PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DITINJAU DARI KEAKTIFAN SISWA

Gratis

0
0
7
1 year ago
Preview
Full text

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT

  NATURAL: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN IPA, Volume 4 No 2 bulan September 2017

  

(INFLUENCES OF COOPERATIVE LEARNING STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION

(STAD) TYPE TOWARDS SCIENCE LEARNING REVIEWED FROM STUDENT ACTIVENESS)

Ade Nurlatifah dan Septi Ambarwati

  Pendidikan IPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 1) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa septisains@gmail.com

  ABSTRACT This research is aimed to find out the influences of cooperative learning Students Teams Achievement Division (STAD) type towards science learning outcome at eight grade students of SMP N 2 Banguntapan Bantul in the academic year 2016/2017 reviewed from students activeness. This research used a Quasi-Experiment. The object of research that used is learning the outcome. Data collection technique was taken by gave a test, questionnaire, and documentation technique. The instrument of the test consists of 30 multiple choice questions and the questionnaire consisted of 20 statements. The result of research obtained Famount=4,407 through p=0,037 and the average of learning outcome amount 20,06 and the result of questionnaire amount 74,00. Based on the result of learning outcome and questionnaire, there were influences of the use of cooperative learning on the Students Teams Achievement Division (STAD) type towards science learning outcome at eight grade students reviewed from students activeness.

  Keywords: Learning outcome, Science, STAD, Expository, Activeness

  PENDAHULUAN

  Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk dan menentukan kualitas suatu bangsa. Salah satu faktor yang menentukan kualitas pendidikan adalah diselenggarakannya pembelajaran yang dirancang secara sistematis sesuai kaidah- kaidah pembelajaraan yang efektif. Oleh karena itu, pemerintah harus serius dalam menangani dan meningkatkan sistem pendidikan untuk menuju pendidikan yang mampu menjamin dan meningkatkan mutu, efisiensi menejemen dan kualitas pendidikan dalam menghadapi tantangan yang sesuai dengan kemajuan dan tuntutan kehidupan yang semakin modern ini.

  Pendidikan merupakan salah satu bentuk kegiatan belajar pengetahuan, keterampilan, etika, adat, tradisi, dan lain-lain yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pembelajaran, pelatihan, maupun penelitian yang dilaksanakan baik disekolah maupun diluar sekolah. Kurikulum pendidikan akan terus diperbaharui siring dengan perkembangan dan kebutuhan zaman yang semakin modern.

  Model pembelajaran merupakan salah satu upaya guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih menarik. Model pembelajaran yang bervariasi dapat meningkatkan ketertarikan dan keterlibatan siswa dalam belajar sehingga proses belajar menjadi tidak monoton dan membosankan. NATURAL: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN IPA, Volume 4 No 2 bulan September 2017

  Pembelajaran IPA merupakan suatu mata pelajaran yang mencari tahu tentang alam secara sistematis. IPA juga merupakan mata siswa dalam pembelajarannya. Salah satunya adalah dengan banyak melibatkan berpikir kritis, praktikum, memecahkan masalah- masalah dari kehidupan yang nyata, dan membuat kesimpulan secara ilmiah.

  Pada kenyataannya, pembelajaran yang dilakukan disekolah masih bersifat ceramah, sehingga perlunya penggunaan model pembelajaran yang baru agar mampu meningkatkan kualitas dan hasil belajar menjadi lebih baik. Banyak kriteria mata pelajaran yang belum siswa tempuh dengan baik, salah satunya adalah pelajaran IPA. Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan berfikir, bekerja dan bersikap ilmiah. Kriteria keberhasilan siswa dapat dilihat dari banyaknya siswa yang mendapat nilai diatas KKM. Pada umumnya setiap sekolah mempunyai kriteria ketuntasan hasil belajar yang berbeda-beda.

  Rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA mungkin saja disebabkan oleh usaha guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa belum berjalan seperti yang diharapkan. Hal tersebut senada dengan pendapat Swastika dan Astuti (2017) bahwa model pembelajaran yang tidak melibatkan keaktifan siswa untuk bekerjasama dalam pembelajaran akan membuat proses pembelajaran menjadi kurang menarik dan siswa cenderung pasif sehingga dapat berpengaruh terhadap pencapaian hasil belajar. Banyak usaha untuk memperbaiki kualitas pendidikan diantaranya dengan pebeharuan kurikulum, proses pembelajaran dan kualitas guru serta sarana pembelajaran yang mendukung dan memadai. Pembaharuan pembelajaran sangat penting untuk menunjang keberhasilan siswa salah satunya dengan penggunaan model pembalajaran yang efektif dan menarik. Faktor lain yaitu dengan keinginan dan minat belajar siswa.

