Efektivitas model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek dalam pokok bahasan bangun ruang sisi datar ditinjau dari hasil belajar dan kreativitas pembuatan tugas proyek siswa kelas VIII A di SMP Pangudi Luhur Ambarawa tahun 2

Gratis

0
0
249
2 years ago
Preview
Full text
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Scholastica Trisa Yualita (2016). Efektivitas Model Pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) Mengakomodasi Tugas Proyek dalam Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau dari Hasil Belajar dan Kreativitas Pembuatan Tugas Proyek Siswa Kelas VIII A di SMP Pangudi Luhur Ambarawa Tahun 2015/2016.Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika. Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran model NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek pada materi bangun ruang sisi datar di kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Ambarawa untuk meningkatkan hasil belajar dan kreativitas siswa. Penelitian ini merupakan penelitian VIII A yang dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2015/2016. Subjek penelitian adalah siswa-siswi kelas VIII A dengan model pembelajaran NHT mengakomodasi tugas proyek dan VIII E dengan model pembelajaran konvensional. Instrumen pengumpulan data tes meliputi pretest dan posttest, untuk instrumen tes dilakukan validitas pakar dengan dosen pembimbing dan guru mata pelajaran, selanjutnya validitas butir soal dengan kelas yang sudah menerima materi itu. Untuk data nontes berupa lembar keterlaksanaan pembelajaran dan kuesioner kreativitas divalidasi oleh ahli yaitu dosen pembimbing. Setelah semua instrumen dinyatakan sudah memenuhi syarat yang ditetapkan dilanjutkan dengan pengambilan data. Pertama dilakukan ujian pretest di kelas VIII A dan VIII E untuk mengetahui rata-rata dari kedua kelas. Kelas VIII E menggunakan model pembelajaran ceramah sedangkan kelas VIII A menggunakan model NHT mengakomodasi tugas proyek dengan materi yang sama pada kedua kelas. Pada akhir pertemuan dilakukan ujian posttest di kedua kelas, sedangkan pengisian kuesioner dilakukan pada kelas VIII A saja. Setelah seluruh data terpenuhi dilakukan analisis data dari nilai hasil pretest, posttest, dan penilaian tugas proyek dilanjutkan analisis dari lembar keterlaksanaan pembelajaran dan kuesioner kreativitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persentase keterlaksanaan RPP dengan model NHT mencapai 86,355%.(2) Model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek efektif meningkatkan hasil belajar terbukti 76,31% siswa tuntas KKM dan ada perbedaan rata-rata serta dari setiap item soal yang menunjukkan kelas VIII A lebih baik. (3) Melalui tugas proyek yang dikerjakan dapat meningkatkan kreativitas siswa 85,71% kelompok mendapat nilai lebih atau sama dengan KKM. Dalam kuesioner kreativitas menunjukkan persentase keseluruhan sebesar 81,57% siswa berada pada kreativitas tinggi. Kata kunci: bangun ruang sisi datar, hasil belajar, model NHT (Numbered Heads Together), tugas proyek, kreativitas. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Scholastica Trisa Yualita (2016). The Effectiveness of Numbered Heads Together (NHT) Learning Model Accommodate the Project Assignments on Polyhedron Topic towards the Student’s Learning Achievements and Creativities in the Making Project Assignments in Class VIII A of Pangudi Luhur Ambarawa Junior High School Academic Year 2015/2016. Mathematics Education Study Program, Department of Mathematics Education and Science, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University Yogyakarta. The aim of this research is to know the effectiveness of Numbered Heads Together (NHT) accommodate the project assignments on polyhedron topic to increase the students’ learning achievement and creativities in the making project assignment in Class VIII A of Pangudi Luhur Ambarawa Junior High School. This research is an experimental research which is conducted in the second semester. The subjects of this research are the students of Class VIII A with NHT learning model accomodate the project assignments and the students of Class VIII E with conventional learning model. The instruments used to collect the test data consist of pretest and posttest. For the instruments of the test, expert validity is conducted then continued with item validity. For the non-test data, observation sheet of learning implementation and creativity questionnaire are validated by the experts. After all of the instruments are qualified, the next step is collecting the data. First, doing the pretest for VIII A and VIII E classes to find the same mean of each class. In the VIII E class, it uses speech method while in the VIII A class it uses NHT learning model accommodate the project assignment with the same topic. In the last meeting, there will be a posttest for both classes and filling questionnaire which is done by VIII A class. After all of the data are complete, the score of the pretest, posttest, and project assignments are analyzed as well as the observation sheet of learning implementation and creativity questionnaire. The results of the research are:(1) The percentage of RPP using NHT method is 86,355%.(2) Accommodated with the project assignment, NHT learning model is effectively increase the students’ learning achievement. 76.31% students successfully fulfil the minimum achievement criteria and there is a difference on average and of each item exam indicate VIII A class is better.(3) From the project that is done, it is known that 85,71% students get higher or the same score with the minimum achievement criteria. From the creativity questionnaire, it shows that 81.57% students have some high creativities. Keywords: polyhedron, learning achievement, Numbered Heads Together (NHT) method, project assignment creavity. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) MENGAKOMODASI TUGAS PROYEK DALAM POKOK BAHASAN BANGUN RUANG SISI DATAR DITINJAU DARI HASIL BELAJAR DAN KREATIVITAS PEMBUATAN TUGAS PROYEK SISWA KELAS VIII A DI SMP PANGUDI LUHUR AMBARAWA TAHUN 2015/2016 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika Disusun Oleh: Scholastica Trisa Yualita 121414127 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2016 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) MENGAKOMODASI TUGAS PROYEK DALAM POKOK BAHASAN BANGUN RUANG SISI DATAR DITINJAU DARI HASIL BELAJAR DAN KREATIVITAS PEMBUATAN TUGAS PROYEK SISWA KELAS VIII A DI SMP PANGUDI LUHUR AMBARAWA TAHUN 2015/2016 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika Disusun Oleh: Scholastica Trisa Yualita 121414127 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2016 i PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SKRIPSI ii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN NHT (NUMBERED HEADS iii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN “Di dalam hidup ini, semua ada waktunya. Ada waktunya kita menabur, ada juga waktu menuai. Mungkin dalam hidupmu badai datang menyerbu, mungkin doamu bagai tak terjawab! Namun yakinlah tetap. Tuhan tak’kan terlambat! Juga tak akan lebih cepat. Semuanya, Dia jadikan indah tepat pada waktuNya. Tuhan selalu dengar doamu! Tuhan tak pernah tinggalkanmu! PertolonganNya pasti’kan tiba tepat pada waktu’Nya. Bagai kuncup mawar yang waktunya mekar. Percayalah, Tuhan jadikan semua indah pada waktuNya. Hendaklah kita s’lalu dalam firmanNya. Percayalah pada Tuhan! Nantikan Dia bekerja pada waktuNya. Tuhan takkan terlambat, juga takakan lebih cepat. Ajarlah kami setia s’lalu menanti waktuMu Tuhan.” (1 Korintus 10:13 & Pengkotbah 3:11a) Dengan penuh rasa syukur karya ini kupersembahkan kepada: Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria yang telah membimbingku dan menopang segala keluh kesahku Orang tuaku Bapak Florentius Maryono dan Ibu Rina Maryati, yang menjadi motivasi utama. Serta sahabatku yang tidak dapat disebutkan satu persatu dan selalu ada dalam kondisi apapun. “Kalian semua adalah bagian terindah dalam cerita kehidupanku” iv PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA v PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN vi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Scholastica Trisa Yualita (2016). Efektivitas Model Pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) Mengakomodasi Tugas Proyek dalam Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau dari Hasil Belajar dan Kreativitas Pembuatan Tugas Proyek Siswa Kelas VIII A di SMP Pangudi Luhur Ambarawa Tahun 2015/2016.Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika. Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran model NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek pada materi bangun ruang sisi datar di kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Ambarawa untuk meningkatkan hasil belajar dan kreativitas siswa. Penelitian ini merupakan penelitian VIII A yang dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2015/2016. Subjek penelitian adalah siswa-siswi kelas VIII A dengan model pembelajaran NHT mengakomodasi tugas proyek dan VIII E dengan model pembelajaran konvensional. Instrumen pengumpulan data tes meliputi pretest dan posttest, untuk instrumen tes dilakukan validitas pakar dengan dosen pembimbing dan guru mata pelajaran, selanjutnya validitas butir soal dengan kelas yang sudah menerima materi itu. Untuk data nontes berupa lembar keterlaksanaan pembelajaran dan kuesioner kreativitas divalidasi oleh ahli yaitu dosen pembimbing. Setelah semua instrumen dinyatakan sudah memenuhi syarat yang ditetapkan dilanjutkan dengan pengambilan data. Pertama dilakukan ujian pretest di kelas VIII A dan VIII E untuk mengetahui rata-rata dari kedua kelas. Kelas VIII E menggunakan model pembelajaran ceramah sedangkan kelas VIII A menggunakan model NHT mengakomodasi tugas proyek dengan materi yang sama pada kedua kelas. Pada akhir pertemuan dilakukan ujian posttest di kedua kelas, sedangkan pengisian kuesioner dilakukan pada kelas VIII A saja. Setelah seluruh data terpenuhi dilakukan analisis data dari nilai hasil pretest, posttest, dan penilaian tugas proyek dilanjutkan analisis dari lembar keterlaksanaan pembelajaran dan kuesioner kreativitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persentase keterlaksanaan RPP dengan model NHT mencapai 86,355%.(2) Model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek efektif meningkatkan hasil belajar terbukti 76,31% siswa tuntas KKM dan ada perbedaan rata-rata serta dari setiap item soal yang menunjukkan kelas VIII A lebih baik. (3) Melalui tugas proyek yang dikerjakan dapat meningkatkan kreativitas siswa 85,71% kelompok mendapat nilai lebih atau sama dengan KKM. Dalam kuesioner kreativitas menunjukkan persentase keseluruhan sebesar 81,57% siswa berada pada kreativitas tinggi. Kata kunci: bangun ruang sisi datar, hasil belajar, model NHT (Numbered Heads Together), tugas proyek, kreativitas. vii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Scholastica Trisa Yualita (2016). The Effectiveness of Numbered Heads Together (NHT) Learning Model Accommodate the Project Assignments on Polyhedron Topic towards the Student’s Learning Achievements and Creativities in the Making Project Assignments in Class VIII A of Pangudi Luhur Ambarawa Junior High School Academic Year 2015/2016. Mathematics Education Study Program, Department of Mathematics Education and Science, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University Yogyakarta. The aim of this research is to know the effectiveness of Numbered Heads Together (NHT) accommodate the project assignments on polyhedron topic to increase the students’ learning achievement and creativities in the making project assignment in Class VIII A of Pangudi Luhur Ambarawa Junior High School. This research is an experimental research which is conducted in the second semester. The subjects of this research are the students of Class VIII A with NHT learning model accomodate the project assignments and the students of Class VIII E with conventional learning model. The instruments used to collect the test data consist of pretest and posttest. For the instruments of the test, expert validity is conducted then continued with item validity. For the non-test data, observation sheet of learning implementation and creativity questionnaire are validated by the experts. After all of the instruments are qualified, the next step is collecting the data. First, doing the pretest for VIII A and VIII E classes to find the same mean of each class. In the VIII E class, it uses speech method while in the VIII A class it uses NHT learning model accommodate the project assignment with the same topic. In the last meeting, there will be a posttest for both classes and filling questionnaire which is done by VIII A class. After all of the data are complete, the score of the pretest, posttest, and project assignments are analyzed as well as the observation sheet of learning implementation and creativity questionnaire. The results of the research are:(1) The percentage of RPP using NHT method is 86,355%.(2) Accommodated with the project assignment, NHT learning model is effectively increase the students’ learning achievement. 76.31% students successfully fulfil the minimum achievement criteria and there is a difference on average and of each item exam indicate VIII A class is better.(3) From the project that is done, it is known that 85,71% students get higher or the same score with the minimum achievement criteria. From the creativity questionnaire, it shows that 81.57% students have some high creativities. Keywords: polyhedron, learning achievement, Numbered Heads Together (NHT) method, project assignment creavity. viii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas bimbingan-Nya penyusunan skripsi yang berjudul “Efektivitas Model Pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) Mengakomodasi Tugas Proyek dalam Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau dari Hasil Belajar dan Kreativitas Pembuatan Tugas Proyek Siswa Kelas VIII A di SMP Pangudi Luhur Ambarawa Tahun 2015/2016” dapat terselesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Progam Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penulis menyadari bahwa selama proses pembuatan skripsi tentunya banyak pihak yang dengan sengaja ataupun tidak sengaja ikut serta membantu. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terimakasih kepada: 1. Bapak Rohandi, Ph.D selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma 2. Bapak Dr. Hongki Julie, M.Si. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 3. Bapak Beni Utomo M.Sc. selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Sanata Dharma dan dosen pembimbing skripsi yang selalu membimbing dan mendorong peneliti selama proses penyusunan 4. Bruder Antonius Paryanta, FIC, M.Pd. selaku kepala SMP Pangudi Luhur Ambarawa yang memberikan kesempatan untuk melakukan penelitian. 5. Ibu Agata Winasti, S.Pd. selaku guru bidang studi matematika SMP Pangudi Luhur Ambarawa yang telah membimbing dan membantu penulis selama proses penelitian. 6. Siswa-siswi SMP Pangudi Luhur Ambarawa terutama kelas VIII A dan VIII E sebagai subjek penelitian yang bersedia membantu penulis selama proses penelitian 7. Bapak Florentius Maryono dan Ibu Rina Maryati selaku orang tua yang selalu mendoakan, memotivasi, dan menjadi pendukung nomor satu. ix PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI x PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL................................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................ iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................. v HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN................................................... vi ABSTRAK ............................................................................................................ vii ABSTRACT ......................................................................................................... viii KATA PENGANTAR ........................................................................................... ix DAFTAR ISI .......................................................................................................... xi DAFTAR TABEL ................................................................................................ xiii DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xiv DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xiv BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1 A. Latar Belakang ............................................................................................ 1 B. Identifikasi Masalah .................................................................................... 4 C. Rumusan Masalah ....................................................................................... 5 D. Tujuan Penelitian......................................................................................... 5 E. Manfaat Penelitian....................................................................................... 6 F. Pembatasan Masalah ................................................................................... 7 G. Pembatasan Istilah ....................................................................................... 7 H. Urgensi Penelitian ....................................................................................... 9 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................... 10 A. Kajian Teoritik .......................................................................................... 10 B. Kerangka Berpikir ..................................................................................... 41 BAB III METODE PENELITIAN........................................................................ 43 A. Jenis Penelitian .......................................................................................... 43 B. Subyek Penelitan ....................................................................................... 44 C. Obyek Penelitian ....................................................................................... 44 xi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Bentuk Data ............................................................................................... 44 E. Metode Pengumpulan Data ....................................................................... 45 F. Instrumen Penelitian .................................................................................. 46 G. Teknik Analisis Data ................................................................................. 52 H. Prosedur Pengumpulan Data ..................................................................... 57 BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN ................................................................................................... 60 A. Pelaksanaan Penelitian .............................................................................. 60 B. Analisis Data ............................................................................................. 90 C. Pembahasan ............................................................................................. 104 D. Keterbatasan Penelitian ............................................................................ 106 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................. 107 A. Kesimpulan.............................................................................................. 107 B. Saran ........................................................................................................ 108 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 110 LAMPIRAN ........................................................................................................ 113 xii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Sintak Model Pembelajaran Kooperatif ................................................ 15 Tabel 3.1 Kegiatan Kelas Kedua ........................................................................... 46 Tabel 3.2 Kegiatan Kelas Pertama ........................................................................ 47 Tabel 3.3 Kisi-Kisi Soal ........................................................................................ 48 Tabel 3.4 Interpretasi Validitas ............................................................................. 49 Tabel 3.5 Interpretasi Reliabilitas ......................................................................... 50 Tabel 3.6 Kisi-kisi Kuesioner ............................................................................... 51 Tabel 3.7 Penilaian Pretest dan Tes Hasil Belajar ................................................ 52 Tabel 3.8 Interpretasi Penilaian............................................................................. 52 Tabel 3.9 Pedoman Skor Tugas Proyek ................................................................ 53 Tabel 3.10 Pedoman Nilai Kuesioner ................................................................... 55 Tabel 3.11 Interpretasi Skor Total Kuesioner ....................................................... 56 Tabel 3.12 Kriteria Kreativitas Secara Keseluruhan ............................................. 57 Tabel 4.1 Nilai Hasil Uji Coba Pretest ................................................................. 90 Tabel 4.2 Perhitungan Validitas Pretest................................................................ 91 Tabel 4.3 Nilai Hasil Uji coba Posttest ................................................................. 92 Tabel 4.4 Perhitungan Validitas Posttest .............................................................. 92 Tabel 4.5 Hasil Ujian Pretest ................................................................................ 93 Tabel 4.6 Hasil Ujian Tes Hasil Belajar................................................................ 95 Tabel 4.7 Hasil Penilaian Tugas Proyek ............................................................... 98 Tabel 4.8 Pembagian Kriteria Siswa ..................................................................... 99 Tabel 4.9 Penilaian Kuesioner ............................................................................ 100 Tabel 4.10 Persentase Keterlaksanaan Pembelajaran ......................................... 102 Tabel 4.11 Observasi Keterlasanaan RPP .......................................................... 103 xiii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Prisma Tegak Dan Prisma Miring ..................................................... 25 Gambar 2.2 Prisma Segi Enam ............................................................................. 26 Gambar 2.3 Jaring-jaring Prisma .......................................................................... 28 Gambar 2.4 Bentuk-bentuk Limas ........................................................................ 29 Gambar 2.5 Limas Tegak Segi Enam ................................................................... 29 Gambar 2.6 Limas Tegak Segi Enam Dan Garis Tingginya ................................. 30 Gambar 2.7 Jenis-jenis Limas ............................................................................... 31 Gambar 2.8 Limas Sembarang .............................................................................. 32 Gambar 2.9 Limas Beraturan ................................................................................ 32 Gambar 2.10 Luas Permukaan Prisma .................................................................. 33 Gambar 2.11 Luas Permukaan Limas ................................................................... 34 Gambar 4.1 Perbandingan Posttest Setiap Item Soal ............................................ 96 Gambar 4.2 Rata-rata Posttest Kelas VIII A dan Kelas VIII E ............................ 97 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A.1 Surat Ijin Penelitian dari Prodi .................................................... 115 Lampiran A.2 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian ........................... 116 Lampiran B.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ............................................ 118 Lampiran B.2 Keterlaksanaan Pembelajaran ...................................................... 145 Lampiran B.3 Soal Pretest dan Posttest.............................................................. 146 Lampiran B.4 Kunci Jawaban Soal Pretest dan Posttest .................................... 150 Lampiran B.5 Pedoman Penilaian Pretest dan Posttest ...................................... 157 Lampiran B.6 Pedoman Tugas Proyek ............................................................... 163 Lampiran B.7 Kuesioner Kreativitas................................................................... 166 Lampiran C.1 Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran ........................ 171 Lampiran C.2 Validasi Soal Pretest .................................................................... 175 Lampiran C.3 Validasi Soal Posttest .................................................................. 182 Lampiran C.4 Lembar Jawab Validasi Pretest ................................................... 189 Lampiran C.5 Lembar Jawab Validasi Posttest .................................................. 195 Lampiran C.6 Lembar Jawab Pretest Kelas VIII A ............................................ 200 Lampiran C.7 Lembar Jawab Pretest Kelas VIII E ............................................ 206 Lampiran C.8 Lembar Jawab Posttest Kelas VIII A........................................... 211 Lampiran C.9 Lembar Jawab Posttest Kelas VIII E ........................................... 217 Lampiran C.10 Lembar Jawab Kuesioner ........................................................... 222 Lampiran C.11 Foto Penelitian ........................................................................... 