HUBUNGAN ANTARA SIKAP SISWA TERHADAP MATEMATIKA DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SEMESTER I DI SMP PANGUDI LUHUR WEDI TAHUN AJARAN 20182019 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Progra

Gratis

0
0
143
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HUBUNGAN ANTARA SIKAP SISWA TERHADAP MATEMATIKA DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SEMESTER I DI SMP PANGUDI LUHUR WEDI TAHUN AJARAN 2018/2019 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika Disusun Oleh: Elisabet Resti Dianingsih 141414044 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA SIKAP SISWA TERHADAP MATEMATIKA DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SEMESTER I DI SMP PANGUDI LUHUR WEDI TAHUN AJARAN 2018/2019 Disusun Oleh: ELISABET RESTI DIANINGSIH NIM:141414044 Disetujui oleh Pembimbing Niluh Sulistyani, M.Pd. Yogyakarta, 17 Januari 2019 ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO  “Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur” Filipi 4:6  “kebahagiaan bukanlah sesuatu yang harus diraih. Dalam proses meraih sesuatu pun, kamu bisa bahagia” RM  iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan dan kuperuntukan kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah melimpahkan segala kasih sayang, berkat, bimbingan, mukjizat serta karunia yang luar biasa selama kehidupanku. Kedua orang tuaku yang tidak pernah berhenti berada di sampingku untuk menguatkan aku, memberikan kepercayaannya pada setiap keputusanku dan melimpahiku dengan cintanya sepanjang perjalananku. Sahabat-sahabat terbaiku yang rela memberikan waktu dan kasihnya untuk menemaniku, mendengarkan keluh-kesahku dan membuat kenangan indah sampai saat ini baik dalam kebahagiaan maupun kesedihan. Tak lupa pula bagi para inspirasiku, penghibur dan penyemangatku melalui karyanya Beyond the Scene. Tidak lupa kupersembahkan karya ini untuk Almamaterku. v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pusaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 28 Januari 2019 Penulis Elisabet Resti Dianingsih vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Elisabet Resti Dianingsih NIM : 141414044 Dalam perkembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan karya ilmiah saya yang berjudul: Hubungan antara Sikap Siswa Terhadap Matematika dengan Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa Kelas VIII di SMP Pangudi Luhur Wedi Tahun Ajaran 2018/2019 . Dengan demikian saya memberikan hak kepada perpustakaan Universitas sanata Dharma dalam untuk menyimpan, mengalihkan, dalam bentuk lain, mengelolanya bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, 28 januari 2019 Yang menyatakan Elisabet Resti Dianingsih vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Elisabet Resti Dianingsih. 141414044.2019. “Hubungan antara Sikap Siswa terhadap Matematika dengan Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa Kelas VIII Semester 1 di SMP Pangudi Luhur Wedi Tahun Ajaran 2018/2019”. Skripsi. Program Studi Matematika. Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan positif dan signifikan antara sikap siswa terhadap matematika dan kemampuan komunikasi matematika. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Pangudi Luhur Wedi tahun ajaran 2018/2019, pada bulan Oktober 2018. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Pangudi Luhur Wedi. Dari populasi sebanyak 64 siswa, diambil sampel 22 dengan menggunakan teknik Purposive sampling. Data sikap siswa terhadap matematika diperoleh dari siswa yang mengisi angket sikap siswa yang dianalisis berdasarkan kriteria skor sikap siswa. Data kemampuan komunikasi matematika diperoleh dari tes kemampuan komunikasi matematika secara tertulis. Hipotesis diuji dengan menggunakan Korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara sikap siswa terhadap matematika dan kemampuan komunikasi matematikanya dengan koefisien relasi sebesar 0,757 dan koefisien determinan sebesar 57,3049% sedangkan sisanya adalah pengaruh faktor lain. Hasil uji korelasi menunjukan nilai = 5,183 dan ttabel=2,080. Kata Kunci: Sikap Siswa Terhadap Matematika, Kemampuan Komunikasi Matematika viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Elisabet Resti Dianingsih. 1414114044.2019. “The Relation Between Students’ Attitudes Toward Mathematics And Mathematical Communication Skills On Students Class VIII Pangudi Luhur Wedi Junior High School Academic 2018/2019. Thesis Math Education Study Program. Department Of Math Education And Science. Faculty Of Teachers Training And Education. Sanata Dharma University Yogyakarta. The research aimed to find out whether there is a positive and significant relation between students’ attitude toward mathematics and mathematical communication skills. The reasearch was conducted in Pangudi Luhur Wedi Junior High School in Academic Year 2018/2019, in October 2018. The subjects of this research were the eight grade students of Pangudi Luhur Wedi Junior High School. The population were 64 students. The samples were 22 taken by using Purposive sampling Technicque. The data of students’ attitude toward mathematics were obtained from students who filled questionaires of students's attitude which were analyzed based on the criterion of student's attitude score. The data of mathematical communication skills obtained from the result of writing test mathematical communication skills. The hypothesis was tested by using Pearson correlation. The result of research showed that there was a positive and significant relation between students’ attitude toward mathematics and mathematical communication skills with the value of correlation coefficient 0,757 and value of determinant coefficient 57,305% while the rest was another factor. Correlation of = 5,183 and ttabel=2,080. These test results showed that relation with results demonstrated that the accepted hypotesis. Keyword: students’ attitude toward mathematics, mathematical communication skills ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat dan rahmat-Nya selama penulisan skripsi ini sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Hubungan antara Sikap Siswa terhadap Matematika dengan Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa Kelas VIII di SMP Pangudi Luhur Wedi Tahun Ajaran 2018/2019” dengan baik. Skripsi ini dibuat untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana pendidikan pada Program Studi Matematika, Jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penulisan skripsi ini mendapatkan doa dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada: 1. Bapak Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si., selaku dekan Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Bapak Dr. M. Andy Ruditho, S.Pd., selaku ketua Jurusan Pendidikan Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sanata Dharma. 3. Bapak Beni Utomo, M.Sc., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharma. 4. Ibu Maria Suci Apriani, S.Pd, M.Sc. selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharma sekaligus Dosen Pembimbing Akademi Angkatan 2014. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Ibu Niluh Sulistyani, M.Pd., selaku dosen pembimbing yang telah dengan sabar dan teliti selama proses penyusunan skripsi ini dari awal hingga akhir. 6. Ibu Veronika Fitri Rianasari, S.Pd., M.Sc., selaku dosen yang memvalidasi serta memberikan masukan terhadap instrumen penelitian yang telah peneliti buat. 7. Kedua orang tuaku yang tercinta, Bapak Antonius Prasetyo dan Ibu Irmina Surti Irianti yang selalu mendoakan, memberikan penguatan serta kepercayaan penuh untuk setiap keputusan atau jalan yang saya ambil selama penyusunan skripsi ini. 8. Ketiga kakakku yang terkasih, Thomas Pranowo, Margaretha Indah Karnasih, dan Yosephin Asri Wulandari, beserta ketiga kakak iparku mbak Teti, Mas Anton dan Mas bayu yang selalu memberikan saran dan motivasinya dalam penyusunan skripsi. 9. Sahabat-sahabatku Titong, Awang, Ratna, Tanti, Vero, Abang, Intan, Tata, Ambar dan Olive yang telah memberikanku semangat dan dukungan untuk menyelesaikan skripsi. 10. Anak-anak kos Anggrek yang telah menemani selama 4,5 tahun ini. 11. Karya-karya Beyond the Scene (BTS) yang telah menyemangati, menginspirasi, dan menemani penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 12. Teman-teman pendidikan matematika angkatan 2014 13. Ibu Ch. Retno Prasetyaningsih, S.Pd., selaku guru matematika SMP Pangudi Luhur Wedi xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14. Siswa kelas VIII A dan VIII C SMP Pangudi Luhur Wedi yang telah membantu penelitian ini sebagai subyek penelitian 15. Semua pihak yang tak dapat penulis sebutkan satu per satu yang turut membantu dan mendukung penulis dalam menyelesaikan skripsi Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis memohon maaf atas segala kekurangan yang ada dalam skripsi ini. Akhirnya, penulis berharap semoga penulisan ini dapat bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi pembaca. Penulis Elisabet Resti Dianingsih xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... iii HALAMAN MOTTO ...................................................................................... iv HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .......................................................... vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ............................................ vii ABSTRAK ....................................................................................................... viii ABSTRACT ....................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ..................................................................................... x DAFTAR ISI .................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL ............................................................................................ xvi DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1 A. Latar Belakang ..................................................................................... 1 B. Identifikasi Masalah ............................................................................. 5 C. Rumusan Masalah ................................................................................ 6 D. Batasan Masalah................................................................................... 6 E. Batasan Istilah ...................................................................................... 6 F. Tujuan penelitian .................................................................................. 7 G. Manfaat Penelitian ............................................................................... 8 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN TEORI.................................................................................. 9 A. Hasil Belajar Siswa .............................................................................. 9 B. Sikap Siswa Terhadap matematika ...................................................... 11 C. Kemampuan Komunikasi Matematika ................................................. 17 D. Faktorisasi Suku Aljabar ...................................................................... 26 E. Kerangka Berpikir ................................................................................ 31 F. Hipotesis............................................................................................... 33 BAB III METODOLOGI ................................................................................. 34 A. Jenis Penelitian ..................................................................................... 34 B. Metode Peneitian .................................................................................. 34 C. Lokasi dan Waktu Penelitian ............................................................... 35 D. Variabel Penelitian ............................................................................... 35 E. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling.............................................. 35 F. Bentuk Data .......................................................................................... 36 G. Metode Pengumpulan Data .................................................................. 36 H. Instrumen pengumpulan Data .............................................................. 37 I. Validitas dan Realibilitas Instrumen .................................................... 44 J. Metode Analisis Data ........................................................................... 46 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ......................................................... 50 A. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian .................................................. 50 B. Penyajian Data ..................................................................................... 57 C. Analisis Data ........................................................................................ 70 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Pembahasan Hasil Penelitian ............................................................... 79 E. Keterbatasan Penelitian ........................................................................ 83 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................... 84 A. Kesimpulan .......................................................................................... 84 B. Saran .................................................................................................... 85 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 87 LAMPIRAN xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar .................................... 25 Tabel 3.1 Kisi-kisi Tes Kemampuan Komunikasi Matematika ....................... 38 Tabel 3.2 Penskoran Setiap Pernyataan (Skala Likert) .................................... 39 Tabel 3.3 Kisi-kisi Angket ............................................................................... 40 Tabel 3.4 Intepretasi Koefisien Korelasi .......................................................... 47 Tabel 4.1 Waktu Pengambilan Data ................................................................ 51 Tabel 4.2 Hasil uji validitas angket sikap siswa terhadap matematika ............ 52 Tabel 4.3 Hasil uji validitas instrumen soal tes kemampuan komunikasi Matematika ....................................................................................... 53 Tabel 4.4 Hasil uji realibilitas instrumen penelitian ........................................ 55 Tabel 4.5 Hasil pengisian angket sikap siswa terhadap matematika ............... 58 Tabel 4.6 Hasil tes kemampuan komunikasi matematika ................................ 60 Tabel 4.7 Hasil perhitungan uji normalitas data sikap siswa terhadap Matematika ........................................................................................ 71 Tabel 4.8 Hasil perhitungan uji normalitas data kemampuan komunikasi Matematika....................................................................................... 72 Tabel 4.9 Data perhitungan koefisien korelasi ................................................. 73 Tabel 4.10 Hasil perhitungan hubungan sikap siswa terhadap matematika dengan komunikasi matematika .................................................... 77 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN 1 Surat Penelitian .................................................................... 91 LAMPIRAN 2 Lembar Validasi Instrumen ................................................. 93 LAMPIRAN 3 Instrumen Angket ................................................................ 100 LAMPIRAN 4 Instrumen Kemampuan Komunikasi Matematika .............. 105 LAMPIRAN 5 Data Uji Validitas Dan Realibilitas Instrumen Angket ....... 115 LAMPIRAN 6 Data Uji Validitas Dan Realibilitas Instrumen Tes ............. 118 LAMPIRAN 7 Hasil Uji Normalitas SPSS .................................................. 120 LAMPIRAN 8 Hasil Uji Hipotesis SPSS ..................................................... 122 LAMPIRAN 9 Dokumentasi Foto ................................................................ 124 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib dikuasi oleh pelajar. Salah satu peran matematika ialah sebagai bahasa simbolik yang memungkinkan komunikasi secara cermat dan tepat. Hal tersebut sesuai dengan tujuan umum pembelajaran matematika yang dirumuskan oleh NCTM (National Countil of teacher of Mathematic) yaitu mencakup kemampuan pemecahan masalah, kemampuan komunikasi, kemampuan koneksi, kemampuan penalaran dan representasi. Sebagai suatu bahasa, pelajar diharapkan dapat menggunakannya untuk mengkomunikasikan informasi maupun ide-ide yang diperolehnya. Komunikasi yang dimaksud dapat berupa lisan maupun tulisan dimana persoalan disampaikan melalui bahasa matematika, misalnya dengan menyajikan suatu permasalahan kedalam model matematika berupa grafik, diagram, persamaan matematika, tabel dan lain-lain. Menurut Armiati (2003: MP-18), “Komunikasi matematika adalah suatu keterampilan penting dalam matematika yaitu kemampuan untuk mengekspresikan ide-ide matematika secara koheran kepada teman, guru dan lainnya melalui bahasa lisan ataupun tulisan”. Sedangkan menurut 1

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Guerreiro (2008), “Komunikasi matematika merupakan alat bantu dalam transmisi pengetahuan matematika atau sebagai pondasi membangun pengetahuan matematika”. Oleh karena itu, dalam komunikasi matematika sebagai bagian dari hasil belajar matematika dapat dijadikan dasar atau pondasi bagi siswa untuk belajar matematika ditahapan selanjutnya. Keterampilan mengekspresikan tersebut serta pengetahuan yang diperolehnya dari hasil belajar sebelumnya dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengekspresikan suatu persoalan matematika. Dalam merealisasikan upaya peningkatan kemampuan komunikasi matematika tersebut memang bukanlah hal yang mudah. Menurut penuturan dari guru pengampu matematika Di SMP Pangudi Luhur Wedi, pengembangan komunikasi matematika terkadang tidak maksimal mengingat bahwa waktu penyelesaian materi memiliki tuntutan untuk segera diselesaikan. Pengajar merasa kekurangan waktu untuk mengembangkan kemampuan ketrampilan dalam pengekspresian ide yang dimiliki siswa jika harus semua ditumpuk dalam satu semester. Menurut beliau, kendala tersebut harus diimbangi dengan kemauan siswa sendiri belajar diluar jam belajar sekolah. Selain itu, sebagai penunjang keberhasilan pembelajaran matematika, dorongan internal maupun eksternal dari si pembelajar pastinya juga berperan aktif pada perkembangan yang terjadi dalam

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 dirinya. Syah (2003:144) menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi belajar siswa dari dalam diri siswa secara psikologis yaitu: tingkat kecerdasan, intelegensi, sikap, minat, bakat, motivasi, kemampuan menghubungkan konsep-konsep, perkembangan mental dan faktor yang bersifat jasmani. Sikap seorang siswa terhadap suatu pembelajaran matematika baik berupa penolakan maupun penerimaan akan berpengaruh terhadap hasil belajarnya. Penolakan maupun penerimaan yang ditunjukan oleh siswa saat pembelajaran matematika berlangsung tentunya akan berpengaruh terhadap hasil yang diinginkan oleh pengajar dalam mencapai tujuan pembelajarannya. Ruseffendi (1997: 9-12) mengemukakan bahwa satu diantara 5 hal yang mempengaruhi keberhasilan belajar siswa adalah sikap positif siswa. Sikap siswa terhadap matematika dan komunikasi matematis adalah suatu hal yang perlu diperhatikan baik diawal maupun selama proses pembelajaran matematika berlangsung. Jika demikian maka tidak menutup kemungkinan sikap siswa terhadap matematika juga berkaitan dengan kemampuan komunikasi matematis. Pada kelas VII, tahapan yang dilalui peserta didik lebih kepada pengenalan, penyesuaian diri atau adaptasi dengan lingkungan sekolah serta budaya ajar yang di terapkan. Akan tetapi, kasus yang terjadi untuk siswa kelas VIII SMP Pangudi Luhur Wedi dimana kelas mengalami pengacakan kelas akan menjadi tantangan tersendiri untuk memahami

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 siswa. Anak-anak yang berada pada tingkatan kelas VIII diyakini telah mengalami penyesuaian belajar di sekolah tersebut, sehingga dalam tuntutanya untuk menghadapi pembelajaran matematika selanjutnya, pemahaman akan kemampuan-kemampuan yang dimiliki baik hasil dari belajar maupun beberapa faktor belajar hasil belajar sebelumnya menarik untuk diketahui. Saat melakukan kunjungan pertama di SMP Pangudi Luhur wedi, guru pengampu mata pelajaran matematika mengatakan bahwa dalam pengamatannya selama mengajar, ia menemukan bahwa karakter yang beragam dalam belajar matematika. Pilihan yang tepat digunakan pada awal pembelajaran adalah mengetahui hal mendasar yang dimiliki siswa. Salah satu pengukuran dasar yang dapat dilakukan yakni sikap siswa terhadap matematika dan kemampuan komunikasi matematika. Primasiwi (2012) menyatakan dalam penelitiannya bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara sikap siswa terhadap matematika dengan prestasi belajar matematika. Hubungan tersebut bersifat positif atau searah, dimana jika terjadi peningkatan sikap siswa terhadap matematika maka hasil belajar matematika siswapun akan meningkat. Komunikasi matematika merupakan salah satu kemampuan hasil dari belajar matematika yang kemudian dapat dijadikan dasar bagi siswa untuk belajar matematika di tahap selanjutnya. Dengan demikian,

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 apabila terjadi peningkatan pada sikap siswa terhadap matematika maka kemampuan komunikasi matematikanya akan meningkat juga. Untuk menjawab kebenaran pernyataan yang ada di atas, peneliti merasa tertarik untuk mengetahui hubungan antara sikap siswa terhadap matematika dengan kemampuan komunikasi matematika di SMP Pangudi Luhur Wedi. Maka peneliti mengambil judul karya tulis “Hubungan Antara Sikap Siswa terhadap Matematika dengan Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa Kelas VIII Semester I di SMP Pangudi Luhur Wedi Tahun Ajaran 2018/2019” B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang di atas dapat diidentifikasi permasalahan sebagai berikut: 1. Sikap siswa terhadap matematika yang menjadi dasar bagi siswa dalam merespon pembelajaran sering diabaikan meskipun berdampak pada hasil belajar. 2. Kemampuan komunikasi matematika terkadang tidak dikembangkan dikarenakan tuntutan penyelesaian materi pembelajaran yang tepat waktu. Hal tersebut sedikit menyimpang mengingat bahwa kemampuan komunikasi matematika dapat menjadi dasar kemampuan yang harus dimiliki siswa dalam pelajaran matematika ditingkat selanjutnya.

