PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN INTERPRETASI DAN ANALISIS PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS DEMANGAN BARU I YOGYAKARTA

Gratis

0
0
173
9 months ago
Preview
Full text

  INTERPRETASI DAN ANALISIS

PADA MATA PELAJARAN IPA

DI SD KANISIUS DEMANGAN BARU I YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

  Oleh: Karolina Restu Yuniarti

  101134179

  SKRIPSI

  SKRIPSI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya sederhana ini kupersembahkan kepada :

  1. Tuhan Yesus kristus dan Bunda Maria yang selalu menyertaiku

  2. Almamaterku Universitas Sanata Dharma

  3. Orang tuaku yang senantiasa membimbing, dan tidak pernah berhenti memberikan dukungan kepada saya sampai saat ini.

  4. Sahabat-sahabat dan teman-teman yang telah mendukung dan memotivasi.

  

MOTTO

“Bermimpilah yang sebesar-besarnya, tapi bersegeralah untuk

mengerjakan sekecil- kecilnya kebaikan yang terdekat.”

  ( Mario Teguh)

  

“ Hidup adalah tantangan, jangan dengarkan omongan orang,

yang penting kerja, kerja dan kerja. Kerja akan menghasilkan

sesuatu, sementara omongan hanya menghasilkan alasan.”

  ( Ir. Joko Widodo) Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan atau daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 10 Juni 2014 Penulis

  Karolina Restu Yuniarti

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI

KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama :Karolina Restu Yuniarti NIM : 101134179

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

  

PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP

TERHADAP KEMAMPUAN

  INTERPRETASI DAN ANALISIS

PADA MATA PELAJARAN IPA

DI SD KANISIUS DEMANGAN BARU I YOGYAKARTA

  Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberi royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 10 Juni 2014 Yang menyatakan, Karolina Restu Yuniarti

  

ABSTRAK

Yuniarti, Karolina Restu. (2014). Pengaruh penggunaan metode mind map

kemampuan interpretasi dan analisis pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Demangan Baru I Yogyakarta.Skripsi.Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma.

  Kata kunci : metode mind map, kemampuan interpretasi, kemampuan analisis, mata

  pelajaran IPA Latar belakang penelitian ini ingin menguji cobakan metode inovatif mind

map yang memiliki pengaruh terhadap kemampuan interpretasi dan analisis.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode mind map pada mata

  pelajaran IPA tentang materi pesawat sederhana pada siswa kelas V SDK Demangan Baru I Yogyakarta pada tahun ajaran 2013/2014. Penelitian yang dilakuka n menggunakan jenis penelitian kuasi eksperimental tipe non-equivalent control design. Sampel penelitian ini adalah kelas VA sebagai kelompok eksperimen berjumlah 29 siswa dan kelas VC sebagai kelompok kontrol berjumlah 29 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mind map berpengaruh terhadap kemampuan interpretasi. Pada kelompok eksperimen didapat harga sig.(2-tailed) sebesar 0,004 (atau p < 0,05) diperoleh M = 1,15, SD = 0,82, SE = 0,15 dengan efek perlakuan sebesar 61% dengan koefisisen korelasi r = 0,78 yang termasuk kategori efek besar. Sedangkan pada kemampuan analisis pada kelompok eksperimen didapat harga sig. (2-tailed) yaitu 0,046 (atau p < 0,05) diperoleh M = 1,23, SD = 0,61, SE =

  

0,11 dengan efek perlakuan sebesar 80% dengan koefisisen korelasi dari r = 0,89

  yang termasuk kategori efek besar. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan interpretasi dan analisis.

  

ABSTRACT

Yuniarti, Karolina Restu. (2014). The effect of using mind map method on

student’s ability of interpretation and analysis on Science in SD Kanisius Demangan Baru I Yogyakarta. Thesis.Yogyakarta: Elementary Teacher Education Study Program, Sanata Dharma University.

  Keywords : mind map method, interpretation ability, analysis ability, science The background this study piloted innovative methods of mind want to a

folder that has an impact on the ability of interpretation and analysis. This research

aims to know the influence of method of mind maps on subjects about the material

plane simple IPA on grade V SDK Demangan Baru I Yogyakarta on the school year

2013/2014. Research conducted using this type of quasi experimental research of

non-equivalent control type design. The sample of this research was a class VA as a

group experiment amounted to 29 students and classrooms VC as a control group of

29 students.

  The results showed that the mind map to the ability of interpretation and

analysis. On the experimental group obtained price sig (2-tailed) of 0,004 ( p< 0.05)

obtained M = 1.15, SD = 0.82, SE = 0.15 with a treatment effect of 61% with

koefisisen correlation r = 0.78, which included large effects category. While the

analysis capabilities on the experimental group obtained price sig (2-tailed) namely

0.046 ( 0,05< p) obtained M = 1.23, SD = 0,61, SE = 0.11 with the effect of

treatment of 80% with koefisisen correlation of r = 0,89 belonging to the category of

large effect. In other words the use of methods of mind maps to the ability of

interpretation and analysis.

  Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat, kasih, pernyetaan dan setiaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN INTERPRETASI DAN ANALISIS PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS DEM

ANGAN BARU I YOGYAKARTA”. Penyusunan skripsi ini sebagai salah satu syarat kelulusan dalam memperoleh gelas Sarjana Pendidikan

  Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan selesai dengan baik tanpa adanya dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, maka dari itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :

  1. Rohandi, Ph.D., selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma

  2. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A., selaku Ketua Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan dosen pembimbing I yang telah membimbing, membantu dengan sabar dan memotivasi penulis sehingga karya ilmiah ini dapat selesai.

  3. Agnes Herlina Dwi Hadiyanti, S.Si.,M.T., M.Sc., selaku dosen pembimbing II yang telah membimbing, membantu dengan sabar dan memotivasi penulis sehingga karaya ilmiah ini dapat selesai.

  4. E. Catur Rismiati,S.Pd.,M.A.,Ed.D., selaku dosen penguji III yang telah memberikan saran dalam penyempurnaan skripsi.

  5. Y. Hariyanta, S.Pd selaku kepala SDK Demangan Baru I Yogyakarta yang telah memberikan ijin dalam melakukan penelitian.

  6. Albertus Hartoyo, selaku guru mitra SD penelitian yang sudah banyak membantu sehingga penelitian dapat berjalan dengan lancar.

  7. Siswa-siswa kelas VA dan VC SDK Demangan Baru I Yogyakarta, yang bersedia menjadi subyek penelitian

  8. Bapak dan ibu terkasih, yang senantiasa selalu setia dalam doa, memberi dukungan yang luar biasa kepada penulis.

  9. Sahabat-sahabatku terkasih ( Resti, Dwi, Koko, Okta, Bayu, Marsel, Tina, Cahyo, Candra, Terry, Nurul, Agnes, Anik, Patris, Mela, Ino, dan Mbak Dian) yang telah memberikan dukungan bagi penulis

  10. Teman-teman satu kelompok payung IPA yang banyak membantu dalam melaksanakan penelitian dan memberikan dukungan dalam mengerjakan karya ilmiah ini.

  11. Teman- teman kelas B PGSD’10 yang memberikan dukungan kepada penulis Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam penulisan karya ilmiah ini, oleh karena itu peneliti terbuka terhadap masukan, kritikan dari semua pihak yang membaca.Peneliti juga berharap semoga karya ilmia h ini berguna semua pihak yang membacanya.

  Penulis

  

DAFTAR ISI

   HALAMAN PERSETUJUA HALAMAN

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Jadwal Pengambilan Data Kelompok Eksperimen .................

  51 Tabel 4.5 Uji Besar Efek Perlakuan Interpretasi ....................................

  61 Tabel 4.12 Uji Perbandingan Skor Posttest I – Posttest II Analisis .......

  60 Tabel 4.11 Uji Besar Efek Perlakuan Analisis .......................................

  57 Tabel 4.10 Uji Kenaikan SkorPpretest-PottestI Interpretasi ..................

  56 Tabel 4.9 Uji Perbandingan Skor Pretest-Posttest I Analisis .................

  55 Tabel 4.8 Uji Perbedaan Skor Pretest Analisis .......................................

  53 Tabel 4.7 Uji Normalitas Kemampuan Analisis......................................

  52 Tabel 4.6 Uji Perbandingan Skor Posttest I – Posttest II Interpretasi ....

  47 Tabel 4.3 Uji Perbandingan Skor Pretest-Posttest I Interpretasi................ 48 Tabel 4.4 Uji Kenaikan SkorPpretest-PottestI Interpretasi..................

  26 Tabel 3.2 Jadwal Pengambilan Data Kelompok Kontrol ........................

  41 Tabel 4.2 UjiPerbedaan Skor Pretest Interpretasi ..................................

  41 Tabel 4.1Uji Normalitas Kemampuan Interpretasi.................................

  40 Tabel 3.8 Pedoman Wawancara Untuk Guru ..........................................

  29 Tabel 3.7 Pedoman Wawancara Untuk Siswa ........................................

  32 Tabel 3.6 Hasil Uji Reliabilitas ...............................................................

  30 Tabel 3.5 Hasil Uji Validitas ...................................................................

  27 Tabel 3.4 Matriks Pengembangan Instrumen..........................................

  27 Tabel 3.3 Teknik Pengumpulan ..............................................................

  62

  

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Gambar Mind Map ..............................................................

  15 Gambar 2.11 Katrol Majemuk ..............................................................

  49 Gambar 4.2 Perbandingan selisih skor pretest-posttest I Anlisis ............

  37 Gambar 4.1 Perbandingan selisih skor pretest-posttest I Interpretasi ....

  37 Gambar 3.5 Rumus uji besar efek perlakuan data tidak normal .............

  28 Gambar 3.4 Rumus uji besar efek perlakuan data normal ......................

  24 Gambar 3.2 Varibel Penelitian ................................................................

  21 Gambar 3.1 Desain Penelitian .................................................................

  16 Gambar 2.13 Literatur Map ....................................................................

  16 Gambar 2.12 Roda Berposos...................................................................

  15 Gambar 2.10 Katrol Bebas .....................................................................

  10 Gambar 2.2Prinsip Kerja Pengungkit Golongan I ..................................

  14 Gambar 2.9 Katrol Tetap.........................................................................

  14 Gambar 2.8 Alat-alat Bidang Miring ......................................................

  ...........................................

  14 Gambar 2.7 Alat-alat Pengungkit Golongan III

  12 Gambar 2.6 Prinsip Kerja Pengungkit Golongan III ...............................

  12 Gambar 2.5 Alat-alat Pengungkit Golongan II .......................................

  12 Gambar 2.4 Kerja Pengungkit Golongan II ............................................

  12 Gambar 2.3 Alat-alat Pengungkit Golongan I.........................................

  58

  

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 3.1 Silabus dan RPP Kelas Eksperimen .................................

  76 Lampiran 3.2 Silabus dan RPP Kelas Kontrol ........................................

  95 Lampiran 3.3 Rubrik Penilaian ............................................................... 113 Lampiran 3.4 Tabulasi Skor Uji Validitas .............................................. 125 Lampiran 3.5 Hasil Uji Validitas ............................................................ 127 Lampiran 3.6 Hasil Uji Reliabilitas......................................................... 128 Lampiran 3.7 Resume Expert Judment ................................................... 129 Lampiran 4.1 Uji Normalitas Kemampuan Interpretasi ......................... 131 Lampiran 4.2 Uji Perbedaan SkorPretest Interpretasi........................... 132 Lampiran 4.3 Uji Selisih Skor Pretest-Posttest I Interpretasi ................ 133 Lampiran 4.4 Uji Peningkatan Pretest-Posttest Interpretasi .................. 134 Lampiran 4.5 Uji Pengaruh Skor Posttest I-Posttest II Interpretasi ....... 135 Lampiran 4.6 Uji Normalitas Kemampuan Analisis ............................... 136 Lampiran 4.7 Uji Perbedaan Skor Pretest Analisis................................ 137 Lampiran 4.8 Uji Selisih Skor Pretest-Posttest I Analisis ...................... 138 Lampiran 4.9 Uji Peningkatan Pretest-Posttest Analisis ........................ 139 Lampiran 4.10Uji Pengaruh Skor Posttest I-Posttest II Analisis ............ 140 Lampiran 4.11 Soal Pretest-Posttest ....................................................... 141 Lampiran 4.12 Tabulasi Skor Posttest Kelompok Eksperimen .............. 146 Lampiran 4.13 Tabulasi Skor Posttest I Kelompok Eksperimen ............ 147 Lampiran 4.14 Tabulasi Skor Posttest II Kelompok Eksperimen........... 148 Lampiran 4.15 Tabulasi Skor Pretest Kelompok Kontrol ...................... 149 Lampiran 4.16 Tabulasi Skor Posttest I Kelompok Kontrol................... 150 Lampiran 4.17 Tabulasi Skor Posttest II Kelompok Kontrol ................. 151 Lampiran 4.18 Foto-Foto Penelitian ....................................................... 152 Lampiran 4.19 Hasil Pembuatan Mind Map ........................................... 153 Lampiran 4.20 Surat Ijin Penelitian ........................................................ 154 Lampiran 4.21 Curriculum Vitae ............................................................ 156

  

DAFTAR GRAFIK

  Grafik 4.1 Peningkatan Skor Pretest –Posttest I Interpretasi ..................

  50 Grafik 4.2 Pengaruh Perlakuan Pada Kemampuan Interpretasi ............

  53 Grafik 4.3 Peningkatan Skor Pretest –Posttest I Analisis ........................

  59 Grafik 4.4 Pengaruh Perlakuan Pada Kemampuan Analisis ...................

  62

  1.1 Latar Belakang Masalah Sekolah dasar merupakan jenjang pendidikan formal. Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan yang layak dalam kehidupannya. Pendidikan sangatlah penting bagi keberlanjutan hidup manusia di era globalisasai ini. Di tempat inilah anak mulai dibekali dengan beragam kegiatan pengembangan kemampuan baca, tulis, hitung, mental, sosial dan spiritual (Susanto, 2013: 76). Tidak hanya itu juga saat pembelajaran berlangsung di kelas, siswa mendapatkan banyak mata pelajaran yang diterimanya. Salah satunya adalah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang merupakan mata pelajaran wajib di sekolah. Menurut Winaputra dalam (Samatowa, 2010: 3) mengemukakan bahwa IPA tidak hanya merupakan kumpulan pengetahuan tentang benda atau mahkluk hidup, tetapi memerlukan kerja, cara berpikir, dan cara memecahkan masalah.

  Dari pembelajaran IPA tersebut siswa dapat mengetahui atau mengenal gejala- gejala alam yang ada disekitar kita. Tetapi pada saat pembelajaran berlangsung yang dilakukan di dalam kelas terkadang guru cenderung masih melakukan ceramah atau mencatat sehingga membuat siswa merasa bosan dan menjadi pasif. Seharusnya ketika pembelajaran di kelas, guru juga menggunakan metode inovatif yang dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran serta dapat mendorong siswa memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Proses pembelajaran hendaknya diterapkan prinsip pembelajaran yang menyenangkan serta berdasarkan pengalaman langsung, mengingat usia siswa Sekolah Dasar menurut Piaget (dalam Suparno, 2001: 24) termasuk pada tahap operasional konkret karena usia siswa Sekolah Dasar antara 7-11 tahun. Karena kegiatan pembelajaran yang dilakukan yang tidak menyenangkan atau membosankan itu sendiri dapat mempengaruhi hasil belajar atau prestasi siswa.

  Salah satu masalah yang dihadapi pemerintah Indonesia saat ini adalah kualitas pendidikan di Indonesia yang masih rendah. Rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia ini dibuktikan dengan Indonesia masih mendapatkan peringkat di bawah dibandingkan dengan negara- negara lain (PISA, 2009: 10). Padahal pemerintah sudah mengeluarkan berbagai kebijakan politik terkait sertifikasi dan pemenuhan tunjangan guru yang tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap perbaikan mutu pembelajaran bahkan kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah. Data dari (World Bank, 2012: 5) menyebutkan bahwa anggaran yang dikeluarkan pemerintah Indonesia paling banyak untuk gaji guru dan profesional. Dengan memberikan gaji yang besar, bukan berarti kualitas pembelajaran akan meningkat. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, seharusnya pemerintah meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan memberikan pelatihan atau seminartentang metode pembelajaran inovatif yang bisa diterapkan langsung ketika pembelajaran di dalam kelas, karena dalam hal ini guru terlibat langsung dengan siswa.

  Saat ini banyak sekali metode-metode pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan ketika pembelajaran di dalam kelas. Meskipun banyak metode pembelajaran yang sudah ada, tetapi guru masih saja menggunakan tutur kataatau mencatat ketika menjelaskan di kelas. Jika guru hanya menggunakan tutur kata ataumencatat saja maka akan membuat siswa merasa bosan dan menjadi pasif. Untuk itu dalam proses pembelajaran di kelas guru seharusnya mengunakan metode inovatif yang sesuai untuk diterapkan. Maka diperlukan inovasi- inovasi baru yang perlu diuji cobakan untuk mengetahui metode inovatif pembelajaran yang digunakan efektif untuk meningkatkan pembelajaran. Selain guru menggunakan metode pembelajaran inovatif, guru juga harus meningkatkan kualitas pembelajaran, yaitu dengan mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Menurut (Susanto, 2013: 121) berpikir kritis adalah suatu kegiatan melalui ide yang berhubungan dengan konsep yang diberikan atau masalah yang dipaparkan.

  Pembelajaran di dalam kelas hendaknya guru juga memvariasi dengan menggunakan menggunakan metode inovatif yang diterapkan di kelas pada saat pembelajaran. Dalam penelitian ini akan menguji cobakan salah satu metode yang dapat digunakan yaitu metode mind map. Menurut (Buzan, 2008: 12) mind map adalah sistem penyimpanan, penarikan data, dan akses yang luar biasa untuk perpustakaan raksasa, yang sebenarnya ada dalam otak yang me nakjubkan. Mind map juga akan membantu siswa dalam membaca, mengingat, dan mempelajari materi yang akan dipelajari. Selain itu mind map juga dapat mendorong siswa untuk mengingat dan memahami materi yang telah dipelajari karena siswa membuat sendiri gambar-gambar mind map tersebut dengan menggunakan gambar-gambar dan warna yang sesuai.Mind map juga akan membantu siswa dalam membaca, mengingat, dan mempelajari materi yang akan dipelajari. Untuk itu dalam pembelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) dengan mengunakan metode pembelajaran inovatif mind map diperlukan kemampuan berpikir kritis yang dapat membantu siswa dalam menjelaskan data-data yang disertai dengan gambar. Penggunaan mind map ini diharapkan dapat mengembangkan pada kemampuan berpikir kritis siswa yaitu

  intepretasi dan analisis.

  Penelitian ini dibatasi pada pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan interpretasi dan analisis pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Demangan Baru I Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Peneliti mengambil SDKanisus Demangan Baru I yang beralamat di Jl. Demangan Baru No. 2, Depok, Sleman, Yogyakarta.Kemampuan interpretasi dan analisis diukur dari hasil pretest dan posttest siswa. Kelas yang dipakai dalam penelitian ini adalah kelas

  VA dengan jumlah siswa 29 orang sebagai kelompok eksperimen dan kelas VC dengan jumlah siswa 29 orang sebagai kelompok kontrol. Standar kompetensi yang digunakan adalah 5.Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya. Kompetensi dasar yang akan diteliti yaitu 5.2 Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat.

  1.2 Rumusan Masalah

  1. Apakah pengunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan

  interpretasi siswa pada mata pelajaran IPA di kelas V SDK Demangan Bar u I

  Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014?

  2. Apakah pengunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan

  analisis siswa pada mata pelajaran IPA di kelas V SDK Demangan Baru I

  Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014?

  1.3 Tujuan Penelitian

  1. Mengetahui pengaruh pengunaan metode mind map terhadap kemampuan

  interpretasi siswa pada mata pelajaran IPA di kelas V SDK Demangan Baru I Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014.

  2. Mengetahui pengaruh pengunaan metode mind map terhadap kemampuan

  analisis siswa pada mata pelajaran IPA di kelas V SDK Demangan Baru I Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014.

  1.4 Manfaat Penelitian

  1. Bagi Guru Guru mendapatkan pengalaman baru menerapkan pembelajaran menggunakan metode mind map, menambah wawasan guru mengenai metode mind map dengan begitu guru diharapkan dapat menerapkan untuk pelajaran atau materi pokok yang lain.

  2. Bagi Siswa Siswa mendapatkan pengalaman baru dengan belajar dengan menggunakan mind map .

  3. Bagi Peneliti Peneliti mendapatkan pengalaman baru dalam menerapakan metode mind

  map dalam pembelajaran IPA. Kelak dapat menjadi bekal peneliti ketika menjadi guru dan dapat diterapkan pada saat mengajar.

  1.5 Definisi Operasional

  1. Metode pembelajaran adalah suatu yang dipakai guru dalam proses pembelajaran di kelas untuk mengaktifkan siswa

  2. Mind Map adalah metode atau cara yang digunakan untuk menyimpan informasi berupa gambar dengan garis-garis warna warni sehingga mudah diingat.

  3. Kemampuan Berpikir kritis adalah kemampuan berpikir kritis yang terdiri dari enam elemen, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, ekplanasi, dan regulasi diri.

  4. Kemampuan Interpretasi adalah kemampuan menjelaskan untuk memahami sesuatu meliputi situasi, pengalaman, data, dll.

  5. Kemampuan Analisis adalah kemampuan mengidentifikasi suatu masalah atau pernyataan-pernyataan yang ada.

  6. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu pengetahuan yang mempelajarisegala sesuatu yang sudah tersedia di alam baik mahkluk hidup atau benda mati yang ada disekitar kita.

