Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SDN Tamanan 1 Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
188
4 days ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI PADA MATA PELAJARAN IPA SDN TAMANAN I YOGYAKARTA SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

  Disusun oleh : Nama : Anggarwati Risca Putantri NIM : 091134039

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

  

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA 2013

  

HALAMAN PERSETUJUAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

HALAMAN PENGESAHAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dengan mengucap syukur Alhamdulillah, penulis persembahkan karya sederhana ini kepada:

  1. Allah SWT yang selalu memberikan rahmat dan hidayahNya serta kemudahan dalam setiap langkah yang telah penulis tempuh sampai saat ini.

  2. Ayah dan ibu yang tanpa henti mendoakan dan menyayangiku, atas semua pengorbanan dan kesabaran mengantarku sampai kini.

  3. Adikku dan saudara yang telah mendukung saya selama ini

  4. Teman-temanku PGSD 2009

  5. Almamaterku

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

MOTTO

  Berangkat dengan penuh keyakinan Berjalan dengan penuh keikhlasan

  Istiqomah dalam menghadapi cobaan

  • -noname-

  

“Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala-bantuan itu melainkan

sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu

karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha

Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Ali Imran: 123-126)

J adikanlah sabar dan shalatmu sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah

  beserta orang- orang yang sabar” (Al-Baqarah: 153)

  

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

Putantri, Anggarwati Risca.(2013). Pengaruh penggunaan metode inkuiri

terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran

  IPA SDN Tamanan I Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  Kata kunci: metode inkuiri, proses kognitif Bloom, kemampuan mengingat, kemampuan memahami, mata pelajaran IPA.

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya terhadap kemampuan kognitif mengingat dan memahami pada siswa kelas V SDN Tamanan I Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013.

  Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi-experimental design tipe nonequivalent control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Tamanan I yang terdiri dari siswa kelas VA sebanyak 29 anak sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VB sebanyak 25 anak sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pretest dan

  

posttest yang terdiri dari 2 soal essai yaitu satu soal untuk kemampuan mengingat

  dan satu soal untuk kemampuan memahami. Analisis data menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 20 dengan lima langkah yaitu uji perbedaan skor

  

pretest , uji perbedaan skor pretest ke posttest, uji selisih skor pretest dan posttest,

  uji besar pengaruh(size effect), dan uji retensiposttest pertama dan posttest keduapada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan mengingat. Hal ini ditunjukkan dengan harga Sig. (2-tailed) kemampuan mengingat 0,008 atau < 0,05 dengan nilai M = -1,00 ,

  

SE = 0,36 , t(52) = -2,78.. Pada uji besar pengaruh juga menunjukkan bahwa

  metode inkuiri memberikan pengaruh yang dikategori besar yaitu dengan nilai r = 0,76. Pada uji retensitreatment atau perlakuan menunjukkan kekonsistensian yang baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol atau dengan kata lain tidak mengalami penurunan yang signifikan dari skor posttestI ke posttestII. Hal ini ditunjukkan harga M = -,017, SE = 0,19, Sig. (2-tailed) = 0,401 pada kelompok eksperimen dan M = -0,63, SE = 0,34, Sig. (2-tailed) = 0,074 pada kelompok kontrol.

  Hasil yang kedua adalah penggunaan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan memahami.Hal ini ditunjukkan dengan harga Sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,020 dnengan nilai M = -0,73 , SE = 0,30 , t(52) = -2,4. Pada uji besar pengaruh juga menunjukkan bahwa metode inkuiri memberikan pengaruh yang dikategori besar yaitu dengan nilai r = 0,76. Pada uji retensitreatment atau perlakuan menunjukkan kekonsistensian yang baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol atau dengan kata lain tidak mengalami penurunan yang signifikan dari skor posttestI ke posttestII. Hal ini ditunjukkan harga M = -0,12,

  

SE = 0,24, Sig. (2-tailed) = 0,629 pada kelompok eksperimen dan M = 0,12, SE =

  0,26, Sig. (2-tailed) = 0,657 pada kelompok kontrol

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

Putantri, Anggarwati Risca. (2013). Influence of the Use Inquiry method

toward the ability to remember and understand for science subject in th

  5 grade Tamanan I Yogyakarta Elememtary School. Yogyakarta: Sanata Dharma University

  Keywords: inquiry method, Bloom’s cognitive ability, remember ability, understand ability, science.

  The research was conducted to identify the effect of inquiry method on the th

students’ ability to evaluate and create. The study was conducted among the 5

graders at Tamanan I Yogyakarta Primary School in the academic year of

2012/2013 during the science class discussing the nature of light. This was a

quasi experimental research with a non-equivalent control group design. The

sample of this research was an experimental group of 25 students (class A) and a

control group of 29 students (class B). For data collecting, the research used a

st

pre-test and a post-test consisting of 2 essay questions; the 1 question was to

nd

measure the ability to remember and the 2 was to measure the ability to

understand. The data were analyzed using IBM SPSS Statistics 20 with 5 steps of

analysis namely: 1) pretest score differences, 2) pretest-posttest scores

differences, 3) group scores differences, 4) effect size test, and 5) retention test.

  The result of the analysis showed there was influence from the use of inquiry

method on the ability to remember, indicated by sig value (2-tailed) of0,008 or

<0,05 , by M = -1,00 , SE = 0,36 , t(52) = -2,78.The statistical analysis on the

effect size resulted on an r value of 0,76, which falls into the category of big.

Nevertheless, the treatment retention test showed good consistency in both the

experimental group and the control group, or in other words, the students did not

experience a significant decline from the first posttest score to second posttest. It

was shown bythe M = -,017, SE = 0,19, Sig. (2-tailed) = 0,401 in the experimental

group and M = -0,63, SE = 0,34, Sig. (2-tailed) = 0,074 in the control group.

  The result of the analysis showed there was influence from the use of inquiry

method on the ability to understand, indicated by sig value (2-tailed) of0,020 or

<0,05 , by M = -0,73 , SE = 0,30 , t(52) = -2,4.The statistical analysis on the effect

size resulted on an r value of 0,76, which falls into the category of big.

Nevertheless, the treatment retention test showed good consistency in both the

experimental group and the control group, or in other words, the students did not

experience a significant decline from the first posttest score to second posttest. It

was shown bythe M = -0,12, SE = 0,24, Sig. (2-tailed) = 0,629 in the experimental

group and dan M = 0,12, SE = 0,26, Sig. (2-tailed) = 0,657 in the control group.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PRAKATA

  Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa telah melimpahkan karunia dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikanskripsi ini dengan baik. Skripsi yang berjudul “PENGARUH PENGGUNAAN METODE

  INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI PADA MATA PELAJARAN IPA SDN TAMANAN I YOGYAKARTA” ditulis sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata I Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Selesainya skripsi ini tidak lepas dari dukungan, bimbingan dan kerjasama dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segenap hati penulis mengucapkan terimakasih kepada :

  1. Rohandi,Ph.D., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma

  2. G. Ari Nugrahanta, SJ, S.S., BST., M.A., Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, sekaligus dosen pembimbing I, yang telah memberikan bimbingan, masukan yang sangat bermanfaat dan memotivasi penulis dalam menyelesaikan karya ilmiah ini.

  3. E.Catur Rismiati, S.Pd.,MA.,Ed.D., Wakil Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, yang telah membantu dalam proses pembuatan karya ilmiah ini.

  4. Agnes Herlina D.H,S.Si.,M.T.,M.Sc, dosen pembimbing II yang telah membimbing dalam pembuatan karya ilmiah ini.

  5. Andri Anugrahana, S.Pd., M.Pd, dosen pembimbing III yang telah memberikan saran yang membangun dalam pembuatan karya ilmiah ini.

  6. Srini Supriyanti, S.Pd.SD, Kepala Sekolah SDN Tamanan I yang telah memberikan dukungan serta ijin kepada penulis untuk mengadakan penelitian di SDN Tamanan I.

  7. Teguh Heru P, A.Ma.Pd, guru mata pelajaran IPA kelas V SDN Tamanan I yang telah bekerja sama serta memberikan waktu dan tenaganya sebagai guru mitra dalam penelitian kolaboratif.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8. Siswa kelas VA dan VB SDN Tamanan I, yang bersedia bekerja sama dalam penelitian ini.

  9. Bapakku Tri Suharso,S.Pd., ibuku Nining Herwati,S.Pd. dan adikku Mascot Dwi Saputra, yang selalu memberikandoa, kasih sayang,dukungan dan bimbingan kepada penulis.

  10. Teman-teman penelitian kolaboratif IPA (Yuni, Berek, Pram, Dita, Shiro, Era, Santi, Rita, Paulin, Erming, Lia, Sri, Danang, Ika), yang selalu berbagi pengetahuan, semangat dan keceriaan kepada penulis.

  11. Teman-teman PPL SDN Tamanan I, yang memberikan bantuan selama peneliti melakukan penelitian di sekolah.

  12. Teman-teman PGSD USD kelas A angkatan 2009 yang selalu memberikan inspirasi dalam menyelesaikan karya ilmiah ini.

  13. Sekretariat PGSD yang selalu membantu dalam hal administrasi dan segala keperluan unruk menyelesaikan karya ilmiah ini.

  Penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam penulisan karya ilmiah ini. Untuk itu, penulis sangat terbuka terhadap kritik dan saran dari semua pihak. Besar harapan penulis semoga semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi mahasiswa Universitas Sanata Dharma khususnya dan bagi semua pihak yang membutuhkan pada umumnya.

  Penulis

  

DAFTAR ISI

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR TABEL

  

  

  

  

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR GAMBAR

  

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR LAMPIRAN

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB I

PENDAHULUAN Pada bab I ini akan dibahas latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian.

1.1 Latar Belakang Penelitian

  Pendidikan yang baik memiliki tujuan yang dapat mengembangkan kemampuan siswa. Dua tujuan pendidikan menurut Mayer dan Wittrock (1996) dalam Anderson dan Krathwohl (2010: 94 ) adalah meretensi, yaitu kemampuan untuk mengingat materi pelajaran sampai jangka waktu tertentu sama seperti materi yang diajarkan sedangkan mentransfer yaitu kemampuan menggunakan apa yang telah dipelajari guna menyelesaikan masalah-masalah baru, menjawab pertanyaan-pertanyaan baru, atau memudahkan pembelajaran materi pelajaran baru.Dari tujuan pendidikan tersebut diharapkansiswa memiliki kemampuan kognitif yaitu kemampuan mengingat dan kemampuan memahami yang baik. Siswa yang dapat mengembangkan dengan baik kemampuan mengingat menurut Anderson dan Krathwohl (2010:99-105) dapat menggunakan pengetahuan yang telah dipelajari dalam jangka panjang sedangkan pada kemampuan memahami siswa dapat mengkonstruksi makna dari pesan-pesan pembelajaran, baik yang bersifat lisan, tulisan ataupun grafis, yang disampaikan melalui pengajaran buku atau layar komputer.

  Pada pengamatan yang dilakukan pada tanggal 10 Januari 2013 sampai dengan 14 Januari 2013 di SDN Tamanan I, peneliti menemukan proses pembelajaran pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) masih bersifat hafalan dan kurang mengembangkan proses. Menurut Daradjat (dalam Simamora, 1985:55) penggunaan metode ceramah dalam menyampaikan materi pelajaran dapat membuat siswa menjadi pasif. Selain itu, siswa dalam memperoleh pengetahuanhanya mengacu pada buku yang kemudian dijelaskan oleh guru tanpa ada kegiatan yang melibatkan siswa. Pengetahuan abstrak dari buku yang dijelaskan gurumenyebabkan siswa kurang paham dari mana diperoleh pengetahuan tersebut sehingga kesulitanmenggunakan kembali pengetahuan yang sebelumnya sudah dipelajari. Akibat dari siswa yang pasif terlihat dari banyaknya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  siswa ketika diberikan pertanyaan tidak dapat menjawab pertanyaan sesuai materi yang baru saja dibahas. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa kurang mengerti materi yang disampaikan guru sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan

  

mengingat dan kemampuan memahami. Berdasarkan realita tersebut perlu adanya

  penelitian yang menggunakan metode pembelajaran inovatif untuk mengetahui pengaruh terhadap kemampuan mengingat dan memahami.

  Untuk mengatasi rendahnya kemampuan mengingat dan memahami pada siswa tersebut, peneliti menggunakan metode pembelajaran inovatif yang diduga dapat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan mengingat dan kemampuan memahami yaitu dengan metode inkuiri. Pengajaran inkuiri meliputi pengalaman-pengalaman untuk menjamin bahwa siswa dapat mengembangkan proses (Amien, 1987:127). Dalam mengembangkan proses pada metode inkuiri ini siswa akan mengalami langsung pengetahuan yang didapatkannya pada proses pembelajaran. Selain itu, siswa diajak untuk memunculkan suatu permasalahan yang berhubungan dengan materi yang akan dipelajari dan menyepakati bersama. Permasalahan yang telah ditentukan akan dilanjutkan dengan perumusan masalah yang dibuat oleh siswa. Dengan menggunakan pengetahuan-pengetahuan siswa sebelumnya, guru sebagai fasilitator dan motivator dalam metode inkuiri ini mendorong siswa untuk merumuskan hipotesis atas permasalahan yang telah disepakati bersama. Hipotesis yang telah disusun oleh siswa dilanjutkan dengan pengujian hipotesis dengan pembuktian berupa eksperimen. Hasil eksperimen yang diperoleh siswa akan membuktikan atau menolak hipotesis yang telah disusun oleh siswa. Dari situ akan didapatkan kesimpulan untuk menjawab rumusan masalah yang sudah disepakati. Melalui metode inkuiri ini siswa terlibat dalam memperoleh pengetahuan sehingga metode inkuiri dapat memfasilitasi siswa untuk dapat mengembangkan kemampuan mengingat dan memahami dengan baik.

  Penelitian ini dibatasi pada pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami siswa SD Tamanan I pada semester genap Tahun Ajaran 20012/2013 pada Standar Kompetensi 6. Menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya model, dengan Kompetensi Dasar

  6.1 Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya. Untuk mengetahui pengaruh metode

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami tersebut, peneliti menggunakanjenis quasi-experimentaldesign dengan tipe non equivalen control

  

group design , yaitu membandingkan kelompok kontrol dengan kelompok

eksperimen.

  1.2 Rumusan Masalah

  1.2.1 Apakah penggunaan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan

  mengingat pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya siswa kelas V

  SDN Tamanan I Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013?

  1.2.2 Apakah penggunaan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan

  memahami pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya siswa kelas V

  SDN Tamanan I Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013?

  1.3 Tujuan Penelitian

  1.3.1 Mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan

  mengingat pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya siswa kelas V SDN Tamanan I Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013.

  1.3.2 Mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiriterhadap kemampuan

  memahami pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya siswa kelas V SDN Tamanan I Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013.

  1.4 Manfaat Penelitian

  Serangkaian penelitian ini akan bermanfaat bagi berbagai pihak, antara lain siswa, guru, sekolah, peneliti dan masyarakat. Manfaat tersebut antara lain:

  1.4.1 Bagi Siswa Mempunyai pengalaman melakukan pembelajaran menggunakan metode inkuiri.

  1.4.2 Bagi Guru Menambah wawasan guru mengenai metode inkuiri sehingga dapat memberikan inspirasi dalam mengajar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1.4.3 Bagi Sekolah Penelitian ini dapat menambah satu bacaan yang dapat dimanfaatkan untuk guru-guru sebagai contoh penelitian eksperimental. Dapat memacu untuk mengembangkan model-model pembelajaran inovatif lainya dalam upaya mengembangkan sekolah sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.

  1.4.4 Bagi Peneliti Memberikan pengalaman yang berharga dalam menerapkan metode inovatif pada pembelajaran

  1.4.5 Bagi Masyarakat Sebagai sumber memperluas wawasan tentang model pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembelajar.

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB II

LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahaslandasan teori, penelitian terdahuluyang relevan,

  kerangka berpikir, dan hipotesis. Landasan teori membahas teori-teori yang relevan dan hasil penelitian sebelumnya yang berisi pengalaman penelitian yang pernah ada. Selanjutnya dirumuskan kerangka berpikir dan hipotesis yang berisi dugaan sementara dari rumusan masalah.

  2.1 Kajian Pustaka

  2.1.1 Teori-teori yang Relevan

  2.1.1.1 Metode Inkuiri 1. Pengertian Metode Inkuiri

  Strategi pembelajaran inkuiri menurut Sanjaya (2006:194) merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Penekanan proses pada pembelajaran dengan metode inkuiri membantu siswa mendalami secara langsung materi sehingga memiliki kemampuan mengingat dan memahami yang baik.

  2. Prinsip-Prinsip Penggunaan Metode Inkuiri

  Proses pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri akan lebih terlihat apabila mengacu pada prinsip-prinsip penggunaan metode inkuiri. Prinsip-prinsip penggunaan metode inkuiri (Sanjaya, 2006:197-199) sebagai berikut:

  a. Berorientasi pada pengembangan intelektual Strategi pembelajaran inkuiri selain beorientasi pada hasil belajar juga berorientasi pada proses belajar.

  b. Prinsip interaksi Proses pembelajaran pada dasarnya adalah proses interaksi baik interaksi antarsiswa maupun interaksi siswa dengan guru, bahkan interaksi siswa dengan lingkungan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. Prinsip bertanya Peran guru dalam strategi pembelajaran inkuiri ini adalah sebagai penanya. Kemampuan siswa untuk menjawab setiap pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari proses berpikir.

  d. Prinsip belajar untuk berpikir Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta akan tetapi belajar adalah proses berpikir yakni mengembangkan seluruh potensi otak.

  e. Prinsip keterbukaan Kebebasan dalam mencoba sesuai dengan perkembangan logika dan nalarnya.

3. Macam Inkuiri

  Macam inkuiri menurut Amien (dalam Sriningsih, 2011:7-8) yaitu : a.

   Guided Discovery-Inquiry Guided Discovery-Inquiry atau sering disebut inkuiri terbimbing ini

  merupakan metode yang pelaksanaannya guru memberikan pengarahan dan bimbingan kepada siswa.

  b.

   Modified Inquiry Modified Inquiry ini merupakan metode yang memberikan

  kebebasan siswa untuk memecahkan masalah melalui pengamatan, eksplorasi danatau prosedur penelitian untuk memperoleh jawaban. Guru dalam metode inkuiri ini memberikan masalah, merupakan sumber untuk menemukan cara-cara yang tepat dan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada jawaban.

  c.

   Free Inquiry Free Inqiuiry ini siswa mengidentifikasi dan merumuskan masalah

  yang akan dipelajari d.

   Invitation into Inquiry Invitation into Inquiry ini merupakan proses pemecahanmasalah

  serupa dengan cara-cara umum yang diikuti oleh para ilmuwan. Cara-cara tersebut yaitu merancang eksperimen, merumuskan hipotesis, menetapkan kontrol, menentukan sebab akibat, menginterpretasikan data, dan menentukan kesimpulan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  e.

   Inquiry Role Approach Inquiry Role Approach ini merupakan metode yang melibatkan

  siswa dalam tim. Tim bekerja sama dalam memecahkan yang berkaitan dengan topik.

  Berdasarkan macam-macam metode inkuiri yang telah dijelaskan oleh Amien diatas Guided Discovery-Inquiry atau inkuiri terbimbing merupakan inkuiri yang sesuai dengan karakter siswa-siswi untuk pendidikan dasar. Dalam inkuiri terbimbing ini siswa-siswi masih mendapatkan bimbingan dalam pembelajaran. Peneliti akan membahas pada sub bab berikutnya.

