Efek hepatoprotektif jangka waktu enam jam ekstrak etanol daun macaranga tanarius L. terhadap ALT-AST pada tikus jantan terinduksi karbon tetraklorida.

Gratis

0
2
111
2 years ago
Preview
Full text

HALAMAN PERSEMBAHAN

Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan, dan kehidupan. (Amsal 22 : 4) Kupersembahkan skripsi ini untuk…Tuhan Yesus Kristus atas segala berkat dan pertolongan-Nya di dalam hidupku Papa dan Mama tercinta , adikku Jipi, serta keluarga besarku atas doa dan dukungan yang tidak putus-putusnyaReza Eka Putra atas cinta, dukungan, dan semangat Sahabat-sahabatku terkasihAlmamaterku tercinta

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  tanarius, dan 3 kelompok perlakuan yang diberi dosis ekstrak etanol daun M.tanarius berturut-turut 3840 ; 1280 ; dan 426 mg/Kg BB kemudian diberi karbon tetraklorida pada jangka waktu 6 jam setelah pemberian ekstrak etanol M.tanarius. tanarius pada jangka waktu 6 jam mempunyai efek hepatoprotektif pada tikus jantanterinduksi karbon tetraklorida pada dosis 3840 ; 426; dan 1280 mg/Kg BB dengan memberikan efek hepatoprotektif berturut-turut sebesar 32,2 ; 54,4 ; dan67,9 %.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hati berperan utama dalam metabolisme dari lemak, karbohidrat, dan

  pada jangka waktu 6 jam untuk melihat dosis efektif yang dapat digunakan pada pengobatan kerusakan hati akut serta membandingkan dengan penelitian efek hepatoprotektif ekstrak etanolik daun Macaranga tanarius L.jangka panjang dan jangka pendek yang juga dilakukan secara bersamaan. Kemudian studi ini dilanjutkan oleh Silli (2012) denganmenggunakan dosis efektif tersebut (1280 mg/Kg BB) secara jangka pendek, yaitu pada waktu ½, 1, 2, 4, dan 6 jam dengan jangka waktu 6 jam sebagai waktu efektifyang memberikan efek hepatoprotektif paling baik.

1. Rumusan masalah

  Keaslian penelitian Sejauh pengamatan penulis, studi yang dilakukan Phommart, dkk(2005) melaporkan adanya konstituen senyawa flavonoid, yaitu tanariflavanone D, nymphaeol A, dan nymphaeol C yang mempunyai aktivitas antioksidan terhadap DPPH dan nymphaeol B sebagai agen antiinflamasi dalam uji siklooksigenase-2 dari ekstrak n-heksana dan kloroform daun M. Kemudian studi ini dilanjutkanoleh Silli (2012) dengan menggunakan dosis efektif tersebut secara jangka 6pendek yaitu pada waktu ½, 1, 2, 4, dan 6 jam dengan jangka waktu 6 jam sebagai waktu efektif yang memberikan efek hepatoprotektif paling baik.

3. Manfaat penelitian

  tanarius yang memiliki efek hepatoprotektif jangka pendek dan dosis efektif. tanarius yang memiliki efek hepatoprotektif jangkapendek untuk dapat diaplikasikan pada penderita kerusakan hati tingkat akut.

B. Tujuan Penelitian

  Tujuan khususSecara khusus penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dosis paling efektif pemberian ekstrak etanol daun Macaranga tanarius L. pada jangkawaktu jam ke-6 yang dapat memberikan efek hepatoprotektif pada tikus jantan yang terinduksi karbontetraklorida.

BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Anatomi dan Fisiologi Hati Hepar adalah kelenjar terbesar yang memiliki berat 1500 g atau 2,5%

  Sel Kupffer ini memiliki fungsi utama menelan eristrosit dan leukosit yang mati, mikroorganisme danbenda asing yang masuk dalam hepar (Baradero dkk., 2008). Trigliserid, kolesterol, dan fosfolipiddisintesis dalam hati dari asam lemak dan kompleksnya dengan protein aseptor lipid spesifik untuk membentuk lipoprotein dengan densitas sangat rendah yangmasuk ke dalam plasma.