228 xiv PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Semua manusia pasti akan mengalami proses belajar, baik belajar secara langsung di bangku sekolah ataupun belajar melalui pengalaman yang ditemui selama manusia hidup. Belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan sejumlah perubahan dalam pengetahuan-pemahaman, keterampilan, dan nilaisikap. Perubahan itu bersifat secara relatif konstan dan berbekas (Winkel;2007;59). Hal ini menunjukan bahwa perubahan yang terjadi dalam belajar tidak begitu saja timbul, belajar lebih banyak membutuhkan kegiatan yang disadari dengan berbagai aktivitas dan latihan-latihan. Selama belajar di bangku sekolah siswa menerima banyak materi pelajaran, salah satunya adalah matematika. Matematika memiliki materi yang begitu banyak, tetapi yang terlihat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari adalah aritmatika sosial, aljabar dan ilmu geometri. Matematika dianggap menjadi mata pelajaran yang sulit untuk sebagian siswa. Hal ini disebut dengan ketakutan terhadap matematika (math phobia) (Boeree, 2010). Dari beberapa masalah ini membuat pembelajaran matematika menjadi terhambat untuk mencapai tujuan dari pembelajaran itu sendiri. Dinamika antara guru dan siswa memiliki peran penting dalam pembelajaran. Antara kedua nya tidak ada yang saling diutamakan karena dibutuhkan sistem pembelajaran dua arah untuk aslksaisoiahsnaihdiwhdhiwdhwhdhwidhiwhdidw 1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 mempermudah tercapainya tujuan pembelajaran. Melalui pengalaman semasa kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL) dalam mata pelajaran matematika terdapat beberapa siswa yang memiliki hasil belajar masih kurang baik, walaupun terdapat beberapa siswa yang menjadi juara dalam bidang matematika bahkan sampai ajang internasional. Masih kurang baiknya hasil belajar siswa dapat dipengaruhi dengan faktor dari dalam diri siswa atau faktor di luar diri siswa Beberapa siswa menjelaskan kesulitan mereka dalam pembelajaran matematika salah satunya karena model pembelajaran dengan guru yang menjelaskan atau model pembelajaran satu arah. Beberapa siswa juga ada yang menjawab bahwa mereka sendiri tidak menyukai mata pelajaran matematika. Selain pengalaman ketika PPL, berdasarkan pengalaman peneliti semasa sekolah pada jenjang SMP dan SMA kebanyakan guru masih menggunakan model pembelajaran yang konvensional atau ceramah. Pembelajaran dengan ceramah sebagian besar berpusat pada guru yang aktif, membuat siswa hanya mengandalkan pengetahuan dari guru tanpa ingin mencari tahu pengetahuan dari luar pembelajaran di sekolah. Dengan pembelajaran ceramah, siswa lebih tidak kreatif terlebih jika dihadapkan dengan masalah nyata yang berkaitan dengan materi pembelajaran tertentu. Melalui hasil wawancara dengan guru di SMP Pangudi Luhur Ambarawa kebanyakan siswa kurang memperhatikan pembelajaran dikarenakan kurang tertarik pada pembelajaran itu. Di sisi lain juga ketika peneliti bertanya pada PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 beberapa siswa mengenai pembelajaran matematika masih ada beberapa siswa yang menganggap matematika itu sulit sehingga rasa tertarik pada pembelajaran itu menjadi berkurang dan bosan dengan model pembelajaran yang biasa dilakukan. Beberapa materi matematika ada yang membutuhkan kemampuan dalam menggambarkan atau membayangkan dalam pikiran. Sementara beberapa siswa masih kesulitan dalam kemampuan menggambarkan dalam pikiran. Misalnya bangun ruang sisi datar, merupakan salah satu materi yang membutuhkan kemampuan dalam menggambarkan dalam pikiran suatu bangun ruang. Bangun ruang sisi datar adalah salah satu materi pembelajaran matematika pada jenjang SMP yang bersifat abstrak, dalam Kamus Bahasa Indonesia pengertian abstrak adalah tidak berwujud atau tidak berbentuk sehingga makna dari abstrak adalah tidak berwujud dalam bentuk konkret atau hanya dapat dibayangkan dalam pikiran saja. Berdasarkan pengalaman peneliti sewaktu SMP, peneliti kesulitan dalam menggambarkan bentuk bangun ruang karena guru tidak memberi contoh langsung. Selain itu selama peneliti melatih siswa SMP dalam bimbingan belajar, kebanyakan siswa kebingungan dengan bagaimana bentuk bangun ruang dan rumus untuk volume atau rumus luas selimut seperti apa. Dari pengalaman itu memang diperlukan model pembelajaran atau cara pembelajaran yang lebih menarik supaya siswa paham materi bangun ruang sisi datar. Model pembelajaran dalam kelompok bukan hal yang baru dalam proses pembelajaran konvensional dan biasa disebut model kooperatif. Melalui PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 pembelajaran kelompok diharapkan siswa dapat berdinamika, selain dalam memperjelas materi juga untuk berdinamika dari segi sosial. Dari berbagai masalah atau latar belakang yang sudah dijabarkan peneliti memilih untuk menggunakan model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) karena melihat dari beberapa permasalahan yang ada sebagian siswa bosan dengan model pembelajaran yang hanya menggunakan ceramah selain itu guru juga memberi tahu bahwa keaktifan siswa dalam pembelajaran hanya didominasi dengan siswa yang bisa saja. Melalui pembelajaran dengan NHT (Numbered Heads Together) siswa diharapkan dapat lebih ikut serta dalam pembelajaran, karena model pembelajaran adalah cara yang sangat baik untuk menambah tanggungjawab individual kepada diskusi kelompok (Slavin;2015;255). Selain menggunakan NHT (Numbered Heads Together) peneliti juga menggunakan tugas proyek untuk lebih memperjelas materi bangun ruang sisi datar. Hingga akhirnya peneliti memutuskan untuk meneliti mengenai seberapa efektif pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek di SMP Pangudi Luhur Ambarawa. B. Identifikasi Masalah Dari latar belakang yang sudah dijabarkan peneliti dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut: 1. Kemampuan siswa dalam menggambarkan atau memperkirakan bentuk dari bangun ruang yang berbeda beda sehingga masih terdapat siswa PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 belum bisa menyerap pembelajaran dengan hanya menggambarkan atau memperkirakan saja. 2. Model guru yang kurang menarik siswa untuk ikut serta dalam pembelajaran sehingga siswa cenderung pasif untuk menyampaikan pertanyaan atau pendapatnya. C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang sudah dijabarkan maka peneliti merumuskan sebagai berikut: 1. Berapa persen keterlaksanaan pembelajaran dengan model NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar yang digunakan? 2. Bagaimana efektivitas model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar ditinjau dari hasil belajar? 3. Bagaimana kreativitas siswa dalam pembelajaran dengan model NHT yang mengakomodasi tugas proyek pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar? D. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek pada materi bangun ruang sisi datar. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 2. Untuk mengetahui efektivitas pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek dalam pembelajaran bangun ruang sisi datar. 3. Untuk mengetahui kreativitas siswa dalam model pembelajaran NHT yang mengakomodasi tugas proyek pada materi bangun ruang sisi datar. E. Manfaat Penelitian Manfaat yang didapat dari penelitian ini adalah: 1. Bagi Peneliti Bagi peneliti melalui penelitian ini tentunya dapat menambah wawasan, pengalaman, dan kreativitas dalam mengembangkan model pembelajaran matematika. Selain itu juga untuk mengetahui model pembelajaran yang digunakan lebih efektif terhadap hasil belajar siswa dan kreativitas siswa dalam pembuatan tugas proyek. 2. Bagi Guru Manfaat penelitian ini untuk guru dapat menjadi salah satu model pembelajaran baru yang dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika atau dalam pembelajaran dengan materi lainnya. 3. Bagi Siswa Manfaat penelitian ini untuk siswa yang diteliti tentunya mempermudah dalam pemahaman bangun ruang sisi datar dan menumbuhkan kreativitas siswa melalui pembuatan tugas proyek. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 F. Pembatasan Masalah Agar cakupan masalah yang digunakan tidak terlalu luas maka peneliti melakukan pembatasan masalah sebagai berikut. 1. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi SMP Pangudi Luhur Ambarawa kelas VIII A semester 2 sebagai kelas VIII A dan kelas VIII E semester 2 sebagai kelas VIII E. 2. Materi pembelajaran yang dijadikan penelitian adalah materi luas permukaan prisma dan limas 3. Kuesioner kreativitas tidak ada kaitannya dengan model NHT (Numbered Heads Together) yang digunakan dalam pembelajaran selama penelitian. Kuesioner kreativitas hanya untuk melihat kemampuan kreativitas siswa dalam pembuatan tugas proyek. G. Pembatasan Istilah 1. Efektivitas Efektivitas adalah pengaruh yang timbul dari dilakukannya suatu model atau proses pembelajaran baru untuk melihat hasil belajar dan berbagai aspek yang akan diteliti. Keefektifan model atau model pembelajaran tertentu diperoleh setelah proses pembelajaran. 2. Belajar Belajar adalah proses dimana seseorang yang tidak tahu menjadi tahu dalam suatu materi tidak hanya dalam pembelajaran tetapi juga dalam sosialisasi atau kehidupannya sendiri. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 3. Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif adalah salah satu model pembelajaran secara kelompok, sehingga terjadi interaksi antar siswa dalam kelompok, tujuan pembelajarannya diantaranya untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa dan kemampuan siswa dalam berinteraksi dengan siswa lain. 4. NHT (Numbered Heads Together) NHT (Numbered Heads Together) adalah pembelajaran yang berbasis kelompok dengan teknis seperti diskusi kelompok. Perbedaannya dalam model ini siswa diberikan penomoran di tiap kelompok dan dalam presentasi guru menyebutkan nomor tertentu tanpa siswa tau terlebih dahulu. 5. Tugas Proyek Tugas Proyek adalah penugasan terstruktur dengan tujuan untuk meningkatkan kreativitas dan memperdalam pemahaman mengenai materi yang saat itu sedang dipelajari. 6. Bangun Ruang Sisi Datar Bangun ruang sisi datar adalah bangun ruang yang sisinya berbentuk datar (tidak lengkung). Dalam materi ini biasanya peserta didik mencari luas permukaan dan volume dari bangun ruang sisi datar. 7. Hasil Belajar Hasil belajar adalah pencapaian akhir dari suatu pembelajaran yang dapat digunakan dalam mengevaluasi hasil dari model pembelajaran atau hasil belajar siswa. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 8. Kreativitas Kreativitas adalah kemampuan siswa dalam membuat sesuatu hal yang baru setelah mempelajari materi atau suatu pembelajaran tertentu. H. Urgensi Penelitian Bila penelitian ini berjalan sesuai rencana yang sudah dibuat maka baik peneliti atau pihak guru akan mengetahui keefektifan dari model pembelajaran ini terhadap hasil belajar siswa selain itu juga untuk mengembangkan kreativitas siswa melalui pembuatan tugas proyek. Sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu solusi atau salah satu inovasi model pembelajaran dalam mata pelajaran matematika atau mata pelajaran lainnya. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Teoritik 1. Pengertian Efektivitas Efektivitas berasal dari kata dasar efektif. Menurut KBBI (1990;219), kata efektif mempunyai arti efek, pengaruh, akibat atau dapat membawa hasil. Efektivitas dapat diartikan sebagai efek, pengaruh atau akibat dari suatu kegiatan atau tindakan yang dapat membawa hasil sesuai tujuan. Keefektifan pembelajaran adalah hasil guna yang diperoleh setelah pelaksanaan proses belajar mengajar (Sadiman,1987 dalam Trianto,2009:20). Keefektivan proses pembelajaran berkenaan dengan jalan, upaya, teknik dan strategi yang digunakan dalam mencapai tujuan secara optimal, tepat dan cepat (Nana Sudjana,1990:50). Untuk mengetahui keefektivan mengajar bisa dilakukan dengan memberi tes, sebab hasil tes dapat dipakai untuk mengevaluasi berbagai aspek proses pengajaran (Trianto,2009). Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa efektivitas dalam pembelajaran merupakan ketepatan pemilihan cara pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Keefektifan pembelajaran dapat dilihat dari keaktivan siswa, tanggapan siswa dengan model yang digunakan, dan hasil belajar dari siswa. berpengaruh Model pembelajaran yang digunakan juga sangat untuk meningkatkan pmdjfwejfojfrirfjfjfjfjfjfjfjf 10 hasil belajar siswa. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 2. Belajar Belajar sudah menjadi suatu istilah yang tidak asing dan banyak orang mengartikan istilah belajar. Beberapa ahli mendefinisikan belajar sebagai berikut: a. Lee J. Cronbach (Educational Psychology;1977;92) “The term learning is ususally reserved for a relatively permanent change in behavior, interpretation, or emotional response as a result of experience”. (Istilah pembelajaran ditujukan untuk perubahan yang relatif permanen dalam perilaku, interpretasi, atau reaksi emosional sebagai hasil dari pengalaman). b. WS. Winkel (Psikologi Pengajaran; 2007; 59) Belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interakasi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan sejumlah perubahan dalam pengetahuan–pemahaman, keterampilan, dan nilaisikap. Perubahan itu bersifat secara relatif konstan dan berbekas. c. Reber (Kamus Psikologi; 2010;521) “Learning is the process of acquiring knowledge”. Belajar adalah proses mendapatkan pengetahuan. d. Prof. Dr Oemar Hamalik (2013;29) Belajar bukan suatu tujuan tetapi merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan. Jadi, merupakan langkah-langkah atau prosedur yang ditempuh. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 Selanjutnya Agus Suprijono (2013; 4) mengemukakan prinsip-prinsip belajar yaitu: Pertama, prinsip belajar adalah perubahan perilaku. Perubahan perilaku sebagai hasil belajar memiliki ciri-ciri: 1. Sebagai hasil tindakan rasional instrumental yaitu perubahan yang disadari 2. Kontinu atau berkesinambungan dengan perilaku lainnya 3. Fungsional atau bermanfaat sebagai bekal hidup 4. Positif atau berakumulasi 5. Aktif atau sebagai usaha yang direncanakan dan dilakukan 6. Permanen atau tetap, sebagaimana dikatakan oleh Wittig, belajar sebagai “any relatively permanent change in an organism’s behavioral reperiore that occurs as a result of experience”. 7. Bertujuan dan terarah 8. Mencakup keseluruhan potensi kemanusiaan. Kedua, belajar merupakan proses. Belajar terjadi karena didorong kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Belajar adalah proses sistemik yang dinamis, konstruktif, dan organik. Belajar merupakan kesatuan fungsional dari berbagai komponen belajar. Ketiga, belajar merupakan bentuk pengalaman. Pengalaman pada dasarnya adalah hasil dari interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya. William Burton dalam Hamalik (2001;28) mengemukakan bahwa “A good PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 learning situation consist of a rich and varied series of learning experiences unified around a vigorous purpose and carried on in interaction with a rich varied and propocative environtment”. Menurut Agus Suprijono (2013;5), tujuan belajar sebenarnya sangat banyak dan bervariasi. Tujuan belajar yang eksplisit diusahakan untuk dicapai dengan tindakan instruktusional, lazim dinamakan instructional effects, yang biasa berbentuk pengetahuan dan keterampilan, sementara tujuan belajar sebagai hasil yang menyertai tujuan belajar instruksional lazim disebut nurturant effects, bentuknya berupa kemampuan berpikir kritis dan kreatif, sikap terbuka dan demokratis, menerima orang lain, dan sebagainya. Tujuan ini merupakan konsekuensi logis dari peserta didik “menghidupi” (live in) suatu sistem lingkungan belajar tertentu. 3. Pembelajaran Kooperatif Model pembelajaran merupakan landasan praktik pembelajaran hasil penurunan teori psikologi pendidikan dan teori belajar yang dirancang berdasarkan analisis terhadap implementasi kurikulum dan implikasinya pada tingkat operasional di kelas. Model pembelajaran dapat diartikan pula sebagai pola yang digunakan untuk penyusunan kurikulum, mengatur materi, dan memberi petunjuk kepada guru dikelas (Agus Suprijono;2013;45). Terdapat banyak sekali model pembelajaran tetapi pada masa sekarang ini model pembelajaran yang sering digunakan adalah model pembelajaran kooperatif. Beberapa istilah pembelajaran berbasis sosial menurut Agus PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 Suprijono (2013;54) yaitu pembelajaran kooperatif (cooperative learning) dan pembelajaran kolaboratif. Menurut Anita Lie (Cooperative Learning;2010;29) model pembelajaran cooperative learning tidak sama dengan sekadar belajar dalam kelompok. Ada unsur-unsur dasar pembelajaran cooperative learning yang membedakannya dengan pembagian kelompok yang dilakukan asal-asalan. Pelaksanaan prosedur model cooperative learning dengan benar akan memungkinkan pendidik mengelola kelas dengan lebih efektif. Selanjutnya Robert E. Slavin (Cooperative Learning;2015;10) mengatakan bahwa semua model pembelajaran kooperatif menyumbangkan ide bahwa siswa yang bekerja sama dalam belajar dan bertanggungjawab terhadap teman satu timnya mampu membuat diri mereka belajar sama baiknya. Berikut dijelaskan beberapa elemen-elemen dasar pembelajaran kooperatif yaitu (Miftakul Huda;2014;46): a. Interpretasi positif (positive interpedence) b. Interaksi promotif (promotive interaction) c. Akuntabilitas individu (individual accountability) d. Keterampilan interpersonal dan kelompok kecil (interpersonal and smallgroup skill) e. Pemrosesan kelompok (group prossesing) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 Dibawah ini dijelaskan sintak atau hubungan model pembelajaran kooperatif yang terdiri dari 6 (enam) fase (Agus Suprijono;2013;65). Tabel 2.1 Sintak model pembelajaran kooperatif FASE-FASE PERILAKU GURU Fase 1 : Menyampaikan tujuan dan Menjelaskan tujuan pembelajaran mempersiapkan peserta didik dan mempersiapkan peserta didik (Present goals and set) siap belajar Fase 2 : Menyajikan informasi Mempresentasikan informasi kepada (Present information) peserta didik secara verbal Fase 3 : Mengorganisir peserta didik Memeberikan penjelasan kepada ke dalm tim-tim belajar (Organize peserta didik tentang tata cara students into learning team) pembentukan tim belajar dan membantu kelompok melakukan transisi yang efisien Fase 4 : Membantu kerja tim dan Membantu tim-tim belajar selama belajar (Assist team work and study) peserta didik mengerjakan tugasnya Fase 5 : Mengevaluasi (Test on the Menguji pengetahuan peserta didik materials) mengenai berbagai materi pembelajaran atau kelompokkelompok mempresentasikan hasil kerjanya Fase 6 : Memberikan pengakuan Mempersiapkan cara untuk atau penghargaan (Provide mengakui usaha dan prestasi recognition) individu maupun kelompok Dalam suatu pembelajaran, lingkungan belajar dan sistem pengelolaan pembelajaran kooperatif harus sesuai dengan berikut ini (Agus Suprijono;2013;66): a. Memberikan kesempatan terjadinya belajar berdemokrasi b. Meningkatkan penghargaan peserta didik pada pembelajaran akademik dan mengubah norma-norma yang terkait dengan prestasi. c. Mempersiapkan peserta didik belajar mengenai kolaborasi dan keterampilan sosial melalui peran aktif peserta didik dalam kelompokkelompok kecil. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 d. Memberikan peluang terjadinya proses partisipasi aktif peserta didik dalam belajar dan terjadinya dialog interaktif. e. Menciptakan iklim sosio emosional yang positif f. Memfasilitasi terjadinya learning to live together. g. Menumbuhkan produktivitas dalam kelompok. h. Mengubah peran guru dari center stage performance menjadi koreografer kegiatan kelompok i. Menumbuhkan kesadaran pada peserta didik arti penting aspek sosial dalam individunya. Secara sosiologis pembelajaran kooperatif dapat menumbuhkan kesadaran altruisme (kebalikan dari egois atau lebih mementingkan kepentingan orang lain) dalam diri peserta didik. Kehidupan sosial adalah sisi penting dari kehidupan individual. 4. Model Pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) Model pembelajaran kooperatif memiliki banyak sekali variasi, salah satunya adalah model NHT (Numbered Heads Together). Menurut Miftakul Huda (2014;138), NHT (Numbered Heads Together) dikembangkan oleh Russ Frank seorang guru pada Chaparral Middle School di Diamond Bar, California. Model ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk sharing atau berbagi ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat dan meningkatkan semangat kerja sama siswa. Model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) merupakan variasi dari pembelajaran kelompok. Pembelajaran dengan menggunakan model Numbered Heads Together diawali dengan numbering. Guru membagi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 kelas menjadi kelompok-kelompok kecil. Jumlah kelompok sebaiknya mempertimbangkan jumlah konsep yang dipelajari. Misalkan jika jumlah peserta didik dalam satu kelas terdiri dari 40 orang dan terbagi menjadi 5 kelompok sehingga setiap kelompok terdiri dari 8 orang. Setiap orang dalam tiap-tiap kelompok diberi nomor 1-8. Setelah kelompok terbentuk guru mengajukan beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh tiap-tiap kelompok. Berikan kesempatan kepada tiap-tiap kelompok menemukan jawaban. Pada kesempatan ini tiap-tiap kelompok menyatukan kepalanya atau menyatukan pemikiran mereka “Heads Together” berdiskusi memikirkan jawaban atas pertanyaan dari guru. Langkah berikutnya adalah guru memanggil peserta didik yang memiliki nomor yang sama dari tiap-tiap kelompok. Mereka diberi kesempatan memberi jawaban atas pertanyaan yang telah diterima dari guru. Hal itu dilakukan terus hingga semua peserta didik dengan nomor yang sama dari masing-masing kelompok mendapat giliran memaparkan jawaban atas pertanyaan guru. Berdasarkan jawaban-jawaban itu guru dapat mengembangkan diskusi lebih mendalam, sehingga peserta didik dapat menemukan jawaban pertanyaan itu sebagai pengetahuan yang utuh (Agus Suprijono;2013;92). Selanjutnya Anita Lie (2010;59) menyebut NHT dengan istilah “kepala bernomor”. Anita Lie menjelaskan teknik belajar mengajar kepala bernomor (Numbered Heads) yang dikembangkan oleh Spencer Kagan (1992). Teknik ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk membagikan ide-ide dan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Selain itu, teknik ini juga mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerja sama mereka. Robert E. Slavin (2015;255) menyebut NHT dengan “menomori orang bersama”, dengan penjelasan bahwa setiap siswa dalam sebuah kelompok mendapat satu nomor dan para siswa tersebut tahu bahwa hanya satu siswa yang akan dipanggil untuk mewakili kelompoknya. Suara dengungan atau penyampaian ide yang semarak dari diskusi adalah usaha pada siswa untuk saling berbagi informasi supaya semua orang tahu jawabannya. Dengan cara itu mereka akan menerima sebuah poin, tidak peduli nomor mana yang dipanggil. Memberi penomoran dalam setiap kelompok pada dasarnya adalah sebuah varian atau macam dari group discussion; perbedaannya yaitu pada hanya ada satu siswa yang mewakili kelompoknya tetapi sebelumnya tidak diberi tahu siapa yang akan menjadi wakil kelompok tersebut. Pembelajaran dengan model tersebut memastikan keterlibatan total dari semua siswa. Model Russ Frank ini adalah cara yang sangat baik untuk menambahkan tanggungjawab individual kepada diskusi kelompok. Penelitian ini tidak hanya menggunakan model NHT (Numbered Heads Together) saja tetapi mengakomodasikan dengan tugas proyek yang akan dikerjakan dalam setiap kelompok NHT. Penugasan proyek berguna sebagai salah satu alat bantu siswa dalam memperjelas materi pembelajaran. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 5. Penugasan Proyek Penugasan proyek adalah penugasan yang mendukung hasil kerja dari suatu materi yang dipilih. Melalui penugasan proyek peserta diminta untuk membuat suatu barang atau benda berdasarkan hasil pemahaman dan kreativitas dari setiap siswa yang dilakukan dalam setiap kelompok. Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang meliputi: pengumpulan, pengorganisasian, pengevaluasian, dan penyajian data yang harus diselesaikan peserta didik (individu/kelompok) dalam waktu atau periode tertentu (Kunandar;2014;286). Tugas proyek bisa berupa investigasi atau penelitian sederhana tentang suatu masalah yang berkaitan dengan materi (KD) tertentu mulai dari perencanaan, pengumpulan data atau informasi, pengolahan data, penyajian data dan menyusun laporan. Penilaian proyek dimaksudkan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan, dan kemampuan menginformasikan dari peserta didik secara jelas (Kunandar;2014;286). Menurut Kunandar (2014;286), dalam penilaian proyek setidaknya ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu: a. Kemampuan pengelolaan, yaitu kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi, mengelola waktu pengumpulan data dan penulisan laporan. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 b. Relevansi, yaitu tugas atau proyek yang diberikan pada peserta didik harus sesuai dengan karakteristik materi, lingkungan sekolah dan karakteristik peserta didik. c. Keaslian, yaitu tugas atau proyek yang dikerjakan peserta didik benarbenar hasil pekerjaan peserta didik dengan bimbingan guru. Dalam penilaian tugas proyek tentunya terdapat kelemahan dan kelebihan. Terdapat tujuh kelebihan dari penilaian proyek yaitu (Kunandar;2014;287): a. Peserta didik lebih bebas mengeluarkan ide b. Banyak kesempatan untuk berekreasi c. Mendidik peserta didik lebih mandiri dan bertanggungjawab d. Meringankan guru dalam pemberian materi pelajaran e. Dapat meningkatkan kreativitas peserta didik f. Ada rasa tanggung jawab peserta didik terhadap tugas-tugas yang diberikan, dan g. Guru dan peserta didik lebih kreatif Selanjutnya dijelaskan delapan kelemahan dari penilaian proyek yaitu (Kunandar;2014;287): a. Untuk kelompok peserta didik yang kurang bertanggung jawab hanya titip nama (tidak terpantau) b. Didominasi oleh peserta didik yang mampu bekerja (pandai) c. Tidak dapat terpantau oleh guru PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 d. Hasil yang dicapai kurang maksimal (karena sering menunda-nunda pekerjaan) e. Hasilnya kurang obyektif f. Dalam proses belajar mengajar (PMB) akan banyak menghabiskan waktu g. Tugas yang dibuat belum tentu hasil pekerjaan peserta didik, dan h. Berat (bagi peserta didik) apabila semua guru memberi tugas (harus ada kolaborasi) Dalam penilaian proyek tentunya terdapat langkah-langkah yang digunakan. Berikut tujuh langkah yang harus dilakukan dalam penilaian proyek yaitu (Kunandar;2014;289): a. Identifikasi dan pemetaan materi (kompetensi dasar) yang mau dijadikan proyek oleh peserta didik b. Membuat rambu-rambu atau perintah untuk proyek atau penugasan tersebut, seperti nama proyeknya, waktu penyelesaian, aspek yang dinilai, sistematika laporannya dan hal-hal lain yang relevan dengan proyek tersebut. c. Menyusun lembar atau rubrik penilaian yang berisi aspek-aspek apa saja akan dinilai dari proyek tersebut. Aspek-aspek yang mau diukur harus jelas, operasional dan dapat diukur. d. Melakukan penilaian terhadap laporan proyek atau penugasan peserta didik dengan mengacu pada rubrik penskoran yang telah disusun. e. Memberikan catatan-catatan untuk perbaikan laporan proyek selanjutnya. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 f. Melakukan analisis hasil penilaian proyek dengan memetakan persentase ketuntasan peserta didik (berapa persen yang sudah tuntas dan berapa persen yang belum tuntas). g. Memasukan nilai laporan proyek peserta didik ke buku nilai. Dalam suatu pembelajaran tentunya perlu dilakukan penilaian untuk menentukan pencapaian hasil belajar siswa. Berikut dijelaskan beberapa langkah yang harus dipenuhi dalam merencanakan penilaian proyek yaitu (Kunandar;2014;289): a. Menentukan kompetensi yang sesuai untuk dinilai melalui proyek. b. Penilaian proyek mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan proyek. c. Menyusun indikator proses dan hasil belajar berdasarkan kompetensi. d. Menentukan kriteria yang menunjukan capaian indikator pada setiap tahapan pengerjaan proyek. e. Merencanakan apakah tugas bersifat kelompok atau individual f. Merencanakan teknik-teknik dalam penilaian individual untuk tugas yang dikerjakan secara kelompok. g. Menyusun tugas sesuai dengan rubrik penilaian Setelah merencanakan penilaian proyek selanjutnya dijelaskan beberapa langkah yang harus dipenuhi dalam melaksanakan penilaian proyek yaitu (Kunandar;2014;289): PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 a. Menyampaikan rubrik penilaian sebelum pelaksanaan penilaian kepada peserta didik b. Memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang kriteria penilaian c. Menyampaikan tugas disampaikan kepada peserta didik d. Memberikan pemahaman yang sama kepada peserta didik tentang tugas yang harus dikerjakan e. Melakukan penilaian selama perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan proyek f. Memonitor pengerjaan proyek peserta didik dan memberikan umpan balik pada setiap tahapan pengerjaan proyek g. Membandingkan kinerja peserta didik dengan rubrik penliaian h. Memetakan kemampuan peserta didik terhadap pencapaian kompetensi minimal i. Mencatat hasil penilaian j. Memberikan umpan balik terhadap laporan yang disusun peserta didik Selain itu dalam penilaian proyek tentunya terdapat tugas. Tugas-tugas untuk penilaian proyek harus memenuhi beberapa acuan kualitas berikut (Kunandar;2014;290): a. Tugas harus mengarah pada pencapaian indikator hasil belajar b. Tugas dapat dikerjakan oleh peserta didik c. Tugas dapat dikerjakan selama proses pembelajaran atau merupakan bagian dari pembelajaran mandiri d. Tugas sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 e. Materi penugasan sesuai dengan cakupan kurikulum f. Tugas bersifat adil (tidak bias gender dan latar belakang sosial ekonomi) g. Tugas mencantumkan tentang waktu pengerjaan tugas Untuk mempermudah dalam penilaian dijelaskan rubrik-rubrik untuk penilaian proyek yang harus memenuhi beberapa kriteria berikut (Kunandar;2014;291): a. Rubrik dapat mengukur target kemampuan yang akan diukur (valid) b. Rubrik sesuai dengan tujuan pembelajaran c. Indikator menunjukkan kemampuan yang dapat diamati (observasi) d. Indikator menunjukkan kemampuan yang dapat diukur e. Rubrik dapat memetakan kemampuan peserta didik f. Rubrik menilai aspek-aspek penting pada proyek peserta didik Poin berikutnya akan dijelaskan materi yang digunakan pada penelitian ini yaitu bangun ruang sisi datar tetapi diambil pada sub materi luas permukaan prisma dan limas. 