Perbedaan kemampuan mengevaluasi dan mencipta atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem - USD Repository

Gratis

0
2
213
8 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA ATAS PENGGUNAAN MEDIA TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS V SD NEGERI PERCOBAAN 3 PAKEM SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Maria Noviani Budi Hastuti NIM: 101134152 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA ATAS PENGGUNAAN MEDIA TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS V SD NEGERI PERCOBAAN 3 PAKEM SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Maria Noviani Budi Hastuti NIM: 101134152 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya kecilku ini akan aku persembahkan kepada yang terkasih : 1. Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria karena selalu memberikan rahmat dan kasih yang melimpah di dalam kehidupan ini 2. Kedua orang tuaku Bapak Yohanes Nyaman dan Ibu Natalia Parniyati yang selalu menyertaiku dengan doa dan kasih sayang 3. Kedua kakakku Florentina Rina Budi Prastiwi dan Franciska Romana Retno Budi Wulandari selalu memberikan semangat, dukungan kepadaku 4. Adikku Aurea Kinara Dayu Britany yang selalu memeberikan semangat kepadaku 5. Deri Risto yang selalu membantuku setiap saat dan sebagai penyemangat dalam hidupku 6. Almamaterku Universitas Sanata Dharma 7. Sahabatku yang selalu memberi motivasi dan inspirasi 8. Teman-teman yang selalu mendukung iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO “ Hiduplah dengan penuh hikmat, terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada “ (Kolose 4:5) “ Mintalah maka akan diberikan kepadamu, carilah maka kamu akan mendapat, ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu “ (Matius 7:7) “ Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang menggantikan kerja keras. Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan “ - Thomas A Edison v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA ATAS PENGGUNAAN MEDIA TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS V SD NEGERI PERCOBAAN 3 PAKEM Maria Noviani Budi Hastuti Universitas Sanata Dharma 2014 Kata kunci: media timeline, kemampuan mengevaluasi, kemampuan mencipta, mata pelajaran IPS. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemanfaatan media pembelajaran dalam menyampaikan materi pelajaran IPS kepada siswa di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan (1) kemampuan mengevaluasi dan (2) kemampuan mencipta atas penggunaan media timeline kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem tahun ajaran 2013/2014, mata pelajaran IPS materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimental design tipe non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD Percobaan 3 Pakem yang berjumlah 64 siswa. Sampel yang digunakan adalah 32 siswa kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan 32 siswa kelas VB sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa soal esai yang valid dengan taraf signifikansi < 0,05 dan reliabel dengan taraf signifikansi 0,602 termasuk kategori cukup. Data dianalisis dengan menggunakan uji independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan kemampuan mengevaluasi atas penggunaan media timeline yang ditunjukkan dengan nilai sig. (2-tailed) < 0,05, yaitu 0,000 sehingga Hi gagal ditolak maka Hnull ditolak, artinya terdapat perbedaan kemampuan mengevaluasi secara signifikan atas penggunaan media timeline. (2) ada perbedaan kemampuan mencipta atas penggunaan media timeline yang ditunjukkan dengan nilai sig. (2-tailed) < 0,05, yaitu 0,000 sehingga Hi gagal ditolak maka Hnull ditolak, artinya ada perbedaan kemampuan mencipta secara signifikan atas penggunaan media timeline. viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT EVALUATING AND CREATING ABILITY DIFFERENCES IN USING TIMELINE IN 5TH GRADE SOCIAL SCIENCE SUBJECT OF SD NEGERI PERCOBAAN 3 PAKEM Maria Noviani Budi Hastuti Sanata Dharma University 2014 Keywords: timeline media, evaluating ability, creating ability, social science subjects This research was triggered by the lack of media utilization in delivering Social Science subject materials to elementary school students. It aimed to find out the differences in (1) evaluating abilities and (2) creating abilities in using timeline media in the 5th grade of SD Negeri Percobaan 3 Pakem, academic year 2013/2014 in the Social Science subject with the topic called struggles for maintaining the independence of Indonesia. This quasi experimental research used a non-equivalent control group design. The population consisted of 64 grade five students of SD Negeri Percobaan 3 Pakem. The samples were 32 students of class VA as the experimental group and 32 students of VB as the control group. The instrument comprised valid essays with the level of significance of < 0,05 and the reliability with the level of significance of 0,602, which was categorized as sufficient. The data were analyzed using an independent samples t-test. The results showed that (1) there was a difference in evaluating abilities in using timeline, as shown with the value sig. (2-tailed) < 0.05, namely 0,000 so that Hi failed to be rejected and then Hnull was rejected, meaning that there was a significant difference in the evaluating abilities in using timeline media, and (2) there was a difference in the creating abilities in using timeline media, as shown with the value sig. (2-tailed) < 0,05, namely 0,000, so that Hi failed to be rejected and then Hnull was rejected, meaning that there was a significance difference in the creating abilities in using timeline media. ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Terima kasih atas semua berkat, karunia dan rahmat yang diberikan oleh Tuhan karena penulis telah menyelesaikan skripsi dengan judul “PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA ATAS PENGGUNAAN MEDIA TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS V SD NEGERI PERCOBAAN 3 PAKEM “. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihak, sulit bagi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J, S.S., BST., M.A., selaku Kaprodi PGSD Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D, selaku Wakaprodi PGSD Universitas Sanata Dharma 4. Rusmawan, S.Pd., M.Pd., selaku Pembimbing I yang telah membimbing dan memberikan inspirasi kepada penulis 5. Elisabeth Desiana Mayasari, S.Psi. M.A., selaku Pembimbing II yang telah membimbing dan memberikan dukungan dengan sabar kepada penulis 6. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D, selaku dosen penguji III yang telah memberikan saran dan masukan untuk menyelesaikan skripsi ini 7. Dra. Hj. Sudaryatun, M.Pd., selaku Kepala Sekolah SD Negeri Percobaan 3 Pakem yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian di SD tersebut 8. Akhmad Ritaudin, S.Pd, selaku Guru kelas VB yang telah bersedia menjadi guru mitra dalam penelitian payung 9. Siswa-siswi kelas VA dan VB SD Negeri Percobaan 3 Pakem yang telah ikut berpartisipasi sebagai subjek penelitian 10. Bapak Yohanes Nyaman dan Ibu Natalia Parniyati selaku orangtua yang memberikan semangat dan doa x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................. iv HALAMAN MOTTO .............................................................................................. v PERYATAAN KEASLIAN KARYA .................................................................... vi PERYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ................................................... vii ABSTRAK ............................................................................................................. viii ABSTRACT .............................................................................................................. ix KATA PENGANTAR .............................................................................................. x DAFTAR ISI ........................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ................................................................................................. xvi DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xviii DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... xix BAB 1 PENDAHULUAN ........................................................................................ 1 1.1 Latar Belakang Masalah ....................................................................................... 1 1.2 Batasan Masalah................................................................................................... 5 1.3 Rumusan Masalah ................................................................................................ 5 1.4 Tujuan Penelitian ................................................................................................. 6 1.5 Manfaat Penelitian ...............................................................................................6 xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 2 LANDASAN TEORI ..................................................................................8 2.1 Kajian Pustaka......................................................................................................8 2.1.1 Kemampuan Berpikir .................................................................................8 2.2 Media Pembelajaran Timeline ............................................................................ 11 2.2.1 Media Pembelajaran................................................................................. 11 2.2.2 Timeline.................................................................................................... 13 2.3 Mata Pelajaran IPS ............................................................................................. 15 2.3.1 Hakikat IPS .............................................................................................. 15 2.3.2 Tujuan Pembelajaran IPS ......................................................................... 17 2.3.4 Materi Ajar IPS Kelas V SD .................................................................... 18 2.4 Karakteristik Siswa SD ...................................................................................... 18 2.5 Penelitian yang Relevan ..................................................................................... 20 2.5.1 Penelitian Relevan tentang Media Timeline ............................................ 20 2.5.2 Penelitian tentang Proses Kognitif ........................................................... 22 2.5.3 Literatur Map ........................................................................................... 24 2.6 Kerangka Berfikir............................................................................................... 25 2.7 Hipotesis Penelitian............................................................................................ 26 BAB 3 METODE PENELITIAN .......................................................................... 27 3.1 Jenis Penelitian ................................................................................................... 27 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ............................................................................ 28 3.3 Populasi dan Sampel Penelitian ......................................................................... 29 3.4 Variabel Penelitian ............................................................................................. 31 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.4.1 Variabel Bebas ......................................................................................... 31 3.4.2 Variabel Terikat ....................................................................................... 31 3.5 Definisi Operasional Variabel ............................................................................ 32 3.6 Teknik Pengumpulan Data ................................................................................. 32 3.6.1 Tes ............................................................................................................ 33 3.6.2 Observasi .................................................................................................. 34 3.7 Instrumen Penelitian........................................................................................... 35 3.7.1 Tes ............................................................................................................ 35 3.7.2 Lembar Observasi .................................................................................... 36 3.8 Validitas dan Reliabilitas ................................................................................... 38 3.8.1 Validitas ................................................................................................... 38 3.8.2 Reliabilitas ............................................................................................... 41 3.9 Teknik Analisis Data ......................................................................................... 42 3.9.1 Analisis Deskriptif ................................................................................... 42 3.9.2 Uji Prasyarat ............................................................................................. 43 3.9.3 Uji Hipotesis ............................................................................................ 45 BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................................ 48 4.1 Deskripsi Data Penelitian ................................................................................... 48 4.1.1 Deskripsi Lokasi Penelitian ..................................................................... 48 4.1.2 Deskripsi Pelaksanaan Pretest ................................................................. 49 4.1.3 Deskripsi Pelaksanaan Posttest ................................................................ 51 4.2 Deskripsi Analisis Data ...................................................................................... 53 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.2.1 Deskripsi Analisis Data Pretest ............................................................... 53 4.2.2 Deskripsi Analisis Data Posttest .............................................................. 55 4.3 Uji Prasyarat ....................................................................................................... 57 4.3.1 Uji Normalitas .......................................................................................... 57 4.3.2 Uji Homogenitas ...................................................................................... 59 4.4 Uji Hipotesis ...................................................................................................... 63 4.4.1 Perbedaan Kemampuan Mengevaluasi Atas Penggunaan Media Timeline ................................................................................................... 63 4.4.2 Perbedaan Kemampuan Mencipta Atas Penggunaan Media Timeline .... 67 4.5 Pembahasan Hasil Penelitian ............................................................................. 70 BAB 5 KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN PENELITIAN .... 75 5.1 Kesimpulan ........................................................................................................ 75 5.2 Keterbatasan Penelitian ...................................................................................... 76 5.3 Saran ................................................................................................................... 76 DAFTAR REFERENSI ......................................................................................... 78 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1 Tahap Perkembangan Kognitif Piaget ........................................................ 19 Tabel 2 Jadwal Pengambilan Data ........................................................................... 29 Tabel 3 Teknik Pengumpulan Data .......................................................................... 34 Tabel 4 Kisi-Kisi Soal Pretest dan Posttest ............................................................ 36 Tabel 5 Lembar Observasi Penggunaan Media Timeline ........................................ 37 Tabel 6 Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran dan Instrumen .............................. 39 Tabel 7 Kriteria Penilaian Validasi Perangkat Pembelajaran dan Instrumen .......... 40 Tabel 8 Hasil Uji Validitas ....................................................................................... 41 Tabel 9 Taraf Reliabilitas ......................................................................................... 42 Tabel 10 Hasil Perhitungan Reliabilitas................................................................... 42 Tabel 11 Hasil Pretest Kelompok Kontrol............................................................... 50 Tabel 12 Hasil Pretest Kelompok Eksperimen ........................................................ 51 Tabel 13 Hasil Posttest Kelompok Kontrol ............................................................. 52 Tabel 14 Hasil Posttest Kelompok Eksperimen....................................................... 53 Tabel 15 Deskripsi Data Pretest Kemampuan Mengevaluasi ................................. 54 Tabel 16 Deskripsi Data Pretest kemampuan mencipta .......................................... 54 Tabel 17 Deskripsi Data Pretest Kemampuan Mengevaluasi ................................. 55 Tabel 18 Deskripsi Data Pretest Kemampuan Mencipta ......................................... 55 Tabel 19 Deskripsi Data Posttest Kemampuan Mengevaluasi ................................ 56 Tabel 20 Deskripsi Data Posttest Kemampuan Mencipta........................................ 56 Tabel 21 Deskripsi Data Posttest Kemampuan Mengevaluasi ................................ 57 xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 22 Deskripsi Data Posttest Kemampuan Mencipta........................................ 57 Tabel 23 Hasil Uji Normalitas Kemampuan Mengevaluasi .................................... 58 Tabel 24 Hasil Uji Normalitas Kemampuan Mencipta ............................................ 59 Tabel 25 Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Mengevaluasi ........................... 61 Tabel 26 Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Mencipta .................................. 62 Tabel 27 Kenaikan Skor Pretest Ke Posttest Kemampuan Mengevaluasi .............. 64 Tabel 28 Posttest Kelompok Kontrol dan Eksperimen Kemampuan Mengevaluasi66 Tabel 29 Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mencipta ...................... 68 Tabel 30 Posttest Kelompok Kontrol dan Eksperimen Kemampuan Mencipta ...... 70 xvii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Media Timeline........................................................................................ 14 Gambar 2 Literatur map .......................................................................................... 24 Gambar 3 Desain Penelitian ..................................................................................... 28 Gambar 4 Variabel Penelitian .................................................................................. 32 xviii

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Silabus Kelompok Eksperimen ............................................................ 82 Lampiran 2 RPP Kelompok Eksperimen ................................................................. 89 Lampiran 3 LKS Kelompok Eksperimen............................................................... 111 Lampiran 4 Silabus Kelompok Kontrol ................................................................. 117 Lampiran 5 RPP Kelompok Kontrol ...................................................................... 121 Lampiran 6 LKS Kelompok Kontrol ..................................................................... 134 Lampiran 7 Ringkasan Materi IPS ......................................................................... 136 Lampiran 8 Hasil Observasi .............................................................................. ….141 Lampiran 9 Validitas (Media, Silabus, RPP, LKS, Bahan Ajar, Instrumen) ......... 143 Lampiran 10 Hasil Uji Validitas Instrumen ........................................................... 168 Lampiran 11 Hasil Uji Reliabilitas ........................................................................ 168 Lampiran 12 Instrumen Penelitian ......................................................................... 169 Lampiran 13 Hasil Rekapan Nilai Pretest dan Posttest Siswa ............................. 175 Lampiran 14 Hasil Analisis Dara dengan SPSS 20 ................................................ 180 Lampiran 15 Surat Izin Penelitian.......................................................................... 188 Lampiran 16 Surat keterangan telah melaksanakan penelitian .............................. 189 Lampiran 17 Foto Kegiatan Pembelajaran ............................................................. 190 Lampiran 18 Daftar Riwayat Hidup ....................................................................... 193 xix

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 1 PENDAHULUAN Bab 1 membahas mengenai latar belakang masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan sangat penting bagi kehidupan manusia, dengan pendidikan manusia dapat mengembangkan kemampuannya dari pengalaman yang terjadi karena adanya interaksi lingkungan sosial dan lingkungan fisik. Pendidikan dapat dilakukan secara informal, formal, dan non formal. Pendidikan secara informal terjadi di lingkungan keluarga, pendidikan formal terjadi di sekolah dengan aturan yang telah ditentukan oleh sekolah, sedangkan pendidikan non formal terjadi di lingkungan masyarakat (Tirtarahardja, 2008:163-164). Kemampuan yang dimiliki manusia dapat dikembangkan dengan belajar. Belajar merupakan salah satu cara yang digunakan dalam mengembangkan kemampuan manusia sehingga terjadi perubahan tingkah laku manusia yang bersifat pengetahuan, sikap, dan keterampilan (Siregar, 2010:3). Kegiatan belajar terdapat proses pembelajaran yang melibatkan guru dengan siswa, proses pembelajaran akan mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan oleh guru. Penyampaian materi akan lebih mudah dipahami oleh siswa dengan menggunakan suatu media pembelajaran yang konkret, terutama dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan cabang ilmu sosial yang mempelajari kehidupan kemasyarakatan serta tingkah laku manusia dimasyarakat dan media pembelajaran 1

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 adalah alat yang dapat digunakan dalam menciptakan kondisi bagi pembelajar untuk dapat menerima pengetahuan, keterampilan, dan sikap dari orang yang mengirim pesan kepada orang yang menerima pesan (Anitah, 2009:5-6). Maka dalam kegiatan pembelajaran guru dituntut untuk merancang pembelajaran yang menarik dan mengajak siswa untuk aktif dalam belajar sehingga kemampuan kognitif siswa dapat berkembang dan siswa dapat mencapai taraf berpikir yang lebih tinggi. Menurut Anderson & Krathwohl (2010:100-102) tahap kognitif taksonomi Bloom dibagi dalam 6 tingkatan yaitu tahap mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta diharapkan siswa dapat menguasai 6 tahap kognitif yang telah dirancang oleh Bloom. Proses kognitif dalam tahap mengingat, siswa mengulang dan mengambil kembali pengetahuan yang telah dimiliki dari memori jangka panjang. Tahap memahami, siswa sudah dapat memahami materi yang telah dipelajarinya dan dapat menghubungkan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang lama yang telah diperoleh sehingga siswa dapat memberikan contoh. Pada tahap mengaplikasikan, siswa dapat menerapkan materi pelajaran yang diperolehnya dalam situasi tertentu dan dalam pengerjaan soal siswa dapat menggunakan prosedur tertentu. Tahap menganalisis, siswa dapat membedakan dan menghubungkan antar bagian materi yang diperolehnya. Berdasarkan keempat tahap kognitif tersebut, tahap mengingat dan memahami siswa hanya pasif dalam kegiatan pembelajaran, pembelajaran yang dilakukan tidak menarik, siswa tidak dapat mengembangkan ide-ide yang dimilikinya. Sedangkan tahap

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 mengaplikasikan dan menganalisis, siswa belum dapat berpikir kritis yang tinggi, maka tahap mengevaluasi dan mencipta perlu dilakukan, karena pada tahap mengevaluasi, siswa dapat membuat keputusan berdasarkan suatu kriteria tertentu dan tahap mencipta, siswa dapat membuat sebuah produk yang baru. Tahap mengevaluasi dan mencipta, siswa dapat berpikir secara kritis dan dapat mengembangkan ide-ide yang dimiliki dan dapat menghasilkan suatu karya atau produk. Kreatifitas siswa akan terlihat dengan jelas dari hasil produk yang telah dibuatnya. Hasil observasi yang peneliti temukan di SD Negeri Percobaan 3 Pakem tanggal 14 September 2013 di kelas V, pada kegiatan pembelajaran IPS, guru belum dapat mengajak siswa untuk mengevaluasi. Hal tersebut terlihat pada kegiatan pembelajaran guru tidak meminta siswa untuk membuat kesimpulan dari materi yang telah dipelajarinya, sehingga dalam kegiatan pembelajaran siswa hanya menerima materi yang disampaikan oleh guru dan siswa belum dapat mencapai proses kognitif yang tinggi. Selanjutnya pada tahap kognitif mencipta, guru tidak meminta siswa untuk membuat karya yang berkaitan dengan materi yang dipelajarinya, misalnya guru meminta siswa untuk membuat sebuah karya, salah satunya membuat poster dari materi IPS yang diperolehnya. Selain itu, dalam kegiatan pembelajaran guru tidak memanfaatkan media pembelajaran yang konkret dalam menyampaikan materi kepada siswa dan guru menggunakan metode ceramah. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru, siswa tidak dapat mengasah dan mengembangkan tahap kognitif yang tinggi yaitu kemampuan mengevaluasi

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 dan kemampuan mencipta karena guru tidak mengedepankan kemampuan aspek kognitif yang tinggi, siswa tidak mengembangkan kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta sehingga dalam kegiatan belajar tidak menyenangkan, membosankan, dan tidak menarik. Berdasarkan uraian diatas ada beberapa permasalahan yang berkaitan dengan tahap kognif yang tinggi yang belum dapat dicapai oleh siswa, karena guru tidak memanfaatkan media pembelajaran yang konkret dalam menyampaikan materi kepada siswa dan tahap kognitif siswa tidak dikembangkan yaitu kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta yang mengakibatkan kreatifitas siswa tidak dapat berkembang, seharusnya guru dapat kreatif dalam merancang kegiatan pembelajaran. Salah satunya dalam kegiatan pembelajaran guru dapat menggunakan suatu media pembelajaran yaitu timeline. Media timeline merupakan media yang digunakan untuk menghubungkan waktu dan peristiwa yang diurutkan secara kronologis yang disampaikan dalam sebuah bagan garis waktu (Sadiman, 2009:37). Media timeline memudahkan siswa dalam memahami konsep yang abstrak, siswa akan lebih mudah mempelajari materi yang disampaikan oleh guru dengan menggunakan media timeline, media timeline ,mendorong siswa untuk aktif dalam belajar, dan siswa dapat menggali informasi dari topik yang dipelajarinya (Katrhyn, 2011:186). Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media timeline diharapkan siswa tidak hanya terhenti pada tahap kognitif yang rendah, tetapi siswa dapat mencapai pada tahap kognitif yang tinggi yaitu kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta. Tujuan pembelajaran yang

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 dirancang guru dapat tercapai apabila guru dapat menggunakan media timeline pada pembelajaran IPS. Maka peneliti akan melakukan penelitian yang berjudul “Perbedaan Kemampuan Mengevaluasi dan Mencipta Atas Penggunaan Media Timeline Pada Mata Pelajaran IPS Kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem “. 1.2 Batasan Masalah Peneliti membatasi penelitian ini dengan memfokuskan pada perbedaan kemampuan mengevaluasi dan mencipta atas penggunaan media timeline kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem pada mata pelajaran IPS dan dibatasi pada materi perjuangan mepertahankan kemerdekaan Indonesia dengan standar kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia dan kompetensi dasar 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan. 1.3 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, masalah penelitian dirumuskan sebagai berikut : 1.3.1 Apakah ada perbedaan kemampuan mengevaluasi atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS siswa kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem tahun ajaran 2013/2014? 1.3.2 Apakah ada perbedaan kemampuan mencipta atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS siswa kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem tahun ajaran 2013/2014?

