Perancangan Sistem Antrian Nasabah Bank

 0  0  16  2018-09-16 21:58:57 Report infringing document
Perancangan Sistem Antrian Nasabah Bank Menggunakan Model Simulasi Arena pada PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tuban Akhmad Mudhofid (1411140049) Julian Naf’an Egi F. (1411140048) Moch Syaifudin Abrianto (1411140054) Yoyok Abdul Rosyadi (1411140040) Moch Jamaluddin al afghoni (1411140033) Mahasiswa Program Studi Teknik Industri 2014 A Universitas PGRI Ronggolawe Abstract–PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) adalah bank konvensional di mana klien utamanya adalah seorang pekerja sipil. Acara yang terjadi saat ini adalah garis panjang orang mengantri untuk mendapatkan dana pensiun mereka di awal bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk pemodelan garis antrian yang terjadi saat ini, membuat skenario perbaikan, dan menentukan desain sistem antrian yang optimal untuk dana pensiun di BTPN Tuban menggunakan arena. Metode simulasi merupakan salah satu solusi dari masalah ini yang membantu untuk mempelajari kondisi riil sistem dengan ruang lingkup yang luas menggunakan desain simulasi yang mewakili Model antrian yang dihasilkan oleh beberapa perangkat lunak simulasi. software Arena dengan urutan yang digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan penelitian, sistem yang terjadi pada Bank Tabungan Negara Tuban ketika klien lapisan untuk mendapatkan gaji mereka adalah pola beberapa saluran dengan satu tahap proses dan beberapa server yang antrian. Pada kondisi ini, ratarata waktu yang dibutuhkan untuk satu klien dalam sistem ini 12,05 menit. Berdasarkan skenario peningkatan hasil yang dirancang dan dilaksanakan dengan membantu dari software proses arena analyzer, kita tahu bahwa skenario yang memberikan tercepat total waktu rata-rata adalah skenario ketiga yang memiliki total waktu rata-rata klien dalam sistem pada 9 menit Oleh karena itu, yang terbaik skenario perbaikan adalah yang ketiga, sedangkan durasi layanan di setiap teller yang dipotong pendek. 1. Pendahuluan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) merupakan bank umum dengan nasabah utamanya yaitu para pensiunan karyawan sipil. Lebih dari 50 tahun, BTPN memfokuskan layanan perbankannya untuk para pensiunan bekerja sama dengan PT. Tabungan Asuransi Pensiunan (PT. Taspen) dan PT. Pos Indonesia. Kondisi yang terjadi saat ini di BTPNTuban adalah terjadi antrian pensiunan yang panjang pada saat pengambilan gaji di awal bulan. Nasabah atau pensiunan yang datang mengambil nomor antrian kemudian menunggu sampai nomor antriannya dipanggil untuk proses mengambil gaji di teller yang tersedia sebanyak 3 (tiga) teller. Besarnya jumlah pensiunan yang mengantri menyebabkan bank buka dari jam 08.00 WIB sampaidengan 16.00 WIB bahkan para pensiunan mengambil nomor antrian sejak jam 06.00 WIB. Waktu mengantri yang terlalu panjang menyebabkan ketidaknyamanan pada nasabah bank. Kerja teller yang berlebihan karena antrian yang terlalu panjang dapat menurunkan kinerja karyawan karena kelelahan dan tidak sempat beristirahat. Salah satu bentuk penyelesaian masalah antrian tersebut adalah dengan menggunakan metode simulasi. Model simulasi atau sering disebut simulasi komputer merupakan suatu bagian dari riset operasi yang berfungsi untuk mempelajari kondisi sistem sesungguhnya dengan ruang lingkup luas menggunakan desain tiruan yang dihasilkan oleh suatu software simulasi. Arena merupakan alat yang fleksibel dalam analisis untuk membuat model simulasi animasi. Penggunaan software Arena untuk membuat simulasi dapat meminimalkan biaya dan waktu