PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPA MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK PADA SISWA KELAS V SDN KARANGBOLONG TAHUN PELAJARAN 2017 2018

Gratis

0
0
265
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPA MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK PADA SISWA KELAS V SDN KARANGBOLONG TAHUN PELAJARAN 2017/ 2018 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh : Abethnego Sevriarto 121134126 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Dengan rasa syukur skripsi ini saya persembahkan untuk:     Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan penyertaan-Nya Bapak Jumari dan Ibu Wahyu Murtini, selaku orang tua yang selalu memberi dukungan dan motivasi Keluarga besar Teman-teman yang sudah membantu dalam pengerjaan skripsi ini iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO “IF I FAIL, I TRY AGAIN, AND AGAIN, AND AGAIN” -NICK VUJICIC- “HOWEVER DIFFICULT LIFE MAY SEEM, THERE IS ALWAYS SOMETHING YOU CAN DO AND SUCCED AT” -STEPHEN HAWKING- v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 21 Januari 2019 Penulis Abethnego Sevriarto vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Abethnego Sevriarto Nomor Mahasiswa : 121134126 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: “PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPA MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK PADA SISWA KELAS V SDN KARANGBOLONG TAHUN PELAJARAN 2017/2018” beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya membertikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pengkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di dalam Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta Ijin dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 21 Januari 2019 Yang menyatakan Abethnego Sevriarto vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPA MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK PADA SISWA KELAS V SDN KARANGBOLONG TAHUN AJARAN 2017/2018 Abethnego Sevriarto Universitas Sanata Dharma 2019 Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya motivasi dan prestasi belajar siswa kelas V SDN Karangbolong Tahun Ajaran 2017/2018. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan upaya peningkatan motivasi dan prestasi belajar IPA kelas V SDN Karangbolong tahun pelajaran 2017/2018 menggunakan media pembelajaran berbasis TIK, 2) meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penggunaan media pembelajaran berbasis TIK dalam mata pelajaran IPA, 3) meningkatkan prestasi belajar siswa melalui penggunaan media pembelajaran berbasi TIK dalam mata pelajaran IPA. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Karangbolong tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 25 siswa. Objek penelitian ini adalah peningkatan motivasi dan prestasi belajar pada mata pelajaran IPA. Data motivasi belajar diperoleh dari lembar observasi. Data prestasi belajar diperoleh dari soal evaluasi masing-masing siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) upaya peningkatan motivasi dan prestasi belajar IPA menggunakan media pembelajaran berbasis TIK dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a) mengamati gambar dalam slide powerpoint dan video, b) tanya jawab seputar gambar dalam slide powerpoint dan video; 2) penggunaan media pembelajaran berbasis TIK dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dengan adanya peningkatan rata-rata skor motivasi dari kondisi awal 23 dengan persentase jumlah siswa yang termotivasi sebesar 32%, pada siklus I meningkat menjadi 29,88 dengan persentase jumlah siswa yang termotivasi sebesar 60%, dan pada siklus II meningkat menjadi 39,84 dengan persentase jumlah siswa yang termotivasi sebesar 100%; 3) penggunaan media pembelajaran berbasis TIK dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dengan adanya peningkatan nilai rata-rata kelas siswa dari kondisi awal 70,67 dengan persentase ketuntasan siswa 46,67%, siklus I meningkat menjadi 82 dengan persentase ketuntasan siswa 72%, dan siklus II meningkat menjadi 90,8 dengan persentase ketuntasan siswa 96%. Kata kunci: motivasi belajar, prestasi belajar, dan media pembelajaran berbasis TIK viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT IMPROVEMENT OF MOTIVATION AND LEARNING ACHIEVEMENT IN LEARNING SCIENCE SUBJECT AT 5TH GRADE OF STATE ELEMENTARY SCHOOL OF KARANGBOLONG BY USING ICT BASED INSTRUCTIONAL MEDIA ACADEMIC YEAR 2017/2018 Abethnego Sevriarto Sanata Dharma University 2018 The background study of this research were motivation problem and learning achievement of fifth grade of state elementary school of karangbolong academic year 2017/2018. This research was held to: 1) describe the effort of improvement motivation and learning achievement by using ICT based instructional media in science, 2) improve learning motivation by using ICT based instructional media in science, 3) improve learning achievement by using ICT based instructional media in science. The type of this research was class action research. The subject of this research were class V students of state elementary school of karangbolong academic year 2017/2018 which had 25 students. The object of this research was the improvement of students motivation and learning achievement using ICT based instructional media in science. The student’s motivation data has been obtained by using observation sheet. The student’s learning achievement data has been obtained from the evaluation at the end of each cycle. The result of this research showed that : (1) the effort to improve the motivation and learning achievement using ICT based instructional media inscience subject had been held by following steps: a) observing picture in powerpoint slide and video, b) answering about picture in powerpoint slide and video, (2) ICT based instructional media can improve student’s motivation. It was shown by motivation score 23 with the improvement percentage student’s learning motivated 32% in cycle I become 29,88 with the improvement percentage student’s motivated 60% then in cycle II become 39,84 with the improvement percentage student’s motivated 100%; (3) ICT based instructional media can improve learning achievement score 70,67 with achievement KKM percentage 46,67% in cycle I become 82 with achievement KKM percentage 72% then in cycle II become 90,6 with achievement KKM percentage 96%. Keywords: motivation, learning achievement, and ICT based instructional media. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat, rahmat, dan penyertaanNya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Peningkatan Motivasi dan Prestasi Belajar IPA Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis TIK Pada Siswa Kelas V SDN Karangbolong Tahun Pelajaran 2017/2018” dengan baik. Skripsi ini ditulis dengan tujuan untuk memenuhi syarat kelulusan program studi S1 PGSD Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis juga berharap bahwa skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pendidikan, terutama pendidikan jenjang Sekolah Dasar. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak dapat terselesaikan tanpa bantuan dari berbagai pihak. Maka pada kesempatan kali ini peneliti berterimakasih kepada: 1. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 3. Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd., selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 4. Drs. YB. Adimassana, M.A., selaku dosen pembimbing I yang telah memberikan saran dan bimbingan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Agnes Herlina Dwi H, S.Si., M.T., M.Sc., selaku dosen yang telah memberikan saran dan bimbingan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 6. Eny Winarni, M.Hum., Ph.D., selaku dosen penguji yang telah menguji dan memberikan saran kepada penulis pada saat pelaksanaan ujian skripsi. 7. Mulyadi, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SDN Karangbolong yang sudah memberikan izin untuk melakukan penelitian dan memberikan banyak bantuan bagi penulis. 8. Samikin, S.Pd., selaku guru kelas V SDN Karangbolong yang telah memperkenankan penulis untuk melakukan penelitian di kelas V SDN Karangbolong. 9. Siswa-siswi kelas V SDN Karangbolong tahun pelajaran 2017/2018. 10. Kedua orang tua tercinta, Jumari dan Wahyu Murtini yang selalu memberikan doa, semangat, perhatian, motivasi, dan segala kebutuhan yang penulis butuhkan selama kuliah dan menyelesaikan skripsi ini. 11. Keluarga besar yang selalu memberi doa dan dukungan untuk menyelesaikan skripsi ini. 12. Bruder Marten, Markus Endri Suryawan, dan Solihin yang telah membantu dan memotivasi penulis dalam mengerjakan skripsi ini. 13. Teman-teman kelas D PGSD 2012 yang selalu memberikan motivasi kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, dengan senang hati penulis menerima kritik dan saran yang membangun. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi seluruh pembaca. Yogyakarta, 21 Januari 2019 Penulis Abethnego Sevriarto xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL.......................................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................................... iv HALAMAN MOTTO ....................................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .......................................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ................... vii ABSTRAK ..................................................................................................................... viii ABSTRACT ....................................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ...................................................................................................... x DAFTAR ISI ................................................................................................................... xii DAFTAR TABEL .......................................................................................................... xiv DAFTAR GAMBAR ...................................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................................. xvi BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................. 1 1.1 Latar Belakang Masalah .............................................................................................. 1 1.2 Batasan Masalah.......................................................................................................... 6 1.3 Rumusan Maslah ......................................................................................................... 6 1.4 Tujuan Penelitian ........................................................................................................ 7 1.5 Manfaat Penelitian ...................................................................................................... 7 1.6 Definisi Operasional.................................................................................................... 8 BAB II LANDASAN TEORI ......................................................................................... 10 2.1 Kajian Pustaka .......................................................................................................... 10 2.1.1 Motivasi ................................................................................................................ 10 2.1.2 Prestasi Belajar ....................................................................................................... 12 2.1.3 Media Pembelajaran .............................................................................................. 15 2.1.4 Pembelajaran IPA................................................................................................... 21 2.2 Penelitian Yang Relevan ........................................................................................... 26 2.3 Kerangka Berpikir ..................................................................................................... 31 2.4 Hipotesis Tindakan.................................................................................................... 33 BAB III METODE PENELITIAN.................................................................................. 34 3.1 Jenis Penelitian .......................................................................................................... 34 3.2 Setting Penelitian ...................................................................................................... 37 3.3 Persiapan ................................................................................................................... 39 3.4 Rencana Tindakan Setiap Siklus ............................................................................... 39 3.5 Teknik Pengumpulan Data ........................................................................................ 51 3.6 Instrumen Penelitian.................................................................................................. 53 3.7 Teknik Pengujian Instrumen ..................................................................................... 61 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.7.1 Validitas ................................................................................................................. 61 3.7.2 Reliabilitas ............................................................................................................. 67 3.8 Teknik Analisis Data ................................................................................................. 69 3.8.1 Perhitungan motivasi dan Prestasi Belajar Siswa .................................................. 70 3.9 Indikator Pencapaian ................................................................................................. 72 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................................ 73 4.1 Hasil Penelitian ......................................................................................................... 73 4.2 Pembahasan .............................................................................................................. 91 4.2.1 Upaya Peningkatan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis TIK ................................................................................... 91 4.2.2 Peningkatan Motivasi Belajar ............................................................................... 94 4.2.3 Peningkatan Prestasi Belajar .................................................................................. 99 BAB V PENUTUP ........................................................................................................ 104 5.1 Kesimpulan ............................................................................................................. 105 5.2 Keterbatasan Penelitian ........................................................................................... 106 5.3 Saran ........................................................................................................................ 107 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 108 LAMPIRAN .................................................................................................................. 110 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3.1 Waktu Penelitian ............................................................................................. 38 Tabel 3.2 Variabel dan Instrumen Penelitian Observasi Motivasi .................................. 54 Tabel 3.3 Kisi-Kisi Instrumen Observasi Motivasi Belajar ............................................ 55 Tabel 3.4 Pedoman Penskoran Observasi Motivasi Belajar ........................................... 55 Tabel 3.5 Kriteria Skor Observasi Belajar ...................................................................... 56 Tabel 3.6 Kisi-Kisi Soal Siklus I..................................................................................... 59 Tabel 3.7 Kisi-Kisi Soal Siklus II ................................................................................... 60 Tabel 3.8 Kriteria Validitas Perangkat Pembelajaran ..................................................... 62 Tabel 3.9 Hasil Validitas Perangkat Pembelajaran ......................................................... 63 Tabel 3.10 Hasil Perhitungan Validitas Observasi ......................................................... 64 Tabel 3.11 Hasil Validitas Soal Evaluasi Siklus I .......................................................... 65 Tabel 3.12 Hasil Validitas Soal Evaluasi Siklus II ......................................................... 66 Tabel 3.13 Koefisien Korelasi......................................................................................... 68 Tabel 3.14 Hasil Reliabilitas Statistik Siklus I................................................................ 68 Tabel 3.15 Hasil Reliabilitas Statistik Siklus II .............................................................. 68 Tabel 3.16 Perhitungan PAP II ....................................................................................... 69 Tabel 3.17 Kategori Tingkat Motivasi Siswa ................................................................. 70 Tabel 3.18 Kriteria Keberhasilan .................................................................................... 72 Tabel 4.1 Data Motivasi Belajar Siswa Pra-siklus .......................................................... 74 Tabel 4.2 Data Prestasi Belajar Siswa Pra-siklus............................................................ 76 Tabel 4. 3 Data Capaian Motivasi Belajar Siswa Siklus I .............................................. 82 Tabel 4. 4 Data Prestasi Belajar Siswa Siklus I .............................................................. 84 Tabel 4.5 Data Capaian Motivasi Belajar Siswa Siklus II .............................................. 88 Tabel 4.6 Data Capaian Prestasi Belajar Siswa Siklus II ................................................ 89 Tabel 4.7 Pencapaian Hasil Penelitian ............................................................................ 92 Tabel 4.8 Data Motivasi Belajar Siswa ........................................................................... 95 Tabel 4.9 Data Nilai Prestasi Belajar ............................................................................ 100 Tabel 4.10 Capaian Prestasi Belajar.............................................................................. 101 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1 Literature Map ............................................................................................ 31 Gambar 2.2 Alur Kerangka Berpikir. .............................................................................. 32 Gambar 3.1 Model Penelitian Tindakan Kelas ............................................................... 36 Gambar 4.1 Peningkatan Rata-rata Skor Motivasi Belajar Siswa................................... 96 Gambar 4.2 Peningkatan Persentase Siswa Termotivasi ............................................... .96 Gambar 4.3 Peningkatan Rata-rata Prestasi Belajar Siswa ........................................... 101 Gambar 4.4 Peningkatan Persentase Siswa yang Mencapi KKM ................................. 102 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1 Surat Ijin Penelitian ................................................................................................ 110 Lampiran 2 Validitas Instrumen ................................................................................................ 113 Lampiran 3 Lembar Observasi................................................................................................... 117 Lampiran 4 Validitas Perangkat Pembelajaran .......................................................................... 120 Lampiran 5 Hasil Observasi....................................................................................................... 163 Lampiran 6 Perangkat Pembelajaran ......................................................................................... 177 Lampiran 7 Hasil Soal Evaluasi ................................................................................................. 208 Lampiran 8 Hasil Spss ............................................................................................................... 241 Lampiran 9 Foto Kegiatan ......................................................................................................... 244 Biodata Peneliti .......................................................................................................................... 246 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan proses membawa perubahan yang diinginkan dalam perilaku manusia (Ahmadi, 2014:3). Dahama dan Bhatnagar (dalam Ahmadi, 2014: 4) juga berpendapat bahwa pendidikan yang bersifat efektif dan efisien akan menghasilkan suatu perubahan-perubahan dalam seluruh komponen (Pengetahuan dan gagasan, norma dan ketrampilan, nilai dan sikap, serta pemahaman dan perwujudan). Brubacher (dalam Ahmadi, 2014:5) berpendapat bahwa pendidikan merupakan suatu proses timbal balik dari tiap pribadi manusia dalam penyesuaian dirinya dengan alam, teman, dan alam semesta. Syam dan Danim (dalam Ahmadi. 2014:5) mengemukakan gagasannya bahwa pendidikan merupakan aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya, yaitu rohani (pikir, karsa, rasa, cipta, dan budi nurani) dan jasmani (panca indra serta ketrampilanketrampilan). Gagasan tersebut menegaskan bahwa pendidikan merupakan suatu kegiatan yang didalamnya terdapat upaya untuk meningkatkan potensi-potensi yang ada didalam diri siswa. Dalam UU SISDIKNAS No.12 Tahun 2003 tertulis bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. 1

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Dari pernyataan tersebut kita dapat mengerti bahwa dalam pendidikan harus terdapat suatu suasana pembelajaran yang membuat siswa aktif sehingga siswa dapat mengembangkan potensi yang ada di dalam diri siswa. Dari pernyataan para ahli di atas peneliti menyimpulkan bahwa pendidikan merupakan suatu aktivitas manusia yang didalamnya terdapat usaha untuk meningkatkan potensi-potensi pada diri siswa. Drost (dalam Angkowo dan Kosasih, 2007: 2) mengungkapkan bahwa pendidikan merupakan sarana yang sangat strategis untuk melestarikan sistem nilai karena melalui proses pendidikan tidak hanya pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan peserta didik yang dibentuk, tetapi juga sikap, perilaku, dan kepribadian mereka perlu mendapatkan perhatian serius. Pernyataan tersebut menerangkan bahwa pendidikan itu tidak hanya dalam bidang kognitif dan skill, tetapi juga berkaitan dengan afektif. Aspek yang penting dalam pendidikan adalah sebuah pembelajaran (Suyono & Hariyanto, 2011: 9). Penjelasan berikut dapat kita ketahui dengan jelas bahwa pembelajaran merupakan aspek yang sangat menentukan bagaiamana kualitas pendidikan yang dilakukan oleh seorang guru. Pembelajaran dapat berhasil atau tidak dapat diketahui dengan prestasi belajar yang diraih oleh siswa. Prestasi belajar merupakan hal yang dianggap penting bagi siswa karena hal ini menunjukkan bahwa siswa tersebut sudah dapat menguasai konsep materi yang diajarkan oleh guru saat proses pembelajaran berlangsung. Thursan (dalam Hill, 2009: 6) berpendapat bahwa prestasi belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 kualitas, kuantitas, dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, daya pikir dan lain-lain. Dari pernyataan tersebut dapat kita simpulkan bahwa prestasi belajar merupakan suatu perubahan dari tingkat yang rendah ke tingkat yang lebih lebih tinggi. Prestasi belajar sangat dipengaruhi oleh motivasi belajar siswa. Motivasi adalah segala daya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu (Angkowo & Kosasih, 2007: 33). Jadi motivasi merupakan hal yang dapat mendorong seseorang untuk dapat melakukan segala sesuatu yang harus dicapai. Jika dikaitkan dengan prestasi belajar maka motivasi merupakan faktor pendorong bagi seorang siswa untuk dapat meraih prestasi belajarnya. Berdasarkan observasi pembelajaran IPA dikelas diperoleh data sebanyak 68% siswa kelas V SDN Karangbolong tahunpelajaran 2017/2018 belum termotivasi. Rendahnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran akan berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Sochibin (2009: 99) berpendapat pembelajaran dikatakan berhasil jika tes siswa mencapai nilai KKM (75) secara individual dan mencapai 85% secara klasikal. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa yang dapat mencapai keperhasilan dalam belajar jika siswa mampu memperoleh hasil yang sudah ditetapkan di dalam KKM dan memiliki persentase sekitar 85% keatas. Siswa dikatakan mampu mencapai keberhasilan dalam penguasaan materi jika hasil observasi mencapai 65% secara individual dan mencapai 85% secara klasikal (Mulyasa, 2004). Dari pendapat para ahli tersebut dapat kita simpulkan bahwa prestasi belajar telah di capai jika sudah dapat mencapai kriteria yang sudah ditetapkan, kriteria tersebut biasa disebut dengan

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 kriteria ketuntasan minimal (KKM). Pada kenyataannya prestasi belajar siswa kelas V SDN Karangbolong masih rendah, berdasarkan data yang diperoleh dari daftar nilai satu tahun sebelumnya yaitu tahun pelajaran 2016/2017 sebanyak 53,37% siswa belum mencapai KKM. Berdasarkan perolehan data motivasi dan prestasi belajar di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi dan prestasi belajar siswa kelas V SDN Karangbolong masih rendah. Untuk dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa perlakuan. Perlakuan pada penelitian ini menggunakan media pembelajaran. Untuk memaksimalkan motivasi dan prestasi belajar siswa, penelitian ini memberikan suatu solusi. Dari masalah di atas penilitian ini mencoba memberikan penyelesaian dengan media pembelajaran yang menggunakan kecanggihan teknologi tepatnya teknologi komputer. Penelitian ini menerapkan media pembelajaran berbasis TIK untuk membantu guru menyampaikan materi-materi yang berhubungan dengan IPA. Media pembelajaran berbasis TIK juga membantu siswa memahami materi IPA karena media tersebut menunjukkan hal yang konkrit. Darmawan (2012: 31) mengungkapkan bahwa media pembelajaran berbasis TIK memiliki beberapa kelebihan diantaranya: membantu anak untuk memahami suatu materi secara konkret, melibatkan siswa dalam interaksi pembelajaran, sumber-sumber diintegrasikan dari jaringan yang luas dan sesuai kemajuan teknologi, guru dapat mendesain media sesuai dengan kondisi dan keadaan kelasnya. Dari pernyataan di atas dapat diketahui bahwa media pembelajaran ini

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 membantu siswa untuk membangun pemahamannya sendiri, sehingga siswa memperoleh pembelajaran yang bermakna. Media pembelajaran ini juga mengikuti perkembangan IPTEK. Selain siswa, guru juga diuntungkan karena guru bisa mendesain media tersebut sesuai dengan kondisi kelas yang akan diajar. Penelitian ini menggunakan dua bentuk media yaitu aplikasi powerpoint dan video. Dalam penggunaan powerpoint ini disajikan dalam bentuk presentasi dengan menggunakan teks yang dipadukan dengan gambar untuk memperdalam materi. Pribadi (2017:104) menjelaskan bahwa powepoint bersifatfleksibel untuk diintegrasikan dengan media lain. Dari penjelasan ahli powerpoint digunakan dalam penelitian ini karena dapat dipadukan dengan berbagai media salah satunya adalah gambar. Selain pemanfaatan powerpoint penelitian ini juga menggunakan video sebagai bahan ajar. Pribadi (2017: 137) berpendapat bahwa video merupakan media yang mampu menayangkan informasi dalam bentuk gambar dan suara yang disampaikan secara langsung. Penggunaan video sendiri dipilih sebagai bahan ajar karena video tidak hanya menyajikan informasi secara visual melainkan juga menyajikan secara audio secara bersamaan. Video juga dapat menyajikan informasi yang bersifat abstrak menjadi konkret, seperti halnya pada materi penyesuaian diri hewan dan tumbuhan dengan lingkungannya. Melalui video siswa dapat melihat secara langsung aktivitas penyesuaian hewan dan tumbuhan secara langsung. Dari fenomena permasalahan yang ada, penelitian dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa menggunakan media pembelajaran berbasis TIK. Penelitian ini memanfaatkan perkembangan IPTEK

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 sebagai media pembelajaran. Berdasarkan uraian tersebut, maka penelitian sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa ini diberi judul “PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPA MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK PADA SISWA KELAS V SDN KARANGBOLONG TAHUN PELAJARAN 2017/ 2018”. 1.2.Batasan Masalah. Mengingat begitu luasnya Ilmu Pengetahuan Alam kelas V, penelitian ini dibatasi pada variabel penelitian motivasi dan prestasi belajar siswa kelas V SDN Karangbolong. Penelitian juga dibatasi pada mata pelajaran IPA kelas V dengan materi pembelajaran penyesuaian diri hewan dengan lingkungannya menggunakan media pembelajaran berbasis TIK. Indikator motivasi belajar dibatasi dengan empat indikator yaitu: 1) Adanya keinginan siswa untuk berhasil serta adanya cita-cita untuk masa depan. 2) Adanya dorongan dan Kebutuhan siswa untuk Belajar. 3) Adanya kegiatan pembelajaran yang menarik dan adanya penghargaan dalam pembelajaran. 4) Lingkungan belajar yang kondusif. Prestasi belajar pada peneliitian ini akan diukur dengan ranah kognitif. 1.3.Rumusan Masalah 1.3.1. Bagaimana upaya peningkatan motivasi dan prestasi belajar pada siswa kelas V SDN Karangbolong dengan menggunakan media pembelajaran berbasis TIK ? 1.3.2. Apakah media pembelajaran berbasis TIK dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V SDN Karangbolong ?