  7. Pesawat Sederhana adalah alat yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia yang meliputi pengungkit, bidang miring, katrol, dan roda berporos.

  8. Siswa SD adalah siswa kelas V yang bersekolah di SD Kanisius Demangan Baru I Yogyakarta relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis. Kajian pustaka berisi teori- teori yang berkaitan dengan metode pembelajaran, kemampuan berpikir kritis, dan hakikat mata pelajaran IPA. Penelitian yang terdahulu berkaitan dengan penelitian-penelitian tentang mind map. Kerangka berpikir berisikan rumusan atau landasan berpikir dan hipotesis berisi dugaan sementara tentang jawaban suatu rumusan masalah.

  2.1 Tinjauan Pustaka

  2.1.1 Teori-teori yang mendukung

  2.1.1.1 Teori Perkembangan Anak Menurut Piaget, proses belajar sebenarnya terdiri dari tiga tahapan yakni

  

asimilasi, akomodasi, dan equilibrasi (dalam Siregar, 2011:32). Asimilasi adalah

proses pengintegrasian informasi baru ke struktur kognitif yang sudah ada.

Akomodasi adalah proses penyesuaian struktur kognitif ke dalam situasi yang baru.

  Sedangkan equilibrasi adalah penyesuaian kesinambungan antara asimilasi dan

  

akomodasi . Piaget (dalam Suparno, 2001: 24) tahap-tahap perkembangan kognitif

  seorang anak dikelompokkan menjadi empat tahap antara lain : 1) Tahap (0-2 tahun) : pada tahap ini intelegensi anak lebih didasarkan pada

  sensorimotor

  inderawi anak terhadap lingkungannya, seperti melihat, meraba, menjamah,mendengar, membau, dan lain- lain. Pada tahap (0-2 tahun) ini belum bisa berbicara dengan bahasa.Anak belum mempunyai bahasa simbol untuk mengungkapkan adanya suatu benda yang tidak berada didekatnya. 2) Tahap

  

praoperasi (2-7 tahun) : dicirikan dengan adanya fungsi semiotik, yaitu penggunaan

  simbol atau tanda untuk menyatakan atau menjelaskan suatu objek yang saat itu tidak berada bersama subjek. Secara jelas cara berpikir simbolik ini diungkapkan dengan penggunaan bahasa pada masa anak mulai berumur 2 tahun. 3) Tahap operasional

  

konkret (7-11 tahun) : tahap operasi konkret dicirikan dengan perkembangan sistem pemikiran yang didasarkan pada aturan-aturan tertentu secara logis. Anak sudah memperkembangkan operasi-operasi logis. Operasi itu bersifat reversible, artinya dapat dimengerti dalam dua arah, yaitu suatu pemikiranyang dapat dikembalikan kepada awalnya lagi. 4) Tahap operasional formal (11 tahun ke atas) : tahap operasi formal merupakan tahap terakhir dala perkembangan kognitif piaget. Ini terjadi pada umur sekitar 11 sampai 12 tahun ke atas. Pada tahap ini seorang remaja sudah dapat berpikir logis, berpikir dengan pemikiran teoritis formal berdasarkan proporsi, hipotesis, dan mengambil kesimpulan.

  Dari penggolongan perkembangan kognitif menurut Piaget diatas penggolongan anak usia SD (Sekolah Dasar) pada kelas V berada pada tahap operasional konkret yaitu usia 7 sampai 11 tahun pada usia ini anak sudah mulai dengan penggunaan aturan logis yang jelas. Anak usia Sekolah Dasar masih banyak mengalami perkembangan terutama dalam perkembangan kognitif. Semakin tinggi tingkat kognitif seseorang maka semakin teratur dan juga semakin abstrak cara berpikirnya. Karena itu, guru seharusnya memahami tahap-tahap perkembangan kognitif anak didiknya, serta memberikan isi, metode, media pembelajaran yang sesuai tersebut.

  2.1.1.2 Metode Pembelajaran Menurut Sanjaya (2006:145) keberhasilan implementasi strategi tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran, karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat implementasikan melalui penggunaan metode pembelajaran. Berikut ini beberapa metode yang bisa digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran antara lain :1) Ceramah : metode ceramah dapat diartikan sebagai cara menyajikan pelajaran melalui penuturan secara lisan atau penjelasan langsung kepada sekelompok siswa. Metode ceramah merupakan metode yang sampai saat ini sering digunakan oleh setiap guru atau instrukstur.Hal ini selain disebabkan oleh beberapa pertimbangan tertentu, juga adanya faktor kebiasaan baik dari guru ataupun siswa. 2) Demonstrasi : metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi, atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekadar tiruan. Sebagai metode penyajian demonstrasi tidak terlepas dari penjelasan secara lisan oleh guru. 3) Diskusi : metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan. Tujuan utama metode ini adalah untk memecahkan suatu permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat suatu keputusan.Diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman untuk menentukan keputusan tertentu secara bersama-sama. 4) Simulasi : sebagai metode mengajar, simulasi dapat diartikan cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsep, prinsip, atau keterampilan tertentu. Simulasi dapat digunakan sebagai metode mengajar dengan asumsi tidak semua proses pembelajaran dapat dilakukan secara langsung pada objek yang sebenarnya.

  Selain metode yang dipaparkan Sanjaya di atas, ada salah satu metode yang dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran, yaitu metode mind map. Dari penjelasan Sanjaya tersebut masih belum ada penjelasan tentang metodemind map. Untuk itu peneliti akan membahas tentang metode mind map lebih lanjut.

  2.1.1.3 Mind Map Menurut (Buzan, 2008: 12) memaparkan bahwa mind map adalah sistem penyimpanan, penarikan data, dan akses yang luar biasa untuk perpustakaan raksasa, yang sebenarnya ada dalam otak yang menakjubkan. Mind map juga akan membantu siswa dalam membaca, mengingat, dan mempelajari materi yang akan dipelajari.

  Manfaat mind map yang dapat membantu kehidupan manusia yakni, merencana, berkomunikasi, menjadikan seseorang lebih kreatif, menghemat waktu untuk berpikir, menyelesaikan masalah yang kita punya, memusatkan perhatian, menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran, mengingat dengan lebih baik, belajar lebih cepat dan efisien, melihat suatu gambar dengan keseluruhan (Buzan, 2008: 6). Mind map bersifat memetakan dari satu titik dan bercabang menyebar, tidak saling berhubungan . Bahanyang dibutuhkan dalam membuat mind map yaitu kertas kosong tak bergaris, pena dan pensil warna, otak dan imajinasi. Ada tujuh langkah dalam pembutan mind map ( Buzan, 2008: 15) antara lain : a. Memulai dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya diletakkan mendatar, karena memulai dari tengah dapat memberikan kebebasan kepada otak dalam mengungkapkan diri dengan lebih bebas dan alami.

  b. Lebih baik menggunakan gambar atau foto sentral karena gambar bermakna seribu kata dan membantu tetap berfokus, membantu berkonsentrasi dan mengaktifkan otak.

  c. Menggunakan warna karena bagi otak, warna sama menariknya dengan gambar. Warna dapat menambah energi kepada pemikiran kreatif dan menyenangkan.

  d. Menghubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan menghubungkan cabang-cabang tingkat dua tiga ke tingkat satu dan dua dan seterusnya karena otak bekerja menurut asosiasi. Otak senang mengaitkan dua (tiga atau empat) hal sekaligus. Bila menghubungkan cabang-cabang, maka akan lebih mudah mengerti dan mengingat.

  e. Membuat garis hubung yang melengkung bukan garis lurus karena garis lurus akan membosankan otak.

  f. Menggunakan satu kata kunci untuk setiap garis karena kata kunci tunggal memberi lebih banyak daya dan fleksibilitas kepada mind .

  map

  g. Menggunakan gambar, karena seperti gambar sentral, setiap gambar mempunyai makna seribu kata.

  

Ga mbar 2.1Contoh Mind map

Sumber

  Berdasarkan uraian diatas dapat d isimpulkan bahwa mind map adalah memetakan dari satu titik dan bercabang menyebar, tidak saling berhubungan dengan menggunakan imajinasi . Ketika membuat mind map harus dimulai dari tengah dan kemudian menggambar cabang yang menyebar dengan mengemukakan ide- ide dan berimajinasi. Mind map sendiri adalah cara yang paling efektif dalam mengemukakan ide-ide dengan cara menggambar dan berimajinasi.

  2.1.2 Mata Pelajaran IPA

  2.1.2.1 Hakekat IPA

  IPA adalah pengetahuan yang rasional dan objektif tentang alam semesta dengan segala isinya (Darmojo dalam Samatowa, 2010: 3).Ilmu pengetahuan alam merupakan terjemahan kata-kata dalam bahasa inggris yaitu natural science, artinya ilmu pengetahuan alam (IPA).Jadi ilmu pengetahuan alam (IPA) atau science itu pengertiannya dapat disebut sebagai ilmu tentang alam. Ilmu yang mempelajari peristiwa

  • –peristiwa yang terjadi di alam ini.Winaputra dalam (Samatowa, 2010: 3) mengemukakan bahwa tidak hanya merupakan kumpulan pengetahuan tentang benda atau mahkluk hidup, tetapi memerlukan kerja, cara berpikir, dan cara memecahkan masalah. Jadi dari pendapat di atas peneliti menyimpulkan bahwa IPA (Ilmu
  • – Pengetahuan Alam) adalah ilmu yang mempelajari gejala- gejala alam atau peristiwa peristiwa alam yang terjadi di sekitar kita.

  Pembelajaran IPA di SD hendaknya ditujukan untuk memupuk minat dan pengembangan anak didik terhadap dunia mereka di mana mereka hidup. Untuk mencapai tujuan dan memenuhi pendidikan IPA, pendekatan yang digunakan dalam proses belajar mengajar IPA antara lain (Samatowa, 2010: 2) : a. Pendekatan Lingkungan

  b. Pendekatan Ketrampilan Proses

  c. Pendekatan Inquiry ( penyelidikan)

  d. Pendekatan Terpadu (terutama di SD)

  2.1.2.2 Tujuan Pembelajaran IPA Adapun tujuan pembelajaran sains di sekolah dasar dalam Badan

  Nasional Standar Pendidikan (BNSP) (dalam Susanto,2012: 171) dimaksudkan untuk :

  1. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan, dan keteraturan alam ciptaan- Nya.

  2. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari- hari.

  3. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi, dan masyarakat

  4. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelediki alam sekitar, memecahkan masalah, dan membuat keputusan.

  5. Meningkatkan kesadaran untukberperan serta dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan lingkungan alam.

  6. Meningkatkan kesadaran utuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan.

  7. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep, dan ketarampilan IPA.

  2.1.2.3 Materi IPA Kelas V Standar Kompetensi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 tentang

  “Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya” pada kompetensi dasar yang akan diteliti yaitu 5.2 “Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat

  ”. Azmiyawati (2008: 105) pesawat sederhana adalah alat-alat yang dapat memudahkan pekerjaan manusia. Pada prinsipnya pesawat sederhana terbagi menjadi empat macam, yaitu pengungkit, bidang miring, katrol, dan roda berporos.

  1. Pengungkit atau Tuas Pengungkit adalah pesawat sederhana yang paling sederhana, terdapat tiga titik yang menggunakan gaya ketika kita mengungkit suatu benda yaitu : beban (B), titik tumpu (TT), dan kuasa (K). Beban adalah berat benda, sedangkan titik tumpu merupakan tempat bertumpunya suatu gaya. Gaya yang bekerja pada tuas disebut kuasa. Berdasarkan letak beban, kuasa dan penumpunya, pengungkit dibedakan menjadi tiga golongan sebagai berikut : a. Pengungkit Golongan I

  Pada pengungkit golongan I terletak titik tumpu berada di antara beban dan kuasa. Contoh pengungkit golongan I adalah gunting, pemotong kuku, tang.

  Ga mbar 2 .2 Prinsip ke rja pengungkit golongan I Sumber :Azmiyawat i (2008:106) Ga mbar 2.3 A lat - a lat pengungkit golongan I Sumber :Azmiyawat i (2008:106) b. Pengungkit Golongan II Pada pengungkitgolongan II letak beban diantara titik tumpu dan kuasa.Contoh pengungkit golongan II kereta sorong, pembuka kaleng, pemotong kertas.

  Ga mbar 2.4. Prinsip ke rja pengungkit golongan II Sumber :Azmiyawat i (2008:106) Ga mbar 2.5. Alat - alat pengungkit golongan II Sumber :Azmiyawat i (2008:106)

  c. Pengungkit Golongan III Pada pengungkit golongan III letak kuasa diantara beban dan titik tumpu. Contoh pengungkit golongan III staples, pinset.

  Ga mbar 2.6. Prinsip ke rja pengungkit golongan III Sumber :Azmiyawat i (2008:107) Ga mbar 2.7 A lat - a lat pengungkit golongan III

Sumber :Azmiyawat i (2008:107)

  2. Bidang Miring Bidang miring berguna untuk membantu memindahkan benda-benda yang terlalu berat. Contohnya cara paling mudah memindahkan peti ke dalam truk yaitu dengan menggunakan bidang miring. Peti dapat didorong atau ditarik melalui bidang miring. Tenaga yang dikeluarkan lebih kecil daripada mengangkat peti secara langsung. Benda-benda tajam seperti pisau, kapak, pahat, dan paku menggunakan prinsip kerja bidang miring. Bagian yang tajam dari alat- alat tersebut merupakan bidang miring.

  Ga mbar 2.8 A lat-alat b idang miring Sumber :Azmiyawat i (2008:109)

  3. Katrol Katrol merupakan roda yang berputar pada porosnya dan tali sebagai penghubungnya. Ada beberapa jenis katrol yaitu : a. Katrol Tetap

  Katrol tetap adalah katrol yang tidak berubah posisinya ketika digunakan untuk memindahkan benda. Contoh katrol tetap seperti katrol yang digunakan pada sumur timba, tiang bendera, dan tarikan burung.

  Ga mbar 2.9 Katrol tetap Sumber :Azmiyawat i (2008:110)

  b. Katrol Bebas Katrol bebas merupakan katrol yang berubah posisinya ketika digunakan untuk memindahkan benda. Contoh katrol bebas seperti katrol yang digunakan fly fox dan alat-alat pengangkat peti kemas di pelabuhan.

  Ga mbar 2.10 Katrol bebas Sumber : Su listyanto(2008:118)

  c. Katrol Majemuk Katrol majemuk adalah perpaduan katrol tetap dan katrol bebas.

  Contoh katrol majemuk seperti katrol yang digunakan pada alat-alat pengangkat proyek bangunan.

  Ga mbar 2.11 Katrol maje mu k Sumber : Su listyanto(2008:118)

  4. Roda berporos Peralatan yang menggunakan roda berpasangan b iasanya dihubungkan pada poros roda.Poros roda berada pada titik temu jari- jari roda.Adanya roda memungkinkan manusia untuk bergerak lebih cepat dan mudah.Roda berporos juga digunakan dalam mesin- mesin kendaraan maupun industri.

  Ga mbar 2.12 Roda Be rporos Sumber : Azmiya wati (2008:112)

  2.1.3 Kemampuan Berpikir Kritis

  2.1.3.1 Pengertian Berpikir Kritis Berpikir merupakan proses mental yang dapat menghasilkan pengetahuan. Menurut Susanto (2013:121) berpikir kritis adalah suatu kegiatan melalui ide yang berhubungan dengan konsep yang diberikan atau masalah yang dipaparkan. Menurut Halpen (dalam Susanto2013:122) berpikir kritis memberdayakan keterampilan atau strategi kognitif dalam menentukan tujuan.Menurut Paulus (dalam Kuswana, 2012:208) berpikir kritis merupakan pentingnya kepercayaan diri dan kemampuan seseorang untuk menggunakan alasan yang tepat untuk memecahkan masalah dan menjawab berbagai pertanyaan . Berpikir kritis mengacu pada kemampuan menemukan dan menunjukkan sebagai seseorang yang egosentris dan sesiosentris dilihat dari ciri-ciri pemikiran seperti komitmen moral, kebijakan intelektual dan transfer berpikir dari kebiasaan berpikir sempit dan luas.

  Facione (1990) menggunakan metode Delphi dalam panel 46 ahli dari berbagai disiplin ilmu selama dua tahun yang menghasilkan sebuah konsensus tentang pengertian berpikir kritis.Facione (1990) memaparkan bahwa kecakapan berpikir kritis kognitif ada 6 hal, yaitu : a. Interprestasi : merupakan kecakapan untuk memahami dan mengekspresikan makna dari berbagai pengalaman, situasi, data, kejadian, penilaian, kesepakatan, kepercayaan, aturan, prosedur, atau kriteria.

  b. Analisis : merupakan kecakapan untuk mengidentifikasi hubungan- hubungan logis dari pernyataan, penyataan konsep, uraian, atau bentuk ungkapan yang lain yang dimaksudkan untuk mengemukakan kepercayaan, penilaian, pengalaman, penalaran, informasi, atau opini.

  c. Evaluasi : merupakan kecakapan untuk menilai kredibilitas pernyataan atau ungkapan yang lain yang mencerminkan persepsi, pengalaman, situasi, penilaian, kepercayaan, atau opini seseorang, untuk menimba ng bobot dari suatu penalaran yang berkaitan dengan pernyataan, deskripsi, pernyataan , atau bentuk ungkapan yang lain.

  d. Inferensi : merupakan kecakapan untuk mengindetifikasi dan memastikan elemen-elemen yang diperlukan untuk menarik alasan yang masuk akal, untuk merumuskan dugaan dan hipotesis, untuk mempertimbangkan informasi- informasi yang relevan, dan untuk menarik

  e. Eksplanasi : merupakan kecakapan untuk menjelaskan dan memberikan alasan-alasan dari bukti, konsep, metode, kriteria, dan konteks yang digunakan untuk menarik kesimpulan; dan untuk mengemukakan argumen-argumen logis yang kuat.

  f. Regulasidiri : merupakan kecakapan untuk memonitor aktivitas kognitifnya sendiri secara sadar, unsur-unsur yang ikut memainkan peran dalam aktivitas tersebut; dan kecakapan untuk memonitor aktivitas mentalnya sendiri dalam menarik kesimpulan dengan menganalisis dan mengevaluasi penilaiannya sendiri dengan mempertanyakan, mengonfirmasi, memvalidasi, atau mengoreksi penalarannya sendiri. Berdasarkan uraian diatas, peneliti meyimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan berpikir yang berhubungan kognitif melalui ide yang wajar dan reflektif sehingga dapat menghasilkan pengetahuan.

  2.2 Hasil Penelitian yang relevan

  2.2.1 Penelitian tentang Mind Map Septiarini (2012) meneliti pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi pada pelajaran IPA di SD Kanisius

  Sorowajan. Subjek yang diteliti yaitu siswa kelas V SDK Sorowajan yang berjumlah 28 siswa kelas VA sebagai kelompok eksperimen da n kelas VB terdiri dari 28 siswa sebagai kelompok kontrol. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis, hal ini ditunjukkan harga

  

sig. (2-tailed ) sebesar 0,041 (atau 0,041<0,05). 2) dan pengaruh penggunaan mind

map terhadap kemampuan mengevaluasi, ditunjukkan harga sig. (2-tailed) sebesar

  0,045(atau 0,045<0,05).

  Imannur (2012) meneliti meningkatkan hasil belajar matematika dengan menggunakan model mind map siswa kelas X SMA Negeri 4 Kisaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa melalui implementasi mind map dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri

  4 Kisaran Tahun Pelajaran 2011/2012 pada materi peluang. Sebanyak siswa 73,30 % pada siklus I telah mengikuti pembelajaran dengan baik. Pada siklus II 90 % siswa turut terlibat aktif dalam berdiskusi.

  Utari, dkk (2013) meneliti pengaruh penggunaan metode mind mapping terhadap hasil belajar Biologi siswa kelas XI SMAN 2 Ranah Pesisir. Populasi terdiri dari 2 kelas dengan jumlah siswa 59 orang. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruhpossitif pada penggunaan metode mind mapping terhadap hasil belajar dengan duar rata-rata atau uji-t yaitu sebesar t hitung 4,67 dan nilai t tabel 2,00.

  2.2.2 Penelitian tentang Berpikir Kritis Lestari (2011) meneliti pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA SD Kanisius

  Ganjuran Yogyakarta pada Semester Genap Tahun Ajaran 2010/2011. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VA sebanyak 27 siswa kelompok eksperimen dan kelas VB sebanyak 27 siswa kelompok kontrol. Hasil dari penelitiannya bahwa adanya pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar siswa dengan pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar siswa dengan ditunjukkan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,000 atau (<0,05) dan pengaruh penerapan metode kognitif terhadap kemampuan berpikir kritis kognitif ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed) 0,000 atau (0,05).

  Wassalwa, dkk (2012) meneliti upaya meningktakan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII B SMP N 1 Ngemplak pada pembelajaran IPA dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK).Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIB SMP N 1 Ngemplak yang berjumlah 32 siswa.Persentase rata-rata skor kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus I adalah 73,71% dan pada siklus II rata-rata persentasenya meningkat menjadi 83,09 %.Pembelajaran IPA dengan model pembelajaran Problem Based Learning dapat terlaksana sesuai sintaks PBL yaitu 1) memberikan orientasi tentang permasalahannya kepada siswa, 2) mengorganisasikan siswa untuk meneliti, 3) membantu investigasi mandiri dan kelompok, 4) mengembangkan dan mempresentasikan artefak dan exhibit, dan 5) menganalisis dan mengevaluasi proses mengatasi masalah. Siswa kelas VIII B SMP N 1 Ngemplak memberikan respon positif terhadap pembelajaran PBL.

