HUBUNGAN ANTARA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN (PENJASORKES) DENGAN PERILAKU HIDUP SEHAT SISWA SMK DAARUT TAUHID BOARDING SCHOOL.

Gratis

7
28
37
2 years ago
Preview
Full text

HUBUNGAN ANTARA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN

TAUHID BOARDING SCHOOL

  Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antaraPembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) dengan perilaku hidup sehat Siswa SMK Daarut Tauhid Boarding School. Observasidigunakan untuk mendapatkan data dari variabel Pembelajaran PendidikanJasmani Olahraga dan Kesehatan atau Penjasorkes (X), dan angket digunakan untuk mendapatkan data dari variabel perilaku hidup sehat (Y).

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran di sekolah merupakan kegiatan yang formal. Dalam

  Rutinitas kegiatan dari pagi hingga malam sampai bertemu dengan pagi lagi, mereka menghadapi “makhluk hidup” yang sama, orang yang sama, lingkungan yang sama, dinamika dan romantika yang seperti itu pula. Dari latar belakang yang penulis jelaskan, peneliti tertarik terhadap masalah yang terjadi dalam perilaku kesehatan yang ada disekolah berasrama, utamanyapeneliti ingin melihat adakah hubungan yang terjadi antara Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dengan Perilaku hidup sehat siswa tersebut.

B. Rumusan Masalah

  Kesehatan merupakan elemen yang sangat penting dalam kehidupan, jika tubuh kita sehat maka semua yang kita lakukan akan berjalan dengan baik danmenjadi manusia yang utuh serta produktif. Adapun masalah yangteridentifikasi penulis adalah sebagai berikut : “Adakah Hubungan atau keterkaitan Antara Pembelajaran PendidikanJasmani Olahraga dan Kesehatan dengan Perilaku Hidup sehat Siswa SMK Daarut Tauhid Boarding School?

2. Bahan masukan bagi Siswa khususnya siswa yang diteliti, supaya lebih meningkatkan pola hidup sehat yang dilakukan sehari-hari

3. Perubahan perilaku dari yang tidak sehat menjadi sehat setelah adanya penelitian ini

E. Batasan Penelitian

  Untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai penelitian ini perlu ada pembatasan masalah seperti yang dijelaskan oleh Nasution (1982:27) sebagai berikut:Analisis masalah juga membatasi ruang lingkup masalah, disamping itu perlu dinyatakan secara khusus batasan masalah agar penelitian lebih terarah, lagi puladengan demikian kita memperoleh gambaran yang lebih jelas, apabila penelitian ini di anggap selesai dan berakhir. Penelitian ini dibatasi hanya untuk melihat adakah Hubungan atau keterkaitan antara pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga danKesehatan (PENJASORKES) dengan siswa di SMK Daarut Tauhid Boarding School.

F. Penjelasan Istilah

  (Purwadarminto W,J.S, 1999: 156) Eka Aditya Nugraha, 2014Hubungan antara Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) dengan Perilaku Hidup Sehat siswa SMK Daarut Tauhid Boarding SchoolUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu | 2. Pendidikan jasmani merupakan pendidikan yang dilakukan melalui aktivitas fisik sebagai media utama untuk mecapai tujuan, yang lazim digunakan olehsiswa sesuai dengan muatan yang tercantum dalam kurikulum.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam suatu penelitian pasti memerlukan sebuah metode untuk mencapai

  Alasan penulis menggunakan metode deskriptif adalah untuk memecahkan permasalahanyang ada pada masa sekarang dan masalah-masalah yang actual serta penulis tidak perlu merubah situasi yang ada pada penelitian yang akan di teliti. Menurut Arikun to (2010:4) “Penelitian korelasi atau penelitian korelasional adalah penelitian yang dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa melakukan perubahan,tambahan atau manipulas i terhadap data yang sudah ada”.

B. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Penelitian

  Populasi memegang peranan penting dalam suatu penelitian,sebab populasi merupakan objek yang akan dipergunakan sebagai bahan penelitian, Arikunto (2006: 130) yang menjelaskan bahwa: Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Mengenai besarnyasampel tersebut tidak ada ketentuan yang pasti berapa jumlahnya yang akan diteliti atau diambil dari populasi, maka syarat utama dari sampel terebut adalahmewakili populasi.

