Penerapan paradigma pedagogi reflektif dalam pembelajaran materi fungsi konsumsi dan tabungan untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa kelas X SMA Pangudi Luhur St.Louis IX Sedayu.

Gratis

0
1
196
2 years ago
Preview
Full text

ABSTRAK PENERAPAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DALAM PEMBELAJARAN MATERI FUNGSI KONSUMSI DAN TABUNGAN

  Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan,tindakan, observasi, dan refleksi. Pada aspek conscience , ditunjukkan dengan adanya peningkatan skor rata-rata, yaitu pada dari awal siklus I sebesar 3,31 kemudian terjadi peningkatan pada akhir siklus I menjadi sebesar 3,52 dan terjadi peningkatan kembali pada akhir siklus II menjadisebesar 3,63.

DAN TABUNGAN UNTUK MENINGKATKAN COMPETENCE

CONSCIENCE, DAN COMPASSION SISWA KELAS XSMA PANGUDI LUHUR ST.LOUIS IX SEDAYU SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu SyaratMemperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan EkonomiBidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi Oleh : ROBERTUS PRASTYA JATI 08 1334 038

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

  PERSEMBAHANKu persembahkan karya ini untuk: Tuhan Yesus Kristus, yang telah melimpahkan Berkat dan RahmatNya,Bapak dan Ibu, yang selalu memeberikan doa dan kasih sayangnya Kakakku, yang selalu memberikan support,Sahabat-sahabatku, terima kasih atas kebersamaan yang indah selama ini. MOTTO JUST DO IT !

YOUR BEST WORK IS JUST AHEAD OF YOU

  Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan,tindakan, observasi, dan refleksi. Pada aspek conscience , ditunjukkan dengan adanya peningkatan skor rata-rata, yaitu pada dari awal siklus I sebesar 3,31 kemudian terjadi peningkatan pada akhir siklus I menjadi sebesar 3,52 dan terjadi peningkatan kembali pada akhir siklus II menjadisebesar 3,63.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan kasih sayang-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “PenerapanParadigma Pedagogi Reflektif dalam Pembelajaran Materi Fungsi Konsumsi danTabungan untuk Meningkatkan Competence, Conscience, dan Compassion SiswaKelas X SMA Pangudi Luhur St. 80: Instrumen Refleksi Guru Mitra Terhadap Perangkat dan Model Pembelajaran dengan Paradigma Pedagogi 78 : Aktivitas siswa pada siklus kedua ..........................................

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan proses belajar untuk menanamkan, dan

  Para siswa diharapkan tidak hanya mampu menguasai ilmu pengetahuan yang didapat, tetapi jugaharus peka terhadap kebutuhan masyarakat dan mampu menjadi pelaku perubahan sosial yang berguna bagi masyarakat (Tim Redaksi Kanisius,2008:11) Penerapan PPR menjadi salah satu pilihan untuk melahirkan pribadi- pribadi yang memiliki aspek competence, conscience, dan compassionsehingga mampu mengaktualisasikan dirinya secara optimal dalam aspek kecerdasan intelektual, spiritual, sosial. Dalam pembelajaran juga dilihat aspek conscience dan compassion siswa, misalnya dalam kelas dijumpai ada beberapa siswa yang kurang jujur,kurang tanggung jawab, serta tidak bisa bekerja sama dengan baik atau kurang peduli dengan anggota yang lain dalam kelompok saat diskusi.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana meningkatkan competence siswa kelas X IPS SMA Pangudi

  Louis IX Sedayu melalui penerapan Paradigma PedagogiReflektif dalam pembelajaran materi Konsumsi dan Tabungan? Bagaimana meningkatkan coscience siswa kelas X IPS SMA PangudiLuhur St.

3. Bagaimana meningkatkan compassion siswa kelas X IPS SMA Pangudi

  Louis IX Sedayu melalui penerapan Paradigma PedagogiReflektif dalam pembelajaran materi Konsumsi dan Tabungan? Apakah penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran materi Konsumsi dan Tabungan dapat meningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa kelas X IPS SMA Pangudi Luhur St.

