Pengaruh media pembelajaran berbasis blog terhadap motivasi, keaktifan belajar dan hasil belajar siswa di kelas VIII SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada pokok bahasan lensa - USD Repository

Gratis

0
0
192
7 months ago
Preview
Full text

  PENGARUH MED MOTIVASI, KEAK KELAS VIII S Diaju M DIA PEMBELAJARAN BERBASIS BLOG AKTIFAN BELAJAR DAN HASIL BELAJA

   VIII SMP PANGUDI LUHUR 1 YOGYAKA

PADA POKOK BAHASAN LENSA

Skripsi

iajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  

Program Studi Pendidikan Fisika

G TERHADAP JAR SISWA DI KARTA at

  PENGARUH MED MOTIVASI, KEAK KELAS VIII S Diaju M DIA PEMBELAJARAN BERBASIS BLOG AKTIFAN BELAJAR DAN HASIL BELAJA

   VIII SMP PANGUDI LUHUR 1 YOGYAKA

PADA POKOK BAHASAN LENSA

Skripsi

iajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  

Program Studi Pendidikan Fisika

G TERHADAP JAR SISWA DI KARTA at

HALAMAN PERSEMBAHAN

  

Puji dan Syukur kepada Tuhan Yesus dan Bunda Maria

Kekuatanku

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian dari orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 18 Juli 2012 Penulis

  Fransisca Harumning Tyas

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

UNTUK KEPERLUAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Fransisca Harumning Tyas NIM : 081424023

  Demi mengembangkan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma untuk menyimpan karya ilmiah saya yang berjudul :

  

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS BLOG TERHADAP

MOTIVASI, KEAKTIFAN BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA DI

KELAS VIII SMP PANGUDI LUHUR 1 YOGYAKARTA PADA POKOK

BAHASAN LENSA

  Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan

  

ABSTRAK

Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Fransisca Harumning Tyas. 2012. Blog Terhadap Motivasi, Keaktifan Belajar dan Hasil Belajar Siswa di Kelas VIII SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Pada Pokok Bahasan Lensa. Skripsi. Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggunaan media pembelajaran blog terhadap (1) motivasi belajar siswa untuk belajar mengenai lensa, (2) keaktifan belajar siswa untuk belajar mengenai lensa, (3) hasil belajar siswa, dan (4) ingin mengetahui tanggapan siswa mengenai media pembelajaran blog.

  Penelitian ini dilaksanakan di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada tanggal 30 Maret – 27 April 2012. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII F yang terdiri dari 30 siswa. Penelitian ini menggunakan instrumen pembelajaran terdiri dari pedoman umum pembelajaran, media pembelajaran blog, dan LKS (Lembar Kerja Siswa). Instrumen pengumpulan dan pengolahan data yang terdiri dari soal pre-test dan post-test, kuesioner motivasi belajar, kuesioner terbuka dan lembar kegiatan pembelajaran blog.

  Penelitian ini diawali dengan penyusunan instrumen, pemberian informasi awal mengenai media pembelajaran blog, mengerjakan soal pre-test, pelaksanaan pembelajaran dengan media pembelajaran blog, mengerjakan soal post-test, kuesioner motivasi belajar dan kuesioner terbuka.

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) siswa memiliki motivasi belajar yang baik dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media

  

ABSTRACT

The Influence of Blog-Based Learning Fransisca Harumning Tyas. 2012. Media Towards Motivation, Learning Activeness and Learning Result of Students at Eighth Students of Pangudi Luhur 1 Junior High School of Yogyakarta on The Topic of Lens. Thesis. Physics Education Study Program, Departement of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University, Yogyakarta.

  This research is a qualitative descriptive which purpose to find out how far the effect of use blog learning media on (1) students’ learning motivation to learn about lens, (2) students’ learning activity to learn about lens, (3) the result of students’ learning and (4) want to know the students’ responses about blog learning media.

  The research was done in Pangudi Luhur 1 Junior High School of

  th th

  Yogyakarta on 30 March until 27 April 2012. The subjects of the research,

  VIII

  were students at class F consisted of 30 students. The research used the learning instruments consists of general guidelines for learning, blog learning media, and student worksheet. The data collecting instruments and data processing instruments which consists of pre-test and post-test, learning motivation questionnaire, open questionnaire, and blog learning activity sheet.

  This research began with the preparation of the instruments, giving preliminary information about blog learning media, doing the pre-test, the implementation of learning with blog learning media, doing the post-test, learning motivation questionnaire, and open questionnaire.

  The results of the research indicated that : (1) the students have good

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur kepada Bapa atas segala Kasih dan rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan dengan baik penelitian dan penulisan skripsi dengan judul Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Blog Terhadap Motivasi,

  

Keaktifan Belajar dan Hasil Belajar Siswa Di Kelas VIII SMP Pangudi Luhur 1

Yogyakarta Pada Pokok Bahasan Lensa .

  Skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidika Fisika Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitaas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Penulis menyadari bahwa penelitian dan penulisan skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik karena bantuan baik dalam hal material, dukungan, saran maupun gagasan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan

  3. Bapak Bambang selaku guru fisika dan Bapak Heru selaku guru komputer SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, atas segala bantuan dan dukungan selama peneliti melaksanakan penelitian.

  4. Bapak Drs. A. Atmadi, M.Si, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika dan semua dosen penguji atas semua saran dan masukan yang berguna demi penyempurnaan skripsi ini.

  5. Siswa kelas VIII F SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta atas kerjasamanya selama penelitian berlangsung sehingga dapat berjalan dengan lancar.

  6. Segenap dosen Jurusan Pendidikan Fisika yang telah sabar membimbing serta telah banyak memberikan ilmunya kepada penulis.

  7. Segenap staff karyawan Sekertariat JPMIPA, Pak Sugeng, Mbak Heni, Mas Arif, atas segala bantuan yang telah diberikan.

  8. Mama, Papa, Adik, Mas Wenny dan semua kerabat dekat, atas segala dukungan baik materi, spritual, atas kasih sayang dan doa yang tiada henti

  11. Anton atas bantuannya dalam pembuatan video dan juga teman-teman Pendidikan Fisika angkatan 2008 atas semangat dan kebersamaan kita baik dalam suka maupun duka yang telah mewarnai perjalanan hidupku.

  12. Teman-teman Kos Benteng, khususnya Mbak Rani, Mbak Mayan, Mbak Novi, Mbak Nila, Mbak Wingga, Mbak Neldy, Mbak Aca, Mbak Agnes atas bantuan, nasihat serta semangat yang telah diberikan selama ini.

  13. Mas Eko atas bantuannya dalam pembuatan blog, Mas Matius atas bantuan kamera untuk penelitian, dan teman-teman Kos Kalkulus lainnya atas dukungan dan bantuan dalam menyelesaikan skripsi ini.

  14. Teman-teman KOMPAI atas kebersamaan kita dalam berorganisasi dan berjuang dalam suka dan duka untuk melayani Tuhan.

  15. Teman-teman PPL SMA GAMA beserta murid-muridku tercinta, KKN Sempon, Cofas 2009/2010, Panitia Paskah Cenat-cenut, atas pengalaman yang luar biasa berdinamika dan bekerjasama dengan kalian.

  DAFTAR ISI

  Halaman HALAMAN JUDUL .........................................................................................i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ......................................................................iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA......................................v HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA....................................vi ABSTRAK ..................................................................................................... vii ABSTRACT.................................................................................................. viii KATA PENGANTAR .....................................................................................ix DAFTAR ISI.................................................................................................. xii DAFTAR LAMPIRAN...................................................................................xv DAFTAR TABEL..........................................................................................xvi DAFTAR GAMBAR .................................................................................. xviii DAFTAR BAGAN ........................................................................................xix

  

BAB I. PENDAHULUAN...............................................................................1

A. Latar Belakang Masalah...............................................................................1 B. Batasan Masalah...........................................................................................5

  F. Pokok Bahasan Lensa.................................................................................29

  1. Apakah lensa itu?...................................................................................29

  2. Lensa Cembung .....................................................................................30

  a. Bagian – bagian lensa cembung........................................................30

  b. Tiga sinar istimewa pada lensa cembung .........................................32

  c. Bentuk – bentuk dan sifat bayangan .................................................33

  d. Melukis sendiri pembentukan bayangan pada lensa cembung .........35

  3. Lensa Cekung ........................................................................................36

  a. Bagian – bagian lensa cekung...........................................................37

  b. Tiga sinar istimewa pada lensa cekung.............................................38

  c. Bentuk – bentuk dan sifat bayangan .................................................39

  d. Melukis sendiri pembentukan bayangan pada lensa cekung ............40

  4. Perhitungan pada lensa ..........................................................................40

  5. Kekuatan lensa.......................................................................................42

  G. Penggunaan Media Pembelajaran Blog pada Pokok Bahasan Lensa .........43

  

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN ..................................................47

A. Jenis Penelitian...........................................................................................47 B. Subyek Penelitian .......................................................................................47 C. Waktu dan Tempat Penelitian ....................................................................48

  4. Tahap IV: Post-test, mengisi kuesioner motivasi belajar dan kuesioner terbuka ..................................................................................................52 E. Treatment ...................................................................................................53

  F. Instrumen Penelitian...................................................................................54

  G. Validitas dan Reliabilitas ...........................................................................55

  H. Metode Analisis Data .................................................................................57

  1. Motivasi Belajar Siswa ........................................................................57

  2. Keaktifan Belajar Siswa ........................................................................60

  3. Hasil Belajar Siswa................................................................................63

  4. Tanggapan Siswa Mengenai Media Pembelajaran Blog .......................84

  

BAB IV. DATA DAN ANALISIS DATA....................................................86

A. Pelaksanaan Penelitian ...............................................................................86

  1. Pembuatan blog pembelajaran...............................................................86

  2. Pelaksanaan pembelajaran ....................................................................88

  3. Evaluasi ................................................................................................96

  B. Data, Analisis Data dan Pembahasan .........................................................97

  1. Motivasi Belajar Siswa ..........................................................................97

  2. Keaktifan Belajar Siswa ......................................................................103

  3. Hasil Belajar Siswa .............................................................................106

  

DAFTAR LAMPIRAN

  Halaman Lampiran A1. Pedoman Umum Pembelajaran..............................................124 Lampiran A2. Media Pembelajaran Blog......................................................126 Lampiran A3. Lembar Kerja Siswa ..............................................................129 Lampiran A4. Kuesioner Motivasi Belajar ...................................................138 Lampiran A5. Lembar Kegiatan Pembelajaran Blog ....................................140 Lampiran A6. Soal Pre-test...........................................................................141 Lampiran A7. Soal Post-test .........................................................................144 Lampiran B1. Hasil Pengisian Kuesioner Motivasi Belajar .........................147 Lampiran B2. Hasil Pengisian Lembar Kegiatan Pembelajaran Blog ..........149 Lampiran B3. Hasil Pengisian Lembar Kerja Siswa (LKS ) ..........................151 Lampiran B4. Hasil Pengerjaan Soal Pre-test .............................................155 Lampiran B5. Hasil Pengerjaan Soal Post-test ............................................158 Lampiran B6. Hasil Kuesioner Terbuka ......................................................161 Lampiran B7. Rangkuman Hasil Kuesioner Terbuka ..................................163 Lampiran C1. Surat Permohonan Ijin Penelitian ..........................................166 Lampiran C2. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian ................167 Lampiran D. Foto – foto Pelaksanaan Penelitian........................................168

  

DAFTAR TABEL

  Halaman

Tabel 2.1. Rancangan pembelajaran pokok bahasan lensa dengan media pembelajaran berbasis blog ........................................................45Tabel 3.1. Pemberian skor kuesioner pernyataan positif ..............................58Tabel 3.2. Pemberian skor kuesioner pernyataan negatif .............................58Tabel 3.3. Penggolongan pernyataan dalam kuesioner motivasi berdasarkan kriteria dan kondisi setelah dilakukan validasi .......59Tabel 3.4. Pemberian kategori kuesioner motivasi siswa .............................59Tabel 3.5. Kategori hasil kuesioner motivasi siswa ......................................60Tabel 3.6. Distribusi pertanyaan pada LKS (Lembar Kerja Siswa)..............61Tabel 3.7. Perhitungan total soal di dalam LKS yang telah dikerjakan siswa ...........................................................................62Tabel 3.8. Total waktu yang digunakan siswa untuk membuka blog ...........63Tabel 3.9. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator

  Pembelajaran ...............................................................................64

Tabel 3.10. Distribusi soal menurut konsep dan indikator pembelajaran .......65Tabel 3.11. Konsep, aspek yang diukur, soal dan skor maksimal ..................66Tabel 4.4. Persentase dari setiap kategori hasil pengisian kuesioner..........101Tabel 4.5. Hasil perhitungan total soal di dalam LKS yang telah dikerjakan siswa .........................................................................103Tabel 4.6. Hasil analisis total waktu yang digunakan siswa untuk membuka blog ............................................................................105Tabel 4.7. Hasil analisis skor pre-test siswa untuk setiap aspek soal .........106Tabel 4.8. Hasil analisis skor post-test siswa untuk setiap sapek soal ........107Tabel 4.9. Hasil analisis pre-test dan post-test............................................109Tabel 4.10. Peningkatan hasil skor rata-rata tiap aspek pada masing - masing soal pre-test dan post-test ..............................................111

  

DAFTAR GAMBAR

  Halaman

Gambar 2.1. Hierarki piramidal ranah kognitif .........................................29Gambar 2.2 Kaca pembesar (lup)...............................................................30Gambar 2.3. Bentuk – betuk lensa cembung ..............................................30Gambar 2.4. Pembiasan sinar sejajar pada lensa cembung ........................31Gambar 2.5. Foto pembiasan sinar – sinar sejajar pada lensa cembung . ...32

  Gambar 2.6a. Sinar istimewa pada lensa cembung(a) .................................32 Gambar 2.6b. Sinar istimewa pada lensa cembung(b) .................................32 Gambar 2.6c. Sinar istimewa pada lensa cembung(c) .................................33 Gambar 2.7a. Bayangan benda jika benda terletak lebih jauh dari 2F

  2 ........33

  Gambar 2.7b. Bayangan benda jika benda terletak di 2F ............................33

  2 Gambar 2.7c. Bayangan benda jika benda diantara F 2 dan 2F 2 .....................34

  Gambar 2.7d. Bayangan benda jika benda terletak di F

  2 .............................34

  Gambar 2.7e. Bayangan benda jika benda terletak di antara F

  2 dan O ........34

Gambar 2.8. Melukis pembentukan bayangan di lensa cembung ..............35Gambar 2.9. Animasi pembentukan bayangan pada lensa cembung .........36Gambar 2.10 Bentuk – bentuk lensa cekung................................................36

  

DAFTAR BAGAN

  Halaman

Bagan 2.1. Hubungan tiga unsur dalam belajar mengajar ............................22Bagan 3.1. Desain Penelitian .........................................................................48

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah. Di zaman modern saat ini, dunia IT berkembang sangat pesat terbukti

  bahwa semua aktivitas, pekerjaan maupun profesi sangat berhubungan dengan IT. Komputer dengan fasilitas internet begitu laris digunakan oleh masyarakat.

  Baik kalangan anak-anak, remaja maupun orang tua sudah mengenal internet. Fasilitas yang dimiliki oleh internet sangat banyak, diantaranya : fasilitas iklan produk, penyedia informasi, chatting, life style dan lain-lain yang semuanya dibungkus dalam sebuah web (situs) ataupun blog.

  Dalam dunia pendidikan, paradigma lama mengenai proses belajar- mengajar bersumber pada teori (atau mungkin lebih tepatnya, asumsi) tabula rasa John Locke (Lie, 2008:2). Locke dalam Lie (2008:2) mengatakan bahwa lain yang semuanya bermanfaat untuk menggeser asumsi paradigma pendidikan sebelumnya yang menjadikan guru sebagai pusat ilmu.

  Blog menjadi fenomena belakangan ini karena mudah untuk membuat

  serta mengaksesnya. Blog bisa berisi dokumen, gambar, obyek media, dan data yang tersusun secara rapi yang dapat dilihat melalui browser internet.

  Sayangnya, keberadaan blog dengan banyak manfaat tersebut, jarang disentuh oleh komunitas guru. Padahal keberadaan blog bagi guru jika dikaji secara mendalam mempunyai banyak manfaat untuk pembelajaran. Banyak juga guru yang telah memanfaatkan blog untuk berbagi pengalaman, ilmu dan pengetahuan terhadap sesama guru atau peminat bidang pendidikan lainnya. Tetapi mungkin masih sedikit guru yang menggunakan blog sebagai sarana untuk mendukung pembelajaran tatap muka di kelas. Pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran blog, diharapkan dapat membuat pelajaran menjadi menarik karena tampilan blog bisa dikombinasikan oleh tulisan, dicapai. Motivasi akan menentukan intensitas usaha siswa untuk melakukan sesuatu termasuk melakukan belajar. Kegiatan ataupun cara untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Penggunaan media pembelajaran bisa menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan motivasi siswa dalam belajar sehingga diharapkan nantinya hasil belajar yang diperoleh siswa dapat maksimal.

  Beberapa ahli mengungkapkan bahwa siswa akan lebih memahami konsep apabila siswa ikut berperan aktif dalam proses pembelajaran. Usman (1997:21) mengatakan aktivitas siswa sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran sehingga siswalah yang seharusnya banyak aktif, sebab siswa sebagai subyek didik adalah yang merencanakan dan ia sendiri yang melaksanakan belajar. Maka aktivitas siswa dalam pembelajaran sangat diperlukan untuk merangsang keaktifan siswa karena pada dasarnya tidak ada belajar jika tidak ada aktivitas. Tentang pembelajaran yang memuat aktivitas siswa akan berusaha mencari jawaban dari pertanyaan yang terdapat di LKS di dalam blog. Pada pembelajaran dengan menggunakan blog, siswa yang akan berusaha sendiri untuk mempelajari materi sehingga apa yang siswa peroleh benar-benar dipahami dan tidak mudah dilupakan.

