Perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori - USD Repository

Gratis

0
0
381
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh : Fransiscus Aditya Padlu Waruyung 101134164 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh : Fransiscus Aditya Padlu Waruyung 101134164 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) -\ PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SKRIPSI PERBEDAA]\ PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA Pembimbing I Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D Pembimbing Tanggal, 14 Juni20l4 . II Tanggal, 14 Juni 2014 S.Pd, M.Pd" 11

(4) I PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SKRIPSI PERBEDAANIPRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI Dipersiapkr,-. dan ditulis oleh: Frant; -rr',s aditya l'1,.,1,: Waruyung NII\4:1Atr84164 Telal' dipertahankr:n d.i depan Pa'ritia Pengtr;i pada tan.ig,,l 17 Juni 2014 darr diny z;akim inemeilirhi syar;i susunan l'anlua lenguji: Nama Lengkap Ketua Gregorirrs Ari Nugrahanta, S.J., S.;., BST., j,{.A. Sekretaris L Catur Rtsi:rar!, S.Pd ,:vi r\., Ed.D. Anggota I E. t'atur Rismiati. S.l'd., M.A., Ed D. Anggota II Andri Anrigraharra, S.Po, rvi.id. Anggota III Dra. Ignatia Esti Sumarah M.Hum. ll1

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Penulis persembahkan karya sederhana ini kepada: 1. Tuhan Yesus dan Bunda Maria atas anugerah kesehatan dan keselamatan yang tiada henti. 2. Bapak dan Ibu tercinta yang selalu memberi restu dsuci dari surge. 3. Bapakku, Pak No atas kasih sayang dan dukungannya selama ini. 4. Dosen-dosen PGSD Universitas Sanata Dharma memberikan segenap ilmu yang sangat berharga. 4. Teman-temanku PGSD 2010 5. Almamaterku Universitas Sanata Dharma iv yang

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO “ Never give up“ “Sopo sing tekun, mesti tekan” v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian dari karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar referensi sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 14 Juni 2014 Peneliti, Fransiscus Aditya Padlu Waruyung 101134164 vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAN UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Fransiscus Aditya Padlu Waruyung NIM : 101134164 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah yang berjudul: PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA beserta perangkat yang diperlukan. Demikian saya berikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk apa saja, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa meminta ijin dari saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, 14 Juni 2014 Peneliti, Fransiscus Aditya Padlu Waruyung vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI Waruyung, Fransiscus Aditya Universitas Sanata Dharma 2014 Penelitian ini dilatarbelakangi adanya masalah bahwa tingkat prestasi belajar matematika masih rendah yang dibuktikan oleh data hasil studi TIMSS dan PISA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaanprestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Jenis penelitian ini adalah quasi-experimental dengan desainnon-equivalent control group design. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas V SD N Sokowaten Baru, siswa kelas VB sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VA sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian ini berupa 15 soal uraian untuk pre-test dan post-test. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi dan observasi. Prosedur analisis data pada penelitian ini terdiri dari penentuan hipotesis, mengorganisasi data, menentukan taraf signifikansi, menguji asumsi klasik dan menguji hipotesis. Teknik analisis data menggunakanindependent t-testdan paired t-testyang didukung dengan penggunaan Microsoft Excel dan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis data adalah bahwa secara umum kelompok eksperimen (M = 61,2; SE = 3,75) memiliki rata-rata skor post-test yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol (M = 63,62; SE = 4,391). Perbedaan skor tersebut signifikan t(48)=-2,077, p < 0,05 dan memiliki small effect size sebesar r = 0,282.. Perbedaan skor tersebut signifikan t(48)=-2,077, p < 0,05 dan memiliki small effect size sebesar 7,9%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori. Peneliti merekomendasikan alat peraga matematika berbasis metode Montessori digunakan pada pembelajaran matematika. Kata kunci: alat peraga matematika, metode Montessori, prestasi belajar, rak bidang datar Montessori viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE DIFFERENCES OF STUDENTS LEARNING ACHIEVEMENT OF THE USING MONTESSORI METHOD BASED MATH VISUAL AID Waruyung, Fransiscus Aditya Sanata Dharma University 2014 This research was triggered by the learning math achievement tiers in still low as evidenced by data of TIMSS and PISA study results. This study aims to find the differences of student learning achievement of the usingMontessori method-based math visual aid. The type of research used in this study is quasi experimental type with non-equivalent control design. Population and sample of the research are students of SD N Sokowaten Baru in the first grade, the control group is class VA and the experiment group is VB. Instruments of the research 15 essay questions to use in pre-test and post-test. Data collection technique use document and observation. The procedure of data analysis in this study consists of determining the hypothesis, managing the data, determining significance level, and testing the classical assumption and hypothesis. Data analysis technique that is used for testing the hypotheses is independent t – test, is supported by Microsoft Excel and the Statistical Product and Service Solutions (SPSS ). The result of this research shows that student learning achievement has difference by using of Montessori method based visual aid. It is indicated by data analysis shows that on average experiment (M = 61,2; SE = 3,75) has higher mean score of pre-test than the ontrol group (M = 63,62; SE = 4,391). This difference was significant t(48) =-2, 077, p < 0,05 and has small effect size until 7,9%.The conclusion of this research is that student learning achievement has difference by using of Montessori method based visual aid. Keywords: math visual aid, Montessori method, students achievement, a rack built flat ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa telah melimpahkan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikanskripsi ini dengan baik. Skripsi yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Papan Pin Perkalian untuk Operasi Perkalian Terhadap Prestasi Belajar Siswa” ditulis sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata I Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Skripsi ini selesai tidak lepas dari dukungan, bimbingan dan kerjasama dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segenap hati penulis mengucapkan terimakasih kepada : 1. Rohandi,Ph.D., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. G. Ari Nugrahanta, SJ, S.S., BST., M.A., Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. E.Catur Rismiati, S.Pd.,MA.,Ed.D., Wakil Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, sekaligus pembimbing I yang telah sangat membantu dalam proses pembuatan karya ilmiah ini. 4. Andri Anugrahana, S.Pd., M.Pd, dosen pembimbing II yang telah memberikan saran yang membangun dalam pembuatan karya ilmiah ini. 5. Kastinah, S.Pd.SD.Kepala Sekolah SDN Sokowaten Baru yang telah memberikan dukungan serta ijin kepada penulis untuk mengadakan penelitian di SDN Sokowaten Baru. 6. Mumpuni, S.Pd guru matematika kelas VSDN Sokowaten Baruyang telah bekerja sama serta memberikan waktu dan tenaganya sebagai guru mitra dalam penelitian kolaboratif. 7. Siswa kelas VA dan VBSDN Sokowaten Baru, yang bersedia bekerja sama dalam penelitian ini. x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Bapakku Sukarno, ibuku Lucia Siswanti (Alm), adikku Ananto Dwi Supriyadi dan Ariska Sukarno Putri yang selalu memberikandoa, kasih sayang,dukungan dan bimbingan kepada peneliti. 9. Bapakku, Yohanes Supriyadi, S.Pd. (Alm) yang selalu mendukung dan memberikan inspirasi kepada peneliti. 10. Bhernadeta Bertiyanti yang selalu memberi semangat, doa dan kasih sayang kepada peneliti. 11. Teman-teman penelitian kolaboratif eksperimen Montessori (Deta, Ulfah, Wulan, Rasti, Ifa, dan Putri), yang selalu berbagi pengetahuan, semangat dan keceriaan kepada penulis. 12. Teman-teman PPL SDN Sokowaten Baru, yang memberikan bantuan selama peneliti melakukan penelitian di sekolah. 13. Teman-teman PGSD USD kelas E angkatan 2010 yang selalu memberikan inspirasi dalam menyelesaikan karya ilmiah ini. 14. Sekretariat PGSD yang selalu membantu dalam hal administrasi dan segala keperluan untuk menyelesaikan karya ilmiah ini. Peneliti menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam penulisan karya ilmiah ini. Untuk itu, saran dan kritik yang membangun sangat berguna untuk karya ilmiah ini.Semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi pembaca. Yogyakarta, 14 Juni 2014 Peneliti, Fransiscus Aditya Padlu Waruyung xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .......................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... iv MOTTO .......................................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................ vi HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ............... vii ABSTRAK ...................................................................................................... viii ABSTRACT ..................................................................................................... ix KATA PENGANTAR .................................................................................... x DAFTAR ISI ................................................................................................... xii DAFTAR TABEL .......................................................................................... xiv DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xvi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ....................................................................... 1 B. Identifikasi Masalah ............................................................................ 6 C. Batasan Masalah................................................................................... 6 D. Rumusan Masalah ................................................................................ 7 E. Tujuan Penelitian ................................................................................. 7 F. Manfaat Penelitian ............................................................................... 7 G. Definisi Operasional............................................................................. 8 BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka...................................................................................... 10 1. Tahap Perkembangan Anak Sekolah Dasar..................................... 10 2. Metode Montessori .......................................................................... 15 3. Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ................... 19 4. Pembelajaran Matematika ............................................................... 26 5. Prestasi Belajar ................................................................................ 29 B. Penelitian yang Relevan ....................................................................... 33 C. Kerangka Berpikir ................................................................................ 37 D. Hipotesis............................................................................................... 38 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ..................................................................................... 39 B. Desain Penelitian .................................................................................. 40 C. Waktu dan Tempat Penelitian .............................................................. 41 D. Variabel Penelitian dan Data Penelitian ............................................... 43 E. Populasi dan Sampel ............................................................................ 45 F. Teknik Pengumpulan Data ................................................................... 46 G. Instrumen Pengumpulan Data .............................................................. 48 xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI H. Teknik Pengujian Instrumen ................................................................ 50 I. Prosedur Analisis Data ......................................................................... 66 J. Jadwal penelitian .................................................................................. 82 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Penelitian ............................................................................. 84 B. Hasil Penelitian .................................................................................... 86 C. Pembahasan .......................................................................................... 111 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan .......................................................................................... 113 B. Keterbatasan Penelitian ........................................................................ 114 C. Saran ..................................................................................................... 114 DAFTAR REFERENSI ................................................................................. 115 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Tabel 3.1 Tabel 3.2 Tabel 3.3 Tabel 3.4 Tabel 3.5 Tabel 3.6 Tabel 3.7 Tabel 3.8 Tahap Perkembangan Menurut Piaget ........................................ 11 Waktu Pengambilan Data ............................................................ 42 Kisi-Kisi Instrumen Tes .............................................................. 48 Lembar Observasi Pembelajaran di Kelas .................................. 50 Kriteria Hasil Validasi ................................................................. 52 Validasi Instrumen Silabus.......................................................... 53 Validasi Instrumen RPP .............................................................. 54 Hasil Validasi Tes Prestasi .......................................................... 55 Rangkuman Hasil Validitas Muka untuk Instrumen Pembelajaran ............................................................................... 56 Tabel 3.9 Rangkuman Hasil Validasi Muka untuk Instrumen Penelitian ..................................................................................... 57 Tabel 3.10 Kisi-kisi Soal Uji Validitas Konstruk ......................................... 59 Tabel 3.11 Hasil Validitas Konstruk menggunakan SPSS ............................ 60 Tabel 3.12 Rincian Soal Sebelum dan Setelah Validasi ............................... 62 Tabel 3.13 Koefisien Reliabilitas .................................................................. 64 Tabel 3.14 Hasil Perhitungan Reliabilitas ..................................................... 64 Tabel 3.15 Kualifikasi Indeks Kesukaran ..................................................... 65 Tabel 3.16 Hasil Perhitungan IK ................................................................... 66 Tabel 3.17 Kategori Effect Size ...................................................................... 79 Tabel 3.18 Jadwal Penelitian ........................................................................ 82 Tabel 4.1 Deskripsi Data Penelitian ............................................................ 87 Tabel 4.2 Skor Pre-test dan Post-test Kelompok Kontrol dan Eksperimen .......................................................................... 88 Tabel 4.3 Hasil Perhitungan Uji Normalitas Skor Pre-test Kelompok Kontrol....................................................................... 91 Tabel 4.4 Hasil Perhitungan Uji Normalitas Skor Pre-test Kelompok Eksperimen ................................................................ 92 Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Uji Homogenitas Skor Pre-test ..................... 94 Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Uji Independent-test Skor Pre-test ................ 96 Tabel 4.7 Hasil Perhitungan Uji Normalitas Skor Post-test Kelompok Kontrol....................................................................... 97 Tabel 4.8 Hasil Perhitungan Uji Normalitas Skor Post-test Kelompok Eksperimen ................................................................ 99 Tabel 4.9 Hasil Perhitungan Uji Homogenitas Skor Post-test .................... 101 Tabel 4.10 Hasil Perhitungan Uji Independentt-test Skor Post-test .............. 104 Tabel 4.11 Hasil Uji Koefisien Determinasi ................................................. 107 Tabel 4.12 Uji Signifikansi Selisih Rata-rata Skor Pre-test danPost-test Kelompok Kontrol .................................................. 108 Tabel 4.13 Uji Signifikansi Selisih Rata-rata Skor Pre-test danPost-test Kelompok Eksperimen ........................................... 110 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Alat Peraga Rak Bangun Datar Berbasis Metode Montessori ................................................................................ 24 Gambar 2.2 Papan Pertama pada Rak Bangun Datar Persegi dan Segitiga .................................................................................... 25 Gambar 2.3 Literature Map Penelitian yang Relevan .................................. 36 Gambar 2.4 Penggunaan Geometri Stick Box dalam Mengajarkan Materi Mengidentifikasi Jenis Sudut dengan Kartu Soal ......... 26 Gambar 2.5 Penggunaan Geometri Stick Box dalam Mengajarkan Materi Besar Sudut dengan Kartu Soal..................................... 27 Gambar 2.6 Literature Map Penelitian yang Relevan .................................. 38 Gambar 3.1 Desain Penelitian ...................................................................... 40 Gambar 3.2 Rumus Product Moment ........................................................... 60 Gambar 3.3 Rumus Koefisian Alpha ............................................................ 63 Gambar 3.4 Rumus Indeks Kesukaran ......................................................... 65 Gambar 3.5 Rumus Kolmogorov-Sminov ..................................................... 70 Gambar 3.6 Rumus Lavene’s test ................................................................. 72 Gambar 3.7 Rumus Independent t-test ......................................................... 77 Gambar 3.8 Rumus Effect Size ..................................................................... 79 Gambar 3.9 Rumus Koefisien Determinasi .................................................. 80 Gambar 3.10 Rumus Paired t-test .................................................................. 80 Gambar 4.1 Grafik Perbandingan Skor Pre-test dan Post-test Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen ......................................... 89 Gambar 4.2 Histogram (kiri) dan P-P Plot (kanan) Skor Pre-test Kelompok Kontrol .................................................................... 93 Gambar 4.3 Histogram (kiri) dan P-P Plot (kanan) Skor Pre-test Kelompok Eksperimen ............................................................. 93 Gambar 4.4 Histogram (kiri) dan P-P Plot (kanan) Skor Post-test Kelompok Kontrol .................................................................... 98 Gambar 4.5 Histogram (kiri) dan PP Plot (kanan) Skor Post-test Kelompok Eksperimen ............................................................. 100 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Penelitian ......................................................................... 124 Lampiran 2 Contoh Perangkat Pembelajaran Sebelum Uji Instrumen......... 127 Lampiran 3 Contoh Komentar Validitas Isi Perangkat Pembelajaran ......... 152 Lampiran 4 Hasil Validasi Muka Instrumen pembelajaran .......................... 157 Lampiran 5 Contoh Perangkat Pembelajaran Sesudah Uji Instrumen ......... 159 Lampiran 6 Contoh Instrumen Penelitian Sebelum Uji Instrumen .............. 184 Lampiran 7 Contoh Komentar Validitas Isi Instrumen Penelitian ............... 196 Lampiran 8 Hasil Uji Validitas Muka Instrumen Penelitian ........................ 201 Lampiran 9 Instrumen Penelitian untuk Uji Validitas Konstruk .................. 208 Lampiran 10 Contoh Pekerjaan Siswa Hasil Validitas Konstruk................... 219 Lampiran 11 Tabulasi Data Mentah Hasil Validitas Konstruk ...................... 230 Lampiran 12 Hasil Analisis Uji Instrumen Penelitian.................................... 233 Lampiran 13 Contoh Pekerjaan Pre-test dan Post-test .................................. 247 Lampiran 14 Tabulasi Data Mentah Skor Pre-test ......................................... 288 Lampiran 15 Tabulasi Data Mentah Skor Post-test ....................................... 293 Lampiran 16 Hasil Analisis Skor Pre-test (SPSS).......................................... 298 Lampiran 17 Hasil Analisi Skor Post-test (SPSS) .......................................... 306 Lampiran 18 Hasil Deskripsi Data Penelitian (SPSS) .................................... 314 Lampiran 19 Hasil Uji Signifikansi (SPSS) ................................................... 317 Lampiran 20 Hasil Observasi Pembelajaran .................................................. 320 Lampiran 21 Foto Penelitian .......................................................................... 325 xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab I menguraikan beberapa hal, yaitu latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional. A. Latar Belakang Masalah Pendidikan berkualitas adalah dambaan serta harapan hampir setiap orang atau lembaga (Ali, 2009: 331). Indonesia mengharapkan setiap lembaga pendidikan berkualitas agar dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas (Ali, 2009: 331-332). Indonesia memiliki Undang-undang yang mengatur hak warganya untuk mendapatkan pendidikan. Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 31 ayat 1 yang berbunyi: “Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran” (Hasbullah, 2006: 125). Setiap warga negara mempunyai hak yang sama dalam memperoleh pengajaran untuk mendapatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan (Usman, 2011: 143). Pengajaran yang baik menghasilkan sumber daya manusia yang baik pula, sehingga mampu bersaing dalam dunia secara global. Seseorang yang tidak memiliki bekal pendidikan akan mengalami ketertinggalan, dan tidak mampu mengikuti perkembangan zaman. Persaingan yang ketat di era globalisasi merupakan tantangan bagi setiap negara untuk memajukan pendidikan dengan berlomba-lomba menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. 1

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 SDM yang berkualitas dibutuhkan untuk bersaing agar tidak tertinggal oleh negara lain (Suhartini, 2009: 10). SDM yang berkualitas diciptakan melalui pendidikan. Pendidikan merupakan usaha yang dilakukan secara sadar dalam rangka membimbing dan mengarahkan perkembangan anak ke arah dewasa (Jamaris, 2013: 2). Sekolah dapat membentuk SDM yang berkualitas. Sekolah memberikan berbagai macam mata pelajaran yang dapat melatih kemampuan siswa baik dalam kemampuan akademik maupun non akademik. Mata pelajaran pokok di Indonesia salah satunya adalah mata pelajaran matematika (BSNP, 2006: 8). Kemampuan pemahaman anak Indonesia terhadap mata pelajaran matematika masih rendah (Susanto, 2013: 191). Hal tersebut dapat dibuktikan pada hasil studi oleh TIMSS (Trens in International Mathematics and Science Study) dan PISA (Programme for International Student Assessment). TIMSS adalah studi internasional yang dikoordinasi oleh IEA (The International Association for the Evaluation of Educational Achievement) yang berpusat di Amsterdam Belanda. TIMSS memiliki tujuan mengukur prestasi matematika dan sains negara peserta di seluruh dunia yang diselenggarakan setiap 4 tahun sekali (Kemendikbud, 2011). PISA adalah lembaga studi yang dikoordinasi oleh OECD (Organisation for Economic Cooperation and Develompent) yang berpusat di Perancis. PISA adalah lembaga studi yang bertugas untuk literasi membaca matematika dan sains yang diselenggarakan setiap 3 tahun sekali (Kemendikbud, 2011).

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Hasil studi TIMSS pada tahun 1999, 2003, dan 2007 secara berurutan Indonesia memperoleh peringkat 32 dari 38 negara, peringkat 37 dari 46 negara, dan peringkat 35 dari 45 negara (Kemendikbud, 2011). Hasil studi yang terbaru dari TIMSS pada tahun 2011 menunjukkan prestasi matematika Indonesia berada pada peringkat 38 dari 40 negara peserta dengan perolehan skor 386 (Arora, 2011: 31). Hasil studi PISA pada tahun 2000, 2003, dan 2006 secara berurutan Indonesia memperoleh peringkat 39 dari 41 negara dengan perolehan skor 367, peringkat 38 dari 40 negara dengan perolehan skor 360, dan peringkat 50 dari 57 negara dengan perolehan skor 391 (Kemendikbud, 2011). Hasil studi PISA yang terbaru pada tahun 2012 Indonesia memperoleh peringkat 64 dari 65 negara (NECS, 2012). Hasil studi dari TIMSS dan PISA dapat dijadikan sebagai gambaran bahwa prestasi matematika Indonesia di mata dunia masih tergolong rendah. Indonesia berada peringkat 10 paling bawah dari tahun ke tahun. Hayat dan Yusuf (2010: 201) mengatakan bahwa salah satu manfaat mengikuti PISA adalah memahami kekuatan dan kekurangan sistem pendidikan masing-masing negara peserta. Prestasi matematika yang rendah merupakan dampak yang diakibatkan oleh buruknya sistem pendidikan di Indonesia (Tjalla, 2011: 3). Sistem pendidikan di Indonesia memiliki rancangan atau kurikulum yang berubah-ubah. Sukmandinata (2010: 3) menjelaskan rancangan atau kurikulum merupakan syarat mutlak bagi pendidikan di sekolah. Kurikulum merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan atau pengajaran. Kurikulum KTSP yang dinilai

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 kurang sesuai perkembangan siswa karena menitik beratkan pada aspek kognitif dan kurang mengembangkan karakter siswa menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengembangkan kurikulum baru yaitu kurikulum 2013 (Kemendikbud, 2012: 12). Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH) menegaskan bahwa kurikulum 2013 diharapkan dapat menjawab tantangan PISA, terutama untuk soal matematika level advance (Kemendikbud, 2013) karena matematika adalah dasar dari ilmuilmu lain. Suherman (2003: 56) menegaskan bahwa fungsi matematika adalah sebagai alat, pola pikir dan pengetahuan. Fungsi matematika sebagai alat adalah dapat digunakan memecahkan masalah dalam kegiatan sehari-hari. Pola pikir yaitu membantu memahami dan penalaran dari suatu pengertian melalui matematika. Pengetahuan yaitu digunakan untuk mencari kebenaran dan mengembangkan penemuan-penemuan yang pernah ada. Ketiga fungsi matematika tersebut menegaskan bahwa matematika adalah ilmu yang penting untuk siswa. Pentingnya ilmu matematika bagi siswa menuntut guru untuk mengupayakan pembelajaran matematika yang efektif dan efesien, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Pencapaian hasil tersebut tentu tidak mudah karena siswa mengalami kesulitan belajar matematika. Kesulitan yang dialami oleh siswa dalam belajar matematika adalah memahami konsep pembelajaran metematika yang abstrak (Widdiharto, 2008: 8). Soedjadi (2000: 24) mengungkapkan bahwa matematika adalah ilmu yang memiliki objek abstrak, bertumpu pada kesepakatan, pola pikir logis dan sistematis.

