Peningkatan kemampuan melakukan proses ilmiah dan hasil belajar siswa tentang pesawat sederhana melalui metode inkuiri terbimbing pada siswa kelas V SD Negeri Plaosan I tahun ajaran 2011/2012 - USD Repository

Gratis

0
0
212
3 months ago
Preview
Full text

  

PENINGKATAN KEMAMPUAN MELAKUKAN PROSES ILMIAH DAN HASIL

BELAJAR SISWA TENTANG PESAWAT SEDERHANA MELALUI METODE

  

INKUIRI TERBIMBING PADA SISWA KELAS V SD NEGERI PLAOSAN I

TAHUN AJARAN 2011/2012

SKRIPSI

  

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

  

Disusun oleh :

DITA SETIANINGRUM

081134061

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2012

  

i

PENINGKATAN KEMAMPUAN MELAKUKAN PROSES ILMIAH DAN HASIL

BELAJAR SISWA TENTANG PESAWAT SEDERHANA MELALUI METODE

  

INKUIRI TERBIMBING PADA SISWA KELAS V SD NEGERI PLAOSAN I TAHUN

AJARAN 2011/2012

SKRIPSI

  

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

  

Disusun oleh :

DITA SETIANINGRUM

081134061

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2012

  

SKRIPSI

PENINGKATAN KEMAMPUAN MELAKUKAN PROSES

  

ILMIAH DAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PESAWAT

SEDERHANA MELALUI METODE INKUIRI TERBIMBING

PADA SISWA KELAS V SD NEGERI PLAOSAN I TAHUN

AJARAN 2011/2012

  Disusun oleh: Nama : Dita Setianingrum

  NIM : 081134061 Telah disetujui oleh :

  Dosen Pembimbing Tanggal 5 Juni 2012 ( Drs. T. Sarkim, M.Ed, Ph. D.)

  

ii

  

iii

SKRIPSI

PENINGKATAN KEMAMPUAN MELAKUKAN PROSES ILMIAH DAN

HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PESAWAT SEDERHANA MELALUI

METODE INKUIRI TERBIMBING PADA SISWA KELAS V SD NEGERI

  PLAOSAN I TAHUN AJARAN 2011/2012

  Disusun oleh: Nama : DITA SETIANINGRUM

  NIM : 081134061 Telah dipertanggungjawbkan di depan tim penguji

  Pada tanggal 16 Juli 2012 Dan dinyatakan LULUS / TIDAK LULUS

  

Susunan Panitia Penguji :

  Nama Lengkap Tanda tangan Ketua : G. Ari Nugrahanta, SJ., S.S., BST., M.A.

  ……………….. Sekretaris : Elga, Andriana, S.P si., M.E d.

  ……………….. Anggota 1 : Drs. T. Sarkim, M. Ed, Ph. D.

  ……………….. Anggota 2 : Drs. Puji Purnomo, M. Si ……………….. Anggota 3 : Drs. J Sumedi ………………...

  Yogyakarta, 16 Juli 2012 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

  Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  Dekan

  

iv

PERSEMBAHAN

  

Karya ini penulis persembahkan untuk:

Allah SWT. Yang selalu menuntun hidupku …terimakasih Allah atas segala yang

Kau Anugrahkan kepadaku

  Almarhum Ayah ku terkasih dan Ibu yang selalu mendukung serta mengasihiku..

  

Kakak dan adik tercinta

Yang selalu memberi support, doa, dan harapan.

  

Kekasihku tercinta yang selalu menemaniku dalam suka dan duka serta

mendukungku dengan semua doa dan harapan..

  

Dosen pembimbing yang saya hormati terimakasih atas bimbingan yang telah

engkau berikan..

  

Para Dosen dan teman-teman seperjuangan PGSD Sanata Dharma 2008

  

v

MOTTO

  SESEKALI LIHATLAH KEBELAKANG UNTUK MELANGKAH KEDEPAN…… SEMANGAT DAN KALAHkAN SEGALA GODAAN KAReNA DALAM SEBUAH PERJUANGAN TERDAPAT BANYAK DURI YANG HARUS KITA LEWATI..

LIHATLAH WAKTU TERUS BERPUTAR DAN APA YANG BISA KITA

  KERJAKAN SAAT WAKTU ITU TAK LELAH UNTUK MEmUTARKAN

JARUMNYA,,JAGAN PERNAH ADA PENYESAAN KARENA WAKTU TAK

  TENGADAHKANlAH TANGANMU TUNDUKANLAH KEPALA SEJENAK TAKKAN ADA YANG TERJADI TANPA KEHENDAKNYA….

LIHAT DENGAR DAN RASAKAN UNTUK MEMBUAT SEBUAH KEPUTUSAN

  BESAR… JADILAH PRIBADI YANG PANTAS ..UNTUK SEBUAH KEBERHASILAN DAN TANGGUNG JAWAB JANGANLAH MEMINTA ALLAH MENGURANGI BEBANMU TAPI MINTALAH KEPADANYA UNTUK MEMBERI KEKUATAN LEBIH UNTUK MEMIKUL BEBAN DAN COBAAN YANG DIBERIKAN

PERNYATA AN KEASLIAN KARYA

  Penulis menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang penulis susun ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan atau daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 16 juli 2012 Penulis Dita Setianingrum NIM 081134061

vi

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertandatangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Dita Setianingrum Nomor Mahasiswa : 081134061

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan , saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :

  

“PENINGKATAN KEMAMPUAN MELAKUKAN PROSES ILMIAH DAN HASIL

BELAJAR SISWA TENTANG PESAWAT SEDERHANA MELALUI METODE

  

INKUIRI TERBIMBING PADA SISWA KELAS V SDN PLAOSAN I TAHUN

AJARAN 2011/2012 Beserta perangkat yang diperlukan.

  

Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak

untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk

pangkalalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikanya di internet atau

media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin saya maupun memberikan

royalty kepada saya selama masih tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat sebenarnya.

  Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 5 Juli 2012 Yang menyatakan (Dita Setianingrum)

vii

  

ABSTRAK

  Setianingrum, Dita 2012. Peningkatan Kemampuan Proses Ilmiah dan Hasil Belajar

  Siswa tentang Pesawat Sederhana Melalui Metode Inkuiri Terbimbing Kelas V Mata Pelajaran IPA SDN Plaosan 1 tahun ajaran 2011/2012.

  Pendidikan Guru Sekolah Dasar Unversitas Sanata Dharma. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan kemampuan proses ilmiah dan hasil belajar dalam pembelajaran IPA meteri Pesawat Sederhana dengan metode inkuiri terbimbing pada siswa kelas V SD Negri Plaosan 1 Tahun Ajaran 2011/2012. Penelitian dilakukan terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan masing-masing selama 2jp. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui peningkatan kemampuan proses ilmiah yaitu dengan lembar pengamatan dan untuk hasil belajar menggunakan tes tertulis, dimana pada masing-masing siklus terdiri dari 10 soal pilihan ganda, 5 soal isian singkat, dan 5 soal uraian.

  Kreteria keberhasilan yang diharapkan dalam penelitian ini didasarkan pada presentase siswa yang mencapai KKM yaitu 60 dan rata-rata nilai ulangan siswa, sedangkan pada kemampuan melakukan proses ilmiah didasarkan pada 5 aspek pengamatan yang telah ditentukan. Sebelum dilakukan tindakan data kondisi awal tahun ajaran 2010/2011 menunjukan dari 24 siswa terdapat 10 siswa (41%) mendapat nilai ≥ 60 dan 14 siswa (51%) mendapat nilai < 60 dan pada kemampuan proses ilmiah tercapai 37%. Setelah dilakukan tindakan hasil pada siklus 1 menunjukan peningkatan hasil belajar yaitu 24 siswa (100%) siswa tuntas mencapai KKM dan pada siklus II tidak ada penurunan hasil atau 24 siswa (100% ) tuntas mencapai KKM bahkan terdapat peningkatan rata-rata kelas yaitu pada siklus I 80,7 meningkat pada siklus II yaitu 89,14. Pada peningkatan kemampuan proses ilmiah meningkat yaitu siklus 1 85% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 92,9%.

  Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian yang telah dilakukan telah berhasil, karena dapat mencapai target bahkan melebihi target yang diharapkan. Kata kunci : proses ilmiah, hasil belajar, metode inkuiri.

  

viii

  

ABSTRACT

  Setianingrum, Dita 2012. The Improvement of Students’ Scientific Process Ability and Result Study Simple Machine Using Guided-Inquiry Method

  Grade V Students’ Natural Science SDN Plaosan 1 Year 2011/2012. Elementary School Teacher Education. Sanata Dharma University.

  This research was aiming at reveal the improvement students’ scientific process ability and learning achievement Simple Machine using guided-inquiry method on grade V students’ natural science of SDN Plaosan 1 Year 2011/2012. This is consisted of 2 cycles. Each cycle consisted two meetings, which is 2 hours of learning hour. The instrument used to finding out the improvement of acientific process ability the observation sheet and to finding out result study, written test, in which each cycle consisted of 10 multiple choices questions, 5 short answers questions, and 5 essay questions.

  Criteria of success expect in this research based on the students’ percentage in the KKM of 60 and on the students average test score, the ability to do the scientific process based on 5 observation aspects that had been decided. Before doing any treatment, the initial condition in year 2010/2011 showing that 24 students, there were 10 students (41%) gained the score of

  ≥ 60, and 14 students (51%) gained < 60 and on scientific process ability was 37%. After treatment on cycle 1, result on cycle I showed some improvement that there were 24 students (100%) who achieved the KKM and on cycle II, there no degrading result there were 24 students (100%) the KKM and in fact, there was improvement on the students average scores which is from 80.7 on cycle I to 89.14 on cycle II. The scientific process ability improved from from cycle I, which was 85%, to cycle II, which was 92.9%.

  Based on the result show, it was conclude that this research succes because it achieved the target and in fact it exceeded the expectation. Key word: scientific process, learning achievment, guided inquiry.

  

ix

KATA PENGANTAR

  Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.

  Penulisan skripsi ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat kelulusan, pada Program Studi PGSD Sanata Dharma yang dilaksanakan di SD Negeri Plaosan 1, kecamatan Mlati Kabupaten Sleman.

  Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini dapat terwujud atas bimbingan, bantuan, dan peran serta dari berbagai pihak. Maka pada kesempatan yang baik ini penulis mengucapkan terimakasih kepada: 1.

  Rohandi, Ph. D., selaku Dekan FKIP Universitas Sanata Dharma yang telah berkenan memberikan ijin melakukan penelitian,

  2. Bapak Drs. T. Sarkim, M.Ed, Ph. D., selaku pemimbing yang telah meluangkan waktu, tenaga dan arahan serta penuh perhatian, kesabaran dan tak henti-hentinya memberikan nasehat yang sangat berarti sehingga terselesaikan skripsi ini dengan baik.

3. G. Ari Nugrahanta, SJ., S.S., BST., M.A., selaku Ketua Program Studi

  Pendidikan Guru Sekolah Dasar, fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma 4. Seluruh dosen dan karyawan fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan Program

  Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang telah membagi ilmunya dan membantu penulis.

  

x

  

xi

5.

  Ibu Dwi Hastutiningsih, A.Ma.Pd. selaku Kepala SD Negeri Plaosan 1 yang telah memberikan ruang gerak dan kepercayaan untuk melakukan penelitian.

  6. Bapak dan Ibu guru SD Negeri Plaosan 1 yang telah bekerjasama dengan baik.

  7. Almarhum ayah dan ibu yang selalu memberi kekuatan dan dukungan.

  8. Kakak dan adik yang selalu memberikan semangat dan doa, 9.

  Kekasihku Deni Sutrisno yang yang selalu memberikan dukungan sehingga penulis dapat menyelesikan skripsi dengan baik.

  10. Teman-teman yang telah mendukung penulis dalam menyelesaikan skripsi.

  Harapan penulis semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kalangan pendidikan dan perkembangan ilmu pengetahuan. Penulis menyadari skripsi ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari sempurna. Untuk itu diharapkan kritik dan saran dari semua pihak pembaca demi perbaikan dan penyempurnaan dimasa yang akan datang.

  Yogyakarta,16 Juli 2012 Penulis Dita Setianingrum NIM 081134061

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar merupakan rangkaian kegiatan

  untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Untuk mengelola pembelajaran yang baik, guru ditantang untuk meningkatkan keberhasilan pembelajaran yaitu dengan cara membekali beberapa kemampuan dan merencanakan serta melaksanakan program pembelajaran dengan suatu metode pembelajaran tertentu.

  Lingkungan secara umum merupakan tempat di mana setiap mahluk hidup melangsungkan segala aktivitas dan rutinitas dalam kehidupannya. Melalui lingkungan ini mahluk hidup khususnya manusia dapat memperoleh berbagai hal yang sifatnya dapat memberikan manfaat lebih terutama sesuatu yang berguna dan bermanfaat bagi kehidupannya, Dengan kata lain berfungsi sebagai tempat pembelajaran bagi manusia.

  Pemanfaatan lingkungan khususnya lingkungan sekolah dan sekitarnya sebagai sumber pembelajaran IPA sangat penting, mengingat pembelajaran

  IPA sangat erat hubungannya dengan alam dan lingkungan (Ramadhan.A.T: 2008). Sehubungan dengan hal tersebut guru dalam melaksanakan pembelajaran hendaknya dapat memanfaatkan lingkungan sebagai media pendukung pembelajaran. Namun memanfaatkan lingkungan begitu saja tanpa prosedur pembelajaran dengan suatu metode tertentu akan sangat kurang maksimal hasilnya.

  1 Proses ilmiah adalah salah satu proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan berdasarkan bukti fisik terutama pada mata pelajaran IPA.

  Namun hal tersebut belum terlaksana secara maksimal pada kegiatan pembelajaran di SD Negeri Plaosan 1,Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman, sehingga pembelajaran (khususnya pembelajaran IPA) belum tercapai secara maksimal dan kegiatan pembelajaran dirasa masih kurang bermakna bagi siswa, hal ini dapat dilihat melalui presentase kemampuan melakukan proses ilmiah yaitu hanya 37% dari 5 aspek kemampuan ilmiah yang dinilai, sedangkan hasil belajar sebelumnya yaitu masih banyak ditemui presentase ketuntasan siswa yang masih dibawah KKM, yaitu hanya 41% anak yang mencapai KKM dan 59% belum mencapai KKM, dari nilai KKM yang diterapkan 60 nilai rata-rata ulangan harian siswa SD Negeri Plaosan 1 adalah 58,3 dan dalam proses belajar berlangsung anak sangat kurang aktif belajar, untuk menggali ilmu dengan lebih bermakna. Sementara pembelajaran IPA menghendaki partisipasi aktif dari siswa ( Piaget dalam Sumiyati 2010: 2), sehingga menuntut perhatian dan penanganan lebih serius dari guru.

  Kondisi nyata yang terjadi di SD Negeri Plaosan 1 ini banyak berorientasi pada buku paket, LKS dan menggunakan metode ceramah dalam penyampaian materi, serta belum menerapkan proses ilmiah sesara maksimal. Hal ini membuat siswa hanya memiliki gambaran yang bersifat abstrak (gambaran/bayangan) semata terhadap suatu objek tertentu dan menimbulkan rasa bosan karena metode yang digunakan monoton.

  Penulis nantinya akan menerapkan pembelajaran IPA melalui metode Inkuiri terbimbing. Karena metode inkuiri terbimbing menawarkan kebebasan siswa untuk mengekspresikan ide-ide kreatifnya , mendorong siswa untuk berpikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran tetapi masih terarah karena guru bertugas sebagai pembimbing dan fasilitator serta melatih anak untuk tidak hanya bergantung pada guru serta hasil proses pembelajarannya tertanam lebih lama, karena siswa belajar berdasarkan hasil dari pengalamannya sendiri, sehingga diharapkan ada peningkatan kemampuan melakukan proses ilmiah dan hasil belajar siswa setelah proses pembelajaran.

  Rangkaian prosedur dan pelaksanaanya secara sistematis akan dijabarkan dan menjadi alasan penulis memilih penelitian tindakan kelas dengan judul “Peningkatan Kemampuan Proses Ilmiah dan Hasil Belajar Siswa Tentang Pesawat Sederhana Melalui Metode Inkuiri Terbimbing kelas V Mata

Pelajaran IPA SDN Plaosan 1 tahun aja ran 2011/2012”. B. Pembatasan Masalah 1. Penelitian ini hanya dikenakan pada siswa kelas V SD Negeri Palaosan 1 kec. Mlati, Kab. Sleman.

2. Materi yang disampaikan adalah mata pelajaran IPA tentang “ Pesawat Sederhana”.

  3. Kemampuan melakukan proses ilmiah akan dilaksanakan pada saat proses pengamatan, yaitu hanya 5 aspek yang akan di nilai , 1. melakukan pengamatan, 2.menggolongkan benda-benda sesuai klasivikasi tertentu, 3. menjelaskan hasil pengamatan, 4.mengajukan pertanyaan tentang hasil pengamatan, 5. menarik kesimpulan berdasarkankan pengaman penelitian ilmiah.

4. Hasil belajar dibatasi pada nilai siswa setelah mengikuti proses belajar menggunakan metode inkuiri terbimbing.

  C.

  Rumusan Masalah Bertitik tolok pada latar belakang maka penulis merumuskan masalahnya sebagai berikut:

  1. Bagaimanakah penggunaan metode inkuiri terbimbing dalam meningkatkan kemampuan proses ilmiah siswa kelas V SD Negeri Plaosan 1 pada mata pelajaran IPA khususnya materi Pesawat Sederhana? 2. Bagaimanakah penggunaan metode inkuiri terbimbing dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Plaosan I pada mata

  pelajaran IPA khususnya pada materi Pesawat Sederhana? D. Pemecahan Masalah Pemecahan masalah yang akan digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu dengan metode inkuiri terbimbing. Metode inkuiri terbimbing ini akan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar siswa. Dengan memanfatkan lingkungan melalui metode inkuiri terbimbing diharapkan, proses pembelajaran lebih dapat, mengingat, memahami serta melibatkan siswa secara aktif dengan pengalamanya sendiri. Selain itu guru terbiasa menggunakan metode inkuiri terbimbing sebagai salah satu metode baru dalam kegiatan pembelajaran yang diharapkan meningkatkan kemampuan melakukan proses ilmiah dan hasil belajar mata pelajaran IPA khususnya materi pesawat sederhana.

E. Batasan Pengertian

  Agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini, maka perlu didefinisikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Kemampuan melakukan proses ilmiah yang dimaksud dalam pelitian ini adalah proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisik dimana pada proses ilmiah yang akan dinilai dibatasi pada 5 aspek yaitu melakukan pengamatan, menggolongkan benda-benda sesuai klasivikasi tertentu, menjelaskan hasil pengamatan, mengajukan pertanyaan tentang hasil pengamatan, menarik kesimpulan berdasarkankan pengaman penelitian ilmiah.

  2. Belajar adalah perubahan tingkah laku berupa keterampilan, kebiasaan, sikap, pengetahuan, pemahaman, dan apresiasi yang berasal dari pengalaman dan bersifat menetap.

3. Hasil Belajar merupakan perubahan kemampuan yang dimiliki seseorang, setelah seseorang belajar. Dan dinyatakan dalam bentuk nilai.

  4. Inkuiri terbimbing adalah metode dimana siswa menemukan informasi atau pengetahuan yang mereka butuhkan dengan bantuan dan bimbingan seorang guru. Dimana guru menyediakan bimbingan atau petunjuk yang cukup luas kepada siswa selama proses inkuiri yaitu 1. Pernyataan problem, 2.menemukan konsep, 3. Menyiapkan alat dalam kegiatan,. 4. Memberikan penjelasan kegiatan, 5. Siswa melakukan kegiatan, 6. Guru memberikan kesimpulan.

  F. Tujuan Penelitian

  Tujuan penelitian yang akan dilakukan adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran melalui metode inkuiri terbimbing dapat meningkatkan kemampuan melakukan proses ilmiah dan hasil belajar siswa tentang Pesawat Sederhana melalui metode inkuiri terbimbing pada siswa kelas V SD Negeri Plaosan 1 semester 2 tahun pelajaran 2011/2012.

  G. Manfaat Penelitian

  Adapun manfaat dari pada kegiatan penelitian adalah sebagai berikiut: 1.

  Bagi Peneliti a.

  Membuka wawasan baru tentang metode pembelajaran selain metode ceramah yang sudah sering digunakan dalam proses pembelajaran.

  b.

  Mempunyai alternatif menggunakan metode pembelajaran yang meningkatkan kemampuan melakukan proses ilmiah dan hasil belajar siswa, yaitu dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing.

  c.

  Mempunyai pengalaman melakukan penelitian, sehingga dapat mengembangkan lebih lanjut dan mendorong pengembangan PTK selanjutnya.

2. Bagi Guru a.

  Agar dapat memberikan masukan bahwa metode inkuiri terbimbing merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan dan dikembangkan.

  b.

  Memberikan masukan bahwa metode inkuiri terbimbing dapat dimanfaatakn sebagai salah satu strategi dalam memecahkan masalah kemampuan melakukan proses ilmiah dan hasil belajar siswa. c.

  Agar dapat memanfaatkan lingkungan sekolah yang ada sebagai sumber belajar dengan suatu metode pembelajaran yang sesuai.

  3. Bagi Sekolah a.

  Menambah koleksi perpustakaan sekolah mengenai hasil PTK

  b. Memberi Informasi bagi kepala sekolah tentang PTK c.

  Meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya SD Negeri Plaosan 1 khususnya penggunaan metode inkuiri terbimbing dalam penyampaian materi pelajaran IPA.

  d.

  Agar dapat menambah sumber bacaan di perpustakaan tentang penggunaan metode inkuiri terbimbing yang dapat meningkatkan proses ilmiah dan hasil belajar siswa, yang diharapkan memberikan inspirasi dan memacu guru melakukan penelitian yang sama ataupun penelitian yang lain.

  4. Bagi Prodi PGSD Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu tambahan bacaan PTK dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing dalam pembelajaran IPA.

  5. Bagi Siswa a.

  Suasana pembelajaran menjadi lebih menarik, menyenangkan, dan bermakna.

  b.

  Siswa dapat lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran.

  c.

  Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks yang sebenarnya, sehingga memberikan gambaran yang konkret bagi siswa. d.

  Dapat mengembangakan kreatifitas dan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna.

  e.

  Siswa memiliki pengalaman baru dalam melakukan kegiatan belajar , sehingga diharapkan dapat mengurangi kejenuhan atau kebosanan, serta kemampuan melakukan proses ilmiah dan prestasi belajar diharapkan meningkat.

  f.

  Pembelajaran dapat dijadikan media rekreasi siswa.

  g.

  Siswa dapat melakukan suatu proses ilmiah secara maksimal dalam pembelajaran yaitu mengamati, menggolong-golongkan, mengukur, menguraikan atau menjelaskan, mengajukan pertanyaan-pertanyaan penting tentang alam, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, merancang penyelidikan termasuk eksperimen-eksperimen, melakukan eksperimen, menarik kesimpulan.

BAB II KAJIAN TEORI A. Kemampuan Melakukan Proses Ilmiah Proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan

  secara sistematis berdasarkan bukti fisik (http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah ; 14:42 ; 21 Maret 2012). Di sekolah Dasar proses ilmiah ini diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar terutama pada pembelajaran

  IPA, karena dengan semakin cepat berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi guru akan mengalami kesulitan dalam mengajarkan semua fakta dan konsep kepada siswa. Dengan kemampuan melakukan proses ilmiah siswa dapat menemukan sendiri konsep- konsep dari berbagai sumber belajar melalui latihan-latihan yang berkualitas dan terencana dengan baik. Secara psikologis siswa pada pendidikan dasar akan mudah memahami konsep-konsep yang abstrak dan rumit jika disertai dengan contoh-contoh konkrit yang telah mereka ketahui sebelumnya dan berlangsung wajar sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi.

  Menurut John S. Richardson dalam Maria Melani Ika (2011 : 3-4) kemampuan proses ilmiah meliputi : a.

  Mengamati/ observasi Mengamati adalah proses mengumpulkan informasi mempergunakan semua alat indera.

  b.

  Mengklasifikasikan

  Mengklasifikasikan adalah menyusun obyek, kejadian atau informasi dalam golongan-golongan menurut sistem tertentu.

  c.

  Mengendalikan variabel Mengendalikan variabel adalah menandai karateristik obyek atau faktor dalam kejadian atau peristiwa yang tetap dan yang berubah di dalam kondisi yang berbeda.

  d.

  Merumuskan hipotesis Merumuskan hipotesis adalah menyusun suatu pernyataan tentang dugaan yang mungkin ditemukan dalam penelitian.

  e.

  Melakukan eksperimen pengamatan Melakukan eksperimen atau pengamatan adalah melakukan suatu percobaan atau pengamatan untuk memperoleh data yang relevan.

  f.

  Menganalisis data Menganalisis data adalah mengolah data yang telah diperoleh dari hasil pengamatan.

  g.

  Membuat laporan penelitian Membuat laporan penelitian yaitu menyusun data yang telah dianalisis kebenarannya, untuk kemudian dilaporkan dalam bentuk penelitian.

  Ada atau tidaknya kemampuan melakukan proses ilmiah ini sangat bergantung pada guru. Kemampuan melakukan proses ilmiah berdasarkan jenjang karakteristik perkembangan intelektual anak seusia siswa SD adalah dimulai dari nyata (konkrit) ke abstrak; dari mudah ke sukar ; dari sederhana ke rumit, dan dari dekat ke jauh. Dengan kata lain mulailah dari apa yang ada di sekitar siswa dan yang dikenal, diminati serta diperlukan oleh siswa. Pembelajaran perlu menyediakan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari- hari yang terkait dengan penerapan konsep dan prinsip ilmu yang dipelajari.

  Karena itu semua siswa diharapkan memperoleh pengalaman langsung melalui pengalaman inderawi yang memungkinkan mereka memperoleh informasi dari melihat dengan cara melakukan kegiatan pengamatan atau percobaan.

  Kemampuan melakukan proses ilmiah dalam pembelajaran di SD menuntut keterlibatan siswa secara aktif dan bertujuan agar hasil belajar kognitif, afektif, serta psikomotorik terbentuk pada diri siswa (Amien Mohamad, 1987 : 42), maka alat ukur hasil belajar yang digunakan tidak cukup jika hanya dalam bentuk tes obyektif atau subyektif saja. Tetapi dengan nilai selama proses belajar berlangsung dan nilai evaluasi, yang memuat banyak aspek dalam menggali kemampuan siswa. Dengan cara tersebut ketrampilan siswa dalam melakukan aktivitas yang kompleks tercapai dengan maksimal baik saat melakukan pengamatan maupun mengerjakan tugas.

  Siswa perlu dilatih dan dirangsang untuk selalu bertanya, berpikir kritis, serta terbiasa mengungkapkan jawaban terhadap pemecahan suatu masalah.

  Pemahaman siswa yang didapat melalui kemampuan melakukan proses ilmiah akan lebih bermakna dan siswa akan mengingat lebih lama karena mendapat kesempatan untuk mempraktekkan sendiri, melakukan penemuan konsep melalui perlakuan terhadap benda-benda yang mereka tangani saat pengamatan pembelajaran.

B. Pengertian Hasil Belajar

a) Belajar

  Secara umum belajar adalah proses mengumpulkan sejumlah pengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh dari seseorang yang lebih tahu atau yang sekarang ini dikenal dengan guru

  Para ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang belajar. Menurut Imron, Ali (1996:2) definisi belajar adalah sebagai berikut : 1.

  Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman, belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu, yakni mengalami.

2. Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku, hanya berbeda cara atau pencapai usahanya.

  Belajar menurut Oemar Hamalik (2001:28) belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Belajar bukan suatu tujuan tetapi merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan. Tujuan dari belajar yakni perubahan tingkah laku.

b) Hasil Belajar

  Manusia merupakan mahluk yang paling mulia dibandingkan makhluk ciptaan tuhan yang lain karena manusia telah dibekali akal, perasaan, cipta, karya dan karsa oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dengan segala anugrah yang diberikan tersebut menuntut manusia untuk menjadi mahluk yang terbaik dibandingkan mahluk-mahluk yang lain, yang akhirnya mendorong manusia untuk selalu belajar dan belajar. Belajar ini merupakan proses perubahan yang dialami makhluk hidup melalui serangkaian proses tertentu dialami oleh seseorang.

  Menurut Masidjo (2005:40), hasil belajar adalah skor atau nilai yang menunjukan prestasi seseorang dalam suatu bidang sebagai proses belajar yang khas yang dilakukan secara sengaja dalam bentuk pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, sikap dan nilai. Hasil belajar siswa dipengaruhi kemampuan kognitif yang dimiliki siswa dan faktor lain diantaranya situasi belajar yang diciptakan guru.

  Menurut Masidjo (2005:129) evaluasi merupakan suatu kegiatan membandingkan hasil pengukuran sifat atau objek dengan acuan yang relevan sedemikian rupa sehingga diperoleh suatu kualitas yang bersifat kuantitatif, menggunakan symbol berupa angka atau huruf. Evaluasi merupakan kegiatan yang terencana dan berkesinambungan. Evaluasi bertujuan untuk memperoleh data pembuktian yang menunjukan sejauh mana tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan yang direncanakan.

  Hasil belajar dipengaruhi oleh faktor intern dan ekstern. Faktor ekstern meliputi faktor keluarga (suasana rumah dan ekonomi), faktor sekolah terdiri dari metode belajar, kurikulum, keadaan gedung dan sarana prasana. Faktor masyarakat terdiri dari kegiatan siswa dalam masyarakat, pengaruh media massa serta pergaulan dalam masyarakat. Faktor intern antara lain faktor jasmaniah (kesehatan, cacat tubuh) dan psikologis ( perhatian, minat, bakat dan motif).

