Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi

Gratis

0
0
130
5 months ago
Preview
Full text

  ANALISIS KEPUASAN KERJA GURU-GURU SEKOLAH DASAR (SD) KANISIUS KOTA YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Oleh: YOANNA MEGA ROSARIA INDAH NIM: 021324018 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2010

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

  

Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang sebab dari pada-Nyalah harapanku

(Mazmur 62 : 6)

Hidup adalah rangkaian pelajaran yang harus dihayati untuk dimengerti

(Ralph W. Emerson) Cinta tak memberi apapun kecuali dirinya sendiri Cinta tak meminta apapun karena dirinya kebahagiaan Cinta bukan untuk memiliki dan dimiliki Karena cinta adalah keabadian (Kahlil Gibran)

  Persembahan : Jesus Christ Bapak dan D’ Dinda yang telah kembali pulang ke rumah Bapa di Surga Ibu, Mba Via, dan D’ Menik Tercinta

  Almamaterku USD

  

Pernyataan Keaslian Karya

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 25 Agustus 2010 Penulis

  Yoanna Mega Rosaria Indah

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Yoanna Mega Rosaria Indah Nomor Mahasiswa : 021324018

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : Analisis Kepuasan Kerja Guru-Guru Sekolah Dasar (SD) Kanisius Kota Yogyakarta. Beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

  Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 25 Agustus 2010 Yang menyatakan Yoanna Mega Rosaria Indah

  

ABSTRAK

ANALISIS KEPUASAN KERJA GURU-GURU SEKOLAH DASAR (SD)

KANISIUS KOTA YOGYAKARTA

YOANNA MEGA ROSARIA INDAH

  

Universitas Sanata Dharma

YOGYAKARTA

2010

  Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis apakah ada perbedaan kepuasan kerja antara guru laki-laki dengan perempuan, untuk menguji dan menganalisis apakah ada perbedaan kepuasan kerja antara guru tetap dengan guru tidak tetap, dan untuk menguji dan menganalisis pengaruh umur dan masa kerja terhadap kepuasan kerja.

  Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah Independen Sampel T-test dan Analisis Regresi Linier Berganda.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan kepuasan kerja antara guru laki-laki dan guru perempuan. Guru perempuan mempunyai nilai t 2,822 > t yaitu 1,671 dan guru laki-laki mempunyai nilai t 2,659 >

  hitung tabel hitung

  t yaitu 1,671. Adanya perbedaan kepuasan kerja antara guru tetap dan guru

  tabel

  tidak tetap. Guru tetap mempunyai nilai t 4,724 > t 1.671 dan guru tidak

  hitung tabel tetap mempunyai nilai t 4,885 > t yaitu 1,671. hitung tabel

  Ada pengaruh positif antara umur dan masa kerja terhadap kepuasan kerja. Variabel umur ( : 0,573 dengan sig 0,010) dan variabel masa kerja ( β umur

  β : 0,461 dengan sig 0,017). Pengaruh umur dan masa kerja terhadap

  masa kerja

  kepuasan kerja sebesar 73,1% sedangkan 26,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

  

ABSTRACT

JOB SATISFACTION ANALYSIS OF KANISIUS ELEMENTARY

SCHOOL TEACHERS YOGYAKARTA

YOANNA MEGA ROSARIA INDAH

Sanata Dharma University

YOGYAKARTA

  

2010

  This study aims to examine and analyze : whether there are different job satisfaction between male teachers and female teachers, whether there are different job satisfaction between permanent teachers and unpermanent teachers, and the influence of ages and the length of the services towards job satisfaction .

  This research is a descriptive research. Method of data collection is questionnaire, While the analysis of data is an Independent Samples T-test and Regression Analysis.

  The results shows that there is different job satisfaction between male teachers and female teachers. Female teachers have a value of 2.822 t> 1.671 and ttable, the male teachers have a value of 2.659 t> ttable is 1.671. There is different job satisfaction between permanent teachers and unpermanent teachers. Permanent teachers have a value of 4.724 t> ttable 1671 and unpermanent teachers do not have a value of 4.885 t> ttable namely 1.671.

  There is a positive influence between ages and the length of the services towards job satisfaction. Variable age ( β age: 0.573 with sig .010) and variable (

  β working lives: .461 with a .017 sig). The influence of age and years of service towards job satisfaction is 73.1% while 26.9% is influenced by other variables which is not included in this study.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan rahmatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk mencapai gelar sarjana pendidikan pada Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Dalam penyusunan skripsi ini penulis banyak memperoleh dukungan, bimbingan dan doa. Semua yang penulis terima sangat mendukung kelancaran penyelesaian skripsi ini. Oleh karena itu perkenankan penulis menghaturkan banyak terima kasih kepada :

  Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu 1. Pendidikan Universitas Sanata Dharma. Y. Harsoyo, S.Pd., M.Si selaku Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi 2. Universitas Sanata Dharma, Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Sanata Dharma dan selaku Dosen Pembimbing II yang selama ini dengan sabar memberikan bimbingan, semangat dan dorongan dalam penyusunan skripsi ini. Indra Darmawan, S.E, M.Si selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan 3. Ekonomi Universitas Sanata Dharma dan selaku Dosen Pembimbing I yang selama ini dengan sabar memberikan kelapangan hati membimbing penulis.

  Dra. C. Wigati Retno Astuti, M.Si. yang telah memberikan saran dan 4. masukan dalam penyusunan skripsi ini. Bapak Teguh, Bapak Yoni, Bapak P.A Rubiyanto, Ibu Catur, Bapak Heri, 5. Bapak Muhadi, Bapak Markiswo dan Dosen-Dosen yang telah memberi mata kuliah dari awal perkuliahan hingga penulis dapat menyelesaikan skripsi. Mbak Titin selaku staf Sekretariat PE yang telah banyak membantu penulis 6. dalam segala urusan. Drs. A.I.B. Hartana, SJ selaku Direktur Yayasan Kanisius Cabang 7. Yogyakarta yang telah nengijinkan penulis untuk melakukan penelitian di SD Kanisius Kota Yogyakarta.

  TH. Paimin, Y. Maryono Susanto, Christina Isminarti, AP. Suharyatno, 8. S.Pd, Drs. Ign. Dalijo. HS, Hr. Klidi Atmoko, Tugiyo, S.Pd, A. Tukijo selaku kepala sekolah SD Kanisius Tegalmulyo, SD Kanisius Gowongan, SD Kanisius Pugeran I, SD Kanisius Pugeran II, SD Kanisius Wirobrajan yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian di sekolah tersebut. Para Bapak dan Ibu Guru SD Kanisius Kota Yogyakarta yang telah 9. membantu dalam pengisian Kuesioner.

  10. Bapak dan D’Dinda yang telah memberikan semangat dan doa kepadaku sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini. Aku percaya walaupun sekarang kita berbeda alam tetapi Bapak dan Dinda akan selalu ada dihatiku. (Aku

  11. Ibu, Mba Via, D’Menik yang telah memberikan dukungan doa, dorongan, dan semangat kepada penulis hingga selesainya skripsi ini.

  12. Yunarto, Aris, Didik, Willy, Kristin dan Retno. Serta teman-teman PE’02 yang selalu mendukungku dari awal kuliah, terima kasih atas kebersamaannya selama ini.

  13. Natalie, sahabatku yang paling baik. Kamu selalu ada di saat aku lagi sedih, susah dan senang. Terima kasih atas perhatian dan bantuannya selama ini.

  14. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan dukungan doa dan dorongan hingga terselesainya skripsi ini.

  Penulis menyadari dalam penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna, karena itu penulis harapkan kritik dan saran yang sifatnya membantu.

  Akhirnya penulis berharap semoga hasil penelitian ini bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

  Yogyakarta, 25 Agustus 2010 Penulis

  Yoanna Mega Rosaria Indah

  

DAFTAR ISI

  Halaman Judul……………………………………………………………………...i Halaman Persetujuan Pembimbing……………………………………………….ii Halaman Pengesahan……………………………………………………………..iii Halaman Motto dan Persembahan………………………………………………..iv Pernyataan Keaslian Karya………………………………………………………..v Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah……………………………………………...vi Abstrak…………………………………………………………………………...vii Abstract……………………………………………………………………….....viii Kata Pengantar……………………………………………………………………ix Daftar Isi…………………………………………………………………………xii Daftar Tabel……………………………………………………………………..xvi Daftar Gambar………………………………………………………………….xvii

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah…………………………………………...1 B. Rumusan Masalah…………………………………………………5 C. Tujuan Penelitian………………………………………………….5 D. Manfaat Penelitian…………………………………………….......6 BAB II LANDASAN TEORI

  1. Definisi Kepuasan Kerja………………………………….......7

  2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja………...9

  3. Teori-Teori Kepuasan Kerja………………………………...12

  4. Pengukuran Kepuasan Kerja………………………………...14

  5. Gejala-Gejala Ketidakpuasan Kerja…………………………15

  6. Penyembuhan Terhadap Ketidakpuasan…………………….16

  B. Penelitian Terdahulu……………………………………………..17

  C. Kerangka Berpikir Dan Hipotesis………………………………..19

  BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian…………………………………………………..24 B. Lokasi Dan Waktu Penelitian……………………………………24 C. Subjek Dan Objek Penelitian…………………………………….24 D. Populasi Dan Sampel Penelitian…………………………………25 E. Variabel Penelitian……………………………………………….26 F. Data-Data Yang dibutuhkan……………………………………...26 G. Teknik Pengumpulan Data……………………………………….27 H. Definisi Operasional, Pengukuran Variabel dan Indikator………27 I. Teknik Analisis Instrumen……………………………………….29

  1. Pengujian Validitas………………………………………….29

  2. Pengujian Reliabilitas……………………………………….33 J. Teknik Analisis Data……………………………………………..34

  2. Uji Prasyarat Analisis Regresi………………………………35

  a. Uji Normalitas……………………………………….35

  b. Uji Linearitas………………………………………...36

  3. Uji Asumsi Klasik…………………………………………...37

  a. Uji Multikolinieritas…………………………………37

  b. Uji Heteroskedastisitas………………………………38 K. Pengujian Hipotesis………………………………………………38

  BAB IV GAMBARAN UMUM A. Yayasan Kanisius………………………………………………...45

  1. Sejarah Singkat Yayasan Kanisius………………………….45

  2. Visi Yayasan Kanisius………………………………………46

  3. Misi Yayasan Kanisius………………………………………46

  B. SD Kanisius Tegalmulyo………………………………………...47

  C. SD Kanisius Gowongan………………………………………….48

  D. SD Kanisius Gayam……………………………………………...50

  E. SD Kanisius Kota Baru…………………………………………..51

  F. SD Kanisius Notoyudan………………………………………….54

  G. SD Kanisius Pugeran I…………………………………………...56

  H. SD Kanisius Pugeran II…………………………………………..58

  I. SD Kanisius Wirobrajan…………………………………………60

  A. Deskriptif Data…………………………………………………...63

  1. Deskripsi Responden………………………………………...63

  2. Deskripsi Kepuasan Kerja Guru……………………………..66

  B. Analisis Data……………………………………………………..68

  1. Uji Prasyarat Regresi………………………………………...68

  a. Uji Normalitas……………………………………….68

  b. Uji Linieritas…………………………………………70

  2. Uji Asumsi Klasik…………………………………………...71

  a. Uji Multikolinearitas………………………………...71

  b. Uji Heterokedastisitas……………………………….72

  C. Pengujian Hipotesis……………………………………………....73

  D. Pembahasan………………………………………………………79

  BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan………………………………………………………84 B. Saran……………………………………………………………...85

DAFTAR PUSTAKA……...……………………………………………………87

lAMPIRAN

  

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Kriteria Pengukuran Variabel Kepuasan kerja………………………..28Tabel 3.2 Kisi-Kisi Pengembangan Indikator Kepuasan Kerja………………....28Tabel 3.3 Validitas Kepuasan Kerja……………………………………………..31Tabel 3.4 Reliabilitas…………………………………………………………....33Tabel 5.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin………………..63Tabel 5.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur………………………....64Tabel 5.3 Karakteristik Responden berdasarkan Masa Kerja…………………...65Tabel 5.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Status Kepegawaian…………66Tabel 5.5 Batasan Skor PAP Tipe II…………………………………………….67Tabel 5.6 Distribusi Frekuensi Variabel Kepuasan Kerja……………………….68Tabel 5.7 Uji Normalitas………………………………………………………...69Tabel 5.8 Uji Linieritas Umur…………………………………………………...70Tabel 5.9 Uji Linieritas Masa Kerja……………………………………………..70Tabel 5.10 Uji Multikolinearitas………………………………………………...71Tabel 5.11 Uji Heterokedastisitas……………………………………………….72Tabel 5.12 T-test Jenis Kelamin…………………………………………………73Tabel 5.13 T-test Status Kepegawaian…………………………………………..74Tabel 5.14 Hasil Regresi Berganda……………………………………………...76Tabel 5.15 Hasil Regresi Berganda Dengan 2 Prediktor………………………..77Tabel 5.16 Koefisien Determinasi………………………………………………78

  

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Jenis Kelamin, Umur, Masa

  Kerja, dan Status Kepegawaian……………………………………23

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ilmu pendidikan adalah ilmu dasar bagi profesi pendidikan dan

  keguruan. Ilmu dasar inilah yang membedakan identitas profesi satu dengan profesi yang lainnya. Guru adalah pekerja intelektual, berinteraksi dengan puluhan ragam karakter manusia, bergerak di bidang jasa pendidikan dengan misi mulia yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

  Bagi seorang guru atau pendidik, belajar terus-menerus adalah sesuatu yang mutlak dilakukan. Mutu pendidikan memang bukan tergantung semata pada sarana gedung dan bangunan yang baik saja melainkan pada hal- hal yang juga terkait dengan pembelajaran di sekolah. Agar proses pembelajaran berhasil dan mutu pendidikan meningkat maka diperlukan guru yang memahami dan menghayati profesinya dan tentunya guru yang memiliki wawasan pengetahuan dan keterampilan sehingga dapat membuat proses pembelajaran aktif, menciptakan suasana pembelajaran inovatif, kreatif, dan menyenangkan.

  Pekerjaan guru dan pendidik harus merupakan panggilan hati untuk melayani masyarakat. Semua kemahiran ini perlu dipelajari dengan sungguh-sungguh dan sistematis, secara akademik, tidak bisa secara alamiah, dan semuanya itu harus terinternalisasi dan teraktualisasi dalam perilaku

  Perhatian terhadap guru sekolah dasar tidak boleh lagi sebagai sampingan dan hendaklah menjadi prioritas pembenahan pendidikan dasar.

  Pendidikan bagi para calon guru sekolah dasar hendaklah disiapkan lebih seksama dengan pengenalan secermat mungkin tentang lingkup pendidikan yang akan dihadapinya http://www.indomedia.com/sripo/2003/05/05/0505 opl.htm.

