HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA ATLET TAEKWONDO REMAJA

Gratis

0
0
148
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA ATLET TAEKWONDO REMAJA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Oleh: Tifany Christanti NIM : 099114010 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN MOTTO “selalu ada makna dibalik sebuah kata, selalu ada kebahagiaan dibalik semua tangis, dan selalu ada cerita indah dibalik semua rintangan.” -Tifany Christanti- Sukses berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain, tanpa kita kehilangan semangat -Abraham Lincoln- Jangan buang hari ini dengan mengkuatirkan hari esok. Gunung pun terasa datar ketika kita sampai ke puncaknya -Phi Delta Kappan- Bapa-mu mengetahui apa yang kamu perlukan, Sebelum kamu minta kepada-Nya -Matius 6 : 8- iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Dengan bangga, ku persembahkan skripsi ini untuk… Tuhan Yesus yang selalu menyertaiku Papa dan Mama ku tercinta serta seluruh keluarga besar Teman-teman yang selalu mendukung diriku sendiri yang tidak pernah lelah berjuang Dan seluruh atlet taekwondo v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 21 Agustus 2014 Penulis dnh) Tifany Christanti VI

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA ATLET TAEKWONDO REMAJA Tifany Christanti ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dan tingkat depresi pada atlet remaja. Subjek adalah 100 remaja dengan rentang usia 11 sampai 20 tahun yang berprofesi sebagai atlet taekwondo (55 laki-laki, 45 perempuan). Instrument penelitian ini menggunakan skala self-efficacy dan skala tingkat depresi. Skala self-efficacy terdiri dari 72 item dan skala tingkat depresi diadaptasi dari skala depresi Beck yang terdiri dari 20 item baik. Data dianalisis menggunakan program SPSS 16.0. Hasil menunjukan bahwa self-efficacy berkorelasi secara negatif dan signifikan dengan tingkat depresi (r=-0,473, p=0,000; p<0,05). Subjek dengan self-efficacy tinggi memiliki tingkat depresi rendah. Subjek yang memiliki self-efficacy tinggi sebanyak 66%, sehingga mereka memiliki tingkat depresi yang rendah dan tidak ada subjek yang memiliki self-efficacy rendah. Dengan demikian, disimpulkan bahwa hipotesis dari penelitian ini diterima. Tambahan, lama berlatih berkorelasi positif dan signifikan dengan self-efficacy (r=0,239, p=0,016; p<0,05). Akan tetapi lama berlatih tidak berkorelasi secara signifikan dengan tingkat depresi. Hasil tambahan lain juga menunjukan bahwa usia tidak berkorelasi secara signifikan dengan self-efficacy dan tingkat depresi. Kata kunci : self-efficacy, depresi, remaja, atlet taekwondo vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI THE RELATION BETWEEN SELF-EFFICACY AND DEPRESSION LEVEL IN ADOLESCENT TAEKWONDO ATHLETES Tifany Christanti ABSTRACT This research was purposed to found the correlation between self-efficacy and depression level inadolescent athletes. Subjects were 100 adolescent with the age range start from 11 years old untill 20 years old which has a profession as a taekwondo athlete (55 males, 45 females). The Instruments of this research were self-efficacy scale and depression level scale. Self-efficacy scale was consisted of 72 items and depression level scale was adopted from Beck’s Depression Scale, and it is consisted of 20 good items. Datas was analyzed by SPSS 16.00 program. The resultshowed that self-efficacy had a negative correlated and it is significant with depression level (r=-0,473, p=0,000; p<0,05). A subject with a high self-efficacy has a low depression level. Subject had a high self-efficacy as much as 66%, therefore they had a low depression level and there was no subject who had low self-efficacy. From the result of these analysis, it could be concluded that the hypothesis of this research was accepted. Addition, the practice duration was positively correlates and significant with self-efficacy (r=0,239, p=0,016; p<0,05). But, the practice duration wasn’t significantly correlated with depression level. The result of the addition also shows that the age hasn’t significant correlation between self-efficacy and depression level. Keyword: self-efficacy, depression, adolescent, taekwondo athlete. viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Nama Nomor : Mahasiswa : Tifany Christanti : 099114010 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma ka.ya ilmiah saya yang berjudul : HUBUNG AN S EL F. E F FI CACT DENGAN TINGKAT DEPRE SI PADA ATLET TAEKWONDO REMAJA beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengeloladi internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nirma saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal :21Agustus 2014 Yang menyatakan, ffiffi (Tifany Christanti) tx

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur dan terima kasih saya ucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala berkat, penyertaan, dan pendampingan selama proses pengerjaan skripsi ini. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Psikologi Universitas Sanata Dharma. Penulis memohon maaf apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Penulisan skripsi ini tentu tidak terlepas dari dukungan, doa, bimbingan dan bantuan dari dosen dan berbagai pihak disekitar penulis. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis juga mengucapkan terimakasih kepada: 1. Bapak Dr. T. Priyo Widiyanto, M. Si. selaku dekan Fakultas Psikologi Sanata Dharma. 2. Ibu Ratri Sunar A., S.Psi., M.Si selaku Kepala Program Studi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. 3. Ibu Debri Pristinella, M.Si selaku dosen pembimbing skripsi yang telah membimbing, mengarahkan, memberikan berbagai masukan selama proses penyusunan skripsi ini. 4. Ibu Dr. Tjipto Susana, M.Si selaku dosen pembimbing akademik kelas A yang telah membimbing saya selama proses perkuliahan. 5. Seluruh dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang telah mengajar dan memberikan ilmu selama saya menempuh perkuliahan. 6. Mas Muji yang telah bersabar mengajari saya mengenai berbagai alat tes psikologi dan berbagi pengalaman bekerja sebagai asisten laboratorium Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7. Mas Doni yang telah memberikan dukungan dan berbagi pengalaman bekerja sebagai asisten laboratorium Fakultas Psikologi Sanata Dharma 8. Seluruh staf Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma lainnya (Mas Gandung, Mbak Nanik, Bapak Giyanto) yang telah memfasititasi, memberikan informasi dan mendukung kalancaran studi penulis. 9. Bapak penjaga Parkir yang selalu ramah dan memberikan dukungan 10. Sabeum Budi, Sabeum Manto, Sabeum Surya, Sabeum Maklon dan Sabeum lain yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu 11. Seluruh staf perpustakaan yang telah membantu saya selama penyusunan skripsi 12. Seluruh subjek penelitian yang telah membantu dan melancarkan penyusunan skripsi saya 13. Kedua orang tua saya yang selalu mendoakan, memberi dukungan, dan bersabar untuk menunggu sampai skripsi ini selesai. Terima kasih untuk segala kasih sayang yang sangat luar biasa. 14. Pacarku Albertus Theo Sugiarto untuk setiap doa, kesabaran, dan dukungan. Terimakasih telah menjadi penyemangatku dan trimakasih untuk cinta yang luar biasa di setiap harinya. Mari kita selesaikan semua PR kita. 15. Seluruh keluarga yang telah memberikan dukungan dan selalu mengingatkan saya untuk segera menyelesaikan skripsi xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16. Sahabat-sahabatku yang luar biasa, Ayu Lestari, Acil, Riris, Edwi, Agnes, Pebi, Aprilia Pino dan Nick yang telah membantu dan memberikan dukungan. Mari kita capai mimpi-mimpi kita. 17. Teman-teman Psikologi angkatan 2009 yang telah bekerja sama selama perkuliahan dan memberi dukungan dalam proses penyusunan skripsi. 18. Semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu yang telah memberikan dukungan kepada saya baik secara langsung maupun tidak langsung. Penulis Tifany Christanti xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING.......................... ii HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................... iii HALAMAN MOTTO ................................................................................ iv HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................. v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................... vi ABSTRAK .................................................................................................. vii ABSTRACT ............................................................................................... viii HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KAYA ILMIAH ............... ix KATA PENGANTAR .................................................................................. x DAFTAR ISI .............................................................................................. xiii DAFTAR TABEL ................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................... xviii BAB I. PENDAHULUAN ...................................................................... 1 A. Latar Belakang ..................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ............................................................. 11 C. Tujuan Penelitian .............................................................. 11 D. Manfaat Penelitian ............................................................ 11 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ......................................................... 12 A. Depresi .............................................................................. 12 1. Pengertian Depresi ..................................................... 12 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Teori-Teori Depresi....................... …………………. 13 3. Gejala Depresi ................................................... ……. 17 4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Depresi ............. 21 5. Depresi Remaja ............................. …………………. 25 6. Konsep BDI (Beck Depression Inventory) ................. 28 B. Self-efficacy…………………. .......................................... 30 1. Pengertian Self-efficacy .................. ………………….30 2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Self-efficacy... …31 3. Dimensi Self-efficacy .................... …………………. 33 4. Sumber-Sumber Self-efficacy ........ …………………. 35 5. Karakteristik Individu Yang Memiliki Self-efficacy Tinggi Dan Self-efficacy Rendah .. …………………. 39 C. Atlet Remaja......................................... …………………. 40 1. Atlet ............................................... …………………. 41 2. Remaja .............................................................. ……. 41 3. Hakekat Taekwondo ..................... …………………. 42 D. Dinamika Hubungan Antara Self-efficacy Dan Depresi Pada Atlet Taekwondo Remaja..................... …………………. 44 E. Kerangka Berpikir ................................ …………………. 47 F. Hipotesis............................................................................. 47 BAB III. METODOLOGI PENELITIAN ............................................ 48 A. Jenis Penelitian ..................................... …………………. 48 B. Variabel Penelitian............................... …………………. 48 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C. Definisi Operasional .......................................................... 48 D. Subjek Penelitian ............................................................... 49 E. Instrumen Penelitian ............................ …………………. 51 1. Skala Tingkat Depresi.................................................... 51 2. SkalaSelf-efficacy ........................................................... 54 3. Data Tambahan ............................................................. 55 F. Pengujian Instrumen Penelitian ............ ………………….56 G. Validitas Dan Reliabilitas Alat Ukur ... …………………. 57 1. Validitas ........................................................................ 57 2. Seleksi Item .................................................................. 58 3. Reliabilitas .................................................................... 62 H. Metode Anlisis Data ............................ …………………. 63 BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................... 65 A. Pelaksanaan Penelitian ...................................................... 65 B. Deskripsi Subjek Penelitian .............................................. 66 1. Jenis Kelamin ................................................................ 66 2. Usia ............................................................................... 66 3. Lama Berlatih ................................................................ 67 C. Hasil Penelitian .................................................................. 68 1. Statistik Data Penelitian ................................................. 68 2. Kategorisasi Subjek Penelitian ...................................... 68 3. Uji Normalitas ............................................................... 70 4. Uji Linearitas ................................................................. 71 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Uji Hipotesis ................................................................. 71 6. Hasil Tambahan ............................................................ 72 a. Lama Berlatih ........................................................ 72 b. Usia........................................................................ 73 D. Pembahasan .......................................... …………………. 74 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ............................................... 81 A. Kesimpulan ........................................................................ 81 B. Saran ................................................................................... 82 1. Bagi Para Atlet Taekwondo ........................................... 82 2. Bagi Pengurus dan Pelatih Taekwondo......................... 82 3. Bagi Peneliti Selanjutnya .............................................. 82 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 84 LAMPIRAN ............................................................................................... 90 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Rumus Kategorisasi Tingkat Depresi ................................................ 29 Tabel 2. Blue Print Skala Depresi .................................................................... 51 Tabel 3. Blue Print SkalaSelf-efficacy ............................................................. 54 Tabel 4. Blue Print Skala Depresi Setelah Uji Coba ....................................... 59 Tabel 5. Blue print skalaself-efficacysetelah uji coba ...................................... 61 Tabel 6. Interpretasi Koefisien Korelasi .......................................................... 64 Tabel 7. Deskripsi Jenis Kelamin..................................................................... 66 Tabel 8. Deskripsi Usia .................................................................................... 67 Tabel 9. Lama Berlatih ..................................................................................... 67 Tabel 10. Statistik Data Penelitian ................................................................... 68 Tabel 11. Rumus Norma Kategorisasi ............................................................. 69 Tabel 12. Kategorisasi Skor Depresi dan Self-efficacy .................................... 69 Tabel 13. Kategorisasi Data Depresi danSelf-efficacy ..................................... 69 Tabel 14. Uji Normalitas .................................................................................. 70 Tabel 15. Uji Linearitas.................................................................................... 71 Tabel 16. Uji Hipotesis .................................................................................... 72 Tabel 17. Hasil Tambahan Lama Berlatih ....................................................... 73 Tabel 18. Hasil Tambahan Usia ....................................................................... 74 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN 1: SKALA UJI COBA................................................................ 91 LAMPIRAN 2: RELIABILITAS SKALA ...................................................... 102 LAMPIRAN 3: SKALA PENELITIAN .......................................................... 112 LAMPIRAN 4: DESKRIPSI SUBJEK ............................................................ 122 LAMPIRAN 5: UJI ASUMSI .......................................................................... 124 LAMPIRAN 6: UJI HIPOTESIS ..................................................................... 128 LAMPIRAN 7: HASIL TAMBAHAN ............................................................ 129 xviii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Secara umum tingkah laku manusia dipengaruhi oleh budaya, sikap, emosi, nilai, etika, dan genetik (Wikipedia.com). Menurut Haye (1985) perkembangan manusia yang semakin modern akan mengakibatkan perubahan pola pikir dan tingkah laku manusia dalam bermasyarakat. Menurutnya juga, semakin kompleks kehidupan seseorang menyebabkan semakin kompleks pula tekanan ketegangan dan masalah yang dihadapi. Berbagai tekanan ketegangan dan masalah ini dapat menyebabkan seseorang mengalami depresi. Menurut Lubis (2009) stress yang tidak dapat diatasi merupakan awal dari depresi. Stress yang tidak dapat diatasi pada remaja antara lain karena perceraian orang tua, tidak adanya dukungan dari orang tua, pergaulan bebas, persaingan yang semakin ketat, masalah hubungan dengan teman sebaya, dan harapan orang tua yang terlalu tinggi (Lubis, 2009). Ketika individu tidak dapat mengatasi stress yang dialaminya maka akan memperburuk kondisi mental individu tersebut dan dapat menuju pada keadaan depresi yang semakin parah. Depresi merupakan gangguan mental yang sering dialami oleh masyarakat, akan tetapi depresi ini sering diabaikan karena masyarakat beranggapan bahwa depresi dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan (Lubis, 2009). Selain itu, pemerintah Indonesia lebih memperhatikan kesehatan fisik daripada kesehatan mental, dapat dilihat dari ketersediaan rumah sakit jiwa di Indonesia saat ini yang hanya berjumlah 32 rumah sakit jiwa milik pemerintah dan 16 rumah sakit jiwa 1

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 milik swasta. Sedangkan rumah sakit umum berjumlah 1.678 rumah sakit dan hanya sekitar 2 persen yang memiliki layanan kesehatan jiwa (Anna, 2012). “American Psychological Association” (APA) (2000) memberikan definisi depresi sebagai perasaan sedih atau kosong yang disertai dengan penurunan minat terhadap aktivitas yang menyenangkan, gangguan tidur dan pola makan, penurunan kemampuan berkonsentrasi, perasaan bersalah yang berlebihan, dan munculnya pikiran tentang kematian atau bunuh diri. Hetherington dan Parke (1986) menyebutkan bahwa depresi adalah kata lain dari perasaan sedih, kesendirian atau kemurungan. Secara klinis depresi tidak hanya berupa kesedihan yang ekstrim atau gangguan afeksi, tetapi juga disertai dengan perubahan fungsi kognitif atau tingkah laku. Prawirohusodo (1993) menyebutkan bahwa 100 juta manusia mengalami depresi setiap tahunnya. Data tersebut didukung oleh data WHO yang menunjukkan pada tahun 2012 terdapat l2l juta orang mengalami depresi, penderita pria sekitar 5,8% dan penderita wanita sekitar 9,5% (Kliping Berita Kesehatan, 2012). Selain itu, data ini didukung oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emawati (dalam Kompas.com, 11 Oktober 2011) yang menyatakan bahwa jumlah penderita gangguan jiwa ringan di Jakarta pada tahun 2010 mencapai 159.029 orang, kemudian mengalami peningkatan pada triwulan kedua tahun 2011 hingga 306.621 orang. Ditambah lagi menurut dr Erika Sp.KJ, jumlah penderita depresi di Poli Kesehatan Jiwa RSUD dr Soetomo Surabaya sepanjang tahun 2011 tercatat 1.050 terdeteksi mengalami depresi, sedangkan dalam 6 bulan

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 pertama tahun 2012 tercatat 1.145 orang yang terpantau menderita depresi (Prastyo, 2012). Melihat kasus depresi yang terus meningkat, penelitian yang dilakukan oleh Retnowati (2005), menyebutkan bahwa dari 3.183 remaja di Yogyakarta yang diteliti, 2.586 remaja mengalami gejala depresi pada kategori sedang sampai tinggi. Data tersebut didukung oleh pendapat Prawirohardjo (1987), yang mengungkapkan bahwa golongan muda merupakan populasi yang rentan mengalami depresi. Neiger (Dariyo, 2004) mengidentifikasikan bahwa individu pada usia muda antara 15-24 tahun sangat rentan untuk mengalami gangguan depresi. Penelitian yang dilakukan oleh Radloff dan Rutter (dalam Marcotte, 2002) menemukan bahwa simtom depresi meningkat mulai dari masa kanak‐kanak ke masa remaja, tanda meningkatnya depresi muncul antara usia 13 – 15 tahun kemudian mencapai puncaknya sekitar usia 17 – 18 tahun, dan menjadi stabil pada usia dewasa. Remaja rentan terhadap depresi karena masa remaja merupakan masa transisi, yaitu peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa (Hurlock, 1996). Santrock (2003) memberi definisi remaja adalah masa transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosio-emosi. Selain itu, Erikson (dalam Santrock, 2003) menyebutkan bahwa remaja merupakan masa pencarian identitas diri. Hal ini menyebabkan remaja mengalami emosi yang tidak stabil, keinginan yang mudah berubah, kesulitan dalam menginstropeksi diri, penuh angan-angan dan sangat sensitif (Blackman 1995). Pada masa ini remaja sedang memainkan perannya sebagai pembangkang dan

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 selalu melakukan uji coba dengan berbagai macam tingkah laku. Remaja pada umumnya mulai berpikir mengenai ciri-ciri diri ideal bagi dirinya sendiri dan orang lain serta membandingkan diri mereka dan orang lain (Santrock, 2002). Remaja mendapat stereotip budaya yang mengatakan bahwa mereka adalah anak-anak yang tidak rapih, yang tidak dapat dipercaya, sering berperilaku merusak dan pembawaannya buruk (Astuti, 2009). Stereotip ini memberikan tekanan pada remaja ketika menghadapi masalah karena para remaja merasa dilecehkan oleh orang-orang yang lebih dewasa (Astuti, 2009). Menurutnya juga stereotip ini menyebabkan remaja mengalami kegagalan dan ketidakmampuan dalam menyelesaikan masalah sesuai dengan cara mereka sendiri, tekanan masalah dan kesulitan dalam pemecahannya membuat remaja mengalami depresi. Pada umumnya depresi diawali oleh stress yang tidak dapat diatasi (Lubis, 2009). Akan tetapi remaja lebih rentan mengalami depresi karena pada masa awal perkembangannya memperoleh skema kognitif yang menilai rendah terhadap dirinya sendiri dan tidak memiliki keyakinan mengenai masa depan (Beck, 1976; Clark & Beck, 1989; Kovacs, 1989 dalam Santrock, 2003). Menurut beberapa penelitian (Fritz, 1995 dalam Lubis, 2009) sekitar 5% dari remaja menderita simtom depresi, misalnya kesedihan yang menetap, prestasi yang menurun dan kurangnya ketertarikan pada tugas yang dahulu disukai. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Clark & Nelson (1990) menemukan bahwa mahasiswa perempuan yang mengalami depresi secara konsisten mengevaluasi prestasi belajar mereka secara lebih negatif daripada seharusnya (Santrock, 2003).

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Remaja yang memiliki skema negatif terhadap diri sendiri akan sangat mempengaruhi perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Ketika remaja memiliki skema yang negatif maka seorang remaja akan kehilangan keyakinan bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk dapat mengorganisasikan dan memilih tindakan yang diperlukan dalam menghadapi situasi khusus yang tidak dapat diprediksi dan penuh tekanan (Bandura, 1997). Menurut bandura, 1997 remaja yang kehilangan keyakinan pada dirinya sendiri untuk mampu mengorganisasikan dan memilih tidakan dalam menghadapi situasi tertentu merupakan remaja yang memiliki self-efficacyrendah. Hal tersebut karena self-efficacy adalah keyakinan yang dimiliki seseorang untuk dapat menguasai suatu situasi dan mampu memberikan hasil yang dikehendaki (Santrock, 2007). Self-efficacy sering sekali dihubungkan dengan prestasi yang dapat dicapai oleh seseorang. Menurut Bandura (1997) self-efficacyadalah proses kognitif yang mempengaruhimotivasi seseorang untuk berperilaku. Seorang remaja yang memiliki self-efficacy tinggi akan memberikan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk dapat mencapai sesuatu yang diinginkan, tidak mudah menyerah dan terus berusaha sampai berhasil serta memiliki sikap yang optimis percaya diri dan berpikiran positif. Sebaliknya, seorang dengan self-efficacy yang rendah akan menunjukan sikap yang pesimis, tidak percaya diri dan selalu memiliki perasaan khawatir (Bandura, 1997). Self-efficacyakan berkembang secara terus menerus sejalan dengan meningkatnya kemampuan dan bertambahnya pengalaman-pengalaman yang berkaitan dengan aktivitasnya (Ariyanto & Anam, 2007). Penelitian

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 mengungkapkan bahwa keikutsertaan seseorang di bidang olahraga akan mengakibatkan seseorang memiliki gambaran diri yang positif dan kepercayaan diri yang tinggi (Anthrop & Allison, 1983; Hall, Durborrow, & Progen, 1986; Kirshmit, Richards, & Ham, 1998; Snyder & Speitzer, 1976 dalam Santrock 2003). Kepercayaan diri yang tinggi dan gambaran diri yang positif saat menghadapi situasi-situasi yang akan datang yang tidak dapat diprediksi merupakan komponen dari self-efficacy (Bandura, 1997). Seorang remaja yang secara aktif mengikuti kegiatan olahraga akan melatih kemampuannya secara rutin sehingga memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan gambaran diri yang positif. Hal ini juga akan mempengaruhi selfefficacy remaja yang juga akan semakin berkembang sejalan dengan potensi yang dimilikinya. Salah satu penelitian tentang kepercayaan diri dilakukan oleh L. Cooper, membandingkan perbedaan kepribadian antara atlet dan non-atlet yang hasilnya menunjukan bahwa seorang atlet terlihat lebih percaya diri daripada seseorang yang bukan atlet (Gunarsa, 1989). Hal ini menggambarkan bahwa seorang atlet akan memiliki self-efficacy yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan non-atlet. Kepercayaan diri merupakan komponen dari self-efficacy dan menurut Wahyuni (2010) seseorang yang memiliki kepercayaan diri maka gejala depresinya akan semakin rendah. Ketika seseorang remaja melakukan olahraga, seseorang remaja akan memilih jenis olahraga yang sesuai dengan kepribadiannya. Seseorang yang memiliki kepribadian agresif biasanya akan memilih cabang olahraga beladiri (Gunarsa, 1989). Olahraga bela diri tergolong olahraga yang mengandalkan tempo

