PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA RAKYAT MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS V SDN SELOMULYO SLEMAN

Gratis

1
0
209
10 months ago
Preview
Full text

  

PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MENYIMAK

CERITA RAKYAT MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL

SISWA KELAS V SDN SELOMULYO SLEMAN

Skripsi

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh :

  Wahyu Bintoro Sumardhani 101134217

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Skripsi ini saya persembahkan kepada Ibu dan Bapakku tersayang.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

MOTTO

“HIDUP ITU DIJALANI BUKAN DIPIKIRKAN”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRAK

  Wahyu Bintoro Sumardhani. 2014. Peningkatan Minat dan Kemampuan

  Menyimak Cerita Rakyat Menggunakan Media Audio Visual Siswa Kelas V SDN Selomulyo Sleman . Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar,

  Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Meningkatkan minat dalam menyimak cerita rakyat menggunakan media audio visual siswa kelas V SDN Selomulyo Sleman. (2) Meningkatkan kemampuan menyimak cerita rakyat menggunakan media audio visual siswa kelas V SDN Selomulyo Sleman.

  Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Taggart. Satu siklus terdiri dari empat langkah, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian telah dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Selomulyo dengan jumlah 30 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner, dan tes. Data selanjutnya diolah berdasarkan teknik analisis data yang ditetapkan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif.

  Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) penggunaan media audio visual dapat meningkatkan minat dalam menyimak cerita rakyat siswa kelas V SDN Selomulyo Sleman. Hal ini nampak pada hasil penelitian yang menunjukkan skor rata-rata minat pada kondisi awal sebesar 51,7 dan termasuk kategori sedang. Pada siklus I skor rata-rata minat sebesar 66,7 dan termasuk dalam kategori sangat tinggi. Pada siklus II skor rata-rata minat sebesar 68,9 dan termasuk kategori sangat tinggi (2) penggunaan media audio visual dapat meningkatkan kemampuan menyimak cerita rakyat siswa kelas V SDN Selomulyo Sleman. Hal ini nampak pada kondisi awal rata-rata ulangan siswa sebesar 66,1 dan sebanyak 40% sudah mencapai KKM (72). Pada siklus I rata-rata ulangan siswa adalah 76 dan sebanyak 76,7% mencapai KKM. Pada siklus II rata-rata ulangan siswa adalah 79,2 dan sebanyak 83,3% mencapai KKM.

  Kata kunci: minat, kemampuan menyimak, media audio visual. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT

  Wahyu Bintoro Sumardhani. 2014. The Improve of Interest and Listening Skill to

  Folklore Using Audio Visual Media for V Grade of Selomulyo Sleman State Elementary Teacher Education Program, School Student’s. Elementary School

  Department of Education, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University. This research aimed to: (1) to improve the V grade of student’s interest in listening to folklore using audio visual media in Selomulyo Sleman State Elementary School. (2) to improve the V grade of student’s listening skill to folklore using audio visual media in Selomulyo Sleman State Elementary School.

  This is a classroom action research. The research refers to the cycle model proposed by Kemmis and Taggart. One cycle consists of four steps, namely: planning, action, observation, and reflection. This research conducted in two cycles. The subjects in this research were V Grade of Selomulyo Sleman State Elementary School Student’s. Which consists of 30 student’s. The data collection method used observation, questionnaires, and tests. Then, the data was analyze by using qualitative and quantitative descriptive technique.

  The results showed first, the application of audio visual media can improve stu dent’s interest in listening to folklore subject in V grade Selomulyo Sleman

  State Elementary School. The evident of this improvement is shown by the result of the research. T he average score of student’s interest on the initial condition is

  51,7 and included in medium category. In the first cycle, the average score of student’s interest is 66,7 and included in very high category. In the second cycle the average sc ore of student’s interest is 68,9 and included in very high category. Second, the application of audio visual media can improve student’s listening skill to folklore subject in V grade Selomulyo Sleman State Elementary School. The result shown that the initial condition of student’s average score is 66,1 and means

  40% have reached the KKM (72). In the first cycle, the average score is 76 and means 76,7 % student’s have been reached the KKM. In the second cycle, the average score is 79,2 and means 83,3

  % student’s have been reached the KKM. Keywords: interest, listening skill, audio visual media. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kasih, karunia dan penyertaan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MENYIMAK

  

CERITA RAKYAT MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL SISWA

KELAS V SDN SELOMULYO SLEMAN

  ” ini dengan lancar. Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi slah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Progam Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Penulis menyadari bahwa selama penulis menyelesaikan skripsi ini tidak lepas dari bantuan pihak lain sehinga penulis dapat menyelesaikanya dengan lancar. Untuk itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang selama ini memberikan bantuan, bimbingan, nasehat, dorongan, doa, dan kerjasama yang tidak ternilai harganya dari awal sampai akhir penulisan skripsi ini. Sehubungan dengan hal itu penulis menyampaikan terima kasih kepada.

  1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma.

  2. Romo Gregorius Ari Nugrahanta, SJ., S.S., BST., M.A., selaku Kepala Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

  3. Rishe Purnama Dewi, S.Pd., M.Hum., selaku Dosen Pembimbing I yang telah memberikan dorongan, motivasi, dan dengan sabar telah meluangkan waktu untuk membimbing, memberikan saran dan petunjuk kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................... ii HALAMAN PENGSAHAN ................................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... iv MOTTO ................................................................................................................ v LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................. vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.............................. vii ABSTRAK ......................................................................................................... viii ABSTRACT ......................................................................................................... ix KATA PENGANTAR .......................................................................................... x DAFTAR ISI ....................................................................................................... xii DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xiv DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xv DAFTAR TABEL .............................................................................................. xvi

  BAB I .................................................................................................................... 1 PENDAHULUAN ................................................................................................ 1 A. Latar Belakan Masalah .............................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 5 C. Tujuan Penelitian ...................................................................................... 5 D. Manfaat Penelitian .................................................................................... 5 E. Batasan Operasional .................................................................................. 6 BAB II ................................................................................................................... 8 LANDASAN TEORI ............................................................................................ 8 A. Kajian Pustaka ........................................................................................... 8 1. Minat ............................................................................................. 8 2. Kemampuan Menyimak .............................................................. 14 3. Cerita Rakyat ............................................................................... 20 4. Media Audio Visual .................................................................... 24 B. Penelitian-penelitian yang Relevan ......................................................... 29

  BAB III ............................................................................................................... 36 METODE PENELITIAN .................................................................................... 36 A. Jenis Penelitian ........................................................................................ 36 B. Setting Penelitian .................................................................................... 39 C. Desain Penelitian ..................................................................................... 40 1. Persiapan ..................................................................................... 41 2. Rencana Setiap Siklus ................................................................. 43 D. Pengumpulan Data .................................................................................. 49 1. Peubah (variabel) ........................................................................ 49 2. Teknik Pengumpulan Data .......................................................... 49 E. Instrumen Penelitian................................................................................ 52 1. Instrumen Minat .......................................................................... 52 2. Instrumen Kemampuan Menyimak ............................................. 57 F. Validitas Instrumen Penelitian ................................................................ 60 1. Validitas Instrumen Penelitian .................................................... 60 2. Validitas Perangkat Pembelajaran............................................... 60 G. Teknik Analisis Data ............................................................................... 63 1. Analisis Data Minat Siswa .......................................................... 63 2. Analisis Data Kemampuan Menyimak ....................................... 64 3. Indikator Keberhasilan ................................................................ 66 BAB IV ............................................................................................................... 67 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................................................. 67 A. Hasil Penelitian ....................................................................................... 67 1. Kondisi Awal .............................................................................. 67 2. Siklus I ........................................................................................ 70 3. Siklus II ....................................................................................... 80 B. Pembahasan ............................................................................................. 87 1. Minat Siswa ................................................................................. 87 2. Kemampuan Menyimak .............................................................. 89 BAB V ................................................................................................................. 92 KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................................... 92 A. Kesimpulan ............................................................................................. 92 B. Saran ........................................................................................................ 93 DAFTAR REFERENSI ...................................................................................... 95 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1. Silabus dan RPP ............................................................................. 98 Lampiran 2. Bahan Ajar .................................................................................... 121 Lampiran 3. LKS dan Soal Evaluasi ................................................................. 131 Lampiran 4. Contoh Hasil Pekerjaan Siswa ...................................................... 145 Lampiran 5. Pre Tes (soal, kunci jawaban, dan saduran cerita) ........................ 151 Lampiran 6. Validitas (Expert Judgement) ....................................................... 158 Lampiran 7. Contoh Hasil Kuesioner dan Observasi ........................................ 178 Lampiran 8. Data Minat dan Kemampuan Menyimak Kondisi Awal ............. 186 Lampiran 9.

  Data Hasil Observasi Minat dan Tes Kemampuan Menyimak Siklus I ........... 187 Lampiran 10. Data Hasil Observasi Minat dan Tes Kemampuan Menyimak Siklus II .......... 188 Lampiran 11. Data Capaian Minat Siswa ......................................................... 189 Lampiran 12. Data Peningkatan Kemampuan Menyimak ................................ 190 Lampiran 13. Dokumentasi ............................................................................... 191 Lampiran 14. Surat Ijin Penelitian .................................................................... 192 Lampiran 15. Surat Bukti Penelitian dari Sekolah ............................................ 193

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR GAMBAR

  Gambar 1. Bagan Kerangka Berpikir .................................................................. 34 Gambar 2. Model Kemmis dan Mc. Taggart ...................................................... 37 Gambar 3. Peningkatan Skor Rata-rata Minat Siswa .......................................... 88 Gambar 4. Peningkatan Nilai Rata-rata Kemampuan Menyimak ....................... 89 Gambar 5. Peningkatan Jumlah Siswa Mencapai KKM ..................................... 90

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR TABEL

  Tabel 1. Pengumpulan Data dan Instrumen ........................................................ 49 Tabel 2. Rubrik Observasi Minat ........................................................................ 53 Tabel 3. Lembar Observasi Minat ....................................................................... 54 Tabel 4. Rubrik Kuesioner Minat ....................................................................... 56 Tabel 5. Sebaran Item Kuesioner Minat ............................................................. 56 Tabel 6. Kisi-kisi Soal Menyimak Cerita Rakyat ............................................... 57 Tabel 7. Rubrik Penilaian Tes Menyimak .......................................................... 58 Tabel 8. Hasil Perhitungan Validasi Perangkat Pembelajaran ............................ 61 Tabel 9. Perhitungan Interval Skor Validasi Perangkat Pembelajaran ............... 62 Tabel 10. Kriteria Minat Menggunakan PAP tipe II ........................................... 64 Tabel 11. Kriteria Keberhasilan Tiap Siklus ....................................................... 66 Tabel 12.Target Keberhasilan dan Capaian Siklus 1 .......................................... 79 Tabel 13. Keberhasilan dan Capaian Siklus II .................................................... 86 Tabel 14. Keberhasilan Pelaksanaan Penelitian .................................................. 91

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan (1) latar belakang, (2) rumusan masalah, (3) tujuan penelitian, (4) manfaat penelitian, dan (5) definisi operasional. A. Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Hal ini berarti bahasa Indonesia merupakan bahasa terpenting di Republik Indonesia. Dalam konteks pendidikan, khususnya pembelajaran bahasa Indonesia di

  sekolah, bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik. Selain itu, bahasa merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi.

  Mata pelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang penting sehingga perlu diajarkan kepada siswa. Ruang lingkup pembelajaran bahasa Indonesia mencakup aspek membaca, menulis, berbicara, dan menyimak. Keempat aspek tersebut mendapat porsi yang seimbang dan saling terkait sehingga dapat dilaksanakan dalam pembelajaran secara terpadu.

  Kemampuan menyimak merupakan salah satu kemampuan yang melibatkan aspek kognitif. Menurut Tarigan (2008:31), menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  informasi, menangkap isi atau pesan, serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.

  Dengan memahami kemampuan menyimak, siswa akan memperoleh kesempatan untuk belajar menjelaskan, bertanya, dan menjawab pertanyaan sehingga guru sebagai fasilitator dapat mendorong siswa untuk mengemukakan pendapatnya.

  Masalah mendasar yang dikeluhkan oleh guru kelas V SD Negeri Selomulyo adalah rendahnya kemampuan siswa dalam menyimak cerita terutama untuk menentukan tema dan amanat suatu cerita. Siswa mengalami kesulitan dalam menguasai kompetensi dasar mengidentifikasikan unsur-unsur cerita rakyat (tokoh, watak, latar, tema, dan amanat). Siswa menganggap menyimak merupakan kegiatan yang tidak menarik dan membosankan. Hal tersebut, terbukti dengan rendahnya siswa dalam mengemukakan pendapatnya terhadap cerita rakyat yang dibacakan guru.

  Hal tersebut, diperkuat dengan hasil pre test yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 25 Februari 2014 pada siswa kelas V SDN Selomulyo tahun ajaran 2013/2014 dalam menyimak cerita tanpa menggunakan media. Hasilnya adalah siswa belum sepenuhnya mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan yaitu 72. Dari 30 siswa, 12 siswa sudah mencapai KKM, sedangkan 18 siswa belum mencapai KKM. Peneliti juga melakukan pengumpulan data berupa kuesioner minat selain observasi minat untuk mengetahui minat siswa dalam menyimak cerita, hasilnya nilai rata-rata

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan hasil pre test, observasi, dan kuesioner peneliti beranggapan bahwa ada faktor yang mempengaruhi rendahnya kemampuan siswa dalam menyimak. Faktor tersebut adalah guru dan siswa. Guru masih menggunakan cara mengajar yang tradisional yaitu dengan membacakan cerita saja tanpa menggunakan media pembelajaran. Hal tersebut berpengaruh pada siswa, karena tidak adanya media maka minat siswa dalam menyimak cerita pun kurang, sehingga siswa tidak terlalu menangkap isi cerita dan tidak bisa menentukan tema maupun amanat cerita yang dibacakan guru .

  Faktor dari guru tersebut dijadikan alasan bagi peneliti untuk melakukan penelitian dengan menggunakan media pembelajaran. Menurut Arsyad (2013:10), media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat merangsang perhatian dan minat siswa dalam belajar. Media pembelajaran yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah media audio visual. Diharapkan dengan menggunakan media audio visual dapat meningkatkan minat siswa dalam menyimak cerita dan memudahkan siswa dalam menguasai kompetensi dasar mengidentifikasikan unsur-unsur cerita rakyat.

  Sudjana (dalam Kustandi, 2013:58) mengemukakan hubungan media audio visual dan pengembangan kemampuan, berkaitan dengan aspek-aspek kemampuan menyimak. Kemampuan yang dapat dicapai dengan penggunaan media audio visual adalah sebagai berikut. (1) pemusatan perhatian dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  analisis, (4) menentukan arti dan konteks, (5) memilah-milah informasi atau gagasan yang relevan dan informasi yang tidak relevan, dan (6) merangkum, mengemukakan kembali, atau mengingat kembali informasi.

  Penggunaan media audio visual membuat siswa menjadi tertarik atau lebih senang dalam menyimak. Dengan perasaan senang siswa dapat memperoleh pengalaman-pengalaman belajar yang diperolehnya. Perasaan senang akan menumbuhkan minat belajar siswa. Minat adalah suatu perhatian yang lebih terhadap sesuatu dan bersifat menetap (Slameto, 2010:180). Jika siswa memiliki minat belajar tinggi maka siswa akan berusaha untuk memahami materi atau cerita yang disampaikan. Ketika siswa paham dengan cerita yang disampaikan menggunakan media audio visual, siswa mampu meningkatkan kemampuan menyimaknya. Kemampuan siswa dalam menyimak ini akan mempengaruhi prestasi belajar siswa.

  Berdasarkan latar belakang di atas penulis melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul “Peningkatan Minat dan Kemampuan Menyimak Cerita

  Rakyat Menggunakan Media Audio Visual Siswa Kelas V SDN Selomulyo Sleman

  ”. Penelitian ini hanya dilakukan untuk seluruh siswa kelas V SDN Selomulyo semester genap tahun ajaran 2013/2014 pada mata pelajaran bahasa Indonesia kompetensi dasar mengidentifikasikan unsur-unsur cerita rakyat (tokoh, watak, latar, tema, dan amanat).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B.

   Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang masalah, rumusan masalah dapat dirumuskan sebagai berikut.

  1. Apakah penggunaan media audio visual dapat meningkatkan minat dalam menyimak cerita rakyat siswa kelas V SDN Selomulyo semester genap tahun ajaran 2013/1014? 2. Apakah penggunaan media audio visual dapat meningkatkan kemampuan menyimak cerita rakyat siswa kelas V SDN Selomulyo semester genap tahun ajaran 2013/2014? C.

   Tujuan Penelitian Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu.

  1. Meningkatkan minat dalam menyimak cerita rakyat menggunakan media audio visual siswa kelas V SDN Selomulyo semester genap tahun ajaran 2013/1014.

  2. Meningkatkan kemampuan menyimak cerita rakyat menggunakan media audio visual siswa kelas V SDN Selomulyo semester genap tahun ajaran 2013/2014.

D. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini sebagai berikut.

1. Bagi peneliti

  Penelitian ini dapat memberikan masukan yang berguna untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang pembelajaran dengan menggunakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.

  Bagi guru Penggunaan media audio visual ini dapat digunakan guru kelas V SDN Selomulyo sebagai salah satu media pembelajaran alternatif untuk digunakan dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia khususnya menyimak cerita rakyat.

  3. Bagi sekolah Hasil penelitian ini dapat memberi masukan pada pihak sekolah dalam penggunaan media inovatif dalam mata pelajaran bahasa Indonesia kelas V SDN Selomulyo.

  4. Bagi siswa Penggunaan media audio visual dapat sebagai alternatif menumbuhkan minat siswa kelas V SDN Selomulyo dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya kemampuan menyimak.

  5. Bagi peneliti lain Hasil penelitian ini sebagai referensi untuk melakukan penelitian yang sejenis dengan penelitian ini.

E. Batasan Operasional Batasan operasional dalam penelitian ini sebagai berikut.

1. Minat

  Minat adalah suatu ketertarikan atau perhatian pada suatu objek yang cenderung bersifat menetap yang di dalamnya ada unsur rasa senang.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.

  Menyimak Menyimak adalah cara yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu informasi yang telah dilihat atau didengarnya, menangkap isi atau pesan yang telah disampaikan sang pembicara dengan sungguh-sungguh dan seksama. Yang dimaksud menyimak dalam penelitian ini adalah siswa menyimak cerita rakyat menggunakan media audio visual berbentuk film.

  3. Cerita Rakyat Cerita rakyat adalah kisahan anonim yang tidak terikat pada ruang dan waktu, yang beredar secara lisan di tengah masyarakat; termasuk di dalamnya cerita binatang, legenda, dongeng, dan mite.

  4. Media pembelajaran Media Pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan, sehingga dapat merangsang minat serta perhatian siswa sehingga terjadi proses belajar yang maksimal.

  5. Media Audio Visual Media audio visual adalah media pembelajaran yang dapat menampilkan suara dan gambar yang bergerak atau media yang dapat dilihat dan didengar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II LANDASAN TEORI Bab ini membahas (1) kajian pustaka, (2) penelitian-penelitian yang relevan, (3) kerangka berpikir, dan (4) hipotesis tindakan. A. Kajian Pustaka 1. Minat a. Pengertian Minat Slameto (2010:180) mendefinisikan minat sebagai suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri

  sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, maka minat akan semakin kuat. Hilgard (dalam Slameto, 2010:57) mendefinisikan minat sebagai berikut, Intersest is presisiting tendency to pay

  attention to and enjoy some activity or content. Minat adalah kecenderungan

  yang tetap untuk memperhatikan dan menikmati beberapa kegiatan. Syah (2008:151) mengemukakan, minat adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.

  Winkel (1987:30) menyatakan minat adalah kecenderungan yang menetap dalam subyek untuk merasa tertarik pada bidang atau hal tertentu dan merasa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  senang berkecimpung dalam bidang itu. Minat sangat berhubungan dengan perasaan siswa. Dengan perasaan senang siswa dapat memperoleh pengalaman-pengalaman belajar yang diperolehnya. Perasaan senang akan menumbuhkan minat belajar siswa. Jadi, peneliti menyimpulkan pengertian minat adalah suatu ketertarikan atau perhatian pada suatu objek yang cenderung bersifat menetap yang di dalamnya ada unsur rasa senang.

  b.

  Cara Menciptakan Minat Menurut Wahyuni (2002:365), salah satu cara untuk menarik minat selama pelajaran adalah menghubungkan pengalaman belajar dengan minat siswa.

  Jika seorang guru tahu apa yang diminati siswa, banyak tugas mengajar di kelas yang dapat dihubungkan dengan minat siswa. Winkel (1987:31), menyatakan bahwa guru harus dapat membuat siswa selalu merasa senang dalam belajar, antara lain dengan cara sebagai berikut.

  1) Membina hubungan yang akrab dengan siswa, namun tidak bertingkah seperti anak remaja.

  2) Menyajikan bahan pelajaran yang tidak terlalu sulit, namun juga tidak terlalu mudah

  3) Menggunakan media pembelajaran yang cocok untuk menunjang proses belajar mengajar

  4) Menggunakan alat-alat pelajaran yang cocok untuk menunjang proses

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5) Menggunakan cara mengajar atau metode mengajar yang bervariasi, namun tidak berganti-ganti metode sehingga siswa menjadi bingung.

  c.

  Ciri-ciri Minat Menurut Slameto (2010:58), siswa yang berminat dalam belajar akan memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1) Mempunyai kecenderungan untuk memberikan perhatian lebih terhadap sesuatu.

  2) Menyukai dan senang terhadap sesuatu yang diminati. 3)

  Memperoleh suatu kebanggaan dan kepuasan pada sesuatu yang diminati. Ada rasa keterikatan pada aktivitas-aktivitas yang diminati.

  4) Menyukai suatu hal yang menjadi minatnya daripada yang lainnya. 5)

  Memanifestasikan kesenangan melalui partisipasi pada aktivitas dan kegiatan Hurlock (1995:115) memaparkan beberapa ciri minat yaitu sebagai berikut.

  1) Minat tumbuh bersamaan dengan perkembangan fisik dan mental

  Pada dasarnya minat di semua bidang tetap berubah. Perubahan minat terjadi selama perubahan fisik dan mental siswa berkembang.

  Dengan demikian perkembangan fisik dan mental seorang siswa akan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2) Minat bergantung pada kesiapan belajar

  Siswa tidak akan mempunyai minat sebelum mereka siap secara fisik dan mental untuk belajar. Misalnya, siswa tidak akan mempunyai minat yang sungguh-sungguh untuk menyimak, sampai siswa tersebut memiliki pengetahuan dan keinginan untuk belajar menyimak.

  3) Minat bergantung pada kesempatan belajar

  Kesempatan belajar yang dimiliki siswa juga dapat mempengaruhi minat siswa. Ketika siswa semakin dewasa, ia akan mempunyai kesempatan belajar yang lebih banyak. Kesempatan belajar yang semakin banyak ini akan membuat minat siswa menjadi semakin banyak pula. Tidak seperti ketika ia masih kecil yang hanya terbatas pada lingkup keluarga.

  4) Perkembangan minat mungkin terbatas

  Ketidakmampuan fisik dan mental serta pengalaman sosial yang terbatas akan membatasi minat anak. Misalnya pada anak yang memiliki cacat fisik, anak tersebut tidak mungking mempunyai minat yang sama seperti dengan teman sebayanya yang memiliki perkembangan fisik normal. 5)

  Minat dipengaruhi budaya Anak-anak mendapat kesempatan dari orang tua, guru, dan orang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mereka yang dianggap benar atau sesuai. Dengan demikian mereka tidak diberi kesempatan untuk menekuni minat yang mereka anggap tidak sesuai. Minat anak tergantung pada lingkup budayanya yang mereka tekuni dengan baik.

  6) Minat berbobot emosional

  Minat berkaitan dengan perasaan atau emosi. Perasaan yang tidak menyenangkan akan melemahkan minat seorang siswa. Dan sebaliknya, jika perasaan seorang siswa menyenangkan maka akan memperkuat minat siswa tersebut.

  7) Minat itu egosentris

  Ketika seseorang memiliki minat terhadap sesuatu, maka orang itu akan berusaha atau mempunyai keinginan untuk memiliki atau mendapatkannya. Mardapi (2008:112) menjelaskan indikator siswa yang memiliki minat. Minat yang dimaksud adalah, berusaha untuk memahami, membaca buku yang berkaitan dengan yang siswa pelajari, bertanya di dalam kelas, bertanya pada teman, bertanya pada orang lain, mengerjakan tugas dengan sungguh- sungguh. Berdasarkan uraian para ahli mengenai ciri-ciri siswa yang memiliki minat, peneliti menyimpulkan bahwa indikator siswa yang memiliki minat adalah sebagai berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1) Ekspresi perasan senang, meliputi: siswa mengikuti pelajaran dengan antusias, siswa tidak mengeluh ketika diberi tugas dari guru, siswa datang tepat waktu sebelum pelajaran dimulai, siswa menyiapkan buku pelajaran sebelum pelajaran dimulai, siswa berada di dalam kelas selama pembelajaran.

  2) Perhatian dalam belajar, meliputi: siswa aktif bertanya di dalam kelas, siswa aktif menjawab pertanyaan, siswa menyimak penjelasan guru dengan seksama, siswa tidak melamun di dalam kelas, siswa tidak mengobrol atau tidak mengganggu teman lain ketika belajar.

  3) Kemauan mengembangkan diri, meliputi: siswa memperhatikan petunjuk /penjelasan dari guru, siswa menanyakan kesulitan yang dialami kepada guru, siswa membuat catatan mengenai materi yang disampaikan oleh guru, siswa mengerjakan tugas dari guru, siswa membawa buku atau sumber lain dalam belajar.

  4) Keterlibatan dalam pembelajaran, meliputi: siswa aktif menyampaikan pendapat dalam diskusi, siswa mau membantu teman lain yang mengalami kesulitan dalam belajar, siswa bekerjasama dengan kelompok, siswa maju ke depan mengerjakan tugas, siswa mengajukan diri untuk menjawab pertanyaan spontan dari guru. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d.

  Cara Mengukur Minat Minat siswa dapat diukur menggunakan penilaian non tes. Masidjo

  (2010:59) mengemukakan bahwa non tes merupakan rangkaian pertanyaan atau pernyataan yang harus dijawab secara sengaja dalam suatu situasi yang kurang distandarsasikan dan yang dimaksudkan untuk mengukur kemampuan atau hasil belajar yang dapat diamati secara konkret dari individu atau kelompok. Penilaian non tes dapat berupa pengamatan (observasi), catatan anekdot, daftar cek, skala nilai, angket (kuesioner), dan wawancara. Dalam penelitian ini, minat siswa diukur menggunakan observasi dan kuesioner.

  Arifin (2009:153) menyatakan bahwa observasi adalah suatu proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis, logis, objektif, dan rasional mengenai bebagai fenomena, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan kuesioner adalah instrumen pengumpul data dalam bentuk sejumlah pertanyaan tertulis untuk menjaring informasi yang dimiliki responden, mencakup pendapat atau opini, fakta, atau sikap (Uno, 2007:74).

