Pengembangan alat peraga Montessori untuk keterampilan berhitung matematika kelas IV SDN Tamanan 1 Yogyakarta.

Gratis

1
22
138
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tuhan Yesus yang selalu mencurahkan berkat dan kasih-Nya secara cuma-cuma, memberikan perlindungan, semangat, dan kesehatan.. Bapak dan Ibuku tercinta, Prabowo dan Krisminarti Rahayu yang selalu mendoakan, memberikan kasih sayang, dukungan, semangat, membiayaikuliahku dari semester 1 hingga selesai, dan segala sesuatu yang telah diberikan tanpa pamrih.

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Tuhan Yesus yang selalu mencurahkan berkat dan kasih-Nya secara cuma-cuma, memberikan perlindungan, semangat, dan kesehatan.. Bapak dan Ibuku tercinta, Prabowo dan Krisminarti Rahayu yang selalu mendoakan, memberikan kasih sayang, dukungan, semangat, membiayaikuliahku dari semester 1 hingga selesai, dan segala sesuatu yang telah diberikan tanpa pamrih.

HALAMAN MOTTO

  (Roma 12:12) Dia memberi kekuatan kepada yang lelah danmenambah semangat kepada yang tiada berdaya. (Yesaya 40:29) Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Prosedur penelitian dan pengembangan alat peraga Montessori melalui empat tahap, yaitu (1) kajian standar kompetensi dan materi pembelajaran, (2) analisiskebutuhan pengembangan program pembelajaran, (3) produksi alat peragaMontesori, dan (4) validasi dan revisi produk yang diakhiri dengan uji coba lapangan terbatas. Dengandemikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa produk yang dikembangkan mempunyai kualitas yang sangat baik dan sesuai dengan lima ciri alat peraga yangdijadikan dasar pengembangan alat peraga Montessori.

BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi uraian (1) latar belakang, (2) rumusan masalah, (3) tujuan

penelitian, (4) manfaat penelitian, (5) spesifikasi produk yang dikembangkan, dan (6) definisi operasional.

1.1 Latar Belakang

  Batu positif dan batu negatif digunakan sebagai alat peraga pembelajaran matematika kelas IVA standar kompetensi menjumlahkan dan mengurangkanbilangan bulat, kompetensi dasar melakukan operasi hitung campuran, materi operasi hitung campuran bilangan bulat pada semester genap tahun ajaran2012/2013 di SDN Tamanan 1 Yogyakarta. Alat peraga papan bilangan bulat dilengkapi dengan papan bilangan, album pembelajaran yang berisi materi,manual penggunaan alat peraga, dan kartu soal yang mengandung pengendali kesalahan.

1.6 Definisi Operasional

  Montessori sendiri mengungkapkan bahwa metode pembelajaran yang ia miliki merupakan metode yang mengembangkan kebebasanberkarakter dengan cara yang mengagumkan dan luar biasa (Montessori, 2002:33). Metode Montessori memberikan kesempatan pada anak untuk (1) bekerja dengan dirinya sendiri (2) bekerja tanpamengandalkan bantuan atau pun interupsi, (3) bekerja dengan penuh konsentrasi,(4) bekerja dengan kelompok atau lingkungan yang telah disiapkan, dan (5) menggali potensi diri dengan kemauannya sendiri (Lillard, 1996:98).

2.1.1.2 Tahap-tahap Perkembangan Anak

  Tahap Kedua (umur 6-12 tahun)Anak yang berkembang dengan baik pada tahap perkembangan pertama(umur 0-6 tahun) akan berkembang secara normal pada tahap perkembangan kedua umur 6-12 tahun. Perkembangan logika yang masihsederhana, perkembangan moral dan mental yang luas, serta perkembangan imajinasi yang membutuhkan media konkret menjadi ciri utama siswa SD.

2.1.2 Alat Peraga Matematika Montessori

Berikut ini diuraikan tentang pengertian alat peraga, alat peraga Montessori, ciri-ciri alat peraga Montessori, dan kelebihan alat peraga Montessori.