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 Hudojo (2001: 208) mengatakan dalam mengajarkan matematika menggunakan benda-benda konkret. Pembelajaran matematika yang abstrak diperlukan alat bantu berupa alat peraga yang dapat memperjelas materi yang disampaikan guru, sehingga siswa lebih mudah memahami (Heruman, 2008: 1). Alat peraga adalah benda konkret yang dapat membantu siswa dalam memahami materi matematika (Sitanggang, 2013: 3). Alat peraga dapat menjembatani pola pikir siswa dari hal yang abstrak ke konkret. Alat peraga memberikan kemudahan bagi siswa dalam memahami konsep yang abstrak, merangsang berpikir, memotivasi, aktif, dan merangsang untuk memecahkan masalahnya sendiri (Suherman, 2003: 243). Alat perga yang baik mampu membangun pengetahuan siswa secara mandiri, sehingga materi matematika dapat dipahami lebih lama. Pembelajaran mandiri merupakan salah satu karakteristik dari metode Montessori. Metode Montessori menggunakan alat peraga yang dapat membimbing anak untuk menemukan pengetahuannya sendiri (Montessori, 2013: 192). Alat peraga matematika Montessori menggunakan alat pengendali kesalahan, sehingga pembelajaran didominasi oleh siswa dan guru hanya sebagai fasilitator pembelajaran. Ciri-ciri khusus selain memiliki pengendali kesalahan adalah menarik dan bergradasi (Montessori, 1964: 168-173). Alat peraga Montessori dirancang sesuai dengan perkembangan anak, baik dalam hal perkembangan psikologi maupun fisik (Montessori 2008: 83-84). Alat peraga Montessori dalam perkembangan psikologi dapat membantu siswa memahami matematika dari hal yang abstrak ke konkret. Peneliti tertarik untuk

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 melakukan penelitian yang berjudul “Perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori”. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, salah satunya adalah melatih kemampuan dalam mata pelajaran matematika. Rendahnya prestasi belajar matematika Indonesia berdasarkan TIMSS dan PISA mencerminkan bahwa pendidikan di Indonesia tergolong rendah. Alat peraga Montessori dapat membantu memahami mata pelajaran matematika dari hal yang abstrak ke konkret. C. Batasan Masalah Penelitian ini dibatasi pada perbedaan prestasi belajar siswa kelas V SD Sokowaten Baru Banguntapan Bantul tahun pelajaran 2013/2014 atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang digunakan berupa alat peraga Rak Bangun Datar Montessori. Mata pelajaran yang diajarkan adalah mata pelajaran matematika kelas V dengan standar kompetensi 6. “memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun”, dan untuk kompetensi dasar 6.1 “mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar”. Peneliti memilih materi tersebut karena karakteristik alat peraga Rak Bidang Datar Montessori sesuai dengan indikator-indikator yang akan dicapai.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 D. Rumusan Masalah Peneliti merumuskan masalah berdasarkan latar belakang penelitian ini yaitu “apakah ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori?” E. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. F. Manfaat Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian maka manfaat penelitian ini adalah: 1. Bagi siswa Siswa mendapatkan pengalaman belajar setelah menggunakan alat peraga Rak Bidang Datar Montessori dan membantu memahami materi pelajaran yaitu sifat-sifat bangun datar. 2. Bagi guru Guru mendapatkan wawasan baru tentang alat peraga Montessori yang diterapkan dalam pembelajaran matematika pada materi sifat-sifat bangun datar.

(25) 8 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Bagi sekolah Sekolah mendapatkan sumbangan positif bagi kemajuan sekolah karena guru mendapatkan tambahan wawasan baru tentang alternatif alat peraga yaitu alat peraga Montessori yang diterapkan sekolah tersebut. 4. Bagi peneliti Peneliti mendapatkan pengalaman baru mengenai alat peraga Montessori dan menerapkan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya materi sifat-sifat bangun datar. G. Definisi Operasional Penelitian ini perlu definisi operasional untuk menyamakan persepsi tentang hal-hal yang masih berbeda, yaitu : 1. Matematika adalah ilmu yang terdiri dari kumpulan ide abstrak yang berisi simbol-simbol. 2. Alat peraga adalah media pembelajaran yang digunakan untuk memperagakan sesuatu yang akan dipelajari, sehingga terlihat lebih nyata. 3. Alat peraga matematika adalah media pembelajaran yang digunakan untuk memperagakan sesuatu yang berhubungan dengan materi matematika, sehingga dapat memudahkan siswa dalam mempelajari ilmu matematika yang abstrak. 4. Metode Montessori adalah pembelajaran yang memberikan kebebasan kepada siswa untuk melakukan dan menemukan pengetahuannya sendiri dengan mengoptimalkan kemampuan panca indera.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. 9 Alat peraga Montessori adalah media pembelajaran yang disusun menarik, bergradasi, dan memiliki pengendali kesalahan yang memungkinkan siswa menemukan pengetahuannya sendiri serta melatih panca inderanya. 6. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah media pembelajaran matematika yang disusun menarik, bergradasi, dan memiliki pengendali kesalahan yang memungkinkan siswa menemukan pengetahuannya sendiri serta dapat melatih panca inderanya. 7. Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai siswa setelah melakukan proses pembelajaran, dalam penelitian ini berupa nilai yang diperoleh dari skor tes yang dilakukan siswa berupa pengetahuan kognitif. 8. Siswa sekolah dasar adalah siswa yang sedang belajar pada jenjang pendidikan sekolah dasar, yaitu bersia 7-12 tahun. 9. Pre-test adalah kegiatan yang dilakukan pada awal pembelajaran untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki siswa dalam memahami materi sifat-sifat bangun datar. 10. Post-test adalah kegiatan yang dilakukan di akhir pembelajaran untuk mengetahui kemampuan akhir yang dimiliki siswa dalam memahami materi sifat-sifat bangun datar.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Pada bab II akan diuraikan mengenai kajian teori, penelitian yang relevan, kerangka berfikir, dan hipotesis. Kajian pustaka akan membahas mengenai beberapa topik yang berkaitan dengan penelitian. Penelitian yang relevan berisi tentang penelitian-penelitian yang berkaitan dengan variabel-variabel penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Kerangka berpikir berisi tentang rumusan konsep yang didapatkan dari berbagai tinjauan teori. Bagian yang terakhir yaitu hipotesis yang berisi dugaan sementara yang terjadi pada penelitian. A. Kajian Pustaka Kajian pustaka membahas beberapa topik yang berkaitan dengan penelitian yang akan dipakai, yaitu tahap perkembangan anak sekolah dasar, alat peraga matematika Montessori, metode Montessori, pembelajaran matematika, materi mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar dan prestasi belajar. 1. Tahap Perkembangan Anak Sekolah Dasar Pada sub bab ini diuraikan tahapan perkembangan anak dan karakteristik siswa Sekolah Dasar (SD). Teori tahapan perkembangan anak menunjukkan dimana posisi perkembangan siswa SD berada. Teori perkembangan anak diambil dari pendapat Piaget dan Montessori. 10

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 a. Tahap Perkembangan Anak Piaget menjelaskan bahwa perkembangan merupakan proses kontinu yang ditandai dengan berbagai perubahan dari tahapan satu ke tahapan selanjutnya. Setiap tahap tidak dapat dilompati karena urutan perkembangan sudah pasti dan saling mempengaruhi antara tahap satu dengan tahap selanjutnya (Salkind, 2009: 325). Tahap perkembangan anak sekolah dasar dalam teori kognitif Piaget dibagi menjadi 4 tahap (Desmita, 2007: 46). Tahapan pertama adalah sensorimotor, saat anak berusia 0-2 tahun. Pada tahap ini, pengetahuan anak didasarkan pada berbagai tindakan inderawi anak terhadap lingkungannya, seperti melihat, meraba, menjamah, mendengar, membau, dan lain-lain. Anak memperoleh pemahaman dengan melakukan interaksi fisik dengan benda-benda maupun orang yang ada disekitarnya. Kedua adalah tahap pra-operasional, saat anak berumur 2-7 tahun. Pada tahap ini anak dapat mengungkapkan sesuatu yang dilihatnya dengan kata-kata dan gambargambar. Ketiga adalah tahap operasional konkret, saat anak berumur 7-11 tahun. Pada tahap ini anak dapat berfikir logis mengenai hal-hal konkret dan menggolongkan benda ke dalam bentuk-bentuk yang berbeda. Desmita (2009: 104) mengungkapkan bahwa anak usia sekolah dasar berada pada tahap operasional konkret. Tahap keempat adalah operasional formula, yang berlangsung pada anak usia 11 tahun ke atas. Tahap ini seorang remaja sudah dapat berfikir logis dan mengerti pemikiran yang abstrak.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 Tabel 2.1 Tahap Perkembangan Menurut Piaget Tahap Usia Deskripsi Perkembangan 1. Sensori Motor 0 – 2 tahun Bayi bergerak dari tindakkan reflek instinktif saat lahir sampai permulaan pemikiran simbolis. Pembangunan pemahaman didasarkan pada pengalaman-pengalaman sensor dan tindakkan fisik. 2. Pra-operasional 2 – 7 tahun Anak mulai merepresentasikan dunia dengan kata-kata dan gambar-gambar. 3. Operasional 7 – 11 tahun Anak mulai berpikir secara logis mengenai Konkret peristiwa-peristiwa konkret dan mengklasifikasikan benda-benda ke dalam bentuk yang berbeda. 4. Operasional 11 – hingga Remaja mulai berpikir dengan cara yang lebih Formal dewasa abstrak, logis, dan lebih idealistik. Tabel 2.1 menjelaskan tahap perkembangan kognitif menurut Piaget (Desmita, 2009: 101). Tahap pertama adalah sensori motorik yang terjadi ketika bayi berusia 02 tahun. Pada tahap ini bayi membentuk pemahaman pada pengalaman sensorik. Pengalaman sensorik didapatkan dari pengoptimalan panca indera untuk melakukan gerakan dan interaksi dengan orang lain atau benda di sekitar. Contoh penerapannya adalah bayi menggenggam atau menghisap suatu benda. Tahap perkembangan kognitif yang kedua adalah pra operasional yang terjadi pada usia 2-7 tahun. Pada tahap ini anak mulai merepresentasikan kata-kata dan gambar-gambar. Anak akan menjadikan media ketika menjumpai kata atau gambar dan anak mendapat pengalaman melalui komunikasi dengan lingkungannya. Perkembangan tersebut menunjukkan adanya peningkatan simbolis yang melampaui hubungan informasi sensor dan tindakan fisik.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 Tahap ketiga adalah tahap operasional konkret yang terjadi pada anak usia 7-11 tahun. Pada tahap ini anak mulai berpikir secara logis mengenai peristiwa yang konkret. Anak juga sudah mulai mampu mengklasifikasikan benda-benda ke dalam berbagai jenis bentuk yang berbeda-beda. Anak dalam tahap operasional konkret tidak mampu melaksanakan operasi yang bersifat abstrak karena masih kesulitan dalam mengaitkan konsep abstrak dengan pengalaman konkret. Strategi pendidikan bagi anak operasional konkret semestinya tidak menganggap bahwa anak mampu belajar tanpa pengalaman tindakan yang nyata (Salkind, 2009: 346). Tahapan yang terakhir adalah tahap operasional formal yang terjadi pada usia 11 tahun hingga dewasa. Pada tahap ini remaja mulai mampu memecahkan masalah dan analisis sistematis. Kebanyakan anak sudah mampu menangani berbagai persoalan abstrak mengenai situasi-situasi yang berlawanan dengan fakta. Pemikiran remaja ditandai dengan kepekaan terhadap orang lain, kemampuan menghadapi pertentangan, dan kemampuan untuk menangani logika tingkat tinggi (Salkind, 2009: 350). Tokoh berikutnya yang menjelaskan tentang tahapan perkembangan anak adalah Maria Montessori. Montessori membagi tiga tahapan perkembangan anak, yaitu anak pada umur 0-6 tahun, 6-12 tahun, dan 12-18 tahun (Montessori, 2008: XII). Tahap yang pertama sensorials explorers, tahap kedua reason explorers, dan tahap ketiga dinamakan humanistic explorers. “In the first plane of information, children are “senorials explorer”; in the second, they are “reason explorers”. Now, in the third plane, they became

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 “humanistic explorers”, interested in the quality of society for themselves and for others peoples of the world” (Lillard, 1996: 154). Tahapan yang pertama adalah anak pada usia 0-6 tahun yang disebut dengan masa sensorials explorers. Pada tahap sensorials explorers anak banyak menggunakan panca indera untuk mendapatkan pengalaman baru. Usia 0-6 tahun adalah usia emas bagi anak-anak. Pada usia ini anak mulai belajar melakukan gerak, berlatih tentang keteraturan, menyayangi lingkungan, serta sangat peka terhadap sesuatu yang bersifat mendetail serta bilangan atau angka. Tahap kedua adalah anak pada usia 6-12 tahun yang disebut dengan reason explorers. Pada tahap ini, anak mulai peka terhadap hal yang bersifat logika dan pembenaran. “Younger children ask “why” but they are in effect asking “what”, “what is that”, “what is it called”. In the words, they are searching for fact reather than the reasons behind those facts” (Lillard, 1996: 47). Anak mulai bereksplorasi tentang pengetahuan melalui hal-hal konkret yang ditemui. Tahap ketiga adalah anak pada usia 12-18 tahun yang disebut humanistic explorers. Pada tahapan ini anak mulai mengalami kematangan fisik. Anak mulai mencari model yang akan menjadi idolanya dan menjadikannya acuan untuk diikuti. b. Tahap Perkembangan Siswa Sekolah Dasar Usia anak Indonesia ketika memasuki sekolah dasar adalah rata-rata adalah 6 tahun dan selesai menjalani pendidikan pada usia 12 tahun (Desmita, 2009: 35). Usia 6-12 tahun anak masuk pada tahap operasional konkret menurut Piaget dan masuk pada tahap reason explorers menurut Montessori. Piaget memaparkan bahwa anak

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 usia sekolah dasar termasuk pada tahap operasional konkrit karena sudah mampu melakukan aktivitas mental mengenai hubungan-hubungan logis dari berbagai konsep yang difokuskan pada objek ataupun peristiwa yang konkret (Desmita, 2007: 156). Montessori berpendapat bahwa anak yang berada pada tahap reason explorers mulai mencari pengetahuan-pengetahuan baru melalui hal-hal yang konkret di sekitarnya (Lillard, 1996: 47). Kesamaan yang ada pada kedua tahap ini menandakan bahwa anak mulai mampu berpikir logis, mencari penjelasan, dan pengetahuan dari pengalaman-pengalaman konkret yang dialaminya. 2. Metode Montessori Pada sub bab ini diuraikan teori mengenai sejarah metode Montessori, dan metode Montessori. Sejarah metode Montessori menjabarkan asal terciptanya metode Montessori. Metode Montessori membahas berbagai aspek yang berkaitan dengan metode Montessori. a. Sejarah metode Montessori Pembelajaran Montessori merupakan sebuah karya dari seorang dokter yaitu Dr. Maria Montessori. Maria Montessori adalah dokter sekaligus ahli pendidikan dari Italia. Ia lahir pada tahun 1870 dan meninggal pada tahun 1952 (Lillard, 1996:4). Montessori sempat tinggal di beberapa Negara seperti Itali, Spanyol, India, dan Netherland selama perang dunia berlangsung. Selama berpindah-pindah, Montessori mencoba memahami anak-anak dari berbagai kebudayaan. Hingga pada akhirnya Montessori berminat untuk membantu anak yang berkebutuhan khusus di daerah kumuh Roma dengan mendirikan sekolah yang diberi nama Casa Dei Bambini

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 (rumah anak-anak usia 3-6 tahun). Maria Montessori kemudian mengajukan program yang menginstitusionalisasikan anak-anak terbelakang mental yang lapar akan pengalaman. Beliau merasa bahwa anak-anak tersebut mampu diajarkan selayaknya anak-anak normal (Crain, 2007: 97). Maria Montessori mengatakan bahwa dari lahir sampai usia enam tahun, anak mempunyai daya serap tinggi (absorbent mind). Pada periode ini anak mempunyai kemampuan yang tinggi untuk belajar dan beradaptasi dari lingkungan sekitarnya dengan sendirinya. Semua kemampuan anak tersebut dapat diaplikasikan dalam sekolah yaitu dalam pendidikan Montessori yang didirikan oleh Maria Montessori. Pendidikan Montessori yang baik ialah mereka yang dapat memaksimalkan pendidikan anak dengan mengenalkan bahan, alat dan kegiatan khusus yang dirancang untuk merangsang intelegensi anak. Mendorong anak untuk memusatkan perhatian ke suatu kegiatan tertentu akan membuat ia mencapai kemampuan optimumnya dalam lingkungan. Secara spontan kesenangan akan belajar akan terungkap sewaktu anak diberi kebebasan (dalam batasan tertentu) untuk menentukan keinginannya (Crain, 2007). Pembelajaran Montessori juga merupakan belajar penemuan. Belajar penemuan tersebut dibantu dengan alat peraga yang didesain secara eksplisit dapat memberikan makna bagi anak-anak (Lillard, 2005: 328). Dapat disimpulkan bahwa metode Montessori adalah metode pembelajaran yang berpijak pada kebutuhan dan kebebasan anak dengan menerapkan belajar penemuan melalui alat peraga yang dapat mengembangkan panca indera.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. 17 Metode Montessori Susanto (2013: 43) menyatakan bahwa metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru dalam mengorganisasikan kelas atau dalam menyajikan bahan pelajaran. Maria Montessori berusaha mengembangkan sebuah metode pendidikan yang melawan pola-pola pendidikan konvensional. Maria Montessori mengungkapkan bahwa metode pembelajaran yang Ia ciptakan adalah metode yang mengembangkan kebebasan berkarakter dengan cara yang mengagumkan dan luar biasa (Montessori, 2002:33). Maria Montessori mengajarkan anak-anak mengenai kebenaran yang mendasar tentang tata bahasa, matematika, biologi, dll. Anak-anak dapat belajar dengan baik melalui nomenclature dan hasil pekerjaan mereka sangat terstruktur. Montessori menjelaskan bahwa dalam pembelajarannya, anak mampu belajar dengan terstruktur, berfokus pada suatu proyek tertentu, dan anak memiliki kebebasan untuk menentukan kapan mereka belajar dan hal apa yang ingin mereka pelajari. Montessori mengungkapkan 8 prinsip pendidikan yaitu, konsep gerak (motorik) dan kognitif, kontrol indera, berfokus pada ketertarikan siswa, pemberian penghargaan ekstrinsik, pengacakan secara kolaboratif, belajar dengan hal konkret, Interaksi anak dengan orang dewasa, dan lingkungan (Lillard, 2005: 29). Prinsip yang pertama ialah konsep gerak (motorik) dan kognitif berhubungan begitu erat karena gerak dapat berpengaruh pada proses berpikir dan belajar. Konsep ini menjadi alasan alat peraga Montessori dibuat berdasarkan pada gerak motorik anak. Alat-alat peraga Montessori sengaja dibuat untuk membantu siswa mengeksplorasi inderanya. Prinsip yang kedua yaitu kontrol indera dalam kehidupan

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 dapat mendukung siswa untuk belajar menjadi baik. Panca indera manusia berfungsi menerima informasi baru dari lingkungan sekitarnya, maka panca indera sangat penting bagi perkembangan siswa. Prinsip ketiga berfokus pada ketertarikan siswa. Montessori beranggapan bahwa siswa akan dapat belajar lebih baik jika mereka tertarik dengan apa yang sedang mereka pelajari. Prinsip yang keempat, pemberian penghargaan ekstrinsik untuk sebuah kegiatan, misalkan uang untuk membaca ataupun nilai tinggi untuk sebuah tes yang diberikan, merupakan motivasi yang berdampak negatif untuk mendorong aktivitas tersebut. Penghargaan-penghargaan tadi membuat siswa senang, namun jika yang terjadi adalah kebalikkannya maka siswa akan kecewa. Kekecewaan yang siswa rasakan akan dapat mempengaruhi motivasi belajarnya. Prinsip pembelajaran Montessori yang kelima adalah pengacakan secara kolaboratif dapat membuat keadaan sangat kondusif untuk belajar. Keadaan kelas Montessori memiliki siswa dengan umur bervariasi sehingga dapat terjadi pembelajaran secara tentor sebaya. Prinsip ke-enam adalah belajar dengan hal konkret akan lebih bermakna bagi siswa daripada belajar dengan konsep abstrak. Hal konkret akan membantu siswa, khususnya pada tahap usia anak-anak untuk memahami pengetahuan dan informasi baru yang siswa dapatkan dari lingkungan sekitar. Interaksi anak dengan orang dewasa menjadi prinsip ketujuh pembelajaran Montessori. Bentuk-bentuk interaksi khusus orang dewasa akan terasosiasi oleh anak dan dapat dilihat pada output anak. Interaksi yang terjalin tersebut dapat membentuk output siswa, maka interaksi harus dijalin dengan sebaik mungkin. Prinsip pembelajaran Montessori yang kedelapan adalah lingkungan. Lingkungan di sekitar

