Pengaruh penggunaan metode Mind Map terhadap kemampuan eksplanasi dan regulasi diri pada mata pelajaran IPA kelas V SD N Sokowaten Baru Banguntapan Bantul Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
203
9 months ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh:

  Nama: Tri Handayani NIM: 101134211

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Penulis persembahkan kepada: $ Allah SWT yang selalu membimbingku $ Ayahku Sutarman dan Ibuku Suprihatin $ Kakakku Dewi Ratih dan Drg. Sugiyanto $ Bulek Surti dan seluruh keluargaku $ Sahabatku Paradhe 2010 $ Almamaterku Universitas Sanata Dharma

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  $ $

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   ! " # $ %# ! " " " # $ # &" '( #

  )* & "+ , ")*" - . & /"/ .&)0 1 ( "! 2."( + ( + 1 "- #

  Kata Kunci: kemampuan , kemampuan , mata

  pelajaran IPA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode terhadap 1) kemampuan dan 2) kemampuan pada mata pelajaran IPA Kelas V SD N Sokowaten Baru Banguntapan Bantul

  Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014.Pada penelitian ini menguji apakah metode pembelajaran inovatif berpengaruh terhadap kemampuan dan di SD N Sokowaten Baru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain tipe Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD N Sokowaten Baru yang terdiri dari kelas VA sebanyak 27 siswa sebagai kelompok kontrol dan kelas VB sebanyak 25 siswa sebagai kelompok eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas

  VA sebanyak 27 siswa, VB sebanyak 25 siswa, dan VC sebanyak 25 siswa. Populasi keseluruhan pada penelitian ini berjumlah 59 siswa.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) penggunaan metode berpengaruh terhadap kemampuan , hal ini ditunjukkan dengan hasil M= 1,23 SE= 0,100 SD= 0,504 diperoleh harga sebesar 0,00 (p < 0,05) pada kelompok eksperimen dengan nilai t (12,18) df= 24 yang berarti penggunaan berpengaruh terhadap kemampuan dan mempunyai efek besar dengan persentase peningkatan sebesar 74,09%. 2) penggunaan metode berpengaruh terhadap kemampuan ,hal ini ditunjukkan dengan hasil M= 1,00 SE= 0,154 SD= 0,770 diperoleh harga sebesar 0,00 (p < 0,05) pada kelompok eksperimen dengan nilai t (6,48) df= 24 yang berarti penggunaan berpengaruh terhadap kemampuan dan mempunyai efek menengah dengan persentase peningkatan sebesar 44,70%.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  " % &% ' $ ( % ) *+,-) % . / . % ! .1 2 $ / / 2 / & . $ / ! " # $ ) ) # $

  3 $ % / / $ ( 4 $)

  ! " #$ $ $ !! ! $ ! $ ! ! !

" %&' % ( % ) * +,-. +,/ #$

  $ !! $ ! % ( $ #$ $ $ $ $ ! #$ " ! $

  

$ ! 0 %& ' % ( $ $

! 1 ! 0) 0( 2 $ #$ $

  1 ! 0) 2 ! 0(

  1 ! 03 $ $

  24 #$ $ $ $ , $ $ ! 5 $ ! $ !! ! $ $ $ ! 6 , - %76 + ,++ %&6 + 2+/ $ $

  • + ++ 8 + +2 $ $ , ,9 !6 / $ $

  5 $ ! $ !! $ $ 1/ +4: $ $ ! ! 5 $ ! $

!! ! $ $ $ ! 6 , ++ %76 + ,2/ %&6

  • + 11+ $ $ + ++ 8 + +2 $

    $ ; /9 !6 / $ $ ! 5 $ ! $ !! $ $ // 1+:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Puji syukur kepada Allah SWT atas berkat, rahmad, dan hidayah$Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Metode terhadap Kemampuan 7 dan <

  

& pada Mata Pelajaran IPA kelas V SD N Sokowaten Baru Banguntapan

Bantul Yogyakarta”.

  Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan, dukungan, dan perhatian dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang secara langsung dan tidak langsung memberikan bantuan dan dukungan terselesainya skripsi ini.

  1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma.

  2. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A. selaku Kaprodi PGSD Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan dosen Pembimbing I yang selalu memberikan bimbingan dan masukan kepada penulis.

  3. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D.selaku Sekretaris PGSD Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  4. Agnes Herlina Dwi Hadiyanti, S.Si., M.T., M.Sc. selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan dukungan kepada penulis.

  5. Maria Melani Ika Susanti, S.Pd., M.Pd.selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan demi hasil skripsi yang lebih baik.

  6. Segenap dosen dan staf PGSD Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan pengetahuan dan dukungan dalam menyelesaikan studi Strata 1.

  7. Kastinah, S.Pd.SD. selaku Kepala SDN Sokowaten Baru yang memberikan ijin penelitian dan dukungan kepada penulis.

  8. Ashari,S.Pd.selaku guru mata pelajaran IPA SDN Sokowaten Baru yang membantu dan memberikan waktu sebagai guru mitra penelitian kolaboratif.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  9. Peserta didik kelas VA dan VB SD N Sokowaten Baru, sebagai subjek penelitian.

  10. Orang tuaku yang selalu memberikan semangat dan harapan baru ketika mulai putus asa.

  11. Teman$teman penelitian kolaboratif IPA yang selalu dapat diajak kerjasama dan memberikan masukan kepada penulis.

  12. Teman$teman PPL SD NSokowaten Baru atas kerjasamanya di sekolah.

  13. Sahabatku paradhe dan teman angkatan 2010 14. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.

  Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan.Oleh karena itu penulis mengharapkan pembaca memberikan kritik dan saran yang membangun. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua.

  Penulis

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  0 -

  HALAMAN JUDUL .............................................................................................i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN................................................................................iii HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... iv MOTTO ............................................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA.................................................................vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ...............................vii ABSTRAK....................................................................................................... viii

  

)(%#<)3# ......................................................................................................... ix

  PRAKATA .......................................................................................................... x DAFTAR TABEL ............................................................................................. xiv DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xv

  BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1

  1.1 Latar Belakang Masalah ........................................................................... 1

  1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 4

  1.3 Tujuan Penelitian ...................................................................................... 4

  1.4 Manfaat Penelitian ....................................................................................... 4

  1.5 Definisi Operasional ................................................................................. 5

  BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................... 7

  2.1 Kajian Pustaka .......................................................................................... 7

  2.1.1Teori$Teori yang Mendukung ....................................................................... 7

  2.2.1.1. Teori Perkembangan Anak ................................................................... 7

  2.2.1.2. Metode Pembelajaran ........................................................................... 9

  2.2.1.3. Metode .............................................................................. 10

  2.2.1.4. Kemampuan Berpikir Kritis Siswa ..................................................... 13

  2.2.1.5. IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) ........................................................... 16

  2.1.2 Hasil Penelitian Terhadulu yang Relevan ................................................... 20

  2.2.1.1. Penelitian Sebelumnya tentang Metode ............................. 20

  2.2.1.2. Penelitian Sebelumnya tentang Metode Berpikir Kritis ....................... 22 2.2.1.3. = ................................................................................... 25

  2.2 Kerangka Berpikir .................................................................................. 26

  2.3 Hipotesis ................................................................................................ 27

  BAB III METODE PENELITIAN ..................................................................... 28

  3.1 Jenis Penelitian ....................................................................................... 28 3.2 % Penelitian .................................................................................... 29

  3.3 Populasi dan Sampel ............................................................................... 32

  3.4 Variabel Penelitian ..................................................................................... 33

  3.5 Teknik Pengumpulan Data ......................................................................... 33

  3.6 Instrumen Penelitian .................................................................................. 34

  3.7 Teknik Pengujian Instrumen ................................................................... 36

  3.7.1 Uji coba Instrumen ............................................................................... 36

  3.7.2 Uji Validitas Instrumen ............................................................................. 36

  3.7.3 Reliabilitas Instrumen ................................................................................ 38

  3.8 Teknik Analisis Data ................................................................................. 39

  3.8.1 Uji Normalitas Distribusi Data ................................................................. 39

  3.8.2 Uji Pengaruh Perlakuan ........................................................................... 40

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.8.2.1 Uji Perbedaan Kemampuan Awal ......................................................... 40

  3.8.2.2 Uji Selisih Pretestdan > I ............................................................ 41

  3.8.3 Analisis Lebih Lanjut ................................................................................ 42

  3.8.3.1 Uji Peningkatan Skor > ke > ............................................... 42

  3.8.3.2 Uji Besar Pengaruh Perlakuan 7! % ? ............................................ 43

  3.8.3.3 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan ............................................................ 44

  3.8.3.4 Dampak Perlakuan ................................................................................ 46

  3.8.3.5 Konsikuensi Lebih lanjut ...................................................................... 47

  BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ..................................... 49

  4.1 Implementasi Pembelajaran .................................................................... 49

  4.1.1Kelompok Eksperimen .............................................................................. 49

  4.1.2 Kelompok Kontrol ..................................................................................... 52

  4.2 Hasil Penelitian ...................................................................................... 54

  4.2.1 Pengaruh Penerapan terhadap Kemampuan 7 .............. 54

  4.2.1.1 Uji Normalitas Distribusi Data ................................................................ 54

  4.2.1.2 Uji Perbedaan Kemampuan Awal ........................................................... 55

  4.2.1.3 Uji Selisih Skor > dan > ........................................................ 56

  4.2.2Analisis Lebih Lanjut ................................................................................. 57

  4.2.2.1Uji Peningkatan Skor > ke > I ................................................ 57

  4.2.2.2Uji Besar Efek Perlakuan ......................................................................... 60

  4.2.2.3 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan .............................................................. 60

  4.2.3 Pengaruh Penerapan terhadap Kemampuan < & .......... 62

  4.2.3.1 Uji Normalitas Distribusi Data ................................................................ 62

  4.2.3.2 Uji Perbedaan Kemampuan Awal ........................................................... 63

  4.2.3.3 Uji Selisih Skor > dan > ........................................................ 64

  4.2.4 Analisis Lebih Lanjut ................................................................................ 65

  4.2.4.3 Uji Kenaikan Skor > ke > 5 ................................................... 65

  4.2.4.4 Uji Besar Efek Perlakuan ........................................................................ 67

  4.2.4.5 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan .............................................................. 68

  4.3 Pembahasan ............................................................................................ 69

  4.3.1 Pengaruh Penggunaan Terhadap Kemampuan 7 ......... 70

  4.3.2 Pengaruh Penggunaan terhadap Kemampuan < & ...... 71

  4.3.3 Dampak Perlakuan Pada Siswa .................................................................. 72

  4.3.4 Konsekuensi Lebih lanjut .......................................................................... 76

  BAB V PENUTUP ............................................................................................. 77

  5.1 Kesimpulan ............................................................................................ 77

  5.2 Keterbatasan Penelitian........................................................................... 78

  5.3 Saran ...................................................................................................... 78 DAFTAR REFERENSI ...................................................................................... 80 LAMPIRAN ..................................................................................................... 82

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  0 -

Tabel 3.1 Kegiatan Pengambilan Data ................................................................ 30Tabel 3.2 Matriks Pengembangan Instrumen Penelitian ...................................... 35Tabel 3.3 Rubrik Penilaian ................................................................................. 35Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas .............................................................................. 38Tabel 3.5 Hasil Perhitungan Reliabilitas di SD K Sorowajan .............................. 39Tabel 3.6 Daftar Pertanyaan Wawancara dengan Guru ....................................... 47Tabel 3.7 Daftar Pertanyaan Wawancara dengan Siswa ...................................... 47Tabel 4.1 Hasil Uji Normalitas Kemampuan 7 .................................... 55Tabel 4.2 Perbedaan Kemampuan Awal 7 ........................................... 55Tabel 4.3 Uji Selisih Skor > dan > .................................................... 56Tabel 4.4 Uji Kenaikan Skor > dan > Kemampuan 7 ........ 58

  Tabel

  4.5 Persentase Uji Kenaikan Skor > dan > Kemampuan7 ...................................................................................... 59

Tabel 4.6 Hasil Uji Besar Efek Perlakuan terhadap Kemampuan 7 ...... 60Tabel 4.7 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan .......................................................... 61Tabel 4.8 Hasil Uji Retensi Pengaruh Perlakuan ................................................. 61Tabel 4.9 Hasil Uji Normalitas Kemampuan < & ................................. 63Tabel 4.10 Perbedaan Kemampuan Awal < & ..................................... 63Tabel 4.11 Uji Selisih Skor > dan > .................................................. 64Tabel 4.12 Uji Kenaikan Skor > dan > Kemampuan < & .. 66Tabel 4.13 Persentase Uji Kenaikan Skor > dan > Kemampuan

  

&lt; &amp; ...................................................................................................... 66

Tabel 4.14 Hasil Uji Besar Efek Perlakuan terhadap Kemampuan < &

  68 Tabel 4.15 Retensi Pengaruh Perlakuan Kemampuan &lt; &amp; ................... 69

Tabel 4.16 Daftar Pertanyaan Wawancara dengan Guru ..................................... 75Tabel 4.17 Daftar Pertanyaan Wawancara dengan Siswa .................................... 76

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  0 -

Gambar 2.1 Contoh ........................................................................... 12Gambar 2.2 Linggis ............................................................................................ 17Gambar 2.3 Jungkat$Jungkit ............................................................................... 18Gambar 2.4 Gerobak Dorong ............................................................................. 18Gambar 2.5 Sekop .............................................................................................. 19Gambar 2.6 Bidang Miring ................................................................................. 19Gambar 2.7 Roda Sepeda ................................................................................... 20Gambar 2.8 Literature Map dari Penelitian Terdahulu ........................................ 25Gambar 3.1 Desain Penelitian ............................................................................ 29Gambar 3.2 Variabel Penelitian .......................................................................... 33Gambar 3.3 Peningkatan Skor > ke > ............................................... 43Gambar 3.4 Pengaruh Perlakuan Data Normal .................................................... 44Gambar 3.5 Pengaruh Perlakuan Data Tidak Normal .......................................... 44Gambar 3.6 Peningkatan Skor > 5 ke > 55........................................ 45Gambar 4.1 Perbandingan Uji Selisih Skor > dan > Kemampuan

  

7 .......................................................................................................... 57

Gambar 4.2 Perbandingan Skor > dan >

  5 Kemampuan 7 .. 59

Gambar 4.3 Peningkatan Skor > 5 ke > 55........................................ 61Gambar 4.4 Perbandingan Skor Rerata > , >

  5 &gt; 55 pada

  Kemampuan 7 ..................................................................................... 62

Gambar 4.5 Perbandingan Uji Selisih Skor > dan > ......................... 65

  Kemampuan &lt; &amp; ................................................................................. 65

Gambar 4.6 Peningkatan Skor > ke > 5 ............................................ 66Gambar 4.7 Perbandingan Skor > , > 5 pada Kemampuan <

  

&amp; ............................................................................................................... 67

Gambar 4.8 Perbandingan Skor Rerata Pretest, Posttest I, Posttest II pada

  Kemampuan &lt; &amp; ................................................................................. 69

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  0 -

  Lampiran 3.1 Hasil Analisis SPSS Uji Validitas 6 Kemampuan ......................... 83 Lampiran 3.2 Hasil Analisis SPSS Uji ValiditasKemampuan 7 dan

  

&lt; &amp; ...................................................................................................... 84

  Lampiran 3.3 Hasil Analisis SPSS Uji Reliabilitas 6 Kemampuan ...................... 85 Lampiran 4.1 Silabus Kelompok Eksperimen dan Kontrol ................................. 86 Lampiran 4.2 RPP Kelompok Eksperimen dan Kontrol .................................... 113 Lampiran 4.3 Soal 7 Penelitian .................................................................. 144 Lampiran 4.4 Rubrik Penilaian ......................................................................... 146 Lampiran 4.5:Tabulasi Nilai &gt; , &gt; 5, dan &gt; 55 ........................ 150 Lampiran 4.6 Uji Normalitas Kemampuan 7 ..................................... 156 Lampiran 4.7 Kemampuan Awal 7 ................................................... 157 Lampiran 4.8 Uji Kenaikan Skor &gt; &gt; Kemampuan 7 158 Lampiran 4.9 Uji Normalitas Selisih 7 ............................................... 159 Lampiran 4.10 Uji Selisih Skor &gt; dan PosttestKemampuan 7 ... 160 Lampiran 4.11 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Kemampuan 7 ......... 161 Lampiran 4.12 Hasil Uji Normalitas &lt; &amp; ........................................... 162 Lampiran 4.13 Kemampuan Awal &lt; &amp; ............................................. 163 Lampiran 4.14 Uji Kenaikan Skor &gt; &gt; Kemampuan &lt; &amp;

  164 Lampiran 4.15 Uji Normalitas Selisih &lt; &amp; ......................................... 165 Lampiran 4.16 Uji Selisih Skor &gt; dan &gt; Kemampuan &lt; &amp; .....

  ............................................................................................................. 166 Lampran 4.17 Uji Retensi Pengaruh &lt; &amp; ........................................... 167 Lampiran 4.18 Uji Besar Pengaruh 7!! % ? Kemampuan 7 ......... 168 Lampiran 4.19 Uji Besar Pengaruh 7!! % ? Kemampuan &lt; &amp; ..... 169 Lampiran 4.20 Wawancara Siswa ..................................................................... 170 Lampiran 4.21 Wawancara Guru ...................................................................... 175 Lampiran 4.22 Gambar Anak .......................................................... 177 Lampiran 4.23 Foto Penelitian Kelas Kontrol ................................................... 179 Lampiran 4.24 Foto Penelitian Kelas Eksperimen ............................................ 181 Lampiran 4.25 Surat Ijin Uji Validitas .............................................................. 183 Lampiran 4.26 Surat Ijin Penelitian .................................................................. 184 Lampiran 4.27 Surat Keterangan Sudah Melakukan Penelitian ......................... 185 Lampiran 4.28 Hasil Uji Validitas Konstruk ..................................................... 186 Lampiran 4.29 Rentang Skor ............................................................................ 186

  

3@&lt;&lt;53@=@ 05#)7 .................................................................................... 187

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pada bab ini akan dibahas latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional.

  • * # + " .0 &amp; ( 0 1

  Guru melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar seperti pengembangan metode pembelajaran, pengadaan bahan ajar, pembenahan perangkat media pembelajaran, dan lain$lain. Pramudia (2006: 32) mengungkapkan mengajar $ merupakan kata yang sangat mempengaruhikeberhasilan sebuah proses pendidikan. Pembelajaran yang dilakukan guru ini diharapkan membantu proses pembelajaran agar berlangsung dengan baik, efektif, dan efisien. Metode pembelajaran yang digunakan guru sangat berperan penting dalam keberhasilan proses belajar mengajar. Metode pembelajaran yang dilakukan guru harus menekankan pada keaktifan siswa. Guru dalam kegiatan pembelajaran memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas berpikir siswa dan prestasi belajar siswa terutama dalam pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam).

  Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah salah satu mata pelajaran inti di Sekolah Dasar. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan mata pelajaran yang menyenangkan apabila diajarkan dengan kreatif oleh guru. Iskandar (2001: 1) mengungkapkan IPA untuk anak SD harus dimodifikasi agar anak$anak dapat mempelajarinya. Ide$ide dan konsep$konsep harus disederhanakan dengan kemampuan anak untuk memahaminya. Oleh karena itu sejak usia Sekolah Dasar siswa telah dikenalkan IPA. IPA dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam pemecahan masalah sehari$hari serta mengambil keputusan. Guru harus memperhatikan, memikirkan, dan sekaligus merencanakan penggunaan metode yang tepat pada pembelajaran. Metode yang tepat dapat membuat siswa tertarik, siswa semangat dalam belajar, dan mau terlibat dalam proses pembelajaran, sehingga pembelajaran tersebut menjadi efektif.

  Namun pada kenyataannya, hasil PISA &gt; !

  5

% ) tahun 2012 telah diumumkan dan Indonesia menduduki

  1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  peringkat ke 64 dari 65 negara yang ikut. Hanya satu peringkat di atas Peru sebagai juru kunci dengan skor membaca 396, matematika sebesar 375 dan sebesar 382. Ini karena metode pembelajaran yang digunakan oleh guru metode ceramah. Guru belum memusatkan pembelajaran pada siswa hal ini menyebabkan kegiatan pembelajaran kurang bermakna bagi siswa, siswa menjadi cepat bosan. Guru belum menggunakan metode pembelajaran yang mengembangkan kreativitas siswa. Guru belum membebaskan siswa untuk menuangkan kemampuan berpikir kritisnya lewat gambar dan tulisan yang penuh warna sehingga siswa masih menghafal teori bukan mengembangkan sebuah teori. Pemilihan metode pembelajaran oleh guru masih belum menyesuaikan kemampuan dan kebutuhan siswa. Kenyataan seperti ini diistilahkan Paulo Freire sebagaipendidikan gaya bank ( ), yakni pendidikan modeldeposito. Guru sebagai deposan yang mendepositokan pengetahuanserta berbagai pengalamannya kepada siswa, sedangkan siswa hanya menerima, mencatat, dan menyimpan semua informasi yangdisampaikan guru.

  Pemerintah sudah mengusahakan peningkatan mutu pembelajaran dengan memberikan sertifikasi dan peningkatan kesejahteraan guru. Kebijakan yang diambil pemerintah yang memberikan sertifikasi pada guru ternyata tidak efektif dalam menjawab inti permasalahan pendidikan. Chang,dkk(2014: 5) berdasarkan penelitian PBB mengungkapkan dalam satu minggu guru harus mengajar 18 jam untuk mendapatkan dan mempertahankan sertifikasi. Kebijakan tersebut tidak lantas meningkatkan mutu pendidikan guru menjadi sibuk mengurusi sertifikasi dan tunjangan lainnya. Chang menambahkan tunjangan daerah yang akan dibayarkan kepada para guru di daerah yang sudah ditentukan seperti lokasi terpencil, daerah perbatasan, dan sebagainya. Besarnya tunjangan tidak membuat guru memperbaiki mutu pembelajaran. Masalah inti pendidikan yaitu bagaimana guru dapat mengembangkan kemampuan siswa dengan menggunakan metode yang tepat dalam pembelajaran yang disampaikan. Melalui metode yang tepat siswa dapat menerima pelajaran dengan senang. Guru bukan memberikan materi tetapi membangun materi yang akan disampaikan. Melalui metode yang tepat siswa dapat menerima pelajaran dengan senang. Guru bukan memberikan materi tetapi membangun materi yang akan disampaikan pada siswa.

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan pernyataan diatas maka perlu adanya suatu metode pembelajaran inovatif agar pembelajaran IPA lebih menarik, bermakna, menyenangkan, dan dapat melatih kemampuan berpikir kritis siswa. Pembelajaran membutuhkan inovasi baru yang perlu diujicobakan untuk mengetahui bahwa metode pembelajaran benar$benar efektif meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab langsung permasalahan pembelajaran di kelas. Peneliti melihat masalah inti dalam pembelajaran adalah kurang tepatnya metode pembelajaran yang dipilih oleh guru. Penelitian ini dilakukan melalui pengujian secara metodis dan sistematis. Salah satu metode yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yaitu metode .

  Buzan (2005: 4) mengemukakan bahwa merupakan sebuah metode pembelajaran yang dapat mengembangkan pola dengan cabang$cabang yang memancar dari pusat. Cabang tersebut dibuat menggunakan garis lengkung, simbol, kata, dan gambar yang sesuai dengan satu rangkaian sederhana, mendasar, alami dan sesuai dengan cara kerja otak. Dengan daftar informasi yang panjang bisa dialihkan menjadi diagram warna$warni, sangat teratur, dan mudah diingat yang bekerja selaras dengan cara kerja alami otak dalam melakukan berbagai hal. Peran guru tidak dominan lagi, metode pembelajaran ini membebaskan siswa untuk mengembangkan kreativitas siswa dan mengembangkan kemampuan kognitif siswa dalam memahami pembelajaran Metode sangat tepat digunakan untuk pembelajaran IPA karena siswa terlibat aktif, mengembangkan kreativitas dalam kegiatan pembelajaran.

  Facione (1990) menjelaskan bahwa merupakan kemampuan seseorang dalammenyatakan masalah, menjelaskan dan memberikan alasan$ alasan dari hasil penalaran sendiri ataupun orang lain tentang suatu bukti, konsep, metode, kriteria, dan konteks yang digunakan dalam menarik kesimpulan. Menggunakan siswa dapat menarik kesimpulan berdasarkan bukti yang ada dengan penalaran yang lebih dalam. Facione (1990) menjelaskan bahwa merupakan kemampuan untuk meneliti dan mengoreksi kegiatan berpikirnya sendiri. Siswa dapat meneliti dengan baik kegiatan berpikirnya dengan menggunakan Penelitian ini dibatasi pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana dengan kompetensi dasar 5.2 Menjelaskan pesawat

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat, yang diteliti dalam penelitian ini adalah pengaruh metode terhadap kemampuan dan . Untuk itu peneliti mengambil judul “Pengaruh Penggunaan Metode terhadap Kemampuan 7 dan

  

&lt; &amp; Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V SD N Sokowaten Baru Bantul

Yogyakarta”.

  # /-/( ( 0 1

# # Apakah penggunaan metode pada mata pelajaran IPA materi

  pesawat sederhana berpengaruh terhadap kemampuan kelas V SD N Sokowaten Baru Bantul Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014? Apakah penggunaan metode pada mata pelajaran IPA materi

  # #

  pesawat sederhana berpengaruh terhadap kemampuan kelas V SD N Sokowaten Baru Bantul Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014?

  #3 /4/ . .0 +

#3# Mengetahui pengaruh penggunaan metode pada mata pelajaran

  IPA materi pesawat sederhana terhadap kemampuan siswa kelas V SD N Sokowaten Baru Bantul Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014.

  

#3# Mengetahui pengaruh penggunaan metode pada mata pelajaran

  IPA materi pesawat sederhana terhadap kemampuan siswa kelas V SD N Sokowaten Baru Bantul Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014.

  # 5 + . .0 + # # * . .0 +

  Memberi wawasan tentang penerapan salah satu pembelajaran inovatif, terutama metode pada mata pelajaran IPA yang dapat meningkatkan kemampuan dan

  4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  # # * .&amp;)0 1

  Meningkatnya kualitas sekolah dan mampu menjadi acuan untuk selalu mengadakan inovasi pembelajaran ke arah yang lebih baik.

  # #3 * . &amp;

  Penulisan skripsi ini dapat menambah wawasan dan memperkaya perbendaharaan ilmu pengetahuan tentang metode pada mata pelajaran IPA.

  # # * (6

  Dapat memberikan pengalaman baru dalam mempelajari materi pesawat sederhana menggunakan .

