akbar gimana, Ines gimana,Aiban gimana. Jadi yang nilai sendiri masing-masing. Tapiya tetap gak jalan, di sini yang ada (baru) format penilaian kognitifaja. Tapiyah ini kan buat sayaaja. Psikomotorikpun gak, praktikum gak jalan. P: Berarti sejauh ini Bapak taunya kognitif mereka aja? G: Iya P: Itu pengaruhnya ke pembelajaranIPA di kelas gimana Pak? G: O jelas. Rata-ratasemakin mereka pintar, makin anteng,manut, diam, gak berisik sama yang lain, gak ngerusuhi. Aku pernah bilang (ke siswa), 'yang rame-rame itu belum tentu pinter', mereka langsung komentar 'wo Bapak ki'. Tapi ya bener, yang nilainya 89 an, diem loh, biasa aja, manut aja. Yang ratarata nilainya buruk ya itu, modelannya pecicilan gitu. Mempengaruhi sikap kok. Menilai yang terbaik itu dari facebook loh, serius, oh ternyata di luar gini toh bocah-bocah. P: Itu Bapak tau informasi kognitif siswa kan dari ulangan. Kalo afektif dan psikomotorik dari keseharian biasa? G: Ya, tapi gak dinilai secara kuantitas apa kualitas kalo angka itu? (gak dinilai dengan angka) P: Kalo tentang potensi siswa Pak, di 2 kelas ini udah ketemu belum Pak? „oh anak ini bisa nih buat ikut lomba‟.

(322) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 304 G: O ketemu banyak itu, di kelas 7.2 ada 5 anak, di kelas 7.1 ada 3 lah. Malah di kelas 7.2 paling bagus tuh, ada yang menonjol banget. Di kelas 7.1 kan sebenarnya lebih bagus (peringkat kognitifnya), malah (ketemu yang punya potensi) cuma tiga. Kemarin kan ada lomba sains ya kalah. (Anak yang ikut lomba itu) hitung-hitungan cepat. Nanti kan setelah UAS ini diputar lagi, siapa yang menonjol masukke kelas 7.1. Eh habis kenaikan maskudnya. P: Itu bapak menemukan potensi-potensi ini selama pembelajaran? Ataukalau potensi seperti debat itu gimanaPak? G: Jarang itu (yang punya potensi debat). Sayakan pengennya (siswa ikut) karya ilmiah, (tapi di sekolahan) gak jalan disini. Yang bagus ya baru 8 anak itu. P: Anak-anak yang potensinya udah ditemuin ini, dapat perlakuan khusus gak Pak? G: Belum ada sampai saat ini. Tapi nanti di semester 2 ada. Itu nanti bisa dilepas sendiri (belajar mandiri). Jadimembiasakan belajar sendiri, kalo dimanja, nanti gak ada perkembangan itu.Nanti belajar di perpus, terus laporan ke guru. Kayak kemarin sama si Yani (siswa kelas 7.1, saya bilang), 'udah besok gak usah ikut UAS, wawancara saja'.Wawancara kan bagus, nanti kan keluar kemampuannya. P: Jadi yangg punya potensi itu lebih sering didorong untuk mandiri nantinya? G: Ya intinya belajar kan belajar sendiri. P: Itu rencana Bapak di semester 2 seperti itu dari mana Pak? G: Oh itu ide saya. Yah saya belajar juga belajar dari diri sendiri. Kalo udah bisa belajar sendiri udah bagus.

(323) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 305 P: Berarti yang kelas 7 semester ini belum terlalu dibedakan? G: Ya belum. Tapikan udah tau orang-orangnya. Truskan ada juga yang pinter tapi anaknya nyeleneh, saya lihat dulu orangnya, yang patuh. P: Salah satu siswa atau beberapa siswa di kelas yang berpotensi ini, apa ada pengaruhnya ke siswa lain dalam pembelajaran?Misal dengan adanya dia, apakah yang lain jadi pengen aktif juga? G: Gak. Pernah kan ulangan dadakan, yang berhasil itu cuma 3 orang loh, nilainya 97, 82, 82 kalo gak salah. Aku kan nanya (ke siswa lain), ' ini kenapa begini? kok nilainya buruk-buruk?‟, (siswanya menjawab) „lah itu kan Yani Pak'.Malah jadi alasan (bagi siswa yang nilainya rendah), ya saya balik 'lah Yani podo makan gorengan apa bedanya?'. Yah gak ada pengaruhnya. P: Siswa itu kan ada bekal ajar, pengetahuan awal, mungkin dapatnya dari luar.Cara Bapak untuk melihat sejauh mana sih pengetahuan awal anak sebelum diberi ilmu itu gimanaPak? G : Itu saya belum tau malah. P: Kayak pretest itu Pak? G: Belum, ya itu paling pas ulangan dadakan. P: Ketemunya (pengetahuan awal siswa) disaat tak terduga berarti? G: Nah itu. Kalo pas awal gak ada, yah dariRPPwong gak ada blas (gak ngikutin RPP).

(324) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 306 P: Kalo kesulitan belajar gimanaPak? Selain matematika dasar,mungkin konsep bingung, apa gimana gitu? G: Ya jarang, paling ya matematika.Yah hambatannya cuma satu itu, rame tok. Ada jugasiswa di kelas 7.1 gak pernah garap tugas. Tapi intinya rame itu. P: Nah tadi kan Bapak bilang gak mengacu pada RPP, itu kenapa Pak? Apa karena prakteknya gak sama, apa gak penting? G: Ya penting, aku kan baru awal di sini, belum tau. Pas bikin RPP. Kok ya beda semua (antara RPP dan praktek). Sekarang lihat (kondisi) dulu, besok-besok jadi tahu, o kemampuannya segini. Padahal udah tak bikin loh latihanlatihannya, eh ternyata kondisinya begini. Kalo semester ini gak sesuai blas (antara RPP dan praktek). P : Berarti nanti di semester 2 ada rencana ubah RPP Pak? Jadinya semester 1 ini adaptasi dulu, nanti semester 2 baru perubahan RPP sedikit-sedikit? G: Ya karena kan RPP udah banyak toh. Aku ikut yang itu (mengikuti RPP), ternyata malah gak bisa. P: Jadi buat RPP, baru tahun ajaran kemarin ya Pak? G: Kan sebenarnya udah semua (sudah punya RPP), dokumen ada banyak, tapi ya salah semua (karena gak sesuai antara RPP dan praktek), gak sesuai, kalo cumabuat administrasi gampang itu. P: Untuk administrasi itu kapan (membuatnya) Pak?

(325) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 307 G: Setelah UAS, ada rapat. Ini juga udah dikerjakan. Tapikan saya masuk (ke sekolah) baru-baru ini, belum tahu kondisi (sekolah dan siswa), tapi ya lamalama enak. P: Udah ketemu belum metode (mengajar) paling pas buat kelas yang Bapak ajar? G: Belum,masi rame. Tapikalo saya perhatikan pengen modelnya kayak guruguru lain. Tapi ya yang (kelasnya) anteng itu (karena kebetulan dengan), ratarata guru-guru keras. Aku gak berani nya itu. (Siswa) merhatiin tapi gak dong, buktinya di tes ya gitu. Tetap belum bisa (dipraktekkan). P: Kendala utamanya apa sih Pak kok belum menemukan metode paling pas? G: Ya tadi kan, karena rame, menandakan (siswa) belum siap. Aku pengennya humor,lembut, tapi (siswa) patuh gitu lo. Pas (waktunya)dengarkan, ya dengarkan.Pas gojekan, ya gojekan. Pengennya gitu, pas saya menerapkan yang pokok (menjelaskan materi pokok), malah rame, (jadinya ya) belum bisa. P: Menurut Bapak materi yang Bapak sampaikan ini sudah urut belum Pak?Sesuai buku apa gimana? G: Ya sesuai buku panduan yang udah dibagikan ke siswa, ya ikut aja. P: Kalo menurut Bapak pembelajaran IPA yang mendidik iu seperti apa? G: Yang mendidik itu ya sikap itu. IPA alam semesta itu, ayat-ayat Qur'an, nanti kamu tahu Tuhan sebenarnya siapa, dibuktikan dari ayat-ayat Qur'an, ayatayat alkitab, atau ayat-ayat kitab masing-masing. Tapi masa bocah (diajarin) sampe segitu, paling ya sikap. (Sikap) sehari-hari.

(326) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 308 P: Yang baru kebaca banget kan baru kognitif, efktif dan psikomotorik belum. Ada ide gak Pak untuk melihat afektifdan psikomotorik? G: Belum. P: Bapak kalo mengajar pernah pake mediaselain papan tulis? G: Pernah pake viewer, tapi mau ga mau ya disini (di laboratorium), itu 2 kali pertemuan buat kelas 7.1. Kadang (yang ditunjukkan) motivasi. Kalo fisikanya ya simulasi-simulasi, itu pasti setiap kalo udah jenuh. Ini kelasnya udah banyak dikasi tugas, „yo nonton yo‟. P: Bapak berpikiran itu kenapa Pak? G: Ya jenuh, aku juga udah kenuh, intinya (yang ditunjukkan ke siswa) motivasi sikap itu. P: Keuntungan kerugian pake media itu apa Pak? G: Ya senang bocah itu (bukannya belajar), kerugiannya itu.Keuntungannya kan visual,(siswa) jadi tau. Kayak dosenku ku itu yang seringbawa alat itu (dengan bawa alat bisa langsung lihat alatnya seperti apa, percobaannya seperti apa, tidak cuma membayangkan saja). P: Kadang kita kan sudah punya rencana, tapi ternyata waktu masuk kelas, keadaan kelas tidak mendukung.Mungkin rame, atau siswa gak mendengarkan. Lah kadang kita jadinya harus membuat keputusan yang berbeda dari rencana.Ada contoh dari Bapak gak yang seperti itu?

(327) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 309 G: (Kalo sampe rame dan gak memperhatikan) saya marah lah, bentak-bentak gitu, (nanti siswa) langsung diem. Kalo udah gaduh banget tapi (bentakbentaknya). Kalo (ramenya masih) biasa, paling (saya) liatin. Kadang saya juga sudah ngerencanain, ini bocah-bocah mau diapain ya. Intinya jangan serius lah. Tapi ini kalo di swata, kalo di negeri kita harusup to date.Waktu lesson study di SMP 6, wah pintar-pintar. Kita (sebagai guru) harus wawasannya luas juga, kalo wawasannya cuma buku, wah (bisa) kalah(dari siswa) itu. Kalo di sini, beli buku aja gak mampu. Tapi yang penting ya jalan (masih bisa belajar). P: Sering tidak ambil keputusan mendadak seperti itu? G : O ya sering. Kadang di kelas pas kasi tugas, ada anak yang suka cari perhatian, 'ini bener gakPak?',yang kayak gitu yah saya nilai juga itu. Tapi aslinya saya perhatikan banget (tingkah siswa yang seperti ini). P: Untuk saat ini yang bisa dipantau kan baru kognitifnya. Contoh instrumen yang biasa Bapak pake itu apa? G: Ya tugas, ulangan harian, bikin PR. Tugasnya banyak itu, kadang (memberi) tugas juga gak terencana itu. Misal kalo kelas rame banget, saya langsung kasi tugas. P: Keaktifan bisa jadi pertimbangan gak Pak?Misal ini anak aktif tapi tahu-tahu nilainya rendah. Ini bisa jadi pertimbangan gak Pak? G: Ya kadang saya juga mikir, tapi ya ditanyakan lagi, ini kenapa gini. Sayakan mintanya datangkan, walaupun dia bagus. Pernah itu, tapi ya paling ditambahin sedikit (nilainya).

(328) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 310 P: Menurut Bapak manfaat dari ulangan dan tugas itu apa? Apa hanya untuk memenuhi tuntuan nilai di rapor apa gimna? G: Untuk lihat keaktifan siswa aja. Jadi kalo siswa nakal harus di dorong dulu (nilainya, dengan memberikan tugas-tugas), biar UN agak terjaga (nilainya).Sebelum itu kan dirapatkan (oleh guru-guru), KKM saya kan 72 untuk IPA, biar nanti bisa lulus (KKM rendah agar siswa yang bermasalah dengan nilai tetap bisa lulus). Kaloyang ngeyel (bandel) kayak Alexsius itu. Yah tugas-tugas terus untuk (nilai) keaktifan.Yah utamanya belajar sendiri yang buat pinter itu. Jangan (sampe guru) nerangin banyak, tapi malah gak ada hasilnya. P: Instrmen penilaian ini pernah gak dikembangin? G: Oiya saya pengennya buat LKS. Udah bisa (terealisasi) itu sebenarnya.Tapi ya gimana, lihat-lihat dulu siswanya, fotocopy nya. Bocah-bocah itu, 'masa segini bayar?, ya mau gak mau saya fotocopy selembar, tapi itu ya juga cuma soal, pengennya ya LKS. P: Lembar praktikum kemarin dikumpulin gak pak? G: Cuma dibawa siswa, dilihat tok, gak dinilai, nanti (saya) tugas aja.

