TEKNIK PENYIARAN DAN PRODUKSI PROGRAM RADIO, TELEVISI DAN FILM JILID 1

Gratis

0
0
221
1 year ago
Preview
Full text

TEKNIK PENYIARAN DAN PRODUKSI PROGRAM

  RADIO, TELEVISI DAN FILM JILID 1SMK Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional TEKNIK PENYIARAN DAN PRODUKSI PROGRAM RADIO, TELEVISI DAN FILM JILID 1 U nt uk SM K Penulis Utama : FR. Sri t Teknik Penyiaran dan Produksi Program Radio, Televisidan Film Jilid 1 untuk SMK/oleh FR.

KATA SAMBUTAN

  Demikian pul a penget ahuan t ent ang j urnalist ik penyiaran yait u penget ahuan dasar j urnalist ik, j urnalist rikpenyiaran radio, TV dan f ilm sert a kemampuan menyampaikan inf ormasi (Pr esent at i on Ski l l s) secara lisan maupun t ert ulis, danpenget ahuan t ent ang t eknik wawancara. Pada bidangpert elevisian dan perf ilman, t enaga kerj a dit unt ut memiliki penget ahuan t ent ang peralat an st udio TV dan f ilm dan proses penyiaraninf ormasinya sert a bagaimana mendisain program dan memproduksinya sampai siap unt uk disiarkan melal ui media TV dan f ilm.

BAB II SISTEM KOMUNIKASI A. Pengertian Komunikasi Komunikasi secara umum dapat diart ikan sebagai hubungan

  Media t ransmisi, yait u sarana unt ukmenyalurkan inf ormasi yang t elah dirubah menj adi sinyal l ist rik 3 Sedangkan t elekomunikasi, berasal dari kat a t el e (bahasaYunani) yang berart i j auh, dan komunikasi yang berart i hubungan/ pert ukaran inf ormasi. Suat u pengert ian yang mencakup proses, bent uk inf ormasi maupun media t ransmisinya menyebut kan, bahwa t elekomunikasiadalah set iap pemancaran, pengiriman at au penerimaan t iap j enis t anda, gambar, suara at au inf ormasi dalam bent uk apapun melal uisist em kawat , opt ik, radio at au sist em elekt romagnet ik l ainnya.

a. Diagram blok prinsip komunikasi satu arah

b. Diagram blok prinsip komunikasi dua arah

  Sinyal sendiri pada hakekat nya merupakan lambang yang t erbent uk secara t epat dari media yang t el ah dipilihsebagai t ransdusernya, yang biasanya dilambangkan melal ui variasi dari sif at -sif at t ert ent u yang dimiliki oleh t ransduser yangbersangkut an t erhadap wakt u. Sedangkan sinyal kode adalah sinyal l ist rik dalam bent uk kode at au t anda yang t elah dit ent ukant erlebih dahulu, yang berupa pulsa-pulsa at au perubahan-perubahan dari sinyal t ersebut yang dapat dimengert i oleh manusia danalat / mesin pada kedua sisi dari sist em komunikasi.

B. Perkembangan Sistem Komunikasi

  Berbagai j enis peralat an telepon Pada sist em-sist em komunikasi t ersebut , unt uk dapat menghubungkan ant ar pelanggan/ pemakai memerlukan berbagaimacam sarana/ media yang t ermasuk dalam suat u bidang yang dinamakan t eknik t ransmisi. Dengan f rekuensi pembawa ant ara 3 – 12 GHz, gelombang mikro merambat dalam ruang bebas dengan ragam garis pandang (Li ne of Si ght ), baik berada di at as t anah(t er r est r i al ) maupun ext r a t er r est r i al , yait u sist em komunikasi dengan menggunakan sat elit .

b. Koaksial

  c. Serat opt ik Gambar 7.

C. Sistem Komunikasi dengan Kawat Penghantar

  Art inya kawat pengant ar t ersebut berf ungsi sebagai pembawa inf ormasi yang t elah diubah dalambent uk sinyal. Kebutuhan dasar sistem komunikasi dengan penghantar satu arah Hanya yang perlu diperhat ikan bila j arak yang dit empuh j auh, maka dibut uhkan banyak penguat (ampl i f i er ) yang berf ungsi sebagaipenguat sinyal.