  Berdasarkan hal tersebut di atas, peneliti ingin mengetahui sejauh mana pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis blog terhadap motivasi, keaktifan belajar dan hasil belajar siswa pada pokok bahasan lensa.

  B. Batasan Masalah

  Peneliti membatasi permasalahan untuk penelitian sebagai berikut :

  1. Subyek Penelitian Subyek penelitian dibatasi pada siswa-siswi kelas VIII F SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2011/2012

  2. Obyek Penelitian Obyek penelitian ini adalah sejauh mana pengaruh dari penggunaan media pembelajaran blog terhadap motivasi, keaktifan, dan hasil belajar siswa dalam pokok bahasan lensa serta bagaimana tanggapan siswa mengenai pembelajaran tersebut.

  3. Mengenai pokok bahasan pelajaran fisika yang akan diberikan, yaitu pokok bahasan lensa.

  C. Rumusan Masalah

  D. Tujuan Penelitian

  Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :

  1. Mengetahui sejauh mana pengaruh media pembelajaran berbasis blog terhadap motivasi belajar siswa untuk belajar mengenai lensa.

  2. Mengetahui sejauh mana pengaruh media pembelajaran berbasis blog terhadap keaktifan belajar siswa untuk belajar mengenai lensa.

  3. Mengetahui sejauh mana pengaruh media pembelajaran berbasis blog terhadap hasil belajar siswa.

  4. Mengetahui tanggapan siswa mengenai media pembelajaran blog.

  E. Manfaat Penelitian

  Berdasarkan uraian latar belakang maka penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat diantaranya :

  2. Bagi Siswa

  • Memberikan pengalaman belajar dengan menggunakan blog sehingga mereka dapat mengalami pembelajaran dengan berbagai metode yang bervariasi. Membantu siswa lebih memahami konsep fisika dengan penggunaan - media pembelajaran yang menarik karena bisa disertai dengan gambar, animasi serta video.

  3. Bagi Peneliti : Sebagai sarana untuk mencoba menerapkan penggunaan media - pembelajaran berbasis blog di dalam pembelajaran secara nyata.

BAB II KAJIAN TEORI A. Media Pembelajaran Kata media berasal dari bahasa Latin Medius yang secara harafiah berarti

  tengah, perantara atau pengantar. Tetapi secara lebih khusus, pengertian media dalam proses pembelajaran cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Media juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa, sehingga dapat terdorong terlibat dalam proses pembelajaran (Angkowo dan Kosasih, 2007 : 10).

  Angkowo dam Kosasih (2007 : 14) menyatakan bahwa proses pemilihan media pembelajaran tidak sama dengan pemilihan buku pegangan dalam

  9

  2. Ketepatgunaan Jika materi yang akan dipelajari adalah bagian-bagian yang penting dari benda, maka gambar seperti bagan dan slide dapat digunakan. Apabila yang dipelajari adalah aspek-aspek yang menyangkut gerak, maka media film atau video akan lebih tepat. Walkinson menyatakan bahwa penggunaan bahan-bahan yang bervariasi menghasilkan dan meningkatkan pencapaian akademik.

  3. Keadaan siswa Media akan efektif digunakan apabila tidak tergantung dari benda interindividual (melibatkan atau yang terjadi antara individu) antara siswa.

  Misalnya kalau siswa tergolong auditif dapat belajar dengan media visual dan siswa yang tergolong visual dapat juga belajar dengan menggunakan media auditif.

  4. Ketersediaan

  10 Menurut Canei, R. Springfield, dan Clark.,C. dalam Angkowo dan

  Kosasih (2007 : 15), dasar pemilihan alat bantu visual adalah memilih alat bantu yang sesuai dengan kematangan, minat dan kemampuan kelompok, memilih alat bantu secara tepat untuk kegiatan pembelajaran, mempertahankan keseimbangan dalam jenis alat bantu yang dipilih, menghindari alat bantu yang berlebihan, serta mempertanyakan apakah alat bantu tersebut diperlukan dan dapat mempercepat pembelajaran atau tidak.

B. Media Pembelajaran Berbasis Blog

  Blog merupakan perpaduan dari sebuah istilah web dan log, yang

  mengarah ke web log, weblog dan akhirnya blog. Blog adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat

  11 Haryanto (2011) menyatakan bahwa terdapat beberapa keunggulan

  menggunakan media pembelajaran blog dibandingkan dengan media pembelajaran berbasis web, yaitu :

  1. Banyak layanan yang menyediakan hosting blog gratis, misalnya wordpress, blogdetik, blogger, dan blospot sehingga guru atau sekolah tidak harus mengeluarkan biaya yang besar.

  2. Mudah dalam mengoprasikan dan memanage blog sehingga penulis/guru tidak harus menguasai bahasa pemrograman. Pengelolaan untuk update tulisan, materi, hapus dan sebagainya sangat mudah.

  3. Pembaca bisa berinteraksi dengan penulis melalui komentar di blog atau sarana interaksi lainnya yang ditaruh pada blog, misalnya : shoutbox chat Perkembangan internet saat ini yang lumayan pesat, membuat seorang guru mau tidak mau harus mempunyai alternative pembelajaran kepada siswa.

  Dengan pembuatan sebuah media pembelajaran berbasis blog, guru juga akan

  12

  • Update merupakan istilah yang digunakan ketika seorang blogger memperbaharui isi blognya dengan menambahkan artikel baru.
  • Blogwalking merupakan istilah yang digunakan ketika blogger mengunjungi blog lain.
  • Hosting adalah tempat atau jasa internet untuk membuat halaman website

  yang telah dibuat menjadi online dan bisa diakses orang lain. Biasanya layanan hosting disediakan oleh perusahaan-perusahaan hosting.

  Contoh perusahaan hosting adalah hostgator.com, masterweb.net atau rumahweb.com

  • Domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperi web server atau email server di internet. Domain

  memberikan kemudahan pengguna di internet untuk melakukan akses ke

  server dan mengingat server yang dikunjungi dibandingkan harus harus mengenal deretan nomor atau yang dikenal IP.

  13

  • Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antara 32-bit sampai dengan 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk setiap komputer host dalam jaringan internet. (www.wikipedia.org)

C. Motivasi Belajar Fisika Model ARCS ( ARCS MODELS)

1. Motivasi Belajar

  Kegiatan belajar dapat terjadi apabila di dalam diri siswa ada perhatian dan dorongan terhadap stimulus belajar siswa, dorongan inilah yang disebut motivasi. Maka tugas guru sebagai pendidik para siswa harus berupaya menciptakan dan juga mempertahankan perhatian dan dorongan siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Motivasi belajar siswa dapat dilakukan melalui dua bentuk motivasi, yaitu: motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik.

  Motivasi ekstrinsik adalah dorongan yang datangnya dari luar dirinya. Misalnya, guru menciptakan suasana belajar yang membuat siswa merasa

  14

  memunculkan beberapa motivasi yang berbeda-beda yang dilandasi oleh kebutuhan masing-masing individu.

  Motivasi belajar tidak sama kuatnya dimiliki oleh setiap siswa, dan motivasi dalam diri seseorang siswa tidak tetap. Kenyataan ini membuktikan bahwa betapa pentingnya menimbulkan, mempertahankan serta meningkatkan motivasi belajar pada siswa. Guru sebagai orang yang membelajarkan siswa sangat berkepentingan dengan masalah motivasi belajar ini, dan oleh karena itu seorang guru harus termotivasi untuk mempelajari dan menguasai hal – hal yang menyangkut motivasi belajar (Darsono, 2000).

2. Motivasi Belajar Fisika

  Motivasi belajar fisika adalah kekuatan yang mendorong atau menarik siswa untuk belajar fisika atau melibatkan diri secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar fisika. Siswa dikatakan memiliki motivasi belajar fisika

  15

  pembelajaran yang disebut model ARCS (Attention, Relevance, Confidence,

  Statisfaction) . Masih menurut John M. Keller, guru perlu memberikan

  motivasi kepada siswa. Dengan kata lain munculnya motivasi belajar dalam diri siswa, bukan hanya menjadi tanggung jawab siswa itu sendiri, tetapi juga tanggung jawab guru. Oleh sebab itu, prinsip-prinsip motavisional model ARCS (ARCS Models) perlu diterapkan dan dikembangkan dalam proses pembelajaran. Model ARCS diuraikan di bawah ini :

a. A = Attention (Perhatian)

  Artinya siswa yang mau belajar harus memiliki atensi atau perhatian pada materi yang akan dipelajari. Perhatian siswa dapat bangkit antara lain karena dorongan ingin tahu. Oleh sebab itu, rasa ingin tahu siswa perlu dirangsang. Strategi untuk merangsang minat dan perhatian siswa dapat dilakukan dengan cara :

  1) Menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi (diskusi, bermain

  16

b. R = Relevance ( Relevansi = Kegunaan )

  Artinya motivasi belajar akan tumbuh bila siswa mengakui bahwa materi belajar mempunyai manfaat langsung secara pribadi. Kebutuhan pribadi dikelompokkan ke dalam 3 kategori : 1) Nilai motif pribadi mencakup kebutuhan untuk berprestasi, kebutuhan untuk berkuasa, dan kebutuhan untuk berteman.

  2) Nilai motif instrumental, berarti bahwa keberhasilan dalam mengerjakan tugas dianggap sebagai langkah untuk mencapai keberhasilan berikutnya. 3) Nilai motif kultural, berarti bahwa tujuan yang ingin dicapai itu sesuai dengan nilai yang diyakini dan dipegang oleh kelompok yang menjadi acuan siswa. Suciati dan Udin Syariffudin dalam Angkowo dan Kosasih (2007 : 40) mengemukakan bahwa strategi untuk menunjukkan relevansi adalah

  17

c. C = Confidence ( Kepercayaan Diri )

  Artinya untuk belajar secara efektif, perlu dihilangkan kekuatiran dan rasa ketidakmampuan dalam diri siswa. Siswa perlu percaya bahwa ia mampu dan bisa berhasil dalam mempelajari sesuatu. Strategi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kepercayaan diri antara lain : 1) Meningkatkan harapan siswa untuk berhasil dengan memperbanyak pengalaman keberhasilan siswa. Misalnya, mempersiapkan pembelajaran agar dengan mudah dipahami siswa, diurutkan materi yang mudah ke yang sukar.

  2) Menyusun pembelajaran ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil, sehingga siswa tidak dituntut untuk mepelajari terlalu banyak konsep baru sekaligus. 3) Meningkatkan harapan siswa untuk berhasil yaitu dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan kriteria tes atau ujian pada

  18

  6) Memberikan umpan balik yang konstruktif selama proses pembelajaran, agar siswa mengetahui serta memahami bagaimana kepribadiannya selama masa pendidikan mereka dan memperbaiki kelemahan mereka.

d. S = Satisfacation (Kepuasan)

  Artinya bahwa motivasi belajar harus mampu menghasilkan rasa puas guna mendorong tumbuhnya keinginan untuk tetap belajar. Strategi untuk meningkatkan kepuasan antara lain dengan cara : 1) Menggunakan pujian secara verbal 2) Memberikan umpan balik yang informatif, bukan intimidasi 3) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan atau mempraktekkan pengetahuan yang baru dipelajarinya 4) Meminta siswa yang sudah menguasai materi untuk membantu temannya yang belum menguasai

  19 D. Keaktifan Siswa

  Seorang pakar pendidikan, Trinandinata dalam Winarti (2011 : 20) menyatakan bahwa hal yang paling mendasar yang dituntut dalam proses pembelajaran adalah keaktifan siswa. Sedangkan menurut Herman Hudojo dalam Endarwati (2009 : 12) keaktifan adalah suatu proses yang mengikutsertakan setiap siswa secara serempak dalam proses belajar (guru dan siswa) untuk mencapai tujuan belajar.

  Belajar merupakan kegiatan yang dilakukan siswa, bukan sesuatu yang dilakukan terhadap siswa. Oleh sebab itu, penyusunan pengetahuan hendaklah menempatkan siswa sebagai peserta yang aktif (Lie, 2008 : 5). Kartika Budi (2001 : 46) mengatakan bahwa ukuran dari kualitas pembelajaran tidak terletak pada baiknya guru menerangkan, tetapi pada kualitas dan kuantitas belajar siswa, dalam arti seberapa banyak dan seberapa sering siswa terlibat secara aktif. Jadi untuk merangsang keaktifan belajar pada siswa, diperlukan suatu

  20

  5. Memupuk disiplin kelas secara wajar dan suasana belajar menjadi demokratis.

  6. Mempererat hubungan sekolah dan masyarakat, dan hubungan antara orang tua dengan guru.

  7. Pengajaran diselenggarakan secara realistis dan konkret sehingga mengembangkan pemahaman serta berpikir kritis serta menghindarkan verbalistis.

  8. Pengajaran di sekolah menjadi hidup sebagaimana aktivitas dalam kehidupan di masyarakat.

  Sardiman (1986 : 94) menyatakan bahwa aktivitas diperlukan dalam belajar karena pada prinsipnya belajar adalah berbuat, berbuat untuk mengubah tingkah laku, jadi dengan melakukan sesuatu kegiatan. Tidak ada belajar kalau tidak ada aktivitas. Itulah sebabnya aktivitas merupakan prinsip atau asas yang sangat penting di dalam interaksi belajar-mengajar. Paul B. Diedrich dalam

  21

  4. Writing activities , seperti menulis cerita, karangan, laporan, angket, dan menyalin.

  5. Drawing activities , contohnya menggambar, membuat grafik, peta, garis dan diagram.

  6. Motor activities , seperti melakukan percobaan, membuat konstruksi model, mereparasi, dan bermain.

  7. Mental activities , misalnya menanggapi, mengingat, memecahkan soal, menganalisa, melihat hubungan, dan mengambil keputusan.

  8. Emotional activities , seperti menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, tenang, berani, dan gugup.

  Melihat besarnya manfaat penggunaan aktivitas belajar, maka diperlukan kegiatan pembelajaran yang mengupayakan kektifan siswa. Menurut Wijaya (1988 : 188-189), ciri-ciri kegiatan belajar mengajar yang mengupayakan keaktifan siswa yaitu :

  22 Situasi belajar dikatakan aktif apabila ditandai dengan adanya aktivitas

  siswa, sehingga yang lebih ditekankan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Keaktifan yang timbul dari siswa akan mengakibatkan pula terbentuknya pengetahuan serta keterampilan yang akan mengarah pada peningkatan hasil belajar.

E. Hasil Belajar

  Belajar dan mengajar sebagai suatu proses mengandung tiga unsur yang dapat dibedakan, yakni tujuan pengajaran (instruksional), pengalaman (proses) belajar-mengajar dan hasil belajar. Hubungan ketiga unsur tersebut digambarkan dalam bagan sebagai berikut (Nana Sudjana, 1989 : 2) :

  Tujuan instruksional (a) (c)

  Pengalaman belajar (proses belajar- Hasil Belajar mengajar)

  23

  diperlihatkannya setelah mereka menempuh pengalaman belajar (poses belajar- mengajar). Sedangkan garis (b) merupakan kegiatan penilaian untuk mengetahui keefektifan pengalaman belajar dalam mencapai hasil yang optimal.

  Tujuan instruksional pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku yang diinginkan pada diri siswa. Oleh sebab itu, dalam penilaian hendaknya diperiksa sejauh mana perubahan tingkah laku siswa telah terjadi melalui proses belajarnya. (Nana Sudjana, 1989 : 2)

  Penilaian hasil belajar menurut Nana Sudjana (1989 : 3) adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai oleh siswa dengan kriteria tertentu. Hal ini mengisyaratkan bahwa obyek yang dinilainya adalah hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku yang mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotoris.

  Nana Sudjana (1989 : 22) menyatakan bahwa dalam sistem pendidikan

  24

  2. Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek yakni penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan internalisasi.

  3. Ranah psikomotoris berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. Ada enam aspek ranah psikomotoris, yakni (a) gerakan refleks, (b) keterampilan gerakan dasar, (c) kemampuan perseptual, (d) keharmonisan atau ketepatan, (e) gerakan keterampilan kompelks, dan (f) gerakan ekspresif dan interpretatif . Ketiga ranah tersebut menjadi obyek penilaian hasil belajar. Di antara ketiga ranah itu, ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai oleh para guru di sekolah karena berkaitan dengan kemampuan para siswa dalam menguasai isi bahan pengajaran. Maka dalam penelitian ini hasil belajar yang digunakan adalah ranah kognitif berupa nilai tes.

  Menurut Benyamin Bloom dalam Nana Sudjana (1989 : 22), aspek kognitif terdiri atas enam tingkatan, yaitu :

  25 Menurut Suhendar kata kerja operasional yang dapat digunakan adalah

  menyebutkan, menunjukkan, mengenal, menginat kembali, mendefinisi, memilih dan mengatakan.

  Jadi pengetahuan merupakan kemampuan siswa mengingat kembali, memunculkan kembali, menyatakan kembali, apa yang pernah dilihatnya, didengarnya dan dilakukannya.