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 C. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka dapat dikemukakan rumusan masalah berikut: “Apakah ada hubungan yang positif dan signifikan antara sikap siswa terhadap matematika dengan kemampuan komunikasi matematika siswa kelas VIII semester I di SMP Pangudi Luhur Wedi tahun ajaran 2018/2019?” D. Batasan Masalah Agar pembahasan tidak terlalu meluas maka dalam penelitian ini hanya mencakup materi pembelajaran matematika dengan pokok bahasan faktorisasi aljabar. Kesimpulan dari penelitian ini tidak dapat digunakan untuk sekolah lain maupun tahun ajaran lain. Pengukuran kemampuan komunikasi matematika dilakukan secara tertulis dengan data pendukung yakni wawancara guru dan siswa. E. Batasan Istilah Agar penelitian ini lebih terarah dan mencegah terjadinya penyimpangan, penafsiran yang tidak tepat, dan dapat mencapai tujuan penelitian, masalah penelitian dibatasi berdasarkan hal-hal sebagai berikut:

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 1. Sikap siswa dalam matematika adalah kecenderungan menolak atau menerima matematika berdasarkan penilaian matematika sebagai hal yang berharga untuk diri sendiri. 2. Kemampuan komunikasi matematika adalah suatu keterampilan penting dalam matematika yaitu kemampuan untuk mengekspresikan ide-ide matematika secara koheran kepada teman, guru dan lainnya melalui bahasa lisan ataupun tulisan. Melihat dari definisi komunikasi, maka penelitiini lebih mengarah pada komunikasi secara tulisan dimana pelajar mampu menuliskan tentang apa yang mereka kerjakan, mampu mengklarifikasi ide-ide, membuat argumen yang meyakinkan disaat menghadapi persoalan matematika. Sebab inti dari menulis adalah komunikasi, karena dengan menulis kita sedang menyampaikan pesan untuk orang lain dan untuk diri sendiri. F. Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan yang positif dan signifikan antara sikap siswa terhadap matematika dengan kemampuan komunikasi matematika siswa kelas VIII semester I di SMP Pangudi Luhur Wedi tahun ajaran 2018/2019.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 G. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi: 1. Guru Matematika dalam upaya untuk meningkatkan pengetahuan matematika yakni dengan meningkatkan kemampuan komunikasi matematika melalui pengubahan cara pandang ataupun pemberian respon siswa terhadap matematika, ataupun sebaliknya meningkatkan kemampuan komunikasi memperbaiki sikap siswa terhadap matematika selama pembelajaran. Hal ini dimaksudkan untuk membantu siswa dapat mencapai tujuan belajarnya. 2. Peneliti mengembangkan dirinya sebagai upaya mempersiapkan perannya dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran matematika. Sehingga dengan demikian peneliti mampu memiliki pengetahuan ataupun acuan untuk membuat rencana atau strategi kreatif untuk pengajarannya kelak.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN TEORI A. Hasil Belajar Siswa Ada berbagai pengertian belajar yang dikenal dan dijadikan pedoman dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Burton (Susanto, 2013:3), belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu lain dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya. Sementara menurut Hilgard (1962), belajar adalah suatu perbahan kegiatan reaksi terhadap lingkungan. Perubahan kegiatan yang dimaksud mencakup pengetahuan, kecakapan, tingkah laku, dan ini diperoleh melalui latihan (pengalaman). Hilgard menegaskan bahwa belajar merupakan proses mencari ilmu yang terjadi dalam diri seseorang melalui latihan, pembiasaan, pengalaman dan sebagainya. Hasil belajar adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri siswa, baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotor sebagai hasil dari kegiatan belajar. Pengertian tentang hasil belajar sebagaimana diuraikan di atas dipertegas lagi oleh Nawawi yang menyatakan bahwa hasil belajar dapat diartikan sebagai tingkat 9

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 materi pelajaran tertentu (Brahim dalam Susanto, 2015:5). Kegiatan pembelajaran atau kegiatan instruksional, biasanya guru menetapkan tujuan belajar. Anak yang berhasil dalam belajarnya adalah yang berhasil mencapai tujuan-tujuan pembelajaran atau tujuan instruksional. Terdapat dua faktor yang dapat mempengaruhi proses belajar dan hasil belajar siswa yakni, faktor internal dan faktor eksternal. Kedua faktor sangatlah memiliki pengaruh yang beragam dan berbeda untuk setiap siswa. Menurut Syah (2003:144), faktor internal yang mempengaruhi belajar siswa (faktor psikologis) yaitu: tingkat kecerdasan, intelegensi siswa, sikap siswa, minat, bakat, motivasi, kemampuan yang menghubungkan konsep-konsep, perkembangan mental, dan sebagainya. Sedangkan secara eksternal faktor yang mempengaruhi belajar siswa meliputi lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, tempat tinggal keadaan teman sebaya, fasilitas belajar, dan waktu belajar. Untuk mengetahui apakah hasil belajar yang dicapai telah sesuai dengan tujuan yang dikehendaki maka dapat diketahui lewat evaluasi. Evaluasi merupakan proses penggunaan informasi untuk membuat pertibangan seberapa efektif suatu program telah memenhi kebutuhan siswa. Evaluasi dan penilaian tersebut dapat menjadi feedback atau tindak lanjut, atau bahkan untuk mengukur tingkat penguasaan siswa (Susanto, 2013:5). Evaluasi biasanya dilakukan saat pembelajaran berlangsung atau bisa juga dilakukan pada akhir pembelajaran sebagai alat untuk mengukur kemampuan yang dimiliki oleh siswa setelah melakukan proses belajar.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 B. Sikap Siswa Terhadap Matematika 1. Pengertian Sikap Sikap berasal dari bahasa latin “aptus” yang berarti dalam keadaan sehat dan siap melakukan aksi/tindakan. Secara harafiah, sikap dipandang dalam kesiapan raga yang dapat diamati. Banyak pengertian dari kata sikap seperti yang akan dijabarkan berikut ini oleh beberapa ahli, yaitu: a. Menurut W.S Winkel (1987:228), Sikap berarti kecenderungan untuk menerima atau menolak suatu obyek berdasarkan penilaian terhadap obyek itu sebagai hal yang berguna atau berharga (sikap positif) atau tidak berguna atau tidak berharga (sikap negatif). b. Menurut Bimo (2003), sikap adalah keyakinan seseorang tentang suatu objek atau situasi yang relatif tetap dan teratur disertai adanya adanya perasaan tertentu dan memberikan dasar untuk merespon dengan cara tertentu yang dipilihnya. c. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2018), sikap adalah perbuatan dan sebagainya yang berdasarkan pada pendirian, keyakinan. d. Notoatmodjo (1993) menyatakan bahwa sikap merupakan kesiapan atau kesediaan seseorang untuk bertindak. e. Menurut Natawidjaya (1987:40), sikap merupakan kesiapan mental individu yang mempengaruhi, mewarnai, bahkan menentukan

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 kegiatan individu yang bersangkutan dalam memberikan respon dalam obyek atau situasi yang memberi arti baginya. Dari definisi-definisi yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa sikap merupakan sebuah kecenderungan yang dimiliki seorang individu dalam memberikan respon pada obyek sikap tertentu baik berupa penolakan (negatif) maupun penerimaan (positif) sesuai dengan penilaian akan obyek tersebut bagi dirinya. Pada dasarnya sikap bukan merupakan suatu pembawaan, melainkan hasil interaksi antara individu dengan lingkungan sehingga sifat bersifat dinamis. Sikap tidaklah terbentuk dengan sendirinya, karena pembentukan sikap senantiasa akan berlangsung dalam interaksi manusia berkenaan dengan obyek tertentu (Dayakisni, 2009:82). 2. Komponen Sikap Sikap adalah konsep yang dibentuk dari tiga aspek (komponen), yaitu aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek prilaku (konasi) yang berinteraksi dalam memahami merasakan dan berprilaku terhadap suatu obyek (Azwar, 2005:23). Ketiga komponen tersebut saling menunjang satu sama lain. Komponen kognitif merupakan gambaran kepercayaan seseorang mengenai apa yang berlaku atau apa yang benar bagi pemilik sikap. Kepercayaan yang terbentuk akan menjadi dasar pengetahuan dan pemahaman seseorang mengenai apa yang diharapkan dari obyek tertentu. Hal tersebut terkait dengan

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 pengetahuan, pandangan, keyakinan yaitu hal-hal yang berhubungan dengan bagaimana orang mempersepsi terhadap obyek sikap (Bimo, 2003:107). Faktor yang membentuk kepercayaan tersebut adalah pengalaman pribadi maupun yang diceritakan orang lain, dan kebutuhan emosional. Komponen afektif merupakan perasaan yang menyangkut hubungan emosional seseorang terhadap obyek sikap. Reaksi emosional ini dipengaruhi oleh kepercayaan seseorang terhadap obyek tersebut. Dengan lebih sederhana kita dapat mengatakan bahwa komponen afektif merupakan komponen yang berhubungan dengan rasa senang atau tidak senang terhadap suatu obyek sikap (Bimo, 2003:108). Jika kita percaya bahwa sesuatu sangat sulit dilakukan maka kita akan mulai tidak menyukai hal tersebut begitu pula sebaliknya. Peranan emosi menjadi akar dari sikap seseorang terhadap obyek tertentu. Komponen konasi (aspek prilaku) merupakan kecenderungan untuk bertindak dan berprilaku yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan obyek sikap yang dihadapinya. Ketiga komponen saling berkaitan sedemikian hingga kepercayaan dan perasaan mempengaruhi prilaku seseorang terhadap obyek sikap. Sikap tercerminkan pada perilaku yang diberikan oleh individu saat menghadapi suatu obyek sikap. Berdasarkan itu maka dapat dilihat

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 beberapa macam respon yang digunakan oleh peneliti dalam mengukur sikap yaitu: a. Respon bersifat kognitif Respon bersifat kognitif berhubungan dengan pemikiran atau persepsi kita tentang objek sikap. Obyek sikap tersebut dapat berupa benda, orang, institusi social maupun peristiwa tertentu. Secara verbal, pemikiran seseorang dapat diidentifikasi dari ungkapan keyakinan (beliefs) atas sesuatu, baik yang cenderung negative maupun positif. Keyakinan ini berkaitan dengan pengetahuan, pemahaman, dan konsepsi seseorang terhadap obyek tersebut. b. Respon bersifat afektif Respon bersifat afektif yang menunjukan sikap seseorang dapat kita simpulkan dari evaluasi atau perasaan seseorang atas obyek dari sikapnya. Secara verbal kita dapat memperolehnya dari apakah ia mencela atau memuji, menaruh hormat atau membenci, dan lain sebagainya. Dapat dikatakan pula bahwa respon yang bersifat afektif merupakan perasaan yang menyangkut hubungan emosional seseorang terhadap obyek sikap. c. Respon bersifat konatif Respon yang bersifat konatif dapat dilihat dari kecenderungan prilaku, keinginan, komitmen, dan tindakan yang terkait dengan obyek sikap. Dalam bentuk verbal, kita bisa

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 menemukannya dengan memperhatikan apa yang dikatakan seseorang tentang apa yang dikerjakan, direncanakan atau yang akan mereka lakukan seandainya berada disituasi tertentu. Respon ini juga berkaitan dengan komponen perilaku yang merupakan salah satu aspek dari sikap, di mana komponen yang dimaksudkan menunjukan bagaimana perilaku atau kecenderungan yang ada dalam diri saat berhadapan dengan salah satu obyek sikap. Oleh karena itu, sikap sikap siswa terhadap suatu obyek tercemin pada prilakunya terhadap obyek tersebut. Ketika seseorang bersikap pada suatu obyek, maka ketiga respon tersebut akan mempolakan arah yang seragam sehingga membentuk keselarasan dan kekonsistenannya. Menurut Azwar (2005:28), apabila salah satu diantara komponen sikap tidak konsisten dengan komponen lainnya maka akan terjadi ketidakselarasan yang menyebabkan timbulnya mekanisme perubahan sikap sehingga tercapai konsistensi kembali. Sikap seseorang terhadap suatu obyek berperan sebagai perantara antara respon yang dilakukan orang tersebut dengan obyek yang disikapi. Respon tersebut bisa berupa respon kognitif (reaksi perceptual dan pernyataan mengenai apa yang diyakini), respon afektif (respon saraf simpatetik dan pernyataan afeksi), maupun respon prilaku (berupa tindakan dan pernyataan mengenai prilaku). Dengan melihat salah satu dari ketiga respon tersebut maka sikap seseorang terhadap suatu obyek dapat diketahui. Hal tersebut dapat menentukan

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 seberapa positif atau negatif sikap yang dimiliki seseorang terhadap suatu obyek. 3. Sikap Siswa terhadap Matematika Sikap siswa terhadap matematika mempengaruhi prestasi belajar matematika dan prestasi yang dicapai berpengaruh pula pada pembentukan sikap siswa terhadap matematika (Primasiwi, 2012). Sikap siswa menjadi salah satu faktor internal yang mempengaruhi siswa belajar. Dalam bidang studi matematika, sikap siswa terhadap matematika dapat diketahui dari respon kognitif, afektif maupun konatif siswa tersebut terhadap matematika. Selain itu juga sikap siswa terhadap matematika dapat dilihat dari kemauannya untuk terlibat atau melibatkan diri dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan matematika. Berdasarkan ketiga komponen sikap, baik itu kepercayaan, kesukaan ataupun prilaku yang ditunjukan terhadap matematika dapat menjadi tolak ukur untuk mentukan sikap siswa terhadap matematika. Ketiga komponen (kognitif, afektif dan konaktif) saling membentuk pola yang serah sedemikian dapat dikatakan sebagai kecenderungan. Apabila siswa percaya bahwa matematika itu sulit maka ia akan merasa tidak suka terhadap pelajaran matematika, akibatnya tidak akan ada usaha yang dilakukan untuk memperbaiki persepsi yang dimilikinya dan mempengaruhi proses belajarnya. Dengan demikian, kita dapat mengatakan bahwa sikap siswa terhadap matematika dapat

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 menjadi faktor dasar yang mempengaruhi belajar siswa. Sikap merupakan sebuah kecenderungan, maka jika hal tersebut negatif akan membawa hasil yang kurang memuaskan bagi pembelajaran matematika diakibatkan kurangnya keterlibatan siswa yang secara senang hati untuk mengikuti pembelajaran yang berlangsung. C. Kemampuan Komunikasi Matematika Komunikasi merupakan kegiatan yang dapat kita temukan disekitar kita. Pengertian komunikasi banyak dikemukakan oleh beberapa ahli yang kemudian dapat dijadikan acuan maupun pedoman yang digunakan oleh beberapa orang untuk mengungkap pengerttian dari komunikasi. Aristoteles yang hidup empat abad sebelum masehi dalam bukunya Rethoric (Ansari, 2016:11) membuat definisi komunikasi dengan menekankan “siapa mengatakan apa kepada siapa”. Selanjutnya definisi ini dikembangkan oleh ahli ilmu politik bernama Lasswel pada tahun 1948 yaitu “siapa yang mengatakan apa, melalui apa, kepada siapa, dan apa akibatnya” (Cangra, 2007). Selain pengertian dasar dari komunikasi di atas, para sarjana komunikasi juga membuat definisi yang mengkhususkan diri pada studi komunikasi antar manusia (human communication). Dalam studinya dikatakan bahwa “communication is the process by which an individual (the communicato) rtransmit stimuly (usually verbal) to modify the behavior of other individuals (the audience).” (Ansari, 2016:11).