  Berdasarkan realita di atas, penggunaan model pembelajaran kooperatif sangat diperlukan untuk meningkatkan hasil belajar

  IPA siswa. Model pembelajaran kooperatif merupakan model yang sangat penting dalam menunjang interaksi antara siswa dengan siswa, antara siswa dengan guru. Kondisi seperti inilah yang sangat diharapkan agar kelancaran pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif memiliki banyak variasi. Salah satu model pembelajaran kooperatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan keaktifan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Ddivision (STAD).

  Berdasarkan permasalahan yang ada maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adakah perbedaan hasil belajar IPA siswa antara yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games

  Student Teams Achievement Division (STAD)

  dengan model pembelajaran ekspositori ditinjau dari keaktifan siswa? Menurut Miftahul Huda (2016:116-117)

  STAD merupakan suatu model pembelajaran yang fokus pada komposisi kelompok berdasarkan ras, etnik dan gender. Menurut Ali Hamzah dan Muhlisraini (2014:163) “model pembelajaran kooperatif tipe STAD termasuk yang paling sederhana yang menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan membantu dalam memahami suatu materi pelajaran”.

  Menurut Aris Shoimin (2014:187-188) langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achivement

  Division ) adalah sebagai berikut: 1.

  Guru menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai.

  2. Guru memberikan tes/kuis kepada setiap siswa secara individu untuk mengetahui kemampuan awal 3. Guru membentuk beberapa kelompok.

  Setiap kelompok terdiri dari 4-5 anggota di mana anggota kelompok mempunyai kemampuan akademik yang berbeda-beda dan anggota kelompk berasal dari suku, budaya dan kesetaraan gender yang berbeda pula.

  4. Guru memberikan tugas kepada kelompok berkaitan dengan materi yang telah diberikan 5. Guru memberikan tes/kuis kepada setiap siswa secara individual. NATURAL: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN IPA, Volume 4 No 2 bulan September 2017 6.

  Guru memfasilitasi siswa dalam membuat rangkuman, mengarahkan, dan memberikan penegasan pada materi 7. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok berdasarkan prolehan nilai peningkatan hasil belajar Menurut Nurhadi, dkk (2004:65), keunggulan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu (1) Siswa lebih mampu mendengarkan, menerima, dan menghormati orang lain, (2) Siswa mampu mengidentifikasi akan perasaannya juga perasaan orang lain, (3) Siswa dapat menerima pengalaman dan dimengerti orang lain, (4) Siswa mampu menyakinkan dirinya untuk orang lain, (5) Siswa mampu mengembangkan potensi individu.

  Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI:23) keaktifan adalah kegiatan; kesibukan. Euis Karwati (2014:152) menyebutkan bahwa “keaktifan akan menciptakan situasi belajar yang aktif”.

  Variabel bebas disimbolkan (X).

  Menurut Saifuddin Azwar (2015:59) variabel adalah fenomena atau gejala utama yang merupakan konsep mengenai atribut atau sifat yang terdapat pada subjek penelitian yang dapat bervariasi secara kuantitatif ataupun secara kualitatif. Variabel dalam penelitian ini ada 3 yaitu: 1.

  pada kenyataannya sulit mendapatkan kelompok kontrol yang digunakan untuk penelitian”. Oleh karena itu, untuk mengatasi kesulitan dalam menentukan kelompok kontrol dalam penelitian ini, maka dikembangan desain Quasi Experimental.

  Quasi experimental design , digunakan karena

  14) “Desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen.

  Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian quasi experiment atau eksperimen semu. Menurut Sugiyono (2014:1

  Belajar yang aktif adalah suatu sistem belajar mengajar yang menekankan keaktifan siswa, baik secara fisik, mental intelektual, maupun emosional guna memperoleh hasil belajar yang berupa perpaduan antara aspek kognitif, efektif, dan psikomotor.