C. Hakikat IPA a. Pengertian IPA

  Menurut Carin dalam Amien, Mohammad (1987:4) mengatakan bahwa

  IPA adalah suatu kumpulan pengetahuan yang disusun secara sistematik, yang di dalam penggunaannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam. Fisher juga mengatakan bahwa IPA adalah suatu kumpulan pengetahuan yang diperoleh dengan menggunakan metode-metode berdasarkan observasi.

  IPA merupakan ilmu yang bersifat empirik dan membahas tentang fakta serta gejala alam. Fakta dan gejala alam tersebut menjadikan pembelajaran . IPA tidak hanya verbal tetapi juga faktual. Menurut kurikulum 1994 (dalam Tri Priantoro (2011:5) dijelaskan pengertian IPA sebagai hasil kegiatan manusia berupa pengetahuan, gagasan, dan konsep yang terorganisasi tentang alam sekitar yang diperoleh dari pengalaman melaui serangkaian proses ilmiah antara lain penyelidikan, penyusunan dan pengujian gagasan-gagasan. Sedangkan menurut Maria Melani Ika (2011:1) hakekat IPA adalah suatu ilmu pengetahuan tentang alam yang diperoleh lewat proses ilmiah dan didasari oleh sikap ilmiah. Berdasarkan pengertian diatas maka dapat dijelaskan bahwa IPA adalah pengetahuan dari hasil kegiatan manusia yang diperoleh dengan menggunakan langkah- langkah ilmia berupa metode ilmiah dan didapatkan dari hasil eksperimen atau observasi yang bersifat umum sehingga akan terus disempurnakan.

b. Hakikat Pendidikan IPA di SD

  Hakikat pendidikan IPA menurut Tri Priantoro (2011:1-4) dapat dikategorikan kedalam tiga dimensi yaitu: a.

  Dimensi Produk Dimensi produk meliputi konsep-konsep, prinsip-prinsip, hukum- hukum, dan teori-teori di dalam IPA yang merupakan hasil rekaan manusia dalam rangka memahami dan menjelaskan alam bersama dengan berbagai fenomena yang terjadi di dalamnya.

  Produk IPA tidak diperoleh berdasarkan fakta semata, melainkan berdasarkan data yang telah teruji melalui serangkaian eksperimen dan penyelidikan. Fakta adalah fenomena alam yang berhasil diobservasi tetapi masih memungkinkan adanya perbedaan persepsi di antara pengamat (pelaku observer).

  Tiga kriteria bagi suatu produk IPA yang benar : 1.

  Mampu menjelaskan fenomena yang telah diamati atau telah terjadi.

  2. Mampu memprediksi peristiwa yang akan terjadi.

  3. Mampu diuji dengan eksperimen sejenis.

  b.

  Dimensi Proses Dimensi proses yaitu metode memperoleh pengetahuan yang disebut dengan metode ilmiah. Metode ilmiah dalam proses IPA memiliki kerangka dasar prosedur yang dapat dijabarkan dalam enam langkah : 1.

  Sadar akan adanya masalah dan merumuskan masalah.

  2. Pengamatan dan pengumpulan data yang relevan.

  3. Pengklasifikasian data.

  4. Perumusan hipotesis.

  5. Pengujian hipotesis.

  6. Deduksi dan hipotesis.

  7. Tes dan pengujian kebenaran hipotesis.

  c.

  Dimensi Sikap Dimensi sikap dalah keyakinan, opini dan nilai-nilai yang harus dipertahankan oleh seorang ilmuwan khususnya ketikan mencari atau mengembangkan pengetahuan baru.

  Dalam hal ini yang dimaksud dengan sikap adalah sikap ilmiah terhadap alam sekitar. Ada sembilan aspek sikap ilmiah yang dapat dikembangkan pada siswa Sekolah Dasar, menurut Artoyo dalam Wynne Harlen (1991: 36), yaitu sebagai berikut:

  1) Sikap ingin tahu, yaitu suatu sikap yang selalu ingin mendapatkan jawaban yang benar dari obyek yang diamatinya.

  2) Sikap ingin mendapatkan sesuatu yang baru

  Sikap ini dapat terjadi jika siswa memperoleh jawaban dari rasa ingin tahunya terhadap sesuatu. Akan tetapi hal ini masih bersifat sementara karena adanya keterbatasan berpikir dan panca indera manusia.

  3) Sikap kerjasama

  Sikap ini berguna untuk memperoleh lebih banyak ilmu pengetahuan. Kerjasama ini dibutuhkan karena pengetahuan yang kita miliki mungkin masih terbatas dibandingkan dengan pengetahuan orang lain.

  4) Sikap tidak putus asa

  Adanya kegagalan yang terus menerus tidak membuat para ilmuan putus asa untuk menciptakan atau menemukan sesuatu yang bermanfaat bagi makhluk hidup. Sikap ini juga diharapkan ada pada diri siswa.

  5) Sikap tidak purba sangka

  Dalam menetapkan suatu kebenaran haruslah objektif. Objektif membuat orang menjadi tidak purba sangka. Oleh karena itu anak Sekolah Dasar melakukan eksperimen dan observasi untuk mencari kebenaran itu.

  6) Sikap mawas diri

  Para ilmuan itu mejunjung tinggi kebenaran. Kebenaran itu tidak hanya ditujukan di luar diri namun juga terhadap dirinya sendiri.

  Hal ini juga dikembangkan pada siswa Sekolah Dasar agar senantiasa jujur.

  7) Sikap tanggung jawab

  Sikap tanggung jawab diajarkan kepada siswa dengan membuat pengamatan dan melaporkan hasil pengamatan maupun eksperimen. 8)

  Berfikir bebas

  Obyek merupakan unsur yang mutlak diparlukan karena obyektifitas salah satu kebenaran ilmu. contoh: katakan merah kalau bunga mawar itu merah. 9)

  Sikap kedisiplinan diri Sikap disiplin diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengontrol ataupun mengatur dirinya untuk mencapai tujuan.

  Sikap ini dikembangkan di Sekolah Dasar dengan melakukannya pada kegiatan pengamatan maupun eksperimen secara serius.

c. Prinsip Umum Pembelajaran IPA

  Menurut John S. Richardson (dalam Maria Melani Ika (2011:6) ada 7 prinsip dalam belajar-mengajar IPA, yaitu : a)

  Prinsip keterlibatan siswa secara aktif Guru harus melibatkan siswa untuk memeperoleh ilmu yang mereka cari. Pelajaran yang disajikan harus membuat siswa aktif dan mereka berusaha untuk mencari tahu sendiri.

  b) Prinsip belajar berkesinambungan

  Dalam proses belajar mengajar selalu diawali dari hal-hal yang dimiliki atau dipahami oleh siswa. Pengetahuan yang sudah dimiliki atau dipahami siswa itu dijadikan jembatan bagi siswa untuk dapat memperoleh pengetahuan baru. Hal ini juga dapat digunakan guru untuk menumbuhkan minat siswa dalam mengolah bahan pelajaran.

  c) Prinsip motivasi

  Guru harus dapat berbuat sesuatu yang menumbuhkan dorongan belajar siswanya. Dorongan dapat bersumber dari kebutuhan yang hakiki dari diri manusia.

  d) Prinsip multi saluran

  Guru harus menyadari bahwa daya pemahaman masing-masing siswa tidak sama, ada yang mudah paham dengan hanya diberi ceramah oleh guru, ada juga yang baru dapat memahami setelah ia ikut aktif mengolah materi pelajaran. Oleh karena itu guru harus menggunakan berbagai saluran dalam mengajar siswanya, misalnya saja dengan ceramah, diskusi, kemudian dilanjutkan dengan pengamatan/ observasi.

  e) Prinsip penemuan

  Dalam memahami sesuatu konsep atau simbol-simbol guru tidak langsung member tahu kepada siswanya, tetapi guru member peluang agar siswa dapat memperoleh sendiri pengertian-pengertian itu melalui pengalamannya.

  f) Prinsip totalitas

  Guru harus berusaha mengkondisikan kegiatan pengajaran yang menunjang tercapainya tujuan belajar, dengan melibatkan siswa secara total melalui pancaindra, emosi, fisik, maupun pikirannya. Dapat dilakukan dengan memvariasikan kegiatan pengajaran siswa dan juga menciptakan kondisi lingkungan yang nyaman.

  g) Prinsip perbedaan individu

  Guru harus menyadari bahwa siswanya mempunyai pribadi yang unik atau setiap siswa memiliki pribadi yang berbeda-beda.

  Perbedaan individu siswanya itu terutama ditujukan pada adanya perbedaan kemampuan (kecerdasan dan ketepatan belajar) dan motivasi belajar. Apabila guru dapat memahami siswanya maka guru dapat menempatkan siswanya untuk mendapat kesempatan belajar yang sesuai dengan kapasitas dan minatnya.

d. Pembelajaran IPA yang efektif

  Dalam buku Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif (Depdiknas, 2003:5-6), Tri Priantoro (2011:22) pembelajaran yang efektif secara umum diartikan sebagai Kegiatan Belajar Mengajar yang memberdayakan potensi siswa (peserta didik) serta mengacu pada pencapaian kompetensi individual masing-masing peserta didik.

  Ciri-ciri pembelajaran yang efektif menurut (Depdiknas, dalam Tri Priantoro 2011:22) : a.

  Pertama, berpijak pada prinsip konstruktivisme. Pembelajaran beranjak dari paradigma guru yang memandang bahwa belajar bukanlah proses siswa menyerap pengetahuan yang sudah jadi bentukan guru, melainkan sebagai proses siswa membangun makna/pemahaman terhadap informasi dan/atau pengalaman. Proses tersebut dapat dilakukan sendiri oleh siswa atau bersama orang lain.

  b.

  Kedua, berpusat pada siswa. Siswa memiliki perbedaan satu sama lain. Siswa berbeda dalam minat, kemampuan, kesenangan, pengalaman, dan cara belajar. Oleh karena itu kegiatan pembelajaran, organisasi kelas, materi pembelajaran, waktu belajar, alat belajar, dan cara penilaian perlu beragam sesuai karakteristik siswa.

  c.

  Ketiga, belajar dengan mengalami. pembelajaran perlu menyediakan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari dan atau dunia kerja yang terkait dengan penerapan konsep, kaidah dan prinsip ilmu yang dipelajari..

  d.

  Keempat, mengembangkan keterampilan sosial, kognitif, dan

  emosional. Siswa akan lebih mudah membangun pemahaman

  apabila dapat mengkomunikasikan gagasannya kepada siswa lain atau guru.Dengan demikian, pembelajaran memungkinkan siswa bersosialisasi dengan menghargai perbedaan (pendapat, sikap, kemampuan, prestasi) dan berlatih untuk bekerjasama.

  e.

  Kelima, mengembangkan keingintahuan, imajinasi, dan fitrah

  ber-Tuhan. Siswa dilahirkan dengan memiliki rasa ingin tahu,

  imajinasi, dan fitrah ber-Tuhan. Rasa ingin tahu dan imajinasi merupakan modal dasar untuk peka, kritis, mandiri, dan kreatif.

  Sementara, rasa fitrah ber-Tuhan merupakan embrio atau cikal bakal untuk bertaqwa kepada Tuhan.

  f.

  Keenam, belajar sepanjang hayat. Siswa memerlukan kemampuan belajar sepanjang hayat untuk bisa bertahan (survive) dan berhasil (sukses) dalam menghadapi setiap masalah sambil menjalani proses kehidupan sehari-hari. Demikian pula pembelajaran perlu membekali siswa dengan keterampilan belajar, yang meliputi pengembangan rasa percaya diri, keingintahuan, kemampuan memahami orang lain, kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama supaya mendorong dirinya untuk senantiasa belajar, baik secara formal di sekolah maupun secara informal di luar kelas.

  g.

  Ketujuh, perpaduan kemandirian dan kerjasama. Siswa perlu berkompetisi, bekerjasama, dan mengembangkan solidaritasnya.

  Pembelajaran perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan semangat berkompetisi sehat untuk memperoleh penghargaan, bekerjasama, dan solidaritas. Pembelajaran perlu menyediakan tugas-tugas yang memungkinkan siswa bekerja secara mandiri.

D. Metode Inkuiri Terbimbing

a. Pengertian metode inkuiri terbimbing

  Inkuiri dibedakan menjadi dua macam yaitu inkuiri terbimbing (guided

  inquiry ) dan inkuiri bebas (open inquiry). Metode inkuiri terbimbing adalah

  metode dimana siswa menemukan informasi atau pengetahuan yang mereka butuhkan dengan bantuan dan bimbingan seorang guru (Amien , 1979 : 15). Guru menyediakan bimbingan atau petunjuk yang cukup luas kepada siswa. Guru banyak mengarahkan dan memberikan petunjuk baik lewat prosedur yang lengkap dan pertanyaan-pertanyaan pengarahan selama proses inkuiri. Jadi tugas guru disini adalah membimbing siswa dan mengarahkan siswa dalam menemukan jawaban dari suatu permasalahan yang dicari siswa.

b. Ciri-ciri metode inkuiri terbimbing

  Menurut Pratiknyo Prawironegoro (1980 : 1) ciri-ciri pembelajaran dengan metode inkuiri terbimbing :

  1. Mengutamakan aktivitas murid untuk belajar sendiri.

  2. Berorientasi pada proses.

  3. Dengan bantuan guru siswa mengarahkan atau memimpin dirinya sendiri untuk memecahkan masalah.

  Dengan ciri-ciri di atas jelas bahwa keterangan yang diberikan dalam pelajaran tersebut, tidak diberikan dalam bentuk final, tetapi anak diwajibkan mengadakan aktivitas sendiri untuk menemukan keterangan yang dipelajari.

c. Langkah-langkah metode inkuiri terbimbing

  Ada beberapa langkah dalam melaksanakan metode inkuiri terbimbing, yaitu : a.

  Pernyataan problem / masalah dalam bentuk pertanyaan data pernyataan.

  Pada kegiatan awal, guru berusaha menarik rasa keingintahuan siswa terhadap materi dengan cara memberi pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada kegiatan yang akan dilaksanakan. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan hipotesis dari kegiatan yang akan dilakukan. b.

  Mengemukakan konsep / prinsip yang harus ditemukan siswa dalam kegiatan.

  Setelah siswa menjawab pertanyaan guru, guru menyampaikan tujuan pembelajaran berupa konsep / prinsip yang ingin dicapai / ditemukan.

  Hal ini dilakukan agar kegiatan belajar siswa lebih terarah pada tujuan belajar yang ingin dicapai.

  c.

  Menyiapkan alat / bahan yang dbutuhkan dalam melakukan kegiatan.

  Untuk melaksanakan kegiatan, guru menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan sesuai kegiatan sesuai kegiatan yang akan dilakukan.Guru meneliti kembali alat dan bahan sebelum melakukan kegiatan.

  d.

  Memberikan penjelasan tentang kegiatan.

  Apabila siswa sudah siap dengan alat dan bahan, guru mulai menjelaskan langkah-langkah kegiatan yang harus dilakukan siswa sesuai dengan lembar kerja siswa.

  e.

  Siswa melakukan kegiatan / percobaan penyelidikan untuk menemukan konsep / prinsip yang ditetapkan guru.

  Siswa bersama kelompok melakukan pengamatan, diskusi kelompok dan menuliskan hasil pengamatan mereka bersama kelompok.

  f.

  Guru memberikan penjelasan dan catatan tentang hal atau bagian penting dalam kegiatan.

  Setelah bagian pengamatan selesai, guru dan siswa melakukan pembahasan dan kemudian menarik kesimpulan hasil pengamatan yang telah mereka laksanakan.

d. Kelebihan dan kelemahan metode inkuiri terbimbing 1.

  Kelebihan Kelebihan metode inkuiri (inkuiri terbimbing) menurut Omi Kartawidjaja (1988 : 39) adalah : a.

  Jika siswa secara aktif menemukan informasi dan pengetahuan, maka daya ingat siswa mengenai informasi yg ditemukannya akan meningkat.

  b.

  Membantu siswa menemukan fakta dan objek serta mencatat penemuannya.

  c.

  Siswa dapat mengembangkan perhatiannya pada apa yang dipelajarinya.

  d.

  Siswa dapat menembangkan ketrampilan dan sikap yang merupakan dasar tuntutan belajar sendiri.

  e.

  Melatih siswa membuat suatu kesimpulan tentang apa yang mereka pelajari.

  f.

  Tidak menjadikan guru sebagai satu-satunya sumber belajar karena siswa belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber.

2. Kelemahan

  Kelemahan penggunaan metode inkuiri (inkuiri terbimbing) menurut Omi Kartawidjaja (1988 : 40 ) adalah sebagai berikut : a.

  Membiarkan siswa menemuka sendiri jawaban masalah memakan waktu yang lama.

  b.

  Siswa sering mengalami kekecewaan atau kehilangan arah, sebelum masalah terpecahkan. c.

  Terkadang ada beberapa siswa yang tidak bekerja untuk memecahkan masalah yang dicari.

E. Materi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam

  Materi “Pesawat Sederhana” merupakan materi pembelajaran SD kelas V pada semester genap dengan uraian sebagai berikut:

  Standar Kompetensi:

  5.Memahami hubungan antara gaya, gerak dan energi serta funginya

  Kompetensi Dasar :

  5.2. Mejelaskan Pesawat sederhana dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat.

  Indikator :

  5.2.1 Menyebutkan pengertian pesawat sederhana.

  5.2.2 Mengidentifikasi bagian pengungkit.

  5.2.3 Menggolongkan berbagai alat pada lingkungan sekolah sebagai pengungkit sesuai jenisnya melalui pengamatan.

  5.2.4 Mengukur suatu percobaan pesawat sederhana jenis pengungkit.

  5.2.5 Membuat suatu produk pesawat sederhana jenis pengungkit.

  5.2.6 Siswa dapat menjelaskan cara kerja bidang miring.

  5.2.7 Siswa dapat menyebutkan penerapan bidang miring dalam kehidupan sehari-hari.

  5.2.8 Menggolongkan berbagai alat yang ada pada lingkungan sekolah sebagai bidang miring dan baji.

  5.2.9 Mengidentifikasi pesawat sederhana jenis bidang miring melalui pengamatan.

  5.2.10 Membuat suatu produk bidang. (gambar)

  5.2.11 Menyebutkan pengertian katrol.

  5.2.12 Menjelaskan cara kerja katrol.

  5.2.13 Menjelaskan prinsip kerja katrol

  5.2.14 Mengidentifikasi susunan katrol

  5.2.15 Menyebutkan penerapan katrol dalam kehidupan sehari-hari.

  5.2.16 Membuat suatu produk pesawat sederhana berupa katrol.

  5.2.17 Menjelaskan pengertian roda berporos.

  5.2.18 Siswa dapat menjelaskan cara kerja roda

  5.2.19 Menggolongkan berbagai alat yang ada pada lingkungan sekolah sebagai roda berporos.

  5.2.20 Membuat suatu produk pesawat sederhana berupa roda berporos.

  Materi Ajar ”Pesawat Sederhana”

  Pengertian Pesawat Sederhana Menurut Yohanes Surya (2007:82) Alat yang dapat membantu dan memudahkan pekerjaan manusia disebut pesawat. Ada dua jenis pesawat, yaitu : pesawat sederhana dan pesawat rumit. Pesawat sederhana adalah alat bantu kerja yang bentuknya sangat sederhana contohnya adalah tuas, bidang miring, dan katrol. Pesawat rumit adalah pesawat yang terdiri dari susunan beberapa pesawat rumit contonya pesawat terbang, pesawat telepon, pesawat televisi, mobil, motor, sepeda dll

  Pesawat dapat memperkecil gaya yang dikeluarkan untuk melakukan suatu pekerjaan. Pesawat sederhana adalah alat-alat bantu yang membantu meringankan pekerjaan manusia.

  Pada prinsipnya pesawat sederhana dibagi menjadi 4 jenis, yaitu: 1.

   Pengungkit atau tuas

  Menurut Yohanes Surya (2007:84) pengungkit adalah alat untuk mengungkit. Tuas disebut juga pengungkit yaitu pesawat sederhana yang dibuat dari sebatang benda yang keras (seperti balok kayu, batang bambu, atau batang logam) yang digunakan untuk mengangkat atau mencongkel benda Cara Kerja Tuas Jika kita akan mengangkat benda dengan menggunakan tuas, maka kita harus meletakkan benda di salah satu ujung pengungkit (tuas) kemudian memasang batu atau benda apa saja sebagai penumpu dekat dengan benda seperti pada gambar 2.1 .Selanjutnya tangan kita memegang ujung batang pengungkit dan menekan batang pengungkit tersebut secara perlahan-lahan sampai benda dapat diangkat atau bergeser.

  Dengan menggunakan tuas semakin jauh jarak kuasa terhadap titik tumpu, maka semakin kecil gaya yang diperlukan untuk mengangkat beban, atau dapat dirumuskan.

  B X Lb = F X Lk

  Keterangan :

  B : Beban yang akan diangkat (satuannya Newton ) Lb : Jarak antara Beban dengan titik tumpu (satuannya meter )

  F : Kuasa ( gaya yang akan mengangkat beban ) (satuannya Newton ) Lk : Jarak antara Kuasa dengan titik tumpu (satuannya meter )

  Untuk memahami lebih jelas bagaimana prinsip kerja tuas, perhatikan contoh soal berikut ini : Perhatikan gambar di bawah ini.

  2.1 Gambar ilustrasi cara kerja pengungkit Benda beratnya 1000 N diangkat dengan pengungkit seperti gambar diatas. Jarak Titik beban ke titik tumpu 50 cm dan jarak titik kuasa ke titik tumpu 2 m. Berapa besar gaya yang diperlukan untuk mengangkat beban itu? Penyelesaian :

  Diketahui : B = 1000 N Lb = 50 cm Lk = 2 m = 200 cm Ditanya : F = ..... ? (kuasa)

  Jawab: Dalam kehidupan sehari-hari banyak alat yang menggunakan prinsip kerja pengungkit. Missal gunting, paku, tang skop, dan lain-lain.

  Menurut Budi Sulaksana (2010:1), Berdasarkan letak beban, kuasa dan titik tumpunya pengungkit dibedakan dalam 3 jenis yaitu: 1)

  Pengungkit jenis pertama Pengungkit jenis pertama (disebut juga pengungkit kelas 1) memiliki letak titik tumpu (T) yang berada diantara titik beban (B) dan titik kuasa (K).

  Bentuk ini adalah bentuk dasar atau bentuk paling umum dari sebuah pengungkit, Contohnya:gunting, timbangan, alat pencabut paku, tang dan jungkat jungkit

Gambar 2.2. Prinsip kerja pengungkit jenis pertama

  Keterangan: dari titik beban ke titik tumpu disebut lengan beban sedangkan dari titik tumpu sampai titik kuasa disebut lengan kuasa/ lengan kuasa.

Gambar 2.3 jungkat jungkit

  Gambar2. 3 jenis-jenis alat yang menggunakan pengungkit jenis pertama

  2) Pengungkit jenis kedua

  Pengungkit jenis kedua miliki titik beban (B) yang terletak di antara titik tumpu (T) dan titik kuasa (K). Contoh pemanfaatan pengungkit jenis kedua diantaranya gerobak dorong, pembuka botol, pemecah kemiri, dan sejenisnya. Contoh-contoh dari pengungkit jenis kedua diperlihatkan pada

  Gambar 2.4.

Gambar 2.5 pengungkit jenis 2 Sumber

  IPA untuk SD dan MI Kelas V Depdiknas; Internet

  3). Pengungkit jenis ketiga Pada pengungkit jenis ketiga letak kuasa (K) diantara beban (B) dan titik tumpu (T). Macam-macam alat yang menggunakan prinsip pengungkit jenis ketiga yaitu, stepler, pinset, sapu. Berikut gambar 2.6 contoh pengungkit jenis ketiga.

Gambar 2.7 pengungkit jenis ketiga

  Sumber: Contextual Teaching and Learning IPA SMP Depdiknas; Internet

  Keuntungan mekanik tuas atau pengungkit yaitu dengan menggunakan tuas beban kerja terasa lebih ringan berarti kita memperoleh keuntungan.

  Keuntungan yang diperoleh dari pesawat sederhana seperti demikian dinamakan dengan keuntungan mekanik.

2. Bidang miring

  Bidang miring merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang terdiri dari bidang datar yang salah satu ujungnya lebih tinggi dari pada ujung lainnya Suhendiana Noor (2007 :58) . Bidang miring diposisikan miring agar dapat memperkecil gaya yang dibutuhkan untuk memindahkan benda ke tempat yang lebih tinggi dibandingkan mengangkatnya secara vertikal.

Gambar 2.8. . Bidang miring

  Sumber: Buku IPA Guru Kelas 5 SEQIP; Contextual Teaching and Learning IPA SMP Depdiknas

  Bidang miring memiliki kekurangan yaitu jarak yang ditempuh menjadi lebih jauh. Contoh jalan di pegunungan dibuat berkelok-kelok, tangga di rumah dibuat miring, dan papan yang digunakan untuk memindah benda ke truk. Prinsip bidang miring juga digunakan pada alat-alat dibawah ini:

Gambar 2.9 Alat-alat yang menggunakan prinsip bidang miring.

   Sumber : internet

3. Katrol

  Menurut Ganjar dalam modul KD IPA fisika ( 2011:12) Katrol merupakan pesawat sederhana yang terdiri dari sebuah roda atau piringan beralur dan tali atau kabel yang mengelilingi alur roda atau piringan tersebut. Ditinjau dari cara kerjanya, katrol merupakan jenis pengungkit, karena pada katrol juga terdapat titik tumpu, titik kuasa, dan titik beban. Katrol merupakan roda yang berputar pada porosnya.

  Berdasarkan cara kerjanya katrol golongkan menjadi 4 , yaitu: 1.

  Katrol Tetap Katrol tetap merupakan katrol yang posisisnya tidak berpindah pada saat digunakan katrol jenis ini biasanya digunaka pada tempat tertentu. Katrol yang digunakan pada tiang bendera dan yang digunakan pada sumur timba, adalah contoh katrol tetap.

  A B Gambar 2.10 Katrol tetap a. katrol pada tiang bendera dan b. katrol pada sumur timba.

  Sumber: IPA untuk SD dan MI Kelas V Depdiknas 2.

  Katrol bebas Katrol bebas merupakan katrol yang posisi atau kedudukannya berubah ketika digunakan. Artinya, katrol bebas tidak ditempatkan di tempat tertentu, melainkan ditempatkan pada tali yang kedudukannya dapat berubah. Contoh pemanfaatan katrol bebas adalah pada alat pengangkat peti kemas. Gambar 2.11 memperlihatkan suatu katrol bebas.

  Gambar2.11. Katrol bebas

  

Sumber: IPA untuk SD dan MI Kelas V Depdiknas

3. Katrol ganda atau katrol majemuk

  Katrol majemuk merupakan perpaduan antara katrol tetap dan katrol bebas. Kedua katrol ini dihubungkan dengan tali. Pada katrol majemuk, beban dikaitkan pada katrol bebas dan salah satu ujung tali dikaitkan pada penampang katrol tetap. Bila ujung tali yang lain ditarik, maka beban akan terangkat. Gambar 2.12 memperlihatkan sebuah katrol majemuk.Katrol yang terdiri dari beberapa katrol yang disatukan dengan tali

Gambar 2.12. Katrol ganda atau majemuk G 4.

  Katrol rangkap Katrol yang terdiri dari lebih satu katrol yang disusun berjajar

  Gambar 2.13.Katrol rangkap Sumber: IPA Fisika internet

4. Roda dan poros

  Roda dan poros merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang terdiri dari dua buah silinder dengan jari-jari yang berbeda dan bergabung di pusatnya. Silinder berjari-jari besar dinamakan roda dan silinder berjari-jari kecil dinamakan poros. Poros roda ditemukan pada titik temu jari-jari roda.

Gambar 2.14. Roda berporos

  Sumber: Sumber: Buku IPA Guru Kelas 5 SEQIP; Microsoft Encarta Premium 2009

  Roda dan poros bekerja dengan cara mengubah besar dan arah gaya yang digunakan untuk memindahkan (dalam hal ini, memutar) sebuah benda. Contoh penerapan roda dan poros dalam kehidupan diantaranya pemutar keran air, pegangan pintu yang bulat, obeng, roda pada kendaraan, setir kendaraan, alat serutan pensil, bor tangan, dan sejenisnya.

Gambar 2.15. Contoh pemanfaatan roda dan poros

  Sumber: Contextual Teaching and Learning IPA SMP Depdiknas; IPA untuk SD dan MI Kelas VDepdiknas;Microsoft Encarta Premium 2009 F.

  

Pembelajaran tentang Pesawat Sederhana melalui metode inkuiri

terbimbing

  Pembelajaran tentang pesawat sederhana melalui metode inkuiri terbimbing akan dilaksanakan dalam 2 siklus dimana setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Garis besar lagkah kegiatan melalui melalui metode inkuiri terbimbing yaitu: a)

  Siklus 1 Pertemuan 1 1.

  Guru mengajukan pertanyaan secara umum untuk menarik rasa keingintahuan siswa terhadap materi Pesawat Sederhana. Guru memberikan kesempatan siswa untuk menjawab pertanyaan dan mengungkapkan hipotesis, setelah itu siswa dengan bimbingan guru merumuskan masalah mengenai jenis-jenis pengungkit berdasarkan letak kedudukan titik kuasa, titik tumpu, dan titik beban.

  2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran berupa konsep bahawa Pesawat sederhana terdiri dari 4 jenis. Pada siklus 1 pertemuan pertama ini akan dibahas mengenai konsep pesawat sederhana jenis pengungkit berdasarkan letak kedudukan titik kuasa, titik tumpu, dan titik beban.

  3. Guru membagi siswa dalam kelas menjadi 4 kelompok belajar.

  4. Guru menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam melakukan kegiatan (meneliti ulang) penelitian pesawat sederhana jenis pengungkit berdasarkan letak kedudukan titik kuasa, titik tumpu, dan titik beban. Bahan dan alat yang dibutuhkan: 1.