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 siswa sangat bermanfaat. Lingkungan yang telah dikondisikan sesuai dengan kebutuhan siswa akan mendorong siswa untuk belajar dengan mandiri. Tujuan pokok yang hendak dicapai dalam pembelajaran Montessori adalah membuat anak-anak mandiri dan melakukan segala sesuatu sendiri. Pendekatan Montessori tidak pernah ditemukan hukuman. Pembelajaran Montessori memfasilitasi anak belajar dengan menggunakan alat peraga. Alat peraga yang didesain disebut alat peraga didaktis yang didalamnya memiliki unsur pengendali kesalahan atau alat peraga tersebut sudah mampu menjawab letak kesalahan anak. Montessori mengatakan “manusia itu berhasil bukan karena sudah diajarkan oleh gurunya, tetapi karena mereka mengalami sendiri dan melakukannya sendiri, pengalaman adalah guru terbaik”. Pendekatan Montessori menyebutkan guru dengan sebutan direktris karena fungsi guru lebih sebagai pengarah, fasilitator dan observatori. Pembelajaran menggunakan alat peraga atau media belajar yang memiliki pengendali kesalahan lebih menarik bagi siswa dan lebih membuat siswa mampu berkonsentrasi sehingga dapat memahami materi yang diajarkan (Magini: 2013: 43). 3. Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Pada sub bab ini diuraikan teori mengenai pengertian alat peraga matematika, alat peraga matematika berbasis metode Montessori, karakteristik alat peraga matematika berbasis metode Montessori, dan alat peraga rak bangun datar Montessori.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 a. Pengertian alat peraga matematika Usman (2011: 31) menjelaskan bahwa alat peraga adalah alat-alat yang digunakan oleh guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa. Pendapat yang sama dinyatakan oleh Anitah (2010: 83) bahwa alat peraga merupakan bagian dari media pembelajaran yang memperlancar proses pembelajaran. Pengertian alat peraga dari para ahli dapat mengarahkan bahwa alat peraga matematika adalah alat yang digunakan untuk memperjelas materi pelajaran matematika sehingga dapat memudahkan siswa dalam memahami materi serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat siswa dalam belajar. Terdapat beberapa keuntungan penggunaan alat peraga dalam pembelajaran matematika (Suherman, 2003: 243). Keuntungan pertama adalah bahwa kegiatan belajar mengajar lebih termotivasi dengan menggunakan alat peraga. Siswa yang mempunyai motivasi belajar akan cenderung senang untuk belajar. Keuntungan kedua adalah dengan menggunakan alat peraga, konsep abstrak matematika dapat tersaji dalam bentuk konkret. Bentuk konkret yang ditemui siswa membantu siswa untuk memahami materi baru yang diterima. Keuntungan ketiga adalah alat peraga dapat merangsang siswa untuk berpikir, merangsang siswa menjadi aktif, merangsang siswa untuk memecahkan masalahnya sendiri. Rangsangan yang ditimbulkan alat peraga tersebut dapat membuat siswa lebih mendalami materi yang dipelajari.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. 21 Alat peraga matematika berbasis metode Montessori Alat peraga diciptakan oleh Montessori berdasarkan hasil observasi dan eksperimen terhadap penggunaan alat peraga pada anak didiknya di Casa dei Bambini (Montessori, 2002: 36,81). Montessori menyatakan bahwa alat peraga adalah material yang digunakan siswa sebagai bantuan belajar yang didesain secara sederhana, menarik, memungkinkan untuk dieksplorasi, memberikan kesempatan pada siswa untuk belajar secara mandiri, dan memperbaiki kesalahan mereka sendiri (Lillard, 1997: 11). Alat peraga matematika berbasis metode Montessori tidak didesain untuk mengajar matematika namun ditujukan untuk dapat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan matematikanya (Lillard, 1997: 137). Kemampuan yang dikembangkan siswa diantaranya seperti dalam memahami perintah, memahami urutan, mengenal hal yang abstrak dan memiliki kemampuan untuk menyatukan semuanya itu menjadi sebuah temuan yang baru. Alat peraga matematika Montessori didesain secara sederhana dan menarik sesuai dengan konsep pemikiran Montessori sendiri (Montessori, 2002: 169-175). Siswa diberi kesempatan secara utuh, mandiri mengeksplorasi alat peraga tersebut dan melakukan perbaikan pada kesalahannnya sendiri tanpa harus dikoreksi orang lain. Berdasar pada teoriteori yang telah terpapar dapat disimpulkan bahwa alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah alat yang dirancang sendiri oleh Montessori guna menyampaikan pembelajaran matematika kepada siswa dengan memperhatikan ketertarikan siswa dan sederhana sehingga siswa berminat mengeksplorasi diri secara utuh tanpa bantuan dari orang lain.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. 22 Karakteristik alat peraga matematika berbasis metode Montessori Alat peraga yang diciptakan oleh Montessori memiliki karakteristik yaitu menarik, bergradasi, auto correction, dan auto education. Pada penelitian ini, karakteristik kontekstual pada alat peraga ditambahkan oleh peneliti. Ciri kontekstual ditambahkan sebagai usaha untuk semakin dekat dengan sistem pembelajaran di Indonesia. Karakteristik-karakteristik tersebut yang membedakan dengan alat peraga lain. Karakteristik yang pertama adalah menarik yaitu menarik bagi siswa untuk menggunakan alat peraga ketika alat peraga yang dibuat mampu membangkitkan motivasi siswa dalam menggunakannya. Siswa akan belajar menggunakan dengan menyentuh, meraba, memegang, dan merasakan suatu benda nyata. Alat peraga yang dibuat lembut dan warna yang ditampilkan cerah (Montessori, 2002: 175). Karakteristik yang ke-dua adalah memiliki gradasi atau bergradasi. Bergradasi, bahwa alat peraga Montessori memiliki rangsangan dengan gradasi yang rasional (Montessori, 2002: 175). Contohnya seperti yang dikatakan oleh Magini (2007: 49) dimana ada seorang gadis kecil yang berusia tiga tahun mengambil balok silinder dan mencoba memasangkannya secara bergradasi dan membongkar pasangan balok silinder sebanyak empat puluh dua kali. Alat peraga balok silinder merupakan salah satu alat peraga yang diciptakan oleh Montessori, balok silnder memiliki ukuranukuran yang berbeda-beda. Berbagai ukuran silinder dimasukkan kedalam lubanglubang kayu sampai memperoleh bentuk yang pas. Gradasi alat peraga dapat berupa

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 gradasi warna, bentuk, ukuran, dan gradasi umur. Gradasi umur artinya alat peraga tersebut dapat digunakan oleh semua orang. Karakteristik yang ke-tiga adalah Auto education. Alat peraga yang diciptakan Montessori memungkinkan anak belajar mandiri. Anak juga dapat lebih berkembang dalam kegiatan pembelajaran tanpa campur tangan orang dewasa (Montessori, 2002: 175). Guru hanya sebagai pengamat yang mengamati siswa dan melihat kondisi kesiapan siswa dengan memperkirakan kebutuhan khusus yang dimilikinya (Crain, 2007: 100). Karakteristik yang ke-empat adalah Auto correction dimana alat peraga mempunyai pengendali jika terdapat kesalahan. Pengendali kesalahan alat peraga dapat berupa kunci jawaban atau ketika menggunakan alat peraga dan terjadi kesalahan, anak dapat mengetahuinya. Anak mampu mengetahui kesalahannya sendiri tanpa diberitahukan orang lain. Contohnya pada alat peraga balok silinder tadi, siswa akan menggunakan alat tersebut sampai memperoleh bentuk dan ukuran yang pas dengan cara melakukannya secara berulang-ulang hingga ia berhasil menemukan pembenaran (Montessori, 2002: 175). Karakteristik alat peraga Montessori yang ke-lima adalah kontekstual. Penerapan alat peraga matematika Montessori di Indonesia memunculkan karakteristik yang ke lima yaitu kontekstual. Karakteristik kontekstual muncul untuk menjembatani pembuatan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Alat peraga Montessori yang asli terbuat dari kayu yang tidak ada di Indonesia, maka kontekstual memungkinkan pembuatan alat peraga dari bahan lain yang dekat dengan

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 lingkungan sekolah. Nilai kontekstual juga diharapkan dapat membuat siswa merasa mengenal alat peraga tersebut sehingga mudah beradaptasi dengan alat dan mudah menggunakan. d. Alat peraga rak bangun datar Montessori Alat peraga bangun datar digunakan untuk mempelajari materi sifat-sifat bangun datar di kelas V semester 2. Materi sifat-sifat bangun datar terdapat pada standar kompetensi 6 yaitu, memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun dan kompentensi dasar 6.1 yaitu, mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar. Alat peraga yang digunakan dalam penelitian ini merupakan duplikasi dari alat peraga Montessori. Alat peraga bangun datar tampak pada gambar 2.1. . Gambar 2.1 Alat Peraga Rak Bangun Datar Berbasis Metode Montessori Gambar 2.1 merupakan alat peraga bangun datar terbuat dari kayu dan triplek. Alat peraga bangun datar berbentuk balok dengan ukuran 45cm x 30cm x 20cm. Alat peraga bangun datar dicat berwarna coklat tua. Alat peraga bangun datar memiliki tujuh laci yang disebut papan berisi macam-macam bangun datar. Papan pertama berisi bangun datar persegi dan segi tiga. Papan ke-dua berisi bangun datar jajar

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 genjang dan trapesium. Papan ke-tiga berisi bangun datar belah ketupat dan layanglayang. Papan ke-empat berisi bangun datar segilima dan segi enam. Papan ke-enam berisi bangun datar segi tujuh dan segi delapan. Papan ketujuh berisi bangun datar lingkaran. Papan bangun datar dapat dilihat dalam gambar 2.1. Gambar 2.2 Papan Pertama pada Rak Bangun Datar Persegi dan Segitiga Gambar 2.2 merupakan salah satu contoh papan yang berisi bangun datar persegi dan persegi panjang.Ada tiga bangun datar persegi dan segitiga yang memiliki warna berbeda-beda. Bangun datar persegi berwarna biru tidak dibelah menjadi dua bagian. Bangun datar persegi berwarna merah dibelah menjadi dua bagian yang sama menjadi dua bangun datar persegi panjang. Bangun datar persegi berwarna kuning dibelah menjadi dua bangun datar segitiga sama kaki. Bangun datar segitiga berwarna biru sebagai bangun datar segitiga utuh tidak dibelah. Bangun datar segi tiga berwarna merah dibelah menjadi dua bagian bangun datar segitiga siku-siku. Bangun datar segitiga berwarna kuning di belah menjadi tiga bangun datar sama kali.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 Alat peraga bangun datar dilengkapi dengan kartu soal. Kartu soal merupakan soal bangun datar beserta jawaban dari soal tersebut. Soal beserta kunci jawaban berada dalam satu kertas yang dibuat bolak-balik. Kartu pengendali alat peraga bangun datar ditempatkan pada tempat yang terbuat dari kayu. 4. Pembelajaran Matematika Surya (2006: 62) menyatakan bahwa pembelajaran merupakan suatu proses yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan perilaku baru. Susanto (2013: 185) menambahkan bahwa dalam pembelajaran terdapat komunikasi dua arah, yaitu mengajar dilakukan oleh guru sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik. Perilaku tersebut sebagai hasil dari pengalamannya dalam interaksi dengan lingkungan. Pembelajaran yang dibahas adalah pembelajaran matematika, maka pada sub bab ini membahas tentang pengertian matematika, tujuan pembelajaran matematika, dan materi mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar. a. Pengertian Matematika Matematika merupakan ide-ide yang abstrak berisi simbol-simbol. Konsep matematika harus dipahami terlebih dahulu sebelum memanipulasi simbol-simbol (Susanto, 2013: 183). Konsep-konsep tersebut telah disusun secara sistematis berdasarkan konsep yang paling sederhana hingga konsep yang lebih kompleks. Kemampuan terhadap penguasaan konsep merupakan syarat supaya bisa menguasai konsep selanjutnya. Dikemukakan pula oleh Hudojo (2001: 45) bahwa matematika sebagai ilmu yang berkaitan dengan konsep yang abstrak dan menggunakan penalaran deduktif. Pendapat tersebut hampir sama dengan Soedjadi (2000:11) bahwa

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 matematika merupakan suatu ilmu yang memiliki objek abstrak, bertumpu pada kesepakatan dan berpola pikir deduktif. Penalaran deduktif merupakan penalaran berdasarkan konsistensi sehingga kebenarannya telah pasti. Matematika dapat dikatakan sebagai konsep yang abstrak karena dalam matematika berhubungan dengan simbol-simbol yang membutuhkan penalaran dalam memahami simbolsimbol tersebut. Kesimpulan yang dapat diperoleh bahwa matematika merupakan suatu ilmu yang berkaitan dengan konsep abstrak menggunakan penalaran. Matematika tidak mudah untuk dipahami oleh siswa pada umumnya. Mata pelajaran matematika di sekolah dasar berisi bahan pelajaran yang menekankan agar siswa mengenal, memahami serta mahir menggunakan bilangan dalam kaitannya dengan praktek kehidupan sehari-hari. b. Tujuan Pembelajaran Matematika Tujuan umum matematika lebih menitik beratkan pada penalaran dan penanaman sikap (Suherman 2003: 58). Penalaran dan sikap menjadi fokus karena dengan penalaran dan sikap yang benar akan membantu siswa dalam memahami konsep matematika sehingga mampu mengerjakan semua jenis soal matematika. Tujuan matematika pada pendidikan sekolah dasar adalah mengupayakan siswa agar dapat menggunakan matematika pada kehidupannya (Susanto, 2013: 189). Ekawati (2011:10) menjelaskan bahwa pendidikan matematika mempunyai dua tujuan, yaitu bersifat formal dan material. Pertama bersifat formal, menekankan pada penalaran

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 nalar serta pembentukan kepribadian. Kedua bersifat material, sifat ini penekanannya pada penerapan matematika serta keterampilan matematika. Kesimpulan yang dapat diperoleh bahwa tujuan matematika adalah untuk mengasah kemampuan siswa untuk memecahkan masalah. Kemampuan pemecahan masalah dinilai penting karena pada umumnya hal-hal yang harus diselesaikan siswa adalah sebuah permasalahan yang harus dipecahkan. Membuat siswa mampu menerapkan pengetahuan matematika dalam kehidupan sehari-hari juga merupakan tujuan matematika. Permasalahan matematika sering muncul dikehidupan seharihari, misalnya jual beli dan pengukuran terhadap suatu benda. Mengacu pada teori mengenai tujuan matematika yang telah terpapar dapat dikatakan bahwa inti dari tujuan pembelajaran matematika adalah penguasaan konsep metematika dengan menggunakan penalaran dan penanaman sikap untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dari seorang siswa. c. Materi Mengidentifikasi Sifat-sifat Bangun Datar Mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar adalah materi pelajaran yang ada di Sekolah Dasar (BSNP, 2006: 238). Materi tersebut tercantum dalam Standar Kompetensi (SK) 6. “Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun”, dengan Kompetensi dasar 6.1. “Mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar”. Mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar termasuk dalam keterampilan geometri. Geometri adalah ilmu yang mengembangkan kompetensi anak dalam hal logika keruangan atau pemahaman ruang dan mengembangkan prinsip-prinsip dalam materi suatu bangun datar (Walle, 2008: 150). Setiap bangun mempunyai sifat-sifat yang

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 membedakan dengan bangun lainnya. Bangun datar yang dipelajari di sekolah dasar meliputi bangun datar segitiga, persegi, persegi panjang trapesium, jajar genjang, lingkaran, dan lain-lain (Soenarjo, 2007: 226-229). 5. Prestasi Belajar Pada sub bab ini diuraikan mengenai teori belajar, pengertian belajar, pengertian prestasi belajar, dan faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. a. Teori Belajar Terdapat beberapa teori belajar yang dikemukakan oleh para ahli. Teori-teori tersebut mengalami perkembangan seiring perkembangan zaman di dunia. Teori yang dibahas dalam penelitian ini ada dua yaitu teori kognitivisme dan teori konstruktivisme. Kedua teori tersebut dibahas karena dianggap sejalan dengan penelitian ini. 1) Teori Kognitivisme Teori kognitivisme adalah teori yang menjelaskan hal-hal yang bekaitan dengan kemampuan manusia dalam memahami pengalaman-pengalamannya sehingga menjadi bermakna bagi manusia. “Kognitivisme meyakini bahwa belajar adalah hasil dari usaha individu dalam memaknai pengalaman-pengalamannya yang berkaitan dengan dunia disekitarnya” (Jamaris, 2013: 125). Belajar pengetahuan terdiri dari tiga fase, yaitu eksplorasi, pengenalan konsep, dan aplikasi konsep (Dimyati & Mudjiono, 2006: 14). Fase eksplorasi, pada fase ini siswa mempelajari gejala yang ia temukan. Fase pengenalan konsep digunakan siswa untuk mengenal konsep yang berhubungan

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 dengan gejala yang ditemukan. Fase aplikasi konsep, pada fase ini siswa menggunakan konsep yang disimpulkan untuk meneliti gejala lain. Ahli yang menganut teori kognitivisme ialah Jean Piaget, Jerome Brunner, Kurt Lewin, Robert M. Gagne, dan David P. Ausubel. Gagne berpendapat bahwa belajar merupakan seperangkat proses kognitif yang mengubah sifat stimulan dari lingkungan, melewati pengolahan informasi, menjadi kapabilitas baru yang berupa keterampilan, pengetahuan, sikap, dan nilai (Dimyati & Mudjiono, 2006: 10). 2) Teori Konstruktivisme Kontruktivisme merupakan pendekatan dalam psikologi yang meyakini bahwa siswa mampu membangun pemahaman dan pengetahuan sendiri tentang dunia sekitarnya melalui pengalaman-pengalamannya (Jamaris, 2013: 148). Tokoh yang menganut teori belajar konstruktivisme diantaranya J. J. Bruner, Jean Piaget, dan Vygotsky. J.J. Bruner berpendapat bahwa alangkah baiknya jika sekolah dapat menyediakan kesempatan bagi siswanya untuk maju dengan cepat sesuai dengan kemampuan siswa dalam suatu mata pelajaran (Slameto, 1988: 13). Lingkungan yang hendaknya disediakan sekolah adalah lingkungan yang memungkinkan siswa untuk melakukan eksplorasi dan menemukan penemuan baru. Bruner mempertegas bahwa dalam membangun pengetahuannya, siswa memilih memperkuat pengetahuannya melalui berbagai kegiatan, seperti mengajukan hipotesis dan membuat berbagai keputusan untuk hal-hal baru yang ditemuinya (Jamaris, 2013: 149). Piaget mengungkapkan gagasan yang sejalan dengan Bruner. Piaget berpendapat bahwa kemampuan berpikir siswa diperoleh dari berbagai pengalaman

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 dalam melaksanakan tindakan guna pemecahan masalah sehingga siswa aktif membangun pengetahuannya sendiri (Jamaris, 2013: 151). Kedua teori beranggapan bahwa siswa memiliki kemampuan kognitif untuk memahami ataupun mengerti hal-hal di sekitarnya secara mandiri. Teori kognitivisme berpandangan bahwa setiap siswa memiliki kemampuan berpikir untuk memaknai pengalaman-pengalaman yang ditemui sehingga dapat menjadikannya keterampilan dan pengetahuan baru. Sejalan dengan teori kognitif, teori kontruktivisme memandang bahwa siswa dengan bekal kognitif yang dimilikinya mampu membangun pemahaman dan pengetahuan dengan membelajarkan dirinya sendiri secara mandiri. Kedua teori ini dijadikan landasan dalam penelitian ini dalam memaknai proses belajar. b. Pengertian Belajar Siregar (2010: 3) menjelaskan bahwa belajar merupakan sebuah proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang, berlangsung seumur hidup, sejak masih bayi (bahkan dalam kandungan) hingga liang lahat. Seseorang telah belajar sesuatu dapat diketahui dengan adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut berupa perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor) serta nilai dan sikap (afektif). Pendapat lain dikatakan oleh Dimyati (2006: 7) belajar merupakan tindakan dan perilaku yang kompleks. Sebagai tindakan, maka belajar hanya dialami oleh siswa itu sendiri. Siswa adalah penentu terjadi tidaknya proses belajar.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 Kesimpulan yang dapat diperoleh bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu dalam interaksi dengan lingkungannya. Belajar adalah aktifitas sadar dan pengalaman yang dilakukan seseorang untuk memperoleh konsep dan pengetahuan baru sehingga dapat mengubah tingkah laku diri yang relatif tetap. Pengetahuan tersebut dapat menjadikan seseorang memperoleh pengalaman baru. c. Pengertian Prestasi Belajar Widiyoko (2009: 25) merumuskan bahwa hasil belajar merupakan perubahan yang terjadi pada diri siswa sebagai akibat kegiatan pembelajaran. Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui proses pembelajaran (Susanto, 2013: 5). Hasil belajar yang didapatkan siswa berupa pemahaman konsep, keterampilan proses, dan sikap siswa. Dipertegas oleh Sudjana (2005:3) yang mengatakan bahwa prestasi belajar ialah hasil belajar yang dicapai oleh siswa dengan kriteria tertentu sehingga untuk mengetahui tingkat prestasi belajar maka perlu dilakukan evaluasi belajar. Prestasi belajar sesungguhnya adalah hasil belajar, namun pada umumnya hanya mengarah pada aspek kognitif saja. Winkel (2007: 162) mengatakan bahwa “prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya”. Prestasi belajar yang dicapai oleh seseorang merupakan hasil interaksinya dengan berbagai faktor,baik dari dalam diri sendiri maupun dari luar diri.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d. 33 Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Prestasi belajar dipengaruhi oleh banyak faktor. Secara umum faktor-faktor tersebut dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu faktor eksternal dan faktor internal (Slameto, 2002: 60). Faktor eksternal adalah segala faktor yang ada di luar diri siswa yang memberikan pengaruh terhadap aktivitas dan hasil belajar yang dicapai siswa. Faktor ekstern yang berpengaruh terhadap belajar dapatlah dikelompokkan menjadi 3 faktor, yaitu faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat. Faktor internal adalah faktor yang ada di dalam diri siswa yang memberikan pengaruh terhadap aktivitas dan hasil belajar yang dicapai siswa. Teori Gestalt (dalam Susanto, 2013: 12) menyatakan bahwa belajar merupakan suatu proses perkembangan yang bisa dipengaruhi oleh faktor diri siswa sendiri dan faktor lingkungan. Pendapat tersebut dapat menjadi dasar bahwa hasil belajar juga dipengaruhi oleh dua hal yakni siswa sendiri dan lingkungannya. Prestasi belajar merupakan hasil belajar yang mengarah pada aspek kognitif saja sehingga dapat dikatakan faktor yang yang mempengaruhi hasil belajar sama dengan faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. B. Penelitian yang Relevan Contoh penelitian yang relevan dengan penelitian yang dilakukan penulis adalah : Koh & Frick (2010) melakukan penelitian tentangi penerapan dukungan untuk kebebasan individu (autonomy support) pada sekolah Montessori di Indiana, USA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik guru yang mempunya