6. Bangun Ruang Sisi Datar Bangun ruang sisi datar yang digunakan dalam penelitian ini adalah unsur-unsur beserta luas permukaan prisma dan limas. a. Unsur-unsur Prisma dan Limas Prisma adalah bangun ruang yang dibatasi oleh dua bidang berhadapan yang sama dan sebangun (kongruen) dan saling sejajar, serta bidang- PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 bidang lain yang berpotongan menurut rusuk-rusuk yang sejajar (Dewi Nuraini dan Tri Wahyuni;2008;224). Pengertian lain prisma adalah benda yang dibatasi oleh dua bidang yang sejajar dan beberapa bidang lain yang dipotong memotong menurut garis-garis yang sejajar (Husein Tampomas;2007;124). Sedangkan pengertian lain prisma merupakan polihedron (bidang banyak) dengan dua sisi yang saling berhadapan dan merupakan poligon yang identik (Arita Marini;2013;48). (a) (b) (c) Gambar 2.1 Prisma tegak dan prisma miring Prisma tegak adalah prisma yang rusuk-rusuk tegaknya lurus pada bidang atas dan bidang alas. Prisma miring atau prisma condong adalah prisma yang rusuk-rusuk tegaknya tidak tegak lurus pada bidang alas atau bidang atas (Dewi Nuraini dan Tri Wahyuni;2008;224). Menurut Husein Tampomas (2007;125) suatu prisma dinamakan prisma tegak jika rusuk tegaknya tegak lurus pada bidang alas. Jika tidak demikian, maka prisma itu dimanakan prisma miring atau prisma condong atau prisma saja. Suatu prisma dinamakan beraturan jika memenuhi dua syarat berikut: 1) Prisma itu tegak. 2) Bidang alasnya segi banyak beraturan. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 Selanjutnya, nama prisma bergantung pada bentuk bidang alas dan tegak atau tidaknya rusuk terhadap bidang alas. L K G J H I E F A D B C Gambar 2.2 Prisma segi enam Unsur-unsur prisma segienam adalah (Nuniek Avianti Agus;2007;200): 1) Sisi/bidang : sisi alas (ABCDEF), sisi atas (GHIJKL), dan sisi tegak (ABHG, BCIJ, CDJI, DEKJ, EFLK, FSGL). 2) Rusuk : rusuk alas (AB, BC, CD, DE, EF, FA), rusuk tegak (AG, BH, CI, DJ, EK, FL), dan rusuk atas (AG, GH, HI, IJ, JK, KL, LG). 3) Titik sudut : A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L. 4) Diagonal bidang : garis yang menghubungkan dua titik sudut yang berhadapan (tidak terletak pada satu rusuk) dari satu bidang prisma. Diagonal alas (AC, AD, AE, BF, BE, BD, CF, CE, DF), diagonal atap (GI, GJ, GK, HL, HK, HJ, IL, IK, JL), dan diagonal sisi tegak (GB, AH, HC, BI, ID, JC, KD, EJ, LE, FK, AL, FG) 5) Diagonal ruang : garis yang menghubungkan dua titik sudut, masing-masing titik sudut bidang alas dan tidak satu bidang. Contohnya: GD, HE, IF, dll. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 6) Bidang diagonal : bidang yang memuat diagonal bidang alas dan diagonal bidang atas serta keduanya sejajar, seperti: LHBF, LHCE, GJCA, GJFD, dll. Pada penjelasan diatas dijelaskan jika prisma dengan alas segi enam. Tetapi bagaimana jika prisma memiliki alas dengan segi yang lebih dari enam atau kurang dari enam. Dalam prisma segi-n (n adalah bentuk bidang alasnya) berlaku hal-hal sebagai berikut (Husein Tampomas; 2007;125). 1) Banyak sisinya = + buah 2) Banyak bidang diagonalnya = 3) Banyak diagonal ruangnya = 4) Banyak diagonal sisi alasnya = − − − buah buah buah Selanjutnya dijelaskan sifat-sifat dari prisma tegak (Nuniek Avianti Agus;2007;200): 1) Prisma memiliki bentuk alas dan atap yang kongruen 2) Setiap sisi bagian samping prisma berbentuk persegi panjang 3) Prisma memiliki rusuk tegak dengan panjang yang sama 4) Setiap diagonal bidang pada sisi yang sama memiliki ukuran yang sama Tambahan sifat-sifat prisma (Husein Tampomas; 2007;125) bentuk bidang diagonalnya adalah persegi panjang Jaring-jaring prisma diperoleh dengan cara mengiris beberapa rusuk prisma tersebut sedemikian sehingga seluruh permukaan prisma terlihat (Nuniek Avianti Agus;2007;202). PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 (a) (c) (b) (a) (b) (c) Gambar 2.3 Jaring-jaring prisma Menurut Steve Slavin dan Ginny Crisonino, limas adalah bangun ruang sisi datar yang memiliki satu bidang segi banyak dan bidang lainnya berbentuk segitiga yang bertemu pada satu titik. Limas adalah bangun ruang yang alasnya berbentuk segi banyak (segitiga, segiempat, atau segilima) dan bidang sisi tegaknya berbentuk segitiga yang berpotongan pada satu titik puncak limas (Dewi Nuraini dan Tri Wahyuni;2008;225). Definisi lain dari limas atau piramida adalah suatu bangun ruang yang dibatasi oleh sebuah segi banyak atau segi-n dan segitiga-segitiga yang mempunyai titik puncak persekutuan di luar bidang segi banyak itu, sedangkan sisi-sisi segi banyak itu merupakan alas-alas segitiga-segitiga itu. Bagian bidang yang membatasi limas dinamakan bidang batas (Husein Tampomas;2007; 144). Selain itu limas merupakan polihedron yang dibentuk daru poligon sebagai alas dan titik yang tidak terletak pada sisi alas, yang disebut titik puncak, antara setiap titik sudut pada alas dan titik PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 puncak dihubungkan oleh segmen garis-segmen garis (Arita Marini;2013;48). (c) (b) (a) Gambar 2.4 Bentuk-bentuk Limas Limas diberi nama berdasarkan bentuk bidang alasnya (Dewi Nuraini dan Tri Wahyuni;2008;225). Sehingga jika alas berbentuk segitiga maka disebut dengan limas tegak segitiga, sedangkan jika alas berbentuk segi delapan maka limas disebut dengan limas tegak segi delapan. G F E D A B C Gambar 2.5 Limas Tegak Segi enam Berikut dijabarkan unsur-unsur limas segi enam dengan melihat gambar bentuk-bentuk limas (c) (Nuniek Avianti Agus;2007;208). 1) Sisi/bidang : sisi alas (ABCDEF) dan sisi tegak (ABG, BCG, CDG, DEG, EFG, FAG) 2) Rusuk : rusuk alas (AB, BC, CD, DE, EF) dan rusuk tegak (AG, BG, CG, DG, EG, FG) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 3) Titik sudut : titik sudut alas (A, B, C, D, E) dan titik puncak (T) G E F G’ A B D C Gambar 2.6 Limas Tegak Segi Enam dan Garis Tingginya Tambahan unsur-unsur limas (Husein Tampomas;2007;144). 1) Tinggi limas Jika GG’ tegak lurus bidang alas ABCDEF (G’ pada bidang alas), maka GG’ dinamakan garis tinggi limas. G’ adalah titik kaki garis tinggi. Panjang ruas garis GG’ yang juga merupakan jarak antara puncak dan bidang alas limas dinamakan tinggi limas. 2) Bidang diagonal limas Bidang yang melalui sebuah diagonal alas dan rusuk tegak yang memotongnya dinamakan bidang diagonal. Dengan demikian, bidang GAD, GFC, GEB, GAC, GAE, GBF, GBD, GCE, dan GDF dinamakan bidang-bidang diagonal limas segi-6 G.ABCDEF Pada limas segi-n (n adalah bentuk bidang alasnya) berlaku hal berikut (Husein Tampomas;2007;145) 1) Banyak sisinya = + buah 2) Banyak bidang diagonalnya = 3) Banyak diagonal sisi alasnya = − − buah buah PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 Selanjutnya dijelaskan beberapa sifat-sifat limas menurut gambar jenisjenis limas (Nuniek Avianti Agus;2007;209). E D D C C A B A B Gambar 2.7 Jenis-jenis Limas Gambar limas (a) menunjukan sebuah limas segitiga D.ABC. Pada limas segitiga D.ABC, semua sisi limas tersebut berbentuk segitiga. Jika limas segitiga memiliki semua sisi yang berbentuk segitiga sama sisi, maka limas tersebut disebut limas segitiga beraturan. Dari gambar (b) terlihat bahwa limas segiempat memiliki alas berbentuk persegi panjang. Sesuai dengan sifatnya, setiap diagonal persegi panjang memiliki ukuran yang sama panjang. Jadi, limas segiempat memiliki diagonal alas yang sama panjang. Menurut penjelasan Husein Tampomas (2007;145) suatu limas dapat dibedakan berdasarkan bentuk bidang alas dan kedudukan atau posisi titik puncak terhadap bidang alasnya, sehingga dapat dinyatakan: 1) Limas sembarang jika bidang alasnya berbentuk segi banyak sembarang dan titik puncaknya sembarang. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 T T T C C D T B A D E A C T F T B A B Gambar 2.8 Limas Sembarang 2) Limas beraturan jika bidang alasnya berbentuk segi banyak beraturan dan titik kaki garis tinggi berimpit dengan pusat bidang alas (proyeksi titik puncak berimpit dengan pusat bidang alas). Jadi dapat disimpulkan bahwa rusuk-rusuk tegak limas mempunyai panjang yang sama. T T D C T A B T T A F C T A B E B D C Gambar 2.9 Limas Beraturan Jaring-jaring limas diperoleh dengan mengiris beberapa rusuknya, kemudian direbahkan seperti pada bangun ruang lainnya Nuniek Avianti Agus;2007;210). b. Luas Permukaan Menurut Dewi Nuraini dan Tri Wahyuni (2008;232) luas permukaan bangun ruang adalah jumlah luas seluruh permukaan bangun ruang tersebut. Untuk menentukan luas permukaan bangun ruang, perhatikan bentuk dan banyak sisi bangun ruang tersebut. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 1) Luas Permukaan Prisma E F D E F E C B E A C B A B (a) B (b) Gambar 2.10 Luas Permukaan Prisma Gambar prisma (a) menunjukan prisma tegak segitiga ABC.DEF, sedangkan Gambar prisma (b) menunjukkan jaring-jaring prisma tersebut. Luas permukaan prisma = luas ΔDEF + luas ΔABC + luas BADE + luas ACFD + = luas CBEF × luas ΔABC + AB × BE + AC × AD + CB × CF = × luas ΔABC + [ AB + AC + CB × AD] = × luas alas + keliling alas × tinggi = × luas alas + keliling ΔABC × tinggi Dengan demikian, secara umum luas permukaan prisma dinyatakan sebagai berikut. Luas permukaan prisma = (2 × luas alas) + (keliling alas × tinggi) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 2) Luas Permukaan Limas T T D D C C T T B A B A T (b) (a) Gambar 2.11 Luas Permukaan Limas Gambar limas (a) menunjukan limas segi empat T.ABCD dengan alas berbentuk persegi panjang, sedangkan Gambar (b) menunjukan jaring-jaring limas segi empat tersebut. Sama dengan menentukan luas permukaan prisma, untuk mencari luas permukaan limas dengan mencari luas jaring-jaring limas tersebut. Luas permukaan limas = luas segi empat ABCD + luas segitiga TAB + luas segitiga TBC + luas segitiga TCD + luas segitiga TAD = luas alas + jumlah luas seluruh sisi tegak Jadi, secara umum luas permukaan limas sebagai berikut. Luas permukaan limas = luas alas limas + jumlah luas seluruh sisi tegak limas PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 7. Hasil Belajar Agus Suprijono (2013;5) menyatakan bahwa hasil belajar adalah polapola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan keterampilan. Menurut Nana Sudjana (2010;22) hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Selanjutnya untuk mengetahui hasil belajar siswa digunakan penilaian hasil belajar. Selanjutnya menurut Kunandar (2014;61) penilaian hasil belajar peserta didik merupakan sesuatu yang sangat penting dan strategis dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan penilaian hasil belajar maka dapat diketahui seberapa besar keberhasilan peserta didik telah menguasai kompetensi atau materi yang telah diajarkan oleh guru. Melalui penilaian juga dapat dijadikan acuan untuk melihat tingkat keberhasilan atau efektivitas guru dalam pembelajaran. 8. Kreativitas Kreativitas merupakan salah satu istilah yang sering digunakan meskipun merupakan istilah yang taksa (ambigous) dalam penelitian psikologi masa kini. Terdapat banyak arti kreativitas yang populer, diantaranya delapan yang sering digunakan (Elizabeth B. Hurlock;1995;2) Pertama, salah satu arti kreativitas yang paling populer menekankan pembuatan sesuatu yang baru dan berbeda. Kebanyakan orang menganggap bahwa kreativitas dapat dinilai melalui hasil atau apa saja yang diciptakan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 seseorang. Kreativitas harus dianggap sebagai suatu proses – suatu proses adanya sesuatu yang baru, apakah itu gagasan atau benda dalam bentuk atau rangkaian yang baru dihasilkan. Kedua, kreativitas memandangnya sebagai kreasi sesuatu yang baru dan orisinal secara kebetulan, sebagaimana seorang anak yang bermain dengan balok-balok kayu membangun tumpukan yang menyerupai rumah dan kemudian menyebutnya rumah. Ketiga, kreativitas menyatakan bahwa apa saja yang diciptakan selalu baru dan berbeda dari yang telah ada dan karenanya unik. Semua kreativitas mencakup gabungan dari gagasan atau produk lama ke dalam bentuk baru, tetapi yang lama merupakan dasar bagi yang baru. Keempat, kreativitas adalah bahwa ia merupakan proses mental yang unik, suatu proses yang semata-mata dilakukan untuk menghasilkan sesuatu yang baru, berbeda, dan orisinil. Kelima, kreativitas seringkali dianggap sinonim dengan kecerdasan tinggi. Keyakinan ini telah diperkuat dengan kenyataan bahwa orang dengan IQ yang sangat tinggi disebut “jenius”, istilah yang oleh orang awam disamakan dengan kreativitas. Sebenarnya kreativitas hanyalah salah satu aspek kecerdasan sebagaimana kolega ingatan atau penalaran. Keenam, kreativitas yaitu sepercik kejeniusan yang diwariskan pada seseorang dan tidak ada kaitannya dengan belajar atau lingkungan menyatakan, bahwa orang kreatif merupakan sarana konsep. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 Ketujuh, kreativitas umumnya dianggap sinonim dengan imajinasi dan fantasi dan karenanya merupakan bentuk permainan mental. Goldner telah menyatakan bahwa kreativitas merupakan “kegiatan otak yang teratur, komprehensif, dan imajinatif menuju suatu hasil yang orisinil”. Jadi ia lebih inovatif daripada reproduktif. Kedelapan, kreativitas adalah bahwa semua orang umumnya terbagi dalam dua kelompok besar: “penurut” dan “pencipta”. Penurut (comformers) melakukan apa yang diharapkan dari mereka tanpa mengganggu atau menyulitkan orang lain. Sebaliknya, pencipta (creators) menyatakan gagasan orisinil, titik pandang yang berbeda, atau cara baru menangani masalah dan menghadapinya. Unsur karakteristik kreativitas (Elizabeth B. Hurlock;1995;5) yaitu: a. Kreativitas merupakan proses, bukan hasil. b. Proses itu mempunyai tujuan, yang mendatangkan keuntungan bagi orang itu sendiri atau kelompok sosialnya. c. Kreativitas mengarah ke penciptaan sesuatu yang baru, berbeda, dan karenanya unik bagi orang itu, baik itu berbentuk lisan atau tulisan, maupun konkret atau abstrak. d. Kreativitas timbul dari pemikiran divergen, sedangkan konformitas dan pemecahan masalah sehari-hari timbul dari pemikiran konvergen. e. Kreativitas merupakan suatu cara berpikir; tidak sinonim dengan kecerdasan, yang mencakup kemampuan mental selain berpikir. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 f. Kemampuan untuk menciptakan bergantung pada perolehan pengetahuan yang diterima g. Kreativitas merupakan bentuk imajinasi yang dikendalikan yang menjurus ke arah beberapa bentuk prestasi, misalnya melukis, membangun dengan balok, atau melamun. Sedangkan menurut Florence Betlestone dan Narulita Yusron (2013;2) dijelaskan enam bagian dalam kreativitas diantaranya: a. Kreativitas sebagai bentuk pembelajaran Kreativitas sebagai bentuk pembelajaran dapat membantu menjelaskan dan menginterprestasikan konsep-konsep abstrak dengan melibatkan skil-skil seperti keingintahuan, kemampuan menemukan, eksplorasi, pencarian kepastian dan antusiasme, yang semuanya merupakan kualitas-kualitas yang sangat besar yang terdapat pada anak. Aspekaspek ini dapat diperkuat dengan memberikan penguasaan teknis dan visi yang lebih luas kepada anak sehingga kreativitas dapat menginformasikan berbagai pembelajaran lainnya. b. Representasi Kreativitas melibatkan pengungkapan atau pengekpresian gagasan dan perasaan serta penggunaan berbagai macam cara untuk melakukannya, misalnya melalui seni ekspresif. Gagasan ini merupakan cara sebagian besar guru mempelajari kreativitas ketika dibangku kuliah sehingga kreativitas meliputi unsur-unsur simbolisme, permainan peran atau akting, menggambar, grafis, ilustrasi, melukis, menjiplak, mencetak, PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 menggrafir, mematung, bentuk-bentuk seni dan seni murni, fotografi, pembuatan peta, meniru dan mendeskripsikan. Gagasan tentang ekspresi diri merupakan inti dari macam kreativitas ini, karena didalam kondisi emosional yang sehat itu kebutuhan kebutuhan bawah sadar dapat terekspresikan dan tidak tertekan. Seni ekspresif memberikan suatu cara tertentu yang sangat penting dalam melakukan aktivitas ini. c. Produktivitas Kreativitas melibatkan pembuatan menggunakan imajinasi, penciptaan, merangkai, mengarang, skill musik, pertunjukan, perencanaan, mengonstruksikan, membangun, skil-skil teknologis dan keluaran skala besar ataupun kecil. Kegiatan lain yang terintegrasi dalam proses kreasi adalah destruksi, yang negatif dan juga positif. Gagasan-gagasan lama mungkin perlu didestruksi (dirobohkan) sebelum gagasan baru bisa dijadikan penggantinya. d. Originalitas Jenis kreativitas yang berkaitan dengan membuat koneksi atau keterkaitan yang tidak biasa, gagasan-gagasan yang terasingkan, yang sebelumnya tidak saling terhubung. Pentransferan atau pembagian pengetahuan seorang spesialis dari satu bidang ke bidang lainnya, kemampuan menemukan, imajinasi, prototipe atau contoh, kekhususan, kebaharuan, kesegaran, individualitas, non-konformitas (pelanggaran aturan sosial), berbeda, independen, tak dapat ditiru, kemampuan untuk menjadi diluar kebiasaan, tak terduga dan mengambil resiko. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 e. Berpikir dengan kreatif/penyelesaian masalah Aspek kreativitas dalam hal ini menjangkau sampai di luar batas seni ekspresif sehingga mencakup semua bidang kehidupan. Proses kreatif ini melibatkan pemilihan unsur-unsur yang diketahui dari berbagai macam bidang dan menyatukannya menjadi format-format baru, menggunakan informasi dalam situasi-situasi baru, menggambarkan aspek-aspek pengalaman, pola-pola dan analogi serta prinsip-prinsip mendasar yang tak berhubungan. Aspek ini memungkinkan orang yang sedang menyelesaikan masalah untuk memunculkan solusi-solusi yang berbeda dan yang tadinya tak terlihat jelas. Berpikir kreatif tidak menunjukan bahwa pikiran kreatif itu berbeda secara kualitatif. Penyelesaian masalah memungkinkan kita untuk mengadopsi tingkah laku yang kreatif, dorongan yang sangat kuat untuk berubah dan oleh sebab itu merupakan bagian penting dari pembelajaran kreativitas. f. Alam semesta/alam-ciptaan Maksud kreativitas disini adalah yang berhubungan dengan sumber kreasi, inspirasi, suasana hati, sumber dorongan, energi kreatif, kekaguman, ketakjuban, apresiasi akan keindahan, kesadaran akan tatanan alam, pro-kreasi, siklus hidup dan mati, pertumbuhan, pertanian, makhluk hidup. Karena itu proses kreatif disini melibatkan interaksi emosional antara individu dan lingkungan. Lingkungan diinterpretasikan oleh individu menurut respon emosional mereka. akan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Dari penelitian ini akan lebih menggunakan kreativitas menurut pandangan Florence Betlestone karena pembahasan kreativitas menurut mereka mengarah pada kreativitas dalam pembelajaran. B. Kerangka Berpikir Berdasarkan paparan landasan teori, belajar merupakan proses mendapatkan pengetahuan melalui aktivitas yang dilakukan baik melalui pembelajaran atau melalui kegiatan sehari hari yang tentunya akan mengubah pemikiran atau perilaku manusia. Di dalam pembelajaran salah satu cara untuk melihat seberapa berhasil proses belajar adalah hasil belajar, yang dengan memperhatikan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dalam suatu pembelajaran tidak sedikit siswa yang mengalami kesulitan belajar, kesulitan itu ada yang dari dalam diri maupun dari luar diri siswa. Salah satu tantangan dalam pelajaran adalah model pembelajaran yang digunakan guru masih satu arah seperti telah dilakukan wawancara dengan salah satu guru dari SMP Pangudi Luhur Ambarawa yang masih menggunakan model ceramah dalam pembelajaran. Memang pembelajaran dengan ceramah lebih cepat selesai dalam penyampaian materi tetapi kurang melibatkan siswa dalam pembelajaran. Hasil belajar yang kurang maksimal dikarenakan model pembelajaran yang kurang melibatkan siswa membuat siswa kurang memahami arti atau makna dari pembelajaran sehingga membuat siswa kesulitan dalam pembelajaran matematika. Oleh sebab itu peneliti mencoba untuk menggunakan model pembelajaran yang lain yaitu model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek. Tujuan dari PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 pembelajaran yang digunakan peneliti adalah selain untuk meningkatkan hasil belajar siswa juga untuk melihat kreativitas siswa melalui tugas proyek yang dibuat. Model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek ini dilakukan pada kelas VIII A di SMP Pangudi Luhur Ambarawa dan kelas VIII E yang menggunakan mmodel pembelajaran konvensional sehingga dapat dilihat perbandingan berdasarkan hasil pembelajaran yang dilakukan. Banyak hal positif yang akan diterima siswa melalui pembelajararan NHT mengakomodasi tugas proyek. Model NHT membuat siswa belajar untuk memecahkan masalah dan juga bertanggung jawab dengan tugas yang diberikan kepada masing-masing siswa sedangkan melalui tugas proyek tentunya dapat meningkatkan kreativitas siswa dan juga kerjasama dalam kelompok untuk menentukan apa yang akan dikerjakan. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pre VIII A. Penelitian pre VIII A menggunakan dua kelas yaitu yang dipilih tanpa random. Kelas pertama adalah kelas yang menggunakan pembelajaran dengan model ceramah, sedangkan kelas kedua adalah kelas yang akan menerima model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek. Pada pembelajaran di kelas pertama dilakukan model yang biasa dipakai oleh guru yaitu model ceramah dan sesekali siswa mengerjakan latihan soal yang diberikan, sedangkan proses pembelajaran di kelas kedua dilakukan model NHT mengakomodasi tugas proyek. Pada penelitian dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek siswa dibagi menjadi 7 kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari lima sampai enam siswa. Dari masing-masing kelompok, siswa dibagi lagi menjadi beberapa nomor sehingga dalam satu kelompok setiap siswa akan mendapat satu nomor. Setelah itu guru melakukan pemanggilan untuk mengerjakan soal atau presentasi mengenai hasil diskusi dari kelompok dengan menyebutkan nomor kelompok dan nomor siswa dalam kelompok. Data kuantitatif diperoleh dari hasil belajar siswa melalui nilai pretest, posttest, dan tugas proyek. Data kuantitatif diperoleh dari hasil belajar siswa melalui nilai pretest, posttest, dan tugas proyek. Selain itu didapatkan juga dari 43 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 penilaian kreativitas siswa dalam tugas proyek disertai dengan kuesioner yang diberikan kepada siswa yang menerima model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek, selanjutnya kuesioner diubah menjadi data kuantitatif. B. Subyek Penelitan Tempat penelitian di SMP Pangudi Luhur Ambarawa. Subyek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII A dan VIII E SMP Pangudi Luhur Ambarawa yang mempelajari materi bangun ruang sisi datar pada tahun ajaran 2015-2016. Kelas VIII E dijadikan kelas pertama yang menerima model pembelajaran ceramah sedangkan kelas VIII A dijadikan kelas kedua yang menerima model pembelajaran NHT mengakomodasi tugas proyek. C. Obyek Penelitian Obyek penelitian adalah pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek dalam pembelajaran bangun ruang sisi datar materi luas permukaan prisma dan limas dari hasil belajar siswa. D. Bentuk Data Pada penelitian terdapat berbagai macam bentuk data. Bentuk data yang diambil pada penelitian ini diantaranya adalah data primer yang dikumpulkan langsung oleh peneliti seperti data hasil belajar di awal pembelajaran dari hasil penilaian pretest dan di akhir pembelajaran dari hasil penilaian posttest, selain itu juga data kreativitas dari penilaian tugas proyek dan hasil skor kuesioner siswa yang menerima model NHT mengakomodasi tugas proyek. Untuk data PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 sekunder didapat dari hasil pengisian lembar observasi guru dalam pembelajaran model NHT mengakomodasi tugas proyek disesuaikan dengan RPP yang dibuat apakah sudah terlaksana semua kegiatan yang ada pada RPP. E. Metode Pengumpulan Data Pada penelitian ini peneliti menggunakan tiga metode pengumpulan data yaitu: 1. Observasi Observasi pada penelitian ini dilakukan untuk melihat seberapa terlaksananya pembelajaran dengan model NHT mengakomodasi tugas proyek selama kegiatan pembelajaran, sehingga dapat melihat bagian mana yang belum terlaksana dan bagian mana yang terlaksana sesuai RPP yang dibuat oleh peneliti. 2. Tes Hasil belajar Tes hasil belajar dilakukan setelah model penelitian selesai dilaksanakan pada subyek yang diteliti. Tes hasil belajar digunakan untuk melihat seberapa efektif model NHT mengakomodasi tugas proyek itu dilakukan dengan cara membandingkan antara kelas VIII A yang diberikan model dengan kelas VIII E yang tidak diberikan model atau dengan pembelajaran biasa. 3. Pemberian Kuesioner Kuesioner digunakan untuk melihat tanggapan subyek dengan model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 proyek dalam materi luas permukaan prisma dan limas. Kuesioner ini digunakan untuk melihat kreativitas siswa dalam membuat tugas proyek. F. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data adalah: 1. Instrumen Pembelajaran Instrumen pembelajaran yang digunakan berupa RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). RPP mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, model pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar yang digunakan. Pada RPP tentunya terdapat materi dan kegiatan yang akan dilakukan, berikut materi dan kegiatan pada kelas pertama dengan model ceramah dan kelas kedua dengan model NHT mengakomodasi tugas proyek. a. Kelas Model NHT Mengakomodasi Tugas Proyek Tabel 3.1 Kegiatan Kelas Kedua Pertemuan keMateri Kegiatan 1 Unsur-unsur prisma Menerapkan pembelajaran dan limas dan pretest dengan model ceramah dan melakukan tes awal atau pretest. 2 Luas permukaan Menerapkan pembelajaran prisma dengan model NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek. 3 Luas permukaan Menerapkan pembelajaran limas dengan model NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 4 Posttest Melakukan tes hasil belajar atau posttest dan pengumpulan tugas proyek. b. Kelas dengan Model Ceramah Tabel 3.2 Kegiatan Kelas Pertama Pertemuan keMateri Kegiatan 1 Unsur-unsur prisma Menerapkan pembelajaran dan limas dengan model ceramah. 2 Pretest dan luas Melakukan test awal atau pretest permukaan prisma dan menerapkan pembelajaran dengan model ceramah. 