  2. Tipe hasil belajar : Pemahaman (comprehension) Pemahaman dihubungkan dengan kemampuan untuk menjelaskan suatu pengetahuan, informasi yang telah diketahui dengan kata-kata sendiri. Pada tahap ini peserta didik diharapkan menerjemahkan atau menyebutkan kembali sesuatu yang telah ia dengar dengan kata-kata sendiri.

  Misalnya menjelaskan dengan susunan kalimatnya sendiri sesuatu yang dibaca atau didengarnya, memberi contoh lain yang telah dicontohkan, atau menggunakan petunjuk penerapan pada kasus lain. Dalam taksonomi

  26 Jadi beberapa indikator yang menunjukkan bahwa seseorang memahami

  suatu konsep antara lain : mampu menjelaskan maknanya, mampu menyatakan pengertian dengan kata-kata atau kalimatnya sendiri, dapat membedakan konsep yang benar dan yang salah.

  3. Tipe hasil belajar : Penerapan (aplication) Penerapan adalah penggunaan abstraksi pada situasi kongkret atau situasi khusus. Abstraksi tersebut merupakan ide, teori atau petunjuk teknis.

  Menerapkan abstraksi ke dalam situasi baru disebut aplikasi. Mengulang- ulang menerapkannya pada situasi lama akan beralih menjadi pengetahuan hafalan atau keterampilan. Suatu situasi akan tetap dilihat sebagai situasi baru bila tetap terjadi proses pemecahan masalah. Kecuali itu, ada satu unsur lagi yang perlu masuk, yaitu abstraksi tersebut perlu berupa prinsip atau generalisasi, yakni sesuatu yang umum sifatnya untuk ditetapkan pada situasi khusus.

  27

  4. Tipe hasil belajar : Analisis (analysis) Analisis merupakan kecakapan yang kompleks, yang memanfaatkan kecakapan dari ketiga tipe sebelumnya. Dengan analisis diharapkan seseorang mempunyai pemahaman yang komprehensif dan dapat memilahkan integritas menjadi bagian-bagian yang tetap terpadu, untuk beberapa hal memahami prosesnya, untuk hal lain memahami cara bekerjanya, untuk hal lain lagi memahami sistematikanya. Bila kecakapan analisis telah dapat berkembang pada seseorang, maka ia akan dapat mengaplikasikannya pada situasi baru secara kreatif.

  Kata kerja operasional yang dipakai untuk merumuskan indikatornya menurut Suhendar adalah menganalisis, membedakan, menemukan dan menarik kesimpulan.

  Jadi analisis merupakan kemampuan mengidentifikasi, memisahkan dan membedakan komponen-komponen atau elemen suatu fakta, konsep,

  28 Misalnya dalam proses mengarang artikel ilmiah (misalnya pada

  penilaian portfolio) yang dilakukan adalah menggabungkan, menghubungkan, mensitensiskan pengetahuan untuk membangun suatu kebulatan. Dalam memecahkan soal yang kompleks, tahap realisasi (perhitungan) setiap bagian dari hasil analisis sehingga akhirnya secara keseluruhan (masalah pokok) terselesaikan, merupakan langkah sintesis.

  Kata kerja operasional yang dipakai untuk merumuskan indikatornya menurut Suhendar adalah mengusulkan, mengemukakan, merencanakan, menghasilkan, mendesain, memodifikasi dan menentukan.

  Jadi sintesis merupakan kemampuan seseorang dalam mengaitkan dan menyatukan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang berbeda sehingga dapat terbentuk pola baru yang lebih menyeluruh.

  6. Tipe hasil belajar : Evaluasi (evaluation) Evaluasi merupakan level tertinggi yang mengharapkan peserta didik

  29 Atherton J S (2011) mengurutkan keenam tingkatan tersebut dalam

  gambar di bawah ini :

Gambar 2.1. Hierarki piramidal ranah kognitif

  Berdasarkan uraian tentang beberapa tingkatan dalam ranah kognitif, maka dalam penelitian ini, soal-soal yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa dibuat mengacu pada keenam tingkatan tersebut dalam ranah kognitif.

  30

2. Lensa Cembung

  Pernahkah kalian melihat kaca pembesar (lup) di rumah atau di sekolahmu? Biasanya untuk melihat benda-benda yang kecil digunakan kaca pembesar (lup) sehingga benda kecil tersebut dapat terlihat dengan jelas. Kaca pembesar (lup) termasuk ke dalam lensa cembung.

Gambar 2.2. Kaca pembesar (lup)

  Lensa cembung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tebal daripada bagian pinggirnya. Lensa cembung terdiri dari beberapa bentuk, yaitu : 1) Bikonveks atau cembung-cembung.

  31

  datangnya sinar sebagai bagian depan, dan bagian lensa cembung tempat sinar dibiaskan sebagai bagian belakang.

Gambar 2.4. Pembiasan sinar sejajar pada lensa cembung

  Titik fokus yang berada di depan lensa cembung disebut titik fokus maya, sedangkan titik fokus yang berada di belakang lensa cembung disebut titik fokus sejati. Kita tetapkan juga bahwa titik fokus tempat sinar-sinar dibiaskan sebagai fokus aktif (diberi lambang F ) dan titik fokus lainnya

  1

  ditetapkan sebagai fokus pasif (diberi lambang F

  2 )

  32 Gambar 2.5. Foto pembiasan sinar-sinar sejajar pada lensa cembung

  Foto pada gambar 2.5 menunjukkan bahwa pembiasan pada lensa cembung selalu bersifat mengumpul (konvergen).

b. Tiga sinar istimewa pada lensa cembung

  Seperti halnya cermin, lensa cembung juga memiliki tiga sinar istimewa, yaitu : 1) Sinar datang sejajar sumbu utama lensa dibiaskan melalui titik fokus aktif F

  1

  yang terdapat di belakang lensa,

  33 Ga

  33 Gambar 2.6c. Sinar istimewa pada lensa cembu bentuk dan sifat bayangan

  bung (c) k lebih jauh dari 2F

  33

c. Bentuk – be

  terletak lebih jauh dari 2F 2 .

  ar 2.7a.Bayangan benda jika benda terletak lebi

  gan benda terletak di antara F

  1

  1) Benda ter

  1

  , membe , terbalik dan diperkecil. terletak pada titik 2F

  2 .

  Bayangan nyata, ter 2) Benda ter

  Gambar

  2

  mbentuk bayangan

  dan 2F

  34 Gambar 2.7c. Bayangan benda jika benda diantara F 2 dan 2F

  2 Bayangan benda terletak di belakang 2F , membentuk bayangan

  1 nyata, terbalik dan diperbesar.

  4) Benda terletak di titik fokus ( F

  2 ) Gambar 2.7d. Bayangan benda jika benda terletak di F

  2 Tidak terbentuk bayangan karena tidak ada perpotongan antara sinar- sinar istimewa.

  5) Benda terletak di antara titik fokus F

  2 dan O

  35

d. Melukis sendiri pembentukan bayangan pada lensa cembung

  Sifat bayangan yang dihasilkan lensa cembung akan dapat dijelaskan dengan memahami cara melukis pembentukan bayangan pada lensa cembung. Untuk melukis bayangan, diperlukan tiga langkah berikut : 1) Lukislah dua buah sinar istimewa (umumnya digunakan sinar 1 dan sinar 3) 2) Sinar selalu datang dari depan lensa dan dibiaskan ke belakang lensa.

  Perpanjangan sinar-sinar bias ke depan lensa, dilukis sebagai garis putus-putus.

  3) Perpotongan kedua sinar bias yang dilukis pada langkah 1 adalah letak bayangan. Jika perpotongan didapat dari sinar bias, terjadi bayangan nyata, tetapi jika perpotongan didapat dari perpanjangan sinar bias, bayangan yang dihasilkan adalah maya.

  Contoh :

  36

  36

  36 dipaparkan di n di atas. Begitu juga dalam menentukan sifa sifat bayangannya.

  Lihat contoh p oh pada animasi di bawah ini : Gambar 2.9.

2.9. Animasi pembentukan bayangan pada lensa ensa cembung

3. Lensa Cekung ng

  Lensa cekun ekung adalah lensa yang bagian tengahnya lebi ebih tipis daripada bagian pinggirn irnya. Sama halnya dengan lensa cembung, le , lensa cekung pun

  37

a. Bagian-bagian lensa cekung

  Pada lensa cekung, sinar – sinar datang yang sejajar sumbu utama akan dibiaskan menyebar seolah – olah berasal dari satu titik. Berarti lensa cekung mempunyai sifat menyebarkan cahaya yang mengenainya, sehingga lensa cekung disebut juga lensa divergen.

Gambar 2.11. Pembiasan sinar sejajar pada lensa cekung

  Lensa cekung juga memiliki dua titik fokus : titik fokus aktif F

  1

  terletak di depan lensa dan titik fokus pasif F 2 terletak di belakang lensa. Karena fokus aktif lensa cekung F terletak di depan lensa maka fokus aktif

  

1

  lensa cekung adalah fokus maya, dan jarak fokus lensa cekung f selalu

  38 Foto pada gambar 2.12. menunjukkan bahwa pembiasan pada lensa

  cekung selalu bersifat menyebar (divergen). Oleh karena itu, lensa cekung disebut juga lensa divergen.

b. Tiga sinar istimewa pada lensa cekung

  Tiga sinar istimewa pada lensa cekung adalah sebagai berikut : 1) Sinar yang datang sejajar sumbu utama dibiaskan seakan-akan berasal dari titik fokus aktif F

  1. Gambar 2.13a. Sinar istimewa pada lensa cekung (a)

  2) Sinar yang datang seakan – akan menuju ke titik fokus pasif F

  2 dibiaskan sejajar sumbu utama.

  39

c. Bentuk – bentuk dan sifat bayangan

  1) Benda terletak lebih jauh dari 2F

  1 Gambar 2.14a.Bayangan benda jika benda terletak lebih jauh dari 2F

  1 Bayangan yang terbentuk bersifat maya, tegak, diperkecil, dan terletak

  di antara O dan F

  1

  2) Benda terletak di antara titik fokus (F

  1 ) dan titik 2F

  1

  40 Bayangan yang terbentuk bersifat maya, tegak, diperkecil, dan terletak

  di antara F

  1 dan O

d. Melukis sendiri pembentukan bayangan pada lensa cekung

  Seperti halnya lensa cembung, kamu hanya perlu melukis dua sinar istimewa, misal : sinar 1 dan sinar 3.

Gambar 2.15. Melukis pembentukan bayangan di lensa cekung

  Pada gambar di atas ditunjukkan lukisan pembentukan bayangan untuk benda yang diletakkan di titik yang lebih jauh dari 2F

  1 di depan lensa cekung atau lensa negatif. Tampak bayangan maya, tegak, dan diperkecil.

  Jika kamu geser hingga terletak di 2F , diantara F dan 2F , diantara F dan

  1

  1

  1

  1

  41

  1

  1

  1

  • =

  ′

  f s s Perbesaran linear :

  ′ ′

  h − s M = = h s dengan : f = jarak fokus lensa s = jarak benda ke lensa s’ = jarak bayangan ke lensa M = perbesaran h = tinggi benda h’ = tinggi bayangan

  Namun perlu diperhatikan bahwa dalam perhitungan berlaku o ketentuan – ketentuan sebagai berikut : Jarak fokus f bernilai positif (+) untuk lensa cembung dan bernilai

  42

5. Kekuatan Lensa

  Dalam kehidupan sehari-hari mungkin kamu sering mendengar kalimat seperti “Seseorang memakai kacamata -1,5 (minus 1,5) karena tidak dapat melihat benda yang cukup jauh”. Bilangan -1,5 ini sebenarnya menunjukkan kekuatan lensa pada kacamata tersebut.

Gambar 2.16. Panjang fokus pada dua buah lensa yang berbeda

  Kekuatan lensa adalah kemampuan sebuah lensa dalam mengumpulkan atau menyebarkan sinar yang diterimanya. Makin kuat lensa

  43 G. Penggunaan Media Pembelajaran Blog pada Pokok Bahasan Lensa

  Beberapa konsep yang terdapat pada pokok bahasan lensa yang akan dibahas pada penelitian ini antara lain : jenis-jenis lensa, sinar-sinar istimewa pada lensa, pembentukan dan sifat bayangan, perhitungan pada lensa, serta kekuatan lensa. Konsep-konsep tersebut membutuhkan media pembelajaran yang menarik dalam penyampaiannya kepada siswa karena sebagian besar merupakan analisis pembiasan sinar pada lensa yang membutuhkan beberapa peragaan, video, gambar ataupun animasi.

  Penggunaan media pembelajaran yang menarik sangat perlu dalam kegiatan pembelajaran sehingga diharapkan siswa lebih termotivasi untuk belajar dan juga bersedia mengikutinya yaitu dengan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Partisipasi siswa yang aktif serta bimbingan guru dalam pembelajaran akan membangun pengetahuan siswa sehingga pengetahuan tersebut dapat benar-benar bisa dipahami bahkan dapat diaplikasikan oleh

  44

  menggunakan blog pembelajaran lain yang banyak terdapat di internet karena dengan merancang dan membuat sendiri, peneliti dapat menentukan materi apa saja yang akan dimasukkan kedalam blog serta beberapa gambar, video ataupun simulasi untuk mendukung pembelajaran agar siswa dapat mencapai indikator pembelajaran yang telah ditentukan. Selain itu desain, tata letak, warna dan fasilitas-fasilitas dalam blog dapat ditentukan sendiri oleh peneliti sehingga diharapkan dapat membuat siswa senang, tertarik dan termotivasi untuk membuka dan mempelajari blog tersebut.

  Media pembelajaran blog merupakan suatu sarana untuk siswa dapat ikut berpartisipasi aktif dalam pembelajaran karena siswa harus membuka materi dan menjalankan beberapa video serta simulasi secara mandiri. Pembelajaran dengan media pembelajaran blog bisa dilakukan dengan atau tanpa tatap muka dengan guru. Alat bantu lain yang digunakan untuk mendukung pembelajaran adalah adanya Lembar Kerja Siswa (LKS). LKS ini nantinya akan digunakan

Tabel 2.1 Rancangan pembelajaran pokok bahasan lensa dengan media pembelajaran berbasis blog Konsep Aktivitas pembelajaran Media Keterangan

  Blog dan LKS Pembelajaran dilakukan di Siswa belajar melalui blog dengan panduan LKS, yaitu sekolah dengan membuka materi yang terdapat di menu utama pada bagian materi lensa cekung dan lensa cembung

  • Jenis- jenis lensa
  • Siswa membuka video yang terdapat di menu utama pada bagian lensa cekung dan lensa cembung
  • Siswa menjawab beberapa pertanyaan di LKS
  • Sinar-sinar istimewa Siswa belajar melalui blog dengan membuka materi yang Blog dan LKS Pembelajaran dilakukan di pada lensa

  sekolah terdapat di menu utama pada bagian sinar istimewa pada lensa.

  Blog dan LKS Pembelajaran dilakukan di Siswa belajar melalui blog dengan membuka materi yang bayangan pada lensa sekolah dilanjutkan dengan terdapat di menu utama pada bagian pembentukan bayangan

  • Pembentukan dan sifat

  Siswa menjalankan video serta gambar animasi yang jam pelajaran terdapat di menu utama pada bagian pembentukan bayangan pada lensa

  • tugas yang dikerjakan diluar
  • Siswa menjawab pertanyaan yang terkait dengan video serta gambar dari animasi tersebut.
  • Perhitungan pada Siswa belajar melalui blog dengan membuka materi yang Blog dan LKS Pembelajaran dilakukan di lensa

  sekolah dilanjutkan dengan terdapat di menu utama pada bagian perhitungan pada lensa

  Siswa membuka soal – soal yang terdapat di menu utama jam pelajaran pada bagian contoh soal lensa cekung dan cembung

  • tugas yang dikerjakan diluar
  • Siswa mengerjakan latihan soal yang terdapat di LKS

  Blog dan LKS Pembelajaran dilakukan di Siswa membuka materi yang terdapat di menu utama pada sekolah bagian kekuatan lensa

  • Kekuatan Lensa
  • Siswa membuka soal – soal yang terdapat di menu utama pada bagian contoh soal kekuatan lensa
  • Siswa mengerjakan latihan soal yang terdapat di LKS

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif karena

  penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh media pembelajaran berbasis blog terhadap motivasi, keaktifan belajar siswa dan hasil belajar siswa pada pokok bahasan lensa.

B. Subyek Penelitian

  Subyek penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII F semester genap Tahun Ajaran 2011/2012 SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta. Subyek penelitian ini dipilih berdasarkan rekomendasi dari kepala sekolah dan guru mata pelajaran TI karena kelas ini termasuk salah satu dari dua kelas yang

  C. Waktu dan Tempat Penelitian

  Penelitian dilakukan di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta yang beralamat di Jalan Timoho 2 nomor 29 pada tanggal 30 Maret - 27 April 2012.