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 kebebasan individu di dalam kelas Montessori. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebebasan individu terhadap motivasi instrinsik siswa dalam bekerja. Subjek penelitian ini adalah guru, asisten, dan 28 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dan asisten memiliki strategi yang mendukung kemandirian siswa dan sesuai dengan metode Montessori. Siswa di sekolah Montessori memiliki motivasi intrinsic yang tinggi dalam mengerjakan tugasnya. Wahyuningsih (2011) meneliti tentang pengaruh model pendidikan montessori terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimental dengan penelitian Two Group Randomized Subject Posttest Only. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji-t untuk menguji hipotesis. Hasil penghitungan uji hipotesis diperoleh nilai thitung = 7,35 kemudian dikonsultasikan pada ttabel pada taraf signifikan 0,05 diperoleh nilai ttabel =1,667 Karena thitung > ttabel maka Ha diterima, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata hasil belajar matematika siswa yang menggunakan pembelajaran model pendidikan montessori dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Pembelajaran dengan model pendidikan Montessori berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa. Rahmadini (2012) meneliti tentang pemberdayaan pembelajaran materi ajar identifikasi sfat-sifat bangun datar bagi pengembangan nilai karakter berfikir kritis dan logis. Tujuan dari penelitian ini adalah mendiskripsikan hasil pengembangan perangkat permbelajaran matematika berbasis pemanfaatan lingkungan dan alat peraga manipulative pada materi pokok mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 Penelitian ini termasuk kedalam penelitian pengembangan (development research) yang menekankan pada pengembangan perangkat pembelajaran dengan mengacu pada standar proses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran cukup tinggi, hal yang ditinjau dari hasil belajar siswa dengan ketuntasn kelas 88,37%, memotivasi belajar siswa tinggi 74,42% menyatakan sangat baik dan 25,58% menyatakan baik, respon siswa positif 97,67% dan kesan guru terhadap penerapan perangkat yang dikembangkan juga positif (100%). Lestari (2013) melakukan penelitian mengenai efektivitas alat peraga matematika. Alat peraga yang digunakan adalah kertas persegi satuan untuk materi luas persegi dan persegi panjang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian gabungan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlibatan, minat, dan pengaruh alat peraga dalam pembelajaran matematika. Subjeknya adalah siswa kelas III sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh alat peraga terhadap keterlibatan siswa yang mencapai 100%. Peningkatan juga terjadi pada minat yang besarnya 100%, namun tidak ada pengaruh alat peraga terhadap kemampuan siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Lestari dapat dijadikan referensi bagi penelitian ini. Metode yang digunakan lebih kaya karena menggabungkan dua metode.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Penelitian tentang alat peraga/metode Montessori Penelitian tentang materi sifat-sifat bangun datar Penelitian tentang alat peraga matematika Koh & Frick (2010) Penerapan kemandirian individu dan pengaruhnya terhadap motivasi intrinsik siswa Montessori Rahmadini (2012) Pemberdayaan pembelajaran materi ajar identifikasi sfatsifat bangun datar bagi pengembangan nilai karakter berfikir kritis dan logis. Lestari (2013) Efektivitas alat peraga matematika kertas persegi satuan 36 Wahyuningsih (2011) “Pengaruh model pendidikan montessori terhadap hasil belajar matematika siswa”. Perbedaan Prestasi Belajar Siswa atas Penggunaan Alat Peraga Berbasis Montessori Gambar 2.3 Literature Map Penelitian yang Relevan Gambar 2.3 menunjukkan literature map penelitian yang relevan dengan penelitian ini. Penelitian relevan yang digunakan antara lain adalah Koh& Frick (2010). Penerapan kemandirian individu dan pengaruhnya terhadap motivasi

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 intrinsik siswa Montessori, Wahyuningsih (2011) Pengaruh model pendidikan montessori terhadap hasil belajar matematika siswa. Rahmadini (2012) Pemberdayaan pembelajaran materi ajar identifikasi sfat-sifat bangun datar bagi pengembangan nilai karakter berfikir kritis dan logis, dan Lestari (2013) Efektivitas alat peraga matematika kertas persegi satuan. Penelitian tersebut relevan dengan penelitian ini karena pada tujuan dan hipotesis atau hipotesis penelitiannya. Perbedaan penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah pada pengambuilan variabel penelitian dan subjek penelitian. Peneliti memilih penelitian ini karena belum ada penelitian relevan yang menggunakan alat peraga matematika berbasis Montessori dengan subjek siswa kelas 5. C. Kerangka Berpikir Matematika merupakan kumpulan ide abstrak yang berisi simbol-simbol.. Sistem matematika dapat mengubah pola berfikir seseorang menjadi matematis, logis dan sistematis ini tidak sejalan dengan tahapan perkembangan mental anak. Matematika yang dianggap jelas dan logis oleh orang dewasa, masih merupakan hal yang tidak masuk akal dan menyulitkan bagi anak. Untuk menanamkan pola pikir abstrak kedalam pemikiran anak yang konkrit dapat digunakan alat peraga matematika. Pemlihan alat peraga dilakukan dengan teliti. Tidak semua alat peraga sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa.Maria Montessori adalah salah satu ahli

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 pendidikan yang mengembangkan alat peraga sebagai sarana untuk membelajarkan siswa. Alat peraga berbasis Montessori memiliki karakteristik yang unik karena menarik, memiliki: (1) gradasi, (2) auto-educational, (3) auto-correction (4) dan kontekstual. Karakteristik-karakteristik tersebut sejalan dengan karakteristik siswa SD yang mudah tertarik dengan warna yang indah dan nyaman untuk bekerja mandiri, sehingga alat peraga berbasis Montessori dipandang efektif untuk mengatasi permasalahan prestasi belajar siswa. Alat peraga akan membantu dalam memahami pembelajaran khususnya matematika. Siswa akan tertarik dengan pembelajaran menggunakan alat peraga. Dengan ketertarikan siswa untuk belajar, maka alat peraga berbasis Montessori akan mempengaruhi prestasi belajar siswa. D. Hipotesis Hipotesis penelitian berisi tentang dugaan sementara yang akan terjadi dalam penelitian. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab tiga ini membahas tentang jenis penelitian, desain penelitian, waktu dan tempat penelitian, variabel, dan data penelitian, populasi dan sampel penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen pengumpulan data, teknik pengujian instrumen, prosedur analisis data, dan jadwal penelitian. A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi experimental. Penelitian kuantitatif yaitu metode yang menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antar variabel, variabel biasanya diukur dengan instrumen-instrumen penelitian, sehingga data yang berupa angka-angka dapat dianalisis berdasarkan prosedur statistik (Creswell, 2012: 5). Quasi experimental design adalah jenis penelitian yang masing-masing subjek tidak dipilih secara acak, melainkan menggunakan kelompok yang sudah terbentuk secara alamiah seperti kelas, organisasi, atau keluarga (Creswell, 2012: 232). Penelitian ini dipilih karena subjek yang berupa siswa sudah terbentuk dalam kelompok-kelompok kelas. Penelitian ini menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelompok yang diberikan perlakuan sedangkan kelompok kontrol adalah kelompok yang tidak diberikan perlakuan. Kelompok didapatkan dari dua kelas yang dapat mewakili populasi yang dapat digunakan sebagai kelompok kontrol dan eksperimen. 39

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 B. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah non equivalen control group design karena penelitian ini memiliki dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (Sugiyono, 2010: 114). Penelitian ini membandingkan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, keduanya sama-sama diberikan pre-test dan post-test tetapi yang diberikan perlakuan hanya kelompok eksperimen (Creswell, 2012: 242). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar 3.1 (Creswell, 2012: 242). A O1 X O2 B O1 O2 Gambar 3.1 Desain Penelitian Keterangan : A = Kelompok eksperimen B = Kelompok kontrol O1= Skor hasil pre-test O2= Skor hasil post-test X = perlakuan Pre-test diberikan pada kelompok kontrol dan eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa atau prestasi belajar siswa dalam kedua kelompok sebelum diberikan perlakuan. Post-test bertujuan untuk mengetahui prestasi belajar siswa setelah diberikan perlakuan. Instrumen pre-test dan post-test yang sama digunakan untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat peraga rak

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 bidang datar matematika berbasis Montessori. Perlakuan atau treatment diberikan pada kelompok eksperimen berupa penggunaan alat peraga matematika berbasis Montessori yang bernama rak bidang datar Montessori. Kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan menggunakan alat peraga matematika berbasis Montessori, melainkan pembelajaran biasa. C. Waktu dan Tempat Penelitian Bagian ini berisi waktu dan tempat penelitian. Waktu penelitian menjabarkan tentang tanggal dan kegiatan dalam pengambilan data. Tempat penelitian memaparkan alamat sekolah yang digunakan untuk tempat pengambilan data. 1. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama 10 bulan, dimulai dari bulan September 2013 hingga bulan Juni 2014. Surat penelitian terlampir dalam lampiran 1. Proses pengambilan data yang diputuskan bersama guru kelas disesuaikan dengan jadwal pada masing-masing kelas yang akan diteliti. Pengambilan data dimulai pada tanggal 17 Maret 2014 sampai 3 April 2014. Perlakuan pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dilakukan beriringan untuk mengantisipasi terjadinya bias dalam penelitian. Bias terjadi jika rentang waktu penelitian kelompok kontrol dan eksperimen terpaut terlalu jauh, yang mengakibatkan siswa dalam kedua kelompok bercerita mengenai kegiatan yang terjadi di dalam kelas. Melalui cerita tersebut akan mempengaruhi minat siswa dalam belajar, misalnya timbul perasaan

(59) 42 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iri ketika salah satu kelompok menggunakan alat peraga. Waktu pengambilan data dapat dilihat pada tabel 3.1. Tabel 3.1 Waktu Pengambilan Data Kelas Hari Tanggal Eksperimen (VB) Senin Rabu 17 Maret 2014 19 Maret 2014 Pertemu an I II Jumat 21 Maret 2014 III Rabu 26 Maret 2014 IV Jumat 28 Maret 2014 V Rabu Senin Kamis 2 April 2014 17 Maret 2014 20 Maret 2014 VI I II Jumat 21 Maret 2014 III Kamis 27 Maret 2014 IV Jumat 28 Maret 2014 V Kamis 3 April 2014 VI Kontrol (VA) Kegiatan Pre-test Sifat-sifat bagun datar persegi, persegi panjang dan segitiga. Sifat-sifat bangun datar belah ketupat dan layanglayang. Sifat-sifat bangun datar, jajar genjang dan trapesium. Sifat-sifat bangun datar lingkaran. Post-test Pre-test Sifat-sifat bagun datar persegi, persegi panjang dan segitiga Sifat-sifat bangun datar belah ketupat dan layanglayang Sifat-sifat bangun datar, jajar genjang dan trapesium Sifat-sifat bangun datar lingkaran Post-test Alokasi Waktu 2 JP 2 JP 2 JP 2 JP 2 JP 2 JP 2 JP 2 JP 2 JP 2 JP 2 JP 2 JP Tabel 3.1 menunjukkan waktu pengambilan data pada penelitian. Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing berlangsung sebanyak 6 pertemuan dengan alokasi waktu total 24 jam pelajaran. Pertemuan pertama digunakan untuk melakukan pre-test sedangkan pertemuan terakhir untuk melakukan post-test. Pembelajaran dilakukan masing-masing sebanyak empat pertemuan atau selama 8 jam pertemuan. Peneliti mengambil jadwal tersebut

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 berdasarkan jadwal yang ada di sekolah dasar. Jadwal disesuaikan dengan penyampaian materi sifat-sifat bangun datar di kelas VA dan VB SD Negeri Sokowaten Baru. 2. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Sokowaten Baru, yang terletak di Jl. Arimbi 27 Sokowaten, Banguntapan, Bantul. Sekolah ini terletak di pinggir jalan dan berada di daerah perbatasan kota Yogyakarta dengan Bantul. Sekolah ini merupakan sekolah yang memiliki 3 kelas paralel di setiap kelasnya, sehingga seluruh kelas di sekolah tersebut adalah 18 kelas. D. Variabel Penelitian dan Data Penelitian Sugiyono (2010: 60) menjelaskan variabel penelitian adalah segala sesuatu atau atribut yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan memperoleh informasi tentang hal yang akan diteliti kemudian ditarik kesimpulan. Variabel penelitian ini ada 4, yaitu variabel bebas (independent variable), variabel terikat (dependent variable), variabel moderator, dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Variabel bebas (independent variable) adalah variabel yang mempengaruhi penelitian atau yang menyebabkan perubahan atau timbulnya variabel terikat (Noor, 2011: 49). Alat peraga menjadi variabel bebas karena dipandang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 Variabel terikat pada penelitian ini adalah prestasi belajar siswa. Variabel terikat (dependent variable) merupakan faktor yang utama yang akan dipredisksi dan dipengaruhi oleh beberapa faktor lain (Noor, 2011: 49). Prestasi belajar siswa dipengaruhi atau berubah karena adanya proses pembelajaran menggunakan alat peraga matematika. Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah guru, jumlah pertemuan, dan materi pembelajaran. Variabel kontrol adalah variabel bebas yang efeknya terhadap variabel terikat (independen variabel) dan dikendalikan oleh peneliti dengan cara menjadikan pengaruhnya netral (Azwar, 2013: 54-65). Guru yang mengajar pada kelompok kontrol dan eksperimen adalah guru yang sama, sehingga memberikan pengaruh yang netral dalam penelitian. Guru kelas V adalah guru mata pelajaran, sehingga guru yang mengajar dalam kedua kelompok sama. Jumlah pertemuan pada kedua kelompok penelitian dibuat sama, masingmasing kelompok diberi VI pertemuan. Pembelajaran dilaksanakan 4 pertemuan, dan 2 pertemuan untuk pre-test dan post-test. Setiap pertemuan terdiri dari 2 jam pelajaran atau 70 menit. Materi pelajaran yang digunakan dalam kedua kelompok sama yaitu mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar. Peneliti berusaha meminimalisir hal-hal yang menggakibatkan bias dalam penelitian dengan menyeragamkan guru, jumlah pertemuan, dan materi yang digunakan untuk penelitian, sehingga tidak memberikan pengaruh dalam penelitian. Variabel moderator adalah variabel yang memperkuat dan memperlemah hubungan antara variabel bebas (independent variabel) dengan variabel terikat (dependent variabel) (Sugiyono, 2011: 64). Variabel moderator dapat

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Variabel moderator dalam penelitian ini adalah rerata skor pre-test (Bogardus, 2007: 12). Rerata skor pre-test dapat memperlemah atau memperkuat hubungan antara alat peraga berbasis metode Montessori (variabel bebas) dan prestasi belajar siswa (variabel terikat). Hubungan antara alat peraga berbasis metode Montessori dan prestasi belajar siswa akan semakin kuat apabila rerata skor pre-test dapat memotivasi siswa, dan hubungan akan semakin lemah jika rerata skor pre-test tidak dapat memotivasi siswa. E. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Sokowaten Baru yang berjumlah 78 siswa dengan rincian siswa kelas VA berjumlah 26 siswa, kelas VB berjumlah 24 siswa ,dan siswa kelas VC berjumlah 28 siswa. Anggota populasi ini akan diambil perwakilannya sebagai sampel. Populasi adalah sekumpulan individu yang mempunyai kualitas dan karakteristik sama yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Nazir, 2005: 271). Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh suatu populasi (Sugiyono, 2008: 81). Sampel eksperimen dalam penelitian ini adalah siswa kelas VB, sedangkan sampel kontrol adalah siswa kelas VA. Pemilihan kelas yang akan dijadikan kelompok kontrol dan eksperimen dilakukan dengan mengundi untuk menghindari adanya bias. Pembagian kelas di SD Negeri Sokowaten Baru tidak digolongkan berdasarkan prestasi siswa, melainkan dibagi

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 secara merata disemua kelas. Kemampuan siswa dalam setiap kelas sangat beragam. Teknik yang digunakan untuk memilih sampel dalam penelitian ini adalah convenience random sampling. Teknik convenience sampling adalah teknik yang sampelnya dipilih berdasarkan kemudahan (Babbie dalam Creswell, 2012: 220). Penentuan sampel dianggap mudah karena sampel yang digunakan berada pada Sekolah Dasar (SD) yang digunakan peneliti sebagai tempat melakukan Program Pengalaman Lapangan (PPL). Teknik simple random sampling terlihat saat pengambilan kelas yang akan digunakan sebagai kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Peneliti menentukan kelompok kontrol dan eksperimen secara acak, yaitu dengan mengundi. Simple random sampling adalah pengambilan sampel dari populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi (Sugiyono, 2012: 82). F. Teknik Pengumpulan Data Data yang dibutuhkan pada penelitian ini diperoleh menggunakan dua teknik pengumpulan data. Teknik tersebut antara lain adalah dokumentasi dan observasi. Berikut akan dijelaskan mengenai teknik dokumentasi dan observasi. 1. Dokumentasi Teknik dokumentasi adalah proses untuk mencari data mengenai variabel penelitian yang berupa catatan, notulen, prasasti, transkrip dan sebagainya (Arikunto, 2012: 206). Teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tentang prestasi belajar siswa. Dokumentasi dalam penelitian ini ditempatkan

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 sebagai teknik pengumpulan data yang utama. Penelitian ini memiliki dokumentasi dari hasil pengerjaan soal pre-test dan post-test yang dikerjakan oleh siswa dari kelompok kontrol dan eksperimen. Hasil yang diperoleh dari soal yang dikerjakan siswa selanjutnya akan diolah untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat peraga terhadap prestasi belajar siswa. 2. Observasi Observasi adalah kemampuan orang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja panca indera mata serta dibantu dengan panca indera lainnya (Bungin, 2011: 143). Observasi dalam penelitian ini dilakukan untuk mengumpulkan data deskriptif proses pembelajaran di kelas. Data hasil observasi bukan data yang utama, tetapi digunakan sebagai pendukung saat melakukan pembahasan dalam hasil penelitian. Observasi dilakukan oleh teman sejawat saat pembelajaran berlangsung. Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi terstruktur. Observasi terstruktur adalah pengamatan yang dirancang secara sistematis, tentang apa yang akan diamati, kapan dan dimana tempatnya (Sugiyono, 2010: 205). Peneliti memilih teknik observasi terstruktur karena dapat menyajikan gambaran perilaku atau kejadian nyata yang dilakukan oleh siswa mengenai hal yang akan diteliti. Observasi dilakukan setiap pertemuan. Observasi dilakukan terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran. Pengamatan dilakukan dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran dalam penelitian. Observasi untuk mengamati proses pembelajaran yang sedang berlangsung dilakukan dengan bantuan teman sejawat.

(65) 48 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI G. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah instrumen penelitian yang sudah melalui proses validitas dan reliabilitas (Sugiyono 2012: 222). Penelitian ini menggunakan dua jenis instrumen yaitu instrumen tes dan non tes. 1. Tes Penelitian ini menggunakan tes sebagai sarana untuk memperoleh data penelitian. Tes adalah prosedur khusus yang merupakan bagian dari pengukuran keseluruhan (Azwar, 2005: 4). Tes digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa yang berupa kemampuan kognitif. Jenis tes yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes tertulis. Bentuk instrumen dari tes tersebut berupa soal uraian yang sudah melalui validasi. Soal uraian dipilih atas saran dan pertimbangan dari guru. Soal uraian lebih cocok untuk kelas lima karena sudah lancar untuk menulis, selain itu soal uraian akan mengukur kemampuan siswa kelas lima lebih mendalam. Instrumen tes pada penelitian ini berupa soal tes prestasi yang terdiri dari 15 soal. Tabel 3.2 berikut merupakan kisi-kisi dalam pembuatan instrumen tes. Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Tes No 1 Unsurunsur Bagun datar Sifat-sifat bangun datar Indikator Nomor Soal Jumlah soal a. Menjelaskan sifat-sifat persegi b. Menjelaskan sifat-sifat persegi panjang c. Menjelaskan sifat-sifat belah ketupat d. Menjelaskan sifat-sifat layang-layang e. Menjelaskan sifat-sifat bangun jajar genjang f. Menjelaskan sifat-sifat trapesium sama kaki g. Menjelaskan sifat-sifat trapesium siku-siku h. Menjelaskan sifat-sifat trapesium sembarang 2 3 12 14 15 18 22 19 1 1 1 1 1 1 1 1

(66) 49 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 2 Unsurunsur Bagun datar Gabungan antar bangun datar Indikator Nomor Soal Jumlah soal i. Menjelaskan sifat-sifat bangun datar segitiga sama sisi j. Menjelaskan sifat-sifat bangun datar segitiga siku-siku k. Menjelaskan sifat-sifat bangun datar segitiga sama kaki l. Menjelaskan sifat-sifat bangun datar lingkaran a.Menentukan gabungan antar bangun datar segi empat b.Menentukan gabungan antar bangun segi tiga Jumlah soal 6 1 7 1 9 1 23 28,29 1 2 26 1 15 Tabel 3.2 berisi indikator soal tes prestasi. Soal pre-test dan post-test terdiri dari 15 soal uraian. Soal tersebut mencakup 14 indikator. Indikator 1a sampai 1l berjumlah 1 soal. Indikator 2a berjumlah 2 soal dan indikator 2b berjumlah 1 soal. Setiap indikator memiliki jumlah soal yang relatif sama yaitu 1 butir soal kecuali indikator 2a yang berjumlah 2 soal. Indikator 2a berbeda dengan indikator lainnya karena menurut guru yang mengajar lebih mudah dari pada indikator yang lain, sehingga jumlah soal lebih banyak. 2. Non Tes Instrumen non-tes pada penelitian ini berupa perangkat pembelajaran dan lembar observasi. Perangkat pembelajaran yang digunakan berupa silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Instrumen perangkat pembelajaran digunakan untuk proses pembelajaran kelompok eksperimen dan kontrol. Perangkat pembelajaran pada kelompok eksperimen menggunakan alat peraga berbasis Montessori, sedangkan kelompok kontrol dengan ceramah seperti pembelajaran biasanya. Lembar observasi digunakan untuk memperkaya data penelitian yang menjadi dasar dalam melakukan pembahasan. Lembar observasi

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 ini diperoleh dari panduan Program Pengalaman Lapangan (PLL). Lembar observasi dapat dilihat pada Tabel 3.3 (Sumber: Panduan PPL 2013) Tabel 3.3 Lembar Observasi Proses Pembelajaran di Kelas No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Aspek yang diamati Membuka pelajaran Penyajian materi Metode pembelajaran Penggunaan bahasa dan waktu Aktivitas belajar siswa Pengelolaan kelas Penggunaan media Cara menutup pelajaran Evaluasi Deskripsi Hasil Pengamatan Tabel 3.3 ini adalah lembar observasi yang terdiri dari 9 aspek yang akan diamati saat pembelajaran berlangsung. Observer menuliskan hasil pengamatan dalam bentuk deskripsi. Deskripsi pengamatan hanya memuat apa yang terjadi saat pembelajaran. H. Teknik Pengujian Instrumen Bagian ini membahas tentang teknik pengujian instrumen penelitian dan instrumen pembelajaran yang meliputi validitas, reliabilitas, dan Indeks Kesukaran (IK). Uji validitas digunakan untuk menguji instrumen pembelajaran dan instrumen penelitian yang menerangkan mengenai jenis-jenis validitas apa saja yang digunakan pada penelitian. Uji reliabilitas menjelaskan tentang keajegan aitem yang dinyatakan valid, indeks kesukaran digunakan untuk mengetahui taraf kesukaran yang dimiliki setiap aitem.

