Media pembelajaran komik untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas VII SMP Kanisius Gayam Yogyakarta dalam pokok bahasan wujud zat - USD Repository

Gratis

0
0
141
6 months ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

KONSEP SISWA KELAS VII SMP KANISIUS GAYAM YOGYAKARTA

DALAM POKOK BAHASAN WUJUD ZAT

Skripsi

  

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Fisika

oleh:

Anton Dedy Kurniawan

  

(061424002)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITA SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

2011

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HALAMAN PERSEMBAHAN

  

Karya ini kupersembahkan untuk :

Yesus Kristus yang selalu membimbingku

Bapak dan I buk

Adik-adikku dan kakak-kakakku yang di rumah yang selalu

mendoakan.

Terimakasih atas D oa, D ukungan yang telah diberikan

Teman-teman Pendidikan F isika

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

Kurniawan, Aton Dedy 2011. Media Pembelajaran Komik Untuk Meningkatkan

Pemahaman Konsep Siswa Kelas VII SMP Kanisius Gayam Yogyakarta Dalam

Pokok Bahasan Wujud Zat. Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan

Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Tujuan dari Penelitian ini

adalah: (1) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh media pembelajaran komik dalam

pembelajaran fisika pada pokok bahasan wujud zat untuk meningkatkan pemahaman

konsep siswa (2) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh media pembelajaran komik

terhadap minat belajar siswa pada pelajaran fisika.

  Penelitian dilaksanakan pada tanggal 4-15 Oktober 2011 di SMP Kanisius

Gayam Yogyakarta. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII A dan VII B yang masing-

masing berjumlah 27 orang dan 25 orang. Dengan kelas VII B yang menjadi kelas kontrol

dengan menggunakan media ceramah. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan

dalam lima tahap, yaitu: Pretes, Pembelajaran menggunakan media komik, Postes,

mengisi angket, dan wawancara.

  Tes tertulis (Pretes dan Postes) yang diberikan berupa tes esay yang terdiri dari 6

soal. Pengisian angket berhubungan dengan minat siswa terhadap pembelajaran yang

telah digunakan pada mata pelajaran fisika selama proses pembelajaran. Wawancara

terhadap siswa berhubungan dengan tanggapan mereka terhadap penerapan metode

pembelajaran komik yang telah dilakukan dan tanggapan siswa pada kelas ceramah.

  Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan metode pembelajaran

komik meningkatkan pemahaman konsep siswa pada kelas VII A dan juga pada kelas VII

B yang menggunakan metode ceramah berdasarkan perhitungan statistik p = 0.000 < α =

0.05 (signifikan) dan p = 0.045 < α = 0.05 (signifikan), (2) Kelas dengan metode

pembelajaran komik lebih baik dibandingkan dengan kelas dengan metode ceramah

  < = 0.05 berdasarkan perhitungan statistik p = 0.000 < α = 0.05 dan p = 0.045

  

(signifikan). Minat siswa terhadap kedua pembelajaran tidak jauh berbeda terlihat dari

hasil statistik yang menunjukkan p = 0.371 > α = 0.05 (tidak significan), tetapi jika dikaji

dengan interval skor yang didapat, media pembelajaran komik masuk dalam kategori

minat, sedangkan media ceramah masuk dalam kategori cukup berminat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

Kurniawan, Anton Dedy 2011. Comic Learning Media to Improve the Concept

th

Understanding for 7 grade students of Kanisius Gayam Yogyakarta Junior High

School to the Shape of Matter as the Main Topic. Physic Education Study Program,

Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teachers Training

and Education, Sanata Dharma University Yogyakarta. The aims of this research are

(1) to identify how deep the influences of comic learning media for the shape of matter as

the main topic in physic learning to improve the concept understanding of the students (2)

To identify how deep the influences of comic learning media for the students’ interest in

physic learning. th th

The research was done on October 4 – 15 , 2011 in Kanisius Gayam Yogyakarta Junior

th

High School Yogyakarta. The samples of this research are 27 students of the 7 A grade

th th

students and 25 students of the 7 B grade students. The 7 B grade class is as the

controlled class by using communicative media. The data collecting in this research was

done in five steps, such as: Pre test, Learning process by Using Comic Media, Post Test,

Filling the questionnaires, and interviewing.

The written test (Pre test and Post test) which was provided is an essay test that consists

of 6 questions. The questionnaire filling is related to the students’ interest to the learning

process which has been used in physic subject course during teaching learning process.

Interviewing to the students is related to their responses to the application of the comic

learning method which has been done and the students’ responses in communicative

class.

The result of this research reveals that (1) The application of the comic learning method

th

to improve the concept understanding of the 7 A and B grade students that used the

communicative method based on the statistic counting p = 0.000 < α = 0.05 (significant)

and p = 0.045 < α = 0.05 (significant), (2) The class with comic learning method is better

than the class with communicative method based on the statistic counting p = 0.000 < α =

0.05 and p = 0.045 < = 0.05 (significant). The students’ interest to both learning

method is not too different, it seems from the statistic result that reveals p = 0.371 > α =

0.05 (insignificant), but if it is counted by a score interval which is gained from comic

leaning media includes on interest category, while communicative media includes on

interest enough category.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus. Terimakasih atas penyertaanmu selama ini, dan semua yang telah Engkau berikan kepadaku. Semua ini karena begitu besar melimpahkan rahmat, kasih, dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini disusun untuk memenuhi prasyarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Skripsi ini berjudul

  

MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK UNTUK MENINGKATKAN

PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII SMP KANISIUS GAYAM

YOGYAKARTA DALAM POKOK BAHASAN WUJUD ZAT

  Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak dapat berjalan dengan dengan baik tanpa proses panjang dan dukungan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka pada kesempatan yang berbahagia ini, penulis secara khusus mengucapkan terima kasih, kepada :

  1. Romo Prof. Dr. Paulus Suparno, S. J., MST. yang selalu memberikan senyum walaupun terkadang saya tau romo kelihatan lelah. Terima kasih atas bimbingan dan perhatiannya selama membimbing saya.

  2. Dosen penguji, terima kasih atas segala saran-saran dan kritik yang telah disampaikan selama pendadaran.

  3. Ibu Maria Hartini, S. Pd. selaku kepala sekolah SMP Kanisius Gayam Yogyakarta yang telah memberikan waktu dan kesempatan kepada saya untuk melakukan penelitian.

  4. Ibu Ika, S. Pd. selaku guru mata pelajaran fisika yang telah memberi waktu, ruang, dan kesempatan kepada saya sehingga siswa-siswi kelas

  VII dapat saya jadikan sebagai subyek penelitian.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5. Seluruh dosen dan karyawan JPMIPA yang telah membantu penulis dalam memberikan bimbingan dan pengarahan selama masa perkuliahan.

  6. Siswa-siswi SMP Kanisius Gayam Yogyakarta yang telah memberikan dukungan dalam perolehan data penelitian.

  7. Bapak dan Mamak (Bapak Riswanto dan mamak Endang), yang telah memberikan dukungan, semangat, kasih sayang, dan doa sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini.

  8. Adik, Mbakku, Mas Dan Saudaraku : Mbak lia & mbak Dwi, Santi & Doni, Riski yang manja, Mas Eko dan Lek Edi yang telah memberikan dukungan, semangat, dan doa sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini.

  9. Terimakasih buat F4 (fisika 4, Gagan, Bendhot, Dion), Era dan Ambar, Fajar dan Hendrikus, Lusi Dan Suster Afia yang yang selalu memberikan dukungan lebih.

  10. Terimakasih buat Gagan, Hendrikus yang ikut membantu dalam penelitian.

  11. Buat teman-teman P.Fis angkatan 2006 : Ambar, Fajar, Gagan, Benny, Dion, Hendrikus, Lusi, Mella, Nurma, Ari, Suster Yuliant, Rudy, Miranda, Desi, Lia, Ratna, Enita, Nani, Nana.

  12. Teman-teman: Era (P. Fis), Wisnu (P. Fis), Eko (P. Fis), Melly (P. Fis), game 3Ko terutama pak Ajhi dan yang lain dalam 1 Guild, PPL, KKN dan semua teman-temanku selama kuliah. Terima kasih atas bantuan dan dukungannya selama kuliah.

  13. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan, doa, saran, kritik, dan dukungan selama kuliah sampai penulisan skripsi ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring perkembangan zaman, dunia pendidikan juga dituntut untuk mampu mengimbangi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Peserta didik sebagai subjek pendidikan harus dikembangkan agar mampu

  menggunakan seluruh potensinya untuk mempersiapkan diri menghadapi semua tantangan tersebut. Guna mempersiapkan peserta didik diperlukan program pendidikan yang berkualitas, yang menyediakan berbagai pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai yang luhur, sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang tangguh, mandiri, tanggung jawab dalam menghadapi tantangan di masa depan.

  Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional, pemerintah khususnya melalui Depdiknas terus menerus berupaya melakukan berbagai perubahan dan pembaharuan sistem pendidikan kita. Salah satu upaya yang sudah dan sedang dilakukan, yaitu berkaitan dengan faktor guru. Lahirnya Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pada dasarnya merupakan kebijakan pemerintah yang di dalamnya memuat usaha pemerintah untuk menata dan memperbaiki mutu guru di Indonesia. Michael

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2 G.Fullan yang dikutip oleh Suyanto dan Djihad Hisyam dalam Hary (2011)

  mengemukakan bahwa “educational change depends on what teachers do and

  think…”. Pendapat tersebut mengisyaratkan bahwa perubahan dan

  pembaharuan system pendidikan sangat bergantung pada “what teachers do

  and think “ , atau dengan kata lain bergantung pada penguasaan kompetensi Guru.

  Tugas dan tanggung jawab guru sebagai pendidik adalah membantu dan membimbing siswa untuk mencapai kedewasaan seluruh ranah kejiwaan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Untuk dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya itu, guru berkewajiban merealisasikan segenap upaya yang mengarah pada pengertian membantu dan membimbing siswa dalam melapangkan jalan menuju perubahan positif seluruh ranah kejiwaannya.

  Tercapainya tujuan pembelajaran bukan hanya semata-mata tugas dan tanggung jawab guru saja, peran siswa juga sangat berpengaruh penting dalam tercapainya tujuan dari pembelajaran itu sendiri. Saat ini masih banyak siswa yang mengalami kesulitan belajar, terlebih lagi jika menyangkut bidang studi fisika. Kesan sulit sudah melekat pada bidang studi fisika. Tugas guru di sini membantu dan membimbing siswa agar dapat menemukan cara belajar yang cocok. Karena setiap siswa memiliki cara belajar sendiri untuk mengerti, maka penting bagi setiap siswa mengerti kekhasannya, juga keunggulan dan kelemahannya dalam mengerti sesuatu. Setiap siswa mempunyai cara yang cocok untuk mengkonstruksikan pengetahuannya yang sangat berbeda dengan teman-teman yang lain. Dalam kerangka ini, sangat penting bahwa siswa di

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  kenalkan bermacam-macam cara belajar yang cocok. Artinya guru dianjurkan mencoba metode-metode belajar yang cocok untuk siswanya.

  Dunia pendidikan khususnya proses belajar mengajar sebenarnya sudah memiliki banyak sarana dan materi yang secara representatif dapat membantu guru dalam tercapainya tujuan belajar dalam bidang studi. Berbagai pengajaran dapat dipergunakan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas untuk setiap tingkatan di setiap jenjang pendidikan. Salah satunya adalah media pembelajaran komik untuk pembelajaran Fisika.

  Alasan mendasar dipilihnya media pembelajaran komik, karena pengalaman yang didapatkan oleh peneliti. Peneliti adalah seorang pecinta komik atau penggemar komik, dari setiap jalan cerita yang telah dibaca, peneliti sangat mengingatnya dan diharapkan ini terjadi juga pada siswa-siswi disekolah, tentunya komik dalam hal ini adalah komik pembelajaran fisika. Diharapkan penampilan dari komik yang menarik dengan rangkaian gambar yang tersusun menjadi sebuah cerita, akan membangkitkan minat baca dari para siswa yang selama ini masih sangat kurang, terlebih jika menyangkut pelajaran Fisika. Media komik juga dapat membantu siswa menghilangkan kesan susah pada pelajaran Fisika.

  Alasan lain dipilihnya media pembelajaran komik adalah, masih sangat minimnya penelitian tentang pembelajaran dengan menggunakan media komik di Indonesia. Berbeda halnya dengan Indonesia, di luar negeri khususnya Amerika, telah lama menggunakan media komik untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4

  pembelajaran disekolah. Seperti yang di lakukan oleh pendidik Kay Haugaard (1973) dan Constance Alongi (1974) merekomendasikan komik bagi siswa yang tidak suka membaca; dan Bruce Brocka dalam Hary (2011) menganjurkan komik sebagai benteng pertahanan terhadap alat yang mengancam budaya membaca seperti Televisi. Namun kebanyakan penelitian- penelitian yang dilakukan, di tujukan pada siswa-siswi Sekolah Dasar dan peneliti ingin menujukan pada siswa yang berada satu tingkat di atasnya (SMP).

  Penelitian ini dilakukan pada siswa SMP, karena peneliti ingin membuktikan seberapa besar pengaruh media pembelajaran komik pada siswa SMP, selain itu pada masa ini merupakan masa peralihan menuju remaja. Menurut Hamalik dalam Nur Marianah (2005) periode masa remaja yaitu periode masa permulaan pubertas dengan kedewasaan yang secara kasar antara usia 14-25 tahun untuk laki-laki dan antara usia 12-21 tahun untuk anak perempuan. Pada masa SMP tersebut memerlukan suatu media untuk membangkitkan minat baca. Sudjana dan Rivai dalam Nur Marianah (2005) menyatakan bahwa buku-buku komik dapat dipergunakan secara efektif oleh guru-guru dalam usaha membangkitkan minat, mengembangkan pembendaharaan kata-kata dan keterampilan membaca dan memperluas minat baca, oleh karena itu peneliti menggunakan siswa SMP untuk sampel penelitian. Berdasarkan uraian diatas dapat dijelaskan bahwa melalui media komik dapat menunjang pemahaman konsep dan prestasi belajar siswa pada umumnya dan terutama siswa yang mengalami kesulitan belajar pada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  khususnya. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengkaji permasalahan tersebut dengan judul : “Media Pembelajaran Komik Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Dalam Pokok Bahasan Wujud Zat”.

  B. Perumusan Masalah

  Berkaitan dengan pemanfaatan media pembelajaran komik dalam pembelajaran fisika di sekolah, ada beberapa masalah yang akan diungkap dalam penelitian ini, antara lain:

  1. Seberapa besarkah pengaruh media pembelajaran komik dalam pembelajaran fisika pokok bahasan wujud zat untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa.

  2. Seberapa besar pengaruh media komik terhadap minat belajar siswa pada pelajaran fisika.

  C. Tujuan Penelitian

  Dalam penelitian ini tujuan yang ingin dicapai adalah :

  1. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh media pembelajaran komik dalam pembelajaran fisika pada pokok bahasan wujud zat untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa

  2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh media pembelajaran komik terhadap minat belajar siswa pada pelajaran fisika

  5

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6

D. Perumusan Hipotesis

  Dalam penelitian ini dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

  1. Hipotesis nol (H ) Tidak terdapat pengaruh media pembelajaran komik terhadap pemahaman konsep, dan minat siswa pada pembelajaran fisika pokok bahasan wujud zat.