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 1.4 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah : 1.4.1 Untuk mengetahui perbedaan kemampuan mengevaluasi atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS siswa kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem tahun ajaran 2013/2014. 1.4.2 Untuk mengetahui perbedaan kemampuan mencipta atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS siswa kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem tahun ajaran 2013/2014. 1.5 Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak, dan manfaat yang ditulis peneliti dibagi menjadi dua yaitu manfaat teortis dan manfaat praktis. 1.5.1 Manfaat Teoritis Hasil penelitian mengenai perbedaan penggunaan media timeline terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPS di SD Negeri Percobaan 3 Pakem kelas V, diharapkan dengan menerapkan media pembelajaran timeline dapat meningkatkan kemampuan berpikir yang lebih tinggi yaitu mengevaluasi dan mencipta. 1.5.2 Manfaat Praktis 1.5.2.1 Bagi guru Guru mempunyai pengalaman menerapkan media timeline dalam pembelajaran IPS dan mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai media timeline dalam pembelajaran yang dilakukan.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 1.5.2.2 Bagi siswa Memberikan pengalaman bagi siswa belajar menggunakan media timeline sehingga siswa dapat aktif dalam belajar dan siswa tidak bosan dalam pembelajaran karena siswa dituntut untuk lebih aktif dan kreatif. 1.5.2.3 Bagi sekolah Menambah referensi bacaan yang ada di sekolah dan menambah wawasan untuk warga sekolah tentang media pembelajaran timeline. 1.5.2.4 Bagi peneliti Penelitian yang dilakukan dapat menambah pengetahuan dan latihan tentang pembelajaran yang menggunakan media timeline serta peneliti dapat menggunakan media timeline pada siswa sekolah dasar untuk meningkatkan kemampuan kognitif terutama kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 2 LANDASAN TEORI Pada bab 2 landasan teori, berisi kemampuan berpikir, media pembelajaran timeline, mata pelajaran IPS, karakteristik siswa SD, penelitian yang relevan, dirumuskan dalam kerangka berpikir, dan hipotesis penelitian berupa dugaan sementara dari rumusan masalah penelitian yang telah dirumuskan peneliti. 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Kemampuan Berpikir Wowo (2011:1-2) menjelaskan berpikir merupakan penggunaan akal budi yang dimiliki individu dalam memutuskan sesuatu yang akan dilakukannya yang melibatkan kesadaran dalam dirinya sendiri. Sedangkan menurut Bimo (2010:195) berpikir adalah suatu proses kognitif yang dapat berlangsung antara stimulus dan respon yang berasal dari dalam dirinya sendiri. Senada dengan Susanto (2013:121) berfikir merupakan suatu proses mental sehingga dapat menghasilkan sebuah pengetahuan yang dapat dipelajari, dengan berfikir peserta didik dapat mengembangkan potensi yang dimiliki. Berdasarkan pendapat para tokoh peneliti dapat menyimpulkan bahwa berpikir merupakan sebuah proses kognitif yang menggunakan akal budi yang berasal dari dalam dirinya sendiri untuk memutuskan sesuatu atau aktivitas yang akan dilakukannya sehingga dapat menghasilkan sebuah pengetahuan yang belum pernah dipelajari serta dapat mengembangkan kemampuan atau potensi yang dimiliki dari hasil berfikir. 8

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 Anderson & Krathwohl (2010:100-102) menjelaskan tahap kognitif dari tahap yang rendah ke tahap tinggi yaitu mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Tahap kognitif yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut : 2.1.1.1 Mengevaluasi Anderson & Krathwohl (2010:102) mengevaluasi merupakan pengambilan keputusan berdasarkan kriteria. Kriteria yang digunakan adalah kualitas, efektivitas, efisiensi, dan konsistensi. Mengevaluasi dalam proses kognitifnya terdiri dari: (1) Memeriksa, memeriksa yaitu proses menguji kesalahan terhadap suatu produk atau menemukan kesalahan dalam suatu produk dan mencari keefektifan prosedur yang digunakan. Misalnya siswa memeriksa apakah bahan pelajaran berisikan bagian-bagian yang tidak sesuai atau bertentangan. (2) Mengkritik, mengkritik yaitu proses menilai produk berdasarkan kriteria tertentu, dan menemukan suatu produk yang tepat sehingga dapat digunakan dalam menyelesaikan suatu masalah. Siswa dapat mencari ciri-ciri positif dan negatif dari produk sehingga siswa dapat membuat keputusan, mengkritik mengajarkan siswa untuk berpikir kritis. 2.1.1.2 Mencipta Mencipta merupakan penggabungan dari unsur yang satu dengan unsur yang lain sehingga terbentuk suatu produk yang telah diciptakannya. Tujuan pada tahap mencipta adalah siswa diharapkan dapat membuat suatu produk yang baru yang belum pernah diciptakan atau belum ada sebelumnya. Mencipta proses kognitifnya terdiri dari: (1) Merumuskan, pada proses merumuskan yaitu

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 menemukan masalah dan membuat hipotesis yang telah memenuhi kriteria yang ditentukan. Tujuan merumuskan adalah menerka suatu kemungkinan yang akan terjadi. Contoh Siswa diberikan suatu masalah dan siswa diminta mencari solusi terhadap masalah tersebut. (2) Merencanakan, proses merencanakan yaitu membuat suatu rencana untuk menyelesaikan suatu permasalahan dan membuat langkah-langkah dalam membuat suatu solusi terhadap masalah yang akan diselesaikan. Misalnya merancang proposal penelitian, sebelumnya membuat langkah-langkah dalam penelitian yang akan dilakukan. (3) Memproduksi, memproduksi yaitu membuat suatu produk dengan rencana yang telah dibuatnya untuk menyelesaikan masalah. Misalnya siswa diminta membuat makalah. Supratiknya (2012:8-10) menjelaskan kemampuan mengevaluasi adalah keputusan dan tindakan yang diambil merupakan suatu keputusan yang benar, dan dapat memberikan suatu penilaian terhadap suatu hal. Kata kunci kemampuan mengevaluasi adalah memberikan kritik, memberikan penilaian, membandingkan, menarik kesimpulan. Kemampuan mencipta adalah menciptakan suatu produk yang baru yang belum diciptakan oleh orang lain. Kata kunci kemampuan mencipta antara lain merancang, mengkonstruksi, merencanakan, memproduksi, membuat penemuan baru. Taksonomi kognitif Bloom kemampuan mengevaluasi adalah membuat suatu pertimbangan dengan melihat kriteria dan standar tertentu yang akan digunakan. Sedangkan kemampuan mencipta adalah membuat suatu karya atau produk yang belum ada atau belum diciptakan oleh orang lain (Siregar, 2010:9).

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 Berdasarkan pendapat para tokoh maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa kemampuan mengevaluasi adalah pengambilan sebuah keputusan berdasarkan kriteria tertentu, dan keputusan yang diambil merupakan suatu kesimpulan yang dianggap benar sehingga dari keputusan yang diambil dapat memberikan suatu penilaian. Sedangkan kemampuan mencipta adalah suatu hasil karya yang di ciptakan dan karya yang dibuat belum pernah diciptakan oleh orang lain. 2.2 Media Pembelajaran Timeline 2.2.1 Media pembelajaran Media pembelajaran merupakan perantara atau pengantar pesan yang akan disampaikan kepada penerima, dan pesan yang akan disampaikan berupa informasi (Arsyad, 2002:23). Sedangkan Sadiman (2008:7) mengungkapkan media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan dalam menyampaikan pesan dari pengirim kepada penerima yang dapat merangsang perhatian, perasaan, minat, dan pikiran siswa sehingga terjadi proses belajar yang dilakukan. Sukiman (2012:28) juga berpendapat bahwa media pembelajaran adalah pengantar pesan dari orang yang ingin mengirim pesan kepada orang yang menerima pesan, dalam kegiatan belajar mengajar media pembelajaran berupa alat yang digunakan dalam menyampaikan materi kepada siswa. Media pembelajaran adalah alat yang dapat digunakan dalam menciptakan kondisi bagi pembelajar untuk dapat menerima pengetahuan, keterampilan, dan sikap dari orang yang mengirim pesan (Anitah, 2009:5-6). Jadi media pembelajaran adalah sebuah alat yang dapat digunakan dalam menyampaikan

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 pesan dari orang yang mengirim pesan kepada orang yang menerima pesan dalam proses kegiatan belajar dan dapat merangsang pikiran, minat, perhatian dan perasaan siswa. Menurut Aryad (dalam Sukiman, 2012:28-29) media pendidikan mempunyai ciri-ciri yaitu (1) media pendidikan dikenal sebagai perangkat keras yaitu sebuah benda yang dapat dilihat, diraba, dan didengar dengan pancaindera, (2) media pendidikan juga dikenal sebagai perangkat lunak yaitu pesan yang terdapat pada media terkandung isi yang akan disampaikan kepada siswa, (3) media pendidikan terdapat pada audio dan visual, (4) media pendidikan dapat digunakan sebagai alat yang dapat membantu penyampaian materi dalam proses belajar yang dilakukan diluar atau didalam kelompok, (5) media pendidikan dapat digunakan dalam melakukan interaksi antara guru dengan siswa dalam kegiatan belajar yang dilakukan, dan (6) media pendidikan dapat digunakan secara bersamaan dalam kelompok besar dan kelompok kecil atau perorangan. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa ciri-ciri media pendidikan adalah sebuah media yang mengandung pesan yang akan disampikan oleh pengirim pesan, dapat diraba, dilihat, didengar, dan dapat membantu dalam menyampaikan materi kepada siswa. Sadiman (2008:17-18) menjelaskan bahwa fungsi media pembelajaran yaitu (1) memperjelas pesan yang akan disampaikan, (2) mengatasi keterbatasan ruang dan waktu misalnya obyek yang terlalu besar dapat diganti dengan gambar, film, obyek yang terlalu kecil dapat dibantu dengan film, gambar, dan proyektor, gerak yang akan diberikan kepada siswa apabila terlalu kecil atau terlalu besar dapat menggunakan timelapse, kejadian yang telah lalu dan akan diberikan kepada

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 siswa dapat menggunakan film dan video, obyek yang terlalu kompleks dapat menggunakan diagram dan model, materi yang akan diberikan kepada siswa yang terlalu luas dapat menggunakan film dan gambar, (3) mengaktifkan siswa dalam belajar sehingga siswa tidak pasif dalam kegiatan belajar. Siswa akan mempunyai minat terhadap materi yang dipelajarinya karena terjadi interaksi langsung antara siswa dengan lingkungan, (4) mengatasi kesulitan guru dalam mengatasi siswa yang mempunyai karakter yang berbeda-beda dan dengan pengalaman yang berbeda-beda. Jadi dapat disimpulkan bahwa fungsi media pembelajaran adalah mengaktifkan siswa dalam belajar, sehingga siswa tidak pasif dalam kegiatan pembelajaran karena siswa dapat menggunakan media tersebut dan siswa terlibat dalam kegiatan pembelajaran, media pembelajaran dapat menyampaikan pesan dari orang yang mengirim pesan kepada orang yang menerima pesan, keterbatasan dalam menyampaikan materi dapat diatasi dengan menggunakan media pembelajaran apabila obyek yang akan disampaikan kepada siswa terlalu besar atau kecil dapat menggunakan media pembelajaran. 2.2.2 Timeline 2.2.2.1 Pengertian timeline Katrhyn (2011:186) mengungkapkan bahwa timeline adalah media yang dapat membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang lebih abstrak. Timeline digunakan untuk mempermudah mengetahui dan mengurutkan peristiwa yang terjadi dalam waktu yang panjang. Timeline dapat membantu siswa dalam belajar karena timeline dapat membantu siswa dalam mensintesis dan

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 mengevaluasi materi atau kejadian yang dipelajarinya. Siswa dapat berpikir secara lebih kritis tentang suatu peristiwa yang telah terjadi secara kronologis untuk mengetahui cerita, tanggal, tahun, tempat, terhadap suatu kejadian. Siswa akan lebih mudah mamahami topik atau materi yang akan dipelajarinnya. Pemahaman dengan menggunakan timeline akan mudah diingat oleh siswa untuk memahami materi yang telah berlalu. Media timeline merupakan media yang digunakan untuk menggambarkan hubungan waktu dan peristiwa yang diurutkan secara kronologis serta berkesinambungan yang disampaikan dalam bagan (Mityasari, 2013:2). Selanjutnya Sadiman (2009:37) juga berpendapat bahwa bagan garis waktu (timeline chart) adalah menggambarkan suatu hubungan waktu dan peristiwa secara kronologis yang disajikan dalam sebuah bagan. Berdasarkan pendapat para tokoh peneliti dapat menyimpulkan media timeline merupakan media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran yang akan memudahkan siswa dalam mengurutkan kejadian secara kronologis dan siswa juga dapat berfikir kritis. Gambar 1. Media timeline

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 2.2.2.2 Manfaat timeline Media timeline mempunyai manfaat untuk memudahkan dalam memahami konsep yang abstrak, siswa akan lebih cepat mamahami materi yang disampaikan oleh guru dengan menggunakan media timeline, media timeline mendorong siswa untuk aktif dalam belajar, siswa dapat menggali informasi yang berhubungan dengan topik yang dipelajarinya (Katrhyn, 2011:186). Mityasari (2013:2) menjelaskan bahwa timeline chart bermanfaat untuk menggambarkan waktu dan peristiwa secara kronologis serta berkesinambungan yang menunjukkan peristiwa dari awal sampai akhir dengan bagan garis waktu diharapkan siswa akan lebih paham dan lebih mudah menguasai materi yang dipelajari yaitu materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Katrhyn & Mityasari peneliti menyimpulkan manfaat media timeline adalah siswa akan lebih paham materi pelajaran dengan menggunakan media timeline karena media timeline mengurutkan peristiwa dari awal hingga akhir secara kronologis. 2.3 Mata Pelajaran IPS Pada bagian ini akan diuraikan tentang hakikat IPS, tujuan IPS, dan materi ajar kelas V SD. 2.3.1 Hakekat IPS Menurut Trianto (2010:171) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan perpaduan dari cabang ilmu sosial misalnya soaiologi, geografi, sejarah, ekonomi, politik, hukum, dan budaya.yang dirumuskan dari pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu sosial (sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya). Senada dengan Sapriya (2009:7) IPS merupakan

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 mata pelajaran yang diberikan pada jenjang menengah dan jenjang pendidikan dasar. IPS merupakan integrasi dari mata pelajaran sejarah, geografi, ekonomi, dan mata pelajaran IPS bersifat terpadu dari sejumlah mata pelajaran yang lain yang mempunyai tujuan agar pembelajaran yang dilakukan lebih bermakna. Dalam hal ini, Susanto (2013:137) lebih detail mengungkapkan bahwa IPS adalah ilmu pengetahuan yang dikaji dari berbagai ilmu sosial dalam memberi pemahaman terhadap siswa khususnya tingkat dasar dan menengah, IPS mencakup kehidupan sosial, ekonomi, psikologi, budaya, sejarah, dan politik. Aspek sosial meliputi proses, permasalahan, perkembangan, dipelajari dalam ilmu sosiologi, aspek ekonomi yang meliputi faktor, perkembangan, dan permasalahan dipelajari dalam ilmu ekonomi, perkembangan dan permasalahan budaya dipelajari dalam ilmu antropologi, kehidupan manusia dipelajari dalam ilmu sejarah, dan ilmu geografi mempelajari ruang kehidupan manusia dimasyarakat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga (2008:424) Ilmu Pengetahuan Sosial adalah ilmu pengetahuan yang merupakan paduan sejumlah mata pelajaran sosial seperti sejarah, ekonomi, dan geografi). Selanjutnya dalam pasal 37 UU Sisdiknas (Sapriya, 2009:45) dikemukakan bahwa mata pelajaran IPS merupakan muatan yang wajib yang harus ada dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah, bahan kajiannya antara lain geografi, sejarah, ekonomi, antropologi yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan menganalisis terhadap kondisi sosial masyarakat. Berdasarkan pendapat para tokoh dapat peneliti simpulkan bahwa IPS merupakan mata

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 pelajaran yang dipadukan dari berbagai sejumlah mata pelajaran sosial misalnya sejarah, ekonomi, dan geografi yang dapat digunakan untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan yang dimiliki oleh siswa terhadap kondisi sosialnya. 2.3.2 Tujuan Pembelajaran IPS Mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan dalam menganalisis terhadap kondisi sosial dalam masyarakat untuk memasuki kehidupan di masyarakat yang dinamis, maka tujuan pembelajaran IPS adalah untuk mengenal konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya, memiliki kemampuan dalam berpikir logis, kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial, mempunyai kesadaran pada nilai-nilai sosial dan kemanusiaan, memiliki memampuan dalam berkomunikasi, bekerjasama, dan kompetisi dalam masyarakat pada tingkat lokal nasonal dan global (Sapriya, 2009:194). Sedangkan menurut Susanto (2013:145) Ilmu Pengetahuan Sosial mempunyai tujuan diantaranya mengembangkan potensi siswa terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat, terampil dalam mengatasi masalah yang terjadi, dan memiliki sikap mental dalam memperbaiki ketimpangan. Berdasarkan pendapat para tokoh dapat disimpulkan tujuan pembelajaran IPS adalah untuk mengembangkan potensi yang dimiliki siswa pada masalah yang terjadi di masyarakat dan mengenal konsep berkaitan dengan kehidupan masyarakat.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 2.3.4 Materi Ajar IPS Kelas V SD Standar kompetensi yang digunakan oleh peneliti yaitu 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia dengan kompetensi dasar 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan. Materi ajar kelas V semester II meliputi perjuangan di medan pertempuran dan perjuangan melalui perundingan. Menurut Zuber (2012:179-188) materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dibagi menjadi dua bagian yaitu perjuangan di medan pertempuran dan perjuangan melalui perundingan. Perjuangan di medan pertempuran meliputi pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, pertempuran Ambarawa, Bandung lautan api, pertempuran Medan area. Sedangkan perjuangan melalui perundingan meliputi perjanjian Linggarjati, agresi militer Belanda I, perjanjian Renville, agresi militer Belanda II, serangan umum 1 Maret 1949, perjanjian Roem-Royen, konferensi meja bundar, pembentukan RIS dan pengakuan kedaulatan RI. 2.4 Karakteristik Siswa SD Manusia mengalami perkembangan dari lahir sampai dewasa, Piaget membedakan fase perkembangan anak menjadi 4 tahap, menurut Wahyudin dan Agustin (2011:19-23) perkembangan kognitif Piaget meliputi empat fase yaitu : 2.4.1 Fase sensorimotor (usia 0-2 tahun) Anak berinteraksi dengan lingkungan sekitar yang menggunakan aktifitas sensori yang meliputi melihat, meraba, membau, mencium, dan

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 mendengar.Fase ini berakhir pada anak yang berusia 2 tahun, anak sudah dapat melihat, melempar, dan menghisap. 2.4.2 Fase praoperasional (usia 2-7 tahun) Kegiatan yang dilakukan anak sudah bersifat simbolis, dalam fase ini anak belum dapat berpikir secara stabil dan belum terorganisasi dengan baik. 2.4.3 Fase operasional konkret (usia 7-12 tahun) Pada fase ini kemampuan anak dalam berpikir logis sudah dapat berkembang tetapi objek dalam berpikir logis harus bersifat konkret. 2.4.4 Fase operasional formal (usia 12 tahun sampai dewasa) Pada fase ini anak sudah dapat berpikir dari konkret ke abstrak terlihat pada anak yang sudah mampu mengemukakan ide, mampu berpikir secara ilmiah, dan dapat memprediksi kejadian-kejadian yang akan tejadi. Perkembangan kognitif Piaget (Crain, 2007:171) sebagai berikut. Tabel 1. Tahap Perkembangan Kognitif Piaget Tahapan Perkembangan Kognitif Sensori motorik dari lahir-2 tahun, pada perode ini bayi sudah Periode I dapat melakukan tindakan fisik atau gerak fisik. Contoh menggenggam, menghisap, memukul. Pra-Operasional 2-7 tahun pada tahap ini anak sudah dapat berfikir dan fikirannya tidak logis sehingga berbeda antara pikiran anak Periode II periode II dengan orang dewasa. Tahap ini anak lebih menggunakan symbol-simbol. Berfikir Konkret 7-11 tahun, pada periode ini anak sudah dapat Periode III berfikir tetapi pada sesuatu atau obyek yang konkret atau nyata. Berfikir formal 11 tahun-dewasa, pada periode ini orang sudah Periode IV dapat berfikir sistematis.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 Berdasarkan pendapat kedua tokoh tersebut dapat disimpulkan fase atau periode kognitif menurut Piaget terdapat empat fase perkembangan anak yang meliputi fase sensormotor (0-2 tahun), fase praoperasional (2-7 tahun), fase operasional konkret (7-12 tahun), dan operasional formal (12-dewasa), tetapi menurut Crain fase operasional konkret anak berumur (7-11 tahun) dan fase operasional formal (11-dewasa) setiap fase menurut Piaget berbeda-beda dalam fase perkembangan anak, Piaget menunjukkan bahwa anak SD kelas V termasuk dalam fase operasional konkret, karena dalam tahap operasional konkret (7-11 tahun) atau ( 7-12 tahun), anak sudah dapat berpikir secara logis, sehingga dapat memecahkan masalah yang bersifat konkret dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dapat menggunakan media pembelajaran, karena media pembelajaran bersifat konkret. 2.5 Penelitian yang Relevan Berikut beberapa penelitian yang relevan tentang media timeline dan proses kognitif. 2.5.1 Penelitian relevan tentang media timeline Mityasari (2013), meneliti tentang penggunaan media bagan garis waktu (timetine chart) untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS kelas V SD. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD terdiri 20 siswa pada semester II tahun ajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action Research. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media timeline chart dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPS. Peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 kenaikan nilai KKM dengan nilai KKM 75, aktivitas siswa pada siklus I 80 % menjadi 92 % pada siklus II. Hasil belajar siswa meningkat yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata kelompok pada siklus I 72 dan ketuntasan klasikal 75 %, meningkat pada siklus II dengan rata-rata kelompok 79,5 dan ketuntasan belajar 90%. Penggunaan media bagan garis waktu (timeline chart) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian dapat peneliti simpulkan bahwa media timeline dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Mayasari (2013), meneliti tentang penggunaan media timeline chart wayang dengan menerapkan metode STAD (Student Teams Achievement Devinisions) untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action Research. Subjek penelitian siswa kelas V SDN I Lurah tahun ajaran 2012/2013 jumlah siswa 40, siswa perempuan 22 siswa, dan siswa laki-laki berjumlah 18 siswa. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I terdapat 28 siswa yang mendapat kriteria tuntas dengan presentase 70 %, siklus II sebesar 85 % atau sebanyak 34 siswa yang menadapat nilai lebih dari KKM yag ditetapkan yaitu 65, dan pada siklus III sebanyak 37 siswa atau 92,5 %, maka dapat disimpulan bahwa penggunaan media timeline chart wayang dengan penerapan metode STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN I Lurah Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon materi peristiwa-peristiwa menjelang proklamasi kemerdekaan Indonesia. Silvani (2011), meneliti tentang pemanfaatan media timeline video pembelajaran untuk meningkatkan proses dan hasil belajar IPS siswa kelas IV

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 SDN Gunung Jati 01 Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Subjek penelitian ini adalah 36 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action Research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian proses belajar siswa mengalami peningkatan yaitu berdasarkan kemampuan siswa dalam kerjasama meningkat 7,41%, rasa ingin tahu meningkat 0,46% dan komunikasi siswa meningkat 13,42%. Pada siklus I ke siklus II prosentase ketuntasan belajar mengalami peningkatan 33,34%. Sedangkan hasil belajar siswa meningkat dari siklus I 65,88 menjadi 71,78 pada siklus II, meningkat 8,96%, sehingga dapat disimpulkan pemanfaatan media timeline video pembelajaran dapat meningkatkan proses dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Gunung Jati 01 Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. 2.5.2 Penelitian tentang proses kognitif Yanti & Arcana (2013), meneliti tentang pengaruh model pembelajaran course review horay terhadap kemampuan berfikir kritis mata pelajaran IPS siswa kelas V SD di gugus V kecamatan Kediri. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain posttest only non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah kelas V SD. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran course review horay dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPS kelas V semester genap sekolah dasar gugus 5 kecamatan Kediri, hasil analisis t hitung = 6,4 dan t tabel = 1,684 maka Ho ditolak dan Hi diterima. Hartati (2010), meneliti tentang pengembangan alat peraga gaya gesek

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 untuk meningkatkan keterampilan berfikir kritis siswa SMA. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas X SMA N 2 Pekalongan yang berjumlah 34 siswa. Hasil pengujian alat menunjukkan bahwa pengembangan alat peraga tersebut secara signifikan mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik dan hasil belajar. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji peningkatan keterampilan berpikir kritis dengan uji t diperoleh thitung = 5,389 dengan taraf signifikansi 0,05. Kegiatan praktikum menggunakan alat peraga gaya gesek hasil pengembangan secara nyata juga mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik dari 65,24 naik menjadi 70,63. Kegiatan praktikum menggunakan alat peraga gaya gesek kembangkan meningkatkan keterampilan berpikir kritis, sebelum menggunakan alat peraga pengembangan sebanyak 68,8% peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis cukup, sebanyak 19,8% dalam kategori tinggi. Berbeda situasinya setelah mengikuti kegiatan praktikum, peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis ke arah yang lebih baik. Sebanyak 27,1% peserta didik mampu memiliki keterampilan berpikir tinggi, selebihnya 60,4% cukup. Berdasarkan penelitian sebelumnya dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa, dari beberapa penelitian sebelumnya, belum ada yang meneliti tentang media timeline terhadap kemampuan proses kognitif mengevaluasi dan mencipta pada siswa SD. Maka peneliti akan meneliti tentang perbedaan kemampuan mengevaluasi dan mencipta atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS kelas V SD Megeri Percobaan 3 Pakem tahun ajaran 2013/2014.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 2.5.3 Literatur Map Penggunaan Media Timeline Proses Kognitif Mityasari (2013) Pengunaan media timeline chart mengkatkan hasil belajar Penelitian Yanti & Arcana. (2013) model pembelajaran course review horay terhadap kemampuan berfikir kritis Silvani, Angga (2011) Media timeline video meningkatkan hasil belajar siswa Hartati (2010) alat peraga gaya gesek untuk meningkatkan keterampilan berfikir kritis siswa Mayasari (2013) Penggunaan media Time Line Chart wayang meningkatkan haasil belajar siswa Yang akan diteliti : Perbedaan pengunaan timeline terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta Gambar 2. Literatur Map