E. Manfaat Penelitian

  Bagi siswaSiswa dapat mengembangkan aspek competence, compassion, dan conscience sehingga dapat memahami materi ekonomi dengan baik dan mengembangkan nilai kerja sama dan tanggung jawab bagi teman dan lingkungan di sekitar mereka. Bagi sekolahHasil penelitian ini dapat memberikan dampak pada peningkatan mutu pembelajaran di sekolah serta dapat menjadi inspirasi bagisekolah untuk menerapkan model pembelajaran yang dapat mengembangkan pribadi siswa secara utuh.

BAB II KAJIAN TEORITIK A. Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) 1. Pengertian Paradigma Pedagogi Reflektif Dari makna etimologisnya, kata pedagogi (paideia - Yunani)

  mengandung makna metodologi atau cara mendampingi dan membantu pembelajar tumbuh dan berkembang dengan didasarkanpada pandangan hidup dan visi tentang pribadi manusia ideal. PPR merupakan pola pikir pendidikan yang bertolak dari keprihatinan akan masalah kemanusiaan yang mengintegrasikan aspekakademik dengan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan dalam satu proses pembelajaran yang sama.

4. Tahap-tahap Pembelajaran dengan PPR

  3)Nilai kemanusiaan yang diperjuangkan perlu juga disesuaikan dengan konteks siswa, misalnya apakah sesuai dengan taraf PengalamanBerdasarkan konteks yang telah dikenali pada tahap sebelumnya, guru menciptakan kondisi belajar yangmemungkinkan siswa mengingat pengalamannya yang berkaitan dengan bidang ilmu yang dibahas. Evaluasi yang diharapkan bagi para siswa yaitu dapat memperhatikanpertumbuhan pribadi siswa secara menyeluruh, yang mencakup pemahaman, sikap prioritas-prioritas, dan kegiatan yang selarasdengan “menjadi manusia demi orang lain”, sedang bagi guru, dapat mengetahui sejauh mana proses belajar yang disampaikanmembantu para siswa untuk memahami dan menilai pengalaman mereka, pembentukan nilai-nilai, dan menjadi pelaku perubahanpola pikir, sikap, dan tindakan sosial.

B. Fungsi Konsumsi dan Tabungan 1

  Konsumsi dalam cakupan makroekonomi adalah konsumsi nasional yang mempunyai fungsi Namun harus diakui, bahwa tambahan laju pengeluaran konsumsi tidak berarti tambahan pendapatan. Pengeluaran konsumsi meliputi semua pengeluaran rumah-rumah tangga keluarga dan perseorangan serta lembaga- lembaga swastabukan perusahaan untuk membeli barang dan jasa-jasa yang yang langsung dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

C. Penerapan PPR dalam Pembelajaran Ekonomi

  Competence, conscience, dan compassion tampak jelas bahwa ketiganya dianggap sebagai sebuah keterpaduan, hal tersebut serupa dengan keterpaduan ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif (KPA) seperti yangdikemukakan oleh para ahli seperti Bloom, Andersen, dan Popham. Penerapan PPR dalam pembelajaran ekonomi khususnya pada materi fungsi konsumsi dan tabungan dalam hal mengembangkan conscience dan Indonesia yaitu konsumsi pada bulan Desember lebih tinggi dibanding bulan lainnya terutama dipicu oleh meningkatnya permintaan barang karenakepanikan masyarakat bertepatan dengan perayaan hari-hari besar seperti menyambut natal dan tahun baru.

D. Penelitian Tindakan Kelas 1

  Tindakan adalah suatu aktivitas yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu yang berbentuk siklus kegiatan dengan tujuan untukmemperbaiki atau meningkatkan suatu masalah dalam proses belajar mengajarc. Kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru.

2. Prinsip –Prinsip Penelitian Tindakan Kelas

  Tahapan-tahapan dalam penelitian tindakan selaras dengan pelaksanaan pembelajaran yaitu: persiapan (planning), pelaksanaan(action), observasi kegiatan pembelajaran (observation), evaluasi proses dan hasil belajar (evaluation), dan refleksi dari prosespembelajaran (reflection). Alur pikir yang digunakan dimulaidari pendiagnosisan masalah dan faktor penyebab timbulnya masalah, pemilihan tindakan yang sesuai dengan permasalahan danpenyebabnya, merumuskan tindakan yang tepat, penetapan skenario tindakan, penetapan prosedur pengumpulan data yangsesuai dengan masalah dan penyebabnya.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan

B. Tempat dan Waktu Penelitian 1

  Penelitian ini merupakan satu strategi pemecahan masalah yang memanfaatkan tindakan nyatadan proses pengembangan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah. Dalam penelitian ini, PTK dilakukan pada mata pelajaran Ekonomikhususnya pada materi fungsi konsumsi dan tabungan di kelas X SMA Pangudi Luhur Saint Louis IX dengan menerapkan Paradigma Pedagogi Reflektif.