  Benda lingkungan sekolah yang menggunakan prinsip pesawat sederhana jenis pengungkit(dalam proses penelitian): a.

  Jungkat jungkit b.

  Linggis c. Pemotong kuku d.

  Tang e. Pencabut paku f. Timbangan duduk g.

  Gerobak dorong beroda satu h. skop 2. Lembar pengamatan 3. Lembar LKS siswa 4. Kertas gambar 5. Pensil 6. Penggaris

  Alat dan bahan diatas dipersiapkan dengan seksama agar pembelajaran dengan metode inkuiri terbimbing dapat berjalan dengan lancar 5. Guru memberikan penjelasan mengenai langkah-lagkah kegiatan yang akan dilakukan siswa dalam melakukan proses pembelajaran melalui metode inkuiri terbimbing dengan penelitian Pesawat sederhana jenis pengungkit yang dibedakan menurut kedudukan titik beban, tumpu dan kuasa .

  6. Siswa melakukan kegiatan penelitian dan berdiskusi dalam kelompok untuk membuktikan bahwa pesawat sederhana jenis pengungkit terdiri dari 3 jenis menurut letak titik tumpu,beban dan kuasa. Setelah itu siswa dalam kelompok mengerjakan lembar kerja kelompok kemudian mempresentasiakan didepan kelas.

  7. Siswa dengan bimbingan guru menarik kesimpulan hasil penelitian yang telah dilaksanakan yaitu Pesawat sederhana jenis pengungkit yang dibedakan menurut kedudukan titik beban, tumpu dan kuasa. Pertemuan 2 1.

  Guru mengajukan pertanyaan secara umum untuk menarik rasa keingintahuan siswa terhadap materi bidang miring Guru memberikan kesempatan siswa untuk menjawab pertanyaan dan mengungkapkan hipotesis, setelah itu siswa dengan bimbingan guru merumuskan masalah mengenai prinsip bidang miring .

  2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran berupa konsep bahwa Pesawat sederhana jenis ke2 yaitu bidang miring. Pada siklus 1 pertemuan kedua ini akan dibahas mengenai konsep bidang miring berdasarkan letak permukaan datar yang menghubungkan dua tempat yang berbeda ketinggian dapat mempermudah pekerjaan manusia.

  Prinsip bidang miring juga digunakan pada alat-alat rumah tangga.

  3. Siswa berkelompok sesuai kelompok yang telah dibuat pada pertemuan 1.

  4. Guru menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam melakukan kegiatan (meneliti ulang) penelitian pesawat sederhana jenis bidang miring. Bahan dan alat yang dibutuhkan:

  1.Benda lingkungan sekolah yang menggunakan prinsip pesawat sederhana jenis bidang miring (dalam proses penelitian): 1)

  Jalan pintu gerbang

  2) Linggis

  3) Paku

  4) Kapak

  5) Skrup

  6) Pisau

  7) Dudukan lampu

  8) Buah semangka dll 2.

  Lembar pengamatan 3. Lembar LKS siswa 4. Kertas gambar 5. Pensil 6. Penggaris Alat dan bahan diatas dipersiapkan dengan seksama agar kegiatan pembelajaran dengan metode inkuiri terbimbing dapat berjalan dengan lancar 5. Guru memberikan penjelasan mengenai langkah-lagkah kegiatan yang akan dilakukan siswa dalam melakukan proses pembelajaran melalui metode inkuiri terbimbing pada penelitian Pesawat sederhana jenis bidang miring.

  6.Siswa melakukan kegiatan penelitian, kemudian melihat percobaan guru mengenai bidang miring dan berdiskusi dalam kelompok untuk membuktikan bahwa pesawat sederhana jenis bidang miring mempermudah pekerjaan manusia (prinsip bidang miring dimanfaatkan orang untuk membuat baji, linggis, kapak, paku ulir, pisau, obeng).

  Setelah itu siswa dalam kelompok mengerjakan lembar kerja kelompok kemudian mempresentasiakan didepan kelas.

  7. Siswa dengan bimbingan guru menarik kesimpulan hasil penelitian yang telah dilaksanakan yaitu Pesawat sederhana jenis bidang miring memiliki prinsip untuk mempermudah pekerjaan manusia sehingga tenaga yang diperlukan untuk memindahkan benda lebih kecil.

  b) Siklus 2

  Pertemuan 1 1.

  Guru mengajukan pertanyaan secara umum untuk menarik rasa keingintahuan siswa mengenai materi Pesawat Sederhana jenis katrol.

  Guru memberikan kesempatan siswa untuk menjawab pertanyaan dan mengungkapkan hipotesis, setelah itu siswa dengan bimbingan guru merumuskan masalah mengenai katrol, bahwa katrol mengubah gaya angkat menjadi gaya tarik dan mempermudah pekerjaan manuasia.

  2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran berupa konsep bahawa Pesawat sederhana jenis katrol dapat dibedakan berdasarkan prinsip kerja katrol yaitu memiliki titik tumpu, titik beban dan titik kuasa. Katrol juga dibedakan menjadi 4: katrol bebas, tetap ganda dan blok katrol.

  3. Siswa dibagi menjadi 4 kelompok belajar yang berbeda anggota pada pertemuan siklus 1.

  4. Guru menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam melakukan kegiatan (meneliti ulang) penelitian pesawat sederhana jenis katrol.

  Bahan dan alat yang dibutuhkan:

  1) Benda lingkungan sekolah yang menggunakan prinsip pesawat sederhana jenis katrol (dalam proses pengamatan):

1. Kerekan timba 2.

  Tiang bendera 2)

  Lembar pengamatan 3)

  Lembar LKS siswa 4)

  Pensil 5)

  Penggaris 6)

  Alat untuk percobaan katrol Alat dan bahan diatas harus dipersiapkan dengan matang agar kegiatan pembelajaran dengan metode inkuiri terbimbing dapat berjalan dengan lancar.

  4. Guru memberikan penjelasan mengenai langkah-lagkah kegiatan yang akan dilakukan siswa dalam melakukan proses pembelajaran melalui metode inkuiri terbimbing dengan penelitian pesawat sederhana jenis katrol yang dibedakan menjadi 3 berdasarkan prinsip kerjanya

  5 . Siswa melakukan kegiatan penelitian (pengamatan) dan berdiskusi dalam kelompok untuk membuktikan bahwa pesawat sederhana jenis katrol mengubah mengubah gaya angkat menjadi gaya tarik dan mempermudah pekerjaan manuasia. Katrol terdiri dari 3 jenis menurut prinsip cara kerja katrol. Setelah itu siswa dalam kelompok mengerjakan lembar kerja kelompok dan membuat suata produk ilmiah katrol. Setelah itu mempresentasiakan dan mendemonstrasikan di depan kelas.

  6. Siswa dengan bimbingan guru menarik kesimpulan hasil penelitian yang telah dilaksanakan yaitu Pesawat sederhana jenis katrol dapat mengubah gaya angkat menjadi gaya tarik, yang dibedakan menjadi 3 berdasarkan prinsip kerjanya, sehingga mempermudah manusia.

  Pertemuan 2 1.

  Guru mengajukan pertanyaan secara umum untuk menarik rasa keingintahuan siswa terhadap materi roda berporos. Guru memberikan kesempatan siswa untuk menjawab pertanyaan dan mengungkapkan hipotesis, setelah itu siswa dengan bimbingan guru merumuskan masalah mengenai roda berporos bahwa roda berporos menggunakan prinsip pesawat sederhana untuk mempermudah pekerjaan manusia yaitu mengubah besarnya gaya dan kecepatan berputar .

  2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran berupa konsep bahawa Pesawat sederhana terdiri dari 4 jenis. Pada siklus 2 pertemuan kedua ini akan dibahas mengenai konsep pesawat sederhana jenis roda berporos. Bahwa roda merupakan silinder penyangga beban yang berputar pada poros untuk membantu manusia memindahkan beban dengan gaya yang dikeluarkan .

  3. Siswa membentuk kelompok belajar seperti pada pertemuan 1 siklus 1.

  4. Guru menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam melakukan kegiatan (meneliti ulang) penelitian pesawat sederhana jenis roda berporos. Bahan dan alat yang dibutuhkan:

  1. Benda lingkungan sekolah yang menggunakan prinsip pesawat sederhana jenis pengungkit (dalam proses penelitian): a.

  Sepeda (ban) b.

  Sepeda motor (ban) c. Tape dorong d.

  Kipas angin e. Kran air dll 2. Bahan untuk percobaan 3.

  Bahan pembuatan produk 4. Lembar pengamatan 5. Lembar LKS siswa

  Alat dan bahan diatas agar kegiatan pembelajaran dengan metode inkuiri terbimbing dapat berjalan dengan lancar

  7. Guru memberikan penjelasan mengenai langkah-lagkah kegiatan yang akan dilakukan siswa dalam melakukan proses pembelajaran melalui metode inkuiri dengan penelitian Pesawat sederhana jenis roda berporos.

  8. Siswa melakukan kegiatan penelitian dan berdiskusi dalam kelompok untuk membuktikan bahwa pesawat sederhana jenis roda berporos menggunakan prinsip pesawat sederhana, mengubah besarnya gaya dan kecepatan berputar, untuk mempermudah pekerjaan manusia.

  Setelah itu siswa dalam kelompok mengerjakan lembar kerja kelompok kemudian mempresentasiakan dan mendemonstrasikan produk didepan kelas.

  9.Siswa dengan bimbingan guru menarik kesimpulan hasil penelitian yang telah dilaksanakan yaitu Pesawat sederhana jenis roda berporos.

  G. Penelitian yang relefan a.

  Adapun penelitian yang relefan dan mendekati judul penelitian ini adalah hasil penelitian Sri mantoro tahun 2010 dengan judul “MENINGKATKAN

  PRESTASI BELAJAR MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL DENGAN METODE INKUIRI MATA PELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS V SD KANISIUS KLEPU SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2010/2011. Dari hasil penelitian yang dilakuakan pembelajaran konterkstual dengan menggunakan metode inkuiri menyatakan bahwa metode yang dipakai meningkatkan prestasi belajar siswa yang semula hanya 40% siswa mencapai KKM menjadi 65% pada materi Cahaya diterapkan metode tersebut.

  H. Kerangka berfikir

  Suatu kegiatan tidak akan terlaksana secara maksimal apabila kegiatan tersebut tidak dikemas dalam suatu kerangka berfikir. Demi terlaksananya kegiatan penelitian saya akan merencanakan kerangka pikir. Kualitas proses pembelajaran yang baik akan berdampak pada suatu hasil belajar yang baik pula. Maka kemampuan melakukan proses ilmiah pada saat kegiatan belajar berlangsung akan ditingkatkan yaitu dengan pengamatan ilmiah melalui metode inkuiri terbimbing, yang diharapkan akan meningkatkan hasil belajar siswa. Karena metode inkuiri terbimbing menawarkan kebebasan siswa untuk mengekspresikan ide-ide kreatifnya, mendorong siswa dalam pembelajaran dengan arahan guru sebagai pembimbing atau fasilitator yang akan tercermin pada kegiatan belajar.

I. Hipotesis Tindakan

  Berdasarkan landasan teori dan kerangka berfikir di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian tindakan kelas sebagai berikut.

  1. Dengan metode Inkuiri diharapkan meningkatkan kemampuan proses ilmiah siswa kelas V smester II materi pesawat sederhana SD Negri Plaosan I tahun ajaran 2011/2012.

  2. Dengan metode inkuiri diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V semester II materi pesawat sederhana SD Negeri Plaosan I tahun ajaran 2011/2012.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan digunakan peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK. Menurut Kunandar (2011:44) penelitian tindakan kelas adalah

  suatu penelitian tindakan (action research) yang dilakukan oleh guru yang sekaligus sebagai peneliti di kelasnya atau bersama-sama dengan orang lain

  (kolaborasi) dengan jalan merencanakan, melaksanakan dan merefleksikan

  tindakan secara kolaboratif dan partisipatif yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu (kualitas) proses pembelajaran di kelas melalui situasi tindakan (treatment) tertentu dalam suatu siklus pembelajaran. Menurut Wardhani, dkk (2007:1.4) Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat. Dalam penelitian ini peneliti akan mengunakan jenis penelitian tindakan kelas untuk memecahkan permasalahan dan meningkatkan kegiatan nyata guru dalam, mengembangkan dan meningkatkan profesinya yaitu Peningkatan Kemampuan Proses Belajar ilmiah dan Hasil Belajar Siswa melalui metode Inkuiri Terbimbing kelas V smester II tentang Pesawat sederhana SD Negeri Plaosan I kecamatan Mlati Kabupaten Sleman.

  Peneliti akan menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas menurut Kurt Lewin. Adapun sebelum kegiatan dilaksanakan terlebih dahulu meliputi kegiatan sebagai berikut (Kurt Lewin)

  47 a. Perencanaan (plan).

  b. Pelaksanaan (act).

  c. Pengamatan (observe).

  d. Refleksi (reflect) Lebih jelasnaya diilustrasikan melalui bagan 3.1 dibawh ini

  

Gambar langkah penelitian 3.1

  Keterangan: Karena kemampuan melakukan proses ilmiah dan hasil belajar siswa belum berhasil maka metode pembelajaran akan dilaksanakan pada materi berikutnya., tentunya dengan perencanaan yang lebih matang.

  Penelitian Tindakan Kelas ini rencana akan dilakukan dalam dua siklus pembelajaran. Setiap siklus akan ditekankan dengan metode inkuiri terbimbing tetapi pada siklus dua juga akan ditekankan pada pengujian antara

  Perencanaan ulang Perencanaan awal Tindakan Tindakan Pengamatan Pengamatan Refleksi Refleksi tingkat kebenaran siklus satu maka pada akhir siklus diadakan evaluasi untuk mengetahui hasil belajar siswa.

  Adapun lebih jelasnya rencana tindakan menurut gambar siklus dari Kurt Lewin diuraikan dibawah ini: a. Perencanaan

  Sebelum kegiatan perencanaan ini dilaksanakan maka perlu diadakan survai yang terjadi dilapangan, pada penelitian ini khususnya siswa kelas V SD Negeri Plaosan I 1.

  Meminta surat izin observasi dari kampus di secretariat prodi PGSD.

  2. Peneliti minta izin pada kepala sekolah SD Negeri Plaosan I.

  3. Mengidentifikasi rendahnya kemampuan proses ilmiah dan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran IPA materi Pesawat sederhana pada kelas V.

  4. Mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa.

  5. Mengkaji indikator yang akan dicapai.

  6. Merancang pembelajaran yang berorientasi pada metode inkuiri terbimbing pada pembelajaran IPA, melalui penyusunan RPP.

  7. Menyiapakan alat dan bahan yang diperlukan.

  8. Membuat lembar observasi siswa yaitu lembar pengamatan kemampuan melakukan proses ilmiah untuk melihat kondisi pembelajaran siswa.

  9. Membuat lembar kerja siswa dan tes.

  10. Membuat kunci jawaban soal b.

  Tindakan Kegiatan penelitian akan dilaksanakan dalam dua siklus dimana dalam tiap siklusnya terdiri dari 2 pertemuan.

  Perencanaan tindakan siklus 1 dan siklus 2 yang dilaksanakan berdasarkan perencanaan yaitu:

  1. Melaksanakan pembelajaran IPA melalui metode inkuiri terbimbing pada siswa kelas V smester II sesuai dengan rencana pembelajaran

  2. Melakukan penilaian pelaksanaan pembelajaran oleh observer (teman sejawat) bagi siswa yaitu dengan lembar observasi dan lembar pengamatan kemampuan proses ilmiah.

3. Melakukan kegiatan evaluasi untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran pasca tiap akhir siklus.

  c.

  Pengamatan atau observasi Kegiatan ini dilakukan oleh observer yaitu teman sejawat atau guru lain yang dirasa mampu untuk melakukan kegiatan tersebut baik dalam siklus 1 dan siklus 2. Observasi ini meliputi kegiatan pengumpulan data seputar kegiatan pembelajaran dimulai dari proses pembelajaran berlangsung, yaitu bagaimana proses ilmiah dilaksanakan dengan menggunakan lembar pengamatan kemampuan proses ilmiah yang sudah dipersiapkan.

  d.

  Refleksi Kegiatan refleksi merupakan kegiatan peninjauan kembali terhadap kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung. Refleksi ini dilakukan oleh observer terhadap praktikan dengan melihat segala aktivitas pembelajaran yang telah diamati. Dengan refleksi ini segala kegiatan yang sudah baik hendaknya dipertahankan dan kegiatan yang kurang baik diperbaiki oleh praktikan supaya dalam pembelajaran berikutnya dapat lebih baik.

  B.

  Setiing dan Karakteristik Subyek Penelitian 1.

   Waktu Penelitian

  Kegiatan penelitian rencananya akan dilaksanakan dalam 6 bulan yaitu bulan Januari, februari, Maret, April, Mei, Juni.

Tabel 3.1 waktu penelitian

  Januari Februari Maret April Mei Juni Kegiatan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

  1. Persiapan

  Observasi awal. Penyusunan kerangka. Penyusunan proposal. Bimbingan dengan dosen.

  2.Pelaksa Naan

  Pembuatan instrumen dan uji coba instrumen. Pelaksa naan PTK siklus I. Pelaksa naan PTK siklus II.

  3.Penyusun an Laporan

  Analisis data.

  Kegiatan Januari Februari Maret April Mei Juni 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

  Penulisan laporan. Penyusunan dalam bentuk artikel. Ujian 2.

   Tempat Penelitian Kegiatan penelitian akan dilakuan I SD Negeri Plaosan I kecamatan.

  Mlati kabupaten.Sleman. Sekolah ini memiliki jarak 4 km dari kota kecamatan, kondisi geografis disekitar sekolah adalah persawahan dan kebun yang masih cukup alami. Adapun subyek yeng menjadi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Plaosan I kecamatan. Mlati kabupaten Sleman.

  SD Negeri Plaosan I memiliki tenaga kependidikan 15 orang, yaitu 1 kepala sekolah 6 guru kelas, 2 guru inklusi, 1 guru tari,1 guru olahraga,1 guru bahasa inggris, 1guru agama nasrani, 1 guru agama islam serta 1 penjaga sekolah.

3. Subyek Penelitian

  Subyek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Plaosan I kecamatan.Mlati kabupaten.Sleman. Adapun jumlah siswa itu sendiri ada 24 siswa, yang terdiri dari 8 siswa perempuan dan laki-laki 16 siswa. Mereka rata-rata berumur antara 10 hingga 11 tahun. Sedangkan latar belakang keluarga mereka sebagian besar petani dan buruh.

C. Rencana tindakan

  Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang berasal dari masalah di dalam pembelajaran di kelas. Dalam penelitian ini masalah yang akan diangkat adalah rendahnya kemampuan melakukan proses ilmiah dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA khususnya tentang materi Pesawat Sederhana.

1. Persiapan

  2. Peneliti minta izin pada kepala sekolah SD Negeri Plaosan I.

  3. Mengidentifikasi rendahnya kemampuan melakukan proses belajar ilmiah dan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran IPA materi Pesawat sederhana pada kelas V.

  4. Mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa.

  5. Mengkaji indikator yang akan dicapai.

  6. Merancang pembelajaran melalui metode inkuiri terbimbing dalam pembelajaran IPA, dengan penyusunan RPP.

  7. Menyiapakan alat dan bahan yang diperlukan.

  Sebelum melakukan penelitian, terlebih dahulu peneliti mempersiapkan hal-hal berikut:

  9. Membuat lembar kerja siswa dan tes.

  10. Membuat kunci jawaban soal dan instrument lainya.

  2. Rencana tindakan tiap siklus.

  Perencanaan tindakan pada siklus I ini terdiri dari 2 pertemuan.

  a. Siklus 1 Pertemuan 1( 2x35 menit)

  a) Rencana tindakan

  1. Meminta surat izin observasi dari kampus di sekretariat prodi PGSD.

  8. Membuat lembar pengamatan kemampuan proses belajar ilmiah untuk siswa untuk melihat kondisi pembelajaran di luar kelas.

1. Membuka pelajaran dengan do’a, salam pembuka dan presensi.

  2. Apersepsi Guru mengajukan pertanyaan secara umum untuk menarik rasa keingintahuan siswa terhadap materi Pesawat Sederhana jenis pengungkit.

  3. Siswa menyimak tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru.

  4. Guru mempersiapkan atau meninjau ulang alat dan bahan untuk pembelajaran.

  5. Siswa dibagi menjadi 5 kelompok kecil (setiap kelompok terdiri dari 5 (siswa).

  6. Siswa mendengarkan langkah-langkah kegiatan penelitian yang akan diadakan pembelajaran dari guru mengenai materi jenis- jenis pengungkit dengan mengkaitkan materi dengan aspek-aspek yang ada di lingkungan dengan metode inkuiri terbimbing.

  7. Siswa mendengarkan pembelajaran dari guru yang dilanjutkan penelitian ilmiah (pengamatan) dengan bimbingan guru.

  8. Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya mengenai materi yang dipelajari.

  9. Guru mengklarifiikasi pertanyaan dari siswa.

  10. Siswa mengerjakan LKS produk kelompok.

  11. Siswa dalam kelompok maju ke depan kelas untuk presentasi.

  12. Siswa dengan bimbingan guru menarik kesimpulan mengenai materi.

  13. Melaksanakan evaluasi pada akhir pertemuan.

  14. Tiap kelompok menempelkan hasil produk ilmiah yag dibuat pada LKS.

  15. Siswa mengisi lembar refleksi.Tindak lanjut (siswa mempelajari materi yang telah di dapat).

  b) Pelaksanaan Tindakan

  Peneliti akan melakukan penelitian sesuai dengan rencana tindakan

  c) Pengumpulan data (Observasi)

  Peneliti dan observer akan mengamati kegiatan siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran dan mencatat aspek-aspek penting yang terjadi mengenai kemampuan melakukan proses ilmiah siswa.

  d) Refleksi

  Peneliti akan melakukan evaluasi terhadap hasil temuan-temuan, kesulitan-kesulitan dan kendala-kendala yang dihadapi selama proses pelaksanaan tindakan.

  Pertemuan ke 2

  a) Rencana tindakan 1.

  Membuka pelajaran dengan do’a, salam pembuka dan presensi.

2. Apersepsi

  Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa mengenai materi yang dibahas pada pertemuan sebelumnya . Guru mengajukan pertanyaan secara umum untuk menarik rasa keingintahuan siswa terhadap materi bidang miring.

  ( mengkaitkan materi dengan pengetahuan siswa).

  3. Siswa menyimak tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru.

  4. Siswa mendengarkan pembelajaran dari guru mengenai materi pesawat sederhana jenis bidang miring yaitu dengan mengkaitkan materi dengan aspek-aspek yang ada di lingkungan.

  5. Siswa dibagi menjadi 5 kelompok kecil, setiap kelompok terdiri dari 5 (siswa).

  6. Siswa mendengarkan langkah-langkah kegiatan proses ilmiah dari guru yang akan dilaksanakan di lingkungan sekolah melalui metode inkuiri.

  7. Melakukan kegiatan pengamatan di lingkungan sekolah.

  8. Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami.

  9. Guru mengklarifiikasi pertanyaan dari siswa.

  10. Siswa mengerjakan LKS kelompok. (Membuat suatu produk) 11.

  Salah satu kelompok mempresentasikan hasil LKS.

  12. Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran.

  13. Melaksanakan evaluasi pada akhir pertemuan siklus satu.

  14. Siswa mengisi lembar refleksi.

  15. Tindak lanjut.

  b) Pelaksanaan Tindakan Peneliti akan melakukan penelitian sesuai dengan rencana tindakan.

  c) Pengumpulan data atau observasi

  Peneliti akan mengamati kegiatan siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran dan mencatat aspek-aspek penting yang terjadi mengenai kemampuan melakukan proses ilmiah siswa

d) Refleksi 1.

  Melakukan evaluasi terhadap hasil temuan-temuan, kesulitan- kesulitan dan kendala-kendala yang dihadapai selama proses pelaksanaan tindakan.

  2. Melaksanakan pertemuan untuk diskusi dengan teman sejawat tentang hasil temuan, kesulitan-kesulitan atau kendala-kendala yang dihadapi selama proses pelaksanaan tindakan.

3. Melakukan revisi untuk perbaikan pada siklus ke 2).

  b. Siklus 2 Pertemuan 1( 2x35 menit)

  a) Rencana tindakan 1.

  Membuka pelajaran dengan do’a, salam pembuka dan presensi.

2. Apersepsi

  Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa mengenai benda benda disekitar yang menggunakan prinsip pesawat sederhana jenis katrol. Memotivasi siswa dengan memancing rasa ingin tahu siswa.

  3. Siswa menyimak tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru.

  4. Siswa memperhatikan penjelasan materi dari guru.

  5. Guru melakukan tanya jawab dan mengkaitkan materi dengan aspek-aspek yang ada pada lingkungan sekolah dan sekitar.

  6. Guru meninjau ulang alat dan bahan yang dibutuhakan.

  7. Siswa dibagi menjadi 5 kelompok kecil (setiap kelompok terdiri dari 5 siswa)

  8. Siswa mendengarkan penyampaian guru mengenai langkah- langkah kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa di lingkungan sekolah.

  9. Siswa dibimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pengamatan, mengenai katrol dengan memanfaatkan lingkungan sekolah dan sekitar.

  10. Siswa dan guru mendiskusikan hasil pengamatan.

  11. Siswa mengerjakan LKS kelompok dan membuat suatu produk katrol.

  12. Siswa dalam kelompok mempresentasikan hasil kerja (LKS).

  13. Setiap kelompok mengumpulkan hasil produk yang ada dalam kegiatan LKS

  14. Guru mengklarifikasi hasil LKS siswa. Memberi apresiasi pada kelompok yang sudah menjawab dengan benar dan memberi arahan dan penguatan pada siswa yang jawabanya masih salah.

  15. Siswa dan guru menyimpulkan materi pembelajaran.

  16. Kegiatan tindak lanjut

17. Guru mengemukakan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

  b) Pelaksanaan Tindakan

  Peneliti akan melakukan penelitian sesuai dengan rencana tindakan.

  c) Pengumpulan data dan observasi

  Peneliti akan mengamati kegiatan siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran dan mencatat aspek-aspek penting yang terjadi mengenai kemampuan melakukan proses ilmiah siswa.

  d) Refleksi

  Peneliti bersama observer, melakukan evaluasi terhadap hasil temuan-temuan, kesulitan-kesulitan dan kendala-kendala yang dihadapai selama proses pelaksanaan tindakan. Dengan refleksi ini segala kegiatan yang sudah baik hendaknya dipertahankan dan kegiatan yang kurang baik diperbaiki oleh praktikan supaya dalam pembelajaran berikutnya dapat lebih baik.

  pertemuan ke 2

  a) Rencana Tindakan 1.

  Membuka pelajaran dengan do’a, salam pembuka dan presensi.

  2. Apersepsi Guru mengadakan Tanya jawab dengan siswa mengenai materi sebelumnya. Guru mengajukan pertanyaan secara umum untuk menarik rasa keingintahuan siswa terhadap materi bidang miring ( mengkaitkan materi dengan pengetahuan siswa).

  3. Siswa menyimak tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru.

  4. Siswa mendengarkan penyampaian guru mengenai materi.

  5. Siswa dibagi menjadi 5 kelompok kecil (setiap kelompok terdiri dari 5 siswa)

  6. Siswa mendengarkan langkah-langkah kegiatan pengamatan.

  Mengenai pesawat sederhana roda berporos, dengan memanfaatkan lingkungan sekolah dan sekitar menggunakan metode inkuiri terbimbing.

  7. Siswa dibimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pengamatan. Mengenai roda berporos dengan memanfaatkan lingkungan sekolah melalui metode inkuiri terimbing.

  8. Siswa dan guru mendiskusikan hasil pengamatan pada saat dilakukan pengamatan langsung di sekitar sekolah.

  9. Siswa dalam kelompok mengerjakan Lembar Kerja Kelompok.

  10. Siswa dalam kelompok mempresentasikan hasil LKS.

  11. Siswa mengumpulkan hasil produk yang ada dalam LKS 12.

  Guru mengklarifikasi hasil LKS siswa. Memberi apresiasi pada kelompok yang sudah menjawab dengan benar dan memberi arahan dan penguatan pada siswa yang jawabanya masih salah.

  13. Siswa dan guru menyimpulkan materi pembelajaran mengenai pesawat sederhana setelah kegiatan pembelajaran menggunakan metode inkuiri terbimbing selesai.

  14. Guru memberikan evaluasi akhir pertemuan. (penilaian akhir siklus 2)

  b) Pelaksanaan Tindakan

  Peneliti akan melakukan penelitian sesuai dengan rencana tindakan.

  c) Pengumpulan data dan observasi

  Peneliti akan mengamati kegiatan siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran dan mencatat aspek-aspek penting yang terjadi mengenai kemampuan melakukan proses ilmiah dalam mengikuti pelajaran.

  d) Refleksi

  Peneliti akan melakukan evaluasi terhadap hasil temuan-temuan, kesulitan-kesulitan dan kendala-kendala yang dihadapai selama proses pelaksanaan tindakan. Dengan refleksi ini segala kegiatan yang sudah baik hendaknya dipertahankan dan kegiatan yang kurang baik diperbaiki oleh praktikan supaya dalam pembelajaran berikutnya dapat lebih baik. Pada siklus dua juga akan ditekankan pada pengujian antara tingkat kebenaran siklus satu dengan cara membandingkan hasil nilai pada akhir siklus untuk mengetahui hasil peningkatan kemampuan proses ilmiah dan hasil belajar siswa.

D. Peubah, Pengumpulan Data dan Instrumen Pembelajaran 1. Peubah

  Sesuai dengan judul penelitian di atas penelitian ini terdiri dari dua peubah/ variabel. Yakni, Kemampuan melakukan proses ilmiah dan hasil belajar.

  a.