2.1.2.1 Pengertian Alat Peraga

  Alat peraga sebaiknyadigunakan apabila alat peraga tersebut mendukung tercapainya tujuan pembelajaran yang diinginkan (Anitah, 2010:83) 2.1.2.2 Pengertian Alat Peraga Montessori Menurut Montessori, alat peraga adalah material untuk siswa dalam belajar yang didesain secara sederhana, menarik, memungkinkan untuk diekplorasi,memberikan kesempatan pada siswa untuk belajar secara mandiri, dan memperbaiki kesalahan mereka sendiri (Lillard, 1997:11). Nilai keindahan tampak padawarna-warna yang digunakan pada alat peraga papan bilangan bulat yaitu warna merah untuk batu positif dan merah putih untuk batu negatif.

2.1.2.4 Tujuan Penggunaan Alat Peraga

  Alat peraga dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak, interaksi yang lebih langsung antara siswa dengan lingkungannya, dan kemungkinan untuk belajar sendiri sesuai kemampuan dan minatnya (Kustandi,2011:26). Menurut Sukayati (2009:7), alat peraga digunakan untuk mencapai empat tujuan, yaitu (1) memberikan kemampuan berpikir matematika dengankreatif, (2) mengembangkan sikap percaya diri dalam pembelajaran matematika,(3) meningkatkan keterampilan siswa dalam menerapkan pembelajaran matematika pada kehidupan sehari-hari, dan (4) meningkatkan motivasi belajarsiswa.

2.1.3 Keterampilan Berhitung

  Keterampilan berhitung dikembangkan dengan tujuan agar siswa dapat memiliki kemampuan (1) berpikir logis dan sistematis sejak dini, (2)menyesuaikan dan melibatkan diri dalam kehidupan bermasyarakat, (3) memiliki ketelitian dan konsentrasi tinggi, serta (4) memiliki kreativitas dan imajinasidalam menciptakan sesuatu secara spontan. Operasi hitungpenjumlahan dan pengurangan bilangan bulat mempunyai lima sifat, yaitu (1) sifat tertutup yang berarti selalu menghasilkan bilangan bulat, (2) sifat komutatif atausifat pertukaran, (3) unsur identitas bilangan nol, (4) sifat asosiatif atau sifat pengelompokkan, dan (5) mempunyai invers.

2.1.4 Kajian Penelitian yang Relevan

2.1.4.1 Penelitian tentang Metode Montessori

  Hasil analisis rerata perbandingan kemampuan akademis dan sosial pada kelompok usia 12 tahun dengan z-score menunjukkan bahwa kelompokmontessori mempunyai kemampuan struktur yang baik, penulisan cerita yang kreatif, dan strategi yang baik di atas rata-rata mengungguli kelompok kontrol. Simpulan yang dapat diambil adalah bahwa penggunaan alat peraga benda konkret dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam materipecahan pada kelas III SD Negeri Bulakpacing 02 semester I KecamatanDukuhwaru Kabupaten Tegal tahun pelajaran 2005/2006 dengan tingkat partisipasi siswa yang cukup menggembirakan serta memacu guru untuk lebihkreatif dan inovatif dalam mengembangkan model pembelajaran.

2.2 Kerangka Berpikir

  Pembelajaran matematika membutuhkan alat peraga yang konkret dan kontekstual untuk membantu siswa melatih kemampuan berhitungnya serta untukmemotivasi siswa dalam memperdalam pemahaman tentang matematika. Pengembangan alat peraga Montessori yang berkualitas disesuaikan dengan lima ciri alat peraga yangtelah dipaparkan dan memanfaatkan potensi lokal di lingkungan SDN Tamanan 1 Yogyakarta berupa batu dan kayu jati.