  Fachrurazi (2011) meneliti penerapan pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematis siswa sekolah dasar.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD di Kecamatan Makmur Kabupaten Bireun.Hasil penelitiannya diperoleh kesimpulan terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang belajar matematika menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang memperoleh pe mbelajaran konvesional ditinjau dari faktor pembelajaran dan level.

  Berdasarkan penelitian-penelitian yang terdahulu di atas yaitu berpikir kritis dan mind map membuktikan bahwa ada pengaruh peningkatan kemampuan berpikir kritis dan mind map.Penelitian-penelitian yang terdahulu tersebut dilakukan di SD, SMP, dan SMA. Penelitian tentang mind map dan berpikir kritis merupakan jenis penelitian eksperimen dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian

  • – penelitian yang terdahulu juga memaparkan bahwa ada peningkatan dan pengaruh.Dalam penelitian-penelitian terdahulu juga masih kurang dibahas atau belum dijelaskan bahwa ada kesulitan atau kekurangannya.

  2.2.3 Literature Map

  Penggunaan Mind Map Ke ma mpuan Be rpikir Kritis Septiarin i (2012) Lestari (2011)

  Mind Map - Ke ma mpuan Metode Inkuiri - Be rpikir Kritis Menganalisis Dan Mengevaluasi

  Kategori Kognitif Imannur (2012) Wassalwa (2012)

  • Hasil be laja r Mate matika Berp ikir kritis
  • Problem Based

  mind map Learning (PBL) Fachrurazi (2011) Utari, dkk (2013)

  Penerapan Pe mbela jaran Berbasis

  • – Hasil be laja r Biologi Masalah - Ke ma mpuanBe rpikir

  mind mapping Kritis Yang perlu dite lit i :

  Mind Map

  • – berpikir kritis pada ke ma mpuan interpretasi dan

  analisis

Ga mbar 2.13Penelitian-penelitian Terdahulu

  2.3 Kerangka Berpikir Metode mind map merupakan metode yang memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar, menyusun, dan menyimpan sebanyak-banyaknya informasi serta siswa dilibatkan langsung dalam proses pembelajarannya. Metode mind map juga diharapkan dapat membantu meningkatkan ketrampilan berpikir kritis kategori kognitif pada siswa dan dapat menemukan sendiri pengetahuannya.

  Selain itu pembelajaran IPA sangat dibutuhkan keterampilan proses dan pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Salah satunya adalah dengan menggunakan metode mind map yang dapat membantu memudahkan siswa dalam belajar. Jika metode mind map digunakan pada mata pelajaran IPA untuk siswa kelas V SDK Demangan Baru I Yogyakarta penggunaan metode mind map akan berpengaruh terhadap kemampuan interprestasi dan analisis pada kemampuan berpikir kritis.

  2.4 Hipotesis

  2.4.1 Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan interprestasi siswa pada mata pelajaran IPA di kelas V SDK Demangan Baru I Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014.

  2.4.2 Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan analisis siswa pada mata pelajaran IPA di kelas V SDK Demangan Baru I Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2013/2014. penelitian ini. Pembahasan metode penelitian yaitu mengenai jenis penelitian yang digunakan,setting penelitian, populasi dan sampel penelitian, variabel penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, teknik pengujian instrumen, teknik analisis data.

  3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi

  

eksperimental tipe nonequivalent control design (Sugiyono, 2011: 118). Penelitian

Quasi experimental design adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari

  pengaruh treatment tertentu (perlakuan) dalam kondisi yang terkontrol dan desain ini mempunyai kelompok kontrol tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel- variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan ekperimen. (Sugiyono, 2011: 116-118). Dalam tipe Nonequivalent control group design kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak dipilih secara random atau acak. Kedua kelompok yang terpilih, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal. Hasil pretest dari kedua kelompok itu dibandingkan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

  Cresswell (2003: 242) mengatakan bahwa pada dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sama-sama dilakukan pretest dan posttest

  

Treatment hanya dilakukan pada kelompok eksperimen. Menurut Campbell dan

  Stanley (Cohen, 2007:276), hasil penelitian menggunakan pretest dan posttest atau pengaruh kausal dari intervensi dapat dihitung dalam tiga langkah : (1) kurangi skor

  

pretest dari nilai posttest untuk kelompok eksperimen untuk menghasilkan skor 1;(2)

  kurangi skor pretest dari nilai posttest untuk kelompok kontrol untuk menghasilkan skor 2; dan (3) kurangi skor 2 dari skor 1. Berdasarkan Campbell dan terminologi Stanley, efek dari intervensi eksperimental akan menghasilkan rumus :

  (O

  2 - O 1 )

  4 3 ). Jika hasilnya negatif maka efek kausal negatif atau tidak ada

  • – (O – O pengaruh dan sebaliknya jika hasilnya positif maka kausalnya positif atau ada pengaruh.Jadi berdasarkan penjelasan di atas, rancangan penelitian dengan tipe non-

  equivalent control group desain dapat dilihat pada tabel berikut : O 1 X O 2 O O 3 4 Ga mbar 3.1 Desain Pene lit ian

  Keterangan : X = perlakuan dengan metode mind map O

  1 = rerata pretest kelompok eksperimen

  O

  2 = rerata posttest kelompok eksperimen

  O

  3 = rerata pretest kelompok kontrol

  O

  4 = rerata posttest kelompok kontrol

  3.2 Setting Penelitian

  3.2.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Kanisius Demangan Baru I Yogyakarta pada semester genap tahun pelajaran 2013/2014.SD Kanisius Demangan Baru I

  Yogyakarta beralamat di Jalan Demangan Baru 22 RT 001/01 Caturtunggal, Depok, Yogyakarta55281. SD Kanisius Demangan Baru I terletak tidak jauh dari Universitas Sanata Dharma dan Universitas Atma Jaya. Selain itu juga berdekatan dengan SMA Kolose De Brito yang berada di sebelah selatannya.SD Kanisius Demangan Baru I Yogyakarta adalah sekolah swasta Katolik yang dikelola Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta, dengan jumlah siswa keseluruhannya adalah 535 siswa dan jumlah guru serta karyawan berjumlah 33 orang. Sebagain besar guru dan siswa beragama Katolik, tetapi ada yang beragaman lain yaitu Kristen dan Islam.

  Latar belakang siswa juga berbeda-beda.Hal ini dapat dilihat dari tempat tinggal dan profesi orang tuanya.Profesi orang tua siswa yang bersekolah di SD Kanisius Demangan Baru I Yogyakarta adalah sebagian besar sebagai guru dan dosen.Fasilitas yang dimiliki SD Kanisius Demangan Baru I Yogyakarta ini juga lengkap seperti ruang UKS, laboratorium komputer, halaman sekolah, dapur, kantin sekolah, tempat sampah, kamar mandi, perpustakaan, ruang guru, kantor kepala sekolah dan tata usaha , sanggar pramuka, koperasi sekolah, ruang musik dan 25 ruang kelas. Selain itu prestasi yang pernah diraih baru-baru ini oleh SD Kanisius Demangan Baru I Yogyakarta dari bidang akademik maupun non akademik, antara lain Juara I Lomba Paduan Suara se-Kabupaten Sleman Timur 2014, Juara III Lomba Futsal O2SN se-Kecamatan Depok 2014, Juara I Lomba Pidato tingkat SD 2014, Juara I Lomba Biola Anak Pemula, Juara I Biola anak tingkat lanjut, Juara I Lomba Paduan Suara Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Sleman dll.

  Pemilihan tempat penelitian ini berdasarkan tempat Praktek Pengalaman Lapangan (PPL). Sebelum melakukan penelitian, peneliti juga melakukan observasi di kelas V pada saat pembelajaran IPA di SD Kanisius Demangan Baru I. Dari hasil observasi tersebut diketahui bahwa siswa kurang aktif di kelas dan hanya mengerjakan tugas dari guru. Guru juga hanya memberikan tugas untuk dikerjakan atau mencatat. Sehingga peneliti tertarik untuk meneliti tentang pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan berpikir kritis interpretasi dan analisis.

  Selain itu juga sekolah SD Kanisius Demangan Baru I Yogyakarta ini juga memiliki kelas paralel yang bisa digunakan untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol.Penelitian ini di lakukan di dua kelas pada kelas V, yaitu kelas VA dan VC. Kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan kelas VC sebagai kelompok kontrol, dengan jumlah siswa pada kelas VA yaitu laki- laki = 11 siswa dan perempuan = 18 siswa, sedangkan pada kelas VC sebagai kelompok kontrol jumlah siswanya yaitu laki- laki = 13 siswa dan perempuan = 16 siswa.

  3.2.2 Jadwal Pengambilan data

Tabel 3.1 Jadwa l Pengambilan Data Ke lo mpok Eksperimen Penelit i Hari, Tanggal JP Materi

  an ke -

  1 Jumat, 7 Februari 2014

  2 JP  Mengerjakan Pretest

  2 Rabu, 12 Februari 2014

  2 JP  Materi pesawat sederhana  Pengenalan mind map  Membuat mind map pesawat sederhana

  3 Senin, 17 Februari 2014

  2 JP  Materi pengungkit  Menonton video tentang macam- maca m pengungkit  Membuat mind map tentang pengungkit

  4 Rabu, 19 Februari 2014

  2 JP  Demonstrasi katrol menggunakan alat KIT  Membuat mind map tentang katrol

  5 Jumat, 21 Februari 2014

  2 JP  Demonstrasi bidang miring dan roda berporos menggunakan alat KIT  Menjelaskan materi bidang miring dan roda berporos dengan mind map  Membuat mind map tentang bidang miring dan roda berporos

  6 Senin, 24 Februari 2014

  2 JP  Penjelasan keseluruhan materi  Menjelaskan mind map di depan kelas  Refleksi menggunakan mind map

  7 Jumat, 28 Februari 2014

  2 JP  Mengerjakan PostestI

  8 Jumat, 28 Maret 2014

  2 JP  Mengerjakan PostestII

Tabel 3.2 Jadwa l Pengambilan Data Ke lo mpok Kontrol Penelit i Hari, Tanggal JP Materi

  an ke -

  1 Jumat, 7 Februari 2014

  2 JP  Mengerjakan Pretest

  2 Rabu, 12 Februari 2014

  2 JP  Materi pesawat sederhana  Melakukan tanya jawab mengaitkan materi dengan contoh

  3 Senin, 17 Februari 2014

  2 JP  Materi pengungkit  Guru bertanya materi sebelumnya

  4 Rabu, 19 Februari 2014

  2 JP  Guru bertanya materi sebelumnya dan bertanya materi yang akan dipelaja ri

  5 Jumat, 21 Februari 2014

  2 JP  Guru bertanya materi sebelumnya dan bertanya materi yang akan dipelaja ri

  6 Senin, 24 Februari 2014

  2 JP  Penjelasan keseluruhan materi  Melakukan tanya jawab  Evaluasi mengerjakan soal

  7 Jumat, 28 Februari 2014

  2 JP  Mengerjakan PostestI

  8 Jumat, 28 Maret 2014

  2 JP  Mengerjakan PostestII

  3.3 Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karateristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono 2011:119).Populasi meliputi orang, objek dan benda-benda yang ada, serta termasuk karateristik atau sifat yang dimiliki oleh objek tersebut.Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono 2011: 120).

  Populasi penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu siswa kelas V SD Kanisius Demangan Baru I Yogyakarta yang berjumlah 87 siswa.Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VA dan VC. Pemilihan kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak dipilih secara random atau acak melainkan dengan cara diundi yang disaksikan oleh koordinator setiap kelas VA,VB, dan VC pada tanggal 24 November 2013. Dari hasil pemilihan secara undian didapat bahwa kelas VA sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah siswa 29 orang dan kelas VC sebagai kelompok kontrol dengan jumlah siswa 29 orang. Kegiatan pembelajaran di kelas ekperimen dan kelas kontrol dilaksanakan oleh guru mitra karena lebih mengenal karateristik siswa yang akan diteliti dan peneliti menjalankan fungsi sebagai pengamat.

  3.4 Variabel Penelitian Sugiyono (2011:63) segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulan. Menurut Kountur (2003: 47) variabel menunjukkan suatu arti yang dapat membedakan antara sesuatu dengan yang lainnya. Variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah :

  1. Variabel Independen (variabel bebas) Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel independen (terikat).

  Variabel Independen dalam penelitian ini adalah pengaruh metode mind map .

  2. Variabel Dependen Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kemampuan interpretasi dan kemampuan analisis. Hubungan antara independen dan dependen.

  Variabel Independen Variabel Dependen

  Ke ma mpuan Interpretasi Metode Mind Map Ke ma mpuan Analisis

Ga mbar 3.2 Va riabe l Pene lit ian

  3.5 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah tes dengan jumlah enam soal kemampuan berpikir kritis. Keenam soal tersebut hanya dua soal saja yang digunakan untuk mengukur kemampuan interprestasi dan analisis. Pengambilan data untuk penelitian ini dilakukan selama dua minggu dalam beberapa pertemuan. Menurut Krathwohl (2004: 547) pengambilan data ekperimental dianjurkan dilakukan dalam waktu sesingkat mungkin untuk mengurangi bias. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan pretest dan posttest di kelompok kontrol dan eksperimen. Selain dengan menggunakan pretest dan posttest juga peneliti menggunakan teknik observasi dan wawancara. Pada awal siswa kelompokkontrol maupun kelompok eksperimen diberikan pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Setelah pretest kemudian diberikan treatment yang membedakan antara kelompok kontrol dan ekperimen yaitu ada pembelajaran kelompok ekperimen menggunakan mind map sedangkan pada kelompok kontrol menggunakan pembelajaran yang tidak menggunakan mind map atau tidak diberi perlakuan. Menurut Ary, Jacobs, dan Razavieh (2007: 381) meskipun kelas kontrol tidak menerima perlakuan eksperimen, hal itu tidak berarti bahwa siswa tidak menerima pengalaman sama sekali. Penelitian tentang metode mengajar, kelas kontrol biasanya diajar dengan prosedur tradisional atau prosedur biasa.Pada pertemuan terakhir kelompok kontrol dan kelompok ekperimen tersebut diberikan soal posttest untuk mengetahui pengaruh penggunaan mind map atau pengaruh dari yang diberikan. Soal pretest dan posttest yang diberikan merupakan soal

  treatment yang sama.

  Tes digunakan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode map pada kemampuan interpretasi dan analisis. Menurut Krathwohl (2004: 546) untuk lebih mengetahui sensitivitas perbedaan perlakuan dari penelitian ekperimental dan dianjukan untuk melakukan posttest II sesudah posttest I. Tujuannya untuk lebih mengetahui retensi pengaruh perlakuan.Posttest yang diberikan terhadap kelompok ekperimen dan kelompok kontrol dilakukan 2 kali, yaitu posstest I dan posttest II.

  

Postest II ini dilakukan sesudah posttest I dengan selang waktu kurang lebih satu

bulan sesudah penelitian.

  Teknik pengumpalan data ini dalam penelitian ini juga dilakukan dengan wawancara dan observasi. Supratiknya (2012: 53) berpendapat bahwa wawancara merupakan pemberian jawaban secara lisan terhadap pertanyaan atau pernyataan yang diajukan oleh pewawancara. Sutrisno hadi (dalam Sugiyono 2012: 196) mengemukakan bahwa observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis. Penelitian eksperimental dianjurkan untuk memasukkan penelitian kualitatif agar lebih dapat dipahami sudut pandang subjek yang diteliti terkait perlakuan dan variabel- variabel yang ditelitiantara lain dengan melakukan interview dan observasi sesudah penelitian (Krathwohl, 2004: 547). Berikut di bawah ini adalah tabel teknik pengumpulan data yang dilakukan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol :

  Tabel 3.3Tekn ik Pengu mpulan Data

No Kelo mpok Variabel Data yang Pengukuran Instrumen

diperoleh data yang digunakan

  

1 Ekperimen Interpretasi Skor pretest dan Pretest dan Tes soal esai

dan Analisis (nomor 1 postest posttest dan 2)

  Pretest dan Analisis postest posttest (nomor 1 dan 2)

  3.6 Instrumen Penelitian Sugiyono (2011: 148) menjelaskan bahwa instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur variabel penelitian yang diamati.Penelitian ini berdasarkan standar kompetensi mata pelajaran IPA yaitu : 5. Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya. Kompetensi dasar yang akan diteliti yaitu 5.2 Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat. Peneliti membuat instrumen penelitian dengan menggunakan 6 soal kemampuan berpikir kritis, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi,

  

eksplanasi, regulasi diri . Dari keenam soal tersebut hanya dua soal saja yang digunakan sebagai instrumen untuk mengukur kemampuan interprestasi dan analisis. Enam soal tersebut akan diujikan sehingga memenuhi syarat instrumen yang valid dan reliabel. Untuk menunjukkan validitas isi, peneliti menggunakan matriks pengembangan sebagai berikut (Lampiran 3.3).

Tabel 3.4 Matriks pengembangan instrumen No Variabel Indikator No. Soa l

  1 Interpretasi Mengidentifikasi masalah dan mendeskripsikan ciri- cirinya

  1 Membuat klasifikasi atas dasar data-data dengan skema tertentu Menentukan kriteria yang berguna untuk me mbuat klasifikasi Mengerti maksud dari pertanyaan yang diajukan

  2 Analisis Meneliti alternatif-a lternatif yang mungkin dengan

me lihat persamaan dan perbedaannya

  2 Memilah-milah permasalahan dala m bagian-bagian yang lebih kecil supaya bisa lebih baik ditangani Menilai apakah suatu pernyataan mendukung atau berlawanan dengan suatu argumen Menganalisisrangkaian argumen yang digunakan untuk menarik kesimpulan

  3.7 Teknik Pengujian Instrumen

  3.7.1 Validitas Noor (2011:132) validitas adalah suatu indeks yang menunjukkan alat ukur tersebut benar-benar mengukur apa yang diukur. Validitas ini menyangkut akurasi instrumen.Menurut Sugiyono (2010: 173) instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.

  Untuk mengetahui apakah kuesioner yang disusun tersebut itu valid atau sahih, maka perlu diuji dengan uji korelasi antara skor. Ada tiga tipe validitas pengukuran menurut Noor (2011: 133) yaitu : 1) Validitas Isi (Content Validity) adalah validitas isi menyangkut tingkatan dimana butir skala yang mencerminkan domain konsep yang sedang diteliti. Suatu domain konsep tertentu tidak dapat begitu saja dihitung semua dimensinya karena domain tersebut kadang mempunyai atribut yang banyak atau bersifat multidimensional. Validitas isi terdiri dari : a) Validitas muka (face

  

validity ) adalah format penampilan tes (appearance) atau kesan mampu memberikan

  kesan untuk mengungkapkan apa yang hendak diukur. b) Validitas logis (sampling

  

validity ) adalah merujuk kepada sejauh mana isi tes merupakan representasi dari ciri-

  ciri atribut yang hendak diukur. 2) Validitas Konsep/ Konstruk (Construct Validity) adalah validitas konstruk berkaitan dengan tingkatan dimana skala mencerminkan dan berperan sebagai konsep yang sedang diukur. Validitas merujuk kepada pertanyaan sejauh mana tes mampu mengungkap suatu konstruk teoritis yang hendak diukur.3) Validitas Kriteria (Criterion Validity) adalah validitas kriteria menyangkut masalah tingkatan mana skala yang sedang digunakan mampu memprediksi suatu variabel yang dirancang sebagai kriteria. Validitas ini berdasarkan kriteria eksternal yang dapat dijadikan dasar pengujian skor tes. Untuk melihat tinggi/rendahnya validitas berdasarkan kriteria dilakukan komputasi korelasi antara sko r tes dan skor kriteria.

  Validitas yang digunakan pada penelitian ini menggunakan validitas isi dan konstruk.Validitas isi dan konstruk dilakukan pada 2 dosen ahli dan 1 guru mata pelajaran IPA yang bersangkutan.Dalam validasi dosen ahli dan guru mata pelajaran yang bersangkutan memberikan skor serta memperbaiki atau mengoreksi kesalahan- kesalahan dalam penyusunan instrumen.Setelah melakukan uji validitas isi dan konstruk dengan dosen ahli dan guru mata pelajaran yang bersangkutan, peneliti selanjutnya melakukan uji soal tes evaluasi secara empiris dengan uji per item. Validitas soal tes evaluasi secara empiris menggunakan validitas isi dilakukan di SD Karitas Nandan yang beralamat di Nandan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta dengan 2 kelas pararel yaitu kelas VA dan kelas VB. Masing - masing siswa dalam tiap kelas yaitu 30 dan 26 siswa sehingga jumlah total responden untuk uji soal yaitu

  56. Perhitungan dari hasil validitas dengan menggunakan IBM SPSS Statistic for

  

Windows 22 dengan rumus PearsonCorrelation. Hasil perhitungan adalah sebagai

  berikut(lihat Lampiran 3.4):

Tabel 3.5 Hasil Uji Va liditas No Variabel r hitung r tabel Sig.(2-tailed) Keputusan

  1 Interpretasi 0.679 0.254 0.000 Valid

  2 Analisis 0.758 0.254 0.000 Valid

  3 Evaluasi 0.726 0.254 0.000 Valid

  4 Inferensi 0.761 0.254 0.000 Valid

  5 Eksplanasi 0.787 0.254 0.000 Valid

  6 Regulasi diri 0.734 0.254 0.000 Valid

  Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa hasil r hitung lebih besar dari r tabel. Hal ini menunjukkan bahwa pada enam soal yang berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis pada masing- masing kemampuan yaitu r hitung lebih besar dari r tabel. Variabel yang diteliti pada penelitian ini adalah interpretasi dan

  

analisis . Variabel interpretasi dan analisis tersebut didapat bahwa r hitung lebih

besar dari r tabel sehingga kedua variabel tersebut dikatakan valid.