  #7 .5 ( '." ( )

#7# Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh guru dalam

menyampaikan mata pelajaran kepada siswa dalam kegiatan pembelajaran.

  #7# adalah catatan yang memudahkan siswa dalam mengingat

  kembali informasi yang diterima dan mengembangkan catatan dengan warna dan gambar sesuai dengan imajinasi.

  

#7#3 adalah cara yang digunakan siswa untuk membuat

catatan lebih mudah dipahami.

#7# Berpikir adalah kemampuan berpikir secara mendalam, sistematis

  berdasarkan bukti menggunakan penalaran yang logis yang terdiri dari enam elemen yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan

  

#7#7 Kemampuan adalah kemampuan untuk menjelaskan dan

  memberikan alasan dari bukti, konsep, metode untuk menarik kesimpulan, dan mampu mengemukakan argumen.

  

#7#8 Kemampuan adalah kemampuan untuk memonitor aktivitas

  mentalnya sendiri dalam menarik kesimpulan dengan menganalisis dan mengevaluasi penilaiannya sendiri. Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu pengetahuan tentang gejala alam

  #7#9

  yang dituangkan berupa fakta, konsep, prinsip, dan hukum yang teruji kebenarannya dan melalui suatu rangkaian kegiatan dalam metode ilmiah.

  5

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  #7#: Materi pesawat sederhana adalah materi kelas V yang membahas mengenai alat yang memudahkan pekerjaan manusia. #7#; Siswa SD adalah siswa kelas V semester genap SD N Sokowaten BaruBanguntapan Bantul Yogyakarta.

  6

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pada bab ini akan dibahas kajian pustaka, kerangka berpikir, dan hipotesis. Tinjauan pustaka membahas teori$teori yang relevan dan beberapa hasil penelitian terdahulu. Selanjutnya dirumuskan kerangka berpikir dan hipotesis yang berisi dugaan sementara atau jawaban sementara dari rumusan masalah penelitian.

  # 4 /(+ &amp; * # # .)" &lt; .)" . /&amp;/ *

  Dalam teori$teori yang mendukung dibahas metode pembelajaran, , kemampuan berpikir kritis siswa, dan mata pelajaran IPA di sekolah dasar.

  • * # # # # .)" ."&amp;.-= &amp;

  Tahap$tahap perkembangan menurut Piaget (dalam Iskandar, 2001: 26$ 29) menjelaskan bahwa perkembangan intelektual berdasarkan perkembangan struktur kognitif. Semua anak melewati setiap tahap tersebut secara hierarki, artinya anak tidak dapat melompati suatu tahap tanpa melaluinya. Piaget mengidentifikasikan empat tahap perkembangan kognitif anak$anak seperti berikut: tahap pertama yaitu sensorimotor dimulai pada usia 0 $ 2 tahun. Anak mengadaptasi dunia luar melalui perbuatan. Pada awalnya belum mengenal bahasa atau cara lain untuk memberi label pada objek atau perbuatan. Anak belum mempunyai cara$cara untuk memberi arti terhadap sesuatu dan tidak berpikir tentang dunia luar. Di akhir tahap ini setelah sampai pada pembentukan struktur kognitif sementara untuk mengkoordinasikan perbuatan dalam hubungannya terhadap benda, waktu, ruang, dan kausalitas. Siswa mulai mempunyai atau mengenal bahasa untuk memberi label terhadap benda atau perbuatan.

  Tahap kedua yaitu pra operasional yaitu dimulai pada usia 2 $ 7 tahun. Siswa mulai meningkatkan kosa kata yang dimiliki. Siswa membuat penilaian berdasarkan persepsi bukan pertimbangan konseptual. Siswa mulai mengelompokkan benda$benda berdasarkan sifat$sifat. Siswa mulai memiliki pengetahuan fisik mengenai sifat$sifat benda dan mulai memahami tingkah laku dan organisme di dalam lingkungannya. Siswa sudah tidak berpikir balik (secara

   ) dan tidak berpikir tentang bagian$bagian dan keseluruhan secara

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  serentak. Siswa mempunyai pandangan subjektif dan egosentrik. Bagian akhir dari tahap pra operasional adalah tahap intuitif yaitu anak usia 4 $ 6 atau 4 $ 7 tahun. Anak$anak dalam tahap intuitif mempergunakan intuisinya dalam menentukan sesuatu yaitu berdasarkan apa yang ditangkap oleh panca inderanya.

  Tahap ketiga yaitu tahap operasi konkret dimulai pada usia 6 $ 11 atau 6 $ 12 tahun. Siswa mulai memandang dunia secara obyektif bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan memandang unsur$unsur kesatuan secara serempak. Siswa mulai berpikir secara operasional, misalnya kelompok elemen menjadi satu kesatuan yang utuh dan dapat melihat hubungan elemen dengan kesatuan/keseluruhan secara bolak$balik. Siswa mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan benda$benda. Siswa mulai membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan$aturan, prinsip ilmiah sederhana, dan mempergunakan hubungan sebab akibat.

  Tahap keempat yaitu tahap operasi formal dimulai pda usia 11 $ 14 tahun dan seterusnya. Siswa mempergunakan pemikiran tingkat yang lebih tinggi yang terbentuk pada tahap sebelumnya. Siswa mulai membentuk hipotesis, melakukan penyelidikan/penelitian terkontrol, dapat menghubungkan bukti dengan teori. Siswa sudah dapat bekerja dengan rasio, proporsi dan probabilitas. Membangun dan memahami penjelasan yang rumit mencakup rangkaian deduktif dari logika.

  Dari keempat tahap tersebut penelitian ini akan difokuskan pada tahap operasional konkret. Pada tahap ini siswa melihat keterhubungan antar satu elemen dengan elemen yang lain. Siswa dapat menghubungkan elemen$elemen yang ada. Peneliti memilih kelas V Sekolah Dasar karena siswa dapat berpikir dengan logis pada tahap operasional konkret. Slameto (2010: 116) berpendapat pada tahap operasional konkret pikiran siswa sudah mulai stabil dalam arti aktivitas batiniah dan skema pengamatan mulai diorganisasikan menjadi sistem pengerjaan yang logis Anak mulai dapat berpikir lebih dulu akibat$akibat yang mungkin terjadi dari perbuatan yang akan dilakukannya, tidak lagi bertindak coba$coba salah Piaget (dalam Trianto, 2009: 29) menuliskan operasional konkret meliputi perbaikan dalam kemampuan untuk berpikir secara logis. Kemampuan$kemampuan baru

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  termasuk penggunaan operasi$operasi yang dapat balik. Pemikiran tidak lagi tetapi , dan pemecahan masalah tidak begitu dibatasi oleh . Pendapat ini dikuatkan oleh Suparno (2007: 69) dengan operasi itu, anak telah mengembangkan sistem pemikiran logis yang dapat diterapkan dalam memecahkan persoalan$persoalan konkret yang dihadapi. Pemikiran anak juga tidak daripada tahap sebelumnya, yaitu dapat menganalisis masalah dari berbagai segi.

  Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa setiap anak akan mengalami proses kognitif secara bertahap. Piaget dipilih karena paling sesuai dengan perkembangan siswa. Siswa kelas V berada pada tahap operational konkret, pada tahap ini siswa sudah bisa mengembangkan sistem pemikiran logisnya serta dapat memecahkan masalah konkret yang dihadapi. Siswa dapat mengembangkan pemikirannya guru hanya mengarahkan siswa pada materi yang akan disampaikan selebihnya siswa berkreasi sendiri. Siswa kelas V sudah siap dalam menerima materi dengan beberapa metode pebelajaran seperti ceramah, tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, di bawah ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai beberapa metode pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan siswa kelas V.

  # # # # .+) . .-=.0 4 "

  Yamin (2007: 152) menjelaskan metode pembelajaran merupakan cara melakukan atau menyajikan, menguraikan, memberi contoh, dan memberi latihan isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. Menurut Roestiyah(2001: 1) metode mengajar diartikan juga sebagai teknik guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, agar pelajaran tersebut dapat ditangkap, dipahami, dandigunakan oleh siswa dengan baik. Wena (2011: 2) menambahkan strategi atau metode pembelajaran berarti cara atau seni untuk menggunakan semua sumber belajar dalam upaya pembelajaran siswa. Hamdani (2011: 81), menyimpulkan bahwa proses belajar mengajar merupakan proses interaksi edukatif antara guru yang menciptakan suasana belajar dan siswa yang memberi respon terhadap usaha guru tersebut.

  Berikut ini akan diuraikan beberapa contoh metode antara lain: Ceramah Sanjaya (2006: 147) merupakan cara menyajikan pelajaran melalui

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  penuturan secara lisan atau penjelasan langsung kepada sekelompok siswa. Menurut Sumantri (2001: 119) kelemahan teori ini adalah dapat menimbulkan kejenuhan pada siswa, materi ceramah terbatas pada apa yang diingat guru, merugikan siswa yang lemah dalam keterampilan mendengarkan, tidak merangsang kreativitas. Metode lainnya yaitu tanya jawab menurut Sumantri (2001: 120) metode tanya jawab adalah penyajian pelajaran dalam proses belajar mengajar melalui interaksi dua arah atau A !! Bdari guru ke peserta didik atau dari peserta didik kepada guru agar diperoleh jawaban kepastian materi malalui jawaban lisan guru atau peserta didik. Kelemahan metode ini adalah pada kelas besar pertanyaan tidak bisa disebarkan kepada seluruh peserta didik, peserta didik yang tidak aktif tidak ikut terlibat, menimbulkan rasa gugup pada peserta didik yang tidak memiliki keberanian menjawab dan bertanya. Metode kerja kelompok menurut Moedijono (dalam Sumantri, 2001: 127) adalah format belajar mengajar yang menitikberatkan kepada interaksi antar anggota yang lain dalam satu kelompok guna menyelesaikan tugas$tugas belajar secara bersama$sama.

  Kerja kelompok hanya memberikan kesempatan pada siswa yang aktif untuk berperan sedangkan siswa yang terbelakang tidak berbuat apa$apa.

  Dari berbagai metode pembelajaran yang sudah dikemukakan di atas penelitian ini menggunakan metode dalam pembelajarannya. Metode dipilih karena pada kenyataannya guru masih banyak menggunakan metode ceramah. Guru belum mengembangkan metode$metode pembelajaran yang menarik bagi siswa. dirasa akan membawa perubahan dalam situasi pembelajaran dikelas. akan membuat siswa lebih tertarik dalam mengikuti pembelajaran. Maka di bawah ini akan dijelaskan mengenai lebih lanjut, mengapa peneliti memilih menggunakan bagaimana langkah$langkah pembuatan dan sebagainya.

  # # #3# .+) . # . *."+ .+) .

  Menurut Trianto (2009: 158) metode dan peta konsep adalah metode pembelajaran yang berbeda, namun keduanya mempunyai kesamaan yaitu untuk memetakan atau menjelaskan suatu konsep. Peta konsep adalah ilustrasi grafis konkret yang mengindikasikan bagaimana sebuah konsep tunggal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dihubungkan ke konsep$konsep lain pada kategori yang sama. Dahar (2011: 106) mengemukakan bahwa peta konsep dimaksudkan untuk menggali struktur kognitif pelajar dan untuk mengetahui baik pelajar maupun guru melihat apa yang telah diketahui pelajar. Peta konsep disusun secara hierarki konsep yang lebih insklusif diletakan pada puncak peta, semakin kebawah konsep$konsep diurutkan menjadi konsep kurang insklusif.

  (Buzan, 2004: 68) merupakan metode untuk menyimpan suatu informasi yang diterima oleh seseorang dan mengingat kembali informasi yang diterima tesebut. juga merupakan teknik meringkas bahan yang akan dipelajari dan memproyeksikan masalah yang dihadapi ke dalam bentuk peta atau teknik grafik sehingga lebih mudah memahaminya. membantu siswa mengembangkan daya imajinasinya dalam membuat catatan dan memahami suatu materi yang disampaikan guru dengan lebih cepat. Saat siswa membuka catatan siswa akan dengan mudah mengingat garis besar materi. membantu siswa mempermudah dalam mengingat materi yang sulit dihafalkan, mempermudah untuk menyerap informasi ke dalam otak seseorang.

  Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sangat membantu siswa dalam mengingat kembali catatan yang sudah dibuatnya. Siswa membuat catatan dengan lebih menarik, penuh warna dan gambar sesuai dengan imajinasi siswa. yang tidak hanya garis lurus tetapi menggunakan garis lengkung yang memungkinkan siswa membuat garis tersebut menjadi sebuah gambar. Kata kunci yang digunakan siswa akan memudahkan siswa pada saat membuka catatannya. Peta konsep membuat sebuah konsep dengan mengurutkan konsep tersebut tidak saling mengaitkan. Hanya turunan dari konsep pusat, garis dibuat lurus kebawah. Peta konsep tidak membuat kumpulan konsep yang sudah dibuat menjadi gambar yang menarik tetapi hanya seperti bagan dengan garis lurus karena itu berbeda dengan peta konsep. Pada penelitian ini peneliti memilih dalam pembelajaran.

  # *&amp; 1 .-=/ +

  Buzan (2010: 15$16) mengemukakan ada tujuh langkah untuk membuat yaitu sebagai berikut: Pertama, yaitu dimulai dari bagian tengah kertas kosong sehingga memberikan kebebasan kepada otak untuk menyebar kesegala

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  arah dan mengungkapkan dirinya dengan lebih bebas dan alami. Kedua, gunakan gambar atau foto untuk ide sentral karena sebuah gambar memiliki maknadan membantumenggunakan imajinasi. Sebuah gambar sentral akan lebih menarik, membuat siswa tetap terfokus, membantuberkonsentrasi dan mengaktifkan otak. Ketiga, gunakan warna karena bagi otak warna sama menariknya dengan gambar. Warna membuat lebih hidup, menambah energi kepada pemikir kreatif dan menyenangkan. Keempat, hubungkan cabang$cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang$cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya. Otak kita bekerja menurut asosiasi, otak senang mengaitkan dua (atau tiga, atau empat) hal sekaligus. Kelima, buat garis hubung yang melengkung karena garis lurus akan membosankan otak. Buat cabang$cabang yang melengkung dan organis, seperti cabang$cabang pohon akan jauh lebih menarik bagi mata. Keenam, gunakan satu kata kunci untuk setiap garis. Kata kunci tunggal memberi lebih banyak daya dan fleksibilitas kepada . Ketujuh, gunakan gambar. Berikut ini adalah contoh

Gambar 2.1 Contoh

  ( ? 2007: 56

  Gambar di atas adalah contoh yang menjelaskan mengenai persekongkolan bubuk mesiu. Persekongkolan menjadi cabang utama pada ,dengan menggunakan latar gambar drum. Para pelaku persekongkolan bubuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mesiu berusaha meledakan gedung parlemen di tahun 1605. Ratu Elisabeth I meninggal, kerabat paling dekat yang masih hidup adalah Raja James VI dari Skotlandia. Jadi ia menjadi Raja James I dan juga kepala Gereja Inggris. James tidak disukai oleh orang katolik dan sekelompok kecil katolik yang dipimpin oleh Catesby dan yang termasuk Guido (Guy) Fawkes memutuskan untuk membunuh Raja James dan seluruh parlemen.Salah satu kelompok mengirim peringatan ke Lord Monteagle. Gudang bawah tanah rumah sewaan itu digeledah dan Guy Fawkes tertangkap dan dibawa ke Menara London dan disiksa agar ia mau mengungkap anggota kelompok lainnya. Tetapi Guy tidak mau, Guy dan kelompoknya (8 orang) dihukum mati.Sejak saat itu inggris menyalakan api unggun setiap tanggal 5 November untuk mengenang selamatnya gedung parlemen.

  Dari beberapa metode yang telah disebutkan dan gambar yang sudah dijelaskan, peneliti memilih salah satu metode yang sesuai dengan tahap berpikir siswa kelas V SD yaitu metode pembelajaran dengan menggunakan metode

  . Metode dipilih karena lebih memudahkan siswa dalma menghafal materi. Siswa dapat mengembangkan kemampuan dan kemampuan . Siswa dapat lebih kritis dalam menerima materi sehingga dalam pembelajaran tidak hanya guru yang aktif. Metode membuat pembelajaran menjadi dua arah antara siswa dan guru.

  # # # # .- -'/ ."' &amp; " " + ( (6

  Dari uraian di atas skripsi ini memilih sebagai metode yang digunakan dalam penyampaian materi. Michalko (dalam Buzan, 2005: 6) mengungkapkan metode akan mengaktifkan seluruh otak, memberikan gambaran yang jelas, dan mengelompokkan konsep. dipilih karena dapat mengembangkan kemampuan berpikir siswa. Siswa dapat lebih mengkritisi materi yang disampaikan guru sesuai dengan perkembangan kemampuannya. Siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi juga dapat memahami, menjelaskan, mengelompokkan konsep, dan menarik kesimpulan dari materi tersebut.

  Facione (1990) menyebutkan bahwa kemampuan berpikir kritis memiliki dua dimensi, yaitu dimensi kognitif dan dimensi disposisi afektif. Dimensi kognitif dipandang sebagai pusat kemampuan mental yang paling

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  penting yang terdiri dari 6 kecakapan, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, , dan . Dalam disposisi afektif masih dibagi lagi dua bagian, yaitu sikap umum dan sikap khusus. Peneliti akan membahas lebih lengkap mengenai dimensi kognitif mengenai dan

  # . *."+ .- -'/ ."' &amp; " " + (

  Berpikir adalah merupakan aktivitas mental untuk dapat merumuskan pengertian, mensintesis, dan menarik kesimpulan. Seperti yang dikemukakan sebelumnya menurut Browned dan Keeley (2012: 4) kemampuan berpikir kritis meliputi pengetahuan untuk membuat serangkaian pertanyaan kritis yang saling berkaitan serta kemampuan dan kemauan untuk bertanya dan menjawab pertanyaan$pertanyaan tersebut pada saat yang tepat. Pernyataan tersebut dikuatkan oleh Purwanto (2010: 43) bahwa berpikir adalah keaktifan pribadi manusia yang mengakibatkan penemuan yang terarah kepada satu tujuan. Dari pertanyaan tersebut bisa dikatakan setiap manusia pasti melakukan proses berpikir. Setiap siswa memiliki kemampuan berpikir yang berbeda$beda dan tujuan yang berbeda sesuai dengan umur.

  Glasher (dalam Fiher, 2002: 3) mendefinisikan berpikir kritis sebagai: a) sikap mau berpikir secara mendalam tentang masalah$masalah dan hal$hal yang berada dalam jangkauan pengalaman seseorang; b) pengetahuan tentang metode$ metode pemeriksaan dan penalaran yang logis; dan c) semacam suatu keterampilan yang menerapkan metode$metode tersebut. Berpikir kritis menuntut upaya keras untuk memeriksa setiap keyakinan atau pengetahuan asumtif berdasarkan bukti pendukungnya dan kesimpulan$kesimpulan lanjutan yang diakibatkannya. Robert Ennis (dalam Fiher, 2002: 3) mendefinisikan berpikir kritis adalah pemikiran yang masuk akal dan reflektif yang berfokus untuk memutuskan apa yang mesti dipercaya dan dilakukan.

  Dari pendapat di atas disimpulkan bahwa berpikir kritis yaitu suatu pemikiran yang mendalam dengan kerja keras berdasarkan bukti$bukti yang ada dan menggunakan penalaran yang logis. Guru perlu membantu siswa untuk mengarahkan siswanya untuk berpikir kritis, terhadap materi pembelajaran yang disampaikan guru dan kritis terhadap masalah yang muncul di lingkungan sekitar siswa. Siswa diharapkan mampu peka terhadap masalah yang ada di

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  lingkungannya. Masalah yang muncul bisa didapat dari lingkungan sekolah, rumah, maupun tempat bermain. Siswa dibiasakan berpikir dengan sistematis, menghidupkan imajinasi yang dimiliki sehingga mampu berpendapat secara terorganisasi. Siswa dapat membiasakan diri berpikir secara kritis dalam menerima pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa dapat memahami penjelasan guru dengan lebih cepat.

  # ."' &amp; " " + ( )* + 5

  Facione (1990) mengungkapkan bahwa setiap anak memiliki tingkat kemampuan yang berbeda dalam menyelesaikan masalah sesuai dengan usia anak tersebut. Facione menyebutkan bahwa kemampuan berpikir kritis memiliki dua dimensi, yaitu dimensi kognitif dan dimensi disposisi afektif. Dimensi kognitif dipandang sebagai pusat kemampuan mental yang paling penting yang terdiri dari 6 kecakapan, yaitu (1) Interpretasi merupakan kecakapan untuk memahami dan mengekspresikan makna dari berbagai pengalaman, situasi, data, kejadian, penilaian, kesepakatan, kepercayaan, aturan, prosedur, atau kriteria. (2) Analisis merupakan kecakapan untuk mengidentifikasi hubungan$hubungan logis dari pernyataan, pertanyaan, konsep, uraian, atau bentuk ungkapan yang lain. (3) Evaluasi merupakan kecakapan untuk menilai kredibilitas pernyataan atau ungkapan yang lain yang mencerminkan persepsi, pengalaman, situasi, penilaian, kepercayaan, atau opini seseorang. (4) Inferensi merupakan kecakapan untuk mengidentifikasi dan memastikan elemen$elemen yang diperlukan untuk menarik alasan yang masuk akal; untuk merumuskan dugaan dan hipotesis. (5) 7 merupakan kecakapan untuk menjelaskan dan memberikan alasan$alasan dari bukti, konsep, metode, kriteria, dan konteks yang digunakan untuk menarik kesimpulan; dan untuk mengemukakan argumen$argumen logis yang kuat. (6)

  

&lt; merupakan kecakapan untuk memonitor aktivitas kognitifnya sendiri

secara sadar, unsur$unsur yang ikut memainkan peran dalam aktivitas tersebut.

  3# .- -'/

  Pada penelitian ini peneliti memfokuskan penelitian pada kemampuan dan Facione (1990)berpendapat bahwa merupakan kecakapan untuk menjelaskan dan memberikan alasan$alasan dari bukti, konsep, metode, kriteria, dan konteks yang digunakan untuk menarik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kesimpulan; dan untuk mengemukakan argument$argumen logis yang kuat. Kecakapan ini masih dibagi lagi dalam 3 sub$kecakapan, yaitu kecakapan untuk mengemukakan hasil$hasil penalaran, menjustifikasi prosedur yang digunakan, dan memberikan alasan$alasan yang kuat.

  Menurut Facione (1990) merupakan kecakapan untuk memonitor aktivitas kognitifnya sendiri secara sadar, unsur$unsur yang ikut memainkan peran dalam aktivitas tersebut; dan kecakapan untuk memonitor aktivitas mentalnya sendiri dalam menarik kesimpulan dengan menganalisis dan mengevaluasi penilaiannya sendiri dengan mempertanyakan, mengonfirmasi, mevalidasi, atau mengoreksi penalarannya sendiri. Kecakapan ini masih dibagi dalam 2 sub$ kecakapan, yaitu kecakapan untuk eksaminasi diri dan koreksi diri.

  # # #7# 0-/ . *.+ 1/ 0 - $ % # . *."+

  IPA adalah singkatan dari Ilmu Pengetahuan Alam yang merupakan terjemahan dari kata$kata Bahasa Inggris A'

  B. Natural artinya

  alamiah, berhubungan dengan alam. % artinya ilmu tentang alam (Iskandar, 2001: 2). Jadi Ilmu Pengetahuan Alam dapat diartikan sebagai ilmu tentang alam atau ilmu yang mempelajari peristiwa$peristiwa yang terjadi di alam. IPA (Iskandar, 2001: 14) yaitu ilmu pengetahuan tentang kejadian$kejadian bersifat kebendaan dan pada umumnya didasarkan hasil observasi, eksperimen, dan induksi. Pengertian ini memperkuat peneliti untuk memilih mata pelajaran IPA.

  IPA dipilih karena siswa bisa menggali pengetahuannya dengan luas, bereksperimen sendiri, dan memahami apa yang terjadi. Siswa berperan aktif dalam pembelajaran, sehingga meningkatkan cara berpikir siswa. Siswa dituntut untuk berpikir kritis ketika dihadapkan pada sebuah permasalahan. Pemikiran kritis tersebut dituangkan dalam yang dibuat siswa dan membantu siswa dalam mengingat materi yang sulit.

  # &amp;.&amp; +

  Hakekat IPA ada tiga (Iskandar, 2001: 1) yaitu: (1) dimensi produk meliputi konsep$konsep, prinsip$prinsip, hukum$hukum, dan teori$teori di dalam IPA yang merupakan hasil rekaan manusia tentang alam dan fenomena yang terjadi di

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dalamnya yang telah teruji melalui serangkaian eksperimen dan penyelidikan; (2)dimensi proses menekankan pada metode yang digunakan dalam memperoleh pengetahuan yang sering disebut sebagai metode ilmiah; (3) dimensi sikap merupakan berbagai keyakinan, opini dan nilai$nilai yang harus dipertahankan oleh seorang ilmuwan khususnya ketika mencari atau mengembangkan pengetahuan baru. Sikap yang membantu proses pemecahan masalah yaitu kesadaran akan perlunya bukti ketika mengemukakan suatu pernyataan, kemauan untuk mempertimbangkan pandangan lain, kemauan melakukan eksperimen atau kegiatan pengujian lainnya secara berhati$hati dan menyadari adanya keterbatasan dalam penemuan keilmuan.

  3# +." .-=.0 4 " .0 ( .( 6 + . ."1

  Semua jenis alat yang digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia disebut pesawat. Kesederhanaan dalam penggunaannya menyebabkan alat tersebut disebut pesawat sederhana. S ulistyanto (2008: 110) membagi jenis$jenis pesawat sederhana menjadi empat jenis, yaitu : a) Tuas Alat yang dapat membantu untuk menggeser batu yang besar adalah linggis.

  

Linggis merupakan salah satu jenis tuas. Tuas lebih dikenal dengan nama

pengungkit. Pada umumnya, tuas atau pengungkit menggunakan batang besi atau

kayu yang digunakan untuk mengungkit suatu benda. Terdapat tiga titik yang

menggunakan gaya ketika kita mengungkit suatu benda, yaitu beban (B), titik

tumpu (TT), dan kuasa (K). Beban merupakan berat benda, sedangkan titik tumpu

merupakan tempat bertumpunya suatu gaya. Gaya yang bekerja pada tuas disebut

kuasa. Tuas/linggis dapat digambarkan secara sederhana.