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 reaksi cepat, kemampuan menyusun taktik yang sesuai dengan keadaan, kemandirian dan minat yang besar untuk mengambil resiko (Gunarsa, 1989). Lelana (2006 dalam Setiawan, 2012) mengungkapkan beberapa hakekat mengenai olahraga beladiri adalah menambah kepercayaan diri, menimbulkan kewaspadaan yang tinggi, melatih fisik, mental dan pikiran. Taekwondo merupakan salah satu cabang olah raga yang diharapkan bisa membina generasi muda Indonesia menjadi pribadi yang sehat, tangguh dan mandiri dalam menghadapi tantangan hidup di masa-masa yang akan datang (Yulianto & Nashori, 2006). Taekwondo mengandung aspek filosofi yang mendalam, dengan mempelajari pikiran, jiwa dan raga secara menyeluruh dan pada akhirnya remaja yang mengikuti taekwondo diharapkan dapat mengenali dirinya, memiliki konsep diri yang berkembang secara positif. (Setiawan, 2012).Seorang atlet taekwondo remaja juga dilatih memiliki teknik dan taktik yang baik supaya dapat mengantisipasi situasi yang tidak dapat dipresiksi ketika bertanding(Wimbardi, 2012). Oleh karena itu, seorang atlet taekwondo remaja diharapkan dapat menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri dalam menghadapi tantangan yang dialaminya. Penelitian yang dilakukan oleh Yulianto dan Nashori, (2006) menyebutkan bahwa ada hubungan signifikan antara kepercayaan diri dengan prestasi atlet taekwondo sehingga tidak hanya komponen teknis saja yang dibutuhkan tetapi harus melihat sisi psikologis seperti kepercayaan diri. Selain melihat dari sisi psikologis, kondisi fisiologis juga menjadi sumber penting untuk keberhasilan seorang atlet pada performansinya. Kondisi fisiologis meliputi gairah otonom yang berhubungan dengan rasa takut, keraguan diri,

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 keadaan siap untuk melakukan suatu pekerjaan, tingkat kebugaran, kelelahan, dan rasa nyeri saat cidera (Feltz & Riessinger, 1990). Kondisi fisiologis seorang atlet akan berpengaruh pada kondisi mental seseorang. Hasil penelitian McAuley (2009) menunjukan bahwa aktifitas fisik seperti olahraga dapat meningkatkan self-efficacy seseorang, selain itu juga dapat mengurangi gejala depresi. Akan tetapi menjadi seorang atlet merupakan profesi yang tergolong berat. Hal ini karena atlet dituntut untuk secara konsisten meningkatkan kualitas dirinya. Kondisi ini menyebabkan seorang atlet sering mengalami kelelahan fisik dan mental. Menurut Bunker (dalam Gunarsa, 2004) kondisi kelelahan fisik dan mental pada atlet disebut dengan istilah “burnout”. Thompson & Trattner (2007) melaporkan bahwa siswa atlet banyak mengalami depresi karena tekanan untuk berpartisipasi dalam olahraga yang terlalu berat. Beberapa penyebab seorang atlet mengalami depresi yaitu, ketika atlet mengalami cidera, penurunan harga diri karena ketidakmampuan untuk melakukan sesuatu dengan baik yang berhubungan dengan performasi olahraganya, atau atlet mengalami overtrainingsyndrome atau staleness. Sindrom ini mencangkup pelatihan yang terlalu berat yang menyebabkan penurunan fisik (misalnya, penurunan kinerja, kelelahan, nyeri otot, penurunan berat badan, gangguan makan, dll) dan penurunan psikologis (misalnya, depresi, kecemasan, iritabilitas, konsentrasi menurun, dll). Beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menunjukan bahwa olahraga merupakan salah satu cara untuk mengurangi depresi. Hal ini juga didukung oleh pendapat Ananda (2013) berdasarkan penelitian terbaru dari The

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 Cochrane Library, olahraga bisa mengurangi gejala depresi pada orang-orang yang mengalaminya. Selain itu, olahraga juga dapat meningkatkan self-efficacy seseorang remaja. Self-efficacy ini sangat berpengaruh pada keyakinan remaja untuk mampu melakukan suatu hal dengan baik. Seperti yang diungkapkan oleh Lelana (2006 dalam Setiawan, 2012) mengenai hakekat olahraga beladiri adalah menambah kepercayaan diri, menimbulkan kewaspadaan yang tinggi, melatih fisik, mental dan pikiran. Sedangkan olahraga taekwondo sendiri mempelajari pikiran, jiwa dan raga secara menyeluruh dan pada akhirnya remaja yang mengikuti taekwondo diharapkan dapat mengenali dirinya, memiliki konsep diri yang berkembang secara positif. Dengan demikian, seharusnya seorang remajayang menjadi atlet taekwondo tidak memiliki gejala depresi, namun penelitian lainnya menunjukan bahwa seseorang remaja yang memutuskan untuk fokus menjadi atlet suatu cabang olahraga akan menghadapi beberapa tuntutan yang berbeda dengan orang kebanyakan untuk mempertahankan prestasinya.Seorang atlet remaja dapat mengalami cidera, kelelahan fisik dan merasa tidak mampu melakukan performasi dengan baik. Dengan demikian, meskipun seorang atlet remaja tersebut memiliki self-efficacy yang sama seperti orang-orang umum, namun tuntutannya tidaklah sama. Hal-hal tersebut menyebabkan seorang atlet remaja mengalami tekanan yang dapat menuju pada depresi. Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti ingin melihat hubungan selfefficacy dengan depresi secara spesifik pada atlet. Penelitian ini ingin mengetahui hubungan self-efficacy dengan tingkat depresi pada atlet taekwondo. Peneliti memilih atlet taekwondo karena taekwondo

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 merupakan salah satu olahraga yang sedang berkembang di Indonesia. Perkembangan taekwondo terlihat dari prestasi yang telah diraih oleh atlet nasional taekwondo di tingkat dunia (Bramantoro, 2012). Selain itu, taekwondo juga mempelajari pikiran, jiwa, dan raga secara menyeluruh sehingga seorang atlet taekwondo remaja dapat mengenali dirinya sendiri dan memiliki konsep diri yang positif (Setiawan, 2012). Penelitian ini dirasa penting untuk dilakukan karena ketika seseorang atlet taekwondo memiliki tingkat depresi yang tinggi maka akan berpengaruh pada performasi ketika bertanding dan berpengaruh pada prestasi kejuaraan yang diraihnya. Selain itu, mengingat prediksi WHO yang berpendapat bahwa pada tahun 2020, di negara-negara berkembang, depresi akan menjadi salah satu penyakit mental yang banyak dialami dan depresi berat akan menjadi penyebab kematian kedua terbesar setelah serangan jantung (Lubis, 2009), maka penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk mencegah dan mengurangi kasus depresi secara umum pada masyarakat dan secara khusus pada atlet.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 B. RUMUSAN MASALAH Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara self-efficacy dan tingkat depresi pada remaja yang berprofesi sebagai atlet taekwondo? C. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara selfefficacy dan tingkat depresi pada remaja yang berprofesi sebagai atlet taekwondo. D. MANFAAT PENELITIAN 1. Manfaat Teoristis: Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian pengetahuan ilmu psikologi klinis dan psikologi perkembangan mengenai selfefficacy dan depresi pada umumnya dan self-efficacy dan depresi pada atlet remaja taekwondo pada khususnya. 2. Manfaat Praktis : Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pengelola pusat pelatihan dan lembaga-lembaga olahraga taekwondo mengenai kondisi psikologis para atlet khususnya berkaitan dengan gambaran self-efficacy dan tingkat depresi atlet remaja taekwondo.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. DEPRESI 1. PENGERTIAN DEPRESI Depresi merupakan sebuah kondisi emosional yang sering kali ditandai oleh kesedihan yang sangat mendalam, perasaan tidak berarti, perasaan bersalah, menarik diri dari lingkungan sekitar, sulit tidur, kehilangan nafsu makan, dan tidak berminat melakukan aktivitas yang biasanya disukai (Davison, Neale & Kring, 2006). Menurut Atkinson (1991) depresi diartikan sebagai gangguan mood yang dicirikan tidak ada harapan, ketidakberdayaan yang berlebihan, tidak mampu mengambil keputusan untuk memulai suatu kegiatan, tidak mampu berkonsentrasi, tidak punya semangat hidup, selalu tegang dan mencoba untuk bunuh diri. Rathus (dalam Lubis, 2009) menyatakan orang yang mengalami depresi umumnya mengalami gangguan yang meliputi keadaan emosi, motivasi, fungsional, dan gerakan tingkah laku serta kognisi. Depresi mayor (major depression) adalah suatu gangguan suasana hati (a mood disorder) dimana individu merasa sangat tidak bahagia, kehilangan semangat (demoralized), merasa terhina (seft-deragatory), dan bosan (Santrock, 2002). Dalam penelitian ini, pengertian depresi mengacu pada definisi Beck. Beck (1985) mendefinisikan depresi berdasarkan pada tiga komponen. Komponen pertama adalah diri, yaitu memandang diri sendiri secara negatif, merasa tidak berharga, dan mencari hubungan pada pengalaman yang tidak 12

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 menyenangkan dengan kekurangan pada diri sendiri. Komponen kedua adalah dunia, yaitu menafsirkan pengalaman dan interakasi pada lingkungan dengan cara yang negatif. Komponen ketiga adalah masa depan, yaitu memandang masa depan dengan cara negatif, berpikir bahwa kesulitan dan penderitaaan akan berlanjut. Beck (1985) membatasi depresi dengan lima tanda-tanda berikut ini: a. Perubahan suasana hati yang spesifik, seperti kesepian, kesedihan dan apati b. Konsep diri yang negatif disertai dengan kecenderungan untuk mencela dan menyalahkan diri sendiri. c. Keinginan untuk menghukum diri sendiri, seperti keinginan untuk menghindar, bersembunyi, dan keinginan untuk bunuh diri. d. Perubahan-perubahan vegetative seperti tidak ada nafsu makan, tidak dapat tidur, dan kehilangan minat seksual. e. Penurunan tingkat aktivitas seperti menurunnya aktifitas motorik ataupun mudah lelah. 2. TEORI-TEORI DEPRESI a. Teori Psikoanalisis Pendekatan psikoanalisis dari Freud menyebutkan bahwa depresi disebabkan oleh kebutuhan oral pada masa kanak-kanak yang kurang terpuaskan atau kebutuhan oral pada masa kanak-kanak yang terpuaskan secara berlebihan. Oleh karena itu, anak akan mengalami ketergantungan yang berlebihan terhadap orang sekitar sehingga apabila secara tiba-tiba

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 kehilangan seseorang yang sangat berarti untuk dirinya, akan muncul reaksi yang kompleks, seperti rasa sedih yang berlarut-larut, perasaan marah, dendam, membenci diri sendiri, muncul keinginan untuk menghukum atau menyalahkan diri sendiri sehingga ia akan merasakan tertekan dan depresi. Depresi akan berkembang jika individu tidak mampu menerima perasaan marah terhadap figur yang ia butuhkan sehingga kemarahan dan kebencian diarahkan pada diri sendiri dan akhirnya mengalami depresi (King, 2010). b. Teori Perilaku atau Behavioral Teori behavioral memandang depresi sebagai akibat dari kurangnya penghargaan (rewards) dan lebih banyak menerima hukuman (punishment). Para Behavioris mengatakan bahwa reinforcement negatif merupakan penyebab awal dari depresi yang mengakibatkan hilangnya self-esteem. Skinner mengatakan bahwa individu akan mengulangi suatu perilaku jika mendapatkan hasil yang diinginkan, namun jika hasil yang didapatkan berakibat negatif atau tidak menyenangkan maka individu akan menghentikan perilaku tersebut. Martin Seligman, 1975 dengan teori Learned Helplessness mengungkapkan bahwa penyebab depresi adalah adanya suatu perasaan tidak berdaya yang dipelajari. Individu belajar untuk merasa tidak berdaya dalam mengendalikan situasi-situasi yang menekan. Hal ini terjadi akibat dari kegagalannya mengatasi masalah-masalah sebelumnya yang terjadi berulang-ulang. Ketidakberdayaan yang dipelajari ini dapat

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 mengakibatkan terjadinya penurunan motivasi, kognitif, dan emosional. Pada aspek motivasi, orang yang tidak berdaya tidak mau melakukan usaha apapun untuk mengubah hasil atau keadaan. Dari aspek kognitif, orang yang tidak berdaya mengalami kegagalan untuk belajar reponrespon baru yang dapat membantunya terhindar dari situasi yang menekan. Sedangkan dari aspek emosional, perasaan tidak berdaya yang dipelajari tersebut mengakibatkan depresi ringan, sedang dan berat. Pakar behavioris percaya bahwa beberapa individu mengalami depresi karena pada masa kanak-kanak mereka terlalu dilindungi sehingga setelah dewasa, tekanan dan stressor yang diterima terlalu sulit untuk diatasi. c. Teori Stres Teori stress mencoba menjelaskan depresi berdasarkan pendapat bahwa depresi/ gangguan mood merupakan respon dari stress. Menurut Campbell dan Kub (dalam Lubis, 2009) stressor sehari-hari merupakan prediktor yang paling kuat terhadap depresi daripada kekerasan sewaktu kecil. Hal ini disebabkan karena stres yang dialami sehari-hari dapat membebani dan melemahkan daya tahan tubuh terhadap tekanan. Ketika seseorang tidak dapat mengatasi stress yang dialaminya maka depresi akan muncul. d. Teori Kognitif Menurut Beck (1985) depresi merupakan akibat dari cara berfikir seseorang yang salah sehingga muncul pandangan negatif tehadap hal-hal yang disebut Primary Triad, yaitu:

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16  Diri sendiri, beranggapan bahwa dirinya tidak berharga, serba kekurangan, dan cenderung memberikan atribut pengalaman yang tidak menyenangkan pada diri sendiri.  Dunia, beranggapan bahwa dunia penuh dengan tuntutantuntutan di luar batas kemampuan dan banyak halangan yang merintangi pencapaian tujuan.  Masa depan, beranggapan bahwa kesulitan-kesulitan dan penderitaan-penderitaannya saat ini akan berlanjut di masa depan sehingga masa depannya akan penuh kesukaran, frustasi, dan merasa penuh kekurangan. Menurut Beck, kesalahan berpikir mempunyai karakteristik sebagai berikut:  Arbitrary Inference: proses penarikan kesimpulan terhadap suatu situasi, kejadian, pengalaman tanpa didukung buktibukti.  Selective Abstraction: pemusatan pada detail-detail yang ada di luar konteks, dengan tidak mempedulikan aspek-aspek lain yang ada di dalam konteks.  Overgeneralization: penarikan kesimpulan berdasarkan satu kejadian dan menerapkan konsep tersebut pada semua hal.  Magnification and Minimization: kesalahan besar dalam mengevaluasi suatu peristiwa.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17  Personalization: kecenderungan menghubung-hubungkan peristiwa diluar dirinya dengan dirinya sendiri, tanpa dasardasar yang memungkinkan. Karakteristik tersebut menggambarkan pandangan negatif seseorang terhadap dirinya. Pandangan negatif ini membentuk konsep dan skema negatif yang mempengaruhi interpretasi seseorang terhadap pengalaman berikutnya. Konsep dan skema negatif ini akan mengarahkan seseorang pada depresi. 3. GEJALA DEPRESI Gejala depresi merupakan kumpulan perilaku dan perasaan yang secara spesifik dapat dikelompokan sebagai depresi. Akan tetapi gajala depresi satu individu berbeda dengan individu lainnya. Lubis (2009) membagi gejala depresi menjadi tiga bagian sebagai berikut : a. Gejala fisik : gangguan pola tidur; menurunnya tingkat aktivitas; menurunnya efisiensi kerja (individu sulit memfokuskan energy pada hal-hal prioritas); menurunnya produktivitas kerja (seseorang yang mengalami depresi akan kehilangan minat dan motivasi kerjanya sehingga keharusannya untuk tetap berkatifitas membuatnya semakin kehilangan energi karena energy yang ada sudah dipakai untuk mempertahankan diri agar dapat berfungsi seperti biasa); dan mudah merasa letih dan sakit (individu yang menyimpan perasaan nergatif/depresi akan membuat letih karena membebani pikiran dan perasaan).

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 b. Gejala Psikis : kehilangan rasa percaya diri (orang yang mengalami depresi cenderung memandang segala sesuatu secara negatif dan memandang orang lain jauh lebih baik daripada dirinya); sensitive (orang yang mengalami depresi sering mengaitkan suatu peristiwa dengan dirinya dan menyalahartikan suatu peristiwa yang sebenarnya netral, akhirnya mereka mudah tersinggung, mudah marah, perasa, curiga, mudah sedih, murung, lebih suka menyendiri); merasa diri tidak berguna (merasa gagal pada bidang atau lingkungan yang seharusnya dikuasai); perasaan bersalah (memandang sebuah peristiwa yang menimpa dirinya sebagai suatu hukuman dari kegagalan mereka melakukan tanggung jawab yang seharusnya dikerjakan); perasaan terbebani (merasa terbebani oleh tanggung jawab yang berat). c. Gejala Sosial : masalah sosial yang biasanya terjadi adalah masalah interaksi dengan rekan kerja, atasan, atau bawahan, seperti konflik, perasaan minder, malu, cemas jika berada di antara kelompok dan tidak nyaman untuk berkomunikasi secara normal; merasa tidak mampu menjalin hubungan dan bersikap terbuka terhadap lingkungan. Selain itu, Beck (1967) dalam Lubis (2009) membuat empat kategori simtom atau gejala depresi, yaitu: simtom-simtom emosional, kognitif, motivasional, dan fisik. Beck memaparkannya sebagai berikut:

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 a. Simtom-Simtom Emosional Simtom emosional merupakan perubahan perasaan atau tingkah laku akibat dari keadaan emosi. Beck menyebutkan manifestasi emosional meliputi: 1. Penurunan mood yang meliputi perasaan sedih atau kelabu 2. Perasaan-perasaan negatif terhadap diri sendiri misalnya “saya tidak berharga, saya tidak berdaya, saya lemah” 3. Hilangnya kepuasaan terhadap aktivitas yang dilakukan, pada mulanya terbatas pada aktivitas tertentu namun kemudian meluas pada aktivitas yang berkaitan dengan kebutuhan biologis, seperti makan, minum, dan hubungan seks. Kegiatan yang menyangkut tugas dan tanggung jawab menjadi kurang memuaskan. 4. Hilangnya emosi kasih sayang, berkaitan dengan interaksi dengan orang lain. Menipisnya intensitas afeksi dan cinta kemudian bergerak ke perasaan acuh tak acuh sampai apatis. 5. Mudah menangis, pada tahap yang lebih parah individu tidak dapat lagi menangis meskipun ia ingin menangis. 6. Hilangnya kemampuan menangkap informasi yang berisikan humor, lelucon tidak lagi menjadi sumber kepuasan, semua cenderung dilihat secara serius, bahkan menimbulkan perasaan tersinggung. b. Simtom-Simtom Kognitif Beck (1967) dalam (Lubis, 2009) menyebutkan manifestasi kognitifnya antara lain :

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 1. Penilaian diri sendiri yang rendah terhadap kemampuan intelegensi, penampilan, kesehatan, daya tarik, popularitas, dan penghasilannya. 2. Harapan-harapan negatif, yaitu mengharapkan hal-hal yang terburuk dan menolak adanya perbaikan atau perubahan menuju hal yang lebih baik. 3. Menyalahkan dan mengkritik diri sendiri berkaitan dengan anggapan bahwa segala sesuatu peristiwa buruk atau kemalangan terjadi karena kekurangan yang ada pada dirinya, bahkan menyalahkan diri sendiri atas kejadian-kejadian yang tidak ada kaitannya dengan dirinya. 4. Kesulitan mengambil keputusan, keraguan diantara beberapa alternatif yang ada, serta berubah-ubahnya keputusan. 5. Distorsi gambaran tubuh yaitu beranggapan bahwa dirinya tidak menarik dan adanya perubahan pada penampilan fisik yang menimbulkan kekhawatiran. c. Simtom-Simtom Motivasional Simtom motivasional merupakan hal yang paling menonjol pada penderita depresi. Simtom motivasional meliputi: 1. Hilangnya kemauan dan motivasi untuk menjalankan aktivitas-aktivitas yang paling mendasar seperti makan, minum, dan buang air 2. Keinginan untuk menyimpang dari pola hidup sehari-hari, keinginan menghindar dari tugas-tugas sehari-hari, cenderung menunda kegiatan yang tidak memberi kepuasan segera, lebih sering melamun daripada mengerjakan sesuatu.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 3. Keinginan untuk melakukan bunuh diri yang muncul berulangkali pada pikiran penderita depresi. 4. Peningkatan dependensi, yaitu keinginan untuk memperoleh pertolongan, petunjuk, pengarahan. Individu yang dependen akan meminta bantuan orang lain sebelum mengerjakan sendiri. Pada tingkat yang lebih parah, individu dependen ingin orang lain melakukan semua hal untuk dirinya tanpa ia bersusah payah. d. Simtom-Simton Fisik Beck (1967) menyebutkan simtom fisik tersebut meliputi: 1. Kehilangan nafsu makan 2. Gangguan tidur 3. Mudah lelah 4. Kehilangan libido Berdasarkan penjelasan diatas, penelitian ini berfokus pada simtom depresi yang dikemukakan oleh Beck. Hal ini karena simtom depresi menurut Beck sudah dapat menggambarkan keadaan depresi individu dengan mencakup simtom emosional, kognitif, motivasional dan fisik. 4. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DEPRESI Menurut Lubis (2009) depresi disebabkan oleh ketidakseimbangan biologis dan psikologis. Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya depresi atau meningkatkan resiko seseorang terkena depresi: a. Faktor Biologis

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 1) Genetik: Seseorang yang dalam keluarganya menderita depresi berat memiliki resiko yang lebih besar daripada masyarakat pada umumnya. Hal ini berkaitan dengan gen (faktor keturunan) yang ada dalam tubuh manusia. Belum ada penelitian yang menunjukan bahwa faktor keturunan merupakan penyebab munculnya depresi, tetapi merupakan faktor resiko yang menjadi salah satu penyebab munculnya depresi. Seseorang tidak akan menderita depresi hanya karena ayah, ibu, atau saudara menderita depresi, tetapi resiko terkena depresi akan meningkat. Faktor resiko terbesar adalah pada kembar identik yang terkena depresi. 2) Usia: Bebagai penelitian mengungkapkan bahwa remaja dan anakanak banyak yang terkena depresi. Survei masyarakat terakhir melaporkan bahwa prevalensi yang tinggi dari gejala-gejala depresi pada golongan usia 18-44 tahun (Wilkinson, 1995 dalam Lubis, 2009) 3) Jenis Kelamin: Wanita dua kali lebih sering terdiagnosis menderita depresi daripada pria. Hal ini karena wanita lebih terbuka mengakui adanya depresi daripada pria. Selain itu, wanita mengalami perubahan hormonal dalam siklus menstruasi yang berhubungan dengan kehamilan, kelahiran, menopause yang membuat wanita lebih rentan menjadi depresi. 4) Gaya Hidup: Tingginya tingkat stress dan kecemasan kemudian disertai dengan makanan yang tidak sehat dan kebiasaan tidur yang

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 tidak teratur serta tidak berolahraga dalam jangka waktu yang lama dapat menjadi faktor beberapa orang mengalami depresi. b. Faktor Psikologis 1) Kepribadian: Aspek kepribadian mempengaruhi tinggi rendahnya depresi yang dialami seseorang serta kerentanannya terhadap depresi. Individu yang mempunyai konsep diri dan pola pikir yang negatif, pesimis, serta memiliki tipe kepribadian introvert merupakan individu yang lebih rentan terhadap depresi. Menurut Gordon Parker (dalam Lubis, 2009) mengungkapkan beberapa kepribadian yang memiliki resiko depresi yaitu seseorang yang mudah cemas atau mudah terpengaruh, seseorang yang pemalu atau minder, seseorang yang suka mengkritik diri sendiri, seseorang yang hipersensitif, seseorang yang perfersionis, seseorang yang memusatkan perhatian pada diri sendiri. 2) Pola Pikir: Menurut Aaron Beck (dalam Lubis, 2009), seseorang yang rentan terhadap depresi berfokus pada kegagalan dan memandang negatif terhadap diri sendiri. 3) Harga Diri (Self-Esteem): Harga diri adalah bagaimana seseorang menilai, menghargai, atau menyukai dirinya sendiri. Harga diri merupakan objek dari kesadaran diri dan merupakan penentu perilaku. Indvidu yang memiliki harga diri rendah akan mudah putus asa, mengalami kecemasan, tidak bahagia, tidak percaya diri. Selain itu, individu juga akan memiliki perasaan tidak diterima