  3.7.2 Reliabilitas Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau diandalkanNoor (2011: 131). Reliabilitas dikatakan konsisten dari hasil pengukuran bila alat pengukur tersebut menunjukkan hasil yang sama dan dalam kondisi yang sama Noor (2011: 130-131). Penentuan reliabilitas diambil dari aitem-aitem yang valid.Penentuan reliabilitas menggunakan teknik Alpha Cronbach. Noor (2011:165) menjelaskan pengukuran menggunakan rumus Alpha Cornbach bertujuan untuk menunjukkan seberapa baik item dalam suatu kumpulan secara positif berkorelasi satu sama lain . Untuk memudahkan perhitungan digunakan program komputer IBM SPSS Statistics 22 for Windows untuk mengetahui relialibilitasnya (lihat Lampiran 3.5).

Tabel 3.6 Tabel Uji Reliabilitas Cronbach's Alpha N Siswa

  Based on Standardized Ite ms N of Ite ms .837

  6

  56 Nunnally (dalam Ghozali 2009: 46) menjelaskan bahwa sebuah konstruk dikatakan reliabel jika harga

  Cronbach’s Alpha> 0,60. Dari hasil uji reliabilitas

  didapat bahwa

Cronbach’s Alphasebesar 0,837 (p >0.60) sehingga enam soal essay tersebut reliabel

  3.8 Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan peneliti merupakan teknik analisis data dengan menggunakan program komputer IBM SPSS Statistic for Windows22. Teknik yang akan digunakan untuk menganalisis data adalah sebagai berikut :

  3.8.1 Uji normalitas distribusi data Uji normalitas adalah sebuah pengujian yang dilakukan untuk mengecek apakah data yang sedang diteliti berasal dari populasi yang mempunyai sebaran normal (Sarwono 2010: 23). Uji normalitas data dengan menggunakan teknik

  

Kolmogorov-SmirnovTest . Jika data terdistribusi normal, maka analisis datanya

  menggunakan statistik parametrik, yaitu Independen Samples T-tes. Jika data tidak terdistribusi dengan normal, maka analisis datanya menggunakan statistik nonparametrik, yaitu Mann-Whitney U Testatau Wilcoxon signed rank test. Kriteria yang digunakan (Sarwono, 2010: 25) : a. Jika harga sig.(2-tailed)> 0,05 distribusi data normal. Jika distribusi data normal, teknik statistik inferensial yang digunakan adalah statistik parametrik uji t atau t test.

  b. Jika harga sig.(2-tailed)< 0,05 distribusi data tidak normal. Jika distribusi data tidak normal, teknik statistik yang digunakan adalah statistik nonparametrik Mann-Whitney atau Wilcoxon signed rank test.

  3.8.2 Uji Pengaruh Perlakuan

  3.8.2.1 Uji perbedaan kemampuan awal Uji perbedaan kemampuan awal dilakukan untuk memastikan bahwa kedua kelompok yaitu eksperimen dan kontrol memiliki kemampuan yang sama.Sebelum dilakukan analisis uji perbedaan kemampuan awal perlu dilakukan uji asumsi untuk memeriksa homogenitas variansi dengan

  Levene’s test. Kriteria yang digunakan

  untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut : 1) Jika harga sig. (2-tailed)> 0,05 ada homogenitas variansi dari kedua data yang dibandingkan. 2) Jika Jika harga sig. (2-tailed)<0,05 tidak ada homogenitas variansi dari kedua data yang dibandingkan. Kriteria menurut (Priyatno 2010: 76) untuk pengambilan keputusan uji perbedaan

  pretest sebagai berikut :

  1. Jika nilai sig.(2-tailed)> 0,05. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontroldan pretestkelompok ekperimen. Dengan kata lainkeduanya memiliki kemampuan awal yang sama.

  2. Jika nilai sig. (2-tailed)< 0,05. Artinya ada perbedaan yang signifikan antarapretest kelompok kontrol dan pretest kelompok ekperimen. Dengan kata lain keduannya tidak memiliki kemampuan awal yang sama.

  3.8.2.2 Uji selisih skor pretest ke posttest Uji selisih skor pretest dan posttest dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan interpretasi dan

  analisis . Secara prinsip digunakan rumus (O

  2 1 )

  4 3 ) yaitu dengan

  • – O – (O – O mengurangkan selisih skor posttest-pretest pada kelompok kontrol dengan selisih skor posttest-pretest pada kelompok eksperimen. Analisis statistik dengan program

  

IBM SPSS Statistic for Windows22 dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika data

  terdistribusi dengan normal digunakan Independent Samples T-tes atau jika data terdistribusi tidak normal digunakan Mann-Whitney U test. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut(Santoso, 2010: 91):

  H i : Ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttest pada kelompok ekperimen dan kelompok kontrol. H null :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttest pada kelompok ekperimen dan kelompok kontrol. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut :

  1. Jika harga sig.(2-tailed)> 0,05. H null diterima dan H i ditolak Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata penggunaan metode mind map tidak berpengaruh terhadap kemampuan interpretasi atau kemampuan

  analisis .

  2. Jika harga sig.(2-tailed)<0,05. H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan interpretasi atau kemampuan analisis.

  3.8.3 Analisis lebih lanjut

  3.8.3.1 Uji peningkatan skor pretestke posttest I Uji peningkatan skor pretest dan posstest dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol.Analisis statistik dengan program IBM SPSS

  

Statistic for Windows 22 dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika data terdistribusi

  dengan normal digunakan statistik parametrik yaitu Paired Samples t-test atau jika data terdistribusi tidak normal digunakan statistik nonparametrik Wilcoxon signed

  rank test . Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut (Santoso, 2010: 281):

  H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok ekperimen dan kelompok kontrol. H null :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok ekperimen dan kelompok kontrol

  Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut :

  1. Jika harga sig.(2-tailed)> 0,05. H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata laintidak terdapat peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest.

  2. Jika nilai sig.(2-tailed)< 0,05. H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terdapat peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest.

  Untuk mengetahui presentase skor pretest ke posttest digunakan rumus sebagai berikut :

  3.8.3.2 Uji besar efek perlakuan (effect size) Uji besar pengaruh perlakuan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan interpretasi dan analisis. Teknik pengujian klasik untuk mengetahui signifikansi pengaruh tidak dengan sendirinya apakah pengaruh tersebut cukup subtantif atau tidak. Effect size adalah suatu ukuran objektif dan berstandarisasi untuk mengetahui besarnya efek yang dihasilkan (Field 2009: 56-57). Uji besar efek perlakuan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan metode mind map. Kriteria yang digunakan untuk menentukan efek adalah sebagai berikut (Field, 2009: 57) : 1) r = 0,10 efek kecil 1%, 2) r = 0,30 efek menengah 9%, 3) 0,50 efek besar 25%. Cara yang digunakan untuk mengetahui koefisien adalah sebagai berikut. Jika distribusi data normal harga t diubah menjadi harga r dengan rumus sebagai berikut (Field, 2009: 332).

  2 t

   r

  2  df t

  Ga mbar 3.3 Ru musbesar efek (effect size) data norma l

  Keterangan : r = besarnya efek (effect size) yang menggunakan koefisien korelasi pearson t = harga uji t df = harga derajat kebebasan (degree of freedom)

  Jika distribusi data tidak normal digunakan rumus sebagai berikut (Field, 2009: 550).

  Z rN

  Ga mbar 3.4 Ru musbesar efek (effect size) data tidak norma l

  Keterangan : Z = harga dari statndar devaisi (dari uji statistik Wilcoxon) N = jumlah total observasi (2 x jumlah siswa)

  3.8.3.3 Uji retensi pengaruh perlakuan Menurut Krathwohl (2004: 546) untuk lebih mengetahui sensitivitas perbedaan perlakuan dari penelitian ekperimental dianjurkan untuk melakukan

  

posttest II sesudah posttest I. Langkah ini dilakukan untuk melihat apaka h pengaruh

  yang ditimbulkan dari metode mind map masih sekuat posttest I atau tidak. Jika distribusi data normal digunakan statistik parametrik dalam hal ini Paired Samples t-

  

test atau jika data terdistribusi tidak normal digunakan statistik nonparametric

Wilcoxon signed rank test dengan program IBM SPSS Statistic for Windows 22

  dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut : H : Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada

  i kelompok ekperimen dan kelompok kontrol.

  H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I danposttest II pada kelompok ekperimen dan kelompok kontrol. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpuan adalah sebagai berikut :

  1. Jika harga sig.(2-tailed)> 0,05. H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terjadi penurunan/peningkatan skor signifikan dari posttest I dan posttest II.

  2. Jika harga sig. (2-tailed)< 0,05. H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terjadi penurunan/peningkatan skor signifikan dari posttest I dan posttest II. Untuk mengetahui presentase penurunan/peningkatan skor posttest I ke posttest

  II digunakan rumus sebagai berikut :

  3.8.3.4 Dampak perlakuan pada siswa Menurut Krathwohl (2004: 547 ) untuk setiap penelitian eksperimental dianjurkan untuk memasukkan elemen penelitian kualitatif agar lebih dapat dipahami sudut pandang subjek yang diteliti terkait perlakuan dan variabel- variabel yang diteliti antara lain dengan melakukan interview dan observasi sesudah penelitian.

  Pada penelitian ini selain menggunakan data tes, peneliti menggunakan teknik triangulasi. Triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada Sugiyono (2012: 327). Pengumpulan data tersebut berupa data observasi, wawancara guru dan beberapa siswa untuk mengetahui dampak perlakuan pada siswa dari masing- masing kelompok.

  Sutrisno hadi (dalam Sugiyono 2012: 196) mengemukakan bahwa observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis. Supratiknya (2012: 53) berpendapat bahwa wawancara merupakan pemberian jawaban secara lisan terhadap pertanyaan atau pernyataan yang diajukan oleh pewawancara. Observasi dan wawancara ini dilakukan untuk mengetahui dampak atau pengaruh penggunaan mind map terhadap guru dan siswa.

  Pada penelitian ini observasi dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung di kelas.Peneliti melakukan pengamatan mulai dari awal pembelajaran, kegiatan int i sampai kegiatan penutup. Selain melakukan observasi, peneliti juga mencatat hal- hal penting yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung. Narasumber untuk wawancara ini yaitu guru kelas dan beberapa siswa kelas V yang terlibat dalam penelitian. Dalam wawancara ini peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur, yaitu wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan data. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan. Berikut ini adalah pedoman wawancara untuk guru dan siswa (lihat Lampiran 3.6) :

Tabel 3.7 Pedo man Wawancara Untuk Siswa

  No Topik Pertanyaan

Pretest

  1 Apakah ka mu senang belajar IPA?

  

2 Mata pelajaran IPA Mengapa kamu senang/tidak senang dengan mata pela jaran

  IPA?

  3 Metode Bagaimana ca ra guru mengajar?

  

4 Apa kelebihan dan kekurangan dalam me mpe la jari materi

Mata pelajaran IPA dan dala m pelajaran IPA dengan cara mengajar guru yang metode seperti itu?

  

5 Apakah sebelumnya guru pernah mengajarkan materi IPA

Metode dengan mind map?

  

Posttest

  

6 Bagaimana perasaanmu setelah me mpelaja ri materi IPA

dengan menggunakan mind map? Metode

  

7 Apakah kelebihan me mpela jari materi IPA dengan

menggunakan mind map?

  

8 Apakah kamu mengala mi ke ma juan dala m me maha mi

Mata Pelaja ran IPA materi IPA d ibandingkan sebelumnya?

  

9 Bagaimana cara guru mengajar dengan menggunakan mind

? map

  

10 Metode Apakah ka mu lebih senang me mpela jari materi IPA

menggunakan mind map dibandingkan dengan cara yang diajarkan guru biasanya?Apa alasanmu?

  

11 Ketika mengerja kan soal, soal mana yang kamu anggap

Evaluasi sukar?Mengapa?

  

12 Bagaimana perasaanmu sewaktu perta ma ka li bela jar mind

map ? Apa kesulitan yang ka mu te mui?

  

13 Setelah belaja r mind map, ka mu me mbuat mind map di

pelajaran la in tidak atau topik lain?

  

14 Apakah ka mu bosan me mbuat mind map selama beberapa

Mind Map kali? Mengapa bosan atau tidak bosan?

  

15 Apakah ketika ka lian menggunakan mind map dapat

me mbantu ka mu me mpe laja ri materi?

  

16 Mana yang lebih mudah, bela jar dengan me mbuat mind map

atau tanpa mind map? Mengapa demikian?

Tabel 3.8 Pedo man Wawancara Untuk Guru

  No Topik Pertanyaan

  1 Apakah sebelumnya Bapak sudah pernah menggunakan mind map untuk mengaja rkan suatu materi?

  

2 Apa kesulitan dalam mengaja rkan materi menggunakan mind

map ?

  3 Bagaimana pendapat Bapak mengenai mind map?

  4 Apakah Bapak puas dengan hasil belajar menggunakan mind map ? Mind Map

  5 Apakah mind map efekt if untuk pe mbela jaran?

  6 Apakah ada perubahan ketika Bapa k menggunakan mind map

dala m men jelaskan materi?

  

7 Apakah Bapak pernah menggunakan metode lain selain mind

map ?

  

8 Bagaimana hasil pembe laja ran dengan menggunakan metode tersebut? mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan berpikir kritis yaitu tentang kemampuan interpretasi dan analisis.

  4.1 Implementasi Pembelajaran Pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas, pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol yaitu kelas VC dan kelompok eksperimen yaitu kelas VA. Guru yang mengajar pada kedua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sama. Proses pembelajaran dilakukan dari awal sampai akhir sama pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, tetapi ada sedikit yang berbeda yaitu pada kelompok kontrol menggunakan ceramah atau tradisional, sedangkan pada kelompok eksperimen menggunakan treatment yaitu menggunakan metode mind map. Pada saat guru mengajar di kedua kelompok tersebut, peneliti hanya sebagai pengamat dan mencatat hal- hal penting yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung.

  4.1.1 Kelompok Kontrol Pembelajaran pada kelompok kontrol ini dilakukan di kelas VC sebagai kelompok kontrol dan dilaksanakan dalam lima pertemuan, dengan waktu setiap kali pertemuan dua jam pelajaran. Jumlah siswa pada kelas kontrol ada 29 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki- laki dan 16 siswa perempuan. Pada pembelajaran di kelas kontrol guru tidak menggunakan media apapun, guru hanya melakukan tanya jawab dan ceramah saja. Diawal guru sebelum melakukan kegiatan pembeljaran, guru memberikan salam dan berdoa. Kemudian guru melakukan tanya jawab sebagai apersepsi yang berkaitan dengan materi pesawat sederhana.

  Dari apersepsi tersebut kemudian guru menuliskan tujuan pembelajaran hari ini yaitu tentang materi pesawat sederhana.Setelah itu guru meminta siswa untuk membuka buku paket dan menjelaskan tentang macam- macam pesawat sederhana beserta contoh-contohnya. Tidak hanya itu juga, guru juga melakukan tanya jawab dengan siswa dengan menunjuk beberapa siswa untuk menjawab. Lalu setelah selesai melakukan tanya jawab guru menyuruh siswa untuk mengerjakan soal yang ada di buku paket.

  Pada kegiatan akhir, guru melakukan evaluasi dengan bertanya jawab apa yang sudah dipelajari hari ini. Kemudian guru merangkum pembelajaran pada hari ini.Siwa merefleksikan pembelajaran tentang materi pesawat sederhana. Sebelum pulang guru mengajak siswa-siswanya untuk berdoa dan diakhir mengucapkan salam untuk mengakhiri pelajaran.

  4.1.2 Kelompok Eksperimen Pembelajaran yang dilakukan pada kelompok eksprimen berbeda dengan dengan pembelajran yang dilakukan pada kelompok kontrol. Pembelajaran pada kelompok eksperimen dilakukan pada kelas VA dengan jumlah siswa keseluruhan 29 siswa yang terdiri 11 siswa laki- laki dan 18 siswa perempuan. Pada kelompok eksperimen ini pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode mind

  

map .Mind map adalah adalah sistem penyimpanan, penarikan data, dan akses yang

  luar biasa untuk perpustakaan raksasa, yang sebenarnya ada dalam otak anda yang menakjubkan. Guru melakukan pembelajaran dari kegaiatan awal, inti, sampai kegiatan akhir.

  Di kelas eksperimen, sebelum pelajaran dimulai guru memberikan salam dan mengajak siswa untuk berdoa. Kemudian selesai berdoa guru melakukan apersepsi dengan melakukan tanya jawab tentang materi yang berkaitan dengan pesawat sederhana. Guru menuliskan tujuan pembelajaran pada hari itu di papan tulis. Pada kegiatan inti guru melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai materi pesawat sederhana beserta dengan contoh-contohnya. Setelah itu guru menjelaskan materi pesawat sederhana menggunakan mind map yang di tempelkan di papan tulis,agar semua siswa bisa melihat. Guru juga menjelaskan bagaimana cara membuat mind

  

map tersebut. Selesai menjelaskan dengan menggunakan mind map, kemudian guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok dengan tugas membuat mind map tentang pesawat sederhana.

  Di kegiatan akhir guru merangkum semua yang telah dipelajari hari ini bersama- sama dengan siswa. Guru memberikan PR kepada siswa yang dikerjakan secara individu untuk membuat mind map tentang materi pesawat sederhana. Sebelum pulang guru juga mengajak siswa untuk berdoa dan memberikan salam.

  4.2 Hasil penelitian Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kolaborasi yang dilakukan dalam kelompok payung IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Penelitian tersebut dilakukan pada siswa SD (Sekolah Dasar) untuk memb uktikan pengaruh penggunaan

  

mind map terhadap kemampuan berpikir kritis, antara lain : kemampuan interpretasi,

analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, regulasi diri . Peneliti akan lebih

  memfokuskan pembahasan penelitian tentang kemampuan interpretasi dan analisis. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan dua kelompok untuk dibandingkan. Kelompok tersebut terdiri dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol merupakan kelompok yang tidak mendapatkan perlakuan atau treatment, sedangkan kelompok eksperimen merupakan kelompok yang mendapatkan perlakuan.

  Tahapan dalam penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut 1) Pada kedua kelompok tersebut (kelompok kontrol dan kelompok eksperimen) diberikan pretest yang berupa enam soal uraian yang menyangkut kemampuan berpikir kritis.Pretest yang diberikan bertujuan untuk mengetahui kondisi kemampuan awal antara kedua kelompok. 2) Setelah diberikan pretest pada kedua kelompok kemudian kelompok kontrol dan eksperimen diberi materi pembelajaran yang sama dengan perbedaan treatment sebagai berikut : kelompok kontrol menggunakan pembelajaran yang tradisional dengan ceramah dan tanya jawab, sedangkan kelompok eksperimen menggunakan pembelajaran yang mnggunakan mind map. Mind map tersebut merupakan treatment atau perlakuan yang membedakan antara kedua kelompok

  (kelompok kontrol dan kelompok eksperimen). 3 ) Pada akhir pertemuan di mana materi sudah tersampaikan, pada kedua kelompok diberikan posttest sebagai tes untuk mengetahui pengaruh treatment yang telah diberikan, serta untuk membandingkan hasil dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok penelitian dipilih secara diundi dengan ditentukan kelas VA sebagai kelas eksperimen dan kelas VB sebagai kelompok kontrol.

  4.2.1 Pengaruh Penggunaan Mind Map terhadap Kemampuan Interpretasi Pada bagaian berikut akan dipaparkan hasil analisis statistik. Seluruh analisis statistik menggunakan program dengan IBM SPSS Statistic for Windows 22 dengan tingkat kepercayaan 95%. Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan variabel independen yaitu mind map terhadap variabel dependen yang diteliti yaitu kemampuan interpretasi.

  Analisis data pada kemampuan interpretasi menggunakan statistik parametrik t-

  

test denganbeberapa langkah sebagai berikut : 1) Uji normalitas data yaitu untuk

  melihat distribusi data dan menentukan analisis selanjutnya. 2) Uji perbedaan kemampuan awal yaitu untuk memastikan bahwa kedua kelompok yaitu eksperimen dan kontrol memiliki kemampuan yang sama 3) Uji selisih skor pre-test dan post-test

  

I dilakukan untuk apakah penggunaaan metode mind map berpengaruh terhadap

  kemampuan interpretasi. 4) Uji peningkatan skor pretest-posttest I dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. 5) Uji besar efek perlakuan, yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan interpretasi. 6) Uji retensi pengaruh perlakuan yaitu untuk mengetahui sensitivitas perbedaan perlakuan dari posttest II sesudah posttest I.