  2. Hipotesis satu (H )

1 Terdapat pengaruh yang signifikan antara pemahaman konsep, dan minat

  siswa terhadap media pembelajaran komik pada pembelajaran fisika pokok bahasan wujud zat. Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap media pembelajaran komik karena siswa akan lebih tertarik dan bermiat melihat rangkaian gambar yang tersusun menjadi sebuah cerita dan belajarpun terasa menyenangkan. Dengan demikian siswa akan lebih mudah memahami konsep fisika yang akan di jelaskan dan pembelajaran fisika dengan sendirinya menjadi lebih baik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7

E. Manfaat Penelitian

  Manfaat dari penelitian ini adalah :

  1. Secara teoritis, penelitian ini dapat digunakan sebagai tambahan referensi pada bidang pendidikan, khususnya media pembelajaran pada proses belajar mengajar.

  2. Sebagai masukan untuk alternatif lain dalam mengajar fisika bagi guru dan calon guru.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8

BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Belajar Winkel dalam Nita Mujayanti (2010) mengemukakan bahwa belajar

  adalah suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi yang aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan sikap. Dengan demikian hasil dan kegiatan belajar adalah berupa perubahan tingkah laku yang relatif permanen pada diri orang yang belajar.

  Hamalik dalam Nur Marianah (2005) menjelaskan bahwa belajar merupakan aspek dari perkembangan yang menunjuk kepada perubahan (modifikasi) perilaku sebagai hasil dari praktik dan pengalaman. Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya (Arsyad dalam Nur Marianah, 2005). Belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Pertanda bahwa seseorang itu telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikapnya .

  Belajar tidak hanya meliputi mata pelajaran, tetapi juga penguasaan, kebiasaan, persepsi, kesenangan, minat, penyesuaian social, bermacam-macam keterampilan, dan cita-cita. Menurut Hamalik dalam Nur Marianah (2005)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  9

  belajar mengandung pengertian terjadinya perubahan dari persepsi dan perilaku, termasuk juga perbaikan perilaku, misalnya pemuasan kebutuhan masyarakat dan pribadi secara lebih lengkap. Tidak semua perubahan perilaku berarti belajar, orang yang tangannya patah karena kecelakaan mengubah tingkah lakunya, tetapi kehilangan tangan itu sendiri bukanlah belajar. Orang itu melakukan perbuatan belajar untuk mengimbangi tangannya yang hilang satu dengan mempelajari keterampilan-keterampilan yang baru.

  Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang dikemukakan di atas, Hilgard dan Brower mendefinisikan belajar sebagai perubahan dalam perbuatan melalui aktivitas, praktek, dan pengalaman. Ada berbagai teori belajar (Hamalik dalam Nur Marianah, 2005) yaitu antara lain:

  1. Simple conditioning atau teori contiguity menekankan bahwa belajar terdiri atas pembangkitan respons dengan stimulus yang pada mulanya bersifat netral atau tidak memadai untuk menimbulkan respon, akhirnya mampu menimbulkan respon

  .

  2. Connectionism, stimulus-respons atau teori reinforcement yang dijelaskan oleh E.L. Thorndike menekankan bahwa belajar terdiri atas pembentukan ikatan atau hubungan-hubungan antara stimulus-respons yang dibentuk melalui pengulangan.

  3. Field theory dirumuskan sebagai reaksi terhadap teori conditioning dan

  reinforcement yang dipandang bersifat atomistis. Field theory

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menekankan keseluruhan daripada bagian-bagian, bahwa bagian-bagian itu erat sekali berhubungan dan saling bergantung satu sama lain .

  4. Psikologi Fenomenologis dan Humanistis, menaruh perhatian besar terhadap kondisi-kondisi di dalam diri individu.

  5. Definisi S-R (Secara Relatif), ide ini dilandasi oleh konsep hukum sebab akibat yang dipergunakan dalam ilmu pengetahuan alam perilaku mekanistis. Perilaku manusia merupakan akibat pengaruh dari luar tanpa mengasumsikan adanya faktor dinamis dalam tingkah laku manusia itu.

  Perilaku manusia merupakan moral behavior dan keseluruhan perilaku terhadap stimulus.

  Kegiatan belajar mengajar merupakan kondisi yang dengan sengaja diciptakan. Gurulah yang menciptakannnya guna membelajarkan anak didik.

  Guru yang mengajar dan anak didik yang belajar. Perpaduan dari kedua unsur manusiawi ini lahirlah interaksi edukatif dengan memanfaatkan bahan sebagai mediumnya. Selain proses belajar mengajar, metode pengajaran juga penting dalam pembelajaran.

  Arifin dalam Nuruddin (2011) mendefinisikan bahwa mengajar adalah suatu rangkaian kegiatan penyampaian materi ajar kepada siswa agar dapat menerima, menanggapi, menguasai, dan mengembangkan bahan pelajaran itu. Tyson dan Caroll dalam Nuruddin (2011) mengemukakan bahwa mengajar adalah “A way working with students…a process of interaction, the teacher

  10

B. Pengertian Mengajar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  11 does something to student, the students do something in return ”, Dari definisi

  tersebut dapat disimpulkan bahwa mengajar merupakan suatu cara dan sebuah proses hubungan timbal balik antara siswa dan guru yang sama-sama aktif melakukan kegiatan. Nasution dalam Nuruddin (2011) berpendapat bahwa mengajar adalah suatu aktivitas mengorganisir atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak, sehingga terjadi proses belajar.

  Tardif dalam Nuruddin (2011) mendefinisikan mengajar sebagai tindakan yang dilakukan seseorang pendidik dengan tujuan membantu atau memudahkan orang lain (peserta didik) melakukan kegiatan belajar. Biggs dalam Nuruddin (2011), seorang ahli psikologi membagi konsep mengajar menjadi tiga macam pengertian yaitu:

  1. Kuantitatif Mengajar diartikan sebagai transmission of knowledge, yakni penyebaran pengetahuan. Dalam hal ini, guru hanya perlu menguasai pengetahuan bidang studinya dan menyampaikan kepada peserta didik dengan sebaik-baiknya. Masalah berhasil atau tidaknya peserta didik bukan tanggung jawab pendidik.

  2. Institusional Mengajar adalah penataan segala kemampuan mengajar secara efisien. Dalam hal ini, pendidik dituntut untuk selalu siap

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  12

  menyesuaikan berbagai teknik mengajar terhadap peserta didik yang memiliki berbagai macam tipe belajar, bakat, kemampuan, dan kebutuhan

  3. Kualitatif Mengajar adalah upaya memfasilitasi pembelajaran (facilitation of

  learning ), yaitu upaya membantu memudahkan kegiatan belajar peserta didik mencari makna dan pemahamannya sendiri.

  Dari beberapa teori di atas, terlihat pentingnya metode mengajar dalam tercapainya tujuan dari metode pembelajaran itu sendiri. Agar metode pembelajaran yang dipilih oleh guru dapat berjalan dengan baik, guru dapat menggunakan media pembelajaran sebagai penunjang dari pembelajaran yang digunakan.

C. Media Pembelajaran

  1. Pengertian Media Pembelajaran Kata “media” berasal dari kata medium yang secara harfiah artinya perantara atau pengantar. Banyak pakar tentang media pembelajaran yang memberikan batasan tentang pengertian media. Menurut EACT yang dikutip oleh Rohani dalam Sirajuddin (2010) “media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi”. Sedangkan pengertian media menurut Djamarah dalam Sirajuddin (2010) adalah “alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai Tujuan pembelajaran”.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  13

  Selanjutnya ditegaskan oleh Purnamawati dan Eldarni dalam

  Sirajuddin (2010) bahwa : media adalah segala sesuatu yang dapat

  digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar”.

  Pembelajaran lebih menggambarkan usaha guru untuk membuat belajar para siswanya. Schramm (Latuheru dalam Nurul, 2011) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Sementara itu, Briggs (Latuheru dalam Nurul, 2011) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi atau materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.

  2. Manfaat Media Pembelajaran Edgar Dale (Latuheru dalam Nurul, 2011) mengatakan bahwa bila media pembelajaran digunakan dengan baik dalam suatu proses belajar mengajar, maka manfaatnya adalah sebagai berikut: (1) perhatian anak didik terhadap materi pengajaran akan lebih tinggi, (2) anak didik mendapatkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  14

  pengalaman yang konkret, (3) mendorong anak didik untuk berani bekerja secara mandiri atau self activity, (4) hasil yang diperoleh atau dipelajari oleh anak didik sulit dilupakan.

  McKnown yang dikutip Latuheru dalam Nurul (2011) mengatakan bahwa: (1) pada umumnya media pembelajaran itu merupakan sesuatu yang baru bagi anak didik sehingga menarik perhatian mereka, sekaligus perhatiannya tertuju pada materi pengajaran yang disajikan, (2) dengan menggunakan media pembelajaran dalam suatu proses belajar mengajar anak didik mendapatkan kebebasan yang lebih besar, (3) materi pengajaran yang disajikan dengan memanfaatkan media mudah dipahami karena lebih konkret, (4) dengan menggunakan media pembelajaran, rasa ingin tahu dari anak didik dapat ditingkatkan.

  Dari uraian manfaat media oleh para ahli dapat disimpulkan bahwa (1) media pembelajaran menarik dan memperbesar perhatian anak didik terhadap materi pengajaran yang disajikan, (2) media pembelajaran membantu memberikan pengalaman belajar yang sulit diperoleh dengan cara yang lain, (3) media pembelajaran dapat mengatasi batas-batas ruang dan waktu, misalnya benda atau sesuatu yang diajarkan itu terlalu besar untuk dibawa ke dalam kelas, maka dapat saja menggunakan model, foto, atau gambar dari benda tersebut, (4) media pembelajaran memungkinkan terjadinya kontak langsung antara anak didik dengan guru, dengan masyarakat, maupun dengan lingkungan alam di sekitar mereka (Lataheru dalam Nurul, 2011)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Jenis-jenis media pembelajaran

  a. Media Visual Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indera penglihatan. Contohnya grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik

  b. Media Audiovisual Media audiovisual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Contohnya, televisi, video, film.

  Media audiovisual dapat dibedakan menjadi :

  1. Audiovisual diam Audiovisual diam adalah media yang menampilkan suara dan gambar diam (tidak bergerak).

  2. Audiovisual gerak Audiovisual gerak adalah media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak. Contohnya, film suara dan video kaset.

  15

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  16

  c. Media yang Diproyeksikan Media yang termasuk media yang diproyeksikan :

  1. Overhead transparansi (OHT) OHT merupakan media yang paling banyak digunakan karena relatif mudah dalam penyediaan materinya, karena hanya dibutuhkan bahan transparansi dan alat tulis.

  2. Slide Slide adalah media visual yang penggunaannya diproyeksikan ke layar lebar, dengan menggunakan slide gambar yang disampaikan sangat realistis. Hal itu disebabkan materi atau bahan slide adalah film fotografi yang berbentuk transparan.

  d. Media Video Media video adalah Media yang menggunakan teknologi pemrosesan sinyal elektronik yang meliputi gambar gerak dan suara. video dapat digunakan sebagai alat bantu mengajar pada berbagai bidang studi. Media ini dapat memberikan gambaran kepada peserta didik tentang dunia luar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  17

  e. Media Berbasis Komputer Media berbasis komputer adalah media yang mapu memuat dan mengintegrasikan berbagai macam media baik itu gambar maupun grafik, selain itu komputer juga mampu mencetak informasi dan juga member reaksi terhadap tanggapan siswa yang diketik lewat keyboard.

  Media komputer saat ini sudah sangat luas dimanfaatkan oleh dunia pendidikan.

  Media komputer mampu menampilkan unsur audio-visual yang bermanfaat untuk meningkatkan minat belajar siswa, atau yang dikenal dengan program multimedia. Media komputer pun dapat memberi umpan balik bagi respon siswa dengan segera setelah diberi materi.

D. Media Pembelajaran Komik

  1. Pengertian Media Komik Shadely dalam Nur Mariyanah (2005) mengartikan media komik sebagai berikut: komik merupakan rangkaian gambar-gambar yang keseluruhannya membentuk rentetan suatu cerita. Ada kalanya disertai narasi sebagai penjelasan.

  2. Bentuk Media Komik Secara garis besar menurut Trimo dalam Nur Mariyanah (2005) media komik dapat dibedakan menjadi 2 yaitu strip komik (comic strip) dan buku komik (comic book). Strip komik adalah suatu bentuk komik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  18

  yang terdiri dari beberapa lembar bingkai kolom yang dimuat dalam suatu harian atau majalah, biasanya disambung ceritanya, sedangkan yang dimaksud buku komik adalah komik yang berbentuk buku. Penelitian ini menggunakan bentuk strip komik karena lebih sederhana, waktu yang digunakan lebih efektif dan akan lebih cepat dipahami siswa.

  3. Komik Pembelajaran Materi Wujud Zat Komik ini berisi tentang meteri wujud zat diantaranya :

  a. Perubahan Zat : percakapan antara seorang profesor dan murid tentang perubahan wujud zat.

  b. Teori Partikel Zat : kisah Nobita yang sedang kesulitan dan bertanya pada Doraemon tentang materi teori partikel zat.

  c. Kohesi dan Adhesi : Percakapan antara Doraemon dan Nobita.

  Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran (hal. 95).

  4. Kelebihan Media Komik Sebagai salah satu media visual media komik tentunya memiliki kelebihan tersendiri jika di manfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar.

  Menurut Gene Yang dalam Eko Wurianto (2009) komik memiliki lima kelebihan jika dipakai dalam pembelajaran. Kelebihan itu adalah: a. Memotivasi

  Hutchinson dalam Eko Wurianto (2009) menemukan bahwa 74% guru yang disurvei menganggap bahwa komik membantu memotivasi,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  19

  sedangkan 79% mengatakan komik meningkatkan partisipasi individu. Satu guru mengatakan bahwa komik membuat pembelajaran menjadi pembelajaran yang sangat mudah. DC Comics, Thorndike, dan Downes juga menemukan bahwa komik mampu memotivasi siswa ketika mereka memperkenalkan buku latihan bahasa Superman ke kelasnya. Mereka menemukan bahwa siswa memiliki ketertarikan yang tak biasa dan, komik mampu membuat siswa menyelesaikan tugas yang seharusnya diselesaikan dalam satu minggu menjadi satu hari saja (Sones, dalam Eko Wurianto, 2009). Hasil eksperimen di atas menunjukkan kepada kita bahwa komik benar – benar mampu memotivasi siswa selama proses belajar mengaja.

  b. Visual Komik terdiri dari gambar-gambar yang merupakan media visual.