3 Luas permukaan Menerapkan pembelajaran limas dengan model ceramah. 4 Posttest Melakukan tes hasil belajar atau posttest. 2. Lembar Observasi Lembar observasi dipakai untuk melihat keterlaksanaan RPP yang sudah dibuat. Lembar observasi divalidasi oleh ahli yaitu dosen pembimbing dan guru. Lembar observasi diisi setiap kali melakukan pembelajaran yang menggunakan model NHT. Lembar observasi memuat pernyataanpernyataan dan observer memberikan tanda cek (√) pada jawaban yang dipilihnya. Pada lembar observasi terdapat dua pilihan yaitu ”ya” jika dilaksanakan dan “tidak” jika tidak dilakukan. 3. Instrumen Tes Awal (Pretest) dan Instrumen Tes Hasil Belajar (Posttest) Soal ujian pada pretest maupun soal hasil belajar berisi materi bangun ruang sisi datar. Soal dibuat sendiri oleh peneliti untuk melihat perkembangan siswa setelah model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek. Soal yang dibuat dalam pretest dan posttest memiliki kesamaan kisi-kisi dengan tingkat kesulitan yang PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 berbeda. Disini peneliti menyediakan 5 soal yang terdiri dari soal mengenai unsur-unsur prisma dan limas beserta penamaannya, soal mengenai menentukan luas permukaan prisma atau luas permukaan limas, dan soal yang mengenai luas permukaan bangun ruang gabungan. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagianbagiannya, serta menentukan ukurannya Tabel 3.3 Kisi-Kisi Soal Kompetensi Materi Indikator Soal Bentuk Dasar soal Menghitung Prisma 1. Membedakan Uraian luas dan mana yang permukaan Limas termasuk prisma prisma dan dan mana yang limas termasuk limas 2. Menentukan unsur dari prisma dan limas 3. Menghitung luas permukaan prisma 4. Menghitung luas permukaan limas 5. Menghitung luas permukaan gabungan Instrumen pretest dan posttest terlebih dahulu dikonsultasikan kepada dosen pembimbing, kemudian diujikan pada kelas yang sudah penah mempelajari materi itu sebelumnya. a. Validitas Sebelum soal tes diujikan pada penelitian, peneliti menguji coba terlebih dahulu untuk melihat valid tidaknya soal yang dipergunakan. Menurut Jihad dan Abdul Haris (2012;179), validasi ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan kesesuaian antara soal dengan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 materi ajar dengan tujuan yang ingin diukur atau dengan kisi-kisi yang kita buat. Penentuan tingkat validasi butir soal digunakan korelasi product moment Pearson dengan mengkorelasikan antara skor yang didapat siswa pada salah satu butir soal dengan skor total yang didapat. Rumusnya sebagai berikut: = √ .Σ .Σ . − Σ − Σ . Σ .Σ − Σ Keterangan: =Koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y N =Banyaknya peserta tes X =Nilai hasil uji coba Y =Nilai rata-rata Interpretasi terhadap nilai koefisien korelasi menggunakan kriteria Nurgana (Ruseffendi,1994:144) berikut ini: Tabel 3.4 Interpretasi Validitas Interpretasi Nilai Koefisien Korelasi Sangat Tinggi , < , Tinggi , < , Cukup , < , Rendah , < , Sangat Rendah , b. Reliabilitas Menurut Jihad dan Haris (2012;180), reliabilitas soal merupakan ukuran yang menyatakan tingkat keajegan atau kekonsistenan suatu PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 soal tes. Rumus yang digunakan untuk menghitung reliabilitas adalah Alpha Cronbach dengan rumus sebagai berikut. =[ Keterangan: − ][ − � ] =reliabilitas soal tes n =banyaknya butir soal � =jumlah varian skor tiap item =varian skor total, sedangkan rumus untuk mencari varians adalah: = Σ − Σ� 2 Setelah memperoleh nilai koefisien maka data dikelompokkan menjadi beberapa kelompok dengan interpretasi nilai mengacu pada pendapat Guilford: 4. Tabel 3.5 Interpretasi Reliabilitas Interpretasi Nilai Koefisien Korelasi Sangat Rendah , Rendah , < , Sedang , < , Tinggi , < , Sangat Tinggi , < , Lembar Kuesioner Lembar kuesioner berisi pernyataan untuk melihat tanggapan dalam pembuatan tugas proyek. Kuesioner digunakan untuk menentukan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 kreativitas siswa dalam tanggapan tugas proyek yang dikerjakan untuk mendukung dari penilaian tugas proyek. Kuesioner ini divalidasi oleh pakar atau ahli. Lembar kuesioner memuat daftar pernyataan-pernyataan dan siswa memberikan tanda cek () pada jawaban yang dipilihnya. Pada lembar kuesioner tersebut terdapat 4 kriteria jawaban, yaitu: SS : Sangat Setuju S : Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju Pernyataan dalam kuesioner terbagi menjadi dua macam, yaitu pernyataan yang positif dan pernyataan yang negatif. Indikator Kreativitas Tabel 3.6 Kisi-kisi kuesioner Aspek No. Item Positif 1. Mampu menampilkan 1,6 hasil dari tugas proyek dengan cara mereka sendiri atau dengan ide siswa sendiri (Originalitas) 2. Mengetahui dan ikut serta dalam proses 2,4,14 pembuatannya dan merasa produk yang dihasilkan juga hasil kerjanya 3. Dapat mendiskripsikan tugas proyek yang 3,18 dikerjakan 4. Dapat memberikan pengukuran luas 19,17,8 permukaan dari tugas proyek dengan benar baik dari hasil nyata Negatif 16,11 20,9,7 13,15 5,10,12 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 tugas proyek atau dari deskripsi yang tertulis G. Teknik Analisis Data 1. Pengolahan Data Tes a. Pretest dan Tes Hasil Belajar Nilai yang diperoleh pada masing-masing soal diberi skor dengan pedoman penilaian sebagai berikut. Tabel 3.7 Penilaian Pretest dan Tes Hasil Belajar Nomor Soal Skor Maksimal 1 10 2 10 3 10 4 10 5 10 Total Skor 50 Nilai tes dihitung dengan menggunakan rumus: = ℎ × Nilai tes siswa dapat dinyatakan berdasarkan kategori menurut Ngalim Purwanto (2012;103) sebagai berikut. Tabel 3.8 Interpretasi Penilaian Nilai (N) Kategori 85<N≤100 Baik Sekali 75<N≤85 Baik 59<N≤75 Cukup 54<N≤59 Kurang N≤ 54 Kurang Sekali Setelah nilai dikategorikan selanjutnya mencari efektivitas dari model pembelajaran yang digunakan. Efektivitas model pembelajaran merupakan suatu ukuran yang menilai tingkat keberhasilan suatu model pembelajaran. Kriteria efektivitas dalam penelitian ini yaitu: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 a) Ketuntasan belajar, pembelajaran tuntas apabila paling sedikit 75% dari jumlah siswa seluruhnya memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 70 dalam penilaian hasil belajar siswa. b) Model pembelajaran dikatakan efektif bila terdapat perbedaan antara kelas dengan model ceramah dan kelas dengan model NHT mengakomodasi tugas proyek dengan membandingkan hasil belajar kedua kelas. Yang pertama membandingkan perbedaan skor antara kelas pertama dan kelas kedua dari setiap item soal yang diujikan. Yang kedua dengan membandingkan rata-rata antara kelas pertama dan kelas kedua. b. Penilaian Tugas Proyek Untuk penilaian hasil karya peneliti menggunakan evaluasi pembelajaran (Asep Jihad; 2012; 112) dengan ketentuan sebagai berikut (lebih lengkap pada lampiran pedoman tugas proyek): Tabel 3.9 Pedoman Skor Tugas Proyek No Aspek Skor (1-5) 1 Perencanaan pembuatan 5 2 3 Poses Pembuatan a. Persiapan alat dan bahan 5 b. Pembagian tugas kelompok 5 Hasil Produk a. Originalitas 5 b. Deskripsi 5 c. Ketepatan perhitungan 5 Total Skor 30 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 Untuk menghitung perolehan nilai dengan rumus sebagai beikut: ℎ = × Siswa dikatakan memiliki kreativitas baik jika minimal 75% kelompok mendapat nilai lebih besar atau sama dengan 70. 2. Pengolahan Data Non Tes a. Lembar Keterlaksanaan Pembelajaran Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran sebagai salah satu sarana evaluasi untuk melihat kegiatan mana yang sudah berjalan dengan baik dan kegiatan yang masih belum sesuai rencana, sehingga dapat dijadikan perbaikan pada pembelajaran penelitian selanjutnya. Pada lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran terdapat dua pilihan yaitu “ya” dan “tidak”. Pilihan “ya” bila kegiatan dapat terlaksana sedangkan “tidak” jika kegiatan sama sekali tidak terlaksana. Skor untuk “ya” adalah 1 dan “tidak” adalah 0. Cara yang digunakan untuk memperoleh persentase pembelajaran adalah sebagai berikut: Keterangan: = × % = persentase keterlaksanaan pembelajaran = jumlah skor dari pembelajaran yang terlaksana = skor total atau skor maksimal keterlaksanaan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 b. Kuesioner kreativitas Untuk hasil kuesioner digunakan skala Likert dengan skor jawaban sebagai berikut. Tabel 3.10 Pedoman Nilai Kuesioner Pernyataan Positif Negatif Sangat Setuju (SS) 4 1 Setuju (S) 3 2 Tidak Setuju (TS) 2 3 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 4 Setiap pernyataan kuesioner itu sudah terbagi menjadi beberapa aspek. Untuk menentukan kriteria kreativitas berdasarkan skor total peneliti menggunakan pendekatan Sturges. Zainal Mustafa (2009;149) menjelaskan pendekatan Sturges merupakan pendekatan dimana setiap skor akan mempunyai interval yang sama. Interval setiap skor dicari dengan cara sebagai berikut: Skor minimum = 1 × 20 = 20 Skor maksimum = 4 × 20 = 80 Range (Jarak) = 80 – 20 = 60 Banyak kategori =5 Untuk menentukan banyak kategori dalam kuisioner menggunakan cara berikut. Banyak kategori = + , log = + , log (n adalah pernyataan dari kuesioner) = + , . , banyaknya PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 = + , = , Sehingga banyak kategori adalah 5 dengan pembulatan kebawah. Panjang interval = �� �� �� �� � = = Sehingga untuk kriteria skor total pada kuesioner kreativitas adalah Tabel 3.11 Interpretasi skor total kuesioner Persentase Kategori 19-31 Sangat Rendah (SR) 32-44 Rendah (R) 45-57 Cukup (C) 58-10 Tinggi (T) 71-83 Sangat Tinggi (ST) Setelah mengetahui kriteria skor total setiap siswa selanjutnya menghitung persentase kreativitas siswa secara keseluruhan dengan cara: Keterangan : � ∑ �= ∑ � × % : Hasil persentase kreativitas siswa secara keseluruhan � : Jumlah siswa memiliki kreativitas sesuai dengan kriteria. : Jumlah seluruh siswa Setelah mengetahui persentase kreativitas secara keseluruhan, selanjutnya dapat ditentukan kriteria kreativitas siswa secara keseluruhan dengan mengacu pada tabel kriteria motivasi menurut Kartika Budi (2001;54) sebagai berikut : PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Tabel 3.12 Kriteria kreativitas secara keseluruhan ST ST+T ST+T+C ST+T+C+R ST+T+C+R+SR 75% <75% 75% <75% 65% <65% 65% <65% Kriteria Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Keterangan : ST : Sangat Tinggi T : Tinggi C : Cukup R : Rendah SR : Sangat Rendah H. Prosedur Pengumpulan Data 1. Tahap Persiapan Tahap persiapan dijelaskan mulai dari peneliti meminta ijin kepada pihak sekolah sampai persiapan intrumen yang akan digunakan, berikut penjelasannya. a. Meminta ijin untuk melakukan wawancara dan penelitian di suatu sekolah tetentu yang dijadikan subyek penelitian ke sekolah yang dituju. b. Menyiapkan soal dan instrumen untuk di uji coba dan divalidasi oleh ahli. Untuk soal tes awal atau pretest dan soal hasil belajar atau posttest dilakukan validasi dengan uji pakar yaitu dosen pembimbing dan guru mata pelajaran. Pengujian selanjutnya diujikan dengan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 siswa yang sudah pernah menerima materi pelajaran atau disebut uji butir soal dari soal yang sudah dibuat. c. Menyesuaikan jadwal pengambilan data 2. Tahap Tanya Jawab Wawancara dilakukan agar peneliti bisa lebih mengerti keadaan awal subyek penelitian. Wawancara dilakukan dengan guru yang mengampu kelas yang akan diberikan model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) yang mengakomodasikan dengan penugasan proyek. Wawancara ini untuk mencari tahu bagaimana kondisi kelas dan saran dari guru sebelum peneliti melakukan pengajaran di kelas. 3. Tahap Pengambilan Data Pada pengambilan data terdiri dari beberapa tahapan dari kegiatan wawancara guru hingga pengisian kuesioner pada kelas VIII A, dijelaskan sebagai berikut: a. Tahap pertama adalah bertanya dengan guru mata pelajaran dan mengujikan instrumen tes kepada siswa yang sudah pernah mempelajari materi itu untuk melihat validitasnya. b. Tahap kedua adalah pembelajaran mengenai unsur-unsur prisma dan limas dengan model pembelajaran ceramah pada kedua kelas dilanjutkan dengan ujian awal atau pretest sebelum model NHT (Numbered Heads Together) dengan kombinasi tugas proyek diajarkan kepada kelas VIII A. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 c. Tahap ketiga adalah melakukan pembelajaran dengan model dan RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran) yang sudah disiapkan sebelumnya dan sudah menggunakan model NHT (Numbered Heads Together) yang mengakomodasi tugas proyek. d. Tahap keempat adalah melakukan tes hasil belajar atau posttest pada kedua kelas dilanjutkan dengan pengisian kuesioner pada kelas yang menggunakan model NHT mengakomodasi tugas proyek. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian 1. Deskripsi Siswa Pada bab ini peneliti akan membahas mengenai pelaksanaan penelitian, analisis data, dan hasil yang diperoleh selama penelitian menggunakan model NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek yang dilakukan di SMP Pangudi Luhur Ambarawa kelas VIII A. Penelitian ini melibatkan 2 kelas yang satu berperan sebagai kelas dengan model ceramah dan satunya berperan sebagai kelas dengan pembelajaran model NHT mengakomodasi tugas proyek. Kelas VIII A adalah kelas yang menerima model sesuai tujuan penelitian sedangkan kelas VIII E akan melakukan pembelajaran dengan model ceramah. Kelas VIII A yang berjumlah 38 siswa dan kelas VIII E dengan jumlah 39 siswa yang sebelumnya dari kedua kelas dilakukan ujian pretest untuk melihat kemampuan dari kedua kelas. 2. Persiapan Penelitian Pada tanggal 8 Maret 2016 sebelum melakukan penelitian terlebih dahulu peneliti meminta ijin kepada Bruder Antonius Paryanta FIC, M.Pd. selaku kepala sekolah yang sekarang menjabat di SMP Pangudi Luhur Ambarawa. Membawa surat dari universitas yang berisi permohonan untuk melakukan penelitian di sekolah itu maka peneliti diijinkan untuk melakukan penelitian. Setelah diijinkan saya bertemu dengan Bapak 60 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Nikolaus Sukarman yang menjabat sebagai wakil kepala sekolah bidang kurikulum, oleh beliau peneliti langsung diminta untuk bertemu dengan Ibu Agata Winasti, S.Pd. yang mengajar bidang Matematika. Pada kesempatan itu juga peneliti melakukan wawancara dengan guru matematika mengenai model pembelajaran yang digunakan dan kesulitan apa saja yang dihadapi siswa selama mengajar. Kemudian peneliti menyiapkan persiapan penelitian yang meliputi rancangan pembelajaran berupa RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), Instrumen Pretest, Instrumen Posttest, Intrumen tugas proyek, dan Kuesioner mengenai kreativitas siswa yang dibuat dalam tugas proyek. 3. Laporan Pelaksanaan Uji Coba Soal Pretest dan Soal Hasil Belajar a. Tahap Persiapan Pada tahap awal peneliti mempersiapkan soal yang digunakan untuk soal pretest dan posttest atau soal hasil belajar dengan melihat referensi dari buku paket kelas VIII semester 2. Peneliti semula menyusun 8 soal yang terdiri dari soal luas permukaan prisma dan limas. Setelah dikonsultasikan dengan dosen pembimbing, beliau merasa jika soal yang diajukan terlalu banyak. Soal yang diajukan diubah hingga hanya menjadi 5 soal yang terdiri dari soal no 1 menguji kemampuan siswa untuk membedakan bentuk bangun nyata yang termasuk prisma dan limas. Soal no 2 melihat bagaimana siswa menamai bangun ruang dan menentukan beberapa unsur dari bangun ruang prisma dan limas. Soal no 3 dan 4 mengenai menentukan luas PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 permukaan prisma dan limas. Sedangkan soal no 5 siswa diminta menentukan luas permukaan dari bangun gabungan. Setelah diajukan, dosen pembimbing mengatakan bahwa soal sudah cukup baik, peneliti mencoba soal pada kelas yang sudah pernah menerima materi itu. b. Tahap Pelaksanaan Pada tanggal 15 April 2016 dilakukan uji coba soal pretest di kelas IX D selama 1 jam pelajaran atau 40 menit, sedangkan untuk tes hasil belajar dilakukan pada tanggal 22 April 2016 di kelas IX F selama 40 menit saja. Siswa mengerjakan pada lembar jawaban yang dibagikan. c. Tahap Analisis Soal Pretest dan Soal Hasil Belajar Peneliti menganalisa hasil pekerjaan siswa dan memberikan penilaian, setelah itu peneliti mulai menghitung validitas dan reliabilitas soal. Hasil perhitungan dapat dilihat dianalisis data. Proses validasi soal dengan perhitungan product moment Pearson dengan mengkorelasikan antara skor yang didapat siswa pada butir soal dengan skor total yang didapat. Untuk interpretasi nilai koefisian korelasi digunakan kriteria dari Nurgana. Selanjutnya untuk perhitungan reliabilitas menggunakan perhitungan Alpha Cronbach dan menggunakan kriteria menurut pendapat Guilford. Selengkapnya mengenai rumus validiatas dan reliabilitas yang digunakan dapat dilihat pada bab 3. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 4. Laporan Pelaksanaan Pembelajaran Setelah validasi dilakukan, peneliti mulai melakukan pengambilan data yang sebelumnya sudah direncanakan yaitu pada kelas VIII A sebanyak 1 kali pertemuan menggunakan model ceramah dilanjutkan dengan ujian pretest dan 2 kali pertemuan menggunakan model NHT yang mengakomodasi tugas proyek. Pada pertemuan terakhir dilakukan pengumpulan tugas proyek dan ujian hasil belajar. Berikut penjabaran kegiatan dari kelas VIII A. a. Pertemuan Pertama Kegiatan pada pertemuan pertama dilaksanakan di kelas VIII A. Penelitian ini dilakukan tanggal 16 April 2016 (2 jam pelajaran), pada 1 jam pertama dilakukan pembelajaran dengan model ceramah mengenai unsur-unsur prisma dan limas dan pada 1 jam berikutnya dilakukan pretest untuk kelas VIII A. Secara rinci kegiatannya sebagai berikut: 1) Tahap Persiapan Peneliti terlebih melaksanakan dahulu kegiatan melakukan penelitian. persiapan Pada sebelum pertemuan ini pembelajaran menggunakan model ceramah. Beberapa hal yang dipersiapkan pada pertemuan pertama adalah RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), LKS (Lembar Kerja Siswa), PPT (Power Point Presentation) mengenai materi pembelajaran, dan lembar observasi keterlaksanaan RPP. Pada pertemuan ini juga PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 dilakukan ujian pretest, oleh sebab itu peneliti mempersiapkan dahulu soal-soal yang akan diberikan pada kelas VIII A. 2) Tahap Pelaksanaan Pembelajaran a) Kegiatan Awal/Pendahuluan Pada pertemuan awal peneliti terlebih dahulu memberi salam, memperkenalkan diri, dan menyampaikan tujuan peneliti di kelas VIII A. Peneliti juga menyampaikan tujuan dari pembelajaran yaitu untuk belajar unsur-unsur prisma dan limas. Selanjutnya peneliti menanyakan kesiapan siswa dalam menerima materi pembelajaran. b) Kegiatan Inti Pada pertemuan ini peneliti menanyakan apakah ada yang sudah pernah melihat prisma. Kebanyakan siswa menjawab sudah, selanjutnya peneliti bertanya apakah di sekitar kalian terdapat benda yang berbentuk prisma dan dengan cepat mereka menunjuk alat peraga yang dibawa peneliti. Peneliti bertanya apakah ada yang bisa mendefinisikan apa itu prisma? Sebagian besar siswa diam. Peneliti lalu menampilkan definisi prisma pada slide layar proyektor. Selanjutnya peneliti menunjukkan prisma dengan menggunakan alat peraga yang dibawa. Sebelum masuk ke pembahasan selanjutnya, peneliti menanyakan apakah balok dan kubus juga termasuk prisma? Sebagian besar siswa PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 menjawab iya karena sesuai dengan definisi yang sebelumnya slide dijelaskan. Peneliti menampilkan selanjutnya yang berisi pengertian prisma tegak dan prisma miring atau condong beserta contoh gambarnya, siswa aktif memperhatikan. Pada slide selanjutnya peneliti menjelaskan unsur-unsur dari prisma pada bagian ini peneliti menyebutkan unsurnya dan yang menunjukkan bagian prisma adalah siswa. Sebelumnya siswa sudah diberi LKS materi dan unsur yang pertama disebutkan adalah sisi atau bidang, siswa aktif menjawab bagian mana yang termasuk bidang dari prisma dan sebagian besar jawaban siswa adalah benar. Unsur yang kedua adalah rusuk. Siswa dapat menunjukan mana yang termasuk rusuk dengan tepat. Sampai kepada titik sudut, siswa bisa menyebutkan dengan tepat. Dilanjutkan dengan siswa menunjukkan diagonal bidang. Pada pembahasan diagonal bidang siswa mulai merasa kebingungan untuk menentukan diagonal bidang pada prisma segi enam. Siswa dapat menunjukan dengan tepat jumlah diagonal bidang pada sisi tegak prisma, karena bentuk sisi tegak prisma segi enam adalah persegi panjang. Tetapi ketika ditanyakan jumlah diagonal bidang alas dan tutup prisma segi enam, masih banyak siswa kebingungan menentukan. Ada siswa yang menjawab 3, ada siswa yang PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 menjawab 9, dan ada siswa yang masih tidak mengerti jumlah diagonal bidang yang benar yang mana sehingga hanya diam. Peneliti menegaskan jumlah diagonal bidang alas dan tutup prisma segi enam yang benar adalah 9 lalu menggambarkan bidang segi enam dan menunjukkan diagonal bidangnya. Selanjutnya adalah bidang diagonal, siswa masih bingung untuk menentukan juga. Peneliti menjelaskan bahwa bidang diagonal adalah bidang yang memuat diagonal bidang alas dan diagonal bidang atas serta keduanya sejajar, siswa aktif memperhatikan. Peneliti memberikan beberapa rumus untuk mencari jumlah unsurunsur prisma siswa aktif memperhatikan penjelasan yang diberikan. Peneliti melanjutkan pada slide sifat-sifat prisma dan menunjukkannya dengan alat peraga bangun ruang prisma. Peneliti menunjukan jaring-jaring prisma dan cara memperoleh jaring-jaring prisma dengan mengiris beberapa rusuk prisma sehingga seluruh permukaan prisma terlihat. Sebelum melanjutkan ke materi limas, peneliti bertanya apakah masih ada yang belum jelas? Siswa menjawab sudah jelas. Peneliti balik bertanya apakah ada yang tahu bahwa tabung termasuk prisma atau tidak? Ada siswa yang menjawab iya termasuk, ada juga yang menjawab tidak termasuk. Peneliti menjelaskan bahwa tabung memang salah PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 satu bagian dari prisma, tetapi pada materi ini tabung tidak termasuk karena materi yang dibahas adalah bangun ruang sisi datar dan tabung memiliki sisi yang melengkung. Materi yang dibahas selanjutnya adalah materi limas, peneliti menanyakan ada yang sudah tahu limas? Sebagian besar siswa menjawab tahu. Peneliti menampilkan slide definisi limas dan menjelaskan dengan alat peraga bangun ruang limas yang dibawa. Peneliti menjelaskan bahwa penamaan limas berdasarkan bentuk alas limas. Selanjutnya dijelaskan unsur-unsur limas dengan menggunakan contoh limas segi enam. Unsur yang pertama adalah sisi atau bidang dan siswa masih bisa menunjukkan bagian limas yang dimaksud sisi atau bidang. Unsur yang kedua adalah rusuk, siswa bisa menunjukan dengan tepat rusuk limas segi enam. Selanjutnya titik sudut, siswa dapat menunjukkan bagian yang dimaksud dengan titik sudut. Peneliti menampilkan slide sifat-sifat limas lalu menjelaskan bahwa bila terdapat limas segitiga maka dapat dipastikan bahwa seluruh sisinya berbentuk segitiga. Dilanjutkan slide yang membahas mengenai jaring-jaring limas yaitu sama seperti bangun ruang yang lain jaring-jaring limas diperoleh dengan mengiris beberapa rusuk limas. Pembahasan limas selesai, peneliti menanyakan apakah masih ada yang belum jelas? PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Sebagian besar siswa menjawab bahwa sudah jelas. Peneliti menanyakan kepada siswa, apakah kerucut juga bisa digolongkan limas? Sebagian besar siswa menjawab bisa, peneliti menegaskan benar jawaban yang disampaikan tetapi tidak termasuk dalam pembahasan materi bangun ruang sisi datar. Setelah materi unsur-unsur prisma dan limas dijelaskan, peneliti melanjutkan dengan ujian pretest dengan soal yang sudah dipersiapkan. Peneliti menjelaskan tujuan ujian pretest adalah untuk menguji kemampuan awal sebelum mempelajari materi selanjutnya. Peneliti memberikan petunjuk bahwa lembar yang dibagikan terdiri dari lembar soal dan lembar jawaban. Pada lembar jawaban dituliskan identitas lengkap siswa. Peneliti memberi tahu waktu mengerjakan soal 40 menit atau 1 jam pelajaran. c) Kegiatan Akhir Peneliti meminta siswa mengumpulkan hasil ujian pretest yang dilakukan. Peneliti menanyakan perasaan siswa dari kegiatan yang sudah dilakukan pada pertemuan pertama baik pada saat membahas materi atau pemberian ujian pretest, siswa menjawab bahwa senang bila tidak usah ada ujian pretest. Selanjutnya peneliti mengucapkan salam dan sampai jumpa pada pertemuan beritkutnya. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 b. Pertemuan Kedua Pengambilan data kedua dilakukan tanggal 21 April 2016 (1 jam pelajaran). Pada pertemuan ini pembelajaran menggunakan model NHT (Numbered Heads Together) yang mengakomodasi tugas proyek, sedangkan materi yang diberikan adalah luas permukaan prisma. Secara rinci sebagai berikut. 1) Tahap Persiapan Peneliti terlebih dahulu melakukan persiapan sebelum melaksanakan kegiatan penelitian. Yang dipersiapkan dalam penelitian kedua adalah RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), LKS (Lembar Kerja Siswa), dan alat peraga yang membantu siswa mencari luas permukaan prisma. 2) Tahap Pelaksanaan Pembelajaran a) Kegiatan Awal/Pendahuluan Peneliti masuk kelas dan memberi salam, kemudian peneliti mengutarakan tujuan dari pembelajaran yaitu untuk mencari luas permukaan prisma dengan model NHT yang mengakomodasi tugas proyek. Sebelum membagikan LKS dan alat peraga, peneliti terlebih dahulu membagi kelas menjadi 7 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 5-6 siswa. Pembagian kelompok dilakukan dengan cara berhitung, siswa masuk ke kelompok masing-masing sesuai nomor yang didapat. Dalam satu kelompok dilakukan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 perhitungan lagi untuk menentukan siapa yang menjadi nomor 1, nomor 2, dan selanjutnya. b) Kegiatan Inti Peneliti membagikan alat peraga dan LKS. Siswa aktif memperhatikan alat peraga dan menghubungkan kaitannya dengan LKS yang dibagikan. Siswa mulai bekerja sesuai arahan pada LKS untuk menentukan luas permukaan dari prisma. Peneliti berkeliling untuk melihat kegiatan siswa dan mencari tahu kesulitan siswa. Masih terdapat beberapa kelompok kesulitan dalam membuka alat peraga karena perekat dalam alat peraga terlalu kuat. Beberapa siswa yang belum mengerti, aktif bertanya kepada peneliti hubungan LKS dengan alat peraga yang diberikan. Peneliti menjelaskan bahwa siswa diminta untuk membuka alat peraga prisma hingga membentuk jaring-jaring prisma. Dari jaring-jaring prisma siswa mencoba menentukan bangun datar apa saja yang terbentuk, siswa mulai menentukan luas permukaan prisma dan ditulis pada lembar LKS yang diberikan. Setelah mengerti kaitan alat peraga dengan LKS yang diberikan siswa mulai menuliskan rumus luas permukaan prisma pada LKS. Peneliti mulai menerapkan model pembelajaran yaitu dengan menunjuk nomor kelompok dan nomor siswa dalam kelompok untuk PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 menjelaskan hasil dari diskusi kelompok. Peneliti menyebutkan kelompok 3 dan siswa nomor 2, siswa yang ditunjuk terkejut dibantu oleh teman kelompok menyiapkan apa yang sudah dikerjakan didalam kelompok. Kemudian siswa maju dengan hasil kelompok lalu menjelaskan. Peneliti menegaskan jawaban siswa bahwa luas permukaan prisma terbentuk dari bidang atau sisi apa saja yang membentuk bangun ruang prisma. Peneliti memberi waktu untuk siswa mengerjakan soal latihan, selanjutnya peneliti berkeliling untuk melihat pekerjaan siswa dan membantu siswa jika kelompoknya sudah tidak mengerti bagaimana cara mengerjakannya. Selanjutnya peneliti menunjuk siswa untuk mengerjakan dengan cara penyebutan seperti pada presentasi luas permukaan prisma. Peneliti mengoreksi urutan cara siswa memperoleh luas permukaan prisma dan mempertegas jawaban siswa bahwa luas permukaan prisma adalah 2 kali luas alas prisma ditambah dengan keliling alas prisma dikali tinggi prisma. c) Kegiatan Penutup Peneliti mengajak siswa untuk menyimpulkan materi pada hari itu, dan sebagian besar siswa menjawab sesuai dengan hasil presentasi luas permukaan prisma. Peneliti menanyakan perasaan peserta didik selama mengikuti pembelajaran luas PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 permukaan prisma. Ada siswa yang menjawab terlalu terburu-buru dalam membuktikan luas permukaan prisma, waktu mengerjakan soal terlalu cepat, tetapi ada juga yang mengatakan menjadi lebih paham untuk menentukan luas permukaan prisma. Peneliti memberikan informasi berkaitan dengan tugas proyek. Siswa diminta untuk mendiskusikan dengan kelompok bentuk bangun ruang yang akan dibuat, berkaitan dengan kehidupan sehari-hari atau apa saja yang ada di dunia ini. Tugas proyek yang dibuat harus memiliki unsur bangun ruang sisi datar dan menyiapkan alasan dari pemilihan pembuatan. Selanjutnya peneliti memberi contoh hasil dari tugas proyek yaitu bangun ruang gabungan yang membentuk danbo (danbo adalah kependekan dari Danboard, dibuat dari kertas karton board. Boneka ini adalah kreasi dari Azuma Kiyohiko seorang komikus serial manga Yotsuba. Bentuk boneka ini sangat unik, yaitu action figure dengan penampilan seperti manusia dengan ukuran mini 7 cm dan 13 cm.). Selanjutnya peneliti mengakhiri pembelajaran, peneliti hanya memberi salam dan mengucapkan terima kasih lalu meninggalkan kelas. c. Pertemuan Ketiga Pengambilan data yang ketiga dilakukan tanggal 23 April 2016 (2 jam pelajaran), pada pertemuan ini pembelajaran menggunakan model PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek. Materi yang dibahas adalah luas permukaan limas dilanjutkan pembahasan tugas proyek. Secara rinci sebagai berikut. 