Korelasi antara motivasi belajar dan disiplin belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII SMP BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 - USD Repository

Gratis

0
1
166
10 months ago
Preview
Full text

  

KORELASI ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN DISIPLIN BELAJAR

TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII

SMP BOPKRI 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2012/2013

SKRIPSI

  Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika

  

Oleh :

YOHANA YUNITA DWI PAWESTRI

NIM : 081414056

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2013

  

KORELASI ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN DISIPLIN BELAJAR

TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII

SMP BOPKRI 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2012/2013

SKRIPSI

  Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika

  

Oleh :

YOHANA YUNITA DWI PAWESTRI

NIM : 081414056

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2013

  

“Ketika engkau sangat menginginkan sesuatu dan berusaha untuk

mendapatkannya, maka seluruh jagad raya akan bersatu padu

membantumu”

  KUPERSEMBAHKAN KARYA INI UNTUK :

  

ABSTRAK

Yohana Yunita Dwi Pawestri. 2013. Korelasi antara Motivasi Belajar

dan Disiplin Belajar terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VII

SMP Bopkri 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi. Program Studi

Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu

Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas

Sanata Dharma, Yogyakarta.

  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui korelasi antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa 2) mengetahui korelasi antara disiplin belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa, dan 3) mengetahui korelasi antara motivasi belajar dan disiplin belajar secara bersama- sama terhadap prestasi belajar matematika siswa.

  Penelitian menggunakan pendekatan gabungan yaitu pendekatan kuantitatif korelasional yang didukung oleh pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner motivasi belajar, kuesioner disiplin belajar dan tes prestasi belajar matematika. Penelitian menggunakan teknik population sampling dengan subjek adalah kumpulan siswa kelas VIIA SMP Bopkri 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Ada korelasi yang positif dan signifikan antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa dengan nilai koefisien korelasi 0,627 dan tingkat signifikansi 3,413; 2) Ada korelasi yang positif dan signifikan antara disiplin belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa dengan nilai koefisien korelasi 0,507 dan tingkat signifikansi 2,515; 3) Ada korelasi yang positif dan signifikan antara cara motivasi belajar dan disiplin belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar matematika siswa dengan nilai koefisien korelasi 0,633 dan tingkat signifikansi 5,714. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tinggi rendahnya prestasi belajar matematika siswa dapat dijelaskan oleh motivasi belajar dan disiplin belajar secara bersama- sama sebesar 40%, akan tetapi masih ada faktor-faktor lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini atau tidak diteliti yang mempengaruhi prestasi belajar matematika siswa sebesar 60%.

  

Kata kunci : korelasi, motivasi belajar, disiplin belajar, prestasi belajar,

matematika.

  

ABSTRACT

Yohana Yunita Dwi Pawestri. 2013. The Correlation between

Motivation of Learning and Descipline of Learning and Students’ Learning

th

  

Achievement in Mathematics the 7 grade students of SMP Bopkri 2

Yogyakarta in the school year 2012/2013. A Thesis. Mathematics Education

Study Program, Department of Mathematics and Science, Faculty of

Teachers Training and Education, Sanata Dharma University, Yogyakarta.

  This research are purposed to : 1) find out the correlation between moti vation of learning and students’ mathematics learning achievement. 2) find out the correlation between discipline of learning and students’ learning achievement in mathematics, and 3) find out the correlation between both of motivation and discipline of learning, and students’ learning achievement in mathematics.

  This research used mixed method that is the quantitative correlation method supported by the qualitative method. The data collection was conducted by using questionnaire for motivation of learning, questionnaire for discipline of learning and achievement test of mathematics. This research used population

  th

  sampling technique and used the 7 grade students of SMP Bopkri 2 Yogyakarta in the school year 2012/2013 as the research subjects.

  The results of the research were showed as follows 1) a positive and significant correlation existed between the motivation of learning and students’ learning achievement in mathematics with coefficient of correlation 0.627, and signification value 3.413; 2) a positive and significant correlation existed between the discipline of learning and student s’ learning achievement in mathematics with coefficient of correlation 0.507, and signification value 2.515; 3) a positive and significant correlation existed between both of motivation and discipline of learning, and students’ learning achievement in mathematics with coefficient of correlation 0.633 with signification value 5.714. The results of this research also showed that student’s learning achievement in mathematics can be explained both by motivation and discipline of learning with 40% influence. However, there are another factors that excluded or unverified in this research that may give the 60% influence.

  

Keywords : correlation, motivation of learning, discipline of learning,

learning achievement, mathematics.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat dan rahmatNya yang besar, sehingga penulis bisa menyelesaikan tugas akhir ini. Semua usaha yang penulis lakukan ini tidak akan berhasil tanpa doa, bimbingan, bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini dengan rendah hati penulis mengucapkan terimakasih kepada: 1.

  Bapak Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  2. Bapak Drs. Aufridus Atmadi, M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sanata Dharma.

  3. Bapak Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  4. Bapak Drs. A. Sardjana, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan, dukungan dan mengarahkan penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.

  5. Seluruh staf dosen JPMIPA Universitas Sanata Dharma, terimakasih atas kebaikan, bimbingan dan ilmu yang telah diberikan.

  6. Ibu Dra.Yetti Yuliati Soebari, selaku Kepala Sekolah SMP Bopkri 2 Yogyakarta sudah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian di SMP Bopkri 2 Yogyakarta.

  7. Bapak Suwasdi, S.Pd. selaku guru mata pelajaran Matematika Kelas VII SMP Bopkri 2 Yogyakarta, yang sudah memberikan kesempatan dan arahan kepada penulis dalam melakukan penelitian ini hingga selesai dengan baik.

  8. Siswa-siswi Kelas VIIA SMP Bopkri 2 Yogyakarta yang telah bersedia bekerja sama dengan penulis untuk melakukan tes penelitian.

  9. Seluruh staf Sekretariat JPMIPA, staf Perpustakaan dan karyawan Universitas Sanata Dharma yang telah membantu kelancaran proses belajar penulis selama ini.

  10. Kedua almarhum orang tua, Alm. Bapak Markus Suraji dan almh. Ibu Yosephin Suhartilah terima kasih atas doa, kasih sayang dan perjuangan serta segalanya yang telah dikorbankan demi terselesaikannya studi penulis. Terimakasih juga untuk adik saya Maria Ratrianasari, sepupu saya Agatha Redha dan segenap keluarga penulis, atas dukungan, doa, perhatian dan kasih sayang yang telah penulis terima.

  11. Rossa, Esti, Novi, Mita, Lia, Kak Dina, Kak Ika, Bayu, Anot, Holis, Risko, Adit yang telah menjadi sahabat dan motivator bagi penulis baik di kampus, maupun diluar kampus.

  12. Teman-teman Pendidikan Matematika Angkatan 2008 yang menjadi teman seperjuangan.

  13. Semua pihak yang telah membantu dan memberi dukungan baik langsung atau tidak langsung yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

  Dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu segala saran dan kritik sangat

  

DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN ........................................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................ iii PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................ iv HALAMAN MOTTO ........................................................................................ v HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................ vi ABSTRAK ......................................................................................................... vii ABSTRACT ....................................................................................................... viii PERNYATAAN PERSETUJUAN .................................................................... ix KATA PENGANTAR ....................................................................................... x DAFTAR ISI ...................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL .............................................................................................. xvi DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xviii

  BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1 A. Latar Belakang Masalah ......................................................................... 1 B. Identifikasi Masalah .............................................................................. 3 C. Pembatasan Masalah .............................................................................. 3 D. Rumusan Masalah .................................................................................. 4 E. Batasan Istilah ........................................................................................ 4 F. Tujuan Penelitian ................................................................................... 5

  BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................ 7 A. Prestasi Belajar ....................................................................................... 7 B. Motivasi Belajar ..................................................................................... 8 C. Disiplin Belajar ...................................................................................... 12 D. Bilangan Bulat dan Pecahan................................................................... 14 E. Kerangka Berpikir .................................................................................. 37 F. Hipotesis ................................................................................................. 39 BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 38 A. Jenis Penelitian ....................................................................................... 38 B. Tempat dan Waktu Penelitian ............................................................... 38 C. Populasi Penelitian ................................................................................. 39 D. Variabel Penelitian ................................................................................. 39 E. Bentuk Data ............................................................................................ 40 F. Metode Pengumpulan Data ................................................................... 41 G. Instrumen Penelitian .............................................................................. 42 H. Teknik Analisis Data .............................................................................. 49 I. Langkah – langkah Pelaksanaan Penelitian .......................................... 55 BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN PEMBAHASAN ................................ 57 A. Hasil Ujicoba Instrumen Penelitian ...................................................... 57 B. Analisis Deskriptif Presentase ............................................................... 61 C. Uji Persyaratan Analisis Data ................................................................ 65 D. Pengujian Hipotesis ................................................................................ 66 E. Pembahasan Hasil Penelitian ................................................................. 70

  F.

  Keterbatasan Penelitian .......................................................................... 74

  BAB V PENUTUP ............................................................................................. 75 A. Kesimpulan ............................................................................................ 75 B. Saran ....................................................................................................... 76 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 78 LAMPIRAN ....................................................................................................... 80 A. Lampiran A ............................................................................................ 80 B. Lampiran B ............................................................................................ 97 C. Lampiran C ............................................................................................ 112 D. Lampiran D ............................................................................................ 121 E. Lampiran E ............................................................................................ 143

  

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1. Rencana Pelaksanaan Penelitian ........................................................ 38Tabel 3.2. Kisi

  • – kisi Variabel Motivasi Belajar ................................................. 43

Tabel 3.3. Kisi

  • – kisi Variabel Disiplin Belajar .................................................. 43

Tabel 3.4. Kisi

  • – kisi Tes Prestasi Belajar .......................................................... 44

Tabel 3.5. Pedoman Penskoran Tes Prestasi Belajar .......................................... 50Tabel 3.6. Patokan Acuan Penilaian (PAP) Tipe II ............................................ 51Tabel 3.7. Interpretasi Nilai r .............................................................................. 54Tabel 4.1. Kategori Kecenderungan Reliabilitas ................................................ 59Tabel 4.2. Rincian Perhitungan Tingkat Kesukaran dan Keterangan Soal Tes

  Prestasi Belajar .................................................................................. 60

Tabel 4.3. Kategori Kecenderungan Motivasi Belajar dan Disiplin Belajar ....... 61Tabel 4.4. Interval Skor Motivasi Belajar dan Disiplin Belajar .......................... 62Tabel 4.5. Kategori Data Motivasi Belajar ......................................................... 62Tabel 4.6. Kategori Data Disiplin Belajar ........................................................... 62Tabel 4.7. Kategori Kecenderungan Prestasi Belajar......................................... 63Tabel 4.8. Interval Skor Prestasi Belajar ............................................................. 63Tabel 4.9. Kategori Data Prestasi Belajar ........................................................... 64

  Tabel 4.10.Rangkuman Korelasi antar Variabel ................................................. 70

Tabel 4.11. Rangkuman Sumbangan Masing

  • – masing antar Variabel .............. 73

  DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1. Tampilan Ouput Deskripsi Data Motivasi Belajar dari SPSS ........ 64Gambar 4.2. Tampilan Ouput Deskripsi Data Disiplin Belajar dari SPSS ......... 65Gambar 4.3. Tampilan Ouput Deskripsi Data Prestasi Belajar dari SPSS ......... 65Gambar 4.4. Tampilan output tes kolmogorov-smirnov dari SPSS ................... 66Gambar 4.5. Tampilan output tabel Uji Korelasi Motivasi Belajar dengan Prestasi

  Belajar dari SPSS .......................................................................... 67

Gambar 4.6. Tampilan output tabel Uji Korelasi Disiplin Belajar dengan Prestasi

  Belajar dari SPSS ........................................................................... 68

Gambar 4.7. Tampilan output tabel Uji Korelasi Motivasi Belajar dan Disiplin

  Belajar dengan Prestasi Belajar dari SPSS .................................... 69

  

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A : INSTRUMEN PENELITIAN ............................................. 97

  A.1. Kuesioner Motivasi Belajar ......................................................................... 98 A.2. Kuesioner Disiplin Belajar .......................................................................... 102 A.3. Soal Tes Prestasi Belajar Siswa .................................................................. 105 A.4. Kunci Jawaban Tes Prestasi Belajar Siswa ................................................ 106 A.5. Lembar Jawaban Tes Prestasi Belajar Siswa .............................................. 109

  

LAMPIRAN B: DATA DAN OLAH DATA PENELITIAN ......................... 117

  B.1. Hasil Penelitian Motivasi Belajar (Ms. Excel 2007) ................................... 118 B.2. Rangkuman Data Hasil Kuesioner Motivasi Belajar (Ms. Excel 2007) ...... 119 B.3. Hasil Penelitian Disiplin Belajar Siswa (Ms. Excel 2007) .......................... 121 B.4. Rangkuman Data Hasil Kuesioner Disiplin Belajar (Ms. Excel 2007) ....... 123 B.5. Hasil Penelitian Tes Prestasi Belajar Siswa(Ms. Excel 2007) ................... 124 B.6. Rangkuman Data Hasil Tes Prestasi Belajar Siswa(Ms. Excel 2007) ....... 125 B.7. Rangkuman Data Uji Korelasi antara Motivasi Belajar dengan Prestasi

  Belajar (Ms. Excel 2007) ............................................................................. 126 B.8. Rangkuman Data Uji Korelasi antara Disiplin Belajar dengan Prestasi

  Belajar(Ms. Excel 2007) .............................................................................. 128 B.9. Rangkuman Data Uji Korelasi antara Motivasi Belajar dengan Disiplin

  Belajar(Ms. Excel 2007) .............................................................................. 130 B.10. Hasil Uji Korelasi ...................................................................................... 143

  

LAMPIRAN C: HASIL OBSERVASI DI KELAS VIIA .............................. 172

  C.1. Hasil Observasi Obsever 1 .......................................................................... 173 C.2. Hasil Observasi Obsever 2 .......................................................................... 174

  

LAMPIRAN D: DOKUMENTASI KEGIATAN PENELITIAN ................. 172

  D.1. Foto-foto Kegiatan Penelitian di kelas VIIA ............................................... 173 D.2. Contoh Pekerjaan Siswa: Kuesioner Motivasi Belajar dan Disiplin Belajar .............................................. 174 D.3. Contoh Pekerjaan Siswa: Tes Prestasi Belajar Matematika ........................ 181

  

LAMPIRAN E: BUKTI ADMINISTRATIF .................................................. 199

  E.1. Surat Permohonan Penelitian dari Sekretariat JPMIPA USD ..................... 200

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Siswa adalah salah satu sumber daya manusia yang dapat dikembangkan

  untuk dijadikan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas tinggi, yang nantinya diharapkan dapat menghadapi dan mengatasi perkembangan yang saat ini terjadi. Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), dimana pendidikan tersebut secara mendasar mempunyai peranan meningkatkan kemampuan dasar manusia untuk dapat memanfaatkan, mengembangkan, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. SDM yang berkualitas sangatlah penting dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan.

  Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan di kelas VIIA SMP BOPKRI 2 Yogyakarta, ternyata setiap siswa memiliki latar belakang yang bermacam-macam yang tentunya memiliki sikap dan potensi yang bermacam- macam pula. Semuanya itu berpengaruh terhadap kebiasaan dalam mengikuti pembelajaran dan berperilaku di sekolah. Kebiasaan seperti itu kadang sering tidak mendukung atau bahkan menghambat pembelajaran, misalnya membolos, tidak mengerjakan tugas rumah, membuat keributan di kelas, berkelahi dan lain sebagainya. Kondisi tersebut menuntut guru untuk senantiasa mendisiplinkan siswa agar meningkatkan kualitas pembelajaran.

  Dengan adanya sikap disiplin belajar diharapkan adanya peningkatan prestasi

  2

  belajar. Di samping faktor kedisiplinan belajar, siswa juga harus mempunyai motivasi belajar. Kebanyakan dari siswa kurang berminat untuk belajar, terutama pada mata pelajaran dan guru yang menurut mereka sulit atau menyulitkan, dan kebanyakan itu terjadi pada hal yang berhubungan dengan pelajaran matematika. Untuk itu guru dituntut membangkitkan motivasi belajar siswa. Motivasi merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, karena siswa akan belajar dengan sungguh-sungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi. Dengan adanya motivasi seorang siswa akan terdorong untuk belajar dengan baik sehingga dapat mencapai prestasi belajar yang baik, jika seseorang siswa sudah termotivasi untuk belajar maka untuk membiasakan diri dalam belajar pun mudah. Namun apabila siswa kurang termotivasi atau tidak adanya motivasi belajar maka akan melemahkan kegiatan belajar. Dan selanjutnya hasil belajar akan menjadi rendah. Oleh karena itu motivasi belajar siswa haruslah diperkuat terus menerus.