  4.2.1.1 Uji normalitas distribusi data.

  Data yang diperoleh dari pretest dan posttest untuk kemampuan interpretasi pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dianalisis dengan uji normalitas, menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan IBM SPSS Statistic for Windows 22 dengan tingkat kepercayaan 95%. Uji normalitas tersebut untuk menentukan jenis uji pengaruh perlakuan yang akan digunakan dalam analisis data respoden dengan berdasarkan kriteria berikut (Sarwono, 2012: 25) : 1) Jika nilai sig.(2-tailed)> 0,05 distribusi data normal, teknik statistik inferensial yang digunakan adalah statistik parametrik uji t atau t test. 2) Jika nilai sig.(2-tailed)< 0,05 distribusi data tidak normal, teknik statistik yang digunakan adalah statistik nonparametrik Mann-Whitney atau Wilcoxon signed rank test. Berikut adalah hasil perhitungan uji normalitas distribusi data pada kemampuan interpretasi (lihat Lampiran 4.1):

Tabel 4.1 Uji Norma litas Ke ma mpuan Interpretasi No Aspek Sig. (2-tailed) Keterangan

  1 Pretest kelo mpok control 0,200 Norma l

  2 Posttest I ke lo mpok control 0,086 Norma l

  3 Posttest II kelo mpok control 0,200 Norma l

  4 Selisih ke lo mpok control 0,162 Norma l

  5 Pretest kelo mpok ekperimen 0,135 Norma l

  6 PosttestI kelo mpok eksperimen 0,108 Norma l

  7 Posttest II ke lo mpok e ksperimen 0,152 Norma l

  8 Selisih ke lo mpok e ksperimen 0.200 Norma l

  Dari hasil analisis statistik data diatas diperoleh hasil uji normalitas distribusi data normal menunjukkan bahwa harga sig. (2-tailed) > 0,05. Dapat dilihat dari hasil

  

pretest, posttest I, posttest II dan selisih pada kelompok kontrol dan eksperimen pada

  kemampuan interpretasi lebih besar dari 0,05 dengan demikian ditribusi data normal, karena itu untuk uji statistik selanjutnya menggunakan uji statistik parametrik.

  4.2.1.2 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Uji perbedaan kemampuan awal ini memastikan bahwa kedua kelompok yaitu eksperimen dan kontrol memiliki kemampuan yang sama. Uji perbedaan kemampuan awal skor pretest kemampuan interpretasi pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan menggunakan uji statistik parametrik yaitu Independent samples

  

t-test . Sebelum dilakukan analisis uji perbedaan kemampuan awal perlu dilakukan uji

  asumsi untuk memeriksa homogenitas variansi dengan

Levene’s test. Kriteria yang

  digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut : 1) Jika harga sig. (2- tailed) > 0,05 ada homogenitas variansi dari kedua data yang dibandingkan. 2) J ika Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 tidak ada homogenitas variansi dari kedua data yang dibandingkan. Hasil analisis

Levene’s Test pada kemampuan interpretasi di atas

  menunjukkan dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh harga F = 0,000 dengan harga sig. 0,985 (p> 0,05). Dengan demikian terdapat homogenitas variansi dari kedua data yang dibandingkan sehingga bisa digunakan Independent Samples t-test untuk analisis selanjutnya.

  Kriteria yang digunakan menurut (Priyatno 2010: 76) untuk pengambilan keputusan uji perbedaan kemampuan awal adalahsebagai berikut:

  1. Jika nilai sig.(2-tailed) > 0,05. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontroldan pretest kelompok ekperimen. Dengan kata lainkeduanya memiliki kemampuan awal yang sama.

  2. Jika nilai sig.(2-tailed) < 0,05. Artinya ada perbedaan yang signifikan antarapretest kelompok kontrol dan pretest kelompok ekperimen. Dengan kata lain keduannya tidak memiliki kemampuan awal yang sama.

Tabel 4.2 Uji Perbedaan Skor Pretest Interpretasi Hasil Pretest Sig. (2-tailed) Keterangan

  

Kelo mpok eksperimen dan 0,963 Tidak ada perbedaan

kelo mpok kontrol interpretasi

  Dari hasil Independent Samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh harga sig. (2-tailed) > 0,05 yaitu 0,963. Pada kelompok eksperimen diperoleh M=2,09, N= 29, SE= 0,13, SD= 0,72. Dari hasil uji perbedaan kemampuan awal skor pretest pada kemampuan interpretasi didapat bahwa harga sig. (2-tailed) 0,963 > 0,05 sehingga H diterima dan H ditolak, maka tidak ada perbedaan yang

  null i

  signifikan antara pretest kelompok kontroldan pretest kelompok ekperimen. Dengan kata lain keduanya memiliki kemampuan awal yang sama (lihat Lampiran 4.2).

  4.2.1.3 Uji selisih skor pretest ke posttest I Uji selisih skor pretest dan posttest dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan interpretasi.

  Secara prinsip digunakan rumus (O

  2

1 )

  4 3 ) yaitu dengan mengurangkan

  • – O – (O – O selisih skor posttest-pretest pada kelompok kontrol dengan selisih skor posttest-

  

pretest pada kelompok eksperimen. Sebelum dilakukan analisis uji perbedaan

  kemampuan awal perlu dilakukan uji asumsi untuk memeriksa homogenitas variansi dengan

  Levene’s test. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah

  sebagai berikut : 1) Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 ada homogenitas variansi dari kedua data yang dibandingkan. 2) Jika Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 tidak ada homogenitas variansi dari kedua data yang dibandingkan.

  Analisis statistik uji selisih skor pretest ke posttest dengan program IBM SPSS

  

Statistic for Windows 22 dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika data terdistribusi

  dengan normal digunakan Independen Samples T-tes atau jika data terdistribusi tidak normal digunakan Mann-Whitney U test. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut(Santoso, 2010: 91):

  1. Jika harga sig. (2-tailed)> 0,05. H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttestkelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metodemind

  map tidak berpengaruh terhadap kemampuan interpretasi

  2. Jika harga sig. (2-tailed)< 0,05. H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttestkelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metodemind map berpengaruh terhadap kemampuan interpretasi.

  Tabel 4.3Perbandingan skor pretest ke posttest IInterpretasi Hasil Pretest Sig. (2-tailed) Keterangan Selisih skor interpretasi ke lo mpok 0,004 Ada perbedaan eksperimen dan ke lo mpok kontrol

  Hasil analisis

  Levene’s Test dengan tingkat kepercyaan 95% menunjukkan

  harga F = 0,247 dengan harga sig. 0,621 (p > 0,05). Dengan demikian terdapat homogenitas variansi dari kedua data yang dibandingkan Dari data diatas menunjukkan bahwa harga sig. (2-tailed) selisih skor pretest ke posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan interpretasi adalah 0,004 < 0,05. Pada kelompok eksperimen dapat dilihat M = 1,15, SD = 0,82, SE = 0,15, t= 2,98, df

  

= 56 . Sedangkan pada kelompok kontrol dapat dilihat M = 0,45, SD = 0,95, SE =

0,17, t= 2,98, df = 54,84 . Hal ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan interpretasi. (lihat lampiran 4.3).

  Berikut adalah perbandingan selisih skor pretest ke posttest I kelompok eksperimen dan kelompok kontrol kemampuan interpretasi.

  

Ga mbar 4.1 Perbandingan selisih skor pretest ke posttest I

Ke ma mpuan interpretasi kelompok eksperimen dan kelo mpo k kontrol

  4.2.2 Analisis lebih lanjut

  4.2.2.1 Uji peningkatan skor pretest ke posttest I Uji peningkatan skor pretest dan posstest dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Analisis statistik dengan program IBM SPSS

  

Statistic for Windows22 dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika data terdistribusi

  dengan normal digunakan statistik parametrik yaitu Paired Samples t-test atau jika data terdistribusi tidak normal digunakan statistik nonparametrik Wilcoxon signed

  

rank test . Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai

  berikut(Santoso, 2010: 281):

  1. Jika harga sig. (2-tailed)> 0,05. H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terdapat peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest.

  2. Jika nilai sig. (2-tailed)< 0,05. H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terdapat peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest. Untuk mengetahui presentase skor pretest ke posttest digunakan rumus sebagai berikut :

  Berikut adalah grafik peningkatan skor pretest ke posttest I pada kemampuan interpretasi .

  Grafik 4.1 Pen ingkatan skor pretest ke posttest I Interpretasi Berikut adalah tabel hasil uji perbandingan skor pretest ke posttest I Interpretasi

Tabel 4.4 Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest I Interpretasi Rerata

  Peningkatan

No Kelo mpok Sig. (2-tailed) Keterangan

Posttest Pretest (%)

  I

  1 Eksperimen 2,09 3,06 46,41 % 0,000 Ada perbedaan

  2 Kontrol 2,08 2,50 20,19 % 0,020 Ada perbedaan

  Hasil uji perbandingan skor pretest ke posttest I menunjukkan bahwa harga sig.

  

(2-tailed ) 0,000 (atau p < 0,05) pada kelompok eksperimen dengan M = 0,96, SD =

  dengan peningkatan sebesar 46,41%. Pada

  0,78, SE = 0,14, df = 28, t = 6,63

  kelompok kontrol harga sig. (2-tailed) 0,020 (atau p < 0,05) dengan M = 0,42, SD =

  

0,91, SE = 0,17, df = 28, t = 2,47 dengan peningkatan sebesar 20,19%. Secara umum

  hasil uji peningkatan skor pretest pada kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Hal ini berarti ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan

  

posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain

  terdapat peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest I (lihat Lampiran 4.4).

  4.2.2.2 Uji besar efek perlakuan Uji besar pengaruh perlakuan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan interpretasi. Uji besar efek perlakuan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan

  

metode mind map . Kriteria yang digunakan untuk menentukan efek adalah sebagai

  berikut (Field, 2009: 57) : 1) r = 0,10 efek kecil 1%, 2) r = 0,30 efek menengah 9%, 3) 0,50 efek besar 25%. Jika data normal maka dapat digunakan Paired Samples t-test (Field, 2009: 332). Cara yang digunakan untuk mengetahui koefisien adalah sebagai berikut.Jika distribusi data normal harga t diubah menjadi harga r dengan rumus sebagai berikut (Field, 2009: 332).

  2 t r

   2df t

  Keterangan : r = besarnya efek (effect size) yang menggunakan koefisien korelasi pearson t = harga uji t df = harga derajat kebebasan (degree of freedom)

Tabel 4.5 Uji Besar Efe k Perlakuan pada Ke ma mpuan Interpretasi Kelo mpok t df r % Keterangan

  Eksperimen 6,63 43,98 28 0,78 0,61

  61 Efek Besar Kontrol 2,47 6,13 28 0,42 0,17

  17 Efek Menengah

  Dari data tabel diatas diperoleh data bahwa terjadi peningkatan pada kemampuan interpretasi pada kelompok eksperimen. Kenaikan kemampuan

  

interpretasi sebesar 61% dari r = 0,78 dengan efek perlakuan besar. Hal ini

  menunjukkan bahwa ada peningkatan pada kemampuan interpretasi di kelompok eksperimen. Pada kemampuan interpretasi di kelompok kontrol adalah sebesar 17% dari r = 0,42 dengan efek perlakuan menengah.

  4.2.2.3 Uji retensi pengaruh perlakuan Menurut Krathwohl (2004: 546) untuk lebih mengetahui sensitivitas perbedaan perlakuan dari penelitian ekperimental dianjurkan untuk melakukan

  

posttest II sesudah posttest I. Jika distribusi data normal digunakan statistik

  parametrik dalam hal ini Paired Samples t-test atau jika data terdistribusi tidak normal digunakan statistik nonparametrik Wilcoxon signed rank test dengan program

  

IBM SPSS Statistic for Windows22 dengan tingkat kepercayaan 95%. Kriteria yang

  digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut :

  1. Jika harga sig. (2-tailed)> 0,05. H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terjadi penurunan/peningkatan skor signifikan dari posttest I dan posttest II.

  2. Jika nilai sig. (2-tailed)< 0,05. H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terjadi penurunan/peningkatan skor signifikan dari posttest I dan posttest II. Untuk mengetahui presentase penurunan/peningkatan skor posttest I ke posttest II digunakan rumus sebagai berikut :

  Berikut grafik retensi pengaruh perlakuan pada kemampuan Interpretasi.

  Grafik 4.2 Pengaruh Perla kuan Pada Ke ma mpuan Interpretasi

  Berikut adalah tabel hasil uji perbandingan skor posttest I keposttest II Interpretasi

Tabel 4.6 Uji Perbandingan Skor Posttest I ke Posttest II Interpretasi Rerata

  Peningkatan

No Kelo mpok Posttest Posttest Sig. (2-tailed) Keterangan

(%)

  1 II

  

1 Eksperimen 3,06 2,71 -11,27 0,036 Tidak Be rbeda

  2 Kontrol 2,50 2,82 12,71 0,810 Berbeda

  Hasil uji perbandingan skor posttest I ke posttest II pada kelompok eksperimen mengalami penurunan dengan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,036 < 0,05 dan peningkatan -11,27%. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara

  

posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terjadi penurunan skor signifikan dari posttest I dan posttest II. Sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh harga sig. (2-tailed) sebesar 0,810 > 0,05 dengan peningkatan 12,71%. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara posttest I dan

  

posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terjadi

peningkatan skor signifikan dari posttest I dan posttest II (lihat Lampiran 4.5).

  4.2.3 Pengaruh Penggunaan Mind Map terhadap Kemampuan Analisis Pada bagaian berikut akan dipaparkan hasil analisis statistik. Seluruh analisis statistik menggunakan program dengan IBM SPSS Statistic for Windows 22 dengan tingkat kepercayaan 95%. Penelitian yang dilakukan untuk me ngetahui pengaruh penggunaan variabel independen yaitu mind map terhadap variabel dependen yang diteliti yaitu kemampuan analisis.

  Analisis data pada kemampuan analisis menggunakan statistik parametrik t-test dengan beberapa langkah sebagai berikut : 1) Uji normalitas data yaitu untuk melihat distribusi data dan menentukan analisis selanjutnya. 2) Uji perbedaan kemampuan awal yaitu untuk memastikan bahwa kedua kelompok yaitu eksperimen dan kontrol memiliki kemampuan yang sama 3) Uji selisih skor pre-test dan post-test I dilakukan untuk apakah penggunaaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan

  

analisis. 4) Uji peningkatan skor pretest-posttest I dilakukan untuk mengetahui

  apakah ada peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. 5) Uji besar efek perlakuan, yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan analisis. 6) Uji retensi pengaruh perlakuan yaitu untuk mengetahui sensitivitas perbedaan perlakuan dari posttestII sesudah posttestI.

  4.2.3.1Uji normalitas distribusi data Data yang diperoleh dari pretest dan posttest untuk kemampuan interpretasi pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dianalisis dengan uji normalitas, menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan IBM SPSS Statistic for Windows 22 dengan tingkat kepercayaan 95%. Uji normalitas tersebut untuk menentukan jenis uji pengaruh perlakuan yang akan digunakan dalam analisis data respoden dengan berdasarkan kriteria berikut (Sarwono, 2012: 25) : 1) Jika nilai sig.(2-tailed)> 0,05 distribusi data normal, teknik statistik inferensial yang digunakan adalah statistik parametrik uji t atau t test. 2) Jika nilai sig.(2-tailed)< 0,05 distribusi data tidak normal, teknik statistik yang digunakan adalah statistik nonparametrik Mann-Whitney atau Wilcoxon signed rank test. Berikut adalah hasil perhitungan uji normalitas distribusi data pada kemampuan interpretasi (lihat Lampiran 4.6) :

Tabel 4.7 Uji norma litas Ke ma mpuan Analisis No Aspek Sig. (2-tailed) Keterangan

  1 Pretest kelo mpok control 0,200 Norma l

  2 Posttest I ke lo mpok control 0,200 Norma l

  3 Posttest II kelo mpok control 0,130 Norma l

  4 Selisih ke lo mpok control 0,200 Norma l

  5 Pretest kelo mpok ekperimen 0,200 Norma l

  6 PosttestI kelo mpok eksperimen 0,079 Norma l

  7 Posttest II ke lo mpok e ksperimen 0,055 Norma l

  8 Selisih ke lo mpok e ksperimen 0,101 Norma l

  Dari hasil analisis statistik data diatas diperoleh hasil uji normalitas distribusi data normal menunjukkan bahwa harga sig. (2-tailed)> 0,05. Dapat dilihat dari hasil

  

pretest, posttest I, posttest II dan selisih pada kelompok kontrol dan eksperimen pada

  kemampuan analisis lebih besar dari 0,05 dengan demikian ditribusi data normal, karena itu untuk uji statistik selanjutnya menggunakan uji statistik parametrik.

  4.2.3.2 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Uji perbedaan kemampuan awal ini memastikan bahwa kedua kelompok yaitu eksperimen dan kontrol memiliki kemampuan yang sama. Uji perbedaan kemampuan awal skor pretest kemampuan interpretasi pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan menggunakan uji statistik parametrik yaitu Independent samples

  

t-test . Sebelum dilakukan analisis uji perbedaan kemampuan awal perlu dilakukan uji

  asumsi untuk memeriksa homogenitas variansi dengan

  Levene’s test. Kriteria yang

  digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut : 1) Jika harga sig. (2-

  

tailed) > 0,05 ada homogenitas variansi dari kedua data yang dibandingkan. 2) Jika

  Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 tidak ada homogenitas variansi dari kedua data yang dibandingkan. Hasil analisis

Levene’s Test pada kemampuan interpretasi di atas

  menunjukkan dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh harga F = 0,008 dengan harga sig. 0,931 (p> 0,05). Dengan demikian terdapat homogenitas variansi dari kedua data yang dibandingkan sehingga bisa digunakan Independent Samples t-test untuk analisis selanjutnya.

  Kriteria yang digunakan menurut (Priyatno 2010: 76) untuk pengambilan keputusan uji perbedaan kemampuan awal adalahsebagai berikut:

  1. Jika nilai sig.(2-tailed)> 0,05. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok ekperimen. Dengan kata lain keduanya memiliki kemampuan awal yang sama.

  2. Jika nilai sig.(2-tailed)< 0,05. Artinya ada perbedaan yang signifikan antarapretest kelompok kontrol dan pretest kelompok ekperimen. Dengan kata lain keduannya tidak memiliki kemampuan awal yang sama.

Tabel 4.8 Uji Perbedaan SkorPretest Analisis Hasil Pretest Sig. (2-tailed) Keterangan

  

Kelo mpok eksperimen dan 0,891 Tidak berbeda

kelo mpok kontrol interpretasi Dari hasil Independent Samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95%

  diperoleh harga sig. (2-tailed) > 0,05 yaitu 0,963. Pada kelompok eksperimen diperoleh M=2,08, N= 29, SE= 0,72, SD= 0,13. Dari hasil uji perbedaan kemampuan awal skor pretest pada kemampuan analisis didapat bahwa harga sig. (2-tailed) 0,891 > 0,05 sehingga H diterima dan H ditolak, makatidak ada perbedaan yang

  null i

  signifikan antara pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain keduanya memiliki kemampuan awal yang sama (lihat Lampiran 4.7).

  4.2.1.3 Uji selisih skor pretest ke posttest I Uji selisih skor pretest dan posttest dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan

  analisis. Secaraprinsip digunakan rumus (O

  2 1 )

  4 3 ) yaitu dengan

  • – O – (O – O mengurangkan selisih skor posttest-pretest pada kelompok kontrol dengan selisih
skor posttest-pretest pada kelompok eksperimen. Sebelum dilakukan analisis uji perbedaan kemampuan awal perlu dilakukan uji asumsi untuk memeriksa homogenitas variansi dengan

  Levene’s test. Kriteria yang digunakan untuk menarik

  kesimpulan adalah sebagai berikut : 1) Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 ada homogenitas variansi dari kedua data yang dibandingka n. 2) Jika Jika harga sig. (2-

  tailed) < 0,05 tidak ada homogenitas variansi dari kedua data yang dibandingkan.

  Analisis statistik uji selisih skor pretest ke posttest dengan program IBM SPSS

  

Statistic for Windows 22 dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika data terdistribusi

  dengan normal digunakan Independen Samples T-tes atau jika data terdistribusi tidak normal digunakan Mann-Whitney U test. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut (Santoso, 2010: 91) (lihat Lampiran 4.8):

  1. Jika harga sig. (2-tailed)> 0,05. H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttestkelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metodemind map tidak berpengaruh terhadap kemampuan analisis.

  2. Jika harga sig. (2-tailed)< 0,05. H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan analisis. Uji selisih skor pretest ke posttest I pada kemampuan analisis dengan cara mengurangkan skor posttest I-pretest. Uji selisih skor pretest ke posttest I ini menggunakan uji statistik parametrik Independent Samplests t-test.

Tabel 4.9 Uji Perbandingan s kor pretest ke posttestI Analisis Hasil Pretest Sig. (2-tailed) Keterangan

  Selisih skor analisis ke lo mpok 0,046 Ada perbedaan eksperimen dan ke lo mpok kontrol

  Hasil analisis

Levene’s Test dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan

  harga F = 0,003 dengan harga sig. 0,955 (p> 0,05). Dengan demikian terdapat homogenitas variansi dari kedua data yang dibandingkan. Dari data diatas menunjukkan bahwa harga sig. (2-tailed) selisih skor pretest ke posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan analisis adalah 0,004 < 0,05, Dapat dilihat dari hasil M = 1,23, SD =0,61, SE = 0,11, t = 2,04, df = 56. Sedangkan pada kelompok kontrol M =0,90, SD =0,61, SE = 0,11, t = 2,04, df = 55,99. Hal ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode

  mind map berpengaruh terhadap kemampuan analisis (lihat Lampiran 4.8)

  Berikut adalah perbandingan selisih skor pretest ke posttest I kelompok eksperimen dan kelompok kontrol kemampuan analisis.

  Ga mbar 4.2 Perbandingan selisih skor pretest ke posttest I Ke ma mpuan analisis kelo mpok e ksperimen dan ke lo mpok kontrol

  4.2.3.4 Uji Peningkatan skor pretest ke posttestI Uji peningkatan skor pretest dan posstest dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol.Analisis statistik dengan program IBM SPSS

  

Statistic for Windows 22 dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika data terdistribusi dengan normal digunakan statistik parametrik yaitu Paired Samples t-test atau jika data terdistribusi tidak normal digunakan statistik nonparametrik Wilcoxon signed

  

rank test . Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut

  (Santoso, 2010: 281) :

  1. Jika harga sig. (2-tailed)> 0,05. H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terdapat peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest.