1) Tahap Persiapan Peneliti terlebih dahulu melakukan persiapan sebelum melaksanakan kegiatan penelitian. Yang dipersiapkan dalam penelitian ketiga adalah RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), LKS (Lembar Kerja Siswa), alat peraga bagi siswa untuk membantu mencari luas permukaan limas, beserta alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan tugas proyek. 2) Tahap Pelaksanaan Pembelajaran a) Kegiatan Awal/Pendahuluan Peneliti masuk kelas dan memberi salam. Peneliti mengutarakan tujuan dari pembelajaran adalah untuk mencari luas permukaan limas dengan model NHT mengakomodasi tugas proyek seperti pada pertemuan sebelumnya. Siswa langsung masuk dalam kelompok yang sebelumnya sudah dibagi. b) Kegiatan Inti Siswa mengamati alat peraga dan kaitannya dengan LKS yang dibagikan. Peneliti berkeliling memperhatikan kegiatan siswa, kegiatan yang dilakukan sama dengan pertemuan sebelumnya sehingga sedikit siswa yang bertanya PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 dan menjelaskan maksud dari menentukan luas permukaan limas. Peneliti menunjuk siswa kelompok 6 dengan nomor 1 siswa langsung menyiapkan hasil diskusi kelompok. Peneliti mempertegas jawaban siswa bahwa luas permukaan limas adalah luas bidang alas ditambah 4 kali luas bidang tegak limas. Peneliti meminta siswa mengerjakan latihan soal yang ada pada LKS. Peneliti berkeliling untuk melihat siswa yang merasa kesulitan dalam pengerjaan soal. Peneliti menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas dengan menyebutkan kelompok dan nomor dalam kelompoknya seperti dalam pertemuan sebelumnya. Setelah selesai peneliti masuk dalam pembahasan tugas proyek, peneliti hanya menjelaskan dari setiap kelompok membuat bangun ruang gabungan dengan bentuk yang sudah didiskusikan dalam kelompok dan menjelaskan alasan memilih bentuk benda itu. Selain itu peneliti juga menjelaskan bahwa penilaian tugas proyek dilihat dari proses pembuatan tugas proyek dari setiap kelompok, originalitas atau mampu menampilkan hasil dari tugas proyek dengan cara mereka sendiri, dan dapat menjelaskan perhitungan luas permukaan bangun gabungan yang dibuat dengan tepat. Siswa mulai mendesain kerangka atau jaring-jaring bangun ruang gabungan, ada juga siswa yang mulai mengukur pada kertas yang tersedia. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 c) Kegiatan Penutup Peneliti bertanya kepada siswa apa saja yang sudah dipelajari pada pertemuan hari itu. Ada siswa yang menjawab luas permukaan limas dan ada yang menjawab membuat bangun ruang gabungan. Peneliti balik bertanya apa luas permukaan limas, siswa menjawab luas alas limas ditambah 4 kali luas bidang tegaknya. Peneliti menanggapi jawaban siswa, bahwa benar apa yang sudah siswa sampaikan tentang luas permukaan limas. Peneliti menginformasikan bahwa akan diadakan kegiatan tes hasil belajar dengan materi yang sudah dipelajari bersama peneliti. Peneliti menanyakan perasaan siswa dalam pembelajaran pada pertemuan ketiga, ada yang menjawab senang jika tidak ada ujian tetapi ada juga yang menjawab menjadi lebih paham luas permukaan limas. Peneliti menutup pembelajaran dan mengucapkan terimakasih lalu meninggalkan kelas. d. Pertemuan Keempat Pertemuan keempat dilakukan pada tanggal 30 April 2016 pada pertemuan ini dilakukan ujian hasil belajar atau posttest. Dengan rincian sebagai berikut. 1) Tahap Persiapan Sebelum melakukan ujian hasil belajar peneliti terlebih dahulu melakukan persiapan, diantaranya adalah menyiapkan soal yang PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 sesuai dengan kisi-kisi yang dibuat. Soal ujian terlebih dahulu dikonsultasikan kepada pakar. Selanjutnya dilakukan validasi butir soal dengan melakukan uji coba tes pada kelas VIII A yang sudah menerima materi bangun ruang sisi datar. Hingga akhirnya dapat dinyatakan valid untuk dijadikan soal ujian. 2) Tahap Pelaksanaan Ujian a) Tahap Awal/Pendahuluan Peneliti masuk kelas memberi salam dan menanyakan apakah sudah siap untuk ujian? Sebagian siswa menjawab belum. Peneliti menjelaskan tujuan pertemuan keempat adalah untuk melaksanakan ujian hasil belajar dan pengumpulan tugas proyek. b) Kegiatan Inti Siswa diminta memasukkan seluruh buku pelajaran dan menyiapkan diri untuk mengerjakan soal ujian. Peneliti membagikan instrumen ujian yang terdiri dari lembar jawaban dan lembar soal ujian. Siswa diminta menuliskan identitas pada lembar jawaban. Untuk tugas proyek siswa dapat langsung dikumpulkan pada meja peneliti beserta dengan deskripsinya. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 c) Kegiatan Penutup Ujian selesai siswa diminta mengumpulkan lembar jawab dan lembar soal kepada peneliti. Peneliti mengucapkan terimakasih dan meninggalkan kelas. Selanjutnya dijelaskan kegiatan penelitian pada kelas VIII E. Pada kelas VIII E dilakukan 3 kali pertemuan. Tidak menggunakan model NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek, tetapi menggunakan model yang dilakukan guru sehari-hari yaitu model ceramah. Sesudah pemberian materi pada pertemuan pertama selanjutnya dilakukan ujian pretest seperti yang dilakukan di kelas VIII A. Pertemuan selanjutnya yaitu pemberian materi luas permukaan prisma dan limas. Pada pertemuan terakhir dilakukan ujian posttest atau test hasil belajar. a. Pertemuan Pertama Penelitian pada pertemuan pertama kelas VIII E dilakukan di kelas VIII E pada tanggal 23 April 2016 (1 jam pelajaran). Materi yang dibahas pada pertemuan ini adalah unsur-unsur prisma dan limas. Secara rinci sebagai berikut. 1) Tahap Persiapan Peneliti terlebih dahulu melakukan persiapan sebelum melaksanakan kegiatan penelitian. Pada pertemuan pertama di kelas VIII E materi dan kegiatan pembelajaran sama seperti kelas VIII A dengan RPP dan LKS yang sama. Tetapi belum dilakukan kegiatan pretest karena waktu yang tidak memungkinkan, PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 sehingga ujian pretest dilakukan pada pertemuan berikutnya dan tidak menggunakan lembar observasi keterlaksanaan RPP. Alat peraga yang digunakan sama dengan alat peraga pada kelas VIII A yaitu bangun ruang prisma dan limas. 2) Tahap Pelaksanaan Pembelajaran a) Kegiatan Awal/Pendahuluan Pada pertemuan awal peneliti terlebih dahulu memberi salam, memperkenalkan diri, dan menyampaikan tujuan penelitian di kelas VIII E untuk tugas akhir peneliti. Peneliti juga menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu untuk belajar unsur-unsur dari prisma dan limas. Selanjutnya peneliti menanyakan kesiapan siswa dalam menerima materi pembelajaran. b) Kegiatan Inti Pada pertemuan ini peneliti menanyakan apakah ada yang sudah pernah melihat prisma, kebanyakan siswa menjawab sudah. Selanjutnya peneliti bertanya apakah disekitar kalian terdapat benda yang berbentuk prisma? Seperti pada kelas VIII A siswa lalu menunjuk salah satu alat peraga yang dibawa peneliti. Peneliti bertanya apakah ada yang bisa mendefinisikan atau menjelaskan apa itu prisma? Ada siswa yang menjawab seperti benda yang kakak bawa. Lalu peneliti menanyakan ada yang bisa menjelaskan dengan kata-kata? PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Semua siswa terdiam. Peneliti lalu menampilkan definisi prisma pada slide layar proyektor, kemudian menjelaskan maksud definisi dengan menggunakan alat peraga yang dibawa. Sebelum masuk ke pembahasan selanjutnya peneliti menanyakan apakah balok dan kubus termasuk prisma? Sebagian besar siswa menjawab iya dan ketika ditanya kenapa bisa seperti itu? Karena bentuknya hampir menyerupai prisma. Peneliti menampilkan slide selanjutnya yang berisi pengertian prisma tegak dan prisma miring atau condong beserta contoh gambarnya, siswa memperhatikan penjelasan peneliti. Pada slide berikutnya peneliti menjelaskan unsur-unsur dari prisma, pada bagian ini peneliti menyebutkan unsurnya dan yang menunjukan bagiannya dengan alat peraga adalah siswa. Sebelumnya siswa sudah diberi LKS materi pembelajaran. Unsur yang pertama adalah sisi atau bidang, siswa aktif menjawab bagian mana yang disebut bidang dari prisma seperti pada kelas VIII A jawaban siswa tepat. Unsur yang kedua adalah rusuk siswa dapat menunjukan mana yang termasuk rusuk dengan tepat juga. Sampai pada menentukan titik sudut, siswa juga masih bisa menyebutkan dengan tepat. Masuk pada materi diagonal bidang, siswa kebingungan untuk menentukan diagonal bidang. Sama dengan kelas VIII A jika bidang yang PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 ditunjukan adalah persegi dan persegi panjang siswa dapat menyebutkan dengan tepat. Tetapi yang menjadi contoh adalalah prisma tegak segienam. Dari bidang segi enam itu terdapat berapa diagonal bidang? Kebanyakan siswa menjawab 3, ada juga siswa yang masih bingung diagonal bidang yang mana. Peneliti menjelaskan dan menunjukkan dengan menggambar di papan tulis bahwa yang benar adalah 9 diagonal bidang. Yang terakhir adalah bidang diagonal, siswa bingung bidang diagonal itu yang mana. Peneliti menjelaskan bahwa bidang diagonal adalah bidang yang memuat diagonal bidang alas dan diagonal bidang atas serta keduanya sejajar, siswa memperhatikan penjelasan peneliti. Peneliti memberikan beberapa rumus untuk mencari jumlah unsur-unsur prisma, siswa memperhatikan dan menambahkan pada LKS. Peneliti menampilkan slide berikutnya yaitu sifat-sifat prisma dan menunjukkannya dengan alat peraga bangun ruang prisma. Peneliti membahas mengenai jaring-jaring prisma, cara memperolehnya adalah dengan mengiris beberapa rusuk prisma sehingga seluruh permukaan prisma terlihat. Sebelum melanjutkan ke materi unsur-unsur limas, peneliti bertanya apakah masih ada yang belum jelas? Sebagian besar siswa hanya terdiam. Peneliti balik bertanya apakah tabung dapat disebut sebagai prisma PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 atau tidak? Sebagian besar siswa tidak menjawab, hanya beberapa siswa yang menjawab iya termasuk prisma. Peneliti menjelaskan bahwa memang benar tabung dapat disebut prisma tetapi pada materi ini tabung tidak termasuk karena materi yang dibahas adalah bangun ruang sisi datar, sedangkan tabung memiliki sisi yang melengkung dan masuk pada materi bangun ruang sisi lengkung. Materi yang selanjutnya dibahas adalah materi unsur-unsur limas. Peneliti menanyakan ada yang sudah tahu limas? Hampir seluruh siswa menjawab sudah. Peneliti menampilkan slide definisi limas dan menjelaskan dengan alat peraga bangun ruang limas. Peneliti menjelaskan bahwa penamaan limas berdasarkan bentuk alas limas. Selanjutnya dijelaskan unsurunsur limas. Unsur pertama adalah sisi atau bidang, siswa bisa menunjukan bagian yang dimaksud sisi atau bidang dengan tepat. Unsur yang kedua adalah rusuk, siswa dapat menunjukan dengan tepat bagian yang disebut rusuk. Selanjutnya titik sudut, siswa masih bisa menyebutkan mana yang dimaksut titik sudut. Peneliti menampilkan slide sifatsifat limas, kemudian menjelaskan bila terdapat limas segitiga dapat dipastikan bahwa seluruh sisinya berbentuk segitiga. Dilanjutkan slide yang membahas mengenai jaringjaring limas, yaitu sama dengan bangun ruang yang lain PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 jaring-jaring limas diperoleh dengan mengiris beberapa rusuknya. Setelah pembahasan limas peneliti menanyakan apakah masih ada yang belum jelas? Siswa menjawab bahwa sudah cukup jelas. Peneliti menanyakan apakah kerucut juga termasuk dalam limas? Beberapa siswa menjawab iya bagian dari limas tetapi tidak masuk kedalam materi seperti penjelasan pada tabung. c) Kegiatan Akhir Peneliti menanyakan kepada siswa apa saja yang sudah dipelajari pada pertemuan pertama? Kebanyakan siswa menjawab bersamaan dan bermacam-macam membuat hanya sebagian yang terdengar seperti unsur-unsur prisma dan limas. Peneliti menanyakan perasaan siswa setelah pembelajaran unsur-unsur prisma dan limas, siswa menjawab bahwa senang dan PPT yang ditampilkan menarik. Selanjutnya peneliti mengucapkan salam dan sampai jumpa pada pertemuan selanjutnya yang akan membahas luas permukaan prisma dan limas. b. Pertemuan Kedua Pertemuan kedua dilakukan pada tanggal 26 April 2016 (2 jam pelajaran). Pada 1 jam pelajaran awal dilakukan ujian pretest setelah siswa mempelajari unsur-unsur prisma dan limas untuk analisis data penelitian mengenai homogenitas kelas VIII E dan kelas VIII A. Pada PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 1 jam berikutnya pembelajaran materi luas permukaan prisma dengan model pembelajaran ceramah. Berikut rincian kegiatannya. 1) Tahap Persiapan Peneliti terlebih dahulu melakukan persiapan sebelum melaksanakan kegiatan penelitian. Model pembelajaran yang digunakan di kelas VIII E adalah ceramah sehingga peneliti mempersiapkan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang berbeda dengan kelas VIII A dan LKS (Lembar Kerja Siswa). Pada pertemuan kedua juga dilakukan ujian pretest oleh sebab itu peneliti mempersiapkan dahulu soal-soal yang akan diberikan untuk ujian, soal itu sama dengan yang digunakan pada kelas VIII A. 2) Tahap Pelaksanaan Pembelajaran a) Kegiatan Awal/ Pendahuluan Peneliti masuk kelas dan memberi salam, siswa menjawab salam peneliti dengan semangat. Peneliti menyampaikan bahwa pada hari itu akan dilakukan ujian pretest dari materi bangun ruang sisi datar dan dilanjutkan dengan pembelajaran luas permukaan prisma. b) Kegiatan Inti Peneliti meminta siswa untuk menyiapkan diri dalam ujian. Setelah siswa siap peneliti membagikan lembar jawab dan lembar soal. Siswa diminta mengisi identitas pada lembar PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 jawab, ujian pretest dimulai dengan waktu 40 menit. Bagi siswa yang sudah selesai diminta untuk mengumpulkan lembar soal dan lembar jawaban di meja peneliti. Selanjutnya pembelajaran materi luas permukaan prisma menggunakan alat peraga bangun ruang prisma serta LKS pembelajaran. Peneliti membawa alat peraga prisma tegak segitiga dan menanyakan kepada siswa luas permukaan prisma tegak segitiga yang mana? Siswa menjawab bagian yang diluarnya kak. Selanjutnya peneliti menjelaskan luas permukaan adalah jumlah luas seluruh permukaan bangun ruang. Peneliti bertanya lagi luas permukaan dari prisma tegak segitiga ini yang mana? Ada siswa yang menjawab luas seluruh permukaannya mbak. Peneliti memberi tahu bahwa untuk mencari luas permukaan dari prisma kita bisa menentukan dari jaring-jaring prisma. Peneliti membuka alat peraga membentuk jaring-jaring prisma dan menggambarkan di papan tulis. Peneliti meminta siswa mengamati jaring-jaring yang dibuat, kemudian peneliti bertanya terdiri dari bangun datar apa saja bangun ruang prisma tegak segitiga? Siswa menjawab segi empat dan segitiga. Selanjutnya peneliti menuliskan luas permukaan prisma dengan urutan sesuai pada LKS dan bantuan siswa untuk mengisi. Siswa merespon dengan membantu mengisi urutan menentukan luas PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 permukaan prisma tegak segitiga. Hingga siswa mengetahui bahwa luas permukaan prisma adalah 2 kali luas alas ditambah jumlah luas sisi tegak prisma. Ada siswa yang bertanya kenapa 2 kali luas alas. Peneliti menjawab karena luas bidang alas dan bidang tutup itu sama, jika dijumlahkan maka sama hasilnya dengan 2 kali dari luas alas. Peneliti bertanya apakah masih ada yang belum jelas? Kebanyakan siswa mengatakan tidak. Selanjutnya siswa diminta mengerjakan soal latihan yang sudah disediakan. Siswa yang sudah selesai mengerjakan diminta untuk menuliskan di papan tulis. Tersedia 12 soal yang terdiri dari luas permukaan prisma dan limas, tetapi pada pertemuan ini yang dikerjakan hanya soal luas permukaan prisma. Selama pengerjaan soal peneliti memperhatikan kegiatan siswa dan membantu siswa yang mengalami kesulitan. Peneliti dan siswa bersama membahas soal yang sudah dikerjakan di papan tulis. c) Kegiatan Akhir Setelah pembahasan soal peneliti mengajak siswa menanyakan apa saja yang dipelajari pada pertemuan hari kedua. Siswa menjawab bahwa mereka menjadi tahu rumus luas permukaan prisma. Peneliti menanyakan bagaimana perasaan siswa selama pembelajaran luas permukaan prisma, ada yang menjawab bosan ada yang menjawab senang. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Peneliti memberitahu untuk meneruskan latihan mengenai luas permukaan prisma dan akhirnya peneliti meninggalkan kelas dengan memberi salam. c. Pertemuan Ketiga Pertemuan ketiga dilakukan tanggal 30 April 2016 (1 jam pelajaran). Model yang digunakan adalah ceramah dan materi yang dipelajari adalah luas permukaan limas kelanjutan materi pada pertemuan sebelumnya. Secara rinci sebagai berikut. 1) Tahap Persiapan Tahap persiapan pada pertemuan ketiga di kelas VIII E yang menggunakan model ceramah yaitu dengan menyiapkan instrumen yang dibutuhkan. Instrument yang digunakan adalah RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang berbeda dengan kelas VIII A dan LKS (Lembar Kerja Siswa). Materi yang dibahas pada pertemuan ketiga adalah luas permukaan limas. 2) Tahap Pelaksanaan Pembelajaran a) Kegiatan Awal/ Pendahuluan Peneliti masuk kelas dan memberi salam, siswa menjawab salam dengan semangat. Peneliti mengutarakan tujuan pembelajaran menentukan luas pada pertemuan permukaan limas. ketiga adalah Sebelum mulai menjelaskan luas permukaan limas terlebih dahulu peneliti PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 menanyakan materi yang sebelumnya dipelajari, adakah yang masih ingat dengan luas permukaan prisma? Ada beberapa siswa yang masih ingat dengan menjawab luas permukaan prisma adalah 2× luas alas + (keliling alas × tinggi) tetapi juga masih ada yang belum ingat. b) Kegiatan Inti Peneliti menyiapkan pembelajaran materi luas permukaan limas dengan bantuan alat peraga prisma tegak segiempat dan LKS pembelajaran. Peneliti mengatakan setelah kemarin belajar mengenai luas permukaan prisma, sekarang apakah ada yang tahu bagaimana untuk menentukan luas permukaan limas? Ada yang menjawab dibuka terlebih dahulu limas tegak segiempat hingga membentuk jaring-jaring limas tegak segiempat. Peneliti menanggapi jawaban siswa, ya benar sekali. Selanjutnya peneliti bertanya terdiri dari bidang apa bangun ruang limas tegak segi empat? Siswa menjawab 4 bidang segitiga dan 1 bidang segiempat, peneliti menjawab ya benar. Peneliti menjelaskan jika segitiga pada limas tegak segi empat dapat disebut bidang tegak dari limas dan segi empat merupakan bidang alas maka secara umum dapat ditulis luas permukaan limas bagaimana? Sebagian besar siswa masih bingung. Peneliti memperlihatkan bangun ruang limas yang belum PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 dibuka menjadi jaring-jaring, selanjutnya menjelaskan bahwa segitiga pada limas merupakan bidang tegak dan segiempat pada limas merupakan bidang alas dari limas. Setelah itu siswa baru mengerti maksud dari penjelasan peneliti. Peneliti menanyakan bagaimana rumus umum dari luas permukaan limas? Siswa menjawab jumlah luas bidang tegak limas ditambah dengan luas bidang alas limas. Siswa diminta untuk mengerjakan latihan soal luas permukaan limas, selama mengerjakan peneliti berkeliling untuk membantu siswa. Peneliti mempersilakan siswa yang sudah selesai mengerjakan untuk menuliskan jawaban di papan tulis. Siswa berebut untuk menuliskan di papan tulis. c) Kegiatan Akhir Selesai pembahasan soal peneliti mengajak siswa menyimpulkan materi yang dipelajari dari pertemuan hari itu. Siswa menjawab bahwa mereka dapat menentukan rumus untuk luas permukaan limas. Peneliti menanyakan bagaimana perasaan siswa dari pembelajaran luas permukaan limas, sebagian besar siswa menjawab senang. Peneliti memberitahukan bahwa akan diadakan tes hasil belajar dengan materi bangun ruang sisi datar yang sudah dipelajari dengan peneliti. Sebagian siswa mengeluh kenapa diadakan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 tes hasil belajar. Selanjutnya peneliti menutup pembelajaran memberi salam dan meninggalkan kelas. d. Pertemuan Keempat Pertemuan keempat dilakukan tanggal 3 Mei 2016 pada pertemuan ini dilakukan ujian hasil belajar atau ujian posttest. Dengan rincian sebagai berikut. 1) Tahap Persiapan Sebelum melaksanakan ujian hasil belajar terlebih dahulu peneliti melakukan persiapan diantaranya adalah menyiapkan soal yang sesuai dengan kisi-kisi yang dibuat. Soal tersebut terlebih dahulu dikonsultasikan dengan pakar dan dilakukan validasi butir soal dengan melakukan uji coba tes pada kelas yang sudah menerima materi bangun ruang sisi datar. Sampai akhirnya valid hingga dapat dijadikan soal ujian yang baik. Soal ujian untuk kelas VIII E sama dengan soal yang diujikan di kelas VIII A. 2) Tahap Pelaksanaan Ujian a) Tahap Awal/Pendahuluan Peneliti masuk kelas memberi salam dan menanyakan apakah siswa sudah siap untuk ujian? Sebagian siswa menjawab belum. Peneliti menjelaskan tujuan dari ujian adalah untuk melihat hasil pembelajaran yang sudah dilakukan dengan peneliti. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 b) Kegiatan Inti Siswa diminta memasukkan seluruh buku pelajaran dan menyiapkan diri untuk melakukan ujian. Peneliti membagikan instrumen ujian yang terdiri dari lembar jawab dan lembar soal ujian. Siswa diminta menuliskan identitas pada lembar jawab. Waktu pengerjaan 1 jam pelajaran atau 40 menit. c) Kegiatan Penutup Ujian selesai siswa diminta mengumpulkan lembar jawab dan lembar soal kepada peneliti. Peneliti mengucapkan terimakasih dan meninggalkan kelas. B. Analisis Data 1. Uji Coba Soal Pretest dan Posttest Uji coba ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas soal ujian. Ujian ini dilakukan pada kelas yang sudah pernah mendapatkan materi yang akan diajarkan. Kelas yang digunakan untuk pretest adalah IX D dan kelas yang digunakan untuk uji coba hasil belajar adalah kelas IX F. Berikut tabel 4.1 yang menjelaskan hasil uji coba pretest. NO 1 2 3 4 5 Tabel 4.1 Nilai hasil uji coba pretest Jumlah Jumlah Peserta NO Peserta Skor Skor S1 11 20 S20 17 S2 11 21 S21 39 S3 30 22 S22 32 S4 30 23 S23 35 S5 13 24 S24 39 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 6 S6 15 25 S25 38 7 S7 40 26 S26 22 8 S8 34 27 S27 28 9 S9 23 28 S28 31 10 S10 26 29 S29 25 11 S11 18 30 S30 34 12 S12 13 31 S31 29 13 S13 32 32 S32 16 14 S14 28 33 S33 18 15 S15 27 34 S34 37 16 S16 17 35 S35 13 17 S17 18 36 S36 25 18 S18 22 37 S37 36 19 S19 40 38 S38 10 Tabel 4.1 menunjukkan data nilai hasil uji coba pretest pada kelas yang sudah pernah menerima materi pelajaran yang diujikan. Dari data pada tabel 4.1 maka diperoleh validitas butir soal pretest yang dipaparkan pada tabel 4.2 sebagai berikut. No 1 2 3 4 5 Tabel 4.2 Perhitungan Validitas Pretest N R tabel R Keterangan 38 0,329 0,4978431 Valid 38 0,329 0,4039611 Valid 38 0,329 0,6781456 Valid 38 0,329 0,7642587 Valid 38 0,329 0,5748210 Valid Tabel 4.2 menjelaskan perhitungan antara Rtabel dan R, jika nilai R lebih besar atau sama dengan Rtabel maka soal dinyatakan valid. Perhitungan dari uji reliabilitas dengan N=38 adalah R=0,515893 sehingga Rhitung > Rtabel dengan Rtabel=0,320 dapat dinyatakan bahwa soal cukup reliabel. Selanjutnya tabel 4.3 yang menjelaskan hasil uji coba posttest pada kelas yang sudah menerima materi pembelajaran. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Tabel 4.3 Nilai Hasil Uji Coba Posttest Jumlah Jumlah NO Peserta NO Peserta Skor Skor S1 S22 1 48 22 37 S2 S23 2 45 23 29 S3 S24 3 44 24 39 S4 S25 4 45 25 13 S5 S26 5 45 26 34 S6 S27 6 45 27 45 S7 S28 7 46 28 22 S8 S29 8 45 29 27 S9 S30 9 39 30 28 S10 S31 10 19 31 33 S11 S32 11 28 32 25 S12 S33 12 21 33 24 S13 S34 13 39 34 28 S14 S35 14 48 35 40 S15 S36 15 37 36 30 S16 S37 16 48 37 34 S17 S38 17 39 38 32 S18 18 38 39 S39 41 S19 19 39 40 S40 42 S20 20 37 41 S41 40 S21 21 27 Dari data pada tabel 4.3 peneliti mencari validitas dan reliabilitas soal yang akan diujikan untuk penelitian. Data pada tabel 4.4 merupakan validitas butir soal posttest dengan perhitungan sebagai berikut. No 1 2 3 4 5 Tabel 4.4 Perhitungan Validitas Posttest N R table R Keterangan 41 0,316 0,3292721 Valid 41 0,316 0,3604126 Valid 41 0,316 0,6727881 Valid 41 0,316 0,6164506 Valid 41 0,316 0,735430 Valid Tabel 4.4 menjelaskan perhitungan antara Rtabel dan R, jika nilai R lebih besar atau sama dengan Rtabel maka soal dinyatakan valid. Perhitungan dari uji reliabilitas dengan N=41 adalah R=0,458339 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 sehingga Rhitung > Rtabel dengan Rtabel=0,308 dapat dinyatakan bahwa soal cukup reliabel. 2. Hasil Ujian Pretest Sebelum melakukan pembelajaran terlebih dahulu dilakukan ujian pretest atau ujian awal untuk melihat perbedaan rata-rata antara kelas VIII E dan kelas VIII A memiliki kemampuan yang sama. Tabel 4.5 menampilkan hasil ujian pretest pada kelas VIII E dan kelas VIII A sebagai berikut. Tabel 4.5 Hasil Ujian Pretest No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Kelas VIII A 42 38 38 30 0 48 50 34 36 48 40 42 46 42 54 25 38 0 40 20 36 44 58 34 Interpretasi Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Kurang Sekali Kelas VIII E 36 44 36 42 28 80 58 22 30 52 26 36 20 34 54 44 50 52 28 34 28 34 30 32 Interpretasi Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Baik Kurang Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 38 50 38 40 40 46 0 76 44 40 42 38 42 32 Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Baik Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali 40 36 30 40 30 40 34 46 70 20 30 44 44 16 44 Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Cukup Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Berdasarkan tabel 4.5, 2,63% dari jumlah seluruh siswa kelas VIII A dan 5,12% dari jumlah seluruh siswa kelas VIII E yang mendapat nilai diatas KKM. Untuk nilai yang dibawah KKM pada kelas VIII A ada 97,37% dari jumlah seluruh siswa dan 97,44% dari jumlah seluruh siswa pada kelas VIII E. Rata-rata hasil pretest kelas VIII E adalah 38,30769231 sedangkan rata-rata nilai pretest kelas VIII A adalah 38,13157895. Selanjutnya dibantu dengan uji statistik untuk mengetahui perbedaan rata-rata nilai pretest. Uji statistik dilihat pada penjelasan berikutnya. 