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 2.6 Kerangka Berpikir Media timeline atau bagan garis waktu merupakan sebuah media yang menggambarkan hubungan waktu, tanggal, peristiwa secara kronologis yang disajikan dalam sebuah bagan dan memudahkan siswa memahami konsep-konsep yang abstrak. Media timeline dipilih sebagai salah satu media yang efektif apabila digunakan untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa. Proses kognitif dapat berkembang dengan menggunakan media timeline. Penggunaan media timeline merupakan salah satu cara yang digunakan untuk memberikan fasilitas kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan proses kognitif yaitu mengevaluasi dan kemampuan mencipta, karena dengan menggunakan media timeline siswa akan lebih aktif, kreatif, mengembangkan imajinasinya dalam belajar dan dapat mencapai tingkat proses kognitif yang tinggi serta pemahaman peserta didik dapat maksimal. Media pembelajaran timeline apabila diterapkan di SD Negeri Percobaan 3 Pakem kelas V semester II tahun ajaran 2013/2014 mata pelajaran IPS standar kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia dan kompetensi dasar 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan, dapat meningkatkan proses kognitif dari yang rendah ke proses kognitif yang tinggi yaitu kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 2.7 Hipotesis Penelitian Hipotesis penelitian ini adalah : 2.7.1 Ada perbedaan kemampuan mengevaluasi atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS siswa kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem tahun ajaran 2013/2014. 2.7.2 Ada perbedaan kemampuan mencipta atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS siswa kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem tahun ajaran 2013/2014.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 3 METODE PENELITIAN Bab 3 akan membahas tentang jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel penelitian, definisi operasional variabel, variabel penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, validitas dan reliabilitas, dan teknik analisis data. 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental design tipe non equivalent control group design. Penelitian ini merupakan quasi eksperimental karena dipilih dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang dipilih secara tidak random yaitu dengan cara diundi untuk menentukan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen antara kelas VA dan kelas VB. Selanjutnya kedua kelompok diberi pretest yang bertujuan untuk mengetahui keadaan awal siswa dan mengetahui ada tidaknya perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah diberikan pretest selanjutnya kelompok eksperimen yaitu kelas VA diberi perlakuan (treatment) yang dalam kegiatan belajar menggunakan media pembelajaran timeline tetapi kelompok kontrol VB tidak diberikan perlakuan dengan tidak menggunakan media pembelajaran yaitu timeline, dan setelah diberi perlakuan yaitu kelas VA selanjutnya kelas VA dan kelas VB diberikan posttest. Posstest yang diberikan bertujuan untuk mengetahui pengaruh treatment yang diberikan dengan menggunakan media timeline dalam kegiatan pembelajaran pada kelompok 27

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 eksperimen yaitu kelas VA. Desain penelitian ini menurut Sugiyono (2012:118), sebagai berikut : Q1 X Q2 Q3 Q4 Gambar 3. Desain Penelitian Keterangan : X = Perlakuan (berupa media pembelajaran timeline) Q1= Skor pretest kelompok eksperimen Q2= Skor posttest kelompok eksperimen Q3= Skor pretest kelompok kontrol Q4= Skor posttest kelompok kontrol 3.2 Tempat dan waktu Penelitian Tempat penelitian merupakan tempat yang digunakan peneliti dalam melakukan penelitian untuk memperoleh data yang diinginkan. Peneliti memilih tempat penelitian di SD Negeri Percobaan 3 Pakem dengan alamat Jalan Kaliurang Km 17 Sukunan Pakembinangun Sleman 55582 Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2014. Penelitian dilaksanakan selama 3 minggu. Berikut ini jadwal pelaksanaan pengambilan data dan rincian kegiatan pembelajaran, alokasi waktu pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 Tabel 2. Jadwal Pengambilan Data Kelompok Eksperimen Kelas VA Kontrol Kelas VB Kegiatan Pretest Pembelajaran mengenai Perjuangan di Medan Pertempuran Pembelajaran mengenai Perjuangan melalui perundingan Perjuangan mengenai perjuangan di Medan Pertempuran dan Perjuangan melalui perundingan Posttest Pretest Pembelajaran mengenai Perjuangan di Medan Pertempuran Pembelajaran mengenai mengenal Perjuangan melalui perundingan Perjuangan mengenai perjuangan di Medan Pertempuran dan Perjuangan melalui perundingan Posttest Alokasi Waktu 2x35 menit Rabu, 16 April 2014 2x35menit Rabu, 16 April 2014 2x35 menit Sabtu, 19 April 2014 2x35 menit Sabtu, 26 April 2014 2x35 menit 2x35 menit Sabtu, 3 Mei 2014 Sabtu, 19 April 2014 2x35 menit Senin, 21 April 2014 2x35 menit Selasa, 22 April 2014 2x35 menit Selasa, 23 April 2014 2x35 menit Sabtu, 3 Mei 2014 Hari, Tanggal 3.3 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah sebuah wilayah generalisasi yang meliputi subyek dan obyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik sehingga peneliti dapat menetapkan untuk mempelajari serta dapat menarik kesimpulan (Sugiyono, 2012:119). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem yang terletak di Jalan Kaliurang Km 17 Sukunan Pakembinangun Sleman 55582 Yogyakarta, Tahun ajaran 2013/2014 jumlah

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 populasi kelas V yaitu 64 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelas VA dan VB yang terdiri dari 32 siswa kelas VA dan kelas VB 32 siswa. Peneliti memilih kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan VB sebagai kelompok kontrol, peneliti memilih kelas V sebagai populasi dalam penelitian karena kelompok V sudah sesuai dengan tahap perkembangan anak menurut Piaget yaitu pada tahap operasional konkret. Sampel merupakan bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2012:120). Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi kelas VA dan kelas VB SD Negeri Percobaan 3 Pakem. Kelas V di SD Negeri Percobaan 3 Pakem terdapat kelas pararel yaitu kelas VA dan kelas VB. Pemilihan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dalam penelitian ini dipilih secara tidak random yaitu dilakukan dengan cara diundi yang disaksikan oleh guru mitra, guru mitra yaitu guru kelas VA dan VB. Teknik pengambilan sampel secara tidak random karena antara kelas VA dan kelas VB mempunyai keadaan dan kondisi yang sama. Pembelajaran pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berbeda karena pada kelompok eksperimen mendapat perlakuan (treatment) dengan pembelajaran yang menggunakan media timeline sedangkan pada kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakukan yang khusus sehingga pada kegiatan pembelajaran menggunakan metode ceramah dan tidak menggunakan media timeline dalam belajar IPS. Pembelajaran pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan oleh guru mitra yaitu guru kelas VA, karena guru mitra lebih mengetahui keadaan dan karakter siswa daripada peneliti.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 3.4 Variabel Penelitian Menurut Sugiyono (2012:64) variabel penelitian adalah sesuatu yang telah ditetapkan oleh peneliti yang dapat dipelajari dan disimpulkan, obyek yang mempunyai variasi yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan akhirnya dapat mengambil kesimpulan. Variabel penelitian berdasarkan peranannya di bagi menjadi dua yaitu variabel bebas (variabel independen) dan variabel terikat (variabel dependen). 3.4.1 Variabel Bebas ( Variabel Independen) Menurut Sugiyono (2012:64) variabel independen atau variabel bebas adalah variabel yang berpengaruh atau menjadi penyebab adanya perubahan atau timbulnya variabel dependen (variabel terikat). Sedangkan menurut Setyosari (2010:110) variabel bebas (variabel independen) adalah variabel yang mempengaruhi faktor yang diukur atau dipilih oleh peneliti dalam menentukan hubungan antara fenomena yang diamati. Variabel independen dalam penelitian ini adalah penggunaan media timeline. 3.4.2 Variabel terikat ( Variabel Dependen) Menurut Sugiyono (2012:64) variabel dependen atau variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi dan menjadi akibat dari variabel bebas. Variabel terikat pada penelitian ini adalah kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 Variabel independen Variabel dependen Kemampuan mengevaluasi Penggunaan media timeline Kemampuan mencipta Gambar 4. Variabel Penelitian 3.5 Definisi Operasional Variabel 3.5.1 Media timeline adalah media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran untuk mengetahui urutan suatu peristiwa secara sistematis, media timeline menggambarkan waktu dan peristiwa secara kronologis yang di sajikan dalam sebuah bagan garis waktu (timeline). Media timeline berbentuk papan yang dapat digunakan dalam mengurutkan waktu dan peristiwa. 3.5.2 Kemampuan mengevaluasi adalah suatu pengambilan keputusan yang didasarkan pada suatu kriteria yang telah ditentukan sebelumya. Keputusan yang diambil merupakan sesuatu yang benar sehingga dapat menilai. 3.5.3 Kemampuan mencipta adalah kemampuan siswa dalam membuat suatu produk atau sebuah karya yang dibuatnya sendiri dan belum pernah dibuat orang lain yang sesuai kreativitas serta imajinasinya sendiri. 3.6 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data adalah cara yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan data dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik tes dan non tesnya yaitu observasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti diuraikan sebagai berikut :

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 3.6.1 Tes Tes merupakan prosedur pengukuran yang berbentuk dalam sebuah tugas yang berupa pertanyaan yang harus dijawab, maupun suatu perintah yang harus dikerjakan sehingga menghasilkan nilai yang melambangkan prestasi (Taniredja, 2011:49). Sedangkan Mardapi (2008:67) menjelaskan bahwa tes adalah sejumlah pertanyaan yang membutuhkan sebuah jawaban untuk mengukur tingkat pemahaman dan kemampuan seseorang, sehingga menghasilkan sebuah data yang berupa nilai, kegiatan tes akan terlaksana apabila ada seperangkat tugas, pertanyaan, atau latihan-latihan. Berdasarkan pendapat para tokoh peneliti menyimpulkan bahwa tes adalah sebuah pertanyaan yang diberikan kepada seseorang yang harus diberikan jawaban sehingga dapat mengukur kemampuan dan pemahaman seseorang. Tes yang digunakan dalam penelitian ini berupa pretest dan posttest yang diberikan pada kelompok eksperimen yaitu kelas VA dan kelompok kontrol VB. Kelompok eksperimen diberikan treatment dengan menggunakan media pembelajaran yang berupa timeline tetapi berbeda dengan kelompok kontrol, kelompok ini tidak diberikan treatment pada kegiatan pembelajaran yaitu berupa media timeline. Tes yang diberikan kepada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berbentuk soal esai yang berjumlah 4 soal. Teknik pengumpulan data menggunakan tes karena untuk mengetahui dan memperoleh data yang berkaitan pada tahap kognitif yaitu mengevaluasi dan mencipta di kelas VA dan kelas VB yang terlihat pada tabel 3 :

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 Tabel 3. Teknik pengumpulan data No 1 Kelompok Eksperimen Kontrol Eksperimen 2 Kontrol Variabel Kemampuan mengevaluasi Kemampuan mengevaluasi Kemampuan mencipta Kemampuan mencipta Data Pengumpulan Pretest Pretest Pretest Pretest Posttest Posttest Posttest Posttest Instrumen Soal esai nomor 1-2 Soal esai nomor 1-2 Soal esai nomor 3-4 Soal esai nomor 3-4 3.6.2 Observasi Observasi adalah pengamatan dan pencatatan untuk mendapat informasi yang dilakukan secara sistematis, logis, obyektif, dan rasional pada situasi yang sebenarnya untuk mencapai tujuan tertentu (Arifin, 2009:153). Sedangkan menurut Sugiyono (2008:102) observasi adalah alat yang digunakan untuk melihat dan mengukur suatu kejadian atau fenomena yang diamati. Selanjutnya Sukmadinata (2008:220) mengungkapkan bahwa observasi adalah cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data terhadap suatu kegiatan yang dilakukan secara langsung. Tujuan observasi yaitu untuk mendapatkan informasi dalam situasi tertentu, untuk melihat dan mengukur perilaku guru atau siswa dan interaksi antara guru dengan siswa. Observasi yang dilakukan oleh peneliti dilakukan pada pelaksanaan penggunaan media timeline, penggunaan media timeline yang dilakukan oleh guru mitra dan siswa kelas VA, sehingga siswa dapat belajar dengan menggunakan media timeline. Peneliti melakukan observasi yaitu dikelas VA sebagai kelompok eksperimen yang diberikan treatment yang berupa media timeline, peneliti

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 mempunyai tujuan untuk mengetahui penggunaan media timeline pada siswa dikelas VA pada pelajaran IPS materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan. 3.7 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan oleh peneliti untuk mengukur variabel penelitian (Sugiyono, 2012:148). Instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah tes dan non tes, non tesnya menggunakan lembar observasi yang akan dijelaskan sebagai berikut : 3.7.1 Tes Instrumen yang digunakan oleh peneliti adalah tes yang berbentuk soal esai yang berjumlah 4 soal mengenai kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta, tes diberikan kepada kelompok kontrol yaitu VB dan kelompok eksperimen VA. Soal tersebut akan digunakan pada pretest dan posttest. Penelitian ini menggunakan Standar Kompetensi, 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia dan kompetensi dasar 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 Tabel 4. Kisi-kisi Soal Pretest dan Posttest No Variabel Aspek Memeriksa 1 Mengevaluasi Mengkritik Merumuskan Mencipta 2 Merencanakan Memproduksi Indikator - Memeriksa kesesuaian tahun dan peristiwa mengenaipertempuran 10 November 1945 di Surabaya - Memberikan tanggapan mengenai perjuangan tokoh dalam pertempuran medan area - Membuat kesimpulan mengenai peristiwa serangan umum 1 Maret 1949 - Merencanakan sebuah karya yang akan dibuatnya dan menyusun urutan tanggal dan peristiwa mengenai perjuangan melalui perundingan - Menghasilkan karya yang berupa timeline mengenai urutan tahun dan peristiwa perjuangan melalui perundingan No Soal 1 2 3 4 4 3.7.2 Lembar Observasi Observasi yang dilaksanakan oleh peneliti mengenai penggunaan media timeline dalam pembelajaran IPS materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dikelas VA. Peneliti menggunakan observasi secara terstruktur yaitu dengan menggunakan lembar observasi. Berikut ini adalah lembar observasi yang digunakan oleh peneliti dalam melakukan observasi dikelas V khususnya kelas VA.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 Tabel 5. Lembar Observasi Penggunaan Media Timeline No Aspek yang diamati 1 Cara guru dalam menyampaikan pembelajaran 2. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran 3 Media yang digunakan dalam pembelajaran Fokus yang diamati Guru berperan dalam penggunaan media timeline pada pembelajaran IPS kelompok V Guru menunjukkan sikap peduli dalam menghadapi siswa Guru menyampaikan cara penggunaan media timeline pada pembelajaran IPS kelompok V Siswa mengikuti seluruh proses pembelajaran Siswa terlibat aktif dalam penggunaan media timeline Menggunakan media timeline dengan cara yang tepat Media timeline bermanfaat bagi siswa Media dapat digunakan dengan mudah oleh siswa Media membantu pemahaman siswa dalam belajar Media menarik perhatian siswa Media sesuai dengan waktu yang ditentukan Ya Tidak Keterangan

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 3.8 Validitas dan Reliabilitas 3.8.1 Validitas Validitas berasal dari kata validity yang artinya ketepatan atau kecermatan instrumen dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 2011:173). Menurut Sudjana (2009:12) validitas adalah ketepatan alat penilaian yang digunakan terhadap konsep yang akan dinilai, sehingga betul-betul menilai yang seharusnya dinilai. Validitas dapat digunakan untuk mengetahui instrumen yang digunakan itu valid atau tidak. Menurut Sugiyono (2012:168) valid adalah apabila instrumen yang digunakan dapat mengukur apa yang akan diukur. Intrumen yang valid mempunyai validitas tinggi sedangkan instrumen yang kurang valid mempunyai validitas yang rendah. Menurut Priyatno (2012:101) metode dalam mengambil keputusan untuk uji validitas berdasarkan signifikansi, sebagai berikut : Jika nilai signifikansi > 0,05 maka aitem dinyatakan tidak valid Jika nilai signifikansi < 0,05 maka aitem dinyatakan valid Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas kontrak dan validitas isi. Validitas konsrak adalah validitas menunjukkan suatu tes dapat mengukur konstrak yang hendak diukurnya, apabila suatu tes memiliki validitas konstrak jika soal mencakup aspek berpikir yang telah diuraikan dalam standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator yang terdapat dalam kurikulum (Azwar, 2011:175-176). Validitas konstrak dapat menggunakan pendapat para ahli (experts judgment). Peneliti melakukan experts judgment instrumen kepada dosen ahli, kepala sekolah, dan guru ahli yang berguna untuk mengetahui instrumen yang akan digunakan oleh peneliti sudah layak digunakan atau belum.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 Inatrumen yang di validasi meliputi perangkat Pembelajaran yaitu RPP, silabus, media pembelajaran, LKS, bahan ajar, dan instrumen pembelajaran. Hasil validasi perangkat yang telah dikonsultasikan kepada kepala sekolah dan guru dilihat pada tabel 6 sebagai berikut: Tabel 6. Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran dan instrumen Perangkat Pembelajaran Silabus RPP LKS Bahan ajar Media pembelajaran Instrumen Pembelajaran Validator 1 4,11 4,26 3,88 4,00 3,57 - Validator 2 4,11 4,26 3,88 4,00 3,57 3,8 Validator Rerata Kriteria 3 4,22 4,14 Baik 4,26 4,26 Baik 4,13 3,96 Cukup 4,2 4,06 Baik 3,71 3,61 Cukup 3,9 3,85 Cukup Tabel 6 merupakan hasil validasi perangkat pembelajaran dan instrumen yang akan digunakan peneliti dalam penelitian. Validasi diberikan kepada dosen ahli, kepala sekolah, dan guru ahli. Ahli yang pertama adalah dosen, hasil validasi kepada dosen ahli dilakukan secara lisan dan menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran dan instrumen sudah layak untuk digunakan. Ahli yang kedua adalah kepala sekolah rerata untuk silabus yaitu 4,11, untuk RPP yaitu 4,26, untuk LKS yaitu 3,88, kemudian untuk bahan ajar yaitu 4,00, untuk media pembelajaran 3,57, dan untuk instrumen, kepala sekolah tidak memvalidasi intrumen. Validasi instrumen diberikan kepada dosen ahli dan guru ahli. Validasi yang ketiga dilakukan oleh guru ahli hasil rerata validasi perangkat pembelajaran dan instrumen menunjukkan bahwa rerata silabus yaitu 4,11, untuk RPP yaitu 4,26, untuk LKS 3,88, bahan ajar yaitu 4,00, media pembelajaran 3,57, dan instrumen yaitu 3,8. Ahli yang ke empat adalah guru ahli, ada dua guru ahli untuk memvalidasi perangkat pembelajaran dan instrumen. Hasil rerata pada guru ahli

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 yaitu silabus 4,22, RPP yaitu 4,26, untuk LKS yaitu 4,13, untuk media pembelajaran yaitu 3,71, dan instrumen penelitian 3,9. Hasil validasi yang dilakukan oleh dosen ahli, kepala sekolah, dan guru ahli pada instrumen dengan memberikan tambahan yaitu perintah pengerjaan soal. Kriteria penilaian validasi perangkat pembelajaran yang digunakan oleh peneliti sebagai berikut: Tabel 7 Kriteria Penilaian Validasi Perangkat Pembelajaran dan Instrumen Skor 5 4 3 2 1 Kriteria Sangat baik Baik Cukup Tidak baik Sangat tidak baik Kriteria yang digunakan oleh peneliti telah dicantumkan dalam tabel 7, hasil rerata yang diperoleh dari ketiga ahli dalam memvalidasi perangkat pembelajaran dan instrumen menunjukkan bahwa rerata silabus 4,14 termasuk dalam kriteria baik, RPP 4,26 dalam kriteria baik, hasil rerata LKS yaitu 3,96 termasuk dalam kriteria cukup, rerata bahan ajar yaitu 4,06 termasuk dalam kriteria baik, untuk media pebelajaran 3,61 termasuk dalam kriteria cukup, dan instrumen penelitian yaitu 3,85 termasuk dalam kriteria cukup, setelah perangkat pembelajaran dan instrumen sudah divalidasi oleh dosen ahli, kepala sekolah, dan guru ahli, maka perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian sudah siap untuk digunakan, selanjutnya adalah validitas isi. Validitas isi (Content Validity) adalah kesanggupan dari alat penilaian dengan mengukur isi yang seharusnya akan diukur dan aitem–aitemnya mencakup semua isi yang akan diukur dengan menggunakan suatu tes tetapi tidak melampaui batas dan tetap relevan dengan tujuan pengukuran yang akan dilakukan (Azwar,

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 2011:175). Validitas isi dilakukan dengan mengujikan instrumen soal kepada siswa kelas VI A pada hari selasa 10 April 2014 dengan jumlah 33 siswa yang terdiri 14 siswa perempuan dan 19 siswa laki-laki. Uji validitas dihitung dengan menggunakan program SPSS 20 for windows, hasil penghitungan SPSS sebagai berikut: Tabel 8. Hasil Uji Validitas SD Negeri Percobaan 3 Pakem No Variabel Mengevaluasi 1 Mencipta Aspek Memeriksa Mengkritik Merumuskan Merencanakan Memproduksi Pearson Correlation 0,680** 0,695** 0,624** 0,527** 0,577** Sig.(2tailed) 0,000 0,000 0,000 0,002 0,000 Keputusan Valid Valid Valid Valid Valid Hasil uji validitas di SD Negeri Percobaan 3 Pakem kelas VI A, semua soal yang di nyatakan valid. Kedua kemampuan yang berbeda yaitu kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta, karena pada aspek memeriksa sig (2tailed) 0,000 < 0,05 maka aitem dinyatakan valid, aspek mengkritik sig (2-tailed) 0,000 < 0,05 maka aitem valid, aspek merumuskan sig (2-tailed) 0,000 < 0,05 maka aitem valid, aspek merencakan dan memproduksi sig (2-tailed) 0,000 dan 0,002 < 0,05 maka aitem valid, sehingga dapat disimpulkan dari semua soal sudah teruji validitasnya dan dinyatakan valid, aitem tersebut dapat digunakan. 3.8.2 Reliabilitas Sudjana (2009:16) menjelaskan bahwa reliabilitas adalah ketepatan atau keajegan alat yang digunakan dalam menilai apa yang akan dinilai yang berarti bahwa alat tersebut apabila digunakan kapan saja akan memberikan hasil yang relatif sama. Tes hasil belajar yang dikatakan ajeg apabila hasil pengukuran yang

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 dilakukan sama walaupun pada waktu yang berlainan dengan siswa yang sama. Menurut Masidjo (2012:209) suatu tes yang dikatakan reliabel apabila menunjukkan ketepatan dan ketelitian dalam satu atau berbagai pengukuran. Taraf reliabilitas dinyatakan dalam suatu koefisien di sebut koefisien reliabilitas, koefisien taraf korelasi dalam tabel statistik dengan dasar signifikansi 1 % dan 5 %, terlihat pada tabel 9: Tabel 9. Taraf Reliabilitas Koefisien korelasi 0,91-1,00 0,71-0,90 0,41-0,70 0,21-0,40 Negative-0,20 Kualifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Pengujian reliabilitas dengan menggunakan Alpha Cronbach, hasil penghitungan reliabilitas instrumen tampak pada tabel 10: Tabel 10. Hasil Perhitungan Reliabilitas Sekolah SD Negeri Percobaan 3 Pakem Alpha Cronbach 0,602 Kategori Cukup Hasil uji reliabilitas dengan menggunakan Alpha Cronbach, pengujian reliabilitas di SD Negeri Percobaan 3 Pakem dalam ketegori cukup. 3.9 Teknik Analisis Data Teknik analisis data pada penelitian ini dengan menggunakan metode statistik yang meliputi uji prasyarat dan uji hipotesis. 3.9.1 Analisis Deskriptif Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui nilai maximum, minimum, mean, median, dan standar deviasi dari nilai pretest kelompok

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 eksperimen dan pretest kelompok kontrol kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta. Selain pretest, analisis deskriptif juga digunakan untuk mengetahui nilai maximum, minimum, mean, median, dan standar deviasi posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol kemampuan mengevaluasi dan mencipta. 3.9.2 Uji Prasyarat Uji prasyarat dilakukan sebelum pengujian hipotesis, uji prasyarat yang akan digunakan oleh peneliti meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. 3.9.2.1 Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang digunakan berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas menunjukkan bahwa sampel yang diambil merupakan sampel dari data yang normal. Pengujian normalitas dengan menggunakan One Sample Kolmogorov-Smirnov dengan taraf kesalahan 5 % (α = 0,05), cara yang digunakan dengan membandingkan distribusi data dengan distribusi yang dipilih, apabila data berdistribusi normal atau tidak normal kriteria yang digunakan menurut Priyatno (2012:136) sebagai berikut : Jika harga sig. (2-tailed) > 0.05 data distribusi normal, apabila data berdistribusi normal maka teknik statistik inferensial yang digunakan adalah statistik parametrik uji independent samples t-test atau t-test. Jika harga sig. (2tailed) < 0.05 data distribusi tidak normal, apabila distribusi data tidak normal maka statistik yang digunakan adalah statistik nonparametrik Mann-Whiney. Uji normalitas dapat digunakan dalam menentukan jenis statistik inferensial yang akan di gunakan oleh peneliti, apabila distribusi data normal

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 maka statistik parametrik yang digunakan yaitu uji t atau t-test sedangkan jika distribusi data tidak normal maka statistik yang digunakan non parametrik yaitu Mann-Whitney. Jika semua data sudah di uji normalitasnya, maka data tersebut dapat diuji statistiknya. 3.9.2.2 Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan dengan menganalisis pretest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta. Uji perbedaan pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan menggunakan program komputer SPSS 20 for windows. Menurut Siregar (2013:167) uji homogenitas digunakan untuk mengetahui obyek yang diteliti, digunakan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh mempunyai varians yang sama atau tidak. Hipotesis yang digunakan sebagai berikut : Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen sehingga varian sama atau homogen, artinya kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki kemampuan awal yang sama. Hi : Ada perbedaan yang signifikan pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen sehingga varian tidak sama atau tidak homogen, artinya kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak memiliki kemampuan awal yang sama. Skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen dianalisis dengan menggunakan statistik independent samples t-test. Priyatno (2012:23) kriteria yang digunakan dalam uji homogenitas sebagai berikut :

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Jika harga Sig. (2-tailed) > 0,05, maka Hnull gagal ditolak dan Hi ditolak, maka tidak ada perbedaan yang signifikan pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sehingga varian sama atau homogen. Jika harga Sig. (2tailed) < 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak, maka ada perbedaan yang signifikan pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sehingga varian berbeda atau tidak homogen. Nilai sig merupakan hasil penghitungan hasil pengujian homogenitas, sedangkan 0,05 adalah nilai probabilitas yang digunakan. 3.9.3 Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan dengan menganalisis hasil posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen (Siregar, 2013:408). Tujuan dilakukan uji hipotesis adalah untuk mengetahui pengaruh yang simultan antara variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). 3.9.3.1 Uji kenaikan skor pretest ke posttest Uji kenaikan skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, uji kenaikan digunakan untuk mengetahui apakah ada kenaikan pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Uji kenaikan skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan menggunakan uji parametrik Paired Samples t-test. Uji kenaikan dilakukan pada dua kemampuan yaitu kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta. Hipotesis yang digunakan sebagai berikut : Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke skor posttest, yang artinya tidak ada kenaikan skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke skor posttest, yang artinya ada kenaikan skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan dalam uji kenaikan skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, (Priyatno, 2012:31) sebagai berikut : Jika sig. (2-tailed) > 0,05, maka Hnull gagal ditolak dan Hi ditolak yang artinya tidak ada perbedaan yang signifikan skor pretest ke skor posttest sehingga tidak ada kenaikan skor pretest ke posttest. Jika sig. (2-tailed) < 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak yang artinya ada perbedaan yang signifikan skor pretest ke posttest sehingga ada kenaikan skor pretest ke posttest. 3.9.3.2 Uji perbedaan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Uji perbedaan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen digunakan untuk mengetahui apakah ada perbedaan skor posttest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Uji perbedaan dilakukan pada kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta. Uji perbedaan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan menggunakan statistik parametrik Independent Samples t-test. Hipotesis yang digunakan oleh peneliti sebagai berikut : Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, yang artinya tidak ada perbedaan kemampuan mengevaluasi atas penggunaan media timeline. Tidak ada perbedaan kemampuan mencipta atas penggunaan media timeline.