  Guru sebagai pendidik harus senantiasa membangkitkan motivasi belajar siswa dan menanamkan sikap disiplin belajar siswa karena akan berpengaruh terhadap proses belajar siswa, yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Selain itu variasi guru mengajar pun merupakan salah satu faktor yang akan mempengaruhi prestasi belajar siswa. Pada observasi yang peneliti lakukan di sekolah tersebut, guru menyampaikan materi bilangan bulat dengan menggunakan alat peraga mistar geser. Letak sekolah yang berada di pusat kota juga membuat proses belajar pembelajaran menjadi kurang efektif karena banyak kendaraan yang berlalu lalang, sehingga hal

  3

  tersebut juga dapat mempengaruhi prestasi belajar. Dari latar belakang tersebut maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang hubungan motivasi belajar dan disiplin belajar terhadap prestasi belajar, sehingga peneliti mangadakan penelitian yang berjudul

  “Korelasi Antara Motivasi Belajar dan Disiplin Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika di Kelas VII SMP BOPKRI 2 Yogyakarta ”.

  B. Identifikasi Masalah

  Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka masalah-masalah yang muncul dalam peningkatan prestasi belajar pada mata pelajaran matematika adalah motivasi belajar, lingkungan belajar, variasi gaya mengajar guru, kedisiplinan belajar siswa.

  C. Pembatasan Masalah

  Untuk menghindari kesalahpahaman maksud dan tujuan serta agar lebih efektif dalam mengadakan penelitian, maka perlu adanya pembatasan masalah. Selaras dengan judul penelitian ini peneliti membatasi masalah sebagai berikut :

  1. Penelitian ini difokuskan pada faktor internal yaitu kedisiplinan diri siswa dalam belajar.

  2. Motivasi dari dalam diri siswa untuk belajar matematika.

  3. Prestasi belajar dari siswa tersebut yang adalah hasil atau nilai yang dicapai siswa dari tes prestasi yang diberikan terutama pada mata pelajaran matematika kelas VII.

  4 D.

   Rumusan Masalah

  Berdasarkan pada latar belakang, identifikasi masalah dan pembatasan masalah di atas rumusan masalah penelitian diungkapkan sebagai berikut:

  1. Adakah korelasi antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika ?

  2. Adakah korelasi antara disiplin belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika ?

  3. Adakah korelasi antara motivasi bealajar dan disiplin belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika ? E.

   Batasan Istilah

  Penentuan dan pembatasan istilah ini ditentukan berdasarkan aspek-aspek yang relevan, spesifik serta terkait dengan masalah dan tujuan kajian sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Variabel-variabel tersebut antara lain sebagai berikut:

  1. Motivasi belajar Motivasi belajar adalah penggerak atau sesuatu yang mendorong individu untuk mengarah ke aktivitas belajar siswa dalam usaha pencapaian tujuan belajar.

  2. Disiplin belajar Disiplin belajar yang dimaksudkan ialah kedisiplinan siswa yang masih berada dalam konteks proses belajar di sekolah.

  3. Prestasi belajar

  5 Prestasi belajar siswa yang dimaksud adalah hasil belajar yang dicapai

  oleh peserta didik berupa pengetahuan dan keterampilan melalui serangkaian tes yang biasanya dinyatakan dengan skor atau nilai.

4. Korelasi

  Korelasi merupakan kekuatan hubungan antara satu variabel dengan variabel lain. Dua variabel dapat memiliki korelasi yang rendah, tinggi, atau tak berkorelasi sama sekali (Bambang Suharjo, 2008:33). Dalam hal ini variabel-variabel yang dimaksud adalah variabel motivasi belajar, disiplin belajar dan prestasi belajar matematika siswa yang akan dihitung dengan rumus korelasi product moment.

  Dari batasan istilah disimpulkan yang dimaksud judul ialah korelasi antara motivasi belajar dan disiplin belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika.

F. Tujuan Penelitian

  Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa.

  2. Untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara disiplin belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa.

  3. Untuk mengetahui ada tidaknya korelasi motivasi belajar dan disiplin belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar matematika siswa.

  6 G.

   Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1.

  Manfaat secara teoritis a.

  Dapat memberikan input dan pertimbangan bagi sekolah dalam menentukan kebijakan atau tata tertib dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa.

  b.

  Sebagai bahan masukan dan pendukung untuk penelitian yang sejenis dalam usaha pengembangan penelitian lebih lanjut.

2. Manfaat secara praktis a.

  Bagi peneliti Untuk melatih dan mengembangkan kemampuan dalam bidang penelitian, serta dapat menambah wawasan dan pengetahuan peneliti tentang pengaruh disiplin dan motivasi belajar siswa.

  b.

  Bagi sekolah Sebagai masukan bagi para guru tentang pembinaan disiplin belajar siswa dan membangkitkan motivasi belajar siswa dalam rangka mencari strategi belajar-mengajar yang baik untuk mencapai peningkatan prestasi belajar siswa dan sebagai sumbang saran untuk meningkatkan disiplin sekolah secara optimal baik bagi siswa, guru dan seluruh komponen sekolah.

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Prestasi Belajar 1. Belajar Belajar adalah aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi

  aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan pemahaman, keterampilan dan nilai sikap (Winkel, 1987:36) Dalam bukunya Sardiman (1986:20-21) memberikan beberapa pengertian belajar sebagai berikut : a)

  Belajar merupakan perubahan tingkah laku, perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan perubahan ilmu pengetahuan tapi juga berbentuk kecakapan, keterampilan, sikap pengertian, harga diri, minat, watak dan penyesuaian diri.

  b) Belajar dalam arti luas dapat diartikan sebagai kegiatan psiko-fisik menuju ke perkembangan pribadi seutuhnya.

  c) Belajar dalam arti sempit dimaksudkan sebagai usaha penguasaan materi ilmu pengetahuan yang merupakan sebagian kegiatan menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya.

  d) Belajar itu sebagai rangkaian kegiatan jiwa raga, psiko-fisik menuju ke perkembangan pribadi manusia seutuhnya, yang berarti menyangkut unsur cipta, rasa dan karsa, ranah kognitif, afektif dan psikomotorik.

  8

  Dari berbagai pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku menuju perkembangan manusia seutuhnya melalui serangkain kegiatan yang dibimbing oleh seorang yang lebih tahu. Perubahan tingkah laku tersebut untuk memperoleh tujuan pendidikan.

2. Prestasi Belajar

  Kata “prestasi” berasal dari bahasa Belanda yaitu prestatie. Kemudian dalam bahasa Indonesia menjadi “prestasi” yang berarti “hasil usaha”. Prestasi belajar adalah hasil dari pengukuran serta penilaian usaha belajar. Prestasi belajar ini dinyatakan dalam bentuk angka, huruf, maupun simbol dan pada tiap-tiap periode tertentu, misalnya tiap semester. Sedangkan menurut Hamalik (1994:45) prestasi belajar adalah hasil belajar yang berupa adanya perubahan sikap dan tingkah laku setelah menerima pelajaran atau setelah mempelajari sesuatu.

  Berdasarkan pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa prestasi belajar adalah kemampuan hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik berupa pengetahuan dan keterampilan melalui serangkaian tes yang biasanya dinyatakan dengan skor atau nilai.

B. Motivasi Belajar 1. Pengertian Motivasi Belajar

  Kata “motif” diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Berawal dari kata “motif” itu, maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif (Sardiman, 1986:73).

  9

  Motivasi melibatkan proses yang memberikan energi, mengarahkan dan mempertahankan perilaku.

  Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehngga tujuan yang dikehendaki oleh subyek belajar itu dapat tercapai (Sardiman, 1986:75)

  Motivasi belajar ialah keseluruhan daya penggerak psikis di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar itu demi mencapai suatu tujuan (Winkel, 1987:92) 2.

   Fungsi Motivasi Belajar

  Ada tiga fungsi motivasi (Sardiman, 1986:85) : a. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.

  b.

  Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai.

  Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.

  c.

  Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat lagi bagi tujuan tersebut.

  10

3. Unsur-unsur Motivasi Belajar

  Menurut Dimyati dan Mudjiono dalam bukunya yang berjudul “Belajar dan Pembelajaran” menyatakan bahwa yang mempengaruhi motivasi belajar siswa diantaranya : a.

  Cita-cita atau aspirasi siswa Suatu keinginan atau cita-cita akan terpenuhi apabila diiringi dengan usaha. Cita-cita dapat berlangsung dalam waktu sangat lama. Cita-cita akan memperkuat semangat belajar dan mengarahkan pelaku belajar. Cita- cita akan memperkuat motivasi belajar intrinsik maupun ekstrinsik sebab tercapainya suatu cita-cita akan mewujudkan aktualisasi diri.

  b.

  Kemampuan siswa Keinginan seorang siswa untuk belajar pasti diiringi dengan kemampuan atau kecakapan yang dimilikinya agar dapat tercapai tujuan yang diinginkan. Dengan kemampuan siswa akan memperkuat motivasinya untuk tujuan perkembangan selanjutnya.

  c.

  Kondisi siswa Kondisi siswa adalah suatu keadaan yang melingkupi diri siswa, dimana kondisi siswa ini terdiri dari dua macam yaitu kondisi jasmani dan rohani.

  Kedua kondisi tersebut merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa. Jika seorang siswa yang fisiknya sehat dan kenyang serta psikisnya gembira maka ia akan mudah untuk kosentrasi.

  11

  d.

  Kondisi lingkungan siswa Lingkungan merupakan segala sesuatu yang ad di sekitar kita. Salah satu bentuk lingkungan yang ada di sekitar siswa diantaranya tempat tinggal, pergaulan sebaya dan kehidupan di masyarakat. Apabila ligkungan yang ada di sekitarnya aman, tentram, tertib dan indah, maka semangat dan motivasi belajarnya mudah diperkuat.

  e.

  Unsur-unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran Siswa memiliki perasaan, perhatian, kemauan, ingatan dan pikiran yang mengalami perubahan berkat pengalaman hidup. Lingkungan budaya siswa seperti surat kabar, majalah, radio, televisi dan film membangkitkan motivasi belajar siswa.

  f.

  Upaya guru dalam membelajarkan siswa Guru sebagai tenaga pendidik mempunyai tugas untuk membelajarkan siswa. Guru yang tinggi semangatnya dalam membelajarkan siswa, menjadikan siswa semangat juga untuk belajar. Bahan pelajaran yang terbaru, terbaik dan disampaikan secara menarik bisa menjadikan tingginya motivasi siswa.

  Dari pengertian motivasi belajar, fungsi motivasi belajar dan unsur-unsur motivasi belajar, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah penggerak atau sesuatu yang mendorong individu untuk mengarah ke aktivitas belajar siswa dalam usaha pencapaian tujuan belajar.

  12

C. Disiplin Belajar 1. Pengertian Disiplin Belajar

  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001:208), disiplin merupakan keterikatan seseorang baik secara langsung maupun tidak langsung untuk mentaati norma-norma tertentu yang ada di lingkungan masyarakat. Dengan disiplin untuk melaksanakan pedoman-pedoman yang baik di dalam usaha belajar, barulah seseorang siswa mungkin mempunyai cara belajar yang baik. Disiplin merupakan titik pusat dalam pendidikan. Tanpa disiplin tidak akan ada kesepakatan antara guru dan siswa, dan hasil pelajaran pun berkurang (Rudolf Dreikurs dan Pearl Cassel). Sebagai contoh adalah siswa mematuhi gurunya untuk mengerjakan pekerjaan rumah, mematuhi peraturan yang ada di sekolah dan lainnya. Sifat bermalas-malasan, keinginan mencari gampangnya saja, keseganan untuk bersusah-payah memusatkan pikiran, kebiasaan untuk melamun dan gangguan- gangguan lainnya selalu menghinggapi siswa. Gangguan itu hanya bisa diatasi jika seseorang siswa mempunyai disiplin.

2. Fungsi Disiplin

  Disiplin dalam belajar sangat diperlukan. Disiplin akan menciptakan kemauan untuk belajar secara teratur. Disiplin selain akan membuat seseorang siswa memiliki kecakapan mengenai cara belajar yang baik, juga merupakan suatu proses ke arah pembentukkan watak yang baik. Fungsi dari disiplin itu sendiri antara lain sebagai berikut:

  13

  b.

  Mendidik dan melatih siswa dalam hidup bermasyarakat/sosialisasi c. Mendidik dan melatih siswa agar dapat menggunakan waktu sebaik- baiknya untuk belajar maupun kegiatan lainnya.

3. Unsur-unsur Disiplin

  Menurut Edwin (1997:17) ada empat unsur disiplin yaitu: 1.

  Peraturan Peraturan yang dimaksudkan bahwa dalam disiplin ada norma-norma, aturan yang harus ditaati seseorang.

  2. Hukuman Hukuman dimaksudkan jika seseorang melanggar suatu aturan, maka ia akan mendapatkan hukuman. Hukuman dapat berupa fisik, non fisik, membayar denda dan sebagainya.

  3. Penghargaan Penghargaan dimaksudkan jika seseorang melaksanakan tindakan yang benar, maka kepadanya diberikan penghargaan yang tidak harus berupa benda, tetapi dapat berupa ucapan terima kasih, senyuman, pujian dan sebagainya.

  4. Konsistensi Konsisten merupakan suatu kecenderungan menuju kesamaan. Dengan adanya konsisten anak terlatih dan terbiasa dengan segala yang tetap sehingga mereka akan termotivasi untuk melakukan hal yang benar dan menghindari hal yang salah.

  14

  Sedangkan menurut The Liang Gie (1982:82) bahwa dalam usaha apapun juga keteraturan dan disiplin akan tetap merupakan kunci untuk memperoleh hasil yang baik. Unsur keteraturan dan disiplin tidak akan terasa lagi sebagai beban yang berat jika telah menjadi kebiasaan. Dengan memiliki kebiasaan baik, setiap usaha belajar selalu memberikan hasil yang sangat memuaskan.

D. Bilangan Bulat dan Pecahan

  Materi bilangan bulat dan pecahan diambil dari buku karangan Sukino dan Wilson S tahun 2006 yang berjudul Matematika Untuk SMP Kelas VII. Dengan berdasarkan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator yang telah ditentukan seperti pada dibawah ini:

  Standar Kompetensi

  Kompetensi Dasar

  Indikator 1. Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaanya dalam pemecahan masalah

  1.1.Melakukan operasi hitung bilangan bulat 1.1.1.

  Memberikan contoh bilangan bulat

  1.1.2. Menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan

  1.1.3. Melakukan operasi penjumlahan bilangan bulat 1.1.4. Melakukan operasi pengurangan bilangan bulat 1.1.5. Melakukan operasi perkalian bilangan bulat

  1.1.6. Melakukan operasi pembagian bilangan bulat 1.1.7. Melakukan operasi campur bilangan bulat

  1.1.8. Menghitung pangkat kuadrat bilangan bulat

  1.1.9. Menghitung pangkat tiga bilangan bulat

  1.1.10. Memberikan contoh berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan biasa

  15

  pecahan campuran 1.1.12. Memberikan contoh berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan desimal 1.1.13. Memberikan contoh berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan persen 1.1.14. Mengubah bentuk pecahan ke bentuk pecahan desimal

  1.1.15. bilangan Mengurutkan bentuk pecahan

  1.1.16. operasi Menyelesaikan hitung penjumlahan bilangan pecahan

  1.1.17. operasi Menyelesaikan hitung pengurangan bilangan pecahan

  1.1.18. operasi Menyelesaikan hitung perkalian bilangan pecahan

  1.1.19. operasi Menyelesaikan hitung pembagian bilangan pecahan

  1.1.20. operasi Menyelesaikan hitung campuran bilangan pecahan

  1.1.21. sifat-sifat Menggunakan operasi pembagian pada operasi campuran bilangan bulat

  1.1.22. sifat-sifat Menggunakan operasi pangkat dan akar pada operasi campuran bilangan bulat

  1.2.Menggunak 1.2.1. sifat-sifat Menemukan an sifat- operasi tambah, kurang, kali sifat operasi dan bagi pada bilangan bulat hitung

  1.2.2. sifat-sifat Menggunakan bilangan operasi penjumlahan pada bulat dan operasi campuran bilangan pecahan bulat dalam 1.2.3. sifat-sifat

  Menggunakan pemecahan operasi pengurangan pada masalah operasi campuran bilangan bulat

  16

  operasi perkalian pada operasi campuran bilangan bulat

  1.2.5. sifat-sifat Menggunakan operasi bilangan bulat untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari

  1.2.6. sifat-sifat Menggunakan operasi hitung penjumlahan dengan melibatkan pecahan serta mengkaitkannya dalam kejadian sehari-hari

  1.2.7. sifat-sifat Menggunakan operasi hitung pengurangan dengan melibatkan pecahan serta mengkaitkannya dalam kejadian sehari-hari

  1.2.8. sifat-sifat Menggunakan operasi hitung perkalian dengan melibatkan pecahan serta mengkaitkannya dalam kejadian sehari-hari

  1.2.9. sifat-sifat Menggunakan operasi hitung pembagian dengan melibatkan pecahan serta mengkaitkannya dalam kejadian sehari-hari 1.