  Pihak sekolah juga memainkan andil yang sangat besar di dalam memacu semangat kaum guru untuk bekerja, dalam hal ini memotivasi, datang ke sekolah sesuai jadwal, masuk ke kelas tepat waktu dan mengajar dengan baik dan benar.

  Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individu. Setiap individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda dipengaruhi oleh sistem-sistem nilai-nilai yang dimiliki masing-masing individu, di antaranya karena perbedaan jenis kelamin laki-laki dan perempuan baik secara psikologis maupun fisiologisnya berbeda. Perbedaan- perbedaan inilah yang dapat menimbulkan perbedaan sikap laki-laki dan perempuan. Semakin banyak aspek-aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan individu tersebut maka semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakan oleh guru laki-laki maupun guru perempuan. Bila kepuasan kerja terjadi maka pada umumnya tercermin pada perasaan karyawan terhadap pekerjaannya, yang sering diwujudkan dalam sikap positif karyawan terhadap pekerjaannya dan segala sesuatu yang dapat dihadapi ataupun ditugaskan

  Masa kerja sangat penting sekali dalam penarikan tenaga kerja, sebab nantinya akan berpengaruh terhadap kelangsungan suatu perusahaan atau organisasi. Dengan semakin lama masa kerja tersebut karyawan bisa menggunakan bakat, keahlian maupun keterampilan untuk mendukung berbagai kegiatan di dalam pekerjaannya. Bisa diperkirakan bahwa adanya kecenderungan semakin lama masa kerja seseorang itu bekerja maka akan semakin banyak pula pengalaman yang dimiliki, selain itu karyawan yang bersangkutan memang mempunyai keahlian dan keterampilan kerja yang relatif tinggi. Lain halnya kalau karyawan itu masa kerjanya belum lama akan menunjukkan semakin rendahnya tingkat keahlian dan keterampilan yang dimiliki.

  Suatu perusahaan akan cenderung untuk memilih karyawan yang sudah lama masa kerjanya dari pada karyawan yang belum lama masa kerjanya, sebab bagi mereka yang sudah lama masa kerjanya akan dipandang lebih mampu dalam melaksanakan berbagai kegiatan nantinya. Selain itu produktivitas merosot dengan makin bertambahnya usia seseorang. Usia secara positif berhubungan dengan kinerja bagi para karyawan muda. Para karyawan yang lebih tua bukan kurang produktif tetapi usia dan pengalaman juga memprediksikan kinerja yang lebih baik untuk pekerjaan yang lebih kompleks dari pada pekerjaan biasa dan pengalaman kerja memiliki hubungan yang kuat dengan kinerja dari pada usia.

  Walaupun demikian karyawan-karyawan yang dipilih selain karyawan dapat mempunyai status kepegawaian sesuai dengan pendidikan dan keahlian yang dimilikinya. Sebab nantinya mereka harus bisa mengikuti perkembangan dan perubahan yang akan terjadi. Dengan bekal lamanya masa kerja, kualitas, dan kemampuan kerja seseorang akan bertambah dan berkembang dengan demikian efisiensi dan efektifitas kerja akan meningkat.

  Wujud perhatian sekolah dapat dilakukan dengan cara memberikan penghargaan (reward and punishment) misalnya dengan pemberian honor kelebihan jam mengajar, memprioritaskan pengangkatan pegawai bagi guru kontrak, mendapatkan jaminan layanan kesehatan dan hari tua. Pemberian insentif yang adil juga sangat diperlukan. Sangatlah profesional apabila prioritas pemberian honor, gaji dan promosi diberlakukan berdasarkan beban kerja dan mutu kerja. Dengan adanya kebijakan ini perbaikan pendapatan itu dimaksudkan agar para guru dapat melaksanakan tanggung jawabnya sebagai pendidik generasi mendatang bangsa. Kesejahteraan guru merupakan prioritas utama pemerintah dalam peningkatan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 % sebab guru dinilai sebagai tulang punggung program peningkatan mutu pendidikan nasional secara menyeluruh. Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor penting yang mendukung tercapainya tujuan pengajaran. Tanpa adanya kepuasan kerja guru maka guru akan bekerja tidak seperti apa yang diharapkan, akibatnya tujuan pengajaran yang ditargetkan tidak tercapai dan guru akan merasa cepat bosan, lelah, dan tidak bersemangat dalam bekerja.

  Sekolah sebagai tempat bekerja haruslah mampu menciptakan iklim yang sehat dan kondusif bagi guru di dalam melaksanakan tugasnya. http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0805/22/1104.htm.

  Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Analisis Kepuasan Kerja Guru-Guru Sekolah Dasar (SD) Kanisius Kota Yogyakarta”.

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada perbedaan kepuasan kerja antara guru laki-laki dengan perempuan?

  2. Apakah ada perbedaan kepuasan kerja antara guru tetap dan guru tidak tetap ?

3. Apakah ada pengaruh umur dan masa kerja terhadap kepuasan kerja?

C. Tujuan Penelitian

  Tujuan penelitian yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah:

  1. Untuk menguji dan menganalisis apakah ada perbedaan kepuasan kerja antara guru laki-laki dengan perempuan.

  2. Untuk menguji dan menganalisis apakah ada perbedaan kepuasan kerja antara guru tetap dan guru tidak tetap.

  3. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh umur dan masa kerja terhadap kepuasan kerja .

D. Manfaat Penelitian

  1. Bagi Sekolah Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu masukan bagi kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja para guru dengan lebih memperhatikan usaha-usaha untuk meningkatkan kepuasan kerja guru- guru di sekolah.

  2. Bagi Penulis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan penulis tentang kepuasan kerja guru-guru Sekolah Dasar (SD) Kanisius Kota

  Yogyakarta.

  3. Bagi Penelitian Selanjutnya Hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu acuan bagi peneliti selanjutnya dalam rangka melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang pengembangan topik ini.

BAB II LANDASAN TEORI A. Kepuasan Kerja

1. Definisi Kepuasan Kerja

  Karyawan merupakan asset yang mempunyai andil terbesar dalam perusahaan, di mana karyawan menjadi pelaku yang menunjang tercapainya tujuan, mempunyai pikiran, perasaan dan keinginan yang dapat mempengaruhi sikapnya terhadap pekerjaannya. Salah satu sikap karyawan yang menjadi kunci pendorong moral, kedisiplinan, dan prestasi kerja karyawan dalam mewujudkan tujuan perusahaan adalah kepuasan kerja karyawan.

  Menurut Handoko (1993: 143) kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dengan mana para karyawan memandang pekerjaan mereka. Sedangkan menurut Robbins (1996: 139) kepuasan kerja adalah sikap umum seorang pegawai terhadap pekerjaannya, selisih antara banyak ganjaran yang diterima seorang pegawai dan banyaknya yang mereka yakini seharusnya mereka terima.

  Berbeda dengan pendapat di atas menurut Hasibuan (2002: 202) kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya, sikap ini tercermin melalui moral kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerja. Selanjutnya dijelaskan pula bahwa kepuasan kerja dinikmati dalam pekerjaan, luar pekerjaan, dan kombinasi dalam dan luar pekerjaan.

  Kepuasan kerja dalam pekerjaan merupakan kepuasan kerja yang dirasakan dalam pekerjaan dengan memperoleh pujian hasil kerja, penempatan, perlakuan,dan suasana lingkungan kerja yang baik. Karyawan yang lebih menyukai kepuasan kerja jenis ini akan lebih mengutamakan pekerjaannya daripada balas jasa. Kepuasan kerja di luar pekerjaan merupakan kepuasan kerja yang dirasakan di luar pekerjaannya, berupa besarnya balas jasa yang diterima dari hasil kerja.

  Karyawan yang lebih menyukai kepuasan kerja jenis ini akan lebih mengutamakan balas jasa daripada pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pekerjaannya. Sedangkan kepuasan kerja kombinasi dalam dan luar pekerjaan dipahami sebagai kepuasan kerja yang dicerminkan oleh sikap emosional yang seimbang antara balas jasa dengan pelaksanaan pekerjaan. Karyawan yang lebih suka kepuasan kerja jenis ini akan merasa puas apabila ada keseimbangan antara hasil kerja dengan balas jasa. Pengertian akan adanya keseimbangan ini yaitu perasaan adil dan layak yang dirasakan oleh karyawan.

  Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja adalah sikap positif yang menyangkut penyesuaian diri yang sehat dari para karyawan terhadap kondisi dan situasi kerja, termasuk di dalamnya masalah upah, kondisi sosial, kondisi fisik dan

2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja

  Menurut As’ad (1995: 101) faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah sebagai berikut: a. Faktor kepuasan finansial, yaitu terpenuhinya karyawan terhadap kebutuhan finansial yang diterima untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari sehingga kepuasan kerja bagi karyawan dapat terpenuhi. Hal ini meliputi: sistem, besarnya gaji, jaminan sosial, tunjangan, fasilitas yang diberikan serta promosi.

  b. Faktor kepuasan fisik, yaitu faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik lingkungan kerja dan kondisi fisik karyawan. Hal ini meliputi: jenis pekerjaan, pengaturan waktu kerja dan jam istirahat, perlengkapan kerja, keadaan ruangan atau suhu, penerangan, pertukaran udara, kondisi kesehatan karyawan dan umur.

  c. Faktor kepuasan sosial, yaitu faktor yang berhubungan dengan interaksi sosial baik antara sesama karyawan dengan atasannya maupun karyawan yang berbeda jenis pekerjaannya. Hal ini meliputi: rekan kerja yang kompak, pimpinan yang adil dan bijaksana, serta pengarahan dan perintah yang wajar.

  d. Faktor kepuasan psikologi, yaitu faktor yang berhubungan dengan kejiwaan karyawan. Hal ini meliputi: minat, ketentraman dalam bekerja, sikap terhadap kerja, bakat dan ketrampilan.

  Sedangkan menurut Gilmer dalam Rizeni (2004: 20-21) tentang faktor- faktor kepuasan kerja sebagai berikut: a. Kesempatan untuk maju

  Dalam hal ini ada tidaknya kesempatan untuk memperoleh pengalaman dan peningkatan kemampuan selama bekerja.

  b. Keamanan kerja Faktor ini sering disebut sebagai penunjang kepuasan kerja, baik bagi karyawan pria maupun wanita. Keadaan yang aman sangat mempengaruhi perasaan karyawan selama bekerja.

  c. Gaji Gaji lebih banyak menyebabkan ketidakpuasan, dan jarang orang mengekpresikan kepuasan kerjanya dengan sejumlah uang yang diperolehnya.

  d. Perusahaan dan manajemen Perusahaan dan manajemen yang baik adalah yang mampu memberikan situasi dan kondisi kerja yang stabil. Faktor ini yang menentukan kepuasan kerja karyawan.

  e. Pengawasan Bagi karyawan supervisor dianggap sebagai figur ayah dan sekaligus atasannya. Supervisi yang buruk dapat berakibat absensi dan turn

  over.

  Faktor intrinsik dari pekerjaan f. Atribut yang ada pada pekerjaan mensyaratkan ketrampilan tertentu. Sukar dan mudahnya serta kebanggaan akan tugas akan meningkatkan atau mengurangi kepuasan.

  Kondisi kerja g. Termasuk disini adalah kondisi tempat, ventilasi, penyinaran, kantin dan tempat parkir.

  Aspek sosial dalam pekerjaan h.

  Merupakan salah satu sikap yang sulit digambarkan tetapi dipandang sebagai faktor yang menunjang puas atau tidak puas dalam pekerjaan. Komunikasi i. Komunikasi yang lancar antar karyawan dengan pihak manajemen banyak dipakai alasan untuk menyukai jabatannya. Dalam hal ini adanya kesediaan pihak atasan untuk mau mendengar, memahami, dan mengakui pendapat ataupun prestasi karyawannya sangat berperan dalam menimbulkan rasa puas terhadap kerja. Fasilitas j. Fasilitas rumah sakit, cuti dan pensiun atau perumahan merupakan standar suatu jabatan dan apabila dapat dipenuhi akan menimbulkan rasa puas.

3. Teori-Teori Kepuasan Kerja

a. Teori Perbedaan (Discrepancy Theory)

  Teori ini berpendapat bahwa mengukur kepuasan dapat dilakukan dengan cara menghitung selisih antara apa yang seharusnya didapatkan dengan kenyataan yang dirasakan pegawai.

  Menurut Locke dalam Rizeni (2004: 8) kepuasan atau ketidakpuasan pegawai bergantung pada perbedaan antara apa yang didapat dengan apa yang diharapkan pegawai. Apabila yang didapat pegawai ternyata lebih besar dari apa yang diharapkan maka pegawai tersebut menjadi puas. Sebaliknya apabila yang didapat pegawai lebih rendah daripada yang diharapkan akan menyebabkan pegawai tidak puas.

  b. Teori Keadilan (Equity Theory)

  Equity Theory beranggapan bahwa orang akan merasa

  puas atau tidak puas tergantung apakah ia merasakan adanya keadilan (Equity) atau tidak atas suatu situasi. Perasaan equity dan inequity atas suatu situasi, diperoleh orang dengan cara membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain yang sekelas, sekantor, seangkatan, maupun yang bekerja ditempat lain.

  c. Teori Dua Faktor (Two Factor Theory) Menurut teori ini motivasi yang ideal dapat merangsang usaha adalah “peluang untuk melaksanakan tugas yang lebih membutuhkan keahlian dan peluang untuk mengembangkan kemampuan” Ada dua faktor yang mempengaruhi timbulnya rasa puas atau tidak puas.

  1) Satisfiers (motivator) adalah faktor-faktor atau situasi yang dibuktikan sebagai sumber kepuasan kerja, dimana hal itu terdiri dari : achievement (prestasi), recognition (pengakuan), work it self (hasil pekerjaan) dan pertanggungjawaban, serta kemajuan.

  2) Dissatisfier adalah faktor-faktor yang terbukti menjadi sumber ketidakpuasan, antara lain : Policy perusahaan dan administrasi, teknik pengawasan, upah, interpersonal relation, kondisi pekerjaan, job security dan status.

  d. Teori Pengharapan (Exectancy Theory) Menurut teori ini motivasi akibat dari suatu hasil yang ingin dicapai oleh seseorang dan perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya akan mengarah kepada hasil yang diinginkannya itu. Artinya apabila seseorang sangat menginginkan sesuatu dan jalan tampaknya terbuka untuk memperoleh hal yang diinginkan itu tipis, motivasinya pun akan menjadi rendah.

  e. Teori Pemenuhan Kebutuhan (Need Fullfillment Theory) Teori ini menyatakan bahwa kepuasan kerja tergantung pada terpenuhinya kebutuhan karyawan. Karyawan akan merasa puas, kebutuhan karyawan yang terpenuhi, makin puas pula karyawan tersebut. Begitu pula sebaliknya apabila kebutuhan karyawan tidak terpenuhi maka karyawan tersebut merasa tidak puas.

f. Teori Pandangan Kelompok (Social Referency Group Theory)

  Teori ini menjelaskan bahwa kepuasan kerja karyawan tidak hanya bergantung pada pemenuhan kebutuhan saja, namun justru sangat bergantung pada pandangan atau pendapat kelompok yang oleh para karyawan dipandang sebagai sebagai kelompok acuan.