  Kemampuan melakukan proses ilmiah Kemampuan melakukan proses ilmah terjadi pada saat kegiatan belajar berlangsung.

  b.

  Hasil belajar Hasil belajar adalah skor atau nilai yang menunjukan prestasi seseorang dalam suatu bidang sebagai proses belajar yang khas dilakukan secara sengaja dalam bentuk pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, sikap dan nilai.

2. Pengumpulan Data

  Dalam penelitian, data yang dikumpulkan adalah data hasil observasi data (kualitatif) dan tes (kuantitatif). Adapun teknik pengumpulanya data dalam penelitian ini sebagai berikut: 1)

  Pengamatan Dalam kegiatan pembelajaran siswa diajak ke lingkungan sekolah dan sekitarnya kemudian siswa melakukan pengamatan terhadap benda- benda sekitar yang menggunakan prinsip pesawat sederhana. Adapun teknik observasi yang akan dilakukan dengan melengkapi format atau blangko pengamat yang telah dibuat sebagai instrumen atas segala kegiatan yang dilakukan siswa. dengan demikian nilai kemampuan proses ilmiah didapat melalui pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dan dua observer menggunakan lembar observasi/ pengamatan yang terdiri dari 5 aspek yaitu, melakukan pengamatan dalam penelitian, menggolongkan benda-benda dalam pengamatan dengan klasivikasi tertentu, menjelaskan hasil pengamatan penelitian ilmiah, mengajukan pertanyaan tentang hasil pengamatan dan menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan penelitian ilmiah.

  2) Tes

  Prestasi belajar dapat dicapai dengan menggunakan tes atau ulangan yang dilaksanakan pada akhir setiap siklus untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan prestasi siswa setelah proses pembelajaran setiap siklus berlangsung. Adapun peubah (variabel) indikator keberhasilan, jenis data, cara yang dilakukan dalam pengumpulan data dan instrumen. Secara lengkapnya peubah, indikator, data, pengumpulan data dan instrumen dijelaskan pada tabel berikut.

Tabel 3.2. Peubah, Indikator, Data, Pengumpulan data dan Instrumen.

  Pengumpul Peubah Indikator Data Instrumen an data

  Kemampuan

  1. Jumlah Pengamatan Lembar Melakukan pengamatan Pengamatan melakukan dalam siswa proses ilmiah penelitian

  2. yang Menggolong kan macam- macam melaksana pesawat sederhana -kan berdasarkan jenis. proses

  3.Menjelaskan hasil ilmiah. percobaan.

  4.Mengajukan pertanyaan

  Pengumpul Peubah Indikator Data Instrumen an data

  hasil pengamatan

  5.Menarik kesimpulan pengamatan hasil penelitian

  Hasil belajar a.Nilai rata- Data Tes tertulis Pilihan ganda, isian siswa dalam rata hasil tes kuantitatif singkat, materi sifat- siswa. berupa uraian. Pesawat b.Persentase hasil tes. Sederhana jumlah siswa yang mencapai KKM.

  Pada siklus I peneliti melakukan evaluasi dengan bentuk soal pilihan ganda 10, 5 soal isian singkat, 5 uraian. Lebih lengkapnya dijelaskan pada tabel berikut:

  Tabel 33. kisi-kisi soal evaluasi akhir siklus 1 Penilaian tes Cabang

  Soal Aspek dan no soal

  IPA Indikator Pilihan Isian Uraian Pengeta Pemaha Penera terkait ganda singkat huan man pan

  1  Fisika Menyebutkan pengertian pesawat sederhana

  1   Fisika Mengidentifikasi 3,4 berbagai jenis ,9, pesawat sederhana

   Fisika Mengidentifikasi 5,5 bagian pengungkit    Fisika Menggolongkan 2,6,7, 1,3 jenis-jenis Penilaian tes Cabang Soal Aspek dan no soal

  IPA Indikator Pilihan Isian Uraian Pengeta Pemaha Penera terkait ganda singkat huan man pan pengungkit sesuai letak titik beban,kuasa dan tumpu

  10  Fisika Menyebutkan cara kerja pengungkit dan bidang miring

  4  Fisika Mengukur salah 2,4 satu jenis pengungkit

   Fisika Mengidentifikasi

  3

  2 alat yang menggunakan bidang miring

   Fisika Menyebutkan

  8

  5 kelebihan dan kekurangan penggungkit dan bidang mirig

  Pada siklus II peneliti akan melakukan evaluasi dengan bentuk soal pilihan ganda yang berjumlah 10 soal, isian singkat 5 soal, dan uraian 5 soal. Lebih lengkapnya akan dijelaskan pada tabel berikut:

Tabel 3.4 Kisi-kisi soal evaluasi akhir siklus II

  Penilaian tes Cabang Soal Aspek dan no soal

  IPA Indikator Pilihan Isian Pengeta Pemaha Pene- Uraian terkait ganda singkat huan man rapan Fisika Menyebutkan pengertian

1, Kjl1 1,

  √ katrol Fisika Menjelaskan prisip kerja

  √

  5 katrol Fisika Menjelaskan kedudukan dan

  9, 5, 3a, √ √ cara kerja katrol

  Penilaian tes Cabang Soal Aspek dan no soal

  IPA Indikator Pilihan Isian Pengeta Pemaha Pene- Uraian terkait ganda singkat huan man rapan Fisika Mengidentifika si jenis katrol berdasatkan 3, 5, 10 3,

  4 √ √ √ susunanya Fisika Menyebutkan penerapan dan manfaat katrol dalam

  7, 2, 4 3b, √ √ kehidupan sehari-hari.

  Fisika Menjelaskan pengertian roda √ berporos.

  Fisika mengidentifikasi roda berporos 2, 1, √

  Fisika Menggolongkan berbagai alat yang ada pada lingkungan

  4, 6,8 2, √ √ sekolah sebagai roda berporos.

3. Menentukan Validitas dan Reliabilitas instrumen a. Menentukan validitas instrument

  Menurut Masidjo (1995:242) validitas suatu tes adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Jenis validitas yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah validitas isi, yaitu validitas yang menunjukkan sampai dimana isi suatu tes atau alat pengukur mencerminkan hal-hal yang mau diukur atau diteskan. Adapun pengujian validitas isi dalam penelitian ini dilakukan dengan meminta pertimbangan ahli (expertjudgement), karena isi dari validitas

  expertjudgement ini sesuai dengan materi yaitu Pesawat Sederhana. Selain

  itu bahan atau isi instrumen ini sudah dikonsultasikan kepada orang yang lebih ahli dalam hal ini adalah dosen pembimbing.

E. Analisis Data

  Kondisi awal kemampuan melakukan proses ilmiah dan prestasi belajar siswa yang diharapkan adalah sebagai berikut :

1. Kreteria keberhasilan kemampuan peningkatan melakukan proses ilmiah

  a. Melakukan

  pengamatan dalam penelitian 20% 55% 100 %

  b. Menggolongkan

  benda dengan klasifikasi tertentu.

  50% 65% 80%

  Peubah Indikator Kondisi Awal Kondisi pada akhir siklus Siklus I Siklus II Kemampuan proses belajar ilmiah siswa.

  percobaan 30% 50% 75%

  d. Mengajukan

  pertanyaan tentang hasil pengamatan 40% 60% 70% e.

  Menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan penelitian 45% 65% 80%

  Pada setiap jenis indikator dihitung persen ( % ) jumlah siswa yang terlibat dengan rumus: Nilai tiap indikator =

  1

  x 100 % Keterangan : A = Nilai tiap indikator n = Jumlah siswa yang terlibat

Tabel 3.5. Kriteria Keberhasilan Peningkatan Kemampuan proses Ilmiah Siswa

  c. Menjelaskan hasil n1= total skor yang diperoleh tiap aspek N = jumlah total skor tiap aspek

  Nilai (%) kondisi pada akhir siklus tiap aspek = pertemuan 1(%)+2(%)

  2 Presentase keberhasilan proses ilmiah = jumlah tiap siklus x100% 500

  ( Terdapat pada lampiran 20) 2.

  Kriteria keberhasilan peningkatan hasil belajar siswa (tes).

  Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif kualitatif dan deskripsi kuantitatif karena data yang diperoleh akan dianalisis adalah berupa penjelasan (deskriptif kualitatif) dan berupa angka (deskripsi kuantitatif) untuk keperluan analisis data kualitatif dapat diperoleh dari lembar observasi sedangkan, untuk keperluan analisis data kuantitatif diperoleh dari data tes yaitu tes soal yang berupa pilihan ganda, uraian singkat, dan uraian panjang. Analisis data hasil penelitian yang tergolong data kuantitatif berupa hasil belajar pra siklus, siklus 1 dan siklus II dengan cara presentase yaitu dengan menghitung peningkatan ketuntasan belajar siswa .

  Target kondisi awal hasil belajar siswa dan akhir kondisi yang ingin dicapai adalah sebagai berikut

Tabel 3.6. Kriteria keberhasilan peningkatan hasil belajar

  Peubah Indikator Kondisi

Awal

Target kondisi pada akhir siklus Siklus I Siklus II

  Hasil belajar siswa dalam materi Pesawat sederhana. a.Nilai rata-rata hasil tes siswa.

  58

  65

  70 b.Presentase jumlah siswa yang mencapai KKM.

  41% 55% 75% Nilai akhir siswa dalam setiap siklus ditentukan dari tes tertulis siswa. Adapun nilai analisis tes tertulis dijabarkan dalam uraian berikut : 1.

  Nilai tes tertulis Pengumpulan data berdasarkan hasil tes tertulis yaitu berbentuk soal pilihan ganda yang berjumlah 10 soal isian singkat 10 soal dan uraian 5 soal.

RUBRIK PENILAIAN KINERJA

  3

  1

  2

  3

  4

  1

  2

  1. A

  4

  3

  2. B

  3. C

  4. D (Terdapat pada lampiran 12 dan 13)

  Keterangan : Aspek Penilaian dan Skor Penilaian 1.

  Kelengkapan mengamati subyek penelitian Skor 1 : subyek yang diamati dalam penelitian kurang dari 4.

  Skor 2 : subyek yang diamati dalam penelitian kurang dari 7. Skor 3 : subyek yang diamati dalam penelitian kurang dari 8. Skor 4 : subyek yang diamati dalam penelitian lebih dari 8.

  4

  

2

  Nilai Tes pilihan ganda (NT) = 10 x 2 = 20 Tes isian singkat = 5 x 6 = 30 Uraian = 5 x 10 = 50 +

  Kelengkapan mengamati subyek penelitian

  100 Nilai akhir =

  100

  1 = 100 2.

  Nilai Kinerja

  3.7 Tabel rubrik penilaian

  No Kelom pok

Aspek yang dinilai ( 1- 4 )

  Total skor yang di peroleh tiap kelompok

  Ketepatan melakukan pengamatan

Ketepatan

hasil produk

pengamatan

Keaktifan melakukan penga- matan Ketepatan hasil pengamatan

  1

  1

  2

  3

  4

  1

  2

  3

  4

2. Ketepatan melakukan pengamatan.

  Skor 1 : tidak tepat dalam melakukan pengamatan. Skor 2 : kurang tepat dalam melakukan pengamatan. Skor 3 : tepat dalam melakukan pengamatan. Skor 4 : sangat tepat dalam melakukan pengamatan.

3. Ketepatan hasil produk pengamatan Skor 1 : tidak dapat membuat produk dari hasil pengamatan.

  Skor 2 : kurang tepat dalam membuat produk hasil pengamatan. Skor 3 : tepat dalam membuat produk hasil pengamatan tetapi kurang rapi.

  Skor 4 : sangat tepat dan rapi dalam membuat produk hasil pengamatan.

  4. Keaktifan melakukan pengamatan Skor 1 : tidak mau melakukan pengamatan dalam proses penelitian ilmiah.

  Skor 2 : kurang aktif dalam melakukan pengamatan dalam proses penelitian ilmiah Skor 3 : aktif dalam melakukan pengamatan dalamproses ilmiah. Skor 4 : sangat aktif dalam melakukan pengamatan dalam proses ilmiah.

  5. Ketepatan hasil pengamatan.

  Skor 1 : tidak tepat mengungkapkan hasil penelitian. Skor 2 : kurang tepat dalam mengungkapkan hasil penelitian. Skor 3 : tepat dalam mengungkapkan hasil percobaan Skor 4 : sangat tepat dalam mengungkapkan hasil percobaan

  Catatan : penilaian ini diambil saat pelaksanaan proses ilmiah berlangsung

  a) Skor maksimal yang dapat dicapai siswa adalah

  Skor maksimal = jumlah aspek x skor maksimal tiap aspek Skor maksimal = 5 x 4

  = 20

  b) Skor minimal yang dapat dicapai siswa adalah

  Skor minimal = jumlah aspek x skor minimal tiap aspek

  Skor minimal = 5 x 1 = 5

  c) Nilai kinerja dihitung dengan persamaan jumlah skor tiap aspek x 5

  Jadi Nilai Akhir dihitung dengan persamaan :

  Nilai tertulis +Nilai kinerja a.

  Nilai Akhir =

  2 Cara mengukur jumlah siswa yang mencapai KKM : Jumlah siswa yang mencapai KKM

  b.

  x 100

  Presentase KKM =

  Jumlah seluruh siswa

BAB 1V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4

  3. C

  72

  50 √

  8. H

  7. G 50 √

  6. F 40 √

  5. E 50 √

  4. D 40 √

  45 √

  tahap yaitu, rencana kegiatan, pelaksanaan kegiatan, pengamatan dan refleksi. Berikut penjelasan penelitian dari tiap siklus:

  1. Siklus Pertama a.

  70 √

  1. A

  Tuntas Tidak tuntas

  Nilai Ketuntasan

  No urut Nama

Tabel 4.1. Data nilai kondisi awal

  Pada penelitian berikut peneliti membuat rencana setelah memperoleh data pada kondisi awal terhadap pembelajaran IPA dengan kompetensi d asar “ Pesawat Sederhana” pada tahun ajaran sebelumnya yaitu tahun 2010/2011 data sebagai berikut :

  Perencanaan Langkah awal yang dilakukan peneliti untuk memulai penelitian yaitu melihat kembali nilai ulangan siswa pada tahun sebelumnya untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran IPA khususnya materi “Pesawat Sederhana” .

  2. B 55 √ No urut Nama

  Nilai Ketuntasan

  65 √

  41% 59% Dari data nilai diatas yaitu hanya 41% anak yang mencapai KKM dan 59% belum mencapai KKM, dari nilai KKM yang diterapkan 60 nilai rata-rata ulangan harian siswa SD Negeri Plaosan 1. Pada saat proses belajar berlangsung anak sangat kurang aktif dikarenakan guru belum maksimal dalam melaksanakan proses ilmiah dalam pembelajaran.

  58,3 Present ase ketunta san

  14 Rata- rata nilai

  10

  1400

  X 55 √ Jumlah

  65 √ 24.

  23. W

  70 √

  V

  21. U 40 √ 22.

  20. T 45 √

  85 √

  19. S

  18. R

  Tuntas Tidak tuntas

  70 √

  9. I 55 √

  10. J

  60 √

  11. K

  90 √

  12. L

  13. M

  17. Q 65 √

  65 √

  14. N

  45 √

  15. O 70 √

  16. P

  55 √

  Setelah mengetahui kemampuan awal siswa, peneliti melaksanakan penelitian pada siklus 1 yang terdiri dari dua kali pertemuan yaitu dengan menerapkan proses ilmiah mengunakan metode inkuiri terbimbing. Untuk meningkatkan kemampuan proses ilmiah dan memperbaiki hasil pembelajaran maka, peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran yang meliputi RPP, Silabus, LKS, dan berbagai peralatan pembelajaran sebagai bahan penelitian yaitu, lembar pengamatan kegiatan, Lembar Aktivitas Siswa, dan mempersiapkan alat serta bahan pembuatan produk. Materi yang disampaikan pada siklus I pertemuan pertama adalah Pesawat Sederhana sub materi pengungkit yang terdiri dari pengungkit jenis pertama, titik tumpu (T) terletak diantara beban (B) dan titik kuasa(K). Contohnya: gunting, jungkat-jungkit, alat pencabut paku, tang, pengungkit jenis kedua miliki titik beban (B) yang terletak di antara titik tumpu (T) dan titik kuasa (K) Contoh: Gerobak dorong beroda satu, alat pemotong kertas, dan alat pembuka kaleng, dan pengungkit jenis ke tiga letak kuasa (K) diantara beban (B) dan titik tumpu (T). Macam-macam alat yang menggunakan prinsip pengungkit jenis ketiga yaitu, stepler, pinset, sapu, dibahas pada pertemuan pertama dan materi bidang miring pada pertemuan ke 2 dengan menggunakan berbagai alat yang memanfaatkan prinsip bidang miring contoh: pisau, fiting lampu, jalan pada pintu gerbang SD yang dibuat miring dan lain-lain.

  b.

  Pelaksanaan kegiatan

  1. Siklus 1 pertemuan 1

  Tindakan siklus 1 pertemuan pertama ini dilaksanakan pada tanggal 21 maret 2012. Subyek yang digunakan yaitu kelas V SD Negeri Plaosan 1 yang berjumlah 24 siswa.

  Dengan menerapkan metode inkuiri terbimbing, siklus 1 pertemuan pertama siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai materi, siswa dalam kelas dibagi dalam 4 kelompok setiap kelompok terdiri dari 6 siswa. Siswa dalam kelompok melakukan proses ilmiah dengan bimbingan guru yang dilakukan di lingkungan sekitar sekolah terbimbing, perpustakaan dan di TK dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing. Dengan metode inkuiri terbimbing yang diterapkan pada pembelajaran IPA diharapkan siswa dapat meningkatkan kemampuan proses ilmiah dan hasil belajar dimana siswa dapat menjelaskan bahwa pengungkit jenis pertama, titik tumpu (T) terletak diantara beban (B) dan titik kuasa (K), pengungkit jenis kedua miliki titik beban (B) yang terletak di antara titik tumpu (T) dan titik kuasa (K), dan pengungkit jenis ke tiga letak kuasa (K) diantara beban (B) dan titik tumpu (T) dan siswa dapat menyebutkan atau menggolongkan alat

  • –alat berdasarkan jenisnya. Pada saat proses ilmiah dilaksanakan siswa dalam kelompok mengisi lembar pengamatan, dilanjutkan kembali ke kelas untuk mengerjakan LKS dimana pada LKS terdapat pembuatan produk berupa gambar, sehingga diharapkan setelah pengamatan siswa akan dapat lebih memahami dan mengingatnya bukan sebagai hafalan saja, yang dilanjutkan presentasi kelompok dan penempelan hasil produk ilmiah
agar menumbuhkan rasa percaya diri dan bangga terhadap hasil karya produk pada klompok yang telah dibuat. Pada kegiatan presentasi kelompok, kelompok lain diberi kesempatan untuk bertanya ataupun menyanggah presentasi. Pada kegiatan ini siswa dilatih untuk menumbuhkan rasa keingintahuan terhadap materi, rasa percaya diri dan menghargai pendapat orang lain. Kemudian guru mengkoreksi, meluruskan jawaban yang kurang benar, memberi motivasi untuk dapat lebih baik pada kegiatan selanjutnya dan memberikan penguatan pada jawaban yang sudah benar, serta memberi penghargaan atas kerja sama kelompok dengan cara verbal misal tepuk tangan dan pujian. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2. Siklus 1 pertemuan ke 2

  Tindakan siklus 1 pertemuan ke 2 dan evaluasi dilaksanakan setelah silkus 1 yaitu pada tanggal 22 maret 2012. Pada pertemuan ke 2 siswa masih bekerja pada kelompok seperti pertemuan pertama, materi yang disampaikan adalah Pesawat sederhana jenis ke 2 yaitu “bidang miring”. Siswa mendengarkan penjelasan dari guru mengenai materi setelah itu siswa bekerja pada kelompok yang telah dibuat dan melaksanakan kegiatan pengamatan ilmiah di lingkungan sekolah. Siswa mengisi lembar pengamatan setelah itu siswa dalam kelompok mengerjakan LKS dan dan mempresentasikan hasil kerja kelompok dimana pada LKS siswa membuat produk ilmiah berupa gambar seperti pada pertemuan pertama. Guru dan siswa menyimpulkan hasil penelitian pada pembelajaran. Setelah itu guru mengadakan tanya jawab mencongak mengenai materi pegungkit dan bidang miring sebelum melaksanakan evaluasi sebagai penilaian individu pada siklus 1.

  c.

  Pengamatan Pada siklus satu ini siswa bekerja dalam kelompok. Selama kegiatan berlangsung sebagian besar siswa antusias mengikuti pembelajaran ini , karena kegiatan belajar ini juga dilakukan di luar kelas, siswa dilibatkan secara langsung saat kegiatan belajar berlangsung. Hal ini terbukti sebagian besar siswa siswa mendengarkan penjelasan dari guru saat penelitian, dan tertib melaksanakan peraturan kegiatan ilmiah, bertanya hal yang belum jelas dan dapat menjawab pertanyaan dari guru. Dimana kemampuan proses ilmiah juga diamati meliputi aspek pengamatan, menggolongkan benda, menjelaskan hasil penelitian dan mengajukan pertanyaan hasil penelitian serta membuat kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan. Selain itu setelah kegiatan pengamatan dilakukan siswa dalam kelompok mengerjakan LKS, dalam LKS, siswa juga diharapkan dapat membuat produk ilmiah dari hasil pengamatan sehingga keaktifan siswa dan sikap saling membantu sangat terlihat saat kegiatan ilmiah dalam kelompok kecil berlangsung. Sehingga pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan proses ilmiah yang akan mengembangkan sikap kerja sama menghargai keputusan bersama serta mendengarkan pendapat teman lain serta meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Plaosan I mata Pelajaran IPA.

  d.

  Hasil Pengamatan Setelah data dari siklus 1 diolah, maka perlu diadakan analisis untuk mengetahui tingkat keberhasilan tindakan. Data hasil belajar siklus 1 akan dibandingkan dengan data kondisi awal. Data kondisi awal diperoleh dari guru kelas berdasarkan nilai ulangan siswa pada materi “Pesawat Sederhana” tahun ajaran 2010/2011 sedangkan data kemampuan proses ilmiah diperoleh dari hasil wawancara oleh guru kelas pada materi IPA. Adapun data siklus satu yang diperoleh adalah sebagai berikut:

Tabel 4.2. Nilai Akhir siklus 1

  Ketuntasan Nama

  Tuntas Tidak No urut Nilai tuntas

  1. A

  74 √

  2. B 77,5 √

  3. C 77,5 √

  4. D 77,5 √

  5. E 77,5 √

  6. F

  74 √

  7. G

  80 √

  8. H

  79 √ 9. I 76,5 √

  10. J 82,5 √

  11. K

  86 √

  12. L 81,5 √

  13. M

  79 √

  14. N 77,5 √

  15. O

  86 √

  16. P 81,5 √

  17. Q

  84 √

  18. R

  89 √

  19. S

  85 √

  20. T

  82 √

  21. U 78,5 √

  Ketuntasan Nama Tuntas Tidak

  No urut Nilai tuntas

  22. V 79,5 √

  23. W 83,5 √ 24. X 79,5 √

  Jumlah 1937

  24 Rata-rata 80,7 nilai Presentase 100% 0% ketuntasan

  Setelah melaksanakan evaluasi siklus 1 kita dapat melihat peningkatan nilai rata-rata siswa dan presentase siswa yang mencapai KKM. Hal itu dapat kita lihat dari table berikut:

Tabel 4.3. Data perbandingan kondisi awal dengan nilai siklus 1

  Data Jumlah Nilai Ketuntasan siswa Jumlah Rata-rata Jumlah siswa Presentase skor kelas tuntas Kondisi

  24 1400

  58 10 41% awal Siklus 1 24 1937 80,7 24 100% a.

  Peningkatan kemampuan proses ilmiah Peningkatan kemampuan proses ilmiah kondisi awal dan hasil kondisi siklus 1 pada mata pelajaran IPA siswa kelas V SD Negeri Plaosan 1 dapat terlihat pada data berikut:

Tabel 4.4. Peningkatan Kemampuan proses Ilmiah Siswa

  Peubah Indikator Kondisi Kondisi Awal Siklus I

a. Melakukan

  Kemampuan

  pengamatan dalam

  proses belajar

  penelitian ilmiah siswa.

  20% 84,75% b.Menggolongkan benda dengan

  50% 82% klasifikasi tertentu.

  c.

  Menjelaskan 30% 84,25% hasil percobaan d.Mengajukan pertanyaan tentang hasil 40% 81,8% pengamatan e.

  Menarik kesimpulan berdasarkan hasil 45% 85,3% pengamatan penelitian

  Presentase akhir kondisi awal adalah 37% sedangkan pada akhir siklus 1 adalah = jumlah tiap siklus x100% 418,1 x100% =83,62% 500 500 f. Refleksi

  Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung, peneliti berdiskusi dengan observer 1 dan 2 berikut hasil refleksi yang deperoleh: 1.

  Proses pembelajaran sudah berlangsung dengan baik meskipun membutuhkan waktu yang agak lama untuk mengkondisikan agar tenang karena tempat pembelajaran dilakukan di luar kelas serta metode inkuiri terbimbing ini menerapkan suatu kegiatan penemuan yang dibimbing guru yang membuat anak semakin tertarik dan antusias. Selain itu karena sifat dan perilaku anak yang beranaeka ragam.

  2. Masih terlihat ada beberapa anak yang masih bermain-main saat pembelajaran berlangsung

  3. Beberapa anak yang tidak mau bekerja sama dalam kelompok karena merasa tidak cocok dengan anggota kelompok

4. Masih ada beberapa anak yang kurang aktif dalam bertanya.

  5. Nilai hasil evaluasi sudah bagus terlihat dari perbandingan nilai pada kondisi awal yang mula-mula hanya 49% menjadi 100% anak mencapai KKM dan mencapai kreterian yang ditentukan pada perencanan.

  Berdasarkan refleksi pada siklus 1 masih ada kekurangan yang harus diperbaiki karena peneliti belum puas dengan hasil yang dirasa kurang maksimal dan sebagai pemantapan hasil siklus 1 maka akan dilaksanakan perbaikan pembelajaran pada siklus 1 pada pembelajaran siklus 2.

  1. Siklus II a.

  Perencanaan Setelah mengetahui hasil pada siklus 1, peneliti melaksanakan penelitian pada siklus II yang terdiri dari dua kali pertemuan dengan menerapkan proses ilmiah dengan mengunakan metode inkuiri terbimbing. Untuk memperbaiki hasil pembelajaran peneliti menyiapkan perangkat RPP, alat lembar evaluasi, lembar observasi pembelajaran ilmiah, lembar aktivitas siswa dan lembar kerja siswa yang telah disusun dengan lebih teliti untuk mengatasi kekurangan siklus 1. Pada tahap ini peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran yang meliputi RPP, Silabus, LKS, dan berbagai peralatan pembelajaran sebagai bahan penelitian, lembar pengamatan kegiatan, persiapan kegiatan penelitian dan mempersiapkan pembuatan produk. Materi yang disampaikan pada siklus II pertemuan pertama yaitu “Roda berporos” dan pada siklus II pertemuan ke 2 akan dibahas materi “ Katrol”.

  b.

  Pelaksanan Penelitian 1)

  Siklus 2 pertemuan petama Siklus 2 pertemuan 1 ini dilaksanakan pada tanggal 4 April 2012.

  Pertemuan pertama siswa dibagi dalam 4 kelompok, untuk meningkatkan kemampuan melakukan proses ilmiah dan hasil belajar maka anggota kelompok dibagi sedemikian rupa agar tercipta proses pembelajaran yang maksimal. Materi yang disampaikan yaitu

  “Roda Berporos

  ”. Dalam materi ini siswa diharapkan mengetahui secara kongkrit dan berfikir secara ilmiah mengenai materi. Setelah melakukan pengamatan, kelompok mengisi lembar observasi,mengerjakan LKS kelompok dan membuat produk berupa mainan yang memanfaatkan cara kerja roda serta mempresentasikan dan mendemonstrasikan di depan kelas hasil diskusi pengamatan dan produk yang dibuat pada tiap kelompok. 2)

  Siklus II pertemuan ke 2 Pada siklus II pertemuan ke 2 ini dilaksanakan pada tanggal 5 April 2012. Pada pertemuan ini siswa masih belajar pada kelompok seperti pada siklus 1 tetapi anggota kelompoknya sudah berbeda pada pertemuan siklus 1 untuk meningkatkan kemampuan proses ilmiah.

  Materi pertemuan ini adala h “Katrol”. Selama kegiatan belajar siswa sangat antusias dalam melakukan proses ilmiah yaitu mengamati benda yang menggunakan prinsip kerja katrol yaitu kerekan timba, dan kerekan bendera. Siswa juga sangat berantusias saat membuat produk berupa alat peraga katrol yang terbuat dari pasak kayu dan alat dan serta bahan pembuatan alat peraga katrol. Dimana tiap kelompok membuat katrol yang berbeda-beda jenisnya. Terlihat tiap kelompok berlomba- lomba untuk menyelesaikan produk. Semua anggota kelompok sangat aktif dan bekerja sama dengan baik. Kemudian mendemonstrasikan dan mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Pada pertemuan 2 ini dilanjutkan mengerjakan soal penilaian evaluasi siklus 2.

  c.

  Pengamatan Pada siklus II siswa tampak lebih bersemangat mengikuti pembelajaran dibandingkan pada siklus 1. Hal ini terlihat pada nilai kinerja dan nilai kemampuan proses ilmiah yang meningkat. Siswa lebih aktif belajar dalam kelompok, melaksanakan tugas dengan tepat waktu, lebih aktif bertanya dan tidak ada anak yang bermain saat pelajaran dilaksanakan serta terlihat lebih serius dalam megikuti pelajaran yang dilakanakan.