B. Kerusakan Hati

  Kerusakan sel hati akut umumnya diakibatkan nekrosis sel hati yang luas dan akut yang dapat disebabkan oleh virus hepatitis, obat dan bahan kimia yangtoksik. Kerusakan hati akut dapat digolongkan menjadi jaundice (kuning), hipoglikemia, kecenderungan untuk perdarahan yang disebabkan kegagalansintesis faktor pembeku darah dalam hati, gangguan elektrolit dan asam basa, hepatik ensefalopati, sindrom hepatorenal, dan kenaikkan serum enzim yangberhubungan dengan kasus nekrosis sel hati.

C. Hepatotoksin

  Kerusakan yang ditimbulkan bergantung dosis dan dapat dicobakan pada hewan uji dan menyebabkan lesi yang mirip pada manusia (Zimmerman,1999). Hepatotoksin tak teramalkan (idiosinkratik)Senyawa yang termasuk golongan ini yaitu senyawa yang mempunyai sifat tidak toksik pada hati, akan tetapi dapat menyebabkan penyakit hati padaindividu yang hipersensitif terhadap senyawa tersebut yang diperantarai oleh mekanisme alergi (misalnya sulfonamid, halotan) atau karena keabnormalanmetabolik menuju penumpukan metabolit toksik (misalnya iproniazid, isoniazid) 13(Zimmerman, 1999 ; Donatus, 1992).

D. Karbon Tetraklorida (CCl 4 )

  Studi yang dilakukan Janakat dan Al-Merie (2002) menunjukkan kenaikan serum ALT dan AST paling signifikan terjadi pada 24 jam setelah ingestikarbontetraklorida dengan pengamatan hepatotoksisitas dari 2 jam setelah ingesti karbon tetraklorida secara intraperitonial. Hasil ini sesuai dengan levelpeningkatan relatif nilai enzim serum terhadap induksi beberapa senyawa racun yang disajikan pada tabel dibawah ini yang dapat menjadi patokan dari kenaikanaktivitas serum ALT-AST akibat pemejanan karbontetraklorida.

E. Metode Uji Hepatotoksisitas

  Zimmerman (1999) mengemukakan beberapa parameter yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kerusakan hati antara lain : (1) uji enzim serum ;(2) pemeriksaan asam amino dan protein; (3) perubahan penyusun kimia dalam hati; (4) uji ekskretori hati; dan (5) analisis histologi. Pemeriksaan asam amino dan proteinPemeriksaan asam amino dan protein penting dilakukan karena metabolisme asam amino di hati membentuk ammonia dan ureum terjadi secaralebih lambat dan meningkatkan kadar globulin (Zimmerman, 1999).

F. Macaranga tanarius L

  tanarius megastigman glukosida dinamai macarangiosida, bersama dengan malofenol B, lauroside E, methyl brevifolin carboxylate, dan hyperin dan isoquercitrin (Matsunami, dkk, 2006), serta lignan glukosida, pinoresinol, dan 2 megastigman glukosida, dinamai macarangiosida E dan F, bersama dengan 15 komponen lain yang telah diketahui dilaporkan terdapat pada daun M. tanarius tersebar luas, dari Kepulauan Andaman dan Nicobar, Indo- Cina, Cina Selatan, Taiwan dan Kepulauan Ryukyu, seluruh Malesia, sampai keAustralia Utara dan Timur dan Melanesia.

G. Metode Penyarian

  Cairan penyari akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat aktif, zat aktif akan larut dan karena adanya perbedaankonsentrasi antara larutan zat aktif di dalam dan di luar sel, maka larutan yang terpekat didesak keluar. 22Ekstrak merupakan sediaan pekat yang diperoleh dengan cara mengekstraksi zat aktif yang berasal dari simplisia nabati atau hewani denganmenggunakan pelarut yang sesuai, kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlakukan sedemikian rupahingga memenuhi baku yang telah ditetapkan (Dirjen POM, 1995).