(329) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 311 Transkrip Wawancara dengan Guru B Jumat 28 Nov 2012 P = penanya G = guru P : Hhmmmm, ini kan masalah karakteristik siswa, ya kalau menurut bapak, yang paling penting diketahui bapak dari masing-masing siswa itu apa pak? N : Yang sangat penting bagi anak adalah kesiapan untuk belajar, ya kesiapan untuk belajar itu menerima dan mengembangkan dari pembelajaran itu sendiri, itu yang paling penting. Menyiapkan untuk belajar P : Kira-kira selama ini tuh bapak, kelas yang 7F saja ya pak ya, itu hapal nama setiap siswa ga pak? Sebagian besar gitu? N : Ya sebagian besar hapal tapi tidak semua, khususnya anak-anak yang butuh perhatian khusus, taruhlah misalnya butuh perhatian khusus ada beberapa siswa yang mungkin agak ...... gt, mungkin secara mental untuk anak, itu belum terbentuk mental belajar atau anak yang bisa dipakai sebagai teladan bagi teman temannya itu juga P: Kira-kira alasannya apa pak? Kayak gitu tu perlu bapak ketahui? N : Untuk memetakan jadi untuk memetakan kondisi siswa secara klasikal, jadi mana anak yang butuh perhatian khusus, kalo yang perlu pendampingan lebih kemudian ada anak yang memang, hhmm apa ya, secara kontak sosialnya itu belum, belum bisa, karena rata-rata kan anak sekarang cenderung untuk individu, egois tinggi dengan karena mungkin pengaruh di rumah ya, gitu, jadi perlu. P : Kalau menurut bapak, perlu adanya pemetaan kan, itu dapat ide pemetaan itu dari mana? Apakah sudah kebiasaan bapak dulu mengajar, atau mungkin

(330) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 312 waktu dulu bapak kuliah, bapak mendapatkan ini diharuskan untuk memetakan ini untuk mengetahui siswa atau gimana? N : Yang pertama memang itu sudah harus dilakukan oleh seorang guru, mau gak mau memang harus tahu masing-masing siswa, yang kedua memang dibutuhkan juga untuk sekolah dan yang ketiga untuk anak itu sendiri untuk perkembangan. Lalu terutama diperoleh berdasarkan pengalaman- pengalaman, anak akan tetap maju, anak akan belajar dengan baik kalau, kalau kita bisa menyelami ya, permasalahan-permasalahan yang ada di diri anak khusunya tentang perkembangan P : Kira-kira kapan pak, waktu awal bapak mengajar tuh, waktu awal memetakan itu mengalami kesulitan atau bisa lancar sampai sekarang? N : Ya proses, jadi proses itu tidak langsung begitu ketahuan lalu untuk, meskipun sudah ketahuan pun juga perlu ada pengkajian ulang, jadi segala informasi dibutuhkan, baik dari orang tua, dari anak itu sendiri, dan guru, teman-teman itu dan khususnya BK, biasanya bimbingan konseling itu secara khusus memberikan dialog pribadi itu terhadap, la itu masukan-masukan harus cukup, dan prioritas bagi anak-anak tertentu, jadi tidak lalu semua harus mengikuti itu, tapi oohh si ini kelas ini, yang tidak anu ini. Misalnya si A yuk kita itu, jadi prioritas, lalu yang sudah masuk kategori siswa umum ya kita P : Kalau pengaruhnya bapak mengenal itu semua ke khususnya mata pelajaran IPA yang bapak ampu itu? N : Ya itu juga untuk menjalin komunikasi. komunikasi dalam pembelajaran jadi pembelajaran yang diharapkan ada timbal balik, tidak hanya satu arah sehingga kalau ada komunikasi, kita bisa mengetahui titik-titik yang perlu kita sampaikan, kemudian situasi saat kapan kita bisa memasukkan materi intinya, kapan kita bisa mengadakan pendekatan secara humanisnya

(331) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 313 P : Kalau tentang potensi siswa pak, dikelas 7F itu bapak sudah ada gak menemukan potensi baik dari kognitif, afektif, psikomotorik dari siswa? Owh, anak ini kayaknya kognitifnya nonjol deh, kalo anak ini afektifnya N : Ya secara individual klasikal belum, karena nanti targetnya sampai semester satu. Jadi kalau secara akademis itu akan terlihat dari hasil belajar. Secara proses sudah mulai, jadi pemetaan tadi sudah mulai dari hasil mid itu ya, namun itu semua kan masih dalam bentuk konteks proses, jadi anak belum bisa di lihat potensinya yang menonjol tetapi dari pemetaan dan proses tadi mulai bisa meruncing sebab-sebabnya sudah mulai kelihatan sehingga untuk langkah-langkah selanjutnya entah pemberian nasehat, kemudian penempatan tempat duduk itu sudah mulai kita atur dengan melihat kondisi siswa P : Jadi perlakuan khusus ke anak-anak yang kayaknya ada potensi ini yang pindah tempat duduk itu maksudnya gimana pak? N : Ya kalau anak-anak misalnya owh si A ini secara akademis kurang ternyata dia di kelas ribut, ya ini kan harus kita sesuaikan, berarti anak ini supaya tidak, apa ya, bisa konsentrasi dalam belajar, kita pindahkan. Untuk menciptakan supaya kelasnya bisa belajar dengan baik dan sekali lagi itu tidak bisa secara pressure yang keras, jadi kita terus pendampingan P : Meskipun sudah ada namun belum terlalu digimanakan anak-anaknya itu, apakah anak-anak yang mempunyai potensi tersebut mempengaruhi kelas selama pembelajaran IPA? N : Untuk kelas satu belum, karena masih tanda petik ya, anak masih boleh dikatakan baru mencari jati diri, cuma kalau anak itu cenderung sudah mulai mengetahui antar teman, oohh si A pinter ini, si B pinter ini, itu mulai, lalu dia akan mulai menata tanda petik belajarnya, bertemannya P : Sekarang tentang ini pak, kan siswa itu terkadang datang ke sekolah itu pikirannya sudah ada bekal. Mungkin gini pelajaran, pengetahuan awal itu lo pak, mungkin dia pernah mendapatkan mungkin macam-macam zat cair,

(332) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 314 padat gas itu SD kalau bapak menilainya itu namanya bekal awal ajar siswa, bapak pernah mengetahui gak yang semacam itu? N : Ya, kami lebih cenderung bukan menggali dari awal situ tapi dari kesiapan anak untuk menerima materi, jadi lebih dari itu untuk mengetahui kesiapan karena berdasarkan pengalaman bahwa untuk khususnya sekolah-sekolah swasta, tetep yang namanya keragaman sangat tinggi, jadi meskipun kita tahu A ini kemampuannya sekian ini, tapi kita tetep akan memberikan materi yang sama P : Trus caranya bapak mengetahui kalau siswa sudah mempunyai seperti itu, apa dengan pre test, kaya gitu-gitu pak, apa cuma melontarkan pertanyaan secara lisan? N : Pertanyaan-pertanyaan secara lisan dan nanti akan dilihat dari hasil yang lain, jadi tidak ada pre test khusus untuk mengetahui siswa P : Keuntungan kelas yang siswanya mempunyai bekal awal itu dengan yang tidak itu apa pak keuntungannya sama kerugiannya? N : Kalau di usia-usia SMP ini ya, biasanya anak itu sudah mempunyai kemapanan dalam me‟menit‟ waktu dalam belajar. Itu pasti akan merasa kalau bisa ini, ini, ini, jadi konteksnya adalah memenit kontinuitas belajar, nah yang menjadi kendala itu tidak semua anak seperti itu jadi yang namanya kebutuhan belajar, untuk apa belajar itu dari segi anak-anak itu, sekian persen anak belum mengetahui itu. P : Kalau tentang kesulitan belajar pak, di kelas 7F itu kesulitan belajar apa yang sering bapak temui? N : Ya sebenarnya kalau dikatakan sulit, tapi kalau saya apa ya, kalau sulit belajar secara makro koq ya gak ya, mungkin kalau dalam mengitung, mengaplikaskan itu, tapi dari segi itu sebenarnya bukan karena anak itu tidak mampu, tapi anak itu kurang gigih dalam belajar gitu lo, jadi manya kan instan, kemudian yang siap saji itu tadi ya. Itu, jadi kalau apa, menurut saya

(333) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 315 bukan sulitnya itu tapi cenderung anak yang biasanya seperti itu adalah yang belum bisa memanfaatkan waktu dengan baik, nuka karena gak bisa P : Hal-hal ini bapak tau dari mana? Bapak tau sudah nilai terkumpul atau selama proses? N : Dalam proses, jadi berdasarkan pengalaman, kalau saya simpulkan itu begini, jadi anak itu akan bisa bukan saat itu, tapi mungkin nanti di kelas dua dia akan juga semakin lancar jadi apa yang diberikan di kelas satu dia ingat, nah itu kuncinya ada di belajar kontinue tadi maka kalau saya katakan mungkin kondisi anak yang berbeda-beda tadi ya saat itu tidak bisa misalnya oh ternyata gak bisanya karena sesuatu hal ya. La ini perlu pendampingan secara khusus P : Kekurang gigihan siswa ini merata ga pak kalau di 7F? Kalau misalnya ga, bagi anak-anak yang masih jauh kurang dari temannya, ada perlakuan khusus ga? Mungkin asehatnya lebih gimana, atau personal? N : Lebih banyak yang tidak artinya lebih banyak yang belum bisa belajar, memang beberapa ada anak yang belum, ini memang apa ya, butuh kesabaran, butuh waktu, dan pendampingan jelas secara khusus jelas, mulai pemanggilan, kontak dengan orang tuanya itu jelas, sekaligus juga karena yang namanya ....... orang tua juga tahu, dan minimal nanti kalau ada hal-hal yang terkait dengan siswa terutama tentang nilai dan lainnya, orang tua bisa tau P : Sekarang masalah perencanaan pembelajaran ya pak. Kalau dalam mengajar mestinya ada perencanaan, itu kalau saat ini tuh, perencanaan pembelajaran yang pernah bapak buat apa pak, bentuknya pak? Kayak mungkin silabus, RPP mungkin atau mungkin nulis-nulis lagi kalau mau mengajar, mikir-mikir lagi? N :Kalau dari awal yang namanya silabus itu namanya perangkat pembelajaran itu pasti, tapi berdasarkan dengan sudah berjalannya mengajar itu, dari

(334) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 316 administrasi secara tertulis itu di tata di belakang ya istilahnya, tapi lebih dari itu lalu didalam penerapan adalah berdasarkan dengan kisi-kisi ya silabus, kemudian ya materi ajar di situ lalu dipetakan dalam kelompok kelompok disesuaikan dengan situasinya. Jadi pembelajaran mungkin tidak sama satu dengan yang lain urutannya gitu lo, urutannya tidak sama tetapi disampaikan kepada anak, kurang lebihnya intinya harus masuk, la kapan masukknya itu lihat juga situasi P : Terus kalau pembuatan RPP, yang administrasi itu mengalami perubahan secara personal? Dengan berjalannya kurikulum yang terus berubah? N :Kalau itu beberapa kali ya, dan itu pun bersama-sama, jadi kita susun, kita ubah, kita edit itu bersama-sama P : Kalau menurut bapak, membuatan perencanaan pembelajaran, lepas dari RPP dan silabus yang itu administrasi, itu menurut bapak perlu ga sih kayak gitu? N :Secara formal, formalnya perlu dan proses juga perlu tetapi nanti dalam acting di kelas kita perlu lihat yang paling penting adalah pemahaman dan mengetahui situasi anak. Jadi secara administrasi itu sangat perlu, diperlukan tetapi untuk konteks lapangan kita harus lebih mengedepankan kondisi itu P : Dari sejak awal pertama kali bapak mengajar sampai sekarang, itu ada berapa kali pak perubahan gaya mengajar, pengalaman mengajar bapak ke siswa? N :Kalau berapa kalinya, ya banyak kali tapi kalau itu digolongkan kan, saya sudah pernah mengajar di dua tempat ya, paling ga pengalaman situasi daerah, keluarga, lingkungan itu sangat berpengaruh terhadap kondisi siswa itu. Terus untuk gaya mengajar tadi menyesuaikan, jadi dimana saat saya harus memang memasukkan inti yang saya sampaikan, saya harus memberikan dengan serius tapi disaat saya harus bisa mengkomunikasikan dengan anak, supaya anak itu juga ada komunikasi itu ya bisa disampaikan dengan rileks, entah itu dalam bentuk latihan, entah dalam bentuk diskusi kelompok lalu dari situ kita akan lihat pemetaannya. Salah satu contoh

(335) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 317 misalnya saya mengajar tentang ciri-ciri makhluk hidup, ternyata waktnya tinggal sedikit gitu ya, tinggal, untuk alokasi waktu itu tinggal sedikit, oh coba kalau saya bentuk kelompok ini, oh ternyata anak anak adalah kalau kelompok ini sudah ini, lalu nanti hari berikutnya gaya saya mengajar , yang sudah-sudah ini lalu disebar untuk kelompok berikutnya, begitu. Pernah sudah saya lakukan, kalau ini tempatnya di daerah-daerah terpelosok ya, itu artinya secara fasilitas itu kurang, itu adalah tutorial sejawat. Jadi kalau kita lihat anak-anak yang sudah bisa, misalnya satu kelas ada lima anak, nah lima anak ini kita berikan soal-soal sebelumnya lalu untuk melatihkan pada temantemannya P : Ada kesulitan-kesulitan ga pak, setiap kali mau mencoba pengalaman mengajar baru? N :Kalau kesulitan sih, kesulitan secara individu tidak ya, tapi yang dirasakan itu feedback dari anak jadi oh kalau begini kok hasilnya belum, kita yang lebih cenderung ke abstrak, jadi kesulitan itu bukannya dari kitanya, karena kita rencanakan sesuai kesenangan kita, kehendak kita tapi feedbacknya itu yang kita rasakan, karena gaya yang sama diberikan pada siswa yang beda atau kelas yang beda juga tidak sama P : Kalau masalah materi nih pak, bapak tuh mengacu materinya itu berdasarkan buku pegangan yang dimiliki siswa atau mungkin berdasarkan skl yang dianjurkan pemerintah mungkin untuk UAS akhirnya? N :Pertama dari silabus, materi dari silabus yang kedua, pegangan dari guru dan siswa artinya guru dan siswa itu mengadakan kesepakatan buku yang kita pakai untuk acuan bersama itu, lalu saya memberikan buku tambahannya. Jadi yang paling pokok dari buku yang sudah dimiliki oleh siswa itu P : Kalau gini pak, misalkan ada dua kelas ya pak, yang kelas mungkin sudah menghabiskan lima bab, trus yang kelas ini cuma tiga bab, itu modifikasi bapak mengenai materi itu gimana pak? Apakah kelas ini bapak beri ringkasan yang dua bab itu, atau kelas ini?