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 Pernyataan tersebut ingin mengatakan bahwa komunikasi adalah suatu proses di mana individu menyampaikan seseuatu secara verbal kepada orang lain dengan tujuan merubah tingkah laku pendengarnya. Ada pengertian berbeda dari komunikasi yang di sampaikan oleh Bareleson, Steiner, dan Gerbner pada tahun 1964 (Ansari, 2016:12) yakni mereka mengatakan bahwa komunikasi tidak hanya sebatas verbal melainkan dapat juga menggunakan simbol-simbol, kata-kata, grafik dan lain-lain yang sejenis. Menurut Greenes dan Schulman (Armiati, 2009:3) beberapa peran penting komunikasi yaitu untuk menyatakan ide melalui percakapan, tulisan demonstrasi dan melukiskan secara visual dalam tipe yang berbeda: memahami, menginterpretasi, dan mengevaluasi ide yang disajikan dalam tulisan atau dalam bentuk visual; mengonstruksi, mengkonstruksi, mengintepretasi dan mengaitkan brbagai ide dan hubungannya; membuat pengamatan dan konkekture, merumuskan pertanyaan, membawa dan mengevaluasi informasi; menghasilkan dan menyatakan argumen secara persuasif. Selain itu Abdulhak (2001), mengemukakan komunikasi sebagai proses penyampaian pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan melalui saluran tertentu untuk tujuan tertentu. Kedua pernyataan mengarah pada interaksi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih sebagai sarana untuk bertukar informasi agar bisa dimengerti melalui beberapa cara.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 Dalam ilmu komunikasi terdapat tiga bentuk komunikasi yaitu komunikasi linier (satu arah), komunikasi “relational & interaktif” dan komunikasi konvergen (multi arah). Konsep komunikasi konvergen merupakan prinsip pertama dalam pengajaran dan pembelajaran. Di dalam pengertiannya komunikasi konvergen merupakan komunikasi yang berlangsung secara multi arah, diantara penerima menuju suatu fokus atau minat yang dipahami bersama dan berlangsung secara dinamis serta berkembang kearah pemahaman kolektif dan berkesinambungan (Ansari, 2016:13). Sedemikian hingga dalam hal pengajaran dan pembelajaran berarti bahwa keberhasilan program belajar-mengajar salah satunya bergantung pada bentuk komunikasi yang digunakan oleh guru pada saat ia berinteraksi dengan siswa, siswa kepada guru maupun antar siswa. Dalam matematika komunikasi ditujukan pada pemecahan masalah. Disisi lain kita mengetahui bahwa matematika memiliki peran sebagai “bahasa” simbolik yang memungkinkan terwujudnya komunikasi secara cermat dan tepat. Begitu pula sebaliknya komunikasi memainkan peran yang penting dalam membantu siswa bukan saja dalam membina konsep melainkan membina perikaitan antara ide dan bahasa abstrak dengan simbol matematika. Semua orang dapat menggunakan matematika untuk mengkomunikasikan informasi maupun ide-ide yang diperolehnya. Dengan demikian kita dapat menyebut bahwa matematika merupakan salah satu alat komunikasi.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 Akan tetapi selain pengertian bahwa matematika sebagai alat komunikasi, ada juga pengertian komunikasi matematika atau komunikasi dalam matematika (communication in mathematic). Komunikasi dalam matematika berkaitan dengan kemampuan dan keterampilan siswa dalam berkomunikasi. Menurut Guerreiro (2008), komunikasi matematika merupakan alat bantu dalam transmisi pengetahuan matematika atau sebagai pondasi dalam membangun matematika. Menurut Armiati (2003: MP-18), “Komunikasi matematika adalah suatu keterampilan penting dalam matematika yaitu kemampuan untuk mengekspresikan ide-ide matematika secara koheran kepada teman, guru dan lainnya melalui bahasa lisan ataupun tulisan”. Dengan menggunakan bahasa matematika yang benar untuk berbicara dan menulis tentang apa yang mereka kerjakan, mereka akan mampu mengklarifikasi ide-ide mereka dan belajar bagaimana membuat argumen yang meyakinkan dan mempresentasikan ide-ide matematika. Seperti halnya pada definisi komunikasi secara umum bahwa penyampaian komunikasi matematika dilakukan dalam dua tipe yaitu lisan dan tulisan. Inti dari “menulis” adalah komunikasi, karena dengan menulis kita sedang menyampaikan pesan untuk orang lain atau untuk diri sendiri (Surya, 2009:26). Kemampuan komunikasi tulis bisa berupa kemampuan penulisan simbol, sistematis cara menulis hingga menemukan hasil akhir, dan menggunakan simbol sesuai fungsi.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 Komunikasi matematika adalah suatu kegiatan yang melibatkan cara menafsirkan dan menyatakan gagasan matematika baik secara lisan maupun tulisan, sedangkan kemampuan komunikasi matematika adalah kecakapan atau kesanggupan siswa dalam melakukan kegiatan yang melibatkan penafsiran dan menyatakan gagasan secara lisan maupun tulisan. Menurut Sumarmo (Sari, 2016: 2), kemampuan komunikasi matematika merupakan salah satu dari lima kemampuan dasar dalam mempelajari matematika. Hal itu menjadikan bahwa pengetahuan seorang pengajar tentang kemampuan komunikasi matematika siswa yang diajarnya penting pembelajaran. Adapun matematika yaitu menjelaskan untuk diketahui pengertian untuk dari mempelancar kemampuan proses komunikasi kemampuan siswa untuk mempresentasikan dan suatu pemecahan masalah atau ide matematika dengan menggunakan simbol-simbol matematika, tabel, diagram, gambar, grafik dalam pemecahan masalah matematis. Pada penelitian ini kemampuan komunikasi matematika yang diamati hanyalah kemampuan komunikasi matematika secara tertulis. Menurut Sumarmo (Endriani, 2017: 4), kemampuan komunikasi matematis meliputi kemampuan: a. Menghubungkan benda nyata, gambar dan dan diagram kedalam ide matematis b. Menjelaskan ide, situasi dan relasi matematis secara lisan atau tulisan dengan benda nyata, gambar, grafik, aljabar dan diagram

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 c. Menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau symbol matematis d. Mendengarkan, berdiskusi dan menulis tentang matematika e. Membaca dengan pemahaman atau presentasi matematika tertulis f. Membuat konjektur, menyusun argumen, merumuskan definisi, dan generalisasi g. Menjelaskan dan membuat pernyataan tentang matematika yang dipelajari Kemampuan komunikasi matematika tersebut dapat diketahui secara tertulis setelah pemberian skor terhadap kemampuan siswa dalam menjawab soal-soal komunikasi matematika. Pemberian skor kemampuan komunikasi matematika siswa didasarkan pada efektivitas, ketepatan, dan ketelitian siswa dalam menggunakan bahasa matematika seperti model matematika, simbol, tanda, atau representasi untuk menjelaskan operasi, konsep dan proses. Menurut Ansari (2016), komunikasi matematika tulisan adalah kemampuan menggunakan kosa kata (vocabulary), notasi, struktur matematika untuk menyatakan hubungan dan gagasan serta memahaminya dalam pemecahan masalah. Kemampuan ini diungkapkan melalui representasi matematika. Representasi matematika siswa diklarifikasi dalam tiga kategori yaitu: a. Pemunculan model konseptual seperti gambar diagram, tabel, dan grafik (aspek drawing) b. Membentuk model matematika (aspek expression)

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 c. Argumentasi verbal yang didasari pada analisis terhadap gambar dan konsep-konsep (aspek writen texts). Berdasarkan ketiga kategori tersebut maka terdapat tiga aspek yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan komunikasi matematika (Nisa, 2012), antara lain sebagai berikut: 1) Aspek I : “kemampuan memberikan alasan rasional terhadap suatu pernyataan”. Aspek ini merujuk kepada kategori ketiga dalam kemampuan komunikasi matematika. Berdasarkan kategori tersebut aspek yang diukur yakni bagaimana siswa dapat menuliskan argumentasi yang didasari pada gambar, konsep-konsep dalam penyelesaian masalah matematika. Menurut Syah (2003:120), pada umumnya siswa yang berikir secara rasional akan menggunkan prinsip-prinsip dan dasardasar pengertian dalam menjawab pertanyaan “bagaimana” (how) dan “mengapa” (why). Dalam berpikir rasional siswa dituntut menggunakan logika (akal sehat) untuk menentukan sebab akibat, menganalisis, bahkan menciptakan hukum-hukum dan dugaandugaan. 2) Aspek II : “kemampuan mengubah bentuk uraian ke dalam model matematika”. Kemampuan yang dimaksud pada aspek ini berdasarkan penjelasan suatu lembaga CSU Monterey Bay, adalah kemampuan mengubah uraian ke dalam model matematika seperti rumus, tabel, skema, dan

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 notasi matematika lainnya. Dengan demikian yang termasuk kemampuan dalam aspek ini adalah kemampuan dalam hal memodelkan suatu permasalahan kedalam kalimat matematika kemudian menyelesaikannya. Pada aspek kedua pengukuran didasarkan pada kategori kedua dimana siswa dapat terampil menuliskan penyelesaian suatu persoalan matematika ke dalam model matematika. 3) Aspek III : “kemampuan mengilustrasikan ide-ide matematika kedalam bentuk representasi yang relevan”. Kemampuan yang coba diukur pada aspek ini berdasarkan kategori komunikasi matematika yang pertama, dimana siswa dapat terampil memunculkan model konseptual seperti gambar diagram, tabel, dan grafik (aspek drawing). Sementara kemampuan mengemukakan ide dalam teks dengan benar dalam teks dengan benar secara lisan maupun tulisan menggunakan bahasa sendiri, dapat membantu seorang siswa memahami teks tersebut secara bermakna. Kemampuan komunikasi matematis tidak bersifat statis sehingga dapat dikembangkan. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi matematika adalah sebagai berikut (Ansari, 2016:33-41): a. Pengetahuan prasyarat (prior knowledge) Pengetahuan prasyarat adalah pengetahuan yang telah dimiliki siswa sebagai akibat dari proses belajar sebelumnya. Hasil belajar

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 siswa tentu saja bervariasi sesuai dengan kemampuan siswa itu sendiri. jenis kemampuan yang dimiliki oleh siswa tersebut sangat menentukan hasil pembelajaran selanjutnya. b. Kemampuan membaca, diskusi, dan menulis Kemampuan siswa dalam hal membaca, diskusi, dan menulis juga dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi matematika siswa yakni dalam komunikasi matematika yang dilakukannya untuk memperjelas pemikiran mereka dan mempertajam pemahaman. Ketiga kemampuan tersebut membantu siswa dalam mengelaborasi topiktopik, menyimpulkan sebuah topik, pengenalan kembali informasi dan struktur melalui membaca, mengemukakan pendapat, dan menemukan strategi. c. Pemahaman matematika (mathematical knowledge) Istilah pemahaman berbeda menurut siapa yang memahami sesuatu dan apa yang dipahami. Membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman dalam matematika berarti meminta mereka membangun jaringan representasi mental. Yang dimaksud sebagai pemahaman matematika disini adalah tingkat atau level pengetahuan siswa tentang konsep, prinsip, algoritma, dan kemahiran siswa menggunakan strategi penyelesaian terhadap soal yang diberikan. Dari beberapa faktor tersebut merupakan tugas yang dapat dilakukan oleh pendidik untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa. Hal itu mengingat bahwa kemampuan komunikasi

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 matematika yang dimiliki siswa sebagai hasil belajarnya terdahulu merupakan kemampuan dasar yang digunakan oleh siswa dalam menerima pembelajaran matematika. D. Faktorisasi Suku Aljabar Materi tentang faktorisasi suku aljabar diajarkan di kelas VIII pada semester I. Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), materi ini memiliki standar kompetensi dan kompetensi belajar (Depdiknas, 2006) yaitu: Tabel 2.1 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 1.1 Melakukan operasi aljabar Aljabar 1. Memahami bentuk aljabar, 2.1 Menguraikan bentuk aljabar ke relasi, fungsi dan persamaan dalam faktor-faktornya garis lurus Berikut ini adalah beberapa materi yang digunakan oleh peneliti dalam membuat instrumen tes kemampuan komunikasi matematika (Marsigit, 2009:3-20) yaitu: 1. Operasi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar Operasi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar dapat dilakukan pada suku-suku sejenis. Ada beberapa sifat yang berlaku pada penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar, yaitu: a. Sifat komutatif

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 Jika a dan b adalah bentuk aljabar maka pada penjumlahan berlaku sifat komutatif , sedangkan pada pengurangan tidak berlaku sifat komutatif b. Sifat asosiatif Jika a,b dan c merupakan bentuk aljabar maka pada penjumlahan berlaku ( ) c. Sifat distributif ( ) Jika a,b, dan c merupakan bentuk aljabar maka berlaku: 1) Sifat distributif penjumlahan ( ) 2) Sifat distributif pengurangan ( ) 2. Operasi perkalian pada bentuk aljabar a. Perkalian suatu bilangan dengan suku dua Perkalian suatu bilangan dengan suku dua dapat diselesaikan dengan menggunakan sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan atau pengurangan. 1) Jika ( ) ( ) 2) Jika ( ) adalah suku dua, maka ( ) adalah suku dua, maka (sifat distributif pada penjumlahan) (sifat distributif pada pengurangan) b. Perkalian suku dua dengan suku dua Sifat-sifat distributif dapat digunakan untuk menjabarkan perkalian suku dua, yakni sebagai berikut: 1) ( )( ) ( ) ( )

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 = Contoh: ( )( ) ( 2) ( )( ) = ) ( ) ( ) ( ) ( )( ) Contoh: ( )( ) ( ) ( ) 3) ( )( ) ( ) ( ) ( ) ( ) = Contoh: ( )( ) ( )( ) 3. Pemfaktoran suku aljabar a. Faktorisasi bentuk dan

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 Pemfaktoran bentuk bentuk dengan menggunkan dan sifat dapat dilakukan distributif perkalian terhadap penjumlahan atau pengurangan bentuk aljabar. Suku-suku yang memiliki faktor yang sama dapat difaktorkan sebagai berikut: ( ) ( b. Faktorisasi bentuk ) Pemfaktoran bentuk akan menghasilkan suatu bentuk kuadrat. Cara pemfaktoran dari bentuk di atas dapat dipahami sebagai berikut: 1) Faktorisasi dari bentuk ( ( ( 2) Faktorisasi dari bentuk ( ( ( ) ( ) ( )( ) )( ) ) ) ) ) c. Faktorisasi bentuk selisih dua aljabar ( ) ( )

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 d. Faktorisasi bentuk ( )( ) adalah ( 1) Faktorisasi bentuk dan 2) Faktorisasi bentuk )( ) dengan dengan maka dilakukan langkah sebagai berikut: a) Ubah bentuk dengan ( menjadi dan b) Bentuk aljabar ) dapat kamu pandang sebagai jumlah dan c) Tentukan FPB dari dan , kemudian tuliskan dalam bentuk faktor-faktornya d) Setelah melakukan langkah (c) kamu akan memperoleh Dengan ( ( )( dan ( ) ) ( ) e. Menyederhanakan pecahan bentuk aljabar ( ) ) Pecahan-pecahan dalam bentuk aljabar dapat disederhanakan jika pembilang dan penyebut bilangan tersebut memiliki faktor yang sama. Contoh: ( ( )( ) )

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 E. Kerangka Berpikir Sebuah keberhasilan pembelajaran salah satunya dapat dilihat dari hasil belajarnya di sekolah. Seperti yang dinyatakan oleh K. Brahim (Susanto, 2013:5) hasil belajar dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran disekolah berupa skor yang diperoleh melalui tes mengenai sejumlah materi pelajaran tertentu. Salah satu keberhasilan belajar menurut NCTM, yaitu adanya kemampuan komunikasi matematika. Di mana kemampuan ini dapat menjadi dasar seorang siswa mempelajari matematika. Selain kemampuan belajar, salah satu faktor internal dasar yang mempengaruhi belajar yakni sikap. Sikap siswa terhadap matematika menentukan bagaimana pandangan siswa dalam menanggapi pembelajaran matematika apakah ia menolak ataupun menerima dengan baik kegiatan belajar-mengajar dalam bidang studi matematika. Adanya sikap yang lebih cenderung positif terhadap matematika maka akan berdampak baik dalam hasil belajarnya, demikian sebaliknya (Primasiwi, 2012). Suka ataupun tidak sukanya siswa terhadap matematika menentukan bagaimana siswa itu bersikap dalam memberikan respon penolakan ataupun penerimaan yang pastinya berdampak pada mau atau tidaknya ia mempelajari matematika dengan sungguh-sungguh. Kedua hal tersebut, baik sikap siswa terhadap matematika dan kemampuan komunikasi matematika merupakan dasar dalam siswa mempelajrai matematika. Maka tidak menutup kemungkinan bahwa

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 keduanya saling berkaitan. Kemampuan komunikasi matematika dipandang sebagai salah satu hasil belajar yang dapat digunakan untuk pembelajaran selanjutnya, dengan demikian sikap yang tertanam dalam siswa terhadap matematika dapat memiliki hubungan signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa. Sikap siswa terhadap matematika Kemampuan komunikasi matematika Peneliti akan mengukur kedua hal tersebut untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara sikap siswa terhadap kemampuan komunikasi matematika. Hasil dari penelitian ini akan membantu guru matematika untuk memilih strategi yang baik dalam pembelajaran. Sikap positif siswa terhadap matematika dapat berdampak pada kemampuan komunikasi matematika, diamana ia dapat dengan senang hati mengembangkan diri dalam menyampaikan ide atau pemikirannya dalam memecahkan masalah matematika. Sebaliknya sikap siswa terhadap matematika yang negatif akan membuat siswa memiliki kemampuan komunikasi siswa yang rendah dalam memecahkan masalah matematika.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 F. Hipothesis Berdasarkan penjelasan yang diuraikan di atas maka dapat diajukan hipotesis sebagi berikut: “Terdapat hubungan positif dan signifikan antara sikap siswa terhadap matematika dengan kemampuan komunikasi matematika siswa kelas VIII semester 1 di SMP Pangudi Luhur Wedi tahun ajaran 2018/2019”