H. Landasan Teori

  Kemudian studi ini dilanjutkan oleh Silli (2012) dengan menggunakan dosis efektif tersebut secara jangka pendek yaitu pada waktu ½, 1, 2, 4, dan 6 jamdengan jangka waktu 6 jam sebagai waktu efektif yang memberikan efek hepatoprotektif paling baik. Dengan selisih kepolaran yang kecil (0,05) antara metanol dan etanol dimungkinkan adanya senyawa yang sama yang dapat memberikan efekhepatoprotektif pada penelitian ini, yaitu macarangiosida A-C dan malofenol B.

I. Hipotesis

  memiliki efek hepatoprotektif jangka pendek jangka waktu jam ke-6 pada tikus jantan terinduksikarbontetraklorida. Hal ini dapat diketahui dari adanya penurunan aktivitas serum ALT dan AST pada tikus jantan.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental murni dimana

B. Variabel Penelitian

  dilakukan perlakuan terhadap sejumlah variabel penelitian. Rancangan penelitian ini termasuk rancangan acak lengkap pola searah.

1. Variabel penelitian

  Variabel bebasVariasi dosis pemberian ekstrak etanol daun M. tanarius terhadap sel hati tikus yang terinduksi karbontetraklorida, dengan tolakukur kuantitatif berdasarkan penurunan aktivitas serum ALT dan AST.

2. Definisi operasional

  tanarius adalah ekstrak kental yang diperoleh dengan mengekstraksi serbuk kering daun M. Jangka waktu 6 jam, yaitu penelitian ini dilakukan dalam selang waktu 6 jam, hasil ini diperoleh sebagai waktu efektif dari penelitian efekhepatoprotektif ekstrak etanol jangka pendek pada tikus jantan terinduksi karbon tetraklorida.

C. Bahan Penelitian

1. Bahan utama

  tanarius yang dipanen dari Kebun Obat Fakultas Farmasi USD Yogyakarta pada bulan Mei 2012. Subyek uji yang digunakan yaitu tikus jantan putih galur Wistar usia 2-3 bulan, berat badan 150-250 gram yang diperoleh dari Laboratorium Imono Fakultas Farmasi USD Yogyakarta.

2. Bahan kimia

  Aquabidest yang dipergunakan dalam uji serum darah yang diperoleh dari Laboratorium Farmakologi-Toksikologi Fakultas Farmasi USD. Bahan untuk mengukur aktivitas serum ALT dan AST berupa reagen kit-ALT (GPT) FS* dan kit-ASAT (GOT) FS* produksi Dyasis yang digunakan untuk mengukur aktivitas ALT-AST serum.

D. Alat Penelitian

  Alat pembuatan ekstrak etanol-air daun M. tanarius Seperangkat alat gelas, yaitu Bekker glass, gelas ukur, labu ukur, cawan porselen, pipet tetes, batang pengaduk, mesin penyerbuk, shaker,oven, dan timbangan analitik.

E. Tata Cara Penelitian

  Konsentrasi yang dapat digunakan adalah konsentrasi pekat yang dapat dibuat dimana pada konsentrasi tersebut ekstrak dapat dimasukkan sertadikeluarkan dari spuit per oral. tanarius adalah: D x BB = C x VD x 0,250 Kg/BB = 384 mg/ml x 2,5 ml D = 3840 mg/KgBB 32Dua dosis lainnya diperoleh dengan menurunkan 3 dan 6 kalinya dari dosis tertinggi sehingga didapatkan dosis 1280 mg/Kg BB dan 426mg/Kg BB.

