BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KERANGKA PENDANAAN - Bab III

Gratis

0
0
25
6 months ago
Preview
Full text

BAB II I RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KERANGKA PENDANAAN

3.1. ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH

  Berdasarkan analisis terhadap indikator makro ekonomi Kabupaten Ciamis tahun 2013(kondisi masih termasuk Kabupaten Pangandaran), dengan memperhatikan kondisi ekonomi nasional dan global, maka arah pembangunan perekonomian Kabupaten Ciamismasihdiprioritaskan pada beberapa sektor yang dominan memberikan kontribusi terhadap PDRB yaitu sektor Pertanian, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran, serta sektor Jasa-jasa. Dalam sub sektor pariwisata (hoteldan restoran) diarahkan untuk meningkatkan promosi wisata, serta penguatan jejaring kepariwisataan, optimalisasi peran masyarakat dalam pengembangan kepariwisataan,menciptakan Obyek dan Daya Tarik Wisata yang sesuai dengan standar produk wisata serta menciptakan varian wisata baru yang kompetitif sesuai dengan tuntutan pasar.

3.1.1 Kondisi Ekonomi Daerah Tahun 2012 dan 2013

  Kondisi ekonomi daerah menggambarkan kondisi dan analisis data statistik perekonomian daerah, yang antara lain mencakup : Produk Domestik Regional Bruto(PDRB), tingkat inflasi, sumbangan sektoral, dan indikator pembangunan daerah bidang ekonomi lainnya yang tersedia di daerah, baik pada tahun 2012 dan 2013. Dilihat dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor Listrik,Gas dan Air Bersih sebesar 9,27%, kemudian sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar 7,82%, dan sektor Jasa-jasasebesar 7,41%.

TAHUN LAPANGAN USAHA 2011 2012 2013

  Pangandaran 3.1.2 Tantangan dan Prospek Perekonomian Daerah Tahun 2014 dan PerkiraanTahun 2015 Perkembangan perekonomian Kabupaten Ciamis baik secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh fenomena-fenomena yang berkembang saat ini dan yangakan datang, baik pada prospek tataran global, nasional, lingkungan regional Jawa Barat, dan lingkungan Kabupaten Ciamis sendiri. Jawa Barat Memperhatikan kondisi dan dinamika perekonomian daerah, nasional maupun global beberapa tahun sebelumnya serta proyeksi perkembangan ekonomi daerah, nasional,dan internasional, secara makro pada tahun 2015-2016 prospek pertumbuhan ekonomiProvinsi Jawa Barat diprediksikan masih dalam kondisi yang cukup stabil meskipun dihadapkan pada tantangan kondisi pemulihan perekonomian global yang penuhketidakpastian.

i. Penciptaan keterkaitan industri pengolah dengan sumber daya lokal

  Laju pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian pada tahun 2015 diperkirakan mengalami pertumbuhan yang tetap dibandingkan dengan tahun 2014, terkait dilaksanakanprogram-program unggulan pertanian terpadu, peningkatan sarana dan prasarana dan peningkatan kinerja penyuluh pertanian. Prediksi pertumbuhan ekonomi makro Kabupaten Ciamis yang mencapai lebih dari5% bukan merupakan suatu hal yang mustahil apabila potensi-potensi yang dimiliki Bila dilihat dari kontribusinya, perekonomian Kabupaten Ciamis masih ditopang oleh sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (PHR)dan sektor Pertanian.

3.2 ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

  Optimalisasi Penerimaan Daerah yang berasal dari Pajak Daerah dan Retribusi Daerah merupakan sumber utama dalammembangun daerah. Selain dana dari penerimaan daerah tersebut, daerah menerima dana yang bersumber dari Pemerintah Pusat berupa dana tugas pembantuan (TP), dana bantuan operasionalsekolah (BOS), program pengentasan kemiskinan (PNPM dan PKH) , dana tersebut sesuai dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang diperuntukan bagi kepentinganpelaksanaan pembangunan di Kabupaten Ciamis.