  

Gambar 2.2Linggis

(Sumber: Sulistyanto, 2008: 110)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan posisi atau kedudukan beban, titik tumpu, dan kuasa, tuas

digolongkan menjadi tiga, yaitu tuas golongan pertama, tuas golongan kedua, dan

tuas golongan ketiga. 1) Tuas golongan pertama Pada tuas golongan pertama, kedudukan titik tumpu terletak di antara beban

dan kuasa. Contoh tuas golongan pertama ini di antaranya adalah gunting, linggis,

jungkat$jungkit, dan alat pencabut paku. Di bawah ini adalah contoh tuas

golongan pertama.

Gambar 2.3 Jungkat$Jungkit (Sumber: Sulistyanto, 2008: 111)

  2) Tuas golongankedua Pada tuas golongan kedua, kedudukan beban terletak di antara titik tumpu

dan kuasa. Contoh tuas golongan kedua ini di antaranya adalah gerobak beroda

satu, alat pemotong kertas, dan alat pemecah kemiri, pembuka tutup botol. Di

bawah ini adalah contoh tuas golongan kedua.

Gambar 2.4 Gerobak Dorong (Sumber: Sulistyanto, 2008: 112)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3) Tuas golongan ketiga Pada tuas golongan ketiga, kedudukan kuasa terletak di antara titik tumpu

dan beban. Contoh tuas golongan ketiga ini adalah sekop yang biasa digunakan

untuk memindahkan pasir. Di bawah ini adalah contoh tuas golongan ketiga.

Gambar 2.5 Sekop (Sumber: Sulistyanto, 2008: 112)

  b) Bidang Miring Bidang miring adalah permukaan rata yang menghubungkan dua tempat yang berbeda ketinggiannya. Dengan dibuat berkelok$kelok pengendara kendaraan bermotor lebih mudah melewati jalan yang menanjak. Orang yang memindahkan karung ke dalam bak truk dengan menggunakan papan sebagai bidang miringnya. Dengan demikian, karung berat yang besar ukurannya lebih mudah dipindahkan ke atas truk. Bidang miring memiliki keuntungan, yaitu dapat memindahkan benda ke tempat yang lebih tinggi dengan gaya yang lebih kecil.

Gambar 2.6 Bidang Miring (Sumber: Sulistyanto, 2008: 115)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c) Katrol Katrol merupakan jenis pengungkit karena memiliki titik tumpu, kuasa, dan beban. Katrol digolongkan menjadi tiga, yaitu: Katrol tetap, katrol bebas, dan kartrol majemuk. Katrol tetap posisinya tidak berpindah pada saat digunakan. Katrol bebas posisi katrol berubahdan tidak dipasang pada tempat tertentu.Pada katrol majemuk, beban dikaitkan pada katrol bebas. Salah satu ujung tali dikaitkan pada penampang katrol tetap. Jika ujung tali yang lainnya ditarik maka beban akan terangkat beserta bergeraknya katrol bebas ke atas.

  d) Roda Berporos

  Roda berporos merupakan roda yang di dihubungkan dengan sebuah

porosyang dapat berputar bersama$sama. Roda berporos merupakan salah satu

jenispesawat sederhana yang banyak ditemukan pada alat$alat seperti setir

mobil,setir kapal, roda sepeda, roda kendaraan bermotor, dan gerinda.

Gambar 2.7 Roda Sepeda (Sumber: Sulistyanto, 2008: 119)

  # # ( 0 . .0 + 1/0/ * ." .0.2

  Berikut ini beberapa penelitian sebelumnya tentang dan berpikir kritis kategori kognitif.

  # # # # . .0 + * .=.0/- +. + .+) .

  Kusmintayu (2012: 8) meneliti penerapan metode untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VII A SMP Negeri 5 Surakarta tahun ajaran 2011/2012. Hasil penelitian ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menunjukkan peningkatan keterampilan berbicara siswa. Peningkatan ini dapat dilihat pada peningkatan kualitas proses yang ditandai dengan adanya peningkatan keaktifan siswa selama proses pembelajaran berbicara, peningkatan keaktifan siswa saat membuat , dan minat dan motivasi siswa saat bercerita tokoh idola, dan siswa yang memperoleh nilai minimal 70 (≥ 70) dalam pembelajaran berbicara meningkat. Jurnal penelitian ini bermanfaat bagi peneliti karena peneliti memberi gambaran dalam pembuatan skripsi dan topik yang digunakan juga cocok dengan topik pembuatan skripsi. Penelitiam ini sudah baik karena dalam penelitian ini peneliti dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa menggunakan tetapi masih terbatas pada kemampuan berbicara tidak mengembangkan kemampuan kognitif siswa.

  Putriyana (2012: 46) meneliti pengaruh penggunaan terhadap kemampuan menerapkan dan menciptakan pada mata pelajaran IPA. Sampel dan populasi penelitian ini yaitu siswa kelas V di SDK Sengkan Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh penerapan metode terhadap kemampuan menerapkan yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,622 (atau &gt; 0,05). Ada pengaruh penerapan metode terhadap kemampuan mencipta yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (atau &lt; 0,05). Skripsi ini memberikan gambaran mengenai yang sudah diterapkan di Sekolah Dasar. Skripsi ini sudah baik dapat meningkatkan kemampuan mencipta dan menerapkan menggunakan tetapi belum meneliti tingkatan kognitif menurut Facione mengenai

  .

  Silaban dan Napitupulu (2012: 17) meneliti pengaruh media terhadap kreativitas dan hasil belajar kimia siswa kelas X SMA menggunakan ? . Subjek penelitian yaitu siswa kelas X. Pada kelompok eksperimen menggunakan media , kelompok kontrol menggunakan pembelajaran ? . Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh media terhadap kreativitas dan hasil belajar kimia siswa pada pembelajaran ? dengan menunjukkan hubungan sebesar 0,363. Jurnal penelitian ini bermanfaat bagi peneliti karena penelitian ini memberi gambaran dalam pembuatan skripsi dan topik yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  digunakan juga cocok dengan topik pembuatan skripsi. Pada penelitian ini sudah bagus karena penelitian ini bisa meningkatkan terhadap kreativitas dan hasil belajar kimia siswa pada pembelajaran ? tetapi dalam penelitian ini peneliti belum menerapkan pada siswa SD.

  Sutarni (2010: 10) meneliti penerapan metode dalam meningkatkankemampuan mengerjakan soal cerita bilangan pecahan. Subjek pada siswa kelas 5 SDK 3 BPK PENABUR Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui dapat meningkatkan kemampuan siswa membaca bacaan dengan teliti dan menyenangi membaca yang saat ini siswa kurang berminat dalam membaca sehingga siswa memahami dan mengerjakan soal dengan penuh semangat dan dengan hasil yang baik diimbangi alat peraga yang memadai dan menarik pada siklus ke 2. Jurnal penelitian ini bermanfaat bagi peneliti karena penelitian ini memberi gambaran dalam pembuatan skripsi dan topik yang digunakan juga cocok dengan topik pembuatan skripsi. Jurnal ini sudah bagus karena penelian ini dapat meningkatkan kemampuan mengerjakan soal cerita bilangan pecahan dalam mata pelajaran matematika menggunakan tetapi pada penelitian ini peneliti baru meneliti pelajaran matematika belum pada mata pelajaran IPA.

  # # # # . .0 + * .=.0/- +. + .+) . ."' &amp; " " + (

  Lestari (2012: 44) meneliti pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA. Sampel dan populasi penelitian yaitu siswa kelas V SDK Ganjuran Yogyakarta yang berjumlah 27 siswa. Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan prestasi belajar ditunjukkan dengan harga Sig. lebih dari 0,05 atau (p=0,000 &lt; 0,05). Aspek yang mengalami kenaikan tertinggi adalah aspek analisis sedangkan aspek yang terendah adalah . Skripsi penelitian ini bermanfaat bagi peneliti karena peneliti memberi contoh penerapan berpikir kritis dan sudah melakukan penelitian di Sekolah Dasar. Penelitian ini sudah baik karena sudah meneliti berpikir kritis dengan menggunakan metode penelitan inkuiri. Pada penelitian ini aspek yang mengalami kenaikan tertinggi adalah aspek analisis sedangkan aspek yang terendah adalah . Pada skripsi yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  peneliti ajukan akan meneliti berpikir kritis menggunakan metode Peneliti akan meneliti bagaimana pengaruh terhadap kemampuan berpikir siswa.

  Listyawati, Suarjana, dan Sudana (2013: 12) meneliti pengaruh model pembelajaran kuantum berbantuan peta pikiran terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V. Sampel dan populasi penelitian yaitu siswa SD Negeri Desa Singakerta. Hasil penelitian ini menemukan bahwa adanya perbedaan yang signifikan bahwa penerapan model pembelajaran kuantum berbantuan peta pikiran berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Jurnal penelitian ini bermanfaat bagi peneliti karena peneliti memberi gambaran mengenai berpikir kritis. Penelitian ini sudah baik meneliti berpikir kritis metode penelitan yang digunakan yaitu kuantum dengan menggunakan bantuan peta pikiran tetapi aspek dalam penelitian ini masih kurang jelas. Pada skripsi yang peneliti ajukan akan meneliti berpikir kritis kemampuan dan menggunakan

  Reta (2012: 32) meneliti pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan berpikir kritis ditinjau dari gaya kognitif siswa. Sampel dan populasi penelitian yaitu siswa kelas X SMAN 1 Gianyar tahun

  pelajaran 2011/2012. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) dan kelompok yang menggunakan metode konvensional (ceramah). Signifikan keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang memiliki gaya kognitif ! dan kelompok siswa yang memiliki gaya kognitif ! sangat jauh berbeda. Interaksi antara model pembelajaran dan gaya kognitif terhadap keterampilan berpikir kritis sangat berbeda. Perbedaan keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar melalui model PBL dengan kelompok siswa yang belajar melalui model ceramah menunjukkan perbedaan perbedaan. Jurnal penelitian ini bermanfaat bagi peneliti karena memberi contoh penerapan berpikir kritis pada siswa. Penelitian ini sudah baik karena peneliti dapat membandingkan dua metode pembelajaraan yang berbeda. Penelitian ini belum jelas dalam pengambilan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kesimpulan sehingga masih membingungkan pembaca. Peneliti belum mencantumkan signifikansi kenaikan kemampuan berpikir kritis siswa.

  Wiradana (2012: 11) meneliti pengaruh strategi konflik kognitif dan berpikir kritis terhadap prestasi belajar IPA. Sampel dan populasi penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMP Negeri 1 Nusa Penida. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang mengikuti strategi konflik kognitif dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional dengan nilai F= 20,882 dengan taraf signifikan 0,001 (p &lt; 0,05), tidak terdapat perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi dengan yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah dengan nilai F= 1,437 dengan angka signifikansi 0,234 (p &gt; 0,05), terdapat pengaruh interaktif antara strategi pembelajaran konflik kognitif dengan pembelajaran konvensional dan kemampuan berpikir kritis tehadap prestasi belajar fisika dengan nilai F= 19,631 dengan taraf signifikansi 0,001 (p &lt; 0,05). Jurnal penelitian ini bermanfaat karena peneliti karena memberi contoh penerapan berpikir kritis. Jurnal ini sudah baik dalam penelitiannya penulis sudah menuliskan signifikansi peningkatan belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa dengan jelas sehingga tidak membingungkan pembaca. Pada penelitian ini peneliti belum menuliskan aspek berpikir kritis apa saja yang diteliti.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  # # #3# ."' &amp; " " + (

  

/(- + /$ % .(+ " $ %

keterampilan berbicara Metode inkuiri$ prestasi belajar dan berfikir kritis kategori kognitif

   (+ 6 + ! / "4 ! / /+" $ % $ 3% kemampuan menerapkan Kuantum$ kemampuan berpikir kritis dan menciptakan

   0 = ' +/'/0/ $ % .+ $ % Model pembelajaran berbasis masalah$ $ kreativitas berfikir kritis

  /+ " $ % " $ % Metode $kemampuan Strategi konflik kognitif dan berpikir mengerjakan soal cerita kritis$prestasi belajar

  

Yang perlu diteliti:

$berpikir kritis pada

kemampuan dan

  

Gambar 2.8= dari Penelitian Terdahulu

  Pada penelitian terdahulu tentang Kusmintayu membahas mengenai untuk meningkatkan keterampilan berbicara. Putriyana membahas mind map pada kemampuan menerapkan dan mencipta. Silaban dan napitulu membahas terhadap kreativitas siswa, sedangkan Sutarni menjelaskan mengenai metode pada kemampuan mengerjakan soal cerita. Pada penelitian terdahulu tentang berpikir kritis Lestari membahas metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berfikir kritis kategori kognitif . Listyawati,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Suarjana, danSudana (2013) menjelaskan kuantum pada kemampuan berpikir kritis. Reta (2012) menjelaskan mengenai model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir kritis sedangkan Wiradana (2012) menjelaskan strategi konflik kognitif dan berfikir kritis terhadap prestasi belajar siswa. Pada penelitianterdahulu belum ada penelitian yang peneliti mengenai pengaruh penggunaan metode terhadap kemampuan dan kemampuan

  # ." *&amp; ."' &amp; "

  Pembelajaran di kelas merupakan suatu kegiatan yang diharapkan dapat melibatkan peran kedua belah pihak, baik guru maupun siswa. Pada kenyataannya guru sering hanya menjadikan siswa sebagai objek saat kegiatan pembelajaran. Guru masih sering menyampaikan materi menggunakan metode ceramah sehingga siswa kurang dilibatkan dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini menjadi salah satu sebab rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa. Perlu adanya penggunaan metode yang dapat melibatkan peran siswa dalam kegiatan pembelajaran. Metode pembelajaran yang dipilih oleh peneliti yaitu . mengembangkan kreativitas dan daya imajinasi sehingga siswa yang berperan dalam proses pembelajaran. Siswa membuat catatan dengan lebih menarik, penuh warna, dan gambar. yang dibuat tidak hanya garis lurus tetapi menggunakan garis lengkung yang memungkinkan siswa membuat garis tersebut menjadi sebuah gambar.

  Siswa kelas V SD N Sokowaten Baru masih menggunakan metode ceramah cara mengajar guru tidak meminta siswa untuk berpikir kritis. Pembelajaran masih didominasi oleh guru sehingga siswa hanya dibiasakan mencatat dan mendengarkan penjelasan guru. Hal tersebut berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, sehingga kemampuan berpikir kritis siswa SD N Sokowaten Baru rendah. Siswa tidak mengembangkan kemampuan yang mereka miliki, tidak mempelajari masalah mendalam. Guru memberikan pengetahuan bukan membangun cara berpikir siswa untuk mengkritisi masalah. Guru harus membiasakan siswa berpikir kritis, sistematis, dan logis sehingga dapat berpendapat dengan terorganisai. Siswa dapat membiasakan diri berpikir secara

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kritis dalam menerima pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa dapat memahami penjelasan guru dengan lebih cepat.

  Dari permasalahan yang telah dijabarkan, dirasa perlu untuk mencari solusi$solusi yang tepat untuk menciptakan proses pembelajaran IPA yang melibatkan peran aktif siswa. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mengatasi permasalahan tersebut yakni dengan menggunakan siswa diharapkan bisa mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa pada kategori kemampuan dan . akan sangat membantu siswa dalam memahami materi dan mampu kritis terhadap masalah yang dihadapinya. lebih mengembangkan imajinasi siswa dalam memecahkan masalah yang muncul. Jadi, jika metode diterapkan pada pembelajaran IPA kelas V, akan berpengaruh terhadap kemampuan dan kemampuan

  #3 ')+.( (

#3# Penggunaan metode pada mata pelajaran IPA berpengaruh

  terhadap kemampuan siswa kelas V SD N Sokowaten Baru Banguntapan Bantul Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014.

  

#3# Penggunaan metode pada mata pelajaran IPA berpengaruh

  terhadap kemampuan siswa kelas V SD N Sokowaten Baru Banguntapan Bantul Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pada bab III ini akan dibahas metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Pembahasan metode penelitian yaitu mengenai jenis penelitian yang digunakan, penelitian, populasi dan sampel penelitian, teknik pengumpulan data, variabel penelitian, teknik pengujian instrumen penelitian, uji validitas, uji reliabilitas instrumen, teknik analisis data, dan dampak pengaruh perlakuan.

  3# . ( . .0 +

  Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe Menurut Sanjaya (2013: 87) penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui pengaruh dari suatu tindakan atau perlakuan tertentu yang sengaja dilakukan terhadap suatu kondisi tertentu. Jenis penelitian ini menggunakan

  Menurut Sugiyono (2012: 114)penelitian ini disebut karena kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak dipilih secara random atau acak.

  Desainnya menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran yang berbeda. Creswell (2010:238) menjelaskan bahwa ada beberapa jenis rancangan penelitian yang dapat digunakan dalam suatu penelitian antara lain : &gt;

  7 &amp; #

  7 &amp; C 7 &amp; dan rancangan subjek tunggal ( " ).

  Penelitian ini termasuk dalam bentuk kuasi eksperimental dan mempunyai tiga bentuk desain seperti , yaitu sebuah desain penelitian dimana peneliti melakukan pengukuran pada satu kelompok, baik sebelum maupun sesudah adanya yaitu rancangan penelitian hasil dari modifikasi sebelumnya. Rancangan ini lebih menekankan bahwa dalam penelitian dua kelompok partisipan diobservasi sepanjang waktu meskipun hanya salah satu yang memperoleh yaitu penentuan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dilakukan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tidak secara acak. Kedua partisipan memperoleh dan meskipun hanya kelompok eksperimen yang memperoleh Campbell dan Stanley (Cohen, 2007:276) hasil penelitian menggunakan dan atau pengaruh kausal dari intervensi dapat dihitung dalam tiga langkah : (1) kurangi skor dari nilai untuk kelompok eksperimen untuk menghasilkan skor 1; (2) kurangi skor dari nilai untuk kelompok kontrol untuk menghasilkan skor 2; dan (3) kurangi skor 2 dari skor 1. Berdasarkan Campbell dan terminologi Stanley, efek dari intervensi eksperimental akan menghasilkan rumus : (O – O ) – (O – O ). Jika hasilnya negatif maka efek

  2

  1

  4

  3

  kausal negatif atau tidak ada pengaruh dan sebaliknya jika hasilnya positif maka kausalnya positif atau ada pengaruh. Jadi berdasarkan penjelasan di atas, rancangan penelitian dengan tipe dapat dilihat pada gambar berikut:

  

O1 X O2

O3 O4

Gambar 3.1 Desain Penelitian (Cresswell, 2010: 242)

  Keterangan: x = Perlakuan( O = Rerata skor kelompok eksperimen

  1 O = Rerata skor kelompok eksperimen

  2 O = Rerata skor kelompok kontrol

  3 O = Rerata skor kelompok kontrol

  4 3# . .0 + 3# # )&amp; ( . .0 +

  SD N Sokowaten Baru terletak di Jl. Arimbi No. 27 Sokowaten, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. SD N Sokowaten Baru dikelilingi rumah warga. Depan sekolah hanya terdapat jalan kecil dan cukup jauh dengan jalan raya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar. SD N Sokowaten Baru memiliki kelas paralel tiga kelas (A, B, dan C). Sekolah memiliki pohon di tengah lapang di depan kelas, sehingga terasa teduh. Lapangan biasa digunakan oleh siswa untuk bermain sepak bola dan basket pada jam istirahat.

  • + 3# # &amp;+/ . * -= 0 Penelitian ini dilakukan pada tanggal 18 Februari sampai 28 Maret 2014.

  Berikut ini adalah jadwal pengambilan data 5 dan 55 pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

Tabel 3.1 Kegiatan Pengambilan Data

  " ! ** 0 ."+.-/ &amp;('." -. ) +")0 Selasa, 18 Februari

  &gt; (jam ke 3$4) &gt; (jam ke 6$7) 2014 Pengenalan pesawat

Jumat, 21 Februari Pengenalan pesawat sederhana secara

1 sederhana secara umum 2014 umum (jam ke 5$6) (jam ke 3$4)

  

Selasa, 25 Februari Pesawat sederhana jenis Pesawat sederhana jenis pengungkit

  2 2014 pengungkit (jam ke 3$4) (jam ke 6$7)

Pesawat sederhana jenis

Pesawat sederhana jenis bidang

  Jumat, 28 Februari bidang miring, katrol, 3 miring, katrol, dan roda berporos. (jam 2014 dan roda berporos jam ke ke 5$6)

  3$4)

Materi keseluruhan (jam

Selasa, 3 Maret 2014

  4 Materi keseluruhan (jam ke 5$6) ke 3$4) Jumat, 7 Maret 2014 &gt; 1 (jam ke 3$4) &gt;

  1 Selasa, 28 Maret 2014 &gt; 2 jam ke 3$4) &gt; 2 (jam ke 6$7) 3# #3 -= " (6 &lt; (6 )&amp;)6 +. "/

  Siswa$siswi SD N Sokowaten Baru memiliki banyak karakter dan latar belakang yang berbeda. Karakter dan latar belakang yang berbeda tersebut tidak membuat siswa$siswa memilih teman. Siswa$siswi SD N Sokowaten Baru dapat berkomunikasi dengan baik satu sama lain. Latar belakang satu sama lain tidak menjadi masalah terlihat dari siswa$siswi SD N Sokowaten Baru masih banyak yang berangkat sekolah menggunakan sepeda, jalan kaki dan beberapa masih diantar orang tuanya. Secara keseluruhan dapat dilihat SD N Sokowaten Baru meliputi siswa$siswi dari latar belakang menengah ke bawah.

  SD N Sokowaten Baru setiap hari kamis siswa secara suka rela mengisi kotak infak yang dikumpulkan pada guru kelas. Mengikuti lomba$lomba olahraga, menggambar, futsal, tari, dan gamelan. Siswa kelas 3A mendapat juara satu lomba tari. Tim futsal kelas tiga putra memenangkan lomba futsal tingkat kecamatan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Guru memfasilitasi semua kegiatan lomba yang diikuti para siswa$siswi SD N Sokowaten Baru.

  SD N Sokowaten Baru memiliki staf pengajar dan karyawan berjumlah 33 orang. Jumlah guru SD N Sokowaten Baru yaitu 18 guru, dengan 8 guru kelas PNS, dan 10 guru kelas honerer. Terdiri dari 15 guru perempuan dan 3 guru laki$ laki. Guru muda berjumlah 13 sedangkan guru senior berjumlah 5 guru. SD N Sokowaten baru memiliki satu satpam yang berjaga di depan gerbang sekolah. SD N Sokowaten Baru memiliki dua penjaga sekolah yang bertugas membersihkan sekolah, satu penjaga membersihkan ruang kelas dan satu penjaga membersihkan halaman sekolah

  3# # " " ( "

  SD N Sokowaten Baru memiliki beberapa ruangan, baik ruang untuk melakukan kegiatan pembelajaran maupun ruang untuk keperluan guru. Berikut ini rincian jenis ruang di SD N Sokowaten Baru: satu ruang kepala sekolah, satu ruang guru, satu ruang perpustakaan, satu ruang media media pembelajaran, dua ruang alat peraga pendidikan, delapan belas ruang kelas/kegiatan belajar mengajar, satu ruang kegiatan (aula), satu ruang UKS, satu musholla, satu warung sekolah, satu ruang koperasi siswa, dua kamar mandi/WC guru, dua belas kamar mandi/WC siswa, satu ruang gudang, satu tempat parkir guru, satu tempat parkir siswa, satu halaman upacara dan satu ruang komputer.

  Ruang perpustakaan di SD N Sokowaten Baru memiliki ruang yang luas sebagai tempat membaca bagi siswa. Adapun jenis buku yang terdapat di perpustakaan SD N Sokowaten Baru adalah buku pelajaran (MTK, PKn, SBK,

  IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dll), buku cerita (cerita rakyat), buku cerita sejarah (perjuangan pahlawan merebut kemerdekaan), kamus (Jawa, peribahasa, dll), buku ensiklopedi (pengetahuan umum tentang kehidupan), majalah anak, atlas, dan sebagainya.

  3# #7 0 ( .- 0 1 )&amp;)6 +. "/

  SD N Sokowaten Baru memiliki kelas paralel tiga (A, B, C) memenuhi syarat untuk melakukan penelitian eksperimen. SD N Sokowaten Baru menjadi SD N percontohan tetapi pada kenyataannya prestasi siswa$siswi SD N

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sokowaten Baru tidak terlalu bagus. Guru masih banyak menggunakan metode ceramah dan belum mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif.

  3#3 )'/0 ( -'.0

  Populasi (Zuriah, 2006: 116) adalah seluruh data yang menjadi perhatian peneliti dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang ditentukan. Pendapat tersebut diperkuat oleh Sarjono (2011: 21) merupakan seluruh karakteristik yang menjadi obyek penelitian, dimana karakteristik tersebut berkaitan dengan seluruh kelompok orang, peristiwa, atau benda yang menjadi pusat perhatian bagi peneliti. Pada penelitian ini yang merupakan populasi adalah siswa$siswi kelas V SD N Sokowaten Baru, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. SD N Sokowaten baru memiliki kelas paralel 3 (A, B, C) sehingga dapat digunakan untuk penelitian eksperimen yang membutuhkan kelas paralel. Kelas VA yang berjumlah 27 siswa digunakan sebagai kelompok kontrol dan kelas VB yang berjumlah 25 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas VC berjumlah 27 siswa. Jumlah keseluruhan populasi SD N Sokowaten Baru yaitu 79 siswa. Maka keseluruhan populasi adalah siswa kelas VA, VB dan VC SD N Sokowaten Baru, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta yang berjumlah 79 siswa. Pemilihan kelas dilakukan secara undian disaksikan guru mata pelajaran IPA, setelah dilakukan undian yang menjadi kelompok kontrol adalah kelas VA dan kelompok eksperimen kelas VB.