  D. Desain Penelitian

  Penelitian ini terdiri dari empat tahap, yaitu : (1) penyusunan instrumen, (2) pemberian informasi awal mengenai pembelajaran blog, pelaksanaan pre-

  test , (3) pelaksanaan media pembelajaran blog, (4) post-test, pengisian

  kuesioner motivasi serta kuesioner terbuka. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada bagan desain penelitian di bawah ini :

  Tahap I Penyusunan instrumen Instrumen pengumpulan dan pengolahan data Instrumen pembelajaran

  Tahap II Pemberian informasi awal mengenai pembelajaran soal post-test, lembar blog Pedoman blog , pelaksanaan pre-test kuesioner kegiatan umum pembelajaran motivasi pembelajaran, pembelajaran Berikut ini adalah uraian dari bagan desain penelitian :

1. Tahap I : penyusunan instrumen

  a. Pedoman Umum Pembelajaran

  Pedoman umum pembelajaran dengan dukungan media pembelajaran

  blog dirancang oleh peneliti dibawah bimbingan dosen. Lembar ini

  diberikan kepada siswa yang didalamnya berisi beberapa informasi penting yang perlu diketahui oleh siswa sebelum dilakukan pembelajaran dengan menggunakan blog, seperti : perangkat yang dibutuhkan, petunjuk membuka

  blog , komponen-komponen yang akan dipelajari di dalam blog, tata cara pembelajaran blog, dan petunjuk mengirimkan pertanyaan.

  b. Blog Blog dirancang peneliti dibawah bimbingan dosen dengan

  menggunakan salah satu layanan yang menyediakan hosting blog gratis, yaitu : blogspot.com. Blog yang digunakan pada penelitian ini berisi

  Berikut ini merupakan langkah-langkah yang ditempuh peneliti dalam membuat blog : 1) Menyusun indikator pembelajaran berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar kurikulum KTSP.

  2) Berdasarkan indikator tersebut, peneliti menentukan konsep-konsep pada pokok bahasan lensa yang akan disajikan dalam media pembelajaran berbasis blog. Setiap konsep tersebut akan disajikan dengan animasi atau gambar atau video yang sesuai agar indikator yang telah dirumuskan dapat tercapai. 3) Peneliti menyusun alur dalam blog yaitu hal apa saja yang akan ditampilkan didalam blog.

  4) Peneliti membuat blog berdasarkan beberapa perencanaan yang telah dilakukan di atas.

c. Lembar Kerja Siswa ( LKS )

  perhitungan pada lensa. Dalam membuat soal, peneliti mengacu pada tingkatan-tingkatan dalam aspek kognitif yaitu : pengetahuan, pemahaman, penerapan/aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi.

  e. Kuesioner motivasi belajar

  Kuesioner diberikan kepada siswa sesudah pembelajaran blog selesai dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggunaan media pembelajaran blog terhadap motivasi belajar siswa. Motivasi belajar yang diukur mengacu pada indikator yang terdapat pada Motivasi Model ARCS. Kuesioner Motivasi Siswa Model ARCS menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh Rosalia Yenita W.

  (2011) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Kuesioner tersebut dikembangkan berdasarkan kuesioner John Keller.

  f. Kuesioner terbuka

  Kuesioner ini diberikan kepada siswa sesudah pembelajaran blog

  2. Tahap II : Pre – test.

  Pre-test diberikan kepada siswa sebelum pembelajaran dengan

  menggunakan media pembelajaran blog . Pre-test digunakan untuk mengetahui pemahaman awal siswa mengenai pokok bahasan lensa sebelum pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran blog. Soal yang diberikan berjumlah enam pertanyaan esai mencakup konsep pokok yang berhubungan dengan pokok bahasan lensa.

  

3. Tahap III : Pelaksanaan pembelajaran dengan Media Pembelajaran

Blog.

  Pembelajaran dengan dukungan media pembelajaran blog dilaksanakan di ruang kelas dengan menggunakan fasilitas hotspot yang dimiliki oleh sekolah. Setiap siswa diminta untuk membawa laptop sendiri atau paling tidak terdapat satu buah laptop di atas meja. Peneliti berperan sebagai fasilitator pada saat pembelajaran ini. Siswa juga diberikan Lembar Kerja belajar dibatasi pada hasil pre-test dan post-test pada pembelajaran menggunakan media pembelajaran blog. Dengan menggunakan test ini peneliti dapat melihat pengaruh media pembelajaran blog terhadap hasil belajar siswa secara kuantitatif.

  Kuesioner motivasi belajar diberikan kepada siswa setelah mengerjakan soal post-test dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana media pembelajaran berbasis blog dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa.

  Kuesioner terbuka diberikan juga kepada siswa setelah siswa mengerjakan soal post-test dengan tujuan untuk mengetahui tanggapan siswa mengenai media pembelajaran blog.

E. Treatment

  Treatment adalah perlakuan khusus yang dilakukan oleh peneliti terhadap siswa yang diteliti. Penelitian ini menggunakan treatment berwujud metode pengajaran dengan media pembelajaran berbasis blog. Peneliti melakukan

F. Instrumen Penelitian

  Dalam penelitian ini digunakan dua jenis instrumen yaitu instrumen pembelajaran dan instrumen pengumpulan data.

  1. Instrumen Pembelajaran Instrumen pembelajaran yang digunakan adalah sebagai berikut :

  a. Pedoman umum pembelajaran berisi informasi yang perlu diketahui siswa sebelum dilaksanakan pembelajaran blog, yaitu : perangkat yang dibutuhkan, petunjuk membuka blog, komponen-komponen yang akan dipelajari di dalam blog, tata cara pembelajaran blog, dan petunjuk mengirimkan pertanyaan.

  b. Media pembelajaran berbasis blog untuk pokok bahasan lensa dibuat dan dikembangkan sendiri oleh peneliti dengan menggunakan salah satu layanan yang menyediakan hosting blog gratis, yaitu : blogspot.

  c. Lembar Kerja Siswa (LKS) berisi pedoman untuk mengoperasikan blog b. Instrumen berbentuk non tes Instrumen pengumpulan data yang berbentuk non tes yaitu : 1) Kuesioner motivasi belajar

  Kuesioner motivasi belajar untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran blog terhadap motivasi belajar siswa. Kuesioner ini terdiri dari 25 item pernyataan yang dikembangkan oleh Rosalia Yenita W. (2011) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.

  2) Kuesioner terbuka Kuesioner terbuka untuk mengetahui tanggapan siswa mengenai media pembelajaran blog berupa lembar yang berisi komentar, kritik dan saran siswa terhadap media pembelajaran blog.

  3) Lembar kegiatan pembelajaran blog.

  Lembar kegiatan pembelajaran blog untuk mengetahui seberapa sering siswa aktif membuka blog berisi beberapa kolom diantaranya : Instrumen media pembelajaran blog, soal pre-test dan post-test, lembar kegiatan pembelajaran blog, dan kuesioner terbuka menggunakan validitas isi (content validity). Instrumen memiliki validitas isi apabila sesuai dengan tujuan penelitian sehingga blog, soal pre-test dan post-test, lembar kegiatan pembelajaran blog, dan kuesioner terbuka dibuat dengan sungguh-sungguh sesuai dengan tujuan penelitian.

  Istrumen yang berupa kuesioner motivasi Model ARCS yang digunakan dalam penelitian ini divalidasi dengan menggunakan korelasi Product Momen Pearson yang menggunakan analisis per butir soal yang dikorelasikan dengan skor keseluruhan. Hasil uji coba tersebut diberi penilaian sesuai dengan aturan yang digunakan, sehingga setiap anak mempunyai skor masing-masing. Hasil perhitungan per butir soal dari keseluruhan siswa diinterpretasikan dengan X, sedangkan hasil skor yang diperoleh tiap siswa diinterpretasikan dengan nilai Y. Nilai X dan Y inilah yang dihitung dengan menggunakan rumus Product

H. Metode Analisis Data

1. Motivasi Belajar Siswa

  Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis blog terhadap motivasi belajar siswa, peneliti menggunakan kuesioner.

  Kuesioner adalah alat pengukuran yang berisi suatu pernyataan dan testee (dalam penelitian ini adalah siswa) diminta menyatakan pendapatnya.

  Kuesioner yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari 25 item pernyataan yang dikembangkan oleh Rosalia Yenita W. (2011) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Kuesioner tersebut dikembangkan berdasarkan kuesioner John Keller dengan menggunakan indikator Motivasi Model ARCS.

  Setiap pernyataan pada kuesioner ini disediakan lima alternatif jawaban dimana siswa harus memilih salah satu jawaban. Alternatif jawaban tersebut menggunakan skala sikap Likert. Skala sikap Likert : pendapat testee berupa

Tabel 3.1. Pemberian skor kuesioner pernyataan positif Alternatif Jawaban Skor

  Sangat tidak setuju

  1 Tidak Setuju

  2 Ragu – ragu

  3 Setuju

  4 Sangat Setuju

  5 Tabel 3.2. Pemberian skor kuesioner pernyataan negatif

  

Alternatif Jawaban Skor

  Sangat tidak setuju

  5 Tidak Setuju

  4 Ragu – ragu

  3 Setuju

  2 Sangat Setuju

  1 Skor total diperoleh dengan menjumlahkan skor dari keseluruhan

Tabel 3.3. Penggolongan pernyataan dalam kuesioner motivasi berdasarkan

  kriteria dan kondisi setelah dilakukan validasi

  Angket Motivasi Nomor Nomor No Kondisi Pernyataan Pernyataan Positif Negatif

  2 , 6, 8, 13, 15,

  1 Perhatian (Attention) 9, 12, 20 17, 19

  2 Relevansi (Relvance) 4, 21, 23

  18

  3 Percaya Diri (Confidence) 1, 10, 24 3, 14 5, 7, 11, 16, 22,

  • 4 Kepuasan (Statisfaction)

  25 Untuk menentukan kategori dari skor rata-rata tersebut, peneliti menggunakan sumber dari John Keller. Dalam website tersebut disebutkan bahwa kategori tiap skor rata-rata adalah sebagai berikut :

Tabel 3.4. Pemberian kategori kuesioner motivasi siswaTabel 3.5. Kategori hasil kuesioner motivasi siswa

  Skor rata – No. NIS Skor Total Kategori rata

  Untuk mengetahui motivasi belajar siswa secara keseluruhan dihitung dengan menggunakan rumus di bawah ini : Jumlah skor total siswa keseluruhan

  Motivasi keseluruhan = jumlah siswa x jumlah pernyataan Dari perhitungan tersebut diperoleh skor rata–rata keseluruhan, kemudian dimasukkan kedalam kategori motivasi belajar : tidak baik, kurang baik, cukup baik, baik, atau sangat baik

2. Keaktifan Belajar Siswa

Tabel 3.6. Distribusi pertanyaan pada LKS (Lembar Kerja Siswa)

  Bagian Nomor Pertanyaan

  1. Sebutkan dan gambarkan 3 bentuk lensa cembung dan lensa cekung!

  2. Mengapa lensa cembung disebut lensa positif dan lensa cekung I disebut lensa negatif ?

  3. Setelah mengamati video, gambarkan sketsa perjalanan sinar sejajar yang mengenai lensa cembung dan lensa cekung! Tuliskan kesimpulanmu!

  1. Sebutkan dan gambarkan sinar – sinar istimewa pada : a). lensa

  II cekung, dan b). lensa cembung !

  1. Lengkapilah tabel berikut ini : No Letak Benda Letak Sifat Bayangan Bayangan

  1 Lebih jauh dari 2F 2

  2 Di titik 2F 2

  3 Diantara 2F

2 dan F

2

  4 Di titik F 2

  5 Diantara F

2 dan O

c. Diantara F dan O

  2

  1. Sebuah benda diletakkan dengan jarak 10 cm di depan sebuah lensa yang mempunyai panjang fokus 5 cm dan panjang jari – jari kelengkungan lensa adalah dua kali panjang fokus. Tentukan jarak

  

IV bayangan, perbesaran bayangan dan sifat – sifat bayangan yang

terbentuk jika lensa tersebut adalah : a. Lensa cembung

  b. Lensa cekung

  1. Raka adalah seorang pelajar SMP menggunakan kacamata dan lensa

V yang mempunyai titik api - 200 cm. Hitung daya lensa kacamata

tersebut!

  Kemudian untuk mengetahui sejauh mana keaktifan belajar siswa dilakukan dengan menghitung berapa banyak pertanyaan di dalam LKS yang telah dikerjakan oleh siswa. Peneliti membuat tabel perhitungannya sebagai berikut :

Tabel 3.7. Perhitungan total soal di dalam LKS yang telah dikerjakan siswa

Bagian I Bagian II Bagian III Bagian IV Bagian V Persentase No NIS Total

b. Menghitung total waktu siswa saat membuka blog pada lembar kegiatan pembelajaran blog yang telah diisi oleh setiap siswa.

  Lembar kegiatan tersebut terdiri atas beberapa kolom diantaranya: tanggal, waktu, materi yang dipelajari, tempat, kelompok/mandiri. Tingkat keaktifan belajar siswa diukur dengan menghitung total waktu (dalam jam) yang digunakan siswa saat membuka blog pada saat pembelajaran di sekolah maupun pembelajaran di luar sekolah.

Tabel 3.8. Total waktu yang digunakan siswa untuk membuka blog

  Selama Diluar No NIS Total Pembelajaran Pembelajaran

  Dari tabel 3.8 tersebut dapat terlihat berapa total waktu (dalam jam) yang telah digunakan siswa untuk membuka dan mempelajari blog pada saat pembelajaran di sekolah maupun di luar jam pembelajaran sekolah sehingga pertanyaan pada pre-test dan post-test dibuat dalam bentuk uraian dan mengacu pada aspek kognitif.

  Aspek kognitif mempunyai 6 tingkatan yaitu : pengetahuan, pemahaman, penerapan/aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi. Langkah- langkah penyusunan soal-soal pre-test dan post-test antara lain : (1) menentukan tingkatan dari aspek kognitif yang akan diukur, (2) menentukan indikator pembelajaran, (3) menentukan skor/bobot soal.

  Indikator pembelajaran ditentukan berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar kurikulum KTSP. Indikator pembelajaran tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

  

Tabel 3.9.Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator

  Pembelajaran

  Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Pembelajaran

6. Memahami konsep

6.3 Menyelidiki sifat-sifat

  1. Siswa dapat menyebutkan dan

  6. Siswa mampu menerapkan pemahaman tiga sinar istimewa pada lensa cekung dalam menganalisis pembentukan bayangannya.

  7. Siswa dapat memahami dan menerapkan konsep kekuatan lensa.

  8. Siswa dapat menerapkan konsep persamaan lensa dan perbesaran linear untuk menganalisis pembentukan bayangan pada lensa.

  9. Siswa mampu menghubungkan konsep persamaan lensa ke dalam pembentukan bayangan lensa.

  10. Siswa mampu mengambil keputusan untuk menyelesaikan permasalahan dalam pembentukan bayangan pada lensa

  Distribusi soal pada soal pre-test dan post-test menurut konsep dan indikator hasil belajar dapat dilihat pada tabel berikut ini : dan sifat pada lensa cekung bayangan Siswa dapat memahami letak titik fokus lensa, jarak pada lensa fokus, pusat optik lensa, titik pusat kelengkungan lensa.

  Siswa mampu menerapkan pemahaman tiga sinar istimewa pada lensa cekung dalam menganalisis pembentukan bayangannya

Kekuatan Siswa dapat memahami dan menerapkan konsep

  5 Pemahaman lensa kekuatan lensa Siswa dapat menerapkan konsep persamaan lensa Perhitungan dan perbesaran linear untuk menganalisis pada lensa pembentukan bayangan pada lensa (persamaan

  6 Evaluasi Siswa mampu menghubungkan konsep persamaan lensa dan lensa ke dalam pembentukan bayangan lensa perbesaran Siswa mampu mengambil keputusan untuk linear) menyelesaikan permasalahan dalam pembentukan bayangan pada lensa

  Dalam memeriksa jawaban siswa diperlukan pedoman penskoran untuk masing-masing pertanyaan dalam soal-soal pre-test dan post-test seperti pada lensa

  

a. Lensa cembung

  b. Lensa cekung

  4. Lukislah pembentukan bayangan pada lensa Pembentukan cekung dengan menggunakan dua buah sinar dan sifat

  Penerapan istimewa jika benda diletakkan di antara titik

  8 bayangan fokus (F 1 ) dan 2F 1 ! Sebutkan juga sifat – sifat pada lensa bayangannya!

  5. Ayah menggunakan kacamata yang lensanya Kekuatan Pemahaman mempunyai jarak fokus –200 cm. Berapakah

  5 lensa kekuatan lensa yang dimiliki oleh ayah? Perhitungan

6. Sebuah benda diletakkan 20 cm di depan pada lensa sebuah lensa yang jarak fokusnya 10 cm.

  (persamaan Tentukan jarak bayangan, perbesaran lensa dan Evaluasi bayangan dan sifat bayangan yang terbentuk 20 perbesaran jika lensa tersebut adalah : linear)

  

a. Lensa cembung

  b. Lensa cekung Jumlah

  60 Skoring untuk pre-test dan post-test dilakukan melalui dua tahap : (1)

Tabel 3.4 Konsep, soal, aspek yang diukur, kriteria penilaian, dan skornya Konsep Soal Aspek Jawaban yang diharapkan Skoring Penilaian

  Jenis-jenis lensa

  1. Sebutkan dan gambarkan :

a. Tiga bentuk lensa cembung :

  a. Tiga bentuk lensa cembung

  b. Tiga bentuk lensa cekung Pengetahuan

  1. Cembung rangkap (bikonveks)

  2. Cembung datar (plankonveks)

  3. Cembung cekung (konkaf-konveks) Terdiri dari 6 komponen :

  1. Menggambar bentuk cembung rangkap (bikonveks)

  2. Menyebutkan bentuk cembung rangkap (bikonveks)

  3. Menggambar bentuk cembung datar (plankonveks)

  4. Menyebutkan bentuk cembung datar (plankonveks)

  5. Menggambar bentuk cembung cekung (konkaf konveks)

  6. Menyebutkan bentuk cembung cekung (konkaf konveks) Skor :

  • 6 komponen benar, skor : 4
  • 5 komponen benar, skor : 3,5
  • 4 komponen benar, skor : 3 3 komponen benar, skor : 2,5
  • 2 komponen benar, skor : 2

  • 1 komponen benar, skor : 1,5
  • Tidak ada komponen yang benar/semua komponen salah, skor : 1

  1. Cekung cekung (bikonkaf)

  2. Cekung datar (plankonkaf)

  3. Cekung cembung (konveks-konkaf)

  Skor maksimal : 4 Terdiri dari 6 komponen :

b. Tiga bentuk lensa cekung :

  1. Menggambar bentuk cekung cekung (bikonkaf)

  2. Menyebutkan bentuk cekung cekung (bikonkaf)

  3. Menggambar bentuk cekung datar (plankonkaf)

  4. Menyebutkan bentuk cekung datar (plankonkaf)

  5. Menggambar bentuk cekung cembung (konveks-konkaf)

  6. Menyebutkan bentuk cekung cembung (konveks-konkaf)

  Skor :

  • 6 komponen benar, skor : 4
  • 5 komponen benar, skor : 3,5
  • 4 komponen benar, skor : 3
  • 3 komponen benar, skor : 2,5
  • 2 komponen benar, skor : 2
  • 1 komponen benar, skor : 1,5
  • Tidak ada komponen yang benar/semua komponen salah, skor : 1

  Skor maksimal : 4 Skor Total : 8

  Jenis-jenis lensa

  2. Sebutkan dua perbedaan antara lensa cembung dan lensa cekung!

  Analisis Perbedaan antara lensa cembung dan lensa cekung :

  1. Lensa cembung bagian tengahnya lebih tebal daripada bagian pinggirnya sedangkan lensa cekung bagian tengahnya lebih tipis daripada bagian pinggirnya.