3.2.1. Proyeksi Keuangan Daerah dan Kerangka Pendanaan

Hasil analisis kondisi ekonomi daerah dan kajian terhadap tantangan dan prospek perekonomian daerah, selanjutnya dilakukan analisis dan proyeksi sumber-sumberpendapatan daerah dituangkan ke dalam tabel Realisasi dan Proyeksi/Target PendapatanDaerah, sebagai berikut: Tabel 3.9Perkembangan Realisasi dan Proyeksi Pendapatan Daerah Kabupaten Ciamis Tahun 2012 Jumlah (Rp) NO UraianRealisasi Tahun Realisasi Tahun Anggaran Tahun Anggaran Tahun Proyeksi /Target 2012 2013 2014 2015 pada Tahun 2016

1 PENDAPATAN .867.335.578.25 2.96.493.936.848 .975.080.52.09 2.033.44.62.633 .85.708.346.000

1.1 Pendapatan asli daerah 87.711.885.423 117.475.935.245 161.636.566.519 171.452.190.800 150.458.346.000 1.1.1 Pajak daerah 17.718.419.272 28.824.967.342 33.712.666.000 36.169.860.117 27.917.168.000 1.1.2 Retribusi daerah 18.571.609.783 22.920.807.541 9.110.768.500 9.644.707.940 12.241.178.000 1.1.3 Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang 2.486.035.599 2.840.893.502 3.318.017.609 3.318.035.276 2.700.000.000dipisahkan 1.1.4 Lain-lain pendapatan asli 48.935.820.769 62.889.266.860 115.495.114.410 122.319.587.467 107.600.000.000daerah yang sah 1.353.385.828.508 1.494.016.559.741 1.258.897.496.000 1.331.942.475.000 1.486.000.000.000

1.2 Dana perimbangan

1.2.1 Dana bagi hasil pajak/Bagi 98.691.164.508 94.496.352.741 57.300.000.000 72.000.000.000 60.500.000.000hasil bukan pajak 1.2.2 Dana alokasi umum 1.165.043.374.000 1.303.907.527.000 1.068.289.296.000 1.156.989.995.000 1.260.500.000.000 1.2.3 Dana alokasi khusus 89.651.290.000 95.612.680.000 133.308.200.000 102.952.480.000 165.000.000.000 1.3 Lain-lain pendapatan 426.237.864.194 585.001.441.862 554.546.449.500 530.019.496.833 215.250.000.000daerah yang sah 1.3.1 Hibah 1.446.000.000 2.540.000.000 4.038.000.000 1.3.2 Dana darurat 1.3.3 Bagi hasil pajak dan bukan pajak dari provinsi dan dari 49.982.711.594 65.875.605.182 79.734.800.000 77.749.854.200 55.000.000.000pemerintah daerah lainnya 1.3.4 Dana Penyesuaian dan 247.286.806.000 360.372.972.000 305.058.338.000 448.231.642.633Otonomi Khusus 1.3.5 Bantuan Keuangan dari provinsi pemerintah daerah 128.968.346.600 157.306.864.680 167.213.311.500 160.250.000.000lainnya**)

JUMLAH PENDAPATAN 1.867.335.578.125 2.196.493.936.848 1.975.080.512.019 2.033.414.162.633 1.851.708.346.000 DAERAH (1.1 +1.2+1.3)

Sumber : Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, 2014 Catatan : Realisasi Tahun 2012 dan 2013 termasuk DOB Pangandaran

3.2.2. Arah Kebijakan Pendapatan Daerah

  Optimalisasi peran dan fungsi kelembagaan serta Sistem Operasional PemungutanPendapatan Daerah melalui penyempurnaan sistem pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah serta penambahan fungsi dan sistem aplikasi pengelolaan pajak daerahkhususnya dalam hal penatausahaan PBB dan BPHTB, yang pada Tahun 2014 menjadiPajak Daerah, sesuai dengan UU No. Peningkatan pendapatan daerah dengan intensifikasi dan ekstensifikasi terutama bagi sumber yang potensial, seperti Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, PajakReklame, Pajak Parkir, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Mineral bukan logam dan batuan serta pajak Sarang Burung Walet dan ditambah dengan Pajak Air Tanah yang merupakanpelimpahan dari Provinsi; 3.

3.2.3. Arah Kebijakan Belanja Daerah

  Pengalokasian belanja tidak langsung dalam tahun 2015 difokuskan untuk memenuhi belanja yang bersifat wajib seperti belanja pegawai termasuk untuk antisipasi kenaikangaji pegawai dan tunjangan bagi PNS serta belanja bagi hasil dan pendamping/sharing untuk mendukung capaian kinerjaprogram dan kegiatan yang dilaksanakan oleh SKPDsehingga berjalan secara efektif dan efisien dalam memfasilitasi aktivitas pembangunan secara optimal. Pengalokasian belanja langsung (pembangunan) Kabupaten Ciamis dalam tahun 2015 diarahkan untuk membiayai program dan kegiatan prioritas yang terkait denganakselerasi pencapaian IPM dan akselerasi percepatan pencapaian Visi dan Misi serta kegiatan pendukung lainnya yang memiliki keterkaitan dengan kebijakan prioritas yangmenjadi tuntutan kebutuhan masyarakat dan peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan.