   Bilangan Bulat a. Pengertian Bilangan Bulat

  Bilangan bulat terdiri dari bilangan bulat negatif, nol dan bilangan bulat positif.

  Kumpulan semua bilangan bulat disebut himpunan bilangan bulat dan dinotasikan dengan B = .

  Bilangan bulat positif Bilangan bulat negatif

  • 4
  • 3 -2 -1

  1

  2

  3

  4

  17

  Pada garis bilangan diatas, bilangan 1, 2, 3, 4, 5, ... disebut bilangan bulat positif, sedangkan bilangan -1, -2, -3, -4, -5, ... disebut bilangan bulat negatif. Bilangan bulat positif terletak di sebelah kanan nol, sedangkan bilangan bulat negatif terdapat di sebelah kiri nol.

  Pada garis bilangan tersebut, makin ke kanan letak bilanga makin besar nilainya. Sebaliknya, makin ke kiri letak bilangan, makin kecil nilainya. Sehingga dapat dikatakan bahwa untuk setiap p, q bilangan bulat berlaku, jika p terletak di sebelah kanan q maka p > q dan jika p terletak di sebelah kiri q maka p < q.

b. Operasi Hitung pada Bilangan Bulat

  1.) Penjumlahan pada Bilangan Bulat

  Sifat-sifat Penjumlahan Bilangan Bulat a.

  Sifat tertutup Untuk setiap bilangan bulat a dan b, berlaku: a + b = c dengan c juga bilangan bulat b.

  Sifat komutatif Untuk setiap bilangan bulat a dan b, selalu berlaku: a + b = b + a c.

  Mempunyai unsur identitas Untuk sebarang bilangan bulat a, selalu berlaku: a + 0 = 0 + a = a d.

  Sifat asosiatif Untuk setiap bilangan bulat a, b dan c, berlaku:

  18

  (a + b) + c = a + (b + c) e.

  Mempunyai invers Lawan dari a adalah

  • –a, sedangkan lawan dari –a adalah a 2.)

  Pengurangan pada Bilangan Bulat Pada pengurangan bilangan bulat, mengurangi dengan suatu bilangan sama artinya dengan menambah dengan lawan pengurangannya. Dapat juga di tulis a

  • – b = a + (-b). Hasil dari pengurangan dua bilangan bulat, juga menghasilkan bilangan bulat. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa operasi pengurangan bilangan bulat berlaku sifat tertutup.

  3.) Perkalian pada Bilangan Bulat

  Jika p dan q adalah bilangan bulat maka, Sifat-sifat perkalian pada bilangan bulat : a.

  Sifat tertutup Untuk setiap bilangan bulat p dan q, selalu berlaku dengan r juga bilangan bulat.

  19

  b.

  Sifat komutatif Untuk setiap bilangan bulat p dan q, selalu berlaku .

  c.

  Sifat asosiatif Untuk setiap bilangan bulat p, q, dan r selalu berlaku d.

  Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan Untuk setiap bilangan bulat p, q, dan r selalu berlaku e.

  Sifat distributif perkalian terhadap pengurangan Untuk setiap bilangan bulat p, q, dan r selalu berlaku f.

  Memiliki elemen identitas Untuk setiap bilangan bulat p, selalu berlaku Elemen identitas pada perkalian adalah 1.

  4.) Pembagian pada Bilangan Bulat a.

  Pembagian sebagai operasi kebalikan dari perkalian Jika p, q dan r bilangan bulat, dengan q faktor p dan q

  ≠ 0 maka berlaku

  p : q = r ↔ p = q x r.

  b.

  Menghitung hasil pembagian bilangan bulat Untuk setiap p, q r bilangan bulat, q

  ≠ 0 dan memenuhi p : q =

  r berlaku:

  20

  Perhatikan bahwa 8 : 2 = 4. Apakah ada bilangan bulat yang memenuhi 2 : 8 ? karena tidak ada bilangan bulat yang memenuhi 2 : 8, maka pada pembagian tidak berlaku sifat komutatif .

  a.

  Hasil pembulatan atau taksiran diperoleh dengan cara berikut: 1.) Untuk pembulatan ke angka puluhan terdekat.

  

Menaksir Hasil Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat

  c.

  Dari contoh diatas, dapat diketahui bahwa pada pembagian bilangan bulat tidak berlaku sifat asosiatif.

  (iii) Perhatikan bahwa (12 : 6) : 2 = 1 tetapi 12 : (6 : 2) = 4.

  Perhatikan apakah nilai 4 : 3 merupakan bilangan bulat ? Karena tidak ada bilang bulat yang memenuhi , maka hal ini sudah cukup menyatakan bahwa pembagian pada bilangan bulat tidak bersifat tertutup. (ii)

  (i) Jika p, q bertanda sama, r adalah bilangan bulat positif;

  Sifat pembagian pada bilangan bulat (i)

  d.

  Hal ini tidak berlaku jika a = 0, karena 0 : 0 = tidak terdefinisi.

  Pembagian dengan bilangan nol Untuk setiap bilangan bulat a, berlaku 0 : a = 0; a ≠ 0.

  c.

  (ii) Jika p, q berlainan tanda, r adalah bilangan bulat negatif.

  Jika angka satuannya kurang dari 5, angka tersebut tidak dihitung atau dihilangkan.

  21

  b.

  Jika angka satuannya lebih dari atau sama dengan 5, angka tersebut dibulatkan ke atas menjadi puluhan.

  Aturan pembulatan tersebut juga berlaku untuk pembulatan angka ratusan teredekat, ribuan terdekat, pulu ribuan terdekat, dan seterusnya.

d. Kelipatan dan Faktor

  1.) Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK)

  Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari p dan q, dengan p, q anggota himpunan bilangan asli adalah bilangan terkecil anggota himpunan bilangan asli yang habis dibagi oleh p dan q. Faktor bilangan yang sama dan nilainya paling besar di kali dengan sisa faktor lainnya. 2.)

  Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari dua bilangan adalah bilangan asli terbesar yang merupakan faktor persekutuan kedua bilangan tersebut. Bilangan yang dapat dibagi bersama yang paling kecil.

  3.) Menentukan KPK dan FPB dari Dua Bilangan atau Lebih dengan

  Memfaktorkan Contoh : Tentukan KPK dan FPB dari 36 dan 40 dengan cara memfaktorkan.

  Penyelesaian: 36 =

  22

  40 = KPK dari 36 dan 40 diperoleh dengan mengalikan semua faktor.

  Jika ada faktor dengan pokok yang sama, seperti dan , pilih pangkat yang tertinggi. Jadi, KPK dari 36 dan 40 = 5 = 360. FPB dari 36 dan 40 diperoleh dengan mengalikan faktor dengan bilangan pokok yang sama, dengan pangkat terendah. Jadi, FPB dari 36 dan 40 = = 4 e.

   Perpangkatan Bilangan Bulat

  1.) Untuk sebarang bilangan bulat p dan bilangan bulat positif n, berlaku

   sebanyak n faktor dengan p disebut bilangan pokok dan n disebut pangkat (eksponen).

  Untuk p ≠ 0 maka = 1 dan = p. 2.)

  Kuadrat dan akar kuadrat Secara umum dapat ditulis sebagai berikut: f.

   Operasi Hitung Campuran pada Bilangan Bulat

  Apabila dalam suatu operasi hitung campuran bilangan bulat tidak terdapat tanda kurung, pengerjaannya berdasarkan sifat-sifat operasi hitung sebagai berikut:

  23

  1.) Operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (-) sama kuat, artinya operasi yang terletak di sebelah kiri dikerjakan terlebih dahulu.

  2.) Operasi perkalian (x) dan pembagian (:) sama kuat, artinya operasi yang terletak di sebelah kiri dikerjakan terlebih dahulu.

  3.) Operasi perkalian (x) dan pembagian (:) lebih kuat dari pada operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (-), artinya operasi perkalian (x) dan pembagian (:) dikerjakan terlebih dahulu dari pada operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (-).

2. Pecahan a. Pecahan dan Lambangnya

  Pecahan adalah satu bagian utuh yang dibagi menjadi beberapa bagian yang sama besar. Setiap bentuk bilangan yang ditulis sebagai pembagian disebut pecahan. Pecahan , a disebut pembilang dan b disebut penyebut, b ≠ 0.

  Contoh : Berapa bagiankah 1 menit dari satu jam ? Jawab :

  1 jam = 60 menit, maka 1 menit = jam. Jadi, 1 menit adalah bagian dari satu jam.

b. Pecahan Senilai

  Pecahan yang senilai dengan pecahan dengan b ≠ 0 dapat dicari dengan aturan berikut ini:

  24

  , dengan m sembarang bilangan asli Contoh : Carilah tiga pecahan yang senilai dengan pecahan-pecahan berikut ini.

  Jawab : Untuk menjawab soal tersebut, pembilang dan penyebut dari masing-masing pecahan dikalikan secara berurutan dengan 2, 3, dan 4.

  = = = = = =

  Jadi, pecahan yang senilai dengan adalah , , dan , ditulis sebagai: = = = .

c. Menyederhanakan Pecahan

  Menyederhanakan pecahan dapat dilakukan dengan membagi pembilang dan penyebut pecahan itu dengan faktor persekutuan terbesar (FPB)nya.

  Contoh : Sederhanakan masing-masing pecahan berikut ini ! Jawab :

  25

  FPB dari 36 dan 72 adalah 36, sehingga = = .

d. Membandingkan Pecahan

  Pada pecahan senama dan dengan c ≠ 0 dan c > 0 selalu berlaku: (i) < , apabila a < b. (ii) > , apabila a > b.

  Contoh: Bandingkanlah: dan Jawab:

  < , karena 3 < 4 e.

   Pecahan di Antara Dua Pecahan

  Menentukan pecahan diantara dua pecahan dapat dilakukan dengan mengubah kedua pecahan itu menjadi pecahan senama.

  Contoh: Sisipkan tepat dua pecahan diantara dua pecahan berikut ini ! dan Jawab:

  26

  Pecahan senama dari dan adalah dan atau dan . Perubahan penyebut:

  = = = =

  Ternyata di antara pembilang 24 dan 27 dapat disisipkan tepat dua angka, yaitu 25 dan 26.

  Jadi, di antara pecahan dan dapat disisipkan tepat dua angka pecahan yaitu dan .

f. Perbandingan Perbandingan a terhadap keseluruhan s adalah a : s = .

  Contoh: Seorang siswa hanya mampu menyelesaikan 15 soal matematika dengan benar dari 50 soal yang diujikan. Berapakah perlindungan antara soal yang dijawab dengan benar terhadap seluruh soal ? Jawab: Misalkan kemampuan siswa adalah a = 15 dan jumlah soal adalah

  s = 50. Perbandingan kemampuan siswa terhadap jumlah soal ujian adalah = = .

  27

  Jadi, perbandingan kemampuan siswa terhadap soal ujian adalah 3 : 10.

  Perbandingan dua bilangan a dengan b ditulis sebagai a : b atau dengan b ≠ 0.

  Contoh: Di dalam kotak merah terdapat 25 kelereng merah dan 15 kelereng putih. Tentukan perbandingan kelereng merah terhdap putih.

  Jawab: Misalkan, banyak kelereng merah adalah a = 25 dan banyak kelereng putih adalah b = 15.

  Perbanding kelereng merah adalah terhadap putih ditulis a : b atau = = .

  Jadi, perbandingan kelereng merah terhadap putih adalah 5 : 3.

g. Menuliskan Bilangan Bulat sebagai Bilangan Pecahan Campuran

  1.) Mengubah bilangan bulat menjadi pecahan, yaitu dengan cara sebagai berikut:

  Tulis bilangan bulat dengan penyebut 1 Kalikan pembilang dan penyebut dengan angka yang sama (bukan 0) 4 jadi,

  28

  2.) Mengubah bilangan campuran menjadi pecahan, yaitu dengan cara sebagai berikut:

  Misalkan Kalikan penyebut dengan bagian bilangan bulat (bukan pecahan) 2 4 = 8 Kemudian jumlahkan hasilnya dengan pembilang

  2 x 4 + 3

  = h.

   Menuliskan Pecahan sebagai Bilangan Bulat dan sebagai Bilangan Campuran

  1.) Mengubah pecahan menjadi bilangan bulat.

  Untuk mengubah sebuah pecahan menjadi bilangan bulat, bagilah pembilang dengan penyebut.

  Misal:

  Hasil bagi = bilangan bulat

  8 : 4 = 2

  penyebut pembilang

  2.) Mengubah pecahan menjadi bilangan campuran.

  Untuk mengubah sebuah pecahan menjadi bilangan campuran, bagilah pembilang dengan penyebut.

  Misal:

  29

  11 : 4 = 2 (4 2 = 8) maka sisa 3 i.

   Menuliskan Bilangan Campuran dalam Bentuk Paling Sederhana

  1.) Menuliskan pecahan campuran dalam bentuk paling sederhana

  Bentuk sederhana dari Jadi, adalah bentuk pecahan campuran paling sederhana dari .

  2.) Menuliskan pecahan yang nilainya lebih dari 1 dalam bentuk paling sederhana

  Bentuk paling sederhana dari Jadi, . Pecahan tidak dapat disederhanakan lagi j.

   Menuliskan Pecahan dan Bilangan Campuran sebagai Bilangan Desimal

  Untuk mengubah sebuah pecahan menjadi bilangan desimal, bagilah pembilang dengan penyebut. Misalkan: Jadi, merupakan bilangan desimal dengan dua angka di belakang koma.

  Pembilang nga Hasil bagi bilangan bulat Sisa pembilang bilangan campuran penyebut

  30

  Sebaliknya, pecahan desimal dapat diubah bentuknya menjadi pecahan biasa. Sebagai contoh akan diubah 0,225 menjadi pecahan dalam bentuk pecahan biasa. Penyelesaian: tulislah dalam bentuk pecahan biasa sederhanakan dengan cara membagi pembilang dan penyebutnya dengan FPB-nya. FPB dari

  225 dan 1.000 adalah 25. Jadi k.

   Menuliskan Bilangan Desimal Sebagai Pecahan atau Bilangan Campuran

  Sebuah bilangan desimal tidak semuanya dapat ditulis sebagai bilangan pecahan atau bilangan campuran.

  1.) Mengubah bilangan desimal (kurang dari 1) menjadi pecahan sederhana.

  Misalkan: 0,75 = ..... Baca bilangan Tulislah sebagai Tulis dalam bentuk paling desimal 0,75 pecahan biasa sederhana 75 per seratus

  31

  2.) Mengubah bilangan desimal (yang lebih dari 1) menjadi pecahan campuran dalam bentuk paling sederhana.

  Misalkan: 2,6= .... Baca bilangan Tulis sebagai Tulis dalam bentuk desimal 2,6 pecahan campuran paling sederhana

  l. Menuliskan Pecahan sebagai Bentuk Persen dan Permil

  Bentuk persen adalah bentuk pecahan yang penyebutnya 100 dan bentuk permil merupakan bentuk yang penyebutnya 1.000. persen dilambangkan dengan % dan permil dilambangkan dengan ‰. Pecahan dengan b ≠0, dapat diubah menjadi bentuk persen dan permil dengan cara sebagai berikut: bentuk persen bentuk permil m.

   Menuliskan Persen dan Permil sebagai Pecahan

  Persen a% dan permil b‰, bila diubah ke dalam pecahan adalah sebagai berikut: persen ke pecahan permil ke pecahan

  32 n. Operasi pada Pecahan

  1.) Penjumlahan

  Operasi penjumlahan pada pecahan dapat dilakukan asalkan penyebut dari pecahan yang akan dijumlahkan bernilai sama.

  Tetapi jika penyebut tidak bernilai sama maka perlu dicari terlebih dahulu KPK dari penyebut tersebut.

