Evaluasi penggunaan antibiotika selama kemoterapi pada pasien kanker payudara periode Januari 2010-Januari 2012 di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
178
7 months ago
Preview
Full text

  

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA SELAMA KEMOTERAPI

PADA PASIEN KANKER PAYUDARA PERIODE JANUARI 2010 –

JANUARI 2012 DI RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA

SKRIPSI

  

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.)

Program Studi Farmasi

  

Oleh :

Siska Deselia Eunike Atpen

NIM : 088114150

  

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2012

  Kupersembahan karya ini untuk : My Best Friend, JESUS CHRIST. . ., U’re the best Bro^^ Mama-Papaku tercinta

  Adex2q: Merry, Rico n Melly My Sweetheart. . . Nicholas Ivan Andrea Sahabat2q: Evi, Dita, Gita, Noveli, Gery, Yuli, dan semua temen2 yang ga bisa q sebutin satu-persatu

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini

tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan

dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Apabila dikemudian hari ditemukan indikasi plagiarisme dalam naskah ini,

maka saya bersedia menanggung segala sanksi sesuai peraturan perundang-

undangan yang berlaku.

  Yogyakarta, 18 Juli 2012 Penulis Siska Deselia Eunike Atpen

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma :

Nama : SISKA DESELIA EUNIKE ATPEN

  Nomor Mahasiswa : 088114150 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Karya Ilmiah saya yang berjudul : Evaluasi Penggunaan Antibiotika Selama Kemoterapi Pada Pasien Kanker

Payudara Periode Januari 2010 – Januari 2012 Di Rumah Sakit Panti Rapih

Yogyakarta Berserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk

menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk

pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di

Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari

saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama

saya sebagai penulis.

  Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 7 Desember 2012 Yang menyatakan ( Siska Deselia Eunike Atpen )

  

PRAKATA

Puji syukur kepada TUHAN atas berkat, rahmat, dan karunia-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

  “EVALUASI

PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA SELAMA KEMOTERAPI PADA PASIEN

KANKER PAYUDARA PERIODE JANUARI 2010 – JANUARI 2012 DI

RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA”. Skripsi ini disusun guna

memenuhi syarat memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S.Farm) di Fakultas Farmasi

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah

memberikan motivasi, kritik dan saran hingga terselesaikannya skripsi ini,

terutama kepada :

  

1. Ibu Valentina Dwi Yuli Siswanti, M.Kes., selaku direktur pelayanan

kesehatan dan infrastruktur, atas ijin yang telah diberikan, dan Staf Personalia serta Rekam Medik RS Panti Rapih Yogyakarta, atas bantuan dan kerjasamanya selama penelitian

  

2. Bapak Ipang Djunarko, M.Si., Apt., selaku Dekan farmasi USD atas segala

bimbingan yang telah diberikan

  

3. Ibu Maria Wisnu Donowati, M.Si., Apt., atas segala waktu, bimbingan,

arahan dan masukan, terimakasih sekali karena telah menjadi dosen pembimbing yang sangat baik dan sabar

  

4. Ibu Dra. Th. B. Titien Siwi Hatayu, M. Kes., Apt.,Ph.D., selaku dosen

penguji atas segala arahan, kritik, saran dan masukan serta waktunya

  

5. Bapak Ipang Djunarko, M.Si., Apt., selaku dosen penguji, atas segala arahan,

bimbingan, dan masukan, serta waktu yang telah diberikan

  

6. Bapak Jeffry Julianus, M.Si., selaku dosen pembimbing akademik (DPA) atas

segala perhatian, masukan dan arahan yang telah diberikan

  

7. Segenap dosen Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma yang telah

memberikan banyak hal kepada penulis sebagai bekal untuk praktik kefarmasiannya kelak

  

8. Mama dan Papa, untuk semua cinta, kasih sayang, doa, kesabaran, keringat

dan airmata, semua yang telah diberikan

  

9. My lovely sweetheart, Nicolas Ivan Andreas, untuk cinta, semangat dan

motivasi dan kesabaran selama ini

  

10. Adik-adik penulis, Merry, Rico, Melly, untuk semua motivasi, dukungan,

semangat, cinta dan keceriaan yang telah kalian hadirkan

  

11. Sahabat-sahabat penulis, Evi, Dita, Gita, Noveli, Gery, Yuli, teman-teman

FKK angkatan 2008, teman-teman KKN, dan teman-teman kost, untuk kebersamaan, keceriaan, dan dukungan yang diberikan

  12. Dan segenap pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan

skripsi ini, sehingga saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan.

Akhir kata, semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan membantu pembaca serta

berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

  Penulis

  DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL.......................................................................... i

  HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................ ii HALAMAN PENGESAHAN............................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................ iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................ v LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI......................................... vi PRAKATA......................................................................................... vii DAFTAR ISI...................................................................................... ix DAFTAR TABEL.............................................................................. xii DAFTAR GAMBAR ......................................................................... xiv DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................... xv

  INTISARI........................................................................................... xvi ......................................................................................... xvii ABSTRACT BAB I PENGANTAR ........................................................................

  1 A. Latar Belakang .......................................................................

  1 1. Permasalahan...................................................................

  3 2. Keaslian penelitian ..........................................................

  4 3. Manfaat penelitian...........................................................

  6 B. Tujuan Penelitian ...................................................................

  7 1. Tujuan umum ..................................................................

  7 2. Tujuan khusus .................................................................

  7

  BAB II PENELAAHAN PUSTAKA.................................................

  8 A. Antibiotika .............................................................................

  8 B. Kanker Payudara ....................................................................

  10

1. Definisi ............................................................................

  10

2. Epidemiologi ...................................................................

  10

3. Etiologi ............................................................................

  11

4. Patofisiologi ....................................................................

  12

5. Diagnosis dan prognosis..................................................

  14 C. Kemoterapi .............................................................................

  14 D. Penggunaan Antibiotika Selama Kemoterapi ........................

  17 E. Evaluasi Penggunaan Obat.....................................................

  23 F. Keterangan Empiris................................................................

  25 BAB III METODE PENELITIAN.....................................................

  26 A. Jenis dan Rancangan Penelitian .............................................

  26 B. Definisi Operasional...............................................................

  27 C. Subyek Penelitian...................................................................

  29 D. Bahan Penelitian.....................................................................

  29 E. Lokasi Penelitian....................................................................

  30 F. Tata Cara Penelitian ...............................................................

  30

1. Tahap awal ......................................................................

  30

2. Tahap pengambilan data..................................................

  30

3. Tahap penyelesaian data..................................................

  32

  G. Tata Cara Analisis hasil .........................................................

  33

  1. Karakteristik demografi pasien kanker payudara yang Menjalani kemoterapi......................................................

  33

2. Golongan dan jenis antibiotik .........................................

  34

3. Evaluasi kesesuaian penggunaan antibiotika ..................

  34 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ...........................................

  35 A. Gambaran Umum Pasien Kanker Payudara dan Karakteristik Demografi Pasien Kanker Payudara yang Menjalani

Kemoterapi .............................................................................

  35

1. Gambaran umum pasien kanker payudara ......................

  36

  

2. Karakteristik demografi pasien demografi pasien kanker

payudara yang menjalani kemoterapi..............................

  36 B. Pola Penggunaan Antibiotika Sebelum atau Setelah

Kemoterapi .............................................................................

  40 C. Evaluasi Kesesuaian Penggunaan Antibiotik.........................

  43 BAB V PENUTUP.............................................................................

  49 A. Kesimpulan ............................................................................

  49 B. Saran.......................................................................................

  50 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................

  51 LAMPIRAN .......................................................................................

  54

  DAFTAR TABEL Halaman Tabel I. Resiko Terjadinya Kanker Payudara Seiring

  Bertambahnya Usia ....................................................

  11 Tabel II. Bakteri yang secara Umum Menyebabkan Infeksi

Pada Pasien Neutropenidan Antibiotika yang dapat

digunakan ...................................................................

  18 Tabel III. Kategori Drugs Therapy Problems ............................

  24 Tabel IV. Profil Penggunaan Antibiotika Sebelum dan/atau Setelah Kemoterapi di Instalasi Rawat Inap Rumah SakitPanti Rapih Yogyakarta periode Januari 2010 – Januari 2012 ..........................

  42 Tabel V. Profil Frekuensi Penggunaan Jenis Antibiotika

Sebelum dan/atau Setelah Kemoterapi di Instalasi

Rawat Inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

periode Januari 2010 – Januari 2012 ..........................

  42 Tabel VI. Persentase Kejadian DTPs Selama Kemoterapi

di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Panti Rapih

Yogyakarta periode Januari 2010 – Januari 2012 ......

  45 Tabel VII. Kejadian DTPs Kategori Terapi Antibiotika yang Tidak Diperlukan

  Periode Januari 2010 – Januari 2012..........................

  45 Tabel VIII. Kejadian DTPs Kategori Memerlukan TambahanTerapi AntibiotikaPeriode Januari 2010 – Januari 2012........

  46 Tabel IX. Kejadian DTPs Kategori Antibiotika yang TidakEfektif Periode Januari 2010 – Januari 2012..........................

  46 Tabel X. Kejadian DTPs Kategori Potensial Adverse Drugs Reaction Periode Januari 2010 – Januari 2012..........................

  47

  DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar I. Manajemen Awal dari Demam dan Neutropeni .........

  20 Gambar II. Peninjauan Ulang setelah 2-4 Hari Terapi Antibiotik Empiris .......................................................................

  21 Gambar III. High-Risk Patient dengan Demam setelah 4 Hari TerapiAntibiotik Empiris............................................

  22 Gambar IV. Distribusi Pola Pengobatan Kanker Payudara

di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Panti Rapih

periode Januari 2010 – Januari 2012 ..........................

  36 Gambar V. Distribusi Usia Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi periode Januari 2010 – Januari 2012 ..........................

  37 Gambar VI. Distribusi Kelompok Stadium Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi periode Januari 2010 – Januari 2012 ..........................

  38 Gambar VII. Distribusi Nilai HbPasien Kanker Payudara Sebelum dan/atau Setelah Kemoterapi periode Januari 2010 – Januari 2012 ..........................

  39 Gambar VIII. Distribusi Nilai ANC Pasien Kanker Payudara Sebelum dan/atau Setelah Kemoterapi periode Januari 2010 – Januari 2012 ..........................

  40

  DAFTAR LAMPIRAN Halaman

  Surat Ijin Melakukan Penelitian di Rumah Lampiran I. Sakit Panti Rapih Yogyakarta ............................................

  55 Lampiran II. Blanko Pengambilan Data di Instalasi Rekam Medis ........

  56 Lampiran III. Kesesuaian Penggunaan Antibiotika .........................

  57 Sebelum dan/atau Setelah Kemoterapi Lampiran IV. Evaluasi Kasus Berdasarkan Subjektif, Objektif, Assessment, dan Plan (SOAP) ................................................................

  61 Lampiran V. Perhitungan Nilai ANC ...................................................... 135

  

INTISARI

Salah satuefeksampingkemoterapi adalah neutropenia yang dapat

meningkatkan resiko terjadinya infeksi, sehingga dibutuhkan antibiotika untuk

mengatasi infeksi yang terjadi pada pasien selama menjalani

kemoterapi.Penggunaan antibiotika harus dilakukan dengan tepat, untuk itu perlu

dilakukan evaluasi terhadap antibiotika yang digunakan. Penelitian ini dilakukan

untuk mengevaluasi penggunaan antibiotika selama kemoterapi pada pasien

kanker payudara periode Januari 2010 – Januari 2012 di Rumah Sakit PantiRapih

Yogyakarta.

  Penelitian ini termasuk penelitian non eksperimental dengan rancangan

penelitian evaluatif yang bersifat cross-sectional dengan menggunakan data rekam

medik pasien rawat inap periode Januari 2010 -Januari 2012.Evaluasi dilakukan

berdasarkan nilai ANC danantibiotika yang digunakanterhadap kesesuaiannya

dengan Clinical Practice Guideline for the Use of Antimicrobial Agents in

Neutropenic Patients with Cancer tahun 2010.

  Dari hasil penelitian, dari32 pasien terdapat 66 kasus kemoterapi, dengan 7

golongan antibiotika dan 11 jenis antibiotika yang digunakan dalam pola

pengobatan pada kasus kanker payudara sebelum atau setelah kemoterapi.

Antibiotika tunggal digunakan dalam 22 kasus dan kombinasi 2 antibiotika

sebanyak 5 kasus.Terdapat 25 kasus (37,88 %) yang tidak sesuai dengan Clinical

Practice Guideline for the Use of Antimicrobial Agents in Neutropenic Patients

with Cancer tahun 2010, dengan 27 kejadian DTPs (Drugs Therapy

Problems )terkait penggunaan antibiotika.

  Kata kunci : kanker payudara, penggunaan antibiotika, kemoterapi

  

ABSTRACT

One of side effects of chemotherapy is neutropenia, that can rising the risk

of infections, thus antibiotics is needed to weathered the infections that happened

when patient take chemotherapy. The used of antibiotics must be done accurately,

because of that the used of antibiotics must be evaluated. This observation was

done to evaluating the used of antibiotics during chemotherapyon breast cancer

patient periode januari 2010 – januari 2012 at panti rapih yogyakarta hospital.

  This observation include non-experiment research with evaluatif design of

cross-sectional using in-patient’s medical records datas on periode Januari 2010 –

Januari 2012. The evaluation be done based ANC value and antibiotics that be

usedabout it’s suitability withClinical Practice Guideline for the Use of

AntimicrobialAgents in Neutropenic Patients with Cancer: 2010.

  From the result of observation, from32 patients who gets chemotherapy,

there are66 chemotherapy cases with 7 categories of antibiotics and 11 kinds of

antibiotics that used on medicinal pattern on breast cancer case before or after

patient gets chemotherapy. Single antibiotics are used in 22 cases and

combination 2 antibiotics in 5 cases.There are 25 cases are not suitable with

Clinical Practice Guideline for the Use of Antimicrobial Agents in Neutropenic

Patients with Cancer tahun 2010whichaboutthe used of antimicrobial agents.

  Keywords : breast cancer, the used of antibiotics, chemotherapy

BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Antibiotika adalah zat atau senyawa yang dapat menghambat atau

  

membunuh mikroba jenis lain (Setiabudy, 2008). Selama dirawat di rumah sakit,

hampir semua pasien rawat inap mendapatkan antibiotika baik untuk terapi atau

dengan tujuan profilaksis (Rehm, S.J., Sekeres, J.K., Neuner, E., dkk., 2009).

Berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2007, kanker

payudara menempati urutan pertama pada pasien rawat inap di seluruh RS di

Indonesia (16,85%), disusul kanker leher rahim (11,78%). Hal ini sama dengan

estimasi Globocan (IACR) tahun 2002. Dalam data tersebut, ditunjukkan bahwa

kanker tertinggi yang diderita wanita Indonesia adalah kanker payudara dengan

angka kejadian 26 per 100.000 perempuan, disusul kanker leher rahim dengan 16

per 100.000 perempuan (Depkes, 2011).

  Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berasal dari sel-sel

payudara (American Cancer Society, 2010). Kanker payudara merupakan suatu

penyakit dimana terjadi pertumbuhan berlebihan atau perkembangan tidak

terkontrol pada sel-sel (jaringan) payudara. Beberapa penanganan medis yang

dapat dilakukan bagi pasien kanker payudara adalah dengan memberikan terapi

radiasi, pembedahan dan kemoterapi (American Cancer Society, 2010).

  Kemoterapi memberikan berbagai efek samping salah satu diantaranya

adalah bone marrow changes, yang akan mengakibatkan terjadinya neutropenia.

  2 Neutropenia merupakan penurunan jumlah granulosit atau neutrofil yang ada di

dalam darah dan merupakan faktor predisposisi terjadinya infeksi. Jika jumlah

neutrofil turun hingga di bawah 1.000 sel/L hingga 7 hari (pada pasien kanker,

apabila ANC kurang dari 500 sel/L), maka akan meningkatkan resiko terjadinya

infeksi. Sekitar 90% penderita kanker meninggal akibat infeksi, perdarahan, atau

infeksi yang terjadi bersamaan dengan perdarahan, oleh karena itu dibutuhkan

antibiotika untuk mengatasi infeksi yang terjadi untuk mengurangi resiko

kematian akibat terjadinya infeksi (American Society Cancer, 2009 dan Koda-

Kimble, 2001). Keadaan neutropenia harus segera diatasi karena apabila

neutropeni tidak segera diatasi, kemungkinan terjadinya morbiditas dan mortalitas

akibat infeksi akan meningkat.

  Untuk mengatasi infeksi yang terjadi, diperlukan terapi antibiotika.

Diperkirakan sedikitnya 50% dari pasien yang mendapatkan antibiotika tidak

membutuhkannya. Hal tersebut termasuk peresepan antibiotika profilaksis yang

tidak semestinya, pemberian antibiotika empiris meskipun tidak terdapat kultur

mikroba pada pasien, dan kurangnya kesadaran akan susceptibility patterns of

common pathogens . Akibat pemberian antibiotika secara tidak tepat, tidak hanya

meningkatkan biaya pengobatan namun juga dapat menimbulkan superinfeksi

karena resistensi bakteri terhadap antibiotika disamping, opportunistic fungi, dan

dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya adverse drugs reactions (Rehm, S.J.,

dkk., 2009). Untuk itu penggunaan antibiotika harus dilakukan secara tepat.

  Ketepatan penggunaan antibiotika selama kemoterapi mendorong peneliti

untuk melakukan evaluasi pada pasien kanker payudara. Penelitian terhadap

  3

penggunaan antibiotika selama kemoterapi pada pasien kanker payudara ini

mengambil tempat di Rumah Sakit Panti Rapih (RSPR) Yogyakata, karena

Rumah Sakit Panti Rapih merupakan rumah sakit rujukan dari rumah sakit swasta

yang terletak di Yogyakarta dan diketahui bahwa Rumah Sakit Panti Rapih

merupakan rumah sakit dengan kunjungan pasien kanker payudara yang cukup

besar yakni sebanyak 141 kunjungan pada tahun 2010 dan 191 kunjungan pada

tahun 2011.

1. Permasalahan

  Masalah yang dapat dirumuskan mengenai evaluasi penggunaan

antibiotika pada pasien kanker payudara selama kemoterapi periode Januari 2010

  • – Januari 2012di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, adalah sebagai berikut :

  a. Seperti apakah karakteristik demografi pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi? b. Apa sajakah golongan dan jenis serta berapakah jumlah antibiotika yang yang diterima pasien selama kemoterapi? c. Seperti apakah kesesuaian penggunaan antibiotikadalam hal indikasi dan jenis penggunaan antibiotika sebelum dan setelah kemoterapi dengan

  Clinical Practice Guideline for the Use of Antimicrobial Agents in Neutropenic Patients with Cancer tahun 2010?

  4

2. Keaslian penelitian

  Berdasarkan penelusuran pustaka yang pernah dilakukan, pernah dilakukan penelitian mengenai : a. Evaluasi Penggunaan Antibiotikaa Pasca Kemoterapi Pada Kasus Kanker Payudara di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Tahun 2004 (Revianti,

  2005). Pada penelitian tersebut, diperoleh hasil sebanyak 17 kasus kanker payudara pasca kemoterapi dan kasus DRPs yang paling banyak terjadi adalah kasus DRPs 4 dengan kategori dosis kurang sebanyak 3 kasus. Perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian ini adalah pada penelitian tersebut, yang dievaluasi hanya antibiotika yang diberikan setelah kemoterapi dan evaluasi dilakukan berdasarkan kategori Drugs Related Problems , sedangkan pada penelitian ini antibiotika yang dievaluasi adalah antibiotika yang diberikan sebelum maupun setelah kemoterapi diberikan diluar antibiotika kemoterapi, dan evaluasi dilakukan dengan mengidentifikasi kesesuaiannya terhadap Clinical Practice Guideline for the Use of Antimicrobial Agents in Neutropenic Patients with Cancer tahun 2010, berdasarkan nilai ANC pasien, jumlah mikrooganisme dalam tubuh pasien dari hasil pemeriksaan urin atau feses atau hasil uji kultur selama pasien di rawat di instalasi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Selain itu, penelitian ini berbeda dengan penelitian terdahulu dalam hal waktu penelitian. Dimana pada penelitian terdahulu periode yang digunakan adalah tahun 2004, sedangkan pada penelitian ini pada periode Januari 2010 – Januari 2012.

  5

  b. Evaluasi Penggunaan Antibiotikaa Pada Pasien Kanker Leher Rahim yang Menjalani Kemoterapi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Periode Agustus 2004 - Agustus 2008 (Marlinah, 2009). Pada penelitian tersebut diperoleh hasil, jumlah pasien yang dianalisis sebanyak 27 pasien dan terdapat 6 golongan antibiotika yang digunakan, dengan presentasi penggunaan terbanyak adalah golongan penicilin sebanyak 66,6% dan kasus DTPs yang paling banyak terjadi adalah kategori terapi obat tidak diperlukan yakni sebanyak 7 kasus. Penelitian ini berbeda dengan penelitian tersebut dalam hal waktu, subyek penelitian dan lokasi penelitian. Dimana pada penelitian terdahulu periode yang digunakan adalah periode Agustus 2004

  • – Agustus 2008, dengan subyek penelitian pasien kanker leher rahim di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, sedangkan pada penelitian ini periode yang digunakan adalah periode Januari 2010 – Januari 2012, dengan subjek penelitian merupakan pasien rawat inap di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, yang terdiagnosa kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Selain itu metode yang digunakan dalam penelitian ini juga berbeda. Pada penelitian terdahulu yang dievaluasi hanya antibiotika yang diberikan setelah kemoterapi diberikan dan evaluasi hanya dilakukan berdasarkan kategori Drugs Therapy Problems. Sedangkan pada penelitian ini, yang dievaluasi adalah antibiotika yang diberikan sebelum maupun setelah kemoterapi, selain antibiotika kemoterapi, dan evaluasi dilakukan berdasarkan nilai ANC pasien, jumlah mikrooganisme dalam tubuh pasien dari hasil pemeriksaan urin atau feses atau hasil uji kultur untuk

  6 mengidentifikasi kesesuaiannya kesesuaiannya terhadap Clinical Practice Guideline for the Use of Antimicrobial Agents in Neutropenic Patients with Cancer tahun 2010.

3. Manfaat penelitian

  a. Manfaat praktis Penelitian ini dapat digunakan sebagai evaluasi dan bahan masukan untuk mendukung proses terapi bagi pasien kanker payudara oleh dokter maupun farmasis, sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan dalam penggunaan antibiotika selama kemoterapi bagi pasien kanker payudara di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.

  b. Manfaat teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan informasi ilmiah mengenai penggunaan antibiotika untuk mengurangi dan mencegah terjadinya infeksi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Selain itu, penelitian ini diharapkan juga dapat memberikan manfaat teoritis berupa informasi penanganan neutropenia pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi.

  7 B. Tujuan Penelitian

  1. Tujuan umum Untuk mengevaluasi penggunaan antibiotika pada pasien kanker payudara selama kemoterapi periode Januari 2010 - Januari 2012 di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

  2. Tujuan khusus Tujuan khusus penelitian ini adalah :

  a. Mengidentifikasi karakteristik demografipasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi, yang berupa usia pasien, stadium kanker payudara yang diderita pasien, nilai ANC dan nilai Hb pasien sebelum dan/atau setelah kemoterapi.

  b. Mengidentifikasi golongan, jenis dan jumlah antibiotika yang diterima pasien selama kemoterapi c. Mengidentifikasi ada atau tidaknya indikasi infeksi pada pasien, mengidentifikasi antibiotika yang dipilih, kemudian membandingkannya dengan Clinical Practice Guideline for the Use of Antimicrobial Agents in Neutropenic Patients with Cancer tahun 2010

BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Antibiotika Antibiotika adalah zat atau senyawa yang dapat menghambat atau

  

membunuh mikroba jenis lain. Obat yang digunakan untuk membunuh mikroba

harus memiliki sifat toksisitas selektif, yang artinya obat tersebut harus bersifat

sangat toksik bagi mikroba namun tidak menimbulkan efek toksik pada manusia.

Berdasarkan sifat toksisitas selektif, antibiotika yang bersifat menghambat

pertumbuhan mikroba dikenal sebagai bakteriostatik dan antibiotika yang bersifat

membunuh mikroba dikenal sebagai bakterisid. Kadar minimal yang diperlukan

suatu antibiotika untuk dapat menghambat pertumbuhan mikroba disebut sebagai

kadar hambat minimal (KHM), sedangkan kadar minimal yang diperlukan suatu

antibiotika untuk dapat membunuh mikroba disebut sebagai kadar bunuh minimal

(KBM) (Setiabudy, 2008).

  Antibiotika empiris merupakan agen antibiotika yang sering digunakan

sebelum patogen penginfeksi diketahui secara pasti. Penggunaan agen-agen

antibiotika ini disebut terapi empiris yang didasarkan pada pengalaman dengan

unit klinis khusus. Alasan umum pemberian terapi empiris adalah harapan bahwa

penanganan awal akan memperbaiki hasil. Terapi empiris diindikasikan ketika ada

risiko penyakit serius yang berbeda jika terapi tidak diberikan sampai patogen

tertentu dideteksi oleh laboratorium klinis (Katzung, 2004).

  9 Antibiotika profilaksis merupakan agen antibiotika yang efektif untuk

mencegah infeksi pada banyak situasi. Antibiotika profilaksis sebaiknya

digunakan dalam keadaan-keadaan dimana khasiat antibiotikaa telah terbukti dan

manfaat yang diterima lebih besar dari risiko (Katzung, 2004). Menurut Priyanto,

2008, antibiotika dapat dibagi berdasarkan mekanisme kerjanya, antara lain :

  

1. Mengganggu metabolisme sel mikroba, dengan menghambat enzim yang

berperan dalam metabolisme folat. Bersifat bakteriostatik. Contohnya : trimetroprim dan sulfonamid.

  

2. Menghambat sintesis dinding sel bakteri, bersifat bakterisid. Contohnya :

golongan penisilin, golongan sefalosporin, karbapenem, monobaktam, dan vankomisin.

  

3. Mengganggu permeabilitas membran sel mikroba, bersifat bakterisid.

  Contohnya : polimiksin.

  4. Menghambat sintesis protein sel mikroba

a. Mengikat ribosom sub unit 30 S, bersifat bakterisid. Contohnya : aminoglikosida.

  b. Mengikat ribosom sub unit 30 S dan 50 S, dapat bersifat bakterisid maupun bakteriostatik. Contohnya : kloramfenikol, makrolid, tetrasiklin, dan klindamisin.

5. Menghambat sintesis atau merusak asam nukleat sel mikroba, bersifat bakterisid. Contohnya : rifampisin dan quinolon.

  10 B. Kanker Payudara

  1. Definisi Menurut Sukardja (2000), kanker disebabkan karena adanya gen

abnormal, yang terjadi karena adanya kerusakan gen yang mengatur pertumbuhan

dan diferensiasi sel (protooncogen dan supressor gen), sehingga terjadi

ketidakteraturan dalam pertumbuhan dan diferensiasi sel.

  Kanker payudara merupakan tumor ganas yang bermula pada sel-sel

payudara. Tumor ganas merupakan sekumpulan sel-sel kanker yang dapat tumbuh

di dalam (menginvasi) jaringan di sekitarnya atau menyebar (metastasis) ke

jaringan lain dalam tubuh (American Cancer Society, 2010).

  Penyusun utama payudara berupa lobulus (kelenjar yang memproduksi

susu), duktus (saluran yang menghubungkan lobulus dan putting), dan stroma

(jaringan lemak dan penghubung di sekitar duktus dan lobulus, pembuluh darah

dan pembuluh limfa). Seringkali kanker payudara bermula pada sel penyusun

duktus (ductal cancer), namun ada juga yang dimulai dari sel penyusun lobulus

(lobules cancer) dan jaringan lainnya (American Cancer Society, 2010).

  2. Epidemiologi Kanker payudara termasuk jenis kanker yang paling sering diderita kaum

wanita. Dari semua kasus kanker yang terjadi pada wanita di Amerika Serikat,

kanker payudara menduduki peringkat pertama (32%) dan kematian akibat kanker

jenis ini mencapai 18% (King, 2000). Di Indonesia prevalensi tumor/kanker

adalah 4,3 per 1000 penduduk. Berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit

(SIRS) tahun 2007, kanker payudara menempati urutan pertama pada pasien rawat

  11

inap di seluruh RS di Indonesia (16,85%), disusul kanker leher rahim

(11,78%). Hal ini sama dengan estimasi Globocan (IACR) tahun 2002.

Ditambahkan, kanker tertinggi yang diderita wanita Indonesia adalah kanker

payudara dengan angka kejadian 26 per 100.000 perempuan, disusul kanker leher

rahim dengan 16 per 100.000 perempuan (Depkes, 2011).

3. Etiologi

  Menurut Michaud, Janet dan Fransisco, risiko terjadinya kanker payudara meningkat seiring dengan bertambahnya usia, seperti tertera pada tabel berikut : Tabel I. Resiko Terjadinya Kanker Payudara Seiring Bertambahnya Usia

(Michaud, Janet dan Fransisco,2008)

  Interval Usia (tahun) Kemungkinan (%) Perkembangan Invasiv Kanker Payudara

  30-40 0,43 atau 1 dari 233 40-50 1,44 atau 1 dari 69 50-60 2,63 atau 1 dari 38 60-70 3,65 atau 1 dari 27

  Faktor resiko lain yang turut mempengaruhi perkembangan kanker payudara antara lain : a. Jenis kelamin : wanita beresiko lebih tinggi dibandingkan pria

  b. Faktor genetik : seseorang yang memiliki hubungan darah dengan pasien kanker payudara memiliki resiko 2-3 kali lebih tinggi. Gen utama yang terkait dengan timbulnya kanker payudara adalah BRCA-1 dan BRCA-2

  c. Suku dan ras : wanita keturunan Afrika-Amerika memiliki resiko yang lebih tinggi.

  d. Jaringan payudara : wanita dengan jaringan payudara yang padat, memiliki banyak glandular tissue dan sedikit jaringan lemak sehingga beresiko tinggi terhadap kanker payudara

  12

  e. Masa menstruasi : wanita yang memiliki masa menstruasi yang panjang (berawal pada usia di bawah 12 tahun sampai di atas 55 tahun) memiliki resiko yang tinggi

  f. Reproduksi : wanita dengan usia menarke kecil, henti haid lanjut dan siklus haid yang pendek serta wanita yang pertama kali melahirkan pada usia lebih dari 30 tahun dan setelah melahirkan belum menyusui, memiliki resiko yang lebih tinggi g. Penggunaan obat : penggunaan jangka panjang hormon insidennya lebih tinggi h. Radiasi pengion : kelenjar payudara relatif lebih peka terhadap radiasi pengion, sehingga paparan secara berlebih dapat menyebabkan resiko yang lebih tinggi i. Diet dan gizi : diet tinggi lemak dan kalori serta konsumsi alkohol berkaitan langsung dengan timbulnya karsinoma mamae (Mintian, Yang dan Wang Yi, 2008, dan American Cancer Society, 2010).

4. Patofisiologi

  Identifikasi tipe histopatologi kanker payudara penting untuk diketahui

karena berkaitan dengan aspek klinik yang meliputi prediksi metastasis, terapi dan

prognosis. Klasifikasi tersebut menurut WHO tahun 1981, antara lain :

a. Karsinoma noninvasif Massa sel tumor terdapat hanya pada intraduktus atau intralobular.

  Total kejadian hanya 5% dari seluruh karsinoma payudara. Bentuk yang paling sering adalah karsinoma komedo, karsinoma papiler intraduktus dan karsinoma intralobular.

  13

  b. Karsinoma invasif Kira-kira 50% dari total kejadian karsinoma payudara. Massa sel tumor solid, bentuk dan besar bervariasi, tersusun berupa kord maupun sarang-sarang yang dibatasi jaringan ikat dan sering disertai reaksi desmoplastik (Tambunan, 1995).

  Tingkat atau derajat keparahan kanker payudara dapat diketahui melalui

stage atau stadium, berdasarkan sifat histologi sel kanker yang dilihat dari ukuran

tumor (tumor size), nodus limfe (node) dan metastasis (metastase) yang disingkat

TNM.

  Menurut American Cancer Society beberapa kasus kanker payudara tidak

dapat diprediksi dengan menggunakan mammogram. Gejala dan tanda yang utama

pada kanker payudara yaitu terdapat gumpalan atau masa, dimana masa tersebut

keras, bentuk tidak beraturan dan tidak terasa sakit saat ditekan. Gejala dan tanda

lain yang dapat timbul antara lain:pembengkakkan pada sebagian atau seluruh

payudara (kecuali jika tidak terasa ada gumpalan); iritasi kulit atau dimpling; luka

pada payudara atau puting; nipple retraction (puting masuk ke dalam); kulit

payudara atau puting kemerahan, menjadi lebih tebal atau memiliki ukuran yang

tidak sama; ada cairan yang keluar selain ASI; terkadang kanker payudara dapat

menyebar melalui nodus limfa di bawah lengan dan menyebabkan penggumpalan

atau pembengkakkan, sebelum sel tumor aslinya yang berada di payudara cukup

besar untuk dirasakan

  14

5. Diagnosis dan Prognosis

  Kanker dapat ditemukan atau diketahui keberadaannya dengan berbagai

pemeriksaan. Menurut American Cancer Society pemeriksaan tersebut antara lain:

a. Sadari (pemeriksaan payudara sendiri atau Breast Self Examination)

  b. Pemeriksaan klinis

  c. Mamografi

  d. Breast ultrasound

  e. Nipple discharge exam

  f. Biopsy Faktor yang paling berperan dalam penilaian resiko rencana terapi pada

kanker payudara adalah ukuran tumor dan status kelenjar getah bening, seperti

yang tertera pada kriteria perkembangan sel kanker dengan klasifikasi TNM.

  

Pengobatan kanker payudara dilakukan berdasarkan dengan tingkat keparahan

(tingkat stadium) kanker payudara dan perkembangan sel kanker dalam tubuh

pasien.

C. Kemoterapi

  Kemoterapi merupakan salah satu treatment pada pengobatan kanker,

dimana treatment tersebut dilakukan dengan menggunakan obat-obatan yang

memiliki kekuatan yang tinggi.

  Agen kemoterapi digolongkan menjadi 7 golongan, berdasarkan struktur kimia, asal obat dan mekanisme kerjanya, antara lain :

  15

  1. Alkilator Alkilator memiliki gugus alkilator aktif yang akan membentuk ion karbonium (alkil) atau kompleks lain yang sangat reaktif, yang akan berikatan secara kovalen dengan berbagai nukleofilik penting di dalam tubuh. Efek sitotoksik zat alkilator terutama melalui pembentukkan ikatan silang secara langsung dengan N

  7 radikal basa guanin atau N 3 adenin dari molekul DNA dan protein sehingga struktur sel rusak dan sel mati.

  2. Antimetabolit Antimetabolit bekerja dengan cara menghambat sintesis DNA, dengan reaksi hambatan bersaing. Pada sel kanker, metabolisme purin dan pirimidin lebih tinggi daripada pada sel normal. Antipurin dan antipirimidin akan mengambil tempat purin dan pirimidin dalam pembentukkan nukleosida sehingga sintesis DNA pada sel kanker terhambat.

  3. Golongan Antibiotika Golongan antibiotika akan memutus rantai tunggal DNA pada sel kanker, sehingga sel kanker tidak dapat mensintasis DNA dan berpoliferasi.

  4. Inhibitor Protein Mikrotubuli Inhibitor Protein Mikrotubuli akan berikatan dengan mikrotubulus inti sel tumor, menghambat sintesis dan polimerasi mikrotubulus sehingga

mitosis akan berhenti pada tahap metafase dan replikasi sel akan terganggu.

  16

  5. Inhibitor Topoisomerase Menghambat topoisomerase I yang akan menghambat pertautan kembali rantai ganda saat replikasi berlangsung sehingga akan memutus rantai ganda DNA sel kanker.