3. Hasil Ujian Tes Hasil Belajar Pada pertemuan terakhir dilakukan ujian posttest atau ujian hasil belajar untuk melihat peningkatan hasil pembelajaran atau perbedaan rata-rata antara kelas VIII E dan kelas VIII A. Nilai hasil ujian posttest dijelaskan pada tabel 4.6 berikut ini. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 Tabel 4.6 Hasil Ujian Tes Hasil Belajar No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Kelas VIII A 74 72 84 92 76 80 78 54 64 88 52 78 78 100 100 68 82 66 100 96 74 80 100 68 64 100 0 58 68 48 78 100 90 42 84 84 82 54 Interpretasi Cukup Cukup Baik Baik Sekali Baik Baik Baik Kurang Sekali Cukup Baik Sekali Kurang Sekali Baik Baik Baik Sekali Baik Sekali Cukup Baik Cukup Baik Sekali Baik Sekali Cukup Baik Baik Sekali Cukup Cukup Baik Sekali Kurang Sekali Kurang Cukup Kurang Sekali Baik Baik Sekali Baik Sekali Kurang Sekali Baik Baik Baik Kurang Sekali Kelas VIII E 56 52 34 48 38 0 70 34 50 62 38 48 20 36 34 58 50 80 40 34 42 36 22 36 42 40 32 36 42 42 24 50 58 72 42 74 0 20 46 Interpretasi Kurang Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Cukup Kurang Sekali Kurang Sekali Cukup Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Kurang Sekali Baik Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Cukup Kurang Sekali Cukup Kurang Sekali Kurang Sekali Kurang Sekali PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Berdasarkan tabel 4.6 terdapat 76,31% dari jumlah seluruh siswa kelas VIII A yang mendapat nilai lebih besar atau sama dengan nilai KKM dan 10,25% dari jumlah seluruh siswa pada kelas VIII E memperoleh nilai lebih atau sama dengan KKM. Rata-rata hasil posttest kelas VIII A adalah 75,5789474 sedangkan ratarata nilai posttest kelas VIII E adalah 42,4102564. Selanjutnya membandingkan hasil perolehan nilai posttest antara dua kelas. 4. Data Hasil Pengolahan Tiap Butir Soal Berdasarkan data yang diperoleh pada ujian posttest siswa kelas VIII A menunjukkan hasil yang lebih tinggi dari pada siswa kelas VIII E. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari rata-rata persentase posstest pada kelas VIII E dan VIII A untuk setiap butir soal pada gambar berikut. Gambar 4.1 Perbandingan Posttest Setiap Item Soal Perbandingan Posttest Kelas VIII E (Model Konvensional) dengan Kelas VIII A (Model NHT Mengakomodasi Tugas Proyek) Persentase % 100% 80% 60% 40% 20% 0% Soal 1 Soal 2 Soal 3 Soal 4 Soal 5 Item Soal VIII E VIII A Dapat dilihat perbedaan antara kelas VIII A dan kelas VIII E dari posttest, dari 5 item soal kelas VIII A dapat lebih menjawab dengan baik seperti pada gambar PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 4.1 dari grafik yang disajikan Perolehan hasil posttest tertinggi terlihat pada item soal no 1 yaitu pada kelas VIII A sebesar 91% dan pada kelas VIII E sebesar 72%. Pada item soal no 2 kelas VIII A sebesar 90% dan pada kelas VIII E sebesar 68%. Pada item soal no 3 kelas kelas VIII A sebesar 76% dan kelas VIII E 43%. Pada item soal no 4 kelas VIII A sebesar 65% dan kelas VIII E 23%. Pada item soal no 5 kelas VIII A sebesar 45% dan kelas VIII E 9%. Dari rata-rata kedua kelas juga dapat dikatakan bahwa kedua kelas memiliki perbedaan rata-rata yang terlihat pada gambar grafik berikut. Gambar 4.2 Rata-rata Posttest Kelas VIII A dan Kelas VIII E Rata-rata Posttest Kelas VIII E (Model Konvensional) dan Kelas VIII A (Model NHT Mengakomodasi Tugas Proyek) 80% Persentase % 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Kelas VIII E VIII A Berdasarkan gambar 4.2 dapat diketahui bahwa rata-rata pada kelas VIII A atau kelas yang menggunakan model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek mendapat rata-rata posttest yang lebih baik yaitu 76% daripada rata-rata posttest pada kelas VIII E atau kelas yang menggunakan model pembelajaran ceramah yaitu 42%. Perbedaan rata-rata pada kedua kelas adalah 34%. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Hasil ini menunjukkan bahwa nilai pada kelas VIII A yang menggunakan model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek lebih tinggi daripada pada kelas VIII E yang menggunakan model ceramah. Dikarenakan model pembelajaran pada kelas VIII A dapat lebih mengaktifkan siswa dalam kegiatan pembelajaran dibandingkan dengan model ceramah yang hanya berpusat kepada guru yang aktif. 5. Analisis Data Kreativitas Agar dapat mengetahui kreativitas siswa setelah dilakukan pembelajaran NHT yang mengakomodasi tugas proyek pada kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Ambarawa maka peneliti membagikan kuesioner kreativitas. Kreativitas disini dilihat dari hasil kerja kelompok dalam pengerjaan tugas proyek. Hasil penilaian dari tugas proyek sebagai berikut: Tabel 4.7 Hasil Penilaian Tugas Proyek No Aspek 1 Perencanaan Pembuatan Proses Pembuatan a. Persiapan alat dan bahan b. Pembagian tugas kelompok Hasil Produk a. Originalitas b. Deskripsi c. Ketepatan perhitungan 2 3 Total Skor Nilai 1 4 2 3 Kelompok 3 4 5 5 4 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 3 3 5 4 3 1 5 5 2 5 5 4 4 3 2 3 3 2 5 4 4 25 83.3 20 66.7 23 76.7 21 70 28 93.3 27 27 90 90 6 4 7 5 Berikut dipaparkan hasil analisis kuesioner kreativitas dari mengerjakan tugas proyek. Tabel 4.12 menjelaskan penilaian kuesioner yang dilakukan pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model NHT mengakomodasi tugas proyek dalam materi bengun ruang sisi datar. Penilaian kuesioner menggunakan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 skala Likert yang sebelumnya sudah dijelaskan. Setelah menghitung jumlah skor selanjutnya menentukan kriteria dari skor yang diperoleh dengan menentukan dulu kriteria menggunakan skala Sturges. Berdasarkan skor total kuesioner sebagian besar siswa terbagi menjadi beberapa kriteria sebagai berikut dalam tabel 4.11. Tabel 4.8 Pembagian Kriteria Siswa No Kriteria Jumlah Siswa Sangat 1 1 Tinggi 2 Tinggi 30 3 Cukup 5 Sedangkan 2 siswa tidak hadir dalam pengisin kuesioner. Setelah menentukan kriteria skor total setiap siswa selanjutnya mencari persentase kreativitas siswa secara keseluruhan. Persentase siswa dengan kreativitas sangat tinggi mencapai 2,63% dari jumlah seluruh siswa sehingga belum bisa dikatakan jika kreativitas siswa sangat tinggi. Selanjutnya persentase kreativitas siswa yang sangat tinggi dan yang tinggi digabungkan menghasilkan 81,57% dari jumlah siswa sehingga dapat dikatakan bahwa kreativitas siswa secara keseluruhan tinggi berdasarkan tabel 4.11. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Tabel 4.9 Penilaian Kuesioner No Aspek yang Dinilai Absen P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19 P20 1 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 4 4 3 2 2 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 2 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 2 4 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 5 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 1 6 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 7 3 3 4 3 2 4 4 4 2 3 4 2 3 2 4 1 4 3 4 3 8 3 3 3 4 2 3 3 3 2 2 2 2 3 3 2 2 2 3 3 3 9 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 2 3 3 3 3 10 3 3 4 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 4 3 3 3 11 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 12 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 13 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 14 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 2 4 3 4 3 15 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 2 4 3 4 3 16 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 2 2 4 3 4 4 17 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 4 3 3 18 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 3 2 19 20 3 4 3 4 3 2 4 3 3 4 3 3 4 4 3 2 3 4 3 3 21 4 3 3 4 3 4 4 3 4 1 3 3 4 3 3 1 3 4 4 3 22 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 Jumlah Skor Interpretasi 65 65 60 61 58 60 62 53 61 58 60 56 59 65 65 66 64 53 T T T T T T T C T T T C T T T T T C 65 64 63 T T T PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 3 3 2 3 3 3 3 3 3 1 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 1 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 2 1 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 1 4 3 3 4 2 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 2 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 2 3 3 3 1 3 3 4 4 3 2 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 1 65 60 65 75 62 63 61 58 62 56 T T T ST T T T T T C 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 2 3 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 59 67 58 64 56 T T T T C PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 6. Keterlaksanaan RPP Pada lembar keterlaksanaan RPP dibuat untuk kelas VIII A yang menggunakan model NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek pada materi luas permukaan prisma dan limas. Pilihan pada pernyataan lembar keterlaksanaan RPP hanya “ya” dan “tidak”. Untuk pilihan pernyataan dengan jawaban “ya” memperoleh nilai atau point 1 sedangkan untuk jawaban pernyataan “tidak” bernilai 0. Maksimal skor yang didapat adalah 11, sehingga persentase keterlaksanaan RPP diperoleh dari jumlah point atau jumlah skor yang didapat dibagi dengan 11 dan dikalikan dengan 100%. Berikut dijabarkan persentase keterlaksanaan RPP dari kelas VIII A pada tabel 4.13. Tabel 4.10 Persentase Keterlaksanaan Pembelajaran Pertemuan Persentase No keketerlaksanaan 1 1 54,54% 2 2 81,81% 3 3 90,90% 4 4 63,63% Sehingga rata-rata keterlaksanaan RPP adalah 63,63%. Berikut penjabaran keterlaksanaan pembelajaran pada tabel 4.14. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 Tabel 4.11 Observasi Keterlasanaan RPP No Kegiatan 1 Pendahuluan a. Guru mengucapkan salam pembuka b. Guru menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran c. Siswa berkumpul sesuai kelompoknya 2 Kegiatan Inti a. Siswa diberi lembar kerja siswa b. Siswa mengerjakan latihan soal yang terdapat pada lembar kerja siswa sesuai nomor yang sudah dibagi c. Siswa berdiskusi dalam kelompok d. Guru memantau dan membantu siswa yang menglami kesulitan e. Perwakilan salah satu kelompok untuk presentasi yang ditunjuk guru secara acak f. Guru dan siswa membahas mengenai tugas proyek 3 Penutup a. Guru dan siswa bersama-sama merangkum pembelajaran pada hari itu b. Guru mengucapkan salam penutup Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3 Pertemuan 4 Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak                                              PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 C. Pembahasan Pada pembahasan akan dijawab serta dibahas mengenai masalah-masalah yang dijabarkan pada rumusan masalah. Pembahasan disini berkaitan dengan penerapan model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek di SMP Pangudi Luhur Ambarawa dengan materi bangun ruang sisi datar sesuai dengan data yang diperoleh dan analisis data. 1. Keterlaksanaan pembelajaran model NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek Pada lembar keterlaksanaan kegiatan pembelajaran pilihan “ya” bernilai 1 sedangkan pilihan “tidak” bernilai 0. Untuk menghitung persentasenya adalah dengan menghitung jumlah poin dibagi poin total dikali 100%, sedangkan untuk rata-ratanya dengan persentase total setiap pertemuan dibagi dengan banyaknya pertemuan. Pelaksanaan pembelajaran dengan model NHT (Numbered Heads Together) yang mengakomodasi tugas proyek berjalan dengan baik dan rata-rata persentase keterlaksanaan pembelajaran yang menggunakan model adalah 86,355% sedangkan rata-rata persentase keterlaksanaan dari pertemuan pertama hingga pertemuan terakhir adalah 63,63%. 2. Efektivitas model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek. Berdasarkan hasil analisis data pembelajaran yang menggunakan model NHT mengakomodasi tugas proyek pada materi luas permukaan prisma dan limas sudah efektif. Efektivitas model pembelajaran ini didukung PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 dengan kriteria efektivitas yang sudah dibuat di BAB 3 bagian analisis data. Kriteria efektivitas yang pertama adalah ketuntasan siswa dalam pembelajaran paling sedikit adalah 75%. Sedangkan di bagian analisis data hasil ketuntasan siswa pada ujian posttest mencapai 76,31%. Kriteria efektivitas yang kedua adalah terdapat perbedaan skor antara kelas VIII E dan VIII A dengan membandingkan posttest. Yang pertama dari perbandingan skor posttest setiap item soal terbukti bahwa kelas VIII A mampu menjawab dengan baik dan memiliki skor setiap item soal yang lebih tinggi dari kelas VIII E. Selanjutnya dari perbedaan ratarata kedua kelas kelas VIII A memiliki rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan dari kelas VIII E dengan perbedaan rata-rata yaitu 34%. 3. Kreativitas siswa dari penilaian tugas proyek dan hasil kuesioner. Hasil kreativitas dilihat dari penilaian tugas proyek, berdasarkan penilaian tugas proyek terdapat 1 dari 7 kelompok yang mendapat nilai dibawah KKM 70 sedangkan 6 kelompok lainnya diatas KKM. Ini merupakan salah satu bukti bahwa tugas proyek dapat menumbuhkan kreatifitas siswa karena 85,71% dari jumlah seluruh kelompok mendapat nilai sama atau lebih dari KKM. Sedangkan dilihat dari hasil kuesioner yang telah dibagikan oleh siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model NHT mengakomodasi tugas proyek siswa berada pada kreativitas yang tinggi dan sangat tinggi. Siswa dengan kreativitas pada skor total 45 sampai 57 sebanyak 5 siswa ini berarti kreativitas siswa dalam proses pembelajaran memiliki kriteria cukup. Siswa dengan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 kreativitas pada skor total 58 sampai 70 sebanyak 30 siswa ini berarti kreativitas siswa dalam pembelajaran tinggi. Dan siswa dengan skor total 71 sampai 83 hanya 1 siswa sehingga termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Selanjutnya dari perhitungan jumlah siswa yang termasuk dalam kriteria sangat tinggi dan tinggi digabungkan menghasilkan persentase 81,57% dari jumlah seluruh siswa sehingga dapat dikatakan bahwa kreativitas siswa secara keseluruhan adalah tinggi. D. Keterbatasan Penelitian Selama penelitian ini berlangsung tentunya tidak lepas dari beberapa keterbatasan. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah: 1. Siswa kesulitan unutk membuka alat peraga yang digunakan untuk menentukan luas permukaan prisma sehingga membuat waktu yang direncanakan tidak sesuai rencana dan siswa hanya fokus dengan alat peraga itu. 2. Keaktifan kelas VIII E yang masih kurang karena hanya didominasi oleh beberapa siswa sehingga membuat siswa yang kurang aktif hanya mengikuti jawaban guru atau teman dan membuat mereka kurang paham dengan materi pembelajaran. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Penelitian yang dilaksanakan di kelas VIII A sebagai kelas VIII A dan kelas VIII E sebagai kelas VIII E di SMP Pangudi Luhur Ambarawa menghasilkan beberapa kesimpulan, antara lain: 1. Keterlaksanaan RPP dengan model NHT (Numbered Heads Together) mengakomodasi tugas proyek yang digunakan sudah cukup terlaksana dengan baik meskipun masih ada beberapa tahapan pembelajaran yang belum terlaksana. Dari hasil analisis data diperoleh persentase keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model NHT yang mengakomodasi tugas proyek dan tanpa kegiatan posttest mencapai 86,355% dan persentase keterlaksanaan seluruh pertemuan termasuk kegiatan posttest mencapai 63,63%. 2. Model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) yang mengakomodasi tugas proyek efektif jika ditinjau dari hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat sebanyak 76,31% dari jumlah siswa yang mendapat nilai lebih besar atau sama dengan KKM dibandingkan dengan kelas VIII E yang hanya memiliki persentase ketuntasan hasil belajar sebesar 10,25% dari jumlah seluruh siswa. Selain itu dari perbandingan skor setiap item soal pada posttest kelas VIII A lebih dapat menjawab dengan baik dengan skor yang lebih tinggi daripada kelas VIII E. Sedangkan pada perbandingan rata-rata kedua kelas terdapat perbedaan skor lebih tinggi 107 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 kelas VIII A daripada kelas VIII E dengan perbedaan 34%. Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model NHT mengakomodasi tugas proyek lebih efektif daripada model konvensional. 3. Melalui tugas proyek yang sudah dikerjakan terbukti dapat menumbuhkan kreativitas terlihat dari hasil penilaian tugas proyek 81,57% dari jumlah seluruh kelompok medapat nilai lebih besar atau sama dengan KKM. Selanjutnya dari perhitungan persentase kuesioner kreativitas siswa keseluruhan adalah 94,73% merupakan gabungan dari kreativitas siswa yang sangat tinggi dan tinggi. Dari persentase kreativitas siswa keseluruhan dapat diambil kesimpulan bahwa kreativitas siswa secara keseluruhan masuk pada kriteria tinggi . B. Saran Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan maka peneliti dapat memberikan beberapa saran yang mungkin berguna, sebagai berikut: 1. Bagi Guru Model ini mampu digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam berdiskusi selama pembelajaran karena setiap siswa mendapatkan tanggungjawab masing-masing, selain itu juga kerjasama baik dalam tugas proyek ataupun selama pembelajaran. Tugas proyek disini sebagai metode pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa dalam menghitung luas permukaan bangun ruang yang saling menempel atau bangun ruang gabungan. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 2. Bagi peneliti selanjutnya Observasi sebelum penelitian kepada siswa sebaiknya dilakukan dengan tujuan untuk lebih dapat memahami dan mengenal siswa yang akan diteliti. Peneliti selanjutnya diharapkan mampu lebih mengeksplorasi penilaian kreativitas dalam pembelajaran dan upaya dalam pembelajaran yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kreativitas pembelajaran. 3. Bagi Siswa Siswa diharapkan untuk lebih terlibat aktif dalam pembelajaran terlebih ketika diskusi kelompok karena melalui proses diskusi kelompok siswa dapat saling bertukar pendapat dan lebih paham dengan materi yang dipelajari. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Agus Suprijono.2011.Cooperative Learning.Yogyakarta:Pustaka Pelajar. Arita Marini.2013.Geometri dan Pengukuran.Bandung:PT. Remaja Rosdakarya. Asep Jihad dan Abdul Haris.2012.Evaluasi Pembelajaran.Yogyakarta:Multi Pressindo. Beetlestone, Florence.2011.Creative Learning:Strategi Pembelajaran untuk Melesatkan Kreativitas Siswa.Bandung:Nusa Media. Boeree, Dr.C George.2010.Model Pembelajaran dan Pengajaran.Yogyakarta:ArRuzz Media. Budi Kartika.2001.Berbagi Strategi untuk Melibatkan Siswa secara Aktif dalam Proses Pembelajaran Fisika di SMU, Efektivitasnya, dan Sikap Mereka pasa Strategi Tersebut.USD:Widya Dharma Edisi April 2001. Cronbach, Lee J.1977.Educational Psychology.New York:Harcourt Brace Jovanovich. Departemen Pendidikan Nasional.2011.Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa.Jakarta:PT. Gramedia. Dewi Nuharini dan Tri Wahyuni.2008.Matematika Konsep dan Aplikasinya.Jakarta Pusat:Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Kunandar.2014.Penilaian Autentik.Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada. hfiufijfjfijfiufidjfijfjdfidhfidhfidhfif 110 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 Hamalik, Oemar.2013.Proses Belajar Mengajar.Jakarta:PT.Bumi Aksara. Hurlock, Elizabeth.1978.Perkembangan Anak.Jakarta:PT. Erlangga. Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar.2008.Pengantar Statistika.Jakarta:PT. Bumi Aksara. Lie, Anita.2010.Cooperative Learning.Jakarta:PT.Grasindo. M. Dimyati Mahmud.1990.Psikologi Pendidikan: Suatu Pendekatan Terapan.Yogyakarta:BPFE. Miftahul Huda.2014.Cooperative Learning.Yogyakarta:Pustaka Pelajar. Nana Sudjana.2010.Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar.Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Ngalim Purwanto.2012.Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran.Bandung:PT. Remaja Rosdakarya. Nuniek Avianti Agus.2007.Mudah Belajar Matematika 2 untuk Kelas VIII.Jakarta:Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Reber, Arthur S. dan Emily S. Reber.2010.Kamus Psikologi.Yogyakarta:Pustaka Pelajar. Slavin, Steve dan Ginny Crisonino.2005.Geometry Guide).USA:John Wiley & Sons, Inc. (A Self Teaching PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 Slavin, Robert E.2008.Cooperative Learning (Teori, Riset, dan Praktik).Bandung:Nusa Media. Sri Subarinah.2006.Inovasi Pembelajaran Matematika SD.Jakarta:Depdiknas. Tampomas, Husein.2007.Matematika Plus 2B SMP Kelas VIII Semester Kedua.Jakarta:Yudistira. Trianto.2009.Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).Jakarta:Kencana Prenada Media Group. Winkel, W.S.2012.Psikologi Pengajaran.Yogyakarta:Media Abadi. Zainal Mustafa.2009.Mengurai Variabel Hingga Instrumentasi.Yogyakarta:Graha Ilmu. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 LAMPIRAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 LAMPIRAN A Lampiran A.1 Surat Ijin Penelitian dari Prodi Lampiran A.2 Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 Lampiran A.1 Surat Ijin Penelitian dari Prodi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 Lampiran A.2 Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 LAMPIRAN B Lampiran B.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Lampiran B.2 Soal Pretest dan Posttest Lampiran B.3 Kunci Jawaban Soal Pretest dan Posttest Lampiran B.4 Pedoman Penilaian Pretest dan Posttest Lampiran B.5 Pedoman Penilaian Tugas Proyek Lampiran B.6 Kuesioner Kreativitas PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Lampiran B.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMP Pangudi Luhur Ambarawa Mata Pelajaran : Bangun Ruang Sisi Datar Kelas : VIII Tahun Ajaran : 2015-2016 Semester : Genap Waktu : 4 JP A. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagianbagiannya, serta menentukan ukurannya B. Kompetensi Dasar 5.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma dan limas C. Indikator 1. Bersemangat dalam mengikuti pembelajaran matematika 2. Serius dalam mengikuti pembelajaran 3. Aktif bertanya atau menjawab selama proses pembelajaran 4. Memahami dan menghitung luas permukaan prisma 5. Memahami dan menghitung luas permukaan limas D. Tujuan Pembelajaran Siswa mampu untuk : 1. Bersemangat dalam mengikuti pembelajaran matematika 2. Serius dalam mengikuti pembelajaran 3. Aktif bertanya atau menjawab selama proses pembelajaran 4. Memahami dan menghitung luas permukaan prisma 5. Memahami dan menghitung luas permukaan limas E. Materi Pembelajaran Luas Permukaan Prisma dan Limas (Terlampir) F. Model Pembelajaran NHT (Numbered Heads Together), tugas proyek, dan latihan soal G. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke 1 (Unsur-unsur prisma dan limas beserta pemberian pre test) (2 JP) No Bagian Kegiatan Alokasi Waktu 1. Pendahuluan 1. Guru masuk kelas memberi 5 Menit salam dan berdoa. Siswa menjawab salam guru dan memimpin doa. 2. Guru mengutarakan tujuan dari pembelajaran yaitu untuk PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 2. Inti 3. Penutup belajar unsur-unsur dari prisma dan limas. Siswa memperhatikan guru. 3. Guru menyiapkan instrumen 30 Menit pembelajaran dengan membagikan LKS dan PPT materi pembelajaran Siswa membantu kegiatan guru 4. Guru mulai menjelaskan unsurunsur prisma dan limas dengan mengikuti PPT materi dan dibantu alat peraga bangun ruang. Siswa aktif menjawab dan mengisi LKS. 5. Selama menjelaskan unsurunsur guru meminta siswa menentukan unsur-unsurnya sesuai dengan gambar pada LKS Siswa menjawab pertanyaan guru 6. Guru memancing dengan pertanyaan apakah tabung bisa disebut prisma. Siswa mengolah pertanyaan dan menjawab 7. Guru memancing dengan pertanyaan apakah kerucut bisa disebut limas. Siswa mengolah pertanyaan dan menjawab 8. Guru menginformasikan bahwa hari itu akan diadakan ujian pretest 9. Guru mengajak siswa 5 Menit menyimpulkan materi dari pembelajaran hari itu. Siswa aktif menjawab dan memperhatikan. 10. Guru menanyakan perasaan peserta didik dari proses pembelajaran yang sudah dilakukan. Siswa aktif menyampaikan perasaannya. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 11. Guru memberikan tugas rumah dari materi yang disampaikan. Siswa mencatat dan memperhatikan penjelasan guru. 12. Guru mengajak peserta didik menutup dengan doa, memberi salam, dan keluar. Salah satu siswa memimpin doa dan memberi salam Pertemuan 2 (Luas permukaan prisma) (1 JP) No Bagian Kegiatan 1. Pendahuluan 1. 2. 2. Inti 3. 4. 5. 6. Alokasi Waktu Guru masuk kelas memberi 5 Menit salam dan berdoa. Siswa menjawab salam guru dan memimpin doa. Guru mengutarakan tujuan dari pembelajaran. Siswa memperhatikan guru. Siswa dibagi menjadi beberapa 30 Menit kelompok. Guru menyiapkan lembar kerja siswa dan alat peraga. Siswa mengamati alat peraga dan kaitannya dengan lembar kerja siswa. Guru menjelaskan cara mengerjakan lembar kerja siswa. Siswa aktif mengumpulkan informasi dari alat peraga yang diberikan. Guru memperhatikan kegiatan siswa Siswa menghubungkan kaitan alat peraga yang dibagikan dengan rumus luas permukaan prisma dan dilanjutkan dengan siswa mengerjakan latihan soal yang tersedia sesuai nomer yang sudah ditentukan dalam kelompok atau satu anak bertanggungjawab untuk satu soal PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 3. Penutup Guru mengamati dan membantu siswa yang kesulitan 7. Guru menunjuk perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil dari kerja kelompok. Siswa memperhatikan presentasi dari temannya. 8. Guru memperjelas penjelasan siswa Siswa mamperhatikan penjelasan guru 9. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan soal latihan (model NHT digunakan) cara menunjuk dengan menyebutkan nomor kelompok dan nomor soal Siswa aktif mengerjakan di depan kelas 10. Guru memberikan penjelasan mengenai tugas proyek yang akan dibuat pada pertemuan berikutnya Siswa memperhatikan penjelasan guru. 11. Guru mengajak siswa 5 Menit menyimpulkan materi dari pembelajaran hari itu. Siswa aktif menjawab dan memperhatikan. 12. Guru menanyakan perasaan peserta didik dari proses pembelajaran yang sudah dilakukan. Siswa aktif menyampaikan perasaannya. 13. Guru memberikan tugas rumah dari materi yang disampaikan. Siswa mencatat dan memperhatikan penjelasan guru. 14. Guru mengajak peserta didik menutup dengan doa, memberi salam, dan keluar. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 Salah satu siswa memimpin doa dan memberi salam Pertemuan ke 3 (Luas Permukaan Limas) (2 JP) No Bagian Kegiatan Alokasi Waktu 1. Pendahuluan 1. Guru masuk kelas memberi 5 Menit salam dan berdoa. Siswa menjawab salam guru dan memimpin doa. 2. Guru mengutarakan tujuan dari pembelajaran. Siswa memperhatikan guru. 3. Guru menanyakan materi sebelumnya. Siswa aktif menjawab pertanyaan guru. 2. Inti 4. Siswa masuk dalam kelompok 60 Menit masing-masing. Guru menyiapkan lembar kerja siswa dan alat peraga. 5. Siswa mengamati alat peraga dan kaitannya dengan lembar kerja siswa. Guru menjelaskan cara mengerjakan lembar kerja siswa. 