  Sampel adalah bagian dari populasi yang dipercaya dapat mewakili karakteristik populasi secara keseluruhan Sarjono (2011: 21). Pada penelitian ini terdapat dua kelompok sampel, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelas VA yang berjumlah 27 siswa digunakan sebagai kelompok kontrol dan kelas VB yang berjumlah 25 siswa sebagai kelompok eksperimen. Penentuan kelas kontrol dan eksperimen ditentukan secara undian yang dilakukan bersama guru kelas. Pengundian dilakukan pada tanggal 8 Januari 2014 bersama guru mata pelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3# " =.0 . .0 +

  Menurut Sanjaya (2013: 95) variabel adalah suatu faktor kondisi, situasi, perlakuan dan semua tindakan yang bisa dipakai untuk mempengaruhi hasil eksperimen. Pendapat ini dikuatkan olah Hatch dan Farhady (dalam Sugiyono, 2010: 60) berpendapat variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi antar satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain. Pada Sugiyono (2010: 61$64) ada beberapa macam variabel, tetapi pada penelitian ini akan difokuskan pada variabel dan

  Di bawah ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai variabel dan Variabel atau variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel

  (terikat). Variabel atau variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Jenis variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel dan variabel Variabel dalam penelitian ini adalah Variabel dalam penelitian ini ada dua yaitu dan . Berikut adalah variabel yang digunakan dalam penelitian:

  Variabel 5 Variabel &amp;

  7 Metode &lt;

Gambar 3.2 Variabel Penelitian

  3#7 .&amp; &amp; . */-'/0 +

  Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah tes untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa terutama pada kategori dan siswa pada mata pelajaran IPA pada materi pesawat sederhana. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  enam soal , tes menggunakan soal yang sama untuk 5 dan

55. Menurut Frieedenberg (dalam Supratiknya, 2012: 25) tes adalah salah

  satu jenis yang merupakan aneka prosedur spesifik untuk memperoleh informasi dan mengkonversikan atau mengubah informasi tersebut ke dalam skor atau bilangan.

  Penelitian ini akan menggunakan dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen adalah kelas yang diberikan perlakuan pada proses pembelajarannya menggunakan , sedangkan kelas kontrol adalah kelas yang hanya menggunakan cara mengajar seperti biasanya dan tidak diberikan perlakuan. Pada kelas eksperimen dan kontrol diberikan soal

  5 dan 55 dengan soal yang sama Pemberian soal bertujuan

  untuk mengetahui pengetahuan awal siswa kedua kelas sebelum adanya pembelajaran ). Soal I diberikan untuk membandingkan hasil belajar siswa kedua kelas yaitu kelas yang diberikan perlakuan dan kelas yang tidak diberikan perlakuan setelah pembelajaran. Soal

  II diberikan tiga minggu setelah 5untuk mengetahui apakah ada penurunan atau kenaikan setelah perlakuan. Proses pembelajaran kedua kelas dilaksanakan oleh satu guru. Selama proses pembelajaran peneliti berperan sebagai pengamat (observer). Namun demikian, semua instrumen penelitian dan alat peraga yang akan digunakan pada proses pembelajaran dirancang dan disiapkan oleh peneliti.

  3#8 (+"/-. . .0 +

  Instrumen penelitian digunakan untuk mengumpulkan data$data yang akan digunakan oleh peneliti. Penelitian ini memerlukan dua macam data, yaitu skor dan skor . Instrumen yang akan digunakan yaitu tes tertulis berupa dua soal yang digunakan untuk mengukur kemampuan dan

  . Penelitian ini menggunakan Standar Kompetensi 5. Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya. Kompetensi Dasar yang digunakan adalah 5.2 Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat. Berikut adalah kisi$kisi matrik pengembangan instrumen yang digunakan untuk menyusun soal dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 3.2 Matriks Pengembangan Instrumen Penelitian

  ) ) " =.0 &amp; +)" ) ) 0 &amp; +)" 1a Menjelaskan gambar 5a 1b Menjelaskan alas an mengapa menggunakan suatu pilihan 5b

  1

  7 1c Menjelaskan mengapa mengambil langkah tertentu 5c Menguraikan langkah$langkah yang digunakan untuk 1d

  5d memecahkan masalah 2a Menghargai pendapat orang lain yang berbeda 6a

  Menguji apakah argumen yang digunakan memang 2b 6b

  &lt; sungguh bisa diterima

  2 2c Menguji pendapat sendiri apakah terlalu berat sebelah 6c Menilai apakah ada kelemahan dalam langkah yang sudah

  2d 6d diambil

Tabel 3.3 Rubrik penilaian

  " =.0 ) &amp; +)" . (&amp;)" &amp;)" Menjelaskan gambar.

  Jika siswa mampu menjelaskan gambar dengan

  4 logis dan sangat tepat Jika siswa mampu menjelaskan gambar dengan

  3 logis dan tepat Jika siswa mampu menjelaskan gambar dengan

  2 logis dan kurang tepat Jika siswa tidak menjelaskan gambar dengan

  1 logis dan sangat tidak tepat Menjelaskan alasan Jika memberikan 3 alasan dengan sangat tepat

  4 mengapa menggunakan Jika memberikan 2 alasan dengan tepat

  3 suatu pilihan. Jika memberikan 1 alasan dengan kurang tepat

  2 Jika tidak memberikan alasan

  1 Menjelaskan mengapa Jika menjelaskan 3 alasan mengapa memilih

  4

  1 7 mengambil langkah alat tersebut dengan sangat tepat tersebut Jika menjelaskan 2 alasan mengapa memilih 3 alat tersebut dengan tepat

  Jika menjelaskan 1 alasan mengapa memilih

  2 alat tersebut dengan kurang tepat Jika tidak menjelaskan alasan mengapa memilih

  1 alat tersebut Menguraikan langkah$ Jika siswa mampu menyebutkan 3 langkah$

  4 langkah yang langkah dengan sangat tepat digunakan untuk Jika siswa mampu menyebutkan 2 langkah$ memecahkan masalah.

  3 langkah dengan tepat Jika siswa mampu menyebutkan 1 langkah$

  2 langkah dengan kurang tepat Jika siswa tidak menyebutkan langkah$langkah

  1 Menghargai pendapat Jika menghargai pendapat teman dan memberi &lt;

  2 orang lain yang masukan terhadap pendapat tersebut serta

  4 berbeda alasannya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  " =.0 ) &amp; +)" . (&amp;)" &amp;)" Jika menghargai pendapat teman dan menolak dengan halus dan memberi alasanya mengapa

  3 tidak setuju Jika menghargai pendapat teman dan memberi masukan terhadap pendapat tersebut tetapi tidak

  2 memberi alasan Jika menolak teman dan tidak memberi

  1 masukan Menguji apakah Jika menyampaikan argumen dengan logis dan

  4 argumen yang tepat digunakan memang Jika menyampaikan argumen dengan logis dan

  3 sungguh bisa diterima kurang tepat Jika menyampaikan argumen sesuai dengan

  2

fakta

Jika menyampaikan argumen tidak sesuai

  1 dengan bukti Menguji pendapat Jika memberikan jawaban sesuai dengan bukti sendiri apakah terlalu yang ada dan menilai apakah pendapat tersebut

  4 berat sebelah berat sebelah Jika memberikan jawaban sesuai dengan bukti

  3 Jika memberikan pendapat tidak berat sebelah

  2 Jika memberikan jawaban tidak sesuai dengan

  1 bukti dan berat sebelah Menilai apakah ada Jika menyebutkan kelemahan alat dengan

  4 kelemahan dalam sangat tepat langkah yang sudah Jika menyebutkan kelemahan alat dengan tepat

  3 diambil Jika menyebutkan kelemahan alat dengan

  2 kurang tepat Jika tidak menyebutkan kelemahan alat

  1 3#9 .&amp; &amp; . */4 (+"/-.

  3#9# 4 &gt;)= (+"/-.

  Soal$soal yang akan digunakan sebagai soal dan sebelumnya diujicobakan di sekolah yaitu SD K Sorowajan. Soal tersebut diujikan di SD K Sorowajan dengan jumlah 13 siswa laki$laki dan 25 siswa perempuan, jadi jumlah total responden untuk uji soal sebanyak 38 siswa.

  3#9# 4 0 + (

  Validitas berasal dari kata yang mempunyai arti sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurannya (Azwar, 2009: 5). Suatu tes atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurannya, atau memberikan hasil ukur, yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Pendapat tersebut diperkuat oleh Surapranata (2004: 50) mengatakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  bahwa validitas adalah suatu konsep yang berkaitan dengan sejauhmana tes telah mengukur apa yang seharusnya diukur.

  Sugiyono (2012: 361) menjelaskan ada dua macam validitas, yaitu validitas internal dan validitas eksternal. Validitas internal berkenaan dengan derajad akurasi desain penelitian dengan hasil yang dicapai. Validitas eksternal berhubungan dengan derajat akurasi apakah hasil penelitian dapat diterapkan dalam populasi di mana sampel diambil. Validitas internal harus memenuhi validitas isi dan validitas konstruk. Peneliti melakukan validitas isi dengan cara memberikan instrumen penelitian kepada dosen ahli ( " yaitu dosen IPA dan Bahasa Indonesia 7 " akan menilai dan memberikan komentar terhadap instrumen yang telah dibuat peneliti layak atau tidak untuk diujikan.

  Peneliti juga melakukan validitas konstruk dengan ! dan validitas empiris. D menurut Cohen (2007: 163), AD

  $ ! $ E E ! E $ B.Maksudnya adalah untuk menilai wajah atau penampilan dari instrumen

  yang telah dirancang. D diujikan dengan cara memperlihatkan soal kepada siswa untuk menilai kejelasan dari soal yang dibuat peneliti.Setelah itu,peneliti melakukan uji validitas empiris atau validitas kriteria. Validitas kriteria berkenaan dengan tingkat ketepatan instrumen dalam mengukur hal yang akan diukur dibandingkan dengan kriteria atau instrumen standar (Sukmadinata, 2008: 229). Validitas kriteria digunakan untuk memvalidasi soal evaluasi yang berupa soal . Untuk melakukan validitas ini, peneliti akan memberikan soal kepada siswa kelas V SD selain tempat penelitan yang mempunyai kriteria yang sama dengan SD yang akan digunakan untuk penelitian yaitu SD Kanisius Sorowajan. Jumlah responden atau siswa kelas V di SD Kanisius Sorowajan ada 38 siswamengerjakan enam soal .

  Peneliti menggunakan program 5( %&gt;%% % !

  

F dengan tingkat kepercayaan 95% untuk mempermudah perhitungan

  validitas konstruk. Pada uji validitas bisa dilihat ! ! yang muncul pada tabel. Selain melihat ! ! Priyatno (2012: 101) mengemukakan metode pengambilan keputusan untuk uji validitas dilihat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  berdasarkan signifikansi, jika nilai signifikansi O 0,05 maka item dinyatakan tidak valid sebaliknya jika nilai signifikansi O 0,05 maka item dinyatakan valid. Secara teknis penghitungan validitas dilakukan dengan menggunakan 5( %&gt;%%

  

% ! F dengan tingkat kepercayaan 95%. Berikut adalah hasil

  uji validitas dengan rumus &gt; menggunakan 5( %&gt;%% % ! F lihat Lampiran 3.1).

Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas No Variabel r tabel r hitung % Kualifikasi

  1 7 0,339 0,858 0,000 Valid

2 &lt; 0,339 0,806 0,000 Valid

  Berdasarkan hasil uji validitas di atas, peneliti hanya menggunakan dua variabel yaitu variabel dan variabel Hasil perhitungan

  &gt; kemampuan sebesar 0,858. Nilai

  hasil validitas kemampuan adalah 0,00 kurang dari 0,05 ( &lt; 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa validitas yaitu valid. Hasil perhitungan

  &gt; kemampuan sebesar 0,806. Nilai

  hasil validitas kemampuan adalah 0,00 kurang dari 0,05 ( &lt; 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa validitas yaitu valid.

  3#9#3 .0 = 0 + ( (+"/-.

  Reliabilitas Kusaeri (2012: 82) merujuk pada konsistensi dari suatu pengukuran, artinya bagaimana skor tes konsisten dari pengukuran yang satu ke yang lain. Pendapat tersebut diperkuat oleh Masidjo (1995: 209) mengatakan reliabilitas adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian hasil. Azwar (2009: 4) menguatkan walaupun reliabilitas mempunyai berbagai nama lain seperti keterpercayaan, keterandalan, keajegan, kestabilan, konsistensi, dan sebagainya. Ide pokok yang terkandung dalam konsep reliabilitas adalah sejauhmana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya.

  Pengujian reliabilitas instrumen data dianalisis dengan menggunakan teknik ) $ 3 $. Nunnally (dalam Ghozali, 2009: 46) menjelaskan bahwa suatu konstruk dinyatakan reliabel jika harga ) $

  3 $ &gt; 0,60. Hasil

  perhitungan reliabilitas dihitung dengan menggunakan 5( %&gt;%% % + !

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

F dengan tingkat kepercayaan 95%untuk pengujian SD Kanisius

Sorowajan adalah sebagai berikut (lihat Lampiran 3.2).

Tabel 3.5 Hasil Perhitungan Reliabilitas di SD K Sorowajan

  . &amp; 2 / 5 " (6

  6

  38 6 0,699

  Teknik pengujian reliabilitas yang digunakan peneliti dalam penelitian iniadalah teknik konsistensi internal. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh reliabilitas dari keenam variabel yang valid sebesar 0,699 yang dinyatakan reliabel, instrumen ini sudah dapat diterapkan pada SD yang akan dilakukan penelitian.

  • + 3#: .&amp; &amp; 0 ( (

  Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini setelah data yang diperlukan terkumpul adalah dengan mengelompokkan data berdasarkan variabel, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan penghitungan untuk menjawab rumusan masalah dan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan.

  3#:# 4 )"- 0 + ( (+" =/( +

  Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui data terdistribusi secaranormal atau tidak. Hal ini sebagai syarat digunakannya analisis parametrik. Uji normalitas akan disajikan dalam bentuk kurva dangrafik menggunakan G

  

% % . Perhitungan uji normalitas dihitung dengan

  menggunakan5( %&gt;%% % + ! F dengan tingkat kepercayaan 95%. Analisis output menurut Santoso (2012: 69) hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut: H = Data berdistribusi normal

  i

  H = Data tidak berdistribusi normal

  null

  Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut: $ Jika harga &gt; 0,05 maka H ditolak dan H diterima artinya data

  null i

  berdistribusi normal pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan kata lain kedua kelompok memiliki distribusi data normal.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  $ Jika harga &lt; 0,05 maka H diterima dan H ditolak artinya data

  null i

  tidak berdistribusi normal pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan kata lain kedua kelompok memiliki distribusi data tidak normal Uji selanjutnya yaitu menggunakan parametrik contohnya

  . Tetapi jika tidak normal maka analisis data menggunakan non parametrik contohnya $ @ dan F $

  3#:# 4 . * "/1 ."0 &amp;/ 3#:# # 4 ."=. .- -'/ 6 0

  Uji perbedaan kemampuan awal dilakukan untuk melihat kemampuan awal kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pemilihan sampel tidak dilakukan dengan cara random/acak pada penelitian ini. Pemilihan kelompok tidak dilakukan dengan random/acak untuk bahwa kedua kelompok memiliki kemampuan yang setara sebelum diberikan perlakuan. Kedua kelompok memiliki kemampuan yang sama, karena itu pemilihan kelompok dilakukan dengan undian disaksikan guru kelas. Kelas VA menjadi kelas kelompok kontrol dan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode ceramah. Kelas VB menjadi kelas eksperimen dan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode

  Perhitunganuji perbedaan kemampuan awal dihitung dengan menggunakan 5( %&gt;%% % + ! F dengan tingkat kepercayaan 95%. Uji perbedaan kemampuan awal dilihat dari hasil kedua kelompok apabila data berdistribusi normal maka hasil kedua kelompok dibandingkan menggunakan Menurut Priyatno (2012: 17$25) atau uji bebas digunakan untuk menguji perbedaan rata$rata dari dua kelompok sampel yang . Pengujian yang dilakukan sebelum uji "

  

= H (uji asumsi varian) yaitu untuk mengetahui apakah varian data sama atau

  berbeda, jika varian data sama maka uji t menggunakan Equal Variance Assumed (diasumsikan varian sama)dan jika varian berbeda menggunakan Equal VarianceNot Assumed (diasumsikan varian berbeda). Menurut Priyatno (2012: 17$25)hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  = Ada perbedaan yang signifikan antara hasil pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. H

  Uji selisih skor dan 5 dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah penggunaan metode berpengaruh terhadap

  3#:# # 4 .0 ( 1 ".+.(+

  diterima artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan kata lain kedua kelompok tidak memiliki kemampuan awal yang sama

  i

  ditolak dan H

  null

  $ Jika harga &lt; 0,05 maka H

  ditolak artinya ada perbedaan yang signifikan antara hasil pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan kata lain kedua kelompok memiliki kemampuan awal yang sama

  i

  diterima dan H

  null

  = Tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut: $ Jika harga &gt; 0,05 maka H

  null

  H

  i

  H

  diterima artinya ada perbedaan varian yang signifikan hasil pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan kata lain kedua kelompok memiliki varian yang berbeda Setelah uji asumsi varian kemudian dilakukan uji hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut:

  i

  ditolak dan H

  null

  $ Jika harga &lt; 0,05 maka H

  ditolak artinya tidak ada perbedaan varian yang signifikan antara hasil pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan kata lain kedua kelompok memiliki varian yang sama

  i

  diterima dan H

  null

  = Tidak ada perbedaan varian yang signifikan antara hasil pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut: $ Jika harga &gt; 0,05 maka H

  null

  = Ada perbedaan varian yang signifikan antara hasil pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol H

  i

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kemampuan dan kemampuan Secara prinsip digunakan rumus (O $O )$(O $O ) yaitu dengan mengurangkan selisih skor dan

  2

  3

  4

  3

  pada kelompok kontrol dengan selisih skor pada kelompok eksperimen.

  Analisis statistik dilakukan dengan program komputer 5( %&gt;%%

  

% ! F dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika data terdistribusi

  dengan normal digunakan atau jika data terdistribusi data tidak normal maka digunakan F$ @ . Menurut Trihendi (2013: 112$119) hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut: H = Ada perbedaan yg signifikan antara selisih skor dan pada

  i

  kelompok eksperimen dan kelompok kontrol H = Tidak ada perbedaan yg signifikan antara selisih skor pada

  null

  kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut: $ Jika harga &gt; 0,05 maka H diterima dan H ditolak artinya tidak

  null i

  ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor dan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan kata lain penggunaan metode tidak berpengaruh terhadap kemampuan atau kemampuan . $ Jika harga &lt; 0,05 H ditolak dan H diterima artinya ada

  null i

  perbedaan yang signifikan antara selisih skor dan pada kelompok eksperimen dan kelompok ckntrol dengan kata lain penggunaan metode berpengaruh terhadap kemampuan atau kemampuan .

  3#:#3 0 ( ( .= 1 4/+ 3#:#3# 4 . *&amp; + &amp;)" &amp;.

  Uji peningkatan skor dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan skor yang signifikan dari kelompok eksperimen maupun kontrol. Analisis statistik dilakukan dengan program komputer 5( %&gt;%% % ! F dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika data terdistribusi dengan normal digunakan statistik atau

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  jika data terdistribusi dengan tidak normal digunakan statistik non parametrik

  

F Menurut Riduwan (2011: 45$51) hipotesis statistiknya

  sebagai berikut: H = Ada perbedaan yang signifikan antara skor dan pada

  i

  kelompok eksperimen dan kelompok kontrol H = Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor dan pada

  null

  kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut. $ Jika harga ) &gt; 0,05 maka H diterima dan H ditolak artinya

  null i

  tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor dan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terdapat peningkatan skor yang signifikan dari ke

  $ Jika harga sig &lt; 0,05 maka H ditolak dan H diterima artinya ada

  null i

  perbedaan yang signifikan antara skor dan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terdapat peningkatan skor yang signifikan dari ke Untuk mengetahui persentase peningkatan skor ke digunakan rumus sebagai berikut.

Gambar 3.3 Peningkatan Skor > ke >

  3#:#3# 4 .( " . * "/1 ."0 &amp;/ 7 . / 0 8

  Uji besar pengaruh perlakuan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar

pengaruh penggunaan metode terhadap kemampuan dan

kemampuan . Teknik pengujian klasik untuk mengetahui signifikansi

pengaruh tidak dengan sendirinya menunjukkan apakah pengaruh tersebut cukup

substantif atau tidak. Pentingnya suatu pengaruh ini sering disebut sebagai !!

  ? 7!! ? adalah suatu ukuran objektif dan terstandarisasi untuk mengetahui besar efek yang dihasilkan (Field, 2009: 56$57).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Field (2009: 179) untuk mengetahui !! ? digunakan koefisien korelasi dengan kriteria = 0.10 (efek kecil) yang setara dengan 1% pengaruh yang diakibatkan oleh pengaruh variabel independen, = 0.30 (efek menengah) yang setara dengan 9%, dan = 0.50 (efek besar) yang setara dengan 25%. Koefisien korelasi dipilih karena koefisien korelasi ini cukup mudah digunakan untuk mengetahui besarnya efek yang terentang antara harga 0 (tidak ada efek) dan 1 (efek sempurna).Jika distribusi data normal, harga t diubah menjadi harga r dengan rumus sebagai berikut (Field, 2009: 332) 2 2

  !

Gambar 3.4 Pengaruh Perlakuan Data Normal

  Keterangan: r = besar efek !! ? ) yang menggunakan koefisien korelasi &gt; t = harga uji t df = harga derajat kebebasan ( ! !

  Jika distribusi data tidak normal digunakan rumus sebagai berikut (Field, 2009: 550)

Gambar 3.5 Pengaruh Perlakuan Data Tidak Normal

  r = besar pengaruh !! ? dengan menggunakan korelasi &gt; z = harga konvensi dari standar deviasi (dari uji statistik F ) N = jumlah total observasi (2 x jumlah siswa)

  3#:#3#3 4 .+. ( . * "/1 ."0 &amp;/

  Uji retensi ini dilakukan untuk melihat apakah pengaruh penggunaan masih sekuat I atau tidak, terutama untuk penelitian dalam pembelajaran (Krathwohl, 2004: 546).Uji retensi pengaruh perlakuan dilakukan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  supaya dapat mengetahui pengaruh penggunaan terhadap kemampuan dan kemampuan siswa. Uji retensi dilakukan dengan mengujikan soal yang pertama setelah tiga minggu dilakukannya yang pertama. Dari hasil tersebut dapat dilihat bagaimana pengaruh terhadap kemampuan dan siswa. Jika satu dan dua sudah dilaksanakan maka dapat dilihat pengaruh perlakuan dari hasil satu dan dua kedua kelompok.

  Jika distribusi data normal digunakan statistik parametrik dalam hal ini jika distribusi data tidak normal digunakan statistik non parametrik dalam hal ini Wilcoxon Jika data terdistribusi dengan normal digunakan statistik atau jika data terdistribusi dengan tidak normal digunakan statistik non parametrik F

  Hipotesis statistiknya sebagai berikut: H = Ada perbedaan yang signifikan antar skor 5 dan 55 pada

  i

  kelompok eksperimen dan kelompok kontrol H = Tidak ada perbedaan yg signifikan antar skor 5 dan 55 pada

  null

  kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut. $ Jika harga &gt; 0,05 maka H diterima dan H ditolak artinya

  null i

  tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor 5 dan 55 pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terjadi penurunan/peningkatan skor yang signifikan dari 5 ke

  55

  $ Jika harga &lt; 0,05 maka H ditolak dan H diterima artinya ada

  null i

  perbedaan yang signifikan antara skor 5 dan 55 pada klp eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terjadi penurunan/peningkatan skor yang signifikan dari 5 ke

  55 Untuk mengetahui persentase penurunan/peningkatan skor 5 ke

  55 digunakan rumus sebagi berikut.

Gambar 3.6 Peningkatan Skor > 5 ke >

  55

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3#:#3# -' &amp; ."0 &amp;/

  Pada penelitian eksperimental dianjurkan untuk memasukkan elemen penelitian kualitatif untuk lebih mengetahui sudut pandang subjek yang diteliti Krathwohl (2004: 547). Pada penelitian ini pengambilan data kualitatif diambil dengan cara trianggulasi yaitu wawancara dengan guru, wawancara dengan siswa, dan observasi. Data kualitatif digunakan untuk mengetahui dampak pengaruh penerapan terhadap kemampuan dan kemampuan siswa. Sukmadinata (2008: 216) menjelaskan bahwa wawancara merupakan salah satu bentuk teknik pengumpulan data yang banyak digunakan dalam penelitian deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Wawancara dilaksanakan secara lisan dalam pertemuan tatap muka secara individual.

  Esterberg (dalam Sugiyono, 2012:317) mendefinisikan interview sebagai berikut. “ meeting ! $ !

  $ $ " ! B Wawancara adalah merupakan

  pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Wawancara digunakan untuk mendukung mengetahui sejauhmana pengaruh penggunaan terhadap kemampuan berpikir siswa. Melalui wawancara, peneliti akan mengetahui hal$hal yang lebih mendukung atau memperkuat hasil pengamatan mengenai penerapan terhadap kemampuan dan Wawancara dilakukan dengan guru mata pelajaran dan beberapa siswa kelompokekperimen.

  Margono (2007:158) menjelaskan bahwa observasi merupakan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang nampak pada objek penelitian observasi yang dilakukan meliputi observasi kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru mata pelajaran IPA di kelas eksperimen dan kontrol. Observasi dilaksanakan pada saat pembelajaran IPA berlangsung. Observasi dilakukan oleh peneliti untuk mengamati seluruh aktivitas siswa, mulai dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran. Melalui observasi peneliti melihat secara langsung bagaimana pengaruh terhadap kemampuan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dan .Dibawah ini akan dijelaskan garis besar pertanyaaan yang dilakukan oleh peneliti dan guru.

Tabel 3.6 Daftar Pertanyaan Wawancara dengan Guru No Topik

  1 Metode yang digunakan dikelas

  2 Penggunaan media

  3 Penggunaan

  4 Pengaruh

  5 Antusiasme siswa terhadap

  6 Penggunaan metode selain

  Wawancara dilakukan dengan guru dan siswa, pemilihan siswa yaitu dua siswa yang mendapat nilai tinggi, dua siswa yang mendapat nilai sedang, dan dua siswa yang mendapat nilai rendah. Dibawah ini akan dijelaskan garis besar pertanyaaan yang dilakukan oleh peneliti dan siswa.