  Secara keseluruhan pembelajaran berjalan dengan lancar dan aktivitas siswa mengarah pada pembelajaran yang ingin dicapai.

  d.

  Hasil Pengukuran keberhasilan siklus 2 dilakukan dengan menggunakan lembar observasi kemampuan proses ilmiah dan tes untuk hasil belajar siswa. a). Data hasil tes pada siklus II disajikan pada table berikut:

Tabel 4.5. Nilai hasil akhir siklus II

  √ 21.

  O 91,25

  √ 16.

  P 93,25

  √ 17.

  Q 93,75

  √ 18.

  R 95,25

  √ 19.

  S 93,25

  √ 20.

  T 89,75

  U 87,25

  N 85,75

  √ 22.

  V 86,75

  √ 23.

  W 94,25

  √ 24.

  X 87,25

  √ Jumlah 2139,5

  24 Rata- rata nilai 89,14

  Presenta se ketuntas an

  100% 0% Keterangan:

  Hasil tes evaluasi didapat dari hasil tes evaluasi+nilai kinerja kelompok

  √ 15.

  √ 14.

  No urut Nama Nilai Ketuntasan

  F 90,25

  Tuntas Tidak tuntas

  1. A 90,25 √ 2.

  B 84,75

  √ 3.

  C 84,75

  √ 4.

  D 87,25

  √ 5.

  E

  84.75

  √ 6.

  √ 7.

  M 89,25

  G 91,25

  √ 8.

  H 9075

  √ 9.

  I 84,25

  √ 10.

  J 84,25

  √ 11.

  K 91,75

  √ 12.

  L 88,25

  √ 13.

  2 Berdasarkan hasil evaluasi siklus 1 dan siklus II, dapat ditarik kesimpulan bahwa peningkatan hasil belajar siswa yang memenuhi KKM adalah sebagai berikut: n= N2

  • – N1 n= 100%-100% n= 0 Keterangan : n : kenaikan prosentase N2 : Presentase nilai siklus 2 N1 : Presentase nilai siklus 1 peningkatan tetap yaitu 100%, atau tidak terjadi penurunan presentase nilai yang dicapai. Yaitu siswa mencapai KKM , tetapi pada siklus 2 terlihat rata-rata nilai kelas meningkat yaitu: n= N2
  • – N1 n= 89,14 -80,7 n= 9,7 Keterangan : n : nilai N2 : nilai rata-rata kelas silus 2 N1 : nilai rata-rata kelas siklus 1

b) Peningkatan proses ilmiah siklus II

Tabel 4.6. Peningkatan Kemampuan proses Ilmiah Siswa

  Peubah Indikator Kondisi siklus 1 Kondisi siklus II Kemampuan

  a. 84,75% 91,5% Melakukan proses belajar pengamatan ilmiah siswa. dalam penelitian b. 82% 96,8% Menggolongkan benda dengan klasifikasi tertentu.

  c. 84,25% 96% Menjelaskan hasil percobaan

  d. 81,8% 87,15% Mengajukan pertanyaan tentang hasil pengamatan

  e. 85,3% 92,15% Menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan penelitian

  Presentase akhir kondisi siklus 1 adalah 83,62% sedangkan pada akhir siklus

  II adalah = jumlah tiap siklus x100% 464,5 x100% = 92,9 %,

   500 500 ( terdapat pada lampiran 21)

  e.

  Refleksi Pada pembelajaran siklus II siswa aktif melakukan kegiatan pembelajaran dalam kelompok dan mengerjakan lembar kerja serta membuat produk . Dalam kegiatan pembelajaran semua siswa terlibat dalam kegiatan proses ilmiah. pada siklus 1 proses pembelajaran sudah berlangsung dengan baik meskipun membutuhkan waktu yang agak lama untuk mengkondisikan agar tenang karena tempat pembelajaran dilakukan di luar kelas tetapi pada siklus 2 ini siswa lebih mudah dikondisikan karena tempat belajar siswa di dekat lingkungan SD dan di perpustakaan. Pada siklus 1 masih terlihat ada beberapa anak yang masih bermain-main saat pembelajaran berlangsung tetapi pada siklus

  II tidak ada anak yang bermain saat pembelajaran berlangsung, anak asik membuat produk yang telah ditugaskan. dalam mengikuti pebelajaran kecuali ramai karena rasa ingin tahu mereka pada materi. Pada siklus 1 masih ada beberapa anak yang tidak mau bekerja sama dalam kelompok karena merasa tidak cocok dengan anggota kelompok tetapi pada siklus II ini siswa dapat bekerja sama dengan baik karena kelompok berbeda pada siklus 1 dan mendapatkan nasehat sebelum pembagian kelompok, pada siklus 1 masih ada beberapa anak yang kurang aktif dalam bertanya tetapi pada siklus 2 semua anak aktif bertanya karena setiap kelompok membuat daftar pertanyaan anggota kelompok jadi terlihat semua anak dalam kelompok berlomba-lomba untuk mengumpulkan point, anak terlatih untuk berani mengungkapkan suatu pendapat atau pertanyaan. Dalam pembuatan produk roda berporos ada kelompok yang membawa alat mainan mereka untuk memodifilkasi produk menjadi lebih menarik. Ada pula kelompok yang membuat secara sedehana. Selain itu pda pembuatan produk katrol ada anak yang mengalami kesulitan karena pembuatan katrol ganda lebih susah dari katrol tunggal, pada kelompok yang mengalami kesulitan mereka membawa panduan buku dan bertanya pada peneliti.

  Pada siklus 1 nilai hasil evaluasi sudah bagus terlihat dari perbandingan nilai pada kondisi awal yang mula-muala hanya 49% menjadi 100% anak mencapai KKM dan pada siklus II tidak terjadi penurunan nilai yaitu 100% mencapai KKM tetapi nilai rata-rata kelas meningkat pada siklus 1 80,7 menjadi 98,14 . Hal ini dapat kita lihat pada table dibawah ini:

  

Tabel Data 4.7. Perbandingan Rekapitulasi Ketuntasan

Sebelum Tindakan, Siklus I dan Siklus II

  Data Nilai Ketuntasan

  Presentase Jumlah siswa Jumlah skor

  Rata- rata kelas

  Jumlah siswa tuntas Kondisi awal

  24 1400

  58 10 49% Siklus 1 24 1937 80,7 24 100% Siklus 2 24 2139,5 89,14 24 100%

  Grafik 4.1 perbandingan nilai rata-rata siklus 1, II, III

  58

  80.7

  89.14 Kondisi Awal Siklus I Siklus II

Kondisi Awal Siklus I Sikluss II

  Data 4.8. Perbandingan Rekapitulasi Ketuntasan kemampuan proses ilmiah Tabel

  

Sebelum Tindakan, Siklus I dan Siklus II

Peubah Indikator Jumlah Kondi Kondisi Kondisi siswa si awal siklus 1 siklus II

  Kemampuan a.

  Melakukan proses belajar pengamatan ilmiah siswa. dalam 24 20% 84,75% 91,5% penelitian b.

  Menggolongk an benda dengan 24 50% 82% 96,8% klasifikasi tertentu.

  c.

  Menjelaskan hasil 24 30% 84,25% 96% percobaan d.

  Mengajukan pertanyaan tentang hasil 24 40% 81,8% 87,15% pengamatan e. Menarik kesimpulan berdasarkan 24 45% 85,3% 92,15% hasil pengamatan penelitian

  Presentase akhir ketuntasan kemampuan 24 37% 83,62% 92,9% proses ilmiah

  Lebih jelasnya akan saya paparkan pada grafik berikut

  Grafik 4.2. Perbandingan Rekapitulasi Ketuntasan kemampuan proses ilmiah Sebelum Tindakan, Siklus I dan Siklus II 100%

  Kondisi 80% Awal Siklus I

  60% Siklus II 40%

  20% 0%

Kondisi Awal Siklus I Siklus II

  Dari tabel rekapitulasi pengelompokkan nilai pada tabel 4.9 dapat dilihat adanya peningkatan jumlah ketuntasan siswa V dalam mata pelajaran Ilmu Pengatahuan Alam, terbukti untuk klasifikasi tuntas, sebelum diadakan tindakan yang tuntas 10 siswa karena ke 10 siswa ini sudah dapat memahami materi walaupun dengan kegiatan pembelajaran yang alakadarnya, karena daya tangkap 10 siswa ini lebih baik dibandingkan 14 siswa lainnya. Sedangkan setelah siklus I terjadi peningkatan dimana siswa yang tuntas meningkat menjadi 24 siswa atau 100%, yang artinya 24 siswa ini telah mampu menyerap materi pada kegiatan pembelajaran yang diterapkan pada siklus I. Sementara pada siklus II tidak mengalami penurunan yaitu jumlah siswa yang tuntas berjumlah 24 siswa atau 100% dan dari 5 aspek yaitu Melakukan pengamatan dalam penelitian, Menggolongkan benda dengan klasifikasi tertentu, menjelaskan hasil percobaan, mengajukan pertanyaan tentang hasil pengamatan, dan menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan penelitian maka diperoleh dari data rekapitulasi penelitian data sebelum diadakan tindakan penelitian adalah 37% dan pada siklus I mengalami peningkatan yaitu menjadi 83,62%, dan pada siklus II kemampuan proses ilmiah meningkat menjadi 92,9%.

  Ini membuktikan bahwa pembelajaran menggunakan metode inkuiri terbimbing dapat meningkatkan kemampuan proses ilmiah dan hasil belajar siswa SD Negeri Plaosan I. Dengan pembelajaran ini siswa dapat memahami materi secara kongkrit atau nyata yang disajikan dalam bentuk pengamatan, kerjasama kelompok dan diskusi, serta pembuatan produk dimana segala kegiatan dalam proses ilmiah ini menggali kemampuan anak dengan lebih maksimal. Ketuntasan belajar siswa dapat dilihat pada diagram berikut.

  Diagam 4.3. Perbandingan Rekapitulasi Ketuntasan kemampuan proses ilmiah Sebelum Tindakan, Siklus I dan Siklus II

  100% 80% Kondisi 60% Awal Target

  40% Siklus I Siklus I

  20% 0% Kondisi AwalTarget Siklus I Siklus I Target Siklus II Siklus II B.

   Pembahasan

  Hasil observasi sebelum tindakan yang dilakukan di kelas V SD Negeri Plaosan 1 Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman menyatakan bahwa tingkat kemanpuan proses ilmiah dan hasil belajar siswa siswa kelas V khususnya pada mata pelajaran IPA masih rendah, hal ini salah satu penyebabnya adalah karena guru dalam penyampaian materi pembelajaran lebih banyak menggunakan metode ceramah, sehingga siswa hanya memiliki gambaran secara bayangan semata tanpa melihat langsung terhadap kondisi yang sebenarnya atas suatu bahan ajar yang disampaiakan guru. Proses pembelajaran sebelum tindakan menunjukkan siswa terlihat jenuh dan bosan tanpa gairah karena pembelajaran selalu monoton yang akhirnya menyebabkan nilai pelajaran IPA rendah dan belum menggunakan proses ilmiah dalam belajar IPA.

1. Prestasi

  Nilai yang didapatkan siswa sebelum tindakan yaitu siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal awal (KKM=60) sebanyak 10 siswa atau 49% sedangkan siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal sebanyak 14 siswa atau 51%. Nilai tertinggi yang berhasil di dapatkan oleh siswa sebelum tindakan adalah 90 sedangkan nilai terendahnya adalah 40. Adanya perbandingan yang antara jumlah siswa yang tuntas dan tidak tuntas, yaitu karena siswa yang sudah mencapai ketuntasan telah mampu menangkap materi yang disajikan oleh guru walaupun hanya dengan ceramah saja, kemungkinan 10 siswa ini mempunyai daya tangkap yang lebih dibandingkan teman-temannya yang lain walaupun hanya dengan mendengarkan saja, sedangkan 14 siswa yang lain belum bisa menangkap materi yang disajikan oleh guru hanya dengan ceramah saja karena daya tangkap mereka yang kurang bila menerima materi ajar dalam bentuk ceramah, sehingga diperlukan tindakan sesuai dengan usia anak sekolah dasar yang masih dalam tahapan operasional kongkrit (7- 11 th). Siswa akan lebih memahami materi bila siswa dapat melihat langsung atas sesuatu yang kongkrit atau nyata, khususnya yang berhubungan dengan materi pembelajaran.

  Sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Piaget (Piaget, dalam Wilis: 154) bahwa usia anak sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional kongkrit, dimana pada tahap ini kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak- anak lebih menyukai belajar lewat ekploitasi dan penyelidikan di luar ruang kelas (lingkungan). Salah satu upaya untuk mengatasi hasil belajar siswa yang kurang maksimal maka diperlukan pembelajaran yang berorientasi pada sesuatu yang bersifat kongkrit/nyata,dengan memanfaatkan benda-baenda yang ada di lingkungan sekolah dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing.

  2. Kemampuan proses ilmiah Presentase awal kemampuan melakuakan proses ilmiah siswa pada

  SD Negeri Plaosan 1 masih rendah yaitu 37% siswa dapat melakukan proses ilmiah yang diterapkan guru kelas. Karena Guru kelas masih memberikan materi secara monoton dengan ceramah dan belum maksimal melaksanakan proses belajar ilmiah pada mata pelajaran IPA, setelah dilakukan penelitian kemampuan proses ilmiah meningkat menjadi 8,62 pada siklus 1 dan kembali meningkat pada sikus II yaitu menjadi 92,9% dari 5 aspek yang diterapkan pada proses belajar ilmaih, maka diperlukan pembelajaran dengan memanfaatkan sesuatu yang bersifat konkrit/nyata, salah satunya adalah lingkungan alam sekitar khususnya lingkungan sekolah, menggunakan metode inkuiri terbimbing agar kemampuan proses ilmiah siswa meningkat.

  3. Kelebihan dan kelemahan metode inkuiri terbimbing Berikut ini akan di uraikan kelebihan dan kelemahan metode inkuiri terbimbing menurut Wina sanjaya (2006).

  Kelebihan a) Siswa aktif dalam kegiatan belajar.

  b) Membangkitkan motifasi belajar siswa.

  c) Menigkatkan kemampuan proses ilmiah .

  d) Menimbulkan rasa puas pada siswa dalam pembelajaran.

  e) Meningkatkan rasa kerja sama, saling menghargai dan percaya diri pada siswa.

  f) Melatih siswa belajar mandiri.

  g) Memanfaatkan lingkungan sebagai perpustakaan.

  h) Menambah fariasi mengajar pada guru.

i) Meningkatkan kreatifitas siswa.

  j) Memanfaatkan alam sebagai sumber pembelajaran yang ada tanpa harus mengeluarkan biaya lebih, serta memberikan gambaran nyata bagi siswa. k)

  Suasana pembelajaran menjadi lebih menarik, menyenangkan, dan bermakna. l) Pembelajaran dapat dijadikan media rekreasi siswa. Kelemahan

  a) Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat persiapan kegiatan belajar.

  b) Membutuhkan sarana dan prasarana yang cukup banyak.

  c) Membutuhkan kreatifitas yang lebih dari guru.

  d) Tidak berlaku pada semua materi pembelajaran.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari hasil pembahasan dan penelitian yang telah dilakukan di SD Negeri Plosan 1 tahun ajaran 2011/2012 maka dapat ditarik kesimpulan

  yaitu diantaranya: 1.

  Kemampuan proses ilmiah siswa pada mata pelajaran IPA di kelas

  V SD Negeri Plaosan 1 Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman Tahun Ajaran 2011/2012 , dengan materi pokok “Pesawat Sederhana”. dilaksanakan dengan menilai suatu kegiatan pengamatan ilmiah menggunakan metode inkuiri terbimbing yang terdiri dari 5 aspek yang dinilai 1. melakukan pengamatan, 2. menggolongkan benda- benda sesuai klasivikasi tertentu, 3. menjelaskan hasil pengamatan, 4. mengajukan pertanyaan tentang hasil pengamatan, 5. menarik kesimpulan berdasarkankan pengaman penelitian ilmiah.

  Kemampuan proses ilmiah sebelum diterapkan metode inkuiri terbimbing hanya 37% setelah diterapkan metode inkuiri terbimbing meningkat menjadi 83,62%, kemudian meningkat kembali pada siklus II dengan memperbaiki kekurangan yang terjadi pada siklus I menjadi 92,9% diperoleh dari 5 aspek yang telah diterapkan..

2. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas V SD Negeri

  Plaosan 1 Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman Tahun Ajaran 2011/2012

  , dengan materi pokok “Pesawat Sederhana” meningkat setelah diterapkan metode inkuiri terbimbing, terbukti sebelum diterapkan pembelajaran menggunakan metode inkuiri terbimbing dari 24 siswa terdapat 14 siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar (KKM = 60) dan 10 siswa yang mencapai ketuntasan belajar, nilai rata-rata kelas hanya mencapai 58. Setelah diterapkan metode inkuiri terbimbing pada proses pembelajaran maka siklus I terjadi peningkatan yang cukup memuaskan, hasil belajar siswa kelas V SD Negri Plaosan 1 yaitu 24 siswa atau 100% telah mencapai ketuntasan (KKM = 60) bahkan nilai setiap siswa mencapai lebih dari KKM yang telah ditetapkan. Peneliti tidak puas sampai hasil yang diperoleh pada siklus 1 maka peneliti mengadakan siklus

  II sebagai pemantapan hasil serta memaksimalkan proses pembelajaran, setelah diterapkannya siklus

  II terbukti tidak ada penurunan yaitu 24 siswa atau 100% dari jumlah siswa mencapai ketuntasan bahkan rata-rata nilai kelas pada siklus I naik setelah diadakan siklus II . Sebelum menggunakan metode inkuiri terbimbing rata-rata kelas 58 dan setelah diterapkan metode inkuiri terbimbing rata-rata kelas pada siklus 1 naik menjadi 83 dan 89,14 pada siklus II.

  Kemampuan proses ilmiah sangat erat hubunganya dengan hasil belajar siswa dengan demikian Indikator kinerja dari penelitian ini dirasa telah tercapai, maka kegiatan penelitian ini diakhiri sampai siklus II

B. Saran 1.

  Bagi Guru 1)

  Guru dapat menggunakan pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing untuk meningkatkan kemampuan proses ilmiah, disisi lain siswa akan lebih paham terhadap materi pembalajaran.

  2) Guru dapat menggunakan metode inkuiri terbimbing dengan memanfatkan lingkuangan yang untuk mengatasi kejenuhan siswa terhadap metode yang digunakan untuk hasil pembelajaran yang belum mencapai target.

2. Bagi Siswa

  1) Siswa dapat menerima pembelajaran yang diberikan guru menggunakan metode inkuiri terbimbing dengan serius tetapi santai dan asik mengikuti pembelajaran, sehingga siswa akan memahami materi secara maksimal

  2) Siswa dapat menerima pembelajaran yang diberikan guru dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing sehingga siswa akan terbiasa memecahkan permasalahan dalam

  IPA dengan menggunakan proses pembelajaran ilmiah.

3. Bagi Sekolah

  1) Guru dapat menyusun PTK untuk meningkatkan kualitas pembelajaraan di SD Negeri Plaosan 1 Kecaamatan Mlati

  Kabupaten Sleman.

  

Daftar Pustaka.

  Amien, Mohamad. 1979. Apakah Metoda Discovery-inquiry itu?. Jakarta : Depdikbud 1987. Mengajarkan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan

  Menggunakan Metode “Discovery” dan “Inquiry”. Jakarta : Depdikbud.

  Artoyo. 2010. Pembelajaran dengan pemanfaatan lingkungan sekolah melalui

  kegiatan pengamatan/ observasi, kerjasama kelompok dan diskusi dapat meningkatkan pemahaman dalam mata pelajaran IPA di kelas V di SD Negeri 2 Sumberdalem Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo Tahun Ajaran 2010/2011.

  Ganjar 2011/2012. Handout Konsep Dasar IPA Biologi 2. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.

  Hamalik, Oemar. 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara. Ika, Maria Melani. 2011. Handout Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau Natural Science. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.

  Imron Ali. 1996. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Dunia Pustaka Jaya.

  

Kamus Besar Bahasa Indonesia . 1988. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan :

Balai Pustaka.

  Kartdawidjaja, Omi. 1988. Metoda Mengajar Geografi. Jakarta : Depdikbud Masidjo, Ign.1995.Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa Di Sekolah.

  Yogyakarta:Kanisius. Noor, Suhendiana. 2007. Sains untuk Pemula. Bandung : Setia Purna Priantoro, Tri. 2011. Handout Konsep Dasar IPA Biologi 2. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.

  Priantoro, Tri. 2011. Handout Konsep Dasar IPA Biologi 2. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.

  Ramadhan, A.T. 2008. Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif,Efektif, dan Menyenangkan. http://tarmizi.wordpress.com/2008/11/11/pembelajaran-aktif-inovatif-kreatif- efektif-dan-menyenangkan/. Diambil pada tanggal 26 Juni 2010.

  Sulaksana, Budi.

  2010 Seri Sains Dasar “Mengenal Pesawat Sederhana”. PT. Albama. Sumiyati. 2010. Pembelajaran dengan Lingkungan sebagai Sumber Belajar pada

  Mata Pelajaran IPA pada Siswa kelas III SD Bumirejo. Universitas terbuka.

  Wardhani, dkk. Penelitian Tindakan Kelas. Universitas Terbuka. http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah , diakses pada jam 14:42, tanggal 21 Maret 2012.

  Lampiran 1 Lampiran

1 SILABUS

  Sekolah : SD Negeri Plaosan 1 Kelas : V (lima) Semester : II (dua) Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Cabang IPA Terkait : Fisika, Standar Kompetensi : 5. Memahami hubungan gaya, gerak, dan energi serta fungsinya Kompetensi Materi Kegiatan pembelajaran Indikator penilaian Alokasi waktu Sumber dasar pokok

  • 5.1 Pesawat Siklus 1 pertemuan 2 Tes Siklus 1 Fony, Lela.

  Menjelas menyebutkan

  • kan Pesawat sederhana pengertian tertulis. pertemuan I 2011. Ayo Siswa memperhatikan
  • Sederhana demonstrasi dan pemberian pesawat 35x2(2jp)

  Belajar Ilmu

  dapat materi dari guru. sederhana. Kinerja Pengetahuan

  • memebuat proses Alam (IPA).

  Siswa dibagi dalam kelompok

  • pekerjaan lebih (tiap kelompok terdiri dari 5 ilmiah Kelas V SD .

  Mengidentifika mudah dan anak). si bagian- Yogyakarta :

  • lebih cepat.

  bagian Kanisius Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang pengungkit. petunjuk untuk melakukan

  Noor,

  • pengamatan yang akan Suhendiana.

  Menggolongkan dilakukan dalam kelompok. berbagai alat 2007. Sains

  • pada lingkungan

  Untuk

  Siswa dalam kelompok melakukan kegiatan belajar 2, sekolah sebagai Pemula . yaitu pengisian lembar pengungkit Bandung :

  100

  Lampiran 1 Lampiran

1 Kompetensi Materi Kegiatan pembelajaran Indikator penilaian Alokasi waktu Sumber

  dasar pokok observasi tentang jenis sesuai jeninya Setia Purna. pengungkit menurut letak melalui kedudukan tititk tumpu, beban pengamatan Slamet, dan kuasa Krisna. 2009.

  • Pesawat
  • mengerjakan lembar kegiatan 3 suatu

  Siswa dalam kelompok Mengukur

  sederhana

  yaitu siswa mengisi lembar percobaan Bandung : kerja secara berkelompok. pesawat Megah Jaya

  • sederhana jenis Surya,

  Siswa dalam kelompok mempresentasikan hasil LKS pengungkit yohanes. 2002

  • bandung:

  Siswa dan guru mengevaluasi dan menyimpulkan bersama- Armadeta sama hasil pengamatan serta selaras, merumuskan tentang fakta, prinsip kerja pengungkit.

  • produk

  Membuat suatu

  Siswa dalam kelompok menempelkan hasil produk pesawat proses ilmiah berupa gambar sederhana. yang telah dibuat pada papan yang disediakan

  • Siklus 1 pertemuan 2

  Siklus I Menjelaskan

  • cara kerja pertemuan 2

  Siswa memperhatikan demonstrasi guru mengenai bidang miring 35x2 (2jp) bidang miring.

  • Siswa memperhatikan Menyebutkan  penjelasan mengenai materi penerapan bidang miring. bidang miring

  101

1 Kompetensi

  • Kegiatan belajar 1 siswa dibagi dalam kelompok (tiap kelompok terdiri dari 5 anak).
  • Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang petunjuk untuk melakukan peneltian yang akan dilakukan dalam kelompok.
  • Menggologkan berbagai alat pada lingkungan sekolah sebagai bidang miring dan baji.
  • Siswa dalam kelompok dengan bimbingan guru. melakukan kegiatan belajar 2 dengan pengamatan tentang pesawat sederhana
  • Mengidentifika si pesawat sederhana jenis bidang miring melalui pengamatan.
  • Siswa dalam kelompok secara bergiliran maju ke depan kelas untuk presentasi tentang hasil pengamatan ilmiah bidang miring.
  • Siswa melakukan kegiatan belajar 3 yaitu mengisi lembar kerja secara berkelompok.
  • Membuat suatu produk pesawat sederhana jenis bidang miring
  • Siswa mempresentasikan hasil pengamatan dan LKS yang dalam kehidupan sehari-hari

  102 Lampiran 1 Lampiran

  dasar Materi pokok

  Kegiatan pembelajaran Indikator penilaian Alokasi waktu Sumber

  “bidang miring” memperkecil gaya yang dibutuhkan untuk memindahkan benda ketempat yang lebih tinggi.

  Lampiran 1 Lampiran

1 Kompetensi Materi Kegiatan pembelajaran Indikator penilaian Alokasi waktu Sumber

  dasar pokok telah dibuat .

  • Siswa dan guru menyimpulkan bersama-sama hasil pengamatan dan dan mengidentifikasi tentang fakta, serta prinsip yang terdapat dalam bidang miring.
  • produk yang telah dibuat.

  Siswa menempelkan hasil

  • materi pengungkit dan bidang miring.

  Tanya jawab mencongak

  • Evaluasi siklus 1 Siklus II pertemuan 1

  Siswa mengerjakan Soal

  • demonstarasi dan pemberian materi oleh guru

  Siswa memperhatikan

  • (tiap kelompok terdiri dari 5 siswa)

  Siswa dibagi dalamkelompok

  • penjelasan guru tentang petunjuk melakukan pengamatan yang akan dilakukan oleh kelompok.

  Siswa memperhatikan

  • 103

  Siswa dalam kelompok

  Lampiran 1 Lampiran

1 Kompetensi Materi Kegiatan pembelajaran Indikator penilaian Alokasi waktu Sumber

  dasar pokok melakukan kegiatan belajar 2, yaitupengisian lembar observasi tentang katrol. Siswa dalam kelompok

  • mengerjakan produk ilmiah berupa katrol, sebuah roda beralur dengan tali yang mengelilingi alur roda untok memperrinagn beban.
  • presentasi dan mendemonstrasikan hasil produk ilmiah katrol.

  Siswa dalam kelompok

  • mengevaluasi danmenyimpulkan bersama- sama hasil pengamatan serta merumuskan fakta, prinsip kerja katrol.

  Siswa dibimbing guru

  • Siklus II pertemuan 2
  • demonstrasi dan pemberian materi dari guru

  Siswa memperhatikan

  • (tiap kelompok terdiri dari 5 siswa)

  Siswa dibagi dalam kelompok

  • 104

  Siswa memperhatikan guru

  Lampiran 1 Lampiran

1 Kompetensi Materi Kegiatan pembelajaran Indikator penilaian Alokasi waktu Sumber

  dasar pokok mengenai petunjuk melakukan pengamatan ilmiah yang akan dilakukan dalam kelompok. Siswa dalam kelompok

  • melakukan kegiatan belajar 2 yaitu pengisisan lembar observasi tentang roda berporos.
  • mengerjakan lembar aktivitas 3 yaitu mengisi lembar kerja secara berkelompok.

  Siswa dalam kelompok

  • membuat produl ilmiah roda berporos

  Siswa dalam kelompok

  • presentasi dan demonstrasi produk ilmiah yang dibuat.

  Siswa dalam kelompok

  • mengevaluasi dan menyimpulkan hasil pengamatan serta merumuskan fakta, prinsip roda berporos.

  Siswa dibimbing guru

  105

  Lampiran 1 Lampiran

1 Mengetahui

  Yogyakarta, 19 Maret 2012 Kepala Sekolah

  Peneliti Junedi, S.Pd. SD.

  Dita setianingrum

  106

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

  Satuan Pendidikan : SD Negri Plaosan 1 Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Selasa / 21 Maret 2012/ 1 Kelas/ Semester : 5 / 2 Mata Pelajaran Terkait : Fisika Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jp) I.

   Standar Kompetensi 5. Memahami hubungan gaya, gerak, dan energi serta fungsinya.

  II. Kompetensi Dasar

  5.2 Menjelaskan Pesawat Sederhana dapat memebuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat.

  III. Indikator Kognitif Menyebutkan pengertian pesawat sederhana.

  Menyelesaikan masalah berkaitan dengan pesawat sederhana. Mengidentifikasi bagian pengungkit. Menggolongkan berbagi alat pada lingkungan sekolah sebagai pengungkit sesuai jenisnya.

  Mengukur suatu percobaan pesawat sederhana jenis pengungkit.

  Afektif Mengikuti pelajaran dengan melakukan pengamatan sesuai proses ilmiah. Psikomotorik Membuat suatu produk pesawat sederhana jenis pengungkit.

  Menggunakan alat dan bahan dalam penelitian dalam penyelesaikan masalah.

IV. Tujuan pembelajaran

  Kognitif

  Siswa dapat menyebutkan pengertian pesawat sederhana Siswa dapat menyelesaikan minimal 2 masalah berkaitan dengan pesawat sederhana secara mandiri.