  Sones dalam Eko Wurianto (2009) menyimpulkan bahwa kualitas gambar komik dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Sones membagi empat ratus siswa kelas enam sampai kelas sembilan kedalam dua kelompok. Masing-masing kelompok seimbang dalam pembagian kelas dan kecakapannya. Kelompok pertama disuguhi pembelajaran cerita dengan menggunakan komik dan yang kedua hanya menggunakan teks saja. Setelah itu, mereka dites untuk mengetahui isi dari pembelajaran cerita itu. Setelah seminggu, prosesnya diubah, kelompok pertama disuguhi teks saja sedang yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kedua diberikan komik. Kemudian kedua grup dites lagi. Akhirnya, Sones dalam Eko Wurianto (2009) berkesimpulan bahwa pengaruh gambar terlihat dalam hasil tes. Tes pertama menunujukkan bahwa kelompok pertama mendapatkan nilai jauh lebih tinggi daripada kelompok kedua. Di tes kedua kelompok kedua mendapatkan nilai jauh lebih tinggi daripada kelompok pertama.

  c. Permanen Menggunakan komik sebagai media pembelajaran jauh berbeda dengan menggunakan film atau animasi. Meskipun film dan animasi juga merupakan media visual, mereka hanya dapat dilihat tanpa bisa mengulanginya sekehendak kita. Komik, berbeda dengannya, merupakan media yang permanen. Jika siswa tidak memahami suatu adegan film atau animasi, mereka tidak bisa mengulanginya. Tetapi dengan komik, mereka bisa mengulangi sesuka hati mereka.

  d. Perantara Karl Koenke dalam Eko Wurianto (2009) mengatakan bahwa komik bisa mengarahkan siswa untuk disiplin membaca khususnya mereka yang tidak suka membaca atau yang memiliki kekhawatiran akan kesalahan. Komik bisa menjadi jembatan untuk membaca buku yang lebih serius. Haugaard dalam Eko Wurianto (2009) mengatakan bahwa komik bisa mengubah siswanya yang tidak suka membaca menjadi siswa penyuka buku Jules Verne and Ray Bradbury.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  e. Populer Kita bisa mengatakan bahwa siswa kita saat ini berada dalam budaya populer. Timothy Morrison, Gregory Bryan, and George

  Chilcoat dalam Eko Wurianto (2009) mengatakan bahwa dengan memasukkan budaya populer kedalam kurikulum bisa menjembatani kesenjangan perasaan siswa ketika di dalam dan luar sekolah. Komik adalah bagian dari budaya populer. Kita tahu bahwa Spiderman and Batman adalah film yang diambil dari komik. Ini akan berpengaruh terhadap keberhasilan siswa dalam belajar.

  5. Kelemahan Media Komik Media komik disamping mempunyai kelebihan juga memiliki kelemahan dan keterbatasan kemampuan dalam hal-hal tertentu. Menurut

  Trimo dalam Eko Wurianto (2009) kelemahan media komik antara lain:

  1. Kemudahan orang membaca komik membuat malas membaca sehingga menyebabkan penolakan-penolakan atas buku-buku yang tidak bergambar

  2. Ditinjau dari segi bahasa beberapa komik banyak menggunakan kata-kata yang kurang baik ataupun kalimat- kalimat yang kurang dapat dipertanggungjawabkan dalam pembelajaran

  3. Banyak aksi-aksi yang menonjolkan kekerasan ataupun tingkah laku yang sinting(perverted)

  21

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  22

  4. Banyak adegan percintaan yang menonjol. Media komik dalam penelitian ini tidak menggunakan kata-kata yang kurang baik atau tidak layak digunakan untuk pendidikan, tetapi menggunakan kata-kata yang mengandung pesan-pesan pengetahuan.

  6. Peranan Media Komik dalam Pembelajaran Nilai edukatif media komik dalam proses belajar mengajar tidak diragukan lagi. Menurut Sudjana dan Rivai dalam Nur Marianah (2005) media komik dalam proses belajar mengajar menciptakan minat para peserta didik, mengefektifkan proses belajar mengajar, dapat meningkatkan minat belajar dan menimbulkan minat apresiasi.

E. Pemahaman Konsep

  Menurut Kartika Budi (1993) dalam artikelnya yang berjudul “Pemahaman Konsep Gaya dan Beberapa Salah Konsepsi yang Terjadi”, fisika pada hakekatnya merupakan akumulasi hasil keilmuan berupa konsep-konsep fisis, prinsip, hukum, dan teori yang diperoleh melalui keilmuan, dan sikap keilmuan. Sehingga memfasilitasi siswa, dapat diartikan sebagai proses siswa membangun konsep, hukum, dan teori. Bila hal ini dilakukan, maka tujuan yang harus dicapai dalam belajar fisika supaya dapat memahami konsep adalah dengan melakukan proses dan teori yang bersangkutan.

  Kartika Budi (1987) dalam artikelnya yang berjudul “Konsep: Pembentukan dan Penanamannya” menyatakan bahwa pemahaman konsep

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  memegang peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar dapat dimengerti sejauh tidak mengabaikan aspek-aspek lain.

  Menurut Kartika Budi (1992), untuk dapat memutuskan apakah siswa memahami konsep atau tidak, diperlukan kriteria atau indikator-indikator yang dapat menunjukkan pemahaman tersebut. Beberapa indikator yang menunjukkan pemahaman siswa akan suatu konsep, antara lain: a. Dapat menyatakan pengertian konsep dalam bentuk definisi menggunakan kalimat sendiri.

  b. Dapat menjelaskan makna dari konsep bersangkutan kepada orang lain.

  c. Dapat menganalisis hubungan antara konsep dalam suatu hukum.

  d. Dapat menerapkan konsep untuk (1) menganalisis gejala-gejala alam, (2) untuk memecahkan masalah fisika baik secara teoritis maupun secara praktis, (3) memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi pada suatu sistem bila kondisi tertentu dipenuhi.

  e. Dapat mempelajari konsep lain yang berkaitan dengan lebih cepat.

  f. Dapat membedakan konsep yang satu dengan konsep lain yang saling berkaitan.

  g. Dapat membedakan konsepsi yang benar dengan konsepsi yang salah, dan dapat membuat peta konsep dari konsep-konsep yang ada dalam suatu pokok bahasan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  24

F. Minat Belajar Siswa

  1. Pengertian Minat Belajar Minat berperan sangat penting dalam kehidupan peserta didik dan mempunyai dampak yang besar terhadap sikap dan perilaku. Siswa yang berminat terhadap kegiatan belajar akan berusaha lebih keras dibandingkan siswa yang kurang berminat.

  Hilgard dalam Hsalma (2011) memberi rumusan pengertian tentang minat sebagai berikut: “Interest is persisting tendency to pay attention to

  and enjoy some activity or content” yang berarti minat adalah

  kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus- menerus yang disertai dengan rasa senang dan diperoleh suatu kepuasan.

  Menurut Slameto dalam Hsalma (2011) minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan.

  Kegiatan yang diminati siswa, diperhatikan terus-menerus yang disertai rasa senang dan diperoleh rasa kepuasan. Lebih lanjut dijelaskan minat adalah suatu rasa suka dan ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh.

  Minat adalah kecenderungan dalam diri individu untuk tertarik pada sesuatu objek atau menyenangi sesuatu objek (Sumadi Suryabrata dalam Hsalma, 2011). Minat adalah sesuatu pemusatan perhatian yang tidak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  25

  disengaja yang terlahir dengan penuh kemauannya dan yang tergantung dari bakat dan lingkungan.

  Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa minat adalah kecenderungan tertarik pada sesuatu yang relatif tetap untuk lebih memperhatikan dan mengingat secara terus-menerus yang diikuti rasa senang untuk memperoleh suatu kepuasan dalam mencapai tujuan pembelajaran.

  Dalam belajar diperlukan suatu pemusatan perhatian agar apa yang dipelajari dapat dipahami. Dengan demikian siswa dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukan. Terjadilah suatu perubahan kelakuan. Perubahan kelakuan ini meliputi seluruh pribadi siswa; baik kognitip, psikomotor maupun afektif.

  Sedangkan yang penulis maksudkan dengan minat belajar di sini adalah suatu kemampuan pengetahuan pelajaran fisika yang dimiliki siswa untuk mencapai hasil belajar yang optimal yang dapat ditunjukkan dengan kegiatan belajar yang efektif dan juga kesenangan dalam membaca buku fisika setelah menerima pembelajaran dengan menggunakan media komik.

  2. Ciri-ciri Siswa Berminat dalam Belajar Menurut Slameto dalam Hsalma (2011) siswa yang berminat dalam belajar mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  26

   Mempunyai kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang sesuatu yang dipelajari secara terus menerus.

   Ada rasa suka dan senang pada sesuatu yang diminati.  Memperoleh suatu kebanggaan dan kepuasan pada sesuatu yang diminati. Ada rasa keterikatan pada sesuatu aktivitas-aktivitas yang diminati.

   Lebih menyukai suatu hal yang menjadi minatnya daripada yang lainnya.

   Dimanifestasikan melalui partisipasi pada aktivitas dan kegiatan.

G. Persiapan Pembelajaran

  Persiapan mengajar pada hakekatnya merupakan perencanaan jangka

  pendek untuk memperkirakan atau memproyeksikan tentang apa yang dilakukan. Dengan demikian, persiapan mengajar merupakan upaya untuk memperkirakan tindakan yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran, terutama berkaitan dengan pembentukan kompetensi. Dalam mengembangan persiapan mengajar, terlebih dahulu harus menguasai secara teoritis dan praktis unsur-unsur yang terdapat dalam persiapan mengajar.

  Kemampuan membuat persiapan mengajar merupakan langkah awal yang harus dimiliki guru dan sebagai muara dari segala pengetahuan teori, keterampilan dasar, dan pemahaman yang mendalam tentang objek belajar dan situasi pembelajaran.

  Dalam persiapan mengajar harus jelas kompetensi dasar yang akan dikuasai peserta didik, apa yang harus dilakukan, apa yang harus dipelajari,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  bagaimana mempelajarinya, serta bagaimana guru mengetahui bahwa peserta didik telah menguasai kompetensi tertentu. Aspek-aspek tersebut merupakan unsur utama yang secara minimal harus ada dalam setiap persiapan mengajar sebagai pedoman guru dalam melaksanakan pembelajaran dan membentuk kompetensi peserta didik.

  Terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam

  pengembangan persiapan mengajar , di antaranya :

  1. Kompetensi yang dirumuskan dalam persiapan mengajar harus jelas, makin konkrit kompetensi makin mudah diamati, dan makin tepat kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk membentuk kompetensi tersebut.

  2. Persiapan mengajar harus sederhana dan fleksibel serta dapat dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik.

  3. Kegiatan-kegiatan yang disusun dan dikembangkan dalam persiapan mengajar harus menunjang dan sesuai dengan kompetensi dasar yang telah ditetapkan.

  4. Persiapan mengajar yang dikembangkan harus utuh dan menyeluruh serta jelas pencapaiannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  28

  5. Harus ada koordinasi antar komponen pelaksana program di sekolah, terutama apabila pembelajaran dilaksakan secara tim (team teaching) atau moving class. Mulyasa dalam Ahmad Sudrajad (2008) menyebutkan bahwa guru profesional harus mampu mengembangkan persiapan mengajar yang baik, logis dan sistematis, karena disamping untuk kepentingan pelaksanaan pembelajaran, persiapan mengajar merupakan bentuk dari “profesional

  accoutability ”. Dengan mengutip pemikiran Cythia, Mulyasa dalam Ahmad

  Sudrajad (2008) mengemukakan bahwa persiapan mengajar akan membantu guru dalam mengorganisasikan materi standar, serta mengantisipasi peserta didik dan masalah-masalah yang mungkin timbul dalam pembelajaran.

H. Materi Pembelajaran Wujud Zat

  Materi ini di rangkum dari (Prof.Yohanes Surya, Ph.D. : 2006 : 96-112, IPA

  Fisika gasing untuk smp , Teguh Sugiarto, Eny Ismawati : 2008 : 117-120, Ilmu Pengetahuan Alam )

1. Wujud Zat

  a. Zat Zat adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Di alam ini ada 3 macam zat, yaitu padat, cair, dan gas. Di sekitar kita terdapat benda-benda yang dapat dikelompokkan kedalam 3 wujud zat. Contoh, air dan minyak dapat dikelompokan kedalam zat cair, gas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  elpiji dapat dikelompokan menjadi zat gas, dan kayu dan besi dapat digolongkan menjadi zat padat.

  b. Perubahan Wujud Zat Perubahan wujud zat digolongkan menjadi 6 peristiwa diantaranya adalah:

  1. Membeku. Membeku adalah perubahan wujud dari cair menjadi padat.

  2. Mencair. Mencair adalah perubahan wujud dari padat menjadi cair

  3. Menguap. Menguap adalah perubahan wujud dari cair menjadi gas.

  4. Mengembun. Mengembun adalah perubahan wujud dari gas menjadi cair.

  5. Menyublim. Menyublim adalah perubahan wujud dari zat padat menjadi gas.

  6. Mengkristal. Mengkristal adalah perubahan wujud dari gas menjadi padat.

2. Teori Partikel Zat

  Molekul adalah bagian terkecil dari suatu zat yang masih memiliki sifat zat itu. Sedangkan atom adalah partikel yang sangat kecil penyusun suatu benda.

  Partikel suatu zat dapat bergerak, sebagai pembuktian adalah jika kita menyemprotkan minyak wangi, sebelum disemprotkan kita tidak dapat mencium harumnya, tetapi setelah disemprotkan harumnya akan tercium.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  30

a. Susunan Dan Gerak Partikel Pada Berbagai Wujud Zat

  1. Zat padat Zat padat memiliki sifat bentuk dan volumenya tetap. Bentuknya tetap karena partikel-partikel pada zat padat saling berdekatan, tersususn teratur dan memiliki daya ikat antar partikel yang sangat kuat. Volumenya tetap karena partikel pada zat padat dapat bergerak dan berputar hanya hanya pada kedudukannya saja.

  2. Zat Cair Zat cair memiliki sifat bentuk berubah-ubah dan volumenya tetap.

  Bentuknya berubah-ubah karena partikel-partikel pada zat cair berdekatan tetapi renggang, tersusun teratur, gaya antar partikel agak lemah. Volumenya tetap karena partikel pada zaat cair mudah berpindah tetpi tidak dapat meninggalkan kelompoknya.

  3. Zat Gas Zat gas mempunyai sifat dan bentuk berubah-ubah dan volumenya juga berubah-ubah. Bentuknya berubah-ubah dikarenakan partikel- partikel pada zat gas berjauhan, tersusun tidak teratur, gaya tarik antar partikel sangat lemah. Volumenya berubah-ubah dikarenakan partikel pada zat gas dapat ergerak bebas meninggalkan kelompoknya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  31

3. Kohesi Dan Adhesi Kohesi adalah gaya tarik menarik antara partikel zat sejenis.

  Sedangkan adhesi adalah gaya tarik menarik antara partikel yang tidak sejenis. Contohnya adalah apabila setetes air raksa dituangkan pada permukaan kaca, air raksa tidak menyebar, melainkan mengumpul dan membentuk gumpalan, itu artinya gaya kohesi air raksa lebih besar dari pada gaya adhesi air raksa dengan permukaan kaca.

I. Kaitan Teori Dengan Penelitian

  Teori-teori yang telah dijelaskan di atas sangat berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan, diantaranya adalah teori tentang minat belajar siswa yang menjadi dasar dari instrumen wawancara yang akan dibuat dalam pengambilan data. Pembahasan-pembahasan materi yang akan diajarkan sangat berpengaruh besar pada instrumen pretest. Metode dan media pembelajaran komik sangat berpengaruh pada proses belajar mengajar sebagai treatmen.