1. Telegraph

  Set elah dit erj emahkan ke dalamkode morse yang t erdiri dari gabungan t it ik dan garis (dot and dash), l alu diubah menj adi sinyal list rik ol eh kunci Morse yang berf ungsi sebagai skakelar yang bekerj a membuat arus list rik mengalir dan t idak mengalir. Prinsip dasar t elepon adal ah gelombang suara diubah menj adi gelombang/ sinyal l ist rik oleh mikropon, yang 13 Telepon adalah j awaban yang t epat bagi masalah wakt u, j arak dan t empat .

a. Sistem sambungan telepon otomatis

  Sistem hubungan telepon 15 Pada sist em t elepon ot omat is, operat or di kant or t elepon ot omat is digant ikan mesin swit ching ot omat is yang dapatdigerakkan oleh sinyal yang dikirim oleh pelanggan pada wakt u menekan/ memut ar t ombol/ dial pada pesawat t elepon. Karena banyaknyasambungan t elepon pelanggan dan luasnya daerah operasional t elepon, maka dibangun mesin swi t chi ng yang di t empat kan diset iapdaerah secara bert ingkat sehingga memungkinkan menj angkau sasaran yang banyak dan luas.

4. Faximile

  Proses pengiriman dil akukan dengan cara menelpon nomor t elepon t uj uan unt uk memberit ahukan bahwa akan mengirim f ax. Dat a t ercet ak di kert as sama persisdengan dat a yang dikirimkan oleh pengirim.

5. Interphone

  Int erphone adalah salah sat u sist em komunikasi melalui kawat yang sederhana dengan kapasit as t erbat as. Sist em ini berguna unt uklingkungan kecil, dengan f asilit as yang dapat unt uk komunikasi i nt er n dan ext er n.

6. TV Kabel dan CCTV ( Close Circuit T elevision) a. TV Kabel

  Disampingunt uk memenuhi kebut uhan individu unt uk keperluan rumah t angga ada pul a yang memanf aat kan TV kabel ini unt uk kepent ingan usahahiburan bagi masyarakat secara t erbat as. Hal yang menj adi daya t arik bagi masyarakat adalah dapat menerima variasi siaran TV bahkan bisa menikmat i siaran TVdari negara lain sepert i Malaysia, Amerika, RRT dan sebagainya.

RF IN

  Unt uk penggunaan kabel koaksial j enis RGB, paling panj ang 100 yard (90m) at au maksimum sat u rolharus diperkuat dengan unit bost er penguat sinyal (UHF ampl i f i er ) supaya sinyal TV dapat dit erima dengan kualit as yang baik. Pert ama, dengan menggant i Horn pada parabol a dari yang sat u arah menj adi dua arah (vert ikal dan horisont al), sehingga bisa menikmat iacara dua st asiun pemancar TV yang dapat disalurkan ke pelanggan.

b. CCTV (Close Circuit T elevision)

  CCTV adalah syst em sambungan komunikasi t erbat as, unt uk keperluan yang t erbat as pula. Dengan menggunakan CCTV seorang guru mengaj ar sekaligus unt uk semuadengan cara set iap ruangan sudah dilengkapi dengan TV monit or dan kamera sehingga memungkinkan t erj adi komunikasi ant ara gurudengan para siswa di set iap ruangan.

D. Sistem Komunikasi Tanpa Kawat Penghantar

  Yang dimaksud dengan komunikasi t anpa kabel ( wi r el ess) adalah suat u sist em komunikasi yang menggunakan gelombang radio sebagai Dalam sist em ini yait u, sebuah pemancar ( t r ansmi t t er ) yang memancarkan dayanya mel al ui ant ena ke arah t uj uan dal ambent uk gelombang elekt romagnet ik. Di t empat t uj uan, gelombang elekt romagnet ik ini dit angkap ol eh ant ena pesawat penerima(r ecei ver ), sebagaimana sepert i yang dit unj ukkan pada Gambar berikut ini.

1. Sistem Komunikasi Radio HT ( Handy T alky)

  HT digunakan unt uk komunikasi denganj arak t erbat as ant ar pesawat secara langsung. Namun unt ukmemperj auh j angkauan bisa dilaksanakan dengan menambah power/ Bost er dan ant ene luar yang relat ip t inggi dan t erarah.

a. Komunikasi ant ar pesawat HT

b. Jenis Pesawat HT

  c. Pemanfaatan HT untuk bantuan komunikasi Gambar 19.