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. 51 Validitas Instrumen Validitas berasal dari kata validity yaitu ketepatan dan kecermatan instrumen dalam melakukan fungsinya (Azwar, 2013: 173). Instrumen yang digunakan dalam penelitian harus dinyatakan terlebih dahulu, sehingga dapat digunakan untuk mengukur variabel. Instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur yang diinginkan dan dapat mengungkap data yang diteliti secara tepat (Arikunto, 2006: 128). Hasil yang tercipta dapat dikatakan tepat atau valid jika alat ukur yang digunakan tepat. Instrumen yang diuji validitas meliputi instrumen penelitian dan instrumen pembelajaran. Instrumen penelitian meliputi soal tes prestasi, dan instrumen pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Instrumen lembar observasi tidak diuji validitas dan reliabilitas karena instrumen tersebut sudah ada dan digunakan di program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Penelitian ini menggunakan tiga jenis validitas yaitu validitas isi, validitas muka, dan validitas konstruk. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini meliputi validitas isi, validitas muka, dan validitas konstruk. a. Validitas Isi Azwar (2012: 175) mengungkapkan bahwa validitas isi menunjukkan seberapa jauh aitem-aitem mencakup kawasan isi yang akan dibahas. Validitas isi dalam penelitian ini dilakukan dengan melakukan penelitian instrumen pembelajaran dan instrumen penelitian kepada tiga ahli yaitu kepada satu dosen yang berkompeten dalam bidang matematika serta Montessori dan dua guru kelas. Instrumen pembelajaran berupa silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 (RPP). Instrumen penelitian berupa soal tes prestasi tentang sifat-sifat bangun datar yang berjumlah 30 soal. Validasi yang dilakukan para ahli dengan memberikan skor dengan rentang skor antara 1 sampai 4 untuk melakukan revisi. Skor 1 berarti “kurang sekali”, skor 2 berarti “kurang”, skor 3 berarti “baik”, dan skor 4 berarti “baik sekali”. Kriteria skor yang dipilih dalam penelitian ini adalah 3. Angka 3 dipilih karena angka sudah lebih dari nilai tengah pada rentang skor bukan nilai tertinggi. Penilaian dengan bobot 3 pada panduan skoring ekspert judgement juga sudah bermakna “baik”. Keputusan untuk mengadakan perbaikan atau tidaknya instrumen yang digunakan untuk penelitian berpedoman dari ratarata skor dan komentar yang diberikan penguji. Tabel 3.4 berikut adalah kriteria hasil validitas isi yang dibuat oleh peneliti untuk menentukan ada atau tidaknya revisi instrumen yang divalidasi. Tabel 3.4. Kriteria Hasil Validasi Rata-rata Kuantitatif ≥3 ≥3 <3 <3 Penilaian Kualitatif Positif Negatif Positif Negatif Keputusan Tidak revisi Revisi Revisi Revisi Tabel 3.4 menunjukkan nilai rata-rata dan jenis komentar dalam mengambil keputusan untuk melakukan perbaikan atau tidak pada instrumen pembelajaran dan instrumen tes prestasi. Kriteria pertama, jika memperoleh skor lebih dari atau sama dengan tiga dengan komentar positif tidak akan dilakukan revisi. Kriteria kedua, jika memperoleh skor lebih dari tiga atau sama dengan tiga dengan komentar negatif akan dilakukan revisi. Kriteria ketiga, jika memperoleh

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 skor kurang dari tiga dengan komentar yang positif akan dilakukan revisi. Kriteria yang keempat, jika memperoleh skor kurang dari tiga dengan komentar yang negatif akan dilakukan revisi. Kriteria pada tabel 3.4 berlaku untuk validitas pembelajaran dan instrumen soal tes prestasi. Instrumen pertama yang divalidasi adalah perangkat pembelajaran yaitu RPP dan silabus, skor hasil validasi dianalisis untuk dicari rata-rata untuk setiap komponen penilaiannya. Instrumen divalidasi oleh 3 ahli, ahli pertama adalah dosen matematika, dengan pertimbangan bahwa beliau memahami sifat-sifat bangun datar, khususnya dalam identifikasi sifat-sifat bangun datar dan mengerti metode Montessori. Ahli kedua adalah guru kelas yang mengampu mata pelajaran matematika. Peneliti memilih beliau karena kreatif, khususnya dalam mengajar. Ahli ketiga adalah guru kelas yang sudah berpengalaman dalam mengajar, selain itu beliau juga ahli kurikulum, membuat RPP dan silabus. Tabel 3.5 berikut adalah hasil validasi silabus oleh 3 ahli yang dipilih oleh peneliti. Tabel 3.5 Hasil Validasi Silabus No 1 2 3 Validator Ahli 1/ Dosen Ahli 2/ Guru Ahli 3/ Guru Rerata Keterangan KP1 KP2 KP3 Skor KP4 KP5 KP6 4 3 3 4 4 3 3 3,4 3 4 3 3 3 3 3 3,1 3 4 4 3 4 4 4 3,7 3,3 3,7 3,3 3,3 3,7 3,3 3,3 Tidak revisi Tidak revisi Tidak revisi Revisi Tidak revisi Tidak revisi Revisi Keterangan: KP : Komponen penilaian KP7 Rerata

(71) 54 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.5 adalah skor hasil validasi silabus yang diperoleh dari para ahli. Skor rata-rata yang diperoleh dari ahli 1 sampai ahli 3 sudah lebih dari kriteria penilaian. Ahli 1, 2, dan 3 tidak memberikan komentar pada komentar umum, tetapi ahli 3 memberikan catatan pada RPP sebagai berikut, “tambahkan alokasi waktu” (lampiran 2.1) dan melakukan pembenaran tulisan yang kurang sesuai, maka dapat diputuskan bahwa instrumen silabus akan direvisi mengenai alokasi waktu dan penulisannya. Hasil validasi RPP juga dianalisis untuk mencari ratarata dari setiap komponen yang dinilai. Tabel 3.6 berikut adalah hasil validasi RPP dari ketiga ahli. Tabel 3.6 Hasil Validasi RPP Validator Ahli 1/ Dosen Ahli 2/ Guru Ahli 3/ Guru Rerata Keterangan Skor KP5 KP6 KP1 KP2 KP3 KP4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 TR 3,3 TR 4 TR Rerata KP7 KP8 KP9 KP10 4 4 3 4 3 3,7 3 3 3 3 3 3 3,3 4 4 4 4 3 4 4 3,8 3,7 R 3,7 TR 3,7 TR 3,7 TR 3 TR 3,7 TR 3,3 R Keterangan : KP : Komponen Penilaian TR : Tidak revisi R : Revisi Tabel 3.6 berisi analisis komponen penilaian RPP terdiri dari 10 komponen. Hasil yang diperoleh dari ketiga ahli memiliki skor lebih dari 3 yaitu memenuhi kriteria rata-rata. Ahli 1, 2, dan 3 tidak menuliskan komentar pada komentar umum, tetapi ahli 1 memberikan catatan pada RPP sebagai berikut, “Kegiatan seperti di bawah ini, bukan tentang hubungan antar bangun tetapi

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 gabungan antar bangun” (lampiran 2.2). Pada RPP pertemuan keempat ahli 1 juga memberikan komentar pada indikator kognitif yaitu, “lingkaran hanya punya 1 sisi” (lampiran 2.2). Komentar lain yang diberikan ahli 1 adalah, “Setiap RPP harus mencantumkan identitas pembuat RPP dan diketahui+ditandatangani kepsek” (lampiran 2.2). Selain komentar, ahli 1 membenarkan tulisan yang dianggap kurang sesuai (lampiran 2.2). Melalui komentar tersebut peneliti melakukan revisi pada penulisan yang dianggap kurang sesuai dengan himbauan ahli 1. Hasil validasi untuk soal tes prestasi juga dianalis untuk mencari rata-rata pada setiap komponen penilaiannya serta dikategorikan berdasarkan kriteria pada Tabel 3.4. Komponen penilaiannya ada 10 komponen dengan rentang skor antara 1-4. Hasil validasi soal tes prestasi dari 3 ahli yang peneliti pilih sebagai validator yang berupa skor dapat dilihat pada Tabel 3.7. Tabel 3.7 Hasil Validasi Soal Tes Prestasi Skor N o Validat or 1 Ahli 1 KP1 3 2 Ahli 2 3 3 Ahli 3 4 Rata-rata Keterangan KP2 4 Rera ta KP3 4 KP4 4 KP5 4 KP6 4 KP7 3 KP8 3 KP9 3 KP10 3 3,5 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3,6 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3,6 3,3 4 3,7 3,7 3,7 4 3 3,3 3,7 3,3 Tidak revisi Tidak revisi Tidak revisi Tidak revisi Tidak revisi Tidak revisi Revis i Tidak revisi Tidak revisi Revis i Keterangan : KP : Komponen Penilaian Tabel 3.7 memperlihatkan skor rata-rata semua komponen penilaian mencapai kriteria rata-rata. Skor yang diperoleh dari semua ahli rata-rata mendapat skor lebih dari sama dengan 3. Ahli 2 dan 3 tidak memberikan

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 komentar, namun ahli 1 memberikan komentar pada kualitas pedoman penilaian yaitu, “ Lebih diperinci” (lampiran 7.1). Ahli 1 juga memberikan saran pada soal tes prestasi, saran diberikan pada soal nomor 4, nomor 5, dan nomor 7. Ahli 1 memberikan saran untuk mengganti kata “jumlah” dengan “banyak” (lampiran 6.1). b. Uji Validitas Muka Validitas muka berkaitan dengan pengukuran atribut yang konkret dan berkaitan dengan penilaian dengan para ahli maupun konsumen alat ukur (Margono 2010: 188). Validitas muka bertujuan untuk menguji instrumen tes prestasi dan instrumen pembelajaran. 1) Validitas Muka untuk Instrumen Pembelajaran Validitas muka untuk instrumen pembelajaran dilakukan kepada 2 guru kelas (lampiran 4.1). Guru pertama adalah guru kelas yang akan menggunakan instrumen pembelajaran dan guru kedua adalah guru yang melakukan ahli dalam membuat RPP dan silabus. Tabel 3.8 ini adalah contoh lembar validitas muka untuk instrumen pembelajaran. Tabel 3.8 Rangkuman Hasil Validitas Muka untuk Instrumen Pembelajaran No 1 Instrumen Pembelajaran Silabus Komentar Guru 1 Guru mengatakan bahwa silabus sudah sesuai dengan materi pembelajaran yang akan digunakan Guru 2 Guru mengatakan bahwa silabus sudah sesuai dengan materi sifat-sifat bangun datar, dan indikator yang digunakan juga sudah sesuai dengan cakupan materi

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 2 Instrumen Pembelajaran RPP 57 Komentar Guru 1 Rencana pelaksanaan pembelajaran sudah runtut, dan lengkap, urutanurutan pembelajaran sudah jelas. Tetapi ada salah penulisan kata, sehingga kalimat kurang jelas. Guru 2 Rencana pelaksanaan pembelajaran sudah runtut dan jelas. Susunan pembelajaran sudah dijelaskan secara rinci Tabel 3.8 menunjukkan rangkuman validitas muka untuk instumen pembelajaran, guru memberikan komentar bahwa silabus dan RPP sudah baik, runtut dan jelas, sehingga instrumen pembelajaran ini tidak memerlukan revisi. 2) Validitas Muka untuk Instrumen Penelitian Validitas muka untuk instrumen penelitian dilakukan kepada 3 orang siswa kelas VI, yaitu 2 siswa kelas VIA dan 1 siswa kelas VIB di SD Negeri Sokowaten Baru. Peneliti memilih kelas VI karena kelas tersebut adalah kelas yang digunakan untuk validitas konstruk atau empiris setelah dilakukan validitas muka. Siswa yang dipilih untuk validasi muka adalah siswa yang disarankan oleh guru matematika kelas 6. Siswa yang dipilih untuk validitas muka dipandang dapat mewakili tingkat kognitif siswa kelas VI dari siswa yang mempunyai kemampuan kognitif rendah, sedang, dan tinggi. Instrumen penelitian juga dilakukan uji validitas muka kepada 2 guru kelas II dan kelas III. Contoh lembar validitas muka untuk instrumen pembelajaran dapat dilihat pada tabel 3.9. Tabel 3.9 Rangkuman Hasil Validitas Muka untuk Instrumen Penelitian No Komentator 1 Guru 1 2 Guru 2 Komentar Guru memberikan komentar bahwa hasil instrumen pembelajaran yang digunakan sudah bagus dan pertanyaan yang ada dalam instrumen juga sudah jelas. Guru memberikan komentar bahwa kalimat perintah juga sudah jelas, dan bisa digunakan untuk menuntun

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Komentator 3 Siswa 1 4 Siswa 2 5 Siswa 3 58 Komentar siswa dalam menjawab pertanyaan, setiap soal juga sudah disertai dengan gambar. Siswa memberikan komentar, kalau mereka jelas dengan pertanyaan yang disampaikan dalam soal. Soal juga sudah jelas karena disertai dengan gambar. Siswa 2 memberikan komentar sudah jelas dengan soal yang diberikan, tetapi ada siswa yang berkomentar bahwa ada soal yang mengalami salah ketik. Siswa 3 memberikan komentar, bahwa soal yang digunakan sudah jelas, disertai gambar, namun ada salah pengetikan pada nomor 20 pada kalimat perintah dan kalimat perintah pada nomor 4. Tabel 3.9 berisi tentang validitas muka instrumen penelitian, yang diujikan pada 2 guru dan 3 siswa. Guru memberikan komentar bahwa soal sudah jelas dan disertai gambar, sehingga siswa dapat memahaminya dengan mudah, tetapi ada beberapa siswa yang memberikan komentar bahwa kalimat perintah pengerjaan pada soal mengalami salah ketik, yaitu pada nomor 20 dan nomor 4. Komentar yang diberikan siswa akan memberikan masukan bagi peneliti untuk melakukan revisi terhadap instrumen penelitian, terutama pada soal nomor 20 dan nomor 4 (lampiran 4). c. Validitas Konstruk Instrumen yang sudah diujicobakan melalui validitas isi dan validitas muka akan diujicobakan melalui uji empiris. Validitas konstruk atas instrumen dilakukan melaui uji empiris. Validitas konstuk dilakukan kepada siswa kelas VI A dan VI B yang baru saja menerima materi sifat-sifat bangun datar di kelas V. Azwar (2012: 175) berpendapat bahwa validitas empiris adalah validitas yang menunjukkan sejauh mana suatu tes mengukur trait atau konstrak teoritik yang hendak diukur. Instrumen soal tes prestasi terdiri dari 30 soal isian singkat.

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Instrumen tersebut memiliki 14 indikator tentang materi sifat-sifat bangun datar. Tabel 3.10 berikut ini adalah kisi-kisi soal yang digunakan dalam uji validitas empiris. Tabel 3.10 Kisi-kisi Soal Untuk Uji Validitas Konstruk No 1 2 Unsur-unsur Bagun Datar Sifat-sifat bangun datar Gabungan antar bangun datar Indikator Nomor Soal Jumlah a. Menjelaskan sifat-sifat persegi b. Menjelaskan sifat-sifat persegi panjang c. Menjelaskan sifat-sifat belah ketupat d. Menjelaskan sifat-sifat layanglayang e. Menjelaskan sifat-sifat bangun jajar genjang f. Menjelaskan sifat-sifat trapezium sama kaki g. Menjelaskan sifat-sifat trapesium siku-siku h. Menjelaskan sifat-sifat trapezium sembarang i. Menjelaskan sifat-sifat bangun datar segitiga sama sisi j. Menjelaskan sifat-sifat bangun datar segitiga siku-siku k. Menjelaskan sifat-sifat bangun datar segitiga sama kaki l. Menjelaskan sifat-sifat bangun datar lingkaran a. Menentukan gabungan antar bangun datar segi empat b.Menentukan gabungan antar bangun segi tiga 1, 2 2 3, 4 2 11, 12 2 13, 14 2 15, 16 2 17, 18 2 21, 22 2 19, 20 2 5, 6 2 7, 8 2 9, 10 2 23, 24 2 25, 27, 28, 29, 30 5 26 1 Tabel 3.10 berisi indikator dan nomor yang digunakan pada instrumen tes prestasi. Soal yang diujikan terdiri dari 30 soal isian singkat. Hasil pekerjaan siswa yang berbentuk soal uraian dihitung menggunakan rumus korelasi Product Momment. Rumus korelasi Product Momment dengan Pearson (dalam Tanirejdo & Mustafidah, 2012: 143) dapat dilihat pada gambar 3.2.

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI √{( ∑ ∑ (∑ ∑ ) )}{ ∑ ∑ (∑ 60 ) } Gambar 3.2. Rumus Korelasi Product Moment Keterangan: rxy = koefisien korelasi antara variabel x dan variabel y N= Jumlah subjek ∑ = jumlah perkalian antara skor x dan y x = jumlah total skor x x2 = Kuadran dari x y2 = kuadran dari y Pengambilan keputusan valid atau tidak valid instrumen ini dilakukan dengan mengunakan penghitungan teknik korelasi Product Momment dengan menggunakan program IBM SPSS 20. Hasil perhitungan dapat dilihat pada lampiran 12.1 Penggunaan program ini supaya lebih efektif dan efisien serta meminimalisir human error. Cara lain untuk menghitung valid atau tidaknya aitem adalah membandingkan r tabel product moment dengan r hitung. Instrumen dikatakan valid jika r hitung lebih besar atau sama dengan r tabel, maka soal tersebut dapat dikatakan valid, dan sebaliknya. Sugiyono (2011: 613) menyebutkan bahwa r tabel dengan jumlah responden 55 dengan taraf signifikansi 5% adalah 0,266. Tabel hasil perbandingan r tabel dengan r hitung dapat dilihat pada tabel 3.11.

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Tabel 3.11 Hasil Validitas Konstruk Menggunakan SPSS Nomor Aitem 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 r hitung Keterangan 0.740** 0.602** 0.744** 0.641** 0.754** 0,693** 0,717** 0,679** 0,753** 0,703** 0,662** 0,429* 0,419* 0,610** 0,580** 0,624** 0,586** 0,729** 0,564** 0,703** 0,536** 0,718** 0,440* 0,494* 0,365* 0,560** 0,396* 0,338* 0,494* 0,554** Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel 3.11 menunjukkan bahwa dari 30 soal yang diujikan semuanya valid karena r hitung lebih besar dari r tabel. Pada uji validitas ini tidak ada aitem soal yang tereliminasi. Guru selanjutnya melakukan konsultasi dengan guru kelas untuk menentukan soal yang digunakan sebagai instrument tes. Guru memberikan saran untuk memberikan 15 soal tes prestasi, dengan pertimbangan waktu yang terbatas yaitu 70 menit. Rangkuman soal yang digunakan sebagai instrumen tes prestasi dalam penelitian ini tertera dalam tabel 3.12

(79) 62 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.12 Rincian Soal Sebelum dan Setelah Validasi No 1 Unsur-unsur Bagun Datar Sifat-sifat bangun datar Indikator a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. 2 Gabungan antar bangun datar a. b. Menjelaskan sifat-sifat persegi Menjelaskan sifat-sifat persegi panjang Menjelaskan sifat-sifat belah ketupat Menjelaskan sifat-sifat layang-layang Menjelaskan sifat-sifat bangun jajar genjang Menjelaskan sifat-sifat trapezium sama kaki Menjelaskan sifat-sifat trapesium sikusiku Menjelaskan sifat-sifat trapezium sembarang Menjelaskan sifat-sifat bangun datar segitiga sama sisi Menjelaskan sifat-sifat bangun datar segitiga siku-siku Menjelaskan sifat-sifat bangun datar segitiga sama kaki Menjelaskan sifat-sifat bangun datar lingkaran Menentukan gabungan antar bangun datar segi empat Menentukan gabungan antar bangun segi tiga Total soal 1, 2 3, 4 11, 12 13, 14 Nomor soal yang digunakan sebagai instrumen tes 2 3 12 14 15, 16 15 17, 18 18 21, 22 22 19, 20 19 5, 6 6 7, 8 7 9, 10 9 23, 24 23 25, 27, 28, 29, 30 28, 30 26 26 30 15 Nomor Awal Tabel 3.12 menunjukkan perubahan soal dari 30 soal valid menjadi 15 soal yang digunakan pada instrumen tes. Perubahan ini dilakukan dengan melakukan konsultasi kepada guru kelas dan melihat keterwakilan indikator pada soal dan indeks kesukaran soal. Indikator 1a, 1b, 1c, 1d, 1e, 1f, 1g, 1h, 1i, 1j, 1k, 1l, dan 2b memiliki 1 soal, sedangkan indikator 2a memiliki 2 soal dengan pertimbangan guru bahwa indikator 2a lebih mudah dari indikator yang lainnya yang lainnya. 2. Uji Reliabilitas Reliabilitas atau reliability dapat menunjukkan sejauh mana tes dapat dipercaya. Pengukuran yang menunjukkan nilai reabilitas yang tinggi berarti

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 pengukuran tersebut dapat menghasilkan data yang reliabel (Azwar, 2012: 180). Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang jika digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama juga (Sugiyono, 2011: 168). Reliabilitas sangat penting dilakukan untuk menunjukkan keajegan aitem. Peneliti melakukan reliabilitas instrumen penelitian pada soal tes prestasi yang telah lolos uji validitas. Pengujian reliabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan teknik Alfa Cronbach dengan rumus koefisien reliabilitas Alfa Chonbach (Maidjo, 1995: 209). ( ){ ∑ } Gambar 3.3. Rumus Koefisian Alpha Keterangan : k = mean kuadrat antara subyek ∑ = mean kuadrat kesalahan = varian total Peneliti melakukan uji reliabilitas menggunakan IBM SPSS Statistics 20, untuk menghindari kesalahan penghitungan karena human eror selain itu untuk efektifitas dan efisiensi dalam penghitungan. Reliabilitas soal prestasi dapat diketahui dengan melihat rumus Cronbach’s Alpha dalam output SPSS 20. Langkah selanjutnya adalah membandingkan nilai Cronbach’s Alpha dengan kualifikasi tingkat reliabilitas instrumen (Masidjo, 1995: 137). Koefisien reliabilitas dapat dilihat pada tabel 3.13.