  6. Hormon Berikatan secara kompetitif dengan reseptor yang sesuai pada sel kanker yang dapat memacu pertumbuhan sel tumor

  7. Golongan Target Molekuler Berikatan dengan sel target, yang akan berhubungan dengan faktor petumbuhan tumor. Misalnya, trastizumab pada terapi karsinoma mamae dengan overekspresi HER2 (Youjian, 2008 dan Nafrialdi, 2008)

  Efek samping agen kemoterapi berbeda-beda tergantung pada jenis agen

kemoterapi yang digunakan. Efek samping dari penggunaan kemoterapi secara

umum (Youjian, 2008) antara lain :

1. Efek Toksik Jangka Pendek

  a. Depresi sumsum tulang : leukopenia, trombositopenia, dan anemia serta infeksi septikemia atau hemoragi visera b. Reaksi gastrointestinal : mual, muntah, ulserasi mukosa mulut atau sariawan, atau diare c. Rudapaksa fungsi hati : peningkatan bilirubin, nekrosis hati akut/subakut, atau infeksi virus hepatitis d. Rudapaksa fungsi ginjal : oliguri, uremia, penyumbatan duktus renalis, nefropati asam urat, hiperurikemia, hiperkalemia, atau hiperfosfatemia

  17

  e. Pulmotoksisitas : fibrosis kronis paru atau pneumonitis interstisial

  f. Efek toksik lokal : tromboflebitis, nekrosis jaringan bila terjadi ekstravasasi obat keluar vena g. Lainnya : kardiotoksik, neurotoksik, reaksi alergi, alopesia, melanosia, eritroderma palmar-plantar /sindrom tangan-kaki

2. Efek Toksik Jangka Panjang

  a. Karsinogenik Penggunaan beberapa agen kemoterapi, beberapa bulan atau tahun setelah digunakan dapat meningkatkan peluang atau resiko terjadinya tumor primer kedua

b. Infertilitas

D. Penggunaan Antibiotika Selama Kemoterapi

  Pasien kanker memiliki resiko yang tinggi terjadinya morbiditas dan

mortalitas yang dikarenakan adanya komplikasi infeksi sekunder karena penyakit

yang dideritanya atau karena treatment yang dijalaninya yang menginduksi

terjadinya penurunan imunitas. Kerusakan imunitas tersebut terkait dengan

keganasan yang terdapat pada sel hematologik dan jaringan limfoid. Alasan

iatrogenik dari kerusakan imunitas termasuk akibat dari kemoterapi dan

radioterapi yang berulang. Treatment yang berhubungan dengan neutropenia akan

meningkatkan resiko terjadinya infeksi. Kemungkinan terjadinya morbiditas dan

mortalitas akibat infeksi akan meningkat sejalan dengan durasi peningkatan

neutropeni. Nilai dari absolute neutrophil count (ANC) yang kurang dari 500

  18

cells/L, akan meningkatkan resiko terjadinya infeksi. Pada kenyataanya, seorang

pasien dikatakan beresiko tinggi neutropenik (high-risk neutropenics) ketika nilai

ANC-nya kurang dari 500 cells/L selama >7 hari (American Pharmacists

a Association , 2009).

  (% ℎ + % ℎ ) = 100 Infeksi dapat terjadi akibat adanya kontak langsung dengan penderita

infeksi ataupun akibat infeksi bakteri dari lingkungan, termasuk pula dari bahan

makanan yang dikonsumsi. Selain itu, infeksi yang timbul juga dapat disebabkan

karena Candida albicans yang secara normal terdapat di membran mukosa pada

saluran pencernaan (gastrointestinal) dan saluran kemih dan kelamin (urogenital)

a

  

(American Pharmacists Association , 2009). Bakteri patogen yang sering

menyebabkan infeksi pada aliran darah sehingga mengakibatkan terjadinya

neutropenia tertera pada tabel berikut :

Tabel II.Bakteri yang secara Umum Menyebabkan Infeksi pada Pasien Neutropeni

dan Antibiotika yang dapat digunakan(Freifeld, dkk., 2010)

  Jenis Bakteri Antibiotika Coagulase-negative staphylococci Ciprofloxacin + amoxicilin-clavulanat - Staphylococcus aureus , including Piperacilin-tazobactam + gentamicin + - methicillin-resistant strains vancomycin Enterococcus species, including -

  Gram vancomycin-resistant strains

  Positif Penicilin + gentamicin

  • Viridans group streptococci
  • Streptococcus pneumoniae Ceftriaxone / Chloramphenicol

  Streptococcus pyogenes - Escherichia coli

  • Piperacilin-tazobactam + gentamicin Klebsiella species + vancomycin
  • Enterobacter species
  • Piperacilin-tazobactam atau -

  Gram Pseudomonas aeruginosa Carbapenem atau anti-pseudomonal

  • Negatif

  cephalosporin + metronidazole Citrobacter species

  • Acinetobacter species
  • -lactam / Carbapenem +
  • amynoglicosida / Fluoroquinolon

  Stenotrophomonas maltophilia

  19 Selain antibiotika tersebut, untuk mengatasi infeksi akibat bakteri tersebut, dapat pula digunakan antibiotika sebagai berikut : Ciprofloxacin + amoxicilin-clavulanat : antibiotika empiris untuk febril - neutropenia kategori low risk Fluoroquinolon profilaksis : gram negatif atau gram positif - DalamClinical Practice Guidelinefor the Use of Antimicrobial Agents in

  

Neutropenic Patients with Cancer tahun 2010 pasien kanker payudara yang

menjalani kemoterapi dikatakan membutuhkan terapi antibiotika apabila : o

  1. Hasil pemeriksaan fisik, suhu tubuh pasien > 38,3

  C, atau

  

2. Hasil pemeriksaan hematologi pasien menunjukkan adanya penurunan atau

peningkatan jumlah leukosit dan/atau neutrofil dari jumlah normal, atau

  3. Terjadi infeksi pada bagian kulit atau jaringan, atau

  

4. Hasil tes urin menjukkan jumlah bakteri > 100/uL atau uji kultur

menunjukkan hasil positif terdapat bakteri Pemberian antibiotika dalam menangani pasien yang mengalami

neutropenia dibedakan berdasarkan tingkat resiko neutropenia dari pasien tesebut.

  

Tingkat resiko tersebut dibedakan berdasarkan jumlah ANC dan periode

terjadinya neutropeni. Penetapan tingkat resiko dapat menentukan jenis

antibiotika empiris, cara pemberian (oral atau intravena), cara pengobatan (rawat

inap atau rawat jalan), dan durasi terapi antibiotika. Pasien dengan high-risk

  3

apabila jumlah ANC kurang dari 500 sel/mm selama > 7 hari. Pasien dengan

high-risk neutrophenic diharuskan di rawat inap di Rumah Sakit untuk terapi

empiris. Sedangkan pasien dengan low-risk apabila periode terjadinya neutropeni

  20

kurang dari 7 hari atau dengan nilai komorbiditas rendah, cukup dengan

pemberian antibiotika empiris secara oral. Penanganan neutropeni dapat dilakukan

berdasarkan tingkat resiko, gambaran penanganan tersebut secara ringkas tertera

pada gambar I, gambar II dan gambar III. o 6 Demam (> 38,3

  C) dan Neutropenia (< 500 x 10 u/L)

  Low Risk High Risk

  Neutropenia < 7 hari  Neutropenia > 7 hari 

  Kondisi stabil Kondisi tidak stabil    Hasil pemeriksaan Hasil pemeriksaan medis  medis normal banyak yang tidak normal

  Rawat Inap Rawat Jalan Rawat Inap

  Pemberian antibiotika Pemberian secara Pemberian secara i.v   empiris monoterapi, meliputi oral Piperacilin/tazobacta

  :  Menungkinkan untuk m atau

  Piperacilin/tazobactam  Carbapenem atau

  Caregiver

  atau Ceftazidime atau

  Carbapenem atau  Cefepime

   Ceftazidime atau  Intoleransi pada Oral Ciprofloxacin +

  Cefepime  pencernaan Amoxicilin / Clavuanat

  2-4 hari Ket : Dapat dilihat

  Jika respon membaik pada gambar II dan memungkinkan untuk rawat jalan

  Sesuaikan antibiotika berdasarkan kondisi klinis yang spesifik, Amati kondisi pasien 4-24 radiograf, dan/atau hasil kultur. jam untuk memastikan

  Seperti : bahwa antibiotika empiris Vancomycin atau linezolid  yang diberikan dapat untuk selulit atau pneumonia ditoleransi dan kondisi Tambahkan aminoglikosida  pasien stabil sebelum dan bergantian dengan meberikan terapi rawat jalan Carbapenem untuk pneumonia atau bakteriemia akibat gram negatif Metronidazole untuk gejala  abdominal atau dicurigai infeksi C. difficile

  

Gambar I. Manajemen Awal dari Demam dan Neutropenia (Freifeld, A.G., dkk.,

2010)

  21

  2 – 4 Hari Setelah Terapi Antibiotika Empiris

  High Risk Low Risk

  Demam Infeksi Jelas

  Demam  Demam > 4

   Demam Demam > 4 hari Demam   hari mereda mereda

  Kondisi klinis   Kondisi klinis

  Hasil kultur   tidak stabil Hasil kultur stabil negatif negatif

  Ganti Jangan ganti

  Rawat Inap Lanjutkan terapi Lanjutkan antibiotika antibiotika untuk pemberian antibiotika (oral antibiotika berdasarkan empiris antibiotika atau i.v) sampai sampai ANC > hasil kultur 6 spektrum ANC > 500 x

  500 x 10 u/L Perkirakan 6 dan/atau luassecara i.v

  10 u/L dari tempat tempat infeksi infeksi

  Demam

  Responding Not Responding

  Ganti antibiotika berulang berdasarkan selama

  Lanjutkan antibiotika 7-  Periksa ulang untuk hasil kultur neutropenia tempat infeksi yang baru

  14 hari berdasarkan dan/atau tempat Kultur/biopsi/drain letak  yang infeksi yang jelas atau infksi infeksi yang memburuk: berkepanjangan lebih lama. Hingga ANC 6 diperkirakan karena > 500 x 10 u/L bakteri, virus dan fungi

   Tinjau antibiotika untuk kecukupan dosis dan spektrum Pertimbangkan untuk  memberikan terapi antifungal empiris  Perlebar

  coverage antibiotika

  untuk intabilitas hemodinamik

  

Gambar II.Peninjauan ulang setelah 2-4 hari terapi antibiotika empiris (Freifeld,

A.G., dkk., 2010)

  22 High Risk Patient dengan Demam Panjang (> 4 hari)

  Tes harian dan riwayat  Tes kultur darah – diulang dalam basis terbatas

   Uji kultur untuk daerah yang dicurigai mengalami infeksi  Demam

  Demam Infeksi terdokumentasi  Stabil secara

  Stabil secara klinis  Tidak stabil secara  klinis Peningkatan ANC : klinis 

  Peningkatan ANC   Myeloid recovery not Gejala dan tanda : Myeloid

  imminent infeksi memburuk recovery

  CT Scan sinus dan 

  imminent

  paru-paru dipertimbangkan Tes ulang dan re-image  (CT, MRI) untuk tempat

  Hasil pengamatan : infeksi baru atau

  Tidak ada memburuk perubahan

  Mendapatkan Menerima Uji kultur/biopsi/drain  antibiotika kecuali fluconazole anti-mold pada tempat infeksi secara data klinis, profilaxis profilaxis yang memburuk: mikrobiologik atau diperkirakan karena radiografik bakteri, virus dan fungi menunjukkan Tinjau hasil antibiotika  adanya infeksi baru untuk kecukupan dosis dan spektrum Pertimbangan  menambahkan terapi

  Terapi antifungi

  Pre-emptive Terapi antifungi antifungi empiris

  empiris:

  approach : mulai empiris dengan

   Memperluas Pertimbangan  terapi antifungi anti-mold bergantian berdasarkan hasil : coverage : dengan  CT scan Echinocandin  antifungi lain dada/sinus

  Voriconazole  dengan aktif Serangkaian uji 

   Preparasi mold atau serum Amphoterin jenis yang galactomannan B berbeda

  

Gambar III.High-risk Patient dengan Demam setelah 4 hari Terapi Antibiotika

empiris (Freifeld, A.G., dkk., 2010)

  23 E. Evaluasi Penggunaan Obat Evaluasi mengenai jenis dan golongan antibiotika yang digunakan,

dilakukan berdasarkan informasi dari Drug Informatorium Handbook (DIH),

MIMS dan penelusuran informasi melalui internet, yaitu dari

http://www.medicinenet.com.

  Evaluasi mengenai kesesuaian penggunaan antibiotika selama

kemoterapi yang dilakukan dalam penelitian ini lebih difokuskan pada

permasalahan pada penggunaan antibiotika, dengan mengevaluasi kesesuaian

antara keadaan patologis pasien yang dilihat dari nilai ANC atau jumlah

mikroorganisme yang diperoleh dari hasil pemeriksaan urin, feses atau uji kultur,

sebagai indikasi terjadinya infeksi terhadap antibiotika yang diberikan,

berdasarkan Clinical Practice Guideline for the Use of Antimicrobial Agents in

Neutropenic Patients with Cancer tahun 2010.

  Menurut Cippole, Strand dan Morley, permasalahan yang sering muncul

dapat dikelompokkan menjadi 7 Drug Therapy Problems, yang berkaitan dengan

indikasi, efektivitas, keamanan, dan kepatuhan. Kategori Drug Therapy Problems

tersebut dapat dilihat pada tabel III. Dalam penelitian ini dari 7 kategori Drug

Therapy Problems (DTPs) tersebut, hanya 4 kategori DTPs yang diambil.

  

Keempat kategori tersebut antara lain : terapi antibiotika yang tidak diperlukan,

memerlukan tambahan terapi antibiotika, antibiotika yang tidak efektif, dan

adverse drug reaction .

  24 Tabel III. Kategori Drug Therapy Problems (Cippole, Strand, dan Merley, 2004) Drug Therapy Problems Penyebab Umum Terapi obat yang tidak Tidak adanya indikasi medis yang valid untuk terapi diperlukan obat yang digunakan saat itu, banyaknya pemakaian banyak obat untuk kondisi tertentu padahal hanya memerlukan terapi obat tunggal, kondisi medis lebih sesuai diobati tanpa terapi obat, terapi obat digunakan untuk menghilangkan adverse reaction yang berhubungan dengan pengobatan lain, penyalahgunaan obat, penggunaan alkohol, atau merokok yang menyebabkan masalah Memerlukan tambahan Kondisi terapi yang memerlukan terapi inisiasi obat,

terapi obat pencegahan terapi obat diperlukan untuk mengurangi

resiko berkembangnya penyakit baru. Kondisi medis yang memerlukan farmakoterapi tambahan untuk mencapai sinergisme atau efek adiktif

  Obat yang tidak efektif Obat yang digunakan bukan obat yang peling efektif terhadap masalah medis yang dialami, kondisi medis yang terbiaskan dengan adanya obat, bentuk sediaan obat tidak sesuai, obat tidak efektif terhadap indikasi yang dialami Dosis terlalu rendah Dosis atau interval dosis terlalu rendah untuk menghasilkan respon yang diinginkan, interaksi obat yang menimbulkan penurunan jumlah zat aktif yang tersedia dan durasi obat terlalu singkat untuk menghasilkan respon yang diinginkan

  Adverse Drug Reaction Obat menyebabkan reaksi yang tidak menyenangkan atau tidak diinginkan yang tidak berhubungan dengan besarnya dosis yang diberikan, obat yang lebih aman diperlukan terhadap faktor resiko, interaksi obat menyebabkan reaksi yang tidak diinginkan yang tidak berhubungan dengan besarnya dosis, adanya regimen dosis atau berubah sangat cepat, obat menyebabkan alergi, obat dikontraindikasikan terhadap faktor resiko

Dosis terlalu tinggi Dosis terlalu tinggi, frekuensi pemakaian obat terlalu

singkat, durasi obat terlalu panjang, interaksi obat terjadi karena hasil dari reaksi toksik dari obat, dosis

obat diberikan terlalu cepat

Ketidakpatuhan Pasien tidak mengerti instruksi pemakaian, pasien memilih untuk tidak memakai obat, pasien lupa untuk memakai obat, harga obat terlalu mahal bagi pasien, pasien tidak dapat menelan atau memakai sendiri obat secara tepat, obat tidak tersedia bagi pasien

  25 F. Keterangan Empiris Penggunaan antibiotika sebelum atau setelah kemoterapi pada pasien

kanker payudara di instalasi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

dipengaruhi oleh nilai ANC dan adanya mikroorganisme dalam tubuh pasien dari

hasil pemeriksaan urin, feses atau uji kultur.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian mengenai evaluasi penggunaan antibiotika pada pasien kanker

  

payudara selama kemoterapi periode Januari 2010 – Januari 2012 di Rumah Sakit

Panti Rapih merupakan jenis penelitian non-eksperimental dengan rancangan

penelitian deskriptif evaluatif yang bersifat retrospektif. Penelitian ini bersifat

non-eksperimental karena tidak dilakukan perlakuan khusus terhadap subjek uji.

  

Rancangan penelitian merupakan rancangan deskriptif evaluatif karena data yang

diperoleh dari catatan rekam medis pasien kemudian di evaluasi berdasarkan studi

pustaka dan dideskripsikan terhadap fenomena yang terjadi, kemudian

ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar. Penelitian ini bersifat retrospektif

karena data yang digunakan diambil dengan menggunakan penelusuran terhadap

data rekam medik pasien kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi di

Rumah Sakit Panti Rapih periode Januari 2010 – Januari 2012.

  Variabel yang digunakan dalam penelitian ini antara lain :

  a. Variabel bebas Nilai Hb; jumlah leukosit; dan nilai ANC, serta kondisi pasien selama menjalani kemoterapi.

  b. Variabel tergantung Antibiotika yang diterima pasien, yang tertera pada lembar rekam medik pasien

  27 B. Definisi Operasional

  

1. Pasien kemoterapi yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah pasien

rawat inap yang terdiagnosa kanker payudara dan dalam rekam mediknya tertulis menjalani perawatan dengan kemoterapi periode Januari 2010 – Januari 2012.

  

2. Kasus dalam penelitian ini adalah kasus rawat inap yang dijalani pasien pada

periode Januari 2010 – Januari 2012, sehingga memungkinkan terjadinya lebih dari satu kejadian DTPs dalam satu kasus kemoterapi.

  

3. Kemoterapi adalah terapi yang dijalani oleh pasien kanker, pada penelitian ini

adalah pasien kanker payudara dengan menggunakan agen sitostatika.

  

4. Evaluasi penggunaan antibiotika berdasarkan kriteria Drug Therapy

Problems (DTPs) yang meliputi : terapi antibiotika yang tidak diperlukan, memerlukan tambahan terapi antibiotika, antibiotika yang tidak efektif, dan adverse drug reaction.

  

5. Evaluasi DTPs kategori ketidakefektifan pemilihan antibiotika, dilakukan

berdasarkan studi pustaka mengenai antibiotika yang diberikan terhadap kuman penyebab infeksi atau potensial menyebabkan infeksi yang diperoleh dari data hasil uji kultur pasien.

  

6. Evaluasi DTPs kategori adverse drug reaction, dilakukan berdasarkan

keadaanumum pasien yang tertulis dalam rekam medik.

  

7. Evaluasi DTPs kategori terapi antibiotika yang tidak diperlukan dan

memerlukan tambahan terapi antibiotika, dilakukan berdasarkan pada kondisi umum pasien, hasil pemeriksaan laboratorium, dan diagnosis yang diberikan

  28 yang tertulis dalam rekam medik, serta antibiotika yang diberikan untuk mencegah atau mengobati infeksi.

  

8. Tanda-tanda infeksi ditandai dengan adanya kelainan jumlah sel darah putih

(WBC : White Blood Cells) dan/atau neutrofil, dimana terjadi peningkatan atau penurunan jumlah neutrofil dari jumlah normal (nilai normal WBC :

  3 2500-7000 mm untuk dewasa (50-70%)).

  

9. Antibiotika merupakan obat atau senyawa kimia yang digunakan pada

saatnilai neutrofil pasien kanker payudara <1000 sel/L, sebelum atau setelah kemoterapi selain antibiotika kemoterapi dengan tujuan untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri atau mikrobia penyebab infeksi atau mencegah terjadinya infeksi pada pasien.

  

10. Interaksi antibiotika yang diamati dalam penelitian ini merupakan interaksi

antar antibiotika dengan antibiotika lain atau antibiotika dengan obat lain yang digunakan bersamaan dalam terapi sebelum atau setelah kemoterapi kanker payudara.

  

11. Efek samping adalah suatu kondisi yang tidak menyenangkan/efek merugikan

yang dirasakan pasien akibat penggunaan antibiotika.

  

12. Penggunaan antibiotika dalam penelitian ini dikatakan sesuai dengan Clinical

Practice Guideline for The Use of Antimikrobia Agents in Patients with Cancer tahun 2010 apabila jenis antibiotika yang digunakan seperti yang tertera pada tabel II. dan pada kasus penggunaan antibiotika tersebut tidak terjadi kasus DTPs.

  29 C. Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah pasien rawat inap di Rumah Sakit Panti

Rapih Yogyakarta dengan diagnosis kanker payudara yang sedang menjalani

kemoterapi pada periode Januari 2010 – Januari 2012, dengan kriteria : a. Kriteria Inklusi Semua pasien rawat inap di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dengan

diagnosis kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi, terdapat nilai

neutrofil pada hasil pemeriksaan hematologi dan/atau mendapatkan terapi

antibiotika pada periode Januari 2010 – Januari 2012

  b. Kriteria Eksklusi Pasien dinyatakan meninggal oleh pihak Rumah Sakit selama periode Januari 2010 – Januari 2012.

D. Bahan Penelitian

  Bahan penelitian yang digunakan berupa lembar catatan rekam medik

pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi pada periode Januari 2010 –

Januari 2012 yang berisikan data klinis pasien kanker payudara yang diperoleh

dari unit rekam medik Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta serta data hasil

pemeriksaan laboratorium pasien kanker payudara pada bulan Januari 2010 –

Januari 2012.

  30 E. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di Instalasi Rekam Medik Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta yang bertempat di Jl. Cik Di Tiro 30, Yogyakarta

F. Tata Cara Penelitian

  1. Tahap Awal

  a. Studi Pustaka Studi pustaka dilakukan dengan membaca literatur-literatur yang ada mengenai kanker payudara, kemoterapi, antibiotika dan penggunaan antibiotika serta mengenai Drugs Therapy Problems (DTPs).

  b. Tahap Perencanaan Diawali dengan penentuan dan analisis masalah yang akan dijadikan bahan penelitian, dilanjutkan dengan penyusunan proposal penelitian. Kemudian dilakukan prosedur perijinan untuk melihat data rekam medik pasien kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, periode Januari 2010 – Januari 2012.

  2. Tahap Pengambilan Data Tahap pengambilan data diambil pada 1 Maret 2012 – 15 Juni 2012. Pada

tahap pengambilan data, peneliti terlebih dahulu melakukan penelusuran data

kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data-data rekam medis yang berupa

diagnosis pasien, hasil pemeriksaan laboratorium dan non-laboratorium serta

resep yang diterima pasien, yang diperoleh dari catatan rekam medis pasien

  31

kanker payudara yang menjalani kemoterapi, kemudian mencatat data tersebut ke

dalam blanko pengambilan data.

  a. Proses pengambilan data diperoleh dengan melakukan penelusuran data dari lembar yang diberikan oleh instalasi rekam medik, diperoleh data mengenai pasien yang menderita kanker payudara. Lembar print-out memuat laporan mengenai jumlah pasien kanker payudara pada instalasi rawat inap yang berisikan data pasien, berupa nomor rekam medis dan nama pasien. Dari hasil penelusuran data diperoleh 165 pasien kanker payudara yang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Panti Rapih selama periode Januari 2010 – Januari 2012 dan 44 pasien lainnya dinyatakan meninggal dan termasuk dalam kriteria eksklusi sehingga tidak ikut dicantumkan dalam penelitian ini.

  b. Proses pencarian data diperoleh dengan melihat Catatan Rekam Medis seluruh pasien rawat inap yang menderita kanker kayudara. Catatan Rekam Medis tersebut memuat laporan mengenai nama, umur, jenis kelamin, hasil diagnosa, jenis obat yang diberikan, dosis obat, lama perawatan, bentuk sediaan, cara pemberian obat, dan keadaan pasien selama masa perawatan. Melalui proses pencarian data, dari 165 pasien rawat inap dengan diagnosis kanker payudara, dapat diketahui pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi selama periode Januari 2010

  Januari 2012 berjumlah 32 pasien, dengan 19 pasien menjalani

  • – ®

  kemoterapi dengan injeksi, 6 pasien dengan kemoterapi oral (Xeloda ), 1 pasien menjalani kemoterapi injeksi kemudian dilanjutkan oral dan 6

  32 pasien tidak diketahui agen kemoterapinya dikarenakan melakukan kemoterapi di rumah sakit lain.

  c. Kemudian pencatatan dilakukan dengan melihat data yang tertera pada data rekam medis. Pencatatan dilakukan terhadap lembar rekam medik dari 32 pasien kanker payudara yang pada lembar rekam mediknya tertera menjalani kemoterapi. Dari hasil pencatatan dari 32 pasien, diketahui bahwa terdapat 66 kasus terkait dengan kemoterapi karena ada beberapa pasien yang menjalani kemoterapi lebih dari sekali selama periode Januari 2010 – Januari 2012. Data yang diambil meliputi nomor rekam medis, umur, jenis kelamin, hasil diagnosis, data laboratorium, jenis obat, dosis obat, cara pemakaian, dan lama pasien menjalani perwatan serta keadaan pasien selama masa perawatan.

3. Tahap Penyelesaian Data

  a. Pengolahan Data Data yang diperoleh, kemudian disajikan dalam bentuk tabel atau gambar, kemudian dideskripsikan. Tabel atau gambar tersebut berisi tentang jenis terapi yang dilakukan, keadaan hematologi pasien yang dilihat dari nilai Hb dan nilai ANC, profil penggunaan antibiotika serta kajian mengenai beberapa kategori Drugs Therapy Problems (DTPs) yang meliputi terapi obat yang tidak diperlukan, memerlukan tambahan terapi antibiotika, antibiotika yang tidak efektif, dan adverse drugs reaction yang dijabarkan menggunakan Subjective, Objective, Assessment, Plan (SOAP).

  33

  b. Evaluasi Penggunaan Antibiotika Evaluasi mengenai kesesuaian penggunaan antibiotikasebelum atau setelah kemoterapi yang dilakukan dalam penelitian ini lebih difokuskan pada permasalahan terkait penggunaan antibiotika, dengan mengevaluasi kesesuaian antara keadaan patologis pasien yang dilihat dari nilai ANC dan jumlah mikroorganisme dari hasil pemeriksaan urin, feses atau uji kultur, berdasarkan Drug Informatorium Handbook 18 th edition , MIMS Indonesia

  Petunjuk Konsultasi Edisi 10, dan Clinical Practice Guideline for the Use of Antimicrobial Agents in Neutropenic Patients with Cancer tahun 2010.

  

G. Tata Cara Analisis Hasil

Analisis hasil dalam penelitian ini dikelompokkan berdasarkan

karakteristik pasien, golongan dan jenis antibiotika, dan kajian Drug Therapy

Problems (DTPs) . Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk tabel dan/atau

gambar. Untuk tata cara analisis hasil dilakukan sebagai berikut :

  

1. Karakteristik demografi pasien kanker payudara yang menjalani

kemoterapi Dilakukan identifikasi mengenai distribusi pola pengobatan pada pasien

kanker payudara. Kemudian dilakukan identifikasi mengenai karakteristik

demografi pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi, dilakukan

berdasarkan distribusi kelompok usia, distribusi kelompok stadium kanker

payudara yang dialami pasien, distribusi nilai Hb pasien sebelum dan/atau setelah

kemoterapi, dan distribusi nilai ANC pasien sebelum dan/atau setelah kemoterapi.

  34

  2. Golongan dan jenis antibiotika Dilakukan identifikasi mengenai golongan dan jenis antibiotika yang

digunakan, dan dihitung persentase penggunaannya. Persentase golongan dan

jenis antibiotika yang digunakan, dihitung dengan cara menghitung jumlah

penggunaan jenis antibiotika kemudian dibagi dengan jumlah pasien kanker

payudara yang menjalani kemoterapi dan mendapatkan terapi antibiotika,

kemudian dikalikan 100%.

  3. Evaluasi kesesuaian penggunaan antibiotika Evaluasi mengenai kesesuaian penggunaan antibiotika pada pasien

kanker payudara yang menjalani kemoterapi dilakukan dengan mengidentifikasi

ada atau tidaknya indikasi infeksi yang dialami pasien dengan terapi antibiotika

yang diberikan berdasarkan Clinical Practice Guideline for the Use of

Antimicrobial Agents in Neutropenic Patients with Cancer tahun 2010. Selain itu

juga dilakukanidentifikasi mengenaiDrug Therapy Problems (DTPs) dengan

membandingkan keadaan pasien yang dilihat dari nilai Hb, nilai ANC dan hasil

laboratorium terhadap terapi antibiotika yang telah diberikan. Standar terapi

th

penggunaan antibiotika berdasarkan Drug Informatorium Handbook 18 edition ,

MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi Edisi 10, Clinical Practice Guideline for

the Use of Antimicrobial Agents in Neutropenic Patients with Cancer tahun 2010

dan penelusuran informasi melalui internet, yaitu dari

http://www.medicinenet.com.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dan pembahasan disajikan dalam tiga bagian. Bagian pertama

  

merupakan gambaran umum pasien kanker payudara dan karakteristik demografi

pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Bagian kedua

menggambarkan pola penggunaan antibiotika selama kemoterapi. Bagian ketiga

berisi tentang evaluasi mengenai kesesuaian penggunaan antibiotika sebelum atau

setelah kemoterapi berdasarkan Clinical Practice Guideline for the Use of

Antimicrobial Agents in Neutropenic Patients with Cancer tahun 2010.

  A. Gambaran Umum Pasien Kanker Payudara dan Karakteristik Demografi Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi

  1. Gambaran umum pasien kanker payudara Pada penelitian ini, diperoleh jumlah pasien kanker payudara yang

menjalani rawat inap di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta sebanyak 165

pasien. Dari 165 pasien kanker payudara yang menjalani rawat inap di Rumah

Sakit Panti Rapih Yogyakarta terdapat 32 pasien (19,39 %) yang menjalani

perawatan kemoterapi, dimana tertera kemoterapi sebagai terapi yang dijalani

pada lembar rekam mediknya. Kemoterapi yang dijalani pasien berupa kemoterapi

dengan injeksi, dengan obat sitostatika antara lain: epirubicin, doxorubicin, paxus,

  ® ®

5-FU, dan Herceptin, dan kemoterapi dengan oral, dengan Xeloda . Xeloda

(Capecitabine) merupakan agen antineoplastik golongan antimetabolit yang

  ®

diberikan secara oral. Xeloda merupakan prodrug dari fluorouracil, dimana

  36 ®

  

Xeloda akan mengal galami hidrolisis di hari dan jaringan menjadi fl di fluorouracil yang

merupakan zat akti ktif sebagai agen antineoplastik (America ican Pharmacists

b Association , 2009). ).

  Adapun status pe atus perawatan Kanker payudara di Instansi Raw awat Inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogy ogyakarta dapat dilihat pada gambar IV.

  Perawatan Non- Kemoterapi; 35;

  21,2 % Operasi dan

  Kemoterapi; 32; Kemoterapi; 32; radioterapi; 98; 59,39 %

  19,39 % 19,39 %

  

Gambar IV. Distribusi busi Pola Pengobatan Kanker Payudara di Instal nstalasi Rawat Inap

Rumah Saki nuari 2012

akit Panti Rapih periode Januari 2010 – Januari

  

2. Karakteristik d demografi pasien kanker payudara yan yang menjalani

kemoterapi

a. Distribusi usia p a pasien kanker payudara yang menjalani ke kemoterapi

  Pencatatan da dan identifikasi data pasien kanker payudara ra yang menjalani

kemoterapi periode Ja di 5 kelompok usia

Januari 2010 – Januari 2012 dibagi menjadi 5

antara lain kelompok pok usia 31-40 tahun, 41-50 tahun, 51-60 tahun, 61 hun, 61-70 tahun dan

kelompok usia di at atas 70 tahun. Tujuan dari dilakukannya p pengelompokkan

berdasarkan usia, ada adalah untuk mengetahui kelompok usia yang ng paling banyak

terjadi pada pasien ka n kanker payudara yang menjalani kemoterapi, pi, sehingga dapat

  37

membandingkannya a dengan teori mengenai faktor resiko ter terjadinya kanker

payudara yaitu pada m da masa wanita mengalami menopause.

  Menurut Mic Michaud, Janet dan Fransisco, risiko terjadinya ka a kanker payudara

meningkat seiring den dengan bertambahnya usia (2008). Berdasarkan an kelompok usia

tersebut, dari 32 pasi pasien kanker payudara yang menjalani kem kemoterapi, paling

banyak adalah pasien en yang berusia pada rentang 41-50 tahun seba banyak 15 pasien,

dan paling sedikit ada dalah pasien dengan usia >70 tahun yakni hany nya 1 pasien.

  Berdasarkan an hasil tersebut, maka dapat diketahui bahw hwa penelitian ini

sesuai dengan teori y i yakni pada kelompok usia 41-50 tahun wani nita sangat rentan

terkena kanker payuda yudara, sebab pada usia tersebut merupaka kan masa wanita

mengalami menopause use. Adapun distribusi usia pasien yang menja njalani kemoterapi

dapat dilihat pada gam ambar V.

  > 70; 1 (3%)

  31-40; 4 (13%)

  61-70; 9 61-70; 9 (28%) (28%)

  51-60; 3 51-60; 3 41-50; 15 41-50; 15

  (9%) (9%) (47%) (47%)

  Gambar V. D . Distribusi Usia Pasien Kanker Payudara yang Me ng Menjalani Kem 2012 emoterapi periode Januari 2010 – Januari 2012

  38

  

b. Distribusi kelom ompok stadium pasien kanker payudara sel selama menjalani

kemoterapi Apabila ditinj ditinjau dari kelompok stadium, sebanyak 14 pasi pasien (44%) tidak

diketahui stadiumnya, ya, karena pada lembar rekam medik tidak dise disebutkan dengan

jelas kategori stadium diumnya. Namun berdasarkan identifikasi data, ta, dari 18 pasien

yang dalam lembar r r rekam mediknya tertera kategori stadiumny nya dengan jelas

diperoleh stadium III

  III yang paling banyak dialami pasien kanker er yang menjalani

kemoterapi. Distribusi busi kelompok stadium pada pasien kanker nker payudara yang

menjalani kemoterapi pi tertera pada gambar VI.

  Stadium I; 0 Stadium II; 1

  0% 3%

  Tidak diketahui; Tidak diketahui; Stadium III; 12 Stadium III; 12

  14 37% 37%

  14

  44% 44% Stadium IV; 5

  16%

  

Gambar VI. Distr istribusi Kelompok Stadium Pasien Kanker Pay ayudara yang

Menjalani ri 2012 ni Kemoterapi periode Januari 2010 – Januari 2012

c. Distribusi nilai ilai Hb pasien kanker payudara selam lama menjalani

kemoterapi

  Pemeriksaan an hematologi sebelum dan/atau setelah kem kemoterapi sangat

penting untuk mengid gidentifikasi kondisi pasien secara umum, sehingga hingga dapat terapi

yang diberikan tepat pat dan sesuai dengan kebutuhan pasien. Nilai H i Hb pasien dapat

  39

menunjukkan apakah ah pasien mengalami anemia atau tidak, sehi sehingga pemilihan

jenis antibiotika dapa pat dilakukan dengan tepat. Karena beberapa a a antibiotika yang

diantaranya berupa m meropenem dan amoksisilin, memiliki efek sa k samping berupa

anemia, sehingga apa apabila pasien yang telah mengalami anemia m a mendapat terapi

dengan meropenem da dapat memperparah kondisi anemia pasien.

  Berdasarkan an hasil penelitian diketahui bahwa sebelum pa pasien menjalani

kemoterapi, sebagian an besar pasien memiliki nilai Hb di bawah 12,0 h 12,0 gr/dL. Hasil

tersebut menunjukka ukkan bahwa sebagian besar pasien meng ngalami anemia.

Sedangkan nilai Hb Hb pasien setelah menjalani kemoterapi t tidak diketahui,

dikarenakan tidak dila dilakukannya pemeriksaan hematologi setelah pa h pasien menjalani

kemoterapi, sehingga gga sulit untuk menganalisa apakah kemoterapi rapi yang dialami

pasien semakin mem mperparah kondisi anemia pasien. Distribusi busi nilai Hb tertera

pada gambar VII.