6. Siswa aktif mengumpulkan informasi dari alat peraga yang diberikan. Guru memperhatikan kegiatan siswa 7. Siswa menghubungkan kaitan alat peraga yang dibagikan dengan rumus luas permukaan limas dan dilanjutkan dengan mengerjakan latihan soal yang diberikan seperti pertemuan sebelumnya. Guru mengamati dan membantu siswa yang kesulitan 8. Guru menunjuk perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil dari kerja kelompok. Siswa memperhatikan presentasi dari temannya. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 3. Penutup 9. Guru memperjelas penjelasan siswa Siswa mamperhatikan penjelasan guru 10. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan soal latihan (model NHT digunakan) cara menunjuk dengan menyebutkan nomor kelompok dan nomor soal. Siswa aktif mengerjakan di depan kelas 11. Siswa mulai mengerjakan tugas proyek yang sebelumnya sudah dijelaskan. Guru memperhatikan kegiatan siswa. 12. Guru mengajak siswa menyimpulkan materi dari pembelajaran hari itu. Siswa aktif menjawab dan memperhatikan. 5 Menit PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMP Pangudi Luhur Ambarawa Mata Pelajaran : Bangun Ruang Sisi Datar Kelas : VIII Tahun Ajaran : 2015-2016 Semester : Genap Waktu : 4 JP A. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagian-bagiannya, serta menentukan ukurannya A. Kompetensi Dasar 5.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma dan limas B. Indikator 1. Bersemangat dalam mengikuti pembelajaran matematika 2. Serius dalam mengikuti pembelajaran 3. Aktif bertanya atau menjawab selama proses pembelajaran 4. Memahami dan menghitung luas permukaan prisma 5. Memahami dan menghitung luas permukaan limas C. Tujuan Pembelajaran Siswa mampu untuk : 1. Bersemangat dalam mengikuti pembelajaran matematika 2. Serius dalam mengikuti pembelajaran 3. Aktif bertanya atau menjawab selama proses pembelajaran 4. Memahami dan menghitung luas permukaan prisma 5. Memahami dan menghitung luas permukaan limas D. Materi Pembelajaran Luas Permukaan Prisma dan Limas (Terlampir) E. Model Pembelajaran Ceramah dan latihan soal F. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke 1 (Unsur-unsur prisma dan limas) (1 JP) No Bagian Kegiatan Alokasi Waktu 1. Pendahuluan 13. Guru masuk kelas memberi 5 Menit salam dan berdoa. Siswa menjawab salam guru dan memimpin doa. 14. Guru mengutarakan tujuan dari pembelajaran yaitu untuk belajar unsur-unsur dari prisma dan limas. Siswa memperhatikan guru. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 2. Inti 3. Penutup 15. Guru menyiapkan instrumen 25 Menit pembelajaran dengan membagikan LKS dan PPT materi pembelajaran Siswa membantu kegiatan guru 16. Guru mulai menjelaskan unsurunsur prisma dan limas dengan mengikuti PPT materi dan dibantu alat peraga bangun ruang. Siswa aktif menjawab dan mengisi LKS. 17. Selama menjelaskan unsurunsur guru meminta siswa menentukan unsur-unsurnya sesuai dengan gambar pada LKS Siswa menjawab pertanyaan guru 18. Guru memancing dengan pertanyaan apakah tabung bisa disebut prisma. Siswa mengolah pertanyaan dan menjawab 19. Guru memancing dengan pertanyaan apakah kerucut bisa disebut limas. Siswa mengolah pertanyaan dan menjawab 20. Guru mengajak siswa 5 Menit menyimpulkan materi dari pembelajaran hari itu. Siswa aktif menjawab dan memperhatikan. 21. Guru menanyakan perasaan peserta didik dari proses pembelajaran yang sudah dilakukan. Siswa aktif menyampaikan perasaannya. 22. Guru memberikan tugas rumah untuk mempelajari materi selanjutnya. Siswa memperhatikan penjelasan guru. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 23. Guru mengajak peserta didik menutup dengan doa, memberi salam, dan keluar. Salah satu siswa memimpin doa dan memberi salam Pertemuan 2 (Pre test serta pemberian materi luas permukaan prisma) (2 JP) No Bagian Kegiatan Alokasi Waktu 1. Pendahuluan 1. Guru masuk kelas memberi 5 Menit salam dan berdoa. Siswa menjawab salam guru dan memimpin doa. 2. Guru mengutarakan tujuan dari pembelajaran bahwa hari itu akan diadakan pre test atau ujian dari materi yang sebelumnya dipelajari dan dilanjutkan dengan pembelajaran mengenai luas permukaan prisma. Siswa memperhatikan penjelasan guru. 2. Inti 3. Guru membagikan soal ujian 40 Menit yang digunakan untuk pre test . Siswa tenang dan memperhatikan. 4. Guru memberitahu untuk menuliskan identitas pada lembar jawab yang sudah disediakan dan diminta mengerjakan dengan tenang. Siswa mengerjakan sesuai dengan arahan dari guru dengan tenang. 5. Guru melanjutkan 30 Menit pembelajaran dengan menjelaskan luas permukaan prisma dibantu dengan alat peraga yang sudah dibuat dan buku LKS. Siswa memperhatikan dan ikut serta dalam menentukan luas permukaan prisma PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 3. Penutup 6. Guru menanyakan apakah ada pertanyaan dalam menentukan luas permukaan prisma. Siswa menjawab pertanyaan guru. 7. Guru meminta siswa mengerjakan soal latihan pada LKS. Siswa memperhatikan dan mulai mengerjakan latihan soal. 8. Guru memperhatikan kegiatan siswa dan membantu siswa yang kesulitan mengerjakan. Siswa aktif bertanya mengenai soal yang dirasa sulit 9. Guru mengajak siswa 5 Menit menyimpulkan materi dari pembelajaran hari itu. Siswa aktif menjawab dan memperhatikan. 10. Guru menanyakan perasaan siswa dari proses pembelajaran yang sudah dilakukan. Siswa aktif menyampaikan perasaannya. 11. Guru memberikan tugas rumah untuk melanjutkan mengerjakan latihan soal pada LKS. Siswa mencatat dan memperhatikan penjelasan guru. 12. Guru mengajak peserta didik menutup dengan doa, memberi salam, dan keluar. Salah satu siswa memimpin doa dan memberi salam Pertemuan ke 3 (Pemberian materi luas permukaan limas) (1 JP) No Bagian Kegiatan Alokasi Waktu 1. Pendahuluan 13. Guru masuk kelas memberi 10 Menit salam dan berdoa. Siswa menjawab salam guru dan memimpin doa. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 2. Inti 3. Penutup 14. Guru mengutarakan tujuan dari pembelajaran yaitu untuk belajar mengenai luas permukaan limas. Siswa memperhatikan guru. 15. Guru menanyakan materi sebelumnya. Siswa aktif menjawab pertanyaan guru. 16. Guru mulai menjelaskan 60 Menit mengenai luas permukaan limas dengan bantuan alat peraga yang sudah dibuat. Siswa memperhatikan dan ikut serta dalam menentukan luas permukaan limas. 17. Guru menanyakan apakah ada yang masih belum paham mengenai materi yang diberikan. Siswa menjawab pertanyaan guru. 18. Guru meminta siswa mengerjakan latihan soal pada LKS. Siswa mulai mengerjakan latihan soal pada LKS 19. Guru melihat pekerjaan siswa dan membantu siswa yang kesulitan . Siswa aktif mengerjakan dan bertanya mengenai soal yang dirasa sulit 20. Guru mengajak siswa 10 Menit menyimpulkan materi dari pembelajaran hari itu. Siswa aktif menjawab dan memperhatikan. 21. Guru menanyakan perasaan peserta didik dari proses pembelajaran yang sudah dilakukan. Siswa aktif menyampaikan perasaannya. 22. Guru menginformasikan bahwa pertemuan selanjutnya akan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 diadakan ujian dari luas permukaan prisma dan limas. Siswa memperhatikan informasi guru dan mempersiapkan di rumah. 23. Guru mengajak peserta didik menutup dengan doa, memberi salam, dan keluar. Salah satu siswa memimpin doa dan memberi salam Pertemuan ke 4 (Postest) (1 JP) No Bagian Kegiatan 1. Pendahuluan 1. Guru masuk kelas memberi salam dan berdoa. Siswa menjawab salam guru dan memimpin doa. Alokasi Waktu 5 Menit PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 Lembar Kegiatan Siswa Kelas VIII A Lembar Kerja Siswa Kelompok Nama :..................................................................................... 1.................................................................................... 2.................................................................................... 3................................................................................... 4................................................................................... 5.................................................................................. 6.................................................................................. Mari belajar mencari luas permukaan prisma ! Langkah kerja ! 1. Kalian sudah diberi alat peraga oleh guru 2. Buka alat peraga sehingga membentuk jaring-jaring dari prisma 3. Tempelkan pada kertas yang sudah diberikan / disediakan 4. Perhatikan bentuk apa saja yang membentuk jaring-jaring prisma. Misalnya : persegi panjang, persegi, segitiga, dan lain-lain 5. Kalian dapat menemukan rumus luas permukaa prisma dari jaring-jaring prisma tersebut. Dan isikan pengamatan kalian pada lembar ini PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 Berikut gambar jaring-jaring dari prisma E E D F E B A C B B Luas permukaan prisma = luas _______________ + luas _______________ + luas _______________ + luas _______________ + luas _______________ Kelompokkan bangun yang memiliki luas sama = luas ____________ + luas _______________ + luas _______________ + luas _______________ + luas _______________ = × luas _______________ + ____ × ____ + ____ × ____ + ____ × ____ Jika EB = DA = FC = EB maka dapat diperoleh : = × luas _______________ + [ ____ + ____ + ____ × ____] = × luas _______________ + keliling ____________ × __________ = × luas ____________ + keliling ____________ × ____________ Jadi dapat disimpulkan bahwa luas permukaan prisma adalah __________________________________________________________________ PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 Contoh Soal : Suatu prisma alasnya berbentuk segitiga siku-siku dengan panjang sisi 6 cm, 8 cm, dan 10 cm, serta tinggi prisma 12 cm. Tentukan luas permukaan prisma ! Jawab : Diketahui : Panjang sisi alas segitiga siku-siku prisma = 6 cm, 8 cm, dan 10 cm Tinggi prisma = 12 cm Ditanya : Luas permukaan prisma ? Penyelesaian : Luas permukaan prisma = = = × luas alas + keliling alas × tinggi × + × × +[ + + × ] =336 cm2 Latihan Soal : 1. Sebuah prisma alasnya berbentuk segitiga siku-siku dengan sisi miring 26 cm dan salah satu sisi siku-sikunya 10 cm. Jika luas permukaan prisma 960 cm2, tentukan tinggi prisma 2. Alas sebuah prisma berbentuk belah ketupat dengan panjang diagonal masing-masing 12 cm dan 16 cm, jika tinggi prisma 18 cm, hitunglah luas permukaan prisma 3. Sebuah prisma alasnya berbentuk persegi panjang dengan luas 24 cm2. Jika lebar persegi panjang 4 cm dan tinggi prisma 10 cm, hitunglah luas permukaan prisma 4. Sebuah prisma memiliki alas berbentuk trapesium sama kaki dengan panjang sisi sejajarnya 8 cm dan 14 cm serta panjang kaki trapesium 10 cm. Hitunglah luas permukaan prisma. 5. Sebuah kawat sepanjang 135 cm akan dibuat kerangka prisma segitiga. Jika panjang seluruh rusuk prisma segitiga tersebut memiliki ukuran yang sama panjang. Tentukan luas permukaan prisma tersebut. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 6. Alas sebuah prisma berbentuk belah ketupat dengan panjang sisi 10 cm, dan panjang diagonal pertama = kali diagonal kedua. Luas permukaan prisma tersebut adalah 648 cm2. Hitunglah panjang diagonal-diagonalnya jika tinggi prisma 15 cm! PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 Lembar Kerja Siswa Kelompok :..................................................................................... Nama 1.................................................................................... 2.................................................................................... 3................................................................................... 4................................................................................... 5.................................................................................. 6.................................................................................. Mari belajar mencari luas permukaan limas ! Langkah kerja ! 1. Kalian sudah diberi alat peraga oleh guru 2. Buka alat peraga sehingga membentuk jaring-jaring dari limas 3. Tempelkan pada kertas yang sudah diberikan / disediakan 4. Perhatikan bentuk apa saja yang membentuk jaring-jaring limas. Misalnya : persegi panjang, persegi, segitiga, dan lain-lain 5. Kalian dapat menemukan rumus luas permukaa limas dari jaring-jaring limas tersebut. Dan isikan pengamatan kalian pada lembar ini Berikut gambar jaring-jaring limas T D C T T A B T PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 Luas permukaan limas = luas _______________ + luas _______________ + luas _______________ + luas _______________ + luas _______________ Kelompokkan bangun yang memiliki luas sama = luas _______________ + luas _______________ + luas _______________ + luas _______________ + luas _______________) = luas _______________ + × luas _______________ Jika luas segitiga pada jaring limas sama dengan mencari luas sisi tegak limas maka secara umum dapat ditulis = luas ______________ + luas _____________________________ Jadi dapat disimpulkan bahwa luas permukaan limas adalah _________________________________________________________________ Contoh Soal : Diketahui alas sebuah limas T.ABCD berbentuk persegi dengan panjang rusuk 10 cm dan tinggi limas 12 cm. Hitunglah luas permukaan limas ! Jawab : Diketahui : Panjang rusuk = 10 cm T Tinggi limas = 12 cm Ditanya : luas permukaan limas ! D Penyelesaian : Luas alas limas = luas persegi ABCD = Panjang EF = = AB = × × cm = cm C E A F B Perhatikan bahwa Δ TEF siku-siku. Karena Δ TEF siku-siku maka berlaku teorema Pythagoras, sehingga : PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 � =� + = + = + = =√ = cm Luas Δ TAB = luas Δ TBC = luas Δ TCD = luas Δ TAD Luas Δ TBC = × BC × TF = × Luas permukaan limas = luas persegi ABCD + = = + cm × × = × luas ∆TAB Latihan Soal : 1. Alas sebuah limas berbentuk persegi dengan panjang sisinya 12 cm. Jika tinggi segitiga pada 10 cm, hitunglah luas permukaan limas 2. Suatu limas segi empat beraturan sisi tegaknya terdiri atas empat segitiga sama kaki yang kongruen. Diketahui luas salah satu segitiga itu 135 cm2 dan tinggi segitiga dari puncak limas 15 cm. Hitunglah luas permukaan limas 3. Suatu limas T.ABC alas dan salah satu sisi tegaknya berbentuk segitiga siku-siku seperti gambar disamping. Tentukan luas permukaan limas tersebut. 4. Alas sebuah limas segi empat beraturan berbentuk persegi. Jika tinggi segitiga 17 cm dan tinggi limas 15 cm, tentukan luas permukaan limas PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 5. Sebuah bangun terdiri atas prisma dan limas seperti pada gambar di atas. Jika semua rusuk bangun tersebut masing-masing panjangnya 8 cm, hitunglah luas permukaan bangun tersebut. 6. Alas sebuah limas berbentuk persegi panjang dengan panjang 18 cm dan lebar 10 cm. Hitunglah luas permukaan limas tersebut jika tingginya 12 cm! PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 Lembar Kegiatan Siswa Kelas VIII E Lembar Kerja Siswa Nama : No/ Kelas : Mari belajar mencari luas permukaan prisma ! Berikut gambar jaring-jaring dari prisma E E D F E B A C B B Luas permukaan prisma = luas _______________ + luas _______________ + luas _______________ + luas _______________ + luas _______________ Kelompokkan bangun yang memiliki luas sama = luas ____________ + luas _______________ + luas _______________ + luas _______________ + luas _______________ = × luas _______________ + ____ × ____ + ____ × ____ + ____ × ____ Jika EB = DA = FC = EB maka dapat diperoleh : = × luas _______________ + [ ____ + ____ + ____ × ____] PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 = = × luas _______________ + keliling ____________ × __________ × luas ____________ + keliling ____________ × ____________ Jadi dapat disimpulkan bahwa luas permukaan prisma adalah _________________________________________________________________ Contoh Soal : Suatu prisma alasnya berbentuk segitiga siku-siku dengan panjang sisi 6 cm, 8 cm, dan 10 cm, serta tinggi prisma 12 cm. Tentukan luas permukaan prisma! Jawab : Diketahui : Panjang sisi alas segitiga siku-siku prisma = 6 cm, 8 cm, dan 10 cm Tinggi prisma = 12 cm Ditanya : Luas permukaan prisma ? Penyelesaian : Luas permukaan prisma = = = × luas alas + keliling alas × tinggi × + × × =336 cm2 +[ + + × ] PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 Berikut gambar jaring-jaring limas T D C T T A B T Luas permukaan limas = luas _______________ + luas _______________ + luas _______________ + luas _______________ + luas _______________ Kelompokkan bangun yang memiliki luas sama = luas _______________ + luas _______________ + luas _______________ + luas _______________ + luas _______________) = luas _______________ + × luas _______________ Jika luas segitiga pada jaring limas sama dengan mencari luas sisi tegak limas maka secara umum dapat ditulis = luas ______________ + luas _____________________________ Jadi dapat disimpulkan bahwa luas permukaan limas adalah _________________________________________________________________ PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 Contoh Soal : Diketahui alas sebuah limas T.ABCD berbentuk persegi dengan panjang rusuk 10 cm dan tinggi limas 12 cm. Hitunglah luas permukaan limas ! Jawab : Diketahui : Panjang rusuk = 10 cm T Tinggi limas = 12 cm Ditanya : luas permukaan limas ! D Penyelesaian : = luas persegi ABCD Luas alas limas = Panjang EF = × = AB = × cm = cm C E A F B Perhatikan bahwa Δ TEF siku-siku. Karena Δ TEF siku-siku maka berlaku teorema Pythagoras, sehingga : � =� + = + = + = =√ = cm Luas Δ TAB = luas Δ TBC = luas Δ TCD = luas Δ TAD Luas Δ TBC = × BC × TF = × Luas permukaan limas = luas persegi ABCD + = + × = × = × luas ∆TAB cm PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 Latihan Soal : 1. Sebuah prisma alasnya berbentuk segitiga siku-siku dengan sisi miring 26 cm dan salah satu sisi siku-sikunya 10 cm. Jika luas permukaan prisma 960 cm2, tentukan tinggi prisma 2. Alas sebuah prisma berbentuk belah ketupat dengan panjang diagonal masing-masing 12 cm dan 16 cm, jika tinggi prisma 18 cm, hitunglah luas permukaan prisma 3. Sebuah prisma alasnya berbentuk persegi panjang dengan luas 24 cm2. Jika lebar persegi panjang 4 cm dan tinggi prisma 10 cm, hitunglah luas permukaan prisma 4. Sebuah prisma memiliki alas berbentuk trapesium sama kaki dengan panjang sisi sejajarnya 8 cm dan 14 cm serta panjang kaki trapesium 10 cm. Dan tinggi prisma adalah 4 cm. Hitunglah luas permukaan prisma. 5. Sebuah kawat sepanjang 135 cm akan dibuat kerangka prisma segitiga. Jika panjang seluruh rusuk prisma segitiga tersebut memiliki ukuran yang sama panjang. Tentukan luas permukaan prisma tersebut. 6. Alas sebuah prisma berbentuk belah ketupat dengan panjang sisi 10 cm, dan panjang diagonal pertama = kali diagonal kedua. Luas permukaan prisma tersebut adalah 648 cm2. Hitunglah panjang diagonal-diagonalnya jika tinggi prisma 15 cm! 7. Alas sebuah limas berbentuk persegi dengan panjang sisinya 12 cm. Jika tinggi segitiga pada 10 cm, hitunglah luas permukaan limas 8. Suatu limas segi empat beraturan sisi tegaknya terdiri atas empat segitiga sama kaki yang kongruen. Diketahui luas salah satu segitiga itu 135 cm2 dan tinggi segitiga dari puncak limas 15 cm. Hitunglah luas permukaan limas 9. Suatu limas T.ABC alas dan salah satu sisi tegaknya berbentuk segitiga siku-siku seperti gambar disamping. Tentukan luas permukaan limas tersebut. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 10. Alas sebuah limas segi empat beraturan berbentuk persegi. Jika tinggi segitiga 17 cm dan tinggi limas 15 cm, tentukan luas permukaan limas 11. Sebuah bangun terdiri atas prisma dan limas seperti pada gambar di atas. Jika semua rusuk bangun tersebut masing-masing panjangnya 8 cm, hitunglah luas permukaan bangun tersebut. 12. Alas sebuah limas berbentuk persegi panjang dengan panjang 18 cm dan lebar 10 cm. Hitunglah luas permukaan limas tersebut jika tingginya 12 cm! PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 Lampiran B.2 Keterlaksanaan Pembelajaran Lembar Pengamatan Keterlaksanaan RPP (Pertemuan ke ...) Hari, Tanggal : Nama Observer : No Kegiatan Ya 1. Pendahuluan  Guru mengucapkan salam pembuka  Guru menyampaikan tujauna dan langkah-langkah pembelajaran  Siswa berkumpul sesuai dengan kelompoknya 2. Kegiatan Inti  Siswa diberi lembar kerja siswa  Siswa mengerjakan latihan soal yang terdapat pada lembar kerja siswa sesuai nomor yang sudah dibagi  Siswa berdiskusi dalam kelompok  Guru memantau dan membantu siswa yang mengalami kesulitan  Perwakilan salah satu kelompok untuk presentasi yang ditunjuk guru secara acak  Guru dan siswa membahas mengenai tugas proyek 3. Penutup  Guru dan siswa bersama-sama merangkum pembelajaran pada hari itu  Guru mengucapkan salam penutup Tidak Observer ( ) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 Lampiran B.3 Soal Pretest dan Posttest Soal Pre Test Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII/ Genap Materi : Bangun Ruang Sisi Datar Pokok Bahasan : Luas Permukaan Prisma dan Limas Petunjuk : Tuliskan identitas kalian pada lembar yang sudah disediakan ! 1. Kelompokkan benda yang bentuknya menyerupai prisma dan mana yang menyerupai limas dari gambar berikut! Kotak tisu Kue Bedug Masjid Piramida di Mesir Atap Gereja Coklat Tenda Caping Museum Louvre di Perancis PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 2. Tentukan nama dan unsur (banyak bidang tegaknya, bentuk bidang tegaknya, banyak rusuknya) dari bangun ruang berikut a. b. 3. Tentukan luas permukaannya bangun ruang sisi datar pada gambar dibawah ini! 35 cm 4. Sebuah limas yang alasnya berbentuk persegi mempunyai luas alas 100 cm2 dan tinggi 12 cm. Luas seluruh bidang sisi limas tersebut ? 5. Tentukan luas permukaan bangun ruang gabungan berikut ! 8 cm 8 cm PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 SOAL TES HASIL BELAJAR Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : VIII/ Genap Materi : Bangun Ruang Sisi Datar Pokok Bahasan : Luas Permukaan Prisma dan Limas Petunjuk : Tuliskan identitas kalian pada lembar yang sudah disediakan ! 1. Kelompokkan benda yang bentuknya menyerupai prisma dan mana yang menyerupai limas dari gambar berikut! Kotak tisu Kue Bedug Masjid Piramida di Mesir Atap Gereja Coklat Tenda Caping Museum Louvre di Perancis PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 2. Tentukan nama dan unsur-unsurnya (banyak bidang tegaknya, bentuk bidang tegaknya, banyak rusuknya) ! a. Dari bangun ruang sisi datar dibawah ini b. Dari jaring-jaring bangun ruang sisi datar dibawah ini 8 cm 15 cm 4 cm 3 cm 3. Sebuah prisma tegak segitiga mempunyai alas berbentuk segitiga sama sisi yang panjang sisinya 10 cm. Jika tinggi prisma tersebut 15 cm, tentukan luas permukaan prisma ! 4. Hitunglah luas permukaan limas segitiga yang semua panjang rusuknya 6 cm ! 5. Tentukan luas permukaan bangun ruang gabungan berikut ! PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 Lampiran B.4 Kunci Jawaban Soal Pretest dan Posttest KUNCI JAWABAN PRETEST 1. Kelompok benda yang menyerupai prisma dan limas dari gambar adalah Benda yang menyerupai prisma : kotak tisu, tenda, coklat Benda yang menyerupai limas : Piramida di Mesir, Atap Gereja, Museum Louvre di Perancis 2. a. Nama bangun ruang Banyak bidang tegak Bentuk bidang tegak Banyak rusuk : limas tegak segi empat : 4 buah : segitiga : 8 buah b. Nama bangun ruang Banyak bidang tegak Bentuk bidang tegak Banyak rusuk 3. Diketahui : : prisma tegak segitiga : 3 buah : persegi panjang : 9 buah 35 cm Tinggi segitiga alas prisma = 12 cm Panjang alas segitiga pada prisma = 18 cm Tinggi prisma = 35 cm Ditanya : Luas permukaan prisma ? Jawab : PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 = Luas permukaan = = = × Luas alas + Luas bidang tegak × × + × + + × × + × 4. Diketahui : Limas dengan alas persegi Luas alas prisma = 100 cm2 Tinggi limas = 12 cm Ditanya : Luas seluruh bidang sisi limas ? Jawab : P D C O A T B berikut. � � = × = Luas ABCD = 100 cm2 mencari panjang AB sebagai ; panjang AB=BC dimisalkan “s” = × = × =√ = Mencari panjang PT dengan dalil Phytagoras diambil segitiga POT. P Sehingga O T �= × karena OT sejajar dengan AB sehingga panjang OT= 5 cm dan PO= 12 cm. Mencari panjang PT atau tinggi sisi miring segitiga dengan dalil Phytagoras � = � + � = + � = + PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 � = �=√ �= Luas permukaan limas = = + +( × × × = +( × × = + × = + = 5. Diketahui: Panjang sisi pada gambar sebagai berikut × ) ) � � 8 cm 8 cm Ditanya : Luas permukaan bangun ruang gabungan ? Jawab : � = + × � + × � Sebelumnya mencari tinggi segitiga pada bidang tegak limas dengan dalil phytagoras 8 cm x cm 4 cm � = − � = − � = 48 �=√ �= √ Sehingga tinggi sisi tegak limas adalah √ PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153 � = � = × � = + � � 1. = = + + + + � + + √ × × × × × √ � + √ + × × × √ KUNCI JAWABAN TES HASIL BELAJAR Kelompok benda yang menyerupai prisma dan limas dari gambar adalah Benda yang menyerupai prisma : kotak tisu, tenda, coklat Benda yang menyerupai limas : Piramida di Mesir, Atap Gereja, Museum Louvre di Perancis 2. a. Nama bangun ruang Banyak bidang tegak Bentuk bidang tegak Banyak rusuk : limas tegak segi enam : 6 buah : segitiga : 12 buah b. Nama jaring-jaring bangun ruang Banyak bidang tegak Bentuk bidang tegak Banyak rusuk 3. Diketahui : : prisma tegak segitiga : 3 buah : persegi panjang : 9 buah × PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154 Panjang alas prisma dengan bentuk segitiga sama sisi = 10 cm Tinggi prisma = 15 cm Ditanya : Luas permukaan prisma ? Jawab : C A B O Karena alas segitiga sama sisi maka mencari tinggi dari segitiga alas terlebih dahulu dimisalkan segitiga ABC sehingga panjang AB=BC=CA yaitu 10 cm. Mencari panjang CO dengan dalil phytagoras. = + = − = − = − =√ = √ Luas permukaan prisma = × =( × × =( × √ )+ = = + × √ ×( × √ ) + √ + 4. Diketahui : Limas segitiga dengan panjang rusuk 6 cm Ditanya : Luas permukaan limas ? Jawab : Mencari tinggi salah satu segitiga × )+( × × � × � ) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155 C A B O = = = = + − − − =√ = √ Karena semua panjang rusuknya sama sehingga luas alas dan salah saru sisi tegak nya sama. Maka : Luas permukaan prisma = + × � � = × � � = = = = × × × √ ×( × √ ) × √ √ 5. Diketahui: Panjang bebrapa sisi sebagai berikut (gambar) Ditanya: Luas permukaan bangun ? Jawab: � = + × � + × � + � � × � � Sebelumnya mencari tinggi segitiga pada sisi miring limas dengan dalil phytagoras 3 cm x cm 4 cm � = � = � = + + + PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156 �=√ �= Sehingga panjang sisi miring limas adalah 5 cm � = × +( × × )+( × � � � � � ( = = = = = × + + + + − × + + × + + )+( × × + + × × − × ) )+ + × × PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157 Lampiran B.5 Pedoman Penilaian Pretest dan Posttest Pretest No Jawaban 1. 2. Skor Kelompok benda yang menyerupai prisma dan limas dari gambar adalah Benda yang menyerupai prisma : kotak tisu, tenda, coklat Benda yang menyerupai limas : Piramida di Mesir, Atap Gereja, Museum Louvre di Perancis a. Nama bangun ruang : limas tegak segi empat Banyak bidang tegak: 4 buah Bentuk bidang tegak : segitiga Banyak rusuk : 8 buah Total Skor 10 5 5 10 5 b. Nama bangun ruang : prisma tegak segitiga Banyak bidang tegak: 3 buah Bentuk bidang tegak : persegi panjang Banyak rusuk : 9 buah 3. 