  Siswa dapat mengidentifikasi minimal 3 masalah tentang bagian pengungkit sesuai kedudukanya secara mandiri. Siswa dapat menyelesaikan masalah minimal 2 tentang menggolongkan berbagi alat pada lingkungan sekolah sebagai pengungkit sesuai jenisnya secara mandiri.

  Afektif Siswa dapat mengikuti pelajaran dengan melakukan pengamatan sesuai proses ilmiah.

  Psikomotorik

  Siswa dapat membuat minimal 2 produk pesawat sederhana jenis pengungkit dalam penelitian ilmiah. Siswa dapat menggunakan alat dan bahan dalam penelitian dalam penyelesaikan masalah

  V. Materi Pembelajaran

  Pesawat sederhana VI.

   Model dan Metode Pembelajaran A.

  Inkuiri terbimbing B. Metode Pembelajaran Ceramah, tanya jawab, diskusi demonstrasi, pemberian tugas.

  VII. Langkah-langkah Pembelajaran No Kegiatan Alokasi Waktu Metode

  1. Kegiatan Awal a.

  Salam pembuka Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam pembuka. b.Doa

  Doa dipimpin oleh ketua kelas sebelum pelajaran dimulai.

  c.

  Presensi Guru mempresensi siswa untuk mengetahui keadaan siswa. d.Apersepsi

  Siswa mendengarkan pertanyaan dari guru untuk menarik rasa keingintahuan siswa mengenai materi contoh: siapa yang tadi pagi berangkat sekolah jalan kaki? Siapa yang tidak jalan kaki? Kalian

  10 menit Tanya Jawab

  No Kegiatan Alokasi Metode Waktu

  naik apa? Kenapa kalian memakai sepeda? e. Siswa diberi kesempatan untuk menjawab dan merumuskan hipotesis setelah itu siswa dibimbing guru merumuskan masalah mengenai pengungkit .

  f.

  Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran dari guru yang akan dilakukan, dengan bertanya pada siswa. Jadi, dari pertanyaan ibu tadi tadi, siapa yang tau kita akan belajar apa hari ini? g.

  Motivasi Menyanyikanlagu layang-layang

  2. Kegiatan Inti 50 menit Ceramah, a.

  Siswa mendengarkan demonstrasi dari guru mengenai pesawat sederhana jenis pengungkit tanya menggunakan alat peraga paku yang sudah melekat pada kayu dan demonstrasi pengungkit jawab, dengan papan dan beban berupa uang-uangan ( terbuat dari kayu) untuk menyampaikan materi. demonstr b.Salah satu siswa maju untuk mencabut paku dengan tangan dan salah satu siswa mencabut asi, dengan alat pencabut paku.

  c. pemberia

  Siswa membuat hipotesis, konsep, dan prinsip dari percobaan tersebut. d.Siswa mendengarkan materi pesawat sederhana n tugas. yaitu pengertian pesawat sederhana, pesawat sederhana dibagi menjadi 4 yaitu pengungkit, bidang miring, katrol dan roda berporos. Siswa mendegarkan jenis pengungkit dibagi menjadi 3 macam menurut kedudukan titik tumpu, titik beban dan titik kuasa.

  e.

  Siswa diberi kesempatan untuk bertanya materi yang belum dipahami.

  f.

  Siswa dibagi dalam 4 kolompok.

  Setiap kelompok mendapatkan LKS.

  g.

  Siswa mendengarkan langkah-langkah kerja dalam penelitian yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran.

  h.

  Siswa melakukan kegiatan yaitu pengamatan dilingkungan sekolah dengan bimbingan guru. i.

  Siswa mencatat hasil pengamatan pada saat pengamatan dilakukan berupa (fakta, konsep, prinsip dan teori ilmiah) . j.

  Siswa kembali kedalam kelas untuk mengerjakan

  No Kegiatan Alokasi Metode Waktu LKS kelompok.

  k.

  Siswa dalam kelompok mempresentasikan hasil LKS dan menempelkan hasil produk yang telah dibuat. l.

  Siswa diberi kesempatan untuk bertanya mengenai materi yang telah dipelajari setelah proses penelitian. m.

  Siswa dan guru guru membahas jawaban dari LKS yang telah dibuat, meluruskan jawaban yang kurang tepat dan memberikan penguatan kembali pada jawaban benar. n.Guru memberikan apresiasi pada kelompok yang telah menjawab dengan tepat dan melakukan penelitian sesuai prosedur. o.Guru memberika arahan kepada kelompok yang masih kurang tepat dalam menjawab pertanyaan dan melakukan tugas sesuai prosedur.

  3. Kegiatan Akhir 10 menit Tanya a.

  Kesimpulan Siswa dibimbing guru untuk membuat kesimpulan Jawab pada materi pembelajaran, bahwa pesawat sederhana adalah alat yang berguna untukmempermudah pekerjaan manusia, pesawat sederhan dibagi menjadi empat,yaitu pengungkit, bidang miring, katrol,dan roda berporos. Pesawat sederhana jenis pengungkit dibedakan menjadi 3 menurut letak titik beban, titik kuasa dan titik tumpunya. b.Refleksi

  Guru menanyakan perasaan siswa setelah mempelajari materi, siapa yang senang mengikuti pelajaran pada hari ini dan apa saja kesulitan yang yang kamu alami?. Beryanyi lagu “siapa suka hati” untuk mengetahui perasaan siswa setelah mengikuti pembelajaran.

  c.

  Tindak Lanjut Siswa diberi tugas untuk mempelajari materi yang sudah dipelajari agar lebih dimengerti dan membaca buku mengenai materi pesawat sederhan. d.Salam penutup.

  No Kegiatan Alokasi Metode Waktu

  Guru menutup pelajaran dengan salam penutup dan doa bersama.

VIII. Media dan Sumber Pembelajaran A. Media dan alat

   Media Pembelajaran 1.

  Papan tulis 2. Lingkungan sekolah dan sekitarnya

   1.

  Alat dan bahan

  Paku, kayu dan pencabut paku 2. Jungkat jungkit 3. Linggis 4. gunting 5. Pemotong kuku 6. pinset 7. pembuka botol 8. Tang 9. Gerobak dorong beroda satu 10.

  Skop.

11. Sapu 12.

  Stapler B.

   Sumber Pembelajaran Fony, Lela. 2011. Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kelas V SD.

  Yogyakarta : Kanisius Noor, Suhendiana. 2007. Sains Untuk Pemula. Bandung : Setia Purna.

  Slamet, Krisna. 2009. Pesawat sederhana Bandung : Megah Jaya

  Surya, yohanes. 2002 bandung: Armadeta selaras,

  

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

  Satuan Pendidikan : SDN Plaosan 1 Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Rabu / 22 Maret 2012/ 2 Kelas/ Semester : 5 / 2 Mata Pelajaran Terkait : Ilmu Pengetahuan Alam Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jp) 1.

   Standar Kompetensi 5. Memahami hubungan gaya, gerak, dan energi serta fungsinya.

II. Kompetensi Dasar

5.1 Menjelaskan Pesawat Sederhana dapat memebuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat.

  111. Indikator Kognitif Menjelaskan pengertian bidang miring.

  Mengidentifikasi cara kerja bidang miring. Menyebutkan perbedaan bidang miring dan baji.

  Menggolongkan berbagai alat pada lingkuangan sekolah sebagai bidang miring dan baji. Membuat produk pesawat sederhana jenis bidang miring

  Afektif Mengikuti pelajaran dengan melakukan pengamatan sesuai proses ilmiah. Psikomotorik Membuat suatu produk pesawat sederhana jenisbidang miring.

  Menggunakan alat dan bahan dalam penelitian dalam penyelesaikan masalah.

I. Tujuan pembelajaran

  Kognitif Siswa dapat Menjelaskan pengertian bidang miring.

  Siswa dapat mengidentifikasi minimal 2 cara kerja bidang miring secara mandiri. Siswa dapat menyebutkan minimal 1 perbedaan bidang miring dan baji secara mandiri. Siswa dapat menggolongkan minimal 3 alat pada lingkuangan sekolah sebagai bidang miring dan baji secara mandiri. Siswa dapat membuat minimal 1 produk pesawat sederhana jenis bidang mirig.

  Afektif

  Siswa dapat mengikuti pelajaran dengan melakukan pengamatan sesuai proses ilmiah.

  Psikomotorik

  Siswa dapat membuat minimal1 produk pesawat sederhana jenis pengungkit dalam penelitian ilmiah. Siswa dapat menggunakan alat dan bahan dalam penelitian dalam penyelesaikan masalah

  II. Materi Pembelajaran

  Pesawat sederhana III.

   Model dan Metode Pembelajaran a.

  Inkuiri terbimbing b. Metode Pembelajaran Ceramah, tanya jawab, diskusi demonstrasi, pemberian tugas.

  IV. Langkah-langkah Pembelajaran Alokasi Metode No Kegiatan Waktu

  1. Kegiatan Awal 5 menit Tanya a.

  Jawab Salam pembuka

  Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam pembuka.

  b.

  Doa Doa dipimpin oleh ketua kelas sebelum pelajaran dimulai.

  c.

  Presensi Guru mempresensi siswa untuk mengetahui keadaan siswa.

  d.

  Apersepsi Siswa dibimbing guru membahas materi sebelumnya. Siswa mendengarkan cerita dan pertanyaan dari guru mengenai materi, contoh:

  Siapa yang tadi pagi berangkat sekolah naik sepeda? Kalian masuk dari pintu gerbang apa pinti samping halaman? Kenapa kalian masuk lewat pintu gerbang? e. Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran dari guru yang akan dilakukan, dengan bertanya pada siswa. Jadi, dari pertanyaan ibu tadi tadi, siapa yang tahu hari ini kita akan belajar apa hari ini? f.

  Motivasi Menyanyikanlagu naik-naik kepuncak gunung.

  2. Kegiatan Inti

  20 Ceramah a.

  , tanya Siswa mendengarkan demonstrasi dari guru mengenai pesawat sederhana jenis jawab, bidang miring menggunakan alat demonst peragapapan dan buku yang ditarik rasi, dengan karet dan buah semangka yang pemberi dibelah pakai pisau. an tugas.

  b.

  Salah satu siswa maju untuk membelah semangka menggunakan tangan.dan salah satu siswa membelah dengan pisau.

  c.

  Siwa diberi pertanyaan mengapa semangka mudah dibelah menggunakan pisau dibandingkan dengan tangan? d.

  Siswa mendengarkan guru menyampaikan materi bidang miring.

  e.

  Siswa diberi kesempatan untuk bertanya materi yang belum dipahami.

  f.

  Guru mempersiapkan alat dan bahan pengamatan.

  g.

  Siswa dibagi dalam 4 kolompok. Setiap kelompok mendapatkan LKS.

  h.

  Siswa mendengarkan langkah-langkah kerja dalam penelitian yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran. i.

  Siswa melakukan kegiatan yaitu pengamatan dilingkungan sekolah dengan bimbingan guru. j.

  Siswa mengamati percobaan dari guru, yaitu guru mengangkat tape dari ruang kantor ke kelas dengan cara diangkat dan lewat jalan miring. k.

  Siswa mencatat hasil pengamatan pada saat pengamatan dilakukan. l.

  Siswa kembali kedalam kelas untuk mengerjakan LKS kelompok. m.

  Siswa dalam kelompok mempresentasikan hasil LKS dan menempelkan hasil produk yang telah dibuat.. n.

  Siswa diberi kesempatan untuk bertanya mengenai materi yang telah dipelajari setelah proses penelitian. o.

  Siswa dan guru guru membahas jawaban dari LKS yang telah dibuat, meluruskan jawaban yang kurang tepat dan memberikan penjelasan kembali pada jawaban benar. p.

  Guru memberikan apresiasi pada kelompok yang telah menjawab dengan tepat dan melakukan penelitian sesuai prosedur. q.

  Guru memberikan penguatan kepada kelompok yang masih kurang tepat dalam menjawab pertanyaan dan melakukan tugas sesuai prosedur.

  3. Kegiatan Akhir

  45 Tanya a. menit Jawab

  Kesimpulan Siswa dibimbing guru untuk membuat kesimpulan pada materi pembelajaran, bahwa bidang miring menggunakan prinsip kerja pesawat sederhana sehingga tenaga yang diperlukan untuk memindahkan benda lebih kecil b.

  Mengerjakan soal evaluassi siklus 1 c. Refleksi

  Guru menanyakan perasaan siswa setelah mempelajari materi, siapa yang senang mengikuti pelajaran pada hari ini dan apa saja kesulitan yang yang kamu alami?. Beryanyi lagu “siapa suka hati” untuk mengetahui perasaan siswa setelah mengikuti pembelajaran.

  d.

  Tindak Lanjut Siswa diberi tugas untuk mempelajari materi yang sudah dipelajari agar lebih dimengerti dan membaca buku mengenai materi pesawat sederhana.

  e.

  Salam penutup.

  Guru menutup pelajaran dengan salam penutup dan doa bersama.

V. Media dan Sumber Pembelajaran a.

  • Media Pembelajaran 1.

  Papan tulis 2. Benda pengungkit di sekitar lingkungan sekolah.

1. Lingkungan sekolah dan sekitarnya.

  • Alat peraga

  1. Paku, 2.

  kayu dan pencabut paku 3.

  Jalan pintu gerbang, 4. Linggis, 5. Paku, 6. Kapak, 7. skrup, 8. Pisau

  9. Karet

  10. Papan

  11. Buku 12.

  Buah semangka 13. Fiting lampu b.

  Sumber Pembelajaran

  Fony, Lela. 2011. Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kelas V

  . Yogyakarta : Kanisius

  SD Noor, Suhendiana. 2007. Sains Untuk Pemula. Bandung : Setia Purna.

  

Slamet, Krisna. 2009. Pesawat sederhana Bandung : Megah Jaya

  Surya, yohanes. 2002 bandung: Armadeta selaras,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

  Satuan Pendidikan : SDN Plaosan 1 Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Selasa / 4 April 2012/ 1 Kelas/ Semester : 5 / 2 Mata Pelajaran Terkait : Fisika Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jp) I.

   Standar Kompetensi 5. Memahami hubungan gaya, gerak, dan energi serta fungsinya.

  II. Kompetensi Dasar

  5.2 Menjelaskan Pesawat Sederhana dapat memebuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat.

  III. Indikator Kognitif Menyebutkan pengertian katrol.

  Menyelesaikan masalah mengenai cara kerja katrol. Mengidentifikasi bagian bagian katrol. Menggolongkan berbagi alat pada lingkungan sekolah sebagai katrolsesuai jenisnya. Menyimpulkan manfaat katrol dalam kehidupan sehari-hari

  Afektif Mengikuti pelajaran dengan melakukan pengamatan sesuai proses ilmiah. Psikomotorik Membuat suatu produk pesawat sederhana jenis katrol.

  Menggunakan alat dan bahan dalam penelitian dalam penyelesaikan masalah.

IV. Tujuan pembelajaran

  Kognitif

  Siswa dapat menyebutkan pengertian pesawat sederhana jenis katrol setelah melakukan pengamatan ilmiah. Siswa dapat menyelesaikan minimal 1 masalah berkaitan dengan pesawat sederhana jenis katrol secara mandiri. Siswa dapat mengidentifikasi minimal 3 masalah tentang bagian pesawat sederhana jenis katrol sesuai kedudukanya secara mandiri.

  Siswa dapat membuat kesimpulan pesawat sederhana jenis katrol dalam kehidupan sehari-hari setelah melakukan pengamatan dan pembuatan produk katrol.

  Afektif Siswa dapat mengikuti pelajaran dengan melakukan pengamatan sesuai proses ilmiah. Psikomotorik Siswa dapat membuat produk pesawat sederhana jenis katrol dalam penelitian ilmiah.

  Siswa dapat menggunakan alat dan bahan dalam penelitian dalam penyelesaikan masalah dengan baik

  V. Materi Pembelajaran

  Pesawat sederhana VI.

   Model dan Metode Pembelajaran A.

  Inkuiri terbimbing B. Metode Pembelajaran Ceramah, tanya jawab, diskusi demonstrasi, pemberian tugas.

  VII. Langkah-langkah Pembelajaran No Kegiatan Alokasi Metode Waktu

  1. Kegiatan Awal 10 menit Tanya Jawab a.

  Salam pembuka Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam pembuka. b.Doa

  Doa dipimpin oleh ketua kelas sebelum pelajaran dimulai.

  c.

  Presensi Guru mempresensi siswa untuk mengetahui keadaan siswa. d.Apersepsi

  Siswa mendengarkan pertanyaan dari guru untuk menarik rasa keingintahuan siswa mengenai materi contoh: siapa di rumah yang kamar mandinya masih menggunakan krekan timba? Apakah kalian pernah berfikir kanapa menggunakan kerekan timba, tidak langsung diambil menggunakan tali saja? e. Siswa diberi kesempatan untuk menjawab dan merumuskan hipotesis setelah itu siswa dibimbing guru merumuskan masalah mengenai katrol.

  f.

  Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran dari guru yang akan

  No Kegiatan Alokasi Metode Waktu dilakukan, dengan bertanya pada siswa.

  Jadi, dari pertanyaan ibu tadi tadi, siapa yang tau kita akan belajar apa hari ini? g.

  Motivasi Guru memperlihatkan katrol menggunakan alat peraga kerekan timba dengan alat pasak dan tali yang dihubungkan dengan plaster kemudian beban menggunakan tempat agat-agar.. Salah satu siswa maju di depan kelas untuk mencoba alat peraga.

  2. Kegiatan Inti 50 menit Ceramah, tanya a. jawab,

  Siswa mendengarkan demonstrasi dari guru mengenai pesawat sederhana jenis demonstrasi, katrol, menggunakan alat peraga yang pemberian tugas. diberi beban yaitu uang logam dan ditarik ke atas dengan menggunakan prisip kerja katrol. b.Salah satu siswa maju untuk mencoba alat peraga dengan memberikan beban pada penampang katrol. Siswa yang lain mengamati.

  c.

  Siswa membuat hipotesis, konsep, dan prinsip dari percobaan tersebut.

  d.

  Siswa mendengarkan materi pesawat sederhana jenis katrol.

  e.

  Siswa diberi kesempatan untuk bertanya materi yang belum dipahami.

  f.

  Siswa dibagi dalam 4 kolompok.

  Setiap kelompok mendapatkan LKS.

  g.

  Siswa mendengarkan langkah-langkah kerja dalam penelitian yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran.

  h.

  Siswa melakukan kegiatan yaitu pengamatan dilingkungan sekolah dengan bimbingan guru. i.

  Siswa mencatat hasil pengamatan pada saat pengamatan dilakukan berupa (fakta, konsep, prinsip dan teori ilmiah). j.

  Siswa kembali kedalam kelas untuk mengerjakan LKS kelompok. k.

  Siswa produk berupa alat peraga katrol dengan jenis berbeda tiap kelompok (

  No Kegiatan Alokasi Metode Waktu katrol ganda, bebas, tetap da rangkap).

  l.

  Siswa dalam kelompok bergantian mempresentasikan hasil LKS dan mendemonstrasikan hasil produk yang telah dibuat.Siswa lain memperhatikan dan diberi kesempatan pada kelompok presentasi. m.

  Siswa diberi kesempatan untuk bertanya mengenai materi yang telah dipelajari setelah proses penelitian kepada guru. n. Siswa dan guru guru membahas jawaban dari LKS, meluruskan jawaban yang kurang tepat dan memberikan apresiasi serta penguatan kembali pada jawaban benar o. Guru memberikan apresiasi pada kelompok yang telah menjawab dengan tepat dan melakukan penelitian sesuai prosedur serta pembuatan produk. p.Guru memberika arahan kepada kelompok yang masih kurang tepat dalam menjawab pertanyaan dan melakukan tugas sesuai prosedur.

  3. Kegiatan Akhir 10 menit Tanya Jawab a.

  Kesimpulan Siswa dibimbing guru untuk membuat kesimpulan pada materi pembelajaran, bahwa katrol adalah Katrol merupakan pesawat sederhana yang terdiri dari sebuah roda atau piringan beralur dan tali atau kabel yang mengelilingi alur roda atau piringan tersebut, yang berguna untuk mempermudah pekerjaan manusia. Berdasarkan cara kerjanya katrol dibagi menjadi 4 jenis, yaitu katrol tetap, katrol bebas, katrol ganda atau majemuk, dan katrol rangkap. b.Refleksi

  Guru menanyakan perasaan siswa setelah mempelajari materi, siapa yang senang mengikuti pelajaran pada hari

  No Kegiatan Alokasi Metode Waktu

  ini dan apa saja kesulitan yang yang kamu alami?. Beryanyi lagu “siapa suka hati” untuk mengetahui perasaan siswa setelah mengikuti pembelajaran.

  c.

  Tindak Lanjut Siswa diberi tugas untuk mempelajari materi yang sudah dipelajari agar lebih dimengerti dan membaca buku mengenai materi pesawat sederhan. d.Salam penutup.

  Guru menutup pelajaran dengan salam penutup dan doa bersama.

VIII. Media dan Sumber Pembelajaran A. Media dan alat

   1.

  Media Pembelajaran

  Papan tulis 2. Lingkungan sekolah dan sekitarnya

   1.

  Alat dan bahan

  Kerekan bendera 2. Sumur yang memakai katrol 3. Pasak dari kayu 4. Tali atau benang 5. kawat 6. Hansaplas bulat 7. Tempat agar-agar 8. Uang logam 9. Kayu 10.

  Hiasan (kain flannel dan rumbai-rumbai) 11. gunting 12. Paku 13. Palu 14. pasah 15. Gergaji 16. Pilok B.

   Sumber Pembelajaran Fony, Lela. 2011. Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kelas V SD.

  Yogyakarta : Kanisius Noor, Suhendiana. 2007. Sains Untuk Pemula. Bandung : Setia Purna.

  Slamet, Krisna. 2009. Pesawat sederhana Bandung : Megah Jaya

  Surya, yohanes. 2002 bandung: Armadeta selaras,

  Lampiran 5

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

  Satuan Pendidikan : SDN Plaosan 1 Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Rabu / 5 April 2012/ 1 Kelas/ Semester : 5 / 2 Mata Pelajaran Terkait : Fisika Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jp) I.

   Standar Kompetensi 5. Memahami hubungan gaya, gerak, dan energi serta fungsinya.

II. Kompetensi Dasar

  5.2 Menjelaskan Pesawat Sederhana dapat memebuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat.

  III. Indikator Kognitif Menjelaskan pengertian roda berporos.

  Siswa dapat menjelaskan cara kerja roda Menggolongkan berbagai alat yang ada pada lingkungan sekolah sebagai roda berporos.

  Menyimpulkan manfaat katrol dalam kehidupan sehari-hari

  Afektif Mengikuti pelajaran dengan melakukan pengamatan sesuai proses ilmiah. Psikomotorik Membuat suatu produk pesawat sederhana jenis katrol.

  Menggunakan alat dan bahan dalam penelitian dalam penyelesaikan masalah.

  IV. Tujuan pembelajaran Kognitif

  Siswa dapat menyebutkan pengertian pesawat sederhana jenis roda berporos setelah melakukan pengamatan ilmiah. Siswa dapat menyelesaikan minimal 1 masalah berkaitan dengan pesawat sederhana jenis roda berporos secara mandiri. Siswa dapat mengidentifikasi minimal 3 masalah tentang bagian pesawat sederhana jenis roda berporpos sesuai kedudukanya secara mandiri. Siswa dapat membuat kesimpulan pesawat sederhana jenis roda berporos dalam kehidupan sehari-hari setelah melakukan pengamatan dan pembuatan produk mainan yang memanfaatkan prinsip kerja roda berporos.

  Lampiran 5 Afektif

  Siswa dapat mengikuti pelajaran dengan melakukan pengamatan sesuai proses ilmiah.

  Psikomotorik Siswa dapat Membuat suatu produk pesawat sederhana berupa roda berporos.

  Siswa dapat menggunakan alat dan bahan dalam penelitian dalam penyelesaikan masalah dengan baik

  V. Materi Pembelajaran

  Pesawat sederhana

  VI. Model dan Metode Pembelajaran a.

  Inkuiri terbimbing b.

  Metode Pembelajaran Ceramah, tanya jawab, diskusi demonstrasi, pemberian tugas.

  VII. Langkah-langkah Pembelajaran

No Kegiatan Alokasi Metode

Waktu

  1. Kegiatan Awal 10 menit Tanya a.

  Jawab Salam pembuka

  Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam pembuka.

  b.

  Doa Doa dipimpin oleh ketua kelas sebelum pelajaran dimulai.

  c.

  Presensi Guru mempresensi siswa untuk mengetahui keadaan siswa.

  d.

  Apersepsi Siswa mendengarkan pertanyaan dari guru untuk menarik rasa keingintahuan siswa mengenai materi contoh: Siapa yang berangkat sekolah menggunakan sepeda? Kenapa kalian memakai sepeda tidak jalan kaki saja? Siswa diberi kesempatan untuk menjawab dan merumuskan hipotesis setelah itu siswa dibimbing guru merumuskan masalah mengenai roda berporos adalah roda yang berputar pada porosnya..

  e.

  Siswa dibimbing guru merumuskan tujuan pembelajaran dari guru yang akan dilakukan, dengan bertanya pada

  Lampiran 5 No Kegiatan Alokasi Metode Waktu

  siswa. Jadi, dari pertanyaan ibu tadi tadi, siapa yang tau kita akan belajar apa hari ini? f. Motivasi

  Guru membawa masuk sepeda anak dan menunjukan bagian roda pada sepeda sebagai alat peraga. Salah satu siswa maju di depan kelas untuk mencoba alat peraga.

  2. Kegiatan Inti 50 menit Ceramah, a. tanya

  Siswa mendengarkan demonstrasi dari guru mengenai pesawat sederhana jenis jawab, roda berporos, menggunakan alat demonstras peraga papan yang dibawahnya i, terdapat pensil dan ditarik pemberian menggunakan tali dengan tugas. menggunakan prisip kerja roda berporos.

  b.

  Siswa membuat hipotesis, konsep, dan prinsip dari percobaan tersebut.

  c.

  Siswa mendengarkan materi pesawat sederhana jenis roda berporos.

  d.

  Siswa diberi kesempatan untuk bertanya materi yang belum dipahami.

  e.

  Siswa dibagi dalam 4 kolompok.

  Setiap kelompok mendapatkan LKS.

  f.

  Siswa mendengarkan langkah-langkah kerja dalam penelitian yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran.

  g.

  Siswa melakukan kegiatan yaitu pengamatan dilingkungan sekolah dengan bimbingan guru.

  h.

  Siswa mencatat hasil pengamatan pada saat pengamatan dilakukan berupa (fakta, konsep, prinsip dan teori ilmiah). i.

  Siswa kembali kedalam kelas untuk mengerjakan LKS kelompok. j.

  Siswa produk berupa alat peraga mainan yang memanfatkan cara kerja poda berporos, dengan jenis berbeda tiap kelompok.

  Lampiran 5 No Kegiatan Alokasi Metode Waktu k.

  Siswa dalam kelompok bergantian mempresentasikan hasil LKS dan mendemonstrasikan hasil produk yang telah dibuat.Siswa lain memperhatikan dan diberi kesempatan pada kelompok presentasi. l.

  Siswa diberi kesempatan untuk bertanya mengenai materi yang telah dipelajari setelah proses penelitian kepada guru. m.

  Siswa dan guru guru membahas jawaban dari LKS, meluruskan jawaban yang kurang tepat dan memberikan penguatan kembali pada jawaban benar n. Guru memberikan apresiasi pada kelompok yang telah menjawab dengan tepat dan melakukan penelitian sesuai prosedur serta pembuatan produk. o.

  Guru memberika arahan kepada kelompok yang masih kurang tepat dalam menjawab pertanyaan dan melakukan tugas sesuai prosedur.

  3. Kegiatan Akhir 10 menit Tanya a.

  Jawab Kesimpulan

  Siswa dibimbing guru untuk membuat kesimpulan pada materi pembelajaran, bahwa roda berporos adalah salah satu jenis pesawat sederhana yang terdiri dari duabuah silinder dengan jari-jari yang berbeda dan bergabung di pusatnya. Silinder berjari-jari besar dinamakan roda dan silinder berjari- jari kecil dinamakan poros. Poros roda ditemukan pada titik temu jari-jari roda.

  b.

  Siswa mengerjakan soal evaluasi siklus II c.

  Refleksi Guru menanyakan perasaan siswa setelah mempelajari materi, siapa yang senang mengikuti pelajaran pada hari

  Lampiran 5

No Kegiatan Alokasi Metode

Waktu

  ini dan apa saja kesulitan yang yang kamu alami?. Beryanyi lagu “siapa suka hati” untuk mengetahui perasaan siswa setelah mengikuti pembelajaran.

  d.

  Tindak Lanjut Siswa diberi tugas untuk mempelajari materi yang sudah dipelajari agar lebih dimengerti dan membaca buku mengenai materi pesawat sederhan.

  e.

  Salam penutup.

  Guru menutup pelajaran dengan salam penutup dan doa bersama.

VIII. Media dan Sumber Pembelajaran

  A. Media dan alat

   1.

  Media Pembelajaran

  Papan tulis 2. Lingkungan sekolah dan sekitarnya

   1.

  Alat dan bahan

  Sepeda (ban) 2. Sepeda motor (ban) 3. Tape dorong 4. Kipas angin 5. Kran air 6. Barang bekas untuk pembuatan produk dll.

  B. Sumber Pembelajaran Fony, Lela. 2011. Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kelas V SD . Yogyakarta : Kanisius Noor, Suhendiana. 2007. Sains Untuk Pemula. Bandung : Setia Purna.

  Slamet, Krisna. 2009. Pesawat sederhana Bandung : Megah Jaya Surya, yohanes. 2002 bandung: Armadeta selaras.