2. Sistem Komunikasi Handpone ( Mobile T elephone)

  Dalam perkembangannya t erdapat dua sist em komunikasi yang berkembang j uga di Indonesia yait u GSM (Gl obal syst em For Mobi l e Comuni cat i on) dan CDMA (Code Di vi si on Mul t i pl e Access). BSS merupakan subsist em radio yang berf ungsi sebagai penyedia dan pengat ur j alur t ransmisi radio ant ara MS dengan MSC, dan unt ukmengat ur i nt er f ace radio ant ara MS dengan subsist em l ain dal am j aringan GSM.

a. Berbagai macam pesawat Handphone (HP)

  Teknologi yangmenggunakan sist em mul t i pl e access sehingga dapat mendukung pengguna dengan j uml ah besar unt uk saling berbagi ruang kanal 25 CDMA menggunakan kode digit al (Pseudo-Random Code Sequences) unt uk membedakan pelanggan yang di-shar e ke MS maupun base st at i on, sehingga semua pelanggan membagi spect rum radio dengan r ange yang sama. Kanal over head t erdiri darikanal pil ot , kanal sinkronisasi, kanal pagi ng dan kanal t r af i k f or war d yang membawa sinyal panggilan t elepon, suara dan inf ormasi cont rol daya mobi l e dari base st at i on ke unit mobi l e ;Kanal Rever se.

3. Siaran Radio ( Broadcast )

  Prinsip sederhana dari suatu sist em siaran radio Pada st asiun pemancar sinyal suara diproduksi oleh mikropon yang berf ungsi sebagai t randuser, yait u mengubah energi suara(audi o) menj adi energi list rik (sinyal suara) dengan f rekuensi maksimum 20 KHz (AF = audi o Fr equency). Proses Pencampuran (mi xi ng) sering disebut modulasi dil akukan oleh rangkaian modulat or yang berf ungsi sebagai mixer dan penguat dayasehingga sinyal modul asi memiliki energi yang cukup besar dan mampu merambat / meradiasi / memancar di udara mel alui ant enapemancar dengan j arak pancar sesuai energi yang dimilikinya.

4. Siaran Televisi

  Pada sist em t elevisi, ada t iga bagian yang saling t erkait , yait u st udio TV, pemancar TV dan penerima TV. Unt uk pesawat TV yang lama t erdapat 8 – 12 saluran, t et api unt uk pesawat TV yang baru t elah menyediakan sampai 100 saluran.

E. Komunikasi Melalui Satelit

  Sat elit Komunikasi adal ah perangkat yang diluncurkan ke orbit geost asioner bumi dan perangkat ini berf ungsi unt uk menerimagelombang inf ormasi yang t elah dimodul asi dengan gelombang mikro yang dikirimkan oleh st asiun bumi, dan memancarkan kembalike st asiun bumi-st asiun bumi lain. Sist em ini banyak kendal a,karena harus membangun st asiun relay dengan j umlah banyak dan dengan ukuran t ower ant ene yang t inggi sehingga t idak ekonomis.

a. Parabola

  Dat a audio maupun audio dimodulasikan dan dipancarkan dengan f rekuensi gelombang micro ke sat el it , selanj ut nya olehsat elit gelombang mikro yang membawa dat a audio dan video diperkuat dan dipancarkan kembal i ke st asiun bumi at au ke ant eneparabola dan dit erima oleh penerima sat elit dan dit eruskan ke Dengan perkembangan Ipt ek bidang komunikasi saat ini membuat dunia t anpa j arak. Kenyat aannya sekarang t erj adi penggabungan berbagai sist em komunikasi menj adi sist em yang t erpadu dan menghasil kankomunikasi yang ef ekt if dan ef isien.

4 GHZ

6 GHZ RECEIVER

  RECEIVER TRANSMITER TRANSCEIVER VIDEO AUDIO Gambar 26. Sistem komunikasi Penyiaran TV melalui satelit.

A. Pengertian Jurnalist ik

  Jurnal ist ik adalah seni dan ket erampil an mencari, mengumpul kan, mengolah dan menyaj ikan berit a t ent angperist iwa at au kej adian sehari-hari, unt uk memenuhi kebut uhan khalayak sehingga t erj adi perubahan sikap, sif at , pendapat danperilakunya sesuai dengan kemauan j urnal is. Jurnal ist ik merupakan kegiat an komunikasi yang dilakukan dengan cara menyiarkan berit a at aupun ulasan berit a t ent angberbagai perist iwa at au kej adian sehari-hari yang akt ual dan f akt ual dalam wakt u yang secepat -cepat nya.