  Berdasarkan dari uraian di atas tentang hasil belajar dan pengertian IPA maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPA merupakan suatu hasil dari proses pembelajaran dimana dalam proses pembelajaran tersebut banyak melibatkan prilaku siswa secara keseluruhan berdasarkan pengalaman yang diperoleh siswa yang mencakup pada ranah kognitif, afektif dan psikomotorik.

  Menurut Aris Shoimin (2014:189-190) kekurangan pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu: Kontribusi dari siswa berprestasi rendah menjadi kurang, siswa berprestasi tinggi akan mengarahkan pada kekecewaan, membutuhkan waktu yang lebih lama untuk siswa, membutuhkan waktu yang lebih lama, membutuhkan kemampuan khusus dan menuntut sifat tertentu dari siswa.

  (2011:256- 257) “IPA terdiri atas tiga komponen yaitu proses, produk, dan sikap ilmiah”. IPA tidak hanya terdiri atas dihafal,namun juga merupakan kegiatan atau proses aktif menggunakan pikiran dalam mempelajari rahasia gejala alam.

  Rusman (2015:67) hasil belajar adalah sejumlah pengalaman yang diperoleh siswa yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Menurut Hidayati dalam Sudartomo Macaryus dan Siti Anafiah

  Persiapan (Preparation) b. Penyajian (Presentation) c. Korelasi (Correlation) d. Menyimpulkan (Generalization) e. Mengaplikasikan (Application)

  Langkah-langkah dalam pembelajaran ekspositori menurut Hosnan (2014:375-376) sebagai berikut: a.

  Berorientasi pada tujuan b. Prinsip komunikasi c. Prinsip kesiapan d. Prinsip berkelanjutan

  Dalam pembelajaran ekspositori terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut: a.

  Menurut Saifudin Azwar (2013:79) Model pembelajaran ekspositori adalah model mengajar yang digunakan oleh guru untuk menyajikan materi pembelajaran secara utuh atau menyeluruh, lengkap dan sistematis dengan penyampaian secara verbal.

METODE PENELITIAN

  X 1 = Model pembelajaran kooperatif tipe berdistribusi normal atau tidak, 2 STAD dan Ekspositori. dilakukan dengan menghitung . Jika X = Keaktifan siswa maka data tersebut Variabel Terikat disimbolkan dengan (Y). dikatakan berdistribusi normal. Variabel terikatnya adalah hasil belajar siswa.

  3. Variabel Kontrolnya yaitu keaktifan siswa.

  Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Sebaran

  Menurut Saifuddin Azwar (2015:77)

  Hasil Belajar IPA dan Keaktifan Siswa

  “populasi adalah kelompok subjek yang 2 Variabel db P Ket.

  χ

  Posttest hasil 8 12,691 0,123 Normal

  hendak dikenai generalisasi hasil penel itian”.

  Menurut Sugiyono (2014:118) “Sampel

  belajar STAD

  adalah bagian dari jumlah dan karakteristik

  Posttest hasil 9 14,483 0,106 Normal

  yang dim iliki oleh populasi”. Sampel dalam belajar

  ekspositori

  penelitian ini diambil menggunakan teknik

  simple random sampling. Dari 5 kelas Posttest 9 9,979 0, 352 Normal keaktifan

  diambil 2 kelas secara random. Kelas yang

  STAD

  keluar yaitu kelas VIII A dan kelas VIII C

  Posttest 9 13,308 0,149 Normal

  yang berjumlah 66 siswa. Kelas VIII A

  keaktifan

  sebagai kelas kontrol menggunakan model

  ekspositori

  pembelajaran ekspositori, sedangkan kelas

  VIII C merupakan kelas esperimen yang Berdasarkan tabel diatas pembelajarannya menggunakan model menunjukkan bahwa Nilai probabiliti pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan dari masing-masing variabel lebih besar tinjauan keaktifan siswa. dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan

  Pengumpulan data dengan teknik tes, bahwa semua data terdistribusi normal. angket, dan dokumentasi. Teknik tes untuk b.

  Uji Homogenitas Varian mengumpulkan data hasil belajar IPA.