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 Hi : Ada perbedaan yang signifikan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, yang artinya ada perbedaan kemampuan mengevaluasi atas penggunaan media timeline. Ada perbedaan kemampuan mencipta atas penggunaan media timeline. Kriteria yang digunakan dalam uji perbedaan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen oleh peneliti sebagai berikut: Jika sig. (2-tailed) > 0,05, maka Hnull gagal ditolak dan Hi ditolak, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, dengan kata lain tidak ada perbedaan kemampuan mengevaluasi atas penggunaan media timeline dan tidak ada perbedaan kemampuan mencipta atas penggunaan media timeline. Jika sig. (2-tailed) < 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak, artinya ada perbedaan yang signifikan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan kata lain ada perbedaan kemampuan mengevaluasi atas penggunaan media timeline dan ada perbedaan kemampuan mencipta atas penggunaan media timeline.

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini akan membahas mengenai deskripsi data penelitian, deskripsi analisis data, uji prasyarat, uji hipotesis, dan pembahasan hasil penelitian. 4.1 Deskripsi Data Penelitian Pada bagian deskripsi data penelitian akan diuraikan mengenai deskripsi lokasi penelitian, deskripsi pelaksanaan pretest, dan deskripsi pelaksanaan posttest. 4.1.1 Deskripsi Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Percobaan 3 Pakem, dengan alamat jalan Kaliurang Km 17 Sukunan Pakembinangun Sleman 55582 Yogyakarta. Guru yang mengajar di SD Percobaan 3 Pakem berjumlah 25 yaitu 12 guru tetap, 13 guru tidak tetap yang terdiri dari 9 guru kelas, 2 guru mata pelajaran, 1 guru penjaskes, 2 guru bahasa Inggris, 3 guru agama, 5 guru ekstrakurikuler, 2 tata usaha (TU), dan 1 pustakawan. Pendidikan terakhir guru di SD Negeri Percobaan 3 Pakem rata-rata S1. Jumlah Seluruh siswa SD Negeri Percobaan 3 Pakem 359 siswa yang terdiri dari kelas I-VI, jumlah siswa kelas I (satu) 58 siswa, kelas II (dua) 57, kelas III (tiga) 55, kelas IV (empat) 55 siswa, kelas V (lima) 64 siswa, dan kelas VI (enam) 70 siswa. Penelitian dilakukan di kelas V dengan jumlah siswa 64, kelas VA yang berjumlah 32 siswa dan kelas VB dengan jumlah 32 siswa. Sarana dan prasarana yang di miliki SD Percobaan 3 Pakem antara lain 24 ruangan yang meliputi 12 ruangan kelas 1 sampai kelasVI yang kelasnya pararel kelas A dan kelas B, dari 48

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 12 ruangan tersebut dibedakan menjadi 2 yaitu 6 ruangan di lantai atas dan 6 ruangan di lantai bawah. Ruang Kepala Sekolah berdekatan dengan ruang guru, sedangkan ruang agama Katolik dan Kristen berdekatan dengan ruang Kepala Sekolah dan kelas IIB. Ruangan laboratorium IPA, UKS, dan perpustakaan berada dilantai bawah dengan tempat yang berbeda. Ruangan komputer berada di lantai atas dan digunakan untuk pembelajaran TIK, satu ruang band yang berguna untuk berlatih band, satu ruang tata usaha, aula, mushola, dan kantin, 6 kamar mandi untuk siswa, 6 kamar mandi untuk guru. Fasilitas yang terdapat di setiap ruangan kelas dari kelas I-VI yang meliputi white board, papan data siswa, papan kehadiran siswa, papan mading, jam dinding, almari, viewer dan LCD yang digunakan sebagai pendukung pembelajaran yang dilaksanakan di kelas. 4.1.2 Deskripsi Pelaksanaan Pretest Pretest dilaksanakan di kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan kelas VB sebagai kelompok kontrol yang mencakup dua kemampuan yaitu kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta. 4.1.2.1 Pretest Kelompok Kontrol Pelaksanaan pretest di SD Negeri Percobaan 3 Pakem, dan peneliti memilih kelas V sebagai sasaran pretest. Pretest bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki oleh siswa. Pretest dilaksanakan sebelum siswa mempelajari materi. Soal pretest yang di berikan berjumlah 4 soal esai yang mencakup dua kemampuan yaitu kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta serta materi IPS kelas V semester II yang akan di gunakan adalah materi terakhir yaitu mempertahankan kemerdekaan yang meliputi perjuangan di

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 perjuangan di medan pertempuran dan perjuangan melalui perundingan. Berdasarkan pelaksanaan pretest akan didapatkan data terutama pada kemampuan mengevaluasi dan mencipta. Pretest kelas VB sebagai kelompok kontrol di laksanakan pada hari Sabtu, 19 April 2014 dengan jumlah 32 siswa, pretest dimulai pukul 07.00-08.10 yaitu 2 jam pelajaran. Hasil pretest kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta kelompok kontrol terlihat pada tabel 11 : Tabel 11. Hasil pretest kelompok kontrol No Kelompok 1 Kontrol Kemampuan Mengevaluasi Mencipta Total 1635 1475 Rerata 51,09 46,09 Berdasarkan tabel 11 total hasil pretest kelompok kontrol, pada kemampuan mengevaluasi skor total hasil pretest kelompok kontrol 1635 dan kemampuan mencipta 1475 dengan rerata kemampuan mengevaluasi 51,09 dan kemampuan mencipta 46,09. 4.1.2.2 Pretest kelompok Eksperimen Pelaksanaan pretest di kelompok eksperimen, dan peneliti memilih kelas V sebagai sasaran pretest. Pretest kelompok eksperimen digunakan untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki oleh siswa sebelum mendapatkan perlakuan atau treatment. Pretest dilaksanakan sebelum siswa mempelajari materi. Soal pretest yang diberikan berjumlah 4 soal esai yang mencakup dua kemampuan yaitu kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta serta materi IPS kelas V semester II yang akan di gunakan adalah materi terakhir yaitu mempertahankan kemerdekaan yang meliputi perjuangan di medan pertempuran dan perjuangan melalui perundingan. Pretest dilaksanakan pada hari Rabu, 16

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 April 2014 pretest di kelas VA dengan jumlah 32 siswa yang mengikuti pretest dan dilaksanakan pada pukul 07.00–08.10 yaitu 2 jam pelajaran. Hasil pretest kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta kelompok eksperimen terlihat pada tebel 12: Tabel 12. Hasil pretest kelompok eksperimen No Kelompok 1 Eksperimen Kemampuan Mengevaluasi Mencipta Total 1795 1516 Rerata 56,09 47,37 Berdasarkan tabel 12 total hasil pretest kelompok eksperimen, pada kemampuan mengevaluasi skor total hasil pretest kelompok eksperimen 1795 dan kemampuan mencipta 1516 dengan rerata kemampuan mengevaluasi 56,09 dan kemampuan mencipta 47,37. 4.1.3 Deskripsi Pelaksanaan Posttest Posttest dilaksanakan pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, VA sebagai kelompok eksperimen dan kelas VB sebagai kelompok kontrol, yang mencakup dua kemampuan yaitu kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta. Posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen akan diuraikan sebagai berikut : 4.1.3.1 Posttest Kelompok Kontrol Posttest dilaksanakan pada kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan atau treatment. Pelaksanaan posttest untuk mengetahui kemampuan siswa setelah siswa sudah mempelajari materi yang diajarkan oleh guru. Materi IPS kelas V semester II yang digunakan untuk materi soal posttest adalah

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 mempertahankan kemerdekaan Indonesia meliputi perjuangan di medan pertempuran dan perjuangan melalui perundingan. Soal posttest berjumlah 4 soal esai yang mencakup kemampuan mengevaluasi dan mencipta, dari pelaksanaan posttest data yang diperoleh yaitu kemampuan mengevaluasi dan mencipta kelompok kontrol. Posttest kelas VB dilaksanakan pada hari Sabtu, 3 Mei 2014 pukul 09.30-10.40, 2 jam pelajaran dengan jumlah 32 siswa yang mengikuti posttest pada kelompok kontrol. Hasil total skor posttest kelompok kontrol tampak pada tabel 13 : Tabel 13. Hasil posttest kelompok kontrol No Kelompok 1 Kontrol Kemampuan Mengevaluasi Mencipta Total 1934 1859 Rerata 60,43 58,09 Berdasarkan tabel 13 total hasil posttest kelompok kontrol, pada kemampuan mengevaluasi skor total hasil posttest kelompok kontrol 1934 dan kemampuan mencipta 1859 dengan rerata kamampuan mengevaluasi 60,43 dan kemampuan mencipta 58,09. 4.1.3.2 Posttest Kelompok Eksperimen Posttest kelompok eksperimen dilaksanakan di kelas VA yang mendapatkan perlakuan atau treatment. Posttest di berikan di akhir pertemuan setelah kelompok eksperimen yaitu kelas VA diberikan perlakuan dengan menggunakan media timeline dalam pembelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial). Materi IPS kelas V semester II yang digunakan untuk materi soal posttest adalah mempertahankan kemerdekaan meliputi perjuangan di medan pertempuran dan perjuangan melalui perundingan. Soal posttest berjumlah 4 soal esai yang

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 mencakup kemampuan mengevaluasi dan mencipta. Posttest kelas VA di laksanakan pada hari Sabtu, 3 Mei 2014 pada pukul 07.00-08.10. Hasil total skor posttest kelompok kontrol tampak pada tabel 14: Tabel 14. Hasil posttest kelompok eksperimen No Kelompok 1 Eksperimen Kemampuan Mengevaluasi Mencipta Total 2447 2274 Rerata 76,46 71,06 Berdasarkan tabel 14 total hasil posttest kelompok eksperimen, pada kemampuan mengevaluasi skor total hasil posttest kelompok eksperimen 2447 dan kemampuan mencipta 2274 dengan rerata kamampuan mengevaluasi 76,46 dan kemampuan mencipta 71,06. 4.2 Deskripsi Analisis Data Pada bagian deskripsi analisis data akan diuraikan mengenai pretest kelompok eksperimen, pretest kelompok kontrol dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan dua kemampuan yaitu kemampuan mengevaluasi dan mencipta. 4.2.1 Deskripsi analisis data pretest Pretest dilaksanakan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang meliputi dua kemampuan yaitu kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta. Pelaksanaan pretest untuk mengetahui pemahaman yang dimiliki siswa sebelum siswa mendapatkan treatment berupa pembelajaran IPS yang menggunakan media timeline untuk kelompok VA sebagai kelompok eksperimen dan kelompok VB yang tidak mendapatkan treatment yang dalam pembelajarannya tidak menggunakan media timeline. Soal pretest yang diberikan

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 berjumlah 4 butir soal esai mencakup dua kemampuan yaitu mengevaluasi dan mencipta, dua soal untuk kemampuan mengevaluasi dan dua soal untuk kemampuan mencipta. 4.2.1.1 Pretest Kelompok Eksperimen Pretest kelompok eksperimen dilaksanakan di kelas VA dengan jumlah siswa 32, jumlah soal yang diberikan 4 butir soal esai dengan waktu yang diberikan 2 jam pelajaran 2 x 35 menit. Materi belum dipelajari sebelumnya oleh siswa, sehingga siswa mengerjakan sesuai kemampuannya sendiri. Hasil pretest yang diperoleh 32 siswa berbeda-beda. Hasil pretest kemampuan mengevaluasi kelompok eksperimen VA dengan hasil ini diperoleh nilai maximum kemampuan mengevaluasi 75, nilai minimum 38, mean 56,09, median 50,00, dan standar deviasi 12,632. Data tersebut dicantumkan dalam tabel 15: Tabel 15. Deskripsi data Pretest Kemampuan Mengevaluasi No Kemampuan Maximum 1 Mengevaluasi 75 Minimum 38 Mean Median Std.Deviation 56,09 50,00 12,632 Selanjutnya pretest kemampuan mencipta kelompok eksperimen dari hasil perhitungan statistik diperoleh nilai maximum 58, nilai minimum 25, mean 47,38, media 50,00, dan standar deviasi 8,488. Data tersebut dicantumkan dalam 16: Tabel 16. Deskripsi data Pretest Kemampuan Mencipta No 1 Kemampuan Mencipta Maximum 58 Minimum 25 Mean Median Std.Deviation 47,38 50,00 8,488 4.2.1.2 Pretest Kelompok Kontrol Pretest kelompok kontrol diujikan di kelas VB, waktu yang diberikan 2 jam (2x35 menit) untuk menyelesaikan soal pretest, soal pretest kelompok kontrol

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 berjumlah 4 soal esai, jumlah siswa sama antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, yaitu jumlah 32 siswa. Berdasarkan hasil analisis data pretest dengan menggunakan statistik SPSS 20 for windows, pada dua kemampuan yaitu kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta, diperoleh nilai maximum kemampuan mengevaluasi 63, nilai minimum 38, mean 51,09, median 50,00, dan standar deviasi 10,027. Data tersebut dicantumkan dalam tabel 17: Tabel 17. Deskripsi Data Pretest Kemampuan Mengevaluasi No 1 Kemampuan Mengevaluasi Maximum 63 Minimum Mean Median 38 51,09 50,00 Std.Deviation 10,027 Selanjutnya pretest kemampuan mencipta kelompok kontrol dari hasil perhitungan statistik diperoleh data bahwa nilai maximum kelompok kontrol kemampuan mencipta 67, nilai minimum hasil pretest kemampuan mencipta 25, mean 46,09, median 46,00, dan standar deviasi 11,632. Data akan dicantumkan dalam tabel 18: Tabel 18. Deskripsi data Pretest Kemampuan Mencipta No 1 Kemampuan Mencipta Maximum 67 Minimum 25 Mean Median Std.Deviation 46,09 46,00 11,632 4.2.2 Deskripsi Analisis Data Posttest Posttest dilaksanakan oleh kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan waktu yang diberikan untuk mengerjakan yaitu 2x35 menit. Posttest dilaksanakan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mencakup tingkat kognitif menurut Bloom yaitu kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta, jumah soal posttest 4 soal esai.

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 4.2.2.1 Posttest Kelompok Eksperimen Posttest kelompok eksperimen dilaksanakan di kelompok VA dengan jumlah siswa 32,waktu yang digunakan untuk mengerjakan soal posttest 2 x 35 menit yaitu 2 jam pelajaran. Hasil penghitungan statistik nilai posttest kemampuan mengevaluasi dan mencipta kelompok eksperimen di ketahui nilai maximum 100, nilai minimum 38, mean 76,47, median 75,00, dan standar deviasi 13,961. Data tersebut dicantumkan dalam tabel 19: Tabel 19. Deskripsi Data Posttest Kemampuan Mengevaluasi No Kemampuan Maximum 1 Mengevaluasi 100 Minimum 38 Mean Median Std.Deviation 76,47 75,00 13,961 Selanjutnya posttest kemampuan mencipta kelompok eksperimen dari hasil penghitungan statistik diperoleh hasil posttest, nilai maximum 100, nilai minimum 42, mean 71,06, median 71,00, dan standar deviasi 14.474. Data tersebut dicantumkan dalam tabel 20: Tabel 20. Deskripsi Data Posttest Kemampuan Mencipta No 1 Kemampuan Mencipta Maximum 100 Minimum 42 Mean Median Std.Deviation 71,06 71,00 14,747 4.2.2.2 Posttest Kelompok Kontrol Posttest kelompok kontrol dilaksanakan dikelas VB sebagai kelas kontrol, dengan jumlah siswa 32 dan waktu yang diberikan 2x35 menit. Soal yang diberikan kepada siswa berjumlah 4 soal esai yang mencakup kemampuan mengevaluasi dan mencipta dari hasil perhitungan statistik yang di peroleh, nilai maximum kemampuan mengevalusi posttest kelompok kontrol 88, nilai minimum

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 38, mean 60,44, median 63,00, dan standar deviasi 13,626. Data posttest kemampuan mengevaluasi dicantumkan dalam table 21: Tabel 21. Deskripsi Data Posttest Kemampuan Mengevaluasi No Kemampuan Maximum 1 Mengevaluasi 88 Minimum 38 Mean Median Std.Deviation 60,44 63,00 13,626 Selanjutnya posttest kelompok kontrol kemampuan mencipta dari hasil penghitungan statistik menggunakan SPSS 20 diperoleh data nilai maximum kemampuan mencipta kelompok kontrol 83, minimum 42, mean 58,09, median 58,00, dan standar deviasi 12,164. Data posttest kemampuan mencipta dicantumkan dalam tabel 22: Tabel 22. Deskripsi Data Posttest Kemampuan Mencipta No 1 Kemampuan Mencipta Maximum 83 Minimum 42 Mean Median Std.Deviation 58,09 58,00 12,163 4.3 Uji Prasyarat Pada uji prasyarat ini menguraikan mengenai uji normalitas dan uji homogenitas. 4.3.1 Uji Normalitas Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui data berdistribusi normal atau tidak. Data yang diperoleh diuji normalitas dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smonov, rumus yang digunakan yaitu One Sample Kolmogorov Sminov pada program computer SPSS 20 for Windows digunakan untuk menentukan jenis uji statistik yang digunakan dalam analisis responden. Uji normalitas akan digunakan untuk menguji dari masing-masing data. Data yang nilai signifikansi (2-tailed) > 0,05 maka data berdistribusi normal dan data nilai

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 signifikansi (2-tailed) < 0,05 maka data berdistribusi tidak normal. Uji data normalitas kemampuan mengevaluasi dengan mencipta skor pretest dan posttest terlihat pada tabel 23: Tabel 23. Hasil uji normalitas kemampuan mengevaluasi Variabel Pretest mengevaluasi kelompok kontrol Pretest mengevaluasi kelompok eksperimen Posttest mengevaluasi kelompok kontrol Posttest mengevaluasi kelompok eksperimen Sig. (2tailed) 0,076 0,100 0,156 0,147 α Keterangan 0,05 0,05 0,05 0,05 Normal Normal Normal Normal Berdasarkan tabel 23 tentang hasil uji normalitas diketahui bahwa data penelitian sudah berdistribusi normal data dilihat dari hasil nilai signifikansi, sehingga dapat disimpulkan data tersebut normal diketahui nilai signifikansi skor pretest kelompok kontrol kemampuan mengevaluasi 0,076 karena nilai sig. (2tailed) 0,076 > 0,05 maka disimpulkan skor pretest kelompok kontrol kemampuan mengevaluasi berdistribusi normal. Skor pretest kelompok eksperimen kemampuan mengevaluasi menunjukkan nilai signifikansi 0,100 maka nilai nilai sig. (2-tailed) 0,100 > 0,05 skor pretest kelompok eksperimen berdistribusi normal. Skor posttest kelompok kontrol kemampuan mengevaluasi nilai nilai sig. (2-tailed) 0,156 maka 0,156 > 0,05 disimpulkan bahwa nilai posttest kelompok kontrol berdistribusi normal dan nilai signifkansi posttest kelompok eksperimen kemampuan mengevaluasi 0,147 maka nilai nilai sig. (2-tailed) 0,147 > 0,05 disimpulkan bahwa nilai posttest kelompok eksperimen normal. Selanjutnya uji normalitas kemampuan mencipta pada nilai pretest dan posttest, terlihat pada tabel 24:

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Tabel 24. Hasil uji normalitas kemampuan mencipta Variabel Pretest mencipta kelompok kontrol Pretest mencipta kelompok eksperimen Posttest mencipta kelompok kontrol Posttest mencipta kelompok eksperimen Sig. (2tailed) 0,580 0,229 0,226 0,514 α Keterangan 0,05 0,05 0,05 0,05 Normal Normal Normal Normal Berdasarkan tabel 24 hasil uji normalitas diketahui bahwa data penelitian semua berdistribusi normal dari pretest kemampuan mencipta kelompok kontrol nilai sig. (2-tailed) 0,580 > 0,05 maka data berdistribusi normal, pretest mencipta kelompok eksperimen nilai sig. (2-tailed) 0,229 > 0,05 maka data berdistribusi normal, posttest mencipta kelompok kontrol nilai sig. (2-tailed) 0,226 > 0,05 data normal, posttest mencipta kelompok eksperimen nilai sig. (2-tailed) 0,514 > 0,05 maka data berdistribusi normal. Jadi dapat disimpulkan dari hasil penghitungan statistik yang diperoleh data pretest dan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen kemampuan mencipta tersebut semua normal. 4.3.2 Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan setelah uji normalitas, setelah data berdistribusi normal maka selanjutnya data tersebut di uji homogenitasnya. Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui kesamaan varians atau untuk menguji bahwa data tersebut berasal dari populasi yang homogen, dalam penilitian ini homogenitas digunakan untuk melihat apakah ada kesamaan pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen pada dua kemampuan yaitu kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta.