Tabel 3.7 Daftar Pertanyaan Wawancara dengan Siswa No Topik

  1 Pembelajaran yang dilakukan guru

  2 Pembelajaran yang diharapkan siswa

  3 Antusiasme siswa dalam pembelajaran

  4 Alasan lebih memilih

  5 Pembelajaran menggunakan

  6 Kesan menggunakan 3#:#3#7 ) (.&amp;/. ( .= 1 0 4/+

  Konsekuensi lebih lanjut digunakan untuk mengetahui penggunaan metode berdampak besar atau tidak terhadap peningkatan kemampuan belajar siswa. Untuk melihat lebih jelas digunakan trianggulasi berupa observasi yang dilakukan dikelas, wawancara dengan guru, dan wawancara dengan siswa. Observasi dilakukan saat pembelajaran IPA berlangsung, peneliti mengamati pembelajaran yang dilaksanakan guru meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan akhir.Guru harus benar$benar memperhatikan, memikirkan, dan sekaligus merencanakan metode yang tepat pada pembelajaran. Metode yang tepat dapat membuat siswa tertarik, siswa semangat dalam belajar,sehingga pembelajaran tersebut menjadi efektif.Metode yang digunakan oleh guru untuk mengajar di sekolah dasar adalah metode mengajar yang masih tradisional serta bersifat informatif, yaitu guru cenderung menggunakan metode bercerita, berceramah, atau mendikte.Penggunaan metode inovatif dalam hal ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  diharapkan dapat membantu mengatasi problem rendahnya hasil belajar siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pada bab ini akan dibahas penjelasan mengenai implementasi pembelajaran di kelas ekperimen dan kontrol, hasil penelitian, uji normalitas, uji pengaruh perlakuan, uji perbedaan kemampuan awal, uji selisih skor dan , analisis lebih lanjut, uji kenaikan skor skor dan uji besar efek perlakuan, uji retensi pengaruh perlakuan, dampak perlakuan pada siswa. Hal tersebut dipaparkan dalam subbab$subbab berikut.

  # -'0.-. + ( .-=.0 4 "

  Penelitian ini dilakukan pada dua kelas yaitu kelas VA sebagai kelas kontrol dan kelas VB sebagai kelas eksperimen. Pemilihan kelas ekperimen dan kontrol dilakukan dengan cara undian yang disaksikan guru mata pelajaran IPA. Guru yang melakukan pembelajaran dilakukan oleh guru yang sama yaitu guru mata pelajaran IPA. Peran guru terhadap kedua kelas berbeda, di kelas eksperimen guru menggunakan dalam pembelajarannya, sedangkan di kelas kontrol guru menggunakan metode ceramah dalam pembelajarannya.Pada kelas ekperimen guru menggunakan metode sehingga siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. Siswa di kelas eksperimen mengikuti pembelajaran dengan antusias. Pada kelas kontrol guru menggunakan metode ceramah sehingga siswa terlihat bosan dan tidak tertarik pada pembelajaran yang disampaikan guru, beberapa siswa tidak memperhatikan guru menjelaskan materi yang disampaikan.Guru kurang melibatkan siswa dalam pembelajaran, siswa hanya menerima materi yang di sampaikan oleh guru dan siswa mencatat materi yang disampaikan guru.

  # # .0)-')&amp; &amp;('." -.

  Kelas VB sebagai kelas eksperimen yang menggunakan metode dalam pembelajarannya. Siswa kelas VB berjumlah 25 siswa dengan 13 siswa laki$laki dan 12 siswa perempuan. Pada kelompok eksperimen guru menggunakan metode dalam pembelajarannya sehingga siswa mengembangkan kemampuan berpikir siswa dalam pembelajaran.Guru membebaskan siswa dengan berimajinasi dalam pembuatan dan pengembangan materi pesawat sederhana supaya dapat mengingat materi yang telah disampaikan dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  memberikan pengalaman pada siswa. Siswa membuat catatan dengan lebih menarik, penuh warna dan gambar sesuai dengan imajinasi siswa. yang dibuat tidak hanya garis lurus tetapi menggunakan garis lengkung yang memungkinkan siswa membuat garis tersebut menjadi sebuah gambar. Kata kunci yang digunakan siswa akan memudahkan siswa pada saat membuka catatannya. Penyampaian materi pesawat sederhana dilakukan dalam empat kali pertemuan dengan guru yang sama antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sebelum materi disampaikan, guru melakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa.

  Pertemuan pertama dilaksanakan pada Jumat, 21 Februari 2014 menggunakan metode Guru membahas mengenai pengenalan materi pesawat sederhana secara keseluruhan. Kegiatan awal guru beserta siswa menyanyikan lagu “Pesawat Sederhana“ yang telah dibuatsebelumnya, lagu berkaitan dengan materi yang akan disampaikan. Guru melakukan tanya jawab mengenai contoh$contoh pesawat sederhana di lingkungan sekitar seperti gunting, linggis, slot pintu. Guru menyebutkan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan hari ini.

  Kegiatan inti guru melakukan tanya jawab mengenai langkah$langkah membuat dan memberikan contoh yang berkaitan dengan materi pesawat sederhana. Guru melakukan tanya jawab mengenai materi pesawat sederhana secara keseluruhan dan guru memberi contoh di papan tulis. Peneliti membantu guru menyiapkan bahan untuk membuat seperti kertas kosong, spidol, pewarna, dan lainnya. Siswa membuat kemudian beberapa siswa menunjukkan hasil Guru dan siswa membahas hasil pekerjaan siswa, siswa dibimbing guru membuat kesimpulan mengenai pesawat sederhana. Kegiatan akhir guru melakukan tanya jawab mengenai pemahaman siswa. Guru memberi tugas pada siswa untuk membuat mengenai pesawat sederhana sesuai dengan kreativitas siswa.

  Pertemuan kedua dilaksanakan pada Selasa, 25 Februari 2014 menggunakan metode Guru membahas mengenai materi pengungkit. Kegiatan awal guru melakukan “Tepuk Semangat”, setelah itu guru melakukan tanya jawab materi minggu lalu mengenai pesawat sederhana. Guru mengaitkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  materi yang akan disampaikan dengan materi minggu lalu. Guru menyebutkan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan hari ini. Kegiatan inti guru menyebutkan contoh$contoh pengungkit golongan satu, dua, dan tiga. Guru menunjukkan gambar contoh pengungkit. Guru menggambar contoh pengungkit di papan tulis. Siswa membuat pengungkit sesuai kreativitas masing$ masing. Siswa menunjukan hasil pekerjaan di depan kelas. Guru dan siswa membahas hasil kerja siswa, kemudian siswa dibimbing guru membuat kesimpulan mengenai pengungkit. Kegiatan akhir guru melakukan tanya jawab mengenai pemahaman siswa. Siswa mengerjakan lembar evaluasi kemudian guru memberi tugas pada siswa untuk membuat mengenai pengungkit.

  Pertemuan ketiga dilaksanakan pada Jumat, 28 Februari 2014 dengan menggunakan metode Pada kegiatan awal guru melakukan tanya jawab mengenai pengungkit dan mengaitkan dengan materi yang akan disampaikan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan disampaikan. Kegiatan inti guru membahas materi yang akan disampaikan yaitu materi roda berporos. Guru menyebutkan contoh roda berporos yang ada dilingkungan sekitar seperti: sepeda, kursi roda, motor, dan sebagainya. Guru melakukan tanya jawab mengenai materi roda berporos. Siswa membuat sesuai dengan kemampuan siswa dengan menggunakan alat dan bahan yang sudah disediakan peneliti. Kegiatan akhir siswa mengerjakan lembar evaluasi yang disediakan guru. Guru membahas yang sudah dibuat siswa. Guru melakukan tanya jawab mengenai pemahaman siswa. Guru memberi tugas pada siswa untuk membuat mengenai bidang miring. Pertemuan keempat dilaksanakan pada Jumat, 3 Maret 2014 dengan menggunakan Pada kegiatan awal guru membahas mengenai pesawat sederhana secara keseluruhan. Guru menyampaikan tujuan pemebelajaran yang akan dilaksanakan. Pada kegiatan inti guru membahas materi pesawat sederhana secara keseluruhan. Siswa membuat Guru membahas yang sudah dibuat. Guru melakukan tanya jawab mengenai pemahaman siswa. Guru memberi tugas pada siswa untuk mempelajari materi selanjutnya mengenai pesawat sederhana karena akan dilaksanakan 5 untuk mengetahui kemampuan siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pertemuan kelima dilaksanakan pada Jumat, 28 Maret 2014, guru mengadakan 5 untuk mengetahui kemampuan siswa setelah dilakukan penerapan pada kelompok eksperimen yaitu kelas VB yang berjumlah 25 siswa. Pertemuan keenam dilaksanakan pada Senin, 7 April 2014 dapat mengetahui pengaruh penggunaan terhadap kemampuan dan siswa. Uji retensi dilakukan dengan mengujikan soal

  5

  setelah tiga minggu dilakukannya

  5 Dari hasil tersebut dapat dilihat

  bagaimana pengaruh terhadap kemampuan dan siswa.

  # # .0)-')&amp; ) +")0

  Kelas VA sebagai kelas kontrol yang menggunakanan metode ceramah dalam pembelajarannya. Siswa kelas VA berjumlah 27 siswa dengan 15 siswa laki$laki dan 12 siswa perempuan. Pada kelompok kontrol guru menggunakan metode ceramah, siswa memperhatikan guru yang menyampaikan materi. Guru tidak menggunakan media pembelajaran apa pun guru memberikan penjelasan secara lisan pada siswa. Guru berperan penuh dalam pembelajaran, siswa hanya mendengarkan dan mencatat apa yang disampaikan guru. Penyampaian materi pesawat sederhana di kelas kontrol dilakukan dalamempat kali pertemuan.

  Pertemuan pertama dilaksanakan pada Jumat, 21 Februari 2014 dengan menggunakan metode ceramah. Pada kegiatan awal guru melakukan salam pembuka dan melakukan tanya jawab mengenai yang sudah dilaksanakan. Guru melakukan apersepsi dengan menyebutkan contoh pesawat sederhana yang ada di kehidupan sehari$hari yang dekat dengan anak seperti: gunting, obeng, selot pintu, gerobak dorong roda satu, linggis, dan sebagainya. Pada kegiatan inti guru meminta siswa membaca buku paket IPA halaman 78 mengenai pesawat sederhana. Setelah siswa selesai membaca, guru menjelaskan materi pesawat sederhana secara keseluruhan. Siswa mencatat materi pesawat sederhana yang sudah dijelaskan. Pada kegiatan penutup guru melakukan tanya jawab mengenai pemahaman siswa, apakah siswa masih kesulitan dalam materi yang sudah dijelaskan. Kemudian siswa mengerjakan lembar evaluasi yang sudah disediakan guru.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pertemuan kedua dilaksanakan pada Selasa, 25 Februari 2014 dengan menggunakan metode ceramah. Guru membahas mengenai pengungkit (pengungkit golongan pertama, kedua, dan ketiga). Pada kegiatan awal guru memberikan salam pembuka, guru mengingatkan kembali materi yang sudah disampaikan minggu lalu. Guru mengaitkan materi yang sudah disampaikan dengan materi yang akan dipelajari. Pada kegiatan inti siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai materi macam$macam pengungkit. Guru memberi contoh macam$macam pengungkit kemudian siswa mengerjakan Lembar Kerja Siswa. Pada kegiatan akhir guru dan siswa melakukan tanya jawab mengenai materi yang belum dipahami siswa. Guru memberikan pemahaman serta menyimpulkan hasil kegiatan siswa. Siswa mengerjakan lembar evaluasi kemudian guru memberi tugas untuk mempelajari materi selanjutnya mengenai bidang miring.

  Pertemuan ketiga dilaksanakan pada Jumat, 28 Februari 2014 dengan menggunakan metode ceramah. Pada kegiatan awal guru membahas mengenai pengungkit dan mengaitkan dengan materi yang akan disampaikan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Kegiatan inti guru membahas materi yang akan disampaikan yaitu materi roda berporos. Guru menyebutkan contoh roda berporos yang ada dilingkungan sekitar seperti: sepeda, kursi roda, motor, dan sebagainya. Guru membahas mengenai materi roda berporos. Siswa merangkum materi yang disampaikan guru. Kegiatan akhir siswa mengerjakan lembar evaluasi yang disediakan guru. Guru membahas kesimpulan yang sudah dibuat siswa. Guru melakukan tanya jawab mengenai pemahaman siswa. Guru memberi tugas pada siswa untuk mempelajari materi selanjutnya mengenai bidang miring.

  Pertemuan keempat dilaksanakan pada Jumat, 3 Maret 2014 dengan menggunakan metode ceramah. Pada kegiatan awal guru membahas mengenai pesawat sederhana. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Pada kegiatan inti guru membahas materi pesawat sederhana secara keseluruhan. Siswa membaca buku catatan yang sudah dirangkum mengenai pesawat sederhana kemudian siswa diberi waktu sepuluh menit untuk membaca. Pada kegiatan akhir siswa mengerjakan lembar evaluasi. Guru melakukan tanya jawab mengenai pemahaman siswa. Guru memberi tugas pada siswa untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mempelajari materi selanjutnya mengenai pesawat sederhana karena akan di laksanakan 5 untuk mengetahui kemampuan siswa.

  Pertemuan kelima dilaksanakan pada Jumat, 28 Maret 2014 guru mengadakan 5 untuk mengetahui kemampuan siswa setelah dilakukan penerapan metode ceramah pada kelompok kontrol yaitu kelas V A yang berjumlah 27 siswa. Pertemuan keenam dilaksanakan pada senin 7 April 2014 dapat mengetahui pengaruh metode ceramah terhadap kemampuan dan siswa. Uji retensi dilakukan dengan mengujikan soal yang pertama setelah tiga minggu dilakukannya 5tersebut Dari hasil tersebut dapat dilihat bagaimana pengaruh metode ceramah terhadap kemampuan dan siswa.

  # ( 0 . .0 +

  Penelitian payung ini meneliti tentang pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis. Unsur dalam level kognitif yang dikemukakan Pionce adalah interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi dan regulasi diri. Pada

  bagian ini akan dibahas kemampuan dan . Penelitian dilakukan di dua kelas yang berbeda, yaitu kelas eksperimen dan kontrol. Penelitiannya dilakukan dengan cara memberikan instrumen dan dengan soal yang sama berupa pertanyaan yang menyangkut kemampuan dan Instrumen yang dibuat digunakan untuk mengetahui pengaruh penggunaan terhadap kemampuan dan pada dan . Pengaruhnya dilihat dari perubahan nilai ke nilai Dibawah ini akan dijabarkan lebih jelas lagi mengenai hasil penelitian. Pada bagian berikut akan dipaparkan hasil analisis statistik. Seluruh analisis statistik menggunakan programkomputer 5( %&gt;&gt;% ! F dengan tingkat kepercayaan 95%.

  # # . * "/1 . ." ' +."1 ' .- -'/ 4 )"- 0 + ( (+" =/( + # # #

  Uji normalitas data diterapkan pada semua data yang akan diolah yang dimaksudkan untuk menentukan jenis statistik yang akan digunakan. Uji normalitas data yang digunakan adalah dengan % . Kriteria

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah jika harga &gt; 0,05 maka data berdistribusi normal pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, sehingga analisis data diuji menggunakan statistik parametrik. Sebaliknya jika harga &lt; 0,05 maka data tidak berdistribusi normal pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, sehingga analisis data diuji menggunakan statistik non parametrik.Dibawah ini adalah hasil uji normalitas dari kelompok eksperimen dan kontrol pada kemampuan sebagai berikut (lihat Lampiran 4.6).

Tabel 4.1 Hasil Uji Normalitas Kemampuan

  7 No Kelompok % Keterangan 1 &gt; Eksperimen 7 0,137 Normal 2 &gt;

  I Eksperimen 7 0,170 Normal 3 &gt;

  II Eksperimen 7 0,200 Normal 4 &gt; Kontrol 7 0,200 Normal

  5 &gt;

  I Kontrol 7 0,063 Normal 6 &gt;

  II Kontrol 7 0,090 Normal

  Dari data di atas diperoleh seluruh hasil uji normalitas data pada kemampuan diatas 0,05. Dengan demikian seluruh data dikatakan data berdistribusi normal pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan kata lain kedua kelompok memiliki distribusi data normal. Oleh karena itu uji statistik selanjutnya menggunakan statistik parametrikdalam hal ini atau sesuai dengan kebutuhannya.

  # # # 4 ."=. .- -'/ 6 0

  Setelah data sudah normal, yang dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan awal siswa dilihat dari hasil antara kelompok kontrol dan di kelompok eksperimen pada kemampuan Untuk melihat apakah ada perbedaan atau tidak maka analisis statistik yang digunakan yaitu statistik parametrik (lihat Lampiran 4.7).

Tabel 4.2 Perbedaan Kemampuan Awal

  7 Hasil % Keterangan Kelompok Eksperimen dan 0,181 Tidak ada varians homogen

  Kontrol

  Hasil analisis = H diperoleh harga F = 0,183 dan harga 0,181 ( I0,05) beratitidak ada perbedaan varians homogen yang signifikan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  antara hasil pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan kata lain kedua kelompok memiliki varian yang sama Sehingga bisa digunakan untuk analisis selanjutnya. Hasil kelompok eksperimen menunjukkan skor lebih tinggi dari kelompok kontrol pada kemampuan Pada kelompokeksperimen diperoleh nilai M= 1,950 Std. Deviation= 0,667 SE= 0,135 dibandingkan dengan kelompok eksperimen dengan nilai M= 2,194 Std. Deviation= 0,534 SE= 0,102. Harga yaitu 0,181 lebih dari 0,05 atau ( &gt; 0,05) sehingga H diterima dan H ditolak. Dengan kata lain kedua

  

null i

kelompok tersebut mempunyai kemampuan awal yang sama.

  # # #3 4 .0 ( 1 &amp;)" ".+.(+

  Uji selisih dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan berpengaruh terhadap kemampuan Hasil analisis yang dilakukan akan menjadi tolak ukur untuk menarik kesimpulan apakah hipotesis yang dibuat peneliti di terima atau ditolak.Hasil yang didapat dari pengurangan dan di olah menggunakan 5( %&gt;%% % ! F dengan tingkat kepercayaan 95%secara prinsip digunakan rumus (O $O )$(O $O ) yaitu dengan

  2

  3

  4

  3

  mengurangkan selisih skor pada kelompok kontrol dengan selisih skor pada kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah jika harga &gt; 0,05 maka ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor dan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sebaliknnya jika harga &lt; 0,05 maka tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Untuk melihat apakah ada perbedaan selisih skor dan 5 atau tidak maka analisis statistik yang digunakan yaitu statistik parametrik Sebelum dilakukan analisis ini diperlukan dilakukan uji homogenitas dengan = H (lihat lampiran 4.10).

Tabel 4.3 Uji Selisih Skor > dan >

  .0 ( 1 &amp;)" 1 .2. .?( +.(+

  . + # "")" )7*1 % 5 .+." * &amp;. 1%

  • * 55.". &gt;. 55.". &gt;.

  8 Kelompok Ada eksperimen dan 0,001 0,975 3,600

  50 0,843 0,234 0,001 Perbedaan kelompok kontrol

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hasil analisis = H menunjukkan harga F = 0,001 dan harga

  • + 975 ( I0,05) dengan demikian tidak ada perbedaan varian dengan kata lain

  memiliki varian yang sama.Sehingga bisa digunakan untuk analisis selanjutnya.Hasil uji selisih ke kelompok eksperimen menunjukkan skor lebih tinggi dari kelompok kontrol pada kemampuan . Pada kelas eksperimen diperoleh nilai Std. Deviation= 0,838 Std Eror Mean= 0,167 M= 1,640 dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai Std. Deviation= 0,849 Std Eror Mean= 0,849 M= 0,849. Harga yaitu 0,975 lebih dari 0,05 atau ( &gt; 0,05) sehingga H diterima dan H ditolak. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan

  null i

  antara selisih skor kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain penggunaan berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan .Berikut adalah gambar diagram batang yang akan menunjukkan selisih skor dan baik di kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol pada kemampuan

Gambar 4.1 Perbandingan Uji Selisih Skor > dan > Kemampuan

  7 # # 0 ( ( .= 1 4/+ # # # 4 . *&amp; + &amp;)" &amp;.

  Analisis statistik dilakukan dengan program komputer 5( %&gt;%%

  

% ! F dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika data terdistribusi

  dengan normal digunakan statistik atau jika data terdistribusi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dengan tidak normal digunakan statistik non parametrik F Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah jika harga

  &lt; 0,05 maka ada perbedaan yang signifikan antara skor dan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terdapat peningkatan skor yang signifikan dari ke dan sebaliknnya. Menurut Campbell dan Stanley (Cohen, 2007: 276) untuk melihat ada tidaknya perlakuan dan seberapa besar peningkatannya dapat dihitung dengan menggunakan rumus: (O $ O ) – (O – O ). Jika hasilnya negatif maka efek

  2

  1

  

4

  3

  kausal negatif atau tidak ada pengaruh dan sebaliknya jika hasilnya positif maka kausalnya positif atau ada pengaruh.Hasil uji peningkatan skor dan akan dibahas di bawah ini (lihat Lampiran 4.8).

Tabel 4.4 Uji Kenaikan Skor > dan > Kemampuan

  7 Std. Eror Hasil T df M Keterangan Mean

  Kelompok Ada $12,18

  24 $1,230 0,100 0,000 Eksperimen perbedaan Ada

  Kelompok Kontrol $4,872 26 $0,7963 0,163 0,000 perbedaan

  Secara umum hasil uji pada kelompok eksperimen lebih tinggi dari pada kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen diperoleh t= 12,18 df= 24 M = $1,23 SE= 0,100. Pada kelompok kontrol diperoleh t = $4,872 df= 26, SE= 0,163. Perbedaan ini signifikan dengan nilai t (df = 24) 6 $12,18 = 0,00 lebih kecil atau ( &lt; 0,05). Dengan kata lain terdapat peningkatan skor yang signifikan dari ke pada kelas eksperimen dan kelas kontol pada kemampuan .

  Untuk mengetahui persentase peningkatan skor ke digunakan rumus sebagi berikut.

Gambar 4.1 Peningkatan Skor > 5 ke >

  55

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Di bawah ini akan dijelaskan hasil persentase peningkatan skor ke

  Tabel 4.5Persentase Uji Kenaikan Skor &gt; dan &gt; Kemampuan

  7 Rerata Peningkatan % No Kelompok

  Keterangan (%) &gt; &gt;

  5

  1 Eksperimen 1,66 2,89 74,09 0,00 Ada perbedaan

  2 Kontrol 2,12 2,92 37,73 0,00 Ada perbedaan

  Dari tabel di atas hasil kenaikan dan diketahui hasil kausalnya positif yang berarti metode ada pengaruhnya terhadap kemampuan sebesar 74,09% sedangkan pada kelompok kontrol diketahui hasil kausalnya positif yang berarti metode ceramah ada pengaruhnya sebesar 46,69%.% pada kedua kelompok adalah 0,00 (atau &lt; 0,05) maka ada perbedaan yang signifikan antara skor dan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Dari keterangan tabel di atas di bawah ini adalah grafik perbandingan skor dan 5 kemampuan pada kelompok eksperimen dan kontrol.

  3.5

  2.92

  3

  2.89

  2.5

  2.12

  2

  1.66 Eksperimen

  1.5 Kontrol

  1

  0.5 Pretest Posttest Eksplanasi Eksplanasi

Gambar 4.2 Perbandingan Skor > dan >

  5 Kemampuan 7

  Pada grafik diatas dapat dilihat kenaikan kedua kelompok setelah dilakukan perlakuan. Pada kelompok eksperimen sangat berpengaruh itu bisa dilihat dari kenaikan yang signifikan, persentase kenaikan pada kelompok

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  eksperimen sebesar 74,09%. Pada kelompok kontrol terjadi peningkatan, persentase kenaikan pada kelompok kontrol sebesar 37,73%.

  # # # 4 .( " 5.&amp; ."0 &amp;/

  Uji besar efek perlakuan dilakukan untuk mengetahui pengaruh terhadap kemampuan . Uji perbandingan ini dilakukan setelah kita mengetahui data terdistribusi secara normal atau tidak normal. Uji besar efek perlakuan jika data normal maka dapat menggunakan analisis statistik

  Uji besar efek perlakuan untuk memastikan apakah ada perbedaan antara skor kelompok eksperimen dankelompok kontrol. Pentingnya suatu pengaruh disebut sebagai !! ? Field (2009: 179) mengatakan untuk mengetahui !! ? digunakan koefisien korelasi dengan kriteria = 0.10 (efek kecil) yang setara dengan 1% pengaruh yang diakibatkan oleh pengaruh variabel independen, = 0.30 (efek menengah) yang setara dengan 9%, dan = 0.50 (efek besar) yang setara dengan 25%. Cara yang digunakan untuk mengetahui koefisien korelasi yaitu dengan mengubah harga menjadi harga .Di bawah ini adalah hasil perhitungan uji beda kelompok (lihat Lampiran 4.8).

Tabel 4.6 Hasil Uji Besar Efek Perlakuan terhadap Kemampuan

  7 No Kelompok 2 2 t t df r R % Efek

  1 Eksperimen 4,064 16,516 24 0,638 0,407 63,8 Besar

  2 Kontrol $2,44 5,937 26 0,432 0,186 43,2 Menengah

  Dari tabel di atas hasil perhitungan besar efek pengaruh terdapat peningkatan pada kelompok eksperimen dengan r = 0,638 (efek besar) yang setara dengan 25%. Dengan kata lain berpengaruh besar terhadap kemampuan pada kelompok eksperimen Kenaikanpada kelompok kontrol yaitu r = 0,432 (efek menengah) yang setara dengan 9%.

  # # #3 4 .+. ( . * "/1 ."0 &amp;/

  Uji retensi pengaruh perlakuan dilakukan supaya dapat mengetahui pengaruh penggunaan terhadap kemampuan . Uji retensi dilakukan dengan mengujikan soal 55 setelah tiga minggu dilakukannya

5. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah jika harga

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  &gt; 0,05 maka tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor 5 dan 55 pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terjadi penurunan/peningkatan skor yang signifikan dari

  5 ke 55 dan jika harga &lt; 0,05 maka ada perbedaan

  yang signifikan antara skor 5 dan 55 pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terjadi penurunan/peningkatan skor yang signifikan dari 5 ke

55 Hasil uji retensiakan dibahas di bawah ini (lihat Lampiran 4.11).

Tabel 4.7. Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Std. Eror

  Hasil t df M % Keterangan Mean Kelompok

  Ada Eksperimen 4,064 24 0,800 0,196 0,000 perbedaan

  Kelompok Kontrol $ Ada 26 $0,481 0,196 0,022

  2,444 perbedaan

  Secara umum hasil uji pada kelompok eksperimen lebih tinggi dari pada kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen diperoleh t= 4,064 df= 24 M = 0,800 SE= 0,196 dan kelompok kontrol diperoleh t= $2,444 df= 26 M = $0,481 SE=0,196. Perbedaan ini signifikan dengan nilai t (df = 24) 6 4,064 = 0,00 lebih kecil atau ( &lt; 0,05). Dengan kata lain terdapat penurunan/peningkatan skor dari ke pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Untuk mengetahui persentase penurunan/peningkatan skor

  5 ke 55 digunakan rumus sebagai berikut.