B. Dasar-dasar Jurnalistik

1. Fungsi dan Tugas Jurnalistik

  Ikut membangun masyarakatmelalui penegakan hukum dan hak asasi manusia sert a melakukan pengawasan, krit ik, koreksi dan saran t erhadap hal-hal yang berkait an dengan kepent ingan umum sert a akt if memperj uangkan keadilan dan kebenaran. Tugas- t ugas t ersebut meliput i bagaimana mencari, memperoleh,memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan inf ormasi yait u dalam bent uk t ulisan (t eks), gambar, suara, suara dangambar, dat a dan graf ik maupun dalam bent uk lain dengan menggunakan media cet ak, media radio, t elevisi maupun medialainnya yang t ersedia.

2. Persyaratan seorang j urnalis

  Mengingat berat nya t anggungj awab j urnalis sert a karakt erist ik pekerj aan yang menunt ut seseorang yang t angguh,maka unt uk menj adi j urnalis diperl ukan persyarat an-persyarat an kemampuan penget ahuan dan sikap sebagai berikut . Hal ini dimaksudkan karena j urnalis harus menyampaikan/ meneruskan inf ormasi kepadakhalayak, sehingga harus memil iki kepekaan yang t inggi t erhadap nil ai inf ormasi yang ada disekit arnya.

3. Kode Etik Jurnalistik

  UU Penyiaran ini dimaksudkan unt uk menj amin kemerdekaan berpendapat , menyampaikan dan memperolehinf ormasi yang bersumber dari kedaulat an rakyat dan hak asasi demikian kemerdekaan t ersebut harus bermanf aat bagi upayadalam menj aga int egrasi nasional, menegakkan nilai-nil ai agama, kebenaran, keadil an, moral , dan t at a susila sert a memaj ukankesej aht eraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan cit a-cit a prokl amasi kemerdekaan RI. Menyadari pula bahwa perkembangan t eknologi komunikasi dan inf ormasi t elah melahirkan masyarakat inf ormasi yangmenunt ut hak unt uk menget ahui dan mendapat inf ormasi, karena inf ormasi t elah menj adi kebut uhan pokok dan komodit aspent ing bagi kehidupan bermasyarakat , berbangsa dan bernegara.

4. Informasi

  Berit a j uga diart ikan sebagaisegala sesuat u yang t erikat wakt u dan menarik perhat ian banyak orang, berit a t erbaik adalah hal-hal yang paling menariksebanyak mungkin orang unt uk membacanya/ mendengarkannya 45 Dari beberapa pengert ian t ent ang berit a t ersebut pada prinsipnya mengandung unsur pent ing yang harus diperhat ikandari sebuah berit a yait u nyat a (f akt ual), kej adian, perist iwa, pendapat yang menarik, pent ing dan cepat (t erikat wakt u). Dengan demikian dengan media apapun baik cet ak maupun elekt ronik t et ap memiliki ket erbat asan, namun seorangwart awan harus mel aporkan apa yang sebenarnya t erj adi t anpa mengubah f akt a unt uk t uj uan kepuasan pribadimaupun gol ongan t ert ent u.

5. Jenis Informasi

  St r i ght bersif at inf ormat if , sehingga dalam wakt u singkat dan t erbat as khalayaksegera dapat menget ahui perist iwa/ kej adian secara lengkap dan singkat apa, siapa, di mana, kapan, mengapa dan bagaimanaperist iwa it u t erj adi. 47 Feat ur e news adal ah inf ormasi at au berit a yang t idak langsung, t et api t elah dikembangkan dengan kat a-kat a diplomat is, sehingga f akt a yang kelihat annya sederhana at ausepele menj adi laporan yang menarik unt uk dinikmat i.

6. Sumber Informasi

  Unt uk mendapat kan sumber inf ormasi, wart awan harus memiliki Berit a t erj adi melalui proses t urun lapangan unt uk menent ukan sumber berit anya, mengambil dat a dan f akt asebagai bahan berit a, mengol ah bahan berit a menj adi laporan yang berbent uk t ul isan j adi, edi t i ng dan publikasimelalui media massa. Yait u orang yang memiliki hubungan, t erpengaruhat au mempengaruhi perist iwa yang t erj adi yait u : pel aku ut ama, orang yang ada dit empat kej adian, saksi mat a, saksiahli.

7. Menghimpun/ memperoleh Informasi

  Adalah pert emuan f ormal ant ara sumber dengan para wart awan unt uk menyampaikan inf ormasipent ing pada wakt u dan t empat yang t elah dit ent ukan. Inf orman seringdimanf aat kan sebagai mit ra wart awan unt uk melacak berit a langka yang sulit dit embus, sehingga membut uhkan mat a-mat a yang bisa menembus ke t empat yang sif at nya rahasia.