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODOLOGI A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif/hubungan. Tujuan dari penelitian asosiatif/hubungan adalah mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Dengan penelitian ini maka akan dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala (Siregar, 2014: 7). B. Metode Penelitian Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Metode ini berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Metode kuantitatif yang digunakan adalah metode survei, dimana penelitian dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut untuk menemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubunganhubungan antar variabel sosiologi maupun psikologi (Sugiyono, 2018:1718). 34

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 C. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Pangudi Luhur Wedi selama bulan Maret 2018 hingga Januari 2019. Pelaksanaan uji coba instrumen dan pengambilan data penelitian dilakukan pada 02-10 Oktober 2018. D. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel (X) yakni sikap siswa terhadap matematika dan variabel (Y) yakni kemampuan komunikasi matematika. E. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian peneliti dalam suatu ruang lingkup, dan waktu yang sudah di tentukan (Kasmadi, 2013:65). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Pangudi Luhur Wedi tahun ajaran 2018/2019. Jumlah populasi yang sebanyak 64 siswa. Sedangkan, sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Penelitian ini menggunakan sebanyak 22 siswa kelas VIII A sebagai sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini termasuk ke dalam kelompok Nonprobability Sampling pengambilan teknik pengambilan sampel yang yaitu teknik tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih sebagai sampel. Jenis yang digunakan yaitu Purposive Sampling

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 dimana teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2014: 125-126). F. Bentuk Data Dalam penelitian ini bentuk data pengukuran sikap dan data kemampuan komunikasi matematika yang digunakan adalah data kuantitatif. Data kuantitatif adalah data berupa angka. Sesuai dengan bentuknya, data kuantitatif dapat diolah atau dianalisis dengan menggunakan teknik perhitungan statistik. Data kuantitatif yang digunakan berupa data dikotomi, yakni data dalam bentuk bilangan bulat atau pecahan yang diperoleh dari hasil pengukurn serta tergantung dengan jenis skala pengukuran yang digunakan (Siregar, 2014:17). G. Metode Pengumpulan data Pengumpulan data adalah suatu prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan, sehingga dalam penelitian ini metode penggumpulan data yang digunakan adalah (Siregar, 2014:18-22). 1. Penyebaran Kuesioner (Angket) Kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan analisis mempelajari sikap-sikap, perilaku dan karakteristik beberapa orang.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 2. Tes Menurut Kasmadi (2013) dalam bukunya menyatakan tes merupakan rangkaian pernyataan yang memerlukan testi sebagai alat ukur dalam proses asesmen maupun evaluasi dan mempunyai peran peting untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, bakat atau kemampuan yang dimiliki individu atau kelompok. Dalam penelitian ini jenis tes yang dipakai ialah tes kemampuan komunikasi matematika. 3. Wawancara Wawancara adalah proses memperoleh keterangan/data untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara pewawancara dengan seorang responden dengan alat yang dinamakan panduan wawancara. Hal ini digunakan guna mencegah kekeliruan dalam memperoleh data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian H. Instrumen Pengumpulan data Instrumen penelitian adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk memperoleh, mengolah dan menginterpretasikan informasi yang diperoleh dari para responden yang dilakukan dengan menggunakan pola ukur yang sama (Siregar, 2014: 46). Maka, dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah:

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 1. Soal Tes Instrumen tes yang digunakan yakni dalam bentuk tes uraian. Tes dilakukan oleh peneliti untuk mengukur kemampuan komunikasi matematika berdasarkan : 1. Materi : Faktorisasi suku aljabar Standar kompetensi : 1. Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan garis lurus Kompetensi dasar : 1.1 Melakukan operasi aljabar 1.2 Menguraikan bentuk aljabar kedalam faktor-faktornya 2. Aspek pengukuran kemampuan komunikasi matematika meliputi: Aspek I : “Kemampuan memberikan alasan rasional terhadap suatu pernyataan”. Aspek II : “Kemampuan mengubah bentuk uraian ke dalam model matematika”. Aspek III : “Kemampuan mengilustrasikan ide-ide matematika kedalam bentuk representasi yang relevan”. Berikut ini adalah kisi-kisi tes yang digunakan oleh peneliti dalam mengukur kemampuan komunikasi siswa:

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 Tabel 3.1 Kisi-kisi Tes Kemampuan Komunikasi Matematika Aspek Materi komunikasi Indikator matematika Nomor soal yang diukur Aspek 1  Siswa mampu, 1a,1b,1c menyederhanakan bentuk aljabar serta memberikan penjelasan tentang sifat apa saja yang digunakan dalam menyelesaikannya Faktorisasi Aspek 3  Suku Aljbar Siswa terampil 2a, 3a, menggambarkan 4a ilustrasi soal cerita Aspek 2  Siswa dapat 2b, 3b, menuliskan soal cerita 4b dalam bentuk matematika dan menyelesaikannya dengan benar 2. Non tes Dalam pengambilan data dengan cara non tes digunakan: a. Kuesioner (Angket)

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Angket sebagai suatu teknik pengumpulan data yang merupakan sebuah bentuk teknik komunikasi tidak langsung. Pengisian angket diisi sebaik-baiknya sesuai dengan keadaan sebenarnya yang dialami subjek penelitian. Angket pengukuran sikap siswa terhadap matematika berisikan 30 butir pernyataan. Peneliti memilih menyusun kuesioner menggunakan skala likert dalam bentuk checklist untuk memudahkan peneliti saat mengolah data. Data yang didapat dari kuesioner berupa data interval atau rasio. Hal ini berdasarkan pendapat Sugiyono (2014:134), yang menyatakan bahwa skala likert merupakan salah satu dari empat jenis skala sikap yang dapat digunakan dalam pengukuran yakni berupa data interval atau rasio. Tiap pernyataan pada kuesioner ini memiliki lima tingkat jawaban yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Pemberian skor untuk tiap-tiap pertanyaan adalah sebagai berikut: Tabel 3.2 Penskoran Setiap Pernyataan (Skala Likert) Pilihan Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) Sikap + 4 3 2 1 1 2 3 4

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Skala sikap yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari skala sikap yang dikembangkan oleh Yunika Primasiwi dengan penambahan dan pengubahan tertentu sesuai dengan apa yang diteliti oleh peneliti. Skala yang digunakan berisikan tentang pandangan siswa terhadap matematika baik penolakan, penerimaan, peranan dan fungsi matematika serta pemahaman tentang matematika berdasarkan komponen sikap. Dibawah ini akan disajikan indikator pengukuran sikap siswa terhadap matematika yang akan disajikan dalam bentu tabel, yakni: Tabel 3.3 Kisi-kisi Angket Jumlah Komponen Sikap Indikator Angket Favorable Non butir tiap favorable komponen sikap Kognisi Keyakinan atau (berhubungan kepercayaan siswa dengan tentang kepercayaan, matematika 3,9,17 6,29 keyakinan,dan 10 persepsi subyek Persepsi Siswa sikap terhadap Terhadap obyek sikap) Matematika Afektif Perasaan atau (berhubungan emosi yang 23,16 4,11,25 1,8,21,19 5,12,14,15,2 6,27 10

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 dengan perasaan dimiliki oleh siswa yang menyangkut terhadap hubungan matematika emosional seseorang terhadap obyek sikap, rasa senang atau tidak senang terhadap obyek sikap) Konasi /perilaku Kecenderungan (berhubungan tindakan atau dengan perilaku siswa kecenderungan terhadap untuk bertindak matematika dan berprilaku Komitmen yang berkaitan dengan dimiliki siswa obyek sikap yang berkaitan dengan dihadapinya) matematika 2,18,20 28,30 7,22,24 10,13 JUMLAH BUTIR KUESIONER 10 30 b. Wawancara Bentuk wawancara yang dilakukan adalah wawancara bebas terpimpin yaitu peneliti bebas mengemukakan pertanyaan yang mendukung untuk penelitian sesuai dengan pedoman wawancara. Wawancara dilakukan setelah pengambilan data angket dan tes, hal tersebut dilakukan untuk memperkuat data.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 Beberapa komponen wawancara yang berkaitan dengan permasalahan peneliti antara lain: Untuk siswa: a) Mengetahui kemampuan komunikasi matematika 2 anak dengan kategori kemampuan komunikasi matematika tinggi dan 2 anak dalam kategori rendah secara lisan b) Mengetahui letak kelebihan dan kekurangan keempat anak tersebut mengenai pemahaman soal c) Mengetahui pendapat keempat anak terhadap matematika d) Faktor yang mempengaruhi kemampuan komunikasi matematika Untuk guru pengampu matematika: a) Mengetahui tentang keberagaman jenis tingkat kemampuan komunikasi matematika siswa b) Mengetahui bagaimana pembelajaran matematika dikelas c) Mengetahui pendapat guru tersebut akan sikap yang ditunjukan oleh siswa terkait pelajaran matematika d) Mengetahui pendapat guru tentang hubungan antara sikap siswa terhadap matematika dengan kemampuan komunikasi matematika e) Mengetahui pendapat tentang berbagai faktor lain yang mempengaruhi kedua variabel tersebut sesuai dengan keadaan kelas VIII di SMP Pangudi Luhur Wedi

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 I. Validitas dan Realibilitas Instrumen Instrumen yang baik harus valid dan reliabel. Maka dari itu beberapa isntrumen yang digunakan dalam penelitian akan diuji validitas dan realibilitasnya, yakni kuesioner, dan soal tes kemampuan komunikasi matematika. Uji yang digunakan adalah validasi isi, validasi butir, dan realibilitasnya. Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen (Arikunto, 2006:168). Dalam penelitian ini akan digunakan pengujian validasi isi dimana untuk menguji validitas butir-butir dikonsultasikan dengan ahli, maka selanjutnya diujicobakan, dan dianalisis dengan pengujian analisis item (validasi butir item), yaitu mengkorelasikan skor tiap butir instrumen dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor butir (Sugiyono, 2018:181). Maka dari itu teknik yang digunakan dalam oleh peneliti dalam penelitian ini adalah teknik korelasi product moment dari Pearson (Arikunto, 2013:85), dan rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: √ ( ) ∑ (∑ (∑ ) √ ( )(∑ ) Keterangan: n : Jumlah responden X : Skor item Y : Skor total : Koefisien korelasi antara variabel X dan Y ) (∑ )

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Setelah koefisien korelasi ( ) ditemukan, maka akan diuji dengan ) pada taraf signifikan 5% dan n. Jika product moment tabel ( maka dapat dikatakan bahwa alat ukur atau butir instrumen itu valid dan dapat digunakan untuk penelitian. Dalam validitas, instrumen dituntut valid menyangkut harapan diperoleh data yang valid, sesuai dengan kenyataan. Dalam hal realibilitas tuntutan yang dinginkan tidak jauh berbeda. Jika validitas menyangkut ketepatan objek yang tidak lain adalah tidak menyimpangnya data dari kenyataan, artinya data itu benar, maka konsep reliabilitas terkait dengan pemotretan berkali-kali. Instrumen yang baik adalah instrumen yang dapat digunakan sesuai dengan perubahan (dapat dipercaya). Suatu instrument yang reliable dan dapat dipercaya maka akan menghasilkan data yang dipercaya juga. Dalam penelitian ini, yang digunakan untuk mengetes realibilitas instrumen adalah rumus Alpha (Arikunto, 2013:122), yakn sebagai berikut: ( )( Keterangan: n ∑ ∑ ) = Banyaknya soal =Realibilitas instrument ∑ ∑ =Jumlah variansi butir = Variansi total

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 Setelah nilai realibilitas ( product moment tabel ( ) ditemukan, maka akan diuji dengan ) pada taraf signifikan 5% dan n. Jika maka dapat dikatakan bahwa alat ukur atau butir instrumen itu reliabel dan dapat digunakan untuk penelitian. Selain itu juga dapat dilihat dari kategori berikut ini, yakni: : Sangat Tinggi : Tinggi : Cukup : Rendah : Sangat Rendah J. Metode Analisis Data Analisis data akan dilakukan dengan analisis korelasi. Menurut Siregar (2014:250) analisis hubungan (korelasi) adalah suatu bentuk analisis data dala penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kekuatan atau bentuk arah hubungan diantara dua variabel atau lebih, dan besarnya pengaruh yang disebabkan oleh variabel yang satu terhadap variabel lainnya. Sedangkan Menurut Arifin (2017: 135) korelasi adalah salah satu analisis yang dipakai untuk mencari hubungan antara dua variabel yang bersifat kuantitatif. Analisis korelasi merupakan studi pembahasan mengenai derajat hubungan atau derajat asosiasi antara dua variabel, misalnya variabel X dan variabel Y. Dalam hal ini peneliti menetapkan bahwa:

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 Variabel X : sikap siswa terhadap matematika Variabel Y : Kemampuan komunikasi matematika Koreasi bermanfaat untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih dengan skala tertentu yang di ukur dengan jarak 0 sampai dengan 1. Pengukuran statistik asosiasi dua variabel atau kovariasi disebut dengan koefisien variasi dan jika tidak sama dengan nol, berarti terdapat hubungan antara dua variabel tersebut. Hubungan dikatakan korelasi atau hubungan sempurna jika koefisien korelasi +1 dengan kemiringan (slope) positif atau dengan kemiringan negatif. Untuk koefisien korelasi sempurna, tidak perlukan hipotesis karena variabel X memiliki hubungan yang sangat kuat dengan variabel Y. Teknik yang akan digunakan dalam analisis ini adalah teknik korelasi pearson product moment. Uji korelasi pearson digunakan untuk menguji hipotesis asosiatif dengan data interval atau rasio yang berdistribusi normal. Teknik analisis data yang digunakan meliputi: 1. Uji asumsi a. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui bahwa sebaran data berdistribusi normal atau tidak. Pengujian yang akan diguanakan dalam penelitian ini adalah uji Kolmogorov-Smirnov dalam program SPSS for Windows Versi 20,0. Normal tidaknya sebaran atau distribusi data dapat dilihat dari taraf signifikasi 0,05.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 2. Koefisien korelasi Koefisien korelasi adalah bilangan yang menyatakan kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih atau juga dapat menentukan arah dari kedua variabel. Nilai korelasi ( ) interpretasi sebagai berikut: ( ) dengan Tabel 3.4 Intepretasi Koefisien Korelasi Interval koefisien 0,00 – 0,199 0,20 – o,399 0,40 – 0,599 0,60 – 0,799 0,80 –1,000 Tingkat hubungan Sangat Rendah Rendah Cukup Kuat Sangat Kuat 3. Uji Hipotesis Analisis yang dilakukan dengan cara perhitungan manual dan juga dengan bantuan SPSS for Windows versi 20,0. Ada tidaknya korelasi diantara variabel-variabel penelitian akan dilihat dari taraf signifikan 5%. Langkah-langkah pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: a. Merumuskan dan : Tidak terdapat hubungan positif dan signifikan antara sikap siswa terhadap matematika dengan kemampuan komunikasi matematika dikalangan para siswa kelas VIII SMP Pangudi Luhur Wedi tahun ajaran 2018/2019” : Terdapat hubungan positif dan signifikan

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 antara sikap siswa terhadap matematika dengan kemampuan komunikasi matematika dikalangan para siswa kelas VIII SMP Pangudi Luhur Wedi tahun ajaran 2018/2019” b. Hipotesis statistik c. Taraf signifikan d. Daerah kritis e. Menentukan nilai statistik uji D: √ f. Membuat kesimpulan Tolak ditolak jika √ dan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara sikap siswa terhadap matematika dengan kemampuan komunikasi matematika dikalangan para siswa kelas VIII SMP Pangudi Luhur Wedi tahun ajaran 2018/2019.

