Analisis data kualitatif 1 ok

 0  0  8  2018-09-14 11:26:53 Report infringing document

ANALISIS DATA KUALITATIF ANALISIS BERKETERUSAN

  Analisis data dalam penelitian kualitatif cenderung merupakan interim

  analysis, yakni proses yang berketerusan dan tidak linear:

  (a) Istilah ini (interim analysis)memperlihatkan bahwa pengumpulan dan analisis data dilakukan secara serempak (bolak balik) selama kegiatan penelitian berlangsung tanpa ada garis pemisah yang jelas. Analisis data dilakukan walaupun pengumpulan data belum selesai. (b) Analisis berlangsung sampai proses atau topic yang diminati oleh si peneliti difahami (sampai habis waktu dan sumber daya yang bisa disediakan).

  MEMOING

  Sepanjang dilakukannya analisis data kualitatif ada baiknya si peneliti melakukan apa yang disebut memoing (=membuat catatan refektif tentang apa yang dipelajari dari data yang ada). Membuat memo untuk diri anda sendiri kapan saja timbul ide dan gagasan serta memasukkan memo ini sebagai data tambahan yang akan dianalisis.

MEMASUKKAN DAN MENYIMPAN DATA

  Peneliti kualitatif biasanya membuat transkripsi dari data-data yang dia kumpulkan. Hasil interview, catatan hasil pengamatan lapangan, memo, dsb-nya dimasukkan ke computer berupa teks yang kemudian bisa diproses (word

  

processing documents). Transkripsi inilah yang kemudian dianalisis, biasanya

menggunakan salah satu program analisis data kualitatif.

CODING DAN PENGEMBANGAN KATEGORI

  Ini merupakan tahap utama selanjutnya dari analisis data kualitatif. Pada saat inilah anda diharapkan membaca secara teliti data-data yang sudah ditramnskripsikan barus demi baris, dan kemudian memilah-memilahnya ke dalam unit-unit analisis yang bermakna (mempatok-patok data). Apabila anda menemukan unit atau bahagian teks yang bermakna, maka anda harus memberinya kode.

  

Coding (pengkodean) didefenisikan sebagai upaya memilaih-milah data dengan

menggunakan symbol, kata-kata, atau kategori-kategori (label-labiel).

  Sekali lagi, apabila anda menemukan unit yang bermakna dari teks yang sudah ditranskripsikan itu, anda beri ia kode atau kategori untuk menandai segmen (bahagian) tersebut. Anda lanjutkan proses seperti ini terus menerus sampai semua data sudah dipilah-pilah atas segmen-segmen seperti ini. Dan ini artinya anda telah melakukan pengkodean awal.

  Selama pengkoden, anda harus memiliki daftar induk (daftar dari semua kode yang sudah disusun dan digunakan dalam penelitian anda ini). Kemudian, kode-kode tersebut digunakan lagi untuk memilah-milah data baru ke dalam unit- unit sejauh ditemuinya unit-unit yang bermakna.

Tabel 17.2 adalah contoh bagaimana pengkodean dilaksanakan. Hasil pengkodean yang anda lakukan belum tentu sama dengan pengkodean yang

  dilakukan orang lain walaupun data yang diberi kode itu sama.

Tabel 17.2 Jawaban terhadap pertanyaan terbuka yang belum tersusun.

  Pertanyaannya adalah” Apa-apa saja masalah yang secara khusus

  perlu dicarikan penyelesaiannya di dalam organisasi tempat anda bekerja?”

  ================================================== ==============================

  Jawaban para responden

  Ruangan di kantor kami kurang memadai besarnya Perabot sudah usang dan perlu diganti Layanan kebersihan yang lebih baik diperlukan Rekrutmen pegawai dan standar penggajian yang lebih objektif Diperlukan penilaian kinerja dan system penghargaan yang objektif Penerapkan kebijakan perlu dilakukan secara konsisten Terdapat masalah-masalah kepemimpianan di kantor ini Pegawai yang tidak lagi produktif supaya tidak dipertahankan lagi Masing-masing bahagian di kantor ini memiliki pandangangan yang kurang pas terhadap bahagian-bahagian lainnya Keputusan sering diambil atas dasar informaasi yang tidak akurat Kami memerlukan peluang-peluang untuk maju dan berkembang