  ! "

Gambar 4.3 Peningkatan Skor > 5 ke >

  55 Dibawah ini adalah hasil perhitungan uji retensi pengaruh perlakuan

  kelompok

Tabel 4.8 Hasil Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Rerata

  Penurunan % No Kelompok Keputusan (%)

  &gt; 1 &gt;

  2

  

1 Eksperimen 2,89 2,79 $3,46 0,014 Ada Perbedaan

  

2 Kontrol 2,92 2,15 $26,26 0,000 Ada Perbedaan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari tabel di atas pada kelompok kontrol terjadi penurunan hasil belajar yang sangat signifikan, persentase yang didapat yaitu $26,26. Persentase pada kelompok kontrol menunjukkan penurunan pada hasil

  55. Pada kelompok eksperimen terjadi penurunan hasil belajar, persentase yang didapat yaitu $3,46.

  Data tersebut akan diperjelas menggunakan grafik perbandingan skor rerata , 5 55 pada kemampuan dibawah ini.

  3.5

  2.92

  3

  2.89

  2.79

  2.5

  2.15

  2.12

  2

  1.66 Eksperiman

  1.5 Kontrol

  1

  0.5 Pretest Posttest1 Posttest2 Eksplanasi Eksplanasi Eksplanasi

Gambar 4.4 Perbandingan Skor Rerata > , > 5 > 55 pada Kemampuan

7 Dari gambar di atas hasil uji retensi perlakuan pada kelompok eksperimen

  dan kelompok kontrol kemampuan terdapat peningkatan dari hasil ke Terjadi penurunan pada hasil 5 dan 55 pada kedua kelompok. Hal ini disebabkan karena 55 dilakukan tiga minggu setelah pemberian perlakuan.

  # #3 . * "/1 . ." ' +."1 ' .- -'/ 4 )"- 0 + ( (+" =/( + # #3#

  Uji normalitas data diterapkan pada semua data yang akan diolah yang dimaksudkan untuk menentukan jenis statistik yang akan digunakan. Uji normalitas data yang digunakan adalah dengan % . Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah jika harga &gt; 0,05

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  maka data berdistribusi normal pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, sehingga analisis data diuji menggunakan statistik parametrik. Sebaliknya jika harga &lt; 0,05 maka data tidak berdistribusi normal pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, sehingga analisis data diuji menggunakan statistik non parametrik.Dibawah ini adalah hasil uji normalitas dari kelompok eksperimen dan kontrol pada kemampuan (lihat Lampiran 4.12).

Tabel 4.9 Hasil Uji Normalitas Kemampuan < No Kelompok % Keterangan

  

1 &gt; Eksperimen &lt; 0,069 Normal

2 &gt;

  I Eksperimen &lt; 0,200 Normal 3 &gt;

  II Eksperimen &lt; 0,164 Normal

4 &gt; Kontrol &lt; 0,200 Normal

5 &gt;

  I Kontrol &lt; 0,123 Normal 6 &gt;

  II Kontrol &lt; 0,189 Normal

  Dari data di atas diperoleh seluruh hasil uji normalitas data pada kemampuan diatas 0,05. Dengan demikian seluruh data dikatakan data berdistribusi normal pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan kata lain kedua kelompok memiliki distribusi data normal. Oleh karena itu uji statistik selanjutnya menggunakan statistik parametrikdalam hal ini atau sesuai dengan kebutuhannya.

  # #3# 4 ."=. .- -'/ 6 0

  Setelah data sudah normal, yang dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan awal siswa dilihat dari hasil antara kelompok kontrol dan di kelompok eksperimen pada kemampuan . Untuk melihat apakah ada perbedaan atau tidak maka analisis statistik yang digunakan yaitu statistik parametrik Kedua kelas akan dikatakan tidak memiliki perbedaan jika &gt; 0,05. Sebelum dilakukan analisis ini diperlukan dilakukan uji homogenitas dengan = H (lihat lampiran 4.13).

Tabel 4.10 Perbedaan Kemampuan Awal < Hasil % Keterangan

  Kelompok Eksperimen dan 0,739 Tidak ada varians homogen Kontrol

  Hasil analisis = H diperoleh harga F = 0,112 dan harga 0,739 ( I0,05) berarti tidak ada perbedaan varians homogen yang signifikan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  antara hasil pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan kata lain kedua kelompok memiliki varian yang sama, sehingga bisa digunakan untuk analisis selanjutnya. Hasil kelompok eksperimen menunjukkan skor lebih tinggi dari kelompok kontrol pada kemampuan . Pada kelompok eksperimendiperoleh nilai M= 1,950 Std. Deviation= 0,633 SE= 0,126 dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai M=2,277 Std. Deviation= 0,666 SE= 0,128. Harga yaitu 0,076 lebih dari 0,05 atau ( &gt; 0,05) sehingga H diterima dan H ditolak. Dengan kata lain kedua kelompok tersebut

  null i mempunyai kemampuan awal yang sama.

  # #3#3 4 .0 ( 1 &amp;)"

  Uji selisih dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan berpengaruh terhadap kemampuan Hasil analisis yang dilakukan akan menjadi tolak ukur untuk menarik kesimpulan apakah hipotesis yang dibuat peneliti di terima atau ditolak.Hasil yang didapat dari pengurangan dan di olah menggunakan 5( %&gt;%% % ! F dengan tingkat kepercayaan 95 % secara prinsip digunakan rumus (O $O )$(O $O ) yaitu dengan

  2

  3

  4

  3

  mengurangkan selisih skor pada kelompok kontrol dengan selisih skor pada kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah jika harga &gt; 0,05 maka ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sebaliknnya jika harga &lt; 0,05 maka tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Untuk melihat apakah ada perbedaan selisih skor dan 5 atau tidak maka analisis statistik yang digunakan yaitu statistik parametrik Sebelum dilakukan analisis ini diperlukan dilakukan uji homogenitas dengan = H (lihat Lampiran 4.16)

Tabel 4.11 Uji Selisih Skor > dan > Hasil % Keterangan

  Tidak ada perbedaan varian Kelompok Eksperimen dan Kontrol 0,140 homogen

  Hasil analisis = H diperoleh harga F = 2,250 dan harga 0,140 lebih dari 0,05 atau ( I0,05) dengan demikian tidak ada perbedaan varian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  homogen dengan kata lain memiliki varian yang sama.Sehingga bisa digunakan untuk analisis selanjutnya.

  Hasil diperoleh harga skor rerata kemampuan adalah 0,000 kurang dari 0,005 atau ( &lt; 0,05) maka ada perbedaan yang signifikan antara skor pada kelompok eksperimen dan kontrol pada kemampuan Berikut adalah gambar diagram batang yang akan menunjukkan selisih skor dan baik di kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol pada kemampuan

Gambar 4.5 Perbandingan Uji Selisih Skor > dan > Kemampuan < &

  # # 0 ( ( .= 1 4/+ # # #3 4 . &amp; &amp;)" &amp;.

  Analisis statistik dilakukan dengan program komputer 5( %&gt;%%

  

% ! F dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika data terdistribusi

  dengan normal digunakan statistik atau jika data terdistribusi dengan tidak normal digunakan statistik non parametrik F Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah jika harga

  &lt; 0,05 maka ada perbedaan yang signifikan antara skor dan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terdapat peningkatan skor yang signifikan dari ke dan sebaliknnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Menurut Campbell dan Stanley (Cohen, 2007: 276) untuk melihat ada tidaknya perlakuan dan seberapa besar peningkatannya dapat dihitung dengan menggunakan rumus: (O $ O ) – (O – O ). Jika hasilnya negatif maka efek

  2

  1

  

4

  3

  kausal negatif atau tidak ada pengaruh dan sebaliknya jika hasilnya positif maka kausalnya positif atau ada pengaruh. Hasil uji peningkatan skor dan akan dibahas di bawah ini (lihat Lampiran 4.14).

Tabel 4.12 Uji Peningkatan Skor > dan > Kemampuan < Hasil Std. Eror

  t df M Keterangan Mean Kelompok

  Ada $6,48 24 $1,000 0,154 0,000 Eksperimen perbedaan Kelompok Kontrol

  Ada $8,832 26 $1,000 0,113 0,000 perbedaan

  Secara umum hasil uji pada kelompok eksperimen lebih tinggi dari pada kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen diperoleh t= $6,48 df= 24 M = $1,00 SE= $0,154 dan kelompok kontrol diperoleh t= $8,832 M = $1,00 SE= 0,113. Perbedaan ini signifikan dengan nilai t (df = 24)

  

6 $6,48 = 0,00 lebih kecil atau ( &lt; 0,05). Dengan kata lain terdapat peningkatan

skor yang signifikan dari ke pada kemampuan .

  Untuk mengetahui persentase peningkatan skor ke digunakan rumus sebagi berikut.

  ! "

Gambar 4.6 Peningkatan Skor > ke >

  5 Di bawah ini kan dijelaskan hasil persentase peningkatan skor ke

Tabel 4.13 Persentase Uji Kenaikan Skor > dan > Kemampuan < Rerata

  Peningkatan % No Kelompok Keterangan

  &gt; &gt; 5 (%) Ada

  1 Eksperimen 1,95 2,34 20 0,00 perbedaan Ada

  2 Kontrol 2,95 3,34 13,22 0,00 perbedaan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari tabel di atas hasil kenaikan dan terdapat peningkatan 20% pada kelompok eksperimen dan 13,22% pada kelompok kontrol. Signifikansi pada kedua kelompok adalah 0,00 lebih dari 0,05 (atau &lt; 0,05) maka ada perbedaan yang signifikan antara skor dan pada kelompok kemampuan Dari keterangan tabel di atas di bawah ini adalah grafik perbandingan skor dan 5 kemampuan pada kelompok eksperimen dan kontrol dijabarkan lebih jelas kenaikan skor menggunakan grafik.

  4

  3.5

  3.34

  3

  2.95

  2.5

  2.34

  2 Eksperimen

  1.95 Kontrol

  1.5

  1

  0.5 Pretest Posttest

Gambar 4.7 Perbandingan Skor > , > 5pada Kemampuan < &

  Pada grafik diatas bisa dilihat kenaikan kedua kelompok setelah dilakukan perlakuan. Pada kelompok eksperimen sangat berpengaruh itu bisa dilihat dari kenaikan yang signifikan. Persentase kenaikan pada kelompok eksperimen sebesar 20%. Pada kelompok kontrol terjadi peningkatan, persentase kenaikan pada kelompok kontrol sebesar 13,22%.

  # # # 4 .( " 5.&amp; ."0 &amp;/

  Uji besar efek perlakuan dilakukan untuk mengetahui pengaruh terhadap kemampuan . Uji perbandingan ini dilakukan setelah kita mengetahui data terdistribusi secara normal atau tidak normal. Uji besar efek perlakuan jika data normal maka dapat menggunakan analisis statistik

  Uji besar efek perlakuan untuk memastikan apakah ada perbedaan antara skor kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pentingnya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  suatu pengaruh disebut sebagai !! ? Field (2009: 179) mengatakan untuk mengetahui !! ? digunakan koefisien korelasi dengan kriteria = 0.10 (efek kecil) yang setara dengan 1% pengaruh yang diakibatkan oleh pengaruh variabel independen, = 0.30 (efek menengah) yang setara dengan 9%, dan = 0.50 (efek besar) yang setara dengan 25%. Cara yang digunakan untuk mengetahui koefisien korelasi yaitu dengan mengubah harga menjadi harga . Di bawah ini adalah hasil perhitungan uji beda kelompok (lihat Lampiran 4.19)

Tabel 4.14 Hasil Uji Besar Efek Perlakuan terhadap Kemampuan <

  2 2 Efek No Kelompok t t df r r % Perlakuan

  1 Eksperimen 2,455 6,027 24 0,447 0,119 44,7 Besar

  2 Kontrol 2,350 5,522 26 0,418 0,174 41,8 Besar

  Dari tabel di atas hasil kenaikan dan terdapat peningkatan pada kelompok eksperimen dengan r = 0,447 (efek besar) yang setara dengan 25%. Dengan kata lain berpengaruh besar terhadap kemampuan pada kelompok eksperimen. Kenaikan dan terdapat peningkatan pada kelompok kontrol yaitu r = 0,418 (efek besar) yang setara dengan 25%.

  # # #7 4 .+. ( . * "/1 ."0 &amp;/

  Uji retensi pengaruh perlakuan dilakukan supaya dapat mengetahui pengaruh penggunaan terhadap kemampuan dan siswa. Uji retensi dilakukan dengan mengujikan soal I setelah tiga minggu dilakukannya

  I. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah jika harga &gt; 0,05 maka tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor 5 dan 55 pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terjadi penurunan/peningkatan skor yang signifikan dari 5 ke 55 dan jika harga &lt; 0,05 maka ada perbedaan yang signifikan antara skor 5 dan 55 pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terjadi penurunan/peningkatan skor yang signifikan dari 5ke

  55 Hasil uji retensiakan dibahas di bawah ini (lihat Lampiran 4.17).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 4.15 Retensi Pengaruh Perlakuan kemampuan < Rerata

  No Peningkatan % Kelompok Keputusan

  &gt; 1 &gt; 2 (%)

  

1 Eksperimen 2,95 2,89 $2,03 0,015 Ada Perbedaan

  

2 Kontrol 3,34 2,92 $12,57 0,002 Ada Perbedaan

  Dari tabel di atas pada kelompok kontrol terjadi penurunan hasil belajar yang sangat signifikan, persentase yang didapat yaitu $2,03. Persentase pada kelompok kontrol menunjukkan penurunan pada hasil

  55. Pada kelompok eksperimen terjadi penurunan hasil belajar, persentase yang didapat yaitu $12,57.

  Data tersebut akan diperjelas menggunakan grafik perbandingan skor rerata , 5 &gt; 55 pada kemampuan dibawah ini.

  4

  3.5

  3.34

  2.92

  3

  2.95

  2.89

  2.5

  2.34

  2

  1.95 Eksperimen

  1.5 Kontrol

  1

  0.5 Pretest Regulasi Posttest1 Posttest2 Regulasi Regulasi

Gambar 4.8 Perbandingan Skor Rerata > > 5 > 55pada Kemampuan <

  

&amp;

  Dari gambar di atas hasil uji retensi perlakuan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol kemampuan terdapat peningkatan dari hasil ke Terjadi penurunan pada hasil 5 dan 55 pada kedua kelompok. Hal ini disebabkan karena 55 dilakukan tiga minggu setelah pemberian perlakuan. Siswa sudah mulai lupa dengan materi yang sudah diterimanya.

  #3 .-= 1 (

  Pada pembahasan ini akan dibahas bagaimana pengaruh penggunaan terhadap kemampuan dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  #3# . * "/1 . **/ +."1 ' .- -'/

  Hasil analisis data menunjukkan bahwa proses pembelajaran menggunakan metode berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan . Hasil perhitungan uji besar efek perlakuan terjadi peningkatan pada kelompok eksperimen dengan r = 0,638 (efek besar) yang setara dengan 25%. Dengan kata lain berpengaruh besar terhadap kemampuan pada kelompok eksperimen. Berbeda dengan kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramah, pengaruh pada kelompok kontol tidak terlalu besar yaitu r = 0,432 (efek menengah) yang setara dengan 9%.

  Hasil tersebut dikuatkan dengan beberapa analisis data seperti hasil uji kemampuan awal kedua kelompok tidak memiliki perbedaan, hasil uji kemampuan awal kedua kelompok menunjukkan harga yaitu 0, 181 lebih dari 0,05 I+ +2 dengan kata lain memiliki kemampuan yang sama. Secara umum hasil uji peningkatan skor ke pada kelompok dengan menggunakan pada kelompok eksperimen lebih tinggi dari pada kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen diperoleh M = $1,00, t= $6,48 pada kelompok kontrol diperoleh M = $12,18 dan t=$1,230. Perbedaan ini signifikan dengan nilai t (df = 24) 6 $4,872 = 0,00 lebih kecil dari 0,05. Pada kedua kelompok terdapat kenaikan dan Persentase kenaikan pada kelompok eksperimen sebesar 74,09% sedangkan kenaikan pada pada kelompok kontrol sebesar 37,73%. Dengan kata lain kenaikan persentase pada kelompok eksperimen lebih besar dari kelompok kontrol.

  Pada uji selisih dan 5 terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil uji selisih dan

  5 menunjukkan hasil kelompok eksperimen lebih besar dari kelompok

  kontrol. Kelompok ekperimen memperoleh hasil M= 1,640 Std. Deviation= 0,838 SE= 0,167. Sedangkan kelompok kontrol M= 0,796 Std. Deviation= 0,849 SE= 0,163. Kedua kelompok menunjukan harga yaitu 0,001 kurang dari 0,05 atau ( &lt; 0,05). Dengan kata ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor ke 5 pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pengaruh penggunaan terhadap kemampuan dapat dilihat dari perkembangan siswa, siswa mulai bisa menjelaskan sebuah konsep dengan alasan$alasan dari bukti, konsep, runtut, dan logis. Siswa bisa menjelaskan kemudian menarik kesimpulan dari konsep yang sudah dibuat melalui Hal terpenting lainnya adalah siswa akan merasa senang dalam belajar dengan menggunakan karena mudah untuk dilihat, dibaca, dicerna, dan diingat karena memiliki warna$warna yang menarik, bentuk yang berbeda$beda dan dibantu gambar$gambar yang beragam. Dari observasi yang dilakukan dikelas siswa terlihat senang saat mengikuti pembelajaran menggunakan .

  #3# . * "/1 . **/ +."1 ' .- -'/

  Hasil analisis data menunjukkan bahwa proses pembelajaran menggunakan metode berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan Hasil perhitungan uji besar efek perlakuan terjadi peningkatan pada kelompok eksperimen denganangka r =0,447 masuk dalam kategori menengah. Dengan kata lain berpengaruh pada kemampuan

  Pada kelompok kontrol angka r = 0,286 masuk dalam kategori kecil pada kelompok kontrol. Dengan kata lain metode ceramah berpengaruh sangat kecil pada kemampuan

  Kemampuan awal kedua kelompok tidak memiliki perbedaan, hasil uji kemampuan awal kedua kelompok menunjukan harga yaitu 0, 739lebih dari 0,05 I+ +2 . Maka tidak ada perbedaan varian dengan kata lain memiliki varian yang sama sehingga bisa digunakan untuk analisis selanjutnya.Hasil diperoleh harga skor rerata kemampuan adalah 0,076 lebih dari 0,05 atau ( &gt; 0,05) maka tidak ada perbedaan yang signifikan kemampuan awal pada kelompok eksperimen dan kontrol pada kemampuan dengan kata lain kedua kelompok memiliki kemampuan yang sama. Secara umum hasil uji kenaikan skor dan menggunakan pada kelompok eksperimen lebih tinggi dari pada kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen dipeloleh M = $1,00, t=$6,48pada kelompok kontrol diperoleh M = $1,00 dan t=$

  1,232. Perbedaan ini signifikan dengan nilai t (df = 24) 6 6,48 = 0,00 lebih kecil dari 0,05 atau ( &lt; 0,05). Hasil kenaikan dan terdapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  peningkatan 20% pada kelompok eksperimen dan 13,22% pada kelompok kontrol. Dengan kata lain sangat berpengaruh terhadap kemampuan . Signifikansi pada kedua kelompok adalah 0,00 (atau &lt; 0,05) maka dikatakan ada kenaikan hasil ke pada kelompok

  Pada uji selisih dan 5 terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil uji selisih dan

  5 menunjukkan hasil kelompok eksperimen lebih besar dari kelompok

  kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh hasil M= 1,840 Std. Deviation= 0,796 SE= 0,159. Sedangkan kelompok kontrol M= 1,000 Std. Deviation= 0,588 SE= 0,113. Kedua kelompok menunjukan harga yaitu 0,000 kurang dari 0,05 atau ( &lt; 0,05). Dengan kata ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor ke 5 pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

  Pengaruh penggunaan terhadap kemampuan dapat dilihat dari perkembangan siswa, siswa mulai bisa menganalisis, mengevaluasi, mempertanyakan, dan mengoreksi penalarannya sendiri. Siswa mau mendengarkan saran dari temannya, saran tersebut tidak langsung diterima begitu saja. Siswa mengevaluasi kembali saran tersebut, mempertanyakan alasan dari temannya memilih pendapat tersebut dan mengkoreksi kembali penalarannya mengenai sebuah masalah. Siswa tidak hanya memikirkan pendapat sendiri tapi mau menerima saran dengan alasan yang logis dan rasional. Hal terpenting lainnya adalah siswa akan merasa senang dalam belajar dengan menggunakan karena mudah untuk dilihat, dibaca, dicerna dan diingat karena memiliki warna$warna yang menarik, bentuk yang berbeda$beda dan dibantu gambar$gambar yang beragam. Dari observasi yang dilakukan dikelas siswa terlihat senang saat mengikuti pembelajaran menggunakan .

  #3#3 -' &amp; ."0 &amp;/ ' (6

  Pada penelitian ini menggunakan tes untuk mengetahui pengaruh penggunaan terhadap kemampuan dan kemampuan Tes yang digunakan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif siswa yaitu dengan memberikan soal untuk mengukur

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kemampuan dan kemampuan Penelitian ini juga menggunakan pengambilan data kualitatif data diambil dengan cara trianggulasi yaitu wawancara dengan guru, wawancara dengan siswa dan observasi. Wawancara dilakukan dengan guru mata pelajaran IPA dan beberapa siswa. Pemilihan siswa pada kelompok eksperimen berdasarkan saran guru kelas, pemilihan siswa yaitu dua siswa yang memiliki nilai tinggi, dua siswa yang memiliki nilai sedang dan dua siswa yang memiliki nilai rendah. sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, berdasarkan hasil wawancara dengan guru pada tangggal 3 April 2014 guru mengungkapkan

  “% $ "

  " # " $ B Ini sesuai dengan yang hasil wawancara dengan siswa

  yang dilakukan pada 29 Maret 2014, siswa A lebih memilih dari metode ceramah siswa mengungkapkanA

  " BSiswa dapat dengan mudah menghafal

  materi dengan menggunakan gambar dan kata kunci yang dibuat. Siswa dapat belajar dengan cepat dan efisien, selain itu dalam pembelajaran siswa tidak merasa bosan. Siswa dapat mengembangkan pemikirannya melalui gambar dan warna, sehingga siswa tertarik dan tidak belajar dibawah tekanan. mengembangkan kemampuan otak melalui visual. Itu membuat siswa semakin lama mengingat materi yang diajarkan.

  Ada peningkatan hasil belajar dari sebelum dan sesudah perlakuan dikelas eksperimen. A) $ 0(

  B berdasarkan wawancara terlihat bahwa pembelajaran

  yang menggunakan lebih berpengaruh dari pembelajaran yang menggunakan metode ceramah. Ada perbedaan hasil belajar dari kelompok eksperimen (kelas VB) dan kelompok kontrol (kelas VA). Siswa lebih mudah menghafal menggunakan mind map dari pada menggunakan buku catatan biasa. Pada catatan biasa tidak terdapat gambar, warna yang menarik bagi siswa. Sehingga ketika belajar siswa cepat merasa bosan. Siswa dibiasakan mencatat materi dan menghafal materi setelah semua materi disampaikan guru mengadakan ulangan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pada penelitian yang telah dilakukan siswa terlihat antusias dan aktif mengikuti pembelajaran. Siswa merasa senang dengan media yang digunakan karena selama pembelajaran IPA dilaksanakan guru. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan dengan beberapa siswa, guru lebih banyak menggunkan metode ceramah. Guru belum pernah menyampaikan materi IPA menggunakan sehingga siswa merasa senang ketika belajar menggunakan Antusias siswa juga ditunjukkan pada saat wawancara, beberapa siswa memilih dibanding ceramah. Seperti yang diungkapkan siswa A melalui wawancara pada tanggal 29 Maret 2014. Siswa A mengungkapkan kesukaannya pada A%

  Hal senada juga diungkapkan siswa B

  A&gt; $ B Siswa C menambahkan A&gt;

  B

  Dari respon siswa A, B, C mempermudah siswa dalam menghafal materi, karena membebaskan siswa untuk menggambar. Membaskan siswa mengembangkan materi dan menggunakan kata kunci dalam membuat catatannya. lebih merangsang siswa secara visual untuk mendapat hasil yang maksimal. Dengan kombinasi warna, kata kunci, gambar, dan cabang melengkung itu membuat siswa lebih mudah mengembangkan konsep yang dimiliki siswa. lebih menarik bagi siswa dari metode ceramah karena siswa hanya mencatat dengan satu warna. Dalam catatan siswa tidak terdapat warna yang berbeda, siswa hanya mencatat sesuai dengan yang disampaikan guru.

  Observasi dilaksanakan pada saat pembelajaran IPA berlangsung. Melalui observasi peneliti melihat secara langsung bagaimana pengaruh terhadap kemampuan dan Peneliti dapat berinteraksi langsung dengan siswa sehingga dalam penelitian berlangsung tidak terjadi kesalahan dalam penerapan Dari hasil observasi di kelas siswa terlihat antusias dalam pembelajaran.Siswa terlihat asik menggambar dan mewarnai. Pada saat pembelajaran siswa tidak mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajan dengan menggunakan Satu minggu setelah pembelajaran menggunakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  beberapa siswa datang pada peneliti mengajak ke kelas untuk melakukan pembelajaran yang sama dengan materi yang berbeda.Berdasarkan pengamatan di kelas yang dilakukan oleh peneliti saat siswa terlihat antusias dalam pembelajaran menggunakan Siswa terlihat mengikuti pembelajaran dengan senang dan mengerjakan dengan mudah. Siswadapat menghafal materi dengan lebih cepat. membuat siswa belajar menjadi lebih menyenangkan. Siswa tidak cepat bosan dan terlihat menikmati pembelajaran menggunakan

  Pengalaman pertama menggunakan cukup membuat siswa kelas eksperimen berkesan. Siswa merasa senang menggunakan , sehingga pembelajaran lebih berwarna dan tidak membosankan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan hasil dan yang dilakukan di SD N Sokowaten Baru pada kelas eksperimen. Metode sangat berpengaruh terhadap kemampuan dan siswa SD N Sokowaten Baru. Siswa dapat menerima materi dengan baik. Terlihat dari hasil kelompok eksperimen yang meningkat. Hal ini diperkuat oleh pernyataan guru mata pelajaran IPA yang mengatakan “ $

   $ $ $

$ ! ” Berdasarkan trianggulasi data dapat diketahui bahwa memiliki

  dampak positif terhadap proses pembelajaran dan kemampuan berpikir siswa.