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 1.3.3. Apakah media pembelajaran berbasis TIK dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V SDN Karangbolong ? 1.4.Tujuan Penelitian 1.4.1. Mendeskripsikan upaya peningkatan motivasi dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SDN Karangbolong tahun pelajaran 2017/2018 menggunakan media pembelajaran berbasis TIK. 1.4.2. Meningkatkan motivasi belajar IPA pada siswa kelas V SDN Karangbolong dengan menggunakan media pembelajaran berbasis TIK. 1.4.3. Meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa kelas V SDN Karangbolong dengan menggunakan media pembelajaran berbasis TIK. 1.5. Manfaat Penelitian 1.5.1. Bagi Siswa Melalui penggunaan media pembelajaran ini siswa dapat secara mudah memahami materi. Melalui media pembelajaran ini siswa akan mencoba belajar dari hal yang konkret. Melalui media tersebut siswa akan lebih mudah memahami materi yang diajarkan, sehingga siswa dapat meningkatkan prestasi belajar mereka. 1.5.2. Bagi Guru Guru dapat meningkatkan pemahaman siswa di kelas menggunakan media pembelajaran berbasis TIK. Guru juga dapat membantu siswa untuk memahami materi secara konkret. Guru dapat mencapai tujuan pembelajaran yang di harapkan oleh guru. Guru juga dapat menambah media pembelajaran yang dapat mempermudah siswa dalam memahami materi yang akan guru ajarkan dalam proses

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 pembelajaran. Selain itu guru juga dapat membuat siswanya lebih akif dan berkarya sesuai keinginannya. 1.5.3. Bagi Sekolah Sekolah dapat menambah strategi pembelajaran baru yang dapat dipakai oleh guru-guru dalam mengajar di kelas. Sekolah juga dapat memakai media pembelajaran berbasis TIK untuk meningkatkan mutu sekolah melalui prestasi siswa. Sekolah juga dapat meningkatkan kualitas siswanya. 1.5.4. Bagi Peneliti Dengan melakukan penilitian ini dapat menemukan bagaimana pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis TIK dalam meningkatkan pemahaman siswa dalam suatu materi yang disampaikan oleh guru. Peniliti juga dapat mengetahui apakah penggunaan media pembelajaran berbasis TIK dapat secara efektif digunakan dalam pembelajaran di kelas. Serta peniliti juga dapat mengetahui bagaimana penggunaan media pembelajaran berbasis TIK supaya efektif dan efisien. 1.6. Definisi Operasional 1.6.1. Motivasi belajar adalah daya dorong dari dalam diri siswa yang dapat menimbulkan kemauan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Pada penelitian ini data motivasi belajar diperoleh dari hasil observasi dengan menggunakan lembar observasi. 1.6.2. Prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh siswa setelah mereka mengikuti proses pembelajaran di kelas. Pada penelitian ini data variabel prestasi belajar yang digunakan berdasarkan hasil tes evaluasi.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 1.6.3. Media pembelajaran adalah alat atau sarana yang berfungsi untuk menyampaikan makna dari suatu materi yang disampaikan guru. 1.6.4. Media pembelajaran berbasis TIK adalah suatu media pembelajaran yang memanfaatkan kemajuan pembelajaran. Penggunaan teknologi media komputer pembelajaran sebagai penunjang berbasis TIK memanfaatkan program aplikasi powerpoint dan video sebagai bahan ajar. 1.6.5. Pembelajaran IPA adalah pembelajaran yang berfokus pada alam. ini

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Kajian Pustaka 2.1.1. Motivasi 2.1.1.1. Pengertian Motivasi Belajar Motivasi belajar merupakan dorongan yang berasal dari dalam dan luar diri siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku pada umumnya dan semangat atau keinginan untuk belajar lebih semangat lagi (Rohmah, 2012: 244). Dari pernyataan berikut dapat diketahui bahwa motivasi belajar merupakan suatu faktor yang dapat menjadi daya penggerak atau daya dorong siswa untuk mengikuti proses pembelajaran. Daya penggerak tersebut akan menjamin keberlangsungan proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan dapat tercapai. Wlodkowski (dalam Angkowo dan Kosasih, 2007: 34) mengungkapkan bahwa motivasi belajar merupakan suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, yang memberi arah dan ketahanan (persistence) pada suatu kegiatan belajar. Pernyataan berikut menegaskan bahwa motivasi belajar merupakan suatu kondisi yang dapat menimbulkan perilaku dalam belajar. Perilaku dalam hal ini merupakan suatu tindakan yang mendukung proses pembelajaran. Angkowo dan Kosasih (2007: 35) mengungkapkan bahwa motivasi belajar adalah tenaga pendorong ataupun penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah tujuan belajar. Pernyataan berikut menjelaskan bahwa motivasi belajar 10

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 merupakan suatu tenaga pendorong yang menimbulkan tingkah laku yang mendukung proses pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Pernyataan para ahli di atas dapat disimpulkan, bahwa motivasi belajar merupakan daya dorong dari dalam diri siswa yang dapat menimbulkan kemauan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Motivasi belajar juga merupakan kondisi yang memungkinkan siswa untuk dapat mengikuti proses pembelajaran di dalam kelas. Motivasi belajar juga menjadi faktor yang dapat menyebabkan tujuan pembelajaran tercapai. 2.1.1.2. Indikator Motivasi Belajar. Indikator yang menjadi acuan pada motivasi belajar adalah sebagai berikut (Rohmah, 2012: 244): 1) Adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil dalam pembelajaran. 2) Adanya keinginan, semangat, dan kebutuhan daalam belajaar. 3) Memiliki harapan dan cita-cita masa depan. 4) Adanya pemberian penghargaan dalam proses pembelajaran. 5) Adanya lingkungan kondusif untuk belajar dengan baik. Uno (2007: 23) memaparkan indikator motivasi belajar sebagai berikut : 1) Adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil. 2) Adanya dorongan dan kebutuhan untuk belajar. 3) Adanya harapan dan cita-cita masa depan. 4) Adanya penghargaan dalam belajar.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 5) Adanya lingkungan belajar yang kondusif sehingga memungkinkan seorang siswa dapat belajar dengan baik. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa indikator motivasi belajar yang digunakan dalam penelitian ini dibatasi dengan 4 indikator sebagai berikut: 1) Adanya keinginan siswa untuk berhasil serta adanya cita-cita untuk masa depan. 2) Adanya dorongan dan Kebutuhan siswa untuk Belajar. 3) Adanya kegiatan pembelajaran yang menarik dan adanya penghargaan dalam pembelajaran. 4) Lingkungan belajar yang kondusif. 2.1.2. Prestasi Belajar 2.1.2.1. Pengertian Prestasi Belajar Prestasi belajar merupakan suatu masalah yang bersifat perenial dalam sejarah kehidupan manusia, karena sepanjang rentang kehidupannya manusia selalu mengejar prestasi menurut bidang dan kemampuan masing-masing (Arifin, 2009: 12). Syah (2008: 197) berpendapat bahwa prestasi belajar adalah tingkat keberhasilan siswa untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah program. Dari pendapat kedua ahli berikut dapat kita ketahui bahwa prestasi belajar merupakan keberhasilan yang didapat oleh siswa dari sebuah proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 Purnomo dan Djanmara (2008:33) mengemukakan pendapatnya bahwa prestasi belajar merupakan suatu hasil yang telah dikerjakan secara individu maupun kelompok yang hasilnya berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar. Hal ini menerangkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil yang diperoleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar. Hasil dari prestasi belajar tersebut berupa kesan-kesan yang yang akan memberikan suatu perubahan kepada diri siswa. Slameto (dalam Semiawan, 2002: 10) berpendapat bahwa prestasi belajar adalah suatu proses di mana seseorang berusaha melakukan sesuatu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prestasi belajar dalam konteks tersebut merupakan suatu proses bahwa seseorang akan berusaha untuk memperoleh sebuah perubahan. Perubahan tersebut berkaitan dengan pengalaman dan interaksi seseorang dengan lingkungan mereka berada. Chosiyah (dalam Semiawan, 2002: 11) juga mengemukakan gagasannya bahwa prestasi belajar merupakan rangkaian hasil usaha yang dilakukan seseorang yang telah dilakukan seseorang yang telah dilatih dalam suatu sistem pendidikan dan hasilnya dapat berupa nilai. Hal ini mengungkapkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil yang seseorang peroleh dalam pelaksanaan proses pendidikan. Hasil prestasi belajar ini berupa nilai. Dari pendapat para ahli di atas dapat dipahami bahwa prestasi belajar merupakan hasil yang diperoleh seseorang setelah melakukan proses pembelajaran.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 Hasil tersebut akan memberikan suatu perubahan kepada setiap individu. Prestasi belajar yang diperoleh dapat berupa nilai, hubungan, maupun pengalaman yang berkaitan dengan hal yang sudah dipelajari seseorang. 2.1.2.2. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar Semiawan (2002: 11-14) mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar seseorang yaitu sebagai berikut: a. Pemenuhan kebutuhan psikologis Pemenuhan kebutuhan psikologis siswa tergantung dengan interaksi lingkungan siswa tersebut. Interaksi berikut berupa perhatian, kasih saying, serta peluang siswa untuk mengembangkan potensi dirinya. Dalam pengembangan potensi tersebut sekolah dan orang tua perlu memberikan perhatian yang lebih besar sehingga siswa dapat mengembangkan potensi yang dimiliki dirinya secara optimal. b. Intelegensi, Emosi, dan Motivasi Prestasi belajar siswa tidak hanya mengacu kedalam kemampuan siswa mengolah kemampuan kognitifnya saja melainkan juga kemampuan siswa mengolah aspek afektif mereka. Aspek yang penting lainnya yaitu motivasi siswa, motivasi siwa ini berkaitan keinginan individu untuk memperoleh perubahan yang menonjol pada dirinya. c. Pengembangan Kreativitas Kemampuan dan ketrampilan seseorang dengan orang lain tentunya berbeda. Perbedaan inilah yang membuat siswa memiliki berbagai macam

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 kreativitas. Dalam mengembangkan kreativitas anak perlu dibimbing, sehingga anak akan lebih mudah untuk mengembangkan prestasi belajar mereka. 2.1.3. Media Pembelajaran Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan siswa sehingga dapat terdorong untuk terlibat dalam proses pembelajaran (Angkowo & Kosasih, 2007: 10). Dari penjelasan tersebut media pembelajaran merupakan sarana yang digunakan guru untuk membantu siswa dalam memahami materi yang disampaikan guru, selain media pembelajaran juga berfungsi sebagai pendorong siswa untuk dapat terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran. Kustandi ( 2013: 8) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik dan sempurna. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Anitah (2010: 6) yang mengungkapkan bahwa media pembelajaran merupakan setiap orang, bahan, alat, atau peristiwa yang dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan pembelajaran untuk menerima pengetahuan, ketrampilan, dan sikap. Dari pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan alat atau sarana yang berfungsi untuk menyampaikan makna dari suatu materi yang disampaikan guru. Media pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan mempermudah siswa dalam memahami suatu materi.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 2.1.3.1. Media pembelajaran berbasis TIK. 2.1.3.1.1. Pengertian Darmawan (2012: 32) menjelaskan bahwa media pembelajaran berbasis Information and Technology adalah media yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengombinasikan teks, grafik, audio, animasi dan video. Hofsteder (dalam Darmawan, 2012: 32) berpendapat bahwa media pembelajaran berbasis Information and Technology adalah suatu media pembelajaran yang memanfaatkan komputeruntuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, gambar bergerak (video dan animasi) dengan menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pemakai untuk navigasi, berinteraksi, berekreasi, dan berkomunikasi. Hal tersebut menerangkan kepada kita bahwa media pembelajaran berbasis TIK merupakan media pembelajaran yang memanfaatkan computer yang memungkinkan pengguna dalam hal ini siswa untuk berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi. Isjoni, Ismail, dan Mahmud (2008: 7) mengemukakan pendapatnya bahwa media pembelajaran berbasis IT merupakan media yang menggunakan kecanggihan dan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sebagai alat penunjang proses pembelajaran. Media pembelajaran IT dalam hal ini merupakan pemanfaatan dari kemajuan teknologi sebagai penunjang proses pembelajaran dikelas. Media pembelajaran berbasis Information and Technology (IT) adalah suatu penunjang kegiatan pembelajaran menggunakan kata-kata sekaligus gambargambar (Mayer, 2009: 3). Media pembelajaran dalam konteks ini merupakan penunjang pembelajaran yang menggabungkan kata-kata dan gambar-gambar.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 Pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis TIK merupakan suatu media pembelajaran yang memanfaatkan kemajuan teknologi komputer sebagai penujang pembelajaran. Media pembelajaran ini melibatkan siswa untuk berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi. Media pembelajaran berbasis IT berupa animasi, video, teks, dan gambar. 2.1.3.1.2. Manfaat media pembelajaran berbasis TIK Isjoni, Ismail, dan Mahmud (2008: 10) mengemukakan manfaat penggunaan media pembelajaran berbasis Information and Technology sebagai berikut: 1) Menciptakan pembelajaran yang interaktif. 2) Mempermudah siswa untuk berinteraksi. 3) Membantu siswa untuk mengembangkan kreativitas siswa. 4) Penggunaan media pembelajaran IT yang berhubungan dengan internet akan mempermudah siswa untuk mengakses pembelajaran yang sudah atau akan dilakukan. 2.1.3.2. Media pembelajaran gambar dalam slide powerpoint 2.1.3.2.1. Pengertian Media powerpoint merupakan program yang banyak digunakan untuk keperluan presentasi (Pribadi, 2017:104). Media powerpoint dalam hal ini merupakan sebuah program aplikasi yang biasa digunakan untuk mempresentasikan suatu materi dalam pembelajaran. Rosyada (2008:150) berpendapat bahwa media powerpoint

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 digunakan untuk menjelaskan materi-materi yang sifatnya teoritis dalam pembelajaran klasikal. Pribadi (2017:104) menjelaskan bahwa powerpoint bersifat fleksibel untuk dikombinasikan dengan bentuk tayangan atau media lain. Aspek keleluasaan yang dimiliki oleh powerpoint memungkinkan seorang pengajar untuk menciptakan bahan ajar suatu materi tertentu secara lebih mendalam, sehingga dapat dapat menarik minat dan mempermudah siswa dalam memahami materi yang disampaikan. Dari pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa media powerpoint merupakan suatu program aplikasi pada komputer yang digunakan untuk menyampaikan materi secara toeritis dalam bentuk presentasi. Penggunaan powerpoint dalam pembelajaran membetuhkan alat untuk menampilkan slide presentasi yaitu proyektor dan viewer. 2.1.3.2.2. Penggunaan gambar dalam powerpoint Data dalam bentuk gambar dapat diaplikasikan kedalam powerpoint sebagai penunjang materi (Rosyada, 2008:150). Penggunaan gambar dalam powerpoint akan mempermudah siswa untuk memahami suatu mater, hal ini diperkuat oleh pendapat Pribadi (2017:110) bahwa gambar-gambar tidak hanya untuk memperindah tampilan, tetapi juga digunakan untuk memperjelas materi yang disampaikan. Fungsi lain dari gambar selain sebagai penunjang materi juga unttuk memperindah tampilan slide presentasi yang dapat menarik minat siswa untuk mengikuti pembelajaran.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 2.1.3.2.3. Kelebihan powerpoint Kelebihan dari penggunaan powerpoint sebagai aplikasi presentasi dalam pembelajaran yaitu (Pribadi, 2017: 104-105): 1) Fleksibel untuk dikombinasikan dengan tayangan ataupun media lain. 2) Penggunaan media powerpoint sebagai sarana presentasi dapat membuat aktivitas menjadi sistenatik dan terstruktur. 3) Mampu menarik perhatian siswa serta membantu siswa untuk memahami konsep-konsep yang terdapat di dalamnya. 2.1.3.2.4. Manfaat powerpoint Manfaat dari penggunaan powerpoint dalam pembelajaran yaitu (Rosyada, 2008:150): 1) Mampu menampilkan objek-objek yang sebenarnya tidak ada atau diistilahkan imagery. Secara kognitif menampilkan objek-objek imagery akan meningkatkan kemampuan siswa dalam mengingat-ingat materi pelajaran yang sudah disamaikan. 2) Memiliki kemampuan dalam menggabungkan semua unsur media seperti teks, video, animasi, gambar, grafik dan suara menjadi satu kesatuan penyajian yang terintegrasi. 3) Memiliki kemampuan dalam mengakomodasi peserta didik sesuai dengan modalitas belajarnya, terutama bagi mereka yang memiliki tipe visual, auditif, maupun audiovisual.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 4) Mampu mengembangkan materi pembelajaran terutama membaca dan mendengarkan secara mudah. 2.1.3.3. Media Video Video merupakan suatu sarana media yang mampu menampilkan gambar sekaligus suara dalam waktu bersamaan (Sukiman, 2012:187). Penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa video merupakan suatu media yang terdiri dari dua unsur yaitu gambar dan suara. Pernyataan tersebut diperkuat oleh pendapat Pribadi (2017:137) bahwa video merupakan media yang mampu menayangkan pesan dan informasi melalui unsur gambar dan suara yang disampaikan secara langsung. Dari pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa video merupkan media dalam bentuk gambar dan suara yang ditayangkan untuk menyampaikan pesan maupun informasi pada suatu materi. 2.1.3.3.1. Kelebihan Video Heinich (dalam pribadi, 2017: 133) mengemukaan kelebihan-kelebihan dari media video sebagai berikut: 1) Mampu menayangkan objek dalam gerakan atau motion. 2) Mampu memperlihatkan proses yang sedang berlangsung. 3) Berfungsi sebagai media observasi bebas resiko. 4) Sangat sesuai untuk digunakan dalam mempelajari kemampuan yang bersifat keterampilan.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 2.1.3.3.2. Manfaat video Adapun manfaat dari penggunaan media video dalam kegiatan pembelajaran yaitu (Rosyada, 2008:127): 1) Mengatasi keterbatasan jarak dan waktu. 2) Video dapat diulang bila perlu untuk menambah kejelasan suatu materi. 3) Pesan yang disampaikan cepat dan mudah diingat. 4) Menumbuhkan minat dan motivasi belajar siswa. 5) Mengembangkan imajinasi siswa. 6) Memperjelas hal-hal yang abstrak menjadi lebih realistis. 2.1.4. Pembelajaran IPA 2.1.4.1. Hakekat Pembelajaran IPA Menurut Sulistyorini (2007: 12) hakekat pembelajaran IPA adalah produk, proses, dan sikap, yang masing-masing akan dijabarkan sebagai berikut: a. Produk IPA sebagai produk merupakan suatu hasil dari pemikiran guru yang terstruktur dan sistematis dalam bentuk materi. Guru dituntut untuk mampu mengembangkan kreativitasnya untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Guru harus mampu memanfaatkan lingkungan sekitar untuk dijadikan sumber pembelajaran dan untuk menghasilkan suatu produk. b. Proses IPA disusun berdasarkan proses yang diperoleh dari metode ilmiah. Metode ilmiah tersebut ialah; (1) observasi, (2) Klasifikasi, (3) Interpretasi, (4)