4. Metode Inkuiri Terbimbing

  Eggen(2012:177) menjelaskan bahwa temuan terbimbing merupakan satu pendekatan mengajar dimana guru memberi siswa contoh-contoh spesifik dan memandu siswa untuk memahami topik tersebut. Kindsvatter, Wilen, dan Ishler (dalam Suparno, 2007:68) menyatakan bahwa metode inkuiri terbimbing adalah inquiry yang banyak diarahkan oleh guru.

  Keuntungan dari inkuiri terbimbing (Amien, 1987:133) yaitu :

  a. Pengajaran menjadi studentcentered

  b. Membentuk dan mengembangkan konsep diri

  c. Tingkat pengharapan bertambah

  d. Mengembangkan bakat individu

  e. Menghindari cara belajar tradisional

  f. Mengakomodasi dan mengasilmilasi informasi 5.

   Langkah-langkah Pelaksanaan Metode Inkuiri

  Menurut Trianto (2009:114-115) langkah kegiatan inkuiri adalah sebagai berikut: a. Merumuskan masalah

  b. Mengamati atau melakukan observasi

  c. Menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar, laporan, bagan, tabel, dan karya lainnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  d. Mengomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca, teman sekelas, guru, atau audiensi yang lain.

  Menurut Sanjaya (dalam Aryani, 2011: 9-10), langkah-langkah inkuiri adalah: a. Orientasi

  b. Merumuskan masalah

  c. Mengajukan hipotesis

  d. Mengumpulkan data

  e. Menguji hipotesis

  f. Merumuskan kesimpulan Berdasarkan uraian di atas, langkah pembelajaran inkuiri yang digunakandalam penelitian ini adalah: 1) Orientasi

  Orientasi merupakan langkah yang pertama kali dilakukan guru untuk mengetahui kemampuan awal siswa pada materi yang akan di bahas. Kemampuan awal siswa dapat membantu guru dalam mengarahkan materi. 2) Mengajukan pertanyaan atau permasalahan

  Pada langkah ini, guru membimbing siswa untuk mencari masalah yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas. 3) Merumuskan hipotesis

  Pada langkah merumuskan hipotesis, guru membimbing siswa untuk menentukan jawaban sementara dari permasalahan yang dibahas. 4) Melakukan percobaan

  Pada langkah melakukan percobaan, siswa mengumpulkan data- data yang dibutuhkan dengan melakukan percobaan, menganalisis data yang diperoleh, dan membahas hasil percobaan yang telah dilakukan dengan bimbingan dari guru. 5) Membuat kesimpulan

  Pada langkah membuat kesimpulan, guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan dari hasil percobaan yang dilakukan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6) Mempresentasikan hasil Pada tahap ini, siswa melaporkan hasil percobaannya di depan kelas.

  7) Evaluasi Pada langkah evaluasi, guru, dan siswa mengevaluasi proses dan hasil selama pembelajaran berlangsung.

  Berikut langkah-langkah pembelajaran inkuiri terbimbing yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Orientasi

  Pada orientasi guru memberikan pengantar dengan menunjukkan hal yang sesuai dengan materi. Misalnya, guru menunjukkan sedotan yang dimasukan ke dalam gelas berisi air. Guru melakukan tanya jawab tentang peristiwa tersebut untuk mengetahui kemampuan awal siswa.

  b. Mengajukan pertanyaan atau permasalahan Pada langkah ini siswa didampingi guru membuat pertanyaan berdasarkan pada langkah orientasi. Pertanyaan menggunakan kata tanya

  “apakah”. Misalnya, “Apakah sedotan yang dimasukan kedalam gelas yang berisi air terlihat pat ah?”

  c. Merumuskan hipotesis Pada langkah ini siswa didampingi guru membuat hipotesis berdasarkan pertanyaan yang telah dibuat. Misalnya, “sedotan yang dimasukan ke dalam gelas yang berisi air terlihat patah”. Dalam langkah merumuskan hipotesis ini guru membimbing siswa berdasarkan pengalaman yang dimiliki siswa.

  d. Melakukan percobaan Siswa membuktikan hipotesis yang telah dibuat. Guru membimbing siswa untuk menentukan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan.

  e. Membuat kesimpulan Pada langkah ini siswa membuat kesimpulan berdasarkan hasil percobaan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  f.

  Mempresentasikan hasil Kesimpulan yang telah dibuat siswa kemudian dilaporkan hasil percobaannya di depan kelas.

  g. Evaluasi Pada langkah evaluasi, guru dan siswa mengevaluasi proses dan hasil selama pembelajaran berlangsung.

2.1.1.2 Proses Kognitif Mengingat dan Memahami 1. Proses Kognitif Benjamin S. Bloom

  Berdasarkan tahapan taksonomi Bloom (Anderson, 2010:43) dimensi proses kognitif dibagi menjadi beberapa ketegori dengan tingkatan proses-proses kognitif yang dimiliki oleh para siswa yang terdapat dalam tujuan di bidang pendidikan. Proses kognitif Bloom (Anderson,2010:99) diuraikan dalam 6 tahap proses kognitif, yaitu:

  a. Mengingat Proses mengingat adalah mengambil pengetahuan yang dibutuhkan dari memori jangka panjang. Proses kognitif mengingat meliputimengenali dan mengingat kembali.

  b. Memahami Proses memahami adalah mengonstruksi makna dari pembelajaran yang telah diperoleh, baik yang bersifat lisan, tulisan maupun grafis. Proses memahami meliputi menafsirkan,mencontohkan,mengklasifikasikan,merangkum,menyimpulk an,menjelaskan.

  c. Mengaplikasi Proses mengaplikasi adalah menerapkan atau menggunakan suatu prosedur. Proses kognitif mengaplikasi meliputi mengeksekusi dan mengimplementasikan.

  d. Menganalisis Proses menganalisis adalah memecah-mecah materi menjadi bagian-bagian kecil dan menentukan bagaimana hubungan antar bagian dan antara setiap bagian dan struktur keseluruhan dari struktur tersebut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Proses kognitif menganalisis meliputi: membedakan,mengorganisasi, dan mengatribusikan.

  e. Mengevaluasi Proses mengevaluasi adalah mengambil keputusan berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan sebelumnya. Proses koginitif meliputi memeriksa dan mengritik.

  f. Mencipta Proses mencipta adalah proses menyusun elemen-elemen menjadi sebuah keseluruhan yang fungsional. Proses mencipta ini membentuk suatu produk yang orisinal.

2. Kemampuan Mengingat dan Kemampuan Memahami

  Dalam penelitian ini akan digunakan dan dibahas lebih lanjut kemampuan mengingat dan kemampuan memahami.

  a. Kemampuan Mengingat Kemampuan mengingat merupakan kemampuan mengambil pengetahuan yang dibutuhkan dari memori jangka panjang yang dibutuhkan. Kemampuan

  

mengingat dapat dibagi atau dikategorikan menjadi dua kegiatan yaitu mengenali

  dan mengingat kembali. Dalam penelitian ini kedua kegiatan tersebut diuraikan menjadi 4 kegiatan, yaitu: 1) Mengenali merupakan suatu proses mengambil pengetahuan dari memori jangka panjang sesuai dengan pengetahuan yang dibutuhkan, kemudian dibandingkan dengan pengetahuan baru yang diperoleh. 2) Mengidentifikasi merupakan suatu proses menentukan suatu hal berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki. 3) Mengingat kembali merupakan suatu proses panjang menggunakan pengetahuan yang ada dari memori jangka panjang. 4) Mengambil merupakan suatu prosesmengambil pengetahuan yang ada dari memori jangka panjang. Pengetahuan yang diambil adalah pengetahuan yang dibutuhkan untuk memperoleh informasi yang dikehendaki.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. Kemampuan Memahami Menurut Anderson (2010:105) kemampuan memahami merupakan suatu proses kognitif yang berkaitan dengan kemampuan mentransfer suatu pengetahuan. Siswa yang mampu mengonstruksi atau membangun makna dari pesan pembelajaran baik secara lisan maupun tertulis, siswa dapat dikatakan memiliki kemampuan memahami. Tahap memahami dikategorikan menjadi tujuh kegiatan antara lain:menafsirkan, mencontoh, mengklasifikasi, merangkum, menyimpulkan, membandingkan, menjelaskan. Dalam penelitian ini hanya digunakan kategori sebagai berikut:

  1) Menafsirkan, merupakan proses mengubah satu bentuk gambaran menjadi bentuk lainnya. 2) Mencontohkan, merupakan proses menemukan contoh atau ilustrasi tentang konsep atau prinsip. 3) Mengklasifikasikan, merupakan proses menentukan satu kategori. 4) Menjelaskan, merupakan proses membuat model sebab-akibat dalam sebuah sistem

2.1.1.3 Mata Pelajaran IPA 1. Hakekat IPA

  Iskandar (2001:1) mendefinisikan Ilmu Pengetahuan Alam(IPA) sebagai mata pelajaran tentang penyelidikan yang terorganisir untuk mencari pola atau keteraturan. Mempelajari IPA tidak hanya berkaitan dengan alam dan prosedur penelitian, namun berkaitan juga dengan hakikat IPA. Hakikat IPA, antara lain

  IPA sebagai produk, IPA sebagai proses, dan IPA sebagai teori (Iskandar, 2001:3- 8).

  a. IPA sebagai produk

  IPA disebut sebagai produk karena IPA selalu menghasilkan pengetahuan baru yang berdasarkan proses yang sistematik. Produk- produk IPA antara lain yaitu fakta, konsep, prinsip, dan hukum. Fakta dalam IPA yaitu pernyataan-pernyataan tentang benda-benda yang benar- benar ada atau peristiwa-peristiwa yang benar-benar terjadi dan sudah dikonfirmasi secara objektif. Konsep IPA adalah suatu ide yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menggabungkan fakta-faktayang ada sehingga saling berhubungan. Prinsip IPA adalah deskripsi yang paling tepat tentang objek atau kejadian. Hukum sering merupakan prinsip-prinsip yang sudah mengalami pengujian.

  b. IPA sebagai Proses

  IPA dikatakan sebagai proses karena pada pembelajaran, cara kerja untuk memperoleh suatu hasil dalam IPA mengembangkan keterampilan- keterampilan dalam penyelidikan. Keterampilan proses dalam IPA berkaitan dengan mengamati, mengukur, menarik kesimpulan, mengendalikan variabel, merumuskan hipotesis, membuat grafik, melakukan eksperimen.

  c. IPA sebagai dimensi sikap

  IPA disebut sebagai dimensi sikap karena IPA mengembangkan kemampuan sikap yang dimiliki siswa seperti rasa ingin tahu, ketelitian, dan rasa tanggung jawab.

2. Tujuan Pembelajaran IPA

  Tujuan pembelajaran IPA yaitu untuk membantu setiap orang agar mempunyaisikap ilmiah. Beberapa sikap ilmiah (Iskandar, 2001:12) antara lain, yaitu :

  a. Objektif terhadap fakta artinya tidak dicampuri oleh perasaan dalam mengungkapakan sesuatu, sesuai dengan fakta.

  b. Tidak tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan sebelum ada banyak bukti yang menguatkan data.

  c. Berhati terbuka artinya mempertimbangkan penemuan orang lain sekalipun pendapat orang lain bertentangan dengan penemuan diri sendiri.

  d. Tidak mencampuradukkan fakta dengan pendapat.

  e. Bersifat hati-hati.

  f. Ingin menyelidiki

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2.1.1.4 Materi Ajar Kelas V Materi ajar kelas V yang diteliti yaitu pada Standar Kompetensi 6.

  “Menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya/mode”dan Kompetensi Dasar 6.1 Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya kelas. Menurut Hermana (2009:134-1139), cahaya memiliki 4 sifat.

  1. Cahaya merambat lurus Cahaya dapat merambat lurus apabila ada benda yang menghalangi, cahaya tersebut tidak dapat terlihat. Contoh dalam kehidupan sehari-hari dan ada disekitar kita yang menunjukkan bahwa benda dapat merambat lurus adalah lampu pemancar mercusuar, cahaya dari proyektor film dapat dipancarkan ke layar, cahaya dari senter.

  Gb.1 Cahaya mercusuar (Sumber: Azmiyawati, 2008:111)

  Gb.2 Cahaya senter (Sumber: Azmiyawati, 2008:111)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Cahaya menembus benda bening Benda-benda yang dapat ditembus oleh cahaya disebut benda bening. Macam-macam benda bening adalah kaca, air, kertas mika, gelas bening, kertas plastik, dan sebagainya. Benda-benda yang tidak dapat ditembus oleh cayaha disebut benda gelap yang termasuk benda gelap yaitu kayu, buku, meja, dan sebagainya.

  3. Cahaya dapat dipantulkan Pemantulan cahaya dikategorikan dalam dua jenis :

  a. Pemantulan Baur Pemantulan baur terjadi jika cahaya mengenai permukaan yang kasar atau tidak rata

  Gb.3 Pemantulan baur (Sumber: Azmiyawati, 2008:112)

  b. Pemantulan Teratur Pemantulan teratur terjadi jika cahaya mengenai permukaan yang rata, licin, dan mengkilap.

  Gb.4 Pemantulan teratur (Sumber: Azmiyawati, 2008:111)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan permukaanya, cermin dikelompokkan menjadi 3 yaitu:

  a. Cermin datar Cermin datar yaitu cermin yang permukaan bidang pantulnya datar dan tidak melengkung. Sifat cermin datar adalah ukuran sama, tegak, maya, atau semu. Contohnya adalah cermin tata rias

  Gb.5 Cermin datar (Sumber: Azmiyawati, 2008:113)

  Gb.6 Penampang cermin datar (Sumber: Azmiyawati, 2008:113)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. Cermin cekung Cermin cekung yaitu cermin yang bidang pantulnya melengkung ke arah dalam. Sifat bayangan benda pada cermin cekung adalah bayangan tegak,lebih besar, dan semu (maya). Contoh penggunaan cermin cekung pada reflektor lampu senter.

  Gb. 7 Penampang cermin cekung (Sumber: Azmiyawati, 2008:114)

  Gb.8 Penggunaan cermin cekung (Sumber: Azmiyawati, 2008:114)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. Cermin cembung Cermin cembung yaitu cermin yang permukaan bidang pantulnya melengkung ke arah keluar. Sifat dari cermin cembung adalah maya, tegak, dan lebih kecil. Contohnya adalah pada penggunaan spion kendaraan.

  Gb. 9 Penampang dan penggunaan cermin cembung (Sumber: Azmiyawati, 2008:113)

  4. Cahaya dapat dibiaskan Pembiasan cahaya sering terjadi di kehidupan sehari-hari kita. Misalnya sedotan yang kita masukan ke dalam gelas yang berisi air maka sedotan tersebut terlihat patah. Hal itu bisa terjadi karena adanya perbedaan kerapatan zat. Peristiwa pembelokan arah rambatan cahaya setelah melewati medium rambatan yang berbeda disebut pembiasan.

  Gb.10 Rambatan Cahaya (Sumbe

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Gb.11 Pembiasan cahaya (Sumbe

  

  5. Cahaya dapat diuraikan Pelangi terjadi karena peristiwa penguraian cahaya (dispersi). Dispersi merupakan penguraian cahaya putih menjadi berbagai cahaya berwarna. Cahaya matahari yang kita lihat berwarna putih.Cahaya matahari diuraikan oleh titik-titik air di awan sehingga terbentukwarna-warna pelangi. Spektrum cahaya terdiri atas warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

  Gb.12 Penguraian Cahaya Putih

  

  (Sumbe

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Gb.13 Pelangi (Sumbe

2.2 Penelitian sebelumnya

  Berikut merupakan penelitian-penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan penelitian ini.

2.2.1 Metode Inkuiri

  Rapi (2008) meneliti penggunaan model pembelajaran dan penalaran formal terhadap penguasaan konsep fisika dan sikap ilmiah siswa SMAN 4 Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan

  

nonequivalent control group design . Hasil analisis menunjukkan bahwa (1)

  penguasaan konsep fisika siswa yang belajar menggunakan metode inkuiri lebih baik daripada siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional dengan nilai rata-rata siswa dengan pembelajaran inkuiri 64,370 sedangkan nilai rata-rata dengan pembelajaran konvensional 57,041 namun tidak terdapat pengaruh interaktif antara model pembelajaran dan penalaran formal dalam meningkatkan penguasaan konsep fisika maupun dalam mengembangkan sikap ilmiah.

  Ningsih (2012) meneliti peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa menggunakan metode inkuiri pada mata pelajaran Pkn. Hasil penelitian dengan menggunakanmetode inkuiriini, dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dari adanya peningkatan persentase aktivitas siswa dan rata-rata hasil belajar siswa tiap siklus. Persentase aktivitas belajar siswa pada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  siklus I sebesar 46,55 %, meningkat pada siklus II sebesar 61,55 %, dan meningkat lagi pada siklus III sebesar 78,43 %. Begitu pula rata-rata hasil belajar siswa yang selalu meningkat dari 57,62 pada siklus I, menjadi 63,46 pada siklus

  II, dan 70,75 pada siklus III. Peningkatan tiap siklusnya memperoleh 5,84 pada siklus I ke siklus II, dan 7,3 pada siklus II ke siklus III.

  Lestari (2011) meneliti penggunaan metode inkuiri pada mata pelajaran IPA terhadap pretasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori kognitif. Subjek penelitian yang diteliti adalah kelas VA dan VB SDK Ganjuran Yogyakarta dengan jumlah 54 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanyapengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar siswa dengan ditunjukkan harga Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 atau (< 0,05) dan pengaruh penerapan metode kognitif terhadap kemampuan berpikir kritis kognitif ditunjukkan dengan harga Sig.(2- tailed) 0,000 atau < 0,05.

2.2.2 Proses Kognitif

  Gitawati (2012) meneliti penggunaanmetode mind map terhadap kemampuan mengingat dan memahami siswa materi IPA materi pelapukan batuan kelas V SD Kanisius Sengkan pada semester genap tahun ajaran 2011/2012.Pada kemampuan mengingat perbandingan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan analisis statistik non parametrik Mann-Whitney U test diperoleh harga Sig.(2-tailed) sebesar 0,005. Sedangkan pada kemampuan memahami perbandingkan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan analisis stastistik parametrik independent samples t test diperoleh harga

  

Sig.(2-tailed) sebesar 0,006. Kedua hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan

mind map berpengaruh terhadap kemampuan kognitif mengingatdan memahami.

  Trisnawati (2012)meneliti penggunaan metode mind map untuk mengetahui kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SDK Sorowajan Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan hasil analisis statistik pada data

  i

posttest bahwa dengan harga Sig.(2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000 sehingga H

null

  diterima maka H ditolak. Dengan kata lain metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat. Begitu juga pada kemampuan memahami, hasil analisis statistik menunjukkan harga Sig.(2-tailed)<0,05 yaitu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  i null

  0,000 maka H diterima maka H ditolak. Dengan kata lain bahwa metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan memahami.

  Putriyana (2012) meneliti penggunaan metode mind map untuk mengetahui kemampuan menerapkan dan mencipta pada mata pelajaran IPA di SDK Sengkan Yogyakarta.Nilai siginifikansi pada pada perbandingan skor posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen 0,000 atau < 0,05, maka H null ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen pada kemampuan mencipta.

  Dari penelitian-penelitian terdahulu yang telah diuraikan di atas, beberapa penelitian membahas penerapan metode inkuiri dan penelitian yang lain membahas proses kognitif. Meskipun demikian, belum ada satupun yang meneliti pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan

  memahami pada siswa Sekolah Dasar.