(336) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 318 N :Tergantung, jadi kadang yang saya lihat oh kelas ini ternyata banyak yang malas, oh kelas ini banyak yang rajin, bagi yang malas ya kontekstual belajarnya ya banyak menulis. Misalnya kalau ulangannya ya, tidak hanya sekedar menjawab abc, tetapi ya menjawab huruf dan kalimatnya, jadi untuk pembiasaan lalu kemudian bagi anak yang masih dalam koridor yang sangat malas nanti disendirikan dalam artian diberikan tugas tambahan, sementara kami berjalan, karena sudah saya utarakan tadi, jadi anak bisa iu bukan saat itu, tapi kita olah anak itu mau belajar dulu P : Bapak bilang diawal tadi tentang kognitif, afektif,psikomotorik siswa kan belum terlalu kelihatan pak di kelas satu semester satu, tapi emang baru agak kelihatan dari kognitifnya saja, ada ga pak untuk bapak melihat afektifnya siswa dan psikomotorik siswa meskipun belum terlalu gimana,cara untuk melihatnya? N :Ya cara untuk melihatnya dari ulangan-ulangan harian ya, terus yang kemudian aktivitas di kelas jadi kalau anak itu dari segi tatapannya, dari segi cara menjawab, itu kan mulai kelihatan dari situ afektifnya. P : Jadi tidak memakai tugas tertentu yang, oh ini tugas ini saya kasi ke mereka untuk melihat afektifnya, gak ya pak? Ada blangko penilaian tersediri ga sih pak? Berarti dalam rapornya itu, hanya kognitif nilainya saja pak? N :Gak, biasanya secara umum. Gak ada. Untuk awal-awal ya secara umum. iya P : Kalau pembelajaran IPA yang mendidik itu menurut bapak itu gimana pak? N :Kalau saya katakan demikian ya, jadi dari sekian tahun saya mengejar itu ternyata bukan memandaikan anak tetapi anak itu menjadi pandai dengan siswtem pembelajaran yang baik. Sistem pembelajaran yang baik untuk anak itu adalah mengena secara positif. Contoh misalnya saya pernah mendengar dari siswa saya, sepuluh tahun silam, dia mengatakan bisa belajar IPA itu bukan saat saya mengajar IPAnya, tetapi lebih cenderung gaya mengajar tadi ya, oh pak bambang itu kalau mengajarkan ini dulu gini gini gini, dan dia lalu

(337) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 319 mencari. Contoh misalnya gampangannya saya bisa Hukum Newton bukan karena pak bambang, tapi oh waktu pak bambang mengajar hukum newton, lalu dia mengembangkan lagi P : Kalau kegiatan pembelajaran IPA pak, media yang paling sering bapak gunakan dan menurut bapak paling efektif pada umunya apa pak? N :Ya sebenarnya ada kombinasi antara visualisasi dan ceramah ya, cuma kendala sekarang ini adalah kesulitan anak mendengarkan itu sudah mulai menurun menurut saya, ini agak sulit jadi media apapun kalau kondisi tadi ya kalau situasi anak untuk mendengarkan belum tercipta, metode apapun ya belum jalan. Misalnya dengan lcd, dengan power point misalnya tapi anak juga belum in juga gak akan jalan, jadi menurut saya adalah membuat suasana anak belajar dulu P : Cara untuk menarik perhatian mereka yang belum terlalu fokus ke bapak mengajar gimana pak? N :Biasanya saya kan kadang kalau sudah membuat rangkuman ini ya, oh jadi anak ini memang belum merata gitu ya, oke mari kita ...... catatannya ini dengan ditatap jadi anak menulis, jadi tidak hanya coba dibuka itu trus ditulis, tetapi kita ngomong. Jadi anak mau ga mau, entah berapa baris, dia menulis P : Gini pak, kalau sebelum mengajar kan ada perencanaan, ketika di lapangannya belum tentu semua rencana itu diterapkan di lapangan, mungkin bapak kan harus mengajarkan materi ini sedangkan keadaan kelas masih ribut atau gimana tidak menerima bapak itu contoh contoh keputusan yang bapak ambil menghandle kelas ini supaya bisa menerima materi bapak apa? N :Butuh kesabaran jangan lalu kita memprioritaskan dari materi yang akan kita sampaikan, contoh saya akan mengajarkan tentang tekanan, sudah dalam gambaran itu tekanan dalam zat padat, cair dan gas, lah rencana nya misalnya sampai tekanan hidrostastis, naha kalau kita punya waktu tadi kan seharusnya banyak latihan, eh ternyata koq belum misalnya kita kondisikan supaya anak

(338) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 320 juga tidak tertekan tadi tapi minimal masuk dari kompetensi dasar yang akan kita sampaikan, misalnya anak memang harus tau membedakan atau menghitung tekanan untuk zat padat dan zat cair, jadi tinggal dua kan, padahal harusnya sudah lima atau berapa gitu, jadi skalanya sudah sesuai dengan kompetensinya P : Pernah ga pak, tiba-tiba karena keadaan kelas sudah ramai, bapak juga sudah pusing gitu ya pak, tiba-tiba ngasih ulangan mendadak atau apa yang bikin mereka mengerjakan sesuatu itu pernah ga atau tugas yang harus dikumpulkan hari itu juga? N :Kalau, kalau perubahan metode jelas dilakukan ya, tetapi tidak semata-mata hanya untuk emosional jadi misalnya kita saat itu akan menjelaskan tapi mungkin kondisinya lain, tidak hanya dari siswa ya, mungkin dari sekolah ada, ini ada panggilan untuk rapat dan sebagainya, maka saya harus segera untuk mengalihkan, ya itu juga jadi itu jelas sangat sering melakukan manuver dalam pembelajaran, entah dalam bentuk tugas atau mengerjakan soal-soal P : Komunikasi dengan siswa selain di sekolah, maksudnya untuk di luar sekolah apakah ada pak? N :Kalau secara khusus tidak ada tetapi secara program terbeban pun misalnya belajar studi di lapangan ya, jelas-jelas pernah ada atau di saat-saat kegiatan. Jadi biasanya anak-anak ini beberapa ya yang bertanya itu diluar jam pelajaran itu kondisinya sudah beda dalam kegiatan dalam apa. Biasanya anak yang aktif dalam kegiatan biasanya komunikasinya baik lalu kesulitan tidak hanya materi khusus IPA, tetapi materi yang lain-lain kadang juga P : Itu bentuk les atau pas ketemu lagi sama bapak? N :Spontan, jadi ada rileksitas di situ P : Keuntungannya ada komunikasi seperti itu apa pak?

(339) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 321 N :Ya anak lebih enjoy dan itu lebih mengena, jadi tidak ada unsur keterpaksaan P : Masalah penilaian dan evaluasi pak, kalau menurut bapak aspek apa, dalam pembelajaran IPA itu yang bisa dievaluasi atau dinilai? N :Ya sebenarnya kalau IPA sangat banyak ya, aspeknya misal kognitif, afektif, ya psikomotoriknya, tetapi itu kan bisa diberikan dalam bentuk eksperimen, kalau di ekseperimen itu jelas ya, itu ada, trus kalau di kelas, saya lebih mengedepankan proses logika berfikir. Jadi kalau kita mau mengajarkan, taruhlah kecepatan begitu ya, ya kadang kita ambil praktisnya dulu ya, anak biar tahu rumusnya, oh jarak ini rumusnya kecepatan kali waktu tapi suatu saat kita akan memberikan suatu umpan balik yang sifatnya untuk bermain logika ya, kalau kamu lari sini sampak sana cepat siapa? Waktunya berapa?jaraknya sama gak? Kecepatannya berapa? Artinya kita melatih anak untuk berlogika P : Kalau kelas satu itu pak, afektif dan psikomotorik belum terlalu di eksplore, kalau kelas delapan sembilan apakah udah? N :Kalau saya mengambilnya secara umum ya, jadi nilai tuntas tidanknya aja ya gitu, itu kalau sudah masuk ranah umum ya, tapi kalau secara khusus tadi kita menyampaikan kepada anak anak yang kurang tadi apalagi sekarang kecenderungannya adalah anak punya nilai minimum ketuntasan, ketuntasan minimum KKMnya. Jadi kita lihat dari situ, tidak dari segi per aspeknya itu tidak P : Apa ada pertimbangan khusus pak, untuk siswa yang misalnya dia aktif , aktif kan untuk diminta pendapat, untuk diminta bertanya dia aktif, tapi ketika tibatiba nilai ulangannya tau-tau jatuh, apakah ada pertimbangan oh anak ini aktif koq? N :Sangat banyak, sangat banyak pertimbangan, tidak hanya sekedar itu ya, tapi pertimbangannya misalnya anak dalam kondisi sakit, ya anak dalam kondisi sakit tidak ikut ulangan dan sebagainya, memang dia proses sakitnya lama itu

(340) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 322 juga ada pertimbangan-pertimbangan khusus. Sejauh anak bisa mengikuti pembelajaran. Ibaratnya kalau kesulitan tentang rumus-rumus ya, tapi anak itu sudah tau, oh mengukur jarak ini satu saja misalnya dia sudah, kita langsung memberikan tuntas gak masalah, meskipun sebenanya kalau diberikan sepuluh soal lagi, dia hanya bisa mengerjakan dua. Jadi pertimbangan khusus sangat banyak dan beragam. Dan lebih dari itu juga nuansanya adalah nuanasa perkembangan dari siswa itu sendiri. Jadi biasanya sekolah kami ini juga mempertimbangkan anak naik dan tidak itu bukan hanya di ....... di salah satu mapel ya, tapi anak itu bisa mengikuti secara bersama sama atau tidak, kalau tidak kita menyarankanlah misalnya dikembalikan ke orang tua dengan pertimbangan bagaimana, orang tua menerimanya bagaimana, nah ini kan saya jelaskan tadi P : Kalau kognitif sendiri pak, instrumennya selain ulangan kan ada tugas, itu variasi apa yang ada ditugas itu pak, misalnya cuma kasi soal mereka disuruh mengerjakan atau meraka? N :Kalau variasi ya biasanya soal yang spontan tadi ya,misalnya tadi yang saya katakan untuk melatih logika anak itu, biasanya anak yang kritis dan cerdas akan lebih cepat untuk menyampaikan, taruhlah misalnya kalau saya sudah punya gambaran kira-kira soal ini levelnya sudah level dua gitu, kita berikan ke anak, oh ternyata yang bisa sepuluh, yang sepuluh itu kita ambil contoh satu misalnya, oh ternyata memang bisa, lah itu lalu di share kan ke temantemannya. Seperti kemarin misalnya anak oh kira-kira materi ini anak mampu menjelaskan, harusnya lo ya, kita kan hanya, coba yang bisa menjelaskan tentang ini sapa, la dia mencoba, ya seberapa dia mencoba tujuannya kan tidak sekedar dia merocos di materinya itu tetapi sejauh mana anak itu mengembangkan cara logika berfikirnya P : Kalau manfaat dari evaluasi dan penilaian itu sendiri apa pak? Bagi bapak, apa Cuma sekedar dapat nilai isi rapot?

(341) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 323 N :Ya kalau penilaian itu kan akhirnya informasi yang perlu kita sampaikan secara tertulis kepada orang tua. Jadi olahan nilai tidak hanya sekedar ulangannya sekian diolah nilainya sekian tapi dari berbagai macam masukan tadi diolah hasilnya ini, jadi itu wujud laporan secara tertulis P : Selama empat kali kita masuk itu, bapak kan dominan mendikte, itu ada alasan khusus ga pak, kenapa? N :Ya karena satu karena situasi kelas memang belum kondusif tadi, maka saya minta untuk perhatian itu kan kita untuk memancing anak untuk perhatian itu saya kan membacakan dengan membacakan anak otomastis mau menulis, jadi saya masih melihat latar belakang kebiasaan anak untuk belajar kan belum, nanti kalau sudah beda dengan kita memberikan les yang anak sudah siap, ya kita dengan nerocos aja, penjelasannya dari kita dah cukup gitu. Jadi cenderung menekan anak tapi tidak dengan “ayo diam” “awas-awas” tapi kita dengan komunikasi yang itu, memang kesannya materinya belum nyampeknyampek begitu ya, tapi ya ini, ini pembiasaan tadi P : Ini ni apakah sudah berjalan dari pertama kali bapak mengajar atau menemukan ah untuk narik mereka biar mereka bisa diam dulu saya harus dikte aj deh, apakah dari pertama mengajar atau setelah ada proses ini? N : Ya, setelah proses, artinya pengalaman-pengalaman dulu saya mengajar dengan keras, tegas, spaneng. Itu juga hasil pengalaman juga jadi dulu saya mengajarnya, awal-awal saya usia usia muda boleh dikatakan saya keras, tegas, dan idealis. Itu ya mungkin akan dialami oleh, tapi setelah berjalan ternyata dengan seperti itupun hasilnya di belakangnya belum menjamin, bukan tidak berhasil ya, pasti ada yang berhasil, memang ada yang salut dengan model pembelajaran yang disiplin itu tetapi dengan keseluruhan banyak yang, apa ya, boleh dikatakan tidak mengena, artinya belajar karena takut, bisa sih bisa tapi karena takut tadi lalu menghilangkan hasil belajarnya itu, maka saya katakan tadi “wah saya dulu diajar pak bambang” , ngikuti tapi takut tadi, jadi yang terekam itu karena “pak bambang dulu galak”, jadi

(342) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 324 rekamannya kan tidak materinya lagi, maka saya sampaikan tadi, oh ternyata mentransferkan ilmu tidak harus satu arah tadi,memang bagus seolah-olah saat itu, seolah-olah bisa terkondisi belajar, kita kayaknya seolah-oalh puas dengan anak diam mengikuti tetapi dibelakang itu banyak, itu dari pengalaman P : Dari metode mendikte, terus menunggu siswa mencatat, apa kekurangan dan kelebihannya bagi siswa? N : Kalau kekurangannya sih, kita tidak bisa menyampaikan materi secara full ya, jadi itu kayak hanya sekedar formalitas. Tapi dibelakang itu kita akan namanya mendidik ya, mendidik itu membiasakan anak yang baik. Jadi saya masih melihatnya itu bukan metode yang baik, tapi minimal itu adalah untuk proses yang baik. Jadi bukan metode yang baik tapi proses, karena kalau metode yang baik itu saat itu juga sudah, misalnya RPP nya sekian ya harus sesuai ini P : Kalau sampai sking mereka tidak terlalu gimananya gitu pak, mau gak mau masih harus didikte lagi nih, terus ketinggalan materi padahal minggu depannya sudah harus sampai ini, cara bapak mengejar ketinggalan ini, gimana pak? N : Maka kalau saya gini jadi tidak langsung menyekak anak untuk, kalau saat itu mungkin anak tidak menulis tidak apa-apa, tapi kalau catatan komplitnya kadang kan anak-anak macem macem ya, kalau bukunya pas bawa catet, gak tertinggal lalu pindah buku dan gak nyamung lagi, kan gitu to. La itu bagi saya itu nomor dua, yang pertama itu adalah pembiasaan tadi ya, kalau anak sudah mulai terbiasa pasti dia juga tidak merasa terbebani, menulis itu merasa tidak terbebani, sehingga nanti misalnya dalam bentuk tugas-tugas soal uraian atau melengkapi BKS, ya nanti dilihat dari situ tanggung jawab dari anak, biasanya saya kumpulkan lalu saya lihat kira-kira kalau satu jam anak harus dapat sekian, eh ternyata baru dapat sekian, hari berikutnya saya panggil untuk mengerjakan sendiri, menyelesaikan yang tertunda, tidak kemarahan

(343) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 325 yang muncul tapi membiasakan tanggung jawabnya. Hasilnya seperti apa, ya nanti lalu mengikuti lagi P : Kemarin kita lihat juga kan pak, ada siswa yang mungkin sudah remidi dua kali yang tidak berhasil itu pak, terus bapak kan memberikan tugas lagi pada mereka dan menyuruh menggerjakan di luar, itu menurut bapak alasanntya apa pak? N : Ya tadi jadi lebih mengedepankan ke tanggung jawab anak, oh kalau ternyata saya itu kurang itu berarti saya harus menyelesaikan sendiri. Jadi kan, apa ya, belajar mandiri itu penting. Jadi kenapa disendirikan supaya anak itu juga tahu, disendirikan bukan karena diskriminasi ya, tapi anak itu lalu “wah aku nanti lek ga, nanti diginikan lagi” dan itu bukan hukuman, jangan sampai anak itu merasa anak itu “dicing” “ngecing”, tapi tahu permasalahannya jadi tau anak, oh berarti aku yang kurang ini, beda kalau “kamu, kurang....hasilnya kayak gini, gimana? Hayo kamu keluar” itu lain, nanti kesannya jadi lebih, tapi kalau dilihat dari keadaannya kamuni low, selesaikan P : Waktu selama belajar di kelas, bapak kan sering keliling, kadang meriksa catatan siswa, kadang di sela-sela pembelajaran sering bapak kasih nasehatnasehat, itu kenapa pak? Apakah Cuma berlaku di kelas 7F atau bapak sering kayak gitu ke semua kelas yang bapak masuki? N :Pada setiap kesempatan, saya kira semua siswa, itu untuk kembali lagi untuk pemetaan, dan mengetahui sejauh mana anak itu kondisi belajarnya, lalu nanti di macht kan dengan hasil belajarnya. Yah beda, anak itu kalau seirng di dekati, dengan kalau kita hanya belajar jaga jarak terus juga akan beda P : Waktu itu kita juga lihat kan, bapak memberikan pertanyaan ke siswa, siswa A menjawab, bapak memberikan pertanyaan lagi, kebetulan siswa A yang bisa lagi, siswa A menjawab, tiba-tiba bapak “menyetop”, memberi kesempatan dulu pada teman yang lainnya. Apakah itu salah satu trik untuk mengkatifkan siswa yang lain? Atau gimana pak?