2.3 Hipotesis

  Penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut: 2.3.1 Alat peraga Montessori yang dikembangkan untuk melatih kemampuan berhitung bilangan bulat pada siswa kelas IVA di SDN Tamanan 1Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 mengandung lima ciri alat peraga, yaitu(1) menarik, (2) bergradasi, (3) auto correction, (4) auto education, dan (5) kontekstual. 2.3.2 Alat peraga Montessori yang dikembangkan untuk melatih kemampuan berhitung bilangan bulat pada siswa kelas IVA di SDN Tamanan 1Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 mempunyai kualitas yang “baik”.

BAB II I METODE PENELITIAN Bab ini berisi uraian (1) jenis penelitian, (2) setting penelitian, (3) prosedur

  R&D merupakan model pengembangan yang digunakan untuk merancang produk dan prosedur baru yang diuji, dievaluasi, dan direvisi secara sistematis sampaimenemukan produk yang efektif dan berkualitas (Borg dan Gall, 2007:589). 3.2.2 Subjek Penelitian Subjek uji coba prototipe alat peraga pada penelitian ini adalah sekelompok siswa dan seorang guru matematika kelas IVA SDN Tamanan 1Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2012/2013.

3.3 Prosedur Pengembangan

  Empat tahapan penelitian danpengembangan ini adalah (1) mengkaji standar kompetensi dan materi pembelajaran, (2) menganalisis kebutuhan pengembangan program pembelajaran,(3) memproduksi alat peraga Montessori untuk keterampilan berhitung matematika, (4) validasi produk dan revisi produk, hingga menghasilkan produkberupa alat peraga Montessori untuk keterampilan berhitung matematika materi operasi hitung campuran pada bilangan bulat. Masukan yang diperoleh dari hasil penilaian pakar pembelajaran matematika, pakar alat peraga, dan guru matematika kelas IVASDN Tamanan 1 Yogyakarta digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk merevisi produk pengembangan alat peraga Montessori untuk keterampilanberhitung matematika kelas IVA semester genap sebelum dilakukan uji coba lapangan terbatas.

3.5.2 Instrumen Pengumpulan Data Instrumen merupakan alat ukur dalam penelitian (Sugiyono, 2010:148)

Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini dibagi berdasarkan sumber perolehan data antara lain instrumen analisis kebutuhan, instrumen validasi ahli,dan instrumen validasi dengan uji coba lapangan terbatas.

3.5.2.1 Instrumen Analisis Kebutuhan

  Bentuk kuesioner untuk siswa yang digunakan pada tahapan ini adalah kuesioner tertutup dan bentuk kuesioner untukguru adalah kuesioner terbuka. Peneliti menggunakan jenis wawancara semi-terstruktur dengan pertanyaan dan jawaban yang sudah ditentukan sesuai tujuan yang akan dicapai, namun ketika wawancara berlangsung narasumber bisa memberikan jawaban lebih dari satu dan alasan-alasan tertentu.

3.5.2.2 Instrumen Validasi Ahli

  Para ahli yang akan memberikan validasi pada penelitian pengembangan ini antara lain pakar pembelajaran matematika, pakar alat peraga, dan gurumatematika kelas IVA SDN Tamanan 1 Yogyakarta. Tujuanpenggunaan kuesioner pada tahap ini adalah untuk melakukan uji validasi produk yang ditujukan pada pakar pembelajaran matematika, pakar alat peraga, dan gurumatematika kelas IVA SDN Tamanan 1 Yogyakarta.

3.6.1.2 Wawancara Semi-Terstruktur

  Wawancara semi-terstruktur menggunakan pertanyaan yang menuntut jawaban campuran, ada yang berstruktur ada pula yang bebas (Arifin, 2009:158). Peneliti menggunakan wawancara terhadap siswa dan guru kelas IVA SDNTamanan 1 Yogyakarta.

3.6.2 Validasi Ahli

  3.6.2.1 Presentasi Presentasi produk dilakukan dengan cara mengundang para ahli yaitu pakar pembelajaran matematika, pakar alat peraga, dan guru matematika kelas IVA SDN Tamanan 1 Yogyakarta. Tujuan penggunaan kuesioner pada tahap ini adalah untukmelakukan uji validasi produk yang ditujukan pada pakar pembelajaran matematika, pakar alat peraga, dan guru matematika kelas IVA SDN Tamanan 1Yogyakarta.