  Secara keseluruhan, teori-teori yang telah dijelaskan menjadi dasar atau tuntunan peneliti dalam melakukan penelitian.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  32

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dan kualitatif. Termasuk

  dalam penelitian kuantitatif karena dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui prestasi belajar siswa dan pemahaman konsep siswa menggunakan media komik. Termasuk dalam penelitian kualitatif karena dalam penelitian ini, minat siswa pada pembelajaran fisika menggunakan media komik diteliti secara kualitatif.

  B. Waktu dan Tempat

  Penelitian akan dilakukan pada pertengahan bulan Oktober 2011 di SMP Kanisius Gayam Yogyakarta.

  C. Subyek Penelitian

  Subyek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Kanisius Gayam Yogyakarta.

  D. Treatment

  Treatment yang digunakan dalam penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media Komik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  33

1. Pembelajaran Pada Kelas Esperimen (Menggunakan Media Komik)

  a. Pembukaan 1). Peneliti memperkenalkan diri dan menjelaskan tentang metode pembelajaran dengan menggunakan media komik 2). Peneliti menjelaskan tujuan dari pembelajaran.

  b. Kegiatan Inti 1). Siswa diminta untuk mengerjakan pretest. Soal yang di berikan mengenai materi wujud zat.

  2). Peneliti menjelaskan pengetahuan awal tentang wujud zat dan materi yang akan di pelajari.

  3). Peneliti membagikan materi berupa komik strip, sebagai pedoman. 4). Peneliti membagi siswa menjadi beberapa kelompok.

  Pengelompokan ini berdasarkan sifat heterogenitas, yaitu setiap kelompok memiliki kemampuan akademik yang berbeda dan juga jenis kelamin. Pengelompokan siswa ini sudah dirancang peneliti terlebih dahulu, dengan meminta data dari sekolah.

  5). Peneliti meminta setiap kelompok melalui perwakilannya untuk maju kedepan dan membacakan dialog cerita dalam komik, selama dialog berlangsung, siswa-siswa yang lain menyimpulkan isi dialog. Setelah itu, peneliti membahasnya secara bersama-sama,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  34

  bagi yang kurang paham boleh bertanya pada teman kelompoknya yang lebih mengerti atau bertanya langsung pada peneliti.

  6). Sebagai latihan, peneliti memberikan beberapa soal untuk di kerjakan dalam kelompok dengan waktu tang telah ditentukan.

  7). Setelah waktu yang di tentukan habis, peneliti meminta salah satu kelompok melalui perwakilannya untuk maju dan mengerjakan soal di depan kelas. 8). Jika jawaban yang di kerjakan masih salah, peneliti membahasnya secara bersama-sama dan mencari jawaban yang benar dan memberikan semangat bagi kelompok tersebut. 9). Bagi kelompok yang telah maju, diberikan keistimewaan untuk memilih kelompok lain untuk mengerjakan soal yang lain.

  c. Penutup 1). Peneliti memberikan kesimpulan dari pembelajaran, bersama-sama dengan siswa.

  2). Peneliti memberikan postest untuk di kerjakan oleh siswa, soal yang di berikan sama dengan postest, untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang materi yang telah diajarkan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  35

2. Pembelajaran Pada Kelas Kontrol (Metode Ceramah)

  a. Pembuka 1). Peneliti menjelaskan materi yang akan di ajarkan.

  2). Peneliti menjelaskan tujuan dari pembelajaran.

  b. Kegiatan inti 1). Peneliti memberikan pretest untuk di kerjakan oleh siswa.

  2). Peneliti memberikan penjelasan tentang materi dengan menggunakan metode ceramah, disertai dengan tanya jawab.

  3). Siswa diminta untuk mengerjakan soal latihan yang diberikan secara individual.

  4). Peneliti membahas latihan soal secara bersama-sama dengan siswa.

  Jika ada yang belum jelas siswa, siswa diberikan kesempatan untuk bertanya.

  c. Penutup 1). Peneliti menarik kesimpulan tentang apa apa yang sudah dipelajari bersama-sama dengan siswa.

  2). Peneliti memberikan postest untuk dikerjakan oleh siswa. Sebagai pedoman siswa, peneliti membuat RPP seperti dalam lampiran.

E. Instrumen Penelitian

  Penelitian ini menggunakan tiga instrumen, yaitu tes tertulis berupa pretest-posttest, kuesioner/angket, dan yang ketiga adalah wawancara. Tes tertulis digunakan peneliti sebagai alat untuk mengukur seberapa jauhkah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  36

  keberhasilan media pembelajaran komik dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa. Instrumen kuesioner/angket digunakan untuk melihat minat pada pelajaran fisika, terutama dalam membaca buku fisika, dan instrumen wawancara digunakan untuk mengetahui ketertarikan siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan media komik.

  1. Tes Tertulis Peneliti membagi tes tertulis ini menjadi 2 yaitu :

  a. Pretest Pretest (tes awal) diberikan dengan tujuan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa sebelum menerima pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran komik pada pokok bahasan kalor. Pertanyaan yang di gunakan menyangkut tentang materi yang akan di ajarkan yaitu tentang kalor.

  b. Posttest Posttest (tes ahir) diberikan dengan tujuan untuk mengetahui pemahaman konsep siswa setelah menerima pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran komik. Soal-soal yang diberikan sama dengan pretest, hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh perkembangan pemahaman konsep siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  37 Tabel 1. Kisi-kisi pembuatan pretest dan posttest.

  Materi Inti materi Soal pokok wujud zat

  1. Macam-macam

  1. Ada berapa macam zat perubahan wujud benda?sebutkan. (skor 1 )

  2. Perubahan wujud

  2.Apa yang dimaksud dengan zat menyublim?berikan contohnya (skor 2)

  Teori

  1. Istilah

  1. Mengapa bentuk dan partikel zat volume zat padat tetap? (skor 2)

  2. Sifat partikel 2. gas mempunyai sifat pada zat gas mudah dimampatkan daripada zat padat ataupun zat cair. Apa sebabnya? (skor 2)

  Kohesi dan 1. istilah

  1. Apa yang dimaksud Adhesi dengan kohesi dan

  2. contoh peristiwa adhesi?(skor 2) kohesi dan

  2. Tinta dapat melekat dan adhesi dalam menyebar pada buku tulis kehidupan hal ini menunjukkan sehari-hari peristiwa apa saja? (skor

  1) Pretest dan posttest lengkap dapat dilihat pada lampiran (hal. 78). Validitas pretest dan posttest di atas adalah validitas isi, yaitu mengacu pada isi materi yang akan diajarkan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  38

  2. Kuisioner/Angket Minat Kuisioner Minat digunakan untuk mengetahui seberapa besar minat siswa terhdap pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran komik dan ceramah. Untuk membandingkan pembelajaran metode apa yang diminati siswa.

  Table 2. Distribusi soal kuesioner sikap berdasarkan indikator

  Nomor Komponen Minat Indikator soal

  Memperhatikan dan Memperhatikan dan mengingat terus- mengingat terus menerus apa yang diajarkan dengan 1, 6 media pembelajaran komik/ceramah

  Perasaan suka Suka terhadap media pembelajaran 2, 10 komik/ceramah

  Kebanggaan dan Bangga telah mengikuti pembelajaran 3, 8 kepuasan dengan media komik/ ceramah

  Pilihan Lebih memilih media pembelajaran komik/ceramah dari pada media 4, 5 pembelajaran lain

  Keikutsertaan Ikut serta dalam kegiatan media 7, 9 pembelajaran komik/ceramah

  Kuesioner lengkap dapat dilihat pada lampiran (hal.81).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  39

  3. Wawancara Peneliti melakukan wawancara untuk mengetahui bagaimana tanggapan siswa, tentang metode pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran komik. Wawancara dilakukan dengan semi terstruktur. Daftar pertanyaan dapat dilihat pada lampiran. Wawancara dilakukan pada beberapa siswa.

F. Metode Analisis Data

  1. Pretest dan Posttest Pretest dan posttest dianalisis melalui beberapa tahap sebagai berikut: a. Peneliti menggunakan soal berbentuk esay pada soal pretest dan posttest, dengan harapan, siswa dapat mengeluarkan semua pemahaman yang telah didapatkan setelah pembelajaran menggunakan media pembelajaran komik. Setiap soal memiliki skor yang berbeda, tergantung pada tingkat kesulitan dari soal itu sendiri. Peneliti memberikan 5 soal pada siswa, dengan jumlah skor keseluruhan adalah 10. Soal yang diberikan saat pretest sama dengan soal posttest. Cara penilaian hasil pretest dan posttest adalah dengan membagi skor yang dicapai siswa dengan skor maksimal

  jumlah skor yang diperoleh

  lalu dikalikan 100%

  Nilaix 100 % skor total

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pengelompokan skor dibagi menjadi 5 kelompok dengan interval sebagai berikut:

  Table 3. Pengelompokan/kualifikasi skor dan interval pretest dan postest

  interval kualifikasi 76-100 Sangat baik

  66-75 baik 56-65 cukup 50-55 kurang

  1-49 Kurang baik

  b. Untuk mengetahui apakah metode pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran komik mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa, peneliti menggunakan analisis uji Test-T pada kelompok dependen. Dependen adalah kelompok yang saling tergantung atau bahkan sama (Suparno; 2006), dengan rumus

  ( ̅ ̅ )

t =

  perhitungan Test-T dengan menggunakan program SPSS. Setelah hasil muncul, kita dapat menyimpulkan : Apabila p < α = 0.05 maka signifikan

   Apabila p > α = 0.05 maka tidak signifikan 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  41

  Yang artinya bila signifikan adalah terjadi peningkatan pemahaman konsep pada siswa setelah menerima pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran komik. Dan jika tidak signifikan artinya adalah tidak terjadi peningkatan pemahaman konsep sebelum dan sesudah menerima pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran komik. Dan cara yang sama juga dilakukan pada kelas kontrol (metode ceramah).

  c. Menggunakan Test-T untuk 2 kelompok yang independen. Analisis ini digunakan untuk mengetahui apakah metode pembelajaran dengan media komik lebih baik dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa dari pada metode ceramah.

  Dengan menggunakan tahapan analisis di atas dapat di tarik kesimpulan apakah terdapat perbedaan antara pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran komik dan ceramah, dan apakah metode pembelajaran komik lebih meningkatkan.

  1) Dilakukan uji t-test independen antara skor pretest media pembelajatan komik dan pembelajaran ceramah, untuk mengetahui apakah kedua kelompok tersebut setaraf. 2) Dilakukan uji t-test independen untuk nilai skor posttest media pembelajaran komik dan metode ceramah, untuk melihat nilai yang lebih baik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Kuesioner/Angket Minat Untuk mengetahui seberapa besar minat siswa terhadap pembelajaran fisika dengan menggunakan media komik pada pokok bahasan wujud zat, maka peneliti menggunakan kuesioner/Angket. Angket/Koesioner dibrikan setelah posttest.

  Kuesioner/Angket yang diberikan terdiri dari 10 soal. Maksimal skor yang diberikan untuk 1 soal adalah 5, maka jumlah keseluruhan total skor adalah 50.

  1. Untuk jawaban A diberi skor 5

  2. Untuk jawaban B diberi skor 4

  3. Untuk jawaban C diberi skor 3

  4. Untuk jawaban D diberi skor 2

  5. Untuk jawaban E diberi skor 1 Cara penilaian untuk hasil kuesioner/angket adalah dengan membagi skor yang diperoleh siswa dengan skor total, lalu dikalikan dengan 100%.

  % 100 x

  total skor diperoleh yang skor jumlah Nilai

   Setelah diketahui hasilnya, maka dapat dilihat seberapa besar minat siswa terhadap pembelajaran menggunakan media pembelajaran komik pada kelas eksperimen. Dengan cara memberikan kriteria skor, pada tiap interval skor yang didapat siswa seperti pada tabel 4.

  42

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 4. Kriteria skor pada kuesioner

  interval kriteria 46-50 Sangat berminat 36-45 berminat 26-35 Cukup berminat 16-25 Kurang berminat 10-15 Tidak berminat

  3. Wawancara Peneliti menggunakan wawancara untuk mengetahui tanggapan siswa tentang metode pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran komik terhadap minat dan pemahaman konsep siswa. Cara penilaian hasil angket adalah dengan cara peneliti mendeskripsikan hasil jawaban siswa. Wawancara dilakukan pada beberapa siswa, dengan cara mengajukan pertanyan-pertanyaan.

  43

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  44

BAB IV DATA DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Kanisius Gayam Yogyakarta, dari tanggal 4 Oktober 2011 hingga tanggal 15 Oktober 2011. Proses pengambilan data yang dilakukan, tidak berjalan 100 persen

  sesuai dengan perencanaan pembelajaran. Ada beberapa hal yang menghambat proses pengambilan data, diantaranya adalah :

  1. Pengurangan jam pelajaran dan libur yang dilakukan pihak sekolah ketika pengambilan data dilakukan. Pengurangan dilakukan karena diadakan rapat para guru dan staff pada saat sepulang sekolah. Hal ini juga berpengaruh terhadap proses pengambilan data, yang seharusnya berjalan 2 kali pertemuan menjadi 5 kali pertemuan.

  2. Ketidak hadiran siswa pada uji pretest dan posttest menyebabkan pencoretan jumlah siswa yang menjadi sampel. Sehingga yang seharusnya terdapat 27 siswa menjadi 25 siswa pada kelas VII B dan pada kelas VII A seharusnya terdapat 28 siswa menjadi 27 siswa.

  3. Minat siswa terhadap mata pelajaran fisika yang kurang, membuat peneliti harus bekerja keras dalam mengelola kelas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  45

  4. Terjadi perubahan pada metode pembelajaran dengan menggunakan media komik. Pada perencanaan, peneliti telah membagi siswa kedalam kelompok-kelompok yang sudah ditentukan, namun hal ini malah membuat siswa menjadi kurang kondusif. Meskipun sebagian siswa ada yang senang dengan pembagian kelompok ini. Tetapi peneliti merasa hal ini kurang efektif. Melihat siswa yang sudah terbiasa dengan kebiasaan yang diberikan oleh guru di sekolah, yaitu mereka boleh ribut, asal mencatat apa yang diminta oleh guru. Hal ini diketahui setelah peneliti bertanya pada siswa. Meskipun tidak semua guru bertindak demikian, namun kebiasaan ini terlihat seperti sudah biasa dilakukan oleh siswa. Untuk lebih mengkondusifkan siswa, peneliti membubarkan kelompok yang telah di bentuk dan meminta atau menunjuk siswa untuk menjelaskan dialog di dalam komik. Hal ini cukup membantu dalam usaha penertipan siswa, meskipun tidak 100 persen berhasil, tetapi cukup membantu dalam pengelolaan kelas. Setelah melewati beberapa hambatan tersebut peneliti memperoleh data berupa hasil pretest dan posttest, kuesioner minat, dan hasil wawancara beberapa siswa kelas VII A dan B.

  Berikut ini adalah jadwal dan proses pengambilan data metode ceramah dan media pembelajaran komik yang dilakukan di kelas VII A, dan VII B SMP Kanisius Gayam Yogyakarta.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  46 Tabel 5: Pembagian metode pada masing-masing kelas

  No. Kelas Metode 1.

  VII A Media pembelajaran komik 2.