  Uji homogenitas varian bertujuan Teknik angket untuk mengumpulkan data untuk mengetahui apakah data yang keaktifan siswa. Sedangkan dokumentasi terkumpul dari dua kelompok memiliki untuk mengumpulkan data nilai awal siswa. variansi yang homogen atau tidak. Dalam penelitian ini, menggunakan uji

  Untuk keperluan uji homogenitas validitas dan reliabilitas pada instrument tes digunakan rumus uji-F. Untuk menguji dan angket. Teknik analisis data apakah F signifikan atau tidak dengan menggunakan uji anakova yang diawali kriteria F hitung . Dimana jika dengan uji prasyaratan analisis yaitu uji maka variabel kedua kelompok normalitas sebaran, uji homogenitas, dan uji homogen. linieritas hubungan.

  Tabel 2. Hasil Uji Homogenitas Varian Hasil Belajar IPA dan Keaktifan Siswa HASIL PENELITIAN Variabel F P Ket. hitung Hasil belajar 1,553 0,108 Homogen

  1. Pengujian Prasyarat Analisis

  STAD dan

  Pengujian persyaratan analisis dalam

  ekspositori

  penelitian ini meliputi uji normalitas

  Keaktifan 1,194 0,308 Homogen

  sebaran, uji homogenitas varian, dan uji

  siswa STAD linieritas. dan ekspositori a.

  Uji Normalitas Sebaran Uji normalitas sebaran berfungsi

  Berdasarkan tabel diatas diketahui untuk menguji normal tidaknya bahwa hasil F hitung dengan , sebaran data penelitian. Rumus yang maka dapat dikatakan bahwa sebaran digunakan adalah chi-kuadrat ( ). data hasil belajar IPA dan keaktifan

  Untuk mengetahui data yang diperoleh homogen.

  NATURAL: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN IPA, Volume 4 No 2 bulan September 2017 diterima. Ada perbedaan yang signifikan c. hasil belajar IPA siswa kelas VIII SMP

  Uji Linieritas Untuk mengetahui status linier Negeri

  2 Banguntapan Bantul Tahun data, menggunakan nilai probabiliti, menggunakan model pembelajaran kooperatif taraf signifikansi yang digunakan 5% tipe Student Teams Achievement Division sehingga apabila p > 0,05 maka data (STAD) dengan model pembelajaran berdistribusi normal. Regresi akan ekspositori ditinjau dari keaktifan siswa. hitung bersifat linier jika F dengan maka hubungan antara

  PEMBAHASAN

  keaktifan siswa dengan hasil belajar Dari hasil penelitian ini diperoleh skor IPA linier. rata-rata tes hasil belajar IPA siswa yang

  Tabel 3. Data Hasil Uji Linieritas Variabel F P Ket. pembelajarannya menggunakan model hitung Hubungan Antara 0,520 0,519 Linier

  pembelajaran kooperatif tipe Student Teams

  Keaktifan dengan Achievement Division (STAD) adalah 20,06,

  Hasil Belajar IPA

  sedangkan skor rata-rata tes hasil belajar IPA Berdasarkan tabel di atas diperoleh yang pembelajarannya menggunakan model hasil F hitung sebesar 0,520 dengan p = ekspositori adalah 17,56. Perbedaan skor 0,519 dari hasil tersebut diketahui bahwa rata-rata hasil belajar

  IPA tersebut . Karena maka disebabkan siswa yang pembelajarannya hubungan antara keaktifan siswa dan menggunakan model pembelajaran kooperatif hasil belajar IPA bersifat linier. tipe STAD akan mudah memahami

  2. permasalahan IPA dalam pembelajaran yang

  Hasil Uji Analisis Data dibentuk secara kelompok. Kelebihan STAD Uji analisis untuk menguji hipotesis yang dibuat oleh peneliti. Hipotesis yaitu siswa belajar dengan saling memotivasi dalam penelitian ini adalah ada dan aktif untuk dapat menyelesaikan permsalahan yang diberikan oleh guru. perbedaan hasil belajar IPA siswa kelas

  VIII SMP Negeri 2 Banguntapan Bantul Sedangkan dalam pembelajaran yang Tahun Ajaran 2016/2017 antara menggunakan model pembelajaran ekspositori, guru lebih banyak mendominasi pembelajaran yang menggunakan model kooperatif tipe STAD dan model dalam proses pembelajaran dan siswa cenderung pasif sehingga dalam proses ekspositori ditinjau dari keaktifan siswa. pembelajaran siswa menjadi bosan dan tidak