2. Kemampuan Menyimak a.

  Pengertian Menyimak dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Menurut Tarigan (2008:31), menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pesan, serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. Departemen pendidikan dan kebudayaan (2008:1307), mendefinisikan menyimak sebagai mendengarkan (memperhatikan) baik-baik apa yang diucapkan atau dibaca orang. Musfiroh (2004:5), mendefinisikan menyimak sebagai kegiatan mendengarkan bunyi bahasa secara sungguh-sungguh, saksama, sebagai upaya untuk memahami ujaran itu sebagaimana yang dimaksudkan untuk pembicara dengan melibatkan seluruh aspek mental kejiwaan seperti mengidentifikasi, menginterpretasi, dan mereaksinya.

  Menurut Iskandarwassid (2011:227), kemampuan menyimak sebagai satu bentuk kemampuan berbahasa yang bersifat reseptif. Pada waktu proses pembelajaran kemampuan ini jelas mendominasi aktivitas siswa dibanding dengan kemampuan lainnya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa menyimak merupakan cara yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu informasi yang telah dilihat atau didengarnya, menangkap isi atau pesan yang telah disampaikan sang pembicara dengan sungguh-sungguh dan saksama.

  b.

  Tahap-tahap Menyimak Menurut Strickland (dalam Tarigan, 2008:31) ada sembilan tahapan menyimak, mulai dari tidak berketentuan sampai pada yang amat bersungguh-sungguh. Kesembilan tahap itu adalah sebagai berikut.

  1) Menyimak berkala, yang terjadi saat anak merasakan keterlibatan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2) Menyimak dengan perhatian dangkal, karena sering mendapat gangguan dengan adanya selingan-selingan perhatian kepada hal-hal diluar pembicaraan;

  3) Setengah menyimak, karena terganggu oleh kegiatan menunggu kesempatan untuk mengekspresikan isi hati serta mengutarakan apa yang terpendam dalam hati sang anak;

  4) Menyimak sarapan, karena sang anak keasyikan menyerap hal-hal yang kurang penting;

  5) Menyimak sekali-sekali, menyimpan sebentar-sebentar apa yang disimak; perhatian secara saksama berganti dengan keasyikan lain; hanya memperhatikan kata-kata sang pembicara yang menarik hatinya saja;

  6) Menyimak asosiatif, hanya mengingat pengalaman-pengalaman pribadi secara konstan yang mengakibatkan penyimak benar-benar tidak memberikan reaksi terhadap pesan yang disampaikan pembicara;

  7) Menyimak dengan reaksi berkala, terhadap pembicara dengan membuat komentar ataupun mengajukan pertanyaan;

  8) Menyimak secara saksama, dengan sungguh-sungguh mengikuti jalan pikiran pembicara;

  9) Menyimak secara aktif, untuk mendapatkan serta menemukan pikiran,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Menyimak adalah suatu kegiatan yang merupakan suatu proses. Menurut Logan (dalam Tarigan, 2008:63), dalam proses menyimak pun terdapat tahapan. Tahapan tersebut sebagai berikut.

  1) Tahap Mendengar

  Pada tahap ini kita baru mendengar segala sesuatu yang dikemukakan oleh pembicara dalam ujaran atau pembicaraannya.

  Disitu boleh dikatakan bahwa kita belum menangkap dan memahami secara lebih jelas tentang hal yang dikemukakan oleh pembicara.

  2) Tahap memahami

  Pada tahap ini ada keinginan dari kita untuk mengerti atau memahami dengan baik hal yang disampaikan pembicara. Disini kita sudah masuk pada tahap menangkap inti dan memahami secara jelas maksud pembicara.

  3) Tahap menginterpretasi

  Pada tahap ini kita mulai mencermati dan menangkap isi pembicaraan untuk selanjutnya melakukan penafsiran terhadap pendapat yang tersirat dari ujaran. 4)

  Tahap mengevaluasi Setelah memahami serta menafsirkan isi pembicaraan, kita mulai menilai atau mengevaluasi pendapat serta gagasan sang pembicara.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Disitu dikemukakan baik keunggulan dan kelemahan maupun kebaikan dan kekurangan dari hal yang disampaikan pembicara.

  5) Tahap menanggapi

  Pada tahap ini kita dapat menyerap dan menerima gagasan atau ide yang dikemukakan pembicara. Disitu kita dapat membuat tanggapan terhadap gagasan atau ide pembicara. Berdasarkan tahap-tahap menyimak sebagaimana telah dikemukakan, tahap-tahap menyimak yang relevan dengan penelitian ini ialah tahap-tahap menyimak menurut Logan, yang meliputi tahap mendengar, memahami, mengevaluasi, menginterpretasi, menanggapi. Dengan demikian, tahap-tahap menyimak cerita rakyat dapat meliputi tahap mendengarkan cerita, tahap memahami isi cerita, tahap menginterpretasi cerita, dan tahap menanggapi cerita.

  c.

  Tujuan Menyimak Ada delapan tujuan menyimak menurut Tarigan (2008:59). Kedelapan tujuan itu diuraikan sebagai berikut.

  1) Belajar, yaitu menyimak untuk memperoleh pengetahuan dari bahan ujaran pembicara. Menyimak dengan tujuan untuk belajar, misalnya tampak dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, mendengar cerita, menyimak film, mendengarkan ujaran orang lain. Kegiatan menyimak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ini haruslah disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

  2) Menikmati keindahan, yaitu menyimak untuk mendapatkan kepuasan batin yang tampak, misalnya, dalam pagelaran seni, mendengarkan musik, menonton drama, dan lain-lain. Penyimak di sini hanya menikmati keindahan dari bahan yang didengar atau dilihatnya.

  3) Mengevaluasi materi simakan. Menyimak yang dimaksud adalah agar siswa dapat memahami hal-hal apa yang disimak dapat berupa hal-hal yang baik maupun hal-hal yang kurang baik. Maka perlu hati-hati dalam menyimak agar sesuai dengan materi simakan dan pencapaian tujuan

  4) Mengapresiasikan materi simakan. Menyimak yang dimaksud adalah penyimak hanya dapat menghargai hal-hal yang disimak.

  5) Mengkomunikasikan ide-ide sendiri. Menyimak yang dimaksud adalah agar seseorang dapat mengkomunikasikan ide-ide, gagasan- gagasan maupun perasaan kepada orang lain dengan lancar dan baik.

  6) Memecahkan masalah secara kreatif dan analisis. Menyimak disini dimaksudkan untuk memberi ragam masukan untuk memecahkan masalah dalam topik pembicaraan. Menyimak ini sama dengan pada saat kita melakukan kegiatan musyawarah, mendengarkan petunjuk, ceramah dalam kehidupan kita. Setelah itu penyimak berharap apa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang kita simak tersebut dapat menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.

  7) Membedakan bunyi-bunyi dengan tepat. Menyimak di sini dimaksudkan untuk memfokuskan perhatian pada kekhasan bunyi- bunyi tertentu. Misalnya, orang yang sedang belajar bahasa asing harus memusatkan perhatian sunguh-sunguh pada ujaran-ujaran yang diucapkan oleh pembicara asli (native speaker).

  8) Menyimak persuasif. Menyimak ini bertujuan untuk meyakinkan dirinya terhadap masalah atau pendapat terhadap masalah yang selama ini diragukan kebenarannya. Menyimak dalam hal ini sebelum kita tahu dan tidak yakin kebenarannya maka menjadi terbuka pikiran yang dia ragukan akan suatu kebenaran yang abadi 3.

   Cerita Rakyat a.

  Menyimak Cerita Rakyat dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang harus dipelajari di sekolah dasar. Bahasa Indonesia mencakup empat aspek keterampilan dalam berbahasa, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Mendengarkan dapat dikatakan menyimak, tetapi pada kenyataannya mendengarkan dan menyimak berbeda. Mendengarkan adalah suatu proses mendengarkan sesuatu yang didengar. Sedangkan menyimak adalah cara yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu informasi yang telah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dilihat atau didengarnya, menangkap isi atau pesan yang telah disampaikan sang pembicara dengan sungguh-sungguh dan saksama. Dalam penelitian ini, akan difokuskan pada standar kompetensi menyimak 5: memahami penjelasan narasumber dan cerita rakyat secara lisan, kompetensi dasar 5.2 megidentifikasi unsur-unsur cerita rakyat.

  Sesuai dengan kompetensi dasar tersebut, masalah yang dihadapi siswa adalah mengeni menyimak cerita. Cerita adalah karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman, atau penderitaan orang, dan kejadian dan sebagainya, baik yang sungguh-sungguh atau rekaan belaka (Depdikbud, 2008:165).

  Penelitian ini akan difokuskan pada cerita rakyat.

  Cerita rakyat (folklore) adalah kisahan anonim yang tidak terikat pada ruang dan waktu, yang beredar secara lisan di tengah masyarakat; termasuk di dalamnya cerita binatang, legenda, dongeng, dan mite (Sudjiman, 1990:16). Menurut Rusyana (2000:39), cerita rakyat merupakan cerita tradisional karena cerita itu sudah dimiliki masyarakat Indonesia sejak dahulu. Cerita rakyat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cerita rakyat “Keong Mas” dan “Cindelaras”. Siklus I menyimak cerita “Keong Mas” dan Siklus II menyimak cerita “Cindelaras”.

  b.

  Unsur-unsur Cerita Rakyat Cerita rakyat terdiri atas unsur-unsur pembangun cerita. Unsur-unsur tersebut yaitu, alur, tokoh dan perwatakan, latar, tema dan amanat. Berikut

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1) Tokoh dan Penokohan

  Aminudin (dalam Siswanto, 2008:142) menyatakan tokoh adalah pelaku yang mengemban peristiwa dalam cerita rekaan sehingga peristiwa itu mampu menjalin suatu cerita, sedangkan cara sastrawan menampilkan tokoh disebut penokohan. Penokohan atau perwatakan ialah pelukisan mengenai tokoh cerita, baik keadaan lahirnya maupun batinnya yang dapat berupa pandangan hidupnya, sikapnya, keyakinannya, adat istiadatnya, dan sebagainya (Suharianto, 2005:20). Jadi, dapat disimpulkan bahwa tokoh adalah pelaku yang mengemban peristiwa dalam cerita rekaan sehingga peristiwa itu mampu menjalin suatu cerita. Penokohan yaitu penyajian watak tokoh dan penciptaan citra tokoh yang membedakan dengan tokoh yang lain.

  2) Latar Latar (setting) yaitu tempat maupun waktu terjadinya cerita.

  Abrams (dalam Siswanto, 2008:149) mengemukakan latar cerita adalah tempat umum (generale locale), waktu kesejarahan (historical

  time ) dankebiasaan masyarakat (social circumtances) dalam setiap

  episode atau bagian-bagian tempat. Secara sederhana Suharianto (2005:22) mengatakan, latar disebut juga setting yaitu tempat atau waktu terjadinya cerita.

  Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut peneliti menyimpulkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  peristiwa dalam karya sastra. Dalam penelitian ini karya sastra yang dimaksud adalah cerita rakyat.

  3) Tema

  Tema adalah pokok permasalahan yang mendominasi suatu karya sastra. Menurut Aminudin (dalam Siswanto, 2008:161) tema merupakan kaitan hubungan antara makna dengan tujuan pemaparan prosa rekaan oleh pengarangnya. Hakikatnya tema adalah permasalahan yang merupakan titik tolak pengarang dalam menyusun cerita atau karya sastra tersebut, sekaligus merupakan permasalahan yang ingin dipecahkan pengarang dengan karyanya itu (Suharianto, 2005:17).

  Dari uraian pendapat tentang tema, dapat disimpulkan bahwa tema adalah gagasan pokok yang ingin disampaikan pengarang melalui karyanya ataupokok permasalahan yang mendominasi suatu karya karya sastra.

  4) Amanat

  Amanat adalah gagasan yang mendasari karya sastra; pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca atau pendengar (Siswanto, 2008:162). Didalam karya sastra modern amanat ini biasanya tersirat, di dalam karya sastra lama pada umumnya amanat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tersurat. Jadi, amanat merupakan gagasan yang mendasari karya sastra baik tersirat maupun tersurat dalam karya sastra.

  5) Alur

  Alur adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin suatu cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita (Abrams dalam Siswanto, 2008:159). Sudjiman (dalam Siswanto, 2008:159) menyatakan bahwa, alur adalah peristiwa yang diurutkan membangun tulang punggung cerita.

  Menurut Suharianto (2005:18), alur adalah cara pengarang menjalin kejadian-kejadian secara beruntun dengan memperhatikan hukum sebab akibat sehingga merupakan kesatuan yang padu, bulat, dan utuh.

  Berdasrkan beberapa pendapat tentang alur, dapat disimpulkan bahwa alur dalah peristiwa-peristiwa yang terjalin dengan urutan yang baik dan membentuk sebuah cerita. Dalam alur terdapat serangkaian peristiwa dari awal sampai akhir

4. Media Audio Visual a.

  Pengertian Media Pembelajaran Menurut Kustandi (2013:8), media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat merangsang perhatian dan minat siswa dalam belajar.

  Berdasar pendapat beberapa ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan, sehingga dapat merangsang minat serta perhatian siswa sehingga terjadi proses belajar yang maksimal.

  b.

  Fungsi Media Pembelajaran Kustandi (2013:23) mengemukakan beberapa manfaat praktis dari penggunaan media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar, yaitu sebagai berikut.

  1) Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar serta meningkatkan proses dan hasil belajar.

  2) Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan memungkinkan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3) Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu.

  4) Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya, misalnya melalui karyawisata, kunjunga-kunjungan ke museum atau kebun binatang.

  c.

  Media Audio Visual Anitah (2010:55) menyatakan bahwa media audio visual adalah media yang menunjukkan unsur auditif (pendengaran) maupun visual (penglihatan).

  Menurut Suleiman (1981:11), media audio visual dapat menghadirkan satu objek secara konkret pada suatu pembelajaran yang dapat dinikmati bersama- sama atau terdapat keseragaman pengamatan, namun siswa/pengamat mempunyai presepsi yang berbeda mengenai objek pengamatan tersebut karena, setiap individu pengamat memiliki pengalaman berbeda-beda terhadap peristiwa atau objek tertentu. Menurut Hermawan (2012:78) media audio visual adalah media instruksional modern yang sesuai dengan perkembangan zaman atau kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi meliputi media yang dapat dilihat dan didengar.

  Berdasarkan uraian, dapat disimpulkan bahwa media audio visual adalah media yang dapat menampilkan suara dan gambar yang bergerak atau media

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  penggunaan media audio visual dalam pembelajaran dapat membangkitkan keinginan belajar sehingga perestasi belajar meningkat. Diharapkan dengan menggunakan media audio visual mampu menimbulkan minat terhadap suatu materi karena dikemas melalui tayangan video dan siswa dapat fokus menyimaknya agar informasi yang terkandung dalam video tersebut dapat diserap secara efektif.

  d.

  Keuntungan Menggunakan Media Audio Visual Sudjana dan Rivai (dalam Kustandi, 2013:58) mengemukakan hubungan media audio visual dan pengembangan keterampilan, berkaitan dengan aspek- aspek keterampilan menyimak. Keterampilan yang dapat dicapai dengan penggunaan media audio visual adalah sebagai berikut.

  1) Pemusatan perhatian dan mempertahankan perhatian. Misalnya, siswa mengidentifikasikan kejadian tertentu dari film yang disimak.

  2) Mengikuti pengarahan. Misalnya, sambil mendengarkan pernyataan atau kalimat singkat, siswa menandai salah satu pilihan pernyataan yang mengandung arti sama.

  3) Melatih daya analisis. Misalnya, siswa menentukan unsur-unsur kejadian atau suatu peristiwa, atau mmenentukan ungkapan mana yang menjadi sebab dan yang mana akibat dari pernyataan-pernyataan yang disimak.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4) Menentukan arti dan konteks. Misalnya, siswa mendengarkan pernyataan yang belum lengkap sambil berusaha menyempurnakannya dengan memilih kata yang disiapkan. Kata-kata yang disiapkan itu berbunyi sangat mirip dan hanya dapat dibedakan apabila sudah dalam konteks kalimat.

  5) Memilah-milah informasi atau gagasan yang relevan dan informasi yang tidak relevan. Misalnya, film yang disimak mengandung dua sisi informasi yang berbeda dan siswa mengelompokan informasi kedalam dua kelompok itu.

  6) Merangkum, mengemukakan kembali, atau mengingat kembali informasi. Misalnya, setelah menyimak cerita, siswa diminta untuk mengungkapkan kembali dengan kalimat-kalimat mereka sendiri.

  Peneliti menggunakan media audio visual bebentuk film dalam penelitian ini. Menurut Kustandi (2013:64), film dan video dapat menyajikan informasi, memaparkan proses, menjelaskan konsep-konsep yang rumit, mengajarkan keterampilan, menyingkat atau memperpanjang waktu, dan mempengaruhi sikap.

  Berikut adalah keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan media film dan video sebagai media belajar (Kustandi, 2013:64).

  1) Film dan video dapat melengkapi pengalaman-pengalaman dasar dari siswa ketika mereka membaca, berdiskusi, praktik, dan lain-lain.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2) Film dan video dapat menggambarkan suatu proses secara tepat dan dapat disaksikan secara berulang jika diperlukan.

  3) Di samping mendorong dan meningkatkan motivasi, film dan video menanamkan sikap dan segi-segi afektif lainnya.

  4) Film dan video yang mengandung nilai-nilai positif dapat mengundang pemikiran dan pembahasan dalam kelompok siswa.

  5) Film dan video dapat menyajikan peristiwa kepada kelompok besar atau kecil, kelompok yang heterogen maupun perorangan.

  6) Dengan kemampuan dan teknik pengambilan gambar frame demi

  frame, film yang dalam kecepatan normal memakan waktu satu minggu dapat ditampilkan dalam satu atau dua menit.

B. Penelitian-penelitian yang Relevan

  Penelitian terdahulu yang sejenis, dan sekarang ini masih relevan untuk dilaksanakan penelitian dilakukan Karimah (2009), Purnawan (2011), dan Indrasti (2012). Ketiga penelitian ini akan diuraikan di bawah ini.

1. Penelitian Yulinda Karimah

  Penelitian yang dilakukan oleh Karimah (2009), bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan menyimak cerita anak melalui media animasi audio visual siswa kelas VI SDI

  I Ma’had Islam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tes dan nontes. Instrumen tes berupa hasil keterampilan menyimak cerita anak, sedangkan instrumen nontes berupa hasil observasi, jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif.

  Hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti tentang keterampilan menyimak cerita anak pada pratindakan, siklus I, dan siklus

  II menunjukkan peningkatan nilai rata-rata kelas. Pada pratindakan nilai rata-rata kelas 54,4. Pada siklus I peningkatan dari nilai rata-rata pratindakan sebesar 18,8 dengan nilai rata-rata kelas 73,2 dan siklus II mengalami peningkatan dari nilai rata-rata siklus I sebesar 11 dengan nilai ratarata 84,2. Peningkatan pratindakan ke siklus II adalah 29,8. Pada penelitian ini siswa sangat aktif dan antusias dalam menyimak karena dalam pembelajaran menyimak cerita anak menggunakan media audio- visual

2. Penelitian Toto Purnawan

  Penelitian yang dilakukan oleh Purnawan (2011), mengkaji peningkatan kualitas pembelajaran menyimak cerita rakyat dengan menggunakan media audio visual siswa kelas V SD Kanisius Bayat Klaten Tahun Ajaran 2010/2011. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Kanisius Bayat Klaten yang berjumlah 18 siswa. Objek penelitian ini adalah penggunaan media audio visual dalam pembelajaran keterampilan menyimak cerita

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan analisis data penelitian tes menyimak cerita rakyat pada pratindakan, siklus I, dan siklus II menunjukkan peningkatan dari nilai rata-rata kelas dan persentase ketuntasan siswa. Pada pratindakan persentase ketuntasan hanya 55,55% dengan nilai rata-rata kelas 75,33 (Cukup). Pada siklus I persentase ketuntasan siswa mencapai 88,88% dan nilai rata-rata kelas mencapai 85,22 (Baik). Sedangkan pada siklus II persentase ketuntasan siswa mencapai 100% dengan nilai rata-rata kelas 89,22 (Sangat Baik). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual dapat meningkatkan keterampilan menyimak cerita rakyat siswa kelas V SD kanisius Bayat Klaten Tahun Ajaran 2010/2011.

3. Penelitian Catarina Indrasti

  Penelitian yang dilakukan oleh Indrasti (2012), adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan di SDK Sang Timur Yogyakarta. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SDK Sang Timur dengan jumlah 29 siswa, terdiri dari 14 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bagaimana pengunaan media audio visual dalam upaya meningkatkan minat siswa dalam kemampuan menulis materi karangan narasi siswa kelas IVA SDK Sang Timur Semester 2 tahun pelajaran 2011/2012, (2) untuk mengetahui bagaimana pengunaan media audio visual dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis materi karangan narasi pada siswa kelas IVA SDK Sang Timur Semester 2 tahun pelajaran 2011/2012.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah minat dan kemampuan menulis karangan. Minat siswa pada kondisi awal, skor rata-rata minat siswa adalah 7. Pada siklus I skor rata-rata minat siswa adalah 10,5 dan pada siklus II 13,4. Sedangkan pada kemampuan menulis karangan, skor rata-rata nilai siswa adalah 63,39. Pada siklus I perolehan rata-rata nilai siswa adalah 75,79 dan pada siklus II rata-rata nilai siswa adalah 82,76.

  Penelitian terdahulu memberikan gambaran pada peneliti bahwa penelitian tentang menyimak cerita rakyat dengan menggunakan media audio visual masih relevan untuk dilakukan. Jenis penelitian ini sama dengan penelitian terdahulu yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk pembelajaran menyimak menggunakan media audio visual. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah setting penelitian dan media audio visual berbentuk film yang digunakan.

  Tempat dilakukan penelitian ini di SDN Selomulyo yang terletak di Desa Sembung, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Subyek penelitian ini adalah 30 siswa kelas V SDN Selomulyo semester genap tahun ajaran 2013/2014. Obyek penelitian ini adalah penggunaan media audio visual untuk meningkatkan minat dan kemampuan menyimak cerita rakyat mata pelajaran bahasa Indon esia kelas V, khususnya KD “5.2 Mengidentifikasikan unsur- unsur cerita rakyat”. Sedangkan media audio visual berbentuk film yang digunakan dalam penelitian adalah cerita rakyat “Keong Emas” dan cerita rakyat “Cindelaras”.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C.

  Kerangka Berpikir Kegiatan menyimak dilakukan untuk mencari dan memperoleh informasi- informasi, setelah mendapatkan informasi kemudian memahami isi atau maksud dari informasi tersebut serta memahami maksud yang disampaikan oleh pembicara. Menurut beberapa siswa, kegiatan menyimak merupakan kegiatan yang sangat membosankan. Maka dari itu, guru menggunakan media agar siswa tertarik dalam kegiatan menyimak. Penggunaan media dalam suatu kegiatan belajar mengajar bertujuan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien dengan demikian mutu pendidikan dapat ditingkatkan. Seorang guru harus berusaha agar materi yang diberikan atau disampaikan oleh guru dapat diserap, dimengerti dan dipahami oleh siswa dengan baik. Untuk memudahkan siswa dalam menyerap, mengerti dan memahami setiap pembelajaran di kelas.

  Materi tentang mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar, amanat) adalah materi yang masih terlalu abstrak untuk siswa sekolah dasar. Untuk mengurangi keabstrakan suatu materi, guru perlu menggunakan media pembelajaran. Dalam hal ini peneliti memilih menggunakan media audio visual untuk membantu siswa dalam mengidentifikasikan unsur-unsur cerita rakyat. Media audio visual yang digunakan peneliti berupa film pendek tentang cerita rakyat. Dengan media tersebut, siswa diharapkan menjadi tertarik atau lebih senang dengan materi ajar. Dengan perasaan senang siswa dapat memperoleh pengalaman-pengalaman belajar yang diperolehnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Perasaan senang akan menumbuhkan minat belajar siswa. Jika siswa memiliki minat belajar tinggi maka siswa akan berusaha untuk memahami materi atau cerita yang disampaikan. Ketika siswa paham dengan cerita yang disampaikan menggunakan media audio visual diharapkan siswa mampu meningkatkan kemampuan menyimaknya. Kemampuan siswa dalam menyimak ini akan mempengaruhi prestasi belajar siswa. Maka peneliti yakin bahwa penggunaan media audio visual dapat meningkatkan minat dan kemampuan menyimak cerita rakyat siswa kelas V SDN Selomulyo Semester

  II Tahun ajaran 2013/2014.

  

Gambar 1. Bagan Kerangka Berpikir

  Pembelajaran Minat dan Kondisi Awal

  Konvensional Kemampuan Menyimak Rendah

  Penggunaan Media Siklus I Tindakan

  Audio Visual Siklus II

  Minat dan Kemampuan

  Kondisi Akhir Menyimak Meningkat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D.

   Hipotesis Tindakan Hipotesis tindakan dalam penelitian ini sebagai berikut.

1. Penggunaan media audio visual dapat meningkatkan minat siswa kelas V

  SDN Selomulyo khususnya pada kompetensi dasar: mengidentifikasikan unsur-unsur cerita rakyat.

  2. Penggunaan media audio visual dapat meningkatkan kemampuan menyimak siswa kelas V SDN Selomulyo khususnya pada kompetensi dasar: mengidentifikasikan unsur-unsur cerita rakyat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PENELITIAN Bab III memaparkan tentang jenis penelitian, setting penelitian, desain

  penelitian, pengumpulan data, instrumen penelitian, validitas instruman penelitian, dan teknik analisis data.

A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

  Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersamaan (Suwandi, 2010:10). Tindakan tersebut dilakukan oleh guru atau dengan arahan guru yang dilakukan oleh siswa.

  Selain itu, penelitian tindakan kelas bertujuan untuk mengadakan perbaikan atau meningkatkan mutu praktik pembelajaran di kelas.

  PTK dilaksanakan melalui beberapa siklus (Kemmis dan Mc. Taggart dalam Sukardi, 2003:215) yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pelaksanaan

  

Gambar 2. Model Kemmis dan Mc. Taggart

Keterangan gambar sebagai berikut.

  Model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart seperti pada gambar di atas penelitian terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus dimulai dari rencana

  (Planning), kemudian tindakan (acting), dilanjutkan dengan observasi

  (observing) dari tindakan yang telah dilakukan dan yang terakhir refelksi (reflecting) .

  Perencanaan merupakan suatu kegiatan merencanakan suatu tindakan yang akan dilakukan pada pelaksanaan tindakan. Dalam kegiatan perencanaan mencakup beberapa hal, antara lain: (a) identifikasi masalah, (b) analisis penyebab adanya masalah, dan (c) pengembangan bentuk tindakan yang akan dilakukan sebagai bentuk solusi atau pemecahan

  Perencanaan Observasi/

  Pengumpulan Data Pelaksanaan

  Observasi/ Pengumpulan Data

  Siklus II Siklus I

  Refleksi Perencanaan

  Refleksi

1. Perencanaan (Planning)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.

  Pelaksanaan/tindakan (acting) Pelaksanaan tindakan dalam penelitian tindakan kelas dilakukan mengacu pada apa yang direncanakan pada perencanaan. Pelaksanaan tindakan yang paling tepat yaitu mampu memecahkan masalah yang sedang dihadapi. setelah ditetapkan bentuk pelaksanaan tindakan, maka langkah berikutnya adalah mengimplementasikan tindakan dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan skenario pembelajaran yang sudah dibuat.