8. Mengolah informasi

  Oleh karena it u bent uk t ulisannya t ergant ung dari media publikasi yang akan digunakan. Apakah akandipublikasikan ke khal ayak melal ui koran, maj alah, disiarkan melalui siaran radio, siaran t elevisi at au melalui media l ainnyasepert i int ernet dan sebagainya, f ormat penulisan harus disesuaikan dengan karakt erist ik dan f ormat media t ersebut .

b. Akurasi/ Kecermatan. Kecermat an/ akurasi sangat berkait an

  Unt uk menj aga akurasi berit a, maka disarankan agar wart awan dalam memperoleh f akt a nel akukan hal -halsebagai berikut .1) Peroleh f akt a yang benar, t inggal kan/ buang f akt a yang meragukan.2) Periksa (chek and rechek) kebenaran f akt a dan lakukan verivikasi3) Jangan menyiarkan desas desus, past ikan kebenarannya dan j angan berspekul asi.4) Past ikan sumber inf ormasi dan f akt a dapat dipert anggungj awabkan kewenangan keabsahannya. Dengan demikian khalayak akan menget ahui int i persoal an, lat arbelakang dan konsekuensi sert a dampaknyaBerit a yang dit ulis dengan lengkap akan mengandung j awaban at as pert anyaan 5w + 1 H yait u : What : Perist iwa apa yang t erj adi Who : Siapa yang t erlibat dal am kej adianWhen : Kapan perist iwa t erj adi Wher e : Di mana perist iwa t erj adi 53 Why : Mengapa perist iwa t erj adi How : Bagaimana perist iwa t erj adie.

LEAD 5W+1H

  Penulisan Judul berit a diharapkan memenuhi krit eria kemenarikan, yait u denganmenggunakan t ampilan t ipograf i yang baik dan menarik agar pembaca t erpikat unt uk membacanya. Penul isan t eras berit a (l ead) yang merupakan sat u at au dua kalimat yang menj adi sari darisebuah berit a dan menj adi penent u ket ert arikan pembaca unt uk membacanya lebih j auh.

9. Menyaj ikan informasi

  Pada Media cet ak, berit a yang dit ul is kedalam bent uk-bent uk yang ada di media cet ak t ersebut sepert i f eat ure, edit orial,kolom, koment ar berit a, analisis berit a, art ikel , opini dan review Pada media radio pemancar, bent uk-bent uk program yang ada adalah:: Pembacaan sal am-salam kepada orang lain bisa Fi si t asi lewat t elpon, SMS at au kart u pendengar dll . Kelemahan media radio dan t elevisi dibanding dengan media cet ak t erlet ak pada siaran program hanya disiarkan sekali,sehingga pemirsa/ pendengar hanya menerima inf ormasi sekal i t idak dapat diulang-ulang sepert i pada media cet ak pembacadapat membaca berul ang-ulang dan bisa konsent rasi unt uk memahami isi berit anya.

C. Teknik Komunikasi

  Dengan memiliki penget ahuan t ent ang t eknik present asi(pr esent at i on Ski l l s) yang cukup mereka akan dapat mengembangkan dirinya sebagai pr esent er yang baik gunamenyampaikan inf ormasi/ ide kepada orang lain baik secara personal maupun sekelompok orang. Penyampaian inf ormasi dapatdilaksanakan secara t ert ulis sepert i pembuat an makalah, naskah, paper, buku, skripsi yang harus memiliki kemampuan danket erampil an menulis at au wr i t i ng pr esent at i on ski l l s.

1. Teknik Menyampaikan Informasi ( Present at ion Skills) a. Komunikasi Secara Tertulis (writ ing Present at ions Skills)

  Unt uk dapat menulis karya t ulis t ersebut t ent unya harus menil iki penget ahuan dan kemampuanbahkan ket erampil an menulis. Memuat seluruh variabel yang adadan merupakan kalimat lengkap sehingga pembaca dapat menget ahui gambaran isi dari karya t ulis t ersebut denganmudah.2) Penulisan Out Li ne/ Headi ng dan Subheadi ng / Bab.

a) Cont oh model pert ama

  (1) . (bagian dari sub sub sub sub sub sub bab) (b).dan set erusnya.

b) Cont oh model ke dua

  Tanda t it ik dua digant i dengan t anda t it ik sat u pada kalimat lengkap, yang diikut i rincian berupa kalimatlengkap pul a dan t anda akhir rincian harus t anda t it ik. Kej uj uran ilmiahmeliput i pengakuan dan pemanf aat an aspek-aspek t eorit is dari penulis/ sumber lain yang memiliki ot orit as,pengakuan dan pemanf aat an hasil penelit ian, penyert aan sumber-sumber acuan, kej uj uran dalam mendapat kandat a, dan pengakuan secara j uj ur t erhadap hal-hal yang belum dapat dipecahkan secara t unt as.