  Lampiran 6

LAS

Lembar Aktifitas Siswa

  Satuan Pendidikan : SD Negeri Plaosan 1 Hari/Tanggal/Pertemuan ke : Kamis/ 21 maret/ 2012/ 1 KelAas/ Semester : V/ 2 Mata Pelajaran Terkait : IPA Unit/ Tema : Pesawat sederhana Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jp)

  I. Indikator Hasil Belajar Kognitif Menyebutkan pengertian pesawat sederhana.

  Menyelesaikan masalah berkaitan dengan pesawat sederhana. Mengidentifikasi bagian pengungkit. Menggolongkan berbagi alat pada lingkungan sekolah sebagai pengungkit sesuai jenisnya.

  Mengukur suatu percobaan pesawat sederhana jenis pengungkit.

  Afektif Mengikuti pelajaran dengan melakukan pengamatan sesuai proses ilmiah. Psikomotorik Membuat suatu produk pesawat sederhana jenis pengungkit.

  Menggunakan alat dan bahan dalam penelitian dalam penyelesaikan masalah.

  II. Petunjuk (untuk siswa) Lakukan kegiatan belajar sesuai dengan petunjuk dengan cermat.

  III. Kegiatan Belajar A. Kegiatan Belajar 1 Dengarkan demonstrasi dari guru.

  • Buatlah kelompok, minimal 5 anak.
  • Dengarkan penjelaskan tata cara kegiatan yang akan dilaksanakan.
  • Ambilah LKS dan cermatilah langkah-lagkahnya.

B. Kegiatan Belajar 2

   Ambilah lembar observasi kegiatan yang akan dilaksanakan oleh kelompok!.  Amatilah benda-benda yang ada disekitar lingkungan sekolah dengan bimbingan guru!.  Isikan lembar observsi telah diterima bersama kelompokmu!. Diskusikan bersama kelompokmu pertanyaan dibawah ini!

  

  Lampiran 6 1.

  Isilah lembar observasi yang kamu terima! 2. Berilah tanda (V) pada tabel sesuai dengan jenisnya berdasaekan letak titik tumpu,titik kuasa dan titik beban.

  Lembar Observasi Siswa Pertemuan I

Tabel Hasil proses ilmiah Tentang pesawat sederhana jenis pengungkit dengan

dengan metode inkuiri terbimbing

  Hari / Tgl Pelaksanaan : Tempat : no

  Pengungkit jenis Nama benda

  1

  2

  3

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

  9

  10

  11 Catatalah hal-hal yang kalian anggap penting dalm penelitian

  Lampiran 6 C.

   Kegiatan belajar 3

   kembalilah ke dalam kelas, diskusikanlah hasil pengamatanmu dan jawablah LKS yang telah kamu terima.

  LKS Lembar Kerja Siswa 1.

  Apa yang dimagsud dengan pesawat sederhana? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… …………………………………………………… 2.

  Dina membeli minuman botol dina akan membuka tutup botol tersebut.

  Karena tutup botol tersebut susah dibuka apa yang harus dilakukan dina agar dapat membuka botol? Pengungkit jenis berapakah pada alat tersebut? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………… 3. Jelaskan perbedaan pengungkit jenis 1,II dan III

  Pengungkit jenis 1 ………………………………………………………………………………… ………………………………………………… pengungkit jenis II ………………………………………………………………………………… ………………………………………………… pengungkit jenis III ………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… Identifikasi pengungkit pada tabel yang telah kamu amati dan isilah dengan cermat! Berilah tanda (V) pada tabel sesuai dengan jenisnya berdasaekan letak titik tumpu,titik kuasa dan titik beban

  Pengungkit jenis No Nama benda

  1

  2

  3

  1

  2

  3

  Lampiran 6

  9

  Presentasikan hasil LKS didepan kelas.

   Kegiatan belajar 4 1.

  ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… …………………………………… D.

  Jarak Titik beban ke titik tumpu 100 cm dan jarak titik kuasa ke titik tumpu 4 m. Berapa besar gaya yang diperlukan untuk mengangkat beban itu?

  11 4. Gambarkan 3 benda atau alat pengungkit jenis 1, 2,dan 3 yang telah kamu amati diatas pada lembar yang telah disediakan dan berikanlah tanda sesuai letak titik tumpu, beban dan kuasa! 5. Benda beratnya 2000 N diangkat dengan pengungkit seperti gambar diatas.

  10

  8

  No Nama benda Pengungkit jenis

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  1

  2. Tempelkan hasil produk ilmiah berupa gambar yang telah kelompokmu buat!

  Lampiran 7

  LAS

  Lembar Aktifitas Siswa

  Satuan Pendidikan : SD Negeri Plaosan 1 Hari/Tanggal/Pertemuan ke : Rabu/ 22 Maret/ 2012/ 2 KelAas/ Semester : V/ 2 Mata Pelajaran Terkait : IPA Unit/ Tema : Pesawat sederhana Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jp) I.

   Indikator Hasil Belajar

  Kognitif Menjelaskan pengertian bidang miring.

  Mengidentifikasi cara kerja bidang miring. Menyebutkan perbedaan bidang miring dan baji. Menggolongkan berbagai alat pada lingkuangan sekolah sebagai bidang miring dan baji.

  Membuat produk pesawat sederhana jenis bidang miring Afektif Mengikuti pelajaran dengan melakukan pengamatan sesuai proses ilmiah.

  Psikomotorik Membuat suatu produk pesawat sederhana jenisbidang miring.

  Menggunakan alat dan bahan dalam penelitian dalam penyelesaikan masalah.

I. Petunjuk (untuk siswa)

  Lampiran 7 Lakukan kegiatan belajar sesuai dengan petunjuk dengan cermat.

II. Kegiatan Belajar a.

  Kegiatan Belajar 1 Buatlah kelompok, minimal 5 anak.

  • Dengarkan penjelaskan tata cara kegiatan yang akan
  • dilaksanakan. Ambilah LKS dan cermatilah langkah- lagkahnya.

  b.

  Kegiatan Belajar 2  Ambilah lembar pengamatan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh kelompok.

   Amatilah benda-benda yang ada disekitar lingkungan sekolah dengan bimbingan guru.  Isikan lembar pengamatan telah diterima. Diskusikan bersama kelompokmu pertanyaan dibawah ini! 1.

  Isilah lembar pengamatan yang kamu terima! NO Nama benda Letak bidang miring

  Lembar Pengamatan Siswa Pertemuan I Catatan hasil proses ilmiah Tentang pesawat sederhana jenis bidang miring dengan metode inkuiri terbimbing c.

  Kegiatan belajar 3 kembalilah ke dalam kelas, buatlah kesimpulan dari hasil hasil pengamatanmu dan jawablah LKS yang telah kamu terima.

  Lampiran 7

  LKS 1. Apa yang disebut bidang miring?

  …………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………… 2.

  Bagaimana cara kerja bidang miring, apa kekurangan dan kelebihan bidang miring? kelebihan:………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………… kekurangan:……………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………… 3. Apa perbedaan bidang miring dan baji?

  …………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………… 4. Gambarkan salah satu benda yang menggunakan prinsip kerja bidang miring dan berikan penjelasan.(pada kertas yamg telah disdiakan) d.

  Kegiatan belajar 4 Presentasikan hasil LKS didepan kelas.

  e.

  Tempelkan produk gambar yang telah kamu buat pada papan yang telah disediakan.

  

LAS

Satuan Pendidikan : SD Negeri Plaosan 1

Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Selasa / 4 April 2012/ 1

Kelas/ Semester : 5 / 2 Mata Pelajaran Terkait : Fisika Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jp)

  I. Standar Kompetensi 5. Memahami hubungan gaya, gerak, dan energi serta fungsinya.

  II. Kompetensi Dasar

5.2 Menjelaskan Pesawat Sederhana dapat memebuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat.

  III. Indikator Kognitif Menyebutkan pengertian katrol.

  Menyelesaikan masalah mengenai cara kerja katrol. Mengidentifikasi bagian bagian katrol.

Menggolongkan berbagi alat pada lingkungan sekolah sebagai katrolsesuai jenisnya.

Menyimpulkan manfaat katrol dalam kehidupan sehari-hari Afektif Mengikuti pelajaran dengan melakukan pengamatan sesuai proses ilmiah. Psikomotorik Membuat suatu produk pesawat sederhana jenis katrol.

  Menggunakan alat dan bahan dalam penelitian dalam penyelesaikan masalah.

  III. Kegiatan Belajar

  a. Kegiatan Belajar 1 Buatlah kelompok, minimal 5 anak.

  • Dengarkan penjelaskan tata cara kegiatan yang akan dilaksanakan. Ambilah - LKS dan cermatilah langkah-lagkahnya.

  a. Kegiatan Belajar 2  Ambilah lembar pengamatan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh kelompok.

   Amatilah benda-benda yang ada disekitar lingkungan sekolah dengan bimbingan guru.  Isikan lembar pengamatan telah diterima. Diskusikan bersama kelompokmu pertanyaan dibawah ini!

1. Isilah lembar pengamatan yang kamu terima!

  NO Nama benda Letak katrol

  c. kegiatan belajar 3

LKS

  1. Apa yang disebut katrol? …………………………………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………………………

2. Bagaimana cara kerja katrol,? kelebihan:………………………………………………………………………………………………………………………………

  ……………………………………………………………………………………………………………………………………………… 3. Sebutkan alat atat yang memenfaatkan kerja katrol dalam kehidupan sehari- hari?

  ………………………………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………………………

4. Buatlah contoh katrol sesuai petunjuk dan presentasikanlah didepan kelas.

  5. Buatlah kesimpulan dari pembuatan produk ilmiah yang kalian buat! ………………………………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… Nama anggota kelompok:

  

Petunjuk pembuaan produk ilmiah

Katrol tunggal Alat dan bahan:

  1. Bekas plaster 2.

  Pensil

  3. Dua gelas plastic

  4. Benang 5.

  Kayu yang digunakan sebagai pasak

  6. Uang logam

  7. Kawat Langkah pembuatan:

  1. Gantungkan katrol, yaitu lingkaran plaster yang diberi pensil pada pasak dengan menggunakan benang.

  2. Berilah seutan benang pada katrol sehingga menggantung, kemudian ikatlah salah satu ujung benang menggunakan plastic dan ujung lainya dibiarkan.

  3. Masukan beberapa uang logam kedalam gelas plastic! Tariklah ujung benang lainya ke bawah! Apa yang terjadi?

  

4. Kemudian, ikatlah gelas plastic kedua ujung benang yamg lainya! Masukan

beberapa uang logam pada gelas plastic tersebut sampai gelas pertama

terangkat.

  

Petunjuk pembuaan produk ilmiah

Katrol ganda Alat dan bahan: 1.

  2. Berilah seutan benang pada katrol sehingga menggantung, kemudian ikatlah salah satu ujung benang menggunakan plastic dan ujung lainya dibiarkan.

  8. Masukan beberapa pemberat pada gelas pertama, kemudian pada gelas yang kedua tambahkan juga pemberat sampai gelas pertama.

  7. Setelah itu ikatkan ujung benag pada gelas plastic yang ke dua

  6. Ikatlah benang yang panjang pada salah satu pasak , kemudian ujung lainya lewatkan kedua lalu ke katrol pertama.

  5. Buatlah katrol kedua, kemudian ikatlah satu gelas pada pensil dari katrol yang kedua.

  4. Kemudian, ikatlah gelas plastic kedua ujung benang yamg lainya! Masukan beberapa uang logam pada gelas plastic tersebut sampai gelas pertama terangkat.

  3. Masukan beberapa uang logam kedalam gelas plastic! Tariklah ujung benang lainya ke bawah! Apa yang terjadi?

  1. Gantungkan katrol, yaitu lingkaran plaster yang diberi pensil pada pasak dengan menggunakan benang.

  Bekas plaster

  Kawat Langkah pembuatan:

  6. Uang logam 7.

  5. Kayu yang digunakan sebagai pasak

  Benang

  3. Dua gelas plastik 4.

  2. Pensil

  a. Kegiatan belajar 4 Presentasikan hasil LKS didepan kelas dan demonstrasikan produk yang kalian buat

  LAS Satuan Pendidikan : SD Negeri Plaosan 1 Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Rabu / 5 April 2012/ 1 Kelas/ Semester : 5 / 2 Mata Pelajaran Terkait : Fisika Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jp)

  I. Standar Kompetensi 5. Memahami hubungan gaya, gerak, dan energi serta fungsinya.

  II. Kompetensi Dasar

5.2 Menjelaskan Pesawat Sederhana dapat memebuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat.

III. Indikator

  Kognitif Menjelaskan pengertian roda berporos.

  Siswa dapat menjelaskan cara kerja roda Menggolongkan berbagai alat yang ada pada lingkungan sekolah sebagai roda berporos. Menyimpulkan manfaat katrol dalam kehidupan sehari-hari Afektif

Mengikuti pelajaran dengan melakukan pengamatan sesuai proses ilmiah.

Psikomotorik Membuat suatu produk pesawat sederhana jenis katrol. Menggunakan alat dan bahan dalam penelitian dalam penyelesaikan masalah.

  LKS kelompok Lembar kerja 1

a. Pembahasan pengamatan 1

  

1. Bagaimana panjang karet sebelum papan menggunakan pensil?

Mengapa? ……………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………

  2. Menurutmu, dari hasil pengamatanmu menarik buku/ blok kayu itu lebih mudah menggunakan pensil apa tidak menggunakan pensil? ……………………………………………………………………………………………………………………… ……………………

  3. Pada kegiatan yang telah kalian amati benda apa yang berperan sebagai pesawat sederhana? ……………………………………………………………………………………………………………………… ………………….

  Lembar kerja 2

  1. Jelaskan pengertian roda berporos? ……………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………

  2. Bagaimana cara kerja roda berporos? ……………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………

  3. Sebutkan alat alat yang memenfaatkan kerja roda berporos dalam kehidupan sehari-hari? ……………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………

  4. Buatlah suatu produk yang memanfaatkan pesawat sederhana jenis roda berporos bersama kelompokmu dengan alat dan bahan yang telah kelompok kalian sediakan dan demonstrasikanlah di depan kelas.

  5. Buatlah kesimpulan dari pembuatan produk ilmiah yang kalian buat! Jenis pesawat sederhana yang digunakan pada kegiatan ini adalah ………………………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………

a. Kegiatan belajar 4 Presentasikan hasil LKS didepan kelas dan demonstrasikan produk yang kamu buat.

   Lampiran 10

DAFTAR SOAL EVALUASI SIKLUS I

MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM

  KELAS/ SEMESTER : V ( Lima ) / II ( Dua ) STANDAR KOMPETENSI : 5. Memahami hubungan gaya, gerak, dan

  energi serta fungsinya.

  KOMPETENSI DASAR : 5.2 Menjelaskan Pesawat Sederhana dapat

  memebuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat.

BENTUK SOAL NO. NO

  SOA KUNCI JAWABAN OBJEKTIF PILIHAN . GANDA L 1.

  1. Pekerjaan Setiap alat yang digunakan untuk b. Pesawat memepermudah

  1 pekerjaan manusia disebut? 2.

  2. Diantara benda-benda berikut

  I. c. Tang

  I,III dan IV

  III. Linggis II. Selembar kertas

  2 IV. Sekop Contoh dari pesawat sederhana ditunjukan pada nomer… 3. d. pengungkit

  Gambar

  3 disamping merupakan contoh pesawat sederhan jenis..

  4. Bentuk ulir pada

  4

  b. bidangmiring

   Lampiran 10

  skrup menggunakan prinsip….

  5. Gaya yang bekerja pada tuas disebut..

  c. kuasa

  5

  6. Pada waktu menyapu titik tumpu terlihat pada b. II

  6 bagian…

  7. Manakah dibawah ini yang termasuk c. sorong (gerobag roda satu), pemotong pengungkit jenis kedua.. 7 kertas dan pembuka kaleng.

  8. Bidang miringmemeiliki a. kelemahan yaitu…..

  Jarak yang ditempuh makin jauh

  8

  9. Berikut ini yang termasuk tuas jenis ke a.

  Skop

  9 tiga adalah..

  10. Prinsip kerja bidang

  10 a. miring adalah…

  Gerak berputar URAIAN SINGKAT ( JAWABAN PENDEK) 1.

  II dua Alat pada

  1 gambar di samping termasuk pengungkit jenis …

  2. Semakin panjang lengan kuasa, maka beban yang Ringan 2 diangkat akan terasa semakin…

  3 Untuk menaikan drum

  3

   Lampiran 10

  minyak tanah ke atas Bidang miring truk biasanya menggunakan pesawat sederhana jenis….

  4. Arah gaya pada Berlawanan

  4 pengungkit ……..dengan arah benda.

  5. Suatu pengungkit terdiri

5 Titik beban, titik kuasa, titik tumpu dari tiga bagian yaitu….

  URAIAN PANJANG

  1 Sebutkan mimnimal 3 Jenis 1: dongkrak, linggis, gunting benda yang termasuk Jenis 2: pemecah kemiri, pemotong kertas 1 pengungkit jenis 1, 2 dan , pembuka tutup botol

  Jenis 3 : pinset,penjepit roti, skop, stepler 3…

  2 Sebutkan 4 alat yang menggunakan prinsip Tangga, pisau, mur, fiting lampu 2 bidang miring…..

  3 Jelaskan perbedaan pengungkit jenis 1,II, dan Jenis 1 titik tumpu berada dianatara titik 3 beban dan titik kuasa.

  3 Jenis 2 Titik beban diantara titik tumpu dan titik kuasa Jenis 3 titik kuasa diantara titik tumpu dan titik beban

  4. Benda beratnya 1000 N Diket: B = 1000 N diangkat dengan Lb = 50 cm pengungkit seperti Lk = 2m =200 cm gambar diatas. Jarak

  Ditanya; F=…? (kuasa) Titik beban ke titik

  4 tumpu 50 cm dan jarak F= BXLb =1000 N X50 cm

   LK 200cm

  titik kuasa ke titik tumpu 2 m. Berapa besar gaya

   = 250 N

  yang diperlukan untuk mengangkat beban itu?

  5. Apa keuntungan dan kekurangan bidang Keuntungan : mempermudah miring memindahkan benda ke tempat yang

  …

  5 lebih tinggi.

  Kerugian : jarak yang di tempuh lebih jauh

  Lampiran 11

DAFTAR SOAL EVALUASI SIKLUS I

MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM

  KELAS/ SEMESTER : V ( Lima ) / II ( Dua ) STANDAR KOMPETENSI : 5. Memahami hubungan gaya, gerak, dan

  energi serta fungsinya.

  KOMPETENSI DASAR : 5.2 Menjelaskan Pesawat Sederhana dapat

  memebuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat.

  N O. BENTUK SOAL NO . SO AL

  KUNCI JAWABAN

OBJEKTIF PILIHAN GANDA 1.

  1 a.

  c.

  Blok katrol

  5 d.

  5. Katrol yang memerlukan usaha paling kecil untuk mengangkat beban adalah…

  Dongkrak

  4 c.

  Di bawah ini contoh penggunaan roda berporos, kecuali…..

  Tunggal 4.

  Katrol 2.

  3 b.

  Berikut ini macam-macam katrol, kecuali…..

  d.

  1. Pesawat sederhana yang digunakan untuk mengangkat atau menarik benda ke atas disebut?

  2 c.

  2. Perhatikan gambar di samping! Titik tumpu pada alat tersebut terletak pada…

  C 3.

  Lampiran 11 6.

  8. Gerakan jarum jam menggunakan prinsip… 8 a. roda dan poros 9.

  Katrol bebas d. roda berporos

  Katrol tetap c. Katrol majemuk b.

  10 a.

  10. Alat pada gambar di samping menggunakan……

  I dan II

  9 a.

  II. Katrol tetap memudahkan pekerjaan untuk menarik beban ke atas III. Katrol tetap dapat mengangkat benda yang berat dengan tenaga yang kecil. Pernyataan yang benar tentang katrol tetap adalah….

  Katrol tetap posisinya tidak berubah

  I, III dan IV

  Kincir angin termasuk….

  Pernyataan yang benar tentang pesawat sederhana adalah… 7 c.

  IV. Pesawat adalah alat yang memungkinkan pekerjaan kita menjadi mudah.

  Pisau yang membantu kimta memotong daging

  III.

  Pesawat adalah setiap alat yang membantu pekerjaan kita II. Pesawat adalah alat yang sudah seperti komputer yang membantu pekerjaan kita.

  Di antara berikut ini : I.

  d.

  6 c. roda dan poros 7.

9. Di antara pernyataan berikut ini I.

  Lampiran 11

  URIAN SINGKAT (JAWABAN PENDEK 1.

  Gambar di samping roda A dan B berporos ditunjukan oleh hiruf…..

  2. Alat disamping menggunaka Katrol pesawat sederhanajenis…

  3. Jenis katrol yang memerlukan usaha Blok katrol kecil untuk mengangkat beban adalah..

  4. Prinsip kerja katrol diterapkan pada Rantai sepeda, yaitu pada bagian…

  5. Pada gambar disamping A dan Beban dan kuasa B, adalah titik…. Dan….

  URAIAN PANJANG ( JAWABAN PANJANG) 1.

  Katrol adalah Pesawat Sebutkan pengertian katrol…. sederhana yang dihubungkan dengan tali dan berputar pada porosnya

  .2. Sebutkan minimal 3 alat yang Kran. Stir mobil, tombol memenfaatkan roda berporos dalam pintu

  Lampiran 11

  kehidupan sehari-hari 3.

  Pada gambar di samping adalah gambar anak sedang a.

  C memancingng

  b.

   Ya, karena

  menggunakan menggunakan alat pancing. prinsip kerja a. katrol

  Dimanakah letak beban b.

  Apakah anak itu menggunaka n tenaga yang sedikit/kecil yaitu mengangkat beban berat? mengapa

  4. Perhatikan gambar di samping! c.

  Katrol bebas a.

  d. Jenis katrol apa beban yang ditunjukan pada gambar di samping?..............

  ...

  b.

  Bersama dengan apa katrol itu bergerak?……… ……………..

  5. Jelaskan prinsip kerja katrol? Mengubah arah gaya untuk menarik atau mengangkat ……………………………………… benda ……………………………..

  Lampiran 11

  Lampiran 11

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

  Nama :__________________ No. : __________________

  a.Pilihan ganda

Berilah tanda silang ( X ) pada huuf a, b, c atau d di depan jawaban yang tepat!

3.

  Pesawat sederhana yang digunakan untuk mengangkat atau menarik benda ke atas disebut? a.

  Katrol b. Pesawat c. Tuas d. Mobil

  4. Perhatikan gambar di samping! Titik tumpu pada alat tersebut terletak pada… a.

  A b. B c. C d. D 5. Berikut ini macam-macam katrol, kecuali…..

  a.

  Tetap b. Tunggal c. Bebas d. majemuk 6. Di bawah ini contoh penggunaan roda berporos, kecuali…..

  a.

  Roda sepeda b.

  Gerinda c. Dongkrak d.

  Stir mobil 7. Katrol yang memerlukan usaha paling kecil untuk mengangkat beban adalah… a.

  Katrol bebas b. Katrol tetap c. Katrol tunggal d. Blok katrol 8. Kincir angin termasuk….

  Lampiran 11 a.

  II, III dan IV 8. Gerakan jarum jam menggunakan prinsip… b. roda dan poros c. pengungkit d. katrol e. baji 10. Di antara pernyataan berikut ini IV.

  b.Essai Kerjakan soal-soal dibawah ini dengan baik dan benar!

  Katrol tetap c. Katrol majemuk b.Katrol bebas d. roda berporos

  Alat pada gambar di samping menggunakan…… a.

  I dan II c. II dan III c. I dan III d. I , II dan III 11.

  b.

  Katrol tetap posisinya tidak berubah V. Katrol tetap memudahkan pekerjaan untuk menarik beban ke atas VI. Katrol tetap dapat mengangkat benda yang berat dengan tenaga yang kecil. Pernyataan yang benar tentang katrol tetap adalah….

  I, II dan IV c. I, III dan IV d.

  Katrol b. bidang miring c. roda dan poros d. pengungkit 9.

  I, II, dan III b.

  Pernyataan yang benar tentang pesawat sederh ana adalah… a.

  VIII. Pesawat adalah alat yang memungkinkan pekerjaan kita menjadi mudah.

  VII. Pisau yang membantu kimta memotong daging

  Pesawat adalah alat yang sudah seperti komputer yang membantu pekerjaan kita.

  Pesawat adalah setiap alat yang membantu pekerjaan kita VI.

  Di antara berikut ini : V.

1. Dari gambar di samping roda dan poros ditunjukan oleh huruf….

  Lampiran 11

  2. Alat di samping menggunakan pesawat sederhana jenis……

  3.Jenis katrol yang memerlukan usaha paling kecil untuk mengangkat beban adalah……..

  4. Prinsip kerja katrol diterapkan pada sepeda, yaitu pada bagian…………

  5. Pada gambar di samping A dan B, adalah titik ………………………dan…………………..

c. Uraian panjang

  Kerjakan soal-soal dibawah ini dengan baik dan benar!l 1.

  Sebutkan pengertian katrol! ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………… 2. Sebutkan minimal 3 alat yang memanfaatkan roda berporos dalam kehidupan sehari-hari!

  ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… …………………………………………..

  3. Pada gambar disamping adalah gambar anak sedng memancing menggunakn aklat pancing.

  a.

  Dimanakah letahk beban? …………………………………………… …………… b. Apakah anak itu menggunakan tenaga yang sedikit/kecil untuk mengangkat

  Lampiran 11

  beban yang berat? mengapa? …………………………………………… …………………………………………… …………………………………………… …………………………………………… …………………………………………… …………………………………………… …………………………… 4. Perhatikan gambar di samping! a.

  Jenis katrol apa yang ditunjukan pada gambar di samping? mengapa? ………………………………………………………… ………………………………………………………… ………………………………………………………… ……………………………………………………… b. Bersama dengan apa katrol itu bergerak?

  ………………………………………………………… ………………… 5. Jelaskan prinsip kerja katrol?

  ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………….

  Membaca adalah jendela dunia

  Lampiran 11

  Lampiran 11

  Lampiran 12 RUBRIK PENILAIAN KINERJA “PENGUNGKIT”

  Aspek yang dinilai ( 1- 4 ) Total Kelengkapa skor Ketepatan Ketepatan Keaktifan Ketepatan nmengamati kelom No Kelompok melakukan hasil produk melakukan hasil subyek pok pengamatan pengamatan pengamatan pengamatan penelitian 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

  

1. A √ √ √ √ √ 17X5

=85

  

2. B √ √ √ √ √ 17X5

=85

  3. C √ √ √ √ √ 15X5 =85

  4. D √ √ √ √ √ 16X5 = 80

  Keterangan :

  Aspek Penilaian dan Skor Penilaian 1.

  Kelengkapan mengamati subyek penelitian Skor 1 : subyek yang diamati dalam penelitian kurang dari 4.

  Skor 2 : subyek yang diamati dalam penelitian kurang dari 7. Skor 3 : subyek yang diamati dalam penelitian kurang dari 8. Skor 4 : subyek yang diamati dalam penelitian lebih dari 8.

  2. Ketepatan melakukan pengamatan.

  Skor 1 : tidak tepat dalam melakukan pengamatan. Skor 2 : kurang tepat dalam melakukan pengamatan. Skor 3 : tepat dalam melakukan pengamatan. Skor 4 : sangat tepat dalam melakukan pengamatan.

  3. Ketepatan hasil produk pengamatan Skor 1 : tidak dapat membuat produk dari hasil pengamatan.

  Skor 2 : kurang tepat dalam membuat produk hasil pengamatan. Skor 3 : tepat dalam membuat produk hasil pengamatan tetapi kurang rapi. Skor 4 : sangat tepat dan rapi dalam membuat produk hasil pengamatan.

  4. Keaktifan melakukan pengamatan Skor 1 : tidak mau melakukan pengamatan dalam proses penelitian ilmiah.

  

Skor 2 : kurang aktif dalam melakukan pengamatan dalam proses penelitian ilmiah

Skor 3 : aktif dalam melakukan pengamatan dalamproses ilmiah. Skor 4 : sangat aktif dalam melakukan pengamatan dalam proses ilmiah.

  Lampiran 12 5.

  Kelompok 3: Kelompok 4: 1.

  Dita Setianingrun Pengamat I Pengamat II Y uliana edita sintawati Sara widanti

  Guru Kelas Peneliti Junedi. S.Pd, SD

  Mengetahui Yogyakarta, 4 April 2012

  6.Galih

  5. Diva 6. Dea

  4. Devita nur 5. Toni

  3. Alif 4. Putri

  1. Isna 2. Dimas 2. Giska.

  Gunawan

  6.Nur Hidayat

  Ketepatan hasil pengamatan.

  5.Mika 6. Arvenda

  4. Deni Wkhid 5. Andika

  3. Shendy 4. Devi R

  2. Dani 3. Aldani

  1. Frejan 2. Isnan

  Ridwan

   Kelompok 1: Kelompok 2: 1.

  

 Nilai kinerja tiap kelompok dihitung dengan persamaan jumlah skor tiap aspek x 5

  Skor 1 : tidak tepat mengungkapkan hasil penelitian. Skor 2 : kurang tepat dalam mengungkapkan hasil penelitian. Skor 3 : tepat dalam mengungkapkan hasil percobaan Skor 4 : sangat tepat dalam mengungkapkan hasil percobaan

3. ST Andika

  Lampiran 13 RUBRIK PENILAIAN KINERJA “KATROL”

  Aspek yang dinilai ( 1- 4 ) Total skor yang di Kelengkapan

  Ketepatan Ketepatan Keaktifan Ketepatan peroleh mengamati No Kelompok melakukan hasil produk melakukan hasil tiap subyek pengamatan pengamatan pengamatan pengamatan kelompok penelitian 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

  

1. A √ √ √ √ √ 19x5=95

  2. B √ √ √ √ √ 19x5=95

  3. C 17x5=85 √ √ √ √ √

  4. D 18x5=90 √ √ √ √ √

  Keterangan :

  Aspek Penilaian dan Skor Penilaian 1.