  Apa yang menjadi pendapat atau pandangan kelompok acuan menjadi tolak ukur untuk menilai diri karyawan dan lingkungannya.

  Selanjutnya kepuasan akan dicapai apabila hasil kerja karyawan sesuai dengan minat dan kebutuhan yang diharapkan oleh kelompok acuan.

4. Pengukuran Kepuasan kerja

  Pengukuran kepuasan kerja antara lain dapat dilakukan dengan menggunakan skala indeks deskripsi jabatan, skala kepuasan kerja berdasarkan ekspresi wajah, dan kuesioner kepuasan kerja Minnesota (Mangkunegara, 2001: 126-127).

a) Pengukuran Kepuasan kerja dengan berdasarkan Skala Indeks

  Deskripsi Jabatan Skala pengukuran ini dikembangkan oleh Smith, Kendall, dan Hulin pada tahun 1969. Dalam penggunaannya karyawan ditanya sangat buruk. Skala pengukuran ini mengukur sikap dari lima area yaitu kerja, pengawasan, upah, promosi, dan co-worker. Setiap pertanyaan yang diajukan harus dijawab oleh karyawan dengan cara menandai jawaban ya, tidak atau tidak ada jawaban.

  b) Pengukuran Kepuasan Kerja dengan berdasarkan ekspresi wajah Skala pengukuran ini dikembangkan oleh Kunin pada tahun 1955. Skala ini terdiri dari segi gambar wajah-wajah orang mulai dari sangat gembira, gembira, netral, cemberut, dan sangat cemberut. Karyawan diminta untuk memilih ekspresi wajah yang sesuai dengan kondisi pekerjaan yang dirasakan pada saat itu.

  c) Pengukuran Kepuasan Kerja dengan Kuesioner Minnesota Skala pengukuran kepuasan kerja ini dikembangkan oleh

  Weiss, Dawis, dan England pada tahun 1967. Skala ini terdiri dari pekerjaan yang dirasakan sangat puas, tidak puas, netral, memuaskan, dan sangat memuaskan. Dalam penggunaannya karyawan diminta untuk memilih satu alternatif jawaban yang sesuai dengan kondisi pekerjaannya.

5. Gejala-Gejala Ketidakpuasan Kerja

  Disamping harus mengerti faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja, maka perlu juga diketahui beberapa tanda-tanda bahwa seseorang tidak mengalami ketidakpuasan. Hal tersebut antara lain terutama menyangkut pribadi masing-masing, pemakaian barang-barang dinas dengan boros, banyak waktu luang, keteledoran dan ketidakhati- hatian dan ketidaksediaan untuk bekerjasama dengan bawahannya.

  Menurut Siagian (As’ad, 1978: 67) hal-hal yang dapat dilihat bila ketidakpuasan terjadi dikalangan karyawan meliputi hal-hal sebagai berikut: labor turn over (pindahnya pegawai), sering terjadi pertikaian perburuhan (labor disputes), yang dapat mengakibatkan pemogokan, terlalu banyak pegawai yang tidak masuk atau sering terlambat, moral kerja yang rendah berupa kemalasan serta apatisme.

6. Penyembuhan Terhadap Ketidakpuasan

  Jika sumber ketidakpuasan telah ditentukan maka beberapa pendekatan dapat digunakan untuk mengatasi masalahnya. Pendekatan pertama yaitu mengadakan perubahan-perubahan dalam kondisi kerja, pengawasan, kompensasi, atau rancangan pekerjaan yang tentunya tergantung pada faktor pekerjaan mana yang menjadi penyebab ketidakpuasan kerja.

  Pendekatan kedua yaitu memindahkan pekerja ke pekerjaan yang lain untuk mendapatkan pasangan yang lebih baik antara karakteristik pekerja dengan karakteristik pekerjaannya.

  Pendekatan ketiga yaitu termasuk suatu usaha untuk mengubah persepsi atau harapan dari para pekerja yang tidak puas. Pendekatan ini cocok bila para pekerja memiliki kesalahan konsepsi yang didasarkan pada informasi yang tidak memadai atau tidak benar.

B. Penelitian Terdahulu

  Nama Tahun Judul Penelitian Teknik Analisis Hasil Peneliti Data

  1.Kristi 2005 Pengaruh konsep Diri Teknik Korelasi Hasil penelitian ini ana Guru dan Kepuasan Product Moment, menunjukkan bahwa : (1) ada Sherly Kerja Guru terhadap dan Teknik Analisis pengaruh positif dan signifikan Sikap Guru Dalam Korelasi Ganda 2 konsep diri terhadap sikap

  Proses Belajar Prediktor guru dalam proses belajar Mengajar mengajar (r xy =0,807 dan t hitung=7,24 > t table =2,048); (2) ada pengaruh positif dan signifikan kepuasan kerja guru terhadap sikap guru dalam proses belajar mengajar (r =0,608 dan t hitung=4,058 xy > t table=2,048); dan (3) ada pengaruh positif dan signifikan konsep diri guru dan kepuasan kerja guru secara bersama- sama terhadap sikap guru dalam proses belajar mengajar (R=0,843 atau 84,3% dan F hitung > F table = 33,069 > 3,3277).

  2.Indrie 2004 Hubungan Antara Koefisien Korelasi Hasil penelitian ini Hapsari Kepuasan Kerja Product Moment, menunjukkan bahwa: (1) ada Dengan Komitmen dan Uji-t digunakan hubungan positif dan Organisasional Tenaga untuk menguji signifikan antara kepuasan Kerja Langsung Bagian signifikansi korelasi finansial dengan komitmen Finishing organisasional (r =0,46 xy α=5%); (2) ada hubungan positif dan signifikan antara kepuasan fisik dengan komitmen organisasional (r xy =0,547 α=5%); (3) ada hubungan positif dan signifikan antara kepuasan sosial dengan komitmen organisasional (r xy =0,477 α=5% dan t hitung=3,760 > t table=1,677); dan (4) ada hubungan positif dan signifikan antara kepuasan psikologi dengan komitmen organisasional (r =0,471 xy α=5%)

C. Kerangka Berpikir Dan Hipotesis

  Kepuasan kerja nampak dalam sikap positif karyawan terhadap pekerjaannya dan segala sesuatu yang dihadapi di lingkungan kerjanya.

  Karyawan yang mempunyai kepuasan kerja akan menunjukkan sikap positif dan menyenangkan terhadap pekerjaannya. Sikap positif dapat ditunjukkan dengan kesediaan untuk menerima nilai-nilai yang dianut perusahaan tempat ia berkerja. Nilai-nilai yang dianut oleh karyawan tersebut merupakan aspek yang terdapat dalam sebuah perusahaan yang berkaitan dengan pekerjaan. Sementara itu sikap karyawan untuk bersedia berusaha bagi kepentingan perusahaan juga merupakan sikap positif dan menyenangkan terhadap pekerjaan yang ditunjukkan oleh karyawan yang mempunyai kepuasan kerja. Ketika seorang karyawan melakukan pekerjaannya dengan sebaik mungkin berarti ia telah berusaha untuk kepentingan perusahaan.

  Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individu. Pria dan wanita mempunyai perkembangan yang berbeda secara psikologis dan fisiologis. Stereotip gender menganggap wanita sebagai lebih ekspresif, kurang independen, lebih emosional, kurang logis, secara kuantitatif kurang terorientasi dan lebih partisipatif dari pada pria. Sebaliknya pria lebih sering dianggap sebagai kurang hangat dan kurang peka antar pribadi, kurang ekspresif, kurang cocok dalam menentukan, orientasinya kuantitatif, dan lebih otokratis dan terarah dari pada wanita. Sejak dahulu karyawan perempuan menerima gaji dan menduduki jabatan yang lebih rendah. Menurut Kreitner dibandingkan pria. Manajer dan professional perempuan menerima 70,5% dari gaji kaum pria. Meskipun perempuan digaji sama dengan kaum pria, mereka tidak mendapat kesempatan kerja yang sama. Selain itu karyawan perempuan juga kurang mendapat promosi karena mereka kurang berpengalaman dalam manajemen umum, perempuan yang tidak mempunyai bakat sebagai eksekutif memerlukan waktu lama untuk diangkat menjadi eksekutif, tidak diikutsertakan dalam jaringan kerja informal sehingga menjadi halangan terbesar dalam promosi mereka. Penelitian psikologis menunjukkan bahwa wanita lebih bersedia untuk mematuhi wewenang dan pria lebih agresif dan bermungkinan lebih besar dari pada wanita untuk memiliki harapan atas keberhasilan. Setiap individu baik pria maupun wanita akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda dengan system-sistem, nilai-nilai yang berlaku pada masing-masing individu tersebut. Kepuasan kerja akan berlangsung terus dan kepuasan itu sendiri bersifat relatif, artinya bagi setiap individu tidak akan sama tergantung sejauh mana individu mengharapkan kebutuhannya terpenuhi.

  Semakin banyak aspek-aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan individu tersebut maka semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakan oleh guru. Berdasarkan uraian diatas dapat dirumuskan hipotesis pertama yaitu adanya perbedaan kepuasan kerja antara guru laki-laki dengan guru perempuan.

  Status merupakan faktor penting dalam memahami perilaku mempunyai konsekuensi-konsekuensi perilaku yang utama bila individu mempresepsikan antara apa yang mereka yakini tentang bagaimana status mereka dan apa yang orang lain persepsikan. Suatu pekerjaan yang mendasarkan pada tingkat pangkat atau status kepegawaian didasarkan oleh tingkat pendidikan karyawan itu sendiri, sehingga pekerjaan tersebut memberikan kedudukan tertentu pada orang yang melakukannya. Semakin tinggi tingkat pendidikan dan profesionalisme pekerja semakin tinggi kemungkinan ia melakukan perbandingan sosial dengan orang-orang yang profesinya sama di luar organisasi. Jika upah atau gaji yang diberikan oleh organisasi lebih rendah dari upah yang berlaku dalam masyarakat untuk suatu tipe pekerjaan maka para pekerja mungkin sekali tidak akan puas dengan upah atau gajinya. Selain itu fasilitas yang diterima oleh masing-masing individu juga berbeda, tergantung oleh status kepegawaian yang dimiliki oleh masing- masing individu tersebut. Berdasarkan uraian diatas dapat dirumuskan hipotesis kedua yaitu adanya perbedaan kepuasan kerja antara guru tetap dan guru tidak tetap.

  Dalam kenyataannya ada hubungan antara kepuasan kerja dengan umur. Karyawan yang umurnya 25-34 tahun dan 40-45 tahun adalah merupakan umur yang bisa menimbulkan perasaan kurang puas terhadap pekerjaannya, produktivitas merosot dengan makin bertambahnya usia seseorang. Persepsi terhadap pekerja yang sudah tua yaitu melihat sejumlah kualitas positif yang dibawa orang tua ke dalam pekerjaan mereka khususnya mutu. Dengan makin tuanya para pekerja makin sedikit peluang pekerjaan alternatif bagi mereka. Disamping itu pekerja yang lebih tua berkemungkinan kecil untuk berhenti karena masa kerja mereka yang lebih panjang cenderung memberikan tingkat upah yang lebih tinggi kepada mereka dan tunjangan pensiun yang lebih menarik. Kepuasan cenderung terus-menerus meningkat pada para profesional dengan bertambahnya usia mereka sedangkan pada para non professional kepuasan itu merosot selama usia setengah baya dan kemudian naik lagi pada tahun-tahun berikutnya. Usia secara positif berhubungan dengan kinerja bagi para karyawan muda. Para karyawan yang lebih tua bukan kurang produktif tetapi usia dan pengalaman juga memprediksikan kinerja yang lebih baik untuk pekerjaan yang lebih kompleks dari pada pekerjaan biasa, dan pengalaman kerja memiliki hubungan yang kuat dengan kinerja dari pada usia. Tetapi ada juga pendapat yang mengatakan bahwa semakin lama karyawan bekerja maka karyawan tersebut akan mendapatkan kepuasan kerja. Berdasarkan uraian diatas dapat dirumuskan hipotesis ketiga yaitu umur dan masa kerja berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja.

  Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan dalam bentuk bagan sebagai berikut :

Gambar 2.1 Pengaruh kepuasan kerja terhadap Jenis Kelamin, Umur,

  Masa Kerja dan Status Kepegawaian

  Kepuasan Kerja Masa kerja Status

  Kepegawaian Jenis kelamin Umur

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dilihat dari cara dan pembahasannya penelitian ini tergolong ke

  dalam penelitian: Deskriptif karena terbatas pada usaha mengungkapkan suatu masalah dan keadaan sebagai mana adanya sehingga hanya sekedar mengungkapkan fakta.

B. Lokasi Dan Waktu Penelitian

  1. Lokasi Penulis melakukan penelitian terhadap guru-guru Sekolah

  Dasar (SD) Kanisius Kota Yogyakarta. Alasan penentuan lokasi ini karena guru-guru SD Kanisius Kota Yogyakarta cukup beragam tingkat pendidikannya dari berbagai kalangan sehingga memungkinkan hasil penelitian cukup bervariasi.

  2. Waktu Penelitian : Juli 2007

C. Subjek dan Objek Penelitian

1. Subjek Penelitian Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah guru-guru.

2. Objek Penelitian

  Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah kepuasan kerja, jenis kelamin, umur, masa kerja dan status kepegawaian.

D. Populasi dan Sampel Penelitian

  1. Populasi Populasi adalah kumpulan yang lengkap dari seluruh elemen yang sejenis akan tetapi dapat dibedakan satu sama lain (Arikunto, 1992: 107).

  Perbedaan ini disebabkan karena adanya karakteristik yang berlainan sesuai dengan masalah yang diteliti, maka populasi penelitian ini adalah guru-guru SD Kanisius Kota Yogyakarta.

  2. Sampel Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Dalam menentukan besar kecilnya sampel tidak ada ketepatan yang mutlak. Penelitian ini penulis menggunakan teknik accidental sampling yaitu penentuan sampel secara “asal ambil atau asal pilih”.

  Teknik sampling aksidental ini dioperasikan dengan cara membagi kuesioner kepada guru-guru SD Yayasan Kanisius Yogyakarta, sebanyak 60 orang dan dari semua kuesioner yang telah dibagi kembali semua dengan lengkap maka dapat diolah lebih lanjut. Alasan menggunakan sampel ini karena karakteristik sampel tidak diketahui.