  40

  40 s

  35 s su

  30

  30 a su a

  25 K h

20 K

  20 h la

  15 la m

  10 u m

  10 J u

  5 J < 12,0 12,0 - ,0 - 16,5 Tidak < 12,0 12,0 - 16,5 ,5 Tidak Diketahui

  Diketahui Nilai Hb (m (mg/dL) Nilai Hb (mg/dL) L)

  Sebelum Kemo Setelah Kemo

Gambar VII. Distr stribusi Nilai Hb Pasien Kanker Payudara Sebel belum dan/atau

Setelah K 2012

h Kemoterapi periode Januari 2010 – Januari 2012

d. Distribusi nilai kemoterapi

  Evaluasi men Guideline for the U Cancer tahun 2010, di yang menunjukkan a ANC sebelum dan/at ANC sebelum kemote setelah kemoterapi l dilakukan pemeriksaa

  30

  Setelah Kemo

  Tidak Diketahui u/L)

  6 u/L, namun ini karena tidak bar VIII). ebelum dan/atau 2012 ah Kemoterapi ksi daripada pada n pada sistem imun er yang menjalani encegah terjadinya

  Clinical Practice nic Patients with boratorium pasien, ranya berupa nilai sil peneltian, nilai 500 x 10

  40 lama menjalani

  50 < 500 > 500 J u m la h K a su s Nilai ANC (x 10 6 u/L

  40

  20

  Gambar VIII. Distribusi Setelah K

  10

  10 6 u/L) Sebelum Kemo

  500 Tidak Diketahui

   Use of Antimicrobial Agents in Neutropenic , dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan labo

n adanya indikasi infeksi atau tidak, diantaran

n/atau setelah kemoterapi. Berdasarkan hasil

oterapi berada pada nilai normal yakni > 500 x pi lebih banyak yang tidak diketahui, hal ini ksaan laboratorium setelah kemoterapi (Gambar V

stribusi Nilai ANC Pasien Kanker Payudara Seb

h Kemoterapi periode Januari 2010 – Januari 2012

nggunaan Antibiotika Sebelum atau Setelah

en kanker, akan lebih mudah terjadi infeksi , karena pada pasien kanker terjadi penekanan pa

nsi sistem imun. Terlebih pada pasien kanker

unaan antibiotika sangat dibutuhkan untuk menc

  60 < 500 > 50 J u m la h K a su s Nilai ANC (x 10 6 ai ANC pasien kanker payudara selam engenai penggunaan antibiotika berdasarkan C

  40

  20

B. Pola Penggu

  Pada pasien pasien non-kanker, ka tubuh atau defisiensi kemoterapi, pengguna infeksi.

  41 Penggunaan antibiotika pada pasien kanker payudara sebelum atau

setelah kemoterapi dapat digunakan sebagai antibiotika profilaksis, yaitu

digunakan sebelum terjadi demam. Demam merupakan salah satu indikasi

terjadinya infeksi. Pada pasien dengan kondisi incompromised seperti pada pasin

kanker payudara, pemberian antibiotika sebagai terapi profilaksis terbukti dapat

menurunkan resiko infeksi. Namun bila terjadi demam, maka antibiotika

a

digunakan sebagai antibiotika empiris (American Pharmacists Association ,

2009). Menurut Katzung (2004), antibiotika profilaksis merupakan agen

antibiotika yang efektif untuk mencegah infeksi pada banyak situasi. Antibiotika

profilaksis sebaiknya digunakan dalam keadaan-keadaan dimana khasiat

antibiotikaa telah terbukti dan manfaat yang diterima lebih besar dari risiko.

  Pada penelitian ini terdapat 32 pasien rawat inap di Rumah Sakit Panti

Rapih Yogyakarta yang terdiagnosa kanker payudara dan menjalani perawatan

dengan kemoterapi, dengan 66 kasus kemoterapi, karena ada beberapa pasien

yang menjalani kemoterapi lebih dari sekali dalam periode Januari 2010 – Januari

2012. Dari 66 kasus kemoterapi, terdapat 25 kasus dimana pasien mendapat terapi

antibiotika. Dari 25 kasus tersebut, digunakan 26 antimikroba dan 1 antifungi,

karena ada 5 kasus dimana pasien mendapatkan terapi kombinasi 2 antibiotika.

Dari data yang diperoleh, diketahui bahwa di instalasi rawat inap, jenis

antibiotikayang paling banyak digunakan adalah levofloxacin dan digunakan

secara tunggal. Profil penggunaan antibiotika selama kemoterapi tertera pada tabel

IV, sedangkan profil frekuensi penggunaan jenis antibiotika tertera pada tabel V.

  42 Tabel IV. Profil Penggunaan AntibiotikaSelama Kemoterapi di Instalasi

Rawat Inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode Januari 2010 – Januari

2012

Penggunaan Jenis Antibiotika

  Kuinolon + Lain-lain

  Sefpirom Sulfat 1 3,13% Sefotaksim 2 6,25% Seftizoksim 1 3,13% Seftriakson 3 9,38% Carbapenem Meropenem 4 12,50% Lain-lain Metronidazol 2 6,25%

  3 9,38% Penisilin Amoksisilin 1 3,13% Sefalosporin

  2 6,25% Kuinolon Levofloksasin 12 37,50% Ciprofloksasin

  Golongan Jenis Antibiotika Frekuensi Penggunaan (Kasus) Persentase Antifungi Flukonazol 1 3,13% Aminoglikosida Gentamisin

  2 Tabel V. Profil Frekuensi Penggunaan Jenis AntibiotikaSelama Kemoterapi di

Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode Januari 2010 –

Januari 2012

  1 Ceftriaxone + Gentamisin Cephalosporin + Aminoglikosida

  2 Meropenem + Fluconazole Carbapenem + Antifungi

  2 Kombinasi 2 Antibiotika Levofloxacin + Metronidazole

  Golongan Antibiotika Frekuensi Penggunaan

  1 Cefotaxime

  1 Sefpirom Sulfat

  1 Ceftriaxone

  1 Ceftizoksim Cephalosporin

  10 Amoxicilin Penicilin

  3 Levofloxacin

  3 Ciprofloxacin Kuinolon

  (Kasus) Tunggal

Meropenem Carbapenem

  Hal yang mendasari lebih banyaknya penggunaan levofloxacin, karena

levofloxacin merupakan antibiotika golongan kuinolon generasi ketiga, yang

dapat digunakan sebagai antibiotika empiris pada pasien dengan febrile

  43

neutropenia (Freifeld, dkk., 2010). Selain itu levofloxacin dengan spektrum

antibakteri yang luas, aktifterhadap bakteri aerob baik Gram positif maupun Gram

b

negatif (Anonim, 2011; American Pharmacist Assosiation , 2009). Levofloxacin

merupakan isomer optik S-(-) dari ofloxacin dengan mekanisme kerja

menghambat pertumbuhan bakteri dengan menghambat DNA tipe topoisomerase

  

II (gyrases) yang diperlukan untuk sintesis mRNA bakteri (tahap transkripsi) dan

b

replikasi DNA pada bakteri (Anonim, 2011; American Pharmacist Assosiation ,

2009).

C. Evaluasi Kesesuaian Penggunaan Antibiotika

  Evaluasi mengenai kesesuaian penggunaan antibiotika sebelum atau

setelah kemoterapi yang dilakukan dalam penelitian ini lebih difokuskan pada

permasalahan yang terjadi pada penggunaan obat. Menurut Clinical Practice

Guideline for the Use of Antimicrobial Agents in Neutropenic Patients with

Cancer tahun 2010, evaluasi penggunaan antibiotika dilakukan berdasarkan

ada/tidaknya indikasi infeksi yang dialami oleh pasien.

  6 Indikasi infeksi tersebut dilihat berdasarkan nilai ANC < 500 x 10 u/L,

terjadi deman, terjadi infeksi pada bagian kulit atau jaringan, hasil tes urin

menjukkan jumlah bakteri > 100/uL atau uji kultur menunjukkan hasil positif

terdapat bakteri, seperti yang tertera dalam Clinical Practice Guideline for the

Use of Antimicrobial Agents in Neutropenic Patients with Cancer tahun 2010

(Freifeld, dkk., 2010). Selain itu, evaluasi juga dilakukan berdasarkan nilai Hb

  44

pasien, terhadap antibiotika yang diberikan, untuk mengevaluasi risiko terjadinya

adverse drugs reaction .

  Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kasus yang terdapat adanya

indikasi infeksi sebanyak 13 kasus sedangkan terdapat 25 kasus dimana pasien

mendapatkan terapi antibiotika. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa

sebanyak 12 kasus tidak sesuai dengan Clinical Practice Guideline for the Use of

Antimicrobial Agents in Neutropenic Patients with Cancer tahun 2010, karena

pada 12 kasus tersebut pasien tidak membutuhkan terapi antibiotika namun

diberikan terapi antibiotika. Evaluasi mengenai kesesuaian terhadap Clinical

Practice Guideline for the Use of Antimicrobial Agents in Neutropenic Patients

with Cancer tahun 2010, dijabarkan secara singkat pada tabel lampiran III.

  Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan, terdapat 25 kasus terkait

kejadian DTPs (Drugs Therapy Problems) dan 41 kasus lainnya tidak mengalami

kejadian DTPS. Jumlah kejadian DTPs yang terjadi adalah 27 kejadian, karena

dalam satu kasus, dapat terjadi lebih dari satu kejadian DTPs dan dapat diketehui

bahwa kategori DTPs yang paling banyak terjadi adalah kasus DTPs kategori

terapi antibiotika yang tidak dibutuhkan sebesar 55,56 %; adverse drug reaction

sebesar 22,22 %, dan kasus DTPs yang paling jarang terjadi adalah kasus DTPs

kategori butuh tambahan terapi antibiotikadan terapi antibiotika yang tidak efektif

masing-masing sebesar 11,11 %. Adapun persentase kejadian DTPs selama

kemoterapi di instalasi rawat inap rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta dapat

dilihat pada tabel VI.

  45 Tabel VI. Persentase Kejadian DTPs Selama Kemoterapi di Instalasi Rawat Inap

Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode Januari 2010 – Januari 2012

NO Jenis DTPs No. Kasus % Terapi antibiotika yang tidak 8; 9; 19; 20; 23; 32; 33; 38; 42; 44;

  1 55,56% diperlukan 48; 50; 54; 59; 60

  Memerlukan tambahan terapi

  2 7; 40; 49 11,11% antibiotika

  Antibiotika yang tidak

  3 22; 58; 63 11,11% efektif

  Potensial Adverse drug

4 4; 12; 58; 63; 64; 66 22,22%

reaction

  Berdasarkan evaluasi terhadap setiap kasus pada masing-masing pasien,

dapat dikelompokkan berdasarkan masing-masing kejadian Drug Therapy

Problems yang terjadi. Berikut adalah evaluasi dari masing-masing kejadian Drug

Therapy Problems pada pasien :

1. Terapi antibiotika yang tidak diperlukan

  Tabel VII. Kejadian DTPs Kategori Terapi Antibiotika yang Tidak Diperlukan Periode Januari 2010 – Januari 2012 No. Jenis Assessment Rekomendasi Kasus Antibiotika

  8, 9, 19, 23, 32, Levofloxacin 38, 44,

  48, 54 Pasien tidak membutuhkan terapi antibiotika karena nilai Hentikan

  20 Ceftriaxone

  6 ANC > 500 x 10 u/L dan tidak penggunaan Sefpirom

  33 terdapat indikasi terjadinya antibiotika Sulfat infeksi pada pasien.

  42 Meropenem

  50 Ciprofloxacin 59, 60 Cefotaxime

  46

2. Memerlukan tambahan terapi antibiotika

  Tabel VIII. Kejadian DTPs Kategori Memerlukan Tambahan Terapi Antibiotika Periode Januari 2010 – Januari 2012 Tanggal Mulai No. Tanggal Indikasi Infeksi Pemberian Kasus Pemeriksaan Antibiotika

  Nilai bakteri pada pemeriksaan

  7

  22 Juli 2011 Tidak diberikan urin = 1263,0 u/L

  6

40 Nilai ANC < 500 x 10 u/L

  22 Oktober 2010 Tidak diberikan Nilai Bakteri pada pemeriksaan

  49

  07 Maret 2011 Tidak diberikan urin = 303,7 u/L

3. Antibiotika yang tidak efektif

  Tabel IX. Kejadian DTPs Kategori Antibiotika yang Tidak Efektif Periode Januari 2010 – Januari 2012 No. Jenis Assessment Rekomendasi Kasus Antibiotika

  Levofloxacin merupakan Hentikan penggunaan antibakteri, sedangkan infeksi levofloxacin, ganti

  22 Levofloxacin yang terjadi pada pasien dengan agen karena amuba antiamuba Fluconazole merupakan Hentikan penggunaan antifungi, sedangkan infeksi fluconazole, ganti

  58 Fluconazole yang diderita pasien akibat dengan agen bakteri antibakteri

Infeksi yang diderita pasien

  Hentikan penggunaan

adalah infeksi akibat fungi /

meropenem dan Meropenem + Jamur, sedangkan meropenem

  63 metronidazole, ganti Metronidazole dan metronidazole digunakan dengan agen

untuk mengatasi infeksi

antifungi

bakteri

  47

4. Adverse Drugs Reaction

  Tabel X. Kejadian DTPs Kategori Potensial Adverse Drugs Reaction

Periode Januari 2010 – Januari 2012

No. Jenis

  Assessment Rekomendasi Kasus Antibiotika berikan bersama dengan obat anti-anemia agar tidak

  12 Amoxicilin Efek samping dapat memperparah kondisi menimbulkan anemia pasien, karena pasien telah mengalami penurunan nilai

  58, 63 Meropenem Hb berikan bersama dengan obat anti-trombositosis Efek samping dapat agar tidak memperparah

  64 Ceftriaxone menimbulkan trobositosis kondisi pasien, karena pasien telah mengalami peningkatan nilai trombosit

  Penggunaan ceftriaxon beri interval waktu bersama infus RL dapat penggunaan ceftriaxon dan meningkatkan kadar

  66 Ceftriaxone infus RL untuk ceftriaxon dalam plasma mengurangi kemungkinan sehingga meningkatkan terjadinya toksisitas toksisitas dari ceftriaxone

  Berdasarkan pada evaluasi tersebut, dari 32 pasien yang menjalani

kemoterapi, terjadi 66 kasus yang berkaitan dengan kemoterapi karena ada pasien

yang datang untuk kemoterapi lebih dari 1 kali selama periode Januari 2010 –

Januari 2012. Dari 66 kasus tersebut, terdapat 25 kasus (37,88 %) terkait

penggunaan antibiotika yang tidak sesuai dengan Clinical Practice Guideline for

the Use of Antimicrobial Agents in Neutropenic Patients with Cancer tahun

2010,dengan 27 kejadian DTPs (Drugs Therapy Problems) dan 41 kasus (62,12

%) lainnya sudah sesuai.

  Gejala demam merupakan gejala sistemik panyakit infeksi paling umum,

namun bukan merupakan indikator yang kuat untuk pemberian antibiotika. Selain

itu, penggunaan antibiotika juga dilakukan berdasarkan kondisi umum dan kondisi

  48

patologis pasien yang secara spesifik berbeda antara individu yang satu dan

individu lainnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa untuk memberikan antibiotika

pada seorang pasien haruslah mempertimbangkan dengan seksama dan sangat

bergantung pada pengalaman dan pengamatan klinis dokter yang menangani

pasien. Setelah dokter menetapkan perlu diberikan antibiotika pada pasien,

langkah berikutnya yaitu memilih jenis antibiotika yang tepat (Ganiswara, 1996).

  Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dibutuhkan pemeriksaan

yang lengkap mulai dari pemeriksaan klinis, pemeriksaan hematologi sebelum

maupun setelah kemoterapi, pemeriksaan urin dan/atau pemeriksaan feses untuk

memastikan apakah terjadi infeksi dan dibutuhkan uji kultur mikroorganisme

untuk mengetahui secara pasti mikroorganisme penyebab infeksi. Dari data

penelitian, hanya 13 kasus yang terdapat hasil pemeriksaan yang lengkap, dan 53

kasus yang tidak memiliki hasil pemeriksaan yang lengkap sehingga cukup sulit

untuk menegakkan diagnosis apakah pasien mengalami infeksi dan membutuhkan

terapi antibiotika atau tidak.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan dari hasil penelitian, diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

  

1. Pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi paling banyak adalah

pasien dengan kelompok usia 41-50 tahun, kategori stadium sebagian besar tidak diketahui, nilai Hb sebelum kemoterapi paling banyak berada pada nilai &lt; 12,0 mg/dL dan setelah kemoterapi paling banyak tidak diketahui dan sebagian besar pasien sebelum kemoterapi memiliki nilai ANC &gt; 500 x

  6 10 u/L namun setelah kemoterapi sebagian besar pasien tidak diketahui nilai ANCnya.

  2. Terdapat 7 golongan antibiotika yaitu carbapenem, kuinolon, aminoglikosida, penisilin, sefalosporin, antifungi dan golongan lain-lain; dan 11 jenis antibiotika yaitu meropenem, levofloksasin, ciprofloksasin, gentamisin, amoksisilin, sefpirom sulfat, sefotaksim, seftizoksim, seftriakson, flokonazol, dan metronidazol. Penggunaan antibiotika tunggal 22 kasus dan kombinasi 2 antibiotika sebanyak 5 kasus.

  

3. Berdasarkan evaluasi kesesuaian pemberian antibiotika, dari 66 kasus

kemoterapi terdapat 25 kasus (37,88 %) yang tidak sesuai dengan 27 kejadian DTPs (Drugs Therapy Problems)dan 41 kasus (62,12 %) sesuai dengan Clinical Practice Guideline for the Use of Antimicrobial Agents in Neutropenic Patients with Cancer tahun 2010.

  50 B. Saran

  1. Mengingat masih terdapat kasus penggunaan antibiotika yang tidak sesuai (37,88%), maka sebaiknya dilakukan peningkatan peran apoteker di bidang pengkajian ulang terkait penggunaan obat khususnya antibiotika

pada pasien khususnya pasien kanker payudara selama kemoterapi.

  2. Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan subyek penelitian pasien kanker yang lain sehingga dapat dibuat perbandingan terkait kesesuaian penggunaan antibiotika terhadap Clinical Practice Guideline for the Use of Antimicrobial Agents in Neutropenic Patients with Cancer tahun 2010.

  51 DAFTAR PUSTAKA

Depkes, 2011, Jika Tidak Dikendalikan 26 Juta Orang Di Dunia Menderita

Kanker , tersedia di http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press- release/1060-jika-tidak-dikendalikan-26-juta-orang-di-dunia-menderita- kanker-.html , diakses tanggal 8 Mei 2012 http://livertox.nih.gov/Levofloxacin.htm

  

Anonim, 2011, Levofloxacin, tersedia di ,

diakses tanggal 12 Mei 2012

American Cancer Society, 2009, Chemoteraphy , tersedia di

http://www.cancer.org/acs/groups/cid/documents/webcontent/003025- pdf.pdf , diakses tanggal 8 September 2011

  

American Cancer Society, 2010, Breast Cancer , tersedia di

http://www.cancer.org/acs/groups/cid/documents/webcontent/002827- pdf.pdf , diakses pada 8 September 2011 a

  

American Pharmacists Association , 2009, Drug Informatorium Handbook for

Oncology : A Complete Guide to Combination Chemotheraphy ed

  Regiments 7 , Lexi-Comp, Hudson, Ohio b ed

  

American Pharmacists Association , 2009, Drug Informatorium Handbook 18 ,

Lexi-Comp, Hudson, Ohio

Cipolle, R.J., Strand, L.M., dan Morley, P.C., 2004, Pharmaceutical Care

nd

  Practice : The Clinician’s Guide 2 ed., pp:175-179, The Mcgraw-hill Companies, Ic., United States of America

  

Freifeld, A.G., Eric, J.B., Kent, A.S., Michael, J,B, James, I.I., Craig, A.M., dkk.,

2011, Clinical Practice Guideline for the Use of Antimicrobial Agents in Neutropenic Patients with Cancer: 2010 Update by the Infectious Diseases Society of America , http://cid.oxfordjournals.org/content/52/4/e56.full.pdf

  , diakses tanggal 4 November 2011

Ganiswara, S.G., 1995, Farmakologi dan Terapi, edisi keempat, bagian

Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta

Katzung, B.G., 2004, Farmakologi Dasar dan Klinik, pp:180-197, Penerbit

Salemba Medika, Jakarta

King, R.J.B., 2000, Cancer Biology, Edisi kedua, Pearson Education Limited,

London

Koda-Kimble, M.A., Young, L.Y., 2001, Applied Therapeutic The Clinical Use of

th

  

Drugs , 7 ed., Lippincount Williams &amp; Wilkins, Baltimor, Ch 87

  52 Marlinah, I., 2009, Evaluasi Penggunaan Antibiotikaa Pada Pasien Kanker Leher Rahim yang Menjalani Kemoterapi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Periode Agustus 2004 - Agustus 2008, Skripsi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

  

Revianti, 2005, Evaluasi Penggunaan Antibiotikaa Pasca Kemoterapi Pada Kasus

Kanker Payudara di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Tahun 2004, Skripsi , Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

  

Michaud, L.B., Janet L.E dan Fransisco J.E., 2008, Breast Cancer, dalam Dipiro,

th

  J.T., dkk. (Ed.),Pharmacotherapy: a Pathophysiologic Approach, 7 ed., pp:2122, 2127-2130, Mc. Graw Hill, New York

  

Mintian, Y dan Wang-Yi, 2008, Karsinoma Mamae, dalam Wan Desen (Ed.),

Onkologi Klinis diterjemahkan oleh Willie Japaries, pp:370, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta

Nafrialdi dan Sulistia Gan, 2008, Antikanker, dalam Sulistia Gan Gunawan (Ed.),

Farmakologi dan Terapi Edisi 5, pp:736-738, Balai Penerbit FKUI, Jakarta

  

National Cancer Institute, 2009, Types of treatment ,

http://www.cancer.gov/cancertopics/treatment/types-of-treatment ,

diakses tanggal 8 September 2011

Priyanto, 2008, Farmakoterapi dan Terminologi Medis, pp:45-46, Penerbit

Leskonfi, Jawa Barat

Rehm, S.J., Sekeres, J.K., Neuner, E., dkk., 2009, Guidelines for Antimicrobial

Usage , pp:4, Professional Communication, inc., USA,

http://www.clevelandclinicmeded.com/medicalpubs/antimicrobial-

guidelines/pdf/Antimicrobial-2010.pdf , diakses 19 September 2012

  

Setiabudy, R., 2008, Antimikroba, dalam Sulistia Gan Gunawan (Ed.),

Farmakologi dan Terapi Edisi 5, pp:585-588, Balai Penerbit FKUI, Jakarta

Sukardja, I.D.G., 2000, Onkologi Klinik, pp:113, Airlangga University Press,

Surabaya

Tambunan, G.W., 1995, Diagnosis dan Tatalaksana Sepuluh Jenis Kanker

Terbanyak di Indonesia , Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta

  

Youjian, He., 2008, Kemoterapi Tumor Ganas, dalam Wan Desen (Ed.), Onkologi

Klinis diterjemahkan oleh Willie Japaries, pp:142-144;150-152, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta

  53 Wedro, Benjamin, 2010, Anemia , tersedia di http://www.medicinenet.com/anemia/article.htm , diakses tanggal 20 Juni 2012

  LAMPIRAN

  Nama : Diag : No. RM : Usia : th

  Pemeriksaan Nilai Normal Waktu / Tanggal Pemeriksaan BJ 1,015 - 1,025 Nitrit -

  Penatalaksanaan :

  Mucus 0 - 0,5 /uL Konduktifitas 3,1 - 27 ms/cm

  Kristal 0 - 10 /uL Jamur 0 - 25 /uL Epitel Poligonal 0 - 6 /uL Silinder patologis 0 - 0,5 /uL

  Leukosit 0 - 20 / uL Sel Epitel 0 - 40 /uL Silinder Hyalin 0 - 1,2 /uL Bakteri 0 - 100 /uL

  Esterase (-) Eritrosit 0 - 25 /uL Bentuk eritrosit

  Keton - Urobilinogen - Bilirubin - Leukosit

  Darah - pH 4,8 - 7,4 Protein/albumin - Glukosa/reduksi -

  Pemeriksaan Urin :

  Subjektif : Pemeriksaan :

  Limfosit 12,0 - 44,0 % Monosit 0,0 - 11,2 %

  Basofil 0,0 - 2,5 % Neutrofil 35 - 88,7 %

  Trombosit 150 - 450 ribu/mcl Eosinofil 0 - 9,5 %

  3 Hematokrit 37,0 - 47,0 %

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm

  Hb 12,0 - 16,5 g/dL Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm

  Pemeriksaan Nilai Normal Waktu / Tanggal Pemeriksaan

  Hematologi :

  Nama Obat Waktu Pemberian

  • Demam; ANC

  • Butuh Tambahan terapi antibiotik
  • 8 11,80 - 6489,00 - -
  • 9 9,90 - 4365,00 - -
  • 10 10,90 - 5710,20 - - - - - 11 11,80 - 2359,80 - - - - -
  • 7815,30
  • Terdapat bakteri pada hasil pembiakan
  • ceftizoksim memiliki spektrum antibiotik yang luas dan dapat digunakan sebagai antibiotik empiris dalam mengatasi infeksi yang terjadi
  • >1814,00
  • 11,50 4524,96

  11,70 4440,80 14 11,30 - 8514,00 - - - - - 15 10,60 11,30 3244,80 8514,00 - - - - 16 10,50 - 2924,00 - - - - - 17 11,70 - 2386,80 - - - - - 18 -

  11,60 8,40 8353,80 108,20 8,80 4747,60 8,00 3412,00

  (Ceftizoksim)

  u/L Cefizox

  6

  Nilai ANC &lt; 500 x 10

  13 8,70 12,30 8446,00 10154,30

  10,10 6098,80

  (Amoxicilin) Amoxicilin dapat memperparah anemia yang diderita pasien

  Adverse Drugs Reaction

  (Levofloxacin); Metronidazole

  Amoxicilin; Cravox

  pus

  12 11,00

  Terapi antibiotik tidak diperlukan (Levofloxacin)

  Cravit (Levofloxacin)

  Terapi antibiotik tidak diperlukan (Levofloxacin)

  Cravit (Levofloxacin)

  Nilai Bakteri &gt; 100 u/L pada pemeriksaan urin

  11,10 2245,60 5 13,20 - 2883,20 - - - - - 6 11,30 - 2333,80 - - - - - 7 - 11,90 - 4346,00

  10,00 3813,00 Meropenem 9,60 6904,20 Ciprofloxacin

  Meropenem dapat memperparah anemia yang diderita pasien

  6 Adverse Drugs Reaction (Meropenem)

  &lt; 500 x 10

  10,80 69,20

  4 10,50

  1 12,60 - 3074,00 - - - - - 2 13,30 - 5713,30 - - - - - 3 12,90 - 2453,40 - - - - -

  Kemo- terapi (x 10 6 )

  

Lampiran III. Kesesuaian Penggunaan Antibiotika Sebelum dan/atau Setelah

Kemoterapi No. Kasus Nilai Hb Nilai ANC Indikasi Infeksi Antibiotik yang Diberikan Kategori DTPs Keterangan Sebelum Kemo- terapi Setelah Kemo- terapi Sebelum Kemo- terapi (x 10 6 ) Setelah

  6,40

  • 20
  • 5,40 5560,80 7,90 4399,20

  • Cravit (Levofloxacin)
  • 7,40 1630,20 24 8,00 8,00 2308,80 1174,00 - - - - 25 12,60 - 4160,00 - - - - - 26 13,30 - 3964,40 - - - - - 27 13,10 - 3613,80 - - - - - 28 12,70 - 3785,73 - - - - - 29 12,90 - 3223,80 - - - - - 30 13,00 - 4263,00 - - - - - 31 12,70 - 3773,70 - - - - -
  • 6935,50
  • 10,40 6687,00
  • 12,00 11,60 34 11,90 - 2675,40 - - - - - 35 11,00 - 3752,40 - - - - - 36 11,00 - 4460,40 - - - - - 37 12,30 - 3589,60 - - - - -
  • 298,30
  • Nilai ANC &lt; 500 x 10
  • >Butuh Tambahan terapi antibiotik
  • 11,70 4664,70 11,20 3579,60

  Terapi antibiotik tidak diperlukan (Levofloxacin)

  33 9,80

  12,00 4014,00 8583,40 - Bactirom

  (Sefpirom Sulfat)

  Terapi antibiotik tidak diperlukan (Sefpirom

  Sulfat)

  38 8,20

  9,20 8143,20

  1141,80 Nilai jamur &gt; 25 u/L pada pemeriksaan urin.

  Cravit (Levofloxacin)

  Terapi antibiotik tidak efektif (Levofloxacin)

  Levofloxacin merupakan antibakteri, sedangkan infeksi yang terjadi pada pasien karena jamur

  10,10 9003,60 39 12,00 - 5814,00 - - - - -

  40 10,50

  6

  Cravit (Levofloxacin)

  32 7,80

  Terapi antibiotik tidak diperlukan (Levofloxacin)

  Terapi antibiotik tidak diperlukan (Ceftriaxone)

  19 13,10 11,10 3368,90 3443,00 - Cravox

  (Levofloxacin) Terapi antibiotik tidak diperlukan

  (Levofloxacin)

  3,20 10,40

  8120,50 8550,00 -

  Terfacef (Ceftriaxone)

  10,60 4510,90 10,80 6288,60 21 - 9,80 - 3135,60

  2494,80 1327,50

  Nilai Bakteri &gt; 100 u/L pada pemeriksaan urin

  Levofloxacin - - 22 - 8,20 - 7063,20 Terdapat cyste amuba pada feses

  Metronidazol + Cravit

  (Levofloxacin) Terapi antibiotik tidak efektif

  (Levofloxacin) Levofloxacin merupakan antibakteri, sedangkan infeksi yang terjadi pada pasien karena amuba

  23 7,80 10,90

  u/L

  • 43 12,30 10,90 8318,70 2150,40 - - - - 44 10,90 - 8698,20 - -
  • 45 11,00 11,20 8165,00 11089,80 - - - - 46 10,00 - 6009,60 - - - - - 47 10,40 - 11970,00 - - - - - 48 10,70

  • Cravit (Levofloxacin)
  • 8,40 6864,00 11,50 3921,50 49 13,60 13,60 3241,20 -
  • Butuh Tambahan terapi antibiotik
  • 50 12,70 - 3943,20 - - Ciprofloxacin Terapi antibiotik tidak diperlukan
  • 51 13,90 - 6662,40 - - - - - 52 - 11,90 - 11411,40 - - - - 53 -
  • 11206,00
  • 11,70 6825,00
  • 4542,90
  • 12,20 4983,70 55 12,80 12,10 5612,00 - - - - - 56 13,10 - 2262,00 - - - - - 57 12,70 - 6345,60 - - - - - 58 -
  • 234,00
  • 60 14,30 - 5372,80 - - Cefotaxime Terapi antibiotik tidak diperlukan
  • 61 10,10 - 2257,50 - - - - - 62 9,10 - 5035,00 - - - - -

  (Cefotaxime)

  9,70 59 - - - - - Cefotaxime Terapi antibiotik tidak diperlukan

  Meropenem dapat memperparah kondisi anemia pasien

  (Meropenem) Fluconazole merupakan antifungi, sedangkan infeksi yang diderita pasien akibat bakteri;

  Adverse Drugs Reaction

  Terapi antibiotik tidak efektif (Fluconazole);

  Diflucan (Fluconazole)

  u/L Meropenem +

  6

  Nilai ANC &lt; 500 x 10

  7,50

  Terapi antibiotik tidak diperlukan (Levofloxacin)

  Cravit (Levofloxacin)

  54 11,90

  12,40

  (Ciprofloxacin)

  Nilai Bakteri &gt; 100 u/L pada pemeriksaan urin

  Terapi antibiotik tidak diperlukan (Levofloxacin)

  5205,60

  9,50 7152,60

  Terapi antibiotik tidak diperlukan (Levofloxacin)

  Cravit (Levofloxacin)

  (Meropenem)

  (Meropenem) Terapi antibiotik tidak diperlukan

  41 11,90 12,40 2251,60 4904,20 - - - - 42 - 10,30 - 3610,00 - Tripenem

  (Cefotaxime)

  Meropenem dapat 10,20 314,40 memperparah anemia yang diderita pasien;

  Adverse Drugs Infeksi yang

  9,90 13485,00 Nilai AnC &lt; diderita pasien

  Reaction

  6

  500 x 10 u/L; (Meropenem); adalah infeksi Meropenem+

  Nilai Jamur &gt; Terapi antibiotik akibat fungi / 63 - Metrofusin - 25 pada tidak efektif Jamur,

  (Metronidazole) pemeriksaan (Metronidazole sedangkan urin dan meropenem

  Meropenem) dan 6,90 12042,00 metronidazole digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri

  Ceftriaxone 7,60 17044,80 dapat

  Ceftriaxone + memperparah 9,50 15738,40 Adverse Drug 64 11,10 - 15450,40 Gentamisin ; Reaction kondisi

  Meropenem (Ceftriaxone) trombositosis 10,50 yang diderita pasien

  Nilai Bakteri &gt; 100 u/L pada 65 13,30 5928,00 Ciprofloxacin - - - - pemeriksaan urin

  Penggunaan ceftriaxon bersama infus

  RL dapat Ceftriaxone + meningkatkan

  Adverse Drugs

  Nilai ANC &lt; 66 13,00 418,60 Garamisin Reaction kadar ceftriaxon

  6

  500 x 10 u/L (Gentamisin) (Ceftriaxone) dalam plasma sehingga meningkatkan toksisitas dari ceftriaxone

  (SOAP) Kasus 1

Pasien 1a. 104662 (6-8 September 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 44 tahun. DU: Ca Mamae dextra Stadium III. DL: keluhan masuk :

  o

  5/9/11 - 7/9/11 : masuk untuk kemoterapi S.I. Tidak ada keluhan lain (TD=140/90; T=36 C; N=80x)

  o

  7/9/11 : keluhan : agak mual, perut sebah (TD=130/80; T=36 C; N=80x) Kondisi umum : keadaan sadar; mobilitas jalan. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Waktu / Tanggal Pemeriksaan Nilai Normal Pemeriksaan Hematologi 03/09/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 12,60

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,30

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,37

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 36,6 ↓

  547 ↑

  Trombosit 150 - 450 ribu/mcl Eosinofil 0 - 9,5 % 6,30

  Basofil 0,0 - 2,5 % 0,20 Neutrofil 35 - 88,7 % 58,00

  Limfosit 12,0 - 44,0 % 29,70 Monosit 0,0 - 11,2 % 5,80

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat

  6 September 2011

  Biobran 2x1 Glutrop 2x1 Dexamethason 20 mg √ Strovell 1 amp √ Farmarubicin 80 mg dalamNaCl 0,9% drip √

  cc

  NaCl 100 guyur √ Endoxan (Cychlophosphamide) 800 mg dalam NaCl 0,9 % √

  cc

  5-FU 750 mg dalam NaCl 100 √

  Assessment :

  6 Nilai ANC dari hasil pemeriksaan pada tanggal 3 September 2011 sebesar 3.074 x 10 u/L. Nilai ANC

  6 tersebut &gt; 500 x 10 u/L, sehingga dapat disimpulkan pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Berdasarkan hasil pemeriksaan hematologi, tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, jadi pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 1b. 104662 (28-30 September 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 44 tahun. DU: Ca Mamae dextra Stadium III. DL: keluhan masuk :

  o

  28/9/11 - 30/9/11 : masuk untuk kemoterapi S.II (TD=110/80;T=37 C; N=88x)

  o

  30/9/11 : keluhan : badan terasa lemas, sedikit mual (TD=120/80; T=36,4 C; N=82x) Kondisi umum : keadaan sadar; mobilitas jalan. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 28/09/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 13,30

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 9,70

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,79

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 41,20

  644 ↑

  Trombosit 150 - 450 ribu/mcl Eosinofil 0 - 9,5 % 3,60

  Basofil 0,0 - 2,5 % 0,60 Neutrofil 35 - 88,7 % 58,90

  Limfosit 12,0 - 44,0 % 26,10 Monosit 0,0 - 11,2 % 10,90

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat September 2011

  29

  30 Biobran 2x1 1x 1x

  Glutrop 2x1 √ 1x Dexamethason 20 mg √ Strovell 1 amp √ Farmarubicin 80 mg dalam NaCl 0,9% drip √

  cc

  NaCl 100 guyur √ Endoxan (Cychlophosphamide) 800 mg dalam NaCl 0,9 % √

  cc

  5-FU 750 mg dalam NaCl 100 √

  Assessment :

  6 Hasil perhitungan ANC menunjukkan nilai ANC sebesar 5.713,3 x 10 u/L. Berdasarkan nilai ANC yang &gt;

  6

  500 x 10 u/L, dan juga hasil pemeriksaan hematologi pasien, tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi dan pasien tidak mengalami neutropenia. Berdasarkan Clinical Practice Guideline for the Use of Antimicrobial

  

Agents in Neutropenic Patients with Cancer tahun 2010, pada kondisi tersebut pasien tidak membutuhkan

terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 1c. 104662 (20 Oktober 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 44 tahun. DU: Ca Mamae dextra Stadium III. DL:

  o

  19/10/11 : Pro kemoterapi S.III. Keluhan : lutut kiri nyeri(TD=120/80; T=36,2 C; N=80x) Kondisi umum : keadaan sadar; mobilitas jalan. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Nilai Normal Hematologi 18/10/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 12,90

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,80

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,70

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 39,10 Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 491 ↑

  Eosinofil 0 - 9,5 % 4,30 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,80

  Neutrofil 35 - 88,7 % 42,30 Limfosit 12,0 - 44,0 % 39,10 Monosit 0,0 - 11,2 % 13,4 ↑

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat

  20 Oktober 2011

  Dexamethason 20 mg √ Strovell 1 amp √ Farmarubicin 80 mg dalam NaCl 0,9% drip √

  cc

  NaCl 100 guyur √ Endoxan (Cychlophosphamide) 800 mg dalam NaCl 0,9 % √

  cc

  5-FU 750 mg dalam NaCl 100 √

  Assessment :

  6 Berdasarkan perhitungan ANC, diperoleh nilai ANC pada tanggal 20 Oktober 2011 sebesar 2.453,4 x 10

  6

  u/L. Dari nilai ANC pasien yang &gt; 500 x 10 u/L dan hasil pemeriksaan hematologi lainnya, maka dapat disimpulkan pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 2. 143972 (16-31 Desember 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 66 tahun. DU: Ca Mamae Stadium III. DL: Leukopeni keluhan masuk : febril netropeni, mual, muntah, tidak nafsu makan

  o

  (T=38 C; N=92x) 17/12/11 : mual, kerongkongan sakit

  o

  19/12/11 : demam, lemas (T=37,2 C; N=96x) Kondisi umum : keadaan sadar; mobilitas jalan; pola nafas: tidak efektif. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Waktu / Tanggal Pemeriksaan (Desember 2011) Pemeriksaan Nilai Normal

  16

  19

  21

  26

  28 Hb 12,0 - 16,5 g/dL 10,5 ↓ 10 ↓ 9,6 ↓ 11,1 ↓ 10,8 ↓

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 4,10 7,40 2,8 ↓ 0,2↓ 37,2 ↑

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 3,59 ↓ 3,47 ↓ 3,33 ↓ 3,89 3,71 ↓

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 29,5 ↓ 29,6↓ 27,8 ↓ 33,6 ↓ 32,2 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 183,00 126 ↓ 208,00 394,00 477 ↑

  Eosinofil 0 - 9,5 % 0,00 0,00 0,10 0,00 Basofil 0,0 - 2,5 % 4,3↑ 0,20 0,10 0,40

  Neutrofil 35 - 88,7 % 34,6 ↓ 93,0 ↑ 93,3 ↑ 80,20 Limfosit 12,0 - 44,0 % 27,20 4,1↓ 1,8 ↓ 10,6 ↓ Monosit 0,0 - 11,2 % 38,2↑ 2,70 4,80 8,80

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian (Desember 2011) Nama Obat

  16

  17

  18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

  Dexamethason 4 amp i.v √

  Narfoz 8mg 1 amp i.v √

  Epirubicin 90 mg i.v bolus dialirkan NaCl √

  0,9 % Endoxan 900 mg dalam NaCl 0,9 %

  √

  cc

  100

  cc

  NaCl 0,9 % 100 guyur √

  Infus RL : Aminofluid 1:1 √

  Inj. Leucokine 1 amp s.c / hari (5 hari) √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Megace 1x1 √ √ 2x 2x 2x 2x 2x 2x 2x 1x 1x Sistenol 3x1 k/p √ √ 1x 2x 2x 1x Infus Asering √ √ √ √ √ √ Tripenem 100 + NS √ √ √ √ 1x Cyprofloxacin 2x500 mg 1x 1x √ Prosogan 1x30 mg √ √ √ √ √ Narfoz 4 mg k/p √ √ √

  Assessment :

  Berdasarkan data pemeriksaan hematologi, terdapat indikasi infeksi. Hal ini dapat dilihat dari nilai monosit dan basofil di atas normal ditambah dengan pasien mengalami neutropeni yang ditandai dengan nilai neutrofil yang berada di bawah normal (pemeriksaan tanggal 16 Desember 2011) dan dari perhitungan nilai

  6

  6 ANC tanggal 16 Desember 2011 diperoleh nilai ANC &lt; 500 x 10 u/L, yaitu 69,2 x 10 u/L. Berdasarkan

Practice Guideline for the Use of Antimicrobial Agents in Neutropenic Patients with Cancer tahun 2010,

dilihat dari nilai ANC maka pasien membutuhkan terapi antibiotik.