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 atau selalu merasa dibenci, selalu merasa gagal, tidak dapat menerima kelemahan/ kekurangan dirinya, sangat peka terhadap kritik, mudah tersinggung, cenderung menarik diri dari lingkungan. 4) Stress: Menurut Dr. Peter Tyler (dalam Lubis, 2009) stress adalah perasaan tidak enak yang disebabkan oleh masalah-masalah diluar kendali kita, atau reaksi jiwa dan raga terhadap perubahan. Stres merupakan bentuk interaksi antara individu dengan lingkungannya, yang dinilai individu sebagai suatu tuntutan lingkungan yang membebani atau melampaui kemampuan yang dimilikinya (Lubis, 2009). Stres akan muncul apabila individu merasakan ketidakseimbangan antara kemampuan diri dengan tututan lingkungannya. Individu yang tidak dapat mengendalikan keadaan emosinya akan mudah mengalami stres, individu menjadi mudah marah, cepat tersinggung, sulit berkonsentrasi, sulit mengambil keputusan, selalu merasa cemas atau takut dan cepat bingung (Lubis, 2009). Depresi biasanya terjadi saat individu merasakan stress yang tidak dapat diatasi (Lubis, 2009). Menurut Beck (dalam Lubis, 2009) kondisi-kondisi yang dapat menimbulkan stress yang spesifik antara lain: situasi yang menurunkan harga diri (kegagalan dalam studi, mendapat PHK), situasi yang menghambat tujuan penting atau dilemma yang harus dipecahkan (berkaitan dengan hambatan yang tidak dapat dilalui), penyakit atau gangguan fisik atau abnormalitas dan rangkaian situasi yang berulang.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 Berdasarkan penjelasan diatas, dalam penelitian ini faktor-faktor yang mempengaruhi depresi dibatasi pada faktor psikologis yang berkaitan dengan kepribadian, pola pikir, harga diri, dan stress. Kepribadian individu dengan konsep diri negatif dan pola pikir yang berfokus pada kegagalan akan mempengaruhi kerentanan individu terhadap depresi. Hal ini juga akan berpengaruhi pada harga diri individu dalam menilai kemampuan dirinya sendiri. Selain itu, stress juga merupakan faktor yang mempengaruhi depresi karena stress disebabkan oleh banyaknya tuntutan yang diterima individu yang dirasa melampaui batas kemampuannya. Dengan demikian jika individu memiliki konsep diri dan pola pikir negatif maka individu cenderung akan kehilangan kepercayaan pada dirinya bahwa dirinya mampu mengatasi situasi dan menggunakan kemampuannya untuk mencapai segala tujuan hidupnya. 5. DEPRESI REMAJA Beck (1985) mendefinisikan depresi berdasarkan pada tiga komponen. Komponen pertama adalah diri, yaitu memandang diri sendiri secara negatif, merasa tidak berharga, dan mencari hubungan pada pengalaman yang tidak menyenangkan dengan kekurangan pada diri sendiri. Komponen kedua adalah dunia, yaitu menafsirkan pengalaman dan interakasi pada lingkungan dengan cara yang negatif. Komponen ketiga adalah masa depan, yaitu memandang masa depan dengan cara negatif, berpikir bahwa kesulitan dan penderitaaan akan berlanjut. Depresi pada remaja sebagian besar tidak terdiagnosis karena pada masa remaja adalah masa kekalutan emosi, emosi yang tidak stabil, introspeksi yang berlebihan, kisah yang besar, dan sensitivitas yang tinggi.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Masa remaja adalah masa pemberontakan dan percobaan tingkah laku. Perilaku remaja umumnya ditandai dengan mood yang naik turun, mood ini juga berubah tiap hari. Perubahan mood ini merupakan hal yang wajar dialami remaja karena merupakan proses kedewasaan. Meskipun hal ini merupakan hal yang wajar dialami oleh remaja namun hal tersebut menjadi tidak normal jika berlarut-larut dengan kekacauan emosi yang luar biasa. Depresi juga bisa timbul akibat kejadian yang tidak menyenangkan, misalnya kematian dari anggota keluarga atau teman dan kegagalan di sekolah. Remaja lebih rentan terkena depresi karena pada masa awal perkembangannya memperoleh skema kognitif yang menilai rendah terhadap dirinya sendiri dan tidak memiliki keyakinan mengenai masa depan. Remaja yang lebih rentan terkena depresi adalah remaja yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah, selalu tidak puas dengan diri sendiri, atau merasa tidak berdaya ketika suatu kejadian buruk terjadi. Simtom-simtom depresi yang biasanya dialami oleh remaja adalah sebagai berikut: * Mudah tersinggung. * Mudah marah. * Hilangnya minat melakukan sesuatu. * Berkurangnya kesenangan melakukan aktivitas sehari-hari. * Perubahan nafsu makan, (biasanya kehilangan nafsu makan namun kadang nafsu makan meningkat). * Perubahan berat badan (penambahan atau pengurangan berat yang tidak disengaja).

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 * Kesulitan tidur (insomnia). * Mengantuk di siang hari. * Kelelahan. * Kesulitan untuk berkonsentrasi. Prevalensi penderita depresi pada usia remaja menunjukan peningkatan yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan usia kanak-kanak dan usia dewasa. Penelitian yang dilakukan oleh Radloff dan Rutter pada remaja (dalam Marcotte, 2002) menemukan bahwa simtom depresi meningkat mulai dari masa kanak‐kanak ke masa remaja, tanda meningkatnya depresi muncul antara usia 13 – 15 tahun dan mencapai puncaknya sekitar usia 17 – 18 tahun, kemudian menjadi stabil pada usia dewasa. Neiger (Dariyo, 2004) menyatakan bahwa usia muda sekitar 15-24 tahun merupakan usia yang sangat rentan untuk mengalami gangguan depresi. Survei yang dilakukan oleh Avenoli dan Steinberg (Steinberg, 2002) kira-kira 25% remaja merasakan munculnya depresi dan 3% masuk kategori depresi klinis. Petersen dkk (Santrock, 2003) mengadakan penelitian pada sampel nonklinis, ditemukan 7% remaja mengalami depresi klinis, sedangkan penelitian dengan sampel klinis ditemukan 45% remaja yang mengalami depresi klinis. DSM IV-TR (APA, 2000) secara umum, gejala depresi adalah sebagai berikut: (a) Perubahan pada mood, (b) Perubahan dalam motivasi, (c) Perubahan pada kognitif, (d) Perubahan pada fisik dan psikomotorik. Akantetapi pada masa remaja, depresi yang dialami sebagian besar tidak terdiagnosis karena pada masa ini remaja mengalami kekalutan emosi,

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 introspeksi yang berlebihan, kisah yang besar, dan sensitivitas yang tinggi. Pada masa perkembangannya remaja mengalami perubahan mood yang naik turun namun perubahan mood menjadi tidak wajar jika berlarut-larut yang ditandai dengan kekacauan emosi yang luar biasa. Depresi juga bisa timbul akibat dari peristiwa-peristiwa yang tidak menyenangkan. Remaja yang lebih rentan terkena depresi adalah remaja yang tidak memiliki kepercayaan diri, selalu tidak puas dengan diri sendiri, atau merasa tidak berdaya ketika suatu kejadian buruk terjadi. Pravelensi penderita depresi pada remaja menunjukan peningkatan yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan usia kanak-kanak dan dewasa. 6. KONSEP BDI (BECK DEPRESSION INVENTORY) BDI (Beck Depression Inventory) disusun oleh Beck bersama dengan WARD, Mock Mendelson dan Erbaugh (Beck, 1985). BDI pertama kali diperkenalkan pada tahun 1961 dan merupakan alat untuk mengukur tingkat keparahan simtom-simtom emosional, kognitif, motivasional, dan fisik.BDI terdiri dari 21 butir pertanyaan untuk mengungkap 21 simtom depresi. Setiap butir pernyataan memiliki bobot nilai 0, 1, 2 dan 3 yang bergerak dari nol (tidak ada simtom depresi) sampai tiga (ada simtom depresi yang parah). Namun terdapat skor paralel, misalnya: 1a dan 1b, 2a dan 2b, 3a dan 3b. Pada item ini memiliki skor yang sama. Menurut Beck (1985) BDI merupakan alat ukur depresi yang dikerjakan sendiri oleh klien atau subjek penelitian (self report). Subjek diperbolehkan memilih lebih dari satu jawaban yang paling sesuai dengan keadaan dirinya

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 namun skor dipilih dari nilai yang tertinggi dengan urutan sebagai berikut: 3; 2; 1; 0. Skor akhir diperoleh dengan menjumlahkan skor pada setiap butir secara keseluruhan. Nilai tertinggi pada masing-masing pernyataan memiliki skor tiga, maka jumlah total skor tertinggi adalah enam puluh tiga. Nilai terendah bagi masing-masing pernyataan memiliki skor nol, maka nilai total terendah adalah nol. Kemudian untuk mengkategorikan tingkat depresi subjek, peneliti manggunakan kategorisasi berdasarkan perhitungan rata-rata dan standar deviasi seperti tertera dalam tabel 1. Tabel 1. Rumus Kategorisasi Tingkat Depresi Skor Kategori Keterangan X < (μ - 1,0 σ) Rendah (μ - 1,0 σ) ≤X < (μ + 1,0 σ) Sedang μ = Mean Teoritik σ= Standar Deviasi (μ + 1,0 σ) ≤X Tinggi

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 B. SELF-EFFICACY 1. PENGERTIAN SELF-EFFICACY Self-efficacy merupakan penilaian seseorang terhadap kemampuan dirinya untuk menyusun tidakan yang dibutuhkan dalam menyelesaikan tugas-tugas yang dihadapi (Bandura, 1986). Efikasi sendiri adalah sebuah penilaian diri, apakah dapat melakukan tindakan dengan baik atau buruk, tepat atau salah, bisa atau tidak bisa mengerjakan sesuai dengan yang diperintahkan. Efikasi ini berbeda dengan aspirasi (cita-cita) karena cita-cita menggambarkan sesuatu yang ideal yang seharusnya dicapai, sedangkan effikasi menggambarkan penilaian terhadap kemampuan diri (Alwisol, 2009). Selain itu, self-efficacy juga didefinisikan sebagai keyakinan seseorang terhadap kemampuannya untuk mengerahkan motivasi, sumber daya kognitif dan tindakan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas dengan berhasil (Avey, Luthans & Jensen, 2009). Menurut Schunk (dalam Komandyahrini & Hawadi, 2008) self-efficacy sangat berperan penting dalam mempengaruhi usaha yang dilakukan, seberapa kuat usaha yang dilakukan, dan memprediksikan keberhasilan yang akan dicapai. Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa self-efficacy adalah keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya untuk menyelesaikan tugas dengan mengatur dan memusatkan tidakan yang diperlukan sehingga dapat memprediksikan hasil yang akan dicapai.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 2. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SELF-EFFICACY Bandura (1997) menyebutkan bahwa tinggi rendahnya self-efficacy seseorang dalam tiap tugas sangat bervariasi. Hal ini terjadi karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang terhadap kemampuan dirinya. Faktor-faktor tersebut antara lain:  Jenis kelamin Terdapat perbedaan kemampuan antara laki-laki dan perempuan. Ketika laki-laki berusaha untuk membanggakan dirinya, perempuan sering kali meremehkan kemampuannya. Hal ini terjadi karena terdapat stereotype bahwa perempuan lebih sulit menangkap materi belajar daripada laki-laki, walaupun prestasi yang mereka dapatkan tidak jauh berbeda. Semakin seorang wanita menerima stereotype ini maka semakin rendah penilaian mereka terhadap kemampuan dirinya. Pada kenyataannya, dalam beberapa hal tertentu pria memiliki selfefficacy yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita, begitu pula sebaliknya dalam beberapa hal wanita memiliki self-efficacy yang lebih tinggi daripada pria.  Usia Self-efficacy tumbuh melalui proses belajar sosial yang berlangsung selama masa kehidupan. Individu yang lebih tua cenderung memiliki pengalaman yang lebih banyak daripada individu yang lebih muda. Hal ini menyebabkan individu yang lebih tua dapat

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 mengatasi berbagai rintangan dalam hidupnya jika dibandingkan individu yang lebih muda.  Tingkat pendidikan Self-efficacy tumbuh melaui proses belajar yang diterima individu dalam pendidikan formal dan non formal. Individu yang memiliki tingkat pendidikan tinggi biasanya memiliki self-efficacy yang lebih tinggi karena mereka lebih banyak mendapatkan kesempatan belajar dan memperdalam kemampuannya.  Pengalaman Self-efficacy tumbuh melalui proses belajar yang dapat diterima individu dalam suatu organisasi dimana individu bergabung. Semakin lama seseorang bergabung dalam sebuah organisasi maka self-efficacy yang dimilikinya akan semakin tinggi. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan self-efficacy tersebut justru menurun atau tetap karena self-efficacy sangat tergantung pada kemampuan individu untuk menghadapi keberhasilan dan kegagalan yang dialaminya selama berada di organisasi. Hal ini terjadi karena self-efficacy terbentuk melalui proses adaptasi dan pembelajaran yang ada dalam organisasi tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi self-efficacy ada 4 faktor, pertama adalah jenis kelamin, dimana terdapat perbedaan persepsi kemampuan antara laki-laki dan perempuam. Kedua adalah usia, individu yang lebih tua biasanya memiliki self-efficacy yang lebih tinggi jika dibandingkan individu

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 yang lebih muda. Ketiga adalah tingkat pendidikan, individu yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi cenderung memiliki self-efficacy yang tinggi jika dibandingkan individu dengan tingkat pendidikan yang rendah. Faktor terakhir adalah pengalaman, self-efficacy sangat dipengaruhi oleh banyaknya pengalaman individu dalam suatu bidang, semakin banyak pengalaman semakin tinggi self-efficacy yang dimiliki akantetapi dapat pula menurunkan self-efficacy, hal ini tergantung pada kemampuan individu untuk mempersepsikan keberhasilan dan kegagalan yang dialami. 3. DIMENSI SELF-EFFICACY Dimensi self-efficacy oleh Bandura (1997) dibagi menjadi tiga dimensi. Dimensi tersebut antara lain: a) Level Level berkaitan dengan tingkat kesulitan suatu tugas dimana individu merasa mampu atau tidak melakukan tugas tersebut. Penerimaan dan kenyakinan seseorang berbeda-beda terhadap suatu tugas, seseorang dapat memiliki keyakinan bahwa dirinya mampu melaksanakan tugas yang mudah, menengah atau sulit. Persepsi seseorang mengenai suatu tugas pun akan berbeda, misalnya, ada orang yang menganggap tugas itu sulit namun orang lain menganggap itu mudah. Sulit atau mudah suatu tugas tergantung pada seberapa banyak rintangan yang dihadapi. Jika tidak ada hambatan dalam melaksanakan tugas maka tugas tersebut menjadi mudah dilakukan. Akan tetapi, individu yang memiliki self-efficacy tinggi akan melakukan usaha lebih untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sulit (Bandura & Cervone; Schunk

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 dalam Schunk, 2012). Kesuksesan kinerja seseorang dalam menghadapi tugas yang sulit akan meningkatkan self-efficacy (Feist & Feist, 2008). b) Generality Generality berkaitan dengan keyakinan individu akan kemampuannya melaksanakan tugas di berbagai aktivitas. Sejauh mana individu yakin pada kemampuannya dalam menghadapi berbagai situasi dan tugas, mulai dari situasi tugas yang biasa dilakukan atau situasi tugas yang tidak pernah dilakukan hingga pada situasi atau tugas yang sulit dan bervariasi. Generality ini juga merupakan perasaan seseorang mengenai kemampuannya yang ditunjukan melalui tingkah laku, kognitif dan afeksinya pada situasi atau tugas yang berbeda-beda. Individu mungkin yakin akan kemampuannya pada banyak bidang atau hanya pada beberapa bidang tertentu saja, misalnya seorang mahasiswa yakin akan kemampuannya pada mata kuliah bahasa inggris namun ia tidak yakin akan kemampuannya pada mata kuliah statistik. c) Strength Strength berkaitan dengan tingkat kekuatan dari keyakinan atau pengharapan individu mengenai kemampuannya. Seberapa kuat keyakinan seseorang mengenai kemampuan yang dimilikinya. Hal ini akan terlihat pada ketahanan seseorang dalam mengerjakan tugas. Seseorang yang memiiki keyakinan yang kuat akan menyelesaikan tugasnya meskipun menghadapi banyak kesulitan. Pengalaman akan berpengaruh pada self-efficacy yang diyakini seseorang. Pengalaman yang lemah akan membuat keyakinan

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 individu juga menjadi lemah, begitu pula sebaliknya pengalaman yang kuat akan memperkuat keyakinan yang dimiliki individu. Dapat disimpulkan bahwa, dimensi self-efficacy terdiri dari tiga bagian, yaitu level, generality, dan strength. Level merupakan persepsi individu terhadap suatu tugas berdasarkan tingkat kesulitan, generality merupakan keyakinan individu untuk menghadapi berbagai macam variasi tugas, dan strength adalah seberapa kuat keyakinan individu mengenai kemampuan yang dimilikinya 4. SUMBER-SUMBER SELF-EFFICACY Menurut Alwisol (2009), self-efficacy dapat diperoleh, diubah, ditingkatkan atau diturunkan melalui salah satu atau kombinasi dari empat sumber, sumber-sumber self-efficacy yaitu: a) Pengalaman performansi (performance accomplishment) Pengalaman performansi merupakan prestasi individu yang pernah dicapai di masa lalu. Sebagai sumber, performansi masa lalu menjadi pengubah self-efficacy yang pengaruhnya paling kuat. Prestasi masa lalu yang baik akan meningkatkan self-efficacy, sedangkan kegagalan pada masa lalu akan menurunkan self-efficacy seseorang. Menurut Alwisol (2009) pencapaian keberhasilan akan memberi dampak pada self-efficacy yang berbeda-beda, tergantung proses pencapaiannya:  Semakin sulit tugas tersebut, keberhasilan yang diraih akan membuat self-efficacy semakin tinggi.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36  Mengerjakan tugas secara pribadi lebih meningkatkan self-efficacy daripada mengerjakan tugas secara berkelompok atau dibantu orang lain.  Kegagalan menurunkan self-efficacy  Kegagalan dalam keadaan emosional yang buruk/stress, dampaknya tidak seburuk jika mengalami kegagalan ketika kondisinya optimal  Kegagalan pada seseorang yang memiliki self-efficacy tinggi, dampaknya lebih baik daripada kegagalan pada seseorang yang selfefficacynya rendah.  Kegagalan pada seseorang yang sudah terbiasa berhasil tidak akan mempengaruhi self-efficacy yang dimilikinya. b) Pengalaman vikarius (vicarious experience) Pengalaman vikarius diperoleh melalui model sosial. Self-efficacy akan meningkat ketika seseorang mengamati keberhasilan orang lain, sebaliknya self-efficacy akan menurun jika mengamati orang yang gagal. Pengalaman vikarius memiliki dua bentuk pengamatan model yaitu live modeling dan symbolic modeling. Live modeling merupakan pengamatan individu pada model nyata. Symbolic modeling merupakan pengamatan yang dilakukan individu terhadap model simbolik, film, komik atau cerita (Alwisol, 2009). Pengalaman vikarius dipengaruhi oleh persepsi individu tentang kesamaan dirinya dengan model. Semakin seseorang merasa dirinya mirip dengan model, maka keberhasilan dan kegagalan model akan semakin

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 mempengaruhi self-efficacy. Sebaliknya jika individu merasa dirinya berbeda dengan model, maka self-efficacy menjadi tidak dipengaruhi oleh perilaku model (Bandura, 1997). Seseorang akan berusaha mencari model yang memiliki kompetensi atau kemampuan yang sesuai dengan keinginannya. Individu akan mengamati perilaku dan cara berpikir model tersebut sehingga individu akan mendapatkan pengetahuan dan pelajaran tentang strategi dalam menghadapi berbagai tugas (Bandura, 1997). c) Persuasi verbal (verbal persuation) Persuasi verbal merupakan cara yang digunakan untuk membujuk individu bahwa mereka mempunyai kemampuan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai (Bandura, 1997). Persuasi verbal terbagi menjadi empat jenis, yaitu suggestion, exhortation, self-intruction, dan interpretive treatment (Alwisol, 2009). Suggestion merupakan kata-kata yang didasari oleh kepercayaan individu yang dapat mempengaruhi. Exhortation merupakan kata-kata nasihat atau peringatan yang sifatnya mendesak/memaksa. Self-instruction merupakan kata-kata yang bersifat memerintah diri sendiri. Interpretive treatment merupakan kata-kata yang berisi interpretasi baru untuk memperbaiki interpretasi lama yang salah. Persuasi verbal memiliki keterbatasan yaitu pengaruh dari persuasi verbal tidak dapat bertahan lama dalam meningkatkan self-efficacy. Akan tetapi, persuasi verbal ini memiliki dampak positif untuk meningkatkan self-efficacy individu menjadi lebih percaya bahwa diri mereka memiliki kemampuan. Individu yang mendapatkan persuasi secara verbal akan

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dengan mengerahkan usaha yang lebih besar daripada orang yang tidak dipersuasi (Bandura, 1997). d) Physiological state Individu percaya bahwa sebagian tanda-tanda psikologis menghasilkan infomasi dalam menilai kemampuannya. Emosi yang kuat, takut, kondisi stress dan cemas merupakan tanda yang mengancam ketidakmampuan individu. Level of arousal memberikan informasi mengenai tingkat selfefficacy tergantung bagaimana arousal itu diinterpretasikan. Bagaimana seseorang menghadapi suatu tugas, jika individu merasa cemas atau khawatir maka self-efficacy individu tersebut rendah, tetapi jika individu tertarik pada tugas tersebut maka self-efficacy yang dimilikinya tinggi. Dalam menilai self-efficacy seseorang juga harus memeperhatikan informasi somatik (kondisi tubuh) yang disampaikan oleh keadaan psikologis dan emosional (Bandura, 1997). Terdapat empat cara utama yang dapat digunakan untuk meningkatkan self-efficacy, yaitu meningkatkan kemampuan fisik, mengurangi tingkatan stress, mengatasi emosi negatif, dan menafsirkan secara tepat kondisi tubuh (Bandura, 1997). Self-efficacy bersumber pada empat hal, petama adalah pengalaman performansi, pengalaman performansi merupakan prestasi yang pernah dicapai oleh individu, keberhasilan dan kegagalan pada masa lalu sangat mempengaruhi self-efficacy. Kedua, pengalaman vikarius, self-efficacy sangat

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 dipengaruhi oleh keberhasilan dan kegagalan orang lain yang dijadikan model. Ketiga, persuasi verbal, persuasi verbal merupakan cara yang digunakan untuk membujuk seseorang supaya memiliki keyakinan bahwa dirinya mampu untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Keempat, physiological state, physiological state adalah bagaimana respon psikologis individu terhadap suatu tugas dengan memperhatikan kondisi fisiologis, jika individu cemas atau khawatir maka self-efficacy individu tersebut rendah, tetapi jika individu tertarik pada tugas tersebut maka self-efficacy yang dimiliki individu tinggi. 5. KARAKTERISTIK INDIVIDU YANG MEMILIKI SELF-EFFICACY TINGGI DAN SELF-EFFICACY RENDAH Karakteristik individu dengan self-efficacy tinggi adalah ketika individu merasa yakin bahwa mereka mampu menangani suatu peristiwa dan situasi secara efektif, tekun dalam menyelesaikan tugas, percaya pada kemampuan diri, memandang kesulitan sebagai tantangan bukan ancaman dan suka mencari situasi baru. Individu yang memiliki self-efficacy tinggi juga dapat menetapkan sendiri tujuan yang menantang dan meningkatkan komitmen yang kuat terhadap dirinya, menamamkan usaha yang kuat saat menyelesaikan suatu tugas dan meningkatkan usaha saat menghadapi kegagalan, berfokus pada tugas dan memikirkan strategi dalam menghadapi kesulitan, cepat memulihan perasaan mampu setelah mengalami kegagalan dan memiliki keyakinan bahwa dirinya mampu mengontrol setiap stressor atau ancaman yang dihadapi (Bandura, 1997).