E. Variabel Penelitian

  Variabel adalah objek penelitian yang bervariasi atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto, 1992: 102). Adapun variabel dalam penelitian ini adalah:

  1. Variabel Independen Variabel independen merupakan variabel bebas atau variabel yang mempengaruhi. Variabel independen (X) adalah jenis kelamin, umur, masa kerja dan status kepegawaian.

  2. Variabel Dependen Variabel dependen merupakan variabel terikat atau yang dipengaruhi.

  Variabel dependen (Y) dalam penelitian ini adalah kepuasan kerja.

F. Data-Data Yang Dibutuhkan

  Data Primer Data primer adalah data yang langsung diperoleh dari sumber data atau responden, yang diperoleh oleh peneliti sesuai dengan tujuan penelitian itu, melalui daftar pertanyaan atau kuesioner. Data-data primer yang diperlukan dalam penelitian ini adalah tentang kepuasan kerja, jenis kelamin, umur, masa kerja dan status kepegawaian.

  G. Teknik Pengumpulan Data

  Dalam suatu penelitian data dikumpulkan dengan berbagai cara, Setiap cara pengumpulan data sesuai dengan jenis dan sumber data. Pada penelitian ini metode pengambilan data yang digunakan adalah: Kuesioner

  Kuesioner yaitu metode pengumpulan data dengan menggunakan sejumlah daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden untuk diisi dengan jawaban yang sesuai dengan keadaan responden yang sebenarnya. Melalui cara yang dimaksudkan untuk memperoleh data primer yaitu kepuasan kerja pada guru SD.

  H. Definisi Operasional, Pengukuran Variabel Dan Indikator

  Kepuasan kerja adalah sikap umum seorang pegawai terhadap pekerjaannya, selisih antara banyak ganjaran yang diterima seorang pegawai dan banyaknya yang mereka yakini seharusnya mereka terima. Indikator yang digunakan meliputi kondisi kerja, gaji yang diterima, hubungan dengan atasan, hubungan dengan rekan kerja, hubungan dengan pekerjaan itu sendiri. Variabel ini diukur dengan 36 item menggunakan skala sikap dari likert dengan 5 point yaitu suatu cara yang lebih sistematis untuk memberi skor. Dalam skala likert ini digunakan pengukuran sebagai berikut: Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Ragu-Ragu (RR), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS).

  

Tabel III. 1. Kriteria Pengukuran Variabel Kepuasan Kerja

  Kriteria Jawaban Skor Positif Skor Negatif Sangat Setuju

  5

  1 Setuju 4 2 Ragu-Ragu 3

  3 Tidak Setuju

  2

  4 Sangat Tidak Setuju

  1

  5 Tabel III. 2. Kisi-Kisi Pengembangan Indikator Kepuasan Kerja No Indikator (+) No. Item (-) No. Item Jumlah

  1 Kondisi kerja 3 9, 20, 35 5 6, 18, 23,

  8 26, 34

  2 Gaji yang 4 1,13, 22 , 28 4 4, 10, 19, 29 8 diterima

  3 Hubungan dengan 2 3, 30 2 12, 21

  4 atasan

  4 Hubungan dengan 2 7, 25 1 16

  3 rekan kerja

  5 Hubungan dengan 5 5, 11, 17, 8 2, 8, 14, 15,

  13 pekerjaan itu 27, 33 24, 31, 32, sendiri

  36 Jenis Kelamin adalah penggolongan yang menandakan ciri umum di antara anggotanya dan oleh ciri itu membedakan dengan anggota lain (sifat jantan betina atau laki-laki dan perempuan). Variabel ini diukur dengan pertanyaan terbuka (open question).

  Umur yaitu lama waktu hidup atau ada (sejak dilahirkan atau diadakan). Variabel ini diukur dengan pertanyaan terbuka (open question).

  Masa kerja adalah lamanya karyawan bekerja di dalam suatu perusahaan atau organisasi. Masa kerja diukur dengan satuan waktu, misalnya bulan atau tahun. Variabel ini diukur dengan pertanyaan terbuka (open question).

  Status kepegawaian adalah kedudukan atau reputasi seseorang di dalam suatu kelompok, bisa digunakan untuk secara sosial membedakan orang tersebut dengan anggota-anggota lain dari kelompok yang sama atau dengan kelompok yang lain. Variabel ini diukur dengan pertanyaan terbuka (open question).

I. Teknik Analisis Instrumen

1. Pengujian Validitas

  Validitas adalah tingkat ketepatan suatu alat pengukur untuk dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. Kuesioner sebagai alat pengukur perlu diuji validitas karena tanpa validitas yang memenuhi syarat berarti kuesioner sebagai alat pengukur tidak dapat validitas suatu alat ukur semakin tepat alat pengukur itu mengenai sasarannya. Sebaliknya semakin rendah validitas suatu alat pengukur, semakin jauh pula alat pengukur itu mengenai sasarannya.

  Untuk menguji tingkat validitas skor masing-masing item suatu variabel dikorelasikan dengan skor variabel tersebut dengan menggunakan Teknik Korelasi Product Moment. Rumus Korelasi

  Product Moment adalah sebagai berikut :

  N

  XY ( X) ( Y) Σ Σ Σ

  • r =

  xy 2 2

2

2 N Σ

  X ( Σ X) N Σ Y ( Σ Y) - -

  { }{ }

  Dimana: r : Koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y

  xy

  N : Jumlah Sampel X : Total skor dari setiap butir item Y : Total skor

  Taraf signifikasi 5% atau 0,05. Apabila r > r berarti

  hitung tabel

  ada korelasi yang nyata antara masing-masing item dengan variabel yang diukur (kepuasan kerja) sehingga alat ukur tersebut dianggap valid.

  Sedangkan apabila r < r berarti tidak ada korelasi yang nyata

  hitung tabel

  antara masing-masing item dengan kepuasan kerja, sehingga alat ukur tersebut tidak valid.

  Variabel Kepuasan Kerja

  10 Item 11 0,348 0,169 Valid

  18 Item 19 0,365 0,169 Valid

  17 Item 18 0,364 0,169 Valid

  16 Item 17 0,356 0,169 Valid

  15 Item 16 0,318 0,169 Valid

  14 Item 15 0,335 0,169 Valid

  13 Item 14 0,343 0,169 Valid

  12 Item 13 0,343 0,169 Valid

  11 Item 12 0,355 0,169 Valid

  9 Item 10 0,324 0,169 Valid

Tabel 3.3 Validitas Kepuasan Kerja

  8 Item 9 0,425 0,169 Valid

  7 Item 8 0,357 0,169 Valid

  6 Item 7 0,351 0,169 Valid

  5 Item 6 0,365 0,169 Valid

  4 Item 4 0,321 0,169 Valid

  3 Item 3 0,368 0,169 Valid

  2 Item 2 0,330 0,169 Valid

  1 Item 1 0,335 0,169 Valid

  No Item Nilai r hitung Nilai r tabel Keterangan

  19 Item 20 0,342 0,169 Valid

  20 Item 21 0,338 0,169 Valid

  33 Item 35 0,325 0,169 Valid

  tabel

  > r

  hitung

  sebesar 0,169 dengan taraf signifikansi 5% dan dk = n-2 (dk = 60-2 = 58) maka r

  tabel

  sebesar 0,335 dan jika dibandingkan dengan r

  hitung

  Item pertanyaan pertama dari variabel kepuasan kerja mempunyai r

  34 Item 36 0,429 0,169 Valid Sumber : Hasil Olah Data Penelitian 2007

  32 Item 33 0,346 0,169 Valid

  21 Item 22 0,333 0,169 Valid

  31 Item 32 0,343 0,169 Valid

  30 Item 31 0,356 0,169 Valid

  29 Item 30 0,313 0,169 Valid

  28 Item 29 0,324 0,169 Valid

  27 Item 28 0,327 0,169 Valid

  26 Item 27 0,320 0,169 Valid

  25 Item 26 0,350 0,169 Valid

  24 Item 25 0,334 0,169 Valid

  23 Item 24 0,330 0,169 Valid

  22 Item 23 0,585 0,169 Valid

  . Begitu juga dengan item kedua sampai item ketigapuluh enam. Ini berarti ke-34 item yang mengukur kepuasan kerja dinyatakan sahih atau valid.

2. Pengujian Reliabilitas

  Uji reliabilitas bertujuan untuk mengetahui taraf kepercayaan dari suatu instrumen. Suatu instrumen dikatakan reliabilitas bila instrumen digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono, 2004: 267). Untuk mengukur koefisien dalam penelitian ini menggunakan koefisien Alpha

Cronbach dengan taraf signifikansi 5% (Suharsimi, 2000: 236).

2 k ⎧ ab

  Σ ⎧ ⎫

  R =

  1

  tt −

  ⎨ ⎬ ⎨ 2 ⎬ k 1 at

  • Keterangan :

  ⎩ ⎭ ⎩ ⎭

  R = reliabilitas instrumen

  tt

  K = jumlah butir pertanyaan 2

  ab = jumlah variabel soal

  Σ 2

  at = variabel soal

  Jika koefisien alpha lebih besar dari r dengan taraf

  tabel

  signifikansi 5%, maka kuesioner tersebut dinyatakan reliabel dan sebaliknya jika koefisien Alpha lebih kecil dari r dengan taraf

  tabel signifikansi 5%, maka kuesioner tersebut dinyatakan tidak reliabel.

Tabel 3.4 Reliabilitas

  No Indikator r hitung r tabel Keterangan

  1 Kepuasan Kerja 0,838 0,169 Reliabel

  Dari tabel di atas menunjukkan bahwa variabel kepuasan kerja mempunyai nilai r sebesar 0,838 dan jika dibandingkan dengan

  hitung

  r sebesar 0,169 dengan taraf signifikansi 5% dan dk = n-2 (dk = 60-2

  tabel

  = 58) maka r > r . Dengan demikian instrumen kepuasan kerja

  hitung tabel reliabel.

  J. Teknik Analisis Data

1. Uji Prasyarat Analisis Perbedaan Dengan t-test Uji Homogenitas

  Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis Independen Sampel t-test. Independen Sampel t-test (sampel yang tidak berkolerasi) adalah sampel yang tidak berkaitan satu sama lain dan bertujuan untuk membandingkan perbedaan rata-rata dua kelompok data yang tidak berhubungan satu dengan yang lain. Sebelum melakukan pengujian hipotesis penelitian, dapat dilakukan dengan mengawali pengujian varian ke dua sampel homogen atau tidak. Pengujian homogenitas varian digunakan uji F. Prosedur yang digunakan untuk menguji homogenitas varian adalah dengan jalan menemukan harga F Adapun rumus yang digunakan untuk menguji homogenitas max varian yaitu: var ianTerting gi

  F = max

  var ianTerenda h 2 2 X

  X n Dimana:

  JK = Jumlah kuadrat seluruh skor item i JK = Jumlah kuadrat butir b Pada uji homogenitas, harga F ditentukan oleh uji beda.

  Dalam hal ini harga F yang diharapkan adalah bila harga F lebih hitung besar dari pada harga F maka H diterima dan H ditolak. Dalam tabel a o hal ini menunjukkan adanya perbedaan, yang berarti varian homogen.

2. Uji Prasyarat Analisis Regresi

a. Uji Normalitas

  Pengujian normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah skor-skor sampel dapat masuk akal dianggap berasal dari suatu populasi distribusi teoritis (Sidney, 1985: 59). Dalam pengujian normalitas peneliti menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov yang memusatkan perhatian pada penyimpangan (deviasi) terbesar. Adapun uji Kolmogorov-Smirnov untuk normalitas adalah sebagai berikut:

  D = maksimum|F ( X ) – Sn( X )|

  o

  Keterangan : D : Deviasi Maksimum F (x) : Fungsi distribusi kumulatif yang ditentukan

  o

  Sn (x) : Distribusi frekuensi kumulatif yang diobservasi

  Berdasarkan asumsi di atas cara menghitung koefisien- koefisien menggunakan bantuan SPSS ( Statistical Product and Service

  

Solution). Uji ini dapat menggunakan ketentuan sebagai berikut:

  Jika probabilitas asimtot > 0,05 berarti sebaran data normal Jika probabilitas asimtot < 0,05 berarti sebaran data tidak normal

b. Uji Linearitas

  Uji Linearitas ini dilakukan untuk menguji apakah masing- masing variabel bebas mempunyai hubungan linear atau tidak dengan variabel terikatnya. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut (Sudjana, 1996: 355) :

  JK / K reg F

  =

  JK n k

  1 res ( − − ) Keterangan : F : Harga bilangan F untuk garis regresi JK : Jumlah kuadrat regresi

  reg

  JK : Jumlah kuadrat residu

  res

  n-k-1 : Derajat kebebasan Kriteria pengujian linearitas yaitu jika nilai F lebih kecil

  hitung

  dari F pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan (dk) = n-

  tabel

  k-1, maka hubungan variabel bebas dengan variabel terikat bersifat linear. Sebaliknya jika nilai F lebih besar dari F pada taraf

  hitung tabel

  signifikansi 5% dengan dk = n-k-1, maka hubungan variabel bebas dengan variabel terikat bersifat tidak linear.

  3. Uji Asumsi Klasik

  1. Uji Multikolinieritas

  Multikolinieritas adalah hubungan variabel-variabel bebas diantara satu dengan yang lainnya. Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dengan model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas. Jika variabel bebas saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel orthogonal variabel bebas yang nilai korelasinya antar sesama variabel bebas sama dengan nol (Ghozali, 2002:57).

  Untuk mendeteksi masalah Multikolinieritas digunakan rumus sebagai berikut: 2 R xt n k

  Fhitung

  = × 2 xt

  1 R k

  1 − −

  Dimana

  2

2 R xt = Nilai R dari nilai estimasi regresi parsial variabel bebas

  n = Jumlah observasi data K = Jumlah variabel bebas termasuk konstanta

  Jika nilai F > F berarti variabel bebas berkorelasi

  

hitung tabel

  dengan variabel terikat atau menunjukan adanya multikolinieritas, sebaliknya jika F < F maka tidak multikolinieritas.

  hitung tabel

2. Uji Heteroskedastisitas

  Uji Heteroskedastisitas adalah salah satu asumsi pokok dalam model regresi linier klasik (Arif, 1993: 31). Diagnosa adanya heteroskedastisitas secara kuantitatif dalam suatu regresi dapat dilakukan dengan pengujian korelasi rangking Spearman adapun rumusnya sebagai berikut: 2

  ⎡ ⎤

  d ir

  1

  6 s = − ⎢ ⎥ 2

  n n

  1 −

  ( )

  ⎢ ⎥ ⎣ ⎦

  d = Selisih rangking standar deviasi (s) dan rangking nilai multi i error (e) Nilai e = Y-Y n = Banyaknya sampel

  Kriteria pengujian Heteroskedastisitas yaitu jika r <

  hitung

  r maka tidak terjadi Heteroskedastisitas, sebaliknya r > r

  tabel hitung tabel maka ada Heteroskedastisitas.