(344) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 326 N :Ya untuk merangsang yang lain juga, artinya bahwa yang lain juga harus mendapat pengajaran yang sama dan sekali lagi yang namanya swasta rentangnya sangat jauh dan beragam, jadi kita harus pandai-pandai untuk karena kan kita melayani ya, melayani yang pinter, melayani yang belum, itu kita harus punya apa ya, punya waktu P : Sebelum pelajaran dimulai, bapak kan juga sering kasih penyampaian rencana belajar ke siswa, apa manfaatnya bagi siswa tau tentang rencana belajarnya? N :Maksudnya rencana bagaimana? Contohnya gimana? P : Kita nanti belajarnya ini, ini, ini, nanti setelah itu baru ulangannya tentang ini, itu manfaatnya kalau siswa tau itu apa pak? N : Itu tadi jasi saya lebih cenderung membiasakan belajar, jadi kalau anak itu tahu belajar yang mana kan lalu kalau itu terkait dengan penilaian ya khususnya dengan penilaian, saya sudah bersepakat dengan anak-anak itu, kalau yang namanya ulangan pasti saya beri tahu. Kalau saya tiba-tiba entah karena marah, atau karena apa lalu mengadakan ulangan, anda boleh berhak protes P : Kemarin itu kan sempat ada penggunaan media viewer sama laptop itu kan pak, alasannya apa pak? Apa bapak ingin menampilkan simulasi atau Cuma variasi biar anak ga bosan? N : Biasanya kami kan dalam proses belajar kan sudah punya catatan ya, memo, oh ini nanti bisa disampaikan saat-saat nanti kalau gitu ya sambil liat gambar lah, liat apalah secara visual, itu kita kayak akumulasikan dulu gitu lo, jadi maka kadang kita menghadapnya di kelas ya kayak serampangan dulu, nanti suatu saat, kemarin agak terkendala dengan alat. Itu maksudnya supaya untuk, oh ternyata yang kemarin, menghubungkan, oh kemarin secara sekilas dijabarkan gini, oh ternyata animasi seperti ini. Jadi ya kesannya saat itu belum mengena ya, kita ngajarnya serampangan atau, sedikit sekali yang

(345) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 327 masuk, langsung didiktekan lalu sudah selesai tapi suatu saat kan lalu dimunculkan, ni low yang namanya destilasi bertingkat itu yang seperti ini P : Kalau animasi-animasi sama simulasi yang ada di laptop bapak itu kira-kira bapak cari sendiri atau referensi dari gurur-guru tema sejawat? N : Ada yang sendiri ya, artinya sambil menyusun sendiri, ada yang dari internet ya, ada yang dari teman, ini kok bagus untuk kita pakai, sekarang sanagt mudah untuk mencari P : Menurut bapak efektif ga pak, gambar-gambar tersebut, animasi, simulasi? N :Tidak mendominasi tapi sewaktu-waktu penting, perlu, jadi bukan lalu mengajar dengan ini sudah, itu gak, tapi penting, penting disampaikan dengan itu. P : Kan kemarin waktu di lab, kan ada kejadian yang siswa ramai trus bapak menegur “kamu, jelasin ulang, apa yang baru bapak jelasin” sudah selesai anaknya menjawab, sebelahnya ayo lagi, ulangi lagi yang barusan, itu kanapa pak? N : Ya kadang gini, yang namanya di lab, apalagi sudah masuk lab, anak ribut itu juga di luar batas memang kita harus memberi pressure tadi, dan preasurenya bukan secara fisik ya, kita hantam, kita tampar, meskipun dengan nada keras itu maksudnya juga melihat situasi kapan saya harus belajar ya saya harus belajar, harus menempatkan diri apalagi di lab, jadi pembiasaan tadi ya. P : Pemberian-pemberian tekanan pada siswa yang perilakunya ribut-ribut itu apakah pengaruhi siswa yang lain? N : Ya berpengaruh, jadi anak yang ribut diberi semacam feedback, coba jelaskan kamu, nanti yang lain juga “wah nanti aku juga akan kena ini nanti, kena ini. Tidak karena sakitnya di ini ya, P : Berarti efektif ya pak, pemberian tekanan seperti itu?

(346) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 328 N : Ya, berdasarkan pengalaman menurut saya lebih apa ya, lebih humanis untuk arah-arah semacam itu, meskipun kalau kembali lagi idealis untuk hasil yang dicapai memang kelihatannya memang belum, belum mengena ya P : Pernah ga pak menemukan siswa, menemukan kelas, yang diberi tekanan seperti itu tidak ngefek? N : Ya kalau secara langsung tidak ya, paling ga anak itu lalu ada reaksi ya, reaksinya bisa positif bisa negatif, yang namanya anak, dan kita jujur aja, tidak semua anak lalu senang pada kita, itu jelas tidak ya, tetapi paling gak kita akan memberikan apa to yang dimaksudkan dengan itu, jadi kalau misal pak bambang marah, apa to yang dimarahi itu kenapa gitu, jadi kaitannya dengan itu, jangan sampai hanya emosional lalu diskriminasi, lalu tidak ya. Itu jangan sampai. Karena yang namanya pembelajaran, hasil belajarnya bukan untuk pak bambang, tapi untuk siswa itu hasilnya P : Pak, alasan bapak waktu awal pembelajaran itu, itu bapak kan sering bertanya tentang materi pertemuan sebelumnya itu apa pak? N : Ya untuk mengingatkan kembali, mengingat kembali, kan nanti kan kalau kita sudah mau ulangan lah, udah mau mid semester kan kita anak juga, apalagi anak-anak sekarang ya namanya belajar, besok lupa itu hal biasa, ya perlu diulang-ulang jadi, kapan ada kesempatan ya disampaikan lagi, kalau misalnya situasi tertentu, kita ya kalau setengahnya namanya sudah guru lama keliatannya semau gue ya, mau pelajarannya dulu tanyakan lagi, bukan karena anak harus khusus belajar ini lalu, gerak ini kamu harus bisa, tidak, P : Ketika melemparkan pertanyaan misalnya, “siapa yang masih ingat pertemuan kita sebelumnya tentang apa? Itu bapak lebih dominan melempar acak, atau menunggu sukarela siswa? N : Kalau saya, apa yang saja tuju, kalau yang saya tuju oh waktunya tinggal sedikit, saya butuh keterangannya saja, maka saya ambil yang kira-kira bisa, tapi kadang kalau saya sudah kira waktunya masi sampai, ya secara acak.

(347) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 329 Atau kalau sudah kira-kira yang lain sudah bisa, tapi kira-kira si A,B,C ni pasti belum belajar atau apa, sentil lewat pertanyaan mungkin yang lain sudah bisa. Meskipun di ramu, itu kan trik ya, itu kan gaya belajar juga, meskipun tidak langsung menunjuk nama anaknya tapi kita dibenak kan sudah hapal, oh anak ini no absen sekian, lalu kita gayanya coba no absen sekian, itu biar anak juga merasa semata-mata aku kok dipojokkan terus. Itu hanya gaya, sebenarnya sasarannya apa yang akan kita kehendaki, kalau hanya sekedar supaya yang kemarin supaya tau oh yang lain supaya mengingat kembali, ya langsung ja tembak ke yang bisa P : Pak gini, kalau tadi kan masalah belajarnya kan ada yang masalah matematis, ada yang mungkin menghapal rumus mereka belum bisa, itu ada strategi khusus ga pak? Mungkin bapak mengulang matematisnya lagi? N :Tergantung dari materinya ya taruhlah sekarang kalau materinya itu tentang kecepatan, lebih cenderung saya lebih menekankan pada logika, logika anak berfikir. Misalnya soalnya bisa ditulis jarak sekian, waktunya sekian, kecepatannya berapa itu saat-saat tertentu, tapi kadang dilontarkan dalam kalau kamu ke sekolah, jarak sekolah kamu dengan rumah sekian, kamu berangkat jam sekian, supaya tidak terlambat bagaimana, la itu kan ramuan untuk berfikir, tapi kadang yang secara matematis misalnya tentang suhu, konversi suhu, konversi suhu kan lebih banyak ke putaran-putaran itu kita buatkan tabel, tergantung dari materi juga

(348) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 330 Transkrip Wawancara dengan Guru C Rabu 3Des 2012 P = penanya G = guru P : Kalo menurut bapak sendiri itu, informasi apa saja yang penting perlu diketahui dari diri siswa itu apa pak? N : Ya apa, tingkat penguasaan apa ya, oh perkembangan, perkembangan usia sama perkembanagn mental, sama perkembangan penguasaannya jadi kita harus tahu, kalo dikasih materi ini, dia belum cukup ya jangan dikasih. Itu tu karakternya. Susah memang anak SMP itu, kadang-kadang sangat sulit, hanya beberapa yang bisa berfikir abstrak. Jadi sulit sekali makannya banyak anakanak itu kalau ujian mid semester atau semesteran banyak yang remidi, karena belum nyampek abstrak itu, banyak meteri yang diturunkan dari SMA ke SMP itu yang, terutama matematika, IPA dsb P : Mengapa menurut bapak itu perlu diketahui? N : Ya perlu, kalau saya secara pribadi ya harus tau makannya saya menyampaikan hal-hal yang sederhana saja, hal-hal yang berkaitan dengan hal yang dia kenal, kalau kita melampaui abstraknya dia, atau perkembangan, itu sulit sekali hanya ada beberapa, bisa dihitung dengan jari lima, beberapa itu yang bisa langsung bisa abstrak tapi kalau namana di SMP itu kalau dikasih rumus itu, untuk muter rumus itu masih sulit masih operasional, ya masih sulit sekali P : Sejauh ini, bapak tau informasi itu sejauh apa pak? Sejauh ini, bapak tau informasi dari diri siswa itu apa aja? Dalam bentuk apa saja? Sejauh ini, sampai mana bapak tahu tentang siswa, mungkin mengenai perkembangan kemampuan untuk menerima pelajaran itu sejauh mana pak? Apa bapak

(349) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 331 mungkin sudah mengerti banget sehingga bapak menerapkan metode apa gitu? N :Ya kalau pasti saya sudah tahu kalau anak itu sulit dimasuki materi, makanya saya memasukkan konsep-konsep yang sederhana seperti misalnya rumus fisika massa jenis dan sebagainya gak pakai lambang. Sulit sekali, lambang massa jenis, sulit dia gak tau, lupa mungkin hanya ada beberapa misalnya rumus massa jenis sama dengan m/v jarang sekali. Kalau misal massa jenis, massa dibagi volume, ya mereka tau P : Dari mana bapak tau informsi tentang siswa tersebut? N :Pengalaman, nilainya juga, yang jelas pengalaman sehari-hari sejak sepuluh tahun saya mengajar. Sepuluh tahun ngajar itu ya kayak gini, mentok hanya beberapa yang bisa abstrak hanya beberapa P : Sejauh ini, apakah bapak sudah menemukan potensi-potensi di murid-murid terutama dalam pelajaran IPA? N :Ya tau, kalau saya langsung kategori rendah, sedang atau cukup,kemudian tinggi, pinter gitu, jadi mudah sekali. Memang normalnya itu banyak yang sedang kalau dilihat dalam satu kelas itu, mungkin bisa dihitung lima, gak nyampai sepuluh itu memang pinter, tinggi abstraknya tinggi, sedang itu biasa yang rendah juga banyak tapi gak, ya pokoknya dua puluh perse, dua pulu persen, dua puluh persen tinggi, dua puluh persen rendah, yang sisanya, enam puluh persen sedang, cukup P : Ketahuannya itu gimana pak? N :Ketika ulangan, ketika aktivitas di kelas, ketika aktifnya di kelas itu gimana, tapi disini tuh kalau saya bandingkan dengan SMP SMP yang lain, mendingan di sini, jadi meskipun kalau dibandingkan kan relatif kan ya, yang sedang gimana, mungkin disini yang rendah itu diatas mereka, jadi enak, disini tuh enak meskipun agak sulit, agak sulit seperti itu tapi tidak menyebabkan guru stress. Bener, kalau yang, coba kamu cari di SMP mana