  3. Pengamatan/observasi (observing) Kegiatan pengamatan atau observasi dalam penelitian tindakan kelas dilakukan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran lengkap secara objektif tentang perkembangan proses pembelajaran atau dapat dikatakan sebagai kegiatan merekam informasi dampak dari pelaksanaan tindakan.

  Data yang dihimpun melalui pengamatan/ observasi meliputi data kuantitatif dan data kualitatif sesuai dengan indikator-indikator yang telah ditetapkan.

  4. Refleksi (reflecting) Refleksi dalam penelitian tindakan kelas dilakukan untuk mengadakan upaya evaluasi yang dilakukan guru dan tim pengamat dalam penelitian tindakan kelas. Refleksi dilakukan dengan cara berdiskusi terhadap berbagai masalah yang muncul di dalam kelas. Berdasarkan masalah yang muncul pada refleksi hasil perlakuan tindakan pada siklus pertama, maka

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tujuan atau belum. Melalui refleksi inilah, peneliti mengambil keputusan untuk menentukan siklus lanjutan ataukah berhenti karena masalahnya sudah terpecahkan.

  Jika pada siklus pertama hasil penelitian kurang baik, penelitian dilanjutkan pada siklus dua. Dengan melakukan perbaikan terhadap rencana tindakan yang dirasa lebih baik. Dengan demikian, penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang bertujuan mengetahui apakah media audio visual yang digunakan benar-benar mampu meningkatkan minat dan kemampuan menyimak cerita rakyat siswa kelas V SDN Selomulyo Sleman.

B. Setting Penelitian

  Setting penelitian ini meliputi, tempat penelitian, subjek penelitian, dan objek penelitian. Setting penelitian tersebut sebagai berikut.

1. Tempat Penelitian

  Penelitian dilaksanakan di SDN Selomulyo Sleman. Peneliti memilih SDN Selomulyo karena berdasarkan pengamatan, guru di SD ini belum menggunakan media pembelajaran dalam kegiatan menyimak pada mata pelajaran bahasa Indonesia sehingga peneliti ingin menggunakan media audio visual untuk menyelesaikan masalah yang terdapat di sekolah tersebut khususny a di kelas V dalam KD “5.2 Mengidentifikasi unsur- unsur cerita rakyat”. SDN Selomulyo terletak di Desa Sembung,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.

  Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa SDN Selomulyo tahun ajaran

  2013/2014 kelas V. Jumlah siswa adalah 30 siswa, yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan.

3. Objek Penelitian

  Objek penelitian ini adalah penggunaan media audio visual untuk meningkatkan minat dan kemampuan menyimak cerita rakyat mata pelajaran bahasa Indonesia semester II khususnya kompetensi dasar “5.2 mengidentifikasi unsur- unsur cerita rakyat”.

C. Desain Penelitian

  Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dan permasalahan yang dihadapi berasal dari dalam pembelajaran di dalam kelas. Dalam penelitian ini terdiri dari dua siklus, dimana pada setiap siklus kegiatan pembelajaran dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi atau pengamatan, dan refleksi.

  Data penelitian yang diperoleh berupa hasil pre-test menyimak cerita tanpa menggunakan media pada tanggal 25 Februari 2014 yang dilakukan peneliti kepada 30 siswa kelas V semester II SDN Selomulyo yang hasilnya menunjukkan 60% atau 18 dari 30 siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk tahun ajaran 2013/2014. Nilai rata-rata kelas adalah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  bahwa rata-rata nilai siswa kondisi awal adalah 66,1 dan 60% siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM, sedangkan 40% siswa dinyatakan tuntas.

  Peneliti juga melakukan pengumpulan data berupa observasi dan kuesioner minat, hasilnya didapati rata-rata minat sebesar 51,7 termasuk dalam kriteria minat sedang. Sehingga akan dilakukan tindakan agar minat dan kemampuan menyimak siswa dapat meningkat.

1. Persiapan a.

  Permintaan izin kepada Kepala Sekolah SDN Selomulyo untuk melakukan kegiatan penelitian di SD tersebut.

  b.

  Melakukan observasi pada siswa kelas V untuk memperoleh gambaran sepintas mengenai tingkah laku siswa terhadap pelajaran bahasa Indonesia terutrama dalam menyimak.

  c.

  Melakukan pengamatan/ observasi lebih teliti untuk mengetahui gambaran sepintas mengenai minat belajar dan kemampuan menyimak dalam pelajaran bahasa Indonesia.

  d.

  Melakukan wawancara dengan guru kelas dan sebagian dari siswa kelas V SDN Selomulyo.

  e.

  Mengidentifikasi masalah yang ada di kelas adalah kurangnya minat dan kemampuan menyimak dalam mata pelajaran bahasa Indonesia.

  f.

  Menganalisis masalah belajar siswa dalam menyimak cerita rakyat yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kurang menyediakan media-media pembelajaran. Guru kurang memancing minat siswa dengan menggunakan media pembelajaran.

  Peneliti akan mencoba meningkatkan minat dan kemampuan menyimak siswa dengan menggunakan media audio visual.

  g.

  Merumuskan masalah dan merumuskan hipotesis.

  h.

  Menyusun rencana penelitian dalam setiap siklus. i.

  Membuat gambaran awal mengenai minat belajar dan kemampuan menyimak siswa kelas V . j.

  Mengkaji standar kompetensi, kompetensi dasar, dan materi pokoknya. k.

  Menyusun silabus, RPP, LKS, kisi-kisi soal, instrumen penilaian, memilih cerita rakyat, dan instrumen penelitian. l.

  Menyusun instrumen pengumpulan data (rubrik pengamatan minat, kuesioner minat siswa, soal evaluasi, dan instrumen penilaian). m.

  Mempersiapkan film yang digunakan sebagai media pembelajaran serta sarana dan prasarana yang diperlukan (viewer, laptop, speaker, kamera, dan papan nomor untuk siswa).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.

  Rencana Setiap Siklus Setelah diperoleh gambaran keadaan kelas, maka dilakukan tindakan kelas sebagai berikut.

  a.

  Siklus I (dua pertemuan) Pada siklus I ini akan dilaksanakan selama dua kali pertemuan, setiap pertemuan terdiri dari 2 jam pelajaran (2x35 menit).

  1) Perencanaan

  Tahap perencanaan, peneliti mempersiapkan lembar pengamatan minat, lembar kuesioner minat, menyusun RPP, LKS, bahan ajar, silabus, serta menentukan jadwal pelaksanaanya. Peneliti juga mempersiapkan media untuk menyimak cerita rakyat, media yang digunakan dalam penelitian ini adalah media audio visual berupa film. 2)

  Pelaksanaan Langkah awal yang dilakukan peneliti adalah membagikan kuesioner minat siswa dengan tujuan mengetahi minat awal peserta didik dalam menyimak cerita rakyat. Kuesioner minat siswa juga dibagikan diakhir siklus. Pada tahap pelaksanaan, langkah-langkah yang dilakukan guru adalah sebagai berikut.

  a) Menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai dalam rencana kegiatan yang akan dilaksanakan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b) Menggali pengetahuan awal siswa mengenai cerita rakyat (tokoh, tema, latar, watak dan amanat yang terkandung dalam cerita rakyat).

c) Siswa dibagi dalam kelompok, setiap kelompok terdiri dari 6 siswa.

  d) Siswa secara bersama-sama menyimak cerita rakyat yang berjudul “Keong Mas” melalui media audio visual yang berupa film.

  e) Siswa diberikan petunjuk tentang langkah-langkah dalam mengerjakan lembar kerja siswa.

  f) Siswa mengerjakan LKS secara berkelompok

  g) Beberapa kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas dengan bimbingan guru.

  h) Kelompok lain memperhatikan kelompok yang sedang presentasi kemudian mengoreksi secara bersama-sama bila ada kesalahan. i)

  Siswa bersama-sama guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari. j)

  Siswa mengerjakan tes atau evaluasi, selanjutnya melakukan refleksi secara lisan. k) Siswa mengumpulkan tugasnya. l) Peneliti memeriksa hasil pekerjaan siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  m) Menganalisis hasil pekerjaan siswa untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyimak cerita rakyat.

  3) Observasi

  a) Minat Siswa

  Observasi minat siswa dilakukan pada saat siswa mengikuti pembelajaran. Data yang dikumpulkan yaitu berupa lembar observasi/ pengamatan berupa rubrik yang dilakukan oleh seorang pengamat dan lembar kuesioner yang diisi oleh seluruh siswa kelas V setelah melakukan pembelajaran pada akhir siklus.

  b) Hasil observasi minat dan tes kemampuan menyimak

  Dilakukan diakhir pembelajaran pada siklus 1 (postest) berupa tes tertulis yang nantinya akan digunakan sebagai pembanding untuk melihat peningkatan kemampuan menyimak siswa diakhir pembelajaran.

  4) Refleksi

  a) Mengevaluasi apa yang dilakukan pada pelaksanaan siklus 1, tentang apa yang berhasil, kendala, dan hambatan yang dihadapi siswa.

  b) Membandingkan hasil minat belajar yang dicapai pada siklus I dengan kriteria keberhasilan yang ditetapkan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c) Membandingkan hasil prestasi belajar yang dicapai pada siklus I dengan kriteria keberhasilan yang ditetapkan d)

  Menentukan perbaikan yang perlu dilakukan berdasarkan hasil evaluasi yang nantinya digunakan untuk pertimbangan apakah siklus akan dilanjutkan atau tidak.

  b.

  Siklus II (dua pertemuan) Siklus dua dilaksanakan dua kali pertemuan, setiap pertemuan terdiri dari 2x35 menit (2 JP).

  1) Perencanaan

  Perencanaan pada siklus II mengacu pada refleksi siklus I. Peneliti memperbaiki kekurangan pada siklus I dengan merancang pembelajaran dengan materi yang sama namun semakin kompleks. Peneliti juga mempersiapkan RPP, LKS, bahan ajar, silabus, lembar observasi minat, dan lembar kuesioner minat serta diadakan ulangan atau tes pada akhir siklus II

  2) Pelaksanaan

  a) Melakukan apersepsi, yaitu siswa bercerita pegalaman dalam menyimak cerita rakyat menggunakan media audio visual pada hari sebelumnya.

  b)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c) Melakukan tanya jawab tentang unsur-unsur yang terkandung dalam cerita rakyat.

  d) Menyimak cerita rakyat yang berjudul “Cindelaras” menngunakan media audio visual berupa film.

  e) Siswa berkelompok dengan teman satu meja.

  f) Setiap kelompok menuliskan kembali isi cerita rakyat yang disimak menggunakan media audio video.

  g) Memberi kesimpulan atau peneguhan terhadap materi yang diajarkan pada siklus II.

  h) Mengadakan tes atau evaluasi pembelajaran. i)

  Siswa mengumpulkan hasil tes evaluasi yang kemudian akan dianalisis oleh peneliti. j)

  Siswa mengisi kuesioner minat siswa di akhir siklus 3. Observasi

  a) Minat siswa

  Observasi atau pengamatan minat siswa dilakukan pada saat siswa mengikuti pembelajaran. Data yang dikumpulkan yaitu berupa lembar pengamatan berupa rubrik yang dilakukan oleh seorang pengamat dengan membuat bukti dokumentasi berupa foto

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  siswa kelas V SDN Selomulyo setelah melakukan pembelajaran pada akhir siklus b)

  Hasil observasi minat dan tes kemampuan menyimak Dilakukan diakhir pembelajaran pada siklus II (postest) berupa tes tertulis yang nantinya akan digunakan sebagai pembanding untuk melihat peningkatan kemampuan menyimak siswa diakhir pembelajaran.

4. Refleksi

  a) Mengevaluasi apa yang dilakukan pada pelaksanaan siklus II, tentang apa yang berhasil, kendala, dan hambatan yang dihadapi siswa.

  b) Membandingkan hasil minat belajar yang dicapai pada siklus II dengan kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Apakah sudah mengalami peningkatan atau justru penurunan minat belajar siswa.

  c) Membandingkan hasil evaluasi yang dicapai pada siklus II dengan kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Apakah sudah mengalami peningkatan atau justru penurunan.

  d) Mengambil keputusan apakah siklus akan dihentikan atau dilanjutkan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

D. Pengumpulan Data 1.

  Peubah (Variabel) Terdapat dua variabel dalam penelitian ini yaitu variabel minat dan kemampuan menyimak. Data minat siswa diperoleh melalui observasi/ pengamatan dan kuesioner, sedangkan kemampuan menyimak diperoleh melalui tes. Variabel minat siswa diukur sebelum melakukan penelitian, akhir siklus I, dan akhir siklus II. Sedangkan variabel kemampuan menyimak diukur setiap akhir siklus I dan siklus II.

  

Tabel 1. Pengumpulan Data dan Instrumen

  No Peubah Indikator Keberhasilan

  Data Pengumpulan Instrumen

  1 Minat Belajar Siswa

  Rata-rata minat belajar siswa Skor rata- rata dari kuesioner minat dan observasi minat

  Observasi dan kuesioner Lembar pengamatan minat dan kuesioner

  2 Kemampuan Menyimak

   Rata-rata nilai evaluasi  Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM

  Nilai tes evaluasi Tes Lembar tes siswa

2. Teknik Pengumpulan Data

  Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif yaitu data minat belajar dan data kuantitatif yaitu data kemampuan menyimak.

  Pengumpulan data kualitatif diperoleh dari hasil observasi siswa secara langsung selama pembelajaran dan kuesioner minat yang diisi oleh siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dari soal evaluasi yang diberikan pada setiap akhir pertemuan di setiap siklus.

  a.

  Pengumpulan Data Minat Untuk mengukur tingkat minat siswa, peneliti menggunakan instrumen penelitian non tes. Dalam penelitian ini tingkat minat siswa diukur menggunakan lembar observasi dan kuesioner. 1)

  Observasi Observasi adalah suatu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara sistematis (Arikunto, 2012:45). Menurut Sugiyono (2011:196) Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang lebih spesifik dan tidak terbatas pada orang, tetapi dapat berupa obyek-obyek alam yang lain. Observasi dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung di setiap siklus yang berpedoman pada lembar observasi atau pengamatan. Observasi dilakukan oleh peneliti dengan bantuan dari guru kelas untuk mengamati seluruh kegiatan yang berlangsung baik dari kinerja guru maupun aktivitas siswa secara menyeluruh, mulai dari awal sampai akhir pembelajaran.

  2) Kuesioner

  Kuesioner adalah instrumen pengumpul data dalam bentuk sejumlah pertanyaan tertulis untuk menjaring informasi yang dimiliki responden, mencakup pendapat/opini, fakta, atau sikap (Uno,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  minat belajar siswa. Kuesioner yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuesioner tertutup. Kuesioner tertutup adalah kuesioner yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih (Arikunto, 2006:152).

  Peneliti menyediakan 4 pilihan jawaban pada kuesioner ini. Hal ini dibuat berdasarkan skala sikap yang mengacu pada skala likert.

  Seperti pendapat Riduwan (2002:12), yang mengatakan bahwa skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau kelompok tentang kejadian atau gejala sosial. Hal ini berarti skala sikap ini cocok digunakan untuk mengukur minat siswa.

  Pilihan jawaban tersebut meliputi “SS = Sangat Setuju”, “S = Setuju”, ”TS = Tidak Setuju”, dan “STS = Sangat Tidak Setuju”. Dalam kuesioner ini tidak ada pilihan tengah, bila pilihan tengah disediakan maka responden akan cenderung memilihnya sehingga data mengenai perbedaan diantara responden menjadi kurang informatif (Azwar, 2007:35).

  b.

  Pengumpulan Data Kemampuan Menyimak Tes merupakan salah satu jenis asesmen yang menggunakan aneka prosedur spesifik untuk memperoleh informasi dan mengonversikan atau mengubah informasi tersebut ke dalam skor atau bilangan (Supratiknya, 2012:25-26). Tes dalam penelitian ini menggunakan tes tertulis. Tes tertulis adalah suatu teknik penilaian yang menuntut jawaban secara

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tes tertulis digunakan untuk mendapatkan data tentang kemampuan menyimak cerita rakyat menggunakan media audio visual siswa kelas V.

  Tes tertulis dalam penelitian ini berupa essay yang berkaitan dengan materi mengidentifikasi unsur cerita rakyat. Penilaian dalam menyimak, peneliti menggunaka rubrik penilaian menyimak cerita rakyat untuk mengetahui nilai siswa.

E. Instrumen Penelitian

  Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati (Sugiyono, 2011:148). Instrumen untuk pengumpulan data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu untuk mengukur minat dan kemampuan menyimak. Untuk mengukur minat, digunakan lembar observasi minat dan kuesioner minat, sedangkan kemampuan menyimak, menggunakan tes.

1. Instumen Minat

  Instrumen untuk mengukur tingkat minat siswa dalam penelitian ini diukur menggunakan lembar observasi minat dan kuesioner minat.

  a.

  Observasi Observasi minat belajar digunakan ketika peneliti melakukan observasi terhadap siswa ketika kegiatan pembelajaran berlangsung di kelas. Lembar observasi minat disusun berdasarkan indikator-indikator minat. Lembar pengamatan minat diisi oleh peneliti ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung. Ada pun rubrik pengamatan mengenai minat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Tabel 2. Rubrik Observasi Minat

No Indikator Kriteria

  Siswa menunjukkan a.

  1 Siswa sudah berada di kelas sebelum guru perasaan senang dalam datang mengikuti pembelajaran b.

  Siswa menyiapkan buku pelajaran bahasa bahasa Indonesia Indonesia sebelum pelajaran dimulai c.

  Siswa mengikuti pelajaran dengan antusias d.

  Siswa mengucapkan salam ketika guru datang e. Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru tanpa mengeluh

  2 Siswa menunjukkan a.

  Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru kemauan untuk mengenai materi yang dijelaskan mengembangkan diri b.

  Siswa berusaha mencari jawaban dari tugas yang diberikan c.

  Siswa bertanya kepada guru jika mengalami kesulitan d.

  Siswa membuat catatan mengenai materi yang dipelajari e.

  Siswa membawa buku sumber yang lain

  3 Siswa menunjukkan sikap a.

  Siswa memperhatikan pembelajaran yang perhatian dalam disampaikan oleh guru pembelajaran bahasa b.

  Siswa berkonsentrasi mengikuti pelajaran, Indonesia walaupun teman-temannya menganggu c.

  Siswa tidak membuat kegaduhan d.

  Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru e.

  Siswa mencatat penjelasan guru

  4 Siswa berpartisipasi a.

  Siswa maju untuk mengerjakan soal dalam kegiatan b.

  Siswa menanggapi pertanyaan yang diberikan pembelajaran bahasa oleh guru Indonesia c.

  Siswa mengajukan diri dalam menjawab pertanyaan d.

  Siswa mengikuti kegiatan pembelajaran dari awal sampai akhir e.

  Siswa mengoreksi apabila guru kurang tepat dalam menjelaskan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Tabel 3. Lembar Observasi Minat Siswa

Kemauan Partisipasi

Perhatian

  Perasaan untuk dalam Skor dalam senang mengembang kegiatan Minat Kategori No pembelajaran kan diri pembelajaran (1-80) a b c d e a b c d e a B c d e a b c d e 1.

  2.

  3. Jum mlah Keseluruhan Rata-rata

  Keterngan bobot skor: 1 = jika siswa tidak merespon tindakan yang termasuk dalam kriteria 2 = jika tindakan siswa sering tidak sesuai dengan kriteria 3 = jika tindakan siswa kadang sesuai dengan kriteria 4 = jika tindakan siswa sesuai dengan kriteria b.

  Kuesioner Kuesioner minat belajar digunakan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya dari siswa tersebut, kuesioner ini diisi oleh siswa sendiri.

  Menurut Uno (2007:74), kuesioner adalah instrumen pengumpul data dalam bentuk sejumlah pertanyaan tertulis untuk menjaring informasi yang dimiliki responden, mencakup pendapat/opini, fakta, atau sikap. Kuesioner yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuesioner tertutup. Kuesioner tertutup adalah kuesioner yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih (Arikunto, 2006:152). Penelitian ini menggunakan kuesioner dengan bentuk checklist. Subyek penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2) Item negatif, dengan pilihan jawaban dan skor:

  d) Sangat Tidak Setuju (STS) : skor 4

  : skor 3

  c) Tidak Setuju(TS)

  : skor 2

  b) Setuju (S)

  : skor 1

  a) Sangat setuju (SS)

  Kuesioner disusun berdasar

  Likert’s Summated Ratings. Prinsip skala

  : skor 2

  c) Tidak Setuju (TS)

  : skor 3

  b) Setuju (S)

  : skor 4

  a) Sangat setuju (SS)

  1) Item positif, dengan pilihan jawaban dan skor:

  Likert adalah menentukan lokasi kedudukan seseorang dalam suatu kontinum sikap terhadap objek sikap, mulai dari sangat negatif sampai dengan sangat positif. Untuk tiap butir pernyataan, tidak ada pilihan tengah hanya tersedia 4 pilihan jawaban dan yaitu “Sangat Setuju (SS)”, “Setuju (S)”, “Tidak Setuju (TS)”, dan “Sangat Tidak Setuju (STS)”. Berikut ini skor untuk item positif dan item negatif.

  d) Sangat Tidak Setuju (STS) : skor 1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2 Saya mempelajari kembali materi bahasa Indonesia yang diberikan ketika di rumah.

  20 Saya diam ketika guru memberikan pertanyaan.

  18 Saya mengikuti kegiatan pembelajaran dari awal hingga akhir.

  15 Saya hanya diam jika mengalami kesulitan dalam pelajaran bahasa Indonesia.

  11 Saya ikut serta dalam kegiatan menyimak mata pelajaran bahasa Indonesia.

  8 Saya malas dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru.

  4 Saya mencoba menjawab pertanyaan yang diberikan guru dalam pelajaran bahasa Indonesia.

  19 Saya mengganggu teman ketika kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia.

  10 Saya mengikuti instruksi yang disampaikan guru.

  14 Saya mengabaikan instruksi yang disampaikan guru.

  3 Saya memperhatikan guru saat menjelaskan materi.

  7 Saya mengobrol dengan teman ketika mengikuti kegiatan menyimak mata pelajaran bahasa Indonesia.

  17 Saya bertanya jika mengalami kesulitan dalam pelajaran bahasa Indonesia.

  13 Saya lebih senang bermain daripada mengulang materi bahasa Indonesia yang diberikan guru ketika di rumah.

  Berikut ini kisi-kisi kuesioner yang disebarkan kepada responden.

  

Tabel 4. Rubrik Kuesioner Minat

  16 Saya ingin mendapat nilai yang memuaskan dalam pelajaran bahasa Indonesia

  12 Saya malas berusaha mendapat nilai yang memuaskan dalam pelajaran bahasa Indonesia.

  9 Saya berusaha menyelesaikan tugas yang diberikan guru.

  5 Saya malas ketika mengikuti pelajaran bahasa Indonesia terutama dalam kegiatan menyimak.

  1. Saya senang mengikuti pelajaran bahasa Indonesia terutama dalam kegiatan menyimak

  No Pernyataan favorable No Pernyataan unfavorable

  

Tabel 5. Sebaran Item Kuesioner Minat

  Siswa berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia 4, 11, 18 8, 15, 20

  Siswa memiliki sikap perhatian dalam pembelajaran bahasa Indonesia 3, 10 7, 14, 19 d.

  Siswa memiliki kemauan untuk mengembangkan diri 2,17 6, 13 c.

  20 b.

  Siswa memiliki perasaan senang dalam mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia 1, 9, 16 5, 12

  No. Item negatif Total a.

  Indikator No. Item positif

  6 Saya malas mencari informasi dari buku-buku dan sumber belajar lainnya jika menemui masalah dalam pelajaran bahasa Indonesia.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.

  Instrumen Kemampuan Menyimak Tes merupakan salah satu jenis asesmen yang menggunakan aneka prosedur spesifik untuk memperoleh informasi dan mengonversikan atau mengubah informasi tersebut ke dalam skor atau bilangan (Supratiknya, 2012:25-26). Tes dalam penelitian ini menggunakan tes tertulis .Tes tertulis adalah suatu teknik penilaian yang menuntut jawaban secara tertulis baik berupa pilihan atau isian (Suprijono, 2011:138). Tes tertulis digunakan untuk mendapatkan data tentang kemampuan menyimak siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan media audio visual.

  Tes tertulis dalam penelitian ini berupa essay yang berkaitan dengan materi mengidentifikasi unsur cerita rakyat. Untuk mengerjakan tes essay, peneliti membuat perintah kepada siswa untuk mengerjakan soal-soal yang telah disediakan peneliti. Selanjutnya, jawaban atau hasil tes dari siswa dikumpulkan, diperiksa, dan diberi skor. Peneliti membuat sepuluh butir soal essay sesuai dengan indikator yang ingin dicapai sepeti yang tercantun dalam RPP. Sebelum mengujikan soal tersebut peneliti menyusun kisi-kisi. Adapun kisi-kisi tersebut disusun sebagai berikut.

  

Tabel 6. Kisi-kisi Soal Menyimak Cerita Rakyat

Standar Kompetensi Indikator Tujuan No. Jumlah

Kompetensi Dasar Kognitif Pembelajaran Soal Soal

  5.Menyimak

  5.2

  5.2.1 Siswa dapat

  1

  1 Memahami Mengidentifikasi Menyebutkan menyebutkan penjelasan unsur tokoh, latar, dan tokoh cerita

  • –unsur cerita narasumber dan rakyat. tema dari cerita Siswa dapat 2, 3,

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1

  3 Jawaban kurang lengkap dan benar

  4 Jawaban tepat lengkap dan benar

  1

  3 Menyebutkan Latar Waktu

  1 Menuliskan 1 latar tempat

  2 Menuliskan 2 latar tempat

  3 Menuliskan 3 latar tempat

  4 Menuliskan lebih dari 3 latar tempat

  1

  2 Menyebutkan Latar Tempat

  1 Menyebutkan 1 tokoh

  2 Menyebutkan 2 tokoh

  3 Menyebutkan 3 tokoh

  4 Menyebutkan lebih dari 3 tokoh

  Siswa dapat menyebutkan tema cerita

  5

  1

  1

  5.2.2 Menjelaskan watak dan amanat dari cerita rakyat

  Siswa dapat menjelaskan watak tokoh 6 ,

  7, 8

  3 Siswa dapat menjelaskan amanat

  9

  5.3.3 Menuliskan kembali isi cerita rakyat

  No Soal Bobot Skala Keterangan Jumlah Skala X Bobot

  Siswa dapat menuliskan kembali isi ringkas cerita

  10

  1 Total Soal

  10 Soal-soal disusun berdasarkan kisi-kisi. Soal-soal yang telah disusun peneliti selanjutnya dikonsultasikan dengan dosen pembimbing dan guru mata pelajaran.

  Kemudian jawaban siswa dinilai berdasrakan rubrik penilaian tes menyimak sebagai berikut.