3.6.3 Validasi Produk dengan Uji Coba Lapangan

3.6.3.1 Tes

  Penyusunan soal tesdidasarkan pada kisi-kisi yang memuat indikator-indikator sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Tahap yang pertama, siswa diberi pretest untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi bilangan bulat sebelum menggunakan alat peraga papan bilangan bulat.

3.7 Teknik Analisis Data

3.7.1 Analisis Kebutuhan

3.7.2 Teknik Analisis Validasi Produk

  Selanjutnya, hasil analisis kebutuhan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pembuatan produk berupa alat peraga Montessori untuk keterampilanberhitung matematika dan album pembelajaran. Tabel 3.1 Konversi Data Kuantitatif ke Data Kualitatif Skala Lima Menurut Sukardjo Interval Skor KategoriSangat baik ̅Baik ̅ ̅Cukup ̅ ̅Kurang ̅ ̅Sangat kurang ̅ Keterangan:Rerata ideal ( ̅ ) :Simpangan baku ideal ( ) : : Skor aktualSkala penilaian terdiri dari lima pilihan untuk menilai alat peraga papan bilangan bulat yang dikembangkan, yaitu sangat baik (5), baik (4), cukup baik (3),kurang baik (2), dan sangat kurang baik (1).

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi uraian (1) kajian standar kompetensi dan materi

  pembelajaran, (2) data analisis kebutuhan dan perangkat pembelajaran, (3) produksi alat peraga Montessori untuk keterampilan berhitung, dan (4) datavalidasi dan revisi produk. 4.2 Data Analisis Kebutuhan dan Perangkat Pembelajaran Peneliti menyusun kuesioner analisis kebutuhan berdasarkan indikator- indikator untuk mengetahui penggunaan alat peraga pembelajaran selama ini,karakteristik alat peraga yang digunakan, dan hubungan antara penggunaan alat peraga dengan konsep matematika.

4.2.1 Data Analisis Kebutuhan Siswa

  Berdasarkan kuesioner yang sudah diisi, pada itempertama 80% siswa menjawab bahwa guru pernah menggunakan alat peraga matematika dan 20% siswa menjawab bahwa guru tidak pernah menggunakan alatperaga matematika. Pada item ke-9, 36,67% siswa dapatmenggunakan alat peraga tanpa bantuan orang lain dan 63,33% siswa tidak dapat menggunakan alat peraga tanpa bantuan.

4.2.2 Data Analisis Kebutuhan Guru

  Berdasarkan kuesioner yang sudah diisi, pada itempertama guru menyatakan pernah menggunakan alat peraga ketika mengajar matematika berupa kertas untuk menjelaskan konsep pecahan dan bangun datarserta kelereng untuk menjelaskan konsep penjumlahan dan pengurangan. Pada item ke-2, menurut guru jika menggunakan alat peraga, siswa akan sangatantusias, tertarik, dan berkonsentrasi dalam kegiatan pembelajaran tetapi jika tidak menggunakan alat peraga, siswa akan kurang fokus dalam kegiatan pembelajaran.

4.2.3 Pengembangan Perangkat Pembelajaran

Berdasarkan data analisis kebutuhan siswa menurut kuesioner yang diisi oleh siswa dan guru, peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran yangterdiri dari alat peraga Montessori dan album pembelajaran. Pengembangan perangkat pembelajaran mengandung empat ciri alat peraga menurut Montessori

4.3 Produksi Alat Peraga Montessori untuk Keterampilan Berhitung

  Peneliti membuat desain alat peraga dan album pembelajaran Montessori berdasarkan kajian materi dan data analisis kebutuhan siswa. Langkah selanjutnyaadalah mengumpulkan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat alat peraga dan album pembelajaran Montessori.