  K . Pengujian Hipotesis

  1. Untuk menguji hipotesis pertama yang menyatakan bahwa adanya perbedaan kepuasan kerja antara guru laki-laki dengan guru perempuan maka digunakan teknik analisis Independen Sampel t-test. Rumus t-test dapat digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel independen, dengan tingkat kepercayaan sebesar 5%.

  

X

X

  • − +

  1

  − = 2 2 2

  ( ) ∑ ∑

  x x n n S

  1

  − = 2 2 1

  ( ) ∑ ∑

  Sedangkan untuk mencari varian kepuasan kerja antara guru laki- laki dengan guru perempuan digunakan rumus sebagai berikut:

  − 1 X = Rata-rata kepuasan kerja guru laki-laki − 2 X = Rata-rata kepuasan kerja guru perempuan 1 S = Simpangan baku kepuasan kerja guru laki-laki 2 S = Simpangan baku kepuasan kerja guru perempuan 2 1 S = Varian kepuasan kerja guru laki-laki 2 2 S = Varian kepuasan kerja guru perempuan 1 n = Jumlah sampel kepuasan kerja guru laki-laki 2 n = Jumlah sampel kepuasan kerja guru perempuan

  Keterangan: t = Distribusi t

  

n n n n

S n S n

  Rumus Independen Sampel t-test: t =

  1

  1

  2

  1

  1

  − − 2 1 2 1 2 2 2 2 1 1 2 1

  − + − −

  ⎩ ⎨ ⎧

  ⎭ ⎬ ⎫

  ( ) ( )

  x x n n S

  − −

  Sedangkan X dan X dapat kita cari dengan rumus: 1 2

  −

  X 1 1X = n 1

  −

  X 2

  X 2 = n 2 Kriteria Pengujian: t < t : tidak ada perbedaan kepuasan kerja antara guru

  A. Bila hitung tabel laki-laki dan guru perempuan.

  t > t : ada perbedaan kepuasan kerja antara guru laki-

  B. Bila hitung tabel laki dan guru perempuan.

  2. Untuk menguji hipotesis kedua yang menyatakan bahwa ada perbedaan kepuasan kerja antara guru tetap dan guru tidak tetap maka digunakan teknik analisis Independen Sampel t-test. Rumus t-test dapat digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel independen, dengan tingkat kepercayaan sebesar 5%. Rumus Independen Sampel t-test:

  − − X1 X 2

  t = 2 2

  1 S n

  • n

  1 S

  1 1 ⎫

  ( ) ( )

  • 1
  • 1 2 2 ⎨ ⎬

      2 n n 1 21 2 ⎩ ⎭

    • n n

      Keterangan: t = Distribusi t

      − X = Rata-rata kepuasan kerja guru tidak tetap 2 S = Simpangan baku kepuasan kerja guru tetap 1 S = Simpangan baku kepuasan kerja guru tidak tetap 2 2 S = Varian kepuasan kerja guru tetap 1 2 S = Varian kepuasan kerja guru tidak tetap 2 n = Jumlah sampel kepuasan kerja guru tetap 1 n = Jumlah sampel kepuasan kerja guru tidak tetap 2 Sedangkan untuk mencari varian kepuasan kerja antara guru tetap

      dengan guru tidak tetap digunakan rumus sebagai berikut: 2

      1 2 S = n xx 1 ( )

      ∑ ∑ n 2

      1 2 S = n xx 2 ( )

      ∑ ∑ n

      − −

      Sedangkan X dan X dapat kita cari dengan rumus: 1 2

      −

      X 1

      X 1 = n 1

      X 2

      X 2

      =

      n 2 Kriteria Pengujian: t < t : tidak ada perbedaan kepuasan kerja antara guru tabel

    a. Bila hitung tetap dan guru tidak tetap.

      t > t : ada perbedaan kepuasan kerja antara guru tetap tabel

    b. Bila hitung dan guru tidak tetap.

      3. Untuk menguji hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa umur dan masa kerja berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja digunakan:

    A. Metode Regresi Linier Berganda

      Metode ini dipakai karena jumlah variabel independennya lebih dari satu variabel. Persamaan umum regresi ganda dengan dua prediktor (Sugiyono, 2005: 261)

      Y = a + b X + b

      X

      1

      1

      

    2

      2 Y = Kepuasan Kerja

      X = Umur

    1 X = Masa Kerja

      2

      a = Konstanta b = Koefisien regresi Untuk mencari koefisien regresi b ,b maka dapat

      1

      2

      digunakan persamaan simultan, sebagai berikut:

      2

      1. ∑ X Y = b ∑ X + b ∑ X ∑ X

      1

      1

      1

      2

      1

      2

      2

      2. ∑ X Y = b ∑ X ∑ X + b ∑ X

      2

      1

      1

      2

      2

      2 A = Y - b

      X - b

      X

      1

      1

      2

      2 Untuk menguji koefisien korelasi digunakan rumus korelasi ganda dua prediktor b ∑ x Y + b ∑ x Y

      1

      1

      2

      2 R y( ) = 1,2

      2

      ∑ Y Di mana R y( ) = koefisien korelasi umur dan masa kerja.

      1,2

      x = Umur

      1

      x = Masa kerja

    2 Y = Kepuasan kerja

      B . Uji F

      F dimaksudkan untuk menguji model regresi atas

      hitung

      pengaruh seluruh variabel bebas yaitu X , X , X , X secara bersama-

      1

      2

      3

      4

      sama terhadap variabel tergantung. Apabila probabilitas tingkat kesalahan F lebih kecil dari tingkat tertentu (tingkat signifikan

      hitung

      5%) maka yang diuji adalah signifikan dalam menentukan variabel kepuasan konsumen sebagai variabel tergantung (Y) Rumus untuk menghitung F adalah 2 hitung

      R ( Nm

      1 )

      F = 2 m

      1 R

      ( )

      Keterangan

    2 R = Jumlah kuadrat koefisien korelasi berganda

      m = Jumlah predictor N = Jumlah sampel N-m-1 = Derajat kebebasan

      Jika F < F maka hipotesis diterima, berarti variabel bebas

      hitung tabel

      secara bersama-sama berpengaruh secara signifikansi terhadap variabel terikat. Jika F > F maka hipotesis ditolak, berarti

      hitung tabel

      variabel bebas secara bersama-sama tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat.

      

    BAB IV

    GAMBARAN UMUM A. Yayasan Kanisius

    1. Sejarah Singkat Yayasan Kanisius

      Yayasan Kanisius adalah lembaga pendidikan yang menyelenggarakan sekolah-sekolah mulai dari TK sampai dengan SLTA. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di wilayah Keuskupan Agung Semarang. Kebanyakan berada di daerah pedesaan, beberapa yang berada di kota ditemukan di kampung-kampung tempat pemukiman rakyat biasa.

      Yayasan Kanisius merupakan lembaga pendidikan tertua di Jawa. Didirikan pada tanggal 31 Agustus 1918 di Muntilan sebagai “ CANISIUS VERENIGING “ yang berarti Perkumpulan Kanisius.

      Selanjutnya pada tahun 1927 diubah statusnya menjadi “ CANISIUS STICHTING “ yang berarti YAYASAN KANISIUS.

      Pada saat didirikan (1918) Yayasan Kanisius menjadi milik Vikariat Apostolik Batavia. Pada tahun 1940 diserahterimakan kepada Vikariat Apostolik Semarang. Ketika itu Vikariat Apostolik Semarang baru saja dibentuk oleh Mgr. ALBERTUS SOEGIJAPRANATA SJ sebagai Vikaris Apostolisnya. Sejak didirikannya Yayasan ini dipercayakan kepada Serikat Yesus.

      Yang mendirikan dan “membidani” kelahirannya ialah Rm. Fransiskus Van Lith SJ. Seirama dengan perkembangan Yayasan Kanisius berkembang pula Gereja ke pelosok-pelosok wilayah Keuskupan Agung Semarang.

      2. Visi Yayasan Kanisius Misi unit karya Pendidikan Kristiani adalah ikut berperan serta mencerdaskan kehidupan bangsa berdasarkan pada nilai-nilai

      Kristiani. Nilai-nilai Kristiani yang dimaksud adalah nilai-nilai kejujuran, keadilan, cinta kasih, kesetiaan dan kegembiraan.

      3. Misi Yayasan Kanisius

      a. Pendidikan yang terbuka untuk umum (terbuka terhadap suku, agama, ras dan golongan apa saja) yang secara akademis bermutu dan memperhatikan pembentukan kepribadian manusia seutuhnya.

      b. Perhatian khusus untuk mereka (anak didik), yang ekonominya lemah. Sekolah Kristiani tidak menolak calon siswa atas dasar keadan ekonominya.

      c. Perhatian khusus untuk tempat-tempat dimana tidak ada pendidikan kristiani sebagai tanda solidaritas dalam mencerdaskan bangsa.

      d. Perhatian khusus terhadap penanaman nilai-nilai kejujuran, keadilan, kebenaran dan kesetiaan.

      e. Perhatian khusus terhadap nilai-nilai religius (sadar atau peka terhadap kehadiran Allah Yang Maha Kuasa dan hidup).

    B. SD Kanisius Tegalmulyo

      PAKUNCEN, WIROBRAJAN

      1. Alamat : TEGALMULYO, YOGYAKARTA

      2. Sejarah Berdirinya : Pada awalnya bernama SD KANISIUS WIROBRAJAN III, berdiri pada tanggal 1 Agustus 1968 dan menjadi satu dengan SD KANISIUS WIROBRAJAN I dan II di Jln. HOS Cokroaminoto. Kemudian pada tahun 1968 mendapat sebidang tanah di Tegalmulyo, Pakuncen, Wirobrajan dan berubah namanya menjadi SD KANISIUS TEGALMULYO sampai sekarang.

      3. Visi Sekolah : Mencerdaskan bangsa lewat pendidikan berdasarkan nilai-nilai kristiani.

      4. Misi Sekolah :

      a. Menyelenggarakan sekolah yang bermutu dan efektif untuk umum

      b. Dapat mengamalkan ajaran agama hasil proses pembelajaran dan kegiatan pembiasaan c. Mengoptimalkan proses pembelajaran dan bimbingan

      d. Mengembangkan pengetahuan di bidang IPTEK, bahasa, olah raga, dan seni budaya sesuai dengan bakat dan minat siswa.

      e. Menjalin kerjasama yang harmonis antara warga dan lingkungan, dan instansi yang terkait

      5. Tujuan Sekolah :

      a. Sekolah mengembangkan Rencana Pelaksanaan Program dari kelas 1 sampai 6 b. Sekolah mengembangkan pemetaan SK, KD, Indikator, aspek untuk semua mata pelajaran c. Sekolah memiliki sarana dan prasarana untuk mencapai standar pengadaan minimal d. Sekolah melakukan kerjasama dengan instansi terkait beserta masyarakat untuk mendukung tercapainya misi sekolah

      6. Nama dan Tugas Guru : TH. Paimin : Kepala Sekolah Haryati Rahayu : Guru Kelas I Niken Anggraeni : Guru Kelas II Y. Prihardani. S : Guru Kelas III

      E. Sutirah : Guru Kelas IV A.Wagito : Guru Kelas V

      H. Ngatijo : Guru Kelas VI

    C. SD Kanisius Gowongan

    1. Alamat : Penumping JT.III No.50 TLP (0274) 7104892 Gowongan, Jetis

      Yogyakarta

      2. Sejarah Berdirinya : Berdiri pada tanggal 1 Agustus 1918, didirikan oleh yayasan pendidikan kanisius dalam rangka ikut serta mencerdaskan anak bangsa berdasarkan nilai-nilai kristiani.

      Sekolah : Menjadi sekolah dipercaya masyarakat untuk

      3. Visi mencerdaskan bangsa dalam rangka mensukseskan wajib belajar berdasarkan iman kristiani.

      4. Misi Sekolah :

    a. Menyiapkan generasi unggul yang memiliki potensi di bidang

      IMTAQ dan IPTEK

      b. Membentuk sumber daya manusia yang aktif, kreatif, inovatif sesuai dengan perkembangan zaman c. Membangun citra sekolah sebagai mitra yang dipercaya masyarakat tanpa membedakan ras, agama, maupun status sosial

    5. Tujuan Sekolah :

      a. Siswa beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia b. Siswa sehat jasmani dan rohani

      c. Siswa memiliki dasar-dasar pengetahuan, kemampuan dan keterampilan untuk melanjutkan pendidikanpada jenjang yang lebih tinggi

      d. Siswa mengenal dan mencintai bangsa, masyarakat dan e. Siswa kreatif, terampil dan bekerja untuk dapat mengembangkan diri secara terus-menerus

    6. Nama dan Tugas Guru :

      Y. Maryono Susanto : Kepala Sekolah Heni Prihantini : Guru Kelas I Th. Suparti : Guru Kelas II Lilis Eko Endrawati, S.Pd : Guru Kelas III Ari Esnawati SP : Guru Kelas IV Tri Lestari : Guru Kelas V Y. Maryono Susanto : Guru Kelas VI

    D. SD Kanisius Gayam

      1. Alamat : JLn. Ki Mangun Sarkoro No. 80 Yogyakarta Tlp. (0274) 521080 55225

      2. Sejarah Berdirinya : Berdiri pada tanggal 1 Juni 1922 oleh Dj. Faguin de Gafe, dengan nama Sekolah rakyat Gayam Putra dan yang mendirikannya adalah Yayasan Kanisius pusat.

      Sekolah : Menciptakan masyarakat pendidikan atas dasar

      3. Visi persaudaraan sejati dan terbuka

      4. Misi Sekolah :

    a. Membangun relasi konsultatif antara komunitas dengan orang tua

      b. Membangun relasi edukatif antara komunitas dengan siswa dan masyarakat lingkungan

      5. Tujuan Sekolah : Mendidik dan membimbing siswa siap masuk SLTP yang unggul dalam kemampuan akademik, religiusitas dan ketrampilan

      6. Nama dan Tugas Guru : Christina Isminarti : Kepala Sekolah Ag. Prabandari : Guru Kelas I a M. Chandra. WHP : Guru Kelas I b

      V. Sugiartini : Guru Kelas II a Yuliana Watini : Guru Kelas II b Ans. Iswindarti : Guru Kelas III Fr. Sri Maryani : Guru Kelas IV a

      A. Dwi Darmayani : Guru Kelas IV b P. Margono : Guru Kelas V a M. Yunanto : Guru Kelas V b Fx. Shono : Guru Kelas VI

    E. SD Kanisius Kota Baru

      1. Alamat : JLn. Abubakar Ali No. 2B Yogyakarta 55224 Tlp. (0274) 517759

      2. Sejarah Berdirinya : Berdiri pada tahun 1947 oleh Romo B. Sumarno, SJ yang ketika itu menjabat sebagai pastor paroki Kotabaru. Selain itu dibantu juga oleh tokoh-tokoh paroki antara lain Dr. Sentral, Bapak Sosroyudo, SH, Bapak Sujadi dengan mulai mendirikan Sekolah Taman kanak-kanak yang kemudian juga mendirikan Sekolah Rakyat. Sebagai lokasinya adalah kompleks KOLSANI dan gedung WIDYAMANDALA dengan 6 kelas. Namun karena bertambahnya jumlah siswa kelas bertambah menjadi 9 kelas, karena tempat tidak mencukupi maka atas kebijaksanaan Romo B.