C. Desain Penelitian dan Langkah-Langkah Penelitian 1. Desain Penelitian

  Desain penelitian merupakan suatu bentuk gambaran mengenai penelitian yang akan dilakukan di mana pemilihan desain ini harus sesuai dengan tujuanyang diharapkan. Selain itu desain juga disesuaikan dengan variabel dan hipotesis yang diajukan, hal ini dimaksudkan untuk mempermudah suatu penelitiansehingga akan membantu peneliti dalam upaya memecahkan masalah penelitian yang telah dirumuskan.

a. Bentuk paradigma penelitian pada siswa SMK Daarut Tauhid

1 R x y a2a

  Langkah-Langkah Penelitian Langkah-langkah penelitian ini diperlukan agar dalam proses penelitian dapat dilaksanakan lebih terstruktur dan sistematis, sehingga dalampelaksanaannya sesuai dengan alur yang telah ditentukan. Menurut Gay (1996) yang dikutip oleh Herdiana ( 2009:38) menjelaskan, bahwa „..umumnya langkah penelitian diawali dengan proses penelusuran masalah, penelusuran data dan teori, perumusan hipotesis, penentuan metode penelitian, analisis dan interpretasi data, penarikan kesimpulan, implikasi dan saran‟.

D. Definisi Operasional

  Seperti yang telah dijelaskan dalam pembahasan sebelumnya bahwa dalam penelitian ini terdapat dua variabel penelitian yang terdiri dari satu variabel bebasyaitu Pembelajaran Penjasorkes dan satu variabel terikat yaitu Perilaku hidup sehat, sehingga dalam penelitian ini penulis menggunakan dua macam instrumentsekaligus untuk mendapatkan data yaitu observasi dan kuesioner atau angket. Penulis menggunakan instrument penelitian kuesioner atau angket pada variabel perilakuhidup sehat ini didasari oleh pengertian kuesioner atau angket itu sendiri yang dikemukakan oleh Arikunto (2010:194) yang mengungkapkan bahwa “kuesioner atau angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk ”.

3. Dokumentasi

Untuk melengkapi dan membantu penelitian, penulis menggunakan dokumentasi dan rekapan dari hasil belajar siswa dalam pembelajaran Penjasorkesselama mereka menjalani sekolah di SMK Daarut Tauhid Boarding School.

F. Teknik Pengumpulan Data

  Teknik pengumpulan data merupakan cara yang dilakukan penulis dalam pengumpulan data untuk diolah sehingga masalah yang telah dirumuskan dapatterjawab sesuai dengan fakta yang ada dilapangan. Dalam teknik pengumpulan data, berkaitan dengan instrument penelitian yang digunakan dimana dalampembahasan sebelumnya, menjadi instrument penelitian ada dua macam instrument yang digunakan yaitu observasi dan kuesioner atau angket ditambahdokumentasi sehingga dalam pengumpulan data pun menggunakan dua cara yaitu observasi untuk Pembelajaran Penjasorkes dan angket perilaku hidup sehat.

1. Observasi Pembelajaran Penjasorkes

  Keterampilan sosial Adapun cara penilainnya yaitu seorang observer dalam hal ini guru dari pembelajaran Penjasorkes tinggal memberikan checklist (√) pada kolom nilai yang telah disediakan dengan ketentuan setiap indikator dari masing-masing kriteria penilaian, diberi nilai maksimal 4 (empat) dan nilai minimalnya yaitu 1 (satu)dimana kriteria penilaian memiliki 26 (dua puluh enam) indikator. Perilaku atau gaya hiduppositif yang lain untuk kesehatan pencegahan, pengobatan penyakit,pemulihan dan peningkatan kesehatan pakaian dan lingkungan tempat tinggal7, 40,96, 68,51, 27,82, 11 dan 86 63, 47,3, 23,48, 57, dan 92 Berdasarkan hal tersebut penulis menggunakan skala likert untuk item alternatif jawaban.