  VII B Ceramah

  Tabel 6:Jadwal waktu pelaksanaan penelitian

  No. Hari/Tanggal Pukul Kelas Kegiatan

  1. Selasa, 4-10-2011 9.15-10.15 VII B Pretest, pembelajaran metode ceramah materi perubahan wujud zat dan teori partikel zat

  2. Kamis, 6-10-2011 9.15-10.15 VII A Pretest, pembelajaran komik materi perubahan wujud zat.

  3. Selasa, 11-10- 9.15-10.15 VII B Melanjutkan materi teori 2011 partikel zat, dan materi kohesi, adhesi

  4. Kamis, 9.15-10.15 VII A Pembelajaran komik 13-10-2011 materi teori partikel zat dan kohesi, adhesi

  5. Jumat, 14-10- 7.00-7.40

  VII B Posttest, dan kuesioner 2011

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  47

  6. Jumat, 14-10- 9.15-9.55

  VII A Posttest, dan kuesioner 2011

  7. Selasa, 18-10- 9.55-10.15 VII B wawancara 2011

  8. Kamis, 9.55-1020

  VIIA wawancara 20-10-2011 B.

   Data Penelitian

  Peneliti mendapatkan data berupa hasil pretest dan posttest kelas VII A dan VII B, hasil kuesioner minat, dan hasil wawancara yang dilakukan pada enam siswa dari tiap kelas. Berikut adalah penjabarannya.

  1. Hasil pretest dan posttest siswa kelas VII A dapat dilihat pada tabel 7.

  Tabel 7: Hasil pretest dan posttest kelas VII A

  No. Siswa Pretest Posttest 1.

  0.5

  5.4 Siswa 1 2.

  3.5

  5.2 Siswa 2 3.

  3.4

  7.2 Siswa 3 4.

  4

  7 Siswa 4

  5

  4.5

  9.8 Siswa 5 6.

  4.4

  6 Siswa 6 7.

  3.9

  7.5 Siswa 7

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7 24. Siswa 24

  2.7

  7.4 21. Siswa 21

  2.5

  3.5 22. Siswa 22

  2.7

  6.4 23. Siswa 23

  0.5

  1

  5

  4.5 25. Siswa 25

  1

  8 26. Siswa 26

  4.4

  7.5 27. Siswa 27

  3.1

  5.5

  48

  9.3 20. Siswa 20

  8. Siswa 8

  5.5

  7.3 13. Siswa 13

  7 9. Siswa 9

  3.9

  6.5 10. Siswa 10

  3

  7.2 11. Siswa 11

  2.5

  4.8 12. Siswa 12

  1

  4

  0.5

  6.5 14. Siswa 14

  3.2

  9 15. Siswa 15

  4

  4.5 16. Siswa 16

  3.5

  8.2 17. Siswa 17

  7.2 18. Siswa 18

  9.3 19. Siswa 19

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  49

  2. Hasil pretest dan posttest siswa kelas VII B dapat dilihat pada tabel 8.

  Tabel 8: Hasil pretest dan posttest kelas VII B

  No. Siswa Pretest Posttest 1.

  1.5

  5.4 Siswa 1 2.

  3

  6 Siswa 2 3.

  2.4

  3.5 Siswa 3 4.

  2.5

  7.3 Siswa 4

  5

  4.3

  9 Siswa 5 6.

  4

  8 Siswa 6 7.

  3.7

  7.5 Siswa 7 8.

  2.5

  3 Siswa 8 9.

  2.3

  4.5 Siswa 9 10.

  3.4

  7.5 Siswa 10 11.

  2

  4 Siswa 11 12.

  2.9

  5.5 Siswa 12 13.

  2.5

  6.5 Siswa 13 14.

  3.8

  6.9 Siswa 14 15.

  3.9

  5.7 Siswa 15 16.

  3

  4 Siswa 16 17.

  2.8

  7 Siswa 17 18.

  2.5

  7 Siswa 18 19.

  1.5

  6.9 Siswa 19

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  50

  20.

  3.9

  7.5 Siswa 20 21.

  3.7

  6.5 Siswa 21 22.

  3.4

  4.4 Siswa 22 23.

  4

  6.5 Siswa 23 24.

  2.9

  3 Siswa 24 25.

  3.4

  5 Siswa 25

  3. Hasil kuesioner minat Untuk mengetahui seberapa besar minat siswa terhadap pembelajaran komik, peneliti memberikan kuesioner minat siswa tehadap pembelajaran yang baru saja digunakan. Peneliti juga memberikan kuesioner untuk kelas kontrol. Tujuan pemberian kuesioner bagi kelas kontrol adalah untuk membandingkan seberapa besar minat siswa terhadap pembelajaran komik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4

  3

  3

  3

  19

  19

  36

  4

  3

  4

  

3

  4

  

3

  4

  3

  4

  3

  18

  18

  4

  3

  4

  

2

  21

  21

  25

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  20

  20

  33

  4

  3

  3

  33

  4

  5

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  

3

  4

  4

  4

  16

  15

  15

  38

  5

  4

  3

  4

  3

  

4

  37

  16

  3

  17

  2

  2

  

5

  3

  4

  4

  2

  17

  28

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  

2

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  2

  26

  26

  38

  4

  4

  2

  3

  5

  

4

  4

  4

  3

  3

  25

  25

  

4

  2

  4

  4

  51

  36.11

  3.7

  39 Rata- rata

3.4 3.8 3.6 3.7 3.7 3.3 3.5 3.5 3.5

  4

  3

  4

  4

  

5

  2

  4

  3

  4

  4

  27

  27

  24

  2

  2

  41

  4

  4

  5

  4

  4

  4

  5

  5

  

5

  5

  5

  5

  23

  22

  22

  40

  4

  4

  4

  4

  4

  

4

  47

  23

  4

  24

  3

  4

  

5

  5

  4

  4

  4

  24

  50

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  

5

  5

  5

  5

  4

  Tabel 9: Data kuesioner kelas VII A yang menggunakan metode pembelajaran komik ( kelas eksperimen.) No. kode Pertanyaan skor total

  1

  4

  4

  4

  5

  5

  43

  3

  4

  5

  4

  4

  

5

  5

  4

  4

  5

  4

  4

  39

  4

  3

  

3

  4

  4

  7

  36

  4

  3

  4

  3

  3

  

3

  4

  3

  4

  4

  6

  6

  37

  5

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  1

  2

  2

  2

  

3

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  10

  9

  8

  7

  6

  

5

  4

  3

  2

  2

  26

  4

  3

  

4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  33

  3

  2

  3

  4

  3

  

4

  4

  3

  3

  3

  2

  7

  3

  5

  4

  4

  5

  3

  12

  12

  35

  5

  4

  4

  

2

  3

  

4

  4

  3

  3

  1

  11

  11

  50

  2

  2

  5

  

2

  14

  14

  31

  2

  4

  3

  4

  2

  2

  4

  4

  5

  3

  13

  13

  31

  2

  4

  3

  5

  5

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  

4

  4

  3

  4

  8

  35

  8

  30

  3

  3

  3

  3

  3

  

3

  3

  4

  9

  5

  40

  5

  

5

  5

  5

  5

  5

  10

  10

  4

  9

  4

  4

  4

  4

  

4

  4

  4

  4

  4

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

2

  18

  29

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  17

  17

  34

  4

  3

  18

  3

  3

  19

  3

  2

  

3

  2

  3

  3

  3

  19

  3

  30

  3

  3

  4

  2

  3

  

3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  

3

  2

  3

  3

  14

  3

  14

  45

  5

  4

  4

  5

  3

  

5

  2

  27

  

3

  3

  3

  3

  4

  4

  16

  16

  37

  4

  4

  15

  4

  4

  

4

  4

  4

  3

  3

  15

  3

  3

  5

  24

  2

  

4

  4

  4

  4

  4

  24

  32

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  

3

  4

  3

  5

  4

  3

  2

  52

  34.56

  3.6

  36 Rata- rata 3.48 3.8 3.6 3.32 3.6 2.9 3.3 3.5 3.3

  4

  4

  5

  3

  4

  

3

  3

  4

  4

  4

  25

  25

  39

  4

  23

  27

  3

  4

  1

  21

  21

  35

  3

  4

  4

  4

  4

  

3

  3

  4

  4

  3

  20

  20

  4

  

5

  23

  4

  31

  3

  3

  2

  3

  3

  

3

  3

  4

  2

  3

  22

  22

  37

  5

  5

  5

  2

  4

  Tabel 10: Data kuesioner kelas VII B yang menggunakan metode ceramah (kelas kontrol) No. kode Pertanyaan skor total

  1

  5

  5

  4

  5

  4

  4

  

5

  4

  5

  5

  5

  4

  4

  29

  3

  3

  3

  3

  46

  5

  

3

  35

  

3

  4

  3

  4

  3

  6

  6

  4

  4

  3

  4

  4

  2

  

3

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  1

  1

  

3

  4

  3

  3

  4

  1

  10

  3

  9

  8

  7

  6

  

5

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  30

  4

  2

  2

  2

  3

  

4

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  30

  3

  3

  5

  2

  4

  5

  4

  4

  11

  11

  28

  3

  2

  3

  2

  3

  

3

  2

  3

  3

  4

  

4

  4

  10

  

4

  13

  13

  43

  4

  5

  4

  4

  5

  3

  4

  5

  5

  4

  12

  12

  39

  4

  4

  10

  41

  3

  3

  8

  8

  38

  4

  3

  3

  4

  

5

  4

  4

  4

  4

  4

  7

  7

  32

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  

5

  4

  3

  4

  9

  3

  9

  34

  4

  3

  3

  3

  4

  

4

  5

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  53

  4. Data Hasil Wawancara Peneliti mewawancarai siswa dengan tujuan untuk mengetahui, bagai mana tanggapan siswa terhadap metode pembelajaran dengan menggunakan media komik. Peneliti melakukan wawancara pada 7 siswa kelas VII A (kelas eksperimen) dan 5 siswa kelas VII B (kelas kontrol). Peneliti mewawancarai siswa kelas kontrol untuk melihat bagaimana tanggapan siswa tentang metode ceramah dan bagaimana pengaruhnya terhadap minat siswa pada pelajaran fisika.

  Berikut ini adalah hasil menggunakan wawancara yang dilakukan pada beberapa siswa-siswi kelas VII B dan A. Hasil lengkap dapat dilihat di lampiran (hal. 86) Tabel 11: Hasil wawancara pada kelas VII A.

  No. Pertanyaan dan jawaban

  1. Bagaimana tanggapan kamu tentang media pembelajaran komik?

  Jawaban: dari ke 7 siswa menjawab senang dan suka dengan pembelajaran komik.

  2. Apakah kamu suka belajar dengan menggunakan media komik?mengapa?

  Jawaban :3 siswa menjawab Suka dengan media komik, 4 siswa lebih suka dengan cara mengajar guru (peneliti).

  3. Apakah kamu dipermudah dalam belajar fisika dengan komik,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  54

  dari pada belajar dengan metode sebelumnya?

  Jawaban : ke 7 siswa lebih memilih belajar dengan menggunakan media komik. ya mas..lebih gampang pake komik

  4. Apa kesulitan yang kamu alami?

  Siawa 1: 2 siswa menjawab digagian materi teori partikel zat dan terlalu banyak basa-basi, gambarnya kurang jelas, 1 siswa menjawab hampir tidak ada, 3 siswa menjawab suara kurang keras, 1 siswa menjawab tidak suka dengan mata pelajaran fisika sehingga semuanya sulit.

  5. Setelah menerima pembelajaran dengan komik, apa pendapat kamu tentang fisika?

  Jawaban : 3 siswa menjawab lebih asik, 3 siswa menjawab lebih menyukai, dan 1 siswa menjawab sama saja.

  Tabel 12: Hasil wawancara pada kelas VII B.

  No. Pertanyaan dan jawaban

  1. Bagaimana tanggapan kamu tentang pembelajaran yang kamu dapatkan?mengapa?

  Jawaban : Dari ke 5 siswa mereka menjawab senang.

  2. Apa kesulitan yang kamu dapatkan waktu menerima

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  55

  pembelajaran yang kemarin?

  Jawaban : 2 siswa menjawab tulisannya kurang jelas, 2 siswa menjawab ada sebagian yang kurang jelas, 1 siswa menjawab kayaknya gak ada.

  3. Apakah kamu ingin belajar dengan menggunakan media pembelajaran lain?contohnya komik?

  Jawaban : 4 siswa menjawab kepingin, 1 siswa menjawb gak ingin, lebih suka yang ceramah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  56

C. Analisis Data

  Ada beberapa tahapan yang dilakukan peneliti dalam menganalisis data hasil penelitian yang berupa pretest dan posttest, kuesioner, dan wawancara yang masing-masing dilakukan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Tahapan tersebut antara lain adalah:

  1. Analisis Pretest Dan Posttest  Kemampuan dasar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol

  Peneliti Menggunakan uji T-test untuk 2 kelompok independen untuk mengetahui apakah kemampuan dasar siswa kelas eksperimen dan kontrol sama pada hasil pretest yang didapatkan dari masing-masing metode? Keterangan : kode 1 = kelas VII A

  Kode 2 = kelas VII B

  Tabel 13: Analisis pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol

Group Statistics

kode N Mean Std. Deviation Std. Error Mean (Ignore this variable) 1.00

  27 2.8963 1.54284 .29692

  2.00 25 3.0320 .78513 .15703

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  57 Independent Samples Test

  Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence

  Interval of the Difference Sig. (2- Mean Std. Error F Sig. t df tailed) Difference Difference Lower Upper

  (Ignore Equal variances 10.110 .003 -.395 50 .695 -.13570 .34373 -.82611 .55470 this assumed variable) Equal variances -.404 39.251 .688 -.13570 .33589 -.81496 .54355 not assumed

  Dari hasil perhitungan statistik berupa garafik di atas, dapat diartikan sebagai berikut: Analisis statistik menunjukkan p = 0.695

  > α = 0.050 maka tidak signifikan. Artinya adalah bahwa kedua kelas, baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen memiliki pemahaman konsep awal yang hampir sama.  Peningkatan pemahaman konsep siswa

  Data hasil pretest dan posttest dari kelas eksperimen maupun kelas kontrol dianalisis untuk mengetahui apakah metode ceramah ataupun media komik mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa. Yaitu dengan menggunakan uji T-test untuk kelompok dependen, baik yang ceramah maupun yang pembelajaran komik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Menggunakan uji T-test untuk kelompok dependen untuk mengetahui apakah metode pembelajaran komik mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa.

  Tabel 14: Analisis pretest dan posttest pada kelas eksperimen Paired Samples Statistics

  Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair 1 pretest 2.8963 27 1.54284 .29692 posttest 6.8407 27 1.57560 .30322

  Paired Samples Correlations N Correlation Sig.

  Pair 1 pretest & posttest 27 .121 .548 Paired Samples Test

  

Paired Differences

t df Sig. (2-tailed) Mean Std. Deviation

Std.

  

Error

Mean

95% Confidence Interval of the

  Difference Lower Upper Pair 1 pretest - posttest

  • 3.94444 2.06758 .39791 -4.76235 -3.12654 -9.913 26 .000

  Dari hasil perhitungan statistik berupa garafik di atas, dapat diartikan sebagai berikut:

  58

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Analisis statistik menunjukkan p = 0.000 < α = 0.050 maka signifikan. Artinya adalah bahwa terjadi peningkatan pemahaman konsep siswa pada kelas eksperimen.

  Menggunakan uji T-test untuk kelompok dependen untuk mengetahui apakah metode pembelajaran ceramah mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa.