a. Penetapan dosis hepatotoksin karbontetraklorida

  Pemilihan dosis karbontetraklorida dilakukan untuk mengetahui pada dosis berapa karbontetraklorida mampu menyebabkan kerusakanpada hati tikus yang ditandai dengan peningkatan aktivitas GPT-serum paling tinggi. Dosis hepatotoksik yang digunakan dalam penelitian inimengacu pada penelitian Janakat dan Al-Merie (2002), bahwa dosis 2 ml/kg BB sudah terbukti mampu meningkatkan aktivitas ALT serumsecara signifikan pada tikus bila diberikan secara intraperitonial tanpa menyebabkan kematian pada hewan uji.

b. Penetapan waktu pencuplikan darah

  tanarius dengan dosis 3840 ; 1280 ; dan 426mg/Kg BB kemudian pada 6 jam setelah perlakuan diberikan dosis hepatotoksik karbon tetraklorida 2 ml/Kg BB. Pembuatan serum Darah mencit diambil melalui sinus orbitalis mata dengan pipa kapiler dan ditampung dalam tabung sentrifugasi melalui dinding tabung 34kemudian disentrifugasi dengan kecepatan 3000 rpm selama 15 menit dan diambil supernatannya (serum).

12. Pengukuran aktivitas serum ALT dan AST

  Alat yang digunakan pada pengukuran aktivitas serum ALT danAST adalah vitalab-mikro. Pada analisis fotometri ini dengan serum ALT dilakukan dengan reagen, yaitu reagen I dan reagen II.

F. Tata Cara Analisis Hasil

  Jika didapatkan distribusi data yang normal maka dilanjutkan dengan analisis pola searah (One Way ANOVA) dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Scheffe untuk mengetahui perbedaan masing-masing kelompok. Akan tetapi bila didapatkan distribusi tidak normal, maka dilakukan analisis dengan uji Kruskal Wallis untukmengetahui perbedaan aktivitas serum ALT dan AST antar kelompok.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan khasiat dari

A. Hasil Determinasi Tanaman

  ekstrak etanol-air daun M.tanarius sebagai agen hepatoprotektif pada tikus jantan terinduksi karbontetraklorida pada jangka waktu 6 jam. Determinasi tanaman dilakukan bertujuan menetapkan kebenaran sampel yang digunakan berkaitan dengan ciri-ciri morfologis tanaman berdasarkankepustakaan dan menghindari kesalahan dalam proses pengumpulan bahan.

B. Hasil Penimbangan Bobot Ekstrak Etanol-air daun M. tanarius

  Tujuannyaadalah untuk menentukan batasan atau rentang seberapa senyawa yang hilang selama pengeringan, dimana akan mempengaruhi bobot ekstrak yang diperolehkarena akan mempengaruhi konsentrasi dan dosis ekstrak. Untuk susut pengeringan ekstrak sebesar 0% pada jam ke-72 sehingga dapat diketahui bahwa pada ekstrak tidak ada lagi pelarut yang masih tersisa.

C. Orientasi Waktu Pencuplikan Darah Hewan Uji

  Aktivitas serum ALT dan perbandingan antar waktupencuplikan darah hewan uji pada karbon tetraklorida dosis 2 ml/Kg BB Waktu Purata aktivitas Kebermaknaan terhadap pencuplikan serum ALT ±0 jam 24 jam 48 jam (jam) SE (U/L) Gambar 5. Diagram batang aktivitas serum AST tikus setelah induksi karbontetraklorida 2 ml/kg BB pada pencuplikan darah0 jam, 24 jam, dan 48jam Keterangan : 1 = pencuplikan darah 0 jam ; 2 = pencuplikan darah 24 jam ; 3 = pencuplikan darah 48 jamDari tabel 1 dan gambar 4 dapat dilihat bahwa nilai aktivitas serum ALT pada jam ke-0, jam ke-24, dan jam ke-48 berturut-turut adalah 73,2 ± 12,9 ; 246,4 ± 17,0 ; dan 102 ± 14,6 U/L.