      Sumarno, SJ dan Romo B. Schouten, SJ dicarilah sebidang tanah yang bisa menampung siswa sekitar 350 anak didik. Setelah mencari di beberapa tempat, atas berkat Tuhan akhirnya didapatkan sebidang tanah

      2

      seluas sekitar 3000 m yang terletak di sebelah selatan Kolsani tanah milik Kasultanan yang disewa PJKA atau yang menjadi cikal bakal komplek TK dan SD Kanisius Kota Baru sekarang ini.

      3. Visi Sekolah : Unggul dalam prestasi akademik dan non akademik berdasarkan iman kristiani.

      4. Misi Sekolah :

      a. Menciptakan kegiatan pembelajaran yang efektif sehingga potensi siswa berkembang optimal dan tuntas sebagai realisasi manajemen berbasis sekolah

    b. Melaksanakan kegiatan ilmiah sederhana di berbagai mata pelajaran

      c. Menciptakan kondisi sekolah yang kondusif melalui komunikasi intensif sehingga tumbuh semangat belajar dan kerja yang terpogram pada semua warga sekolah

      d. Melestarikan dan mengembangkan seni budaya bangsa

      e. Meningkatkan kegiatan keagamaan secara kontinyu

      f. Menjalin kerjasama dan hubungan dengan berbagai pihak sebagai jaringan usaha pengembangan pendidikan

    5. Tujuan Sekolah :

      a. Meningkatkan mutu akademis dan non akademis di atas kritera ketuntasan minimal berdasarkan standar nasional pendidikan b. Meningkatkan prestasi siswa di bidang seni budaya

      c. Terwujudnya pendidik dan tenaga kependidikan yang professional

      d. Terwujudnya suasana komunikasi yang santun berdasarkan pengamalan agama yang diyakininya e. Terwujudnya sarana dan prasarana yang mampu digunakan untuk mengembangkan pembelajaran f. Terwujudnya hubungan harmonis dan dinamis baik dalam sekolah maupun dengan masyarakat

    6. Nama dan Tugas guru :

      AP. Suharyatno, S.Pd : Kepala Sekolah Mari Istanti : Guru Kelas I Alfonsa Mintarti, S.Pd : Guru Kelas II

      MP. Prihatsari Aryani : Guru Kelas IV P. Ari Endah N. S.E : Guru Kelas V a

      B. Siti Murwani : Guru Kelas V b

      C. Novi Suratri P, S.Pd : Guru Kelas VI

    F. SD Kanisius Notoyudan

      1. Alamat : JLn. Letjend Suprapto No. 95 Pringgokusuman Gedongtengen Yogyakarta 55272 Tlp. (0274) 7100741

      2. Sejarah Berdirinya : Sekolah berdiri pada tahun 1939 yang dikelola oleh para Romo Jesuit.

      Karena jumlah siswa yang semakin lama semakin bertambah, maka sekolah dipecah menjadi 2 yaitu SD Kanisius Notoyudan I dan SD Kanisius Notoyudan II, yang dikepalai oleh dua orang kepala sekolah. Ini terjadi kira-kira tahun 1966 sesudah pemberontakan PKI. Pada tahun 1967-1968 jumlah siswanya cukup banyak sekitar 40 orang lebih per kelasnya. Tahun 2002/2003 SD Kanisius Notoyudan I dan II digabung menjadi satu menjadi SD Kanisius Notoyudan sampai dengan sekarang.

      3. Visi Sekolah : Unggul dalam kualitas atau prestasi akademik maupun non akademik berdasarkan UUD 1945, pancasila dan iman kristiani.

      4. Misi Sekolah :

    a. Meningkatkan kemampuan guru dan tanggung jawab dalam

      b. Meningkatkan perilaku siswa selaras dengan kaidah dan norma agama, budi pekerti yang luhur c. Meningkatkan kemampuan siswa sesuai bakat ketrampilan seni budaya nasional d. Mendorong, memotivasi siswa untuk selalu kritis, kreatif dalam menghadapi persoalan pembelajaran maupun kegiatan sehari-hari e. Meningkatkan prestasi akademik, siswa agar mampu bersaing sehat dalam memasuki sekolah di jenjang yang lebih tinggi.

      5. Tujuan Sekolah :

      a. Mewujudkan kualitas dan prestasi peserta didik yang dijiwai amalan agama dalam situasi sekolah yang tertib, bersih dan sehat b. Pendayagunaan seluruh potensi sekolah, masyarakat, pemerhati dalam mendukung program pendidikan.

      6. Nama dan Tugas guru : Drs. Ign. Dalijo. HS : Kepala Sekolah Ag. Muji Haryanti : Guru Kelas I M. Endang SSW, A.MaPd : Guru Kelas II MG. Sri Sumaryati : Guru Kelas III S. Andri Y, A.MaPd : Guru Kelas IV Ch. Jeminah, A.MaPd : Guru Kelas V GM. Mujitaat, A.MaPd : Guru Kelas VI

    G. SD Kanisius Pugeran I

      1. Alamat : JLn. Suryodiningratan No. 71 Yogyakarta 55141 Tlp. (0274) 371436

      2. Sejarah Berdirinya : Pada tanggal 1 Juli 1929 SD Kanisius didirikan oleh Yayasan Kanisius Yogyakarta dengan akte Nomor 5/1929 oleh Notaris DJ. Focquin de Grafe tertanggal 5 Agustus 1929 dengan nama Sekolah kampung.

      Januari 1949 Nn. Suharti, Ibu Juwarini, dan Romo A. Sandiwan Broto membuka sekolah dengan 1 kelas berjumlah 30 murid. Bertempat di bangsal depan Gereja Pugeran. Tanggal 1 Juli 1952 semua kegiatan SD Kanisius Pugeran bertempat di SD Kanisius Pugeran yang berlokasi di kampung Suryadiningratan. Jumlah murid pada tahun ajar 1952 berjumlah 3.213 anak. Tahun 1991 SD Kanisius Pugeran dalam struktur kedinasan dijadikan menjadi dua SD. Hal ini dikarenakan adanya peraturan bahwa setiap SD hanya diperbolehkan menerima murid baru kelas I maksimal 30 anak.

      3. Visi Sekolah : pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa berdasarkan nilai-nilai kristiani.

      4. Misi Sekolah : Menyelenggarakan sekolah yang bermutu, efektif untuk umum.

      a. Mendampingi generasi muda untuk mengembangkan kecerdasan yang integral, sehingga siap dan berani berjuang menghadapi b. Memberdayakan generasi muda menjadi pribadi yang peka, berinisiatif, kreatif, dan inovatif terhadap lingkungan sosial

    c. Mendampingi generasi muda untuk mengembangkan nilai-nilai abadi atau universal dalam semangat Kristiani.

      5. Tujuan Sekolah :

      a. Sekolah mengembangkan rencana pelaksanaan program dari kelas 1 sampai 6 b. Sekolah mengembangkan pemetaan SK, KD, Indikator, aspek untuk semua mata pelajaran c. Sekolah memiliki sarana dan prasarana untuk mencapai standar pengadaan minimal d. Sekolah melakukan kerja sama dengan instansi terkait beserta masyarakat untuk mendukung tercapainya misi sekolah

      6. Nama dan Tugas Guru : Hr. Klidi Atmoko : Kepala Sekolah P. Estiwati Werdiningsih : Guru Kelas I Ch. Dyah Ayu SR : Guru Kelas II Martina Murtiyah : Guru Kelas III Ig. Sularno, S.Pd : Guru Kelas IV Y. Rini Kusjayatun : Guru Kelas V

      V. Purnama : Guru Kelas VI

    H. SD Kanisius Pugeran II

      1. Alamat : JLn. Suryodiningratan No. 71 Yogyakarta 55141 Tlp. (0274) 371436

      2. Sejarah Berdirinya : Pada tanggal 1 Juli 1929 SD Kanisius didirikan oleh Yayasan Kanisius Yogyakarta dengan akte Nomor 5/1929 oleh Notaris DJ. Focquin de Grafe tertanggal 5 Agustus 1929 dengan nama Sekolah kampung.

      Januari 1949 Nn. Suharti, Ibu Juwarini, dan Romo A. Sandiwan Broto membuka sekolah dengan 1 kelas berjumlah 30 murid. Bertempat di bangsal depan Gereja Pugeran. Tanggal 1 Juli 1952 semua kegiatan SD Kanisius Pugeran bertempat di SD Kanisius Pugeran yang berlokasi di kampung Suryadiningratan. Jumlah murid pada tahun ajar 1952 berjumlah 3.213 anak. Tahun 1991 SD Kanisius Pugeran dalam struktur kedinasan dijadikan menjadi dua SD. Hal ini dikarenakan adanya peraturan bahwa setiap SD hanya diperbolehkan menerima murid baru kelas I maksimal 30 anak.

      3. Visi Sekolah : pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa berdasarkan nilai-nilai kristiani.

    4. Misi Sekolah : a. Menyelenggarakan sekolah yang bermutu, efektif untuk umum.

      b. Mendampingi generasi muda untuk mengembangkan kecerdasan yang integral, sehingga siap dan berani berjuang menghadapi c. Memberdayakan generasi muda menjadi pribadi yang peka, berinisiatif, kreatif, dan inovatif terhadap lingkungan sosial

    d. Mendampingi generasi muda untuk mengembangkan nilai-nilai abadi atau universal dalam semangat Kristiani.

      5. Tujuan Sekolah :

      a. Sekolah mengembangkan rencana pelaksanaan program dari kelas 1 sampai 6 b. Sekolah mengembangkan pemetaan SK, KD, Indikator, aspek untuk semua mata pelajaran c. Sekolah memiliki sarana dan prasarana untuk mencapai standar pengadaan minimal d. Sekolah melakukan kerja sama dengan instansi terkait beserta masyarakat untuk mendukung tercapainya misi sekolah

      6. Nama dan Tugas Guru : Tugiyo, S.Pd : Kepala Sekolah Th. Mardinah, S.Si : Guru Kelas I Th. Suparni : Guru Kelas II Listiyani, S.Pd : Guru Kelas III An. Murtini, S.Pd : Guru Kelas IV HY. Budi Santosa, S.Sos : Guru Kelas V Marsanto, S.Pd : Guru Kelas VI

    I. SD Kanisius Wirobrajan

      1. Alamat : JLn. HOS. Cokroaminoto No.8 Yogyakarta 55253 Tlp. (0274) 557380

    2. Sejarah Berdirinya :

      Pada tahun 1922 didirikanlah sekolah Volkschool yang dikenal oleh masyarakat sebagai sekolah Zending. Pada waktu pertama kali dibuka oleh pimpinan Missi dari Kotabaru, diterima beberapa murid dari kampung wirobrajan, ketanggungan, patangpuluhan, gampingan dan bahkan dari gamping. Jumlah muridnya sekitar 40 anak laki-laki serta perempuan antara usia 7-12 tahun.

      Tahun kedua penerimaan baru mengalir dari beberapa kampung seperti ngampon, notoyudan, dan sonosewu, sehingga ruang kelas I diperlebar untuk 55 murid. Pada tahun 1923 Sekolah Rakyat yang berdasarkan ajaran Kristen Katolik ini mulai terkenal di sekitar Wirobrajan. Pada tahun inilah benih-benih biji sesawi ditebarkan oleh Missionaris Romo- Romo dari Kotabaru dan dari sinilah orang-orang merasa simpati.

      Pada tahun 1924 Yayasan Kanisius membangun gedung baru dengan nama Vervolg School Tingkat I rakyat Wirobrajan yang bertempat di gampingan hingga sekarang. Sekolah “ STANDARD SCHOOL “ Yayasan Kanisius Wirobrajan. Sekarang dikenal dengan SD Kanisius Wirobrajan I dan II. Pada tahun 1952 jumlah murid semakin banyak sehingga dipisahkan antara putra dan putri. Wirobrajan I untuk murid

      Wirobrajan berkembang menjadi 3 SD yaitu SD Kanisius Wirobrajan I,

      II, dan III yang mana SD Kanisius Wirobrajan III pindah lokasi sehingga bernama SD Kanisius Tegalmulyo sejak tahun 1972 sampai dengan sekarang.

      3. Visi Sekolah : Unggul dalam prestasi Akademik / Non Akademik, terampil, berpengetahuan dan berbudi luhur berdasarkan nilai-nilai cinta kasih.