untuk melakukan penelitian hingga tujuan penelitian tercapai. Berdasarkan hal tersebut, untuk memecahkan masalah yang terjadi pada antrian pengambilan gaji pensiun adalah dengan membuat simulasi model antrian pada BTPN dengan menggunakan Software Arena agar pelayanan yang diberikan lebih efektif. Perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : a. Bagaimana model antrian nasabah yang terjadi saat ini pada BTPN Tuban? b. Bagaimana skenario perbaikan yang dapat dilakukan untuk memperbaiki sistem antrian di BTPN Tuban? c. Bagaimana perancangan sistem antrian yang optimal berdasarkan analisis output dari model simulasi dengan Arena? 2. Teori Dasar Teori yang mendukung dalam penelitian ini adalah : a. Sistem Antrian Sebuah sistem antrian adalah suatu himpunan pelanggan, pelayan, dan suatu aturan yang mengatur pelayanan kepada pelanggan. Keadaan sistem menunjuk pada jumlah pelanggan yang berada dalam suatu fasilitas pelayanan, termasuk dalam antriannya. Pelanggan yang datang jika mendapati keadaan pelayanan (server) sedang sibuk (umumnya) maka pelanggan tersebut akan bergabung dalam antrian dalam satu baris (one or more queues) dan yang terdekat siap untuk masuk pada pelayanan berikutnya. Ada tiga komponen dalam sistem antrian yaitu kedatangan populasi yang akan dilayani (calling population), antri, dan fasilitas pelayanan. Masing-masing komponen dalam sistem antrian tersebut mempunyai karakteristik sendiri. b. Disiplin Antrian Disiplin antrian adalah aturan keputusan yang menjelaskan cara melayani pengantri, misalnya, yang pertama datang yang pertama dilayani, dan lain-lain. Jika tidak ada antrian berarti terdapat pelayan yang menganggur atau kelebihan fasilitas pelayanan. Dua klasifikasi yaitu prioritas dan firstcome first serve . Disiplin prioritasdikelompokkan menjadi dua, yaitu preemptive dan nonpreemptive. Disiplin preemptive menggambarkan situasidimana pelayan sedang melayani seseorang kemudian beralih melayani orang yang diproritaskan meskipun belum selesai melayani orang sebelumnya. Sementara disiplin non preemptive menggambarkan situasi dimana pelayan akan menyelesaikan pelayanannya baru kemudian beralih melayani orang yang diprioritaskan. Sedangkan disiplin first come first serve menggambarkan bahwa orang yang lebih dahulu datang akan dilayani terlebih dahulu. Kenyataannya sering dijumpai kombinasi dari kedua jenis antrian tersebut, yaitu prioritas dan first come firstserve. Sebagai contoh, para pembeli yang akanmelakukan pembayaran di kasir untuk pembelian kurang dari sepuluh jenis barang (dengan keranjang) di supermarket disediakan counter tersendiri. c. Model Antrian Berdasarkan sifat penelitiannya dapat diklasifikasikan fasilitas-fasilitas pelayanan dalam susunan saluran dan phase yang akan membentuk suatu struktur antrian yang berbeda-beda. Istilah saluran menunjukkan jumlah jalur untuk memasuki sistem pelayanan. Sedangkan istilah phase berarti jumlah stasiun-stasiun pelayanan, dimana para pelanggan harus melaluinya sebelum pelayanan dinyatakan lengkap. Ada empat model struktur antrian dasar yang umum terjadi dalam seluruh sistem antrian 1) Single Channel – Single Phase Sistem antrian dengan saluran dan operasi pelayanan tunggal adalah suatu sistem antrian dimana entity yang dilayani akan datang, masuk dan membentuk antrian pada satu baris atau aliran pelayanan dan selanjutnya akan berhadapan dengan satu operasi pelayanan. Contohnya adalah kantor praktik psikiater. 