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 4.3.2.1 Uji homogenitas kemampuan mengevaluasi Uji homogenitas pretest kemampuan mengevaluasi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Rumus yang digunakan untuk menghitung homogenitas dengan menggunakan uji parametrik Independent Samples T-test dengan menggunakan program SPSS 20 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95 %. Hipotesis yang digunakan oleh peneliti sebagai berikut : Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen sehingga varian sama atau homogen. Artinya kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki kemampuan awal yang sama. Hi : Ada perbedaan yang signifikan pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen sehingga varian tidak sama atau tidak homogen. Artinya kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak memiliki kemampuan awal yang sama. Kriteria yang digunakan dalam mengambil keputusan Jika harga sig (2- tailed) > 0,05, maka Hnull gagal ditolak dan Hi ditolak artinya tidak ada perbedaan yang signifikan skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen, artinya kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki kemampuan awal yang sama. Jika harga sig (2-tailed) < 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak, artinya ada perbedaan yang signifikan skor pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen, artinya kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak memiliki kemampuan awal yang sama. Hasil

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 perbandingan skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen kemampuan mengevaluasi terlihatpada tabel 25: Tabel 25. Perbandingan skor pretest kemampuan mengevaluasi Variabel Pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen df Sig.(2-tailed) α Keterangan 62 0,058 0,05 Tidak Berbeda Berdasarkan hasil perbandingan skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen kemampuan mengevaluasi, harga sig. (2-tailed) 0,058 > 0,05, maka Hnull gagal ditolak dan Hi ditolak artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen sehingga dapat disimpulkan antara pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen adalah data homogen atau sama karena kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki titik pijak yang sama. 4.3.2.2 Uji homogenitas kemampuan mencipta Data yang sudah di uji normalitas selanjutnya dibandingkan skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen kamampuan mencipta. Perbandingan antara pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen untuk mengetahui apakah kedua kelompok tersebut sama atau berbeda. Analisis statistik yang digunakan oleh peneliti adalah uji parametrik Independent Samples T-test dengan menggunakan program SPSS 20 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95 %. Hipotesis yang digunakan oleh peneliti sebagai berikut : Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen sehingga varian sama atau homogen.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Artinya kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki kemampuan awal yang sama. Hi : Ada perbedaan yang signifikan pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen sehingga varian tidak sama atau tidak homogen. Artinya kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak memiliki kemampuan awal yang sama. Kriteria yang digunakan dalam mengambil keputusan sebagai berikut : Jika harga Sig (2-tailed) > 0,05, maka Hnull gagal ditolak dan Hi ditolak artinya tidak ada perbedaan yang signifikan skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen sehingga varian sama atau homogen. Artinya kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki kemampuan awal yang sama. Jika harga sig (2-tailed) < 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak, artinya ada perbedaan yang signifikan skor pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen sehingga varian tidak sama atau tidak homogen. Artinya kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak memiliki kemampuan awal yang sama.Hasil perbandingan skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen kemampuan mencipta dapat dilihat dalam tabel 26: : Tabel 26. Perbandingan skor pretest kemampuan mencipta Variabel Pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen df Sig.(2-tailed) α Keterangan 62 0,063 0,05 Tidak Berbeda Berdasarkan hasil perbandingan skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen kemampuan mencipta, terlihat bahwa nilai sig. (2-tailed)

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 0,063 > 0,05, maka Hnull gagal ditolak dan Hi ditolak artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen kemampuan mencipta sehingga dapat disimpulan pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen mempunyai data yang sama. 4.4 Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan setelah melakukan uji normalitas dan uji homogenitas. Uji hipotesis digunakan peneliti untuk mengetahui perbedaan kemampuan mengevaluasi atas penggunaan media timeline dan perbedaan kemampuan mencipta atas penggunaan media timeline yang meliputi uji perbedaan skor pretest dan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta, perbandingan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta. 4.4.1 Perbedaan kemampuan mengevaluasi atas penggunaan media timeline 4.4.1.1 Uji kenaikan skor pretest ke posttest kemampuan mengevaluasi Uji kenaikan skor pretest ke posttest untuk melihat apakah ada kenaikan skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Uji statistik yang digunakan oleh peneliti adalah statistik parametrik yaitu Paired-samples ttest digunakan untuk mengetahui perbedaan rata-rata selisih posttest dan pretest. Hipotesis yang digunakan oleh peneliti sebagai berikut : Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan skor pretest dan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen artinya tidak ada kenaikan yang signifikan skor pretest ke skor posttest.

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen artinya ada kenaikan yang signifikan skor pretest ke skor posttest. Kriteria yang digunakan sebagai berikut : Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, maka Hnull gagal ditolak dan Hi ditolak yang artinya tidak ada perbedaan yang signifikan skor pretest dan skor posttest sehingga tidak ada peningkatan atau kenaikan skor pretest ke skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Jika harga sig (2-tailed) < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak yang artinya ada perbedaan skor pretest dan skor posttest sehingga ada peningkatan skor pretest ke skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Tabel. 27 Kenaikan skor pretest ke posttest kemampuan mengevaluasi No Kelompok 1 2 Kontrol Eksperimen Mean Pretest Posttest 51,09 60,44 56,09 76,47 % Peningkatan 18,30 36,33 Sig.(2tailed) 0,007 0,000 Keterangan Hnull ditolak Hnull ditolak Berdasarkan tabel 27 nilai sig. (2-tailed) kelompok kontrol 0,007 < 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak yang artinya ada perbedaan skor pretest dan skor posttest kelompok kontrol, sehingga dapat disimpulkan ada kenaikan skor pretest ke skor posttest kelompok kontrol. Selanjutnya kelompok eksperimen nilai sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak, artinya ada perbedaan pretest dan posttest kelompok eksperimen. Ada kenaikan skor pretest ke skor posttest kelompok eksperimen kemampuan mengevaluasi.

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 4.4.1.2 Uji perbedaan pottest kelompok kotrol dan posttest kelompok eksperimen kemampuan mengevaluasi Uji perbedaan posttest kelompok kontrol dan posttest kelompok eksperimen digunakan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dari hasil posttest. Peneliti menghitung statistiknya dengan menggunakan statistik parametrik independent samples T-test program SPSS 20 for Windows dengan tingkat kepercayaan yang digunakan 95 %. Perbandingan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan Uji beda (t-test) mempunyai tujuan untuk menguji perbedaan pengukuran kelompok yang diberi perlakuan dengan membandingkan kelompok rata-rata skor yang diperoleh pada kelompok yang tidak diberi perlakuan. Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki perbedaan jika nilai sig. (2 tailed) < 0,05 maka Hnull ditolak dan jika nilai sig (2-tailed) > 0,05 maka Hnull diterima. Hipotesis yang digunakan oleh peneliti sebagai berikut : Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, yang artinya tidak ada perbedaan kemampuan mengevaluasi atas penggunaan media timeline. Tidak ada perbedaan kemampuan mencipta atas penggunaan media timeline. Hi : Ada perbedaan yang signifikan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, yang artinya ada perbedaan kemampuan mengevaluasi atas penggunaan media timeline. Ada perbedaan kemampuan mencipta atas penggunaan media timeline.

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Kriteria yang digunakan oleh peneliti dalam menarik sebuah kesimpulan jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak yang artinya ada perbedaan yang signifikan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kemampuan mengevaluasi atas penggunaan media timeline. Jika nilai sig. (2-tailed) > 0,05 maka Hnull gagal ditolak dan Hi ditolak yang artinya tidak ada perbedaan yang signifikan skor posttest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, sehingga disimpulkan bahwa ada perbedaan kemampuan mengevaluasi atas penggunaan media timeline. Hasil yang dipeoleh dari penghitungan terlihat pada tabel 28: Tabel 28. Posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen kemampuan mengevaluasi Hasil Posttest Kelompok kontrol Kelomok eksperimen Mean 60,44 76,47 Nilai sig. (2-tailed) 0,000 0,000 df 62 Keterangan Ada Perbedaan Ada Perbedaan Hasil yang diperoleh dari uji statistik menunjukkan bahwa kedua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dari skor posttest mempunyai perbedaan karena nilai sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 sehingga ada perbedaan yang signifikan skor posttest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, karena kelompok eksperimen memiliki kemampuan mengevaluasi yang lebih tinggi dari kelompok kontrol, sehingga disimpulkan bahwa ada perbedaan kemampuan mengevaluasi atas pengunaan media timeline.

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 4.4.2 Perbedaan kemampuan mencipta atas penggunaan media timeline Bagian ini akan diuraikan tentang adanya perbedaan atau tidak kemampuan mencipta atas penggunaan media timeline. Pretest dan posttest diberikan kepada kedua kelompok yaitu kelompok eksperimen kelompok VA dan kelompok kontrol kelompok VB. Jumlah siswa sama antara kelompok VA dan kelompok VB dengan jumlah 32 siswa. Instrumen yang diberikan berbentuk soal esai yang mencakup tahap kognitif menurut Bloom yaitu mencipta. Pretest dan posttest diberikan kepada kelompok VA dan kelompok VB dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan mencipta atas penggunaan media timeline pada kelompok yang mendapat perlakuan atau diberikan treatment. Hasil yang dapat dilihat dari skor pretest ke skor posttest. 4.4.2.1 Uji kenaikan skor pretest ke posttest kemampuan mencipta Uji kenaikan skor pretest ke posttest kemampuan mencipta untuk mengetahui apakah ada kenaikan antara skor pretest ke skor posttest kemampuan mencipta kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Uji Statistik dengan menggunakan Paired samples t-tes dengan tingkat kepercayaan 95 %, Hipotesis statistik yang digunakan oleh peneliti sebagai berikut : Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan skor pretest dan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, sehingga ada kenaikan yang signifikan skor pretest ke skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hi : Ada perbedaan yang signifikan skor pretest dan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, sehingga ada kenaikan yang

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 signifikan skor pretest ke skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan dalam menarik kesimpulan sebagai berikut : Jika sig. (2-tailed) > 0,05 maka Hnull gagal ditolak dan Hi ditolak artinya tidak ada perbedaan antara skor pretest dan skor posttest kelompok eksperimen. Kesimpulannya bahwa tidak ada kenaikan atau peningkatan skor pretest ke skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak, artinya ada perbedaan yang signifikan skor pretest dan skor posttest kelompok eksperimen. Kesimpulannya bahwa ada kenaikan skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen kemampuan mencipta. Hasil penghitungan kenaikan skor pretest ke posttest kemampuan mencipta dapat di lihat di table 29: Tabel. 29 Kenaikan skor pretest ke posttest kemampuan mencipta No Kelompok 1 2 Kontrol Eksperimen Mean % Pretest Posttest Peningkatan 46,09 58,09 26,03 47,38 71,06 49,97 Sig.(2tailed) 0,001 0,000 Keterangan Hnull ditolak Hnull ditolak Berdasarkan tabel 29 sig. (2-tailed) kelompok kontrol 0,001 < 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak yang artinya ada perbedaan skor pretest dan skor posttest kelompok kontrol kemampuan mencipta, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada kenaikan skor pretest ke skor posttest. Kelompok eksperimen nilai sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak artinya ada perbedaan skor pretest dan skor posttest

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 kelompok eksperimen, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada kenaikan skor pretest ke skor posttest kelompok eksperimen kemampuan mencipta. 4.4.2.2 Uji perbedaan pottest kelompok kotrol dan posttest kelompok eksperimen kemampuan mencipta Uji perbedaan posttest kelompok kontrol dan posttest kelompok eksperimen untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Rumus yang digunakan Paired Samples Ttest dengan tingkat kepercayaan 95 %. Skor posttest yang diperoleh antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen berbeda apabila nilai sig. (2-tailed) < 0,05 maka ada perbedaan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hipotesis statistik yang digunakan peneliti sebagai berikut : Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, yang artinya tidak ada perbedaan kemampuan mengevaluasi atas penggunaan media timeline. Tidak ada perbedaan kemampuan mencipta atas penggunaan media timeline. Hi : Ada perbedaan yang signifikan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, yang artinya ada perbedaan kemampuan mengevaluasi atas penggunaan media timeline. Ada perbedaan kemampuan mencipta atas penggunaan media timeline. Peneliti menggunakan kriteria dalam mengambil kesimpulan dari data yang diperoleh sebagai berikut : Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka Hnull gagal ditolak dan Hi ditolak yang artinya tidak ada perbedaan yang signifikan skor posttest kelompok kontrol

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 dan skor posttest kelompok eksperimen dan di simpulkan bahwa tidak ada perbedaan kemampuan mencipta atas penggunaan media timeline. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak artinya ada perbedaan yang signifikan skor posttest kelompok kontrol dan posttest kelompok eksperimen dan disimpulkan bahwa ada perbedaan kemampuan mencipta atas penggunaan media timeline. Hasil yang diperoleh peneliti dari penghitungan dicantumkan dalam tabel 30: Tabel. 30 Posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen kemampuan mencipta Hasil Posttest Kelompok kontrol Kelomok eksperimen Mean 58,09 71,06 Nilai sig. (2-tailed) 0,000 0,000 df 62 Keterangan Ada Perbedaan Ada Perbedaan Berdasarkan tabel 30 diperoleh hasil nilai sig.(2-tailed) 0,000 < 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak artinya ada perbedaan skor posttest kelompok kontrol dan skor posttest kelompok eksperimen, karena kelompok eksperimen memiliki kemampuan mencipta yang lebih tinggi dari kelompok kontrol Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kemampuan mencipta atas penggunaan media timeline. 4.5 Pembahasan Hasil Penelitian 4.5.1 Perbedaan kemampuan mengevaluasi atas penggunaan media timeline Data yang diperoleh pada uji normalitas menunjukkan bahwa semua data berdistribusi normal, uji homogenitas skor pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen menunjukkan bahwa data tersebut homogen, selanjutnya uji kenaikan skor pretest ke skor posttest yang menunjukkan ada kenaikan skor

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 pretest ke skor posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan mengevaluasi atas penggunaan media timeline. Hal tersebut dibuktikan dari hasil analisis data yang telah dilakukan peneliti. Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan yang signifikan terlihat dari hasil skor posttest kelompok kontrol dan skor posttest kelompok eksperimen nilai sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak sehingga ada perbedaan skor posttest kelompok kontrol dan skor posttest kolompok eksperimen, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan kemampuan mengevaluasi atas penggunaan media timeline, dengan kata lain penggunaan media timeline dapat meningkatkan kemampuan mengevaluasi siswa dalam belajar IPS, karena dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan media timeline siswa dapat menilai apakah urutan waktu dan peristiwa sesuai dengan materi yang dipelajari atau belum dan waktu serta peristiwa yang diurutkan sudah benar atau belum. Diakhir pelajaran siswa diminta menyimpulkan materi yang dipelajari, sehingga siswa lebih paham pada materi yang telah dipelajari. Pembelajaran dengan menggunakan media timeline, siswa lebih aktif, kreatif, karena siswa dapat menggunakan warna, gambar, sehingga pembelajaran menjadi menarik. Hal ini juga ditunjukkan dari hasil observasi penggunaan media timeline, media timeline mudah digunakan oleh siswa dan guru, menarik perhatian siswa, siswa lebih aktif dalam pembelajaran, dan hasil tes menunjukkan bahwa media timeline bermanfaat bagi siswa. Tetapi pada kelompok kontrol pembelajaran tidak menggunakan media timeline, dalam kegiatan pembelajaran siswa mendengarkan guru berceramah dan mencatat materi yang dipelajari,

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 sehingga menjadikan siswa bosan, dan kurang tertarik dalam pembelajaran terlihat ada siswa yang melamun dan mengobrol dengan temannya. Kesimpulannya bahwa ada perbedaan kemampuan mengevaluasi atas pengunaan media timeline pada mata pelajaran IPS siswa kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem. 4.5.2 Perbedaan kemampuan mencipta atas penggunaan media timeline Hasil analisis menunjukkan bahwa semua data berdistribusi normal, uji homogenitas skor pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen menunjukkan bahwa data tersebut homogen, selanjutnya uji kenaikan skor pretest ke skor posttest yang diperoleh ada kenaikan skor pretest ke skor posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan mencipta atas penggunaan media timeline. Dibuktikan dari hasil analisis data yang menunjukkan bahwa skor posttest kelompok kontrol dan skor posttest kelompok eksperimen. Uji statistik diperoleh sig. (2-tailed) adalah 0,000 < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak, sehingga menunjukkan ada perbedaan yang signifikan skor posttest kelompok kontrol dan skor posttest kelompok eksperimen yang artinya ada perbedaan kemampuan mencipta atas penggunaan media timeline, karena dalam kegiatan pembelajaran pada kelompok eksperimen siswa belajar IPS dengan menggunakan media timeline sehingga dapat mengajak siswa untuk aktif dalam pembelajaran dan siswa dapat merencanakan serta membuat sebuah karya dengan menggunakan warna yang sesuai dengan imajinasi dan kreasinya sendiri. Hasil penelitian ini diperkuat dari hasil observasi penggunaan media timeline, media timeline mudah digunakan oleh siswa dan guru, menarik perhatian siswa, siswa lebih aktif dalam pembelajaran, dan hasil tes menunjukkan bahwa

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 media timeline bermanfaat bagi siswa. Berbeda dengan kelompok kontrol, siswa mendengarkan guru ceramah dan terlihat siswa bosan, setelah mendengarkan guru memberikan soal latihan, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kemampuan mencipta atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS siswa kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem. Hasil penelitian ini relevan dengan penelitian terdahulu tentang penggunaan media timeline seperti yang diungkapkan Mityasari (2013) penelitian yang berjudul “Penggunaan media bagan garis waktu (timetine chart) untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS kelas V SD” menunjukkan bahwa penggunaan media bagan garis waktu (timeline chart) dapat hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Mayasari (2013) penelitian yang berjudul “Penggunaan media timeline chart wayang dengan menerapkan metode STAD untuk meningkatkan hasil belajar siswa” menunjukkan bahwa penggunaan media timeline chart wayang dengan metode STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa SD kelas V. Penelitian lain diungkapkan Silvani (2011) penelitian berjudul “Pemanfaatan media timeline video pembelajaran untuk meningkatkan proses dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Gunung Jati 01 Kecamatan Jabung Kabupaten Malang”, menunjukkan bahwa pemanfaatan media timeline video dapat meningkatkan hasil belajar IPS kelas IV. Penelitian ini mendukung teori yang dikemukakan oleh Sadiman (2009:37) bahwa media (timeline chart) adalah menggambarkan suatu hubungan waktu dan peristiwa secara kronologis yang disajikan dalam sebuah bagan, selain

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 itu Katrhyn (2011:186) mengungkapkan bahwa timeline adalah media yang dapat membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang lebih abstrak. Penelitian ini relevan dengan hasil penelitian mengenai kemampuan berfikir kritis siswa seperti yang diungkapkan Yanti & Arcana (2013), penelitian yang berjudul “Pengaruh model pembelajaran course review horay terhadap kemampuan berfikir kritis mata pelajaran IPS siswa kelas V SD di gugus V kecamatan Kediri”. Penelitian ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara berfikir kritis antara kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran course review horay dengan kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Selanjutnya Hartati (2010), penelitian berjudul “Pengembangan alat peraga gaya gesek untuk meningkatkan keterampilan berfikir kritis siswa SMA”. Hasil penelitian menunjukkan alat peraga meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Kesimpulannya bahwa media timeline dapat membantu dalam meningkatkan berfikir kritis siswa, terutama untuk memudahkan siswa mengevaluasi dan mencipta yang berkaitan dengan materi yang dipelajarinya, karena media timeline menggambarkan suatu peristiwa secara kronologis yang meliputi tanggal, tahun, tempat, peristiwa masa lampau.

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 5 KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN, DAN SARAN Bab V akan diuraikan kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran. Pada bagian kesimpulan menunjukkan hasil penelitian yang menjawab hipotesis penelitian, keterbatasan penelitian, dan selanjutnya pada bagian saran berisi saran bagi guru dan peneliti selanjutnya. 5.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan, sehingga dapat disimpulkan sebagai berikut : 5.1.1 Ada perbedaan kemampuan mengevaluasi atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS siswa kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem Tahun ajaran 2013/2014. Berdasarkan hasil analisis data kemampuan mengevaluasi dengan menggunakan statistik parametrik independent samples t-test, dapat dilihat nilai signifikansi skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen nilai sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak. Artinya ada perbedaan yang signifikan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 5.1.2 Ada perbedaan kemampuan mencipta atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS siswa kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem Tahun ajaran 2013/2014. Berdasarkan hasil analisis data kemampuan mencipta dengan menggunakan statistik parametrik independent samples t-test, dapat dilihat nilai signifikansi skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen nilai sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hi gagal 75

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 ditolak. Artinya ada perbedaan yang signifikan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 5.2 Keterbatasan Penelitian Penelitian ini mempunai keterbatasan antara lain : 5.2.1 Materi yang terlalu banyak sehingga waktu yang digunakan dalam membuat timeline kurang, dan timeline yang dibuat kurang maksimal. 5.2.2 Siswa masih kesulitan dalam membuat timeline karena siswa sudah terbiasa dengan meringkas materi. 5.2.3 Penelitian yang dilakukan pada hari pertama tidak efektif karena siswa baru mengenal timeline dan siswa masih kebingungan, begitu juga guru yang mengajar belum terlalu paham dengan penggunaan media timeline. 5.2.4 Pelaksanaan pretest dan posttest jarak yang diberikan terlalu pendek, sehingga siswa kurang dalam mempersiapkan diri untuk mengerjakan postest. 5.2.5 Penelitian ini hasil uji reliabilitas instrumen dalam kategori cukup. 5.2.6 Pembuatan instrumen penelitian dalam satu soal mencakup dua aspek, sehngga soal susah untuk diidentifikasi. 5.3 Saran Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan ada beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan, yaitu : 5.3.1 Saran bagi guru 5.3.1.1 Siswa diberi latihan terlebih dahulu sebelum menggunakan media timeline dalam pembelajaran sehingga siswa tidak merasa kebingungan.

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 5.3.2 Saran bagi peneliti lain 5.3.2.1 Pengelolaan waktu yang baik dalam melakukan penelitian ini, apabila akan melakukan penelitian yang sama. Jam pertama atau awal karena kalau penelitian dilaksanakan pada jam terakhir siswa sudah tidak bersemangat dan tidak kondusif. 5.3.2.2 Pemilihan waktu yang tepat akan mempengaruhi hasil penelitian, penelitian sebaiknya dilakukan pada jam pelajaran. 5.3.2.3 Pelaksanaan pretest ke posttest sebaiknya siswa diberikan waktu yang cukup untuk belajar. 5.3.2.4 Uji reliabiltas untuk soal uraian alangkah lebih baik dalam kategori tinggi atau sangat tinggi. 5.3.2.5 Pembuatan instrumen apabila melakukan penelitian yang sama perlu diperhatikan, satu soal mencakup satu aspek agar lebih mudah dalam membedakannya.