2 BELANJA DAERAH 1.764.179.114.40 .184.75.05.186 .16.411.919.998 .14.43.399.343 1.833.708.346.000

2.1 Belanja Tidak Langsung 1.286.926.423.897 1.517.047.328.519 1.405.343.268.171 1.491.657.802.963 1.171.250.000.000

2.1.1 Belanja pegawai 1.147.154.504.360 1.288.382.770.012 1.171.606.521.741 1.226.492.727.765 1.000.750.000.000 45.000.000 13.590.432.000 2.1.4 Belanja hibah 36.502.500.000 105.495.214.250 101.086.250.000 32.600.000.000 60.000.000.000 2.1.5 Belanja bantuan sosial 1.668.695.932 9.892.748.526 6.100.000.000 3.000.000.000 9.000.000.000 2.1.6 Belanja bagi hasil kepada Provinsi/Kabupaten/kota 3.821.094.955 5.328.482.535 9.165.300.000 8.479.994.000 11.500.000.000dan Pemerintah Desa* 2.1.7 Belanja Bantuan Keuangan kepada97.779.628.650 107.766.261.775 111.546.196.430 197.494.649.198 75.000.000.000 Provinsi/ Kabupaten/kotadan Pemerintahan Desa* 2.1.8 Belanja tidak terduga 181.851.421 5.794.000.000 10.000.000.000 15.000.000.000

2.2 Belanja Langsung 477.252.690.505 667.704.696.667 721.068.651.827 650.585.596.380 662.458.346.000

2.2.1 Belanja pegawai 56.056.591.209 74.486.183.676 101.579.376.696 81.821.297.625 91.661.477.000 2.2.2 Belanja barang dan jasa 169.358.477.165 201.823.484.281 235.818.795.750 266.475.607.455 214.744.417.000 2.2.3 Belanja modal 251.837.622.131 391.395.028.710 383.670.479.381 302.288.691.300 356.052.452.000Sumber : Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, 2014 Catatan : Realisasi Tahun 2012 dan 2013termasuk DOB Pangandaran

3.2.4. Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah

  Penyertaan modal tersebut untuk BPR/BKPD dalam rangka meningkatkan akses pembiayaan bagi UsahaMasyarakat Kecil dan Menengah dan penyertaan modal untuk PDAM dalam rangka penguatan struktur permodalan serta untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dankapasitas pelayanan air minum kepada masyarakat. Hasil analisis dan perkiraan sumber-sumber penerimaan pembiayaan daerah dan realisasi serta proyeksi penerimaan dan pengeluaran pembiayaan daerah dalam 3 (tiga)tahun terakhir, proyeksi/target tahun rencana serta 1 (satu) tahun setelah tahun rencana dalam rangka perumusan arah kebijakan pengelolaan pembiayaan daerah disajikandalam bentuk tabel berikut ini.

3.1 Penerimaan pembiayaan 60.261.399.594 154.175.496.317 161.817.407.979 125.950.664.710 500.000.000

3.1.1 Sisa lebih perhitungan anggaran tahun 60.261.399.594 144.175.496.317 161.817.407.979 125.950.664.710 500.000.000sebelumnya (SILPA)

JUMLAH PENERIMAAN 60.261.399.594 154.175.496.317 161.817.407.979 125.950.664.710 500.000.000 PEMBIAYAAN

3.2 Pengeluaran Pembiayaan Daerah 19.242.367.000 4.100.000.000 10.486.000.000 17.121.428.000 18.500.000.000

3.2.1 Pembentukan dana cadangan 10.000.000.000 - 5.000.000.000 10.000.000.000 - 3.2.2 Penyertaan modal (Investasi) daerah 9.200.000.000 4.100.000.000 10.486.000.000 11.538.000.000 8.500.000.000

3.2.4 Pemberian pinjaman daerah

3.2.8 Pembayaran Dana Pihak Ketiga 42.367.000

JUMLAH PENGELUARAN 19.242.367.000 4.100.000.000 10.486.000.000 17.121.428.000 18.500.000.000 PEMBIAYAAN

108.829.236.710 (18.000.000.000) JUMLAH PEMBIAYAAN NETTO 41.019.032.594 150.075.496.317 151.331.407.979Sumber : Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, 2014

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (25 Halaman)
Gratis