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 prediksi, (5) hipotesis, (6) mengendalikan Variabel, (7) merencanakan dan melaksanakan penelitian, (8) inferensi, (9) aplikasi, (10) Komunikasi. Pembelajaran IPA supaya berlangsung lebih optimal sebaiknya mengikuti langkah-langkah metode ilmiah berikut. c. Sikap Dalam mengikuti pembelajaran IPA seharusnya anak memiliki suatu sikap yanitu sikap ilmiah. Sikap ilmiah tersebut diantaranya; (1) sikap jujur, (2) sikap ingin memperoleh hal baru, (3) sikap kerjasama, (4) sikap tidak putus asa, (5) sikap tidak berprasangka, (6) sikap mawas diri, (7) sikap bertanggung jawab, (8) sikap berpikir bebas, (9) sikap disiplin diri. Sikap tersebut dapat diperoleh setelah siswa melakukan aktivitas diskusi, percobaan, simulasi, atau kegiatan diluar kelas. 2.1.4.2. Pendidikan IPA SD IPA merupakan terjemahan dari kata natural science, Natural berarti alam dan science berarti ilmu pengetahuan (Zuneldi, Okky, & Parulina, 2007: 35). Pernyatan berikut mengungkapkan bahwa IPA merupakan suatu disiplin ilmu yang berkaitan dengan alam. Pembelajaran IPA akan selalu berhubungan dengan segala aspek yang berhubungan dengan alam. Iskandar (2001: 22) berpendapat bahwa IPA adalah ilmu yang berhubungan tentang kejadian alam yang bersifat kebendaan pada umumnya didasarkan pada hasil penelitian, observasi dan lain sebagainya. IPA dalam hal ini berarti segala aspek yang

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 berhubungan dengan kejadian-kejadian pada alam. IPA pada umumnya didasarkan pada penelitian dan observasi. Sulistyorini (2007: 2) mengungkapkan bahwa IPA merupakan segala hal yang berkaitan dengan alam. IPA dalam hal ini akan berfokus dengan fenomenafenomena alam. Fenomena-fenomena tersebut dapat kita jumpai di dalam kehidupan sehari-hari. Dari pendapat para ahli di atas peneliti menyimpulkan bahwa pembelajaran IPA merupakan pembelajaran yang berfokus pada alam. Fokus pembelajaran IPA yaitu kepada fenomena dan benda-benda yang terdapat di alam sekitar. Pembelajaran IPA lebih didasarkan pada penelitian dan observasi. Fokus pendidikan IPA di SD hendaknya ditujukan untuk memupuk minat dan pengembangan anak didik terhadap dunia mereka di mana mereka hidup (Samatowa, 2011: 2). Pendidikan di SD hendaknya disesuaikan dengan kehidupan siswa SD. Pendidikan IPA di SD juga harus disesuaikan dengan lingkungan siswa tinggal. Keterampilan proses dalam pendidikan IPA SD menurut Paolo dan Marten (dalam Samatowa, 2011: 5) adalah (1) Mengamati, (2) Mencoba memahami apa yang diamati, (3) Mempergunakan pengetahuan baru untuk meramalkan apa yang terjadi, (4) menguji ramalan-ramalan di bawah kondisi untuk melihat apakah ramalan tersebut benar. Paolo dan Marten (dalam Samatowa, 2011: 5) Pendidikan IPA di SD tercakup coba-coba dan melakukan kesalahan, gagal dan mencoba lagi. Hal tersebut

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 menegaskan bahwa dalam pendidikan IPA SD siswa harus mau mengambil resiko, siswa harus berani mencoba mencoba tanpa takut salah. 2.1.4.3. Penyesuaian Diri Hewan dengan Lingkungannya Materi penyesuaian diri hewan dengan lingkungannya tercakup pada standar kompetensi (SK) 3. Mengidentifikasi cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan. Tepatnya pada kompetensi dasar 3.1. Mengidentifikasi penyesuaian diri hewan dengan lingkungan tertentu untuk mempertahankan hidup. Materi ini mecakup tentang bagaiaman cara hewan menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Penyesuaian diri tersebut berupa cara hewan mempertahankan hidupnya. Berikut rangkuman materi dari penyesuaian diri hewan dengn lingkungan: Tiap makhluk hidup memiliki habitatnya masing-masing, oleh karena itu makhluk hidup perlu menyesuaiakan diri dengan lingkunyan untuk mempertahankan hidupnya. Habitat makhluk hidup yang bermacam-macam jenisnya mengharuskan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan cara-cara yang berbeda. Penyesuaian diri dilakukan oleh makhluk hidup supaya dapat bertahan hidup sesuai dengan kondisi lingkungan tinggal. Hewan merupakan salah satu makhluk hidup yang mempunyai keanekaragaman lingkungan hidup. Hewan menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan tujuan untuk memperoleh makanan dan melindungi diri dari musuh maupun pemangsanya. Berikut uraian daritujuan penyesuaian diri hewan: 1) Penyesuaian diri hewan untuk memperoleh makanannya

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 Penyesuaian diri hewan untuk mendapatkan makanannya dapat dilihat dari struktur bagian tubuh hewan. Adapun beberapa struktur bentuk bagian tubuh hewan sebagai bentuk penyesuaian diri dalam memperoleh makanan: a. Penyesuaian diri pada hewan karnivora Bentuk penyesuaian diri hewan karnivora dalam memperoleh makanan dapat dilihat dari gigi taring dan cakar yang tajam. Gigi taring yang tajam berfungsi untuk mengoyak daging mangsanya. Cakar yang tajam berfungsi unuk menerkaam mangsa dalam berburu. b. Penyesuaian diri pada hewan herbivora Bentuk peyesuaian diri hewan herbivora dapat dilihat dari bentuk gigi gerahamnya. Gigi geraham pada hewan herbivora memiliki permukaan yang datar dan lebar, berfungsi untuk mengunyah rumput maupun dedaunan. c. Penyesuaian diri pada hewan pemakan serangga merayap. Penyesuaian diri hewanpemakan serangga merayap dapat dilihat dari bentuk moncong yang kecil dan panjang, serta pada lidh yang panjang dan kecil. Hal ini berfungsi untuk mempermudah menangkap serangga pada lobang yang kecil dan sulit dijangkau. Penyesuaian diri lainnya ialah memiliki ckar yang panjang pada kedua kaki bagian depan. d. Penyesuaian diri pada burung. Pada burung terdapat dua macam bentuk penyesuaian diri untuk mendapatkan makanannya. Bentuk penyesuaian tersebut dapat dilihat dari bentuk paruh dan kaki burung. Paruh burung dibedakan berdasarkan jenis

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 makanan yang mereka makan, sedangkan bentuk kaki burung dibedakan berdasarkan lingkungan mereka dalam mencari makana. e. Penyesuian diri pada serangga Penyesuaian diri serangga dapat dilihat berdasarkan jenis mulut yang mereka miliki. Jenis mulut pada serangga ialah penjilat, penghisap, penusuk dan penjilat, serta penggigit. Masing-masing jenis mulut memiliki fungsi yang berbeda. 2) Penyesuaian diri hewan untuk melindungi dari musuh maupun pemangsa Terdapat dua bentuk penyesuaian diri hewan untuk melindungi diri dari musuh atau pemangsa yaitu dengan menggunkan bagian tubuhnya dan dengan tingkah laku dari hewan tersebut. Bentuk perlindungan diri dengan menggunakan bagian tubuh misalnya; tanduk, bisa, cakar, dan sengat. Bentuk perlindungan tubuh dengan tingkah laku contohnya; memutuskan bagian tubuh, merubah warna kuli sesuai tmpat sekitar, dan dengan mengeluarkan cairan pekat. 2.2. Penelitian yang Relevan Untuk menunjang penelitian ini maka diperlukan beberapa penelitian yang sudah dilakukan oleh beberapa peneliti yang berkaitan dengan peningkatan motivasi dan prestasi belajar dengan menggunakan media pembelajaran berbasis IT. Berikut ini merupakan beberapa penelitian yang relevan: Penelitian yang pertama dilakukan oleh Yusuf (2009) dengan judul: “Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Siswa Melalui Lembar Kerja Siswa (LKS) Interaktif Berbasis Komputer di SMA Muhhamadiyah 1 Palembang”. Adapun hasil

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 Yusuf yaitu: KKM yang seharusnya diperoleh siswa pada SMA Muhhamadiyah 1 Palembang adalah 75%. Pada siklus pertama hasil yang diperoleh prestasi belajar rata-rata adalah 6,33dan ketuntasan belajar klasikal 73,33%. Ini artinya siswa belum mampu untuk meraih prestasi belajarnya, karena hasil tersebut masih belum dapat mencapai kriteria ketuntasan minimum yaitu sebesar 75%. Sebagian siswa juga masih memperoleh hasil di bawah 73,33%, sehingga dapat kita ketahui bahwa hasil yang diperoleh masih dibawah standar ketuntasan. Dari hasil uji kompetensi diperoleh rata-rata nilai yang diperoleh dalam siklus II adalah 6,90. Sebanyak 7 peserta didik belum tuntas hasil belajarnya dan 23 peserta didik sudah tuntas hasil belajarnya dari jumlah 30 peserta didik. Ketuntasan hasil belajar klasikal yang dicapaidalam siklus ini adalah sebesar 76,67 %. Hasil tersebut menunjukkan sebagian besar siswa sudah mencapai tuntas dalam pembelajaran. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan LKS berbasis IT sudah menunjukkan perubahan yang significant. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa berhasil dalam peningkatan prestasi belajar siswa. Penelitian yang kedua adalah penelitian yang dilakukan oleh Mardan (2007). Penelitian ini berjudul “Implementasi Modul Praktikum Berbasis IT Dengan Siklus Belajar Exprential Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep dan Literasi IT Siswa Kelas XIIA SMAN 1 Sukasada”. Penelitian Mardan adalah sebagai berikut: berdasarkan hasil wawancara dan observasi diperoleh hasil bahwa siswa sudah memiliki pengetahuan awal berupa konsep awal berkaitan dengan konsep gelombang bunyi. Fakta yang sebenarnya setelah dilakukan penelitian yaitu pada kondisi awal

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 diperoleh hasil hampir 80% siswa mengkonsepsi bahwa tidak ada interaksi bila dua gelombang pulsa merambat dalam arah yang berlawanan dalam medium yang sama. Di pihak lain, pada pokok bahasan bunyi, sebanyak 62% siswa menyatakan bahwa frekuensi yang terdengar oleh pengamat yang bergerak relatif terhadap sumber bunyi sama dengan pengamat yang diam relatif terhadap sumber bunyi. Tahap berikutnya ialah dengan menerapkan perlakuan kepada subjek dan diperoleh hasil terjadi penurunan persentase jumlah siswa yang miskonsepsi dalam konsep gelombang. Sebanyak 80% siswa sudah mengkonsepsi bahwa interaksi yang terjadi bila dua gelombang pulsa berlawanan fase merambat pada medium yang sama dengan arah berlawanan akan mengalami interferensi destruktif dari gelombang pulsa tersebut. Hasil analisis miskonsepsi sebelum dan sesudah tindakan menunjukkan bahwa pembelajaran modul eksperimen berbasis IT dengan menggunakan siklus eksperensial pada topik gelombang dan bunyi telah dapat menurunkan prosentase jumlah siswa yang mengalami miskonsepsi sebesar rata-rata 53,6%. Dari penelitian tersebut dapat kita ketahui bahwa terjadi perubahan yang cukup signifikan, dapat disimpulkan bahwa penelitian tersebut berhasil. Penelitian ke tiga dilakukan oleh Herianto, Prasetyo, dan Rosana (2017). Penelitian tersebut berjudul “Pengembangan Multimedia Pembelajaran IPA Interaktif Berbasis Lectora Inspire Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar”. hasil dari penelitian dijabarkan oleh Herianto, Prasetyo, dan Rosana sebagai berikut: hasil belajar siswa kelas VII A SMP N 14 Yogyakarta masih rendah, ditunjukan dengan persentase ketuntuasan siswa sebesar 50% dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimum

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 (KKM) 75. Setelah diterapkan perlakuan hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 9,64%. Berdasarkan observasi yang dilakukan didapatkan data kondisi awal motivasi belajar siswa yaitu 73,23% termotivasi dengan kategori kuat. Setelah penerapan perlakuan dalam pembelajaran terjadi peningkatan yaitu meningkat menjadi 83,46% pada pertemuan pertama, 83,07% pada pertemuan ke-2, dan 82,08% pada pertemuan ke-3. Hasil penelitian berikut menunjukkan perubahan yang signifikan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian tersebut berhasil meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian yang terakhir, merupakan penelitian yang dilakukan oleh Aji dan Suparman. Penelitian tersebut berjudul “Pengaruh Media Pembelajaran Menggunakan Macromedia Flash 8 Pokok Bahasan Internet Pada Mata Pelajaran TIK Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPA SMA N 6 Purworejo”. Hasil dari penelitian ini dijabarkan oleh Aji dan Suparman Sebagai Berikut: berdasarkan pengamatan hasil belajar pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) materi “Jaringan Komputer” belum memuaskan, dari 32 siswa hanya 25% siswa yang mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). KKM yang harus dicapai oleh siwa untuk mata pelajaran TIK adalah 7,00. Hasil tersebut menunjukkan prestasi belajar siswa terhadap mata pelajaran TIK masih rendah. Berdasarkan permasalahan berikut Aji dan Suparman mencoba menerapkan perlakuan berupa media pembelajaran Macromedia Flash 8 untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu quasi experiment (eksperimen semu), dengan memakai dua sampel yaitu kelas kontrol dan kelas

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 eksperimen. Adapun hasil perhitungan homogenitas yaitu nilai signifikansi Levene’s test 0,918, jika p>α maka 0,918> 0,05 sehingga data homogen. Nilai t pada t-test adalah 6,168. Jika p<α maka terdapat perubahan yang signifikan, nilai signifikan ttest adalah 0,000 sehingga 0,000< 0,05 sehingga terdapat perubahan yang signifikan berdasarkan perhitungan didapat t hitung lebih besar dari t tabel, jadi H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada pengaruh media pembelajaran macromedia flash 8 terhadap prestasi belajar siswa. Berdasarkan pengujian instrumen didapat kan data rata-rata nilai posttest kelas kontrol adalah 80,86 dan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen 84,81. Pengujian hipotesis pada kedua kelompok tersebut menggunakan uji tdengan taraf signifikansi 5% didapat bahwa harga (t hitung > t tabel) atau (6.168>2.000). Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa Macromedia Flash 8 berpengaruh dan efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Dari penelitian yang dilakukan para peneliti di atas sangat membatu peneliti untuk melakukan penelitian tentang “Peningkatan Motivasi dan Prestasi Belajar IPA Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis TIK Pada Siswa Kelas V SD N Karangbolong Tahun Pelajaran 2017/2018”. Penelitian-penelitian di atas akan menjadi acuan peneliti bahwa penelitian yang akan dilakukan dapat berhasil.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 Yusuf .(2009). Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Siswa Melalui Lembar Kerja Siswa (LKS) Interaktif Berbasis Komputer di SMA Muhhamadiyah 1 Palembang Mardan. (2007). Implementasi Modul Praktikum Berbasis IT Dengan Siklus Belajar Exprential Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep dan Literasi IT Siswa Kelas XIIA SMAN 1 Sukasada Herianto, Prasetyo, dan Rosana. (2017). Pengembangan Multimedia Pembelajaran IPA Interaktif Berbasis Lectora Inspire Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Aji dan Suparman. (2013). “Pengaruh Media Pembelajaran Menggunakan Macromedia Flash 8 Pokok Bahasan Internet Pada Mata Pelajaran TIK Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPA SMA N 6 Purworejo Yang diteliti: Peningkatan Motivasi dan Prestasi Belajar IPA Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis TIK Pada Siswa Kelas V SD N Karangbolong Tahun Pelajaran 2017/2018 Gambar 2.1 literature map 2.3. Kerangka Berpikir Penelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan prestasi belajaar siswa pada mata pelajaran IPA, pada materi penyesuaian diri hewan dengan lingkungannya. Pembelajaran masih menggunakan metode pembelajaran konvensional yaitu metode ceramah dan belum melibatkan siswa dalam setiap kegitan pembelajaran dan cenderung membosankan. Hal ini menyebabkan motivasi

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 siswa dalam mengikuti pembelajaran menjadi sangat rendah. Motivasi belajar siswa yang rendah mempengaruhi perolehan prestasi belajar siswa yang tidak maksimal dancenderung rendah. Berdasarkan masalah tersebut, penelitian ini mencoba untuk meningkatkan motivasi daan prestasi belajar. Penelitian ini akan mengubah pembelajaran yang lebih menarik sehingga siswa akan tertarik untuk mengikuti setiap pembelajaran. Ketertarikan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran akan meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Media pembelajaran TIK akan membuat siswa lebih tertarik dalam mengikuti pembelajaran sehingga siswa akan lebih termotivasi. Berdasarkan hasil dari keempat penelitian yang relevan, berkaitan dengan penelitian yang dilakukan penggunaan media pembelajaran berbasis TIK dpat membantu anak dalam memahami materi yang disampaikan. Media pembelajaran berbasis TIK sangat efektif digunakan untuk pembelajaran SD, oleh karena itu diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas V SDN Karagbolong tahun ajaran 2017/2018. Pembelajaran konvensional dengan metode ceramah Motivasi dan prestasi belajar meningkat Motivasi dan prestasi belajar rendah Pembelajaran dengan media pembelajaran berbasis TIK Gambar 2.2 Alur kerangka berpikir

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 2.4. Hipotesis Tindakan Berdasarkan kerangka berpikir di atas, peneliti merumuskan hipotesis tindakan sebgai beikut: 2.4.1. Upaya peningkatan motivasi dan prestasi belajar IPA menggunakan media pembelajaran bebasis TIK pada siswa kelas V SDN Karangbolong tahun ajaran 2017/2018 dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut: a. Mengamati gambar dalam slide powerpoint dan video yang ditayangkan lewat LCD. b. Tanya jawab seputar gambar dalam slide powerpoint dan video ditayangkan lewat LCD. 2.4.2. Penggunaan media pembelajaran berbasis TIK dapat meningkatkan motivasi belajar dalam mata pelajaran IPA pada siswa kelas V SDN Karangbolong tahun pelajaran 2017/2018. 2.4.3. Penggunaan media pembelajaran berbasis TIK dapat meningkatkan prestasi belajar dalam mata pelajaran IPA pada siswa kelas V SDN Karangbolong tahun pelajaran 2017/2018.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kusumah dan Dwitagama (2010: 9) mengungkapkan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara merencanakan, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dari partisipatif dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Dari pendapat ahli tersebut dapat kita ketahui bahwa di dalam PTK terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan peneliti dalam melakukan penelitian yaitu, merencanakan, merefleksikan. Tujuan dari PTK ialah untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Sanjaya (2009: 26) menjelaskan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah suatu proses pengkajian masalah pembelajaran di dalam kelas melalui refleksi diri dalam upaya untuk memecahkan masalah dengan cara melakukan berbagai tindakan yang terencana dalam situasi nyata serta menganalisis setiap pengaruh dari perlakuan tersebut. Dalam penelitian tindakan kelas ini terdapat kajian berbagai masalah yang ada di dalam kelas tertentu. Untuk menyelesaikan masalah tersebut peneliti dapat memberikan berbagai tindakan yang sudah peneliti rencanakan untuk menganalisis berbagai pengaruh dan perlakuan di dalam kelas atau subjek penelitian. Kemmis (dalam Sanjaya, 2009: 24) mengutarakan pendapatnya bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan suatu bentuk penelitian bentuk 34

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 penelitian reflektif dan korelatif yang dilakukan oleh peneliti dalam situasi social untuk meningkatkan penalaran praktik social mereka. Penelitian Tindakan Kelas menurut ahli tersebut merupakan suatu penelitian yang reflektif dan korelatif yang dilakukan dalam situasi social tertentu untuk meningkatkan penalaran praktik social peneliti. Hasley dalam Sanjaya (2009: 24) berpendapat bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah intervensi dalam dunia nyata serta pemeriksaan terhadap pengaruh yang ditimbulkan dari intervensi berikut. Dari pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan penelitian yang berupa refleksi untuk meningkatkan hasil belajar siswa di suatu kelas. Untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa akan dilakukan perlakuan-perlakuan yang sudah di rencanakan oleh peneliti. Tujuan dari PTK adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa di kelas. Penelitian ini menggunakan model penelitian dari Kemis dan Taggart (Kusumah & Dwitagama, 2010: 27). Model penelitian ini berbentuk spiral dari siklus satu ke siklus lainnya. Setiap siklus meliputi rencana, tindakan observasi dan refleksi. Diagram dari proses pelaksanaan penelitian menurut Kemmis dan Taggart (Kusumah & Dwitagama, 2010: 27) adalah sebagai berikut :