2) Single Channel – Multiple Phase Sistem antrian dengan saluran tunggal dan operasi pelayanan banyak yang dilaksanakan secara berurutan. Contohnya adalah sistem drive-through restoran cepat saji. 3) Multiple Channel – Single Phase Sistem antrian dengan saluran banyak dan operasi pelayanan tunggal adalah sistem antrian yang hampir sama dengan diatas namun entity yang datang dan antri akan berhadapan dengan beberapa fasilitas pelayanan, sehingga baris antrian juga menjadi banyak. Contohnya adalah kantor pos dan bank. 4) Multiple Channel – Multiple Phase Sistem antrian dengan saluran dan operasi pelayanan banyak adalah sistem antrian dimana entity yang datang akan masuk kedalam sistem dan dilayani oleh beberapa fasilitas dan akan melalui beberapa proses pelayanan. Contohnya adalah pendaftaran mahasiswa. secara langsung sangat tidak efisien karena mengeluarkan biaya lebih bagi perusahaan. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya model yang dapat menyimulasikan sistem nyata. Hasil simulasi dapat dianalisis untuk dijadikan dasar untuk mengubah kondisi eksisting, atau untuk mengidentifikasi permasalahan dan solusi dari permasalahan tersebut. Setiap perubahan dapat diterapkan terlebih dahulu pada model dan dilihat bagaimana simulasinya, sehingga kita bisa terus melakukan perbaikan untuk mencari hasil terbaik sebelum diterapkan pada sistem nyata (Djati, 2007). Simulasi adalah model dari suatu sistem nyata, dimana sistem tersebut dimodelkan dengan menggunakan sebuah software yang berfungsi untuk menirukan perilaku sistem nyata. Menurut Djati, 2007, Pada umumnya terdapat 5 langkah pokok yang diperlukan dalam menggunakan simulasi, yaitu: 1) Menentukan sistem atau permasalahan yang akan disimulasikan. 2) Menentukan tujuan simulasi (apa yang harus dipecahkan, dijawab dan disimpulkan atas permasalahan itu) dan hal-hal lain yang mendukung terwujudnya model simulasi. 3) Pengembangan model simulasi dan uji terhadap kebenaran proses perhitungan yang ada di dalamnya. 4) Menentukan model simulasi dengan menentukan lamanya simulasi (dilakukan beberapa kali) dan uji. 5) Analisis hasil dari simulasi. d. Pengertian Simulasi Simulasi merupakan proses perancangan model dari suatu sistem nyata dan pelaksanaan eksperimen-eksperimen dengan model ini untuk tujuan memahami tingkah laku sistem atau untuk menyusun strategi (dalam suatu batas yang ditentukan oleh satu atau beberapa kriteria) sehubungan dengan sistem operasi tersebut. Merekayasa sebuah sistem diperlukan adanya simulasi terlebih dahulu sebelum kita mengaplikasikan sistem tersebut. Namun, menyimulasikan sistem e. Model Simulasi Arena Menurut Hasan, 2004, Simulasi komputer adalah suatu proses perancangan model logika matematika dari suatu sistem nyata dan bereksperimentasi dengan model ini secara abstrak pada komputer. Model simulasi atau sering disebut simulasi komputer berfungsi untuk mempelajari kondisi sistem sesungguhnya (real time system) dengan ruang lingkup luas menggunakan desain tiruan yang dihasilkan oleh suatu software simulasi. Program ARENA adalah sebuah software simulasi yang diterbitkan oleh Rockwell Software Inc. Menurut Kelton, dkk, 2009, Software ARENA ini menyediakan alternatif model simulasi grafik dan model simulasi analisis yang dapat dikombinasikan untuk menciptakan model-model simulasi yang cukup luas dan bervariasi. Software ini memiliki kemampuan animasi dua dimensi.ARENA juga memiliki tingkat kompatibilitas yang baik. Pada software arena terdapat Template yang terdiri dari modul-modul yang akan digunakan untuk memodelkan proses atau sistem. Pada pembuatan model simulasi antrian nasabah BTPN Tuban menggunakan dua template yaitu basic process dan advanced transfer. Template basic process merupakanmodul-modul dasar yang digunakan