2. Waktu penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai dengan Mei 201

C. Subjek dan Objek Penelitian 1

  Subjek penelitianSubjek penelitian ini adalah siswa kelas XB SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu.

2. Objek penelitian

Objek penelitian ini adalah peningkatan competence, conscience, dan compassion pada diri siswa melalui penerapan PPR pada mata pelajaran Ekonomi.

D. Prosedur Penelitian

Penelitian tindakan kelas yang diterapkan dalam penelitian ini terbagi dalam tiga tahap yaitu pra penelitian, siklus pertama dan siklus dua.

1. Pra Penelitian a

  Instrumen ini digunakan untukmembandingkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan langkah-langkah yang digunakan dalam penerapan PPR. Observasi terhadap siswaInstrumen yang digunakan adalah lembar observasi kegiatan siswa dalam proses pembelajaran.

2. Siklus pertama a

  Dengan standar kompetensi : memahami konsumsi dan 3)Handout Handout yang dipersiapkan oleh peneliti dan guru mitra digunakan dalam proses pembelajaran guna mempermudah siswa dalam memahami materi ajar, sehingga dapat membantu siswa pada saatmengerjakan teka-teki silang dengan materi konsumsi. Pemaknaan pengalaman yang diperoleh melalui refleksitersebut dimaksudkan agar siswa mampu mengambil keputusan dan bertindak 5)Evaluasi Tahap mengetahui sejauh mana proses belajar yang disampaikan membantu para siswa untuk memahami dan menilai pengalamanmereka, pembentukan nilai-nilai, dan menjadi pelaku perubahan pola pikir, sikap, dan tindakan sosial.

3. Siklus kedua

  Tahap-tahap yang dilakukan pada siklus kedua ini pada dasarnya sama dengan siklus pertama. Perbedaannya terletak pada materi dan beberapamedia belajar yang digunakan.

E. Instrumen Penelitian

  Ada beberapa instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain: 1. Lembar observasi kegiatan siswa dalam proses pembelajaran c.

3. Instrumen refleksi a

  Instrumen refleksi kesan guru mitra terhadap perangkat dan model pembelajaran PPR. Instrumen refleksi kesan siswa terhadap penerapan pembelajaran menggunakan pola PPR.

F. Teknik Pengumpulan Data 1

  ObservasiObservasi dilakukan peneliti untuk melihat aktivitas guru serta siswa pada saat pembelajaran di kelas. Observasi dalam penelitian inidilaksanakan dalam tiga tahap yaitu pra penelitian, siklus I dan siklus II.

2. Dokumentasi

  Kuesioner disusun 9 berdasarkan skala Likert dengan lima alternatif jawaban yang diberi tanda ( ) pada lembar yang telah disediakan yaitu sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidaksetuju, dan sangat tidak setuju. Metode wawancara digunakan peneliti dengan melontarkan pertanyaan secara lisan kepada guru serta siswa gunamendapatkan informasi yang lebih luas dan mendalam mengenai competence, conscience dan compassion sebelum penerapan PPR dan sesudah penerapan PPR.

G. Teknik Analisis Data

Analisi data dilakukan secara deskriptif dan komparatif untuk mengetahui peningkatan competence, conscience, dan compassion siswa kelas X SMAPangudi Luhur Saint Louis IX setelah proses pembelajaran dengan menerapkan PPR.

1. Analisis Deskriptif

  Data hasil observasi dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif yaitu dengan pemaparan (deskripsi) data/informasi tentang suatu gejala yangdiamati dalam proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan tingkat keberhasilan dari penerapan PPR (Paradigma Pedagogi Reflektif)sebagaimana adanya dalam bentuk paparan naratif maupun tabel. Analisis KomparatifAnalisis komparatif dilakukan untuk melihat perkembangan aspek competence, conscience , dan compassion siswa dari waktu ke waktu khususnya pada masa pra penelitian, siklus pertama, dan siklus kedua.