  Tabel 15: Analisis pretest dan posttest pada kelas kontrol.

  Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair 1 pretest 3.0320

  25 .78513 .15703 posttest 5.9240 25 1.63841 .32768

  Paired Samples Correlations N Correlation Sig.

  Pair 1 pretest & posttest 25 .440 .028

  59

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  60 Paired Samples Test

  Paired Differences 95% Confidence Interval of the Difference

  Std. Std. Error Sig. (2- Mean Deviation Mean Lower Upper t df tailed) Pair 1 pretest - -2.89200 1.47307 .29461 -3.50005 -2.28395 -9.816 24 .000 posttest

  Dari hasil perhitungan statistik berupa garafik di atas, dapat diartikan sebagai berikut: Analisis statistik menunjukkan p = 0.000 <

  α = 0.050 maka signifikan. Artinya adalah bahwa terjadi peningkatan pemahaman konsep siswa pada kelas kontrol.  Perbandingan antara pembelajaran komik dan ceramah

  Menggunakan uji T-test pada hasil posttest ceramah dan media komik, untuk mengetahui metode manakah yang lebih baik dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa. Keterangan : 1 = kelas VII A 2 = kelas VII

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  61 Tabel 16: Analisis posttest pada kelas kontrol dan kelas eksperimen.

  Group Statistics kode N Mean Std. Deviation Std. Error Mean skor 1.00 27 6.8407 1.57560 .30322

  2.00 25 5.9240 1.63841 .32768

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  62 Independent Samples Test

  Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means

  95% Confidence Interval of the Difference Mean

  Sig. (2- Differenc Std. Error F Sig. t df tailed) e Difference Lower Upper skor Equal .372 .545 2.057 50 .045 .91674 .44577 .02139 1.81210 variances assumed Equal 2.053 49.31 .045 .91674 .44645 .01971 1.81378 variances not

  9 assumed

  Dari hasil perhitungan statistik berupa garafik di atas, dapat diartikan sebagai berikut: Analisis statistik menunjukkan p = 0.045 <

  α = 0.050 maka signifikan. Artinya adalah bahwa metode pembelajaran komik lebih meningkatkan pemahaman konsep siswa dibandingkan dengan metode ceramah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Analisis Kuesioner Untuk mengetahui apakah metode pembelajaran komik mampu menarik atau membuat siswa menjadi berminat untuk belajar, peneliti menggunakan uji T-tes pada kuesioner minat belajar siswa yang dibagikan pada masing-masing kelas.

  Keterangan : 1 = kelas VIIA (eksperimen) 2 = kelas VII B (kontrol)

  

Tabel 17: Analisis kuesioner pada kelas kontrol dan kelas eksperimen.

  Group Statistics kode N Mean Std. Deviation Std. Error Mean skor 1.00 27 36.1111 6.76719 1.30235

  2.00 25 34.5600 5.50061 1.10012

  63

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  64 Independent Samples Test

  Levene's Test for Equality of

Variances t-test for Equality of Means

95% Confidence

  Interval of the Difference Sig. (2- Mean Std. Error F Sig. t df tailed) Difference Difference Lower Upper skor Equal .395 .532 .903 50 .371 1.55111 1.71853 -1.90065 5.00287 variances assumed Equal .910 49.203 .367 1.55111 1.70481 -1.87447 4.97670 variances not assumed

  Dari hasil perhitungan statistik berupa garafik di atas, dapat diartikan sebagai berikut: Analisis statistik menunjukkan p = 0.371 >

  α = 0.050 maka tidak signifikan. Artinya adalah bahwa metode pembelajaran komik dan metode ceramah mampu menarik minat belajar siswa yang hampir sama.

  3. Analisis Wawancara Setelah proses pembelajaran berahir, baik dengan menggunakan metode ceramah maupun yang menggunakan media komik, peneliti ingin mengetahui tanggapan siswa mengenai kedua metode yang baru saja mereka dapatkan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  65

  Pengambilan sampel untuk wawancara, dilakukan pada 7 siswa kelas VII A dan 5 siswa pada kelas VII B. minimnya sampel yang diambil dikarenakan keterbatasan waktu untuk penelitian.

  Hasil wawancara yang didapatkan, banyak siswa yang rata-rata suka dengan metode pembelajaran komik. Untuk kelas yang hanya mendapatkan metode ceramah, mereka sangat ingin sekali belajar dengan menggunakan metode lain. Bahkan sebagian siswa merasa kurang diberi keadilan karena tidak mendapatkan pembelajaran dengan komik.

D. Pembahasan

  1. Pemahaman Konsep Siswa Pandangan siswa terhadap mata pelajaran siswa sangat berpengaruh besar terhadap hasil belajar siswa atau pemahaman konsep siswa terhadap mata pelajaran fisika, selain itu peran guru juga sangat berpengaruh besar, bagaimana cara guru dalam membawakan atau mengajarkan pelajaran fisika begitu juga dengan metode yang digunakan.

  Soal pretest terdiri dari enam soal esay. Masing-masing soal berpedoman pada indikator-indikator dari materi wujud zat. Bentuk soal berupa esay karena peneliti ingin mengetahui seberapa jauh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  66

  pemahaman konsep siswa tentang materi wujud zat. Soal pretest sama dengan soal post test. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan pemahaman siswa setelah menerima pembelajaran dengan menggunakan media komik, maupun dengan metode ceramah.

  Dari hasil pretest yang didapatkan, siswa terlihat sangat kesulitan dalam mengerjakan setiap soal, baik kelas VII A maupun kelas VII B, hal ini terbukti dari hasil nilai rata-rata pada kelas VII A adalah 2,89 dan 3,03 pada kelas VII B. Kedua kelas juga memiliki kemampuan yang hampir sama, hal ini dapat dilihat dari analisis statistik yang menunjukkan bahwa p = 0.695

  > α = 0.050 dan ini artinya tidak signifikan. Dengan kata lain tidak terdapat perbedaan yang mencolok dari kedua kelas atau hampir sama.

  Setelah menerima pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran komik dan ceramah pada masing-masing kelas, terlihat ada peningkatan pemahaman konsep yang diterima siswa baik dengan menggunakan media komik maupun dengan metode ceramah, hal ini dapat dilihat dari hasil statistik yang menunjukkan peningkatan.

   Pada metode ceramah hasil statistik menunjukkan hasil p = 0.000 <

  α = 0.050 maka signifikan. Yang artinya adalah terjadi peningkatan pemahaman konsep siswa. Hal ini juga dapat dilihat dari nilai rata-rata kelas saat pretest adalah 3,03 menjadi rata-rata 5,9 pada saat posttest.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  67

   Pada metode pembelajaran komik juga terdapat peningkatan pemahaman konsep siswa, hal ini ditunjukkan pada hasil analisis statistik dengan hasil p = 0.000 < α = 0.050 yang artinya signifikan. Dengan nilai rata-rata saat pretest adalah 2,89 menjadi

  6,84 saat posttest. Dalam usaha peningkatan pemahaman konsep siswa, metode pembelajaran dengan komik kelihatan lebih baik dibandingkan dengan metode ceramah. Hal ini dapat dilihat pada analisis statistik yang menunjukkan hasil p = 0.045 <

  α = 0.050 maka signifikan. Dengan nilai rata-rata adalah 5,9 pada metode ceramah dan 6,84 pada metode pembelajaran komik.

  Hasil penelitian ini memperkuat teori-teori yang menyatakan bahwa media pembelajaran komik dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa seperti yang diungkapkan Gene Yang dalam Eko Wurianto (2009). Selain itu penelitian ini juga mendukung penelitian sebelumnya yang memiliki hasil yang sama penelitian yang dilakukan oleh Nur Marianah.

  2. Minat Belajar Siswa Minat belajar siswa dapat diukur melalui kuesioner yang telah di dapatkan. Kuesioner diberikan pada kedua kelas, baik yang menggunakan metode ceramah, maupun yang menggunakan metode pembelajaran komik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  68

  Untuk mengetahui seberapa besar minat siswa terhadap mata pelajaran fisika setelah menggunakan kedua metode, peneliti menggunakan T-tes untuk dua kelompok yang independen dari hasil kuesioner yang didapatkan.

  Hasil analisis statistik menunjukkan tidak ada perbedaan yang mencolok antara minat siswa terhadap mata pelajaran fisika dengan menggunakan media pembelajaran komik maupun dengan metode ceramah. Ini dapat dilihat pada hasil analisis statistik dimana p = 0.371 >

  α = 0.050 maka tidak signifikan. Lain hal nya jiga analisis yang dilakukan menurut interval skor dimana kelas yang menggunakan media pembelajaran komik (kelas VII A) memiliki jumlah skor rata- rata 36,11 skor ini masuk kedalam kategori siswa yang berminat dan pada kelas ceramah mendapatkan skor rata-rata 34,56 skor ini masih berada dalam kategori cukup berminat. Dari setiap pertanyaan kuesioner rata-rata skor dari kedua kelas hampir sama, tetapi pada pertanyaan kuesioner yang ke 4, yaitu pertanyaan yang berisi tentang perbandingan media yang baru digunakan dengan media yang lain. Terdapat perbedaan yang cukup besar antara media pembelajaran komik dan media ceramah yaitu rata-rata skor kelas ceramah adalah 3,3 dan pada kelas media pembelajaran komik 3.7. Hal ini yang membuat media komik lebih dipilih daripada media ceramah.

  Latar belakang mengapa terjadi perbedaan yang tidak mencolok pada minat belajar siswa terhadap mata pelajaran fisika karena, ketidak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  69

  senangan siswa terhadap pembelajaran fisika sebelumnya. Hal inilah yang menyebabkan siswa menjadi merasa tidak berminat terhadap mata pelajaran fisika dan ketika peneliti memberikan pembelajaran, siswa merasa lebih senang menerima pembelajaran yang diberikan peneliti dibandingkan dengan pembelajaran sebelumnya.

  Hasil penelitian ini memperkuat teori yang menyatakan bahwa media pembelajaran komik dapat menaikan minat belajar siswa pada pelajaran fisika..

  3. Tanggapan Siswa Pada Media Pembelajaran Komik Untuk memperkuat hasil dari kuesioner, peneliti melakukan wawancara kepada kedua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dilakukannya wawancara pada kelas kontrol bertujuan untuk apakah siswa yang menerima pebelajaran dengan metode ceramah lebih senang dengan metode ceramah ataukah lebih ingin menerima pembelajaran dengan komik.

  Hasil wawancara yang dilakukan pada beberapa siswa yang mewakili dari tiap kelas menunjukkan, siswa senang terhadap media pembelajaran komik ini dapat dilihat dari jawaban-jawaban yang dilontarkan dari tiap-tiap siswa yang menerima pembelajaran dengan media komik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  70

  Jawaban serupa juga ditunjukkan oleh siswa yang menerima pembelajaran dengan metode ceramah, namun dari sebagian besar siswa lebih memilih ingin menggunakan metode pembelajran dengan media komik. Karena mereka mengetahui jika pada kelas eksperimen menggunakan media komik dan mereka hanya menggunakan media ceramah, ada beberapa siswa yang protes terhadap hal ini. Dan yang membuat peneliti yakin bahwa mereka lebih memilih media pembelajaran komik adalah mereka mengatakan jika peneliti tidak adil dan harus mengulang mengajar lagi dengan menggunakan media pembelajaran komik di kelas mereka.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  71

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang didapatkan, peneliti dapat menyimpulkan:

  1. Pembelajaran fisika dengan menggunakan media komik dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas VII SMP Kanisius Gayam Yogyakarta pada pokok bahasan wujud zat.

  2. Media pembelajaran komik dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas VII SMP Kanisius Gayam Yogyakarta pada mata pelajaran fisika.

B. Saran

  1. Disarankan bagi guru, untuk menggunakan media pembelajaran komik sebagai media pembelajaran alternatif dalam memberikan materi pembelajaran.

  2. Untuk peneliti selanjutnya, sebaiknya materi yang akan diajarkan tidak terlalu banyak. Sehingga pencapaian dalam penelitian lebih maksimal.

  3. Untuk penelitian selanjutnya yang menggunakan media komik, dalam pembuatan komik akan lebih baik jika menggunakan cerita yang sebenarnya terjadi dalam perkembangan ilmu fisika. Dengan memasukkan unsur-unsur sejarah yang terdapat di dalamnya, tentunya materi juga harus disesuaikan, seperti perkembangan ilmu atom yang memiliki sejarah yang sangat menarik untuk di ketahui dan masih

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  72

  banyak lagi. Sehingga siswa tidak hanya mengerti konsepnya saja, tetapi juga mengetahui sejarah yang sebenarnya terjadi dengan menggunakan ilmuwan sebagai tokoh dalam komik tersebut.

  4. Wawancara pada penelitian ini hanya mengambil 12 siswa.

  Duharapkan pada penelitian selanjutnya agar mengambil lebih banyak lagi siswa sebagai sumber, agar lebih mengetahui tanggapan siswa secara keseluruhan.

C. Keterbatasan Penelitian

  1. Pada saat wawancara, peneliti tidak melibatkan keseluruhan siswa atau paling tidak setengah dari kesuluruhan siswa sebagai perwakilan, hal ini dikarenakan keterbatasan waktu yang diberikan.

  2. Observasi yang kurang banyak membuat peneliti kesulitan pada awalnya dalam mengelola kelas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  73

DAFTAR PUSTAKA

  Akhmat, Sudrajat. 2008. Kompentensi guru dan peran kepala sekolah. Dalam

  http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/21/kompetensi-guru- dan-peran-kepala-sekolah-2/. Diunduh pada tanggal 19 Oktober

  2010. Budi, Kartika. 1993. Pemahaman Konsep Gaya dan Beberapa Salah Konsepsi yang Terjadi . Yogyakarta : Penerbit Widyatama.

  Budi, Kartika. 1993. Konsep: pembentukan dan penanamannya. Yogyakarta : Penerbit Widyatama. Eko, Wurianto. 2009. Komik sebagai media pembelajaran. Dalam

  http://guruindo.blogspot.com/2009/06/komik-sebagai-media- pembelajaran.html. Diunduh pada tanggal 22 Oktober 2010.

  Hsalma. 2011. Minat dalam belajar. Dalam http://hsalma.wordpress.com/2011/05/27/minat-dalam-belajar/.

  Diunduh pada tanggal 23 oktober 2011. Kaniyem. 2010. Minat belajar untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Dalam

  http://kaniyem.blog.uns.ac.id/ . Diunduh pada tanggal 20 oktober 2010.

  Marianah, Nur. 2005. Efektivitas media komik dengan media gambar dalam pembelajaran geografi pokok bahasan perhubungan dan pengangkutan (studi eksperimen pada siswa kelas ii smp n I pegandon kabupaten kendal). Dalam

  http://www.pustakaskripsi.com/download.php?file=1074 . Diunduh pada tanggal18 oktober 2010.