b) Kut ipan, sumber acuan dan cat at an

  Dalam penulisan karya t ulis sering dilakukan pengut ipan beberapa masal ah t eorit is, pernyat aan,kupasan, hasil penelit ian, dari sumber-sumber t ert ent u baik secara langsung maupun t idak langsung. Unt uk Seorang penulis j uga dibenarkan mengut ip secara langsung masalah-masal ah t eorit is, pernyat aan at au hasilpenelit ian baik dengan bahasa sendiri maupun bahasa asli penulisnya.

c) Penulisan daf t ar pust aka

  The spl i t -at t ent i on ef f ect as a f act or i n t he desi gn of i nst r uct i on. Mul t i medi a l ear ni ng: Ar e we aski ng t he r i ght quest i on?

b. Komunikasi Lisan/ Verbal dan Non verbal

  Dal am hal ini sumber at au selanj ut nya disebut present er akan banyak menggunakan bahasa t ubuh(nonverbal) unt uk memberikan penegasan, penekanan ucapan dan gaya bicara yang dapat lebih memberikan dayat arik dan menimbul kan at ensi t erhadap inf ormasi yang audien t erhadap inf ormasi yang disampaikan. 75 2) Tunj ukkan bahwa present er cr edi bl e, t r ust wor t hy dan havi ng exper t i se (Dapat dipercaya, solid dan memiliki kemampuan)3) Gunakan cont oh yang t epat , analogi, cerit a dan sebagainya4) Bila mat eri masih t erasa asing, mulailah dengan cont oh- cont ohnya.

2. Teknik Wawancara

a. Pengertian dan j enis wawancara

  Meskipun t erdapatkesulit an bil a orang yang diwawancarai t idak t elit i mengingat f akt a yang dilihat , sert a t idak cukup mampu mendeskripsikanf akt a dengan baik. Apapun yang diucapkan narasumber t adimemiliki nil ai berit a yang t inggi.2) Wawancara unt uk f eat ur es t ent ang orang t erkenal (Feat ur es on per sonal i t y i nt er vi ew).

b. Teknik wawancara

  Wawancara melalui t elepon dapat dibenarkan, t et api memiliki kelemahan yait u t idak dapat mendapat kanket erangan secara mendalam dan l engkap, t idak bisa melihat gaya dan ekspresi nara sumbernya dalammengungkapkan opini sert a gerak-gerik t ubuhnya. Mengaj ukan pert anyaan 85 dan j awaban secara t ert ulis j uga memiliki kelemahan yait u report er t idak dapat mendapat ket erangandengan cepat , t idak bisa melakukan probing/ mengej ar pert anyaan yang lebih mendalam,Sert a t idak bisa mengonf irmasikan dat a secara cepat dan t akt is.

c. Persiapan wawancara

  Yait u: mengumpulkan kliping, membaca ulang pernyat aan narasumber yang pernah dimuat di mediamassa, menghaf al dan menguasai permasalahan pokok isu dari hal-hal yang akan dit anyakan, melihat f ot o diridan mengenal karakt er narasumber baik keluarganya dan f ilosof i kehidupannya.2) Mengkonf irmasikan pada at asan, t ent ang t uj uan wawancara dan j enis inf ormasi yang harus diperoleh. Langkah awal dalam membuat j anj iadalah mengenalkan nama, ident it as resmi t ermasuk dari media apa sert a t uj uan wawancara dengan bahasadan gaya bicara yang simpat ik supaya narasumber t ert arik dan percaya sert a menyediakan diri unt ukdiwawancarai.

d. Sikap wawancara

  Hal ini dilakukan dengan cara berpenampilan yang menarik, pakaian rapi dan bersihsert a sopan, sesuai dengan suasana wawancara dan st at us sosial nara sumber. Menunj ukkan waj ah yang berseri-seri dan menyenangkan merupakanmodal unt uk membina hubungan baik dengan narasumber baik pada saat wawancara maupun masa yang akandat ang, karena narasumber akan memiliki kesan image yang posit if t erhadap report er/ wart awan.

