Peran SNVT PJSA BWS Sumatera IV dalam Me

 0  0  7  2018-06-20 08:57:01 Report infringing document

  

Peran SNVT PJSA BWS Sumatera IV

dalam

Menjaga Pulau Terluar Indonesia

  

Anna Rosida, ST

  Indonesia termasuk dalam negara maritim, maksudnya Indonesia adalah negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya terdiri atas laut. Dengan demikian secara administratif kita memiliki kekhasan dalam hal batas-batas wilayah negara. Hal ini berbeda dengan negara-negara yang terletak di daratan yang hanya memiliki satu jenis batas negara yaitu batas teritorial yang langsung berbatasan dengan negara lain di sekitarnya.

  Batas perairan suatu negara telah disepakati oleh negara-negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sesuai dengan hasil Konferensi Hukum Laut Internasional yang telah disepakati, Indonesia memiliki tiga batas wilayah laut yaitu Batas Laut Teritorial, Batas Landas Kontinen dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

  a Batas Laut Teritorial

  Laut Nusantara merupakan laut yang berada di antara pulau-pulau yang dibatasi oleh garis dasar pulau tersebut. Sedangkan Batas Laut Teritorial merupakan batas kedaulatan penuh negara Indonesia artinya negara-negara lain tidak diperbolehkan memasuki wilayah ini tanpa izin negara kita. Namun demikian Indonesia juga menyediakan jalur pelayaran sebagai prasarana lalu lintas damai. Di jalur ini Indonesia mempunyai hak penuh untuk memanfaatkan sumberdaya yang terkandung di dalamnya. Batas Laut Teritorial ini ditarik sejauh 12 mil laut dari garis pantai yang terjauh menjorok ke laut (1 mil laut = 1,852 km).

  Penentuan titik pantai yang dijadikan dasar untuk melakukan pengukuran adalah dengan mencari garis pantai yang paling jauh menjorok ke laut. Setelah ketemu kemudian pada garis itu dicari rata-rata pada saat air pasang dengan saat air surut. Garis ini disebut garis dasar. Dari garis dasar inilah kemudian diukur sejauh 12 mil ke laut untuk menentukan Batas Laut Teritorial.

b. Batas Landas Kontinen

  Landas Kontinen (Continental Shelf) adalah bagian dari benua yang terendam oleh air laut. Untuk menentukan apakah dasar laut merupakan kelanjutan dari suatu benua, biasanya dilihat dari struktur batuan pembentuknya (kondisi geologi). Yang paling mudah diamati, landas kontinen memiliki kedalaman tidak boleh lebih dari 150 meter. Sedangkan Batas Landas Kontinen merupakan batas dasar laut yang sumberdaya alamnya dapat dikelola oleh negara yang bersangkutan.

  Batas Landas Kontinen diukur dari garis dasar ke arah luar paling jauh 200 mil laut. Jika terdapat 2 negara yang berdampingan dalam satu landas kontinen dengan jarak yang kurang dari 200 mil, maka untuk menentukan batas landas kontinen bagi kedua negara tersebut dilakukan dengan cara membagi dua wilayah tersebut yang sama jauhnya dari garis pantai masing-masing.

  Negara kita terletak pada 2 landas kontinen (landas kontinen Asia di bagian barat dan landas kontinen Australia di bagian timur), maka baik batas Indonesia dengan Malaysia dan Thailand (di bagian barat) serta Indonesia dengan Australia (di bagian timur) keduanya menggunakan Batas Landas Kontinen.

  Batas Landas Kontinen Indonesia dengan Malaysia dan Thailand di selat Malaka, Batas Landas Kontinen Indonesia dengan Australia di selat Arafuru. Indonesia memiliki hak penuh untuk mengelola sumber alam yang terkandung di dasar laut yang masih dalam wilayah Batas Landas Kontinen dengan tetap menghormati dan tanpa mengganggu jalur lalu lintas pelayaran damai. Hal lain yang perlu diindahkan dan dilindungi adalah kepentingan-kepentingan yang menyangkut masalah: pertahanan keamanan, perhubungan, telekomunikasi dan transmisi listrik

c. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)

  Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) adalah daerah-daerah yang berbatasan dengan laut bebas seperti sebelah selatan pulau Jawa dan sebelah barat pulau Sumatera yang berbatasan dengan Samudera Hindia atau Maluku Utara yang berbatasan dengan Samudera Pasifik.