  ® ®

  Penggunaan Tripenem kurang tepat. Karena penggunaan Tripenem dapat memperparah kondisi anemia pasien, selain itu rendahnya nilai Hb pada hasil pemeriksaan tanggal 19 dan 20 tidak dapat diketahui apakah

  ®

  karena kondisi pasien atau karena efek samping dari penggunaan Tripenem . Kasus ini termasuk dalam DTPs kategori terapi adverse drug reaction. Penggunaan ciprofloxacin sudah tepat. Karena ciprofloxacin dapat digunakan sebagai terapi antibiotik

  b

  empiris pada pasien febrile neutropenia kategori low-risk patient (American Pharmacists Association , 2009), selain itu tidak terjadi interaksi antara ciprofloksasin dan obat lain yang diberikan. Kasus ini termasuk DTPs kategori terapi adverse drug reaction (Meropenem)

  Rekomendasi :

  a. Pemberian meropenem bersamaan dengan antianemia seperti epoetin sangat dianjurkan. Obat antianemia dianjurkan untuk menyembuhkan anemia yang sudah diderita pasien dan meminimalkan efek samping dari meropenem

  b. Sebaiknya dilakukan uji kultur untuk memastikan terjadinya infeksi dan jenis mikroba patogen yang menginfeksi

  

Pasien 3. 175958 (15-19 April 2010)

Subjektif :

  k/p Exforge 5 mg/ 80 mg √ √ √ √ Lycoxyc 1x1 √ √ √ √ Aromasin 1x1 √ √ √ B1 100 mg 3x1 √ √ 2x NaCl 0,9 % 500

  u/L. Selain itu dari hasil pemeriksaan hematologi lainnya, tidak terdapat indikasi terjadi infeksi. Maka berdasarkan nilai ANC dan kondisi patologis pasien, maka dapat disimpulkan bahwa pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  6

  u/L yaitu sebesar 2.883,2 x 10

  6

  Dari perhitungan ANC pada tanggal 15 April 2010, diketahui bahwa nilai ANC pasien &gt; 500 x 10

  Assessment :

  habis dalam 1/2 jam √

  cc

  dalam NaCl 0,9 % 250

  cc

  i.m √ Epirubicin 100 mcg √ Paxus 270 mg dalam NaCl 0,9 % √ Herceptin 19

  cc

  20 tpm √ √ Kalmetason 4 amp √ √ Narfoz 8 mg i.v √ √ Pantozol 1 amp √ √ Delladryl 2

  cc

  19 Amryl M 2 mg/500 mg 1-0-0 √ √ √ √ √

  Wanita usia 61 tahun. DU: Ca Mamae Sinistra + DM. DL: - keluhan masuk : - Masuk pro chemo. Untuk DM biasa minum Amaryl M, 2 mg/500 mg 1x1 pagi hari, dan BXForge 5 mg/80 mg k/p (TD=150/80; N=84 x) Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 339,00 Eosinofil 0 - 9,5 % 1,50

  Objektif : Pemeriksaan Nilai Normal Tanggal Pemeriksaan 15/04/2010

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 13,20 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm

  3

  6,80 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm

  3

  4,09 Hematokrit 37,0 - 47,0 % 35,4 ↓

  Basofil 0,0 - 2,5 % 0,50 Neutrofil 35 - 88,7 % 42,40

  18

  Limfosit 12,0 - 44,0 % 48,3 ↑ Monosit 0,0 - 11,2 % 7,20

  Penatalaksanaan :

  Nama Obat Waktu Pemberian April 2010

  15

  16

  17

  Rekomendasi : -

  

Pasien 4. 201835 (6-9 Juli 2011)

Subjektif :

  Penatalaksanaan :

  u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan urin yang semuanya berada dalam nilai normal, maka dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  6

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 6 Juli 2011, diperoleh nilai ANC sebesar 2.333,8 x 10

  Assessment :

  3 jam √

  cc

  √ Inj. Granon 1 amp √ Inj. Diphenhidramin 1 amp i.m √ Epirubicin 100 mg dalaminfus pelan √ Paxus 260 mg dalam NS 300

  cc

  √ Inj. Kalmetason 4 amp i.v √ Inj. Pantozol 1 amp dalam NS 100

  9 NS 500 cc

  8

  7

  6

  Nama Obat Waktu Pemberian Juli 2011

  Mucus 0 - 0,5 /uL 0,00 Konduktifitas 3,1 - 27 ms/cm 10,30

  Wanita usia 46 tahun. DU: Ca Mamae Dextra. DL: - keluhan masuk : - Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Epitel Poligonal 0 - 6 /uL 0,10 Silinder patologis 0 - 0,5 /uL 0,00

  Kristal 0 - 10 /uL 0,00 Jamur 0 - 25 /uL 0,00

  Silinder Hyalin 0 - 1,2 /uL 0,00 Bakteri 0 - 100 /uL 2,70

  Leukosit 0 - 20 / uL 1,30 Sel Epitel 0 - 40 /uL 1,40

  Eritrosit 0 - 25 /uL 2,00 Bentuk eritrosit RBC neg

  Limfosit 12,0 - 44,0 % 31,60 Bilirubin - - Monosit 0,0 - 11,2 % 8,30 Leukosit Esterase (-) neg

  Basofil 0,0 - 2,5 % 0,30 Keton - - Neutrofil 35 - 88,7 % 58,20 Urobilinogen - -

  Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 514 ↑ Protein/albumin - - Eosinofil 0 - 9,5 % 1,60 Glukosa/reduksi - -

  7,10 Darah - + Hematokrit 37,0 - 47,0 % 34,9 ↓ pH 4,8 - 7,4 5,00

  3

  4,01 Nitrit - - Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm

  3

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 11,3 ↓ BJ 1,015 - 1,025 1,015 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm

  Objektif : Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Urin Nilai Normal Tanggal Pemeriksaan 06/07/2011 07/07/2011

  Rekomendasi : -

  

Pasien 5. 293932 (21-24 Juli 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 46 tahun. DU: Ca Mamae Dextra. DL: -

  o

  keluhan masuk : mual post kemoterapi (TD=130/90; N=60x; T=36

  C) selasa, 19/7/11 pasien kemoterapi SII di tempat praktek dr. Maesadji, sejak itu pasien mual, nyeri dada, muntah. Rabu, 20/7/11 : nafsu makan berkurang, pusing, badan panas Riwayat penyakit : mastektomi Mei 2011. rencana kemo sampai S-V tiap bulannya. Bestral sampai 25x di RSUP Dr. Sardjito Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Nilai Normal Pemeriksaan Nilai Normal Pemeriksaan Hematologi Urin 21/07/2011 22/07/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 11,9 ↓ BJ 1,015 - 1,025 1,030 ↑

3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,30 Nitrit

  3

  • Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,08 Darah Hematokrit 37,0 - 47,0 % 34,5 ↓ pH 4,8 - 7,4 6,50
    • Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 295,00 Protein/albumin

  Eosinofil 0 - 9,5 % 4,30 Glukosa/reduksi + - - Basofil 0,0 - 2,5 % 0,10 ++++ - Keton

  Neutrofil 35 - 88,7 % 82,00 Urobilinogen - +

  • Limfosit 12,0 - 44,0 % 6,6 ↓ Bilirubin Monosit 0,0 - 11,2 % 7,00 Leukosit Esterase (-) 500,00

  Eritrosit 0 - 25 /uL 7,70 Bentuk eritrosit RBC neg

  Leukosit 0 - 20 / uL 150,1 ↑ Sel Epitel 0 - 40 /uL 17,10

  Silinder Hyalin 0 - 1,2 /uL 7,8 ↑ Bakteri 0 - 100 /uL 1263,0 ↑

  Kristal 0 - 10 /uL 0,20 Jamur 0 - 25 /uL 0,00

  Epitel Poligonal 0 - 6 /uL 1,30 Silinder patologis 0 - 0,5 /uL 0,50

  0,6 ↑

  Mucus 0 - 0,5 /uL Konduktifitas 3,1 - 27 ms/cm 20,50

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Juli 2011

  21

  22

  23

24 Infus Asering √ √ √

  Inj. Narfoz 8 mg √ O

  2 binasal 3L/mt √ √ √

  Cordarone 3 x 200 mg 1x √ √ 1x Xanax 1x 0,25 mg √ √ √ Concor 1x0,5 tab √ Metilprednisolon 125 mg i.v √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 21 Juli 2011, diperoleh nilai ANC

  6

  sebesar 4.346 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut pasien tidak mengalami neutropenia. Namun dari hasil pemeriksaan urin terdapat indikasi terjadinya infeksi pada pasien, yang dapat dilihat pada jumlah bakteri yang &gt; 100 u/L.

  6 Berdasarkan kondisi tersebut, meskipun nilai ANC pasien &gt; 500 x 10 u/L, pasien membutuhkan terapi antibiotik untuk mengatasi infeksi yang terjadi.

  Assessment :

  Kasus ini termasuk dalam kasus DTPs kategori butuh tambahan terapi antibiotik, karena pada kasus ini terdapat indikasi terjadinya infeksi namun pasien tidak diberikan terapi antibotik.

  Rekomendasi : Berikan terapi antibiotik sampai hasil pemeriksaan menunjukkan nilai normal.

  

Pasien 6a. 386768 (12-16 Januari 2010)

Subjektif :

  Wanita usia 39 tahun. DU: Ca Mamae. DL: - keluhan masuk : - Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif :

Waktu / Tanggal

Pemeriksaan

  Pemeriksaan Nilai Normal

12/01/2010

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 11,8 ↓

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 10,50

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,88

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 35,9 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 306,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 2,30 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,20

  Neutrofil 35 - 88,7 % 61,80 Limfosit 12,0 - 44,0 % 25,00 Monosit 0,0 - 11,2 % 10,70

  Penatalaksanaan :

  

Waktu Pemberian

Nama Obat Januari 2010

  12

  13

  

14

  15

  16 Theragran M 1x1 √ √ √ √ √

  BRM 1x1 √ √ √ √ √ Allupurinol 3x100 mg √ √ √ √ √ Cravit 500 mg 1x1 √ √ √ Narfoz 8 mg 1x1 √ √ √ Inj. Kalmetason 4 amp √ Inj. Pantozol 1 amp √ Inj. Paloxi 1 amp √ Inj. Delladryl (Diphenhidramin) 1 amp √ Epirubicin 80 mg √

  cc

  Paxus 260 mg dalam ecosol 300 √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 12 Januari 2010, diperoleh nilai

6 ANC sebesar 6.489 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka

  dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik. Pemberian antibiotik berupa levofloxacin dalam kasus ini, membuat kasus ini termasuk dalam kasus DTPs kategori tidak butuh terapi antibiotik.

  Rekomendasi : Hentikan penggunaan levofloxacin.

  

Pasien 6b. 386768 (28-31 Maret 2010)

Subjektif :

  29

  Rekomendasi :

  u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik. Pemberian antibiotik berupa levofloxacin dalam kasus ini, membuat kasus ini termasuk dalam kasus DTPs kategori tidak butuh terapi antibiotik.

  6

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 26 Maret 2010, diperoleh nilai ANC sebesar 4.365 x 10

  Assessment :

  Neciticin 2x1/2 bungkus √ √ √ Folarit 3x1 tab √ √ √ Maltofer Fol 2x1 tab kunyah √ √ √ Xelloda 1-0-1 √ √

  cc

  BRM 1x1 √ √ √ Allupurinol 3x100 mg Cravit 500 mg 1x1 Narfoz 8 mg 1x1 Inj. Kalmetason 4 amp √ Inj. Pantozol 1 amp √ Inj. Paloxi 1 amp √ Inj. Delladryl (Diphenhidramin) 1 amp √ Epirubicin 80 mg Paxus 260 mg dalam ecosol 300

  31 Theragran M 1x1

  

30

  28

  Wanita usia 39 tahun. DU: Ca Mamae. DL: - keluhan masuk : - Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Nama Obat Waktu Pemberian Maret 2010

  Monosit 0,0 - 11,2 % 9,60 Penatalaksanaan :

  Neutrofil 35 - 88,7 % 58,20 Limfosit 12,0 - 44,0 % 29,60

  Eosinofil 0 - 9,5 % 2,30 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,30

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 30,2 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 339,00

  3 3,57 ↓

  7,50 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm

  3

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 9,9 ↓ Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm

  Objektif : Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal Tanggal Pemeriksaan 26/03/2010

  Hentikan penggunaan levofloxacin

  

Pasien 6c. 386768 (19-22 April 2010)

Subjektif :

  Wanita usia 39 tahun. DU: Ca Mamae. DL: - keluhan masuk : - Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif :

Waktu / Tanggal

Pemeriksaan

  Pemeriksaan Nilai Normal

19/04/2010

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 10,9 ↓

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 7,60

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 3,98

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 36,0 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 4,90

  Eosinofil 0 - 9,5 % 3,60 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,10

  Neutrofil 35 - 88,7 % 67,20 Limfosit 12,0 - 44,0 % 23,40 Monosit 0,0 - 11,2 % 5,80

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat

21 April 2010

  Inj. Kalmetason 4 amp √ Inj. Pantozol 1 amp √ Inj. Paloxi 1 amp √ Inj. Delladryl (Diphenhidramin) 1 amp √ Epirubicin 80 mg √

  cc

  Paxus 260 mg dalamecosol 300 √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 19 April 2010, diperoleh nilai

6 ANC sebesar 5.107,2 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka

  dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 7. 394837 (10-12 Maret 2010)

Subjektif :

  Wanita usia 45 tahun. DU: Ca Mamae Dextra. DL: - keluhan masuk : - Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif :

Tanggal

Pemeriksaan

  Pemeriksaan Nilai Normal

10/03/2010

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 11,8 ↓

3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 3,8 ↓

  3

3,47 ↓

  Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm Hematokrit 37,0 - 47,0 % 33,5 ↓

  Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 277,00 Eosinofil 0 - 9,5 % 3,00

  Basofil 0,0 - 2,5 % 0,40 Neutrofil 35 - 88,7 % 62,10

  Limfosit 12,0 - 44,0 % 24,20 Monosit 0,0 - 11,2 % 10,30

  Penatalaksanaan :

  Pemberian Nama Obat Maret 2010

  10

  11

  12 Q-ten 100 mg 1x1 os os os

  BRM 1x1 os os os Infus NaCl 0,9% 20 tpm √ Inj. Kalmetason 4 amp i.v pelan √ Inj. Paloxi 1 amp i.v √ Inj. Pantozol 1 amp i.v √ Inj. Diphenhidramin 1 amp i.m √

  cc

  Paxus 260 mg dalam ecosol 250 √ Xelloda 1-0-1 √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 10 Maret 2010, diperoleh nilai

6 ANC sebesar 2.359,8 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka

  dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 8. 459209 (6-21 Desember 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 46 tahun. DU: Ca Mamae Imoperable Stadium Lanjut. DL: Anemia keluhan masuk : Abdominal pain dan anemia Tumor mamae + 2 th. Sudah pengobatan alternatif dan herbal. Sekarang keluhan perut sakit, belum BAB + 4

  o

  hari. Tidak bisa tidur. Dada kanan sakit, mual.(TD=110/80; T=36,8 C; N=80x) 12/12/11 : malam tidak bisa tidur, ingin BAB tapi tidak mau keluar. Mual, sampai jam 12.30 sudah muntah 2x

  o

  (TD=110/80; T=36 C; N=92x)

  o

  19/12/11 : kadang mual, lemes, kaki pegal-pegal, air liur banyak (TD=120/80; T=37 C; N=80x) Kondisi umum : Perdarahan pervagina, terpasang kateter dan infus. Kondisi luka bau, mamae bagian bawah mudah berdarah, daerah lain terlihat putih, tampak pus, akral hangat, agak gliyer Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Nilai Normal 06/12/2011 11/12/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 11,0 ↓ 10,1 ↓

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 10,90 7,90

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,10 3,72 ↓ 33,7 ↓ 30,8 ↓

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 423,00 185,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 0,60 0,50 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,20 0,30

  Neutrofil 35 - 88,7 % 71,70 77,20 Limfosit 12,0 - 44,0 % 20,10 6,4 ↓ Monosit 0,0 - 11,2 % 7,40 15,7 ↑ Uji sensitivitas antibiotik.

  Tanggal : 15 Desember 2011 Bahan : Pus; Hasil pembiakan : Proteus mirabilis; Janis : gram negatif, batang

  

Antibiotik Kepekatan Hasil Antibiotik Kepekatan Hasil Antibiotik Kepekatan Hasil

Amikacin 30 g

  I Cefpirome 26 g S Gentamicin 10 g

  I Amoxicilin R Ceftazidime S Imipenem S 25 g 27 g 10 g Ampicilin 10 g R Ceftriaxone 28 g

  I Levofloxacine 5 g

  I Cefepime 30 g S Cefuroxim 29 g S Meropenem 10 g S Cefixime R Chloramphenicole R Netilmicin I 5 g 30 g 30 g

  Cefoperazon Ciprofloxacine 5 g

  I Piperacilin 110 g S

  I 75 g

Zulbactam Cotrimoxazole 25 g R Streptomicin 10 g R

Cefotaxim

  I Fosfo

  I Teicopianin R 25 g 50 g 30 g

  • S = Sensitive; I = Intermediet; R = Resisten

  Objektif :

  18

  Rekomendasi :

  Namun berdasarkan hasil uji sensitivitas antibiotik, diketahui bahwa pasien membutuhkan terapi antibiotik karena hasil pembiakan menunjukkan bahwa pasien mengalami infeksi akibat Proteus mirabilis. Penggunaan amokxicilin dalam kasus ini tidak tepat karna efek samping yang dapat ditimbulkan amoxicilin berupa anemia, sehingga pemberian amoxicilin dalam kasus ini dapat memperparah kondisi anemia pasien, yang ditunjukkan dengan penurunan nilai Hb. termasuk DTPs kategori adverse drugs reaction (Amoxicilin)

  6 u/L.

  u/L dan 6.098,8 x 10

  6

  u/L, yaitu masing-masing 7.815,3 x 10

  6

  Berdasarkan nilai ANC, pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik. Karena nilai ANC pada tanggal 6 dan 11 Desember 2011, keduanya &gt; 500 x 10

  Assessment :

  21 Infus Asering √ √ √ √ √ Kaen I B √ √ √ Infus NS 3% √ √ √ Infus NACl 0,9% 100cc √ Astin Bond 1x1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Asam Folat 3x1 2x √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 2x Amoxicilin 500 mg 3x1 1x √ √ √ STOP Tab MST 10 mg 2x1 1x √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1x Cravox 500 mg 1x1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Metronidazole 500 mg 3x1 1x √ √ √ √ STOP Xelloda 2-0-3 1x √ √ √ √ √ √ √ √ 1x Merislan 3x1 2x √ √ √ √ √ √ 2x 2x Adona F 50 mg 3x1 √ √ √ √ √ √ √ 1x 2x Adona 50 mg / 8 jam 2x √ √ 1x STOP k/p Ondansentron 8 mg i.v 1x 2x 1x 2x 1x Dulcolax supp 1 tube 1x Narfoz 4 mg 1x

  20

  19

  17

  Penatalaksanaan :

  16

  15

  14

  13

  

12

  11

  10

  9

  8

  7

  6

  Nama Obat Waktu Pemberian Desember 2011

  Pemberian amoxicilin bersamaan dengan antianemia seperti epoetin-sangat dianjurkan. Obat antianemia dianjurkan untuk menyembuhkan anemia yang sudah diderita pasien dan meminimalkan efek samping dari amoxicilin

  

Pasien 9a. 484107 (3-8 Desember 2010; 10-19 Desember 2010)

Subjektif :

  Wanita usia 57 tahun. DU: Ca Mamae Locally Advance (Std.III). DL: - 29/11/10 - 8/12/10 Keluhan masuk : mamae kiri luka, bernanah, bau, mual, lemes.

  Alergi : penicilin, streptomycin, eritromycin, NSID, Ponstan, Macrolide, Sulfa, Tetra 10/12/10 -19/12/10: Keluhan masuk : dua hari ini diare cair 5x, badan lemes.

  Diagnosa masuk : GEA dehidrasi pada penderita Ca Mamae. Pasien BAB hitam (minum norit), tidak bisa BAK (TD=100/80; N=110x)

  o

  12/12/10 : BAB masih cair, warna hijau (TD=100/80; N=92x; T=36

  C) 13/12/10 : lemes, diketiak ada benjolan, anus lecet, perih, nyeri kaki, perut melilit, sebah, mbeseseg, luka di

  o

  mamae kotor dan bau (TD=110/70; N=80x; T=37

  C) 14/12/10 : badan tidak enak, meriang, dubur perih (TD=130/80; N=84x; T=36,6oC) Anus perih sampai 18/12/10

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 29/11/2010 01/12/2010 04/12/2010 10/12/2010

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 8,7 ↓ 11,6 ↓ 12,30 8,4 ↓

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 10,30 10,20 10,70 0,2 ↓

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 3,49 ↓ 4,46 4,79 3,34 ↓

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 26,7 ↓ 34,9 ↓ 37,70 25,5 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 331,00 356,00 297,00 71 ↓

  Eosinofil 0 - 9,5 % 0,00 0,10 0,10 1,50 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,00 0,10 0,10 1,10

  Neutrofil 35 - 88,7 % 82,00 81,90 94,9 ↑ 54,10 Limfosit 12,0 - 44,0 % 5,8 ↓ 5,6 ↓ 2,6 ↓ 31,00 Monosit 0,0 - 11,2 % 12,2 ↑ 12,3 ↑ 2,20 12,2 ↑

  Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 14/12/2010 16/12/2010 18/12/2010 8,8 ↓ 8,0 ↓ 11,7 ↓

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,20 4,00 6,10

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 3,46 ↓ 3,12 ↓ 4,36

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 27,0 ↓ 24,4 ↓ 34,7 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 107 ↓ 143 ↓ 198,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 0,20 0,10 0,00 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,10 0,40 2,00

  Neutrofil 35 - 88,7 % 91,3 ↑ 85,30 72,80 Limfosit 12,0 - 44,0 % 3,3 ↓ 7,1 ↓ 10,8 ↓ Monosit 0,0 - 11,2 % 5,10 7,10 14,4 ↑

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Desember 2010

  3

  4

  5

  6

  7

  8 Dexamethason 2x4 mg p.o √ √ √

  Dexamethason 4 amp i.v √ Narfoz 8 mg i.v √ Doxorubicin 70 mg i.v bolus √ Endoxan 700 mg dalamNS 0,9% √

  cc

  NaCl 100 √ Doxetere 100 mg dalam DS 200 √ Leucokine 1 amp s.c/hari √ √ √ √ √ Narfoz 4 mg 1 amp √

  

Pasien 9a. 484107 (3-8 Desember 2010; 10-19 Desember 2010) (Lanjutan. . .)

Objektif :

  √ Infus Asering √ √ √ √ √ √ sisa √ Infus NACl 0,9% 100

  (Ceftizoksim) sudah tepat. Karena ceftizoksim merupakan antibiotik golongan cephalosporin yang memiliki spektrum antibiotik yang luas dan dapat digunakan sebagai antibiotik empiris dalam mengatasi infeksi yang terjadi.

  ®

  u/L. Dengan demikian diketahui bahwa pasien mengalami kondisi neutropenia dan membutuhkan terapi antibiotik. Pemberian terapi antibiotik cefizox

  6

  u/L yaitu sebesar 108,2 x 10

  6

  Berdasarkan hasil pemeriksaan pada pasien dan kondisi pasien, dari panurunan leukosit, penurunan Hb, penurunan limfosit, peningkatan monosit dan peningkatan netrofil, semua kondisi mengarah pada kondisi anemia. Berarti pasien menderita anemia. Namun berdasarkan hasil perhitungan ANC diketahui bahwa nilai ANC pasien berdasarkan pemeriksaan pada tanggal 10 Desember 2010 berada di bawah 500 x 10

  Assessment :

  √ √ Infus RL √ Transfusi PRC 3 kolf √ Infus NS 3% √ √ √ √

  cc

  Imodium extra 2 tb √ New Diatab 2tab √ Ibuprofen 200 mg √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Inj. Cefizox 2x1 gr (7 hari) √ √ √ √ √ √ 1x √ 1x Celebrex 2x100 mg √ STOP! Alergi Aspar K 3x1 2x √ 2x √ √ 1x Sistenol 3x1 2x √ 2x √ √ 1x Boraginol zalf 3x oles

  Penatalaksanaan :

  19 Rilus 1x1 √ √ √ √ √ √ √ √ √

  18

  17

  16

  15

  

14

  13

  12

  11

  10

  Nama Obat Waktu Pemberian Desember 2010

  Rekomendasi : -

  

Pasien 9b. 484107 (26-29 Desember 2010)

Subjektif :

  Wanita usia 57 tahun. DU: Ca Mamae Locally Advance (Std.III). DL: - Keluhan masuk : - Masuk untuk kemoterapi Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 23/12/2010

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 11,3 ↓

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 11,00

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,34

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 35,0 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 408,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 0,40 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,40

  Neutrofil 35 - 88,7 % 77,40 Limfosit 12,0 - 44,0 % 14,40 Monosit 0,0 - 11,2 % 7,40

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Desember 2010

  26

  27

28 Dexamethason 2x4 mg p.o √

  Dexamethason 4 amp i.v √ Narfoz 8 mg i.v √ Doxorubicin 70 mg i.v bolus √ Endoxan 700 mg dalam NS 0,9% √ Doxetere 100 mg dalam DS 200 √ Leucokine 1 amp s.c/hari √ √ Sistenol 3x1 √ √

  cc

  Infus NACl 0,9% 100 √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 23 Desember 2010, diperoleh

  6

  nilai ANC sebesar 8.514 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 9c. 484107 (16 Januari – 22 Januari 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 57 tahun. DU: Ca Mamae Locally Advance (Std.III). DL: - Keluhan masuk : - Masuk untuk kemoterapi.

  Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Waktu / Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 17/01/2011 25/01/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 10,6 ↓ 11,3 ↓

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 4,80 11,00

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 3,91 4,34

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 33,3 ↓ 35,0 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 396,00 408,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 2,10 0,40 Basofil 0,0 - 2,5 % 1,20 0,40

  Neutrofil 35 - 88,7 % 67,60 77,40 Limfosit 12,0 - 44,0 % 19,40 14,40 Monosit 0,0 - 11,2 % 9,70 7,40

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Jan-2011

  19

  20

  

21

Dexamethason 2x4 mg p.o √ √ √

  Dexamethason 4 amp i.v √ Narfoz 8 mg i.v √ Doxorubicin 70 mg i.v bolus √ Endoxan 700 mg dalam NS 0,9% √

  cc

  NaCl 100 √ Doxetere 100 mg dalam DS 200 60tpm √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 17 Januari 2011 dan 25 Januari

  6

  6

  2011, diperoleh nilai ANC masing-masing sebesar 3.244,8 x 10 u/L dan 8.514 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 9d. 484107 (8-12 Februari 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 57 tahun. DU: Ca Mamae Locally Advance (Std.III). DL: - Keluhan masuk : -. Masuk untuk kemoterapi Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang :Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 06/02/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 10,5 ↓

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 4,00

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 3,7 ↓

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 32,1 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 367,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 1,90 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,60

  Neutrofil 35 - 88,7 % 73,10 Limfosit 12,0 - 44,0 % 14,90

  Monosit 0,0 - 11,2 % 9,50 Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Februari 2011

  9

  10

  

11

Dexamethason 2x4 mg p.o √ √ √

  Dexamethason 4 amp i.v √ Narfoz 8 mg i.v √ Doxorubicin 70 mg i.v bolus √ Endoxan 700 mg dalamNS 0,9% √

  cc

  NaCl 100 √ Doxetere 100 mg dalam DS 200 60tpm √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 6 Februari, diperoleh nilai ANC

  6

  sebesar 2.924 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 9e. 484107 (2-6 Maret 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 57 tahun. DU: Ca Mamae Locally Advance (Std.III). DL: - Keluhan masuk : -. Masuk untuk kemoterapi Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang :Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 01/03/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 11,7 ↓

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 3,6 ↓

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 3,87

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 33,9 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 278,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 1,10 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,60

  Neutrofil 35 - 88,7 % 66,30 Limfosit 12,0 - 44,0 % 13,20

  Monosit 0,0 - 11,2 % 18,8 ↑ Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Maret 2011

  3

  4

  

5

Dexamethason 2x4 mg p.o √ √ √

  Dexamethason 4 amp i.v √ Narfoz 8 mg i.v √ Doxorubicin 70 mg i.v bolus √ Endoxan 700 mg dalam NS 0,9% √

  cc

  NaCl 100 √ Doxetere 100 mg dalam DS 200 60tpm √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 1 Maret 2011, diperoleh nilai

6 ANC sebesar 2.386,8 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka

  dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 9f. 484107 (28 Juli – 3 Agustus 2011)

Subjektif :

  30

  u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  6

  u/L dan 4.524,96 x 10

  6

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 28 Juli 2011 dan 2 Agustus 2011, diperoleh nilai ANC masing-masing sebesar 1.814 x 10

  Assessment :

  Doxetere 100 mg dalam DS 200 60tpm HP Pro 3x1 2x √ 2x 2x tdk mau Nexiom 40 mg 1x1 √ √ Aldacton 100 mg 2x1 1x √ 1x 1x tdk mau Paracetamol 500 mg 1 tab 2x 1x Lasic 2x1 √ √ √ √ √ 1x Pantozol 1 amp/12 jam √ √ √ √ 1x Morfin 10 mg (1/4 amp) √ Durogesic 25 mg √

  cc

  Dexamethason 4 amp i.v Narfoz 8 mg i.v Doxorubicin 70 mg i.v bolus Endoxan 700 mg dalam NS 0,9% NaCl 100

  4 Dexamethason 2x4 mg p.o

  3

  2

  1

  31

  Nama Obat Waktu Pemberian

Juli 2011 Agustus 2011

  Wanita usia 57 tahun. DU: Ca Mamae Locally Advance (Std.III). DL: - Keluhan masuk : mulai tadi pagi lidah pahit, tidak mau makan, mulut kering, perut tidak enak (TD=90/60; N=120x; T=38,2

  Monosit 0,0 - 11,2 % 4,50 3,30 Penatalaksanaan :

  4,3 ↓ 2,3 ↓

  Neutrofil 35 - 88,7 % 90,7 ↑ 94,27 ↑ Limfosit 12,0 - 44,0 %

  Eosinofil 0 - 9,5 % 0,20 0,10 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,20 0,10

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 19,6 ↓ 34,90 Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 53 ↓ 35,00

  3 2,51 ↓ 4,27

  Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm

  3 2,0 ↓ 4,80

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 6,4 ↓ 11,5 ↓ Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm

  Objektif : Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal Tanggal Pemeriksaan 28/07/2011 02/08/2011

  C; N=124x) Nyeri perut sampai 3/8/11. 3/8/11 : perut tidak enak, lemas, BAK terus, ingin BAB. BAB cair+ampas warna kehitaman, bauk tak khas, perut sakit mau meletus, nyeri perut sampai punggung. Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : APS

  o

  DU: Ca Mamae+Ca Hepar. DL: Anorexia. 29/7/11 : lemas, perut sakit, mulut kering seperti mau terbakar, ingin BAB, badan tidak enak, pegal, badan capek semua (TD=90/60; T=38,1

  o C).