2.3 LiteratureMap

  Berikut ini literaturemapdari penelitian-penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan variabel independen dan variabel dependen dalam penelitian ini. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya metode inkuiri digunakan untuk dapat meningkatkan prestasi belajar sedangkan kemampuan mengingat dan

  

memahami hanya dilatih menggunakan metode mind map. Dengan demikian

  belum ada yang meneliti peningkatan kemampuan mengingat dan memahami menggunakan metode inkuiri di Sekolah Dasar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Proses Kognitif

  Metode Inkuiri

  Rapi (2008) Gitawati (2012) Inkuiri- penguasaan konsep metode mind map- dan sikap ilmiah kemampuan mengingat dan memahami

  Ningsih (2012) Trisnawati (2012) metode mind map- inkuiri - aktivitas dan hasil kemampuan mengingat belajar dan memahami

Lestari (2011) Putriyana(2012)

metode inkuiri - prestasi metode mind map-

belajar dan kemampuan kemampuan menerapkan

berpikir kritis dan mencipta

Yang perlu diteliti

  Kemampuan mengingat dan memahami menggunakan metode inkuiri

  Gb.14 Literature Map

2.4 Kerangka Berpikir

  Metode inkuiri yang digunakan dalam penelitian ini mempunyai langkah- langkah yaitu : 1) orientasi, yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa pada materi yang akan dibahas dan mengkondisikan kelas agar dapat fokus pada pelajaran, 2) mengajukan pertanyaan atau permasalahan, pada langkah ini guru membimbing siswa untuk mencari masalah yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas, 3) merumuskan hipotesis, pada langkah ini guru membimbing siswa untuk menentukan jawaban sementara dari permasalahan yang dibahas, 4) melakukan percobaan, setelah merumuskan hipotesis maka siswa melakukan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  percobaan dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah dibuat pada langkah sebelumnya, 5) membuat kesimpulan, pada langkah membuat kesimpulan, guru membimbing siswa untukmenarik kesimpulan dari hasil percobaan yang dilakukan, 6) mempresentasikan hasil, pada langkah ini siswa melaporkan hasil percobaannya di depan kelas, 7) evaluasi, pada langkah evaluasi, guru dan siswa mengevaluasi proses dan hasil selama pembelajaran berlangsung.

  Langkah-langkah pada metode inkuiri yang diterapkan dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya akan memudahkan para siswa dalam penerimaan informasi secara langsung. Para siswa dapat melakukan pembuktian sifat-sifat cahaya secara langsung terkait sifat-sifat cahaya dari percobaan yang telah dilakukan sehingga kemampuan yang telah dimiliki oleh siswa dikelola dengan baik. Melalui metode inkuiri ini siswa terlibat dalam memperoleh pengetahuan sehingga metode inkuiri dapat memfasilitasi siswa untuk dapat mengembangkan kemampuan mengingat dan memahami dengan baik. Jika metode inkuiri digunakan pengajaran mata pelajaran IPA pada materi sifat-sifat cahaya maka kemampuan mengingat dan memahami siswa dapat meningkat.

2.5 Hipotesis

  2.5.1 Penggunaan motode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan mengingat pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya siswa kelas V SDN Tamanan I Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013.

  2.5.2 Penggunaan motode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan mengingat

  pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya siswa kelas V SDN Tamanan I Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan diuraikan jenis penelitian, setting penelitian, populasi

  dan sampel penelitian, variabel penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, uji validitas dan reliabilitas, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.

3.1. Jenis Penelitian

  Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimental. Penelitian eksperimental menurut Ghozali (2008:6) adalah sebuah metode penelitian untuk menginvestigasi hubungan sebab-akibat antara dua hal atau lebih. Jenis penelitian ini quasi experimental design (Sugiyono, 2008:77) dengan tipe non equivalent control group design (Sugiyono, 2008:79). Jenis penelitian eksperimental jenis quasi experimental design tipe non equivalent

  

control groupdesign digunakan karena pada desain ini kelompok eksperimen

  maupun kelompok kontrol tidak dipilih secara random. Pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diberi pretest yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum mendapatkan perlakuan. Hasil pretestpada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dibandingkan. Penelitian dilanjutkan dengan diberi perlakuan pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen kemudian dilakukan posttest. Untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan yang diberikan dapat dihitung menggunakan rumus (O

  2 -O 1 )-(O 4 -O 3 ). Pengaruh dari

  perlakuan tersebut di gambarkan dengan gambar berikut:

  1

  2 O x O

  3

  

4

O O

  Gb.15 Desain Penelitian Keterangan : O 1 = Rata-rata skor pretest kelompok eksperimen O 2 = Rata-rata skor posttest kelompok eksperimen X = perlakuan dengan metode inkuiri

  3 =

  O Rata-rata skor pretest kelompok kontrol

  4 =

  O Rata-rata skor posttest kelompok kontrol

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3.2. Setting Penelitian 3.2.1. Tempat Penelitian

  Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah SDN Tamanan I yang beralamat Tamanan, Tamanmartani, Kalasan, Sleman. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2013 sampai dengan bulan Maret 2013.

3.2.2. Waktu Pengambilan Data

  Pengambilan data dilakukan selama bulan Februari 2013 dan bulan April 2013 akhir. Jadwal pengambilan data diperinci sebagai berikut: Tabel 1. Jadwal Pengambilan Data

  Kelompok Kontrol Kelompok Eksperimen Hari/tanggal

  

VA

  VB

  Sabtu, 9 Februari 2013

  Pretest

  Cahaya menembus benda Senin, 11 Februari 2013 bening & Merambat lurus

  (pertemuan I) Cahaya menembus benda

  Rabu, 13 Februari 2013 bening & Merambat lurus (pertemuan I)

  Cahaya dapat dipantulkan Kamis, 14 Februari 2013

  (pertemuan II) Cahaya dapat dipantulkan

  Jumat, 15 Februari 2013 (pertemuan II)

  Cahaya dapat dibiaskan Sabtu, 16 Februari 2013

  (pertemuan III) Cahaya dapat diuraikan

  Senin, 18 Februari 2013 (pertemuan IV)

  Cahaya dapat dibiaskan Selasa, 19 Februari 2013

  (pertemuan III) Cahaya dapat diuraikan

  Rabu, 20 Februari 2013 (pertemuan IV)

  Kamis, 21 Februari 2013

  Posttest I

  Sabtu, 13 April 2013 Posttest II

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.3. Populasi dan Sampel

  Gulo (2002:76-77) menjelaskan bahwa populasi terdiri atas sekumpulan objek yang menjadi pusat perhatian, yang dari padanya terkandung informasi yang ingin diketahui. Sedangkan populasi menurut Sugiyono (2008:80) adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang saling mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN Tamanan I yang berjumlah 54 siswa.

  Sampel menurut Sugiyono (2008:81) adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VBsebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 25 siswa. Siswa kelas VAdiambil sebagai kelas kontrol dengan jumlah 29 siswa. Penelitian ini dilaksanakan bersama guru mitra yang merupakan pelaksana proses pembelajaran. Peneliti melakukan dokumentasi dan pengamatan selama berlangsungnya proses pembelajaran baik dalam kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Proses pemilihan kelas kontrol maupun kelas eksperimen dilakukan dengan cara undian untuk mengurangi bias dalam penelitian ini.

  3.4. Variabel Penelitian

  Variabel menurut Sugiyono (2008:38) adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

  Variabel dalam penelitian ini ada dua yaitu :

  1. Variabel independen Variabel independen menurut Sugiyono (2008:39) adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau atau timbulnya variabel dependen (terikat). Penelitian ini menggunakan metode inkuiri sebagai variabelindependen yang akan mempengaruhi variabel dependen.

  2. Variabel dependen Variabel dependenmenurut Sugiyono (2008:39) adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel independen. Penelitian ini menggunakan kemampuan mengingat dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kemampuan memahami sebagai variabel dependen yang akan dipengaruhi variabel independen.

  Berikut merupakan bagan hubungan antara variabel independen- dependen Variabel independen Variabel dependen

  Kemampuan Mengingat Metode Inkuiri Kemampuan Memahami

  Gb.16 Variabel Penelitian 3.5.

   Definisi Operasional

  3.5.1 Metode inkuiri adalah suatu cara yang digunakan oleh guru untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa denganmenggunakan 7 langkah pelaksanaan pembelajaran yaitu, (1) orientasi, (2) mengajukan pertanyaan atau permasalahan, (3) merumuskan hipotesis, (4) melakukan eksperimen, (5) menarik kesimpulan, (6) mempresentasikan hasil, dan (7) mengevaluasi.

  3.5.2 Metode inkuiri terbimbing adalah metode yang digunakan guru dalam mengembangkan kemampuan berpikir siswa namun masih banyak bimbingan guru dalam proses pembelajarannya

  3.5.3 Kemampuan mengingat adalah kemampuan untuk mengambil kembali pengetahuan yang telah didapatkan, yang bisa dibagi dalam beberapa kemampuan meliputi mengenali, mengidentifikasi, mengingat kembali,mengambil.

  3.5.4 Kemampuan memahami adalah kemampuan untuk dapat mengubah suatu pengetahuan kedalam bentuk yang lain, yang bisa dibagi dalam beberapa kemampuan meliputi menafsifkan, mencontohkan, mengklasifikasi, merangkum, menyimpulkan, membandingkan, menjelaskan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Mengambil contoh peristiwa berdasarkan sifat-sifat cahaya

  Menjelaskan peristiwa berdasarkan sifat-sifat cahaya

  Mengelompokan peristiwa berdasarkan sifat-sifat cahaya Menjelaskan

  Memberi contoh peristiwa berdasarkan sifat-sifat cahaya Mengklasifikasikan

  2 Mencontoh atau meniru

  Menafsirkan Menafsirkan peristiwa berdasarkan sifat-sifat cahaya

  Memahami

  3.5.5 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah suatu ilmu yang mempelajari gejala- gejala alam yang terjadi di sekitar pada tingkat Sekolah Dasar.

  3.5.6 Siswa SD adalah siswa kelas V SD Tamanan I yang berjumlah 54 siswa.

3.6. Instrumen Penelitian

  1 Mengidentifikasi Mengidentifikasi berbagai peristiwa berdasarkan sifat-sifat cahaya

  Mengenali Mengenali berbagai peristiwa berdasarkan sifat-sifat cahaya

  Mengingat

  No Soal

  Tabel 2. Matriks Pengembangan Instrumen Variabel Aspek Indikator

  memahami yaitu pada nomor 1 dan 2.

  Instrumen dalam penelitian ini adalah bentuk tes. Peneliti membuat instrumen penelitian dengan 2 soal essai dari 6 soal essai yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan kognitif pada taksonomi Bloom yang sudah direvisi yaitu kemampuan mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Berdasarkan 6 soal essai tersebut, peneliti menggunakan dua soal sebagai instrumen untuk mengukur kemampuan kognitif mengingat dan

  Mengingat kembali Menyebutkan sifat-sifat cahaya Mengambil

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3.7. Validitas dan Reliabilitas Instrumen

  Tes disusun dalam bentuk 6 soal essai pada mata pelajaran IPA dengan materi sifat-sifat cahaya. Soal yang digunakan untuk instrumen penelitian ini telah diujikan sehingga memenuhi syarat sebagai instrumen yang valid dan reliabel.

  Valid menurut Sugiyono (2008:121) berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Purwanto (2009:120- 130)membagi validitas atas tiga jenis, yaitu validitas isi, validitas kriteria, dan validitas konstruk.Validitas isi adalah pengujian validitas dilakukan isinya untuk memastikan apakah butir tes hasil belajar mengukur secara tepat keadaan yang ingin diukur. Validitas kriteria adalah pengujian validitas yang dilakukan dengan membandingkan tes hasil belajar dengan kriteria tertentu di luar tes hasil belajar. Validitas konstruk adalah pengujian validitas yang dilakukan dengan melihat kesesuaian konstruksi butir yang ditulis dengan kisi-kisinya dan pengujian validitas konstruk dapat dilakukan dengan meminta pertimbangan ahli. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi dan validitas konstruk. Perhitungan validitas isi, dilakukan dengan menggunakan IBM SPSS Statistics 20 dengan rumus Pearson Correlation. Instrumen yang berupa tes tersebut merupakan materi IPA kelas V pada Standar Kompetensi 6. Menerapkan sifat- sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya/model dan khususnya pada Kompetensi Dasar 6.1 Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya. Keenam soal tersebut telah diujikan terlebih dahulu di SDN Prambanan yang beralamatkan Klurak Baru, Prambanan, Sleman dengan jumlah siswa sebanyak 30 anak. Validitas konstruk dilakukan dengan membuat matriks pengembangan instrumen dan mengkonsultasikan kepada dua dosen pembimbing.

  Instrumen dikatakan valid menurut Sulistyo (2010:44) jika nilai signifikansi < 0,05.Berikut adalah hasil perhitungan validitas dan reliabilitas instrumen yang telah diujikan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 3 Validitas Instrumen

  No Variabel Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Ket.

  1 Mengingat .559** .001 Valid

  2 Memahami .605** .000 Valid

  3 Menerapkan .433** .017 Valid

  4 Menganalisis .630** .000 Valid

  5 Mengevaluasi .552** ,002 Valid

  6 Mencipta .708** .000 Valid Tabel 4 Validitas Instrumen Aspek Mengingat dan Memahami

  No Variabel Aspek Pearson Correlation Sig.(2-tailed) Ket.

  1 Mengingat Mengenali .697** .000 Valid Mengidentifikasi .831** .000 Valid Mengingat kembali .736** .000 Valid Mengambil .854** .000 Valid

  2 Memahami Menafsirkan .883** .000 Valid Mencontohkan .871** .000 Valid Mengklasifikasikan .866** .000 Valid Menjelaskan .859** .000 Valid

  Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian payung yang diselenggarakan oleh dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar yaitu G. Ari Nugrahanta, SJ., S.S., BST., M.A., dan Agnes Herlina D.H, S.Si., M.T., M.Sc., sehingga yang digunakan oleh peneliti hanya bagian kognitif mengingat dan memahami saja.

  Instrumen yang reliabel dikatakan Sugiyono (2008:121) merupakan instrumen yang apabila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama. Menurut Sekaran (dalam Priyatno (2012:110) reliabilitas kurang dari 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima dan di atas 0,8 adalah baik. Maka instrumen dinyatakan reliabel apabila nilai Alpha Cronbach >0,60.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 5. Kriteria Koefisien Reliabilitas

  Koefisien Korelasi Kualifikasi

  0,91 Sangat tinggi

  • – 1,00 0,71 Tinggi – 0,90

  0,41 Cukup

  • – 0,70 0,21 Rendah – 0,40 negatif – 0,20 Sangat rendah

  Penghitungan instrumen yang menggunakan IBM SPSS Statistics 20 dengan rumus Alpha Cronbach sebagai berikut: Tabel 6. Reliabilitas Instrumen

  Alpha Cronbach Kualifikasi

  SD N Prambanan .606 Cukup Hasil uji reliabilitas pada kemampuan mengingat yaitu 0,786 dengan kualifikasi tinggi, sedangkan pada kemampuan memahami yaitu 0,890 dengan kualifikasi tinggi (lihat lampiran 8, halaman 118-119).Setelah melalui uji validitas dan reliabilitas diperoleh kesimpulan bahwa instrumen yang digunakan untuk penelitian dinyatakan valid dan reliabel.

3.8. Teknik Pengumpulan Data

  Teknik pengumpulan data pada penelitian ini denganmengujikan soal essai atau dengan bentuk tes. Tes dilakukan dengan memberikan pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum adanya pembelajaran. Soal yang diberikan pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen merupakan soal yang sama. Data yang diperoleh dari pretesttersebut dihitung menggunakan uji normalitas data. Pada tahap selanjutnya dilakukan proses pembelajaran pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pembelajaran kelompok kontrol

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tidak menggunakan metode inkuiri namun dengan metode ceramah sedangkan pada kelompok eksperimen mengunakan metode inkuiri. Setelah selesai pembelajaran sesuai dengan jadwal, maka pada masing-masing kelompok diberi soal posttest. Posttest diberikan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan dari kelompok yang diberi perlakuan dengan yang tidak diberi perlakuan.Berikut merupakan tabel pengumpulan data.

  Tabel 7 Teknik Pengumpulan Data Instrumen yang

  Data yang Pengukuran No Kelompok Variabel digunakan diperoleh data

  Skor pretest pretest

  1 Kontrol Mengingat Skor posttest I Posttest I Soal essay

  Skor posttest II posttest II (nomor 1)

  Skor pretest pretest

  2 Eksperimen Mengingat Skor posttest I Posttest I Skor posttest II posttest II

  Skor pretest pretest

  3 Kontrol Memahami Skor posttest I Posttest I Soal essay

  Skor posttest II posttest II (nomor 2)

  Skor pretest pretest

  4 Eksperimen Memahami Skor posttest I Posttest I Skor posttest II posttest II 3.9.

   Teknik Analisis Data

  Teknik analisis data yang digunakan peneliti merupakan teknik analisis data dengan menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 20yang meliputi beberapa langkah, yaitu: 3.9.1.

   Uji Normalitas Distribusi Data Uji normalitas distribusi data menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov.

  Peneliti menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov dengan tujuan untuk mengetahui apakah data terdistribusi dalam data normal atau tidak normal kemudian untuk menentukan jenis statistik yang akan digunakan pada langkah selanjutnya (Sarwono, 2010:27). Kriteriayang digunakan dalam teknik

  Kolmogorov-Smirnov antara lain :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1. Jika harga Sig.(2-tailed) >0,05, distribusi data normal. Jika distribusi datanormal, teknik statistik yang digunakan adalah statistik parametrikuji t atau t-test.

  2. Jika harga Sig. (2-tailed)<0,05, distribusi data tidak normal. Jika distribusidata tidak normal, teknik statistik yang digunakan adalah statistiknonparametrik Mann-Whitney atau Wilcoxon .

3.9.2. Uji Statistik 3.9.2.1. Uji Perbedaan Skor Pretest

  Uji perbedaan data skor pretest dilakukan untuk mengetahui apakah kedua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen mempunyai kemampuan awal yang sama atau tidak. Uji perbedaan data skor pretest ini dilakukan dengan menganalisis hasil pretest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Menurut Prayitno (dalam Trisnawati, 2008:31) jika nilaiSig.

  

(2-tailed) > 0,05 maka dapat dikatakan bahwa varian dari keduakelompok data

  adalah sama Jika hasil uji normalitas data dalam kategori normal, maka pengujian perbedaan skor pretestmenggunakan statistik parametrik independent samples t-

  

test sedangkan statistik non-parametrik Mann-Whitneydigunakanapabila hasil uji

  normalitas data yang diperoleh termasuk kategori tidak normal. Hipotesis statistiknya adalah:

  null :

  H Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen.

  i :

  H Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretestpada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan adalah: 1. Jika harga Sig. (2-tailed)< 0,05, maka H null ditolak dan H i diterima.

  Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  null i 2. Jika harga Sig. (2-tailed)> 0,05, maka H diterima dan H ditolak.

  Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen.

  3.9.2.2. Uji Perbedaan Skor Pretest dan Posttest

  Uji perbedaan skor prettest ke posttest dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kenaikan skor yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Jika data terdistribusi normal digunakan paired samples t-tes sedangkan Wilcoxon untuk data yang terdistribusi secara tidak normal. Hipotesis statistiknya adalah :

  null H :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest.

  Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. H i :Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest.

  Kriteria yang digunakan adalah:

  null i

  1. Jika harga Sig.(2-tailed)< 0,05, maka H ditolak dan H diterima.Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan

  posttest . Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan pada antara pretest ke posttest.