  ZEE diukur sejauh 200 mil laut dari garis pantai yang paling jauh menjorok ke laut (garis dasar). Di wilayah ini Indonesia memiliki hak dan kesempatan yang pertama untuk mengelola sumber daya alam yang terdapat di dalamnya dengan tanpa mengganggu jalur lalu lintas damai yang terdapat di wilayah tersebut.

  Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Luas daratan Indonesia mencapai 1.922.570 km² sedangkan luas perairannya mencapai 3.257.483 km². Indonesia terdiri dari lima pulau besar, yaitu: Jawa dengan luas 132.107 km², Sumatera dengan luas 473.606 km², Kalimantan dengan luas 539.460 km², Sulawesi dengan luas 189.216 km², dan Papua dengan luas 421.981 km².

  Secara keseluruhan Indonesia juga memiliki garis pantai terpanjang di dunia yakni 81.000 km yang merupakan 14% dari garis pantai dunia. Luas laut Indonesia mencapai 5,8 juta km2, atau mendekati 70% dari luas keseluruhan Indonesia.

  Indonesia memiliki 92 pulau terluar yang memiliki titik pangkal yang berbatasan dengan 10 negara tetangga, yaitu Australia, Malaysia, Singapura, India, Thailand, Vietnam, Fillipina, Palau, Papua Nugini dan Timor Leste. Pulau-pulau itu tersebar di 9 provinsi yang sebagian besar terdapat di kepulauan Riau dan Maluku. Setengah dari pulau-pulau tersebut berpenghuni dengan luas pulau antara 0,02-2000 km².

  92 pulau terluartelah ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2005. Peraturan Presiden tersebut ditandatangani oleh Presiden

  

   Sebanyak 92 pulau di

  wilayah Indonesia berbatasan langsung dengan negara tetangga di antaranya: (22),(13),

  (1). Ke-92 pulau tersebut tersebar di 18 provinsi

  Indonesia yaitu(2),

  

  Pada artikel kali ini penulis akan membahas mengenai pulau terluar Indonesia yang termasuk dalam provinsi Kepulauan Riau saja. Kepri memiliki 20 pulau yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga, yaitu:

  Wilayah Negara No Nama Pulau Koordinat Perairan

  Administrasi Berbatasan Batu 1°11′6″LU Selat Kota Batam, Singapura

  1 Berhanti 103°52′57″BT Singapura Kepulauan Riau

  100°41′5″BT Kepulauan Riau 2°44′29″LU Kabupaten Natuna, Malaysia

  3 Damar Laut Natuna 105°22′46″BT Kepulauan Riau

  1°11′30″LU Kabupaten Karimun, Malaysia

  4 Iyu Kecil Selat Malaka 103°21′8″BT Kepulauan Riau

  Karimun 1°9′59″LU Kabupaten Karimun,

  5 Selat Malaka Malaysia Kecil 103°23′20″BT Kepulauan Riau

   Kabupaten Natuna,

  6 Laut Natuna Malaysia

   Kabupaten Natuna,

  7 Malaysia

   Kota Batam,

  8 Singapura

   Selat Kota Batam,

  9 Singapura

   Selat Kota Batam,

  10 Singapura

   Kabupaten Natuna,

  11

   Kepulauan Riau Laut China Kabupaten Natuna,

  12 Vietnam

   Kabupaten Natuna,

  13 Laut Natuna Malaysia

   Kepulauan Riau

  Kabupaten

  

  14 Kepulauan Riau, Malaysia

  

  Kepulauan Riau

  15 Malaysia

   Kabupaten Natuna,

  16 Laut Natuna Malaysia

   Kabupaten Natuna,

  17 Laut Natuna Malaysia

   Kabupaten Natuna,

  18 Malaysia

   Kabupaten Natuna,

  19 Laut Natuna Malaysia

   Kabupaten Natuna,

  20 Laut Natuna Malaysia

   Kepulauan Riau

  Tabel 1. Pulau-pulau terluar Indonesia yang termasuk dalam provinsi Kepri Ada beberapa kondisi yang membahayakan keutuhan wilayah jika terjadi pada pulau-pulau terluar, diantaranya:

  1. Hilangnya pulau secara fisik akibat abrasi, tenggelam, atau karena kesengajaan manusia.

  2. Hilangnya pulau secara kepemilikan, akibat perubahan status kepemilikan akibat pemaksaan militer atau sebagai sebuah ketaatan pada keputusan hukum seperti yang terjadi pada kasus berpindahnya status kepemilikan Sipadan dan Ligitan dari Indonesia ke Malaysia

  3. Hilang secara sosial dan ekonomi, akibat praktek ekonomi dan sosial dari masyarakat di pulau tersebut. Misalnya pulau yang secara turun temurun didiami oleh masyarakat dari negara lain. Kerusakan pulau terluar yang terdapat di provinsi Kepri kebanyakan terjadi karena alasan nomor 1. Disinilah peran SNVT PJSA BWS Sumatera IV sangat dibutuhkan, karena salah satu tugasnya adalah memperbaiki kondisi-kondisi pulau yang mulai terancam keberadaannya dan menjaga agar tidak terjadi kerusakan. Beberapa pulau yang telah diperbaiki oleh SNVT PJSA BWS Sumatera IV antara lain:

  1. Pulau Nipa yang telah diperbaiki pada tahun 2007

  2. Pulau Batu Berhanti yang diperbaiki semenjak tahun 2012 sampai 2014

  3. Pulau Putri/ Nongsa yang diperbaiki pada tahun 2014

  4. Pulau Laut/ Natuna yang diperbaiki semenjak tahun 2007

  5. Pulau Pelampong yang diperbaiki semenjak tahun 2013

  Gambar 1. Proses perbaikan Pulau Nipa Gambar 2. Pulau Batu Berhanti setelah diberi pasangan batu pada tahun 2014

  Gambar 3. Pantai Pulau Putri/Nongsa yang telah diberi pasangan buis Perbaikan pulau-pulau terluar yang dilakukan oleh SNVT PJSA Sumatera IV ini bertujuan untuk tetap mempertahankan batas territorial Indonesia. Perbaikan fisik yang dilakukan ini tentu tidak akan bertahan selamanya, karena itulah peran aktif masyarakat sangat diperlukan. Masyarakat dapat melakukan beberapa hal positif untuk ikut serta menjaga keberadaan pulau terluar Indonesia, antara lain:

  1. Tidak melakukan penambangan pasir pantai untuk kebutuhan komersil, apabila penambangan pasir terus dilakukan bukan hal yang mustahil pulau terluar Indonesia akan hilang.

  2. Menjadi pengunjung yang bijak, sebagian pulau terluar Indonesia dijadikan sebagai tempat wisata, para pengunjung hendaknya ikut menjaga keindahan dan keberadaan pulau tersebut dengan menjaga kebersihannya dan menjaga infrastruktur yeng telah ada di pulau tersebut.

  3. Tidak mendirikan bangunan tanpa ijin yang berwenang di pulau terluar Indonesia, apalagi memperjualbelikannya dengan pihak asing.

  4. Mengajarkan wawasan kebangsaan kepada anak sedari dini.

  Dengan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat diharapkan pulau- pulau terluar Indonesia tetap terjaga keberadaan dan kelestariannya.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2018-04-14

Dokumen yang terkait
Tags
Hubungan Antara Religiusitas Dengan Kemampuan Pengambilan Keputusan

Masjid Dan Pengembangan Wawasan Anak Usi

Hubungan Antara Harga Diri Dengan Perila Uu Ri No 23 Tahun

1Peran Kelompok Kepentingan Sebagai Repr

Pengelolaan Pulau Kecil Terluar Indonesia Studi Pulau Miangas

Peran Guru Mata Pelajaran Kimia Dalam Me

2016 Sk002 Tata Cara Pemilihan Sa

Pengaruh Sistem Nilai Kelas Menengah Mel

Pengelolaan Sumberdaya Pulau Pulau Kecil

Peran Nu Sebagai Opinion Leader Dalam Me

Peran Pola Asuh Orang Tua Dalam Upaya Me

Lcr Publikasi Triwulan Iv 2016 Bws Peran Al Washliyah Dalam Pendidikan Politik Di Sumatera Utara Bws Ar Peran Pemuda Katolik Dalam Pendidikan Politik Di Sumatera Utara

Peran Politeknik Negeri Bandung Untuk Me

Peran Mediasi Kecepatan Inovasi Untuk Me

Peran SNVT PJSA BWS Sumatera IV dalam Me

Gratis

Feedback