(350) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 332 gitu, ya saya pernah gitu. Iya, disini motivasinya belajar lebih tinggi, motivasinya belajar lebih tinggi mungkin karena taraf ekonomi juga, anak anak, kalau orang-orang yang punya taraf ekonomi itu motivasi belajar tinggi, paling tidak dikejar-kejar orang tua nya. Orang tua itu kadang, tanya ke wali kelas itu referensinya banyak sekali, perhatiannya banyak P : Anak-anak ini apa ada perlakuan khusus pak di kelas? Jadi biar, perhatian khusus dibanding teman-temannya jadi biar lebih N :Ya biasanya iya, ada, misalnya yang terlalu menonjol gitu mungkin anak yang kurang perhatian terus terlalu menonjol, itu yang kita berhubungan dengan wali kelas. Kalau kita tidak bisa mengatasi sendiri, sulit misalnya ada anak yang kurang perhatian ya kita ke wali kelas, wali kelas bahkan sampai dewan guru beberapa, karena sampai beberapa mata pelajaran juga mengalami anak, mengalami apa ya, sifat sesorang itu, seorang anak itu kadang ditemui seperti itu. Ada juga. P : Ragam macam macamnya potensi dikelas, itu memperngaruhi ga pak waktu selama pembelajaran IPA? N :Kalau saya pribadi enggak, artinya oh saya sudah tau, yang ini potensinya, petanya saya sudah tau, nama ini ini ini, kan ga banyak tadi, saya tau, kemudian yang bawah saya tau, yang sedang-sedang saya tau sisanya, kalau saya ngambil yang pinter dulu mana, oh ini ini ini, yang rendah mana dan pas diulangan atau itu ya kita liat eh misalnya dari empat puluh soal itu ya yang gak nyampe lima itu soal agak sulit, kemudian sedang, ada yang mudah, mungkin mudah sepuluh malah atau sampai lima belas begitu jadi yang mudah lima belasan, yang sedang, yang sulit dikasi juga mungkin ga nyampek lima. Kadang kalau saya pas ulangan itu tak berikan dulu tak berikan kisi-kisnya dulu bahkan kadang kecenderungannya memang enak, tapi saya membandingkan dengan yang lain, enggak low ya, membandingkan dengan yang lain ya lebih tinggi, tapi ketika saya berikan seperti itu masih belum dipelajari, tapi kalau dibandingkan dengan yang lain, motivasi belajar

(351) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 333 siswa itu bagus, meskipun itu tadi dikasi materi masih belum, tapi kalau kalian membandingkan dengan yang lain lebih ngeri. misalnya contohnya seperti ulangan seperti ini aja, ya disini tidak boleh keluar setelah selesai, bebas itu tidak, jadi harus sampai selesai, bahkan ujian nasional pun begitu. Ada yang, ada SMP yang belum keluar dulu, jadi dibiasakan. P : Gini pak, pernah gak bapak memberikan istilahnya seperti pretest itu low pak, jadi bapak cuma mengetes sejauh mana mereka mengetahui bahan sebelum bapak menerangkan? Itu pernah gak pak? N :Ya pernah, seperti pengatur awal itu, seperti pengatur awal apa yang dia miliki itu. P : Tujuannya apa pak? N :Tujuannya untuk mengetahui kemampuannya sampai dimana, jadi ketika misalnya tentang, mau belajar tentang kalor, dulu di SD dia sudah belajar tentang suhu kan, paling gak pengenalan skala itu, batas batas bawah trus konversi itu kan perlu di anu, biar dia itu tergugah lagi, artinya teringat materinya di SD dulu. Paling sepuluh soal aja atau mungkin pertanyaan lisan untuk mengingat kembali, kalau dalam materi kalor tadi diingatkan materi suhu P : Keuntungan kerugiannya apa pak, bapak mengadakan pretest itu? Mungkin bapak lebih gampang menerangkannya atau gimana? N :Kalau, wo yo lebih gampang, mendingan memberi tahu pengatur awal itu tadi, tapi kita harus tau ya materi di SD itu apa apa apa, tapi kebanyakan dia nyambung, artinya materi SD itu nyambung, misalnya ada suhu, ada gaya, ada magnet, ada zat, itu kita ingat kembali. Lebih lebih, lebih enak kalau sudah terjaring konsep-konsep itu punya jaringan itu lebih enak. Ngajar itu juga lebih enak, kalau saya ngajar itu gak selalu tak berikan gak, ya langsung aja P : Awal mula penerapan pretest ini dari bapak awal mengajar atau?

(352) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 334 N :Gak, pengalaman P : Waktu pertama mengajar sudah menerapkan pretest itu pak? N :Belum, belum, berjalannya waktu mungkin sejak saya disini 2002, mungkin 2005, tapi tidak terus menerus lo ya, artinya paling gak, misalnya ada kaitan yang menonjol itu, misalnya suhu dengan kalor itu saya ulang, misal gaya, SD itu banyak gaya sudah diajarkan. Maka di SMP kelas dua itu diberi pengatur awal, diingatkan kembali materi P : Itu dari mana pak, dari rekan sejawat ngerti pretest itu atau dari silabus? Tapi diterapinnya gak langsung awal? N :Yo dulu di kuliah, sudah ada pengaturan awal itu. Owh ndak, mungkin dari pengalaman, pengalaman kok ingat, oh ingat dulu, kok lebih baik ada pengatur awal, pengatur awal lo, saya istilahnya pengatur awal P : Selama belajar fisika, kesulitan belajar yang sering di temui di siswa apa pak? Siswa. N :Siswa atau saya? Siswa itu rumus, rumus itu dia gak ngerti, bener-bener sudah sekali untuk menghapal misalnya kecepatan, v pak, mana v apa gak volume. Makanya saya kalau ngajari rumus beda pakai rumus pakai simbol, kalau gaya ya misalnya massa kali kecepatan P : Itu bapak ngertinya disitu, waktu bapak njelasin atau ketahuannya waktu mereka ngerjain soal bareng? Jadi ketahuannya waktu ngerjain? N :Dia nulis tapi tidak ngerti, dia nulis tai tidak ngerti rumus itu apa dia gak ngerti, dia bisa ngitung tapi tidak bisa memasukkan, iya dia bisa ngitung sebenarnya tapi gak bisa memasukkan. Misalnya f = m kali a, diketahui ya, gaya ini, dia gak tau jawab f sama dengan m kali a itu mau ditaruh dimana dia gak ngerti.. iya waktu ngerjain. Tapi kalau misalnya gaya adalah massa kali percepatan, dia tahu P : Kalau kesulitan dari bapaknya sendiri?

(353) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 335 N : Kalau saya sih gak, kalau saya kesulitan, tapi sekarang sudah teratasi semua, Cuma memang kalau kelas dua itu zat aditif sama akditif kalo saya. Zat aditif gak maslah, sekarang zat akditif yang masih rancu itu, kadang-kadang macem-macem penggolongan, misalnya zat akditif itu apa, zat narkotika itu yang mana, psikotropika yang mana, stimulan yang mana, masi over lapping jadi belum jelas, anak-anak sekarang kalau ujian pasti keluarnya cuma gejala, gejala yang nampak bahkan hanya gejala psikologis atau fisik, jarang sekali gejala yang aneh-aneh dalam soal P : Selama ini bapak pernah membuat, pengalaman membuat rencana pembelajaran, bentuk pembelajaran apa yang mungkin pernah bapak buat, selain silabus, RPP, apa ada lagi gitu pak? N :Ya kalau saya paling jelas itu ketika mengikuti diklat sertifiksi itu, bentuknya itu praktis jadi operasional banget, jadi kalau membuat RPP itu harus operasional, sederhana, dan tujuannya itu gak kemana-mana artinya ketika yang diberikan improvisasi sih gak masalah ya ngajar itu tapi tujuan yang mau dicapai itu apa, materi pokoknya itu apa, kemudian evaluasinya juga harus korelasi artinya yang mau dicapai tadi tujuan la ini tadi yang harus di tes itu ini, kalau anak sudah bisa berart sudah tercapai, jadi gak usah ngladrah banget. Jadi sudah kurikulum, silabus kan diturunkan itu, apa yang ada di silabus aja diturunkan sederhana, tujuannya apa, gak usah nglasrah, anak SMP dikasih yang tinggi-tinggi gak usah, improvisasi gak masalah tetapi tujuan yang harus dirumuskan, harus sesuai dengan apa namanya silabus, kemudian teksnya apa yang mau disampaikan sesuai dengan tujuan kalau sudah berhasil tuntas sudah bagus P : Kalau menurut bapak, rencana pembelajaran seperti itu perlu gak sih pak? Atau Cuma tuntutan kalau bapak misal membuat silabus dan RPP? N :Kalau, kalau masalah realitas saja ya, realitas saja, kalau tuntuntan iya, karena kesibukan guru kalau misalnya sangat-sangat padat, kesibukan itu tuntutan oke tapi perlu memang baik, sebenarnya kalau hanya copy paste kemudian

(354) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 336 dilaksanakan tanpa perubahan sebenarnya gak masalah, tapi kalau setiap hari harus ada perubahan memang agak sulit, agak sulit melaksanakannya karena misalnya saya jam satu sampai jam tujuh delapan ngajar, kita harus menyiapkan RPP misalnya lima, malam, itu kalau periodik sulit sekali harus berubah, sulit. Makanya ya, RPP yang dulu yang penting ini tercapai, tercapai, tercapai gitu aja, sederhana kalau saya, sederhana, artinya tujuannya tercapai, improvisasi gak masalah asal tujuan yang harus dicapai, wong yang digariskan di silabus sudah ada, minimal itu P : Kalau penting RPP dalam pembelajaran itu apa pak? N :Ya untuk ngontrol, yang jelas untuk ngontrol ketercapaian pembelajaran anak, artinya ketika sudah dapet misalnya dengan tujuan yang sudah dirumuskan, ada evaluasi misalnya sudah tuntas, ada batas ketuntasan, kalau udah tuntas, berarti belajar kita berhasil. Itu untuk mengontrol memang, kalau gak ada kontrol itu, kita ngajar ya seperti gak punya tujuan, kontrolnya gak ada, artinya hanya, tiap kali hanya membuang waktu, kalau tercapai, tau anak mana yang belum tercapai, tau anak mana yang sudah tercapai itu puas, meskipun sederhana, yang penting dekat setiap pembelajaran itu P : Trus darimana pak, bapak bisa berpendapat kalau RPP itu karena bisa untuk mengontrol pembelajaran? N :Pengalaman aja, pengalaman, dan iya memang harus begitu RPP sangat penting untuk mengontrol keberhasilan, kalau keberhasilan itu tahu, saya pribadi puas, meskipun masih banyak yang remidi tapi tau, oh ini ini ini, tau saya peta-petanya anak ini trus ya dikasi remidi jadi mudah, jadi gak usah ngladrah, ngajar tuh gak usah spaneng P : Kalau selama ini, bapak berapa kali melakukan perubahan RPP? N :Ya hanya setiap awal semester aja, jadi membuat sekalian semuanya terus dipakai, gak setiap malam nanti membuat untuk pagi gak, jadi ketika awal

(355) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 337 tahun pelajaran dibuat langsung kita klip jadi perangkat, ketika setahun lagi awal semester lagi ada perubahan ya kita hanya sedikit merubah P : Trus pak, selama ini yang bapak yakini, tujuan pembelajaran IPA di SMP itu apa pak? N :Tujuan pembelajaran IPA di SMP itu ya mengenal lingkungan, contoh misalnya tentang kebersihan lingkungan itu biologinya, termasuk kebersihan lingkungan, saya kalau dengan kebersihan kalau secara pribadi ya, itu harus bersih maka anak-anak saya minta untuk bersih dengan lingkungan, artinya ada sampah ya dia saya ingatkan untuk mengambil kalau dari segi fisika kalau saya, bisa mengukur, bisa mengukur lalu tentang rumus itu yang penting dia mengenal, kalau di SMP kalau saya kalau dia bisa mengukur oke, kalau untuk konsep-konsep yang tinggi itu gak usah dulu, artinya ya pengenalan aja P : Darimana pak perumusan tujuan itu? Dari bapak sendiri atau dari pengalaman juga? N :Saya melihat, melihat silabus trus pengalaman trus saya terapkan, kebanyakan kalau saya pengalaman, hal-hal susah pengalaman aja. Kalau sudah pengalaman, kalau sudah sepuluh tahun sudah enak kok, nanti kalian ngajar pertama kali pasti kesulitan, mau gimana itu, tapi kalau sudah lima tahun, sepuluh tahun, lima tahun itu masih susah, masih sulit, tapi kalau sudah mulai delapan tahun, mau kemana sudah tahu, sudah mengenal karakter siswa P : Pengalaman mengajar dimana aja pak selain disini? N :Saya dulu waktu mahasiswa di SMP Sang Timur terus, SMA 7, SMA 10 itu pas masih mahasiswa kalau lulus itu saya dua tahun di Mardiyana Depok Jakarta, trus pindah ke SMP 1 pangli, trus kesni sudah. P : Dari pertama kali bapak mengajar di sekolah itu, setiap guru kan punya gaya mengajar masing-masing, apakah ada perubahan pak dari dulu sampai sekarang? Apa pak?