D. Efek Hepatoprotektif Jangka Waktu 6 jam Ekstrak Etanol Daun M

  tanarius pada berbagai variasi dosisKeterangan : 1 = Kelompok kontrol hepatotoksin ; 2 = Kelompok kontrol negatif ; 3 = Kelompok kontrol perlakuan dosis 3840 mg/Kg BB ; 4 = Kelompok praperlakuan dosis 3840 mg/Kg BB ; 5 =Kelompok praperlakuan dosis 1280 mg/Kg BB ; 6 = Kelompok praperlakuan dosis 426 mg/Kg 42 Gambar 8. tanarius pada berbagai variasi dosisKeterangan : 1 = Kelompok kontrol hepatotoksin ; 2 = Kelompok kontrol negatif ; 3 = Kelompok kontrol perlakuan dosis 3840 mg/Kg BB ; 4 = Kelompok praperlakuan dosis 3840 mg/Kg BB ; 5 =Kelompok praperlakuan dosis 1280 mg/Kg BB ; 6 = Kelompok praperlakuan dosis 426 mg/Kg Tabel 5.

1. Kontrol negatif (Olive Oil dosis 2 ml/Kg BB)

  Aktivitas serum ALT dan perbandingan antar waktupencuplikan darah hewan uji pada olive oil dosis 2 ml/Kg BB Waktu pencuplikan(jam) Purata aktivitas serum ALT ±SE (U/L) Kebermaknaan terhadap 0 jam 24 jam0 jam 90,2 ± 4,9 - BTB 24 jam 82,2 ± 2,7 BTB -Keterangan: BB = berbeda bermakna ; BTB = berbeda tidak bermakna (p<0,05) ; SE = Standar error Tabel 8. Sebagai data pendukung, dilakukan jugapengukuran terhadap aktivitas AST-serum pada jam ke-0 sebesar 122,8 ± 5,7U/L sedangkan aktivitas AST-serum pada jam ke-24 sebesar 118,6 ± 5,1 U/L, data ini juga digunakan sebagai patokan nilai normal serum AST untukpenelitian ini selanjutnya.

2. Kontrol hepatotoksin (karbon tetraklorida 2 ml/Kg BB)

  Kontrol hepatotoksin bertujuan untuk mengetahui pengaruh induksi karbontetraklorida 2 ml/Kg BB terhadap sel hati tikus sekaligus sebagaipatokan dalam menganalisa efek hepatoprotektif ekstrak etanol daun M. Pada serum AST bila dibandingkan dengan aktivitas serum AST kontrol negatif olive oil sebesar 118,6 ± 5,1 U/L maka terlihat adanyakenaikan aktivitas AST-serum lebih kurang 5,03 kalinya sedangkan presentase perbedaan sebesar 402,7 % dibandingkan dengan kontrol negatif.

3. Kontrol ekstrak etanol daun M. tanarius 3840 mg/Kg BB

  tanarius dosis 3840 ; 1280 ; dan 426 mg/Kg BB jangka waktu 6 jam pada tikus jantan terinduksikarbontetraklorida 2 ml/Kg BB Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh dari praperlakuan jangka pendek yang telah dilakukan pada rentang waktu ½, 1, 2, 4, dan 6 jamdosis 1280 mg/Kg BB (Silli, 2012), pada penelitian ini waktu praperlakuan jangka pendek ekstrak etanol daun M. tanarius pada tikusjantan terinduksi karbontetraklorida didasarkan pada penurunan nilai aktivitas 48serum ALT dan AST akibat praperlakuan ekstrak etanol daun M.

E. Rangkuman Pembahasan Penelitian ini menggunakan 3 peringkat dosis ekstrak etanol daun M

  Pada pengukuran aktivitas nilai ALT dan AST kontrol negatif olive oil 2 ml/Kg BB dengan kontrol ekstrak etanol daun M. tanarius menunjukkanhasil berbeda tidak bermakna pada aktivitas nilai ALT dan hasil berbeda bermakna pada aktivitas nilai AST.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Dosis paling efektif hepatoprotektif pemberian dengan waktu 6 jam ekstrak

B. SARAN

  pada tikus jantan yang terinduksi karbon tetraklorida sebesar 426 mg/Kg BB. Uji hepatoprotektif dengan ekstrak etanol daun M.