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 Perencanaan Tindakan Pelaksanaan Tindakan Siklus I Refleksi Pengamatan/ observasi Perencanaan Tindakan Pelaksanaan Tindakan Siklus II Refleksi Pengamatan/ observasi Gambar 3.1. diagram proses pelaksanaan penelitian menurut Kemmis dan Tagart Berikut ini merupakan tahapan penelitian menurut model penelitian Kemmis dan Taggart (dalam Kusumah & Dwitagama, 2010: 27): a. Perencanaan, merupakan rancangan kegiatan dalam melakukan sutu tindakan yang akan dilakukan pada setiap siklus. Perencanaan yang matang perlu dilakukan setelah mengetahui masalah yang ada di dalam kelas yang akan menjadi subjek penelitian.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 b. Tindakan, yaitu melakukan kegiatan yang telah direncanakan pada tahap perencanaan. Perencanaan harus diwujudkan dengan adanya tindakan dari guru berupa solusi tindakan sebelumnya. c. Observasi, yaitu merekam atau mengamati segala peristiwa dan kegiatan yang terjadi selama tindakan perbaikan berlangsung dengan atau tanpa alat bantu. d. Refleksi, yaitu menerangkan apa yang telah terjadi, serta menjajaki alternatifalternatif solusi yang perlu dikaji, dipilih dan dilaksanakan untuk dapat mewujudkan apa yang dikehendaki dalam penelitian, sehingga dapat menyimpulkan apa yang telah di dalam kelas yang menjadi subjek penelitian. 3.2. Setting Penelitian Setting penelitian ini mencakup tempat penelitian, subjek penelitian, objek penelitian, dan waktu penelitian. Masing-masing poin akan dijabarkan sebagai berikut: 3.2.1. Tempat penelitian Penelitian ini dilakukan di SDN Karangbolong yang terletak di desa Karangbolong, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Penelitian ini akan dilakukan pada semester 1 tahun pelajaran 2017/2018. 3.2.2. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Karangbolong tahun ajaran 2017/2018. Dengan jumlah siswa 25 anak yaitu 9 siswa laki-laki, dan 16 siswa perempuan.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 3.2.3. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah meningkatkan prestasi belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran berbasis TIK dalam mata pelajaran IPA materi penyesuaian diri hewan dengan lingkungannya pada siswa kelas V SDN Karangbolong tahun pelajaran 2017/2018. 3.2.4. Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018 yaitu bulan November sampai dengan bulan Desember. Berikut ini rincian waktu masingmasing tahap dari proses penelitian ini: Tabel 3.1 Waktu Penelitian No 1 2 3 4 5 6 7 8 Kegiatan 2017 Okt Nov Des 2018 Jan Feb Mar-Des 2019 Jan Proses perijinan ke sekolah Observasi kondisi awal Persiapan perangkata pembelajaran Pelaksanaan Pengolahan data Penyelesaian kelengkapan penelitian Ujian skripsi Revisi akhir Jadwal pada tabel 3.1 menunjukkan bahwa penelitian dimulai dari mengurus perizinan dengan sekolah pada bulan Oktober 2017. Penelitian dilakukan pada bulan November sampai dengan bulan Desember 2017.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 3.3. Persiapan Persiapan yang dilakukan sebelum melakukan penelitian adalah sebagai berikut : 3.3.1. Meminta izin kepada kepala sekolah SDN Karangbolong untuk melakukan kegiatan penelitian tindakan kelas (PTK). 3.3.2. Melakukan diskusi dengan kepala sekolah beserta guru kelas V SDN Karangbolong. 3.3.3. Melakukan observasi pembelajaran dikelas V SDN Karangbolong untuk mengamati masalah-masalah yang terjadi pada pembelajaran IPA dan untuk mengetahui kondisi awal motivasi belajar siswa kelas V. 3.3.4. Mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang sudah ditemukan dalam observasi pembelajaran IPA. 3.3.5. Meminta rekap nilai ulangan harian kelas V SDN Karangbolong tahun ajaran 2016/ 2017 kepada guru kelas untuk mengetahui hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran IPA. 3.3.6. Mengkaji standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), dan materi pokok yang akan diteliti sesuai dengan permasalahan yang ditemukan. 3.3.7. Mempersiapkaan dan menyusun instrumen penelitian yaitu berupa soal evaluasi setiap siklus dan lembar observasi 3.4. Rencana Tindakan Tiap Siklus Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari empat tahap. Tahap-tahap yang akan dilakukan pada masing-masing siklus adalah (1)

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Tahap-tahap berikut akan di deskripsikan sebagai berikut. 3.4.1. Siklus I 3.4.1.1. Perencanaan Tindakan Siklus I Pembelajaran pada siklus I dilaksanakan sebnayak dua pertemuan, setiap pertemuan terdiri dari 2 jam pembelajaran dengan durasi waktu 35 menit dalam 1 jam pembelajaran. Dalam perencanaan pelaksanaan siklus I, peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, LKS, dan media pembelajaran. Selain itu peneliti juga mempersiapkan instrumen penelitian berupa soal evaluasi dan lembar observasi. Selanjutnya peneliti menentukan keberhasilan motivasi dan prestasi belajar yang akan dicapai oleh siswa. 3.4.1.2. Pelaksanaan Tindakan Siklus I Pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan setiap pertemuan terdiri dari 2 jam pembelajaran dengan durasi 35 menit setiap satu jam pembelajaran. Langkah-langkah pelaksnaan tindakan siklus I: 1. Petemuan I Kegiatan awal: a. Ketua kelas memimpin doa pembuka pembelajaran. b. Guru menanyakan kabar siswa. c. Guru mengecek kehadiran siswa. d. Siswa dalam bimbingan guru menentukan kontrak belajar. e. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 f. Guru bertanya kepada siswa untuk menyebutkan ciri-ciri makhluk hidup. g. Guru mengulas sekilas tentang materi ciri-ciri makhluk hidup. h. Guru bertanya kembali kepada siswa tentang “mengapa semua makhluk hidup harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya ?” i. Siswa menjawab pertanyaan guru, selanjutnya guru mengkonfirmasi jawaban siswa. j. Guru menampilkan beberapa gambar tentang beberapa contoh penyesuaian diri mkhluk hidup dengan lingkungannya. Kegiatan Inti a. Guru menjelaskan tentang penyesuaian diri makhluk hidup dengan lingkungannya kepada siswa. b. Guru menjelaskan hewan menyesuaikan diri lingkungan adalah untuk memperoleh makanan dan mempertahankan diri dari musuh maupun pemangsa. c. Guru menampilkan gambar dalam powe point tentang penyesuaian diri hewan karnivora untuk mendapatkan makanan. (Mengamati gambar dalam slide powerpoint) d. Guru menjelaskan tentang materi tersebut. (Tanya jawab seputar gambar yang ditampilkan dalam slide powerpoint) e. Siswa dibagi ke dalam kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 f. Siswa bersama kelompok berdiskusi untuk menyebutkan bentuk penyesuaian diri pada hewan karnivora dan menjelaskan dari masing fungsi dari penyesuaian diri tersebut, serta memberikan contoh hewan yang termasuk dalam penyesuaian diri tersebut. g. Siswa bersama kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka kepada teman-teman sekelasnya. h. Guru memberikan penguatan atas hasil presentasi siswa. i. Guru menampilkan gambar tentang penyesuaian diri hewan herbivora untuk mendapatkan makanan. (Mengamati gambar dalam slide powerpoint) j. Guru menjelaskan tentang materi tersebut. (Tanya jawab seputar gambar yang ditampilkan dalam slide powerpoint) k. Siswa kembali bekerja ke dalam kelompok untuk mengerjakan lembar kerja kelompok penyesuaian diri hewan herbivora untuk menapatkan makananya. l. Siswa mempresentasikan hasil diskusi mereka kepada guru dan siswa lain. m. Guru mengkonfirmasi hasil diskusi kelompok. Kegitan Penutup a. Siswa mengerjakan lembar kerja siswa b. Guru menyampaikan ringkasan materi pembelajaran hari ini. c. Siswa melakukan refleksi tentang pembelajaran hari ini. d. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa penutup. 2. Pertemuan II Kegiatan awal:

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 a. Ketua kelas memimpin doa pembuka pembelajaran. b. Guru menanyakan kabar siswa. c. Guru mengecek kehadiran siswa. d. Siswa dalam bimbingan guru menentukan kontrak belajar. e. Guru mengulas sedikit materi pembelajaran yang sudah disampaikan pada pertemuan sebelumnya. f. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. g. Guru menampilkan gambar landak semut dengan power point. (Mengamati gambar dalam slide powerpoint) h. Guru bertanya kepada siswa, “apakah ada yang tahu sebutan dari hewan tersebut?” (Tanya jawab seputar gambar yang ditampilkan dalam slide powerpoint). Kegiatan inti: a. Siswa mengamati bagian-bagian tubuh dari hewan tersebut. b. Siswa dibagi kedalam kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa. c. Siswa bersama dengan teman satu kelompoknya berdiskusi untuk menuliskan apa yang mereka amati berdasarkan gambar yang ditampilkan. d. Siswa mempresentsikan hasil diskusi mereka kepada guru dan teman-teman sekelasnya. e. Guru mengkonfirmasi hasil diskusi siswa.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 f. Guru menjelaskan tentang penyesuaian diri hewan pemakan serangga untuk mendapatkan makanannya. g. Guru menampilkan gambar salah satu jenis burung. (Mengamati gambar dalam slide pwerpoint) h. Siswa dengan didampingi guru mengamati karakteristik dari burung tersebut. i. Guru bertanya kepada siswa tentang makanan yang dikonsumsi burung tersebut. (Tanya jawab seputar gambar yang ditampilkan dalam slide powerpoint) j. Guru menampilkan berbagai bentuk paruh dalam slide power point, dan menjelaskan setiap masing-masing jenis paruh. (Mengamati gambar dalam slide powerpoint) k. Siswa kembali bekerja dalam kelompok, untuk mengerjakan lembar kelompok tentang mengidentifikasi jenis paruh dan memberikan contoh burung yang memiliki jenis paruh tertentu. l. Siswa mengumpulkan hasil diskusi mereka kepada guru. Kegiatan penutup: a. Siswa melakukan evaluasi pembelajaran tentang materi hari ini. b. Guru menyampaikan ringkasan tentang materi pembelajaran hari ini. c. Siswa melakukan refleksi tentang pembelajaran hari ini. d. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa penutup.

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 3.4.1.3. Observasi Observasi merupakan proses pengambilan data dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti atau pengamat dengan melihat situasi penelitian. Observasi dilakukan saat kegiatan pembelajaran berlangsung dengan cara mengamati proses pembelajaran. Observasi ini juga dilakukan untuk mengamati aktivitas siswa selama mengikuti kegiatan peembelajaran. Pengambilan data dilakukan dengan mengisi lembar observasi dan melaksanakan tes tertulis pada akhir siklus I. 3.4.1.4. Refleksi 1. Mengevaluasi pelaksanaan tindakan siklus I pada pertemuan I dan pertemuan II berdasarkan hambatan yang dilami saat pelaksanaan pembelajaran. 2. Melihat hasil observasi dan tes berdasarkan ketercapaian indikator yang sudah ditetapkan. 3. Mengecek ketercapaian target akhir yang dicapai untuk mengambil keputusan tentangg perlu atau tidaknya dilaksanakan tindakan siklus II 4. Merencanakan tindak lanjut yang harus dilakukanberdasarkan hasil yang telah diperoleh pada siklus I. 3.4.2. Siklus II 3.4.2.1. Perencanaan Tindakan Siklus II Berdasarkan masalah dan kekurangan yang ditemukan di siklus I, selanjutnya peneliti melakukan perbaikan pada siklus II. Siklus II ini terdiri dari dua pertemuan, masing-masing perrtemuan terdiri dari 2 jam pembelajaran dengan durasi 35 menit setiap satu jam pelajaran. Dalam perencanaan pelaksanaan siklus I, peneliti

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 menyiapkan perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, LKS, dan media pembelajaran. Selain itu peneliti juga mempersiapkan instrumen penelitian berupa soal evaluasi dan lembar observasi. 3.4.2.2. Pelaksanaan Tindakan Siklus II Pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan setiap pertemuan terdiri dari 2 jam pembelajaran dengan durasi 35 menit setiap satu jam pembelajaran. Langkah-langkah pelaksnaan tindakan siklus I: 1. Pertemuan I Kegiatan awal a. Ketua kelas memimpin doa pembuka pembelajaran. b. Guru menanyakan kabar siswa. c. Guru mengecek kehadiran siswa. d. Siswa dalam bimbingan guru menentukan kontrak belajar. e. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. f. Siswa denan bimbingan guru mengulas sekilas materi pada pertemann sebelumnya. g. Guru menampilkan video bebek yang sedang berjalan di atas permukaan tanah yang becek. (Mengamati video) h. Guru bertanyya kepda siswa “ kenapa bebek saat berjalan di tanah becek tidak terperosok ?” (Tanya jawab seputar video yang ditampilkan) i. Setelah siswa berpendapat dengan mengajukan jawaban guru mengkonfirmasi jawaban siswa.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 Kegiatan inti a. Guru menjelaskan bahwa untuk mendapatkan makanan, burung memiliki jenis kaki yang berbeda-beda sesuai dengan tempat dan kondisi burung tersebut mendapatkan makanannya. b. Siswa memperhatikan berbagai gambar tentang berbagai bentuk kaki burung beserta penjelasan tentang fungsinya dan contoh burung yang memiliki bentuk kaki tersebut melalui powerpoint. (Mengamati gambar dalam slide powerpoint) c. Siswa dibagi kedalam kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa. d. Siswa secara bersama kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi jenis benttuk kaki burung beserta fungsinya dan contoh burung dari masing-masing jenis bentuk kaki. e. Siswa bersama kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka kepada teman-teman sekelasnya. f. Guru memberikan penguatan atas hasil presentasi siswa. g. Guru menampilkan gambar nyamuk yang sedang menghisap darah melalui powerpoint. ( Mengamati gambar dalam slide powerpoint) h. Guru bertanya “bagaimana cara nyamuk mengambil darah manusia maupun hewan ?” (Tanya jawab seputar gambar yang ditampilkan dalam slide powerpoint)

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 i. Siswa menyampaikan pendapat unttuk menjawab pertanyaan yang diajukan guru. j. Guru mengkonfirmasi dan memberi penguatan atas jawaban siswa. k. Kemudian siswa mengamati video dan gambar tentang jenis mulut serangga berdasar jenis makanan dan cara mendapatkan makanannya berserta fungsinya. l. Siswa kembali bekerja ke dalam kelompok untuk mengerjakan lembar kerja kelompok tentang mengidentifikasi jenis mulut serangga dan fungsi dari masing-masing jenis mulut serta contoh serangga yang memiliki jenis mulut tersebut. m. Siswa mempresentasikan hasil diskusi mereka kepada guru dan siswa lain. n. Guru mengkonfirmasi hasil diskusi kelompok. Kegiatan penutup a. Siswa mengerjakan LKS. b. Guru menyampaikan ringkasan materi pembelajaran jenis bentuk kaki burung dan jenis mulut serangga. c. Siswa melakukan refleksi tentang pembelajaran hari ini. d. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa penutup. 2. Pertemuan II Kegiatan awal: a. Ketua kelas memimpin doa pembuka pembelajaran. b. Guru menanyakan kabar siswa. c. Guru mengecek kehadiran siswa.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 d. Siswa dalam bimbingan guru menentukan kontrak belajar. e. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. f. Guru mengulas sekilas materi pada pertemann sebelumnya. g. Guru menampilakan gamabar sekumpulan rusa. (Mengamati gambar dalam slide powerpoint) h. Guru bertanya kepada siswa “ bagaimana cara rusa melindungi dirinya dari serangan musuh ?” (Tanya jawab seputar gambar yang ditampilkan dalam slide powerpoint) i. Setelah siswa berpendapat dengan mengajukan jawaban guru mengkonfirmasi jawaban siswa. Kegiatan inti: a. Guru menjelaskan bahwa cara hewan melindungi diri dari serangan musuh ada 2 cara yaitu dengan cara menggunakan bagian tubuh (tanduk, cakar, taring, dan bisa) dan dengan tingkah laku (melepaskan bagian tubuh, berubah warna menyerupai tempat di sekitarnya, menggulung diri, atau menyemprotkan cairan pekat) b. Guru menampilkan video tentang berbagai cara hewan melindungi diri dari musuh maupun pemangsa. (Mengamati video) c. Siswa dibagi kedalam kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa. d. Siswa secara bersama kelompok berdiskusi untuk mengerjakan tentang cara hewan melindunggi diri dari musuh.

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 e. Siswa bersama kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka kepada teman-teman sekelasnya. f. Guru memberikan penguatan atas hasil presentasi siswa. g. Guru mengulas kembali materi cara hewan mempertahankan diri dari musuh maupun pemangsanya. Kegiatan penutup: a. Siswa mengerjakan evaluasi siklus 2. b. Siswa didampingi guru membuat ringkasan materi pembelajaran hari ini. c. Siswa melakukan refleksi tentang pembelajaran hari ini. d. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa penutup. 3.4.2.3. Observasi Pengamatan pada tahap ini dilakukan untuk melihat sejauh mana penggunaan media pembelajaran berbasis TIK dapat memotivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Penngamatan dilakukan dengan cara mengisi lembar observasi motivasi belajar yang sudah peneliti persiapkan sebelumnya. Dalam pelaksanaan pengamatan ini dibantu oleh guru atau kepala sekolah. 3.4.2.4. Refleksi 1. Mengevaluasi hasil dari pelaksanaan tindakan siklus II, yaitu membahas dampak yang terjadi terhadap upaya peningkatan motivsi dan prestasi belajar siswa. 2. Melihaat hasil tes dan observasi yangsudah dicapai dengan indikator yang sudah ditetapkan sebelumnya.

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 3. Mengumpulkan data berdasarkan hasil tes evaluasi dan observasi siklus II, kemudian peneliti membandingkan hasil dengan indikator yang sudah ditetapkan. 3.5. Teknik Pengumpulan Data Teknik Pengumpulan data pada penelitian ini ialah teknik nontes dan tes. Berikut penjabaran dari masing-masing teknik: 3.5.1. Nontes Teknik pengumpulan data nontes digunakan untuk mengetahui kualitas proses dan produk dari suatu pekerjaan serta hal-hal yang berkenaan dengan domain afektif, seperti sikap, minat, bakat, dan motivasi (Arifin, 2009:152). Penelitian ini menggunakan teknik nontes untuk mengumpulkan data pada variable motivasi belajar. Adapun jenis teknik nontes yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi, masing-masing poin dijabarkan sebagai berikut: 3.5.1.1. Observasi Observasi adalah proses pengambilan data dalam penelitian dimana seorang peneliti melihat situasi penelitian. (Kusumah & Dwitagama, 2009: 66). Observasi dilakukan untuk melihat situasi proses pembelajaran, tingkah laku siswa, dan interaksi antara guru dengan siswa. Data tentang situasi dari kelas kemudian dicatat dan dijadikan bahan penelitian. Hadi dalam sugiyono (2014: 203) berpendapat bahwa observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Observasi dalam hal ini berkaitan dengan sikap dan tingkah laku

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 seseorang. Tingkah laku dalam hal ini merupakan tingkah laku siswa yang akan dijadikan subjek penelitian. Dari berbagai teori di atas maka dapat disimpulkan, bahwa observasi merupakan suatu bentuk pengamatan yang dilakukan untuk mendapatkan data. Hal yang diamati dalam penelitian ini berkaitan dengan prestasi belajar dan motivasi belajar siswa. 3.5.1.2. Dokumentasi Dokumentasi merupakan pengumpulan data-data yang berupa dokumendokumen yang mendukung proses penelitian (Sugiyono, 2014: 310). Dokumen merupakan suatu catatan peristiwa yang sudah berlalu (Sugiyono, 2014: 329). Dokumen dapat berupa tulisan, gambar, maupun karya monumental. Dokumendokumen berikut dikumpulkan dan dijadikan bahan untuk diteliti. Dokumen pada penelitian ini yaitu kumpulan nilai-nilai dari beberpa tahun sebelumnya yang berkaitan dengan materi yang akan dijadikan bahan penelitian. Dokumen-dokumen yang sudah dikumpulkan kemudian dianalisis, analisis berikut ialah untuk mencari masalah yang terjadi dalam suatu pembelajaran sehingga motivasi dan prestasi belajar siswa kurang makasimal. 3.5.2. Tes Teknik Pengumpulan data pada variabel prestasi belajar menggunakan tes. Tes adalah suatu alat pengukur berupa serangkaian pertanyaan yang harus dijawab secara sengaja dalam suatu situsi yang distandarisasikan, dan dimaksudkan untuk mengukur kemampuan dan hasil belajar individual atau kelompok (Masidjo, 2010:

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 38). Arifin (2009:117) mempertegas pendapat tersebut dengan berpendapat bahwa tes dalam pendidikan digunakan untuk mengukur prestasi belajar peserta didik dalam bidang kognitif. Dari pendapat kedua ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa pengumpulan data dengan menggunakan tes ialah untuk mengukur prestasi siswa pada domain kognitif. Tes diberikan kepada siswa setelah mempelajarai materi yang diajarkan. Tes yang digunakan berupa pilihan ganda dengan jumlah 20 soal pada semua siklus. Masing-masing soal memiliki 3mpat pilihan jawaban yaitu A, B, C, dan D. tes digunakan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa terhadp materi yang diajarkan. 3.6. Instrumen Penelitian Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu motivasi belajar dan prestasi belajar. Peneliti menggunakan lembar observasi untuk mengukur motivasi belajar, dan instrumen tes berupa pilihan ganda untuk mengukur prestasi belajar siswa. 3.6.1. Instrumen Nontes 3.6.1.1. Instrumen Lembar Observasi Lembar observasi dalam penelitian ini digunakan sebagai acuan untuk melihat peningkatan motivasi belajar siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung sebelum maupun sesudah menggunkan media pembelajaran berbasis TIK pada mata pelajaran IPA. Lembar observasi menggunakan skala sikap yang mengacu pada skala Likert. Skala Likert digunakan untuk sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2012:

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 134-135). Skala Likert menggunakan empat pilihan jawaban yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Skala Likert digunakan untuk mengukur motivasi belajar siswa karena berhubungan dengan pendapat siswa tentang suatu pertanyaan maupun pernyataan. Instrumen ini berdasarkan indikator motivasi belajar yang sudah dipaparkan sebelumnya. Variabel, instrumen penelitian, dan kisi-kisi dapat dilihat pada tabel-tabel berikut: Tabel 3.2 Variabel dan Instrumen Penelitian Observasi Motivasi Belajar Variabel 1. 2. Motivasi Belajar 3. 4. Indikator Data Adanya keinginan siswa untuk berhasil serta adanya cita-cita untuk masa depan Adanya dorongan dan Kebutuhan siswa untuk Belajar Skor rata-rata kelas Adanya kegiatan pembelajaran yang menarik dan adanya penghargaan dalam pembelajaran Lingkungan belajar yang kondusif Instrumen Observasi motivasi belajar Tabel 3.2 menunjukkan pada penelitian ini terdapat empat indikator prestasi belajar. Indikator berikut ialah (1) adanya keinginan siswa untuk berhasil serta adanya cita-cita untuk masa depan, (2) adanya dorongan dan kebutuhan siswa untuk belajar, (3) adanya kegiatan pembeelajaran yang menarik dan adanya penghargaan dalam pembelajaran, (4) Lingkungan belajar yang kondusif.