  

Tabel 7. Rubrik Penilaian Tes Menyimak

  1 Menyebutkan Tokoh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3 Jawaban kurang lengkap dan benar

  3 Jawaban kurang lengkap dan benar

  2 Jawaban kurang lengkap

  1 Jawaban tidak benar

  8 Mengidentifi kasi Watak Tokoh

  3

  4 Jawaban tepat lengkap dan benar

  2 Jawaban kurang lengkap

  3

  1 Jawaban tidak benar

  9 Menjelaskan Amanat Cerita

  4

  4 Amanat sesuai dengan isi cerita dan menuliskan 2-3

  3 Amanat sesuai dengan isi cerita dan menuliskan 1

  2 Amanat kurang sesuai dengan isi cerita dan menuliskan 2-3

  1 Amanat tidak sesuai dengan isi cerita

  4 Jawaban tepat lengkap dan benar

  1 Jawaban tidak benar

  4 Menyebutkan Latar Suasana

  4 Menentukan tema sesuai dengan isi cerita

  1

  4 Jawaban tepat lengkap dan benar

  3 Jawaban kurang lengkap dan benar

  2 Jawaban kurang lengkap

  1 Jawaban tidak benar

  5 Menentukan Tema Cerita

  3

  3 Menentukan tema cukup sesuai dengan isi cerita

  1 Jawaban tidak benar

  2 Menentukan tema kurang sesuai dengan isi cerita

  1 Tidak ada jawaban yang benar

  6 Menjelaskan Kegiatan Tokoh

  3

  4 Jawaban tepat lengkap dan benar

  3 Jawaban kurang lengkap dan benar

  2 Jawaban kurang lengkap

  7 Menjelaskan Watak Tokoh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  10 Menuliskan

  5

  4 Menuliskan judul, isi sesuai cerita Isi Cerita

  3 Tidak menuliskan judul, isi sesuai cerita

  2 Menuliskan judul, isi kurang sesuai cerita

  1 Tidak menuliskan judul, isi kurang seusuai dengan cerita Total

  25 Skor = F.

   Validitas Instrumen Penelitian 1.

  Validitas Instrumen Penelitian Masidjo (2010:243) mengemukakan bahwa validitas suatu tes adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya diukur.

  Validitas suatu tes erat kaitannya dengan tujuan penggunaan test untuk melihat apakah tes tersebut valid (sahih). Validasi instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan expert judgement. Expert

  judgement ditempuh dengan cara menanyakan atau dikonsultasikan dengan ahli. Ahli dalam hal ini adalah satu dosen PGSD USD.

2. Validitas Perangkat Pembelajaran

  Perangkat pembelajaran yang berupa RPP, LKS, bahan ajar, dan silabus yang dibuat oleh peneliti divalidasi melalui expert judgement atau dikonsultasikan kepada ahli. Dalam penelitian ini, perangkat pembelajaran yang dibuat divalidasi kepada satu dosen bahasa USD, satu kepala sekolah,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pembelajaran Dosen PGSD USD 3,6 Baik Kepala Sekolah SD N Selomulyo

  4 Baik

  Rata-rata

  4 Baik Guru Kelas V SD N Selomulyo 4,1 Sangat Baik

  3 LKS Dosen PGSD USD 3,9 Baik Kepala Sekolah SD N Selomulyo

  Rata-rata 3,9 Baik

  4 Baik Guru Kelas V SD N Selomulyo 4,3 Sangat Baik

  pembelajaran disusun oleh peneliti bersama peneliti lain dengan dibimbing oleh dosen pembimbing. Lembar validasi selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 6 halaman 158.

  Hasil validasi akan digunakan oleh peneliti untuk memperbaiki instrument pembelajaran yang akan digunakan dalam penelitian ini. Perhitungan validasi perangkat pembelajaran dihitung menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) yaitu penilaian yang memperbandingkan hasil belajar dengan patokan yang telah ditentukan sebelumnya. Tipe PAP yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe II. Hasil validasi perangkat pembelajaran dihitung menggunakan PAP dan dijabarkan sebagai berikut.

  Rata-rata 4,2 Sangat Baik

  1 Silabus Dosen PGSD USD 4,4 Sangat Baik Kepala Sekolah SD N Selomulyo 3,9 Baik Guru Kelas V SD N Selomulyo 4,4 Sangat Baik

  Kriteria

  Ahli Hasil Penilaian Rata-rata

  No Perangkat Pembelajaran

  

Tabel 8. Hasil Penghitungan Validasi Perangkat Pembelajaran

  2 Rencana Pelaksanaan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4 Bahan Ajar Dosen PGSD USD 3,6 Baik Kepala Sekolah SD N Selomulyo

  4 Baik Guru Kelas V SD N Selomulyo

  4 Baik Rata-rata 3,86 Baik

  

Tabel 9. Perhitungan Interval Skor Validasi Perangkat Pembelajaran dengan

PAP Tipe II (Masidjo, 2010: 157)

  Tingkatan Penguasaan Kompetensi Rentang Skor Kriteria

  4.1 Sangat baik 81% x 5 = 4.1 – 5

  3.3 Baik 66% x 5 = 3.3 – 4 56% x 5 = 2.8 2.8 - 3.2 Cukup

  2.3 Kurang baik 46% x 5 = 2.3 – 2.7

  Sangat kurang baik Di bawah 46% = di bawah 2.3 – 2.2 Berdasarkan hasil penghitungan rata-rata validasi perangkat pembelajaran

  (silabus, RPP, dan LKS) di atas, diperoleh rata-rata silabus adalah 4,2 dengan kriteria sangat baik. Rata-rata RPP adalah 3,9 dengan kriteria baik. Rata-rata LKS adalah 4 dengan kriteria baik. Perhitungan rata-rata bahan ajar 3,86 dengan kriteria baik. Dari penghitungan di atas, diperoleh rata-rata keseluruhan perangkat pembelajaran adalah 3,99. Hasil penghitungan tersebut termasuk dalam kriteria baik. Peneliti kemudian memperbaiki kekurangan maupun masukan dari para ahli tentang perangkat pembelajaran tersebut. Setelah diperbaiki, perangkat tersebut digunakan dalam penelitian.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI G.

   Teknik Analisis Data

  Analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau data lain terkumpul (Sugiyanto, 2010:207). Dalam penelitian ini data yang diperoleh, dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Kegiatan analisis meliputi; (1) Tingkat minat siswa dalam proses pembelajaran yang diambil dari data pengamatan dan kuesioner. (2) Kemampuan menyimak siswa berupa nilai evaluasi pada setiap siklus. Untuk mengetahui peningkatan kualitas proses dan hasil belajar siswa dilakukan dengan membandingkan minat dan hasil belajar siswa setelah tindakan dan kondisi sebelum tindakan.

1. Analisis Data Minat Siswa

  Analisis minat siswa diambil dari data observasi minat siswa di kelas dan berdasarkan skor siswa disaat mengisi kuesioner yang telah diberikan.

  Observasi minat siswa dilakukan setiap pertemuan sedangkan kuesioner minat diisi siswa setiap akhir siklus. Kuesioner juga diisi siswa sebelum siklus guna mengetahui kondisi awal minat siswa.

  Analisis minat siswa dapat ditempuh dengan cara membandingkan kondisi awal dengan akhir siklus I dan akhir siklus I dengan akhir siklus II sesuai dengan kriteria keberhasilan yang diharapkan di atas. Peningkatan minat siswa dapat dihitung dengan cara sebagai berikut.

  a.

  Menghitung skor minat setiap siswa dengan rumus:

  • Skor minat setiap siswa =
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b.

  Menghitung skor akhir minat siswa setiap siklus.

  Minat siswa = c.

  Memasukkan hasil rata-rata akhir perhitungan minat siswa ke dalam kriteria yang telah ditentukan menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP). Tipe PAP yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe II. Dalam PAP tipe II menggunakan passing score 56% dari total skor yang harus dicapai (Massidjo, 2010:157). Dijabarkan sebagai berikut.

  

Tabel 10. Kriteria Minat menggunakan PAP tipe II

  Tingkat Skor Rentang Skor Kriteria 81% x 80 = 65

  65 Sangat Tinggi

  • – 80 66% x 80 = 53

  53 Tinggi

  • – 64 56% x 80 = 45

  45 Sedang

  • – 52 46% x80 = 37

  37 Rendah

  • – 44 < 46% = < 37 < 37 Sangat Rendah d.

  Membandingkan tingkat minat pada kondisi awal dengan akhir siklus I, akhir siklus I dengan akhir siklus II, untuk menyimpulkan apakah terjadi peningkatan minat atau tidak.

2. Analisis Data Kemampuan Menyimak

  Analisis data deskriptif digunakan untuk menganalisis data kemampuan menyimak siswa yang dinyatakan dengan skor hasil penilaian tes berbentuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  siklus I, dan akhir siklus II sesuai dengan kriteria keberhasilan yang diharapkan di atas. Peningkatan kemampuan belajar siswa dapat dihitung dengan cara sebagai berikut.

  1) Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, kemudian mengoreksinya berdasarkan dengan indikator-indikator penilaian menyimak cerita rakyat dengan menggunakan rubrik menyimak cerita rakyat (tabel 7 halaman 58).

  2) Menghitung skor total yang diperoleh siswa dengan paduan penilaian menyimak cerita rakyat.

  Menghitung nilai siswa, dengan rumus sebagai berikut.

  Nilai kognitif = Skor total yang diperoleh siswa 3)

  Menghitung Nilai Rata-rata

  ∑N

  Nilai Rata-rata (N) = Keterangan :

  ∑N = Jumlah nilai yang diperoleh seluruh siswa n = Jumlah seluruh siswa 4)

  Menghitung persentase siswa yang telah mencapai KKM, dengan rumus sebagai berikut.

  Presentase = 5)

  Membandingkan tingkat kemampuan menyimak siswa pada akhir siklus I dan akhir siklus II dengan kondisi awal, untuk menyimpulkan apakah terjadi peningkatan kemampuan menyimak atau tidak yang dinyatakan dalam skor.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.

  Indikator Keberhasilan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pembelajaran bahasa Indonesia yang harus dikuasai siswa kelas V semester genap SDN Selomulyo tahun pelajaran

  2013/2014 adalah 72. Indikator keberhasilan yang digunakan pada penelitian tindakan kelas ini adalah pencapaian kriteria yang peneliti tentukan pada setiap akhir siklus I dan siklus II. Penelitian tindakan kelas dikatakan berhasil jika hasil yang dicapai siswa melebihi kriteria yang sudah peneliti tentukan di setiap akhir siklus I maupun siklus II. Kriteria keberhasilan yang disusun oleh peneliti adalah sebagai berikut.

  

Tabel 11. Kriteria Keberhasilan Tiap Siklus

  No Peubah Indikator Kondisi Akhir Akhir awal Siklus I Siklus II

  1 Minat Rata-rata seluruh minat siswa 51,7

  64

  67

  2 Kemampuan Nilai rata-rata 66,1

  74

  78 Menyimak Cerita Presentase jumlah siswa 40% 75% 80% mencapai KKM (72)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV memaparkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Bab ini berisi tentang hasil penelitian dan pembahasan. A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas (PTK) yang berjudul “Peningkatan Minat dan Kemampuan Menyimak Cerita Rakyat Menggunakan Media Audio Visual Siswa Kelas V SDN Selomulyo Sleman” dilaksanakan selama 3 minggu yaitu

  dimulai tanggal 11 sampai 29 Maret 2014. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Setiap pertemuan, dibagi menjadi empat tahap yaitu tahap perencanaan tindakan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Penelitian ini hanya dilakukan untuk seluruh siswa kelas V SDN Selomulyo semester genap tahun ajaran 2013/2014 pada mata pelajaran bahasa Indonesia kompetensi dasar mengidentifikasikan unsur-unsur cerita rakyat (tokoh, watak, latar, tema, amanat).

1. Kondisi Awal

  Sebelum melakukan penelitian, peneliti terlebih dahulu mengadakan observasi terhadap kegiatan belajar mengajar di dalam kelas pada hari Selasa,

  25 Februari 2014. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, kegiatan belajar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menyimak cerita rakyat guru mempergunakan metode ceramah dan sama sekali tidak menggunakan media pembelajaran. Siswa cuma mendengarkan sambil melihat buku panduan. Minat siswa dalam mengikuti pembelajaran juga tidak nampak, hal tersebut dikarenakan siswa hanya mendengarkan cerita dari guru tanpa adanya media pembelajaran. Konsentrasi siswa terlihat tidak nampak dapat dilihat dari banyaknya siswa yang justru hanya mengobrol sendiri dengan teman sebangku, bahkan beberapa anak keluar masuk kelas. Keterlibatan siswa di dalam proses pembelajaran pun tidak nampak saat guru mengajukan pertanyaan.

  Setelah melakukan observasi di kelas, peneliti juga melakukan wawancara kepada Ibu Sri Sumiyati S.Pd. selaku wali kelas V tentang kegiatan menyimak dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Masalah mendasar yang dikeluhkan oleh guru kelas V SDN Selomulyo adalah rendahnya kemampuan siswa dalam menyimak terutama untuk menentukan tema dan amanat suatu cerita. Siswa mengalami kesulitan dalam menguasai kompetensi dasar mengidentifikasikan unsur-unsur cerita rakyat (tokoh, watak, latar, tema, amanat). Siswa menganggap menyimak merupakan kegiatan yang tidak menarik dan membosankan. Hal tersebut, terbukti dengan rendahnya siswa dalam mengemukakan pendapatnya terhadap cerita rakyat yang dibacakan guru.

  Peneliti juga melakukan pengumpulan data berupa kuesioner minat selain observasi minat untuk mengetahui kondisi awal minat siswa dan pre test

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mengetahui kondisi awal kemampuan menyimak siswa. Pengambilan data kondisi awal dilakukan pada hari Jumat, 28 Januari 2013. Data minat dan kemampuan menyimak siswa pada kondisi awal dapat dilihat pada lampiran 8 halaman 186.

  Dari data minat dan kemampuan menyimak kondisi awal, diketahui bahwa sebanyak 3 siswa (10%) memiliki kriteria minat sangat tinggi terhadap kegiatan menyimak dalam pembelajaran bahasa Indonesia, 10 siswa (33,3%) termasuk kriteria minat tinggi, 11 siswa (36,7%) termasuk kriteria minat sedang, dan 6 siswa (20%) termasuk dalam kriteria minat yang rendah. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai rata-rata minat belajar siswa kelas V SDN Selomulyo adalah 51,7. Berdasarkan hasil rata-rata tersebut, minat belajar siswa kelas V digolongkan dalam kriteria sedang. Untuk kemampuan menyimak siswa diketahui bahwa siswa yang mendapat nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk tahun ajaran 2013/2014 ada 60% atau 18 dari 30 siswa dan 40% atau 12 dari 30 siswa yang dinyatakan tuntas dalam materi menyimak cerita rakyat. Nilai rata-rata kelas adalah 66,1 masih jauh di bawah nilai KKM yaitu 72. Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan kondisi awal minat siswa adalah 51,7 dengan kriteria sedang, kondisi awal rata-rata nilai menyimak cerita rakyat adalah 66,1 dan 60% siswa mendapatkan nilai di bawah KKM, sedangkan 40% lainnya termasuk tuntas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Siklus I

  Tindakan siklus I dilaksanakan selama 2 kali pertemuan. Tiap-tiap pertemuan terdiri dari dua jam pelajaran (2 x 35 menit) yang dilaksanakan selama satu minggu yaitu pada tanggal 11 Maret 2014 dan 14 Maret 2014, yang diikuti oleh siswa kelas V SDN Selomulyo sebanyak 30 siswa. Materi yang dibahas adalah menyimak cerita KD 5.2 mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar, watak, amanat). Selain itu, siswa pada siklus I ini diminta untuk menuliskan kembali isi cerita dengan bahasanya sendiri berdasarkan film yang diputar menggunakan media audio visual dengan judul “Keong Mas”. Dalam penelitian ini peneliti berperan langsung sebagai guru yang melaksanakan pembelajaran menyimak cerita rakyat menggunakan media audio visual. Adapun tahapan-tahapan yang dilaksanakan dalam siklus I adalah sebagai berikut.

  a.

  Perencanaan Pada tahap perencanaan siklus I, peneliti membuat perangkat pembelajaran yang berupa silabus, RPP, LKS, bahan ajar, soal evaluasi, dan pendoman penilaian untuk melihat kemampuan menyimak siswa. Selain perangkat pembelajaran, peneliti juga menyiapkan media film yang akan dipakai untuk penelitian. Pada siklus I ini, peneliti menyiapkan film yang berjudul “Keong Mas”. Peneliti juga membuat rubrik observasi/pengamatan minat (ekspresi perasaan senang, kemauan, perhatian, dan partisipasi siswa dalam pembelajaran) dan kuisioner minat untuk menilai minat siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya dalam menyimak cerita

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sarana dan prasana dalam pembelajaran, yaitu laptop, viewer, speaker, kabel, dan papan nama dan nomor siswa. Peneliti menyusun dan menyiapkan segala sesuatu yang digunakan dalam pembelajaran pada siklus I, baik pertemuan 1 maupun pertemuan 2.

  b.

  Pelaksanaan 1)

  Pertemuan 1 Kegiatan pembelajaran pertemuan pertama dilaksanakan pada taggal 11

  Maret 2014 pada pukul 08.10

  • – 09.35. Sebelum memulai pembelajaran, peneliti mengecek media audio visual yang digunakan yaitu laptop, viewer,

  speaker , dan kabel. Peneliti bersama guru dan satu pengamat lain masuk ke dalam kelas untuk mengamati minat siswa dalam proses pembelajaran.

  Langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan peneliti dibagi menjadi tiga tahap sebagai berikut.

  a) Kegiatan Awal

  Pada kegiatan awal, peneliti memberi salam kepada siswa, selanjutnya ketua kelas memimpin doa. Setelah itu, peneliti mengecek kesiapan siswa untuk belajar dan melakukan presensi. Sebelum masuk ke materi peneliti mengkondisikan siswa untuk mengetahui materi yang akan diajarkan dengan memberikan apersepsi melalui pertanyaan yang berkaitan dengan cerita rakyat yang pernah didengar oleh para siswa. Misalnya, “ Apakah kalian pernah mendengar cerita rakyat Tangkuban Perahu?”,” Cerita rakyat apa yang kalian tahu?” , “Siapa yang mau bercerita kepada teman-

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  siswa menceritakan poin-poin dari cerita rakyat yang pernah mereka dengar. Pada saat itu siswa sangat antusias untuk bercerita, beberapa siswa bercerita sendiri dengan teman sebangku. Karena hal itu keadaan kelas menjadi gaduh. Karena kondisi kelas gaduh peneliti diam sejenak dan siswa juga ikut diam. Setelah kondisi kelas tenang peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan.

  b) Kegiatan Inti

  Pada kegiatan inti, peneliti bertanya jawab dengan siswa tentang hal yang berkaitan dengan cerita yang sudah diceritakan oleh salah satu siswa.

  Hal tersebut diantaranya tokoh, latar, dan tema cerita. Peneliti membimbing siswa untuk dapat menemukan tokoh, latar, dan tema dari cerita yang diceritakan salah satu siswa. Peneliti juga mempersilakan siswa untuk bertanya apabila masih belum paham dengan materi yang disampaikan. Setelah itu peneliti mengajak siswa untuk bersama-sama menyimak film cerita rakyat berjudul “Keong Mas” yang dipertontonkan menggunakan media audio visual (laptop, viewer, dan speaker). Siswa diajak peneliti untuk menemukan tokoh, latar, dan tema dari film tersebut dengan membuat catatan-catatan kecil.

  Setelah film selesai peneliti membagi kelas menjadi enam kelompok dan disetiap kelompok terdiri dari lima siswa. Anggota kelompok ditentukan oleh peneliti dengan cara acak agar siswa tidak memilih-milih anggotanya. Selanjutnya, peneliti membacakan peraturan-peraturan yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tetap kondusif. Peneliti membacakan petunjuk mengerjakan LKS, yaitu “berdiskusilah dalam kelompok dan tuliskan kembali cerita rakyat yang baru saja kalian simak men ggunakan bahasamu sendiri”. Hal tersebut dimaksudkan agar siswa dapat berdiskusi dan bertukar pendapat dalam kelompok tentang isi cerita dan jalannya cerita dari film yang mereka simak.

  Selesai mengerjakkan LKS beberapa kelompok maju kedepan untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Kemudian penelit meminta pendapat kelompok lain tentang hasil pekerjaan teman yang presentasi, tidak lupa peneliti juga melakukan tanya jawab tentang tokoh, tema, dan latar dari cerita yang mereka presentasikan. Kelompok yang tidak presentasi juga boleh menjawab pertanyaan peneliti. Kemudian siswa mengumpulkan hasil pekerjaannya untuk di nilai dan dibagikan pada pertemuan selanjutnya.

  c) Kegiatan Akhir

  Peneliti melakukan tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang tokoh, latar, dan tema dari cerita. Peneliti dan siswa membuat kesimpulan, selanjutnya melakukan refleksi secara lisan dan tertulis tentang perasaannya setelah menyimak cerita dengan menggunakan media audio visual. Kemudian peneliti membagikan kuisioner minat untuk diisi siswa kemudian dikembalikan ke peneliti.

  Sebelum menutup pelajaran peneliti menyampaikan materi yang akan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dipelajari selanjutnya (watak tokoh dan amanat cerita). Peneliti mengucapkan salam penutup.

  2) Pertemuan 2

  Siklus 1 pertemuan kedua dilaksanakan pada taggal 14 Maret 2014 pada pukul 07.00-08.10. Sebelum memulai pelajaran, siswa dibagikan papan nama dan nomor untuk memudahkan pengamat melakukan observasi seperti pertemuan 1. Peneliti juga mempersiapkan media audio visual (laptop, viewer dan speaker) yang akan digunakan. Setelah itu, guru dan pengamat masuk kedalam kelas untuk mengondisikan kelas dan melakukan pengamatan minat siswa dalam proses pembelajaran.

  a) Kegiatan Awal

  Peneliti memberi salam diteruskan dengan doa. Peneliti melakukan presensi. Peneliti mengadakan apersepsi tentang materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya dengan tujuan memberikan penguatan dan mengingat kembali pada pembelajaran yang telah dilaksanakan. Peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran pada hari itu.

  b) Kegiatan Inti

  Pada kegiatan inti peneliti dan siswa melakukan tanya jawab tentang unsur-unsur instrinsik (tokoh, watak, latar, tema, dan amanat) suatu cerita.

  Peneliti memberikan sedikit penjelasan sekaligus penguatan tentang materi pertemuan 1 (tokoh, latar, dan tema cerita). Peneliti melakukan tanya jawab dengan siswa tentang watak dan amanat yang terdapat dalam film

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pertemuan 1. Setiap kelompok dibagikan hasil pekerjaannya yang sudah dinilai pada pertemuan 1. Hal itu dimaksudkan agar siswa termotivasi dalam mengikuti pelajaran setelah mengetahui nilainya. Kemudian setiap kelompok dibagikan LKS untuk menentukan watak tokoh dan amanat cerita yang terdapat dalam film “Keong Mas”. Sebelumnya peneliti telah memberikan petunjuk pengerjaan LKS.

  Siswa mengerjakan LKS sambil menyimak kembali film “Keong Mas”. Selesai mengerjakan LKS, siswa dan peneliti membahas hasil pekerjaan siswa mengenai watak tokoh dan amanat cerita dari film yang disimak. Siswa dan peneliti melakukan tanya jawab mengenai materi yang dipelajari. Kemudian siswa dan peneliti menyimpulkan keseluruhan materi yang dipelajari dari pertemuan 1, yaitu unsur instrinsik cerita (tokoh, latar, watak, tema, dan amanat cerita).

  c) Kegiatan Akhir

  Siswa dibagikan lembar evaluasi berupa essay yang terdiri dari 10 butir soal untuk dikerjakan siswa secara individu. Selanjutnya peneliti dan siswa melakukan refleksi secara lisan dan tertulis tentang kesulitan yang dialami siswa dan hal yang didapat oleh siswa setelah menyimak cerita rakyat menggunakan media audio visual. Sebelum mengakhiri pelajaran, peneliti memberi tidak lanjut untuk meringkas materi tentang mengidentifikasi unsur instinsik cerita. Peneliti mengucapkan salam penutup. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c.

  Observasi 1)

  Minat siswa Observasi dilaksanakan peneliti lain sebagai observer/pengamat dengan bantuan wali kelas V sebagai mitra peneliti pada saat pembelajaran berlangsung. Untuk memudahkan pengamat dalam melakukan pengamatan, setiap siswa diberi papan nama dan nomor karena pengamat belum terlalu hafal dengan siswa. Pengamat kemudian mengisinya sesuai dengan keadaan di kelas. Jika siswa melakukan kegiatan sesuai dengan kriteria tersebut maka pengamat memberi skor sesuai bobot skor yang telah ditetapkan (1-4) pada lembar observasi.

  Berdasarkan observasi yang dilakukan selama pembelajaran, siswa terlihat lebih berminat dalam belajar. Hal tersebut dikarenakan kegiatan pembelajaran yang menarik dengan menggunakan media audio visual berbentuk film. Siswa menjadi antusias dalam belajar ketika menyimak cerita rakyat menggunakan media audio visual. Namun pada pertemuan pertama siswa masih kaku ketika mengikuti kegiatan pembelajaran, apalagi ketika pembagian kelompok membutuhkan banyak waktu. Ketika berdiskusi masih banyak kelompok yang ramai sendiri dan ada beberapa anak yang keluar masuk kelas. Hal ini memperlihatkan bahwa minat siswa untuk mempelajari materi belum nampak, ketika presentasi pertemuan pertama hanya perwakilan dari kelompok saja yang maju ke depan kelas. Namun, pada pertemuan kedua sudah mengalami peningkatan yaitu seluruh anggota maju untuk presentasi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2) Hasil observasi minat dan tes kemampuan menyimak

  Untuk mengukur minat siswa pada siklus I, peneliti menggunakaan rubrik observasi minat dan kuesioner minat. Sedangkan untuk kemampuan menyimak siswa mengenai materi mengidentifikasikan unsur-unsur cerita rakyat pada siklus I, peneliti membuat soal essay yang diujikan oleh peneliti. Data yang diperoleh berdasarkan hasil observasi dan tes evaluasi siklus I dapat dilihat pada lampiran 9 halaman 187.

  Dari data tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata minat siswa adalah 66,7. Sebanyak 15 siswa (50%) memiliki kriteria minat belajar sangat tinggi dan 15 siswa (50%) memiliki kriteria minat belajar tinggi. Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa rata-rata minat siswa di kelas V termasuk dalam kriteria sangat tinggi dan sudah mencapai target yang diharapkan peneliti yaitu 64.

  Selanjutnya untuk kemampuan menyimak cerita rakyat pada siklus I, jika dibandingkan dengan kondisi awal, rata-rata kemampuan menyimak siswa pada siklus I mengalami peningkatan yaitu dari 66,1 menjadi 76. Dari hasil evaluasi belajar tersebut, nilai rata-rata yang diperoleh sudah mencapai target yang telah ditentukan oleh peneliti yaitu 75. Persentase siswa yang mencapai KKM sebesar 76,7% sudah mencapai target yang telah ditentukan yaitu 75%.

  d.