  Rekomendasi :

  

Pasien 10. 499744 (30 Desember 2011 – 12 Januari 2012)

Subjektif :

  Wanita usia 47 tahun. DU: Ca Mamae Dextra Immoperabel (Std.III). DL: - Riwayat Ca Mamae, sudah biopsi, pengobatan selama ini dengan herbal. Seminggu minum obat-obatan herbal, rekasi di daerah mamae melepuh (Hipertensi -; DM +)

  o

  Keluhan masuk : luka di mamae dextra melepuh (TD+140/80; T=32,2 C; N=88x) Perjalanan penyakit : Ca Mamae. Disarankan operasi, namun sebelumnya kemoterapi dulu. Namun pasien tidak mau. Selama ini dirawat dengan sirih merah dan pengobatan alternatif. 10 hari yang lalu, sekitar mamae dextra melepuh dan terdapat banyak bulla 30/12/11 : kulit gatal-gatal. Gatal di daerah mamae dextra hingga perut dan di daerah mamae dextra hingga lengan kanan. Terkadang mamae dextra nyeri 31/12/11 : mamae dextra masih nyeri, daerah mamae perih dan gatal. Luka di mamae dextra senut-senut.

  o

  (TD=130/90; T=37,7 C; N=72x) Objective : luka jelek, bau, jaringan rapuh, mudah berdarah. Sekitar mamae terdapat banyak bulla, ada yang sudah pecah, ada yang belum. Luka gatal-gatal 1/1/12 : gatal di daerah mamae dextra, sakit. Daerah mamae terasa perih, panas, sakit. Bulla yang pecah terasa perih. Luka di pantat perih. Belum BAK dari pukul 21.00 kemarin. Minum hanya 1 gelas. Badan pegal-

  o

  pegal, tangan gatal-gatal (TD=130/80; T=36 C; N=84x)

  o

  2/1/12 : nyeri luka, luka perih, tangan kanan dan kiri gatal (TD=130/80; T=36,8 C; N=80x)

  o

  3/1/12 : gatal, luka perih (TD=110/80; T=36,9 C; N=80x); 4/1/12 : luka perih, kemeng dan kulit gatal

  o

  5/1/12 : luka di ketiak perih, perih daerah mamae, pusing, mual (TD=140/90; T=36,9 C; N=84x)

  o

  6/1/12 : luka perih, sakit. Tidak pusing dan mual. Gatal dan nyeri (TD=130/90; T=36 C; N=72x) 7/1/12 : gatal-gatal dan nyeri berkurang. Serasa berputar-putar, pusing, kadang luka senut-senut

  o

  (TD=150/80; T=36,1 C; N=64x)

  o

  8/1/12 : luka di mamae perih (TD=110/70; T=36,7 C; N=75x) 9/1/12 : luka di mamae kadang perih, namun sudah banyak berkurang, gatal-gatal dan sakit di mamae

  o

  dextra, nyeri di daerah luka (TD=110/80; T=36,5 C; N=80x

  o

  10/1/12 : tidak bisa BAB (TD=130/80; T=36 C; N=724x) 11/1/12 : daerah luka gatal. Kadang mamae dextra senut-senut. Daerah anus sakit, untuk BAB tambah sakit.

  6 Belum BAB. Daerah perut hingga bawah perut sakit (TD=120/80; T=3 oC; N=84x) o

  12/1/12 : tidak bisa BAB. Tidak nyeri. Lemas (TD=120/80; T=37,3 C; N=80x) Keadaan pulang : membaik

  Objektif : Waktu / Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 30/12/2011 05/01/2012

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 13,10 11,1 ↓

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,90 5,50

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,61 4,07

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 38,00 32,8 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 319,00 343,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 2,00 4,20 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,50 0,70

  Neutrofil 35 - 88,7 % 57,10 62,60 Limfosit 12,0 - 44,0 % 29,30 25,50 Monosit 0,0 - 11,2 % 11,10 7,00

  Penatalaksanaan :

  

Waktu Pemberian

Nama Obat Desember 2011 - Januari 2012

  30

  31

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

  9

  10

  11

  12 cc

  Infus NACl 0,9% 100 √ √ √ √ √ √ √

  u

  Inj. Novorapid 8 √ Xelloda 2-0-3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1x Cravox 500 mg 1x1 √ √ √ √ √ √ √ √

  

Pasien 10. 499744 (30 Desember 2011 – 12 Januari 2012) (Lanjutan. . .)

Objektif :

  12 Amaryl 1 mg 1-0-0 √ √ √ √ √ √ √ √

  Rekomendasi :

  u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik. Pemberian cravox (Levofloksasin) tidak sesuai, karena dari hasil pemeriksaan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik. Termasuk dalam DTPs kategori terapi antibiotik tidak diperlukan

  6

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 5 Januari 2012, diperoleh nilai ANC sebesar 3.443 x 10

  Assessment :

  1x

  1x Yal 1 tube

  cc

  2x Lactulax 10

  cc

  √ Cerini 1x1 √ √ √ √ √ √ 1x √ R/ kocokan untuk kulit 2x1 os os os os os os os os os os Sanmol 1 tab √ Lactulax 15

  Dicynon 3x1 2x √ √ √ √ √ √ 1x Tramal R 1x1 √ √ √ √ √ √ √ Infus NS √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Analsix √ Narfoz 4 mg 1 tab √ Dulcolac 1 tube

  11

  Penatalaksanaan :

  10

  9

  8

  7

  6

  5

  

4

  3

  2

  1

  31

  30

  Nama Obat Waktu Pemberian Desember 2011 - Januari 2012

  Hentikan penggunaan cravox

  Kasus 20

Pasien 11a. 534508 (30 Juli – 16 Agustus 2010)

Subjektif :

  10,90 8,40 7,20 7,90 9,40 10,00 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm

  Nama Obat Waktu Pemberian Juli 2010

  Penatalaksanaan :

  Limfosit 12,0 - 44,0 % 19,30 24,40 26,80 30,50 24,20 12,50 Monosit 0,0 - 11,2 % 4,90 5,90 7,00 7,40 5,40 1,90

  Basofil 0,0 - 2,5 % 0,10 0,20 0,30 0,50 0,30 0,10 Neutrofil 35 - 88,7 % 74,50 66,20 61,10 57,10 66,90 85,50

  Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 662 ↑ 579 ↑ 504 ↑ 368,00 436,00 509 ↑ Eosinofil 0 - 9,5 % 1,30 3,10 4,90 4,50 3,20 0,10

  13,3 ↓ 19,8 ↓ 27,5 ↓ 33,7 ↓ 34,4 ↓ 35,0 ↓

  Hematokrit 37,0 - 47,0 %

  3 1,74 ↓ 2,42 ↓ 3,37 ↓ 4,05 4,11 4,23

  3

  Wanita usia 46 tahun. DU: Ca Mamae. DL: - keluhan masuk : - Masuk untuk kemoterapi Keadaan pulang : Membaik

  Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm

  14 Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 3,2 ↓ 5,4 ↓ 7,9 ↓ 10,6 ↓ 10,8 ↓ 10,4 ↓

  12

  06

  03

  01

  30

  Objektif : Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal Waktu / Tanggal Pemeriksaan Juli 2010 Agustus 2010

  30

31 Injeksi Novorapid 8

  3x1 s.c √ Terfacef 2x1 gr 1x √

  15 Injeksi Tesfaxj 2x1 √ 1x Folavit 3x1 √ 1x √ √ √ √ √ √ √ 1x Zaldiar 2x1 √ √ 1x 1x 1x 1x • √ √ k/p Injeksi Novorapid 8 u 3x1 s.c Ganti Dosis Injeksi Novorapid 10 u 3x1 s.c √ Ganti dosis Injeksi Novorapid 12 u 3x1 s.c √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1x √ √ Lizar 2x1

  Hentikan pemberian ceftriaxone

  Rekomendasi :

  (Ceftriaxone) tidak tepat karena dari hasil pemeriksaan dan perhitungan nilai ANC, pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik. Termasuk DTPs kategori terapi antibiotik tidak diperlukan

  ®

  u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik. Penggunaan Terfacef

  6

  u/L dan 4.399,2 x 10

  6

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 1 dan 3 Agustus 2010, diperoleh nilai ANC masing-masing sebesar 5.560,8 x 10

  Lasix 1 amp post transfusi √ √ Assessment : -

  5 FU 750 mg dalam NaCl 0,9% 100 cc √ NaCl 0,9% diguyur √ Terfacef 2x1 gr √ √ √ √ √

  √ Endoxan 750 mg dalam NaCl 0,9% 100 cc

  1x √ √ √ √ √ √ 1x Dexametason 20 mg 4 ampul √ Injeksi Narfoz 8 mg √ Doxorubicin 75 mg √ NaCl 0,9% 100 cc

  14

  Nama Obat Waktu Pemberian Agustus 2010

  13

  12

  11

  10

  9

  8

  7

  6

  

5

  4

  u

  2

  1

  3

  

Pasien 11b. 534508 (21-23 Desember 2010)

Subjektif :

  Wanita usia 46 tahun. DU: Ca Mamae. DL: Infeksi Saluran Kemih keluhan masuk : mulai dari sore pinggang kanan sakit, BAK lancar, kemo sudah 6x Kemoterapi terakhir : 12 Agustus 2010 Kondisi umum : Perdarahan pervagina, terpasang kateter dan infus. Kondisi luka bau, mamae bagian bawah mudah berdarah, daerah lain terlihat putih, tampak pus, akral hangat, agak gliyer Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Tanggal Nilai Normal Pemeriksaan Nilai Normal Pemeriksaan Urinalisa Pemeriksaan 23/12/2010 23/12/2010 Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 9,8 ↓ BJ 1,015 - 1,025 1,03

  • 3
  • 3 3,6 ↓ Nitrit

    - Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm

    Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 3,49 ↓

    • Hematokrit 37,0 - 47,0 % 33,3 ↓ pH 4,8 - 7,4 5,50

  • Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 250,00 Protein/albumin
    • Eosinofil 0 - 9,5 % 0,60 Glukosa/reduksi +
      • Basofil 0,0 - 2,5 % 0,30 Keton - - Neutrofil 35 - 88,7 % 87,10 Urobilinogen - - Limfosit 12,0 - 44,0 % 10,6 ↓ Bilirubin Monosit 0,0 - 11,2 % 1,40 Leukosit Esterase (-) 500,00 Eritrosit 0 - 25 224,1 ↑ Bentuk eritrosit RBC negatif Leukosit 0 - 20 58703,8 ↑ Sel Epitel 0 - 40 1050,1 ↑ Silinder Hyalin 0 - 1,2 63,9 ↑

  Bakteri 0 - 100 4115,2 ↑ Kristal 0 - 10 1,10 Jamur 0 - 25 56,9 ↑

  213,7 ↑ Epitel Poligonal 0 - 6 Silinder patologis 0 - 0,5 63,9 ↑

  Mucus 0 - 0,5 1,2 ↑

  Penatalaksanaan :

  Tanggal Pemberian Nama Obat (Desember 2010)

  22

23 Nexium 40 1x1 √

  Mucosta √ Crestor 1x20 √ Glibenclamide 3x5 2x Torasic 3x1 √ Levofloxacin 500 mg 2x1 √ √

  Assessment :

  Berdasarkan hasil pemeriksaan urin, diketahui bahwa pasien mengalami infeksi akibat bakteri dan jamur, hal ini terlihat dari nilai baktri dan jamur pada urin yang berada di atas normal. Berdasarkan pemeriksaan tersebut pasien membutuhkan terapi antibiotik meskipun dari hasil perhitungan ANC diperoleh nilai ANC &gt;

  6

  6 500 x 10 u/L yaitu sebesar 3.135,6 x 10 u/L.

  Pemberian levofloxacin dalam kasus ini sudah tepat.

  Rekomendasi :

  

Pasien 12a. 660445 (22-26 Juli 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 61 tahun. DU: Ca Mamae. DL: Amubiasis keluhan masuk : Ca mamae komplikasi amubiasis Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan

Nilai Normal Nilai Normal

Hematologi Feses

  22/07/2011 22/07/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 8,2 ↓ Konsistensi Lunak Cair

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 8,10 Warna Kuning Coklat Hijau

  3 Eritrosit

  • 3,8 - 5,8 jt/mm 7,28 ↓ Lendir

  24,2 ↓

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % Darah Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 411,00 Nanah

  Eosinofil 0 - 9,5 % 0,30 Larva Cacing Basofil 0,0 - 2,5 % 0,00 Leukosit 30 - 50

  Neutrofil 35 - 88,7 % 87,20 Eritrosit 10 - 15 Limfosit 12,0 - 44,0 % 7,2 ↓ Amuba Cyste + Monosit 0,0 - 11,2 % 5,40 Parasit Lain

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Juli 2011

  22

  23

  24

  25

26 Asering 500 √

  Infus NS 12 tpm √ √ √ √ Narfoz 8 mg 1x1 √ √ √ √ Novalgin 1 amp √ Inj. Buscopan 1 amp √ Infus NaCl √ √ Metronidazole 3x1 1x √ √ √ 2x Crant 500 mg 1x1 √ √ √ √ √

  Assessment :

  Berdasarkan hasil pemeriksaan feses, diketahui bahwa pasien mengalami infeksi akibat amuba, hal ini karena terdapat cyste amuba pada feses pasien. Berdasarkan pemeriksaan tersebut pasien membutuhkan

  6

  terapi antibiotik meskipun dari hasil perhitungan ANC diperoleh nilai ANC &gt; 500 x 10 u/L yaitu sebesar

  6

  7.063,2 x 10 u/L. Pemberian metronidazol dalam kasus ini sudah tepat. Namun pemberian levofloxacin kurang tepat. Karena levofloxacin merupakan agen antibakteri, sedangkan infeksi yang terjadi pada pasien karena amuba.

  Rekomendasi :

  Hentikan penggunaan levofloxacin dan ganti dengan agen anti-amuba

  

Pasien 12b. 660445 (8-19 Agustus 2011)

Subjektif :

  14

  Rekomendasi :

  (Levofloxacin) dalam kasus ini tidak tepat. Kasus ini termasuk dalam DTPs kategori terapi antibiotik tidak diperlukan.

  ®

  u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik. Sehingga pemberian Cravix

  6

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 8 Agustus 2011, diperoleh nilai ANC sebesar 2.494,8 x 10

  Assessment :

  √

  1x √ Aminofluid √ √ √ Prosogan FD 30 1 tab √ Flagyl 1x1 √ √ √ Fleet Enema

  Infus NS 12 tpm √ √ √ √ Infus Adona 50 mg / 8 jam Cravix 1x500 √ √ √ √ √ √ Xeloda 500 mg 2x3 (rentang 12 jam) √ Narfoz 8 mg 1x1 √ √ √ √ √ Cellcept 2x1 √ √ √ √ √ √ 1x Folavit 3x1 2x √ √ √ √ √ 1x Telfas OD 1x1 √ √ √ √ √ Maltofer Fol 1x1 √ Adona F 50 mg 1x1 √ √ √ √ √ √ √ √ Dicynon 2x1

  18 Asering 500 √ √ √

  17

  16

  15

  13

  Wanita usia 61 tahun. DU: Ca Mamae DL: Ca Mamae komplikasi Hand-foot Syndrome TD = 163/100 keluhan masuk : pagi demamsudah diberi Paracetamol 14/8/11 : gatal-gatal ; 15/8/11 : belum BABdari 8 Agustus 2011 Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Eosinofil 0 - 9,5 % 2,90 4,00 4,20 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,10 0,20 0,30

  Objektif : Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal Waktu / Tanggal Pemeriksaan 08/08/2011 09/08/2011 15/08/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 7,8 ↓ 10,9 ↓ 7,4 ↓ Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm

  3 3,2 ↓ 2,5 ↓ 3,3 ↓

  Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm

  3 2,55 ↓ 3,52 ↓ 2,31 ↓

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 22,4 ↓ 31,1 ↓ 21,2 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 433,00 373,00 357,00

  Neutrofil 35 - 88,7 % 75,60 53,10 49,40 Limfosit 12,0 - 44,0 % 13,00 19,90 14,40

  12

  Monosit 0,0 - 11,2 % 8,40 22,90 31,7 ↑ Penatalaksanaan :

  Nama Obat Waktu Pemberian Agustus 2011

  8

  9

  10

  11

  Hentikan penggunaan Levofloxacin

  

Pasien 12c. 660445 (28 Desember 2011 – 6 Januari 2012)

Subjektif :

  

31

  u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  6

  u/L dan 1.174 x 10

  6

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 28 dan 29 Desember 2011, diperoleh nilai ANC masing-masing sebesar 2.308,8 x 10

  Assessment :

  Cravix 1x500 √ √ √ √ √ √ Tramal R 1x1 √ √ √ √ √ √ √ Xeloda 500 mg 1-0-1 (rentang 12 jam) √ √ √ √ √ √ 2x 1x Narfoz 8 mg 1x1 √ √ √ √ √ √ √ Cellcept 2x1 √ √ √ √ √ √ √ 1x Folavit 3x1 √ √ √ √ √ √ √ Telfas OD 1x1 √ √ √ √ k/p 2x 1x Maltofer Fol 1x1 √ √ √ √ √ √ √ Adona F 50 mg 1x1 √ √ √ 1x √ √ √ √ √ Dicynon 2x1 1x √ √ √ √ 1x Kalnex 2 amp √

  5 Asering 500 √ √

  4

  3

  2

  1

  30

  Wanita usia 61 tahun. DU: Ca Mamae DL: Ca Mamae dengan Bleeding keluhan masuk : 28/12/11 : Ca Mamae dengan bleeding ; TD = 110/70 28/12/11 : Payudara kiri perih, gatal, panas 29/12/11 : Payudara kiri nyeri jika posisi tidur miring Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  29

  28

  Nama Obat Waktu Pemberian Desember 2011 - Januari 2012

  Penatalaksanaan :

  Neutrofil 35 - 88,7 % 62,40 58,70 Limfosit 12,0 - 44,0 % 14,90 21,50 Monosit 0,0 - 11,2 % 18,6 ↑ 15,5 ↑

  Eosinofil 0 - 9,5 % 4,10 4,00 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,00 0,30

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 23,5 ↓ 23,4 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 212,00 243,00

  3 2,28 ↓ 2,28 ↓

  Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm

  3 3,7 ↓ 2,0 ↓

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 8,0 ↓ 8,0 ↓ Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm

  Objektif : Pemeriksaan Nilai Normal Waktu / Tanggal Pemeriksaan 28/12/2011 29/12/2011

  Rekomendasi : -

  

Pasien 13a. 698249 (27-28 Juni 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 57 tahun. DU: Ca Mamae Her 2 Neu +. DL: - keluhan masuk : - Masuk untuk kemoterapi Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 27/06/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 12,60

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 6,40

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,31

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 39,40 Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 203,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 2,00

  • Basofil 0,0 - 2,5 % Neutrofil 35 - 88,7 % 65,00

  Limfosit 12,0 - 44,0 % 27,00 Monosit 0,0 - 11,2 % 6,00

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat

28 Juni 2011

  Sistenol 1 tab √ Diphenhidramin 1 amp √ Kalmetason 2 amp √

  cc cc

  Herceptin 10 dalam NS 250 √

  u

  Spoel NS + Heparin 1000 √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 28 Juni 2011, diperoleh nilai

6 ANC sebesar 4.160 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka

  dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 13b. 698249 (19-20 Juli 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 57 tahun. DU: Ca Mamae Her 2 Neu +. DL: - keluhan masuk : - Masuk untuk kemoterapi Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 19/07/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 13,30

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,83

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,49

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 40,60 Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 212,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 1,00

  • Basofil 0,0 - 2,5 % Neutrofil 35 - 88,7 % 68,00

  Limfosit 12,0 - 44,0 % 25,00 Monosit 0,0 - 11,2 % 6,00

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat

20 Juli 2011

  Sistenol 1 tab √ Diphenhidramin 1 amp √ Kalmetason 2 amp √

  cc cc

  Herceptin 10 dalam NS 250 √

  u

  Spoel NS + Heparin 1000 √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 19 Juli 2011, diperoleh nilai ANC

  6

  sebesar 3.964,4 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 13c. 698249 (9-10 Agustus 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 57 tahun. DU: Ca Mamae Her 2 Neu +. DL: - keluhan masuk : - Masuk untuk kemoterapi Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 09/08/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 13,10

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 6,34

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,34

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 40,40 Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 203,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 2,00

  • Basofil 0,0 - 2,5 % Neutrofil 35 - 88,7 % 57,00

  Limfosit 12,0 - 44,0 % 34,00 Monosit 0,0 - 11,2 % 7,00

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat

10 Agst 2011

  Sistenol 1 tab √ Diphenhidramin 1 amp √ Kalmetason 2 amp √

  cc cc

  Herceptin 10 dalam NS 250 √

  u

  Spoel NS + Heparin 1000 √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 9 Agustus 2011, diperoleh nilai

6 ANC sebesar 3.613,8 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka

  dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 13d. 698249 (30 Agustus – 01 September 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 57 tahun. DU: Ca Mamae Her 2 Neu +. DL: - keluhan masuk : - Masuk untuk kemoterapi Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 30/08/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 12,70

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 6,63

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,20

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 38,00 Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 218,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 2,40 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,50

  Neutrofil 35 - 88,7 % 57,10 Limfosit 12,0 - 44,0 % 32,00 Monosit 0,0 - 11,2 % 8,00

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat

01 September 2011

  Sistenol 1 tab √ Diphenhidramin 1 amp √ Kalmetason 2 amp √

  cc cc

  Herceptin 10 dalam NS 250 √

  u

  Spoel NS + Heparin 1000 √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 30 Agustus 2011, diperoleh nilai

6 ANC sebesar 3.785,73 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka

  dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 13e. 698249 (21-22 September 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 57 tahun. DU: Ca Mamae Her 2 Neu +. DL: - keluhan masuk : - Masuk untuk kemoterapi Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 21/09/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 12,90

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,97

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,34

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 40,20 Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 206,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 2,00

  • Basofil 0,0 - 2,5 % Neutrofil 35 - 88,7 % 54,00

  Limfosit 12,0 - 44,0 % 37,00 Monosit 0,0 - 11,2 % 7,00

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat

22 September 2011

  Sistenol 1 tab √ Diphenhidramin 1 amp √ Kalmetason 2 amp √

  cc cc

  Herceptin 10 dalam NS 250 √

  u

  Spoel NS + Heparin 1000 √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 21 September 2011, diperoleh

  6

  nilai ANC sebesar 3.223,8 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 13f. 698249 (12-13 Oktober 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 57 tahun. DU: Ca Mamae Her 2 Neu +. DL: - keluhan masuk : - Masuk untuk kemoterapi Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 12/10/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 13,00

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 7,35

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,38

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 40,80 Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 213,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 2,00

  • Basofil 0,0 - 2,5 % Neutrofil 35 - 88,7 % 58,00

  Limfosit 12,0 - 44,0 % 31,00 Monosit 0,0 - 11,2 % 9,00

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat

13 Oktober 2011

  Sistenol 1 tab √ Diphenhidramin 1 amp √ Kalmetason 2 amp √

  cc cc

  Herceptin 10 dalam NS 250 √

  u

  Spoel NS + Heparin 1000 √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 12 Oktober 2011, diperoleh nilai

6 ANC sebesar 4.263 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka

  dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 13g. 698249 (02-03 November 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 57 tahun. DU: Ca Mamae Her 2 Neu +. DL: - keluhan masuk : - Masuk untuk kemoterapi Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Tanggal Pemeriksaan Nilai Normal Pemeriksaan Pemeriksaan Urin Nilai Normal Pemeriksaan Hematologi 02/11/2011 02/11/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 12,70 Warna Kuning

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,99 Kejernihan Agak Keruh

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,30 BJ 1,015 - 1,025 1,030

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 39,70 pH 4,8 - 7,4 5,50 Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 211,00 - - Protein / Albumin

  • Eosinofil 0 - 9,5 % 2,00 Glukosa - - - Basofil 0,0 - 2,5 % K
  • Neutrofil 35 - 88,7 % 63,00 Bilirubin

  Limfosit 12,0 - 44,0 % 29,00 Urobilinogen &lt; 10 mg/dL normal

  • Monosit 0,0 - 11,2 % 6,00 Leukosit Esterase
    • ++ - - Nitrit

  • Darah ++ Eritrosit 0 - 1 /lpb 2 - 4

  Leukosit 1 - 4 /lpb 20 - 25 Epitel Poligonal 5 - 15 /lpb 1 - 3

  • Silinder Patologis - Kri
  • Bakteri + Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat

  3 November 2011

  Sistenol 1 tab √ Diphenhidramin 1 amp √ Kalmetason 2 amp √

  cc cc

  Herceptin 10 dalam NS 250 √

  u

  Spoel NS + Heparin 1000 √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 2 November 2011, diperoleh

  6

  nilai ANC sebesar 3.773,7 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 14. 708982 (10-18 Juni 2010)

Subjektif :

  Wanita usia 62 tahun. DU: Ca Mamae Sinistra dengan Ulticaria. DL: - Keluhan masuk : timbul benjolan di payudara kiri, luka pecah, bleeding, pusing, mual, badan terasa dingin,

  o

  gemetar (TD=180/100, T=37

  C)

  o

  11/6/10 : payudara kiri senut-senut. Badan ’nggregesi’, mulut pahit (TD=150/90, T=38,7

  C, N=100x/mnt) 12/6/10 : nyeri mamae kiri, badan panas. Diberi transfusi, tidak ada reaksi transfusi

  o

  16/6/10 : luka bau, bleeding, kotor, terasa senut-senut (TD=130/70, N=37

  C)

  o

  17/6/10 : luka mamae sinistra senut-senut (TD=160/90, T=36,2

  C, N=84x/mnt)

  o

  18/6/10 : luka di payudara kiri perih, mual (TD=130/70, T=36 C; N=76x/mnt) Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Waktu / Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 10/06/2010 13/06/2010

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 7,8 ↓ 10,4 ↓

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 9,70 9,00

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 2,7 ↓ 3,67 ↓

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 22,8 ↓ 31,4 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 490 ↑ 450,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 1,30 2,30 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,10 0,20

  Neutrofil 35 - 88,7 % 71,50 74,30 Limfosit 12,0 - 44,0 % 21,90 18,50

  Monosit 0,0 - 11,2 % 5,30 4,70 Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Juni 2010

  11

  12

  13

  14

  15

  16

  17

  18 Amlodipin 10 mg 1x1 √ √ √ √ √ √ √

  Inj. Lasix 1 amp (sebelum transfusi) √ Allopurinol 100 mg 2x1 √ √ √ √ √ √ √ Ferofort 2x1 √ √ √ √ √ √ √ Captopril 12,5 mg 3x1 √ √ √ √ √ 1x Inj. Novalgin 1 amp √ Captopril 25 mg 3x1 2x √ Xelloda 1-0-1

  1x √ Cravit 500 mg 1x1 √ √ Brm 1x1

  √ √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 13 Juni 2010, diperoleh nilai

6 ANC sebesar 6.687 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka

  dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi,

  ®

  sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik. Pemberian Cravit (Levofloxacin) dalam kasus ini tidak tepat. Termasuk DTPs kategori terapi antibiotik yang tidak diperlukan.

  Rekomendasi : Hentikan penggunaan levofloxacin.

  

Pasien 15. 713207 (14-23 Juli 2010)

Subjektif :

  Wanita usia 76 tahun. DU: Ca Mamae Sinistra. DL: - keluhan masuk : payudara kiri senut-senut, tampak bengkak, rujukan dari RS Harapan Magelang di RS Harapan Magelang telah mendapatkan transfusi 1 kolf (13/7/10)

  cc

  16/7/10 : luka pada mamae sinistra, luka kotor, bau, pendarahan + 2 17/7/10 : luka pada mamae sinistra, luka kotor, bau, bagian bawah tampak warna kehijauan, luka atas tidak berdarah Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Waktu / Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Nilai Normal 12/07/2010 13/07/2010 14/07/2010 22/07/2010

9,8 ↓ 11,6 ↓

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 12,0 12,0

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,5 5,1 6,0 4,1

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 5,1 4,1 4,2

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 33,8 ↓ 39,6 ↓ 34,4 ↓ 35,1 ↓

  

130,0 ↓ 141,0 ↓ 141,0 ↓

  Trombosit 150 - 450 ribu/mcl Eosinofil 0 - 9,5 % 0,5 0,0

  Basofil 0,0 - 2,5 % 0,2 0,0 Neutrofil 35 - 88,7 % 66,9 87,4

  9,9 ↓

  Limfosit 12 - 44 % 25,7 19,4

  13,0 ↑

  Monosit 0,0 - 11,2 % 2,7 Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Agustus 2010

  14

  15

  

16

  17

  18

  19

  20

  21

  22 cc

  Bactiram 2x1 g i.v + WFI 25 1x √ √ √ √ √ √ Kalnex 2x250 mg 1x √ √ √ √ √ √ k/p Zaldiar √ √ √ Biopres 8 mg 1x1 (Bila TD&gt;140/90) Pasien tidak mau Maltofer 1x √ √ √ √ √ √ √ Dexametason 4 mg 2x1 (pgi &amp; siang) √ √ √ Dexametason 4 amp selama 2 hr √ Marfoz 8 mg i.v selama 2 hr √ Docetere 100 mg dalam Dex 5% 250mL √ Carboplatin 400 mg dalam Dex 5% 250mL √ Kalnex 3x500 mg

  √ √ Infus Asering √ √ √ √ √ √ √ √ Infus Aminofluid 20 tpm √ Infus RL

  √ √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 14 Juli 2010, diperoleh nilai ANC

  6

  sebesar 4.014 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga

  ®

  pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik. Pemberian Bactirom (Cefpirom sulfat) dalam kasus ini tidak tepat karena berdasarkan hasil pemeriksaan dan perhitungan nilai ANC diketahui bahwa pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi :

  Hentikan penggunaan cefpirom sulfat

  

Pasien 16a. 719025 (30 November – 2 Desember 2010)

Subjektif :

  Wanita usia 39 tahun. DU: Ca Mamae Dextra Post Mastektomi. DL: - keluhan masuk : -

  

o

  Masuk untuk kemoterapi. (TD=110/80; N=80x; T=36,5 C). Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Nilai Normal 30/11/2010

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 11,9 ↓

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 4,20

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 3,86 ↓

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 34,59 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 295,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 3,30 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,50

  Neutrofil 35 - 88,7 % 63,70 Limfosit 12,0 - 44,0 % 19,90 Monosit 0,0 - 11,2 % 12,6 ↑

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Nov-Des ’10

  30

  1

  2 cc

  Doxorubicin 50 mg dalam NS 500 30 tpm √ Metil Prednison 62,5 mg √ √ Metil Prednison 125 mg √ Ondansentron 8 mg 1 amp √ Ranitidin 1 amp √ Diphenhidramin 1 amp √

  cc

  Doceter 120 mg dalam Ecosol 500 √

  cc

  Spoel NS 250 √ Pantogar 2x1

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 30 November 2010, diperoleh

  6

  nilai ANC sebesar 2.675,4 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 16b. 719025 (10-12 Februari 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 39 tahun. DU: Ca Mamae Dextra. DL: - keluhan masuk : rambut rontok, tangan kiri bekas kemoterapi masih bengkak

  o

  masuk untuk kemoterapi IV (TD=120/80; T=36,8 C; N=80x)

  o

  11/2/11 : mual (TD=110/80; N=72x; T=36,7

  C) Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 10/02/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 11,0 ↓

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,30

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 3,65 ↓

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 33,4 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 333,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 3,80 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,40

  Neutrofil 35 - 88,7 % 70,80 Limfosit 12,0 - 44,0 % 15,30

  Monosit 0,0 - 11,2 % 9,70 Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Febuari 2011

  10

  11

  12 cc

  Doxorubicin 50 mg dalam NS 500 30 tpm √ Metil Prednison 62,5 mg √ √ Metil Prednison 125 mg √ Ondansentron 8 mg 1 amp √ Ranitidin 1 amp √ Diphenhidramin 1 amp √

  cc

  Doceter 120 mg dalam Ecosol 500 √

  cc

  Spoel NS 250 √ Pantogar 2x1

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 10 Februari 2011, diperoleh nilai

6 ANC sebesar 3.752,4 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka

  dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 16c. 719025 (10-12 Maret 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 39 tahun. DU: Ca Mamae Dextra Post Mastektomi. DL: - keluhan masuk : -

  

o

  masuk untuk kemoterapi V. (TD=120/80; N=80x; T=37 C). Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 10/03/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 11,0 ↓

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 6,30

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 3,65 ↓

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 33,4 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 333,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 3,80 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,40

  Neutrofil 35 - 88,7 % 70,80 Limfosit 12,0 - 44,0 % 15,30

  Monosit 0,0 - 11,2 % 9,70 Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Maret 2011

  10

  11

  12 cc

  Doxorubicin 50 mg dalam NS 500 30 tpm √ Metil Prednison 62,5 mg √ √ Metil Prednison 125 mg √ Ondansentron 8 mg 1 amp √ Ranitidin 1 amp √ Diphenhidramin 1 amp √

  cc

  Doceter 120 mg dalam Ecosol 500 √

  cc

  Spoel NS 250 √ Pantogar 2x1

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 10 Maret 2011, diperoleh nilai

6 ANC sebesar 4.460,4 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka

  dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 16d. 719025 (16-18 April 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 39 tahun. DU: Ca Mamae Dextra. DL: - keluhan masuk : - masuk untuk kemoterapi VI (TD=140/85; N=112x; T=37,2oC). Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 16/04/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 12,30

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,60

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,05

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 37,30 Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 361,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 5,10 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,70

  Neutrofil 35 - 88,7 % 64,10 Limfosit 12,0 - 44,0 % 20,00

  Monosit 0,0 - 11,2 % 10,00 Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat April 2011

  16

  17

  18 cc

  Doxorubicin 50 mg dalam NS 500 30 tpm √ Metil Prednison 62,5 mg √ √ Metil Prednison 125 mg √ Ondansentron 8 mg 1 amp √ Ranitidin 1 amp √ Diphenhidramin 1 amp √

  cc

  Doceter 120 mg dalam Ecosol 500 √

  cc

  Spoel NS 250 √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 16 April 2011, diperoleh nilai

6 ANC sebesar 3.589,6 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka

  dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 17. 714852 (7-19 September 2010)

Subjektif :

  Wanita usia 39 tahun. DU: Ca Mamae dextra post mastectomy (13/8/10) pro chemoteraphy. DL: nephropathy anemia

  o

  keluhan masuk : lemas. (TD=110/70; N=108x; T=37

  C) Riwayat penyakit : 1 minggu yang lalu badan lemas, nafsu makan berkurang, badan kurang nyaman. Tanggal 7/9/11 pagi badan semakin lemes. Sesak nafas, namun sudah membaik.

  o

  8/9/10 : batuk ngikil, tidur tidak nyenyak, nyeri punggung (TD=130/80; T=37,5 C; N=108x)

  o

  9/9/10 : batuk, kaki kanan sakit, mual (TD=130/80; T=37,8 C; N=110x) 11/9/10 : batuk kering, infus macet, ganti di tangan kanan. Jam 21.00 : infus bengkak. Infus dipindah ke

  o

  tangan kiri (TD=140/90; T=38,4 C; N=100x)

  o

  12/9/10 : Batuk berkurang, tidak mual. (TD=130/90; T=38,3 C; N=104x)

  o 17/9/10 : pinggang kanan sakit, batuk (TD=140/90; T=38 C; N=94x). o

  18/9/10 : batuk, dahak tidak mau keluar sampai perut sakit (TD=160/90; T=37,7 C; N=92x) Kondisi umum : Lemah. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Waktu / Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 07/09/2010 11/09/2010 17/09/2010

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 8,2 ↓ 10,1 ↓ 9,2 ↓

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 11,6 ↑ 12,20 6,60

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 3,22 ↓ 3,71 ↓ 3,37 ↓

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 25,6 ↓ 29,6 ↓ 26,4 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 320,00 276,00 246,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 6,50 2,10 0,30 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,60 0,20 0,10

  Neutrofil 35 - 88,7 % 70,20 73,80 17,30 Limfosit 12,0 - 44,0 % 17,70 18,70 78,60

  Monosit 0,0 - 11,2 % 5,00 5,20 3,70

  Tanggal Tanggal

Pemeriksaan Urin Nilai Normal Pemeriksaan Pemeriksaan Urin Nilai Normal Pemeriksaan

11/09/2010 11/09/2010

  BJ 1,015 - 1,025 1,010 ↓ Bentuk eritrosit Isomor[hic??