  2. Jika harga Sig.(2-tailed)> 0,05, maka H null diterima dan H i ditolak.

  Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan pada antara pretest ke posttest.

  3.9.2.3. Uji Perbedaan Selisih Skor Pretest-Posttest

  Uji perbedaan selisih skor pretest-posttest ini dilakukan untuk mengetahui pengaruhpenerapan metode inkuiri terhadap kemampuan kognitif mengingat dan

  

memahami . Uji selisih skor menurut Johnson, B. & Christensen, L (2008:312,330)

  dilakukan dengan membandingkan perbedaan skor tersebut untuk mengetahui apakah skor kelompok eksperimental berbeda secara signifikan dari skor

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kelompok kontrol. Pengujian selisih skor dengan menghitung selisih rata-rata dari skor pretest dan skor posttest pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Data yang terdistribusi secara normal dianaisis menggunakan

  

independent samples t-test sedangkan data yang terdistribusi tidak normal

  menggunakan statistik non-parametrik Mann-Whitney. Hipotesis statistiknya adalah : H null :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat atau memahami . H

  i

  :Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat atau memahami .

  Kriteria yang digunakan adalah : 1. Jika harga Sig. (2-tailed)< 0,05, maka H null ditolak dan H i diterima.

  Artinya ada perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat atau memahami .

  2. Jika harga Sig.(2-tailed)> 0,05, maka H null diterima dan H i ditolak.

  Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat atau memahami .

  Analisis perbedaan ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan atau tidak secara signifikan terhadap kemampuan mengingat atau memahami. Hasil analisis perbedaanposttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang dilakukan akan digunakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  untuk menarik kesimpulan yang berkaitan dengan hipotesis sehingga dapat diketahui hasil penelitian mengafirmasi atau menolak hipotesis penelitian.

3.9.2.4. Uji Besar Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Mengingat dan Memahami

  Uji besar pengaruh dilakukan untuk mengetahui besarnya pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah dan kelompok eksperimen yang menggunakan metode inkuiri. Pengujian ini dilakukan baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Untuk mengetahui besar pengaruh metode pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen

  Rumus yang digunakan untuk data yang terdistribusi normal(Field, A. 2009:57,179) :

  

2

  = √

  2

  • Keterangan: r = effect size(dengan menggunakan koefisien Pearson) t = harga uji t df = harga derajad kebebasan

  Rumus untuk data yang terdistribusi tidak normal(Field, 2009:550): =

  √ Keterangan: r = effect size (dengan menggunakan koefesien korelasi Pearson) Z = harga konversi dari Standar Deviasi (diperoleh dari SPSS uji Wilxocon) N = jumlah total observasi(2x jumlah siswa)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sedangkan untuk mengetahui presentase pengaruh tersebut digunakan

  2

  koefisien determinasi ( ) dengan rumus sebagai berikut:

  2

  2

  = 100 % Kriteria yang digunakan untuk menentukan besar pengaruh (Field,

  2009:179) adalah: 1.

   Jika r = 0,10 , maka dapat dikatakan efek yang dimiliki kecil atau setara dengan 1% pengaruh yang diakibatkan oleh variabel independen.

  2. Jika r = 0,30 , maka dapat dikatakan efek yang dimiliki menengah atau setara dengan 9% pengaruh yang diakibatkan oleh variabel independen.

  3. Jika r = 0,50 , maka dapat dikatakan efek yang dimiliki besar atau setara

  dengan 25% pengaruh yang diakibatkan oleh variabel independen 3.9.2.5.

   Uji Retensi Pengaruh

  Untuk meningkatkan ketelitian analisis dianjurkan untuk melakukan

posttest kedua sesudah sekian waktu dari posttest pertama (Krathwohl, 1998:546).

Uji retensi ini dilakukan dengan membandingkan posttest I dan posttestII. Pemberian posttestIIdilakukan setelah 2 bulan setelah dilakukannya posttest I. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara

  

posttest I dan posttest II dan efek pada posttest II apakan pengaruhnya masih sama

  dengan posttest Iatau tidak.Jika data terdistribusi normal digunakan paired

  

samples t-tes sedangkan Wilcoxon untuk data yang terdistribusi secara tidak

  normal. Hipotesis statistiknya adalah: H null :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttestI dan

  posttestII .Dengan kata lain tidak ada penurunan yang signifikan yang terjadi antara skorposttestI dengan posttest II. i

  H :Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttestI dan

  posttestII .Dengankata lain ada penurunan yang signifikan yang terjadi antara skor posttestIkeposttestII.

  Kriterianya adalah sebagai berikut :

  1. Jika harga Sig.(2-tailed)< 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest Idan posttest II. Dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kata lain ada penurunan yang signifikan yang terjadi antara posttest I dan posttest II .

2. Jika harga Sig.(2-tailed)> 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya

  tidak ada penurunan yang signifikan antara skorposttest I dan posttest

  II Dengan kata lain tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttest I dan posttest II.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dibahas hasil penelitian dan pembahasan untuk

  mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami. Hasil penelitian akan menjelaskan deskripsi data dan analisis data yang dilakukan.

4.1. Hasil Penelitian 4.1.1. Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri terhadap Kemampuan

  Mengingat

  Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian payung yang meneliti tentang pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan kognitif taksonomi Bloom yang sudah direvisi. Kemampuan tersebut yaitu mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Peneliti akan lebih memfokuskan pembahasan penelitian tentang kemampuan mengingat dan memahami. Pada bagian ini akan dibahas kemampuan mengingat. Penelitian dilakukan dengan memberi pretest baik pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Kelas kontrol merupakan kelas yang tidak diberi perlakuan dengan metode inkuiri sedangkan kelas eksperimen merupakan kelas yang diberi perlakuan berupa metode inkuiri dengan materi yang diajarkan sama. Pretest tersebut digunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa pada materi yang akan diajarkan. Apabila penyampaian materi sudah selesai kelas kontrol dan kelas eksperimen selanjutnya diberiposttest pada kedua kelas yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakukan berupa metode inkuiri serta membandingkan hasil dari kelas kontrol dan kelas eksperimen.

  Instrumen yang digunakan oleh peneliti merupakan soal essai yang sudah diuji validitasnya di SDN Prambanan Sleman dan diuji reliabilitasnya serta di konsultasikan pada dua dosen pembimbing. Soal tersebut terdiri dari 6 soal, sedangkan peneliti hanya menggunakan dua soal dalam penelitian. Soal tersebut digunakan ketika pretest dan posttest. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiriterhadap kemampuan mengingat serta untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  membuktikan pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat yang berdasarkan hipotesis bahwa metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan

  mengingat siswa.

  Data yang diperoleh dari pretest dan posttest untuk kemampuan mengingat pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen diuji normalitasnya dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan program IBM SPSS Statistics 20. Uji normalitas tersebut menentukan uji statistik yang akan digunakan dalam analisis data responden dengan berdasarkan kriteria berikut :

  1. Jika nilai signifikasi atau harga Sig. (2-tailed)> 0,05, distribusi data dikatakan normal.

  2. Jika nilai signifikasi atau harga Sig. (2-tailed) < 0,05, distribusi data dikatakan tidak normal. Berdasarkan kriteria diatas diperoleh data seperti pada tabel dibawah ini(lihat lampiran 9, halaman 120)

  Tabel 8. Hasil Uji Normalitas Kemampuan Mengingatdengan Kolmogorov-

  Smirnov

  Nilai No Aspek Keterangan

  Signifikansi

  1 Rata-rata skor Pretest kelompok kontrol 0, 185 Normal

  2 Rata-rata skor PosttestI kelompok kontrol 0, 332 Normal

  3 Rata-rata skor Pretest kelompok eksperimen 0, 298 Normal

  4 Rata-rata skor Posttest I kelompokeksperimen 0, 069 Normal

  5 Rata-rata skor PosttestII kelompok kontrol 0,061 Normal

  6 Rata-rata skor Posttest II kelompok eksperimen 0,068 Normal Hasil analisis statistik diatas menunjukkan bahwa pada pretest dan posttest baik untuk kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen memiliki harga Sig.

  

(2-tailed) diatas 0,05 sehingga distribusi data dikatakan yang normal. Menurut

  kriteria semua aspek memiliki distribusi data yang normal, maka data akan dianalisis dengan statistik parametrik dalam hal ini t-test.

  Pada kemampuan mengingat analisis dataselanjutnya dilakukan dengan lima langkah. Langkah pertama, menguji perbandingan skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada kemampuan mengingat yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki siswa pada kelompok kontrol maupun

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kelompok eksperimen sebelum mendapatkan perlakuan pada masing-masing kelas. Langkah kedua, dilanjutkan dengan menguji perbedaan pretest ke posttest pada masing-masing kelas yang bertujuan untuk mengetahui kenaikan yang signifikan pada masing-masing kelompok yaitu kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Langkah ketiga, dilakukan uji perbedaan selisik skorprettest-

  

posstest untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri pada kemampuan

  mengingat.Langkah keempat, dilakukan uji besar pengaruh terhadap kemampuan mengingat. Langkah kelima, uji beda posttest Idan posttest IIuntuk mengetahui retensi pengaruh perlakuan.

  Hasil penelitian untuk kemampuan mengingat menunjukkan bahwa metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat. Hal ini ditunjukkan dengan data skor rata-rata siswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi dengan nilai M = -1,48, SE = 0,26, Sig.(2-tailed) = 0,000 , t(52) = - 5,80dibandingkan dengan kelompok kontroldengan nilai M = -0,47 , SE = 0,25,

  

Sig.(2-tailed) = 0,072 , t(52) = -1,87. Uji besar pengaruh juga menunjukan bahwa

  metode inkuiri memberikan pengaruh dalam kategori besar dengan r = 0,76 dengan presentase 57,76%. Untuk lebih rinci akan dijelaskan sebagai berikut:

4.1.1.1 Uji Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Mengingat

  Uji perbedaan skor pretest merupakan langkah pertama yang dilakukan setelah uji normalitas data pretest dan posttest dari masing-masing kelompok. Pada langkah pertama ini dilakukan analisis perbandingan skor pretest pada kelompok kontrol dan skor pretest pada kelompok eksperimen. Uji perbandingan skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimeni ini bertujuan untuk mengetahui sama atau tidaknya kemampuan awal yang dimiliki pada kedua kelompok tersebut. Untuk itu dilakukan uji perbedaan pada aspek mengingat menggunakan analisis statistik parametrik independent samples t-test. Dengan uji

  

Kolmogorov-Smirnov harga Sig. (2-tailed) pretest kelompok kontrol aspek

  mengingat yaitu 0,185 dan pretest kelompok eksperimen aspek mengingat yaitu 0,298 , kedua harga Sig. (2-tailed)pretest kedua kelompok lebih besar dari 0,05 maka distribusi data dapat dikatakan normal. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  null :

  H Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua kelompok tersebut memiliki kemampuan awal yang sama.

  i :

  H Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua kelompok tersebut memiliki kemampuan awal yang tidak sama. Kriteria yang digunakan sebagai berikut : 1. Jika harga Sig. (2-tailed)< 0,05, maka H null ditolak dan H i diterima.

  Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen.

  2. Jika harga Sig. (2-tailed)> 0,05, maka H null diterima dan H i ditolak.Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor

  

pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen.

  Berikut ini merupakan tabel hasil analisis perbandingan pretest pada kemampuan mengingat(lihat lampiran 9, halaman 121-122): Tabel 9. Skor Pretest Kemampuan Mengingat

  Hasil Pretest Signifikasi Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,678 Tidak berbeda

  Hasil pengolahan data menunjukkan harga

  Levene’s Test dengan tingkat

  kepercayaan 95% F= 0,627, Sig. (2-tailed)= 0,432 , maka terdapat homogenitas varian dengan harga M = -0,91, SE = 0,21, Sig. (2-tailed)> 0,05 yaitu 0,678. Dari tabel perbandingan skor pretest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada kemampuan mengingat menunjukkan harga Sig. (2-tailed)> 0,05

  null i

  yaitu 0,678maka H diterima dan H ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen atau kedua kelompok berawal dari titik pijak yang sama atau memiliki kemampuan awal yang sama.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4.1.1.2 Uji Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengingat

  Langkah kedua dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kenaikan skor yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Uji perbandingan skor pretest ke posttest ini berkaitan dengan uji normalitas. Berdasarkan uji normalitas, pada aspek mengingat kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan harga Sig. (2-tailed)> 0,05 sehingga data tersebut dikatakan normal. Jika data normal maka analisis statistik menggunakan parametrik paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95 %. Hipotesis statistiknya sebagai berikut : H null :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest.

  Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. H i :Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest.

  Kriteria yang digunakan sebagai berikut :

  1. Jika harga Sig. (2-tailed)< 0,05, maka H null ditolak dan H i diterima.Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan

  posttest . Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan pada antara pretest ke posttest. null i 2. Jika harga Sig. (2-tailed)> 0,05, maka H diterima dan H ditolak.

  Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan

  posttest . Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan pada antara pretest ke posttest.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hasil analisis data perbandingan pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel berikut(lihat lampiran 9, halaman

  122-123):

  Tabel 10. SkorPretestkePosttest Kemampuan Mengingat Test %

  Kelompok Signifikansi Keputusan No.

  Pretest Posttest peningkatan

  Tidak berbeda

  1 Kontrol 1,76 2,23 26,70% 0,072 atau tidak ada kenaikan Berbeda atau

  2 Eksperimen 1,85 3,33 80% 0,000 ada kenaikan Tabel diatas menunjukkan bahwa siswa pada kelompok eksperimen mencapai skor yang lebih tinggi yaitu dengan nilai M = -1,48, SE = 0,26, Sig.(2-

  

tailed) = 0,000 , t(52) = -5,80dibandingkan dengan kelompok kontroldengan nilai

M = -0,47 , SE = 0,25,Sig.(2-tailed) = 0,072 , t(52) = -1,87. Pada kelompok

null i

  kontrol harga Sig.(2-tailed)> 0,05, maka H diterima dan H ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan pada antara pretest ke posttest. Berbeda dengan kelompok kelompok eksperimen yang memiliki harga Sig.(2-tailed)<

  null i

  0,05, maka H ditolak dan H diterimasehingga ada perbedaan yang signifikan antara hasil pretest ke posstestatauada kenaikan yang signifikan pada antara

  

pretest ke posttest.Dapat disimpulkan bahwa pada aspek mengingat pada

  kelompok kontrol tidak ada kenaikan yang signifikan sedangkan pada kelompok eksperimen ada kenaikan yang signifikan.

4.1.1.3 Uji Perbedaan Selisih SkorPretest-Posttest Kemampuan Mengingat

  Langkah ketiga dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh metode inkuiri dalam penelitian ini. Penghitungan selisih ini dilakukan dengan cara mengurangkan skor posttest dengan skor pretest pada masing-masing kelompok. Sebelum melakukan uji selisih skor, dilakukan uji normalitas data selisih skor mengingat dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil uji selisih skor kemampuan mengingat dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 11. Uji Normalitas Selisih Skor No Aspek

  Nilai Signifikansi Keterangan

  1 Selisih skor mengingat kelompok kontrol 0,811 Normal

  2 Selisih skor mengingat kelompok eksperimen 0,640 Normal

  Hasil uji selisih skor tersebut menunjukkan bahwa data tersebut normal sehingga analisis statistik yang digunakan dalam uji perbandingan kemampuan mengingat menggunakan statistik parametrik independent sample t-tesdengan tingkat kepercayaan 95% Analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut : H

  null

  :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat . H i :Ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttestkontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat.

  Kriteria yang digunakan adalah: 1. Jika harga Sig. (2-tailed)< 0,05, maka H null ditolak dan H i diterima.

  Artinya ada perbedaan yang signifikan posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan antara selisih skor pretest- posttest terhadap kemampuan mengingat.

  2. Jika harga Sig. (2-tailed)> 0,05, maka H null diterima dan H i ditolak.

  Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan antara selisih skor pretest-posttestterhadap kemampuan mengingat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Analisis perbedaan ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan atau tidak secara signifikan terhadap kemampuan mengingat. Hasil analisis perbandingan antara selisih skor pretest-

  

posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang dilakukan akan

  digunakan untuk menarik kesimpulan yang berkaitan dengan hipotesis penelitian sehingga dapat diketahui hasil penelitian mengafirmasi atau menolak hipotesis penelitian. Berikut merupakan grafik selisih skor pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  1.4

  1.2

  1

  0.8

  0.6

  0.4

  0.2 kelompok kontrol kelompok eksperimen Gb.17 Diagram Skor Selisih Pretest-Posttest Kemampuan Mengingat

  Hasil analisis statistik penelitian dengan menggunakan independent samples

  t-test dapat dilihat pada tabel dibawah ini(lihat lampiran 9, halaman 124):

  Tabel 12. Uji Selisih Skor Posttest Kemampuan Mengingat Hasil Posttest Signifikasi Keterangan

  Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,008 Berbeda Hasil pengolahan data menunjukkan harga

  Levene’s Test dengan tingkat

  kepercayaan 95% F = 0,576, Sig. (2-tailed)= 0,451, maka terdapat homohenitas varian dengan harga M = -1,00 , SE = 0,36 , t(52) = -2,78.Tabel diatas menunjukan bahwa hasil analisis statistis pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen telah menunjukan Sig.(2-tailed)= 0,008 maka H i diterima maka H null

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ditolak dengan kata lain mengafirmasi hipotesis bahwa metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat.

  4.1.1.4 Uji Besar Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Mengingat

  Langkahkeempat dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh metode terhadap kemampuan mengingat. Pengujian ini dilakukan baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Hasil penghitungan analisis menggunakan rumus effect size diperoleh hasil sebagai berikut (lihat lampiran 9, halaman 126):

  Tabel 13 Hasil Uji Besar Pengaruh Metode terhadap Kemampuan Mengingat 2 Presentase No. Kelompok t df r R Keterangan

  Efek Size Efek r kecil ke

  1 Kontrol -1,87 28 0,33 0,1089 10,89% menengah

  2 Eksperimen -5,80 24 0,76 0,5776 57,76% Efek r besar Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui metode inkuiri memberikan sumbangan besar terhadap kemampuan mengingat siswa, yaitu dengan

  2

  ditunjukkan dengan harga r = 0,76, t(24) = -5,80, R = 0,5776 yang masuk dalam kategori efek besar dengan presentase efek sebesar 57,76% dibandingkan dengan

  2

  metode ceramah yang menunjukkan harga r = 0,33 , t(24) = -1,87, R = 0,1089 yang masuk dalam kategori efek kecil ke menengah dengan presentase efek sebesar 10,89%.

  4.1.1.5 Uji Retensi Pengaruh

  Langkah kelima dalam penelitian ini adalah menguji perbedaan pada

  

posttest I dan posttest II. Proses pengambilan data atau dilaksanakanya

posttest

  IIini 2 bulan setelah dilakukanya posttestI. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa tetap atau ajeg pengaruh penggunaan sebuah perlakuan. Apabila tidak terdapat perbedaan secara signifikan maka tidak terjadi penurunan yang drastis atau dapat dikatakan stabil. Sebelum dilakukan uji beda data posttest

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  II kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dilakukan uji normalitas terlebih dahulu menggunakan Kolmogorov-Smirnov. Hasil uji normalitas posttest

  IIkelompok kontrol yaitu 0,061 dan posttest II kelompok eksperimen yaitu 0,68. Kedua harga Sig. (2-tailed) >0,05 sehingga distribusi data normal. Analisis statistik yang digunakan untuk mengetahui keajegan suatu perlakuan adalah

  

paired t-test karena data yang digunakan memiliki distribusi data normal.