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Karakteristik individu yang memiliki self-efficacy rendah adalah individu merasa tidak yakin bahwa dirinya mampu menangani suatu peristiwa dan situasi secara efektif, merasa diri tidak berdaya, cepat sedih, cemas, menjauhkan diri dari tugas-tugas yang sulit, cepat menyerah saat menghadapi rintangan, aspirasi yang rendah dan komitmen yang lemah terhadap tujuan yang ingin dicapai, dalam situasi sulit cenderung akan memikirkan kekurangan diri sendiri, serta individu lambat untuk memulihkan kembali perasaan mampu setelah mengalami kegagalan (Bandura, 1997). C. ATLET TAEKWONDO REMAJA 1. ATLET Menurut kamus besar bahasa Indonesia (2005) arti kata atlet adalah olahragawan yang terlatih kekuatan, ketangkasan dan kecepatannya untuk diikut sertakan dalam pertandingan. Atlet berasal dari bahasa Yunani yaitu athlosyang berarti “kontes”. Istilah lain atlet adalah atlilete yaitu orang yang terlatih untuk diadu kekuatannya agar mencapai prestasi (Novitasari, 2009). Menurut Sondakh (2009), seseorang yang disebut atlet adalah pelaku olahraga yang berprestasi baik tingkat daerah, nasional maupun internasional. Dengan demikian, dapat disimpulkan atlet adalah orang fokus pada suatu bidang olahraga yang dilatih untuk mendapatkan kekuatan, ketangkasan dan kecepatan sehingga dapat berprestasi di tingkat daerah, nasional maupun internasional.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 2. REMAJA Menurut Erikson, individu yang tergolong pada masa remaja berusia antara 10-20 tahun (Santrock, 2003). Soetjiningsih (2004) menyebutkan tiga tahapan perkembangan remaja, yaitu remaja awal berusia 11-13 tahun, remaja pertengahan berusia 14-16 tahun dan remaja akhir 17-20 tahun. Selanjutnya Santrock (2003) memberi definisi remaja adalah masa transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosio-emosi. Selain itu,Erikson (dalam Santrock, 2003) menyebutkan bahwa remaja merupakan masa pencarian identitas diri. Hal ini menyebabkan remaja mengalami kekalutan emosi, emosi yang tidak stabil, introspeksi yang berlebihan, kisah yang besar, dan sensitivitas yang tinggi Pada masa remaja, individu berusaha untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dimilikinya, berusaha untuk menyesuaikan diri dengan pergaulan, gaya hidup dan tugas-tugas akademik (Santrock, 2003). Hal ini seturut dengan pendapat menurut Piaget (dalam Santrock, 2003) yang menyebutkan bahwa masa remaja merupakan masa dimana telah memasuki level tertinggi perkembangan kognitif yaitu operasional formal. Perkembangan operasional formal tersebut meliputi:  Remaja sudah mampu memecahkan masalah-masalah yang rumit dan abstrak.  Remaja sudah mampu memproses informasi yang diterima dan mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42  Remaja mampu mengintegrasikan pengalaman masa lalu dan sekarang untuk membuat prediksi dan rencana di masa depan. Hal tersebut mengakibatkan individu mulai memikirkan masa depan mereka dan mulai muncul perasaan ketakutan akan kegagalan dimasa depan. Ketakutan akan kegagalan yang dialami oleh remaja menyebabkan mereka cenderung mengalami tekanan dan depresi (Santrock, 2003). 3. HAKEKAT TAEKWONDO Taekwondo adalah warisan budaya Korea yang berkembang di Indonesia. Taekwondo terdiri dari tiga kata yaitu tae, kwon dan do. Tae berarti kaki atau menghancurkan dengan kaki, Kwon yang berarti tangan atau menghantam dan mempertahankan diri dengan tangan serta Do sebagai seni atau cara untuk mendisiplinkan diri (Wimbardi, 2012). Taekwondo tidak hanya mengajarkan aspek fisik tetapijuga menekankan pengajaran aspek disiplin mental.Dengan demikian,taekwondoakan membentuk sikap mental yang kuat dan etika yang baikbagi orang yang secara sungguh-sungguh mempelajarinya.Taekwondo mengandung aspek filosofi yang mendalam, dengan mempelajari pikiran, jiwa dan raga secara menyeluruh dan pada akhirnya seseorang yang mengikuti taekwondo diharapkan dapat mengenali dirinya, memiliki konsep diri yang berkembang secara positif (Setiawan, 2012). Seorang atlet taekwondo harus memiliki teknik yang baik untuk dapat memenangkan suatu pertandingan karena dengan teknik yang

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 baikakan memudahkan seorangatlet melakukan serangan, hindaran, membalas serangan, dan bertahan dengan baik. Latihan teknik juga dapat mencegah atau mengurangi cedera karena dengan teknik yang benar makatidak akan terjadi gerakan yang salah sasaran, atau proses yangmenyimpang dari fungsi gerak organ tubuh(Wimbardi, 2012).Selain memperhatikan teknik, seorang atlet taekwondo juga harus memperhatikan taktik, karakteristik lawan dari segi perbedaan tinggibadan, kecepatan, kemampuan, penguasaan teknik, dan tipe bermain lawan yang akan dihadapi agar nantinya seorang atlet taekwododapat menentukan teknikdan taktik dalam mengantisipasi lawan (Wimbardi, 2012). Berdasarakan penjelasan diatas dapat disimpulkan atlet taekwondo remaja adalah inividu berusia 10-20 tahun yang fokus pada suatu bidang olahraga taekwondo yang dilatih sehingga dapat berprestasi.Pada remaja umumnya, individu harus menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya dan menghadapi segala tugas atau tantangan secara mandiri. Sedangkan atlet remaja memiliki tugas yang lebih berat daripada remaja umumnya karena atlet remaja harus mempertahankan prestasinya. Di masa perkembangan remaja dengan segala karakteristiknya, seorang atlet taekwodo remaja membagi waktu yang dimiliki untuk melatih kemampuan dirinya dalam bidang olahraga.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 D. DINAMIKA HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DAN TINGKAT DEPRESI PADA ATLET TAEKWONDO REMAJA Santrock (2003) menyebutkan bahwa masa remaja merupakan masa transisi antara masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Pada masa ini, remaja berusaha untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dimilikinya, lingkungannya dan berusaha untuk menyelesaikan menyesuaikan tugas-tugas diri (Santrock, dengan 2003). Sedangkan remaja yang berprofesi sebagai atlet merupakan individu yang berumur 10-20 tahun yang berfokus pada suatu bidang olahraga, dilatih dan berprestasi. Pada masa remaja Piaget menyebutkan bahwa individu sudah mulai memikirkan masa depan dan membuat rencana untuk masa depan. Remaja dapat menggunakan pengalaman masa lalunya untuk memecahkan masalah dan menyelesaikan tugas-tugas dimasa yang akan datang. Kemampuan ini oleh Bandura (1986) disebut self-efficacy, dimana individu dapat menyusun tidakan yang dibutuhkan dalam menyelesaikan tugas-tugas yang dihadapi. Seorang atlet remaja bergabung pada suatu organisasi olahraga taekwondo untuk melatih kemampuannya sehingga self-efficacy yang dimilikinya semakin meningkat. Hal ini karena taekwondo mempelajari pikiran, jiwa dan raga secara menyeluruh sehingga seorang atlet taekwondo dapat mengenali dirinya dan memiliki konsep diri positif. Seorang atlet taekwondo remaja juga dilatih memiliki teknik dan taktik yang baik supaya dapat mengantisipasi situasi yang tidak dapat dipresiksi

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 ketika bertanding. Oleh karena itu, seorang atlet taekwondo remaja diharapkan dapat menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri dalam menghadapi tantangan yang dialaminya. Ketika self-efficacy meningkat seorang atlet taekwondo remaja akan memiliki keyakinan bahwa dirinya mampu menangani situasi atau tugas secara efektif dan memandang kesulitan sebagai tantangan. Kemudian, ketika menghadapi kegagalan, individu dengan cepat akan memulihkan perasaan bahwa dirinya mampu melakukan lebih baik dan mereka akan memikirkan cara untuk meningkatkan usaha yang diperlukan untuk memperbaiki kegagalan. Individu dengan self-efficacy tinggi akan merasa tertantang ketika mendapatkan suatu tugas dan selalu merasa optimis dalam memperbaiki kegagalan sehingga tingkat depresi rendah. McAuley (2009) dalam penelitiannya mengemukakan bahwa kegiatan olahraga dapat meningkatkan self-efficacy dan mengurangi gejala depresi. Akan tetapi, ada kemungkinan self-efficacy tersebut justru menurun, hal ini tergantung pada keberhasilan atau kegagalan individu dalam proses pembelajaran di organisasi tersebut (Bandura, 1997). Keberhasilan dan kegagalan seorang atlet dipengaruhi oleh sikap pelatih dan tuntutan yang diterima. Hal ini didukung oleh pendapat Bunker (dalam Gunarsa, 2004) atlet taekwondo remaja dapat mengalami depresi karena mereka dituntut untuk secara konsisten meningkatkan kualitas diri dalam hal prestasi. Selain mendapatkan tuntutan untuk mempertahankan prestasi keolahragaannya, seorang atlet taekwondo remaja juga dituntut

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 untuk menyelesaikan segala tugas yang diberikan di lingkungan. Jika seorang atlet menerima terlalu banyak tuntutan maka seorang atlet remaja akan mengalami kelelahan fisik dan mental (Gunarsa, 2004). Keadaan kelelahan fisik dan mental pada seorang atlet taekwondo remaja akan menurunkan self-efficacy yang sudah dimilkiki dan akan berpengaruh pada kehidupan sehari-harinya. Mereka akan kehilangan harapan, merasakan ketidakberdayaan yang berlebihan, merasa diri tidak mampu mengambil keputusan untuk memulai suatu kegiatan, tidak mampu berkonsentrasi, kehilangan semangat (Lubis, 2009). Ketika selfefficacy yang dimiliki seorang atlet taekwondo remaja menurun maka mereka akan menolak adanya perbaikan atau perubahan untuk memperbaiki kegagalan yang pernah dialami. Individu dengan selfefficacy rendah akan merasa tidak yakin dengan kemampuannya ketika mendapatkan suatu tugas, kemudian memandang kesulitan sebagai kekurangan dirinya dan mereka tidak memiliki keinginan untuk memperbaiki kegagalan sehingga tingkat depresi tinggi. Dengan demikian, seorang atlet taekwondo remaja yang memiliki self-efficacy tinggi, mereka akan dapat mengatasi tuntutan yang diterimanya sehingga mereka cenderung memiliki tingkat depresi yang rendah. Sebaliknya, jika seorang atlet taekwondo remaja memiliki selfefficacy yang rendah, mereka merasa tidak mampu mengatasi tuntutan yang diterimanya, sehingga mereka cenderung memiliki tingkat depresi yang tinggi.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 E. KERANGKA BERPIKIR Memiliki keyakinan bahwa dirinya mampu menangani suatusituasi/tugas ATLET REMAJA Self-efficacy tinggi Memandang kesulitan sebagai tantangan Tingkat Depresi Rendah Ketika gagal akan meningkatkan usahanya F. HIPOTESIS Berdasarkan teori yang telah dikemukakan, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan negatif antara self-efficacy dengan tingkat depresi pada atlet taekwondo remaja. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi self-efficacy seseorang maka semakin rendah tingkat depresinya. Sebaliknya, semakin rendah self-efficacy seseorang maka tingkat depresinya semakin tinggi.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat korelasional. Penelitian korelasional bertujuan untuk menyelidiki sejauh mana variasi satu variable berkaitan dengan variasi pada suatu atau lebih variable lain, berdasarkan koefisien korelasi (Azwar, 2009). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan tingkat depresi pada atlet remaja. B. Variabel Penelitian Penelitian ini memiliki dua variable yang diteliti, yaitu: 1. Variabel terikat: Tingkat Depresi (Y) 2. Variabel bebas: Self-efficacy (X) C. Definisi Operasional 1. Tingkat Depresi Dalam penelitian ini tingkat depresi akan diukur menggunakan angket BDI (Beck Depression Inventory). Tingkat depresi diwakili oleh skor BDI yang dibedakan menjadi tiga kategori yaitu rendah, sedang dan tinggi. Semakin tinggi skor BDI yang diperoleh subjek menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat depresinya. 2. Self-efficacy Self-efficay merupakan keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya untuk menyelesaikan tugas dengan mengatur dan memusatkan 48

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 tindakan yang diperlukan sehingga dapat memprediksikan hasil yang akan dicapai. Self-efficacy diwakili oleh skor skala self-efficacy yang disusun berdasarkan dimensi self-efficacy yang dikemukakan oleh Bandura (1997), yaitu Level, Generality, dan Strength. Level merupakan skor kemampuan individu dalam melaksanakan tugas yang dilihat dari tingkat kesulitan tugas. Generality merupakan keyakinan individu akan kemampuan dirinya dalam menghadapi berbagai tugas di setiap situasi. Strength merupakan keyakinan individu mengenai kemampuan dirinya yang terlihat pada ketahanan dalam mengerjakan tugas. Semakin tinggi skor yang diperoleh dari skala self-efficacy menunjukan semakin tinggi pula self-efficacy yang dimiliki. Begitu juga sebaliknya semakin rendah skor yang diperoleh dari skala self-efficacy menunjukan semakin rendah pula self-efficacy yang dimiliki. D. Subjek Penelitian 1. Populasi Populasi adalah keseluruhan gejala/satuan yang ingin diteliti (Prasetyo & Jannah, 2008). Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah atlet taekwondo remaja dengan rentang usia 10-20 tahun. 2. Metode Pengambilan Sampel Sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti (Prasetyo & Jannah, 2008). Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik nonprobability sampling. Teknik nonprobability sampling yang digunakan adalah tekniksampling

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 purposive, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2011). Kriteria subjek yang telah ditentukan oleh peneliti adalah sebagai berikikut: a. Subjek merupakan atlet taekwondo Peneliti menggunakan subjek atlet taekwondo karena taekwondo mempelajari pikiran, jiwa dan raga sehingga remaja yang mengikuti taekwondo diharapkan dapat mengenali dirinya, memiliki konsep diri yang positif. b. Subjek berusia antara 10 – 20 tahun. Peneliti manggunakan subjek berusia antara 10 – 20 tahun karena pada usia ini subjek memasuki masa remaja dimana individu rentan mengalami tekanan dan depresi. Remaja yang berprofesi sebagai atlet mereka memiliki tugas dan tantangan yang lebih berat jika dibandingkan dengan remaja pada umumnya karena mereka harus mulai menghadapi tugas atau tantangan secara mandiri dan harus dapat mempertahankan segala prestasinya c. Subjek pernah mengikuti pertandingan taekwondo baik ditingkat daerah, nasional maupun internasional. Peneliti manggunakan subjek yang pernah mengikuti pertandingan taekwondo karena seseorang dapat dikatakan sebagai atlet jika dirinya merupakan pelaku olahraga yang berprestasi baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 E. Instrumen Penelitian Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala. Skala adalah kumpulan kalimat-kalimat yang menjadi acuan variable yang diukur dan menghasilkan data kuantitatif kemudian dapat diubah ke dalam bentuk angka (Hasan, 2002). Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala BDI (Beck Depression Inventory) dan skala self-efficacy. 1. Skala Tingkat Depresi a. Adaptasi Skala Beck Depression Inventory merupakan alat ukur depresi yang disusun oleh Beck bersama dengan Ward, Mock Mendelson dan Erbaugh (Beck, 1985). Dalam penelitian ini BDI (Beck Depression Inventory) telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia oleh penulis kemudian peneliti akan melakukan uji coba instrument pada subjek penelitian yaitu atlet taekwondo. Skala ini merupakan alat untuk mengukur tingkat keparahan depresi yang dilihat dari simtom-simtom emosional, kognitif, motivasional, dan fisik. Skala depresi terdiri dari 21 item yang menggambarkan 21 kategori, yaitu: Table 2. Blue Print Skala Tingkat Depresi No Kategori Jumlah No item 1. Perasaan sedih 1 1 2. Perasaan pesimis 1 2 3. Perasaan gagal 1 3

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 4. Perasaan tidak puas 1 4 5. Perasaan bersalah 1 5 6. Perasaan dihukum 1 6 7. Membenci diri sendiri 1 7 8. Menyalahkan diri 1 8 Keinginan untuk bunuh 1 9 sendiri 9. diri 10. Mudah menangis 1 10 11. Mudah marah 1 11 12. Kehilangan minat untuk 1 12 berhubungan sosial 13. Kesulitan untuk 1 13 mengambil keputusan 14. Perasaan adanya 1 14 nafsu 1 15 dalam 1 16 perubahan tubuh 15. Kehilangan makan (Anorexia) 16. Kelambanan bekerja 17. Sulit tidur (insomnia) 1 17 18. Mudah lelah 1 18 19. Penurunan berat badan 1 19 20. Preokupasi somatic 1 20 21. Kehilangan minat seks 1 21 Total 21 Skala BDI (Beck Depression Inventory) terdiri dari 21 kategori item pernyataan. Setiap item pernyataan memiliki bobot

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 nilai 0, 1, 2 dan 3. Namun terdapat skor paralel, misalnya: 1a dan 1b, 2a dan 2b, 3a dan 3b. Pada item ini memiliki skor yang sama. Akan tetapi, dalam penyajiannya akan dituliskan A, B, C, D, E dan F sebagai pilihan jawaban. Hal ini dilakukan untuk menghindari prediksi subjek bahwa skor (0) menggambarkan keadaan tidak depresi dan skor (3) menggambarkan kondisi depresi parah. Meskipun demikian dalam proses analisis data skor yang dihitung adalah 0, 1, 2, dan 3. Subjek diminta untuk melingkari pilihan A, B, C, D, E atau F yang paling sesuai dengan keadaan subjek. Subjek juga boleh memilih lebih dari satu jawaban yang sesuai, namun skor yang dipilih adalah skor tertinggi, sesuai dengan urutan 0, 1, 2, 3. b. Penskoran Item Setiap item akan dijumlahkan secara keseluruhan, masingmasing pernyatakan mengandung bobot 0, 1, 2, 3. Nilai tertinggi pada masing-masing pernyataan memiliki skor tiga, maka jumlah total skor tertinggi adalah enam puluh tiga (yang berarti bahwa subjek melingkari pilihan yang memiliki obot 3 pada seluruh pernyataan). Nilai terendah bagi masing-masing pernyataan memiliki skor nol, maka nilai total terendah adalah nol (yang berarti bahwa subjek melingkari pilihan yang memilki bobot 0 pada seluruh pernyataan).

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 2. Skala Self-efficacy a. Penyusunan item Alat ukur yang digunakan untuk mengukur self-efficacy adalah skala self-efficacy yang dirancang sendiri oleh peneliti dengan berdasarkan pada dimensi self-efficacy yang dikemukakan oleh Bandura (1997), yaitu level, generality, dan strength. Model skala yang digunakan merupakan model skala Likert. Item-item skala merupakan pernyataan dengan empat pilihan jawaban, yaitu SS (sangat sesuai), S (sesuai), TS (tidak sesuai), STS (sangat tidak sesuai). Skala disajikan dalam bentuk pernyataan favorable dan unfavorable. Table 3. Blue Print Skala Self-efficacy Aspek Level Indikator Favorable Unfavorable Individu 3,4,9,23,2 2,14,15,25,31 mampu 4,26,28,33 ,37,42,44,57, melaksanaka ,41,47,50, 60,64,67,76,8 n tuntutan 53,61,74,8 0,88 tugas 3 Genera Individu lity Nomor Item 1,11,17,18 5,6,16,20,27, yakin pada ,29,32,35, 30,38,43,52,5 kemampuann 48,49,54,6 6,63,68,71,81 ya dalam 5,72,77,85 ,87 melaksanaka ,90 n tugas di berbagai situasi Total Bobot 30 33,33 % 30 33,33 %

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Strengt Kekuatan 10,12,13,2 7,8,19,21,40, h keyakinan 2,34,36,39 45,51,55,59,6 individu ,46,58,62, 9,78,79,82,84 mengenai 66,70,73,7 ,89 kemampuann 5,86 30 33,33 % ya yang terlihat pada ketahanannya mengerjakan tugas Total 90 100 % b. Penskoran item Skor yang diberikan bergerak dari 1 sampai 4. Bobot penilaian favorable yaitu: S = 4, S = 3, TS = 2, STS = 1. Sedangkan bobot penilaian untuk penyataan unfavorable yaitu: SS = 1, S = 2, TS = 3, STS = 4. Semakin tinggi skor yang diperoleh maka semakin tinggi self-efficacy yang dimiliki. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah skor yang diperoleh maka semakin rendah self-efficacy yang dimiliki. 3. Data Tambahan Pada penelitian ini, peneliti mengambil data tambahan berdasarkan usia dan lama berlatih. Pada data tambahan yang pertama adalah usia, peneliti ingin melihat apakah ada hubungan antara usia dengan selfefficacydan tingkat depresi. Hal ini disebabkan karena usia merupakan faktor yang mempengaruhi self-efficacy dan tingkat depresi. Pada hasil

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 tamabahan kedua, peneliti ingin melihat apakah ada hubungan antara lama berlatih dengan self-efficacy dan tingkat depresi. Lama berlatih ini dimaksudkan untuk mengungkap pengalaman subjek. Pengalaman merupakanfaktor yang mempengaruhi self-efficacy. Lama berlatih juga dapat mengungkapkan faktor psikologis yang mempengaruhi tingkat depresi karena lamanya seorang atlet taekwondo remaja berlatih akan berpengaruh pada kepribadian, pola pikir, harga diri dan tingkat stress seorang atlet remaja tersebut. Selain itu, pengalaman dan usia adalah hal penting bagi seorang atlet taekwondo remaja untuk menentukan tingkat self-efficacy dan tingkat depresi yang dimilikinya daripada jenis kelamin, dan tingkat pendidikan. Oleh karena itu, data tambahan diperlukan untuk memberikan informasi lebih mengenai gambaran self-efficacy dan tingkat depresi pada atlet taekwondo remaja berdasarkan pada usia dan lama berlatih. F. Pengujian Instrument Penelitian a. Pembuatan Alat Ukur Hal pertama yang dilakukan oleh peneliti adalah menentukan aspek-aspek yang akan digunakan sebagai landasan suatu alat ukur. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, yaitu skala tingkat depresi dan skala self-efficacy. Skala depresi di adaptasi dari Beck (1967) yang berjumlah 21 item. Sedangkan skala self-efficacy disusun oleh peneliti berdasarkan dimensi self-efficacy yang dikemukakan oleh Bandura (1997) yang berjumlah 90 item.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 b. Uji coba alat ukur Setelah alat ukur disusun, tahap berikutnya adalah melakukan uji coba alat ukur atau try out. Pengambilan data try out ini bertujuan untuk melihat tingkat reliabilitas skala dan mendapatkan item-item yang berkualitas. Pengambilan data try out dilakukan tanggal 1 April 2014 sampai 22 April 2014 Peneliti melakukan pengambilan data try out di UKM Taekwondo Universitas Sanata Dharma, UKM Taekwondo Universitas Respati Yogyakarta dan Dajong Expert. Peneliti terlebih dahulu menentukan individu yang sesuai dengan karakteristik subjek penelitian kemudian menanyakan kesediaannya untuk mengisi kuesioner. Pada pengambilan data tryout terkumpul 40 skala yang dapat digunakan. Data dari 40 skala kemudian diolah datanya untuk melihat reliabilitas skala dan melakukan seleksi terhadap item-item yang baik. Berdasarkan hasil pengolahan data didapat 20 item baik untuk skala depresi dan 72 item baik untuk skala self-efficacy. G. Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur 1. Validitas Validitas adalah sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Valid atau tidaknya suatu alat ukur tergantung pada mampu tidaknya alat ukur tersebut mencapai tujuan pengukuran yang dikehendaki dengan tepat (Azwar. 2000).