  Analisis data pengujian menggunakan analisis kovarian (Anakova). tertarik. Dengan demikian siswa akan mengalami kesulitan dalam memahami

  Maka untuk mengetahui signifikansi pokok bahasan yang diajarkan . hasil uji anacova dapat ditentukan dengan menggunakan nilai probabilitas yaitu Dalam penelitian ini juga mengamati sikap keaktifan siswa. Hasil penelitian ini signifikan apabila p ˂ 0,05 dan sangat diperoleh skor rata-rata keaktifan yang signifikan apabila p ˂ 0,01.

  Tabel 4. Hasil Uji Anakova pembelajarannya menggunakan model

Kelompok JK db RK F P Ket. pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah

Pengaruh 73,8

  1 73,88 4,40 0,03 Sign

  74,00, sedangkan skor rata-rata keaktifan

  STAD

  84

  4

  7 7 ifika

  yang pembelajarannya menggunakan model

  terhadap n

  ekspositori adalah 65,50. Perbedaan skor

  hasil belajar

  rata-rata keaktifan siswa tersebut disebabkan

  IPA ditinjau

  karena siswa yang pembelajarannya

  dari

  menggunakan model pembelajaran kooperatif

  keaktifan

  tipe STAD lebih menekannkan pada kegiatan

  siswa

  kelompok. Kelebihan model pembelajaran Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil kooperatif tipe STAD adalah keaktifan siswa

  F hitung = 4,407 dengan p = 0,037. Dari data dalam kelompok untuk mencapai prestasi tersebut diperoleh , maka hipotesis

  NATURAL: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN IPA, Volume 4 No 2 bulan September 2017

  NATURAL: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN IPA, Volume 4 No 2 bulan September 2017

  Sumargi, dkk. 2014. Pengaruh Model

  Learning Metode, Teknik, Struktur dan Model Penerapan . Yogyakarta: Pustaka Pelajar .

  Phoenix. Miftahul Huda. 2016. Cooperatif

  Bandung: Alfabeta. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Baru. 2012: 23. Jakarta: Pustaka

  . Yogyakarta: Ar Ruzz Media. Euis Karwati. 2014. Menejemen Kelas (Classroom Menagement) .

  68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013

  Jakarta: Raja Grafindo Persada. Aris Shoimin. 2014.

  Perencanaan dan Strategi Pembelajaran Matematika .

  Ali Hamzah dan Muhlis Rarini. 2014.

  Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Program Studi Prnrlitian dan Evaluasi Pendidikan. Volume 5 No 1 Tahun 2015 hal 1-9.

  Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Terhadap Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VI SD Negeri 3 Bedulu Tahun Pelajaran 2013/2014. E-journal Program

  Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Program Studi Prnrlitian dan Evaluasi Pendidikan. Volume 5 No 1 Tahun 2015 hal 1-8.

  yang sama. Keaktifan siswa memberikan pengaruh yang besar terhadap kelompok, karena dalam pembelajarannya siswa akan meningkatkan prestasi setiap kelompok.

  Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berbantuan Video Animasi Terhadap Hasil Belajar IPA dan Kreativitas Siswa SMPLB C Negeri Denpasar. E-journal Program

  Nyoman Haryanto, dkk. 2015. Pengaruh

  REFERENSI

  kelas VIII SMP Negeri 2 Banguntapan Bantul tahun pelajaran 2016/2017 ditinjau dari keaktifan siswa. Dalam hal ini, kelompok siswa yang pembelajarannya dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menunjukan hasil belajar IPA dan keaktifan yang lebih tinggi dari pada kelompok siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran ekspositori.

  (STAD) terhadap hasil belajar IPA siswa

  Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division

  KESIMPULAN

  ini mendukung Hasil penelitian yang dilakukan oleh Nyoman Haryanto dkk (2015: volume 5, no 1) menyebutkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD ditunjukan dengan nilai t hitung lebih besar daripada t tabel yang dilakukan di SMPLB C Negeri Denpasar Senada dengan pendapat di atas, penelitian Tias Ernawati (2014) juga menyebutkan bahwa STAD dapat meningkatkan prestasi belajar dan keaktifan siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Sumargi (2014) menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang motivasi dan prestasi siswa dalam pembelajaran IPA yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional yang dilakukan di SD Negeri 3 Bedulu. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari nilai F dan p lebih besar 0,05.