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 DAFTAR REFERENSI Anderson & Krathwohl. 2010. Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Anitah, S.2010. Media Pembelajaran. Surakarta: Yuma Pustaka. Arifin, Z. 2009. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Aryad, A.2002. Media Pembelajaran edisi 1. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Azwar, S. 2011. Tes Prestasi Fungsi dan Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Crain, W. 2007. Teori Perkembangan Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Dini, Y. M. 2013. Penggunaan Media Bagan Garis Waktu (Timetine Chart) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPS Kelompok V SD. JPGSD Volume 01 (http//ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-penelitian-pgsd) Hartati. 2010. Pengembangan Alat Peraga Gaya Gesek untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir Kritis Siswa SMA. Jurnal Pendidikan Fisika volume 6. (http://Schoolar.google.co.id ) diakses pada tanggal 7 juni 2014. Mardapi. 2008. Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Non Tes. Yogyakarta: Mitra Cendikia. Masidjo. 2012. Penilain Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius Mayasari, F. 2013. Penggunaan Media Time Line Chart Wayang Dengan Penerapan Metode STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V (Penelitian Tindakan Kelas pada siswa kelas V SD N 1 Lurah Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon pada materi peristiwa-peristiwa menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia). Sumedang: Universitas Pendidikan Indonesia. Munadi, Y. 2010. Media Pembelajaran. Jakarta: Gaung Persada Press

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Katrhryn, O. 2011. Fifty Social Studies Strategies for K-8 classrooms. New Jersey: Pearson. Priyatno, D. 2012. Belajar praktis analisis parametrik dan non parametrik dengan SPSS. Yogyakarta:Gava Media. Poerwardarminta, dkk. Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga. 2008. Jakarta: PT Gramedia Sadiman, dkk.2008. Media Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Santoso, S. 2012. Panduan Lengkap SPSS Versi 20. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Sapriya. 2009. Pendidikan IPS. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Silvani, A. 2011. Pemanfaatan Media Timeline Video Pembelajaran Untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV SDN Gunung Jati 01 Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Malang: Universitas Negeri Malang. (http://scholar.google.co.id ) diakses pada tanggal 7 Juni. Siregar, E. 2010.Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia. Siregar, S. 2013. Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT Bumi Aksara. Sudjana, N. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sugiyono. 2012. Metode Penelitian kombinasi (mixed methods). Bandung: Alfabeta. Sukiman. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta: Pedagogia. Sukmadinata, N. S. 2008. Metode Peneitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Kuswana, S. W. 2011. Taksonomi Berpikir. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Supratiknya. 2012. Penilaian Hasil Belajar dengan Teknik Nontes. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Susanto, A.2013.Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Setyosari, P. 2010. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Taniredja & Mustafidah. 2012. Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta Tirtarahardja, U. 2008. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: PT Bumi Aksara Walgito, B. 2010. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: C.V Andi Offset Wahyudin & Agustin. 2011. Penilaian Perkembangan Anak Usia dini: Panduan untuk guru tutor, fasilitaor dan pengelola pendidikan usia dini. Bandung: PT Refika Aditama. Yanti, N.M. A. K., & Arcana, I. M. S. I. N. 2013. Pengaruh Model Pembelajaran Course Review Horay Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Mata Pelajaran IPS Kelas V SD. MIMBAR PGSD, Volume 1. (http://schoolar.google.co.id) diakses pada tanggal 9 Juni 2014. Zaini, H. 2008. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani. Zuber, A. 2012. Aktif Belajar IPS kelas V SD. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 LAMPIRAN

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Lampiran 1 Silabus Kelompok Eksperimen SILABUS Satuan Pendidikan : SD Negeri Percobaan 3 Pakem Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Hari/Tanggal : 17 April 2014 Kelompok/Semester : VA/Genap Unit/Tema : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Kelompok : Eksperimen Standar Kompetensi : 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia Kompetensi Materi Kegiatan Dasar Pembelajaran Pembelajaran 2.4 - Perjuangan Indikator Penilaian Alokasi Sumber Waktu Belajar Pertemuan ke-1 1. Mengingat - Pretest 6 x 35 Sumber: - Menyebutkan - Postest menit a. Zuber, Menghargai mempertahankan a. Pretest perjuangan kemerdekaan b. Memperhatikan para tokoh Indonesia di dalam mempertahan peristiwa- Ahmad. penjelasan peristiwa penting 2012. medan mengenai pada masa Aktif pertempuran pengertian, cara perjuangan di Belajar

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 k-an - Perjuangan pembuatan, dan medan IPS kelas pertempuran V kemerdekaan mempertahankan cara penggunaan Indonesia kemerdekaan media timeline. Indonesia c. Tanya jawab SD. 2. Memahami Solo: PT - Menjelaskan Tiga melalui mengenai media terjadinya suatu Serangka perundingan timeline. peristiwa pada i Pustaka masa perjuangan Mandiri pelajaran di medan (Halama mengenai pertempuran n, d. Membaca materi perjuangan di - Menjelaskan medan terjadinya suatu pertempuran. peristiwa pada e. Meringkas hal- masa perjuangan hal penting dari di medan materi yang telah pertempuran dibaca. f. Mengerjakan LKS. 3. Mengaplikasi - Menyebutkan sikap yang dapat dijadikan teladan 190) 179-

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 dari para tokoh Pertemuan ke-2: pejuang pada a. Membaca materi masa pelajaran mempertahankan mengenai kemerdekaan perjuangan di Indonesia di medan medan pertempuran. pertempuran b. Meringkas hal- - Menggunakan hal penting dari sikap yang patut materi yang telah diteladani dari dibaca. pahlawan pada c. Mengerjakan LKS d. Presentasi hasil kerja LKS. masa mempertahankan kemerdekaan di medan pertempuran Pertemuan ke-3: dalam kehidupan a. Membuka sehari-hari di

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 kembali sekolah. ringkasan yang 4. Menganalisis telah dibuat - Membedakan isi mengenai materi perjanjian Roem pejuangan Royen dan yang mempertahankan bukan merupakan kemerdekaan di isi medan Roem Royen pertempuran dan perjanjian - Mengelompokka melalui n perundingan perjuangan b. Mengerjakan LKS. c. Presentasi hasil kerja LKS. d. Postest peristiwa Indonesia melalui pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan secara runtut. - Menemukan

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 keterpaduan antara peristiwa yang dialami oleh tokoh pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan 5. Mengevaluasi - Mengoreksi kesesuaian tahun dan peristiwa pertempuran 10 November di Surabaya - Membuat kesimpulan mengenai

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 peristiwa serangan umum 1 Maret - Menilai tokoh dalam pertempuran Medan Area 6. Mencipta - Merancang sebuah karya yang berbentuk timeline - Membuat timeline mengenai perjuangan melalui perundingan

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Lampiran 2. RPP Kelompok Eksperimen RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SD Negeri Percobaan 3 Pakem Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Hari/Tanggal : 19 April 2014 Pertemuan ke :1 Kelompok/Semester : VA/Genap Unit/Tema : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 kali pertemuan) Kelompok : Eksperimen A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Indikator 1. Mengingat - Menyebutkan waktu mulai terjadinya peristiwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia. - Menyebutkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan di medan pertempuran. 2. Memahami - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran.

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 3. Mengaplikasi - Menyebutkan sikap yang dapat dijadikan teladan dari para tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia di medan pertempuran - Menggunakan sikap yang patut diteladani dari pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan di medan pertempuran dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. 4. Menganalisis - Membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem Royen - Mengelompokkan peristiwa perjuangan Indonesia melalui pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan - Menemukan keterpaduan antara peristiwa yang dialami oleh tokoh pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan 5. Mengevaluasi - Mengoreksi kesesuaian tahun dan peristiwa pertempuran di Medan pertempuran - Membuat kesimpulan mengenai peristiwa serangan umum 1 Maret - Menilai tokoh dalam pertempuran Medan Area 6. Mencipta - Merancang sebuah karya yang berbentuk timeline - Membuat timeline mengenai perjuangan di Medan pertempuran D. Tujuan Pembelajaran 1. Mengingat - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di Medan Pertempuran minimal 1 peristiwa dengan tepat 2. Memahami - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di medan pertempuran minimal 1 peristiwa dengan tepat - Siswa mampu menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran minimal 1 peristiwa dengan tepat

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 3. Mengaplikasi - Siswa mampu menyebutkan 4 sikap yang dapat dijadikan teladan dari para tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia di medan pertempuran dengan tepat - Siswa mampu menggunakan 1 sikap yang patut diteladani dari pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan di medan pertempuran dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dengan tepat 4. Menganalisis - Siswa mampu membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem Royen dengan tepat - Siswa mampu mengelompokkan peristiwa perjuangan Indonesia melalui pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan dengan tepat - Siswa mampu menemukan 4 keterpaduan antara peristiwa yang dialami oleh tokoh pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan dengan tepat 5. Mengevaluasi - Siswa mampu mengoreksi kesesuaian tahun dan peristiwa perjuangan di Medan pertempuran dengan tepat - Siswa membuat kesimpulan mengenai peristiwa serangan umum 1 Maret dengan tepat - Siswa mampu menilai tokoh dalam pertempuran Medan Area dengan tepat 6. Mencipta - Siswa mampu merancang sebuah karya yang berbentuk timeline dengan tepat - Siswa mampu membuat timeline mengenai perjuangan di Medan pertempuran dengan perundingan dengan tepat E. Materi Pembelajaran (terlampir)

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 F. Metode Pembelajaran - Diskusi - Demonstrasi - Tanya jawab - Pemberian tugas G. Kegiatan Pembelajaran No. 1 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Alokasi Waktu 10 menit a. Salam, doa, dan presensi b. Motivasi: - Siswa bersama guru menyanyikan lagu wajib Nasional yang berjudul “Halo-Halo Bandung.” - Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai lagu yang telah dinyanyikan, pertanyaannya antara lain: “Lagu yang kita nyanyikan tadi berisi tentang apa saja?” c. Apersepsi: -Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai materi pelajaran pada pertemuan sebelumnya. d. Orientasi: - Siswa memperhatikan guru dalam menyampaikan tujuan pembelajaran. - Siswa memperhatikan guru dalam menyampaikan langkah-langkah pembelajaran. 2 Kegiatan Inti a. Pretest b. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai pengertian, cara pembuatan, dan cara penggunaan media timeline. 50 menit

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 c. Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai media timeline. d. Siswa membaca materi pelajaran mengenai perjuangan di medan pertempuran. e. Siswa meringkas hal-hal penting dari materi yang telah dibaca, sesuai dengan petunjuk guru. f. Siswa mendapatkan Lembar Kerja Siswa (LKS). g. Siswa mengerjakan LKS secara individu. h. Siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelompok secara bergantian. i. Siswa yang lain menyimak presentasi teman. j. Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai materi yang telah dipelajari dan memberikan penjelasan tambahan yang diperlukan. k. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan materi yang belum dipahami. 3 Kegiatan Akhir a. Siswa bersama guru menarik kesimpulan yang telah dipelajari. b. Siswa melakukan refleksi. c. Siswa mendapat tugas untuk memperlajari kembali materi hari ini dan membaca materi selanjutnya. d. Doa dan salam penutup. H. Media, Alat, dan Sumber Belajar a. Media/Alat: - Timeline - Kertas manila - Spidol - Penggaris 10 menit

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 b. Sumber Belajar: - Zuber, Ahmad. 2012. Aktif Belajar IPS kelas V SD. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri(Halaman, 179-190). I. Penilaian Indikator Bentuk Teknik Instrumen Tes Tertulis Terlampir 1. Mengingat - Menyebutkan peristiwa- peristiwa penting pada masa perjuangan di medan pertempuran 2. Memahami - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran 3. Mengaplikasi - Menyebutkan sikap yang dapat dijadikan teladan dari para tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia di medan pertempuran - Menggunakan sikap yang patut diteladani dari pahlawan pada masa kemerdekaan mempertahankan di medan pertempuran dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. 4. Menganalisis - Membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 Royen - Mengelompokkan peristiwa perjuangan Indonesia melalui pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan secara runtut. 5. Mengevaluasi - Mengoreksi kesesuaian tahun dan peristiwa perjuangan di Medan pertempuran - Membuat kesimpulan mengenai peristiwa serangan umum 1 Maret - Menilai tokoh dalam pertempuran Medan Area 6. Mencipta - Merancang sebuah karya yang berbentuk timeline - Membuat timeline mengenai perjuangan pertempuran di Medan

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SD Negeri Percobaan 3 Pakem Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Hari/Tanggal : 26 April 2014 Pertemuan ke :2 Kelompok/Semester : VA/Genap Unit/Tema : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 kali pertemuan) Kelompok : Eksperimen A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Indikator 1. Mengingat - Menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan melalui perundingan 2. Memahami - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan 3. Mengaplikasi - Menyebutkan sikap yang dapat dijadikan teladan dari para tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui perundingan - Menggunakan sikap yang patut diteladani dari pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 4. Menganalisis - Membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem Royen - Mengelompokkan peristiwa perjuangan Indonesia melalui pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan secara runtut - Menemukan keterpaduan antara peristiwa yang dialami oleh tokoh pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan 5. Mengevaluasi - Mengoreksi kesesuaian tahun dan peristiwa melalui perjuangan melalui perundingan - Membuat kesimpulan mengenai melalui perjuangan melalui perundingan - Menilai tokoh dalam peristiwa melalui perjuangan melalui perundingan 6. Mencipta - Merancang sebuah karya yang berbentuk timeline - Membuat timeline mengenai perjuangan melalui perudndingan D. Tujuan Pembelajaran 1. Mengingat - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di Medan Pertempuran minimal 1 peristiwa dengan tepat 2. Memahami - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan melalui perundingan minimal 1 peristiwa dengan tepat - Siswa mampu menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan minimal 1 peristiwa dengan tepat - Siswa mampu menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan minimal 1 peristiwa dengan tepat 3. Mengaplikasi - Siswa mampu menyebutkan 4 sikap yang dapat dijadikan teladan dari para tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia di medan pertempuran dengan tepat

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 - Siswa mampu menggunakan 1 sikap yang patut diteladani dari pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan di medan pertempuran dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dengan tepat 4. Menganalisis - Siswa mampu membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem Royen dengan tepat - Siswa mampu mengelompokkan peristiwa perjuangan Indonesia melalui pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan dengan tepat - Siswa mampu menemukan 4 keterpaduan antara peristiwa yang dialami oleh tokoh pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan dengan tepat 5. Mengevaluasi - Siswa mampu mengoreksi kesesuaian tahun dan peristiwa melalui perjuangan melalui perundingan dengan tepat - Siswa mampu membuat kesimpulan mengenai melalui perjuangan melalui perundingan dengan tepat - Siswa mempu menilai tokoh dalam peristiwa melalui perjuangan melalui perundingan dengan tepat 7. Mencipta - Siswa mampu merancang sebuah karya yang berbentuk timeline dengan tepat - Siswa mampu membuat timeline mengenai perjuangan melalui perudndingan dengan tepat E. Materi Pembelajaran (terlampir) F. Metode Pembelajaran - Diskusi - Demonstrasi - Tanya jawab - Pemberian tugas

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 G. Kegiatan Pembelajaran No. 1 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Alokasi Waktu 10 menit a. Salam, doa, dan presensi b. Motivasi: - Siswa bersama guru menyanyikan lagu wajib Nasional yang berjudul “Maju Tak Gentar.” - Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai lagu yang telah dinyanyikan, pertanyaannya antara lain: “Lagu yang kita nyanyikan tadi berisi tentang apa saja?” c. Apersepsi: - Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai materi pelajaran pada pertemuan sebelumnya. d. Orientasi: - Siswa memperhatikan guru dalam menyampaikan tujuan pembelajaran. - Siswa memperhatikan guru dalam menyampaikan langkah-langkah pembelajaran. 2 Kegiatan Inti a. Siswa membaca materi pelajaran mengenai perjuangan di medan pertempuran. b. Siswa meringkas hal-hal penting dari materi yang telah dibaca, sesuai dengan petunjuk guru. c. Siswa mendapatkan Lembar Kerja Siswa (LKS). d. Siswa mengerjakan LKS secara individu. e. Siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelompok secara bergantian. f. Siswa yang lain menyimak. g. Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai 50 menit

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 materi yang telah dipelajari dan memberikan penjelasan tambahan yang diperlukan. h. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan materi yang belum dipahami. 3 Kegiatan Akhir a. 10 menit Siswa bersama guru menarik kesimpulan yang telah dipelajari. b. Siswa melakukan refleksi. c. Siswa mendapat tugas untuk membaca materi selanjutnya. d. Doa dan salam penutup. H. Media, Alat, dan Sumber Belajar a. Media/Alat: - Timeline - Kertas Manila - Spidol - Penggaris b. Sumber Belajar: - \Zuber, Ahmad. 2012. Aktif Belajar IPS kelas V SD. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri(Halaman, 179-190) I. Penilaian Indikator 1. Bentuk Teknik Instrumen Tes Tertulis Terlampir Mengingat - Menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan melalui perundingan 2. Memahami - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 melalui perundingan 3. Mengaplikasi - Menyebutkan sikap yang dapat dijadikan teladan dari para tokoh pejuang pada mempertahankan masa kemerdekaan Indonesia melalui perundingan - Menggunakan sikap yang patut diteladani dari pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah 4. Menganalisis - Membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem Royen - Mengelompokkan perjuangan Indonesia pertempuran pada peristiwa dan masa melalui perundingan mempertahankan kemerdekaan secara runtut - Menemukan keterpaduan antara peristiwa yang dialami oleh tokoh pahlawan pada mempertahankan masa kemerdekaan melalui perundingan 5. Mengevaluasi - Mengoreksi kesesuaian tahun dan peristiwa melalui perjuangan

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 melalui perundingan - Membuat kesimpulan mengenai melalui perjuangan melalui perundingan - Menilai tokoh dalam peristiwa melalui perjuangan melalui perundingan 6. Mencipta - Merancang sebuah karya yang berbentuk timeline - Membuat timeline mengenai perjuangan perudndingan melalui

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SD Negeri Percobaan 3 Pakem Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Hari/Tanggal : 3 Mei 2014 Pertemuan ke :3 Kelompok/Semester : VA/Genap Unit/Tema : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 kali pertemuan) Kelompok : Eksperimen A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Indikator 1. Mengingat - Menyebutkan waktu (mulai hingga akhir) terjadinya peristiwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia - Menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di medan pertempuran - Menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan melalui perundingan 2. Memahami - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 - Menafsirkan akibat buruk dari peristiwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia terhadap kehidupan rakyat Indonesia - Memprediksihasil yang didapatkan rakyat Indonesia setelah berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia 3. Mengaplikasi - Menyebutkan sikap yang dapat dijadikan teladan dari para tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia di medan pertempuran - Menggunakan sikap yang patut diteladani dari pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan di medan pertempuran dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. 4. Menganalisis - Membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem Royen - Mengelompokkan peristiwa perjuangan Indonesia melalui pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan - Menemukan keterpaduan antara peristiwa yang dialami oleh tokoh pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan 5. Mengevaluasi - Mengoreksi kesesuaian tahun dan peristiwa pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan - Membuat kesimpulan mengenai pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan - Menilai tokoh dalam pertempuran dan perjuangan melalui perundingan 6. Mencipta - Merancang sebuah karya yang berbentuk timeline - Membuat timeline mengenai peristiwa mempertahankan kemerdekaan D. Tujuan Pembelajaran 1. Mengingat - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di Medan Pertempuran minimal 1 peristiwa dengan benar

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 2. Memahami - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan melalui perundingan minimal 1 peristiwa dengan benar - Siswa mampu menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan minimal 1 peristiwa dengan benar - Siswa mampu menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan minimal 1 peristiwa dengan benar 3. Mengaplikasi - Siswa mampu menyebutkan 4 sikap yang dapat dijadikan teladan dari para tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia di medan pertempuran dengan tepat - Siswa mampu menggunakan 1 sikap yang patut diteladani dari pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan di medan pertempuran dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dengan tepat 4. Menganalisis - Siswa mampu membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem Royen dengan tepat - Siswa mampu mengelompokkan peristiwa perjuangan Indonesia melalui pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan dengan tepat - Siswa mampu menemukan 4 keterpaduan antara peristiwa yang dialami oleh tokoh pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan dengan tepat 5. Mengevaluasi - Siswa mampu mengoreksi kesesuaian tahun dan peristiwa pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan tepat - Siswa mampu membuat kesimpulan mengenai pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan dengan tepat - Siswa mampu menilai tokoh dalam pertempuran dan perjuangan melalui perundingan dengan tepat

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 6. Mencipta - Siswa mampu merancang sebuah karya yang berbentuk timeline dengan tepat - Siswa mampu membuat timeline mengenai peristiwa mempertahankan kemerdekaan dengan tepat E. Materi Pembelajaran (terlampir) F. Metode Pembelajaran - Diskusi - Demonstrasi - Tanya jawab - Pemberian tugas G. Kegiatan Pembelajaran No. 1 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal a. Salam, doa, dan presensi b. Motivasi: - Siswa bersama guru menyanyikan lagu wajib Nasional yang berjudul “Maju Tak Gentar.” - Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai lagu yang telah dinyanyikan, pertanyaannya antara lain: “Lagu yang kita nyanyikan tadi berisi tentang apa saja?” c. Apersepsi: - Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai materi pelajaran pada pertemuan sebelumnya. - Siswa memperhatikan guru dalam menyampaikan tujuan pembelajaran. - Siswa memperhatikan guru dalam menyampaikan langkah-langkah pembelajaran. Alokasi Waktu 10 menit

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 2 Kegiatan Inti 50 menit a. Siswa membuka kembali ringkasan yang telah dibuat mengenai materi pejuangan mempertahankan kemerdekaan di medan pertempuran dan perjuangan melalui perundingan b. Siswa mendapatkan Lembar Kerja Siswa (LKS). c. Siswa mengerjakan LKS secara individu. d. Siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelompok secara bergantian. e. Siswa yang lain menyimak. f. Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai materi yang telah dipelajari dan memberikan penjelasan tambahan yang diperlukan. g. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan materi yang belum dipahami. 3 Kegiatan Akhir 10 menit a. Siswa bersama guru menarik kesimpulan yang telah dipelajari. b. Siswa melakukan refleksi. c. Siswa mendapat tugas untuk membaca materi selanjutnya. d. Doa dan salam penutup. H. Media, Alat, dan Sumber Belajar a. Media/Alat: - Timeline - Kertas Manila - Spidol - Penggaris b. Sumber Belajar: - Zuber, Ahmad. 2012. Aktif Belajar IPS kelas V SD. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri(Halaman, 179-190).

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 I. Penilaian Indikator Bentuk Teknik Instrumen Tes Tertulis Terlampir 1. Mengingat - Menyebutkan penting peristiwa-peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan 2. Memahami - Menjelaskan peristiwa terjadinya pada masa suatu perjuangan melalui perundingan - Menjelaskan peristiwa terjadinya pada masa suatu perjuangan melalui perundingan - Menafsirkan akibat peristiwa kemerdekaan buruk dari mempertahankan Indonesia terhadap kehidupan rakyat Indonesia - Memprediksi hasil yang didapatkan rakyat Indonesia setelah berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia 3. Mengaplikasi - Menyebutkan sikap yang dapat dijadikan teladan dari para tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia di medan pertempuran - Menggunakan sikap yang patut diteladani dari pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan di medan pertempuran dalam kehidupan

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 sehari-hari di sekolah. 4. Menganalisis - Membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem Royen - Mengelompokkan perjuangan peristiwa Indonesia melalui pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan - Menemukan keterpaduan antara peristiwa yang dialami oleh tokoh pahlawan pada mempertahankan masa kemerdekaan melalui perundingan 5. Mengevaluasi - Mengoreksi kesesuaian tahun dan peristiwa pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan - Membuat kesimpulan mengenai pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan - Menilai tokoh dalam pertempuran dan perjuangan melalui perundingan 6. Mencipta - Merancang sebuah karya yang berbentuk timeline - Membuat timeline peristiwa kemerdekaan mengenai mempertahankan

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 Lampiran 3. LKS Kelompok Eksperimen Nama : Kelas : No. Absen : Lembar Kerja Siswa Satuan Pendidikan : SD Negeri Percobaan 3 Pakem Hari/ tanggal : 19 April 2014 Kelompok/Semester : VA /II Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Unit/Tema : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Alokasi Waktu : 1 pertemuan ( 2 x 35 menit) A. Tujuan Pembelajaran 1. Mengingat - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di Medan Pertempuran minimal 1 peristiwa dengan tepat 2. Memahami - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di medan pertempuran minimal 1 peristiwa dengan tepat - Siswa mampu menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran minimal 1 peristiwa dengan tepat 3. Mengaplikasi - Siswa mampu menyebutkan 4 sikap yang dapat dijadikan teladan dari para tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia di medan pertempuran dengan tepat - Siswa mampu menggunakan 1 sikap yang patut diteladani dari pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan di medan pertempuran dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dengan tepat

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 4. Menganalisis - Siswa mampu membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem Royen dengan tepat - Siswa mampu mengelompokkan peristiwa perjuangan Indonesia melalui pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan dengan tepat - Siswa mampu menemukan 4 keterpaduan antara peristiwa yang dialami oleh tokoh pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan dengan tepat 5. Mengevaluasi - Siswa mampu mengoreksi kesesuaian tahun dan peristiwa perjuangan di Medan pertempuran - Siswa membuat kesimpulan mengenai peristiwa serangan umum 1 Maret dengan tepat - Siswa mampu menilai tokoh dalam pertempuran Medan Area dengan tepat 6. Mencipta - Siswa mampu merancang sebuah karya yang berbentuk timeline dengan tepat - Siswa mampu membuat timeline mengenai perjuangan pertempuran di Medan dengan tepat B. Petunjuk Kerja 1. Tulislah namamu di sisi kanan atas! 2. Gunakan tulisan rapi dan bahasa Indonesia yang tepat dan benar! 3. Kembalikan LKS dalam keadaan rapi! C. Kegiatan 1. Bacalah materi tentang Perjuangan di Medan Pertempuran pada halaman 179-182! 2. Buatlah Timeline (bagan garis waktu)! Selamat Mengerjakan

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 Nama : Kelas : No. Absen : Lembar Kerja Siswa Satuan Pendidikan : SD Negeri Percobaan 3 Pakem Hari/ tanggal : 26 April 2014 Kelompok/Semester : VA /II Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Unit/Tema : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Alokasi Waktu : 1 pertemuan ( 2 x 35 menit) A. Tujuan Pembelajaran 1. Mengingat - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di Medan Pertempuran minimal 1 peristiwa dengan tepat 2. Memahami - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di medan pertempuran minimal 1 peristiwa dengan tepat - Siswa mampu menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran minimal 1 peristiwa dengan tepat 3. Mengaplikasi - Siswa mampu menyebutkan 4 sikap yang dapat dijadikan teladan dari para tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia di medan pertempuran dengan tepat - Siswa mampu menggunakan 1 sikap yang patut diteladani dari pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan di medan pertempuran dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dengan tepat 4. Menganalisis