B. Tujuan, Visi dan Misi SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu 1

  Louis IX Sedayumemperkaya dan menambah dengan:1) Pendidikan nilaiPendidikan nilai sangat penting ditanamkan kepada siswa agar para siswa dapat berkembang secara harmonis antara jasmani,rohani dan sosialnya. Kurangnya pemahaman suatu nilai bagi suatu generasi akan menimbulkankesulitan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.2) Pembentukan pribadiPribadi yang tangguh merupakan bekal hidup dalam alam yang serba majemuk seperti sekarang ini.

2. Visi dan Misi SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu a

  MisiMisi merupakan penjabaran dari visi seperti pada butir-butir berikut: 1)Melakukan pembelajaran yang efektif, berkualitas dan profesional 2)Mengembangkan keterampilan komputer, akuntansi dan Bahasa Inggris3) Menciptakan suasana kondusif untuk menciptakan peserta didik yang berbudi pekerti luhur4) Menyelenggarakan pelayanan prima, transparan dan akuntabel  Dasar visi dan misi tersebut di atas memberi kesempatan kepada usaha untuk peningkatan mutu sekolah. Louis IX Sedayu Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, tentangSistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik IndonesiaNomor 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) jenjang pendidikandasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepadaStandar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan(BSNP).

D. Fasilitas Pendidikan dan Latihan

  Tersedianya sarana dan prasarana suatu lembaga pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap tujuan pendidikan. Louis IX Sedayu telah berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai supaya tercipta lingkungan yangkondusif sehingga tercipta tujuan pendidikan secara optimal.

1. Perpustakaan

  Ruang MediaRuang media yang cukup luas dan memiliki berbagai fasilitas yang lengkap seperti: TV, VCD player, tape recorder, komputer, LCD dan OHP . Ruang Bimbingan dan KonselingSalah satu tujuan diadakannya layanan Bimbingan dan Konseling adalah untuk menyalaraskan kebutuhan jasmani dan rohani sehinggaperkembangan siswa dapat sejalan, yang pada akhirnya proses belajar   5.

BAB V HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menerapkan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) ini dilaksanakan pada kelas XB SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu. Sebelum penelitian, peneliti melakukan observasi terhadap

  7 Siswa memperhatikan Sebagian besar siswa 8 Siswa menanggapi Siswa menanggapi pembahasan pembahasan,pembelajaran dengan walupun guru harus 9 baik beberapa kalimenunjuk siswa agar kembali ke topikpelajaran 9 Siswa mengajukan Tidak ada siswa yang pertanyaan mengajukan9 pertanyaan terhadapguru pada saat pembelajaran saat itu 10 Siswa mengerjakan Tugas/latihan soal tugas yang diberikan yang diberikan olehdengan baik 9 tidak dikerjakan dengan baik olehpara siswa. Data aspek conscience dan compassion yang diperoleh melalui kuesioner pada pra penelitian tampak dalam lampiran 38 dan Tabel 5.3 Deskripsi Data Aspek Conscience dan Compassion Pada Pra Penelitian Kategori Rata-Rata Skor KriteriaSikap 3,24 CukupMinat 3,28 CukupHemat 3,41 BaikKerjasama 4,02 BaikTabel tersebut di atas menunjukkan data aspek conscience (sikap, minat, hemat) dan compassion (kerjasama) siswa pada pra penelitian.

2. Siklus Pertama

  Semua siswa dapat berperan aktifpada setiap kegiatan pembelajaran 2 Penilaian guru terhadap aktivitas siswa dalam kegiatanpembelajaran PPR 12 Keberhasilan yang telah Siswa mudah dan dicapai dengan menerapkan cepat memahamiPPR dalam pembelajaran materi Tabel tersebut menunjukkan refleksi guru selama penerapan PPR. 2)Siswa Dari hasil refleksi siswa terhadap lembar refleksi dan aksi pada siklus kedua diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 5.11 Hasil Refleksi Siswa terhadap Perangkat dan Model Pembelajaran dengan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) Pada Siklus II   No Aspek yang diamati Ya Tidak Komentar 1 Apakah anda Bisa mengetahui memperoleh manfaat fungsi konsumsi 2 Setelah mengikuti pembelajaran denganmenerapkan PPR, apakah Andasemakin berminat untuk mengikutikegiatan pembelajaranselanjutnya?