  2. Jika nilai sig. (2-tailed)< 0,05. H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terdapat peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest. Untuk mengetahui presentase skor pretest ke posttest digunakan rumus sebagai berikut :

  Berikut adalah grafik kenaikan Skor Pretest ke Posttest I pada kemampuan analisis.

  

Grafik 4.3 Peningkatan skor pretest ke posttestI Analisis Berikut adalah tabel hasil uji perbandingan skor pretest ke posttest I Analisis.

Tabel 4.10 Uji Kena ikan Skor Pretest ke Posttest I Analisis Rerata Peningkatan

  

No Kelo mpok Sig. (2-tailed) Keterangan

(%) Pretest Posttest I

  1 Eksperimen

  2.08 3.32 59,25 % 0,000 Ada perbedaan

  2 Kontrol

  2.06 2.96 43,93 % 0,000 Ada perbedaan

  Hasil uji perbandingan skor pretest ke posttest I menunjukkan harga sig. (2-

  

tailed) 0,000 < 0,05 pada kelompok eksperimen dengan M = 1,23, SD = 0,61, SE =

0,11, df = 28, t = 10,81 dengan peningkatan sebesar 59,25%. Pada kelompok kontrol

  harga sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 dengan M = 0,90, SD = 0,61, SE = 0,11, df = 28, t

  

= 7,89 dengan peningkatan sebesar 43,93%. Secara umum hasil uji peningkatan skor

pretest pada kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol.Hal ini

  berartiada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terdapat peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest (lihat Lampiran 4.9)

  4.2.3.5 Uji besar efek perlakuan Uji besar pengaruh perlakuan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan interpretasi. Uji besar efek perlakuan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan

  

metode mind map . Kriteria yang digunakan untuk menentukan efek adalah sebagai

  berikut (Field, 2009: 57) : 1) r = 0,10 efek kecil 1%, 2) r = 0,30 efek menengah 9%, 3) 0,50 efek besar 25%. Jika data normal maka dapat digunakan Paired Samples t-test (Field, 2009: 332). Cara yang digunakan untuk mengetahui koefisien adalah sebagai berikut.Jika distribusi data normal harga t diubah menjadi harga r dengan rumus sebagai berikut (Field, 2009: 332).

  2 t r

  

2

df

t

  Keterangan : r = besarnya efek (effect size) yang menggunakan koefisien korelasi pearson t = harga uji t df = harga derajat kebebasan (degree of freedom)

  Tabel 4.11Uji Besar Efe k Pe rla kuan pada Ke ma mpuan Analisis

Kelo mpok t df r % Keterangan

Eksperimen 117 28 0,89 0,8

  80 Efek Besar

  10.81 Kontrol 7,89 62,31 28 0,83 0,68

  68 Efek Besar

  Dari data tabel diatas diperoleh data bahwa terjadi peningkatan pada kemampuan analisis pada kelompok eksperimen. Kenaikan kemampuan analisis sebesar 80% dari r = 0,89 dengan efek perlakuan besar. Hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatan pada kemampuan analisis di kelompok eksperimen. Pada kemampuan analisis di kelompok kontrol adalah sebesar 68% dari r = 0,83 dengan efek perlakuan besar.

  4.2.3.6 Uji retensi pengaruh perlakuan Menurut Krathwohl (2004: 546) untuk lebih mengetahui sensitivitas perbedaan perlakuan dari penelitian ekperimental dianjurkan untuk melakukan

  

posttestII sesudah posttestI. Langkah ini dilakukan untuk melihat apakah pengaruh

  yang ditimbulkan dari metode mind map masih sekuat posttest I atau tidak. Jika distribusi data normal digunakan statistik parametrik dalam hal ini Paired Samples t-

  

test atau jika data terdistribusi tidak normal digunakan statistik nonparametrik

Wilcoxon signed rank test dengan program IBM SPSS Statistic for Windows 22

  dengan tingkat kepercayaan 95%. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut :

  1. Jika harga sig. (2-tailed)> 0,05. H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terjadi penurunan/peningkatan skor signifikan dari posttest I dan posttest II.

  2. Jika nilai sig. (2-tailed)< 0,05. H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara posttest I dan posttest IIpada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terjadi penurunan/peningkatan skor signifikan dari posttest I dan posttest II. Untuk mengetahui presentase penurunan/peningkatan skor posttest I ke posttest II digunakan rumus sebagai berikut : Berikut adalah tabel hasil uji perbandingan skor posttest I ke posttest II Analisis

  3.5

  3.3

  3

  2.96

  2.62

  2.5

  2.4

  2.08

  2.06

  1

  0.5 Pretest Posttest I Posttest II Grafik 4.4 Pengaruh perla kuan pada ke ma mpuan Analisis

Tabel 4.12 Uji Perbandingan Skor Posttest I ke Posttest II Analisis Rerata

  Peningkatan

No Kelo mpok Sig. (2-tailed) Keterangan

Posttest Posttest

  (%)

  1

  2

  1 Eksperimen 3.32 2,52 -23,97 0,002 Berbeda

  Hasil uji perbandingan skorposttest I ke posttest II kemampuan analisis mengalami penurunan dengan harga sig.(2-tailed) sebesar 0,002 < 0,05 dan peningkatan -23,977%. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara posttest I dan

  

posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terjadi

  penurunan skor signifikan dari posttest I dan posttest II. Sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh harga sig. (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05 dengan peningkatan - 14,82%. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara posttest I dan posttest IIpada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terjadi penurunan skor signifikan dari posttest I dan posttest II (lihat Lampiran 4.10) .

  4.4 Pembahasan

  4.4.1 Pengaruh Penerapan Mind Map terhadap Kemampuan Interpretasi Analisis data pada kemampuan interpretasi yaitu: 1) Uji normalitas distribusi data. 2) Uji perbedaan kemampuan awal. 3) Uji selisih skor pretest ke posttest. 4) Uji peningkatan skor pretest ke posttest. 5) Uji besar efek perlakuan. 6) Uji retensi penagruh. Tahap pertama pada uji normalitas distribusi data diketahui bahwa data pada kemampuan interpretasinormal. Hal ini didapat bahwa harga sig.(2-tailed)> 0,05. Tahap kedua dengan uji perbedaan kemampuan awal pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen diperoleh hasil bahwa harga sig. (2-tailed)> 0,05 yaitu 0,963 > 0,05. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontroldan pretestkelompok ekperimen. Hal ini berarti kelompok kontrol dan kelompok eksperimen berawal dari titik pijak yang sama. Tahap ketiga adalah uji selisih skor pretest ke posttest I dengan ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen diperoleh data bahwa harga (2-tailed)< 0,05 yaitu 0,004 < 0,05.Pada kelompok eksperimen dapat dilihat M = 1,15, SD = 0,82, SE = 0,15, t= 2,98, df = 56. Sedangkan pada kelompok kontrol dapat dilihat M = 0,45, SD = 0,95, SE = 0,17, t= 2,98, df = 54,84. Tahap

  

keempat uji peningkatan skor pretest ke posttest I untuk memastikan apakah ada

  kenaikan yang terjadi antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen diperoleh data bahwa harga sig. (2-tailed < 0,05 pretest ke

  

posttest I M = 0,96, SD = 0,78, SE = 0,14, df = 28, t = 6,63 dengan peningkatan

  sebesar 46,41%. Pada kelompok kontrol harga sig. (2-tailed) 0,020 < 0,05 dengan M

  

= 0,42, SD = 0,91, SE = 0,17, df = 28, t = 2,47 dengan peningkatan sebesar 20,19%.

  Secara umum hasil uji peningkatan skor pretest pada kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrolkelompok eksperimen sebesar 0,000 < 0,05 dengan peningkatan 46,41%. Dengan kata lain terdapat peningkatan skor yang signifikan dari

  

pretest ke posttest. Tahap kelima uji besar efek perlakuanbahwa terjadi peningkatan

  pada kemampuan interpretasi pada kelompok eksperimen. Kenaikan kemampuan interpretasi sebesar 61% dari r = 0,78 dengan efek perlakuan besar. Sedangkan pada kelompok kontrol adalah sebesar 17% dari r = 0,17 dengan efek perlakuan menengah. Tahap keenam adalah uji retensi pengaruh perlakuan tujuannya untuk lebih mengetahui retensi pengaruh perlakuan.Posttest II ini dilakukan sesudah posttest I dengan selang waktu kurang lebih 1 bulan sesudah penelitian. Uji retensi pengaruh perlakuan pada kemampuan interpretasi diperoleh data kelompok eksperimen mengalami penurunan dengan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,036 < 0,05 dan peningkatan -11,27%. Dengan kata lain terjadi penurunan/peningkatan skor signifikan dari posttest I dan posttest II. Pada kelompok kontrol diperoleh harga sig.

  

(2-tailed) sebesar 0,810 > 0,05 dengan peningkatan 12,71%. Dengan kata lain tidak

terjadi penurunan/peningkatan skor signifikan dari posttest I dan posttest II.

  4.4.2 Pengaruh Penerapan Mind Map terhadap Kemampuan Analisis Analisis data pada kemampuan interpretasi yaitu: 1) Uji normalitas distribusi data. 2) Uji perbedaan kemampuan awal. 3) Uji selisih skor pretest ke posttest . 4) Uji peningkatan skor pretest ke posttest. 5) Uji besar efek perlakuan. 6) Uji retensi penagruh. Tahap pertama pada uji normalitas distribusi data diketahui bahwa data pada kemampuan interpretasinormal. Hal ini didapat bahwa harga sig.(2-tailed)> 0,05. Tahap kedua dengan uji perbedaan kemampuan awal pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen diperoleh hasil bahwa harga sig. (2-tailed)> 0,05 yaitu 0,891> 0,05. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontroldan pretestkelompok ekperimen. Hal ini berarti kelompok kontrol dan kelompok eksperimen berawal dari titik pijak yang sama. Tahap ketiga adalah uji selisih skor pretest ke posttest I dengan ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen diperoleh data bahwa harga (2-tailed)< 0,05 yaitu 0,046< 0,05.Dapat dilihat dari hasil, t = 2,0, df =

  

56 . Sedangkan pada kelompok kontrol M =0,90, SD =0,61, SE = 0,11, t = 2,05, df =

55,99 . Tahap keempat uji peningkatan skor pretest ke posttest I untuk memastikan

  apakah ada kenaikan yang terjadi antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen diperoleh data bahwa harga sig. (2-tailed < 0,05 pretest ke posttest I kelompok eksperimen sebesar 0,000 < 0,05M = 1,23, SD = 0,61, SE =

  

0,11, df = 28, t = 10,81 dengan peningkatan sebesar 59,25%. Pada kelompok kontrol

  harga sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 dengan M = 0,90, SD = 0,61, SE = 0,11, df = 28, t

  

= 7,89 dengan peningkatan sebesar 43,93%. Dengan kata lain terdapat peningkatan

  skor yang signifikan dari pretest ke posttest I. Tahap kelima uji besar efek perlakuan bahwa terjadi peningkatan pada kemampuan analisis pada kelompok eksperimen. Kenaikan kemampuan analisis sebesar 80% dari r = 0,89 dengan efek perlakuan besar. Sedangkan pada kelompok kontrol adalah sebesar 68% dari r = 0,83dengan efek perlakuan besar. Tahap keenam adalah uji retensi pengaruh perlakuan tujuannya untuk lebih mengetahui retensi pengaruh perlakuan.Posttest II ini dilakukan sesudah

  

posttest I dengan selang waktu kurang lebih 1 bulan sesudah penelitian. Uji retensi

  pengaruh perlakuan pada kemampuananalisis diperoleh data kelompok eksperimen mengalami penurunan dengan harga sig. (2-tailed)sebesar 0,002 < 0,05 dan peningkatan -23,97%. Dengan kata lain terjadi penurunan/peningkatan skor signifikan dari posttest I dan posttest II. Pada kelompok kontrol diperoleh harga sig. sebesar 0,001 > 0,05 dengan peningkatan -14,8%. Dengan kata lain tidak

  (2-tailed) terjadi penurunan/peningkatan skor signifikan dari posttest I dan posttest II.

  4.5 Dampak perlakuan terhadap siswa Untuk mengetahui dampak perlakuan terhadap siswa, peneliti mengambil data dengan triangulasi data.Triangulasi data diperoleh diperoleh dari wawancara dengan siswa, guru mitra penelitian, dan observasi yang dilakukan selama penelitian.Pada saat penelitian, peneliti melakukan pengamatan pada saat pembelajaran berlangsung yang meliputi: proses pembelajaran mulai dari awal sampai akhir, keaktifan siswa pada saat dijelaskan dan membuatmind map, dan cara bagaimana guru mengajar menggunakan metode mind map. Saat penelitian berlangsung, peneliti berada di dalam kelas tetapi hanya sebagai pengamat atau observasi. Pada saat pembelajaran berlangsung peneliti mengamati proses pembelajaran, keaktifan siswa, dan cara guru mengajar menggunakan metode mind map.

  Pembelajaran yang dilakukan oleh guru mulai awal sampai akhir pembelajaran berlangsung dengan baik. Sebelum memulai guru memberikan salam dan mengajak siswa untuk berdoa. Setelah selesai berdoa guru melakukan apersepsi dengan tanya jawab mengaitkan dengan materi yang akan dipelajari

  “ Siapa yang tadi pagi sarapan

atau makan daging?Nah, apakah ketika makan atau sarapan ada daging yang tersisa

di sela-sela gigi? Boso jowone sliliten .Ketika ada dagingyang tersisa atau sliliten,

apa yang kalian lakukan? Dengan apa kalian mengambilnya? Ada salah satu siswa

  menjawab “dengan tusuk gigi, pak”Kemudian guru bertanya lagi “siapa yang

mengambilnya dengan kuku?Nek, nggo kuku gilani, mesti kuku rung dipotongi.

  Biasannya kalian memotong kuku menggunakan apa?

  ” Ada salah satu siswa menjawab

  “ menggunakan potongan kuku, pak”. Guru bertanya lagi “ siapa yang tahu pemotong kuku menggunakan prinsip kerja apa?”Salah siswa menjawab menggunakan prinsip pesa wat sederhana”.Kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menuliskannya di papan tulis.

  Setelah itu guru memperkenalkan siswa mind mapyang sudah ditempel di depan kelas dan melakukan tanya jawab dari mind map yang di tempel dipapan tulis. Ketika guru memperkenalkan mind map siswa sangat antusias untuk melihatnya. Ada satu siswa yang bilang

  “Wah bagus banget, siapa yang menggambar, Pak? Ada gambar pesawatnya Selanjutnya guru menjelaskan materi tentang pesawat sederhana

  menggunakan mind map yang ditempel di papan tulis, lalu selesai menjelaskan guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok untuk membuat mind map. Sebelum para siswa berkumpul dengan kelompoknya, guru menjelaskan bagaimana membuat mind map terlebih dahulu.

  “Anak-anak sekarang perhatikan penjelasan Pak Hartoyo

dulu, jika kalian ingin membuat mind map kalian harus memulainya dari tengah,

kemudian membuat cabang-cabang dan gambar.Gambarnya tidak harus sama

  seperti ini ”.Kemudian siswa mencoba menggambar bersama dengan kelomokdengan

  sangat antusias dan aktif ketika membuat mind map tersebut yang berhubungan dengan materi pesawat sederhana, ada siswa yang menggambar, ada juga mewarnai. Siswa juga masih sering bertanya ketika masih belum paham saat membuat mind map kepada guru. Diakhir pelajaran guru merangkum semua yang telah dipelajari bersama-sama dengan siswa, kemudian guru memberikan PR yang dikerjakan secara individu untuk membuat mind map di rumah tentang materi pesawat sederhana.

  Pada pertemuan - pertemuan selanjutnya guru juga melakukan pembelajaran dari awal sampai akhir. Tetapi di pertemuan kedua guru megajak siswa untuk menyimak video tentang pengungkit.,kemudian dari video tersebut guru melakukan tanya jawab dengan siswa. Lalu menjelaskan materi tentang pengungkit menggunakan mind map yang dipasang di papan tulis. Selesai menjelaskan guru masih sama seperti pertemuan sebelumnya, guru membagi siswa ke dalam kelompok untuk membuat mind map. Di akhir pembelajaran dan diakhir pelajaran guru merangkum yang telah dipelajari dan memberikan PR untuk membuat mind map.

  Pada pertemuan ketiga dan keempat guru melakukan apersepsi dengan tanya jawab tentang materi yang berkaitan dengan katrol, bidang miring dan roda berporos. Kemudian guru mendemonstrasikan katrol dan bidang miring dan roda berporos menggunakan alat KIT dan siswa menyimak dengan saat baik saat dijelaskan. Selesai menjelaskan guru menunjuk beberapa siswa untuk mempraktekkan yang sudah didemonstrasikan. Setelah itu guru menjelaskan materi katrol, bidang miring dan roda berporos menggunakan mind map dan guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok untuk membuat mind map tentang materi katrol, bidang miring dan roda berporos. Di akhir pembelajaran guru merangkum yang telah dipelajari dan memberikan PR untuk membuat mind map.

  Pada pertemuan terakhir guru melakukan tanya jawab dengan mengaitkan materi pesawat sederhana. Selesai tanya jawab guru mengingat kembali materi yang sudah dipelajari menggunakan mind map. Kemudian menunjuk beberapa siswa maju ke depan kelas untuk membaca dan menyimpulkan yang telah dipelajari dengan membaca mind map berserta dengan contoh-contohnya. Guru menyuruh siswa untuk melengkapi mind map di papan tulis dan memberikan umpan balik atau pembenaran jika ada yang salah. Guru membagikan siswa kertas untuk membuat refleksi masih dengan menggunakan mind map.

  “Sekarang tuliskan perasaan kalian dikertas yang bapak sudah bagikan, bisa senang, seding, digambar s aja.”

  Selesai melakukan penelitian, pada tanggal 28 Februari 2014 peneliti melakukan wawancara kepada lima siswa dan guru mitra dalam penelitian. Peneliti mewawancarai lima siswa, yaitu dua siswa yang mendapatkan nilai bagus dikelas, dua siswa yang mendapat nilai bagus mind map dan satu siswa yang aktif di kelas. Dari wawancara yang dilakukan, ada yang beberapa siswa yang menjawab

  “tidak

senang dengan mata pelajaran IPAkarena gurunya lebih banyak ceramah dan

memberikan latihan soal

  .”Sebagian siswa lagi mejawab “senang, karena

  mempelajari tentang alam- alam, bu.”Ketika ditanya lagi“bagaiamana kemarinpelajaran IPA menggunakan mind map?” Si S menjawab “senang karena gambar-gambar bu, terus mudah ngapalin.materinya ”. “Apakah kalian mengalami kesulitan saat membuat mind map? Si D menjawab “ada bu, sulitnya gambar contoh- contohnya, soalnya aku gak bisa gambar.”Menurut siswa yang diwawancarai

  setelah menggunakan mind map dalam pembelajaran mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), siswa menjadi lebih senang dan semakin mudah mengingat materi yang telah dipelajari, tetapi ada kesulitannnya ketika siswa akan menggambar untuk membuat mind map, yaitu terkadang merasa kesulitan atau tidak bisa menggambar contoh-contohnya tentang materi pesawat sederhana. Dengan menggunakan metodemind map guru juga mengajar dengan menyenangkan di kelas, sehingga dapat mengaktifkan siswa dan guru hanya sebagai fasilitator. Dari pernyataan siswa di atas menunjukkan bahwa siswa merasakan pengaruh penggunaan metode mind map pada dalam pembelajaran IPA.

  Selanjutnya dilakukan wawancara dengan guru mitra penelitian.Ketika guru ditanya “Bagaimana perasaan Bapak, setelah mengajar menggunakan mind

  

map?”Guru menjawab “ya,saya juga senang mengajarnya.” Kemudian ditanya

  lagi

  “Apakah mind map bagus bagus ketika diterapkan dalam pembelajaran dikelas,

pak?”guru mengatakan bahwa “mind mapbagus untuk diterapkan pada saat

  

pembelajaran di kelas.Hal ini dapat dilihat dari nilai dan antusias siswa ketika

belajar di kelas.”Menurut guru, beliau sangat senang dengan diterapkan metode mind

mind karena membuat siswa aktif dan antusias di dalam kelas ketika pembelajaran

  berlangsung. Peneliti juga mengamati pada saat pembelajaran di kelompok menggunakan mind map, siswa tampak antusias dengan membagi tugas masing- masing setiap anggota kelompok, misalnya ada yang menggambar, ada yang memberi warna. Meskipun metode mind map hanya diujikan dalam 5 pertemuan di kelas,

  

metode mind map ini berpengaruh untuk meningkatkan kemampuan interpretasi dan

analisis siswa. Dari hasil triangulasi data tersebut menunjukkan bahwa metode mind

map berpengaruh kepada siswa ketika mereka belajar IPA pada materi pesawat

sederhana dilihat dari aktif, antusiasnya, nilainya siswanya.

  4.6 Konsekuensi Lebih Lanjut Konsekuensi lebih lanjut ini berisi tentang penggunaan metode inovatif, yaitu

  

mind map berdampak besar terhadap peningkatan kompetensi siswa atau kemampuan

  belajar siswa, penggunaan metode inovatif, yaitu mind mapakan membantu siswa mengatasi tentang masalah belajar. Menurut penelitian di Indonesia, pemerintah sudah mengeluarkan berbagai kebijakan politik terkait sertifikasi dan pemenuhan tunjangan guru yang tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap perbaikan mutu pembelajaran dan menurut data dari World Bank (2012: 5) menyebutkan bahwa anggaran yang dikeluarkan pemerintah Indonesia paling banyak untuk gaji guru dan profesional. Dengan memberikan gaji yang besar, bukan berarti kualitas pembelajaran akan meningkat.