(356) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 338 N :Ya ada, pengenalan materi. Jadi saya secara pribadi sudah tahu, materi tu jaringan konsepnya sudah ada dalam pikiran saya. Jadi santai tapi disini kalau belum terbentuk jaringan konsep kita akan bingung, jadi saya santai. Misalnya masalah energi listrik ya, itu yang mau diajarkan apa, disini itu yang tidak mau diajarkan apa sudah ada semua, jadi kita disni harus, kita harus diluar jadi yang mau dikasihkan ke anak SMP itu mana mana, dan yang gak mau dikasihkan itu mana mana harus tahu, itu pengalaman, mulai pengalaman dari mengajar, apalagi kalau ada kisi kisi UAN itu, yang mau dikasihkan mana, yang tidak mana itu sudah ada P : Di setiap kelas yang bapak ajar, apakah penerapan gaya mengajar bapak berbeda-beda? Kalau berbeda beda pertimbangannya apa pak? N :Ya berbeda-beda, pertimbangannya keadaan kelas, pertama misalnya contoh karakter anak kok yang satu kelas tenang yang satu kelas ramai, itu ya berbeda. Kemudian yang kedua pertimbangannya peta kelas, artinya oh ini anak-anak dominasinya lebih bagus disini, tingkat kecerdasannya lebih bagus, perlakuannya lebih sanai jelas. Jadi kalau yang agak rendah memang pertama harus banyak energi, lebih ekstra untuk memasukkan materi kalau yang seperti 7A ini termasuk kelas yang ramai tetapi tinggi, apa tingkat IQnya tinggi, tidak tinggi tapi bisa, ketika saya juga kaget ketika dibandingkan dengan B ternyata tadi asumsi saya ini anak-anak kok kaya gini tu tidak, ternyata ualangannya lebih bagus rata-ratanya ketimbang B, B lebih tenang tapi memang disana potensinya banyak, banyak juga tapi saya kaget juga ya nah itu kan rame itu, tapi ternyata bagus nilainya P : Trus pak, engenai susunan materi, susunan materi yang bapak gunakan itu dari pemerintah, apa mungkin bapak bertolak belakang dari SKL, atau mungkin dari materi buku pegangan siswa atau malah bapak bikin sendiri, modifikasi sendiri? N :Ya dari silabus, dari silabus kemudian urutannya apa gitu, misalnya kelas satu besaran dan satuan, pengukuran, suhu itu sesuai silabus aja. Tidak, tidak bikin

(357) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 339 sendiri nggak, tapi kalau materi penyampaian bikin sendiri iya, jadi tapi bukan berarti materinya melenceng dari silabus, urut tapi kalau penyampaian sendiri, bikin handout agar lebih cepet P : Terus kendalanya apa pak kadang kalau penerapan materinya itu sesuai dengan bapak, misalnya kalau mungkin materinya dari silabus, tapi penyampaian materinya bapak bikin sendiri, menyesuaikan bapak sendiri, itu kendalanya apa pak? N :Kendalanya mungkin urutan materi di silabus, urutan materi itu tidak hirarkis konsep, ada yang meloncat, misalnya contohnya pemuaian sampai kalor gak masalah ya, itu kan urut seperti itu, kadang dari ini, dari besaran, satuan, pengukuran, suhu mandeg, suhu mandeg trus lanjut zat wujud, ke asam basa, molekul itu gak anu. Suhu ini sudah ditinggalkan baru nanti pemuaian dan kalor. Jadi kalau urut kenapa suhu gak terakhir aja. P : Jadi kalau menurut bapak itu sesuai dengan hirarkis materi? N :Iya urutan hirarkis materi P : Menurut bapak sendiri, pembelajaran yang mendidik itu seperti apa? N :Pembelajaran yang mendidik itu artinya begini, anak itu gak usah dituntut pinter sekali, karena anak itu kapasitasnya memang masih bisa berkembang, tapi talenta nya itu kan tertentu ya tidak bisa disamakan, artinya kalau saya masalah akademik itu gak usah diperas, pasti akan berkembang sendiri. Yang penting itu masalah sosialisasi kemudian maslah sikap masalah kepribadian, masalah sopan santun, masalah etika itu lebih penting, karena ada yang prestasinya tinggi tapi tidak bisa bersosialisasi, orang yang itu sulit berarti dia gagal bersosisalisasi, la ini malah dalam perkembangan anak sampai dewasa itu sulit, sulit sekali kalau anak berfokus pada, misalnya ada memang anak itu gak pernah keluar, belajar dituntun orang tuanya supaya nilainya bagus, bagus, sembilan, sembilan tapi ternyata gagal dalam sosisalisasi itu malah sangat, kalau saya sangat berbahaya kemudian masalah sopan santun,

(358) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 340 kalau disini diterapkan sopan santun ya, etika berbicara yang tidak baik tidak boleh, berbicara kotor tidak boleh, disini merokok tidak boleh, jarang sekali, mungkin di SMP lain keluar itu diwarung, disini gak, dah terbiasa, meskipun dibuka, kecuali kalau sore, sore itu pun jarang sekali anak keluar ke warung depan P : Pak faktor apa saja yang biasanya bapak pertimbangkan pembelajaran ini, jadinya pembelajaran yang mendidik? N :Latar belakang anak, saya harus tahu anak yang suka berbicara kotor, berbicara keras, anak yang lemah lembut anak yang sopan santun, ya itu latar belakang anak. Kadang saya kenal low, satu kelas ini kaya apa, kadang orang tuanya tahu, kemudian satu kelas ini, sampai dulu pernah kepikiran, maaf pernah kepikiran ngapain berat-berat saya, tapi karena tugas dan saya sadar sendiri ini tugas, hal seperti itu ya pelan-pelan, bahkan susah harus mengawal murid. Ada orang tua cuek, gak tau, dia gak tau perkembangan belajar anaknya kan wali keras harus ekstra P : Sekarang itu kan ada tiga aspek yang dinilai, ada kognitif, afektif, psikomotorik, kalau yang kognitifnya ni, bagaimana cara bapak meningkatka kognitifnya siswa? N :Kalau saya sederhana, ada RPP tujuan yang mau dicapai, kognitif itu bisa dicapai ya misalnya kalau satuang gak bisa/sulit menghapal, ya dihapal, sederhananya gitu ya dihapal, kalau nanti sudah kita operasioanl pemahaman sedikit, tapai kalau saya, anak-anak disin itu susah untu paham, sulit makannya jalan satu-satunya menghapal dulu. Kalau saya itu, menghapal nani sejalan dengan menghapal itu akan mengerti. Kalau mengerti dulu sulit, jadi untuk menjebatani antara waktu, yang harus dicapai dengan waktu ya harus dihapal. Agak dipaksa dihapal. Dihapal baru nanti mengerti sendiri, kalau nungguin mengerti itu sudah, sampai waktunya habis nggak tercapai P : Jadi selama ini, kalau disini ini pemahaman siswa itu agak itu pak, jadi harus ?

(359) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 341 N :Tidak disini, tapi perkembangan siswa SMP itu masih sulit untuk abstrak, pemahaman itu masih sulit, makanya kalau saya jalan tengahya dihapal pelanpelan, dihapal akan terbiasa kok, misalnya rumus kimia air, H2O itu anak sudah tau, wong sudah diajarkan, dia H2O itu hapal tapi gak ngerti, sulit, H2O itu apa, H itu apa, masih sulit, akalu kita akumulasi harus mengerti, harus dihabiskan gak mungkin P : Kalau itu kan dimensi kogntifnya kan pak, kalau dimensi afektifnya, psikomotorinya bapak sudah mengamati belum? N : Kalau afektif ya tentang sikap harus dihubungkan, artinya kalau kita, siswa, anak-anak sudah tau air dan sebagainya, apa gunanya air, misalnya contoh saja afektifnya kita harus terapkan bahwa sekarang air sudah mahal, maka hemat air, jangan mencemari air dengan sampah trus dia harus mengerti air itu semakin mahal, jadi jangan dicemari dan hemat air, contohnya afektifnya kita hubungkan materi P : Kalau psikomotoriknya pak? N :Paling kita praktikum, sama mungki membuat terapan aja, misalnya aksi reaksi itu aja, roket-roketan, gak jauh-jauh praktikum trus yang kedua terapannya seperti tadi gaya aksi reaksi kita demo tentang roket air P : Dalam belajar IPA, kan pasti beberapa kali menggunakan media yang bermacam-macam, bapak sudah pernah menggunakan media apa saja pak? N :Ya kalau media itu kadang-kadang masih saya campur adukkan dengan alat peraga, alat peraga saya artikan media gitu aja. Banyak alat peraga KIT macem macem. Kadang alam sekitar disini tak pakai, misalnya untuk tumbuh-tumbuhan, tumbuhan monokotil, dikotil, ciri-ciri daun P : Tujauannya bapak menggunakan alat peraga ini biar apa pak?

(360) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 342 N :Tadi kan anak abstrak belum bisa, biar nyambung, saya berusaha biar nyambung tapi kalau ketika ciri-ciri daun tumbuhan dikotil, daunnya sejajar, daunnya menyirip kaya apa, biar tau daun menyirip kayak apa. P : Faktor pertimbangan bapak memilih alat peraga bukan media yang lain itu kenapa pak? N : Gambar juga bisa sih, gambar juga bagus, kalau ada yang tersedia saja, kalau ada yang lebih mudah aja, lebih mudah ditemui, kalau saya belum menemukan misalnya belum menemukan gambar-gambar itu ya saya ambil, sederhana, langsung kita, trus dia suruh gambar P : Keuntugan kerugian menggunakan alat peraga itu apa pak? N : Kalau keuntungannya, dia sangat beruntng dia tahu apa yang dia pikirkan dengan apa yang harus dia lihat jadi nyambung , keuntungannya oh pasti siswa itu puas, oh ini nyambung, tapi kalo misal siswa itu daun menyiri, oke, dia gak anu, gak macht itu sudah juga, tapi kalau dia tahu, dia puas. Kalau kerugiannya biasanya waktu, tapi gak maslah sih, tapi memang kerugiannya waktu, waktunya agak lebih panjang. Untung disini jam IPA nya agak longgar tapi kalau empat jam itu sulit, tapi kalau disini itu tujuh jam malah P : Pak gini, kan di RPP itu sudah menyusun rencana-rencana apa saja yang mau istilahnya dilaksanakan pada waktu pembelajaran tapi terkadang kan kondisi siswa itu tidak kondusif, istilahnya kita menyampaikan materi apa samapai sini tapi ternyata siswa itu ramai jadi kita kadang tidak bisa menyampaikan materi seluruhnya, itu kan bapak harus dengan tiba-tiba memutuskan kalau materinya samapi sini berarti anak harus begini, istilahnya untuk menghandle itu semua? N :Oh tidak, kalau saya misalnya dua jam ini RPP tidak tercapai tujuannya, saya lanjutkan besok gitu aja, oh gak. Syukur-syukur bisa, tapi saya berusaha, tapi jarang saya melakukan itu, tapi kalau saya menetapkan materi ini misalnya materi massa jenis selama latihan dua jam ......., tapi kalau memang kondisi

(361) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 343 anak sangat kecuali sekali, ya kita lanjutkan ke jam berikutnya, lain hari. Tapi masalah kondisi siswa itu saya bisa mengatasi, tidak masalah, itu bisa diatur anak-anak itu. Ngeyel kalau hanya ada satu dua orang perkecualian ya kita jangan sampai mengorbankan banyak yang lain, kita sisihkan saja P : Kalau kayak gitu ya pak, misal ada kejadian kelas 7A ini sudah menghabiskan materi ada 5 bab, mungkin kelas 7B itu masih 3 bab atau gimana itu cara ngajarnya gimana pak? Kalau kata bapak kan RPP gak harus terpenuhi hari itu, ngejarnya gimana pak? N :Dari pengalaman gak, gak nyampai seperti itu, paling-paling sama dan hanya mungkin biasanya bab ini ya, bab kalor ya mungkin hanya selisih tema aja, sub babnya aja, gak nyampek yang terus ketinggalan satu bab itu nggak, masih jalan kalau gak ada kejadian kejadian artinya waktu untuk sekolah, jarang sekali. Paling sama kalor tapi dalam sub tema aja. P : Tapi masih bisa mengejar? N :Oh iya, jarang sekali saya mengalamai itu. P : Mengenai istrumen yang dipakai untuk menilai aspek kognitif apa pak? N :Ya itu tadi pilihan ganda sama uraian, saya selalu pakai empat puluh pilihan ganda, lima uraian P : Dalam waktu dua jam pelajaran? N : Dua jam pelajaran P : Selain itu ada gak pak bentuk tugas-tugas? Macamnya? N : Tugas ada. Tugasnya misalnya saya contoh sejarah atom, tugas dikasi aja perkembangan atom cari di internet P : Instrumen buat menilai aspek afektif dan psikomotorik?

(362) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 344 N : Instrumen afektif dan psikomotorik hanya, tidak melakukan terus menerus, artinya hanya tertentu saja, biasanya dalam kategori itu, sedang/cukup, baik dan istimewa, itu aja, misalnya skor sedang itu, kalau misal skor amat baik 5, kemudian baik 3 atau 4 kemudian yang sedang 2, yang buruk 3, yang jelek 2. P : Dari mana bapak punya ide kalau tugas, itu kan ada macam-macam to pak, ada tugas yang mencari di internet sendiri, mengerjakan soal, darimana pak dapat itu, apa dari pengalaman? N : Kalau semua materi disampaikan tidak akan cukup waktunya makanya diberi tugas itu latar belakang yang pertama, yang kedua kita harus mengajari anak untuk mandiri, kalau kita menerangkan semua ya gak bisa, gak akan cukup waktunya. Disamping itu kan otomastis kan siswa apa kemandirian , kalau kita bimbing terus juga sulit dari siswa sendiri malah gimana to, kalau dia mau bicara mau gumrigah itu punya semangat belajar P : Trus yang tadi tentang afektif itu lo pak, kan tadi ada sedang, cukup, katergori-kategori itu bapak dapat dari mana? N : Dari skala yang sudah kita pelajari, juga sudah ada di pengalaman diklat dsb, kan ada nyambung ketika diklat dapet ya kita terapkan. Ternyata diklat-diklat itu juga penerapan pada kita saat kuliah P : Terus kalau menurut bapak manfaat dari penilaian dari ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik itu apa pak? N : Kalau kognitif jelas ya prestasi siswa itu lebih mudah mengidentifikasi apa anak itu berhasil atau tidak dan juga kebutuhan sekolah nanti dan ternyata yang dibutuhkan menonjol itu pada kognitif, rapot juga kognitif, UAN juga kognitif, jarang sekali yang afektifnya dimasukkan dalam rapot, ada sih sekolah tertentu yang sudah sampai tiga, kognitif, afektif dan psikomotorik kalau disini belum, yang tertulis kognitifnya tapi pembelajaran kemarin ada pembagian ringkasan, itu kenapa pak?