  Misalkan: Tentukan KPK Ubah kedua pecahan Jumlahkan dan tulis penyebut agar senama (bernilai dalam bentuk paling penyebut sama) sederhana

  KPK = 8 Untuk menjumlahkan bilangan pecahan campuran, sebagai berikut: Misalkan: Tuliskan Jumlahkan pecahan tersebut, Jumlahkan pecahan simpan 1 bila pecahan lebih bilangan bulat senamanya dari 1 dan pecahannya dan jumlahkan

  33

  bilangan bulatnya 4 + 3 = 7

  2.) Pengurangan

  Operasi pengurangan pada pecahan dapat dilakukan asalkan penyebut dari pecahan yang akan dikurangkan bernilai sama.

  Tetapi jika penyebut tidak bernilai sama maka perlu dicari terlebih dahulu KPK dari penyebut tersebut Misalkan: Carilah KPK Ubah pecahan itu Kurangkan penyebut pecahan- agar menjadi pembilangnya pecahan itu pecahan senama KPK = 24 Untuk mengurangkan bilangan campuran tanpa peminjaman, sebagai berikut:

  34

  Misalkan: Tulislah dalam bentuk Kurangkan masing-masing bagian pecahan senama pecahan dan bagian bilangan bulat

  68

  • – 4 = 64

  3.) Perkalian

  Untuk mengalikan dua buah pecahan, sebagai berikut: Misalkan: Kalikan masing-masing Tuis hasil perkalian dalam pembilang dan penyebut bentuk sederhana

  Untuk sembarang pecahan dan dengan b ≠ 0 dan d ≠ 0, berlaku =

  Perkalian antar pecahan campuran dapat dilakukan dengan cara mengubah pecahan campuran menjadi bilangan pecahan biasa terlebih dahulu. Misalkan: Ubahlah menjadi Kalikan masing- Sederhanakan pecahan biasa masing pembilang

  35

  dan penyebut 4.)

  Pemangkatan Suatu bilangan pecahan yang dipangkatkan dengan bilangan bulat

  n , hasilnya sama dengan perkalian berulng pecahan tersebut sebanyak n kali.

  5.) Pembagian invers (kebalikan) perkalian dari , karena = 1 dan sebaliknya.

  6.) Menyelesaikan soal bilangan bulat

  a) Aturan pembulatan bilangan desimal:

  Apabila angka berikutnya lebih atau sama dengan 5 maka angka di depannya bertambah 1 dan yang di belakang dihilangkan

  36

  Apabila angka berikutnya kurang dari 5, maka angka di depannya tetap dan yang di belakang dihilangkan.

  b) Menjumlahkan atau mengurangkan pecahan desimal dapat dilakukan dengan cara menyusun ke bawah dengan urutan sebagai berikut: Satuan dengan satuan, puluhan dengan puluhan, ratusan dengan ratusan, persepuluhan dengan persepuluhan dan seterusnya.

  c) Perkalian bilangan bulat desimal dengan kelipatan 10, hasilnya diperoleh dengan menggeser tanda koma ke kanan sebanyak tempat yang bersesuaian dengan banyaknya nol pada kelipatan 10.

  d) Hasil pembagian pecahan desimal oleh 10 dan kelipatannya diperoleh dengan menggeser tanda koma ke kiri sebanyak tempat yang bersesuaian dengan banyaknya nol pada 10 dan kelipatannya.

  o. Perluasan Pecahan

  Setiap bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan disebut

  bilangan rasional . Hal ini berarti, perluasan pecahan merupakan bilangan rasional.

  Berikut ini merupakan bilangan rasional: pecahan

  37

  pecahan campuran bilangan desimal 0,1; 0,2; 0,3;... bilangan desimal 0,1111 ..., 0,2323 ..., 0,345345, ... berulang

  Bilangan yang tidak dapat dinyatakan sebagai pecahan disebut

  bilangan irasional , seperti: , , ... p. Bentuk Baku

  Bentuk baku bilangan besar dinyatakan dengan dengan dan n bilangan asli. Hal ini berarti bilangan berpangkat yang digunakan adalah bilangan pangkat dengan bilangan pokok 10 atau bilangan 10 berpangkat positif.

  Sedangkan bentuk baku bilangan kecil dinyatakan dengan dengan dan n bilangan asli. Hal ini berarti bilangan berpangkat yang digunakan adalah bilangan pangkat dengan bilangan pokok atau bilangan 10 berpangkat negatif.

  E. Kerangka Berpikir

  Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari dalam diri individu (internal) dan faktor yang berasal dari luar individu (eksternal). Motivasi belajar dan disiplin belajar merupakan faktor yang mempengaruhi prestasi belajar

  38

  melakukan sesuatu dalam kaitannya dengan pencapaian tujuan. Dengan demikian antara motivasi dan tujuan berhubungan erat. Seseorang akan melakukan sesuatu jika ia memiliki tujuan atas perbuatannya, begitu juga sebaliknya dengan adanya tujuan yang jelas maka akan ada dorongan untuk mencapainya. Dalam belajar jika siswa mempunyai motivasi yang baik dan kuat, maka akan memperbesar usaha dan kegiatannya untuk mencapai prestasi yang tinggi. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, guru harus mampu membangkitkan motivasi belajar peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yaitu meningkatnya prestasi peserta didik.

  Disamping faktor motivasi belajar, faktor kedisiplinan belajar juga merupakan faktor penting yang harus dimiliki siswa. Disiplin merupakan sesuatu yang berkenaan dengan pengendalian diri seseorang terhadap bentuk-bentuk aturan. Disiplin menjadi prasarat bagi pembentukkan sikap, perilaku dan tata kehidupan berdisiplin, yang akan mengantar seorang siswa sukses dalam belajar dan kelak ketika bekerja. Seorang siswa dapat belajar dengan baik jika berdisiplin dalam belajarnya, seperti memperhatikan penjelasan guru pada saat pelajaran, tertib di dalam kelas, mengatur waktu belajar di rumah, mengulang kembali bahan pelajaran di rumah dan selalu mengerjakan tugas sekolah, sehingga dengan berdisiplin akan meningkatkan prestasi belajar siswa.

  Motivasi belajar dan disiplin belajar merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap prestasi belajar yang dicapai siswa. Dengan adanya motivasi belajar yang baik dan kuat serta dengan didukung sikap disiplin dalam

  39

  belajar maka akan memperlancar usaha siswa dalam meningkatkan prestasi belajarnya.

F. Hipotesis

  Hipotesis adalah kebenaran yang masih berada dibawah (belum tentu benar) dan baru dapat diangkat menjadi suatu kebenaran jika memang telah disertai dengan bukti-bukti (Suharmi Arikunto, 2009:45). Berdasarkan pada penjelasan sebelumnya maka hipotesis yang digunakan untuk penelitian adalah hipotesis alternatif atau yang sering disingkat dengan Ha, yang menyatakan adanya pengaruh antara variabel x dan y. Maka dapat diambil hipotesis sebagai berikut: 1.

  Ada korelasi yang positif dan signifikan antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa.

  2. Ada korelasi yang positif dan signifikan antara disiplin belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa

  3. Ada korelasi yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dan disiplin belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar matematika siswa.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi kasus dengan penelitian

  kuantitatif. Pemilihan jenis penelitian ini dilandasi dengan alasan subyek yang ditetapkan sebagai sasaran penelitian dipilih dengan mengikuti pola kelompok subjek (kelas) sebagaimana yang sudah terstruktur di sekolah yang dijadikan sasaran penelitian. Penelitian ini untuk mengetahui korelasi antara motivasi belajar dan disiplin belajar terhadap prestasi belajar matematika dikalangan siswa kelas VII SMP BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013.

B. Tempat dan Waktu Penelitian 1.

  Tempat Penelitian ini akan dilaksanakan di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta yang beralamat di Jalan Sulatan Agung no 4, Yogyakarta.

2. Waktu

  Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September semester ganjil tahun ajaran 2012/2013.

Tabel 3.1. Rencana Pelaksanaan Penelitian

  No. Keterangan Waktu

  1. Observasi sekolah Agustus 2012 - September 2012

  2. Pengambilan data motivasi belajar,

  29 September 2012 disiplin belajar dan prestasi belajar

  C. Populasi Penelitian

  Populasi adalah keseluruhan dari obyek yang diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIA SMP BOPKRI 2 Yogyakarta Tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 20 siswa.

  Sampel penelitian adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Suharmi Arikunto, 2010:174). Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan ditentukan dengan cara clusester random sampling yaitu suatu teknik pengambilan sampel anggota-anggota populasi yang sudah ada dalam kelompok-kelompok (cluster dalam hal ini berupa kelas-kelas di sekolah), yang dilakukan secara acak. Karena penempatan siswa-siswa tiap kelas sudah dilakukan secara random maka penelitian hanya akan mengambil satu kelas sebagai sampel yaitu kelas VIIA.

  D. Variabel Penelitian

  Sesuai dengan permasalahan yang sudah dirumuskan, maka variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Variabel Bebas (Independent Variabel) adalah variabel yang diselidiki pengaruhnya (Suharsimi Arikunto, 2010:162). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas (X) adalah : a.

  Motivasi belajar ( ), dengan indikator: 1)

  Adanya minat untuk belajar 2)

  Berkosentrasi pada saat pelajaran 3)

  Bersikap aktif pada saat pelajaran 4)

  Adanya hasrat untuk berprestasi b.

  Disiplin belajar ( ), dengan indikator: 1)

  Menaati dan mematuhi tata tertib sekolah 2)

  Ketertiban diri saat belajar di kelas 3)

  Mengatur waktu belajar di rumah 4)

  Mengerjakan tugas sekolah di rumah 2. Variabel Terikat (Dependent Variabel) adalah variabel yang diramalkan akan timbul dalam hubungan fungsional (Suharmi Arikunto, 2010:162).

  Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat (Y) adalah prestasi belajar siswa mata pelajaran matematika yang diperoleh dari nilai tes.

E. Bentuk Data

  Data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan tes dan non tes. Tes berupa pemberian soal dilakukan untuk mendapatkan data dari prestasi belajar matematika, yang berupa nilai matematika siswa. Tes berupa pilihan ganda yang telah disesuaikan dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Data berupa rasio, karena data prestasi belajar matematika berupa nilai yang dapat dilakukan perhitungan aritmatika, menggunakan jarak yang sama dan mempuniyai nilai 0.

  Sedangkan non tes berupa kuesioner untuk memperoleh data mengenai motivasi belajar dan disiplin belajar, yang berupa skor motivasi belajar dan disiplin belajar dengan tipe data interval. Data bentuk interval karena tipe data ini menggunakan jarak data yang sama, yang diperoleh dari hasil kuesioner mengenai motivasi belajar dan displin belajar.

F. Metode Pengumpulan Data

  Pengumpulan data adalah suatu proses pengadaan data untuk keperluan penelitian (Suharmi Arikunto, 2010:193). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1.

  Angket atau Kuesioner Angket atau kuesioner adalah sejumlah pertanyaan yang digunakan untuk memperoleh data dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang perlu diketahui (Hasan, 2004:16). Sedangkan menurut Sugiyono (2007:199) kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Teknik ini dilakukan untuk memperoleh data tentang status disiplin dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa.

  2. Dokumentasi Suharmi Arikunto (2010:198) mengemukakan bahwa dokumentasi dari asal kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti mengambil beberapa dokumentasi seperti foto/gambar siswa saat sedang mengerjakan soal tes prestasi dan mengisi kuesioner dan jawaban soal tes prestasi siswa juga jawaban kuesioner siswa.

  3. Lembar Pengamatan atau Observasi Lembar pengamatan atau observasi memuat aktivitas siswa dan guru di dalam kelas selama kegiatan belajar mengajar terkait dengan motivasi dan disiplin belajar. Pengamatan atau observasi aktivitas siswa terkait motivasi dan disiplin belajar dilakukan secara keseluruhan, tidak perorangan.

  Pengamatan dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan, yang masing-masing peretemuan dilakukan oleh 2 orang pengamat. Pengamatan pertama dilakukan untuk mengamati aktivitas siswa di dalam kelas dan pengamatan kedua dilakukan untuk mengamati aktivitas guru di dalam kelas terkait dengan motivasi dan disiplin belajar.

4. Tes

  Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lainnya yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Suharmi Arikunto, 2010:193). Dalam penelitian ini metode tes yang digunakan yaitu tes prestasi yang diberikan kepada siswa yang telah mempelajari hal-hal sesuai dengan yang akan diteskan. Metode ini digunakan untuk memperoleh data nilai matematika siswa kelas VIIA SMP BOPKRI 2 Yogyakarta Tahun ajaran 2012/2013.

G. Instrumen Penelitian

  Instrumen dalam penelitian ini adalah tes soal-soal matematika untuk mengetahui prestasi belajar matematika siswa dan kuesioner untuk mengetahui bagaimana motivasi belajar dan disiplin belajar siswa.

1. Kuesioner (Angket) a.

  16

  Ketertiban diri saat belajar di kelas c.

  Bertanggungjawab jika melanggar tata tertib di sekolah d.

  Mengatur waktu belajar dirumah e.

  Mengerjakan tugas sekolah di rumah f.

  Mengumpulkan tugas tepat waktu g.

  Pemberian penghargaan atau hadiah 1, 5, 9 3, 6

  8

  Positif Negatif Disiplin belajar a.

  11

  13

  18 2, 4, 14 7, 15

  10

  12

  17

  Menaati dan mematuhi tata tertib sekolah b.

  Kisi-Kisi Variabel Motivasi Belajar

Tabel 3.2. Kisi – kisi Variabel Motivasi Belajar

  1

  Variabel Indikator Pernyataan

  Positif Negatif Motivasi belajar a.

  Adanya minat untuk belajar b. Berkosentrasi pada saat pelajaran c.

  Aktif pada saat pelajaran d. Adanya hasrat/keinginan untuk berprestasi e. Membuat jadwal belajar dirumah f.

  Belajar secara teratur g.

  Membawa buku paket/acuan h. Guru meningkatkan motivasi belajar siswa

  2

Tabel 3.3. Kisi – kisi Variabel Disiplin Belajar

  4 10, 15 5, 11 7, 8

  12

  16

  14

  17

  3 6, 9, 13

  18 b. Kisi-Kisi Variabel Disiplin Belajar

  Variabel Indikator Pernyataan Pengukuran kuesioner dengan menggunakan Skala Likert, yang disajikan dalam lima alternatif jawaban yang diberi tanda (X) pada lembar yang telah disediakan yaitu sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Bobot yang diberikan untuk alternatif jawaban adalah :

1. Pernyataan positif

  Sangat Setuju (SS) diberi skor : 4 Setuju (S) diberi skor : 3 Tidak Setuju (TS) diberi skor : 2 Sangat Tidak Setuju (STS) diberi skor :1 2. Pernyataan negatif

  Sangat Setuju (SS) diberi skor :1 Setuju (S) diberi skor :2 Tidak Setuju (TS) diberi skor :3 Sangat Tidak Setuju (STS) diberi skor :4 2.

   Tes Prestasi Belajar Matematika a.

  Kisi-Kisi Tes Prestasi Belajar

Tabel 3.4. Kisi – kisis Tes Pres Prestasi Belajar

  Standar Kompetensi Indikator No Soal

  Kompetensi Dasar 1.

  1.1.Melakukan 1.1.1. Memahami Memberikan contoh bilangan sifat-sifat operasi bulat operasi hitung hitung 1.1.2.

  Menentukan letak bilangan bilangan dan bilangan bulat pada garis bilangan penggunaanya bulat 1.1.3. operasi

  Melakukan dalam penjumlahan bilangan bulat pemecahan 1.1.4. operasi 1, 2

  Melakukan masalah pengurangan bilangan bulat bilangan bulat 1.1.6. operasi 6, 7

  Melakukan pembagian bilangan bulat 1.1.7. 8,9,10,11

  Melakukan operasi campur bilangan bulat ,12,13 1.1.8. 14, 15

  Menghitung pangkat kuadrat bilangan bulat

  1.1.9. Menghitung pangkat tiga bilangan bulat 1.1.10. 16, 17,

  Memberikan contoh berbagai bentuk dan jenis bilangan 18 pecahan biasa

  1.1.11. Memberikan contoh berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan campuran

  1.1.12. 19, 20 Memberikan contoh berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan desimal 1.1.13.