DAFTAR PUSTAKA

  tanarius Foto larutan ekstrak etanol daun M. Analisis statistik aktivitas serum ALT pada uji pendahuluan penentuan waktu pencuplikan darah hewan uji pada karbontetraklorida dosis 2 ml/Kg BB DescriptivesDescriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std.

2 ANOVA ALT Sum of Squares df Mean Square F Sig

  Analisis statistik aktivitas serum ALT pengaruh perlakuan jangka waktu 6 jam ekstrak etanol daun M. 73 Homogeneous SubsetsALT Scheffe Subset for alpha = 0.05kelompok_perlakuan N 1 2 3 4 Kelompok kontrol 5 68.0000ekstrak 6 jam Kelompok perlakuan 5 79.0000 79.0000 dosis 1280 mg/Kg BBKelompok kontrol olive 5 82.2000 82.2000oil Kelompok perlakuan 5 1.1240E2 dosis 426 mg/Kg BBKelompok perlakuan 5 1.6700E2dosis 3840 mg/Kg BB Kelompok Kontrol 52.4640E2 hepatotoksin Sig.

3 ANOVA AST Sum of Squares df Mean Square F Sig

29 Means

Between Groups 1150313.500 5 230062.700 266.225 .000 Within Groups 20740.00024 864.167 Total 1171053.500 Case Processing SummaryCases Included Excluded Total N Percent N Percent N Percent AST * kelompok_perlakuan30 100.0% .0% 30 100.0% 76 ReportAST Std.kelompok_perlakuan Mean N Deviation Kelompok Kontrol hepatotoksin5.9620E2 5 56.67186 Kelompok Kontrol olive oil1.1860E2 5 11.50217 Kelompok kontrol ekstrak 6 jam1.8060E2 5 14.57052 Kelompok perlakuan dosis 3840 mg/Kg BB5.1320E2 5 36.25879 Kelompok perlakuan dosis 1280 mg/Kg BB 1.3060E2 5 8.20366 Kelompok perlakuan dosis 426 mg/Kg BB4.6780E2 5 15.70669 Total3.3450E2 30 200.95063 ANOVA TableSum of Squares df Mean Square F Sig. AST * Between Groups (Combined) 1150313.500 5 230062.700 266.225 .000 kelompok_perlakuanLinearity 5339.111 1 5339.111 6.178 .020 Deviation from 1144974.389 4 286243.597 331.237 .000 LinearityWithin Groups 20740.000 24 864.167 Total 1171053.500 29 Measures of Association R R Squared Eta Eta SquaredAST * kelompok_perlakuan -.068 .005 .991 .982 77 18.60 Total 10 15.00 Total 3.00 5 40.00 Kelompok Kontrol olive oil 8.00 5 b. Grouping Variable: kelompok_perlakuanMann-Whitney Test Rankskelompok_perlakuan N Mean Rank Sum of Ranks AST Kelompok Kontrolhepatotoksin 30 Test Statistics a,b ASTChi-Square 27.028 Df 5 Kruskal-Wallis TestRankskelompok_perlakuan N Mean Rank AST Kelompok Kontrol hepatotoksin 7.10 Kelompok perlakuan dosis 426 mg/Kg BB 5 23.00 Kelompok perlakuan dosis 1280 mg/Kg BB 5 13.00 Kelompok perlakuan dosis 3840 mg/Kg BB 5 3.90 Kelompok kontrol ekstrak 6 jam 5 27.40 Kelompok Kontrol olive oil 5

5 Asymp. Sig. .000

a. Kruskal Wallis Test

  Grouping Variable: kelompok_perlakuanMann-Whitney Test Rankskelompok_perlakuan N Mean Rank Sum of Ranks AST Kelompok kontrol ekstrak 6 jam 5 8.00 40.00 Kelompok perlakuan dosis 1280 mg/Kg BB 5 3.00 15.00 Total 10 Test Statistics b ASTMann-Whitney U .000 Wilcoxon W 15.000Z -2.611 Asymp. Rumus perhitungan efek hepatoprotektif : Aktivitas ALT− serum kontrol hepatotoksin karbon tetraklorida − ( Aktivitas ALT− serum perlakuan ) Aktivitas ALT− serum kontrol hepatotoksin karbon tetrakloridax 100% Dengan rumus tersebut maka perhitungan efek hepatoprotektif pada aktivitas ALT adalah sebagai berikut : Kelompok M.