4.3.1 Desain Alat Peraga Montessori

  Kriteria menarik tampak pada warna-warna yang digunakan pada alat peraga papan bilangan bulat yaitu warna merah untuk batu positif dan merah putihuntuk batu negatif. Pengembangan alat peragaMontessori untuk keterampilan berhitung bilangan bulat terdiri dari beberapa alat, yaitu (1) papan bilangan bulat, (2) batu positif dan batu negatif, (3) kotak batu, dan (4) kartu soal.

4.3.2 Album Pembelajaran Montessori

  Album pembelajaran papan bilangan bulat mencakup sembilan indikator yang telah ditetapkan oleh peneliti sesuaidengan SK dan KD. Pada album pembelajaran juga disebutkan alat peraga Album pembelajaran papan bilangan bulat terdiri dari sembilan presentasi.

4.4 Data Validasi dan Revisi Produk

  Produk awal yang sudah dikemas kemudian dipresentasikan kepada pakar pembelajaran matematika, pakar alat peraga, dan guru matematika kelas IVASDN Tamanan 1. Tabel 4.1 Konversi Data Kuantitatif ke Data Kualitatif Skala Lima Menurut Sukardjo Interval Skor KategoriSangat baik ̅Baik ̅ ̅Cukup ̅ ̅Kurang ̅ ̅Sangat kurang ̅ Keterangan:̅ ) Rerata ideal ( :Simpangan baku ideal ( ) : : Skor aktualSkala penilaian terdiri dari lima pilihan untuk menilai alat peraga papan bilangan bulat yang dikembangkan, yaitu sangat baik (5), baik (4), cukup (3),kurang baik (2), dan sangat kurang baik (1).

4.4.1 Deskripsi Data Validasi Pakar Pembelajaran Matematika

  Montessori selalu mengembangkan alat peraga dengan metode eksperimental yang menekankan kemerdekaan anak untuk memilih alat peraga yang ditawarkan. 4.4.5 Data Uji Coba Lapangan Terbatas Setelah produk divalidasi oleh pakar pembelajaran matematika, pakar alat peraga matematika, dan guru matematika kelas IVA, selanjutnya dilakukan ujicoba lapangan secara langsung pada lima siswa yang memiliki nilai di bawahKKM.

4.4.5.1 Data Hasil Kuesioner

  Beberapa aspek yang dinilai adalah (1) kemenarikan alat peraga, (2) gradasi alat peraga, (3) auto , (4) auto education, dan (5) kontekstual. Berdasarkan kuesioner yang correction telah diisi oleh siswa, produk pengembangan berupa alat peraga papan bilangan bulat memperoleh skor 4,9 dengan kategori “sangat baik” dengan alasan alatperaga yang dikembangkan sesuai dengan kriteria menarik, bergradasi, mengandung auto correction, auto education, dan kontekstual.

4.4.5.2 Data Hasil Tes

  Soal untuk tes berbeda dengan soal yang terdapat pada kartu dan tidak dilatihkan pada siswa ketika pembelajaran denganalat peraga papan bilangan bulat berlangsung. A 35 100Rata-rata 37 100Persentase Kenaikan 170,27% Berdasarkan hasil validasi produk oleh pakar pembelajaran matematika, pakar alat peraga matematika, dan guru matematika kelas IVA serta hasil uji cobalapangan terbatas pada lima siswa kelas IVA SDN Tamanan 1, dapat disimpulkan bahwa produk alat peraga Montessori dan album pembelajaran dinilai sudahmemenuhi kriteria kelayakan.

4.4.6 Penilaian Akhir

  Penilaian akhir dilakukan dengan teknik triangulasi pendapat yang berasal dari guru, siswa, dan peneliti untuk mengonfirmasi klaim perolehan skor validasiproduk yang termasuk dalam kategori “sangat baik”. Rangkuman pendapat guru, siswa, dan peneliti setelah uji coba lapangan terbatas menggunakan alat peragaakan dipaparkan sebagai berikut.