  Metode berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, ini menjawab masalah inti pendidikan yaitu bagaimana guru dapat mengembangkan kemampuan siswa dengan menggunakan metode yang tepat dalam pembelajaran yang disampaikan. Melalui metode yang tepat siswa dapat menerima pelajaran dengan senang. Guru bukan memberikan materi tetapi membangun materi yang akan disampaikan pada siswa.Metode dapat membuat siswa senang dan lebih efektif dalam pembelajaran. Metode memberi pengaruh yang positif terhadap kemampuan siswa. Dibawah ini akan dijelaskan garis besar pertanyaaan yang dilakukan oleh peneliti dan guru.

Tabel 4.16 Daftar Pertanyaan Wawancara dengan Guru No Topik

  1 Metode yang digunakan dikelas

  2 Penggunaan media

  3 Penggunaan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4 Pengaruh

  5 Antusiasme siswa terhadap

  6 Penggunaan metode selain

  Selain dengan guru wawancara juga dilakukan dengan siswa, pemilihan siswa yaitu dua siswa yang mendapat nilai tinggi, dua siswa yang mendapat nilai sedang, dan dua siswa yang mendapat nilai rendah. Dibawah ini akan dijelaskan garis besar pertanyaaan yang dilakukan oleh peneliti dan siswa.

Tabel 4.17 Daftar Pertanyaan Wawancara dengan Siswa No Topik

  1 Pembelajaran yang dilakukan guru

  2 Pembelajaran yang diharapkan siswa

  3 Antusiasme siswa dalam pembelajaran

  4 Alasan lebih memilih

  5 Pembelajaran menggunakan

  6 Kesan menggunakan #3# ) (.&amp;/. ( .= 1 4/+

  Penggunaan metode berdampak besar terhadap kemampuan siswa, mampu mengatasi problem rendahnya hasil belajar siswa.Berdasarkan wawancara dan observasi yang sudah dilakukan, terdapat pengaruh penggunaan terhadap kemampuan belajar siswa. Dari hasil dan yang sudah dilakukan terdapat peningkatan pada kelas eksperimen. Siswa terlihat senang dan antusias dalam mengikuti pembelajaran menggunakan Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan beberapa siswa, siswa lebih memilih menggunakan daripada menggunakan metode ceramah. Menggunakan metode siswa dibebaskan untuk membuat catatan dengan gambar, warna, kata kunci dan berperan aktif dalam pembelajaran. Pada pembelajaran di kelas eksperimen guru hanya sebagai fasiliator bukan memberi materi, sehingga siswa pasif dalam pembelajaran. mengaktifkan seluruh otak untuk berimajinasi dengan bebas, dan mengaitkan semua materi agar siswa dapat dengan mudah menghafal materi. Berdasarkan observasi dan wawancara metode menjawab permasalahan pendidikan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Bab ini berisi mengenai kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan dan saran untuk penelitian selanjutnya yang harus diperhatikan oleh peneliti yang lain.

  7# .( -'/0

  Penggunaan metode pada mata pelajaran IPA berpengaruh terhadap kemampuan siswa kelas V SD N Sokowaten Baru Banguntapan Bantul Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014.Pengaruh tersebutditunjukkan dari hasil uji besar efek perlakuan kelompok eksperimen menunjukkan angka r = 0,638 masuk dalam kategori besar. Dari hasil tersebut maka data dikatakan ada pengaruh terhadap kemampuan , sedangkan kelompok kontrol menunjukkan nilai r= 0,432 masuk dalam kategori menengah. Dari hasil tersebut maka data dikatakan metode ceramah berpengaruh kecil terhadap kemampuan

  Pada uji selisih dan 5 terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil uji selisih dan

  5 menunjukkan hasil kelompok eksperimen lebih besar dari kelompok

  kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh hasil M= 1,640 Std. Deviation= 0,838 SE= 0,167. Sedangkan kelompok kontrol M= 0,796 Std. Deviation= 0,849 SE= 0,163. Kedua kelompok menunjukan harga yaitu 0,001 kurang dari 0,05 atau ( &lt; 0,05). Dengan kata ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor ke 5 pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

  Penggunaan metode pada mata pelajaran IPA berpengaruh terhadap kemampuan siswa kelas V SD N Sokowaten Baru, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014.Pengaruh tersebutdilihatdari hasil uji besar efek perlakuan kelompok eksperimen menunjukkan angka r= 0,44 masuk dalam kategori menengah. Dari hasil tersebut maka data dikatakan ada pengaruh terhadap kemampuan

  , sedangkan kelompok kontrol menunjukkan nilai r= 0,286 masuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dalam kategori kecil. Dari hasil tersebut maka data dikatakan metode ceramah berpengaruh kecil terhadap kemampuan Pada uji selisih dan 5 terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil uji selisih dan

  5menunjukkan hasil kelompok eksperimen lebih besar dari kelompok

  kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh hasil M= 1,840 Std. Deviation= 0,796 SE= 0,159. Sedangkan kelompok kontrol M= 1,00 Std. Deviation= 0,588 SE= 0,113. Kedua kelompok menunjukkan harga yaitu 0,000 kurang dari 0,05 atau ( &lt; 0,05). Dengan kata ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor ke 5 pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

  7# .+."= + ( . .0 +

  Penelitian ini dirasa masih memiliki keterbatasan, antara lain adalah sebagain berikut:

  1. Keterbatasan Waktu Waktu penelitian dilaksanakan setelah istirahat menyesuaikan dengan jadwal yang sudah disusun sekolah. Jika waktu penelitian melebihi waktu yang telah ditetapkan oleh sekolah maka ditakutkan akan mengganggu proses pembelajaran di sekolah.

  2. Kesulitan menemui guru mitra untuk menjelaskan RPP sehingga guru masih kebingungan dengan RPP yang sudah dibuat peneliti.

  7#3 "

  Berdasarkan keterbatasan penelitian ini, peneliti memberikan saran bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian. Saran yang dapat diberikan peneliti adalah sebagai berikut :

  1. Peneliti sebaiknya memilih waktu penelitian yang tepat agar dapat berkonsentrasi dan mempersiapkan penelitian dengan matang, jangan memilih waktu penelitian setelah istihat karena membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menggambar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Peneliti sebaiknya banyak mengkomunikasikan RPP dengan guru mitra agar guru tidak merasa bingung dan sudah menyiapkan alat peraga serta media yang dibutuhkan dari beberapa hari sebelumnya agar guru mitra bisa mempelajari.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Ary, D. L. C. &amp; Razavied, A. (2007). .

  Terjemahan Arief Furchan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S. (2008). &lt; Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Browne, N. M. &amp; Keeley, M.S. (2012). &gt;

  " " $. Jakarta: PT Indeks.

  Buzan, T. (2005). ( Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Buzan, T. (2008). ( $ $ Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Chang, M, dkk. (2014). # $ &lt; !

  5 #$ &lt; ! &gt;

7 &gt; Washington, D.C: The World Bank.

  Cohen, L, Manion &amp; Marrison. (2007). &lt; $ $ $ London: British Library. Cresswell, J. W. (2010). &lt; $ ! ! disi ketiga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Dahar, R. (2011). # " &gt; " . Bandung: PT gelora aksara pratama. Facione, P. (1990). 3 $ ) ! !

  !

  California: The California Academic Press. Field, A. (2009). &amp; %&gt;%% $ London: Sage. Fisher, A. (2007). ( $ . Jakarta: Penerbit Erlangga. Ghozali, I. (2006). ) %&gt;%%.

  Semarang: Undip. Ghozali, I. (2009). )

  %&gt;%% Semarang: Universitas Diponegoro.

  Hamdani. (2011). % " " . Bandung: Pustaka Setia. Iskandar, S. M. (2001). &gt;

  5 &gt; $ ) Departemen pendidikan dan kebudayaan direktorat jenderal pendidikan tinggi.

  Kusaeri, S. (2012). &gt; . Yogyakarta: Graha Ilmu.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kusmintayu. (2012). &gt; @

  ( &gt; % % $ $ &gt; . Jurnal Penelitian: 1 (2), 97$106.

  Lestari. 2011. &gt; $ # $ "

  ( ! &gt; " %&amp; " . Skripsi. Yogyakarta: Universitas sanata dharma.

  Masidjo, I. (1995). Penelitian Pencapaian hasil siswa disekolah. Yogyakarta: Kanisius. Pramudia, J. (2006). G Jurnal Pendidikan Luar Sekolah: 3(1): 29$38. Priyatno, D. (2012). ( " %&gt;%%. Yogyakarta: Gava Media. Purwanto, N. (1990). &gt; " Bandung: PT Rosda Karya. Putriyana. (2012). &gt; $ $ " 5&gt;) %&amp; % .

  Skripsi. Yogyakarta: Universitas sanata dharma. Reta, I. (2012). Pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan berpikir kritis ditinjau dari gaya kognitif siswa. J

  &gt; 14$15.

  Roestiyah, N.K. (2001). % " " $ " " # " Jakarta: Rineka Cipta. Santoso, S. (2010). % %&gt;%%.

  Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Sanjaya, W. (2013). &gt; " . Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

  Sarwono, J. (2010). &gt;)%F ,9. Yogyakarta: CV Andi Offset. Slameto. (2010). ( " K ! ! $ . Jakarta: PT Rineka Cipta.

  Sugiyono. (2008). % . Bandung: Alfabeta. Sugiyono.(2012).

  ! ! &lt;K&amp;. Bandung: Alfabeta.

  Suparno. (2007). # ! J &gt; . Yogyakarta: Kanisius. Sumantri. (2001). % " " . Bandung: CV Maulana.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sukmadinata, N. S. (2011). . Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sulistyanto, H. dan Edy W. (2008). 5 $ %&amp;

  5 0 Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

  Supratiknya. (2012). &gt; $ " . Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Surapranata, S. (2004). )

  $ Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

  Sutarni. M. (2011). &gt; Kemampuan " %

  3 ( &gt; $ J &gt; 16 (10), 26$33.

  Trianto. (2009). " ! ! dan

  #%&gt; Jakarta: Kencana Predana Media Group.

  Trihendradi. (2013). % 5( %&gt;%% , ) .

  Yogyakarta: CV Andi Offset. Wena, M. (2011 % " ! % "

  . Jakarta: Bumi Aksara Wiradana. G &gt; $ ! ! $ " 5&gt;). Jurnal Penelitian: 13$14.

  Yamin, M. (2007). &amp; &gt; " .

  Jakarta: Gaung Persada Press. Zuriah, N. (2006).

  . Jakarta: PT Bumi Aksara.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • -' " 3# ( 0 0 ( ( 4 0 + ( 8 .- -'/
    • ! ,)- . !&amp;&amp;&amp; !&amp;&amp;&amp; !&amp;&amp;&amp; !&amp;&amp;&amp; !&amp;&amp;&amp; !&amp;&amp;' / 0( 0( 0( 0( 0( 0( 0( !"# $$

  !"# $$ !%## $$ !"&amp; $$ !'' $$ !()" $$ !##* $$

  !0(" $ !0%' $ !)%( !#0 $$ !&amp;'#

  • ! ,)- . !&amp;&amp;&amp; !&amp; % !&amp;)&amp; !&amp;* !&amp;&amp;% !%#" / 0( 0( 0( 0( 0( 0( 0( !%## $$

  !0(" $ !#)* $$ !)0 !"&amp;0 $$ !&amp;%"

  • ! ,)- . !&amp;&amp;&amp; !&amp; % !&amp;&amp;% ! "0 !&amp;&amp;&amp; !"') / 0( 0( 0( 0( 0( 0( 0( !"&amp; $$

  !0%' $ !#)* $$ !)"% !)(' !&amp;&amp;#

  • ! ,)- . !&amp;&amp;&amp; !&amp;)&amp; !&amp;&amp;% ! &amp;' !&amp;(0 !*(&amp; / 0( 0( 0( 0( 0( 0( 0( !'' $$

  !)%( !)0 !)"% !# ( $$ !&amp;%*

  • ! ,)- . !&amp;&amp;&amp; !&amp;* ! "0 ! &amp;' !&amp;&amp;* !"0% / 0( 0( 0( 0( 0( 0( 0( !()" $$

  !#0 $$ !"&amp;0 $$ !)(' !# ( $$ !0(% $

  • ! ,)- . !&amp;&amp;&amp; !&amp;&amp;% !&amp;&amp;&amp; !&amp;(0 !&amp;&amp;* !&amp; " / 0( 0( 0( 0( 0( 0( 0( !##* $$

  !&amp;'# !&amp;%" !&amp;&amp;# !&amp;%* !0(% $

  • ! ,)- . !&amp;&amp;' !%#" !"') !*(&amp; !"0% !&amp; " / 0( 0( 0( 0( 0( 0( 0( $$!

  1 &amp;!&amp; ,)- .! $! 1 &amp;!&amp;' ,)- .!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • -' " 3# ( 0 0 ( ( 4 0 + ( .- -'/

  $$ $$ !(&amp;" !('(

  • ! ,)- . !&amp;&amp;&amp; !&amp;&amp;&amp; / 0( 0( 0( $$ $ !(&amp;" !0(%
  • ! ,)- . !&amp;&amp;&amp; !&amp; " / 0( 0( 0( $$ $ !('( !0(%
  • ! ,)- . !&amp;&amp;&amp; !&amp; " / 0( 0( 0( $$!

  1 &amp;!&amp; ,)- .! $! 1 &amp;!&amp;' ,)- .!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • -' " 3#3 ( 0 0 ( ( 4 .0 = 0 + (8 .- -'/

  /

  2 3 0( &amp;&amp;!&amp; 41 &amp; !&amp;

0( &amp;&amp;!&amp;

  ! 5

  6 1 ! 1 7 / !"** "

  • -' " :, ( 0 0 ( ( 4 .0 = 0 + ( .- -'/

  /

  2 3 0( &amp;&amp;!&amp; 41 &amp; !&amp;

0( &amp;&amp;!&amp;

  ! 5

  6 1 ! 1 7 / !''# )

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • -' " # 0 =/( .0)-')&amp; &amp;('." -. &amp;) +")0

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • -' " # .0)-')&amp; &amp;('." -. ) +")0

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • -' " #3, ) 0 (( . .0 + .-= */ /- 1

  144

  Pak Sandi adalah seorang kontraktor. Dia sedang membangun sebuah rumah yang besar dan mempunyai dua lantai. Untuk membuat sebuah rumah Pak Sandi membutuhkan banyak sekali pasir dan semen. Untuk itu Pak Andi membeli pasir dan bersak$ sak semen masing$masing sebanyak 2 truk. Pasir dan semen akan di pindahkan dari truk ke halaman depan rumah yang sedang dibangun. Sayangnya hanya ada 5 orang pekerja, pekerja lain sedang mengerjakan tugas yang lain seperti membuat adonan semen, mengambil air dari sumur, mengangkut bahan bangunan dari lantai bawah ke lantai atas dan menempelkan pembuka pintu pada pintu

  

" &gt;." + +."(.=/+! 4 6 =0 1 '."+ &lt;'."+ = 6 1 . *

&amp;.- -'/ -/ (. " @

5. Perhatikan gambar dibawah ini!

  a. Ceritakan isi gambar di atas! ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________

  b. Berikan 3 alasan mengapa kamu memilih alat tersebut ketika memindahkan pasir ke halaman rumah?

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Selain gambar di atas, jelaskan 3 cara lain yang dapat kamu lakukan untuk memindahkan pasir kehalaman rumah!

  ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________

  d. Sesuai gambar di atas, jelaskan 3 langkah$langkah yang kamu lakukan ketika mengangkut pasir dari depan rumah ke lokasi pembangunan! ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________

  

6. Bagaimana pendapatmu jika temanmu menyuruhmu menggunakan sekop untuk mengaduk

semen? Apakah kamu akan mendengarkan saran temanmu dan mencari solusi yang tepat ataukah kamu akan menolak dengan sopan ataukah menolak mentah$mentah atau menerima begitu saja saran tersebut. Jelaskan alasan mu? ____________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________

  145

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • -' " # /=" &amp; '. 0

  146

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  147

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  148

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  149

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • -' " #7, =/0 ( ! !

  ,) .0)-')&amp; eksplanasi rata- rata regulasidiri rata- rata a b c d a b c d

  1

  1

  3

  2

  2 2 2,25

  3

  2

  2 2 2,25

  3

  1 1 1,5

  1

  3

  1

  1 2 1,75

  3

  3

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1 1 1,25

  2

  2

  1

  3

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2 2 1,5

  1

  2

  1 1 1,25

  1

  1 2 1,25

  3

  1

  1

  1

  2

  2 2 1,75

  1

  1

  1

  1

  4

  1

  4

  1 1 2,5

  2

  1

  2 2 1,75

  2

  1

  1 1 1,25

  1

  1

  3

  1

  2

  3 3 2,75

  4

  1

  1

  2

  2

  2

  3 3 2,25

  1

  2

  1

  1 1 1,25

  1

  2

  1 1 1,25

  2

  1

  2 1 1,5

  1

  2

  3

  1 1 1,75

  3

  2

  1 1 1,75

  2

  4

  3 1 2,5

  3

  2

  4

  1

  1

  3 2 2,5

  2

  2

  1 1 1,5

  1

  1

  2 1 1,25

  1 2 1,75

  3

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2 1 1,5

  3

  1

  2 1 2,5

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  3

  4

  3

  1 1 1,75

  150

  2

  3

  2

  1

  1 1 1,25

  4

  3

  1 2 2,5

  2

  1 1 1,5

  3

  2

  2

  2 1 1,75

  2

  1

  2 1 1,5

  4

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  2 3 2,5

  2

  2

  1 1 1,5

  4

  2

  1 4 2,75

  1

  4

  1 1 1,25

  3

  4

  2 2 2,75

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  151 2. .0)-')&amp;

  4

  3

  2 2 2,25

  4

  1

  2 3 2,5

  3

  3

  4 3 3,25

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  2

  2

  4

  2 3 2,75

  4

  3

  2 1 2,5

  3

  2

  2 2 2,25

  4

  2 1 2,75

  2

  3

  4

  2 4 3,25

  3

  3

  4 4 3,5

  4

  4

  4

  1 4 2,75

  3

  4

  3

  2

  4 4 3,25

  4

  3

  4

  1

  3

  4

  4

  3 2 3,25

  4

  2

  2 1 2,25

  4

  3

  3

  2

  3 3 3,25

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  1 1 2,5

  4

  2

  2 3 2,75

  4

  4

  1

  3

  3

  4

  Eksplanasi Rerata Regulasidiri Rerata a b c d a b c d

  4

  4

  2

  2 2 2,5

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  2

  2 4 2,75

  4

  4

  4 1 2,75

  4

  2

  2

  4

  3

  2 2 2,75

  4

  2

  2 2 2,5

  4

  4

  2

  3 1 2,75

  3

  3

  1

  1 1 1,5

  4

  4

  4 2 3,5

  4

  3

  2 4 3,5

  4

  4

  2 3 2,75

  3

  3

  3

  4

  4

  3 3 3,5

  4

  2

  3

  3

  2

  1 1 1,75

  4

  4

  2 3 3,25

  4

  4

  4

  3

  3 4 3,75

  3 4 3,25

  2 2 2,75

  2

  3

  3 2 2,5

  2

  2

  2 4 2,5

  4

  3

  3

  4

  2

  3 2 2,5

  4

  4

  3 3 3,5

  4

  4

  4 2 3,5

  4

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  4

  4

  4

  4

  4 2 3,5

  4

  1

  1 3 2,25

  2

  4

  4 3 2,75

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  1

  4

  4

  2

  4 4 3,5

  4

  3

  4 4 3,75

  1

  4

  1 4 2,5

  2

  4

  4

  4 3 3,75

  3

  1

  4

  3

  1

  4

  1 4 2,5

  4

  4

  2

  1

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  2

  1 4 2,5

  2

  1

  3

  1

  2

  2

  3

  4 4 3,25

  4

  1

  1 1 1,75

  2 1 1,5

  2

  4

  4

  1 3 2,25

  3

  4

  4 4 3,75

  3

  1

  2 1 1,75

  4

  3 3 3,5

  3

  4

  2

  1

  1

  2

  2

  3

  4

  3

  4 3 3,25

  152 3. .0)-')&amp; Eksplanasi Rerata Regulasi Diri Rerata a b c d a b c d

  2

  3

  1

  3

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  1

  3

  3

  4

  2 2 2,75

  4

  4

  1 1 2,5

  1

  2 4 3,5

  4

  4

  3

  4 2 2,75

  1

  2

  1

  4

  2

  2

  4 4 3,5

  4

  4

  3

  4 4 3,75

  1

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4 3 3,5

  1 3 2,5

  3

  2

  1

  2

  3

  3

  1 3 2,5

  3

  4

  2

  1

  3

  4

  4

  4 2 3,5

  1

  3

  3 4 2,75

  2

  4

  4

  1 3 2,75

  4

  1

  1

  1 1 1,75

  4

  1

  2 4 2,75

  4

  4

  2 4 3,5

  2

  1

  4

  4

  2

  3

  3

  3 4 3,25

  3

  1

  3 3 2,5

  3

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • -)

  .0)-')&amp; ) +")0 eksplanasi rata- rata regulasidiri rata- rata a b c d a b c d

  4

  1 1 1,5

  2

  1

  2 1 1,5

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1 2 2,25

  2

  2

  1 1 1,5

  4

  2

  2 2 2,5

  2

  2

  2

  4 4 3,25

  3

  1

  3

  3 1 2,25

  3

  3

  2 1 2,25

  1

  1

  3 2 1,75

  3

  4 3 2,75

  2

  4

  4

  3 4 3,75

  3

  1

  2

  2

  2

  3

  1 1 1,5

  3

  1 1 1,25

  3

  1 1 1,75

  4

  4

  3

  1

  3

  4

  3

  2

  3

  4

  4

  4

  1 1 2,5

  4

  4

  1 1 2,5

  4

  4

  2 1 2,75

  1

  3 2 2,75

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2 3 2,25

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  1 1 1,75

  4

  4

  4 3 3,75

  3

  1

  1 2 1,75

  4

  2

  1

  3

  2

  1

  1

  1

  1

  4

  2

  2 1 2,25

  4

  2

  4

  2 1 1,25

  3

  3

  1

  1 1 1,5

  3

  4

  3 4 3,5

  3

  2

  1

  1

  2

  3

  3

  2 1 2,25

  3

  2

  1 1 1,75

  3

  4

  3 1 2,75

  4

  2 1 2,5

  1

  2

  1

  3 1 1,75

  4

  2

  2 2 2,5

  3

  4

  4 3 3,5

  1

  2

  153

  2

  3

  3 2 2,75

  3

  3

  2 2 2,5

  2

  3

  1

  2

  2

  1 1 1,25

  3

  2

  1

  2

  4

  2

  1

  1

  2

  3

  1

  3

  2

  2

  3 2 2,5

  1

  1

  1 2 1,25

  3

  4

  2 2 2,75

  2

  1

  2

  3

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  3

  1

  1 1 1,5

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4

  3 4 3,5

  4

  1

  1 1 1,75

  4

  4

  2 4 3,5

  4

  2 3 3,25

  4

  4

  3

  2 4 3,25

  3

  3

  1

  1

  2

  4

  3

  4

  3 3 3,25

  3

  2

  2 3 2,75

  4

  4

  4 3 3,75

  4

  3

  4 4 3,75

  4

  3 4 3,5

  4

  3

  4

  3 3 3,25

  4

  3

  4 4 3,75

  4

  4

  4

  3

  3

  3 4 3,5

  4

  3

  4

  3 4 3,5

  4

  4

  4 2 3,5

  4

  1

  4 2 2,75

  4

  4

  1

  3

  3

  1

  1

  1 3 1,5

  4

  1

  2 4 2,75

  4 2 3,5

  4

  2

  4 4 3,75

  3 2 2,5

  4

  4

  4 3 3,75

  4

  2

  3 2 2,75

  4

  3

  3

  2 3 2,75

  3

  4 4 3,5

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  154 9)

  .0)-')&amp; ) +")0 Eksplanasi Rerata

  2 1 1,5

  3

  1

  1

  3 4 2,25

  4

  3

  3 3 3,25

  1

  2

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  1

  4 4 3,25

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  Regulasidiri Rerata a b c d a b c d

  4

  4

  3 3 3,5

  4

  3

  4 3 3,5

  3

  1

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4 3 3,25

  3

  3

  4

  3

  3

  1 3 2,25

  3

  1

  3 4 2,75

  4

  4

  4 2 3,5

  4

  4 2 3,25

  3

  4

  4

  3 4 3,75

  4

  4

  3 2 3,25

  2

  4

  3 4 3,25

  2

  2

  3

  3

  4

  4 3 3,5

  4

  3

  4 2 3,25

  3

  4

  4

  1

  4

  3

  3

  2 2 2,75

  4

  4

  3

  1

  3

  4

  3

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  2

  1

  2

  4

  1

  3

  4

  3

  4

  2 2 2,75

  3

  3

  3

  4 4 3,5

  4

  2

  4 1 2,75

  4

  4

  3 4 3,75

  2

  2 4 3,5

  3

  4 1 2,75

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  4

  2

  1

  4

  1

  2 2 1,5

  4

  4

  1 1 2,5

  2

  1

  2 4 2,25

  4

  3

  3

  1

  1

  3

  3

  2 1 2,25

  4

  4

  2 1 2,75

  3

  2

  2

  2

  3

  4

  4

  1 4 3,25

  2

  2

  1 1 1,5

  4

  4

  2 1 2,75

  2 4 3,25

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  1

  4

  3

  3

  2

  1 1 1,75

  2

  3 3 2,75

  4 4 3,5

  1

  3

  1 1 1,5

  4

  4

  3 3 3,5

  1

  4

  2

  155 :)

  .0)-')&amp; ) +")0 Eksplanasi Rerata Regulasi Diri Rerata a b c d a b c d

  2

  2

  1

  2

  4

  3

  3 4 3,5

  3

  2

  1 1 1,75

  3

  3

  1 1 1,75

  3

  1

  1 1 1,5

  1

  1

  3 4 2,25

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2 3 2,5

  4

  4

  1 4 3,25

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  4

  1 4 2,5

  3

  3

  3 4 3,25

  4

  4

  1

  2 1 1,5

  4

  1 2 1,25

  4

  3

  4

  2

  3

  2

  4

  1

  1

  2

  4

  4 1 2,75

  4 1 3,25

  2

  1

  4 4 2,75

  3

  3

  1 2 2,25

  1

  1

  3

  3

  2 2 2,5

  2

  1

  2

  2 2 1,75

  2

  3

  3 3 2,75

  4

  1

  1

  2

  3

  4

  4

  1 1 2,5

  3

  4

  3 3 3,25

  4

  4

  3 3 3,5

  4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • -' " #8 4 )"- 0 + ( .- -'/

  ) ) / )' )' )' )% )% )% / 8

  9 8""&amp;&amp; )8(*&amp;&amp; )8%*&amp;&amp; )8 )*" )8*)'* )8 '%#

  • ! 8#%)'( 800* ) 8%)&amp;'0 8%&amp; '# 8"('%" 8"0*()

  9

  4 8 '0 8 #% 8 0" 8 0 8 "0 8 '" 1 8 '0 8 #&amp; 8 0" 8 0 8&amp;*&amp; 8 '0

  /

  • 8&amp;(# -8 #% -8 ( -8&amp;%) -8 "0 -8 '" 1 + 8 '0 8 #% 8 0" 8 0 8 "0 8 '" ! + ! ,)- .
  • 1 1 18 18 1 1 8 0% 8 %&amp; 8)&amp;&amp; 8)&amp;&amp; 8&amp;"0 8&amp;*&amp; ! / ! !