  Produk kantor ini tidak konsisiten karena terlampau banyak gaya yang berbeda Terlalu banyak gossip dan kritikan yang beredar Tanggung jawab dari staf pada masing-masing tingkat tidak jelas Perlu ada Kotak Usulan di kantor ini Kami memerlukan lebih banyak personal computer (PC) Banyak sekali sentiment “kekitaan” dan “kemerekaan” terbentuk Perhatian terhadap kebutuhan-kebutuhan individu kurang sekali Terdapat perlakukan yang diskrimitatif atas dasar “likes” dan “dislikes” Pada setiap tataran di kantor ini diperlukan pelatihan-pelatihan yang lebih banyak Cara menilai kemampuan dan kinerja staf yang lebih baik diperlukan agar promosi bisa objektif Pelatihan diperlukan bagi karyawan-karyawan yang baru diangkat Banyak karyawan yang melakukan beban tugas dari karyawan yang tidak terampil Kantor ini berorientasi pada “lingkaran sendiri” Pada setiap tingkat dan antar tingkat terdapat urutan kepangkatan yang kaku Komunikasi perlu lebih ditingkatkan Bahagian-bahagian tertentu di kantor ini dianggap elit Untuk produk (layanan) yang dipasarkan, terlalu banyak jalur birokrasinya Terlalu banyak tanda tangan yang diperlukan Terlalu banyak tumpang tindih dan pengulangan yang tidak perlu Bahagian-bahagian bekerja sendiri-sendiri bahkan saling menjegal ketimbang bekerja sebagai sebuah tim

  Perhatikan cara saya memberikan kode pada data-data di atas:

Tabel 17.3 Kategorisasi jawaban responden terhadap pertanyaan terbuka : ” Apa-

  apa saja masalah yang secara khusus perlu dicarikan penyelesaiannya di dalam organisasi tempat anda bekerja?”

KATEGORI INDUKTIF JAWABAN RESPONDEN

  Masalah-masalah manajemen Terdapat masalah-masalah kepemimpinan

  Perlu ada Kotak Usulan di kantor ini Perhatian terhadap kebutuhan-kebutuhan individu kurang sekali

  Terdapat perlakukan yang diskrimitatif atas dasar “likes” dan

  “dislikes” Keputusan sering diambil atas dasar informaasi yang tidak akurat

  Penerapkan kebijakan perlu dilakukan secara konsisten

  Lingkungan fsik Layanan kebersihan yang lebih baik diperlukan

  Perabot sudah usang dan perlu diganti Kami memerlukan lebih banyak personal computer (PC)

  Ruangan di kantor kami kurang memadai besarnya

  

Masalah-masalah kepegawaian Rekrutmen pegawai dan standar penggajian

  yang lebih objektif Diperlukan penilaian kinerja dan system penghargaan yang objektif Pegawai yang tidak lagi produktif supaya tidak dipertahankan lagi

  Cara menilai kemampuan dan kinerja staf yang lebih baik diperlukan agar promosi bisa objektif

  

Pengembangan staf Pada setiap tataran di kantor ini diperlukan

  pelatihan yang lebih banyak Pelatihan diperlukan bagi karyawan-karyawan yang baru diangkat

  Banyak karyawan yang memikul beban tugas karyawan yang tidak terampil Kami memerlukan peluang-peluang untuk maju dan berkembang

  Hubungan-hubungan intra Kantor ini berorientasi pada “lingkaran sendiri

kelompok dan antar Banyak sekali sentiment “kekitaan” dan

  “kemerekaan” terbentuk

  

individu Pada setiap tingkat dan antar tingkat terdapat urutan

  kepangkatan yang kaku Komunikasi perlu lebih ditingkatkan

  Terlalu banyak gossip dan kritikan yang beredar Bahagian-bahagian tertentu di kantor ini dianggap elit Masing-masing bahagian di kantor ini memiliki pandangangan yang kurang pas terhadap bahagian-bahagian lainnya

  

Struktur Kerja Untuk produk (layanan) yang dipasarkan, terlalu

  banyak jalur birokrasinya Terlalu banyak tanda tangan yang diperlukan Tanggung jawab dari staf pada masing-masing tingkat tidak jelas Bahagian-bahagian bekerja sendiri-sendiri bahkan saling menjegal ketimbang bekerja sebagai sebuah tim

  Terlalu banyak tumpang tindih dan pengulangan yang tidak perlu Produk kantor ini tidak konsisiten karena terlampau banyak gaya yang berbeda

  Penelitian kualitatif menjadi lebih dapat dipertahankan apabila terdapat lebih dari satu orang pengkode dan apabila terdapat reliabilitas yang tinggi antar dan intra pengkode. Reliabilitas antar pengkode adalah konsistensi di antara masing-masing pengkode; Reliabilitas intra pengkode konsistensi yang

  Pengkodean Induktif dan priori

  Ada beberapa jenis pengkodean yang digunakan dalam analisis data kualitatif. Anda bisa menggunakan seperangkat kode yang sudah ada terhadap data-data anda. Ini disebut priori codes. Priori codes adalah kode-kode yang sudah dikembangkan sebelum data-data dikumpulkan. Banyak diantara peneliti kualitatif suka mengembangkan kode-kode sewaktu data-data yang ada diteliti ulang. Kode-kode ini disebut kode induktif. Inductive codes adalah kode-kode yang dikembangkan atau disusun oleh si peneliti langsung pada saat ia meneliti ulang data-data yang ada.