e. Pelaksanaan wawancara

  Wakt u luang yang masih ada bisa digunakan unt uk rechek kesiapan, yait u t ent ang daf t ar pert anyaan,apakah sudah lengkap dan dipahami; kondisi peral at an sepert i t ape r ecor der , camera apakah dalam kondisi siappakai dan sebagainya. Dengan salam pembuka yang baik dan hangat , narasumber akan senang dan menilai bahwa wart awan memiliki ini Ket ika akan memulai wawancara, let akkan t aperecorder di mej a sambil menyat akan bahwa wawancara ini direkamunt uk membant u wart awan agar t idak t erj adi salah persepsi.

a) Formulasi Pert anyaan sebaiknya disusun sebagai berikut

  Wart awan sering kehilangan kesadaran karena t erpukau dengan j awaban nara sumber, sehingga lupa apa yang Apabila t ulisan t ent ang pr of i l , perlu banyak cat at an t ent ang kekayaan, at mosf er dan deskripsi set t ing unt ukmenunj ang keindahan dan kelengkapan. Telah di j elaskan dimuka bahwa j urnalist ik adal ah kegiat an komunikasi yang menggunakan penget ahuan prakt is unt ukmenghimpun inf ormasi dari perist iwa/ kej adian yang menarik, akt ual dan f akt ual unt uk diolah dan disaj ikan kepada khalayakmelalui media masa cet ak maupun disiarkan melalui pemancar radio, t elevisi dan f il m, dengan wakt u yang secepat -cepat nya.

1. Menghimpun dan Mengolah Informasi Radio

  Dalam uraian t ent ang dasar-dasar j urnalist ik di muka, t elah banyak diuraikan t eori- j urnal ist ik secara umum bagaimana Seorang j urnalis radio j uga dit unt ut unt uk memiliki rasa ingin t ahu yang t inggi, skept is at au t idak gampang percaya, dayaendus berit a t inggi, wat ak ket ergesaan karena t erbiasa dengan gerak cepat unt uk mengej ar wakt u yang t erbat as. Di samping it u berit a yang dicariadalah yang ist imewa at au luar biasa (unusual), sehingga Teknik pencarian/ penghimpunan berit a radio yang pal ing banyak digunakan adal ah t eknik wawancara ant ara j urnalis radiodengan narasumber.

2. Penyampaian Informasi melalui Siaran Radio

  Suara-suara dalam acara t ersebut dit angkap oleh mikropon yang t elah disiapkan dansinyal suaranya disalurkan ke mi xer unt uk digabungkan dengan sumber suara yang l ain lalu disalurkan ke pesawat pemancar dist udio mini yang disiapkan dit empat kej adian dan dipancarkan mengarah ke st asiun pusat penyiaran. Siaran yang t idak langsung dilakukan dengan memproduksi naskah program siaran dengan merekam ke al at perekam suara ( t ape r ecor der ) menj adi dalam bent uk t ape/ casset e.

E. Jurnalistik Penyiaran TV

  Dalam menghimpun berit a j uga t idak berbeda dengan media masa l ainnya yait u mengut amakan berit a yang lengkap, pent ing,menarik, f akt ual, benar, yang luar biasa dan sebagainya. Pengolahan inf ormasi pada penyiaran TV lebih sul it dibanding media l ainnya karena harus mengolah/ memproduksi inf ormasiberupa t ex, video, suara, animasi digabung menj adi sat u f ormat program yang serasi/ harmonis sehingga menj adi t ayangan yangmenarik dan enak dinikmat i.

1. Menghimpun dan Mengolah Informasi TV

  Yait u berit a yang luar biasa at au ist imewa sesuai prinsip kedekat an dan kemashuran (unusual ), pent ing menyangkut kehidupan manusia/ Human i nt er est (esent i al ), danakt ual (t i me l i ness). Teknik yang digunakan j uga sama dengan media lainnya yait u wawancara dengan narasumber dan pengambilan langsungperist iwa/ kej adian di l apangan dan t et ap menggunakan prinsip 5W dan 1H.

a. Shooting di studio

  Oleh karena it u harus ada koordinasi yang t erus menerus dalam t im t erebut .penggabungan inf ormasi video, audio dan t eks menj adi sat u perpaduan yang serasi dan harmonis (mi xi ng), sehingga menj adisaj ian t ayangan / cerit a t ent ang kej adian yang alurnya j elas, runt ut , mudah dipahami dan diikut i, menarik dan enak dinikmat i sehingga penont on bet ah dan t idak j enuh menyaksikannya. Repor t er of f t he spot and on t he scr een, report er t idak berada di t empat kej adian, t et api sebagai redaksi yang menyusun dan menyampaikan l aporan berit a dari sumber melalui t elepon,t eleks, f aximile, dan muncul di layer TV.