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi (content validity). Validitas isi diuji melalui analisis rasional terhadap isi tes serta didasarkan pada penilaian yang bersifat subjektif (Professional judgement) (Supratiknya, 1998). Peneliti melakukan konsultasi kepada dosen pembimbing skripsi untuk menguji validitas isi skala penelitian. 2. Seleksi item Pada penelitian ini, seleksi item akan dilakukan untuk mengetahui kualitas item-item alat ukur yaitu skala untuk mengukur tingkat depresi dan self-efficacy. Analisis terhadap skor-skor mentah yang dihasilkan dalam proses uji coba alat ukur dilakukan dengan menggunakan SPSS for windows versi 16.0 untuk mencari koefisien korelasi item total. Kriteria pemilihan item berdasarkan koefisien korelasi item total, peneliti menggunakan daya diskriminasi lebih atau sama dengan 0,30 untuk skala self-efficacy dan 0,25 untuk skala tingkat depresi. Hal ini dilakukan karena indeks diskriminasi item lebih dari atau sama dengan 0,30 dianggap memiliki daya beda yang berkualitas baik dan jika jumlah item yang lolos tidak mencukupi jumlah yang diinginkan, maka index diskriminasi dapat sedikit diturunkan menjadi 0,25 (Azwar, 2009).

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 a. Skala Tingkat Depresi Pada skala tingkat depresi peneliti melakukan uji coba skala kepada 40 subjek atlet taekwondo remaja. Dari uji coba yang dilakukan didapat 20 item baik dari 21 item yang dibuat. Item yang lolos seleksi tersebut memiliki koefisien korelasi item total (rix) ≥ 0,25. Hal ini disebabkan karena jumlah item yang lolos tidak mencukupi jumlah yang diinginkan, maka index diskriminasi dapat sedikit diturunkan menjadi 0,25 (Azwar, 2009).Koefisien korelasi item total yang dipakai yaitu 0, 261 sampai dengan 0, 690. Distribusi item pada skala depresi dapat dilihat sebagai berikut : Table 4. Blue Print Skala Tingkat Depresi Setelah Uji Coba No Kategori Jumlah No item 1. Perasaan sedih 1 1 2. Perasaan pesimis 1 2 3. Perasaan gagal 1 3 4. Perasaan tidak puas 1 4 5. Perasaan bersalah 1 5 6. Perasaan dihukum 1 6 7. Membenci diri sendiri 1 7 8. Menyalahkan diri 1 8 Keinginan untuk bunuh 1 9 sendiri 9. diri 10*. Mudah menangis 1 10* 11. Mudah marah 1 11 12. Kehilangan minat untuk 1 12 berhubungan sosial

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 13. Kesulitan untuk 1 13 mengambil keputusan 14. Perasaan adanya 1 14 nafsu 1 15 dalam 1 16 perubahan tubuh 15. Kehilangan makan (Anorexia) 16. Kelambanan bekerja 17. Sulit tidur (insomnia) 1 17 18. Mudah lelah 1 18 19. Penurunan berat badan 1 19 20. Preokupasi somatic 1 20 21. Kehilangan minat seks 1 21 Total 21 Keterangan: item yang dicetak tebal dan berbintang (*) adalah item yang tidak lolos seleksi. b. Skala Self-efficacy Pada skala self-efficacy peneliti melakukan uji coba kepada 40 subjek atlet taekwondo remaja. Untuk menyeimbangkan item disetiap indikator maka penelti melakukan uji coba dengan menghilangkan item yang memiliki koefisien korelasi negatif. Item negatif dihilangkan karena dianggap sebagai item yang tidak memiliki daya diskriminasi (Azwar, 2012). Dari hasil uji coba menghasilkan 72 item yang berkualitas baik dari 90 item yang dibuat. Item yang lolos seleksi tersebut memiliki koefisien korelasi item total (rix) ≥ 0,30. Koefisien korelasi item total yang dipakai

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 yaitu 0,307 sampai dengan 0,650. Distribusi item pada skala selfefficacy dapat dilihat sebagai berikut : Table 5. Blue print skala self-efficacy setelah uji coba Aspek Indikator Nomor Item Favorable Level Individu Total Unfavorable mampu 3,4,9,23,24 2,14*,15*,25, 30 melaksanakan ,26,28,33,4 31*,37,42,44, tuntutan tugas 1*,47,50*, 57,60,64,67,7 53,61,74,8 6,80,88 3 Generality Individu yakin 1,11,17,18, 5*,6,16,20,27 30 pada 29,32,35*, ,30,38,43,52, kemampuannya 48,49,54,6 56,63,68,71,8 dalam 5*,72,77,8 1,87 melaksanakan 5*,90* tugas di berbagai situasi Strength Kekuatan 10,12,13,2 7,8,19*,21*,4 30 keyakinan individu 2,34*,36,3 0,45*,51,55,5 mengenai 9*,46,58,6 9,69,78*,79,8 kemampuannya 2,66,70,73 2*,84,89 yang terlihat pada *,75,86 ketahanannya mengerjakan tugas Total 90 Keterangan: item yang dicetak tebal dan berbintang (*) adalah item yang tidak lolos seleksi.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 3. Reliabilitas Reliabilitas alat ukur menunjuk pada adanya konsistensi dan stabilitas nilai hasil skala pengukuran tertentu. Reliabilitas berkonsentrasi pada masalah akurasi pengukuran dan hasilnya (Sarwono, 2006). Koefisien reliabilitas berada dalam rentang angka 0 sampai dengan 1,00. Koefisien reliabilitas mendekati 1,00 menunjukan semakin tinggi koefisien korelasinya. Sebaliknya, koefisien korelasi mendekati angka 0 menunjukan semakin rendah koefisien korelasinya (Azwar, 2012). Reliabilitas alat ukur dalam penelitian ini diuji dengan Alpha Cronbach dari program SPSS for windows versi 16.0. a. Skala Tingkat Depresi Data yang diperoleh pada skala tingkat depresi dianalisis dengan menggunakan program SPSS 16.0 for windows untuk menghitung reliabilitas skala. Dari hasil perhitungan ditunjukan bahwa Alpha Cronbach sebelum seleksi item sebesar 0.828 dan setelah seleksi item sebesar 0,858. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut maka skala tingkat depresi yang dibuat dapat dikatakan reliabel. b. Skala Self-efficacy Data yang diperoleh pada skala self-efficacy dianalisis dengan menggunakan program SPSS 16.0 for windows untuk menghitung reliabititas skala. Dari hasil perhitungan ditunjukan bahwa Alpha Cronbach sebelum seleksi item sebesar 0,949 dan

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 setelah seleksi item sebesar 0,956. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut maka skala self-efficacy yang dibuat dapat dikatakan reliabel. H. Metode Analisis Data 1. Uji Asumsi a. Uji Normalitas Uji nomalitas akan diuji menggunakan Kolmogorov-Sminov dengan program SPSS for windows versi 16.0. Uji normalitas bertujuan untuk mengecek apakah data penelitian berasal dari populasi yang sebenarnya normal (Santoso, 2010). Data yang menunjukan signifikansi (ρ) lebih kecil dari 0,05 (p<0,005) menunjukan bahwa sebaran data tidak nomal. Data yang menunjukan signifikansi lebih besar dari 0,05 (p>0.05) menunjukan bahwa sebaran data normal. b. Uji Linearitas Uji linearitas akan diuji menggunakan test for linierity dengan program SPSS for windows versi 16.0. Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah hubungan antar variable yang akan dianalisis dalam penelitian ini mengikuti garis lurus atau tidak. Jika mengikuti garis lurus berarti peningkatan atau penurunan kuantitas di satu variabel, akan diikuti secara linear oleh peningkatan atau penurunan kuantitas di variabel lainya. (Santoso, 2010). Uji linearitas dikatakan signifikan jika (ρ) lebih kecil dari 0,05 (p<0,05) menunjukan bahwa hubungan antar dua variabel kuat (Santoso, 2010).

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 2. Uji Hipotesis Berdasarkan tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan self-efficacy dan tingkat depresi maka peneliti melakukan uji hipotesis. Pengujian tersebut dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson dengan program SPSS for windows versi 16.0. Korelasi Product Moment Pearson digunakan untuk menguji hipotesis hubungan antara satu variabel independen dengan satu variabel dependen (Sugiyono, 2011). Pada penelitian ini menggunakan taraf signifikan yaitu p<0,05. Koefisien korelasi dilambangkan dengan r. Menurut Walpole (1982) koefisien korelasi (r) memiliki rentang nilai dari -1 sampai +1. Nilai r mendekati +1 atau -1 menunjukan bahwa ada hubungan yang positif yang kuat atau hubungan negatif yang kuat pada dua variabel. Akantetapi, nilai r mendekati nol dapat diartikan hubungan antar dua variabel sangat lemah atau tidak terdapat hubungan sama sekali. Untuk menentukan besar atau kecilnya koefisien korelasi, dapat dilihat dari table berikut: Table 6. Interpretasi Koefisien Korelasi (Sugiyono, 2011) Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199 Sangat Rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 1,000 Sangat Kuat

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Pada penelitian ini, pengambilan data penelitian dilakukan dari tanggal 5 Mei 2014 sampai 8 Juni 2014 peneliti melakukan pengambilan data di dojang daerah sleman, yaitu: Dojang UGM, Yonif 403, Amikom, Kavaleri, Tempel, STIM YKPN, SMU 1 Mlati, SMA 1 Sleman, SMP 2 Sleman, SMP 3 Sleman, MAN Godean, SMK YPKK 2 Sleman, GOR KONI Sleman, Al Hikmah, USD, AMARTA, UNY, SETYAKI, SMU 1 Kalasan, SMP Aloysius, Ngaglik Sleman, Jagad Diri, Condong Catur, Amplas, Depok Sport Center, SMK 1 Depok, SMP 2 Tempel, Exelent, TVRI, UIN SUKA, STIE YKPN, UPN, JAMACE, MTS Pakem, Purwobinangun, Debrito, SMU Gama, UAJT, MAN 3, dan SMU Kolombo. Sebelumnya peneliti terlebih dahulu melihat kesesuaian subjek dengan karakteristik yang telah ditentukan. Individu yang sesuai dengan karakteristik subjek penelitian melakukan pengisian kuesioner secara individual. Pada pengambilan data penelitian, peneliti mendapat bantuan dari setiap ketua organisasi taekwondo kemudian peneliti memberikan gambaran mengenai kriteria subjek penelitian dan memberikan arahan mengenai cara mengerjakan skala penelitian secara benar. Pengambilan data penelitian tidak selalu dilakukan ditempat karena kesediaan subjek, sehingga skala dibawa pulang. Skala yang telah diisi dikembalikan kepada 65

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 ketua organisasi pada jadwal latihan berikutnya. Dari 100 skala yang disebar terdapat 100 skala yang kembali. B. Deskripsi Subjek Penelitian 1. Jenis Kelamin Pada penelitian ini melibatkan 100 orang subjek. Subjek pada penelitian ini terdiri atas 55 (55 %) subjek berjenis kelamin laki-laki dan 45 (45%) subjek berjenis kelamin perempuan. Data dapat dilihat pada tabel 7. Tabel 7. Deskripsi Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Persentase Laki-laki 55 55% Perempuan 45 45% Total 100 100% 2. Usia Subjek pada penelitian ini memiliki rentang usia 11 tahun sampai dengan 20 tahun. Rata-rata usia subjek adalah 17 tahun dengan standar deviasi ±2,3. Subjek yang termasuk dalam remaja awal berjumlah 9 orang (9%), remaja tengah berjumlah 32 orang (32%), dan remaja akhir berjumlah 59 orang (59%). Secara keseluruhan subjek berjumlah 100 orang subjek. Data usia subjek dapat dilihat pada tabel 8.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Tabel 8. Deskripsi Usia Tahap Usia Juml Persent Mi Perkembangan (Tahun) ah ase n x Remaja Awal 11-13 9 9% Remaja Tengah 14-16 32 32% 11 20 Remaja Akhir 17-20 59 59% 100 100% Total Ma Mean SD 17,10 ±2, 3 3. Lama berlatih Data penelitian menjelaskan mengenai berapa lama subjek berlatih taekwondo. Batas minimum lama berlatih subjek adalah 6 bulan. Batas maksimum lama berlatih adalah 144 bulan dengan standar deviasi ±22. Data lama berlatih subjek dapat dilihat pada tabel 9. Tabel 9. Lama Berlatih Lama berlatih Jumlah Persentase 6 – 12 43 43% 13 – 36 38 38% 37 – 72 17 17% ≥ 73 2 2% Total 100 100% Min Max Mean SD 6 144 27,01 ±22 (Bulan)

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 C. Hasil Penelitian 1. Statistik Data Penelitian Berdasarkan perhitungan statistik menggunakan SPSS 16.0 for windows didapatkan hasil sebagai berikut. Tabel 10. Statistik Data Penelitian Deskripsi Data Tingkat depresi Self-efficacy Mean 9,63 208, 29 SD 6,850 21,767 Min 0 163 Max 31 265 Pada tabel 10 menunjukan mean dari tingkat depresi sebesar 9,63 dengan SD sebesar 6,850. Nilai terendah dari tingkat depresi sebesar 0 dan nilai tertinggi sebesar 31. Selain itu, pada tabel juga menunjukan bahwa mean dari self-efficacysebesar 208,29 dengan SD sebesar 21,767. Nilai terendah dari self-efficacysebesar 163 dan nilai tertinggi sebesar 265. 2. Kategorisasi Subjek Penelitian Kategorisasi ini bertujuan untuk menempatkan individu ke dalam kelompok-kelompok yang posisinya berjenjang menurut suatu kontinum berdasarkan atribut yang diukur (Azwar, 2007). Kategorisasi didasarkan pada model distribusi normal dengan norma kategorisasi sebagai berikut.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Tabel 11. Rumus Norma kategorisasi (Azwar, 2007) Kategori Keterangan X < (μ - 1,0 σ) Rendah (μ - 1,0 σ) ≤X < (μ + 1,0 σ) Sedang μ = Mean Teoritik σ = Standar Deviasi (μ + 1,0 σ) ≤X Tinggi Skor Pada peneltian ini skala self-efficacy dan tingkat depresi akan dibagi kedalam 3 kategori. Kategorisasi self-efficacy dan tingkat depresi dilakukan dengan memperhitungkan rata-rata skor dan standar deviasi. Kategori masing-masing adalah sebagai berikut. Tabel 12. Kategorisasi Skor Tingkat depresi dan Self-efficacy Kategori Rendah Tingkat depresi X < 24 Self-efficacy X < 159 Sedang 24 ≤X < 36 159 ≤X < 201 Tinggi 36 ≤X 201 ≤X Berdasarkan tabel 12, maka sebjek penelitian dapat dikategorikan sebagai berikut. Tabel 13. Kategorisasi Data Tingkat depresi dan Self-efficacy Tingkat depresi Self-efficacy Rendah 96 (96%) - Sedang 4 (4%) 34 (34%) Tinggi - 66 (66%) Kategori Pada kategorisasi data tingkat depresi didapatkan hasil yaitu 96 orang (96%) dikategorikan memiliki tingkat depresi rendah, 4 orang

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 (4%) memiliki tingkat depresi sedang dan tidak ada subjek yang memiliki tingkat depresi tinggi. Data ketegorisasi self-efficacy juga menunjukan bahwa tidak ada subjek yang memiliki tingkat selfefficacy rendah, 34 orang (34%) memiliki tingkat self-efficacy sedang dan 66 orang (66%) memiliki tingkat self-efficacy tinggi. 3. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengecek apakah data penelitian berasal dari populasi yang sebenarnya normal (Santoso, 2010). Data dikatakan normal jika memiliki nilai p>0.05. Uji nomalitas diuji menggunakan Kolmogorov-Sminov dengan program SPSS for windows versi 16.0. Tabel 14. Uji Normalitas Tingkat depresi Self-efficacy Kolmogorov- Smirnov Z 1,166 0,678 Asymp Sig (2-tailed) 0,132 0,748 Hasil uji normalitas menunjukan bahwa variabel tingkat depresi memiliki skor Kolmogorov- Smirnov Z sebesar 1,166 dengan nilai p sebesar 0,132 (p>0.05). Perolehan skor p lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel tingkat depresi mengikuti distribusi normal. Pada variabel self-efficacy, skor KolmogorovSmirnov Z sebesar 0,678 dengan nilai p sebesar 0,748 (p>0.05). Hal ini juga menunjukan bahwa variabel self-efficacy memiliki sebaran

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 data mengikuti distribusi normal. Dengan demikian, variabel selfefficacy dan tingkat depresi memenuhi syarat uji normalitas. 4. Uji Linearitas Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah hubungan antar variable yang akan dianalisis dalam penelitian ini mengikuti garis lurus atau tidak (Santoso, 2010). Uji linearitas akan diuji menggunakan test for linierity dengan program SPSS for windows versi 16.0. Tabel 15. Uji Linearitas Tingkat depresi * F Signifikasi 25,944 0,000 Self_Efficacy Linearity Pada tabel 15 terlihat bahwa skor F sebesar 25,944 dengan p = 0,000 (p<0.05). Hasil ini menunjukan bahwa hubungan antara variabel self-efficacydan tingkat depresi bersifat linear. 5. Uji Hipotesis Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson dengan program SPSS for windows versi 16.0. Korelasi Product Moment Pearson digunakan untuk menguji hipotesis hubungan antara satu variabel independen dengan satu variabel dependen (Sugiyono, 2011). Koefisien korelasi dilambangkan dengan r. Menurut Walpole (1982) koefisien korelasi (r) memiliki rentang nilai dari -1 sampai +1. Ho diterima jika skor p<0,05.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Tabel 16. Uji Hipotesis TINGKAT DEPRESI Pearson Correlation Sig. (1-tailed) N SELF_EFFICACY Pearson Correlation Sig. (1-tailed) N TINGKAT DEPRESI SELF_EFFICACY 1 -.473** .000 100 100 -.473** .000 100 1 100 Berdasarkan tabel 16 dapat disimpulkan bahwa self-efficacy berkorelasi negatif, sedang, dan signifikan dengan tingkat depresi (N=100, r=-0,473, p=0,000). Hal ini berarti bahwa jika semakin tinggiself-efficacyyang dimiliki maka semakin rendah tingkat depresi. 6. Hasil Tambahan a. Lama Berlatih Pada penelitian ini, peneliti ingin melihat hubungan self-efficacy dan tingkat depresi pada atlet taekwondo remaja berdasarkan lama berlatih. Peneliti menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson dengan program SPSS for windows versi 16.0. Tabel 17. Hasil Tambahan Lama Berlatih

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Tingkat depresi Self-efficacy Pearson Correlation -0,169 0,239 Sig. (2-tailed) 0.094 0,016 N 100 100 Lama berlatih Berdasarkan hasil perhitungan, lama berlatih berkorelasi positif dan signifikan dengan self-efficacy (N=100, r=0,239, p=0,016). Hal ini menunjukan bahwa semakin lama individu berlatih maka semakin tinggi tingkat self-efficacy yang dimilikinya. Sebaliknya, lama berlatih tidak berkorelasi secara signifikan dengan tingkat depresi. Artinya, semakin lama individu berlatih tidak mempengaruhi tingkat depresi yang dimilikinya. b. Usia Pada penelitian ini peneliti juga ingin melihat hubungan selfefficacy dan tingkat depresi pada atlet taekwondo remaja berdasarkan tahapan perkembangan usia. Subjek terbagi atas tiga tahapan perkembangan usia, yaitu remaja awal, remaja tengah dan remaja akhir. Peneliti menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson dengan program SPSS for windows versi 16.0.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Tabel 18. Hasil Tambahan Usia Tingkat depresi Self-efficacy Pearson Correlation -0,075 -0,004 Sig. (2-tailed) 0.456 0,968 N 100 100 Usia Berdasarkan tabel 18, usia tidak berkorelasi secara signifikan dengan self-efficacy dan tingkat depresi. Artinya, tingkat usia individu tidak mempengaruhi tingkat self-efficacy dan tingkat depresi. D. Pembahasan Hasil perhitungan menggunakan SPSS 16.00 menghasilkan bahwa self-efficacy dan tingkat depresi memiliki tingkat hubungan yang sedang, berkorelasi negative dan signifikan. Tingkat hubungan yang sedang terlihat dari koefisien korelasi sebesar -0,473 yang menunjukan tingkat kontribusi sebesar 22,4%. Tingkat signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) yang menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dan tingkat depresi. Oleh karena itu, hipotesis yang berbunyi “ada hubungan negatif antara self-efficacy dengan tingkat depresi pada atlet taekwondo remaja” diterima. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi tingkat self-efficacy maka tingkat tingkat depresi pada atlet taekwondo remaja semakin rendah. Self-efficacy merupakan keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya untuk menyelesaikan tugas dengan mengatur dan

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 memusatkan tindakan yang diperlukan sehingga dapat memprediksikan hasil yang akan dicapai. Remaja yang berprofesi sebagai atlet memiliki tuntutan untuk berprestasi baik ditingkat daerah, nasional maupun internasional (Sondakh, 2009). Tuntutan ini dapat menjadi stress jika dirasa membebani dan melampaui batas kemampuan yang dimiliki (Lubis, 2009). Stress merupakan faktor yang mempengaruhi tingkat depresi karena tingkat depresi biasanya terjadi saat individu merasakan stress yang tidak dapat diatasi (Lubis, 2009). Tingkat depresi ini akan menyebabkan individu kehilangan motivasi untuk melaksanakan tugas dan menyalahkan atau mengkritik diri sendiri atas setiap kesalahan (Beck, 1967 dalam Lubis, 2009). Self-efficacy menjadi relevan untuk menurunkan tingkat tingkat depresi. Self-efficacy yang tinggi akan membuat individu merasa yakin bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tugas, percaya pada kemampuan diri, dan memandang kesulitan sebagai tantangan bukan ancaman (Bandura, 1997). Dalam penelitian ini, self-efficacy memberikan keyakinan pada individu mengenai kemampuannya untuk mengerahkan motivasi, sumber daya kognitif dan tindakan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas dengan berhasil (Avey, Luthans & Jensen, 2009). Tingkat self-efficacy yang tinggi inilah yang dapat menurunkan tingkat tingkat depresi pada atlet taekwondo remaja.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Penelitian ini membagi subjek kedalam tiga kategori tingkat selfefficacy dan tingkat tingkat depresi, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Self-eficacy tinggi yang dimiliki oleh seorang atlet membantu dalam meningkatkan komitmen terhadap dirinya, meningkatkan usaha dan memikirkan strategi ketika menghadapi kesulitan yang terkait dengan prestasi olahraganya (Bandura, 1997). Atlet dengan selfefficacy yang tinggi menjadi percaya diri akan kemampuannya sehingga yakin dapat mengatasi segala tuntutan yang diterima. Selfefficacy yang tinggi juga membuat seorang atlet remaja memotivasi dirinya dan menerima serta memperbaiki kegagalan yang dialaminya (Bandura, 1997). Sedangkan, individu dengan self-efficacy rendah cenderung merasa tidak yakin akan kemampuan dirinya, merasa tidak berdaya, dan cepat menyerah (Bandura, 1997). Hal ini menyebabkan tingkat tingkat depresi individu akan tinggi. Kehilangan keyakinan pada diri sendiri, merasa tidak berdaya, dan cepat menyerah merupakan simtom tingkat depresi (Lubis, 2009). Dalam penelitian ini, tingkat korelasi (r=-0,473) termasuk dalam tingkat korelasi sedang. Hal ini dikarenakan faktor-faktor internal seperti prestasi yang pernah dicapai, pengalaman keberhasilan orang lain, dukungan dari lingkungan, dan respon positif terhadap tuntutan yang diterima oleh atlet. Selain itu, pada kategorisasi subjek terlihat bahwa hampir seluruh subjek memiliki tingkat depresi yang rendah (96%) dan 66% subjek memiliki tingkat self-efficacy yang tinggi.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Hal ini menunjukan bahwa subjek memiliki keyakinan bahwa mereka mampu menangani suatu peristiwa dan situasi secara efektif, tekun dalam menyelesaikan tugas, percaya pada kemampuan diri, memandang kesulitan sebagai tantangan (Bandura, 1997). Individu juga memiliki keyakinan bahwa dirinya mampu mengontrol setiap stressor atau ancaman yang dihadapi, keyakinan ini menyebabkan individu memiliki konsep diri dan pola pikir yang positif sehingga tingkat depresi yang dimilki akan menurun (Lubis, 2009).Selain itu, dalam kategorisasi subjek juga menunjukan tidak ada atlet taekwondo remaja yang mengalami tingkat depresi tinggi dan tidak ada atlet taekwondo remaja yang memiliki self-efficacy rendah. Namun keadaan ini dapat berubah seketika karena depresi merupakan perasaan yang sifatnya temporer ditambah dengan karakteriksik remaja yang sedang mangalami ketidakstabilan emosi. Pada hasil tambahan berdasarkan data demografis lama berlatih terlihat bahwa lama berlatih memiliki korelasi secara positif dan signifikan dengan self-efficacy. Pada penelitian ini melibatkan subjek yang berprofesi sebagai atlet dan pernah mengikuti pertandingan baik ditingkat daerah, nasional, maupun internasional. Berdasarkan hasil perhitungan lama berlatih berkorelasi secara positif dan signifikan dengan self-efficacy (N=100, r=0,239, p=0,016). Artinya, semakin lama individu berlatih maka semakin