4.4.6.1 Guru Matematika Kelas IVA

  Menurut beliau, penggunaan alat peraga yang sesuai dengan kebutuhan siswa harus dipertahankan dan jika perlu ditingkatkan tidak hanya pada satumateri saja mengingat efektivitas alat peraga terhadap prestasi belajar siswa. Ketiga, guru juga menyatakan keheranannya pada konsentrasi siswa yang tinggi dan kedisiplinan siswa ketiga melakukan uji coba menggunakan alat peraga papanbilangan bulat.

BAB V PENUTUP Bab ini berisi uraian (1) kesimpulan, (2) keterbatasan penelitian, dan (3) saran

  5.1.1 Alat peraga Montessori yang dikembangkan untuk melatih kemampuan berhitung bilangan bulat pada siswa kelas IVA di SDN Tamanan 1Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 mengandung lima ciri alat peraga, yaitu(1) menarik, (2) bergradasi, (3) auto correction, (4) auto education, dan (5) kontekstual. 5.1.2 Alat peraga Montessori yang dikembangkan untuk melatih kemampuan berhitung bilangan bulat pada siswa kelas IVA di SDN Tamanan 1Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 mempunyai kualitas yang “sangat baik”.

5.3 Saran

  Saran untuk peneliti selanjutnya yang akan mengembangkan alat peragaMontessori untuk melatih kemampuan berhitung bilangan bulat adalah sebagai berikut. 5.3.3 Jika tujuan penelitian pengembangan sampai pada tahap uji efektivitas produk sebaiknya soal pretest dan posttest lebih dicermati dan dilakukan ujivaliditas.

DAFTAR REFERENSI

  Peningkatan proses dan hasil belajar matematika dengan memanfaatkan media dan alat peraga materi operasi hitung campuran. Kegiatan dan hasil belajar siswa kelas 1 SD dengan metode Montessori pada pokok bahasan membaca dan menulis lambang .

1.3 Kuesioner Analisis Kebutuhan untuk Guru

  Belajar matematika tanpa menggunakan alat 1 3,33%peraga 3 Apakah kamu pernah menggunakan benda-benda yang ada di sekitarmu untuk belajar matematika?a. Berilah nomor 1 sampai3 pada tempat yang disediakan, 1 untuk ciri yang paling kamu sukai.

a. Dapat

11 36,67% b. Tidak dapat 19 63,33%

10 Manakah yang lebih kamu sukai?

  Menggunakan alat peraga secara individu untuk 4 13,33%belajar matematika b. Menggunakan alat peraga secara klasikal untuk 2 6,67%belajar matematika Lampiran 2.

2.1 Kisi-kisi Kuesioner untuk Para Ahli Kakakteristik Alat

  3 Menunjukkan bahwa alat peraga dapat digunakan 4 pada jenjang kelas yang berbeda. Auto education Menunjukkan bahwa siswa dapat menggunakan alat 7 peraga secara mandiri.

2.2 Kuesioner untuk Pakar Pembelajaran Matematika

2.3 Kuesioner untuk Pakar Alat Peraga Matematika

2.4 Kuesioner untuk Guru Matematika

OPERASI HITUNG PADA BILANGAN BULAT

  7 Lampiran 3. Uji Coba Lapangan Terbatas dengan Tes 12 – (-4) + (-18) = -2 20) -11 7 11 – (-5) = 16 12) 13 1) 11 + 5 = 16 2) 7 + 14 = 213) 8 + (-3) = 5 4) 19 + (-32) = -135) -3 + 8 = 3 6) -32 + 19 = -137) -11 + (-5) = -16 8) -7 + (-14) = -219) 26 – 9 = 17 10) 12 – (-4) + (-18) = … 20) -11 11 – (-5) = … 12) 13 14) = … 9)26 – 9 = … 10) 32) = … 5) - 3 + 8 = …6) - 32 + 19 = …7) -11 + (- 5) = … 8) -7 + (- Nama : No.