5 10 Diketahui : 35 cm Tinggi segitiga alas prisma = 12 cm Panjang alas segitiga pada prisma = 18 cm Tinggi prisma = 35 cm Ditanya : Luas permukaan prisma ? Jawab : Luas permukaan = × Luas alas + Luas bidang tega = × × × + × × + = + + 2 2 × 2 2 2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158 4. = Diketahui : Limas dengan alas persegi Luas alas prisma = 100 cm2 Tinggi limas = 12 cm Ditanya : Luas seluruh bidang sisi limas ? Jawab : 10 1 P D C O A T B Luas ABCD = 100 cm2 mencari panjang AB sebagai berikut. � = × ; panjang AB=BC dimisalkan “s” � = × = × = =√ = Mencari panjang PT dengan dalil Phytagoras diambil segitiga POT. 3 P T �= × karena OT Sehingga O sejajar dengan AB sehingga panjang OT= 5 cm dan PO= 12 cm. Mencari panjang PT atau tinggi sisi miring segitiga dengan dalil Phytagoras � = � + � = + � = + � = �=√ �= 3 3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159 Luas permukaan limas = = 5. + � ) +( × × × � × = +( × × ) = + × = + = Diketahui: Panjang sisi pada gambar Ditanya : Luas permukaan bangun ruang gabungan ? Jawab : � = + × � +( × � Sebelumnya mencari tinggi segitiga pada bidang tegak limas dengan dalil phytagoras 8 cm x cm 3 4 cm � = − � = − � = 48 �=√ �= √ Sehingga tinggi sisi tegak limas adalah √ � = + × � + � = × + × × + × × × √ = = = Posttest + + + + + √ × × √ × √ No Jawaban 1. 10 Kelompok benda yang menyerupai prisma dan limas dari gambar adalah Benda yang menyerupai prisma : kotak tisu, tenda, coklat 2 2 2 1 Skor 5 Total Skor 10 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160 2. Benda yang menyerupai limas : Piramida di Mesir, Atap Gereja, Museum Louvre di Perancis a. Nama bangun ruang : limas tegak segi enam Banyak bidang tegak : 6 buah Bentuk bidang tegak : segitiga Banyak rusuk : 12 buah 5 10 5 c. 3. Nama jaring-jaring bangun ruang : prisma tegak segitiga Banyak bidang tegak : 3 buah Bentuk bidang tegak : persegi panjang Banyak rusuk : 9 buah Diketahui : Panjang alas prisma dengan bentuk segitiga sama sisi = 10 cm Tinggi prisma = 15 cm Ditanya : Luas permukaan prisma ? Jawab : 5 10 2 C A O B Karena alas segitiga sama sisi maka mencari tinggi dari segitiga alas terlebih dahulu dimisalkan segitiga ABC sehingga panjang AB=BC=CA yaitu 10 cm. Mencari panjang CO dengan dalil phytagoras. = + = − 3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161 = − = − =√ = √ Luas permukaan prisma = × + × =( × = 4. × × √ ×( × √ ) + )+( × × � × � 2 2 ) =( × √ )+ = √ + Diketahui : Limas segitiga dengan panjang rusuk 6 cm Ditanya : Luas permukaan limas ? Jawab : Mencari tinggi salah satu segitiga 1 10 C A O B = + = − = − = − =√ = √ Karena semua panjang rusuknya sama sehingga luas alas dan salah saru sisi tegak nya sama. Maka : Luas permukaan prisma = + × � � = × � � = × × × √ = = = ×( × √ ) × √ √ 5.6. Diketahui: Panjang bebrapa sisi Ditanya: Luas permukaan bangun ? 3 2 2 2 1 10 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162 Jawab: � + = × + � + � � × 2 � + × � � Sebelumnya mencari tinggi segitiga pada sisi miring limas dengan dalil phytagoras x cm 3 cm 4 cm � = + � = + � = �=√ �= Sehingga panjang sisi miring limas adalah 5 cm � = × +( × × )+( × × )+ ( = = = = = × × + × + + + − × + + × + + )+( × × + + × × − ) + 3 2 2 1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163 Lampiran B.6 Pedoman Tugas Proyek TUGAS PROYEK Bangun Ruang Sisi Datar Tujuan : Menerapkan konsep luas permukaan bangun ruang sisi datar dalam pembuatan bangun ruang gabungan untuk memperjelas konsep luas permukaan bangun ruang sisi datar. Standar Kompetensi : Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagian-bagiannya, serta menentukan ukurannya Kompetensi Dasar :5.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma dan limas Indikator : 1. Bersemangat dalam mengikuti pembelajaran matematika 2. Serius dalam mengikuti pembelajaran 3. Aktif bertanya atau menjawab selama proses pembelajaran 4. Memahami dan menghitung luas permukaan prisma 5. Memahami dan menghitung luas permukaan limas TUGAS PROYEK BANGUN RUANG SISI DATAR Menerapkan Konsep Luas Permukaan Bangun Ruang Sisi Datar dalam Pembuatan Bangun Ruang Gabungan untuk Memperjelas Konsep Luas Permukaan Bangun Ruang Sisi Data 1. Carilah benda disekitarmu yang menggunakan bangun ruang sisi datar gabungan 2. Pilih salah satu untuk dijadikan contoh dalam membuat bangun ruang gabungan dan diskusikan dengan kelompok alasan pemilihan bangun ruang itu 3. Diusahakan bangun ruang gabungan menggunakan bentuk prisma dan limas 4. Jelaskan perhitungan dari tugas proyek yang dibuat pada lembar yang sudah diberikan (Semakin sama perhitungan dan bentuk bangun ruang gabungan yang dibuat maka skor semaking tinggi) 5. Deskripsikan alasan dari pemilihan bangun ruang gabungan (semakin detail dan jelas maka skor semakin tinggi) tuliskan pada lembar folio yang diberikan beserta peritungannya. 6. Penilaian tugas proyek meliputi perencanaan pembuatan, proses pembuatan, originalitas, deskripsi, dan ketepatan perhitungan. 7. Pengumpulan tugas proyek ketika kegiatan posttest dilakukan 8. Tulis laporan tugas proyek dengan detail dan jelas. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 PEDOMAN PENILAIAN TUGAS PROYEK NO 1. 2. Aspek Perencanaan pembuatan Proses Pembuatan a. Persiapan alat dan bahan b. Pembagian tugas kelompok 3. Hasil Produk a. Originalitas Deskripsi Aspek Dari setiap pertemuan selalu ada peningkatan yang cukup besar Dalam setiap pertemuan selalu ada peningkatan tetapi sedikit Dalam setiap pertemuan cenderung konstan atau hanya hal itu saja yang dikerjakan Kurang ada peningkatan tetapi selalu mengerjakan dengan baik Tidak ada peningkatan dalam mengerjakan tugas proyek sama sekali Menggunakan alat dan bahan yang disediakan dengan baik dan menyediakan alat sendiri juga Menggunakan alat dan bahan dengan baik Kurang menggunakan alat dan bahan dengan baik Menggunakan alat tetapi kurang lebih bahan ½ bagian Kurang menggunakan alat dan bahan tersisa kurang lebih ½ bagian Setiap anggota kelompok mendapatkan tugasnya masing-masing Terdapat 1 atau 2 anak yang tidak ikut bekerja Hanya sebagian dari kelompok saja yang bekerja Hanya 1 sampai 2 anakyang sibuk mengerjakan Semua anggota tidak ikut serta mengerjakan Bangun ruang gabungan belum ada pada kelompok lainnya dan rumit dalam pembuatan Bangun ruang gabungan belum ada pada kelompok Skor Skor Maksimal 5 5 4 3 2 1 5 5 4 3 2 1 5 5 4 3 2 1 5 5 4 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165 b. Deskripsi c. Ketepatan perhitungan lain dan sederhana pengerjaannya Bangun ruang gabungan sudah ada pada kelompok lain tetapi rumit mengerjakannya Bangun ruang gabungan sudah ada peda kelompok lain tetapi mudah dalam mengerjakan Bangun ruang yang dibuat tidak terdiri dari prisma atau limas Deskripsi pada tugas proyek sangat detail dan jelas Deskripsi pada tugas proyek cukup detail dan jelas Deskripsi pada tugas proyek cukup detail dan kurang jelas Deskripsi pada tugas proyek kurang detail tetapi jelas Deskripsi pada tugas proyek kurang detail dan kurang jelas. Luas permukaan dari perhitungan dan bentuk nyata sangat tepat dan rapi Luas permukaan dari perhitungan dan bentuk nyata tepat hanya kurang rapi Luas permukaan dari perhitungan dan bentuk nyata kurang tepat tetapi rapi Luas permukaan dari perhitungan dan bentuk nyata kurang tepat dan kurang rapi Luas permukaan dari perhitungan sama sekali tidak tepat ℎ × = 3 2 1 5 5 4 3 2 1 5 5 4 3 2 1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166 Lampiran B.7 Kuesioner Kreativitas Pernyataan Positif Negatif Skor tiap pilihan SS S 4 3 1 2 Kisi kisi kuesioner Indikator Aspek Kreativitas 1. Mampu menampilkan hasil dari tugas proyek dengan cara mereka sendiri atau dengan ide siswa sendiri (Originalitas) 2. Mengetahui dan ikut serta dalam proses pembuatannya dan merasa produk yang dihasilkan juga hasil kerjanya 3. Dapat mendiskripsikan tugas proyek yang dikerjakan 4. Dapat memberikan pengukuran luas permukaan dari tugas proyek dengan benar baik dari hasil nyata tugas proyek atau dari deskripsi yang tertulis TS 2 3 STS 1 4 No. Item Positif 1,6 Jumlah Negatif 16,11 2,4,14 20,9,7 3,18 13,15 19,17,8 5,10,12 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167 KUESIONER KREATIFITAS SISWA Nama :.................................................. No. Presensi / Kelas :.................................................. Untuk tujuan pengembangan pembelajaran matematika, mohon tanggapan Anda pada proses pembelajaran matematika dengan materi luas permukaan prisma dan limas. Jawaban Anda akan dirahasiakan, jawablah dengan jujur dan hal ini tidak berpengaruh dengan mata pelajaran matematika atau pokok bahasan yang berkaitan. Petunjuk : 1. Tuliskan identitas Anda pada tempat yang tersedia. 2. Pilihlah salah satu jawaban dari ke empat pilihan jawaban yang paling sesuai dengan apa yang Anda rasakan. 3. Berilah tanda √ (centang) pada huruf yang terletak pada pernyataan yang di bawah ini Keterangan : SS : Sangat Setuju S : Setuju TS :Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju No 1 2 3 4 Pernyataan Melalui tugas proyek saya menemukan ide pembuatan bentuk bangun ruang gabungan yang baru dan belum terpakai Saya tahu bagaimana proses pembuatan tugas proyek kelompok saya Saya paham dengan tugas proyek yang saya kerjakan dan alasan kelompok saya memilih bentuk bangun ruang gabungan yang kami kerjakan Saya ikut serta dalam proses pembuatan tugas proyek SS Jawaban S TS STS PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Saya kurang paham dalam pengukuran luas permukaan bangun ruang gabungan selama pembuatan bentuk bangun ruang gabungan di kelompok saya sehingga saya serahkan pada teman yang lebih paham Saya senang dalam melakukan halhal baru yang mendorong saya menemukan ide baru seperti dalam pembuatan bentuk bangun ruang gabungan yang baru dalam tugas proyek Tugas proyek yang dibuat bukan bagian milik saya karena saya tidak mengikuti proses pembuatannya Dari penugasan tugas proyek saya menjadi lebih paham dalam menghitung luas permukaan bangun ruang gabungan yang kelompok kami buat Saya hanya membantu sedikit dalam pembuatan tugas proyek Saya kurang mengerti dalam luas permukaan bidang bangun ruang yang berhimpit dihitung atau tidak Saya membuat tugas proyek hanya berdasarkan contoh guru atau melihat dari kelompok lain Melalui tugas proyek justru semakin membuat saya bingung dalam menghitung luas permukaan bangun ruang gabungan Saya kurang ikut serta dalam pembuatan tugas proyek sehingga saya kurang paham kenapa kelompok saya memilih bentuk bangun ruang gabungan yang kami kerjakan Tugas proyek kelompok juga merupakan milik saya karena saya mengikuti setiap prosesnya dari penentuan ide pembuatan sampai hasil akhir pembuatan Saya menyerahkan diskripsi tugas proyek pada teman kelompok yang PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169 16 17 18 19 20 lebih paham karena saya kurang paham Dalam mengerjakan tugas proyek kebanyakan saya mengikuti ide yang sudah disepakati kelompok Saya mengerti bahwa luas permukaan bidang bangun ruang yang berhimpit tidak dihitung Saya ikut serta dalam pembutan diskripsi tugas proyek yang dibuat Saya membantu dalam pengukuran luas permukaan dari tugas proyek yang dibuat Saya kurang tahu bagaiman proses pembuatan tugas proyek kelompok saya Total PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170 LAMPIRAN C Lampiran C.1 Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Lampiran C.2 Validasi Soal Pretest Lampiran C.3 Validasi Soal Posttest Lampiran C.4 Lembar Jawab Validasi Pretest Lampiran C.5 Lembar Jawab Validasi Posttest Lampiran C.6 Lembar Jawab Pretest Kelas VIII A Lampiran C.7 Lembar Jawab Pretest Kelas VIII E Lampiran C.8 Lembar Jawab Posttest Kelas VIII A Lampiran C.9 Lembar Jawab Posttest Kelas VIII E Lampiran C.10 Lembar Jawab Kuesioner Lampiran C.11 Foto Penelitian PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171 Lampiran C.1 Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175 Lampiran C.2 Validasi Soal Pretest SISWA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 SKOR BUTIR SOAL SETIAP NOMOR SOAL 1 2 3 4 5 8 8 8 8 4 6 6 8 8 6 6 6 8 8 8 6 6 9 10 8 6 6 8 10 10 6 8 8 8 6 6 6 6 9 8 8 10 8 4 8 8 4 4 8 7 10 9 10 8 8 9 9 9 9 9 9 9 9 8 8 8 8 9 9 9 8 10 10 8 8 9 8 9 10 1 1 2 3 4 4 10 4 1 1 1 1 5 1 1 4 4 10 10 2 10 5 5 10 10 2 10 2 6 10 10 4 4 5 0 5 5 0 0 10 10 1 1 10 10 2 10 1 0 10 10 10 1 1 0 10 1 10 10 10 10 10 2 2 10 4 2 1 1 1 5 0 3 5 0 0 1 2 1 1 3 3 1 2 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 4 4 2 1 1 1 0 1 0 8 1 0 0 8 0 1 8 SKOR TOTAL 17 13 29 31 14 16 37 32 22 28 19 15 32 28 28 20 20 28 40 21 39 33 33 39 39 20 29 30 26 36 28 19 19 36 16 26 38 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176 38 7 8 0 0 0 �� 2,083215 2,157183 11,98364 19,16358 4,85064 � ∑�� R Kriteria 68,51565 40,23826 0,515893 Cukup Soal No. 1 RESPONDEN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 X 8 8 8 8 4 6 6 8 8 6 6 6 8 8 8 6 6 9 10 8 6 6 8 10 10 6 8 8 8 6 6 6 Y 17 13 29 31 14 16 37 32 22 28 19 15 32 28 28 20 20 28 40 21 39 33 33 39 39 20 29 30 28 36 28 19 X2 Y2 64 64 64 64 16 36 36 64 64 36 36 36 64 64 64 36 36 81 100 64 36 36 64 100 100 36 64 64 64 36 36 36 289 169 841 961 196 256 1369 1024 484 784 361 225 1024 784 784 400 400 784 1600 441 1521 1089 1089 1521 1521 400 841 900 784 1296 784 361 XY 136 104 232 248 56 96 222 256 176 168 114 90 256 224 224 120 120 252 400 168 234 198 264 390 390 120 232 240 224 216 168 114 15 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177 33 34 35 36 37 38 6 9 8 8 10 7 ∑ 281 19 36 16 26 38 15 1013 36 81 64 64 100 49 2155 0,4978431 361 1296 256 676 1444 225 29541 114 324 128 208 380 105 7711 X 8 4 8 8 4 4 8 7 10 9 10 8 8 9 9 9 9 9 9 9 9 8 8 8 8 9 9 9 8 10 Y 17 13 29 31 14 16 37 32 22 28 19 15 32 28 28 20 20 28 40 21 39 33 33 39 39 20 29 30 28 36 X2 Y2 64 16 64 64 16 16 64 49 100 81 100 64 64 81 81 81 81 81 81 81 81 64 64 64 64 81 81 81 64 100 289 169 841 961 196 256 1369 1024 484 784 361 225 1024 784 784 400 400 784 1600 441 1521 1089 1089 1521 1521 400 841 900 784 1296 XY 136 52 232 248 56 64 296 224 220 252 190 120 256 252 252 180 180 252 360 189 351 264 264 312 312 180 261 270 224 360 Soal No 2 RESPONDEN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178 31 32 33 34 35 36 37 38 ∑ 10 8 8 9 8 9 10 8 315 28 19 19 36 16 26 38 15 1013 X 1 1 2 3 4 4 10 4 1 1 1 1 5 1 1 4 4 10 10 2 10 5 5 10 10 2 10 2 Y 17 13 29 31 14 16 37 32 22 28 19 15 32 28 28 20 20 28 40 21 39 33 33 39 39 20 29 30 100 784 64 361 64 361 81 1296 64 256 81 676 100 1444 64 225 2691 29541 0,4039611 280 152 152 324 128 234 380 120 8579 Soal No 3 RESPONDEN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 X2 Y2 1 1 4 9 16 16 100 16 1 1 1 1 25 1 1 16 16 100 100 4 100 25 25 100 100 4 100 4 289 169 841 961 196 256 1369 1024 484 784 361 225 1024 784 784 400 400 784 1600 441 1521 1089 1089 1521 1521 400 841 900 XY 17 13 58 93 56 64 370 128 22 28 19 15 160 28 28 80 80 280 400 42 390 165 165 390 390 40 290 60 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Σ 6 10 10 4 4 5 0 5 5 0 173 28 36 28 19 19 36 16 26 38 15 1013 X 0 0 10 10 1 1 10 10 2 10 1 0 10 10 10 1 1 0 10 1 10 10 10 10 10 2 Y 17 13 29 31 14 16 37 32 22 28 19 15 32 28 28 20 20 28 40 21 39 33 33 39 39 20 36 784 100 1296 100 784 16 361 16 361 25 1296 0 256 25 676 25 1444 0 225 1231 29541 0,6781456 168 360 280 76 76 180 0 130 190 0 5331 Soal No 4 RESPONDEN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 X2 Y2 0 0 100 100 1 1 100 100 4 100 1 0 100 100 100 1 1 0 100 1 100 100 100 100 100 4 289 169 841 961 196 256 1369 1024 484 784 361 225 1024 784 784 400 400 784 1600 441 1521 1089 1089 1521 1521 400 XY 0 0 290 310 14 16 370 320 44 280 19 0 320 280 280 20 20 0 400 21 390 330 330 390 390 40 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Σ 2 10 4 2 1 1 1 5 0 3 5 0 184 29 30 28 36 28 19 19 36 16 26 38 15 1013 X 0 0 1 2 1 1 3 3 1 2 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 4 4 2 1 Y 17 13 29 31 14 16 37 32 22 28 19 15 32 28 28 20 20 28 40 21 39 33 33 39 4 841 100 900 16 784 4 1296 1 784 1 361 1 361 25 1296 0 256 9 676 25 1444 0 225 1600 29541 0,7642587 58 300 112 72 28 19 19 180 0 78 190 0 5930 Soal No 5 RESPONDEN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 X2 Y2 0 0 1 4 1 1 9 9 1 4 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 16 16 4 1 289 169 841 961 196 256 1369 1024 484 784 361 225 1024 784 784 400 400 784 1600 441 1521 1089 1089 1521 XY 0 0 29 62 14 16 111 96 22 56 19 0 32 0 0 0 0 0 40 21 156 132 66 39 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Σ 1 1 0 1 0 8 1 0 0 8 0 1 8 0 58 39 20 29 30 28 36 28 19 19 36 16 26 38 15 1013 1 1521 1 400 0 841 1 900 0 784 64 1296 1 784 0 361 0 361 64 1296 0 256 1 676 64 1444 0 225 268 29541 0,5748210 39 20 0 30 0 288 28 0 0 288 0 26 304 0 1934 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182 Lampiran C.3 Validasi Soal Posttest SISWA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 SKOR BUTIR SOAL SETIAP NOMOR SOAL 1 2 3 4 5 8 8 6 6 6 8 6 6 8 8 8 6 8 10 6 10 8 8 8 10 6 6 5 9 6 8 9 5 7 5 6 7 10 8 8 2 6 10 7 8 9 9 7 10 9 10 8 8 10 10 10 10 10 10 8 10 6 8 10 8 8 4 10 10 6 8 10 10 8 4 6 8 8 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 1 10 3 10 8 10 8 10 10 10 10 10 10 4 4 1 4 10 10 2 2 2 2 2 8 8 8 5 10 10 10 10 10 10 10 10 1 1 1 1 10 10 1 10 1 10 1 1 2 1 10 8 1 2 10 1 2 10 10 2 2 2 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 1 1 1 1 10 10 10 10 2 10 10 1 10 2 10 1 10 6 0 8 1 5 6 6 4 6 2 3 SKOR TOTAL 48 45 44 45 45 45 46 45 39 19 28 21 39 48 37 48 39 38 39 37 27 37 29 39 13 34 45 22 27 28 33 25 24 28 40 30 34 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183 38 39 40 41 �� � ∑�� r Kriteria 4 8 9 8 2,995122 80,00122 50,66707 10 5 5 8 3,237805 5 8 8 10 10,9439 10 10 10 10 18,4378 3 10 10 4 15,05244 0,458339 CUKUP Soal No 1 RESPONDEN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 X 8 8 6 6 6 8 6 6 8 8 8 6 8 10 6 10 8 8 8 10 6 6 5 9 6 8 9 5 7 Y 48 45 44 45 45 45 46 45 39 19 28 21 39 48 37 48 39 38 39 37 27 37 29 39 13 34 45 22 27 X2 Y2 64 64 36 36 36 64 36 36 64 64 64 36 64 100 36 100 64 64 64 100 36 36 25 81 36 64 81 25 49 2304 2025 1936 2025 2025 2025 2116 2025 1521 361 784 441 1521 2304 1369 2304 1521 1444 1521 1369 729 1369 841 1521 169 1156 2025 484 729 XY 384 360 264 270 270 360 276 270 312 152 224 126 312 480 222 480 312 304 312 370 162 222 145 351 78 272 405 110 189 32 41 42 40 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Σ 5 6 7 10 8 8 2 6 4 8 9 8 294 28 33 25 24 28 40 30 34 32 41 42 40 1465 25 36 49 100 64 64 4 36 16 64 81 64 2228 0,3292721 784 1089 625 576 784 1600 900 1156 1024 1681 1764 1600 55547 140 198 175 240 224 320 60 204 128 328 378 320 10709 X 10 7 8 9 9 7 10 9 10 8 8 10 10 10 10 10 10 8 10 6 8 10 8 8 Y 48 45 44 45 45 45 46 45 39 19 28 21 39 48 37 48 39 38 39 37 27 37 29 39 X2 Y2 100 49 64 81 81 49 100 81 100 64 64 100 100 100 100 100 100 64 100 36 64 100 64 64 2304 2025 1936 2025 2025 2025 2116 2025 1521 361 784 441 1521 2304 1369 2304 1521 1444 1521 1369 729 1369 841 1521 XY 480 315 352 405 405 315 460 405 390 152 224 210 390 480 370 480 390 304 390 222 216 370 232 312 Soal No 2 RESPONDEN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Σ 4 10 10 6 8 10 10 8 4 6 8 8 10 10 5 5 8 343 13 34 45 22 27 28 33 25 24 28 40 30 34 32 41 42 40 1465 X 10 10 10 10 10 10 10 10 10 1 10 3 10 8 10 8 10 10 10 Y 48 45 44 45 45 45 46 45 39 19 28 21 39 48 37 48 39 38 39 16 169 100 1156 100 2025 36 484 64 729 100 784 100 1089 64 625 16 576 36 784 64 1600 64 900 100 1156 100 1024 25 1681 25 1764 64 1600 2999 55547 0,3604126 52 340 450 132 216 280 330 200 96 168 320 240 340 320 205 210 320 12488 Soal No3 RESPONDEN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 X2 Y2 100 100 100 100 100 100 100 100 100 1 100 9 100 64 100 64 100 100 100 2304 2025 1936 2025 2025 2025 2116 2025 1521 361 784 441 1521 2304 1369 2304 1521 1444 1521 XY 480 450 440 450 450 450 460 450 390 19 280 63 390 384 370 384 390 380 390 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Σ 10 10 10 4 4 1 4 10 10 2 2 2 2 2 8 8 8 5 5 8 8 10 303 37 27 37 29 39 13 34 45 22 27 28 33 25 24 28 40 30 34 32 41 42 40 1465 X 10 10 10 10 10 10 10 10 1 1 1 1 10 10 1 Y 48 45 44 45 45 45 46 45 39 19 28 21 39 48 37 100 1369 100 729 100 1369 16 841 16 1521 1 169 16 1156 100 2025 100 484 4 729 4 784 4 1089 4 625 4 576 64 784 64 1600 64 900 25 1156 25 1024 64 1681 64 1764 100 1600 2677 55547 0,6727881 370 270 370 116 156 13 136 450 220 54 56 66 50 48 224 320 240 170 160 328 336 400 11623 Soal No 4 RESPONDEN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 X2 Y2 100 100 100 100 100 100 100 100 1 1 1 1 100 100 1 2304 2025 1936 2025 2025 2025 2116 2025 1521 361 784 441 1521 2304 1369 XY 480 450 440 450 450 450 460 450 39 19 28 21 390 480 37 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Σ 10 1 10 1 1 2 1 10 8 1 2 10 1 2 10 10 2 2 2 10 10 10 10 10 10 10 261 48 39 38 39 37 27 37 29 39 13 34 45 22 27 28 33 25 24 28 40 30 34 32 41 42 40 1465 X 10 10 10 10 10 10 10 10 10 1 Y 48 45 44 45 45 45 46 45 39 19 100 2304 1 1521 100 1444 1 1521 1 1369 4 729 1 1369 100 841 64 1521 1 169 4 1156 100 2025 1 484 4 729 100 784 100 1089 4 625 4 576 4 784 100 1600 100 900 100 1156 100 1024 100 1681 100 1764 100 1600 2399 55547 0,6164506 480 39 380 39 37 54 37 290 312 13 68 450 22 54 280 330 50 48 56 400 300 340 320 410 420 400 10273 Soal No 5 RESPONDEN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 X2 Y2 100 100 100 100 100 100 100 100 100 1 2304 2025 1936 2025 2025 2025 2116 2025 1521 361 XY 480 450 440 450 450 450 460 450 390 19 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Σ 1 1 1 10 10 10 10 2 10 10 1 10 2 10 1 10 6 0 8 1 5 6 6 4 6 2 3 3 10 10 4 264 28 21 39 48 37 48 39 38 39 37 27 37 29 39 13 34 45 22 27 28 33 25 24 28 40 30 34 32 41 42 40 1465 1 784 1 441 1 1521 100 2304 100 1369 100 2304 100 1521 4 1444 100 1521 100 1369 1 729 100 1369 4 841 100 1521 1 169 100 1156 36 2025 0 484 64 729 1 784 25 1089 36 625 36 576 16 784 36 1600 4 900 9 1156 9 1024 100 1681 100 1764 16 1600 2302 55547 0,7354301 28 21 39 480 370 480 390 76 390 370 27 370 58 390 13 340 270 0 216 28 165 150 144 112 240 60 102 96 410 420 160 10454 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189 Lampiran C.4 Lembar Jawab Validasi Pretest PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 193 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 194 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 195 Lampiran C.5 Lembar Jawab Validasi Posttest PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 196 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 197 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 198 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 199 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 200 Lampiran C.6 Lembar Jawab Pretest Kelas VIII A PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 201 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 202 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 203 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 204 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 205 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 206 Lampiran C.7 Lembar Jawab Pretest Kelas VIII E PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 207 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 208 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 209 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 210 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 211 Lampiran C.8 Lembar Jawab Posttest Kelas VIII A PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 212 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 213 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 214 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 215 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 216 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 217 Lampiran C.9 Lembar Jawab Posttest Kelas VIII E PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 218 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 219 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 220 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 221 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 222 Lampiran C.10 Lembar Jawab Kuesioner PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 223 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 224 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 225 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 226 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 227 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 228 Lampiran C.11 Foto Penelitian Foto Pretest 9D PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 229 Foto Posttest 9F PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 230 Penelitian kelas VIII A PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 231 Penelitian kelas VIII E PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 232 Hasil pekerjaan kelas VIII A

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh Strategi Pembelajaran Kooperatif Model Numbered Head Together (NHT) terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sosiologi Kelas X (Studi Kasus: SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan
0
4
169
Penerapan model cooperative learning teknik numbered heads together untuk meningkatkan hasil belajar akutansi siswa ( penelitian tindakan kelas di MAN 11 jakarta )
0
6
319
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe numbered head together (NHT) terhadap hasil belajar fisika siswa pada konsep fluida dinamis
0
8
192
Efektifitas pembelajaran kooperatif metode numbered heads together (NHT) terhadap hasil belajar pendidikan Agama Islam di SMP Islam al-Fajar Kedaung Pamulang
0
10
20
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together terhadap Hasil Belajar Fiqih dalam pokok bahasan Riba, Bank, dan Asuransi. (Kuasi Eksperimen di MA Annida Al Islamy, Jakarata Barat)
0
13
150
Minat belajar dan hasil belajar siswa dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar pada kelas VIII B semester genap tahun ajaran 2012/2013 SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.
0
1
315
Upaya membangun aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar.
0
1
266
Minat belajar dan hasil belajar siswa dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar pada kelas VIII B
0
8
313
Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan Numbered Heads Together (NHT) Pada Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau dari Kecerdasan Interpersonal Siswa Kelas VIII SMP Negeri di Kota Madiun Tahun Ajaran 2013/2014.
0
0
3
.EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DENGAN GALLERY OF LEARNING PADA SUB POKOK BAHASAN BANGUN RUANG SISI DATAR DITINJAU DARI KREATIVITAS VERBAL SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE - KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN PELAJARAN 2012/2013.
0
0
20
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Terhadap Hasil Belajar Matematika pada Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar (kubus dan Balok) siswa kelas VIII UPTD SMP Negeri 2 Sumbergempol Tahun Ajaran 2009 2010 - Ins
0
3
48
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Terhadap Hasil Belajar Matematika pada Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar (kubus dan Balok) siswa kelas VIII UPTD SMP Negeri 2 Sumbergempol Tahun Ajaran 2009 2010 - Ins
0
0
13
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Terhadap Hasil Belajar Matematika pada Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar (kubus dan Balok) siswa kelas VIII UPTD SMP Negeri 2 Sumbergempol Tahun Ajaran 2009 2010 - Ins
0
1
46
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Terhadap Hasil Belajar Matematika pada Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar (kubus dan Balok) siswa kelas VIII UPTD SMP Negeri 2 Sumbergempol Tahun Ajaran 2009 2010 - Ins
0
0
13
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Terhadap Hasil Belajar Matematika pada Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar (kubus dan Balok) siswa kelas VIII UPTD SMP Negeri 2 Sumbergempol Tahun Ajaran 2009 2010 - Ins
0
0
2
Show more