  Refleksi Secara umum kegiatan pembelajaran siklus 1 sudah berjalan sesuai dengan perencanaan pembelajaran yang sudah disusun. Saat peneliti menjelaskan garis besar materi menyimak cerita rakyat menggunakan media audio visual siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  membantu siswa dalam memahami materi. Materi yang disampaikan jelas dan media yang digunakan menarik siswa. Namun saat pembagian kelompok terjadi sedikit kekacauan karena siswa gaduh menentukan kelompoknya. Saat berdiskusi kelompok pun masih ada beberapa siswa yang tidak mengikuti diskusi dengan baik seperti siswa nomor 1, 17, 18, dan 29 yang keluar masuk kelas dan mengganggu teman yang lainnya. Saat presentasi hasil diskusi kelompok juga ada beberapa kelompok yang tidak memperhatikan kelompok yang maju di depan. Saat mengerjakan tes, ada beberapa keluhan dari siswa nomor 3, 10, 11, dan 23 tentang soal test yang kurang menarik karena hanya terdapat 10 butir soal essay dan sedikitnya gambar yang ada.

  Untuk observasi/pengamatan minat oleh pengamat berjalan cukup lancar, meskipun beberapa siswa tidak mengenakan papan namanya sesuai dengan tempatnya yang mudah dilihat pengamat. Pengamat juga masih belum hafal dengan nama ataupun nomor siswa. Siswa juga sudah terbiasa dengan kehadiran pengamat di kelas.

  Skor akhir minat belajar dan kemampuan menyimak siswa dalam pelaksanaan kegiatan siklus I sudah mengalami peningkatan dari kondisi awal dan sudah mencapai target akhir siklus I yang diharapkan. Skor rata-rata minat belajar seluruh siswa yang sebelumnya 51,7 pada siklus I mencapai 66,7. Skor ini sudah mencapai target akhir siklus I yang diharapkan yaitu 64. Persentase siswa yang mencapai KKM adalah 76,7%, persentase siswa yang mencapai KKM pada siklus I sudah mencapai target yang yang diharapkan yaitu 75%. Hasil nilai rata-rata

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kemampuan menyimak yang diharapkan adalah 75, ternyata nilai rata-rata seluruh siswa mencapai 76. Hasil tersebut dapat dilihat sebagai berikut.

  

Tabel 12. Target Keberhasilan dan Capaian Siklus 1

  Peubah Indikator Keberhasilan

  Kondisi Awal

  Target Keberhasilan

  Capaian Siklus 1

  Keterangan Minat Rata-rata skor observasi dan kuisioner seluruh siswa

  51,7 64 66,7 Tercapai Kemampuan Menyimak

  Rata-rata nilai evaluasi 66,1

  74

  76 Tercapai Jumlah siswa yang mencapai KKM (72)

  40% 75% 76,7% Tercapai Setelah melakukan refleksi bersama-sama dengan guru dan pengamat lainya, peneliti merencanakan perbaikan berdasarkan hambatan-hambatan yang dialami pada siklus I untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal pada siklus II. Usaha-usaha yang dilakukan peneliti sebagai berikut.

  1) Kelas dibagi dalam kelompok satu meja atau 2 orang setiap anggotanya, untuk menghindari kegaduhan yang terjadi di siklus I karena banyaknya anggota kelompok.

  2) Untuk meningkatkan konsentrasi dan pemahaman siswa, saat diskusi peneliti mewajibkan seluruh siswa menulis hasil diskusi di buku catatan masing-masing.

  3) Ketika kelompok presentasi, guru meminta siswa untuk mencatat hal-hal penting yang di kelompoknya belum ada, pada akhir presentasi guru memberikan bebrapa pertanyaan pada kelompok lain terkait hasil presentasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4) Membuat lembar evaluasi yang lebih menarik dengan ditambah gambar- gambar untuk meningkatkan antusias siswa dalam mengerjakan evaluasi.

  5) Memperbesar papan nama dan nomor yang ditempel pada siswa untuk memudahkan observer dalam melakukan observasi.

3. Siklus II

  Siklus II dilaksanakan dengan dua kali pertemuan yaitu pada tanggal 25 Maret dan 28 Maret 2014 dengan materi sama seperti siklus 1 namun lebih bersifat penguatan materi. Dalam siklus II, pertemuan pertama siswa dibagi kedalam kelompok yang terdiri dari 2 orang/ teman satu meja. Selanjutnya, pada pertemuan kedua siswa akan lebih banyak bekerja secara individu untuk menuliskan kembali isi cerita dengan bahasanya sendiri.

  a.

  Perencanaan Pada perencanaan tindakan siklus II ini, peneliti merencanakan tindakan perbaikan sesuai refleksi yang dilakukan pada setiap pertemuan siklus I.

  Peneliti memperbaiki kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan siswa pada rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun sebelumnya kemudian dikonsultasikan dengan guru kelas untuk meminimalisir hambatan-hambatan yang mungkin akan terjadi seperti pada pelaksanaan siklus I. Selain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), peneliti juga memperbaiki Lembar Kerja Siswa (LKS). Peneliti juga mempersiapkan media pembelajaran berupa film yang lebih menarik bagi siswa, yaitu “Cindelaras”. Selain itu, peneliti juga mempersiapkan speaker, laptop, viewer, kabel, papan nomor untuk siswa, dan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b.

  Pelaksanaan 1)

  Pertemuan 1 Pada siklus II pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Selasa, 25 Maret 2014.

  Pertemuan ini dilaksanakan pada jam ke-3 dan ke-4. Sebelum memulai pembelajaran, peneliti mengecek media yang digunakan. Peneliti bersama pengamat masuk kedalam kelas untuk mengamati minat siswa dalam proses pembelajaran. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan peneliti dibagi menjadi tiga tahap sebagai berikut.

  a) Kegiatan Awal

  Pada kegiatan awal, peneliti sebagai guru melakukan tanya jawab dengan siswa tentang pengalaman siswa dalam menyimak cerita rakyat pada pertemuan sebelumnya. Selanjutnya guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasikan unsur cerita dan menuliskan kembali isinya (dalam kelompok).

  b) Kegiatan Inti

  Pada kegiatan inti siswa bersama peneliti melakukan tanya jawab tentang unsur-unsur yang terkandung dalam cerita. Peneliti memberikan penguatan dan pembenaran dalam jawaban siswa. Kemudian siswa diajak untuk menyimak film cerita rakyat berjudul “Cindelaras”. Peneliti memberikan petunjuk pengerjaan LKS. Siswa dibagikan LKS untuk dikerjakan secara berkelompok dengan teman sebangku. Siswa mengerjakan tugas untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menentukan tema dan amanat cerita tersebut. Siswa diperbolehkan mengajukan pertanyaan jika menemui kesulitan dalam mengerjakan LKS.

  Beberapa kelompok mempresentasikan hasil kerjanya kemudian siswa bersama peneliti membahs hasil kerja siswa bersama-sama. Siswa dibimbing peneliti menarik kesimpulan atas materi yang telah dipelajari.

  c) Kegiatan Akhir

  Siswa mengerjakan soal evaluasi untuk menentukan watak tokoh, tema, dan amanat cerita “Cindelaras”. Kemudian siswa dbimbing melakukan refleksi secara lisan. Peneliti pun memberikan tindak lanjut kepada siswa bahwa di pertemuan selanjutnya siswa akan menuliskan kembali cerita yang disimak secara individu. Diakhir pelajaran ditutup dengan salam dan doa. 2)

  Pertemuan 2 Siklus II pertemuan kedua dilaksanakan pada taggal 28 Maret 2014 pada pukul 07.00-0900. Sebelum memulai pelajaran peneliti memindahkan kelas ke mushola atas ijin guru Sri Sumiyati, S.Pd. selaku wali kelas V, dikarenakan terjadi gangguan listrik di ruang kelas V. Setelah itu, peneliti masuk ke dalam sebagai guru ditemani dengan satu orang pengamat.

  a) Kegiatan Awal

  Untuk memulai pelajaran peneliti mengecek kesiapan siswa untuk belajar selanjutnya, peneliti membuka dengan salam. Sebelumnya, siswa sudah sudah dikondisikan untuk duduk sedikit melingkar di mushola dengan peneliti dan viewer sebagai pusatnya. Hal ini dilakukan peneliti mengingat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ketersediaan tempat di mushola itu. Peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada hari itu.

  b) Kegiatan Inti

  Pada kegiatan inti peneliti dan siswa melakukan tanya jawab tentang unsur-unsur yang ada dalam cerita. Peneliti membahas kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa terutama dalam menentukan tema dan menulis kembali cerita rakyat. Selanjutnya, peneliti memberikan beberapa saran kepada siswa agar dalam menyimak cerita rakyat, siswa bisa memperhatikan unsur-unsur yang ada dalam menyimak cerita seperti tokoh, latar, tema, dan amanat. Kemudian peneliti memutarkan kembali film cerita rakyat “Cindelaras” untuk disimak siswa. Setelah itu, peneliti membagikan soal ulangan untuk siswa, sebelum itu peneliti memberitahu petunjuk pengerjaan soal. Selesai mengerjakan, siswa mengumpulkan tugas di depan.

  c) Kegiatan Akhir

  Peneliti dan siswa bersama-sama melakukan tanya jawab. Peneliti dan siswa membuat kesimpulan selanjutnya, melakukan refleksi secara lisan dan tertulis tentang kesulitan yang dialami siswa dan hal yang didapat oleh siswa setelah menyimak cerita rakyat dengan media audio visual. Sebelum mengakhiri pelajaran, peneliti dibantu pengamat membagikan kuisioner minat siswa untu diisi dan dikumpulkan kepada peneliti setelah pulag sekolah. Peneliti mengucapkan salam penutup. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c.

  Observasi 1)

  Observasi minat Observasi pada pertemuan pertama siklus II dilaksanakan oleh satu pengamat saat pembelajaran berlangsung. Untuk memudahkan pengamat dalam melakukan pengamatan, setiap siswa diberi papan nomor dan nama dengan ukuran yang lebih besar. Pengamat membawa lembar pengamatan dan kemudian mengisinya sesuai dengan keadaan di kelas. Rentang skor lembar observasi 1-4 sesuai dengan keterangan yang tercantum dilembar observasi. Skor maksimal observasi minat adalah 80.

  Pada sikklus II semua siswa hadir tepat waktu. Pada pertemuan ini, siswa terlihat lebih antuasias dan lebih bersemangat, karena mereka ingin tahu film cerita rakyat apalagi yang akan mereka simak. Saat presentasi banyak kelompok yang mengajukan diri dan kelompok lain pun mencatat kekurangan-kekurangan dikelompoknya. Tidak ada lagi siswa yang keluar masuk kelas. Kemudian saat mengerjakan soal evaluasi siswa lebih antusias, dan selesai tepat waktu. 2)

  Hasil Observasi Minat Siswa dan Tes Kemampuan Menyimak Data yang diperoleh berdasarkan hasil observasi dan tes evaluasi siklus I dapat dilihat pada lampiran 10 halaman 188. Dari hasil observasi minat dan tes kemampuan menyimak siklus II, untuk minat diketahui bahwa rata-rata minat siswa kelas V adalah 68,9 dan termasuk dalam kriteria minat belajar sangat tinggi. Sebanyak 24 siswa dari 30 siswa (80%) memiliki kriteria minat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  minat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa minat siswa kelas V SDN Selomulyo sudah mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan pembelajaran pada siklus I yang memperoleh rata-rata minat siswa di kelas sebesar 66,7. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata minat siswa di kelas V sudah mencapai target yang telah diharapkan yaitu 67. Sedangkan untuk kemampuan menyimak cerita siklus II, terdapat 25 siswa (83,3%) yang mendapatkan nilai di atas KKM yaitu 72, dan terdapat 5 siswa (16,7%) yang masih mendapatkan nilai di bawah KKM. Jika dibandingkan dengan hasil tes pada siklus I, prestasi belajar siswa mengalami peningkatan yaitu dari 76 meningkat menjadi 79,2 dan sudah melampaui target yang diharapkan yaitu 78.

  d.

  Refleksi Setelah pelaksanaan siklus II, peneliti kembali melakukan refleksi terhadap kekurangan dan kelebihan selama proses pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran siklus II ini siswa kelas V mengalami peningkatan dan sudah melewati target yang diharapkan baik dalam minat maupun kemampuan menyimak cerita. Jika dibandingkan dengan siklus I, pembelajaran pada siklus II lebih maksimal dan dapat meningkatkan minat belajar siswa. Hal ini dikarenakan pembelajaran siklus II merupakan perbaikan dari pembelajaran siklus I. Skor rata- rata minat seluruh siswa pada siklus II mencapai 68,9. Persentase siswa yang mencapai KKM adalah 83,3%, persentase siswa yang mencapai KKM pada siklus

  II sudah mencapai target yang yang diharapkan yaitu 80%. Hasil nilai rata-rata

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  prestasi belajar yang diharapkan adalah 78 ternyata nilai rata-rata seluruh siswa pada siklus II mencapai 79,2. Hasil tersebut dapat dilihat sebagai berikut.

  

Tabel 13. Keberhasilan dan Capaian Siklus II

  Peubah Indikator Keberhasilan Capaian Target Capaian Keterangan Siklus I Siklus II Siklus II

  Minat Rata-rata skor observasi 66,7

  68

  68.9 Tercapai dan kuisioner seluruh siswa Kemampuan Rata-rata nilai evaluasi

  76 78 79,2 Tercapai Menyimak

  Jumlah siswa yang 76,7% 80% 83,3% Tercapai mencapai KKM (72) Kekurangan siklus II adalah masalah masalah korsleting listrik di sekolah tersebut, sehingga peneliti terpaksa memindahkan kelas ke mushola sekolah.

  Pembelajaran menggunakan media audio visual di mushola tentunya juga mengundang perhatian dari siswa-siswa kelas lain untuk mengintip lewat jendela mushola, tidak hanya siswa guru pun juga ada yang mengintip lewat jendela. Hal tersebut tentunya mengganggu kegiatan belajar mengajar. Akhirnya peneliti bersama observer harus bekerja ekstra untuk mengondisikan kelas supaya nyaman untuk kegiatan pembelajan di mushola.

  Kelebihan siklus II ini diantaranya dalam pembelajaran siswa mampu mengikuti pembelajaran dengan baik, siswa mau mencatat unsur-unsur instinsik cerita saat menyimak cerita rakyat menggunakan media audio visual, siswa juga lebih memperhatikan kelompok lain yang presentasi dan mencatat kekurangan dari hasil diskusi kelompoknya. Di siklus II siswa lebih antusias terbukti dari banyaknya kelompok yang mengajukan diri untuk mempresentasikan hasil

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mengerjakan tes evaluasi pun siswa lebih antusias, hal ini dikarenakan mereka memiliki kemauan untuk memperbaiki nilainya di siklus I serta lembar evaluasi siklus II ini dirasa siswa lebih menarik. Hasilnya siswa mengerjakan evaluasi dengan tepat waktu. Melihat hasil yang sedemikian rupa dan siswa sudah mengalami peningkatan minat dan kemampuan menyimak cerita rakyat, maka peneliti memutuskan untuk menghentikan penelitian pada siklus II.

B. Pembahasan 1.

  Minat Siswa Peningkatan minat siswa ditentukan dari dua data yaitu, observasi minat siswa saat pembelajaran di kelas secara langsung dan lembar kuesioner yang telah diisi oleh siswa. Rata-rata minat yang diperoleh pada pembelajaran siklus I adalah 66,7 dengan kategori sangat tinggi. Perolehan skor rata-rata tersebut sudah mencapai target yang diharapkan pada siklus I yaitu 64. Meskipun demikian, peneliti melanjutkan penelitian ke siklus II untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal dengan melakukan perbaikan kekurangan yang ada disiklus I.

  Hasil observasi pada siklus II menunjukkan bahwa minat siswa kelas V mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dari hasil rata-rata minat yang diperoleh berdasarkan observasi minat siswa di kelas secara langsung dan lembar kuesioner yang diisi oleh siswa. Hasil tersebut menunjukkan bahawa rata-rata minat siswa di siklus II sebesar 68,9 dengan kategori sangat tinggi. Untuk mengetahui peningkatan minat belajar siswa secara lebih jelas dapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Gambar 3. Peningkatan Skor Rata-rata Minat Siswa

  80 66,7 67 68,9

  Kondisi Awal

  70

  64

  60 Target Capaian 51,7

  Siklus I

  50 Hasil Siklus I

  40 Target Capaian Siklus II

  30 Hasil Siklus II

  20

  10 Kondisi Awal Siklus I Siklus II Terlihat jelas dalam grafik bahwa ada peningkatan minat siswa kelas V SDN

  Selomulyo saat kegiatan menyimak cerita rakyat menggunakan media audio visual pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Pada awal sebelum penelitian hasil skor rata-rata minat belajar siswa 51,7 meningkat pada siklus I sebesar 66,7 dan berada pada kriteria sangat tinggi. Pada siklus II terdapat peningkatan sebesar 68,09 masuk dalam kriteria minat sangat tinggi. Data capaian minat siswa siklus I dan II secara rinci dapat dilihat pada lampiran 11 halaman 189. Peningkatan minat siswa terjadi karena siswa tertarik dengan media audio visual yang digunakan dalam menyimak cerita rakyat, sehingga siswa menjadi lebih antusias dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pada kompetensi dasar: megidentifikasikan unsur-unsur cerita rakyat.

  Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Selomulyo khususnya pada kompetensi dasar: megidentifikasikan unsur-unsur cerita rakyat. Hal ini berarti hipotesis dari penelitian ini terbukti.

2. Kemampuan Menyimak

  Peneliti mengukur kemampuan meyimak siswa pada penelitan dengan memberikan soal evaluasi berupa 10 butir essay mencakup materi yang digunakan untuk penelitian yaitu megidentifikasikan unsur-unsur cerita rakyat. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilaksanakan pada akhir siklus I dan siklus II, terjadi peningkatan kemampuan menyimak cerita rakyat menggunakan media audio visual. Hal ini dipaparkan pada grafik berikut ini.

  

Gambar 4. Peningkatan Nilai Rata-rata Kemampuan Menyimak

  66,1

  74

  76

  78 79,2

  55

  60

  65

  70

  75

  80

  85 Kondisi Awal Siklus I Siklus II Kondisi Awal Target Capaian Siklus I Hasil Siklus I Target Capaian Siklus II

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Gambar 5. Peningkatan Jumlah Siswa Mencapai KKM

  90% 83%

  80% 76,70%

  75% 80% 70%

  Kondisi Awal

  60% Target

  50% Capaian

  40% 40%

  Siklus I Hasil

  30% Siklus I

  20% 10%

  0% Kondisi Awal Siklus I Siklus II

  Hasil evaluasi pada siklus I menunjukkan bahwa terdapat 23 siswa yang mendapat nilai di atas 72, dan terdapat 7 siswa yang mendapat nilai di bawah 72.

  Nilai rata-rata yang diperoleh kelas sebesar 76, sedangkan pada kondisi awal hanya sebesar 66,1. Hasil rata-rata kelas yang mencapai KKM sebesar 76,7%, sudah melampaui target yang diharapkan yaitu 75%. Meskipun sudah mencapai target pada pencapaian nilai rata-rata dan KKM, namun pembelajaran belum maksimal. Hal ini dikarenakan bebrapa siswa masih belum begitu paham dengan tema dan amanat cerita yang disimak melalui media audio visual yang berbentuk film. Siswa juga mengeluh tentang lembar LKS dan soal evaluasi yang kurang menarik. Seharusnya LKS dan lembar evaluasi menarik sehingga siswa dapat memahami petunjuk dan pertanyaan dalam lembaran tersebut dan antusias dalam melakukan kegiatan pembelajaran karena tertarik dengan tampilan LKS dan lembaran evaluai. Dari kekurangan tersebut, peneliti memperbaiki pembelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pembelajaran pada siklus II ini masih menggunakan media audio visual berbentuk film untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyimak cerita rakyat, namun ada perubahan pada kegiatan pembelajarannya, film yang digunakan, serta ruang kelas yang digunakan. Perpindahan ruang kelas disebabkan maslah korsleting listrik di ruang kelas syang digunakan sebelumnya. Meskipun demikian hasil evaluasi pada siklus II ini menunjukkan peningkatan, hanya terdapat 5 siswa yang mendapat nilai di bawah KKM, dan 25 siswa yang tuntas. Nilai rata-rata yang diperoleh kelas sebesar 79,2 sedangkan pada siklus I hanya sebesar 76. Rata-rata kelas yang mencapai KKM mengalami peningkatan dari siklus I yaitu dari 76,7% menjadi 83,3%%. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang baik dalam kemampuan menyimak cerita rakyat. Data peningkatan kemampuan menyimak siswa secara rinci dapat dilihat pada lampiran 12 halaman 190.

  Berdasarkan hasil analisis data peningkatan minat dan kemampuan menyimak cerita rakyat dari kondisi awal, siklus I, dan siklus II menunjukkan adanya peningkatan. Peningkatan tersebut telah memenuhi target yang diharapkan baik dari minat belajar siswa dan kemampuan menyimak siswa.

  

Tabel 14. Keberhasilan Pelaksanaan Penelitian

  Peubah Indikator Keberhasilan Kondisi Target Akhir Target Akhir Awal Siklus I Siklus I Siklus Siklus

  II II Minat Nilai Rata-rata Minat 51,7 64 66,7 67 68,9

  Siswa Kemampuan Nilai Rata-rata kelas 66,1

  74

  76 78 79,2 Menyimak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN Bab V merupakan bagian akhir skripsi, pada bab V ini akan dipaparkan kesimpulan dari penelitian dan saran. A. Kesimpulan Berdasarkan deskripsi hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa.

  1. Penggunakan media audio visual dapat meningkatkan minat dalam menyimak cerita rakyat siswa kelas V SDN Selomulyo semester genap tahun ajaran 2013/1014. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengolahan data berdasarkan penelitian yang dilaksanakan mulai dari siklus I dan siklus II menunjukkan peningkatan minat dalam menyimak cerita rakyat. Pada siklus I skor rata-rata minat siswa 66,7 dengan kriteria minat sangat tinggi, pada siklus II menunjukkan bahwa minat siswa mengalami peningkatan dan rata-ratanya 68,9 dengan kriteria minat juga sangat tinggi.

  2. Penggunaan media audio visual dapat meningkatkan kemampuan menyimak cerita rakyat siswa kelas V SDN Selomulyo semester genap tahun ajaran 2013/2014. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengolahan data berdasarkan penelitian yang dilaksanakan mulai dari siklus I dan II menunjukkan peningkatan kemampuan menyimak siswa. Pada hasil

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ketuntasan 76,7%. Pada hasil evaluasi siklus II menunjukkan skor rata-rata kelas 79,2 dengan persentase ketuntasan 83,3%.

B. Saran

  Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, peneliti mengajukan beberapa saran bagi empat pihak. Saran-saran ini ditujukan kepada Sekolah khususnya SDN Selomulyo Sleman, guru mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya SDN Selomulyo Sleman, dan peneliti lain. Secara rinci, saran- saran itu akan diuraikan di bawah ini.

  1. Pihak Sekolah khususnya SDN Selomulyo Sleman, agar memperhatikan kebutuhan pembelajaran salah satunya pengadaan media audio visual karena media audio visual terbukti dapat meningkatkan minat dan kemampuan menyimak siswa khusunya menyimak cerita rakyat. Media audio visual juga lebih menarik bagi siswa karena peran media pembelajaran menjadi salah satu aspek keberhasilan pembelajaran.

  2. Guru mata pelajaran bahasa Indonesia diharapkan lebih kreatif dan bisa menggunakan media audio visual dalam kegiatan pembelajaran menyimak khususnya menyimak cerita rakyat karena hasil penelitian menunjukkan bahwa media audio visual dapat meningkatkan minat dan kemampuan menyimak khususnya menyimak cerita rakyat. Selain itu guru diharapkan menciptakan kegiatan pembelajaran yang lebih menarik dan membuat siswa aktif, salah satunya dengan menggunakan media audiovisual.

3. Guru mata pelajaran lain SDN Selomulyo Sleman, sebaiknya juga

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  visual karena selain terbukti mampu meningkatkan minat dan kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran, siswa juga belum pernah melakukan pembelajaran untuk mata pelajaran lain dengan menggunakan media audio visual.

  4. Peneliti lain sebaiknya melanjutkan penelitian tindakan kelas tentang menyimak cerita rakyat dengan menggunakan media audio visual menggabungkan dengan metode atau teknik yang lebih efektif hal itu dimaksudkan agar keberhasilan siswa dalam menyimak cerita rakyat lebih optimal.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR REFERENSI

Anitah, Sri. (2010). Media pembelajaran. Surakarta: Zuma Pustaka.

  Arifin, Zaenal. (2009). Evaluasi pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Arikunto, Suharsini. (2006). Evaluasi program pendidikan, pedoman teoretis praktis bagi mahasiswa dan praktisi pendidikan . Jakarta: Bumi Aksara.

  . (2012). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik.

  Jakarta: Rineka Cipta. Arsyad, Azhar. (2013). Media pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

  Azwar, Saifuddin. (2007). Penyusunan skala psikologi.. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Badan Korporasi). (2008). Kamus besar bahasa Indonesia . Jakarta: Balai Pustaka. Hermawan. (2012). Menyimak keterampilan berkomunikasi yang terabaikan.

  Yogyakarta: Graha Ilmu. Hurlock. (1995). Perkembangan anak. Jakarta: Erlangga.

  Indrasti, Catarina. (2012). Peningkatan minat dan kemampuan menulis karangan menggunakan media audiovisual siswa kelas IV SDK Sang Timur Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. Iskandarwassid. (2011). Strategi pembelajaran bahasa. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Karimah, Yulinda. (2009). Peningkatan keterampilan menyimak cerita anak melalui media animasi audio visual pada s iswa kelas VI SDI I Ma’had Islam Pekalongan. Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

  Kustandi, Cecep. (2013). Media pembelajaran; manual dan digital. Bogor: Ghalia Indonesia. Mardapi, D. (2008). Teknik penyusunan instrumen tes dan non tes. Yogyakarta: Mitra Cendekia Pres. Masidjo. (2010). Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah.

  Yogyakarta: Kanisius. Munadi, Y. (2008). Media pembelajaran 2010. Surakarta: PT Gaung Persada Perss.

  Musfiroh. (2004). Menyimak komprehensif dan kritis. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. Purnawan, Toto. (2011). Peningkatan keterampilan menyimak cerita rakyat dengan menggunakan media audiovisual siswa kelas V SD Kanisius Bayat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Riduwan. (2002). Skala pengukuran variabel-variabel penelitian. Bandung: AlfaBeta. Rusyana, dkk. (2000). Prosa tradisional: pengertian, klasifikal, dan teks. Jakarta: Depdiknas. Siswanto. (2008). Pengantar teori sastra. Jakarta: PT Grasindo.

  Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: PT.

  Rineka Cipta. Skala pengukuran variabel-variabel pengukuran. Sudjiman. (1990). Kamus istilah sastra. Jakarta: Universitas Indonesia.

  Sugiyanto, H. (2011). Model-model pembelajaran inovatif. Surakarta: Yuma

  Pustaka

  Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan kombinasi (mixed . Bandung: Alfabeta

  method) Suharianto. (2005). Dasar-dasar teori sastra. Semarang: Rumah Indonesia.

  Sukardi. (2003). Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Suleiman. (1981). Media audio-visual untuk pengajaran, penerangan, dan penyuluhan . Jakarta: Gramedia. Supratiknya, A. (2012). Penilaian hasil belajar dengan teknik nontes.

  Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Suprijono, Agus. (2011). Coopratif learning teori dan aplikasi paikem. Jakarta: Pustaka Pelajar.

  Suwandi. (2010). Penelitian tindakan kelas (PTK) dan penulisan karya ilmiah.

  Surakarta: Yuma Pustaka. Syah, Muhibbin. (2008). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru.

  Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Tarigan, Henry Guntur (2008). Menyimak sebagai suatu keterampilan berbahasa.

  Bandung: Angkasa. Uno, Hamzah. (2007). Model pembelajaran menciptakan proses belajar mengajar yang kreatif dan efektif. Jakarta: Bumi Aksara.

  Wahyuni, Sri Esti. (2002). Psikologi pendidikan. Jakarta: Grasindo. Warsidi, Edy. (2008). Bahasa Indonesia membuatku cerdas untuk SD dan MI

kelas V . Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Winkel, W.S. (1987). Psikologi pendidikan dan evaluasi pembelajaran. Jakarta:

  

LAMPIRAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 1. Silabus dan RPP

  Kognitif

  4. Viewer Sumber belajar Farika dan Edi Warsidi. (2008).

  3. Laptop

  2. Power point

  1.Film Cerita Rakyat

  Media

  B. Nontes Observasi dan Kuesioner (terlampir)

  5.2.4 Menunjukkan sikap perhatian dan minat dalam A.Tes Kognitif (soal, rubrik penilaian, kunci jawaban terlampir)

  Afektif

  5.2.3 Menuliskan kembali isi cerita rakyat B.

  5.2.2 Menjelaskan watak dan amanat dari cerita rakyat

  5.2.1 Menyebutkan tokoh, latar, dan tema dari cerita rakyat

  3. Menghayati cerita rakyat yang disimak A.

  Silabus

  2. Mengalami pembelajaran dengan menuliskan kembali isi cerita berdasarkan media audio visual yang disimak

  Mengkaji unsur-unsur dalam cerita

  Cerita Rakyat 1.

  5.2 Mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar, amanat)

  5. Memahami cerita tentang suatu peristiwa dan cerita pendek anak yang disampaikan secara lisan.

  Menyimak

  Pengalaman Belajar Indikator Penilaian Media dan Sumber Belajar

  Materi Pokok

  Kompetensi Dasar

  Standar Kompetensi

  Satuan Pendidikan : SDN Selomulyo Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : V/2 Waktu : 8 JP

  Bahasa Indonesia membuatku cerdas pembelajaran untuk SD dan MI

  kelas V . Jakarta: C.

  Psikomotorik Pusat Perbukuan Departemen

  5.2.5 Menuliskan kembali Pendidikan alur cerita dengan bersih Nasional. dan rapi Suyatno, H. dkk.

  (2008). Indahnya

  Bahasa dan sastra Indonesia untuk SD dan MI kelas V .

  Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

  Lampiran 1. Silabus dan RPP

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

   Standar Kompetensi

  5.2.1.2 Siswa dapat menyebutkan latar cerita rakyat 5.2.1.3 Siswa dapat menjelaskan tema dalam cerita rakyat.

  5.2.1.1 Siswa dapat menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita rakyat

  Kognitif

   Tujuan Pembelajaran A.

  5.2.5 Menuliskan kembali alur cerita dengan bersih dan rapi IV.

  Satuan Pendidikan : SDN Selomulyo Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Hari/Tanggal : Selasa, 11 maret 2014 Kelas/Semester : V/2 Pertemuan ke- : 1 (satu) Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 JP) I.

  5.2.3 Menuliskan kembali isi cerita rakyat B. Afektif

  5.2.1 Menyebutkan tokoh, latar, dan tema dari cerita rakyat

  Kognitif

   Indikator A.

  5.2 Mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar, amanat) III.

  5. Memahami cerita tentang suatu peristiwa dan cerita pendek anak yang disampaikan secara lisan.

  Menyimak

II. Kompetensi Dasar

  5.2.4 Menunjukkan sikap perhatian dan minat dalam pembelajaran C. Psikomorik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Afektif

  40 menit Tanya jawab, diskusi, kerja kelompok dan penugasan

  4. Siswa menyimak petunjuk dari guru tentang langkah-langkah dalam mengerjakan LKS. Elaborasi

  3. Siswa menyimak cerita rakyat berjudul “Keong Emas” menggunakan media audio visual (laptop, viewer, dan speaker)

  2. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 siswa.

  1. Siswa bersama guru melakukan tanya jawab tentang tokoh, tema, dan latar dari berbagai cerita rakyat yang siswa ketahui.

  2. Kegiatan Inti Ekplorasi

  10 menit Tanya jawab

  3. Siswa menyimak guru tentang tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

  Apersepsi 2. Siwa dan guru bertanya jawab tentang cerita rakyat yang pernah didengar dan cerita rakyat dari daerah Yogyakarta dan di daerah lain.

  Salam pembuka, menanyakan kabar, mengecek kehadiran siswa, dan doa pembukaan.

  Kegiatan Awal 1.

  5.2.3.1 Siswa dapat menuliskan kembali isi cerita rakyat menggunakan bahasanya sendiri B.

  4. Kerja kelompok VIII.

  3. Penugasan

  2. Tanya jawab

  1. Diskusi

   Metode Pembelajaran

  Inkuiri terbimbing VII.

   Model Pembelajaran

  Cerita rakyat VI.

  5.2.5.1 Siswa dapat menuliskan kembali tokoh, latar dan tema cerita dengan bersih dan rapi secara individu.

  Psikomotorik

  C.

  5.2.4.1 Siswa dapat menunjukkan sikap perhatian dan minat dalam pembelajaran.

V. Materi Pokok

   Langkah-langkah Pembelajaran

No Kegiatan Waktu Metode

1.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.

  Beberapa kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka.

  Konfirmasi 1. Siswa bersama guru membahas hasil kerja siswa.

  2. Siswa dibimbing guru menarik kesimpulan atas materi yang telah dipelajari (tokoh, tema,dan latar dalam cerita)

3. Kegiatan Akhir

  20 Tanya 1. menit jawab Siswa mengerjakan soal evaluasi.

  2. Siswa dibimbing guru melakukan refleksi secara lisan.

  3. Guru memberikan tindak lanjut (pertemuan selanjutnya membahas watak tokoh dan amanat dari cerita )

  4. Doa dan salam penutup.

IX. Media dan sumber belajar A.

  Media 1.

  Film cerita rakyat “Keong Mas” 2. Laptop 3. Viewer 4. Speaker B. Sumber belajar

  Farika dan Edi Warsidi. (2008). Bahasa Indonesia membuatku cerdas untuk

  SD dan MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

  Suyatno, H. dkk. (2008). Indahnya bahasa dan sastra Indonesia untuk SD

  dan MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

   Standar Kompetensi

  5.2.2.2 Siswa dapat menjelaskan amanat yang terkandung dalam cerita rakyat.

  5.2.2.1 Siswa dapat menjelaskan watak tokoh dalam cerita rakyat

  Kognitif

  Psikomorik 5.2.5 Menuliskan kembali alur cerita dengan bersih dan rapi.

  Satuan Pendidikan : SDN Selomulyo Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Hari/Tanggal : Jumat, 14 Maret 2014 Kelas/Semester : V/2 Pertemuan ke- : 2 (dua) Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 JP) I.

  5.2.3 Menuliskan kembali isi cerita rakyat B. Afektif 5.2.4 Menunjukan sikap perhatian dan minat dalam belajar.

  5.2.2 Menjelaskan watak dan amanat dari cerita rakyat

  Kognitif

   Indikator A.

  5.2 Mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar, amanat) III.

  5. Memahami cerita tentang suatu peristiwa dan cerita pendek anak yang disampaikan secara lisan.

  Menyimak

II. Kompetensi Dasar

  C.

IV. Tujuan Pembelajaran A.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5.2.3.1 Siswa dapat menuliskan kembali isi cerita rakyat menggunakan bahasanya sendiri B.

  Afektif

  5.2.4.1 Siswa dapat menunjukkan sikap perhatian dan minat dalam pembelajaran.

  C.

  Psikomotorik

  5.2.5.1 Siswa dapat menuliskan kembali tokoh, watak dan amanat dalam cerita yang diputar dengan tulisan yang bersih dan rapi.

V. Materi Pokok

  Cerita rakyat “Keong Emas” VI.

   Model Pembelajaran

  Inkuiri terbimbing VII.

   Metode Pembelajaran

  1. Diskusi

  2. Tanya jawab

  3. Penugasan

  4. Kerja kelompok VIII.

   Langkah-langkah Pembelajaran

No Kegiatan Waktu Metode

Kegiatan Awal

  10 Tanya 1.

  1. menit jawab Salam pembuka, menanyakan kabar, mengecek kehadiran siswa, dan doa pembukaan.

  Apersepsi 2. Siswa dibimbing guru mengingat materi yang telah dipelajari (tokoh, tema, latar cerita)

  3. Siswa menyimak guru tentang tujuan pembelajaran yang akan dicapai (watak tokoh dan amanat dalam cerita rakyat)

  2.

  40 Tanya Kegiatan Inti Ekplorasi menit jawab, 1. diskusi, Siswa menyimak lagi cerita rakyat berjudul “Keong Emas” menggunakan media audio visual (laptop, viewer, dan speaker). kerja 2. kelompok Siswa masuk dalam kelompok sama seperti pertemuan 1

  Elaborasi dan 1. penugasan Siswa melakukan diskusi dalam kelompok tentag watak tokoh dan amanat yang terkandung dalam cerita “Keong Emas” 2.

  Perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusi secara lisan Konfirmasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  telah dipelajari (watak dan amanat)

3. Kegiatan Akhir 1.

  Siswa mengerjakan soal evaluasi 2. Siswa dibimbing guru melakukan refleksi secara lisan.

  3. Siswa diberi tugas untuk menemukan cerita rakyat dari Yogyakarta untuk ditempel di mading.

  4. Doa dan salam penutup.

  20 menit Tanya jawab penugasan IX.

   Media dan sumber belajar A.

  Media  Cerita rakyat “Keong Mas”  Laptop  Viewer  Speaker B.

  Sumber belajar Farika dan Edi Warsidi. (2008). Bahasa Indonesia membuatku cerdas untuk

  SD dan MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

  Suyatno, H. dkk. (2008). Indahnya bahasa dan sastra Indonesia untuk SD dan MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

X. Penilaian A.

  Kognitif Teknik : Tes Bentuk Instrumen : Soal Uraian Contoh Instrumen : Terlampir (Lampiran 1)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

  5.2.4 Menunjukkan sikap perhatian dan minat dalam pembelajaran C. Psikomorik

  5.2.1.2 Siswa dapat menyebutkan latar cerita rakyat

  5.2.1.1 Siswa dapat menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita rakyat

  Kognitif

   Tujuan Pembelajaran A.

  5.2.5 Menuliskan kembali alur cerita dengan bersih dan rapi IV.

  Satuan Pendidikan : SDN Selomulyo Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Hari/Tanggal : Selasa, 25 Maret 2014 Kelas/Semester : V/2 Pertemuan ke- : 3 (tiga) Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 JP) I.

   Standar Kompetensi

  5.2.2 Menjelaskan watak dan amanat dari cerita rakyat

  5.2.1 Menyebutkan tokoh, latar, dan tema dari cerita rakyat

  Kognitif

   Indikator A.

  5.2 Mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar, amanat) III.

  5. Memahami cerita tentang suatu peristiwa dan cerita pendek anak yang disampaikan secara lisan.

  Menyimak

II. Kompetensi Dasar

  5.2.3 Menuliskan kembali isi cerita rakyat B. Afektif

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5.2.2.1 Siswa dapat menjelaskan watak tokoh dalam cerita rakyat

  5.2.2.2 Siswa dapat menjelaskan amanat yang terkandung dalam cerita rakyat.

  5.2.3.1 Siswa dapat menuliskan kembali isi cerita rakyat menggunakan bahasanya sendiri B.

  Afektif

  5.2.4.1 Siswa dapat menunjukkan sikap perhatian dan minat dalam pembelajaran.

  C.

  Psikomotorik

  5.2.5.1 Siswa dapat menuliskan kembali tokoh, latar dan tema cerita dengan bersih dan rapi secara individu.

V. Materi Pokok

  Cerita rakyat VI.

   Model Pembelajaran

  Inkuiri terbimbing VII.

   Metode Pembelajaran

  1. Diskusi

  2. Tanya jawab

  3. Penugasan

  4. Kerja kelompok VIII.

   Langkah-langkah Pembelajaran

No Kegiatan Waktu Metode

Kegiatan Awal

  10 Tanya 1.

  1. menit jawab Salam pembuka, menanyakan kabar, mengecek kehadiran siswa, dan doa pembukaan.

  Apersepsi 1. Siswa dibimbing guru untuk menceritakan pengalamannya dalam menyimak cerita rakyat pada pertemuan sebelumnya

  2. Siswa menyimak guru tentang tujuan pembelajaran yang akan dicapai “mengidentifikasi unsur cerita dan menuliskan kembali isinya (dalam kelompok)”

2. Kegiatan Inti

  40 Tanya Ekplorasi menit jawab, 1. diskusi, Siswa bersama guru melakukan tanya jawab tentang unsur-unsur kerja

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.

  dan Siswa menyimak cerita rakyat berjudul “Cindelaras” menggunakan media audio visual (laptop, viewer, dan speaker) penugasan 3. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap kelompok terdiri dari 2 (dua) siswa

  4. Siswa diberi lembar kerja 5.

  Siswa menyimak petunjuk dari guru tentang langkah-langkah dalam mengerjakan LKS. Elaborasi 1.

  Siswa mengerjakan tugas secara berkelompok untuk menuliskan kembali isi ringkas cerita rakyat yang disimak kemudian menentukan tema dan amanat cerita.

  2. Beberapa kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka.

  Konfirmasi 1. Siswa bersama guru membahas hasil kerja siswa.

  2. Siswa dibimbing guru menarik kesimpulan atas materi yang telah dipelajari.

  3. Kegiatan Akhir

  20 Tanya 1. menit jawab Siswa mengerjakan soal evaluasi

  2. Siswa dibimbing guru melakukan refleksi secara lisan.

  3. Guru memberikan tindak lanjut (Pertemuan selanjutnya siswa menuliskan kembali cerita yang disimak secara individu )

  4. Doa dan salam penutup.

IX. Media dan sumber belajar A.

  Media 1.

  Film cerita rakyat “Cindelaras” 2. Laptop 3. Viewer 4. Speaker B.

  Sumber belajar Farika dan Edi Warsidi. (2008). Bahasa Indonesia membuatku cerdas untuk

  SD dan MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

   Standar Kompetensi

  5.2.1.2 Siswa dapat menyebutkan latar cerita rakyat

  5.2.1.1 Siswa dapat menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita rakyat

  Kognitif

  Psikomorik 5.2.5 Menuliskan kembali alur cerita dengan bersih dan rapi.

  C.

  Satuan Pendidikan : SDN Selomulyo Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Hari/Tanggal : Jumat, 28 Maret 2014 Kelas/Semester : V/2 Pertemuan ke- : 4 (empat) Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 JP) I.

  5.2.2 Menjelaskan watak dan amanat dari cerita rakyat

  5.2.1 Menyebutkan tokoh, latar, dan tema dari cerita rakyat

  Kognitif

   Indikator A.

  5.2 Mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar, amanat) III.

  5. Memahami cerita tentang suatu peristiwa dan cerita pendek anak yang disampaikan secara lisan.

  Menyimak

II. Kompetensi Dasar

  5.2.3 Menuliskan kembali isi cerita rakyat B. Afektif 5.2.4 Menunjukan sikap perhatian dan minat dalam belajar.

IV. Tujuan Pembelajaran A.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5.2.2.1 Siswa dapat menjelaskan watak tokoh dalam cerita rakyat

  5.2.2.2 Siswa dapat menjelaskan amanat yang terkandung dalam cerita rakyat.

  5.2.3.1 Siswa dapat menuliskan kembali isi cerita rakyat menggunakan bahasanya sendiri B.

  Afektif

  5.2.4.1 Siswa dapat menunjukkan sikap perhatian dan minat dalam pembelajaran.

  C.

  Psikomotorik

  5.2.5.1 Siswa dapat menuliskan kembali tokoh, watak dan amanat dalam cerita yang diputar dengan tulisan yang bersih dan rapi.

V. Materi Pokok

  Cerita rakyat “Cindelaras” VI.

   Model Pembelajaran

  Inkuiri terbimbing VII.

   Metode Pembelajaran

  1. Diskusi

  2. Tanya jawab

  3. Penugasan

  4. Kerja kelompok VIII.

   Langkah-langkah Pembelajaran

No Kegiatan Waktu Metode

Kegiatan Awal

  10 Tanya 1.

  1. menit jawab Salam pembuka, menanyakan kabar, mengecek kehadiran siswa, dan doa pembukaan.

  Apersepsi 1. Siswa dibimbing guru mengingat materi yang dipelajari dari awal (tokoh, watak, tema, latar, amanat dalam cerita)

  2. Siswa menyimak guru tentang tujuan pembelajaran yang akan dicapai “mengidentifikasi unsur cerita dan menuliskan kembali isinya (secara individu)”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1. Siswa menyimak lagi cerita rakyat berjudul “Cindelaras” menggunakan media audio visual (laptop, viewer, dan speaker).

  2. Siswa diberi lembar ulangan.

  3. Siswa menyimak guru tentang petunjuk mengerjakan (menuliskan kembali isi cerita secara individu) Elaborasi 1. Siswa mengerjakan lembar kerja (10 butir soal evaluasi termasuk menuliskan kembali cerita secara individu)

  2. Siswa mengumpulkan hasil kerjanya Konfirmasi

  1. Siswa dibimbing guru menyimpulkan atas seluruh materi yang dipelajari diskusi, kerja kelompok dan penugasan 3.

  Kegiatan Akhir 1.

  Siswa bersama guru melakukan refleksi tentang pembelajaran materi cerita rakyat.

  2. Siswa dibimbing guru membuat kesimpulan atas seluruh materi yang telah dipelajari.

  3. Doa dan salam penutup 15menit Tanya jawab penugasan

IX. Media dan sumber belajar A.

  Media  Cerita rakyat “Cindelaras”  Laptop  Viewer  Speaker B.

  Sumber belajar Farika dan Edi Warsidi. (2008). Bahasa Indonesia membuatku cerdas untuk

  SD dan MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

  Suyatno, H. dkk. (2008). Indahnya bahasa dan sastra Indonesia untuk SD dan MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4 Jawaban tepat lengkap dan benar

  4 Jawaban tepat lengkap dan benar

  3 Jawaban kurang lengkap dan benar

  2 Jawaban kurang lengkap

  1 Jawaban tidak benar

  4 Menyebutkan Latar Suasana

  1

  3 Jawaban kurang lengkap dan benar

  3 Menyebutkan Latar Waktu

  2 Jawaban kurang lengkap

  1 Jawaban tidak benar

  5 Menentukan Tema Cerita

  3

  4 Menentukan tema sesuai dengan isi cerita

  3 Menentukan tema cukup sesuai dengan isi cerita

  1

  Lampiran RPP 1

  Penilaian Kognitif

  4 Menyebutkan lebih dari 3 tokoh

  5.2.1 Menyebutkan tokoh, latar, dan tema dari cerita rakyat

  5.2.2 Menjelaskan watak dan amanat dari cerita rakyat

  5.2.3 Menuliskan kembali isi cerita rakyat Instrumen Penilan

  No Soal Bobot Skala Keterangan Jumlah Skala X Bobot

  1 Menyebutkan Tokoh

  1

  3 Menyebutkan 3 tokoh

  2 Menuliskan 2 latar tempat

  2 Menyebutkan 2 tokoh

  1 Menyebutkan 1 tokoh

  2 Menyebutkan Latar Tempat

  1

  4 Menuliskan lebih dari 3 latar tempat

  3 Menuliskan 3 latar tempat

  1 Menuliskan 1 latar tempat dengan isi cerita

  1 Tidak ada jawaban yang benar

  2 Jawaban kurang lengkap

  1 Tidak menuliskan judul, isi kurang seusuai dengan cerita Total

  2 Menuliskan judul, isi kurang sesuai cerita

  3 Tidak menuliskan judul, isi sesuai cerita

  4 Menuliskan judul, isi sesuai cerita

  5

  10 Menuliskan Isi Cerita

  1 Amanat tidak sesuai dengan isi cerita dan menuliskan 1

  2 Amanat kurang sesuai dengan isi cerita dan menuliskan 2-3

  3 Amanat sesuai dengan isi cerita dan menuliskan 1

  4 Amanat sesuai dengan isi cerita dan menuliskan 2-3

  4

  9 Menjelaskan Amanat Cerita

  1 Jawaban tidak benar

  3 Jawaban kurang lengkap dan benar

  6 Menjelaskan Kegiatan Tokoh

  4 Jawaban tepat lengkap dan benar

  3

  8 Mengidentifi kasi Watak Tokoh

  1 Jawaban tidak benar

  2 Jawaban kurang lengkap

  3 Jawaban kurang lengkap dan benar

  4 Jawaban tepat lengkap dan benar

  3

  7 Menjelaskan Watak Tokoh

  1 Jawaban tidak benar

  2 Jawaban kurang lengkap

  3 Jawaban kurang lengkap dan benar

  4 Jawaban tepat lengkap dan benar

  3

  25 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran RPP 2

  Penilaian Afektif 5.2.4 Menunjukan sikap perhatian dan minat dalam belajar.

  Rubrik Observasi Minat No Indikator Kriteria

  Siswa menunjukkan perasaan senang a.

  1 Siswa sudah berada di kelas sebelum guru dalam mengikuti pembelajaran datang bahasa Indonesia b.

  Siswa menyiapkan buku pelajaran bahasa Indonesia sebelum pelajaran dimulai c. Siswa mengikuti pelajaran dengan antusias d.

  Siswa mengucapkan salam ketika guru datang e. Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru tanpa mengeluh

  2 Siswa menunjukkan kemauan untuk a.

  Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru mengenai materi yang dijelaskan mengembangkan diri b.

  Siswa berusaha mencari jawaban dari tugas yang diberikan c.

  Siswa bertanya kepada guru jika mengalami kesulitan d.

  Siswa membuat catatan mengenai materi yang dipelajari e.

  Siswa membawa buku sumber yang lain

  3 Siswa menunjukkan sikap perhatian a.

  Siswa memperhatikan pembelajaran yang dalam pembelajaran bahasa disampaikan oleh guru Indonesia b.

  Siswa berkonsentrasi mengikuti pelajaran, walaupun teman-temannya menganggu c.

  Siswa tidak membuat kegaduhan d.

  Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru e.

  Siswa mencatat penjelasan guru

  4 Siswa berpartisipasi dalam kegiatan a.

  Siswa maju untuk mengerjakan soal pembelajaran bahasa Indonesia b.

  Siswa menanggapi pertanyaan yang diberikan oleh guru c.

  Siswa mengajukan diri dalam menjawab pertanyaan d.

  Siswa mengikuti kegiatan pembelajaran dari awal sampai akhir e.

  Siswa mengoreksi apabila guru kurang tepat dalam menjelaskan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lembar Observasi Minat Siswa Kemauan Perhatian Partisipasi

  

Perasaan untuk Skor

dalam dalam kegiatan senang mengembang Minat Kategori No pembelajaran pembelajaran kan diri (1-80) a b c d E a b c d e a b c d e a b c d e 1.

  2.

  3. Jumlah Keseluruhan Rata-rata

  Keterngan: Bobot skor 1 = jika siswa tidak merespon tindakan yang termasuk dalam kriteria 2 = jika tindakan siswa sering tidak sesuai dengan kriteria 3 = jika tindakan siswa kadang sesuai dengan kriteria 4 = jika tindakan siswa sesuai dengan kriteria

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran RPP 3

  Penilaian Psikomotorik 5.2.5 Menuliskan kembali alur cerita dengan bersih dan rapi.

  Rubrik penilaian Aspek yang dinilai Deskripsi Skor

  Tulisan dan kertas tidak kotor, tidak banyak

  3 coretan, Kebersihan

  Salah satu aspek tidak terpenuhi

  2 Dua aspek tidak terpenuhi

  1 Tulisan dapat dibaca, batas tulisan setiap baris

  3 rapih, bentuk huruf tegak Kerapihan

  Salah satu aspek tidak terpenuhi

  2 Dua aspek tidak terpenuhi

  1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 2. Bahan Ajar A.

  Tahukah kamu tentang cerita rakyat Tangkuban Perahu (dari Jawa Barat) dan cerita rakyat Prambanan (dari Jawa Tengah)?Dalam pelajaran ini kamu akan belajar tentang cerita rakyat. Cerita rakyat adalah cerita yang hidup di tengah-tengah masyarakat dan sudah ada sejak zaman dulu.

  Setelah menonton cerita rakyat “Keong Mas” diharapkan, kamu akan mampu:  Menyebutkan nama tokoh  Menyebutkan latar cerita  Menentukan tema cerita  Menuliskan kembali isi cerita 1.

  Tokoh adalah orang yang berperan dalam cerita. Tokoh yang menggerakkan cerita dari awal hingga akhir disebut tokoh utama. Selain tokoh utama, terdapat tokoh pendamping. Tokoh pendamping peranannya lebih kecil daripada tokoh utama. Penokohan dalam cerita dapat pula dibagi menjadi dua yaitu : a. Tokoh protagonis adalah tokoh yang mempunyai watak atau sifat yang baik. Contohnya: baik hati, bijaksana, rendah hati.

  b. Tokoh antagonis adalah tokoh yang mempunyai watak atau sifat yang tidak baik. Contohnya: dengki, iri hati, pembohong.

  2. Latar atau setting adalah segala keterangan mengenai, tempat, waktu, dan suasana dalam cerita. Jadi, latar dapat dibagi menjadi tiga, yaitu latar tempat,

  BAHAN AJAR KONTEKS PERTEMUAN 1 Mengidentifikasikan Unsur Cerita

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a.

  Latar tempat adalah segala sesuatu yang menjelaskan tentang tempat terjadinya peristiwa dalam cerita.

  b.

  Latar waktu adalah waktu terjadinya peristiwa dalam cerita c. Latar suasana adalah penjelasan mengenai suasana pada saat peristiwa terjadi.

  3. Tema yaitu pokok pikiran yang mendasari sebuah cerita. Ada juga yang menyebutkan gagasan, ide dasar, atau pikiran utama yang melandasi sebuah cerita. Tema disebut juga topik cerita. Tema ada bermacam-macam, misalnya, kepahlawanan, kejujuran, dan persahabatan.

  Setelah mengidentifikasi unsur- unsur cerita (penokohan dan tema), kamu diharapkan dapat menceritakan kembali isi cerita secara runtut dari film Keong Mas. Hal penting yang harus diperhatikan ketika menceritakan kembali isi cerita adalah penggunaan bahasa yang baik dan benar. Selain itu juga, kamu perlu menjiwai isi cerita dengan baik sehingga dapat menceritakan kembali dengan suasana ceritanya.

  B.

  Setelah menonton cerita rakyat “Keong Mas” diharapkan, kamu akan mampu:  Menjelaskan watak tokoh  Menyebutkan amanat cerita  Menuliskan kembali isi cerita

  1. Watak ialah kebiasaan atau perilaku tokoh dalam cerita. Watak tokoh yang beragam menjadikan cerita lebih hidup seperti peristiwa sebenarnya. Jika ingin mengetahui watak tokoh, kamu dapat memerhatikan hal berikut.

   Watak tokoh sudah disebutkan oleh pengarangnya  Melihat kebiasaan tokoh melalui kata-kata yang diucapkan tokoh.