3.3 Kunci Jawaban

3.4 Hasil Pretest

3.5 Hasil Posttest

4.1 Kisi-kisi Kuesioner untuk Uji Coba Lapangan Terbatas Kakakteristik Alat

  3 Menunjukkan bahwa alat peraga dapat digunakan 4 pada jenjang kelas yang berbeda. Auto education Menunjukkan bahwa siswa dapat menggunakan alat 7 peraga secara mandiri.

4.2 Kuesioner untuk Siswa

4.3 Rekapitulasi Hasil Kuesioner Uji Coba Lapangan Terbatas Penilaian No Pernyataan

  Siswa sedang melakukan operasi hitung penjumlahan pada bilangan bulat menggunakan alat peraga (Jumat, 5 April 2013)Gambar 10. Siswa sedang melakukan operasi hitung pengurangan pada bilangan bulat menggunakan alat peraga (Sabtu, 6 April 2013) Gambar 11.

OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT:

(F.1-F.5) negatif (I.1-I.5) Operasi hitung campuran bilangan bulat (J.1-J.10) oPengurangan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif (H.1-H.5) oPengurangan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif (G.1-G.5) oPengurangan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat  Pengantar bilangan bulat (A.1-A.10) Penjumlahan bilangan bulat oPenjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif negatif (E.1-E.5) Pengurangan bilangan bulat oPenjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat (D.1-D.5) oPenjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif (C.1-C.5) oPenjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif (B.1-B.5) oPengurangan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif PENGANTAR

A. Pengantar bilangan bulat (1-10)

  Tujuan langsung : Mengenalkan nilai bilangan bulat positif dan bilangan bulat negatif kepada anak Syarat : Anak sudah mengenal macam-macam bilangan bulat Usia : 9-10 tahun Alat : 1. Direktris mengambil batu yang berpasangan dari papan dan meletakkannya pada kotak kemudian berkata, “Jadi, satuditambah negatif lima sama dengan negatif empat” (direktris menunjuk 4 batu negatif pada papan).

PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT

A. Penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif (B.1-B.5)

  Tujuan langsung : Mengenalkan konsep penjumlahan antar bilangan bulat positif Syarat : Anak sudah mengetahui nilai bilangan bulat positif dan bilangan bulat negatif Usia : 9-10 tahun Alat : 1. Direktris dapat meminta anak melakukan latihan sampai kartu soal B.5 dan membiarkan anak mengetahui kesalahannyadengan melihat kunci jawaban di balik kartu soal.

B. Penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif (C.1-C.5)

  Direktris menunjuk batu yang berpasangan sambil berkata, “Ambillah batu yang berpasangan dan letakkan pada kotak”. Jika anak sudah mengetahui konsep penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif, direktris memintaanak mengembalikan alat dan karpet ke tempat semula.

C. Penjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif (D.1-D.5)

  Tujuan langsung : Mengenalkan konsep penjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif Syarat : Anak sudah mengetahui konsep penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif Usia : 9-10 tahun Alat : 1. Direktris menunjuk batu yang berpasangan sambil berkata, “Ambillah batu yang berpasangan dan letakkan pada kotak”.

D. Penjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif (E.1-E.5)

  Tujuan langsung : Mengenalkan konsep penjumlahan antar bilangan bulat negatif Syarat : Anak sudah mengetahui konsep penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif maupun sebaliknya Usia : 9-10 tahun Alat : 1. Direktris dapat meminta anak melakukan latihan sampai kartu soal E.5 dan membiarkan anak mengetahui kesalahannyadengan melihat kunci jawaban di balik kartu soal.

PENGURANGAN BILANGAN BULAT

A. Pengurangan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif (F.1-F.5)

  Direktris mengambil kartu soal F.1, meletakkan di atas karpet dan berkata, “Tunjukkan bilangan 13 dengan batu”. Direktris meminta anak untuk mengurangi 6 batu positif dari papan dan meletakkannya pada kotak.