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 - Siswa mampu membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem Royen dengan tepat - Siswa mampu mengelompokkan peristiwa perjuangan Indonesia melalui pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan dengan tepat - Siswa mampu menemukan 4 keterpaduan antara peristiwa yang dialami oleh tokoh pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan dengan tepat 5. Mengevaluasi - Siswa mampu mengoreksi kesesuaian tahun dan peristiwa melalui perjuangan melalui perundingan dengan tepat - Siswa mampu membuat kesimpulan mengenai melalui perjuangan melalui perundingan dengan tepat - Siswa mempu menilai tokoh dalam peristiwa melalui perjuangan melalui perundingan dengan tepat 6. Mencipta - Siswa mampu merancang sebuah karya yang berbentuk timeline dengan tepat - Siswa mampu membuat timeline mengenai perjuangan melalui perudndingan dengan tepat B. Petunjuk Kerja 1. Tulislah namamu di sisi kanan atas! 2. Gunakan tulisan rapi dan bahasa Indonesia yang tepat dan benar! 3. Kembalikan LKS dalam keadaan rapi! C. Kegiatan 1. Bacalah materi tentang Perjuangan melalui Perundingan pada halaman 182-187! 2. Buatlah Timeline (bagan garis waktu)! Selamat Mengerjakan

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 Nama : Kelas : No. Absen : Lembar Kerja Siswa Satuan Pendidikan : SD Negeri Percobaan 3 Pakem Hari/ tanggal : 3 Mei 2014 Kelompok/Semester : VA /III Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Unit/Tema : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Alokasi Waktu : 1 pertemuan ( 2 x 35 menit) A. Tujuan Pembelajaran 1. Mengingat - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di Medan Pertempuran minimal 1 peristiwa dengan tepat 2. Memahami - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di medan pertempuran minimal 1 peristiwa dengan tepat - Siswa mampu menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran minimal 1 peristiwa dengan tepat 3. Mengaplikasi - Siswa mampu menyebutkan 4 sikap yang dapat dijadikan teladan dari para tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia di medan pertempuran dengan tepat - Siswa mampu menggunakan 1 sikap yang patut diteladani dari pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan di medan pertempuran dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dengan tepat 4. Menganalisis - Siswa mampu membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem Royen dengan tepat

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 - Siswa mampu mengelompokkan peristiwa perjuangan Indonesia melalui pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan dengan tepat - Siswa mampu menemukan 4 keterpaduan antara peristiwa yang dialami oleh tokoh pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan dengan tepat 5. Mengevaluasi - Siswa mampu mengoreksi kesesuaian tahun dan peristiwa pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan tepat - Siswa mampu membuat kesimpulan mengenai pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan dengan tepat - Siswa mampu menilai tokoh dalam pertempuran dan perjuangan melalui perundingan dengan tepat 6. Mencipta - Siswa mampu merancang sebuah karya yang berbentuk timeline dengan tepat - Siswa mampu membuat timeline mengenai peristiwa mempertahankan kemerdekaan dengan tepat.. B. Petunjuk Kerja 1. Tulislah namamu di sisi kanan atas! 2. Gunakan tulisan rapi dan bahasa Indonesia yang tepat dan benar! 3. Kembalikan LKS dalam keadaan rapi! C. Kegiatan 1. Bacalah kembali materi tentang Perjuangan di Medan Pertempuran dan Perjuangan melalui Perundingan pada halaman 179-187! 2. Buatlah Timeline (bagan garis waktu)! Selamat Mengerjakan

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 Lampiran 4 Silabus Kelompok Kontrol SILABUS Satuan Pendidikan : SD Negeri Percobaan 3 Pakem Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Hari/Tanggal : 17 April 2014 Kelompok/Semester : VB/Genap Unit/Tema : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Kelompok : Kontrol Standar Kompetensi : 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia Kompetensi Materi Kegiatan Dasar Pembelajaran Pembelajaran 2.4 Menghargai - Perjuangan Pertemuan ke-1: Indikator Penilaian Alokasi Sumber Waktu Belajar - Menyebutkan - Pretest 6 x 35 Sumber: - Postest menit a. Zuber, perjuangan para mempertahan a. Pretest peristiwa- tokoh dalam kan b. Memperhatikan peristiwa penting Ahmad. mempertahankan kemerdekaan penjelasan mengenai pada 2012. kemerdekaan Indonesia di materi perjuangan di perjuangan masa di Aktif

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 medan pertempuran - Perjuangan mempertahan kan medan pertempuran. c. Mengerjakan LKS secara individu. d. Presentasi medan Belajar pertempuran IPS - Menjelaskan hasil kerja LKS. kemerdekaan terjadinya suatu SD. peristiwa pada Solo: masa perjuangan PT Tiga Serangk Indonesia Pertemuan ke-2: di melalui a. Memperhatikan pertempuran perundingan penjelasan kelas V medan - Mengelompokkan ai Pustaka mengenai materi peristiwa- Mandiri perjuangan di peristiwa penting (Halam medan yang terjadi pada an, 179- pertempuran. masa perjuangan 190). b. Mengerjakan LKS. di c. Presentasi hasil pertempuran medan kerja LKS. - Menyebutkan bergantian. peristiwa- Pertemuan ke-3: peristiwa penting a. Memperhatikan pada masa

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 penjelasan kembali perjuangan mengenai materi melalui perjuangan di perundingan medan pertempuran - Menjelaskan dan melalui terjadinya suatu perundingan peristiwa pada b. Tanya jawab materi. c. Mengerjakan LKS. d. Presentasi hasil kerja LKS. e. Posttest masa perjuangan melalui perundingan - Mengelompokkan peristiwaperistiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan melalui perundingan

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 Lampiran 5 RPP Kelompok Kontrol RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SD Negeri Percobaan 3 Pakem Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Hari/Tanggal : 21 April 2014 Pertemuan ke :1 Kelompok/Semester : VB/Genap Unit/Tema : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 kali pertemuan) Kelompok : Kontrol A. Standar Kompetensi 2.Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Indikator - Menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di medan pertempuran - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran - Mengelompokkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan di medan pertempuran D. Tujuan Pembelajaran - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di medan pertempuran minimal 1 peristiwa dengan benar

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 - Siswa mampu menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran minimal 1 peristiwa dengan benar - Siswa mampu mengelompokkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan di medan pertempuran dengan benar E. Materi Pembelajaran (terlampir) F. Metode Pembelajaran - Ceramah - Diskusi - Tanya jawab - Pemberian tugas G. Kegiatan Pembelajaran No. 1 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal a. Salam, doa, dan presensi b. Motivasi: - Siswa bersama guru menyanyikan lagu wajib Nasional yang berjudul “Halo-Halo Bandung.” - Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai lagu yang telah dinyanyikan, pertanyaannya antara lain: “Lagu yang kita nyanyikan tadi berisi tentang apa saja?” c. Apersepsi: - Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai materi pelajaran pada pertemuan sebelumnya. d. Orientasi: - Siswa memperhatikan guru dalam menyampaikan tujuan pembelajaran. - Siswa memperhatikan guru dalam menyampaikan langkah-langkah pembelajaran. Alokasi Waktu 10 menit

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 2 Kegiatan Inti 50 menit a. Pretest b. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai materi perjuangan di medan pertempuran. c. Siswa mendapatkan Lembar Kerja Siswa (LKS). d. Siswa mengerjakan LKS secara individu. e. Siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelompok secara bergantian dengan bimbingan guru. f. Siswa yang lain menyimak. g. Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai materi yang telah dipelajari dan memberikan penjelasan tambahan yang diperlukan. h. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan materi yang belum dipahami. 3 Kegiatan Akhir 10 menit a. Siswa bersama guru menarik kesimpulan yang telah dipelajari. b. Siswa melakukan refleksi. c. Siswa mendapat tugas untuk membaca materi selanjutnya. d. Doa dan salam penutup. H. Media, Alat, dan Sumber Belajar a. Media/Alat: - Papan tulis - Spidol b. Sumber Belajar: - Zuber, Ahmad. 2012. Aktif Belajar IPS kelas V SD. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri(Halaman, 179-190).

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 I. Penilaian Indikator - Menyebutkan Bentuk Teknik Instrumen Tes Tertulis Terlampir peristiwa- peristiwa penting pada masa perjuangan di medan pertempuran - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa perjuangan pada masa di medan Mengelompokkan peristiwa- pertempuran - peristiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan medan pertempuran di

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SD Negeri Percobaan 3 Pakem Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Hari/Tanggal : 2 Mei 2014 Pertemuan ke :2 Kelompok/Semester : VB/Genap Unit/Tema : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 kali pertemuan) Kelompok : Kontrol A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Indikator - Menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan melalui perundingan - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan - Mengelompokkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan melalui perundingan D. Tujuan Pembelajaran - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan melalui perundingan minimal 1 peristiwa dengan benar - Siswa mampu menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan minimal 1 peristiwa dengan benar

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 - Siswa mampu mengelompokkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan melalui perundingan E. Materi Pembelajaran (terlampir) F. Metode Pembelajaran - Ceramah - Diskusi - Tanya jawab - Pemberian tugas G. Kegiatan Pembelajaran No. 1 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal a. Salam pembuka, doa, dan presensi b. Motivasi: - Siswa bersama guru menyanyikan lagu wajib Nasional yang berjudul “Maju Tak Gentar.” - Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai lagu yang telah dinyanyikan, pertanyaannya antara lain: “Lagu yang kita nyanyikan tadi berisi tentang apa saja?” c. Apersepsi: - Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai materi pelajaran pada pertemuan sebelumnya. d. Orientasi: - Siswa memperhatikan guru dalam menyampaikan tujuan pembelajaran. - Siswa memperhatikan guru dalam menyampaikan langkah-langkah pembelajaran. Alokasi Waktu 10 menit

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 2 Kegiatan Inti 50 menit a. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai materi perjuangan di medan pertempuran. b. Siswa mendapatkan Lembar Kerja Siswa (LKS). c. Siswa mengerjakan LKS secara individu. d. Siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelompok secara bergantian. e. Siswa yang lain menyimak. f. Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai materi yang telah dipelajari dan memberikan penjelasan tambahan yang diperlukan. g. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan materi yang belum dipahami. 3 Kegiatan Akhir 10 menit a. Siswa bersama guru menarik kesimpulan yang telah dipelajari. b. Siswa melakukan refleksi. Siswa mendapat tugas untuk membaca materi selanjutnya. c. Doa dan salam penutup. H. Media, Alat, dan Sumber Belajar a. Media/Alat: - Papan tulis - Spidol b. Sumber Belajar: - Zuber, Ahmad. 2012. Aktif Belajar IPS kelas V SD. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri(Halaman, 179-190).

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 I. Penilaian Indikator Bentuk Teknik Instrumen Tes Tertulis Terlampir - Menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan melalui perundingan - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan - Mengelompokkan peristiwaperistiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan melalui perundingan

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SD Negeri Percobaan 3 Pakem Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Hari/Tanggal : 3 Mei 2014 Pertemuan ke :3 Kelompok/Semester : VB/Genap Unit/Tema : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 kali pertemuan) Kelompok : Kontrol A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Indikator - Menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di medan pertempuran - Menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan melalui perundingan - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan - Mengelompokkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan di medan pertempuran - Mengelompokkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan melalui perundingan

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 D. Tujuan Pembelajaran - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di medan pertempuran minimal 1 peristiwa dengan benar - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan melalui perundingan minimal 1 peristiwa dengan benar - Siswa mampu menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran minimal 1 peristiwa dengan benar - Siswa mampu menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan minimal 1 peristiwa dengan benar - Siswa mampu mengelompokkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan di medan pertempuran dengan benar - Siswa mampu mengelompokkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan di melalui perundingan dengan benar E. Materi Pembelajaran (terlampir) F. Metode Pembelajaran - Ceramah - Diskusi - Tanya jawab - Pemberian tugas G. Kegiatan Pembelajaran No. 1 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal a. Salam, doa, dan presensi b. Motivasi: - Siswa bersama guru menyanyikan lagu wajib Nasional yang berjudul “Maju Tak Gentar.” - Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai lagu yang telah dinyanyikan, pertanyaannya antara lain: “Lagu yang kita nyanyikan tadi berisi tentang apa Alokasi Waktu 10 menit

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 saja?” c. Apersepsi: - Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai materi pelajaran pada pertemuan sebelumnya d. Orientasi: - Siswa memperhatikan guru dalam menyampaikan tujuan pembelajaran. - Siswa memperhatikan guru dalam menyampaikan langkah-langkah pembelajaran. 2 Kegiatan Inti 50 menit a. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai materi perjuangan di medan pertempuran dan melalui perundingan b. Siswa mendapatkan Lembar Kerja Siswa (LKS). c. Siswa mengerjakan LKS secara individu. d. Siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelompok secara bergantian. e. Siswa yang lain menyimak. f. Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai materi yang telah dipelajari dan memberikan penjelasan tambahan yang diperlukan. g. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan materi yang belum dipahami. 3 Kegiatan Akhir a. Siswa bersama guru menarik kesimpulan yang telah dipelajari. b. Postest c. Siswa melakukan refleksi. d. Siswa mendapat tugas untuk membaca materi 10 menit

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 selanjutnya. e. Doa dan salam penutup. H. Media, Alat, dan Sumber Belajar a. Media/Alat: - Papan tulis - Spidol b. Sumber Belajar: - Zuber, Ahmad. 2012. Aktif Belajar IPS kelas V SD. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri(Halaman, 179-190) I. Penilaian Indikator Bentuk Teknik Instrumen Tes Tertulis Terlampir - Menyebutkan peristiwaperistiwa penting pada masa perjuangan di medan pertempuran - Menyebutkan peristiwaperistiwa penting pada masa perjuangan melalui perundingan - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan - Mengelompokkan peristiwaperistiwa penting yang terjadi

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 pada masa perjuangan di medan pertempuran - Mengelompokkan peristiwaperistiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan melalui perundingan

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 Lampiran 6 LKS Kelompok Kontrol Lembar Kerja Siswa Jawablah pertanyaan di bawah ini ! 1. Siapa nama tokoh pejuang yang membakar semangat arek-arek Surabaya ? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… 2. Peristiwa apa yang terjadi di Surabaya tanggal 10 November 1945 ? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… 3. Pada tanggal 15 Desember di peringati sebagai hari ? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… 4. Apa tujuan sekutu datang ke Semarang ? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… 5. Apa nama monumen yang di bangun untuk mengenang Pertempuran Ambarawa ? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… 6. Pada tanggal 23 Maret 1946 sekutu mengeluarkan ultimatum yang kedua, apa isi ultimatum tersebut ?

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… 7. Apa tujuan para pejuang membakar gedung-gedung di Bandung bagian selatan ? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… 8. Siapa nama tokoh yang gugur pada peristiwa Bandung Lautan Api ? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… 9. Siapa nama tokoh yang memimpin pertempuran di Medan Area ? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… 10. Apa yang menyebabkan terjadinya pertempuran Meda Area ? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 Lampiran 7 Ringkasan Materi IPS Materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dibagi menjadi dua yaitu perjuangan di Medan pertempuran dan perjuangan melalui perundingan. Perjuangan di Medan pertempuran meliputi pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, pertempuran Ambarawa, Bandung lautan api, dan pertempuran Medan Area. Pada tanggal 10 November 1945 pertempuran sengit antara arek-arek Surabaya dan tentara Sekutu pecah. Bung Tomo membakar semangat juang rakyat dengan pidato-pidatonya yang disiarkan di radio, pada tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Pertempuran Ambara terjadi pada tanggal 20 November -15 Desember 1945 di Ambarawa yang dikenal dengan pertempuran Ambarawa yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Isdiman gugur, untuk memperingati hari keberhasilan TKR memukul mundur Sekutu maka pada tanggal 15 Desember diperingati sebagai Hari Infantri dan untuk memperingati pertempuran yang Ambarawa Pemerintah mendirikan monumen yang diberi nama Monumen Palagan Ambarawa. Bandung Lautan Api berawal dari tentara Sekutu datang di Kota Bandung pada bulan Oktober 1945, tentara Sekutu diboncengi oleh NICA. Pada tanggal 21 November 1945, tentara Sekutu mengeluarkan ultimatum kepada pejuang Bandung, pada tanggal 23 Maret 1946, Sekutu mengeluarkan ultimatum yang kedua yang berisi agar Bandung bagian selatan dikosongkan dari para pejuang dan para pejuang Indonesia berunding diantaranya Kolonel Abdul Haris Nasution, Aruji Kartawinata, dan Suryadarma. Pada tanggal 23 Maret 1946 para pejuang

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 membakar gedung di Bandung bagian selatan, tujuannya adalah agar pihak musuh tidak dapat menggunakan gedung-gedung yang ada di Kota Bandung. Peristiwa ini di kenal dengan Bandung Lautan Api dan dalam peristiwa ini pejuang yang bernama Mohamad Toha gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa. Pertempuran Medan Area dilatar belakangi dari pasukan Sekutu yang dipimpin oleh T.E.D. Kelly tiba di Medan pada tanggal 13 Oktober 1945 bertujuan untuk merebut dan mengambil alih gedung yang diduduki oleh Sekutu. Pertempuran yang terjadi diberi nama Pertempuran Medan Area. Pertempuran berlanjut hingga hingga pasukan Sekutu meninggalkan Medan pada bulan Novembar 1946. Pasukan Indonesia menghadap dengan Belanda hingga meletusnya Agresi Militer Belanda I pada bulan Juli 1947. Perundingan yang dilakukan antara Indonesia dengan Belanda antara lain Perjanjian Linggarjati, Perjanjian Renville, Perjanjian Roem Royen, dan Konferesi Meja Bundar. Belanda melakukan serangan militer terhadap Indonesia, serangan militer Belanda I dan seranagan militer Belanda II. Perjanjian Linggarjati diadakan pada tanggal 10 November 1946 yang terjadi di Linggarjati, yang dipimpin oleh Sultan Syahrir dan Delegasi Belanda adalah Van Mook. Isi perjanjian Linggarjati antara lain Belanda hanya mengakui kekuasaan Republik Indonesia atas Jawa, Madura, dan Sumatera. Republik Indonesia dan Belanda akan bersama-sama membentuk Negara Indonesia Serikat yang terdiri atas Negara Republik Indonesia, Negara Indonesia Timur, dan Negara Kalimantan. Negara Indonesia Serikat akan bekerjasama dengan Belanda dalam bentuk Uni Indonesia Belanda.

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 Agresi Militer Belanda I yang dilatar belakangi adanya garis demarkasi yaitu garis batas wilayah yang dikuasai Indonesia dan garis batas wilayah yang dikuasai Belanda. Pada tanggal 21 Juli 1947 Belanda melakukan serangan kepada Indonesia yang di sebut dengan agresi militer Belanda I dan Belanda berhasil menguasai sebagian dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Timur dan Sumatera Selatan. Akhirnya DK PBB memerintahkan Belanda untuk menghentikan agresi militernya. Pada tanggal 4 Agustus 1947 Belanda menghentikan tembak menembak. Perjanjian Renville terbentuk karena untuk menyelesaikan masalah Indonesia dengan Belanda sehingga membentuk Komisi Tiga Negara (KTN) yang terdiri atas Australia (di pilih oleh Indonesia), yang diwakili Richard Kirby, Belgia yang dipilih oleh Belanda di wakili oleh Paul Van Zeeland, Amerika Serikat yang dipilih oleh Belgia dan Australia yang diwakili oleh Fank Graham.Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Mr. Amir yang dilakukan di kapal Renville, sehingga dibentuk perjanjian Renville yang berisi diantaranya wilayah RI hanya mencakup Jawa Tengah, sebagian kecil Jawa Timur, Banten dan Sumatera. Sematera Timur dan Selatan jatuh pada Belanda. Pasukan RI ditarik mundur dari daerah yang dikuasai Belanda dan dipindahkan pada wilayah yang dikuasai oleh Belanda. Belanda tetap berdaulat terhadap wilayah yang dikuasai Indonesia sampai di serahkan kepada RIS. RIS mempunyai kedudukan sejajar dengan Belanda dalam Uni Indonesia Belanda. Sebelum RIS terbentuk Belanda dapat menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah federal sementara.

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 Agresi Militer Belanda II, 19 Desember 1948 Belanda melancarkan serangan kepada RI yang di sebut agresi militer Belanda II. Sejak agresi militer Belanda I Ibu Kota RI dari Jakarta ke Yogyakarta pada tanggal 4 Januari 1946 presiden, wakil presiden dan para petinggi diasingkan ke luar Jawa. Agresi II mendapat kencaman dari Negara Asia, seperti India, Myanmar, Afghanistan mengadakan konferensi Asia di New Delhi, India pada bulan Desember 1949. Pada tanggal 24 Januari 1949, DK PBB yang berisi menghentikan agresi militer dan membebaskan semua tahanan politik. DK PBB meminta Belanda melakukan perundingan kembali dengan RI, sehingga DK PBB membentuk komisi PBB yang di sebut UNCI (United Nations Comission for Indonesia). Serangan umum I Maret 1949 pada saat itu Belanda menguasai Yogyakarta. Pada tanggal 1 Maret 1949, TNI melakukan serangan umum atas tentara Belanda yang menduduki Yogyakarta yang di kenal dengan Serangan Umum 1 Maret. Serangan umum dipimpin oleh Letnan Kolonel Suharto. Sebelum melakukan penyerangan Letnan Kolonel Soharto meminta pertimbangan dari Sri Sultan Hamengku Buwana IX sebagai raja Yogyakarta dan Jendaral Sudirman sebagai Panglima Besar TKR. Serangan 1 Maret membuktikan bahwa RI masih ada dan TNI mampu melakuka penyerangan terhadap Belanda. Perjanjian Roem Royen terbentuk pada tanggal 7 Mei 1949, di pimpin oleh Mr Moh Roem yang anggotanya terdiri dari Drs. Mohammad Hatta dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Delegasi Belanda dipimpin oleh Dr. Van Royen, pada tanggal 23 Agustus-2 November 1949 diadakan Konferensi Meja Bundar (KMB). KMB berlngsung di Den hag, Belanda. Peserta dari KMB adalah delegasi RI,

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 delegasi BFO (Bijeenkomst Voor Federal Overlag atau Badan Musyawarah Negara-negara Fideral), dan delegasi Belanda. Delegasi RI dipimpin oleh Drs. Mohammad Hatta. Delegasi BFO dipimpin oleh Sultan Hamid I, Delegasi Belanda dipimpin oleh Van Maarseveen. Konferensi II diadakan di Jakarta konferensi itu di sebut Konferensi Inter Indonesia. Hasil dari KMB adalah (a) Belanda mengakui RIS sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Belanda akan menyerahkan kedaulatan kepada RIS pada bulan Desember 1949, (b) RIS dan Belanda akan tergabung dalam Uni Indonesia Belanda dalam uni ini, RIS da Belanda bekerjasama. Kedudukan RIS dan Belanda sejajar. Pembentukan RIS dan pengakuan kedaulatan, hasil dari KBM disahkan oleh KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat ). Pada tanggal 16 Desember 1949 Ir Sukarno diangkat sebagai Presiden RIS dan Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri RIS. RI terdiri dari negara-negara bagian diantaranya Negara Indonesia Timur, Negara Pasundan, Negara Jawa Timur, Negara Sumatera Timur, dan Negara Sumatera Selatan. Pada tanggal 27 Desember 1949 diadakan upacara pengakuan dari kedaulatan Belanda keapada pemerinatah RIS. Upacara pengakuan dilakukan di dua tempat yaitu berada di Belanda yang diwakili oleh Drs Mohammad Hatta , Ratu Yuliana dan perdana menteri Willem Drees secara langsung menyerahkan kedaulatan Indonesia kepada Drs Mohammad Hatta.Pada saat yang sama diadakan upacara pengakuan kedaulatan. Pihak Indonesia diwakili oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan pihak Belanda diwakili oleh A.H.J. Lovink. Tanggal 27 Desember 1949 Belanda mengakui kedaulatan dan kemerdekaan Indonesi

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 Lampiran 8. Hasil Observasi Penggunaan Media Timeline

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 Lampiran 9 Validitas a. Validitas Media Pembelajaran Timeline

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 b. Validitas Instrumen Tes

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 c. Validitas Perangkat Pembelajaran