  KONTEKS PERTEMUAN 2 Mengidentifikasikan Unsur Cerita

2. Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca atau

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Setelah mengidentifikasi unsur- unsur cerita (watak dan amanat), kamu diharapkan dapat menyimpulkan isi cerita dari film Keong Mas. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyimpulkan isi cerita adalah memahami isi cerita adalah memahami isi cerita dengan baik, runtut, jelas, dan penggunaan bahasa yang baik dan benar.

  C.

  SADURAN cERITA

1. Saduran Cerita Keong Mas

  Di Kerajaan Daha, hiduplah dua orang putri yang sangat cantik jelita. Putri nan cantik jelita tersebut bernama Candra Kirana dan Dewi Galuh. Kedua putri Raja tersebut hidup sangat bahagia dan serba kecukupan.Hingga suatu hari datanglah seorang pangeran yang sangat tampan dari Kerajaan Kahuripan ke Kerajaan Daha. Pangeran tersebut bernama Raden Inu Kertapati. Maksud kedatangannya ke Kerajaan Daha adalah untuk melamar Candra Kirana. Kedatangan Raden Inu Kertapati sangat disambut baik oleh Raja Kertamarta, dan akhirnya Candra Kirana ditunangkan dengan Raden Inu Kertapati. Pengawal istana: “Dengan ini diumumkan pertunangan putri Candra Kirana dan putra kerajaan Kahuripan yaitu Raden Inu”.

  Pertunangan itu ternyata membuat Dewi Galuh merasa iri, dia merasa kalau Raden Inu Kertapati lebih cocok untuk dirinya. Oleh karena itu Dewi Galuh lalu pergi ke rumah nenek sihir.

  Dewi Galuh : “Tukang sihir kenapa kakakku yang bertunangan dengan Raden Inu, kenapa bukan aku? Aku harus merencanakan sesuatu”. Penyihir : “Apa rencana tuan putri?”. Dewi Galuh : “Aku ingin kakaku menerima akibatnya, aku ingin kakakku diusir dari istana ini, tapi bagaimana caranya penyihir? Penyihir :”Begini tuan putri aku punya ide, bagaimana jika kita merancang putri Candra Kirana mencuri pusaka milik ibu tuan puteri, itu adalah pusaka kesayangan Raja setelah permaisuri meninggal dunia dengan begitu pasti Raja akan marah dan mengusir Candra Kirana dari istana”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Candra Kirana : “Tidak ayahanda, aku tidak mengambil pusaka itu”

  Raja : “Sudahlah aku tidak mau dengar alasanmu, keluar dari istana ini.

  Pengawal bawa anak tidak tahu berbalas budi ini keluar dari istana” Maka Candra Kirana pun keluar dari istana.

  Candra Kirana :“Mengapa nasibku seburuk ini wahai burung? mengapa ayahanda begitu percaya kepada mereka” Penyihir : “He.he.he.he.he.he kasihan sekali kau Candra Kirana menerima perbuatan atas saudara kandu ngmu sendiri” Candra Kirana : “Apakah benar yang kau katakan itu? putri Dewi Galuh? adikku sendiri yang memfitnahku?”. Penyihir : “He.he.he.he.he.he memang benar, adikmu sendiri yang berniat jahat kepadamu, tetapi Dewi putri Galuh belum puas sebelum kau menerima akibatnya, terimalah ini sebagai balasan”. Penyihir pun menyihir Candra Kirana menjadi keong mas. Candra Kirana : “Aaaahhhhh……..” Putri Candra Kirana pun berubah menjadi keong mas Penyihir : “Dan kutukan ini akan hilang setelah bertemu dengan tunanganmu” Keong emas itu pun dibuang kesungai oleh penyihir.

  Suatu hari seorang nenek sedang mencari ikan dengan jala, dan keong emas tersangkut dalam jalanya tersebut. Nenek

  : “Waaah keong ini sangat cantik, warnanya keemasan sebaiknya aku simpan dirumah saja”. Keong Emas itu lalu dibawanya pulang dan ditaruh di tempayan. Saat nenek tersebut tertidur, keong mas berubah menjadi Candra Kirana dan ketika pagi tiba dimeja makan sudah tersaji makanan yang lezat. Nenek

  : “Hah…… siapa yang sudah mengirim makanan sebanyak ini ?. Sudah tiga hari berturut-turut, makanan sudah disiapkan untukku tapi siapa yang melakukannya? aku akan mengintip siapa sebenarnya yang telah menyiapkan makanan untukku”.

  Malam pun tiba keong mas berubah kembali menjadi Candra Kirana. Nenek merasa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Nenek sihir : “Ya ampun, apakah aku tidak salah lihat? keong ma situ berubah menjadi gadis yang amat cantik. Maafkan aku kalau aku boleh tau siapakah tuan puteri y ang cantik ini?”.

  Candra Kirana : “Aku adalah puteri dari Kerajaan Daha, namaku adalah Candra Kirana, aku sebenarnya telah dikutuk oleh tukang sihir yang disuruh oleh saudara kandungku sendiri, dia memfitnah aku, sampai aku diusir keluar istana”.

  Nenek : “Sungguh malang nasibmu tuan puteri”. Sementara pangeran Inu Kertapati tak mau diam saja ketika tahu Candra Kirana menghilang. Ia pun mencarinya dengan cara menyamar menjadi rakyat biasa. Raden Inu Kertapati Kaget sekali melihat burung gagak yang bisa berbicara dan mengetahui tujuannya.

  Raden Inu : “Aku harus melakukan sesuatu, aku khawatir bagaimana nasib tunanganku itu aku akan mencarinya keseluruh desa dan pelosok negeri ini” Dewi galuh dan penyihir melihat dari bola sihirnya.

  Dewi Galuh : “mau menyelamatkan tunanganmu? tidak akan semudah itu, aku pastikan kalian tidak akan bertemu dan aku pastika kutukan itu akan kekal untuk selama- lamanya. Tukang sihir jebak dia”

  Tukang sihir pun berubah menjadi burung gagak. Ketika Raden Inu di perjalanan penyihir yang menjelma menjadi burung gagak itu menghampirinya. Raden Inu Kertapati Kaget sekali melihat burung gagak yang bisa berbicara dan mengetahui tujuannya.

  Burung gagak :”Aku tahu kau ingin mencari tunanganmu Candra Kirana, aku bisa menunjukkan arahnya, pergilah ke arah timur hutan ini. Di sana kau akan menemui sebuah perkampungan yang terpencil dan di sanalah tunanganmu tinggal.

  Raden Inu : ”Apa itu benar gagak sakti? Kalau begitu terimakasih atas petunjukmu”.

  Burung gagak :”Hehheehee…rasakan kau Raden Inu, apa kau tidak tahu bahwa di bagian timur hutan terdapat hutan rimba dan kau tidak akan menemukan jalan pulang..hehehhee”.

  Raden Inu menganggap burung gagak itu sakti dan menurutinya padahal raden Inu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang sedang kelaparan, diberinya kakek itu makan. Ternyata kakek adalah orang sakti yang baik. Ia menolong Raden Inu dari burung gagak itu. Kakek tua

  :”Kasihanilah hamba tuan, hamba kelaparan, sudah dua hari hamba belum mak an”. Raden Inu : ”Kasihan sekali kakek tua ini, nah paman silahkan dimakan.” Kakek tua :”Kau ingin pergi kearah timur hutan ini? Kau menuju ke arah yang salah anakku. Sebenarnya kau telah ditipu oleh gagak hitam itu. Di sebelah timur sana terletak hutan rimba, di sana tidak ada perkampungan manusia seperti yang dikatakan gagak hitam itu.”

  Tiba – tiba gagak sakti pun datang dan menghampiri kakek itu. Nenek sihir : “Hai kakek tua kau akan menyesal karena perbuatanmu, beraninya kau membongkar rahasiaku. Terima akibatnya.” Gagak sakti marah, namun dengan kesaktiannya kakek tua itu mampu mengalahkan gagak sakti.

  Raden Inu : ”Terimakasih paman, terimakasih paman sudah menyelamatkan aku. Kalau tidak, aku tidak tahu entah bagaimana hasibku di dalam hutan rim ba itu. “

  Kakek sakti :”Saat ini tunanganmu Candra Kirana tinggal di sebuah rumah di ujung kampung sana. Ia tinggal bersama seorang nenek tua, pergilah ke sana anak muda semoga kau selamat.”. Raden Inu

  : ”Terimakasih paman terimakasih karena paman sudah m embantu.” Akhirnya Raden Inu diberitahu dimana Candra Kirana berada, disuruhnya raden itu pergi ke Desa Dadapan. Setelah berjalan berhari-hari sampailah ia ke Desa Dadapan Ia menghampiri sebuah gubuk yang dilihatnya untuk meminta seteguk air karena perbekalannya sudah habis. Di gubuk itu ia sangat terkejut, karena ia melihat Candra Kirana. Raden Inu

  : ”Haah… haus sekali aku. Sebaiknya aku minta segelas air dari tuan rumah ini. Hahh… adinda Candra Kirana.. dinda benarkah itu kau?”

  Candra Kirana :”Kanda Inu”. Raden Inu : ”Dinda ahkirnya kanda berhasil juga menemukanmu di sini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Candra Kirana : ”Dinda baik-baik saja kanda. Selama dinda di sini dinda diperlakukan dengan baik oleh seorang nenek. Ia sangat baik sekali kanda.

  Eh.. nenek sudah pulang…nenek ini adalah tunanganku, raden Inu…nenek aku senang sekali, sekarang kutukanku sudah berahir.Aku tidak akan berubah lagi jadi keong mas. Oh.. terimakasih nenek karena telah menjaga tunanganku ini”.

  Nenek :”Ah,, tidak apa-apa , syukurlah kalian bisa bertemu lagi..nenek sangat gembira”. Raden Inu : ”Ayo dinda kita harus segera kembali ke istana, adinda harus mengatakan semua apa yang terjadi kepada ayahanda dinda dan

  Dewi Galuh harus mendapat hukuman akibat perbuatan jahatnya itu. Raja Kertamarta : ”Tega sekali kau Dewi Galuh sampai membuat putriku Candra

  Kirana diusir dari istana ini. Aku tidak akan sudi memaafkanmu.Pengawal tangkap Dewi Galuh , aku tidak mau melihat dia kerajaan Daha”. Dewi Galuh : ”Tolong… tolong aku kak..tolong”. Raja Kertamarta : ”Wahai putriku Candra Kirana ayah minta maaf atas perlakuan ayah kepadamu” Candra Kirana

  : ”Tidak ayahanda, ayahanda tidak bersalah..sekarang semuanya sudah selesai. Aku bersyukur karena sekarang kita sudah bersa ma lagi”.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Saduran Cerita Cindelaras

  Raden Putra adalah raja Kerajaan Jenggala. Ia didampingi seorang permaisuri yang baik hati dan seorang selir yang cantik jelita. Tetapi, selir Raja Raden Putra memiliki sifat iri dan dengki terhadap sang permaisuri. Ia merencanakan suatu yang buruk kepada permaisuri. “Seharusnya, akulah yang menjadi permaisuri. Aku harus mencari akal untuk menyingkirkan permaisuri,” pikirnya.

  Selir baginda, berkomplot dengan seorang tabib istana. Ia berpura-pura sakit parah. Tabib istana segera dipanggil. Sang tabib mengatakan bahwa ada seseorang yang telah menaruh racun dalam minuman tuan putri. “Orang itu tak lain adalah permaisuri Baginda sendiri,” kata sang tabib. Baginda menjadi murka mendengar penjelasan tabib istana. Ia segera memerintahkan patihnya untuk membuang permaisuri ke hutan.

  Sang patih segera membawa permaisuri yang sedang mengandung itu ke hutan belantara. Tapi, patih yang bijak itu tidak mau membunuhnya. Rupanya sang patih sudah mengetahui niat jahat selir baginda. “Tuan putri tidak perlu khawatir, hamba a kan melaporkan kepada Baginda bahwa tuan putri sudah hamba bunuh,” kata patih.

  Untuk mengelabui raja, sang patih melumuri pedangnya dengan darah kelinci yang ditangkapnya. Raja menganggung puas ketika sang patih melapor kalau ia sudah membunuh permaisuri.

  Setelah beberapa bulan berada di hutan, lahirlah anak sang permaisuri. Bayi itu diberinya nama Cindelaras. Cindelaras tumbuh menjadi seorang anak yang cerdas dan tampan. Sejak kecil ia sudah berteman dengan binatang penghuni hutan. Suatu hari, ketika seda ng asyik bermain, seekor rajawali menjatuhkan sebutir telur. “Hmm, rajawali itu baik sekali. Ia sengaja memberikan telur itu kepadaku.” Setelah 3 minggu, telur itu menetas. Cindelaras memelihara anak ayamnya dengan rajin. Anak ayam itu tumbuh menjadi seekor ayam jantan yang bagus dan kuat. Tapi ada satu keanehan. Bunyi kokok ayam jantan itu sungguh menakjubkan! “Kukuruyuk… Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah rimba, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra…”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mereka sampai berada di hutan. Mendengar cerita ibundanya, Cindelaras bertekad untuk ke istana dan membeberkan kejahatan selir baginda. Setelah di ijinkan ibundanya, Cindelaras pergi ke istana ditemani oleh ayam jantannya. Ketika dalam perjalanan ada beberapa orang yang sedang menyabung ayam. Cindelaras kemudian dipanggil oleh para penyabung ayam. “Ayo, kalau berani, adulah ayam jantanmu dengan ayamku,” tantangnya. “Baiklah,” jawab Cindelaras. Ketika diadu, ternyata ayam jantan Cindelaras bertarung dengan perkasa dan dalam waktu singkat, ia dapat mengalahkan lawannya. Setelah beberapa kali diadu, ayam Cindelaras tidak terkalahkan. Ayamnya benar-benar tangguh.

  Berita tentang kehebatan ayam Cindelaras tersebar dengan cepat. Raden Putra pun mendengar berita itu. Kemudian, Raden Putra menyuruh hulubalangnya untuk mengundang Cindelaras. “Hamba menghadap paduka,” kata Cindelaras dengan santun. “Anak ini tampan dan cerdas, sepertinya ia bukan keturunan rakyat jelata,” pikir baginda. Ayam Cindelaras diadu dengan ayam Raden Putra dengan satu syarat, jika ayam Cindelaras kalah maka ia bersedia kepalanya dipancung, tetapi jika ayamnya menang maka setengah kekayaan Raden Putra menjadi milik Cindelaras.

  Dua ekor ayam itu bertarung dengan gagah berani. Tetapi dalam waktu singkat, ayam Cindelaras berhasil menaklukkan ayam sang Raja. Para penonton bersorak sorai mengelu- elukan Cindelaras dan ayamnya. “Baiklah aku mengaku kalah. Aku a kan menepati janjiku. Tapi, siapakah kau sebenarnya, anak muda?” Tanya Baginda Raden Putra. Cindelaras segera membungkuk seperti membisikkan sesuatu pada ayamnya. Tidak berapa lama ayamnya segera berbunyi. “Kukuruyuk… Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah rimba, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra…,” ayam jantan itu berkokok berulang-ulang. Raden Putra terperanjat mendengar kokok ayam Cindelaras. “Benarkah itu?” Tanya baginda keheranan. “Benar Baginda, nama hamba Cindelaras, ibu hamba adalah permaisuri

  Baginda.” Bersamaan dengan itu, sang patih segera menghadap dan menceritakan semua peristiwa yang sebenarnya telah terjadi pada permaisuri. “Aku telah melakukan kesalahan,” kata Baginda Raden Putra. “Aku akan memberikan hukuman yang setimpal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sumber belajar Farika dan Edi Warsidi. (2008).

  Bahasa Indonesia membuatku cerdas untuk SD dan MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Suyatno, H. dkk. (2008). Indahnya Bahasa dan sastra Indonesia untuk SD dan MI kelas V. Jakarta: Pusat

Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

  ke hutan. Raden Putra segera memeluk anaknya dan meminta maaf atas kesalahannya Setelah itu, Raden Putra dan hulubalang segera menjemput permaisuri ke hutan.. Akhirnya Raden Putra, permaisuri dan Cindelaras dapat berkumpul kembali. Setelah Raden Putra meninggal dunia, Cindelaras menggantikan kedudukan ayahnya. Ia memerintah negerinya dengan adil dan bijaksana.

  Lampiran 3. LKS dan Soal Evaluasi

  

Lembar Kerja Siswa (Pertemuan Pertama)

Nama Anggota Kelompok:

  1. Petunjuk

  • Lakukanlah kegiatan belajar berikut ini!

  Tulislah nama, kelas, dan nomor di lembar kerjamu pada tempat yang sudah disediakan!

  • Selamat mengerjakan terimakasih
  • 2. Kegiatan Belajar 1.

  Berdiskusilah dalam kelompok! Tuliskan kembali cerita rakyat yang telah kalian simak. Gunakanlah kata-katamu sendiri. Ingat, jangan sampai mengubah jalan ceritanya. .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... ......................................................................................................................... .................................................................................................................................................... ....................................................................................................................................................

  .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... ......................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .........................................................................................................................

  2. Berikan tanggapan kalian mengenai cerita yang baru saja kalian simak! ....................................................................................................................................................

  .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... ........................................

  REFLEKSI

  1. Kesulitan apa yang masih kalian alami?

......................................................................................................................

......................................................................................................................

......................................................................................................................

  2. Bagaimana perasaanmu setelah mempelajari materi ini!

  

Lembar Kerja Siswa (Pertemuan Kedua)

Nama Anggota Kelompok:

  1. Petunjuk

  Tulislah nama, kelas, dan nomor di lembar kerjamu pada tempat yang sudah disediakan!

  • Lakukanlah kegiatan belajar berikut ini!

  Selamat mengerjakan terimakasih

  2. Kegiatan Belajar

  Berdiskusilah dalam kelompok! 1. Isilah tabel berikut ini dengan tepat!

  Nama tokoh Watak atau Karakter ………………………….. ………………………….. ………………………….. …………………………..

  2. Apa pesan (amanat) yang dapat kalian temukan dalam cerita itu?

.........................................................................................................................................

  

.........................................................................................................................................

.........................................................................................................................................

.........................................................................................................................................

  REFLEKSI

  1. Kesulitan apa yang masih kalian alami?

......................................................................................................................

......................................................................................................................

......................................................................................................................

  2. Bagaimana perasaan kalian setelah mempelajari materi ini!

  

Lembar Evaluasi

Nama : Kelas / No Urut :

  Petunjuk mengerjakan : Jawablah pertanyaan di kertas yang disediakan guru secara individu!

  • Kerjakan di dalam ruangan kelas!
  • Selamat mengerjakan
  • 1.

  Tuliskanlah tokoh-tokoh dalam cerita yang baru saja kalian dengarkan ! Jawab : ....................................................................................................................................................

  .................................................................................................................................................... ...............................................................................

  2. Tuliskanlah 4 latar tempat cerita tersebut! Jawab : ....................................................................................................................................................

  ....................................................................................................................................................

  3. Jelaskan latar waktu dalam cerita tersebut ! Jawab : ....................................................................................................................................................

  .................................................................................................................................................... ...............................................................................

  4. Menurut kalian, bagaimanakah latar suasana dalam cerita tadi? Jawab : ....................................................................................................................................................

  .................................................................................................................................................... ...............................................................................

  5. Tentukanlah tema dari cerita tesebut! Jawab : ....................................................................................................................................................

  .................................................................................................................................................... ...............................................................................

  6. Jelaskanlah kegiatan yang dilakukan Keong Emas dirumah nenek ! Jawab : ....................................................................................................................................................

  .................................................................................................................................................... ...............................................................................

  7. Menurutmu bagaimanakah watak Dewi Galuh ? Jelaskan ! Jawab : ....................................................................................................................................................

  .................................................................................................................................................... ...............................................................

  8. Menurutmu bagaimanakah watak Putri Candra Kirana ? Jelaskan ! Jawab : ....................................................................................................................................................

  .................................................................................................................................................... ..............................................................................

  9. Apa pesan (amanat) yang dapat kamu temukan dalam cerita itu? Tuliskan 3 ! Jawab : ....................................................................................................................................................

  .................................................................................................................................................... ..............................................................................

  10. Tulislah dengan bahasamu sendiri secara singkat cerita rakyat yang berjudul “Keong Emas”! Jawab : ....................................................................................................................................................

  .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .....................................................................................................................................

  Kunci Jawaban :

  Kunci Jawaban Lembar Evaluasi 1.

  Raja, Candra Kirana, Dewi Galuh, Raden Inu Kertapati, Penyihir, Nenek, Kakek 2. Latar tempat

  : Istana kerajaan, rumah nenek, sungai, hutan 3. Latar waktu

  : Pagi hari, siang hari dan malam hari 4. Latar suasana menyenangkan dan menyedihkan

  Menyenangkan saat Raden Inu bertemu kembali dengan Putri Candrakirana Menyedihkan saat Putri Candra Kirana difitnah oleh Dewi Galuh dan Penyihir 5. Ketabahan hari, Kesabaran, Kebaikan mengalahkan kejahatan 6. Menyiapkan makanan untuk nenek, membantu nenek dirumah 7. Jahat karena mencelakai Putri Candra Kirana 8. Baik karena tidak benci pada Dewi Galuh walaupun sudah berbuat jahat, pemaaf 9. Bersyukur atas apa yang kita miliki

  Jangan iri hati terhadap orang lain Jangan dendam terhadap perbuatan jahat orang lain 10. Menuliskan kembali isi ringkasan cerita “Keong Emas”

  

Lembar Kerja Siswa (Pertemuan Ketiga)

Nama Anggota Kelompok :

  A. Petunjuk

  Tulislah nama, kelas, dan nomor di lembar kerjamu pada tempat yang sudah disediakan!

  • Lakukanlah kegiatan belajar berikut ini!
  • Selamat mengerjakan terimakasih
  • B. Kegiatan Belajar 1.

  Berdiskusilah dalam kelompok! Tuliskan kembali cerita rakyat yang telah kalian simak. Gunakanlah kata-katamu sendiri.

  Ingat, jangan sampai mengubah jalan ceritanya. ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................

  ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ ...........................................................................................................................................

  2. Tentukan tema dan amanat dari cerita yang baru saja kalian tonton! ....................................................................................................................................................

  .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... ..............................................................................................................................................

  REFLEKSI

  1. Kesulitan apa yang masih kalian alami?

......................................................................................................................

  

......................................................................................................................

......................................................................................................................

  2. Bagaimana perasaanmu setelah mempelajari materi ini!

  

Lembar Evaluasi

Nama : Kelas / No Urut :

  Petunjuk mengerjakan : Jawablah pertanyaan dikertas yang telah disediakan oleh guru.

  • Kerjakan di dalam ruangan kelas!

  Selamat mengerjakan 1. Tuliskanlah tokoh-tokoh dalam cerita yang baru saja kalian saksikan !

  Jawab : .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... ...............................................................................

  2. Tuliskanlah 4 latar tempat cerita tersebut! Jawab : ....................................................................................................................................................

  ....................................................................................................................................................

  3. Jelaskan latar waktu dalam cerita tersebut ! Jawab : ....................................................................................................................................................

  .................................................................................................................................................... ..............................................................................................................................................

  4. Menurutmu, bagaimanakah latar suasana dalam cerita tadi? Berikan alasan dari jawabanmu! Jawab : ....................................................................................................................................................

  .................................................................................................................................................... ..............................................................................................................................................

  5. Tentukanlah tema dari cerita tesebut! Jawab : ....................................................................................................................................................

  .................................................................................................................................................... ..............................................................................................................................................

  6. Apa yang dilakukan Cindelaras setelah mengetahui bahwa dia adalah anak Raden Putra ? Jawab : ....................................................................................................................................................

  .................................................................................................................................................... .............................................................................................................................................

  7. Menurutmu bagaimanakah watak Raden Putra ? Jelaskan ! Jawab : ....................................................................................................................................................

  .................................................................................................................................................... .............................................................................................................................................

  8. Mengapa Ibu Cindelaras diusir dari Kerajaan Jenggala ? Jawab : ....................................................................................................................................................

  .................................................................................................................................................... ...................................................................................................................................................

  9. Tuliskan 3 pesan (amanat) yang kamu temukan dari cerita yang telah kamu saksikan! Jawab : ....................................................................................................................................................

  .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... ...................................................................................................................................................

  10. Tulislah dengan bahasamu sendiri secara singkat cerita rakyat yang berjudul “Cindelaras”! Jawab : ....................................................................................................................................................

  .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................... ....................................................................................................................................................

  Kunci Jawaban Lembar Evaluasi 1.

  Raja Raden Putra, permaisuri atau ibu Cindelaras,Cindelaras, patih kerjaan, Rajawali, Naga, Ayam jantan atau ayam Cindelaras 2. Latar tempat

  : kerajaan Jenggala, hutan, alun-alun dan rumah ibu Cindelaras dan Cindelaras 3. Latar waktu

  : siang hari, karena yang tampak dalam video hanya keadaan siang hari Abad 11 atau 1100 masehi karena disebutkan dalam video 4. Latar suasana menyenangkan dan menyedihkan

  Menyedihkan karena permaisuri difitnah kemudian diusir dari istana Menyenangkan karena diakhir cerita Cindelaras dapat dipertemukan dengan ayah kandungnya yaitu Raden Putra

  5. Keadilan ( kesalahan harus dihukum sesuai dengan kesalahan yang dilakukan ), ketabahan hati, perjuangan, kebijaksanaan,

  6. Mencari ayahnya ke Kerajaan Jenggala 7.

  Tegas, adil dan bijaksana. Karena memberi hukuman kepada yang bersalah meskipun terhadap permaisurinya sendiri

  8. Karena difitnah oleh patih kerajaan 9.

  Jangan suka memfitnah orang lain, tabah atau sabar dalam menghadapi cobaan, jadilah pemimpin yang tegas, adil dan bijaksana, jangan mudah terpengaruh dengan orang lain

  10. Menuliskan kembali isi ringkasan cerita “Cindelaras”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 4. Contoh Hasil Pekerjaan Siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 5. Pre Tes (soal, kunci jawaban, dan saduran cerita) Nama : No : Kelas :

  

Evaluasi Siklus 1

  Petunjuk mengerjakan : Jawablah pertanyaan di kertas yang disediakan guru secara individu ! Kerjakan di dalam ruangan kelas! Selamat mengerjakan.

  1. Tuliskanlah tokoh-tokoh dalam cerita yang baru saja kalian dengarkan ! Jawab : .............................................................................................................................

  ............................................................................................................................. .............................................................................................................................

  2. Tuliskanlah 4 latar tempat cerita tersebut! Jawab : .............................................................................................................................

  ............................................................................................................................. .............................................................................................................................

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.

  Jelaskan latar watu dalam cerita tersebut ! Jawab : .............................................................................................................................

  ............................................................................................................................. .............................................................................................................................

  4. Menurut kalian, bagaimanakah latar suasana dalam cerita tadi? Jawab : .............................................................................................................................

  ............................................................................................................................. .............................................................................................................................

  5. Tentukanlah tema dari cerita tesebut! Jawab : .............................................................................................................................

  ............................................................................................................................. .............................................................................................................................

  6. Jelaskanlah kegiatan yang dilakukan Pak Garam setiap hari ! Jawab : .............................................................................................................................

  ............................................................................................................................. .............................................................................................................................

  7. Mengapa Pak garam mau menyerahkan batu ajaib yang ditemukannya kepada raja ? Jawab : ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. .............................................................................................................

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8.