B. Pengurangan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif (G.1-G.5)

  1 set kartu soal Usia : 9-10 tahun Alat : antar bilangan bulat positif Syarat : Anak sudah mengetahui konsep pengurangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif Tujuan langsung : Mengenalkan konsep pengurangan bilangan 4. Jika anak sudah mengetahui konsep pengurangan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif, direktris memintaanak mengembalikan alat dan karpet ke tempat semula.

C. Pengurangan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif (H.1-H.5)

  Tujuan langsung : Mengenalkan konsep pengurangan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif Syarat : Anak sudah mengetahui konsep pengurangan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif Usia : 9-10 tahun Alat : 1. Jika anak sudah mengetahui konsep pengurangan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif, direktris memintaanak mengembalikan alat dan karpet ke tempat semula.

D. Pengurangan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif (I.1-I.5)

  Direktris mengambil kartu soal I.1, meletakkan di atas karpet dan berkata, “Tunjukkan bilangan -4 dengan batu”. Direktris mengambil kartu soal I.4, meletakkan di atas karpet dan berkata, “Tunjukkan bilangan -25 dengan batu”.

OPERASI HITUNG CAMPURAN BILANGAN BULAT

A. Operasi hitung campuran pada bilangan bulat (J.1-J.10)

  Tujuan langsung : Mengenalkan konsep operasi hitung campuran pada bilangan bulat Syarat : Anak sudah mengetahui konsep penjumlahan dan pengurangan pada bilangan bulat Usia : 9-10 tahun Alat : 1. Anak mengambil 1 batu positif dan meletakkannya pada papan bilangan mulai dari kiri atas.

CURRICULUM VITAE

  Prosedur penelitian dan pengembangan alat peraga Montessori melalui empat tahap, yaitu (1) kajian standar kompetensi dan materi pembelajaran, (2) analisiskebutuhan pengembangan program pembelajaran, (3) produksi alat peragaMontesori, dan (4) validasi dan revisi produk yang diakhiri dengan uji coba lapangan terbatas. Dengandemikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa produk yang dikembangkan mempunyai kualitas yang sangat baik dan sesuai dengan lima ciri alat peraga yangdijadikan dasar pengembangan alat peraga Montessori.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan alat peraga montessori materi perkalian untuk siswa kelas II SD.
0
38
299
Pengembangan alat peraga pembelajaran Matematika untuk siswa kelas III SD materi perkalian berbasis metode Montessori.
2
18
357
Pengembangan alat peraga pembelajaran matematika SD materi perkalian berbasis Metode Montessori.
3
29
323
Pengembangan alat peraga pembelajaran matematika SD materi perkalian berbasis metode Montessori.
1
3
262
Pengembangan alat peraga perkalian ala Montessori untuk siswa kelas II SD Krekah Yogyakarta.
1
29
135
Pengembangan alat peraga penjumlahan dan pengurangan ala Montessori untuk siswa kelas I SD Krekah Yogyakarta.
3
40
152
Pengembangan alat peraga montessori materi perkalian untuk siswa kelas II SD
0
6
297
Pengembangan alat peraga penjumlahan dan pengurangan ala Montessori untuk siswa kelas I SD Krekah Yogyakarta - USD Repository
0
2
150
Pengembangan alat peraga perkalian ala Montessori untuk siswa kelas II SD Krekah Yogyakarta - USD Repository
1
6
133
Pengembangan alat peraga ala Montessori untuk keterampilan geometri matematika kelas III SDN Tamanan I Yogyakarta - USD Repository
0
1
132
Pengembangan alat peraga Montessori untuk keterampilan berhitung matematika kelas IV SDN Tamanan 1 Yogyakarta - USD Repository
0
0
136
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA MATEMATIKA UNTUK OPERASI BILANGAN BULAT BERBASIS METODE MONTESSORI
0
2
177
Pengembangan alat peraga matematika untuk pembagian bilangan dua angka berbasis metode Montessori - USD Repository
0
6
178
Pengembangan alat peraga matematika untuk penjumlahan dan pengurangan berbasis metode Montessori - USD Repository
0
0
189
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA MATEMATIKA UNTUK PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
161
Show more