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Persiapan Dan Pelakasanaan Penelitian 1. Persiapan penelitian Persiapan penelitian dimulai dengan pengajuan surat ijin penelitian dari pihak universitas yang akan ditujukan kepada sekolah yang menjadi tempat pelaksanaan penelitian. Perijinan penelitian dilakukan pada tanggal 2 agustus 2018. Lokasi yang digunakan dalam penelitian yaitu di SMP Pangudi Luhur Wedi yang terletak di Karangrejo, Pendes, Wedi, Klaten. Peneliti mendapatkan ijin setelah melalui pembicaraan bersama kepala sekolah serta guru pelajaran matematika di hari itu juga. Setelah itu, peneliti mencari informasi mengenai kondisi sikap siswa terhadap matematika dan kemampuan komunikasi matematika serta pemilihan kelas yang tepat digunakan untuk penelitian berdasarkan keterangan secara lisan yang diungkapkan oleh guru matapelajaran matematika di sekolah itu, yakni ibu Ch. Retno Prasetyaningsih, S.Pd. Melalui pembicaraan tersebut disepakati bahwa pelaksanaan uji coba instrumen akan dilaksanakan di kelas VIII C dan pengambilan data penelitian dilaksanakan di kelas VIII A. Langkah selanjutnya dilaksanakan dengan penyusunan instrumen penelitian yakni angket sikap siswa terhadap matematika dan soal tes 50

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 kemampuan komunikasi matematika. Penyusunan butir angket dan pembuatan soal tes berpedoman pada kajian pustaka yang ada pada bab sebelumnya, yakni bab 2. Selanjutnya instrumen penelitian di validasi oleh dosen pendidikan matematika. Kesimpulan dari hasil validasi angket sikap siswa terhadap matematika adalah angket Layak Digunakan (LD). Sedangkan. Untuk instrumen tes kemampuan komunikasi matematika mendapatkan kesimpulan bahwa soal Layak Digunakan dengan Revisi (LDR). Setelah melakukan revisi, instrumen penelitian digunakan untuk uji coba. Berikut ini adalah jawal yang digunakan oleh peneliti dalam melakukan penelitian. Tabel 4.1 Waktu Pengambilan Data No 1 Kegiatan Waktu Uji coba instrumen penelitian Selasa, 2 Oktober 2018 di kelas VIII C 2 Pengambilan data penelitian di Kamis, 4 Oktober 2018 Kelas VIII A 3 Wawancara Rabu, 10 Oktober 2018

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 2. Hasil uji validitas instrumen a. Uji validitas instrumen angket sikap sisa terhadap matematika Tabel 4.2 Hasil uji validitas angket sikap siswa terhadap matematika No rhitung rtabel Ket. No rhitung rtabel Ket. 0,728 0,455 Valid 16 0,599 0,455 Valid 0,504 0,455 Valid 17 0,636 0,455 Valid 0,443 0,455 Tidak 18 0,460 0,455 Valid 0,694 0,455 Valid 19 0,662 0,455 Valid 0,645 0,455 Valid 20 0,549 0,455 Valid 0,791 0,455 Valid 21 0,576 0,455 Valid 0,412 0,455 Tidak 22 0,103 0,455 Tidak 0,610 0,455 Valid 23 0,573 0,455 Valid 0,145 0,455 Tidak 24 0,442 0,455 Tidak 0,510 0,455 Valid 25 0,763 0,455 Valid 0,839 0,455 Valid 26 0,662 0,455 Valid 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 0,757 0,455 Valid 27 0,638 0,455 Valid 0,584 0,455 Valid 28 0,636 0,455 Valid 0,561 0,455 Valid 29 0,178 0,455 Tidak 0,717 0,455 Valid 30 0,511 0,455 Valid 12 13 14 15 b. Uji validitas instrumen soal tes kemampuan komunikasi matematika Tabel 4.3 Hasil uji validitas instrumen soal tes kemampuan komunikasi matematika No rhitung rtabel Ket. 0,765 0,455 Valid 2 0,333 0,455 Tidak 3 0,546 0,455 Valid 4 0,853 0,455 Valid 1 Berdasarkan data hasil uji validitas tersebut, diperoleh hasil 5 item tidak valid pada variabel sikap siswa terhadap matematika, 1 item tidak valid pada variabel kemampuan komunikasi matematika. Untuk mengatatasi hal tersebut peneliti menggunakan pertimbangan

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 penggunaan instrumen penelitian berdasarkan panduan dari US Departemen of Labor, dalam buku Azwar (2018). Dalam buku tersebut diungkapkan bahwa, tidaklah realitis untuk berharap bahwa memperoleh koefisien validitas skor yang sangat tinggi mendekati sempurna. Cronbach mengatakan bahwa umumnya jika nilai r tabel kurang lebih atau mendekati 0,500 maka akan baik maka dalam rentang 0,300-0,500 butir instrumen dapat dianggap baik pula dengan pertimbangan rentang sangat berguna, dapat berguna, 0,11-0,20 tergantung keadaan, dan koefisien validitas masuk dalam kategori tidak dapat digunakan. Dengan demikian, dalam memberikan intepretasi dalam membuat keputusan untuk menerima validitas skor perlu disetrai pertimbangan mengenai tujuan atau fungsi skor yang diperoleh, ukuran sample, seberapa kritis makna skor bagi subyek yang akan di tes dan pertimbangan-pertimbangan lain yang relevan. (Azwar, 2009:149-150). Untuk itu, butir item angket siswa terhadap matematika untuk nomor item 3,7,dan 24 yang mempunyai rhitung yang hampir mendekati rtabel sedemikian hingga dengan adanya 19 sampel yang digunakan mengakibatkan bahwa ketiga butir item tersebut masih layak digunakan untuk pengambilan data. Sedangkan pada butir 9, 22, dan 29 dilakukan beberapa revisi penggunaan bahasa dan dikonsultasikan sehingga instrumen angket sikap siswa dapat digunakan untuk pengambilan data penelitian. Untuk instrumen pada tes kemampuan

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 komunikasi matematika karena rhitung yang hampir mendekati rtabel untuk perhitungan validasi soal nomor 3 maka dengan melakukan beberapa revisi maka instrumen baru bisa digunakan. Setelah memperbaiki beberapa item yang tidak valid tersebut, peneliti akhirnya mendapatkan instrumen yang dapat dipakai dalam pengambilan data. Hasil pengolahan rhitung uji validitas menggunakan microsoft excel 2010 selengkapnya dapat dilihat pada lampiran. 3. Hasil uji realibilitas intrumen Berikut ini adalah rangkuman hasi uji realibilitas instrumen yaitu instrumen angket sikap siswa terhadap matematika dan instrumen soal tes kemampuan komunikasi matematika siswa kelas VIII SMP Pangudi Luhur Wedi. Tabel 4.4 Hasil uji realibilitas instrumen penelitian No Variabel rhitung rtabel Ket. Sikap 0,944 0,455 Reliabel Tes 0,468 0,455 Reliabel 1 2 Reabilitas variabel sikap siswa terhadap matematika sebesar 0,944 berada pada klasifikasi sangat tinggi berdasarkan tabel intepretasi realibilitas. Sedangkan untuk variabel soal tes komunikasi matematika berada di kategori sedang/cukup menurut tabel intepretasi realibilitas

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 dengan nilai r hitung sebesar 0,468. Dari data tersebut maka ketiga variabel tersebut dapat digunakan dalam penelitian. 4. Pelaksanaan Penelitian a. Pengumpulan data angket dan tes komunikasi matematika Pengumpulan data dilaksanakan pada: Hari,tanggal : Kamis, 4 Oktober 2018 Waktu : Jam pelajaran ke-6 dan ke-7 Kelas : VIII A Pengumpulan data oleh peneliti dilakukan selama 120 menit. Pembagian waktu yang digunakan yakni 100 menit untuk mengerrjakan soal tes kemampuan komunikasi matematika dan 20 menit selanjutnya yakni mengisi angket sikap siswa terhadap matematika. Pengambilan data dilaksanakan pada 22 Siswa kelas VIII SMP Pangudi Luhur wedi. b. Pengambilan data melalui wawancara Pengumpulan data dilaksanakan pada: Hari,tanggal : Rabu, 4 Oktober 2018 Waktu : 09.00 – 10.45 WIB Narasumber : 1) Guru matematika kelas VIII, 2) S1 ( siswa satu), 3) S2 (siswa dua), 4) S3 (siswa tiga) 5) S4 (siswa empat)

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Pelaksanaan wawancara dilakukan setelah hasil tes kemampuan komunikasi dan hasil angket sikap siswa terhadap matematika ada. Wawancara melibatkan guru matematika untuk mengetahui informasi dan pengonfirmasian terkait keadaan anak didik di kelas serta mengenai keseharian dari 2 anak yang memiliki hasil tes tertinggi (S1,S2) dan 2 anak dengan hasil tes terendah (S3,S4). Wawancara ini bertujuan untuk mengkonfirmasikan data penelitian, dan mencari informasi terkait dengan adakah faktor lain yang mungkin mempengaruhi. B. Penyajian Data Setelah pelaksanaan penelitian, diperoleh data-data yang akan dianalisis. Data tersebut akan diuraikan sebagai berikut: 1. Data hasil pengisian angket sikap siswa terhadap matematika Pengambilan data untuk mengukur variabel sikap siswa terhadap matematika yakni menggunkan 30 butir pernyataan angket. Pernyataan tersebut dibagi menjadi dua buah jenis yaitu 15 pernyataan favorable dan 15 butir pernyataan unfavorable. Pelaksanaan pengisian angket dilakukan pada kamis, 04 Oktober 2018 oleh 22 siswa kelas VIII SMP Pangudi Luhur Wedi dengan waktu 30 menit. Berikut ini merupakan data hasil pengisian angket sikap siswa terhadap matematika:

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.5 Hasil pengisian angket sikap siswa terhadap matematika DATA PENELITIAN NO. ANGKET Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 A1 2 3 3 3 2 4 3 3 4 3 3 2 3 2 2 2 3 2 3 2 3 2 2 2 2 2 1 2 2 3 75 A2 2 2 4 3 2 1 4 2 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 2 3 2 3 2 85 A3 2 3 3 2 2 3 4 2 3 4 2 3 3 2 2 2 4 2 3 4 4 3 2 4 2 3 2 2 2 2 81 A4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 1 4 2 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 106 A5 2 2 3 1 2 3 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 3 2 2 2 1 2 2 3 69 A6 2 4 3 2 4 4 3 2 3 2 3 4 4 3 4 3 2 1 3 4 3 3 3 1 2 2 2 3 3 3 85 A7 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 85 A8 3 4 4 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 85 A9 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 3 80 A10 3 4 3 3 2 2 4 3 3 3 3 3 4 2 2 3 4 3 3 4 4 3 3 2 3 3 3 4 2 4 92 A11 2 4 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 2 3 81 58

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI A12 2 2 4 2 1 2 2 3 2 2 2 2 3 4 2 3 4 3 3 3 4 1 1 2 3 2 3 4 3 3 77 A13 1 3 2 2 3 2 4 2 2 2 2 1 3 3 2 3 2 2 3 3 4 2 2 2 2 1 2 2 1 3 68 A14 2 2 3 2 3 3 3 2 3 2 2 3 3 2 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 2 3 3 2 3 76 A15 2 4 2 1 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 81 A16 3 3 2 2 1 2 3 3 3 1 2 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 2 1 3 2 3 1 2 78 A17 2 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 2 80 A18 1 3 3 1 2 3 3 1 2 2 1 1 4 2 3 3 2 3 1 4 4 3 1 2 1 1 2 1 2 2 64 A19 2 4 3 2 2 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 3 3 79 A20 3 3 2 2 1 3 2 3 3 1 2 4 4 3 2 3 1 4 2 3 2 2 3 1 2 3 3 3 2 2 74 A21 3 2 2 2 2 3 1 3 3 2 3 3 2 3 3 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 76 A22 3 4 3 3 2 2 4 2 3 2 2 3 2 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 3 76 59

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 2. Data hasil tes kemampuan komunikasi matematika Pengambilan data tes kemampuan komunikasi matematika dilaksanakan kamis, 04 Oktober 2018 oleh 22 siswa kelas VIII SMP Pangudi Luhur Wedi. Soal yang digunakan dalam tes berbentuk soal uraian. Jumlah soal 4 butir dan waktu pengerjaan 90 menit. Materi yang digunakan meliputi faktorisasi aljabar. Nilai kemampuan komunikasi matematika diperoleh dengan perhitungan, yakni: Hasil dari perhitungan dibulatkan hingga pembulatan terakhir. Berikut ini akan disajikan data hasil tes kemampuan komunikasi matematika: Tabel 4.6Hasil tes kemampuan komunikasi matematika NAMA SISWA 1 Skor Tes 2 3 4 Jumlah skor A1 14 10 6 2 32 nilai tes 36 A2 0 10 15 7 32 36 A3 14 11 15 3 42 47 A4 22 7 20 19 68 76 A5 0 5 2 3 10 11 A6 14 7 9 3 33 37 A7 10 13 0 0 23 26 A8 6 5 5 5 21 23 A9 10 14 20 15 59 66 A10 16 15 8 5 44 49 A11 7 15 1 0 23 26 A12 0 10 11 0 21 23 A13 0 10 2 5 17 19 A14 0 10 5 0 15 17

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 A15 8 10 5 0 23 26 A16 0 0 17 10 27 30 A17 12 10 5 1 28 31 A18 0 1 6 3 10 11 A19 9 5 0 0 14 16 A20 4 3 5 1 13 14 A21 0 5 8 5 18 20 A22 2 7 4 1 14 17 3. Data hasil wawancara Wawancara dilakukan oleh peneliti pada tanggal 10 Oktober 2018, dilakukan pada 5 narasumber, yakni guru matematika kelas VIII, dua siswa dengan hasil tes komunikasi matematika tertinggi dan dua siswa dengan hasil tes kemampuan komunikasi matematika terendah. Wawancara yang dilakukan bersifat bebas terpimpin. Wawancara dalam penelitian ini bersifat sebagai pendukung dalam pengumpulan data penelitian. Wawancara dilakukan untuk memperkuat informasi yang telah diperoleh dari angket dan hasil tes. Berikut ini adalah hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti: a. Hasil wawancara dengan dua siswa yang mendapatkan nilai tes komunikasi matematika tertinggi (S1 dan S2) Berikut ini adalah penyajian data wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada dua siswa yang mendapatkan nilai tes kemampuan komunikasi matematika tertinggi pada pengambilan data di kelas VIII A SMP Pangudi luhur Wedi. Hal-hal tersebut terkait tentang:

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 1) Mengetahui pendapatnya tentang kemampuan komunikasi matematika yang dimilikinya S1 : Dalam pengerjaan soal siswa ini mengungkapkan bahwa lebih memilih untuk mengerjakan model matematika berbentuk uraian terlebih dahulu dibandingkan dengan soal berbentuk pilihan ganda saat ada ulangan. Dia merasa bahwa dengan mengerjakan soal dalam bentuk uraian ia lebih bisa menuliskan apa yang ia ketahui dan tidak ada pengecoh jawaban seperti pada soal pilihan ganda. Siswa mengaku tertantang setiap menemukan soal yang bervariasi. Ketika ditanyakan cara apa yang dilakukan untuk mengasah kemampuan dalam mengekspresikan matematika, jawaban yang diberikan yaitu dengan membicarakan kembali hal tersebut dan mengulangi penjelasan yang dituliskannya kepada teman-teman yang menanyakan cara penyelesaian masalah yang dilakukannya. Ketika dihadapkan oleh pilihan harus mengerjakan banyak soal atau diberikan banyak contoh pembahasan soal, siswa pertama lebih memilih untuk mengerjakan banyak soal latihan dalam mempelajari matematika. Alasan yang diberikan adalah bahwa dengan diberikannya soal latihan ia dapat mengetes sendiri ketrampilan yang dimilikinya dalam menyelesaikan soal matematika, jika susah barulah ia menanyakan pada guru matematika disekolah atau menanyakannya pada guru les.

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 S2 : dalam pengerjaan soal matematika siswa kedua lebih memilih untuk menyelesaikan soal berbentuk uraian. Ia menyukai bila soal tersebut diberikan tanpa ada opsi jawaban. Akan tetapi soal uraian bentuk soal cerita tidak terlalu disukainya. Ia merasa sulit untuk memahami soal matematika dalam bentuk soal cerita. Dia lebih menyukai jika soal yang diberikan langsung dengan tanpa melalui kalimat-kalimat yang menurutnya berputar-putar. Jika bentuk soal bisa langsung dituliskan dengan menggunakan simbol mengapa harus disajikan dalam bentuk pengandaian, ujarnya. Ketika dihadapkan pada suatu pilihan yakni mengerjakan banyak latihan soal matematika atau diberikan contoh soal lengkap dengan jawabannya siswa kedua menyukai latihan soal. Kebiasaan yang dilakukan saat mengerjakan matematika yakni memilih soal yang mudah terlebih dahulu. Jika mengalami kesulitan siswa kedua cenderung melompatinya terlebih dahulu ke soal selanjutnya. Kesimpulan yang didapat peneliti dari kedua jawaban yakni kedua siswa memiliki kepercayaan tinggi dengan ketrampilanya menyelesaikan permasalahan matematika. 2) Mengetahui letak kelebihan dan kekurangan siswa tersebut mengenai pemahaman soal

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 S1 : saat belajar matematika tidak menyukai kondisi ribut, sedemikian hingga susah dalam berkonsentrasi. Sedemikian hingga ia selalu merasa masih harus memahami ulang yang diajarkan oleh guru disekolah dengan bantuan guru les tiap minggunya. Untuk memahami soal matematika ia membutuhkan membaca secara berulang-ulang baru bisa mengerjakannya, sedemikian hingga ia sering menjadi yang terakhir dalam mengerjakan soal dikelas. terkadang kurang teliti dalam perhitungan. S2 : kekurangan yang diungkapkannya dalam menyelesaikan soal matematika yakni masalah ketelitian dan ia jarang dalam mengorksi ulang jawabannya sehingga sering terjadi keteledoran dalam menghitung maupun menuliskan jawaban. Dia juga tidak menyukai jika saat pelajaran matematika temantemannya mengobrol. 3) Mengetahui pendapat siswa terhadap matematika S1 : siswa mengungkapkan bahwa matematika itu seperti matapelajaran IPA banyak menghapalnya. Saya suka matapelajaran yang seperti ini dari sekolah dasar. Pelajaran matematika selalu membuat saya penasaran. Siswa pertama terlihat kagum dengan matematika layaknya sesuatu yang sudah melekat pada dirinya, ia mengandaikan bahwa matematika itu seperti sebuah jam dimana ia merasa harus terus

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 melihat matematika dan setiap bangun tidurpun ia menemukan matematika di pandangannya. S2 : siswa mengaku awalnya tidak terlalu menyukai matematika dulu bahkan bingung bagaimana menyelesaikan soal. Tapi karena banyak belajar lama-lama terbiasa. 4) Faktor yang mempengaruhi kemampuan komunikasi matematika S1 :keadaan kelas dan waktu belajar dirumah S2: keadaan kelasnya dan banyaknya rumus b. Hasil wawancara dengan dua siswa yang mendapatkan nilai tes kemampuan komunikasi terendah terendah 1) Mengetahui pendapatnya tentang kemampuan komunikasi matematika yang dimilikinya Dalam wawancara yang dilakukan kedua siswa menjawab dengan kompak bahwa mereka kesulitan dalam memahami persoalan matematika. Dalam mengerjakan persoalan matematika menjadi sulit karena merasa kesulitan dalam menggunakan rumus dan teknik dalam mengerjakan persoalan matematika tanpa bimbingan seseorang yang dianggap cukup ahli dalam bidangnya. Keduanya sama-sama memilih bahwa mengerjakan soal pilihan ganda merupakan pilihan terbaik dibandingkan harus menyelesaikan soal dalam bentuk uraian. Pengungkapan secara lisan yang diungkapka mengenai soal