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 Tabel 3.13 Koefisien reliabilitas Koefisien Korelasi 0.91 – 1.00 0.71 – 0.90 0.41- 0.70 0.21 – 0.40 Negatif – 0.20 Kualifikasi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Tabel 3.13 digunakan untuk menentukan kualifikasi soal yang akan digunakan dalam penelitian. Kualifikasi dilakukan untuk mengetahui hasil dari penghitungan reliabilitas aitem. Kualifikasi bertujuan untuk menentukan kelayakan soal yang akan digunakan sebagai instrumen pengumpulan data. Penghitungan reliabilitas ini mengambil aitem-aitem yang digunakan sebagai instruman tes yang berjumlah 15 soal. Penghitungan hasil reliabilitas dapat dilihat pada tabel 3.14. Tabel 3.14. Hasil Penghitungan Reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's Cronbach's Alpha Alpha Based on Standardized Items .887 .886 N of Items 15 Tabel 3.14 menunjukkan hasil uji reliabilitas untuk soal uraian adalah sebesar 0,887. Hasil penghitungan tersebut dibandingkan dengan hasil kualifikasi tingkat reliabilitas instrumen. Hasil penghitungan menunjukkan bahwa dari 15 soal uraian memiliki kualifikasi tinggi, sehingga layak digunakan sebagai instrumen pengumpul data.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. 65 Indeks Kesukaran (IK) Tingkat kesukaran soal dapat dinyatakan dalam suatu indeks yang disebut Indeks Kesukaran (IK). Indeks kesukaran digunakan untuk mengetahui tingkat kesukaran setiap aitem. Setiap aitem yang sudah diukur melalui Indeks Kesukaran (IK) akan digunakan untuk uji prestasi. Masidjo (1995: 137) mengungkapkan bahwa indeks kesukaran aitem dapat dihitung menggunakan rumus berikut: Gambar 3.4 Rumus Indeks Kesukaran Keterangan rumus : IK = Indeks Kesukaran B = Jumlah jawaban benar yang diperolehsiswa dalam suatu aitem N = Jumlah siswa Skor Maksimal = Besarnya skor yang dituntut oleh suatu jawaban benar dari suatu aitem Gambar 3.4 digunakan untuk menghitung indeks kesukaran dari setiap aitem. Indeks kesukaran digunakan untuk mengetahui tingkat kesukaran setiap aitem. Masidjo (1995: 137) mengungkapkan bahwa rentang skor yang digunakan untuk menentukan Indeks Kesukaran dapat dilihat pada tabel 3.15. Tabel 3.15. Kualifikasi Indeks Kesukaran Rentang 0,81 – 1,00 0,61 – 0,80 Kualifikasi Mudah Sekali Mudah

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Rentang 0,41 – 0,60 0,21 – 0,40 0,00 – 0,20 66 Kualifikasi Cukup/ Sedang Sukar Sukar Sekali Tabel 3.15 menunjukkan indeks kesukaran dari setiap soal. Peneliti telah melakukan perhitungan indeks kesukaran pada 15 soal yang telah terbukti valid dan reliabel. Perhitungan indeks kesukaran pada aitem soal tes prestasi dan kualifikasinya dapat dilihat pada tabel 3.16. Tabel 3.16 Hasil Perhitungan IK IK 0,81 – 1,00 0,61 – 0,80 0,41 – 0,60 0,21 – 0,40 0,00 – 0,20 Kualifikasi Mudah Sekali Mudah Cukup/ Sedang Sukar Sukar Sekali Total Nomor Aitem 15, 28 3, 7, 9, 19, 23, 26 2, 14, 18, 22 6, 12, 30 - Jumlah Aitem 2 6 4 3 15 Tabel 3.16 menujukkan kesukaran pada setiap aitem soal prestasi. Aitem dengan dengan kualifikasi mudah sekali berjumlah 2 aitem. Aitem dengan kualifikasi mudah berjumlah 6 aitem. Aitem dengan kualifikasi cukup atau sedang terdapat 4 aitem. Aitem dengan kualifikasi sukar berjumlah 3 aitem, dan tidak ada aitem yang menunjukkan kualifikasi sukar sekali. Penghitungan indeks kesukaran secara manual dapat dilihat pada lampiran 12.3. I. Prosedur Analisis Data Prosedur analisis data yaitu merumuskan null hypothesis, mengorganisasi data, menentukan taraf signifikansi, menguji homogenitas dan normalitas skor prestest, menguji asumsi klasik independent t-test, menguji hipotesis, dan menguji besar pengaruh.

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. 67 Merumuskan Null Hypothesis Hipotesis statistik pada penelitian kuantitatif adalah Ho (Null Hipotesis) dan Ha (Alternative Hypotesis) (Field, 2009: 27). Masalah pada penelitian ini adalah, “apakah ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori?”. Hipotesis penelitian berdasarkan rumusan masalah tersebut adalah: Ho: Tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. (Ho : 1 = 2). Ha: Ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. (Ha : 1 ≠ 2). 2. Mengorganisasi Data (Data Manajement) Tahapan pengelolaan data meliputi 4 tahap yaitu, data coding, data editing, data entry, dan data cleaning (Irraosi, 2006). Tahap-tahap tersebut akan dijelaskan seperti berikut. a. Data Coding Coding adalah pemberian identitas terhadap data untuk memudahkan peneliti dalam mengolah data (Bungin 2011: 176). Proses coding dilakukan pada instrumen tes yang merupakan sumber data utama pada penelitian ini. Data yang mendapat perlakuan antara lain nama-nama “ahli 1”, “ahli 2”, dan “ahli 3” sebagai validator, nama siswa baik pada kelas eksperimen dan kontrol menjadi siswa “1”,”2”,”3”,”4”,dan seterusnya. Aitem soal menjadi “Item 1”, “Item 2”, “Item 3”, dan seterusnya.

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. 68 Data Editing Editing merupakan kegiatan untuk memeriksa data setelah peneliti selesai dalam menghimpun data di lapangan (Sangadji dan Sopiah, 2010: 200). Kegiatan editing berguna ketika data ada yang kurang, terlewatkan, tumpang tindih, atau berlebihan. Tahap editing pada penelitian ini adalah memeriksa kembali keseluruhan data jawaban siswa soal tes prestasi yang berupa memeriksa kelengkapan jawaban siswa, memeriksa kesamaan jawaban, memeriksa kelengkapan jawaban validator dengan memberikan tanda. Hasil pemeriksaan ada lembar pre-test dan post-test yang tidak sama. Ada siswa yang mengikuti pre-test tetapi saat post-test tidak hadir, sehingga perlu diberikan tanda. Pada penelitian ini tidak ada jawaban siswa yang sama, sehingga tidak memerlukan editing. Hasil jawaban validator sudah lengkap, tidak lebih atau kurang sehingga hasil validator tidak memerlukan editing. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa data yang memerlukan editing adalah data pre-test dan post-test c. Data Entrying Data entry adalah proses memasukkan data dari hasil dokumentasi. Data yang dimasukkan adalah data yang telah melewati proses coding, editing, dan cleaning. Menurut Bungin (2011: 178) mengungkapkan bahwa data entry adalah proses memasukkan data pada tabel atau pada program pengolahan data tertentu dan mengatur angka-angka serta menghitungnya. Program pengolahan data yang digunakan oleh peneliti adalah Ms. Excel dan SPSS 20.00. Program tersebut sangat membantu dalam melakukan pengolahan data, terutama meminimalisir terjadinya human eror. dalam

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d. 69 Data Cleaning Cleaning dilakukan untuk menghapus data yang akan dimasukkan pada tahap data entry. Data yang dihapus adalah data-data yang tidak digunakan atau data-data yang ekstrim. Tahap cleaning juga berguna untuk melakukan pengecekan ulang terhadap keseluruhan data yang telah masuk. Hasil data cleaning pada penelitian ini yaitu data skor siswa yang hanya masuk saat pre-test atau post-test, dari data yang diperoleh, peneliti mendapatkan satu siswa yang tidak hadir saat post-test, sehingga dibutuhkan proses cleaning. Hasil skor tes prestasi siswa tidak didapati data ekstrim, sehingga peneliti memutuskan tidak melakukan cleaning. 3. Menentukan Taraf Signifikansi Taraf signifikansi adalah kesediaan dan keberanian peneliti untuk secara maksimal mengambil resiko kesalahan dalam menguji hipotesis (Bungin, 2011: 192). Taraf signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0,05 yang berarti mentolerir kesalahan sebesar 5%. Teori yang telah diuraikan pada bab II dan penelitian-penelitian relevan merujuk pada penelitian satu pihak, namun pada kenyataannya banyak peneliti yang tetap menggunakan uji dua pihak dalam melakukan uji hipotesis (Johnson, 2008). Prosedur analisis data yang keempat adalah menguji skor pre-test. Pengujian skor pre-test ini bertujuan untuk melihat kemampuan awal dan kesamaan prestasi dari kedua kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sebelum dilakukan perlakuan. Skor pre-test yang diperoleh dalam penelitian akan diuji normalitas, homogenitas, dan independent t-test.

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. 70 Uji Normalitas Skor Pre-test Uji normalitas skor pre-test dilakukan untuk mengetahui sebaran data. Uji normalitas dilakukan menggunakan uji normalitas data Kolmogorov-Smirnov. Uji normalitas adalah uji yang digunakan untuk mengetahui normal atau tidak sebaran normal data dari kedua kelompok sampel (Kasmadi & Sunariah, 2013: 116). Rumus uji normalitas skor pre-test menggunakan Kolmogorov-Smirnov dapat dilihat pada gambar 3.5 (Lilliefors dalam Rozalli, 2011: 23). D = Maxx [ ] Gambar 3.5 Rumus Kolmogorov-Smirnov Keterangan : = distribusi sampel kumulatif = distribusi kumulatif normal Hipotesis untuk uji normalitas skor pre-test adalah: Ho: Sebaran data skor pre-test tidak berbeda dengan curve normal atau data skor pre-test terdistribusi normal. Ha: Sebaran data skor pre-test berbeda dengan curve normal atau data skor pretest tidak terdistribusi normal. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari hasil uji normalitas skor pre-test menggunakan Kolmogorov-Smirnov adalah: 1) Jika harga Sig. (2-tailed) ≥ 0,05, maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya sebaran data skor pre-test tidak berbeda dengan curve normal atau data skor pre-test terdistribusi normal.

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 2) Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05, maka Ho ditolak atau Ha goagal ditolak, artinya sebaran data skor pre-test berbeda dengan curve normal atau data skor pre-test tidak terdistribusi normal. Pengujian normalitas juga dapat dilakukan menggunakan visualisasi grafik P-P plots (Probability-Probability plots) (Field, 2009: 134). Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari hasil uji normalitas skor pre-test menggunakan visualisasi grafik P-P plots adalah: 1) Jika penyebaran titik berada di sekitar garis diagonal ideal, maka data skor pre-test terdistribusi normal. 2) Jika penyebaran titik tidak berada di sekitar garis diagonal ideal, maka data skor pre-test tidak terdistribusi normal. Pengujian normalitas skor pre-test akan mempengaruhi prosedur pengujian pada tahap selanjutnya. Data yang terdistribusi normal dapat dilanjutkan dengan homogenitas skor pre-test (statistik parametris), namun apabila terdistrubsi tidak normal maka pengujian akan dilakukan menggunakan teknik nonparametris. b. Uji Homogenitas Skor Pre-test Uji homogenitas skor pre-test menggunakan Lavene’s test untuk melihat kesamaan level prestasi dari kedua kelompok. Hasil uji homogenitas yang menunjukkan bahwa kedua kelompok homogen dapat dilanjutkan ke langkah kelima dan seterusnya. Rumusan masalah dicari dengan melakukan analisis selisih skor pre-test dan skor post-test jika kedua kelompok tidak homogen. Rumus Lavene’s test dapat dilihat pada gambar 3.6 (Nordstoke, 2011: 3).

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ∑ ∑ ∑ ( ̅ 72 ̅) Gambar 3.6 Rumus Lavene’s Test Keterangan: n = jumlah observasi k = banyak kelompok =| ̅| = rata-rata dari kelompok ke i ̅ ̅ = rata-rata dari kelompok ke Z = rata-rata menyeluruh Hipotesis untuk uji homogenitas skor pre-test adalah: Ho: Tidak ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pre-test kelompok eksperimen atau skor pre-test kedua kelompok homogen (Ho: σ12 = σ22). Ha: Ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pre-test kelompok eksperimen atau data skor pre-test kedua kelompok adalah tidak homogen (Ha: σ12 ≠ σ22). Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari hasil uji homogenitas skor pre-test adalah: 1) Jika harga Sig. ≥ 0,05, maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pre-test kelompok eksperimen atau data skor pre-test kedua kelompok homogen.

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 2) Jika harga Sig. < 0,05, maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak, artinya ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pre-test kelompok eksperimen atau data skor pre-test kedua kelompok tidak homogen. Hasil uji homogenitas akan menentukan prosedur analisis data selanjutnya. Analisis data dilanjutkan pada uji independent t-test untuk skor pre-test jika data kedua kelompok homogen. Analisis selisih skor pre-test dan skor post-test harus dilakukan jika data tidak homogen. c. Uji Independent t-test Skor Pre-test Uji independent t-test dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan rata-rata dari hasil pre-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Ho : Tidak ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen (Ho: µ 1 = µ 2). Ha : Ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen (Ha: µ 1 ≠ µ 2). Kriteria pengujian independent t-test yang digunakan adalah: 1) Jika harga Sig. (2-tailed) ≥ 0,05, maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 2) Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05, maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak, artinya ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Hasil uji independent t-test akan menentukan prosedur analisis data selanjutnya. Pengujian dapat dilanjutkan dengan langkah 5 yaitu melakukan uji prasyarat analisis jika hasil uji independent t-test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan eksperimen. Uji yang akan dilakukan adalah uji selisih skor pre-test dan post-test masing-masing kelompok jika hasil uji independent t-test menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan eksperimen. 4. Menguji Prasyarat Analisis Prosedur analisis data yang keempat adalah menguji prasyarat analisis. Uji prasyarat analisis memiliki tiga tahap, yaitu uji normalitas skor post-test, uji homogenitas skor post-test, dan independence. a. Uji Normalitas Skor Post-test Uji normalitas post-test merupakan salah satu uji prasyarat analisis. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan uji normalitas data dengan Kolmogorov-Smirnov. Hipotesis untuk uji normlitas skor post-test adalah: Ho: Sebaran data skor pre-test tidak berbeda dengan curve normal atau data skor post-test terdistribusi normal. Ha: Sebaran data skor post-test berbeda dengan curve normal atau data skor posttest tidak terdistribusi normal. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari hasil uji normalitas skor post-test menggunakan Kolmogorov-Smirnov adalah:

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1) 75 Jika harga Sig. (2-tailed) ≥ 0,05, maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya sebaran data skor post-test tidak berbeda dengan curve normal atau data skor post-test terdistribusi normal. 2) Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05, maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak, artinya sebaran data skor post-test berbeda dengan curve normal data skor post-test tidak terdistribusi tidak normal. Pengujian normalitas juga dapat dilakukan menggunakan visualisasi grafik P-P plots (Probability-Probability plots) (Field, 2009: 134). Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari hasil uji normalitas skor post-test menggunakan visualisasi grafik P-P plots adalah: 1) Jika penyebaran titik berada di sekitar garis diagonal ideal, maka data skor post-test terdistribusi normal. 2) Jika penyebaran titik tidak berada di sekitar garis diagonal ideal, maka data skor post-test tidak terdistribusi normal. Statistik yang digunakan adalah statistik nonparametris jika data tidak terdistribusi normal. Uji pada statistik nonparametris yang bisa digunakan adalah Mann Whitney atau Wilcoxon. Analisis selanjutnya adalah independent t-test apabila data terdistribusi secara normal. b. Uji Homogenitas Skor Post-test Uji homogenitas skor post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dilakukan dengan menggunakan Lavene’s test. Uji homogenitas skor post-test bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan pada varian skor posttest kedua kelompok. Hipotesis untuk uji homogenitas skor post-test adalah:

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Ho: 76 Tidak ada perbedaan varian antara skor post-test kelompok kontrol dan skor post-test kelompok eksperimen atau skor post-test kedua kelompok adalah homogen. (Ho: σ12 = σ22) Ha: Ada perbedaan varian antara skor post-test kelompok kontrol dan skor posttest kelompok eksperimen atau skor post-test kedua kelompok adalah homogen. (Ha: σ12 ≠ σ222) Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari hasil uji homogenitas skor post-test adalah: 1) Jika harga Sig. ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen atau data skor pre-test kedua kelompok homogen. 2) Jika harga Sig. < 0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak, artinya ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pre-test kelompok eksperimen atau data skor pre-test kedua kelompok tidak homogen. Hasil uji homogenitas skor post-test akan mempengaruhi penentuan data pada pengujian selanjutnya. Data yang dilihat dalam output SPSS 20.00 adalah kolom equal variance assumed jika data yang diperoleh dari uji homogenitas skor post-test dalam penelitian merupakan data yang homogen. Data yang dilihat dalam output SPSS 20.00 adalah kolom equal variance not assumed jika data yang diperoleh dari uji homogenitas skor post-test dalam penelitian merupakan data yang tidak homogen.

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. 77 Independence Field (2009: 133) mengemukakan bahwa data penelitian yang bersifat independen adalah data yang berasal dari dua kelompok yang berbeda dan tidak saling mempengaruhi. Kedua kelompok sampel memiliki anggota yang berbeda. Masing-masing kelompok juga menerima perlakuan yang berbeda. Siswa di kelompok eksperimen menerima perlakuan dengan menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Siswa di kelompok kontrol tidak menerima perlakuan dengan menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 5. Menguji Hipotesis Prosedur analisis data yang kelima adalah menguji hipotesis. Uji hipotesis dilakukan dengan uji independent t-test. Field (2009: 785) menjelaskan bahwa, “independent t-test is a test using the t-statistic that establishes whether two means collected from independent samples differ significantly”. Uji independent t-test ini dimaksudkan untuk mencari perbedaan rata-rata skor post-test dari kedua kelompok yang independen. Perhitungan independent t-test yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk kondisi dengan banyak anggota yang sama pada dua kelompok sampel. Rumus independent t-test untuk banyak anggota sampel yang sama dapat dilihat pada gambar 3.7 (Field, 2009: 335) ̅ √ ̅ Gambar 3.7. Rumus Independent t-test

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 keterangan: ̅ ̅ = selisih rata-rata N = banyak subjek = varian Hipotesis untuk independent t-test pada penelitian ini adalah: Ho: Tidak ada perbedaan rata-rata skor post-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen . (Ho: µ 1 = µ 2) Ha: Ada perbedaan rata-rata skor post-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. (Ha: µ 1 ≠ µ 2) Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari hasil independent ttest adalah: 1) Jika harga Sig. (2-tailed) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, maka tidak ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen artinya tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 2) Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak, maka ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen artinya ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 6. Menguji Besar Pengaruh Uji besar pengaruh dilakukan apabila kesimpulan pada hasil uji hipotesis menunjukkan adanya perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 peraga berbasis metode Montessori. Uji ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya. Analisis menggunakan rumus effect size. Rumus effect size dapat dilihat pada gambar 3.8 (Field, 2009: 332). √ Gambar 3.8 Rumus Effect Size keterangan r = effect size t = harga uji t df = harga derajat kebebasan Gambar 3.8 adalah rumus effect size, setelah nilai effect size dihitung kemudian dikategorikan berdasar kriteria yang digunakan untuk menentukan besarnya effect size. Cohen (dalam Field, 2009: 57) menyatakan kriteria besarnya effect size terbagi dalam 3 kategori. Kriteria yang digunakan untuk menentukan besarnya effect size dapat dilihat pada tabel 3.17. Tabel 3.17 Kategori Effect Size Nilai effect size 0,10 – 2,29 0,30 – 0,49 0,50 – 1,00 Kategori Small effect (efek kecil) Medium effect (efek sedang) Large effect (efek besar)

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Persentase pengaruh suatu variabel dapat diketahui dengan menggunakan menghitung koefisien determinasi (R2). Rumus koefisien determinasi dapat dilihat pada gambar 3.9 (Field, 2009: 179). R2 = r2 x 100% Gambar 3.9 Rumus Koefisien Determinasi Keterangan: R2 = koefisien determinasi r2 = effect size Menguji Signifikansi Selisih Rata-rata Skor Pre-test dan Post-test 1. Uji signifikansi selisih rata-rata skor pre-test dan post-test dilakukan untuk mengetahui seberapa besar signifikansi hasil skor pre-test dan post-test pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Uji signifikansi dilakukan dengan menggunakan paired t-test. Rumus paired t-test dapat dilihat pada gambar 3.10. ̅  √ Gambar 3.10. Rumus Paired t-test (Field, 2009: 327) Keterangan: ̅ = perbedaan rata-rata antara sampel  = rata-rata populasi √ = perbedaan standar error Hipotesis dalam uji signifikansi skor pre-test dan post-test kelompok kontrol adalah:

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Ho : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pre-test dan rata-rata skor post-test pada kelompok kontrol. (Ho: µ 1 = µ 2) Ha : Ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pre-test dan ratarata skor post-test pada kelompok kontrol. (Ha: µ 1 ≠ µ 2) Kriteria pengambilan keputusan yang dilakukan dalam uji signifikansi skor pretest dan post-test kelompok kontrol adalah: 1) Jika harga Sig. (2-tailed) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pretest dan rata-rata skor post-test pada kelompok kontrol. 2) Jika harga Sig. (2-tailed)  0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pre-test dan rata-rata skor post-test pada kelompok kontrol. Hipotesis dalam uji signifikansi skor pre-test dan post-test kelompok eksperimen adalah: Ho : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pre-test dan rata-rata skor post-test pada kelompok eksperimen. (Ho: µ 1 = µ 2) Ha : Ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pre-test dan ratarata skor post-test pada kelompok eksperimen. (Ha: µ 1 ≠ µ 2) Kriteria pengambilan keputusan yang dilakukan dalam uji signifikansi skor pretest dan post-test kelompok eksperimen adalah: 1) Jika harga Sig. (2-tailed) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pretest dan rata-rata skor post-test pada kelompok eksperimen.