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 Tabel 3.3 Kisi-Kisi Instrumen Observasi Motivasi Belajar Variabel Motivasi belajar No Indikator 1 Adanya keinginan siswa untuk berhasil serta adanya cita-cita untuk masa depan 2 Adanya dorongan dan Kebutuhan siswa untuk Belajar 3 Adanya kegiatan pembelajaran yang menarik dan adanya penghargaan dalam pembelajaran 4 Lingkungan belajar yang kondusif Favorable 2 pernyataan Unfavorable Jumlah 1 Pernyataan 3 2 pernyataan 1 pernyataan 3 2 pernyataan 1 pernyaaan 3 1 pernyataan 2 pernyataan 3 Kisi-kisi pernyataan lembar observasi di atas mengacu pada teori yang dikemukakan Uno (2007: 23). Indikator lembar observasi berikut antara lain (1) adanya keinginan siswa untuk berhasil serta adanya cita-cita untuk masa depan, (2) adanya dorongan dan kebutuhan siswa untuk belajar, (3) adanya kegiatan pembelajaran yang menarik dan adanya penghargaan dalam pembelajaran, (4) Lingkungan belajar yang kondusif. Masing-masing indikator terdiri dari pernyataan favorable dan pernyataan unfavorable. Tabel 3.4 Pedoman Penskoran Observasi Motivasi Belajar Pilihan Jawaban Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Favorable 4 (Baik Sekali) 3 (Baik) 2 (Kurang) 1 (Sangat kurang) Unfavorable 1 2 3 4

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Sugiyono (2012: 135) mengungkapkan bahwa jawaban dari setiap item instrumen yang menggunakan skala Likert menggunakan kualitatif yang sangat positif sampai sangat negative, yang dapat berupa kata-kata seperti sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju, dengan nilai 1,2,3, dan 4. Pilihan jawan sangat setuju pada pernyatan favorable memiliki skor 4 sedangkan pada pernyataan unfavorable memiliki nilai 1, pilihan jawaban setuju pada pernyataan favorable memiliki skor 3 sedangkan pada pernyataan unfavorable memiliki skor 2, pilihan jawban tidak setuju pada pernyataan favorable memiliki skor 2 sedangkan pernyataan unfavorable memiliki skor 3, dan pilihan jawaban sangat tidak setuju pada pernyataan favorable memiliki skor 1 sedangkan pernyataan unfavorable memiliki skor 4. Kriteria skor lembar observasi dapat dilihat ada tabel dibawah ini: Tabel 3.5 Kriteria Skor Observasi belajar No 1 2 3 Koefisien Korelasi 0-25 25-35 35-48 Kualifikasi Rendah Sedang Tinggi Tabel 3.5 menjelaskan bahwa pada koefiensi korelasi dengan rentang 0-25 termasuk kedalam kualifikasi rendah. Rentang 25-35 termasuk kedalam kualifikasi sedang, dan rentang 35-48 termasuk dalam kualifikasi tinggi. Peneliti menentukan kiteria penskoran observasi sesuai dengan koefisien korelasi menurut Sugiyono (2012: 257) dengan kualifikasi sebagai berikut: 1) sangat tinggi, 2) tinggi, 3) sedang, 4) rendah, 5) sangat rendah. Untuk mempermudah dalam

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 mengingat kualifikasi kriteria skor, peneliti menyederhanakan menjadi tiga kualifikasi motivasi belajar yaitu; 1) tinggi, 2) sedang, dan 3) rendah. Arikunto (2010: 35-36) menjelaskan bahwa penyederhanaan kualifikasi skor observasi ini termasuk dalam kriteria kuantitatif dengan pertimbangan, sesuai dengan ketentuan cara menyusun kriteria yang menyebutkan bahwa rentangan dalam setiap kategori tidak sama, demikian juga jarak antara kategori yang satu dengan yang lainnya. Penyederhanaan tersebut dibuat berdasarkan pertimbangan dan sudut pandang evaluator. Lembar observasi motivasi belajar dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Empat indikator yang sudah ditetapkan oleh peneliti kemudian dijabarkan kedalam beberapa pernyataan yang berupa pernyataan mendukung objek sikap atau favorable dan pernyataan yang tidak mendukung objek sikap atau unfavorable. Pernyataan tersebut dapat diisi dengan cara memberikan tandak centang/ Checklist (√) pada kolom yang disediakan. Lembar observasi dapat dilihat pada lampiran 3 halaman 117. 3.6.2. Instrumen Tes Instrumen tes merupakan himpunan pertanyaan yang harus dijawab, harus ditanggapi, atau tugas yang harus dilaksanakan oleh orang yang dites (Jihad, 2012: 67). Jihad (2012: 67) mengemukakan bahwa tes digunakan untuk mengukur sejauh mana seorang siswa telah menguasai pelajaran yang disampaikan terutama meliputi aspek pengetahuan dan keterampilan. Dalam konteks ini tes merupakan hal yang harus dikerjakan siswa dengan fungsi untuk mengukur pengetahuan dan ketrampilan siswa terhadap suatu materi.

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Instrumen tes adalah seperangkat rangsangan (stimuli) yang diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk mendapatkan jawaban-jawaban yang dijadikan penetapan skor angka (Kusumah & Dwitagama, 2010: 78-79). Instrumen tes dalam hal ini ialah seperangkat untuk merangsang seseorang untuk dapat memperoleh jawaban untuk dijadikan penetapan skor secara kuantitatif. Dari pendapat ahli berikut dapat diketahui bahwa instrumen tes merupakan perangkat untuk mengukur kemampuan seseorang tentang pengetahuan maupun ketrampilan seseorang. Tes berisi pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang sudah diajarkan kepada seseorang. Hasil dari tes berupa skor atau nilai dalam bentuk angka (Kuantitaif). Penelitian ini menggunakan instrumen tes untuk mengetahui prestasi belajar siswa. Instrumen tes diberikan kepada siswa saat pelaksanaan siklus. Pada pelaksanaan siklus tes diberikan diakhir kegiatan pembelajaran masing-masing siklus. Instrumen tes dirancang berdasarkan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar yang sudah dikaji. Jenis instrumen tes pada penelitian ini berupa pilihan ganda, dengan pedoman penskoran jawaban benar mendapat skor 1 dan jawaban salah mendapatkan skor 0. Tes yang digunakan mengacu pada kisi-kisi soal.

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Tabel 3.6 Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus I Standar Kompetensi 3. Mengidentifikasi cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan. Kompetensi Dasar Indikator No Item 3.1.1. Menjelaskan istilah adaptasi pada makhluk hidup. 3.1.2. Menganalisa penyesuaian diri hewan pemakan daging (karnivora) dalam mendapatkan makanannya. 3.1.3. Mengkarakterisasi penyesuaian diri hewan pemakan tumbuhan 3.1. Mengidentifikasi (herbivora) untuk penyesuaian diri hewan mendapatkan dengan lingkungan makanannya tertentu untuk mempertahankan hidup 3.1.4. Mencirikan penyesuaian diri hewan pemakan seranngga untuk mendapatkan makanannya. 3.1.5. Mengklasifikasikan penyesuaian diri pada burung untuk memperoleh makanannya berdasarkan bentuk paruh Jumlah 1 dan 2 3, 4, dan 5 6, 7, 8, 9, dan 10 11, 12, 13, dan 14 15, 16, 17, 18, 19, dan 20 20 Kisi-kisi pada tabel di atas merupakan penjabaran dari standar kompetensi (SK) dan Kompetensi dasar (KD) yang digunakan pada penelitian. Kompetensi dasar dijabarkan menjadi lima indikator yang tediri dari nomor-nomor soal. Indikator tersebut yaitu; 1) menjelaskan istilah adaptasi pada makhluk hidup terdapat 2 soal, 2) menganalisa penyesuaian diri hewan pemakan daging (karnivora) dalam

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 mendapatkan makanannya terdapat 3 soal, 3) mengkarakterisasi penyesuaian diri hewan pemakan tumbuhan (herbivora) untuk mendapatkan makanannya terdapat 5 soal, 4) mencirikan penyesuaian diri hewan pemakan serangga merayap untuk mendapatkan makanannya terdapat 4 soal, 5) mengkalsifikasikan penyesuaian diri pada burung untuk memperoleh makanannya berdasarkan bentuk paruh terdapat 6 soal. Dari lima indikator tersebut terdapat 20 soal yang digunakan pada evaluasi siklus I. Tabel 3.7 Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus II Standar Kompetensi 3. Mengidentifikasi cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan. Kompetensi Dasar Indikator No Item 3.1.6. Membandingkan 1, 2, 3, 4, dan 5 penyesuaian diri pada burung untuk memperoleh makanannya berdasarkan bentuk kaki. 3.1.7. Mencirikan 6, 7, 8, 9, 10, penyesuain diri 11, dan 12 3.1. Mengidentifikasi serangga dalam penyesuaian diri hewan medapatkan dengan lingkungan makanannya tertentu untuk berdasarkan jenis mempertahankan hidup mulut. 3.1.8. Menguraikan macam-macam jenis penyusaian diri pada hewan untuk mempertahankan diri dari musuh/ pemangsa. Jumlah 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, dan 25 25

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Pada siklus II standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) dijabarkan menjadi 3 indikator yang berisi nomor soal. Indikator yang akan digunakan pada tes evaluasi siklus II ini adalah sebagi berikut; 1) membandingkan penyesuaian diri pada burung untuk mpeoleh makanannya berdasarkan bentuk kaki terdiri dari 5 soal, 2) mencirikan penyesuaian diri serangga dalam mendapatkan makanannya berrdasarkan jenis mulutnya terdiri dari 7 soal, 3) mengurikan macammacam jenis penyesuaian diri pada hewan untuk mempertahankan diri dari musuh/ pemangsa terdiri dari 13 soal. Total soal evaluasi pada siklus II adalah 25 soal. 3.7. Teknik Pengujian Instrumen 3.7.1. Validitas Validitas berarti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu instrumen dalam melakukan fungsinya sebagai alat ukur (Azwar, 2012: 173). Validitas bertujuan untuk menguji instrument yang akan digunakan untuk menentukan instrument layak untuk diujikan atau tidak. Instrument yang sudah valid maka dapat diujikan kepada obyek penelitian. Sugiyono (2012: 363) berpendapat bahwa validias adalah derajad ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan data yang dilaporkan. Data dikatakan valid jika data yang diperoleh dari obyek penelitian dan data yang dilaporkan oleh peneliti adalah sama. Pendapat lain dikemukakan oleh kusumah (2010: 85) bahwa validitas adalah derajad yang menunjukkan sejauh mana hasil tersebut berguna (relevan) sebagai petunjuk untuk guru tertentu, serta kekuatannya untuk memberi informasi dan argumen tentang meningkatkan praktik pendidikan di masyarakat professional yang lebih luas. Validitas instrumen pada

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 penelitian ini digunakan sebagai upaya peningkatan motivasi dan prestasi belajar menggunakan media pembelajaran berbasis TIK pada mata pelajaran IPA materi penyesuaian diri hewan dengan lingkungannya di kelas V SDN Karangbolong tahun pelajaran 2017/ 2018. Validitas instrumen motivasi dan pestasi belajar pada penelitian ini ditempuh secara empiris dengaan cara diujikan dilapangan. Sebelum diujikan, peneliti melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan ahli yaitu dosen biologi, kepala sekolah, dan guru kelas V SDN Karangbolong. 3.7.1.1. Validitas Perangkat Pembelajaran Perangkat pembelajaran diujikan kepaada tiga ahli yaitu dosen, kepla sekolah SDN Karangbolong, dan guru kelas V SDN Karangbolong. Kriteria perangkat pembelajaran yang digunakan sesuai dengan pedoman koefisien korelasi menurut Sugiyono (2012: 257) kriteria validitas perangkat pembelajaran dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 3.8 Kriteria Validitas perangkat Pembelajaran No 1 2 3 4 5 Skor 0-19 20-39 40-59 60-79 80-100 Kategori Sangat kurang layak Kurang layak Cukup layak Layak Sangat layak Setelah perangkat pembelajaran diujikan kepada ahli, maka diperoleh hasil sebagai berikut:

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Tabel 3.9 Hasil Validitas Perangkat Pembelajaran No 1 2 3 4 5 Perangkat Pembelajaran Validator Dosen IPA Kepala Sekolah Silabus Guru Rata-rata Dosen IPA Kepala Sekolah RPP Guru Rata-rata Dosen IPA Kepala Sekolah LKS Guru Rata-rata Dosen IPA Kepala Sekolah Bahan Ajar Guru Rata-rata Dosen IPA Kepala Sekolah Soal Evaluasi Guru Rata-rata Rata-Rata Total Hasil Skor 70 95 80 81,6 74,3 90,9 75 80,1 63,3 89,6 75 76,008 68,7 85,4 75 76,3 75 87,45 75 79,15 78.6 Kategori Layak Sangat Layak Sangat Layak Sangat Layak Layak Sangat Layak Layak Sangat Layak Layak Sangat Layak Layak Layak Layak Sangat Layak Layak Layak Layak Sangat Layak Layak Layak Layak Tabel 3.9 menunjukkan perolehan hasil validitas yang diujikan kepada tiga ahli yaitu dosen IPA, kepala sekolah, dan guru kelas V. Rata-rata skor yang diperoleh dari penilaian para ahli adalah sebagai berikut; 1) penilaian silabus oleh ahli memperoleh skor rata-rata 81,6 dengan kategori sangat layak, 2) penilaian rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) oleh para ahli memperoleh rata-rata skor 80,1 ddengan kategori sangat layak, 3) penilaian lembar kerja siswa (LKS) oleh para ahli memperoleh skor rata-rata 76,008 dengan kategori layak, 4) penilaian bahan ajar oleh para ahli memperoleh skor rata-rata 76,3 dengan kategori layak, 5) penilaian soal evaluasi oleh para ahli memperoleh skor rata-rata 79,15 dengan kategori layak. Rata-

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 rata skor dari penilaian perangkat pembelajaran oleh para ahli adalah 78,6 dengan kategori layak. Dari perolehan hasil validitas oleh para ahli maka perngkat pembelajaran yang disusun oleh peneliti dinyatakan valid dan dapat digunakan dalam penelitian. 3.7.1.2. Validitas Instrumen Observasi Lembar observasi pada penelitian ini divalidasi oleh 3 ahli yaitu dosen, kepala sekolah SDN Karangbolong, dan guru kelas V SDN Karangbolong. Perolehan hasil perhitungan skor dari para ahli dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 3.10 Hasil Validitas Lembar Observasi Rubrik Validator Dosen Lembar Observasi Kepala Sekolah Guru Rata-rata Skor 75 75 75 75 Kategori Layak Layak Layak Layak Hasil validitas lembar observasi oleh para ahli memperoleh skor rata-rata 75 dengan kategori layak. Hasil berikut menunjukkan bahwa lembar observasi layak digunakan untuk melakukan peengamatan pada saat penelitian. 3.7.1.3. Validitas Soal Siklus I dan Siklus II Validitas soal siklus I dan II dihitung menggunakan program SPSS 16. Peneliti membuat soal evalusi siklus I dan Siklus II sebanyak 25 item pilihan ganda dengan materi penyesuaian diri hewan dengan lingkungannya. Soal diujikan kepada 30 siswa kelas VI SDN Karangbolong yang sudah pernah mempelajari materi tersebut. Pedoman penskoran soal evaluasi siklus I dan siklus II yaitu pemberian skor

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 1 untuk jawaban benar dan skor 0 untuk jawaban salah. Valid atau tidaknya soal dilihat dengan menggunakan r tabel (r hitung ≥ r tabel item soal valid). Pada penelitian ini r hitung ≥ 0,361 dengan taraf signifikansi 0,05 (Masidjo, 210: 310). Peneliti memilih menggunakan signifikansi 0,05 karena kemungkinan dari 100 x menggunakan tes haanya akan terjadi sebanyak 5 kali kesalahan/error, dan taraf signiffikansi 0,05 ini sering digunakan di jenjang pendidikan. Hasil uji validitas soal siklus I dan Siklus II yang sudah diujikan dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 3.11 Hasil Validitas Soal Evaluasi SiklusI No Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nilai Korelasi (r hitung) 0,530 0,552 0,547 0,632 0,213 0,572 0,523 0,357 0,508 0,551 0,605 0,385 0,696 0,509 0,509 0,634 0,539 0,446 0,593 0,385 Nilai r tabel (n=30, a=5%) 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 Valid/ Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Keterangan Diperbaiki Diperbaiki -

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Data tabel 3.11 menunjukkan bahwa dari 20 item soal terdapat 2 item soal yang tidak valid. Soal yang tidak valid kemudian diperbaiki kemudian diujikan ulang dan digunakan digunakan untuk soal evaluasi. Tabel 3.12 Hasil Validitas Soal Evaluasi Siklus II No Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Nilai Korelasi (r hitung) 0,507 0,574 0,488 0,592 0,220 0,556 0,529 0,319 0,477 0,561 0,590 0,373 0,683 0,537 0,511 0,630 0,501 0,428 0,580 0,421 0,454 0,461 0,460 0,394 0,418 Nilai r tabel (n=30, a=5%) 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 Valid/ Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Keterangan Diperbaiki Diperbaiki - Soal evaluasi siklus II terdiri dari 25 item soal, 23 item soal valid dan 2 item soal lainnya tidak valid. Item soal yang valid digunakan untuk soal evaluasi siklus II, sedangkan item soal yang tidak valid diperbaiki dan diujikan ulang.

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 3.7.2. Reliabilitas. Reliabilitas berasal dari kata reliability, merupakan sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya (Azwar 2012: 180). Reliabilitas dalam hal ini merupakan sejauh mana suatu hasil pengukuran suatu instrumen dapat dipercaya dan digunakan. Hasil pengukuran dapat dipercaya jika setiap kali diujikan instrument memperoleh hasil yang sama, selama aspek yang diukur dalam diri subyek memang tidak berubah (Azwar, 2012: 180). Hasil pengukuraan dapat dipercaya jika instrumen yang diujikan memperoleh hasil yang sama walaupun sudah diujikan berkali-kali. Pernyataan tersebut diperkuat oleh pendapat Sugiyono (2012: 364) bahwa suatu data dikatakan relibel apabila dua atau lebih peneliti dalam obyek yang sama menghasilkan data yang sama, atau peneliti yang sama dalam waktu berbeda menghasilkan data yang sama, atau sekelompok data bia dipecah menjadi dua menunjukkan data yang tidak berbeda. Pernyataan beberapa ahli di atas dapat disimpulkan bahawa reliabilitas merupakan konsistensi dari hasil pengujian suatu instrumen yang dilakukan berkalikali dengan perolehan hasil yang sama. Taraf reliabilitas suatu tes dinyatakan dengan suatu koefisien yang disebut dengan koefisien reliabilitas. Koefisien reliabilitas dinyatakan dalam suatu bilangan koefisien antara -1,00 sampai dengan 1,00. (Masidjo, 2010: 243). Untuk memberi arti koefisien reliabilitas yang diperoleh, dipakai batasan besar koefisien. Besar koefisien yang dipakai dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Tabel 3.13 Koefisien Korelasi Koefisien Korelasi ± 0,91 - ± 1,00 ± 0,71 - ± 0,90 ± 0,41 - ± 0,70 ± 0,21 - ± 0,40 ± 0 - ± 0,20 Kualifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Reliabilitas soal evaluasi siklus I dan siklus II dihitung menggunakan program statistik SPSS 16, pengujian reliabilitas dilakukan setelah memperoleh data hasil uji validitas secara empiris. Hasil uji reliabilitas soal evaluasi siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 3.14 Hasil Uji Reliabilitas Soal Evaluasi Siklus I Cronbach’s Alpha .738 N of Items 18 Tabel 3.15 Hasil Uji Reliabilitas Soal Evaluasi Siklus II Cronbach’s Alpha .736 N of Items 23 Tabel 3.14 menunjukkan hasil uji reliabilitas soal evaluasi siklus I sebesar 0,738 dengan kualifikasi tinggi, sedangkan pada tabel 3.15 menunjukkan hasil uji reliabilitas soal evaluasi siklus II sebesar 0,376 dengan kualifikasi tinggi. Hasil uji reliabilitas di atas menunjukkan bahwa kedua instrumen soal evaluasi dinyatakan reliabel.