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 matematika membuat mereka bingung jika harus melakukan pengerjaan secara mandiri. Sedemikian hingga mereka lebih memilih untuk mengerjakan latihan soal bersama kelompok ataupun bertukar jawaban tugas melalui diskusi dalam forum online seperti whatsup dan sosial media lainnya dibandingkan secara mandiri. 2) Mengetahui letak kekurangan siswa tersebut mengenai pemahaman soal S3: siswa mengataka bahwa ia kesulitan dalm menghapalkan rumus dan melakukan perhitungan yang rumit. Ia merasa kurang paham cara mengerjakan soal, namun tidak menyerah untuk menyelesaikannya. S4:sering merasa kebingungan memahami soal dalam bentuk soal cerita dan juga bingung menentukan harus memakai rumus yang mana jika soal baru diberikan, tidak suka menghitung jadi malas untuk mengerjakan matematika meskipun pada akhirnya berusaha menyelesaikan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki 3) Mengetahui pendapat siswa terhadap matematika S3 : matematika itu susah, banyak rumus, tidak suka sudah sejak sekolah dasar S4 : kurang paham matematika, jadi tidak suka membicarakan matematika. Tidak menarik karena terlalu banyak perhitungan

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 4) Faktor yang mempengaruhi kemampuan komunikasi matematika Siswa ketiga maupun keempat tidak memberikan pendapatnya. c. Hasil wawancara yang dilakukan dengan guru pengampu mata pelajaran matematika Di dalam wawancara guru pengampu mata pelajaran kelas delapan mengungkapkan bahwa adanya hubungan antara sikap siswa terhadap matematika dan kemampuan komunikasi matematika yang dimiliki siswa. Tentunya kedua hal tersebut berkaitan, jika salah satunya mengalami kemunduran maupun kemajuan maka hal tersebut akan saling mempengaruhi. Menurut penuturannya, guru tersebut menjelaskan bahwa kedua hal tersebut sangat bervariasi tergantung masing-masing siswa, namun keterkaitan kedua hal tersebut sangatlah bisa diamati melalui keterlibatannya dalam pembelajaran. Keterampilan dalam matematika yang mungkin dimaksudkan oleh peneliti sebagai kemampuan komunikasi matematika menurut beliau sangatlah mempengaruhi sikapnya terhadap pelajaran matematika, begitupun sebaliknya. Setelah diamati, kita bisa melihat bahwa siswa yang cukup terampil dalam mengolah suatu permasalahan matematika menujukan antusias positif saat pembelajaran, misalnya mengajukan diri menyelesaikan soal matematika dipapan tulis, mengajukan

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 pertanyaan tentang topik matematika di dalam kelas, mengkonfirmasi jawaban ke guru, memberikan waktunya untuk mengajari teman-temannya, dan aktif berdiskusi. Tentunya hal tersebut termasuk respon sikap siswa yang positif terhadap matematika. Mereka tidak melakukan penolakan, tapi berniat untuk mengetahui. Jika ditanyakan tentang apakah ada anak yang bersifat negatif sepertinya, siswa di SMP ini masih terbilang aman. Ada yang mengatakan tidak tapi bukan berarti trauma untuk mempelajari matematika. Mungkin yang ditemui berupa keluhankeluhan tentang sulitnya mempelajari matematika. Akan tetapi jika ditelusuri lebih jauh bahwa sebenarnya siswa akan berubah pola pikirnya kalau sudah dijelaskan. Sedemikian hingga, jika mereka sudah melihat bagaimana soal tersebut harus dipahami maka gambaran menakutkan akan sulitnya soal akan menghilang, meski penerimaannya berbeda. Hal yang didapatkan dari wawancara yang didapatkan ialah kepercayaan serta kesukaan dari pelajar untuk menampilkan atau mengekspresikan dirinya melalui penyelesaian soal matematika sangat bergantung pada pandangan dan tingkah laku yang ditunjukannya saat menghadapi permasalahan matematika. Terlihat jika siswa yang memiliki kepercayaan diri pada kemampuan komunikasi matematika memiliki sikap positif saat menghadapi

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 pelajaran matematika dengan memperhatikan guru, mengerjakan latihan matematika dengan senang hati, unjuk keterampilan matematikanya di depan kelas dan menunjukan ketertarikan dengan melakukan banyak pembicaraan matematika, atau dari ekspresi antusias saat mempelajari ataupun pembahasan matematika yang ada di sekitarnya. Sedangkan, kedua variabel akan berjalan semakin merosot ketika salah satu faktor tersebut menurun menurut penuturan yang diungkapkan oleh guru pengampu pelajaran matematika di SMP Pangudi Luhur. Selain itu, beliau juga menuturkan bahwa banyak faktor lain yang mempengaruhi, akan tetapi sikap adalah hal yang paling dasar. Faktor-faktor tersebut seperti lingkungan tempat tinggal terutama ada beberapa keluarga yang kadang seolah menganggap bahwa matematika itu sulit, orang tuannya merasa tidak bisa maka mengatakan bahwa harap memaklumi anaknya. Pandangan yang diberikan orang tua tersebut bisa menjadi pengaruh akan kepercayaan diri anak bahwa ia memang tidak pintar dalam mata pelajaran matematika. Selain itu faktor dari pembelajaran dari sekolah asal mempengaruhi kebiasaan cara belajar siswa. Bahkan dalam satu sekolah jika memiliki dua guru yang berbeda di tingkatan yang sama maka bisa mempengaruhi keterampilan yang dimiliki siswa. Sebagaimana kita mengetahui bahwa komunikasi merupakan hal umum yang kita temukan di sekitar kita, maka

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 dengan tidak sadar keterampilan untuk pengekspresian hal tersebut berdasarkan sikap kita yang cenderung mendukung atau tidak terhadap obyek tersebut. C. Analisis Data Setelah proses pelaksanaan penelitian, maka data yang diperoleh kemudian dianalisis. Data yang akan dianalisis yakni, data angket dan data tes kemampuan komunikasi matematika. Untuk menguji hipotesis penelitian dilakukan langkah-langkah sebagai berikut, yaitu: 1. Uji asumsi Uji asumsi yang digunakan untuk prasyarat sebelum melakukan uji korelasi yakni uji normalitas. Uji ini digunakan untuk melihat apakah data berdistribusi normal atau tidak. a. Uji Normalitas variabel sikap siswa terhadap matematika Langkah-langkah uji normalitas kolmogorof-smirnov: 1) Merumuskan dan : Data berdistribusi normal :Data berdistribusi tidak normal 2) Taraf signifikan 3) Daerah kritis ditolak jika

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 4) Menentukan nilai statistik uji D: Tabel 4.7 Hasil perhitungan uji normalitas data sikap siswa terhadap matematika Kolmogorov-Smirnov3 SIKAP Statistik Df Sig. .181 22 .059 Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan SPSS versi 20.0, maka diperoleh hasil 5) Kesimpulan Ho diterima sebab Dhitung Dtabel. Maka, data sikap siswa terhadap matematika berdistribusi normal. b. Uji Normalitas variabel kemampuan komunikasi matematika Langkah-langkah uji normalitas kolmogorof-smirnov: 1) Merumuskan dan : Data berdistribusi normal :Data berdistribusi tidak normal 2) Taraf signifikan 3) Daerah kritis H0 ditolak jika:

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 4) Menentukan nilai statistik uji D: Tabel 4.8 Hasil perhitungan uji normalitas data kemampuan komunikasi matematika Kolmogorov-Smirnov3 Statistik Kemampuan Komunikasi .178 Df Sig. 22 .068 Matematika Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan SPSS versi 20.0, maka diperoleh hasil 5) Kesimpulan Ho diterima sebab Dhitung Dtabel. Maka data kemampuan komunikasi matematika dalam penelitian ini berdistribusi normal. Kriteria pengujian yang diambil yakni berdasarkan perbandingan antara Dhitung dan Dtabel dimana Ho diterima jika Dhitung Dtabel sebaliknya Ho akan ditolak jika Dhitung Dtabel. . Dari tabel 4.5 nilai statistik variabel sikap yakni sebesar 0,181 (Dhitung) dan berdasarkan tabel Kolmogorov-Smirnov Dtabel=0,281 sehingga Dhitung Dtabel Ho diterima maka data berdistribusi normal. Untuk data hasil tes komunikasi matematika Dari tabel 4.5 nilai statistik yakni sebesar 0,178 (Dhitung) dengan demikian Dhitung Dtabel maka Ho diterima mengakibatkan data hasil tes kemampuan komunikasi matematika berdistribusi normal.

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 2. Koefisien Korelasi Koefisien korelasi adalah bilangan yang menyatakan kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih dan juga dapat menentukan arah dari kedua variabel. Dalam pengujian ini kita akan menandai variabel X sebagai sikap siswa terhadap matematika dan variabel Y sebagai kemampuan komunikasi matematika siswa. Untuk mengukur besarnya hubungan kedua variabel maka dengan melihat tabel maka: Tabel 4.9 Data perhitungan koefisien korelasi Data (n) Variabel (X) Variabel (Y) Xy Xx yy 1 75 36 2700 5625 1296 2 85 36 3060 7225 1296 3 81 47 3807 6561 2209 4 106 76 8056 11236 5776 5 69 11 759 4761 121 6 85 37 3145 7225 1369 7 85 26 2210 7225 676 8 85 23 1955 7225 529 9 80 66 5280 6400 4356 10 92 49 4508 8464 2401 11 81 26 2106 6561 676 12 77 23 1771 5929 529 13 68 19 1292 4624 361 14 76 17 1292 5776 289 15 81 26 2106 6561 676 16 78 30 2340 6084 900

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 17 80 31 2480 6400 961 18 64 11 704 4096 121 19 79 16 1264 6241 256 20 74 14 1036 5476 196 21 76 20 1520 5776 400 22 76 17 1292 5776 289 657 54683 141247 25683 JUMLAH 1753 Sedemikian hingga: √ (∑ √ √ ( ∑ ) (∑ ) √ ( (∑ ( ) )(∑ ) ( ) ( ) √ ) ( (∑ ) )( ) ) ( ) √ Setelah melakukan perhitungan kita mengetahui bahwa data penelitian memiliki koefisien korelasi sebesar 0,757 yang menandakan bahwa kekuatan hubungan yang ada diantara kedua variabel, yakni variabel sikap siswa terhadap matematika, dan variabel tentang kemampuan komunikasi matematika masuk dalam kategori kuat (lihat pada tabel 3.5 pada bab III). Selain itu kita dapat juga melihat bahwa

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 hubungan yang terjadi bersifat positif atau searah, hal ini ditunjukan dari hasil perhitungan koefisien korelatif yang positif. Hubungan positif atau searah artinya bahwa semakin kuatnya sikap positif siswa terhadap matematika, maka akan semakin meningkat pula kemampuan komunikasi matematikanya. 3. Uji Hipotesis penelitian Hasil perhitungan koefisien relasi menginformasikan bahwa terdapat hubungan linear yang positif antara sikap siswa terhadap matematika dan kemampuan komunikasi matematikanya, maka selanjutnya dilakukan uji hipotesis penelitian untuk mengetahui dan menguji apakah hipotesis yang telah ditetapkan pada Bab II dapat diterima atau tidak. Uji dilakukan dengan teknik korelasi Product Moment dari Pearson dengan taraf signifikan 5%. Tujuan yang ingin didapatkan adalah ingin melihat apakah hubungan antara kedua variabel penelitian signifikan atau tidak. Untuk pengujian peneliti menggunakan variabel X sebagai sikap siswa terhadap matematika dan variabel Y sebagai kemampuan komunikasi matematika siswa. Langkah-langkah uji hipotesis: a. Merumuskan dan : Tidak terdapat hubungan positif dan signifikan antara sikap siswa terhadap matematika dengan kemampuan komunikasi matematika dikalangan

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 para siswa kelas VIII SMP Pangudi Luhur Wedi tahun ajaran 2018/2019” : Terdapat hubungan positif dan signifikan antara sikap siswa terhadap matematika dengan kemampuan komunikasi matematika dikalangan para siswa kelas VIII SMP Pangudi Luhur Wedi tahun ajaran 2018/2019” b. Hipotesis statistik c. Taraf signifikan d. Daerah kritis e. Menentukan nilai statistik uji D: √ √ √ 5,183 √

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 f. Kesimpulan ditolak karena Dari pehitungan uji hipotesis ditemukan kesimpulan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara sikap siswa terhadap matematika dengan kemampuan komunikasi matematika dikalangan para siswa kelas VIII SMP Pangudi Luhur Wedi tahun ajaran 2018/2019”. Hal tersebut dikarenakan nilai perhitungan 5,183 dimana hal tersebut menyebabkan H0 yakni ditolak karena thitung>2,080. Selain dengan menggunakan perhitungan secara manual kita dapat melihat hasil analisis dari aplikasi SPSS versi 20.0 yang akan disajikan pada tabel berikut ini: Tabel 4.10 Hasil perhitungan hubungan sikap siswa terhadap matematika dengan komunikasi matematika menggunakan SPSS Versi 20.0 Kemampuan Person komunikasi correlation matematika Sig.(2-tailed) Kemampuan Sikap siswa komunikasi terhadap matematika matematika 1 .757** .000

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 N Sikap siswa Pearson 22 22 .757** 1 terhadap correlation matematika Sig.(2-tailed) .000 N 22 22 Berdasarkan tabel diatas, kita dapat melihat beberapa informasi penting mengenai hubugan antara sikap siswa terhadap matematika dan kemampuan komunikasi matematikanya. Informasi itu mencakup beberapa hal sebagai berikut: a. Menunjukan hubungan korelasi antara variabel sikap siswa terhadap matematika dan kemampuan komunikasi matematikanya dengan angka koefisien korelasi person sebesar 0,757. Angka tersebut mendekati 1 sedemikian hingga kita dapat melihat bahwa hubungan yang ada diantara kedua variabel termasuk dalam kategori kuat. b. Tanda ** pada tebel menunjukan bahwa korelasi yang terjadi signifikan pada angka 0,01 dan mempunyai kemungkinan 2 arah (2-tailed). c. Selain itu angka 0,757 menunjukan bahwa kasus ini bersifat positif. Arti positif adalah hubungan antara kedua variabel berkorelasi searah. Maksud searah disini, semakin kuatnya sikap

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 positif siswa terhadap matematika, maka akan semakin meningkat pula kemampuan komunikasi matematikanya. d. Menentukan seberapa besar sumbangan yang saling diberikan oleh kedua variabel dapat dilihat dengan menghitung koefisien determinannya. Perhitungan yang dilakuakan adalah sebagai berikut: Artinya hubungan antara sikap siswa terhadap matematika dengan kemampuan komunikasi matematikannya memiliki pengaruh sekitar 57,305% dan selebihnya ditentukan oleh faktor lain. D. Pembahasan Hasil Penelitian Dari pengamatan data kuantitatif yang berupa skor variabel sikap siswa terhadap matematika dan skor kemampuan komunikasi matematika, diperoleh hasil yakni kedua data berdistribusi normal. Dengan kata lain bahwa uji yang dilakukan pada data sampel membuktikan bahwa sampel yang dimiliki berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau data populasi yang dimiliki berdistrbusi normal. Untuk variabel sikap siswa terhadap matematika, hasil analisis data diketahui bahwa nilai statistik variabel sikap siswa terhadap matematika yakni sebesar 0,181 (Dhitung) dan berdasarkan tabel Kolmogorov-Smirnov Dtabel=0,281 sehingga Dhitung Dtabel Ho diterima maka data berdistribusi normal. Untuk data hasil tes komunikasi matematika nilai statistiknya yakni sebesar 0,178 (Dhitung)

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 dengan demikian Dhitung Dtabel maka Ho diterima mengakibatkan data hasil tes kemampuan komunikasi matematika berdistribusi normal. Selanjutnya, dari analisis data penelitian ini ditemukan hubungan yang kuat antara sikap siswa terhadap matematika dengan kemampuan komunikasi matematika. Hubungan tersebut bersifat kuat dengan nilai koefisien relasi sebesar 0.757 dan bersifat positif atau searah. Perolehan yang demikian dapat memberikan gambaran tentang bagaimana kedua variabel penelitian saling mempengaruhi. Perubahan-perubahan yang terjadi pada kemampuan komunikasi matematika siswa baik itu peningkatan ataupun penurunan maka akan berpengaruh pada sikap siswa tersebut terhadap matematika, begitupun sebaliknya. Hasil koefisien determinasi menujukan bahwa ( ) berarti bahwa besarnya sumbangan yang terjadi diantara kedua variabel hanya sebesar 57,305% sedangkan 42,695% lainnya disebabkan oleh faktor lainnya. Beberapa faktor lainnya dapat kita lihat melalui hasil wawancara yang telah kita lakukan dengan 5 narasumber. Hasil wawancara tersebut oleh peneliti selain untuk mengkonfirmasi sikap serta kemampuan komunikasi juga digunakan untuk mencari bbeberapa faktor yang kemungkinan juga berpengaruh bagi kedua variabel yang diteliti. Dengan presentase 42,695% kita menemukan beberapa kemungkinan faktor yang berpengaruh pada sikap siswa terhadap matematika dan kemampuan komunikasi matematika yang dimiliki oleh siswa berdasarkan jawaban dari kelima narasumber. Pertama yakni faktor