(363) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 345 N :Itu kan pemisahan campuran, banyak sekali cara-cara pemisahan campuran itu kalau tidak diberi ringkasan sulit. Jadi saya kasih ringkasan supaya mudah, anak itu kalau saya itu kebutuhan praktis artinya tujuannya tercapai dalam waktu yang disediakan. Kalau saya nerangkan atau mencatatkan susah, mendingan kita kasih ringkasan kita terangin, dia sudah ngerti sambil jalan kita kenalkan kalau filtrasi seperti ini. La itu kan semuanya gak terjadi di sekolahan ini, misalnya kromatografi bisa, misalnya destilasi bertingkat kan gak. Itu kan, ya kita sesuai silabus, apa cara-cara disampaikan P :Kalau misal itu pak, pastinya ada siswa yang mengikuti, ada beberaoa siswa yang gak mengikuti, cara bapak untuk siswa tetap bisa memahami apa yang kita sampaikan itu gimana pak? N :Pertama menegur, kalau saya lihat, saya flash, kasih pertanyaan apakah dia perhatian atau gak, soalnya sulit sih mbak, kalau anak begitu empat puluh empat itu, kalau saya heterogen seperti itu ya satu orang itu yang penting ya kita jalankan, yang penting ternyata antara tujuan yang harus dicapai tercapai kalau satu sisi dari segi afektif anak anak tetep kondisi oke, tetep kondisi dalam efektif yang baik, sudah gak masalah. P :Ada alasan khusus gak pak, kemarin ini sempat kita lihat ad soal dibuku itu membahasnya sama-sama, no ini baca soal, jawabnya sama-sama, kenapa gak mereka kerjain sendiri, nanti dibahas bersama-sama, koreksi bersama? Jadi sambil membahas, sambil memberi contoh? Berarti memang selalu begitu pak? N :Soalnya kita memberikan contoh, alasannya adlah saya memberikan contoh jadi kalau anak diterangkan langsung mengerjakan, saya jarang sekali langsung mengerjakan mandiri, jadi nanti ada latihan lagi yang harus tutup buku dan harus dia ngerjakan, dan nanti ada ulangan saya harus memberi contoh. Iya kalau misalnya pas massa jenis, kita berikan contoh, tidak langsung ini kasih materi terus mengerjakan. Kalau itu penting sekali kita harus memberi contoh. Iya, kita harus memberi contoh, selalu itu, kita kalau

(364) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 346 mau berhasil ya memberi contoh, apa penerapannya. Tapi kalau diculke langsung setelah materi, susah, terus terang susah dari pengalaman juga. Dari saya pengalaman juga sebagai siswa dulu juga sulit, saya melihat harus ada contoh P :Kalau kita lihat bapak sering memberi tugas rumah gitu pak? N :Iya, kan itu ada BKS, kan ada modul, yang saya pakai, yang saya bahas modul sebagai contoh, kemudian yang saya nilai di BKS, yang saya nilai dikerjakan di rumah sebagai tugas, nanti ulangan sendiri, jadi saya punya banyak nilai, bobotnya berbeda, kan ada yang dirumah PR itu kan mbukak, mungkin bobotnya satu, yang ulangan bobotnya dua P : Kalau misal ada kasus anak aktif tapi suatu ketika nilai ulangannya rendah, ada pertimbangan gak pak untuk nilai? N : Saya kan tau BK, misalnya clarissa 7B, tugasnya baik, anaknya aktif, sempat itu tapi akhirnya ulangannya kok 70, sampai-sampai orang tuanya saya panggil betul itu Clarissa yang 7B itu. Ternyata ada perubahan, belajarnya semangat seklai bahkan sampai jam dua, akhirnya, akhir akhir ini dia konsentrasinya agak terpecah karena sudah banyak sosialisasi, kemudian kenal temen-temen dan sebagainya akhirnya dia kurang konsentrasi, gak pada pelajaran, melenceng gitu. Akhirnya saya beri tahu clarissa, ibugnya kemarin bertanya ni clarissa mengapa nih pak nilainya kok gak seperti biasanya 70, trus saya kroscek dengan ibugnya, ternyata clarissa juga melakukan ketika konsentrasi jadi macht gitu, jadi kemudian kita berutahu orang tua, anaknya seperti ini, ada perubahan P :Kan gini pak, sempat kelas 7A kemarin ramai kan pak, terus bapak menegurnya personal jadi kan gak ngebrak kelas gitu kan pak. Itu kenapa pak, bapak tidak garang? N :Oh tidak, saya tidak mau mengorbankan siswa banyak orang, jadi saya langsung aja personal jadi kalau langsung aja personal, nanti kalau semuanya,

(365) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 347 jadi suasananya tegang, saya tidak mau terus terang. Kalau darurat iya, kalau darurat, tapi anak-anak masih dalam biasa, kalau darurat sudah berbuat kriminal atau apa trys mengganggu jalannya proses pembelajaran ya saya kasih, kita harus sabar P : Itu sejak pertama kali bapak mengajar, biasa kan guru muda kalau mengajar galak dulu? N : Semakin berpengalaman, kita harus selalu sadar ternyata anak itu mungkin belum paham, banyak anak yang belum dunung yang gak tau, kita harus kasih tau, tugas kita harus kasih tau itu yang penting, dulu kan mungkin kalian di SMP gak tau harus kemana gitu kan, kadang gak tau arah, kita harus semakin sabar P : Tapi dulu bapaknya sempat galak? N : Dulu, yang tegang, masih muda tegang ya iya, tapi semakin pengalaman artinya saya itu untuk siswa. Itu yang penting, saya itu untuk siswa, kalau anaknya dapat nilai jelek sedih juga, sudah gimana ni caranya, seperti itu kemudian yang jelas itu pikiran saya itu saya harus melapangkan dada, melapangkan ati, kalau kita sakit hati terus, diapakan anak sakit terus nanti dibawa pulang, jangan sampai, jadi guru dijalani sesuai kemampuan saya, yang penting tidak keluar dari koridor, anak dalam keadaan kondusif, anak dalam keadaan lurus dalam satu koridor, jangan sampai keluar koridor, kita menggiring anak dalam satu koridor, kalau itu ya sudah, gak usah berfikir terlalu melebar, arahkan anak dalam satu koridor dalam satu visi sekolah, tugas saya ini

(366) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 348 Lampiran 6 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran Alokasi Waktu : Taman Dewasa Jetis, Yogyakarta : VII/I (tujuh)/semester I : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) : 5 x 40‟ (2 x pertemuan) Standar Kompetensi : 3. Memahami wujud zat dan perubahannya. Kompetensi Dasar : 1.1. Mendeskripsikan konsep massa jenis dalam kehidupan sehari-hari. Indikator : - Menjelaskan dari hasil percobaan bahwa massa jenis adalah salah satu ciri khas suatu zat. - Menghitung massa jenis suatu zat. - Menggunakan konsep massa jenis untuk berbagai penyelesaian masalah dalam kehidupan sehari-hari A. Tujuan Pembelajaran : ● Peserta didik dapat : 1. Menyimpulkan bahwa massa jenis merupakan ciri khas suatu zat 2. Menyimpulkan pengaruh massa dan volume terhadap massa jenis suatu zat. 3. Menghitung massa jenis suatu zat. 4. Mengaplikasikan konsep massa jenis dalam kehidupan seharihari. ● Karakter yang diharapkan : - Disiplin (Discipline). - Rasa hormat dan perhatian (Respect). - Tekun (Diligence). - Tanggung jawab (Responsibility). - Ketelitian (Carefulness).

(367) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 349 B. Materi Pembelajaran : Massa Jenis Massa jenis benda sering disebut dengan kerapatan benda dan merupakan ciri khas setiap jenis benda. Massa jenis tidak tergantung pada jumlah benda. Apabila jenisnya sama maka nilai massa jenisnya juga sama. Misalnya, setetes air dan seember air mempunyai nilai massa jenis sama yaitu 1 gram/cm^3. Berbagai logam memiliki nilai massa jenis besar dikarenakan atom-atom dalam susunan molekulnya memiliki kerapatan yang besar. Massa jenis dilambangkan dengan simbol ρ (dibaca rho), salah satu huruf Yunani. Keterangan: ρ= massa jenis (kg/m3) m=massa benda (kg atau gram) V = volume benda (m3 atau cm3) Tabel berbagai massa jenis zat Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa kerapatan logam tertentu seperti platina atau emas jauh lebih besar dibandingkan zat-zat lainnya. Massa jenis berbagai zat berbeda-beda walaupun benda-benda tersebut jumlah atau volumenya sama. Massa jenis zat yang umum digunakan sebagai

(368) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 350 patokan adalah massa jenis air dan massa jenis raksa. Massa jenis air dalam wujud cair, yaitu 1000 kg/m^3 atau 1 g/cm^3, sedangkan raksa atau mercury memiliki massa jenis 13.600 kg/m^3 atau 13,6 g/cm^3. C. Metode Pembelajaran : Model: - Direct Instruction (DI) - Cooperative Learning Metode: - Diskusi kelompok - Eksperimen. D.Langkah-langkah Kegiatan PERTEMUAN PERTAMA I. Kegiatan Pendahuluan . Motivasi dan apersepsi - Apakah wujud zat dapat dibedakan berdasarkan massa jenisnya? - Apakah massa dan volume mempengaruhi massa jenis suatu zat? . Prasyarat pengetahuan - Apakah massa jenis merupakan ciri khas suatu zat? - Faktor apakah yang mempengaruhi massa jenis suatu zat? . Pra eksperimen - Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium. II. Kegiatan Inti  Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru: - melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber; - menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain; - memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;

(369) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 351 - melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.  Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru: - guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. - perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil neraca dua lengan, mistar, kayu, besi, alumunium, busa dan karet. - peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan massa jenis sebagai ciri khas suatu zat. - guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen pengaruh massa dan volume benda terhadap massa jenisnya. - guru memeriksa kegiatan percobaan dan memberikan bimbingan kepada siswa - peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya untuk membuat kesimpulan dari data percobaan. - peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal. - guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.  Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru: - guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa - guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan III. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru: - bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran; - melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram; - memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;

(370) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 352 - merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; PERTEMUAN KEDUA I. Kegiatan Pendahuluan . Motivasi dan apersepsi - Bagaimana menghitung massa jenis suatu zat? - Mengapa air laut di muara sungai tidak dapat segera bercampur dengan air sungai? . Prasyarat pengetahuan - Apakah rumus massa jenis suatu zat? - Bagaimana aplikasi konsep massa jenis dalam kehidupan seharihari? II. Kegiatan Inti  Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru: - melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber; - menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain; - memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya; - melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan - memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.  Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru: - peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan faktor-faktor yang mempengaruhi massa jenis suatu zat. - guru memberikan contoh soal cara menghitung massa jenis suatu zat.

(371) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 353 - - - - guru menunjuk salah satu peserta didik untuk menjawab soal mengenai massa jenis suatu zat di depan kelas, sedangkan peserta didik yang lain memperhatikannya. guru memberikan beberapa soal untuk dikerjakan oleh peserta didik. guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan aplikasi konsep massa jenis dalam kehi-dupan seharihari. peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal. guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.  Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru: - guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa - guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan III. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru: - bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran; - melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram; - memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; - merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; E. Sumber Belajar 1. Buku IPA Terpadu.

(372) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 354 2. Buku kerja 3. Alat-alat praktikum F. Penilaian Hasil Belajar Indikator Pencapaian Kompetensi  Menyelidiki proses pemuain pada zat padat, cair dan gas  Merencanakan percobaan sederhana untuk menunjukkan pemuaian zat cair dan zat padat  Menunjukkan prinsip pemuian dalam teknologi misalnya Bimetal Teknik Penilaian Observasi Bentuk Instrumen/ Soal Instrumen Lembar  Menggunakan alat Muschenbroek untuk observas mengamati pemuaian zat  Buatlah rancangan percobaan Tes Unjuk Uji petik tentang pemuaian zat kerja kerja  Jelaskan cara kerja setrika prosedur listrik otomatis.... dan  Jika sebatang besi dibagi produk menjadi dua bagian, massa jenisnya.... Tes a. tetap uraian tertulis b. menjadi setengah massa jenis mula-mula c.menjadi dua kali massa jenis mula-mula d. menjadi seperempat massa jenis mula-mula  Di muara sungai, air laut tidak dapat segera bercampur dengan air sungai. Mengapa demikian? Mengetahui, Kepala Sekolah Yogyakarta, Juli 2012 Guru Mata Pelajaran Kristiyani, S.Pd NPA. 3894 Yogo Wibowo, S.Pd

(373) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 355 GURU B

(374) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 356

(375) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 357

(376) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 358

(377) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 359

(378) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 360

(379) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 361

(380) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 362

(381) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 363

(382) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 364

(383) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 365

(384) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 366

(385) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 367 GURU C RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Kelas / Semester Mata Pelajaran Alokasi waktu : : : : SMP PANGUDI LUHUR 1 YOGYAKARTA VII (tujuh)/Semester 1 IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) 2 X 40’ Standar Kompetensi : 4. Kompetensi Dasar : 4.2 Melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia. Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat: 1. Menjelaskan manfaat proses pemisahan campuran. 2. Menjelaskan dasar atau prinsip yang digunakan dalam proses pemisahan campuran. 3. Menjelaskan beberapa cara memisahkan zat-zat penyusun suatu campuran. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia. 4. Mengetahui prinsip distilasi untuk pemisahan campuran. 5. 6. Mengetahui prinsip-prinsip kromatografi. Menjelaskan pengertian kadar zat dalam campuran. Menghitung kadar zat dalam campuran. 7.  Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ) Rasa hormat dan perhatian( respect) Tekun( diligence ) Tanggungjawab( responsibility) Ketelitian( carefulness) Materi Pembelajaran : Pemisahan Campuran

(386) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 368 Metode Pembelajaran : Model: Direct Instruction (DI) Cooperative Learning Metode: Diskusi kelompok Ceramah Eksperimen Langkah-langkah Kegiatan a. Kegiatan Pendahuluan . Motivasi dan apersepsi - Mengapa pasir yang akan digunakan untuk campuran semen perlu diayak? - Bagaimana cara memisahkan garam dari air laut? . Prasyarat pengetahuan - Apakah manfaat proses pemisahan campuran? - Bagaimana prinsip pemisahan campuran secara evaporasi? b. Kegiatan Inti  Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:  Menjelaskan manfaat proses pemisahan campuran.  Menjelaskan dasar atau prinsip yang digunakan dalam proses pemisahan campuran.  Menjelaskan beberapa cara memisahkan zat-zat penyusun suatu campuran.  Mengetahui prinsip distilasi untuk pemisahan campuran.  Mengetahui prinsip-prinsip kromatografi.  Menjelaskan pengertian kadar zat dalam campuran.  Menghitung kadar zat dalam campuran.  melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;  menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;  memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;  melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

(387) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 369  Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan manfaat proses pemisahan campuran.  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai prinsip yang digunakan dalam proses pemisahan campuran (perbedaan titik didih, kelarutan atau ukuran partikel).  Peserta didik (dibimbing oleh guru) dengan kelompoknya mendiskusikan beberapa proses pemisahan campuran (pengayakan, dekantir, penyaringan, sentrifugasi, evaporasi, pelarutan, pemisahan dengan menggunakan magnet dan sublimasi).  Perwakilan peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara bergantian, dimana masing-masing kelompok diminta untuk menjelaskan salah satu proses pemisahan campuran.  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.  Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,  memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,  memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,  memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:  berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;  membantu menyelesaikan masalah;  memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;  memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;  memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. c. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;