      1 !

    • 1! 5

      1

      1 1 ! ! 6 1 1 !

      156

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    • -' " #9 .- -'/ 6 0

    • '2
      • + ! ,)-

        .
      • !
        • 8#0( #'8 "#&amp; 8 '% -8)#### 8 %&amp;&amp;&amp; -8'("%&amp; 8&amp;*%(

      157

      / 9 + ! + !

      9 )' 8*'&amp;&amp; 8"%%&amp;&amp; 8 0'#&amp; )% )8 *## 8'0#&amp;* 8 &amp;)%*

      5

      7 :

    • :

      3

      9 ; + !

      9

      1

      1

      1

      1 5 6 &lt; : 1 8(0% 8 ( - 8#' '&amp; 8 '0 -8)#### 8 "(#' -8'()%* 8&amp;*0*&amp; :

      1

      1

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    • -' " #: 4 . &amp; &amp;)" .- -'/

    • '2
      • ! + !
      • ! ,)- .
        • 8)0 &amp;&amp;&amp; 8'&amp;#%% 8 &amp;&amp;*'
        • )8 (# )# 8&amp;&amp;&amp; )
        • 8%*" 0&amp; 8(#*0 8 "0#'
        • 8#0(0"
        • 8&amp;) "#
        • #8(% ) )" 8&amp;&amp;&amp;
        • 8 0))%
        • 8#"&amp;0)

      158

      9 / + ! + !

      9 8""&amp;&amp; )' 8#%)'( 8&amp;*#') )8(*&amp;&amp; )' 800* ) 8&amp;"%() ) )8 )*" )% 8%&amp; '# 8 0'&amp; )8*)'* )% 8"('%" 8 0 *% / + !

      = )' 8)" 8)&amp;( ) = )% 8)' 8)&amp;%

      1

      9

      9

      1

      1 5 6 &lt;

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    • -' " #; 4 )"- 0 + ( .0 ( 1
      • /
      • ! 8'&amp;#%% 8(#*0
      • 1 8 )# 8 #( ! + ! ,)- . 8)&amp;&amp;
      • 18 8 0' 1 ! / ! ! 1 ! 1! 5 +

        159

        )' )% / 8 9 8)0&amp;&amp; 8%*"0

        9

        4 1 8 )# 8 #( 8 )# 8 ( / -8 )# -8 #(

        1

        1 1 ! ! 6 1 1 !

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      • -' " # 4 .0 ( 1 &amp;)" )(++.(+ .- -'/
        • ! + !
        • )' 8"#&amp;&amp; 8(0(%% 8 "%%'
        • )% 8%*"0 8(#*0 8 "0#'

      • '2
        • !
        • ! ,)- .
        • :

      • PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        160

        1

        8&amp;&amp; 8(#0%&amp; 8)0#)) 80%0) 80 #

        : 1 08"&amp;

      )

      #*8% (0

        

      &amp;

      '&amp; 8&amp;&amp; 8(#0%&amp; 8)0#00 80%0&amp;0 80 #0 %

        1 8&amp;&amp; 8*%' 08"&amp;

        1 5 6 &lt;

        1

        1

        /

        9 ; + !

        7 : 3 1 - :

        5

        9

        

      9

        9

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      • -' " # 4 .+. ( . * "/1 ."0 &amp;/ .- -'/
        • '2
          • !
          • + !

      • ) 8(&amp;&amp;&amp;&amp; 8*(#)' 8 *"(' 80*0%) 8)&amp;")( #8&amp;"# )# 8&amp;&amp;&amp; )
      • )
      • 8#( #( 8&amp;)0'( 8 *"** -8(("#&amp; -8&amp;%"'% -)8### )" 8&amp;))

      • ! ,)- .

        161

        9 / + ! + !

        9 )8**&amp;&amp; )' 8"#%#0 8 )*#*

      ) )8 *&amp;&amp; )' 8"'&amp;"# 8 0&amp; 0

      ) )80((* )% 8"#&amp;' 8 )0)%

      ) )8(%&amp;# )% 8%#%*( 8 #0*'

      / + !

        = ) )' -8 '&amp; 8#%' ) =

        ) )% -8&amp;( 8"(%

        1

        9

        9

        1

        1 5 6 &lt;

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      • -' " # ( 0 4 )"- 0 + (
        • ! 8"00)( 8")* ' 8""*'( 8"*&amp;#) 80" )( 8'))"#
        • 1 8 "% 8 % 8 #( 8&amp;*( 8 '&amp; 8 #&amp; ! + ! ,)- .

        162

        ) ) / )' )' )' )% )% )% / 8

        9 8*'&amp;&amp; )8*'&amp;&amp; )8(*&amp;&amp; )80#)" 080#)" )8*)'*

        9

        4

        1 8 "% 8 % 8 #( 8&amp;*( 8 '&amp; 8 #&amp; 8 ## 8&amp;(0 8 #( 8&amp;*( 8 )' 8&amp;** / -8 "% -8 % -8 0* -8&amp;%) -8 '&amp; -8 #&amp;

        8&amp;"* 1 8)&amp;&amp; 18 8 "# 1 8)&amp;&amp; 18 8 )0 1 8 (* 1 ! / ! ! 1 ! 1! 5 +

        1

        1 1 ! ! 6 1 1 !

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      • -' " # 3 .- -'/ 6 0

      • '2
        • !
        • ! ,)- .
          • -

            8(

            '

            '&amp; 8&amp;%"
          • 80)%%( 8 (&amp;'*
          • 8"*&amp;'&amp; 8&amp;0#*' :
          • -

            8(
          • 80)%%( 8 (&amp;)0
          • 8"(*%* 8&amp;0#)0

      • *

        #*8* ") 8&amp;%'

        163

        / 9 + ! + !

        9 )' 8*'&amp;&amp; 8"00)( 8 )""" ) )% )8)%%( 8""")% 8 )())

        5

        7 : 3 1 - :

        9 ; + !

        9

        1

        1

        1

        1 5 6 &lt; : 1 8 ) 8%0*

        1

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      • -' " # 4 . &amp; &amp;)" .- -'/
        • '2

      • ! + !

      • ! ,)- .

      • 8&amp;&amp; &amp;&amp;&amp; 8%%&amp;'' 8 '#
      • "8#(
      • 80 (&amp;%
      • 8"( *0
        • )# 8&amp;&amp;&amp; )

      • 8&amp;&amp; &amp;&amp;&amp; 8'((0' 8 0)0
      • (8(0 ) )" 8&amp;&amp;&amp;
      • 8)0)%#
      • 8%"%)"

        164

        9 / + ! + !

        9 8*'&amp;&amp; )' 8"00)( 8 )""" )8*'&amp;&amp; )' 8")* ' 8 )'(0

      ) )80#)" )% 8"*&amp;#) 8 0)(%

      080#)" )% 80" )( 8&amp;"*'0 / + !

        = )' 8)'' 8) * ) = )% 8')0 8&amp;&amp;'

        1

        9

        9

        1

        1 5 6 &lt;

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      • -' " # 7 4 )"- 0 + ( .0 ( 1
        • /
        • ! 8%%&amp;'' 8'((0'
        • 1 8 #&amp; 8 #" ! + ! ,)- . 8)&amp;&amp;
        • 18 8 #' 1 ! / ! ! 1 ! 1! 5 +

          165

          )' )% / 8 9 8&amp;&amp;&amp;&amp; 8&amp;&amp;&amp;&amp;

          9

          4 1 8 #&amp; 8 #" 8 #&amp; 8 #" / -8&amp;*% -8 0"

          1

          1 1 ! ! 6 1 1 !

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        • -' " # 8 4 .0 ( 1 &amp;)" )(++.(+ .- -'/

          / 9 + ! + !

          9

        • )' 8(#&amp;&amp; 8%*"%# 8 '*0'
        • )% 8&amp;&amp;&amp;&amp; 8'((0' 8 0)0

          5

          7 :

          1 :

        • 3

          9

        • '2

          1

        • !
        • !

          9

          1 ,)- ; + ! .

          1 1 5 6 &lt; : + #80# 8))( 1 )8)'&amp; 8 #&amp; '&amp; 8&amp;&amp;&amp; 8(#&amp;&amp;&amp; 8 *0)# 8#' ((

          % ) : #8)* ##8&amp; 8)00* 1 8&amp;&amp;&amp; 8(#&amp;&amp;&amp; 8 *'#( 8##"&amp;#

          % &amp;&amp; " 166

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        • -'" # 9
          • '2
            • ! + !

        • ) 800&amp;&amp;&amp; 8"%)&amp;" 8 0## 8&amp;')'* 8"&amp;%# )8#'' )# 8&amp;)) )
        • ) 80*( ' 8((&amp;'&amp; 8 "*#' 8&amp;#*(0 8%#"#" )80'&amp; )" 8&amp;)%

        • ! ,)- .

          167

          

        4 .+. ( . * "/1

        9 / + ! + !

          9 08)'&amp;&amp; )' 8'&amp;' ( 8 &amp; &amp;# ) )8*)&amp;&amp; )' 8'0(% 8 &amp;%%# ) )8%))) )% 8'"&amp;#' 8 &amp;%(" ) )80)# )% 8"0#%* 8 )) % / + !

          = ) )' 8 %) 8# &amp; ) =

          ) )% -8&amp;() 8"('

          1

          9

          9

          1

          1 5 6 &lt;

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          7 .. / 0 8 .- -'/ ).5 ( . &amp;)".0 ( ' &amp;.0)-')&amp; &amp;('." -. ,

        • -' " # : 4 .( " . * "/1
          • 567
          • 567 %,)
          • 567 7(*567

        • 234

          168

          ."(. + (. '. * "/1 '. **/ -.+) . ' &amp;.0)-')&amp; .&amp;('." -. , &lt; 6 L ,++: &lt; 6 + /- ,++: &lt; 6 /- :

          r = / * 41 r = 0,432

          r = #

          r = #

          $L $L%&amp;'

          r = #

        • .*+()

          ."(. + (. '. * "/1 '. **/ -.+) . ' &amp;.0)-')&amp; &amp;) +")0, &lt; 6 L ,++: &lt; 6 + ;-9 ,++: &lt; 6 ;- 9:

          ).5 ( . &amp;)".0 ( ' &amp;.0)-')&amp; ) +")0,

          r = / *0 1 r =

          r = #

          ()*+() ()*+() %,-

          r = #

          $L $L%&amp;'

          r= #

          ()*+()

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        • -' " # ; 4 .( " . * "/1 $ 55.&gt;+ A.% .- -'/ ).5 ( . &amp;)".0 ( ' &amp;.0)-')&amp; &amp;('." -.

          r= #

          $L $L%&amp;'

          ."(. + (. '. * "/1 '. **/ -.+) . ' &amp;.0)-')&amp; .&amp;('." -. , &lt; 6 L ,++: &lt; 6 + 9; ,++: &lt; 6 9 ;:

          r = / * 48 r = 0,286

          ,9*7+

          r = # ,*7+.

          ,*7+. %,)

          r = # ,*7+.

          r = #

          $L $L%&amp;'

          169

          ."(. + (. '. * "/1 '. **/ -.+) . ' &amp;.0)-')&amp; &amp;) +")0, &lt; 6 L ,++: &lt; 6 + //1 ,++: &lt; 6 // 1:

          r = / *8 r = 0,447

          7.*..

          r = # )*..

          )*.. %,-

          r = # )*..

          ).5 ( . &amp;)".0 ( ' &amp;.0)-')&amp; ) +")0

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        • -' " # 6 &gt; " (6 $ ; ".+ %

          Kriteria Pemilihan Siswa: Siswa A : rata$ratanya tinggi Siswa B : sedang Siswa C : sedang Siswa D : tinggi Siswa E :kurang Siswa F : Kurang Wawancara I: Peneliti: Menurut kamu, pembelajaran yang dilakukan oleh pak guru kamu bagaimana? Siswa A : ya asik, ya kadang asik, ya lumayan. Peneliti : apakah kamu pernah mengalami kebosanan saat belajar IPA di kelas? Siswa A: pernah bosan, ya nulis$nulis terus, terus ngerjain soal terus, kadang belum diterangin dah suruh ngerjain.

          Peneliti : Menurut kamu pembelajaran yang asik atau menyenangkan itu yang seperti apa? Siswa A : sambil main$mainan juga, ada kuis$kuisnya juga mbak. Peneliti : apakah kamu merasa senang saat belajar menggunakan mind map dengan pak guru? Siswa A : senang, nggak cuma nyatet, tapi ada gambar$gambarnya juga mbak biar nggak bosen. Peneliti : menurut kamu, enak cara ngapalin mind map apa dengan cara biasa?

          170

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          Siswa A : pakai mind map. Peneliti : besok$besok kalau mau ada ulangan, mau nggak kamu menghafal dengan membuat mind map? Siswa A : ya besok dicoba aja. Kayaknya asik kok. Wawancara II Peneliti : pembelajaran yang dilakukan guru kamu dalam membelajarkan IPA bagaimana? Jujur ya? Siswa B : kadang$kadang nyebelin. Siswa C : sukanya tu kalo nyatet ya bu, suruh nyatetnya yang ini nanti dikalo dibaca lagi beda gak sama dengan yang di dektein lagi.

          Peneliti : oh begitu. Kalo pak guru pemeblajarannya di kelas biasanya bagaimana? Siswa B : biasanya ngringkes, nyatet, kemudian didekte. Padahal tu di Fokus (LKS) sudah ada Bu tetap aja suruh nyatet. Peneliti : apakah guru pernah menggunakan media saat mengajar? Siswa B : pernah, kadang pakek Viewer, trus Cuma pasa materi magnet bawa magenet gitu mbak. Peneliti : menurut kamu kalo pembelajaran yang dibawakn guru membosankan atau tidak? Siswa C : kadang$kadang membosankan. Siswa B: Lumayan Peneliti : Suasana kelas kalu pak guru sedang mengajar IPA gimana? Siswa B dan C: Rame banget mbak, gak ada yang mendengarkan. Harus dimarahin dulu atau pas lagi didekte.

          171

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          Peneliti : saat kamu kemari belajar dengan pak guru dengan mind map, menurut kamu bagaimana nyaman dengan membuat mind map atau ngringkes nyatet? Siswa C: pakek mind map.

          Peneliti : kenapa? Apa alesannya? Siswa C: ya soalnya tulisannya dikit gak capek.

          Peneliti : tapi banyak nggambar sama buat$buat cabang lho?? Siswa B : gak papa aku suka gambar bu.

          Peneliti : kalau dibandingkan pesawat sederhana dengan materi sebelumnya cahaya mudah ingat yang mana? Siswa C : soalnya pakek mind map. Siswa B: pokoknya gampang diinget mbak yang pesawat sederhana. Peneliti : selama belajar pesawat sederhana kan pakek mind map terus, bagaiamana menurut kamu apakah membosankan? Alasannya kenapa? Siswa B : nggak mabak soalnya gambar$gambar terus. Siswa C : iya nggak bosan. Peneliti : Kemarin pakek mind map kan kelasnya juga ramai, Kalian pas pembelajaran juga ramai. Apa yang kalian kalian lakukan selain membuat mind map kok ramai? Siswa B: kan tanya gambar dan materi bu. Trus cabangnya ada berapa gitu$gitu. Trus tanya warna yang pas nggak ngobrolin yang lain. Siswa C: Paling cuma siswa F yang rame muter$muter di kelas bu yang lain kan pada ngerjain.

          172

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          Wawancara III Peneliti : menurut kamu kalau belajar dengan pak guru IPA? Siswa D : nggak begitu enak mbak, soalnya kalo dipanggil gak ddenger trus kebanyakan nyatet.

          Siswa E: sama Siswa F : sama, sedikit membosankan ya lumayan menyenangkan.

          Pneliti : usahanya pak guru untuk menarik dalam pembelajaran di kelas itu apa? Siswa D : pakai lagu biasanya. Tapi lagunya aneh gitu lho bu.

          Peneliti : pembelajaran sama pak guru biasanya bagaimana? Apakah sering ngrangkum, percobaan, nyatet, atau apa? Siswa D: sering nyatet, dijelasin, tapi jarang praktek mbak. Peneliti : kalau sering nyatet gtu suasana kelas bagaimana? Siswa F: ribut mbak.

          Peneliti : yang sering ribut siapa? Siswa D: ya siswa F mbak.

          Peneliti : Setelah kalian menggunakan mind map, menurut kamu terbantu menggunakan mind map nggak dan kesan membuat mind map bagai mana? Siswa D: biasa aja mbak.

          Siswa E : seneng kalo aku mbak. Siswa F: enak dua$duanya. Siswa D : enak nyatet mbak dari pada buat mind map mbak soalnya aku gak bisa nggambar.

          173

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          Peneliti : kan nggak harus ada gambarnya. Siswa D : kesuen mbak. Kalo nyatet cepet. Peneliti : Apa kesan selama belajar pesawat sederhana bersama guru khususnya pas menggunakan mind map? Siswa D: Bosen mbak gitu$gitu terus capek. Siswa E. senang mbak. Nggambar jadi semangat. Siswa F : bosan mbak. Sama alesannya kaya siswa D. Peneliti. Pertemuan berapa kalian merasa bosan? Siswa D: pas pertemuan ke tiga.

          Peneliti : Menurut kalian supaya mengingat materi lebih baik kalian memilih mind map atau merangkum? Siswa E: mind map mbak. Siswa D: mind map Siswa F : mind map Peneliti : sekarang mbak tanya siswa ,pesawat sederhana jenisnya apa saja? Siswa D : ada empat, katrol, pengungkit, bidang miring, dan roda berporos

          174

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        • -' " # 6 &gt; " /"/ $3 '" 0 %

          175

          Peneliti : Pada saat pembelajaran IPA di kelas anda sering menggunakan metode apa saja? Guru : metode tanya jawab, metode pemecahan masalah, kerja kelompok atau kooperative learning, percobaan, penugasan. Peneliti : apakah bapak menggunakan media? Guru : iya terkadang siswa saya minta membawa tumbuh$tumbuhan dan jika alat tersedia di laboratorium , ya saya menggunakan yang ada di lab. Peneliti : Metode yang sering bapak gunakan itu apa? Guru : saya terkadang menggunakan percobaan.

          Peneliti : Bagaimana nilai rata$rata siswa dalam menggunakan metode yang berbeda? Apakah sama? Guru : berbeda mbak, namun jika saya menggunakan metode percobaan itu nilainya bagus$bagus. Siswa juga senang jadi walau rame tapi mereka paham. Siswa dapat mengenal dan dapat mempraktekan benda$benda di sekitar mereka. Serta jangka waktu ingatnya juga lama. Sehingga jika diadakan tes, nilainya juga bagus$bagus. Peneliti : Menurut bapak penggunaan metode mind map itu sulit atau tidak? Guru : menurut saya malah mudah. Siswa akan mudah mengingat mbak. Siswa memetakan sendiri sesuai subnya kemudian diberi cabang$bercabang dan diberi gambar contoh$contoh nya sesuai imajinasi mereka sendiri. Peneliti : apakah menurut bapak mind map itu efektif digunakan dalam pembelajaran seperti yang dilakukan akhir$akhir ini? Guru : menurut saya, baik mbak, lebih baik lagi jika materi berkaitan dengan lingkungan. Pembelajaran dilakukan di luar kelas karena siswa akan lebih senang dan agak bebas mengekspresikan dalam membuat mind

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          map. Jika di luar mereka dapat melihat lingkungan yang mungkin bisa menambah imajinasi mereka dan bisa lebih kreatif. Peneliti : menurut bapak, Apakah dengan penggunaan metode mind map pada siswa di kelas VB antusias atau tidak? Guru : antusisas mbak, terlihat dari mereka menggambar dan membuat cabang$ cabang. Mereka kan belum pernah menggunakan metode mind map mind map bisa diterapkan di pelajaran lain. Peneliti : Menurut bapak materi sebelumnya yang tidak menggunakan metode mind map dengan materi sekarang (pesawat sederhana) dengan menggunakan mind map nilai rata$ratanya tinggi yang mana?

          Guru : setelah pembelajaran menggunakan mind map to mbak saya juga mengadakan tes. Ternyata materi yang diajarkan menggunakan mind map lebih nyantel dari pada yang sebelumnya. Trus cepet hafal kok mbak, Cuma masih ada siswa yang kurang percaya diri dalam menggambar pdahal sebenarnya ya bisa. Siswa kan nyabang$nyabang pesawat sederhana apa aja, ini,, ini,,

          Peneliti : menurut bapak kalau dibandingkan rata$rata nilai kelas V A yang tidak menggunakan metode mind map dan V B yang menggunakan metode mind map ada perbedaan?

          Guru : ada perbedaan, nilainya lebih bagus yang V B. lebih lengkap belajarnya mbak. Peneliti : Menurut bapak metode mind map dengan metode lain lebih nyaman menggunakan metode yang mana? Guru : kalo saya malah lebih baik saya gabungkan mbak. Misal saya menggunakan percobaan nah dalam LKSnya nanti saya suruh anak buat mind map begitu. Nantinya kan anak akan lebih jelas dan mudah untuk mengingatnya.

          176

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        • -' " # -= " &amp;

          177

          Contoh Siswa

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          178

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        • -' " # 3 )+) . .0 + .0 ( ) +")0

          179

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          180

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        • -' " # )+) . .0 + .0 ( &amp;('." -.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        • -' " # 7 /" + 4 - 4 0 + (

          183

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        • -' " # 8 /" + 4 . .0 +

          184

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        • -' " # 9 /" + .+." * / 1 .0 &amp;/&amp; . .0 +

          185

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        • -' " # : ( 0 4 0 + ( ) (+"/&amp;

          Skor Dosen I Skor Dosen II No Komponen Penilaian Komentar

          4

          3

          2

          1

          4

          3

          2

          1

          1 Kesesuaian antara SK, KD, dan indikator

          2 Kualitas perilaku yang dituntut Pertanyaan lebih dalam indokator mencerminkan konkret keutuhan perkembangan pribadi siswa

          

        3 Kesesuaian indikator 1a dengan Tidak ada item

        item soal yang diberikan

          4 Kesesuaian indikator 1b dengan item soal yang diberikan

          5 Kesesuaian indikator 1c dengan item soal yang diberikan

          6 Kesesuaian indikator 1d dengan item soal yang diberikan

          7 Kesesuaian indikator 2a dengan item soal yang diberikan

          8 Kesesuaian indikator 2b dengan item soal yang diberikan

          9 Kesesuaian indikator 2c dengan item soal yang diberikan

          10 Kesesuaian indikator 2d dengan item soal yang diberikan

          11 Kejelasan perintah pengerjaan soal

        12 Kualitas pedoman penilaian

          13 Bentuk muka instrument tes yang disajikan

          14 Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku Jumlah Skor

          40

          9

          52

          3 Total skor

          

        49

          55

        • -' " # ; . + * &amp;)"

          No Bobot Skor Terbobot

          1 Keseluruhan instrumen sudah layak digunakan 42$56

          2 Keseluruhan instrumen sudah layak digunakan dengan 28$41 revisi

          3 Keseluruhan instrumen kurang layak digunakan 14$27

          4 Keseluruhan instrumen tidak layak digunakan 1$13 186

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          &amp; &amp; %

          Tri Handayani merupakan anak ketiga dari pasangan bapak Sutarman dan ibu Suprihatin. Lahir di Sukabumi pada tanggal 25 April 1992. Pendidikan awal dimulai di Sekolah Dasar Negeri 1 Nangkakoneng, Sukabumipada tahun 1998$2001. Pada tahun 2001 penulis pindah ke SDN Pangkalan, Sukabumi. Kemudian penulis melanjutkan ke SMP N 1 Cikidang Sukabumi pada tahun 2004$2007. Setelah menyelesaikan pendidikan SMP penulis melanjutkan ke SMA N 1 Cikidang Sukabumi pada tahun 2007$2010.

          Pada tahun 2010 penulis melanjutkan pendidikannya di Universitas Sanata Dharma. Selama mengikuti perkuliah di Universitas Sanata Dharma penulis mengikuti berbagai kegiatan kampus, seminar, dan kepanitiaan. Penulis mengikuti seminar Kursus Dasar Mengajar Pramuka (KDM) sesuai dengan jurusan. Seminar yang diikuti penulis diantaranya seminar diseminasi hasil program hibah kompetisi (PHK), UNA seminar and $ on anti bias curriculum and teaching, seminar pendidikan etika penggunaan perpustakaan “Cintai perpustakaan, cintai diri sendiri” dan seminar$seminar lainnya yang menambah wawasan penulis.

          Penulis juga berperan aktif dalam kepanitian dalam acara yang diselenggarakan kampus maupun diluar kampus. Kegiatan kepanitian yang diikuti penulis dalam acara yang diselenggaran kampus diantaranya menjadi Dampok pada kegiatan parade gamelan anak 2011 DIY$JATENG, kemudian penulis menjadi Sie. Acara pada kegiatan parade gamelan anak 2012 se DIY$JATENG, dan menjadi sie among tamu dalam kegiatan pagelaran sendratari “Dewi Sri” kolaborasi UKM seni karawitan dengan UKM grisadha. Penulis mengikuti kegiatan kepanitiaan diluar kampus seperti karang taruna dan acara$acara lain yang diadakan dilingkungan rumah.

          187

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada pelajaran IPA siswa kelas V SD Sokowaten Baru Yogyakarta.
0
1
213
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV SD Sokowaten Baru Yogyakarta.
0
1
210
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan-Yogyakarta.
0
0
192
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta.
0
0
162
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
1
170
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
1
173
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV SD Sokowaten Baru Yogyakarta.
0
1
197
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta
0
0
149
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta
0
3
160
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta
0
2
190
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
144
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta - USD Repository
0
0
141
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
168
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SDN Tamanan 1 Yogyakarta - USD Repository
0
0
188
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta - USD Repository
0
0
146
Show more