  Memberikan contoh berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan persen

  1.1.14. 21, 22 Mengubah bentuk pecahan ke bentuk pecahan desimal

  1.1.15. bilangan 23, 24 Mengurutkan bentuk pecahan

  1.1.16. operasi

  25 Menyelesaikan hitung penjumlahan bilangan pecahan

  1.1.17. operasi Menyelesaikan hitung pengurangan bilangan pecahan

  1.1.18. operasi Menyelesaikan hitung perkalian bilangan pecahan

  1.1.19. operasi Menyelesaikan hitung pembagian bilangan pecahan

  1.1.20. operasi 26,27, Menyelesaikan hitung campuran bilangan 28, 29, pecahan

  1.1.21. sifat-sifat Menggunakan operasi pembagian pada operasi campuran bilangan bulat

  1.1.22. sifat-sifat Menggunakan pada operasi campuran bilangan bulat

  1.2.Menggunak 1.2.1. sifat-sifat Menemukan an sifat- operasi tambah, kurang, kali sifat operasi dan bagi pada bilangan bulat hitung

  1.2.2. sifat-sifat Menggunakan bilangan operasi penjumlahan pada bulat dan operasi campuran bilangan pecahan bulat dalam 1.2.3. sifat-sifat

  Menggunakan pemecahan operasi pengurangan pada masalah operasi campuran bilangan bulat

  1.2.4. sifat-sifat

  30 Menggunakan operasi perkalian pada operasi campuran bilangan bulat

  1.2.5. sifat-sifat Menggunakan operasi bilangan bulat untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari

  1.2.6. sifat-sifat Menggunakan operasi hitung penjumlahan dengan melibatkan pecahan serta mengkaitkannya dalam kejadian sehari-hari

  1.2.7. sifat-sifat Menggunakan operasi hitung pengurangan dengan melibatkan pecahan serta mengkaitkannya dalam kejadian sehari-hari

  1.2.8. sifat-sifat Menggunakan operasi hitung perkalian dengan melibatkan pecahan serta mengkaitkannya dalam kejadian sehari-hari

  1.2.9. sifat-sifat Menggunakan operasi hitung pembagian dengan melibatkan pecahan serta mengkaitkannya dalam kejadian sehari-hari b.

  Uji Validitas Instrumen Validitas adalah suatau yang menunjukkan tingkat kevalidan atau keaslian suatu instrumen. Sebuah instrumen penelitian dinyatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan serta dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat (Suharmi Arikunto, 2010:211). Dalam penelitian ini pengkuran validitas diukur dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment dengan taraf signifikansi 5% (Suharsimi, 2010:314) dengan rumus sebagai berikut:

  Keterangan : = koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y

  N = jumlah responden X = skor item nomor Y = skor total

  = jumlah skor item soal = jumlah skor total

  Untuk mengetahui apakah kuesioner yang digunakan valid atau tidak, maka r yang telah diperoleh (r hitung) dikonsultasikan dengan (r instrumen penelitian dikatakan signifikan atau valid, sebaliknya jika < maka instrumen penelitian dikatakan tidak signifikan atau tidak valid (Surharsimi Arikunto, 2010:213). Proses perhitungan validitas pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bantuan profgram Microsoft Excel.

  c.

  Uji Reliabilitas Instrumen Reliabel berasal dari kata reliable yang artinya dapat dipercaya.

  Apabila suatu alat ukur dipakai dua kali atau lebih untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konsisten, maka alat ukur tersebut dapat dikatakan reliabel. Dalam penelitian ini untuk mencari reliabilitas digunakan rumus alpha (Suharsimi, 2010:239).

  Keterangan : = koefisien reliabilitas yang dicari

  = banyaknya butir soal atau butir pertanyaan item = jumlah variansi butir = variansi total

  Variansi tiap

  • – tiap item soal diperoleh dengan rumus: Keterangan:
  • – Setelah diperoleh koefisien reliabilitas kemudian dikonsultasikan
maka instrumen tersebut dinyatakan reliabel, sebaliknya jika < maka instrumen tidak reliabel.

  d.

  Tingkat Kesukaran Soal Untuk instrument Tes Prestasi Belajar Matematika dicari tingkat kesukaran soal untuk mengetahui apakah soal tersebut cocok diberikan pada siswa. Untuk menentukan tingkat kesukaran suatu tes (Suharsimi Arikunto, 1986:189) dapat digunakan rumus:

  Keterangan: P = Indeks Kesukaran B = Banyak siswa yang menjawab soal tersebut dengan benar JS = Jumlah seluruh peserta tes Untuk menginterprestasikan tingkat kesukaran butir tes digunakan kriteria sebagai berikut:

  0,00

  • – 0,30 : soal sukar 0,31
  • – 0,70 : soal sedang 0,71
  • – 1,00 : soal mudah H.

   Teknik Analisis Data

  Dalam penelitian ini, metode analisis data yang digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh motivasi belajar dan disiplin belajar terhadap prestasi belajar siswa adalah sebagai berikut :

1. Metode Analisis Deskriptif Presentase

  Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan setiap variabel, yaitu variabel motivasi belajar, disiplin belajar dan variabel prestasi belajar siswa agar lebih mudah dalam memahaminya.

  Sebelum dianalisis skor yang siswa peroleh dinyatakan dalam presentasi sebagai berikut: Presentasi skor (%) = x 100% Keterangan : n = jumlah skor yang diperoleh siswa

  N = jumlah skor tertinggi yang mungkin dicapai siswa Untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dan disiplin belajar terhadap prestasi belajar siswa maka dilakukan tes prestasi belajar yang dilaksanakan pada akhir pembahasan pokok bahasan Bilangan Bulat. Tes terdiri dari 30 soal pilihan ganda. Untuk penilaian per item soal diuraikan sebagai berikut.

Tabel 3.5. Pedoman Penskoran Tes Prestasi Belajar Siswa

  Kriteria jawaban Skor Jawaban benar

  1 Jawaban salah Total soal

  30 Nilai siswa = Untuk menentukan kategori deskripsi presentase yang diperoleh variabel motivasi belajar dan disiplin belajar, maka digunakan Patokan

  Acuan Penilaian (PAP) tipe II (Marsidjo, 1991:46) sebagai berikut:

Tabel 3.6. PAP II

  

Tingkat Penguasaan Kompetensi Kategori Kecenderungan Variabel

  81% - 100% Sangat Baik 66% - 80% Baik 56% - 65% Cukup Baik 46% - 55% Tidak Baik

  Di bawah 46% Sangat Tidak Baik 2. Uji persyaratan analisis

  Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan analisis korelasi Product Moment dan analisis korelasi ganda. Analisis ini dapat di lakukan apabila memenuhi syarat antara lain : skala data interval atau rasio, berdistribusi normal, maka terlebih dahulu dilakukan uji normalitas sebagai prasyarat untuk dilakukan analisis data.

  Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah variabel-variabel yang diteliti mempunyai sebaran yang normal atau tidak (Sugiyono, 2008:79). Untuk mengetahui apakah masing-masing variabel berdistribusi normal atau tidak dilakukan uji normalitas akan dilakukan menggunakan bantuan software SPSS 16.0 dengan menggunakan metode Kolmogorov-

  Smirnov pada taraf kepercayaan 5%. Rumus Kolmogorov-Smirnov sebagai

  berikut:

  D = maksimum

  Keterangan: D = Deviasi maksimum

  = Distribusi frekuensi kumulatif yang diobservasi 3. Pengujian hipotesis penelitian a.

  Untuk menguji hipotesis pertama dan kedua yaitu adanya korelasi antara motivasi belajar ( ) terhadap prestasi belajar siswa (Y) dan adanya korelasi antara disiplin belajar ( ) terhadap prestasi belajar siswa (Y) digunakan teknik korelasi Product Moment oleh pearson (Suharsimi Arikunto, 2010:213). Perhitungan akan dibantu dengan menggunakan program Microsoft Excel atau program SPSS Dengan rumus:

  Keterangan : = koefisien korelasi antara variabel X dan Y

  N = jumlah sampel X = variabel bebas Y = variabel terikat

  = jumlah hasil kali x dengan y Tingkat signifikansi dari koefisien korelasi ditentukan dengan uji t yaitu dengan membandingkan nilai dengan pada signifikansi 5%. Jika > maka terdapat korelasi yang korelasi yang signifikan. Berikut adalah rumus yang digunakan untuk mencari (Sudjana 2003:62) Keterangan : t = distribusi t n = jumlah responden r = koefisien korelasi antara variabel X dengan Y

  = kuadrat koefisien korelasi antara variabel X dengan variabel Y b. Untuk menguji hipotesis yang ketiga yaitu pengaruh motivasi belajar

  ( dan disiplin belajar ( dengan prestasi belajar (Y) digunakan teknik korelasi ganda. Korelasi ganda digunakan untuk mengetahui bagaimana korelasi antara lebih dari satu variabel bebas dengan variabel terikat. Perhitungan akan dibantu dengan menggunakan Program Microsoft Excel. Mencari koefisien korelasi antar dan dengan Y, menurut pengujian (Sutrisno Hadi, 1987:33) rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: Keterangan : = korelasi ganda antara variabel kreterium (Y) dan dua variabel prediktor dan

  = korelasi antara dan Y = korelasi antara dan Y

  = korelasi antara dan Setelah didapat nilai r, maka diinterprestasikan seperti tampak pada tabel dibawah ini (Suharsimi Arikunto) :

Tabel 3.7. Interpretasi Nilai r Besarnya nilai r Interpratsi

  Antara 0,800 sampai dengan 1 Tinggi Antara 0,600 sampai dengan 0,800 Cukup Antara 0,400 sampai dengan 0,600 Agak Rendah Antara 0,200 sampai dengan 0,400 Rendah

  Antara 0,000 ampai dengan 0,200 Sangat Rendah (Tidak berkorelasi) Untuk menguji signifikan atau tidaknya koefisien korelasi ganda dari ke tiga variabel tersebut digunakan uji F, yaitu dengan mencari nilai dengan tingkat signifikansi 0,05. Berikut adalah rumus yang dipergunakan untuk mencari (Sudjana, 2003:108).

  Keterangan : R = koefisien korelasi ganda n = jumlah responden Jika > maka hipotesis signifikan dan jika < maka hipotesis tidak signifikan.

I. Langkah – langkah Pelaksanaan Penelitian

  Langkah

  • – langkah pelaksanaan penelitian pengaruh motivasi belajar dan isiplin belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas VIIA di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta pada pokok bahasan bilangan bulat dan pecahan adalah sebagai berikut: 1.

  Observasi Kegiatan Belajar Siswa Observasi siswa dilakukan pada kelas VIIA di SMP BOPKRI 2

  Yogyakarta, observasi ini bertujuan untuk membantu menyusun kuesioner motivasi belajar dan disiplin belajar juga pembuatan soal tes prestasi siswa.

  2. Pembuatan Kuesioner Motivasi Belajar dan Disiplin Belajar Siswa.

  Pembuatan Kuesioner berdasarkan pada pengamatan observasi dan mengacu pada indikator yang telah dibuat sebelumnya. Sebelum digunakan kuesioner ini dikonsultasikan dengan Guru mata pelajaran matematika kelas VII dan Dosen Pembimbing.

  3. Pembuatan Soal Tes Prestasi Siswa Pembuatan soal mengacu pada pedoman pembuatan soal yang baik dan sesuai dengan kebutuhan siswa SMP BOPKRI 2 Yogyakarta. Soal ini digunakan sebagai tes prestasi siswa yang berisikan soal tentang materi bilangan bulat. Soal berupa pilihan ganda sebanyak 30 butir soal dengan bobot skor satu dengan yang lainya sama. Sebelum digunakan soal ini dikonsultasikan dengan Guru mata pelajaran matematika kelas VII dan Dosen Pembimbing.

4. Pelaksanaan Pelaksanaan disesuaikan dengan jadwal pelajaran Matematika.

  Setelah siswa menerima materi ajar Bilangan Bulat maka tes prestasi baru dapat dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahan siswa terhadap materi ajar. Siswa diberi waktu 2 x 40 menit untuk menyelesaikan tes prestasi tersebut. Pengerjaan soal-soal tersebut dilakukan secara individu dan tanpa bantuan apapun, seperti bertanya kepada teman/guru dan melihat catatan. Sehingga dengan tes pres prestasi belajar tersebut peneliti dapat melihat prestasi belajar siswa.

  Pelaksanaan kuesioner dilaksanakan sesuai dengan jadwal pelajaran matematika juga. Siswa diberi waktu 1 x 40 menit untuk menyelesaikan kesioner. Pengerjaan pun dilakukan secara individu, karena kuesioner ini untuk mengetahui sejauh mana motivasi belajar dan disiplin belajar setiap masing-masing siswa.

BAB IV HASIL UJI COBA INSTRUMEN, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Uji Coba Instrumen Penelitian Sebelum analisis data dilakukan lebih lanjut, terlebih dahulu perlu

  dilakukan analis terhadap instrumen penelitian dalam kuesioner dan tes prestasi belajar. Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah kuesioner dan tes prestasi yang dipakai sebagai instrumen layak atau tidak untuk digunakan. Berikut hasil uji analisis validitas dan reliabilitas instrumen motivasi belajar, displin belajar dan prestasi belajar matematika siswa.

1. Hasil Uji Analisis Validitas Instrumen Motivasi Belajar dan Disiplin Belajar

  Untuk menguji instrumen motivasi belajar dan disiplin belajar digunakan pendapat dari para ahli (experts judgement). Dalam hal ini pendapat para ahli yang digunakan ialah guru matematika kelas VII yang mengajar di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta dan dosen pembimbing skripsi. Setelah instrumen dikontruksi tentang aspek-aspek yang akan diukur dengan berlandaskan teori motivasi belajar dan disiplin belajar, maka selanjutnya dikonsultasikan dengan para ahli. Dan ada beberapa perbaikan, yaitu perubahan bahasa pada instrumen supaya responden dapat lebih memahami isi instrumen motivasi belajar dan disiplin belajar. Setelah melakukan beberapa perubahan maka instrumen mativasi belajar dan disiplin belajar dinyatakan valid dan dapat digunakan sebagai alat ukur.

  2. Hasil Uji Analisis Reliabilitas Instrumen Motivasi Belajar dan Disiplin Belajar

  Setelah dilakukan uji validitas instrumen motivasi belajar dan disiplin belajar dengan menggunakan pendapat para ahli (experts

  judgement ) dan dinyatakan valid, maka secara otomatis instrumen motivasi belajar dan disiplin belajar juga dinyatakan reliabel.

  3. Hasil Uji Analisis Validitas Instrumen Soal Tes Prestasi Belajar

  Uji validitas instrumen soal tes prestasi belajar juga dilakukan menggunakan pendapat dari para ahli (experts judgement). Hal ini dilakukan karena keterbatasan waktu. Semua materi baru selesai dipelajari pada tanggal 28 September 2012 dan penelitian dilakukan pada tanggal 29 September 2012, sementara pada tanggal 1 Oktober 2012 siswa-siswa melaksanakan UTS (Ujian Tengah Semester). Dalam pengujian instrumen soal tes prestasi belajar matematika pendapat para ahli yang digunakan adalah guru mata pelajaran matematika kelas VII SMP BOPKRI 2 Yogyakarta dan dosen pembimbing skripsi.

  Setelah instrumen dikontruksi dengan berlandaskan Standar Kompetensi, maka selanjutnya dikonsultasikan dengan para ahli. Dan ada beberapa perbaikan, yaitu perubahan pilihan jawaban dan angka yang digunakan pada soal disarankan tidak terlalu besar sehingga siswa tidak terlalu sulit untuk menghitung dan mengerjakan soal tersebut. Setelah melakukan beberapa perubahan maka instrumen soal tes prestasi belajar dinyatakan valid dan dapat digunakan sebagai alat ukur.

  4. Hasil Uji Analisis Reliabilitas Instrumen Soal Tes Prestasi Belajar

  Pada penelitian ini untuk menginterpretasikan hasil uji coba instrumen menggunakan pedoman (Suharsimi Arikunto, 2010) sebagai berikut:

Tabel 4.1. Kategori Kecenderungan Reliabilitas Tingkat Penguasaan Kategori Kecenderungan Kompetensi Variabel

  0,91 Sangat Tinggi

  • – 1,00 0,71 Tinggi – 0,90

  0,41 Cukup

  • – 0,70 0,21 Rendah – 0,40

  Negatif Sangat Rendah

  • – 0,20 Setelah dilakukan uji validitas dengan metode experts judgement dan dinyatakan valid, maka pengujian reliabilitas untuk mengetahui konsistensi alat ukur dinyatakan reliabel sehingga layak untuk dipergunakan dalam penelitian.