    4. Misi Sekolah :

      Melaksanakan pembelajaran secara efektif, inovatif dan a. menyenangkan

      b. Melaksanakan pengembangan perangkat pembelajaran (Silabus, RPP, dan RPH).

      c. Melaksanakan pengembangan kurikulum muatan lokal

      d. Melaksanakan pengembangan sistem penilaian

      e. Melaksanakan budaya tertib / disiplin kerja

      f. Meningkatkan suasana kekeluargaan, kebersamaan, serta komunkasi yang lancar

    5. Tujuan Sekolah :

    a. Sekolah mengembangkan perangkat pembelajaran kelas I – VI

      b. Sekolah memiliki KTSP, sistem penilaian, dan silabus, RPP sebagai lampirannya c. Tercapainya prestasi dalam lomba akademik dan non akademik mulai dari tingkat Kecamatan-Kabupaten / Kota serta jenjang diatasnya

      d. Terwujudnya hubungan yang harmonis, rukun, rasa kebersamaan dilandasi semangat kerendahan hati e. Terwujudnya jejaring, komunikasi dan kerjasama dengan berbagai pihak

    6. Nama dan Tugas Guru :

      A.Tukijo : Kepala Sekolah

      B. Tuti Hernawati : Guru Kelas I Fialistiana : Guru Kelas II Dra. Hernawati Wiwin W : Guru Kelas III M. Anna Murjilah : Guru Kelas IV Dewi Marlina C : Guru Kelas V Ernawati : Guru Kelas VI MY. Sri Astuti : Guru Kelas I Y. Suratiman : Guru Kelas II Rina Umami : Guru Kelas III Augustinus Legowo : Guru Kelas IV Yuliantinah : Guru Kelas V Arti Satiti, S.Pd : Guru Kelas VI

    BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskriptif Data

    1. Deskripsi Responden

      Analisis deskripsi digunakan untuk mengetahui gambaran karakteristik responden yang diteliti yaitu jenis kelamin, umur, masa kerja dan status kepegawaian. Dari penelitian yang dilakukan terhadap 60 responden, maka dapat diketahui karakteristik responden sebagai berikut :

    a. Jenis Kelamin

      Tabel 5.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

      Jenis Kelamin Frekuensi Persentase Laki-laki 17 28%

      Perempuan 43 72% Total 60 100%

      Sumber : Data Hasil Penelitian, 2007 Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa jenis kelamin guru-guru Sekolah Dasar (SD) Kanisius Kota Yogyakarta adalah sebagai berikut : guru yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 17 responden (28%) dan guru yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 43 responden (72%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar jenis kelamin guru-guru SD Kanisius Kota Yogyakarta adalah perempuan.

    b. Umur

      Tabel 5.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur

      Umur Frekuensi Persentase 20 - 30 14 23% 31 - 40 20 34% 41 - 50 15 25% 51 - 60 11 18%

      Total 60 100% Sumber : Data Hasil Penelitian, 2007

      Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa dari 60 jumlah guru-guru Sekolah Dasar (SD) Kanisius Kota Yogyakarta menurut kelompok usia adalah sebagai berikut : guru yang berumur 20-30 tahun sebanyak 14 orang (23%), umur 31-40 tahun sebanyak 20 orang (34%), umur 41-50 tahun sebanyak 15 orang (25%), dan yang berumur 51-60 tahun sebanyak 11 orang (18%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar guru-guru SD Kanisius Kota Yogyakarta adalah berumur 31-40 tahun.

    c. Masa Kerja

      Tabel 5.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja

      Masa Kerja Frekuensi Persentase 1 – 10 tahun 31 52% 11 – 10 tahun

      8 13% 21 – 30 tahun 14 23% 31 – 40 tahun

      7 12% Total 60 100%

      Sumber : Data Hasil Penelitian, 2007 Tabel di atas menunjukkan bahwa dari masa kerja 60 jumlah guru-guru Sekolah Dasar (SD) Kanisius Kota Yogyakarta adalah sebagai berikut : yang bekerja 1-10 tahun sebanyak 31 orang (52%), 11-20 tahun sebanyak 8 orang (13%), 21-30 tahun sebanyak 14 orang (23%) dan yang bekerja 31-40 tahun sebanyak 7 orang (12%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar guru-guru SD Kanisius Kota Yogyakarta masa kerjanya adalah 1-10 tahun.

    d. Status Kepegawaian

      Tabel 5.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Status Kepegawaian

      Status Kepegawaian Frekuensi persentase Guru Tetap 24 40%

      Guru Tidak Tetap 36 60% Total 60 100%

      Sumber : Data Hasil Penelitian, 2007 Berdasarkan tabel diatas dapat ditunjukkan bahwa status kepegawaian guru-guru Sekolah Dasar (SD) Kanisius Kota

      Yogyakarta adalah sebagai berikut: guru tetap sebanyak 24 orang (40%), dan guru tidak tetap sebanyak 36 orang (60%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar guru-guru SD Kanisius Kota Yogyakarta status kepegawaiannya adalah guru tidak tetap sebanyak 36 orang.

    2. Deskripsi Kepuasan Kerja Guru

      Dalam mendiskripsikan kepuasan kerja guru-guru Sekolah Dasar (SD) Kanisius Kota Yogyakarta, berpedoman pada PAP tipe II (Masidjo 1995: 157-159). Berikut ini merupakan batasan skor yang digunakan:

      Tabel 5.5 Batasan Skor PAP Tipe II

      Skor Kriteria 81% - 100% Sangat Tinggi

      66% - 80% Tinggi 56% - 65% Sedang 46% - 55% Rendah

      Dibawah 46% Sangat Rendah Dalam mendiskripsikan kepuasan kerja guru, skor yang diperoleh diinterpretasikan dengan berpedoman pada PAP tipe II. Skor tertinggi yang diperoleh adalah 170 dan skor terendah yang diperoleh adalah 34.

      Perhitungan batasan skor jika skor tertinggi adalah 170: 81% X 170 = 137,7 dibulatkan menjadi 138 66% X 170 = 112,2 dibulatkan menjadi 112 56% X 170 = 95,2 dibulatkan menjadi 95 46% X 170 = 78,2 dibulatkan menjadi 78 Berikut ini disajikan distribusi frekuensi mengenai kepuasan kerja guru:

      Tabel 5.6 Distribusi Frekuensi Variabel Kepuasan Kerja Guru

      Interval Frekuensi Frekuensi Relatif Kriteria Penilaian 138 - 170 14 23% Sangat Tinggi 112 - 137 40 67% Tinggi 95 - 111

      6 10% Sedang 78 - 94 Rendah 34 - 77 Sangat Rendah

      Total 60 100% Sumber : Data Hasil Penelitian, 2007

      Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa guru-guru yang kepuasan kerjanya sangat tinggi sebanyak 14 orang (23%), tinggi sebanyak 40 orang (67%), sedang sebanyak 6 orang (10%), dan tidak ada guru yang kepuasan kerjanya rendah maupun sangat rendah.

    B. Analisis Data

    1. Uji Prasyarat Regresi

      a. Uji Normalitas Pengujian normalitas dilakukan untuk menguji apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak, pengujian normalitas data dilakukan dengan uji satu sampel Kolmogorov-

      Smirnov. Data dinyatakan normal apabila nilai Asymptotic

      Tabel 5.7 Uji Normalitas

      One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

      X1 Umur

      X2 Masa Y Kepuasan (th) kerja Kerja Guru N

      60

      60

      60 Normal Parameters(a,b) Mean

      39.38 14.27 121.68 Std. Deviation 10.345 11.889 13.056 Most Extreme Absolute .072 .171 .096 Differences Positive .068 .171 .053

      Negative -.072 -.132 -.096 Kolmogorov-Smirnov Z .558 1.325 .742 Asymp. Sig. (2-tailed) .915 .060 .641 a Test distribution is Normal. b Calculated from data.

      Berdasarkan tabel diatas variabel umur mempunyai nilai

      Asymp Sig 0,915 lebih besar dari 0,05 maka data normal, variabel

      masa kerja mempunyai nilai Asymp Sig 0,060 lebih besar dari 0,05 maka data normal, begitu juga dengan variabel kepuasan kerja guru mempunyai nilai Asymp Sig 0,641 lebih besar dari 0,05 maka data tersebut data normal. Dari ketiga variabel tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap variabel berdistribusi normal karena lebih besar dari 0,05. b. Uji Linieritas Uji Linieritas dilakukan untuk mengetahui apakah ada sifat hubungan yang linier atau tidak antara variabel bebas dengan variabel terikat. Untuk kriteria pengujian masing-masing variabel tersebut yaitu jika nilai F lebih kecil dari F dengan taraf

      hitung tabel

      signifikansi 5% maka dapat disimpulkan hubungan variabel bebas dengan variabel terikat bersifat linier.

      Tabel 5.8 Uji Linieritas Umur

      ANOVA Table Sum of Mean Squares df Square F Sig.

      Y Kepuasan Between (Combined) 8516.933 29 293.687 5.721 .000 Kerja Guru * Groups Linearity 7065.494 1 7065.494 137.635 .000

      X1 Umur (th) Deviation from Linearity 1451.439 28 51.837 1.010 .488 Within Groups 1540.050 30 51.335 Total 10056.983

      59 Tabel 5.9

      Uji Linieritas Masa Kerja

      ANOVA Table Sum of Mean Squares df Square F Sig.

      Y Kepuasan Between (Combined) 8842.067 28 315.788 8.058 .000 Kerja Guru * Groups Linearity 7015.599 1 7015.599 179.011 .000

      X2 Masa Deviation from Linearity 1826.468 27 67.647 1.726 .072 kerja

      Within Groups 1214.917 31 39.191 Total 10057,0

      59 Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa variabel umur memiliki nilai F 1,010 dan nilai F 1,854 (F 1,010 < F

      hitung tabel hitung tabel

      1,854) sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan variabel umur dengan variabel kepuasan kerja bersifat linier. Begitu juga dengan variabel masa kerja yang mempunyai nilai F 1,726 dan nilai F

      hitung tabel

      1,849 (F 1,726 < F 1,849) sehingga dapat disimpulkan bahwa

      hitung tabel variabel masa kerja dengan variabel kepuasan kerja bersifat linier.

    2. Uji Asumsi Klasik

      a. Uji Multikolinearitas Uji Multikolinearitas dilakukan untuk mengetahui apakah ada tidaknya hubungan yang sempurna diantara variabel bebas, multikolinearitas terjadi apabila nilai tolerance di bawah 0,01 atau nilai VIF tidak lebih dari 10.

      Tabel 5.10 Uji Multikolinearitas

      a

    Coefficients

      Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Collinearity Statistics Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance

      VIF 1 (Constant) 92.530 6.190 14.949 .000

      X1 Umur (th) .573 .215 .454 2.665 .010 .162 6.163

      X2 Masa kerja .461 .187 .419 2.459 .017 .162 6.163 a. Dependent Variable: Y Kepuasan Kerja Guru

      Dari tabel diatas terlihat jelas bahwa variabel umur dan masa kerja mempunyai nilai tolerance diatas 0,01 dan nilai VIF dibawah 10. dengan demikian disimpulkan bahwa pada model regresi tersebut tidak terjadi gejala multikolinearitas.

    b. Uji Heterokedastisitas

      Tabel 5.11 Uji Heterokedastisitas

      Heteroscedasticity (Error Term) Spearman's rho

      X1 Umur (th) Correlation Coefficient .120 Sig. (2-tailed) .361 N

      60 X2 Masa kerja Correlation Coefficient .239 Sig. (2-tailed) .066 N

      60 Pengujian heterokedastisitas dilakukan menggunakan uji

      korelasi Rangking Spearman dengan ketentuan jika koefisien korelasi mempunyai tingkat signifikansi > 0,05 maka dapat dikatakan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas, tetapi sebaliknya jika koefisien korelasi mempunyai tingkat signifikansi < 0,05 maka dapat dikatakan terjadi heterokedastisitas. Setelah dilakukan pengujian heterokedastisitas menggunakan uji korelasi Rangking

      Spearman maka didapat hasil sebagai berikut:

      Dari tabel diatas terlihat bahwa koefisien korelasi heterokedastisitas karena nilai signifikansi 0,361 > 0,05. sementara itu koefisien korelasi variabel masa kerja mempunyai nilai signifikansi 0,066 maka tidak terjadi heterokedastisitas karena nilai signifikansinya 0,066 > 0,05.

    C. Pengujian Hipotesis

      a. – Pengujian hipotesis pertama dilakukan berdasarkan hasil analisis Independen Sampel t-test dengan menggunakan SPSS Versi 13.

      Tabel 5.12

      T-Test Group Statistics Jenis Kelamin N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Y Kepuasan Kerja Guru

      2 Perempuan 43 124.51 11.849 1.807 Levene's Test for Equality

      1 Laki laki

    Independent Samples Test

    17 114.53 13.570 3.291 Y Kepuasan Kerja Guru Equal variances assumed 1.312 .277 2.822 F Sig. t df Sig. (2-tailed) Difference Difference Lower Upper of Variances t-test for Equality of Means 58 .007 9.982 3.538 2.901 17.063 Mean Std. Error 95% Confidence Interval of the Difference Equal variances not assumed 2.659 26.193 .013 9.982 3.755 2.267 17.697

      < t maka tidak ada perbedaan

      hitung tabel

    • Perumusan Hipotesis: Bila t kepuasan kerja antara guru laki-laki dan guru perempuan. Sebaliknya bila t > t maka ada perbedaan kepuasan kerja antara guru

      hitung tabel laki-laki dan guru perempuan.

      Analisis: Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa kepuasan kerja guru perempuan mempunyai nilai t 2,822 > t yaitu 1,671.

      hitung tabel

      Sedangkan guru laki-laki mempunyai nilai t 2,659 > t yaitu

      hitung tabel

      1,671. Berarti guru perempuan lebih tinggi kepuasan kerjanya dari pada guru laki-laki. Ada perbedaan yang signifikan antara kepuasan kerja guru laki-laki dan guru perempuan.

      b. – Pengujian hipotesis kedua dilakukan berdasarkan hasil analisis Independen sampel t-test dengan menggunakan SPSS Versi 13.

      Tabel 5.13

      T-Test Group Statistics Status Kepegawaian N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Y Kepuasan Kerja Guru

      1 Guru tetap 24 130.04 10.054 2.052

      2 Guru tidak tetap

    Independent Samples Test

    36 116.11 11.877 1.980 Levene's Test for Equality F Sig. t df Sig. (2-tailed) Difference Difference Lower Upper of Variances t-test for Equality of Means Mean Std. Error 95% Confidence Interval of the Difference Y Kepuasan Kerja Guru Equal variances assumed 1.396 .179 4.724 Equal variances not assumed 4.885 54.631 .000 13.931 2.851 8.215 19.646 58 .000 13.931 2.949 8.028 19.833

      < t maka tidak ada perbedaan

      hitung tabel

    • Perumusan Hipotesis: Bila t kepuasan kerja antara guru tetap dan guru tidak tetap. Sebaliknya bila t > t maka ada perbedaan kepuasan kerja antara guru

      hitung tabel tetap dan guru tidak tetap.

      Analisis: Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa kepuasan kerja guru tetap mempunyai nilai t 4,724 > t yaitu 1,671. Sedangkan guru

      

    hitung tabel

      tidak tetap mempunyai nilai t 4,885 > t yaitu 1,671. Berarti

      hitung tabel guru tidak tetap kepuasan kerjanya lebih tinggi dari pada guru tetap.

      Ada perbedaan yang signifikan antara kepuasan kerja guru tetap dan guru tidak tetap.

      c. – Pengujian hipotesis ketiga dilakukan berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda menggunakan SPSS Versi 13. persamaan regresi dalam penelitian ini menggunakan regresi berganda dengan dua prediktor yaitu: Y = a + b1 X1 + b2 X2 Y = Kepuasan Kerja X1 = Umur X2 = Masa Kerja a = Konstanta b = Koefisien Regresi

      > F maka hipotesis diterima,

      hitung tabel

    • Perumusan Hipotesis : Jika F
    terhadap variabel kepuasan kerja. Sebaliknya jika F < F maka

      hitung tabel

      hipotesis ditolak, berarti variabel umur dan masa kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel kepuasan kerja.

    1. Uji F

      Uji F digunakan untuk menguji hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel umur dan masa kerja terhadap kepuasan kerja. Jika F > F

      hitung tabel

      dengan taraf signifikansi 5% maka Ho ditolak, berarti variabel umur dan masa kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Sebaliknya jika F < F maka Ho diterima

      hitung tabel

      berarti variabel umur dan masa kerja secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja.