  Hipotesis yang digunakan pada analisis statistik ini adalah: H

  null

  :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I danposttest

II. Dengan kata lain tidak ada penurunan yang signifikan yang terjadi antara

  skorposttest I danposttestII H

i :Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I danposttest II.

  Dengankata lain ada penurunan yang signifikan yang terjadi antara skor posttest I danposttest II.

  Kriteria yang digunakan adalah:

  1. Jika harga Sig. (2-tailed)< 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang Signifikan antara skor posttest I dan posttest II. Dengan kata lain ada penurunan yang signifikan yang terjadi antara posttest I dan

  posttest II.

  2. Jika harga Sig.(2-tailed)> 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada penurunan yang signifikan antara skorposttest I dan posttest II.

  Dengan kata lain tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttest I dan posttest II

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hasil analisis statistik perbandingan posttest I dan posttest II pada kelompok kontrol maupun eksperimen dapat dilihat pada tabel di bawah ini (lihat

  lampiran 9, halaman 127)

  Tabel 14. Hasil Uji Beda Posttest Idan Posttest II Kemampuan Mengingat Test %

  Peningkatan No. Kelompok Signifikansi Keputusan atau

  Posttest I Posttest II

  penurunan Tidak

  1 Kontrol 2,23 2,87 28,70% 0,074 berbeda Tidak

  2 Eksperimen 3,33 3,50 5,10% 0,401 berbeda Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen tidak mengalami penurunan yang signifikan dari skor posttest I ke posttest II. Hal tersebut ditunjukkan pada kelompok kontrol dengan harga M = -0,63, SE = 0,34, Sig.(2-tailed) = 0,074 , sedangkan pada kelompok eksperimen dengan harga M = -,017, SE = 0,19, Sig.(2-tailed) = 0,401.

  Kelima langkah tersebut dapat diringkas dalam grafik yang memperlihatkan skor pretest hingga posttestII

  4

  3.5

  3

  2.5

  2

  1.5

  1 KONTROL

  0.5 EKSPERIMEN PRETEST POSTTEST I POSTTEST II

  Gb.18 Perbandingan antara skor pretest, posttest I dan posttest II kelompok kontrol dan kelompok eksperimen kemampuan mengingat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4.1.2 Pengaruh Penggunaan Inkuiri Terhadap Kemampuan Memahami

  Kemampuan memahami merupakan variabel dependen kedua dalam penelitian ini. Dalam subbab ini akan dibahas pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan memahami. Penelitian dilakukan dengan memberi

  

pretest baik pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Kelas kontrol

  merupakan kelas yang tidak diberi perlakuan metode inkuiri sedangkan kelas eksperimen merupakan kelas yang diberikan perlakuan berupa metode inkuiri dengan materi yang diajarkan sama. Pretest tersebut digunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa pada materi yang akan diajarkan. Apabila penyampain materi sudah selesai kelas kontrol dan kelas eksperimen selanjutnya diberi

  

posttest pada kedua kelas yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakukan

  berupa metode inkuiri serta membandingkan hasil dari kelas kontrol dan kelas eksperimen.

  Data yang telah diperoleh dianalisis dengan uji normalitas menggunakan uji

  

Kolmogorov-Smirnov dengan program IBM SPSS Statistics 20. Uji normalitas

  tersebut untuk menentukan uji statistik yang akan digunakan dalam analisis data responden dengan berdasarkan kriteria berikut :

  1. Jika harga Sig. (2-tailed)> 0,05, distribusi data dikatakan normal.

  2. Jika hargaSig. (2-tailed)< 0,05, distribusi data dikatakan tidak normal. Berdasarkan kriteria diatas diperoleh data seperti pada tabel dibawah ini

  (lihat lampiran9, halaman 119 )

  Tabel 15. Hasil Uji Normalitas Kemampuan Memahami Dengan Kolmogorov- Smirnov

  Nilai No Aspek Keterangan

  Signifikansi

  1 Rata-rata skor Pretest kelompok kontrol 0,151 Normal

  2 Rata-rata skor Posttest I kelompok kontrol 0,238 Normal

  3 Rata-rata skor Pretest kelompok eksperimen 0,153 Normal

  4 Rata-rata skor Posttest I kelompok eksperimen 0,106 Normal

  5 Rata-rata skor Posttest II kelompok kontrol 0,104 Normal

  6 Rata-rata skor Posttest II kelompok eksperimen 0,123 Normal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hasil analisis statistik diatas menunjukkan bahwa pada pretest dan posttest baik untuk kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen memiliki harga Sig.

  

(2-tailed) diatas 0,05 sehingga distribusi data dikatakan yang normal. Menurut

  kriteria semua aspek memiliki distribusi data yang normal maka akan dianalisis dengan statistik parametrik dalam hal ini t-test.

  Pada kemampuan memahami analisis data selanjutnya dilakukan dengan lima langkah. Langkah pertama, menguji perbedaan skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada kemampuan memahami yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki siswa pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen sebelum mendapatkan perlakuan pada masing-masing kelas. Langkah kedua, dilanjutkan dengan menguji perbedaan pretest ke posttest pada masing-masing kelas yang bertujuan untuk mengetahui kenaikan skor pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Langkah ketiga, dilakukan uji perbedaan selisih skor pretest-posstestuntuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri pada kemampuanmemahami. Langkah keempat, dilakukan uji besar pengaruh terhadap kemampuan memahami. Langkah kelima, uji beda posttest I dan posttest II untuk mengetahui retensi pengaruh perlakuan.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan memahami. Hal ini ditunjukkan dengan data skor rata-rata siswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi dengan nilai M = -1,18, SE = 0,20, Sig.(2-tailed) = 0,000 , t(52) = -5,90dibandingkan kelompok kontrol dengan nilai M = -0,45 , SE = 0,22, Sig.(2-tailed) = 0,056 , t(52) = -1,2.Pada uji besar pengaruh juga menunjukan bahwa metode inkuiri memberikan pengaruh dalam kategori besar dengan r = 0,77 dengan presentase 59,29%. Untuk lebih rinci akan dijelaskan sebagai berikut:

4.1.2.1 Uji Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Memahami

  Pada langkah pertama ini dilakukan analisis perbedaan skor pretest pada kelompok kontrol dan skor pretest pada kelompok eksperimen. Uji perbedaan skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimenini betujuan untuk mengetahui sama atau tidaknya kemampuan awal yang dimiliki pada kedua kelompok tersebut. Untuk itu dilakukan uji perbedaan pada aspek

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

memahami menggunakan analisis statistik parametrik independent samples t-

test karena dari uji Kolmogorov-Smirnovharga Sig. (2-tailed) pretest kelompok

  kontrol aspek mengingat yaitu 0,151 dan pretest kelompok eksperimen aspek

  

memahami yaitu 0,153. Kedua harga Sig. (2-tailed)pretest kedua kelompok lebih

  besar dari 0,05 maka distribusi data dapat dikatakan normal. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut : H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua kelompok mempunyai kemampuan awal yang sama. H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretestpada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain lain kedua kelompok mempunyai kemampuan awal yang tidak sama. Kriteria yang digunakan sebagai berikut :

  null i 1. Jika harga Sig. (2-tailed)< 0,05, maka H ditolak dan H diterima.

  Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen.

  null i

  2. Jika harga Sig. (2-tailed)> 0,05, maka H diterima dan H ditolak.Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor

  

pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen.

  Berikut ini merupakan tabel hasil analisis perbandingan pretest pada kemampuan memahami(lihat lampiran 10, halaman 129): Tabel 16. Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Memahami

  Hasil Pretest Signifikasi Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,172 Tidak berbeda

  Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa harga

  Levene’s Test dengan

  tingkat kepercayaan 95% F= 2,96 dan Sig. (2-tailed)= 0,172, maka terdapat homogenitas varian dengan harga harga M = -0,273, SE = 0,19, Sig. (2-tailed)> 0,05 yaitu 0,091. Dari tabel perbandingan skor pretest antara kelompok kontrol

  null

  dan kelompok eksperimen pada kemampuan memahami menunjukkan bahwa H diterima dan H i ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang signifikan antara skor pretestkelompok kontrol dengan kelompok eksperimen atau kedua kelompok berawal dari titik pijak yang sama atau memiliki kemampuan awal yang sama.

4.1.2.2 Uji Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Memahami

  Langkah kedua dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kenaikan skor antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Berdasarkan uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov, pada aspek mengingat kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukan harga

  

Sign.(2-tailed) > 0,05 sehingga data tersebut dikatakan normal. Jika data normal

  maka analisis statistik menggunakan parametrik paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95 %.

  Hipotesis statistiknya sebagai berikut : H null :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. H i :Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest.

  Kriteria yang digunakan sebagai berikut :

  null i 1. Jika harga Sign.(2-tailed)< 0,05, maka H ditolak dan H diterima.

  Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan pada antara pretest ke posttest.

  2. Jika harga Sign.(2-tailed)> 0,05, maka H null diterima dan H i ditolak.

  Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan pada antara pretest ke posttest.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hasil analisis data perbandingan pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel berikut(lihat lampiran 10, halaman

  130) :

  Tabel 17. Perbedaan Skor Pretestke Posttest Kemampuan Memahami Test %

  Kelompok Signifikansi Keputusan No. peningkatan

  Pretest Posttest

  Tidak Berbeda

  1 Kontrol 1,59 2,03 27,67% 0,056 atau tidak ada kenaikan Berbeda atau

  2 Eksperimen 1,86 3,04 62,43% 0,000 ada kenaikan Tabel diatas menunjukkan bahwa siswa pada kelompok eksperimen mencapai skor yang lebih tinggi yaitu dengan nilai M = -1,18, SE = 0,20, Sig.(2-

  

tailed) = 0,000 , t(52) = -5,90dibandingkan kelompok kontroldengan nilai M = -

  0,45 , SE = 0,22, Sig.(2-tailed) = 0,056 , t(52) = -1,2. Pada kelompok kontrol harga Sig.(2-tailed)> 0,05, maka H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan pada antara pretest ke posttest. Berbeda dengan kelompok kelompok eksperimen yang memiliki harga Sig.(2-tailed)< 0,05, maka H null ditolak dan H i diterima sehingga ada perbedaan yang signifikan dari pretest ke posstestatauada kenaikan yang signifikan dari pretest ke posttest. Maka dapat disimpulkan bahwa kemampuanmemahami pada kelompok kontrol tidak ada kenaikan yang signifikan sedangkan pada kelompok eksperimen ada kenaikan yang signifikan.

4.1.2.3 Uji Perbedaan Selisih SkorPretest-Posttest Kemampuan Memahami

  Langkah ketiga dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh metode inkuiri dalam penelitian ini. Penghitungan selisih ini dilakukan dengan cara mengurangkan skor posttest dengan skor pretest pada masing-masing kelompok. Sebelum melakukan uji selisih skor, dilakukan uji normalitas data selisih skor memahami dengan Kolmogorov-Smirnov. Hasil uji selisih skor kemampuan memahamidapat dilihat pada tabel dibawah ini:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-

  Analisis perbedaan ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap kemampuan memahami. Hasil analisis perbedaan selisih skor pretest-posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang dilakukan akan digunakan untuk menarik kesimpulan yang berkaitan dengan hipotesis sehingga dapat diketahui hasil penelitian

  pretest

  Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisihskor

  2. Jika harga Sig. (2-tailed)> 0,05, maka H null diterima dan H i ditolak.

  lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan memahami.

  posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata

  :Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest-posttestkelompok kontrol dan kelompok ekperimen.Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan memahami. Kriteria yang digunakan sebagai berikut : 1. Jika harga Sig. (2-tailed)< 0,05, maka H null ditolak dan H i diterima.

  Tabel 18. Uji Normalitas Uji Selisih Skor No Aspek

  i

  :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest-posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruhsecara signifikan terhadap kemampuan memahami. H

  null

  Hasil uji selisih skor tersebut menunjukkan bahwa data tersebut normal sehingga analisis statistik yang digunakan dalam uji perbandingan kemampuan memahami menggunakan statistik parametrik samples t-tesdengan tingkat kepercayaan 95%. Analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut : H

  2 Selisih skor memahami kelompok eksperimen 0,355 Normal

  1 Selisih skor memahami kelompok kontrol 0,818 Normal

  Nilai Signifikansi Keterangan

  • posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan memahami.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mengafirmasi atau menolak hipotesis penelitian. Berikut merupakan grafik selisih skor pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  1.4

  1.2

  1

  0.8

  0.6

  0.4

  0.2 kelompok kontrol kelompok eksperimen Gb.19 Diagram Skor Selisih Pretest-Posttest Kemampuan Memahami

  Hasil analisis statistik penelitian dengan menggunakan independent samples

  t-test dapat dilihat pada tabel dibawah ini(lihat lampiran 10, halaman 131):

  Tabel 19 Uji Selisih Skor Posttest Kemampuan Memahami Hasil Posttest Signifikasi Keterangan

  Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,020 Berbeda Hasil pengolahan data menunjukkan harga

  Levene’s Test dengan tingkat

  kepercayaan 95% F = 1,2, Sig. (2-tailed)< 0,05 yaitu 0,277, maka terdapat homogenitas varian dengan harga M = -0,73 , SE = 0,30 , t(52) = -2,4, Sig. (2-

  

tailed) = 0,020. Tabel diatas menunjukkan bahwa hasil analisis statistis pada

  kelompok kontrol dan kelompok eksperimen telah menunjukan bahwa H i diterima

  null

  maka H ditolak dengan kata lain mengafirmasi hipotesis bahwa metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan memahami.

4.1.2.4 Uji Besar Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan

  Memahami

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Langkah keempat dilakukan untuk mengetahui pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan memahami. Pengujian ini dilakukan baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Penghitungan analisis menggunakan rumus effect size diperoleh hasil sebagai berikut (lihat lampiran 10,halaman 133):

  Tabel 20.Hasil Uji Besar Pengaruh Metode terhadap Kemampuan Memahami 2 Presentase No. Kelompok t df r R Keterangan

  Efek Size

  1 Kontrol -1,00 28 0,19 0,0361 3,61% Efek r kecil

  2 Eksperimen -5,91 24 0,77 0,5929 59,29% Efek r besar Berdasarkan tabel diatas dapat kita ketahui dari hasil pengolahan data uji pengaruh menunjukkan bahwa metode inkuiri memberikan sumbangan besar terhadap kemampuan memahami siswa, yaitu dengan ditunjukan dengan harga r =

  2

  0,77, t(24) = -5,91, R = 0,5929 yang masuk dalam kategori efek besar dengan persentase efek sebesar 59,29% dibandingkan dengan metode ceramah yang

  2

  menunjukan harga r = 0,19, t(24) = -1,00, R = 0,0361 yang masuk dalam kategori efek menengah dengan persentase efek sebesar 3.61%.

4.1.2.5 Uji Retensi Pengaruh

  Langkah kelima dalam penelitian ini adalah menguji perbedaan pada dan posttest II. Proses pengambilan data untukposttestII ini 2 bulan

  posttest I

  setelah dilakukanya posttestI. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa tetap atau ajeg pengaruh penggunaan sebuah perlakuan. Apabila tidak terdapat perbedaan secara signifikan maka tidak terjadi penurunan yang drastis atau dapat dikatakan stabil. Sebelum dilakukan uji beda data posttest II kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dilakukan uji normalitas terlebih dahulu menggunakan

  

Kolmogorov-Smirnov . Hasil uji normalitas posttest IIkelompok kontrol yaitu

  0,104 dan posttest II kelompok eksperimen yaitu 0,123. Kedua harga Sig. (2-

  

tailed) >0,05 sehingga distribusi data normal. Analisis statistik yang digunakan

  untuk mengetahui retensi perlakuan adalah paired t-test. Hipotesis yang digunakan pada analisis statistik ini adalah:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  null

  Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen tidak mengalami penurunan yang signifikan dari skor posttest I ke posttest II. Hal tersebut ditunjukkan pada kelompok kontrol dengan harga M = 0,12, SE = 0,26, Sig.(2-tailed) = 0,657, sedangkan pada kelompok eksperimen dengan harga M = -0,12, SE = 0,24, Sig.(2-tailed) = 0,629.

  2 Eksperimen 3,04 3,16 3,94% 0,629 Tidak berbeda

  1 Kontrol 2,03 1,91 -5,91% 0,657 Tidak berbeda

  Posttest I Posttest II

  Signifikansi Keputusan

  Test % Peningkatan atau penurunan

  Tabel 21. Hasil Uji Beda Posttest Idan PosttestIIKemampuan Memahami No. Kelompok

  H

  Hasil analisis statistik perbandingan posttest I dan posttest II pada kelompok kontrol maupun eksperimen dapat dilihat pada tabel di bawah ini (lihat

  posttestII .Dengan kata lain tidak ada penurunan yang signifikan yang terjadi antara posttestI dan posttest II.

  2. Jika hargaSig.(2-tailed)> 0,05, Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttestI dan

  Dengan kata lainada penurunan yang signifikan yang terjadi antara posttestI dan posttest II.

  1. Jika harga Sig.(2-tailed)< 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttestI dan posttestII.

  Kriteria yang digunakan adalah:

  Dengankata lain ada penurunan yang signifikan yang terjadi antara skor posttest I danposttest II.

  H

  :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest Idan posttest

II. Dengan kata lain tidak ada penurunan yang signifikan yang terjadi antara skorposttest I danposttest II.

i :Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest Idan posttest II.

  lampiran 10, halaman 134) :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kelima langkah tersebut dapat diringkas dalam grafik yang memperlihatkan skor pretest hingga posttestII

  3.5

  3

  2.5

  2 KONTROL

  1.5 EKSPERIMEN

  1

  0.5 PRETEST POSTTEST I POSTTEST II Gb.20 Perbandingan antara skor pretest, posttest I dan posttest II kelompok kontrol dan kelompok eksperimen kemampuan memahami

4.2 Pembahasan

4.2.1 Kemampuan Mengingat

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan mengingat. Hal tersebut ditunjukkan dengan harga Sig.(2-tailed) sebesar 0,008 atau < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara

  

posttest kelompok kontrol dan posttest kelompok eksperimen. Grafik pada

  kemampuan mengingat menunjukan adanya kenaikan secara signifikan antara skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen. Metode inkuiri yang dikatakan merupakan metode yang dapat membantu siswa dalam memperoleh pengetahuan secara langsung ternyata dapat digunakan untuk dapat mengembangkan kemampuan mengingat siswa dengan baik. Hal itu terbukti pada penelitian ini adanya peningkatan kemampuan mengingat. Pada pengamatan terlihat para siswa apat aktif menjawab pertanyaan-pertanyaan guru dengan tepat.

  Persentase kenaikan pada kelompok eksperimen dapat terjadi karena dalam proses pembelajaran yang menggunakan metode inkuiri para siswa duduk bersama dalam kelompok sehingga dapat saling membantu antar anggota kelompok pada saat melakukan percobaan dan membuktikan hipotesis. Selain itu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  para siswa juga dapat menjawab pertanyaan dari lembar kerja yang telah disediakan peneliti berdasarkan dari hasil percobaan yang dilakukan dalam kelompok. Dari hasil percobaan siswa dapat membuat kesimpulan berdasarkan materi yang sedang dipelajari. Pengetahuan yang didapatkan siswa secara langsung didukung adanya alat-alat yang dibuat sesuai dengan materi sehingga dapat membantu siswa dalam membuktikan hipotesis yang telah dibuat pada tahap pembelajaran inkuiri sehingga kemampuan mengingat siswa dapat berkembang dengan baik. Selain itu, dalam uji retensi yang dilakukan setelah 2 bulan diberi metode inkuiri tidak ada kenaikan atau penurunan skor yang signifikan. Hal itu menunjukkan keajegan pengaruh metode inkuiri.