1. Aspek Competence

  Berdasarkan hasil tes aspek competence yang dilakukan dari kondisi awal sebelum penerapan pola PPR sampai akhir siklus II, tampak adapeningkatan pada aspek competence. Perkembangan aspek competence dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 5.12 Analisis Komparasi Aspek Competence Siswa Komponen Skor Rata-Rata SiklusRerata Pertama Kedua Pre test 35,88 47,65 41,77 Post test 73,82 74,71 74,27 Kenaikan 37,94 27,06 32,5Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa pada siklus pertama seluruh siswa mengalami peningkatan dalam aspek competence.

2. Aspek Conscience

  Berdasarkan hasil pengukuran sikap, minat, dan nilai hemat dapat didapat perkembangan rerata aspek conscience yang tersaji pada tabelberikut: Tabel 5.16 Perbandingan Skor Aspek Conscience antara Sebelum dan Sesudah Penerapan PPR Hasil RerataRata- Pengukuran Sebelum dan Keterangan rataSesudah Sebelum penerapan PPR 3,31 3,31 CukupAkhir siklus pertama 3,52 3,58 BaikAkhir siklus kedua 3,63 Dapat dilihat bahwa rerata skor aspek conscience menunjukkan perkembangan di setiap siklusnya. Perkembangan aspek conscience dapat dilihat juga dari hasil refleksi siswa terhadap perangkat dan model pembelajaran paradigma pedagogireflektif (PPR) di akhir siklus kedua yang menunjukkan bahwa sebanyak77% siswa memahami nilai-nilai kemanusiaan yang terkait dalam materi dan 23% atau kurang dari seperempat siswa kurang memahami nilai yangterkandung dalam materi.

3. Compassion

  Didukung pula dengan lembar refleksi dan aksi di setiap akhirsiklus yang menunjukkan sebagian besar siswa mengungkapkan bahwa jika bekerja sama dengan orang lain hasil yang para siswa peroleh antaralain: pekerjaan yang sulit/berat akan menjadi ringan dan mudah, saling menghormati dan menghargai pendapat orang lain, kekompakan. Terjadinya peningkatan di setiap aspek yang conscience diteliti menggambarkan bahwa ada perkembangan pada aspek competence, conscience , dan compassion dalam diri siswa meskipun kenaikan skor tersebut relatif kecil dan masih dalam kriteria yang sama pada data kualitatif.

BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil

  kesimpulan bahwa pembelajaran materi fungsi konsumsi dan tabungan dengan penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dapatmeningkatkan aspek competence, conscience, dan compassion siswa XBSMA Pangudi Luhur St. Pada aspek conscience sebelum penerapanPPR dilakukan pengukuran dengan skala Likert diperoleh skor sebesar3,31 menjadi 3,58 setelah penerapan PPR, naik sebesar 8,15% atau jika data kuntitafif dikonversikan ke data kualitatif naik dari kriteria cukupsebelum penerapan PPR menjadi kriteria baik setelah penerapan PPR.

B. Keterbatasan Penelitian

  Seharusnya dibutuhkan waktu 135 menit untuk satu siklus namun karena kurangnya waktu dalam satupertemuan sehingga dilanjutkan ke pertemuan berikutnya, satu siklus siklus dua pertemuan dengan jeda waktu beberapa hari,sehingga harus ada penyesuaian lagi untuk pertemuan berikutnya. Karena ada kemungkinansiswa mengisi dengan tidak jujur, sehingga ada kemungkinan hasil pengukuran conscience dan compassion tidak mencerminkankeadaan yang sebenarnya.

3. Guru masih canggung dalam penerapan beberapa model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini

4. Banyaknya butir soal dalam lembar kuesioner dan lembar refleksi sehingga membuat siswa kurang antusias ketika dibagi lembartersebut, dan kemungkinan siswa tidak serius dalam mengisi

C. Saran

Sehubungan dengan penelitian yang telah dilakukan, ada beberapa saran yang perlu dipertimbangkan sebagai bahan untuk meningkatkan mutupendidikan khususnya dalam proses pembelajaran, diantaranya adalah sebagai berikut :1) Bagi GuruPPR dapat digunakan sebagai salah satu pembelajaran yang inovatif, karena selain mengembangkan aspek competence para siswa, PPR jugadapat mengembangkan aspek conscience dan compassion siswa.2) Bagi KampusPPR digunakan untuk referensi tambahan pembelajaran inovatif yang nantinya dapat diterapkan dalam perkuliahan.