  • Nitrit Leukosit 0 - 20 / uL 44,8 ↑
  • Darah Sel Epitel 0 - 40 /uL 19,4
    • pH 4,8 - 7,4 6,00 Silinder Hyalin 0 - 1,2 /uL 0,7

  • Protein/albumin Bakteri 0 - 100 /uL 17,5
    • Kristal 0 - 10 /uL 1,3 - - Glukosa/reduksi

  • Keton Jamur 0 - 25 /uL -

  142,4 ↑ Epitel Poligonal 0 - 6 /uL 13,9 ↑ - - Urobilinogen Bilirubin Silinder patologis 0 - 0,5 /uL 0,6 ↑ - -

  Leukosit Esterase (-) 250 ↑ Mucus 0 - 0,5 /uL 0,1

Eritrosit 0 - 25 /uL 41,2 ↑ Konduktifitas 3,1 - 27 ms/cm 5,8

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Desember 2010

  7

  8

  9

  10

  

11

  12

  13

  14

  15

  16

  17

  18 Ketosteril 3x1 √ √ √ √ √ 2x √ √ √ √ √ √

  Allupurinol 2x1 tab √ 1x Ganti Dosis Allupurinol 3x100 mg 2x √ √ √ 2x √ √ √ √ √ √ Durogesic tempel 25 mg tiap 3hari √ √ inj. Cravit 750 mg 1x1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Celloda 3-0-3 √ √ √ √ √ 1x

  cc cc

  Paxus 260 + 300 cairan khusus √ Renxamin 1 flas/hari √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

  

Pasien 17. 714852 (7-19 September 2010) (Lanjutan. . .)

Objektif :

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Desember 2010

  7

  8

  9

  

10

  11

  12

  13

  14

  15

  16

  17

  18

  k/p Codein √ √ √ √ √ 1x 2x Extra Lasix 1 amp √ √ Telfas OD 1 tab 2x √ √ Sistenol 1 tab √ √ √ √ √ 2x 2x 1x Narfoz 4 mg i.v √ √ 2x Diflucan 150 mg 1x1 √ √ √ √ √ Narfoz 8 mg i.v

  √ Inj. Bondronat dalam NS 250

  √ Infus NS 0,9%

  √ Kalmetason 4 amp

  √ Diphenhidramin 1 amp

  √

  cc

  Pantozol 1 amp dalam NS 100 pelan √

  cc

  Plantacid 3x10 √ √ √

  Transfusi PRC 3 kolf √

  Assessment :

  Berdasarkan hasil pemeriksaan urin, diketahui bahwa pasien menderita infeksi karena jamur. Hal tersebut diketahui dari nilai jamur pada urin yang berada di atas normal. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pasien membutuhkan terapi antibiotik, meskipun dari hasil perhitungan diperoleh nilai

6 ANC pasien > 500 x 10 u/L. Pemberian levofloxacin tidak tepat karena levofloxacin merupakan antibiotik

  yang digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri sedangkan infeksi yang terjadi pada pasien akibat jamur.

  Rekomendasi :

  Ganti levofloxacin dengan agen anti-fungi

  

Pasien 18a. 721710 (6-9 Oktober 2010)

Subjektif :

  Wanita usia 61 tahun. DU: Ca Mamae Sinistra Grad II + DM. DL: - keluhan masuk : - Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 06/10/2010

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 12,00

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 8,50

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,19 35,8 ↓

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 243,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 3,30 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,30

  Neutrofil 35 - 88,7 % 68,40 Limfosit 12,0 - 44,0 % 23,20

  Monosit 0,0 - 11,2 % 4,80 Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Oktober 2010

  6

  7

  8

  

9

Kalmetason 4 amp /12 jam √

  Q-ten 100 mg 1x1 √ Diphenhidramin 1 amp i.m √ Pantozol 1 amp √ Narfoz 8 mg i.v √ Epirubicin 100 mg i.v √ Paxus 270 mg dalam NaCl 0,9 % √ Tramal R 1x1 √ √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 6 Oktober 2010, diperoleh nilai

6 ANC sebesar 5.814 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka

  dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 18b. 721710 (28-30 Oktober 2010)

Subjektif :

  Wanita usia 61 tahun. DU: Ca Mamae Sinistra Grad II + DM. DL: - keluhan masuk : - Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Nilai Normal 22/10/2010 25/10/2010 28/10/2010

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 10,5 ↓ 11,7 ↓ 11,2 ↓

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 1,9 ↓ 7,10 5,70

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 3,7 ↓ 4,08 3,96

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 31,3 ↓ 34,9 ↓ 33,9 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 254,00 298,00 279,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 6,10 1,80 1,70 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,60 0,60 0,40

  Neutrofil 35 - 88,7 % 15,7 ↓ 65,70 62,80 Limfosit 12,0 - 44,0 % 64,1 ↑ 20,50 25,30 Monosit 0,0 - 11,2 % 13,5 ↑ 11,4 ↑ 9,80

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Oktober 2010

  28

  29

  

30

Kalmetason 4 amp /12 jam √

  Q-ten 100 mg 1x1 √ √ Diphenhidramin 1 amp i.m √ Pantozol 1 amp √ Narfoz 8 mg i.v √ Epirubicin 100 mg i.v √ Paxus 270 mg dalam NaCl 0,9 % √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 22 Oktober 2010, diperoleh nilai

6 ANC sebesar 298,3 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut diketahui bahwa pasien mengalami neutropenia sehingga pasien membutuhkan terapi antibiotik.

  Pada kasus ini pasien tidak diberikan terapi antibiotik, maka kasus ini termasuk dalam DTPs kategori butuh tambahan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 18c. 721710 (18-24 November 2010)

Subjektif :

  Wanita usia 61 tahun. DU: Ca Mamae Sinistra Grad II + DM. DL: - keluhan masuk : - Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif :

Tanggal Pemeriksaan

Pemeriksaan Nilai Normal

  

18/11/2010 24/11/2010

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 11,9 ↓ 12,40

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,20 6,20

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 3,87 4,02

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 33,4 ↓ 35,0 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 347,00 2,20

  Eosinofil 0 - 9,5 % 4,50 3,30 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,50 0,30

  Neutrofil 35 - 88,7 % 43,30 79,10 Limfosit 12,0 - 44,0 % 37,00 16,00 Monosit 0,0 - 11,2 % 14,7 ↑ 1,30

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Nov-10

  19

  20 Kalmetason 4 amp /12 jam √

  Q-ten 100 mg 1x1 √ Diphenhidramin 1 amp i.m √ Pantozol 1 amp √ Narfoz 8 mg i.v √ Epirubicin 100 mg i.v √ Paxus 270 mg dalam NaCl 0,9 % √ HP Pro 1x1 √ √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 18 dan 24 November 2010,

  6

  6

  diperoleh nilai ANC masing-masing sebesar 2.251,6 x 10 u/L dan 4.904,2 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 18d. 721710 (18-23 Januari 2012)

Subjektif :

  Wanita usia 61 tahun. DU: Ca Mamae Sinistra Grad II + DM. DL: - keluhan masuk : - Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Pemeriksaan Nilai Normal 17/01/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 10,3 ↓

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,00

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 3,61 ↓ 31,5 ↓

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 227,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 1,50 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,60

  Neutrofil 35 - 88,7 % 63,20 Limfosit 12,0 - 44,0 % 25,90 Monosit 0,0 - 11,2 % 8,70

  Penatalaksanaan :

  Tanggal Pemberian (Januari 2012) Nama Obat

  18

  19

  20

  21

  22

  23 Meptin Mini 2x1 tab √ √ √ √ √

  Furosemid 2x1 √ √ √ √ √ √ Aspar K 2x1 tab √ √ √ √ √ √ Tripenem 1 gr/12 jam √ √ √ √ √ √ Kalmetason 4 amp /12 jam √ √ √ √ √ √ Pansol 1 amp /12 jam √ √ √ √ √ √ Q-ten 100 mg 1x1 os os os os os os

  Assessment : -

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 17 Januari 2011, diperoleh nilai

6 ANC sebesar 3.160 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka

  dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  ®

  Pemberian tripenem (Meropenem) dalam kasus ini tidak tepat, karena berdasarkan hasil pemeriksaan hematologi dan perhitungan nilai ANC diketahui bahwa pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik. kasus ini termasuk dalam kasus DTPs kategori terapi antibiotik yang tidak diperlukan.

  Rekomendasi :

  Hentikan penggunaan meropenem

  

Pasien 19a. 729688 (1-4 Januari 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 62 tahun. DU: Ca Mamae Dextra Imoperable. DL: - keluhan masuk : nyeri pada mamae dextra Pasien pro kemoterapi. Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Waktu / Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Nilai Normal 02/01/2011 12/01/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 12,30 10,9 ↓

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 11,7 ↑ 4,20

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,38 4,02

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 36,9 ↓ 33,3 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 364,00 241,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 3,20 8,30 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,30 0,60

  Neutrofil 35 - 88,7 % 71,10 51,20 Limfosit 12,0 - 44,0 % 19,30 36,70 Monosit 0,0 - 11,2 % 6,20 3,20

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Januari 2011

  1

  2

  3

  

4

Kalmetason 4 amp √

  Diphenhidramin 1 amp √ Narfoz 8 mg i.v √ Pantozol 1 amp √ Epirubicin 100 mg √

  cc

  Paxus 260 mg dalam NS 300 √ Durogesic patch 25 √ √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 2 dan 12 Januari 2011,

  6

  6

  diperoleh nilai ANC masing-masing sebesar 8.318,7 x 10 u/L dan 2.150,4 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 19b. 729688 (25-28 Januari 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 62 tahun. DU: Ca Mamae Dextra Imoperable. DL: - keluhan masuk : - pasien pro kemoterapi. Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 25/01/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 10,9 ↓

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 13,3 ↑

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,08

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 34,3 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 552 ↑

  Eosinofil 0 - 9,5 % 0,50 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,50

  Neutrofil 35 - 88,7 % 65,40 Limfosit 12,0 - 44,0 % 25,10

  Monosit 0,0 - 11,2 % 8,30 Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Januari 2011

  25

  26

27 Qten DS 1x1 os os os

  Cravit 500 ixi (5hari) √ √ Kalmetason 4 amp √ Diphenhidramin 1 amp √ Narfoz 8 mg i.v √ Pantozol 1 amp √ Epirubicin 100 mg √

  cc

  Paxus 260 mg dalam NS 300 √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 25 Januari 2011, diperoleh nilai

6 ANC sebesar 8.698,2 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka

  dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik. Pemberian levofloxacin dalam kasus ini tidak tepat. Maka kasus ini termasuk dalam kasus DTPs kategori terapi antibiotik yang tidak diperlukan.

  Rekomendasi :

  Hentikan penggunaan levofloxacin

  

Pasien 19c. 729688 (10-16 Maret 2011)

Subjektif :

  cc

  15 Qten DS 1x1 √ √ √ √ √ √

  Narfoz 4 mg 2x1 √ √ 1x 1x Kalmetason 4 amp √ Diphenhidramin 1 amp √ Narfoz 8 mg i.v √ Pantozol 1 amp √ Epirubicin 100 mg √ Paxus 260 mg dalam NS 300

  cc

  √ Extra Asam Mefenamat 500 mg √ Ultracef 2x1

  √ 1x Frisium 1x1

  √ Pronalges supp √ √ √ Remopain 30 mg 1 amp dalam NaCl 100

  √

  13

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 10 dan 12 Maret 2011, diperoleh nilai ANC masing-masing sebesar 8.165 x 10

  6

  u/L dan 11.089,8 x 10

  6

  u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  14

  12

  Wanita usia 62 tahun. DU: Ca Mamae Dextra Imoperable. DL: - keluhan masuk : - pasien pro kemoterapi Keluhan post kemo: nyeri kaki kanan dari paha sampai bawah, terutama saat berjalan (TD=160/90; T=36

  3

  o

  C; N=100x) Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal Waktu / Tanggal Pemeriksaan 10/03/2011 12/03/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 11,0 ↓ 11,2 ↓ Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm

  3 13,0 ↑ 12,2 ↑

  Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm

  3,97 4,07 Hematokrit 37,0 - 47,0 % 32,9 ↓ 33,7 ↓

  

11

  Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 428,00 483 ↑ Eosinofil 0 - 9,5 % 4,60 0,10

  Basofil 0,0 - 2,5 % 1,60 0,90 Neutrofil 35 - 88,7 % 70,50 90,9 ↑

  Limfosit 12,0 - 44,0 % 18,50 6,1 ↓ Monosit 0,0 - 11,2 % 4,70 1,90

  Penatalaksanaan :

  Nama Obat Waktu Pemberian Maret 2011

  10

  Rekomendasi : -

  

Pasien 19d. 729688 (13-16 Mei 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 62 tahun. DU: Ca Mamae Dextra Imoperable. DL: - keluhan masuk : - masuk untuk kemoterapi. Keluhan post kemo : batuk kering Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 13/05/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 10,0 ↓

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 9,60

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 3,61 ↓

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 30,5 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 452 ↑

  Eosinofil 0 - 9,5 % 5,90 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,30

  Neutrofil 35 - 88,7 % 62,60 Limfosit 12,0 - 44,0 % 25,50

  Monosit 0,0 - 11,2 % 5,70 Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Mei 2011

  13

  14

  15

  

16

Qten DS 1x1 √ √

  Cravit 500 ixi (5hari) √ √ √ Narfoz 4 mg 2x1 1x √ 1x Kalmetason 4 amp √ Diphenhidramin 1 amp √ Narfoz 8 mg i.v √ Pantozol 1 amp √ Epirubicin 100 mg √

  cc

  Paxus 260 mg dalam NS 300 √ Codein 3x10 mg 1x √ 1x

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 13 Mei 2011, diperoleh nilai

6 ANC sebesar 6.009,6 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka

  dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 19e. 729688 (5-11 Juni 2011)

Subjektif :

  Penatalaksanaan :

  u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  6

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 5 Juni 2011, diperoleh nilai ANC sebesar 11.970 x 10

  Assessment :

  √ Asam Mefenamat √ Adalat Oros √

  cc

  Cravit 500 ixi (5hari) √ √ √ Narfoz 4 mg 2x1 √ Kalmetason 4 amp √ Diphenhidramin 1 amp √ Narfoz 8 mg i.v √ Pantozol 1 amp √ Epirubicin 100 mg √ Paxus 260 mg dalam NS 300

  

8

Qten DS 1x1 √ √ √ √

  7

  6

  5

  Nama Obat Waktu Pemberian Juni 2011

  Limfosit 12,0 - 44,0 % 14,20 Monosit 0,0 - 11,2 % 5,10

  Wanita usia 62 tahun. DU: Ca Mamae Dextra Imoperable. DL: - keluhan masuk : masuk untuk kemoterapi. Tidak ada keluhan (TD=150/90; N=84x; T=36

  Basofil 0,0 - 2,5 % 0,50 Neutrofil 35 - 88,7 % 79,80

  Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 577 ↑ Eosinofil 0 - 9,5 % 0,40

  3,86 Hematokrit 37,0 - 47,0 % 32,0 ↓

  3

  Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm

  3 15,0 ↑

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 10,4 ↓ Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm

  Objektif : Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal Tanggal Pemeriksaan 05/06/2011

  C; N=80x) 6/6/11 : luka sudah dioles Garamisin zalp oleh pasien. Paha kanan sampai kaki sakit, sulit tidur. Kondisi umum : pasien rileks, sakit sedang, akral hangat, luka di mamae dextra memerah. Keadaan pulang : Membaik

  o

  c) 5/6/11 : kaki kanan kemeng, rencana kemo hari ini (TD=130/80; T=36,3

  o

  Rekomendasi : -

  

Pasien 20. 733436 (21 Desember 2010 – 11 Januari 2011)

Subjektif :

  

6

  30

  31 Xelloda 3-0-3 1x √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

  Bone one 1x1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Narfoz 8 mg 1 amp √ √ √ √ STOP Narfoz 8 mg 1x1

  √ Pantozol 40 mg 1x1 √ √ √

  Nama Obat

Waktu Pemberian

Desember 2010 - Januari 2011

  1

  2

  3

  4

  5

  7

  28

  8

  9

  10

  11 Xelloda 3-0-3 √ √ √ 1x Habis STOP 1 minggu

  Bone one 1x1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Narfoz 8 mg 1 amp STOP Narfoz 8 mg 1x1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Pantozol 40 mg 1x1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Profenid Supp 2 tab k/p √ Propierette Supp 480 2x Farmadol 1 fls √ Narfoz 4 mg √ Cravit 750 mg/hr (5 hari) √ √ √ √ √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 6 dan 10 Januari 2011, diperoleh nilai ANC masing-masing sebesar 6.864 x 10

  6

  u/L dan 3.921,5 x 10

  6

  29

  

27

  Wanita usia 45 tahun. DU: Ca Mamae immoperable metastasis ke tulang dan paru. DL: - keluhan masuk : Ca Mamae immoperable metastasis ke tulang dan paru. Tidak layak kemo. (TD=115/79, N=90x/mnt; T=36

  3

  o

  C) 4 th yll keluar benjolan pada mamae sinistra. Tidak nyeri. Sudah coba pengobatan alternatif dan herbal tidak ada perubahan. Ke RS Salatiga tidak ada perubahan malah kaki tidak bisa berjalan 21/12/10 : selangkangan kaki kanan nyeri 22/12/10 : kaki kanan nyeri 23/12/10 : pusing, mual, lemas, kaki kadang nyeri (TD=110/70, N=80x/mnt, T=36

  o

  C) 6/1/11 : Badan panas, minta dipasang kateter (TD=110/70, T=38,3

  o

  C, N=90x/mnt) Kondisi umum : pasien rileks, tenang, nafas teratur, sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal Waktu / Tanggal Pemeriksaan 20/12/2010 27/12/2010 06/01/2011 10/01/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 10,7 ↓ 9,5 ↓ 8,4 ↓ 11,5 ↓ Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm

  3

  9,10 7,20 7,80 5,50 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm

  4,85 4,15 3,72 ↓ 4,82 Hematokrit 37,0 - 47,0 % 34,7 ↓ 29,5 ↓ 26,4 ↓ 36,1 ↓

  26

  Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 608 ↑ 396,00 396,00 354,00 Eosinofil 0 - 9,5 % 0,30 1,50 1,30 2,80

  Basofil 0,0 - 2,5 % 0,20 0,40 0,40 0,50 Neutrofil 35 - 88,7 % 78,60 72,30 88,00 71,30

  Limfosit 12,0 - 44,0 % 16,30 21,1 7,9 ↓ 17,00 Monosit 0,0 - 11,2 % 4,50 4,60 2,40 8,50

  Penatalaksanaan :

  Nama Obat Waktu Pemberian Desember 2010

  21

  22

  23

  24

  25

  u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik. Pemberian levofloxacind dalam kasus ini tidak tepat. Termasuk dalam kejadian DTPs kategori terapi antibiotik yang tidak diperlukan.

  Rekomendasi : Hentikan penggunaan levofloxacin.

  

Pasien 21a. 736877 (6 – 10 Maret 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 45 tahun. DU: Ca Mamae Sinistra. DL: - keluhan masuk : lemes, mual, muntah. Rujukan dari RS Fatimah Cilacap (TD=120/90, N=80x/mnt) 6-9/3/11 : mual, pusing, lemes, perut mules, kembung, bisa buang gas, mamae sinistra senut-senut (TD=130.80, N=80x/mnt) Kondisi umum : pasien rileks, tenang, nafas teratur, sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Hasil Hasil Pemeriksaan Nilai Normal Pemeriksaan Nilai Normal 06/03/2011 07/03/2011 07/03/2011 Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 13,60 13,60 BJ 1,015 - 1,025 1.025 3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 7,4 Nitrit 3

  • Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,36 Darah
  • Hematokrit 37,0 - 47,0 % 37,9 37,9 pH 4,8 - 7,4 6,5 Trombosit
  • 150 - 450 ribu/mcl 260,00 Protein/alb>

    - Eosinofil 0 - 9,5 %

  • 9,7 ↑ Glukosa/red
  • Basofil 0,0 - 2,5 % 0,4 Keton - Neutrofil 35 - 88,7 % 43,8 - - Urobilinogen - - Limfosit 12,0 - 44,0 % 36,9 Bilirubin Monosit 0,0 - 11,2 % 9,2 Leukosit Esterase (-) 25 ↑ Eritrosit 0 - 25 /uL 6,4 Bentuk eritrosit RBC Negatif Leukosit 0 - 20 / uL 6,9 Sel Epitel 0 - 40 /uL 16,6 Silinder Hyalin 0 - 1,2 /uL 0,2

  Bakteri 0 - 100 /uL 303,7 ↑ Kristal 0 - 10 /uL Jamur 0 - 25 /uL Epitel Poligonal 0 - 6 /uL 0,9

  Silinder patologis 0 - 0,5 /uL Mucus 0 - 0,5 /uL Konduktifitas 3,1 - 27 ms/cm 16,5

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Maret 2011

  7

  8

  9

  10

  

31

Extra Valium 5mg √ Astinforce 1x1 Methyl Prednisolon 125 mg (1/2 amp) √ √ √ Methyl Prednisolon 65 mg √ Ondansetron 8 mg (i.v) √ √ Ranitidin 1 amp √ Dipenhidramin √ cc Docetere 120 + ecosol 500 √ cc Doxorubicin 50 mg dalam NS 500 √ cc Spoel NS 250 √

  Narfoz 8 mg √ Tamofen √ √ √ Assessment :

  Berdasarkan dari hasil tes urin pasien, diketahui bahwa terjadi infeksi pada pasien. Hal ini dapat dilihat dari nilai bakteri yang di atas normal. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, diketahui bahwa pasien membutuhkan

  

6

  terapi antibiotik meskipun nilai ANC pasien &gt; 500 x 10 u/L. Namun pada kasus ini, pasien tidak diberi terapi antibiotik Termasuk dalam DTPs kategori butuh tambahan terapi antibiotik

  Rekomendasi :

  Berikan antibiotik spektrum luas untuk mengatasi infeksi yang terjadi Periksa angka kuman dan uji kultur untuk mengetahui secara pasti bakteri patogen penyebab infeksi

  

Pasien 21b. 736877 (21 – 28 April 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 45 tahun. DU: Ca Mamae Sinistra. DL: - keluhan masuk : pro chemo S.III, perut panas 26/4/11 : perut tidak enak, badan lemas, perut mulas (TD=140/90, N=100x/mnt) 28/4/11 : mules, mual (TD=130/80, N=92x/mnt) Kondisi umum : pasien flu, akral hangat, tampak sakit sedang. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Pemeriksaan Nilai Normal 25/04/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 12,7

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 6,2

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,1

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 37,3 Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 430,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 2,1 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,6

  Neutrofil 35 - 88,7 % 63,6 Limfosit 12,0 - 44,0 % 24,5 Monosit 0,0 - 11,2 % 9,2

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat April 2011

  25

  26

  

27

  28 Lanagogum √ √ √ 1x

  Pantozol 40 mg 1x1 √ √ √ Avemart 1x1 bks kelola os k/p Domperidon 1-3x1 1x 2x 1x Meloxicam 2x1 1x √ Venosmil 3x1 (3 buah, habis STOP) √ √ Nosirax 2x1 (4 buah, habis STOP) √ √ √ Enzyplex 3x1 (6 buah, habis STOP) √ √ √ Urdarex 2x1 (6 buah) os √ √ √ Forneuro 1x1 (4 buah) os √ √ √ Ciprofloxacin 2x1/2 tab (1tab, habis STOP) os STOP Extra Valium 5mg Astinforce 1x1 os √ √ √ Methyl Prednisolon 125 mg (1/2 amp) √ √ Methyl Prednisolon 65 mg √ Ondansetron 8 mg (i.v) √ √ Ranitidin 1 amp √ Dipenhidramin √

  cc

  Docetere 120 + ecosol 500 √

  cc

  Doxorubicin 50 mg dalam NS 500 √

  cc

  Spoel NS 250 √ Narfoz 8 mg √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 25 April 2011, diperoleh nilai

6 ANC sebesar 3.943,2 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka

  dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik. Namun dalam kasus ini pasien diberi terapi antibiotik berupa ciprofloxacin. Termasuk dalam DTPs kategori terapi obat tidak diperlukan

  Rekomendasi : Hentikan penggunaan ciprofloxacin.

  

Pasien 22. 738104 (27 Januari – 02 Februari 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 47 tahun. DU: Ca Mamae Sinistra. DL: -

  o

  Keluhan masuk : nafas tersengal-sengal (TD=130/80; T=37 C; N=85x) Pasien masuk pro kemoterapi. 28/1/11 : nyeri mamae kiri, nyeri pada tangan, kesemutan, sesak, pusing (TD=130/100; N=104x) 29/1/11 : mamae sinistra terasa panas, nyeri, agak pusing.

  o

  30/1/11 : post kemo. Mamae sinistra nyeri, BAB cair 2x (TD=120/80; N=90x; T=36,2

  C)

  o

  31/1/11 : BAB cair 4x, perut mules, mamae sinistra nyeri, tangan kiri berat (TD=140/90; T=36,5 C; N=88x) 1/2/11 : jam 09.00 pungsi pleura. Sesak berkurang. (TD=90/60; N=84x; Nafas=20x) Hasil X-thorax : efusi pleura kiri. Hasil USG abdominal : metastasis hepar Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 27/01/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 13,90

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 9,60

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,81

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 41,50 Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 364,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 1,90 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,60

  Neutrofil 35 - 88,7 % 69,40 Limfosit 12,0 - 44,0 % 19,30

  Monosit 0,0 - 11,2 % 8,80 Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Januari - Febuari 2011

  27

  28

  

29

  30

  31

  1 Tromboles Cap 4x1 1x √ √ √ √ 1x

  Inj. Metil prdnisolon 125 mg √ Inj. Metil prdnisolon 60 mg √ √ √ Inj. Ondansetron 8 mg √ Ranitidin 1 amp √ Dephenhidramin 1 amp √

  cc

  Docetere 120 mg dalam ecosol 500 √

  cc

  Doxorubicin 60 mg dalam NaCl 500 √ Lesichol 2x1 1x Enervon-C 1x1 √ Tamofen 10 mg 2x1 1x

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 27 Januari 2011, diperoleh nilai

6 ANC sebesar 6.662,4 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka

  dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 23a. 738284 (26-31 Maret 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 48 tahun. DU: Ca Mamae Sinistra Stadium IIIA. DL: - keluhan masuk: Muntah-muntah. Pusing, post kemo SI (25/3/11) di Sardjito. (TD=150/110; GDS=128mg/dL;

  o T=36,3 C; N=82x).

  Pasien menderita Hipertensi

  o

  27/3/11 : masih mual (TD=140/80; T=36,8 C; N=88x) 28/3/11 : infus asering diganti aminofluid, kemudian diganti asering lagi. Mual sudah berkurang, tidak

  o

  muntah, belum BAB (TD=120/80; N=74x; T=36,7

  C)

  o 30/3/11 : Perut tidak enak, mual, perut sakit (TD=140/80; T=36,7 C; N=88x).

  Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 26/03/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 11,9 ↓

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 13,3 ↑

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,41

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 34,9 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 260,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 0,40 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,20

  Neutrofil 35 - 88,7 % 85,80 Limfosit 12,0 - 44,0 % 9,8 ↓

  Monosit 0,0 - 11,2 % 3,90 Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Maret 2011

  26

  27

  28

  29

  30

  31 Infus Asering √ √ √ √ √

  Infus Aminofluid √ Adalat Oros 30 mg 1 tab Biopres 8 mg Amlodipin 10 mg Aspar K 3x1 Narfoz 8 mg 1 amp √ √ √ √ 1x Pantozol 1 amp/12 jam 1x √ √ √ 1x Dexamethason 4 mg 2x2 tab √ √ √ Biocurliv 2x1 os Biocran os Captopril 2x12,5 mg √ √ √ √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 26 Maret 2011, diperoleh nilai

6 ANC sebesar 11.411,4 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka

  dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 23b. 738284 (26-31 Mei 2011)

Subjektif :

  30

  Penatalaksanaan :

  Nama Obat Waktu Pemberian Mei 2011

  26

  27

  28

  29

  31 Infus Asering √ √ √ √ √

  Basofil 0,0 - 2,5 % 0,1 0,1 Neutrofil 35 - 88,7 % 86,2 87,50

  Infus Aminofluid Adalat Oros 30 mg 1 tab √ √ √ Biopres 8 mg √ √ Amlodipin 10 mg √ Aspar K 3x1 2x Narfoz 8 mg 1 amp √ √ √ √ √ Pantozol 1 amp/12 jam √ √ √ √ Dexamethason 4 mg 2x2 tab 1x √ √ Biocurliv 2x1 os Biocran os Captopril 2x12,5 mg

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 26 dan 30 Mei 2011, diperoleh nilai ANC masing-masing sebesar 11.206 x 10

  6

  u/L dan 6.825 x 10

  6

  u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Limfosit 12,0 - 44,0 % 8,1 ↓ 11,4 ↓ Monosit 0,0 - 11,2 % 5,5 0,7

  Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 194,00 188,00 Eosinofil 0 - 9,5 % 0,10 0,3

  Wanita usia 48 tahun. DU: Ca Mamae Sinistra Stadium IIIA. DL: - keluhan masuk : mual-muntah post chemo SII di Sardjito, tidak nafsu makan ( TD=150/90; T=36,7

  o

  o

  C; N=82x) 27/5/11 : mual, muntah 1x (TD=150/100; T=36,6

  o

  C; N=78x) 28/5/11 : mual, muntah 6x cair (TD=150/100; T=36,6

  o

  C; N=87x) 29/5/11 : mual, tidak bisa tidur (TD=170/90; T=36,9

  C; N=88x) 30/5/11 : sudah tidak mual (TD=140/90; T=36,4

  4,66 4,38 Hematokrit 37,0 - 47,0 % 37,8 35,4 ↓

  o

  C; N=72x Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal Tanggal Pemeriksaan 26/05/2011 30/05/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 12,40 11,7 ↓ Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm

  3 13,0 ↑ 7,8

  Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm

  3

  Rekomendasi : -

  

Pasien 24. 738819 (1-12 Februari 2011)

Subjektif :

  √ √ √ Narfoz 8 mg 2x1

  9

  10

  11

  12 Inj. Torasic 1 amp i.v √

  Infus Asering √ √ √ Ponstan k/p √ √ √ √ Infus NS 3%

  √ Paxus 280 mg dalam Ecosol 300

  cc

  √ Angioten 1x50 mg √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Cravit 500 mg 1x1 √ √ √ √ √ √ √ √ Ultracet 3x1 √ √ √ √ √ √ √ √ Profenid supp 1 tube k/p √ √ √ k/p dulcolax 1 tube √ Qten DS 1x1

  √ √ √ Yal dewasa

  7

  √ Infus NaCl 500cc 20 tpm √ Inj. Kalmetason 4 amp i.v pelan √ Inj. Pantozole 1 amp i.v amat pelan √ Inj. Diphenhidramin 1 amp i.m √ Epirubicin 100 mg i.v

  √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 1 dan 5 Februari 2011, diperoleh nilai ANC masing-masing sebesar 4.542,9 x 10

  6

  u/L dan 4.983,7 x 10

  6

  u/L. Maka dapat diketahui bahwa pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik. Namun dalam kasus ini pasien diberi terapi antibiotik berupa levofloxacin. Termasuk dalam DTPs kategori terapi antibiotik yang tidak diperlukan.

  Rekomendasi :

  8

  6

  Wanita usia 69 tahun. DU: Ca Mamae Stadium 4. DL: - sekitar 5 bln yang lalu Ca Mamae sinistra. Sudah operasi dan radioterapi di RS Harapan Magelang. 2 bulan menjalar ke mamae dextra Keluhan masuk : mamae dextra nyeri, senut-senut (TD=14/90) 2/2/11 : tidak bisa tidur karena nyeri. Dokter bilang mamae dextra tidak dapat dioperasi karena sudah menjalar. Tindakan yang dapat dilakukan kemoterapi atau radiasi 3/2/11 : nyeri mamae dextra, nyeri ulu hati, sesak (jam 14.00) (TD=150/90; T=36,7

  5,40 6,10 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm

  o

  C; N=92 x) 5/2/11 : agak sesak, agak pusing, mamae dextra sakit (TD=120/90; T=36

  o

  C; N=90x) 12/2/11 : belum bisa BAB (TD=135/85; T=36,9

  o

  C; N=80x) Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal Tanggal Pemeriksaan 01/02/2011 05/02/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 11,9 ↓ 12,20 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm

  3

  3 3,94 4,01

  

5

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 35,7 ↓ 36,6 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 305,00 350,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 3,20 2,30 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,40 0,40

  Neutrofil 35 - 88,7 % 79,70 81,70 Limfosit 12,0 - 44,0 % 8,8 ↓ 9,2 ↓

  Monosit 0,0 - 11,2 % 7,90 6,30 Penatalaksanaan :

  Nama Obat Waktu Pemberian Febuari 2011

  1

  2

  3

  4

  Hentikan penggunaan levofloxacin

  

Pasien 25a. 744475 (30 Mei - 2 Juni 2011)

Subjektif :

  1

  u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  6

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 30 Mei 2011, diperoleh nilai ANC sebesar 5.612 x 10

  Assessment :

  guyur √ Biobran (30 tab) √ √ Glutrop (30 tab) √ √

  cc

  √ Doxorubicin 90 mg √ Cyclophosphamide 900 mg √ NaCl 100

  cc

  Neurobion 5.000, 2x1 Narfoz 8 mg √ Narfoz 4 mg 1 amp Kalmethason / Dexamethason 4 amp √ Paloxi 1 amp Pantozol 1 amp Diphenhidramine i.m Epirubicin 100 mg √ Paxus 200 mg dalam NS 300

  2 Q-ten DS1x1

  Nama Obat Waktu Pemberian Juni 2011

  Wanita usia 42 tahun. DU: Ca Mamae StadiumIII. DL: - Masuk rumah sakit untuk khemo S.I (TD=120/80; T=36oC; N=85x/mnt) Riwayat penyakit : 14 april 2011 operasi mastektomi.

  Penatalaksanaan :

  Limfosit 12,0 - 44,0 % 27,80 31,00 Monosit 0,0 - 11,2 % 6,60 5,00

  Basofil 0,0 - 2,5 % 0,40 0,00 Neutrofil 35 - 88,7 % 61,00

  Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 343,00 251,00 Eosinofil 0 - 9,5 % 4,20 2,00

  4,31 4,11 Hematokrit 37,0 - 47,0 % 38,30 36,40

  3

  9,20 8,30 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm

  3

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 12,80 12,10 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm

  Objektif : Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal Tanggal Pemeriksaan 30/05/2011 02/06/2011

  Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Rekomendasi : -

  

Pasien 25b. 744475 (21-23 Juni 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 42 tahun. DU: Ca Mamae StadiumIII. DL: -

  o

  Masuk rumah sakit untuk khemo S.II (TD=125/90; T=36,6 C; N=85x/mnt) Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 21/06/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 13,10

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,20

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,39

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 39,10 Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 218,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 1,60 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,60

  Neutrofil 35 - 88,7 % 43,50 Limfosit 12,0 - 44,0 % 37,50

  Monosit 0,0 - 11,2 % 16,7 ↑ Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Juni 2011

  21

  22

  23 Q-ten DS 1x1 √ √ √

  Neurobion 5.000, 2x1 1x 2x 1x Kalmethason / Dexamethason 4 amp √ Paloxi 1 amp √ Pantozol 1 amp √ Diphenhidramine i.m √ Epirubicin 100 mg √

  cc

  Paxus 200 mg dalam NS 300 √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 21 Juni 2011, diperoleh nilai

6 ANC 2.262 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka dapat

  diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 25c. 744475 (13-15 Juli 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 42 tahun. DU: Ca Mamae StadiumIII. DL: -

  o

  Masuk rumah sakit untuk khemo S.III (TD=130/80; T=36,5 C; N=80x/mnt) Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 13/07/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 12,70

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 9,60

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,39

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 38,40 Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 363,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 2,40 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,50

  Neutrofil 35 - 88,7 % 66,10 Limfosit 12,0 - 44,0 % 22,50

  Monosit 0,0 - 11,2 % 8,60 Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Juli 2011

  13

  14

  15 Q-ten DS 1x1 √ √

  Kalmethason / Dexamethason 4 amp √ Paloxi 1 amp √ Pantozol 1 amp √ Diphenhidramine i.m √ Epirubicin 100 mg √

  cc

  Paxus 200 mg dalam NS 300 √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 13 Juni 2011, diperoleh nilai

6 ANC sebesar 6.345,6 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka

  dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  

Pasien 26. 757307 (2-6 Juli 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 62 tahun. DU: Ca Mamae. DL: febril netropeni keluhan masuk : demam 1 hari, sariawan, post kemo (23 juni 2011), BAB cair 3x. Rujukan dari RS Panti

  o

  Nugroho Yogyakarta (TD=100/70 mmHg; N=112x; T=40,1 C; GDS=269 mg/dL) Rencana kemo S-II 14/7/2011. Mastektomi dan kemo di RSCM 3/7/11 : pusing, mual, panas, perut mules, BAB cair 4x, sariawan, kalau makan langsung BAB Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Nilai Normal 02/07/2011 06/07/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 7,6 ↓ 9,7 ↓

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 0,3 ↓ 48,8 ↑

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 2,64 ↓ 3,43 ↓

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 21,4 ↓ 28,6 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 154,00 264,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 0,00 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,00

  Neutrofil 35 - 88,7 % Batang 50-65 % 6,0 ↑

  

72,0 ↑

  Segmen Limfosit 12,0 - 44,0 % 7,0 ↓ Monosit 0,0 - 11,2 % 3,00

  Blastosit 0,00

  

2,0 ↑

  Promielosit Mielosit 3,0 ↑

  

7,0 ↑

  Metamielosit Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Juli 2011

  2

  3

  4

  5

  

6

k/p Paracetamol √ √ Mycostatin 3x1 mL 1x 2x os os Leucokine 1x1 tab (3 hari) √ √ Meropenem 2x1 gr dalam NaCl (3 hari) √ √ Diflucan 1x1 tab (3 hari) √ √ Infus NS √ Infus NaCl √ √ Infus RL √ √ Inj. Transfusi PRC √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 6 Juli 2011, diperoleh nilai ANC

  6

  sebesar 234 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia, sehingga pasien membutuhkan terapi antibiotik.