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 2) Jika harga Sig. (2-tailed)  0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak artinya ada perbedaan yang signifikan selisih antara rata-rata skor pre-test dan rata-rata skor post-test pada kelompok eksperimen. J. Jadwal Penelitian Berikut akan disajikan tabel jadwal penelitian ini yang dimulai dari bulan September 2013 sampai bulan Juni 2014. Tabel 3.18 Jadwal Penelitian No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kegiatan Sep Okt Nov Des Waktu (bulan) Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Pengumpul an data awal melalui observasi dan wawancara Penyusunan proposal Penyusunan rancangan penelitian Persiapan penelitian di lapangan Pelaksanaa n penelitian Analisis hasil penelitian Penyusunan skripsi Ujian skripsi Revisi Tabel 3.18 adalah tabel jadwal penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Kegiatan awal penelitian dimulai dengan penyusunan proposal dan persiapan penelitian dengan merancang instrumen penelitian. Proses pengambilan data dilakukan pada bulan Maret dan April. Tahap akhir adalah penyusunan laporan

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 skripsi yang berlangsung dari bulan Maret sampai bulan Mei. Ujian skirpsi dilakukan pada bulan Juni sehingga bulan Juli sudah bisa melakukan revisi dan pengumpulan skripsi.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV DESKRIPSI PENELITIAN, HASIL PENELITIAN, DAN PEMBAHASAN Bab IV akan membahas mengenai deskripsi penelitian, hasil penelitian dan pembahasan. Deskripsi penelitian memuat penjelasan mengenai subjek penelitian. Hasil penelitian akan menjabarkan tentang hasil analisis data yang diperoleh dalam penelitian. Pembahasan akan menjelaskan hubungan antara hasil penelitian dengan teori-teori yang telah dibahas sebelumnya. A. Deskripsi Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen adalah kelompok yang menerima perlakuan menggunakan alat peraga matematika berbasis Montessori. Kelompok kontrol tidak menerima perlakuan menggunakan alat peraga Montessori, pembelajaran pada kelompok kontrol dikondisikan seperti pada pembelajaran yang dialami oleh siswa sehari-hari. Materi yang digunakan untuk penelitian ini adalah materi sifat-sifat bangun datar Montessori. Instrumen pengumpulan data yang digunakan peneliti berupa lembar observasi, instrumen pembelajaran, dan instrumen penelitian. Instrumen penelitian tersebut diuji melalui uji validitas dan reliabilitas sebelum dijadikan alat ukur. Peneliti melakukan validitas isi yang dilakukan oleh satu dosen dan dua guru kelas. Peneliti juga melakukan validitas muka pada 3 siswa kelas VIA dan VIB, yang baru saja mendapatkan materi sifat-sifat bangun datar, selain itu peneliti juga 84

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 melakukan validitas muka kepada 2 guru kelas. Peneliti juga melakukan validitas konstruk kepada 55 siswa kelas VIA dan VIB. Penelitian dilakukan selama 6 pertemuan pada masing-masing kelompok. Pertemuan pertama dilakukan dengan melakukan uji soal pre-test pada kedua kelompok. Soal pre-test dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Pertemuan ke-dua pada kelompok kontrol dan eksperimen siswa belajar mengenai sifat-sifat bangun datar persegi dan segitiga hasil observasi yang dilakukan oleh teman sejawat pada kelompok kontrol guru membuka pembelajaran dengan menerangkan sifat-sifat bangun datar persegi dan segitiga di papan tulis, selama pelajaran guru tidak menggunakan media pembelajaran. Metode yang digunakan guru adalah ceramah, tanya jawab dan penugasan. Berbeda pada kelompok eksperimen, guru membuka pembelajaran dengan melakukan tanya jawab dengan siswa untuk mencari benda-benda yang ada di kelas yang dapat digolongkan dalam bangun datar segi empat dan segitiga. Guru menyajikan materi dengan menggunakan alat peraga persegi empat dan segitiga berbasis Montessori, dalam pembelajaran guru membimbing siswa untuk menemukan sifat-sifat bangun datar segi empat dan segitiga dengan menggunakan alat peraga Montessori. Pertemuan ke-tiga pada kelompok kontrol dan eksperimen siswa belajar mengenai sifat-sifat bangun datar belah ketupat dan layang-layang, pada kelompok kontrol guru menyampaikan pembelajaran dengan ceramah dan pada kelompok kontrol pembelajaran dilakukan dengan menggunakan alat peraga montessori papan bangun datar belah ketupat dan layang-layang. Pertemuan keempat, siswa kelompok kontrol dan eksperiman diberikan pembelajaran mengenai

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 sifat-sifat bangun datar jajar genjang dan trapesium. Pada kelompok kontrol guru membuka pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah, guru tidak menggunakan alat peraga untuk menyampaikan pembelajaran. Pada kelompok eksperimen guru menggunakan alat peraga papan jajar genjang dan trapesium untuk membimbing siswa dalam menemukan sifat-sifat bangun datar montessori. Pertemuan ke-lima, siswa kelompok kontrol dan eksperimen diberikan pembelajaran mengenai sifat-sifat bangun datar lingkaran, seperti biasa pada kelompok kontrol guru tidak menggunakan alat peraga dalam menerangkan pembelajaran, guru menyampaikan pembelajaran dengan ceramah. Pada kelompok eksperimen guru menggunakan alat peraga papan tujuh yang berisi bangun datar lingkaran. Pertemuan ke-enam guru melakukan uji soal post-test untuk mengukur kemampuan siswa setelah dilakukan pembelajaran (Lampiran 19). B. Hasil Penelitian Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa hasil pre-test dan post-test. Hasil pre-test dan post-test digunakan untuk proses analisis data. Deskripsi hasil pre-test dan post-test pada kelompok kontrol dihitung menggunakan program Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 20. Tabel 4.1 adalah deskripsi data hasil pre-test dan post-test .

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 Tabel 4.1 Deskripsi Data Penelitian Statistics Pre_kont Post_kont Pre_eks Post_eks Valid 26 26 24 24 Missing 25 25 27 27 Mean 50.19 61.23 43.67 63.63 Std. Error of Mean 2.098 .737 3.016 .896 Median 49.00 N 63.00 47.50 63.00 a 64 a 69 10.696 3.756 14.776 4.392 Minimum 29 54 5 56 Maximum 71 66 65 70 1305 1592 1048 1527 Mode Std. Deviation Sum 38 25 a. Multiple modes exist. The smallest value is shown Tabel 4.1 merupakan tabel yang berisi deskripsi data skor pre-test dan posttest. Rata-rata hasil skor pre-test kelompok kontrol adalah 50,19 dan skor kelompok eksperimen sebesar 43,67. Skor terendah untuk skor pre-test kelompok kontrol adalah 29, dan skor terendah pre-test kelompok eksperimen adalah 5. Skor tertinggi pre-test kelompok kontrol adalah 71 dan skor pre-test kelompok eksperimen adalah 65. Rata-rata hasil skor post-test yang diperoleh kelompok kontrol yaitu 61,23 dan rata-rata skor post-test kelompok eksperiman yaitu 63,63. Skor tertinggi post-test yang diperoleh kelompok kontrol adalah 66 dan skor tertinggi post-test yang diperoleh kelompok eksperimen adalah 70. Skor terendah post-test kelompok kontrol adalah 29 dan skor terendah post-test kelompok eksperimen adalah 56. Data yang mengenai hasil pre-test dan post-test baik kelompok kontrol maupun eksperimen dirangkum dalam tabel 4.2.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Tabel 4.2 Skor Pre-test dan Post-test Kelompok Kontrol dan Eksperimen Deskripsi Data Rerata ( ̅ ) Median Skor terendah Skor tertinggi Standar deviasi Kenaikan Skor Kenaikan (%) Kelas Kontrol Pre-test Post-test 50,19 61,23 49 63 29 54 71 66 10,69 3,76 11,04 21,99% Kelas Eksperimen Pre-test Post-test 43,67 63,63 47,50 63 5 56 65 70 14,8 4,4 19,96 45,7% Keterangan : Kenaikan skor dihitung dengan rumus =rerata skor pre-test –rerata skor post-test. Kenaikan dalam persen dihitung dengan rumus = Tabel 4.2 menjelaskan rata-rata, skor tertinggi, skor terendah, kenaikan skor, presentase kenaikan skor. Kenaikan skor dapat dihitung dengan mengurangi hasil skor post-test dengan hasil skor pre-test untuk masing-masing kelompok. Kelompok kontrol memiliki kenaikan skor 11,04 dan kelas eksperimen memiliki kenaikan skor 19,96. Dari perbedaan kelompok tersebut, diketahui bahwa kelompok eksperimen memiliki kenaikan skor yang lebih tinggi. Persentase kenaikan skor diperoleh dengan membagi angka kenaikan skor dengan rerata skor pre-test kemudian mengalikannya dengan 100%. Presentase kenaikan skor yang diperoleh oleh kelompok kontrol yaitu 21,99% dan kenaikan skor kelompok eksperimen 45,7%. Sudjana (2002: 52) mengungkapkan bahwa peningkatan atau penurunan dapat diketahui secara lebih mudah dengan menggunakan grafik. Grafik yang menggambarkan data hasil pre-test dan hasil post-test pada penelitian ini dipaparkan pada Gambar 4.1.

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 70 60 50 40 kontrol 30 eksperimen 20 10 0 pre-test post-test Gambar 4.1 Grafik Perbandingan Skor Pre-test dengan Skor Post-test Gambar 4.1 menunjukkan perbandingan hasil rata-rata skor pre-test dengan rata-rata skor post-test kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Kedua kelompok sama-sama mengalami kenaikan. Kelompok kontrol mengalami kenaikan rata-rata skor sebesar 11,04 dari rata-rata skor pre-test 50,19 menjadi rata-rata skor post-test sebesar 61,23. Kelompok eksperimen dengan rata-rata skor pre-test sebesar 43,67 dan rata-rata skor post-test sebesar 63,63 mengalami kenaikan rata-rata skor sebesar 19,96. Semua skor yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan beberapa prosedur yaitu uji homogenitas dan uji noemalitas skor pre-test, uji asumsi klasik independent t-test, uji hipotesis dan menguji besar pengaruh. Langkah pengujian tersebut dilakukan untuk menjawab rumusan masalah. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah, “apakah ada perbedaan prestasi belajar atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.” Hipotesis alternatif pada penelitian ini yaitu, “ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori” Hipotesis nol pada penelitian ini yaitu, “tidak ada perbedaan prestasi

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.” 1. Hasil Uji Skor Pre-test Analisis data yang pertama dilakukan adalah menguji skor pre-test. Langkah- langkah yang dilakukan adalah menguji normalitas, homogenitas, dan independent t-test. a. Hasil Uji Normalitas Skor Pre-test Data pre-test juga perlu dianalisis normalitasnya untuk melihat sebaran data. Uji normalitas dilakukan menggunakan uji normalitas data dengan KolmogorovSmirnov. Uji normalitas dilakukan pada skor pre-test kedua kelompok. Hipotesis untuk uji normalitas skor pre-test adalah: Ho: Sebaran data skor pre-test tidak berbeda dengan curve normal atau data skor pre-test terdistribusi normal. Ha: Sebaran data skor pre-test sesuai dengan curve normal atau data skor pre-test normal. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari hasil uji normalitas skor pre-test menggunakan Kolmogorov-Smirnov adalah: 1) Jika harga sig. (2-tailed) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya sebaran data skor pre-test tidak berbeda dengan curve normal atau data skor pre-test terdistribusi normal. 2) Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak, artinya sebaran data skor pre-test berbeda dengan curve normal atau data skor pre-test tidak terdistribusi normal.

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Hasil perhitungan uji normalitas skor pre-test untuk kelompok kontrol dengan menggunakan program SPSS 20.00 dapat dilihat pada tabel 4.3 Tabel 4.3 Hasil Perhitungan Uji Normalitas Skor Pre-test Kelompok Kontrol One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test K_Kontrol N Normal Parameters 26 a,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation 50.19 10.696 Absolute .090 Positive .083 Negative -.090 Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) .457 .985 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Tabel 4.3 adalah output SPSS untuk perhitungan uji normalitas skor pre-test kelompok kontrol. Nilai Sig. (2-tailed) menunjukkan hasil uji normalitas. Nilai Sig.(2-tailed) menunjukkan angka 0,985 (Sig. (2-tailed) ≥ 0,05) maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya data skor pre-test terdistribusi normal. Skor pretest untuk kelompok kontrol terdistribusi normal. Cara lain yang dapat digunakan adalah dengan melihat visualisasi grafik PP Plots. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari hasil uji normalitas skor pre-test menggunakan visualisasi grafik P-P Plots adalah: 1) Jika penyebaran titik berada di sekitar garis diagonal ideal maka data skor pre-test terdistribusi normal.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 2) Jika penyebaran titik tidak berada di sekitar garis diagonal ideal maka data skor pre-test terdistribusi tidak normal. Gambar 4.2 Histogram (kiri) dan P-P Plots (kanan) Skor Pre-test Kelompok Kontrol Kedua gambar pada gambar 4.2. memperlihatkan bahwa data dari skor pretest kelompok kontrol terdistribusi normal. Penyebaran titik berada di sekitar garis diagonal ideal. Normalitas juga dilakukan untuk data skor pre-test kelompok eksperimen. Hasil perhitungan uji normalitas skor pre-test untuk kelompok eksperimen dengan menggunakan program SPSS 20 dapat dilihat pada tabel 4.4 Tabel 4.4 Hasil Perhitungan Uji Normalitas Skor Pre-test Kelompok Eksperimen One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test K_Eksperimen N 24 Mean 43.67 a,b Normal Parameters Std. Deviation 14.776 Absolute .131 Most Extreme Differences Positive .092 Negative -.131 Kolmogorov-Smirnov Z .641 Asymp. Sig. (2-tailed) .805 a. Test distribution is Normal. Tabel 4.4 adalah output SPSS untuk perhitungan uji normalitas skor pre-test kelompok eksperimen. Nilai Sig. (2-tailed) menunjukkan hasil uji normalitas.

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Nilai Sig. (2-tailed) menunjukkan angka 0,805 (Sig. (2-tailed) ≥ 0,05) maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya data skor pre-test terdistribusi normal. Skor pre-test untuk kelompok eksperimen terdistribusi normal. Cara yang kedua adalah dengan melihat visualisasi grafik P-P Plots (probability-probability plots). Kedua gambar menggambarkan bahwa data dari skor pre-test kelompok eksperimen terdistribusi normal. Penyebaran titik berada di sekitar garis diagonal ideal. Gambar 4.3 Histogram dan P-P Plots Skor Pre-test Kelompok Eksperimen Pengujian normalitas skor pre-test menunjukkan bahwa kedua kelompok memilik data yang sama-sama terdistribusi normal sehingga dapat dilanjutkan dengan homogenitas skor pre-test atau menggunakan statistik parametris. b. Hasil Uji Homogenitas Skor Pre-test Data pre-test yang diperoleh dari penelitian dianalisis dan diuji homogenitas menggunakan Lavene’s test. Hipotesis untuk uji homogenitas skor pre-test adalah: Ho: Tidak ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pre-test kelompok eksperimen atau skor pre-test kedua kelompok homogen. (Ho: σ12 = σ22)

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Ha: Ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pre-test kelompok eksperimen atau skor pre-test kedua kelompok tidak homogen. (Ha: σ12 ≠ σ22) Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari hasil uji homogenitas skor pre-test adalah: 1) Jika harga Sig. ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen atau data skor pre-test kedua kelompok homogen. 2) Jika harga Sig. < 0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak, artinya ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pre-test kelompok eksperimen atau data skor pre-test kedua kelompok tidak homogen. Hasil perhitungan uji homogenitas skor Pre-test dengan menggunakan program SPSS 20.00 dapat dilihat pada tabel 4.5. Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Uji Homogenitas Skor Pre-test Levene's Test for Equality of Variances F Pre_test Equal variances assumed 2.152 Sig. .149 Equal variances not assumed Tabel 4.5 adalah output SPSS perhitungan uji homogenitas skor pre-test kedua kelompok. Nilai Sig. pada kolom Lavene’s test menunjukkan hasil uji homogenitas. Nilai Sig. menunjukkan angka 0,149 ( Sig. ≥ 0,05) maka H0 gagal

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 ditolak atau Ha ditolak, artinya data skor pre-test kedua kelompok homogen atau tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pre-test kelompok eksperimen. Hasil uji homogenitas menunjukkan data kedua kelompok homogen maka analisis data dilanjutkan dengan uji independent t-test untuk skor pre-test. c. Hasil Uji Independet t-test Skor Pre-test Uji independent t-test dilakukan untuk mengetahui perbedaan rata-rata dari hasil pre-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Ho : Tidak ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. (Ho: µ 1 = µ 2) Ha : Ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. (Ha: µ 1 ≠ µ 2) Kriteria pengujian independent t-test yang digunakan sebagai berikut: 1) Jika harga Sig. (2-tailed) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 2) Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak, artinya ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil perhitungan uji independent t-test dengan menggunakan program SPSS 20.00 dapat dilihat pada tabel 4.6. Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Uji Independent t-test Skor Pre-test

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Independent Samples Test t-test for Equality of Means Pre_test Equal variances assumed Equal variances not assumed Sig. (2tailed) t 1.799 df 48 1.776 41.663 .078 Mean Difference 6.526 Std. Error Difference 3.627 .083 6.526 3.674 95% Confidence Interval of the Difference Lower -.767 Upper 13.819 -.890 13.941 Sig. (0,078) ≥ 0,05 berarti Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaan rata-rata antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil uji independent t-test menunjukkan tidak ada perbedaan rata-rata skor pre-test kelompok kontrol dan eksperimen maka pengujian dapat dilanjutkan dengan langkah uji prasyarat analisis. 2. Hasil Uji Prasyarat Analisis Prosedur analisis selanjutnya adalah menguji asumsi klasik independent t- test. Tahap pada uji analisis untuk uji asumsi klasik yaitu uji normalitas skor posttest, uji homogenitas skor post-test. a. Uji Normalitas Skor Post-test Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan uji normalitas data dengan Kolmogorov-Smirnov. Hipotesis untuk uji normalitas skor post-test adalah: Ho: Sebaran data skor post-test tidak berbeda dengan curve normal atau data skor post-test terdistribusi normal. Ha: Sebaran data skor post-test berbeda dengan curve normal atau data skor posttest tidak terdistribusi normal.

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari hasil uji normalitas skor post-test menggunakan Kolmogorov-Smirnov adalah: 1) Jika harga Sig. (2-tailed) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya sebaran data skor post-test sesuai dengan curve normal atau data skor post-test terdistribusi normal. 2) Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak, artinya sebaran data skor post-test tidak sesuai dengan curve normal data skor post-test tidak terdistribusi normal. Hasil perhitungan uji normalitas skor post-test dengan menggunakan program SPSS 20.00 dapat dilihat pada tabel 4.7. Tabel 4.7 Hasil Perhitungan Uji Normalitas Skor Post-test Kelompok Kontrol One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test K_kontrol N Normal Parameters 26 a,b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) Mean 61.23 Std. Deviation 3.756 Absolute .258 Positive .151 Negative -.258 1.316 .063 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Tabel 4.7 adalah output SPSS untuk perhitungan uji normalitas skor post-test kelompok kontrol. Nilai Sig. (2-tailed) menunjukkan hasil uji normalitas. Nilai Sig. (2-tailed) menunjukkan angka 0,063 (Sig.(2-tailed) ≥ 0,05) maka H0 gagal

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 ditolak atau H1 ditolak, artinya data skor post-test terdistribusi normal. Skor posttest untuk kelompok kontrol terdistribusi normal. Untuk melihat visualisasi grafik kita dapat melihat P-P Plots (Pobability-Probability Plots). Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari hasil uji normalitas skor pre-test menggunakan visualisasi grafik P-P Plots adalah: 1) Jika penyebaran titik berada di sekitar garis diagonal ideal maka data skor post-test terdistribusi normal. 2) Jika penyebaran titik tidak berada di sekitar garis diagonal ideal maka data skor post-test terdistribusi tidak normal. Gambar 4.4 adalah gambar histogram (kiri) dan P-P Plots (kanan). Kedua gambar mengindikasikan bahwa data dari skor post-test kelompok kontrol terdistribusi normal. Penyebaran titik berada di sekitar garis diagonal ideal. Gambar 4.4 Histogram (kiri) dan P-P Plots (kanan) Skor Post-test Kelompok Kontrol Hasil perhitungan uji normalitas skor post-test untuk kelompok eksperimen dengan menggunakan program SPSS 20.00 dapat dilihat pada tabel 4.8. Tabel 4.8 Hasil Perhitungan Uji Normalitas Skor Post-test Kelompok Eksperimen

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test K_eksperimen N Normal Parameters 24 a,b Most Extreme Differences Mean 63.63 Std. Deviation 4.392 Absolute .154 Positive .103 Negative -.154 Kolmogorov-Smirnov Z .754 Asymp. Sig. (2-tailed) .621 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Tebel 4.8 menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) menunjukkan hasil uji normalitas. Nilai Sig.(2-tailed) menunjukkan angka 0,621 (Sig.(2-tailed) ≥ 0,05) maka H0 gagal ditolak atau H1 ditolak, artinya data skor post-test terdistribusi normal. Skor post-test untuk kelompok eksperimen terdistribusi normal. Cara yang kedua adalah dengan melihat visualisasi grafik P-P Plots (probability-probability plots). Gambar 4.5 adalah gambar histogram (kiri) dan PP Plots (kanan). Kedua gambar mengindikasikan bahwa data dari skor post-test kelompok eksperimen terdistribusi normal. Penyebaran titik berada di sekitar garis diagonal ideal. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil uji normalitas skor posttest adalah data terdistribusin secara normal sehingga analisis data yang digunakan adalah statistik parametris.