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 3.8. Teknik Analisis Data Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan dua teknik yaitu tenik aanalisis data kualitatif dan kuantitatif. Data yang akan dianalisis yaitu data motivasi dan prestasi belajar siswa. Analisis data motivasi belajar berdarkan hasil observasi motivasi belajar pada masing-masing siklus, sedangkan data prestasi belajar dianalisis berdasarkan perolehan hasil tes yang dikerjakan pada masing-masing siklus. Analisis data kuantitatif menggunakan acuan PAP II. Masidjo (2006: 157) menjelaskan bahwa ketika menggunakan PAP II maka penguasaan kompetensi minimal merupakan passing score adalah 56% dari total skor yang harus dicapai. Data kualitatif dianalisis dengan mendskripsikan menggunakan kalimat. Analisis data diperlukan supaya peneliti dapat mengembangkan kategori sebagai perbandingan kontras untuk menemukan sesuatu yang mendasari dan memberi gambaran yang ada. Pengukuran tingkatan penguasaan kompetensi dengan menggunakan PAP II menurut Masidjo (2006: 157) dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 3.16 Perhitungan PAP II Tingkat Prestasi Siswa 81% - 100% 66% - 80% 56% - 65% 46% - 55% ≤ 46% Kategori Prestasi A B C D E Berdasarkan tabel di atas, pada penelitian ini dibuat sedikit perubahan dalam pengkategorian motivasi belajar. Skala tingkatan motivasi belajar pada penelitian ini

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 dibuat menjadi lebih sederhana, hal ini dilakukan dengan pertimbangan rentang skor pada variabel motivasi belajar terlalu pendek dengan perolehan skor maksimal 48. Alasan lain penyederhanaan skala tingkat motivasi adalah untuk mempermudah dalam pemberian kategori tingkat motivasi siswa. Tingkat motivasi siswa pada penelitian ini digolongkan kedalam tiga kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Penggolongan kategori tingkat motivasi belajar siswa dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 3.17 Kategori Tingkat Motivasi Siswa Tingkat Motivasi Siswa 35 – 48 25 – 35 ≤25 Kategori Motivasi Tinggi Sedang Rendah Kategori tingkat motivasi siswa dibagi menjadi 3 kategori yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Siswa memiliki tingkat motivasi tinggi jika memperoleh skor 35-48, dikategorikan sedang jika siswa memperoleh skor 25-35, dan rendah jika siswa memperoleh skor ≤25. Siswa dikatakan sudah termotivasi jika siswa tersebut tergolong dalam kategori “tinggi” dan “sedang”. Sedangkan siswa dikatakan belum termotivasi jika siswa tergolong dalam kategori “rendah. 3.8.1. Perhitungan Motivasi dan Prestasi Belajar 3.8.1.1. Motivasi Belajar Data motivasi belajar yang sudah diperoleh dari kegiatan pengamatan. Data motivasi belajar dianalisis dengan cara membandingkan data motivasi belajar pada kondisi awal atau keadan sebelum diberikan tindakan dengan data setelah diberikan

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 tindakan pada siklus I dan siklus II. Perhitungan motivasi belajar adalah sebagai beikut: 1. Menghitung hasil observasi pada setiap pengamatan = jumlah keseluruhan skor massing-masing indikator 2. Menghitung rata-rata skor motivasi 3. Menghitung persentase siswa yang termotivasi 3.8.1.2. Prestasi Belajar Analisa data prestasi belajar dilakukan dngan cara membandingkan data prestasi belajar siswa pada kondisi awal dengan data perolehan stelah diberikan perlakuan pada siklus I dan siklus II. Perhitungan peningkatan prestasi belajar adalah sebagai berikut: 1. Perhitungan nilai soal evaluasi a. Penskoran: jawaban benar diberi skor 1 dan jawaban salah diberikan skor 0. b. Menghitung nilai siswa = jumlah skor benar x 5 2. Perhitungan rata-rata nilai siswa

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 3. Perhitungn persentase prestasi belajar siswa 3.9. Indikator Pencapaian Peneliti menetapkan indikator pencapaian sebagai acuan peningkatan yang harus dicapai pada akhir penelitiaan. Peneliti menetapkan kriteria keberhasilan pada masing-masing variabel yaitu motivasi dan prestasi belajar. Peneliti terlebih dahulu berkonsultasi dengan guru kelas V untuk mentapkan kriteria keberhasilan masingmasing variabel. Konsultasi dilakukan karena guru lebih tahu dengan kondisi kelas V. Kriteria keberhasilan motivasi dan prestasi belajar mata pelajaran IPA pada kompetensi dasar (KD) 3.1. Mengidentifikasi penyesuaian diri hewan dengan lingkungan tertentu untuk mempertahankan hidup, dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 3.18 Kriteria Keberhasilan No 1 2 Variabel Indikator Motivasi Belajar Rata-rata skor motivasi belajar Prestasi Belajar Persentase Siswa yang sudah termotivasi Rata-rata nilai ulangan Persentase siswa yang sudah menapai nilai di atas KKM Kondisi Awal 23 (47,91%, rendah) Target Akhir Siklus I Siklus II 32% 75% 70,67 85 46,67% 75 % Penelitian dihentikan jika hasil sudah mencapai target. 35 (72,91%, sedang)

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini, peniliti akan menguraikan dan membahas hasil dari penilitian yang sudah dilaksanakan. 4.1 Hasil Penelitian Hasil penelitian ini terdiri dari proses penelitian tindakan kelas yang dimulai dari prasiklus, siklus I, dan siklus II, hasil dari motivasi belajar pada siklus I dan siklus II, serta hasil prestasi belajar dari siklus I dan II. 4.1.1 Proses Penelitian Tindakan Kelas 4.1.1.1 Prasiklus Sebelum melakukan penelitian di SDN Karangbolong, terlebih dahulu melakukan beberapa persiapan. Persiapan yang dilakukan berupa perencanaan sebagai berikut: meminta izin kepada kepala sekolah SDN Karangbolong untuk melakukan penelitian, setelah memperoleh izin dari kepala sekolah peneliti menemui guru kelas V untuk meminta izin melakukan penelitian di kelas tersebut. Setelah mendapat izin dari pihak sekolah, kemudian melakukan observasi pada pembelajaran IPA, observasi dilakukan untuk mengetahui proses pembeljaran IPA, kondisi kelas, serta kondisi awal motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Persiapan lain dilakaukan yaitu melakukan wawancara dengan guru kelas V SDN Karangbolong untuk mengetahui tingkat motivasi belajar dan prestasi belajar siswa kelas V SDN Karangbolong. Langkah berikutnya adalah mengidentifikasi masalah yang ditemukan pada saat observasi maupun saat wawancara dengan guru. 73

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Setelah menemukan masalah yang terdapat di kelas V SDN Karangbolong, langkah selanjutnya yaitu mengkaji standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), dan materi yang akan diteliti. Setelah mengkaji SK dan KD yang akan diteliti, kemudian mempersiapkan rencana pelaksanaan penelitian siklus I dan siklus II, perangkat pembelajaran ( RPP, silabus pembelajaran, dan LKS), menyusun rubrik penilaian dan pedoman pensekoran, serta mempersiapkan media berupa gambar dan video. Data yang diperoleh saat observasi kemudian diolah. Data kondisi awal motivasi belajar IPA siswa kelas V SDN Karagbolong dapat dilihat pada tabel 4.1 dibawah ini: Tabel 4.1 Data kondisi awal tingkat motivasi belajar siswa No Nama Indikator 1 2 3 4 Skor Total Kategori 1 FI 7 4 6 4 21 Rendah 2 VNS 7 4 6 5 22 Rendah 3 ZK 7 7 7 5 26 Sedang 4 ARM 5 4 6 5 20 Rendah 5 ATR 6 4 5 6 21 Rendah 6 AYM 6 4 7 7 24 Rendah 7 ARS 7 6 6 6 25 Sedang 8 ARW 5 5 4 6 20 Rendah 9 DAS 7 6 6 7 26 Sedang 10 DEF 5 6 6 6 23 Rendah 11 EN 5 5 4 6 20 Rendah 12 FAR 6 5 6 6 23 Rendah 13 IM 5 6 6 6 23 Rendah 14 KMR 6 5 5 5 21 Rendah

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 15 LRS 6 5 5 6 22 Rendah 16 LF 7 6 7 6 26 Sedang 17 LS 6 6 7 8 27 Sedang 18 MFP 5 6 5 4 20 Rendah 19 NM 5 4 6 6 21 Rendah 20 PA 6 4 6 4 20 Rendah 21 SATZ 6 7 6 7 26 Sedang 22 SR 6 5 6 5 22 Rendah 23 SAK 7 5 6 7 25 Sedang 24 SY 6 6 6 6 24 Rendah 25 ZLN 6 7 7 7 27 Sedang 150 132 147 146 575 Rata-rata 6 5,3 5.9 5,8 Pesentase siswa yang sudah termotivasi 23 32% Persentase siswa yang belum termotivasi 68% Jumlah Keterangan indikator motivasi belajar: 1. Adanya keinginan siswa untuk berhasil serta adanya cita-cita untuk masa depan. 2. Adanya dorongan dan kebutuhan siswa untuk belajar. 3. Adanya kegiatan pembelajaran yang menarik dan adanya penghargaan dalam pembelajaran. 4. Lingkungan belajar yang kondusif. Data pada tabel 4.1 didapatkan hasil 32% siswa sudah termotivasi dan 68% siswa belum termotivasi dalam pembelajaran. Data pada tabel 4.1 dapat disimpulkan bahwa tingkat motivasi siswa dalam pembelajaran masih rendah, karena dari 25 orang siswa 68% diantaranya masih belum termotivasi.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Langkah selanjutnya yaitu mengumpulkan data prestasi belajar IPA siswa kelas V SDN Karangbolong. Teknik pengumpulan data prestasi belajar IPA kelas V SDN karangbolong menggunakan teknik dokumentasi. Tujuan pengumpulan data tersebut adalah untuk mengetahui data awal prestasi belajar IPA siswa kelas V SDN Karangbolong sebelum diberikan tindakan berupa peggunaan media pembelajaran berbasis TIK dalam kegiatan pembelajaran. Data kondisi awal prestasi belajar IPA pada siswa kelas V SDN Karangbolong dapat dilihat dari tabel 4.2 di bawah ini: Tabel 4.2 Data Kondisi Awal Prestasi Belajar siswa No Nama Nilai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 MCP ADS AL ADP BMN CRI EM FH FIS FTS FS HZM ISW IW MA MN MH MAR MZ MAF MA NN NL RA RF RN 60 75 75 75 65 80 80 75 65 70 75 90 75 70 65 50 60 55 70 60 80 75 85 90 55 65 Kriteria Ketutasan Minimal (KKM) 75 Keterangan (Tuntas/ Tidak Tuntas) Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 27 SN 75 28 TUN 65 29 TR 70 30 SN 70 2120 Jumlah 70.67 Rata-rata Persentase siswa dengan nilai tuntas Persentase siswa dengan nilai tidak tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas 46,67% 53,33% Data pada tabel 4.2 menunjukkan 46,67% siswa sudah mendapatkan nilai tuntas, sedangkan 53,33% siswa mendapatkan nilai belum tuntas. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa prestasi belajar IPA siswa kelas V SDN Karang bolong masih rendah. Pengumpulan data berdasarkan teknik observasi, wawancara , dan dokumentasi memperoleh hasil 68% siswa kelas V belum termotivasi dalam pembelajaran serta 53,33% siswa kelas V memperoleh nilai belum tuntas atau di bawah kriteria ketuntasan minimal. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat masalah dalam motivasi belajar dan prestasi belajar siswa kelas V SDN Karangbolong. Masalah yang yang ditemukan pada siswa kelas V SDN karangbolong kemudian dikaji oleh peneliti untuk melakukan perencanaan tindakan, yaitu dengan menggunakan media pembelajaran berbasis TIK. Peneliti kemudian menentukan instrumen pembelajaran yaitu rencana pelaksanaan pembajaran (RPP), silabus pembelajaran, materi pembelajaran, dan LKS. Peneliti juga menentukan instrumen penelitian berupa soal evaluasi. Instrumen pembelajaran dan insttrumen Penelitian untuk dua siklus, masing-masing siklus

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 terdiri dari dua kali pertemuan. Setiap pertemuan terdiri dari dua jam pembelajaran dengan waktu 2 x 35 menit. 4.1.1.2. Siklus I Bagian ini akan menjelaskan secara rinci tentang pelaksanaan siklus I yang terdiri dari; perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. 4.1.1.2.1. Perencanaan Perencanaan pada siklus I yaitu terlebih dahulu mempersiapkan segala hal yang diperlukan dalam penlitian siklus I. Pada tahap ini akan disiapkan instrumen pembelajaran yang terdiri dari; silabus pembelajaran, RPP, materi, LKS, dan media pembelajaran. Penelitian ini akan menerapkan media pembelajaran berbasis TIK, RPP yang dibuat didalamnya memuat penggunaan media pembelajaran berbasis TIK dalam kegiatan pembelajaran. Hal lain yang perlu disiapkan yaitu instrumen penilitian yang terdiri dari; instrumen tes dan nontes, instrumen tes berupa soal evaluasi siklus I dan nontes berupa lembar observasi motivasi belajar. Instrumen pembelajaran dan instrumen penelitian dibuat sesuai indikator yang akan diukur serta tujuan yang akan dicapai. Pelaksanaan observasi dalam penelitian ini dibantu oleh kepala sekolah SDN Karangbolong. 4.1.1.2.2. Pelaksanaan Penelitian siklus I dilaksanakan dalam dua pertemuan, pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 30 November 2017 sedangkan pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 4 Desember 2017. Alokasi waktu setiap pertemuan yaitu dua jam pembelajaran dengan durasi 35 menit per satu jam pembelajaran.

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Pelaksanaan penelitian siklus I dilakukan oleh peneliti sebagai guru dan dibantu oleh kepala sekolah sebagai observer. 4.1.1.2.2.1. Pertemuan I Pertemuan pertama diawali dengan berdoa yang dipimpin oleh ketua kelas V, dilanjutkan dengan membuat kesepakatan bersama berupa kontrak belajar. Kontrak belajar yang sudah disepakati antara guru dengan seluruh siswa menjadi peraturan yang yang harus ditaati siswa sselama proses pembelajaran berlangsung. Kegiatan berikutnya adalah penyampaian tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut. Guru kemudian melakukan tanya jawab dengan siswa berkaitan dengan ciri-ciri makhluk hidup yang didalamnya memuat materi yang nantinya akan disampaikan yaitu berkaitan dengan penyesuaian diri makhluk hidup dengan lingkungannya. Jawaban yang sudah didapat kemudian dikembangkan dengan cara guru bertanya “ Kenapa makhluk hidup harus dapat menyeuaiakn diri dengan lingkungannya ?”. Kemudian guru menunjukkan beberapa gambar yang berkitan dengan penyesuaian diri makhluk hidup dengan lingkungannya. Kegiatan inti diawali dengan guru menyampaiakan materi tentang penyesuaian diri makhluk hidup dengan lingkungannya. Materi yang diberikan dikemas dengan menggunakan powerpoint. Kemudian guru menjelaskan tentang tujuan hewan menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Kemudian guru menampilkan beberapa gambar tentang adaptasi hewan karnivora dalam penyesuaian diri untuk mendapatkan makaanan menggunakan powerpoint. Gambar-gambar yang ditampilkan kemudian dijelaskan secara mendalam oleh guru. Kegiatan berikutnya

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 siswa membentuk kelompok, masing-masing kelompok beranggotaka 4-5 orang siswa. Kemudian siswa bersama rekan satu kelompoknya mengerjakan lembar kerja kelompok tentang bentuk penyeesuaian diri hewan karnivora unttuk mendapatkan makanannya. Kelompok yang sudah selesai mengerjakan mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka kepada guru dan teman-teman sekelasnya. Kegiatan selanjutnya guru menampilkan gambar-gambar tentang bentuk penyesuaian diri hewan herbivora untuk memeroleh makanannya. Guru kemudian mengulas gambar-gambar yang ditampilkan secara mendalam. Kemudian siswa kembali bekerja daalam kelompok untuk mengerjakan lembar kerja kelompok tentang penyesuaian diri hewan herbivora untuk mendapatkan makanannya. Kelompok yang sudah selesai mengerjakan lembar kerja kelompok selanjutnya mempresentasikanny kepada guru dan teman-teman sekelanya. Kemudian guru mengkonfirmasi hasil pekerjaan masing-masing kelompok. Pada kegiatan akhir pembelajarn siswa mengerjakan lembar kerja siswa. Setelah siswa selesai mengerjakan lembar kerja siswa, guru menyampaikan ringkasan materi yang sudah disampaikan. Kegiatan dilanjutkan dengan melakukan refleksi, kemudian ditutup dengan berdoa. 4.1.1.2.2.2. Pertemuan II Pertemuan ke-2 ini diawali dengan berdoa yang dipimpin oleh ketua kelas V, dilanjutkan dengan mengecek kehadiran siswa dilakukan oleh guru. Kemudian siswa bersama guru membuat kesepakatan kelas dalam bentuk kontrak belajar. Kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran pembelajaran. Kegiatan

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 selanjutnya guru menampilkan gambar landak semut dalam powerpoint kepada siswa, dilanjutkan tanya jawab mengenai gambar tersebut. Kegiatan inti dalam pertemuan ini diawali dengan pengamatan gambar yang sudah ditampilkan pada kegiatan sebelumnya. Pengamatan dilakukan oleh siswa denan bimbingan guru. Guru kemudian menjelaskan tentang bentuk penyesuaian diri hewan pemakan serangga merayap. Kegatan dilanjutkan dengan pembentukan kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Kemudian siswa mengerjakan lembar kerja kelompok tentang bentuk penyesuaian diri hewan pemakan serangga merayap untuk mendapatkan makanannya bersama dengan rekan satu kelompoknya. Kelompok yang sudah selesai mengerjakan lembar kerja kelompok, masing-masing kelompok mempesentasikan hasil diskusinya. Guru mengkonfirmasi hasil diskusi masing-masing kelompok. Kegiatan selanjutnya guru menampilkan gambar tentang salah satu jenis burung dengan menggunakan power point. Kemudian siswa didampingi oleh guru mengamati karaktaristik gambar burung tersebut. Kemudian guru menampilkan gambar tentang tipe-tipe bentuk paruh burung, guru menjelaskan karkteristik dari masing-masing tipe paruh. Kemudian siswa kembali berdiskusi dengan kelompoknya untuk mengerjakan lembar kerja kelompok tentang penyesuaian diri burung untuk mendapatkan makanan berdasarkan bentuk paruh. Kelompok yang sudah selesai mengerjakan lembar kerja kelompok melakukan presentasi tentang hasil diskusi mereka.