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 tinggi tingkat self-efficacy yang dimilikinya. Sebaliknya, lama berlatih tidak berkorelasi secara signifikan dengan tingkat depresi. Menurut Bandura (1997) self-efficacy dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya adalah pengalaman. Pada penelitian ini pengalaman diwakili oleh skor lamanya subjek berlatih. Lama berlatih subjek dalam penelitian ini dibagi menjadi 4 kategori yaitu, 6 – 12 bulan, 13 – 36 bulan, 37 – 72 bulan, dan ≥ 73 bulan. Hasilnya menemukan bahwa lama berlatih berkorelasi positif dan signifikan dengan self-efficacy yang berarti semakin lama individu berlatih maka semakin tinggi tingkat self-efficacy yang dimilikinya. Hal ini sesuai dengan pendapat Bandura (1997) yang mengatakan semakin lama seseorang bergabung dalam sebuah organisasi maka selfefficacy yang dimiliki akan semakin tinggi. Selain itu, lama berlatih juga berhubungan dengan lamanya proses belajar individu di dalam organisasi tersebut. Semakin lama individu mendapatkan kesempatan untuk belajar dan memperdalam kemampuannya maka self-efficacy yang dimiliki akan semakin tinggi (Bandura, 1997). Akan tetapi pada penelitian ini juga didapatkan hasil bahwa lama berlatih tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat depresi. Jadi, selama apapun individu berlatih, tidak mempengaruhi tingkat depresi yang dimiliki. Hal ini dikarenakan tingkat depresi lebih disebabkan oleh konsep diri negatif, kesulitan menerima kegagalan, harga diri yang rendah, dan tingkat stress yang tinggi

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 (Lubis, 2009). Dapat disimpulkan bahwa, semakin lama individu berlatih maka semakin tinggi tingkat self-efficacy yang milikinya. Hal ini menyebabkan individu memiliki keyakinan pada dirinya bahwa dirinya mampu mengahadapi setiap tugas yang ditrerima dengan efektif sehingga tingkat depresi individu akan menurun. Pada hasil tambahan juga ditemukan bahwa usia tidak berkorelasi secara signifikan dengan self-efficacy dan tingkat depresi. Artinya, pada individu yang berprofesi sebagai atlet, selfefficacy dan tingkat depresinya tidak dipengaruhi oleh tingkat usia. Hal ini disebabkan karena seorang atlet lebih berfokus pada banyaknya waktu latihan yang dilakukan untuk mencapai prestasi bukan berdasarkan pada usia. Sesuai dengan data di lapangan, beberapa individu dengan usia lebih muda memiliki kemampuan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan individu yang usianya lebih tua. Hal ini dikarenakan individu dengan usia lebih muda sudah lebih lama mengikuti latihan. Maka dari itu, usia tidak memiliki korelasi dengan self-efficacy dan depresi. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa selfefficacy tinggi yang dimiliki oleh atlet taekwondo berhubungan dengan rendahnya tingkat depresi. Seorang atlet akan memiliki keyakinan pada dirinya bahwa ia mampu mengatasi setiap tuntutan yang dihadapi akan menyebabkan seorang atlet memiliki tingkat depresi yang rendah. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 L. Cooper yang menunjukan hasil bahwa seorang atlet terlihat lebih percaya diri daripada seseorang yang bukan atlet (Gunarsa, 1989). Disamping itu, lama berlatih juga memiliki korelasi yang signifikan pada self-efficacy dan tidak memiliki korelasi dengan tingkat depresi.

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Pada penelitian ini dapat diambil beberapa kesimpulan berdasarkan hasil penelitian yaitu: 1. Self-efficacy dan depresi memiliki hubungan yang negative, tingkat korelasi yang tergolong cukup, dan signifikan. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat self-efficacy pada atlet taekwondo remaja maka semakin rendah tingkat depresi yang dimiliki. Sebaliknya, semakin rendah tingkat self-efficacy pada atlet taekwondo remaja maka semikin tinggi tingkat depresi yang dimiliki. 2. Pada hasil tambahan berdasarkan data demografis terlihat bahwa lama berlatih memiliki korelasi secara positif dan signifikan dengan self-efficacy. Artinya, semakin lama atlet berlatih maka semakin tinggi pula tingkat self-efficacy yang dimiliki. Akan tetapi, lama berlatih tidak berkorelasi secara signifikan dengan depresi. Pada hasil tambahan juga ditemukan bahwa usia tidak berkorelasi dengan self-efficacy maupun depresi. 81

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 B. Saran 1. Bagi Para Atlet Taekwondo Disarankan kepada para atlet taekwondo agar lebih percaya pada kemampuan diri dalam mengahadapi berbagai pertandingan yang akan dihadapi. Keyakinan akan kemampuan diri inilah yang mempengaruhi kinerja seorang atlet dalam meningkatkan prestasinya. Keyakinan tersebut dapat dibentuk dengan melakukan sharing dengan sesama atlet atau dengan pelatih mengenai berbagai hal yang dirasa menghambat prestasinya. 2. Bagi Pengurus dan Pelatih Taekwondo Pengurus taekwondo dapat mengadakan pendampingan yang bersifat meningkatkan self-efficacy untuk menurunkan tingkat depresi yang dialami oleh seorang atlet. Pendampingan self-efficacy dapat berupa focus group discussion, sharing sesama atlet atau dengan pelatih, memantau kemajuan dan memberikan perhatian terhadap prestasi atlet. 3. Bagi Peneliti Selanjutnya a. Berdasarkan hasil perhitungan sumbangan variabel independent terhadap variabel dependent didapatkan hasil bahwa selfefficacy memiliki kontribusi sebesar 22,4% dalam menurunkan tingkat depresi. Hal ini membuktikan bahwa sebanyak 77,6% depresi dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, sehingga peneliti mengharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 memperhatikan variabel-variabel lain yang mungkin memilki hubungan terhadap depresi pada atlet taekwondo remaja. b. Pada proses pengambilan data, peneliti memiliki keterbatasan akses kepada seluruh dojang, sehingga subjek yang digunakan hanya dojang yang berada di Sleman Yogyakarta. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah jumlah subjek dari berbagai dojang untuk memaksimalkan data yang diperoleh. c. Penyebaran skala tidak dapat berjalan maksimal karena pengambilan data penelitian tidak selalu dilakukan ditempat. Hal ini disebabkan oleh kesediaan subjek sehingga peneliti tidak dapat memantau subjek dalam pengisian kuesioner. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk memantau subjek ketika melakukan pengisisan kuesioner.

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Daftar Pustaka A. Thompson R. PhD & Trattner S. R. PhD. (2007). Managing Student-Athletes’ Mental Health Issues. Indiana : Bloomington Center for Counseling and Human Development Alwi Hasan, dkk. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Balai Pustaka. Alwisol. (2009). Psikologi Kepribadian (ed. Rev). Malang: UMM Press American Psychological Association (APA). (2000). Diagnostic and StatisticalManual of Mental Disorders (DSM IV-TR) Fourth Edition. WashingtonDC: APA. Ananda, K., Sila. (2013, September 16). Olahraga Ampuh Tangkal Gejala Depresi. Diunduh 11 Desember 2013, dari http://www.merdeka.com/sehat/olahraga-ampuh-tangkal-gejaladepresi.html Anna, L., Kus (2012, Februari 11). Gangguan Jiwa Masih Diabaikan. Diunduh 22 Agustus, 2012, dari http://health.kompas.com/read/2012/02/11/07363466/Gangguan.Jiwa.Masi h.Diabaikan Aryanto & Anam,. C. (2007). Peran Dukungan Sosial Dan Self-efficacy Terhadap Motivasi Berprestasi Pada Atlit Pencak Silat Pelajar Tingkat Sma/K Di Kota Yogyakarta. Humanitas, Vol.4 No.2 Agustus 2007 Astuti, D. (Februari, 2009). Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Dengan Tingkat Depresi Pada Remaja. PSYCHO IDEA, Tahun 7 No1. ISSN 16931076. 65-73 Atkinson,. R. L. (1991). Pengantar Psikologi (alih bahasa Nurjana). Jakarta: Penerbit Erlangga Avey, J. B., Luthans, F., & Jensen, S. M. (2009). Psychological capital: A positive resource for combating employee stress and turnover. Human Resource Management, 48(5), 677-693. 84

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Azwar, S. (2000). Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya (edisi kedua). Yogyakarta: Pustaka Belajar Azwar, S. (2007). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka pelajar Azwar, S. (2009). Metode Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Azwar, S. (2012). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka pelajar Bandura, A. (1986). Sosial Foundation of Thought and Action: A Social Cognitive Theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall. Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The Exercise of Control. New Work: Freeman and Company Beck, Aaront, T. (1985). Depresion, Cause and Treatment. Philadelphia: University of Pennsylvania Blackman, M. (1995). You Asked About... Adolescent Depression. Diunduh 18 Maret 2013, dari www.depression.about.com Bramantoro, T. (2012, Oktober 27). Taekwondo Indonesia Raih Tiga Emas di Korean Open. Diunduh 15 Maret 2013, darihttp://www.tribunnews.com/sport/2012/10/27/taekwondo-indonesiaraih-tiga-emas-di-korean-open Dariyo, A. (2004). Psikologi GhaliaIndonesia. Perkembangan Remaja. Bogor Selatan: Davison,. G. C., Neale,. J. M., & Kring,. A. K. (2006). Psikologi Abnormal Edisi 9. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Departemen Pendidikan Nasional. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia (3rd ed). Jakarta: Balai Pustaka Feist J., & Feist G. J. (2008). Theories of Personality (ed. Ke-6). Yogyakarta: Pustaka Pelajar

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Feltz, D. L., & Riessinger, C. A. (1990). Effects on in vivo emotive imagery and performance feedback on self-efficacy and muscular endurance. Journal of Sport and Exercise. Psychology, 12, 132-143. Friedman, Howard. S. & Schustack, M. W (2008). Kepribadian Teori Klasik & Riset Modern (Edisi 3) Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga Gangguan Jiwa Meningkat (2011, Oktober 11). Diunduh 9 Mei 2013, dari http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/11/03332452/sitemap.html Gunarsa, S.D. (1989). Psikologi Olah Raga. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia Gunarsa, S.D. (2004). Psikologi Olahraga Prestasi. Jakarta: BPK Gunung Mulia Hasan, M. Iqbal. (2002). Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian & Aplikasinya. Bogor: Ghalia Indonesia Haye, T.L. (1985). Depresi : Upaya Dan Cara Mengatasinya. Semarang: Dahara Publishing. Hetherington, E.M. & Parke, R.D. (1986). Child Psychology : A Contemporary viewpoint. (2nd.ed). Auckland : McGraw-Hill. Hurlock, E.B. (1996). Child Development. Tokyo : McGraw-Hill Kogakusha. Kartono, k. (1985). Peran Keluarga Memandu Anak. Jakarta: CV. Rajawali. King, Laura, A. (2010) Psikologi Umum Pandangan Apresiatif. Cetakan Pertama. Jakarta: Salemba Humanika Kliping Berita Kesehatan. (2012). Waspadai Peningkatan Penderita Depresi. Jakarta: pusat komunikasi public setjen kementrian kesehatan RI Komandyahrini, E., Reni, A., & Hawadi. (2008). Hubungan Self-efficacy danKematangan dalam Memilih Karir Siswa Program Percepatan Belajar.Jurnal Keterbakatan & Kreatifitas,vol 02 No. 01 : 1-12. Lubis, L. N. (2009). Depresi Tinjauan Psikologis. Jakarta: Kencana.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 Marcotte, D., 2002. Irrational Beliefs and Depression in Adolescence.Journal of Adolescence, vol. 31, 935 – 948. Mcauley, E. (2009, Desember 16). Study suggests physical activity influences depression and fatigue by increasing self-efficacy. Journal of Psychosomatic Medicine. Diunduh 30 April, 2013, dari http://www.newsmedical.net/news/20091216/30/Indonesian.aspx Mys. (1993). Waspadai Depresi sejak Dini. Edisi Juli 1993. Jakarta. Novitasari, A. (2009). Hubungan Karakteristik, Pengetahuan, Sikap dan Faktor Lingkungan dengan Perilaku Makan Bersadarkan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) Pada Atlet Remaja Di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta Tahun 2009. Jakarta: Skripsi Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Indonesia. Pajares, F. & Schunk, D. H. (2002). Self and selfbelief in psychology and education: An historical perspective. In J. Aronson (Ed.), Improving Academic Achievement. New York: Academic Press. Prasetyo, B. & Jannah, L. M. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Prastyo,. E. (2012, Oktober 10). Jumlah Penderita Depresi Kejiwaan di Surabaya Melonjak Tajam. Diunduh 23 Juli 2013, dari http://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2012/110886-Jumlah-PenderitaDepresi-Kejiwaan-di-Surabaya-Melonjak-Tajam). Prawirohusodo, K.R.T.S. (1993). Tiga Puluh Persen Anak SMA Menderita Depresi. Republika, 1 Agustus 1993. Jakarta. Retnowati, S. 2005. Perceraian Orangtua Bisa Memunculkan Depresi Remaja. Yogyakarta : Staf Pengajar Program S1 Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. Diunduh 20 Mei, 2013, dari http://www.suaramerdeka.com/harian/0501/15/ked7.htm Santoso, A. (2010). Statistik untuk Psikologi dari Blog Jadi Buku. Yogyakarta: Penerbit Universitas Sanata Dharma.

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Santrock, J. W. (2002). Live-Span Development: Perkembangan Masa Hidup. Jilid 2. Jakarta: Erlangga. Santrock, J. W. (2003). Adolescence Perkembangan Remaja. Penerjemah: Shinto B. Adelar dan Sherly Saragih. Jakarta: Penerbit Erlangga. Santrock, John W. (2007). Remaja. (edisi 11). Jilid 1. Jakarta: Erlangga. Sarwono, J. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif & Kualitatif (edisi pertama). Yogyakatra: Graha Ilmu Schunk, D. H. (2012). Learning Theories an Educational Perspective (ed. Ke-6). Yogyakarta:Pustaka Pelajar Seligman, M.E.P. (1975) Helplessness: On Depression Development and Death. San Francisco. Calf: Freeman Setiawan,. W. (2012). Dukungan Motivasi Mengikuti Kegiatan Ekstrakulikuler Taekwondo Terhadap Konsep Diri Siswa SMA Negeri 1 Cigombong. Skripsi. Diunduh 15 Mei 2013 dari http://wawansetiawanolahraga.blogspot.com/2012/02/mengajar-taekwondo.html Soetjiningsih. (2004). Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Jakarta: Sagung Seto. Sondakh, A. (2009). Usulkan UU Keolahragaan Jamin Masa Depan Mantan Atlet. Diunduh 3 Agustus 2013. http://www.kapanlagi.com Steinberg, L. (2002). Adolescence Sixth Edition. New York: Mc Graw Hill. Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta Supratiknya, A. (1998). Psikometri. Yogyakarta: Pusat Penerbitan dan Pengembangan Sumber Belajar Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Tingkah Laku manusia. Diunduh 16 Mei 2013, dari http://ms.wikipedia.org/wiki/Tingkah_laku_manusia

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 Wahyuni, D. (Desember 2010). Depresi. Magistra, No. 74. ISSN 0215-9511. 108120 Walpole, R. E. (1988). Pengantar Statistika (ed. Ke-3). Jakarta: PT Gramedia Wimbardi, S. A. (2012). Efektivitas Dollyo Chagi dan Idan Dollyo Chagi Dalam Membuka Serangan Pada Pertandingan Taekwondo Kyorugi Kejuaraan Mahasiswa Nasional Piala Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Tahun 2012. Yogyakarta: Skripsi Fakultas Pendidikan Kepelatihan Olahraga/PKL. Universitas Negeri Yogyakarta Yulianto, F. & Nashori,. H. F. (Juni, 2006). Kepercayaan Diri Dan Prestasi Atlet Tae Kwon Do Daerah Istimewa Yogyakarta Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro, Vol.3 No. 1. 55- 62

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 LAMPIRAN

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 LAMPIRAN 1 SKALA UJI COBA Kepada: Yth. Responden penelitian Ditempat Dengan hormat, Saya adalah mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma yang saat ini sedang melakukan penelitian mengenai atlet remaja. Saya mengharapkan partisipasi saudara/i untuk mengisi skala yang dikelompokkan ke dalam dua bagian yaitu skala A dan skala B. Informasi yang saudara/i berikan akan sangat berguna bagi saya dalam melakukan penelitian ini. Skala ini bersifat rahasia, identitas dan jawaban saudara tidak akan disebarluaskan dan hanya digunakan sebagai data dalam penelitian ini. Silahkan saudara/i mengisi skala ini dengan mengikuti petunjuk yang diberikan dan TIDAK ADA JAWABAN SALAH dalam skala ini, sehingga diharapkan saudara/i mengisi jawaban sesuai dengan keadaan saat ini. Jawaban saudara/i akan memberi sumbangsih dalam penelitian mengenai atlet remaja. Oleh karena itu, keseriusan dan kesungguhan anda dalam menjawab beberapa pernyataan ini sangat diperlukan. Atas partisipasi saudara/i untuk mengisi skala ini, peneliti mengucapkan terimakasih. Yogyakarta, April 2014 Hormat saya, Tifany Christanti

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 IDENTITAS RESPONDEN Inisial : Jenis Kelamin : L / P Usia : tahun Pernah mengikuti pertandingan ditingkat : ฀ Daerah, sebanyak _____ kali ฀ Nasional, sebanyak ____ kali ฀ Internasional, sebanyak _____ kali ฀ Lainnya, sebutkan ____________________, sebanyak ____ kali Mengalami kemenangan sebanyak: ______ kali Mengalami kekalahan sebanyak : ______ kali *beri tanda √ pada kolom yang sesuai

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 SKALA A Petunjuk : Berikut ini disajikan sejumlah pernyataan yang berhubungan dengan kehidupan anda. Bacalah setiap pernyataan dengan seksama kemudian berilah tanda silang ( X ) pada huruf yang berada di depan setiap pernyataan yang paling sesuai dengan perasaan anda saat ini (beberapa saat ini). Pada setiap nomor anda boleh memilih lebih dari satu pernyataan, apabila pernyataan-pernyataan tersebut memang sesuai dengan keadaan anda yang sesungguhnya. Isilah seluruh nomor, jangan sampai ada yang terlewati. Selamat mengisi dan terima kasih. 1. 2. 3. 4. 5. (A) Saya tidak merasa sedih (B) Saya merasa sedih (C) Saya merasa sedih setiap waktu dan tidak bisa menghilangkan perasaan itu (D) Saya tidak bahagia dan merasa keadaan ini sangat menyakitkan (E) Saya sangat sedih dan tidak bahagia sehingga saya merasa tidak tahan lagi (A) Saya merasa optimis mengenai masa depan (B) Saya merasa berkecil hati mengenai masa depan saya (C) Saya merasa tidak mempunyai harapan apapun (D) Saya merasa tidak akan pernah dapat mengatasi kesulitan-kesulitan saya (E) Saya merasa bahwa masa depan saya tidak dapat diharapkan dan keadaan tersebut tidak dapat diperbaiki lagi (A) Saya tidak menganggap diri saya sebagai orang gagal (B) Saya merasa lebih sering gagal daripada orang lain (C) Saya merasa sangat sedikit melakukan hal yang berguna dalam hidup ini, bahkan tidak pernah (D) Saat saya menengok masa lalu, maka yang terlihat oleh saya hanyalah kegagalan (E) Saya merasa bahwa saya adalah orang yang gagal (A) Saya memperoleh kepuasan dari hal-hal yang saya lakukan (B) Saya sering sekali merasa bosan (C) Saya tidak lagi menikmati berbagai hal, seperti yang pernah saya rasakan dulu (D) Saya tidak lagi mendapatkan kepuasan dari hal apapun (E) Saya merasa tidak puas dengan apa saja (A) Saya merasa tidak bersalah (B) Kadang-kadang saya merasa sangat buruk dan tidak berharga (C) Saya benar-benar merasa bersalah (D) Saya merasa tidak berharga hampir setiap saat

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. (E) Saya selalu berpikir bahwa diri saya memang buruk dan sama sekali tidak berguna (A) Saya tidak merasa sedang dihukum (B) Saya mempunyai firasat bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi pada saya (C) Saya merasa saya sedang dihukum (D) Saya merasa bahwa saya pantas dihukum (E) Saya ingin dihukum (A) Saya tidak kecewa terhadap diri sendiri (B) Saya kecewa terhadap diri sendiri (C) Saya tidak suka dengan keadaan diri saya (D) Saya muak terhadap diri sendiri (E) Saya sangat membenci diri saya sendiri (A) Saya tidak merasa lebih buruk dibanding orang lain (B) Saya mencela diri sendiri karena kelemahan atau kesalahan saya (C) Saya menyalahkan diri sendiri atas kesalahan yang saya perbuat (D) Saya sangat menyalahkan diri saya untuk semua hal buruk yang terjadi (A) Saya tidak sedikitpun berpikir untuk melukai diri sendiri (B) Pernah terpikir untuk menyakiti diri sendiri, namun tidak akan saya lakukan (C) Rasanya lebih baik saya mati saja (D) Saya merasa keluarga saya akan lebih baik bila saya mati (E) Saya mempunyai rencana untuk bunuh diri (F) Saya akan bunuh diri bila ada kesempatan (A) Saya tidak lagi menangis seperti biasanya (B) Saya sekarang lebih sering menangis dibanding dulu (C) Saya menangis sepanjang waktu dan saya tidak dapat menghentikannya (D) Saya dulu bisa menangis, namun sekarang tidak lagi meskipun saya ingin (A) Saya tidak merasa terganggu oleh berbagai hal disekitar saya (B) Sekarang ini saya lebih mudah terganggu atau jengkel dibanding sebelumnya (C) Saya selalu merasa jengkel (D) Saat ini saya tidak lagi merasa terganggu oleh hal-hal yang dulu membuat saya jengkel (A) Saya tetap berminat bergaul dengan orang lain (B) Sekarang ini saya kurang tertarik terhadap orang lain dibanding dulu (C) Saya kehilangan sebagian besar perhatian saya terhadap orang lain (D) Saya sama sekali telah kehilangan minat terhadap orang lain dan tidak peduli terhadap mereka (A) Saya tidak mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan (B) Saya sering menunda-nunda dalam mengambil keputusan (C) Saya mengalami banyak kesulitan saat harus mengambil keputusan (D) Saya sama sekali tidak dapat mengambil keputusan (A) Saya tidak merasa lebih jelek dibanding sebelumnya