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 presepsi matematika yang ditularkan oleh lingkungan keluarga ataupun rumah terhadap sikap yang diambil siswa terkait matematika. Pandangan awal seorang individu dapat dipengaruhi oleh orang-orang sekitarnya. Berdasarkan hasil wawancara, sebuah lingkungan yang sudah menerapkan gambaran bahwa matematika itu sulit dan menakutkan akan membentuk pola pikir bahwa hal tersebut benar bagi si pembelajar. Begitu pula sebaliknya, apabila lingkungan menggambarkan matematika secara positif maka anak akan memberikan respon positif pula. Pada bab 2, dikatakan bahwa sikap merupakan suatu pembawaan, melainkan hasil interaksi antara individu dengan lingkungan sehingga sifat bersifat dinamis. Untuk komunikasi matematika, beberapa faktor lainnya yang di kemukakan pada wawancara melingkupi tentang cara belajar yang berbeda, dan pemahaman materi dari tingkatan sebelumnya. Hal tersebut meliputi kebiasaan yang di terapkan saat pembelajaran, ambil saja beberapa contoh di beberapa sekolah yang memiliki banyak guru matematika, beliau menuturkan bahwa budaya mengajar seperti mencingak akan melatih kecakapan anak dalam merespon soal, akan tetapi ada pula budaya observasi dimana ada pengajar yang meminta siswa untuk meneliti beberapa soal dan melakukan pengamatan tentang permasalahan. Ketika anak-anak tersebut di satukan kembali saat berada di tingkat yang lebih tinggi akan terlihat keterampilan ketangkasan, kecepatan dan ketelitian yang berbeda akibat kebiasaan yang di budayakan pada tingkat sebelumnya. Selain itu kemampuan-kemampuan lain seperti yang

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 dinyatakan oleh Anasari dalam bukunya juga mempengaruhi presentasi 42,695% faktor lain yang dimaksudkan pada hasil perhitungan. Faktorfaktor tersebut antara lain yakni, pengetahuan prasyarat, kemampuan membaca, diskusi dan menulis, serta pemahaman akan konsep matematika (Bab II). Dari hasi presentase kedua variabel penelitian lebih besar dari presentase faktor lainnya, maka dalam keterlibatannya dapat dilihat bahwa baik sikap siswa terhadap matematika maupun kemampuan komunikasi matematika memiliki pengaruh timbal balik yang memungkinkan keduanya berjalan beriringan dalam proses pengembangannya. Hubungan yang terjadi tidak sepenuhnya 100% terhubung dengan baik, namun kekuatan yang ditunjukan melalui perhitungan dapat dikategorikan kuat dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,757 dan hasil koefisien determasi sebesar 57,305%. Setelah kita mengetahui bahwa kedua variabel memiliki korelasi yang kuat dan searah, dalam analisis data dikemukakan melalui uji hipotesis korelasi bahwa hubungan yang terjadi tersebut merupakan hubungan yang signifikan. Nilai perhitungan yang didapatkan melalui perhitungan secara manual melalui uji t yakni 5,183 dimana hal tersebut menyebabkan H0 ditolak karena thitung>2,080, sehingga dapat memperoleh kesimpulan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara sikap siswa terhadap matematika dengan kemampuan komunikasi

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 matematika dikalangan para siswa kelas VIII SMP Pangudi Luhur Wedi tahun ajaran 2018/2019”. Sebuah hipotesis signifikan, ini berarti hipotesis tersebut meyakinkan sehingga dapat diterima, berlaku, dan digeneralisasikan pada populasi. Dengan demikian hasil dari analisis data yakni dalam pengujian hipotesis kita mengetahui bahwa hubungan antara sikap siswa terhadap matematika dengan kemampuan komunikasi matematikanya menyatakan bahwa hubungan dapat diterima, berlaku dan dapat digeneralisasikan. E. Keterbatasan penelitian Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih jauh dari kata sempurna, hal ini disebabkan karena adanya keterbatasan yang dialami oleh penulis dalam mengambil data penelitian 1. Peneliti hanya melakukan konsultasi secara lisan dengan guru pengampu mata pelajaran matematika di SMP Pangudi Luhur Wedi, sehingga dalam penelitian ini tidak ada rekam data validasi dari guru. Namun, peneliti telah melakukan uji coba instrumen pada siswa dan validasi isi oleh dosen matematika sebagai data validasi. 2. Pelajaran matematika kelas VIII A berada di jam pelajaran terakhir. Keadaan ini membuat keadaan kelas menjadi tidak kondusif dan beberapa siswa terlihat mengantuk pada saat mengerjakan soal.

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan di SMP Pangudi Luhur Wedi, peneliti mendapatkan kesimpulan yaitu: Hasil analisis data yang dilakukan guna mengetahui hubungan antara sikap siswa terhadap matematika dengan kemampuan komunikasi matematika menunjukan hubungan linear keduanya kuat dengan nilai koefisien korelasi pearson 0,757, searah dan memiliki koefisien detererminan 57,305% sedangkan 42,695% faktor lain. Hasil pengujian menggunakan uji korelasi Product Moment dari Pearson dengan taraf signifikan 5% menunjukan hasil perhitungan dengan nilai = 5,183 dan ttabel= 2,080 membuat kedua variabel memiliki hubungan yang signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara sikap siswa terhadap matematika dengan kemampuan komunikasi matematikanya. 84

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 B. Saran 1. Saran bagi guru pengampu mata pelajaran matematika Sebagai seorang guru matematika diharapkan dapat memahami kemampuan dasar dan sikap yang ditunjukan siswa dalam mempelajari matematika. Selain itu dengan kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian ini dapat menjadi acuan pilihan untuk meningkatkan sikap positif siswa terhadap matematika sedemikian hingga kemampuan komunikasi matematika yang menjadi dasar untuk mempelajari matematika juga dapat meningkat, atau bisa memilih sebaliknya sebab kedua faktor tersebut saling mempengaruhi. 2. Saran bagi orang tua Sebagai lingkungan pertama yang dikenali oleh individu dalam kehidupannya diharapkan bahwa untuk memberikan persepsi positif tentang matematika kepada anak-anak demi peningkatan sikap positif dan kebiasaan belajar yang baik dalam menunjang peningkatan kemampuan komunikasi matematika. 3. Bagi peneliti yang akan melakukan penelitian lanjutan Bagi peneliti yang berminat melanjutkan penelitian ini, peneliti dapat menggunakan hasil yang didapatkan untuk menjadi acuan dalam penelitian selanjutnya. Subyek dalam penelitian ini dapat dikembangkan misalnya dengan memilih tingkatan pendidikan yang lebih tinggi ataupun ditingkatan yang lebih rendah dan dengan mempertimbangkan variabel faktor lainnya yang berkesinambungan

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 dengan pembahasan yang ada pada penelitian ini. Untuk pemilihan lokasi, peneliti menyarankan dapat menggunakan dua populasi sehingga dapat memberikan perbandingan serta penemuan faktor tambahan yang menunjang ketercapaian tujuan belajar.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 DAFTAR PUSTAKA Abdulhak, I. 2001. “Komunikasi Pembelajaran: Pendekatan Konvergensi dalam Peningkatan Kualitas dan Efektifitas Pembelajaran”. Disampaikan pada Pidato pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Ansari, Bansu I. 2016. Komunikasi Matematika:Strategi Berpikir Dan Manajemen Belajar Konsep Dan Aplikasi. Banda Aceh: PeNA. Arifin, Johar. 2017. SPSS 24 untuk Penelitian dan Skripsi. Jakarta: Rineka Cipta Arikunto, Suharsimi. 2006. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Arikunto, Suharsimi. 2013. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Armiati. 2009. Komunikasi Matematis dan Pembelajaran Berbasis Masalah. Seminar Nasional Matematika UNPAR. Tidak Diterbitkan. Diakses pada 10 Mei 2018. Astuti & Leonard. 2015. “Peran Kemampuan Komunikasi Matematika Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa” Jurnal Formatif vol. 2.2:105-110. Azwar, Saifuddin. 1998. Sikap Manusia, Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Liberty.

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Azwar, Saifuddin. 2005. Sikap Manusia, Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar,S. 2009. Realiabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Bimo, Walgito. 2003. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: ANDI. Cangra, Hafied. 2007. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Dayakisni, Tri dan Hudaniah. 2009. Psikologi sosial. Malang: UMM Press. Endriani, Yully, Ade Mirza, dan Asep Nursangaji. 2017. Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dengan Kemampuan Komunikasi Matematis. Tesis (tidak dipublikasikan). Pontianak: FKIP Untan. Guerreiro, Antonio. 2008. Communication in mathematics teaching and learning: pratices in primary education. Diakses 28 mei 2018 dalam forum online http;//yess4.ktu.edu.tr/YermePappers/Ant_%20Guerreiro.pdf. Hilgard, E.R. 1962. Introduction to Psychology. New York: Harcourt, Brace & Wolrd, Inc. Hudaniah. Tri Dayakisni. 2012. Psikologi Sosial. Malang: Universitas Muhammadiah Malang (Forum Online Diakses 10 Mei 2018). Kasmadi & Sunariah. 2013. Panduan Modern Penelitian Kuantitatif. Bandung: ALFABETA.

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Marsigit. 2009. Matematika SMP Kelas VIII. Jakarta: Yudhistira. Natawidjadja, Rochman. 1987. Pendekatan-Pendekatan Penyuluhan Kelompok. Bandung: Diponegoro. NCTM. 2000. Princip and Standarts For School mathematics. Dalam forum online Http;//Www.Mathematicallycorrect.Com . Diakses 2 Mei 2018. Nisa, Maria Picessa. 2012. Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) pada Materi Balok Kelas VIII B SMP Aloysius Turi. Skripsi. Tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Notoatmodjo, Soekidjo. 1993. Pengantar Pendidikan Dan Ilmu Prilaku Kesehatan. Yogyakarta: Andi Offset. Primasiwi, Yunika. 2012. Hubungan Antara Sikap Siswa terhadap Matematika dengan Prestasi Belajar Matematika di Kalangan para Siswa Kelas X A semester I SMA BOPKRI 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2011/2012. Skripsi. Tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Ramelan, Purnama. 2012. “Kemampuan Komunikasi Matematis Dengan Pembelajaran Interaktif”. Jurnal Pendidikan Matematika, Vol. 1 No. 1 tahun 2012, Part 2 Hal 77-82. Ruseffendi, E. 1997. Pendidikan Matematika 3. Jakarta: Depdikbud.

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Sari, Dwi Eka, Akhmad Budi, Dan Olivia Putri. 2016. Hubungan Antara Kemampuan Komunikasi Dengan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Di Kelas X Sma Negri 3 Lubuk Linggau Tahun Ajaran 2015/2016. Lubuklinggau: STKIP-PGRI. Siregar, Syofian. 2014 Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Kencana. Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: CV ALFABETA. Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: CV ALFABETA. Surya, Edi dan Rahayu. 2009. Peningkatan Kemampuan Representasi dan Komunikasi Matematis Siswa SMP Ar-Rahman Percut Melalui Pembelajaran kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Tidak Di terbitkan. Medan Unimed Press. Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup. Susanto, Ahmad. 2015. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup. Syah, Muhibbin. 2003. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung : Pt Remaja Rosdakarya. W.S.Winkel. 1987. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 LAMPIRAN 1 (SURAT PENELITIAN)

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 LAMPIRAN 2 (LEMBAR VALIDASI INSTRUMEN)

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 LEMBAR VALIDASI ANGKET SIKAP SISWA TERHADAP MATEMATIKA Satuan Pendidikan : SMP Pangudi Luhur Wedi Kelas/Semester : VIII/1 Peneliti : Elisabet Resti Dianingsih A. Petunjuk Lembar validasi ini dimaksudkan untuk mengetahui pendapat Bapak/Ibu mengenai beberapa aspek yang disajikan dalam Angket sikap siswa terhadap matematika. Masukkan kritik dan saran Bapak/Ibu sangat bermanfaat untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas instrumen yang dikembangkan. Adapaun petunjuk yang dapat membantu Bapak/Ibu dalam memberikan penilaian lembar validasi angket ini yaitu : 1. Bapak/Ibu dimohon untuk memberikan penilaian dengan cara memberikan tanda ceklis pada kolom nilai yang sesuai dengan penilaian Bapak/Ibu. 2. Jika Bapak/Ibu merasa perlu memberikan catatan khusus demi perbaikan soal, mohon ditulis dalam kolom soal atau langsung pada naskah soal dan sebagai bahan perbaikan instrumen dapat menuliskan pada lembar saran yang disediakan.

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 3. Makna skala penilaian adalah sebagai berikut: (1) : Tidak baik (perlu diubah) (2) : Kurang baik (kurang valid, dengan revisi, bahasa sulit dipahami,pernyataan tidak sesuai dengan aspek) (3) :Cukup baik (valid, dengan revisi, bahasa mudah dipahami, pernyataan kurang sesuai dengan aspek) (4) :Baik (valid, dengan revisi, bahasa mudah dipahami, pernyataan sesuai dengan aspek) B. Penilaian Instrumen Angket Skala Penilaian No Aspek yang Dinilai 1 A Format 1. Kelengkapan identitas angket 2. Rumusan petunjuk pengisian angket 3. Kesesuaian jenis dan ukuran huruf B Bahasa 1. Penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar 2. Struktur kalimat yang sederhana 3. Penggunaan kalimat yang tidak multi tafsir C Isi 1. Kesesuaian rumusan indikator angket terhadap tujuan penelitian 2. Kesesuaian pernyataan terhadap indikator angket 2 3 4 5

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 LEMBAR VALIDASI INSTRUMEN SOAL TES KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA Satuan Pendidikan : SMP Pangudi Luhur Wedi Kelas/Semester : VIII/1 Bidang Studi : Matematika Materi : Faktorisasi Suku Aljabar Peneliti : Elisabet Resti Dianingsih A. Petunjuk Pengisian : 1. Berdasarkan pendapat Bapak/Ibu berilah penilaian V (valid), CV (cukup valid), KV (kurang valid), TV (Tidak valid), dengan memberikan tanda centang (√ ) pada kolom VALIDITAS ISI yang telah disediakan. 2. Berdasarkan pendapat Bapak/Ibu berilah penilaian SDP (sangat dapat Dipahami), KDP(kurang dapat dipahami), TDP(tidak dapat dipahami), dengan memberikan tanda centang (√ ) pada kolom BAHASA DAN PENULISAN SOAL yang telah disediakan. 3. Jika menurut Bapak/Ibu terdapat kekurangan pada soal tes kemampuan komunikasi matematika yang telah disusun, Bapak/Ibu dimohon untuk menuliskan saran/masukan pada lembar saran yang disediakan.

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 4. Berikut ini akan diberikan beberapa hal yang menjadi pedoman dalam mengisi tabel validasi, yaitu: a. Validasi isi 1) Apakah soal sudah sesuai dengan indikator pembelajaran yang ingin dicapai? 2) Apakah soal yang dirumuskan secara singkat dan jelas? 3) Apakah petunjuk pengerjaan soal dituliskan secara jelas? b. Bahasa dan Penulisan Soal 1) Apakah soal menggunakan bahasa indonesia yang baku sesuai kaidah? 2) Apakah soal menggunkan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami dan tidak menimbulkan penafsiran ganda? B. Penilaian Bahasa dan Penulisan Validitas isi soal No V 1 2 3 4 CV KV TV SDP KDP TDP

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 LAMPIRAN 3 (INSTRUMEN ANGKET)

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 Nama No. Absen ANGKET SIKAP SISWA TERHADAP MATEMATIKA A. Petunjuk Pengisian 1. Isilah identitas kalian secara lengkap. 2. Baca dan pahamilah pertanyaan-pertanyaan yang tersedia pada angket ini sesuai dengan apa yang kalian rasakan dengan memberikan tanda centang ( ) pada kolom-kolom yang sudah disediakan yaitu STS, TS, S, dan SS dengan keterangan : STS : Sangat Tidak Setuju TS : Tidak Setuju S : Setuju SS : Sangat Setuju 3. Pertanyaan yang akan disediakan berjumlah 30 soal dan diharapkan kalian menjawab semua pertanyaan yang disediakan, jangan sampai ada pertanyaan yang terlewati maupun tidak dijawab. 4. Kerahasiaan terhadap jawaban yang kalian isikan akan terjamin kerahasiaannya. 5. Hasil dari angket ini tidak akan berpengaruh pada nilai ulangan maupun nilai harian. 6. Sebelum mengumpulkan angket ini, periksalah kembali jawaban-jawaban yang kalian isikan. B. Pengisian Kuesioner No PERNYATAAN 1 Matematika merupakan SS salah satu pelajaran yang saya suka 2 Mengulas pemahaman matematika bersama teman di luar kelas merupakan kegiatan yang mengasyikan S TS STS

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 NO PERNYATAAN 3 Saya merasa matematika SS dengan mempelajari saya bisa dengan mudah memecahkan masalah sehari-hari 4 Matematika adalah pelajaran yang sulit dipahami 5 Saya akan merasa gugup saat guru matematika bertanya kepada saya 6 Matematika tidak bisa membantu saya dalam memecahkan masalah sehari-hari 7 Menurut saya selama pembelajaran matematika di sekolah, siswa harus aktif dan berkonsentrasi belajar 8 Saya suka matematika karena selalu merasa tertantang saat menyelesaikan soal 9 Dengan mempelajari matematika saya terbantu untuk mempelajari matapelajaran lainnya 10 Saya akan belajar matematika jika mendapatkan tugas (PR) saja 11 Menurut saya soal matematika itu sulit untuk diselesaikan 12 Saya merasa bahwa matematika merupakan pelajaran yang membuat saya takut 13 saya tidak percaya diri ketika berdiskusi dalam kelompok matematika dikelas S TS STS

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 NO PERNYATAAN 14 SS Saya kurang berpartisipasi dalam pelajaran matematika karena pelajaran matematika membuat jenuh 15 Ketika pelajaran matematika berlangsung saya merasa tegang atau cemas tidak bisa mengikuti 16 Saya menganggap bahwa soal-soal latihan matematika yang diberikan oleh guru sebagai sesuatu yang menantang untuk diselesaikan 17 Saya merasa rugi jika tidak mengikuti pembelajaran matematika meskipun itu hanya sekali 18 Saya akan langsung maju untuk mengerjakan soal di papan tulis begitu guru memberikan kesempatan 19 Saya merasa waktu akan berjalan cepat ketika belajar matematika 20 Ketika merasa sulit dengan soal matematika saya akan menanyakannya kepada guru atau teman saya 21 Saya merasa senang jika teman saya mengajak saya membahas soal matematika bersama 22 Saya akan menyediakan waktu untuk belajar matematika di rumah 23 Soal matematika merupakan soal yang asik dan menantang untuk diselesaikan S TS STS

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 NO PERNYATAAN 24 SS Saya akan menyelesaikan PR matematika dihari itu juga setelah diberikan oleh guru 25 Saya menganggap bahwa matematika adalah pelajaran yang rumit 26 Saya sering merasa bosan jika belajar matematika 27 Saya selalu merasa cemas saat diperintahkan untuk menyelesaikan soal matematika di depan kelas 28 Ketika kesulitan mengerjakan soal matematika saya akan pasrah dan malas untuk menyelesaikannya 29 Nilai matematika saya selalu buruk meskipun saya belajar matematika 30 Saya enggan jika diajak untuk membahas soal matematika S TS STS

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 LAMPIRAN 4 ( INSTRUMEN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA )

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 SOAL TES KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA (dengan Materi Pembelajaran Faktorisasi Bentuk Aljabar) Nama No. Absen Petunjuk Pengerjaan: 1. Tulislah identitas pada kolom yang telah disediakan 2. Periksalah dan bacalah soal-soal dengan teliti sebelum menjawab 3. Kerjakan pada Lembar Jawab Siswa yang telah disediakan 4. Bekerjalah secara mandiri dan jujur 5. Waktu pengerjaan 100 menit Kerjakan soal-soal berikut ini dengan benar dan teliti! 1. Sederhanakanlah bentuk aljabar dibawah ini dan tulisakan sifat-sifat dalam operasi aljabar yang digunakan! (skor: 30 poin) a. b. c.