  Solusi yang diberikan pemerintah tersebut tidak menghasilkan perubahan bagaiamana cara guru mengajar di kelas. Guru mengajar di kelas masih belum menggunakan metode pembelajaran inovatif atau masih seperti biasanya. Maka penggunaan pembelajaran inovatif yaitu mind map dapat meningkatkan kompetensi siswa atau kemampuan belajar siswa, diketahui dari hasil besar efek perlakuan bahwa terjadi peningkatan pada kemampuan interpretasi pada kelompok eksperimen. Kenaikan kemampuan interpretasi sebesar 61% dari r = 0,78 denga n efek perlakuan besar. Sedangkan pada kemampuan analisisuji besar efek perlakuan diperoleh bahwa terjadi peningkatan pada kemampuan analisis pada kelompok eksperimen. Kenaikan kemampuan analisis sebesar 80% dari r = 0,89 dengan efek perlakuan besar.

kesimpulan ingin menunjukkan hasil penelitian yang menjawab hipotesis penelitian yang menjawab hipotesis penelitian berikutnya.

  5.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap siswa kelas V SDK Demangan

  Baru I Yogyakarta pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana dengan menggunakan metode mind map dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

  1. Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan

  interprestasi siswa pada mata pelajaran IPA di kelas V SDK Demangan Baru

  I Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Hal tersebut dapat dilihat dari selisih skor pretest ke posttest I pada kelompok eksperimen dengan harga (2-tailed)yaitu 0,004 <0,05. Pengaruh ini diikuti dengan perolehan M = 1,15, SD = 0,82, SE = 0,15. Dapat dilihat dari uji besar efek pelakuan (effect size) dengan peningkatan kemampuan interpretasi sebesar 61% dengan koefisisen korelasi r = 0,78 yang termasukkategori efek besar.

  2. Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan analisis siswa pada mata pelajaran IPA di kelas V SDK Demangan Baru I Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Hal tersebut dapat dilihat dari selisih skor pretest ke posttest I pada kelompok eksperimen dengan harga

  sig.(2-tailed) yaitu 0,046 <0,05. Pengaruh ini diikuti dengan perolehan M = 1,23, SD =0,61, SE = 0,11 . Dapat dilihat dari uji besar efek pelakuan (effect size ) pada kemampuan analisis peningkatan sebesar 80% dengan koefisisen korelasi r = 0,89 yang termasuk kategori efek besar.

  5.2 Keterbatasan Penelitian Pada saat penelitian ini ada beberapa siswa yang masih kebingungan dan kesulitan ketika menggambar contoh-contoh pada cabang-cabang mind map, karena mungkin pada saat pembelajaran siswa tidak terbiasa menggunakan mind map dan siswa sering membuat catatan yang sesuai berdasarkan perintah guru. Kemudian waktu yang disediakan juga pada saat penelitian terlalu sedikit hanya lima kali pertemuan, padahal di kelompok eksperimen sangat kekurangan waktu pada satiap pertemuan karena ketika diberi tugas membuat mind map setiap kelompok masih ada yang belum selesai dan harus dibuat PR.

  5.3 Saran Untuk penelitian selanjutnya alokasi waktunya ditambah satu kali pertemuan bisa 3 jam pelajaran agar siswa lebih bahwa dalam membuat mind map, karena dalam latihan membuat mind map masih kurang waktu dan masih banyak yang belum selesai. Selanjutnya siswa agar lebih paham tentang mind map yang telah dibuat.

  Ary, D., Jacobs, L.C.,& Razavieh, A. (2007).Pengantar penelitian dalam pendidikan. Yogyakarta: Pustaka pelajar. Azmiyawati, C. (2008). IPA saling temas untuk kelas V SD/MI. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Buzan, T. (2008).Buku pintar mind map. Jakarta:Gramedia. Chang, M., dkk. (2014). Teacher Reform in IndonesiaThe Role of Politics and Evidence in Policy Making. Washington, D.C: The World Bank. Cohen, Louis, Manion & Marrison. (2007). Research menthod in education sixth edition. London : British Library. Cresswell, John W.(2003).Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methodsapproaches .Thousands Oaks:SAGE Publications, Inc. Fachurazi.(2011). Penerapan pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematis siswa sekolah dasar .

  Jakarta:Universitas Indonesia Facione, P. A. (1990). Critical thinking: A statement of expert consensus for purposes

  of educational assessment and instruction . Millbrae : California Academic Press.

  Field. (2009). Discovering statistic using spss third edition. Dubai:Oriental Press Ghozali, I. (2009). Aplikasi analisis multivariate dengan program SPSS.

  Semarang:Universitas Diponegro Imannur (2012).Meningkatkan hasil belajar matematika dengan menggunakan model

  mind map .Jurnal Mathematic Paedagogic (Vol. III No. 1). Diakses tanggal

  13 April Kountur, R. (2003). Metode penelitian untuk penulisan skripsi dan tesis. Jakarta:CV Teruna Grafica.

  Krathwohl, D. R. (2004).Methods of educational and social science researc, an integrated approach (second edition).Illinois:Waveland Press. Kuswana, W.S. (2012). Taksonomi kognitif perkembangan ragam berfikir. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

  Lestari, M. S. (2011). Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar

  dan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaranIPA SDK ganjuran Yogyakarta . Tidak Diterbitkan. Yogyakarta:Universitas Sanata Dharma.

  Noor, J. (2011). Metodologi penelitian:Skripsi, tesis, disertasi, dan karya ilmiah.

  Jakarta:Kencana. Priyatno, D. (2010). Paham analisis statistik dengan SPSS. Yogyakarta:MediaKom. Samatowa, U. (2010). Pembelajaran IPA di sekolah dasar. Jakarta: PT.Indeks. Santoso, S. (2012).Aplikasi SPSS pada statistik non parametrik.Jakarata: PT Alex Media Komputindo.

  Sarwono, J. (2010). Belajar statistik menjadi mudah dan cepat PASW statistics 18.

  Yogyakarta: CV. Andi. Septiarini, T. A. (2012). Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan

  menganalisis dan mengevaluasi pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan . Tidak Diterbitkan.Yogyakarta:Universitas Sanata Dharma.

  Siregar, E & Nara.(2011). Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor:Penerbit Ghalia Indonesia

  Sugiyono.(2010). Metodologi penelitian pendidikan. Bandung:Alfabeta Sugiyono. (2011). Metode penelitian kominasi(Mixed Methods). Bandung: Alfabeta Sugiyono.(2012). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Bandung: Alfabeta.

  Suparno, P. (2001). Teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Yogyakrta:Kanisius Supratiknya .(2012). Penilaian hasil belajar dengan teknik non tes. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  Susanto, A. (2012). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar.Jakarta: Kencana. Susanto, A. (2013). Teori belajar dan pembelajaran di Sekolah Dasar. Edisi ke-1 Jakarta: Kencana. Utari, C. F.,dkk (2013) Pengaruh penggunaan metode mind mapping terhadap hasil

  belajar Biologi siswa kelas XI SMAN 2 Ranah Pesisir . Padang:Universitas

  BungHatta. Diakses pada tanggal 29 Mei 2014

   Wassalwa, M., dkk.(2012). Upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII B SMP N 1 Ngemplak pada pembelajaran IPA dengan menggunakan pembelajaran Problem Based Learning (PBL).(Vol 1 No. 1)

  

Lampiran 3.1

Silabus dan RPP

Kelas Eksperimen

  Lampiran 3.2 Silabus dan RPP Kelas Kontrol

  Lampiran 3.3 Rubrik Penilaian

Lampiran 3.4 Tabulasi Skor Uji Validitas Soal No

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1.25

  1

  1

  1

  24

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  25

  1

  23

  1

  2

  27

  2

  1

  2

  3

  2

  1.5

  1

  1

  1

  3

  26

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1.5

  1

  1

  2.5

  3

  2

  3

  2

  20

  1

  1

  1

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  19

  3.25

  4

  2

  3

  1

  1

  2.75

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  22

  3

  1

  2

  4

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  21

  2

  1

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  33

  2

  2

  2

  2

  2

  1.75

  2

  1

  1

  3

  32

  2

  34

  2

  3

  2.5

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  35

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2.5

  3

  2

  3

  2

  2

  1.25

  1.5

  1

  1

  1

  29

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  3

  28

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2.25

  3

  2

  2

  2

  31

  2

  3

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  30

  1

  1

  1

  4

  INTERPRETASI ANALISIS a b c d rata- rata a b c d rata- rata

  1

  2.25

  1

  2

  4

  7

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  2

  2

  2

  3

  6

  2.75

  2

  2

  4

  3

  1

  2

  3

  2

  2.75

  2

  2

  3

  4

  9

  2

  1

  2

  3

  2

  1.5

  1

  1

  2

  2

  8

  1.5

  1

  1

  3.25

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2.5

  1

  2

  3

  4

  1.25

  3

  1

  1

  1

  2

  1.75

  1

  2

  2

  2

  1

  3

  4

  1

  4

  5

  1.25

  1

  1

  1

  2

  1.25

  1

  1

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  2.75

  3

  2

  3

  1

  3

  1

  2

  16

  2.5

  4

  3

  1

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  15

  3.5

  4

  3

  4

  3

  2.5

  3

  1

  1

  2

  2.25

  2

  2

  1

  18

  1

  1

  1

  1

  1

  3

  1.25

  1

  3

  2

  17

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  3

  1

  1

  4

  2

  2.5

  3

  3

  2

  2

  11

  1.25

  1

  4

  1

  2

  1.75

  1

  1

  2

  3

  10

  1.75

  2

  3

  14

  3

  3.5

  4

  3

  4

  3

  3.5

  4

  3

  4

  13

  12

  2

  2

  1

  2

  3

  1.75

  2

  1

  2

  2

  2

  36

  1

  1

  2.5

  2

  1

  1

  1

  1.25

  50

  1

  1

  1

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  51

  2

  1

  1

  1

  1.25

  2

  2

  4

  1

  1

  2

  3

  2.5

  47

  2

  1

  1

  1

  1.25

  1

  1

  1

  49

  1

  48

  2

  1

  1

  1

  1.25

  3

  2

  1

  1

  1.75

  1

  1

  2

  3

  3

  2

  2

  2.5

  55

  3

  3

  3

  1

  2.5

  4

  2

  3.25

  1

  2.5

  56

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  1.25

  53

  52

  2

  1

  1

  1

  1.25

  4

  3

  2

  1

  2.5

  3

  3

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  2.25

  54

  3

  4

  3

  1.25

  1

  1

  1

  1

  39

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  40

  3

  1

  1

  1

  1.5

  4

  4

  4

  4

  4

  41

  1

  1

  2

  1

  2

  3

  1

  1.75

  3

  4

  3

  4

  3.5

  37

  3

  1

  1

  1

  1.5

  3

  3

  2

  2

  2.5

  38

  1

  1

  1

  1

  3

  2

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  45

  1

  1

  1

  1

  1.5

  3

  3

  1

  1

  2

  46

  2

  1

  1

  44

  1

  3

  1.5

  2.5

  4

  4

  4

  4

  4

  42

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  3

  1

  1

  1.5

  43

  3

  1

  1

  1

  1.5

  1

  1

  2

Lampiran 3.5 Hasil Uji Validitas

  

Correlations

Total Inter Anal Eva Infe Ekspla Regul **

  Tot Pearson

  • ** ** ** ** ** 1 ,679 ,758 ,726 ,761 ,787 ,734 al Correlation Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 N

  56

  56

  56

  56

  56

  56

  56 * Int Pearson

  • ** ** ** ** **

    ,679 1 ,511 ,460 ,368 ,450 ,316 er Correlation Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,005 ,000 ,018 N

  56

  56

  56

  56

  56

  56

  56 An Pearson

  • * ** ** ** ** ** ,758 ,511 1 ,606 ,464 ,430 ,330 al Correlation Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000 ,001 ,013 N

  56

  56

  56

  56

  56

  56

  56 * Ev Pearson

  • ** ** ** ** ** ,726 ,460 ,606 1 ,448 ,433 ,341 a Correlation Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,001 ,001 ,010 N

  56

  56

  56

  56

  56

  56

  56 Inf Pearson ** ** ** **

  • ** ** ,761 ,368 ,464 ,448 1 ,653 ,502 e Correlation Sig. (2-tailed) ,000 ,005 ,000 ,001 ,000 ,000 N

  56

  56

  56

  56

  56

  56

  56 Ek Pearson

  • ** ** ** ** ** ** ,787 ,450 ,430 ,433 ,653 1 ,616 spl Correlation a Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,001 ,001 ,000 ,000 N

  56

  56

  56

  56

  56

  56

  56 Re Pearson * * ** ** ** * ,734 ,316 ,330 ,341 ,502 ,616 1 gul Correlation

  Sig. (2-tailed) ,000 ,018 ,013 ,010 ,000 ,000 N

  56

  56

  56

  56

  56

  56

  56

  • . Correlation is significant at the 0.01 level (2- tailed).
    • . Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Lampiran 3.6 Hasil Uji Reliabilitas Case Processing Summary

  N % Cases Valid

  56

  96.6 Excluded a

  2

  3.4 Total 58 100.0

  

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha

  Based on Standardized Items N of Items

.821 .837

  6

Lampiran 3.7 Resume Expert Judment Resume

  2

  1

  6 Kesesuaian indikator 4 dengan item soal yang diberikan

  4 √ √

  3 √

  2

  1

  7 Kesesuaian indikator 5 dengan item soal yang diberikan

  4 √ √ √

  3

  1

  3

  8 Kesesuaian indikator 6 dengan item soal yang diberikan

  4 √ √ √

  3

  2

  1

  9 Kejelasan perintah pengerjaan soal

  4 √ √ √

  3

  2

  1

  2

  Expert Judgement No Pernyataan Skala Dosen

  1 Dosen

  2

  2 Guru Saran

  1 Kesesuaian antara SK, KD, dan indikator

  4 √ √ √

  3

  2

  1

  2 Kualitas perilaku yang dituntut dalam indikator mencerminkan keutuhan perkembangan pribadi siswa

  4 √ √

  3 √

  1

  5 Kesesuaian indikator 3 dengan item soal yang diberikan

  3 Kesesuaian indikator 1 dengan item soal yang diberikan

  4 √ √ √

  3

  2

  1

  4 Kesesuaian indikator 2 dengan item soal yang diberikan

  4 √ √

  3 √

  2

  1

  4 √ √ √

  No Pernyataan Skala Dosen Dosen Guru Saran

  1

  2 Kualitas pedoman

  4 √ √ √ penilaian

  3

  10

  2

  1 Bentuk muka instrumen

  4 √ √ √ tes yang disajikan

  3

  11

  2

  1 Penggunaan bahasa

  4 √ √

  Indonesia dan tata tulis

  3 √

  12 baku

  2

  1 Total

  48

  48

  41

Lampiran 4.1 Uji Normalitas Kemampuan Interpretasi

  

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

PreEk Post1E Post2E SelEk PreKo Post1Ko Psot2Ko SelKonI sInter ksInter ksInter sInter nInter nInter nInter nter

  N

  29

  29

  29

  29

  29

  29

  29

  29 Normal Mean 2.094 1.155 2.086 a,b 3.0607 2.7155 2.5086 2.4741 .4569 Parameters

  8

  5

  2 Std.

.6794 .8249 .7204

Deviat .67018 .70624 .44059 .78872 .95447

  6

  2

  8 ion Most Extreme Absol .143 .147 .140 .131 .107 .152 .108 .139 Differences ute Positi

  .100 .147 .099 .131 .107 .152 .108 .109 ve Negat

  • .143 -.132 -.140 -.102 -.107 -.143 -.099 -.139 ive Test Statistic .143 .147 .140 .131 .107 .152 .108 .139 c c c c,d c,d c c,d c Asymp. Sig. (2-tailed) .135 .108 .152 .200 .200 .086 .200 .162 a. Test distribution is Normal.

  b. Calculated from data.

  c. Lilliefors Significance Correction.

  d. This is a lower bound of the true significance.

  

Lampiran 4.2 Uji Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Interpretasi

Group Statistics

Std.

  Std. Error

Kelompok N Mean Deviation Mean

PreEksKonInter Pretest Eksperimen

  29 2.0948 .67946 .12617 Interpretasi Pretest Kontrol

  29 2.0862 .72048 .13379 Interpretasi

Independent Samples Test

  Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence

  Interval of the Difference Sig. (2- Mean Std. Error F Sig. t df tailed) Difference Difference Lower Upper

  PreEksKonInter Equal

  • variances .000 .985 .047

  56 .963 .00862 .18390 .37702 .35978 assumed

Lampiran 4.3 Uji Selisih Skor Pretest-PosttestI Kemampuan Interpretasi

  Group Statistics Kelompok N Mean Std.

  Deviation Std.

  Error Mean SelisihEksKonInter1 Selisih Eksperimen

  Interpretasi

  1 29 1.1555 .82492 .15318 Selisih Kontrol Interpretasi

  1 29 .4569 .95447 .17724

Independent Samples Test

  Levene's Test for Equality of

Variances t-test for Equality of Means

F Sig. t df

  Sig. (2- tailed) Mean Difference

  Std. Error Differen ce 95% Confidence

  Interval of the Difference Lower Upper Seli sihE ksK onIn ter1

  Equal variances assumed .247 .621 2.982

  56 .004 .69862 .23426 .22933 1.1679

  1 Equal variances not assumed

  2.982 54.849 .004 .69862 .23426 .22912 1.1681

  3

Lampiran 4.4 Uji Peningkatan Skor Pretest-Posttest

  I Kemampuan

Interpretasi

Paired Samples Statistics

  Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair 1 Post1EksInter 3.0607 29 .67018 .12445 PreEksInter 2.0948 29 .67946 .12617 Pair 2 Post1KonInter 2.5086 29 .44059 .08182 PreKonInter 2.0862 29 .72048 .13379

  

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig.

  Pair 1 Post1EksInter & PreEksInter 29 .325 .086 Pair 2 Post1KonInter & 29 -.206 .283 PreKonInter

  Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence

  Interval of the Std. Std.

  Difference Deviatio Error Sig. (2- Mean n Mean Lower Upper t df tailed) Pair Post1EksInter - .9658

  .78425 .14563 .66755 1.26417 6.632 28 .000

  1 PreEksInter

  6 Pair Post1KonInter - .4224 .91881 .17062 .07292 .77191 2.476 28 .020

  2 PreKonInter

  1

  Lampiran 4.5 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Posttest I

  • –Posstes II

  

Kemampuan Interpretasi

Paired Samples Statistics

  Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair 1 Post2EksInter 2.7155 29 .70624 .13114 Post1EksInter 3.0607 29 .67018 .12445 Pair 2 Psot2KonInter 2.4741 29 .78872 .14646 Post1KonInter 2.5086 29 .44059 .08182

  Paired Samples Correlations N Correlation Sig.

  Pair 1 Post2EksInter & 29 .249 .192 Post1EksInter Pair 2 Psot2KonInter &

  29 .328 .082 Post1KonInter

Paired Samples Test

  

Paired Differences

95% Confidence Interval of the Difference

  Std. Std. Error Sig. (2- Mean Deviation Mean Lower Upper t df tailed)

  • Pair Post2EksInter -
  • 1 Post1EksInter .3451 .84367 .15667 -.66609 -.02426

  28 .036 2.203

  7

  • Pair Psot2KonInter -

  2 Post1KonInter .0344 .76685 .14240 -.32618 .25721 -.242 28 .810

  8

Lampiran 4.6 Uji Normalitas Kemampuan Analisis

  29

  d. This is a lower bound of the true significance.

  c. Lilliefors Significance Correction.

  b. Calculated from data.

  .079 c .055 c .101 c .200 c,d .200 c,d .130 c .200 c,d a. Test distribution is Normal.

  .154 .160 .149 .133 .127 .144 .123 Positive .133 .116 .088 .130 .133 .127 .098 .123 Negative

  .72971 .56798 .82273 .61541 .69967 .48053 .65606 .61750 Most Extreme Differenc es Absolute .133

  Std. Deviatio n

  29 Normal Paramet ers a,b Mean 2.0862 3.3224 2.6207 1.2362 2.0603 2.9655 2.4052 .9052

  29

  

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

PreEksA nal

  29

  29

  29

  29

  29

  SelKonAn al N

  Post1Ko nAnal Post2Kon Anal

  SelEksA nal PreKon Anal

  Post1EksA nal Post2Eks Anal

  • .074 -.154 -.160 -.149 -.124 -.115 -.144 -.078 Test Statistic .133 .154 .160 .149 .133 .127 .144 .123 Asymp. Sig. (2- tailed) .200 c,d

  

Lampiran 4.7 Uji Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Analisis

Group Statistics

  Kelompok N Mean Std.

  Deviation Std.

  Error Mean PreEksKonAnal Pretest Eksperimen

  Analisis 29 2.0862 .72971 .13550 Pretest Kontrol Analisis 29 2.0603 .69967 .12992

  

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of

  Variances t-test for Equality of Means F Sig. t Df Sig. (2- tailed)

  Mean Difference Std. Error Difference

  95% Confidence Interval of the Difference

  Lower Upper PreEksKonAnal Equal variances assumed

  • .35020 .40193 Equal variances not assumed .138 55.901 .891 .02586 .18773

  .008 .931 .138 56 .891 .02586 .18773

  • .35022 .40194

  Lampiran 4.8 Uji Selisih Skor Pretest-PosttestI Kemampuan Analisis Group Statistics Std.