  Mujayanti, Nita. 2010. pengaruh persepsi siswa tentang strategi belajar group resume dan minat belajar terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  74

  x sma muhammadiyah 2 surakarta tahun pelajaran 2009/2010 diunduh pada tanggal 25 September 2011 Nuruddin. 2011. Metode pembelajaran untuk siswa. Dalam

  http://mtsbirrulrensing.wordpress.com/2011/03/26/metode- pembelajaran-untuk-siswa/

  Nurul. 2011. Media pembelajaran. Dalam

  http://nurulelkhalieqy.blogspot.com/2011/07/media- pembelajaran.html. diunduh pada tanggal 20 September 2011

  Sirajuddin. 2005. Media pembelajaran. Dalam

  http://diknasba.info/banyuasin/index.php?option=com_content&task =section&id=63&Itemid=160. Diunduh pada tanggal 20 September

  2011. Sugiarto, Teguh, Ismawati, Eny. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SMP/MTS

  Kelas VII. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

  Suparno, Paul. 1997. Filsafat Kontruktivisme Dalam Pendidikan. Yogyakarta : Kanisius. Suparno, Paul. 2006. Diktat Statistika. Yogyakarta : Penerbit Universitas Sanata Dharma. Suparno, Paul. 2007. Metodologi Pembelajaran Fisika. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Suparno, Paul. 2007. Metode Penelitian Pendidikan Fisika. Yogyakarta : Penerbit Universitas Sanata Dharma. Surya, Yohanes. 2006. IPA Fisika Gasing. Jakarta : Grasindo. Wijaya, Kusumah. 2009. Pengertian media pembelajaran. Dalam http://media-

  grafika.com/pengertian-media-pembelajaran . Diunduh pada 22 Oktober 2010.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LAMPIRAN

  75

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 3: Pretest dan Posttest

  1. Ada berapa macam perubahan wujud benda? Sebutkan.? Jawab : …………………………………………………………………………

  2. Apa yang dimaksud dengan menyublim ? Berikan contohnya? Jawab: …………………………………………………………………………

  3. Mengapa bentuk dan volume partikel zat padat tetap? Jawab : ………………………………………………………………………….

  4. Gas mempunyai sifat mudah dimampatkan daripada zat padat ataupun zat cair.

  Apa alasannya? Jawab : ………………………………………………………………………….

  5. Apa yang dimaksud dengan kohesi dan adhesi? Jawab : ………………………………………………………………………….

  6. Tinta dapat melekat dan menyebar pada buku tulis. Hal ini menunjukkan peristiwa apa saja? Jawab : …………………………………………………………………………

  76

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  77 Lampiran 4: Pedoman Jawaban Pretest dan Posttest

  1. Ada berapa macam perubahan wujud benda? sebutkan.? Jawab : Ada 6 macam yaitu:

  1.mengembun

  2. Menguap 3. membeku 4. mencair 5. menyublim 6. mengkristal

  2. Apa yang dimaksud dengan menyublim ? Berikan contohnya? Jawab: Menyublim adalah perubahan wujud zat dari zat padat ke gas,

Contohnya: kapur barus yang lama-kelamaan akan habis.

  3. Mengapa bentuk dan volume partikel zat padat tetap? Jawab : Bentuknya tetap karena partikel-partikel pada zat padat saling

  berdekatan, tersususn teratur dan memiliki daya ikat antar partikel yang sangat kuat. Volumenya tetap karena partikel pada zat padat

dapat bergerak dan berputar hanya pada kedudukannya saja.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  78

  4. Gas mempunyai sifat mudah dimampatkan daripada zat padat ataupun zat cair.

  Apa alasannya? Jawab : Gas mudah dimampatkan karena, gas memiliki susunan dan jarak antar partikel zat nya berjauhan.

  5. Apa yang dimaksud dengan kohesi dan adhesi? Jawab : Kohesi adalah gaya tarik menarik antara partikel zat sejenis

  sedangkan adhesi adalah gaya tarik-menarik antara partikel zat yang berbeda jenis.

  6. Tinta dapat melekat dan menyebar pada buku tulis. Hal ini menunjukkan peristiwa apa saja? Jawab : Hal ini menunjukan bahwa kohesi tinta lebih kecil dari pada adhesi tinta pada buku.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  79 Lampiran 5 : Kuesioner Minat

  1. Pada saat pembelajaran fisika berlangsung dengan menggunakan metode yang baru saja digunakan, saya : a. Sangat memperhatikan

  b. Memperhatikan

  c. Biasa saja

  d. Tidak memperhatikan

  e. Asyik bermain dengan teman

  2. Apa perasaan kamu saat menerima pembelajaran dengan menggunakan metode yang baru saja digunakan? a. Sangat suka

  b. Suka

  c. Biasa saja

  d. Tidak suka

  e. Sangat tidak suka

  3. Setelah menerima pembelajaran fisika dengan menggunakan metode yang baru saja digunakan, saya merasa: a. Sangat bangga

  b. Bangga

  c. Biasa saja

  d. Kecewa

  e. Sangat kecewa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  80

  4. Dibandingkan media pembelajaran lain, metode yang baru saja digunakan,:

  a. Sangat menyenangkan

  b. Menyenangkan

  c. Sama saja

  d. Membosankan

  e. Sangat membosankan

  5. Untuk materi fisika yang selanjutnya, apa kamu setuju jika pembelajarannya menggunakan metode yang baru saja digunakan? a. Sangat setuju

  b. Setuju

  c. Mengikuti saja

  d. Kurang setuju

  e. Sangat tidak setuju

  6. Setelah menerima pembelajaran dengan metode yang baru saja digunakan, apakah kamu masih ingat materi yang di ajarkan? a. Sangat ingat

  b. Ingat

  c. Cukup ingat

  d. Agak Lupa

  e. Tidak mengingat sama sakali

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  81

  7. Pada saat kegiatan-kegiatan pembelajaran fisika dengan menggunakan metode yang baru saja digunakan berlangsung, saya: a. Sangat mengikuti

  b. Mengikuti

  c. Cukup mengikuti

  d. Kurang mengikuti

  e. Tidak mengikuti

  8. Dari semua pembelajaran fisika yang kamu dapatkan, apakah kamu merasa tertarik pada pembelajaran fisika dengan menggunakan metode yang baru saja digunakan?

  a. Sangat tertarik

  b. Tertarik

  c. Biasa saja

  d. Kurang tertarik

  e. Tidak tertarik

  9. Bagaimana perasaan kamu pada saat melakukan kegiatan-kegiatan dalam pembelajaran fisika yang berhubungan dengan metode yang baru saja digunakan?

  a. Sangat bersemangat

  b. Semangat

  c. Biasa saja

  d. Kurang semangat

  e. Tidak semangat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  82

  10. Apa pendapat kamu tentang metode yang baru saja digunakan?

  a. Sangat menyenangkan

  b. Menyenangkan

  c. Biasa saja

  d. Membosankan

  e. Sangat membosankan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  83 Lampiran 6 : Pertanyaan Wawancara Kelas eksperimen (menggunakan media komik)

  1. Bagaimana tanggapan kamu tentang media pembelajaran komik?

  2. Apakah kamu suka dengan media pembelajaran komik? Mengapa?

  3. Apakah media pembelajaran komik, mempermudah kamu dalam memahami konsep fisika?

  4. Kesuliatan apa yang kamu dapatkan dalam belajar dengan media pembelajaran komik?

  5. Setelah menerima pembelajaran fisika dengan media komik, apa pendapat kamu tentang mata pelajaran fisika?

  Kelas kontrol (menggunakan metode ceramah)

  1. Bagaimana tanggapan kamu tentang pembelajaran yang kemarin digunakan? Mengapa?

  2. Apa kesulitan yang kamu dapatkan ketika pembelajaran kemarin?

  3. Apakah kamu ingin belajar menggunakan media pembelajaran lain? Contohnya komik?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  84 Lampiran 7 : Hasil wawancara Hasil wawancara pada kelas VII A.

  No. Pertanyaan dan jawaban

  1. Bagaimana tanggapan kamu tentang media pembelajaran komik?

  Siswa 1: Bagus pak..menarik. Siawa 2: Seneng..dan menyenagkan. Siawa 3: Baik, seneng.. Siawa 4: Wah penak pak, lebih santai. Siawa 5: Wesss…suka.. Siawa 6: Menyenangkan mas… Siawa 7: Seneng mas…suka.

  2. Apakah kamu suka belajar dengan menggunakan media komik?mengapa?

  Siawa 1: Suka ...karena menarik. komiknya enak dibaca di sekolah maupun di rumah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  85 Siawa 2: Seneng..seneng karena gurunya asik.

  Siawa 3: Seneng..senengnya karena gurunya tegas Siawa 4: Wah penak pak, karena lebih santai, trus gak gampang marah Siawa 5: Wesss…suka..suka aja..enak ngajarnya Siawa 6: Menyenangkan mas…asik aja, kalo bisa mas aja yang ngajar terus.

  Siawa 7: Seneng mas, apalagi pas pake kelompok…bisa diskusi bareng temen.

  3. Apakah kamu dipermudah dalam belajar fisika dengan komik, dari pada belajar dengan metode sebelumnya?

  Siawa 1: Iya mas..lebih gampang pake komik Siawa 2: Kalo dibandingkan dengan belajar yang sebelumnya enak yang pake komik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  86 Siawa 3: Gampang yang ini.. lebih mudah dari yang sebelumnya.

  Siawa 4: Lebih enak yang ini.. jadi lancar..seeplah pokoknya. Siawa 5:

Dari pada yang sebelumnya lebih enak yang ini.

Siawa 6: Mudah pake komik mas.. Siawa 7: Enak pake komik..gak bosen.

  4. Apa kesulitan yang kamu alami?

  Siawa 1: Pas materi teori partikel zat..gambarnya kurang jelas. Siawa 2: Apa ya..bingung, kayaknya gak ada. Siawa 3: Kesulitannya, komiknya terlalu banyak basa-basi..maunya langsung aja.hehehe Siawa 4: Suaranya maunya dikerasin lagi pak… Siawa 5:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  87 Sudah gak suka sama fisika…jadi semuanya sulit.

  Siawa 6: Suaranya kurang keras. Sandi 7: Suaranya kurang keras.

  5. Setelah menerima pembelajaran dengan komik, apa pendapat kamu tentang fisika?

  Siawa 1: Lebih mudah… Siawa 2: Lebih asik.. Siawa 3: Lebih asik.. Siawa 4: Lebih asik aja.. Siawa 5: Sama aja…tetap nggak suka Siawa 6: Lebih suka.. Siawa 7: Lebih senang..

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  88 Hasil wawancara pada kelas VII B.

  No. Pertanyaan dan jawaban

  1. Bagaimana tanggapan kamu tentang pembelajaran yang kamu dapatkan?mengapa?

  Siawa 1: Lebih enak…lebih santai. Banyak candanya, jadi seneng. Siawa 2: Lebih seneng..senengnya karena lebih dong(mengerti) Siawa 3: Seneng mas…dari pada belajar dengan guru sebelumnya. Siawa 4: Lebih enak…ada santai-santainya..gak serius terus Siawa 5: Enak mas…ya enak aja jelasinnya.

  2. Apa kesulitan yang kamu dapatkan waktu menerima pembelajaran yang kemarin?

  Siawa 1: Tulisannya kurang jelas..heheh Siawa 2:

Kemaren ada kurang jelas….mau nanya malu.

Siawa 3: Catetannya kurang jelas Siawa 4:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  89 Ada sebagian yang belum jelas.

  Siawa 5: Apa ya…kayaknya gak ada..

  3. Apakah kamu ingin belajar dengan menggunakan media pembelajaran lain?contohnya komik?

  Siawa 1: Pengen banget mas…manya kemaren curang. Kelas sebelah

makai komik kami nggak.gak terima pokoknya..

  Siawa 2: Pengen banget…kemarin kelas sebelah ada komiknya. Kami kok nggak? Siawa 3: Seneng yang ceramah….. Siawa 4: Pengen..pengen banget…asik kayak kelas sebelah ada buku komiknya Siawa 5: Pengen mas…asik kayaknya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  90 Lampiran 8: RPP Kelas Eksperimen RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Untuk Kelas Eksperimen

  Sekolah : SMP Kanisius Gayam Yogyakarta Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : VII/ I Standar Kompetensi : Memahami wujud zat dan perubahannya Kompetensi Dasar : menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-har menggunakan media pembelajaran komik. Indikator : agar siswa dapat : 1. menjelaskan pengertian zat.

  2. melakukan penyelidikan terjadinya perubahan wujud zat. 3. menafsirkan susunan dan gerak partikel pada berbagai wujud zat.

  4. Membedakan kohesi dan adhesi Alokasi Waktu : 3 x 45 menit A.

   Tujuan Pembelajaran :

  Siswa dapat : 1. menjelaskan pengertian zat.

  2. melakukan penyelidikan terjadinya perubahan wujud zat. 3. menafsirkan susunan dan gerak partikel pada berbagai wujud zat.

  4. Membedakan kohesi dan adhesi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  91 B. Metode Pembelajaran :

  Media Pembelajaran Komik C.

   Kegiatan Pembelajaran :

  No Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu

  Pertemuan I

  I Membuka Pelajaran:

  1. Mengucapkan salam, perkenalan dan meminta siswa menyiapkan peralatan belajar

  2. Peneliti menjelaskan metode pembelajaran menggunakan media komik, dan meminta siswa untuk berkelompok menurut kelompok yang telah peneliti tentukan sebelumnya, 15 menit dan membagikan komik pembelajaran.

  3. Komik pembelajaran yang dibagikan berisi dialog materi wujud zat.

  4. Peneliti menyampaikan topik yang akan dipelajari dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

  II Kegiatan Inti

  1. Peneliti membagikan soal pretest kepada siswa dan siswa diminta mengerjakan soal pretest.

  2. Siswa diminta untuk membaca komik yang telah dibagikan dan memilih perwakilan kelompok yang akan memperagakan 65 menit dialog di dalam komik di depan kelas.

  3. Peneliti meminta perwakilan dari salah satu kelompok untuk maju kedepan kelas dan memperagakan dialog di dalam komik yang berisi tentang perubahan wujud zat yaitu penguapan, siswa yang lain diminta untuk merangkum konsep fisika dari dialog tersebut.

  4. Peneliti meminta kelompok lain untuk memperagakan materi tentang dialog pengembunan, siswa yang lain juga diminta untuk menangkap konsep yang terdapat di dalamnya. Begitu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  92

  juga pada dialog mengenai materi selanjutnya yaitu perubahan wujud zat dan teori partikel zat serta sifat-sifat zat.

  5. Siswa diberi waktu untuk mempersiapkan hasil diskusi bersama kelompok.

  6. Peneliti meminta setiap kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi tentang konsep yang terdapat didalam dialog .

  7. Peneliti merangkum hasil presentasi siswa dan memperbaiki apabila ada kesalahan.

  8. Peneliti memberikan beberapa latihan soal untuk dikerjakan bersama kelompok.

  9. Peneliti meminta setiap kelompok melalui perwakilannya untuk menuliskan hasil dari diskusi bersama.

  10. Peneliti membahas kembali soal-soal yang diberikan, dan memperbaiki jika terjadi kesalahan.

  11. Keistimewaan bagi kelompok yang mampu mengerjakan soal didepan, mereka boleh menunjuk kelompok lain untuk mengerjakan soal yang mereka inginkan.

  III Menutup pelajaran

  1. Peneliti membuat rangkuman bersama siswa

  2. Peneliti menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya dan meminta siswa untuk 10 menit mempelajarinya terlebih dahulu dan mempersiapkan diri untuk posttest.