  Analisis data pada kemampuan mengingat ini dilakukan dengan cara menguji perbandingan skor pretest, kemudian dilakukan uji perbedaan pretest ke

  

posttest dan uji selisih skor. Untuk mengetahui berapa besar pengaruh metode

  inkuiri dilakukan uji pengaruh dan retensi perlakuan yang juga memperkuat penghitungan dalam penelitian ini.

4.2.2 Kemampuan Memahami

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan memahami. Hal tersebut ditunjukkan dengan harga Sig.(2-tailed) sebesar 0,020 atau < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara

  

posttest kelompok kontrol dan posttest kelompok eksperimen. Grafik pada

  kemampuan memahami menunjukkan adanya kenaikan secara signifikan antara skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen. Metode inkuiri yang dikatakan merupakan metode yang dapat membantu siswa dalam memperoleh pengetahuan secara langsung ternyata dapat digunakan untuk dapat mengembangkan kemampuan memahami siswa dengan baik. Hal itu terbukti pada penelitian ini adanya peningkatan kemampuan memahami. Pada pengamatan terlihat siswa dapat memberikan contoh-contoh sifat-sifat cahaya lain yang ada di sekitar lingkungan rumah.

  Presentase kenaikan pada kelompok eksperimen dapat terjadi karena dalam proses pembelajaran yang menggunakan metode inkuiri para siswa benar- benar dapat menggunakan alat-alat yang mendukung adanya pengetahuan yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  didapatkan siswa sehingga materi pembelajaran dapat dipahami dengan baik oleh siswa. Selain itu, para siswa juga aktif dalam menggunakan alat. Contohnya, pada langkah kerja siswa diminta untuk menyorotkan senter ke kertas, namun setelah mengetahui apa yang terjadi setelah senter disorotkan maka anak tersebut mencobakan pada benda-benda disekitar kelas dan melaporkan kepada guru kelas atas apa yang dia lakukan. Hal ini menunjukkan bahwa metode inkuiri dapat memfasilitasi siswa untuk dapat mengembangkan kemampuan memahami. Selain itu, dalam uji retensi yang dilakukan setelah 2 bulan diberi metode inkuiri tidak ada kenaikan atau penurunan skor yang signifikan. Hal itu menunjukkan keajegan pengaruh metode inkuiri.

  Analisis data pada kemampuan memahami ini dilakukan dengan cara menguji perbandingan skor pretest, kemudian dilakukan uji perbedaan pretest ke posttest dan uji selisih skor. Untuk mengetahui berapa besar pengaruh metode inkuiri dilakukan uji pengaruh dan retensi perlakuan yang juga memperkuat penghitungan dalam penelitian ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini akan dibahas mengenai kesimpulan dari hasil penelitian, keterbatasan penelitian, dan saran untuk penelitian selanjutnya.

5.1 Kesimpulan

  Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian yang dilakukan terhadap siswa- siswa kelas V SDN Tamanan I pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  5.1.1 Penggunaan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan mengingat

  pada pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya siswa kelas V SDN Tamanan I Yogyakarta. Hal ini ditunjukkan harga Sig. (2-tailed)< 0,05 yaitu 0,451 dengan harga

  Levene’s TestF = 0,576. Hasil uji t menunjukkan harga Sig. (2-tailed) = 0,008, M = -1,00 , SE = 0,36 , t(52) = -2,78. Pada uji besar

  pengaruh juga menunjukkan bahwa metode inkuiri memberikan pengaruh dalam kategori besar dengan r = 0,76 dengan presentase sebesar 57,76%. Berdasarkan kriteria di atas dapat diketahui bahwa H i diterima maka H null ditolak. Pada uji retensi pengaruh perlakuan selama kurang lebih 2 bulan setelah diberikan perlakuan menunjukkan bahwa retensi pengaruh pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak mengalami penuruan yang signifikan dari skor posttest I ke posttest II. Hal ini ditunjukan dengan harga M = -,017, SE = 0,19, Sig. (2-tailed) = 0,401 untuk kelompok eksperimen sedangkan harga M = -0,63, SE = 0,34, Sig.(2-tailed) = 0,074 untuk kelompok kontrol. Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak mengalami penurunan namun mengalami kenaikan skor sebesar 5,10% untuk kelompok eksperimen dan 28,70% untuk kelompok kontrol.

  5.1.2 Penggunaan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan memahami

  pada pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya siswa kelas V SDN Tamanan I Yogyakarta. Hal ini ditunjukkan harga Sig. (2-tailed)< 0,05 yaitu 0,277 pada harga dengan harga

  Levene’s Test F = 1,2. Hasil uji t

  menunjukkan harga Sig.(2-tailed) = 0,020, M = -0,73 , SE = 0,30 , t(52) = - 2,4. Pada uji besar pengaruh juga menunjukan bahwa metode inkuiri

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  memberikan pengaruh dalam kategori besar dengan r = 0,77 dengan persentase sebesar 59,29%%. Berdasarkan kriteria di atas dapat diketahui bahwa H i diterima maka H null ditolak. Pada uji retensi pengaruh perlakuan selama kurang lebih 2 bulan setelah diberikan perlakuan menunjukkan bahwa retensi pengaruh pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak mengalami penuruan yang signifikan dari skor posttest I ke posttest II. Hal ini ditunjukkan dengan harga M = -0,12, SE = 0,24, Sig.(2-tailed) = 0,629 untuk kelompok eksperimen sedangkan harga M = 0,12, SE = 0,26,

  Sig.(2-tailed) = 0,657 untuk kelompok kontrol. Kelompok kontrol

  mengalami penurunan skor sebesar 5,91% sedangkan kelompok eksperimen tidak mengalami penurunan namun mengalami kenaikan skor sebesar 3,94%.

  5.2 Keterbatasan Penelitian

  1. Pada kelas kontrol banyak waktu luang setelah pembelajaran karena sempitnya materi dan soal latihan yang kurang dapat dimaksimalkan tepat waktu sesuai dengan yang telah direncanakan. Hal ini karena kegiatan pada kelompok kontrol hanya materi dijelaskan oleh guru lalu latihan soal.

  2. Pada kelas eksperimen para siswa yang aktif menggunakan alat menjadi kurang dapat terkontrol karena siswa terlalu asyik dengan alat sehingga kurang memperhatikan jika sudah masuk pada materi baru.

  5.3 Saran

  Berikut ini merupakan saran untuk penelitian selanjutnya :

  1. Dapat mengoptimalkan soal-soal latihan sehingga waktu dapat sesuai dengan yang direncanakan.

  2. Apabila dalam penelitian menggunakan alat yang digunakan oleh siswa, sebaiknya siswa dikondisikan untuk menggunakan alat sesuai penggunaan dalam proses pembelajaran sehingga siswa tetap fokus dalam pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Amien,M.(1987).Mengajarkan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan

  menggunaka n Metode “Discovery” dan “Inquiry” bagian I.

  Jakarta:Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Anderson,L.W.&Krathwohl,D.R.(2010).Kerangkalandasan untuk pembelajaran

  pengajaran dan assesmen .Yogyakarta: Pustaka Pelajar

  Aryani, L. D. (2011). Pengaruh metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan

  kemampuan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA SDK Wirobrajan. Skripsi tidak dipublikasikan. Yogyakarta: Skripsi

  Mahasiswa Sanata Dharma. Azmiyawati, C.(2008). IPA salingtemas 5. Jakarta: Pusat Perbukuan Eggen, P&K, Don.(2012). Strategi dan model pembelajaran mengajarkan konten dan keterampilan berpikir . Jakarta: Indeks.

  Field,A.(2009).Discovering statistic using SPSS. Third edition.London:Sage Ghozali, I. (2008). Desain penelitian eksperimental. Badan Penerbit Universitas Diponegoro: Semarang.

  Gitawati, M.S.(2012). Pengaruh penggunaan metode Mind Map terhadap

  kemampuan mengigat dan memahami pada pembelajaran IPA di SDK Sengkan . Skripsi tidak dipublikasikan. Yogyakarta: Skripsi Mahasiswa

  Univeristas Sanata Dharma Gulo,W.(2002). Metodologi penelitian. Jakarta:PT Grasindo Hermana, D.(2009).Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA):kelas 5 SD .Kanisius:Yogyakarta.

  Iskandar, S.(2001). Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung: CV. Maulana. Iskandar, S.(1997). Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung: CV. Maulana. Johnson, B. & Christensen, L.(2008). Educational research, quantitative,

  qualitative, and mixed approaches, third edition . California: Sage Publications.

  Krathwohl, D. R. (1998). Method of educational and social science research, an : Waveland

  integrated approach, second edition. Illiois

  Lestari, M.S.(2011). Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi

  belajar dan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA SDK Ganjuran . Skripsi tidak dipublikasikan. Yogyakarta:Skripsi Mahasiswa

  Universitas Sanata Dharma.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Nazir,Moh.(2005).Metode penelitian.Ciawi:Penerbit Ghalia Indonesia Ningsih, K.A.(2012). Peningkatan aktivitas dan hasil belajar menggunakan metode inkuiri pada mata pelajaran Pkn.

  Diakses tanggal 10 Juni 2013 :

  

  Priyatno,D. (2012).Belajar praktis analisis parametrik dan non parametrik dengan SPSS .Yogyakarta:Penerbit Gava Media. Purwanto. (2009). Evaluasi hasil belajar. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Putriyana, S. N.(2012). Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menerapkan dan mencipta pada mata pelajaran IPA SDK Sengkan .

  Skripsi tidak dipublikasikan. Yogyakarta:Skripsi Mahasiswa Universitas Sanata Dharma. Rapi, I.(2008). Pengaruh model pembelajaran dan penalaran formal terhadap penguasaan konsep Fisika dan sikap ilmiah siswa SMAN 4 Singaraja.

  Singaraja:Lembaga Penelitian Undhiksa Diakses pada tanggal 22 Februari 2013:

  

  Sanjaya, W.(2006).Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan .Jakarta:Kencana. Sarwono.(2010).Belajar statistik menjadi mudah dan cepat.Yogyakarta:C.V Andi Offset. Simamora. N.S. R. (2008). Buku ajar pendidikan dan keperawatan. Jakarta: Perpustakaan Nasional. Sriningsih.V.(2011). Pengaruh metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan

  kemampuan berfikir kritis kategori afektif umum pada mata pelajaran

  IPA SDK Wirobrajan .Yogyakarta: Skripsi mahasiswa Universitas sanata Dhrama.

  Sugiyono.(2008).Metode penelitian kuantitatifdan R & D.Bandung: Penerbit Alfabeta Sulistyo, J. (2010). 6 hari jago SPSS 17. Yogyakarta: Cakrawala.

  Suparno, P. (2007). Riset Tindakan untuk pendidik:action reasearch. Grasindo:Jakarta. Tim Penyusun Kamus Pusat pembinaan dan Pengembangan

  Bahasa.(1991).Kamus besar bahasa indonesia edisi kedua.Jakarta: Balai Pustaka.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Trianto(2009).Mendesain model pembelajaran inovatif progresif.Jakarta:Kencana Perdana Media Group. Trisnawati,A .(2012).Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap

  kemampuan menginat dan memahami pada mata pelajaran di SDK Sorowajan Yogyakarta. Skripsi tidak dipublikasikan.

  Yogyakarta:Skripsi Mahasiswa Universitas Sanata Dharma

  

LAMPIRAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 1 : Silabus Kelompok Kontrol

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 2 : Silabus Kelompok Eksperimen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 3 : RPP Kelompok Kontrol

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 4 : RPP Kelompok Eksperimen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 5: Kasus dan Soal Essay Penelitian

  Nama : Kelas :

  

KASUS

  Ruang kelas Adi memiliki jendela yang terbuat dari kaca. Ruang kelas Adi setiap hari dibersihkan sehingga lantai terlihat bersih dan mengkilap. Setiap pagi, Adi merasa terganggu oleh sinar matahari yang memasuki ruang kelas melalui kaca jendela tersebut. Sinar matahari yang terlalu terang membuat Adi tidak dapat berkonsentrasi mengikuti pelajaran. Selain Adi, beberapa teman Adi juga merasa terganggu karena lantai ruang kelas yang terkena sinar matahari menyilaukan mata mereka. Jawablah soal di bawah ini berdasarkan kasus di atas pada tempat jawaban yang telah disediakan!

  1. Sebutkan 5 sifat cahaya dan berilah contoh masing-masing! Jawab: a. ..................................................................................................................

  Contoh............................................................................................................

  b. .................................................................................................................. Contoh............................................................................................................

  c. .................................................................................................................. Contoh............................................................................................................

  d. .................................................................................................................. Contoh............................................................................................................

  e. .................................................................................................................. Contoh............................................................................................................

  2. Termasuk sifat cahaya manakah peristiwa cahaya matahari yang memasuki ruang kelas melelui kaca jendela? Jawab:.............................................................................................................

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berilah 4 contoh peristiwa yang serupa dengan sifat cahaya tersebut! a. ..................................................................................................................

  b. ..................................................................................................................

  c. ..................................................................................................................

  d. ..................................................................................................................

  3. Sebutkan 2 cara agar cahaya matahari tidak mengenai mata Adi secara langsung sehingga tidak mengganggu konsentrasinya! Jelaskan alasanmu! Jawab: Cara ke-1 : ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ Alasan : ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ Cara ke-2 : ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ Alasan : ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................

  4. Bagaimana sifat lantai yang seharusnya digunakan agar tidak menyilaukan mata? Jawab: ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ Jelaskan alasanmu! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5. Lebih efektif mana menutupnkaca jendela dengan menggunakan kain gorden atau mengganti kaca jendela tersebut dengan kaca yang lebih gelap agar cahaya matahari tidak menyilaukan mata secara langsung? Jawab: ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ Jelaskan alasanmu : ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................

  6. Buatlah rancangan percobaan yang membuktikan bahwa cahaya dapat menembus benda bening lengkap dengan pertanyaan (rumusan masalah), jawaban semestara (hipotesis), 5 alat dan bahan serta langkah percobaannya secara runtut.

  Pertanyaan (rumusan masalah) : ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ Jawaban sementara (hipotesis) : ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ Alat dan bahan : 1. .................................................................................................................. 2. .................................................................................................................. 3. .................................................................................................................. 4. .................................................................................................................. 5. .................................................................................................................. Langkah percobaan : ........................................................................................................................

  ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ..............................................................................................................

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 6: Rubrik Penilaian

No Variabel Aspek Indikator Kriteria Skor

  • Jika menyebutkan 4-5 contoh peristiwa yang

  4 menunjukkan sifat-sifat cahaya dengan tepat

  • Jika menyebutkan 2-3

  3 contoh peristiwa yang menunjukkan sifat-sifat cahaya dengan tepat

  Mengenali berbagai peristiwa

  • Jika menyebutkan 1 Mengenali berdasarkan sifat- contoh peristiwa yang sifat cahaya menunjukkan sifat-sifat

  2 cahaya dengan tepat

  • Jika menyebutkan contoh peristiwa yang

  1 menunjukkan sifat-sifat cahaya dengan tidak tepat/ tidak menjawab

  • Jika menunjukkan 4-5

  4 contoh peristiwa yang menunjukkan sifat-sifat cahaya dengan tepat

  • Jika menunjukkan 2-3 contoh peristiwa yang

1 Mengingat

  menunjukkan sifat-sifat

  3 Mengidentifikasi cahaya dengan tepat berbagai peristiwa

  Mengidentifikasi * Jika menunjukkan 1 berdasarkan sifat- contoh peristiwa yang sifat cahaya menunjukkan sifat-sifat

  2 cahaya dengan tepat

  • Jika menunjukkan contoh peristiwa yang menunjukkan sifat-sifat

  1 cahaya dengan tidak tepat

  • jika dapat menyebutkan 4-5

  4 sifat-sifat cahaya dengan tepat

  • Jika dapat menyebutkan 2-

  3 3 sifat-sifat cahaya dengan Menyebutkan tepat

  Mengingat kembali sifat-sifat cahaya *Jika dapat menyebutkan 1 sifat-sifat cahaya dengan

  2 tepat

  • Jika menyebutkan sifat-

  1 sifat cahaya dengan tidak tepat/tidak menjawab

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • Jika dapat memberi

  4 contoh 4-5 peristiwa berdasarkan sifat-sifat cahaya dengan tepat

  • Jika dapat memberi contoh 2-3 peristiwa

  3 berdasarkan sifat-sifat Mengambil contoh cahaya dengan tepat peristiwa

  Mengambil

  • Jika dapat memberi berdasarkan sifat- contoh 1 peristiwa sifat cahaya

  2 berdasarkan sifat-sifat cahaya dengan tepat

  • Jika memberi contoh peristiwa berdasarkan

  1 sifat-sifat cahaya dengan tidak tepat/tidak menjawab

  • Jika dapat menafsirkan peristiwa berdasarkan

  4 sifat-sifat cahaya dengan tepat.