      Tabel 5.14 Hasil Regresi Berganda b

      

    ANOVA

    Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

    a

      1 Regression 7352.463 2 3676.231 77.480 .000 Residual 2704.521 57 47.448 Total 10056.983 59 a. Predictors: (Constant), X2 Masa kerja, X1 Umur (th) b.

      Dependent Variable: Y Kepuasan Kerja Guru

      Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa F sebesar

      hitung

      77,480 dengan taraf signifikansi 0,000 sedangkan nilai F

      tabel

      3,159 maka F > F (77,480 > 3,159) dengan taraf

      hitung tabel

      signifikansi 5% berarti (0,000 < 0,05) maka Ho ditolak, berarti variabel umur dan masa kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepuasan kerja.

      Hasil perhitungan regresi berganda untuk nilai koefisien (a,b1,b2) sebagai berikut: Tabel 5.15

      Hasil Regresi Berganda Dengan 2 Prediktor a

      

    Coefficients

    Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Collinearity Statistics

      Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance

      VIF 1 (Constant) 92.530 6.190 14.949 .000

      X1 Umur (th) .573 .215 .454 2.665 .010 .162 6.163

      X2 Masa kerja .461 .187 .419 2.459 .017 .162 6.163 a. Dependent Variable: Y Kepuasan Kerja Guru

      Persamaan regresi dengan 2 prediktor: Y= a + b1 X1 + b2 X2

      1. Konstanta (a) = 92,530 Nilai konstanta (a) = 92,530 menunjukkan bahwa sebelum variabel-variabel umur dan masa kerja

      2. Koefisien korelasi X1 = 0,573 Nilai = 0,573 dengan Sig = 0,010 < 0,05 maka umur

      β umur

    3. Koefisien korelasi X2 = 0,461

      Nilai = 0,461 dengan Sig = 0,017 < 0,05 maka masa

      masa kerja β

      kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja.

      2

    2. Koefisien Determinasi (R )

    Tabel 5.16 b

      Model Summary Adjusted R Std. Error of Model R R Square Square the Estimate a 1 .855 .731 .722 6.888 a.

      Predictors: (Constant), X2 Masa kerja, X1 Umur (th) b.

      Dependent Variable: Y Kepuasan Kerja Guru

      2 Koefisien determinasi (R ) merupakan suatu

      koefisien untuk mengukur besarnya persentase pengaruh variabel

      2

      bebas terhadap variabel terikat. Hasil uji R pada penelitian

      2

      diperoleh nilai R sebesar 0,731 hal ini menunjukkan bahwa variabel umur dan masa kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja sebesar 73,1% sedangkan persentase sisanya sebesar 26,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti seperti motivasi dan promosi. D. Pembahasan Berdasarkan hasil analisis data pada bagian sebelumnya dapat diuraikan pembahasannya sebagai berikut:

      1. Adanya perbedaan yang signifikan antara kepuasan kerja guru laki-laki dan guru perempuan.

      Di dalam uji Independent sampel t-test menunjukkan bahwa ada perbedaan kepuasan kerja diantara kedua kelompok responden. Guru perempuan berjumlah 43 orang (72%) mempunyai nilai t 2,822 >

      hitung

      t yaitu 1,671. Sedangkan guru laki-laki berjumlah 17 orang (28%)

      tabel

      mempunyai nilai t 2,659 > t yaitu 1,671. F 1,312 < F

      hitung tabel hitung tabel

      1,891 maka Ho diterima berarti adanya perbedaan yaitu guru perempuan kepuasan kerjanya lebih tinggi dari pada guru laki-laki.

      Kepuasan kerja merupakan sikap individu terhadap pekerjaannya yaitu sampai sejauh mana faktor-faktor dalam pekerjaan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan dalam diri karyawan. Pendapat ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja akan berlangsung terus dan kepuasan itu sendiri bersifat relatif , artinya bagi setiap individu tidak akan sama tergantung sejauh mana individu mengharapkan kebutuhannya terpenuhi, dan kepuasan kerja merupakan salah satu faktor penting yang mendukung tercapainya tujuan pengajaran. Pria dan wanita mempunyai perkembangan yang berbeda secara psikologis dan fisiologis. Dari hasil analisis diatas guru perempuan memiliki kepuasan menunjukkan bahwa wanita lebih bersedia untuk mematuhi wewenang, lebih disiplin, bekerja dengan giat, cekatan dan lebih bertanggung jawab dari pada laki-laki. Sedangkan guru laki-laki memiliki kepuasan kerja yang lebih rendah bisa disebabkan karena merasa jenuh, dan bosan dengan pekerjaan yang harus diselesaikan, gaji yang tidak sesuai dengan apa yang telah mereka berikan terhadap pekerjaan itu, kurang mendapatkan promosi dan adanya hubungan yang kurang baik antara pegawai dengan atasan atau dengan pegawai yang lain serta kondisi kerja yang kurang aman, nyaman dan menarik sehingga akan membuat karyawan merasa tidak tentram dan bersemangat dalam bekerja.

      2. Adanya perbedaan yang signifikan antara kepuasan kerja guru tetap dan guru tidak tetap.

      Dalam uji Independent sampel t-test menunjukkan adanya perbedaan kepuasan kerja diantara kedua kelompok responden. Guru tetap berjumlah 24 orang (40%) mempunyai nilai t 4,724 > t

      hitung tabel

      yaitu 1,671 sedangkan guru tidak tetap berjumlah 36 orang (60%) mempunyai nilai t 4,885 > t yaitu 1,671. F 1,396 < F

      hitung tabel hitung tabel

      1,843 maka Ho diterima berarti adanya perbedaan yaitu guru tidak tetap kepuasan kerjanya lebih tinggi dari pada guru tetap. Kepuasan dianggap sebagai sesuatu yang ukurannya relatif. Dua orang akan memiliki kepuasan kerja yang berbeda walaupun mengerjakan sesuatu yang sama dengan kinerja yang sama pula. Secara batin kedua orang tersebut bisa yang berbeda pula. Perbedaan sudut pandang biasanya searah dengan perbedaan tingkat strata sosial ekonomi seseorang. Sementara itu karakteristik tiap individu karyawan misalnya status dalam pekerjaan, pengalaman kerja, dan gender bisa jadi memiliki derajat kepuasan kerja yang berbeda.

      Pada jaman sekarang ini hampir semua tempat kerja menggunakan sistem kontrak, begitu juga dengan profesi guru ada yang menjadi guru tetap dan ada juga yang menjadi guru tidak tetap. Karena sulitnya untuk mencari pekerjaan banyak individu yang menerima sistem kontrak seperti itu. Selain itu individu mau menerima keadaan seperti itu karena untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, susahnya mencari pekerjaan dan kesanggupan dan keinginannya untuk bekerja maka mereka puas atas apa yang mereka dapatkan. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu individu juga berharap ada pengangkatan dari guru tidak tetap menjadi guru tetap. Dari hasil penelitian ini guru tidak tetap berusaha untuk meningkatkan prestasinya agar keinginannya dapat terwujud, karena fasilitas yang diperoleh guru tidak tetap tidak sama dengan guru tetap.

      3. Umur dan masa kerja berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja.

      Hasil perhitungan dalam penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis apakah umur dan masa kerja berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja.

      Dari perhitungan regresi linear berganda diperoleh F

      hitung

      sebesar 77,480 > F sebesar 3,159. Dengan taraf signifikan 0,000 jauh

      tabel

      lebih kecil dari taraf signifikan 0,05 maka Ho ditolak, berarti variabel umur dan masa kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel umur dan masa kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja sebesar 73,1% sedangkan persentase sisanya sebesar 26,9 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti seperti motivasi dan promosi.

      Orang yang lebih tua pada umumnya lebih puas dengan pekerjaan mereka dibanding dengan orang yang lebih muda. Yang menarik adalah kepuasan tidak berkembang dalam tiap langkah. Orang- orang lebih merasa puas dengan pekerjaan mereka saat berumur 30an (haus akan kesuksesan), lalu rasa puas itu menurun saat berumur 40an (pernah merasa kecewa) dan kembali merasa puas saat berumur 50an (merasa telah berpengalaman dalam hidup). Saat usia bertambah begitu juga kepuasan kerja karyawan, keterlibatan kerja, motivasi kerja dari dalam dan komitmen terhadap organisasi juga meningkat.

      Orang-orang yang berpengalaman dalam pekerjaan mereka atau mereka yang sudah lama bekerja di suatu perusahaan akan memiliki kepuasan yang lebih tinggi dari pada mereka yang kurang berpengalaman. Ini bukan suatu hal yang mengejutkan karena orang yang tidak puas dengan pekerjaan mereka biasanya berharap menekuni sebuah pekerjaan, akan lebih banyak karyawan yang berpikir bahwa dia pantas memiliki kedudukan tetap karena dapat memberikan panutan dan semakin lama karyawan bekerja maka karyawan tersebut akan mendapatkan kepuasan kerja.

    BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat ditarik

      kesimpulan sebagai berikut :

      1. Adanya perbedaan kepuasan kerja antara guru laki-laki dan guru perempuan. Guru perempuan mempunyai nilai t 2,822 > t yaitu

      hitung tabel 1,671 dan guru laki-laki mempunyai nilai t 2,659 > t yaitu 1,671. hitung tabel 2. Adanya perbedaan kepuasan kerja antara guru tetap dan guru tidak tetap.

      Guru tetap mempunyai nilai t 4,724 > t yaitu 1,671 dan guru tidak

      hitung tabel tetap mempunyai nilai t 4,885 > t yaitu 1,671.

    hitung tabel

      3. Ada pengaruh positif antara umur dan masa kerja terhadap kepuasan kerja. Variabel umur ( : 0,573 dengan sig 0,010) dan variabel masa

      β umur

      kerja ( : 0,461 dengan sig 0,017) berpengaruh positif terhadap

      β masa kerja

      kepuasan kerja. Pengaruh umur dan masa kerja secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja sebesar 73,1% sedangkan persentase sisanya sebesar 26,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti seperti motivasi dan promosi.

    B. Saran

      Berdasarkan hasil analisis diatas maka penulis memberikan saran-saran sebagai berikut :

    1. Bagi Sekolah atau Yayasan

      Sekolah atau yayasan diharapkan dapat mempertahankan kepuasan kerja pada guru, hal ini dapat dilakukan dengan cara berusaha mengoptimalkan pemenuhan aspek-aspek yang dapat menimbulkan kepuasan kerja pada guru misalnya menciptakan suasana yang harmonis di lingkungan kerja sehingga dapat menjamin keamanan dan kenyamanan karyawan dalam bekerja, memberikan kesempatan untuk mengikuti pendidikan spesialis yang lebih tinggi, memberikan reward atau penghargaan pada guru yang berprestasi.

      2. Bagi Guru-guru Diharapkan dapat mempertahankan kepuasan kerja yang tergolong tinggi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara antara lain lebih berinovasi dan kreatif dalam mengajar, misalnya menciptakan sebuah model pembelajaran yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, berusaha memahami dan benar-benar mencintai, menjiwai, tugas sebagai guru dengan dedikasi yang tinggi dan berusaha menjalin komunikasi yang harmonis dengan kepala sekolah maupun rekan-rekan guru yang lain.

      3. Bagi Peneliti Selanjutnya Peneliti selanjutnya diharapkan untuk meneliti faktor lain yang mempunyai pengaruh terhadap kepuasan kerja guru seperti motivasi dan promosi sehingga dapat memperoleh hasil yang bervariasi dan beragam yang dapat menunjang kepuasan kerja guru.

    DAFTAR PUSTAKA

      Arikunto, S. 1992. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta

      Arikunto, Suharsimi. 2000. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta As’ad, Moh. 1978. Psikologi Industri. Yogyakarta : Liberty As’ad, Moh. 1995. Psikologi Industri. Edisi Keempat. Yogyakarta : Liberty Ghozali, Imam. 2002. Aplikasi Analisis Multivariate. Jakarta : Badan Penerbit

      Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Gilarso, T. 2002. Moral Keluarga. Yogyakarta : USD Greenberg, Jerald. 1997. Behavior In Organizations. Seventh Edition. Prentice-

      Hall. Inc Hasibuan, Malayu S.P., 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta :

      Bumi Aksara Handoko, Hani, T.H. 1993. Manajemen Personalia dan Sumber Daya

      . Edisi Kedua. Yogyakarta : BPFE

      Manusia

      Hapsari, Indrie. 2004. Hubungan Antara Kepuasan Kerja Dengan Komitmen

      Organisasional Tenaga Kerja Langsung bagian Finishing pada

    Perusahaan Mabel CV.Gulo Jowo. Skripsi. Yogyakarta : USD

      Kreitner, Robert. 2005. Perilaku Organisasi. Edisi Kelima. Jakarta : Salemba Empat

      Mangkunegara, A. A. Anwar Prabu, 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia

      Perusahaan . Bandung : PT. Remaja Rosdakarya

      Manullang, M. 1971. Dasar-Dasar Manajemen Personalia. Medan : Aman Laham

      Martoyo, Susilo. 1987. Manajemem Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : BPFE UGM

      Masidjo, Ign. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa. Yogyakarta : Kanisius

      Poerwadarminta. 1982. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : PN. Balai Pustaka

      Rizeni, Ave. 2004. Pengaruh Kepuasan Kerja Karyawan Terhadap Kinerja

      karyawan . Skripsi. Yogyakarta : USD Robbin, Stephen P. 1996. Perilaku Organisasi : Konsep-Kontroversi-Aplikasi.

      Jakarta : Prenhallindo _________ 2006. Perilaku Organisasi. Edisi Kesepuluh. Jakarta : Prenhallindo Sherly, Kristiana. 2005. Pengaruh Konsep Diri Guru dan Kepuasan Kerja . Skripsi.

      

    Guru Terhadap Sikap Guru Dalam Proses Belajar Mengajar

      Yogyakarta : USD Sidney, S. 1985. Statistik Non Parametrik. Jakarta : Gramedia Sudjana. 1996. Metode Statistika. Bandung : Trasito Sugiyono. 2002. Statistik Untuk Penelitian. Cetakan Keempat. Bandung : CV

      Alfa Beta _______ 2004. Statistika Untuk Penelitian. Bandung : CV Alfa Beta _______ 2005. Metode Penelitian. Bandung : CV Alfa Beta Tulus, A. M. 1993. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Gramedia http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1104/24/0802.htm. http://www.indomedia.com/sripo/2003/05/05/0505opl.htm. http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0805/22/1104.htm.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
15
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
26
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
16
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi
0
0
147
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi
0
0
76
Studi Kasus: Kraton Yogyakarta SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
0
0
151
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi
0
0
143
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
224
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
114
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
205
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
0
0
217
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi
0
0
190
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Program Studi Pendidikan Fisika
0
0
90
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen
0
0
121
Show more