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Kegiatan ditutup dengan siswa mengerjakan evaluasi siklus I. Setelah siswa selesai mengerjkn evaluasi siklus I, siswa dengan bimbingan guru merangkum materi yang sudh dismpaikan guru pada perrtemuan ini. Kemudian siswa melakukan refleksi. Pertemuan ke- 2 ditutup dengan berdoa. 4.1.1.2.3. Observasi Pengamatan pada penelitian ini dilaksanakan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Pengamatan ini peneliti dibantu oleh kepala sekolah SDN Karangbolong. Pengamatan dilakukan untuk mengamati kesesuaian antara proses pembelajaran dengan rencana pelaksanaan yang dibuat. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengamati tingkat motivasi belajar IPA kelas V terhadap penerapan media pembelajaran berbasis TIK dalam proses pembelajaran. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan lembar observasi motivasi belajar IPA. Data hasil pengamatan motivasi belajar IPA siswa kelas V SDN Karangbolong pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.3. Tabel 4.3. Data Motivasi Belajar Siklus I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nama FI VNS ZK ARM ATR AYM ARS ARW DAS DEF EN FAR Skor 36 24 35 24 32 28 34 20 36 34 23 35 Kriteria Tinggi Rendah Sedang Rendah Sedang Sedang Sedang Rendah Tinggi Sedang Rendah Sedang

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 13 IM 24 14 KMR 24 15 LRS 33 16 LF 35 17 LS 36 18 MFP 24 19 NM 35 20 PA 24 21 SATZ 35 22 SR 24 23 SAK 33 24 SY 23 25 ZLN 36 747 Jumlah 29,88 Rata-rata Jumlah siswa yang sudah termotivasi Jumlah siswa yang belum termotivasi Rendah Rendah Sedang Sedang Tinggi Rendah Sedang Rendah Sedang Rendah Sedang Rendah Tinggi Sedang 60% 40% Dari tabel 4.3 dapat diketahui bahwa 60% siswa kelas V SDN Karangbolong sudah termotivasi, sedangkan 40% lainnya belum termotivasi. Data tersebut menunjukkan tingkat motivasi belajar IPA kelas V dalam rata-rata tingkat sedang, dengan rata-rata skor motivasi belajar 29,88. Tabel 4.4 Data Prestasi Belajar Siklus I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Nama FI VNS ZK ARM ATR AYM ARS ARW DAS DEF EN FAR IM KMR KKM 75 Nilai 55 70 95 85 95 60 95 80 75 90 85 85 90 45 Keterangan Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 15 L R S 16 L F 17 L S 18 M F P 19 N M 20 P A 21 S A T Z 22 S R 23 S A K 24 S Y 25 Z L N Jumlah Rata-rata Nilai tertinggi Nilai terendah Siswa yang tuntas Siswa yang tidak tuntas 70 80 90 95 85 95 95 95 95 90 65 2060 82.4 95 45 72% 28% Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Data tabel 4.4 menunjukkan 78% siswa sudah memperoleh nilai tuntas, sedangkan 28% lainnya masih memperoleh nilai tidak tuntas. Rata-rata kelas yang didapat pada siklus I yaitu 82,4. 4.1.1.2.4. Refleksi Pembelajaran pada siklus I secara keseluruhan berlangsung dengan baik. Seluruh kegiatan yang tercantum dalam rencana pelaksanaan pembelajaran dilakukan tanpa ada yang terlewat. Siswa tampak temotivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dengan penggunaan media pembelajaran berbasis TIK. Data pengamatan motivasi dan prestasi belajar yang diperoleh pada siklus I digunakan sebagai dasar pertimbangan untuk meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar siswa yang belum mencapai target pada siklus II.

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 4.1.1.3. Siklus II Siklus II dilaksanakan karena pada siklus I variabel motivasi dan prestasi belajar belum mencapai target yang ditentukan. Dari hasil yang belum mencapai target yang ditentukan maka penelitian dilanjutkan ke siklus II dengan tujuan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan indikator-indikator yang tidak mencapai target. Bagian ini akan menjelaskan secara rinci tentang persiapan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. 4.1.1.3.1. Perencanaan Perencanaan yang dilakukan pada siklus II yaitu mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan siklus II. Seperti pada siklus I, persiapan yang dilakukan yaitu mempersiapkan instrumen pembelajaran berupa rencana pelaksanan pembelajaran, silabus pembelajaran, materi, lembar kerja siswa, serta media pembelajaran yang akan digunakan pada siklus II. Langkah awal yang dilakukan yaitu mempersiapkan instrumen penelitian berupa soal evaluasi siklus II dan lembar observasi motivasi belajar yang sebelumnya sudah dibuat. Pengamatan pada siklus ini dibantu oleh kepala sekolah SDN Karangbolong. 4.1.1.3.2. Pelaksanaan Pelaksanaan siklus II dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan, yaitu pada tanggal 6 dan 7 Desember 2017. Waktu yang dibutuhkan dalam satu pertemuan yaitu dua jam pelajan dengan alokasi waktu 2 x 35 menit. Pengamatan motivasi belajar IPA siswa kelas V dibantu oleh kepala sekolah SDN Karangbolong.

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Pelaksanaan penelitian siklus II hampir sama dengan pelaksanaan siklus I tetapi terdapat perbedaan berdasarkan refleksi siklus I. Berikut uraian pelaksanaan siklus I: 4.1.1.3.2.1. Pertemuan I Pertemuan ke-2 ini diawali dengan berdoa yang dipimpin oleh ketua kelas V, dilanjutkan dengan mengecek kehadiran siswa dilakukan oleh guru. Kemudian siswa bersama guru membuat kesepakatan kelas dalam bentuk kontrak belajar. Kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Kemudian menampilkan video sekumpulan bebek dengan menggunakan bantuan LCD. Guru kemudian bertanya kepada siswa ” kenapa bebek tidak terperosok saat berjalan di atas permukaan lumpur ?”. Siswa dan guru kemudian saling berdiskusi mengenai pertanyaan tersebut. Pada kegiatan inti ini guru menjelaskan kepada siswa mengenai penyesuaian diri burung untuk mendapatkan makanan berdasarkan bentuk kaki. Guru menampilkan gambar jenis-jenis bentuk pada burung. Siswa membentuk kelompok, masing-masing kelompok terdiri dri 4-5 siswa. Kemudian siswa bersama rekan satu kelompoknya untuk mengerjakan lembar kerja kelompok tenttang pengelompokan burung berdasarkan jenis kaki. Kelompok yang sudah selesai mengerjakan tugasnya kemudian mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka kepada guru dan temanteman satu kelasnya. Kegiatan selanjutnya guru menampilkan video tentang penyesuaian diri serangga untuk mendapatkan makanannya. Guru kemudian membahas video yang sudah diputar dengan menampilkan gambar tentang ciri dari masing-masing tipe mulut serangga. Siswa kembali berdiskusi dalam kelompok untuk melakukan pengelompokan serangga berdaarkan jenis mulutnya. Siswa

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 mempresentasikan hasil diskusi mereka. Guru memberi penguatan atas hasil diskusi masing-masing kelompok. Pada kegiatan penutup siswa mengerjakan lembar kerja siswa. Selesai mengerjakan LKS, siswa dengan bimbingan guru merangkum materi pelajaran pada pertemuan I. Kegiatan berikutnya siswa melakukan refleksi mengenai pembelajaran ini. Kegiatan pembelajaran pertemuan I ditutup dengan doa. 4.1.1.3.2.2. Pertemuan II Pertemuan II diawali dengan berdoa yang dipimpin oleh ketua kelas. Guru mengecek kehadiran siswa, dilanjutkan dengan pembuatan kesepakatan kelasa antara guru dan siswa. Kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini. Guru menampilkan gambar sekumpulan rusa dalam slide powerpoint, dilanjutan dengan pertanyaan “bagaimana rusa mempertahankan diri dari musuh ataupun pemangsa ?”. Guru memberi penguatan atas jawaban siswa. Pada kegiatan inti guru menjelaskan tentang dua bentuk pertahan diri pada hewan yaitu dengan menggunakan bagian tubuhnya maupun dengan tingkah laku hewan. Guru menampilkan video tentang berbagai macam hewan mempertahankan diri dari serangan musuh maupun pemangsa. Kemudin siswa membentuk kelompok masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Siswa bersama kelompoknya mengerjakan lembar kerja kelompok tentang pengelompokan bentuk pertahanan diri pada hewan. Selesai mengerjakan lembar kerja kelompok, siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka kepada guru dan teman-teman sekelasnya. Guru memberi penguatan hasil diskusi masing-masing kelompok.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Kegiatan pembelajaran selanjutnya siswa mengerjakan soal evaluasi siklus II. Kemudian siswa dengan bimbingan guru merangkum materi yang sudah disampaikan. Kegiatan pembelajaran pertemuan II ditutup dengan berdoa. 4.1.1.3.3. Observasi Pengamatan dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Pelaksanaan pengamatan dibantu oleh kepala sekolah SDN 1 Karangbolong. Pengamatan dilkukan untuk mengetahui kesesuaian pelaksanan pembelajaran dengan kegiatan pembelajaran yang tercantum pada rencana pelaksanaan pembelajaran. Pengamatan juga dilakukan mengetahui tingkat motivasi belajar kelas V pada mata pelajaran IPA dengan menggunakan media pembelajaran berbasis TIK. Proses pembelajaran selama siklus II sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang sudah disusun. Siswa sudah terlihat termotivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran pada masing-masing pembelajaran di siklus II. Siswa terlihat berpartisipasi dalam seluruh proses pembelajaran siklus II. Tabel 4.4 Data Motivasi Belajar Siklus II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Nama FI VNS ZK ARM ATR AYM ARS ARW DAS DEF EN FAR IM Skor 42 42 43 39 44 38 40 40 38 38 38 39 41 Kriteria Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 14 KMR 41 15 LRS 39 16 LF 42 17 LS 40 18 MFP 39 19 NM 39 20 PA 39 21 SATZ 38 22 SR 41 23 SAK 37 24 SY 40 25 ZLN 39 996 Jumlah 39,84 Rata-rata Jumlah siswa yang sudah termotivasi Jumlah siswa yang belum termotivasi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi 100% 0% Berdasarkan tabel 4.5 didapatkan hasil rata-rata skor tingkat motivasi belajar siswa sebesar 39,84. Skor tersebut menunjukkan tingkat motivasi belajar siswa dalam kategori tinggi. Siswa sudah terlihat termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Tabel 4.6 Data Capaian Prestasi Belajar Siswa Siklus II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nama FI VNS ZK ARM ATR AYM ARS ARW DAS DEF EN FAR IM KMR LRS KKM 75 Nilai 80 95 95 100 80 85 85 100 85 100 100 100 90 55 90 Keterangan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 16 L F 17 L S 18 M F P 19 N M 20 P A 21 S A T Z 22 S R 23 S A K 24 S Y 25 Z L N Jumlah Rata-rata Nilai tertinggi Nilai terendah Siswa yang tuntas Siswa yang tidak tuntas 100 95 100 80 95 95 95 95 95 80 2270 90,8 100 55 96% 4% Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Data tabel 4.6 menunjukkan bahwa 96% siswa memperoleh nilai di atas kriteria ketuntasan minimal. Sisw yang memperoleh nilai dibawah KKM sebanyak 4%. Rata-rata kelas yang dicapai ialah sebesar 90,8. 4.1.1.3.4. Refleksi Penelitian pada siklus II merupakan perbaikan dari kekurangan yang terdapat pada siklus I. Proses pembelajaran pada masing-masing pertemuan berjalan lancar. Siswa terlihat berpartisipasi pada setiap kegiatan pembelajaran. Pada siklus I beberapa siswa terlihat masih bergurau dan mengobrol dengan siswa lain. Kondisi kelas pada siklus I sedikit gaduh tetapi dapat diatasi guru dengan cara memberi teguran. Beberapa siswa tampak tidak mencatat beberapai poin penting yang guru berikan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Kekurangan pada siklus I masih terlihat pada proses pembelajaran di siklus II tetapi tidak terlalu tampak. Sebagaian besar siswa sudah berpartisipasi dalam

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 pembelajaran. Siswa terlihat mencatat saat guru menjelaskan poin-poin penting pada materi yang disampaiakan. 4.2. Pembahasan 4.2.1. Upaya Peningkatan Motivasi dan Prestasi Belajar Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis TIK Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui motivasi dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SDN Karangbolong. Penelitian dilaksanakan seusai dengan tahapan metode penelitian yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Kompetensi dasar (KD) yang dipilih adalah KD 3.1. Mengidentifikasi penyesuaian diri hewan dengan lingkungan tertentu untuk mempertahankan hidup. Peneliti memilih kompetensi dasar tersebut berdsarkan permasalahan yang terjadi di kelas V SDN Karangbolong, Tingkat motivasi belajar terlihat sangat kurang saat dilakukan pengamatan proses pembelajaran pada tahap prasiklus. Data diperkuat dengan pernyataan guru kelas V pada saat wawancara. Berdasar permasalahan yang terdapat pada kelas V, penelitian motivasi dan prestasi belajar siswa dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran berbasis TIK. Motivasi belajar siswa diukur dengan menggunakan observasi. Pelaksanaan pengamatan dibantu oleh kepala sekolah SDN Karangbolong ketika poses pembelajaran berlangsung. Evaluasi yang digunakan berupa pilihan ganda dengan jumlah 20 soal. Evaluasi dilakukan pada setiap kegiatan akhir proses pembelajaran

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 masing-masing siklus. Hasil penelitian berupa kondisi awal, kriteria keberhasilan, dan pencapaian akhir siklus dapat dilihat pada tabel 4.7. Tabel 4.7. Pencapaian hasil penelitian Variabel Motivasi Belajar Prestasi Belajar Indikator Rata-rata skor motivasi belajar siswa Persentase jumlah siswa yang termotivasi belajar Rata-rata nilai ulangan Persentase yang memperoleh nilai di atas KKM Kondisi Awal Target Akhir Siklus I Siklus II 23 35 29,88 39,84 32% 75% 60% 100% 70,67 75 82,4 90,8 46,67% 75% 72% 96% Data tabel 4.7 menunjukkan hasil penelitian siklus I pada indikator motivasi belajar siswa sudah termotivasi tetapi dalam kategori sedang. Rata-rata nilai ulangan siswa yang diperoleh sudah di atas kriteria ketuntasan minimal. Persentase siswa yang memperoleh nilai ulangan di atas KKM belum mencapai target yang ditetapkan peneliti. Seluruh indikator sudah mencapai target pada akhir siklus II. Ketercapaian target yang sudah dipaparkan pada tabel 4.7 membuktikan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis TIK dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SDN Krangbolong tahun ajaran 2017/ 2018. Langkah-langkah yang dilakukan sebagai upaya peningkatan motivasi dan prestasi belajar adalah sebagai berikut:

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 1. Mengamati gambar dalam slide powerpoint dan video Penggunaan media pembelajaran powerpoint dalam pembelajaran sangat membantu siswa dalam memahami materi serta dapat memotivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini dikarenakan powerpoint dapat dipadukan dengan gambar, teks, dan video sehingga mempermudah siswa memahami materi. Sesuai dengan pendapat Pribadi (2017:104) bahwa powerpoint bersifat fleksibel untuk dikombinasikan dengan bentuk tayangan atau media lain, aspek keleluasaan yang dimiliki oleh powerpoint memungkinkan seorang pengajar untuk menciptakan bahan ajar secara mendalam sehingga dapat menarik minat dan meningkatkan pemahaman siswa. Berdasarkan pendapat ahli di atas dapat dipahami bahwa powerpoint dapat secara fleksibel dikembangkan dan dipadukan dengan media lain. Media yang dapat dipadukan antara lain teks, gambar, dan video. Pengintegrasian gambar dan video akan menimbulkan efek yang menarik sehingga dapat meningkatkan motivasi siswa. Penggunaan gambar didalam media powerpoin selain untuk membuat tampilan presentasi lebih menarik, gambar juga dapat digunakan untuk menyajikan objek yang abstrak bagi siswa menjadi nyata sehingga pembelajaran lebih kontekstual. Hal ini diperkuat dengan pendapat Pribadi (2017:110) bahwa gambar-gambar tidak hanya memperindah tampilan, tetapi juga digunakan untuk memperjelas materi yang disampaikan. Rosyada (2008:150) juga berpendapat bahwa penggunaan gambar dalam sebuah presentasi akan mempermudah siswa dalam memahami materi. Gambar dalam slide powerpoint dan video digunakan dalam pembelajaran karena

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, mereka akan lebih fokus dan antusias saat mengikuti proses pembelajaran. Pada kegiatan mengamati guru menampilkan gambar dalam slide powerpoint dan video menggunakan bantuan proyektor. Penyajian gambar dalam slide powerpoint dan video oleh guru membuat kegiatan pembelajaran lebih menarik sehingga siswa lebih antusias dalam berpartisipasi pada setiap proses pembelajaran. Ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran dalam bentuk gambar dan video secara otomatis akan meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA, dengan meningktnya motivasi belajar siswa maka prestasi belajar siwa akan meningkat. Darmawan (2012:55) mengungkapkan pendapatnya bahwa pembelajaran interaktif berbasis komputer memiliki nilai lebih karena dapat mengaktifkan siswa untuk belajar dengan motivasi yang tinggi karena ketertarikannya pada sistem multi mediayag mampu menyuguhkan tampilan teks, gambar, video, sound, dan animasi. Pendapat Darmawan tersebut semakin menguatkan bahwa penggunaan gambar dan video dapat membuat siswa tertarik dalam mengikuti pembelajaran sehingga dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. 2. Tanya jawab mengenai gambar dalam slide powerpoint dan video Kegiatan tanya jawab ini mengajak siswa bereksplorasi untuk menggali materi secara mendalam sehingga siswa akan aktif dalam berpartisipasi pada setiap kegiatan pembelajaran. Tanya jawab akan menggali rasa ingin tahu siswa sehingga siswa akan mencoba berpikir kreatif dan kritis untuk memperoleh jawaban dari rasa ingin tahu mereka. Pada kegiatan mengamati gambar dan video guru selalu memberi

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 kesempatan kepada siswa mengenai gambar dan video yang guru tampilkan. Kegiatan ini akan membuat siswa tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran sehingga siswa akan lebih termotivasi dalam pembelajaran. Sikap siswa yang termotivasi dalam mengikuti kegiatan ini akan membuat siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan guru sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Gambar dan video memparka informasi secara jelas sehingga siswa akan mudah dalam memahami materi yang disampaikan. Pernyataan tersebut diperkuat oleh pendapat Kustandi & Sutjipto (2011:73) yang menyatakan bahwa keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan video sebagai media belajar dapat menggambarkan suatu proses secara tepat dan dapat melengkapi pengalaman-pengalaman dasar dari siswa ketika membaca. Efektivitas penggunaan media pembelajaran gambar dalam slide powerpoint dan video sangat berpengaruh dalam peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa. Peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas V SDN Karangbolong tahun pelajaran 2017/2018 adalah sebagai berikut: 4.2.2. Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data motivasi belajar ialah observasi. Peneliti melakukan observsi berdasarkan lembar observasi seuai dengan indictor motivaaasi belajar yang sudah dibahas pada bab III. Hasil ketercapaian target dan peningkatan motivasi belajar dapat dilihat pada tabel 4.8.

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Tabel 4.8 Data Peningkatan Motivasi Belajar No Nama 1 FI 2 VNS 3 ZK 4 ARM 5 ATR 6 AYM 7 ARS 8 ARW 9 DAS 10 D E F 11 E N 12 F A R 13 I M 14 K M R 15 L R S 16 L F 17 L S 18 M F P 19 N M 20 P A 21 S A T Z 22 S R 23 S A K 24 S Y 25 Z L N Jumlah Rata-Rata Persentase siswa yang sudah termotivasi Kondisi Awal Skor Kategori 21 Rendah 22 Rendah 26 Sedang 20 Rendah 21 Rendah 24 Rendah 25 Sedang 20 Rendah 26 Sedang 23 Rendah 20 Rendah 23 Rendah 23 Rendah 21 Rendah 22 Rendah 26 Sedang 27 Sedang 20 Rendah 21 Rendah 20 Rendah 26 Sedang 22 Rendah 25 Sedang 24 Rendah 27 Sedang 575 23 Rendah Siklus I Skor Kategori 36 Tinggi 24 Rendah 35 Sedang 24 Rendah 32 Sedang 28 Sedang 34 Sedang 20 Rendah 36 Tinggi 34 Sedang 23 Rendah 35 Sedang 24 Rendah 24 Rendah 33 Sedang 35 Sedang 36 Tinggi 24 Rendah 35 Sedang 24 Rendah 35 Sedang 24 Rendah 33 Sedang 23 Rendah 36 Tinggi 747 29,88 Sedang Siklus II Skor Kategori 42 Tinggi 42 Tinggi 43 Tinggi 39 Tinggi 44 Tinggi 38 Tinggi 40 Tinggi 40 Tinggi 38 Tinggi 38 Tinggi 38 Tinggi 39 Tinggi 41 Tinggi 41 Tinggi 39 Tinggi 42 Tinggi 40 Tinggi 39 Tinggi 39 Tinggi 39 Tinggi 38 Tinggi 41 Tinggi 37 Tinggi 40 Tinggi 39 Tinggi 39,84 32% 60% 100% Tinggi Data pada tabel 4.8 dapat diketahui bahwa dari 25 siswa, 17 siswa diantaranya mengalami peningkatan motivasi belajar dari kategori “rendah” menjadi “tinggi”, dan 8 siswa mengalami peningkatan dari kategori “sedang” menjadi “tinggi”. Tabel berikut menunjukkan hasil keseluruhan dan ketercapaian target motivasi belajar siswa kelas V SDN Karangbolong, sedangkan peningkatan skor rata-rata

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 motivasi belajar siswa kelas V SDN Karangbolong dapat dilihat pada diagram di bawah ini. Peningkatan Rata-rata Skor motivasi 45 Rata-rata skor motivasi 39,84 40 35 29,88 30 23 25 kondisi Awal 20 Siklus I 15 Siklus II 10 5 0 kondisi Awal Siklus I Siklus II Gambar 4.1 Diagram rata-rata skor motivasi siswa Peningkatan persentase siswa yang termotivasi dapat dilihat pada diagram di bawah ini. 120% Peningkatan Persentase Siswa Termotivasi 100% persentase siswa yang termotivasi 100% 80% Kondisi Awal 60% 60% 40% Siklus I Siklus II 32% 20% 0% Kondisi Awal Siklus I Siklus II Gambar 4.1 Peningkatan Motivasi Belajar

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Diagram di atas menunjukkan terjadi peningkatan motivasi belajar siswa pada setiap siklus. Peningkatan motivasi belajar siswa dapat dilihat peningkatan rata-rata skor motivasi siswa yaitu pada kondisi awal rata-rata skor motivasi siswa sebesar 23 dengan persentase jumlah siswa termotivasi pada kondisi awal ialah sebanyak 32%, pada siklus I terjadi peningkatan rata-rata skor motivasi menjadi 29,88 dengan persentase siswa yang termotivasi mencapai 60%, dan pada siklus II diperoleh data peningkatan rata-rata skor motivasi 39,84 dengan persentase siswa termotivasi mencapai 100%. Peningkatan tersebut didukung dengan tampaknya antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran. Siswa tampak bertanya kepada guru mengenai materi pembelajaran yang diajarkan oleh guru. Siswa juga tampak semangat saat guru menampilkan gambar dan video yang berhubungan dengan materi yang diajarkan. Penggunaan media pembelajaran ini dapat menumbuhkan minat siswa dalam mengikuti proses pembeljaran. Media pembelajaran ini dapat menambah pengalaman belajar siswa terlebih dalam mata pelajaran IPA. Media pembelajaran berbasis TIK dengan pemanfaatan gambar dan video juga dapat memberikan rasangan kepada siswa sehingga akan menumbuhkan rasa ingin tahu, rasa ingin tahu mendorong siswa untuk selalu mencari informasi yang berkaitan dengan materi. rasa ingin tahu siswa akan membuat siswa selalu bertanya kepada guru maupun lebih aktif berdiskusi dengan kelompok untuk mengumpulkan informasi. Media pembelajaran tersebut juga dapat mempermudah guru dalam menyajikan fenomena yang terjadi di alam sehingga tercipta pembelajaran yang kontekstual.