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. (B) Saya cemas bila tampak tua dan tidak menarik lagi (C) Rasanya ada perubahan menetap dalam penampilan saya dan membuat saya tampak tidak menarik (D) Saya yakin bahwa sekarang ini penampilan saya sangat jelek (A) Saya melakukan pekerjaan di tempat ini sama baiknya seperti sebelum berada ditempat ini (B) Saya harus berusaha keras untuk memulai suatu pekerjaan (C) Saya tidak bekerja sebaik dulu (D) Saya harus memaksa diri sekuat tenaga untuk dapat melakukan sesuatu (E) Saya sama sekali tidak mampu mengerjakan apapun (A) Saya dapat tidur sebaik biasanya (B) Tidur saya tidak senyenyak biasanya dan merasa lelah saat bangun (C) Saya bangun 1 atau 2 jam lebih cepat dari biasanya dan sulit untuk tidur kembali (D) Saya selalu bangun beberapa jam lebih cepat dari biasanya dan tidak dapat tidur lebih dari 5 jam (A) Saya tidak merasa lebih lelah daripada biasanya (B) Saya lebih mudah lelah dibanding dulu (C) Saya menjadi lelah setelah mengerjakan apapun (D) Saya merasa terlalu lelah untuk mengerjakan apapun (A) Selera makan saya normal saja (B) Selera makan saya tidak sebaik dulu (C) Selera makan saya kini jauh lebih buruk (D) Saya sama sekali tidak berselera makan (A) Berat badan saya tidak turun banyak, bahkan tetap akhir-akhir ini (B) Berat badan saya turun lebih dari 2,5 kg (C) Berat badan saya turun lebih dari 5 kg (D) Berat badan saya turun lebih dari 7,5 kg (A) Saya tidak mencemaskan kesehatan saya (B) Saya takut mengalami rasa sakit dan tidak enak badan seperti perut mual atau sembelit (susah buang air besar) (C) Saya khawatir jika harus membayangkan bahwa saya merasakan sakit (D) Saya sangat cemas akan kesehatan badan saya sehingga tidak dapat memikirkan hal lain (A) Saya tidak mengalami perubahan dalam minat terhadap seks (B) Saat ini saya tidak begitu tertarik terhadap seks, tidak seperti dulu (C) Sekarang ini minat saya terhadap seks jauh berkurang (D) Saya sama sekali tidak berminat terhadap seks

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 SKALA B Petunjuk: Skala ini menyajikan sejumlah pernyataan dan setiap pernyataan terdapat empat pilihan jawaban. Berilah tanda (X) pada kolom pilihan yang anda anggap paling sesuai dengan keadaan diri anda. Pilihan jawaban adalah: Kolom SS : Jika anda merasa Sangat Sesuai Kolom S : Jika anda merasa Sesuai Kolom TS : Jika anda merasa Tidak Sesuai Kolom STS : Jika anda merasa Sangat Tidak Sesuai Bacalah masing-masing pernyataan secara teliti, dan pilihlah jawaban yang paling mendekati dengan kondisi perasaan anda. Kemudian periksa kembali dan pastikan tidak ada nomor yang terlewatkan. Contoh: No Pernyataan 1. Saya senang jika memiliki banyak teman SS S X TS STS Jika anda ingin mengganti jawaban yang telah anda pilih, anda dapat mencoret jawaban yang telah anda pilih dengan dua garis (=) dan kemudian pilihlah jawaban yang sesuai dengan keadaan anda. Contoh: No Pernyataan 1. Saya senang jika memiliki banyak teman SS S X TS STS X

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. Pernyataan Saya yakin dapat menyelesaikan tugas, meskipun baru pertama kali mendapatkan tugas tersebut Saya ragu dapat menyelesaikan tugas dengan baik jika tugas tersebut tidak memiliki cara petunjuk pengerjaan Sesulit apapun kondisi yang sedang saya hadapi, saya yakin dapat melewatinya Menurut saya semua tugas itu sama, tidak ada tugas mudah ataupun tugas sulit Saya mengurangi aktivitas karena saya merasa terbebani jika mendapatkan tugas terlalu banyak Saya merasa tidak mampu jika mengikuti terlalu banyak kegiatan Ketika mendapatkan tugas yang sulit, saya akan meminta bantuan orang lain untuk mengerjakan Selama ini, semakin banyak rintangan yang saya hadapi, semakin saya tidak yakin akan kemampuan saya Saya yakin mampu menyelesaikan tugas yang sulit jika saya berusaha Pengalaman yang saya miliki membuat saya yakin dalam menghadapi segala tantangan Saya yakin bahwa prestasi taekwondo yang saya dapatkan memotivasi saya untuk berprestasi juga di sekolah Saya tidak dapat mengabaikan tugas jika tugas tersebut belum terselesaikan Sesulit apapun kondisi yang sedang saya hadapi, saya yakin dapat melewatinya Ketika bertanding saya cenderung menghindari gerakan yang tidak pernah saya latih Saya tidak akan mengerjakan tugas jika instruksi yang diberikan tidak jelas Saya ragu dapat mempertahankan prestasi di sekolah sekaligus mempertahankan prestasi taekwondo saya Keberhasilan yang saya dapatkan karena saya yakin akan kemampuan saya dalam menyelesaikan berbagai macam tugas yang diberikan Dalam sehari saya yakin dapat menyelesaikan berbagai tugas Konsentrasi saya akan terpecah jika terlalu lama mengerjakan tugas Saya merasa sangat kelelahan jika harus mengikuti latihan kemudian mengerjakan tugas sekolah SS S TS STS

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. Saya kesulitan mengerjakan tugas ketika lingkungan tidak mendukung Apapun yang terjadi, saya akan siap menangani masalah yang ada Saya yakin saya berhasil menyelesaikan pertandingan, meskipun banyak rintangan yang harus dihadapi Jika saya menghadapi kesulitan, biasanya saya mempunyai banyak ide untuk mengatasinya Saya kurang tertarik pada tugas-tugas yang diluar batas kemampuan saya Menurut saya setiap gerakan dapat saya kuasai jika saya latih dengan sungguh-sungguh Tugas sekolah dan latihan saya terbengkalai karena terlalu banyak aktivitas yang saya lakukan Saya akan menggunakan seluruh kemampuan saya untuk memenangkan pertandingan Saya yakin bahwa saya dapat menguasai berbagai macam gerakan latihan Semakin banyak tugas yang saya terima membuat saya kebingungan dalam pengerjaannya Saya enggan mengerjakan tugas-tugas dengan petunjuk yang kurang jelas Saya merasa bahwa saya memiliki kemampuan yang mendukung untuk menyelesaikan tugas dari berbagai aktivitas Saya merasa tidak ada tugas dan latihan yang sulit Jika saya menghadapi kesulitan dalam mengerjakan tugas maka saya akan terus mencoba menyelesaikannya sesuai dengan kemampuan saya Saya dapat mengikuti latihan tanpa mengesampingkan tugas sekolah saya Saya yakin pada kemampuan saya, hal ini didukung oleh pengalaman yang saya dapatkan Saya terbiasa menunda tugas yang saya terima Pertandingan saya gagal dan tugas sekolah saya terbangkalai karena saya merasa tidak mampu Saya mampu mengerjakan tugas selama 2 jam tanpa berhenti Jika sudah menyerah, saya akan memberikan tugas kepada orang yang saya pikir mampu Saya akan memilih latihan yang sesuai dengan kemampuan saya Saya merasa tidak mampu mengerjakan tugas-tugas diluar batas kemampuan saya

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. 59. 60. 61. 62. Biasanya saya meminta bantuan orang lain dalam mengerjakan tugas karena tidak yakin dengan kemampuan saya Saya ragu dapat memenangkan pertandingan karena saya merasa lawan saya memiliki kemampuan yang lebih hebat Dengan kemampuan yang saya miliki, saya tidak yakin dapat melewati kesulitan Saya akan bertahan dalam usaha saya karena saya yakin saya memiliki kemampuan Saya akan menghadapi langsung tugas-tugas latihan yang sulit Saya yakin keikutsertaan saya pada taekwondo tidak mengganggu aktivitas sekolah Prestasi saya di sekolah meningkat seturut dengan meningkatnya prestasi taekwondo karena saya memiliki kenyakinan bahwa diri saya mampu Saya akan memilih lawan yang sebanding dengan kemampuan saya Ketika saya sudah jenuh mengerjakan suatu tugas, saya akan meninggalkannya dan mengerjakan tugas yang lainnya Semakin banyak aktivitas yang saya lakukan, semakin takut mendapatkan tugas dari setiap aktivitas Saya akan melaksanakan pertandingan meskipun lawan yang saya hadapi diluar batas kemampuan saya Saya senang jika mendapatkan tugas baru Saya malas jika harus memperbaiki kesalahan dalam pengerjaan tugas Prestasi saya di sekolah menurun setelah saya mengikuti taekwondo Saya merasa tidak yakin berhasil menyelesaikan tugas jika tidak terdapat instruksi yang jelas Dalam kondisi apapun saya dapat menyelesaikan tugas dengan serius Saya merasa jenuh jika mengerjakan tugas terlalu banyak Saya hanya akan mengerjakan tugas-tugas yang mudah saja Meskipun orang lain beranggapan bahwa lawan saya lebih kuat, namun saya tidak merasa takut Saya tidak pernah menunda-nunda dalam mengerjakan tugas

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 63. 64. 65. 66. 67. 68. 69. 70. 71. 72. 73. 74. 75. 76. 77. 78. 79. 80. 81. 82. 83. 84. Saya mengurangi aktivitas karena tidak yakin dapat mengerjakan setiap tugas yang diberikan Saya tidak akan mengerjakan tugas yang belum pernah saya kerjakan sebelumnya Saya yakin pertandingan yang harus saya hadapi tidak mengganggu konsentrasi saya ketika menyelesaikan tugas sekolah Saya dapat mengerjakan tugas dengan fokus meskipun banyak gangguan Saya merasa tidak mampu mengerjakan tugas dengan optimal Semua tugas yang saya terima sangat membebani Ketika saya gagal, saya akan kehilangan keyakinan pada diri saya Pengalaman yang saya dapatkan menjadi pelajaran untuk saya bertahan ketika mengalami kesulitan Saya tidak yakin bahwa saya mampu menyelesaikan berbagai tugas dari berbagai aktivitas Saya merasa yakin dapat menyelesaikan tugas-tugas baru yang belum pernah saya terima sebelumnya Saya dapat tidur larut malam hanya untuk menyelesaikan suatu tugas Ketika saya bertanding, saya akan mencoba alternative yang biasa saya latih dan saya yakin mampu melakukannya Ketika menghadapi kesulitan, saya akan berusaha mencari solusi untuk menyelesaikannya Saya merasa tidak mampu menyelesaikan tugas jika tugas tersebut diluar kemampuan saya Keputusan saya mengikuti sekolah dan taekwondo karena saya yakin dapat melaksanakan tugas di tiap aktivitas tersebut Saya merasa bosan ketika menghadapi tugas yg sulit dipecahkan Saya tidak dapat fokus hanya pada satu tugas saja Ketika lawan bertanding saya lebih kuat, saya tidak yakin dapat memenangkan pertandingan Saya hanya merasa mampu pada beberapa gerakan saja Ketika latihan, saya tidak dapat berkonsentrasi jika lingkungan tidak kondusif Ketika saya diberi tugas, saya langsung melaksanakannya tanpa perlu mempertimbangkannya terlebih dahulu Ketika mengadapi kesulitan, saya akan

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 85. 86. 87. 88. 89. 90. meninggalkan tugas tersebut Saya yakin bahwa saya dapat menyelesaikan tugas dari sekolah dan mengikuti latihan dengan rutin Semakin sering saya mengikuti pertandingan, semakin saya yakin akan kemampuan saya Saya tidak dapat tidur nyenyak ketika mendapatkan tugas terlalu banyak Saya akan menghindari tugas yang sulit dilakukan Saya membutuhkan banyak waktu untuk beristirahat ketika mengerjakan tugas Dalam satu hari saya dapat mengikuti latihan sekaligus mengerjakan tugas sekolah

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 LAMPIRAN 2 RELIABILITAS SKALA A. Depresi Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N Cases Valid Excludeda Total % 40 100.0 0 .0 40 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .838 21 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha Deleted Item Deleted Total Correlation if Item Deleted item1 16.4000 70.964 .690 .818 item2 16.7750 77.717 .458 .831 item3 16.5500 77.536 .355 .834 item4 16.4000 76.451 .438 .830 item5 16.1750 76.302 .439 .830 item6 16.3250 78.174 .282 .837 item7 16.6750 77.199 .538 .829 item8 15.9500 74.254 .448 .830 item9 16.6750 74.276 .683 .822 item10 15.7500 80.449 .036 .858 item11 15.9000 76.810 .275 .839 item12 16.7500 77.474 .446 .831

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 item13 16.0500 75.997 .437 .830 item14 16.3000 70.421 .689 .817 item15 16.2000 74.113 .679 .822 item16 16.5250 77.333 .372 .833 item17 16.2500 75.526 .536 .827 item18 16.6500 75.874 .493 .828 item19 16.9000 78.656 .320 .835 item20 15.9500 76.049 .303 .838 item21 16.3500 76.490 .261 .841

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 B. Self-efficacy Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N Cases Valid Excludeda Total % 40 100.0 0 .0 40 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .949 90 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha Deleted Item Deleted Total Correlation if Item Deleted item1 240.0750 619.404 .609 .948 item2 240.8000 622.318 .421 .948 item3 240.0750 617.199 .564 .948 item4 240.6250 615.881 .558 .948 item5 240.9500 633.126 .110 .949 item6 240.7250 619.743 .546 .948 item7 240.8500 618.336 .453 .948 item8 240.1750 621.943 .454 .948 item9 239.8500 620.592 .517 .948 item10 240.0750 618.994 .542 .948 item11 239.9750 626.743 .310 .949 item12 240.1250 616.112 .565 .948 item13 240.0250 620.179 .544 .948

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 item14 240.9000 633.067 .124 .949 item15 240.5750 632.251 .124 .949 item16 240.3750 616.907 .485 .948 item17 240.0000 625.179 .396 .949 item18 240.4500 625.279 .371 .949 item19 240.8000 627.549 .252 .949 item20 240.7500 624.192 .381 .949 item21 241.0500 633.382 .107 .949 item22 240.1750 629.122 .331 .949 item23 240.0500 617.587 .650 .948 item24 240.2750 624.102 .375 .949 item25 240.8000 618.421 .462 .948 item26 239.8250 620.046 .526 .948 item27 240.4250 622.353 .375 .949 item28 239.9000 625.015 .363 .949 item29 240.1250 622.163 .475 .948 item30 240.7500 622.705 .490 .948 item31 240.7500 628.500 .235 .949 item32 240.3250 629.558 .309 .949 item33 240.9000 622.400 .396 .949 item34 239.9750 637.615 -.027 .949 item35 240.1250 632.215 .148 .949 item36 240.0500 627.844 .361 .949 item37 240.6500 617.721 .535 .948 item38 240.1000 624.451 .494 .948 item39 240.5500 626.562 .284 .949 item40 240.5500 624.100 .335 .949 item41 240.2250 641.410 -.140 .950 item42 240.4250 621.584 .415 .948 item43 240.5750 611.379 .624 .948 item44 240.6000 619.836 .473 .948 item45 240.3000 636.113 .021 .950 item46 240.0000 624.154 .517 .948

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 item47 240.2250 617.051 .578 .948 item48 240.1000 621.323 .485 .948 item49 240.2250 623.358 .391 .949 item50 240.5250 643.435 -.172 .951 item51 240.9000 625.579 .307 .949 item52 240.4500 620.613 .438 .948 item53 240.0000 627.385 .321 .949 item54 240.4000 618.503 .607 .948 item55 240.3750 623.163 .427 .948 item56 240.0250 624.897 .388 .949 item57 240.8000 623.190 .534 .948 item58 240.5000 618.513 .582 .948 item59 241.0500 619.433 .486 .948 item60 240.3750 625.420 .334 .949 item61 240.3000 620.472 .505 .948 item62 240.6000 615.682 .563 .948 item63 240.6500 620.541 .595 .948 item64 240.2500 628.141 .329 .949 item65 240.2250 629.051 .278 .949 item66 240.7750 617.051 .606 .948 item67 240.4000 619.118 .634 .948 item68 240.2750 619.435 .487 .948 item69 240.4250 615.071 .544 .948 item70 239.8750 625.446 .397 .949 item71 240.4750 616.307 .583 .948 item72 240.3750 619.676 .478 .948 item73 240.2500 626.808 .268 .949 item74 240.0000 619.949 .575 .948 item75 239.8500 623.054 .471 .948 item76 240.6250 615.369 .601 .948 item77 239.9500 623.485 .505 .948 item78 240.7500 627.936 .251 .949 item79 240.6750 623.097 .406 .948

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 item80 240.5750 617.328 .576 .948 item81 240.4750 626.512 .385 .949 item82 240.8250 627.687 .238 .949 item83 240.7250 622.974 .371 .949 item84 240.2250 623.512 .476 .948 item85 240.1250 630.676 .262 .949 item86 240.0500 623.946 .433 .948 item87 241.0500 619.895 .394 .949 item88 240.4250 620.558 .444 .948 item89 240.8500 618.490 .518 .948 item90 240.2500 630.141 .232 .949

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Reliability (setelah menghilangkan item negatif) Scale: ALL VARIABLES a. Depresi Case Processing Summary N Cases Valid Excludeda Total % 40 100.0 0 .0 40 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .858 20 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha Deleted Item Deleted Total Correlation if Item Deleted item1 14.9750 68.179 .704 .840 item2 15.3500 74.695 .490 .851 item3 15.1250 74.112 .409 .853 item4 14.9750 73.666 .447 .851 item5 14.7500 73.526 .447 .851 item6 14.9000 75.323 .292 .857 item7 15.2500 74.551 .535 .850 item8 14.5250 71.076 .482 .850 item9 15.2500 71.372 .708 .843 item11 14.4750 75.179 .217 .863 item12 15.3250 74.840 .441 .852 item13 14.6250 72.753 .479 .850 item14 14.8750 67.599 .706 .839 item15 14.7750 71.204 .703 .843

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 item16 15.1000 74.913 .352 .855 item17 14.8250 72.558 .561 .847 item18 15.2250 73.410 .478 .850 item19 15.4750 76.563 .269 .857 item20 14.5250 73.538 .294 .860 item21 14.9250 73.917 .255 .862 b. Self-efficacy Case Processing Summary N Cases Valid Excludeda Total % 40 100.0 0 .0 40 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .956 72 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha Deleted Item Deleted Total Correlation if Item Deleted it1 193.4250 532.046 .597 .955 it2 194.1500 534.644 .414 .955 it3 193.4250 528.969 .586 .955 t4 193.9750 528.589 .553 .955 it6 194.0750 532.276 .538 .955 it7 194.2000 530.728 .453 .955 it8 193.5250 534.615 .436 .955 it9 193.2000 532.267 .536 .955 it10 193.4250 531.071 .551 .955 it11 193.3250 537.917 .330 .956

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 it12 193.4750 528.922 .557 .955 it13 193.3750 532.343 .547 .955 it16 193.7250 529.692 .476 .955 it17 193.3500 536.336 .423 .955 it18 193.8000 536.985 .377 .956 it20 194.1000 536.554 .367 .956 it22 193.5250 539.538 .385 .956 it23 193.4000 529.682 .663 .955 it24 193.6250 535.471 .395 .956 it25 194.1500 530.592 .468 .955 it26 193.1750 532.097 .533 .955 it27 193.7750 535.102 .355 .956 it28 193.2500 536.910 .363 .956 it29 193.4750 534.102 .481 .955 it30 194.1000 534.708 .493 .955 it32 193.6750 541.148 .308 .956 it33 194.2500 534.705 .389 .956 it36 193.4000 539.169 .377 .956 it37 194.0000 530.667 .519 .955 it38 193.4500 536.459 .492 .955 it40 193.9000 535.528 .351 .956 it42 193.7750 534.333 .397 .956 it43 193.9250 523.661 .641 .955 it44 193.9500 532.203 .470 .955 it46 193.3500 535.823 .530 .955 it47 193.5750 528.866 .599 .955 it48 193.4500 533.638 .480 .955 it49 193.5750 535.533 .386 .956 it51 194.2500 537.474 .306 .956 it52 193.8000 533.292 .424 .955 it53 193.3500 538.951 .327 .956 it54 193.7500 530.603 .617 .955 it55 193.7250 535.794 .407 .955

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 it56 193.3750 536.958 .383 .956 it57 194.1500 535.105 .539 .955 it58 193.8500 531.310 .567 .955 it59 194.4000 531.785 .484 .955 it60 193.7250 536.666 .354 .956 it61 193.6500 532.644 .507 .955 it62 193.9500 529.382 .530 .955 iy63 194.0000 533.077 .583 .955 it64 193.6000 539.887 .326 .956 it66 194.1250 530.163 .585 .955 it67 193.7500 531.936 .615 .955 it68 193.6250 531.779 .486 .955 it69 193.7750 527.666 .545 .955 it70 193.2250 537.410 .393 .956 it71 193.8250 529.174 .573 .955 it72 193.7250 531.435 .494 .955 it74 193.3500 531.772 .592 .955 it75 193.2000 534.523 .492 .955 it76 193.9750 527.051 .630 .955 it77 193.3000 534.369 .551 .955 it79 194.0250 535.461 .395 .956 it80 193.9250 529.815 .575 .955 it81 193.8250 538.763 .367 .956 it83 194.0750 534.738 .379 .956 it84 193.5750 534.661 .510 .955 it86 193.4000 535.426 .451 .955 it87 194.4000 533.067 .371 .956 it88 193.7750 532.128 .463 .955 itt89 194.2000 531.087 .511 .955

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 LAMPIRAN 3 SKALA PENELITIAN Kepada: Yth. Responden penelitian Ditempat Dengan hormat, Saya adalah mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma yang saat ini sedang melakukan penelitian mengenai atlet remaja. Saya mengharapkan partisipasi saudara/i untuk mengisi skala yang dikelompokkan ke dalam dua bagian yaitu skala A dan skala B. Informasi yang saudara/i berikan akan sangat berguna bagi saya dalam melakukan penelitian ini. Skala ini bersifat rahasia, identitas dan jawaban saudara tidak akan disebarluaskan dan hanya digunakan sebagai data dalam penelitian ini. Silahkan saudara/i mengisi skala ini dengan mengikuti petunjuk yang diberikan dan TIDAK ADA JAWABAN SALAH dalam skala ini, sehingga diharapkan saudara/i mengisi jawaban sesuai dengan keadaan saat ini. Jawaban saudara/i akan memberi sumbangsih dalam penelitian mengenai atlet remaja. Oleh karena itu, keseriusan dan kesungguhan anda dalam menjawab beberapa pernyataan ini sangat diperlukan. Atas partisipasi saudara/i untuk mengisi skala ini, peneliti mengucapkan terimakasih. Yogyakarta, April 2014 Hormat saya, Tifany Christanti

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 IDENTITAS RESPONDEN Inisial : Jenis Kelamin : L / P Usia : tahun Sudah berlatih taekwondo selama: ……. bulan/tahun (coret yang tidak perlu) 1. Pernah mengikuti pertandingan ditingkat : ฀ Daerah, sebanyak _____ kali ฀ Nasional, sebanyak ____ kali ฀ Internasional, sebanyak _____ kali ฀ Lainnya, sebutkan ____________________, sebanyak ____ kali Mengalami kemenangan sebanyak: ______ kali Mengalami kekalahan sebanyak : ______ kali 2. Apakah ada perhatian dan dukungan dari keluarga atau lingkungan terhadap perkembangan prestasi anda? Ya 3. ฀ Pendidikan : ฀ SD Tidak ฀ ฀ SMP ฀ SMA *beri tanda √ pada kolom yang sesuai ฀ KULIAH