  2. Lensa cembung disebut juga lensa konvergen karena sinar-sinar yang datang melalui lensa cembung selalu dibiaskan menuju satu titik, sedangkan lensa cekung

  Terdiri dari 2 komponen :

  1. Lensa cembung memiliki bagian tengah lebih tebal sedangkan lensa cekung memiliki bagian tengah lebih tipis daripada pinggirnya.

  2. Lensa cembung disebut juga yang sejajar sumbu utama akan dibiaskan menyebar lensa cekung disebut juga lensa seolah-olah berasal dari satu titik. divergen Skor :

  • 2 komponen benar, skor : 5
  • 1 komponen benar, skor : 3
  • Tidak ada komponen yang benar/semua komponen salah, skor:1

  Skor maksimal : 5 Skor Total : 5

  3. Sebutkan dan gambarkan tiga Pemahaman

a. Tiga sinar istimewa pada lensa cembung : Terdiri dari 6 komponen:

  sinar istimewa pada : 1) Sinar datang sejajar sumbu utama lensa dibiaskan 1) Menyebutkan : “Sinar datang

  a. Lensa cembung melalui titik fokus aktif F

  1 yang terdapat di sejajar sumbu utama lensa

  b. Lensa cekung belakang lensa, dibiaskan melalui titik fokus

  Sinar – sinar aktif”. istimewa

  2) Menggambarkan jalannya sinar pada lensa pada komponen 1) lengkap dengan arah sinar dan

  2) Sinar datang melalui titik fokus pasif F yang

  2

  pembagian ruang terdapat di depan lensa dibiaskan sejajar sumbu 3) Menyebutkan : “Sinar datang melalui titik fokus dibiaskan sejajar sumbu utama”. 4) Menggambarkan jalannya sinar pada komponen 3) lengkap

  3) Sinar datang melalui titik pusat optik O diteruskan dengan arah sinar pembagian tanpa membias. ruang. 5) Menyebutkan : “Sinar datang melalui titik pusat optik O diteruskan tanpa membias”. 6) Menggambarkan jalannya sinar pada komponen 5) lengkap dengan arah sinar dan pembagian ruang.

  Skor :

  • 6 komponen benar, skor : 7
  • 5 komponen benar, skor : 6
  • 4 komponen benar, skor : 5
  • 3 komponen benar, skor : 4
  • 2 komponen benar, skor : 3
  • Tidak ada komponen yang benar/semua komponen salah, skor : 1

  Skor maksimal : 7

b. Tiga sinar istimewa pada lensa cekung :

  Terdiri dari 6 komponen : 1) Sinar yang datang sejajar sumbu utama dibiaskan 1) Menyebutkan : “Sinar datang seakan-akan berasal dari titik fokus aktif F

  1. sejajar sumbu utama lensa

  dibiaskan seakan-akan berasal dari fokus”. 2) Menggambarkan jalannya sinar pada komponen 1) lengkap

  2) Sinar yang datang seakan-akan menuju ke titik dengan arah sinar dan fokus pasif F

1 dibiaskan sejajar sumbu utama.

pembagian ruang

  3) Menyebutkan : “Sinar datang seakan-akan menuju titik fokus dibiaskan sejajar sumbu

  3) Sinar yang datang melalui titik pusat optik O utama”. diteruskan tanpa membias

  4) Menggambarkan jalannya sinar pada komponen 3) lengkap dengan arah sinar dan pembagian ruang 5) Menyebutkan : “Sinar datang melalui titik pusat optik O diteruskan tanpa membias”. 6) Menggambarkan jalannya sinar pada komponen 5) lengkap dengan arah sinar dan pembagian ruang

  Skor :

  • 6 komponen benar, skor : 7
  • 5 komponen benar, skor : 6
  • 4 komponen benar, skor : 5
  • 3 komponen benar, skor : 3
  • 1 komponen benar, skor : 2
  • Tidak ada komponen yang benar/semua komponen salah, skor : 1

  Skor maksimal : 7

  2) Menggambar sedikitnya 2 sinar istimewa 3) Menggambar lengkap dengan arah dan pembagian ruang 4) Menyebutkan sifat bayangan yang terbentuk Skor :

  kelengkungan lensa (2F

  b. Sifat – sifat bayangan : tegak, diperkecil dan maya Terdiri dari 4 komponen : 1) Menggambarkan letak benda diantara titik pusat kelengkungan lensa dan titik fokus

  a. Pembentukan bayangan :

  b. Tiga sifat bayangan Jawab :

  a. Pembentukan bayangan

  Ditanyakan :

  1 )

  1 ) dan titik pusat

  Pembentukan dan sifat bayangan pada lensa

  Benda diletakkan di antara titik fokus (F

  Sebutkan juga tiga sifat bayangannya! Penerapan Diketahui :

  1 )!

  kelengkungan lensa (2F

  1 ) dan titik pusat

  4. Lukislah pembentukan bayangan pada lensa cekung dengan menggunakan dua buah sinar istimewa jika benda diletakkan di antara titik fokus (F

  • 4 komponen benar, skor : 8
  • 3 komponen benar, skor : 6
  • 2 komponen benar, skor : 4
  • 1 komponen benar, skor : 2
  • Tidak ada komponen yang benar/semua komponen salah,
Kekuatan Lensa

  skor : 1 Skor maksimal : 8 Skor Total : 8

  5. Ayah menggunakan kacamata yang lensanya mempunyai jarak fokus –200 cm. Berapakah kekuatan lensa yang dimiliki oleh ayah?

  Pemahaman Diketahui : f = -200 cm = -2 m Ditanyakan : P = ......? Jawab :

  P =

  1 f P =

  1 − 2 m

  P = −0,5 dioptri Terdiri dari 4 komponen :

  1) Mengunakan persamaan yang tepat 2) Perhitungan yang teliti 3) Hasil perhitungannya tepat 4) Satuan yang digunakan tepat Skor :

  • 4 komponen benar, skor : 5
  • 3 komponen benar, skor : 4
  • 2 komponen benar, skor : 3
  • 1 komponen benar, skor : 2
  • Tidak ada komponen yang benar/semua komponen salah, skor : 1

  Skor maksimal : 5 Skor Total : 5

a. Untuk lensa cembung

  Diketahui : s = + 20 cm (di depan lensa) dan f = + 10 cm (lensa cembung) Ditanyakan :

  1) Menggunakan persamaan yang tepat 2) Perhitungan, hasil yang teliti 3) Satuan yang digunakan tepat

  6. Sebuah benda diletakkan 20 cm di depan sebuah lensa yang jarak fokusnya 10 cm. Tentukan jarak bayangan, perbesaran bayangan dan sifat bayangan yang terbentuk jika lensa tersebut adalah : a. Lensa cembung

  a. Untuk lensa cembung Jarak bayangan

  • Jarak bayangan
  • Perbesaran bayangan
  • Sifat bayangan Jawab :

  • 3 komponen benar, skor : 4
  • 2 komponen benar, skor : 3
  • 1 komponen benar, skor : 2
  • Tidak ada komponen yang benar/semua komponen salah, skor : 1
    • 1 s′

  Jarak bayangan :

  20

  1) Menggunakan persamaan perbesaran bayangan. 2) Perhitungan dan hasil yang tepat Skor : 2 komponen benar, skor : 3

  Perbesaran bayangan

  Skor maksimal : 4

  Skor :

  Perhitungan pada lensa (persamaan lensa dan perbesaran linear)

  b. Lensa cekung Evaluasi

  = 20 cm

  ′

  20 s

  1

  1 s′ =

  20 −

  1

  1 s

  2

  1 s′ =

  1

  10 −

  1

  =

  1 s 1 s′

  1 f −

  =

  1 f 1 s′

  =

  20

  • Perbesaran bayangan : 1 komponen benar, skor : 2

  − 20

  − Tidak ada komponen yang

  = = = |− 1| = 1

  20

  benar/semua komponen salah, Jadi perbesaran bayangannya adalah 1 kali (sama besar) skor : 1

  Sifat bayangan :

  Skor maksimal : 3 Berdasarkan perhitungan jarak bayangan dan perbesaran

  Sifat bayangan

  lensa maka bayangan yang dibentuk adalah nyata 1) Menyebutkan perbesaran

  (karena s’ bertanda positif), sama besar ( M = 1 kali ) bayangan adalah sama besar dan terbalik (bayangan nyata pada lensa cembung, selalu

  (karena M = 1 ) terbalik) 2) Menyebutkan bayangan yang dihasilkan adalah nyata (karena s’ bertanda positif)

  3) Menyebutkan bayangan yang dihasilkan adalah terbalik (bayangan nyata pada lensa cembung, selalu terbalik)

  Skor :

  • 3 komponen benar, skor : 3
  • 2 komponen benar, skor : 2 1 komponen benar, skor : 1,5
  • Tidak ada komponen yang benar/semua komponen salah, skor : 1

  Skor maksimal : 3 Skor Total : 10

b. Untuk Lensa Cekung

  b. Untuk lensa cekung

  Diketahui :

  Jarak bayangan

  s = + 20 cm (di depan lensa) dan f = - 10 cm (lensa 1) Menggunakan persamaan yang cekung) tepat

  Ditanyakan : 2) Perhitungan dan hasil yang teliti

  • Jarak bayangan

  3) Satuan yang digunakan tepat

  • Perbesaran bayangan

  Skor :

  3 komponen benar, skor : 4

  • Sifat bayangan

  2 komponen benar, skor : 3

  • Jawab :

  1 komponen benar, skor : 2

  • Jarak bayangan :

  1

  1

  1

  • Tidak ada komponen yang
    • = s s f

  ′ benar/semua komponen salah,

  1

  1

  1 = −

  skor : 1

  s f s

  ′ Skor maksimal : 4

  • 2 komponen benar, skor : 3

  1

  cm

  Perbesaran bayangan : = −

   = − − 20 3

  20

=

  1

  3 =

  3 Jadi perbesaran bayangannya adalah kali (diperkecil) Sifat bayangan :

  Jadi jarak bayangan adalah

  Berdasarkan perhitungan jarak bayangan dan perbesaran lensa maka bayangan yang dibentuk adalah maya (karena s’ bertanda negative), diperkecil ( M = kali ) dan tegak (bayangan maya pada lensa cekung selalu tegak)

  Perbesaran bayangan

  1) Menggunakan persamaan perbesaran bayangan. 2) Perhitungan dan hasil yang tepat

  Skor :

  Skor maksimal : 3

  Sifat bayangan

  1) Menyebutkan perbesaran bayangan adalah diperkecil (karena M = )

  −

  3 cm

  2) Menyebutkan bayangan yang dihasilkan adalah maya (karena s’ bertanda negative)

  20 −

  1 s ′ = −

  1

  10 −

  1

  20

  1 s ′ = −

  2

  1

  20

  20

  1 s

  ′

  = −

  3

  20 s ′

  = −

  • 1 komponen benar, skor : 2
  • Tidak ada komponen yang benar/semua komponen salah, skor : 1
dihasilkan adalah tegak (bayangan maya pada lensa cekung, selalu tegak)

  Skor :

  • 3 komponen benar, skor : 3
  • 2 komponen benar, skor : 2
  • 1 komponen benar, skor : 1,5
  • Tidak ada komponen yang benar/semua komponen salah, skor : 1

  Skor maksimal : 3 Skor Total :10 Peneliti membuat daftar skor pre-test dan post-test siswa untuk setiap soal dengan tabel sebagai berikut :

Tabel 3.13. Skor pre-test siswa untuk setiap soal

  NIS Skor untuk Setiap Soal Total

  Skor Nilai Akhir

  1 2 3a 3b

  4 5 6a 6b

Tabel 3.14. Skor post-test siswa untuk setiap soal

  NIS Skor untuk Setiap Soal Total

  Skor Nilai Akhir

  1 2 3a 3b

  4 5 6a 6b Untuk menentukan nilai akhir pre-test ataupun post-test dihitung dengan perhitungan sebagai berikut : Untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar siswa dalam belajar dengan menggunakan media pembelajaran blog, maka data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik Test –T untuk kelompok dependen.

  Test –T ini digunakan untuk mengetes dua kelompok yang dependent, atau satu kelompok yang ditest dua kali, yaitu pada pre-test dan post-test.

  Kelompok dependent adalah kelompok yang saling tergantung, berkaitan atau bahkan sama ( Suparno, 2006 : 71).

  Rumus untuk menghitungnya adalah sebagai berikut :

  − | | =

  (∑ ) ∑ ( )

  Dimana X

  1 : skor pre-test

  X : skor post-test

  2 D : perbedaan antara skor tiap subyek (X 1 - X 2 )

  N : jumlah pasangan skor

4. Tanggapan Siswa Mengenai Media Pembelajaran Blog

  Untuk mengetahui tanggapan siswa mengenai media pembelajaran

  blog , peneliti menggunakan analisis dari kuesioner terbuka yang telah diisi

  oleh siswa di akhir pembelajaran blog. Kuesioner terbuka ini berisi komentar, kritik dan saran terhadap pembelajaran blog. Ketiganya dianalisis secara terpisah dan untuk memudahkan dalam menganalisis, data dimasukkan dalam tabel sebagai berikut :

a. Komentar siswa

Tabel 3.16 Komentar siswa No Kode Siswa Data dari Kuesioner Kode

  Peneliti melakukan kategorisasi berdasarkan kode tersebut sehingga komentar siswa dapat terangkum secara keseluruhan.

c. Saran siswa

Tabel 3.18 Saran siswa No Kode Siswa Data dari Kuesioner Kode

  Peneliti melakukan kategorisasi berdasarkan kode tersebut sehingga saran siswa dapat terangkum secara keseluruhan. Berdasarkan rangkuman dari keseluruhan komentar, kritik dan saran dapat ditarik suatu kesimpulan yang merupakan tanggapan siswa terkait dengan pembelajaran blog.

BAB IV DATA DAN ANALISIS DATA A. Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari tiga bagian yaitu pembuatan blog pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi.

1. Pembuatan blog pembelajaran

  Minggu III bulan Febuari 2012, peneliti mulai menentukan materi yang akan digunakan untuk penelitian. Akhirnya dipilih pokok bahasan lensa yang terdapat didalam materi cahaya karena pada pokok bahasan ini terdapat analisis pembiasan sinar pada lensa sehingga membutuhkan suatu media pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk belajar. Media pembelajaran berbasis blog diharapkan dapat membantu siswa untuk mempelajarinya. Kemudian peneliti mulai mendalami dan menganalisis konsep-konsep tersebut. Peneliti juga mengedit beberapa gambar tersebut dan juga membuat beberapa gambar yang baru dengan menggunakan program Paint agar sesuai dengan konsep yang akan ditekankan kepada siswa. Animasi yang akan digunakan di dalam blog dibuat sendiri oleh peneliti. Pembuatan animasi tersebut dimulai dengan proses membuat beberapa gambar dengan program Paint, kemudian digabungkan dengan menggunakan AniGift yang terdapat pada program PhotoScape.

  Minggu I bulan Maret 2012, peneliti mulai membuat desain blog pembelajaran. Blog dirancang oleh peneliti dengan menggunakan salah satu layanan yang menyediakan hosting blog gratis, yaitu : blogspot.com. Beberapa konsep pada pokok bahasan lensa yang akan dimasukkan ke dalam blog, yaitu : jenis-jenis lensa, sinar-sinar istimewa pada lensa, pembentukan dan sifat bayangan pada lensa, kekuatan lensa dan perhitungan pada lensa. Universitas Sanata Dharma, pengambilan gambar juga dilakukan di laboratorium fisika.

  Akhir minggu III bulan Maret 2012, proses pengambilan gambar selesai, dilanjutkan dengan mengedit serta menyusun rekaman-rekaman yang diperoleh serta diberi kesimpulan setiap percobaan berupa tulisan-tulisan dalam video. Untuk melakukan hal tersebut, peneliti menggunakan program

  Ulead Video Studio 10 . Minggu IV bulan Maret 2012, peneliti telah

  menyelesaikan pembuatan video dilanjutkan dengan mendesain kembali tampilan, menyusun materi dalam blog, memasukkan animasi, gambar, serta video. Akhir minggu IV bulan Maret 2012, peneliti telah menyelesaikan blog pembelajaran.