  Std. Error

Kelompok N Mean Deviation Mean

SelEksKonAnal1 Selisih Eksperimen

  29 1.2362 .61541 .11428 Analisis 1 Selisih Kontrol

  29 .9052 .61750 .11467 Analisis 1

Independent Samples Test

  Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence

  Interval of the Difference Sig. (2- Mean Std. Error F Sig. t df tailed) Difference Difference Lower Upper

  SelEksKon Equal Anal1 varian ces .003 .955 2.045 56 .046 .33103 .16189 .00673 .65534 assu med Equal varian ces

  2.045 55.999 .046 .33103 .16189 .00673 .65534 not assu med

Lampira 4.9 Uji Peningkatan Skor Pretest-Posttest

  I Kemampuan

Analisis

Paired Samples Statistics

  Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair 1 Post1EksAnal 3.3224 29 .56798 .10547 PreEksAnal 2.0862 29 .72971 .13550 Pair 2 Post1KonAnal 2.9655 29 .48053 .08923 PreKonAnal 2.0603 29 .69967 .12992

  

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig.

  Pair 1 Post1EksAnal & PreEksAnal 29 .575 .001 Pair 2 Post1KonAnal & 29 .504 .005 PreKonAnal

  

Paired Samples Test

Paired Differences

95% Confidence

  Interval of the Std.

  Difference Std. Error Sig. (2- Mean Deviation Mean Lower Upper t df tailed) Pair Post1EksAnal - 1.236

  10.81 .61541 .11428 1.00212 1.47030 28 .000

  1 PreEksAnal

  21

  7 Pair Post1KonAnal - .9051 .61750 .11467 .67029 1.14006 7.894 28 .000

  2 PreKonAnal

  7

  • –Posstes II

  Pair 1 Post2EksAnal & Post1EksAnal 29 -.284 .135 Pair 2 Post2KonAnal &

  

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig.

  29 .82273 .15278 Post1EksAnal 3.3224 29 .56798 .10547 Pair 2 Post2KonAnal 2.4052 29 .65606 .12183 Post1KonAnal 2.9655 29 .48053 .08923

  

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair 1 Post2EksAnal 2.6207

  • .7017
  • 3.360 28 .002 Pair
  • .5603
  • 3.655 28 .001

  4 .82553 .15330 -.87436 -.24633

  2 Post2KonAnal - Post1KonAnal

  2 1.12468 .20885 -1.12953 -.27392

  1 Post2EksAnal - Post1EksAnal

  Pair

  95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper

  Std. Error Mean

  Std. Deviatio n

  Paired Differences t df Sig. (2- Mean tailed)

  

Kemampuan Analisis

Paired Samples Test

  Lampiran 4.10 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Posttest I

  Post1KonAnal 29 -.032 .869

Lampiran 4.11 Soal Pretest-Posttest Nama : Kel as : No Absen : Petunjuk Pengerjaan :

  1. Tulis nama, kelas, dan no absen pada kotak yang disediakan!

  2. Bacalah cerita di bawah ini !

  3. Setelah itu, jawablah pertanyaan sesuai dengan cerita yang sudah kamu baca! Pak Adi adalah seorang pedagang beras di Pasar Kranggan.Setiap hari Pak Adi dan pegawainya memindahkan beras dari toko ke truk untuk diantarkan kepada pembeli menggunakan beberapa jenis dari pesawat

  • – sederhana.Sebelum dibawa ke truk, beras dimasukkan ke karung karung dengan menggunakan sekop.Untuk menaikkan beras ke truk, pak Adi menggunakan papan kayu agar lebih mudah mengangkut beras ke dalam truk.Beras tersebut tidak hanya diantar ke daerah-daerah yang dekat dengan toko Pak Adi, tetapi juga diantarkan ke daerah-daerah salah satunya daerah pegunungan yang berkelak-kelok jalannya.Sampai di tempat tujuan Pak Adi dan pegawainya menurunkan beras kemudian

  Jawablah pertanyaan berikut ini dengan benar!

  1. Kelompokkanlah alat-alat yang digunakan Pak Adi untuk mengangkut beras ke dalam jenis-jenis pesawat sederhana!

  ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ________________________________________________________

  2. Dari cerita di atas alat manakah yang dapat mempermudah dan membantu Pak Adi memindahkah beras dari truk ke toko? Jelaskan alasanmu!

  ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ________________________________________________________

  3. Perhatikan pernyataan-pernyataan pada soal a dan b di bawah ini!

  a. Perhatikan pernyataan-pernyataan di bawah ini lalu kelompokkan manakah pernyataan yang benar atau salah dengan melingkari jawaban yang benar.

  Berikan alasan untuk setiap jawaban yang sudah kamu kelompokkan.

  1. Menaikkan beras dengan papan adalah salah satu pekerjaan yang menggunakan pesawat sederhana (benar/salah) __Alasan:____________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ________________________________________________________

  2. Pesawat sederhana dapat mempermudah pekerjaan manusia (benar/salah) __Alasan:____________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ __________________________________________________________

  3. Jalan yang berkelok-kelok tidak dipengaruhi oleh prinsip kerja pesawat sederhana(benar/salah) __Alasan:____________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ________________________________________________________

  b. Pak Adi ingin memindahkan 80 kg beras dari toko ke truk yang ada di jalan dengan jarak 25 m. Manakah cara yang paling efektif dan paling benar dari berbagai jawaban di bawah ini untuk memindahkan beras? Berikan alasanmu!

  1. Memindahkan beras menggunakan katrol majemuk

  2. Memindahkan beras menggunakan katrol tetap 3.

Memindahkan beras menggunakan katrol bebas

  Cara yang paling efektif dan benar adalah: ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ __________________________________________________________

  4. Setelah sampai di rumah sang pembeli, Pak Adi menyuruh pegawainya untuk memindahkan beras ke dalam rumah pembeli.

  a. Sebutkan 3 cara agar pegawai Pak Adi dapat memindahkan beras dengan cepat selain menggunakan katrol! Jelaskan masing- masing alasanmu! ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ________________________________________________________

  b. Dari ketiga cara yang sudah kamu sebutkan, manakah cara yang paling efektif yang dapat dilakukan oleh pegawai Pak Adi? Jelaskan alasanmu memilih cara itu!

  ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ________________________________________________________

  5. Perhatikan gambar di bawah ini!

  a. Ceritakan isi gambar di atas! ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ________________________________________________________

  b. Mengapa kamu memilih alat tersebut ketika mengangkut beras? ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ __________________________________________________________

  c. Selain gambar di atas, jelaskan 3 cara yang dapat digunakan untuk mengangkut beras!

  ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ __________________________________________________________

  d. Sesuai dengan gambar di atas, jelaskan langkah- langkah yang kamu lakukan ketika mengangkat beras dari toko menuju ke truk! ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ __________________________________________________________

  6. Bagaimana pendapatmu ketika ada teman yang memberikan saran kepadamu untuk menurunkan beras dari truk menggunakan katrol bebas? Apakah kamu akan mendengarkan saran dari temanmu dan mencari solusi yang tepat/menolak dengan sopan/menolak mentah- mentah/menerima begitu saja saran tersebut? Jelaskan alasanmu!

  ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ___________________________________________________________

Lampiran 4.12 Tabulasi Skor Pretest Kelompok eksperimen No

  4

  3

  4

  4

  2.75

  3

  2

  2

  20

  3.5

  2.25

  2

  2

  2

  3

  2.25

  2

  3

  21

  2

  2.5

  2

  1.25

  1

  1

  1

  2

  22

  3

  3

  2

  3

  2

  2.75

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  1

  3

  17

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  16

  1.5

  2

  2

  3

  3

  19

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  1.5

  3

  1

  2.75

  1

  18

  1

  1

  1

  1

  1

  3

  3

  1

  1.25

  3

  28

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  27

  2.5

  3

  2

  3

  3

  2

  1

  1.25

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2.75

  1

  29

  3.5

  4

  3

  4

  3

  3

  2.5

  2.5

  1

  3

  2

  2

  3

  24

  2

  3

  3

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  23

  2.5

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  26

  1.75

  2

  2

  1

  2

  1.5

  3

  1

  1

  1

  25

  2.5

  3

  1

  INTERPRETASI

Rerata

ANALISIS Rerata

a b c d a b C d

  1

  2.5

  2

  6

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  5

  1.5

  2

  1

  1

  3

  2

  2

  2.25

  2

  3

  2

  2

  2.75

  4

  2

  2

  3

  7

  2.75

  3

  4

  2

  2

  1

  1.5

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  1.75

  2

  1

  1

  2

  1.75

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  1.75

  1

  1

  2

  3

  3

  1.25

  8

  1

  3

  1

  2.75

  3

  2

  3

  3

  13

  1.25

  2

  2

  1

  1

  2.25

  1

  2

  3

  3

  2

  2

  3.25

  2

  3

  3

  3

  15

  2

  2

  2

  2

  2

  2.25

  1

  3

  3

  2

  14

  2

  12

  3

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  9

  2

  1.75

  2

  1

  2

  2

  1.75

  2

  2

  10

  3

  11

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2.25

  3

  3

  1

  3

Lampiran 4.13 Tabulasi Skor Posttest IKelompok Eksperimen No

  4

  20

  3.5

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  19

  3.75

  4

  3

  3

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  21

  4

  4

  4

  4

  4

  

3.25

  4

  2.5

  22

  3

  

1.25

  1

  1

  1

  2

  16

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  18

  2.5

  3

  2

  2

  2

  

3.25

  4

  3

  3

  3

  17

  3.25

  4

  4

  15

  3

  4

  28

  3.5

  4

  4

  3

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  27

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  4

  2

  

1.75

  2

  2

  4

  1

  29

  3.75

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  23

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  3.25

  1

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  26

  4

25 2.76* 2.35*

  4

  4

  3.25

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  24

  3

  2.25

  INTERPRETASI

Rerata

ANALISIS Rerata

a b c D a b c d

  2

  4

  1

  2

  3

  4

  4

  3

  6

  3

  5

  3.75

  4

  4

  3

  4

  2.5

  3

  4

  7

  4

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  2.5

  3

  2

  4

  2

  3

  2

  4

  4

  4

  2

  2.25

  2

  3

  4

  2

  2.5

  2

  3

  3

  2

  1

  4

  4

  3

  

3.25

  3

  4

  3.75

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  3.25

  3

  4

  2.75

  2

  3

  2

  4

  

3.25

  3

  3

  3

  3

  12

  3.75

  4

  4

  4

  13

  3

  

3.25

  3

  2

  1

  3

  

3.75

  2

  3

  3

  14

  3

  3.5

  4

  4

  3

  3

  

3.25

  4

  3

  4

  8

  4

  4

  4

  4

  4

  9

  3.25

  4

  3

  2

  3

  

2.75

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  11

  4

  4

  4

  4

  3.5

  3

  4

  3

  3

  4

  10

  3.25

  3

  • *Siswa tidak masuk, diambil dari rata-rata

Lampiran 4.14 Tabulasi Skor Posttest II Kelompok Eksperimen No

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  20

  2.25

  3

  2

  3

  3

  4

  2.75

  3

  2

  21

  3

  2

  3

  2.5

  3

  3

  2

  2

  22

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  1.75

  3

  17

  2.75

  3

  3

  3

  2

  1

  4

  1

  1

  4

  16

  3

  4

  4

  3

  4

  19

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  3.25

  4

  3

  3.5

  3

  18

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  1.5

  2

  28

  2.25

  1

  2

  2

  4

  1

  2

  2

  2

  1

  27

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1.75

  2

  29

  1.5

  1

  1

  1

  3

  1

  1.75

  2.5

  1

  3

  3

  3

  3

  24

  1

  1

  1

  4

  1

  2.75

  2

  3

  3

  3

  23

  3

  4

  1

  3

  2

  2

  2

  26

  2.25

  2

  2

  2

  4

  2.25

  2

  2

  2

  3

  25

  4

  4

  2

  INTERPRETASI Rerata ANALISIS Rerata a b c d a b c d

  1

  3.5

  3

  6

  2.5

  1

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  5

  2.25

  2

  2

  4

  4

  2

  3

  2.75

  3

  3

  3

  2

  3.25

  4

  3

  3.5

  3

  7

  1.5

  1

  1

  3

  1

  3

  2

  4

  4

  3.5

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  1

  1

  3

  4

  3.5

  4

  4

  3

  4

  2.5

  1

  2

  4

  3

  3

  3

  8

  4

  1

  3

  2.75

  2

  2

  4

  3

  13

  3.5

  3

  3

  4

  4

  3.25

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  2

  3

  1

  4

  3

  15

  3.25

  3

  3

  4

  4

  1.25

  1

  1

  1

  2

  14

  3.75

  12

  2

  4

  3

  3

  2

  4

  2.75

  3

  3

  2

  9

  3

  3.25

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  10

  1

  11

  1

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  3.5

  3

  3

  4

  3

  4

  3.5

  4

  3

  4

  2.25

Lampiran 4.15 Tabulasi Skor Pretest Kelompok Kontrol No

  4

  3

  4

  4

  2.75

  3

  2

  2

  20

  3.5

  2.25

  2

  2

  2

  3

  2.25

  2

  3

  21

  2

  2.5

  2

  1.25

  1

  1

  1

  2

  22

  3

  3

  2

  3

  2

  2.75

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  1

  3

  17

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  16

  1.5

  2

  2

  3

  3

  19

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  1.5

  3

  1

  2.75

  1

  18

  1

  1

  1

  1

  1

  3

  3

  1

  1.25

  3

  28

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  27

  2.5

  3

  2

  3

  3

  2

  1

  1.25

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2.75

  1

  29

  3.5

  4

  3

  4

  3

  3

  2.5

  2.5

  1

  3

  2

  2

  3

  24

  2

  3

  3

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  23

  2.5

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  26

  1.75

  2

  2

  1

  2

  1.5

  3

  1

  1

  1

  25

  2.5

  3

  1

  INTERPRETASI

Rerata

ANALISIS Rerata

a B c d a b c d

  1

  2.5

  2

  6

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  5

  1.5

  2

  1

  1

  3

  2

  2

  2.25

  2

  3

  2

  2

  2.75

  4

  2

  2

  3

  7

  2.75

  3

  4

  2

  2

  1

  1.5

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  1.75

  2

  1

  1

  2

  1.75

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  1.75

  1

  1

  2

  3

  3

  1.25

  8

  1

  3

  1

  2.75

  3

  2

  3

  3

  13

  1.25

  2

  2

  1

  1

  2.25

  1

  2

  3

  3

  2

  2

  3.25

  2

  3

  3

  3

  15

  2

  2

  2

  2

  2

  2.25

  1

  3

  3

  2

  14

  2

  12

  3

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  9

  2

  1.75

  2

  1

  2

  2

  1.75

  2

  2

  10

  3

  11

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2.25

  3

  3

  1

  3

  Lampiran 4.16 Tabulasi Skor Posttest I Kelompok Kontrol No.

  20

  4

  4

  2.5

  3

  2

  2

  3

  2.5

  4

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  1

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  22

  1.75

  1

  21

  1

  3

  2.75

  3

  2

  3

  3

  1

  19

  3

  2

  17

  2.25

  3

  2

  2

  2

  2.5

  3

  3

  1

  4

  16

  3.25

  3

  3

  3

  3

  2

  2.75

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  18

  3.5

  4

  4

  4

  2

  2.75

  4

  3

  1.75

  2

  28

  3.25

  3

  2

  4

  4

  2.75

  3

  2

  3

  3

  27

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  2.75

  3

  1

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  1

  29

  2.75

  2

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  24

  3

  3

  4

  3

  3.25

  2.5

  3

  2

  2

  3

  23

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  26

  3.25

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  25

  3.75

  3

  4

  4

  2

  INTERPRETASI Rerata ANALISIS Rerata a B c d a b c d

  3

  6

  2.5

  1

  2

  4

  3

  2.25

  2

  1

  2

  2

  5

  2.75

  1

  3

  3

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2.5

  2

  2

  3

  4

  7

  3.5

  3

  4

  3

  4

  2.25

  4

  2

  8

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2.75

  2

  3

  4

  3

  2

  1

  2

  2

  3

  1

  2.25

  3

  2

  2

  3

  1

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  4

  2.5

  2

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  13

  2.5

  3

  2

  3

  3

  2.5

  3

  2

  2

  3

  12

  3

  2

  3

  3

  1

  3

  15

  3

  4

  3

  2

  3.25

  3

  3

  4

  3

  3

  14

  3

  4

  3.5

  3

  2

  9

  3

  4

  2

  1

  1

  3

  3

  2.75

  2

  1

  3

  3

  4

  2.25

  2

  3

  4

  3.25

  4

  3.5

  4

  2

  1

  2

  2

  3

  11

  4

  10

  3

  3

  4

  2

  2

  2

  1

  3

  2.5

Lampiran 4.17 Tabulasi Skor Posttest II Kelompok Kontrol No

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  20

  2.75

  2

  1

  1

  3

  3

  

1.5

  1

  3

  21

  1

  1.75

  1

  

2.5

  3

  2

  2

  3

  22

  1

  3

  1

  3

  2

  

1.5

  1

  1

  1

  1

  3

  3

  3

  4

  17

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  16

  3

  3

  4

  3

  4

  19

  1

  3.5

  4

  3

  4

  3

  

1.25

  1

  1

  

3.5

  2

  18

  2.5

  3

  2

  3

  2

  2

  4

  4

  

2.25

  3

  28

  3.75

  4

  4

  4

  3

  2

  2

  1

  3

  3

  27

  1.5

  2

  1

  2

  1

  1

  3

  1.5

  2

  1

  2

  1

  3

  3

  3

  2

  3

  29

  2

  2

  1

  1

  4

  2

  

1.75

  2.5

  3

  2

  2

  3

  3

  24

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  23

  

2.5

  3

  1

  4

  2

  1

  3

  26

  2.75

  1

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  25

  2.5

  3

  1

  INTERPRETASI Rerata ANALISIS Rerata a B c d a b c d

  1

  2

  3

  6

  2.5

  1

  2

  3

  4

  1

  1

  2

  2

  3

  5

  2.25

  1

  3

  2

  1

  3

  2

  3.25

  2

  3

  4

  4

  

2.5

  2

  3

  

1.75

  3

  7

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  3

  2

  

1.25

  1

  1

  2

  1

  2

  2.25

  2

  4

  2

  3

  

1.5

  1

  2

  2

  1

  1

  4

  1

  3

  3

  1

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  1

  

3.5

  3

  3

  4

  4

  3

  2.5

  8

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  13

  2.5

  2

  1

  3

  2

  

2.5

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  1.75

  3

  3

  2

  3

  15

  2.5

  3

  2

  2

  3

  

3.5

  4

  3

  3

  4

  14

  1.75

  12

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  

1.75

  1

  2

  2

  9

  2

  3

  1

  3

  4

  4

  

2.5

  2

  1

  10

  2

  11

  3

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  1.5

  3

  2

  1

  2

  1

  

2.5

  3

  2

  2

  

2.75

  Lampiran 4.18 Foto-Foto Penelitian Pembelajaran di kelas eksperimen

  Pembelajaran Di Kelas Kontrol

  Lampiran 4.19 Hasil Pembuatan Mind Map

  Lampiran 4.20 Surat Ijin Penelitian

Lampiran 4.21 CURRICULUM VITAE

  Karolina Restu Yuniarti merupakan anak pertama dari pasangan Bapak Paulus Bani dan Ibu Agatha Marjiyah. Lahir di Banyuwangi, 3 Juni 1992. Pendidikan pertama dimulai di TK Katolik Sang Timur pada tahun 1996-1998. Kemudian melanjutkan SD pada tahun 1998-2004 di SD Katolik Sang Timur. Setelah menyelesaikan pendidikan di SD penulis melanjutkan di SMP Katolik Santo Agustinus pada tahun 2004-2007 dan kemudian melanjutkan SMA di

  SMA Katolik Hikmah Mandala Banyuwangi. Selanjutnya pada tahun 2007 penulismelanjutkan SMA di SMA Katolik Hikmah Mandala Banyuwangi.Tahun 2010 penulis melanjutkan pendidikannya di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.Pada saat menempuh kuliah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, penulis pernah mengikuti Parade Gamela Anak Se-DIY - Jateng - Jabar 2010 sebagai dampok. Selain itu penulis juga pernah megikuti seminar dan workshop permainan tradisonal yang diadakan oleh kampus PGSD.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENERAPAN METODE MIND MAP DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SD.
0
3
29
PENGGUNAAN METODE MIND MAPPING UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN CHASIS DI SMK I SEDAYU.
0
3
160
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BIOLA DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SD KANISIUS DEMANGAN BARU 1 YOGYAKARTA.
0
1
92
PENGARUH PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN IPA SD N SUKOMULYO NGAGLIK SLEMAN.
0
1
157
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS FLASH DAN MEDIA MIND MAP TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TIK KELAS VII DI SMP NEGRI I KARANGMONCOL.
0
0
2
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASIKAN DAN MENCIPTA PADA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS WIROBRAJAN
0
0
138
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGANALISIS DAN MENGEVALUASI PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SENGKAN
0
0
111
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENERAPKAN DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA DI SDK SENGKAN
0
0
107
PENGARUH PENERAPAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SD SOKOWATEN BARU YOGYAKARTA
0
0
195
PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SENGKAN
0
0
99
PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS WIROBRAJAN
0
0
155
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASIKAN DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SOROWAJAN
0
0
129
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERDEKLAMASI MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO PADA SISWA KELAS II SD KANISIUS DEMANGAN BARU 1
0
0
116
PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Memperoleh gelar sarjana pendidikan Program studi pendidikan
0
0
171
PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN YOGYAKARTA SKRIPSI
0
1
154
Show more