2. Penyampaian informasi melalui siaran TV

  Cr ew at au kerabat kerj a yang harus ada adalah j uru kamera sat u kamera sat u orang, j uru l ampu sat u kamera sat u orang, kabelman sat u kamera sat u orang, report er sat u orang,produser biasanya merangkap sut radara, swi t cher merangkap mengoperasikan VTR dan j uru suara. Secara t eknis dapat dij elaskan, perist iwa/ kej adian / acara diliput mel alui kamera video yang menghasil kan sinyal list riksuara dan gambar dan dit eruskan ke mi xer / swit cher, oleh sut radara dipilih gambar dari kamera I, 2 at au 3 yang diambilunt uk direkam di VTR dan dit ayangkan secara langsung ke ant ena pengarahan yang selanj ut nya st udio pusat memancarkanke st asiun relay sel uruh wilayah melalui sat elit dan st asiun relay memancarkan ke penont on di rumah.

F. Evaluasi dan Pengembangan Program Evaluasi Program 1

  Pekerj aan yang t idak banyak menggunakan pikiran berart i mudah, t idak banyak menggunakan t enaga berart iringan, t idak banyak menggunakan wakt u berart i cepat , t idak banyak menggunakan ruang berart i prakt is dan t idak banyakmenggunakan benda/ biaya berart i murah. Misalnya bahwa 2 0rang (8, 33 %) selalumendengarkan program dengan al asan sangat menyenangi acara t ersebut , 4 orang (16, 67 %) sering mendengarkankarena alasan wakt u sehingga kadang-kadang t erpaksa t idak mendengarkan, 6 orang ( 25 % ) j arang mendengarkandengan al asan t idak begit u senang dengan acara t ersebut dan 12 orang (50 %) menyat akan t idak pernah sama sekal imendengarkan karena t idak menyenangi acara t ersebut .

BAB IV PENYIARAN RADIO A. Fungsi Siaran Radio Fungsi siaran radio adalah menyampaikan inf ormasi dari

  Kemudian Marconi menemukan met ode t ransmisi suara t anpa kabel dan dilanj ut kan dengan penyempurnaan eksperimen t ent ang berbagai susunan t ransmisi t anpa kabel oleh Nicola Tesla. Berdasar f akt a di at as j adi waj ar j ika sampai sekarang radio ident ik dengan musik, radio adalah sarana hiburan t ermurah dan t ercepatsehingga menj adi media ut ama unt uk mendengarkan musik.

AFC AGC

  Di Amerika Serikat t idak t ersedia pada f rekuensi baru di luar spekt rum f rekuensi yang ada unt uk penyiaranAM dan FM, sehingga unt uk penyiaran radio digit al IBOC secara t erest rial harus t et ap beroperasi pada spekt rum f rekuensi radio AM Channel ) secara domest ik t elah diaj ukan unt uk t et ap menempat i spekt rum f rekuensi yang digunakan unt uk penyiaran AM dan FM yang sudah ada unt uk memancarluaskan sist em penyiaran radioanalog dan digit al. Hasil kerugian yang t idak begit u kent ara dapat t erj adi pada f r ekuency r esponse, hilangnya dynami c r ange, at au yang lebih parah lagi bisa j uga t erj adi pada inf ormasi t ambahan yang dibuat belakangan.

D. Stasiun Pemancar Radio

1. Studio Pemancar Radio

  Rangkaian ekuivalen saluran t ransmisi, L adalah indukt ansi yang disebabkan oleh bocoran medan magnet , Radalah resist ansi yang t erbent uk karena hambat an kawat , C adalah kapasint ansi yang disebabkan oleh bocoran medanmagnet , dan G adal ah kondukt ansi yang t erbent uk karena bocoran arus ant ara kedua penghant ar. Bandingan gelombang t egak t egangan (VSWR, vol t age st andi ng wave r at i o) adalah perbandingan t egangan maksimum dan t egangan minimum gelombang t egak pada saluran t ransmisi.

3. Skema sambungan peralat an dan prinsip kerj anya

  Dua buah pemancar FM yang beroperasi pada f rekuensi yang sama, t et api let aknya berj auhan, t idak akan salingberint erf erensi, karena j angkauan penj alaran gelombang VHF- nya t erbat as sej auh garis pandang. Pemancar FM dapat menerapkan modul asi t ingkat rendah, yait u modulasi yang dilakukan pada t ingkat RFperant ara dengan daya sinyal audio yang masih rendah.

Dokumen baru