2. Pelaksanaan Pembelajaran

  Penelitian dilaksanakan di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta. Pada terhubung dengan laptop karena untuk membuka video di dalam blog membutuhkan waktu download kurang lebih 8 menit untuk satu buah video, pertimbangan lainnya adalah untuk menghemat waktu pelaksanaan penelitian.

  Berdasarkan rangkuman dari Kartika Budi dalam Isrianawati (2008 : 80) menyatakan bahwa yang dihadapi pendidik adalah peserta didik yang adalah manusia muda yang sedang berkembang. Dia adalah pribadi yang utuh, berdiri sendiri dan memiliki kedaulatan. Keutuhan pribadinya terwujud dan berkembang ke arah yang lebih sempurna hanya bila ada hubungan atau kesatuan dengan orang lain yaitu hubungan sejati antar pribadi yang memiliki aspek : kejujuran, keterbukaan, saling menerima dan memberi, merasa membutuhkan dan dibutuhkan sehingga jelas dibutuhkan interaksi atau tatap muka dengan guru atau siswa lainnya agar hakekat siswa sebagai peserta didik dapat terpenuhi. Maka penelitian ini menggunakan media

  Peneliti menjelaskan beberapa hal penting di dalam pembelajaran berbasis blog seperti : perangkat yang dibutuhkan, petunjuk membuka blog, komponen-komponen yang akan dipelajari di dalam blog, tata cara pembelajaran blog, dan petunjuk mengirimkan pertanyaan. Peneliti memberikan soal pre- Siswa mengerjakan soal 07.35 -08.20 test kepada siswa untuk pre-test. dikerjakan dlam waktu 40 menit. Peneliti memberikan LKS Siswa memperhatikan 08.20-08.35 (Lembar Kerja Siswa) dan saat peneliti menjelaskan. lembar kegiatan pembelajaran blog, kemudian peneliti menjelaskan fungsi dari LKS dan lembar kegiatan pembelajaran blog yang diberikan. bertujuan agar siswa mengetahui ke mana arah pembelajaran yang akan diikuti. Pembelajaran dimulai dengan Siswa memperhatikan mempersilahkan siswa untuk LKS dan mengerjakan mengerjakan langkah-langkah langkah-langkah yang yang terdapat di LKS pada harus mereka lakukan.

  bagian I yaitu : jenis-jenis lensa. Siswa memperhatikan isi dari blog pada bagian I : jenis-jenis lensa. Setelah siswa sampai pada Siswa memperhatikan langkah siswa harus membuka video yang diputar di video, peneliti mengajak siswa depan kelas. memperhatikan pemutaran video di layar .

  Siswa diberikan video pertama berisi mengenai jenis-jenis lensa kemudian video kedua berisi eksperimen lensa cembung dan hal-hal yang belum dimengerti terkait dengan bagian ini.

  Kembali peneliti mempersilahkan siswa untuk mengerjakan langkah-langkah yang terdapat di LKS pada

  bagian II yaitu : sinar-sinar istimewa pada lensa. Siswa memperhatikan LKS dan mengerjakan langkah-langkah yang harus mereka lakukan.

  Siswa memperhatikan isi dari blog pada bagian II : sinar-sinar istimewa pada lensa. Peneliti mempersilahkan siswa untuk menjawab pertanyaan yang terdapat di LKS.

  Siswa menjawab pertanyaan yang terdapat di LKS dan menuliskan jawabannya pada lembar yang tersedia. Peneliti membahas jawaban dari pertanyaan di LKS pada bagian

  II secara lisan, kemudian bertanya kepada siswa apakah masih ada yang belum Siswa memperhatikan saat peneliti menjelaskan jawaban dari pertanyaan pada bagaian II. di LKS pada bagian III yaitu : pembentukan dan sifat Siswa memperhatikan isi bayangan . dari blog pada bagian III : pembentukan dan sifat bayangan . Setelah siswa sampai pada Siswa memperhatikan langkah untuk membuka video, video yang diputar di peneliti mengajak siswa depan kelas. memperhatikan pemutaran video di layar .

  Siswa diputarkan video eksperimen lensa cembung yang berisi percobaan pembentukan bayangan pada lensa cembung.

  Selanjutnya siswa diputarkan video eksperimen lensa cekung yang berisi percobaan pembentukan bayangan pada lensa cekung dimengerti terkait dengan bagian ini.

  Peneliti menerangkan kembali langkah – langkah untuk menggambar pembentukan bayangan serta menjelaskan bagaimana menentukan sifat dari bayangan yang terbentuk pada gambar. jelas terkait dengan bagaimana menggambar pembentukan bayangan serta menentukan sifat bayangan yang dibentuk oleh suatu benda.

  Siswa kembali memperhatikan saat peneliti menjelaskan.

  9 April 2012 Sebelum pembelajaran dimulai, peneliti bertanya apakah masih ada pertanyaan terkait dengan pembentukan bayangan pada lensa.

  Siswa menjawab bahwa mereka sudah cukup jelas mengenai bagaimana menggambar dan menentukan sifat bayangan

  10.50-11.30 Pembelajaran dimulai dengan Siswa memperhatikan yang tersedia. Peneliti meminta dua orang siswa menuliskan jawaban dari soal pada bagian IV di papan tulis.

  Dua orang siswa maju ke depan kelas kemudian menuliskan jawabannya. Peneliti membahas jawaban yang ditulis oleh siswa di papan tulis.

  Peneliti bertanya kepada siswa apakah masih ada yang belum dimengerti terkait dengan bagian ini.

  Peneliti kembali menjelaskan perjanjian tanda untuk menggunakan rumus lensa tipis.

  Siswa memperhatikan saat peneliti menjelaskan jawaban dari pertanyaan pada bagaian IV.

  Ada seorang siswa yang bertanya terkait dengan masalah tanda positif dan negatif pada perhitungan.

  Siswa kembali memperhatikan saat peneliti menjelaskan.

  11 April 2012 Sebelum pembelajaran dimulai, peneliti bertanya apakah masih ada pertanyaan terkait dengan Siswa menjawab bahwa mereka sudah cukup jelas mengenai bagaimana

  07.15-07.55 untuk menjawab pertanyaan yang terdapat di LKS. pertanyaan yang terdapat di LKS dan menuliskan pada lembar jawaban.

  Peneliti meminta seorang siswa menuliskan jawaban dari soal pada bagian V di papan tulis.

  Seorang siswa maju ke depan kelas kemudian menuliskan jawabannya di papan tulis. Peneliti membahas jawaban yang ditulis oleh siswa di papan tulis.

  Peneliti bertanya kepada siswa apakah masih ada yang belum dimengerti terkait dengan bagian ini.

  Siswa memperhatikan saat peneliti menjelaskan jawaban dari pertanyaan pada bagaian V.

  Siswa menjawab bahwa mereka sudah cukup jelas mengenai bagian ini.

3. Evaluasi

  Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran kepada siswa bagaimana kesan siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaan dengan menggunakan blog.

  Pada tanggal 27 April, peneliti meminta ijin guru fisika agar diperbolehkan masuk ke kelas hanya selama 15 menit untuk memberikan kuesioner terbuka yang akan digunakan untuk menuliskan komentar, saran ataupun kritik tetang kegiatan pembelajaan dengan menggunakan blog.

B. Data, Analisis Data dan Pembahasan

1. Motivasi Belajar Siswa

  Berdasarkan hasil perbincangan dengan guru mata pelajaran fisika, pada pembelajaran biasa sebelumnya hanya ada beberapa siswa saja yang terlihat melibatkan diri secara aktif seperti bertanya ataupun menjawab pertanyaan dan soal latihan yang diberikan guru. Pada saat guru menerangkan materi di depan kelas, beberapa siswa terkadang ada yang kurang memperhatikan ataupun mengobrol dengan temannya. Hal tersebut

Tabel 4.2 Hasil analisis kuesioner motivasi siswa

  3

  2

  4

  4

  2

  3

  2

  3

  4

  4

  2

  3

  94 14. 12607

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  3

  3

  4

  2

  5

  3

  4

  3

  5

  4

  3

  3

  1

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  72 15. 12608

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  5

  4

  3

  4

  4

  5

  4

  3

  4

  3

  4

  5

  3

  4

  5

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  94 11. 12604

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  3

  3

  5

  5

  4

  3

  4

  3

  4

  77 13. 12606

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  4

  4

  2

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  4 4 100 12. 12605

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  99 19. 12612

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  5

  3

  2

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  2

  4

  3

  98 20. 12613

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  95 17. 12610

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  5

  4

  4

  85 16. 12609

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  92 18. 12611

  4

  4

  4

  5

  3

  4

  4

  4

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  5

  3

  4

  4

  No NIS Nomor Pernyataan Kuesioner Motivasi

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  5

  97 3. 12596

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  5

  4

  4

  2

  4

  99 5. 12598

  4

  4

  4

  5

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  5

  4

  4

  5

  4

  4

  5

  93 4. 12597

  4

  4

  3

  3

  15

  5

  2

  5

  4

  25 1. 12594

  24

  23

  22

  21

  20

  19

  18

  17

  16

  14

  4

  13

  12

  11

  10

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  1

  Skor Total

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  93 2. 12595

  5

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  5

  3

  4

  3

  4

  2

  4

  4

  3

  2

  4

  2

  3

  4

  5

  4 4 101 9. 12602

  5

  2

  4

  2

  4

  4

  2

  5

  5

  5

  4

  4

  5

  5

  5

  4

  5

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  90 8. 12601

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  94 10. 12603

  4

  4

  4

  5

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  5

  4

  3

  5

  2

  3

  5

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  2

  84 6. 12599

  2

  4

  5

  4

  3

  5

  3

  4

  2

  3

  2

  4

  2

  5

  2

  4

  4

  2

  5

  3

  4

  3

  3

  2

  5

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  5

  4

  2

  4

  4

  5

  4

  5

  4

  5

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  94 7. 12600

  3

  5

  82

  22. 12615

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  4

  99 28. 12621

  3

  2

  3

  4

  2

  4

  4

  5

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  4

  1

  1

  5

  4

  4

  3

  4

  2

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  79 27. 12620

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  4

  2

  3

  3

  87 30. 12623

  3

  3

  4

  4

  2

  4

  78 29. 12622

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  2

  3

  4

  3

  4

  2

  4

  4

  2

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  82 24. 12617

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  5

  3

  5

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  5

  4

  5

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  5 4 100 23. 12616

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  1

  4

  2

  3

  3

  3

  4

  5

  4

  3

  83 26. 12619

  4

  3

  2

  4

  4

  3

  2

  4

  2

  4

  4

  2

  3

  3

  1

  4

  5

  5

  2

  5

  3

  4

  3

  1

  2

  3

  2

  3

  1

  4

  4

  4

  3

  77 25. 12618

  4

  4

  4

  3

  3

  1

  5

  2

  5

  74 Setelah didapatkan skor total kemudian dihitung skor rata-ratanya dengan cara membagi skor total dengan jumlah pernyataan pada kuesioner.

  Berdasarkan skor rata-rata tersebut, kemudian peneliti menentukan kategori motivasi belajar siswa. Untuk menentukan kategori dari skor rata-rata tersebut, peneliti menggunakan sumber dari John Keller.

Tabel 4.3 Pemberian kategori dari hasil analisis skor pada kuesioner

  motivasi belajar siswa

  No. NIS Skor Total Skor rata – rata Kategori 1. 12594 93 3,72 Baik 2. 12595

  97 3,88 Baik 3. 12596 93 3,72 Baik 4. 12597 99 3,96 Baik 5. 12598 84 3,36 Cukup Baik 6. 12599 94 3,76 Baik 7. 12600 90 3,6 Baik

8. 12601 101 4,04 Baik

  22. 12615 100

  4 Baik 23. 12616 82 3,28 Cukup Baik 24. 12617 77 3,08 Cukup Baik 25. 12618 83 3,32 Cukup Baik 26. 12619 79 3,16 Cukup Baik 27. 12620 99 3,96 Baik 28. 12621 78 3,12 Cukup Baik 29. 12622 87 3,48 Cukup Baik 30. 12623 74 2,96 Cukup Baik

  Jumlah 2713 108,52

  Dari hasil analisis angket, dapat diketahui pula persentase tiap kategori :

Tabel 4.4 Persentase dari setiap kategori hasil pengisian kuesioner No. Kategori Motivasi Persentase

  1. Tidak Baik 0%

  2. Kurang Baik 0%

  3. Cukup Baik

  11

  30 100% = 36,67%

  4. Baik

  18 kriteria motivasi yang kurang baik maupun yang tidak baik adalah 0% siswa. Hasil kuesioner motivasi ini menunjukkan bahwa skor yang dicapai tiap siswa adalah di atas 2,50.

  Motivasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa dalam pembelajaran menggunakan media pembelajaran berbasis blog.

  Kuesioner motivasi ini juga berisi empat prinsip, yaitu Attention (perhatian),

  Relevance (relevansi), Confidence (percaya diri) dan Statisfication

  (kepuasan). Empat prinsip ini disusun menjadi satu kesatuan dalam kuesioner motivasi siswa yang telah diisi setelah siswa mengalami pembelajaran. Skor dari kuesioner yang diisi oleh siswa tersebut juga merupakan skor keseluruhan dari keempat prinsip yang ada.

  Hasil perhitungan skor dari kuesioner motivasi belajar siswa secara keseluruhan dapat dihitung dengan menggunakan rumus di bawah ini: Jumlah skor total siswa keseluruhan

  Motivasi keseluruhan = jumlah siswa x jumlah pernyataan

2. Keaktifan Belajar Siswa

a. Menghitung jumlah jawaban dari pertanyaan di dalam LKS yang telah dikerjakan oleh siswa.

Bagian I Bagian II Bagian III Bagian IV Bagian V Total Persentase (%)

  

3

4 1a 1b

  11 91,6 % 6. 12599 √ √

  4. 12597 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 12 100 % 5. 12598 √ √ √ √ √ √ √

  12 100 % 3. 12596 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 12 100 %

  1 1. 12594 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 12 100 % 2. 12595 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

  2

  Untuk mengetahui sejauh mana keaktifan belajar siswa dilakukan dengan menghitung berapa banyak pertanyaan di dalam LKS yang telah dikerjakan oleh siswa. Hasil perhitungan banyaknya soal di dalam LKS yang telah dikerjakan oleh siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini :

  1

  2 3 1a 1b

  1

  No. NIS

  dikerjakan oleh siswa

Tabel 4.5 Hasil perhitungan total soal di dalam LKS yang telah

  • -

    √ √ √ √
  • √ √ √ √
  • >

    -

  • 7 58,3 %

  19. 12612 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 12 100 % 20. 12613 12 100 % √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

  21. 12614 12 100 % √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

  22. 12615 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 12 100 % 23. 12616 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 11 91,6 %

  • 24. 12617

  10 83,3 % √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 25. 12618

  • - - - -

    8 66,6 % √ √ √ √ √ √ √ √ 26. 12619 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

  12 100 % 27. 12620 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 12 100 %

  • 28. 12621

  3 25 % √ √ √ 29. 12622

  12 100 % √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

  • 30. 12623 √ √ √ √ √ √

  6 50 %

  Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa lebih dari setengah kelas yaitu sebanyak 20 siswa mengerjakan semua soal yang terdapat di dalam LKS.

  Dapat terlihat juga sebanyak 5 siswa mengerjakan 11 soal, seorang siswa mengerjakan 10 soal, seorang siswa mengerjakan 8 soal, seorang siswa mengerjakan 7 soal, seorang siswa mengerjakan 6 soal dan seorang siswa

Tabel 4.6 Hasil analisis total waktu yang digunakan siswa untuk

  membuka blog

  No NIS Selama Pembelajaran Diluar Pembelajaran Total 1. 12594 2,68 jam 1,0 jam 3,68 jam 2. 12595 2,68 jam 1,5 jam 4,18 jam 3. 12596 2,68 jam 8,9 jam 11,62 jam 4. 12597 2,68 jam 2,0 jam 4,68 jam 5. 12598 2,68 jam - 2,68 jam 6. 12599 2,68 jam 0,7 jam 3,35 jam 7. 12600 2,68 jam 6,4 jam 9,10 jam 8. 12601 2,68 jam 3,9 jam 6,60 jam 9. 12602 2,68 jam 2,5 jam 5,18 jam

  10. 12603 2,68 jam 1,5 jam 4,18 jam 11. 12604 2,68 jam 1,8 jam 4,52 jam 12. 12605 2,68 jam - 2,68 jam 13. 12606 2,68 jam - 2,68 jam 14. 12607 2,68 jam - 2,68 jam 15. 12608 2,68 jam 2,0 jam 4,73 jam

  

29. 12622 2,68 jam - 2,68 jam

30. 12623 2,68 jam - 2,68 jam

  Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa semua siswa membuka dan mempelajari blog pada saat pembelajaran di sekolah. Dapat terlihat pula bahwa lebih dari setengah kelas yaitu sebanyak 19 siswa juga telah membuka dan mempelajari blog di luar jam pembelajaran sekolah.

3. Hasil Belajar Siswa

  Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan media pembelajaran berbasis blog, peneliti menggunakan data hasil pre-test dan post-test.