G. Pemantapan Instrumen

Seperti yang telah dijelaskan dalam bab sebelumnya bahwa dalam penelitian yang penulis lakukan terdapat dua variabel yang belum memilikiinstrumen atau alat ukur yang baku yaitu variabel Pembelajaran Pendidikan dengan uji satu pihak maka diperoleh t-tabel = 1,70. Adapun hasil perhitungannya adalah sebagai berikut :

1. Uji Validitas

  Sedangkan untuk hasil uji coba berupa angket atau kuesioner pada variabel perilaku hidup sehat terdapat 35 item pernyataan yang tidak validdari jumlah keseluruhan 96 item sehingga item pernyataan yang dapat digunakan untuk pengambilan data pada saat penelitian adalah 61 item pernyataan. Dan hasil uji reliabilitas instrumen dari variabelPembelajaran Penjasorkes dan perilaku hidup sehat adalah sebagai berikut : Tabel 3.9 Hasil Uji Reliabilitas No Variabel r Keteranganhitung 1 Pembelajaran Penjasorkes (X) 0,846 Reliabel 2 Perilaku Hidup Sehat (Y) 0,893 Reliabel Berdasarkan tabel 3.9 kita dapat melihat bahwa nilai untuk uji reliabilitas variabel pembelajaran Penjasorkes dan perilaku hidup sehat adalah reliabel.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Bedasarkan hasil pengolahan serta analisis data yang telah diuraikan pada Bab IV, tentang Hubungan antara Pembelajaran Penjasorkes dengan Perilaku Hidup sehat siswa SMK Daarut Tauhiid Boarding School, maka penulis

B. Saran

  Pada penelitian yang penulis lakukan, di mana hasil penelitian sesuai dengan harapan dan teori yang penulis paparkan dikarenakan beberapa hal yangpenulis temukan di lapangan, sehingga penulis bermaksud menyampaikan beberapa saran untuk selanjutnya dapat meningkatkan hasil optimal daripembelajaran Penjasorkes serta meningkatakan perilaku hidup sehat ke arah yang lebih baik di antaranya yaitu : 1. Untuk pihak Asrama dan sekolah supaya lebih memperhatikan kegiatan siswa yang cukup padat, melanjutkan pengarahan dan pembelajaran yang baik padasiswa agar tetap pada pola atau perilaku hidup sehat yang baik.

5. Memberikan penyuluhan atau memberikan perhatian lebih pada pembelajaran Penjasorkes yang merupakan pembelajaran kompleks

DAFTAR PUSTAKA

  Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Optimalisasi Pendidikan Jasmani dan Olahraga Berlandaskan Ilmu Faal Olahraga (Sebuah Analisis Kritis).

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (37 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN Pedikulosis kapitis PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN PPAI AN-NAHDLIYAH DESA KEPUHARJO KECAMATAN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG
6
23
31
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP SEHAT MASYARAKAT DENGAN JUMLAH PARASIT YANG DIBAWA OLEH LALAT MUSCA DOMESTICA DI KAWASAN PANTAI PASURUAN
0
3
2
HUBUNGAN KEGIATAN UNIT KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI SMA NEGERI 4 KABUPATEN JEMBER
0
16
160
PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN STANDAR
0
29
73
HUBUNGAN KEBUGARAN JASMANI DAN PRESTASI AKADEMIK DENGAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI PADA SISWA KELAS XII DI SMK BHAKTI UTAMA BANDAR LAMPUNG TAHUN AJARAN 2011/2012
2
25
59
PERSEPSI SISWA TERHADAP KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SMA NEGERI 9 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012
0
9
38
ANALISA KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN SEKOLAH DASAR SE KECAMATAN SUBAH KABUPATEN BATANG TAHUN 2015
1
21
153
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG GAYA HIDUP SEHAT DENGAN PERILAKU GAYA HIDUP SEHAT MAHASISWA DI PSIK UNDIP SEMARANG
0
0
9
HUBUNGAN KESEGARAN JASMANI DENGAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI
0
0
9
PENERAPAN TEORI PEMBELAJARAN KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN
0
0
11
1 OBSERVASI PROSES PEMBELAJARAN GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SMP KHUSUS CAHAYA BANGSA PONTIANAK
0
0
9
STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN SMAN 1 BINUANG
0
0
14
KONTRIBUSI KECEPATAN DAN KELINCAHAN TERHADAP KETERAMPILAN DRIBBLE BOLA BASKET MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN OLAHRAGA UNIVERSITAS RIAU
0
0
9
KISI PLPG 2013 MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN (PENJASORKES)
0
0
13
HUBUNGAN SUKU DENGAN POLA HIDUP SEHAT DAN INFEKSI
0
0
15
Show more