  ®

  Diflucan berisi zat aktif flukonazol yang merupakan antifungi. Kelainan nilai hasil hematologi pasien menunjukkan terjadinya infeksi akibat bakteri bukan infeksi fungi termasuk DTPs kategori terapi antibiotik yang tidak diperlukan

  Rekomendasi : ®

  Hentikan penggunaan Diflucan . Periksa angka kuman dan uji kultur untuk mengetahui secara pasti bakteri patogen penyebab infeksi

  Kasus 59

Pasien 27a. 765970 (14 – 18 September 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 48 tahun. DU: Ca Mamae Pro Tachi (Trans Arteria Chemotherapy). DL: - Mamae sinistra : Carsinoma; Mamae dextra : Kista

  o

  keluhan masuk: Pasien datang pro Tachi di RSUP Dr. Sardjito. Tidak ada keluhan lain (TD=130/80; T=36 C; N=80x) Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif :

  Tidak dilakukan pemeriksaan Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat September 2011

  15

  16

  17

18 Pantozol 20 g 2x1 tab

  Cefotaxime 2x1 gr (3 hari) √ √ √ Ondansentron 2x4 mg √ √ Estalin 2 mg 1x1 √ √ Ezygard F 2x1 √ √ √ 1x Imunfit Plus 1x1 √ √ √ √

  Assessment : -

  Tidak dilakukan pemeriksaan hematologi. Sehingga tidak dapat diketahui nilai ANC dan apakan pasien membutuhkan terapi antibiotik atau tidak. Termasuk dalam DTPs kategori tidak butuh terapi antibiotik

  Rekomendasi :

  Hentikan penggunaan cefotaxim. Lakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kondisi pasien secara lebih akurat. Apabila diindikasikan terjadi infeksi, lakukan tes kultur untuk mengetahui jumlah dan jenis bakteri patogen sehingga dapat diberikan terapi yang tepat

  

Pasien 27b. 765970 (25 – 29 Oktober 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 48 tahun. DU: Ca Mamae Pro Tachi (Trans Arteria Chemotherapy). DL: - Mamae sinistra : Carsinoma; Mamae dextra : Kista keluhan masuk: Pasien datang pro Tachi di RSUP Dr. Sardjito. Tidak ada keluhan lain (TD=140/70; N=88x) Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Nilai Normal 24/10/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL

  14.30

  9.20

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm

  4.78 Hematokrit 37,0 - 47,0 %

  42.50 Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 305.00 Eosinofil 0 - 9,5 %

  1.50 Basofil 0,0 - 2,5 %

  0.20 Neutrofil 35 - 88,7 %

  58.40 Limfosit 12,0 - 44,0 %

  33.20 Monosit 0,0 - 11,2 %

  6.70 Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Oktober 2011

  26

  27

  28

29 Pantozol 20 g 2x1 tab √ √ √ 1x

  Cefotaxime 2x1 gr (3 hari) √ √ √ 1x Ondansentron 2x4 mg √ √ 1x 1x Metilprednisolon 1x125 mg √ √

  Assessment : -

  Pasien datang untuk melakukan Tachi di RSUP Dr. Sardjito. Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai

  6

  leukosit dan neutrofil pada tanggal 24 Oktober 2011, diperoleh nilai ANC sebesar 5.372,8 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik. Termasuk dalam DTPs kategori tidak butuh terapi antibiotik

  Rekomendasi : Hentikan penggunaan cefotaxim.

  Kasus 61

Pasien 28a. 772501 (16-17 Desember 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 70 tahun. DU: Ca Epitel Duct Mamae Infiltratif Grad III. DL: - Keluhan masuk : -

  o

  masuk untuk khemo S.I (TD=160/80; T=36,5 C; N=71x) Kondisi umum : pasien rileks, sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 16/12/2011

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 10,1 ↓

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 6,50

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,30

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 30,5 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 261,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 4,90 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,20

  Neutrofil 35 - 88,7 % 39,50 Limfosit 12,0 - 44,0 % 48,7 ↑

  Monosit 0,0 - 11,2 % 6,70 Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Des-11

  16

  17

  

18

Diphenhidramin 1 amp √

  Pantozol 1 amp √ Epirubicin 100 mg √

  cc

  Paxus 260 mg dalam NS + 260 √ Allupurinol 3x1 1x √ 1x Aromasin 1x1 √ √ √ Inj. Kalmetason 4 amp √ Adalat Oros 30 mg √ Extra Xanax 0-25 mg √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 16 Desember 2011, diperoleh

  6

  nilai ANC sebesar 2.567,5 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  Kasus 62

Pasien 28b. 772501 (9-12 Januari 2012)

Subjektif :

  Wanita usia 70 tahun. DU: Ca Epitel Duct Mamae Infiltratif Grad III. DL: - Keluhan masuk : - masuk untuk kemo S.II (TD=140/90; T=36,3oC; N=74x) Pasien BAB hitam (minum norit), tidak bisa BAK (TD=100/80; N=110x) Kondisi umum : pasien rileks, sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Nilai Normal 09/01/2012

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 9,1 ↓

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 9,50

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 3,95

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 28,4 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 442,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 0,60 Basofil 0,0 - 2,5 % 0,30

  Neutrofil 35 - 88,7 % 53,00 Limfosit 12,0 - 44,0 % 37,80 Monosit 0,0 - 11,2 % 8,30

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Januari 2012

  9

  10

  11

  

12

Maltofer Fal 1x1 √ √ √ √

  Enzyplex 2x1 √ √ 1x 1x Valsartan 80 mg 1x1 √ √ √ √ Aromasin 25 mg 1x1 √ √ √ √ Qten DS 1x1 √ √ Dexamethason 4 amp √ Diphenhidramin 1 amp √ Pantozol 1 amp √ Epirubicin 100 mg √

  cc

  Paxus 260 mg dalam NS + 260 √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 9 Januari 2011, diperoleh nilai

6 ANC sebesar 5.035 x 10 u/L. Dari nilai ANC tersebut serta hasil pemeriksaan laboratorium lainnya, maka

  dapat diketahui bahwa pasien tidak mengalami neutropenia dan tidak terdapat indikasi terjadinya infeksi, sehingga pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik.

  Rekomendasi : -

  Kasus 63

Pasien 29. 773145 (11 – 23 November 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 56 tahun. DU: Ca Mamae. DL: - keluhan masuk mual, lidah pahit. Pasien dengan post chemo di Singapore Kondisi umum : pasien lesu, badan teraba panas, infus dan kateter terfiksasi baik. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif :

Waktu / Tanggal Pemeriksaan

Pemeriksaan Nilai Normal

  

16/11/2011 15/11/2011 13/11/2011

10,2 ↓ 9,9 ↓ 6,9 ↓

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL

3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 13,5 ↑ 14,5 ↑ 0,6 ↓

  3

3,74 ↓ 3,5 ↓ 2,4 ↓

  Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm Hematokrit 37,0 - 47,0 % 30,2 ↓ 28,7 ↓ 20,84 ↓

  

109 ↓ 79 ↓ 58 ↓

  Trombosit 150 - 450 ribu/mcl Eosinofil 0 - 9,5 %

  0.30

  0.20

  1.60 Basofil 0,0 - 2,5 %

  0.40

  0.50

  0.00 Neutrofil 35 - 88,7 % 89,2 ↑ 93,0 ↑

  52.40 Limfosit 12,0 - 44,0 % 2,9 ↓ 2,2 ↓

  31.70

  14,3 ↑

  Monosit 0,0 - 11,2 %

  7.10

  4.10 Pemeriksaan urinalisis : 13 November 2011

  Pemeriksaan Nilai Normal Hasil

  BJ 1,015 - 1,025 1,030 ↑

  • Nitrit + - Darah pH 4,8 - 7,4

  6.00

  • Protein/albumin Glukosa/reduksi - -
  • Keton + - Urobilinogen - - Bilirubin Leukosit Esterase (-) (-)

  Eritrosit 0 - 25 84,7 ↑ Bentuk eritrosit RBC negatif

  Leukosit 0 - 20 32,7 ↑ Sel Epitel 0 - 40 85,7 ↑

  Silinder Hyalin 0 - 1,2 2,5 ↑ Bakteri 0 - 100

  12.00 Kristal 0 - 10

  0.20 Jamur 0 - 25 27,3 ↑ Epitel Poligonal 0 - 6 81,6 ↑

  Silinder patologis 0 - 0,5 1,7 ↑ Mucus 0 - 0,5

  0.00 Konduktifitas 3,1 - 27

  14.30

  Objektif :

  22

  Rekomendasi :

  (metronidazol). Penggunaan meropenem kurang tepat karena nilai Hb yang di bawah normal. Penggunaan meropenem akan memperparah kondisi anemia pasien. Penggunaan metronidazol kurang tepat karena berdasarkan hasil pemeriksaan urinalisis menunjukkan bahwa pasien mengalami infeksi fungi. Metronidazol digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri anaerob, amuba dan protozoa. Merupakan DTPs kategori terapi antibiotik tidak efektif (metronidazol) dan adverse drug reaction (meropenem)

  ®

  u/L. Dari nilai ANC tersebut diketahui bahwa pasien mengalami neutropenia, sehingga pasien membutuhkan terapi antibiotik. Antibiotik yang digunakan adalah meropenem dan metrofusin

  6

  Dari hasil pemeriksaan hematologi tanggal 13 November 2011, hasil pemeriksaan banyak yang berada di bawah normal, akan tetapi jumlah monosit di atas normal. Hal ini menunjukkan terjadi infeksi ada pasien. Adanya infeksi juga ditunjukkan dengan hasil pemeriksaan urinalisis pada tanggal yang sama dengan jumlah kadar jamur yang tinggi. Melalui kedua hasil pemeriksaan tersebut, infeksi yang terjadi pada pasien adalah infeksi fungi. Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 13 November 2011, diperoleh nilai ANC sebesar 314,4 x 10

  Torasic 30 mg √ √ Sanmol 1 tab √ Assessment :

  Farmadol 3x1 fls 2x 2x √ 1x GRAN √ Lecokin 1 vial (s.c) √ √ √ Ketese 3x1 amp 1x √ √ √ 2x 1x Scelto 30 mg / 12 jam dalam NS 100 cc √ √ Metrofusin 3x1 fls i.v-infus 1x √ √ √ √ √ 1x Dicynon 3x1 amp 2x √ √ √ √ √ 1x Octalbin 25% 100 cc √ Boraginol supp √ √

  √ √ Becefort 1x1 √ √ Celebrax 2x1 √ √ Donsera 3x1 √ √ Dulcolax 2 tab √ √ Cardase 1x2,5 mg √ tdk mau Meropenem 3x1 dalam NS 100 cc 1x 2x 2x √ √ √ √ √ √ √ √ √ Farmadol 1x1 i.v infus √ Ganti dosis

  23 Ardium √ Zaldiar Extra √ Pantozol 40 mg 1x1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Ceramolan 2x1

  21

  Penatalaksanaan :

  20

  19

  18

  17

  16

  

15

  14

  13

  12

  11

  Nama Obat Waktu Pemberian November 2011

  Ganti terapi antibiotik ddengan terapi antifungi

  Kasus 64

Pasien 30. 777519 (14-24 Desember 2011)

Subjektif :

  Wanita usia 42 tahun. DU: Ca Mamae Sinistra. DL: -

  • 1thn ada benjolan di ketiak kiri. 3 bln yang lalu benjolan membesar. 1 mgu yang lalu mulai ada luka keluhan masuk Keluhan masuk : mamae sinistra sampai ketiak nyeri, tangan kiri kemeng, bengkak di

  o

  punggung tanga. (TD=110/60; T=38 C; N=84x)

  o

  16/12/11 : kalau untuk batuk dada sakit, nyeri di bejolan, tangan kiri bengkak, pusing (TD=130/80; T=38,4 C; N=84x)

  o

  17/12/11 : Nyeri di mamae. Tangan kiri bengkak (TD=100/70; T=37,9 C; N=60x)

  o

  18/12/11 : nyeri pada luka. Badan panas dingin (TD=120/80; T=37,5 C; N=96x)

  o

  23/12/11 : khemoterapi. Post kemoterapi : agak pusing (TD=110/90; T=36,7 C; N=100x) Kondisi umum : pasien rileks, sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Waktu / Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Nilai Normal 14/12/11 17/12/11 19/12/11 24/12/11

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 7,6 ↓ 9,5 ↓ 10,5 ↓ 11,1 ↓

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 21,2 ↑ 19,1 ↑ 17,8 ↑

  3.97

  4.17 Hematokrit 37,0 - 47,0 % 24,2 ↓ 30,4 ↓ 31,8 ↓ 34,2 ↓ Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 583 ↑ 561 ↑ 515 ↑

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 2,99 ↓

  Eosinofil 0 - 9,5 %

  0.10

  0.40

  0.00 Basofil 0,0 - 2,5 %

  0.20

  0.20

  0.00 Neutrofil 35 - 88,7 %

  80.40

  82.40

  86.80 Limfosit 12,0 - 44,0 % 12.20 8,4 ↓

  13.60 Monosit 0,0 - 11,2 %

  5.70

  4.80

  4.80 Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Desember 2011

  15

  16

  17

  18

  19

  20

  21

  22

  23

  24 Sistenol 3x1 1x 2x √ √ √ √ √ √ √ 1x HP Pro 3x1 1x √ √ √ 2x √ √ √ 2x Biobran 2x1

  1x Ceftriaxone 2x1 gr √ √ √ √ √ Gentamycin 60 mg/8 jam 2x √ 2x √ 1x Meropenem 0,5 g 2x1 √ √ √ Novalgin 1 amp √ Dexamethason 20 mg i.v √ Ondansentron 8 mg

  √ Ranitidin 50 mg i.v bolus pelan √ Chlorpeniramin 10 mg

  √ Doxorubicin 70 mg cc √ NaCl 0,9% 100 guyur cc √ Paxus 270 mg dalam NaCl 0,9% 500 √ cc Infus Aminofluid 500 20tpm √

  Assessment : -

  Keadaan neutrofil normal, namun nilai leukosit dan trombosit di atas nornal. Hal ini menunjukkan adanya infeksi pada pasien. Penggunaan antibiotik ceftriaxone dan meropenem kurang tepat. Karena kedua antibiotik tersebut memiliki mekanisme aksi yang sama yakni menghambat pembentukan dinding sel bakteri denga membentuk ikatan dengan Penicillin Binding Proteins (PBP). Selain itu penggunaan ceftriaxon dapat menyebabkan terjadinya trombositosis (nilai trombosit meningkat), sehingga dapat semakin memperparah kondisi pasien, yang sejak semula nilai trombosit di atas normal Termasuk dalam DTPs kategori penggunaan antibiotik tidak efektif dan adverse drug reaction

  Rekomendasi :

  a. Hentikan penggunaan ceftriakson

  b. Periksa angka kuman dan uji kultur untuk mengetahui secara pasti bakteri patogen penyebab infeksi

  

Pasien 31. 780401 (14-23Juli 2010)

Subjektif :

  Wanita usia 48 tahun. DU: Ca Mamae Grade III + Fatiane. DL: -

  o

  keluhan masuk : post kemoterapi, perut nyeri, mual, muntah (TD=110/80; T=36,5 C; GDS=123 mg/dL) alergi Panicilin 5/1/12 : mual, siang muntah 1x, diare 1x (TD=130/90; T=36oC; N=100x) 6/1/12 : BAB cair 2x Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Hasil Hasil Pemeriksaan Nilai Normal Pemeriksaan Urin Nilai Normal 5/1/2012 5/1/2012 Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 3

  13.30 BJ 1,015 - 1,025 1,030 ↑ Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 3

  6.50 Nitrit - - Eritrosit

  4.66 Darah - 3,8 - 5,8 jt/mm - Hematokrit 37,0 - 47,0 % 37.30 pH 4,8 - 7,4

  6.00 Trombosit

  • 150 - 450 ribu/mcl 331.00 Protein/albumin Eosinofil 0 - 9,5 %

  

0.20 - - Glukosa/reduksi

  0.50 Keton - - Basofil 0,0 - 2,5 % Neutrofil

  • 35 - 88,7 % 91,2 ↑ Urobilinogen - Limfosit 12,0 - 44,0 % 7,8 ↓ Bilirubin - Monosit 0,0 - 11,2 %

  0.30 Leukosit Esterase (-) neg Eritrosit 0 - 25 /uL

  3.30 Hasil Pemeriksaan Feses Nilai Normal

  5/1/2012 Bentuk eritrosit RBC neg Konsistensi Lunak Cair Leukosit 0 - 20 / uL 35,9 ↑ Warna kuning-coklat Coklat tua Sel Epitel 0 - 40 /uL

  21.30

  • Lendir Silinder Hyalin 0 - 1,2 /uL

  0.20 Darah Bakteri 0 - 100 /uL 1347,9 ↑ Nanah Kristal 0 - 10 /uL 214 ↑ Larva Cacing Jamur 0 - 25 /uL

  0.00 Leukosit 0 / lp 10-15 ↑ Epitel Poligonal 0 - 6 /uL

  3.00 Eritrosit 0 / lp 3-5 ↑ Silinder patologis 0 - 0,5 /uL

  0.10 Telur Cacing Mucus 0 - 0,5 /uL

  0.10 Amoeba Konduktifitas 3,1 - 27 ms/cm

  20.80 Parasit Lain

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Januari 2012

  4

  5

  6

7 Ciprofloxacine 2x500 mg √ 1x

  Extra New Diatab 2 tab √ Pantozol 1 amp /12 jam 1x √ √ 1x Primperan 1 amp

  IGD Primperan 1 amp / 12 jam 2x 3x 1x Assessment :

  Berdasarkan hasil pemeriksaan urin diketahui bahwa pasien mengalami infeksi akibat bakteri. Hal ini ditunjukkan oleh hasil pemeriksaan urin dimana terdapat bakteri dengan jumlah yang tinggi. Dari hasil poemeriksaan tersebut diketahui bahwa pasien membutuhkan terapi antibiotik, meskipun nilai ANC pasien &gt;

  6 500 x 10 u/L. Pemberian ciprofloxacin dalam menangani infeksi yang terjadi sudah tepat.

  Rekomendasi :

  Lakukan uji kultur untuk mengetahui secara pasti bakteri patogen penyebab infeksi

  

Pasien 32. 782883 (24-28 Januari 2012)

Subjektif :

  Wanita usia 48 tahun. DU: Ca Mamae. DL: enterititis akut, leukopeni berat keluhan masuk : mual, muntah, diare sedikit-sedikit sudah 3x, tenggorokan sakit Operasi angkat mamae diextra di RSU Muntilan (6/10/11) Chemo di RSUP Dr.Sardjito 5x : terakihir 17/1/12

  o

  25/1/12 : Badan teraba panas, tidak diare lagi, mual-muntah (TD=130/90; T=36 C; N=100x) 23/1/12 : tenggorokan sakit, batuk Kondisi umum : sakit sedang, akral hangat. Keadaan pulang : Membaik

  Objektif : Waktu / Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Nilai Normal 24/1/2012 27/1/2012

  Hb 12,0 - 16,5 gr/dL 13,00

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 1,4 ↓ 27,4 ↑

  3 Eritrosit 3,8 - 5,8 jt/mm 4,71

  Hematokrit 37,0 - 47,0 % 40,50 Trombosit 150 - 450 ribu/mcl 270,00

  Eosinofil 0 - 9,5 % 2,90 Basofil 0,0 - 2,5 % 1,70

  Neutrofil 35 - 88,7 % 29,9 ↓ Limfosit 12,0 - 44,0 % 28,60 Monosit 0,0 - 11,2 % 36,9 ↑

  Penatalaksanaan :

  Waktu Pemberian Nama Obat Januari 2012

  24

  25

  26

  27

28 Infus RL 350 √ √ √ √ √

  Sistenol 3x1 2x √ √ √ 2x Vectrin 3x1 1x 2x 1x Dextrometropan 3x1 √ √ 2x Leucokin 1x1 (3 hari) √ √ Cefriaxone 2x1 gr (test) √ √ √ 1x Garamycin 80 mg/12 jam √ √ √ 1x Narfoz 4 mg 3x1 i.v bolus 2x √ 1x Imodium 2 tab √

  Assessment :

  Hasil perhitungan ANC berdasarkan nilai leukosit dan neutrofil pada tanggal 24 Januari 2012, diperoleh nilai

6 ANC sebesar 418,6 x 10 u/L. Berdasarkan nilai ANC tersebut diketahui bahwa pasien menderita leukopeni

  berat, hal ini mengindikasikan terjadinya infeksi. Ditambah dari hasil pemeriksaan hematologi pasien yang menunjukkan nilai leukosit dan neutrofil yang berada di bawah normal, diikuti dengan nilai leukosit yang meningkat drastis menjadi di atas normal 3 hari kemudian. Maka indikasi terjadinya infeksi semakin kuat. Pemilihan terapi ceftriaxon kurang tepat karena digunakan bersamaan dengan pemberian infus Ringer Laktat (RL). Karena kadar ceftriaxon dalam plasma akan meningkat bila digunakan bersamaan dengan RL sehingga dapat meningkatkan toksisitas dari ceftriaxon Termasuk dalam DTPs kategori adverse drug reaction

  Rekomendasi :

  a. Periksa angka kuman dan uji kultur untuk mengetahui secara pasti bakteri patogen penyebab infeksi

  b. Sebaiknya penggunaan ceftriaxon dihentikan atau diganti dengan antibiotik lain yang tidak memiliki interaksi dengan terapi lain yang diberikan. Atau jangan gunakan ceftriaxon bersamaan dengan RL Rumus : (% ℎ + % ℎ ) =

  100 % a

  = (American Pharmacists Association , 2009)

1. Kasus 1 : Pasien 1a. 104662 (6-8 September 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 03/09/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,30

  Neutrofil 35 - 88,7 % 58,00

3 September 2011

  3 3 6 Leukosit : 5,3 x 10 /mm = 5.300 /L = 5.300 x 10 u/L Neutrofil : 58 %

  58 = (5.300 10 u L) ⁄ = (53 10 u L 10 ) = 3.074 10 u L ⁄

  ⁄ ) (58 100

2. Kasus 2: Pasien 1b. 104662 (28-30September 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 28/09/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 9,70

  Neutrofil 35 - 88,7 % 58,90

28 September 2011

  3 3 6 Leukosit : 9,7 x 10 /mm = 9.700 /L = 9.700 x 10 u/L Neutrofil : 58,9 %

  58,9 = (9.700 10 u L) ⁄ = (97 10 u L 10 ) = 5.713,3 10 u L ⁄

  ⁄ ) (58,9 100

3. Kasus 3: Pasien 1c. 104662 (19-21 Oktober 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 18/10/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,80

  Neutrofil 35 - 88,7 % 42,30

18 Oktober 2011

  3 3 6 Leukosit : 5,8 x 10 /mm = 5.800 /L = 5.800 x 10 u/L Neutrofil : 42,3 %

  42,3 ⁄

  ⁄ = (5.800 10 u L) = (58 10 u L ⁄ ) (42,3 10 ) = 2.453,4 10 u L

  100

4. Kasus 4 : Pasien 2. 143972 (16-31 Desember 2011) Pemeriksaan Waktu / Tanggal Pemeriksaan (Desember 2011) Nilai Normal Hematologi

  16

  19

  21

  26

  28

3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 4,10 7,40 2,8 ↓

  0,2↓ 37,2 ↑

  Neutrofil 35 - 88,7 % 34,6 ↓ 93,0 ↑ 93,3 ↑ 80,20 a.

  16 Desember 2011 3 3 6 Leukosit : 0,2 x 10 /mm = 200 /L = 200 x 10 u/L Neutrofil : 34,6 %

  34,6 = (200 10 u L) ⁄ = (2 10 u L 10 ) = 69,2 10 u L ⁄

  ⁄ ) (34,6 100 b.

  19 Desember 2011 3 3 6 Leukosit : 4,1 x 10 /mm = 4.100 /L = 4.100 x 10 u/L Neutrofil : 93,0 %

  93,0 ⁄ ⁄ ⁄

  = (4.100 10 u L) = (41 10 u L) (93 10 ) = 3.813 10 u L 100 c.

  21 Desember 2011 3 3 6 Leukosit : 7,4 x 10 /mm = 7.400 /L = 7.400 x 10 u/L Neutrofil : 93,3 %

  93,3 ⁄ ) ⁄ ⁄

  = (7.400 10 u L = (74 10 u L) (93,3 10 ) = 6.904,2 10 u L 100 d.

  26 Desember 2011 3 3 6 Leukosit : 2,8 x 10 /mm = 2.800 /L = 2.800 x 10 u/L Neutrofil : 80,20 %

  80,2 ⁄ ⁄ ⁄

  = (2.800 10 u L) = (28 10 u L) (80,2 10 ) = 2.245,6 10 u L 100

5. Kasus 5 : Pasien 3. 175958 (15-19 April 2010) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Nilai Normal 15/04/2010

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 6,80

  Neutrofil 35 - 88,7 % 42,40

15 April 2010

  3 3 6 Leukosit : 6,8 x 10 /mm = 6.800 /L = 6.800 x 10 u/L Neutrofil : 42,4 %

  42,4 = (6.800 10 u L) ⁄ = (68 10 u L 10 ) = 2.883,2 10 u L ⁄

  ⁄ ) (42,4 100

6. Kasus 6 : Pasien 4. 201835 (6-9 Juli 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 06/07/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 4,01

  Neutrofil 35 - 88,7 % 58,20

6 Juli 2011

  3 3 6 Leukosit : 4,01 x 10 /mm = 4.010 /L = 4.010 x 10 u/L Neutrofil : 58,2 %

  58,2 = (4.010 10 u L) ⁄ = (40,1 10 u L 10 )

  ⁄ ) (58,2 100

  = 2.333,8 10 u L ⁄

7. Kasus 7 : Pasien 5. 293932 (21-24 Juli 2012) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 21/07/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,30

  Neutrofil 35 - 88,7 % 82,00

21 Juli 2011

  3 3 6 Leukosit : 5,3 x 10 /mm = 5.300 /L = 5.300 x 10 u/L Neutrofil : 82 %

  42,3 = (5.300 10 u L) ⁄ = (53 10 u L 10 ) = 4.346 10 u L ⁄

  ⁄ ) (82 100

8. Kasus 8 : Pasien 6a. 386768 (12-16 Januari 2010) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 12/01/2010

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 10,50

  Neutrofil 35 - 88,7 % 61,80

12 Januari 2010

  3 3 6 Leukosit : 10,5 x 10 /mm = 10.500 /L = 10.500 x 10 u/L Neutrofil : 61,8 %

  61,8 ⁄

  = (10.500 10 u L) = (105 10 u L ⁄ ) (61,8 10 ) 100

  = 6.489 10 u L ⁄

  Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 26/03/2010

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 7,50

  Neutrofil 35 - 88,7 % 58,20

  26 Maret 2010 3 3 6 Leukosit : 7,5 x 10 /mm = 7.500 /L = 7.500x 10 u/L Neutrofil : 58,2 %

  58,2 ⁄

  ⁄ = (7.500 10 u L) = (75 10 u L ⁄ ) (58,2 10 ) = 4.365 10 u L

  100

  10. Kasus 10 : Pasien 6c. 386768 (19-22 April 2010) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 19/04/2010

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 7,60

  Neutrofil 35 - 88,7 % 67,20

  19 April 2010 3 3 6 Leukosit : 7,6 x 10 /mm = 7.600 /L = 7.600 x 10 u/L Neutrofil : 67,2 %

  67,2 = (7.600 10 u L) ⁄ = (76 10 u L 10 ) = 5.107,2 10 u L ⁄

  ⁄ ) (67,2 100

  11. Kasus 11 : Pasien 7. 394837 (10-12 Maret 2010) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 10/03/2010

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 3,8 ↓

  Neutrofil 35 - 88,7 % 62,10

  10 Maret 2010 3 3 6 Leukosit : 3,8 x 10 /mm = 3.800 /L = 3.800 x 10 u/L Neutrofil : 62,1 %

  62,1 = (3.800 10 u L) ⁄ = (38 10 u L 10 ) = 2.359,8 10 u L ⁄

  ⁄ ) (62,1 100

  12. Kasus12 : Pasien 8. 459209 (6-21 Desember 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 06/12/2011 11/12/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 10,90 7,90

  Neutrofil 35 - 88,7 % 71,70 77,20 a.

  6 Desember 2011

  3 3 6 Leukosit : 10,9 x 10 /mm = 10.900 /L = 10.900 x 10 u/L Neutrofil : 71,7 %

  71,7 = (10.900 10 u L) ⁄ = (109 10 u L 10 )

  ⁄ ) (71,7 100

  ⁄ = 7.815,3 10 u L

b. 11 Desember 2011

  3 3 6 Leukosit : 7,9 x 10 /mm = 7.900 /L = 7.900 x 10 u/L Neutrofil : 77,2 %

  77,2 ⁄

  ⁄ = (7.900 10 u L) = (79 10 u L ⁄ ) (77,2 10 ) = 6.098,8 10 u L

  100

  13. Kasus 13 : Pasien 9a. 484107 (3-8 Desember 2010; 10-19 Desember 2010) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 29/11/2010 01/12/2010 04/12/2010 10/12/2010

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 10,30 10,20 10,70 0,2 ↓

  Neutrofil 35 - 88,7 % 82,00 81,90 94,9 ↑ 54,10

  Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 14/12/2010 16/12/2010 18/12/2010

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,20 4,00 6,10

  Neutrofil 35 - 88,7 % 91,3 ↑ 85,30 72,80 a.

29 November 2010

  3 3 6 Leukosit : 10,3 x 10 /mm = 10.300 /L = 10.300 x 10 u/L Neutrofil : 82,0 %

  82,0 = (10.300 10 u L) ⁄ = (103 10 u L ) = 8.446 10 u L ⁄

  ⁄ ) (82 10 100

b. 1 Desember 2010

  3 3 6 Leukosit : 10,2 x 10 /mm = 10.200 /L = 10.200 x 10 u/L Neutrofil : 81,9 %

  81,9 ⁄

  = (10.200 10 u L) = (102 10 u L ⁄ ) (81,9 10 ) 100

  = 8.353,8 10 u L ⁄ c.

4 Desember 2010

  3 3 6 Leukosit : 10,7 x 10 /mm = 10.700 /L = 10.700 x 10 u/L Neutrofil : 94,9 %

  94,9 = (10.7 10 u L) ⁄ = (107 10 u L 10 )

  ⁄ ) (94,9 100

  = 10.154,3 10 u L ⁄

d. 10 Desember 2010

  3 3 6 Leukosit : 0,2 x 10 /mm = 200 /L = 200x 10 u/L Neutrofil : 54,1 %

  54,1 ⁄

  ⁄ = (200 10 u L) = (2 10 u L ⁄ ) (54,1 10 ) = 108,2 10 u L

  100 e.

  14 Desember 2010 3 3 6 Leukosit : 5,2 x 10 /mm = 5.200 /L = 5.200 x 10 u/L Neutrofil : 91,3 %

  91,3 ⁄

  ⁄ = (5.200 10 u L) = (52 10 u L ⁄ ) (91,3 10 ) = 4.747,6 10 u L

  100 f.

  16 Desember 2010 3 3 6 Leukosit : 4,0 x 10 /mm = 4.000 /L = 4.000 x 10 u/L Neutrofil : 85,3 %

  85,3 ⁄

  ⁄ = (4.000 10 u L) = (40 10 u L ⁄ ) (85,3 10 ) = 3.412 10 u L

  100

g. 18 Desember 2010

  3 3 6 Leukosit : 6,1 x 10 /mm = 6.100 /L = 6.100 x 10 u/L Neutrofil : 72,8 %

  72,8 ⁄

  ⁄ = (6.100 10 u L) = (61 10 u L ⁄ ) (72,8 10 ) = 4.440,8 10 u L

  100

14. Kasus 14 : Pasien 9b. 484107 (26-29 Desember 2010) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 23/12/2010

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 11,00

  Neutrofil 35 - 88,7 % 77,40

23 Desember 2010

  3 3 6 Leukosit : 11,0 x 10 /mm = 11.000 /L = 11.000 x 10 u/L Neutrofil : 77,4 %

  77,4 = (11.000 10 u L) ⁄ = (110 10 u L 10 )

  ⁄ ) (77,4 100

  = 8.514 10 u L ⁄

  15. Kasus 15 : Pasien 9c. 484107 (16 Januari – 22 Januari 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 17/01/2011 25/01/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 4,80 11,00

  Neutrofil 35 - 88,7 % 67,60 77,40 a.

  17 Januari 2011 3 3 6 Leukosit : 4,8 x 10 /mm = 4.800 /L = 4.800 x 10 u/L Neutrofil : 67,6 %

  67,6 = (4.800 10 u L) ⁄ = (48 10 u L 10 ) = 3.244,8 10 u L ⁄

  ⁄ ) (67,6 100

  b. 25 Januari 2011 3 3 6 Leukosit : 11,0 x 10 /mm = 11.000 /L = 11.000 x 10 u/L Neutrofil : 77,4 %

  77,4 = (11.000 10 u L) ⁄ = (110 10 u L 10 )

  ⁄ ) (77,4 100

  ⁄ = 8.514 10 u L

  16. Kasus 16 : Pasien 9d. 484107 (8-12 Februari 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 06/02/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 4,00

  Neutrofil 35 - 88,7 % 73,10

  6 Februari 2011 3 3 6 Leukosit : 4,0 x 10 /mm = 4.000 /L = 4.000 x 10 u/L Neutrofil : 73,1 %

  73,1 = (4.000 10 u L) ⁄ = (40 10 u L 10 ) = 2.924 10 u L ⁄

  ⁄ ) (73,1 100

  17. Kasus 17 : Pasien 9e. 484107 (2-6 Maret 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 01/03/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 3,6 ↓

  Neutrofil 35 - 88,7 % 66,30

  1 Maret 2011 3 3 6 Leukosit : 3,6 x 10 /mm = 3.600 /L = 3.600 x 10 u/L Neutrofil : 66,3 %

  66,3 = (3.600 10 u L) ⁄ = (36 10 u L 10 ) = 2.386,8 10 u L ⁄

  ⁄ ) (66,3 100

18. Kasus 18 : Pasien 9f. 484107 (28 Juli – 3 Agustus 2011) Tanggal Pemeriksaan PemeriksaanHematologi Nilai Normal 28/07/2011 02/08/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 2,0 ↓ 4,80

  Neutrofil 35 - 88,7 % 90,7 ↑ 94,27 ↑ a.

28 Juli 2011

  3 3 6 Leukosit : 2,0 x 10 /mm = 2.000 /L = 2.000 x 10 u/L Neutrofil : 90,7 %

  90,7 = (2.000 10 u L) ⁄ = (20 10 u L 10 ) = 1.814 10 u L ⁄

  ⁄ ) (90,7 100

b. 2 Agustus 2011

  3 3 6 Leukosit : 4,8 x 10 /mm = 4.800 /L = 4.800 x 10 u/L Neutrofil : 94,27 %

  94,27 ⁄

  = (4.800 10 u L) = (48 10 u L ⁄ ) (94,27 10 ) 100

  = 4.524,96 10 u L ⁄

19. Kasus 19 : Pasien 10. 499744 (30 Desember 2011 – 12 Januari 2012) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 30/12/2011 05/01/2012

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,90 5,50

  Neutrofil 35 - 88,7 % 57,10 62,60 a.