  • Jika dapat menafsirkan peristiwa berdasarkan sifat-sifat cahaya dengan

  Menafsirkan

  3 kurang tepat peristiwa

  Menafsirkan berdasarkan sifat-

  • Jika dapat menafsirkan sifat cahaya peristiwa berdasarkan

  2 sifat-sifat cahaya denga1n tidak tepat

  • Jika tidak dapat menafsirkan peristiwa

  1 berdasarkan sifat-sifat cahaya/ tidak menjawab

  • Jika dapat memberi contoh

  3-4 peristiwa cahaya

  4 menembus benda bening

2 Memahami

  dengan tepat

  • Jika dapat memberi contoh 2 peristiwa cahaya

  3 menembus benda bening Memberi contoh dengan tepat

  Mencontoh atau peristiwa * Jika dapat memberi meniru berdasarkan sifat- contoh 1 peristiwa cahaya

  2 sifat cahaya menembus benda bening dengan tepat

  • Jika memberi contoh peristiwa cahaya menembus benda bening

  1 dengan tidak tepat/tidak menjawab

  • Jika dapat Mengelompokan mengelompokan 3-4 peristiwa

  4 peristiwa cahaya yang Mengklasifikasikan berdasarkan sifat- dapat menembus benda sifat cahaya bening dengan tepat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • Jika dapat mengelompokan

  3 2 peristiwa cahaya yang dapat menembus benda bening dengan tepat

  • Jika dapat mengelompokan 1 peristiwa cahaya yang dapat menembus benda

  2 bening dengan tepat

  • Jika mengelompokkan

  1 peristiwa cahaya yang dapat menembus benda bening dengan tidak tepat/tidak menjawab

  • jika dapat menjelaskan terjadinya peristiwa berdasarkan sifat-sifat

  4 cahaya dengan tepat

  • jika dapat menjelaskan terjadinya peristiwa

  3 berdasarkan sifat-sifat Menjelaskan cahaya dengan kurang tepat peristiwa

  Menjelaskan

  • jika dapat menjelaskan berdasarkan sifat- sifat cahaya terjadinya peristiwa berdasarkan sifat-sifat

  2 cahaya dengan tidak tepat

  • jika tidak dapat

  1 menjelaskan terjadinya peristiwa berdasarkan sifat- sifat cahaya/tidak menjawab

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Cahaya dapat diuraikan

  2. Senter yang disorotkan pada gelas

  1. Cahaya matahari masuk melalui kaca jendela

  2 Memahami Menafsirkan Cahaya dapat menembus benda bening Mencontohkan

  5. Senter yang dinyalakan cahayanya terlihat lurus

  4. Adanya peristiwa pelangi dengan berbagai warna

  3. Pensil yang dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air jernih akan terlihat patah

  2. Lampu senter yang disorotkan ke kaca

  1. Cahaya matahari yang masuk melalui kaca jendela

  5. Cahaya dapat dipantulkan Mengambil

  4. Cahaya merambat lurus

  

Lampiran 7: Kunci Jawaban Soal

No Variabel Aspek Jawaban

  1 Mengingat Mengenali

  1. Cahaya dapat menembus benda bening

  5. Senter yang dinyalakan cahayanya terlihat lurus Mengingat kembali

  4. Adanya peristiwa pelangi dengan berbagai warna

  3. Pensil yang dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air jernih akan terlihat patah

  2. Lampu senter yang disorotkan ke kaca

  5. Senter yang dinyalakan cahayanya terlihat lurus Mengidentifikasi 1. Cahaya matahari yang masuk melalui kaca jendela

  4. Adanya peristiwa pelangi dengan berbagai warna

  3. Pensil yang dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air jernih akan terlihat patah

  2. Lampu senter yang disorotkan ke kaca

  1. Cahaya matahari yang masuk melalui kaca jendela

  2. Cahaya dapat di biaskan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dapat menembus kaca bening

  3. Cahaya lilin yang dapat menembus plastik bening

  4. Cahaya lampu yang dapat menembus kaca pada mobil Mengklasifikasi

  1. Cahaya matahari masuk melalui kaca jendela

  2. Senter yang disorotkan pada gelas dapat menembus kaca bening

  3. Cahaya lilin yang dapat menembus plastik bening

  4. Cahaya lampu yang dapat menembus kaca pada mobil Menjelaskan Cahaya dapat menembus benda bening

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 8: Hasil Analisis SPSS Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1. Uji Validitas

  a. Uji Validitas 6 Kemampuan

  Correlations

  total s1 s2 s3 s4 s5 s6 Pearson ** ** ** * ** ** 1 .559 .605 .433 .630 .552 .708 Correlation total Sig. (2-tailed) .001 .000 .017 .000 .002 .000 N

  30

  30

  30

  30

  30

  30

  30 ** Pearson

  .559 1 .343 .307 .160 .246 .123 Correlation s1 Sig. (2-tailed) .001 .063 .099 .400 .191 .518 N

  30

  30

  30

  30

  30

  30

  30 Pearson

  • * ** .605 .343

  1 -.067 .178 .199 .409 Correlation s2 Sig. (2-tailed) .000 .063 .726 .348 .293 .025 N

  30

  30

  30

  30

  30

  30

  30 * Pearson

  .433 .307 -.067 1 .168 .090 .140 Correlation s3 Sig. (2-tailed) .017 .099 .726 .375 .637 .460 N

  30

  30

  30

  30

  30

  30

  30 ** Pearson

  .630 .160 .178 .168 1 .143 .327 Correlation s4 Sig. (2-tailed) .000 .400 .348 .375 .450 .078 N

  30

  30

  30

  30

  30

  30

  30 **

  • * Pearson .552 .246 .199 .090 .143

  1 .390 Correlation s5 Sig. (2-tailed) .002 .191 .293 .637 .450 .033 N

  30

  30

  30

  30

  30

  30

  30 Pearson ** * * .708 .123 .409 .140 .327 .390

  1 Correlation s6 Sig. (2-tailed) .000 .518 .025 .460 .078 .033 N

  30

  30

  30

  30

  30

  30

  30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  • . Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. Uji Validitas Kemampuan Mengingat

  

Correlations

  total aspek1 aspek2 aspek3 aspek4 ** ** ** ** Pearson Correlation 1 .697 .831 .736 .854 total Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 N

  30 ** * *

  30

  30

  30

  30 Pearson Correlation .697 1 .296 .422 .458 aspek1 Sig. (2-tailed) .000 .112 .020 .011 N

  30

  30

  30

  30

  30 ** ** ** Pearson Correlation .831 .296 1 .511 .773 aspek2 Sig. (2-tailed) .000 .112 .004 .000 N

  30 ** ** * *

  30

  30

  30

  30 Pearson Correlation .736 .422 .511 1 .403 aspek3 Sig. (2-tailed) .000 .020 .004 .027 N

  30

  30

  30

  30 * ** * **

  30 Pearson Correlation .854 .458 .773 .403

  1 aspek4 Sig. (2-tailed) .000 .011 .000 .027 N

  30

  30

  30

  30

  30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  • . Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

  c. Uji Validitas Kemampuan Memahami

  

Correlations

  total aspek1 aspek2 aspek3 aspek4 ** ** ** ** Pearson Correlation 1 .883 .871 .866 .859 total Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 N

  30

  30

  30

  30

  30 ** ** ** ** Pearson Correlation .883 1 .596 .567 .854 aspek1 Sig. (2-tailed) .000 .001 .001 .000 N

  30

  30

  30

  30

  30 ** ** ** ** Pearson Correlation .871 .596 1 .974 .527 aspek2 Sig. (2-tailed) .000 .001 .000 .003 N

  30

  30

  30

  30

  30 ** ** ** ** Pearson Correlation .866 .567 .974 1 .544 aspek3 Sig. (2-tailed) .000 .001 .000 .002 N

  30

  30

  30

  30 ** ** ** **

  30 Pearson Correlation .859 .854 .527 .544

  1 aspek4 Sig. (2-tailed) .000 .000 .003 .002 N

  30

  30

  30

  30

  30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Uji Reliabilitas

  a. Uji Reliabilitas 6 Kemampuan

  Case Processing Summary

  N % Valid a 30 100.0

  Cases Excluded .0 Total 30 100.0

  a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics

  Cronbach's N of Items Alpha

  .606

  6

  b. Uji Reliabilitas Kemampuan Mengingat

  Case Processing Summary

  N % Valid a 30 100.0 Excluded .0

  Cases Total 30 100.0

  a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics

  Cronbach's N of Items Alpha

  .786

  4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. Uji Reliabilitas Kemampuan Memahami

  Case Processing Summary

  N % Valid a 30 100.0

  Cases Excluded .0 Total 30 100.0

  a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics

  Cronbach's N of Items Alpha

  .890

  4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 9: Hasil Analisis SPSS Kemampuan Mengingat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

e. Uji Besar Pengaruh

  • Kelompok kontrol

  2

  = √

  2

  • 2

  (−1,87)

  = √

  2 (−1,87) + 28 3,4969

  = √

  31,4969

  = √0,1110

  0,33 =

  2

  2

  = 0,1089 = 0,33

  Persentase efek = 0,1089 x 100% = 10,89%

  • Kelompok eksperimen

  2

  = √

  • 2

  2 (−5,80)

  = √

  2 (−5,80) + 24 33,64

  = √

  57,64

  = √0,5836

  0,76

  =

  2

  2

  = 0,5776 = 0,76

  Persentase efek = 0,5776 x 100% = 57,76%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 10: Hasil Analisis SPSS Kemampuan Memahami

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

d. Uji Besar Pengaruh

  • Kelompok kontrol

  2

  = √

  2

  • 2

  (−1,00)

  = √

  2 (−1,00) + 28

  1

  = √

  29

  = √0,0344

  = 0,19

  2

  2

  = 0,0361 = 0,19

  Persentase efek = 0,0361x 100% = 3,61 %

  • Kelompok eksperimen

  2

  = √

  • 2

  2 (−5,91)

  = √

  2 (−5,91) + 24 34,9281

  = √

  58,9281

  =

  √0,5927 = 0,77

  2

  2

  = 0,5929 = 0,77

  Persentase efek = 0,5929x 100% = 59,29%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  24

  1

  1

  23

  1

  1

  1

  1

  3

  1

  3

  2

  3

  25

  2

  2

  1

  2

  1

  22

  1

  2

  3

  3

  1

  3

  19

  2

  2

  2

  20

  3

  4

  4

  4

  4

  21

  3

  3

  2

  26

  1

  1

  5

  4

  1 Mengingat Mengenali

  15

  8

  5

  1 Mengingat Kembali

  15

  8

  1 Mengidentifikasi

  2

  11

  12

  5

  1 Mengambil

  15

  8

  5

  1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  1

  3

  1

  1

  27

  1

  1

  1

  1

  28

  1

  2

  Variabel Aspek Skor

  1

  29

  1

  1

  2

  1 2.

   Rangkuman Nilai Pretest

  No Soal

  18

  

Lampiran 11: Rekap Nilai Kemampuan Mengingat Kelompok Kontrol

1. Nilai Pretest No.

  Aspek Mengenali

  1

  5

  2

  2

  2

  2

  6

  1

  1

  1

  3

  7

  1

  1

  1

  1

  8

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  Mengingat Kembali

  Mengidentifikasi Mengambil

  1

  1

  1

  3

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  1

  1

  2

  1

  4

  1

  9

  1

  1

  3

  14

  2

  2

  3

  2

  15

  1

  2

  3

  1

  16

  2

  2

  1

  2

  17

  1

  3

  3

  1

  11

  1

  2

  1

  10

  1

  1

  2

  1

  2

  13

  2

  1

  2

  12

  1

  1

  2

  1

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Nilai Posttest I No.

  4

  1

  23

  1

  1

  1

  1

  24

  4

  4

  1

  4

  25

  2

  2

  4

  2

  26

  1

  22

  1

  20

  4

  4

  4

  19

  2

  2

  3

  2

  2

  4

  2

  3

  2

  21

  1

  1

  1

  1

  4

  4

  18

  4

  1 Mengingat Mengenali

  12

  8

  4

  5 Mengingat Kembali

  12

  8

  5 Mengidentifikasi

  3

  9

  1

  5

  13 Mengambil

  12

  8

  4

  5 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4

  2

  4

  3

  27

  1

  1

  4

  1

  28

  3

  3

  3

  1

  29

  2

  2

  4

  2 4.

   Rangkuman Nilai Posttest I

  No Soal

  Variabel Aspek Skor

  4

  Aspek Mengenali

  Mengingat Kembali

  1

  1

  1

  4

  1

  6

  1

  1

  1

  7

  1

  3

  3

  4

  3

  8

  2

  2

  4

  5

  1

  9

  1

  Mengidentifikasi Mengambil

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  2

  3

  4

  2

  14

  1

  1

  1

  1

  15

  1

  1

  1

  1

  16

  2

  2

  3

  2

  17

  3

  3

  1

  1

  3

  2

  4

  3

  10

  1

  1

  1

  1

  11

  2

  1

  1

  2

  12

  4

  4

  4

  4

  13

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5. Nilai Posttest II No.

  4

  4

  23

  4

  3

  3

  4

  24

  4

  4

  4

  4

  25

  3

  2

  2

  3

  26

  4

  22

  4

  20

  1

  1

  1

  19

  1

  1

  1

  1

  4

  1

  3

  3

  4

  21

  4

  3

  3

  4

  1

  1

  18

  2

  1 Mengingat Mengenali

  8

  1

  2

  18 Mengingat Kembali

  8

  1

  18 Mengidentifikasi

  3

  9

  4

  5

  11 Mengambil

  8

  1

  2

  18 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4

  2

  1

  1

  27

  3

  2

  2

  3

  28

  1

  1

  1

  1

  29

  1

  2

  2

  1 6.

   Rangkuman Nilai Posttest II

  No Soal

  Variabel Aspek Skor

  1

  Aspek Mengenali

  Mengingat Kembali

  4

  4

  4

  4

  4

  6

  4

  1

  1

  7

  4

  4

  4

  4

  4

  8

  4

  4

  3

  5

  4

  9

  1

  Mengidentifikasi Mengambil

  1

  4

  4

  2

  2

  2

  1

  1

  4

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  14

  4

  4

  4

  4

  15

  1

  1

  1

  4

  16

  4

  1

  1

  4

  17

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  10

  4

  4

  4

  4

  11

  3

  4

  3

  4

  12

  4

  4

  4

  4

  13

  4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  20

  1

  1

  3

  1

  21

  2

  2

  2

  2

  22

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  17

  1

  2

  3

  1

  18

  1

  1

  1

  1

  19

  23

  2

  1

  2 Mengidentifikasi

  8

  2

  2 Mengingat Kembali

  13

  8

  2

  5

  1 Mengingat Mengenali

  11

  7

  2 Mengambil

  13

  8

  2

  2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  13

  4

  3

  1

  2

  24

  1

  1

  1

  1

  25

  1

  3

  1

  1 2.

   Rangkuman Nilai Pretest

  No Soal

  Variabel Aspek Skor

  1

  2

  16

  

Lampiran 12: Rekap Nilai Kemampuan Mengingat Kelompok Kontrol

1. Nilai Pretest No.

  Aspek Mengenali

  2

  1

  1

  5

  2

  2

  3

  6

  1

  2

  2

  2

  2

  7

  3

  3

  1

  4

  3

  2

  Mengingat Kembali

  Mengidentifikasi Mengambil

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  3

  1

  1

  2

  3

  8

  1

  3

  1

  2

  1

  13

  2

  2

  2

  12

  14

  4

  4

  4

  4

  15

  1

  1

  4

  1

  1

  1

  3

  1

  9

  1

  1

  2

  10

  4

  1

  1

  2

  1

  11

  4

  4

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Nilai Posttest I No.

  3

  20

  1

  1

  4

  1

  21

  3

  4

  4

  3

  22

  4

  4

  3

  1

  1

  1

  4

  4

  4

  3

  4

  17

  4

  4

  23

  4

  18

  1

  1

  4

  1

  19

  4

  4

  4

  1

  1 Mengingat Mengenali

  4

  1

  6

  14 Mengingat Kembali

  4

  6

  3

  14 Mengidentifikasi

  7

  18 Mengambil

  4

  1

  6

  14 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4

  2

  4

  2

  4

  4

  24

  2

  2

  4

  25

  1

  3

  3

  4

  3 4.

   Rangkuman Nilai Posttest I

  No Soal

  Variabel Aspek Skor

  16

  Aspek Mengenali

  Mengingat Kembali

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  4

  6

  4

  3

  3

  3

  3

  7

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  Mengidentifikasi Mengambil

  1

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  8

  4

  4

  4

  3

  4

  13

  4

  4

  4

  12

  14

  1

  1

  4

  1

  15

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  9

  4

  4

  3

  10

  4

  4

  4

  4

  4

  11

  4

  4

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5. Nilai Posttest II No.

  4

  4

  3

  3

  4

  20

  4

  4

  3

  4

  21

  4

  4

  2

  4

  19

  4

  3

  3

  2

  4

  16

  3

  2

  2

  17

  4

  4

  4

  4

  4

  18

  3

  22

  2

  2

  21 Mengingat Kembali

  1

  2

  3

  4

  1 Mengingat Mengenali

  4

  4

  No Soal

  21 Mengidentifikasi

  12

  4

  9 Mengambil

  4

  21 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Variabel Aspek Skor

   Rangkuman Nilai Posttest II

  4

  24

  3

  23

  4

  3

  3

  4

  4

  4 6.

  4

  2

  4

  25

  4

  4

  2

  4

  Aspek Mengenali

  Mengingat Kembali

  4

  4

  4

  5

  4

  2

  2

  6

  4

  3

  4

  2

  3

  7

  4

  4

  4

  4

  2

  Mengidentifikasi Mengambil

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  12

  4

  2

  2

  4

  13

  3

  2

  3

  4

  14

  4

  4

  4

  4

  4

  8

  4

  4

  2

  2

  4

  9

  4

  4

  4

  4

  10

  4

  4

  4

  4

  11

  15

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1

  2

  2

  1

  23

  1

  1

  1

  24

  22

  1

  2

  2

  1

  25

  1

  1

  1

  1

  1

  26

  1

  3

  3

  3

  3

  19

  2

  1

  2

  1

  20

  4

  2

  2

  4

  21

  1

  1

  1

  1

  2

  14

  3

  4

  2 Mengingat Menafsirkan

  20

  6

  1

  2 Mencontohkan

  10

  1

  5 Mengklasifikasi

  14

  10

  5 Menjelaskan

  20

  6

  1

  2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  Variabel Aspek Skor

  2

  1

  2

  1

  27

  1

  2

  2

  1

  28

  2

  No Soal

  2

  1

  29

  2

  2

  2

  2 2.

   Rangkuman Nilai Pretest

  18

  

Lampiran 13: Rekap Nilai Kemampuan Memahami Kelompok Kontrol

1. Nilai Pretest No.

  Aspek Menafsirkan Mencontohkan Mengklasifikasi Menjelaskan

  1

  1

  1

  1

  6

  1

  3

  3

  7

  5

  1

  1

  1

  1

  8

  2

  2

  2

  1

  2

  9

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  3

  3

  1

  1

  1

  1

  4

  2

  3

  2

  1

  2

  3

  14

  4

  1

  1

  4

  15

  1

  3

  1

  1

  16

  1

  1

  1

  1

  17

  2

  1

  1

  3

  1

  3

  1

  10

  1

  1

  1

  1

  11

  1

  1

  1

  1

  12

  2

  1

  1

  2

  13

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Nilai Posttest I No.

  4

  1

  23

  4

  1

  1

  4

  24

  1

  1

  1

  4

  25

  1

  2

  2

  1

  26

  1

  1

  3

  20

  1

  4

  19

  3

  2

  2

  3

  1

  22

  2

  2

  1

  21

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  2 Mengingat Menafsirkan

  10

  1

  4

  14 Mencontohkan

  15

  10

  3 Mengklasifikasi

  3

  15

  10

  1

  3 Menjelaskan

  10

  1

  4

  14 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4

  2

  4

  2

  27

  1

  2

  2

  1

  28

  1

  2

  1

  1

  29

  1

  1

  1

  1 4.

   Rangkuman Nilai Posttest I

  No Soal

  Variabel Aspek Skor

  1

  Aspek Menafsirkan Mencontohkan Mengklasifikasi Menjelaskan

  1

  7

  1

  1

  6

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  8

  4

  1

  1

  4

  1

  5

  1

  2

  4

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  1

  1

  9

  1

  4

  4

  1

  1

  1

  1

  15

  4

  1

  1

  16

  1

  4

  1

  1

  4

  17

  4

  4

  4

  14

  1

  1

  1

  1

  10

  3

  2

  2

  3

  11

  1

  1

  1

  1

  12

  4

  4

  4

  4

  13

  1

  18

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5. Nilai Posttest II No.

  24

  1

  2

  23

  1

  1

  1

  1

  1

  3

  2

  1

  3

  25

  1

  1

  1

  1

  1

  22

  1

  1

  1

  1

  3

  19

  1

  1

  1

  20

  4

  4

  1

  1

  4

  21

  4

  1

  1

  26

  1

  18

  24

  3

  4

  2 Mengingat Menafsirkan

  9

  7

  6

  7 Mencontohkan

  1

  1

  4 Mengklasifikasi

  24

  1

  4 Menjelaskan

  9

  7

  6

  7 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  Variabel Aspek Skor

  1

  1

  1

  27

  2

  1

  1

  2

  28

  1

  No Soal

  1

  1

  29

  1

  1

  1

  1 6.