  3. Siswa diminta untuk mengumpulkan komik pembelajaran.

  4. Peneliti menutup pembelajaran dengan salam.

  Pertemuan 2

  I Pendahuluan

  1. Membuka pelajaran ( memberi salam/ menyapa siswa, mengecek kehadiran siswa). 5 menit

  2. Menjelaskan tujuan dan indikator kegiatan yang akan dipelajari. Meminta siswa duduk bersama kelompok yang telah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8. Perwakilan dari setiap kelompok diminta untuk maaju dan mengerjakannya didepan kelas.

  93

  2. Menutup pelajaran dengan salam 5 menit

  1. Peneliti memberikan penegasan tentang materi agar tidak terjadi miskonsepsi. Dan memberikan angket untuk diisi oleh siswa.

  3. Penutup

  35 menit

  9. Siswa diminta untuk mengerjakan soal posttest.

  ditentukan minggu lalu. Dan membagikan komik pembelajaran yang berisi meteri wujud zat.

  2. Kegiatan Inti

  6. Peneliti memberikan beberapa soal latihan.

  5. Peneliti merangkum dan memperbaiki jika terdapat kesalahan.

  4. Seperti minggu lalu peneliti meminta setiap kelompok untuk menjelaskan hasil dari diskusi.

  3. Siswa diberi waktu untuk berdiskusi.

  2. Peneliti kembali meminta perwakilan dari salah satu kelompok yang belum maju minggu lalu untuk memperagakan dialog tentang kohesi dan adhesi, siswa yang lain diminta untuk menangkap konsep yang terdapat didalam dialog.

  1. Siswa di minta mempersiapkan perwakilan dari tiap kelompok dan membaca komik untuk mengingat kembali.

  7. Setiap kelompok diminta untuk mengerjakan soal dalam kelompok.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  D. Penilaian Hasil Belajar

  Teknik : keaktifan siswa, sikap Bentuk : pretest dan posttest

  E. Materi Pembelajaran

  94

4. Wujud Zat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  95 Lampiran 9: RPP Kelas Kontrol RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Untuk Kelas Kontrol

  Sekolah : SMP Kanisius Gayam Yogyakarta Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : VII/ I Standar Kompetensi : Memahami wujud zat dan perubahannya Kompetensi Dasar : menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-har menggunakan metode ceramah. Indikator : agar siswa dapat : 1. menjelaskan pengertian zat.

  2. melakukan penyelidikan terjadinya perubahan wujud zat. 3. menafsirkan susunan dan gerak partikel pada berbagai wujud zat.

  4. Membedakan kohesi dan adhesi Alokasi Waktu : 3 x 45 menit F.

   Tujuan Pembelajaran :

  Siswa dapat : 1. menjelaskan pengertian zat.

  2. melakukan penyelidikan terjadinya perubahan wujud zat. 3. menafsirkan susunan dan gerak partikel pada berbagai wujud zat.

  4. Membedakan kohesi dan adhesi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  96

G. Metode Pembelajaran :

  Ceramah A.

   Kegiatan Pembelajaran :

  No Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu

  Pertemuan I

  I Membuka Pelajaran:

  1. Mengucapkan salam, berkenalan dan memberi kesempatan siswa untuk mempersiapkan buku pelajaran 10 menit

  2. Peneliti menyampaikan topik yang akan dipelajari dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

  II Kegiatan Inti

  1. Peneliti membagikan soal pretest kepada siswa dan siswa diminta mengerjakan soal pretest.

  2. Peneliti menjelaskan tentang materi wujud zat. 70 menit 3. Peneliti menginformasikan perubahan wujud zat.

  4. Peneliti menjelaskan tentang materi teori partikel zat.

  5. Siswa diminta untuk mengerjakan beberapa soal.

  6. Peneliti meminta beberapa siswa untuk maju dan mengerjakannya di depan kelas.

  7. Peneliti mengoreksi bersama siswa, jika siswa belum mengerti, peneliti mempersilahkan siswa untuk bertanya

  III Menutup pelajaran

  1. Peneliti membuat rangkuman bersama siswa

  2. Guru menginformasikan materi yang akan dipelajari pada 10 menit pertemuan berikutnya dan meminta siswa untuk mempelajarinya terlebih dahulu dan mempersiapkan diri untuk posttest.

  Pertemuan 2

  I Pendahuluan 5 menit

  1. Membuka pelajaran ( memberi salam/ menyapa siswa,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  97

  mengecek kehadiran siswa).

  2. Menjelaskan tujuan dan indikator kegiatan yang akan pelajari.

  2. Kegiatan Inti 1. Peneliti menjelaskan pengertian kohesi dan adhesi.

  2. Peneliti menerapkan memberikan beberapa contoh dalam 35 menit kehidupan sehari-hari.

  3. Siswa diminta untuk mengerjakan beberapa soal.

  4. Peneliti meminta beberapa siswa untuk maju dan mengerjakannya didepan kelas.

  5. Peneliti mengoreksi bersama siswa dan member kesempatan siswa untuk bertanya jika belum mengerti.

  6. Peneliti meminta siswa untuk mengerjakan posttest.

  3. Penutup

  1. Guru memberikan penegasan tentang materi agar tidak 5 manit terjadi miskonsepsi.

  2. Menutup pelajaran dengan salam

  B. Penilaian Hasil Belajar

  Teknik : keaktifan siswa, tugas terstruktur, sikap Bentuk : pretest dan posttest

  C. Materi Pembelajaran Wujud Zat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 10: Pembagian Kelompok Kelas Eksperimen

kelompok 1 kelompok 2 ANGELINA M ANAR SETIA N. BENYDIKTUS YULI NUGROHO

  DIONISIUS ANGGI ARINTO OKTAVIANUS RENALDO WIBOWO NATHANIA DARM ABRATA DINDA AYU PERTIWI JUDITHYA P.P.S ARI RUDI SETIAWAN

  IM M ANUELLA NUSACA F.C. ROBERTUS OCTAVERINO kelompok 3 kelompok 4 PRISCILLA ESTIKA M IRM ANING B. DIAN RETNO SARASWATI OTNIEL M ANUM PIL HILARION YAN KRIS A. KLEM ENS SANDI ANDIKA PRATAM A

  VINCENTIUS ALVIAN PERDANA M IRA YOHANA TUM PAG CRYSTI M ONITA DAM AYANTI ROSALIA DINDA ARIYANTO STEPHANIE NADYA LITA kelompok 5 kelompok 6 ELISHA HOSEA PINASTI BRIGITA NATASYA LY

  IGNATIUS ARYO BIM O SAM UDERA

  98

RAHADIAN ADI PERDANA ALEXANDER ELGAR W. STEFANUS KEVIN HENRYANTO FEBIOLA GIESELA SETIADI SHEILOM ITA ANGGIA PUTRI N.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  99 Lampiran 11: komik pembelajaran materi wujud zat

  1. Perubahan Wujud Zat

  a. Membeku

  Siapa yang pernah memasukkan air kedalam mesin pendingin at au kulkas?

Saya, prof.air dapat berubah menjadi es jika

dimasukkan ke dalam mesin pendingin.

  Ya benar sekali narut o. Tumben kamu benar.

  Saya git u loh… t api kenapa begit u prof? Perist iw a berubahnya air menjadi es dinamakan membeku.

  Pada proses ini, ket ika air didinginkan, molekul-molekul bergerak makin lambat . Ahirnya mereka saling mengikat sat u sama lain membent uk Krist al-krist al es. Pada t ekanan normal , air membeku pada suhu 0

  C. selama proses pembekuan, air akan t erus mengeluarkan kalor. Walaupun keluar kalor, suhu air t et ap 0

  C. kalor dikeluarkan agar molekul air bisa lebih

diam sehingga bisa membent uk Krist al es.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. Mencair

  100

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. Menguap

  101

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  d. Mengembun

  102

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  e. Menyublim Doraemoonnn….

  Bant u aku nyelesain PR dari pak guru dong

  Kali ini aku sudah t idak sanggup lagi mengerjakan soalnya.

  Hemhh.. nobit a Bisakan…

  ?? Emangnya PR apa?? PR f isika…meny ublim it u maksut nya apa??

  Ehhm m… ..It u aja kamu gak t au….

  Kenapa kamu malah ikut - ikut an mengejek! !

  M ending aku t idur aja….hehe 103

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  M enyublim it u adalah perubahan w ujud zat dari padat menjadi gas. Cont ohnya : kapur barus yang biasa dilet akkan dilemari, lama-lama akan habis.

  Begit u nobit a Doraem on……

  Jadi begit u ya….heh ehe.... t ernyat a mudah

  104

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  f. Mengkristal

  Lalu unt uk mengkri st al bagaima na???

  Kalau mengkristal it u kebalikan dali menyublim, yait u perubahan zat dari zat gas menjadi zat padat .

  Cont ohnya: udara yang berubah m enjadi salju pada musim salju.

Hayo

….apa??

  Jadi begit u….

  Baiklah….akan aku kerjakan semua PR nya…..

  Ahirnya selesai juga…….

  Aku juga ikut senang nobit a…..

  Baru sebent ar sudah mau main lagi..dasar nobit a 105

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  106

  2. Teori Partikel Zat Susunan dan Gerak Partikel Pada Berbagai Wujud Zat

  Kenapa Bagaima Kepalaku Pak guru nobit a?? na rasanya memint a ya….ehm pusing… ku unt uk mm menjelaska n soal t eori

  part ikel zat Tenang gak usah pusing Gak usah khaw at ir soal nobit a …nant i di rumah it u…… aku jelaskan…

  Ia t api Ayo Aku punya bagaimana pulang..gak alat yang caranya?? usah t akut bisa menjelask an it u semua..yai t u ilmu berfikir.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  107

  1) Zat padat

  Zat padat memiliki susunan partikel dengan pola yang t erat ur…dapat kamu lihat pada gambar diat as ini nobita…. zat padat memiliki sifat bent uk dan volumenya t et ap. bent uknya t et ap karena susunan part ikelnya sangat dekat dan gaya t arik menarik ant ar part ikelnya sangat kuat . Dan volumenya t et ap karena part ikel zat padat bergerak dan

berput ar pada kedudukannya saja.

  2) Zat Cair

  Lalu zat cair?? Zat cair memiliki gaya t arik menarik yang lebih kecil bila dibandingkan oleh zat padat . Dan memiliki sif at bent uknya berubah-ubah t et api volum enya t et ap. Bent uknya berubah- ubah karena susunan part ikelnya berdekat t at api renggang, susunannya t erat ur, t at api gaya t arik menarinya cukup lemah. Volumenya t et ap karena, part ikelnya memang mudah berpindah t et api t idak meninggalkan kelompoknya. Gambarnya bisa dilihat dibaw ah ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  108

  3) Zat Gas

  Dan yang t erahir adalah zat gas. Susunan part ikelnya dapat dilihat dibaw ah ini.

  Gas ini memiliki sifat yang berbeda dari yang lain.. yaitu memiliki bent uk dan volume yang berubah-ubah Bent uknya berubah karena susunan part ikelnya berjauhan, susunannya t idak t erat ur, dan gaya t arik menarik ant ar

  part ikelnya sangat lemah. Volumenya berubah-ubah karena part ikel zat gas dapat bergerak bebas m eninggalkan kelompoknya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  109

  3. Kohesi dan Adhesi

  Tanya Doraemon Boleh nggak?? apa?? boleh bert anya ?

  It u aja masa Kehesi it u Kohesi it u adalah Hem m gak t au… apa?? gaya t arik menarik m… ant ar part ikel zat yang sejenis…

  Dan Kalau adhesi

Ia apa

Hehe….adhesi adalah gaya t arik kabalikannya maksut nya menarik ant ar part ikel yang adhesi??? berbeda jenis……….

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  110 Sebagai cont ohnya t et esan air raksa pada Jadi kaca, t idak meresap t et api berbent uk bola. Ini begit u menunjukan perist iw a kohesi dan ya…. adhesi…t et epi pirist iw a kohesi lebih besar dari pada perist iw a adhesinya….at au dengan kat a lain…gaya t arik menarik part ikel sejenis air raksa(kohesi) lebih besar daripada gaya t arik menarik ant ara par t ikel air raksa dan part ikel kaca(adhesi).

  Semangat nobit a……hehe Ternyat a fisika t ak sesulit yang ku bayangkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 12: Foto-foto saat penelitian

111

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  112

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 13 : Hasil pekerjaan siswa 113

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pretest 114

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  115

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  116

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Posttest 117

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  118

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  119

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kuesioner 120

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  121

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  122

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  123

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  124

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  125 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  126

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  127

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  128

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Peningkatan pemahaman konsep siswa kelas VII Smp Taman Dewasa Jetis Yogyakarta pada pokok bahasan zat dan wujudnya melalui pembelajaran dengan metode berbasis proyek.
0
0
117
Keterlibatan siswa dalam implementasi pembelajaran kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan garis dan sudut di kelas VII B SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta.
0
0
273
Pemanfaatan geogebra sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas XI IPA SMA BOPKRI II Yogyakarta dalam pokok bahasan menyusun persamaan lingkaran.
0
0
209
Efektivitas pembelajaran dengan program cabri 3D untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep siku siku dalam sub pokok bahasan penerapan teorema pythagoras pada bangun ruang di kelas VIII
0
2
201
Latihan soal terbimbing dalam pembelajaran fisika untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa pada pokok bahasan kalor - USD Repository
0
0
103
Pengembangan cerita rakyat menjadi komik sebagai media pembelajaran membaca pemahaman untuk siswa kelas IV SD Kanisius Kotabaru 2 Yogyakarta tahun ajaran 2006/2007 - USD Repository
0
0
189
Penerapan teori konstruktivisme dalam pembelajaran pokok bahasan getaran untuk siswa kelas 2 SMP Pangudi Luhur 1 Kalibawang - USD Repository
0
3
137
Peningkatan pemahaman konsep siswa kelas VII SMP Stella Duce 2 Yogyakarta pada pokok bahasan zat dan wujudnya melalui pembelajaran dengan metode kooperatif tipe Jigsaw II - USD Repository
0
0
287
Intelegensi ganda dan implementasinya dalam pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Kanisius Gayam Yogyakarta tahun pelajaran 2008/2009 - USD Repository
0
0
139
Analisis jenis paragraf dalam karangan siswa kelas VIII SMP Kanisius Gayam Yogyakarta tahun ajaran 2008/2009 - USD Repository
0
2
113
Upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran Jigsaw pada pembelajaran fisika kelas VIII SMP Kanisius Wonogiri pokok bahasan tekanan - USD Repository
0
1
248
Model pembelajaran bahasa Indonesia terintegrasi dengan pendidikan antikorupsi pada siswa kelas VII semester 1 SMP Kanisius Gayam Yogyakarta tahun ajaran 2010/2011 - USD Repository
0
0
283
Pemanfaatan media komputer oleh guru dalam pembelajaran matematika dengan topik bahasan irisan dan gabungan dua himpunan kelas VII di SMP Kanisius Gayam Yogyakarta tahun ajaran 2008/2009 - USD Repository
0
0
272
Efektifitas penggunaan modul dalam pembelajaran fisika di kelas VII B SMP Kanisius Gayam Yogyakarta pada pokok bahasan zat dan wujudnya - USD Repository
0
0
241
Keterlibatan 3 orang siswa kelas VII SMP Kanisius Gayam dalam pembelajaran irisan dan gabungan dua himpunan dengan menggunakan media komputer - USD Repository
0
0
273
Show more