  Penelitian

  Sedangkan untuk model pembelajaran ekspositori hanya mengandalkan apa yang disampaikan oleh guru sehingga siswa menjadi pasif dan interaksi dengan sesama temannya menjadi kurang. Model pembelajaran ini akan sulit mengembangkan kemampuan siswa dalam hal kemampuan sosialisasi, hubungan interpersonal, serta kemampuan berpikir kritis.

  M. Hosnan. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21 Kunci Sukses Implementasi Kurikulum 2013 . Bogor: Ghalia Indonesia. Rusman. 2015. Pembelajaran Tematik Terpadu Teori, Praktik, dan Penilaian . Jakarta: Raja Grafindo Persada.

  Saifudin Azwar. 2013. Reliabilitas dan Validitas Edisi 4 . Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

  Saifudin Azwar. 2015. Metode Penelitian . Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

  Sudartomo Macaryus dan Siti Anisah (ed). 2011. Pendidikan Mencerdaskan dan Membumikan. Yogyakarta: FKIP UST, Kepel Press.

  Sugiyono. 2014. Metode Penelitian

  Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D . Bandung:

  Alfabeta. Swastika Sari dan Astuti Wijayanti. 2017.

  Talking Stick: Hasil Belajar IPA Dan Kemampuan Kerjasama Siswa. Wacana Akademika Volume 1 No 2. Hal 175-183. Tias Ernawati. 2014. Penerapan Model

  Pembelajaran Students Team Achievement Division (STAD) pada Mata Kuliah Ilmu Lingkungan sebagai Upaya Meningkatkan Keaktifan dan Prestasi Belajar Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA FKIP UST Tahun Akademik

  . Jurnal Natural: Jurnal

  2010/2011

  Ilmiah Pendidikan IPA, Vol.1 No.1 Hal 59-66

  NATURAL: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN IPA, Volume 4 No 2 bulan September 2017

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN BIJI PEPAYA (Carica Papaya L) TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus strain wistar) YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK
23
188
21
KEPEKAAN ESCHERICHIA COLI UROPATOGENIK TERHADAP ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI RSU Dr. SAIFUL ANWAR MALANG (PERIODE JANUARI-DESEMBER 2008)
2
94
1
EFEKTIFITAS BERBAGAI KONSENTRASI DEKOK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Colletotrichum capsici SECARA IN-VITRO
4
153
1
ANALISIS ISI LIRIK LAGU-LAGU BIP DALAM ALBUM TURUN DARI LANGIT
22
189
2
APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAP TAYANGAN CERIWIS DI TRANS TV (Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro Sidoarjo)
8
115
2
PENYESUAIAN SOSIAL SISWA REGULER DENGAN ADANYA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SD INKLUSI GUGUS 4 SUMBERSARI MALANG
60
433
26
PENGARUH GLOBAL WAR ON TERRORISM TERHADAP KEBIJAKAN INDONESIA DALAM MEMBERANTAS TERORISME
57
251
37
FENOMENA INDUSTRI JASA (JASA SEKS) TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL ( Study Pada Masyarakat Gang Dolly Surabaya)
63
366
2
PENGARUH PENGGUNAAN BLACKBERRY MESSENGER TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MAHASISWA DALAM INTERAKSI SOSIAL (Studi Pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Angkatan 2008 Universitas Muhammadiyah Malang)
127
496
26
PENGARUH DIMENSI KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DI CAFE MADAM WANG SECRET GARDEN MALANG
18
113
26
PENGARUH BIG FIVE PERSONALITY TERHADAP SIKAP TENTANG KORUPSI PADA MAHASISWA
10
128
124
MASALAH YANG DIHADAPI SISWA PADA JURUSAN YANG TIDAK SESUAI MINAT
9
138
1
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KESIAPAN KERJA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
12
136
19
PENGARUH PERMAINAN KONSTRUKTIF DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK TUNARUNGU
9
127
29
HUBUNGAN ANTARA SIKAP TERHADAP INOVASI PRODUK DENGAN LOYALITAS MEREK
2
79
2
Show more