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Gambar 4.5 Histogram (kiri) dan P-P Plots (kanan) Skor Pre-test Kelompok Eksperimen b. Uji Homogenitas Skor Post-test Analisis yang selanjutnya dilakukan adalah menguji homogenitas skor post- test kelompok kontrol dengan independent t-test. Pengujian independent t-test menggunakan SPSS 20.00. Output SPSS dapat dilihat pada lampiran 16. Hipotesis untuk uji homogenitas skor post-test adalah: Ho: Tidak ada perbedaan varian antara skor post-test kelompok kontrol dan skor post-test kelompok eksperimen atau skor post-test kedua kelompok homogen. (Ho: σ12 = σ22) Ha: Ada perbedaan varian antara skor post-test kelompok kontrol dan skor posttest kelompok eksperimen atau skor post-test kedua kelompok tidak homogen. (Ha: σ12 ≠ σ22) Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari hasil uji homogenitas skor post-test adalah:

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1) 101 Jika harga Sig. ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen atau data skor pre-test kedua kelompok homogen. 2) Jika harga Sig. < 0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak, artinya ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pre-test kelompok eksperimen atau data skor pre-test kedua kelompok tidak homogen. Hasil perhitungan uji homogenitas skor post-test untuk kelompok eksperimen dengan menggunakan program SPSS 20.00 dapat dilihat pada tabel 4.9. Tabel 4.9 Hasil Perhitungan Uji Homogenitas Skor Post-test Levene's Test for Equality of Variances F eksperimen Equal variances assumed .977 Sig. .328 Equal variances not assumed Tabel 4.9 merupakan hasil perhitungan uji homogenitas skor post-test. Nilai Sig. menunjukkan hasil uji normalitas. Nilai Sig.(2-tailed) pada kolom Lavene’s test menunjukkan angka 0,328 (Sig. ≥ 0,05) maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, yang bebarti data skor post-test kedua kelompok homogen atau tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor post-test kelompok kontrol dan skor post-

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 test kelompok eksperimen. Data yang diperoleh dalam penelitian merupakan data yang homogen maka data yang dilihat dalam output SPSS 20.00 adalah kolom equal variance assumed. c. Independence Prasyarat analisis yang ketiga adalan independence. Analisis prasyarat ini telah memenuhi kriteria karena data dari dua kelompok yang terpisah. Kedua kelompok sampel memiliki anggota yang berbeda. Masing-masing kelompok juga menerima perlakuan yang berbeda satu sama lain. Siswa yang menerima perlakuan di kelompok eksperimen tidak menerima perlakuan di kelompok kontrol, begitu sebaliknya. Kedua kelompok menerima perlakuan yang tidak sama sehingga tidak saling mempengaruhi. 3. Hasil Uji Hipotesis Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan independent t-test. Penggunaan independent t-test didasarkan pada terpenuhinya ketiga syarat yaitu sebaran data skor post-test normal, homogen, dan diperoleh dari data yang independen. Hipotesis untuk independent t-test ini adalah: Ho: Tidak ada perbedaan rata-rata skor post-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. (Ho: µ 1 = µ 2) Ha: Ada perbedaan rata-rata skor post-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. (Ha: µ 1 ≠ µ 2)

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari hasil uji independent t-test adalah: 1) Jika harga Sig. ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, maka tidak ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen artinya tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 2) Jika harga Sig. < 0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak, maka ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen artinya ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Hasil perhitungan uji independent t-test skor post-test untuk kedua kelompok dengan menggunakan program SPSS 20.00 dapat dilihat pada tabel 4.10. Tabel 4.10 Hasil Perhitungan Uji Independent Sample t-test Skor Post-test Group Statistics kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean kontrol 26 61.2308 3.75561 .73654 eksperimen 24 63.6250 4.39182 .89648 postest Independent Samples Test t-test for Equality of Means

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI postest Equal variance s assumed Equal variance s not assumed t -2.077 df 48 .043 Mean Differenc e -2.39423 -2.064 45.470 .045 -2.39423 Sig. (2tailed) Std. Error Differen ce 1.1529 1 1.1602 4 104 95% Confidence Interval of the Difference Lower 4.7123 1 4.7304 1 Upper -.07616 -.05806 Tabel 4.10 memperlihatkan bahwa t hitung pada tingkat kepercayaan 95% untuk hasil post-test pada baris equal variances assumed adalah 0,977 dengan Sig. (2 tailed) = 0,043. Uji hipotesis pada penelitian ini adalah menggunakan uji satu pihak maka hasil Sig. (2 tailed) = 0,043 yang berada di bawah p val< 0,05. Hasil uji hipotesis dapat disimpulkan Ho ditolak atau Ha gagal ditolak, artinya ada perbedan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Bukti manual mengacu rumus independent t-test pada gambar 3.7 adalah sebagai berikut: ( = ( ( ) ) ( ) = 16,36 ) = = √ ̅ ̅

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI √ √ √ 105

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 Perhitungan secara manual t-test secara manual terbukti sama dengan perhitungan menggunakan program SPSS 20.00. 4. Hasil Uji Besar Pengaruh Uji besar pengaruh dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori terhadap prestasi belajar siswa. Analisis dilakukan dengan menggunakan rumus effect size. Perhitungan effect size pada penelitian ini adalah: √ √ ( ( ) ) √ √ √ Perhitungan effect size menunjukkan 0,282 dengan kriteria Small effect. Presentase besar pengaruh penggunaan alat peraga matematika berbasis metode

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 Montessori dapat diketahui melalui perhitungan rumus koefisien determinasi. Hasil perhitungan koefisien determinasi tampak pada tabel 4.11. Tabel 4.11 Hasil Uji Koefisien Determinasi Komponen Hasil t -2,077 df 48 r 0,282 r2 0,079 2 R 7,9 % Kesimpulan yang bisa dijelaskan dari hasil analisis data adalah bahwa secara umum kelompok eksperimen (M = 61,2; SE = 3,75) memiliki rata-rata skor post-test yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol (M = 63,62; SE = 4,391). Perbedaan skor tersebut signifikan t(48)=-2,077, p < 0,05 dan memiliki small effect size sebesar r = 0,282. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa R2 = 7,9% yang berarti bahwa peningkatan prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh penggunaan alat peraga sebesar 7,9% sedangkan sisanya sebesar 92,1 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. 5. Hasil Uji Signifikansi Skor Pre-test dan Post-test Uji signifikansi dilakukan untuk mengetahui seberapa besar signifikansi hasil skor pre-test dan post-test pada kelompok kontrol dan eksperimen. Uji signifikansi selisih dilakukan dengan menggunakan paired t-test. 1. Hipotesis dalam paired t-test adalah: Ho : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pre-test dan rata-rata skor post-test pada kelompok kontrol. (Ho: µ 1 = µ 2)

(125) 108 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Ha : Ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata selisih skor pre-test dan ratarata skor post-test pada kelompok kontrol. (Ha: µ 1 ≠ µ 2) Kriteria pengambilan keputusan yang dilakukan dalam paired t-test adalah 1) Jika harga Sig. (2-tailed) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pretest dan rata-rata skor post-test pada kelompok kontrol. 2) Jika harga Sig. (2-tailed)  0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pre-test dan rata-rata skor post-test pada kelompok kontrol. Hasil uji signifikansi selisih skor pre-test dan post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel 4.12. Tabel 4.12 Uji Signifikansi Selisih Skor Pre-Test dan Post-Test Kelompok Kontrol. Paired Samples Test Paired Differences Mean t Std. Std. 95% Confidence Deviati Error Interval of the on Mean Difference Lower Pair Pre_kont 1 Post_kont 11.038 10.524 2.064 -15.289 df Sig. (2tailed) Upper -6.788 5.348 25 .000 Tabel 4.12 menunjukkan bahwa harga sig. (2tailed) sebesar 0 sehingga dapat disimpulkan bahwa Sig. (2 tailed) < 0,05 pre_test maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak artinya skor pre-test dan post-test kelompok kontrol adalah signifikan. Skor pre-test kelompok kontrol (M=-11,083, SE= 2,064) memiliki

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 perbedaan dengan skor post-test kelompok kontrol (M=-11,083, SE= 2,064) yang signifikan. 2. Hasil Uji Signifikansi Selisih Skor Pre-test dan Post-test Kelompok Eksperimen Pengujian dilakukan dengan menggunakan rumus paired t-test melalui program SPSS 20.00. Hipotesis yang digunakan dalam uji signifikansi selisih skor pre-test dan post-test kelompok eksperimen adalah sebagai berikut: Ho: Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pre-test dan rata-rata skor post-test pada kelompok eksperimen. (Ho: µ 1 = µ 2) Ha: Ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata selisih skor pre-test dan ratarata skor post-test pada kelompok eksperimen. (Ha: µ 1 ≠ µ 2) Kriteria pengambilan keputusan yang dilakukan dalam uji signifikansi selisih skor pre-test dan post-test kelompok eksperimen menggunakan paired ttest adalah: 1) Jika harga Sig. (2-tailed) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pretest dan rata-rata skor post-test pada kelompok eksperimen. 2) Jika harga Sig. (2-tailed)  0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pre-test dan rata-rata skor post-test pada kelompok eksperimen. Hasil uji signifikansi selisih skor pre-test dan post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel 4.13.

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 Tabel 4.13 Uji Signifikansi Selisih Rata-rata Skor Pre-tes dan Post-test Kelompok Eksperimen Paired Samples Test Paired Differences Mean Pair Pre_eks 1 Post_eks t Std. Std. 95% Confidence Deviatio Error Interval of the n Mean Difference Lower Upper -25.051 -14.866 19.95 8 12.060 2.462 df Sig. (2tailed) 8.108 23 .000 Tabel 4.13 menunjukkan bahwa harga Sig.(2-tailed) sebesar 0 sehingga dapat disimpulkan bahwa Sig.(2-tailed) < 0,05 pre-test maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak artinya skor pre-test dan post-test kelompok eksperimen adalah signifikan. Skor pre-test kelompok eksperimen (M=-19,958, SE= 2,462) memiliki perbedaan dengan skor post-test kelompok eksperimen (M=-19,958, SE= 2,462) yang signifikan. C. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Rata-rata skor kelompok eksperimen yang menggunakan alat peraga lebih tinggi dibandingkan yang tidak menggunakan alat peraga matematika berbasis Montessori. Peningkatan rata-rata skor pre-test dan post-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen bisa di cermati pada gambar 4.1.

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 Kenaikan prestasi belajar tersebut disebabkan oleh penggunaan alat peraga matematika berbasis Montessori Alat peraga Montessori dapat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan matematika (Montessori, 2002: 169-175). Melalui alat peraga Montessori siswa dapat belajar dan membangun pengetahuan secara mandiri dan melakukan perbaikan sendiri ketika melakukan kesalahan. Hal tersebut sesuai karakteristik yang terdapat pada alat peraga Montessori yaitu autocorrection (Montessori, 2002: 169). Melalui karakteristik tersebut anak mampu membangun pengetahuannya secara mandiri. Selain karakteristik yang terdapat dengan alat peraga Montessori juga menjembatani pola pikir siswa ke dalam pemikiran yang konkret. Hal tersebut sesuai dengan tahaan perkembangan anak yang diungkapkan oleh Piaget. Menurt Piaget, tahap operasional konkret berada pada rentang usia 7 sampai 11 tahun (Desmita, 2009: 5). Pada tahap ini anak belum bisa berfikir abstrak sehingga memelukan benda konkrit untuk membantu anak dalam berfikir abstrak. Senada yang diungkapkan oleh Piagel, Bruner berpendapat bahwa kemampuan berpikir siswa diperoleh dari berbagai pengalaman pemecahan masalah sehingga siswa aktif membangun pengetahuannya sendiri (Jamaris, 2013: 151). Karakteristik alat peraga Montessori lainnya berperan dalam peningkatan pretasi belajar, melalui alat peraga Montessori anak dapat belajar secara mandiri dan menggali pengalamannya sendiri, sehingga alat peraga montessori dipandang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Prestasi belajar anak menurut (Gestalt dalam Susanto, 2013-12) Bebedapa faktor yang mempengaruhi prestasi bellajar siswa antara lain adalah faktor diri siswa sendiri dan faktor lingkungan. Penelitian

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 ini juga mengikuti jejak dari peneliti yang terdahulu yaitu penelitian Koh dan Flick mengenai penerapan dukungan anak untuk kebebasan individu. Beliau melakukan penelitian tentang kemadirian siswa sesuai dengan kemandirian siswa. Melalui metode montessori anak dapat membangun kemampuannya sendiri melalui alat peraga. Wahyuningsih juga meneliti tentang pengaruh model pendidikan montessori terhadap hasil belajar siswa, Melalui penelitian ini pembelajarn montessori dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Alat peraga berbasis metode Montessori dapat membantu siswa untuk membangun pengetahuan sendiri yang sesuai dengan kebutuhan siswa, misalnya kebutuhan untuk belajar pemecahan masalah. Kemampuan siswa untuk menggali pengalamannya sendiri dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN Bab V akan diuraikan mengenai kesimpulan, keterbatasan penelitian dan saran. Kesimpulan berisi jawaban atas rumusan masalah. Keterbatasan penelitian berisi hal-hal yang menjadikan penelitian belum maksimal. Saran menjabarkan hal-hal yang dapat menjadikan penelitian selanjutnya lebih baik. A. Kesimpulan Hipotesis penelitian ini adalah ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori. Rumusan masalah pada penelitian ini “apakah ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori?”. Hasil analisis data adalah bahwa secara umum kelompok eksperimen (M = 61,2; SE = 3,75) memiliki ratarata skor post-test yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol (M = 63,62; SE = 4,391). Perbedaan skor tersebut signifikan t(48)=-2,077, p < 0,05 dan memiliki small effect size sebesar r = 0,282. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa R2 = 7,9% yang berarti bahwa peningkatan prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh penggunaan alat peraga sebesar 7,9% sedangkan sisanya sebesar 92,1 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, maka dapat dibuktikan bahwa ada perbedaan yang signifikan 113

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. 114 Keterbatasan Penelitian Keterbatasan dalam penelitian ini adalah pertama, tidak dilaksanakan post- test ke-2 karena keterbatasan waktu penelitian dan juga kelas yang dijadikan sampel tidak dapat digunakan untuk penelitian dalam waktu lama. Kedua, Instrumen yang digunakan oleh beberapa ahli tidak diuji validitas dan reliabilitas Ketiga, penelitian yang dilakukan belum berani mengambil keputusan untuk menggunakan uji satu pihak (1-tailed). C. Saran Saran yang dapat disampaikan oleh peneliti antara lain pertama, perlu diadakan post-test kedua untuk menguji retensi perbedaan prestasi siswa atas penggunaan alat peraga matematika terhadap prestasi belajar siswa. Kedua, instrumen yang digunakan dalam komponen penilaian oleh para ahli hendaknya diuji validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu. Ketiga, penelitian baru yang akan dilakukan hendaknnya berani mengambil keputusan untuk menggunakan uji satu pihak (1-tailed) melihat teori-teori yang sudah ada mendukung penelitian ini.

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR REFERENSI Ali, M. (2009). Pendidikan untuk pembangunan nasional. Bandung: Imperial Bhakti Utama. Anitah, S. (2010). Media pembelajaran. Surakarta: Yuma Pustaka. Arikunto. (2006). Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Arikunto. (2012). Prosedur penilaian suatu pendekatan praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Azwar, Saifuddin.(2012). Tes prestasi fungsi dan pengembangan pengukuran prestasi belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Boeree, George. (2010). Metode pembelajaran dan pengajaran. Yogyakarta: ArRuzz Media. Brown, James Dean. (2001). Point biserial correlation coefficients. JLT Testin g & Evlution SIG Newsletter. 5 ( 3) Oktober 200 1.h. 13 - 17. BSNP. (2006). Panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta : Dharma Bhakti. Budiningsih. (2005). Belajar dan pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta. Cohen, Manion & Morisson. (2007). Reseach method in education. Oxon: Routledge. Djamarah, Syaiful Bahri. (2002). Psikologi belajar. Jakarta : PT Rineka Cipta. Djamarah, Syaiful Bahri.(2002). Strategi belajar mengajar. Jakarta: PT.Rineka Cipta. 115

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Djohar. (2006). Pengembangan pendidikan nasional. Yogyakarta: CV Grafika Indah. Dunst, Hamby & Trivette.(2004). Guidlines for calculating effect size for practice-based reseach syntheses. Centerscope: Evidence-based approaches to early childhood development, Vol.3, 1, p. 1-10. Diunduh dari http://www.courseweb.unt.edu/gknezek/06spring/5610/centerscopevol3no 1.pdf Field, Andy. (2009). Discovering statistics using SPSS third edition. London: SAGE Publication ltd. Lillard, Paula Polk. (1996). Montessori today. New York: Schocken Books. _______________.(1997). Montessori in the classroom.New York: Schoken Books. Masidjo. (1995). Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta : Kanisius. Mau dibawa kemana matematika kita?. (Januari, 2011). Kompas. Diunduh dari http://edukasi.kompas.com/read/2011/01/31/20092036/Mau.Dibawa.Kema na.Matematika.Kita Montessori, M. (2002). The Montessori method. New York: Dover Publications. Poerwandari, Kristi. (2005). Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia. Jakarta: LPSP3, Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia. Pratiwi, Esterlita. (2013). Pengembangan alat peraga Montessori untuk keterampilan berhitung matematika kelas IV SDN Tamanan 1 Yogyakarta. 116

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma. Prestasi sains dan matematika Indonesia menurun. (Desember, 2012). Kompas. Diunduh dari http://edukasi.kompas.com/read/2012/12/14/09005434/Prestasi.Sains.dan. Matematika.Indonesia.Menurun. Rathunde, Kevin dan Csikszentmihalyi, Mihaly. (2005). Middle School Students’ Motivation and Quality of Experience: A Comparison of Montessori and Traditional School Environments. American Journal of Education, Vol. 111, No. 3 (Mei 2005), h. 341-371. Rathunde, Kevin dan Csikszentmihalyi, Mihaly. (2005). The social context of middle school: teachers, friends, and activities in montessori and traditional school environments. The Elementary School Journal, Vol. 106, No. 1 (September 2005), h. 59-79. Usman, Uzer. (1989). Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya. Usman. (2011). Menjadi guru professional. Bandung: Remaja Rosdakarya. Sanjaya, Wina. (2008). Strategi pembelajaran berorientasi standar prose pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara. Sarwono, Jonathan. (2012). Mengenal SPSS statistics 20: aplikasi untuk riset eksperimental. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Sugiyono.(2010). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta. 117

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Suherman, Erman. (2001). Strategi pembelajaran matematika kontenporer. Bandung : JICA. Sukmadinata, Nana Syaodih. (2009). Landasan psikologi proses pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Wahyuningsih, I. (2011). Pengaruh pendidikan model Montessori terhadap hasil belajar matematika siswa. Yogyakarta. Yulaelawati, E. (2004). Kurikulum dan pembelajaran. Bandung: Pakar Raya. 118

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(222) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(223) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(224) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(225) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(226) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(227) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(228) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(229) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(230) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(231) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(232) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(233) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(234) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(235) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(236) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(237) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(238) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(239) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(240) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(241) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(242) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(243) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(244) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(245) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(246) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(247) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(248) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(249) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(250) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(251) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(252) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(253) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(254) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(255) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(256) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(257) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(258) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(259) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(260) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(261) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(262) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(263) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(264) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(265) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(266) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(267) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(268) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(269) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(270) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(271) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(272) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(273) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(274) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(275) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(276) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(277) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(278) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(279) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(280) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(281) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(282) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(283) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(284) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(285) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(286) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(287) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(288) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(289) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(290) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(291) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(292) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(293) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(294) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(295) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(296) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(297) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(298) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(299) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(300) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(301) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(302) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(303) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(304) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(305) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(306) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(307) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(308) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(309) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(310) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(311) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(312) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(313) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(314) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(315) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(316) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(317) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(318) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(319) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(320) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(321) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(322) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(323) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(324) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(325) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(326) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(327) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(328) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(329) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(330) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(331) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(332) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(333) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(334) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(335) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(336) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(337) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(338) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(339) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(340) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(341) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(342) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(343) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(344) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(345) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(346) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(347) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(348) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(349) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(350) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(351) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(352) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(353) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(354) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(355) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(356) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(357) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(358) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(359) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(360) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(361) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(362) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(363) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(364) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(365) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(366) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(367) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(368) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(369) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(370) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(371) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(372) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(373) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(374) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(375) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(376) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(377) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(378) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(379) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(380) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(381) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(382)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh penggunaan alat peraga dakon terhadap hasil belajar matematika siswa
4
25
161
Implementasi alat peraga pembagian berbasis metode Montessori pada pembelajaran matematika materi pembagian kelas II SD Kanisius Kenalan Magelang.
4
14
253
Persepsi guru dan siswa terhadap alat peraga bilangan pecahan berbasis metode Montesssori.
0
11
151
Persepsi guru dan siswa atas penggunaan alat peraga papan pin perkalian berbasis metode Montessori.
0
1
175
Pengembangan alat peraga pembelajaran matematika SD materi perkalian berbasis metode Montessori.
1
3
262
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II.
0
2
153
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II
0
0
151
Hubungan antara ketepatan penggunaan metode mengajar dosen, motivasi belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa - USD Repository
0
0
167
Pengembangan alat peraga penjumlahan dan pengurangan ala Montessori untuk siswa kelas I SD Krekah Yogyakarta - USD Repository
0
2
150
Pengembangan alat peraga perkalian ala Montessori untuk siswa kelas II SD Krekah Yogyakarta - USD Repository
1
6
133
Pengembangan alat peraga ala Montessori untuk keterampilan geometri matematika kelas III SDN Tamanan I Yogyakarta - USD Repository
0
1
132
Pengembangan alat peraga Montessori untuk keterampilan berhitung matematika kelas IV SDN Tamanan 1 Yogyakarta - USD Repository
0
0
136
Perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori - USD Repository
0
1
292
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
2
250
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
2
193
Show more