30 Desember 2011

  3 3 6 Leukosit : 5,9 x 10 /mm = 5.900 /L = 5.900 x 10 u/L Neutrofil : 51,1 %

  51,1 = (5.900 10 u L) ⁄ = (59 10 u L 10 ) = 3.368,9 10 u L ⁄

  ⁄ ) (57,1 100

b. 5 Januari 2012

  3 3 6 Leukosit : 5,5 x 10 /mm = 5.500 /L = 5.500 x 10 u/L Neutrofil : 62,6 %

  62,6 ⁄

  ⁄ = (5.500 10 u L) = (55 10 u L ⁄ ) (62,6 10 ) = 3.443 10 u L

  100

20. Kasus 20 : Pasien 11a. 534508 (30 Juli – 16 Agustus 2010) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal Juli 2010 Agustus 2010

  30

  01

  03

  06

  12

  14

3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 10,90 8,40 7,20 7,90 9,40 10,00

  Neutrofil 35 - 88,7 % 74,50 66,20 61,10 57,10 66,90 85,50 a.

30 Juli 2010

  3 3 6 Leukosit : 10,9 x 10 /mm = 10.900 /L = 10.900 x 10 u/L Neutrofil : 74,5 %

  74,5 = (10.900 10 u L) ⁄ = (109 10 u L 10 )

  ⁄ ) (74,5 100

  ⁄ = 8.120,5 10 u L

b. 1 Agustus 2010

  3 3 6 Leukosit : 8,4 x 10 /mm = 8.400 /L = 8.400 x 10 u/L Neutrofil : 66,2 %

  66,2 ⁄

  ⁄ = (8.400 10 u L) = (84 10 u L ⁄ ) (66,2 10 ) = 5.560,8 10 u L

  100 c.

3 Agustus 2010

  3 3 6 Leukosit : 7,2 x 10 /mm = 7.200/L = 7.200 x 10 u/L Neutrofil : 61,1 %

  61,1 ⁄

  ⁄ = (7.200 10 u L) = (72 10 u L ⁄ ) (61,1 10 ) = 4.399,2 10 u L

  100

d. 6 Agustus 2010

  3 3 6 Leukosit : 7,9 x 10 /mm = 10.900 /L = 10.900 x 10 u/L Neutrofil : 57,1 %

  57,1 ⁄

  ⁄ = (7.900 10 u L) = (79 10 u L ⁄ ) (57,1 10 ) = 4.510,9 10 u L

  100 e.

  12 Agustus 2010 3 3 6 Leukosit : 9,4 x 10 /mm = 9.400 /L = 9.400 x 10 u/L Neutrofil : 66,9 %

  66,9 ⁄

  ⁄ = (9.400 10 u L) = (94 10 u L ⁄ ) (66,9 10 ) = 6.288,6 10 u L

  100 f.

  14 Agustus 2010 3 3 6 Leukosit : 10,0 x 10 /mm = 10.000 /L = 10.000 x 10 u/L

  85,5 = (10.000 10 u L) ⁄ = (100 10 u L 10 )

  ⁄ ) (85,5 100

  ⁄ = 8.550 10 u L

21. Kasus 21 : Pasien 11b. 534508 (21-23 Desember 2010) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 23/12/2010

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 3,6 ↓

  Neutrofil 35 - 88,7 % 87,10

23 Desember 2010

  3 3 6 Leukosit : 3,6 x 10 /mm = 3.600 /L = 3.600 x 10 u/L Neutrofil : 87,1 %

  87,1 ⁄

  ⁄ = (3.600 10 u L) = (36 10 u L ⁄ ) (87,1 10 ) = 3.135,6 10 u L

  100

22. Kasus 22 : Pasien 12a. 660445 (22-26 Juli 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 22/07/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 8,10

  Neutrofil 35 - 88,7 % 87,20

22 Juli 2011

  3 3 6 Leukosit : 8,1 x 10 /mm = 8.100 /L = 8.100 x 10 u/L Neutrofil : 87,2 %

  87,2 = (8.100 10 u L) ⁄ = (81 10 u L 10 ) = 7.063,2 10 u L ⁄

  ⁄ ) (87,2 100

23. Kasus 23 : Pasien 12b. 660445 (8-19 Agustus 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 08/08/2011 09/08/2011 15/08/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 3,2 ↓ 2,5 ↓ 3,3 ↓

  Neutrofil 35 - 88,7 % 75,60 53,10 49,40 a.

8 Agustus 2011

  3 3 6 Leukosit : 3,2 x 10 /mm = 3.300 /L = 3.300 x 10 u/L Neutrofil : 75,6 %

  75,6 = (3.300 10 u L) ⁄ = (33 10 u L 10 ) = 2.494,8 10 u L ⁄

  ⁄ ) (75,6 100

  3 3 6 Leukosit : 2,5 x 10 /mm = 2.500 /L = 2.500 x 10 u/L Neutrofil : 53,1 %

  53,1 = (2.500 10 u L) ⁄ = (25 10 u L 10 ) = 1.327,5 10 u L ⁄

  ⁄ ) (53,1 100 c.

15 Agustus 2011

  3 3 6 Leukosit : 3,3 x 10 /mm = 3.300 /L = 3.300 x 10 u/L Neutrofil : 49,4 %

  49,4 = (3.300 10 u L) ⁄ = (33 10 u L 10 ) = 1.630,2 10 u L ⁄

  ⁄ ) (49,4 100

24. Kasus 24 : Pasien 12c. 660445 (28 Desember 2011 – 6 Januari 2012) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 28/12/2011 29/12/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 3,7 ↓ 2,0 ↓

  Neutrofil 35 - 88,7 % 62,40 58,70 a.

28 Desember 2011

  3 3 6 Leukosit : 3,7 x 10 /mm = 3.700 /L = 3.700 x 10 u/L Neutrofil : 62,4 %

  62,4 = (3.700 10 u L) ⁄ = (37 10 u L 10 ) = 2.308,8 10 u L ⁄

  ⁄ ) (62,4 100

b. 29 Desember 2011

  3 3 6 Leukosit : 2,0 x 10 /mm = 2.000 /L = 2.000 x 10 u/L Neutrofil : 58,7 %

  58,7 = (2.000 10 u L) ⁄ = (20 10 u L 10 ) = 1.174 10 u L ⁄

  ⁄ ) (58,7 100

25. Kasus 25 : Pasien 13a. 698249 (27-28 Juni 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 28/06/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 6,40

  Neutrofil 35 - 88,7 % 65,00

28 Juni 2011

  3 3 6 Leukosit : 6,4 x 10 /mm = 6.400 /L = 6.400 x 10 u/L Neutrofil : 65,0 %

  65,0 = (6.400 10 u L) ⁄ = (64 10 u L 10 ) = 4.160 10 u L ⁄

  ⁄ ) (65 100

26. Kasus 26 : Pasien 13b. 698249 (19-20 Juli 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 19/07/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,83

  Neutrofil 35 - 88,7 % 68,00

19 Juli 2011

  3 3 6 Leukosit : 5,83 x 10 /mm = 5.830 /L = 5.830 x 10 u/L Neutrofil : 68,0 %

  68,0 ⁄

  ⁄ = (5.830 10 u L) = (58,3 10 u L ⁄ ) (68 10 ) = 3.964,4 10 u L

  100

27. Kasus 27 : Pasien 13c. 698249 (9-10 Agustus 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 09/08/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 6,34

  Neutrofil 35 - 88,7 % 57,00

9 Agustus 2011

  3 3 6 Leukosit : 6,34 x 10 /mm = 6.340 /L = 6.340 x 10 u/L Neutrofil : 57,0 %

  57,0 = (6.340 10 u L) ⁄ = (63,4 10 u L 10 10 u L ⁄

  ⁄ ) (57 ) = 3.613,8 100

28. Kasus 28 : Pasien 13d. 698249 (30 Agustus – 01 September 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 30/08/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 6,63

  Neutrofil 35 - 88,7 % 57,10

30 Agustus 2011

  3 3 6 Leukosit : 6,63 x 10 /mm = 6.630 /L = 6.630 x 10 u/L Neutrofil : 57,1 %

  57,1 = (6.630 10 u L) ⁄ = (66,3 10 u L 10 )

  ⁄ ) (57,1 100

  = 3.785,73 10 u L ⁄

  Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 21/09/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,97

  Neutrofil 35 - 88,7 % 54,00

21 September 2011

  3 3 6 Leukosit : 5,97 x 10 /mm = 5.970 /L = 5.970 x 10 u/L Neutrofil : 54,0 %

  54,0 ⁄

  ⁄ = (5.970 10 u L) = (59,7 10 u L ⁄ ) (54 10 ) = 3.223,8 10 u L

  100

30. Kasus 30 : Pasien 13f. 698249 (12-13 Oktober 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 12/10/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 7,35

  Neutrofil 35 - 88,7 % 58,00

12 Oktober 2011

  3 3 6 Leukosit : 7,35 x 10 /mm = 7.350 /L = 7.350 x 10 u/L Neutrofil : 58,0 %

  58,0 = (7.350 10 u L) ⁄ = (73,5 10 u L 10 ) = 4.263 10 u L ⁄

  ⁄ ) (58 100

31. Kasus 31 : Pasien 13g. 698249 (02-03 November 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 02/11/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,99

  Neutrofil 35 - 88,7 % 63,00

2 November 2011

  3 3 6 Leukosit : 5,99 x 10 /mm = 5.990 /L = 5.990 x 10 u/L Neutrofil : 63,0 %

  63,0 = (5.990 10 u L) ⁄ = (59,9 10 u L ) = 3.773,7 10 u L ⁄

  ⁄ ) (63 10 100

32. Kasus 32 : Pasien 14. 708982 (10-18 Juni 2010) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 10/06/2010 13/06/2010

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 9,70 9,00

  Neutrofil 35 - 88,7 % 71,50 74,30

  3 3 6 Leukosit : 9,7 x 10 /mm = 9.700 /L = 9.700 x 10 u/L Neutrofil : 71,5 %

  71,5 = (9.700 10 u L) ⁄ = (97 10 u L 10 ) = 6.935,5 10 u L ⁄

  ⁄ ) (71,5 100

b. 13 Juni 2010

  3 3 6 Leukosit : 9,0 x 10 /mm = 9.000 /L = 9.000 x 10 u/L Neutrofil : 74,3 %

  74,3 = (9.000 10 u L) ⁄ = (90 10 u L 10 ) = 6.687 10 u L ⁄

  ⁄ ) (74,3 100

  33. Kasus 33 : Pasien 15. 713207 (14-23 Juli 2010) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 12/07/2010 13/07/2010 14/07/2010 22/07/2010

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,5 5,1 6,0 4,1

  Neutrofil 35 - 88,7 % 66,9 87,4 a.

14 Juli 2010

  3 3 6 Leukosit : 6,0 x 10 /mm = 6.000 /L = 6.000 x 10 u/L Neutrofil : 66,9 %

  66,9 ⁄

  ⁄ = (6.000 10 u L) = (60 10 u L ⁄ ) (66,9 10 ) = 4.014 10 u L

  100

b. 22 Juli 2010

  3 3 6 Leukosit : 4,1 x 10 /mm = 4.100 /L = 4.100 x 10 u/L Neutrofil : 87,4 %

  87,4 ⁄

  ⁄ = (4.100 10 u L) = (41 10 u L ⁄ ) (87,4 10 ) = 8.583,4 10 u L

  100

34. Kasus 34 : Pasien 16a. 719025 (30 November – 2 Desember 2010) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 30/11/2010

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 4,20

  Neutrofil 35 - 88,7 % 63,70

30 November 2010

  3 3 6 Leukosit : 4,2 x 10 /mm = 4.200 /L = 4.200x 10 u/L Neutrofil : 63,7 %

  63,7 ⁄

  ⁄ = (4.200 10 u L) = (42 10 u L ⁄ ) (63,7 10 ) = 2.675,4 10 u L

  100

  Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal Tanggal Pemeriksaan 10/02/2011

  = (63 10 u L ⁄ ) (70,8 10 ) = 4.460,4 10 u L ⁄

  3 11,6 ↑ 12,20 6,60

  Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm

  38. Kasus 38 : Pasien 17. 714852 (7-19 September 2010) Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal Waktu / Tanggal Pemeriksaan 07/09/2010 11/09/2010 17/09/2010

  ⁄ ) (64,1 10 ) = 3.589,6 10 u L ⁄

  100 = (56 10 u L

  = (5.600 10 u L) ⁄ 64,1

  16 April 2011 Leukosit : 5,6 x 10 3 /mm 3 = 5.600 /L = 5.600 x 10 6 u/L Neutrofil : 64,1 %

  5,60 Neutrofil 35 - 88,7 % 64,10

  3

  Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm

  37. Kasus 37 : Pasien 16d. 719025 (16-18 April 2011) Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal Tanggal Pemeriksaan 16/04/2011

  70,8 100

  Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm

  = (6.300 10 u L) ⁄

  10 Maret 2011 Leukosit : 6,3 x 10 3 /mm 3 = 6.300 /L = 6.300 x 10 6 u/L Neutrofil : 70,8 %

  6,30 Neutrofil 35 - 88,7 % 70,80

  3

  Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm

  36. Kasus 36 : Pasien 16c. 719025 (10-12 Maret 2011) Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal Tanggal Pemeriksaan 10/03/2011

  ⁄ ) (70,8 10 ) = 3.752,4 10 u L ⁄

  100 = (53 10 u L

  = (5.300 10 u L) ⁄ 70,8

  10 Februari 2011 Leukosit : 5,3 x 10 3 /mm 3 = 5.300 /L = 5.300 x 10 6 u/L Neutrofil : 70,8 %

  5,30 Neutrofil 35 - 88,7 % 70,80

  3

  Neutrofil 35 - 88,7 % 70,20 73,80 17,30

  3 3 6 Leukosit : 11,6 x 10 /mm = 11.600 /L = 11.600 x 10 u/L Neutrofil : 70,2 %

  70,2 = (11.600 10 u L) ⁄ = (116 10 u L 10 )

  ⁄ ) (70,2 100

  ⁄ = 8.143,2 10 u L

b. 11 September 2010

  3 3 6 Leukosit : 12,2 x 10 /mm = 12.200 /L = 12.200 x 10 u/L Neutrofil : 73,8 %

  73,8 ⁄

  = (12.200 10 u L) = (122 10 u L ⁄ ) (73,8 10 ) 100

  = 9.003,6 10 u L ⁄ c.

17 September 2010

  3 3 6 Leukosit : 6,6 x 10 /mm = 6.600 /L = 6.600 x 10 u/L Neutrofil : 17,3 %

  17,3 = (6.600 10 u L) ⁄ = (66 10 u L 10 ) = 1.141,8 10 u L ⁄

  ⁄ ) (17,3 100

39. Kasus 39 : Pasien 18a. 721710 (6-9 Oktober 2010) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 06/10/2010

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 8,50

  Neutrofil 35 - 88,7 % 68,40

6 Oktober 2010

  3 3 6 Leukosit : 8,5 x 10 /mm = 8.500 /L = 8.500 x 10 u/L Neutrofil : 68,4 %

  68,4 = (8.500 10 u L) ⁄ = (85 10 u L 10 ) = 5.814 10 u L ⁄

  ⁄ ) (68,4 100

40. Kasus 40 : Pasien 18b. 721710 (28-30 Oktober 2010) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 22/10/2010 25/10/2010 28/10/2010

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 1,9 ↓ 7,10 5,70

  Neutrofil 35 - 88,7 % 15,7 ↓ 65,70 62,80 a.

22 Oktober 2010

  3 3 6 Leukosit : 1,9 x 10 /mm = 1.900 /L = 1.900 x 10 u/L

  15,7 = (1.900 10 u L) ⁄ = (19 10 u L 10 ) = 298,3 10 u L ⁄

  ⁄ ) (15,7 100

  b. 25 Oktober 2010 3 3 6 Leukosit : 7,1 x 10 /mm = 7.100 /L = 7.100 x 10 u/L Neutrofil : 65,7 %

  65,7 = (7.100 10 u L) ⁄ = (71 10 u L 10 ) = 4.664,7 10 u L ⁄

  ⁄ ) (65,7 100 c.

  28 Oktober 2010 3 3 6 Leukosit : 5,7 x 10 /mm = 5.700 /L = 5.700 x 10 u/L Neutrofil : 62,8 %

  62,8 = (5.700 10 u L) ⁄ = (57 10 u L 10 ) = 3.579,6 10 u L ⁄

  ⁄ ) (62,8 100

  41. Kasus 41 : Pasien 18c. 721710 (18-24 November 2010) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 18/11/2010 24/11/2010

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,20 6,20

  Neutrofil 35 - 88,7 % 43,30 79,10 a.

  18 November 2010 3 3 6 Leukosit : 5,2 x 10 /mm = 5.200 /L = 5.200 x 10 u/L Neutrofil : 43,3 %

  43,3 = (5.200 10 u L) ⁄ = (52 10 u L 10 ) = 2.251,6 10 u L ⁄

  ⁄ ) (43,3 100

  b. 24 November 2010 3 3 6 Leukosit : 6,2 x 10 /mm = 6.200 /L = 6.200 x 10 u/L Neutrofil : 79,1 %

  79,1 = (6.200 10 u L) ⁄ = (62 10 u L 10 ) = 4.904,2 10 u L ⁄

  ⁄ ) (79,1 100

  42. Kasus 42 : Pasien 18d. 721710 (18-23 Januari 2012)

Pemeriksaan Nilai Normal 17/01/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,00

  Neutrofil 35 - 88,7 % 63,20

  17 Januari 2011 3 3 6 Leukosit : 5,0 x 10 /mm = 5.000 /L = 5.000 x 10 u/L

  63,2 = (5.000 10 u L) ⁄ = (50 10 u L 10 ) = 3.160 10 u L ⁄

  ⁄ ) (63,2 100

43. Kasus 43 : Pasien 19a. 729688 (1-4 Januari 2011) Waktu / Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Nilai Normal 02/01/2011 12/01/2011

  

3

Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 11,7 ↑ 4,20

  Neutrofil 35 - 88,7 % 71,10 51,20 a.

2 Januari 2011

  3 3 6 Leukosit : 11,7 x 10 /mm = 11.700 /L = 11.700 x 10 u/L Neutrofil : 71,1 %

  71,1 = (11.700 10 u L) ⁄ = (117 10 u L )

  ⁄ ) (71,1 10 100

  = 8.318,7 10 u L ⁄

b. 12 Januari 2011

  3 3 6 Leukosit : 4,2 x 10 /mm = 4.200 /L = 4.200 x 10 u/L Neutrofil : 51,2 %

  51,2 ⁄

  ⁄ = (4.200 10 u L) = (42 10 u L ⁄ ) (51,2 10 ) = 2.150,4 10 u L

  100

44. Kasus 44 : Pasien 19b. 729688 (25-28 Januari 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 25/01/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 13,3 ↑

  Neutrofil 35 - 88,7 % 65,40

25 Januari 2011

  3 3 6 Leukosit : 13,3 x 10 /mm = 13.300 /L = 13.300 x 10 u/L Neutrofil : 65,4 %

  65,4 = (13.300 10 u L) ⁄ = (133 10 u L )

  ⁄ ) (65,4 10 100

  ⁄ = 8.698,2 10 u L

45. Kasus 45 : Pasien 19c. 729688 (10-16 Maret 2011) Waktu / Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 10/03/2011 12/03/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 13,0 ↑ 12,2 ↑

  Neutrofil 35 - 88,7 % 70,50 90,9 ↑

  3 3 6 Leukosit : 13,0 x 10 /mm = 13.000 /L = 13.000 x 10 u/L Neutrofil : 70,5 %

  70,5 = (13.000 10 u L) ⁄ = (130 10 u L ) = 8.165 10 u L ⁄

  ⁄ ) (70,5 10 100

b. 12 Maret 2011

  3 3 6 Leukosit : 12,2 x 10 /mm = 12.200 /L = 12.200 x 10 u/L Neutrofil : 90,9 %

  90,9 = (12.200 10 u L) ⁄ = (122 10 u L )

  ⁄ ) (90,9 10 100

  ⁄ = 11.089,8 10 u L

46. Kasus 46 : Pasien 19d. 729688 (13-16 Mei 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 13/05/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 9,60

  Neutrofil 35 - 88,7 % 62,60

13 Mei 2011

  3 3 6 Leukosit : 9,6 x 10 /mm = 9.600 /L = 9.600 x 10 u/L Neutrofil : 62,6 %

  62,6 = (9.600 10 u L) ⁄ = (96 10 u L ) = 6.009,6 10 u L ⁄

  ⁄ ) (62,6 10 100

47. Kasus 47 : Pasien 19e. 729688 (5-11 Juni 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 05/06/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 15,0 ↑

  Neutrofil 35 - 88,7 % 79,80

5 Juni 2011

  3 3 6 Leukosit : 15,0 x 10 /mm = 15.000 /L = 15.000 x 10 u/L Neutrofil : 79,8 %

  79,8 = (15.000 10 u L) ⁄ = (150 10 u L )

  ⁄ ) (79,8 10 100

  = 11.970 10 u L ⁄

  48. Kasus 48 : Pasien 20. 733436 (21 Desember 2010 – 11 Januari 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 20/12/2010 27/12/2010 06/01/2011 10/01/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 9,10 7,20 7,80 5,50

  Neutrofil 35 - 88,7 % 78,60 72,30 88,00 71,30 a.

20 Desember 2010

  3 3 6 Leukosit : 9,1 x 10 /mm = 9.100 /L = 9.100 x 10 u/L Neutrofil : 78,6 %

  78,6 = (9.100 10 u L) ⁄ = (91 10 u L ) = 7.152,6 10 u L ⁄

  ⁄ ) (78,6 10 100

b. 27 Desember 2010

  3 3 6 Leukosit : 7,2 x 10 /mm = 7.200 /L = 7.200 x 10 u/L Neutrofil : 72,3 %

  72,3 = (7.200 10 u L) ⁄ = (72 10 u L ) = 5.205,6 10 u L ⁄

  ⁄ ) (72,3 10 100 c.

6 Januari 2011

  3 3 6 Leukosit : 7,8 x 10 /mm = 7.800 /L = 7.800 x 10 u/L Neutrofil : 88,0 %

  88,0 = (7.800 10 u L) ⁄ = (78 10 u L ) = 6.864 10 u L ⁄

  ⁄ ) (88 10 100

d. 10 Januari 2011

  3 3 6 Leukosit : 5,5 x 10 /mm = 5.500 /L = 5.500 x 10 u/L Neutrofil : 71,3 %

  71,3 = (5.500 10 u L) ⁄ = (55 10 u L ) = 3.921,5 10 u L ⁄

  ⁄ ) (71,3 10 100

49. Kasus 49 : Pasien 21a. 736877 (6 – 10 Maret 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 07/03/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 7,4

  Neutrofil 35 - 88,7 % 43,8

7 Maret 2011

  3 3 6 Leukosit : 7,4 x 10 /mm = 7.400 /L = 7.400 x 10 u/L Neutrofil : 43,8 %

  43,8 = (7.400 10 u L) ⁄ = (74 10 u L ) = 3.241,2 10 u L ⁄

  ⁄ ) (43,8 10 100

  50. Kasus 50 : Pasien 21b. 736877 (21 – 28 April 2011)

Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 25/04/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 6,2

  Neutrofil 35 - 88,7 % 63,6

  25 April 2011 3 3 6 Leukosit : 6,2 x 10 /mm = 6.200 /L = 6.200 x 10 u/L Neutrofil : 63,6 %

  63,6 ⁄

  ⁄ = (6.200 10 u L) = (62 10 u L ⁄ ) (63,6 10 ) = 3.943,2 10 u L

  100

  51. Kasus 51 : Pasien 22. 738104 (27 Januari – 02 Februari 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 27/01/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 9,60

  Neutrofil 35 - 88,7 % 69,40

  27 Januari 2011 3 3 6 Leukosit : 9,6 x 10 /mm = 9.600 /L = 9.600 x 10 u/L Neutrofil : 69,4 %

  69,4 = (9.600 10 u L) ⁄ = (96 10 u L ) = 6.662,4 10 u L ⁄

  ⁄ ) (69,4 10 100

  52. Kasus 52 : Pasien 23a. 738284 (26-31 Maret 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 26/03/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 13,3 ↑

  Neutrofil 35 - 88,7 % 85,80

  26 Maret 2011 3 3 6 Leukosit : 13,3 x 10 /mm = 13.300 /L = 13.300 x 10 u/L Neutrofil : 85,8 %

  85,8 = (13.300 10 u L) ⁄ = (133 10 u L )

  ⁄ ) (85,8 10 100

  ⁄ = 11.411,4 10 u L

  53. Kasus 53 : Pasien 23b. 738284 (26-31 Mei 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 26/05/2011 30/05/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 13,0 ↑ 7,8

  Neutrofil 35 - 88,7 % 86,2 87,50

  3 3 6 Leukosit : 13,0 x 10 /mm = 13.000 /L = 13.000 x 10 u/L Neutrofil : 86,2 %

  86,2 = (13.000 10 u L) ⁄ = (130 10 u L 10 )

  ⁄ ) (86,2 100

  ⁄ = 11.206 10 u L

b. 30 Mei 2011

  3 3 6 Leukosit : 7,8 x 10 /mm = 7.800 /L = 7.800 x 10 u/L Neutrofil : 87,5 %

  87,5 = (7.800 10 u L) ⁄ = (78 10 u L ) = 6.825 10 u L ⁄

  ⁄ ) (87,5 10 100

54. Kasus 54 : Pasien 24. 738819 (1-12 Februari 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 01/02/2011 05/02/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,40 6,10

  Neutrofil 35 - 88,7 % 79,70 81,70 a.

1 Februari 2011

  3 3 6 Leukosit : 5,4 x 10 /mm = 5.400 /L = 5.400 x 10 u/L Neutrofil : 79,7 %

  79,7 = (5.400 10 u L) ⁄ = (54 10 u L ) = 4.542,9 10 u L ⁄

  ⁄ ) (79,7 10 100

b. 5 Februari 2011

  3 3 6 Leukosit : 6,1 x 10 /mm = 6.100 /L = 6.100 x 10 u/L Neutrofil : 81,7 %

  81,7 = (6.100 10 u L) ⁄ = (61 10 u L ) = 4.983,7 10 u L ⁄

  ⁄ ) (81,7 10 100

55. Kasus 55 : Pasien 25a. 744475 (30 Mei - 2 Juni 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 30/05/2011 02/06/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 9,20 8,30

  Neutrofil 35 - 88,7 % 61,00

30 Mei 2011

  3 3 6 Leukosit : 9,2 x 10 /mm = 9.200 /L = 9.200 x 10 u/L Neutrofil : 61,0 %

  61,0 = (9.200 10 u L) ⁄ = (92 10 u L ) = 5.612 10 u L ⁄

  ⁄ ) (61 10 100

56. Kasus 56 : Pasien 25b. 744475 (21-23 Juni 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 21/06/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 5,20

  Neutrofil 35 - 88,7 % 43,50

21 Juni 2011

  3 3 6 Leukosit : 5,2 x 10 /mm = 5.200 /L = 5.200 x 10 u/L Neutrofil : 43,5 %

  43,5 = (5.200 10 u L) ⁄ = (52 10 u L ) = 2.262 10 u L ⁄

  ⁄ ) (43,5 10 100

57. Kasus 57 : Pasien 25c. 744475 (13-15 Juli 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 13/07/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 9,60

  Neutrofil 35 - 88,7 % 66,10

13 Juli 2011

  3 3 6 Leukosit : 9,6 x 10 /mm = 9.600 /L = 9.600 x 10 u/L Neutrofil : 66,1 %

  66,1 ⁄

  ⁄ = (9.600 10 u L) = (96 10 u L ⁄ ) (66,1 10 ) = 6.345,6 10 u L

  100

58. Kasus 58 : Pasien 26. 757307 (2-6 Juli 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 02/07/2011 06/07/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 48,8 ↑ 0,3 ↓

  Neutrofil 35 - 88,7 %

  6,0 ↑

  Batang 50-65 % Segmen 72,0 ↑

6 Juli 2012

  3 3 6 Leukosit : 0,3 x 10 /mm = 300 /L = 300 x 10 u/L Neutrofil : 6,0 % (Band); 72,0 % (Segmented)

  6,0 + 72,0 78,0 = (300 10 u L) ⁄ = (300 10 u L) ⁄ 100 100

  ⁄ ⁄ = (3 10 u L) (78,0 10 ) = 234 10 u L

  59. Kasus 59 : Pasien 27a. 765970 (14 – 18 September 2011) Tidak dilakukan pemeriksaan

  60. Kasus 60 : Pasien 27b. 765970 (25 – 29 Oktober 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 24/10/2011

  9.20 Neutrofil 35 - 88,7 %

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm

  58.40

24 Oktober 2011

  3 3 6 Leukosit : 9,2 x 10 /mm = 9.200 /L = 9.200 x 10 u/L Neutrofil : 58,4 %

  58,4 = (9.200 10 u L) ⁄ = (92 10 u L) ⁄ (58,4 10 ) = 5.372,8 10 u L ⁄

  100

61. Kasus 61 : Pasien 28a. 772501 (16-17 Desember 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 16/12/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 6,50

  Neutrofil 35 - 88,7 % 39,50

16 Desember 2011

  3 3 6 Leukosit : 6,5 x 10 /mm = 6.500 /L = 6.500 x 10 u/L Neutrofil : 39,5 %

  39,5 = (6.500 10 u L) ⁄ = (65 10 u L ) = 2.567,5 10 u L ⁄

  ⁄ ) (39,5 10 100

62. Kasus 62 : Pasien 28b. 772501 (9-12 Januari 2012) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 09/01/2012

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 9,50

  Neutrofil 35 - 88,7 % 53,00

9 Januari 2012

  3 3 6 Leukosit : 9,5 x 10 /mm = 9.500 /L = 9.500 x 10 u/L Neutrofil : 53,0 %

  53,0 ⁄

  ⁄ = (9.500 10 u L) = (95 10 u L ⁄ ) (53 10 ) = 5.035 10 u L

  100

  63. Kasus 63 : Pasien 29. 773145 (11 – 23 November 2011) Waktu / Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 13/11/2011 15/11/2011 16/11/2011

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 0,6 ↓ 14,5 ↑ 13,5 ↑

  Neutrofil 35 - 88,7 % 52,40 93,0 ↑ 89,2 ↑ a.

  13 November 2011 3 3 6 Leukosit : 0,6 x 10 /mm = 600 /L = 600 x 10 u/L Neutrofil : 52,4 %

  52,4 = (600 10 u L) ⁄ = (6 10 u L) ⁄ (52,4 10 ) = 314,4 10 u L ⁄

  100

  b. 15 November 2011 3 3 6 Leukosit : 14,5 x 10 /mm = 14.500 /L = 14.500 x 10 u/L Neutrofil : 93,0 %

  93,0 = (14.500 10 u L) ⁄ = (145 10 u L) ⁄ (93,0 10 )

  100 ⁄

  = 13.485 10 u L c.

  16 November 2011 3 3 6 Leukosit : 13,5 x 10 /mm = 13.500 /L = 13.500 x 10 u/L Neutrofil : 89,2 %

  89,2 ⁄ ⁄

  = (13.500 10 u L) = (135 10 u L) (89,2 10 ) 100

  = 12.042 10 u L ⁄

  64. Kasus 64 : Pasien 30. 777519 (14-24 Desember 2011) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 14/12/11 19/12/11 24/12/11

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 21,2 ↑ 19,1 ↑ 17,8 ↑

  Neutrofil 35 - 88,7 %

  80.40

  82.40

  86.80 a.

  14 Desember 2011 3 3 6 Leukosit : 21,2 x 10 /mm = 21.200 /L = 21.200 x 10 u/L Neutrofil : 80,4 %

  80,4 = (21.200 10 u L) ⁄ = (212 10 u L) ⁄ (80,4 10 )

  100 ⁄

  = 17.044,8 10 u L

  b. 19 Desember 2011 3 3 6 Leukosit : 19,1 x 10 /mm = 19.100 /L = 19.100 x 10 u/L

  82,4 = (19.100 10 u L) ⁄ = (191 10 u L) ⁄ (82,4 10 )

  100 = 15.738,4 10 u L ⁄ c.

24 Desember 2011

  3 3 6 Leukosit : 17,8 x 10 /mm = 17.800 /L = 17.800 x 10 u/L Neutrofil : 86,8 %

  86,8 = (17.800 10 u L) ⁄ = (178 10 u L) ⁄ (86,8 10 )

  100 = 15.450,4 10 u L ⁄

65. Kasus 65 : Pasien 31. 780401 (14-23Juli 2010) Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 5/1/2012

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm

  6.50 Neutrofil 35 - 88,7 % 91,2 ↑

5 Januari 2012

  3 3 6 Leukosit : 6,5 x 10 /mm = 6.500 /L = 6.500 x 10 u/L Neutrofil : 91,2 %

  91,2 = (6.500 10 u L) ⁄ = (65 10 u L) ⁄ (91,2 10 ) = 5.928 10 u L ⁄

  100

66. Kasus 66 : Pasien 32. 782883 (24-28 Januari 2012) WTanggal Pemeriksaan Pemeriksaan Hematologi Nilai Normal 24/1/2012 27/1/2012

  3 Leukosit 4,0 - 11,0 ribu/mm 1,4 ↓ 27,4 ↑

  Neutrofil 35 - 88,7 % 29,9 ↓

24 Januari 2012

  3 3 6 Leukosit : 1,4 x 10 /mm = 1.400 /L = 1.400 x 10 u/L Neutrofil : 29,9 %

  29,9 ⁄ ⁄ ⁄

  = (1.400 10 u L) = (14 10 u L) (29,9 10 ) = 418,6 10 u L 100

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Evaluasi Drug Related Problems (DRPs) pada pengobatan pasien HIV dengan kandidiasis di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode Januari 2010-Juni 2014.
3
13
142
Evaluasi penggunaan antibiotika selama kemoterapi pada pasien kanker payudara periode Januari 2010-Januari 2012 di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.
1
2
180
Evaluasi pemilihan dan penggunaan antibiotika pada pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.
0
3
115
Evaluasi penggunaan antibiotika pada pasien ulkus diabetes mellitus di instalansi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode 2005.
1
7
116
Evaluasi penatalaksanaan kelainan hematologi pasca kemoterapi pada pasien kanker payudara di RSUP DR. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 - USD Repository
0
2
171
Evaluasi penatalaksanaan terapi pasien diabetes mellitus komplikasi hipertensi rawat inap periode 2005 Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta - USD Repository
0
0
115
Evaluasi pemilihan dan penggunaan antibiotika pada pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 - USD Repository
0
0
113
Evaluasi drug therapy problems penggunaan antibiotika pada pasien kanker paru yang menjalani kemoterapi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta periode 2006-2008 - USD Repository
0
0
109
Evaluasi drug therapy problems penggunaan antibiotik pada pasien kanker serviks yang menjalani kemoterapi di RS Bethesda Yogyakarta periode tahun 2006-2008 - USD Repository
0
0
146
Evaluasi penggunaan antibiotika pada pasien kanker ovarium pasca kemoterapi yang dirawat di RSUP DR. Sardjito Yogyakarta periode 2008-2009 - USD Repository
0
0
119
Evaluasi penggunaan antibiotika pada pasien demam tifoid kelompok pediatrik di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode Januari-Desember 2010 - USD Repository
0
3
153
Evaluasi penggunaan antimikroba pada pasien pneumonia di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode 2008-2010 - USD Repository
0
1
165
Kajian pemahaman dan ketaatan penggunaan obat pada pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan komplikasi dislipidemia di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode Desember 2010-Januari 2011 - USD Repository
0
0
121
Evaluasi penggunaan antibiotika profilaksis pada pasien yang menjalani operasi apendisitis akut di RS Panti Rapih tahun 2009 - USD Repository
0
0
108
Evaluasi ketaatan penggunaan obat antihipertensi pasien ASKES hipertensi komorbiditas diabetes melitus di Rumah Sakit Panti Rapih dan Panti Rini Yogyakarta periode Januari-Oktober 2011 - USD Repository
0
0
94
Show more