KODE TUMPANG TINDIH

  Ketika anda mengkode data-data anda, bisa saja terjadi bahwa satu segmen data dikode lebih dari satu kali. Sebenarnya hal itu tidak apa dan biasa terjadi. Seperangkat kode seperti ini disebut co-occuring codes (kode tumpang tindih). Kode tumpang tindih adalah kode yang baik sebahagian maupun seluruhnya tumpang tindih. Dengan kata lain, satu baris atau satu segment teks bisa jadi dikode lebih dari satu kali.

  Sering juga terjadi anda tertarik pada karakteristik individu yang anda teliti. Karenanya, anda bisa menggunakan kode yang berlaku untuk keseluruhan protocol atau transkrip yang anda beri kode. Contohnya, kalau anda melihat pada perkembangan bahasa pada anak-anak, anda mungin saja tertarik pada umurnya atau pada jenis kelaminnya dan sebagainya. Kode-kode yang berlaku untuk keseluruhan dokumen atau kasus, disebut facesheet codes.

  Setelah anda selesai melakukan pengkodean awal terhadap data-data anda, anda tentu akan mencoba menyarikan dan menyusun data-data tersebut. Anda tentu juga akan terus memperbaiki dan merevisi kode-kode yang anda pakai. Langkah utama menyarikan ini mencakup proses-proses seperti enumerasi dan mencari hubungan-hubungan yang terdapat di dalam data.

  ENUMERASI

  Enumerasi adalah suatu proses pengkuantifkasian data, dan ini sering dilakukan dalam penelitian kuantitatif. Contoh, anda mungkin mnghtung jumlah kali sebuah kode digunakan untuk mengkode data. Enumerasi sangat bermanfaat untuk mengklarifkasi kata-kata yang akan anda gunakan di dalam laporan anda seperti “banyak”, “beberapa”, “sedikit”, “hamper semua” dan sebagainya. Angka- angka tersebut akan membantu mengklarifkasi apa yang anda maaksudkan dengan frekuensi. Ketika membaca “angka” dalam penelitian kualitatif, anda sebaiknya selalu mengecek basis dari angka tersebut. Contoh, apabila sebuah kata muncul banyak sekali dan basis adalah jumlah total kata di dalam dokumen teks, maka alas- annya boleh jadi banyak orang yang menggunakan kata tersebut atau bisa juga terjadi hanya satu orang yang menggunakan kata itu tapi sering.

SISTEM PENGKATEGORIAN SECARA HIERARKIS

  Kadang-kadang, kode-kode dan kategori-kategori dapat disusun menjadi tingkat atau hierarki yang berbeda. Contoh, kategori buah-buahan memiliki jenis yang berbeda (jeruk, mangga, apel, dll.). Beberapa gagasan atau tema ada sifatnya yang lebih umum dibandingkan dengan yang lain, dan karenanya kodenya dilakukan secara vertical. Salah satu contoh yang menarik (lihat Skema 17.2) adalah klasifkasi hierarkis yang dibuat oleh Frontman dan Kunkel yang memperlihatkan kategorisasi keberhasilan konseler pada tahap awal konseling (indikator-indikator apa saja yang dilihat konselor terkait dengan keberhasilan). Sistem klasifkasi mereka tersebut memiliki empat tataran dan banyak kategori. Inilah sebagian dari sistem katgori mereka tersebut:

MEMPERLIHATKAN HUBUNGAN ANTARA KATEGORI-LATEGORI

  Peneliti kualitatif memiliki pandangan yang luas berkenaan dengan apa yang membangun hubungan. Sistem secara hierarkhis yang baru saja diperlihatkan merupakan salah satu jenis hubungan ( hierarkhi atau tipe strict inclusison).Jenis- jenis lain dari hubungan yang harus kita wanti-wanti diperlihatkan pada table berikut:

  

TIPE HUBUNGAN BENTUK HUBUNGAN

  Strict inclusion X adalah sejenis Y Spatial X adalah sebuah ruangan di dalam Y; X adalah bahagian dari Y Sebab akibat X adalah akibat dari Y; X melakukan Y Lokasi untuk kegiatan X adalah tempat melaksanakan Y Fungsi X digunakan untuk Y Cara – alat X adalah cara untuk melakukan Y Urutan X adalah salah satu langkah (tahapan) dari Y Karakteristik X adalah atribut (karakteristik) dari Y SOURCE: Diadaptasi dari J.P. Spradley, 1979, hal. 111.

  Untuk latihan, cari sendiri contoh untuk masing-masing tipe hubungan menurut Spradley ini. Coba juga cari contoh dari beberapa tipe hubungan yang tidak dicantumkan oleh Spradley!

Dokumen baru
Dokumen yang terkait
Tags
Analisis Data Kualitatif

Analisis Dan Pengumpulan Data Kualitatif

Analisis Data Kualitatif Chi Square

Managemen Dan Analisis Data Kualitatif V Analisis Data 1 Uraian Tugas Keabsahan Data Kualitatif Analisa Data Penelitian Kualitatif

Laporan Praktikum Analisis Kualitatif An

Data Kualitatif Adalah Data Yang Berbent

Analisis data kualitatif 1 ok

Gratis

Feedback