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 Lampiran 10 Hasil Uji Validitas Instrumen Total Correlations Item_1 Item_2 Pearson 1 .680** .695** Correlation Total Sig. (2-tailed) .000 .000 N 33 33 33 Pearson .680** 1 .347* Correlation Item_11 Sig. (2-tailed) .000 .048 N 33 33 33 Pearson .695** .347* 1 Correlation Item_12 Sig. (2-tailed) .000 .048 N 33 33 33 Pearson .624** .200 .330 Correlation Item_13 Sig. (2-tailed) .000 .264 .061 N 33 33 33 Pearson .527** .299 .269 Correlation Item_14a Sig. (2-tailed) .002 .091 .130 N 33 33 33 Pearson .577** .221 .195 Correlation Item_14b Sig. (2-tailed) .000 .216 .278 N 33 33 33 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Lampiran 11 Hasil Uji Reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .602 5 Item_3 Item_4 Item_4b a .624** .527** .577** .000 33 .002 33 .000 33 .200 .299 .221 .264 33 .091 33 .216 33 .330 .269 .195 .061 33 .130 33 .278 33 1 .081 .392* 33 .654 33 .024 33 .081 1 -.014 .654 33 33 .939 33 .392* -.014 1 .024 33 .939 33 33

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169 Lampiran 12 Instrumen Penelitian PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA Mrican, Tromol Pos 29 Yogyakarta 55002, Telp. (0274) 513301, 515352; Fax. (0274) 56283 Hompage: http://www.usd.ac.id Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar ! 1. Pada tanggal 10 November 1947, Sekutu mengerahkan 10.000 pasukan. Rakyat Surabaya mengangkat senjata seadanya bahkan bambu runcing, dengan berani mempertahankan kota tercinta, dibawah komando Bung Tama. Untuk mengenang pengorbanan para pahlawan tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pancasila. Cermatilah pernyataan di atas, apakah tahun, nama tokoh, dan peristiwa tersebut sudah sesuai. Jika tidak sesuai, maka berikan pernyataan yang benar ! Jawab :…………………………………………………………………………………. 2. Ahmad Tahir merupakan tokoh pejuang yang memimpin pertempuran di Medan dan berusaha mengambil alih gedung-gedung yang diduduki sekutu. Ahmad Tahir memperjuangkan bangsa Indonesia dari penjajah. Pertempuran yang terjadi di kenal dengan Pertempuran Medan Area. Tuliskan tanggapanmu mengenai tokoh tersebut ! Jawab :…………………………………………………………………………………

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170 3. Apa yang akan terjadi apabila rakyat Indonesia tidak melakukan perlawanan “Menyerah” terhadap sekutu ? Jawab :…………………………………………………………………………………. 4. Buatlah rancangan sebuah karya yang berbentuk timeline (bagan garis waktu) mengenai urutan tahun dan peristiwa perjuangan melalui perundingan secara runtut yang meliputi alat dan bahan, langkah-langkah pembuatan, dan timeline ! Jawab :………………………………………………………………………………….. Rubrik Penilaian Variabel Aspek Memeriksa Mengevaluasi Mengkritik Kriteria Jika memberikan peryataan benar ≥ 2 pada peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya Jika memberikan peryataan benar 2 pada peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya Jika memberikan 1 peryataan yang benar pada peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya Jika menjawab tetapi jawaban tidak tepat Jika tanggapan yang di berikan relevan dengan tokoh Ahmad Tahir dan memberikan 4 tanggapan Jika tanggapan yang di berikan relevan dengan tokoh Ahmad Tahir dan memberikan 3 tanggapan Jika tanggapan yang di berikan relevan dengan tokoh Ahmad Tahir dan memberikan 2 tanggapan Jika memberikan tanggapan dan tidak sesuai dengan tokoh Ahmad Tahir Skor 4 3 2 1 4 3 2 1

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171 Merumuskan Mencipta Merencanakan Memproduksi Jika memberikan 4 kesimpulan dan relevan dengan peristiwa serangan umum 1 Maret Jika memberikan 3 kesimpulan dan relevan dengan peristiwa serangan umum 1 Maret Jika memberikan 2 kesimpulan dan relevan dengan peristiwa serangan umum 1 Maret Jika menjawab dan jawaban tidak sesuai dengan peristiwa serangan umum 1 Maret Jika rancangan yang di buat mencakup alat, bahan, dan langkahlangkah pembuatan dengan benar Jika rancangan yang di buat mencakup alat, bahan dengan benar Jika rancangan yang di buat mencakup alat dengan benar Jika membuat rancangan tetapi tidak benar Jika karya yang di hasilkan runtut dari perjuangan melalui perundingan dan menyebutkan lebih dari 4 peristiwa Jika karya yang di hasilkan runtut dari perjuangan melalui perundingan dan menyebutkan 3 - 4 peristiwa Jika karya yang di hasilkan runtut dari perjuangan melalui perundingan dan menyebutkan 2 peristiwa Jika karya yang di hasilkan tidak runtut dari perjuangan melalui perundingan 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172 Kunci Jawaban 1. Pada tanggal 10 November 1947, Sekutu mengerahkan 10.000 pasukan. Rakyat Surabaya mengangkat senjata seadanya bahkan bambu runcing, dengan berani mempertahankan kota tercinta, dibawah komando Bung Tama. Untuk mengenang pengorbanan para pahlawan tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pancasila. Cermatilah pernyataan di atas, apakah tahun, nama tokoh, dan peristiwa tersebut sudah sesuai. Jika tidak sesuai, maka berikan pernyataan yang benar ! Jawab : Pada tanggal 10 November 1945, Sekutu mengerahkan 10.000 pasukan. Rakyat Surabaya mengangkat senjata seadanya bahkan bambu runcing, dengan berani mempertahankan kota tercinta, dibawah komando Bung Tomo. Untuk mengenang pengorbanan para pahlawan tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. 2. Ahmad Tahir merupakan tokoh pejuang yang memimpin pertempuran di Medan dan berusaha mengambil alih gedung-gedung yang diduduki sekutu. Ahmad Tahir memperjuangkan bangsa Indonesia dari penjajah. Pertempuran yang terjadi di kenal dengan Pertempuran Medan Area. Tuliskan tanggapanmu mengenai tokoh tersebut ! Jawab : Ahmad Tahir berani berkorban untuk bangsa Indonesia, Ahmad Tahir membela bangsa Indonesia dari penjajah, agar bangsa Indonesia tidak di jajah oleh bangsa lain dan dapat merdeka. 3. Apa yang akan terjadi apabila rakyat Indonesia tidak melakukan perlawanan “Menyerah” terhadap sekutu ?

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173 Jawab : Bangsa Indonesia apabila tidak melakukan perlawanan “menyerah” - Bangsa Indonesia akan di jajah - Di kuasai oleh bangsa lain - Rakyat Indonesia menderita - Indonesia tidak akan merdeka 4. Buatlah rancangan sebuah karya yang berbentuk timeline mengenai urutan tahun dan peristiwa perjuangan melalui perundingan secara runtut yang meliputi alat dan bahan, langkah-langkah pembuatan, dan timeline ! Jawab : Alat dan Bahan - Spidol - Kertas manila - Pensil - Penghapus - Penggaris Langkah-langkah 1. Membuat garis panjang 2. Garis di bagi menjadi beberapa bagian 3. Setiap garis yang telah bagi di tuliskan tahun dan peristiwa dalam perjuangan melalui perundingan.

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174 TIMELINE (Bagan Garis Waktu) (Perjuangan melalui perundingan) 1946 Perjanjian Linggarjati 1947 1948 1948 1949 1949 1949 Agresi Perjanjian Agresi Serangan Roem Konferensi militer Renville Militer Umum 1 Royen Meja Belanda II Maret Belanda I Bundar 1949 Pembentukan RIS dan Pengakuan Kedaulatan RI

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175 Lampiran 13 Hasil rekapan nilai pretest dan posttest siswa a. Nilai Pretest kelompok kontrol No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Jmlh Mengevaluasi 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 3 1 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 66 2 1 4 2 3 2 1 3 2 2 2 2 2 2 2 1 3 3 2 2 2 1 3 2 2 2 2 1 2 1 1 2 64 Jml Nilai No 4 3 5 4 5 4 3 5 4 3 4 4 5 3 4 3 5 5 4 4 5 3 5 4 5 5 5 3 4 3 3 4 130 50 38 63 50 63 50 38 63 50 38 50 50 63 38 50 38 63 63 50 50 63 38 63 50 63 63 63 38 50 38 38 50 1635 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Jmlh Mencipta 2 1 2 2 1 2 2 3 3 2 3 3 1 3 1 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 2 2 58 3 2 1 2 3 2 2 2 2 1 2 1 2 1 2 1 1 2 2 3 1 2 1 2 2 2 1 1 2 3 1 1 56 3 2 3 3 2 3 2 3 2 1 3 3 2 3 2 2 1 1 2 2 1 2 1 2 1 2 2 1 2 1 2 1 63 Jml Nilai 8 5 6 7 6 7 6 8 7 4 8 7 5 7 5 5 3 4 5 6 4 6 4 6 5 6 4 3 6 5 5 4 177 67 42 50 58 50 58 50 67 58 33 67 58 42 58 42 42 25 33 42 50 33 50 33 50 42 50 33 25 50 42 42 33 1475

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176 b. Nilai posttest kelompok kontrol No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Jmlh Mengevaluasi 2 3 3 2 2 3 3 2 1 2 3 1 3 2 2 2 2 1 2 2 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 73 2 3 2 2 3 3 4 3 2 2 2 2 2 3 2 3 2 2 4 2 3 1 2 3 2 3 3 2 3 4 3 2 81 Jml Nilai No 4 6 5 4 5 6 7 5 3 4 5 3 5 5 4 5 4 3 6 4 5 3 5 5 4 5 6 5 6 7 6 4 154 50 75 63 50 63 75 88 63 38 50 63 38 63 63 50 63 50 38 75 50 63 38 63 63 50 63 75 63 75 88 75 50 1934 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Jmlh Mencipta 2 4 2 2 1 2 3 2 2 1 3 1 2 1 2 2 3 1 1 2 1 3 2 1 2 2 3 3 2 2 2 3 65 2 3 2 3 2 2 2 2 3 2 3 2 3 2 3 2 2 2 3 3 3 3 2 2 3 2 3 2 3 2 1 3 77 3 3 2 3 2 2 3 1 4 3 4 2 2 2 3 2 2 3 2 3 2 1 3 3 3 2 2 3 2 3 2 4 81 Jml Nilai 7 10 6 8 5 6 8 5 9 6 10 5 7 5 8 6 7 6 6 8 6 7 7 6 8 6 8 8 7 7 5 10 223 58 83 50 67 42 50 67 42 75 50 83 42 58 42 67 50 58 50 50 67 50 58 58 50 67 50 67 67 58 58 42 83 1859

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177 c. Nilai pretest kelompok eksperimen No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Jmlh Mengevaluasi 2 2 2 2 2 4 1 3 3 4 3 2 1 2 2 2 2 2 4 2 1 2 4 2 3 3 2 3 3 3 2 3 78 2 1 3 2 1 2 2 2 1 2 1 3 2 2 3 2 1 3 2 2 2 2 2 2 3 2 3 2 1 3 2 2 65 Jml Nilai 4 3 5 4 3 6 3 5 4 6 4 5 3 4 5 4 3 5 6 4 3 4 6 4 6 5 5 5 4 6 4 5 143 50 38 63 50 38 75 38 63 50 75 50 63 38 50 63 50 38 63 75 50 38 50 75 50 75 63 63 63 50 75 50 63 1795 Mencipta No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Jmlh 2 1 2 3 1 3 2 1 2 1 1 3 2 2 2 1 2 2 1 1 2 2 2 1 2 1 3 2 2 2 1 3 58 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 2 1 2 1 1 1 2 1 2 2 1 2 2 3 2 2 1 2 3 2 2 64 1 2 2 1 2 1 2 3 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 60 Jml Nilai 5 6 6 7 5 7 6 7 6 5 4 7 5 6 5 4 5 6 3 5 6 5 6 5 7 6 7 5 6 7 5 7 182 42 50 50 58 42 58 50 58 50 42 33 58 42 50 42 32 42 50 25 42 50 42 50 42 58 50 58 42 50 58 42 58 1516

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178 d. Nilai posttest kelompok eksperimen No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Jmlh Mengevaluasi 3 3 2 3 3 3 2 2 3 4 4 2 1 3 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 2 97 3 3 3 2 4 2 3 2 4 3 3 3 2 3 4 4 3 3 3 4 3 4 2 3 3 3 3 2 4 3 4 3 98 Jml Nilai No 6 6 5 5 7 5 5 4 7 7 7 5 3 6 8 7 7 7 6 7 6 8 5 6 7 6 6 6 7 6 7 5 195 75 75 63 63 88 63 63 50 88 88 88 63 38 75 100 88 88 88 75 88 75 100 63 75 88 75 75 75 88 75 88 63 2447 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Jmlh Mencipta 2 3 2 4 2 4 2 2 4 2 4 2 3 4 3 2 3 4 3 4 4 2 3 2 4 3 4 4 1 3 4 4 97 3 3 2 1 2 4 3 2 3 2 3 2 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 2 2 1 2 4 2 2 1 2 76 Jml Nilai 3 3 2 4 3 4 3 2 4 3 2 2 3 4 3 3 4 4 2 2 4 3 3 3 4 3 4 4 2 3 4 3 100 8 9 6 9 7 12 8 6 11 7 9 6 8 11 8 8 9 11 7 9 10 8 9 7 10 7 10 12 5 8 9 9 273 67 75 50 75 56 100 67 50 92 58 75 50 67 92 67 67 75 92 58 75 83 67 75 58 83 58 83 100 42 67 75 75 2274

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179 Deskripsi analisis pretest, posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen a. Kelompok Kontrol Statistics Pretest_Mengevaluasi_Kontrol Valid 32 N Missing 0 Mean 51.09 Median 50.00 Std. Deviation 10.027 Minimum 38 Maximum 63 Statistics Posttest_Mencipta_Kontrol Valid 32 N Missing 0 Mean 58.09 Median 58.00 Std. Deviation 12.164 Minimum 42 Maximum 83 Statistics Pretest_Mencipta_Kontrol Valid 32 N Missing 0 Mean 46.09 Median 46.00 Std. Deviation 11.632 Minimum 25 Maximum 67 Statistics Posttest_Mengevaluasi_Kontrol Valid 32 N Missing 0 Mean 60.44 Median 63.00 Std. Deviation 13.626 Minimum 38 Maximum 88 b. Kelompok Eksperimen Statistics Pretest_Mengevaluasi_Eksperim en Valid 32 N Missing 0 Mean 56.09 Median 50.00 Std. Deviation 12.632 Minimum 38 Maximum 75 Statistics Posttest_Mengevaluasi_Eksperim en Valid 32 N Missing 0 Mean 76.47 Median 75.00 Std. Deviation 13.961 Minimum 38 Maximum 100 Statistics Pretest_Mencipta_Eksperimen Valid 32 N Missing 0 Mean 47.38 Median 50.00 Std. Deviation 8.488 Minimum 25 Maximum 58 Statistics Posttest_Mencipta_Eksperimen Valid 32 N Missing 0 Mean 71.06 Median 71.00 Std. Deviation 14.747 Minimum 42 Maximum 100

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180 Lampiran 14 Hasil analisis data dengan SPSS 20 1. Uji Normalitas a. Pretest mengevaluai kelompok kontrol One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Pretest_Menge valuasi_Kontrol N 32 Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean 51.09 Std. Deviation 10.027 Absolute .226 Positive .200 Negative -.226 Kolmogorov-Smirnov Z 1.280 Asymp. Sig. (2-tailed) .076 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. b. Posttest mengevaluasi kelompok kontrol One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Posttest_Menge valuasi_Kontrol N 32 Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Mean Std. Deviation 60.44 13.626 Absolute .200 Positive .175 Negative -.200 1.129 .156

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181 c. Pretest mencipta kelompok kontrol One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Pretest_Mencipt a_kontrol N 32 Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean 46.09 Std. Deviation 11.632 Absolute .138 Positive .138 Negative -.131 Kolmogorov-Smirnov Z .778 Asymp. Sig. (2-tailed) .580 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. d. Posttest mencipta kelompok kontrol One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Posttest_Menci pta_Kontrol N Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. 32 Mean Std. Deviation 58.09 12.164 Absolute .185 Positive .185 Negative -.112 1.044 .226

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182 Kelompok Eksperimen a. Pretest mengevaluasi eksperimen One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Pretest_Menge valuasi_Eksperi men N 32 Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean 56.09 Std. Deviation 12.632 Absolute .216 Positive .216 Negative -.176 Kolmogorov-Smirnov Z 1.225 Asymp. Sig. (2-tailed) .100 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. b. Posttest mengevaluasi eksperimen One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Posttest_Menge valuasi_Eksperi men N Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. 32 Mean Std. Deviation 76.47 13.961 Absolute .202 Positive .142 Negative -.202 1.142 .147

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183 c. Pretest mencipta eksperimen One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Pretest_mencipt a_Eksperimen N 32 Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean 47.38 Std. Deviation 8.488 Absolute .184 Positive .174 Negative -.184 Kolmogorov-Smirnov Z 1.041 Asymp. Sig. (2-tailed) .229 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. d. Posttest mencipta eksperimen One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Posttest_menci pta_Eksperimen N Normal Parametersa,b Most Extreme Differences 32 Mean Std. Deviation 71.06 14.747 Absolute .145 Positive .145 Negative -.110 Kolmogorov-Smirnov Z .819 Asymp. Sig. (2-tailed) .514 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184 2. Uji Homogenitas a. Kemampuan Mengevaluasi Group Statistics N Mean 32 51.09 Kelompok Nilai_ kontrol Pretest_ Mengevaluasi Ekperimen 32 Std. Deviation Std. Error Mean 10.027 1.773 56.09 12.632 2.233 Independent Samples Test Levene's Test t-test for Equality of Means for Equality of Variances F Sig. T Df Sig. Mean Std. 95% (2- Differe Error Confidence taile nce Differe Interval of the d) nce Difference Lower Upper Equal variances Nilai_ assumed Pretest Equal _ Menge Variance valuasi not d 3.737 .058 62 .084 -5.000 2.851 10.699 .699 -1.754 58.963 .085 -5.000 2.851 10.705 .705 -1.754 b. Kemampuan Mencipta Group Statistics N Mean Kelompok Pretest_Mencipta Kontrol Eksperimen 32 32 Std. Deviation 46.09 47.38 11.632 8.488 Std. Error Mean 2.056 1.501 Independent Samples Test Levene's Test t-test for Equality of Means for Equality of Variances F Sig. t Df Sig. Mean Std. 95% Confidence (2- Differe Error Interval of the taile nce Differe Difference d) nce Lower Upper Prete st_ Men cipta Equal variances assumed Equal variances not assumed 3.573 .063 -.503 62 .617 -1.281 2.546 -6.370 3.807 -.503 56.720 .617 -1.281 2.546 -6.379 3.817

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185 3. Uji kenaikan skor pretest ke posttest kemampuan mengevaluasi a. Kemampuan mengevaluasi kelas kontrol Paired Samples Statistics Mean N Pair 1 Pretest_Mengevaluasi_Kont rol Posttest_Mengevaluasi_Kon trol Pair 1 -9.344 Std. Error Mean 51.09 32 10.027 1.773 60.44 32 13.626 2.409 Paired Samples Test Paired Differences Std. Std. 95% Confidence Deviatio Error Interval of the n Mean Difference Lower Upper Mean Pretest_ Mengevaluasi_ Kontrol Posttest_ Mengevaluasi_ Kontrol Std. Deviation 18.466 3.264 -16.002 -2.686 t df Sig. (2taile d) -2.862 31 .007 b. Kemampuan mengevaluasi kelas eksperimen Paired Samples Statistics Mean N Pair 1 Pretest_Mengevaluasi_ Eksperimen Posttest_Mengevaluasi _Eksperimen Mean Pair 1 Pretest_ Mengevaluasi _ Eksperimen Posttest_ Mengevaluasi _ Eksperimen Std. Deviation 56.09 32 12.632 2.233 76.47 32 13.961 2.468 Paired Samples Test Paired Differences Std. Std. 95% Confidence Deviati Error Interval of the on Mean Difference Lower Upper -20.375 19.267 Std. Error Mean 3.406 -27.321 -13.429 t df -5.982 31 Sig. (2tailed) .000

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186 c. Kemampuan mencipta kelas kontrol Paired Samples Statistics Mean N Pair 1 Pretest_Mencipta_Kontrol Posttest_Mencipta_Kontrol Mean Pair 1 d. Pretest_Me ncipta_Kont rol Posttest_M encipta_Ko ntrol 46.09 58.09 Std. Deviation 32 32 11.632 12.164 Paired Samples Test Paired Differences Std. Std. 95% Confidence Deviation Error Interval of the Mean Difference Lower Upper -12.000 17.636 3.118 Std. Error Mean 2.056 2.150 -18.358 -5.642 t df Sig. (2taile d) -3.849 31 .001 Kemampuan mencipta kelas eksperimen Paired Samples Statistics Mean N Pair 1 Pretest_Mencipta_Eksperim en Posttest_Mencipta_Eksperi men Mean Pair 1 Pretest_ Mencipta_ Eksperimen Posttest_ Mencipta_ Eksperimen Std. Deviation 47.38 32 8.488 1.501 71.06 32 14.747 2.607 Paired Samples Test Paired Differences Std. Std. 95% Confidence Deviati Error Interval of the on Mean Difference Lower Upper -23.688 15.873 Std. Error Mean 2.806 -29.410 -17.965 t df -8.442 31 4. Uji perbedaan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen a. Kemampuan Mengevaluasi Sig. (2tailed) .000

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187 Group Statistics N Mean Kelompok Posttest_Mengevaluasi Kontrol Eskperimen Levene's Test for Equality of Variances F Sig. Equal variance s Postte assume st_ d Menge Equal va Luasi variance s not assume d .000 .984 32 32 Std. Deviation Std. Error Mean 13.626 2.409 13.961 2.468 60.44 76.47 Independent Samples Test t-test for Equality of Means t df Sig. (2taile d) Mean Differen ce Std. Error Differe nce 62 .000 -16.031 3.449 -22.925 -9.138 -4.649 61.964 .000 -16.031 3.449 -22.925 -9.137 -4.649 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper b. Kemampuan Mencipta Group Statistics N Mean Kelompok Posttest_Mencipta Kontrol Eskperimen Levene's Test for Equality of Variances F Sig. Equal variance s Postt assume est_ d Men Equal cipta variance s not assume d 1.137 .290 32 32 Std. Deviation 58.09 71.06 12.164 14.747 Std. Error Mean 2.150 2.607 Independent Samples Test t-test for Equality of Means t Sig. (2taile d) Mean Differen ce Std. Error Differe nce 62 .000 -12.969 3.379 -19.724 -6.214 -3.838 59.835 .000 -12.969 3.379 -19.729 -6.209 -3.838 df 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188 Lampiran 15 Surat Izin Penelitian

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189 Lampiran 16 Surat keterangan telah melaksanakan penelitian

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190 Lampiran 17 Foto Kegiatan Pembelajaran Foto media timeline Foto kelas VA (Kelompok Eksperimen)

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191 Foto Kelas VB (Kelompok Kontrol )

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192 Timeline hasil pekerjaan siswa

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 193 Lampiran 18 Daftar Riwayat Hidup Daftar Riwayat Hidup Maria Noviani Budi Hastuti merupakan anak ketiga dari pasangan Yohanes Nyaman dan Natalia Parniyati. Lahir di Gunungkidul pada tanggal 26 November 1991. Pendidikan awal di SD Tobong Sambirejo Ngawen Gunungkidul pada tahun 1998-2004. Dilanjutkan ke jenjang pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di SMPN 1 Semin tahun 2004-2007. Tahun 2007-2010 penulis melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Semin, kemudian menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada tahun 2010 mengakhiri pendidikan di Universitas Sanata Dharma dengan mengambil judul skripsi “ Perbedaan Kemampuan Mengevaluasi dan Mencipta Atas Penggunaan Media Timeline Pada Mata Pelajaran IPS Kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem”.

(214)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh penerapan model pembelajaran van hiele terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada konsep geometri bangun datar dalam mata pelajaran Matematika siswa kelas V SD Negeri Demangan Yogyakarta.
0
0
223
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD Negeri Cebongan Yogyakarta.
2
24
214
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
6
192
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA SDN Tamanan 1 Yogyakarta.
0
0
158
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta.
0
0
162
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terbimbing terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta.
0
0
156
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
1
173
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV SD Sokowaten Baru Yogyakarta.
0
1
197
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta
0
3
160
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA SDN Tamanan 1 Yogyakarta
0
0
156
Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi pada pelajaran IPA kelas V SD Kanisius, Wirobrajan - USD Repository
0
0
164
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
168
Perbedaan kemampuan mengingat dan memahami atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem - USD Repository
0
0
206
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi pada mata pelajaran IPA SD Negeri Percobaan 3 Pakem Yogyakarta - USD Repository
0
2
162
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan eksplanasi dan regulasi diri pada mata pelajaran IPA kelas V SD N Percobaan 3 Pakem Yogyakarta - USD Repository
0
2
167
Show more