  Untuk menentukan nilai akhir dihitung dengan perhitungan sebagai berikut : Nilai akhir =

  Total Skor x 100%

  7. 12600 1 -

  2

  2

  6

  10 23. 12616

  2

  2

  1

  1

  1 1 - - - 8 13,33 24. 12617 - - 3 - - -

  2

  7

  3

  15

  25 25. 12618 2 2 -

  3

  1 1 - - 11 18,33 26. 12619 2,5 1,5 - - - - -

  8 23 38,33 22. 12615 - - 1 - 1 - -

  8

  5 17 28,33 27. 12620 2,5 2 -

  4 2 - - 10 - 20,5 34,17 28. 12621

  2

  2

  1 2 - 1 - - - 8 13,33 29. 12622 - - 3 4 - 1 -

  8

  5

  21

  35 30. 12623 2,5 2 -

  4 2 - - - - 10,5 17,5

  29

  23

  50

  2

  7

  1

  1

  2 1 - - - - 5 8,33 8. 12601 1 - 1 - - - - 6,5 6,5

  15

  25 9. 12602 - - 1 1 - - - 5,5 5,5 13 21,67 10. 12603

  2 1,5

  5

  2 2 - - 9 - 21,5 35,83 11. 12604 - - - 1 - - -

  3

  3 7 11,67 12. 12605 2,5

  2

  1

  1 1 - - - - 7,5 12,5 13. 12606 2 2 -

  4 2 - - 2 -

  12

  20 14. 12607 - -

  1 1 - - - -

  3 4 - -

  5 10 16,67 19. 12612 - - - - - - -

  1

  2 1 - 6,5 1,5 16 26,67 21. 12614 - -

  3

  1

  7 14 23,33 20. 12613 1 -

  7

  5

  3

  10 18. 12611 - - - - - - -

  6

  10 2 21,5 35,83 17. 12610 1,5 2,5 - 1 1 - - - -

  3 2 - -

  2 -

  5 15. 12608 - - - 1 - - - 8 5,5 14,5 24,17 16. 12609 2,5

  34 122 73,5

  5. 12598 3 2,5

  10

  5

  95 19. 12612 4 3,5

  57

  9

  9

  5

  8

  5 7 6,5

  6 7 48,5 80,83 18. 12611 4 3,5

  5

  8

  10 59 98,33 17. 12610 3 3,5 5 5,5 5,5

  5

  6

  8

  5 7 6,5

  10 10 56,5 94,17 16. 12609 4 3,5

  4

  8

  3 7 6,5

  4

  4

  30 15. 12608

  18

  1 5 - -

  2

  7

  8

  1

  9

  4

  8

  10 49 81,67 23. 12616 4 3,5 5 4,5 4,5

  10

  5

  2

  3

  7

  5

  80 22. 12615 3,5 3,5

  48

  9

  5

  5

  8

  4

  5

  3

  10 10 53,5 89,17 21. 12614 2,5 2,5

  5

  8

  5

  6

  5

  2

  7 7 52,5 87,5 20. 12613 2,5

  4

  10 55 91,67 14. 12607 2,5 2,5

  3

  4

  8

  5 7 6,5

  4

  4

  2 26 43,33 8. 12601

  2

  1

  3

  2

  5

  3

  4

  55 7. 12600

  9 10 58,5 97,5 9. 12602 3 2,5

  33

  4

  5

  2

  6

  2 3 5,5 3,5

  2

  10 10 51,5 85,8 6. 12599

  5

  8

  5

  5

  5

  5

  7

  9 10 42,5 70,83 12. 12605

  5

  8

  5 7 5,5

  9 46 76,67 13. 12606 4 3,5

  9

  5

  6

  5

  5

  1

  3

  3

  5

  5

  2

  80 11. 12604 2,5 2 5 4,5 2,5

  48

  7

  8 5 8,5

  4

  5

  5

  9 10 50,5 84,17 10. 12603 3 2,5

  5

  8

  3

  9 8 50,5 84,17 Hasil pre-test dan post-test kemudian dianalisis dengan analisis statistik yaitu dengan menggunakan Test–T untuk kelompok dependen. Test –T ini digunakan untuk mengetes dua kelompok yang dependent, atau satu kelompok yang ditest dua kali, yaitu pada pre-test dan post-test. Kelompok dependent adalah kelompok yang saling tergantung, berkaitan atau bahkan sama (Suparno, 2006 : 71). Berikut ini adalah tabel hasil analisis pre-test dan post-test :

Tabel 4.9 Hasil analisis pre-test dan post-test

  Skor Pre-test Skor Post-test 2 NIS D = (X 1 – X 2) D

  X 1 X 2 12594 13,33 85 71,67 5136,5889 12595

  15 69,17 54,17 2934,3889 12596 11,67 73,33 61,66 3801,9556 12597 28,33 80,83 52,5 2756,25 12598 26,67 85,8 59,13 3496,3569 12599 10,83 55 44,17 1950,9889 12600 8,33 43,33

  35 1225

  12613 26,67 89,17 62,5 3906,25 12614 38,33 80 41,67 1736,3889 12615

  10 81,67 71,67 5136,5889 12616 13,33 84,17 70,84 5018,3056 12617 25 61,67 36,67 1344,6889 12618 18,33 98,33

  80 6400 12619 28,33 85,83 57,5 3306,25 12620 34,17 99,17 65 4225 12621 13,33 44,17 30,84 951,1056 12622 35 87,5 52,5 2756,25 12623 17,5

  65 47,5 2256,25 Jumlah 615,82 2355,81 -1739,99 106907,9

  X = 615,82

  30 = 20,53

  X = 2355,81

  30 = 78,53

  N = 30 ∑ D = 106907,9

  Nilai T critical yang diketahui dari tabel Test –T ( two - tailed test ) dengan level significant 0,05 adalah 2,045. Pada penelitian ini diperoleh | Treal | = 22,106. Karena |T | > |T | atau 22,106 > 2,045 maka hasilnya signifikan. Hal ini berarti siswa mengalami peningkatan hasil belajar.

  Setelah terbukti bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa secara signifikan, maka selanjutnya peneliti menganalisis persentase peningkatan hasil belajar pada setiap aspek kognitif untuk masing–masing soal pre-test dan post-test. Hal tersebut dilakukan dengan menjumlahkan skor setiap aspek pada masing–masing soal dan menghitung rata–ratanya. Kemudian hasil skor rata–rata setiap aspek pada masing–masing soal pre-test dan post-

  test dihitung selisihnya dan ditentukan persentase kenaikannya.

  Untuk menghitung peningkatan dari hasil skor rata–rata setiap aspek pada masing–masing soal pre-test dan post-test dihitung dengan perhitungan sebagai berikut : lensa Pembentukan dan 4 sifat bayangan pada Penerapan 8 0,2 6,3 6,1 76,25 % lensa

  5 Kekuatan lensa Pemahaman 5 0,2 4,5 4,3 86,00 % Perhitungan pada lensa (persamaan

  6 Evaluasi 20 6,52 15,9 9,38 46,90 % lensa dan perbesaran linear) Rata – rata kenaikan skor 63,50 %

  Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui persentase kenaikan skor rata- rata setiap aspek pada masing-masing soal pre-test dan post-test. Untuk soal nomor 1, aspek yang diukur adalah aspek pengetahuan yang berisi pertanyaan berkaitan tentang jenis-jenis lensa. Skor rata-rata pre-test 1,73 dan skor rata-rata post-test 6,25 sehingga kenaikan skornya adalah 56,50%. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan siswa meningkat setelah belajar dengan menggunakan media pembelajaran blog. rata-rata pre-test 2,8 dan skor rata-rata post-test 10,13 sehingga kenaikan skornya adalah 52,35%. Soal nomor 5 berisi pertanyaan yang berkaitan tentang kekuatan lensa. Berdasarkan tabel, untuk soal nomor 5 diketahui skor rata–rata pre-test 0,2 dan skor rata-rata post-test 4,5 sehingga kenaikan skornya adalah 86,00%. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman siswa meningkat setelah belajar dengan menggunakan media pembelajaran blog.

  Untuk soal nomor 4, aspek yang diukur adalah aspek penerapan yang berisi pertanyaan yang berkaitan tentang pembentukan dan sifat bayangan.

  Skor rata-rata pre-test 0,2 dan skor rata-rata post-test 6,3 sehingga kenaikan skornya adalah 76,25%. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa untuk menerapkan informasi yang telah dipelajari meningkat setelah belajar menggunakan model pembelajaran blog.

  Untuk soal nomor 6, aspek yang diukur adalah aspek evaluasi yang berisi pertanyaan yang berkaitan tentang perhitungan pada lensa (persamaan

4. Tanggapan Siswa Mengenai Media Pembelajaran Blog

  Komentar, saran dan kritik siswa secara keseluruhan beserta jumlah siswa yang menuliskannya dapat dirangkum sebagai berikut :

  Kometar :

  • Pembelajaran dengan menggunakan blog seru, menarik dan tidak membosankan dituliskan oleh 14 siswa. Pembelajaran dengan menggunakan blog dapat menghilangkan - kejenuhan dituliskan oleh 2 siswa. Materi yang terdapat di blog lebih simple, praktis, jelas dan mudah - dimengerti karena materinya sudah diringkas dituliskan oleh 9 siswa.
  • Fasilitas yang ada didalam blog

  semakin mempermudah dan menyenangkan dalam mempelajarinya dituliskan oleh 3 siswa.

  Pembelajaran dengan menggunakan blog cukup kreatif dituliskan oleh 2 - siswa.

  Font yang digunakan untuk menulis materi masih membosankan, video - yang digunakan kurang menyenangkan dan suara di dalam video tidak terdengar dituliskan oleh 1 siswa. Soal yang terdapat di dalam blog kurang bervariasi, kurang banyak - jumlahnya dituliskan oleh 5 siswa.

  • mengerti dituliskan oleh 1 siswa.

  Soal yang dikerjakan sering dibahas supaya yang belum jelas bisa

  Saran :

  • ditambahkan game fisika dan video dengan resolusi yang tinggi) dituliskan oleh 6 siswa.

  Blognya dibuat lebih rapi dan juga lebih menarik (misalnya diberi warna,

  • Lebih tegas, banyak berkomunikasi dan lebih memperhatikan siswa supaya kelas tidak terlalu ramai dituliskan oleh 5 siswa. Soal yang diberikan lebih diperbanyak dan dipersulit dituliskan oleh 2 -

  Dari kritik dan saran yang telah diberikan siswa, blog yang digunakan oleh peneliti perlu dibuat lebih menarik, fasilitas dan materinya juga perlu ditambah supaya dapat menjadi media pembelajaran yang lebih baik. Selain itu penjelasan terkait dengan soal serta materi dirasa kurang banyak dilakukan oleh peneliti sehingga dirasa masih kurang jelas oleh siswa. Keadaan kelas pada saat pembelajaran dengan menggunakan blog juga perlu diperhatikan agar dapat tercipta suasana belajar yang kondusif.

C. Keterbatasan Penelitian

  Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang dijumpai oleh peneliti, antara lain:

  1. Pelaksanaan penelitian

  a) Peneliti memberikan LKS kepada siswa sebagai panduan dalam pembelajaran blog dan juga supaya siswa mengerjakan beberapa soal

  2. Blog

  a) Membutuhkan waktu ± 8 menit untuk download video yang terdapat didalam blog.

  b) Gambar serta suara dari video yang terdapat di dalam blog kurang jelas karena keterbatasan kamera yang digunakan dan video yang harus

  dikompres agar tidak terlalu besar ukurannya karena bila terlalu besar

  maka akan membutuhkan waktu download yang lebih lama pada saat dimasukkan ke dalam blog.

  c) Fasilitas kolom chat yang seharusnya digunakan untuk diskusi maupun bertanya terkait tentang materi pelajaran tidak digunakan oleh siswa dengan semestinya. Siswa menggunakan kolom chat hanya untuk membicarakan hal diluar dari materi pelajaran. Jika ada pertanyaan, siswa cenderung langsung bertanya saat pembelajaran blog di dalam kelas.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh

  penggunaan media pembelajaran berbasis blog pada pokok bahasan lensa terhadap motivasi, keaktifan belajar dan hasil belajar siswa, dan juga untuk mengetahui tanggapan siswa mengenai pembelajaran blog. Berdasarkan pelaksanaan penelitian serta analisis data dari hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Motivasi Belajar Siswa

  Berdasarkan hasil analisis skor kuesioner motivasi belajar maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran blog dapat membuat siswa memiliki motivasi belajar yang baik. Hal ini dapat diamati dari b) Berdasarkan hasil analisis total waktu yang digunakan siswa untuk membuka blog, maka dapat disimpulkan semua siswa aktif dalam proses pembelajaran blog di sekolah yaitu dengan membuka dan mempelajari blog pada saat pembelajaran berlangsung.

  Hasil analisis juga menyimpulkan bahwa lebih dari setengah kelas yaitu sebanyak 19 siswa juga telah membuka dan mempelajari blog di luar jam pembelajaran sekolah. Namun peneliti belum dapat meneliti lebih lanjut mengenai alasan yang membuat beberapa siswa belum membuka dan mempelajari blog di luar jam pembelajaran sekolah.

3. Hasil Belajar Siswa

  a) Berdasarkan hasil analisis skor pre-test dan post-test menunjukkan terjadinya peningkatan hasil belajar siswa secara signifikan.

  b) Berdasarkan hasil analisis skor rata-rata setiap aspek pada masing- masing soal pre-test dan post-test, maka dapat disimpulkan bahwa b) Siswa juga menyarankan beberapa hal terkait dengan pembelajaran blog :

  Pada bagian akhir penulisan skripsi ini, peneliti memberikan beberapa saran agar penelitian mendatang lebih baik, yaitu :

  Selain itu beberapa siswa mengatakan bahwa pembelajaran blog ini cukup kreatif dan dapat menghilangkan kejenuhan.

  • Fasilitas dan materi di dalam blog perlu ditambah supaya dapat menjadi media pembelajaran yang lebih baik.
  • Penjelasan terkait soal serta materi perlu dilakukan supaya siswa menjadi lebih memahaminya.
  • Keadaan kelas pada saat pembelajaran dengan menggunakan blog juga perlu diperhatikan agar dapat tercipta suasana belajar yang kondusif.

B. Saran

  4. Meskipun pembelajaran dengan dukungan media pembelajaran blog dapat dilakukan secara online, tetap dibutuhkan interaksi dan tatap muka dengan guru agar guru dapat membimbing, mengarahkan dan menjelaskan soal serta materi yang belum dipahami oleh siswa sehingga siswa dapat memperoleh hasil belajar yang maksimal.

  5. Guru atau peneliti lain dapat melakukan modifikasi terhadap blog untuk pembelajaran pada materi fisika lainnya. Modifikasi ini dapat berupa tampilan, penambahan media dan penggunaan fasilitas lainnya di dalam blog yang tentunya harus disesuaikan dengan materi yang digunakan.

  

DAFTAR PUSTAKA

Angkowo, Robertus & Kosasih, A. 2007. Optimalisasi Media Pembelajaran.

  Jakarta : PT Grasindo. Atherton, J.S. 2011. Learning and Teaching; Bloom’s taxonomy. Diakses pada tanggal 29 April 2012 dari

  http://www.learningandteaching.info/learning/bloomtax.htm

  Budi, Kartika. 2001. Berbagai Strategi Untuk Melibatkan Siswa Secara Aktif Dalam Proses Pembelajaran Fisika di SMU, Efektifitasnya dan Sikap Mereka Pada Strategi Tersebut. Dalam Widya Dharma, XI (2), April . Hal 43 – 71.

  Darsono, M; A., Sugandhi; Martensi, Dj.; R. K. Sutadi & Nugroho. 2000. Belajar . Semarang: IKIP Semarang Pres.

  dan Pembelajaran

  Endarwati, Asteria Arni. 2009. Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe

  Jigsaw II dalam Peningkatan Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran Matematika pada Pokok Bahasan Operasi Hitung pada Bentuk Aljabar di SMP 3 Godean Tahun Ajaran 2008/2009 . Skripsi : USD.

  Hamalik, Oemar. 2007. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : PT Bumi Aksara. Haryanto. 2011. Blog E-Learning untuk Mendukung Pembelajaran Klasikal.

  Keller, John. Diakses pada tanggal 24 Maret 2012 dari

  http://downloads.ziddu.com/downloadfile/9437020/AngketPengukurMinatd . anMotivasiBelajarModelACRS.pdf.html Lie, Anita. 2008. Mempraktikan Cooperative Learning di Ruang – ruang Kelas.

  Jakarta : PT Grasindo. Lohat, Alexander San. 2011. Pembelajaran Fisika Berbasis Web pada Pokok

Bahasan Hukum Pemantulan dan Pembiasan Cahaya . Skripsi : USD.

  Natawijaya, R. 1985. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Depdikbud. Sardiman, A. M. 1986. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : CV Rajawali.

  Sudjana, N. 1989. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Suhendar, Endar. Taksonomi Bloom-Ranah Kognitif . Diakses pada tanggal 9

  Maret 2012 dari http://fisikasma-online.blogspot.com/2011/10/taksonomi-

  bloom-ranah-kognitif.html Suparno, Paul. 2006. Diktat Statistik untuk Mahasiswa Pendidikan Fisika.

  Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Usman, Moh. Uzer. 1997. Menjadi Guru Profesional. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

  124 Lampiran A1. Pedoman Umum Pembelajaran

  

PEDOMAN UMUM PEMBELAJARAN DENGAN DUKUNGAN MEDIA

PEMBELAJARAN BLOG

  A. Perangkat yang dibutuhkan : Komputer dengan koneksi internet dan juga dilengkapi dengan pendukung lain yaitu speaker

  B. Petunjuk Membuka Blog Ketikan alamat blog berikut ini : ciskakerenz.blogspot.com Halaman awal blog :

  125 Berisi video tentang bentuk - bentuk, sifat dan informasi lainnya yang berkaitan dengan lensa cembung dan lensa cekung Berisi video percobaan pembentukan bayangan pada lensa cembung dan lensa cekung

  Berisi contoh soal dan perhitungan

  D. Tata Cara Pembelajaran Blog :

  1. Pembelajaran blog dapat dilakukan di dalam kelas, di rumah dan dimana saja yang tentunya menyediakan fasilitas komputer dengan koneksi internet dan juga ditambah dengan pendukung lain yaitu speaker

  2. Pembelajaran blog dapat dilakukan sendiri ataupun berkelompok dengan jumlah maksimal 3 orang

  3. Setiap kali membuka atau mempelajari blog, kalian harus mengisi lembar kegiatan, seperti contoh berikut ini : Materi yang Kelompok /

  Lampiran A2. Media Pembelajaran Blog

  129 Lampiran A3. Lembar Kerja Siswa

  

Lembar Kerja Siswa

LENSA

Kelas / No. Urut : ................................................

Bagian I : Jenis – jenis Lensa Ketikan alamat blog :

  ciskakerenz.blogspot.com Klik Materi Klik Lensa Cembung Klik Lensa Cekung pada pada bagian Jenis – bagian Jenis – Jenis Lensa

  Jenis Lensa Bacalah informasi mengenai beberapa Bacalah informasi mengenai beberapa bentuk serta sifat dari lensa cekung bentuk serta sifat dari lensa cembung Klik Video

  130

  

3. Setelah mengamati video, gambarkan sketsa perjalanan sinar sejajar yang mengenai

lensa cembung dan lensa cekung ! Tuliskan kesimpulanmu !

  Bagian II : Sinar – sinar Istimewa Pada Lensa Klik Materi Klik Sinar Istimewa Bacalah informasi mengenai sinar – sinar istimewa pada Lensa Cekung dan Lensa Cembung ! Amatilah gambar perjalanan sinar istimewa lensa cembung dan lensa cekung ! Jawablah pertanyaan di bawah ini !

  Pertanyaan :

Sebutkan dan gambarkan sinar – sinar istimewa pada : a). lensa cekung, dan b). lensa

cembung !

  Bagian III : Pembentukan dan Sifat Bayangan Klik Materi

  131 Pertanyaan :

1. Lengkapilah tabel berikut ini :

  No Letak Benda Letak Bayangan Sifat Bayangan

  1 Lebih jauh dari 2F

  2

  2 Di titik 2F

  2

  3 Diantara 2F dan F

  2

  2

  4 Di titik F

  2

  5 Diantara F dan O

  2

  

2. Gambarlah pembentukan bayangan oleh lensa cembung dari benda – benda yang ditaruh

di : a. Daerah yang lebih jauh dari 2F

  2

  b. Titik 2F

  2

  c. Diantara 2F dan F

  2

  2

  d. Titik F

  2

  e. Diantara F dan O

  2

3. Bagaimana sifat bayangan yang dibentuk oleh benda di depan lensa cekung?

  4. Gambarlah pembentukan bayangan oleh lensa cembung dari benda – benda di :

  a. Daerah yang lebih jauh dari 2F

  2

  b. Diantara 2F dan F

  2

  2

  c. Diantara F dan O

  2

  132 Pertanyaan :

Sebuah benda diletakkan dengan jarak 10 cm di depan sebuah lensa yang mempunyai

panjang fokus 5 cm dan panjang jari – jari kelengkungan lensa adalah dua kali panjang

fokus. Tentukan jarak bayangan, perbesaran bayangan dan sifat – sifat bayangan yang

terbentuk jika lensa tersebut adalah : a. Lensa cembung

  b. Lensa cekung

Bagian V : Kekuatan Lensa Klik Materi Klik Kekuatan Lensa Bacalah informasi mengenai Lensa ! Klik Soal Klik Soal Kekuatan Lensa Bacalah dan pelajari contoh soal

  kekuatan lensa!

  133

Lembar Jawaban

LKS

  Kelas / No. Urut : ................................................

  Bagian I : Jenis – jenis Lensa Pertanyaan :

  1. Tiga bentuk lensa cembung : ............................................................................................................................. ......

  ............................................................................................................................. ...... ................................................................................................................................... ............................................................................................................................. ...... ................................................................................................................................... ............................................................................................................................. ...... Tiga bentuk lensa cekung : ...................................................................................................................................

  ............................................................................................................................. ...... ................................................................................................................................... ............................................................................................................................. ......

  134 3.

  Gambar Perjalanan Sinar Sejajar Lensa Cembung Kesimpulan : ...............................................................................................................................................

  ....................................................................................................................................................... .......................................................................................................................................................

  Gambar Perjalanan Sinar Sejajar Lensa Cekung

  135 Bagian II : Sinar – sinar Istimewa Pada Lensa.

  Sinar Istimewa pada Lensa Cembung Sinar 1 : Sinar 2 : Sinar 3 : Sinar Istimewa pada Lensa Cekung Sinar 1 : Sinar 2 : Sinar 3 :

  136

  137

  Bagian IV : Perhitungan pada Lensa ............................................................................................................................. ......

  ............................................................................................................................. ...... ................................................................................................................................... ............................................................................................................................. ...... ................................................................................................................................... ............................................................................................................................. ...... ................................................................................................................................... ............................................................................................................................. ......

  Lampiran A4. Kuesioner Motivasi Belajar KUESIONER MOTIVASI Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Semester : VIII F / 2 No urut : ………………. Hari/tanggal : ……………… Petunjuk

  1. Pada kuesioner ini terdapat 25 pernyataan. Pertimbangkan baik-baik setiap pernyataan dalam kaitannya dengan materi pembelajaran yang baru selesai kamu pelajari, dan tentukan kebenaranya. Berilah jawaban yang benar-benar cocok dengan pilihanmu dengan cara melingkari jawaban pada kolam :

  STS : Bila anda sangat tidak setuju TS : Bila anda tidak setuju R : Bila anda ragu - ragu S : Bila anda setuju SS : Bila anda sangat setuju 2. Pertimbangkan setiap pernyataan secara terpisah dan tentukan kebenarannya.

  Jawabanmu jangan dipengaruhi oleh jawaban terhadap pernyataan lain.

  3. Catat responmu pada lembar jawaban yang tersedia, dan ikuti petunjuk-petunjuk lain yang mungkin diberikan berkaitan dengan lembar jawaban. Terima kasih.

  6. Materi pembelajaran ini sangat menarik perhatian. STS TS R S SS

  14. Saya merasa kesulitan untuk mengerjakan latihan dari guru.

  19. Keanekaragaman pada tulisan, gambar , ilustrasi dan lain- lainnya memukau perhatian saya pada pembelajaran ini.

  18. Pembelajaran ini tidak sesuai dengan kebutuhan saya. STS TS R S SS

  17. Latihan soal dan materi ini sangat menarik perhatian saya STS TS R S SS

  16. Saya senang mempelajari materi ini. STS TS R S SS

  STS TS R S SS

  15. Pada pembelajaran ini, terdapat hal – hal yang membuat saya merasa ingin tahu.

  STS TS R S SS

  13. Cara penyampaian materi ini sangat menarik perhatian saya STS TS R S SS

  7. Menyelesaikan pembelajaran dengan berhasil sangat penting bagi saya

  12. Pembelajaran ini terasa membosankan STS TS R S SS

  STS TS R S SS

  11. Saya sangat menyenangi pembelajaran ini sehingga saya ingin mengetahuinya lebih lanjut.

  STS TS R S SS

  10. Selagi saya mau mempelajari materi ini, saya percaya bahwa saya bisa mempelajarinya

  9. Pembelajaran ini sangat sulit untuk dibayangkan STS TS R S SS

  8. Tulisan dalam blog ini membuat saya tertarik STS TS R S SS

  STS TS R S SS

  STS TS R S SS

  Lampiran A5. Lembar Kegiatan Pembelajaran Blog Lembar Kegiatan Pembelajaran Blog Pokok Bahasan Lensa Kelas / No. Urut : ................................................

  Kelompok / Tanggal Waktu Materi yang dipelajari Tempat

  Mandiri

  Lampiran A6. Soal Pre-test

SOAL PRETEST

Kelas / No. Urut : ................................................

  Jawablah pertanyaan – pertanyaan di bawah ini !

1. Sebutkan dan gambarkan :

a. Tiga bentuk lensa cembung

  b. Tiga bentuk lensa cekung

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

………………………………..………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………..……………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…..……………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

3. Sebutkan dan gambarkan tiga sinar istimewa pada :

  a. Lensa cembung

  b. Lensa cekung Sinar Istimewa pada Lensa Cembung Sinar Istimewa pada Lensa Cekung Sinar 1 : Sinar 1 : Sinar 2 :

  Sinar 2 : Sinar 3 : Sinar 3 :

5. Ayah menggunakan kacamata yang lensanya mempunyai jarak fokus –200 cm. Berapakah ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… kekuatan lensa yang dimiliki oleh ayah? ………………………………………………………………………………………………… ………………………………..……………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………..…………………………… ………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………….

  

6. Sebuah benda diletakkan 20 cm di depan sebuah lensa yang jarak fokusnya 10 cm. Tentukan

jarak bayangan, perbesaran bayangan dan sifat bayangan yang terbentuk jika lensa tersebut adalah :

  a. Lensa cembung ………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………

  b. Lensa cekung …………………………………………………………………………………………………

………………………………..………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………

  Lampiran A7. Soal Post-test

SOAL POSTTEST

Kelas / No. Urut : ................................................

  Jawablah pertanyaan – pertanyaan di bawah ini !

1. Sebutkan dan gambarkan :

a. Tiga bentuk lensa cembung

  b. Tiga bentuk lensa cekung

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

………………………………..………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………..……………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…..……………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

3. Sebutkan dan gambarkan tiga sinar istimewa pada :

  a. Lensa cembung

  b. Lensa cekung Sinar Istimewa pada Lensa Cembung Sinar Istimewa pada Lensa Cekung Sinar 1 : Sinar 1 : Sinar 2 :

  Sinar 2 : Sinar 3 : Sinar 3 :

5. Ayah menggunakan kacamata yang lensanya mempunyai jarak fokus –200 cm. Berapakah ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… kekuatan lensa yang dimiliki oleh ayah? ………………………………………………………………………………………………… ………………………………..……………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………..…………………………… ………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………….

  

6. Sebuah benda diletakkan 20 cm di depan sebuah lensa yang jarak fokusnya 10 cm. Tentukan

jarak bayangan, perbesaran bayangan dan sifat bayangan yang terbentuk jika lensa tersebut adalah :

  a. Lensa cembung ………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………

  b. Lensa cekung …………………………………………………………………………………………………

………………………………..………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………

  Lampiran B1. Contoh Hasil Pengisian Kuesioner Motivasi Belajar Siswa

  Lampiran B.2 Contoh Hasil Pengisian Lembar Kegiatan Pembelajaran Blog

  Lampiran B.3 Contoh Hasil Pengisian Lembar Kerja Siswa (LKS)

  Lampiran B4. Hasil Pengerjaan Soal Pre-test

  Lampiran B5. Hasil Pengerjaan Soal Post-test

  Lampiran B6. Hasil Kuesioner Terbuka

  Lampiran B7. Rangkuman Hasil Kuesioner Terbuka

KOMENTAR SISWA

No. NIS Komentar Siswa

  1. 12594 Cara mengajarnya tidak membosankan , penyampaian materi praktis dan jelas 2.

  12595 Saya tertarik dengan pembelajaran blog karena pembelajaran dengan blog terasa lebih mudah dibandingkan dengan belajar biasa 3.

  12596 Pelajaran yang ada di blog lebih simple karena materinya sudah diringkas . Ini yang membuat saya tertarik 4.

  12597 Pembelajaran menggunakan blog jauh lebih menarik daripada di buku karena materi di blog sudah diringkas , juga ada ilustrasi sehingga memudahkan pembelajaran

  5. 12598 - 6. 12599 Penyampaian di blog itu menarik

  7.

  12600

Biasa saja, ada yang menyenangkan dan ada yang membosankan .

  Menyenangkan bisa commen di commen box , bisa tau tentang lensa, cukup menghilangkan kejenuhan 8.

  12601 Cara mengajarnya lumayan enak . Kalau bertanya, pertanyaan yang ditanyakan benar – benar dicari jawabannya.

  9.

  12602 Menurut saya, pembelajaran dengan metode seperti ini menarik dan mudah diterima murid sesuai dengan perkembangan jaman.

  10. 12603 Penjelasan dan cara menjelaskannya menyenangkan 11.

  12604 Fun, sangat menghilangkan kejenuhan , didukung fasilitas memadai, menambah wawasan internet 12.

  12605 Waktu mengajar, bisa membuat mengerti dan tidak membosankan , cukup kreatif dalam menyampaikan materi memakai media elektronik.

  13. 12606 Penjelasannya jelas 14. 12607 Mudah dimengerti

  27.

  12620 Mengajar sudah baik dan menarik . Materi yang disampaikan jelas sehingga mudah dipahami.

  28. 12621 - 29. 12622 - 30. 12623 -

  

KRITIK SISWA

No. NIS Kritik Siswa 1. 12594 Kurang bisa mengendalikan kelas . 2. 12595 Blognya kurang menarik 3. 12596 - 4. 12597 - 5. 12598 - 6. 12599 - 7.

  12600 Materinya yang ditulis,font yang digunakan membosankan, videonya kurang menyenangkan dan suaranya nggak kedengaran 8.

  12601 Waktu mengajarnya kurang efisien karena belum bisa menenangkan suasana kelas .

  9. 12602 - 10. 12603 Kurang tegas dan suara kurang keras 11. 12604 - 12. 12605 Tampaknya dalam usaha menenangkan kelas kurang tegas 13. 12606 Soal kurang bervariasi, kurang banyak soalnya .

  14.

  12607 Sebenarnya menarik dan mudah tetapi agak kurang penjelasan , blognya kurang dihias

  15. 12608 Soalnya kurang bervariasi , blognya kurang menarik

  

SARAN SISWA

No. NIS Saran Siswa 1. 12594 - 2. 12595 - 3. 12596 - 4. 12597 -

  5.

  12598 Blognya kurang dikasih game fisika biar seru , tapi udah bagus idenya.

  Lebih berkomunikasi dengan siswa.

  6. 12599 - 7. 12600 - 8. 12601 Lebih tegas yaaa 9. 12602 -

  10. 12603 - 11. 12604 Soalnya lebih dipersulit sedikit , blognya diberi warna yang lebih ramai . 12. 12605 - 13. 12606 - 14. 12607 - 15. 12608 - 16. 12609 - 17. 12610 Mungkin materinya harus ditambah

  18.

  12611 Blognya dibuat jadi lebih menarik , jangan hanya satu bab di dalam blog tetapi banyak bab

  19. 12612 - 20. 12613 Memberi soal lebih banyak 21. 12614 Lebih bisa mengontrol kelas 22.

  12615 Jika menjelaskan jangan hanya 1 orang menjelaskan dan 1 orang lain mengawasi melainkan 2 orang tersebut menjelaskan.

  23. 12616 - 24. 12617 -

  Lampiran C1. Surat Permohonan Ijin Penelitian

  Lampiran C2. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian

  Lampiran D. Foto-foto Pelaksanaan Penelitian

  Peneliti menerangkan pedoman pembelajaran serta LKS kepada siswa

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh penggunaan media pembelajaran Block Dienes terhadap hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan
30
227
185
Pengaruh keaktifan belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Kanisius Kalasan pada pokok bahasan operasi aljabar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II tahun ajaran 2016/2017.
0
0
193
Pengaruh pembelajaran berbasis pendidikan karakter terhadap prestasi belajar siswa pada materi himpunan di kelas VII SMP Pangudi Luhur Boro Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016.
1
8
151
Pengaruh simulai komputer terhadap keterampilan proses sains dan hasil belajar pada pokok bahasan kalor kelas VII SMP Pangudi Luhur I Yogyakarta.
0
0
4
Pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan persegi panjang dan persegi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe stad yang dilengkapi dengan alat peraga di kelas VII-D SMP Pangudi Luhur 1 Klaten.
0
1
348
Pengaruh motivasi belajar dan sikap belajar siswa terhadap hasil belajar matematika dalam pokok bahasan aljabar pada siswa kelas VIII G SMP Pangudi Luhur I Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016.
0
0
188
Hubungan motivasi dan minat belajar terhadap hasil belajar matematika pada pokok bahasan sistem koordinat di kelas VIII E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016.
0
1
199
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) pada pokok bahasan teorema pythagoras terhadap hasil belajar dan keaktifan siswa kelas VIII SMP Tarakanita Magelang tahun ajaran 2012/2013.
0
3
216
Pengaruh pembelajaran dengan menggunakan metode simulasi PhET terhadap hasil belajar dan keaktifan peserta didik kelas VIII SMP Kanisius Wonogiri pada pokok bahasan Energi Potensial,
2
5
137
Pengaruh keaktifan belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Kanisius Kalasan pada pokok bahasan operasi aljabar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jig
0
0
191
Upaya membangun aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar.
0
1
266
Penerapan teori konstruktivisme dalam pembelajaran pokok bahasan getaran untuk siswa kelas 2 SMP Pangudi Luhur 1 Kalibawang - USD Repository
0
3
137
Diagnosis kesulitan belajar siswa dalam pokok bahasan bentuk akar di kelas X4 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
105
Upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran Jigsaw pada pembelajaran fisika kelas VIII SMP Kanisius Wonogiri pokok bahasan tekanan - USD Repository
0
1
248
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan rumus-rumus trigonometri untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Sedayu - USD Repository
0
1
300
Show more