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 2. Diketahui segitiga siku-siku dengan panjang sisi siku-sikunya adalah dan . Sedangkan panjang sisi miringnya . Tentukan: (skor: 20 poin) a. Gambar ilustrasi untuk permasalahan tersebut beserta keterangannya b. Berapakah luas segitiga siku-siku tersebut? Petunjuk: Teorema pythagoras untuk yaitu AC adalah panjang sisi miring segitiga siku-siku 3. Luas persegi panjang ABCD sama dengan Luas persegi PQRS. Jika persegi panjang memiliki panjang sedangkan panjang sisi persegi dan lebar , , maka tentukan: (skor: 20 poin) a. Gambarlah ilustrasi mengenai persoalan tersebut! b. Berapa panjang persegi panjang ABCD? 4. Sebuah taman berbentuk segitiga siku-siku. Salah satu sisi siku-siku panjangnya 5 m kurangnya dari sisi siku-siku yang lain. jika luas segitiga itu 75 m2. Tentukan : (Skor: 20 poin) a. Gambarlah ilustrasi mengenai persoalan tersebut! b. Berapakah panjang masing-masing sisi siku-siku taman tersebut?

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 KUNCI JAWABAN DAN KRITERIA PEMBERIAN SKOR KOMUNIKASI MATEMATIKA No 1 Jawaban a. Aspek Komunikasi Matematika Aspek I (aturan perkalian bertanda) (sifat komutatif) (sifat distributif) (aturan perkalian bertanda) = (Sifat-sifat yang digunakan dapat dijelaskan siswa sesuai dengan langkah-langkah yang di pilihnya dalam menyelesaikan soal berpedoman pada sifat-sifat yang digunakan dalam operasi hitung bentuk aljabar) Aspek I b. (sifat distributif) (aturan perkalian Keterangan  Jawaban benar dengan langkah penyelesaian yang jelas dan lengkap serta menuliskan sifat-sifat operasi hitung bentuk aljabar  Jawaban benar dengan langkah penyelesaian yang jelas dan lengkap tetapi tidak menuliskan sifat-sifat operasi hitung bentuk aljabar  Langkah penyelesaian yang jelas dan lengkap serta menuliskan sifatsifat operasi hitung bentuk aljabar tetapi jawaban salah  Langkah penyelesaian tidak lengkap, jawaban salah dan tidak menuliskan sifat-sifat operasi hitung bentuk aljabar  Tidak menuliskan langkah-langkah pengerjaan  Tidak mengerjakan penyelesaian Skor Maksimal  Jawaban benar dengan langkah penyelesaian yang jelas dan lengkap serta menuliskan sifat-sifat operasi hitung bentuk aljabar Skor Skor Total 10 7 5 2 0 10 10 30

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109  bertanda) (sifat komutatif) (sifat distributif) (aturan perkalian bertanda) (Sifat-sifat yang digunakan dapat dijelaskan siswa sesuai dengan langkah-langkah yang di pilihnya dalam menyelesaikan soal berpedoman pada sifat-sifat yang digunakan dalam operasi hitung bentuk aljabar) c. Sederhanakan Penyelesaian: Aspek I Jawaban benar dengan langkah penyelesaian yang jelas dan lengkap tetapi tidak menuliskan sifat-sifat operasi hitung bentuk aljabar  Langkah penyelesaian yang jelas dan lengkap serta menuliskan sifatsifat operasi hitung bentuk aljabar tetapi jawaban salah  Langkah penyelesaian tidak lengkap, jawaban salah dan tidak menuliskan sifat-sifat operasi hitung bentuk aljabar  Tidak menuliskan langkah-langkah pengerjaan  Tidak mengerjakan penyelesaian Skor Maksimal  Jawaban benar dengan langkah penyelesaian yang jelas dan lengkap serta menuliskan sifat-sifat operasi hitung bentuk aljabar  Jawaban benar dengan langkah penyelesaian yang jelas dan lengkap tetapi tidak menuliskan sifat-sifat operasi hitung bentuk aljabar  Langkah penyelesaian yang jelas dan lengkap serta menuliskan sifatsifat operasi hitung bentuk aljabar tetapi jawaban salah 7 5 2 0 10 10 7 5

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110  (Sifat-sifat yang digunakan dapat dijelaskan siswa sesuai dengan langkah-langkah yang di pilihnya dalam menyelesaikan soal berpedoman pada sifatsifat yang digunakan dalam operasi hitung bentuk aljabar) 2 Diketahui : Panjang siku sikunya (x+7)cm dan 16 cm Panjang sisi miring (x+15) cm Ditanyakan: a. Gambar ilustrasi persoalan b. Luas segitiga siku-siku Aspek II a. Gambar ilustrasi persoalan C Aspek III 𝑥 𝑐𝑚 A 16 cm B b. Luas segitiga siku-siku Menurut teorema pythagoras untuk Aspek II Langkah penyelesaian tidak lengkap, jawaban salah dan tidak menuliskan sifat-sifat operasi hitung bentuk aljabar  Tidak menuliskan langkah-langkah pengerjaan  Tidak mengerjakan penyelesaian Skor Maksimal  Menuliskan dengan benar dan lengkap  Tidak menuliskan atau menuliskan salah atau menuliskan tidak benar Skor Maksimal  Menggambarkan ilustrasi persoalan dengan benar dan menuliskan keterangan pada ilustrasi tersebut dengan tepat  Menggambarkan ilustrasi persoalan tetapi tidak memberika keterangan ilustrasi dengan tepat  Tidak menggambarkan ilustrasi persoalan Skor Maksimal  berlaku  Mengubah persoalan kebentuk matematika Menyelesaikannya dengan 2 0 10 1 0 1 10 20 5 0 10 8

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111    Luas     Jadi, luas segitiga siku-siku itu adalah 96 3 Diketahui: Luas ABCD = Luas PQRS Panjang persegi panjang ABCD Lebar persegi panjang ABCD Panjang sisi Persegi PQRS Ditanyankan: a. Gambar ilustrasi persoalan Aspek II langkah-langkah yang jelas dan benar Menuliskan kesimpulan jawaban Mengubah persoalan kebentuk matematika Menyelesaikannya dengan langkah-langkah yang jelas Tidak menuliskan kesimpulan jawaban Mengubah persoalan kebentuk matematika Tidak menyelesaikannya dengan langkah-langkah yang jelas dan benar Mengubah persoalan kebentuk matematika  Tidak mengerjakan soal Skor Maksimal  Menuliskan kesimpulan  Tidak menuliskan kesimpulan Skor maksimal  Menuliskan dengan benar dan lengkap  Tidak menuliskan atau menuliskan salah atau menuliskan tidak benar Skor Maksimal 6 3 1 0 8 1 0 1 1 0 20 1

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 b. Panjang persegi panjang ABCD a. Ilustrasi persoalan Aspek III A P Q 𝑥 𝑐𝑚 B D 𝑥 𝑐𝑚 C R 𝑥 cm b. Mencarri Panjang Persegi Panjang ABCD Luas ABCD Luas PQRS S Aspek II  Menggambarkan ilustrasi persoalan dengan benar dan menuliskan keterangan pada ilustrasi tersebut dengan tepat  Menggambarkan ilustrasi persoalan tetapi tidak memberika keterangan ilustrasi dengan tepat  Tidak menggambarkan ilustrasi persoalan Skor Maksimal        Mengubah persoalan kebentuk matematika Menyelesaikannya dengan langkah-langkah yang jelas dan benar Menuliskan kesimpulan jawaban Mengubah persoalan kebentuk matematika Menyelesaikannya dengan langkah-langkah yang jelas Tidak menuliskan kesimpulan jawaban Mengubah persoalan kebentuk matematika 10 5 0 10 8 6 3

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113   Jadi, panjang persegi panjang ABCD Diketahui : Panjang sisi siku-siku segitiga Luas segitiga 75 Ditanyakan: a. Gambar ilustrasi persoalan b. Panjang sisi siku-siku taman a. Gambar ilustrasi persoalan Aspek II Aspek III  Tidak mengerjakan soal Skor Maksimal  Menuliskan kesimpulan  Tidak menuliskan kesimpulan Skor Maksimal  Menuliskan dengan benar dan lengkap  Tidak menuliskan atau menuliskan salah atau menuliskan tidak benar Skor Maksimal  C  𝑥m 4 B 𝑥 m A Tidak menyelesaikannya dengan langkah-langkah yang jelas dan benar Mengubah persoalan kebentuk matematika  1 0 8 1 0 1 1 0 1 Menggambarkan ilustrasi persoalan dengan benar dan menuliskan keterangan pada ilustrasi tersebut dengan tepat Menggambarkan ilustrasi persoalan tetapi tidak memberika keterangan ilustrasi dengan tepat 10 Tidak menggambarkan ilustrasi persoalan 0 Skor Maksimal 5 10 20

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 b. Panjang sisi siku-siku taman Aspek II   ( )         Jadi,panjang salah satu sisi siku-siku taman tersebut adalah 30 m, dan panjang sisi siku-siku lainnya adalah ( m Mengubah persoalan kebentuk matematika Menyelesaikannya dengan langkah-langkah yang jelas dan benar Menuliskan kesimpulan jawaban Mengubah persoalan kebentuk matematika Menyelesaikannya dengan langkah-langkah yang jelas Tidak menuliskan kesimpulan jawaban Mengubah persoalan kebentuk matematika Tidak menyelesaikannya dengan langkah-langkah yang jelas dan benar Mengubah persoalan kebentuk matematika Tidak mengerjakan soal Skor Maksimal  Menuliskan kesimpulan  Tidak menuliskan kesimpulan Skor Maksimal 8 6 3 1 0 1 1 0 1

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 LAMPIRAN 5 (DATA UJI VALIDITAS DAN REALIBILITAS INSTRUMEN ANGKET SIKAP)

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 DATA HASIL UJI VALIDITAS INSTRUMEN ANGKET SIKAP SISWA TERHADAP MATEMATIKA DI KELAS VIII C SMP PANGUDI LUHUR WEDI TAHUN AJARAN 2018/2019 MENGGUNAKAN MS. EXCEL NO 1 NO 2 NO 3 NO 4 NO 5 NO 6 NO 7 NO 8 NO 9 N0 10 N0 11 N0 12 NO13 NO 14 NO 15 4 3 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 4 3 4 2 3 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 1 3 2 2 3 3 2 3 2 2 2 3 3 3 2 4 2 2 1 3 3 4 4 1 2 4 4 2 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 2 3 4 2 3 3 2 2 2 4 2 2 2 2 2 2 3 3 3 4 3 1 2 3 4 2 3 2 2 3 3 2 3 3 4 2 2 3 2 3 3 2 2 1 3 3 3 3 3 4 2 3 2 3 4 2 3 2 2 3 2 3 3 2 1 3 2 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 2 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 0,728 0,504 0,443 0,694 0,645 0,791 0,412 0,610 0,145 0,510 0,839 0,757 0,584 0,561 0,717

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 NO 16 NO 17 NO 18 NO 19 NO 20 NO 21 NO 22 NO 23 NO 24 NO 25 NO 26 NO 27 NO 28 NO 29 NO 30 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 3 3 4 2 3 1 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 2 2 3 2 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 2 3 3 4 4 2 3 3 3 2 4 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 1 3 3 3 2 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 4 4 2 3 3 4 3 4 4 3 2 2 2 2 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 2 4 2 4 3 2 2 2 2 2 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 2 2 2 2 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 4 2 2 2 3 3 3 2 3 3 2 2 3 1 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 4 4 4 4 4 3 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 2 4 1 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 0,599 0,636 0,460 0,662 0,549 0,576 0,103 0,573 0,442 0,763 0,662 0,638 0,636 0,178 0,511

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 LAMPIRAN 6 (DATA UJI VALIDITAS DAN REALIBILITAS INSTRUMEN TES KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA)

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 DATA HASIL UJI VALIDITAS INSTRUMEN ANGKET SIKAP SISWA TERHADAP MATEMATIKA DI KELAS VIII C SMP PANGUDI LUHUR WEDI TAHUN AJARAN 2018/2019 SOAL NO 1 SOAL NO 2 SOAL NO 3 SOAL NO 4 10 18 0 5 16 10 20 18 17 13 10 0 8 11 18 10 24 12 12 10 5 11 17 5 5 10 10 0 16 13 20 18 12 13 12 10 7 11 10 9 5 0 10 2 17 12 20 10 7 0 20 0 9 14 12 5 18 10 20 15 7 15 10 11 18 0 20 10 13 10 17 0 14 11 17 10 0,765085 0,333023 0,545873 0,852628

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 LAMPIRAN 7 (HASIL UJI NORMALITAS SPSS)

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 Hasil Uji Normalitas Berikut ini adalah screenshoot Spss versi 20.0 untuk hasil uji normalitas sikap siswa terhadap matematika dan kemampuan komunikasi matematika

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 LAMPIRAN 8 (HASIL UJI HIPOTESIS SPSS)

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 HASIL UJI HIPOTESIS Berikut ini adalah screenshoot Spss versi 20.0 untuk hasil uji hipotesis penelitian:

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 LAMPIRAN 9 ( DOKUMENTASI FOTO)

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 DOKUMENTASI PENGAMBILAN DATA PENELITIAN KELAS VIII SMP PANGUDI LUHUR WEDI TAHUN AJARAN 2018/2019

(144)

Dokumen baru

Download (143 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
15
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
26
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
16
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi
0
0
147
POLA PENGASUHAN ORANGTUA MENURUT SISWA KELAS VIII SMP PANGUDI LUHUR I YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2007-2008 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling
0
0
118
KEMAMPUAN MENGUBAH TEKS WAWANCARA MENJADI KARANGAN NARASI SISWA KELAS VIII SMP PANGUDI LUHUR 2 GONDOKUSUMAN, YOGYAKARTA, TAHUN AJARAN 20062007 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan B
0
0
119
PERBEDAAN KEMAMPUAN MENULIS SURAT UNDANGAN DINAS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI DENGAN SISWA KELAS VIII SMP SWASTA DI KECAMATAN NANGGULAN TAHUN AJARAN 20062007 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Stud
0
0
133
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi
0
0
190
KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS X SMA PANGUDI LUHUR SEDAYU TAHUN AJARAN 20082009 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
0
0
113
TINGKAT PEMAHAMAN SISWA KELAS XI SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA TERHADAP KEGUNAAN KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING TAHUN AJARAN 20072008 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konsel
0
0
174
TINGKAT KEAKTIFAN MENGIKUTI BIMBINGAN KLASIKAL PAD A SISWA KELAS IX SMP PANGUDI LUHUR I YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20082009 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Progam Studi Bimbingan dan Konseling
0
0
84
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
135
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DAN SUASANA BELAJAR DALAM KELUARGA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP BOPKRI 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20112012 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Progr
0
0
233
PENGARUH PENDIDIKAN KRISTIANITAS TERHADAP KARAKTER SISWA KELAS XI SMA PANGUDI LUHUR VAN LITH MUNTILAN TAHUN AJARAN 20132014 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Ilmu Pendidikan Kekhususan Pend
0
0
281
Show more