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Hal ini didukung dengan pendapat Mc. Donald (dalam Sardiman, 2008: 74) bahwa motivasi memang akan muncul dari dalam dirimanusia, tapi kemunculannya karena adanya rangssangan dan dorongan oleh adanya unsur lain. Unsur lain yang dimaksud adalah media pembelajaran berbasis TIK. Hal ini diperkuat oleh Angkowo dan Kosasih (2007: 14) yang berpendapat bahwa penggunaan media dalam proses pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar siswa, bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis TIK dalam prose pembelajaran IPA dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V SDN Karangbolong tahun ajaran 2017/2018. 4.2.3. Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Setelah melakukan tidakan siklus I dan siklus II dengan menggunakan media pembelajaran berbasis TIK dalam bentuk gambar dan video pada pembelajaran IPA kelas V SDN Karangbolong tahun ajaran 2017/2018 dengan materi penyesuaian diri hewan dengan lingkungannya. Peneliti memperoleh data sebagai berikut:

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Tabel 4.9 Data Nilai prestasi Belajar No Nama 1 FI 2 VNS 3 ZK 4 ARM 5 ATR 6 AYM 7 ARS 8 ARW 9 DAS 10 DEF 11 EN 12 FAR 13 IM 14 KMR 15 LRS 16 LF 17 LS 18 MFP 19 NM 20 PA 21 SATZ 22 SR 23 SAK 24 SY 25 ZLN Jumlah Rata-Rata Persentase ketuntasan Kondisi awal 2120 70,67 46,67% Siklus I Nilai 55 70 95 85 95 60 95 80 75 90 85 85 90 45 70 80 90 95 85 95 95 95 95 90 65 2060 82,4 72% Kategori Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Siklus II Nilai Kategori 80 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 80 Tuntas 85 Tuntas 85 Tuntas 100 Tuntas 85 Tuntas 100 Tuntas 100 Tuntas 100 Tuntas 90 Tuntas 55 Tidak Tuntas 90 Tuntas 100 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 80 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 80 Tuntas 2270 90,8 96% Tabel 4.9 menunjukkan rekap nilai prestasi belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPA materi penyesuaian diri hewan dengan lingkungannya. Siswa dikatakan tuntas jika memperolehnilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang sudah ditentukan. Siswa dikatakan tidak tuntas jika tidak memperoleh nilai mencapai KKM. Pada tabel 4.9 terlihat 5 dari 25 siswa mengalami peningkatan dari “tidak tuntas

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 menjadi “tuntas”, tetapi terdapat 6 siswa yang tidak mengalami peningkatan dan 3 siswa mengalami penurunan, masih 1 siswa yang tetap tidak tuntas dari siklus I dan siklus II. Tabel 4.10 Capaian Prestasi belajar Variabel Indikator Rata-rata nilai ulangan Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM Prestasi belajar Kondisi Awal 70,67 Target Akhir 85 46,67% 75% Siklus I Siklus II 82,4 90,8 72% 96% Tabel 4.10 menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata prestasi belajar siswa kelas V. graafik dibawah ini menunjukkan rata-rata prestasi belajar siswadari kondisi awal, siklus I, dan siklus II. Peningkatan Nilai Rata-Rata Siswa 100 90,6 rata-rata nilai 82,4 80 70,67 60 Kondisi Awal 40 Siklus I Siklus II 20 0 Kondisi Awal Siklus I Siklus II Gambar 4.3 Peningkatan Rata-Rata Prestasi Belajar Siswa Peningkatan persentase siswa yang memperoleh nilai di atas KKM dapat dilihat pada diagram di bawah ini.

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 persentase siswa yang mencapai kkm Peningkatan Persentase Siswa yang Mencapai KKM 120% 96% 100% 72% 80% 60% Kondisi Awal 46,67% Siklus I 40% Siklus II 20% 0% Kondisi Awal Siklus I Siklus II Gambar 4.4 Peningkatan Persentase Siswa Mencapai KKM Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan terjadi peningkatan prestasi belajar siswa kelas V pada setiap siklus. Hal tersebut dari peningkatan rata-rata prestasi belajar siswa dari kondisi awal, siklus I, dan siklus II. Pada kondisi awal diperoleh rata-rata prestasi belajar siswa sebesar 70,67 dengan persentase siswa yang mendapat nilai di atas KKM sebanyak 46,67%. Pada siklus I terjadi peningkatan prestasi belajar siswa dengan perolehan nilai rata-rata siswa sebesar 82,4 dan persentase siswa yang mendapat nilai di atas KKM sebanyak 72%. Pada siklus II terjadi peningkatan prestasi belajar yang pesat dengan perolehan rata-rata nilai siswa sebesar 90,6 dan persentase siswa yang memperroleh nilai di atas KKM sebanyak 96%. Peningkatan prestasi belajar siswa ini dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri siswa berupa motivasi belajar siswa. Meningkatnya prestasi belajar siswa mempengaruhi peningkatan prestasi belajar siswa karea mereka memiliki hasrat dan keinginan untuk berhasil. Hal tersebut diperkuat oleh pendapat Darmawan (2012:55) bahwa

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 pembelajaran interaktif berbasis komputer memiliki nilai lebih karena mampu mengaktifkan siswa untuk belajar dengan motivasi yang tinggi karena ketertarikannya pada sistem multimedia yang mampu menyuguhkan tampilan teks, gambar, video, sound dan animasi. Hal ini juga didukung oleh Kemp dan Dayton (dalam Kustandi & Sutjipto, 2011:21) mengemukakan bahwa kualittas prestasi belajar dapat ditingkaatkan bila integrasi kata dan gambar sebagai media pembelajaran dapat mengkomunikasikan elemen-elemen pengethuan dengan cara terorganisasi dengan baik, spesifik, dan jelas, serta lama wakttu pembelajaran yang diperlukan dapat dipersingkat karena kebanyakan media memerlukan waktu singkat untuk mengantarkan pesan-pesan dan isi pelajaran alam jmlah yang cukup banyak, dan kemungkinan dapat diserap oleh siswa lebih besar. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis TIK dalam prose pembelajaran IPA dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V SDN Karangbolong tahun ajaran 2017/2018. Penelitian dihentikan pada siklus II, karena motivasi dan prestasi belajar siswa kelas V SDN Karangbolong tahun ajaran 2017/2018 telah mencapai target yang ditentukan.

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 BAB V PENUTUP Pada bab ini akan dibahas mengenai kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan. 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai “Peningkatan Motivasi dan Prestasi Belajar IPA Siswa kelas V SDN Karangbolong Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis TIK” maka daapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 5.1.1. Upaya peningkatan motivasi dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SDN Karangbolong tahun ajaran 2017/2018 pada materi penyesuaian diri hewan dengan lingkungan dengan menggunakan media pembelajaran berbasis TIK telah berhasil dilakukan dengan langkah-langkah berikut: 1) Mengamati gambar dalam slide powerpoint dan video, 2) Tanya jawab tentang gambar dalam slide powerpoint dan video yang ditampilkan, 5.1.2. Penggunaan media pembelajaran berbasis TIK dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA dengan materi pokok penyesuaian diri hewan dengan lingkungan di kelas V SDN Karangbolong. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan rata-rata skor motivasi pada kondisi awal yaitu 23 dengan persentase jumlah siswa yang termotivasi sebesar 32%, kemudian pada siklus I meningkat menjadi 29,88 dengan persentase jumlah siswa yang termotivasi sebesar 60%, serta pada siklus II meningkat menjadi 39,84 dengan persentase jumlah siswa yang termotivasi sebesar 100%.

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 5.1.3. Penggunaan media pembelajraan berbasis TIK dapat meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas V SDN Karangbolong tahun pelajaran 2017/2018. Hal ini ditunjukkan oleh adanya peningkatan rata-rata nilai dari kondisi awal yaitu 70,67 dengan persentase jumlah siswa yang mencapai nilai KKM (75) sebesar 46,67%, kemudian terjadi peningkatan pada siklus I menjadi 82,4 dengan persentase jumlah siswa yang mencapai nilai KKM sebesar 72%, serta meningkat lagi pada Siklus II menjadi 90,8 dengan persentase siswa yang mencapai nilai KKM sebesar 96%. 5.2. Keterbatasan Penelitian Peneliti menyadari bahwa masih terdapat banyak ketrebatasan dalam melaksanakan penelitian, adapun keterbaatasan pada penelitian ini, yaitu: 5.2.1. Peneliti tidak mengetahui secara mendalam mengenai karakteristik siswa, sehingga peneliti sedikit kesulitan untuk membuat siswa fokus mengikuti pembelajaran. 5.2.2. Prestasi belajar siswa hanya diukur menggunakan aspek kognitif karena keterbatasan waktu penelitian. 5.2.3. Peneliti kurang teliti dalam mengecek peralatan yang akan digunakan pada proses penelitian, kasus yang terjadi peneliti diberitahu pada saat tiga hari sebelum penelitian bahwa proyektor rusak dan tidak bisa digunakan sehingga peneliti harus mencari proyektor dari pihak luar sekolah.

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 5.3. Saran 5.3.1. Peneliti sebaiknya melakukan observasi dan wawancara kepada guru secara mendalam sebelum melakukan penelitian supaya pada saat pelaksaan penelitian peneliti benar-benar mengenal karakter siswa secara menyeluruh. 5.3.2. Penelitian pada variabel belajar seharusnya tidakhanya diukur secara kognitif, tetapi juga diukur secara psikomotorik dan afektif sehingga data yang diperolehlebih akurat. 5.3.3. Peneliti pada jauh hari sebelum pelaksanaan penelitian terlebih dahulu mengecek kesiapan peralatan yang akan digunakan pada saat penelitian, hal ini dilakukan untuk menanggulangi resiko kerusakan alat.

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 DAFTAR PUSTAKA Ahmadi, R. (2014). Pengantar pendidikan. Yogyakarta: Ar-ruzz. Aji, P, S dan Suparman. (2013). Pengaruh media pembelajaran menggunakan macromedia flash 8 pokok bahasan internet pada mata pelajaran TIK terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPA SMAN 6 Purworejo. Yogyakarta: Jurnal Pendidikan Teknik informatika (1) 1. Angkowo, R dan Kosasih, A. (2007). Optimalisasi media pembelajaran. Jakarta: PT. Grasindo. Arifin, Z. (2009). Evaluasi pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Azwar, S. (2012). Tes prestasi: fungsi dan pengembangan pengukuran prestasi belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Darmawan, D. (2012). Inovasi pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Herianto, Prasetyo, Z, K, dan Rosana, D. (2017). Pengembangan multimedia pembelajaran IPA interaktif berbasis lectora inspire untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Yogyakarta: FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta. Hill, W, F. (2009). Theories of learning. Bandung: Nusa Media. Isjoni, Ismail, H, dan Mahmud, R. (2008). IT untuk sekolah unggul. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Iskandar. (2001). Pendidikan ilmu pengetahuan alam. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jihad, A dan Haris. (2012). Evaluasi pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo. Kustandi, C dan Sutjipto, B. (2013). Media pembelajaran manual dan digital. Bogor: Ghalia Indonesia. Kusumah, W dan Dwitagama, D. (2010). Mengenal penelitian tindakan kelas. Jakarta: PT Indeks.

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 Mardana, I, B. (2008). Implementasi modul praktikum berbasis IT dengan siklus belajar experential untuk meningkatkan penguasaan konsep dan literasi IT siswa kelas XIIA SMAN I Sukasada. Denpasar: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran UNDIKSHA (1) 2. Masidjo. (2010). Penilaian pencapaian hasil proses belajar siswa di sekolah. Yogyakarta: KANISIUS. Mayer, R, E. (2009). Multimedia learning. Yogyajarta: Pustaka Pelajar. Munadi, Y. (2010). Media pembelajaran (sebuah pendekatan baru). Jakarta: Gaung Persada. Purnomo dan Djanmara. (2008). Menjadi ilmuan yang guru dan guru yang ilmuwan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Pribadi, B, A. (2017). Media dan teknologi dalam pembelajaran. Jakarta: Kencana. Sanjaya, W. (2009). Penelitian tindakan kelas. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Samatowa, U. (2011). Pembelajaran IPA di sekolah dasar. Jakarta: PT Indeks. Semiawan, C, R. (2002). Belajar dan pembelajaran prasekolah dan sekolah dasar. Jakarta: PT Indeks. Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan r&d. Bandung: Alfabeta. Sulistyorini, S. (2007). Model pembelajaran IPA sekolah dasar dan penerapannya dalam KTSP. Yogyakarta: Global Pustaka Ilmu. Sochibin, A. (2009). Penerapan model pembelajaran inkuiri terpimpin untuk peningkatan pemahaman dan ketrampilan berpikir kritis siswa SD. Jurnal Pendidikan Fisika 5 (1). Suyono, H. (2011). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Syah, M. (2008). Psikologi belajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Uno, B, H. (2007). Teori motivasi dan pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara.

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 Yusuf, M. (2009). Peningkatan prestasi belajar matematia siswa melalui lembar kerja siswa (LKS) interaktif berbasis komputer di SMA Muhammadiyah 1 Palembang. Palembang: Dosen FKIP Matematika Universitas Sriwijaya (3) 1.

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 LAMPIRAN 1 SURAT IZIN PENELITIAN

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 LAMPIRAN 2 VALIDASI INSTRUMEN

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 LAMPIRAN 3 FORMAT LEMBAR OBSERVASI

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 Satuan Pendidikan : SDN Karangbolong Kelas :V Siklus : LEMBAR OBSERVASI MOTIVASI Indikator 2 Adanya dorongan dan Kebutuhan siswa untuk Belajar Indikator 1 Adanya keinginan siswa untuk berhasil serta adanya cita-cita untuk masa depan No 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama Siswa bertanya kepada guru saat mengalami kesulitan Siswa berusaha untuk mempertahank an prestasi pada mata pelajaran IPA Siswa malas belajar Karena sudah puas dengan hasil yang telah dicapai Siswa mencatat saat guru memberikan catatan penting Siswa memiliki keinginan untuk membaca kembali materi yang telah disampaikan Siswa bosan dalam memahami materi yang disampaikan guru 1 1 1 1 1 1 2 3 4 2 3 4 2 3 4 2 3 4 2 3 4 2 3 4

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 Indikator 3 Adanya kegiatan pembelajaran yang menarik dan adanya penghargaan dalam pembelajaran No Nama Siswa tertarik dengan pembelajaran yang menggunakan media pembelajaran berupa gambar dan video Siswa senang saat memperoleh penghargaan atas prestasi yang diraih Siswa malas saat mengikuti pembelajaran yang menggunakan media pembelajaran berupa gambar dan video Indikator 4 Lingkungan belajar yang kondusif Siswa memperhatik an guru saat menjelaskan materi, sehingga kelas kondusif Siswa mengobrol dengan teman saat guru sedang menjelaskan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 1 2 3 4 5 *Berilah tanda centang (√) untuk memberikan skor pada masing-masing item yang dinilai 2 3 4 Siswa terbiasa belajar dengan lingkungan kelas yang kotor saat 1 2 3 4

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 LAMPIRAN 4 VALIDASI INSTRUMEN PEMBELAJARAN

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 LAMPIRAN 5 HASIL OBSERVASI

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179 LAMPIRAN 6 PERANGKAT PEMBELAJARAN

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 193

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 194

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 195

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 196

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 197

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 198

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 199

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 200

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 201

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 202

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 203

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 204

(222) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 205

(223) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 206

(224) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 207

(225) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 208

(226) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 209

(227) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 210 LAMPIRAN 7 HASIL SOAL EVALUASI

(228) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 211

(229) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 212

(230) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 213

(231) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 214

(232) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 215

(233) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 216

(234) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 217

(235) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 218

(236) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 219

(237) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 220

(238) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 221

(239) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 222

(240) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 223

(241) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 224

(242) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 225

(243) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 226

(244) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 227

(245) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 228

(246) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 229

(247) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 230

(248) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 231

(249) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 232

(250) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 233

(251) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 234

(252) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 235

(253) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 236

(254) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 237

(255) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 238

(256) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 239

(257) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 240

(258) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 241

(259) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 242

(260) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 243 LAMPIRAN 8 HASIL SPSS

(261) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 244

(262) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 245

(263) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 246 LAMPIRAN 9 FOTO KEGIATAN

(264) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 247

(265) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 248 BIODATA PENELITI Abethnego Sevriarto lahir di Kebumen 8 September 1994. Pendidikan pertama kali diperoleh di TK Pertiwi Adiwarno, tamat pada tahun 2000. Pendidikan dasar ditempuh di SDN 1 Adiwarno, tamat pada tahun 2006. Pendidikan menengah pertama ditempuh di SMPN 1 Buayan, tamat pada tahun 2009. Pendidikan menengah atas ditempuh di SMA Pius Gombong, tamat pada tahun 2012. Abeth menjadi mahasiswa Universitas Sanata Dharma, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada tahun 2012. Salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan adalah menyusun skripsi dengan “PENINGKATAN melakukan penelitian. MOTIVASI DAN Skripsi yang PRESTASI disusun BELAJAR berjudul IPA MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK PADA SISWA KELAS V SDN KARANGBOLONG TAHUN PELAJARAN 2017/2018”

(266)

Dokumen baru

Download (265 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA REALIA PADA PEMBELAJARAN IPS KELAS IV SDN 08 METRO SELATAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012
24
196
55
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR TEMATIK MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS II SDN 2 GULAK-GALIK หกฟห BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012
0
8
45
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPA MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI SISWA KELAS V SDN 4 WONODADI KECAMATAN GADINGREJO
0
5
43
PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS V SDN 4 KOTA KARANG BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
6
36
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MEDIA KARTU SOAL PADA SISWA KELAS V SDN 15 GEDONG TATAAN PESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016
0
6
50
PENINGKATAN PRESTASI DAN MOTIVASI BELAJAR IPA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA KIT IPA SEQIP PADA SISWA KELAS IV SDN KARANGASEM I TAHUN PELAJARAN 2004 – 2005
0
4
105
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA MELALUI MULTIMEDIA PADA SISWA KELAS VI SDN SLEMBARAN SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2008 2009
1
5
103
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR IPA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN JIGSAW PADA SISWA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR IPA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN JIGSAW PADA SISWA KELAS IVB SDN 01 NANGSRI KEBAKKRAMAT TAHUN 2015/2016.
0
4
16
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS MELALUI STRATEGI PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN THINK-PAIR-SHARE PADA SISWA KELAS V SDN 01 JATIPURO TAHUN PELAJARAN 2010/2011.
0
0
14
PENDAHULUAN PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN THINK-PAIR-SHARE PADA SISWA KELAS V SDN 01 JATIPURO TAHUN PELAJARAN 2010/2011.
0
2
7
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MENGGUNAKAN STRATEGI DEEP DIALOGUE PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MENGGUNAKAN STRATEGI DEEP DIALOGUE KELAS IV SDN KLECO 2 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2010/2011.
0
0
18
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPS MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO PADA SISWA KELAS V SD NEGERI KALONGAN, DEPOK, SLEMAN TAHUN PELAJARAN 2013/ 2014.
0
1
171
MENINGKATKAN PRESTASI DAN MOTIVASI BELAJAR IPA ENERGI GERAK MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS V TAHUN PELAJARAN 20162017 SDN BRINGINBENDO 2 KABUPATEN SIDOARJO
0
0
8
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN SISWA KELAS V SDN PASURUHAN I MERTOYUDAN SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2011-2012
0
0
124
PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD KANISIUS CONDONGCATUR MENGGUNAKAN MEDIA VISUAL TAHUN AJARAN 20122013
0
0
345
Show more