   Rangkuman Nilai Posttest II

  3

  Aspek Menafsirkan Mencontohkan Mengklasifikasi Menjelaskan

  1

  7

  1

  4

  6

  1

  1

  1

  1

  2

  4

  1

  1

  2

  8

  4

  2

  2

  4

  1

  5

  3

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  4

  2

  1

  1

  2

  4

  4

  4

  4

  9

  1

  4

  1

  3

  4

  4

  3

  15

  4

  1

  4

  3

  16

  1

  1

  1

  1

  17

  3

  4

  14

  4

  1

  1

  3

  10

  2

  1

  1

  2

  11

  4

  1

  4

  4

  12

  1

  1

  1

  1

  13

  3

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4

  20

  4

  1

  1

  4

  21

  1

  2

  1

  4

  22

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  4

  1

  3

  1

  1

  3

  17

  4

  1

  1

  4

  18

  1

  1

  1

  1

  19

  23

  3

  1

  2 Mengklasifikasi

  1

  2

  7 Mencontohkan

  12

  8

  3

  12

  2 Mengingat Menafsirkan

  8

  3

  2 Menjelaskan

  15

  1

  2

  7 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  15

  4

  3

  1

  4

  24

  1

  2

  2

  1

  25

  2

  3

  2

  1 2.

   Rangkuman Nilai Pretest

  No Soal

  Variabel Aspek Skor

  1

  2

  16

  

Lampiran 14: Rekap Nilai Kemampuan Memahami Kelompok Eksperimen

1.

   Nilai Pretest No.

  1

  1

  1

  5

  1

  1

  1

  6

  1

  1

  2

  2

  1

  7

  1

  1

  1

  4

  1

  2

  Aspek Menafsirkan Mencontohkan Mengklasifikasi Menjelaskan

  1

  3

  2

  2

  3

  1

  1

  3

  3

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  8

  1

  1

  2

  2

  1

  13

  1

  1

  1

  12

  14

  4

  1

  1

  4

  15

  1

  1

  4

  1

  1

  2

  2

  1

  9

  1

  3

  3

  10

  4

  2

  4

  4

  2

  11

  4

  4

  1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Nilai Posttest I No.

  21

  4

  20

  4

  2

  2

  4

  4

  1

  3

  3

  4

  22

  4

  2

  1

  4

  4

  2

  4

  3

  3

  4

  17

  4

  2

  19

  4

  18

  1

  1

  1

  1

  2

  4

  23

  5

  4

  2 Mengingat Menafsirkan

  3

  22 Mencontohkan

  6

  8

  10 Mengklasifikasi

  2

  6

  8

  5

  10 Menjelaskan

  3

  22 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  1

  4

  2

  4

  4

  4

  24

  4

  2

  4

  Variabel Aspek Skor

  25

  4

  2

  2

  4 4.

   Rangkuman Nilai Posttest I

  No Soal

  16

  Aspek Menafsirkan Mencontohkan Mengklasifikasi Menjelaskan

  1

  4

  5

  1

  1

  1

  1

  6

  4

  1

  4

  4

  7

  4

  3

  3

  4

  1

  8

  1

  4

  4

  4

  4

  2

  1

  1

  4

  1

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  2

  2

  4

  13

  4

  2

  4

  12

  14

  4

  1

  1

  4

  15

  4

  4

  4

  2

  4

  2

  4

  9

  4

  4

  4

  10

  3

  4

  4

  4

  4

  11

  4

  3

  4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5. Nilai Posttest II No.

  4

  4

  4

  4

  4

  21

  4

  4

  3

  4

  22

  4

  4

  4

  4

  20

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  17

  3

  3

  3

  4

  18

  4

  2

  2

  4

  19

  3

  23

  3

  16

  18 Mengklasifikasi

  4

  7

  18 Mencontohkan

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  18 Menjelaskan

  4

  7

  18 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2 Mengingat Menafsirkan

  3

  3

  25

  4

  24

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  2

  2

  4 6.

   Rangkuman Nilai Posttest II

  No Soal

  Variabel Aspek Skor

  1

  4

  Aspek Menafsirkan Mencontohkan Mengklasifikasi Menjelaskan

  1

  4

  5

  4

  1

  1

  4

  6

  4

  4

  4

  4

  7

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  4

  4

  4

  4

  2

  1

  2

  3

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  4

  8

  4

  1

  3

  4

  4

  13

  3

  4

  4

  14

  4

  3

  4

  4

  3

  15

  1

  1

  4

  12

  4

  10

  3

  9

  1

  2

  2

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  11

  4

  1

  1

  1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 15: Lembar Kerja Siswa

1. Cahaya dapat dipantulkan

  

SDN TAMANAN 1

LEMBAR KERJA SISWA

  Satuan Pendidikan : SDN Tamanan I Mata Pelajaran :

  IPA Hari,Tanggal/Pertemuan ke : Kelas/semester : V / 2 Alokasi waktu : 2 x 35 menit Kelompok : Eksperimen I.

   Indikator Hasil Belajar

  1. Menyebutkan sifat cahaya berdasarkan percobaan yang dilakukan

  2. Menjelaskan langkah percobaan dengan bahasa sendiri

  3. Membuktikan sifat cahaya tertentu

  4. Memilih alat dan bahan sesuai dengan percobaan yang akan dilakukan

  5. Menguji hipotesis yang telah dibuat

  6. Membuat hipotesis mengenai sifat cahaya tertentu NAMA : ……….........................................

  KELAS : ……………………………………………… TANGGAL : ……………………………………………...

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  II. Petunjuk

  1. Dengarkan penjelasan dari guru

  2. Lakukan percobaan melalui bimbingan dari guru III.

   Kegiatan Belajar

  1. Kegiatan belajar I Judul percobaan : ……………………………………………………...

  ……………………………………………………… Buatlah beberapa pertanyaan mengenai materi yang dibahas! Diskusikan pertanyaan yang kamu tulis dengan bimbingan guru!

  a. Rumusan masalah : ………………………………………………………………………

  b. Hipotesis : ……………………………………………………………………… ………………………………………………………………..........

  2. Kegiatan belajar II Lakukan percobaan berdasarkan rumusan masalah dan hipotesis yang telah kamu buat! Percobaab 1: Alat dan bahan : ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………..........……………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………..........……………………………………………………………… ……………………………………………………………………….....................

  Langkah percobaan : ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………..........……………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………..........……………………………………………………………… ……………………………………………………………………….....................

  ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………..........……………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………..........……………………………………………………………… ……………………………………………………………………….....................

  ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………..........………………………………

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Analisis dan Kesimpulan ………………………………………………………………………………….… ………….…………………………………………………………………………..

  ………………….………………………………………………………………… ……………..………………….…………………………………………………… ………………………………………………………………..………………….… …………………………………………………………………………..………… ……….…………………………………………………………………………… Percobaan 2: Alat dan bahan : ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………..........……………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………..........……………………………………………………………… ……………………………………………………………………….....................

  Langkah percobaan : ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………..........……………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………..........……………………………………………………………… ……………………………………………………………………….....................

  ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………..........……………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………..........……………………………………………………………… ……………………………………………………………………….....................

  Tuliskan hasil percobaanmu ke dalam tabel di bawah ini!

  No. Cermin Sifat bayangan

  1 Datar

  2 Jauh Cekung

  Dekat

  3 Cembung

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Analisis dan Kesimpulan ………………………………………………………………………………….… ………….…………………………………………………………………………..

  ………………….………………………………………………………………… ……………..………………….…………………………………………………… ………………………………………………………………..………………….… ……………..………………….…………………………………………………… ………………………………………………………………..………………….…

  Jawablah pertanyaan dibawah ini !

  1. Ketika kamu bercermin, bagaimana kenampakan bayanganmu di cermin? Jawab : ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………

  2. Tergolong ke dalam sifat cahaya manakah percobaan yang telah kamu lakukan? Jawab : ……………………………………………………………………………… 2.

   Cahaya dapat menembus benda bening

SDN TAMANAN 1

NAMA : ……….........................................

  KELAS : ……………………………………………… TANGGAL : ……………………………………………...

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LEMBAR KERJA SISWA

  IPA Hari,Tanggal/Pertemuan ke : Kelas/semester : V / 2 Alokasi waktu : 2 x 35 menit Kelompok : Eksperimen

  Kegiatan belajar II Lakukan percobaan berdasarkan rumusan masalah dan hipotesis yang telah kamu buat!

  b. Hipotesis : ……………………………………………………………………… ………………………………………………………………………

  a. Rumusan masalah : ……………………………………………………………………… ………………………………………………………………………

  ……………………………………………………… Buatlah beberapa pertanyaan mengenai materi yang dibahas! Diskusikan pertanyaan yang kamu tulis dengan bimbingan guru!

  Kegiatan belajar I Judul percobaan : ……………………………………………………...

   Kegiatan Belajar

  Satuan Pendidikan : SDN Tamanan I Mata Pelajaran :

I. Indikator Hasil Belajar

  1. Dengarkan penjelasan dari guru

   Petunjuk

  6. Membuat hipotesis mengenai sifat cahaya tertentu II.

  5. Menguji hipotesis yang telah dibuat

  4. Memilih alat dan bahan sesuai dengan percobaan yang akan dilakukan

  3. Membuktikan sifat cahaya tertentu

  2. Menjelaskan langkah percobaan dengan bahasa sendiri

  1. Menyebutkan sifat cahaya berdasarkan percobaan yang dilakukan

  2. Lakukan percobaan melalui bimbingan dari guru III.

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Alat dan bahan : ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………..........……………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………..........……………………………………………………………… ……………………………………………………………………….....................

  Langkah percobaan : ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………..........……………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………..........……………………………………………………………… ……………………………………………………………………….....................

  ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………..........……………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………..........……………………………………………………………… ……………………………………………………………………….....................

  Tuliskah hasil percobaanmu ke dalam tabel di bawah ini! No. Posisi karton berlubang Cahaya lilin terlihat atau tidak

  1 Dalam satu garis lurus

  2 Tidak dalam satu garis lurus Analisis dan Kesimpulan …………………………………………………………………………………..… ……………….…………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………..… ……………….…………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………..… ……………….……………………………………………………………………

  Jawablah pertanyaan dibawah ini !

  1. Apakah kamu dapat melihat cahaya lilin dari lubang pada karton yang telah dilubangi? Mengapa? Jawab : ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………

  2. Apakah yang akan terjadi jika salah satu karton digeser ke kiri atau ke kanan? Mengapa?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jawab : ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………

  3. Tergolong ke dalam sifat cahaya manakah percobaan yang telah kamu lakukan? Jawab : …………………………………………………………………… 3.

   Cahaya dapat di biaskan 4.

  5.

  6.

  7.

  8.

  9. SDN TAMANAN 1

  Satuan Pendidikan : SDN Tamanan I Mata Pelajaran :

  IPA Hari,Tanggal/Pertemuan ke : Kelas/semester : V / 2 Alokasi waktu : 2 x 35 menit Kelompok : Eksperimen NAMA : ………......................................... KELAS :

  ……………………………………………… TANGGAL : ……………………………………………...

LEMBAR KERJA SISWA

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  I. Indikator Hasil Belajar

  1. Menyebutkan sifat cahaya berdasarkan percobaan yang dilakukan

  2. Menjelaskan langkah percobaan dengan bahasa sendiri

  3. Membuktikan sifat cahaya tertentu

  4. Memilih alat dan bahan sesuai dengan percobaan yang akan dilakukan

  5. Menguji hipotesis yang telah dibuat

  6. Membuat hipotesis mengenai sifat cahaya tertentu II.

   Petunjuk

  1. Dengarkan penjelasan dari guru

  2. Lakukan percobaan melalui bimbingan dari guru III.

   Kegiatan Belajar

  Kegiatan belajar I Judul percobaan : ……………………………………………………...

  ……………………………………………………… Buatlah beberapa pertanyaan mengenai materi yang dibahas! Diskusikan pertanyaan yang kamu tulis dengan bimbingan guru!

  a. Rumusan masalah : ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ………………………………………

  b. Hipotesis: ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ………………………………………

  Alat dan bahan : ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………..........……………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………..........……………………………………………………………… ……………………………………………………………………….....................

  Langkah percobaan : ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………..........……………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………..........……………………………………………………………… ……………………………………………………………………….....................

  ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………..........………………………………

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tuliskan hasil percobaanmu ke dalam tabel di bawah ini!

Bentuk Pensil

Sebelum dimasukan ke dalam gelas Saat dimasukkan ke dalam gelas

berisi air berisi air

  Analisis dan Kesimpulan …………………………………………………………………………………..… ……………….…………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………..… ……………….…………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………..… ……………….…………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………..… ……………….…………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………..… ……………….…………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………..… ……………….…………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………..… ……………….……………………………………………………………………

  Jawablah pertanyaan dibawah ini !

  1. Apakah ada perbedaan bentuk pensil sebelum dan saat dimasukkan ke air? Mengapa demikian? Jawab : ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………

  2. Tergolong ke dalam sifat cahaya manakah percobaan yang telah kamu lakukan? Jawab : ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4. Cahaya dapat diuraikan 2.

  5. Menguji hipotesis yang telah dibuat

  KELAS : ……………………………………………… TANGGAL : ……………………………………………...

  1. Kegiatan belajar I NAMA : ……….........................................

   Kegiatan Belajar

  2. Lakukan percobaan melalui bimbingan dari guru III.

  1. Dengarkan penjelasan dari guru

   Petunjuk

  6. Membuat hipotesis mengenai sifat cahaya tertentu II.

  3.

  4.

  3. Membuktikan sifat cahaya tertentu

  2. Menjelaskan langkah percobaan dengan bahasa sendiri

  1. Menyebutkan sifat cahaya berdasarkan percobaan yang dilakukan

   Indikator Hasil Belajar

  IPA Hari,Tanggal/Pertemuan ke : Kelas/semester : V / 2 Alokasi waktu : 2 x 35 menit Kelompok : Eksperimen I.

  Satuan Pendidikan : SDN Tamanan I Mata Pelajaran :

  7. SDN TAMANAN 1

  6.

  5.

LEMBAR KERJA SISWA

  4. Memilih alat dan bahan sesuai dengan percobaan yang akan dilakukan

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Judul percobaan : ……………………………………………………...

  ……………………………………………………… Buatlah beberapa pertanyaan mengenai materi yang dibahas! Diskusikan pertanyaan yang kamu tulis dengan bimbingan guru!

  a. Rumusan masalah : ……………………………………………………………………… ………………………………………………………………………

  b. Hipotesis: ……………………………………………………………………… …………………………………………………................................

  Alat dan bahan : ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………..........……………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………..........……………………………………………………………… ……………………………………………………………………….....................

  Langkah percobaan : ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………..........……………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………..........……………………………………………………………… ……………………………………………………………………….....................

  ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………..........……………………………… Tuliskan hasil percobaanmu ke dalam tabel di bawah ini !

  No. Cakram cahaya Warna yang terlihat

  1 Sebelum diputar

  2 Saat diputar

  Analisis & Kesimpulan: .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ....................................................................................................................................

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jawablah pertanyaan dibawah ini !

  1. Apakah ada perbedaan warna yang kamu lihat saat cakram belum diputar dan saat diputar? Mengapa? Jawab : ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………

  2. Tergolong ke dalam sifat cahaya manakah percobaan yang telah kamu lakukan? Jawab : ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 5.

   Cahaya dapat menembus benda bening 2.

  3.

  ………......................................... NAMA

  4. :

  KELAS : ……………………………………………… 5.

  ……………………………………………... TANGGAL : 6.

  7. SDN TAMANAN 1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LEMBAR KERJA SISWA

  1. Dengarkan penjelasan dari guru!

  d. Hipotesis : …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………

  c. Rumusan masalah : ……………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………

  …………………………………………………………………………………… Buatlah beberapa pertanyaan mengenai materi yang dibahas! Diskusikan pertanyaan yang kamu tulis dengan bimbingan guru!

   Kegiatan Belajar Kegiatan belajar I Judul percobaan :

  2. Lakukan percobaan dibawah ini! III.

  Satuan Pendidikan :SDN Tamanan I Yogyakarta Mata Pelajaran :IPA Hari/tanggal/pertemuan ke : Kelas/semester :V / 2 Alokasi waktu :2 x 35 menit Kelas : Eksperimen I.

   Indikator Hasil Belajar

  6. Membuat hipotesis mengenai sifat cahaya tertentu II.

  5. Menguji hipotesis yang telah dibuat

  

4. Memilih alat dan bahan sesuai dengan percobaan yang akan dilakukan

  3. Membuktikan sifat cahaya tertentu

  2. Menjelaskan langkah percobaan dengan bahasa sendiri

  1. Menyebutkan sifat cahaya berdasarkan percobaan yang dilakukan

   Petunjuk

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kegiatan belajar II Lakukan percobaan berdasarkan rumusan masalah dan hipotesis yang telah kamu buat!

  Alat dan bahan : ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………..........……………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………..........……………………………………………………………… ……………………………………………………………………….....................

  Langkah percobaan : ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………..........……………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………..........……………………………………………………………… ……………………………………………………………………….....................

  ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………..........……………………………… Tuliskan hasil percobaanmu ke dalam tabel di bawah ini!

  Benda tembus Benda tidak No. Nama Benda cahaya tembus cahaya

  Analisis & Kesimpulan: .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ....................................................................................................................................

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ....................................................................................................................................

  Jawablah pertanyaan dibawah ini !

  1. Apakah cahaya senter dapat menembus mika? Mengapa? Jawab : ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………

  2. Apakah cahaya senter dapat menembus karton? Mengapa? Jawab :

  ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… …………………………………………

  3. Tergolong ke dalam sifat cahaya manakah percobaan yang telah kamu lakukan? Jawab : ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 16: Foto Penelitian

1. Kelompok Kontrol

  Guru menjelaskan materi sifat-sifat cahaya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Kelompok Eksperimen Siswa melakukan percobaan salah satu sifat cahaya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 17: Surat Ijin Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 18: Surat Keterangan Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 19: Daftar Riwayat Hidup

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  Anggarwati Risca Putantri merupakan anak pertama dari pasangan Tri Suharso, S.Pd dan Nining Herwati, S.Pd. Lahir di Klaten, 22 Februari 1991. Pendidikan awal dimulai di SDN Prambanan Sleman tahun 1998-2003. Dilanjutkan ke jenjang pendidikan SMPN I Prambanan Klaten tahun 2003-2006. Dilanjutkan ke jenjang pendidikan SMAN Kalasan tahun 2006-2009. Pada tahun 2009 penulis menempuh pendidikan di Universitas Sanata Dharma pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah

  Dasar. Selama menempuh pendidikan banyak kegiatan yang telah diikuti antara lain aktif dalam kepengurusan Dewan Penggalang SMPN I Prambanan Klaten, pengurus Dewan Ambalan SMAN I Kalasan, pertandingan basket antar SMA maupun pertandingan basket Tingkat Kecamatan Kalasan sampai Tingkat Kabupaten Sleman. Selama kuliah penulis pernah menjadi juara II Story Telling

  

Competition antar PGSD se-Yogyakarta dan sekitarnya. Kegiatan yang diikuti

  selama perkuliahan antara lain menjadi koordinator acara pada parade gamelan anak, panitia acara story telling contest, panitia inisiasi prodi, panitia seminar ke SD an.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (188 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami mata pelajaran IPA siswa kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta.
0
0
199
Pengaruh penerapan metode inkuiri pada mata pelajaran IPA terhadap kemampuan mengingat dan memahami kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
1
3
182
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV SD Sokowaten Baru Yogyakarta.
0
1
210
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA SDN Tamanan 1 Yogyakarta.
0
0
158
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan-Yogyakarta.
0
0
192
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada pelajaran IPA SD Kanisius Sengkan Yogyakarta.
0
3
146
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta.
2
64
161
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta.
0
2
148
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SDN Tamanan 1 Yogyakarta.
0
0
190
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA SDN Tamanan 1 Yogyakarta
0
0
156
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta
0
2
190
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta
0
2
159
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada pelajaran IPA SD Kanisius Sengkan Yogyakarta
0
0
144
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
144
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta - USD Repository
0
0
141
Show more