  5. Hasil Tingkat Kesukaran Soal Tes Prestasi Belajar

  • – Berikut perhitungan untuk mengetahui tingkat kesukaran masing masing item soal dan kriterianya :

Tabel 4.2. Rincian Perhitungan Tingkat Kesukaran dan Keterangan Soal Tes Prestasi Belajar Butir soal Tingkat Kesukaran Kriteria

  1 0,8 Mudah 2 0,65 Sedang 3 0,75 Mudah 4 0,65 Sedang 5 0,7 Sedang 6 0,85 Mudah 7 0,6 Sedang 8 0,35 Sedang 9 0,7 Sedang 10 0,65 Sedang

  11 0,75 Mudah 12 0,4 Sedang 13 0,7 Sedang 14 0,65 Sedang 15 0,85 Mudah

  16

  1 Mudah 17 0,9 Mudah 18 0,6 Sedang 19 0,7 Sedang

  20

  1 Mudah 21 0,8 Mudah 22 0,45 Sedang 23 0,6 Sedang 24 0,6 Sedang 25 0,75 Mudah 26 0,6 Sedang 27 0,6 Sedang 28 0,85 Mudah 29 0,65 Sedang 30 0,8 Mudah

  Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa instrumen memiliki 12 item soal yang memiliki tingkat kesukaran mudah atau rendah dan

  18 item soal memiliki tingkat kesukaran sedang. Dengan persentase 40% soal pada instrumen tes prestasi belajar memiliki tingkat kesukaran mudah dan 60% soal pada instrumen tes prestasi belajar memiliki tingkat kesukaran sedang, maka instrumen tes prestasi belajar ini dapat digunakan.

B. Analisis Deskriptif Presentase 1. Data Hasil Kuesioner Motivasi Belajar dan Disiplin Belajar

  Dari hasil pengisian kuesioner motivasi belajar dan disiplin belajar, maka dapat dianalisis sesuai dengan ketentuan pada BAB III, sebagai berikut:

Tabel 4.3. Kategori Kecenderungan Variabel Motivasi Belajar dan Disiplin Belajar Tingkat Penguasan Kompetensi Kategori Kcenderungan Variabel

  18 + 81% x 52 = 60,25 dibulatkan menjadi 60 Sangat Baik 18 + 66% x 52 = 52,32 dibulatkan menjadi 52 Baik 18 + 56% x 52 = 47,12 dibulatkan menjadi 47 Cukup 18 + 46% x 52 = 41,92 dibulatkan menjadi 41 Kurang Dibawah 41

  Sangat Kurang

  • – 72
  • – 59
  • – 51

  • – 46
  • – 40
  • – 72 8 40% Sangat Baik
  • – 59 11 55% Baik
  • – 51 1 5% Cukup
  • – 46
  • – 40
  • – 72 10 50% Sangat Baik
  • – 59 8 40% Baik
  • – 51 2 10% Cukup
  • – 46
  • – 40

  0% Sangat Kurang Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa variabel motivasi belajar dengan kategori sangat baik 40%, baik sebesar 55%, cukup 5%, kurang

  18

  0% Kurang

  41

  47

  52

  60

Tabel 4.6. Kategori Data Disiplin Belajar Interval Skor Frekuensi Persentase (%) Keterangan

  0% Sangat Kurang

  18

  0% Kurang

  41

  47

  60

  52

  

Interval Skor Frekuensi Persentase (%) Keterangan

Tabel 4.5. Kategori Data Motivasi Belajar

  Sangat Kurang

  18

  Kurang

  41

  Cukup

  47

  Baik

  52

  Sangat Baik

  60

Tabel 4.4. Interval Skor Variabel Motivasi Belajar dan Disiplin Belajar Interval Skor Keterangan

  0%, sangat kurang 0%. Dengan demikian sebagian besar motivasi belajar

2. Data Hasil Belajar Matematika

  20

  Sangat Kurang

  Kurang

  14

  Cukup

  17

  Baik

  Sangat Baik

  Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa variabel disiplin belajar dengan kategori sangat baik 50%, baik sebesar 40%, cukup 10%, kurang 0%, sangat kurang 0%. Dengan demikian sebagian besar motivasi belajar masuk dalam kategori antara sangat baik dan baik.

  25

Tabel 4.8. Interval Skor Variabel Prestasi Belajar Interval Skor Keterangan

  Dibawah 13 Sangat Kurang

  0 + 81% x 30 = 24,3 dibulatkan menjadi 25 Sangat Baik 0 + 66% x 30 = 19,8 dibulatkan menjadi 20 Baik 0 + 56% x 30 = 16,8 dibulatkan menjadi 17 Cukup 0 + 46% x 30 = 13,8 dibulatkan menjadi 14 Kurang

Tabel 4.7. Kategori Kecenderungan Variabel Prestasi Belajar Tingkat Penguasan Kompetensi Kategori Kcenderungan Variabel

  Untuk memperoleh data mengenai prestasi belajar siswa, maka dilakukan tes prestasi belajar pada pokok bahasan Bilangan Bulat. Tes ini dilaksanakan setelah siswa memperoleh pembelajaran mengenai pokok bahasan Bilangan Bulat. Berikut analisis hasil tes prestasi siswa:

  • – 30
  • – 24
  • – 19
  • – 16
  • – 13
  • – 30 1 5% Sangat Baik

Tabel 4.9. Kategori Prestasi Belajar

  

Interval Skor Frekuensi Persentase (%) Keterangan

  25

  20

  • – 24 12 60% Baik

  17

  • – 19 7 35% Cukup

  14

  0% Kurang

  • – 16

  0% Sangat Kurang Dari analisis hasil tes prestasi siswa, semua siswa telah memenuhi

  • – 13

  KKM dengan kategori sangat baik 5%, baik sebesar 60%, cukup sebesar 35%, kurang sebesar 0% dan sangat kurang 0%. Dengan demikian, sebagian besar nilai hasil belajar matematika siswa dalam kategori cukup.

  Pendeskripsian data juga meliputi mean, median, modus simpangan baku serta perolehan skor maksimum dan minimum.

Gambar 4.1. Tampilan output pendeskripsian motivasi belajar dari

  SPSS

Gambar 4.2. Tampilan output pendeskripsian disiplin belajar dari

  SPSS

Gambar 4.3. Tampilan output pendeskripsian prestasi belajar dari

SPSS C.

   Uji Persyaratan Analisis Data Uji Normalitas

  Uji Normalitas dalam penelitian ini menggunakan rumus Kolmogorov

Smirnov dengan bantuan komputer menggunakan program SPSS 16.0.

Gambar 4.4. Tampilan output tes kolmogorov-smirnov dari SPSS Analisis pertama diperoleh hasil uji normalitas hitung sebesar 0,963.

  Karena signifikansi lebih dari 0,05 berarti distribusi variabel motivasi belajar adalah normal.

  Analisis kedua diperoleh hasil uji normalitas hitung sebesar 0,876. Karena signifikansi lebih dari 0,05 berarti distribusi variabel disiplin belajar adalah normal.

  Analisis ketiga diperoleh hasil uji normalitas hitung sebesar 0,429. Karena signifikansi lebih besar dari 0,05 berarti distribusi variabel prestasi belajar matematika adalah normal.

D. Pengujian Hipotesis

  Untuk menguji hipotesis pertama dan kedua digunakan teknik analisis korelasi Product Moment, sedangkan untuk menguji hipotesis ketiga digunakan teknik analisis Korelasi Ganda. Dalam analisis penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS 16.0.

1. Korelasi antara Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Matematika

  : Tidak ada hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika.

  : Ada hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika.

Gambar 4.5. Tampilan output uji korelasi motivasi belajar dengan

  prestasi belajar dari SPSS

  Dari hasil pengujian data dengan menggunakan bantuan program

  SPSS 16.0 dapat diketahui korelasi antara variabel motivasi belajar

  dengan prestasi belajar matematika didapat nilai koefisien korelasi sebesar 0,627 dan dapat disimpukan bahwa hubungan yang terjadi positif dan cukup karena berada pada rentang 0,600 – 0,800.

  Tingkat signifikansi data diperoleh dengan menggunakan uji t pada tingkat signifikansi sebesar α = 0,05 dan kemudian membandingkan dengan . Oleh karena = 3,413 > = 2,101 maka ditolak, maka disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dan prestasi belajar matematika.

2. Korelasi antara Disiplin Belajar terhadap Prestasi Belajar Matematika

  : Tidak ada hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika.

  : Ada hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika.

Gambar 4.6. Tampilan output uji korelasi disiplin belajar dengan

  prestasi belajar dari SPSS

  Dari hasil pengujian data dengan menggunakan bantuan program

  SPSS 16.0 dapat diketahui korelasi antara variabel disiplin belajar

  dengan prestasi belajar matematika didapat nilai koefisien korelasi sebesar 0,507 dan dapat disimpulkan bahwa hubungan agak rendah karena berada pada rentang 0,400

  • – 0,600 Tingkat signifikansi data diperoleh dengan menggunakan uji t pada tingkat signifikansi sebesar α = 0,05 dan kemudian membandingkan dengan . Oleh karena = 2,515 > = 2,101 maka ditolak, maka disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara disiplin belajar dan prestasi belajar matematika

3. Korelasi antara Motivasi Belajar dan Disiplin Belajar secara bersama-sama terhadap Prestasi Belajar Matematika

  : Tidak ada hubungan posotif antara motivasi belajar dan disiplin belajar dengan prestasi belajar matematika secara bersama-sama.

  : Ada hubungan positif antara motivasi belajar dan displin belajar dengan prestasi belajar matematika secara bersama-sama.

Gambar 4.7. Tampilan output uji korelasi motivasi belajar dan

  disiplin belajar dengan prestasi belajar dari SPSS

  Dari hasil pengujian data dengan menggunakan bantuan program

  SPSS 16.0 korelasi ganda diperoleh nilai sebesar 0,633 Dari

  hasil perhitungan korelasi ganda diketahui juga besarnya koefisien determinasi ( ) = 0,400. Hal ini dapat diartikan bahwa tinggi rendahnya prestasi belajar matematika siswa dapat dijelaskan oleh variabel motivasi belajar dan disiplin belajar secara bersama-sama sebesar 40%, akan tetapi masih ada faktor-faktor atau variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini atau tidak diteliti yang mempengaruhi prestasi belajar siswa sebesar 100% - 40% = 60%.

  Untuk menguji signifikansi koefisien korelasi ganda digunakan uji F dengan taraf signifikansi 5%, yaitu dengan membandingkan hasil uji dengan . Hipotesis diterima jika > . disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara motivasi belajar dan disiplin belajar dengan prestasi belajar matematika secara bersama- sama.

E. PEMBAHASAN

  Berdasarkan perhitungan korelasi yang dibantu dengan Program Microsoft Excel dan SPSS 16.0 maka dapat di analisa korelasi antara variabel terikat dengan variabel bebas yang bersangkutan, yaitu Korelasi antara Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa, Korelasi Disiplin Belajar terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa, dan Korelasi Motivasi Belajar dan Disiplin Belajar secara bersama-sama terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa. Data korelasi selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.

Tabel 4.10. Rangkuman Korelasi antar Variabel Koefisien korelasi Hubungan antar variabel (R)

  dengan Y 0,627 0,507 dengan Y dan dengan Y 0,633

  Keterangan : = Motivasi Belajar = Disiplin Belajar

  Y = Prestasi Belajar Matematika Siswa

  1. Korelasi antara Motivasi Belajar Siswa terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa

  Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa. Hasil ini didukung dengan perhitungan koefisien korelasi sebesar 0,627 yang termasuk dalam kategori cukup. Artinya semakin tinggi motivasi belajar akan semakin tinggi pula prestasi belajar matematika siswa, begitu pula sebaliknya semakin rendah motivasi belajar maka akan semakin rendah pula prestasi belajar matematika siswa.

  Seperti teori dari Winkel (1987) yang megatakan bahwa motivasi belajar akan menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kegiatan belajar dam memberikan arah pada kegiatan belajar itu demi mencapai suatu tujuan.

  2. Korelasi antara Disiplin Belajar Siswa terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa

  Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi antara disiplin belajar terhadap prestasi belajar matemtika siswa. Hasil ini didukung dengan perhitungan koefisien korelasi sebesar 0,507 yang termasuk dalam kategori agak rendah. Walaupun termasuk dalam kategori agak rendah, hasil ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi disiplin belajar maka semakin tinggi pula prestasi belajar matematika siswa, begitu pula sebaliknya semakin rendah disiplin belajar maka

  Dengan adanya disiplin belajar dan keteraturan yang kontinu maka akan mendapatkan prestasi belajar yang optimal.

3. Korelasi antara Motivasi Belajar dan Disiplin Belajar secara

  

bersam-sama terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa

  Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara motivasi belajar dan disiplin belajar secara bersam-sama terhadap prestasi belajar matematika siswa. Hasil ini didukung dengan perhitungan koefisien korelasi sebesar 0,633 yang termasuk dalam kategori cukup. Artinya semakin tinggi motivasi belajar dan disiplin belajar maka akan semakin tinggi pula prestasi belajar matematika siswa, begitu pula sebaliknya semakin rendah motivasi belajar dan displin belajar maka akan semakin rendah pula prestasi belajar matematika siswa.

  Dengan adanya motivasi belajar yang tinggi akan menyebabkan siswa dapat terlibat secara aktif dalam belajar dan dengan disertai disiplin belajar maka prestasi belajar siswa juga akan meningkat.

  Sumbangan (deskriminan) motivasi belajar dan disiplin belajar dengan prestasi belajar matematika siswa dapat diketahui dengan mengkuadratkan koefisien korelasi dari hubungan masing-masing variabel dikali dengan seratus persen (100%).

Tabel 4.11. Rangkuman Sumbangan Masing-masing antar Variabel Hubungan antar Variabel R %

  dengan Y 0,627 0,393129 39,3% 0,507 0,257049 25,7% dengan Y dan dengan Y 0,633 0,400689 40%

  Dari tabel rangkuman tentang sumbangan (deskriminan) korelasi masing-masing antar variabel diketahui bahwa korelasi motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa memberikan sumbangan sebesar 39,3% sedangkan sisanya sebesar 60,7% variasi dalam prestasi belajar siswa dapat dijelaskan dalam variabel lainnya selain variabel motivasi belajar yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

  Korelasi disiplin belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa memberikan sumbangan sebesar 25,7% sedangkan sisanya sebesar 74,3% variasi dalam prestasi belajar siswa dapat dijelaskan dalam variabel lainnya selain variabel displin yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

  Korelasi motivasi belajar dan disiplin belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar matematika siswa memberikan sumbangan sebesar 40% sedangkan sisanya sebesar 60% variasi lainnya selain variabel motivasi belajar dan disiplin belajar yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

  Dengan demikian, masih ada faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar matematika siswa selain faktor motivasi belajar dan disiplin belajar yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

F. Keterbatasan Penelitian

  Peneliti menyadari bahwa penulis memiliki banyak kelemahan dalam melakukan penelitian ini, antara lain sebagai berikut:

  1. Dalam melakukan penelitian keterbatasan waktu, tenaga dan biaya menyebabkan terbatasnya lingkup penelitian dan terbatasnya jumlah subyek yang diteliti yaitu dengan metode population sampling pada siswa kelas VIIA SMP BOPKRI 2 Yogyakarta saja.

  2. Peneliti menggunakan metode kuesioner dalam pengumpulan data.

  Kelemahan dari metode ini adalah adanya kemungkinan peneliti tidak dapat melacak kebenaran dalam pengisian kuesioner yang diisi oleh responden. Padahal kuesioner yang digunakan bukanlah kuesioner standar, ini disebabkan kurangnya pengalaman peneliti dalam menyusun kuesioner. Akan tetapi penulis telah menempuh prosedur penyusunan kuesioner yang baik.

  3. Instrumen kuesioner motivasi belajar dan disiplin belajar siswa tidak melalui proses uji coba hal ini disebabkan oleh keterbatasan waktu.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Kesimpulan ini hanya berlaku bagi sampel dimana penelitian ini

  dilakukan yakni di kelas VIIA SMP BOPKRI 2 Yogyakarta. Berdasarkan analisis data dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1.

  Ada korelasi positif antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa. Artinya, semakin tinggi motivasi belajar maka prestasi belajar matematika siswa semakin meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan harga koefisien korelasi sebesar 0,627 dan sumbangan sebesar 39,3%.

  2. Ada korelasi positif antara disiplin belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa. Artinya, semakin tinggi displin belajar maka prestasi belajar matematika siswa semakin meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan hargaa koefisien korelasi sebesar 0,507 dan sumbangan sebesar 25,7%.

  3. Ada korelasi positif antara motivasi belajar dan disiplin belajar secara bersam-sama terhadap prestasi belajar matematika siswa. Artinya, semakin tinggi motivasi belajar dan disiplin belajar maka prestasi belajar matematika siswa semakin meningkat. Hal mi ditunjukkan dengan hasil koefisien korelasi ganda sebesar 0,633 dan sumbangan sebesar 40%.

B. Saran

  Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian dan pengalaman yang diperoleh dalam penelitian, maka saran-saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: 1.