BIOGRAFI PENULIS

  Penulis skripsi dengan judul “Efek Hepatoprotektif Jangka Waktu 6 jam Ekstrak Etanol DaunMacaranga tanarius L. terhadap Aktivitas ALT-AST pada Tikus Jantan Terinduksi Karbon Tetraklorida ” memiliki nama lengkap ChristineHerdyana Febrianti, merupakan anak pertama dari dua bersaudara pasangan Djunaedi Sutianto dan Herlin Bekti Subroto.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Efek hepatoprotektif pemberian jangka pendek 6 jam fraksi heksan-etanol dari ekstrak metanol-air Macaranga tanarius (L.) Müll. Arg. terhadap kadar alt-ast pada tikus terinduksi karbon tetraklorida.
0
4
139
Pengaruh waktu protektif pemberian infusa daun macaranga tanarius L. secara akut terhadap kadar ALT-AST pada tikus terinduksi karbon tetraklorida.
0
0
117
Efek hepatoprotektif infusa daun macaranga tanarius L. pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida.
0
0
108
Efek hepatoprotektif ekstrak etanol-air daun Macaranga tanarius L. pada tikus terinduksi karbon tetraklorida : kajian terhadap praperlakuan jangka panjang.
0
1
109
Efek hepatoprotektif ekstrak etanol-air daun Macaranga tanarius L. pada tikus terinduksi karbon tetraklorida : kajian terhadap praperlakuan jangka pendek.
0
1
111
Efek hepatoprotektif jangka pendek ekstrak metanol-air daun macaranga tanarius L. terhadap tikus terinduksi karbon tetraklorida.
0
4
106
Efek hepatoprotektif ekstrak metanol-air daun Macaranga tanarius L. pada tikus terinduksi karbon tetraklorida: kajian terhadap praperlakuan jangka waktu 30 menit.
0
3
114
Efek hepatoprotektif ekstrak metanol:air (50:50) daun macaranga tanarius L. terhadap kadar ALT-AST serum pada tikus terinduksi karbon tetraklorida.
0
1
123
Efek hepatoprotektif jangka waktu enam jam ekstrak etanol daun macaranga tanarius L. terhadap ALT AST pada tikus jantan terinduksi karbon tetraklorida
0
1
109
Efek hepatoprotektif ekstrak metanol:air (50:50) daun macaranga tanarius L. terhadap kadar ALT-AST serum pada tikus terinduksi karbon tetraklorida - USD Repository
0
0
121
Efek hepatoprotektif ekstrak metanol-air daun Macaranga tanarius L. pada tikus terinduksi karbon tetraklorida: kajian terhadap praperlakuan jangka waktu 30 menit - USD Repository
0
1
112
Efek hepatoprotektif jangka pendek ekstrak metanol-air daun macaranga tanarius L. terhadap tikus terinduksi karbon tetraklorida - USD Repository
0
0
104
Efek hepatoprotektif ekstrak etanol-air daun Macaranga tanarius L. pada tikus terinduksi karbon tetraklorida : kajian terhadap praperlakuan jangka pendek - USD Repository
0
0
109
Efek hepatoprotektif ekstrak etanol-air daun Macaranga tanarius L. pada tikus terinduksi karbon tetraklorida : kajian terhadap praperlakuan jangka panjang - USD Repository
0
0
107
Efek hepatoprotektif infusa daun macaranga tanarius L. pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida - USD Repository
0
0
106
Show more