  Menurutmu bagaimanakah watak Pak Garam? Jawab : .............................................................................................................................

  ............................................................................................................................. ............................................................................................................................

  9. Apa pesan (amanat) yang dapat kamu temukan dalam cerita itu? Tuliskan 3 ! Jawab : .............................................................................................................................

  ............................................................................................................................. ............................................................................................................................

  10. Tuliskanlah dengan kata-katamu sendiri secara singkat cerita rakyat yang berjudul “Petuah Pak Garam” ! Jawab : ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. .............................................................................................................................

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kunci Jawaban : 1.

  Tokoh dalam cerita tersebut adalah  Pak Garam  Istri Pak Garam  Utusan dari kampung tetangga  Bujang Selamat (pesuruh kerajaan)  Raja 2. Latar tempat cerita tersebut adalah

   kampung Pak Garam,  kampung tetangga,  rumah, dan  kerajaan 3. Latar waktu pada cerita Petuah Pak Garam adalah siang hari. Namun penentuan waktu siang hari ini hanya berdasarkan keumuman. Misalnya, upacara jenazah umumnya siang hari. Berburu burung puyuh yang dilakukan oleh Bujang Selamat umumnya juga siang hari.

  4. Latar suasana cerita Petuah Pak Garam adalah menyedihkan dan menyenangkan. Suasana menyedihkan menyangkut keadaan Pak Garam yang miskin. Suasana menggembirakan terlihat pada akhir cerita, yaitu ketika Pak Garam dan isterinya diundang ke kerajaan untuk menerima hadiah dari sang Raja 5. Tema cerita tersebut adalah kebaikan, kejujuran, tolong menolong, kepatuhan terhadap raja, harapan, keberuntungan.

  6. Kegiatan yang dilakukan Pak Garam setiap hari : Setiap hari ia berjalan sambil menjinjing tas berisi garam untuk dijual dari rumah ke rumah atau ke pasar.

  7. Karena Pak Garam memiliki watak yang patuh kepada rajanya. Saat Raja meminta batu ajaib yang ditemukan Pak Garam, Pak Garam menyerahkan batu tersebut. Oleh karena itu, Raja memberikan harta untuknya. Akhirnya,

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8.

  Pak Garam adalah tokoh utama cerita di atas. Dia adalah orang yang baik hati dan jujur. Dia selalu bersedia menolong sesama dengan kemampuan yang dimilikinya. Watak Pak Garam yang lain adalah patuh kepada rajanya. Saat Raja meminta batu ajaib yang ditemukan Pak Garam, Pak Garam menyerahkan batu tersebut. Oleh karena itu, Raja memberikan harta untuknya. Akhirnya, Pak Garam menjadi orang kaya.

  9. Amanat dalam cerita :  Rahasia jangan dibuka sebelum berjuntai di pintu kubur. Artinya, kalau memiliki rahasia janganlah dibuka sebelum kamu mati. Jadi, kita harus pandai-pandai menyimpan rahasia.

   Harapan orang jangan diputuskan. Artinya, jika ada orang lain mengharapkan pertolonganmu, janganlah ditolak, agar yang minta tolong tidak kecewa.

   Orang besar jangan dibohongi, karena orang kaya seperti raja dapat membuktikan pembicaraannya dalam sekejap saja. Artinya, kita tidak boleh membohongi atau melawan orang ”besar” atau raja (penguasa).

  Hal itu karena seorang penguasa memiliki banyak cara untuk membuktikan perkataannya dalam waktu singkat. Misalnya, dengan kekuasaannya, penguasa dapat menghukum orang yang dianggapnya bersalah, meskipun orang itu belum tentu bersalah.

  10. Isi ringkas cerita .

  ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. .............................................................................................................................

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  SADURAN CERITA RAKYAT

  

Petuah Pak Garam

  (Cerita Rakyat Bengkalis, Riau) Di kampung yang damai, hidup sepasang suami istri miskin. Mereka tinggal di gubuk. Sebagian atapnya sudah berlubang-lubang.

  Pak Garam, begitulah orang-orang kampung memanggil laki-laki itu. Badannya kurus, tinggi, dan berkulit hitam legam. Setiap hari ia berjalan sambil menjinjing tas berisi garam untuk dijual dari rumah ke rumah atau ke pasar.

  Pada suatu hari, di kampung tetangga ada orang meninggal. Namun, tidak ada seorang pun yang dapat memandikan dan menyembahyangkan jenazahnya. Beberapa orang diutus mencari orang yang dapat memandikan dan menyembahyangkan jenazah. Akhirnya, mereka bertemu Pak Garam dan meminta tolong kepadanya.

  ”Saya tak punya pengetahuan untuk menyalatkan orang mati,” jawab Pak Garam singkat.

  ”Kami tak peduli Pak Garam pandai atau tidak, tetapi tolong keluarga kami yang meninggal itu dimandikan dan disemb ahyangkan,” tutur salah seorang utusan tersebut.

  Setelah berpikir panjang dan tak ragu lagi, Pak Garam akhirnya menyutujui. Sesampainya di rumah orang yang meninggal itu, Pak Garam langsung memandikan mayat. Namun, Pak Garam menjadi terkejut ketika melihat batu di ketiak mayat yang dimandikan. Diam-diam Pak Garam menyimpan batu itu. Konon, batu itu bernama buntat man usia atau disebut juga ”barang keramat”.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kegunaannya sangat luar biasa dan termasuk barang antik yang tak ternilai harganya.

  Setelah upacara jenazah selesai, Pak Garam segera pulang. Sesampainya di rumah, Pak Garam menceritakan semua kejadian yang dialami saat ia memandikan mayat kepada isterinya.

  ”Tapi, saya tidak tahu apa nama batu ini dan apa pula kegunaannya,” lanjut Pak garam.

  ”Kita simpan sajalah batu ini,” saran istri Pak Garam. Ternyata, pembicaraan Pak Garam itu didengar oleh Bujang Selamat (pesuruh kerajaan) yang sedang memikat burung puyuh tak jauh dari rumahnya. Bujang

  Selamat bergegas pulang ke kerajaan dan melaporkan apa yang baru dia dengar kepada raja.

  Raja tahu kegunaan batu tersebut. Raja segera memerintah prajuritnya untuk meminta batu itu kepada Pak Garam.

  Semula Pak Garam ragu, tetapi akhirnya Pak Garam menyerahkan benda itu kepada utusan kerajaan. Pak Garam dan isterinya kemudian diundang ke kerajaan untuk menerima hadiah. Pak Garam dan isterinya diberi kekayaan, rumah, pakaian, emas, dan sebagainya.

  Dari kejadian tersebut, barulah terjawab apa yang dipikirkan Pak Garam mengenai manfaat dan guna batu tersebut. Dari kejadian itu, Pak Garam membuat petuah, yang kemudian oleh masyarakat Sakai dikenal sebagai Petuah Pak Garam. Isi petuah itu adalah pertama, rahasia jangan dibuka sebelum berjuntai di pintu kubur. Kedua, harapan orang jangan diputuskan, dan ketiga, orang besar jangan dibohongi. Maksudnya, orang kaya seperti raja dapat membuktikan pembicaraannya dalam sekejap saja.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 6. Validitas (Expert Judgement)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 7 Conttoh Hasil Kuesioner dan Observasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hari/ Tanggal : Selasa, 11 Maret 2014 Pertemuan ke- : 1

  2

  3

  1

  4

  4

  2

  4

  2

  4

  22 Fatma Aufa

  21 M Fadhilah

  3

  3

  1

  4

  1

  1

  4

  3

  4

  1

  4

  4

  4

  1

  4

  4

  4

  4

  23 Nabila Huria

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  4

  3

  2

  3

  3

  1

  4

  1

  4

  4

  1

  4

  4

  17 M Nafi M

  3

  3

  1

  4

  3

  1

  18 M Dwi N

  4

  20 Aris S

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  19 Akhmad Nur 4

  3

  3

  2

  4

  2

  4

  4

  4

  24 Alfidha M

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  29 Wahid Nur

  3

  1

  4

  4

  3

  3

  4

  2

  4

  4

  28 Taufik Nur

  1

  4

  3

  1

  90 Rata-rata 4 3,2 2,8 4 2,9 2,6 4 2,1 3,3

  98

  62

  88 77 120

  96 85 120

  3 Jumlah 120

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  30 Melisa Arini

  3

  3

  4

  4

  25 Oktavio F

  4

  3

  4

  4

  3

  1

  4

  3

  3

  3

  1

  4

  2

  1

  4

  1

  4

  2

  3

  4

  3

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  27 Alvin R

  4

  26 Saddam P

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  No Nama Perasaan senang Kemauan untuk mengembangkan diri a b c d e a b c d e

  1

  4

  4

  4

  4

  6 Arif Bekti

  3

  4

  4

  4

  1

  1

  4

  1

  1

  4

  5 Siti Yuliana

  3

  3

  4

  1

  4

  3

  4

  4

  8 Rekno Dwi

  3

  3

  1

  2

  2

  2

  4

  2

  3

  4

  7 Angga P

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  1

  2

  4

  2

  3

  4

  2 Rifai Nur

  4

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  1 Andreansyah 4

  4

  3

  1

  4

  1

  4

  1

  1

  4

  4 Achmad Y

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3 Arfin S

  4

  3

  4

  3

  4

  14 Lathif S

  3

  3

  2

  4

  2

  4

  2

  3

  4

  4

  13 Ferli Ana

  3

  3

  1

  4

  3

  4

  3

  4

  16 Fadhila P

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  4

  3

  4

  4

  15 Yusyifa K

  3

  3

  1

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  10 Hafizah N

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  9 Alam S

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  12 Cahaya K

  3

  3

  2

  4

  2

  4

  3

  3

  4

  4

  11 Norma R

  3

  3

  2

  4

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4

  62 Tinggi

  4

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  52 Sedang

  3

  4

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  2

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  4

  71 ST

  3

  4

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  56 Tinggi

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  58 Tinggi

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  73 ST

  3

  4

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  4

  62 Tinggi

  3

  4

  2

  3

  2

  70 ST

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  60 Tinggi

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  70 ST

  3

  63 Tinggi

  90 74 120 98 1888 3,3 3,3 3 3,3 3,3 2,3 3 2,5 4 3,3 62,9 Tinggi

  68

  98

  98

  90

  98

  98

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  69 ST

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  61 Tinggi

  56 Tinggi

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  2

  3

  2

  4

  4

  3

  4

  65 ST

  3

  4

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  Perhatian dalam pembelajaran Partisipasi dalam kegiatan pembelajaran Skor Minat (1-80) Kategori a b c d e a b c d e

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  59 Tinggi

  4

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  58 Tinggi

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  66 ST

  53 Tinggi

  4

  3

  75 ST

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  77 ST

  4

  56 Tinggi

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  61 Tinggi

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  60 Tinggi

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  62 Tinggi

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  59 Tinggi

  3

  4

  2

  2

  2

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  64 Tinggi

  3

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  63 Tinggi

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  62 Tinggi

  4

  4

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  65 ST

  3

  4

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  21 M Fadhilah

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  2

  4

  1

  20 Aris S

  3

  2

  4

  2

  4

  4

  23 Nabila Huria

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  22 Fatma Aufa

  4

  2

  4

  3

  2

  2

  2

  4

  2

  1

  2

  17 M Nafi M

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  1

  18 M Dwi N

  2

  19 Akhmad Nur 4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  29 Wahid Nur

  2

  2

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  28 Taufik Nur

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  93 Rata-rata 3,9 2,8 3,4 3,3 3,8 3,3 3,8 3,3 2,9 3,1

  4 Jumlah 118 86 103 98 115 99 114 100 87

  4

  2

  4

  1

  4

  4

  4

  3

  4

  30 Melisa Arini

  2

  2

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  2

  4

  3

  4

  25 Oktavio F

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  24 Alfidha M

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  27 Alvin R

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  26 Saddam P

  4

  4

  3

  Hari/ Tanggal : Jumat, 28 Maret 2014 Pertemuan ke- : 4

  No Nama Perasaan senang Kemauan untuk mengembangkan diri

a b c d e a b c d e

  4

  4

  3

  4

  6 Arif Bekti

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  2

  4

  5 Siti Yuliana

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  8 Rekno Dwi

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  7 Angga P

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  2 Rifai Nur

  1

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  1

  2

  1 Andreansyah 3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4 Achmad Y

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3 Arfin S

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  2

  4

  4

  13 Ferli Ana

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  14 Lathif S

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  15 Yusyifa K

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  10 Hafizah N

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  2

  4

  9 Alam S

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  12 Cahaya K

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  4

  3

  4

  11 Norma R

  4

  4

  4

  4

  4

  16 Fadhila P

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  62 Tinggi

  2

  4

  2

  3

  2

  4

  63 Tinggi

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  69 ST

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  73 ST

  1

  3

  38 Rendah

  1

  4

  2

  2

  1

  1

  4

  2

  1

  2

  63 Tinggi

  2

  4

  2

  3

  3

  1

  3

  4

  69 ST

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  2

  3

  61 Tinggi

  2

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  58 Tinggi

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  4

  2

  4

  4

  1

  4

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  65 ST

  3

  Tinggi

  88 85 100 87 120 84 1952 3,3 2,9 3,3 2,9 2,9 2,8 3,3 2,9 4 2,8 65,1 Sangat

  88

  99

  89

  99

  62 Tinggi

  4

  58 Tinggi

  1

  2

  2

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  1

  3

  1

  4

  3

  4

  3

  65 ST

  1

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  60 Tinggi

  4

  79 ST

  2

  4

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  Perhatian dalam pembelajaran Partisipasi dalam kegiatan pembelajaran Skor Minat (1-80) Kategori a b c d e a b c d e

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  69 ST

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  65 ST

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  74 ST

  66 ST

  4

  4

  45 Sedang

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  1

  4

  4

  3

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  69 ST

  4

  64 Tinggi

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  69 ST

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  74 ST

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  65 ST

  3

  4

  2

  4

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  66 ST

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  69 ST

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  2

  4

  4

  68 ST

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  68 ST

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  2

  3

  4

  4

  76 ST

  4

  4

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  74

  

  21

  42 51 46,5 Sedang

  59

  

  22

  58

  66 Sangat Tinggi

  23 70 46,5 Sedang

  76

  

  23

  65

  57

  61 Tinggi

  82

  59

  20

  24

  

  74

  

  17

  23

  51

  37 Rendah

  47

  18

  

  23 70 46,5 Sedang

  56

  

  19

  25

  51

  38 Rendah

  47

  

  38

  16

  

  52

  

  29

  25

  65

  45 Sedang

  42

  30

  28

  46 51 48,5 Sedang

  65

  

  Jumlah 1219 1881 1550 1983

  12

  18 Rata- rata 40,6 62,7 51,7 Sedang 66,1

  Persentase Ketuntasan 40% 60%

  28 67 47,5 Sedang

  

  70

  70

  54 Tinggi

  44

  

  25

  31

  51

  41 Rendah

  

  58

  26

  67

  79

  73 Sangat Tinggi

  82

  

  27

  34 51 42,5 Rendah

  34 73 53,5 Tinggi

  Lampiran 8. Data Minat dan Kemampuan Menyimak Kondisi Awal No.

  Siswa Minat Kriteria Kemampuan

  6

  51 Sedang

  62

  

  5

  59 58 58,5 Tinggi

  80

  

  62 67 64,5 Tinggi

  40

  74

  

  7

  31

  73

  52 Sedang

  59

  62

  4

  8

  

  Menyimak Ketuntasan KKM

  (72) Observasi Kuesio ner

  Rata- rata Tuntas Tidak

  Tuntas

  1

  26 51 38,5 Rendah

  42

  2

  

  26

  54

  40 Rendah

  71

  

  3

  65 74 69,5 Sangat Tinggi

  75

  

  52 51 51,5 Sedang

  89

  30

  84

  

  13

  42 57 49,5 Sedang

  71

  

  14

  78

  68

  54 Tinggi

  88

  

  15

  39

  77

  58 Tinggi

  55 Tinggi

  42

  71

  64

  

  9

  42 51 46,5 Sedang

  52

  

  10

  54

  59 Tinggi

  12

  72

  

  11

  47

  65

  56 Tinggi

  80

  

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  83

  23

  

  90

  22 68,5 72 70,2 Sangat Tinggi

  

  76

  69 Sangat Tinggi

  72

  66

  21

  

  62

  20 56,5 70 63,2 Tinggi

  

  63 Tinggi

  73

  59

  67

  19

  

  63

  18 61,5 68 64,7 Tinggi

  

  68

  54 75 64,5 Tinggi

  17

  

  92

  67 Sangat Tinggi

  74

  72 75 73,5 Sangat Tinggi

  

  16

  57

  76 Persentase Ketuntasan 76,7% 23,3%

  7 Rata- rata 63,6 69,7 66,7 Sangat Tinggi

  23

  Jumlah 1910,5 2091 2000,8 2280

  

  81

  30 63,5 80 71,7 Sangat Tinggi

  

  39

  29 65,5 53 59,2 Tinggi

  

  52

  61 Tinggi

  65

  28

  24 58,5 73 65,7 Sangat Tinggi

  

  78

  65 78 71,5 Sangat Tinggi

  27

  

  79

  69 80 74,5 Sangat Tinggi

  26

  

  76

  58 73 65,5 Sangat Tinggi

  25

  

  75

  60

  Lampiran 9. Data Hasil Observasi Minat dan Tes Kemampuan Menyimak Siklus I No.

  Siswa Observasi Kuesio ner

  92

  

  88

  70 65 67,5 Sangat Tinggi

  6

  

  82

  5 66,5 75 70,7 Sangat Tinggi

  

  82

  62 Tinggi

  62

  62

  4

  

  77 Sangat Tinggi

  74

  80

  74

  3

  

  79

  68 Sangat Tinggi

  75

  61

  2

  

  60

  53 61,2 Tinggi

  Tuntas Tidak Tuntas 1 69,5

  Rata- rata Kriteria Nilai Tes KKM = 72

  7 59,5 68 63,7 Tinggi

  

  90

  86

  15 61,5 75 68,2 Sangat Tinggi

  

  78

  67 Sangat Tinggi

  74

  60

  14

  

  79

  13 61,5 75 68,2 Sangat Tinggi

  

  86

  12 64,5 69 66,7 Sangat Tinggi

  

  62 61 61,5 Tinggi

  8 67,5 65 66,2 Sangat Tinggi

  64

  77

  

  9

  64

  62

  63 Tinggi

  

  11

  10

  65

  65

  65 Sangat Tinggi

  76

  

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  19 66,5 75 70,7 Sangat Tinggi

  66 73 69,5 Sangat Tinggi

  22

  

  73

  64 73 68,5 Sangat Tinggi

  21

  

  61

  64 61 62,5 Tinggi

  20

  

  93

  

  

  83

  66 Sangat Tinggi

  70

  62

  18

  

  64

  49 66 57,5 Tinggi

  17

  

  75

  16 62,5 72 67,2 Sangat Tinggi

  

  98

  23

  70 Sangat Tinggi

  

  5 Rata- rata 65,01 72,8 68,9 Sangat Tinggi 79,2 Persentase Ketuntasan 83,3% 16,7%

  25

  Jumla h 1950,5 2184 2067,3 2376

  

  74

  30 63,5 71 67,2 Sangat Tinggi

  

  90

  29 61,5 75 68,2 Sangat Tinggi

  

  72

  28 57,5 61 59,2 Tinggi

  94

  70 79 74,5 Sangat Tinggi

  27 62,5 79 70,7 Sangat Tinggi

  

  81

  26 74,5 79 76,7 Sangat Tinggi

  

  77

  61 72 66,5 Sangat Tinggi

  25

  

  62

  24 64,5 61 62,7 Tinggi

  

  91

  87

  Lampiran 10. Data Hasil Observasi Minat dan Tes Kemampuan Menyimak Siklus II No.

  Siswa Observasi Kuesio ner

  

  68 73 70,5 Sangat Tinggi

  8

  

  73

  7 64,5 80 72,2 Sangat Tinggi

  

  89

  6 74,5 71 72,7 Sangat Tinggi

  

  68

  68 61 64,5 Tinggi

  5

  72

  

  4 67,5 79 73,2 Sangat Tinggi

  

  99

  3 68,5 80 74,2 Sangat Tinggi

  

  72

  2 65,5 79 72,2 Sangat Tinggi

  

  61

  52 77 64,5 Tinggi

  1

  Tuntas Tidak Tuntas

  Rata- rata Kriteria Nilai Tes KKM = 72

  85

  9

  65

  71 Sangat Tinggi

  15

  

  75

  70 Sangat Tinggi

  76

  64

  14

  

  81

  13 67,5 71 69,2 Sangat Tinggi

  

  77

  74

  68 79 73,5 Sangat Tinggi

  68

  12

  

  86

  73 Sangat Tinggi

  77

  69

  11

  

  83

  10 71,5 65 68,2 Sangat Tinggi

  

  80

  75

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  61 Tinggi 73,5 Sangat Tinggi 74,5 Sangat Tinggi

  17

  37 Rendah 64,5 Tinggi 57,5 Tinggi 18 46,5 Sedang 64,7 Tinggi

  66 Sangat Tinggi

  19

  38 Rendah

  63 Tinggi 70,7 Sangat Tinggi 20 46,5 Sedang 63,2 Tinggi 62,5 Tinggi 21 46,5 Sedang

  69 Sangat Tinggi 68,5 Sangat Tinggi

  22

  66 Sangat Tinggi 70,2 Sangat Tinggi 69,5 Sangat Tinggi

  23

  24

  70 Sangat Tinggi 16 53,5 Tinggi

  54 Tinggi 65,7 Sangat Tinggi 62,7 Tinggi

  25

  41 Rendah 65,5 Sangat Tinggi 66,5 Sangat Tinggi

  26

  73 Sangat Tinggi 74,5 Sangat Tinggi 76,7 Sangat Tinggi 27 42,5 Rendah 71,5 Sangat Tinggi 70,7 Sangat Tinggi 28 47,5 Sedang

  61 Tinggi 59,2 Tinggi

  29

  45 Sedang 59,2 Tinggi 68,2 Sangat Tinggi 30 48,5 Sedang 71,7 Sangat Tinggi 67,2 Sangat Tinggi Jumlah 155 2000,

  7 2067,

  2 Rata-rata 51,7 Sedang 66,7 Sangat tinggi 68,9 Sangat Tinggi

  67 Sangat Tinggi 67,2 Sangat Tinggi

  Lampiran 11. Data Capaian Minat Siswa No.

  Siswa Kondisi Awal Siklus I Siklus II 1 38,5 Rendah 61,25 Tinggi 64,5 Tinggi

  10

  2

  40 Rendah

  68 Sangat Tinggi 72,2 Sangat Tinggi 3 69,5 Sangat Tinggi

  77 Sangat Tinggi 74,2 Sangat Tinggi

  4

  51 Sedang

  62 Tinggi 73,2 Sangat Tinggi 5 58,5 Tinggi 70,7 Sangat Tinggi 64,5 Tinggi 6 64,5 Tinggi 67,5 Sangat Tinggi 72,7 Sangat Tinggi

  7

  52 Sedang 63,7 Tinggi 72,2 Sangat Tinggi 8 51,5 Sedang 66,2 Sangat Tinggi 70,5 Sangat Tinggi 9 46,5 Sedang

  63 Tinggi 73,5 Sangat Tinggi

  59 Tinggi

  15

  65 Sangat Tinggi 68,2 Sangat Tinggi

  11

  56 Tinggi 61,5 Tinggi

  73 Sangat Tinggi

  12

  55 Tinggi 66,7 Sangat Tinggi

  71 Sangat Tinggi 13 49,5 Sedang 68,2 Sangat Tinggi 69,2 Sangat Tinggi

  14

  54 Tinggi

  67 Sangat Tinggi

  70 Sangat Tinggi

  58 Tinggi 68,2 Sangat Tinggi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  22

  

  61

  

  21

  59

  

  76

  

  73

  

  76

  

  

  90

  

  98

  

  23

  82

  

  73

  

  91

  62

  59

  24

  56

  

  75

  

  17

  47

  

  68

  

  64

  

  18

  

  20

  63

  

  83

  

  19

  47

  

  83

  

  93

  

  

  44

  

  

  52

  

  72

  

  29

  42

  

  39

  

  90

  30

  52

  65

  

  81

  

  74

  

  Jumlah 1983 12 18 2280

  23 7 2376

  25

  5 Persentase Ketuntasan (KKM=72)

  40% 60% 76,7% 23,3% 83,3% 16,7% Rata-rata 66,1 76 79,2

  

  28

  

  26

  75

  

  62

  

  25

  70

  

  76

  

  77

  

  82

  

  

  79

  

  81

  

  27

  58

  

  78

  

  94

  92

  Lampiran 12. Data Peningkatan Kemampuan Menyimak No. Siswa Kondisi Awal Setelah Tindakan

  Nilai Ketuntasan Siklus

  74

  72

  

  5

  80

  

  82

  

  68

  

  6

  

  82

  88

  

  89

  

  7

  59

  

  74

  

  73

  

  

  

  71

  

  I Ketuntasan Siklu s II Ketuntasan

  Ya Tidak Nilai Ya Tidak Nilai Ya Tidak

  1

  42

  

  60

  

  61

  

  2

  71

  79

  62

  

  72

  

  3

  75

  

  92

  

  99

  

  4

  8

  

  16

  88

  

  77

  

  13

  71

  

  79

  

  81

  

  14

  

  

  78

  

  75

  

  15

  89

  

  90

  

  87

  

  86

  84

  77

  72

  

  85

  

  9

  52

  

  64

  

  80

  

  10

  

  12

  76

  

  83

  

  11

  80

  

  86

  

  86

  

  74

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 13. Dokumentasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 14. Surat Ijin Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 15. Surat Bukti Penelitian dari Sekolah

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMAHAMI ISI PUISI MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS V SDN LANDUNGSARI 02 DAU MALANG
0
13
24
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENYIMAK CERITA RAKYAT MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 01 PANICAN KABUPATEN PURBALINGGA
0
55
211
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL FILM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK INTENSIF SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR.
0
0
14
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENYIMAK CERITA RAKYAT MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA:PTK Di Kelas V SDN Kebon Kota Serang, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
0
0
42
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA RAKYAT BERBAHASA JAWA MELALUI MODEL NUMBERED HEADS TOGETHER DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS VB SDN BENDAN NGISOR SEMARANG.
1
15
264
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS V SD JUARA YOGYAKARTA.
0
2
192
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA RAKYAT MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO DI KELAS V SDN 30 PONTIANAK SELATAN
0
0
7
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO TERHADAP KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA RAKYAT DI KELAS V SEKOLAH DASAR
0
0
11
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA FIKSI ANAK MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO PADA SISWA KELAS V SD
0
1
10
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL DI SMAN 1 ANJONGAN
0
1
14
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO CERITA ANAK KELAS V SD
0
0
13
BAB II KAJIAN TEORI - PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA ANAK MELALUI PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL DI KELAS V SDN SUKABUMI SELATAN 06 PAGI JAKARTA BARAT
0
0
7
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA ANAK MELALUI PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL DI KELAS V SDN SUKABUMI SELATAN 06 PAGI JAKARTA BARAT
0
0
100
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL KELAS V SDN GUNUNGGANGSIR 2 KECAMATAN BEJI - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
0
1
7
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA SISWA KELAS V SDN 38 AMPENAN TAHUN 20172018
0
0
15
Show more