  Kelengkapan mengamati subyek penelitian Skor 1 : subyek yang diamati dalam penelitian kurang dari 4.

  Skor 2 : subyek yang diamati dalam penelitian kurang dari 7. Skor 3 : subyek yang diamati dalam penelitian kurang dari 8. Skor 4 : subyek yang diamati dalam penelitian lebih dari 8.

  2. Ketepatan melakukan pengamatan. Skor 1 : tidak tepat dalam melakukan pengamatan. Skor 2 : kurang tepat dalam melakukan pengamatan. Skor 3 : tepat dalam melakukan pengamatan. Skor 4 : sangat tepat dalam melakukan pengamatan.

  3. Ketepatan hasil produk pengamatan

  Lampiran 13 Skor 1 : tidak dapat membuat produk dari hasil pengamatan.

  Skor 2 : kurang tepat dalam membuat produk hasil pengamatan. Skor 3 : tepat dalam membuat produk hasil pengamatan tetapi kurang rapi. Skor 4 : sangat tepat dan rapi dalam membuat produk hasil pengamatan.

  4. Keaktifan melakukan pengamatan Skor 1 : tidak mau melakukan pengamatan dalam proses penelitian ilmiah.

  Skor 2 : kurang aktif dalam melakukan pengamatan dalam proses penelitian ilmiah Skor 3 : aktif dalam melakukan pengamatan dalamproses ilmiah.

  Skor 4 : sangat aktif dalam melakukan pengamatan dalam proses ilmiah.

  5. Ketepatan hasil pengamatan. Skor 1 : tidak tepat mengungkapkan hasil penelitian. Skor 2 : kurang tepat dalam mengungkapkan hasil penelitian. Skor 3 : tepat dalam mengungkapkan hasil percobaan Skor 4 : sangat tepat dalam mengungkapkan hasil percobaan

 Nilai kinerja tiap kelompok dihitung dengan persamaan jumlah skor tiap aspek x 5

   Kelompok 1: Kelompok 2: 1.

  1. Frejan Ridwan 2.

  2. Dani. Isnan 3.

  3. Giska Devita 4.

  4.Deni wakhid Dea F 5.

  5.Mika Nuralif Fitri 6.

  6.Shendy Arvenda

  Kelompok 3: Kelompok 4: 1.

  1. Gunawan Galih 2.

  2. ST Andika. Aldani 3.

  3. Isna Andika

  Lampiran 13 4.

  4.Devita nur DifaDea F 5.

  5.Toni Dimas 6.

  6.Nur hidayat Novia Putri

  Mengetahui Yogyakarta, 4 April 2012

  Guru Kelas Peneliti Junedi. S.Pd, SD

  Dita Setianingrun Pengamat I Pengamat II Y uliana edita sintawati Sara widanti

  Lampiran 14

Berilah tanda (V) pada tabel sesuai dengan jenisnya berdasarkan letak titik tumpu,titik

kuasa dan titik beban.

  Lembar Pengamatan Siswa Pertemuan I

Tabel Hasil proses ilmiah Tentang pesawat sederhana jenis pengungkit

dengan dengan metode inkuiri terbimbing

  Hari / Tgl Pelaksanaan : Tempat : no Pengungkit jenis Nama benda

  1

  2

  3

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

  9

  10

11 Catatalah hal-hal yang kalian anggap penting dalm penelitian

  Lampiran 15 Lembar Pengamatan Siswa Pertemuan I

  

Tabel Hasil proses ilmiah Tentang pesawat sederhana jenis katrol dengan

metode inkuiri terbimbing

Hari / Tgl Pelaksanaan : Tempat : no Nama benda Katrol jenis tetap bebas ganda

  1

  2

  3

4 Catatalah hal-hal yang kalian anggap penting dalm penelitian

  Lampiran 16 Data nilai kondisi awal

  Ketuntasan No urut Nilai Tuntas Tidak tuntas

  70 1.

  √

  55 2.

  √

  45 3.

  √

  40 4.

  √

  50 5.

  √

  40 6.

  √

  50 7.

  √

  50 8.

  √

  55 9.

  √

  60 10.

  √

  90 11.

  √

  70 12.

  √

  65 13.

  √

  45 14.

  √

  70 15.

  √

  55 16.

  √

  65 17.

  √

  65 18.

  √

  85 19.

  √

  45 20.

  √

  40 21.

  √

  70 22.

  √

  65 23.

  √

  55 24.

  √ jumlah 1400

  10

  14 Rata-rata 58,3 nilai Presentase 41% 59% ketuntasan

  

Nilai Akhir siklus 1

  √ 20.

  √ 15.

  87

  √ 16.

  83

  √ 17.

  83

  √ 18.

  93

  √ 19.

  85

  79

  √ 14.

  √ 21.

  72

  √ 22.

  74

  √ 23.

  92

  √ 24.

  74

  √ Jumlah 1902

  24 Rata-rata nilai 79,25

  Presentase ketuntasan 100% 0%

  80

  83

  No urut Nilai Ketuntasan

  73

  Tuntas Tidak tuntas 1.

  73

  √ 2.

  70

  √ 3.

  70

  √ 4.

  70

  √ 5.

  75

  √ 6.

  √ 7.

  √ 13.

  75

  √ 8.

  83

  √ 9.

  73

  √ 10.

  85

  √ 11.

  92

  √ 12.

  78

  Lampiran 17

  Lampiran 18 Nilai hasil akhir siklus II

  12. L 88,25 √

  24. X 87,25 √ Jumlah 2139,5

  23. W 94,25 √

  21. U 87,25 √ 22. V 86,75 √

  20. T 89,75 √

  19. S 93,25 √

  18. R 95,25 √

  17. Q 93,75 √

  16. P 93,25 √

  15. O 91,25 √

  14. N 85,75 √

  13. M 89,25 √

  11. K 91,75 √

  No urut Nama Nilai Ketuntasan

  10. J 84,25 √

  9. I 84,25 √

  8. H 9075 √

  7. G 91,25 √

  6. F 90,25 √

  5. E 84.75 √

  4. D 87,25 √

  3. C 84,75 √

  2. B 84,75 √

  1. A 90,25 √

  Tuntas Tidak tuntas

  24 Rata-rata nilai 89,14 Presentase ketuntasan 100% 0%

  Lampiran 19 PERBANDINGAN NILAI SIKLUS 1 DENGAN SIKLUS II

  12. L 81,5 88,25 √

  80,7 89,14 Presentase ketuntasan

  Jumlah 1937 2139,5 Rata-rata nilai

  23. W 83,5 94,25 √ 24. X 79,5 87,25 √

  21. U 78,5 87,25 √ 22. V 79,5 86,75 √

  20. T 82 89,75 √

  19. S 85 93,25 √

  18. R 89 95,25 √

  17. Q 84 93,75 √

  16. P 81,5 93,25 √

  15. O 86 91,25 √

  14. N 77,5 85,75 √

  13. M 79 89,25 √

  11. K 86 91,75 √

  No urut Nama

  10. J 82,5 84,25 √

  8. H 79 9075 √ 9. I 76,5 84,25 √

  7. G 80 91,25 √

  6. F 74 90,25 √

  84.75 √

  5. E 77,5

  4. D 77,5 87,25 √

  3. C 77,5 84,75 √

  2. B 77,5 84,75 √

  1. A 74 90,25 √

  II naik sama turun

  II Nilai Siklus

  Nilai siklus

  100 % 100 %

  165 Lampiran 20

  4. Dani Subekti √ √ √ √ √

  2

  3

  4

  

1. Toni Sudrajat √ √ √ √ √

  

2. Arvenda Rizkian √ √ √ √ √

  

3. Nur hidayat √ √ √ √ √

  5. Diva Antiaka √ √ √ √ √

  4

  6. Dea fahrul √ √ √ √ √

  7. Devita nur R √ √ √ √ √

  8. Rahmat gunawan √ √ √ √ √

  9. Giska Roja S √ √ √ √ √

  10. Galih √ √ √ √ √

  11. Isnaini Nur H √ √ √ √ √

  12. Aldani Maulana A √ √ √ √ √

  1

  3

  LEMBAR PENGAMATAN KEMAMPUAN MELAKUKAN PROSES ILMIAH SISWA KELAS V SD NEGERI PLAOSAN 1 “PENGUNGKIT” No Nama

  1

  Kemampuan Proses Ilmiah Melakukan pengamatan dalam penelitian ilmiah Menggolongkan benda-benda dalam pengamatan dengan klasifikasi tertentu

  Menjelaskan hasil pengamatan penelitian ilmiah Mengajukan pertanyaan tentang hasil pengamatan peelitian ilmiah

  Menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan penelitian ilmiah

  1

  2

  3

  4

  

2

  2

  3

  4

  1

  2

  3

  4

  1

  13. Novia Putri R √ √ √ √ √

  166 Lampiran 20

  

22. Andika Eka P √ √ √ √ √

  14. Dimas S R √ √ √ √ √

  15. Deni wakhid √ √ √ √ √

  16. Nuralif putri FL √ √ √ √ √

  17. Shendi MP √ √ √ √ √

  18. Frejan Arsya H √ √ √ √ √

  19. Defi ratnawati √ √ √ √ √

  20. Ridwan N √ √ √ √ √

  21. Isnan P √ √ √ √ √

  

23 Mika √ √ √ √ √

  3

  24. ST Andika √ √ √ √ √ Total Skor

  84

  76

  90

  85

  90 Persentase 87,5% 79% 88,5% 81,6% 88,5%

  Nilai tiap indikator =

  1

  4

  2

  No Nama Kemampuan Proses Ilmiah Melakukan pengamatan dalam penelitian ilmiah Menggolongkan benda-benda dalam pengamatan dengan klasifikasi tertentu

  3

  Menjelaskan hasil pengamatan penelitian ilmiah Mengajukan pertanyaan tentang hasil pengamatan peelitian ilmiah

  Menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan penelitian ilmiah

  1

  2

  3

  4

  1

  

2

  4

  1

  1

  2

  3

  4

  1

  2

  3

  4

  x 100 % Keterangan :

  Lampiran 20

  A = Nilai tiap indikator n = Jumlah siswa yang terlibat n1= total skor yang diperoleh tiap aspek N = jumlah total skor tiap aspek

  Nilai (%) kondisi pada akhir siklus tiap aspek = pertemuan 1(%) + 2(%)

  2 Presentase keberhasilan proses ilmiah = jumlah tiap siklus x100% 500

  Keterangan : Aspek Penilaian dan Skor Penilaian 1.

  Melakukan pengamatan dalam penelitian Skor 1 : tidak serius melakukan pengamatan dalam penelitian.

  Skor 2 : kurang serius melakukan pengamatan dalam penelitian. Skor 3 : serius melakukan pengamatan dalam penelitian. Skor 4 : sangat serius melakukan pengamatan dalam penelitian.

2. Menggolongkan benda-benda dalam pengamatan dengan klasifikasi tertentu.

  Skor 1 : tidak dapat menggolongkan benda dalam proses pengamatan sesuai klasifikasi tertentu.

  167

  Lampiran 20 Skor 2 : kurang tepat menggolongkan benda dalam proses pengamatan sesuai klasifikasi tertentu.

  Skor 3 : tepat menggolongkan minimal 2 benda dalam proses pengamatan sesuai klasifikasi tertentu. Skor 4 : sangat tepat menggolongkan minimal 3 benda yang dibutuhkan dalam percobaan sesuai klasifikasi tertentu.

  3. Menjelaskan hasil pengamatan penelitian ilmiah Skor 1 : tidak dapat menjelaskan hasilpengamatan penelitan ilmiah.

  Skor 2 : kurang mampu menjelaskan hasil pengamatan penelitian ilmiah. Skor 3 : mampu menjelaskan hasil pengamatan penelitian ilmiah. Skor 4 : sangat jelas dalam mengemukakan hasil penelitian ilmiah.

  4. Mengajukan pertanyaan tentang hasil pengamatan penelitian ilmiah.

  Skor 1 : tidak mengajukan pertanyaan tentang hasil pengamatan penelitian ilmiah. Skor 2 : mengajukan 2 pertanyaan tentang hasil pengamatan penelitian ilmiah. Skor 3 : mengajukan 3 pertanyaan tentang hasil pengamatan penelitian ilmiah. Skor 4 : mengajukan pertanyaan lebih dari 3 tentang hasil pengamatan penelitian ilmiah.

  5. Menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan penelitian ilmiah Skor 1 : tidak dapat membuat kesimpulan hasil pengamatan penelitian ilmiah.

  Skor 2 : kurang tepat dalam membuat kesimpulan hasil pengamatan penelitian ilmiah. Skor 3 : tepat dalam membuat kesimpulan hasil pengamatan penelitian ilmiah Skor 4 : sangat tepat dalam membuat kesimpulan hasil pengamatan penelitian ilmiah.

  168

  Lampiran 20

  Mengetahui Yogyakarta, 4 April

  2012 Guru Kelas

  Peneliti Junedi, S.Pd. SD

  Dita Setianingrun Pengamat I Pengamat II

  Yuliana edita sintawati Sara widanti

  169

  170 Lampiran 20

  6. Dea fahrul √ √ √ √ √

  3

  4

  

1. Toni Sudrajat √ √ √ √ √

  

2. Arvenda Rizkian √ √ √ √ √

  3. Nur hidayat √ √ √ √ √

  4. Dani Subekti √ √ √ √ √

  5. Diva Antiaka √ √ √ √ √

  

7. Devita nur R √ √ √ √ √

  1

  

8. Rahmat gunawan √ √ √ √ √

  

9. Giska Roja S √ √ √ √ √

  10. Galih √ √ √ √ √

  11. Isnaini Nur H √ √ √ √ √

  12. Aldani Maulana A √ √ √ √ √

  13. Novia Putri R √ √ √ √ √

  14. Dimas S R √ √ √ √ √

  

15. Deni wakhid √ √ √ √ √

  2

  4

  LEMBAR PENGAMATAN KEMAMPUAN MELAKUKAN PROSES ILMIAH SISWA KELAS V SD NEGERI PLAOSAN 1 “BIDANG MIRING” No Nama

  1

  Kemampuan Proses Ilmiah Melakukan pengamatan dalam penelitian ilmiah Menggolongkan benda-benda dalam pengamatan dengan klasifikasi tertentu

  Menjelaskan hasil pengamatan penelitian ilmiah Mengajukan pertanyaan tentang hasil pengamatan peelitian ilmiah

  Menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan penelitian ilmiah

  1

  2

  3

  4

  

2

  3

  3

  4

  1

  2

  3

  4

  1

  2

  16. Nuralif putri FL √ √ √ √ √

  Lampiran 20 Kemampuan Proses Ilmiah Menggolongkan benda-benda Mengajukan Menarik Melakukan dalam Menjelaskan pertanyaan kesimpulan pengamatan pengamatan hasil pengamatan tentang hasil berdasarkan hasil Nama dalam penelitian No dengan penelitian ilmiah pengamatan pengamatan ilmiah klasifikasi peelitian ilmiah penelitian ilmiah tertentu

  1

  2

  3

  4

  1

  

2

  3

  4

  1

  2

  3

  4

  1

  2

  3

  4

  1

  2

  3

  4

  

17. Shendi MP √ √ √ √ √

  18. Frejan Arsya H √ √ √ √ √

  19. Defi ratnawati √ √ √ √ √

  20. Ridwan N √ √ √ √ √

  

21. Isnan P √ √ √ √ √

  

22. Andika Eka P √ √ √ √ √

  

23 Mika √ √ √ √ √

  24. ST Andika √ √ √ √ √ Total Skor Persentase 82% 81,2% 80,2% 82% 82,2%

  Keterangan : Aspek Penilaian dan Skor Penilaian 1.

  Melakukan pengamatan dalam penelitian Skor 1 : tidak serius melakukan pengamatan dalam penelitian.

  Skor 2 : kurang serius melakukan pengamatan dalam penelitian. Skor 3 : serius melakukan pengamatan dalam penelitian. Skor 4 : sangat serius melakukan pengamatan dalam penelitian.

2. Menggolongkan benda-benda dalam pengamatan dengan klasifikasi tertentu.

  171

  Lampiran 20 Skor 1 : tidak dapat menggolongkan benda dalam proses pengamatan sesuai klasifikasi tertentu.

  Skor 2 : kurang tepat menggolongkan benda dalam proses pengamatan sesuai klasifikasi tertentu. Skor 3 : tepat menggolongkan minimal 2 benda dalam proses pengamatan sesuai klasifikasi tertentu. Skor 4 : sangat tepat menggolongkan minimal 3 benda yang dibutuhkan dalam percobaan sesuai klasifikasi tertentu.

  3. Menjelaskan hasil pengamatan penelitian ilmiah Skor 1 : tidak dapat menjelaskan hasilpengamatan penelitan ilmiah.

  Skor 2 : kurang mampu menjelaskan hasil pengamatan penelitian ilmiah. Skor 3 : mampu menjelaskan hasil pengamatan penelitian ilmiah. Skor 4 : sangat jelas dalam mengemukakan hasil penelitian ilmiah.

  4. Mengajukan pertanyaan tentang hasil pengamatan penelitian ilmiah.

  Skor 1 : tidak mengajukan pertanyaan tentang hasil pengamatan penelitian ilmiah. Skor 2 : mengajukan 2 pertanyaan tentang hasil pengamatan penelitian ilmiah. Skor 3 : mengajukan 3 pertanyaan tentang hasil pengamatan penelitian ilmiah. Skor 4 : mengajukan pertanyaan lebih dari 3 tentang hasil pengamatan penelitian ilmiah.

  5. Menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan penelitian ilmiah Skor 1 : tidak dapat membuat kesimpulan hasil pengamatan penelitian ilmiah.

  Skor 2 : kurang tepat dalam membuat kesimpulan hasil pengamatan penelitian ilmiah. Skor 3 : tepat dalam membuat kesimpulan hasil pengamatan penelitian ilmiah Skor 4 : sangat tepat dalam membuat kesimpulan hasil pengamatan penelitian ilmiah.

1 Nilai tiap indikator =

  x 100 % Keterangan : A = Nilai tiap indikator n = Jumlah siswa yang terlibat n1= total skor yang diperoleh tiap aspek N = jumlah total skor tiap aspek

  172

  Lampiran 20

  Nilai (%) kondisi pada akhir siklus tiap aspek = pertemuan 1(%)+2(%)

  2 Presentase keberhasilan proses ilmiah = jumlah tiap siklus1 x100% 500

  = 418 x 100% = 83,6 500

  Keterangan : n = jumlah siswa yang terlibat n1= total skor yang diperoleh tiap aspek N = jumlah total skor

  Mengetahui Yogyakarta, 22 Maret 2012

  Guru Kelas Peneliti

  Junedi, S.Pd. SD Dita Setianingrun

  Pengamat I Pengamat II Yuliana edita sintawati Sara widanti

  173

  178 Lampiran 21

  4. Dani Subekti √ √ √ √ √

  2

  3

  4

  1. Toni Sudrajat √ √ √ √ √

  2. Arvenda Rizkian √ √ √ √ √

  3. Nur hidayat √ √ √ √ √

  5. Diva Antiaka √ √ √ √ √

  4

  6. Dea fahrul √ √ √ √ √

  

7. Devita nur R √ √ √ √ √

  

8. Rahmat gunawan √ √ √ √ √

  

9. Giska Roja S √ √ √ √ √

  10. Galih √ √ √ √ √

  

11. Isnaini Nur H √ √ √ √ √

  

12. Aldani Maulana A √ √ √ √ √

  1

  3

  LEMBAR PENGAMATAN KEMAMPUAN MELAKUKAN PROSES ILMIAH SISWA KELAS V SD NEGERI PLAOSAN 1 “RODA BERPOROS” No Nama

  1

  Kemampuan Proses Ilmiah Melakukan pengamatan dalam penelitian ilmiah Menggolongkan benda-benda dalam pengamatan dengan klasifikasi tertentu

  Menjelaskan hasil pengamatan penelitian ilmiah Mengajukan pertanyaan tentang hasil pengamatan peelitian ilmiah

  Menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan penelitian ilmiah

  1

  2

  3

  4

  

2

  2

  3

  4

  1

  2

  3

  4

  1

  13. Novia Putri R √ √ √ √ √

  179 Lampiran 21

  

20. Ridwan N √ √ √ √ √

  4

  

14. Dimas S R √ √ √ √ √

  

15. Deni wakhid √ √ √ √ √

  

16. Nuralif putri FL √ √ √ √ √

  

17. Shendi MP √ √ √ √ √

  

18. Frejan Arsya H √ √ √ √ √

  

19. Defi ratnawati √ √ √ √ √

  21. Isnan P √ √ √ √ √

  2

  

22. Andika Eka P √ √ √ √ √

  

23 Mika √ √ √ √ √

  23. ST Andika √ √ √ √ √ Total Skor

  92

  93

  94

  89

  92 Persentase 95,8% 96,8% 97,9% 92,7% 95,15%

  3

  1

  No Nama Kemampuan Proses Ilmiah Melakukan pengamatan dalam penelitian ilmiah Menggolongkan benda-benda dalam pengamatan dengan klasifikasi tertentu

  

2

  Menjelaskan hasil pengamatan penelitian ilmiah Mengajukan pertanyaan tentang hasil pengamatan peelitian ilmiah

  Menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan penelitian ilmiah

  1

  2

  3

  4

  1

  3

  4

  4

  1

  2

  3

  4

  1

  2

  3

  Keterangan : Aspek Penilaian dan Skor Penilaian

  Lampiran 21 1.

  Melakukan pengamatan dalam penelitian Skor 1 : tidak serius melakukan pengamatan dalam penelitian.

  Skor 2 : kurang serius melakukan pengamatan dalam penelitian. Skor 3 : serius melakukan pengamatan dalam penelitian. Skor 4 : sangat serius melakukan pengamatan dalam penelitian.

  2. Menggolongkan benda-benda dalam pengamatan dengan klasifikasi tertentu.

  Skor 1 : tidak dapat menggolongkan benda dalam proses pengamatan sesuai klasifikasi tertentu. Skor 2 : kurang tepat menggolongkan benda dalam proses pengamatan sesuai klasifikasi tertentu. Skor 3 : tepat menggolongkan minimal 2 benda dalam proses pengamatan sesuai klasifikasi tertentu. Skor 4 : sangat tepat menggolongkan minimal 3 benda yang dibutuhkan dalam percobaan sesuai klasifikasi tertentu.

  3. Menjelaskan hasil pengamatan penelitian ilmiah Skor 1 : tidak dapat menjelaskan hasilpengamatan penelitan ilmiah.

  Skor 2 : kurang mampu menjelaskan hasil pengamatan penelitian ilmiah. Skor 3 : mampu menjelaskan hasil pengamatan penelitian ilmiah. Skor 4 : sangat jelas dalam mengemukakan hasil penelitian ilmiah.

  4. Mengajukan pertanyaan tentang hasil pengamatan penelitian ilmiah.

  Skor 1 : tidak mengajukan pertanyaan tentang hasil pengamatan penelitian ilmiah. Skor 2 : mengajukan 2 pertanyaan tentang hasil pengamatan penelitian ilmiah. Skor 3 : mengajukan 3 pertanyaan tentang hasil pengamatan penelitian ilmiah. Skor 4 : mengajukan pertanyaan lebih dari 3 tentang hasil pengamatan penelitian ilmiah.

  180

  Lampiran 21 5.

  Menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan penelitian ilmiah Skor 1 : tidak dapat membuat kesimpulan hasil pengamatan penelitian ilmiah.

  Skor 2 : kurang tepat dalam membuat kesimpulan hasil pengamatan penelitian ilmiah. Skor 3 : tepat dalam membuat kesimpulan hasil pengamatan penelitian ilmiah Skor 4 : sangat tepat dalam membuat kesimpulan hasil pengamatan penelitian ilmiah.

1 Nilai tiap indikator = x 100 %

  Keterangan : A = Nilai tiap indikator n = Jumlah siswa yang terlibat n1= total skor yang diperoleh tiap aspek N = jumlah total skor tiap aspek

  Nilai (%) kondisi pada akhir siklus tiap aspek = pertemuan 1(%) + 2(%)

  2 Presentase keberhasilan proses ilmiah = jumlah tiap siklus x100% 500

  464,5 = x 100 %

  500 = 92,9, %

  181

  Lampiran 21

  Keterangan : n = jumlah siswa yang terlibat n1= jumlah total skor yang diperoleh tiap aspek pertemuan 1 dan 2 N = jumlah total skor

  Mengetahui Yogyakarta, 5 April 2012

  Guru Kelas Peneliti

  Junedi, S.Pd. SD Dita Setianingrun

  Pengamat I Pengamat II Yuliana edita sintawati Sara widanti

  182

  Lampiran 22

HASIL PENGAMATAN KEMEMPUAN PROSES ILMIAH

  Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Pesawat Sederhana

  Peubah Indikator Kondisi siklus Kondisi siklus

  1 II

  Kemampuan a.

  Melakukan pengamatan

  I = 87,5 I = 87,5

  proses belajar dalam penelitian

  II = 82 :2

  II = 85,8 :2 ilmiah siswa. 84,75% 91,5%

  b.Menggolongkan benda

  I = 79 I = 96,8

  dengan klasifikasi

  II = 81 :2

  II = 96,8 :2 tertentu. 82% 96,8% c.

  Menjelaskan hasil

  I = 88,5 I = 95,8

  percobaan

  II = 80 :2

  II = 97,9:2 84,25% 96%

  d.

  Mengajukan

  I = 81,6 I = 81,6

  pertanyaan tentang

  II = 82 :2

  II = 92,7 :2

  hasil pengamatan

  81,8% 87,15% e.

  Menarik kesimpulan

  I = 88,6 I = 81,5

  berdasarkan hasil

  II = 82 :2

  II = 95, 8:2

  pengamatan penelitian

  85,3% 92,15%

  Presentase peningkatan Kemampuan Proses Ilmiah Siklus 1 = 418.1 X 100% 500

  = 83,62% Presentase peningkatan Kemampuan Proses Ilmiah Siklus II = 464,5X 100%

  500 = 83,62%

  

DOKUMENTASI

Foto 1. Pengamatan pengungkit sederhana foto 2. Pengamatan pengungkit jenis 3

  Foto 3. Siswa mengisi lembar pengamatan Foto 4. Siswa mengerjakan LKS kelompok Foto5. Hasil produk gambar pengungkit sederhana Foto 6. Presentasi hasil LKS

  Foto 7. Percobaan bidang miring pada pisau Foto 8. Mengukur panjang karet setelah menggunakan roda Foto 9. Siswa bertanya Foto 10. Siswa memeragakan alat peraaga katrol Foto 11. Siswa mengamati katrol Foto 12. Siswa membuat produk katrol Foto 13 Siswa presentasi hasil produk katrol Foto 14. Guru memperlihatkan alat peraga roda berporos Foto 15. Guru membimbing siswa dalam kelompok Foto 16. Siswa membuat produk mainan roda berporos Foto 17 Kelompok selesai membuat produk foto18. Siswa mengerjakan soal evaluasi

foto. 19 Perjalanan menuju objek pengamatan Foto.20 siswa membuat produk gambar tempel bersama observer Foto.21.Hasil produk kelompok 2 Foto.22 menyanyi untuk membangkitkan semangat kembali

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pembelajaran kimia dengan inkuiri terbimbing melalui metode eksperimen dan demonstrasi ditinjau dari kemampuan awal dan sikap ilmiah siswa
0
13
156
Peningkatan prestasi belajar IPA melalui penerapan metode inkuiri terbimbing pada siswa kelas IV A SD Negeri Gedongtengen Yogyakarta.
1
3
134
Peningkatan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis Matematika siswa kelas III pada materi operasi hitung campuran melalui model pembelajaran kontekstual SD Negeri Plaosan 1.
0
1
393
Peningkatan prestasi belajar IPA melalui metode Inkuiri Terbimbing pada siswa kelas V SD Negeri Sarikarya tahun pelajaran 2014/2015.
0
1
508
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1 menggunakan metode inkuiri terbimbing.
0
0
331
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Negeri Plaosan 1 melalui metode inkuiri terbimbing.
0
1
187
Peningkatan minat dan prestasi belajar siswa menggunakan metode demonstrasi materi pesawat sederhana siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru tahun pelajaran 2011/2012.
0
0
262
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1 menggunakan metode inkuiri terbimbing
0
1
329
Peningkatan hasil belajar IPS tentang koperasi melalui metode inquiry siswa kelas IV SD Negeri Bantarkawung 01 Brebes.
0
0
1
Efektivitas pembelajaran IPA pada materi pokok proses pembentukan tanah karena pelapukan pada siswa kelas V SD Kanisius Kintelan I melalui metode inkuiri terbimibing dalam hal pencapaian hasil belajar - USD Repository
0
0
137
Peningkatan prestasi belajar dengan menggunakan metode discovery-inquiry terbimbing pada mata pelajaran IPA siswa kelas V SD Negeri Cancangan Sleman semester 2 tahun pelajaran 2010/2011 - USD Repository
0
0
191
Peningkatan prestasi belajar siswa dengan pendekatan kontekstual melalui metode inkuiri pada mata pelajaran IPA kelas V SD Budya Wacana semester genap tahun ajaran 2010/2011 - USD Repository
0
0
176
Pengaruh penggunaan metode discovery terbimbing terhadap hasil belajar IPA tentang identifikasi jenis-jenis tanah pada siswa kelas V SD Negeri 1 Temuwuh semester II tahun pelajaran 2010/2011 - USD Repository
0
0
140
Meningkatkan kreativitas dan prestasi belajar IPA tentang `energi bunyi` menggunakan metode penemuan terbimbing siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1 Mlati Sleman tahun ajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
193
Peningkatan kemampuan melakukan proses limiah dan prestasi belajar siswa tentang sifat-sifat cahaya melalui metode inkuiri terbimbing siswa kelas V SD Negeri Suryowijayan tahun ajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
231
Show more