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 SKALA A Petunjuk : Berikut ini disajikan sejumlah pernyataan yang berhubungan dengan kehidupan anda. Bacalah setiap pernyataan dengan seksama kemudian berilah tanda silang ( X ) pada huruf yang berada di depan setiap pernyataan yang paling sesuai dengan perasaan anda saat ini (beberapa saat ini). Pada setiap nomor anda boleh memilih lebih dari satu pernyataan, apabila pernyataan-pernyataan tersebut memang sesuai dengan keadaan anda yang sesungguhnya. Isilah seluruh nomor, jangan sampai ada yang terlewati. Selamat mengisi dan terima kasih. 1. 2. 3. 4. 5. (A) Saya tidak merasa sedih (B) Saya merasa sedih (C) Saya merasa sedih setiap waktu dan tidak bisa menghilangkan perasaan itu (D) Saya tidak bahagia dan merasa keadaan ini sangat menyakitkan (E) Saya sangat sedih dan tidak bahagia sehingga saya merasa tidak tahan lagi (A) Saya merasa optimis mengenai masa depan (B) Saya merasa berkecil hati mengenai masa depan saya (C) Saya merasa tidak mempunyai harapan apapun (D) Saya merasa tidak akan pernah dapat mengatasi kesulitan-kesulitan saya (E) Saya merasa bahwa masa depan saya tidak dapat diharapkan dan keadaan tersebut tidak dapat diperbaiki lagi (A) Saya tidak menganggap diri saya sebagai orang gagal (B) Saya merasa lebih sering gagal daripada orang lain (C) Saya merasa sangat sedikit melakukan hal yang berguna dalam hidup ini, bahkan tidak pernah (D) Saat saya menengok masa lalu, maka yang terlihat oleh saya hanyalah kegagalan (E) Saya merasa bahwa saya adalah orang yang gagal (A) Saya memperoleh kepuasan dari hal-hal yang saya lakukan (B) Saya sering sekali merasa bosan (C) Saya tidak lagi menikmati berbagai hal, seperti yang pernah saya rasakan dulu (D) Saya tidak lagi mendapatkan kepuasan dari hal apapun (E) Saya merasa tidak puas dengan apa saja (A) Saya merasa tidak bersalah (B) Kadang-kadang saya merasa sangat buruk dan tidak berharga (C) Saya benar-benar merasa bersalah (D) Saya merasa tidak berharga hampir setiap saat

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. (E) Saya selalu berpikir bahwa diri saya memang buruk dan sama sekali tidak berguna (A) Saya tidak merasa sedang dihukum (B) Saya mempunyai firasat bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi pada saya (C) Saya merasa saya sedang dihukum (D) Saya merasa bahwa saya pantas dihukum (E) Saya ingin dihukum (A) Saya tidak kecewa terhadap diri sendiri (B) Saya kecewa terhadap diri sendiri (C) Saya tidak suka dengan keadaan diri saya (D) Saya muak terhadap diri sendiri (E) Saya sangat membenci diri saya sendiri (A) Saya tidak merasa lebih buruk dibanding orang lain (B) Saya mencela diri sendiri karena kelemahan atau kesalahan saya (C) Saya menyalahkan diri sendiri atas kesalahan yang saya perbuat (D) Saya sangat menyalahkan diri saya untuk semua hal buruk yang terjadi (A) Saya tidak sedikitpun berpikir untuk melukai diri sendiri (B) Pernah terpikir untuk menyakiti diri sendiri, namun tidak akan saya lakukan (C) Rasanya lebih baik saya mati saja (D) Saya merasa keluarga saya akan lebih baik bila saya mati (E) Saya mempunyai rencana untuk bunuh diri (F) Saya akan bunuh diri bila ada kesempatan (A) Saya tidak merasa terganggu oleh berbagai hal disekitar saya (B) Sekarang ini saya lebih mudah terganggu atau jengkel dibanding sebelumnya (C) Saya selalu merasa jengkel (D) Saat ini saya tidak lagi merasa terganggu oleh hal-hal yang dulu membuat saya jengkel (A) Saya tetap berminat bergaul dengan orang lain (B) Sekarang ini saya kurang tertarik terhadap orang lain dibanding dulu (C) Saya kehilangan sebagian besar perhatian saya terhadap orang lain (D) Saya sama sekali telah kehilangan minat terhadap orang lain dan tidak peduli terhadap mereka (A) Saya tidak mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan (B) Saya sering menunda-nunda dalam mengambil keputusan (C) Saya mengalami banyak kesulitan saat harus mengambil keputusan (D) Saya sama sekali tidak dapat mengambil keputusan (A) Saya tidak merasa lebih jelek dibanding sebelumnya (B) Saya cemas bila tampak tua dan tidak menarik lagi (C) Rasanya ada perubahan menetap dalam penampilan saya dan membuat saya tampak tidak menarik (D) Saya yakin bahwa sekarang ini penampilan saya sangat jelek (A) Saya melakukan pekerjaan di tempat ini sama baiknya seperti sebelum berada ditempat ini

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 15. (B) (C) (D) (E) (A) (B) (C) (D) 16. 17. 18. 19. (A) (B) (C) (D) (A) (B) (C) (D) (A) (B) (C) (D) (A) (B) (C) (D) 20. (A) (B) (C) (D) Saya harus berusaha keras untuk memulai suatu pekerjaan Saya tidak bekerja sebaik dulu Saya harus memaksa diri sekuat tenaga untuk dapat melakukan sesuatu Saya sama sekali tidak mampu mengerjakan apapun Saya dapat tidur sebaik biasanya Tidur saya tidak senyenyak biasanya dan merasa lelah saat bangun Saya bangun 1 atau 2 jam lebih cepat dari biasanya dan sulit untuk tidur kembali Saya selalu bangun beberapa jam lebih cepat dari biasanya dan tidak dapat tidur lebih dari 5 jam Saya tidak merasa lebih lelah daripada biasanya Saya lebih mudah lelah dibanding dulu Saya menjadi lelah setelah mengerjakan apapun Saya merasa terlalu lelah untuk mengerjakan apapun Selera makan saya normal saja Selera makan saya tidak sebaik dulu Selera makan saya kini jauh lebih buruk Saya sama sekali tidak berselera makan Berat badan saya tidak turun banyak, bahkan tetap akhir-akhir ini Berat badan saya turun lebih dari 2,5 kg Berat badan saya turun lebih dari 5 kg Berat badan saya turun lebih dari 7,5 kg Saya tidak mencemaskan kesehatan saya Saya takut mengalami rasa sakit dan tidak enak badan seperti perut mual atau sembelit (susah buang air besar) Saya khawatir jika harus membayangkan bahwa saya merasakan sakit Saya sangat cemas akan kesehatan badan saya sehingga tidak dapat memikirkan hal lain Saya tidak mengalami perubahan dalam minat terhadap seks Saat ini saya tidak begitu tertarik terhadap seks, tidak seperti dulu Sekarang ini minat saya terhadap seks jauh berkurang Saya sama sekali tidak berminat terhadap seks

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 SKALA B Petunjuk: Skala ini menyajikan sejumlah pernyataan dan setiap pernyataan terdapat empat pilihan jawaban. Berilah tanda (X) pada kolom pilihan yang anda anggap paling sesuai dengan keadaan diri anda. Pilihan jawaban adalah: Kolom SS : Jika anda merasa Sangat Sesuai Kolom S : Jika anda merasa Sesuai Kolom TS : Jika anda merasa Tidak Sesuai Kolom STS : Jika anda merasa Sangat Tidak Sesuai Bacalah masing-masing pernyataan secara teliti, dan pilihlah jawaban yang paling mendekati dengan kondisi perasaan anda. Kemudian periksa kembali dan pastikan tidak ada nomor yang terlewatkan. Contoh: No Pernyataan 1. Saya senang jika memiliki banyak teman SS S X TS STS Jika anda ingin mengganti jawaban yang telah anda pilih, anda dapat mencoret jawaban yang telah anda pilih dengan dua garis (=) dan kemudian pilihlah jawaban yang sesuai dengan keadaan anda. Contoh: No Pernyataan 1. Saya senang jika memiliki banyak teman SS S X TS STS X

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. Pernyataan SS Saya yakin dapat menyelesaikan tugas, meskipun baru pertama kali mendapatkan tugas tersebut Saya ragu dapat menyelesaikan tugas dengan baik jika tugas tersebut tidak memiliki cara petunjuk pengerjaan Sesulit apapun kondisi yang sedang saya hadapi, saya yakin dapat melewatinya Menurut saya semua tugas itu sama, tidak ada tugas mudah ataupun tugas sulit Saya merasa tidak mampu jika mengikuti terlalu banyak kegiatan Ketika mendapatkan tugas yang sulit, saya akan meminta bantuan orang lain untuk mengerjakan Selama ini, semakin banyak rintangan yang saya hadapi, semakin saya tidak yakin akan kemampuan saya Saya yakin mampu menyelesaikan tugas yang sulit jika saya berusaha Pengalaman yang saya miliki membuat saya yakin dalam menghadapi segala tantangan Saya yakin bahwa prestasi taekwondo yang saya dapatkan memotivasi saya untuk berprestasi juga di sekolah Saya tidak dapat mengabaikan tugas jika tugas tersebut belum terselesaikan Sesulit apapun kondisi yang sedang saya hadapi, saya yakin dapat melewatinya Saya ragu dapat mempertahankan prestasi di sekolah sekaligus mempertahankan prestasi taekwondo saya Keberhasilan yang saya dapatkan karena saya yakin akan kemampuan saya dalam menyelesaikan berbagai macam tugas yang diberikan Dalam sehari saya yakin dapat menyelesaikan berbagai tugas Saya merasa sangat kelelahan jika harus mengikuti latihan kemudian mengerjakan tugas sekolah Apapun yang terjadi, saya akan siap menangani masalah yang ada Saya yakin saya berhasil menyelesaikan pertandingan, meskipun banyak rintangan yang harus dihadapi Jika saya menghadapi kesulitan, biasanya saya mempunyai banyak ide untuk mengatasinya Saya kurang tertarik pada tugas-tugas yang diluar S TS STS

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. batas kemampuan saya Menurut saya setiap gerakan dapat saya kuasai jika saya latih dengan sungguh-sungguh Tugas sekolah dan latihan saya terbengkalai karena terlalu banyak aktivitas yang saya lakukan Saya akan menggunakan seluruh kemampuan saya untuk memenangkan pertandingan Saya yakin bahwa saya dapat menguasai berbagai macam gerakan latihan Semakin banyak tugas yang saya terima membuat saya kebingungan dalam pengerjaannya Saya merasa bahwa saya memiliki kemampuan yang mendukung untuk menyelesaikan tugas dari berbagai aktivitas Saya merasa tidak ada tugas dan latihan yang sulit Saya yakin pada kemampuan saya, hal ini didukung oleh pengalaman yang saya dapatkan Saya terbiasa menunda tugas yang saya terima Pertandingan saya gagal dan tugas sekolah saya terbangkalai karena saya merasa tidak mampu Jika sudah menyerah, saya akan memberikan tugas kepada orang yang saya pikir mampu Saya merasa tidak mampu mengerjakan tugas-tugas diluar batas kemampuan saya Biasanya saya meminta bantuan orang lain dalam mengerjakan tugas karena tidak yakin dengan kemampuan saya Saya ragu dapat memenangkan pertandingan karena saya merasa lawan saya memiliki kemampuan yang lebih hebat Saya akan bertahan dalam usaha saya karena saya yakin saya memiliki kemampuan Saya akan menghadapi langsung tugas-tugas latihan yang sulit Saya yakin keikutsertaan saya pada taekwondo tidak mengganggu aktivitas sekolah Prestasi saya di sekolah meningkat seturut dengan meningkatnya prestasi taekwondo karena saya memiliki kenyakinan bahwa diri saya mampu Ketika saya sudah jenuh mengerjakan suatu tugas, saya akan meninggalkannya dan mengerjakan tugas yang lainnya Semakin banyak aktivitas yang saya lakukan, semakin takut mendapatkan tugas dari setiap aktivitas

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. 59. 60. 61. 62. 63. Saya akan melaksanakan pertandingan meskipun lawan yang saya hadapi diluar batas kemampuan saya Saya senang jika mendapatkan tugas baru Saya malas jika harus memperbaiki kesalahan dalam pengerjaan tugas Prestasi saya di sekolah menurun setelah saya mengikuti taekwondo Saya merasa tidak yakin berhasil menyelesaikan tugas jika tidak terdapat instruksi yang jelas Dalam kondisi apapun saya dapat menyelesaikan tugas dengan serius Saya merasa jenuh jika mengerjakan tugas terlalu banyak Saya hanya akan mengerjakan tugas-tugas yang mudah saja Meskipun orang lain beranggapan bahwa lawan saya lebih kuat, namun saya tidak merasa takut Saya tidak pernah menunda-nunda dalam mengerjakan tugas Saya mengurangi aktivitas karena tidak yakin dapat mengerjakan setiap tugas yang diberikan Saya tidak akan mengerjakan tugas yang belum pernah saya kerjakan sebelumnya Saya dapat mengerjakan tugas dengan fokus meskipun banyak gangguan Saya merasa tidak mampu mengerjakan tugas dengan optimal Semua tugas yang saya terima sangat membebani Ketika saya gagal, saya akan kehilangan keyakinan pada diri saya Pengalaman yang saya dapatkan menjadi pelajaran untuk saya bertahan ketika mengalami kesulitan Saya tidak yakin bahwa saya mampu menyelesaikan berbagai tugas dari berbagai aktivitas Saya merasa yakin dapat menyelesaikan tugas-tugas baru yang belum pernah saya terima sebelumnya Ketika saya bertanding, saya akan mencoba alternative yang biasa saya latih dan saya yakin mampu melakukannya Ketika menghadapi kesulitan, saya akan berusaha mencari solusi untuk menyelesaikannya Saya merasa tidak mampu menyelesaikan tugas jika tugas tersebut diluar kemampuan saya Keputusan saya mengikuti sekolah dan taekwondo

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 64. 65. 66. 67. 68. 69. 70. 71. 72. karena saya yakin dapat melaksanakan tugas di tiap aktivitas tersebut Saya tidak dapat fokus hanya pada satu tugas saja Ketika lawan bertanding saya lebih kuat, saya tidak yakin dapat memenangkan pertandingan Saya hanya merasa mampu pada beberapa gerakan saja Ketika saya diberi tugas, saya langsung melaksanakannya tanpa perlu mempertimbangkannya terlebih dahulu Ketika mengadapi kesulitan, saya akan meninggalkan tugas tersebut Semakin sering saya mengikuti pertandingan, semakin saya yakin akan kemampuan saya Saya tidak dapat tidur nyenyak ketika mendapatkan tugas terlalu banyak Saya akan menghindari tugas yang sulit dilakukan Saya membutuhkan banyak waktu untuk beristirahat ketika mengerjakan tugas TERIMAKASIH Pastikan tidak ada jawaban yang telewati.. ☺

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 LAMPIRAN 4 DESKRIPSI SUBJEK Statistics J.KELAMIN N Valid USIA LAMA.BERLATIH 100 100 100 0 0 0 Mean 17.10 27.01 Std. Deviation 2.294 21.962 Minimum 11 6 Maximum 20 144 Missing A. Jenis Kelamin J.KELAMIN Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent 0 55 55.0 55.0 55.0 1 45 45.0 45.0 100.0 100 100.0 100.0 Total Ket: “0” = Laki-laki “1”= Perempuan B. Usia USIA Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent 11 1 1.0 1.0 1.0 12 2 2.0 2.0 3.0 13 6 6.0 6.0 9.0 14 7 7.0 7.0 16.0 15 4 4.0 4.0 20.0 16 21 21.0 21.0 41.0

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 17 9 9.0 9.0 50.0 18 20 20.0 20.0 70.0 19 10 10.0 10.0 80.0 20 20 20.0 20.0 100.0 100 100.0 100.0 Total C. Lama Berlatih LAMA.BERLATIH Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent 6 5 5.0 5.0 5.0 8 12 12.0 12.0 17.0 9 3 3.0 3.0 20.0 10 1 1.0 1.0 21.0 12 22 22.0 22.0 43.0 18 5 5.0 5.0 48.0 24 15 15.0 15.0 63.0 36 18 18.0 18.0 81.0 48 9 9.0 9.0 90.0 60 6 6.0 6.0 96.0 72 2 2.0 2.0 98.0 96 1 1.0 1.0 99.0 144 1 1.0 1.0 100.0 100 100.0 100.0 Total

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 LAMPIRAN 5 UJI ASUMSI A. Uji Normalitas NPar Tests Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation DEPRESI 100 0 31 9.63 6.850 SELF.EFFICACY 100 163 265 208.29 21.767 Valid N (listwise) 100 Statistics depresi N Valid self.efficacy 100 100 0 0 9.63 208.29 6.850 21.767 Minimum 0 163 Maximum 31 265 Missing Mean Std. Deviation One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test DEPRESI N Normal Parametersa 100 100 9.63 208.29 6.850 21.767 Absolute .117 .068 Positive .117 .068 Negative -.080 -.045 1.166 .678 .132 .748 Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) SELF_EFFICACY

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test DEPRESI N Normal Parametersa 100 100 9.63 208.29 6.850 21.767 Absolute .117 .068 Positive .117 .068 Negative -.080 -.045 1.166 .678 .132 .748 Mean Std. Deviation Most Extreme Differences SELF_EFFICACY Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. B. Uji Linearitas Means Case Processing Summary Cases Included N DEPRESI * SELF_EFFICACY Excluded Percent 100 100.0% Report DEPRESI SELF_E FFICAC Y Mean N Std. Deviation 163 17.50 2 19.092 167 15.00 2 7.071 170 18.00 1 . 172 19.00 1 . 175 16.00 1 . 176 25.00 1 . N Total Percent 0 .0% N Percent 100 100.0%

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 177 18.00 1 . 181 13.50 2 6.364 182 7.00 1 . 183 12.00 2 2.828 186 10.33 3 8.145 187 21.00 1 . 188 19.00 1 . 189 14.00 1 . 191 16.50 2 7.778 192 16.33 3 7.234 193 11.60 5 7.537 198 6.50 2 .707 199 27.00 1 . 200 10.00 1 . 201 6.67 3 5.859 203 24.00 1 . 204 3.67 3 4.041 205 5.50 2 7.778 206 5.00 1 . 207 8.00 1 . 208 11.50 2 3.536 209 8.00 2 9.899 210 1.50 2 2.121 211 5.20 5 2.387 212 10.67 3 6.658 213 7.67 3 5.033 214 9.00 1 . 215 8.00 1 . 216 5.50 2 2.121 217 8.67 6 3.327 218 5.50 2 3.536 219 6.00 1 . 221 3.00 2 4.243

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 222 13.00 1 . 223 13.00 1 . 226 15.00 1 . 228 10.00 2 12.728 229 8.00 1 . 230 3.00 1 . 231 6.00 1 . 232 12.00 1 . 234 1.00 1 . 235 7.67 3 4.619 237 2.00 1 . 238 7.00 1 . 240 5.67 3 .577 248 .00 1 . 252 3.00 1 . 255 10.00 1 . 261 .00 1 . 265 11.00 1 . Total 9.63 100 6.850 ANOVA Table Sum of Squares DEPRESI * SELF_EFFICACY Between Groups df Mean Square (Combined) 2922.143 56 52.181 Linearity 1039.686 1 1882.457 55 34.226 Within Groups 1723.167 43 40.074 Total 4645.310 99 F Sig. 1.302 .185 1039.686 25.944 .000 Deviation from Linearity Measures of Association R DEPRESI * SELF_EFFICACY R Squared -.473 .224 Eta Eta Squared .793 .629 .854 .712

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 LAMPIRAN 6 UJI HIPOTESIS Correlations Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation DEPRESI 100 9.63 6.850 SELF.EFFICACY 100 208.29 21.767 Valid N (listwise) 100 Correlations DEPRESI DEPRESI Pearson Correlation SELF_EFFICACY 1 Sig. (1-tailed) N SELF_EFFICACY Pearson Correlation .000 100 100 -.473** 1 Sig. (1-tailed) .000 N 100 **. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed). -.473** 100

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 LAMPIRAN 7 HASIL TAMBAHAN A. LAMA BERLATIH Correlations Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation DEPRESI 100 0 31 9.63 6.850 SELF.EFFICACY 100 163 265 208.29 21.767 LamaBerlatih 100 6 144 27.01 21.962 Valid N (listwise) 100 Correlations depresi depresi Pearson Correlation self.efficacy ** -.169 .000 .094 100 100 100 ** 1 .239 1 Sig. (2-tailed) N self.efficacy lama.berlatih Pearson Correlation lama.berlatih -.473 -.473 * Sig. (2-tailed) .000 N 100 100 100 -.169 .239 * 1 Sig. (2-tailed) .094 .016 N 100 100 Pearson Correlation **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). .016 100

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 B. USIA Correlations Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation DEPRESI 100 0 31 9.63 6.850 SELF.EFFICACY 100 163 265 208.29 21.767 USIA 100 11 20 17.10 2.294 Valid N (listwise) 100 Correlations Usia usia Pearson Correlation depresi 1 -.075 -.004 .456 .968 100 100 100 -.075 1 Sig. (2-tailed) N depresi self.efficacy Pearson Correlation Sig. (2-tailed) .456 N 100 Pearson Correlation self.efficacy -.004 ** .000 100 100 ** 1 -.473 Sig. (2-tailed) .968 .000 N 100 100 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). -.473 100

(149)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN SELF-REGULATED LEARNING PADA REMAJA
3
14
21
HUBUNGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN KASIH SAYANG DALAM KELUARGA DENGAN KECENDERUNGAN DEPRESI PADA REMAJA
0
4
2
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT EMOTIONAL QUOTIENT (EQ) DENGAN PRESTASI ATLET TAEKWONDO KYORUGI
1
9
122
HUBUNGAN ANTARA SIKAP OVER PROTECTIVE ORANG TUA DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH UMUM MUHAMMADIYAH 7 YOGYAKARTA
0
4
78
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN TINGKAT DEPRESI PENDERITA KUSTA PADA LANSIA
0
3
86
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA MAHASISWI UNIVERSITAS HUBUNGAN ANTARA TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA MAHASISWI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA YANG TINGGAL DI LINGKUNGAN KOS.
0
1
18
HUBUNGAN ANTARA KESABARAN DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA PENDERITA PASKA STROKE.
0
0
9
PELATIHAN MENTAL IMAGERY DALAM MENINGKATKAN SELF-EFFICACY ATLET TAEKWONDO KOTA CIMAHI.
11
48
40
PROGRAM PEMBINAAN KONDISI FISIK PADA ATLET TAEKWONDO DIY.
0
1
1
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI ATLET TAEKWONDO JUNIOR PADA PROGRAM LATIHAN DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI SKRIPSI
0
2
96
26 HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA ATLET CABANG OLAH RAGA TAEKWONDO DALAM BERPRESTASI (STUDI PADA ATLET TAEKWONDO CLUB BJTC, KABUPATEN TANGERANG)
0
0
8
HUBUNGAN REMAJA SINGLE PARENT AKIBAT KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN (KTD) TERHADAP TINGKAT DEPRESI PADA REMAJA DI KABUPATEN SINTANG
0
0
122
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA REMAJA DI SMA NEG. 1 SINJAI TIMUR
0
0
81
STUDI TINGKAT VO2 MAX PADA ATLET TAEKWONDO USIA 15-17 TAHUN SE-KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2017
0
3
17
HUBUNGAN ANTARA PEMENUHAN KEBUTUHAN BERAFILIASI DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA REMAJA AKHIR
0
0
15
Show more