  Bagi siswa Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi siswa untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa dengan lebih meningkatkan motivasi belajar dan disiplin belajar.

  2. Bagi orang tua atau wali murid Orang tua atau wali murid dapat memberikan dorongan supaya siswa dapat lebih termotivasi dan disiplin dalam belajar sehingga nanti akan meningkatkan prestasi belajar matematika siswa. Orang tua atau wali murid dapat lebih mengawasi kegiatan belajar siswa dirumah.

  3. Bagi guru Khususnya guru matematika harus bisa membangkitkan motivasi belajar siswa pada saat menyampaikan materi dengan cara menggunakan metode mengajar yang bervariasi sehingga siswa tidak merasa bosan dan udah mengerti materi yang disampaikan. Guru juga sebaiknya dapat meningkatkan disiplin belajar siswa, melalui pemberian tugas rumah dengan frekuensi yang lebih sering dan dikoreksi agar siswa berusaha belajar dirumah secara mandiri.

  4. Bagi peneliti selanjutnya Peneliti disarankan untuk melakukan pengujian ulang model penelitian ini di sekolah berbeda yang lebih memiliki keanekaragaman siswa dengan responden yang lebih banyak. Untuk penelitian dengan variabel yang sama, peneliti diharapkan dapat menggunakan instrumen-intrumen penelitian lainnya yang dapat mendukung mendapatkan hasil yang lebih reliable.

  5. Bagi sekolah Berdarkan hasil penelitian diketahui bahwa motivasi belajar dan displin belajar mempunyai peran untuk memperoleh prestasi belajar matematika siswa. Akan lebih baik lagi jika sekolah juga meningkatkan motivasi belajar dan disiplin belajar kepada siswa, misalnya dengan memberikan peraturan-peraturan sekolah yang dapat meningkatkan disiplin belajar siswa.

DAFTAR PUSTAKA

  Bambang Suharjo. 2008. Analisis Regresi Terapan dengan SPSS. Yogyakarta: Graha Ilmu.

  Dimyati dan Mudjino. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.

  Iqbal Hasan. 2004. Analisis Data Penelitian dengan Statistik. Jakarta: PT Bumi Aksara.

  Nana Sudjana. 2003. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi Bagi Para Peneliti.

  Bandung: Tarsito. Oemar Hamalik. 2009. Psikologi Belajar dan Mengajar cetakan ke-6. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

  Rudolf Dreikurs dan Pearl Cassel. 1986. Disiplin Tanpa Hukuman. Bandung: Remadja Karya.

  Sardiman. 1986. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: CV Rajawali. Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, edisi revisi

  cetakan ke-5 . Jakarta: PT Rineka Cipta Sugiyono. 2007. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

  Suharsimi Arikunto. 1999. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi).

  Jakarta: Bumi Aksara Suharsimi Arikunto. 2009. Manajemen Penelitian Edisi Revisi. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.

  Suharsimi Arikunto. 2010. Prosedur Penelitian Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.

  Sukino, Wilson S. 2006. Matematika Untuk SMP Kelas VII. Jakarta: Erlangga. Sutrisno Hadi. 1987. Analisis Regresi. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM. The Liang Gie. 1982. Cara Belajar yang Efisien. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

  Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

  Jakarta: Balai Pustaka. Triana Noor Edwin. 1997. Peran Disiplin dalam Pengembangan Kreativitas Anak . Yayasan Arena Almamater.

  Winkel, W.S. 1987. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia.

  

LAMPIRAN A

INSTRUMEN PENELITIAN

  A.1 Kuesioner Motivasi Belajar A.2 Kuesioner Disiplin Belajar A.3 Soal Tes Prestasi Belajar Matematika Siswa A.4 Lembar Jawaban Tes Prestasi Belajar Matematika Siswa A.5 Kunci Jawaban Tes Prestasi Belajar Matematika Siswa

LEMBAR KUESIONER

  NAMA : KELAS : NO ABSEN :

  Petunjuk Pengisian Kuesioner: 1.

  Bacalah dengan teliti semua pertanyaan di bawah ini 2. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini sesuai dengan pendapat dan pengalaman anda

  3. Berilah tanda (√) untuk jawaban yang anda anggap sesuai dengan pendapat dan pengalaman anda pada kotak sebelah kanan setiap pertanyaan

4. Keterangan SS = Sangat Setuju

  S = Setuju TS = Tidak Setuju STS = Sangat Tidak Setuju

  

Kuesioner Motivasi Belajar

Alternatif Jawaban No Pernyataan SS S TS STS

  1. Saya selalu bersemangat untuk pergi ke sekolah

  2. Saya selalu memperhatikan guru ketika sedang mengajar

  3. Saya tidak pernah berniat maju ke depan kelas untuk mengerjakan soal yang diberikan guru

  4. Saya selalu berpartisipasi dalam kegiatan di kelas

  5. Setelah selesai belajar saya selalu membantu orang tua saya

  6. Saya selalu menghabiskan waktu untuk bermain setelah pulang sekolah

  7. Saya selalu mengutamakan belajar dari pda bermain

  8. Saya belajar secara teratur

  9. Saya belajar hanya pada saat akan ujian saja

  10. Saya mengulang kembali pelajaran sekolah di rumah

  11. Saya selalu memanfaatkan waktu luang untuk belajar

  12. Saya selalu membawa buka paket pada saat pelajaran di sekolah

  13. Saya tidak belajar secara teratur

  No Pernyataan Alternatif Jawaban SS S TS STS

  14. Saya tidak pernah bersemangat pergi ke sekolah

  15. Saya ingin menjadi juara kelas

  16. Saya selalu bersemangat ketika guru memberikan materi ajar

  17. Saya tidak pernah menggangu teman atau bercanda ketika proses belajar sedang berlangsung

  18. Saya tidak pernah tertarik mengikuti pelajaran

  

Kuesioner Disiplin Belajar

Alternatif Jawaban No Pernyataan SS S TS STS

  1. Saya selalu datang ke sekolah sebelum bel masuk berbunyi

  2. Saya tidak pernah masuk kelas sebelum jam pelajaran di mulai

  3. Saya selalu minta ijin bapak/ibu guru apabila saya terlambat masuk kelas

  4. Saya selalu datang ke sekolah sebelum jam pelajaran dimulai karena saya belum mengerjakan PR

  5. Saya selalu memakai seragam sekolah sesuai dengan peraturan dan tata tertib sekolah

  6. Saya tidak pernah membuat keributan pada saat pelajaran

  7. Saya suka mengganggu teman yang sedang belajar di dalam kelas

  8. Meskipun tidak ada tugas ataupun ujian saya selalu belajar setiap hari di rumah

  9. Saya rajin masuk sekolah

  10. Saya tidak pernah membuat jadwal belajar dirumah

  11. Saya selalu mengerjakan PR yang diberikan bapak/ibu guru di rumah

  12. Saya merasa terbebani dengan adanya PR

  Alternatif Jawaban No Pernyataan SS S TS STS

  13. Saya selalu mengumpulkan tugas sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh bapak/ibu guru

  14. Saya sering terlambat masuk sekolah

  15. Saya sering sekali ditegur oleh guru karena berbuat salah di dalam kelas

  16. Saya siap menerima hukuman jika melanggar tata tertib sekolah

  17. Saya tidak pernah mendapatkan penghargaan atau hadiah jika prestasi belajar saya baik

  18. Saya selalu mendapatkan pujian dari guru ketika saya mendapatkan nilai tertinggi di kelas

LEMBAR SOAL

  Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VII/Ganjil Materi : Bilangan Bulat dan Pecahan Waktu : 2 x 40 menit

  Petunjuk : a.

  Berdoalah terlebih dahulu sebelum mengerjakan soal.

  b.

  Isilah dahulu identitas pada lembar jawab sesuai petunjuk yang ada.

  c.

  Kerjakan soal berikut di lembar jawaban yang telah disediakan.

  d.

  Kerjakan terlebih dahulu soal-soal yang dianggap lebih mudah.

  e.

  Kerjakan menggunakan pensil atau ballpoint, tulisan jelas.

  f.

  Kerjakan sendiri, dilarang membuka buku atau alat bantu lainnya.

  g.

  Jangan lupa periksa kembali jawaban-jawabanmu sebelum dikumpulkan.

I. Pilihlah salah satu jawaban di bawah ini dengan memberikan tanda silang (x) pada lembaran jawaban yang tersedia.

1. Hasil pencatatan suhu sebuah benda pada empat hari adalah sebagai berikut :

  Hari Suhu mula-mula Suhu terakhir

  o o

  Senin -10 C

  17 C

  o o

  Selasa

  6 C

  24 C

  o o

  Rabu -4 C

  12 C

  o o

  Kamis -15 C

  28 C

  • 32°C
  • 4°C 3.

  13 4. Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari 6, 18, 24 adalah ...

  5 6. Diketahui a = 4, b = 2 dan c = -2, nilai dari adalah ...

  6 D.

  12 C.

  30 B.

  A.

  72 D. 432 5. Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari 12, 18, 30 adalah ...

  24 C.

  6 B.

  A.

  11 D.

  Perubahan kenaikan suhu terbesar terjadi pada hari … A.

  9 C.

  5 B.

  A.

  Jika x = -2 maka sama dengan ...

  C. 4°C D.

  B. 32°C

  A.

  Rabu D. Kamis 2. Suhu ruangan menunjukkan 14°C. Pada saat yang sama suhu di almari es lebih rendah 18°C dari suhu di ruangan. Suhu di almari es tersebut adalah ...

  B. Selasa C.

  Senin

  A. -1

  • 2 7.

  • – 3 = 11 B.
  • – (-11) – 5 = 15
  • – (-7) – 10 = -23 D.
    • 10 + (-3) + 13 = 0 9.

  • – 5 =
    • 30
    • 4
    • 2 B.

  A.

  Jika 4 + px = -8 untuk x = -2, maka nilai p adalah ...

  D. -2 12.

  12 C.

  30 B.

  A.

  30 11. Diketahui 4x + 2 = x – 4, maka nilai x adalah ...

  6 D.

  B. -6 C.

  A.

  1 D. -11 10. Hasil dari 18 + 64 : 16 x (-3) adalah ...

  11 C.

  A. -1 B.

  Nilai dari -4 + 7 + [(-2) x 3] + 7

  C. -6

  9

  15 + (-8)

  A.

  6 8. Penyataan berikut yang benar adalah ...

  24 D.

  72 C.

  A. 1296 B.

  Bilangan bulat terkecil yang habis dibagi 6, 9, atau 24 adalah ...

  2 D.

  C.

  6

  D. -6 13.

  Nilai dari x (-1) + 56 : 7 : 4 adalah ...

  A.

  14 B.

  16 C.

  18 D.

  20 14. Hasil dari adalah ...

  A.

  1 B.

  2 C.

  3 D.

  4 15. Bilangan bulat yang memenuhi adalah ...

  A.

  36 B.

  12 C.

  6 D.

  18 16. Luas daerah yang diarsir pada gambar disamping adalah ...

  A.

  B.

  C.

  D.

  17. Penyebut dari pecahan adalah ...

  A.

  11 B.

  15

  D.

  26 18. Bentuk pecahan berikut yang senilai dengan adalah ...

  A.

  B. C. D.

  19. Bentuk baku dari 0,000085 adalah ...

  A. 8,5 x B.

  0,085 x C. 8,5 x D. 0,085 x 20. Bentuk baku dari 576.000.000 adalah ...

  A.

  0,00576 x

  B. 0,0576 x C.

  0,576 x D. 5,76 x 21.

  Bentuk desimal dari adalah ...

  A.

  0,28 B. 0,32

  C. 0,35 D.

  0,40 22. Apabila maka adalah ...

  A.

  0,0008032 B. 0,008032

  C. 0,08032

  D. 8,032 23.

  Bilangan pecahan berikut yang lebih besar dari adalah ...

  A.

  B. C. D.

  24. Urutan pecahan berikut yang memiliki nilai paling besar ke paling kecil adalah ...

  A.

  B.

  C.

  D.

  25. Hasil dari adalah ...

  A.

  B. C. D.

  26. Hasil dari adalah ...

  A. 0,03 B.

  0,3 C.

  3 D.

  30 27. Hasil dari x : adalah ...

  A.

  3 B.

  6 C.

  9 D.

  12 28. Nilai dari 18,25 + 1, 75 – 5,35 adalah ...

  A.

  14,75 B. 14,65

  C. 14,55 D.

  14,45 29. Nilai dari 8,8 x 1,1 x 0,12 adalah ...

  A. 1,1616 B.

  16,1616 C. 16,6161 D. 116,1616 30.

  Hasil dari x adalah ...

  A.

  B.

  C.

  D.

LEMBAR JAWABAN

  Nama : No. Absen : Kelas : Tanggal : I.

   Berilah tanda silang (x) pada salah satu jawaban yang anda pilih.

  16. A B C D 2. A B C D

1. A B C D

  19. A B C D 5. A B C D

  20. A B C D 6. A B C D

  21. A B C D 7. A B C D

  22. A B C D 8. A B C D

  18. A B C D 4. A B C D

  24. A B C D 10. A B C D

  25. A B C D 11. A B C D

  26. A B C D 12. A B C D

  27. A B C D 13. A B C D

  28. A B C D 14. A B C D

  29 A B C D 15. A B C D

  30. A B C D

  17. A B C D 3. A B C D

  23. A B C D 9. A B C D

KUNCI JAWABAN 1.

  Perubahan kenaikan suhu terbesar = suhu terakhir – suhu mula-mula Hari Suhu mula-mula Suhu terakhir

  o o

  Senin -10 C

  17 C

  o o

  Selasa

  6 C

  24 C

  o o

  Rabu -4 C

  12 C

  o o

  Kamis -15 C

  28 C Maka perubahan kenaikan suhu pada hari Senin = 17

  • – (-10) = 27 Selasa = 24
  • – 6 = 18 Rabu
  • – (-4) = 16 Kamis 28
  • – (-15) = 43

  Jawaban : D 2.

  Suhu ruangan menunjukkan 14°C. Pada saat yang sama suhu di almari es lebih rendah 18°C dari suhu di ruangan. Suhu di almari es tersebut adalah..

  14°C - 18°C = -4°C

  Jawaban : D 3.

  Jika x = -2 maka =

  Jawaban : A 4.

  Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari 6, 18, 24 Faktor 6 = 2 x 3 Faktor 18 = 2 x Fakor 24 = x 3 KPK = x = 72

  Jawaban : C 5.

  Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari 12, 18, 30 Faktor 12 = x 3 Faktor 18 = 2 x Faktor 30 = 2 x 3 x 5 FPB = 2 x 3 = 6

  Jawaban : C 6.

  Diketahui a = 4, b = 2 dan c = -2, nilai dari

  Jawaban : A 7.

  Bilangan bulat terkecil yang habis dibagi 6, 9, atau 24 Dicari KPK nya Faktor 6 = 2 x 3 Faktor 9 = Faktor 24 = x 3 Jadi bilangan bulat terkecil yang habis dibagi adalah

  Jawaban : B 8.

  Penyataan berikut yang benar adalah ...

  A.

  15 + (-8) – 3 = 11, pernyataan salah dan jawaban seharusnya adalah 4 B. 9 – (-11) – 5 = 18, pernyataan salah dan jawaban seharusnya adalah 15 C.

  • 6 – (-7) – 10 = -23, pernyataan salah dan jawaban seharusnya adalah
  • 9 D.
  • 10 + (-3) + 13 = 0, pernyataan benar

  Jawaban : D 9.

  Nilai dari -4 + 7 + [(-2) x 3] + 7 – 5 = -4 + 7 + (-6) + 7 – 5 = 3 + (-6) + 2 = -1

  Jawaban : A 10.

  Hasil dari 18 + 64 : 16 x (-3) = 18 + 4 x (-3) = 18 + (-12) = 6

  Jawaban : C 11.

  Diketahui 4x + 2 = x – 4, maka nilai x 4x + 2 = x

  • – 4 4x
  • – x = -2 – 4 3x = -6

  Jawaban : D 12.

  Jika 4 + px = -8 untuk x = -2, maka nilai p 4 + px = -8 4 + p(-2) = -8 4 + -2p) = -8

  • – 36 : 18 x (-1) + 56 : : 4 = 16
  • – 2 x (-1) + 8 : 4 = 16
  • – (-2) + 2 = 20

  Bentuk pecahan berikut yang senilai dengan

  Jawaban : B 22.

  Bentuk desimal dari = 0,32

  Jawaban : D 21.

  Bentuk baku dari 576.000.000 = 576 x = 57,6 x = 5,76 x

  Jawaban : A 20.