DAFTAR PUSTAKA

  Misal dari kemandirian dalam pengelolaan uang saku yang diberikan,menjadikan siswa semakin selektif dalam mengonsumsi, terkait dengan masalah fungsi konsumsi dan tabungan. Compassion/belarasa:Siswa memiliki kepekaan terhadap permasalahan yang ada di sekitar mereka terkait dengan nilai kerjasama, misalnya menjadikan siswa pedulidengan teman mereka misal siswa mampu bekerjasama dalam satu kelompok, bahkan membantu teman yang mengalami kesulitan dalammengerjakan latihan.

B. Materi Ajar :

a. Konsumsi

1) Pengertian Konsumsi

  Pengeluaran konsumsi meliputi semua pengeluaran rumah-rumah tangga keluarga dan perseorangan serta lembaga- lembaga swastabukan perusahaann untuk membeli barang dan jasa-jasa yang yang langsung dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhanmereka. Pembelian barang-barang tahan lama yang baru, seperti mobil, televisi, dan sebagainya selain bangunan rumah, tergolongsebagai pengeluaran konsumsi .

2) Fungsi Konsumsi

  Dalam kebanyakan konsumsi pemerintah dibedakan dua macam pengeluaran konsumsi, yaitu pengeluaran konsumsi rumah tangga yang dalam literekonomi pada umumnya diberi simbol (C) sebagaisingkatan dari consumption expenditure. Angka MPC lebih besar daripada setengah menunjukkan bahwa penggunaan tambahan pendapatan sebagian besar digunakan untukmenambah besarnya konsumsi, sedangkan sisanya, yaitu yang jumlahnya lebih kecil, akan merupakan tambahan untuk saving (S).

2) Faktor eksternal, yaitu:

  Guru mempersiapkan siswa agar siap mengikuti pelajaran b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai para siswac.

1) Konteks :

2. KEGIATAN INTI (70 menit) 2) Pengalaman : PENUTUP (10 menit)

3) Refleksi:

  Saya merasa (puas/tidak puas) dalam kerja kelompok yang saya kerjakan tadi? (10 menit) Pertemuan Kedua Setelah kalian tahu tentang pentingnya sikap kritis, tindakan/niat apa yang akan dilakukan selanjutnya dalam hidupkalian sehari-hari?

H. Sumber Belajar − Kardiman, dkk. 2006. Prinsip-prinsip Ekonomi 1. Jakarta: Yudhistira

  Misal dari kemandirian dalam pengelolaan uang saku yang diberikan,menjadikan siswa semakin selektif dalam mengonsumsi, terkait dengan masalah fungsi konsumsi dan tabungan. Compassion/belarasa:Siswa memiliki kepekaan terhadap permasalahan yang ada di sekitar mereka terkait dengan nilai kerjasama, misalnya menjadikan siswa pedulidengan teman mereka misal siswa mampu bekerjasama dalam satu kelompok, bahkan membantu teman yang mengalami kesulitan dalammengerjakan latihan.

B. Materi Ajar

  Tabungan 1) Pengertian TabunganTabungan ialah sisa dari pendapatan yang telah digunakan untuk pengeluaran pengeluaran konsumsi. Pendapatan yang diterima Semakin banyak pendapatan yag diterima berarti semakinbanyak pula pendapatan yang disisihkan untuk saving.

1. PENDAHULUAN (10 menit) a

  Guru melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali materi pelajaran pada pertemuan sebelumnya 1) Konteks : a. Salah satu kelompok diberi kesempatan Guru bersama dengan siswa menarik kesimpulan tentang pelajaran fungsi tabungan ini dan meyakinkan pentingnya kerja sama dalamdiskusi kelompok.(5 menit) Pertemuan Kedua f.