untuk pembuatan simulasi, sedangkan template advanced transfer merupakan modul-modul dalam Arena yang digunakan untuk menggambarkan pergerakan entity dalam sistem. f. Verifikasi dan Validasi Verifikasi model komputer memastikan bahwa pemrograman komputer dan implementasi konseptual model sudah benar atau bebas error. Verifikasi model merupakan proses untuk menentukan bahwa model konseptual telah menggambarkan real system (Sargent, 2010). Verifikasi dapat dilakukan dengan cara melakukan proses debug terhadap model komputer. Validasi model konseptual adalah proses yang menentukan bahwa teori dan asumsi yang mendasari model konseptual benar dan representasi model dari masalah entity dan struktur model, logika, dan hubungan matematika dan kausal masuk akal untuk tujuan yang dimaksudkan dari model (Sargent, 2010). Teori dan asumsi yang mendasari model harus diuji dengan menggunakan analisa matematis dan metode statistik data entity. Validasi dapat dilakukan dengan menggunakan uji statistik yaitu uji hipotesis dengan cara menghitung apakah hipotesis awal (Ho) pada asumsi awal diterima atau ditolak. Uji statistik yang digunakan yaitu uji chi-square. Uji validasi data ini menggunakan bantuan software SPSS version 15.0 for windows. Dasarpengambilan keputusan apakah hipotesis awal (Ho) pada asumsi awal diterima atau ditolak dapat dilihat berdasarkan probabilitas atau pada hasil berupa nilai g. Verifikasi dan Validasi Verifikasi model komputer memastikan bahwa pemrograman komputer dan implementasi konseptual model sudah benar atau bebas error. Verifikasi model merupakan proses untuk menentukan bahwa model konseptual telah menggambarkan real system (Sargent, 2010). Verifikasi dapat dilakukan dengan cara melakukan proses debug terhadap model komputer. Validasi model konseptual adalah proses yang menentukan bahwa teori dan asumsi yang mendasari model konseptual benar dan representasi model dari masalah entity dan struktur model, logika, dan hubungan matematika dan kausal masuk akal untuk tujuan yang dimaksudkan dari model (Sargent, 2010). Teori dan asumsi yang mendasari model harus diuji dengan menggunakan analisa matematis dan metode statistik data entity. Validasi dapat dilakukan dengan menggunakan uji statistik yaitu uji hipotesis dengan cara menghitung apakah hipotesis awal (Ho) pada asumsi awal diterima atau ditolak. Uji statistik yang digunakan yaitu uji chi-square. Uji validasi data ini menggunakan bantuan software SPSS version 15.0 for windows. Dasarpengambilan keputusan apakah hipotesis awal (Ho) pada asumsi awal diterima atau ditolak dapat dilihat berdasarkan probabilitas atau pada hasil berupa nilai. 3. Metodologi Penelitian Penelitian ini dilakukan di PT. Bank Tabungan Pensiunan Tuban yang beralamat di jalan basuki rahmad Tuban Objek dalam penelitian ini adalah antrian nasabah yang mengambil gaji. pensiunan pada Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tuban. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model simulasi komputer dengan software arena. 16 WAKTU KEDATANGAN JARAK KEDATANGAN/ MENIT 14 12 10 ANTRIAN/ MENIT 8 6 MENUNGGU DIPANGGIL TELLER/MENIT 4 2 DILAYANI TELLER/MENIT 0 1 4. Hasil Eksperimen 3 5 7 9 11 13 KELUAR 15 17 19 Pembuatan model simulasi antrian nasabah BTPN Tuban menggunakan software arena : Gambar Gambar 1 menunjukkan pembuatan model simulasi antrian nasabah di BTPN Tuban menggunakan template basic process dan advanced transfer. Antrian terjadi karena banyaknya jumlah nasabah yang datang secara terus menerus tetapi tidak dapat langsung dilayani oleh fasilitas pelayanan atau teller yang hanya berjumlah 3 (tiga) teller Tabel 1. Category overview Berdasarkan hasil skenario dapat diketahui bahwa rata-rata waktu antrian pada teller adalah 12,05 menit. 5. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada antrian nasabah PT. Bank Tabungan Pensiunan Negara Tuban, kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut : a. Sistem antrian yang terjadi pada antrian nasabah Bank Tabungan Pensiunan Negara Tuban yang mengambil gaji pensiunan adalah pola antrian jalur ganda dengan satu tahapan proses dan beberapa server. Karakteristik antrian nasabah Bank Tabungan Pensiunan Negara KC Tuban adalah populasinya terbatas (finite), panjang antrian juga terbatas (finite), pola kedatangan nasabah berdistribusi gamma, pengambilan nomor berdistribusi beta, menunggu panggilan atau antrian berdistribusi eksponensial, pelayanan nasabah pada teller 1 berdistribusi beta, pelayanan nasabah pada teller 2 berdistribusi triangular, dan pelayanan nasabah pada teller 3 berdistribusi beta. Disiplin antrian nasabah BTPNTuban adalah FIFO (First In First Out). b. Skenario perbaikan dibuat sebagai suatu cara untuk melihat hasil perbaikan yang akan dilakukan Perbaikan dibuat untuk memperbaiki sistem yang ada dengan harapan adanya perbaikan dapat mengurangi antrian nasabah di Bank BTPN Tuban. Skenario perbaikan dibuat melalui process analyzer, dengan tiga buah skenario perbaikan yaitu : 1) Penambahan 1 (satu) teller 2) Penambahan 2 (dua) teller 3) Mempercepat waktu pelayanan pada ketiga teller c. Perancangan sistem antrian yang optimal dilihat dari rata-rata total waktu nasabah dalam sistem terendah. Berdasarkan hasil skenario yang telah dirancang dan dijalankan dengan bantuan process analyzer software arena, dapat diketahui bahwa skenario yang memberikan rata-rata total waktu nasabah dalam sistem paling cepat adalah didapatkan dari skenario perbaikan ketiga. Skenario perbaikan 3 (tiga) memiliki rata-rata total waktu nasabah dalam sistem yaitu sebesar 12,05 menit. Oleh karena itu, maka skenario perbaikan yang terbaik adalah skenario perbaikan 3 (tiga), dimana waktu pelayanan pada masing-masing teller dipercepat. Tuban. Mempercepat waktu pelayanan pada masing-masing teller dapat dilakukan dengan mengadakan pelatihan (training) pegawai dalam jangka waktu tertentu atau dengan menambahkan (satu) orang petugas masing-masing server yang ada sehingga 1 pada (satu) server terdiri dari 2 1 (dua) orang petugas. Referensi [1] Djati, Bonett S. L. 2007. Simulasi, Teori dan Aplikasinya. Yogyakarta : Andi. [2] Hasan, M. Iqbal. 2004. Pokok – Pokok Materi : Teori Pengambilan Keputusan. Jakarta : Ghalia Indonesia. [3] Kakiay, Thomas J. 2004. Dasar Teori Antrian Untuk Kehidupan Nyata. Yogyakarta : Andi. [4] Kelton, W. David; Sadowski, Randall P.; dan Sadowski, Deborah A., 2009. Simulation with Arena. Fifth Edition. New Jersey : McGraw– Hill, Inc. [5] Mulyono, Sri. 2004. Riset Operasi. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta. [6] Rockwell Software Inc. 2004. Arena User’s Guide. United States of America : Rockwell Automation. [7] Santoso, Singgih. 2012. Aplikasi SPSS pada Statistik Parametrik. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo. [8] Sargent, Robert G. 2010. Jurnal : Verification and Validation of Simulation Models. University Syracuse, United States of America. [9] Sutalaksana, Iftikar Z.; Anggawisastra, Ruhana; dan Tjakraatmadja, Jann H. 2006. Teknik Perancangan Sistem Kerja. Bandung : ITB. http://id.portalgaruda.org/? ref=browse&mod=viewarticel&article =111833 [10]
Dokumen baru
Dokumen yang terkait

Perancangan Sistem Antrian Nasabah Bank

Gratis

Feedback