  Bentuk baku dari 0,000085 = 85 x = 8,5 x = 0,85 x

  Jawaban : B 19.

  Jawaban : B 18.

  Jawaban : B 13.

  Luas daerah yang diarsir pada gambar disamping Jawaban : A 17. Penyebut dari pecahan adalah 15

  Jawaban : C 16.

  Bilangan bulat yang memenuhi x = 6

  Jawaban : A 15.

  Hasil dari =

  Jawaban : D 14.

  Nilai dari x (-1) + 56 : 7 : 4 = 16

  Apabila maka = 8,032

  23. Bilangan pecahan berikut yang lebih besar dari adalah...

  Jawaban : A 26.

  Hasil dari x

  Jawaban : A 30.

  Nilai dari 8,8 x 1,1 x 0,12 = 1,1616

  Jawaban : B 29.

  Nilai dari 18,25 + 1, 75 – 5,35 = 14,65

  Jawaban : A 28.

  Hasil dari

  Jawaban : C 27.

  Hasil dari

  Hasil dari

  Dapat terlebih dahulu diubah ke dalam bentuk desimal yaitu 0,375 maka pilihan jawaban yang tersedia juga diubah terlebih dahulu ke dalam bentuk desimal, sebagai berikut: A.

  Jawaban : D 25.

  Untuk memudahkan pengurutan terlebih dahulu menyamakan penyebutnya, Kemudian bandingkan pembilangnya, semakin besar pembilang maka semakin besar nilai dari pecahan tersebut. Atau cara lain dapat dilakukan dengan mengubah pecahan ke dalam bentuk desimal, seperti berikut:

  D.

  C.

  B.

  a.

  Urutan pecahan berikut yang memiliki nilai paling besar ke paling kecil adalah ...

  D. = 0,5 Jawaban : D 24.

  = 0,25 B. = 0,26 C. = 0,3

  Jawaban : B

  LAMPIRAN B DATA DAN OLAH DATA PENELITIAN

  B.1 Hasil Perhitungan Indeks Kesulitan Soal Tes Prestasi Belajar Siswa B.3 Hasil Penelitian Motivasi Belajar (Ms. Excel 2007) B.4 Rangkuman Data Hasil Kuesioner Motivasi Belajar (Ms. Excel 2007) B.5 Hasil Penelitian Disiplin Belajar Siswa (Ms. Excel 2007) B.6 Rangkuman Data Hasil Kuesioner Disiplin Belajar (Ms. Excel 2007) B.7 Hasil Penelitian Tes Prestasi Belajar Siswa(Ms. Excel 2007) B.8 Rangkuman Data Hasil Tes Prestasi Belajar Siswa(Ms. Excel 2007) B.9 Rangkuman Data Uji Korelasi antara Motivasi Belajar dengan Prestasi

  Belajar (Ms. Excel 2007) B.10 Rangkuman Data Uji Korelasi antara Disiplin Belajar dengan Prestasi

  Belajar(Ms. Excel 2007) B.11 Rangkuman Data Uji Korelasi antara Motivasi Belajar dengan Disiplin

  Belajar(Ms. Excel 2007) B.12 Hasil Uji Korelasi

  

Hasil Perhitungan Indeks Kesulitan Soal Tes Prestasi Belajar

Siswa

  Keterangan: P = Indeks Kesukaran B = Banyak siswa yang menjawab soal tersebut dengan benar JS = Jumlah seluruh peserta tes

  Hasil Penelitian Motivasi Belajar Kelas No. Abs Subjek Skor soal no MOTIVASI BELAJAR TOTAL

  3

  3

  3

  3

  3

  14 S14

  3 2 3 60

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  

3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  

4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  15 S15

  3 2 3 54

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  

3

  4

  4

  3

  3

  3

  

3

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  11 S11

  3 2 3 54

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  13 S13

  3

  3 2 4 56

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  

4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  12 S12

  4 2 3 58

  4

  3

  3

  3

  4

  

3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  19 S19

  4

  3 3 3 53

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  

3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  

3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  20 S20

  3 2 3 57

  4

  3

  3

  1

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  

4

  4

  3

  17 S17

  4

  4

  3

  3

  4

  16 S16

  3 2 3 54

  3

  3 2 2 61

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  18 S18

  4 2 4 62

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  

4

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  

3

  3

  1

  2

  4

  4

  

3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3 S3

  3 2 4 56

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  

3

  

3

  5 S5

  3 3 3 58

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4 S4

  3 4 4 57

  3

  3

  3

  11

  1 S1

  18 VIIA

  17

  16

  15

  14

  13

  12

  10

  3

  

9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2 S2

  4 3 4 69

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  

4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  4 1 4 65

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  

3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  8 S8

  4 4 4 61

  9 S9

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  10 S10

  4 2 4 60

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  

3

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  6 S6

  4 3 4 61

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  

4

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  

4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  

2

  3

  7 S7

  3 3 3 47

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3 2 3 54

  

Rangkuman Data Hasil Kuesioner Motivasi Belajar

No Urut Siswa Skor Siswa Skor (%) Kriteria

  Sangat baik

  1 69 95,83333 Baik

  2 56 77,77778 Baik

  3 57 79,16667 Sangat baik

  4 58 80,55556 Baik

  5 61 84,72222 Baik

  6 47 65,27778 Sangat baik

  7 61 84,72222 Sangat baik

  8 65 90,27778 Sangat baik

  9 60 83,33333 Baik

  10

  54

  75 Baik

  11 58 80,55556 Baik

  12 56 77,77778 Sangat baik

  13 60 83,33333 Baik

  14

  54

  75 Sangat baik

  15

  54

  75 Sangat baik

  16 61 84,72222 Sangat baik

  17 62 86,11111 Baik

  18 53 73,61111 Baik

  19 57 79,16667 Baik

  20

  54

  75

  Hasil Penelitian Disiplin Belajar Kelas No.

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  14 S14

  65

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  4

  2

  3

  15 S15

  51

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  1

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  4

  11 S11

  56

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  4

  13 S13

  58

  4

  2

  4

  1

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  1

  4

  12 S12

  60

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  19 S19

  3

  51

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  20 S20

  53

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  17 S17

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  16 S16

  57

  3

  2

  62

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  18 S18

  63

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  Abs Subjek Skor soal no DISIPLIN BELAJAR

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  2

  4

  3 S3

  58

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  5 S5

  58

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  65

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4 S4

  3

  4

  3

  11

  4

  4

  1 S1

  18 VIIA

  17

  16

  15

  14

  13

  12

  10

  3

  9

  

8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  1

  TOTAL

  4

  3

  4

  67

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  2 S2

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  4

  9 S9

  66

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  8 S8

  66

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  10 S10

  64

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  4

  6 S6

  53

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  1

  4

  7 S7

  53

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  60

  

Rangkuman Data Hasil Kuesioner Disiplin Belajar

No. Urut Siswa Skor Siswa Skor (%) Kriteria

  11 60 83,33333 Sangat baik

  19 53 73,61111 Baik

  18 51 70,83333 Baik

  17 63 87,5 Sangat baik

  16 62 86,11111 Baik

  15 57 79,16667 Sangat baik

  14 51 70,83333 Baik

  13 65 90,27778 Sangat baik

  12 58 80,55556 Baik

  10 56 77,77778 Baik

  1 67 93,05556 Sangat baik

  9 64 88,88889 Sangat baik

  8 66 91,66667 Sangat baik

  7 66 91,66667 Sangat baik

  6 53 73,61111 Baik

  5 53 73,61111 Baik

  4 58 80,55556 Sangat baik

  3 65 90,27778 Baik

  2 58 80,55556 Sangat baik

  20 60 83,33333 Baik

  Hasil Penelitian Prestasi Belajar Kelas No. abs Subjek Skor soal no

  24 9 S9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  28

  29

  30 VIIA 1 S1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  27 2 S2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  18 3 S3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  23 4 S4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  19 5 S5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  23 6 S6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  20 7 S7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  24 8 S8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  22 10 S10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  26

  21 11 S11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  20 12 S12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  18 13 S13 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  23 14 S14 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  19 15 S15 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  18 16 S16 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  20 17 S17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  18 18 S18 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  19 19 S19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  23 20 S20 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  27

  25

  Total DISIPLIN BELAJAR

  11

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

  9

  10

  12

  24

  13

  14

  15

  16

  17

  18

  19

  20

  21

  22

  23

  20

  Rangkuman Data Hasil Tes Prestasi Belajar No Urut Siswa Skor Nilai Keterangan Kriteria

  60 Tuntas Cukup

  67 Tuntas Cukup

  12

  18

  60 Tuntas Cukup

  13

  23

  77 Tuntas Baik

  14

  19

  63 Tuntas Cukup

  15

  18

  16

  11

  20

  67 Tuntas Cukup

  17

  18

  60 Tuntas Cukup

  18

  19

  63 Tuntas Cukup

  19

  23

  77 Tuntas Baik

  20

  20

  20

  70 Tuntas Cukup

  1

  23

  27

  90 Tuntas Sangat baik

  2

  18

  60 Tuntas Cukup

  3

  23

  77 Tuntas Baik

  4

  19

  63 Tuntas Cukup

  5

  77 Tuntas Baik

  21

  6

  20

  67 Tuntas Baik

  7

  24

  80 tuntas Baik

  8

  24

  80 Tuntas Baik

  9

  22

  73 Tuntas Cukup

  10

  67 Tuntas Cukup

  

Rangkuman Data Uji Korelasi antara Motivasi Belajar dengan Disiplin

Belajar Kelas No. No. abs Subjek

  65

  54

  15 S15

  15

  2754 2916 2601

  51

  54

  14 S14

  14

  3900 3600 4225

  60

  3078 2916 3249

  13 S13

  13

  3248 3136 3364

  58

  56

  12 S12

  12

  3480 3364 3600

  60

  58

  57

  16

  11

  19

  3240 2916 3600 ∑²

  60

  54

  20 S20

  20

  3021 3249 2809

  53

  57

  19 S19

  2703 2809 2601

  16 S16

  51

  53

  18 S18

  18

  3906 3844 3969

  63

  62

  17 S17

  17

  61 62 3782 3721 3844

  11 S11

  3024 2916 3136

  

Skor

Skor ² ² Motivasi (x1) Disiplin (x2)

  3

  5 S5

  5

  58 58 3364 3364 3364

  4 S4

  4

  3705 3249 4225

  65

  57

  3 S3

  3248 3136 3364

  53

  58

  56

  2 S2

  2

  4623 4761 4489

  67

  69

  1 S1

  1

  VIIA

  61

  3233 3721 2809

  56

  65

  54

  10 S10

  10

  3840 3600 4096

  64

  60

  9 S9

  9

  4290 4225 4356

  66

  8 S8

  6

  8

  4026 3721 4356

  66

  61

  7 S7

  7

  2491 2209 2809

  53

  47

  6 S6

  1157 1186 68956 67373 70866 1338649 1406596

  

Rangkuman Data Uji Korelasi antara Motivasi Belajar dengan Prestasi

Belajar Kelas No. No. abs Subjek

  16

  

20

58 1160 400 3364

  12

  12 S12

  

18

56 1008 324 3136

  13

  13 S13

  

23

60 1380 529 3600

  14

  14 S14

  

19

54 1026 361 2916

  15

  15 S15

  

18

54 972 324 2916

  16 S16

  11

  

20

61 1220 400 3721

  17

  17 S17

  

18

62 1116 324 3844

  18

  18 S18

  

19

53 1007 361 2809

  19

  19 S19

  

23

57 1311 529 3249

  20

  20 S20

  

20

54 1080 400 2916

  419 1157 24385 8901 67373 ∑²

  11 S11

  

21

54 1134 441 2916

  

Skor

Skor .Y Y² ² Prestasi (y) Motivasi (x1)

  5

  VIIA

  1

  1 S1

  

27

69 1863 729 4761

  2

  2 S2

  

18

56 1008 324 3136

  3

  3 S3

  

23

57 1311 529 3249

  4

  4 S4

  

19

58 1102 361 3364

  5 S5

  10 S10

  

23

61 1403 529 3721

  6

  6 S6

  

20

47 940 400 2209

  7

  7 S7

  

24

61 1464 576 3721

  8

  8 S8

  

24

65 1560 576 4225

  9

  9 S9

  

22

60 1320 484 3600

  10

  175561 1338649

  

Rangkuman Data Uji Korelasi antara Disiplin Belajar dengan Prestasi Belajar

Kelas No. No. abs Subjek Skor Skor .Y Y² ² Prestasi (y) Disiplin (x2)

  16 S16

  12

  12 S12

  18 58 1044 324 3364

  13

  13 S13

  23 65 1495 529 4225

  14

  14 S14

  19 51 969 361 2601

  15

  15 S15

  18 57 1026 324 3249

  16

  20 62 1240 400 3844

  11 S11

  17

  17 S17

  18 63 1134 324 3969

  18

  18 S18

  19 51 969 361 2601

  19

  19 S19

  23 53 1219 529 2809

  20

  20 S20

  20 60 1200 400 3600

  419 1186 24977 ∑²

  20 60 1200 400 3600

  11

  VIIA

  5 S5

  1

  1 S1

  27 67 1809 729 4489

  2

  2 S2

  18 58 1044 324 3364

  3

  3 S3

  23 65 1495 529 4225

  4

  4 S4

  19 58 1102 361 3364

  5

  23 53 1219 529 2809

  21 56 1176 441 3136

  6

  6 S6

  20 53 1060 400 2809

  7

  7 S7

  24 66 1584 576 4356

  8

  8 S8

  24 66 1584 576 4356

  9

  9 S9

  22 64 1408 484 4096

  10

  10 S10

  175561 1406596

  

HASIL UJI KORELASI

a.

  Korelasi antara Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Matematika Siswa (Y) b.

  Korelasi antara Disiplin Belajar dengan Prestasi Belajar Matematika Siswa (Y) c.

  Korelasi antara Motivasi Belajar dengan Disiplin Belajar d.

  Korelasi antara Motivasi Belajar dan Disiplin Belajar dengan Prestasi Belajar Matematika Siswa (Y)

  

HASIL UJI T

  Rumus yang digunakan untuk mencari t hitung adalah sebagai berikut:

  

HASIL UJI F

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh motivasi belajar dan minat belajar terhadap hasil belajar Matematika materi persamaan linear satu variabel pada siswa kelas VII-C SMP BOPKRI 1 Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016.
2
6
165
Deskripsi manajemen waktu belajar matematika dan prestasi belajar matematika siswa kelas XE SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016.
0
39
461
Korelasi antara disiplin dan motivasi belajar dengan prestasi belajar Fisika siswa kelas XI MIA SMA Negeri 2 Klaten.
0
0
149
Cara belajar dan prestasi belajar matematika siswa asrama kelas VII SMP ST. Aloysius Turi Yogyakarta tahun pelajaran 2013/2014.
0
3
217
Hubungan antara motivasi belajar disiplin belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar akuntansi siswa : studi kasus pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Jepara tahun ajaran 2013/2014.
0
4
191
Korelasi antara motivasi belajar dan disiplin belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII SMP BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013.
0
0
168
Hubungan antara kecerdasan emosi dan suasana belajar dalam keluarga terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Bopkri 2 Yogyakarta tahun ajaran 2011/2012.
2
3
235
Pengaruh disiplin dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa : studi kasus pada siswa kelas VII SMP Negeri I Nanggulan.
0
1
148
Hubungan antara motivasi belajar disiplin belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar akuntansi siswa studi kasus pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Jepara tahun ajaran 2013 2014
0
6
189
Hubungan antara profesionalitas guru, disiplin belajar dan fasilitas belajar dengan prestasi belajar siswa : studi kasus siswa-siswi kelas II SMU BOPKRI 2 Yogyakarta - USD Repository
0
0
181
Hubungan minat belajar dengan prestasi belajar matematika siswa kelas V SDN Banyubiru II tahun ajaran 2010/2011 - USD Repository
0
3
146
Hubungan antara sikap siswa terhadap matematika dengan prestasi belajar matematika di kalangan para siswa kelas X A semester 1 SMA BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
171
Hubungan antara kemampuan matematis-logis dan motivasi belajar matematika dengan prestasi belajar matematika siswa kelas VII SMP Joannes Bosco Yogyakarta tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
121
Pengaruh cara belajar terhadap prestasi belajar siswa dalam pelajaran matematika pada pokok bahasan segitiga siswa kelas VII SMP Kanisius Pakem Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013 - USD Repository
0
0
140
Korelasi komponen visual, komponen auditorial, dan komponen kinestetik dari gaya belajar dengan prestasi belajar matematika pada siswa kelas VIIIA SMP Kanisius Gayam Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 - USD Repository
0
0
147
Show more