1. PENUTUP a

  Guru memberikan pertanyaan refleksi secara tertulis kepada siswa, yang terdiri dari: (5 menit)1) Apa yang kalian rasakan dalam berdiskusi kelompok?2) Nilai apa yang dapat kalian petik dari diskusi kelompok?3) Apa manfaatnya jika kita dapat bekerjasama dengan teman lain?4) Nilai-nilai apa yang terkandung dalam video tadi?5) Apakah manfaat yang dapat kita rasakan jika kita bisa berhemat? 2)Fungsi konsumsi dan tabungan mempunyai persamaan sebagai berikut : Fungsi konsumsi : C = a + bYdDimana : a = konstanta yang menunjukkan tingkat konsumsi padasaat disposable income adalah 0b = konstanta yang menunjukkan MPCC = tingkat konsumsi Yd = tingkat disposable income c.

INSTRUMEN PENILAIAN KERJA SAMA

  Saya senang mengikuti pelajaran ekonomi karena dapat berinteraksidengan teman dan bekerja sama O O O OSangatSetuju SangatTidakSetuju Saya berusaha mengerjakan tugas-tugas ekonomi yang diberikan guru denganbaik O O O OSangatSetuju 4. Setelah membaca artikel yang tentang ”Tips Agar Lebih Hemat di Tahun 2012”, pilihlah salah satu dari beberapa tips yang ada pada artikel tersebut yang menurut kalian dapat diterapkan mulaidari sekarang!

ITEM PERNYATAAN RATA-

  Lampiran 33 HASIL OBSERVASI KEGIATAN SISWA PRA PENELITIAN(catatan Anekdotal) Nama pengamat : Robertus Prastya JatiTanggal dan waktu observasi : Sabtu, 31 Maret 2012 jam ke 3Subyek yang diamati : Seluruh siswa XBKelas : XBSebelum dimulai proses pembelajaran siswa mempersiapkan diri dan alat tulis mereka, namun ada beberapa siswa yang kurang mempersiapkan diri dengan tidakmengeluarkan alat tulis. Penjelasan dari beberapa siswa yang ditunjuk oleh guru tidak ditanggapi oleh siswa lain HASIL OBSERVASI KEGIATAN GURU PRA PENELITIAN(catatan Anekdotal) Nama pengamat : Robertus Prastya JatiTanggal dan waktu observasi : Sabtu, 28 April 2012 pada jam ke 3 dan Selasa, 1 Mei 2012 pada jam ke 2 Subyek yang diamati : Ibu P.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pembelajaran kooperatif tipe course review horay untuk meningkatkan keaktifan belajar matematika siswa SMP kelas IX
0
5
148
Penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation untuk meningkatkan hasil belajar sosiologi SMA SIT Fajar Hidayah Kotawisata-Cibubur: penelitian tindakan di SMA Fajar Hidayah pada kelas X
0
6
75
Penerapan metode diskusi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS pada siswa kelas IV MI pangkalan Kota Sukabumi
4
9
221
Penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa
2
8
120
Penerapan metode pembelajaran SQ3R untuk meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa
0
7
241
Penerapan pembelajaran aktif metode permainan bingo untuk meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa kelas III SDN Tunas Mekar
2
15
171
Penggunaan media pembelajaran zooming presentation untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas x pada konsep suhu dan kalor
0
6
6
Penerapan strategi pembelajaran aktif metode information search dan role play dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi fiqih
4
31
143
Penerapan model pembelajaran direct instruction untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep termokimia
0
2
18
Penerapan variasi stimulus untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi pokok bahasan pendapatan nasional kelas X di SMA Negeri 12 Kota Tangerang Selatan
0
8
187
Penerapan model motivasi ARCS dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan disposisi matematik siswa
0
15
0
Penerapan pembelajaran aktif metode card sort pada materi PAI dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Darul Ma'arif Jakarta Selatan
1
13
168
Penerapan model pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan motivasi belajar PAI siswa SD Negeri Ciherang 01: penelitian tindakan kelas
1
8
0
Suatu tinjauan terhadap prosedur dan pelaksanaan tabungan umum dan tabungan siswa dalam upaya meningkatkan dana tabungan pada PD.BPR Kodya Dati II Bandung
0
3
58
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair square pada materi ruang dimensi tiga untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Baubau
0
1
12
Show more