(388) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 370  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; Sumber Belajar a. Buku IPA Terpadu b. Buku kerja. c. Alat praktikum Penilaian Hasil Belajar Indikator Pencapaian Kompetensi - Menjelaskan dasar pemisahan campuran berdasarkan ukuran partikel dan titik didih - Melakukan percobaan penjernihan air dengan teknik sederhana - Melakukan percobaan untuk memisahkan campuran yang sesuai dengan metode yang dipilih ( penyaringan, destilasi, penguapan dan sublimasi ) Teknik Penilaian Tes tertulis Bentuk Instrumen Isian Penugasan Tugas proyek Observasi Lembar observasi Instrumen/ Soal Disediakan bahan-bahan, kemudian pisahkan berdasarkan ukuran partikelnya .... Lakukan tugas untuk penjernihan air secarasederhana Rancanglah alat sederhana untuk menjernihkan air Mengetahui, Kepala SMP PANGUDI LUHUR 1 YK Yogyakarta, ____Juli 2012 Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam ( Br. VALENTINUS NARYO, FIC, M.Pd.) NIP/NIK : G. 11.224 ( IGNATIUS SUTARJA, S.Pd. ) NIP/NIK : 19730702 200012 1 002

(389) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 371 Lampiran 7 Point pertanyaan profil Kompetensi Pedagogik dalam kegiatan pembelajaran 1. Memahami Karakteristik Siswa 1. Menurut bapak, informasi apa yang paling penting yang perlu diketahui dari diri setiap siswa? (latar belakang, fisik, intelektual, dll) 2. Mengapa menurut bapak, informasi itu perlu diketahui? Berasal dari mana alasan bapak tersebut? (dari bangku kuliah/pengalaman) 3. Sejauh mana, bapak mengetahui mengenai informasi tersebut? 4. Darimana bapak mengetahui informasi mengenai siswa diatas? Cara bapak mengetahui informasi tersebut darimana? (pengalaman/share dari teman) 5. Menurut bapak, apa pengaruh karakteristik (informasi diri siswa diatas) siswa terhadap mata pelajaran IPA / pembelajaran bapak? 6. Sejauh ini, apa saja bentuk potensi siswa yang pernah bapak ketahui mengenai siswa anda dalam mata pelajaran fisika? (intelektual/motivasi/emosional) 7. Bagaimana bapak bisa mengetahui potensi-potensi tersebut? Darimana cara/metode tersebut di ketahui? (pengalaman/share) 8. Sikap dan tindakan bapak setelah mengetahui berbagai potensi tersebut, terutama dalam proses pembelajaran IPA? 9. Jika ada siswa yang berpotensi lebih / kurang berpotensi, bagaimana bapak memperlakukannya? Apakah ada perlakuan berbeda? Mengapa dan darimana bapak bisa menerapkan perlakuan berbeda tersebut? 10. Menurut bapak pengaruh potensi siswa tersebut terhadap mata pelajaran IPA? 11. Sejauh ini, dalam bentuk apa saja bekal ajar awal siswa yang bapak ketahui dimiliki siswa bapak? Darimana bapak bisa tahu adanya bekal ajar awal?

(390) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 372 12. Bagaimana cara anda mengetahui bekal ajar siswa anda pada mata pelajaran fisika? Darimana cara tersebut anda dapat? 13. Menurut bapak apa pengaruh (keuntungan atau kekurangan) bekal ajar siswa bagi kegiatan pembelajaran fisika? 14. Sejauh ini, kesulitan belajar siswa yang sering ditemui pada mata pelajaran fisika? 15. Apa pengaruhnya kesulitan belajar terhadap pelaksanaan pembelajaran IPA? 16. Bagaimana cara mengetahui kesulitan belajar siswa terutama untuk mata pelajaran IPA? Darimana bapak mengetahui cara tersebut? 2. Pengembangan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu 1. Sebagai guru bapak tentu pernah membuat rencana pembelajaran, bentuk rencana pembelajaran yang seperti apa yang bapak pernah buat? Apakah itu suatu tuntutan saja atau menurut bapak itu kebutuhan? 2. Menurut bapak, apa pentingnya RPP dalam proses pelaksanaan pembelajaran IPA? Mengapa bapak beranggapan demikian? Dari mana asalnya bapak bisa berpendapat seperti itu? 3. Apakah sejauh ini, pernah berapa kali bapak melakukan perubahan atau perkembangan RPP secara personal? Darimana bapak belajar pengembangan RPP tersebut? 4. Menurut bapak, apakah tujuan pembelajaran IPA yang bapak yakini selama ini? Darimana bapak dapat merumuskan tujuan tersebut? 5. Menurut anda, apa manfaatnya jika anda mengetahui tujuan pembelajaran dari mata pelajaran fisika? 6. Faktor-faktor apa yang anda pertimbangkan ketika menentukan tujuan pembelajaran fisika? 7. Apa saja yang menjadi faktor pertimbangan bapak, ketika menentukan pengalaman belajar bagi siswa? (metode/media yang digunakan)

(391) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 373 8. Berasal dari mana, pengetahuan mengenai faktor yang menjadi pertimbangan bapak utnuk menentukkan pengalaman belajar tersebut? (saat kuliah/pengalaman) 9. Apakah dari awal mengajar, pengalaman belajar yang bapak terapkan dalam pembelajaran IPA dari waktu ke waktu sama? Jika terjadi perubahan itu kapan dan apa penyebab terjadinya perubahan tersebut? (kondisi siswa/hasil pelatihan/tuntutan pendidikan) 10. Adakah kesulitan yang bapak hadapi ketika memilih pengalaman belajar siswa yang sesuai dengan materi tertentu? 11. Susunan materi yang bapak gunakan, berasal dari pemerintah atau terkadang bapak modifikasi sendiri? Apakah yang menjadi acuan bapak menggunaan penataan materi tersebut, apakah itu sebuah kewajiban dari pemerintah? 12. Apa kendalanya dan keuntungannya dalam penerapan penataan materi dari pemerintah ataupun yang bapak modifikasi sendiri? 13. Menurut bapak, penataan materi yang baik itu seperti apa? Apa alasan bapak dan darimana bapak bisa mengungkapkan alasan tersebut? 14. Jika penataan materi yang digunakan merupakan modifikasi bapak sendiri, faktor apa saja yang mempengaruhi perubahan penataan materi tersebut? Darimana bapak bisa menentukkan faktor-faktor penentuan penataan materi tersebut? 15. Sejauh ini, apakah penataan materi fisika yang bapak lakukan dapat membantu siswa lebih memahami mata pelajaran fisika? 16. Instrumen penilaian apa yang sering bapak gunakan dalam pelajaran IPA? Mengapa bapak sering menggunkan penilaian tersebut? Darimana bapak mengetahui berbagai instrumen penilaian tersebut? (bangku kuliah/pengalaman) 17. Dalam memilih dan menentukan instrumen penilaian, terutama dalam pelajaran IPA, faktor apa saja yang biasa bapak pertimbangkan? Darimana bapak mengerti semua pertimbangan itu? (bangku kuliah/pengalaman/tuntutan)

(392) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 374 3. Menyelenggarakan Pembelajaran yang mendidik 1. Pembelajaran IPA yang mendidik menurut anda seperti apa? Alasannya? Darimana bapak bisa berpendapat seperti itu? 2. Bagaimana cara bapak meningkatkan/mengembangkan dimensi kognitif siswa dalam pembelajaran IPA? Alasan bapak memilih cara tersebut? Darimana bapak mengetahui cara tersebut? 3. Bagaimana cara bapak meningkatkan/mengembangkan dimensi afektif siswa dalam pembelajaran IPA? Alasan bapak memilih cara tersebut? Darimana bapak mengetahui cara tersebut? 4. Bagaimana cara bapak meningkatkan/mengembangkan dimensi psikomotorik siswa dalam pembelajaran IPA? Alasan bapak memilih cara tersebut? Darimana bapak mengeahui cara tersebut? 5. Apakah dalam kegiatan pembelajaran tentunya bapak pernah menggunakan media pembelajaran, media apa saja yang pernah dan sering bapak gunakan? 6. Apa tujuannya anda menggunakan media tersebut dalam proses pembelajaran? 7. Menurut bapak, apa keuntungan ataupun kerugian penggunaan media yang sudah bapak sebut diatas? Darimana bapak mengetahui hal tersebut? 8. Menurut anda apa yang dimaksud dengan keputusan transaksional? 9. Contoh keputusan transaksional yang sering anda buat berhubungan dengan kegiatan pembelajaran fisika? 10. Apa saja faktor yang mempengaruhi diambilnya transaksional? 11. Manfaat dari pengambilan keputusan transaksional? keputusan

(393) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 375 4. Memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk kepentingan pembelajaran 1. Menurut bapak, apakah alasan/latar belakang pemanfaatan berbagai teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan pembelajaran khususnya IPA? 2. Menurut bapak, teknologi informasi dan komunikasi apa yang bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran? 3. Bagaimana contoh pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dalam pembelajaran IPA? 4. Menurut bapak, apa keuntungan dan kerugian penggunaan teknologi tersebut dalam pembelajaran IPA? Darimana bapak bisa berpendapat seperti itu? 5. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar 1. Menurut bapak, aspek apa saja yang bisa dievaluasi dalam kegiatan pembelajaran, khususnya pembelajaran IPA? Mengapa? 2. Instrumen penilaian yang pernah dan sering bapak gunakan dalam menilai aspek kognitif dari siswa? Mengapa? Darimana bapak tahu mengenai jenis penilaian semacam itu? 3. Instrumen penilaian yang pernah dan sering bapak gunakan dalam menilai aspek psikomotorik dari siswa? Mengapa? Darimana bapak tahu mengenai jenis penilaian semacam itu? 4. Instrumen penilaian yang pernah dan sering bapak gunakan dalam menilai aspek afektif dari siswa? Mengapa? Darimana bapak tahu mengenai jenis penilaian semacam itu? 5. Apa kendala dari masing-masing bentuk instrumen penilaian yang pernah bapak lakukan? Apakah semua aspek yang ingin bapak nilai dapat terlihat dari hasil penilaian?

(394) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 376 6. Kegiatan selama pembelajaran berlangsung Untuk guru A 1. Apa keuntungan bapak mengetahui nama kebanyak siswa? 2. Bagaimana cara mengetahui nama siswa? 3. Mengapa mengetahui nama siswa itu penting? 4. Apa pengaruhnya mengenal nama siswa dalam kegiatan pembelajaran? 5. Apa manfaat sering melempar pertanyaan pada siswa? 6. Mengapa sering ditemukan guru mengulang materi dasar matematika? 7. Darimana mengetahui kalau siswa lemah di bagian matematika dasar? 8. Mengapa dan darimana dasar mengungkapkan alasa sering memantau siswa dengan berkeliling kelas? 9. Mengapa sering dilakukan diskusi kelas, presentasi kelompok, dan kerja kelompok dalam kegiatan pembelajaran? Untuk guru B 1. Apa alasan bapak sering medikte catatan siswa saat kegiatan pembelajaran? 2. Darimana dasar alasan tersebut diperoleh, dari pengalaman atau pedidikan? 3. Menurut bapak apa kekurangan dan kelebihan kegiatan mendikte? 4. Bagaimana mengejar ketertinggalan materi karena kegiatan mendikte? 5. Alasan masih memberikan tugas pada siswa yang gagal dalam remidinya kedua kali? 6. Alasan guru memeriksa sambil keliling kelas waktu jam pelajaran? 7. Mengapa pernah dilihat menyetop anak yang sering menjawab pertanyaan? 8. Apa manfaat penyampaian rencana pembelajaran pada siswa?

(395) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 377 9. Apa alasan menggunakan media viewer saat kegiatan pembelajaran? 10. Darimana bapak mendapat simulasi fisika yang ditunjukkan saat kegiatan pembelajaran? 11. Bagaimana cara bapak memberikan tekanan pada siswa yang ramai saat kegiatan pembelajaran berlangsung? 12. Apa alasan bapak sering memberikan pertanyaan saat kegiatan pembelajaran? 13. Apa strategi bapak untuk meningkatkan kemampuan matematis anak? Untuk guru C 1. Ketika dalam kelas, bapak pernah membagikan ringkasan materi yang sudah bapak buat kepada siswa, apakah tujuan bapak melakukan itu? Mengapa? Darimana bapak bisa memutuskan untuk membagi ringkasan materi itu? 2. Apakah setiap akhir pertemuan, bapak sering memberikan tugas bagi siswa untuk dikerjakan di rumah? Mengapa? Darimana bapak bisa mengambil keputusan tersebut? 3. Selama pembelajaran, bapak juga pernah membahas beberapa soal latihan bersama siswa, apakah menurut bapak membahas soal itu diperlukan? Mengapa? Mengapa harus melibatkan siswa? Darimana? 4. Jika ada siswa yang dalam pembahasan soal bersama, tidak memperhatikan atau terlibat, apa yang biasa bapak lakukan mengatasi persoalan tersebut? Mengapa? Darimana? 5. Bapak sering menulis di papan tulis dan setelah menulis bapak baru menjelaskan materi tersebut, apakah itu metode yang sering bapak lakukan selama pembelajaran di kelas? Mengapa? Darimana? Efektif tidak menurut bapak?

(396) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 378 6. Ketika bapak menulis di papan tulis, beberapa siswa terlihat tidak menulis dan ramai sendiri, apa yang biasanya bapak lakukan kepada mereka? Mengapa? Darimana? 7. Menurut bapak, apa manfaatnya ketika siswa mencatat di bukunya? Mengapa? Darimana?

(397) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 379 Lampiran 8 Dokumentasi Kegiatan Pembelajaran di Kelas Guru A Guru A menjelaskan materi di depan kelas Memberi kesempatan siswa pesentasi hasil praktikum Guru A menulis peta konsep sambil menjelaskan materi Kegiatan praktikum di laboratorium Pemanfaatan teknologi laptop dalam pembelajaram Guru A memantau hasil kerja siswa

(398) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 380 Guru B Guru B menjelaskan materi pada siswa Memberikan catatan pada siswa dengan memanfaatkan media papan tulis Pemanfaatan media viewer dalam kegiatan pembelajaran Guru B mendikte sambil memantau catatan siswa Memberikan kesempatan siswa menjelaskan materi kepada temannya Guru B memberikan nasihat pada siswanya

(399) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 381 Guru C Guru C membacakan sambil menerangkan materi pada ringkasan Guru memanfaatkan media papan tulis untuk menjelaskan materi Guru memberikan catatan tambahan untuk ringkasan siswa Guru memberikan kesempatan siswa yang tidak jelas melihat tulisan untuk maju

(400)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
1
26
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
16
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi
0
0
147
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
165
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
224
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
114
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
0
0
217
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi
0
0
190
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Program Studi Pendidikan Fisika
0
0
90
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
0
0
130
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
148
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
135
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
159
KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PENGEMBANGAN PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Study Pendidikan Fisika
0
0
173
Show more